Karbohidrat

Karbohidrat adalah zat organik utama yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan dan biasanya mewakili 50 sampai 75 persen dari jumlah bahan kering dalam bahan makanan ternak. Karbohidrat sebagian besar terdapat dalam biji, buah dan akar tumbuhan. Zat tersebut terbentuk oleh proses fotosintesis, yang melibatkan kegiatan sinar matahari terhadap hijauan daun. Hijauan daun merupakan zat fotosintetik aktif pada tumbuh-tumbuhan. Zat tersebut merupakan molekul yang rumit dengan suatu struktur yang serupa dengan struktur hemoglobin, yang terdapat dalam darah hewan. Hijauan daun mengandung magnesium : hemoglobin mengandung besi. Lebih terperinci lagi, karbohidrat dibentuk dari air (H2O) berasal dari tanah, karbondioksida (CO2) berasal dari udara dan energi berasal dari matahari. Suatu reaksi kimiawi sederhana yang memperlihatkan suatu karbohidrat (glukosa) disintesis oleh fotosintesis dalam tumbuh-tumbuhan adalah sebagai berikut : 6CO2 + 6H2O + 673 cal —-> C6H12O6 + 6 O2 (Anonim, 2008). Klasifikasi Karbohidrat terbagi menjadi 3 kelompok (Qonita, 2008):
1. monosakarida, yaitu terdiri atas 3-6 atom C dan zat ini tidak dapat lagi dihidrolisis

oleh larutan asam dalam air menjadi karbohidrat yg lebih sederhana.
2. disakarida, yaitu senyawanya terbentuk dari 2 molekul monosakarida yg sejenis atau

tidak. Disakarida dpt dihidrolisis oleh larutan asam dalam air sehingga terurai menjadi 2 molekul monosakarida.
3. polisakarida, yaitu senyawa yg terdiri dari gabungan molekul2 monosakarida yg

banyak jumlahnya, senyawa ini bisa dihidrolisis menjadi banyak molekul monosakarida. Fungsi Bagi manusia; sebagai sumber energi. Bagi tumbuhan; amilum sebagai cadangan makanan, sellulosa sbg pembentuk kerangka bagi tumbuhan. Tumbuhan mendapat amilum dan selulosa dari glukosa. Glukosa dihasilkan pada fotosintesis (Qonita, 2008). Identifikasi Karbohidrat

Sifat ini membedakan dari karbohidrat lain (Senja. reagen ini mengandung tembaga (II) asetat dalam larutan asam laktat. 2. 2. Reaksi Seliwanoff (khusus menunjukkan adanya fruktosa). yang akan memberikan perubahan warna bila bereaksi dengan beberapa polisakarida. Pereaksi seliwanoff terdiri dari serbuk resorsinol + HCl encer. bila larutan karbohidrat diberi beberapa tetes larutan alfa-naftol. dextrin memberikan warna merah. Natrium sitrat dan natrium karbonat dan didalam alkalin. 2010). Tes ini dapat juga digunakan untuk membedakan karbohidrat yang mengandung gugus reduksi dari yang tidak mengandung gugus reduksi. Tes Benedict. Dengan demikian. Uji umum untuk karbohidrat adalah uji Molisch. Bila fruktosa diberi pereaksi seliwanoff dan dipanaskan dlm air mendidih selama 10 menit akan terjadi perubahan warna menjadi lebih tua. larutan tersebut tidak mengkatalisis reagen benedict menunjukkan tes positif. oksidasi karbohidrat dengan HNO3. Sifat Karbohidrat 1. yang biasa digunakan sebagai uji aldehid. menghsilkan asam dikarboksilat. 6. 7. Hasli dari inkubasi yang lebih lama memungkinkan aktivitas bakteri. disakarida dan monosakarida tidak memberikan warna dengan iodine. Semua jenis karbohidrat akan berwarna merah apabila larutannya (dalam air) dicampur dengan beberapa tetes larutan α-naftol (dalam alcohol) dan kemudian dialirkan pada asam sulfat pekat dengan hati-hati sehingga tidak tercampur. 3. Asam tidak cukup kuat untuk menghidrolisis karbohidrat. tes ini juga merupakan klasifikasi umum. kemudian H2SO4 pekat secukupnya sehingga terbentuk 2 lapisan cairan. 5.1. Asam dikarboksilat ini berbeda dalam hal kelarutan dan yang dihasilkan oleh galaktosa adakah tidak larut. Mono dan disakarida memiliki rasa manis yang disebabkan oleh gugus hidroksilnya. 4. oleh karena itu golongan ini disebut gula. Selulosa. Tes Iodin. Tes Fermentasi. Tingkat reaksi yang ditunjukkan dengan perubahan warna dan terjadinya oengendapan adalah berbeda untuk gugus karbohidrat yang berbeda. tetapi biasanya memerlukan 2-3 jam untuk memperoleh hasil meksimal. Sifat ini dipakai sebagai dasar uji kualitatif adanya karbohidrat (uji Molisch) . Pati meberikan warna biru gelap. Tes Barfoed. karbohidrat difermentasikan dengan ragi dalam waktu singkat. glikogen memebrikan warna coklat kemerahan. pada bidang batas kedua lapisan itu terbentuk cincin ungu. Reagen ini mengandung CuSO4. Tes Asam Galaktarat (music).

. Sehingga monosakarida akan mudah mengalami dekomposisi dan menghasilkan pencoklatan non-enzimatis bila dipanaskan dalam suasana basa. Warna ini timbul karena terbentuknya furfural dan hidroksi furfural sebagai senyawa derifat dari gula-gula. yaitu suatu turunan aldehid. Asam yang pekat akan menyebabkan dehidrasi menjadi furfural. Larutan yang dipergunakan untuk menguji daya mereduksi suatu disakarida adalah larutan benedict. 3. Zat pereduksi itu sendiri akan berubah menjadi asam. 2. Pengaruh asam Monosakarida stabil terhadap asam mineral encer dan panas. D-manosa. Warna biru kehijauan akan timbul apabila larutan karbohidrat dicampur dengan asam sulfat pekat dan anthroe. sedangkan pada sakarosa tidak. Perubahan ini terjadi pada atom C anomerik dan atom C tetangganya tanpa mempengaruhi atom-atom C lainnya. Perubahan menjadi senyawaan tersebut melalui bentukbentuk enediolnya. Perbedaan ini disebabkan pada monosakarida terdapat gugus karbonil yang reduktif. Jika D-glukosa dituangi larutan basa encer maka sakarida itu akan berubah menjadi campuran: Dglukosa. Daya mereduksi Bilamana monosakarida seperti glukosa dan fruktosa ditambahkan ke dalam larutan luff maupun benedict maka akan timbul endapan warna merah bata. seperti apa yang terjadi pada sakarosa. Unsur atau ion yang penting yang terdapat pada larutan tersebut adalah Cu2+ yang berwarna biru. Gugus reduktif pada sakarosa terdapat pada atom C nomor 1 pada glukosa sedangkan pada fruktosa pada atom C nomor 2. D-fruktosa. Gula reduksi akan mengubah atau mereduksi ion Cu2+ menjadi Cu+ (Cu2O) yang mengendap dan berwarna merah bata. Sedangkan sifat-sifat umum karbohidrat menurut Soeharsono (1978). Sedangkan sakarosa tidak dapat menyebabkan perubahan warna.3. Jika atom-atom tersebut saling mengikat maka daya reduksinya akan hilang. Bilamana basa yang digunakan berkadar tinggi maka akan terjadi fragmentasi atau polimerisasi. Pengaruh alkali Larutan basa encer pada suhu kamar akan mengubah sakarida. adalah sebagai berikut: 1. 2010). Tetapi pada disakarida dalam suasana sedikit basa akan lebih stabil terhadap reaksi hidrolisis (Senja.

yaitu berupa struktur primer (tingkat satu). Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki. sekunder (tingkat dua). menjadi fragmen peptida yang lebih pendek untuk dipisahkan lebih lanjut dengan bantuan kertas kromatografik. Struktur Struktur tersier protein. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut: o alpha helix (α-helix. dengan penggunaan beberapa enzim protease yang mengiris ikatan antara asam amino tertentu. pada tahun 1957. Protein ini memiliki banyak struktur sekunder beta-sheet dan alpha-helix yang sangat pendek. "lekukan-gamma"). Molekul protein mengandung karbon. o o beta-turn. hidrogen. nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. "lempeng-beta"). "lekukan-beta"). oksigen. dan gamma-turn.[4] . Model dibuat dengan menggunakan koordinat dari Bank Data Protein (nomor 1EDH). "puntiran-alfa"). dan kuartener (tingkat empat):[4][5] • struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). o tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H). (γ-turn. Vernon Ingram menemukan bahwa translokasi asam amino akan mengubah fungsi protein. (β-turn. Frederick Sanger merupakan ilmuwan yang berjasa dengan temuan metode penentuan deret asam amino pada protein. tersier (tingkat tiga). • struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus (Anonim. 2008). berupa pilinan rantai asam-asam amino beta-sheet (β-sheet. Urutan asam amino menentukan fungsi protein. dan lebih lanjut memicu mutasi genetik. berupa lembaran-lembaran lebar yang berbentuk seperti spiral.Protein Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomermonomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida.

Hasil uji menunjukkan . Tirosin merupakan asam amino yang mempunyai molekul fenol pada gugus R-nya. Protein yang mengandng sedikitnya satu gugus karboksil dan gugus asam amino bebas akan bereaksi dengan ninhidrin membentuk persenyawaan berwarna. yaitu garam PbS. dan menjadi dasar penentuan kuantitatif asam amino. Pada uji ini. • contoh struktur kuartener yang terkenal adalah enzim Rubisco dan insulin (Anonim. Untuk perbandingan. Penambahan NaOH dalam hal ini adalah untuk mendenaturasikan protein sehingga ikatan yang menghubungkan atom S dapat terputus oleh Pb-asetat membentuk PbS. hanya kasein yang menunjukkan uji negatif terhadap ninhidrin. Inti benzena dapat ternitrasi oleh asam nitrat pekat menghasilkan turunan nitrobenzena. sehingga dapat disimpulkan albumin mengandung Sistein ataupun Metionin. Struktur tersier biasanya berupa gumpalan.. Uji ini bersifat umum untuk semua asam amino. dan pepton. 2010). Fenol digunakan karena Tirosin memiliki molekul fenol pada gugus R-nya Pada uji Hopkins cole.• struktur tersier yang merupakan gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder. Hal ini disebabkan karena pada kasein tidak mengandung sedikitnya satu gugus karboksil dan amino yang terbuka. uji positif ditunjukkan oleh albumin. gelatin. dengan ditunjukkan oleh adanya cincin berwarna ungu. Tirosin. trimer. Albumin yang membentuk endapan PbS. sedangkan gelatin dan pepton tidak. Fenilalanin. dapat ditunjukkan oleh fenol yang bereaksi membentuk nitrobenzena. Reaksi Pb-asetat dengan asam-asam amino tersebut akan membentuk endapan berwarna kelabu. Triptofan akan berkondensasi dengan aldehid bila ada asam kuaat sehngga membentuk cincin berwarna ungu. Protein albumin dan kasein mengandung Tirosin sebagai salah asam amino penyusunnya. Uji Protein Prinsip dari uji millon adalah pembentukan garam merkuri dari tirosin yang ternitrasi. dan Triptofan yang mengandung inti benzena pada molekulnya juga mengalami reaksi dengan HNO3 pekat. atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener. yang akan membentuk garam merkuri dengan pereaksi millon. kasein. Uji ini spesifik untuk protein yang mengandung Triptofan. Sistein dan Metionin merupakan asam amino yang mengandung atom S pada molekulnya. Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer.

dan filtrat yang direaksikan dengan biuret berwarna biru muda. Hal ini menunjukkan bahwa endapan tersebut masih bersifat sebagai protein.bahwa dari semua bahan. Biuret bereaksi dengan membentuk senyawa kompleks Cu dengan gugus -CO dan -NH pada asam amino dalam protein. ini bisa dilihat dari tidak larutnya endapan albumin itu dalam air. Protein yang tercampur oleh senyawa logam berat akan terdenaturasi. endapan yang direaksikan dengan pereaksi millon memberikan warna merah muda. Perubahan struktur tesier albumin ini tidak dapat diubah kembali ke bentuk semula. endapan albumin yang terjadi setelah penambahan asam asetat. garam-garam anorganik mengendapkan protein karena kemampuan ion garam terhidrasi sehingga berkompetisi dengan protein untuk mengikat air. protein yang dilarutkan dalam buffer asetat pH 4. semua protein yang diujikan memberikan hasil positif. Pada uji denaturasi. protein pun mengendap hal ini menunjukkan bahwa protein albumin mengendap pada titik isolistriknya. ujung C asam amino yang terbuka dapat bereaksi dengan alkohol dalam suasana asam membentuk senyawa protein ester. Pada uji koagulasi. 2009). hanya kasein yang tidak mengandung asam amino yang mempunyai inti benzena pada molekulnya.7 (Rismaka. Berbeda dengan logam berat. sehingga protein tersebut mengendap.7 menunjukkan adanya endapan. Pada percobaan. Pada uji pengendapan oleh alkohol. Senyawasenyawa logam tersebut akan memutuskan jembatan garam dan berikatan dengan protein membentuk endapan logam proteinat. . yaitu pH dimana jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatifnya. Pada uji biuret. Pada protein. namun setelah ditambahkan buffer asetat dengan volume berlebih. Hal ini terjadi pada albumin yang terkoagulasi setelah ditambahkan AgNO3 dan Pb-asetat. Fenol tidak bereaksi dengan biuret karena tidak mempunyai gugus -CO dan -NH pada molekulnya. Hal ini berarti ada sebagian protein yang mengendap setelah ditambahkan garam. Protein yang dilarutkan dalam HCl maupun NaOH. Protein akan terdenaturasi atau mengendap bila berada pada titik isolistriknya. yaitu sekitar pH 4. hanya tabung-tabung yang mengandung asam (ber-pH rendah) yang menunjukkan pengendapan protein. bila direaksikan dengan pereaksi millon memberikan hasil positif. hanya saja telah terjadi perrubahan struktur tersier ataupun kwartener. Protein juga mengendap bila terdapat garam-garam anorganik dengan konsentrasi yang tinggi dalam larutan protein. Pembentukan ester ini ditunjukkan oleh adanya endapan yang terbentuk. keduanya tidak menunjukkan adanya pengendapan.

yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energy. kelarutan lipid ditentukan oleh sifat kepolaran pelarut. . memberi rasa kenyang dan kelezatan. trigliserida). alat angkut vitamin larut lemak. menghemat protein. Secara ilmu gizi. pelindung organ tubuh. ergosterol. Uji Lipid 1. pembentukan sel. sumber asam lemak esensial. 2010). o o Secara klinis. 4. o o Lipid sederhana : lemak netral (monogliserida. Hal tersebut karena lipid memiliki sifat nonpolar sehingga hanya akan larut pada pelarut yang sama-sama nonpolar. Uji Kelarutan Lipid Uji ini terdiri atas analisis kelarutan lipid maupun derivat lipid terdahap berbagai macam pelarut. Apabila lipid dilarutkan ke dalam pelarut polar maka hasilnya lipid tersbut tidak akan larut. Kolesterol Trigliserida (lemak netral) Fosfolipid Asam Lemak (Smaolin. ester asam lemak dengan alkohol berberat molekul tinggi Lipid majemuk o o b.Lipid Lemak. Fungsi lemak adalah sebagai sumber energi. 2. adalah suatu zat yang kaya akan energi. Dalam uji ini. berfungsi sebagai sumber energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh. dan memelihara suhu tubuh. digliserida. sebagai pelumas. 3. lemak yang penting adalah 1. lemak dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a. Lemak yang beredar di dalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati.dsb) c. fosfolipid lipoprotein Lipid turunan asam lemak sterol (kolesterol. disebut juga lipid.

lemak. Setelah itu. tetes demi tetes pereaksi Iod Hubl dimasukkan ke dalam tabung sambil dikocok dan perubahan warna yang terjadi terhadap campuran diamati. maka bagian gliserol akan terdehidrasi ke dalam bentuk aldehid jenuh atau dikenal sebagai akrolein lemak terbakar dan ditandai (CH2=CHCHO) yang memiliki bau asap putih. Berikut reaksi yang dengan terjadi pada uji akrolein: Trigliserida Akrolein 3. untuk setelah digunakan dipanaskan tidak seperti panas KHSO4 menguji keberadaan agen gliserin pendehidrasi menarik air. lalu warna kembali lagi ke warna awal kuning bening. Dalam uji ini terjadi dehidrasi gliserol akrilat dalam atau bentuk bebas Menurut ditambahkan atau Scy dalam Tech lemak/minyak Encyclopedia atau menghasilkan (2008). Uji Akrolein HC=O HC + H2O H2C H2C-O-COOR1 HC-O-COOR2 H2C-O-COOR3 Uji kualitatif lipid lainnya adalah uji akrolein. .2. Warna merah yang kembali pudar menandakan bahwa terdapat banyak ikatan rangkap pada rantai hidrokarbon asam lemak. Asam lemak yang diuji ditambah kloroform sama banyaknya. Iod Hubl ini digunakan sebagai indikator perubahan. Asam lemak jenuh dapat dibedakan dari asam lemak tidak jenuh dengan cara melihat strukturnya. Asam lemak tidak jenuh memiliki ikatan ganda pada gugus hidrokarbonnya. (KHSO4) uji Ketika yang aldehid akrolein lemak akan akrolein.Uji Ketidakjenuhan Lipid Uji ketidakjenuhan digunakan untuk mengetahui asam lemak yang diuji apakah termasuk asam lemak jenuh atau tidak jenuh dengan menggunakan pereaksi Iod Hubl. Reaksi positif ketidakjenuhan asam lemak ditandai dengan timbulnya warna merah ketika iod Hubl diteteskan ke asam lemak. Tabung dikocok sampai bahan larut.

2007). Selanjutnya. sebuah kertas saring dicelupkan ke larutan floroglusinol. Warna hijau ini menandakan hasil yang positif (WikiAnswers 2008). Setelah itu. Uji Salkowski untuk kolesterol Uji Salkowski merupakan uji kualitatif yang dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan kolesterol. Tabung dikocok perlahan dan dibiarkan beberapa menit. asam sulfat pekat ditambahkan. Serbuk CaCO3 dimasukkan ke dalam erlenmeyer dan segera ditutup. . Minyak yang akan diuji dicampurkan dengan HCl. HCl yang ditambahkan akan menyumbangkan ion-ion hidrogennya yang dapat memecah unsur lemak sehingga terbentuk lemak radikal bebas dan hidrogen radikal bebas. Prinsip uji ini adalah mengidentifikasi adanya kolesterol dengan penambahan asam sulfat ke dalam campuran. maka lapisan kolesterol di bagian atas menjadi berwarna merah dan asam sulfat terlihat berubah menjadi kuning dengan warna fluoresens hijau 6. kertas digantungkan di dalam erlenmeyer yang berisi minyak yang diuji. Produk ini dikonversi menjadi polimer yang mengandung kromofor yang menghasilkan warna hijau. Reaksi positif uji ini ditandai dengan adanya perubahan warna dari terbentuknya warna pink kemudian menjadi biru-ungu dan akhirnya menjadi hijau tua (Joni. diidentifikasi lipid mana yang sudah tengik dengan yang belum tengik yang disebabkan oleh oksidasi lipid. Asam sulfat berfungsi sebagai pemutus ikatan ester lipid. Kolesterol dilarutkan dengan kloroform anhidrat lalu dengan volume yang sama ditambahkan asam sulfat. kolesterol kemudian teroksidasi membentuk 3. Mekanisme yang terjadi dalam uji ini adalah ketika asam sulfat ditambahkan ke dalam campuran yang berisi kolesterol. Sebanyak 10 tetes asam asetat dilarutkan ke dalam larutan kolesterol dan kloroform (dari percobaan Salkowski). Uji Ketengikan Uji kualitatif lipid lainnya adalah uji ketengikan. Setelah itu.4. Apabila dalam sampel tersebut terdapat kolesterol. Uji Lieberman Buchard Uji Lieberman Buchard merupakan uji kuantitatif untuk kolesterol. maka molekul air berpindah dari gugus C3 kolesterol. Kedua bentuk radikal ini bersifat sangat reaktif dan pada tahap akhir oksidasi akan dihasilkan peroksida. Floroglusinol ini berfungsi sebagai penampak bercak. 5. Dalam uji ini.5kolestadiena.

Karbohidrat. 2008.rismaka.com/nutracare/isi_choless. 2007. 2008. L.com/doc/29525949/Laporan-Praktikum-BIOKIM-3.php? isi_choless=kelainan_lipid. Qonita.http://staff. Kelainan Lipid.net/2009/06/ujikualitatif-protein-dan-asam-amino.html. Anonim. http://qforq. Rismaka.com/2010/01/laporan-praktikum-biokimia-lemak-dan_16. Anonim.scribd.S.unud.wikipedia.ac. Smaolin.html. http://id. http://www.Daftar Pustaka Anonim.org/wiki/Protein.com/doc/22908664/Lipid. 2008.http://www. Laporan Praktikum Biokim 3. Protein. 2010.id/~sampurna/wpcontent/uploads/2008/11/karbohidrat. . Karbohidrat . http://medicastore. 2010.scribd.com/journal/item/2. A.doc. M. Senja. Laporan Praktikum biokimia Lemak.blogspot.multiply. I. http://semilirsenja. Joni. http://www. Lipid. Uji Kualitatif Protein dan asam Amino. 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful