2010

TUGAS KELOMPOK Pengolahan Limbah Nikel Kelompok 3

Anggota:
Lendi Trigondo (0706268676) Loorentz (0706268682) Miska Rahmaniati (0706268732) Oky Simbolon (0706268796) R. Bastian M (0706268814) Rangga Adi Putra (0706268820) Redian W.E. (0706268833) Riyan Nuryanto (0706268865) Roni Saputra (0706268871) Suci Aprilia Dimyati (0706268884) Umar Sidik (0706268934)

Departemen Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia Depok, Oktober 2010

yang bertujuan untuk membantu negara-negara industri untuk menurunkan gas -gas rumah hijau yang dihasilkannya. Menggunakan kembali sisa produksi (reuse). Salah satu pencetus ide cleaner production pertama di eropa yaitu di Austria pada tahun 1992 oleh BMVIT (Bundesministerium fur Verkehr. Konsep rumah hijau berkembang pada tingkat yang lebih tinggi pada pertemuan yang digalang oleh United Nations Environment Program (UNEP) yang diselenggarakan oleh Institute of Environmental Technology di Kaunas University of Technology. Menggunakan proses dan teknologi baru yang rendah waste . Innovation und Technologie). Mengganti bahan baku dan material pelengkap terutama dengan material dan energi yang renewable. b. Meningkatkan usia pakai material pelengkap dan cairan proses dengan menghindari adanya kontaminasi. Menggunakan indikator dan pengendalian untuk mengidentifikasi perencanaan. Konsep dari clean production awalnya dikembangkan dari Protokol Kyoto. Hal ini termasuk mekanisme untuk membantu negara berkembang yang belum memiliki sejarah memproduksi gas rumah hijau dalam jumlah besar agar terhindar dari melakukan kesalahan yang sama di masa lampau. Contoh dari pilihan cleaner production: a. d. g. Pada 4 November 1999.I. Peningkatan kualitas organisasi dan teknologi membantu menurunkan atau menyarankan pilihan yang lebih baik dalam penggunaan energi dan material untuk menghindari waste. divisi teknologi dari UNEP mulai mengimplementasikan proyek pada perencanaan dan mekanisme untuk meningkatkan cleaner production di negara berkembang. CLEANING PRODUCTION Cleaner production merupakan sebuah langkah pencegahan dan perlindungan lingkungan terutama dari perusahaan-perusahaan industri yang ada. f. pendidikan dan pelatihan yang buruk. Kemudian UNEP juga mencetuskan ide Life Cycle Assessment (LCA) yaitu suatu alat untuk mengevaluasi efek dari sebuah produk atau jasa 2010 |Daur ulang & pengolahan limbah 2 ¦¥ ¤£¢ ¡ NICKEL [CL AN NG   CTION] . e. Dokumentasi konsumsi sebagai analisa dasar aliran material dan energi. Cleaner production ini ditujukan untuk meminimalisir sampah dan emisi serta memaksimalkan hasil produk dengan cara menganalisa aliran material dan energi dari sebuah proses industri melalui langkah-langkah mengurangi sumber energi. Lithuania pada 18-20 Oktober 1999. Meningkatkan pengendalian dan otomatisasi. Dua inisiatif yang diangkat yaitu: Persiapan dan Ecoprofit . c. Salah satu tantangan yang ada yaitu untuk mengembangkan peralatan dan instrumen yang akan digunakan dalam langkah peningkatan cleaner production secara bertahap. pemborosan air dan panas. emisi gas dan gangguan suara.

nikel. Tahapan roasting dapat juga digunakan untuk melakukan preheat charge untuk proses smelting. perawatan. Agensi Pengendalian Polusi Nasional Indonesia menyadari bahwa perlunya kesadaran dan tekanan publik untuk menahan peningkatan polusi air dari pertumbuhan industri yang sangat pesat. PYROMETALLURGY DA I NIKEL   I. Pada juni 1995 pemerintah meluncurkan program untuk mengontrol. Hitam: paling buruk. Hubungan termodinamika antara sulfida dan oksida logam menyediakan dasar untuk memisahkan besi dari nikel. dan konsentrat nikel sulfida langsung diproses dalam smelter. Pengumuman ini memicu gelombang besar pelaporan tentang polusi industri di kalangan pers Indonesia. Biru: cukup baik. e. Evaluation and Rating). Nama-nama keseluruhan perusahaan ini tidak diumumkan pada awalnya. Emas: luar biasa.I Cleaner Production di Indon si ©¨ § NICKEL [CL ANING ODUCTION] . dan menilai polusi yang dikenal dengan PROPER (Program for Pollution Control. Pada 1993 agensi ini bekerja sama dengan para peneliti dari World Bank untuk mengumpulkan informasi pada daftar polutan yang komprehensif pada 187 pabrik. II. yang menghadiahi status hijau pada lima perusahaan.pada lingkungan selama periode pengunaannya. pada temperatur 600-700 0C dimana oksigen mengoksidasi sulfida menjadi sulfur dioksida dan bereaksi dengan logam membentuk oksida logam. dimulai dari ekstraksi dan proses pembuatan bahan baku hingga proses perakitan dan penjualan. smelting. namun dalam enam bulan jika mereka tidak melakukan langkah perbaikan maka nama -nama tersebut akan diumumkan ke publik. Sulfida besi. penggunaan. Hijau: sangat baik. Perlakuan pyrometallurgy konsentrat nikel meliputi tiga unit operasi yaitu: roasting. b. Kemudian dihasilkan pengurutan peringkat perusahaan menjadi lima kategori yaitu: a. kobalt dan tembaga berada dalam stabilitas panas 2010 |Daur ulang & pengolahan limbah 3  II. dan converting. biasanya udara. Merah: standar lingkungan.1 Roasting Pada proses roasting konsentrat nikel sulfida dipanaskan dalam gas yang mengandung oksigen. c. d. dengan menggunakan permodelan komputer yang diintegrasikan dengan informasi toksikologi tentang tiap bahan kimia yang dihasilkan oleh tiap pabrik. daur ulang serta pembuangannya. Namun pada operasi modern tahapan proses roasting telah dieliminasi. mengevaluasi. tembaga dan kobalt yang terkandung di konsentrat. Dimana 115 perusahaan lain berperingkat merah dan enam lagi berperingkat hitam.

Proses yang dilakukan yaitu oksidasi. atte yang dihasilkan biasa mengandung 24 % Ni + Cu.NICKEL [CLEANING PRODUCTION yang sama pada tempe atur smelting 1200-1300 0C. Jika kebanyakan besi dioksidasi dalam roaster dan dihilangkan sebagai slag pada langkah smelting awal. Gambar 1. fungsi dari proses smelting untuk mengeliminasi gangue mineral dan kebanyakan sulfida dan konsentrat besi. harus dapat menyediakan kendali ketat derajat penghilangan sulfur.12 % Ni yang di-tapping pada 1230 0C dan ditransfer ke pot slag untuk dibuang. Konsentrat diproses perlahan menjadi slag saat peleburan dan dipisahkan sebagai slag dan lapisan matte. Sehingga derajat oksidasi ha ge dan derajat eliminasi sulfur dapat dikendalikan dengan mengatur pasokan udara ke dalam roaster. dan penghilangan besi. matte yang kaya akan nikel dan rendah besi akan dihasilkan. Untuk mengoptimalkan proses roasting di urna e harus menyediakan kontak yang bagus antara partikel sulfida dan gas pembawa oksigen Sistem furna e juga . yang d i-tapping pada 1130 0C dan dikirim ke converter dimana akan ditiup dengan udara untuk menghasilkan matte yang mengandung 74 % Ni + Cu. jika konsentrat nikel di. tiap sulfida bersifat tidak stabil. Proses Ausmelting dari nickel II. besi akan dioksidasi lebih dahulu karena afinitas oksigen dengan besi lebih besar dibandingkan nikel. Proses smelting dilakukan dengan electric furnace. Energi yang dibutuhkan untuk smelting didapat dari tenaga listrik sebagai alternatif untuk pengganti bahan bakar fosil. Sehingga. Slag dari electric furnace biasanya masih mengandung 0. slagging.2 Smelti Pada perlakuan bijih dan konsentrat nikel sulfida.oasting dengan kondisi kekurangan oksigen.  2010 | ulang & pengolahan limbah 4        "! # . tapi dengan kehadiran oksigen.

Hidrometalurgi memberikan beberapa keuntungan: 1. Gambar 2. Karena hasil dari converter ini berbanding lurus dengan jumlah oksigen yang ditiupkan melalui charge. 2010 | aur ulang & pengolahan limbah 5 % & III.3 Converting [CLEANING PRODUCTION Pada tahap converting. Secara harafiah hidrometalurgi dapat diartikan sebagai cara pengolahan logam dari batuan atau bijihnya dengan menggunakan pelarut berair (aqueous solution). Proses oksidasi sulfida besi bersifat sangat eksotermik dan kebanyakan panas dihasilkan pada proses konversi dapat dimanfaatkan untuk melelehkan tambahan umpan bijih atau konsentrat atau mendaur ulang material sisa. besi sulfida dihilangkan dari lelehan dengan proses oksidasi dan slagging. kapasitasnya dapat ditingkatkan dengan memperkaya udara dengan oksigen. melainkan hanya harus dihancurkan menjadi bagian -bagian yang lebih kecil. HYDROMETALL RGY DARI NIKEL $ . Bijih tidak harus dipekatkan. Slag yang masih kaya akan nikel dan tembaga dikembalikan ke furnace untuk di-recovery. Direct-Nickel Flash smelting Nikel umumnya dimurnikan atau direduksi dengan menggunakan metode hidrometalurgi. Udara atau udara yang diperkaya dengan oksigen ditiup melalui lelehan matte untuk membentuk oksida besi dan menghilangkan sulfur sebagai sulfur dioksida.NICKEL II.

Ammonia leach pressure ( 4. 7. 2. 3. Recovery yaitu pengambilan logam dari larutan hasil leaching. Produk yang dihasilkan memilki struktur nanometer dengan kemurnian yang tinggi Pada prinsipnya hidrometalurgi melewati beberapa proses yang dapat disederhanakan tergantung pada logam yang ingin dimurnikan. Salah satu yang saat ini banyak mendapat perhatian adalah logam mangan dikarenakan aplikasinya yang terus berkembang terutama sebagai material sel katodik pada baterai isi ulang. 5. 2010 |Daur ulang & pengolahan limbah 6 ' . Reagen yang digunakan relatif murah dan mudah didapatkan. 3. [CLEANING PRODUCTION Pemakaian batubara dan kokas pada pemanggangan bijih dan sekaligus sebagai reduktor dalam jumlah besar dapat dihilangkan. 6. Suhu prosesnya relatif lebih rendah. Untuk bijih-bijih peringkat rendah (lo grade). Polusi atmosfer oleh hasil samping pirometalurgi sebagai belerang dioksida. Baterial ion litium konvensional telah lama dikenal dan diketahui memiliki kapasitas penyimpanan energi yang cukup besar. Namum jika katodanya dilapisi lagi dengan logam mangan oksida maka kapasitas penyimpanan energi baterai tersebut menjadi jauh lebih besar.NICKEL 2. arsenik(III)oksida. proses hidrometalurgi terdiri dari tiga tahapan yaitu: 1. metode ini lebih efektif. Pemekatan larutan hasil leaching dan pemurniannya. dan debu tungku dapat dihindarkan. Leaching atau pengikisan logam dari batuan dengan bantuan reduktan organik. Secara garis besar. Gambar 3.

53 43 G b 4. Sama seperti settling chamber. [CLEANING PRODUCTION] CLEANING PRODUCTION NIKEL Untuk meminimalisasi emisi debu digunaan alat yang dapat menghilangkan partikel debu dari emisi.000 volt antara dua elektroda dari polaritas berlawa nan. kain saringan. parteikel ditarik ke elektroda pengumpulan yang bermuatan positif. Alat ini memiliki instalasi rendah dan biaya operasi yang relatif kecil. alat kontrol yang umumnya digunakan meliputi pengendapan elektrostatik . Industri sering menggunakan sistem multi-siklon. Diameter cyclone yang lebih kecil biasanya lebih efisien dan memberikan gaya sentrifugal hingga 2500 kali gravitasi. Metode ini mampu menghilangkan partikel hingga 10 nm dalam diameternya. partikel-partikel debu yang lebih besar akan mengendap.1 Mini lis si Li b h d l Ko inusi Sep si & Konsent si 6 . dan sampai 99. . Pada pengendapan elektrostatik. dan berkumpul di dasar ruangan. Untuk menghilangkan partikel debu halus berukuran kurang dari 5 µm. yang terdiri dari serangkaian cyclone kecil yang digunakan dalam satu unit. Alat ini digunakan untuk menghiangkan partikuat besar lebih dari 60 µm dan berfungsi sebagai pembersih awal. Mesipun efisiensi dari pengumpulan debunya rendah. Alat yang kedua adalah cyclone yang menggunakan gaya sentrifugal untuk memisahkan partikel debu dari gas. Settling chambers terdiri dari ruang besar pada pipa yang dapat mengurangi k ecepatan gas. gas yang mengandung partikulat dilewatkan melalui medan listrik yang kuat hingga 50. alat ini umumnya murah untuk diinstal dan dioperasikan.NICKEL IV.5 efisien.alat ini juga digunakan untuk menghilangkan partikel debu yang lebih besar. Saah satu contohnya adalah ruang pengendapan atau settling chambers. setelah itu.Cyclone & Settling Chamber 2010 |Daur ulang & pengolahan limbah 7 02 020 1 ) )0 0 0 ) 0 0) IV. dan kolektor basah / scrubber. Tegangan ini diterapkan ke muatan negatif partikel debu. dengan berurangnya ecepatan gas.

dilakukan treatment dengan menambahkan limestone. Tailing Treatment 2010 |Daur ulang & pengolahan limbah 8 . Elektrostatik presipitasi b 6. Hal ini dilakukan untuk mengurangi polutan berbahaya yang masuk ketailing dump. Sebelum tailing dikirim ke tailing dump. Waste Water b 7. antara lain sebagai pereduksi debu dan untuk mengolah limbah-limbah lain.NICKEL [CLEANING PRODUCTION] Penambangan secara umum membutuhkan banyak konsumsi air. Air yang digunakan. di beberapa perusahaan tambang diolah kembali agar dapat digunakan dengan waste water management. EC DC G B@ A@ 97 87 G G b 5.

tailing dibuang di hilir menuju dinding bendungan penahan air di mana penuang/penguras (decant) untuk mengumpulkan air supernatan berada. strategi pengelolaan. Lokasi fasilitas penyimpanan tailing. serta tingkat pengentalan di pabrik pengolahan. l Sebagaimana keputusan awal penempatan dan rancangan pembuangan. konstruksi dan penutupan. Pembuangan lumpur ke suatu dinding bendungan lingkaran pada tanah yangrelatif datar. pendekatan terhadap pengelolaan air dan tujuantujuan penutupan jangka panjang dari fasilitas penyimpanan tailing perlu didefinisikan. estetika dan budaya. dibangun dan dioperasikan dengan standar -standar tertinggi. 2010 |Daur ulang & pengolahan limbah 9 . Metode-metode pembuangan tailing dan fasilitas-fasilitas penyimpanan konvensional antara lain: 1. 3. Rencana-rencana penutupan dan rehabilitasi semakin mempengaruhi lokasi dari fasilitas-fasilitas penyimpanan tailing dan pemilihan metode pembuangan tailing. Terutama. Konsistensi lumpur (persentase padatan berdasarkan beratnya) tergantung kepada jenis tailing. serta risiko terus -menerus terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat. 2. dengan mempertimbangkan kebutuhan penutupan dan rehabilitasi nantinya. Karenanya. dampak lingkungan yang berlanjut. serangkaian pendekatan pengelolaan tailing diberikan di bagian ini. risiko masa depan terhadap lingkungan dan warisan bagi generasi yang akan dating. menyorot dan mendiskusikan aspek-aspek teknik utama dari penentuan tapak. atau menuju hulu menjauh dari dinding bendungan dengan fasilitas penuang terletak di akhir hulu.NICKEL [CLEANING PRODUCTION] Fasilitas penyimpanan tailing merupakan salah satu di antara warisan atau peninggalan yang paling jelas terlihat dari suatu operasi penambangan dan setelah penutupan dan rehabilitasi diharapkan untuk stabil dan tidak memproduksi efek merusak pada lingkungan untuk selama -lamanya. biasanya dengan fasilitas penuang terletak di tengah. Analisis keuangan dan teknis dari pilihan-pilihan harus mengakomodasikan kekhawatiran masyarakat terhadap masalah ingkungan. Fasilitas-fasilitas penyimpanan tailing perlu dirancang. rancangan pembuangan. Tailing biasanya dipompa sebagai lumpur dalam pipa saluran dan dibuang secara setengah terbuka ke dalam suatu fasilitas penyimpanan tailing permukaan. metode pembu angan. Fasilitas penyimpanan tailing yang dirancang dan dikelola dengan buruk akan mengakibatkan peningkatan biaya penutupan. sehingga dapat meminimalkan biaya penutupan. Pembuangan lumpur ke suatu penyimpanan lembah . Strategi-strategi optimal pengelolaan tailing sangat spesifik lokasi. sebaran ukuran partikel dan gaya berat spesifik. Pembuangan lumpur ke serangkaian sel dengan penimbunan tailing diputar antar sel untuk memfasilitasi konsolidasi dan pengeringan. penyimpanan dan penutupan tailing yang diajukan juga harus dikomunikasikan kepada lembaga berwenang dan masyarakat.

dengan air supernatan yangdikumpulkan di belakang dinding bendungan keliling penahan air atau di saluran keliling kedap air. dalam bentuk urukan hidraulik. turunan aldehid dan keton karena punya gugus fungsi yang mudah teroksidasi.2 Polut n & Pen n n n Proses Hidro et lurgi 2010 |Daur ulang & pengolahan limbah 10 QI PI R RS R HF GF G b 8. baik reduktan itu sendiri maupun produk hasil oksidasinya. sebagai tailing kental atau dikombinasikan dengan limbah batuanpengurukan bawah tanah dari lubang-lubang galian yang telah habis ditambang. dan scrubber.NICKEL [CLEANING PRODUCTION] 4. Penempatan tailing di dalam pit sebagai lumpur. R T R IV. Produksi limbah berbahaya yang dihasilkan selama proses produksi dapat dikontrol dengan menggunakan berbagai metode misalnya dengan settling chamber. Re duktan yang dipilih diusahakan tidak berbahaya bagi lingkungan. urukan batuan atau urukan tailing pasta yang bersemen. Nikel karbonil dengan kadar racun yang tinggi merupakan kontaminan pada proses carbonyl refining. Limbah cair digunakan sebagai slurry tailing di dalam kolam tailing yang bertindak sebagai reservoir untuk penyimpanan dan daur ulang air bersih. Logam hasil pemurnian biasanya diaktivasi dengan asam tertentu terlebih dahulu sebelum diambil dari larutannya. Kebanyakan reduktan yang digunakan adalah kelompok monomer karbohidrat.Pembuangan tailing di dalam pit G b 9. Hal ini tentunya dapat dimanfaatkan dengan lebih baik melalui proses recovery logam berharga tersebut. Emisi hidrogen sulfida dihasilkan pada proses acid leaching.Rehabilitasi tailing di dalam pit . Cara ini menjamin didapatkannya logam dengan tingkat kemurnian yang lebih tinggi. Pembuangan kental sentral (CDT) pada tanah yang relatif datar. Seperti misalnya amonia dan hidrogen sulfida yang merupakan limbah dari proses ammoniac leaching. 5. Limbah padat dari bijih nikel juga seringkali masih mengandung logam berharga seperti tembaga dan logam-logam mulia. Seringkali dalam proses pemurnian nikel dihasilkan limbah yang membutuhkan perlakuan lebih lanjut agar tidak mengakibatkan pencemaran di lingkungan sekitar. Reduktan organik adalah hal yang sangat penting dalam proses ini. cyclone.

I V. Bijih sulfida. Hydrometallurgical processes berdasarkan amonia atau leach asam sulfat juga digunakan. tidak lagi dapat diterapkan karena efisiensi energi yang rendah dan masalah lingkungan. tetapi electric smelting digunakan untuk bahan baku lebih yang lebih kompleks bila diperlukan peningkatan fleksibilitas.3. IV. laterit dan sulfida. konsentrasi reaktan. Berikut ini adalah deskripsi langkah-langkah pengolahan yang digunakan untuk dua jenis bijih.3 Kontrol Polusi SO2 p d Pyrometallurgy (Smelting) Primary nickel dihasilkan dari duabijih yang berbeda . Ammonia leach biasanya diterapkan pada bijih setelah the reduction roast step. sering ditemukan bersamaan dengan bijih copper-bearing. seperti blast atau reverberatory furnace. Beberapa smelter laterit ditambahkan belerang ke tungku untuk menghasilkan matte untuk diproses. Kedua proses menggunakan konsentrat kering.NICKEL [CLEANING PRODUCTION] Suhu selama proses leaching. yang harus dihilangkan. Besi dan belerang yang teroksidasi. ikatan kimia air akan hilang oleh reduction furnace. yang ditambang dari bawah tanah. Bijih laterit biasanya ditemukan di iklim tropis dimana pelapukan. dengan waktu.2 Pemroresan bijih sulfida Flash smelting adalah proses yang paling umum dalam teknologi modern. udara yang U U 2010 |Daur ulang & pengolahan limbah 11 . Bijih laterit tidak memiliki fuel value yang signifikan. dan deposit ekstrak bijih di lapisan di berbagai kedalaman di bawah permukaan. bijih sulfida kering yang mengandung diperkaya oksigen (oksigen 30-40 ). Umumnya proses laterit nikel ini dijalankan pada tanur listrik sehingga dapat mengurangi kadar besi yang cukup untuk menghasilkan produk feronikel. ukuran partikel sampel dan PH larutan merupakan faktor-faktor yang paling menentukan keberhasilan proses hidrometalurgi.3. Dalam Flash smelting. Electric smelting memerlukan langkah pemanggangan (roasting step) sebelum peleburan untuk mengurangi kandungan sulfur dan volatile.1 Pemroresan bijih laterit Bijih laterit memiliki persentase kandungan air yang tinggi. Apabila kita mampu menemukan kombinasi yang tepat dari keempat faktor ini maka proses hidrometalurgi akan semakin optimal. Proses peleburan nikel kuno. Kedepan diharapkan para ahli teknik kimia dapat menciptakan teknologi yang mampu mengaplikasikan hidrometalurgi agar terpakai lebih luas dalam dunia industri. yang juga akan mengurangi oksida nikel. IV. Panas V V kelembaban kurang dari 1 diumpankan ke tungku bersama dengan udara dipanaskan. Pengeringan dilakukan untuk menghilangkan free moisture. dan tanur listrik diperlukan untuk memperoleh suhu tinggi yang diperlukan untuk mengakomodasi kandungan magnesium tinggi dari bijih. Bijih laterit umumnya digali menggunakan peralatan berat dan disaring untuk menghilangkan batu. atau oksigen murni.

sedangkan flash furnaces menghasilkan konsentrasi SO2 lebih dari 10 -keuntungan yang berbeda untuk konversi belerang dioksida menjadi asam sulfat. arsenik. 1. 0. Highly toxic nickel carbonyl adalah kontaminan yang diperhatikan dalam proses pemurnian karbonil.) SO2 yang dirilis bisa setinggi 4 metrik ton (t) belerang dioksida per metrik ton nikel yang diproduksi. Limbah Cair Pyrometallurgical processes. Sludges yang membutuhkan pembuangan akan dihasilkan ketika proses menetralisir limbah yang menghasilkan endapan. b. Emisi hidrogen sulfida terkait dengan acid leaching processes. dan 0. Tungku reverberatory da tanur listrik menghasilkan konsentrasi SO2 n sebesar 0. Fugitive emissions terjadi pada bukaan tungku. Proses gas didinginkan. Terak diproses dalam tanur listrik sebelum membuang untuk recover nikel. Emisi Udara Sulfur dioksida (SO2) merupakan polutan utama (udara) yang dipancarkan dalam peleburan.NICKEL [CLEANING PRODUCTION] yang dihasilkan dari reaksi eksoterm adalah cukup untuk smelt concentrate.0 kg / t untuk converter Pierce-Smith. launders casting molds. meskipun wet electrostatic precipitators (ESPs) sering digunakan untuk gas treatment. atau merkuri. tetapi sebagian besar air ini harus didaur ulang.3.4 kg / t untuk dryer upstream dari flash furnaces. dan ladle yang membawa produk cair. Beban emisi partikulat untuk langkah-langkah berbagai proses. Oksida membentuk terak. besar jumlah air yang digunakan untuk slag granulasi.0 . dan partikulat kemudian dikeluarkan oleh gas-cleaning. dan limbah cair yang kurang berguna. Berbagai proses offgases mengandung partikel partikel debu halus dan kotoran volatilized. hingga 30 . 0. Pengangkutan dan penanganan bijih dan konsentrat meng hasilkan debu windborne. roasting. sebelum kontrol. menghasilkan matte cair (sampai dengan 45 nikel) dan cairan slag.0 kg / t untuk tanur listrik. IV. smelter ini memberikan kontribusi terak yang merupakan silikat padat.5-2. dan air limbah yang dihasilkan bisa memiliki konsentrasi logam yang tinggi. yang skimmed off.0 -2.2-1.5-2. 2.3 Waste Characteristics a. (Sulfida nikel konsentrat mengandung nikel 6 -20 X W dan sulfur X X . Amonia dan hidrogen sulfida adalah polutan yang berkaitan dengan ammonia leach process. pengolahan bijih sulfida umumnya kering. Process bleed streams mungkin mengandung antimoni.0 kg / t untuk fluid bed roaster. dan ini teroksidasi pada stepmengkonversi ke sulfur dioksida dan oksida besi dengan menyuntikkan udara atau oksigen ke dalam bak mandi cair.0-5. Furnace matte masih mengandung besi dan belerang.0 kilogram per metrik ton (kg / t) untuk multiple hearth roaster. 2010 |Daur ulang & pengolahan limbah 12 X dan mengkonversi dari bijih sulfida.

Kesetimbangan slag IV. Gas buang (emisi) dari sulfur dioksida dapat dikontrol dengan langkah-langkah berikut ini. dibutuhkan usaha usaha pencegahan yang representative dalam penanganan polusi agar dapat menunjang proses produksi yang bersih ( lean production). Recovery cairan sulfur dioksida ( pembuangan gas ke air. Flowsheet Pengolahan sulfur dioksida 2010 |Daur ulang & pengolahan limbah 13 . atau hydrogen sulfide. Selain c itu. 1. Oleh karena itu.3. Gambar 10. Recovery unsur sulfur dengan menggunakan zat zat reduktant seperti hidrokarbon. penyerapan zat zat kimia dengan ammonium bisulfate atau dimethyl aniline) 3. karbon. Gambar 11. Limbah padat Smelter berkontribusi pada slag yang banyak silika. Recovery asam sulfur 2.NICKEL [CLEANING PRODUCTION] c. Pada slag dilakukan Proses granulasi. tetapi sebagian besar seharusnya di recycle. penggunaan teknologi terbaru juga sangat mendukung pengurangan intensitas polusi secara signifikan.4 Pencegahan dan Pengendalian Polusi Emisi SO2 Pencegahan terhadap polusi selalu dilakukan pada bagian ujung dari pipa -pipa fasilitas pengendalian polusi.

merupakan suatu jawaban terhadap pembangunan yang berwawasan lingkungan. Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan.NICKEL [CLEANING PRODUCTION] Gambar 12. Flowsheet Gas cleaning Gambar 13.3. dilain sisi penggunaan limbah padat tersebut dapat menggantikan atau mengurangi penggunaan batu alam. Y 2010 |Daur ulang & pengolahan limbah 14 . Di Indonesia terdapat 2 perusahaan penambangan dan pengelolaan nikel saat ini yaitu: 1. PT International Nickel Indonesia (PT INCO) sebuah perusahaan kerjasama antara Indonesia dan Kanada berlokasi di Soroako. aspek wawasan lingkungan terpenuhi. sehingga dari kedua sisi. Flowsheet pengolahan sulfur dioksida dengan hidrokarbon IV. Penggunaan Terak Nikel sebagai Agregat dan Campuran Semen untuk Beton Mutu Tinggi Penggunaan limbah menjadi bahan dasar pembentukan beton. Terak nikel sebagai bahan konstruksi menjaw perihal ab wawasan lingkungan tersebut.5 Pemanfaatan Slag Ni el a. dimana disatu sisi agregat terak nikel yang merupakan produk limbah padat dapat digunakan sebagai agregat dalam campuran beton.

Dengan adanya silica tambahan dari terak nikel diharapkan CH (kapur mati) akan bereaksi kembali dengan Silika tersebut dan membentuk (C3S2H3). atau kalaupun terjadi kehancuran pada interface diperlukan energi yang cukup tinggi. Proses Pemurnian di Converter: dihasilkan limbah terak nikel sebanyak 3000 an ton per minggu. sehingga dalam penggunaannya.400 kg/m3) dan beton berat ( = 3. agregat terak nikel dapat digunakan sebagai beton normal ( = 2. sehingga kehancuran beton tidak terjadi pada interface. diharapkan proses hidrasi yang terjadi antara pasta semen dan agregat akan membentuk inter face yang lebih sempurna. sedangkan CH (kapur mati) adalah senyawa yang porous yang memperlemah beton. Proses pembuatan nikel dan terjadinya terak nikel di perusahaan penambangan nikel PT INCO adalah sebagai berikut: 1. yaitu: terak nikel yang berpori (specific gravity sekitar 2. Adapun pada pembentukan bongkahan terak nikel tersebut ada dua macam terak yang terbentuk. modulus elastistisitas. Dengan komposisi Silika yang cukup besar pada terak nikel. Pada penelitian ini terak nikel dihaluskan dan dicampur dengan berbagai variasi persentase bubuk terak nikel dan semen (Terak nikel sebagai substitusi parsial semen). tarik. 2. 4.000 kg/m3). Mining (penambangan) Proses pengeringan di Rotary Dryer Proses reduksi dan sulfidisasi di Reduction Kiln Proses peleburan di tungku listrik: pada tahapan ini dihasilkan limbah terak nikel 2-3 juta ton per tahun. Sedangkan untuk beton berat dari terak nikel dapat digunakan sebagai bahan pipa pemberat beton terak nikel.44% dan Alumina .NICKEL 2.835 t/m3) dan terak nikel padat (specific gravity 3. 2. dan berat volume yang lebih tinggi. 5. yang mengurangi terbentuknya CH. dengan kata lain akan diperoleh kekuatan beton yang cukup tinggi.858 t/m3). 3.215 3. di samping susut yang relatif kecil dibandingkan dengan beton normal batu alam sehingga beton terak nikel dapat digunakan sebagai bahan untuk beton normal terak nikel. [CLEANING PRODUCTION] PT Aneka Tambang sebuah perusahaan Badan Umum Milik Negara yang berlokasi di Pomala Sulawesi Tenggara. Hasil penelitian menunjukkan beton mutu tinggi dengan menggunakan terak nikel sebagai agregat dan sebagai bahan pencampur semen mempunyai kekuatan tekan. Ferri Oksida 30.58%.47 . Agregat terak nikel 2010 |Daur ulang & pengolahan limbah 15 ` ` Sekitar 70 komposisi kimia terak nikel terdiri dari Silika 41. sehingga dapat mempertinggi mutu beton.Proses hidrasi semen: Pembentukam Calcium Silicate Hydrate (C3S2H3) dari Tricalcium Silicate dengan air: 2C3S + 6H 2C2S + 4H C3S2H3 + 3CH C3S2H3 + CH C3S2H3 (Calsium Silicate Hydrate) merupakan senyawa yang memperkuat beton.

Pakaian pakain yang safety terhadap pekerja juga harus digunakan agar melindungi pekerja terhadap adanya kontak kulit mereka dengan cairan nikel karbonil. 2010 |Daur ulang & pengolahan limbah 16 . Masalah ini mendapat perhatian serius dari pemerintah atau badan lingkungan hidup nasional maupun internasional. namun dampak yang mungkin timbul akibat aktvitas i industri tersebut adalah masalah limbah. selain perbaikan secara fisik (mengasarkan permukaan agregat). Slag (limbah) nikel adalah sisa dari proses Industri yaitu proses peleburan bijih nikel setelah melalui proses pembakaran dan penyaringan. Ini membuktikan bahwa perbaikan agregat secara kimiawi akan membantu menaikkan kekuatan beton. tindakan pencegahan yang sangat sempurna disepanjang proses refining ini diperlukan untuk mencegah terlepasnya nikel carbonil ini pada area kerja. Pengawasan secara kontinuitas terhadap gas dengan adanya teknologi otomatis untuk proses isolasi terhadap area pabrik apabila gas racun tersebut terdeteksi juga sangat diperlukan. Aspal Beton adalah jenis campuran yang memberikan alternatif penggunaan material slag nikel sebagai bahan perkerasan jalan. sehingga menaikkan kekuatan beton. Pesatnya perkembangan Industri menunjukkan suatu kemajuan yang sangat berarti bagi perkembangan perekonomian bangsa Indonesia. V. sehingga material lain akan sangat memberi arti penting untuk memperoleh gradasi yang diperlukan. Pemerintah terus -menerus berusaha mengembangkan industri yang bersih lingkungan dan mengembangk an penelitian mengenai penggunaan dan peningkatan daya guna limbah industri. AIV dan ACV yang jauh lebih kecil dibanding dengan bahan natural. air dan udara (Indeks Perendaman diatas 79%). Namun demikian slag nikel ini kurang mengandung material halus. Kontrol Polutan dari Nickel Refining (Carbonyl Reining) Gas racun nikel karbonil umumnya tersebar dari proses refining karena proses ini terpusat di menara pembusukan (pembuangan).7 milyar ton sebagai akibat dari proses Industri tersebut.NICKEL [CLEANING PRODUCTION] memperbaiki interface dengan matriks pastanya. Material slag nikel mempunyai tingkat kekerasan dan kekuatan yang sangat baik dengan memperhatikan Indeks Kepipihan. b. Bagaimanapun itu. Kecepatan Deformasi dan Stabilitas Dinamis dari uji Wheel Tracking belum dipakai sebagai parameter standar untuk menentukan keandalan suatu campuran. Indeks Kelonjongan. Penerapan Slag Nikel sebagai bahan perkerasan lentur jalan raya. Jumlah deposit diperkirakan tidak akan habis selama 900 tahun dapat mengeluarkan limbah sebanyak 4. bahan natural dan semen memberikan nilai Stabilitas Marshall diatas 1160 kg cukup baik digunakan s ebagai perkerasan untuk lalu lintas berat dengan memperhatikan sifat campuran yang tahan terhadap pengaruh perubahan suhu. Dari hasil analisa diketahui bahwa campuran dari slag nikel.

EHS Guidelines Untuk Smelting & Refining Bijih Nikel Tingkat emisi untuk suatu desain dan operasi tiap proyek yang dilakukan t lah ditetapkan e melalui proses Enviromental Assessment (EA) berdasarkan peraturan perundang-undangan Negara dan Pollution Prevention and Abatement Handbook. baik. 2010 |Daur ulang & pengolahan limbah 17 . Guidelines berikut menjelaskan tingkat emisi yang dapat diterima oleh World Bank Group dalam membuat keputusan mengenai syarat bantuan World Bank Group. Guidelines dinyatakan sebagai konsentrasi untuk memudahkan pengawas pengenceran pada emisi udara atau limbah air untuk mencapai tingkatan level emisi pada guidelines tidak dapat diterima. Tingkat emisi yang dipilih harus dijustifikasi oleh EA dan dapat diterima oleh World Bank Group.NICKEL [CLEANING PRODUCTION] VI. dioperasikan dan dijaga dengan an. yang diterapkan unutk kondisi local. Berbagai penyimpangan yang terjadi dari level tersebut diuraikan pada dokumen proyek World Bank Group. Seluruh tingkatan maksimum harus dicapai sekurang-kurangnya 95% dari lamanya sebuah pabrik beroperasi. Tingkat emisi yang diberikan disini dapat dicapai secara konsisten dengan sistem pengendalian polusi yang dirancang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful