KEPEMIMPINAN dalam MANAJEMEN

 LEADERSHIP DAN MANAGEMENT y Perbedaan Leadership dan Management
Leader dan manajer pada hakikatnya mempunyai arti yang sama-sama berfungsi memimpin, walaupun demikian antara keduanya terdapat perbedaan penting yang perlu diketahui. Manajemen merupakan pemikiran khusus dari kepemimpinan dalam usahanya untuk mencapai suatu tujuan iorganisasi. Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi perilaku manusia baik perorangan maupun kelompok dan tidak harus dibatasi oleh aturan atau tatakrama birokrasi. Kepemimpinan bisa terjadi di mana saja asalkan seseorang menunjukkan kemampuannnya untuk mempengaruhi orang lain ke arah tercapainya suatu tujuan tertentu. Sedangkan manajemen adalah suatu kepemimpinan yang dibatasi oleh tata krama birokrasi atau dikaitkan dalam suatu organisasi tertentu. Perencanaan, pengaturan, motivasi, dan pengembangan merupakan fungsi pokok yang tak terpisahkan sebagai perhatian yang harus dijalankan secara relevan pada setiap jenis organisasi dan tingkat hierarki manajemen yang ada dalam suatu organisasi. Seorang pemimpin belum tentu seorang manajer tetapi seorang manajer bisa berperilaku sebagai seorang leader atau pemimpin.

y Peranan Manajer
Manajer di tingkat manapun mempunyai peranan yang sama, yang membedakan hanyalah lingkungan yang pada akhirnya membuat bobot peranan tersebut sedikit berbeda. Menurut Ichak Adizes ada 4 peranan manajer, yaitu : memproduksi, melaksanakan, melakukan informasi, dan memadukan. Sedangkan menurut Henry Mintzberg 3 peranan manajer yang kemudian di perinci menjadi 10 peranan yaitu: 1. Peranan Hubungan Antarpribadi(interpersonal Role) Peranan ini berhubungan dengan status dan otoritas manajer dan hal yang berhubungan dengan pengembangan hubungan antar pribadi. Peranan ini diperinci menjadi 3 peranan yaitu: a. Peranan sebaga figurehead, yaitu peranan yang dilakukan untuk mewakili organisasi yang dipimpinnya dalam tiap kesempatan dan persoalan yang timbul secara formal. Contoh: menghadiri suatu peresmian.

c. yaitu melakukan hubungan interpersonal dengan malakukan fungsi pokok manajemen. Dalam studi ini dikemukakan 3 style kepemimpinan. peranan ini mengenai penanganan proses transmisi dari informasi-informasi ke dalam organisasi. Sebagai negosiator. Sebagai monitor. 2. yaitu berpartisipasi aktif dalam arena negosiasi. White di bawah pengarahan Kurt Lewin di Universitas Iowa. yaitu sebagai pemeriksa dan perancang. b. yaitu sebagai pengambil keputusan ke mana sumber dana akan di distribusikan dalam bagian-bagian organisasinya. buah pikiran dan kecendurungan dan.b. d. yaitu sebagai penanggung jawab ketika organisasi terancam bahaya.LBDQ) untuk menganalisis kepemimpinan dalam berbagai tipe kelompok dan situasi. Sebagai disseminator. Sebagai Juru Bicara (spokesman). c. peranan ini digunakan untuk menyampaikan informasi ke luar lingkungan organisasinya. staf dan orang lain di luar organisai untuk mendapatkan informasi. yaitu : otokratis. tekanan-tekanan. y Penemuan OHIO Dilakukan oleh Biro Penelitian Bisnis dari Universitas Negeri Ohio pada tahun 1945 melalui serangkaian penemuan di bidang kepemimpinan dengan menggunakan Kuesioner Deskripsi Perilaku Pemimpin (The Leader Behavior Description Questionare. c. 3. Peranan sebagai pejabat perantara. yaitu: a. Peranan sebagai pemimpin. . yaitu berinteraksi dengan teman sejawat. Peranan Pembuat Keputusan (Decisional Role) Adalah peranan yang berhubungan dalam pembuatan strategi yang menjadikan keputusan-keputusan organisasi dibuat secara signifikan dan berhubungan. dan semaunya sendiri (laissez faire). Peranan yang Berhubungan dengan Informasi (informational rule) Peranan ini terdiri dari peranan-peranan sebagi berikut: a. informasi dari hasil analisis. Informasi yang diperoleh dikelompokkan atas lima kategori. peranan ini mengidentifikasikan manajer sebagai penerima dan pengumpul informasi untuk mengembangkan organisasi. yaitu : internal operation (kemajuan pelaksanaan pekerjaan). Sebagai entrepreneur. . demokratis. peristiwa di luar organisasi (external events). b.  PENEMUAN-PENEMUAN KLASIK TENTANG KEPEMIMPINAN y Studi IOWA Dilakukan pada tahun 1930 oleh Ronald Lipppit dan Ralph K. Peranan manajer dalam pembuatan keputusan diikelompokkan menjadi 4. Sebagai penghalau gangguan (disturbance handler). Sebagai pembagi sumber (resource allocator).

dan pelaksanaan kerja. kepuasan. Beberapa teori bagi literatur-literatur kepemimpinan diuraikan sebagai berikut : y Teori Sifat (Trait Theory) Keith Davis merumuskan empat sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi : 1. Motivasi diri dan dorongan berprestasi. y Teori Kelompok Teori ini beranggapan bahwa untuk mencapai tujuan kelompok. dan perilakunya sendiri. New Jersey tahun 1947 pada perusahaan asuransi Prudential. Teori ini menekankan pada faktor penentu yang timbal balik pada kepemimpinan. 3. Bawahan dapat memengaruhi pemimpin dengan perilakunya. Sikap-sikap hubungan kemanusiaan. Pemimpin mempunyai deskripsi perilaku atas dua dimensi. Kedewasaan dan keluasan hubungan social. yaitu. Kecerdasan. y Studi Kepemimpinan MICHIGAN Dilakukan oleh kantor riset dari Angkatan Laut yang mengadakan kontrak kerjasama dengan Pusat Riset Survei Universitas Michigan. situasi lingkungan. struktur pembuatan inisiatif (initiating structure). 2. faktor tersebut meliputi: pemimpin sendiri.  TEORI-TEORI KEPEMIMPINAN Teori paling mutakhir melihat kepemimpinan melalui perilaku organisasi dan mengetengahkan pendekatan yang bersifat social learning pada kepemimpinan. 4. Dilakukan untuk menentukan prinsip-prinsip produktivitas kelompok dan kepuasan anggota kelompok yang diperoleh dari partisipasi mereka. dan perhatian (consideration). harus ada pertukaran positif antara pemimpin dan pengikutnya. .Dari penelitian ini dirumuskan kepemimpinan sebagai suatu perilaku individu saat melakukan kegiatan pengarahan suatu grup ke arah pencapaian tujuan tertentu. Pemimpin yang memperhitungkan dan membantu pengikutnya mempunyai pengaruh positif terhadap sikap. sebanyak pemimpin beserta perilakunya memengaruhi bawahannya. Penelitian ini di lakukan di Newark.

y Model Kepimpinan Kontijensi dari Fiedler Model ini dinamakan Model Kontijensi Kepemimpinan yang Efektif ( A Contigency Model of Leadership Effectiveness). Pemimpin bekerjasama dengan bawahannya untuk menentukan serangkaian perilaku kontijen yang berkepribadian dan yang dapat mengatur perilaku bawahan. Contoh pendekatan ini secara terperinci adalah: 1. Pemimpin menjadi lebih mengetahui variabel-variabel mikro dan makro yang mengendalikan perilakunya. berisi tentang gaya kepemimpinan dengan situasi yang menyenangkan. Teori ini menjelaskan pengaruh perilaku pemimpin terhadap motivasi. Hasilnya adalah bahwa gaya kepemimpinan yang dikombinasikan dengan situasi akan mampu menentukan keberhasilan pelaksanaan kerja. Kombinasi antara situasi yang menyenangkan dengan gaya kepemimpinan akan menentukan efektivitas kerja. kepemimpinan yang mendukung (Supportive Leadership). Gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas (hard nosed) sangat efektif digunakan pada situasi sangat menyenangkan dan sangat tidak menyenangkan. maka akan tercipta suasana yang menyenangkan. y Pendekatan Social Learning dalam Kepemimpinan Pendekatan social learning memberikan dasar untuk suatu model konsepsi yang menyeluruh bagi perilaku organisasi. kepemimpinan partisipatif. . kepuasan. posisi kekuasaan pemimpin yang dicapai lewat otoritas formal.y Teori Situasional dan Model Kontijensi Dikemukakan oleh Fred Fiedler pada tahun 1967 dengan mengusulkan suatu model berdasarkan situsi untuk efektivitas kepemimpinan. y Teori Jalan Kecil ± Tujuan (Path ± Goal Theory) Dikembangkan oleh Georgepoulos dan kawan-kawan di Institut Penelitian Sosial Universitas Michigan. 2. Semakin tinggi derajat dari dimensi tersebut. Situasi tersebut diterangkan dalam hubungannya dengan dimensi-dimensi empiris berikut: hubungan pemimpin-anggota. kepemimpinan yang berorientasi pada prestasi. Teori path-goal versi Robert House memasukkan 4 tipe atau gaya utama kepemimpinan yaitu: kepemimpinan direktif (otokratis). Gaya kepemimpinan dengan hubungan kemanusiaan yang lunak (lenient) efektif diterapkan pada situsi tengah-tengah/moderat antara menyenangkan dan tidak menyenangkan. Social learning merupakan teori yang memberikan model yang menjamin kelangsungan interaksi timbal balik antara pemimpin lingkungan dan perilakunya sendiri. derajat dari struktur tugas. dan pelaksanaan pekerjaan bawahannya. sebaliknya semakin rendah akan menciptakan suasana yang tidak menyenangkan bagi pemimpin.

6. 2. Terdapat dua bidang pengaruh yang ekstrem yaitu: bidang pengaruh pimpinan ( pemimpin menggunakan otoritasnya dalam kepemimpinan). yaitu: 1.3. Pemimpin bersama bawahnnya berusaha menemukan cara-cara yang dapat digunakan untuk mengatur perilaku individu guna menghasilkan hasil-hasil yang produktif dan yang lebih bisa menguatkan bersama organisasi. mempunyai hubungan untuk menemukan bagaimana cara menyempurnakan perilaku masing-masing dengan memberikan penghargaan yang diinginkan. Keduanya berpengaruh kepada model pengambilan keputusan. Pimpinan merumuskan batas-batasnya meminta pada kelompok untuk membuat keputusan. y Gaya Kepemimpinan Kontinum Dikenalkan oleh Robert Tannenbaum dan Warren Schmidt. Gaya kepemimpinan diidentifikasikan menjadi dua yaitu otokratis dan demokratis.  GAYA KEPEMIMPINAN Gaya kepemimpinan adalah norma perilaku yang digunakan seseorang untuk mempengaruhi orang lain. Dengan Social Learning keduanya mempunyai kesempatan untuk memusyawarahkan semua perkara yang timbul. Menurut Tannenbaum dan Schmidt bahwa gaya kepemimpinan otokratis dan demokratis merupakan gaya kepemimpinan. oleh karnanya dapat didudukkan dalam suatu kontinum dari perilaku pemimpin yang sangat otokratis pada satu ujung . dan bidang pengaruh kebebasan bawahan (pemimpin menggunakan gaya kepemimpinan demokratis). 5. Pemimpin memberikan keputusan sementara yang bias diubah. . 3. sedangkan demokratis dikaitkan dengan kekuatan personal dan keikutsertaan pengikutnya dalam proses pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Pimpinan memberikan persoalan. Otokratis didasarkan pada kekuasaan posisi dan penggunaan otoritas. Pemimpin menjual keputusan. Pimpinan mengizinkan bawahan untuk melakukan fungsi dalam batas-batas yang telah dirumuskan oleh atasan. 4. Pemimpin memberikan ide dan mengundang pertannyaan. meminta saran-saran dan membuat keputusan. 7. sampai pada perilaku pemimpin yang sangat demokratis pada ujung yang lain. Pemimpin membuat keputusan dan mengumumkannya. Terdapat tujuh model gaya pembuatan keputusan.

otokrat. Gaya kepemimpinan yang tidak efektif juga dikelompokkan dalam empat gaya. memahami proses dan prosedur. Terdapat pula satu gaya yang berada di tengah-tengah. yaitu: pencinta kompromi. yaitu berorientasi pada bawahan dan komunikasi serta menerapkan hubungan yang mendukung (supportive relationship). pemimpin bergaya sebagai exploitive-authoritative. dan birokrat. Sistem 4. otokratis yang baik (Benevolent autocrat). (4) manajer yang menjalankan tugas secara otokratis (autocratic task managers). Dalam hal produksi. dalam gaya ini manajer mempunyai pemikiran yang medium baik produksi maupun pada orang-orang. pendasaran tanggung jawab. Empat sistem kepemimpinan menurut Likert adalah sebagai berikut: 1. Sistem 1. pencinta pengembangan. y Empat Sistem Manajemen dari Likert Menurut Rensis Likert pemimpin akan berhasil jika menngunkan gaya participative management. pertahanan harga diri pekerja. Dalam hal orang-orang. pemimpin bergaya kepemimpinan manajer konsultatif 4. (3) Manajer yang mempunyai tanggung jawab tinggi untuk memikirkan bawahannya namun mempunyai pemikiran produksi yang rendah. 2. Blake dan Jane S. Sistem 2. melakukan penelitian dan kreativitas. manajer harus mengetahui kualitas keputusan atau kebijaksanaan yang diambil. missionary. meliputi tingkat komitmen. melakukan efisiensi kerja dan meningkatkan volume dari suatu hasil. Gaya yang efektif meliputi empat gaya yaitu: eksekutif. pemimpin bergaya kelompok berpartisipatif (participate group) . Dalam pendekatan ini manajer berhubungan dengan dua hal yaitu produksi dan orang-orang. Mouton. y Tiga Dimensi dari Reddin Menurut William J. pemeliharaan kondisi tempat kerja dan kepuasan hubungasn antar pribadi. dan lari dari tugas ( deserter). Manajer seperti ini dinamakan pemimpin klub (the country club management). Terdapat dua gaya yaitu gaya yang efektif dan tidak efektif. (2) manajer yang mempunyai rasa tanggung jawab tinggi untuk memikirkan produksi dan bawahannya.y Gaya Managerial Grid Dilakukan oleh Robert R. Manajer seperti ini dinamakan dengan manajer tim yang riil (the real team manager). Sistem 3. Reddin gaya kepemimpinan selalu dipulangkan kepada dua hal yaitu hubunganya pemimpin dengan tugas dan hubungan kerja. Terdapat empat gaya kepemimpinan yang ekstrem: (1) manajer yang sedikit sekali usahanya untuk memikirkan bawhannya dan produksi yang seharusnya dihasilkan. pemimpin bergaya otokratis yang baik hati(benevolent authoritative) 3.

Empat gaya dasar kepemimpinan dalam proses pembuatan yaitu : instruksi. Tingkat kesiapan atau kematangan para pengikut yang di tunjukkan dalam melaksanakan tugas khusus. mendiskusikan masalah bersama-sama dengan bawahan y Kematangan Para Pengikut Adalah suatu kemampuan dan kemauan orang-orang untuk bertanggung jawab dalam mengarahkan perilakunyan sendiri.. y Perilaku Gaya Dasar kepemimpinan dalam pengambilan keputusan 1. Kemampuan adalah salah satu unsur dalam kematangan yang berkaitan dengan pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan atau latihan. digunakan gaya delegasi. Rendah . Jumlah dukungan sosioemosional yang diberikan oleh pimpinan 3. dicirikan dengann komunikasi satu arah konsultasi. atau tujuan tertentu. Jumlah petunjuk dan pengarahan yang diberikan oleh pimpinan 2. dalam tingkat ini gaya yang digunakann adalah instruksi 2. Sedang ke tinggi. Tanda kematangan dapat dirujuk dengan membagi kontinum tingkat kematangan pada 4 tingkat yaitu : 1. (2) banyak mengarahkan banyak member dukungan. digunakan gaya partisipasi 4. 4. digunakan gaya konsultasi 3. . (3) banyak dukungan sedikit pengarahan. 3. memberikan pengarahan dengan komunikasi dua arah partisipasi. (4) sedikit dukungan sedikit pengarahan. KEPEMIMPINAN SITUASIONAL Kepemimpinan ini menurut Hersey dan Blanchard didasarkan pada saling berhubungannya hal.hal berikut : 1. posisi control pemecahan masalah dipegang secara bergantian delegasi. fungsi. sedangkan kemauan adalah unsur kematangan yang berhubungan dengan keyakinan diri dan motivasi seseorang. 2. Rendah ke sedang. Kedua norma perilaku tersebut ditempatkan pada dua poros yang terpisah yaitu. (1) banyak pengarahan sedikit dukungan. y Gaya Dasar Kepemimpinan Ada dua hal yang biasa dilakukan oleh pemimpin terhadap bawahan yaitu: perilaku mengarahkan dan perilaku mendukung. Tinggi.

. atau pengetahuan yang dimiliki oleh seorang pemimpin. .y Bagaimana Mengetahui Gaya Kepemimpinan Kita? Paul Hersey mengutip 12 butir situasi yang dapat digunakan sebagai cara untuk mendapatkan umpan balik mengenai gaya kepemimpinan. .Kekuasaan referensi (referent power).Kekuasaan penghargaan (reward power). kecakapan. Butir-butir tersebut berisi Penyesuaian Pemimpin dan Inventarisasi (LASI). dan penyesuaian gaya.  KEKUASAAN DAN KEPEMIMPINAN Kekuasaan adalah suatu sumber yang bisa atau tidak bisa untuk digunakan. dan kekuasaan penghargaan.Kekuasaan paksaan (Coercive Power).Kekuasaan legtimasi (Legitimate power). tingkat gaya. kekuasaan keahlian. Kepemimpinan kita bisa merefleksi atau tidak merefleksi kepemimpinan yang sesungguhnya tergantung pada dekatnya persepsi kita dengan persepsi orang lain. bersumber pada hubungan yang dijalin oleh pimpinan dengan orang-orang penting dan berpengaruh baik di dalam maupun luar organisasi. Instrumen tersebut dikembangkan untuk membantu mencapai beberapa pandangan dalam persepsi tentang bagaimana pemimpin seharusnya berperilaku dan dirancang untuk mengukur persepsi tentang tiga aspek dari perilaku pemimpin yaitu: gaya. bersumber karena adanya ekses informasi yang dimiliki pemimpin yang dinilai sangat berharga oleh pengikutnya. bersumber pada jabatan yang dipegang oleh pemimpin . bersumber dari keahlian. bersumber pada sifat-sifat pribadi seorang pemimpin. kekuasaan legtimasi. kekuasaan keahlian. Secara sederhana kepemimpinan adalah setiap usaha untuk memengaruhi sementara kekuasaan diartikan sebagai potensi pengaruh dari seorang pemimpin tersebut. .Kekuasaan hubungan (Connection Power). . didasarkan atas rasa takut . y Sumber dan Bentuk Kekuasaan French dan Raven membagi 5 sumber kekuasaan yaitu: kekuasaan paksaan. . Penggunaan kekuasaan selalu berakibat perubahan dalam kemungkinann bahwa seseorang atau kelompok akan mengangkat suatu perubahan perilaku yang diinginkan.Kekuasaan keahlian (expert power). bersumber atas kemampuan untuk menyediakan penghargaan atau hadiah bagi orang lain.Kekuasaan informasi (information power). kekuasaan referensi.

.Kekuasaan hubungan. untuk tingkat kematangan sedang dengan menggunakan gaya konsultasi dan partisipasi.Kekuasaaan informasi.y Aplikasi Sumber-Sumber Kekuasaaan pada Kepemimpinan Situasional Kepemimpinan situasional melahirkan gaya kepemimpinan yang didasarkan atas kematangan pengikutnya dan sumbner-sumber kekuasaaan yang melahirkan bentukbentuk kekuasaan. yaitu dengan sering diberikan instruksi. yaitu dengan instruksi dan konsultasi selain itu pengarahan dan dukungan juga masih dibutuhkan.Kekuasaan penghargaan. . Sumber dan bentuk kekuasaan yang dapat memengaruhi perilaku pengikut dalam berbagai tingkatan dijelaskan sebagai berikut: . Joseph Luft dan Harry Ingham dalam suatu kerangaka yang digunakan untuk menganalisis dinamika interaksi antar individu yang disebut dengan johari window menyimpulkan ringaksan empat sel.Kekuasaan legitimasi. untuk tingkat kematangan sedang dan tinggi dengan partisipasi dan delegasi. y Konflik Antarpribadi Terjadi jika dua orang atau lebih berinteraksi satu sama lain dalam melaksanakan pekerjaan. seseorang mengetahui tentang dirinya dan orang lain. digunakan untuk pengikut dengan kematangan rendah yang beranjak ke sedang. . . efektif digunakan untuk pengikut dengan keamatangan rendah. untuk pengikut dengan kematangan sedang ke tinggi dengan sedikit pengarahan namun lebih banyak pada komunikasi dan dukungan.Kekuasaan referensi. untuk kematangan rendah ke sedang dengan perilaku penghargaan dan konsultasi. . Kematangan pengikutnya juga ditentukan oleh sumber-sumber kekuasaan yang digunakan oleh pimpinan untuk mempengaruhi perilaku.  KONFLIK DAN KEPEMIMPINAN Konflik dapat terjadi saat suatu kelompok atau seseorang dalam mencapai tujannya secara relatif terhalang oleh pencapaian tujuan kelompok atau orang lain.Kekuasaan keahlian. Membuka diri (open self). yaitu: 1. . dan sudah siap menjawab gaya kepemimpinan delegasi. gaya partisipasi efektif untuk digunakan.Kekuasaan paksaan. . untuk pengikut yang sudah berkembang pada suatu tingkat kematangan yang tinggi yang hanya sedikit membutuhkan pengarahan dan dukungan.

Menutup diri (hidden self). konflik formal-informal. Menang-menang (win-win). 2. yaitu: (1) situasi yang tidak meunjukkan keseimbangan tujuan-tujuan yang dicapai. Dengan menjadikan dirinya lebih mempercayai orang lain dan membuka informasi mengenai dirinya sendiri akan memperkecil potensi terjadinya konflik. 4. dikatakan tidak fungsional karena strategi ini tidak memikirkan pemecahan lain seperti kerjasama. Tidak menemukan diri (undiscovered self). Konflik pasti dapat dihindari. Sama-sama merugi (lose-lose). konflik lini-staf. Konflik timbul karna ada pemainnya yang menyebabkan terjadinya knflik.2. biasanya dijumpai dalam hubungan atasn dan bawahan. 3. Membutakan diri (blind self). tidak mengetahui tentang dirinya dan orang lain. kedua pihak yang terlibat konflik sama-sama merugi atau kehilangan. 2. mengetahui diri orang lain tapi tidak mengetahui tentang dirinya sendiri. Kedua belah pihak dipertemukan dalam suatu musyawarah dan mendapat penghargaan yang sama. (2) terdapatnya sarana-sarana yang tidak seimbang. Dikatakan fungsional karna menciptakan dorongan untuk menang dan kesetiakawanan. strategi ini banyak mengambil aspek fungsional dari kalah-menang dan membuang yang tidak fungsional. Dalam teori organisai klasik. pendekatan itu didasarkan oleh asumsi-asumsi berikut: 1. Kalah-menang (win-lose). 3. ada empat struktur tempat terjadinya konflik yaitu: konflik hierarki.dll. konflik fungsional. y Konflik Organisasi Adalah konflik antarpribadi dan konflik dalam pribadi yang mengambil tempat dalam suatu organisai. yaitu: 1. (4) timbulnya persepsi yang berbeda. Bentuk otoritas yang legalistik seperti ³penyelesaian lewat saluran informal´ sangat ditekankan. y Strategi Pemecahan Konflik dalam Organisasi Secara tradisional dapat dilakukan secara sederhana dan optimistik. 3. biasanya dilakukan dengan kompromi. . penyogokan. 4. y Strategi Pemecahan Konflik Antarpribadi Tiga strategi dasar untuk memcahkan persoalan konflik antarpribadi. (3) terdapat suatu persoalan status yang tidak selaras. seseorang memahami dirinya sendiri tapi tidak mengetahui tentang diri orang lain. Kambing hitam diterima sebagai suatu yang tidak bisa dihindari. Secara konsepsional ada empat sumber konflik organisasi.

teori path-goal. legitimasi. informasi. - - - . Teori yang dikembangkan dari hasil penelitian diantaranya teori sifat. Terdapat bebeapa sumber kekuasaan yaitu: paksaan. kelompok.  KESIMPULAN Kepemimpinan adalah aktivitas memengaruhi orang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu Usaha meneliti kepemimpinan terutama di Amerika serikat dimulai dari studi-studi di Universitas Iowa th 1930. Strategi praktis lain juga ditawarkan oleh Kliman dan Thomas yaitu: pahami atau alami konflik-konflik yang tidak dapat diterima. referensi. pendekatan birokratis dan pendekatan sistem. Kepemimpinan adalah proses memengaruhi orang lain. Konflik adalah persoalan yang timbul dalam organisasi. rendah dukungan rendah pengarahan. selidiki sumber-sumber konflik. tentukan cara untuk mengatasi atau intervensi. Gaya kepemimpinan adalah cara yang digunakan oleh seorang pemimpin dalam memengaruhi perilaku orang lain.Pendekatan lain yang disarankan oleh Louis Pondy yaitu: pendekatan tawarmenawar. referensi. dalam diri pribadi sendiri. Joseph Littere mengemukakan tiga dasar strategi intervensi terhadap konflik yaitu: ciptakan batas diantara pihak-pihak yang konflk. Sedang kekuasaan adalah potensi pengaruh dari pemimpin. tinggi dukungan rendah pengarahan. menata kembali struktur organisasi sehingga konflik bisa dihindarkan. tinggi pengarahan tinggi dukungan. membantu pihak-pihak yang konflik untuk mengembangkan suatu cara yang lebih baik dengan melihat ke dalam diri masing-masing dan bagaimana dirinya dapat memengaruhi orang lain. Ada konflik antarpribadi. situasional dan model kontijensi. Kepemimpinan situasional dihubungkan dengan perilaku pemimpin dengan bawahan atau pengikutnya. dan konflik organisasi. dan di Universitas Michigan tahun 1947. dan kekuasaan hubungan. keahlian. pertukaran. Jika kedua norma tersebut dituangkan dalam dua poros berbeda. akan melahirkan empat gaya kepemimpinan yaitu tinggi pengarahan rendah dukungan. Universitas Ohio tahun1945. Ada dua hal yang dilakukan pemimpin pada pengikutnya yaitu: perilaku mengarahkan dan perilaku mendukung. penghargaan. dan pendekatan social learning.

Philadelohia. dan Sarjana Strata Dua Master of Public Administration (MPA) dari University of Southern California. Pada Tahun 1999 Miftah diangkat sebagai Deputi Bidang Analisis Kelembagaan dan Aparatur Pemerintah Lembaga Administrasi Negara.D) di Temple University. Amerika Serikat tahun 1982 Pada tahun 1989 menyelesaikan program doctor (Ph. Amerika Serikat. Guru Besar Universitan Gadjah Mada dilahirkan di Bojonegoro Jawa Timur 6 Juni 1943.DAFTAR RIWAYAT HIDUP Miftah Thoha. Semenjak menyelesaikan pendidikan S1 di UGM sampai saat ini. Tahun 1999 Miftah Thoha diangkat sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Administrasi Negara di UGM. Los Angles. Menyelesaikan pendidikan Sarjana Strata Satu di Fakultas Ilmu Sosial dan PolitikUGM tahun 1969. Miftah bekerja sebagai staf dosen di almamaternya. Di sela-sela pengabdiannya di UGM Miftah pernah menjabat Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (pusdiklat) Depdikbud dari tahun 1994-1999. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful