MAKALAH PKIP ANALISIS MASALAH KESEHATAN DAN PERILAKU MASYARAKAT DI DESA X MENGENAI PENYAKIT ISPA ATAU PNEUMONIA

OLEH

1. Amrina Rosyada 2. Dewi Ika Sari 3. Hova Yuliana 4. Nastasia 5. Nurul Hikmah 6. Renate Leonarda
7. 8. 9.

0906509121 0906651533 0906616754 0906509664 0906616855 0906617132 0906628773 0906617252 0906617353 0906620133 0906492865

Riana Gustarida J Rini Suzanty Rukiyah Wihadma

10.Sulastri 11.Wiyar Annerangi

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS INDONESIA 2010

petani garam dan petukangan. roh halus. remaja.I. bayi minum air ketuban pada saat di dalam kandungan. peniti). Menrut masyarkat. akseptor KB. Di desa X terdapat kelompok PKK. cuaca dingin. ramuan dan lain-lain. nelayan. Sarana keagamaan yang tersedia adalah sebuah masjid. Organisasi kesenian yang terdapat di desa adalah tanjidor. II. cacing makanan yang berminyak. Analisis Masalah Kesehatan pada Pneumonia III.1 Pengertian Pneumonia Pnemonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Kepercayaan Masyarakat terhadap Penyakit ISPA atau Pneumonia pada Balita Beberapa balita ada yang terkena penyakit pneumonia dengan gejala napas cepat yang kadang-kadang disertai dengan panas tinggi dan sesak. Pada umumnya penduduk berpendidikan rendah. . Terjadinya pnemonia pada anak seringkali bersamaan dengan proses infeksi akut pada bronkus (biasa disebut bronchopneumonia). sebuah madrasah dan 3 langgar. Masyarakat percaya bahwa bayi jangan di bawa berobat ke luar rumah sebelum berumur 40 hari. pengajian. tarling dan sandiwara. kecuali jika membawa benda tajam (gunting kecil. penyebab pneumonia adalah : cuaca panas. Gambaran Umum Masyarakat Jumlah penduduk di desa X sebanyak 8515 orang dengan kepadatan penduduk 20/km2. Gejala napas cepat merupakan gejala kedua yang mendorong mereka mencari pertolongan pengobatan. III. Fasilitas kesehatan yang tersedia berupa 8 posyandu. terkilir. makanan manis. sebuah puskesmas kecamatan yang letaknya 3 km dari pemukiman penduduk dan sebuah puskesmas pembantu yang letaknya 1 km dari perumahan penduduk. Mata pencaharian penduduk adalah nelayan. mereka memasukkan asap ke kamar si anak dan meletakkan benda tajam seperti gunting keci atau peniti di sekitar tempat tidur. yaitu SD ke bawah. Untuk menghindari bayi dari roh halus. Gejala yang paling ditakuti masyarakat adalah napas yang tinggi karena mereka takut anaknya kejang-kejang.

III. batuk makin hebat dan menghasilkan sejumlah lendir. dan juga benda asing. menghindari anak dari asap rokok dan penderita batuk.4 Cara Penularan Mengunakan sistem droplet. napas terengah-engah.3 Gejala-Gejala Pneumonia Gejala umum pneumonia yang disebabkan oleh infeksi bakteri berupa panas tinggi. III. pasien akan mengigil. Sebelum terlambat. yaitu droplet yang mengandung kuman penyakit tersebut akan menyebar melalui bantuan udara.136 jam.III. Demam tinggi kadang membuat bibir menjadi biru. dan kalau batuk mengeluarkan lendir berwarna hijau. makanan.2 Penyebab Pneumonia Pada umumnya pneumonia disebabkan oleh bakteri. batuk kering sakit kepala. selama 12 . makanan dengan gizi seimbang. Sedangkan sebagai penyerta adalah cairan amnion. ngilu diseluruh tubuh. penyakit ini masih bisa diobati. Selain jenis-jenis bakteri yang telah disebutkan di atas masih terdapat jenis yang lain yaitu jamur. virus influenza. yaitu demam. Bibir dan kuku mungkin membiru karena tubuh kekurangan oksigen. cairan lambung. III. Pada kasus yang ekstrem. Gejala pneumonia yang disebabkan oleh virus sama saja dengan influensa. adenovirus. yaitu respiratory syncitial virus. mengkonsumsi . gigi bergemelutuk. berkeringat. pneumokokus. dan pseudomonas aeruginosa. sakit dada. napas menjadi sesak. yaitu streptococcus pneumoniae dan haemophillus influenzae. Dan letih lesu. Kuman tersebut akan menyebar dengan sempurna dan cepat. streptokokus. mengusahakan sirkulasi udara yang baik.5 Pencegahan Penyakit Pneumonia Menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Virus atau kemungkinan virus yang menyebabkan pneumonia. dan denyut jantungnya meningkat cepat.

Sehingga apabila anggapan masyarakat dibenarkan. Pada pneumonia yang disebabkan oleh virus akan diberikan pengobatan yang hampir sama dengan penderita flu.2 Identifikasi Pengetahuan. Kepercayaan dan Perilaku Masyarakat yang Tidak Mendukung kesehatan a. namun lebih ditekankan dengan istirahat yang cukup dan pemberian intake cairan yang cukup banyak serta gizi yang baik untuk membantu pemulihan daya tahan tubuh.1 Identifikasi Pengetahuan. Hal tersebut merupakan perilaku yang mendukung kesehatan karena masyarakt sudah mengetahui gejala pneumonia yang sebenarnya yaitu panas tinggi bahkan dapat mengakibatkan kejang-kejang jika tidak segera diobati.6 Perawatan terhadap Anak yang Sakit Mengompreskan air hangat. Kepercayaan masyarakat bahwa gejala pneumonia yaitu panas tinggi dapat mengakibatkan kejang-kejang. IV.III. maka akan terjadi keterlambatan dalam . b. Perilaku tersebut merupakan perilaku yang tidak mendukung kesehatan karena napas cepat merupakan gejala pertama dari pneumonia. Masyarakat menganggap gejala napas cepat merupakan gejala kedua dari pneumonia yang baru mendorong mereka mencari pertolongan pengobatan. membuka pakaian bayi atau mengenakan pakaian yang tidak tebal. Kepercayaan masyarakat bahwa pneumonia dapt disebabkan karena bayi meminum air ketuban saat di dalam kandungan merupakan perilaku yang mendukung kesehatan karena salah satu penyerta penyebab terjadinya pneumonia pada bayi yaitu akibat dari aspirasi cairan amnion pada saat proses persalinan. memberi nutrisi yang cukup. IV. Kepercayaan dan Perilaku Masyarakat yang Mendukung kesehatan a. Kepercayaan dan Perilaku Masyarakat terhadap Pneumonia IV. Analisis Pengetahuan.

maka masyarakat tidak akan mengetahui penyebab pneumonia yang sebenarnya. Perilaku tersebut merupakan perilaku yang tidak mendukung kesehatan karena jika bayi tidak boleh dibawa berobat keluar rumah sebelum berumur 40 hari. Masyarakat mempunyai anggapan bahwa penyebab pneumonia karena cuaca panas. . makanan manis bahkan karena roh halus. cuaca dingin. Jika anggapan masyarakat dibenarkan. karena penyebab pneumonia yang sebenarnya bukan disebabkan cuaca panas. segera mencari b. Oleh karena itu. jika dalam waktu lima hari dibiarkan. maka anak dapat meninggal. peniti). virus. cacing makanan yang berminyak. Kepercayaan masyarakat tersebut merupakan perilaku yang tidak mendukung kesehatan. asap dapat memperburuk jalannya pernapasan dan asap merupakan polusi udara. c. bahkan jiwanya tidak akan tertolong lagi. d. Pneumonia adalah penyakit yang menyerang sistem pernapasan dengan salah satu gejalanya yaitu napas cepat. cuaca dingin. terkilir. maka nafas si anak malah semakin sesak. sedangkan pneumonia membutuhkan udara yang bersih. Kepercayaan masyarakat bahwa bayi jangan dibawa berobat ke luar rumah sebelum berumur 40 hari kecuali jika dibawa berobat keluar rumah mereka harus membawa benda tajam (gunting kecil. Perilaku tersebut merupakan perilaku yang tidak mendukung kesehatan karena jika asap dimasukkan ke dalam kamar si anak. cacing makanan yang berminyak. terkilir. si anak bisa meninggal. mereka memasukkan asap ke kamar si anak. tidak boleh ditunda-tunda. Napas cepat diakibatkan karena saluran pernapasan terinfeksi. Kepercayaan masyarakat untuk menghindari bayinya dari gangguan roh halus. Namun penyebab yang sesungguhnya karena adanya bakteri.menangani pneumonia bahkan apabila mereka tidak pertolongan. sehingga sirkulasi udara dalam saluran pernapasan menjadi kurang baik sehingga si anak akan mengalami napas cepat untuk mengambil udara sebanyak mungkin. maka penyakit pneumonia akan mengancam jiwa si bayi. jamur yang menginfeksi saluran pernapasan. makanan manis. ramuan. Pneumonia harus segera ditangani. adanya roh halus.

Hal tersebut merupakan perilaku yang tidak mendukung kesehatan karena anak yang terkena pneumonia dengan gejala panas. Hal tersebut merupakan perilaku yang tidak mendukung kesehatan karena dukun tidak sepenuhnya mengetahui secara pasti penanganan anak yang terkena pneumonia. si bayi yang sudah sesak napas akan merasa semakin sesak napas jika dikenakan baju yang panas atau tebal. Masyarakat belum mengetahui cara perawatan anak yang sakit.e. Jika tindakan masyarakat tersebut dibenarkan. Masyarakat tidak memberikan makan pada bayi yang sakit. Hal tersebut merupakan perilaku yang tidak mendukung kesehatan karena pada dasarnya kehilangan suhu bayi dapat terjadi secara cepat dikarenakan luas tubuh bayi lebih luas dari pada tubuh orang dewasa. Jika bayi yang suhu tubuhnya sudah tinggi sebaiknya tidak dikenakan pakaian yang tebal dikarenakan suhu panasnya tidak dapat menguap dan memancar ke udara bebas sehingga akan mengakibatkan peningkatan suhu. Lagipula. h. Pada umumnya masyarakat membawa balitanya yang sakit pneumonia ke dukun pijat karena mereka beranggapan bahwa penyebab pneumonia karena terkilir. Hal tersebut merupakan perilaku yang tidak mendukung kesehatan karena cara tersebut . Mereka masih mengenakan baju yang panas atau tebal bagi bayinya. maka terjadi keterlambatan dalam menangani anak yang terkena pneumonia dan malah bisa semakin parah. dan barulah jika tidak sembuh dibawa ke rumah sakit. konduksi (perpindahan). konversi (penguapan). Masyarakat membawa bayi berobat ke puskesmas setelah pengobatan dukun tidak berhasil. f. maka masyarakat tidak akan pernah mengetahui bagaimana cara penanganan yang tepat pada anak yang terkena pneumonia. Seharusnya masyarakat membawa anaknya ke puskesmas terlebih dahulu. g. Proses kehilangan suhu dapat terjadi dengan cara evaporasi (pemancaran). Jika perilaku masyarakat dibiarkan begitu saja. menurut kesehatan anak tersebut tidak boleh dipijat karena dapat menyebabkan kelumpuhan. dan radiasi (kehilangan suhu dengan gelombang panas).

tidak mengenakan pakaian tebal pada anak yang sakit. Dosis yang sedikit tidak dapat dengan optimal memberi kesembuhan kepada si bayi. Kepercayaan dan Perilaku Masyarakat yang Netral Kepercayaan masyarakat bahwa untuk menghindari bayinya dari gangguan roh halus. Bayi yang terkena pneumonia sebaiknya diberi asupan makanan yang bergizi dan seimbang. IV. tidak memasukkan asap ke dalam kamar. IV. Zat makanan tersebut sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk memperbaiki sel yang rusak dan melawan kuman penyakit (dalam hal ini virus. mereka meletakkan benda tajam seperti gunting kecil atau peniti di sekitar tempat tidur. Meletakkan benda tajam di sekitar tempat tidur anak tidak akan melukai si anak.merupakan penanganan yang tidak tepat. masyarakat dapat lebih mengetahui bagaimana cara mengatasi atau menangani anak yang sakit.3 Identifikasi Pengetahuan. langsung dibawa ke puskesmas atau rumah sakit. Kepercayaan masyarakat bahwa obat tidak diberikan lansung pada bayinya tetapi yang meminum obat adalah ibunya dengan alas an bayinya belum bisa minum obat dan obat akan sampai ke bayinya melalui ASI. karena anak tidak dapat menjangkau benda tajam tersebut.1Analisis Sumber Daya yang Diperlukan untuk Perilaku yang Diharapkan . Analisis Sumber Daya V. dosis yang sampai kepada bayi juga sangat sedikit. Hal tersebut merupakan perilaku yang netral karena tidak merugikan dan tidak menguntungkan atau secara medis belum diketahui manfaat dan kerugiannya. i.4 Identifikasi Perilaku yang Diharapkan Jika sakit. Hal tersebut merupakan perilaku yang tidak mendukung kesehatan karena selain obat itu dapat menimbulkan resistensi ibu terhadap obat yang diminum (biasanya terapi pneumonia hanya menggunakan antibiotika). jamur yang menginfeksi salurn pernapasan). bakteri. V.

V. Petugas kesehatan melakukan penyuluhan kepada para dukun. 2. 4. VI. Memanfaatkan sarana keagamaan seperti pengajian dan tokoh agama untuk menjadi panutan dalam berperilaku yang mendukung kesehatan bagi masyarakat tersebut. mengenai penanganan yang tepat pada penyakit yang menjadi masalah kesehatan pada masyarakat tersebut. 3.2 Analisis Sumber Daya yang Dapat Dimanfaatkan untuk Perilaku yang Diharapkan 1. dan diharapkan kelompok PKK dapat menyalurkan kembali melalui penyuluhan kepada masyarakat bagaimana cara mengatasi masalah kesehatan yang terjadi pada masyarakat tersebut. Bekerja sama dengan dukun yang ada di desa tersebut. 5. Walaupun pendidikan dalam masyarakat tersebut tergolong rendah. Penyuluhan kepada kelompok PKK. Dengan begitu masyarakat dapat lebih mudah mengerti dan lebih memahami. namun dengan meningkatkan penyuluhan kesehatan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perilaku-perilaku yang mendukung kesehatan. Kesimpulan Pnemonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru (alveoli). Diharapkan remaja ikut berperan serta dalam membantu masyarakat untuk menangani masalah kesehatan tersebut. Melibatkan remaja dalam penyuluhan kesehatan. Menyampaikan pesan kesehatan melalui kesenian yang ada di dalam masyarakat tersebut. sehingga diharapkan para dukun tidak mengambil langkah yang tidak tepat dalam menangani penyakit tersebut.Meningkatkan penyuluhan kesehatan pada masyarakat tersebut dan bekerja sama dengan sumber daya yang ada untuk menyampaikan atau menitipkan pesan kesehatan dan pengetahuan tentang masalah kesehatan. Terjadinya pnemonia pada anak seringkali bersamaan dengan proses infeksi akut pada .

infeksi.infopenyakit. membuka pakaian bayi atau mengenakan pakaian yang tidak tebal. 1 April'10.com . Daftar Pustaka http://nursingbegin. napas terengah-engah. memberi nutrisi yang cukup. yaitu streptococcus pneumoniae dan haemophillus influenza. mengusahakan sirkulasi udara yang baik. mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang.4. Cara perawatannya yaitu mengompreskan air hangat.com/2007/12/penyakit-pneumonia.com http://www. Sedangkan cara pencegahannya yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.totalkesehatananda.html.html http://www. berkeringat. menghindari anak dari asap rokok dan penderita batuk. Pada umumnya pneumonia disebabkan oleh bakteri. dan denyut jantungnya meningkat cepat. Gejala umum pneumonia yang disebabkan oleh infeksi bakteri berupa panas tinggi.bronkus (biasa disebut bronchopneumonia). Pada masyarakat Desa X masih banyak yang belum mengetahui tentang pneumonia dan bagaimana cara mengatasi masalah kesehatan tersebut.08 www.com/pneumonia1. Bibir dan kuku mungkin membiru karena tubuh kekurangan oksigen. VII.