You are on page 1of 14

Materi Entomology

BAB I PENDAHULUAN Pada umumnya entomologi dapat dipelajari dalam berbagai bidang diantaranya, bidang pertanian, peternakan, kesehatan dan sebagainya. Adapun berkenaan dengan banyaknya masalah kesehatan masyarakat dari segi lingkungan yang dipengaruhi adanya vektor-vektor penular penyakit (arthropoda) maka entomologi dalam bidang kesehatan dalam proses pembelajarannya menjadi sangatlah penting untuk dipahami lebih jauh sehingga dalam aplikasinya dengan tepat dapat dijalankan berdasarkan aspek-aspek yang ada di dalamnya. Sebagaimana kita ketahui bahwa Entomologi Kesehatan adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang artrhopoda yang dapat menjadi penyebab langsung dari berbagai macam penyakit pada manusia atau menjadi penular mikroorganisme penyebab penyakit dari seorang penderita kepada manusia lainnya yang sehat. Sebelum masuk kepada pembahasan yang lebih lengkap maka bagian dasar dari entomologi kesehatan yang dimaksud komponen/objek yang dipelajarinya, yaitu artrhopoda. Adapun Arthropoda berasal dari bahasa Yunani yaitu kata Arthros yang berarti berbuku-buku atau beruas dan podos yang berarti kaki. Jadi, Arthropoda adalah binatang yang kakinya beruas-ruas termasuk juga bagian perut (abdomen) dan dada (toraks) yang beruas-ruas, contoh : nyamuk, lalat, kecoak, kutu, udang, kaki seribu, dsb. Berdasarkan contoh dari arthropoda yang telah disebutkan dan termasuk contoh lainnya dari arthropoda tidak semua dari jenis arthropoda yang dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan. Adapun pengaruh arthropoda bagi kesehatan manusia yaitu sebagai vektor (penular) penyakit dan sebagai penyebab penyakit. Arthropoda sebagai vektor (penular) penyakit berarti arthropoda yang dapat memindahkan suatu penyakit dari orang yang sakit terhadap orang yang sehat dimana dalam hal ini arthropoda secara aktif menularkan mikroorganisme penyakit dari penderita kepada orang yang sehat dan juga sebagai tuan rumah perantara dari mikroorganisme tersebut, contoh : nyamuk, lalat, kutu, kecoa dsb. Arthropoda sebagai penyebab penyakit dimana arthropoda dapat menyebabkan penyakit tanpa perantara penular penyakit dalam artian secara langsung, bisa itu dari gangguan langsung maupun tidak langsung serta kendala lainnya adapun penyakit yang ditimbulkan karena arthropoda sebagai penyebab penyakit secara langsung diantaranya entomophoby, annoyance, kehilangan darah, kerusakan alat indera, racun serangga, dermathosis, alergi, dan miyasis. Oleh karena itu, berdasarkan teori yang memperkuat pengaruh buruk keberadaan beberapa jenis arthropoda sebagai penyebab penyakit dan khususnya penular penyakit seperti nyamuk, lalat, kecoak, pinjal dsb dimana hal ini erat kaitannya dengan masalah penyakit umum yang sering dialami oleh masyarakat pada umumnya. Selain itu, dari pembelajaran teori dan praktek identifikasi arthropoda yang telah dilakukan, maka hal tersebut mendasari dibuatnya laporan ini. BAB II TINJAUAN PUSTAKA

darah sering tidak berwarna 7. Phtiraptera dan diphtera seperti yang tersebut di atas. contoh lipan 1) 2) Kelas Chylopoda. contoh : kutu kepala. pinjal kucing dsb Ordo Anoplura/ phtiraptera. contoh : kecoak dsb Arthropoda yang dapat menjadi vektor penyakit dalam hal ini yang akan dibahas tidak mencakup keseluruhan tetapi yang akan dibahas adalah beberapa arthropoda sebagai vektor penyakit. udang. Badan dan kaki beruas-ruas 2. yaitu : 1. maka tanda-tanda umum dari filum arthropoda. lalat. 1. Kelas serangga (Hexapoda/insecta). Adapun pengaruh arthropoda bagi kesehatan manusia yaitu sebagai vektor (penular) penyakit dan sebagai penyebab penyakit. Bernapas dengan trachea (spiracle)/ insang 6. Kelas Arachnida. kutu. lalat.1. kutu dada. Tonjolan tubuhnya (appendages) selalu berpasangan. PENGERTIAN ARTHROPODA Arthropoda adalah binatang yang kakinya beruas-ruas termasuk juga bagian perut (abdomen) dan dada (toraks) yang beruas-ruas. dan pinjal. dan kutu kemaluan Ordo Orthoptera. 3. sehingga tubuhnya bilateral simetri 4. Alat pencernaannya sudah dilengkapi mulut dan anus serta telah mempunyai sistem ekskresi yang terbuka ke dalam saluran pencernaan . TANDA-TANDA UMUM FILUM ARTHROPODA Secara umum berkaitan dengan penertian dari arthtropoda itu sendiri. kecoak. contoh : nyamuk dan lalat. kaki dan sayap. contoh : laba-laba 3. Mempunyai tubuh bersegmen-segmen 3. 4. misalnya antena. Kelas myriapoda. 2. myriapoda khususnya dan dari ordo diptera. kutu. Adapun jenis artrhopoda yang dimaksud berasal dari kelas insecta. Ordo Siphonaptera. 2. contoh : nyamuk. contoh : pinjal tikus. kaki seribu. Arthropoda merupakan suatu filum yang terdiri dari beberapa kelas. Kelas Diplopoda. sebagai berikut : 1. contoh kaki seribu. Peredaran darah terbuka. diantaranya : 1. Rangka luar terdiri dari zat khitin yang menebal dan menjadi keras 5. Ordo Diphtera. diantaranya : kecoak. Dan kelas arthropoda terdiri dari beberapa ordo. dsb. Berdasarkan contoh dari arthropoda yang telah disebutkan dan termasuk contoh lainnya dari arthropoda tidak semua dari jenis arthropoda yang dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan.

yaitu kepekaan yang berlebihan (hypersensitivitas) terhadap protein yang berasal dari tubuh serangga/ produk yang dihasilkan oleh serangga 8) Miyasis. disebabkan oleh arthropoda pada saat melakukan perjalanan dengan kendaraan maka seringkali arthropoda masuk ke dalam indera kita terutama mata sehingga akan menimbulkan luka pada mata 5) Racun serangga. yaitu rasa takut yang berlebihan terhadap arthropoda yang meskipun tak berbahaya tetapi dapat menimbulkan suatu gangguan jiwa dan kadang-kadang halusinasi sensoris 2) Annoyance. Arthropoda Sebagai Penyebab Penyakit Arthropoda sebagai penyebab penyakit dimana arthropoda dapat menyebabkan penyakit tanpa perantara penular penyakit dalam artian secara langsung. yaitu : 1) Entomophoby. 1. bisa berupa gangguan langsung maupun tidak langsung serta kendala lainnya. Arthropoda yang hidup di air bernapas dengan insang 11. Arthropoda Sebagai Vektor Penular Penyakit Arthropoda sebagai vektor (penular) penyakit berarti arthropoda yang dapat memindahkan suatu penyakit dari orang yang sakit terhadap orang yang sehat dimana dalam hal ini arthropoda secara . sebagai berikut 1. yaitu merasa terganggu oleh arthropoda 3) Kehilangan darah. Berikut penyakit yang disebabkan oleh arthropoda tersebut. yaitu dengan gigitannya akan menimbulkan iritasi pada kulit 7) Alergi. Sistem persarafan terdapat di bagian ventral 9. salah satunya adalah entomophoby (rasa takut) ini tergantung dari orang yang mengalami rasa takut terhadap jenis arhtropoda tertentu. Susunan saraf tangga tali. Terdiri dari mata tunggal (occuli) dan mata majemuk (fareet compound) 12. yaitu disebabkan oleh gigitan arthropoda sehingga menimbulkan kekurangan darah terutama pada hewan ternak 4) Kerusakan alat indera. 10. Pada umumnya semua jenis arthropoda dapat menyebabkan penyakit .8. Berkembang biak dengan telur (ovivar) ada kalanya melahirkan anak (vivivar). Sistem respirasi terdapat berupa tabung hawa (trakea) dengan lubang-lubang hawa (spirakel) yang terdapat di permukaan tubuh khususnya pada serangga. yaitu keberadaan larva serangga pada jaringan tubuh manusia. 1. yaitu manusia sering mengalami sengatan oleh arthropoda yang biasa mengeluarkan bisanya 6) Dermathosis. PENGARUH ARTHROPODA BAGI KESEHATAN Secara umum pengaruh artrhopoda bagi kesehatan manusia.

(d) Hereditaria. yaitu : (a) Propagative. virus. keadaan ini merupakan gambaran umum penyakit pada dasarnya merupakan tuan rumah dan arthropoda sebagai vektor bagi kuman. 1) Penularan Penyakit Secara Langsung Penularan ini disebut juga Biological Transmission. kecoak dsb. bakteri penyebab penyakit kolera. yaitu : 1) Penyakit dengan 2 faktor kehidupan (manusia-athropoda). Bila di dalam arthropoda mikroorganisme penyebab penyakit mengalami perubahan bentuk atau jumlah atau sifatnya di dalam tubuh arthropoda. penularan dapat ditimbulkan melalui kaki. contoh : penyakit DBD ditularkan nyamuk Aedes aegepty yang terdapat sporozit(mikroorganisme) di dalamnya. contoh : bakteri penyebab penyakit Thypus Abdominalis. Hama penyakit berkembang dengan cara membesar tanpa membagi-bagi diri. (c) Development. contoh miyasis. Terdapat 4 jenis penularan. contoh : nyamuk Culex membawa cacing filaria sebagai vektor penyakit filariasis. Selain itu. keadaan ini disebut penyakit yang diakibatkan oleh pengaruh langsung arthropoda terhadap manusia. kutu. hama penyakit berkembang biak selain dengan cara membagi diri juga mengalami siklus hidup. contoh : nyamuk Anopheles sebagai vektor penyakit malaria. lalat. 2) Penyakit dengan 3 faktor kehidupan (manusia-arthropoda vektor-kuman(mikroorganisme lainnya)).aktif menularkan mikroorganisme/ bibit penyakit seperti kuman. protozoa. Hama penyakit ditularkan kepada penderita lain dengan melalui telurnya 2) Penyakit yang ditimbulkan secara mekanik Secara mekanik. cacing dsb dari penderita kepada orang yang sehat dan juga sebagai tuan rumah perantara dari mikroorganisme tersebut. demam kuning (yellow fever) yang asal mulanya ditularkan pada kera dimana penyakit ini vektornya nyamuk Aedes aegepty . muntahan. coli penyebab penyakit disentri. Penularan ini dapat terjadi secara biologik (langsung) dan mekanik (tidak langsung). maka arthropoda bertindak sebagai vektor penyakit secara biologi. contoh arthropoda : nyamuk. dan bakteri e. contoh : penyakit DBD. (b) Cyclo Propagative. ludah atau bagian tubuh yang nampak dari arthropoda dsb . 3) Penyakit dengan 4 faktor kehidupan (manusia-arthropodavektor-kuman-reservoir). hama penyakit berkembang biak dengan jalan membagi diri tanpa siklus. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai golongan penyakit berdasarkan faktor kehidupannya. keadaan penyakit ini disebut dengan zoonosis yaitu penyakit yang pada awalnya ditularkan kepada hewan selain arthropoda dan kemudian dapat ditularkan kepada manusia.

Tidak membentuk sudut 90º 3. morfologi dan bibit penyakit yang dibawa oleh arthropoda yang meliputi. ciri-ciri. cacing dsb) jika kualitas lingkungan kurang/ tidak sehat. vektor hanya dapat membawa bibit penyakit (protozoa. Cara bibit Penyakit masuk ke dalam tubuh manusia Adapun cara bibit penyakit masuk ke dalam tubuh manusia. Contoh nyamuk aedes aegypti. bakteri. lalat. Adapun jenis kecoak yang diteliti dalam hal ini adalah Blatta orientalis betina. diantaranya: 1) 2) Bibit penyakit masuk melalui sekresi dan kelenjar saliva (ludah) pada waktu menggigit. maka kita perlu mengetahui jenis-jenis arthropoda yang dapat mengakibatkan hal tersebut lewat identifikasi ciri-ciri. toraks. 4) Bibit penyakit dapat masuk melalui serangga yang tergaruk pada waktu menggigit. Selain itu. ARTRHOPODA YANG DIAMATI Dalam prakteknya arthropoda yang diamati/ diteliti diantaranya kecoak. Pengaruh arthropoda yang dapat menimbulkan penyakit seperti yang dijelaskan di atas.1. 2. kutu( tuma). Penyebaran penyakitnya yaitu pagi atau sore . Bentuk tubuh kecil dan dibagian abdomen terdapat bintik-bintik serta berwarna hitam. Kemudian jenis kutu (tuma) adalah kutu kepala (Pediculus humanuscapitis) serta pinjal yang diamati adalah pinjal pada kucing (Ctenochepalides felis). lalat daging (Sarcophagidae) dan lalat hijau (Chrysomyia). anopheles. dan pinjal. pengaruh dsb. Di bawah ini penjelasan singkat mengenai macam arthropoda tersebut : 1) Nyamuk Nyamuk termasuk dalam kelas insekta (hexapoda) dan ordo diphtera. 1. lalat. morfologi. nyamuk. culex dan mansonia. 3) Bibit penyakit dapat masuk melaui/berasal dari kotoran dan masuk melalui luka pada waktu menggaruk. maka beberapa jenis arthropoda lain yang berpengaruh buruk bagi kesehatan juga menjadi suatu hal yang perlu diketahui macam. Adapun ciri-ciri nyamuk tersebut sebagai berikut : Ciri-ciri nyamuk Aedes aegypti 1. jenis lalat yang diteliti adalah lalat rumah (Musca domestica). kutu dan pinjal. Pada prinsipnya morfologi dan susunan tubuh kelas insekta ini sesuai dengan ciri-ciri umum dari filum arthropoda yaitu kepala. Kelas ini disebut kelas hexapoda karena mempunyai 6 kaki. Selain dari penjelasan terkhusus pada arthropoda yang diamati. maka dalam aplikasinya lingkungan hidup perlu disehatkan oleh manusia. kecoak. abdomen dengan bagian tubuhnya mempunyai batas batas yang jelas. Bibit penyakit dapat masuk dari muntahan isi perut (abdomen).

2) Bentuk tubuh kecil dan pendek Antara palpi dan proboscis sama panjang Menyebabkan penyakit malaria Pada saat hinggap membentu sudut 90º Warna tubunya coklat kehitam Bentuk sayap simetris Berkembang biak di air kotor atau tumpukan sampah Penularan penyakit dengan membagi diri Lalat Sama halnya dengan nyamuk. 6. Menyebabkan penyakit filariasis 4. Palpi lebih pendek dari pada probocis. lalat juga berasal ordo diphtera dan kelasnya myriapoda. 2. Berkembang biak di tempat kotor atau di rawa-rawa. Pada saat hinggap tidak membentuk sudut 90º Bentuk tubuh besar dan panjang Bentuk sayap asimetris. Penularan penyakit dengan cara membagi diri. 3. 5. 2. 7.4. Warna tubuhnya coklat kehitaman Ciri-ciri nyamuk anopheles 1. 1. Ciri-ciri nyamuk Culex 1. Menyebabkan penyakit filariasis Penularan penyakit dengan cara membesarkan tubuhnya. Jika menghisap darah hewan disebut zoopilik dan menghisap darah manusia disebut antropilik. 8. Menyebabkan penyakit DBD. Warna tubuhnya coklat Ciri-ciri nyamuk Mansonia 1. 4. Bentuk sayap simetris. 2. 1. Lalat yang menghisap darah. Lalat yang tergolong penghisap darah (zoopilik ataupun antropilik). 3. Hidup di air bersih serta ditempat-tempat lain yaitu kaleng-kaleng bekas yang bisa menampung air hujan 5. yaitu lalat yang menghisap darah dan yang tidak menghisap darah. 6. 2. 3. 4. 5. 6. Lalat terbagi menjadi dua macam. diantaranya : (1) Culicoides . Penularan penyakit dengan cara membesarkan tubuhnya.

Lalat yang tidak menghisap darah. Dalam prakteknya diamati lalat yang tidak menghisap darah diantaranya: lalat rumah (Musca domestica). kandang hewan dan lainnya. Larva lalat rumah mempunyai tubuh yang terdiri dari 12 segmen. Saat dewasa mempunyai ciri-ciri : tubuh sanat kecil. seekor induk lalat rumah akan menghasilkan telur sebanyak 120 butir setiap kali bertelur. diantaranya : a) Musca domestica Dalam prakteknya yang diamati adalah Musca domestica. kotoran manusia/hewan. Larvanya mempunyai ciri-ciri : berbentuk cacing. Musca domestica menyukai sisa-sisa organik misalnya : sampah dapur. Tempat berkembang biak (breeding place) di genangan air atau di aliran air tenang. dsb.Lalat ini bersifat diurnal (makan pada siang atau pagi hari). Adapun jenis Musca sp (lalat rumah). toraks 3 segmen dan abdomen 9 segmen. Filariasis yang disebabkan oleh Mansonella ozzardi. sayap berbulu halus. Kelainan kulit berupa nodul atau vesikel lewat gigitannya. dengan 4 garis gelap di punggung rambut. kadanga-kadang berbintik warna-warni. seekor lalat betina dapat bertelur sebanyak 2400 kali dan dalam waktu 1 hari telur lalat sudah dapat menetas. Tinja kuda sebagai tempat berkembang biaknya. Calliphora sp. semasa hidupnya yang dapat mencapai 3 bulan lamanya. termasuk antopilik dan zoopilik. mempunyai ukuran panjang 6 sampai 9 mm. musca sorbens. sayap dan badannya tertutup bulu-bulu panjang. Lalat ini berwarna abu-abu kehitaman. lalat ini juga menghisap darah hewan (zoopilik). Saat dewasa mirip nyamuk kecil. tempat bersarang tidak di air melainkan di batu. Bartonellosis (Carrion¶s disease) yang disebabkan oleh Nartonellla bacilliformis Leishmaniasis tropica 1. Penyakit-penyakit yang ditularkan : y y y Filariasis yang disebabkan oleh Acanthocheilonema perstans. kaki. Penyakit-penyakit yang ditularkan : y y y Phlebotomus fever yang disebabkan oleh virus yang dibawanya. dan palpus mempunyai 5 segmen. dinding rusak. lalat daging (Sarcophagidae) dan lalat hijau (Chrysomyia). dapat menembus kasa. Dan juga terdapat macam lalat lainnya diantaranya : Lucilia sp. (1) Musca sp Musca merupakan vektor mekanik yang baik dari berbagai macam penyakit oleh karena ia mempunyai sifat yang buruk yaitu menyukai daerah mata dan daerah sekitarnya sehingga ia mudah menularkan trachoma dan konjubgtivitas. sisa makanan dll. (2) Phlebotomus Lalat ini disebut juga lalat pasir. antena terdiri dari 14 segmen . Sesudah berganti kulit 3 kali dalam waktu 1 minggu ia akan berubah menjadi pupa. .

miasis pada hidung dan sinus. Lalat ini menyukai bangkai hewan senagai tempat berkembang biak (breeding place). sebelum makan ia selalu memuntahkan cairan dari mulutnya untuk mengencerkan makanannya. penyakit diare. (5) Sarcophagidae Lalat ini berukuran 10-15 mm. Musca sorbens juga merupakan vektor penyakit patek (penyakit menular dimana terjadi kerusakan kulit). Lalat ini juga dapat menimbulkanb miasis kulit. tulang dan berbagai tempat lainnya. (3) Lucilia sp Lalat ini disebut juga lalat botol (green bottle flies) mempunyai tubuh yang berukuran sedang. Lalat ini berukuran sedang dan sayap yang jernih dengan venasi yang jelas. tempat hinggap dsb seperti penjelasan tersebut pada Musca domestica mempunyai kesamaan antara keduanya hanya saja mereka menpunyai perbedaan dalam hal ukuran tubuh. miasis intestinal dan miasis urogenital. Pada umur 2 hari.yang dalam waktu 3-6 hari tumbuh menjadi lalat dewasa. Di permukaan dorsal dari toraks terdapat garis longitudinal sedangkan pada permukaan dorsal dari abdomen terdapat gambaran yang mirip papan catur. dan Balantidium coli dll. umumnya berwarna abu-abu dan ada juga yang berwarna coklat kehitaman dengan bintik-bintik kunuing yang terdapat pada segmen abdomen. Entamoeba histolytica. Abdomennya mempunyai garis transversal Lalat yang menyukai luka-luka terbuka yang basah ini dapat menimbulkan miasis pada mata. tetapi dapat menimbukan miasis pada kulit. cacing usus dan infeksi virus. sesudah makan ia selalu buang air besar sehingga arthropoda ini menjadi penular utama penyakit-penyakit infeksi alat pencernaan. Lalat ini meletakkan telurnya pada daging atau bangkai binatang. lalat sudah mampu bertelur. pada luka terbuka atau pada lubang-lubang yang berbau busuk. Musca domestica snang memasuki rumah-rumah dan hinggap di alat-alat makan. miasis pada jaringan-jaringan. dan juga miasis urogenital. (2) Chrysomia sp Lalat ini berwarna hijau metalik. . Giardia lamblia. Sarcophaga menyukai baik kotoran hewan maupun madu dari bunga. miasis ontestinal. mempunyai ukuran tubuh yang besar. Lalat ini menimbulkan miasis kulit. miasis pada vagina dan usus. dan penyakit perut lainnya. berwarna hijau metalik kebiruan. misalnya penyakit amubiasis. penyakit-penyakit bakteri usus. Dari daur hidup. b) Musca Sorbens Sama halnya dengan Musca domestica karena lalat ini termasuk dalam satu jenis yaitu Musca sp. (4) Calliphora Lalat ini dikenal sebagai blue bottle flies oleh karena berwarna biru metalik.

Semua bahan organik digemarinya. thypus. Supella Supellectillium Kecoa ini juga berwarna coklat muda.5 cm. Ada empat golongan kecoa yang erat hubungannya dengan manusia tersebut.3 cm terdapat garis pada toraksnya. kolers. wool. Kecoa ini kurang banyak hidup di dalam rumah. Kecoa ini dapat menularkan penyakit.8 cm. Pembuahannya terjadi di luar tubuh dengan suhu optimal dalam waktu 2 bulan bisa menjadi nimfa. 1. Lalat ini akan menimbulkan . juga banyak ditemukan di taman dan bangunan-bangunan di luar rumah. 1. biasanya terdapat di tumpukan kayu.3 cm atau juga kurang dari ukuran tersebut. excreta. Blatta orientalis jantan mempunyai sayap yang pendek pada toraksnya sedangkan Blatta Orientalis betina tidak mempunyai sayap. yaitu : 1. sisa makanan. Umumnya kecoa ini berukuran paling kecil 1. textil. Periplaneta americana Kecoa ini berukuran paling besar dari golongan kecoa lainnya yaitu sekitar 3. Kecoa mengalami metamorfosa sederhana(telur-nimfa1-nimfa2-kecoak) Kecoa sebagai vektor mekanis dari berbagai penyakit. darah. cacingan dsb.3) Kecoa (Cockroach) Kecoa menyenangi tempat-tempat yang kotor dan tempat-tempat dimana banyak/mudah terdapat makanan yang mereka gemari. Kecoa ini mempunyai sayap yang panjangnya menutupi toraks/seluruh tubuh bagian dorsalnya atau juga melebihi panjang tubuhnya. Kecoa ini menghasilkan 5 sampai 30 butir yang terdapat di ooteka yang terletak pada batas antara toraks bawah dengan abdomen bagian atas. maka kecoa ini dapat menularkan penyakit seperti penyakit perut. Blatta orientalis berwarna hitam-coklat mempunyai panjang 2. Kecoa ini adalah binatang malam. Blatta orientalis Kecoa ini terdapat di tempat-tempat sampah atau tempat-tempat lembab dan kotor. warnanya merah-coklat. seperti WC atau tempat-tempat sampah di rumah-rumah dsb. sputum dan sebagainya. Supella Supellectillium dapat menjadi perantara dari cacing Hymenolepis diminuta sehingga dapat menyebabkan cacingan. WC. kertas. Kecoa ini menyukai tempat-tempat lembab (kamar mandi. hingga jumlah yang nampak pada siang hari kurang daripada populasi sebenarnya. Kecoa ini baik yang jantan maupun betina mempunyai sayap. makanan. Oleh karena tempat yang digemarinya merupakan bahan-bahan yang juga dikonsumsi oleh manusia maka akan berpengaruh bagi kesehatan dimana kecoa sebagai pembawa bibit penyakit yang terkontaminasi pada bahan-bahan tersebut. Kecoa ini menyukai tempat-tempat kotor. seperti gastroentritis. 1. tempat pencucian alat-alat dapur) dan di luar rumah seperti tempat-tempat sampah. juga menimbulkan bau tidak enak di hidung bila kita tidak tahan dengan kontraksi bisa saja menyebabkan muntah pada manusia karena habitatnya ini. Sesuai dengan habitatnya di tempat-tempat kotor. Blatella germanica Kecoa ini berwarna coklat muda dengan panjang 1.

Pediculus humanuscorporis Kutu ini mempunyai panjang 2-4 mm. Selain itu. 1. kutu ini mudah ditemukan walaupun pada zaman sekarang jarang adanya namun keberadaanya tidak begitu sulit dijangkau seperti kutu badan dan kutu kemaluan. 4) Tuma Tuma adalah kutu yang terdapat pada manusia. 1. Abdomen terdiri atas 9 ruas. Kutu kepala sebagai parasit di kepala manusia. Kutu ini sangat jarang sekali ditemukan pada saat ini. Seperti halnya kutu kepala kutu ini bersifat parasit uga menghisap darah. dan kutu kemaluan (Pthirus pubis). Dibandingkan kutu lainnya. Telur yang dihasilkannya paling banyak yaitu sekitar 300 butir. kutu ini berukuran paling kecil dibandingkan kutu kepala dan kutu kemaluan. Tuma merupakan ordo phtiraptera dengan ciri-ciri sebagai berikut : y y y y y y y y y y Badan berwarna putih kelabu Bentuk pipih memanjang Kepala ovoid sedikit bersudut Toraks dari kitin. Kutu ini juga sebagai parasit dan dapat berpindah/ menular lewat hubungan seksual. Lubang kelamin di tengah dorsal. Tiap ruas toraks terdapat sepasang kaki yang terdiri 5 ruas yang berakhir sebagai capit/kait. kutu ini mengisap darah di kepala sehingga merugikan kesehatan pada manusia karena dapat menyebabkan gatal. yaitu kutu kepala (Pediculus humanuscapitis). Adapun saat praktek yang diamati adalah kutu kepala (Pediculus humanuscapitis). biasanya terdapat pada dada utamanya ditemukan pada dada yang berbulu. Pediculus humanuscapitis Kutu kepala berukuran 1-2 mm. 1.2 mm. kekurangan darah(O2) pada otak sehingga dapat berpengaruh bagi kecerdasan otak. Pthirus pubis Kutu kemaluan mempunyai panjang 0. c. Kutu ini menghasilkan 140 butir telur. thypus dsb. Di kepala terdapat mata sederhana (bagian lateral). . Proboscis (alat penusuk) yang dapat memanjang.8-1. kutu badan (Pediculus humanuscorporis). Kutu kemaluan mengasilkan telur 50 butir.penyakit bila mengontaminasi makanan dan minuman karena bakteri yang dibawanya. Kutu ini parasit pada badan. Kutu pada manusia terbagi 3. b. kutu kepala masih umum menjadi parasit di kepala manusia sehingga saat praktek mengamati kutu ini. a. Antena pendek terdiri atas 5 ruas. disentri. Tuma bisa melakukan pembuahan sendiri tanpa perkawinan (partenogenesis). seperti diare.

Metamorfosa pada pinjal adalah metamorfosa sempurna. PEMBERANTASAN ARTHROPODA DAN CARA MENGURANGI BAHAYA PENULARAN PENYAKIT KARENA ARTHROPODA Pemberantasan arthopoda yang diamati Blatta orientalis betina. panjang dua kali tinggi dan penjelasan selanjutnya pada hasil praktikum yang tepatnya sesuai dengan prakteknya. Kemudian jenis kutu (tuma) adalah kutu kepala (Pediculus humanuscapitis) serta pinjal yang diamati adalah pinjal pada kucing (Ctenochepalides felis). Juga terdapat comb (rambut seperti sisir) yang penting untuk differensiasi pinjal yang terdiri dari Genal comb di atas mulut dan thoracal comb yang terdapat di segmen pertama toraks. morfologi pinjal mempunyai tubuh pipih berukuran 1. penis terdapat pada segmen abdomen ke-5 atau ke6. Ctenocephalides felis. Pinjal yang telah diamati adalah pinjal kucing. Adapun macam pinjal. Walaupun pinjal ini parasit di tubuh hewan tapi pinjal ini juga sebagai vektor dari penyakit. Pulex irritans.. Pinjal juga membawa bibit penyakit sebagai tuan rumah perantara/perantara/pembawa penyakit seperti Dipylidium caninum (cacing usus) dan Hymenolepis diminuta (cacing usus) yang keduanya dapat menimbulkan penyakit cacingan pada manusia. Nosopsyllus fasciatus. mempunyai kaki-kaki yang panjang dan kuat untuk meloncat. jika pada manusia menyebabkan salah satunya cacingan dan pada kucing itu sendiri menyebabkan dermatitis dan anemia karena pada prinsipnya pinjal maupun tuma menghisap. 2. Pinjal pada kucing dampak berdampak pada manusia dan kucing. Pes (Pasteurella pestis) lewat gigitan yang dibawa oleh Xenopsylla cheopis dan Pulex irritans. diantaranya oculer bristle berada tidak di bawah mata atau tepat di mata. diantaranya Ctenocephalides canis. Secara umum. pinjal ini biasanya terdapat pada kucing liar pada umumnya morfolgi pinjal sama namun hanya berbeda di letaknya dan ukuran serta habitatnya yang berbeda. mulut tersembunyi (berfungsi untuk menusuk-mengisap. antara lain : 1) Pemberantasan dapat dilakukan dengan cara kombinasi antara perbaikan lingkungan untuk mengurangi potensial breeding place dan chemical control. mempunyai abdomendengan 10-12 segmen : pada segmen ke-8 atau ke-9 terdapat spermatheca (pinjal betina). Xenopsylla cheopis (pinjal tikus). .5) Pinjal Pinjal adalah kutu pada hewan sama halnya dengan tuma yang merupakan kutu pada manusia. pinjal juga sebagai parasit. lalat daging (Sarcophagidae) dan lalat hijau (Chrysomyia). sedangkan pada yang jantan . Untuk memberantas arthropoda sebagai penular penyakit dan cara mengurangi bahayanya. pada daerah dekat mata terdapat ocular bristle. 1. jenis lalat yang diteliti adalah lalat rumah (Musca domestica).5-4 mm. a. Pada Pinjal kucing (Ctenocephalides felis) khususnya. tidak bersayap. yaitu : 1. Endemic typhus (Rickettsia mooseri) dibawa oleh Xenopsylla cheopis dan Nosopsyllus fasciatus.

lingkungan rumah dsb. 4. Objek glass Deck glass Jarum seksi Pipet tetes Mikroskop Cawan petri Kaca pembesar Bahan : 1. 2. Air . Tujuan Untuk mengetahui ciri-ciri dari setiap jenis arthropoda 1. Mencegah terjadinya sarang-sarang arthropoda (preventing of breeding) dengan cara : Hindarkan terjadinya tempat-tempat yang digemari lalat Sampah-sampah di tampung di tempat-tempat sampah yang baik dan tertutup Menguras bak mandi minimal seminggu sekali Menutup bak/ tempat yang memungkinkan arthropoda seprti nyamuk berkembang biak Pembuangan sampah dilakukan tiap-tiap hari dengan cara yang baik Menutup tempat persembunyian yang letaknya dekat dengan bahan makanan Memberi insektisida/ bahan kimia anti kecoa yang tidak berbahaya untuk membasmi arthropoda. Alat dan Bahan Alat : 1. 6. 4. 5) Memperbaiki sanitasi lingkungan.2) 1. 5. 2. khususnya tikus yang berkemungkinan terdapat pinjal di tubuhnya. makanan dengan cara menyimpan di tempat yang baik dan rapi. 6. 7. 7. Chloroform 2. BAB III HASIL PRAKTIKUM 1. 3) Menjaga kebersihan tubuh misal membersihkan rambut biar tidak dihinggap kutu kepala. 3. 5. 6) Membasmi kutu kepala dengan cara chemical control menggunakan obat kimia diantaranya peditok. 3. 4) Memasang perangkap tikus.

Mematikan tuma/pinjal dengan clhoroform dan pindahkan ke cawan petri 3. Kecoa 1. Mengamati dengan kaca pembesar dan untuk mengamati lebih detail dapat digunakan mikroskop 5. Sarcophaga sp (lalat daging). Lalat 1. Mematikan lalat dengan chloroform 3. Membasahi kapas dengan chloroform 2. 1. Menyiapkan alat dan bahan 2. maka dapat disimpulkan sebagai berikut : . Tuma dan Pinjal 1. Meletakkan lalat yang sudah mati ke cawan petri lalu ditusuk dengan jarum seksi di bagian toraks/bagian tubuh (dorsal atau ventral) untuk memudahkan pengamatan 4. Mengambil tuma/pinjal dengan menggunakan jarum seksi 4. Hasil dan Pembahasan Arthropoda yang diamati adalah Blatta Orientalis betina (kecoa timur). Mengamati dengan kaca pembesar dan untuk mengamati lebih detail dapat digunakan mikroskop 5. Cara Kerja 2. Mematikan kecoa dengan chloroform 3. Chrysomyia sp (lalat hijau). Mangamati dengan menggunakan mikroskop karena tuma atau pinjal berukuran relatif kecil 6. Berikut pembahasannya berupa gambar dan deskripsi morfologi : BAB IV KESIMPULAN Setelah melakukan pengamatan arthropoda. Mencatat hasil pengamatan dalam laporan 1. Menyiapkan alat dan bahan 2. Musca domestica (lalat rumah). Mencatat hasilnya dalam laporan. Mencatat hasilnya dalam laporan 1. dan Pediculus humanuscapitis (kutu kepala) serta Ctenochepalides felis (pinjal kucing).3. Meletakkan kecoa yang sudah mati ke cawan petri lalu ditusuk dengan jarum seksi di bagian toraks/bagian tubuh (dorsal dan ventral) untuk memudahkan pengamatan 4. Meletakkan tuma/pinjal dengan dilekatkan deck glass di objek glass lalu meneteskan satu tetes air di atasnya 5. Jarum seksi 1.

2. Citra Aditya Bakti.com/materi-entomology/ . BAB V DAFTAR PUSTAKA Direktorat Epidemiologi dan Karantina. Santi. pembahasan hanya sebatas identifikasi dari jenis arthropoda yang diamati berupa morfologi dan deskripsinya sehingga memudahkan penelitian selanjutnya untuk diperiksa apakah ada bibit penyakit atau mikroorganisme penyebab penyakit di dalamnya dalam hal ini kaitannya dengan mikrobiologi. Selain itu pengaruhnya merupakan suatu hal yang umum dan penting pengaruhnya tidak hanya berupa penyakit. Dalam pengamatan lalat.wordpress. P3M Depkes RI Entjang. toraks dan abdomen. Saat pengamatan di laboratorium khususnya untuk entomologi. PT. Jen. Fakultas Kesehatan Masyarakat Bagian Kesehatan Lingkungan USU. Dit. Manual Kantor Kesehatan Pelabuhan.com/taxonomy/ Materi ajaran dari Ibu Yuni Diana Soraya dan Bapak Husni Thamrin. 4. rasa takut dsb juga termasuk di dalamnya tetapi tidak menyebabkan penularan dan jarang terjadi kematian seperti halnya arthropoda sebagai vektor (penular/perantara) penyakit dimana membawa bibit (kuman) penyakit yang penularannya terjadi secara mekanik(tidak langsung) dan langsung sehingga dapat menyebabkan terjadinya wabah bahkan KLB pada suatu wilayah. 2000 http://cavefauna. kecoak. Pemberantasan Arthopoda Yang Penting dalam Hubungan dengan Kesehatan Masyarakat. Pengaruh jenis arthropoda yang diamati terhadap kesehatan yaitu sebagai penyebab dan vektor (penular) penyakit. Indan. Jakarta.1. kutu dan pinjal dapat diidentifikasikan berdasarkan ciriciri morfologi dari jenis hewan yang termasuk dalam filum arthropoda tersebut.wordpress. 3. Nuraini Devi. Penyakit berupa gangguan. 2004 sumber :http://narunilif1. Adapun pengaruh arthropoda sebagai penyebab penyakit mencakup juga dampaknya pada kesehatan hewan ternak yang kemudian dikonsumsi oleh masyarakat. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Dan sesuai dengan teorinya arhtropoda mempunyai tubuh yang beruas-ruas pada kaki.