You are on page 1of 4

Kedudukan evaluasi dalam proses pendidikan Proses pendidikan merupakan proses membudayakan dan beradap diperlukan transformasi kebudayaan

dan peradapan. Sebagai proses transformasi, proses pendidikan meliputi : a. Masukan Masukan dalam proses pendidikan adalah siswa dengan sengaja karaktristik dan keunikannya siswa akan mempermudahkan dalam menentukan rancangan program dan proses pembudayaan dan peradapan siswa yang menjadi masukan. b. Trasformasi Trasformasi dalam proses pendidikan adalah proses untuk membudayakan dan memberadapkan siswa. Lembaga pendidikan merupakan tempat terjadinya transformasi dan merupakan unsur keberhasilan transformasi yang menghasilkan keluaran. Unsure transformasi dalam proses pendidikan meliputi : 1. Pendidikan dan personal lain 2. Isi pendidikan 3. Teknik 4. Sistm evalasi 5. Sarana pendidikan dan 6. System administrasi c. Keluaran Keluaran dalam proses pendidikan adalah siswa yang semakin berbudaya dan beradap sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. d. Umpan balik Umpan balk dalam proses pndidikan seala informasi yang berhasilyang diperoleh selama proses pendidikan yang digunakan sebagai ahan pertimbangan untuk perbaikan masukan dan taformasi yang ada dalam proses. Kedudukan evaluasi dalam proses pendidikan bersifat intergatif, setiap ada proses pendidikan pasti ada evaluasi. Syarat-syarat umum evaluasi : a. Kesahihan Kesahihan menggantikan kata validitas yang dapat diartikan sebagai ketepatan evaluasi, mengevaluasi apa yang seharusnya di evaluasi. Kesahihan pula dapat diterjemahkan pula sebagai kelayakan intepretasi terhadap hasil dari suatu instrument evaluasi atau tes dan tidak terhadap instrument itu sendiri ( grounlund, 1985 :57). Kesahihan instumen evaluasi diperoleh melalui hasil pemikiran dan pengalaman, dari 2 cara terebut diperoleh 4 macam kesahihan yang terdiri dari : 1.kesahihan isi ( content validity)) 2.kesahihan kontruksi ( construction validity)) 3. kesahihan ada sekarang ( concurrent validity)

b. kecenderungan merespon secara coba-coba. C. Faktor-faktor yang mempngaruhi keterandalan : 1.dan penggunaan gaya tertentu dalam merespon item evaluasi esay. Obyektifitas Obyektifitas suatu tes menunjukan kepada tingkat skor kemampuan yang sama ( yang dimiliki oleh siswa satu dengan yang lain ) memperoleh hasil yang sama dalam mengerjakan tes. Kepraktisan evaluasi dapat dikatakan sebagai kemudah-mudahan yang ada pada instumen evaluasi baik dalam mempersiapkan. fakror-faktor dalam respon-respon siswa diantaranya adalah kecenderungan untuk merespon secara tepat daripada secara tepat. 1990 : 81). diantaranya ketidak jelasan petunjuk. Grounlund ( 1985 : 87) Keterandalan menunjukan konsistensi pengukuran bagaimana konsistensi skor tes atau hasil evaluasi lain yang berasal dari pengukuran satu ke pengukuran yang lain. . c. Sebaran skor Koefisien keterandalan secara langsung dipengaruhi oleh sebaran skor dalam kelompok tecoba. (grounlund : 79-81) B. 4. lebih tinggi keterandalan evaluasi. 1990:64) Faktor yang mempengaruhi kesahihan hasil evaluasi meliputi : a. Keterandalan berhubungan erat dengan kesahihan karena keterandalan menyediakan konsistensi memungkinkan terjadi keahihan.kepraktisan Kepraktisan evaluasi terutama dipertimbangkan pada saat memilih tes atau instrumen evaluasi lain yang di publikasikan oleh suatu lembaga.4. Panjang tes Panjang tes berhubungan dengan banyak butir tes. 2.faktor-faktor administrasi evaluasi dan perskoran.keterandalan Keterandalan evaluasi berhubungan dengan masalah kepercayaan bahwa setiap instumen evaluasi mampu memberikan hasil yang tepat ( Arikunto. tingkat kesulitan kosa kata dan struktur kalimat instumen evaluasi. kesahihan prediksi ( prediction validity) (Ariknto. 3. faktor tersebut kesalahan dalam mengikuti petunjuk dan batasan waktu dan kesalahan dalam penskoran.Faktor instrument evaluasi itu sendiri.menggunakan. Tingkat kesulitan tes Tes acuan normal yang paling mudah / sukar untuk kelompok yang mengerjakan.menginterprestasi / memperoleh hasil maupun kemudahan dalam penyimpanannya. cenderug menghasilkan skor tes keterandalan yang rendah.

Untuk seleksi Kegiatan hasil evaluasi belajar digunakan sebagai dasar untuk menentukan siswa-siswa untuk jabatan atau jenis pendidikan tertentu. Ranah kognitif Tujuan ranah kognitif dikemukakan oleh bloom ( 1956) merupakan hal yang penting diketahui oleh guru sebelum melaksanakan evaluasi. pemahaman Merupakan tingkat berikutnya dari tujuan ranah kognitif berupa kemampuan memahami / mengerti tentang isi pelajaran yang dipelajari tanpa perlu menghubungkan dengan isi pelajaran lain. Tujuan utama evaluasi hasil belajar adalah mengetahui tinggkat keberhasilan yang dicapai siswa setelah mengikuti hasil pembelajaran kemudian ditandai dengan skala nilai berupa huruf atau kata symbol.Evaluasi hasil belajar Evaluasi belajar merupakan proses untuk menentukan nilai siswa melalui kegiatan penilaian dan atau pengukuran hasil belajar. Untuk diagnostic dan pengembangan Adalah penggunaan dari hasil kegiatan evaluasi hasil belajar sebagai dasar pendiagnosisan kelemahan dan keunggulan siswa beserta sebab-sebabnya. dan prinsip-prinsip dalam bentuk seperti mempelajari. Tujuan ranah kognitif berhubungan dengan ingatan atau pengenalan terhadap pengetahuan dan informasi serta pengembangan ketrampilan intelektual.pengetahuan Merupakan tingkat terendah tujuan ranah kognitif berupa pengenalan dan pengingatan kembali terhadap pengetahuan tentang fakta. Untuk penempatan Untuk menempatkan siswa pada kelompok. d. b. 2. c. sasaran evaluasi hasil belajar Evaluasi hasil belajar memiliki sasaran berupa ranah-ranah yang terkandung dalam tujuan pendidikan berdasar hasil belajar siswa secara umum diklasifikasikan menjadi 3 : a. Hasil dari kegiatan evaluasi digunakan untuk seleksi. Tujan ranah kognitif oleh bloom mengemukakan ada 6 kelas / tingkat yakni : 1. Hasil dari kegiatan evaluasi hasil belajar pada akhirnya dapat difungsikan dan ditujukan untuk keperluan berikut : a. Berdasarkan pendiagnosisan ini guru mengadakan pengembangan kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar siswa. guru dapat menggunakan hasil dari kegiatan evaluasi hasil belajar sebagai dasar pertimbangan 2. Untuk kenaikan kelas Berdasar dari kegiatan evaluasi hasil belajar siswa mengenai sejumlah isi pelajaran yang telah disajikan dalam pembelajaran maka guru dengan mudah dapat membuat keputusan kenaikan kelas berdasar ketentuan yang berlaku. . istilah.

. 4. penggunaan / penerapan Merupakan kemampuan menggunakan generalisasi / abstraksi lain yang sesuai dalam situasi konkret dan atau situasi baru. Evaluasi merupakan kemampuan menilai isi pelajaran untuk suatu maksud atau tujuan tertentu. sintesis Merupakan kemampuan menggabungkan unsure-unsur pokok ke dalam unsure yang baru 5. analisisMerupakan kemampuan menjabarkan isi pelajaran ke bagian bagian yang menjadi unsure pokok. 5.3.