A.

Prinsip Kerja Mesin Frais
Mesin frais adalah salah satu mesin konvensional yang mampu mengerjakan
penyayatan permukaan datar, sisi tegak, miring bahkan pembuatan alur dan roda
gigi. Berdasarkan spindelnya mesin frais dibedakan atas
1. Mesin frais vertikal.
2. Mesin universal mirip dengan mesin horisontal tapi mempunyai meja yang
dapat diputar membuat bentuk heliks, dll., untuk difrais.
3. Mesin frais vertikal
Pengerjaan yang terjadi di mesin frais horizontal
mesin atau peralatan khusus atau dijepit di meja mesin frais. Pemotongan dikerjakan
oleh pemakanan benda kerja di bawah suatu pisau yang berputar. Kemungkinan
pergerakkan meja ditampilkan di Gambar 3.1
Dua metode dari mesi
1. Upcut atau pemfraisan konvens
Gambar 3.2 Upcut
2. Downcut atau pe
keuntungan yaitu gigi potong bagian bawah dan ka
kecenderungan untuk terangkatnya benda kerja.
BAB III
MESIN FRAIS
A. Prinsip Kerja Mesin Frais
Mesin frais adalah salah satu mesin konvensional yang mampu mengerjakan
penyayatan permukaan datar, sisi tegak, miring bahkan pembuatan alur dan roda
gigi. Berdasarkan spindelnya mesin frais dibedakan atas
vertikal.
Mesin universal mirip dengan mesin horisontal tapi mempunyai meja yang
dapat diputar membuat bentuk heliks, dll., untuk difrais.
Mesin frais vertikal.
Pengerjaan yang terjadi di mesin frais horizontal . Benda kerja dijepit di suatu rag
mesin atau peralatan khusus atau dijepit di meja mesin frais. Pemotongan dikerjakan
oleh pemakanan benda kerja di bawah suatu pisau yang berputar. Kemungkinan
pergerakkan meja ditampilkan di Gambar 3.1
Gambar 3.1 Frais horizontal
Dua metode dari mesi n frais horizontal ditampilkan di Gambar 3.2 dan 3.3
Upcut atau pemfraisan konvensional, Gambar 3.2
3.2 Upcut Gambar
Downcut atau pemfraisan naik, Gambar 3.3 Metode ini memiliki
keuntungan yaitu gigi potong bagian bawah dan karena itu tidak ada
kecenderungan untuk terangkatnya benda kerja.
Mesin frais adalah salah satu mesin konvensional yang mampu mengerjakan
penyayatan permukaan datar, sisi tegak, miring bahkan pembuatan alur dan roda
Mesin universal mirip dengan mesin horisontal tapi mempunyai meja yang
. Benda kerja dijepit di suatu ragum
mesin atau peralatan khusus atau dijepit di meja mesin frais. Pemotongan dikerjakan
oleh pemakanan benda kerja di bawah suatu pisau yang berputar. Kemungkinan
n frais horizontal ditampilkan di Gambar 3.2 dan 3.3
Gambar 3.3 Downcut
Gambar 3.3 Metode ini memiliki
rena itu tidak ada
Pekerjaan yang terjadi mesin frais vertikal.
bawah dari spindel, ditampilkan Gambar 3.4. Mesin frais vertikal dapat
menghasilkan permukan horizontal
B. Bagian Utama dan Kelengkapannya
Mesin frais mempunyai bagian utama sebagai berikut:
1. Spindel
2. Meja
3. Knee
Pekerjaan yang terjadi mesin frais vertikal. Pergerakkan meja dan ke atas dan ke
bawah dari spindel, ditampilkan Gambar 3.4. Mesin frais vertikal dapat
menghasilkan permukan horizontal ataupun vertikal.
Gambar 3.4 Frais vertikal
. Bagian Utama dan Kelengkapannya
Mesin frais mempunyai bagian utama sebagai berikut:
Gambar 3.5 Bagian utama mesin frais
Pergerakkan meja dan ke atas dan ke
bawah dari spindel, ditampilkan Gambar 3.4. Mesin frais vertikal dapat
C. Macam-macam Pisau Frais
Jenis paling umum dari pisau frais
1. Pisau silindris
digunakan untuk menghasilkan permukaan horizontal dan dapat mengerjakan
permukaan yang lebar dan pekerjaan berat.
2. Pisau muka dan sisi
sisinya. Digunakan untuk menghasilkan celah dan ketika digunakan dalam
pemasangan untuk menghasilkan permukaan rata, kotak, hexagonal, dll.
Untuk ukuran yang
badan pisau. Keunt
dipasang jika mengalami kerusakan.
Gambar 3.6 Pisau silindris
3. Slotting cutter
kelilingnya dan pisau ini digunakan
Gambar 3.8 Slotting cutter
4. Metal slitting saw
keliling saja atau memiliki gigi keduanya di bagian keliling dan sisi sisinya.
Digunakan untuk memotong kedalaman celah dan untuk memotong panjang
dari material. Ketipisan dari pisau bermacam
macam Pisau Frais
Jenis paling umum dari pisau frais adalah sebagai berikut;.
Pisau silindris (frais slab atau frais penggiling) Gambar
digunakan untuk menghasilkan permukaan horizontal dan dapat mengerjakan
permukaan yang lebar dan pekerjaan berat.
Pisau muka dan sisi, Gambar 3.7 Pisau ini memiliki gigi potong di kedua
sisinya. Digunakan untuk menghasilkan celah dan ketika digunakan dalam
pemasangan untuk menghasilkan permukaan rata, kotak, hexagonal, dll.
Untuk ukuran yang besar, gigi dibuat terpisah dan dimasukkan ke dalam
badan pisau. Keuntungan ini memungkinkan cutter dapat dicabut dan
dipasang jika mengalami kerusakan.
3.6 Pisau silindris Gambar 3.7 Pisau muka dan sisi
Slotting cutter, Gambar 3.8 Pisau ini hanya memilki gigi di bagian
kelilingnya dan pisau ini digunakan untuk pemotongan celah dan alur pasak
3.8 Slotting cutter Gambar 3.9 metal slitting saw
Metal slitting saw, Gambar 3.9 pisau ini memiliki gigi hanya di bagian
keliling saja atau memiliki gigi keduanya di bagian keliling dan sisi sisinya.
Digunakan untuk memotong kedalaman celah dan untuk memotong panjang
dari material. Ketipisan dari pisau bermacam-macam dari 1 mm
adalah sebagai berikut;.
) Gambar 3.6 cutter ini
digunakan untuk menghasilkan permukaan horizontal dan dapat mengerjakan
miliki gigi potong di kedua
sisinya. Digunakan untuk menghasilkan celah dan ketika digunakan dalam
pemasangan untuk menghasilkan permukaan rata, kotak, hexagonal, dll.
besar, gigi dibuat terpisah dan dimasukkan ke dalam
ungan ini memungkinkan cutter dapat dicabut dan
3.7 Pisau muka dan sisi
, Gambar 3.8 Pisau ini hanya memilki gigi di bagian
untuk pemotongan celah dan alur pasak
3.9 metal slitting saw
, Gambar 3.9 pisau ini memiliki gigi hanya di bagian
keliling saja atau memiliki gigi keduanya di bagian keliling dan sisi sisinya.
Digunakan untuk memotong kedalaman celah dan untuk memotong panjang
macam dari 1 mm – 5 mm dan
ketipisan pada bagian tengah lebih tipis dari bagian tepinya. Hal ini untuk
mencegah pisau dari terjepit dicelah.
5. Frais ujung. Frais ujung berukuran dari berdiameter 4 mm sampai diameter
40 mm.
Gambar 3.10 End mill cutter & Shell end mill
6. Shell end mill
bor pendek yang dipasan
diganti daripada frais ujung padat/solid.
7. Frais muka, Gambar 3.11 Pisau ini dibuat untuk mengerjakan pemotongan
berat dan juga digunakan untuk menghasilkan permukaan yang datar. Ini
lebih akurat darip
memiliki gigi di ujung muka dan kelilingnya. Panjang dari gigi di kelilingnya
selalu kurang dari separuh diameter dari pisaunya.
8. Tee-slot cutter
Suatu celah atau alur harus dibuat pada benda kerja sebelum pisau ini
digunakan.
Bentuk dari gigi pisau frais ditampilkan pada Gambar 3.13 Pisau gigi banyak
membutuhkan sudut bebas kedua seperti diperlihatkan pada diagram Sudut tatal
diukur relatif pada garis radial, seperti terlihat.
ketipisan pada bagian tengah lebih tipis dari bagian tepinya. Hal ini untuk
mencegah pisau dari terjepit dicelah.
. Frais ujung berukuran dari berdiameter 4 mm sampai diameter
3.10 End mill cutter & Shell end mill Gambar
Shell end mill, Gambar 3.10 Kelopak frais ujung dibuat untuk disesuaikan di
bor pendek yang dipasang di poros. Kelopak frais ujung lebih murah untuk
diganti daripada frais ujung padat/solid.
, Gambar 3.11 Pisau ini dibuat untuk mengerjakan pemotongan
berat dan juga digunakan untuk menghasilkan permukaan yang datar. Ini
lebih akurat daripada cylindrical slab mill/frais slab silindris. Frais muka
memiliki gigi di ujung muka dan kelilingnya. Panjang dari gigi di kelilingnya
selalu kurang dari separuh diameter dari pisaunya.
slot cutter, Gambar 3.12 Pisau ini digunakan untuk frais c
Suatu celah atau alur harus dibuat pada benda kerja sebelum pisau ini
Bentuk dari gigi pisau frais ditampilkan pada Gambar 3.13 Pisau gigi banyak
membutuhkan sudut bebas kedua seperti diperlihatkan pada diagram Sudut tatal
relatif pada garis radial, seperti terlihat.
ketipisan pada bagian tengah lebih tipis dari bagian tepinya. Hal ini untuk
. Frais ujung berukuran dari berdiameter 4 mm sampai diameter
Gambar 3.11 Pisau muka
, Gambar 3.10 Kelopak frais ujung dibuat untuk disesuaikan di
g di poros. Kelopak frais ujung lebih murah untuk
, Gambar 3.11 Pisau ini dibuat untuk mengerjakan pemotongan
berat dan juga digunakan untuk menghasilkan permukaan yang datar. Ini
ada cylindrical slab mill/frais slab silindris. Frais muka
memiliki gigi di ujung muka dan kelilingnya. Panjang dari gigi di kelilingnya
, Gambar 3.12 Pisau ini digunakan untuk frais celah awal.
Suatu celah atau alur harus dibuat pada benda kerja sebelum pisau ini
Bentuk dari gigi pisau frais ditampilkan pada Gambar 3.13 Pisau gigi banyak
membutuhkan sudut bebas kedua seperti diperlihatkan pada diagram Sudut tatal
3.12 T
Ketika menggunakan gigi lurus pisau frais satu gigi melengkapi pemotongan
sebelum gigi selanjutnya masuk dalam pengerjaan. Penghentian dalam pemotongan
dapat terjadi. Ketika pisau helix digunakan pembelahan dalam pemotongan dicegah
oleh karena itu aksi pemotongan harus lebih halus. Kekuatan potong dalam gigi dari
pisau helix lebih kecil dari gigi lurus pisau frais, yang artinya bahwa kurangnya
pemakaian gigi pada pisau heliks.
E. Macam-macam Proses Pengefraisan
Mesin frais bisa mengerjakan beberapa hal, antara lain
1. Frais permukaan
2. Frais bertingkat
3. Frais sudut
4. Frais alur
5. Frais roda gigi
F. Perhitungan Deviding Head
Deviding head
proses frais, terutama untuk pembuatan segi beraturan dan roda gigi. Di dalam kepala
pembagi terdapat roda gigi cacing dengan perbandingan 1:40, sehingga jika kita
memutarkan tuas 40 kali maka benda kerja akan berputar 1 kali pen
gambar transmisi roda gigi cacing dalam kepala pembagi.
3.12 T-slot cutter Gambar 3.13 Bentuk gigi
Ketika menggunakan gigi lurus pisau frais satu gigi melengkapi pemotongan
sebelum gigi selanjutnya masuk dalam pengerjaan. Penghentian dalam pemotongan
terjadi. Ketika pisau helix digunakan pembelahan dalam pemotongan dicegah
oleh karena itu aksi pemotongan harus lebih halus. Kekuatan potong dalam gigi dari
pisau helix lebih kecil dari gigi lurus pisau frais, yang artinya bahwa kurangnya
da pisau heliks.
macam Proses Pengefraisan
Mesin frais bisa mengerjakan beberapa hal, antara lain
Frais permukaan
Frais bertingkat
Frais roda gigi
Deviding Head
Deviding head (kepala pembagi) adalah satu bagian yang penting dalam
proses frais, terutama untuk pembuatan segi beraturan dan roda gigi. Di dalam kepala
pembagi terdapat roda gigi cacing dengan perbandingan 1:40, sehingga jika kita
memutarkan tuas 40 kali maka benda kerja akan berputar 1 kali pen
gambar transmisi roda gigi cacing dalam kepala pembagi.
3.13 Bentuk gigi
Ketika menggunakan gigi lurus pisau frais satu gigi melengkapi pemotongan
sebelum gigi selanjutnya masuk dalam pengerjaan. Penghentian dalam pemotongan
terjadi. Ketika pisau helix digunakan pembelahan dalam pemotongan dicegah
oleh karena itu aksi pemotongan harus lebih halus. Kekuatan potong dalam gigi dari
pisau helix lebih kecil dari gigi lurus pisau frais, yang artinya bahwa kurangnya
bagian yang penting dalam
proses frais, terutama untuk pembuatan segi beraturan dan roda gigi. Di dalam kepala
pembagi terdapat roda gigi cacing dengan perbandingan 1:40, sehingga jika kita
memutarkan tuas 40 kali maka benda kerja akan berputar 1 kali penuh. Berikut
Gambar 3.1 Transmisi roda gigi cacing dalam kepala pembagi
Dengan adanya perbandingan tersebut maka dapat kita rumuskan
N
putaran pembagian
40
= dimana N = nilai pembagian
Misalkan kita akan membuat segi 8 sama sisi, maka 5
8
40
= putaran penuh,
begitu juga bila kita akan membuat segi tujuh sama sisi maka
7
5
5
7
40
= putaran.
Untuk pembagian yang lebih presisi, misalnya pembuatan roda gigi maka
dibantu plat pembagi dengan jumlah lubang seperti yang ada dalam tabel di bawah
ini.
Tabel 3.1 Plat pembagi
PLAT PEMBAGI
BROWN AND SHARPE
Plate 1
Plate 2
Plate 3
15 – 16 – 17 – 18 – 19 – 20
21 – 23 – 27 – 29 – 31 – 33
37 – 39 – 41 – 43 – 47 - 49
CINCINNATI STANDARD PLATE
One side
Other side
24 – 25 – 28 – 30 – 34 – 37 – 38 – 39 – 41 – 42 – 43
46 – 47 – 49 – 51 – 53 – 54 – 57 – 58 – 59 – 62 – 66
Misalkan untuk membuat roda gigi dengan jumlah gigi 27 maka
27
13
1
27
40
=
artinya
1 putaran penuh ditambah 13 lubang pada plat yang berjumlah 27 (plat 2 Brown &
Sharpe). Contoh lainya bila jumlah gigi 13 maka
13
1
3
13
40
= karena jumlah lubang 13
tidak ada maka dikalikan 3 pembilang dan penyebutnya jadi
39
3
3 artinya 3 putaran
penuh ditambah 3 lubang pada plat dengan jumlah lubang 39.
Untuk pembagian angular atau derajat dirumuskan:
° = ° × 9 360
40
1
jadi
9
diinginkan yang derajat
derajat dalam pembagian =
misalnya untuk 45º  5
9
45
= = putaran penuh; untuk 60º 
18
12
6
3
2
6
9
60
= = = .
Untuk pembagian menit dirumuskan:
9º x 60’ = 540’ misalnya untuk pembagian 24º30’ maka
24º dikonversikan ke menit menjadi ((24º x 60’) + 30’) = 1470’
Pembagian 1470’ dibagi 540 = 2-13/18 putaran
G. Perhitungan Pembuatan Roda Gigi Lurus
Roda gigi digunakan untuk mentransmisikan daya besar dan putaran tanpa
selip, untuk memindahkan daya dari poros-poros yang sejajar bisa digunakan roda
gigi lurus. Bentuk/lajur gigi ini sejajar dengan sumbunya. Profil gigi bisa terbentuk
melalui penggambaran evolvente dengan sudut tekan α = 20° (gambar 4.) dan
cycloide. Sebuah roda gigi mempunyai bagian- bagian tertentu (gambar 4.)
Bila pada sebuah roda gigi lurus z = jumlah gigi, d = diameter lingkaran
tusuk, t = tusuk, maka keliling lingkaran tusuk = d . π = z.t, maka d = (z.t)/π. Faktor
(t/π) disebut modulus (m) dari giginya, sering disingkat modul. Bila m = t/π , maka d
= z.m. Penyebutan modul harus diikuti dengan satuannya, misalkan suatu roda gigi
mempunyai modul 3 satuannya mm, jadi m = 3 mm. Berikut dapat dilihat ukuran
modul berdasarkan DIN 760.
Tabel 3.2. Ukuran Modul menurut DIN 760
Ukuran Modul menurut DIN 760
No Modul
(mm)
No Modul
(mm)
No Modul
(mm)
No Modul
(mm)
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
0,3
0,4
0,5
0,6
0,7
0,8
0,9
1
1,25
1,5
1,75
2
2,25
2,5
2,75
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
3
3,25
3,5
3,75
4
4,5
5
5,5
6
6,5
7
8
9
10
11
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
12
13
14
15
16
17
18
19
20
22
23
24
27
30
33
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
36
39
42
45
50
55
60
65
70
75
Berikut perhitungan parameter roda gigi lurus
Tabel 3.3 Parameter roda gigi lurus
Roda gigi lurus
No Nama Simbol Rumus
1 Modul (module)
m
z z
dk
z
d t
m
+
= = =
1
1
1
1
t
2 1
1 1
2
z z
a
z
d dk
+
=
÷
=
2 Tusuk (circular pitch)
t
2
.
.
1
1
1
1
+
+
= = =
z
dk
z
d
m t
t t
t
3 Jumlah gigi (number
of teeth)
z
m
m dk
t
d
m
d
z
2 .
1 1 1
1
÷
= = =
t
1
2
2 2
.
2
n
n
z z
m
a
= ÷ =
4 Diameter lingkaran
tusuk (pitch diameter)
d
2
1
1 1
1 1 1
2
.
2 .
d a
z z
dk z
m dk m z d
÷ =
+
=
÷ = =
5 Diameter lingkaran
tusuk (penggerak)
d
1
i
a
d
d
d
z
z
n
n
i
+
=
= = =
1
. 2
1
1
2
1
2
1
2
6 Diameter lingkaran
tusuk (digerakan)
d
2
i
i a
d
+
=
1
. . 2
2
7 Tinggi kepala gigi
(addendum)
hk
m hk . 1 =
8 Diameter lingkaran
kepala (outside
diameter)
dk ) 2 ( 2
1 1 1
+ = + = z m m d dk
9 Tinggi kaki gigi
(dedendum)
hf hf = 1,166.m (menurut DIN 780)
10 Tinggi gigi (whole
depth)
h h = hk + hf = 2.1/6.m = 2,166.m
11 Diameter lingkaran
kaki (inside diameter)
df
3
1
(
3
1
2
1 1
z z m m d df ÷ = ÷ =
12 Jarak hati roda-roda
gigi yang berpasangan
a
|
.
|

\
|
+
=
|
.
|

\
|
+
=
|
.
|

\
| +
=
+
=
1 . 2
1
.
2
1
.
2 2
2 1
2 1 2 1
i
z m
i
z m
z z
m
d d
a
13 Lebar gigi
b
b = 6.m s/d 8.m (dikerjakan dengan
pengecoran)
b = 10.m s/d 15.m ( pemesinan
konvensional)
b = 15.m s/d 30.m (pemesinan CNC)
14 Tebal pelek k k ≥ 1,6.m
Contoh soal:
Pasangan roda gigi lurus, z
1
= 32 buah, z
2
= 64 buah, modul 1,5 mm hitunglah
parameter roda gigi yang dibutuhkan.
Jawab:
Roda gigi dengan z = 32 buah
z
1
= 32 buah, m = 1,5 mm
d
1
= z
1
. m = 32 . 1,5 = 48 mm
dk
1
= m(z
1
+ 2) = 1,5 ( 32 + 2) = 51 mm
h = 2,166.m = 2,166 . 1,5 = 3,249 mm
Roda gigi dengan z = 64 buah
z
2
= 64 buah, m = 1,5 mm
d
2
= z
2
. m = 64 . 1,5 = 96 mm
dk
2
= m(z
2
+ 2) = 1,5 ( 64 + 2) = 99 mm
h = 2,166.m = 2,166 . 1,5 = 3,249 mm
mm
z z
m a 72
2
64 32
5 , 1
2
2 1
=
|
.
|

\
| +
=
|
.
|

\
|
+
=
Selanjutnya dipilih nomor pisau berdasarkan jumlah gigi seperti yang ada dalam
tabel berikut ini:
Tabel 3.4 Nomor Pisau Berdasarkan Jumlah Gigi.
Nomor Pisau Berdasarkan Jumlah Gigi
Nomor pisau frais Untuk roda gigi bergigi antara
1
2
3
4
5
6
7
8
12 – 13 gigi
14 – 16 gigi
17 – 20 gigi
21 – 25 gigi
26 – 34 gigi
35 – 54 gigi
55 – 134 gigi
135 – batang gigi

Gambar 3.4.4 Frais vertikal B. Spindel 2. Mesin frais vertikal dapat menghasilkan permukan horizontal ataupun vertikal. Mesin frais mempunyai bagian utama sebagai berikut: 1. Meja 3. Pergerakkan meja dan ke atas dan ke bawah dari spindel. ditampilkan Gambar 3.5 Bagian utama mesin frais .Pekerjaan yang terjadi mesin frais vertikal. Knee Gambar 3. Bagian Utama dan Kelengkapannya .

9 pisau ini memiliki gigi hanya di bagian saw.7 Pisau muka dan sisi 3. Keunt ungan ini Keuntungan memungkinkan cutter dapat dicabut dan dipasang jika mengalami kerusakan.C. kotak. Slotting cutter . hexagonal.8 Pisau ini hanya memilki gigi di bagian cutter.9 metal slitting saw 4. Gambar 3.7 Pisau ini memiliki gigi potong di kedua sisi. Ketipisan dari pisau bermacam -macam dari 1 mm – 5 mm dan macam . 1. Digunakan untuk memotong kedalaman celah dan untuk memotong panjang dari material. Gambar 3. Macam-macam Pisau Frais macam Jenis paling umum dari pisau frais adalah sebagai berikut. kelilingnya dan pisau ini digunakan untuk pemotongan celah dan alur pasak Gambar 3. Untuk ukuran yang besar.6 cutter ini ) digunakan untuk menghasilkan permukaan horizontal dan dapat mengerjakan permukaan yang lebar dan pekerjaan berat. Digunakan untuk menghasilkan celah dan ketika digunakan dalam pemasangan untuk menghasilkan permukaan rata.. Pisau muka dan sisi Gambar 3. miliki sisinya. dll.8 Slotting cutter Gambar 3. Metal slitting saw . Pisau silindris (frais slab atau frais penggiling) Gambar 3.6 Pisau silindris Gambar 3. 2. keliling saja atau memiliki gigi keduanya di bagian keliling dan sisi sisinya. gigi dibuat terpisah dan dimasukkan ke dalam badan pisau. Gambar 3.

7. Kelopak frais ujung lebih murah untuk dipasang diganti daripada frais ujung padat/solid. seperti terlihat. Gambar 3. Gambar 3. Gambar 3. Ini lebih akurat darip ada cylindrical slab mill/frais slab silindris. 8.11 Pisau muka 6. Shell end mill .10 End mill cutter & Shell end mill Gambar 3. bor pendek yang dipasan g di poros. Hal ini untuk mencegah pisau dari terjepit dicelah. Frais ujung. Gambar 3. celah awal. Frais ujung berukuran dari berdiameter 4 mm sampai diameter . .13 Pisau gigi banyak membutuhkan sudut bebas kedua seperti diperlihatkan pada diagram Sudut tatal diukur relatif pada garis radial. Tee-slot cutter . Bentuk dari gigi pisau frais ditampilkan pada Gambar 3.10 Kelopak frais ujung dibuat untuk disesuaikan di mill. Frais muka. Frais muka daripada memiliki gigi di ujung muka dan kelilingnya. 5. Panjang dari gigi di kelilingnya selalu kurang dari separuh diameter dari pisaunya.12 Pisau ini digunakan untuk frais c slot cutter.11 Pisau ini dibuat untuk mengerjakan pemotongan . Suatu celah atau alur harus dibuat pada benda kerja sebelum pisau ini digunakan. 40 mm.ketipisan pada bagian tengah lebih tipis dari bagian tepinya. berat dan juga digunakan untuk menghasilkan permukaan yang datar.

Di dalam kepala pembagi terdapat roda gigi cacing dengan perbandingan 1:40. Berikut gambar transmisi roda gigi cacing dalam kepala pembagi. Frais permukaan 2. Ketika pisau helix digunakan pembelahan dalam pemotongan dicegah oleh karena itu aksi pemotongan harus lebih halus. antara lain 1. terutama untuk pembuatan segi beraturan dan roda gigi. Kekuatan potong dalam gigi dari pisau helix lebih kecil dari gigi lurus pisau frais. Frais bertingkat 3. sehingga jika kita memutarkan tuas 40 kali maka benda kerja akan berputar 1 kali pen uh. Perhitungan Deviding Head Deviding head (kepala pembagi) adalah satu bagian yang penting dalam proses frais. da E.13 Bentuk gigi Ketika menggunakan gigi lurus pisau frais satu gigi melengkapi pemotongan sebelum gigi selanjutnya masuk dalam pengerjaan. Frais alur 5. Frais sudut 4. yang artinya bahwa kurangnya pemakaian gigi pada pisau heliks. Frais roda gigi F. . Penghentian dalam pemotongan dapat terjadi.12 T T-slot cutter Gambar 3.3. Macam-macam Proses Pengefraisan macam Mesin frais bisa mengerjakan beberapa hal.

1 Transmisi roda gigi cacing dalam kepala pembagi Dengan adanya perbandingan tersebut maka dapat kita rumuskan 40 pembagian putaran  N dimana N = nilai pembagian 40  putaran penuh. misalnya pembuatan roda gigi maka dibantu plat pembagi dengan jumlah lubang seperti yang ada dalam tabel di bawah ini. 5 7 7 Misalkan kita akan membuat segi 8 sama sisi. Tabel 3.1 Plat pembagi PLAT PEMBAGI BROWN AND SHARPE Plate 1 Plate 2 Plate 3 15 – 16 – 17 – 18 – 19 – 20 21 – 23 – 27 – 29 – 31 – 33 37 – 39 – 41 – 43 – 47 . maka begitu juga bila kita akan membuat segi tujuh sama sisi maka Untuk pembagian yang lebih presisi.Gambar 3. 5 8 40  5 putaran.49 CINCINNATI STANDARD PLATE One side Other side 24 – 25 – 28 – 30 – 34 – 37 – 38 – 39 – 41 – 42 – 43 46 – 47 – 49 – 51 – 53 – 54 – 57 – 58 – 59 – 62 – 66 Misalkan untuk membuat roda gigi dengan jumlah gigi 27 maka 40 13  1 artinya 27 27 .

Untuk pembagian angular atau derajat dirumuskan: 1   9 360  40 jadi derajat yang diinginkan pembagian dalam derajat  9 45 60 2 12 misalnya untuk 45º   5 putaran penuh.m.) Bila pada sebuah roda gigi lurus z = jumlah gigi. maka d = (z. Profil gigi bisa terbentuk melalui penggambaran evolvente dengan sudut tekan α= 20° (gambar 4. Sebuah roda gigi mempunyai bagian. Bila m = t/π. Berikut dapat dilihat ukuran modul berdasarkan DIN 760. 9 9 3 18 Untuk pembagian menit dirumuskan: 9º x 60’ = 540’  misalnya untuk pembagian 24º30’ maka 24º dikonversikan ke menit menjadi ((24º x 60’) + 30’) = 1470’ Pembagian 1470’ dibagi 540 = 2-13/18 putaran G. t = tusuk. misalkan suatu roda gigi mempunyai modul 3 satuannya mm. maka keliling lingkaran tusuk = d .bagian tertentu (gambar 4. untuk 60º   6  6 . π z. sering disingkat modul. Perhitungan Pembuatan Roda Gigi Lurus Roda gigi digunakan untuk mentransmisikan daya besar dan putaran tanpa selip. jadi m = 3 mm. Bentuk/lajur gigi ini sejajar dengan sumbunya. Penyebutan modul harus diikuti dengan satuannya. maka d ) = z. .t. d = diameter lingkaran tusuk. Contoh lainya bila jumlah gigi 13 maka 40 1  3 karena jumlah lubang 13 13 13 3 artinya 3 putaran 39 tidak ada maka dikalikan 3 pembilang dan penyebutnya jadi 3 penuh ditambah 3 lubang pada plat dengan jumlah lubang 39.t)/π Faktor = . (t/π disebut modulus (m) dari giginya. untuk memindahkan daya dari poros-poros yang sejajar bisa digunakan roda gigi lurus.) dan cycloide.1 putaran penuh ditambah 13 lubang pada plat yang berjumlah 27 (plat 2 Brown & Sharpe).

4 0.5 6 6.2.9 1 1.75 4 4.25 3.m  1  m z dk 2 z .8 0.25 2.5 5 5.5 2.6 0.75 2 2.5 7 8 9 10 11 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 No Modul (mm) 12 13 14 15 16 17 18 19 20 22 23 24 27 30 33 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 No Modul (mm) 36 39 42 45 50 55 60 65 70 75 Berikut perhitungan parameter roda gigi lurus Tabel 3. Ukuran Modul menurut DIN 760 Ukuran Modul menurut DIN 760 No Modul (mm) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 0. 2 z z m n1 4 Diameter lingkaran d d1  1 .7 0.25 1. 1  1 m z1 z1  2 d d .5 1. dk  m 2 z1  1  1  1 m t m Rumus 2 Tusuk (circular pitch) t 3 Jumlah gigi (number of teeth) z 2a n   2  2.5 0. dk   t  .Tabel 3.3 0.dk  1 1  a 2 2 d z1 z tusuk (pitch diameter) .5 3.75 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 No Modul (mm) 3 3.3 Parameter roda gigi lurus Roda gigi lurus No 1 Nama Modul (module) m Simbol t d dk m  1  1  z1 z1  z dk  d 2a  1 1 z z1  2 z d .

m kaki (inside diameter) 12 Jarak hati roda-roda gigi yang berpasangan a d  d  z  z a  1 2  1 2  m 2  2  1 i 1 i      . modul 1.m (menurut DIN 780) (dedendum) 10 Tinggi depth) 11 Diameter lingkaran df 1 1 df  1  m  (z 1  d 2 m z 3 3 gigi (whole h h = hk + hf = 2.m (pemesinan CNC) k ≥1.166.1/6. z1 = 32 buah.5 Diameter lingkaran d1 tusuk (penggerak) n z d i2 2  2 n1 z1 d1 2.1  13 Lebar gigi b = 6. z1   m.5 mm hitunglah parameter roda gigi yang dibutuhkan.m s/d 30.m 1 6 Diameter lingkaran tusuk (digerakan) 7 Tinggi kepala gigi d2 (addendum) 8 Diameter kepala diameter) 9 Tinggi kaki gigi lingkaran (outside hk dk dk1  1  m  ( z1  ) d 2 m 2 hf hf = 1.a.6.166.i d2  1 i hk  .m = 2.m 14 Tebal pelek k Contoh soal: Pasangan roda gigi lurus.z2   m  2 2   .a d1  1 i 2. z 2 = 64 buah.m (dikerjakan dengan pengecoran) b b = 10.m ( pemesinan konvensional) b = 15.m s/d 8.m s/d 15. Jawab: .

5 = 96 mm dk2 = m(z2 + 2) = 1. 1.166 . 1.5 = 3.m = 2.5 ( 64 + 2) = 99 mm h = 2.5 mm d2 = z2 .5 = 3.5 ( 32 + 2) = 51 mm h = 2. m = 1.Roda gigi dengan z = 32 buah z1 = 32 buah.249 mm z z       32 64 a  1 2  1. m = 1.166.4 Nomor Pisau Berdasarkan Jumlah Gigi. m = 32 . 1.5 mm d1 = z1 . m = 64 .249 mm Roda gigi dengan z = 64 buah z2 = 64 buah. Nomor Pisau Berdasarkan Jumlah Gigi Nomor pisau frais 1 2 3 4 5 6 7 8 Untuk roda gigi bergigi antara 12 – 13 gigi 14 – 16 gigi 17 – 20 gigi 21 – 25 gigi 26 – 34 gigi 35 – 54 gigi 55 – 134 gigi 135 – batang gigi . 1.166 .166.5 = 48 mm dk1 = m(z1 + 2) = 1.5  m    72 mm  2   2  Selanjutnya dipilih nomor pisau berdasarkan jumlah gigi seperti yang ada dalam tabel berikut ini: Tabel 3.m = 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful