METODE PENGUKURAN DAN PENGAKUAN REKENING-REKENING LAPORAN KEUANGAN UNTUK PENGHITUNGAN ZAKAT MAL PERUSAHAAN; STUDI KASUS

CV. ADI KOMUNIKA ENTERPRISE

SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Program Sarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama Jepara

Disusun oleh: HAFID JUNAIDI NIM 0220000177

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI NAHDLATUL ULAMA JEPARA 2006

HALAMAN PERSETUJUAN

METODE PENGUKURAN DAN PENGAKUAN REKENING-REKENING LAPORAN KEUANGAN UNTUK PENGHITUNGAN ZAKAT MAL PERUSAHAAN; STUDI KASUS CV. ADI KOMUNIKA ENTERPRISE

Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan tim penguji skripsi pada program S1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama Jepara.

Nama NIM

: HAFID JUNAIDI : 0220000177

Program Studi : Akuntansi

Disetujui Oleh Pembimbing

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. DUL MU’ ID, M.Si, Akt Tgl ...........................................

A. BADARUDIN L, SE Tgl ..................................

ii

HALAMAN PENGESAHAN METODE PENGUKURAN DAN PENGAKUAN REKENING-REKENING LAPORAN KEUANGAN UNTUK PENGHITUNGAN ZAKAT MAL PERUSAHAAN; STUDI KASUS CV. ADI KOMUNIKA ENTERPRISE
Nama Penyusun NIM Program Studi : HAFID JUNAIDI : 0220000177 : Akuntansi

Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Penguji Jurusan Akuntansi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama Jepara.

Pada hari Minggu, tanggal 16 Juli 2006

Penguji I

Penguji II

Drs. DUL MU’ ID, M.Si, Akt

Drs. DIDIK ARDIYANTO, M.Si, Akt

Mengesahkan Ketua Jurusan Akuntansi

Drs. DUL MU’ ID, M.Si, Akt

iii

Para Sahabatku yang selalu menemani 3. Skripsi yang sederhana ini kupersembahkan untuk: 1. dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan. and Thine aid we seek. Bapak dan Ibu yang tercinta 2.HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ÚúüÏètGó¡nS y‚$-ƒÎ)ur ߉ç7÷ètR x‚$-ƒÎ) Thee do we worship. Seluruh umat Islam pada khususnya dan umat Manusia pada umumnya iv . Hanya Engkaulah yang Kami sembah.

dan Utang.ABSTRAKSI Tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari suatu kesatuan ekonomi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. nilai pada saat penghitungan zakat (current value) merupakan atribut yang diukur sebagai penilaian aset perusahaan.575% atas dasar periode akuntansi selama 1 (satu) tahun masehi sebagai haulnya. Karena CV Adi Komunika Enterprise memakai kos historis sebagai atribut yang diukurnya dalam mengukur nilai persediaannya. Sedangkan untuk penghitungan zakat. Diharapkan juga informasi akuntansi berguna dalam penghitungan zakat yang benar atau sesuai syariah. Dalam skripsi ini bertujuan untuk menerapkan metode pengukuran dan penilaian rekening untuk penghitungan zakat mal perusahaan. Zakat mal CV Adi Komunika Enterprise dihitung dengan cara mengurangkan utang terhadap jumlah kas dan persediaan dan mengalikannya dengan tarif zakat sebesar 2. maka rekening-rekening yang berhubungan dengan penghitungan zakat pada CV Adi Komunika Enterprise secara garis besar terdiri dari tiga golongan utama yakni. penjelasan dan penaksiran pada data yang dianalisis. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan penerapan teori akuntansi syariah dan hukum zakat dalam rangka memecahkan masalah penghitungan zakat mal CV Adi Komunika Enterprise. maka dalam penghitungan zakatnya diperlukan penyesuaian metode pengukuran dan pengakuannya. Perubahan yang terjadi terutama pada metode pengukuran persediaan perusahaan. Analisis kualitatif lebih banyak digunakan dalam skripsi ini dengan menguraikan data dengan cara memberikan pengertian. peneliti mencoba menerapkannya pada CV Adi Komunika Enterprise yang merupakan perusahaan dengan bentuk usaha dagang dan jasa. Barulah setelah itu secara kuantitatif penghitungan zakat dilakukan. Untuk itu diperlukan adanya penyesuaian pengukuran dan pengakuan sejumlah rekening-rekening pada laporan keuangan. lebih tepatnya menggunakan harga jual sekarang (current exit price). Dalam studi kasus ini. Dengan mengacu pada aturan harta benda yang wajib dizakati. v . Pendekatan penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode terapan atau pengembangan. yang didasarkan pada landasan teori yang digunakan penulis. Kas. Persediaan. Hasil analisis dalam skripsi ini menunjukkan bahwa CV Adi Komunika Enterprise masih menggunakan metode pengukuran dan pengakuan yang konvensional. karena tidak semua metode akuntansi yang biasa dipakai sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. Analisis ini akan digunakan dalam penentuan pengukuran dan pengakuan rekening laporan keuangan untuk penghitungan zakat mal dan penentuan rekening yang dimasukkan dalam penghitungan zakat mal perusahaan.

Disamping itu kita juga tidak dapat memungkiri bahwa penerapan akuntansi syariah secara menyeluruh belumlah dapat dilakukan vi . Adi Komunika Enterprise” ini merupakan hasil karya penulis yang merupakan tugas akhir studi pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama (STIENU) Jepara. studi kasus CV. Tentu saja hemat penulis perbedaan tujuan pelaporan keuangan dapat menyebabkan perbedaan pada metode pengukuran dan pengakuan rekening-rekening laporan keuangan. Sedangkan pada level pertama kerangka konseptual menjelaskan tujuan pelaporan keuangan. Skripsi yang berjudul “’ Metode Pengukuran dan Pengakuan Rekening-Rekening Laporan Keuangan untuk Penghitungan Zakat Mal Perusahaan. Informasi tentang zakat merupakan salah satu informasi yang tidak dapat dihindari oleh akuntansi syari’ ah. hidayah dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan. Pelaporan keuangan yang bertujuan untuk mempertanggungjawabkan muammalah kepada Sang Pemilik yang hakiki yakni Allah SWT seperti yang banyak digariskan oleh pakar-pakar akuntansi syariah. Metode Pengukuran dan Pengakuan rekening menempati level kedua dalam kerangka konseptual akuntansi. sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini dengan baik.KATA PENGANTAR Seiring dengan rasa syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata’ ala atas segala rahmat. Sehingga diperlukan adanya metode pengukuran dan pengakuan yang dapat diterima untuk tujuan tersebut. merupakan kontruksi dari penggunaan “metrafora amanah” dan “metafora zakat” dalam pekerjaan akuntansi yang bernafaskan Islam.

Selaku Ketua STIENU Jepara. penulis menggunakan laporan keuangan perusahaan yang telah tersedia yang tentu saja masih menggunakan cara-cara konvensional dan penulis menyesuaikan metode pengukuran dan pengakuannya. Dul Mu’ id.karena kurangnya perkembangan akuntansi syariah yang relatif dipandang baru ini. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesabesarnya kepada: 1. SE. Selaku Ketua Jurusan Akuntansi STIENU Jepara sekaligus sebagai Pembimbing I Skripsi ini. Bapak dan Ibu serta kedua adikku yang tercinta yang selalu memberi semangat dan motivasi dalam hidup ini. Dalam penyusunan skripsi ini. Zakat perusahaan itu sendiri besarnya adalah 2. MSi. Bapak Drs. 3.575% dikalikan hasil pengurangan kewajiban (utang) atas harta yang wajib dizakati (dari hasil analisis merupakan kelompok aktiva lancar) dimana menggunakan haul 1 tahun masehi seperti periode akuntansi konvensional. Maka dalam skripsi ini. Penyusun menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa bantuan dan bimbingan serta motivasi dari berbagai pihak. Akt. 2. Bapak H. MM. penulis berusaha untuk mengumpulkan landasan-landasan teori untuk dapat melakukan penerapan metode pengukuran dan pengakuan rekening-rekening laporan keuangan untuk penghitungan zakat mal perusahaan. Neraca merupakan laporan keuangan yang diperlukan untuk mengetahui besarnya zakat perusahaan. vii . Setiyono. Tentu saja dalam pengukuran dan pengakuan rekening-rekening neraca telah disesuaikan dengan aturan syariah.

Jepara. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat penulis harapkan. 8. Bapak Ir. Bapak Rudy SH yang telah mengizinkan penulis dalam penggunaan komputer untuk penulisan skripsi ini. 5. Bapak Badaruddin Latief. 6. memberikan bantuan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam penulisan skripsi ini. 10. Adi Sucipto Musa selaku Direktur CV Adi Komunika Enterprise yang telah memberikan izin riset. Sahabat-sahabatku dan teman-temanku baik yang di kampus maupun di luar yang tak mungkin kusebutkan satu persatu. 9. 7. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah dengan ikhlas. Terima kasih atas kebersamaan kita. Bapak dan Ibu dosen beserta segenap karyawan STIENU Jepara atas segala bantuan dan dorongan kepada penulis. 1 Juni 2006 Penulis viii . SE.4. Selaku dosen pembimbing selama penulis menimba ilmu di STIENU Jepara sekaligus sebagai Pembimbing II Skripsi ini. penjelasan serta bantuannya kepada penulis dalam menyusun skripsi ini. Segenap karyawan Eldiana yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini dengan memberikan informasi yang penulis butuhkan. Namun penulis menyadaari pula bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman yang penulis miliki.

.............................................. Perumusan Masalah ......................................... Ruang Lingkup Masalah ................... Persyaratan Harta Benda yang Wajib Dizakati ..........iv ABSTRAKSI ..........................xiii BAB I PENDAHULUAN..............................................................................................................9 2..............................................................1...................................... Latar Belakang ...................... Sistematika Penulisan ...............4 1.1 1...................................................i HALAMAN PERSETUJUAN .............4 1..... Zakat Perdagangan........................................................................................................................................... Zakat Perusahaan ...................................5......................................................................................................................................8 2................v KATA PENGANTAR .......................................................................................3....17 ix .................1................................... Tujuan Penelitian..................xii DAFTAR GAMBAR .................................2........................................... iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ....................... Pengertian Zakat ....................................................................................................... Kegunaan Penelitian ...........................................................................3 1...2.....................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ............................ii HALAMAN PENGESAHAN ..................4.............................16 2........................................................................................ix DAFTAR TABEL .....................................5 1..5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA .....................................................3...........................8 2.............................................vi DAFTAR ISI ...........................1 1................4................................6........................

..................2..47 4.................43 4.......... Konsep pengukuran.............5.........36 3........................36 3.....40 4.............................................................. Struktur Organisasi.......................................................................................................1.....................................24 2..... Gambaran Umum Obyek Penelitian ...................1...................... Penentuan Rekening untuk Penghitungan Zakat .........1..........10............................... Pendekatan Metode Penelitian ......................... Analisis dan pembahasan .............................35 3.............33 BAB III METODE PENELITIAN ....2...........30 2..................2..........1...................................................37 BAB IV PEMBAHASAN ...............................2........41 4..................Konsep Pengukuran dan Pengakuan Elemen Laporan Keuangan Syariah .. Infak................. dan Pajak ..............20 2......... Metode Analisis.......................... Sedekah..........4.......................25 2.................9..................40 4..........................7................3....................................1.......6.....3..1.1.......1....................21 2........Kerangka pemikiran............................42 4.................. Bidang Usaha .................................4...........................................25 2.......................1.. Lokasi Perusahaan................................10................... Sejarah dan Perkembangan.................... Tujuan Akuntansi Syariah.47 x .................... Perbedaan Zakat......2................2..10.............. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan Syariah .......................................................... Jenis dan Sumber Data......................................................................19 2...................8.....22 2......40 4. Prinsip Akuntansi Syariah..35 3.................. Konsep Pengakuan ................... Metode Pengumpulan Data .11..................... Asumsi Dasar Laporan Keuangan Syariah ....

..61 LAMPIRAN xi .................................1......... Pengukuran dan Pengakuan Rekening Laporan Keuangan .......................2.2..........................................................................2....2...........59 5............48 4......60 DAFTAR PUSTAKA ..............3...................................................................................57 5................................................................54 BAB V PENUTUP..............................................3.......... Kesimpulan..........................4...............57 5.................................................. Keterbatasan . Penghitungan Zakat Mal Perusahaan ...... Saran ................

...2 Tabel 4........55 xii .................................2 Tabel 4.28 Nilai Buku Persediaan dengan Mark Up ......DAFTAR TABEL Tabel 2.......................................................................23 Tabel 2.............1 Ringkasan Perbedaan Prinsip yang Melandasi Akuntansi Syari’ ah dan Konvensional ........................................................3 Analisis Tipe Kesalahan ............51 Perhitungan Harga Jual Persediaan ............53 Data Harga Emas Bulan Desember 2005 Berdasarkan Harga Konsumen ............................................................................................................1 Tabel 4............

...........1 Bagan Organisasi CV Adi Komunika Enterprise....................46 xiii ......34 Gambar 4..........DAFTAR GAMBAR Gambar 2.....................................1 Kerangka Pemikiran Skripsi..................

organisasi bisnis 1 . Hal ini dimungkinkan terjadi karena orientasi organisasi bisnis yang cukup berkembang. kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu organisasi bisnis yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Informasi ekonomi yang dihasilkan akuntansi berbentuk laporan keuangan. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. karena tujuan utama akuntansi adalah menyajikan informasi ekonomi dari suatu kesatuan ekonomi kepada pihak yang berkepentingan.1. karena secara umum hanya menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian di masa lalu. dan hingga kini selalu berkembang sesuai dengan kebutuhan pemakai laporan keuangan. dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi nonkeuangan. kegunaan akuntansi akan semakin dirasakan. Namun demikian. Fungsi akuntansi menjadi semakin penting.BAB I PENDAHULUAN 1. Sementara itu informasi yang dibutuhkan oleh pemakai laporan keuangan sangat beragam. dimana laporan keuangan bertujuan untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan. dimana pada awal perkembangannya. Latar Belakang Dalam era dimana pertanggungjawaban merupakan titik perhatian dalam masyarakat.

Selain dua orientasi organisasi bisnis di atas. Sehingga dalam menjalankan organisasi bisnis selalu menggunakan metafora “amanah” yang bisa diturunkan menjadi metafora zakat. Organisasi bisnis seperti ini berarti telah memiliki orientasi yang mementingkan hubungan dengan pihak-pihak yang terkait dengan lebih baik (stakeholders-oriented). pemasok. Islam mengharuskan untuk menjalankan syariah sebagai pedoman yang digunakan untuk berperilaku dalam segala aspek kehidupan. sehingga sebuah organisasi bisnis akan melakukan apapun untuk mencapai tingkat keuntungan yang dapat dicapainya. hal tersebut disebabkan dengan adanya tuntutan akan etika bisnis yang lebih baik. berkembang pula orientasi yang lain. dimana dalam menjalankan organisasi bisnis. investor. tapi lebih dari itu yakni dengan menilai hubungan organisasi bisnis dengan pihak-pihak yang terkait (stakeholder) seperti pelanggan. Dimana diharapkan . Sehingga organisasi tidak hanya menilai prestasinya dengan mengukur tingkat nominal laba yang dicapai.2 hanya mementingkan keuntungannya sendiri (profit-oriented). Tidak lain adalah kita seharusnya dapat menggunakan informasi yang dihasilkan oleh akuntansi untuk keperluan zakat. terutama bagi masyarakat Islam. atau realitas organisasi yang dimetaforakan dengan zakat. Setelah itu berkembanglah orientasi organisasi bisnis yang lain. dan pihak yang lain. Persoalannya sekarang adalah bagaimana kaitan antara zakat dengan akuntansi. tetapi zakat-oriented (Muhammad : 2000). Ini berarti bahwa organisasi bisnis orientasinya tidak lagi profit-oriented atau stakeholders-oriented.

yang selanjutnya akan dilakukan penyesuaian . sedikit sekali yang membahas tentang praktik akuntansi syariah pada perusahaan secara umum. Untuk itu diperlukan adanya penyesuaian pengukuran dan pengakuan sejumlah rekeningrekening pada laporan keuangan. tetapi kebanyakan masih dalam tatanan etika perusahaan secara global. Terutama dalam pembahasan akuntansi syariah.3 informasi akuntansi berguna dalam penghitungan zakat yang benar. Maka dari itu penulis mengambil judul “METODE PENGUKURAN DAN PENGAKUAN REKENING-REKENING LAPORAN KEUANGAN UNTUK PENGHITUNGAN ZAKAT MAL PERUSAHAAN. karena tidak semua metode akuntansi yang biasa dipakai sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam. sedikit sekali yang menyentuh praktik pada organisasi bisnis yang lain. sedikit sekali yang membahasnya dalam tingkatan praktik. karena perkembangan praktik akuntansi syariah sementara ini masih tertuju pada perbankan syariah saja. ADI KOMUNIKA ENTERPRISE”. STUDI KASUS CV.2. Pada penelitian ini akan mengambil kasus pada laporan keuangan CV Adi Komunika Enterprise. Ruang Lingkup Masalah Agar penelitian yang dilakukan tidak terlalu melebar maka perlu pembatasan masalah yang difokuskan pada penerapan teori pengukuran dan pengakuan rekening-rekening laporan keuangan perusahan untuk penghitungan zakat. sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan perdagangan. 1. Meskipun banyak pembahasan tentang aturan syariah dalam menjalankan organisasi bisnis.

Bagaimanakah metode penghitungan zakat mal pada CV Adi Komunika Enterprise? 1.2. .3.3.3. Bagaimanakah metode pengukuran dan pengakuan rekening laporan keuangan yang digunakan CV Adi Komunika Enterprise dalam laporan keuangannya? 1. 1.4.1. Tujuan Penelitian Dari perumusan masalah yang ada maka tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui metode pengukuran dan pengakuan rekeningrekening laporan keuangan CV Adi Komunika Enterprise. Perumusan Masalah Masalah yang akan diteliti adalah: 1.3.4 metode pengukuran dan pengakuan atas rekening laporan keuangannya guna penghitungan zakat mal perusahaan tersebut.1.4. Untuk menghitung zakat mal CV Adi Komunika Enterprise.2.3. guna penghitungan zakat mal CV Adi Komunika Enterprise. 1.4. 1.4. Bagaimanakah metode pengukuran dan pengakuan rekening laporan keuangan CV Adi Komunika Enterprise untuk tujuan penghitungan zakat mal? 1.3. Untuk menerapkan metode pengukuran dan pengakuan rekeningrekening laporan keuangan yang sesuai syariah.

perumusan masalah. 1. Penelitian ini juga berguna untuk mempermudah pemilik CV Adi Komunika Enterprise dalam menghitung zakat mal perusahaannya dengan hanya menggunakan laporan keuangan yang sudah tersedia lalu menyesuaikan metode pengukuran dan pengakuan beberapa rekening yang memang diperlukan sesuai dengan syariah.5 1. . penulis menyusunnya sebagai berikut: BAB I : PENDAHULUAN Pada bagian ini berisi beberapa sub bab yang membahas tentang latar belakang.5. ruang lingkup masalah. dan kegunaan penelitian ini dilakukan. sehingga mempermudah pemahaman akan teori akuntansi syariah yang berlaku. khususnya perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan dagang.6. Penelitian ini diharapkan juga dapat menyumbangkan metode praktik yang dapat digunakan dalam perusahaan yang sejenis dengan perusahaan yang diteliti guna penghitungan zakat mal. Sistematika Penulisan Dalam penulisan skripsi ini. Kegunaan Penelitian Kegunaan dari penelitian ini adalah untuk pengembangan penerapan teori akuntansi syariah yang ada pada tatanan praktik perusahaan non perbankan. tujuan penelitian.

Asumsi dasar laporan keuangan syariah. Selanjutnya penulis mulai membahas pijakan teori dari penerapan dalam penelitian ini dengan membahas. harta benda yang wajib dizakati. dan pajak. dan akhirnya penulis menutupnya dengan pembahasan tentang konsep pengukuran dan pengakuan elemen laporan keuangan syariah. BAB IV : PEMBAHASAN Dalam bab ini. BAB III : METODOLOGI PENELITIAN Dalam bab ini. pengertian zakat. beserta jenis dan sumber data yang dipakai serta metode pengumpulannya. penulis menjelaskan pendekatan metode penelitian yang digunakan untuk penulisan skripsi. zakat perusahaan. dan sedikit uraian tentang perbedaan zakat. karakteristik kualitatif laporan keuangan syariah. mulai dari. penulis akan mulai membahas penelitiannya dari pengungkapan profil perusahaan. zakat perdagangan. tujuan akuntansi syariah. deskripsi metode pengukuran dan .6 BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Pada bagian ini penulis melandaskan teori untuk penelitiannya dengan terlebih dahulu membahas zakat. sedekah. infak. prinsip akuntansi syariah. Setelah itu penulis menjelaskan metode analisis yang digunakannya dalam penelitian ini.

7 pengakuan elemen laporan keuangan perusahaan. dan penerapan metode pengukuran dan pengakuan elemen laporan keuangan yang sesuai syariah untuk penghitungan zakat mal. memberikan saran berdasarkan . BAB V : PENUTUP Disini akhirnya dan penulis membuat kesimpulan atas hasil hasil penelitiannya penelitiannya.

9 : 11) Menurut Qardawi (1999). ditinjau dari segi bahasa. karena dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari shalat. akan tetapi pada prinsipnya sama. disamping ikrar tauhid (syahadat) dan shalat. yaitu bahwa zakat itu adalah bagian dari harta dengan persyaratan tertentu. yang Allah SWT mewajibkan kepada pemiliknya. kata zakat mempunyai beberapa arti. meskipun para ulama mengemukakannya dengan redaksi yang agak berbeda antara satu dengan yang lainnya. seorang barulah sah masuk ke dalam barisan umat Islam dan diakui keislamannya. Zakat adalah suatu rukun yang bercorak sosial-ekonomi dari lima rukun Islam. mendirikan shalat. Pengertian Zakat Pengertian zakat menurut Hafidhuddin (2002). dan ashshalahu ‘ kebersihan’ . Dengan zakat. dan membayar zakat. annamaa ‘ pertumbuhan dan perkembangan’ . yaitu al-barakatu ‘ keberkahan’ . ath-thaharatu ‘ kesucian’ . sesuai dengan firman Allah: Tetapi bila mereka bertaubat. untuk diserahkan kepada yang berhak menerimanya.1. barulah mereka saudara kalian seagama (Qur an. sesungguhnya merupakan bagian sistem sosial ekonomi Islam. 8 . Sedangkan secara istilah. dengan persyaratan tertentu pula. sekalipun zakat dibahas di dalam pokok bahasan “Ibadat”.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.

yang telah memenuhi persyaratan sebagai obyek zakat. Persyaratan Harta Benda yang Wajib Dizakati Menurut Hafidhuddin (2003). Apabila harta seorang muslim tidak memenuhi salah satu ketentuan. maka dalam penetapan harta menjadi objek zakat pun terdapat beberapa ketentuan yang harus dipenuhi. 2002) Sejalan dengan ketentuan ajaran Islam yang selalu menetapkan standar umum pada setiap kewajiban yang dibebankan kepada umatnya. perdagangan (al-hadits). rikas (al-hadits). harta obyek zakat dikemukakan dalam AlQur’ an bersifat terinci (tafsil).2. seperti juga digambarkan dalam surat al-Baqarah: 267. Milik Penuh Pemilikan berarti “menguasai dan dapat dipergunakan” sesuai dengan pengertian yang terdapat di dalam kamus. (Hafidhuddin.1. hasil pertanian (al-An’ aam: 141). Sedangkan yang bersifat global adalah semua harta yang didapatkan dengan cara yang baik dan halal (at-Taubah: 103 dan al-Baqarah: 267 dan beberapa hadits Nabi).2. peternakan (al-hadits). juga bersifat global (ijmali). Di dalam al- . Yang bersifat terinci seperti emas dan perak (at-Taubah: 34-35). (Hafidhuddin: 2002) Qardawi (1999) menguraikan syarat-syarat harta yang wajib dizakati sebagai berikut: 2.9 2. Secara umum dan global Al-Qur’ an menyatakan bahwa zakat itu diambil dari setiap harta yang kita miliki. seperti dikemukakan dalam surat at-Taubah: 103 dan juga diambil dari setiap hasil usaha yang baik dan halal. maka harta tersebut belum menjadi sumber atau objek yang wajib dikeluarkan zakatnya.

Adalah suatu hal yang sangat tidak mungkin.10 Mu jam al-Wasith disebutkan bahwa memiliki sesuatu berarti menguasai dan hanya ia yang dapat menggunakannya. Maka harta yang hilang. apabila seseorang (muzakki) memberikan kepemilikan kepada orang lain (mustahik) sementara dia sendiri (muzakki) bukanlah pemilik yang sebenarnya. Begitu juga harta yang dirampas dari pemiliknya. tidak wajib dizakati. . sampai harta itu kembali kepadanya. Misalnya dalam alMa’ aarij: 24 – 25 Dan orang-orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu bagi orang (miskin) yang meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-apa (yang tidak mau meminta) Alasan lain dikemukakan bahwa zakat itu pada hakikatnya adalah pemberian kepemilikan pada para mustahik dari para muzakki. dan dapat mengeluarkannya sekehendaknya. Alasan dari penetapan syarat ini. Kesimpulan yang hampir sama pula diberikan oleh Mughniyah (2000) bahwa yang dimaksud dengan pemilikan penuh adalah orang yang mempunyai harta itu menguasai sepenuhnya terhadap harta bendanya. seperti yang dikemukakan Hafidhuddin (2002) adalah penetapan kepemilikan yang jelas (misalnya harta kamu atau harta mereka).

Dan ketahuilah. padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. 2.2.1. Harta Haram Tidak Wajib Zakat Dipersyaratkannya harta milik sebagai syarat wajib zakat membuat kekayaan yang diperoleh dengan cara yang tidak baik dan haram tidak termasuk ke dalam wajib zakat.1. Begitu pula substansi bendanya.1. apakah zakatnya wajib .2.3. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan darinya. mesjid. 2.4.11 Ketentuan-ketentuan lain syarat pemilikan penuh adalah sebagai berikut: 2. Zakat Pinjaman Persoalan yang timbul oleh karena adanya ketentuan milik penuh mengenai zakat pinjaman ini. dan sebagainya yaitu bahwa zakat atasnya tidaklah wajib.2.2. hal ini didasarkan pada firman Allah SWT (al-Baqarah: 267) Hai orang-orang yang beriman nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. anak yatim. 2. seperti yang dikemukakan oleh Hafidhuddin (2002). bahwa Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.2.1. sekolah.1. Kekayaan yang Tidak Mempunyai Pemilik Tertentu Berdasarkan hal-hal di atas apabila kekayaan tidak mempunyai pemilik maka kekayaan itu tidak wajib dizakati. Tanah Wakaf dan Sejenisnya Demikian pula hukumnya wakaf yang diberikan kepada fakir miskin. pejuang.

(b) Pinjaman yang tidak diharapkan kembali lagi.12 atas orang yang meminjamkan berdasarkan bahwa ia adalah pemiliknya yang sebenarnya ataukah atas orang yang meminjam berdasarkan bahwa dialah yang menggunakan dan memperoleh keuntungan dari pinjaman itu. berpendapat bahwa pinjaman itu ada dua macam: (a) Pinjaman yang diharapkan kembali. yaitu pinjaman dari orang yang tidak berkecukupan yang tidak akan mungkin membayarnya kembali atau pinjaman dari seseorang yang tidak mengakui hutangnya sedangkan pemilik tidak mempunyai bukti apa pun. Tetapi pendapat yang dipandang lebih kuat oleh Qardawi (1999) adalah dikarenakan kekayaan seperti ini bukanlah pemilikan penuh dan pemilikan yang tidak penuh bukanlah nikmat sempurna. Mayoritas (Jumhur) ahli fikih semenjak masa sahabat sampai kepada seterusnya. yaitu pinjaman yang jelas dari orang yang berkecukupan. sedangkan zakat hanya diwajibkan untuk kompensasi nikmat sempurna yang diterima itu. Dalam hal ini terdapat beberapa pendapat. . Dalam hal ini zakatnya dimajukan bersama dengan kekayaan yang ada setiap tahun.

Pengertian ini terbagi menjadi dua. yakni bertambah secara konkrit dan bertambah tidak secara konkrit. 2. Cukup Mencapai Nisab Islam tidak mewajibkan zakat atas seberapa saja besar kekayaan yang berkembang sekalipun kecil sekali.1. Imbalan dan Simpanan Pegawai Dalam kasus seperti itu zakatnya wajib dikeluarkan setiap tahun bila jumlahnya sampai senisab dan memenuhi syaratsyarat lain seperti bebas dari hutang dan sebagainya. Dengan kata lain nisab ialah jumlah minimal yang menyebabkan harta terkena kewajiban zakat (Hafidhuddin.13 2.2. Secara konkrit berarti bertambah akibat pembiakan dan perdagangan dan sejenisnya. 2002) . Menurut ahli-ahli fikih.3. 2. yang tidak konkrit adalah kekayaan itu berpotensi berkembang baik berada di tangannya maupun di tangan orang lain atas namanya.2. tetapi memberi ketentuan sendiri yaitu sejumlah tertentu yang dalam ilmu fikih disebut nisab. ‘ berkembang’ (nama ) menurut terminologi berarti “bertambah”.2.2.5. Berkembang Ketentuan tentang kekayaan yang wajib dizakatkan adalah bahwa kekayaan itu berkembang dengan sengaja atau mempunyai potensi untuk berkembang.

Bila pemilik mempunyai hutang yang . dan kondisi setempat. Hal terpenting yang dapat kita lihat di sini adalah bahwa kebutuhan rutin manusia itu berubah-rubah dan berkembang sesuai dengan perubahan zaman. Tetapi ada ulama-ulama yang tidak memasukkan ketentuan itu dalam kekayaan yang berkembang. Lebih dari Kebutuhan Biasa Di antara ulama-ulama fikih ada yang menambahkan ketentuan nisab kekayaan yang berkembang itu dengan lebihnya kekayaan itu dari kebutuhan biasa pemiliknya. 2. Menurut mereka kebutuhan merupakan persoalan pribadi yang tidak bisa dijadikan patokan.14 2.2. situasi. terutama pada masa kita sekarang yang menganggap barang-barang mewah sebagai kebutuhan dan setiap kebutuhan berarti primer. Oleh karena juga kebutuhan manusia sesungguhnya banyak sekali yang tidak terbatas.5. sebaiknya diserahkan kepada penilaian para ahli dan ketetapan yang berwenang.2.4. Oleh karena itu setiap yang diinginkan oleh manusia tidaklah bisa disebut sebagai kebutuhan rutin. Maka dari itu dalam penentuan hal ini. Bebas dari Hutang Pemilikan sempurna yang dijadikan persyaratan wajib zakat dan harus lebih dari kebutuhan primer di atas haruslah pula cukup senisab yang sudah bebas dari hutang. misalnya ulama-ulama Hanafi dalam kebanyakan kitab mereka.

tidaklah dipersyaratkan satu tahun.575%. zakat tidaklah wajib.6. madu. dan harta benda dagang. Syarat yang tidak diperselisihkan lagi adalah bahwa hutang itu menghabiskan atau mengurangi jumlah senisab. Persyaratan setahun ini hanya untuk ternak.5% tetapi sebesar 2. Jadi tahun yang dipakai sebagai pedoman dalam penghitungan zakat adalah tahun Hijriyah. sedangkan yang lain tidak ada lagi untuk mengganti atau untuk mengimbalinya. maka besarnya zakat bukan lagi sebesar 2. dan semuanya itu dapat dimasukkan ke dalam istilah “zakat pendapatan”. seperti yang dijelaskan pula oleh Mughniyah (2000). 2. yang dikutip Iwan Triyuwono dan Muhamad As’ udi (2001). Tetapi hasil pertanian. Berlalu Setahun Maksud dari berlalu setahun adalah bahwa kepemilikan yang berada di tangan si pemilik sudah berlalu masanya dua belas bulan Qamariah. . Jadi bila menggunakan tahun Masehi. buah-buahan. logam mulia. yaitu yang dapat dimasukkan ke dalam istilah “zakat modal”.2. harta karun. Hal ini sesuai dengan ketetapan The Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAO-IFI) 1998.15 menghabiskan atau mengurangi jumlah senisab itu. uang. dan lain-lain yang sejenis.

apabila barang itu prinsipnya adalah untuk dijual dan diperdagangkan maka penggunaan pribadi tidak mengubah sifat barang tersebut sebagai barang dagang menjadi barang yang akan dipakai sendiri yang tidak berkembang.3. Meskipun terdapat berbagai pendapat tentang waktu penghitungan nisab. menurut satu nisab emas sebesar 85 gram emas. Di dalam aturan zakat perdagangan. seseorang yang memiliki kekayaan perdagangan dan masanya sudah berlalu setahun (Qomariyah) serta nilainya sudah sampai senisab pada akhir tahun itu maka orang itu wajib mengeluarkan zakatnya sebesar 2. bukan dari keuntungan saja. Menurut Qardawi (1999). dihitung dari modal dan keuntungan. baik itu niat maupun perbuatan. Zakat Perdagangan Berdagang adalah kegiatan bisnis yang dilakukan dengan cara membeli barang dagangan dan kemudian menjualnya lagi untuk mendapatkan keuntungan. perdagangan yang dimaksud adalah perdagangan yang disertai dengan maksud untuk memperdagangkan. Bila prinsipnya adalah bila barang itu untuk dipakai dan digunakan sendiri maka keinginan untuk menjual barang itu kembali bila menguntungkan tidaklah mengubah sifat barang itu sebagai barang dagang. Jadi apabila nisab sudah .16 2. Sedangkan nisabnya. pendapat yang lebih kuat menurut Qardawi (1999) adalah pendapat Syafi’ i. Begitu pula sebaliknya. bahwa yang menjadi patokan dalam niat itu adalah prinsipnya.5 %. Seperti yang diungkapkan Qardawi (1999). dimana nisab itu diperhitungkan di akhir tahun saja.

yang tidak diperjual belikan dengan maksud mencari keuntungan. dikurangi hutang . Sedangkan harga barang yang dipakai sebagai alat ukur persediaan. pendapat yang lebih kuat adalah fatwa yang mengatakan bahwa zakat harus dikeluarkan berupa uang bukan barang. Sedangkan barang tak bergerak.17 cukup pada suatu masa. dan piutang yang diharapkan kembali.5%. simpanan. menurut Yusuf Qardawi dalam Hukum Zakat. Sifatnya dalam hal seperti itu sama dengan barang untuk penggunaan pribadi. Zakat Perusahaan Landasan hukum kewajiban zakat pada perusahaan adalah nash-nash yang bersifat umum. seperti bangunan dan perabot yang ada di toko atau sejenisnya. yaitu barang pada saat jatuh tempo dinilai berdasarkan harga pasar waktu itu. dan bila mencapai senisab dikeluarkan zakatnya 2. 2. Sedangkan bentuk zakat yang dikeluarkan. laba. maka mulai saat itu perhitungan sudah berlaku dan merupakan permulaan tahun perhitungan zakat bagi seorang Muslim. Sedangkan cara pengitungan zakat adalah dengan menghitung jumlah kekayaan: modal (baik kas maupun persediaan barang dagangan). Perusahaan yang dikaitkan dengan kewajiban zakat haruslah dengan produk yang halal dan dimiliki oleh orang-orang yang . oleh karena nisab barang dagang dihitung berdasarkan harganya. menurut pendapat Jumhur. maka hal tersebut tidaklah dihitung sebagai harta yang wajib dizakati.4.

Berdasarkan hal tersebut maka keberadaan perusahaan sebagai wadah usaha menjadi badan hukum menurut Muktamar Internasional pertama tentang Zakat di Kuwait (29 Rajab 1404 H) menyatakan bahwa kewajiban zakat sangat terkait dengan perusahaan. 2002). (Hafidhuddin. juga merujuk kepada sebuah hadits riwayat Imam Bukhari (hadits ke-1448 dan dikemukakan kembali dalam hadits ke-1450 dan 1451) dari Muhammad bin Abdillah alAnshari dari bapaknya. atau jika pemiliknya bermacam-macam agamanya. maka dikembalikan kepada keduanya secara sama . Bab IV pasal 11 ayat .. agar terjadi keridhaan. Meskipun awalnya hadits tersebut ditujukan dalam perkongsian hewan ternak. Dalam kaitan dengan kewajiban zakat perusahaan ini. 2002). karena takut mengeluarkan zakat. . dengan catatan antara lain adanya kesepakatan sebelumnya antara para pemegang saham.18 beragama Islam. dalam UndangUndang No 38 Tahun 1999. dalam perkembangannya Jumhur ulama mempergunakannya dengan meng-qiyas (analogi) kepada bentuk syirkah yaitu perkongsian serta kerja sama usaha. maka berdasarkan kepemilikan saham dari yang beragama Islam (Hafidhuddin.. Landasan hukum zakat perusahaan dapat ditelaah pada surat al-Baqarah.. tentang Pengelolaan Zakat. ia berkata bahwa Abu Bakar r. . Sebaliknya jangan pula dipisahkan harta yang pada mulanya bersatu. Dan janganlah disatukan (dikumpulkan) harta yang mula-mula terpisah.a telah menulis sebuah surat yang berisikan kewajiban yang diperintahkan oleh Rosulullah saw.. 267 dan at-Taubah: 103 yang memang bersifat umum. Dan harta yang disatukan dari dua orang yang berkongsi.

2002) 2. (Hafidhuddin.5. Zakat disebut infak (at-Taubah : 34) karena hakikatnya zakat itu adalah penyerahan harta untuk kebajikan-kebajikan yang diperintahkan Allah SWT. Perbedaan Zakat. distribusi hasil pengumpulan zakat harta ditujukan kepada delapan kelompok yang telah ditentukan. (Hafidhuddin. tidak ada persentase. Infak. Sebab. Pola penghitungan zakatnya didasarkan pada laporan keuangan (neraca) dengan mengurangkan kewajiban atas aktiva lancar. Zakat merupakan sarana untuk menyucikan harta .19 (2) bagian (b) dikemukakan bahwa di antara objek zakat yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah perdagangan dan perusahaan. dan penerimanya tidak terbatas. Disebut sedekah (at-Taubah : 60 dan 130) karena memang salah satu tujuan utama zakat adalah untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT. karena pada prinsipnya perusahaan intinya berpijak pada kegiatan trading atau perdagangan. Sedekah. dan Pajak Menurut Hafidhuddin (2003) perbedaan infak dan sedekah terhadap zakat ialah tidak ada nishab yang ditentukan. Zakat perusahaan tersebut dianalogikan pula dengan zakat perdagangan dalam penghitungannya. 2002) Zakat bukanlah pajak yang untuk menjamin penerimaan negara. Dipergunakannya kata tersebut (infak dan sedekah) dalam beberapa ayat Al-Qur’ an dengan maksud zakat. dikarenakan memiliki kaitan yang sangat kuat dengan zakat.

disamping berbeda pula mengenai prisip. Dengan kata lain. tujuan akuntansi syariah dapat didampingi oleh tujuan-tujuan praktis yang tentu saja tidak bertentangan dengan syari’ ah. Jadi zakat tidak sama dengan pajak. sasaran. tujuan akuntansi dapat dibuat dalam dua tingkatan. berbeda sumbernya. membantu . bagian serta kadarnya. selain memiliki tujuan utamanya yakni media penghitungan zakat. 2000) Qardawi (1999) menyebutkan bahwa meskipun zakat dan pajak samasama merupakan kewajiban dalam bidang harta. diantaranya: memelihara harta. Sedangkan pada tataran pragmatis barulah diarahkan kepada upaya untuk menyediakan informasi kepada stakeholder dalam mengambil keputusan-keputusan ekonomi. Pada tingkatan ideal maka semestinya yang menjadi tujuan ideal laporan keuangan adalah pertanggungjawaban muammalah kepada Sang Pemilik yang hakiki.6. dan yang kedua adalah tingkatan praktis. seperti yang dikutip oleh Kusmawati (2005). Yang pertama adalah tingkatan ideal. namun keduanya mempunyai falsafah yang khusus. zakat memiliki unsur spiritual. Menurut Syahatah. Tujuan Akuntansi Syariah Menurut Adnan (2005). tujuan dan jaminannya. 2. Dimana hal tersebut ditransformasikan dalam bentuk pengamalan apa yang menjadi sunnah dan syariah-Nya. (Muhammad. akuntansi harus terutama berfungsi sebagai media penghitungan zakat karena merupakan bentuk manifestasi kepatuhan seorang hamba atas perintah Sang Empunya. dan keduanya berbeda sifat dan asasnya.20 seseorang sebagaimana disebut dalam surat at-Taubah (103). Allah SWT.

21 dalam pengambilan keputusan. atau sanksi. apabila tidak terdapat bukti sebaliknya.1. menentukan imbalan.7. 2. Ali bin Abi Thalib juga pernah berkata. Entitas Bisnis (The accounting unit concept) Perusahaan dianggap sebagai entitas ekonomi dan hukum terpisah dari pihak-pihak yang berkepentingan atau para pemiliknya secara pribadi.7. Kesinambungan (The going concern concept) Berdasarkan konsep ini. suatu entitas dianggap akan berjalan terus.2. Sedangkan asumsi dasar yang dipakai dalam kerangka dasar versi The Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAO-IFI) terdiri dari empat hal seperti yang dijelaskan Kusmawati (2005) dengan mengutip pendapat Rosjidi (1999) yang menjelaskan keempat konsep tersebut sebagai berikut: 2. dibandingkan dengan asumsi dasar yang dipakai oleh Kerangka dasar penyusunan Laporan Keuangan dengan menganut kepada apa yang dipakai oleh International Accounting Standards Committee (IASC). 2. balasan. berusahalah untuk duniamu seolah-olah kamu akan hidup selama-lamanya dan berusahalah untuk akhiratmu seolah-olah . yakni dasar Akrual (Accrual basis) dan kelangsungan usaha (going concern). maka kerangka dasar akuntansi konvensional secara eksplisit memakai dua asumsi dasar. menentukan dan menghitung hak-hak mitra berserikat. Asumsi Dasar Laporan Keuangan Syariah Menurut Adnan (2005).7.

Prinsip Akuntansi Syariah Prinsip yang melandasi Akuntansi Syariah tentu berbeda dengan Akuntansi Konvensional dikarenakan tujuan akuntansi yang berbeda.22 kamu akan mati esok hari.7. perbedaan ini menyebabkan adanya perbedaan prinsip yang melandasi Akuntansi Syariah dan Konvensional seperti yang digambarkan Adnan (2005) sebagai berikut: . Seperti yang telah diterangkan sebelumnya. bukan untuk objek zakat yang telah ditentukan nisabnya). maka satuan moneter yang memenuhi syarat postulat ini adalah mata uang emas dan perak. Tentu saja pengaplikasiannya ditujukan untuk menghitung zakat. Stabilitas Daya Beli Unit Moneter (The stability of the purchasing power of the monetary unit) Mempertimbangkan bahwa uang yang biasa dipahami dalam akuntansi konvensional rentan terhadap ketidakstabilan. 2. 2. Paling tidak sampai sekarang penghitungan nisab zakat tetap menggunakan ukuran nisab emas (terutama bagi yang dianalogikan dengannya.3. Tetapi hal ini tidak dapat dipenuhi dikarenakan sangat sulit sekali menerapkan mata uang tersebut. Periode Akuntansi (The periodicity concept) Dalam Islam.4.8. ada hubungan erat antara kewajiban membayar zakat dengan periode akuntansi. 2.7. Karena itu periode ini cukup penting sebagai asumsi dasar laporan keuangan.

yaitu pengeluaran materi maupun non materi untuk memenuhi kewajiban Berhubungan dengan pengukuran dan pemenuhan tugas/ kewajiban kepada Allah. Akuntansi Syariah (Arah. hasil pertanian dan emas Menunjukkan pemenuhan hak dan kewajiban kepada Allah.23 Tabel 2. masyarakat dan individu Berhubungan erat dengan konsep ketaqwaan. (Yogyakarta: UII press.1 Ringkasan Perbedaan Prinsip yang Melandasi Akuntansi Syari’ ah dan Konvensional Akuntansi Konvensional Postulat Pemisahan antara bisnis dan Entitas pemilik Postulat Going Kelangsungan bisnis secara terus Concern menerus. masyarakat dan individu Dicatat dan dilaporkan secara konsisten sesuai dengan prinsip yang dijabarkan oleh syari’ ah Pemilihan teknik akuntansi dengan memperhatikan dampak baiknya terhadap masyarakat Prinsip Penyingkapan Penuh Prinsip Obyektivitas Bertujuan untuk mengambil keputusan Reliabilitas pengukuran digunakan dengan dasar bias personal Prinsip Materi Dihubungkan dengan kepentingan relatif mengenai informasi pembuatan keputusan Dicatat dan dilaporkan menurut pola GAAP Prinsip Konsistensi Prinsip Pemilihan teknik akuntansi yang Konservatisme sedikit pengaruhnya terhadap pemilik Sumber: M. 2005) hal. Akhyar Adnan. 73 . Prospek dan Tantangannya). kecuali untuk produk pertanian yang dihitung setiap panen Kuantitas nilai pasar digunakan untuk menentukan zakat binatang. yaitu didasarkan pada realisasi keberadaan aset Postulat Periode Akuntansi Postulat Unit Pengukuran Tidak dapat menunggu sampai akhir kehidupan perusahaan dengan mengukur keberhasilan aktivitas perusahaan Nilai Uang Akuntansi Syari’ ah Entitas didasarkan pada bagi hasil Kelangsungan usaha tergantung pada persetujuan kontrak antara kelompok yang terlibat dalam aktivitas bagi hasil Setiap tahun dikenai zakat.

Keandalan (realiability) artinya kualitas informasi yang menjamin bahwa informasinya bebas dari kesalahan dan penyimpangan (error dan bias) serta telah dinilai dan disajikan secara layak sesuai dengan tujuannya.9.9.24 2. tampak ada kesamaan yang sangat menonjol.9. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan Syariah Menurut Adnan (2005). 2. . 2. Dapat dipahami (understandabilily) artinya dapat membantu atau memberi kesempatan kepada para pemakai informasi untuk memahami maknanya.9.4. Tepat waktu (timeliness) artinya kualitas informasi yang siap digunakan oleh para pemakainya. Kalaupun ada perbedaan maka ini lebih kepada penekanan dan urutan proritas belaka. 2.1. karakteristik kualitatif akuntansi syariah dengan akuntansi konfensional.9.3.9. Daya banding (comparability) artinya kualitas informasi yang bermanfaat bagi para pemakainya untuk mengidentifikasi informasi yang berbeda atau sejenis antara dua kesatuan entitas ekonomi.5.2. Berikut ini Kusmawati (2005) menjelaskan masing-masing karakter: 2. yang menentukan bahwa pokok persoalannya harus terwakili untuk menjamin keabsahan dan kebenaran informasinya. 2. sebelum kehilangan makna dan kapasitasnya. Penyajian yang jujur (representation faithfulness) artinya kesesuaian antara pengukuran akuntansi dengan fenomenanya.

Empat atribut dari semua kelompok aset dan hutang yang mungkin diukur adalah: 1.9. 4. Belkaoui (2000) mengemukakan empat atribut yang diukur dan dua unit ukuran yang digunakan. 2. Dua unit ukuran (unit of measure) yang mungkin digunakan adalah: 1. yang dimaksud dengan pengukuran adalah “pelekatan suatu angka kepada objek atau peristiwa menurut aturan tertentu”.25 2. Adnan (2005) menyatakan bahwa pengukuran memegang peranan penting dalam kaitannya dengan peran laporan akuntansi yang harus menyajikan data kuantitatif tentang posisi kekayaan perusahaan dalam suatu waktu tertentu. Kapitalisasi atau nilai tunai atas aliran kas harapan. Kelengkapan (completeness) artinya informasi yang disajikan termasuk semua informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi tujuan laporan keuangan. Konsep Pengukuran dan Pengakuan Elemen Laporan Keuangan Syariah 2. (1967) dalam Belkaoui (2000). Menurut Stevens. Konsep Pengukuran Secara umum akuntansi dipandang sebagai disiplin pengukuran dan pengkomunikasian.6. Kos pengganti (replacement cost) 3.S. Unit uang 2. S.1. Nilai buku yang dapat direalisasikan. Kos historis (historical cost) 2.10. Unit daya beli umum .10.

Evaluasi tersebut menyoroti sifat perbedaan dan dasar perbandingan hasil berbagai alternatif tersebut. Belkaoui membandingkan model-model tersebut berdasarkan kriteria: 1. . Kesalahan waktu. Penyebabnnya adalah perubahan dalam nilai yang terjadi dilaporkan pada periode tertentu tetapi dicatat dan dilaporkan pada periode lain. Secara ideal. yakni kriteria untuk menentukan apakah atribut atau elemen-elemen laporan keuangan yang seharusnya diukur dalam akuntansi keuangan dan pelaporan adalah jenis atribut yang terhindar dari kesalahan waktu (timing errors). menggunakan contoh sederhana untuk mempertinggi kejelasan konseptual dan komparabilitas di antara berbagai pendekatan. laba dapat didistribusikan pada keseluruhan aktivitas bisnis.26 Perbedaan penentuan atribut dan unit pengukuran inilah yang menjadi penyebab timbulnya perbedaan konsep penilaian dan pengukuran. Kombinasi empat atribut tersebut dan dua unit ukurannya menghasilkan delapan alternatif penilaian aset dan model penentuan laba. Setiap alternatif tersebut menghasilkan laporan keuangan yang berbeda. yang memberi makna dan relevansi berbeda bagi Belkaoui mengevaluasi alternatif ini dengan pemakainya. Atribut yang disukai adalah atribut yang mengakui perubahan dalam nilai pada periode yang sama dengan terjadinya perubahan.

interpretasi model akuntansi–menurut definisinya–. model tersebut harus diletakkan dalam laporan “jika maka .” untuk menyampaikan kepada pemakai pemahaman makna sebagaimana menunjukkan salah satu kegunaannya. maka hasilnya dapat dinyatakan dalam jumlah dolar (number of dollar atau NOD).. . maka hasilnya tetap dinyatakan dalam NOD. Karena ada dua kemungkinan unit ukuran. 3. Jika model akuntansi mengukur berbagai atribut dalam unit uang.27 2.. akan berupa salah satu berikut: a. Unit pengukuran yang lebih disukai adalah unit pengukuran yang mengakui perubahan tingkat harga umum dalam laporan keuangan. Agar model akuntansi dapat diinterpretasikan. Kemampuan ditafsirkan (interpretability) untuk mengevaluasi apakah laporan keuangan yang dihasilkan seharusnya dapat dipahami baik dari segi makna maupun penggunaan. Jika model akuntansi mengukur biaya historis dalam unit daya beli umum. Kesalahan unit pengukuran (measuring unit errors) adalah kriteria untuk menentukan apakah unit ukuran yang seharusnya diterapkan untuk atribut-atribut elemen-elemen laporan keuangan seharusnya adalah jenis unit ukuran yang menghindari kesalahan unit pengukuran. Kesalahan unit pengukuran terjadi ketika laporan keuangan tidak dinyatakan dalam unit daya beli umum. b.

28

c. Jika model akuntansi mengukur nilai sekarang dalam unit daya beli umum, maka hasilnya dinyatakan dalam kemampuan memiliki barang (command of goods atau COG) 4. Relevansi (relevance) model akuntansi. Dengan kata lain, hasil laporan keuangan seharusnya berguna. Dari sudut pandang normatif, COG dianggap sebagai atribut yang paling relevan karena mengekspresikan perubahan tingkat harga umum. Hasil evaluasi Belkaoui (2000) diringkas dalam suatu tabel yang menampilkan enam model alternatif yang dianggap cukup untuk mewakili delapan model yang diinterpretasikan, seperti berikut: Tabel 2.2 Analisis Tipe Kesalahan
Model Akuntansi Kesalahan Kesalahan Waktu Unit Laba Keuntungan Operasi Penyimpanan Pengukuran Interpretasi NOD COG Relevansi

Akuntansi Kos Ya Ya Ya Ya Tidak Tidak Historis Ya (laporan Ya (figur Ya (figur Akuntansi Kos Ya Ditiadakan Ya Pengganti Income) aktiva) aktiva) Akuntansi nilai Ya (aktiva Ya (aktiva Ya (laporan Ditiadakan Ditiadakan Ya buku yang dapat & hutang & hutang Income) direalisasi moneter) moneter) Akuntansi Kos historis disesuaikan Ya Ya Ditiadakan Ya Ya Ya level harga umum Akuntansi biaya pengganti Ya Ditiadakan Ditiadakan Ditiadakan Ya Ya disesuaikan tingkat harga umum Akuntansi nilai buku yang dapat direalisasi Ditiadakan Ditiadakan Ditiadakan Ditiadakan Ya Ya disesuaikan level harga umum Sumber: Ahmed R. Belkaoui, Teori Akuntansi (Accounting Theory) jilid 2, alih bahasa Marwata dkk., (Jakarta: Salemba Empat, 2001) hal. 198

29

Ringkasan di atas menunjukkan bahwa model akuntansi nilai buku yang dapat direalisasikan disesuaikan tingkat harga umum adalah model pengukuran yang memenuhi semua kriteria. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, dalam melakukan penilaian harta untuk penghitungan zakat, akuntansi syariah mengakui penggunaan nilai pada saat penghitungan zakat (current value). Sementara itu menurut Belkaoui (2000), harga sekarang (current value) memiliki beberapa interpretasi, yakni: nilai kapitalisasi atau nilai tunai (present value); harga beli sekarang (current entry price); harga jual sekarang (current exit price); dan kombinasi nilai. Sedangkan seperti yang telah dikemukakan di muka, guna penghitungan zakat mal, harga barang yang dipakai sebagai alat ukur persediaan, menurut pendapat Jumhur, yaitu barang pada saat tempo jatuh dinilai berdasarkan harga pasar waktu itu. Qardawi (1999) dan Kusmawati (2005) menjelaskan bahwa yang digunakan dalam penghitungan zakat adalah harga jual sekarang. Hal ini menurut Qardawi (1999) dikarenakan zakat dikenakan tidak hanya pada modalnya saja, tetapi juga pertumbuhannya. Sehingga dalam pengukuran persediaan, bukan diukur atas harga belinya (modal) saja, tetapi harga jualnya (modal ditambah pertumbuhan).

30

2.10.2. Konsep Pengakuan Konsep pengakuan memegang peranan penting sebagai

kerangka dasar dalam pelaporan keuangan. Karena pengakuan merujuk kepada prinsip yang mengatur kapan dicatatnya transaksi pendapatan (revenue), beban (expenses), laba (gain) dan rugi (loss). Pada gilirannya konsep pengakuan akan banyak berperan dalam menentukan aktiva dan pasiva, serta laba rugi operasi perusahaan. Dalam konteks ini, ada kesan bahwa pada dasarnya The Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) memakai konsep akrual sebagai dasar pengakuan untuk semua bentuk transaksi. Meskipun dalam prakteknya ada sejumlah penyimpangan. Seperti pemakaian dasar kas (cash basis) dalam pengakuan revenue dan income praktik beberapa bank syariah dengan alasan konservatisme. Statement of Financial Accounting Concept (SFAC) No. 5 seperti yang diungkapkan Anis Chariri dan Imam Ghozali (2003) menyebutkan bahwa kriteria pengakuan yang digunakan untuk mengakui elemen laporan keuangan didasarkan pada empat faktor sebagai berikut: 1. Definisi: Pos akan diakui apabila memenuhi definisi elemen laporan keuangan 2. Keterukuran: Pos tersebut memiliki atribut yang dapat diukur dengan cukup handal

pengakuan merupakan proses pembentukan suatu pos yang memenuhi definisi elemen laporan keuangan serta kriteria pengakuan. Ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan pos tersebut akan mengalir dari atau ke dalam perusahaan. Relevan: Informasi memiliki kemampuan untuk perbedaan dalam pengambilan keputusan membuat 4. Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal Dalam penghitungan zakat mal perusahaan.31 3. rekening laporan keuangan yang terlibat meliputi harta dan kewajiban. Kriteria pengakuan yang dikemukakan oleh Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dapat dipandang lebih sederhana dari Financial Accounting Standards Board (FASB). Dimana kriteria pengakuan elemen laporan keuangan adalah (paragrap 83): 1. Menurut Anis Chariri dan Imam Ghozali (2003). Berikut ini penjelasan pengakuan kedua rekening tersebut menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI): . dan 2. Keandalan: Informasi menggambarkan keadaan sebenarnya secara wajar. Pengakuan dilakukan dengan menyatakan pos tersebut baik dalam kata-kata maupun dalam jumlah rupiah tertentu dan mencantumkannya dalam neraca atau laporan rugi laba. dapat diuji kebenarannya dan netral.

(d) Wesel tagih yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun . (Paragraf 6. (c) Deposito jangka pendek.2. Dalam penghitungan zakat. Oleh karena itu aktiva didefinisikan sebagai sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh perusahaan.10. (b) Surat-surat berharga yang mudah dijual dan tidak dimaksudkan untuk ditahan. PSAK No 9) Aktiva lancar adalah aktiva yang dapat direalisasikan dalam satu tahun atau dalam siklus normal perusahaan.32 2. antara lain meliputi: (a) Kas dan bank.1. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) sendiri mengakui bahwa klasifikasi lancar dan tak lancar di dalam praktek lebih berdasarkan pada konvensi dan bukan pada suatu konsep tertentu. aktiva yang diperhitungkan hanyalah aktiva lancar. mana yang lebih lama.Pengakuan Aktiva Aktiva diakui dalam neraca kalau besar kemungkinan bahwa manfaat ekonominya di masa depan diperoleh perusahaan dan aktiva tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal.

10. Kerangka Pemikiran Untuk menghitung zakat mal perusahaan.33 (e) Piutang usaha (f) Piutang lain-lain yang diharapkan akan direalisasikan dalam waktu satu tahun. penulis menggunakan informasi laporan keuangan perusahaan yaitu neraca sebagai dasar .2. (g) Persediaan (h) Pembayaran uang muka pembelian akiva lancar (i) Pembayaran pajak di muka (j) Biaya dibayar dimuka yang akan menjadi beban dalam waktu satu tahun sejak tanggal neraca.11.2. penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber ekonomi. Oleh karena itu kewajiban didefinisikan sebagai hutang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa lalu. 2. daya perusahaan yang mengandung manfaat 2.Pengakuan Kewajiban Kewajiban diakui dalam neraca kalau besar kemungkinan bahwa pengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi akan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban sekarang dan jumlah yang harus diselesaikan dapat diukur dengan andal.

Dan yang terakhir penulis mengkalkulasi zakat mal perusahaan tersebut.1 Kerangka Pemikiran Skripsi . penulis menetapkan rekening-rekening yang berhubungan dengan penghitungan zakat mal berdasarkan ketentuan yang berlaku. maka dalam penyusunan skripsi ini penulis dapat menggambarkannya seperti pada bagan berikut ini: Laporan Keuangan Neraca Penentuan rekening untuk penghitungan zakat mal perusahaan Metode pengukuran dan pengakuan rekening sesuai syariah Penghitungan zakat mal perusahaan Gambar 2. Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah dijelaskan di atas.34 penghitungannya. Dalam penghitungan zakat mal. Setelah itu dilakukan penyesuaian metode pengukuran dan pengakuan atas rekening-rekening yang diperhitungkan dalam zakat.

Menurut Nur Indriantoro dan Bambang Supomo (2002). Penelitian ini diarahkan untuk menjawab pertanyaan spesifik dalam rangka penentuan kebijakan. (Nur Indriantoro dan Bambang Supomo. Temuan penelitian ini umumnya berupa informasi yang diperlukan untuk pembuatan keputusan dalam memecahkan masalah-masalah pragmatis. tindakan atau kinerja. penelitian terapan (Applied Research) merupakan tipe penelitian yang menekankan pada pemecahan masalah-masalah praktis.1 Pendekatan Metode Penelitian Pendekatan penelitian dalam skripsi ini menggunakan metode Terapan atau Pengembangan.BAB III METODE PENELITIAN 3. Pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitian ini karena tujuannya melakukan penyelidikan secara mendalam mengenai subyek tertentu. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan tersebut dengan tujuan untuk mengembangkan ketrampilan atau pendekatan baru dalam hal ini penggunaan metode pengukuran dan pengakuan rekening-rekening laporan keuangan sesuai aturan syariah untuk penghitungan zakat. 2002) 35 . Menurut Umar (1997) penelitian jenis ini adalah melakukan penerapan teori dalam rangka memecahkan suatu masalah dan melakukan pengujian teori untuk menilai kegunaan teori itu sendiri.

Studi Pustaka Pengumpulan data yang diperoleh dari buku-buku kepustakaan.1.2. 3. Penulis menggunakan data harga emas yang diperoleh dari BPS Jepara sebagai harga dasar penghitungan nisab zakat mal perusahaan.2.2. Data sekunder merupakan sumber data penelitian yang diperoleh peneliti secara tidak langsung (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain).2. 3. 3.2. yaitu laporan keuangan neraca.1. . Internal Data internal merupakan data yang didapat dalam perusahaan dimana penelitian dilakukan.3. Eksternal Data eksternal merupakan sumber data yang diciptakan di luar perusahaan. dan dokumen lain yang berhubungan dengan objek yang diteliti sebagai dasar teori penerapan akuntansi syariah dalam penelitian ini.36 3.2.2. dan data umum mengenai perusahaan. daftar harga barang.2 Jenis dan Sumber Data 3.3 Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan cara: 3. Jenis data Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder.1. Sumber data Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari 2 macam 3.2.

. 3. penjelasan dan penaksiran pada data yang dianalisis.4.2. Peneliti menguraikan data dengan cara memberikan pengertian. tetapi hanya dianalisis berdasarkan pendapat peneliti. serta kadar prosentase zakat yang dibebankan. penetapan harta dan kewajiban yang masuk dalam penghitungan zakat.3. Dokumentasi Dokumentasi dari asal kata dokumen yang artinya barang-barang tertulis. Analisis ini akan digunakan dalam penentuan pengukuran dan pengakuan rekening laporan keuangan untuk penghitungan zakat mal dan penentuan rekening yang dimasukkan dalam penghitungan zakat mal perusahaan. Dokumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa laporan keuangan dan dokumendokumen pendukung lainnya. penetapan nisab sebesar 85 gram emas. Analisis Kualitatif Analisis kualitatif adalah analisis yang tidak memerlukan pengujian secara matematik statistik.4 Metode Analisis Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 3.1. Analisis kualitatif juga meliputi penetapan tanggal waku pembayaran zakat.37 3. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi peneliti menyelidiki dokumen-dokumen yang dibutuhkan.

5% bila menggunakan tahun Hijriyah dan 2.38 3. Tentu saja dalam penelitian ini menggunakan tahun masehi karena menggunakan .2.575% untuk penghitungan zakat yang menggunakan tahun Masehi sebagai dasarnya. TZ = AL – U Ket: TZ = Tempat Zakat AL = Aktiva Lancar U = Utang b. Menghitung wi a zakat (tempat zakat) dengan mengurangi harta wajib zakat (aktiva lancar) dengan kewajiban. Analisis Kuantitatif Analisis kuantitatif adalah analisis secara matematik yang dilakukan terhadap data yang telah diperoleh.4. Prosentase zakat sebesar 2. Nisab harta perdagangan senilai 85 gram emas untuk zakat perdagangan/ perusahaan. Menghitung jumlah zakat dengan mengalikan prosentase dengan tempat zakat. Menghitung nisab zakat. Bila tempat zakat telah mencapai nisab maka wajib dizakati NZ = 85 x harga emas per gram Ket: NZ = Nisab Zakat c. Lalu membandingkan tempat zakat dengan nisab zakat. Analisis kuantitatif dalam penelitian ini adalah penghitungan zakat mal dengan langkahlangkah sebagai berikut: a.

575% Ket: JZ = Jumlah Zakat TZ = Tempat Zakat . JZ = TZ x 2.39 Laporan Keuangan yang memiliki periode akuntansi 1 (satu) tahun masehi.

Pada 16 September 1993 perusahaan ini membuka usaha di bidang telekomunikasi. tepatnya di Jl Veteran No 24. Perusahaan ini didirikan oleh Bapak Ir.1 Gambaran Umum Obyek Penelitian 4. Adi Sucipto Musa pada tahun 1992 berkedudukan di Rt 08 Rw 03 Ujungbatu Jepara.BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Sejarah dan Perkembangan Obyek dari penelitian ini adalah CV Adi Komunika Enterprise. Wartel yang dioperasikan memiliki nama Eldiana. 40 . Pada 24 Februari 1997 CV Adi Komunika Enterprise membuka cabang usahanya di Jepara Kota. Bahkan dalam perkembangannya tempat inilah yang menjadi pusat kegiatan perusahaan sampai sekarang. tepatnya di antara Kalingga Jati dan Istana Perabot pada Jalan Raya Jepara Senenan km 3.1.5. tepatnya perusahaan ini mendirikan wartel sebagai bentuk usaha awalnya. Pemilihan tempat ini tidak lain karena dipandang sangat strategis karena bisa dikatakan bahwa tempat ini merupakan wilayah pusat kegiatan ekonomi di Jepara. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa telekomunikasi. Pada awal pendirian perusahaan ini. wartel yang dioperasikan berada di Senenan.

pertama juga di Jl Veteran No 24. dan yang kedua berada di SCJ (Shopping Center Jepara) tepatnya di lantai satu pintu sebelah selatan SCJ. dan yang kedua di Senenan jalan raya Jepara Senenan Km 3. satu tempat dengan wartel Eldiana. 4. yakni counter HP. Lokasi sangatlah penting bagi perusahaan dalam mengadakan aktivitas usaha. Unit usaha wartel terdiri dari dua unit. Pada 18 Februari 2005 Perusahaan ini membuka bidang usaha yang lain. Di mana unit usaha milik CV Adi Komunika Enterprise berhubungan dengan adanya kebutuhan . karena akan mempengaruhi kedudukan perusahaan dalam menghadapi persaingan yang menentukan kelangsungan hidup baik sekarang maupun masa datang.5.2 Lokasi Perusahaan CV Adi Komunika Enterprise berpusat di Jl Veteran No 24 sebelah selatan swalayan SAUDARA Jepara.1. Pertama berada di Eldiana Veteran. Faktor utama penentuan lokasi unit usaha CV Adi Komunika Enterprise adalah letak pasar. Counter HP yang didirikan sejumlah dua unit.41 Perkembangan usaha di bidang telekomunikasi yang semakin menjanjikan mendorong pemilik perusahaan untuk melebarkan usahanya lagi. Unit usaha terdiri dari wartel dan counter HP. Sedangkan unit usaha counter HP juga memiliki 2 unit. dan yang kedua ditempatkan di SCJ (Shopping Center Jepara). pertama Eldiana Jepara di Jl Veteran No 24 .

terbukti dengan . Hal tersebut diwujudkan dengan usaha jasa telekomunikasi wartel dan counter HP. 4.42 masyarakat.3 Bidang Usaha Bidang usaha dari perusahaan ini adalah pelayanan jasa dan perdagangan di bidang telekomunikasi. Selain itu wartel Eldiana dan wartel Senenan juga memanjakan pelangggan dengan menyediakan kebutuhan ringan pelanggan. Servis Eldiana ini telah mendapat pengakuan dari PT Telekomunikasi Indonesia. salah satunya adalah industri mebel yang telah sejak lama berorientasi ekspor. CV Adi Komunika Enterprise dapat melayani kebutuhan konsumen dengan cepat dan memuaskan. mengingat Jepara merupakan kota industri yang cukup terkenal.1. Jasa ini sangat membantu para pelanggan Eldiana yang rata — rata merupakan pengusaha mebel dalam menjalankan transaksi mereka. tetapi wartel Eldiana yang merupakan merk unit usaha CV Adi Komunika Enterprise juga melayani pengiriman fax serta penerimaan fax. Wartel yang didirikan tidak semata-mata hanya melayani pelanggan yang ingin berkomunikasi lewat telepon. Tbk. wartel ini juga menyediakan minuman ringan dan juga rokok sebagai bentuk servis lebih dari wartel Eldiana. dimana kedua unit tersebut memiliki produk pelayanan yang dapat memuaskan pelanggan. Dengan lokasi usaha yang strategis.

Organisasi dengan struktur sederhana lazimnya hanya mempunyai dua ini sudah menjadi . Sedangkan counter HP melayani konsumen dalam memenuhi kebutuhan komunikasi yang memiliki mobilitas yang sangat tinggi. rentang kendali yang luas. dan sedikit formalisasi. Yang dimaksud adalah bahwa organisasi itu mempunyai derajat departementalisasi yang rendah. Selain melakukan operasi jual beli. 4. Counter HP Eldiana juga menyediakan aksesoris HP yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat.1. baik fisik maupun non fisik. Struktur sederhana itu lebih dirumuskan secara negatif dari pada positif. otoritas yang terpusat di tangan satu orang. Selain itu juga menyediakan voucher pulsa. counter HP Eldiana juga menyediakan jasa servis HP serta download kebutuhan HP yang semakin beragam. Lengkapnya produk Eldiana merupakan bukti komitmennya dalam memuaskan pelanggan dalam memenuhi kebutuhan telekomunikasi yang sekarang kebutuhan masyarakat.4 Struktur Organisasi Kebanyakan organisasi berawal sebagai usaha wiraswasta dengan struktur sederhana yang terdiri atas pemilik atau pemilikpemilik dan para karyawan. Struktur sederhana itu bukan struktur yang rumit.43 didapatkannya penghargaan sebagai wartel dengan performansi terbaik pada tahun 2002. Counter HP Eldiana menyediakan HP yang ditawarkan untuk konsumen.

dan mengevaluasinya. Struktur organisasi CV Adi Komunika Enterprise terdiri dari: a. dan murah untuk dipertahankan. Struktur ini semakin lama semakin tidak memadai sewaktu organisasi tumbuh sebab formalisasinya yang rendah serta tingginya sentralisasi cenderung mengakibatkan kelebihan beban informasi di puncak. fleksibel. Kekuatan-kekuatan struktur sederhana itu sudah jelas: cepat. dengan pemisahan divisi menurut unit usaha serta wilayah operasinya. . Dewan Komisaris Dewan komisaris merupakan pendiri sekaligus pemilik CV Adi Komunika Enterprise. sebuah pengaturan karyawan secara informal. Struktur organisasi pada CV Adi Komunika Enterprise menggunkan tipe organisasi divisional. Hanya mengawasi kinerja manajemen perusahaan.44 atau tiga tingkatan vertikal. dan satu orang memegang wewenang mengambil keputusan. Struktur sederhana ini paling luas digunakan oleh perusahaan kecil di mana pemilik dan manajernya merupakan orang yang sama. Salah satu kelemahan utamanya ialah bahwa sulit membuatnya menjadi sebuah struktur yang efektif selain dalam organisasi-organisasi kecil. Memiliki kedudukan tertinggi dalam struktur organisasi tetapi tidak turut mengelola perusahaan.

Pimpinan Divisi Pimpinan Divisi adalah pengelola unit usaha perusahaan. Karyawan Karyawan merupakan pelaksana kegiatan perusahaan pada level terdepan dalam melayani konsumen. c. Struktur organisasi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: . penjaga counter. Direktur Direktur merupakan jabatan menejemen tertinggi pada perusahaan. Unit Divisi CV Adi Komunika Enterprise dibedakan atas unit usaha serta wilayah operasinya. Bertanggung jawab sepenuhnya atas jalannya unit usaha yang dipimpinnya. Karyawan CV Adi Komunika Enterprise terdiri dari karyawan penjaga wartel. Struktur organisasi CV Adi Komunika Enterprise memiliki tipe organisasi dengan pemisahan divisional menurut unit usaha dan lokasinya. Bentuk tanggung jawab Pimpinan Divisi kepada Direktur dilaksanakan secara langsung.45 b. serta tenaga servis HP. d. bertanggung jawab atas jalannya usaha CV Adi Komunika Enterprise dengan membawahi beberapa divisi.

46 Dewan Komisaris Direktur Pimpinan Divisi Senenan Pimpinan Divisi Veteran Pimpinan Divisi SCJ Karyawan Karyawan Karyawan Gambar 4.1 Bagan Organisasi CV Adi Komunika Enterprise .

pendekatan neraca digunakan dalam penyusunan skripsi ini. yang Allah SWT mewajibkan kepada pemiliknya. dan telah berlalu setahun. Sehingga dapat dikatakan hanya rekening riil yang akan dipakai dalam penghitungan zakat mal.1 Penentuan Rekening untuk Penghitungan Zakat Di dalam melakukan penerapan penghitungan zakat mal perusahaan dengan menggunakan laporan keuangan. bebas dari hutang. Persyaratan-persyaratan tersebut membantu kita dalam menetapkan rekening apa saja yang dapat diperhitungkan dalam zakat mal. Definisi aktiva sebagai sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh . Persyaratan harta yang wajib dizakati seperti telah dijelaskan pada bab sebelumnya yang meliputi: milik penuh.47 4.2. Harta di dalam akuntansi dilaporkan dalam neraca terutama pada sisi aktiva. lebih dari kebutuhan biasa. cukup mencapai senisab. Rekening laporan keuangan yang diperhitungkan dalam zakat ini terdiri dari aktiva dan utang.2 Analisis dan Pembahasan 4. dengan persyaratan tertentu pula. Sesuai dengan pengertiannya bahwa zakat itu adalah bagian dari harta dengan persyaratan tertentu. berkembang. untuk diserahkan kepada yang berhak menerimanya. Hal ini dikarenakan penulis mengikuti pendapat yang lebih kuat diantara beberapa pendapat.

Berbeda dengan aktiva tetap yang malah mengalami penyusutan pada umumnya. Sedangkan syarat berkembang dianalogikan pada aktiva lancar karena aktiva lancar merupakan modal kerja perusahaan yang berpotensi untuk berkembang.48 perusahaan memperjelas akan kewajiban zakat atasnya.2. Pada sisi pasiva. Setelah mempelajari neraca CV Adi Komunika Enterprise maka dapat kita tentukan rekening apa saja yang akan diperhitungkan dalam zakat yakni meliputi: a. 4. Persediaan c. Kas b. hutang yang menjadi kewajiban perusahaan akan dijadikan sebagai pengurang harta yang dikenakan zakat.2 Pengukuran dan Pengakuan Rekening Laporan Keuangan Metode pengukuran dan pengakuan laporan keuangan yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan CV Adi Komunika Enterprise memerlukan penyesuaian untuk pengitungan zakatnya. Hal . Utang Untuk penghitungan zakat CV Adi Komunika Enterprise maka pembahasan metode pengukuran dan pengakuan rekening laporan keuangannya akan dikhususkan pada rekening-rekening di atas. Karena hutang bukanlah hak milik perusahaan melainkan kewajiban perusahaan. dimana syarat harta milik penuh telah terpenuhi.

Kas. Kas adalah segala sesuatu yang dapat tersedia dengan segera dan diterima sebagai alat pelunasan kewajiban pada nilai nominalnya. Sesuai dengan definisinya. di neraca CV Adi Komunika Enterprise.2.49 ini dikarenakan di dalam penghitungan zakat mal. bertentangan dengan aturan syariah. Persediaan. dan Utang. Metode pengakuan dan pengukuran penghitungan ini tidak mengalami perubahan karena dalam tidak zakat mal perusahaan.2.1 Kas Kas merupakan suatu alat pertukaran dan juga digunakan sebagai ukuran dalam akuntansi. harta yang wajib dizakati memiliki persyaratan tertentu seperti dijelaskan sebelumnya. Diterima pada nilai nominal sewaktu diuangkan merupakan petunjuk untuk menentukan apakah suatu surat berharga dapat dianggap sebagai kas. kas disajikan pada nilai nominalnya. Kriteria lain untuk dapat dianggap sebagai kas adalah dapat digunankan segera. Artinya. . Sesuai dengan pembahasan pada sub bab sebelumnya. rekening-rekening yang berhubungan dengan penghitungan zakat pada CV Adi Komunika Enterprise secara garis besar terdiri dari tiga golongan utama yakni. apabila diminta dapat segera dikeluarkan. 4. Pengukuran kas sesuai dengan nilai nominal kas.

Setiap persediaan yang dijual pada CV Adi Komunika Enterprise memiliki rekening sendiri-sendiri yang merupakan buku pembantu persediaan. Persediaan barang dagang pada umumnya dinilai pada harga perolehannya. Harga yang terendah diantara keduanya dipilih untuk penilaian dan digunakan untuk penyajian di laporan keuangan. maka harga pokok persediaan (yang telah ditetapkan berdasarkan metode FIFO. kas dihitung sebesar nilai nominal yang dilaporkan dalam neraca CV Adi Komunika Enterprise.2 Persediaan Persediaan barang dagang adalah barang-barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali. LIFO.50 Maka di dalam penghitungan zakat nanti.2. 4.2. Apabila persediaan dinilai berdasarkan harga terendah antara harga pokok dan harga pasar. atau rata-rata) dibandingkan dengan harga pasarnya. Cara ini dikenal sebagai metode buku (perpetual). Dalam hal tertentu persediaan dapat dinilai pada harga terendah antara harga perolehan dan harga pasar atau nilai yang dapat diharapkan dapat direalisasikan. di mana setiap perubahan dalam persediaan diikuti dengan mencatat dalam rekening persediaan sehingga jumlah persediaan sewaktu-waktu dapat diketahui dengan melihat kolom saldo dalam rekening persediaan. .

000 1. dalam persediaan CV Adi Komunika Enterprise tidak diakuinya persediaan rokok sebagai milik perusahaan.000 6.000 2.380.000 Mark up 25% 5% 5% 5% 25% 5% Jumlah persediaan Rp 16.000 Sumber: CV Adi Komunika Enterprise Perlu diperhatikan juga. Apabila barang-barang itu sudah dijual maka . Dalam cara penjualan titipan.820.51 Berikut ini tabel nilai persediaan beserta mark up menurut jenis persediaan berdasarkan data CV Adi Komunika Enterprise: Tabel 4.000 320. barang-barang yang dititipkan untuk dijual haknya masih tetap pada yang menitipkan sampai saat barang-barang tersebut dijual.800.382. Sebelum barang-barang tersebut dijual masih tetap menjadi persediaan pihak yang menitipkan.680.1 Nilai Buku Persediaan dengan Mark Up Jenis Persediaan Minuman Ringan Voucher Fisik Voucher Non Fisik Kartu Perdana Aksesoris HP Hand Phone Nilai Buku/ Harga Beli Rp Rp Rp Rp Rp Rp 382.000 4. Pihak yang menerima titipan tidak mempunyai hak atas barang-barang tersebut sehingga tidak mencatat barang-barang tersebut sebagai persediaannya. Hal ini dikarenakan rokok tersebut merupakan barang konsinyasi (titipan).

Sehingga dalam pengukuran persediaan.52 yang menerima titipan membuat laporan pada yang menitipkan. tetapi juga pertumbuhannya. Sedangkan untuk penghitungan zakat. nilai pada saat penghitungan zakat (current value) merupakan atribut yang diukur sebagai penilaian aset perusahaan. Metode pengukuran pada CV Adi Komunika Enterprise menggunakan kos historis sebagai atribut yang diukurnya dalam mengukur nilai persediaannya. Dalam hal ini zakat atas barang konsinyasi tidak diwajibkan kepada perusahaan karena syarat milik penuh tidak terpenuhi. Alasan pengukuran atribut harga jual sekarang dikarenakan zakat dikenakan tidak hanya pada modalnya saja. bukan diukur atas harga belinya (modal) saja. lebih tepatnya menggunakan harga jual sekarang (current exit price). Berdasarkan data nilai persediaan beserta mark up yang telah diperoleh. maka kita dapat melakukan pengukuran persediaan dengan atribut harga jual dengan menambahkan harga perolehan dengan mark up yang telah dikalikan dengan harga perolehan tersebut (laba kontribusi) Harga jual = harga perolehan + (mak up x harga perolehan) . tetapi harga jualnya (modal ditambah pertumbuhan).

820.000 336.3 Utang Utang adalah pengorbanan manfaat ekonomi di masa mendatang yang timbul akibat dari peristiwa masa lalu pada prinsipnya utang akan dicantumkan sebesar nilai tunai dari utang-utang tersebut.000 2.680.000 Nilai Realisasi/ Harga Jual Rp Rp Rp Rp Rp Rp 477. tetapi pada umumnya akan dicantumkan dengan jumlah sebesar nilai nominalnya.000 2.500 untuk penghitungan tempat zakat.553.000 Rp 16.140.061.725.000 Sumber: data yang telah diolah Rp 17. Penyimpangan ini dilakukan dengan dasar anggapan bahwa selisih antara nilai nominal dengan nilai tunainya relatif kecil.2.000 7. Hal ini disebabkan tujuan . maka persediaan dinilai sebesar Rp 17.380. 4.000 1.500 5.000 1.382. Dasar pengukuran hutang adalah jumlah rupiah sumber ekonomi yang harus dikorbankan apabila pada saat penilaian (pelaporan).814.2 Perhitungan Harga Jual Persediaan Jenis Persediaan Minuman Ringan Voucher Fisik Voucher Non Fisik Kartu Perdana Aksesoris HP Hand Phone Mark up 25% 5% 5% 5% 25% 5% Nilai Buku/ Harga Beli Rp Rp Rp Rp Rp Rp 382.53 Tabel 4. hutang dilunasi.800.000 6. di mana persediaan dihitung berdasarkan atribut harga pasar.000 320.000 4.553.2.500 Jadi berdasarkan perhitungan di atas.

Utang pada neraca CV Adi Komunika Enterprise terdiri atas utang dagang dan utang biaya. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah utang yang timbul dari gaji dan upah.3.000 = Rp 20. Utang dagang timbul dari pembelian barang-barang atau jasa-jasa dan dari pinjaman jangka pendek.322. Metode pengukuran dan pengakuan utang yang ada pada neraca CV Adi Komunika Enterprise tidak bertentangan dengan aturan syariah maka tidak perlu dilakukan penyesuaian guna penghitungan zakat mal perusahaan tersebut.2.350 – 1.54 penyajian hutang biasanya dikaitkan dengan masalah likuidasi.388.500) – 1.2.000 = 21.1 Penghitungan Tempat Zakat Tempat zakat terdiri dari aktiva lancar dikurangi dengan utang.710. Maka tempat zakat dapat dihitung sebagai berikut: TZ = AL – U = (Kas + Persediaan) – Utang = (4. biaya sewa. dan lain-lain.350. 4. Utang biaya merupakan utang yang timbul dari pengakuan akuntansi terhadap biaya-biaya yang sudah terjadi tetapi belum dibayar.- .322.3 Penghitungan Zakat Mal Perusahaan 4.156.553.850 + 17.

500 140.000 = Rp 11.000 140. maka besarnya nisab harta perusahaan dapat dihitung sebagai berikut: NZ = 85 x harga emas per gram = 85 x 140.350. Tabel 4.55 Jadi tempat zakat CV Adi Komunika Enterprise periode 31 Desember 2005 sebesar Rp 20.000 Karena tempat zakat yang telah dihitung lebih besar dari nisab zakat yang ada.000 .3 Data Harga Emas Bulan Desember 2005 Berdasarkan Harga Konsumen Waktu Minggu I Minggu II Minggu III Minggu IV Sumber BPS Kab Jepara 2006 Berdasarkan data di atas. hal ini sesuai dengan ukuran yang digunakan dalam penghitungan harta perusahaan yang menggunakan harga konsumen juga (harga jual).900. berarti harta tersebut telah memenuhi persyaratan nisab zakat. Harga per gram (Rp) 135. Harga emas yang digunakan adalah harga konsumen emas pada waktu penghitungan zakat.2.388.4.2 Penghitungan Nisab Zakat Nisab zakat mal perusahaan sebesar 85 gram emas.000 137.3. Maka harta tersebut wajib dizakati.

575% = Rp 20.575% dari tempat zakat. jumlah zakat mal CV Adi Komunika Enterprise sebesar Rp 525. Hal ini berarti haul yang digunakan dalam pengitungan zakat adalah tahun masehi. Maka besarnya zakat mal CV Adi Komunika Enterprise pada 31 Desember 2005 adalah sebagai berikut: JZ = TZ x 2. . maka besarnya prosentase jumlah zakat sebesar 2.000.350.3 Penghitungan Jumlah Zakat Zakat CV Adi Komunika Enterprise dihitung dengan menggunakan laporan Neraca 31 Desember 2005.2..575% = Rp 525..3.000.X 2.pada periode 31 Desember 2005 dengan haul satu tahun masehi mulai tanggal 1 Januari 2005.56 4.388.Berdasarkan perhitungan tersebut.

Allah SWT. tetapi kering dari nilainilai ukhrowi. dengan mentransformasikan dalam bentuk pengamalan 57 .1. harus dapat diasumsikan bahwa tujuannya adalah dalam rangka mematuhi perintah-Nya Yang Maha Kuasa. 5. Akuntansi syariah berbeda dengan akuntansi konvensional karena faktor tujuan. Yakni ideal dan praktis.1. yang biasanya hanya sarat dengan nilai-nilai keduniawian. Siapapun yang bertransaksi dengan cara syariah.BAB V PENUTUP Berdasarkan dari hasil penelitian dan uraian bab-bab sebelumnya tentang metode pengukuran dan pengakuan rekening-rekening laporan keuangan pada CV Adi Komunika Enterprise maka selanjutnya dapat diambil suatu kesimpulan serta kiranya diberikan saran-saran yang dapat membangun perusahaan sebagai suatu pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan menetapkan kebijakan untuk masa yang akan datang dalam mencapai tujuan perusahaan. Tentu saja berbeda dengan tujuan yang biasanya ingin dicapai akuntansi konvensional. Secara ideal maka laporan keuangan adalah pertanggung jawaban muammalah kepada Sang Pemilik Yang Hakiki. Tujuan akuntansi syariah dapat dibuat dalam dua tingkatan.1.1 Kesimpulan Adapun kesimpulan yang dapat diambil setelah pembahasan skripsi ini adalah sebagai berikut: 5.2. 5.

5. 5. . setelah menyesuaikan unit ukuran dengan harga pasar maka persediaannya sebesar Rp 17.4. Sedangkan aspek pengukuran memegang peranan penting dalam kaitannya dengan peran laporan akuntansi yang harus menyajikan data kuantitatif tentang posisi kekayaan perusahaan dalam suatu waktu tertentu.1. Dalam praktek akuntansi syariah untuk penghitungan zakat mal perusahaan.500. Dalam kasus CV Adi Komunika Enterprise perbedaan pengukuran terletak pada pengukuran persediaan perusahaan. aspek pengakuan tidaklah berbeda jauh dengan praktek konvensional. dimana secara konvensional persediaan CV Adi Komunika Enterprise sebesar Rp 16. 5. Sehingga menghasilkan ukuran yang berbeda atas aset perusahaan. Jadi berfungsi sebagai media penghitungan zakat. Penghitungan zakat pada CV Adi Komunika Enterprise dengan menggunakan laporan keuangan menggunakan rekening kas.3. Barulah dengan tujuan pragmatis dengan upaya untuk menyediakan informasi kepada stake holder dalam mengambil keputusan-keputusan ekonomi.382.5. Aspek pengakuan banyak berperan dalam menentukan elemen laporan keuangan. sedangkan dalam metode konvensional menggunakan biaya historis. karena itu adalah manifestasi kepatuhan kepada-Nya. karena aturan syariah dalam penghitungan zakat menggunakan ukuran harga pasar sebagai atribut pengukuran rekening laporan keuangan.1.1.1. 5.000.553. hanya terdapat perbedaan atas aspek pengukuran saja.6.58 syariah-Nya.

Perusahaan tidak perlu melakukan perubahan atas metode pengukuran atas persediaan untuk penyusunan laporan keuangan konvensional. Dengan mengurangkan utang terhadap jumlah kas dan persediaan dan mengalikannya dengan tarif zakat sebesar 2. .2 Saran Setelah penulis melakukan pembahasan skripsi ini maka dapat memberikan saran-sarannya sebagai berikut: 5. karena sesuai UU No 38 Tahun 1999 Tentang Pengelolaan zakat.2. Diharapkan adanya penerapan yang lebih luas atas metode pengukuran dan pengakuan rekening laporan keuangan untuk penghitungan zakat mal perusahaan yang lebih kompleks.-. dan utang sebagai dasar penghitungannya. 5. maka zakat yang dikeluarkan tersebut dapat dikurangkan dari laba kena pajak sesuai perundangundangan yang berlaku.575% atas dasar periode akuntansi selama 1 tahun masehi sebagai haulnya.2.2. 5. Hendaknya bila perusahaan membayarkan zakat tersebut disalurkan melalui badan amil zakat ataupun lembaga amil zakat yang telah mendapat pengesahan pemerintah. perubahan metode pengukuran atas pesediaan hanya dilakukan untuk penghitungan zakat saja.1.59 persediaan.2. maka zakat CV Adi Komunika Enterprise pada periode 31 Desember 2005 sebesar Rp 525. 5.3.000.

Penelititian hanya dilakukan dengan metode studi kasus terhadap perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan perdagangan. Dimana penulis menggunakan asumsi ditiadakannya utang jangka panjang dalam perusahaan. Beberapa keterbatasan tersebut adalah: 5. 5. penulis mencoba mengasumsikan hanya ada utang jangka pendek yang tidak berbunga (riba). karena dalam konteks perusahaan yang islami.3. sehingga konsep ini belum bisa diterapkan pada dunia usaha dengan sempurna.3.2. . Maka hasil dari penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan karena karakteristik masing-masing jenis perusahaan berbeda. karena diasumsikan utang jangka panjang dalam perusahaan yang islami telah diganti dengan sistem pembiayaan syariah. Keterbatasan dan kelemahan tersebut adalah adanya pertimbangan (jugment) pribadi penulis di dalam melakukan penelitian. dan diasumsikan sifat pembiayaan tersebut tidak sama dengan utang jangka panjang yang dipraktekkan pada perusahaan pada umumnya. Keterbatasan Penulis sangat menyadari bahwa dalam melakukan penelitian tidak lepas dari keterbatasan dan kelemahan. Adanya keterbatasan konsep yang digunakan dalam penelitian ini.60 5. Penelitian ini mempunyai beberapa keterbatasan yang mungkin dapat diatasi oleh peneliti selanjutnya.1.3.

UII Press. BP UNDIP. Buku 1 dan Buku 2. Standard Akuntansi Keuangan. Semarang. Edisi Pertama. 2002. 2005. Jakarta. Salemba Empat. M. Riset Akuntansi. Jakarta. Jakata. Edisi Revisi. Akhyar Adnan. Edisi Pertama. 2002. Teori Akuntansi (Accounting Theory. Ahmed Riahi. Lentera. Metodologi Penelitian Bisnis: Untuk Akuntansi & Manajemen. Yogyakarta. Yogyakarta. Husein Umar. Salemba Empat.B. Jakarta. Akuntansi Syariah. Nur Indriantoro dan Bambang Supomo. 2001. 2002. ________________. 2000. IAI. 4th ed). Prinsip-prinsip Akuntansi dalam Al-Qur an. Zakat dalam Perekonomian Modern. Yogyakarta. Islam Aplikatif. BPFE Yogyakarta. 2003. Akuntansi Syariah: Arah. Muhammad. Fiqih Lima Mazhab. 2000. UII Press. Jakarta. edisi Pertama. Salemba Empat. . Iwan Triyuwono dan Muhamad As’ udi. Gema Insani Press. Teori Akuntansi. Belkaoui. Prospek dan Tantangannya.61 DAFTAR PUSTAKA Anis Chariri dan Imam Ghozali. 2000. Jakarta. Gramedia Pustaka utama. Didin Hafidhuddin. 2003. Gema Insani Press. Jakarta. dkk. Muhammad Jawad. Alih Bahasa Masykur A. Alih bahasa Marwata dkk. Mughniyah. 1997.

diakses pada 21 April 2006. Pustaka Progressif. Aplikasi Akuntansi Syari ah. Suharsimi Arikunto. Lc. 2004. Yusuf. Alih Bahasa Salman Harun dkk. Jakarta. Penerbit kerjasama Lintera Antar Nusa dengan Mizan. Jakarta.tempointeraktif. Hukum Zakat. Panduan Praktis Penghitungan Zakat Kontemporer. Jakarta. . Syakur. Zaidah Kusmawati. 1999.62 Qardawi. Menghitung Laba Perusahaan. Syahatah. Alih Bahasa A. Akuntansi Zakat. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Undang-Undang Republik Indonesia No 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat. http://www.com. Yogyakarta. Husein. Rineka Cipta. 2002. 2005. Magistra Insania Press.

266.000 Rp 502.000 652.000 Rp 522.050.850 PASSIVA Rp 522.000 Rp 16.850 Utang Utang Usaha Utang Gaji Jumlah Utang PASSIVA Rp Rp 670.200.000 Rp 521.150.850 Ekuitas Rp 4.322.CV ADI KOMUNIKA ENTERPRISE NERACA PERIODE 31 DESEMBER 2005 AKTIVA Aktiva Lancar Kas Persediaan Aktiva Tetap Harga Perolehan Akumulasi Depresiasi Nilai buku AKTIVA Rp 545.000 Rp 43.588.588.156.382.850 63 .000 Rp 1.

Demikian surat keterangan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya. Adi Sucipto Musa Direktur 64 . Phone/ Fax (0291) 591531 SURAT KETERANGAN No: 001/AKE-Pnt/VI//2006 Yang bertanda tangan di bawah ini selaku Direktur CV Adi Komunika Enterprise Jepara menerangkan: Nama NIM Jurusan Alamat : HAFID JUNAIDI : 0220000177 : Akuntansi : Ngasem krajan rt 17/ 02 Batealit – Jepara Bahwa mahasiswa tersebut di atas telah benar-benar melakukan penelitian di CV Adi Komunika Enterprise dalam rangka penyusunan skripsi dengan judul “Metode Pengukuran dan Pengakuan Rekening-Rekening Laporan Keuangan untuk Penghitungan Zakat Mal Perusahaan. 27 Mei 2006 CV Adi Komunika Enterprise Ir.Jl Veteran No 24 Jepara 59417. Studi Kasus CV Adi Komunika Enterprise”. Jepara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful