Ciri ciri ragam bahasa baku

:

1 Pertama, pembicaraan dengan orang yang dihormati, yaitu atasan dengan bawahan di dalam kantor, siswa dan guru di kelas atau di sekolah, guru dan kepala sekolah di pertemuan-pertemuan resmi, mahasiswa dan dosen di ruang perkuliahan. Kedua, dalam wacana teknis, yaitu dalam laporan resmi dan karangan ilmiah berupa makalah, skripsi, tesis, disertasi, dan laporan hasil penelitian. Ketiga, pembicaraan di depan umum, yaitu ceramah, kuliah, khotbah. Di dalam konteks pertama dan ketiga didukung oleh bahasa Indonesia baku lisan . Konteks kedua didukung oleh bahasa Indonesia baku tulis. Di luar konteks itu dipergunakan bahasa Indonesia nonbaku atau bahasa Indonesia nonstandar.

2 Kemantapan Dinamis KemantapanKemantapan berarti, bahasa baku seuaiidengan pola dan sistembahasa yang bakudengan pola dan sistembahasa yang uMisalnya::Bentuk kata dengan peng-,g-Peng + kontrak = pengontrakPeng + kontrak = pengon bukan pengkontrakpeng.kmeng- + suplai = menyuplaimebukanbmensuplaimensuplai Dinamis berarti, tidak kaku danbdapat menerima perubahan yanggberpola dan bersistemberpola dan Misalnya:Misalnya : penatarpenata r><><petatarpetat arpenyuluhpenyuluh><><pesuluhpesulu hpenyepak bolabola><><pesepak bolapesepa k apenuduhpenuduh><><tertuduhtertu hpendakwape a>< terdakwa>< terdakwa

D3 Cendekia Ragam baku cendekia adalah ragam baku yang dipakai di tempat resmi.yang dipakai di tempat .Penggunanya adalah orang yang terpelajartrBiasanya diperoleh dari jalur formalBiasanya diperoleh dari jalur

lRagam cendekia lahir dari kesadarannberbahasa sehingga kalimat yanggdihasilkan jelas dan cendekia.Bahasa baku tidak lepas dari kesepakatannuntuk keseragaman. .Pembakuan mencari kesamaan bahasaPembakuan mencari kesamaan bah Keseragaman didasarkan kesepakatan. 4 Seragam Pembakuan bahasa adalah prosesPpenyeragaman bahasa .untuk keser .Misalnya (tidak cendekia):Rumah ini mau dijual.Misalnya:Misalny :SIMMbukanblisensilise nKTPKbukanbidentitas pribadiidentitas pribadi .Rumah ini mau dijual.dihasilkan jelas dan cendekia .Keseragaman didasarkan kesepak .

Fungsi pembawa kewibawaan 4. penyimpangan dari norma dan kaidah dapat dinilai. Dengan demikian. Karena fungsi itu. Bahasa baku selanjutnya berfungsi sebagai kerangka acuan bagi pemakaian bahasa dengan adanya norma dan kaidah (yang dimodifikasi) yang jelas. menurut pengalaman. Fungsi pembawa wibawa bersangkutan dengan usaha orang mencapai kesederajatan dengan peradaban lain yang dikagumi lewat pemerolehan bahasa baku sendiri. Hal itu terlihat pada penutur bahasa Indonesia. . Fungsi pemberi kekhasan 3. Norma dan kaidah itu menjadi tolok ukur bagi betul tidaknya pemakaian orang seorang atau golongan. iklan. tiga diantaranya bersifat pelambang atau simbolik. seperti dalam pemakaian kata. Fungsi sebagai kerangka acuan. Bahasa baku memperhubungkan semua penutur berbagai dialek bahasa itu. Walaupun begitu. tetapi juga mencakup segala jenis pemakaian bahasa yang menarik perhatian karena bentuknya yang khas. Dapat juga dikatakan bahwa fungsi pembawa wibawa itu beralih dari pemilihan bahasa baku yang nyata kepemilikan bahasa yang berpotensi menjadi bahasa baku. Dengan demikian.Fungsi Bahasa Baku Bahasa baku mendukung empat fungsi. yaitu : 1. sedangkan yang satu lagi bersifat objektif. bahasa baku mempersatukan mereka menjadi satu masyarakat bahasa dan meningkatkan proses identifikasi penutur orang seorang dengan seluruh masyarakat itu. sudah dapat disaksikan di beberapa tempat bahwa penutur yang mahir berbahasa Indonesia ³dengan baik dan benar´ memperoleh wibawa di mata orang lain. Fungsi pemersatu 2. Bahasa baku juga menjadi kerangka acuan bagi fungsi esestika bahasa yang tidak saja terbatas pada bidang susastra. dan tajuk berita. Fungsi pemberi kekhasan yang diemban oleh bahasa baku memperbedakan bahasa itu dari bahasa yang lain. bahasa baku memperkuat perasaan kepribadian nasional masyarakat bahasa yang bersangkutan.

Bahasa yang baku tidak akan menimbulkan ketaksaan pada pemahaman pembacanya. Charles van Ophuijsen dibantu oleh Engku Nawawi gelar Sutan Makmur dan Moh. Dalam kitab itu dimuat sistem ejaan Latin untuk bahasa Melayu di Indonesia. bahasa sosial. Huruf oe untuk menuliskan kata-kata goeroe. Hal-hal yang menonjol dalam ejaan van Ophijsen adalah sebagai berikut : a. Sumatera Barat.Van Ophuijsen adalah seorang ahli bahasa berkebangsaan Belanda. Ia pernah jadi inspektur sekolah di maktab perguruan Bukittinggi. Kamil dengan judul Tata Bahasa Melayu dan menjadi panduan bagi pemakai bahasa Melayu di Indonesia. jernih. Sejarah singkat Ejaan Van Ophuijsen Pada tahun 1901 diadakan pembakuan ejaan bahasa Indonesia yang pertama kali oleh Prof. atau pun bahasa pergaulan yang moderen. Ragam bahasa baku akan menuntun pembacanya ke arah cara berpikir yang bernalar. Bahasa Inggris. Pemahaman semacam ini harus diluruskan. Taib Sultan Ibrahim. b.Mengapa Harus Baku? Banyak orang kurang menyetujui pemakaian bahasa ³baku´ karena mereka kurang memahami makna istilah itu. Mereka mengira bahasa yang baku selalu bersifat kaku. ormoer. tidak lazim digunakan sehari-hari. Setelah menerbitkan Kitab Logat Melajoe. Mereka beranggapan bahwa penggunaan ragam baku mengakibatkan bahasa yang kurang komunikatif dan sulit dipahami. maksudnya mudah dipahami. bahasa baku dapat menuntun baik pembaca maupun penulisnya ke arah penggunaan bahasa yang efisien dan efektif. sajang. . Buku ini kemudian diterjemahkan oleh T. atau bahasa yang hanya terdapat di buku. van Ophuijsen kemudian menerbitkan Maleische Spraakkunst (1910). dan bahasa-bahasa lain di Eropa. Di samping itu. pajah. Bahasa yang efektif ialah bahasa yang mencapai sasaran yang dimaksudkan (Moeliono. Mereka berpendirian bahwa kita cukup menggunakan bahasa yang komunikatif. dan masuk akal. 2002). kemudian menjadi profesor bahasa Melayu di Universitas Leiden. itoe. Belanda. Bahasa yg efisien ialah bahasa yg mengikuti kaidah yang dibakukan atau yang dianggap baku dengan mempertimbangkan kehematan kata dan ungkapan.Ejaan ini akhirnya digantikan oleh Ejaan republik pada 17 Maret 1947. Hasil pembakuan mereka yang dikenal dengan Ejaan Van Ophuijsen ditulis dalam sebuah buku. bisa menjadi bahasa dunia dan bahasa komunikasi dalam ilmu pengetahuan karena tingginya sifat kebakuan bahasa-bahasa tersebut.W. Huruf j untuk menuliskan kata-kata jang. Keterpautan bahasa baku dengan materi di media massa ialah bahwa ragam ini yang paling tepat digunakan supaya bahasa Indonesia berkembang dan dapat menjadi bahasa iptek.

Tanda diakritik. seperti ubur2. ber-main2. pak. awalan 'di-' dan kata depan 'di' kedua-duanya ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Keputusan ini dilakukan dalam Perjanjian Persahabatan Indonesia dan Malaysia pada tahun 1959.Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi. rakjat. Tjilatjap menjadi Jl. Sebagai menteri. dimakan. Perbedaan-perbedaan antara ejaan ini dengan ejaan Van Ophuijsen ialah:   huruf 'oe' menjadi 'u'. pada 23 Mei 1972 Mashuri mengesahkan penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan dalam bahasa Indonesia yang menggantikan Ejaan Soewandi. pa . Ejaan Republik (edjaan repoeblik) adalah ketentuan ejaan dalam Bahasa Indonesia yang berlaku sejak 17 Maret 1947. seperti koma ain dan tanda trema. Mashuri. Tun Hussien Onn danMenteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Sistem ini tidak pernah sampai diterapkan. dari Djl. bunyi hamzah dan bunyi sentak yang sebelumnya dinyatakan dengan (') ditulis dengan 'k'. seperti pada goeroe guru. Ejaan ini menggantikan ejaan sebelumnya. Cilacap Ejaan Melindo adalah sistem ejaan Latin yang termuat dalam Pengumuman Bersama Edjaan Bahasa Melaju-Indonesia (Melindo) (1959) sebagai hasil usaha penyatuan sistem ejaan denganhuruf Latin di Indonesia dan Persekutuan Tanah Melayu. maklum. sebuah pernyataan bersama telah ditandatangani oleh Menteri Pelajaran Malaysia pada masa itu. Kata depan 'di' pada contoh dirumah. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah ejaan Bahasa Indonesia yang berlaku sejak tahun 1972.c. Ejaan ini mengganti ejaan sebelumnya. ma moer. Ejaan ini kemudian juga disebut dengan nama edjaan Soewandi. kata ulang boleh ditulis dengan angka 2. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu. Pada masa jabatannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. disawah.   Ejaan Soewandi ini berlaku sampai tahun 1972 lalu digantikan oleh Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) pada masa menteri Mashuri Saleh. Pernyataan bersama tersebut mengandung persetujuan untuk melaksanakan asas yang telah disepakati oleh para ahli dari kedua negara tentang Ejaan Baru . dinamai . Pada 23 Mei 1972. tidak dibedakan dengan imbuhan 'di-' padadibeli. seperti pada kata-kata tak. ta . untuk menuliskan kata-kata akal. Mashuri menandai pergantian ejaan itu dengan mencopot nama jalan yang melintas di depan kantor departemennya saat itu. yaitu Ejaan Van Ophuijsen yang mulai berlaku sejak tahun 1901. ke-barat2-an.

0196/1975 memberlakukan "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah". Panitia Pengembangan Bahasa Indonesia. Kata depan 'di' pada contoh "di rumah". Setelah itu. Pada tanggal 16 Agustus 1972. Perbedaan-perbedaan antara EYD dan ejaan sebelumnya adalah:        'tj' menjadi 'c' : tjutji 'dj' menjadi 'j' : djarak 'j' menjadi 'y' : sajang cuci jarak sayang nyamuk syarat akhir 'nj' menjadi 'ny' : njamuk 'sj' menjadi 'sy' : sjarat 'ch' menjadi 'kh' : achir awalan 'di-' dan kata depan 'di' dibedakan penulisannya. dapat dilihat pada Penulisan tanda baca sesuai EYD . Selanjutnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarluaskan buku panduan pemakaian berjudul "Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan". "di sawah". Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. dimakan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Pada tanggal 12 Oktober 1972.dan Ejaan Yang Disempurnakan. "oe" sudah tidak digunakan. sementara 'di-' pada dibeli. penulisannya dipisahkan dengan spasi. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Tahun 1972. Jadi sebelum EYD. menerbitkan buku "Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan" dengan penjelasan kaidah penggunaan yang lebih luas. Untuk penjelasan lanjutan tentang penulisan tanda baca. berlakulah sistem ejaan Latin (Rumi dalam istilah bahasa Melayu Malaysia) bagi bahasa Melayu dan bahasa Indonesia. 57. Sebelumnya "oe" sudah menjadi "u" saat Ejaan Van Ophuijsen diganti dengan Ejaan Republik. berdasarkan Keputusan Presiden No. Di Malaysiaejaan baru bersama ini dirujuk sebagai Ejaan Rumi Bersama (ERB).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful