AUDIT OPERASIONAL

Audit kinerja yang meliputi audit ekonomi, efisiensi dan efektifitas pada dasarnya merupakan perluasan dari audit konvensional (conventional audit) yang meliputi audit ketaatan dan audit keuangan. Salah satu hal yang membedakan audit kinerja dan audit konvensional adalah dalam hal laporan audit. Dalam audit konvensional, hasil audit adalah berupa pendapat (opini) auditor secara independen dan obyektif tentang kewajaran laporan keuangan sesuai dengan kriteria standar yang telah ditetapkan, tanpa pemberian rekomendasi perbaikan. Sedangkan dalam audit kinerja, tidak hanya memberikan kesimpulan mengenai atau berdasarkan tahapan audit yang telah dilakukan, akan tetapi juga dilengkapi dengan rekomendasi untuk perbaikan dimasa mendatang. Audit terhadap kinerja manajemen dan mengomentari mengenai bagaimana mereka melaksanakan kewajiban mereka secara ekonomis, efisien dan efektif bukanlah merupakan topik yang baru sekarang ini, namun sampai sekarang hasil dari audit kinerja ini selalu disimpan dan dianggap hanya sebagai dalam pertimbangan organisasi saja. Tumbuhnya rasa tidak puas dan adanya tuntutan yang meningkat terhadap akuntabilitas manajemen dari perusahaan publik mengakibatkan perlunya mempertimbangkan kemungkinan audit kinerja sebagai sebuah mandatori. Secara tradisional audit kinerja telah dilakukan melalui audit internal suatu departemen dari suatu entitas. Hasil audit ini hanya disimpan oleh entitas tersebut tanpa ada tindakan lebih lanjut. Auditor internal diminta untuk mereview sebuah area dari suatu entitas dan melaporkannya kembali pada manajemen mengenai seberapa ekonomis, efisien dan efektif wilayah tersebut dikelola selama periode yang diperiksa. Manajemen sepertinya enggan untuk mengungkapkan hasil tersebut pada anggota dari entitas tersebut atau pada masyarakat umum. Hal ini menjadi pertanyaan besar, seharusnya hasil atau kesimpulan yang diperoleh dari audit ini disampaikan atau diungkapkan pada orang-orang yang berkepentingan dan juga pada masyarakat umum, sehingga mereka dapat menilai bagaimana kinerja dari manajemen tersebut. TREND TERKINI DALAM AUDITING Auditing merupakan profesi dan seperti halnya profesi lain, ia dinamis tidak statis. Ia akan berkembang dan menyesuaikan dirinya dengan kebutuhan pemakai dari profesi tersebut. Saat ini ketidakpuasan terhadap hasil audit laporan keuangan terjadi dimanamana, bahkan di negara maju sekalipun, sehingga terjadi apa yang disebut dengan “expectation gap” yakni perbedaan antara apa yang dilakukan oleh auditor dan apa yang diinginkan oleh pemakai laporan audit. Hal ini terjadi karena audit laporan keuangan oleh auditor hanya mengungkapkan opini atas rekening-rekening dari laporan keuangan saja. Padahal pemakai informasi laporan keuangan ingin terjamin bahwa rekening yang diaudit akurat, wajar, tidak ada kecurangan dan dapat digunakan untuk proyeksi masa depan. Blair (1990) memperjelas fungsi yang tidak dilakukan oleh audit, yakni audit tidak merupakan jaminan dari kelangsungan perusahaan di masa depan. Hasil audit bukan merupakan pendapat atas ekonomis, efisiensi atau efektivitas yang dilakukan manajemen, tidak juga menjamin bahwa tidak ada fraud atau pelanggaran aturan. Komentar ini sangat menarik, karena merupakan cerminan dari harapan publik bagaimana seharusnya jasa akuntansi dilakukan. Saat ini muncul keinginan dari sebagian pemakai informasi laporan keuangan bahwa seorang akuntan seharusnya berkomentar atas kinerja manajemen selama periode amatan, seperti halnya pelaporan untuk akurasi laporan keuangan dari

Sedangkan dewan komisaris atau komite audit adalah pihak yang menerima salinan laporan audit operasional. Ekonomis maksudnya memperoleh kualitas dan kuantitas sumber daya fisik dan manusia yang layak pada waktu Melaporkan kepada orang-orang yang tepat Auditor internal biasanya melapor ke manajemen atau individu atau badan yang meminta audit tentang seberapa efisien. kriteria seringkali dinyatakan dalam bentuk standar kinerja yang ditetapkan oleh manajemen. efektif atau ekonomis suatu bagian atau program kerja yang telah dilaksanakan. terstruktur. dan terorganisasi. Dalam auditing operasional. dalam beberapa kasus. . Rekomendasi perbaikan (Sesuai standar Pelaporan Ketiga dalam Standar Pelaporan Audit Kinerja) Hasil dari audit operasional bisa berupa rekomendasi yang sangat berguna bagi pihak manajemen untuk menentukan dan menilai kebijakan-kebijakan dan kegiatan perusahaan apakah sudah tepat waktu atau memerlukan perbaikan sehingga akan berpengaruh pada kelangsungan hidup perusahaan. Efisiensi. Kriteria ini seringkali didefinisikan kurang jelas bila dibandingkan dengan kriteria yang digunakan dalam audit atas laporan keuangan. Namun. Proses yang sistematis Seperti dalam audit laporan keuangan. standar itu mungkin ditetapkan oleh suatu badan pemerintahan atau oleh industri. PENGERTIAN AUDIT OPERASIONAL Audit Operasional adalah proses yang sistematis untuk mengevaluasi efisiensi dan efektivitas kegiatan suatu organisasi dalam prosesnya untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. efektivitas. dan ekonomis Efisiensi digunakan untuk menilai sebaik apakah pemakaian sumber daya suatu organisasi yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Audit operasional mengukur derajat kesesuaian antara kinerja aktual dan kriterianya. Mengevaluasi operasi organisasi Evaluasi atas operasi ini harus didasarkan pada beberapa kriteria yang ditetapkan dan disepakati. audit operasional menyangkut serangkaian langkah atau prosedur yang logis.perusahaan tersebut. bisa saja suatu kebijakan organisasi itu sangat efisien akan tetapi tidak efektif begitupun sebaliknya. misalnya masyarakat luas yang langsung atau tidak langsung berhubungan dengan perusahaan tersebut. Efisiensi dan efektivitas merupakan dua hal yang saling berkaitan erat satu dengan lainnya. Padahal hasil audit ini bisa jadi sangat dibutuhkan oleh pihak-pihak selain manajemen. Hasil temuan dari audit kinerja ini sangat jarang sekali diungkapkan ke seluruh bagian organisasi apa lagi ke masyarakat umum. serta perolehan dan evaluasi secara objektif bukti yang berkaitan dengan aktivitas yang diaudit. dan keekonomisan operasi organisasi yang berada dalam pengendalian manjemen serta melaporkan kepada orang-orang yang tepat atas hasil-hasil evaluasi tersebut beserta rekomendasi untuk perbaikan. Aspek ini meliputi perencanaan yang baik. sedangkan efektivitas digunakan untuk menilai seberapa baik kebijakan-kebijakan organisasi tersebut untuk mencapai tujuan.

Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh jika laporan audit kinerja ini menjadi wajib disediakan oleh perusahaan. Sebaiknya audit operasional dilakukan secara teratur untuk menjamin bahwa permasalahan yang penting tidak menjadi kronis dalam perusahaan. auditor juga harus memahami industri tempat entitas beroperasi serta sifat dan luas peraturan pemerintah yang berlaku. dan kehematan operasi. Pemilihan auditee dimulai dengan studi atau survey pendahuluan terhadap calon-calon auditee dalam entitas untuk mengidentifikasi aktivitas yang mempunyai potensi audit tertinggi dilihat dari segi perbaikan efektivitas. 3. 3. Oleh karena itu. auditor harus mengabaikan masalah kecil yang mungkin dapat memakan biaya jika diselidiki lebih lanjut. serta . Biaya Biaya juga merupakan salah satu factor pembatas. Oleh karena itu. Pemahaman tentang calon auditee diperoleh dengan: mereview data arsip latar belakang setiap auditee meninjau fasilitas auditee untuk memastikan bagaimana auditee mencapai tujuannya mempelajari dokumentasi yang relevan tentang operasi auditee seperti buku petunjuk kebijakan dan prosedur. karena auditor harus memberikan informasi kepada manajemen secara cepat atau setidaknya tepat waktu untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Keahlian auditor Kurangnya pengetahuan banyak dikeluhkan para auditor operasional karea tidak mungkin bagi seorang auditor mengetahui dan menguasai berbagai disiplin bisnis. perhatian difokuskan pada aktivitas. studi pendahuluan merupakan proses penyaringan yang aka menghasilkan peringkat dari calon auditee.Audit manajemen akan memicu perusahaan untuk berhati-hati dalam mengelola perusahaan. KETERBATASAN AUDIT OPERASIONAL Menurut Nugroho Widjayanto (1985:23-24) ada beberapa keterbatasan audit operasional: 1.MANFAAT AUDIT OPERASIONAL Laporan audit manajemen dapat dijadikan sebagai informasi pelengkap dari laporan keuangan perusahaan. Pada intinya. Selanjutnya. 1. audit operasional biasnya terkena kendala anggaran atau kehemaatan. 2.Penyelenggaran perusahaan akan makin transparan sehingga pihak luar perusahaan dapat mengikuti perkembangan perusahaan dengan lebih baik. bagan arus. Waktu Waktu menjadi factor yang sangat membatasi. 2. standar kinerja dan pengendalian mutu. Selain itu. sumber daya untuk audit operasional harus digunakan dengan sebaik-baiknya. unit. Titik awal dari studi pendahuluan ini adalah memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai struktur organisasional entitas serta karakteristik operasinya.Memilih auditee Seperti pada banyak aktivitas lainnya dalam suatu entitas. TAHAP-TAHAP AUDIT OPERASIONAL 1. karena itu tentu saja biaya audit harus lebih kecil dari jumlah yang dapat dihemat.Kepentingan masyarakat (terutama investor) makin terlindungi sehingga iklim investasi dan usaha akan makin kondusif. Auditor operational hanya lebih ahli dalam bidang audit daripada dalam bidang bisnis. efisiensi. atau fungsi yang akan diaudit.

program audit berisi seperangkat prosedur yang dirancang untuk memperoleh bukti yang berkaitan dengan satu atau lebih tujuan. Pekerjaan harus dijadwalkan melalui konsultasi dengan auditee agar ada kerja sama maksimum dari personil auditee selama audit. Dalam suatu audit operasional. Wawancara yang efektif sangat penting dalam audit operasional. auditor menyiapkan suatu laporan atau memorandum studi pendahuluan. Seperti dalam audit laporan keuangan. auditor berharap akan memperoleh pendapat. Dari pengajuan pertanyaan. Perencanaan terutama penting dalam jenis audit ini karena sangat beragamnya audit operasional. dan catatan naratif. Tim audit ini harus terdiri dari auditor yang memiliki kemampuan teknis yang diperlukan untuk memenuhi tujuan audit. Pendekatan yang biasa dilakukan adalah mengembangkan kuesioner untuk auditee dan menggunakannya sebagai dasar untuk mewawancarai personil auditee. Tahap ini sering kali disebut sebagai melakukan audi yang mendalam (in-depth audit). 2. Kriteria ini dapat dikembangkan secara internal oleh entitas . yang harus dibuat sesuai dengan keadaan auditee yang ditemui pada tahap studi pendahuluan audit. Berdasarkan pemahaman ini. 3. Pelaksanaan audit adalah tahap audit yang paling memakan waktu dalam audit operasional. Laporan ini hanya digunakan oleh departemen auditing internal dan tidak ditujukan untuk manajemen. Untuk tujuan ini. dalam perencanaan audit gharus dipertimbangkan penggunaan teknikteknik sampling statistik. Melalui pengamatan terhadap personil auditee. bagan arus. Perencanaan audit juga mencakup pemilihan tim audit dan penjadwalan pekerjaan.Melaksanakan audit Selama melaksanakan audit. auditor secara ekstensif mencari fakta-fakta yang berhubungan dengan masalah yang teridentifikasi dalam auditee selama studi pendahuluan. dan usulan tentang pemecahan masalah. auditor sangat mengandalkan pada pengajuan pertanyaan dan pengamatan. auditor juga harus mengetahui apakah teknikteknik berbantuan komputer (computer assisted techniques) akan efisien dari segi biaya. Jadi. Auditor juga harus menggunakan analisis dalam audit operasional. yang mengikhtisarkan semua temuan dan mencantumkan rekomendasi mengenai auditee yang harus diaudit. analisis itu harus melibatkan studi dan pengukuran kinerja akrual dalam hubungannya dengan kriteria tertentu.Merencanakan audit Perencanaan audit yang cermat sangat penting baik bagi efektivitas maupun efisiensi audit operasional. auditor akan mendeteksi inefisiensi dan kondisi lainnya yang ikut menyebabkan masalah ini. Landasan utama dari perencanaan audit adalah pengembangan program audit. Bukti yang diperiksa biasanya didasarkan pada sampel data.deskripsi tugas mewawancarai manajer aktivitas tersebut mengenai bidang-bidang permasalahan tertentu (sering kali disebut entry interview) menerapkan prosedur analitis untuk mengidentifikasi trend atau hubungan yang tidak biasa melakukan pemeriksaan (atau pengujian) audit mini untuk menegaskan atau menjernihkan pemahaman auditor tentang masalah yang potensial Pemahaman auditor mengenai setiap auditee harus didokumentasikan melalui kuesioner yang sudah diisi dengan lengkap. Disamping itu. komentar.

Temuan auditor pada dasarnya menghasilkan kritik yang konstruktif. ada banyak situasi unik yang berkaitan dengan pelaporan dalam audit operasional.seperti sasaran produktivitas dan anggaran yang ditetapkan atau.Melaporkan temuan kepada manajemen Auditing operasional serupa dengan jenis-jenis auditing lainnya karena produk akhir dari audit ini adalah laporan audit. auditor harus sensitif terhadap reaksi penerima. temuan. Dalam beberapa kasus. rekomendasi yang diberikan mungkin hanya menyarankan perlunya studi lebih lanjut atas masalah yang dihadapi. kriteria ini dapat berasal dari luar entitas berupa standar industri atau diturunkan oleh auditor dari audit-audit sebelumnya atas aktivitas yang serupa. 5.Melakukan tindak lanjut Tahap terakhir atau tahap tindak lanjut (follow-up phase) dalam audit operasional adalah tahap bagi auditor untuk menindaklanjuti tanggapan auditee terhadap laporan audit. Laporan itu harus memuat: suatu pernyataan tentang tujuan dan ruang lingkup audit uraian umum mengenai pekerjaan yang dilakukan dalam audit ikhtisar temuan-temuan rekomendasi perbaikan komentar auditee Konsep laporan ini biasanya dibuat oleh auditor penanggung jawab. maka tanggapan penerima laporan kemungkina besar akan lebih positif. dan rekomendasi harus didokumentasikan dalam kertas kerja. seperti dalam audit laporan keuangan. Biasanya. Pencantuman komentar auditee adalah bersifat opsional. Pembahasan ini memenuhi beberapa tujuan yang penting: (1) memberi auditor peluang untuk menguji akurasi temuan serta ketpatan rekomendasi. sehingga konsep final dapat disiapkan. Pada saat menulis laporan. Analisis ini dapat memberikan dasar untuk menentukan sejauh mana auditee memenuhi tujuan yang ditetapkan. Akan tetapi. Idealnya. berlawanan dengan bahasa standar yang terdapat pada laporan auditor dalam audit atas laporan keuangan. kebijakan entitas sebaiknya mengharuskan manajer unit yang diaudit untuk melaporkan secara tertulis selama periode waktu yang ditetapkan. Review selama audit berguna dalam memantau kemajuan. komentar itu hanya disertakan apabila auditee tidak menyetujui temuan dan rekomendasi. biasanya. dan (2) memungkinkan auditor mendapatkan komentar auditee untuk dimasukkan dalam laporan. Konsep tersebut kemudian dibahas dengan manajer unit yang diaudit. maka laporan itu bisa dimulai dengan suatu ikhtisar lengkap (executive summary) mengenai temuan dan rekomendasi. Konsep awal ini selanjutnya direvisi sesuai keperluan. Standar praktik 440 IIA menyatakan bahwa auditor internal harus menindaklanjuti untuk memastikan bahwa tindakan yang tepat . Pekerjaan yang dilakukan. Jika bahasanya tidak terlalu menyerang. Misalnya. Jika laporannya panjang serta terinci. sedangkan review pada akhir audit memastikan kualitas pekerjaan secara keseluruhan. bahasa laporan dalam audit operasional bervariasi untuk setiap auditee. Akan tetapi. Auditor menanggung jawab (in-charge) biasanya bertanggung jawab untuk mereview kertas kerja baik selama maupun pada saat selesainya pemeriksaan. salinan laporan auditing operasional dikirimkan kepada manajemen senior dan kepada komite audit. tindak lanjut ini juga harus mencakup penentuan kelayakan tindakan yang diambil oleh auditee dalam mengimplementasikan rekomendasi. 4. kertas kerja merupakan pendukung utama laporan auditor.

lingkup.Standar Umum Keempat (Pengendalian Mutu) “Setiap organisasi atau lembaga audit yang melaksanakan audit berdasarkan SAP ini harus memiliki system pengendalian intern yang memadai. kesimpulan. lingkup dan metodologi pemeriksaan selama pemeriksaan dilakukan. pemeriksaan harus mempertimbangkan untuk membuat penyesuaian pada tujuan.Standar Umum Kedua (Independensi)“Dalam semua hal yang berkaitan dengan pekerjaan audit. Kegagalan auditor untuk menerima tanggapan yang tepat harus dikomunikasikan kepada manajemen senior. dan system pengendalian mutu tersebut harus direview oleh pihak lain yang kompeten (pengendalian mutu ekstern)” B. bebas dari gangguan ilndependensi yang bersifat pribadi dan yang dari luar pribadinya ekstern). STANDAR AUDIT OPERASIONAL A. organisasi atau lembaga audit dan para auditornya bertanggung jawab untuk dapat mempertahankan independensinya sedemikian rupa. yang dapat mempengaruhi independensinya.Standar Umum Ketiga (Penggunaan Kemahiran Secara Cermat dan Seksama) “Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya.telah diambil berdasarkan temuan yang dilaporkan. harus independen (secara organisasi maupun secara pribadi). serta harus dapat mempertahankan sikap dan penampilan yang independen”Dengan standar umum kedua ini.Standar Umum Pertama (Persyaratan Kemampuan atau Keahlihan) “Staf yang ditugasi untuk melaksanakan audit harus secara kolektif memiliki kecakapan profesional yang memadai untuk tugas yang disyaratkan” Dengan standar ini. serta kaitannya dengan sifat dari jenis yang dilaksanakan. Staf tersebut harus memiliki pengetahuan yang mendalam tentang audit pemerintahan. auditor wajib menggunakan kemahiran profesionalnya secara cermat dan seksama” 4. Standar Umum 1. dan lingkup serta metodologi pemeriksaan untuk mencapai tujuan pemeriksaan tersebut. Perencanaan merupakan proses yang berkesinambungan selama pemeriksaan. pemeriksa harus mendefinisikan tujuan pemeriksaan.Standar Pekerjaan Lapangan Kedua (Supervisi) “Staf harus diawasi(disupervisi) dengan baik” Supervisi mencakup pengarahan kegiatan pemeriksa dan pihak lain (seperti tenaga ahli yang terlibat dalam pemeriksaan) agar tujuan pemeriksaan dapat dicapai. 2. sehingga pendapat. pertimbangan atau rekomendasi dari audit dipandang tidak memihak oleh pihak ketiga yang memiliki pengetahuan mengenai hal itu.Standar Pekerjaan Lapangan Pertama (Perencanaan) “Pekerjaan harus direncanakan secara memadai” Dalam merencanakan pemeriksaan. Unsur supervisi . tentang keadaan khas yang diaudit. semua organisasi atau lembaga audit bertanggung jawab bahwa setiap audit dilaksanakan oleh staf yang secara kolektif memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk tugas audit tersebut. Tujuan. Oleh sebab itu. organisasi atau lembaga audit dan auditor baik pemerintah maupun akuntan public. Standar Pekerjaan Lapangan Audit Kinerja 1. Pemeriksa menentukan ketiga elemen ini secara bersama-sama. 3. dan metodologi pemeriksaan tidak ditentukan secara terpisah. 2.

data yang disusun oleh pemeriksa. dan pelaporan pemeriksaan harus berisi informasi yang cukup untuk memungkinkan pemeriksa yang berpengalaman tetapi tidak mempunyai hubungan dengan pemeriksaan tersebut dapat memastikan bahwa dokumen pemeriksaan tersebut dapat menjadi bukti yang mendukung temuan. Demikian juga halnya dengan kecukupan dan relevansi bukti-bukti tersebut. dan relevan harus diperoleh untuk menjadi dasar yang memadai bagi temuan dan rekomendasi pemeriksa”. membuat hasl audit sebagai bahan untuk tindakan perbaikan oleh instansi terkait. simpulan. Bagi staf yang kurang berpengalaman. pelaksanaan. dan rekomendasi 4. Standar Pelaporan Audit Kinerja 1. supervisor dapat memberikan pokok-pokok mengenai lingkup pekerjaan pemeriksaan dan menyerahkan rinciannya kepada staf tersebut.Standar Pelaporan Kedua (Isi Laporan) Pernyataan standar pelaporan kedua adalah: “Laporan hasil pemeriksaan harus mencakup”: 1. kompeten. pemberian informasi mutakhir tentang masalah signifikan yang dihadapi. dan metodologi pemeriksaan 3. Supervisor harus yakin bahwa staf benar-benar memahami mengenai pekerjaan pemeriksaan yang harus dilakukan. dan rekomendasi pemeriksa” C. supervisor harus memberikan pengarahan mengenai teknik menganalisis dan cara mengumpulkan data. termasuk data dikumpulkan oleh entitas yang diperiksa. lingkup. Standar Pekerjaan Lapangan Keempat (Dokumentasi Pemeriksaan) Pernyataan standar pelaksanaan keempat adalah: “Pemeriksa harus mempersiapkan dan memelihara dokumen pemeriksaan dalam bentuk kertas kerja pemeriksaan. 3. 4.tujuan. Bagi staf yang berpengalaman. yang berwenang berdasar peraturan perundang-undangan yang berlaku.pernyataan bahwa pemeriksaan dilakukan sesuai dengan Standar Pemeriksaan 2.Standar Pelaporan Pertama (Bentuk) “Auditor harus membuat laporan audit secara tertulis untuk dapat mengkomunikasikan hasil setiap audit” Kebutuhan untuk melaksanakan pertanggungjawaban tentang program pemerintahan menghendaki bahwa laporan audit disajikan dalam bentuk tertulis. pelaksanaan reviu atas pekerjaan yang dilakukan.hasil pemeriksaan berupa temuan pemeriksaan. dan apa yang diharapkan akan dicapai. membuat hasil audit terhindar dari kesalahpahaman.tanggapan pejabat yang bertanggung jawab atas hasil pemeriksaan . Laporan tertulis berfungsi untuk: mengkomunikasikan hasil audit kepada pejabat pemerintah.meliputi pemberian instruksi kepada staf. Dokumen pemeriksaan yang berkaitan dengan perencanaan. dan pemberian pelatihan kerja lapangan (on the job training) yang efektif. mengapa pekerjaan tersebut harus dilakukan. atau data yang diberikan oleh pihak-pihak ketiga. pemeriksa harus mempertimbangkan validitas dan keandalan data tersebut. Dalam mengidentifikasikan sumber-sumber data potensial yang dapat digunakan sebagai bukti pemeriksaan.Standar Pekerjaan Lapangan Ketiga Pernyataan standar pelaksanaan ketiga adalah: “Bukti yang cukup. memudahkan tindak lanjut untuk menentukan apakah tindakan perbaikan yang semestinya telah dilakukan 2. simpulan.

pihak yang bertanggung jawab untuk melakukan tindak lanjut hasil pemeriksaan. dapat dilihat dari fakta penutupan Bank Unibank. tapi kita tidak tahu seberapa ekonomis. serta jelas. Hubungan ini juga dapat dilihat dari pernyataan Abdul Halim (2003:198) mengenai beberapa konsep dasar dari Sistem Pengendalian Intern. 4. tujuan audit operasional itu sendiri adalah memberikan penilaian terhadap efisiensi dan efektivitas serta keekonomisan dari suatu bagian operasional perusahaan yang merupakan akibat yang diharapkan dari system pengendalian intern yang baik. Akibatnya cukup jelas.5. Hubungan Audit Operasional dalam Menunjang Efektivitas Sistem Pengendalian Intern Peranan audit operasional dalam menunjang system pengendalian intern adalah audit operasional dapat mengetahui efektivitas dan efisiensi akan suatu system pengendalian intern pada suatu fungsi (misal fungsi penjualan) dari suatu perusahaan. pihak yang mempunyai kewenangan untuk mengatur entitas yang diperiksa. audit operasional maupun audit kepatuhan serta Sistem Pengendalian Intern tidak dimaksudkan untuk memberikan jaminan yang mutlak dimana setiap Sistem Pengendalian Intern pasti mempunyai kelemahan”.Standar Pelaporan Keempat (Penerbitan dan Pendistribusian Laporan Hasil Pemeriksaan) Pernyataan standar pelaporan keempat adalah: “Laporan hasil pemeriksaan diserahkan kepada lembaga perwakilan. Seperti telah dijelaskan diatas. dan kepada pihak lain yang diberi wewenang untuk menerima laporan hasil pemeriksaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku”. masyarakat kembali dirugikan dengan ditutupnya bank tersebut. Bank yang berdiri sejak tahun 1967 tersebut pada Maret 1999 oleh Bank Indonesia dimasukkan ke dalam bank kategori A. Pada tahun 1999 bank ini membukukan laba sebesar Rp55 milyar. Bank ini telah memenuhi Ratio Kecukupan Modal (CAR) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. entitas yang diperiksa. CONTOH KASUS : Unibank Untuk melihat bahwa laporan keuangan seringkali misleading untuk menilai keadaan suatu perusahaan. efisien dan efektifnya bank ini bekerja. lengkap. .pelaporan informasi rahasia (apabila ada) 3. yaitu : “Sistem Pengendalian Intern diharapkan dapat mencapai tujuan audit. meyakinkan. Pada tahun 1997 bank ini mencatat laba Rp13 milyar. Pada tahun 1998 sebagai puncak dari krisis perbankan dan moneter yang melanda Indonesia. Sepintas bank ini mencatat kinerja yang lumayan baik. Namun tanpa ada informasi yang lengkap. maka (bagi masyarakat awam) tiba-tiba saja bank ini ditutup oleh pemerintah. Masyarakat tidak tahu atau tidak diberitahu dengan informasi yang cukup tentang kinerja bank. Pada tahun 2000 prestasi labanya masih lumayan. akurat. bank ini mengalami kerugian yang cukup besar yakni Rp436 milyar. Hal ini juga dapat dilihat dari kategori bank yang diperoleh oleh Unibank. Jika kinerja bank ini dilihat dari laporan keuangan saja kelihatan cukup baik.Standar Pelaporan Ketiga Pernyataan standar pelaporan ketiga adalah: “Laporan hasilpemeriksaan harus tepat waktu. dan seringkas mungkin”. baik audit keuangan. obyektif.

3 triliun dan USD 698 juta. Dari lima BUMN yang diteliti oleh beberapa akuntan publik lokal dan asing ditemukan rugi efisiensi sebesar Rp24. Audit kinerja ini sepengetahuan penulis telah dilakukan di Australia dengan adanya Australian Standard Auditing AUP 33 yang berlaku sejak 1993. Rekomendasi ini akan ditindaklanjuti oleh manajemen. Jenis audit yang telah dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik yang bekerjasama dengan Kantor Akuntan Publik Asing tersebut selama ini tidak sepopuler audit laporan keuangan yakni audit kinerja (performance audit). PT. Kebiasaan untuk mengungkapkan kepada publik kinerja perusahaan seperti ini merupakan awal yang baik karena masyarakat memperoleh informasi lain selain informasi laporan keuangan. Bagaimana audit kinerja itu sesungguhnya? KESIMPULAN Auditing terhadap kinerja manajemen bertujuan untuk memberikan komentar mengenai pelaksanaan kewajiban mereka. efisiensi dan efektivitas sangat jelas tergambar. juga mungkin akan dituntut untuk melakukan review terhadap kinerja manajemen yang sedang diaudit. Jika masyarakat umum dan komunitas bisnis mempertimbangkan dan merasa membutuhkan sebuah audit untuk mengevaluasi kinerja perusahaan publik dan swasta dimasa depan. PTPN IV. Lima BUMN tersebut adalah PT. Dan kemudian auditor memberikan rekomendasi atas kinerja manajemen. dalam beberapa tahun kedepan. Diharapkan manajemen perusahaan tidak sekenanya mengelola perusahaan. keekonomisan. Ada dua jenis kerugian yang dirasakan masyarakat. PELINDO II. serta dapat meningkatkan kinerja manajemen. maka audit kinerja sangat diperlukan demikian pula untuk . Namun karena informasi yang diungkapkan oleh kementerian BUMN tersebut merupakan “proyek” Letter of Intent dengan IMF. Masyarakat benar-benar dirugikan. pada saat periode audit entitas tersebut. Audit kinerja lebih dari sekedar audit laporan keuangan tradisional. TELKOM. apakah telah dilakukan secara ekonomis. PT. kegiatan ini dinamakan audit kinerja. Sebenarnya dari sisi teoritis. pertama. PT. kantor akuntan publik selain melakukan audit laporan keuangan.5 triliun dan potensi rugi yang jumlahnya mencapai Rp7. GARUDA INDONESIA dan PT. Temuan ini tentu sangat menyesakkan dada karena gambaran perusahaan-perusahaan publik yang beroperasi sekehendak hatinya tanpa memperhatikan kelayakan ekonomis. masyarakat luas karena bagaimanapun BUMN tersebut dibiayai dari uang negara yang notabene itu adalah uang rakyat yang dipungut dari pajak. JASA MARGA. dan dapat meningkatkan keefisienan. Tujuan dari audit kinerja adalah untuk memberikan rekomendasi agar sumber daya yang ada pada suatu entitas yang diaudit dapat dikendalikan dan digunakan dengan lebih baik. Masyarakat juga harus membayar inefisiensi yang dinikmati oleh sekelompok orang dari perusahaan publik tersebut.BUMN Beberapa waktu yang lalu banyak media massa yang memberitakan bahwa kinerja kebanyakan BUMN payah. Kedua. dan hasilnya akan direview kembali serta dilihat apakah telah sesuai dengan yang telah ditetapkan dan sesuai dengan rekomendasi yang telah diberikan. efisien dan efektif. maka kesinambungan penyampaian informasi kinerja operasional perusahaan ini masih dipertanyakan karena bisa jadi hanya sekedar memenuhi LoI tersebut. yakni masyarakat yang menggunakan jasa perusahaan tersebut karena masyarakat harus membayar inefisiensi yang dilakukan oleh manajemen perusahaan.

Nurbachtiar. New York : John Willey and Sons. UGM : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Sektor Publik . 2002. sehingga sumber daya yang ada dapat terjaga dengan baik dan dialokasikan dengan baik DAFTAR PUSTAKA http://www. Peranan Audit Operasional dalam Menunjang Efektivitas Penjualan. Johnson and Walter G Kell. 2004.id Boynton.spkn. sudah saatnya audit kinerja dijadikan sebagai suatu keharusan (mandatori). Raymond N. Inc Effendi. Modern Auditing : 7th Edition.perusahaan publik di Indonesia.go. Audit Kinerja : Sebuah Keharusan bagi Perusahaan Publik. 2001.bpk. Antonius.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful