Pedoman Dasar Karang Taruna

Pedoman Dasar Karang Taruna di atur dalam Peraturan Menteri Sosial Republik Indonsia No:83/HUK /2005 ditetapkan di Jakarta pada tanggal 27 Juli 2005 yang ditanda tangani oleh Menteri Sosial Republik Indonesia Bp. H. Bachtiar Chamsyah, SE yang isi sebagai berikut : BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan : 1. Karang Taruna adalah Organisasi Sosial wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat dan terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial. 2. Anggota Karang Taruna adalah setiap generasi muda dari usia 11 tahun sampai dengan 45 tahun yang berada didesa/kelurahan atau komunitas adat sederajat. 3. Komunitas Adat Sederajat adalah warga masyarakat yang tinggal dan hidup bersama di daerah yang dibatasi oleh wilayah adat dan kedudukannya sederajat dengan desa/kelurahan. 4. Majelis Pertimbangan Karang Taruna ( MPKT ) adalah wadah penghimpun mantan pengurus Karang Taruna dan tokoh masyarakat lain yang berjasa dan bermanfaat bagi kemajuan Karang Taruna, yang tidak memiliki hubungan struktural dengan Kepengurusan Karang Tarunanya. BAB II ASAS DAN TUJUAN Pasal 2 (1) Setiap Karang Taruna berdasarkan Pancasila (2) Tujuan Karang Taruna adalah : a. Terwujudnya pertumbuhan dan perkembangan kesadaran tanggung jawab sosial setiap generasi muda warga Karang Taruna dalam mencegah, menangkal, menanggulangi dan mengantisipasi berbagai masalah sosial. b. Terbentuknya jiwa dan semangat kejuangan generasi muda warga Karang Taruna yang trampil dan berkepribadian serta berpengetahuan. c. Tumbuhnya potensi dan kemampuan generasi muda dalam rangka mengembangkan keberdayaan warga Karang Taruna. d. Termotivasinya setiap generasi muda warga Karang Taruna untuk mampu menjalin toleransi dan menjadi perekat persatuan dalam keberagaman kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Terwujudnya kesejahteraan sosial yang semakin meningkat bagi generasi muda di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang memungkinkan pelaksanaan fungsi sosialnya sebagai manusia pembangunan yang mampu mengatasi masalah kesejahteraan sosial dilingkungannya. kesetiakawanan sosial dan memperkuat nilai-nilai kearifan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. terpadu dan terarah serta berkesinambungan oleh Karang Taruna bersama pemerintah dan komponen masyarakat lainnya. Penyelenggara Usaha Kesjahteraan Sosial. g. d. golongan. Penyelenggara pemberdayaan masyarakat terutama generasi muda di lingkungannya secara komprehensif. BAB V KEORGANISASIAN . pendampingan. dan advokasi sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial. baik yang bersifat preventif. Penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Bagi Masyrakat. Penyelenggara kegiatan pengembangan jiwa kewirausahaan bagi generasi muda dilingkungannya. terpadu dan terarah serta berkesinambungan. e. f. Penumbuhan dan pengembangan semangat kebersamaan. jenis kelamin.e. g. Penyelenggara rujukan. h. Terwujudnya pembangunan kesejahteraan sosial generasi muda di desa/kelurahan atau komunitas dat sederajat yang dilaksanakan secara komprehensif. kedudukan sosial. Penyelenggara usaha-usaha pencegahan permasalahan sosial yang aktual. edukatif. informasi dan kemitraan dengan berbagai sektor lainnya. Penguatan sistem jarngan komunikasi. selanjutnya disebut sebagai warga Karang Taruna. Terjalinnya kerjasama antara generasi muda warga Karang Taruna dalam rangka mewujudkan taraf kesejahteraan sosial bagi masyarakat. (2) setiap generasi muda dalam kedudukannya sebagai warga Karang Taruna mempunyai hak dan kewajiban yang sama tanpa membedakan asal keturunan. j. jiwa kekeluargaan. Penanaman pengertian. suku dan budaya. TUGAS POKOK DAN FUNGSI Pasal 3 (1) Setiap Karang Taruna berkedudukan di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat didalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. f. c. rehabilitatif maupun pengembangan potensi generasi muda di lingkungannya. Pemupukan kreatifitas generasi muda untuk dapat mengembangkan tanggung jawab sosial yang bersifat rekreatif. kreatif. (2) Setiap Karang Taruna mempunyai tugas pokok secara bersama-sama dengan Pemerintah dan komponen masyarakat lainnya untuk menanggulangi berbagai masalah kesejahteraan sosial terutama yang dihadapi generasi muda. BAB IV KEANGGOTAAN Pasal 4 (1) Keanggotaan Karang Taruna menganut sistim stelsel pasif yang berarti seluruh generasi muda dalam lingkungan desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat yang berusia 11 tahun sampai 45 tahun. (3) setiap Karang Taruna melaksanakan fungsi : a. i. b. pendirian politik dan agama. memupuk dan meningkatkan kesadaran tanggung jawab sosial generasi muda. BAB III KEDUDUKAN. kerjasama. ekonomis produktif dan kegiatan praktis lainnya dengan mendayagunakan segala sumber dan potensi kesejahteraan sosial dilingkungannya secara swadaya.

informasi dan kolaborasi antar Karang Taruna dalam lingkup/wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan dikukuhkan oleh Menteri Sosial. kerjasama. c. Sebagai warga penduduk setempat dan bertempat tinggal tetap.Pasal 5 (1) Keanggotaan Karang Taruna diatur berdasarkan aspirasi warga Karang Taruna yang bersangkutan di desa/kelurahan atau komunitas adat sederajat setemapat. f. c. d. Provinsi dan Nasional sebagai sarana organisasi Karang Taruna yang pemantapannya melalui para pengurus disetiap lingkup masing-masing. (3) Kepengurusan Karang Taruna sesuai dengan keorganisasiannya diatur sebagi berikut : a. (2) Susunan Pengurus Karang Taruna dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhan. e. kerjasama. (4) Susunan pengurus disetiap lingkup Kecamatan Kabupaten/Kota. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. informasi dan kolaborasi antar Karang Taruna dalam lingkup/wilayah Provinsi dan dikukuhkan oleh Gubernur setempat. BAB VI KEPENGURUSAN Pasal 6 (1) Pengurus Karang Taruna dipilih secara musyawarah dan mufakat oleh warga Karang Taruna yang bersangkutan dan memenuhi syarat-syarat untuk diangkat sebagai pengurus Karang Taruna yaitu : a. Pengurus di lingkup Nasional yang disahkan dalam Temu Karya Nasional adalah sebagi pengembangan jaringan komunikasi. d. e. Pengurus Karang Taruna Desa/Kelurahan atau Komunitas Adat Sederajat yang terpilih dan disahkan dalam Temu Karya di wilayahnya adalah sebagi pelaksana organisasi dalam wilayah yang bersangkutan dan dikukuhkan oleh Kepala Desa/Lurah atau Kepala/Ketua Komunitas Adat Sederajat setempat. informasi dan kolaborasi antar Karng Taruna dalam lingkup/wilayah Kabupaten/Kota dan dikukuhkan oleh Bupati/Walikota setempat. Kabupaten/Kota. dapat dibentuk wadah di lingkup Kecamatan. b. Pengurus dilingkup Kecamatan yang disahkan dalam Temu Karya Kecamatan adalah sebagai pengembangan jaringan komunikasi. Memiliki pengalaman serta aktif dalam kegiatan Karang Taruna. Pengurus dilingkup Kabupaten/Kota yang disahkan dalam Temu Karya Kabupaten/Kota adalah sebagai pengembangan jaringan komunikasi. Berumur 17 tahun sampai dengan 45 tahun. Provinsi dan Nasional disesuaikan dengan kebutuhan dimasing-masing lingkup. Pengurus di lingkup Provinsi yang disahkan dalam Temu Karya Provinsi adalah sebagai pengembangan jaringan komunikasi. Setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. kerjasama. (2) Untuk memantapkan komunitas. BAB VII MEKANISME KERJA Pasal 7 (1) Pengurus Karang Taruna Desa/Kelurahan atau Komunitas Adat Sederajat melaksanakan fungsi-funfsi operasional dibidang kesejahteraan sosial sebagi tugas poko Karang Taruna dan fungsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (3) serta program kerja lainnya yang . Memiliki pengetahuan dan ketrampilan berorganisasi. g. informasi dan kolaborasi antar Karang Taruna dalam lingkup/wilayah Kecamatan dan dikukuhkan oleh Camat setempat. kemauan dan kemampuan. b. kerjasama. pengabdian di bidang sosial. pertukaran informasi dan kolaborasi antar Karang taruna. Dapat membaca dan menulis. kerjasama.

(2) Pengurus disetiap lingkup yang ditetapkan sebagai pranata jaringan komunikasi. 6]. b. (4) Untuk mendayagunakan pranata jaringan komunikasi. pemilihan dan masa bakti pengurus sebagai berikut : a. diatur sebagai berikut : 1]. Pengelola sistem informasi dan komunikasi. Rapat Pimpinan. d. Temu Karya. Bentuk-bentuk Forum terdiri dari : 1]. Pemberdaya. Rapat Kerja. 3]. informasi. 5]. Mekanisme Forum pertemuan tersebut diatur lebih lanjut dalam Pedoman pelaksanaan Karang Taruna. dan apabila hal itu tidak tercapai maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak. Usulan perubahan Pedoman Dasar/Pedoman Rumah Tangga Karang Taruna dapat dinyatakan sah apabila didasarkan pada persetujuan minimal 2/3 (dua pertiga) dari jumlah Provinsi peserta yang hadir dan mendapat persetujuan dari Pembina Fungsional Pusat ( Departemen Sosial). mengembangkan dan memperkuat sistem jaringan kerjasama (networking) antar Karang Taruna serta dengan pihak lain yang terkait. Pengurus dilingkup Kecamatan. b. Penyelenggara mekanisme pengambilan keputusan organisasi. Kabupaten/Kota. dinyatakan sah apabila dihadiri oleh lebeih dari setengah jumlah peserta/pengurus dari lingkup yang bersangkutan. (3) Mekanisme hubungan komunikasi. b. Forum-forum pertemuan Karang Taruna sebagaimana dimaksud pada ayat (4) huruf a diatas. Pengambilan keputusan dalam setiap Forum pertemuan Karang Taruna wajib dilakukan secara musyawarah dan mufakat. 3]. d. Pemilihan pengurus dilakukan secara musyawarah dan mufakat dalam Temu Karya serta . Rekomendasi usulan guna perubahan tersebut. kerjasma dan kolaborasi antar Karang taruna dengan wadah pengurus dilingkup Kecamatan. Kabupaten/Kota dan Provinsi berkedudukan di Ibukota masingmasing dan pengurus dilingkup Nasional berkedudukan di Ibukota Negara. c.dilaksanakan bersama Pemerintah dan komponen terkait sesuai dengan Peraturan Prundangundangan yang berlaku. e. konsolidasi dan sosialisasi dalam rangka memelihara solidaritas. informasi. (5) Kedudukan. konsultatif dan kolaboratif secara fungsional serta bukan operasional. 2]. Minimal 2/3 (dua pertiga) dari jumlah peserta/pengurus dari lingkup Provinsi diseluruh wilayah Indonesia harus hadir ditambah unsur dari Departemen Sosial selaku Pembina Fungsional. maka diadakan Forum pertemuan Karang Taruna yang diatur sebagai berikut : a. c. kerjasama dan kolaborasi antar Karang Taruna mulai dari pengurus dilingkup Kecamatan sampai dengan Nasional melaksanakan fungsi sebagi berikut : a. Forum Pertemuan Karang Taruna yang diadakan secara Nasional dan Khusus dalam rangka usulan untuk bahan perubahan Pedoman Dasar/Pedoman pelaksanaan Karang Taruna. Provinsi dan Nasional adalah bersifat koordinatif. konsistensi dan citra organisasi. Rapat Pengurus Harian. 4]. diusulkan sebagi bahan untuk disahkan atau ditetapkan oleh Menteri Sosial. 2]. pendampingan. Rapat Konsultasi. informasi. dan advokasi. Pengurus Karang Taruna berkedudukan di desa/kelurahan atau Komunitas Adat Sederajat setempat. Rapat Pengurus Pleno. kerjasama dan kolaborasi anatr Karang Taruna yang lebih berdayaguna dan berhasilguna.

memiliki Pembina Utama. Menteri dalam Negeri Selaku Pembina Umum 2). Kepala Desa/Lurah atau Komunitas Adat Sederajat untuk Desa/Kelurahan atau Komunitas Adat Sederajat 2). Pembina Fungsional dan Pembina Teknis sebagimana dimaksud pada ayat (1) . Surat Keputusan Bupati/ Walikota untuk pengukuhan Pengurusu di lingkup Kabupaten/Kota setempat. BAB VIII PENGUKUHAN DAN PELANTIKAN PENGURUS Pasal 8 (1) Pengukuhan Pengurus Karang Taruna Desa/Kelurahan atau Komunitas Adat Sederajat dan Pengurus di lingkup Kecamatan sampai dengan Nasional dilakukan dengan Surat Keputusan Pejabat yang berwenang sesuai dengan tingkatan lingkupnya. Camat untuk Kecamatan d]. Surat Keputusan Menteri Sosial untuk pengukuhan Pengurus dilingkup Nasional.wajib memenuhi persyaratan yang telah ditentukan. Bupati/Walikota untuk Kabupaten/Kota c]. Menteri Sosial selaku Pembina Fungsional 3). Pembina Umum a]. c. b. Pembina di Daerah terdiri dari : 1). b. Surat Keputusan Camat untuk pengukuhan Pengurus dilingkup Kecamatan setempat. e. Pembina Fungsional dan Pembina Teknis. Pimpinan Departemen/Kementerian Negara/Lembaga atau Badan Negara yang terkait sebagai Pembina Teknis Karang Taruna. (3) Pelantikan Pengurus Karang Taruna Desa/Kelurahan atau Komunitas Adat Sederajat dan Pengurus dilingkup Kecamatan samapai dengan Nasional dilakukan oleh Pejabat yang berwenang sesuai dengan tingkatan lingkupnya masing-masing. BAB IX PEMBINA Pasal 9 (1) Karang Taruna sebagai Organisasi Sosial Generasi Muda diesluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. di Pusat dan di daerah adalah : a. Surat Keputusan Kepala Desa/Lurah atau Komunitas Adat Sederajat untuk pengukuhan Pengurus Karang Taruna setempat. (2) Pembina Utama sebagimana dimaksud pada ayat (1) adalah Presiden Republik Indonesia. Gubernur untuk Provinsi b]. Surat Keputusan Gubernur untuk pengukuhan Pengurus di lingkup Provinsi setempat. d. c. Masa bakti Pengurus Karang Taruna di Desa/Kelurahan atau Komunitas Adat Sederajat paling lama 3 (tiga) tahun dan Pengurus di lingkup Kecamatan sampai dengan Nasional. (3) Pembina Umum. Kepala Dinas/Instansi Sosial Provinsi . (2) Surat Keputusan Pejabat yang berwenang tersebut pada ayat (1) diatas adalah : a. Pembina Fungsional : a]. masing-masing selama 5 (lima) tahun serta dapat dipilih kembali untuk yang kedua kalinya serta memenuhi persyaratan yang berlaku. Pembina di Pusat terdiri : 1).

dan para anggota yang jumlahnya ditentukan sesuai dengan jumlah mantan aktivis Karang Taruna di wilayahnya masing-masing ditambah beberapa tokoh yang dianggap layak. BAB X KEUANGAN Pasal 10 Keuangan Karang Taruna dapat diperoleh dari : a. (3) Unit Teknis disahklan dan dilantik oleh Karang Taruna yang membentuknya dan harus berkoordinasi serta mempertanggungjawabkan kinerjanya kepada Karang Taruna yang membentuknya. apabila memungkinkan. Kepala Seksi/Unit yang tugasnya berkaitan langsung dengan bidang kesejahteraan sosial di Kecamatan dan/atau di Desa/Kelurahan atau Komunitas Adat Sederajat. yang telah ditetapkan dalam Keputusan Menteri Sosial RI Nomor 65/HUK/KEP/XI/1982 dan lagu mars serta hymne. seorang Sekretaris dan beberapa orang Wakil Sekretaris ( sesuai kebutuhan) merangkap anggota. Kepala Dinas/Instansi Sosial Kabupaten/Kota c]. panji. Pasal 12 (1) Karang Taruna dapat membentuk Unit Teknis sesuai dengan kebutuhan pengembangan organisasi dan program-programnya. (2) Identitas yang telah ditetapkan dan/atau digunakan tersebut menjadi identitas resmai Karang Taruna dan hanya dapat dirubah dengan Keputusan Menteri Sosial. Pimpinan Unit Kecamatan. a]. BAB XII IDENTITAS Pasal 13 (1) Karang Taruna dapat memiliki identitas lambang bendera. Bantuan Masyarakat yang tidak mengikat d. . c]. Usaha sendiri yang diperoleh secara syah c. (2) Unit Teknis dimaksudkan merupakan bagian yang tidak terpisahklan dari kelembagaan Karang Taruna dan pembentukannya harus melalui meakanisme pengambilan keputusan dalam forum yang representatif dan sesuai kapasitasnya untuk itu. (2) Majelis Pertimbangan Karang Taruna dipimpin oleh seorang Ketua merangkap anggota. 3). Bantuan/Subsidi dari Pemerintah e. Pimpinan Instansi/Lembaga/Badan Daerah Provinsi yang terkait b]. Pembina Teknis. Pimpinan Instansi/Jawatan/Lembaga atau Badan daerah Kabupaten/Kota yang terkait.b]. iuran Warga Karang Taruna b. Usaha-usaha lain yang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Desa/Kelurahan atau Komunitas Adat Sederajat yang terkait dengan Penyediaan dukungan bagi peningkatan Fungsi Karang Taruna di wilayah setempat. BAB XI MAJELIS PERTIMBANGAN DAN UNIT TEKNSI KARANG TARUNA Pasal 11 (1) Setiap Karang Taruna dapat membentuk Majelis Pertimbangan Karang taruna ( MPKT ) pada forum tertinggi ( Temu Karya ) di masing-masing wilayahnya yang kemudian dikukuhkan oleh forum tersebut.

Keanggotaan Karang Taruna bersifat stelsel pasif dalam arti bahwa semua generasi muda yang berusia 11-45 tahun secara otomatis menjadi Warga Karang Taruna yang memiliki hak dan kewajiban yang sama tanpa membedakan asal keturunan. Karang Taruna adalah organisasi non-partisan yg memiliki tugas pokok bersama-sama pemerintah dan komponen masyarakat lainnya menanggulangi permasalahan sosial khususnya dikalangan generasi muda. dan untuk masyarakat terutama generasi muda diwilayah desa/kelurahan atau komunitas sosial sederajat dan bergerak terutama dibidang usaha kesejahteraan sosial dan bidang-bidang yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan sosial. 6 Tahun 1974 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial). (3) Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. akan diatur lebih lanjut dengan Keputusan Direktur Jenderal Pemberdayan Sosial. status sosial ekonomi. . suku dan budaya. DASAR HUKUM KARANG TARUNA UU No. agama. Peran Karang Taruna (Pemuda) Dalam Pembangunan Desa PENDAHULUAN Karang Taruna (KT) adalah organisasi sosial/lembaga pemberdayaan masyarakat wadah pengembangan generasi muda yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari. maka keputusan Menteri Sosial RI Nomor 11/HUK/ 1988 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna. dan pendirian politik. setiap Karang Taruna dapat menyusun dan/atau menyesuaikan Anggaran Rumah Tangga berdasarkan Pedoman Dasar Karang Taruna ini. dinyatakan tidak berlaku lagi. golongan. jenis kelamin. BAB XIII KETENTUAN LAIN Pasal 14 Sesuai dengan kebutuhan. 11/2009 tentang Kesejahteraan Sosial (revisi dari UU No. oleh. (2) Dengan ditetapkannya Peraturan ini. BAB XIV PENUTUP Pasal 15 (1) Hal-hal yang belum diatur dalam Peraturan ini.(3) Mekanisme penggunaan identitas Karang Taruna diatur lebih lanjut dalam Pedoman pelaksanaan Karang Taruna. dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan dibetulkan sebagaimana mestinya.

oleh dan untuk masyarakat. dan Berkarya) 4. • Sebagai lembaga permberdayaan masyarakat dengan sifat keanggotaan yang terbuka Karang Taruna tidak membuat pengelompokan/ penggolongan dan tidak membangun kelas dikalangan generasi muda.UU No. 72/2005 tentang Desa PP No. Kedudukan Karang Taruna dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial di Desa Dalam pembangunan Kesejahteraan Sosial Karang Taruna terlibat secara aktif dalam penyelenggaraan Pembangunan Sosial. 2. dan pembelajaran melalui pendekatan spirit kejuangan. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah PP No. Hal tersebut berdasar pada sejarah dan prinsip dasar bahwa Karang Taruna dibentuk dari. Artinya Pemuda adalah bagian dari generasi muda atau Karang Taruna (11-45 tahun). • Kedudukan Karang Taruna di akar rumput menjadikannya sebagai organisasi pertama yang “dirasakan” oleh setiap aktivis kepemudaan. dan kesetia-kawanan sosial untuk membentuk jiwa yang ADHITYA KARYA MAHATVA YODHA (Pejuang yang Berpengetahuan. Kedudukan Karang Taruna dalam Pembangunan Kepemudaan • Usia pemuda menurut regulasi. Berkepribadian. dll) sesuai dengan Regulasi yang dikeluarkan oleh Negara dan secara fungsional juga merupakan organisasi sosial wadah pembinaan generasi muda yang berkedudukan di desa/kelurahan sesuai dengan Permensos RI No. dapat pula dikatakan sebagai kawah candradimuka pertama yang dikenyam oleh setiap pemuda dilingkungan sosial terdekatnya. RW. Karang Taruna diposisikan sebagai kelompok masyarakat fungsional yang secara khusus membantu peme-rintah dalam program-program KS dgn karakter organisasi dan program kerja yang ber-visi pada pelayanan. dan sosial budaya adalah 21-35 tahun. 5/2007 tentang Penataan Kelembagaan Masyarakat KEDUDUKAN KARANG TARUNA/PEMUDA 1. 83/2005. 83/2005 tentang Pedoman Dasar Karang Taruna. 73/2005 tentang Kelurahan Permensos RI No. Identifikasi sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat sebagaimana diatur dalam UU lebih tepat bagi Karang Taruna karena habitatnya memang di tengah-tengah masyarakat desa/kelurahan disamping lebih memahami segala potensi dan permasalahan masyarakat dan lingkungannya. 3. aspek historis. PERAN KARANG TARUNA/PEMUDA . kerelawanan. Kedudukan Fungsional Karang Taruna UU 32/2004 menyatakan bahwa Karang Taruna adalah lembaga pemberdayaan masyarakat di desa/kelurahan yang diakui. termasuk bidang-bidang yang terkait dengan wawasan kebangsaan dan solusi konflik horisontal. Kedudukan Karang Taruna dalam Pembangunan Adalah sebagai Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ditingkat desa/kelurahan (sejajar dengan PKK. Sistem Jaminan Sosial dan Pelayanan Kesejahteraan Sosial baik langsung maupun tidak. • Sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat penyelenggara Kesejahteraan Sosial secara luas. Permendagri No. Sedangkan sebagai organisasi sosial lebih karena alasan aktivitas kesejahteraan sosial yang selama ini banyak digelutinya. tinjauan psikologis. RT. Tapi dewasa ini berbagai bidang pembangunan di desa/kelurahan telah banyak melibatkan Karang Taruna. LPM. kepeloporan.

6. Menyampaikan Informasi (Informing). 2. 2. diantara terdiri dari peran-peran: 1. 4. Mengkonfrontasi (Confronting). 4. Membangkitkan Kesadaran Masyarakat (Consciousness Raising). Mengorganisir (Organizing). Peran-peran Teknis (Technical Roles). Memanfaatkan Media (Using The Media). 4. 3. 5. yakni mengembangkan setiap upaya untuk ”melawan” pendekatan konflik yang seringkali bersifat taken for granted pada beragam interaksi politik ekonomi dan sosial di masyarakat. . Membentuk Konsensus (Builiding Consensus). yakni kemampuan untuk berpikir dan melakukan hal-hal apa saja yang perlu dilakukan. Membagi Pengetahuan & Pengalaman (Sharing Knowledge & Experience). menstimulasi dan mengembangkan motivasi warga untuk bertindak). 3. yakni peran spesifik yang secara mendasar berfokus pada pengajaran masyarakat cara untuk melakukan sesuatu. 5. Mengembangkan Jaringan (Networking). c. Mediasi dan Negosiasi (Mediation and Negotiation).Sebagai agen perubahan dan pilar utama dalam pembangunan kesejahteraan sosial terutama di desa/kelurahan. Karang Taruna memiliki 2 (dua) peran pokok dan 2 (dua) peran pendukung sebagai berikut: a. yakni peran memberikan informasi yang relevan tentang suatu masalah yang sedang dihadapi atau program pembangunan yang sedang dijalankan. yakni kemampuan Karang Taruna sebagai agen perubah (pemberdaya masyarakat untuk membangkitkan energi. Mencari Sumber Daya (Obtaining Resources). yang terdiri dari peranperan: 1. yakni peran yang suatu waktu dibutuhkan dalam kasus tertentu untuk mengatasi permasalahan yang ada setelah adanya pertimbangan bahwa kalau kondisi yang sekarang terjadi tetap dibiarkan maka keadaan akan dapat semakin memburuk. Peran Fasilitatif (Facilitative Roles) Dari peran ini setidaknya dapat dijabarkan kembali 5 (lima) peran yakni: 1. b. d. Pelatihan (Training). Fasilitasi Kelompok (Group Facilitation). yakni kemampuan Karang Taruna sebagai pemberdaya masyarakat untuk menjalankan fungsi mediasi guna menghubungkan kelompok-kelompok yang sedang berkonflik agar tercapai sinergi dalam komunitas tersebut. Peran sebagai Perwakilan Masyarakat (Representational Roles). dan memastikan bahwa semua mungkin diwujudkan. 2. 2. yakni kemampuan memfasilitasi kelompokkelompok warga masyarakat agar mau bertindak konstruktif dan bersinergi untuk meningkatkan kesejahteraannya secara lebih utuh. Advokasi (Advocacy). yakni peran Karang Taruna dalam membantu masyarakat untuk dapat melihat beberapa alternatif solusi serta menyadarkan masyarakat tentang struktur dan strategi perubahan sosial serta dimensi multikultural sebagai modal partisipasi dan bertindak secara efektif. termasuk mengaktifkan. Peran Edukasional (Educational Roles) Dari peran ini setidaknya dapat dijabarkan kembali 4 (empat) peran yakni: 1. Menggunakan Komputer dan Manajemen. Hubungan Masyarakat (Public Relation). antusiasme masyarakat. Mengumpulkan dan Menganalisis Data. 3. inspirasi. bukan sekedar membangun satu atau dua kelompok saja. Animasi Sosial (Social Animation). hal yang tidak perlu dilakukan sendiri. Melakukan Presentasi Tertulis dan Verbal. 3.

PENUTUP Sesuai fungsinya sebagai Penyelenggara Kesejah-teraan Sosial. pengkaderan pemimpin pemuda ditingkat desa/kelurahan serta pendam-pingan kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyara-kat ditingkat desa/kelurahan. Karang Taruna (terutama ditingkat kecamatan) berperan penting dalam pemberdaya-an & pengembangan masyarakatnya melalui pe-nguatan kapasitas kelembagaan KarangTaruna di tingkat desa/kelurahan. *) Pengurus Nasional Karang Taruna. Wakil Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna Provinsi Jawa Barat . karena Karang Taruna adalah komponen masyarakat akar rumput yang lebih mengetahui kondisi obyektif lingkungan masyarakatnya. Karena-nya momentum Pembinaan Generasi Muda seperti ini harus diproyeksikan untuk lebih menguatkan Karang Taruna sebagai salah satu dimensi dan wahana pengembangan dan peningkatan kapasitas Pemuda Indonesia. Peran pentingnya terutama ditujukan dalam mengadvokasi kelom-pok masyarakat yang kurang beruntung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful