UPAYA GURU BAHASA ARAB DALAM MENGATASI PROBLEMATIKA MEMBACA DAN MENULIS TEKS BAHASA ARAB BAGI SISWA

KELAS VII MTs NEGERI BANJARNEGARA

SKRIPSI
Diajukan kepada Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu Pendidikan Islam Oleh: HASBUL HUDA NIM. 032632011

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB JURUSAN TARBIYAH SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) PURWOKERTO 2008

PERNYATAAN KEASLIAN

Yang bertanda tangan di bawah ini, Nama NIM Jenjang Jurusan Program Studi : Hasbul Huda : 032632011 : S-1 : Tarbiyah : Pendidikan Bahasa Arab

Menyatakan bahwa naskah skripsi ini secara keseluruhan adalah hasil penelitian atau karya sendiri kecuali pada bagian-bagian yang dirujuk dari sumbernya. Purwokerto, 24 Desember 2008 Saya yang menyatakan,

Hasbul Huda NIM. 032632011

NOTA DINAS PEMBIMBING Hal : Pengajuan Judul Skripsi Saudara Hasbul Huda Lamp. : 6 (Enam) Eksamplar Purwokero, 24 Desember 2008 Kepada Yth. Kepala Sekolah Tinggi Agama Islam Negri (STAIN) Purwokerto di Purwokerto Assalaamu’alaikum Wr. Wb. Setelah mengadakan koreksi dan perbaikan seperlunya, maka bersama ini saya sampaikan naskah skripsi saudara: Nama NIM Jurusan Prodi Judul : Hasbul Huda : 032632011 : Tarbiyah : Pendidikan Bahasa Arab : Upaya Guru Bahasa Arab Dalam Mengatasi Problematika Membaca Dan Menulis Teks Bahasa Arab Bagi Siswa Kelas VII MTs Negeri Banjarnegara Dengan ini memohon agar skripsi saudara tersebut di atas untuk dapat di munaqosyahkan. Demikian atas perhatiannya kami mengucapkan terima kasih. Wassalaamu’alaikum Wr. Wb. Pembimbing,

Drs. Yuslam, M.Pd NIP. 150 266 723

Ag NIP. M. M. Anggota Penguji. H. M. M.PENGESAHAN Skripsi Berjudul: UPAYA GURU BAHASA ARAB DALAM MENGATASI PROBLEMATIKA MEMBACA DAN MENULIS TEKS BAHASA ARAB BAGI SISWA KELAS VII MTs NEGERI BANJARNEGARA Yang disusun oleh Saudara Hasbul Huda Program Studi Pendidikan Agama Islam Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto. B. Attabik. Yuslam. 150 327 187 Pembimbing/Penguji. 150 264 323 M.Ag NIP. 150 259 555 H. 7 April 2008 Ketua. 150 221 223 .ed.Ag NIP.Ag NIP. M. Subur. Slamet Yahya. Drs.MA NIP. Khariri. 150 266 723 Anggota Penguji. Sangid. Drs.Pd NIP. 150 318 316 Purwokerto.A. Telah diujikan pada tanggal 18 Maret 2008. dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ilmu Pendidikan Islam oleh Sidang Dewan Penguji Skripsi. Ketua Sidang. Drs. Drs. Sekretaris Sidang.

Al-Insyirah: 6) .MOTTO Sesungguhnya Sesusah Kesulitan Itu Ada Kemudahan (QS.

. Rohima) dan teman-teman yang tidak bisa disebutkan satu persatu khususnya PBA Angkatan 2003. Kepada teman-teman specialku (Lina Aniatun. Yuni Rachmawati.PERSEMBAHAN Persembahan skripsi ini kepada: Bapak dan Ibu yang selalu memberikan kasih sayang yang tulus serta motivasi Kepada Situ Nuru Holikul Jannah mutiara dalam hidupku Kepada Crew Y@dien Computer yang telah membantu sepenuh hati atas terlaksananya laporan akhir ini. Indah Khoiriyah. Malikhatun Murtafi’ah.

selaku guru bidang studi bahasa Arab MTs Negeri 2 Banjarnegara. M. Dengan selesainya skripsi ini tidak terlepas dari kebantuan berbagai pihak. Dan penulis. 7.Ag Selaku Sekretaris Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto. Kepala MTs Negeri 2 Banjarnegara 8. Khariri. tenaga dan pikirannya untuk memberikan bimbingan dalam penulisan skripsi ini.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT Yang Maha Kuasa karena atas segala ni’mat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul: “Upaya Guru Bahasa Arab Dalam Mengatasi Problematika Membaca Dan Menulis Teks Bahasa Arab Bagi Siswa Kelas VII MTs Negeri Banjarnegara” Salawat serta salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. S. 6. K. beserta sahabat dan keluarganya serta orang-orang yang senantiaasa istiqomah di jalan-Nya. Bapak Adis. . M. 5. Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Arab dan sekaligus sebagai dosen pembimbing skripsi penulis yang telah meluangkan waktu. Yuslam. M. Bapak Drs.Pd. Segenap Dosen dan karyawan yang telah membekali berbagai ilmu pengetahuan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Bapak Drs.Ag Pembantu Ketua I STAIN Purwokerto 3.Ag Ketua STAIN Purwokerto 2. Bapak Drs. M. Bapak Drs. Sukarto. M. Bapak Drs. Drs. yang menjadi sauritauladan bagi kita semua. hanya dapat mengucapkan terimakasih atas berbagai pengorbanan dan pengarahnya. Subur. kepada: 1. Moh. Roqib.Ag Ketua Jurusan Tarbiyah STAIN Purwokerto 4. Attabik.Ag.

Penulis menyadari bahwa dalam skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan. kritik dan saran terbuka luas dan selaku penulis harapkan dari pembaca yang budiman guna menuju kesempurnaannya. Untuk itulah. baik dari Allah. Pembaca yang budiman pada umumnya. hal ini dikarenakan keterbatasan dari segala aspek yang dimiliki oleh penulis sendiri. 032632011 . 24 Desember 2007 Hasbul Hud NIM.9. Purwokerto. Akhirnya penulis berharap semoga segala bantuan yang telah diberikan kepada penulis mendapatkan imbalan yang lebih. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan laporan penelitian ini yang tidak dapat penulis sebut satu persatu. Mudah-mudahan skripsi yang sederhana ini mampu memberi manfaat bagi penulis pada khususnya dan juga bagi para.

Sistematika Penulisan BAB II PROBLEMATIKA BELAJAR MEMBACA DAN MENULIS TEKS BAHASA ARAB. Rumusan Masalah D. Pengertian Membaca dan Menulis . Metode Penelitian G. Latar Belakang Masalah B. A. Proses Belajar Membaca dan Menulis 1. Tujuan dan Manfaat Penelitian E. Telaah Pustaka F.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL PERNYATAAN KEASLIAN HALAMAN NOTA PEMBIMBING HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERSEMBAHAN HALAMAN MOTTO KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL BAB I PENDAHULUAN A. Penegasan Istilah C.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar 4. Sejarah Singkat dan Berdirinya MTs Negeri 2 Banjarnegara C. Sarana dan Prasarana . Letak Geografis B. Pengertian Pengajaran Bahasa Arab 2. Tujuan Pengajaran Bahasa Arab D. Tujuan Membaca dan Menulis 3. Problematika linguistik b. Problematika Pengajaran Bahasa Arab 1. C. Struktur Organisasi D. Pengertian Belajar 2. Karyawan dan Siswa E. Prinsip –prinsip Belajar 3. Langkah-langkah Mengatasi Problematika Membaca dan Menulis BAB III GAMBARAN UMUM MTS NEGERI 2 BANJARNEGARA A. Problematika non linguisitik E. Faktor–faktor yang dapat Menimbulkan Kesulian Belajar Kesulitan Belajar. Pengajaran Bahasa Arab 1. Jenis Membaca dan Menulis B. Keadaan Guru. Pengertian Problematika Pengajaran 2. Pengajaran Bahasa Arab Arab sebagai Bahasa Asing a.2. Belajar Bahasa Arab 1.

Bentuk-bentuk Kesulitan Siswa dalam Membaca dan Menulis Teks Bahasa Arab B. D. Faktor-faktor dan Penyebab Terjadinya Kesulitan Siswa. BAB V PENUTUP A.F. Deskripsi Problematika Membaca dan Menulis Teks Bahasa Arab BAB IV UPAYA GURU BAHASA ARAB DALAM MENGATASI PROBLEMATIKA MEMBACA DAN MENULIS TEKS BAHASA ARAB. Saran-saran C. Kesimpulan B. Kata Penutup DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP . Usaha-usaha yang ditempuh Guru Bahasa Arab Dalam Mengatasi Kesulitan-kesulitan Siswa Dalam Belajar Membaca dan Menulis Teks Bahasa Arab. Analisis Tentang Kesulitan Siswa dalam Membaca dan Menulis Teks Bahasa Arab. A. C.

DAFTAR TABEL Tabel I Tabel II : Jumlah Kelas VII MTs Negeri 2 Banjarnegara Tahun Ajaran 2007/2008 : Jumlah Siswa kelas VII dengan Jumlah Sampel Kelas VIII MTs Negeri 2 Banjarnegara Tahun Ajaran 2007/2008 Tabel III Tabel IV Tabel V Tabel VI Tabel VII Tabel VIII Tabel IX Bagan 1 : Susunan Guru MTs Negeri 2 Banjarnegara Tahun Ajaran 2007/2008 : Susunan Karyawan MTs Negeri 2 Banjarnegara Tahun Ajaran 2007/2008 : Keadaan Siswa MTs Negeri 2 Banjarnegara Tahun Ajaran 2007/2008 : Jumlah Gedung MTs Negeri 2 Banjarnegara : Prasarana MTs Negeri 2 Banjarnegara Tahun Ajaran 2007/2008 : Analisis Hasil Tes Mata Pelajaran Bahasa Arab dalam Pemberian Syakal : Analisis Hasil Tes Mata Pelajaran Bahasa Arab dalam Menulis Imla’ : Struktur Organisasi MTs Negeri 2 Banjarnegara Tahun Ajaran 2007/2008 .

belajar juga merupakan langkah awal seorang karena dengan belajar seseorang bisa memilih mana yang baik untuk dikerjakan dan mana yang buruk untuk ditinggalkan. bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa baik ketika ia berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau keluarganya sendiri (Muhibbin Syah. yang dalam . Semua orang yakin bahwa guru memiliki andil yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. akan tetapi proses belajar tidak akan berhasil sesuai dengan apa yang diharapkan apabila tidak didukung oleh beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan siswa. 1999: 59). Latar Belakang Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang pendidikan. belajar memerlukan perhatian yang serius dari pada pendidik.BAB I PENDAHULUAN A. sebab di tangan pendidik belajar akan terlaksana dan dapat berhasil. Selain itu. Keyakinan ini muncul karena manusia adalah mahluk lemah. Ini berarti. Oleh karena itu. Guru sangat berperan dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal.

khususnya bahasa Arab. Namun dalam proses belajar mengajar di lembaga pendidikan formal tidak selamanya dapat berjalan dengan baik. hal ini disebabkan faktor-faktor yang mempengaruhi di dalamnya. individu dengan masyarakat dan masyrakat dengan bangsa tertentu. demikian halnya peserta didik. bahkan pada saat meninggal. baik faktor dalam diri siswa maupun yang datang dari luar diri siswa yang menimbulkan kesulitan belajar bagi siswa (Slameto.perkembangannya senantiasa membutuhkan orang lain. agar anaknya dapat berkembang secara optimal (E. baik antara individu dengan individu. 2003: 54). Bahasa adalah sistem tanda bunyi-bunyi dalam bahasa itu tak lain dari pada bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia (Umar Asasudin Sokah. ketika orang tua mendaftarkan anaknya ke sekolah pada saat itu juga ia menaruh harapan terhadap guru. Mulyasa. namun juga pelajaran yang bersifat religius. sejak lahir. Kesulitan belajar siswa tidak hanya dialami pada pelajaran-pelajaran yang bersifat umum saja. 2007: 35). Yakni dengan mengkomunikasikan dan menyampaikan maksud tertentu dan mencurahkan suatu peranan tertentu dengan rasa senang atau duka dan dengan rasa sedih dan gembira . 1982: 7) Dilihat dari fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi dan penghubung dalam pergaulan manusia sehari-hari. Semua itu menunjukkan bahwa setiap orang membutuhkan orang lain dalam perkembangannya.

(2) Rumpun bahasa Semit-Hemit dan (3) Rumpun bahasa Turania (Chatibul Umam. mulai dari azan dan iqomat sampai kepada sembahyang yang bermacam-macam dan do’a yang ma’tsurah. susah dipahami. 1992: 19). yaitu : (1) Rumpun bahasa Indo-Eropa. sedang bahasa semit adalah bahasa yang paling maju di dunia. 1980 : 9) Bahasa Arab sebagai bahasa yang hidup baik berbentuk klasik atau kuno maupun yang berbentuk modern (klasik. mudah dipahami) punya kegunaan yang amat penting dalam bidang agama.kepada orang lain. bahkan hubungan internasional (Juwairiyah Dahlan. baik di negara-negara Barat maupun Timur. Al- Qur’an kitab suci kita dan Hadits Nabi yang menjelaskan isi Al-Qur’an itu kedua-duanya dengan bahasa Arab. 1994 : 187) Bahasa Arab adalah termasuk rumpun bahasa semit yang paling maju. Agar dapat dipahami. dan dimengerti dan merasakan segera sesuatu yang dialami (Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar. teori Max Muler. yang mendalami tentang pertumbuhan dunia Islam. Bahasa Arab merupakan bahasa Al-Qur’an dan Al-Hadits. Kalau dunia Eropa . membagi-bagi bahasa manusia itu menjadi tiga rumpun bahasa. Bahkan setiap terjemahan atau alih bahasa dari Al-Qur’an tidak bisa disebut Al-Qur’an. Peranannya dalam ilmu pengetahuan juga diakui oleh para Sarjana. modern. Peranan bahasa Arab dalam agama nampak pula dalam upacara-upacara keagamaan dan ibadat. tetapi dinamakan terjemahan atau tafsir. ilmu pengetahuan dalam pembinaan dan pengembangan kebudayaan nasional. Teori yang termasyhur.

dan al-Kitabah) secara proporsional.pada abad pertengahan mengalami “Abad Kegelapan”. alQira’ah. bacaan dan wacana. yaitu sebagai media untuk memahami (alfahm) apa yang dapat didengar. Banyak buku-buku ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Hasil-hasil terjemahan itu merupakan benih yang ditanam di tanah subur. teks. orang-orang Barat mengambilnya dari umat Islam (Chatibul Umam. termasuk ilmu Kedokteran. al-Kalam. Kimia dan Sastra. kemudian tumbuh dan berbuah. maka sebaliknya pada saat itu ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani dapat dipelihara dan dikembangkan oleh umat Islam di dunia Islam Timur. ilmu pasti. Abdul Wahab. Hal ini dikarenakan bahasa Arab bukan hanya sekedar berfungsi pasif. 2004: 1) Tujuan mempelajari bahasa Arab di MTs adalah sebagai berikut: “Agar siswa dapat menguasai secara aktif dan pasif perbendaharaan kata fusha berjumlah 700 kata dan ungkapan dan berbagai bentuk kata dan pola kalimat dasar yang diprogramkan sehingga dapat digunakan sebagai alat komunikasi . 1980: 13 -14) Pembelajaran bahasa Arab yang ideal di Madrasah Tsanawiyah atau Madrasah Aliyah adalah pembelajaran yang memungkinkan para siswa menguasi empat keterampilan berbahasa (Maharat al-Istima. yaitu memahamkan (al-ifham) orang lain melalui komunikasi lisan dan tulisan ( M. melainkan berfungsi aktif. Buahnya kemudian dipetik oleh kaum muslimin sendiri dan pada zaman kebangkitan dunia Barat. berita.

Paling sedikit dapat kita baca sendiri pada saat lain. Karena kegiatan membaca dan menulis itu bersifat reseptif yaitu bentuk lisan dan tulisan. buku-buku karya . mendengar. Dan juga mempunyai hubungan yang sangat erat. Di samping bahasa Inggris. Dengan hal ini kemampuan membaca dan menulis yang termasuk kemampuan berbahasa secara pasif. dan SMA bahasa Arab itu menjadi komponen pilihan pokok pengajaran bahasa asing. 2003: 1) Berdasarkan tujuan kemampuan berbahasa Arab yang harus dikuasai adalah empat kemampuan yaitu membaca. Upaya yang didapat dilakukan berupa pengadaan pusat latihan. laboratorium bahasa. mas media-mas media yang menjadikan bahasa Arab yang sangat praktis. Hal ini merupakan tantangan yang harus segera diupayakan pemecahannya di sini peran guru atau pendidik dan para pakar bahasa Arab sangat dinantikan. Masalahnya sekarang adalah bagaimana meningkatkan kualitas berbahasa Arab yang masih dianggap oleh siswa atau mahasiswa sebagai bahasa sulit (sukar) bahkan memandangnya menjadi hal yang menakutkan. maka pada prinsipnya kita ingin agar tulisan itu dibaca oleh orang lain. berbicara dan menulis. Bila kita menuliskan sesuatu.dan sebagai dasar memahami buku agama Islam yang sederhana disamping AlQur’an dan Al-Hadits” (Depag RI. Oleh karena itu kemampuan berbahasa Arab secara pasif saja yang perlu dikuasai serta dibina secara intensif dengan tidak mengabaikan bakat untuk kemampuan aktif. kursus-kursus. Di lembaga-lembaga pendidikan umum sekarang ini terutama pada tingkat SMP.

Dari sinilah timbul berbagai macam masalah yang berkaitan dengan hal membaca dan menulis teks bahasa Arab. 1994: 188). disebabkan oleh kesalahan atau kekeliruan. samar atau tersembunyi. antara lain mengenai : . kedua jenis kesalahan ini semata-mata melukiskan atau menandakan siswa benar atau salah. Penyimpangan dalam penggunaan bahasa asing. indikasi adanya tersebut adalah terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh siswa (Juwairiyah Dahlan. Pengajaran bahasa Arab sebagai bahasa asing bagi siswa Indonesia banyak menghadapi problematika. Dan ini terasa masih langka (Tayar Yusuf dan Syaiful Anwar. Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Banjarnegara adalah suatu lembaga pendidikan Islam yang di bawah naungan Departemen Agama dan mata pelajaran bahasa Arab termasuk mata pelajaran inti sesuai dengan kurikulum yang dikeluarkan Departemen Agama. Berdasarkan observasi pendahuluan bahwa siswa-siswi MTs Negeri 2 Banjarnegara mempunyai latar belakang pendidikan yang berbeda dan dengan kemampuan dalam membaca dan menulis yang berbeda pula. 1992 : 36). baik problematika linguistik maupun non linguistik. dan kesalahan yang tidak jelas terlihat. Kesalahan berbahasa terbagi atas dua kategori yaitu : Kesalahan yang tidak jelas dilihat. tetapi juga mengatakan penggunaan sistem bahasa yang salah atau benar.ilmiah yang menyajikan bahasa Arab yang sangat mudah atau gambling dan metodologis.

Berangkat dari permasalahan tersebut di atas.a. . tanggal 20-04-207). khususnya dalam mengungkapkan persoalan-persoalan atau permasalahan dalam membaca dan menulis teks bahasa Arab. Sistem tata bunyi (Phonologi) b. Tulisan (Imla) (Juwairiyah Dahlan.Ag. serta bagaimana upaya guru bahasa Arab dalam mengatasi problematika membaca dan menulis pada pelajaran bahasa Arab di MTs Negeri 2 Banjarnegara. Perbendaharaan kata (Mufrodat / vocabulary) d. Tata bahasa (Nahwu Shorof) c. 1992 : 44) Dari hasil informasi dari guru bidang studi bahasa Arab MTs Negeri 2 Banjarnegara khususnya pada kelas VII bahwa siswa-siswi MTs Negeri 2 Banjarnegara sebagian belum menguasai dalam hal membaca dan menulis Arab / huruf hijaiyyah disebabkan karena sebagian besar siswa-siswi MTs Negeri 2 Banjarnegara berlatar belakang pendidikan SD yang belum mengenal bahasa Arab (Wawancara dengan Bapak Adis S. penulis bermaksud meneliti terhadap aspek-aspek kesalahan membaca dan menulis teks bahasa Arab bagi siswa kelas VII MTs Negeri 2 Banjarnegara. Uslub (Susunan Kata) e.

Poerwadarminta (1976: 1132). Adapun istilah-istilah yang perlu dijelaskan adalah : 1. Upaya Guru Bahasa Arab Dalam kamus besar Bahasa Indonesia. bahasa Arab adalah bahasa Arab untuk tujuan keagamaan (1992: 20). Penegasan Istilah Agar tidak menimbulkan kesalahpahaman terhadap judul yang penulis pilih. .J.B. profesinya) mengajar (Depdikbud. Namun bahasa yang dipelajari oleh siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Banjarnegara sebagai mata pelajaran pokok. Sedangkan menurut W. 1993: 288). 1993: 995). kata upaya diartikan sebagai usaha akal. Kata Guru menurut Kamus besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai orang yang pekerjaannya (mata pencaharian.S. ikhtiar untuk mencapai suatu maksud. memecahkan persoalan. maka penulis jelaskan istilah-istilah yang penulis jelaskan istilah-istilah yang penulis pergunakan dalam judul tersebut. Upaya merupakan usaha menyampaikan suatu maksud. mencari jalan keluar dan sebagainya (Depdikbud. Jadi upaya guru bahasa Arab yang dimaksud di sini adalah usaha atau ikhtiar yang dilakukan oleh seorang yang mengajar bahasa Arab di MTs 2 Banjarnegara untuk memecahkan masalah yang dialami oleh para siswa. Adapun menurut Juwairiyah Dahlan.

Sedangkan menulis adalah : “Menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang gragfik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu (H. hal yang menimbulkan masalah.G. 1997: 7). Tata bahasa (Nahwu Shorof) 3. Perbendaharaan kata (Mufrodat / vocabulary) . Pengertian membaca adalah dan menulis : “Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh peran.2. 1978: 392). Jadi problematika membaca dan menulis yang dimaksud di sini adalah masalah yang harus dipecahkan yang kaitannya dengan kesulitan yang menyangkut kebahasaan (linguistik) dalam aktifitas membaca dan menulis teks bahasa Arab. Problematika Membaca dan Menulis Problematika berasal dari bahasa Inggris “problematic” yang berarti persoalan. persoalan yang bisa dipecahkan. mesti tahu jawabannya mesti dapat diatasi (Sastrapradja. Tarigan. 1982: 21). Kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan ilmu bahasa itu sendiri antara lain: 1. Sistem tata bunyi (phonologi) 2. Tarigan. yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulisan” (HG.

Teks Bahasa Arab Teks adalah naskah yang berupa : 1. Kutipan dari kitab suci untuk pangkal ajaran atau alasan 3.4. . bahasa Arab adalah bahasa fisha yang dipelajari sebagian umat Islam terutama non Arab untuk tujuan keagamaan (1992 : 20). 1992 : 44). 1978 : 497-498). Jadi teks bahasa Arab yang dimaksud di sini adalah kalimat bahasa fusha yang dipelajari oleh siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Banjarnegara. Bahasa tertulis untuk dasar memberi pelajaran. Kata-kata dari pengarang 2. 3. Adalah satu lembaga pendidikan umum yang bercirikan Islam yang bertempat di jalan Tentara Pelajar KM5 Sokanandi Banjarnegara. Tulisan (imla’) (Juwairiyah Dahlan. berpidato dan sebagainya (M. Siswa kelas VII MTs Negeri 2 Banjarnegara Siswa berarti murid. yaitu peserta didik yang menjadi subyek pndidikan. Adapun menurut Juwairiyah Dahlan. 4. Uslub (sunan kata) 5. Sastrapradja. Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Banjarnegara.

2. Untuk mengetahui problematika yang dialami siswa dalam membaca dan menulis teks bahasa Arab. c. adapun yang diinginkan penulis dalam hal ini adalah sebagai berikut : a. D. Bagaimana upaya Guru bahasa Arab dalam menyelesaikan problematika tersebut. b. Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah di atas. Tujuan Penelitian Setiap kegiatan penelitian ilmiah pasti mempunyai tujuan yang ingin dicapai. Tujuan Dan Manfaat Penelitian Sesuai dengan pokok permasalahan di atas maka penelitian ini mempunyai: 1. . penulis memberikan rumusan masalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui jenjang kesalahan yang dilakukan siswa serta letak rawan kesalahan yang mungkin dihadapi siswa.C. Problematika apa saja yang dialami siswa kelas VII MTs Negeri 2 Banjarnegara dalam membaca dan menulis teks Bahasa Arab. Untuk mengetahui usaha-usaha Guru bahasa Arab dalam mengatasi problematika tersebut. untuk membatasi pembahasan dan mudahnya analisis penelitian.

E. literatur yang berkaitan dengan tema yang penulis angkat antara lain: Djuwairiyah Dahlan (1992) dalam bukunya “Metode Belajar Mengajar Bahasa Arab” membahas tentang problem pengajaran bahasa asing. d. Manfaat Penelitian Manfaat penelitian antara lain : a. Dengan adanya penelitian ini dapat mengetahui problematika membaca dan menulis teks bahasa Arab yang dialami oleh siswa kelas VII MTs Negeri 2 Banjarnegara. Ikut serta memberikan sumbangan pemikiran bagi Lembaga Pendidikan tersebut untuk langkah perencanaan dan pengajaran selanjutnya. Menambah wawasan keilmuan penulis dalam kaitannya dengan membaca dan menulis teks Bahasa Arab. c. Dapat memberikan informasi mengenai upaya-upaya yang dilakukan Guru bahasa Arab dalam mengatasi kesulitan belajar membaca dan menulis teks bahasa Arab siswa kelas VII MTs Negeri 2 Banjarnegara. Telaah Pustaka Ada beberapa buku. b. Umar Asasudin Sokah (1982) dalam bukunya “Problematika Pengajaran Bahasa Arab dan Bahasa Inggris” membahas tentang problem dalam pengajaran bahasa Arab. .2.

Laela Maulida (2006) “Problematika Membaca dan Menulis Teks Bahasa Arab Bagi Siswa kelas VII MTs Al-Ittihadiyah Kalijurang. Hal ini dilakukan berdasarkan informasi dari Kepala Sekolah dan Guru bahasa Arab kelas VII Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Banjarnegara Kecamatan Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara. Namun dari beberapa referensi dan penelitian ilmiah di atas tidak ada satupun yang sama persis dengan penelitian yang penulis lakukan yaitu mengenai upaya Guru bahasa Arab dalam mengatasi problematika membaca dan menulis teks bahasa Arab bagi siswa kelas VII di MTs Negeri Banjarnegara 2. (Observasi Pendahuluan. Diyan Nofita Salamah (2005) “Kesulitan Belajar Mata Pelajaran Bahasa Arab Bagi Siswa MAN Purwokerto I”. Selain itu dapat penulis ketahui bahwa di tempat yang sama belum pernah dilakukan penelitian yang temanya sama dengan penelitian yang penulis lakukan. .Sebagai bahan perbandingan dengan penelitian yang menyoroti tema yang sama (problematika pembelajaran) dengan penelitian ini penulis lakukan antara lain : Ruswanto (2003) “Problematika Menulis Arab (Imla) kelas I MTs Ma’arif NU I Kembaran Banyumas Tahun Ajaran 2002-2003”. Tonjong Brebes”. 20 April 2007).

Variabel Penelitian Variable adalah objek penelitian yang bervariasi (Suharsimi Arikunto. Metode Penelitian 1. Lokasi Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri 2 Banjarnegara dengan pertimbangan sebagai berikut : . 2. 2006: 119).F. 2006: 119). Yang dimaksud variabel disini adalah membaca dan menulis teks bahasa Arab. dan Library Research yaitu mengumpulkan data yang diperoleh melalui sumber-sumber data dari beberapa literatur yang terkait dengan tema-tema bahasa skripsi. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam skripsi ini adalah penelitian lapangan (Field Research) yaitu mengumpulkan data yang dilakukan secara langsung di lokasi penelitian. G. Variabel terikat yang dimaksud penulis adalah problematika 2. Variabel Terikat Adalah variabel yang terikat oleh adanya variabel bebas (Suharsimi Arikunto. Variabel Bebas Adalah variabel yang ikut mempengaruhi variabel terikat (Suharsimi Arikunto. 2006: 118). 1.

MTs Negeri 2 Banjarnegara memenuhi syarat untuk diadakan penelitian baik secara teknis maupun administrative. Adapun yang menjadi subyek informasi dalam penelitian adalah: 1) Guru bidang studi Bahasa Arab 2) Siswa-siswi kelas VII MTs Negeri 2 Banjarnegara Tabel 1 Jumlah kelas VII MTs Negeri 2 Banjarnegara Jumlah Siswa No Kelas Laki-Laki 1 VII A 20 Perempuan 20 40 Jumlah . c. Di MTs Banjarnegara 2 belum pernah dilakukan penelitian yang sejenis dengan judul yang diteliti oleh penulis. Berdasarkan observasi awal dengan Kepala Sekolah MTs Negeri 2 Banjarnegara dan guru bidang studi bahasa Arab yang mengizinkan diadakan penelitian ilmiah. b. populasi yang dimaksud di sini adalah keseluruhan subyek penelitian (Suharsimi Arikunto. 3. Subyek Penelitian a) Populasi Dalam penelitian ini penulis menentukan sumber data yaitu menetapkan populasi sebagai tempat memperoleh data.a. 2006: 130).

05375 = = = 128. X 2 NP (1 − P) S= 2 d ( N − 1) + X 2 P(1 − P ) S= 6.63 x0. Dalam menentukan besarnya ukuran sample peneliti menggunakan formula yang telah dimasukkan oleh Robert Krejcie dan Daryle Morgan dengan rumus sebagai berikut: Rumus dan keterangan (Rohmad Komari.74125 0.2 3 4 VII B VII C VII D Jumlah 21 23 21 85 19 17 18 74 40 40 39 159 b) Sampel Sample adalah sebagian atau wakil dari populasi yang akan di selidiki (Suharsimi Arikunto.25 263. 2006: 131).635 x0. 1999: 26).0025 x158 + 6.41935 .395 + 1.965 x0.50) 2 = 1054.25 0.05) (159 − 1) + 6.65875 263.50(1 − 0.50) (0.635 x159 x0.74125 2.50(1 − 0.

VII B. VII D.Jika populasinya 159 maka sample yang di perlukan sebanyak 128 siswa dengan derajat kesalahan 5 % dan taraf kebenaran 99 %. Dari sample yang berjumlah 128 tersebut dibagi dalam 4 kelas sebagai berikut: Jumlah sample kelas VII MTs Negeri 2 Banjarnegara Tahun Ajaran 2007/2008 No 1 2 3 4 Kelas VII A VII B VII C VII D Jumlah Jumlah Siswa Jumlah Laki-laki Perempuan Siswa 20 20 40 21 19 40 23 17 40 21 18 39 85 74 159 Jumlah Sampel Laki-laki Perempuan 16 16 17 15 19 13 17 15 69 59 Jumlah Sampel 32 32 32 32 128 c) Teknik Sampling Teknik sampling merupakan prosedur yang digunakan untuk dapat mengumpulkan karakteristik dari suatu populasi meski hanya sedikit yang diteliti. Penulis mengambil 128 siswa karena belum tahu prosentase tingkat kesulitan belajar membaca dan menulis teks bahasa Arab bagi siswa kelas VII dan 31 siswa tersebut penulis anggap sudah bisa. 1) Menentukan jumlah sampel kelas VII A. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik random sampling itu mengambil secara acak. . VII C.

3) Membagikan soal kepada seluruh siswa putra dan siswa putri sesuai dengan populasi yang ada. keadaan . 1995: 155-156). keadaan guru dan siswa. 4) Mengambil kembali soal yang telah dikerjakan dengan cara acak sebagai sampel yang akan di gunakan dalam penelitian berdasarkan pada table 2 yang telah tersebut diatas. 4. Metode Observasi Metode ini merupakan suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis dengan mengadakan pengamatan langsung yang berhubungan dengan sarana dan prasarana. setiap unit penelitian mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel (Singarimbun.Cara menentukan sampel dalam tiap kelas yang telah disebut diatas sebagai berikut: jumlah sampel keseluruhan x jumlah siswa tiap kelas jumlah populasi 2) Menentukan jumlah sampel tiap-tiap kelas bagi siswa putra dan siswa putri dengan melihat perbandingan antara jumlah siswa putra dan putri. Metode Pengumpulan Data Dalam pengumpulan data penulis menggunakan metode-metode sebagai berikut : a. Sampel acak adalah sampel yang dipilih sedemikian rupa.

lingkungan sekolah. Metode Tes Dalam metode ini penulis gunakan untuk mengetahui secara langsung kemampuan siswa dalam membaca dan menulis teks bahasa Arab serta . Metode ini penulis gunakan untuk memperoleh informasi dari guru bidang studi bahasa Arab maupun Kepala Sekolah dan siswa sebagai data dalam penulisan skripsi. d. Metode Interview Metode wawancara penulis gunakan untuk memperoleh data tentang berbagai kemungkinan masalah yang dihadapi guru dan siswa yang dirasakan mempengaruhi keberhasilan belajar dan mengajar khususnya dalam hal membaca dan menulis teks bahasa Arab. buku bahasa Arab dan catatan-catatan penting yang ada kaitannya dengan problematika membaca dan menulis teks bahasa Arab bagi siswa kelas VII MTs Negeri 2 Banjarnegara. proses belajar mengajar serta upaya-upaya yang dilakukan oleh guru bahasa Arab dalam mengatasi kesulitan belajar pada mata pelajaran bahasa Arab khususnya pada masalah membaca dan menulis teks bahasa Arab. Selain itu juga untuk mengetahui kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa dalam mengikuti mata pelajaran bahasa Arab (kesulitan membaca dan menulis). b. c. Metode Dokumentasi Metode ini penulis gunakan untuk mengumpulkan data yang berkaitan dengan buku kurikulum.

Adapun rumusnya sebagai berikut: S = ∑ Rx Wt Contoh: Apabila Ahmad dapat mengerjakan soal semua dengan sempurna.kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan. Rumus: S = ∑ Rx Wt S R Wt : Skor : Jumlah jawaban yang benar : Bobot 1) Untuk soal membaca terdiri dari lima item masing-masing penulis memberikan skor maksimal 5 dan jika dalam memberikan syakal ada yang salah dapat dikurangi secara variatif. 2) Untuk soal menulis terdiri dari 10 item masing-masing item penulis memberikan skor maksimal 1 dan jika dalam menulis atau merangkai huruf salah dapat dikurangi secara variatif. Sedangkan teknik skor yang penulis gunakan adalah: a) Memberikan syakal pada soal yang belum di syakal. Bentuk tes yang penulis gunakan adalah tes tertulis dengan mengajukan beberapa soal dari literatur yang dipergunakan di MTs tersebut disesuaikan dengan silabus dalam kurikulum yang dipakai. maka untuk skornya: S = 4 x 5 = 20 .

20 x100 = 100 20 menulis (imla’) : 1 x 10 = 10 10 x100 = 100 (Wayan Nur Kancana dan PPN Sumartana. maka untuk skornya: S = 10 x 1 = 10 Jadi. .b) Menulis imla’ yaitu tata cara penulisan (merangkai huruf). dengan demikian untuk memberikan skor akhir/nilai yang digunakan adalah: Bentuk subyektif skor maksimal: Tipe membaca syakal: 4 x 5 = 20 Tipe menulis (imla’) : 10 x 1 = 10 Sedangkan skor akhir untuk tes subyektif yang dapat dikerjakan oleh Ahmad dengan benar dalam membaca tanpa syakal: 4 x 5 = 20. Adapun rumusnya adalah: S = ∑ Rx Wt . Contoh: Apabila Ahmad dapat mengerjakan soal semua dengan sempurna. 1986: 10 68).

Data ini digunakan untuk data yang tidak berupa angka yaitu dengan cara sebagai berikut: 1. Data kuantitatif Yaitu data yang berwujud angka-angka hasil perhitungan atau pengukuran. penulis mengklarifikasikan menjadi dua kelompok. Metode Analisis Data Untuk mengadakan analisis data dari penelitian deskriptif yang bersifat eksploratif ini setelah data yang ada terkumpul.5. a. Data kualitatif (non statistik) Yaitu data yang digambarkan dengan kata-kata atau kalimatkalimat dipisah-pisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan. sedangkan alat yang digunakan untuk mengolah data dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif yang rumus prosentasinya adalah sebagai berikut : . 2. 2001 : 36-42) b. Metode Induktif Yaitu cara berpikir untuk mengambil kesimpulan dengan bertitik tolak dari hal yang bersifat khusus kemudian digeneralisir kepada hal-hal yang bersifat umum. Metode Deduktif Yaitu suatu cara berfikir untuk mengambil kesimpulan dengan bertitik tolak pada hal-hal yang bersifat umum kemudian diambil kesimpulan yang bersifat khusus (Sutrisno Hadi.

rumusan masalah. pernyataan keaslian. metode penelitian. yaitu : bagian awal. 2000 : 40 – 41) 100%: H. telaah pustaka. daftar isi dan daftar tabel. Bab II Problematika Belajar Membaca dan Menulis Teks Bahasa Arab. halaman pengesahan. tujuan dan manfaat penelitian. halaman persembahan. sistematika penulisan. halaman nota pembimbing. Sistematika Penulisan Untuk memudahkan pembaca dalam memaham skripsi ini. Bagian utama skripsi ini memuat pokok-pokok permasalahan yang terdiri dari : Bab I berupa Pendahuluan. kata pengantar. halaman motto. utama dan akhir. maka penulis akan membaginya kedalam beberapa bagian.P= f x100% N Keterangan : P F N : : : Angka presentase Jumlah frekuensinya Number of Cases (banyaknya individu) Bilangan konstanta (Anas Sudijono. Bagian awal skripsi ini meliputi halaman judul. penegasan istilah. Sub bab pertama menjelaskan proses belajar membaca dan menulis yang . berisi latar belakang masalah.

Bab IV Upaya Guru Bahasa Arab Dalam Mengatasi Problematika Membaca dan Menulis Teks Bahasa Arab yang terdiri dari : bentuk-bentuk kesulitan membaca dan menulis teks bahasa Arab. saran-saran dan kata penutup. Sub bab kedua menjelaskan tentang belajar bahasa Arab yang meliputi : pengertian. sejarah berdirinya. usaha-usaha yang ditempuh guru bahasa Arab dalam mengatasi kesulitan membaca dan menulis teks Arab. Bab III Gambaran Umum Sekolah yang terdiri dari : letak geografis Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Banjarnegara . Bagian akhir dari skripsi ini berisi daftar pustaka. deskripsi problematika membaca dan menulis teks bahasa Arab. tujuan. faktor-faktor yang dapat menimbulkan kesulitan. prinsipprinsip.meliputi : pengertian. Sub bab keempat problematika pengajaran bahasa Arab yang meliputi : pengertian. Bab V Penutup berisi kesimpulan. analisis tentang kesulitan membaca dan menulis teks bahasa Arab. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kesulitan. jenis membaca dan menulis. faktor-faktor yang mempengaruhi. Sub bab ketiga pengajaran bahasa Arab yang meliputi : pengertian. pengajaran bahasa Arab sebagai bahasa asing. Sub bab kelima langkah-langkah mengatasi problematika membaca dan menulis. struktur organisasi. . keadaan guru dan siswa. tujuan. lampiran-lampiran dan daftar riwayat hidup. sarana prasarana.

BAB II PROBLEMATIKA BELAJAR DAN MENULIS TEKS BAHASA ARAB A. 1982: 21) . membaca adalah suatu proses penyandian kembali pembaca berbicara sandi (a recording and decoding process). sehingga orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik tersebut (Henry Guntur Tarigan. berlainan dengan berbicara dan menulis yang justru melibatkan penyandian (recording) (Henry Guntur Tarigan). Keduanya sangat berkaitan erat karena kemahiran membaca dan menulis pada prinsipnya diberikan setelah kemahiran menyimak dan berbicara. Pengertia Membaca dan Menulis Membaca dan menulis merupakan satu kemahiran berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung. Menulis menurut Henry Guntur Tarigan adalah menurunkan atau melukiskan lambing grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang. Pengertian membaca menurut Radliyah Zaenuddin adalah kegiatan yang meliputi pola berfikir. tidak secara tatap muka dengan orang lain. menilai. Proses Belajar Membaca dan Menulis 1. yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media katakata/bahasa tulisan. menganalisis dan memecahkan masalah (2005: 7). sedangkan dari segi linguistic. Menurut Henry Guntur Tarigan membaca adalah suatu proses yang dilakukan secara dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan.

Self-Expressive Purpose (Tujuan Pernyataan Diri) Tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sang pengarang kepada para pembaca. mancakup isi. Tujuan Membaca dan Menulis Thuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi. Problem-Solving Purpose (Tujuan Pemecahan Masalah) Dalam tulisan seperti ini penulis ingin memecahkan masalah yang dihadapi. atas kemauan sendiri (misalnya para siswa yang diberi tugas merangkum buku.2. menjernihkan serta menjelajahi . e. g. merangkumkan tujuan menulis: a. sang penulis ingin menjelaskan. menghindarkan kedudukan para pembaca. atau seni ideal. Tujuan Penerangan) Tulisan yang bertujuan memberi informasi atau keterangan/penerangan kepada para pembaca. Creative Purpose (Tujuan Kreatif) Tujuan ini erat hubungannya dengan tujuan pernyataan diri. Persuasive Purpose (Tujuan Persuasif) tulisan yang bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan. Informational Purpose (Tujuan Informasional. 1979: 9). f. baik secara sadar maupun tidak sadar bahwa membaca atau penikmat karyanya itu adalah “lawan” atau “musuh”. seni idaman. Assigment Purpose (Tujuan Penugasan) Tujuan penugasan ini sebenarnya tidak mempunyai tujuan sama sekali. memahami makna bacaan (Henry Guntur Tarigan. nilai-nilai kesenian. tulisan yang bertujuan mencapai nilai-nilai artistik. Menurut Hugi Hartig sebagai yang oleh Henry Guntur Tarigan. c. ingin menolong para pembaca memahami. Tujuan altruistic adalah kunci keterbatasan suatu tulisan. Penulis menulis sesuatu yang ditugaskan. Seseorang tidak dapat menulis secara tepat guna kalau dia percaya. dan melibatkan dirinya dengan keinginan mencapai norma artistic. ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu. sekretaris yang ditugaskan membuat laporan. d. menghargai perasaan dan penalarannya. tetapi “keinginan” di sini melebihi pernyataan diri. notulen rapat) b. Altruistic Purpose (Tujuan Altruistik) Penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca.

serta meneliti secara cermat pikiran-pikiran dan gagasan-gagasannya sendiri agar dimengerti dan diterima oleh pembaca (Henry Guntur Tarigan, 1982: 24-25).

3. Jenis Membaca dan Menulis Untuk mencapai tujuan yang terkandung dalam keterampilan mekanis (mechanical skills) tersebut maka aktifitas yangh paling sesuai adalah membaca nyaring, membaca bersuara (reding a loud, oral reading). dan untuk ketrampilan pemahaman (comprehension skill) maka yang paling tepat adalah dengan membaca dalam hati (silent reading), yang dapat pula dibagi atas: a. Membaca ekstensif (extensive reading) b. Membaca intensif (intensive reading) Selanjutnya membaca ekstensif ini mencakup pula: a. Membaca survei (survey reading) b. Membaca sekilas (skimming) dan c. Membaca dangkal (superficial reading) Sedangkan membaca intensif dapat pula dibagi atas: a. Membaca telaah isi (content study reading), yang mencakup pula: 1) Membaca teliti (close reading) 2) Membaca pemahaman (comprehensive reading) 3) Membaca kritis (critical reading) 4) Membaca ide (reading for ideals)

b. Membaca telaah bahasa (language study reading), yang mencakup pula: 1) Membaca bahasa asing (foreign language reading) 2) Membaca sastra (literaty reading) (henry guntur tarigan, 1979: 12). Dilihat dari segi penyampaiannya, membaca terbagi menjadi 2 yaitu: a. Membaca nyaring.,………yaitu membaca dengan menekankan kepada aktivitas bibir, lisan, dan tenggorokan untuk megeluarkan bunyi (suara). b. Membaca dalam hati …….yaitu membaca dengan melihat huruf dan memahami makna bacaan tanpa aktivitas organ bicara. Sedangkan menurut bentuknya, membaca dibagi menjadi: a. Membaca intensif (qiro’ah mukatstsafah). Jenis ini mempunyai

karakteristik sebagai berikut: 1) Dilakukan di kelas bersama pengajar. 2) Tujuannya untuk meningkatkan keterampilan utama dalam membaca dan memperkaya perbendaharaan kata serta menguasai qowa’id yang dibutuhkan dalam membaca. 3) Pengajar mengawasi dan membimbing kegiatan itu serta memantau kemajuan peserta didik. b. Membaca ekstensif (qiro’ah muwassa’ah). Jenis ini mempunyai karakteristik sebagai berikut: 1) Kegiatan membaca dilakukan di luar kelas. 2) Tujuanya untuk meningkatkan pemahaman isi bacaan.

3) Sebelum kegiatan dilakukan, pengajar mengarahkan, menentukan materi bacaan dan mendiskusikannya (radliyah zaenuddin, 2005: 71-72). Sedangkan menurut Ahmad Fuad Effendy yang dikutip dalam bukunya metodologi pengajaran bahasa arab, untuk melatih kedua aspek kemairan tersebut ada beberapa jenis kegiatan membaca, antara lain: a. Membaca keras b. Membaca dalam hati c. Membaca cepat d. Membaca rekreatif e. Mambaca analisis Jenis-jenis membaca yang tercantum di atas tidak semua dibahas, namun penulis hanya mengambil satu jenis membaca yang sesuai dengan arah dan maksud skripsi ini, yaitu membaca keras……. dalam kegiatan membaca keras ini, yang terutama ditekankan adalah kemampuan membaca dengan: 1) Menjaga ketepatan bunyi bahasa arab, baik dari segi makhroj maupun sifat-sifat bunyi yang lain. 2) Irama yang tepat dan ekspresi yang menggambarkan perasaan penulis. 3) Lancer tidak tersendat-sendat dan terulang-ulang. 4) Memperhatikan tanda baca atau tanda grafis (pungtuasi) (fuad effendy, 2005: 129).

al-Insya’ al-muwajjah termasuk dalam kategori mengarang terendah. kemudian kata dan kalimat. Macam-macam imla’ menurut mahmud yunus yang dikutip dalam bukunya “Metodik Khusus Bahasa Arab” dibagi menjadi empat.Di dalam bahasa Arab menulis dibagi menjadi dua macam. Tujuannya adalah untuk menguji murid-murid dan mengukur sampai dimana kemajuannya dalam pelajaran yang telah diberikan kepadanya terutama adalah pelajaran menulis teks bahasa Arab. yaitu insya’ (mengarang). hal tersebut karena ia mencakup kegiatan mengarang yang dimulai dari merangkai huruf. 2005: 81). dan imla’ (dikte). sedangkan al-insya’ al-harur menempati posisi tertinggi karena tidak terdapatnya sekat gramatikal dalam menulis (Radliyah Zaenuddin. yaitu: 1) Imla’ yang disalin 2) Imla’ yang dilihat 3) Imla’ yang didengar 4) Imla’ ujian atau testing (1983: 52-53) Namun demkian yang dimaksud menulis yang sesuai dengan arah dan maksud skripsi ini adalah imla’. serta jenisjenis lainya yang lebih kompleks. Insya’ ataupun ta’bir dibagi menjadi 2 macam yaitu mengarang terstruktur (al-insya’ al-muwajjah) dan mengarang bebas (al-insya’ alharur). Imla’ disini adalah Imla’ ujian atau testing. .

huruf hafal bentuk yang berada di permulaan kata. pelajar yang telah terbiasa menulis dari arah kiri ke kanan. Kedua. cara mengucapkan tiap-tiap huruf secara fashih. pertama. Permasalahan abjad Arab atau yang disebut huruf hijaiyah yang semuanya adalah 28 atau 30 yang dimulai dari huruf alif dan diakhiri dengan ya. Begitu juga dalam menulis. bentuk yang berada di tengah kata maupun bentuk yang berada diakhir kata. seperti membaca 2) Tidak bertinggi rendah bunyi suaranya 3) Membaca kata demi kata. bukan kalimat demi kalimat 4) Mengubah huruf dengan yang lain.Dalam mempelajari bahasa Arab terutama dalam hal mambaca dan menulis tidak jarang kita jumpai siswa-siswa yang mengalami hambatan. sebelum mempelajari bahasa Arab terlebih dahulu hendaknya menguasai huruf hijaiyah tersebut dengan perincian. diantaranya: 1) Tidak tepat makhroj hurunya. sekarang menjumpai hal yang baru dikenal bahkan harus menulis dan berlatih dari arah kanan ke kiri. 1983: 45). masing-masing mempunyai . Dalam hal membaca sering kali para murid melakukan kesalahan-kesalahan. seperti: 5) Meninggalkan setengah huruf dari kata (Muhammad Yunus. sedikit banyak tentu menghadapi hambatan bagi orang yang baru dalam tahap mempelajari bahasa Arab.

bukan dari paksaan pihak lain ataupun perubahan yang bersifat insidental. Namun perubahan itu bersifat kontineu dan professional sehingga dengan belajar . Di dalam definisi tersebut. suatu kegiatan dan bukan hasil atau tujuan. Namun demikian. pada uraian ini sengaja penulis kemukakan pendapat beberapa ahli mengenai definisi belajar. B. 2007: 36). mengandung makna bahwa belajar merupakan suatu proses. Oleh karena itu. akan tetapi harus mengalami dan mempunyai tujuan perubahan tingkah laku. Belajar Bahasa Arab 1. Perubahan yang terjadi dalam diri individu merupakan akibat dari belajar yang dilakukan secara sadar. Definisi telah banyak dikemukakan oleh para ahli. ini juga merupakan penghambat para siswa dalam belajar menulis imla’. Belajar bukan saja hanya mengingat.bentuk yang berbeda dalam tata cara menulisnya. masing-masing definisi tersebut banyak persamaan atau persesuaian inti dari pengertian belajar tersebut. Pengertian Belajar Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang daerah pokok pembahasan. Beberapa ahli mengemukakan sebagai berikut: Belajar adalah memodifikasi atau memperteguh kelakuaan melalui pengelaman (leraning is defined as the modification or steighthening of behavior through experiencing) (Oemar Hamalik. dalam bab ini penulis akan membahas pengertian belajar.

dari ragu-ragu jadi yakin. dari tidak mengerti menjadi mengerti. kriteria keberhasilan dalam belajar diantarnya dengan terjadinya perubahan tingkah laku pada individu yang belajar. menerangkan bahwa: “Belajar merupakan suatu peruabahan dalam tingkah laku yang lebih baik. Sejalan dengan perumusan belajar di atas. terdapat kata perubahan yang berarti bahwa seseorang setelah mengalami perubahan proses belajar akan mengalami perubahan tingkah laku baik aspek pengetahuannya. Sedangkan menurut Good dan Brophy dalam bukunya Educational Psychology: A Ralistic Approach yang dikutip Ngalim Purwanto dalam bukunya yang berjudul Psikologi Pendidikan. 2007: 37). Oleh karena itu.tersebut. juga ada kemungkinan mengarah kepada tingkah laku yang lebih buruk” (2006: 85). Dari belajar menurut Ngalim Purwanto dalam bukunya yang berjudul Psikologi Pendidikan. misalnya tidak bisa menjadi bisa. keterampilan maupun aspek sikap. Dalam pengertian ini. seseorang akan berupaya mempergunakan seluruh daya pikirannya menuju tujuan yang hendak dicapai. dari tidak sopan menjadi sopan. mengemukakan arti belajar . ada pula definisi lain tentang belajar yang menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi antara individu dan lingkungan (Oemar Hamalik. tidak semua perubahan dalam diri individu merupakan perubahan dalam arti belajar.

usaha dan latihan. Namun demikian. sebagaimana diungkapkan oleh Oemar Hamalik (1991: 17) dalam bukunya Pendekatakn Baru Strategi Belajar Mengajar Berdasarkan CBSA.dengan kata-kata yang singkat. dari beberapa definisi belajar dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu bentuk perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dengan cara-cara bertingkah laku yang baru berkat adanya pengalaman. Hubungan-hubungan baru itu dapat berupa: antara perangsang-perangsang. Belajar merupakan suatu proses yang tidak dapat dilihat secara nyata. maka perlu memperhatikan prinsip-prinsip belajar. antara reaksi-reaksi atau antara perangsang dengan reaksi (2006: 85). Beranjak dari definisi yang dikemukakannya itu. Jadi yang dimaksud dengan belajar menurut Good dan Brophy bukan tingkah laku yang nampak. bahwa prinsip belajar merupakan petunjuk atau cara yang perlu diikuti untuk melakukan kegiatan belajar. Prinsip-prinsip Belajar Agar dapat efektif dan efisien dalam belajar. Sebetulnya banyak lagi definisi-definisi yang penulis tidak dapat cantumkan disini semua. 2. . yaitu: learning is the development of new associations as a result of experience. tetatpi terutama adalah prosesnya yang terjadi secara internal di dalam individu dalam usahanya memperoleh hubungan-hubungan baru. Prose situ terjadi pada diri seseorang yang sedang mengalami belajar. selanjutnya ia menjelaskan bahwa belajar itu suatu proses yang benar-benar bersifat internal (a purety internal event).

yaitu: 1) Dalam belajar siswa harus berpartisipasi aktif meningkatkan minat dan membimbing untuk mencapai tujuan intruksional. 9) Belajar perlu adanya interaksi siswa dengan lingkungannya. adaptasi ekplorasi dan discovery dengan tujuan instruksional yang harus dicapainya. bahwa prinsip-prinsip belajar adalah: 1) Dalam belajar setiap siswa diusahakan partisipasi aktif. . 2) Belajar bersifat keseluruhan dan materi itu harus memiliki struktur. 3) Belajar harus dapat menimbulkan reinforcement dan motivasi yang kuat pada siswa untuk mencapai tujuan intruksional. meningkatkan minat dan membimbing untuk mencapai tujuan intruksional. dalam proses belajar perlu ulangan berkali-kali agar pengertian atau keterampilan atau sikap itu mendalam pada siswa. namun penulis mengambil 2 (dua) prinsip belajar yang sesuai dengan arah dan maksud skripsi. 5) Belajar adalah proses organisasi. Prinsip-prinsip belajar yang tercantum di atas tidak semua dibahas. penyajian yang sederhana sehingga siswa mudah menangkap pengertiannya. Slameto (2003: 27-28) dalam bukunya Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. 8) Belajar perlu lingkungan yang menentang dimana anak dapat mengembangkan kemampuannya bereksplorasi dan belajar dengan efektif. maka harus tahap demi tahap menurut perkembangannya. 4) Belajar itu proses yang continue.Banyak ahli yang mengemukakan mengenai prinsip-prinsip belajar. diantaranya adalah: a. 6) Belajar harus dapat mengembangkan kemampuan tertentu sesuai dengan tujuan instruksional yang harus dicapainya. 7) Belajar memerlukan sarana yang cukup sehingga siswa dapat belajar dengan tenang. 10) Belajar adalah peroses kontinguitas (hubungan antara pengertian yang satu dengan yang satu dengan pengertian yang lain sehingga mendapatkan pengertian yang diharapkan). 11) Repetisi.

Guru di tuntut memberi reaksi yang baik bagi siswanya agar mengembangkan minat dan kepribadiannya sesuai dengan yang diharapkan tujuan instruksional. maka siswa yang bersangkutan aktif menulis dengan mengetahui juga ketetapan kalimat bahasa Arab yang benar sedangkan tugas guru membimbing keaktifan siswa dalam belajar. seorang guru mampu memberikan dan mengembangkan reinforcement dan memotivasi kepada siswa agar dapat melakukan kegiatan belajar secara optimal. Dalam kegiatan tersebut. Sebagai contoh. 2) Belajar harus dapat menimbulkan reinforcement dan motivasi yang kuat pada siswa untuk mencapai tujuan intruksional. motivasi/dorongan dari guru kepada siswa agar memiliki kemampuan mengenai makharijul huruf yang benar. Sebagaimana contoh.Belajar aktif berarti mengembangkan pola fakir berfungsi sebagaimana mestinya yang dilakukan untuk mencapai hasil yang optimal. Hasil motivasi dan reinforcement akan berguna bagi siswa untuk aktif dalam belajar dan mampu mencapai tujuan-tujuan intruksional. akan . Dalam pengajaran terdapat belajar dan mengajar dimana adanya kegiatan guru sebagai pengajar siswa sebagai pihak yang diajar. adalah siswa diharapkan dalam tujuan intruksional untuk mampu menulis huruf hijaiyah atau Arab dengan baik dan benar (merangkai huruf yang terpisah menjadi kalimat).

6) Jenis belajar yang paling utama adalah belajar untuk berfikir kritis. karena itu harus sanggup mengatasinya secara tepat. 5) Belajar memerlukan bimbingan. 3) Belajar yang paling efektif apabila di dasari dorongan motivasi yang murni dan bersumber dari dalam dirinya sendiri. 8) Belajar memerlukan pemahaman atas hal-hal yang dipelajari sehingga diperoleh pengertian-pengertian. Tujuan yang menuntunnya dalam belajar untuk mencapai harapanharapannya. karena itu siswa harus sanggup mengatasinya secara tepat. 10) Belajar harus disertai keinginan dan kemauan yang kuat untuk mencapai tujuan/hasil. sebagai berikut: 1) Belajar adalah suatu proses aktif dimana terjadi hubungan saling mempengaruhi secara dinamis antara siswa dengan lingkungannya. 11) Belajar dianggap berhasil apabila si pelajar sanggup mentransfer atau menerapkannya ke dalam bidang praktek sehari-hari (1990: 28).menimbulkan motivasi dalam diri siswa untuk selalu mengucapkan huruf Arab/hijaiyah sesuai dengan makharijul huruf yang benar. Belajar senantiasa ada rintangan dan hambatan. b. Menurut Oemar Hamalik dalam bukunya berjudul Metode Belajar dan Kesulitan-kesulitan Belajar. 7) Cara belajar yang paling efektif adalah dalam bentuk pemecahan masalah melalui kerja kelompok asalkan masalah-masalah tersebut telah di dasari bersama. 9) Belajar memerlukan latihan dan ulangan agar apa-apa yang telah dipelajari dapat dikuasai. . Namun penulis hanya mengambil 2 (dua) prinsip belajar yang sesuai dengan arah dan maksud skripsi ini. 2) Belajar senantiasa harus bertujuan. yaitu: a. 4) Senantiasa ada rintangan dan hambatan dalam belajar. Bimbingan itu baik dari guru/dosen atau tuntutan dari buku pelajaran sendiri. lebih baik dari pada pembentukan kebiasaan-kebiasaan mekanis. menyebutkan prinsip-prinsip belajar. terarah dan jelas bagi siswa.

Belajar memerlukan bimbingan. siswa memiliki cara yang perlu dilakukan untuk mengatasi hambatan faktor-faktor yang menyebabkannya. ternyata banyak faktor yang mempengaruhinya sehingga menimbulkan kesulitan atau rintangan /hambatan. maka dapat penulis sederhanakan bahwa prinsip-prinsip belajar itu sebagai berikut: a) Belajar adalah suatu proses aktif yang memerlukan persiapan mental dan spiritual serta sarana lainnya yang cukup memadai . Oleh karena itu. Siswa tidak mungkin mendapatkan pengetahuan tanpa di bimbing terlebih dahulu oleh guru atau dari buku sebagai pedoman belajar. harus disertai bimbingan yang intensif sebagai proses menuju tujuan belajar. Dari beberapa pendapat tersebut di atas. bahwa belajar merupakan proses kegiatan untuk mengubah tingkah laku siswa. apabila siswa memiliki minat membaca dan menulis huruf-huruf atau kalimat Arab dengan benar. b. Oleh karena itu. baik itu faktor intern maupun ekstern siswa. Agar optimal.Sudah dierangkan sebelumnya. maka siswa diharapkan memiliki pemahaman pelajaran dan penguasaan terhadap bahan yang disajikan oleh guru. disamping untuk mendapatkan pengetahuan keterampilan juga pembentukan sikap. baik dari guru atau dari buku pelajaran Tujuan belajar secara esensial.

sudah barang tentu tidak dapat lepas dari berbagai faktor yang dapat mempengaruhi di dalamnya. baik itu pengaruh datang dari luar dan dari siswa yang belajar. Faktor yang berasal dari luar diri pelajar. Supaya berhasil sesuai dengan yang diharapkan maka sangatlah perlu mengetahui dan memperhatikan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi di dalamnya. digolongkan menjadi dua golongan yaitu: 1) Faktor non sosial 2) Faktor sosial b. dalam bukunya Psikologi Pendidikan disebutkan bahwa dalam faktor-faktor yang dapat mempengaruhi belajar ada dua macam yaitu: a. Faktor yang berasal dari dalam diri pelajar. 3. b) Belajar akan lebih efektif apabila di dasari oleh motivasi yang tinggi untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi siswa. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Belajar Belajar sebagai suatu aktifitas dan berlangsung melalui proses panjang. c) Belajar dianggap berhasil bila siswa telah mempunyai kesanggupan untuk mempraktekkannya dalam hidup sehari-hari. dibagi: 1) Faktor fisiologis 2) Faktor psikologis (2004: 233) . Menurut Sumadi Suryabrata.untuk meningkatkan minat belajar siswa serta bimbingan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Faktor-faktor yang Dapat Menimbulkan Kesulitan Belajar Belajar di sekolah tidak senantiasa berhasil tetapi seringkali ada halhal yang dapat mengakibatkan kegagalan atau setidak-tidaknya menjadi . alat pelajaran. 2) Faktor sekolah: metode mengajar. Faktor intern adalah faktor yang ada di dalam diri siswa yang meliputi faktor fisiologi dan psikologis. disiplin sekolah. motivasi. maka dapat di simpulkan pada hakekatnya kegiatan belajar siswa itu dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu: faktor intern dan ekstern. dalam hal ini dibagi menjadi tiga bagian: 1) Faktor jasmaniah. Berdasarkan uraian di atas. pengertian orang tua. relasi siswa dengan siswa. yaitu faktor intern dan ekstern: a. perhatian. meliputi: faktor kesehatan dan cacat tubuh 2) Faktor psikologi meliputi: intelegensi. bakat. mass media. latar belakang kebudayaan. keadaan ekonomi. bentuk kehidupan masyarakat (2003: 54-72). suasana rumah.Adapun menurut Slameto bahwa faktor yang mempengaruhi belajar ini ada dua. Adapun yang dimaksud dengan mempengaruhi di sini adalah karena kedua faktor tersebut dapat mendorong dan dapat pula menghambat siswa dalam kegiatan belajarnya. waktu sekolah. relasi antar anggota keluarga. dan kematangan 3) Faktor kelelahan b. faktor sekolah. Faktor ekstern adalah faktor yang ada di luar diri individu yang meliputi tiga bagian yaitu: 1) Faktor keluarga: cara orang tua mendidik. kurikulum. relasi guru dengan siswa. keadaan gedung. minat. kesiapan. 3) Faktor masyarakat: kegiatan siswa dalam masyarakat. 4. teman gaul. dan faktor masyarakat. Faktor intern adalah faktor yang ada dalam individu yang sedang belajar. tugas rumah. sedangkan faktor ekstern adalah faktor yang ada pada luar diri siswa yang meliputi faktor keluarga. metode belajar.

Namun demikian hal tersebut seringkali tidak di dasari. Siswa yang demikian sudah jelas tidak mempunyai tujuan belajar untuk mendorong kemajuan studinya. sehingga dapat menghambat studinya. faktor yang bersumber dari lingkungan sekolah. 1990: 117). . 2) Kurangnya minat terhadap pelajaran. Oleh karena itu. faktor yang bersumber dari keluarga faktor yang bersumber dari lingkungan masyarakat” (Oemar Hamalik. hal ini menyebabkan kurangnya perhatian dan usaha belajar. bahkan kegagalan dan kekecewaan yang diperolehnya. dalam hal ini sangatlah perlu bagi siswa untuk mengetahui faktor-faktor atau hal-hal yang dapat menimbulkan kesulitan belajar pada umummnya. a. Kesulitan belajar sumber dari diri sendiri hal tersebut sangat besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar siswa. faktor-faktor tersebut perlu diperhatikan agar para siswa senantiasa menyadari dan mencoba menghindarkan diri dari faktor-faktor tersebut. Kegagalan dan keterlambatan kemajuan belajar tersebut ada hal-hal yang menyebabkannya. kadang-kadang siswa masuk sekolah hanya untuk menambah pergaulan. Faktor-faktor yang dapat menimbulkan kesulitan belajar siswa disini dapat digolongkan menjadi empat golongan: “Faktor yang bersumber dari diri sendiri.gangguan yang dapat menghambat kemajuan dan keberhasilan belajar. bersenang-senang dan sebagainya. siswa menganggap remeh dan sama sekali tidak mau berusaha memperbaiki atau berusaha menghilangkan. Sebab-sebab yang mencakup dalam golongan ini diantaranya sebagai berikut: 1) Tidak mempunyai tujuan belajar yang jelas.

1990: 117-119). siswa yang mengikuti pelajaran belum tentu pandai. sehingga . bicaranya kkurang jelas dan sebagainya. Kurangnya bahan bacaan. Akan tetapi adakalanya di antara para guru dalam memberikan pelayanannya dengan cara idaktif tanpa memperhatikan apakah siswa mengerti apa yang disam[paikan tanpa memberikan kesempatana untuk bertanya bagi siswa untuk mengemukakan pendapat. Kesulitan belajar yang bersumber dari lingkungan sekolah Hambatan terhadap kemajuan belajar tidak hanya bersumber dari diri siswa sendiri. 6) Kurangnya penguasaan bahasa.3) Kesehatan yang sering terganggu. sehingga kurang memperhatikan usaha-usaha peningkatan belajar dan hasil siswa belajar. tetapi adakalanya bersumber dari lingkungan sekolah. karena dapat mengganggu seluruh proses belajar mengajar (Oemar Hamalik. hal ini merupakan sumber kesukaran yang sangat berat. maka akan dapat menghambat studinya. 2. cara memberikan pelajaran guru merupakan faktor yang menentukan dalam kemajuan belajar di sekolah. 4) Kecakapan mengikuti pelajaran: sebenarnya berbeda dengan mengikuti pelajaran terus menerus. karena boleh jadi siswa tersebut tidak dapat mengikuti pelajaran dengan jelas. b. diantaranya adalah: 1. persediaan buku-buku yang menunjang dalam belajar di perpustakaan sekolah akan dapat menyebabkan siswa bergantung pada pelajaran yang diberikan oleh guru saja. Sebab dalam permasalahan ini sudah tentu menjadi tanggungjawab pendidikan yang bersangkutan. 5) Kebiasaan belajar yang kurang teratur maka akan turut menghambat studinya. jika kesehatan jasmani dan rohani sering terganggu.

maka lebih besar kemungkinannya . biaya sekolah menjadi kekuatan dalam belajar. 3. Seperti halnya folume bahan pelajaran yang terlalu banyak dan berat bila dibandingkan dengan lokasi waktunya (Oemar Hamalik. control atau pengawasan orang tua seringsekali membawa keberhasilan belajar siswa. Namun demikian pengawasan yang berlebihan dapat pula menghambat kemajuan belajar. jika tidak ada pengawasan sama sekali. Kurangnya alat-alat pelajaran. 2) Kurangnya control orang tau. Kesulitan belajar yang bersumber dari lingkungan keluarga lingkungan kel. Sedangkan biaya ini pada umumnya diperoleh dari orang tua.hal-hal tersebut menjadi kurang efisien dalam kegiatan belajar mengajar.uarga sangat besar pengaruhnya terhadap kemajuan dan keberhasilan belajar bagi siswa. bahkan dari lingkkungan tersebut juga dapat timbul berbagai masalah atau hal-hal yang dapat menghambat kemajuan belajar bagi siswa. c. sehingga apabila terjadi kekurangan biaya maka akan sangat mengganggu studi siswa tersebut. dalam bidang studi tertentu yang disebut media pembelajaran guna menunjang berhasilnya hasil belajar secara efektif dan efisien. 4. diantaranya adalah: 1) Masalah ekonomi keluarga. Demikian pula sebaliknya. Namun demikian ada kemungkinan besar bahwa tidak selamanya lingkunag akan terus dan selalu mendorong kemajuan belajar bagi siswa. Penyelenggaraan pelajaran yang terlalu padat. 1990: 120-121). hal inidapat menyebabakna kesulitan belajar bagi siswa. karena siswa merasa kehilangan kebebasan dan keyakinan pada diri sendiri.

” (Abdul Ghafur. b. Pengajaran Bahasa Arab 1. 1989: 102) . banyak para ahli pendidikan yang membahas dan mengartikannya. pengertian pengajaran bahasa Arab Sebelum penulis membahas metode membaca dan menulis Arab dalam pengajaran behasa Arab. mengartikan pengajara sebagai berikut: “sesuatu kegiatan di mana seseorang dengan sengaja diubah dan dikontrol dengan maksud dapat bertingkah laku atau bereaksi terhadap kondisi yang diinginkannya. Sedangkan pengertian pengajaran.bagi siswa akan meghambat kemajuan belajarnya (Oemar Hamalik. Abdul Ghafur dalam buikunya Desain Intruksional Suatu Lankah Sistematis Penyusunan Pola Dasar Kegiatan Belajar Mengajar. S. ketrampilan atau sikap serta memantapkan apa yang dipelajarai itu (S. maka penulis akan membahas lebih dahulu tentang bahasa Arab itu sendiri. Nasution. walaupun ada perbedaan satu sama lain diantaranya adalah: a. Nasution mengartikan proses pengajran sebagai proses interaksi yang berlangsung anatar guru dengan siswa atrau juga antara sekelompok siswa dse tujuan untuk memperoleh pengetahuan. karena metode membaca menulis Arab itu termasuk bagian aau rangkaian di dalam proses pengajaran bahasa Arab. 1990: 121-124) C. 1989: 22).

dapat ditarik kesimpulan bahwa pengajaran bahasa Arab adalah suatu proses interaksi yang berl.angsung anatara siswa dan guru dalam menyampaikan materi bahasa Arab dengan sengaja dan secara terkontrol dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan.Sedangkan pengertian bahasa Arab menurut Musthofa AlGgulayani adalah: …………………… Bahasa Arab adalah ungkapan yang dipakai oleh orang-orang Arab dalam mengeksprisikan pikiran-pikirannya (Musthofa AlGhulayani. sehingga dapat . Tujuan Pengajaran Bahasa Arab Tujuan yang hendak dicapai dalam pengajaran bahasa Arab adalah sebagai berikut: “Agar peserta didik menguasai secara aktif dan pasif dengan target penguasaan 700 kosa kata dan idiomatic yang tersusun dalam berbagai 700 tarkib (susunan kata) dan pola kalimat yang diprogramkan. metode. evaluasi dan tujuan dari pengajaran itu sendiri. yaitu: kurikulum. ketrampilan atau sikap memantapkan apa yang dipelajari. Dalam proses pengajaran terdiri dari beberapa unsur di dalamnya yang harus ada dalam suatu proses pengajran. 1989: 9). dari pengertian diatas. materi. 2.

dipergunakan sebagai alat komunikasi dan memahami buku. sedangkan problematika artinya hal yang menimbulkan masalah. Pengertian Problematika Pengajaran Problematika berasal dari bahasa Inggris ”Problematic” artinya masalah. dapat dilihat dalam tujuan kurikullum yang tertera dalam standar kompetensi MTs yaitu: a. 2004:124). 2003:2). mesti tidakdapt diatasi (satrapradja. persoalan yang yang bisa dipecahkan. serta menjalin hubungan sosial dalam bentuk kegiatan beragam. mengungkap pikiran dan perasaan. Menulis kreatif meskipun pendek sederhana berbagqai bentuks tek untuk menyampaikan informasi. Kemampuan mendengarkan. D. Kemudian secara kurikulum tujuan pengajaran bahasa Arab di MTs adalah agar peserta didik menguasai aktif dan pasif dengan target penguasaan 700 tarkib (susunan kata) dengan pola kalimat yang diprogramkan sebagai alat komunikasi dan memahami buku-buku . c. interaktif dan menyenangkan. Menafsirkan isi berbagai bentuk teks tertulis pendek sederhana dan merespon dalam bentuk kegiatan yang beragama interaktif dan menyenangkan. e. pikiran dan perasaan. berbicara. 1978: 392). Kemampuan untuk berdiskusi dan menganilis teks secara kritis (DEPAG RI. Secara rinci. Berbicara sederhana tapi efektif dalam berbagai konteks untuk menyampaikna informasi. membaca dan menulis secara baik. menghayati dan menghargai karya sastra. mesti tahu jawabannya. d. f. b. Problematika Pengajaran Bahasa Arab 1. tujuan pembelajaran bahasa Arab di MTs.” (DEPAG RI.

pikiran dan perasaan. interaktif dan . reseptif mapun ekspresif serta mampu memahami buku Arab. 2. Menafsirkan isi berbagai bentuk teks tertulis pendek.Islam yang sederhana. Untuk menjawab problem tersebut penulis mencoba menekankan aspek linguistic dan non linguistic sebagai titik kelemahan menelusuri yang menimbukan adanya problematikanya. Namun tampaknya pencapaian tujuan tersebut belum seperti yang diharapkan. baik lisan maupun tulisan. sederhana dan merespon dalam bentuk kegiatan menyenangkan. 2003: 2). berbicara. serta menjalin hubungan sosial dalam bentuk kegiatan yang beragam. maka akan terbayangkan lulusan MT situ mempunyai kemampuan berkomuniaksi dengan menggunakan bahasa Arab. yang beragam. diantara jenis-jenis problematika adalah: a. Kemampuan mendengarkan. disamping al-Qur'an dan Hadits (DEPAG RI. Berbicara secara sederhana tapi efektif dalam berbagai konteks untuk menyampaikan imnformasi. Jika ditelaah tujuan kurikulum pengajaran bahasa Arab di atas. membaca dan menulis secara baik. interaktif dan menyenangkan. Standar Kompetensi tujuan pengajaran bahasa Arab di MTs berdasarkan standar kompetensi 2004: 1. 3.

Guru Rekruitmen guru MTs selama ini tampaknya difokuskan pada penambahan guru umum dan agama. Dalam hal jumlah meupun jenis pelajaran. menghayati dan menghargai karya satra dengan kemampuan untuk berdiskkusi dan menganalisis teks secara kritis. sementara untuk guru mata pelajaran . Menulis kreatif meskipun pendek sederhana berbagai bentuik teks untuk menyamp[aikan informasi. mengungkjapkan pikiran dan perasaan. Buku Paket Dalam proses belajart mengajar bahasa Arab buku paket merupakan fasilitas pengajaran yang sanga penting dibtuhkan baik oleh guru meupun siswa agar menuinjang proses belajar mengajar. Siswa Siswa MTs tidaklah lain dengan SMP yang bercirikan khas Agama Islam. 5. antara MI dan SD tidaklah sama. b. d. Di MI sebagaimana di MTs bahasa Arab merupakan salah satu pelajaran inti wajib diajarkan sedangkan di SD tidaklah demikian. Oleh karena itu dalam penerimaan siswa barui MTs ttidak ada bedanya dengan SMP artinya MTs bisa menerima pendaftaran baik itu yang berasal dari SD maupun yang berasal dari MI. c. kecuali di SD-SD tertentu yang menjadikan pelajaran bahasa Arab sebagai salah satu bidang studi yang harus dipelajarai oleh siswa. idealnya buku paket dimiliki oleh setiap siswa agar siswa dan guru dapat berkomunikasi secara baik.4.

Problematika yang berkaitan dengan bahasa Arab sebagai bahasa asing meliputi: a. pada saat itu pula siswa akan berusaha mengkaitkan dan membuat persamaan dan perbedaan antara bahasa ibu dan bahasa asing yang dipelajari (Juwairiyah Dahlan. 2. sepantasnya rekruitmen guru di MTs khususnya guru dalam bidang sturi bahasa Arab adalah dari lulusan Tarbiyah jurusan bahasaArab sehingga sesuai dengan kapasitras kemampuannya. Problematika linguistic meliputi 1) Problem Tata Bunyi banyak fonem bahasa Arab yang tidak ada persamaannya dengan fonem bahasa Indonesia seperti: Menurut Juwairiyah Dahlan (1992: 44) dalam buku Metode Belajar Mengajar Bahasa Arab memberi pengertian bahwa kata bunyi . maupun tata bahasanya. dan dapat mengajar mata pelajaran bahasa Arab dengan baik dan dapat dipahami oleh anak didik. sedangkan saat mempelajari bahasa ibu (bahasa Nasional) proses berjalan tanpa sadar. 1992: 36). Pengajaran Bahasa Arab sebagai Bahasa Asing mempelajari bahasa asing (bahasa Arab) berarti ahrus sadar dengan seluruh daya upaya untuk membentuk kebiasaan baru.bahasa Arab tampaknya bukan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi sehingga penguasaan guru yang bukan fak bahasa Arab kurang menguasai baik perbendaharaan kata.

Pada sistem tata bunyi ini umumnya letak kesulitan yang sering dirasakan oleh siswa yang baru pertama kali belajar bahasa Arab. Sedangkan diketahui bahwa semua hurufn latin bisa menyambung dan disambung. oleh Karena itu tata bahasa yang dalam bahasa Arab biasanya disebut dengan nahwu shorof sangat penting jika ingin memahami tulisan bahasa Arab (Juwairiyah Dahlan. 2) Kosakata dalam mempelajari kosakat bahasa Arab para pelajar Indonesia sering merasakan kesulitan khusunya yang berkaitan dengan morfologi (ilmu shorof) yang tidak dikenal dalam bahasa ilmiyah.. terlabih lagi jika ada bebrapa huruf yang jarang dijumpai dalam bahasa ibu atau bahasa nasional. Dalam bahasa Arab bias any tidak diberi harakat. sebab itu tingkatan ini guru bahasa Arab harus bersabar untuk melatih siswanya dalam megucapkan huru Arab. sedangkan harakat sangat menentukan akan maksud dan arti dari tulisan tersebut. 4) Tulisan Tulisan Arab yang berbeda jauhg dengan tulisan latin yang biasa digunakan oleh para pelajar merupakan masalah klasik yang tidak pernah usai.bahasa Arab disebut juga sebagai ilmu tajwid Al-Qur'an yaitu dengan mempelajari Makhroj al huruf. kesulitan lain dari segi tulisan adalah jika dalam tulisan . 3) Tata Bahasa atau Gramer Bahasa Arab tidak sama dengan bahasa-bahsa alinnya yaitu dalam bahasa Arab akan memahami tulisannya terlebih dahulu sebelum memahaminya. 1992: 45). Misalnya tsa …… misalnya dalam kalimat:……………. sehingga sering kita melihat seorang siswa yang baru mengenal bahasa Arab apabila menulis bahasa Arab layaknya orang yang sedang melukis. sedangkan huruf Arab sebaliknya.

istilah dan nama-nama benda yang digunakan orang Arab dengan orang Indonesia. khususnya bagi mereka yang belum mengenal sedikitpun sosio cultural bahasa Arab (Ahmad Chotib.Indonesia biasa ditulis dari kiri kekanan maka huruf Arab ditulis dari kanan ke kiri (Juwairiyah Dahlan. 1975:83-84). problema yang kmungkin timbul dan menghambat dalam pengajaran bahasa Arab di Indonesia yaitu karena pengungkapan istialah dan nama-nama benda yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia tidak bisa atau tidak dapat dipahami pengertiannya. Langkah-Langkah Mengatasi Problematika Membaca Dan Menulis Untuk mengatasi problematika membaca dan menulis teks bahasa Arab seorang guru harus mempunyai cara atau langkah-langkah yang tepat dalam proses belajar mengajar. 1992: 46). E. b. Diantara lengkah-langkah yang haruis dilakukan adalah: . Problematika Non Linguistik Faktor penghambat dari non linguistic adalah yang menyangkut sosio cultural bahasa Arab yang jauh berbeda dengan sosi cultural bahasa Indonesia. hal ini akan menimbulkan perbedaan dalam bentuk ungkapan.

juga liam soal.1. sebaliknya murid juga harus bertanya kepada gur. Langkah-Langkah Mengatasi Problematika Membaca a. b. bahkan lebih banyak lebih baik. Langkah-Langkah Mengatsi Problematiaka Menulis a. baik dengan gambar maupun gerakan-gerakan bacaan. sedangkan guru membetulkan kesalahannya dan menyuruh siswa untuk megulangi bacaannya padsa susunan yang salah. Guru mengajukan pertanyaan kepada murid setelah pelajaran selesai kurang lebih lima soal yang harus bisa dijawab. yang mungkin diperagakan. hal tersebut juga digunakan untuk menjelaskan kontek vokabulari yang tidak perlu dilihat. b. c. pada tahap-tahap awal guru memilih susunan vokabulari. dan sebaginya (Juwairiyah Dahlan. Guru menyuruh siswa untuk membaca dengan suara yang cukup keras. Mencontoh Guru menyuruh para siswa untuk mencontoh tulisan yang ada di dalam buku pelajaran yang digunakan. 1992: 106). kebenaran (shidiq). tentang pelajaran yang baru diberikan oleh guru. 2. Reproduksi Guru menyuruh para siswa untuk menulis berdasarkan apa yang telah diajarkan secara lisan. actibng tertentu bahkan dengan penjelasan arti. . misalnyua kemulyaan (syaraf).

d. Imla’ disamping melatih ejaan juga melatih penggunaan gerbang telinga bahkan pemahaman juga dilatih sekaligus. 2) Imla’ yang tidak dipersiapkan sebelumnya. Rekombindsi dan Transpormasi Rekombinasi adalah guru menyuruh siswa untuk menggabungkan kalimat-kalimat yang mulanya berdiri sendiri menjadi satu kalimat panjang. 2005: 138-140). Sedangkan transpromasi adalah latihan mengubah bentuk kalimat (Ahmad Fuad Effendi. Imla’ ada dua macam: 1) Imla’ yang dipersiapkan sebelumnya. Imla’ Dalam memberikan imla’ guru harus memilih materi imla’ secara cermat. siswa tidak dibertahu sebelumnya. siswa diberitahukan sebelumnya materi yang akan di imla’kan. .c.

Analisis Tentang Kesulitan Siswa dalam Membaca dan Menulis Teks Bahasa Arab Untuk mengetahui sejauhmana kesulitan siswa dalam membaca dan menulis teks bahasa Arab atau problema yang dihadapi oleh siswa khususnya bagi siswa MTs Negeri 2 Banjamegara dalam bidang studi bahasa Arab. tidak sedikit siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca tanpa syakal dan dalam menulis (imia) di antaranya yang hampir semua sampel menglami kesulitan B. Dengan demikian. Bentuk-bentuk Kesulitan Siswa Dalam Membaca dan Menulis Teks Bahasa Arab Setelah di adakan test terhadap siswa MTs Negeri 2 Banjamegara dan soalsoal tersebut berupa cuplikan-cuplikan dari teks bahasa Arab yang terdapat dalam buku pelajaran bahasa Arab untuk MTs sesuai dengan kurikulum yang berlaku. siswa diperintahkan untuk memberi narakat/syakal pada setiap soal dan soal untuk menulis {imla) siswa diperintahkan untuk menulis apa yang penulis ucapkan.BAB IV UPAYA MENGATASI PROBLEMATIKA MEMBACA DAN MENULIS TEKS BAHASA ARAB KELAS VII Dl MTs NEGERI 2 BANJARNEGARA A. Sedangkan soal yang untuk membaca tersebut tanpa syakal. maka penulis .

Soalnya itu semua pelajaran yang sudah di pelajarinya yang melalui pendekatan faktor kesulitan dalam membaca dan menulis teks bahasa Arab yang dialami oleh siswa yaitu faktor intern dan ekstem siswa. 5. Nama Siswa Desi Kumiawati Nur Laeli Nurul Hidayah Siti Maryati Ita Wulandari Nova Setioningsih Kartika Chris Dian N. 3. 15. 13. 17. 9. Dalam hal ini penulis menentukan 128 siswa masing-masing kelas Vila 32 siswa. Anisa Wulandari Ajeng Dama Yanti Septiana Dwi Latifah Sulistriyani Malinda Anting Widiati Nani Yuliati Desi Emawati Rma Astriam Rafika Nur Fitriyah Sutrisno Jenis Kel. kelas VIIc 32 siswa. kelas VIId 32 siswa. 11. 10.akan menyusun tabel hasil tes dari hasil jawaban soal yang penults berikan pada siswa. 14. 12. 7. 2. kelas Vllb 32 siswa. Kelas P P P P P P P P P P P P P P P P L Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Skor yang Diperoleh 1 2 '! 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 15 15 10 15 10 5 10 15 5 15 15 15 15 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 10 5 10 5 10 5 10 5 10 5 15 5 15 5 15 15 5 15 20 5 5 5 20 20 5 Jumlah Skor 25 25 45 35 55 35 50 60 25 60 65 30 35 40 65 70 25 5 5 5 15 5 10 5 10 20 5 20 20 5 5 5 20 20 5 . 16. 4. Tabel 8 Analisis Basil Tes Mata Pelajaran Bahasa Arab Pemberian Syakal No 1. 6. 8. Soal untuk membaca tanpa syakal terdiri 5 item sedangkan soal untuk menulis (imla) ada 10 item.

25. Gadang Prayogi Latuful Anam Widhi Adi Sasongko Rudiyanti Adex Putra Sandi Eggi Dwi Pramono Edo Al-Fariqi Fahrurozi Hermawan Tri Hidayat Khanif Ahmad Adi Triono Nurul Hidayat Rizqi Nur Yasin Yudi Saputra Eka Lisliawali Khusnul Khotimah Umi Rudhatui Jannah Afriyati Dimitri Agni Selfiana Emawati Yusi Aprilianti Umi Latifah Eti Novi Atun Anis Pratiwi Pratiwi Yulvia Istiqamah Maryamah Lutfi Maghfiroh Siti Masitoh Solihun Nafi'i Yogi Irawan F. 26. 30. 35. 36. 43. 56. 23. 33. 22. 20. 24. Eko Waluyo Dedi Saputro Nurul Arifin Mukhlis Eko Safitri Farianto Andri Widiyanto Sepriyanto Wawan Setiawan L L L L L L L L L L L L L L L p P P P P P P P P P P P P P P L L L L L L L L L L Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vllb Vllb VIIb Vllb VIIb VIIb VIIb VIIb VIIb Vllb VIIb VIIb VIIb VIIb VIIb VIIb VIIb VIIb VIIb VIIb VIIb VIIb VIIb VIIb VIIb 10 10 15 15 10 10 15 15 15 15 20 20 15 10 15 10 15 10 10 15 15 15 15 5 15 10 15 15 10 20 5 5 5 10 15 5 10 15 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 10 5 5 10 5 5 10 5 5 5 5 10 10 5 5 5 10 5 10 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 15 10 10 15 10 10 5 10 15 10 10 5 5 5 5 5 10 5 10 5 5 10 10 5 5 10 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 20 5 5 20 20 10 10 20 10 15 10 15 15 10 10 10 20 5 15 15 5 20 10 5 15 15 20 10 5 5 5 10 5 5 10 5 5 5 10 5 20 5 5 10 20 20 15 20 10 10 10 15 5 10 5 10 20 5 15 5 5 20 10 10 5 15 20 10 5 5 5 10 5 5 10 5 5 30 45 35 80 35 35 65 70 65 50 75 65 55 45 60 40 45 35 40 75 40 60 45 25 75 45 45 45 60 75 35 25 25 30 45 25 30 45 25 25 . 42. 32. 40. 53. 47. 46. 41. 21.18. 55. 52. 51. 38. 45. 48. 27. 49. 31. 50. 28. 34. 44. 39. 29. 19. 37. 54. 57.

78. 66. 61. 82. 83. 96. 77. 89. Hiargo D. 92. 94. 71. 63. 69.58. 79. 60. 88. 84. 95. 59. 87. 68. 85. 64. 86. Satrio Nugroho Moch. 75. 80. 67. 97. Agus Fauzi Khosim Iqbal Azizi Wahyu Marandika Rizal Nur Ardiyansyah Maula Ash Shidieq Ahcmad Afifudin Sri Wahyuni Desi Emawati Ivonia Siti Fatimah Siti Fatonah Meli Sedaningsih Novi Hidayatun Widiarti Lili Kumiasih Yulekhan Rahma Novi Elmiati Siti Aisyah Okti Nur Cahyani Nur Salam Tri Rukhaii Aji Widiartono Wahid trvan Santoso Joko Pitoyo Budiyono Damo Muhamad Zoim Rahmat Muhamad M. 73. 93. 90. Muji Pamungkas Amin Sabar Sutikno Lainan Nur Hidayat Nur Rohmat Siti Khoriyah i L L L L L L L P P P P P P P P P P P P P L L L L L L L L L L L L L L L L L L L P VIIb VIIb VIIb VIIb VIIb VIIb VIIb Vile VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc Vile Vile VIIc Vile VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc VIId VIId VIId Vlld Vlld VIId VIId 5 15 15 10 10 10 20 15 20 10 20 20 15 15 10 5 10 20 20 20 15 10 10 5 15 15 5 20 10 10 15 5 10 10 15 20 15 15 15 15 5 5 5 10 5 5 10 5 10 5 10 15 5 5 5 5 10 15 5 10 10 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 10 10 5 5 10 15 5 10 15 5 15 5 5 10 10 5 5 5 5 15 10 10 10 10 5 5 5 10 5 5 10 10 10 5 5 10 5 5 5 10 10 5 10 20 Y5 15 10 10 10 10 15 10 10 10 20 15 10 5 15 15 10 10 10 20 5 5 10 10 5 10 10 20 15 5 10 10 15 15 20 10 15 15 10 20 20 15 10 10 15 20 10 5 10 15 15 10 5 5 15 15 10 10 10 15 10 5 5 10 15 5 10 10 15 5 15 5 10 15 5 15 15 5 35 65 65 65 40 45 70 55 70 35 55 70 65 50 35 25 55 80 55 60 55 65 35 25 40 50 35 45 45 55 60 25 50 40 50 60 50 55 65 50 . 81. 91. 62. 72. 65. 70. 74. 76.

Nur Mutrifatun Sri Latifah Fitriani Nurkhasanah Oni Putri Isnaeni lis Kumiawati Lasmini Alifah Lusiana Rofikoh Gunawati Leiatui Baroroh Dwi Susanto Agus Rudianto Agus Wiji Pumomo Sofan Nur Hidayat Muji Syukur Riyanto Ali Imron Ahmad Wantoro Dwi Prasetyo Roso Susilo Zulfaii Taminy Ridwan Alunad Supriyanto Iwan Fauzi Eko Mantep Widodo Tn Santoso M. 127. 104. 106. 101. pada point c 32 siswa atau 25% dan pada point d 18 siswa atau 14%. 118. 128. 105. 123. Asih Winahyu Maratus Sangadah Enu Setiyawati Dwi Setyowati Noviana FS. 122.98. Hal ini menunjukkan bahwa . 111. 109. 30 60 80 90 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa skorjawaban yang diperoleh pada point a ada 17 siswa atau 13. 107. pada point b 61 siswa atau 47. 110. 120. 119. 112.7%. 108. 121. 126. 99. 100. Adam Purboyo P P P P P P P P P P P P P P L L L L L L L L L L L L L L L L L VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId Vlld Vlld VIId VIId VIId Vlld VIId VIId VIId VIId VIld VIId VIId VIId VIId Vlld VIId 15 15 10 15 15 15 15 10 20 10 20 20 20 15 15 5 20 15 15 15 20 15 15 10 15 15 20 10 15 20 20 10 15 5 5 5 5 5 5 10 5 10 10 5 10 5 5 10 10 5 15 15 5 5 5 10 5 10 5 5 15 15 5 5 5 5 5 10 5 5 10 5 10 5 5 10 5 5 10 10 5 10 20 5 5 5 10 5 5 5 5 15 15 15 5 5 5 10 10 10 5 10 10 15 10 5 5 5 5 10 20 10 10 20 5 5 10 10 15 15 5 20 20 20 5 5 5 5 10 10 5 5 5 5 15 5 5 15 5 5 10 10 10 15 20 5 5 20 5 10 10 5 15 10 20 50 45 30 35 45 50 40 30 55 35 70 50 40 55 35 25 60 65 45 65 95 35 35 50 50 50 60. 125. 113. 103. 115. 102.3%. 124. 116. 114. 117.

pada point b ada 30 siswa atau 23. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada sebagian siswa yang belum memahami soal tersebut.N. Anisa Wulandari Ajeng Dama Yanti Sept''ana Dwi Sulistriyani Malinda Anting W. 11. Skorjawabanyang diperoleh: a.4% 23.4%. pada point c ada 40 siswa atau 31.9% 128 100% F P 16. 9.4. 2.4% 31.9%.siswa MTs Negeri 2 Banjarnegara dalam memberikan syakal sebagian masih mengalami kesulitan. 10 d. 5 37 Jumlah total anak yang diteliti 21 30 40 28. Tabel 9 Analisis Hasil Tes Mata Pelajaran Bahasa Arab Menulis No 1.3% dan pada point d ada 37 siswa atau 28. 15 c. 14. Nani Yuliati Desi Emawati Rina Astriani Jenis Kel. Nama Siswa Desi Kurniawati Nur Laeli Nurul Hidayah Siti Maryati Ita Wulandari Nova Setianingsih Kartika Chris D. 5. 12. P P P P P P P P P P P P P P P Kelas Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Skor yang Diperoleh 1 2 3 4 10 5 5 5 10 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 10 5 5 10 5 5 5 5 10 10 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 10 10 Jml. 7. 20 b.4%. 6. 10.3% Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa skor jawaban yang diperoleh pada point a ada 21 siswa atau 16. 8. 4. 15. 13. 3. Skor 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 10 6 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 7 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 8 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 9 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 10 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 55 55 55 50 55 55 50 60 60 50 55 50 50 60 75 .

60. Emawati Yusi Aprilianti Umi Latifah Eti Novi Atun Anis Pratiwi Pratiwi Yulvia Istiqamah Maryamah Lutfi Maghfiroh Siti Masitoh Solihun Nafi'i Yogi Irawan F. 39. 17. 19. 30. 28. 24. 25. 18. 35. 31. 48. 20. 57. 27. 23. 36 37. 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 10 5 10 5 10 10 10 5 5 5 10 5 10 5 5 5 5 10 5 10 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 10 5 10 5 5 5 5 5 10 5 5 5 10 5 5 5 5 5 10 5 5 65 55 75 50 50 55 50 50 55 75 55 55 80 50 55 60 55 50 60 50 55 65 5 5 5 10 5 5 10 5 10 10 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 10 10 50 50 60 55 85 55 60 50 70 55 55 50 50 50 50. Eko Waluyo Dedi Saputro Nurul Arifin Mukhlis Eko Safitri Farianto Andri Widiyanto Sepriyanto Wawan Setiawan Agus Fauzi Khosim Iqbal Azizi P L L L L L L L L L L L L L L L L P P P P P P P P P P P P P P P L L L L L L L L L L L L L Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila Vila VIIb Vllb VIIb Vllb VIIb VIIb VIIb VIIb VIIb Vllb VIIb VIIb VIIb VIIb VIIb Vllb Vllb Vllb Vllb VIIb VIIb Vllb VIIb VIIb VIIb VIIb VIIb Vllb 5 10 10 5 5 10 5 5 5 10 5 10 10 5 5 5 5 5 10 5 5 10 5 5 5 5 10 10 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 C 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 10 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 10 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 3 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 10 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 10 5 i. 49. 54. 29. 38. 47. Rudiyanti Adex Putra Sandi Eggi Dwi Pramono Edo Al-Fariqi Fahmrozi Hermawan Tri Hidayat Khanif Ahmad Adi Triono Nurul Hidayat Rizqi Nur Yasin Yudi Saputra Eka Listiawati Khusnul Khotimah Umi Rudhatui J. 50 50 55 50 50 50 60 60 . 58. 22. 51. 53. Afriyati Dimitri Agni S. 34. 32.16. Rafika Nur Fitriyah Sutrisno Gadang Prayogi Latiful Anam Widhi Adi S. 33. 45. 56. 40. 44. 52. 26. 59. 43. 21. 41. 55. 46. 50. 42.

88. 79. 73. Maula Ash Shidieq Ahcmad Afifudin Sri Wahyuni Desi Emawati Ivonia Siti Fatimah Siti Fatonah Meli Setianingsih Novi Hidayatun Widiarti Lili Kumiasih Yulekhan Rahma Novi Elmiati Siti Aisyah Okti Nur Cahyani Nur Salam Tri Rukhan Aji Widiartono Wahid Irvan Santoso Joko Pitoyo Budiyono Damo Muhamad Zoim Rahmat Muhamad M. 92. 94. 72. 85. 82. 101. 99. Nur Mutrifatun Sri Latifah Fitriani Nurkhasanah L L L L P P P P P P P P P P P P P L L L L L L L L L L L L L L L L L L L P P P P P P P P P Vllb Vllb Vllb VIIb Vile VIIc VIIc Vile VIIc VIIc VIIc Vile VIIc Vile VIIc VIIc Vile VI tc VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc VIIc VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId Vlld 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 10 5 5 5 5 !0 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 10 10 5 5 10 5 5 5 5 5 10 10 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 "5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 10 5 10 5 5 5 5 10 5 5 5 10 10 10 10 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 10 10 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 10 5 10 10 10 5 5 10 5 5 5 5 5 10 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 10 5 5 5 5 5 5 5 5 70 50 60 55 75 55 50 55 55 55 50 50 50 60 70 70 65 50 55 50 50 50 50 50 55 50 50 50 50 50 50 55 60 50 50 55 55 55 55 50 50 50 (>() 50 50 . 89. 62. 64. 74. 87. 80. 81. 102. 98. 69. 63. 97. 91. 95. 86. 66. 100. 70. 93. 96. 77. 90. 68. 65. 103. 67. 75. 84. 104.61. 71. Satrio Nugroho Moch. 105. 76. 78. Hiargo D. 83. Wahyu Marandika Rizal Nur A. Muji Pamungkas Amin Sabar Sutikno Laman Nur Hidayat Nur Rohmat Siti Khoriyah Asih Winahyu Maratus Sangadah Emi Setiyawati Dwi Setyowati Noviana FS.

127. 115. 119. 109. 123. Adam Purboyo P P P P P P L L L L L L L L L L L L L L L L L VIId VIId Vtid VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId VIId 10 5 10 10 5 10 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5. Hal ini menunjukkan tata cara penulisan siswa juga masih banyak yang mengalami kesulitan.1% dan pada point b ada 110 siswa atau 85. 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 10 10 5 5 10 10 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 60 50 75 65 50 60 50 55 55 60 55 50 55 50 50 50 50 50 50 50 55 55 55 93.9%. Skor jawaban yang diperoleh: a. 107. 120. 122. Oni Putri Isnaeni lis Kumiawati Lasmini Alifah Lusiana Rofikoh Gunawati Leiatui Baroroh Dwi Susanto Agus Rudianto Agus Wiji Purnomo Sofan Nur Hidayat Muji Syukur Riyanto Ali Imron Ahmad Wantoro Dwi Prasetyo Roso Susilo Zulfan Taminy Ridwan Ahmad Supriyanto Iwan Fauzi Eko Mantep Widodo Tri Santoso M. 117. 126. 114. 10 5 10 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 10 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 10 5 5 5 5. 124.8%. 121. 112. 118. Hal ini menunjukkan tata cara penulisan siswa masih banyak yang mengalami kesulitan. 3.9% 128 100% P Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa skor jawaban yang diperoleh pada point a ada 18 siswa atau 14. . 125. 111. 110. 108. 128. 10 b.106. 113.1% 85. 116. 5 J umlah total anak yang diteliti 18 110 F 14. karena belum memahami kalimat tersebut.

5 8 120 F 6. Hal ini menunjukkan bahwa dalam tata cara penulisan masih banyak mengalami kesulitan.8% 100% P Jumlah total anak yang diteliti 128 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa skor jawaban yang diperoleh pada point a ada 8 siswa atau 6. 10 b.2% dan pada point b ada 120 siswa atau 93.3% Hal ini menunjukkan tata cara penulisan siswa masih banyak mengalami kesulitan.7% dan pada point b ada 113 siswa atau 88.7% 88. 10 b.9%.4. Skor jawaban yang diperoleh: a.3% 128 100% Jumlah total anak yang diteliti Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa skor jawaban yang diperoleh pada point a ada 15 siswa atau 11. 5 4 124 F 3. 6. Skorjawabanyangdiperoleh: a.2% 93. 5 F 15 113 P 11. 5.1% dan pada point b ada 124 siswa atau 96. Skor jawaban yang diperoleh: a. 10 b.9% 128 100% P Jumlah total anak yang diteliti Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa skor jawaban yang diperoleh pada point a ada 4 siswa atau 3.8%.1% 96. Skor jawaban yang diperoleh: F P . Hal ini menunjukkan tata cara penulisan siswa banyak mengalami kesulitan. 7.

7% dan pada point b ada 99 siswa atau 77. 10 b.6% 98. 10 b.4% 100% Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa skor jawaban yang diperoleh pada point a ada 2 siswa atau 1. 10 b.4%. 9.a. 5 2 126 F 1.3% 100% Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa skor jawaban yang diperoleh pada point a ada 29 siswa atau 22.3%. Hal ini . 8. Skor jawaban yang diperol eh: a. Hal ini menunjukkan bahwa dalam tata cara penulisan siswa masih sangat mengalami kesulitan.4%.7% 77. Hal ini menunjukkan bahwa dalam tata cara penulisan hampir seluruh siswa mengalami kesulitan. 5 Jumlah total anak yang diteliti 2 126 128 1. Skor jawaban yang diperoleh: F a.4% 128 100% P Jumlah total anak yang diteliti Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa skorjawaban yang diperoleh pada point a ada 2 siswa atau 1.6% 98.6% dan pada point b ada 126 siswa atau 98. 5 Jumlah total anak yang diteliti 29 99 128 P 22.6% dan pada point b ada 126 siswa atau 98.

bahasa Arab tata bahasanya dalam pembagian kata kerja maupim kata benda relatif lebih banyak dan lebih rangkap.3% dan pada point b ada 102 siswa atau 79. Perbedaan Struktur Bahasa Ibu dan Bahasa Arab Sebelum mempelajari bahasa Arab. Perbedaan ini mempakan problem tersendiri dalam mempelajari bahasa Arab bagi siswa yang hanya mengenal huruf latin. seperti siswa-siswi Indonesia pada umumnya.7%. Skor jawaban yang diperoleh: a. biasanya kita telah menguasai bahasa daerah atau bahasa ibu di samping bahasa nasional bahkan bahasa asing lainnya.3% 79. Dari segi membaca dan menulis misalnya dari kiri ke kanan dan sebaliknya. Selain ada segi-segi persamaan ada segi-segi perbedaan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam tata cara penulisan masih juga mengalami kesulitan dan belum bisa menyelesaikan soal yang penulis berikan. C. Faktor-faktor dan Penyebab Terjadinya Kesulitan dalam Membaca dan Menulis Teks Bahasa Arab 1. 5 Jumlah total anak yang diteliti 26 102 128 F P 20. 10 b.menunjukkan sebagian besar siswa belum memahami tata cara penulisan yang benar.7% 100% Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa skor jawaban yang diperoleh pada point a ada 26 siswa atau 20. Hal itu . Ditinjau dari segi tata bahasa. 10.

Oleh karena itu. tetapi di dalam lingkungan keluarganya (kaum muslimin) tidak menggunakan bahasa Arab. sedangkan harakat sangat menentukan akan maksud dan arti dari tulisan tersebut. Negara-negara Arab sendiri melalui perwakilan di Indonesia tampaknyajuga belum sempat mengambil langkah guna menyebarluaskan bahasa Arab. periu adanya pembaharuan guna masyarakat Islam agar bahasa Arab mudah dipelajari dan sebagai bahasa Islam yang harus dipelajari. dengan adanya masyarakat ini seorang anak atau siswa akan makin . Penggunaan bahasa yang kental dalam lingkungan keluarga dan masyarakat mayoritas penduduk Indonesia adalah beragama Islam. Karena bahasa Arab biasanya tidak diberi harakat. Berbeda misalnya bahasa asing lainnya khususnya bahasa Inggris. oleh sebab itu. sejumlah negara telah jauh dalam usahanya untuk menyebarkan bahasa tersebut melalui sarana dan prasarana serta media mudah dijangkau dan diperoleh masyarakat luas. Dengan demikian penggunaan bahasa Arab belum dipakai atau digunakan setiap hari di dalam keluarga kaum muslimin di Indonesia. Hal ini menjadi kendala dalam dan kesulitan yang dihadapi oleh siswa dalam mempelajari bahasa Arab. Masyarakat sangat erat kaitannya dengan pengajaran dan pengembangan bahasa Arab. 2.menyebabkan waktu yang dipakai untuk mempelajari lebih lama. dengan mencari metode pengajarannya. tata bahasa yang dalam bahasa Arab biasanya disebut nahwu dan sharaf sangat pentingjika ingin memahami tulisan Arab. di tengah-tengah masyarakat Islam di dunia.

sebab dalam masyarakat kita pada umumnya menggunakan bahasa nasional. Belum difungsikannya laboratorium bahasa Laboratorium bahasa merupakan sarana yang terpenting bagi kemahiran berbahasa. pada dasamya sudah berusaha seoptimal mungkin. Sedang bahasa Arab sendiri kurang berkaitan erat dengan masyarakat Indonesia. Usaha-Usaha yang Ditempuh Untuk Mengatasi Kesulitan Siswa dalam Membaca dan Menulis Teks Bahasa Arab Dari beberapa kesulitan atau hambatan yang dialami oleh siswa MTs Negeri 2 Banjamegara. di antaranya adalah melatih keterampilan membaca serta menulis dan juga keterampilan muhadatsah. Sedangkan di MTs Negeri 2 Banjamegara sampai saat ini belum memfungsikan laboratorium bahasa dikarenakan masih kurangnya sarana dan prasarana untuk itu. dan upaya yang dilakukan dengan mengatasi kesulitan siswa dalam membaca dan menulis teks bahasa Arab. di samping kemahiran berbahasa juga sebagai alat latihan berkomunikasi atau sebagai ajang praktek berbahasa dengan benar. Ini adalah salah satu faktor penghambat selain membaca dan menulis laboratonum bahasa juga mempunyai kegunaan yang sangat banyak. Sebagaimana diketahui bahwa keterampilan membaca dan menulis teks bahasa Arab siswa mampu membaca dan menulis bahas Arab dengan baik. 3.tambah pengalaman berbahasa. D. Adapun usaha-usahanya adalah: .

Latihan-latihan ini bisa diberikan secara lisan atau tertulis dan diintegrasikan dengan latihan keterampilan berbicara dan menulis. d. Latihan Mekanis Pada dasamya latihan ini bertujuan menanamkan kebiasaan dengan memberikan stimulus untuk mendapatkan respon yang benar. c.1. Metode drill atau mim-mem atau menghafal. latihan menggunakan kosakata dengan cara menirukan guru pada native informative b. Kegiatan belajar mengajar di demonslrasikan. dengan cara mengucapkan beberapa kalimat. e. para murid terus menirukannya sampai beberapa kali sampai akhimya hafal. Metode drill atau latihan yang digunakan ada 3 macam yaitu: 1. Dalam proses belajar mengajar diperbanyak menggunakan metode drill. latihan ucapan atau pronunciation drill. native informant bertindak sebagai drill master. Metode bervariasi karena digunakan rekaman-rekaman dialog dan drill yang disebut audio-lingual methode atau disebut juga aural-oral approach. ciri-cirinya yaitu: a. Pada tingkat yang lebih maju atau advenced pelajaran berbentuk diskusi atau dramatisasi. drill gramatika dan struktur kalimat atau structure drill. Pada saat drill. Gramatika diajarkan secara tidak langsung melalui kalimat-kalimat yang dipilih sebagai model atau pola. Adapun macam-macam latihan mekanis yang diajarkan adalah sebagai berikut: .

guru mempersiapkan seperangkat gambar yang menunjukan macamMisalnya. IJ-& Respon : ^-^ ^^ay ii& Stimulus : ^-7^ Respon : Jal-J ^-^1-"1 c. misalnya: Stimulus : J*>C»S"" JlJJ li». baik berupa benda-benda alamiah maupun gambar-gambar yang dipakai untuk memberikan makna pada kalimat-kalimat yang dilatihkan.a. misalnya: -'---• Stimulus : LO^ J^i1 ^ f / / Respon : "Ji^ J^l l-^ b. Penggantian sederhana misalnya: Stimulus : -ia-^ ^b^. . karena kalimat yang diucapkan oleh siswa sama sekali tidak dihubungkan dengan konteks atau situasi. Alat peraga. Penggantian berganda. Pengulangan sederhana. Respon : J*>C-S' JlJJ l-La 2. Oleh karena itu dapat dikatakan sebagai latihan semi-komunikatif. Latihan Bermakna Kalau latihan mekanis sepenuhnya bersifat manipulatif. Pemberian konteks berupa: a. maka latihan bermakna ini sudah dihubungkan dengan konteks atau situasi yang sebenamya.

. misalnya: Selanjutnya guru menunjuk kepada setiap figur dalam ambar dan siswa diminta merespon dengan mengucapkan kalimat dengan mengindahkan perubahan bentuk isim sesudahnya sesuai dengan jenis kata ganti (diamir) yang di tunjuk oleh guru.<./ •i^i'J (•»-'1-1 '.1 ^i»J J-A . . kalau guru menunjuk kata ganti ya’ misalnya. 0 ^ /O ^ .IJ ^u T^J. 0^ . Dibawah ini latihan dengan memakai fungsi didalam kelas sebagai konteksnya./• A^\Ji ^ TJIJU*-> C-^IJ J-A / >. benda-benda yang ada didalam kelas dapat dimanfaatkan untuk memberi makna. > fof^ o /^ „/ -• i / af^ .aJJ-^^1 (—^fJ J-* ^ 0 ^ 0 > ^ a ^f o--'-0! i ^ ^ i-^. maka respon murid adalah: Demikian selanjutnya b. Situasi Kelas.macam kata ganti (diamir) kemudian guru menampilkan satu model kalimat.

-• faf^ '•'•'ii-'-i^'^^' a ^ 1"' L^JlJ ^JU \QJ^U\ C-^lJ J-A Kalau latihan diatas tentang mafulbih dan pemakaian diumir. maka dibawah ini latihan penggunaan kata penunjuk tempat: .

biasanya dalam membaca Al-Quran dibina terlebih dahulu.3. Pembinaan BTQ yang diadakan setiap pagi hari sebelum dimulai pelajaran. Untuk siswa kelas VII yang baru masuk semester awal. diwajibkan untuk membaca Al-Qur'an secara bersama-sama selama 50 menit. Contoh latihan komunikatif yang diajarkan adalah: ^lil^ p . Oleh karena itu. 2. struktur. dimana guru mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa. dan ungkapan komunikatif) yang sesuai dengan situasi dan konteks yang ditentukan. Latihan-latihan komunikatif ini bisa dalam bentuk individual. Siswa-Siswi MTs Negeri 2 Banjamegara seluruhnya dari kelas VII sampai kelas IX. Pada tahap berikutnya guru dapat menetapkan topik atau materi yang dipercakapkan. latihan ini sebaiknya diberikan apabila guru merasa bahwa siswa telah mendapatkan bahan yang cukup (berupa kosa kata. Kemudian setiap kelompok bersiap untuk melaporkan hasil percakapannya kepada seluruh siswa dalam satu kelas. . Sebelum dimulainya jam pelajaran pertama.° "„ ^ " "\ ° i' '^Jlc ^' u^' tV T ^-1 b: JJUl^ JLJT Latihan diatas selanjutnya diterapkan berpasangan dan dalam kelompokkelompok kecil. Latihan Komunikatif Latihan ini menumbuhkan daya kreasi dan merupakan latihan berbahasa yang sebenamya.

maka susah membacanya atau tak bisa dibaca sama sekali. Apabila para siswa minimal sudah bisa membaca tulisan Arab dengan baik dan benar. maka setiap hari sebelum dimulainya pelajaran. Hal ini akan membantu sekali bagi para siswa dalam mengikuti pelajaran bahasa Arab pada khususnya dan pelajaran-pelajaran agama pada umumnya. Untuk selanjutnya. susah juga membacanya. dan SKI juga terdapat ayat-ayat Al-Qur'an maupun hadits-hadits Nabi.maka diharapkan akan bisa mengikuti pelajaran dengan baik. tetapi imiaknya salah. yang biasanya didalam pelajaran agama seperti Al-Qur'an Hadits. Pengadaan BTQ ini. para siswa langsung membaca Al-Qur'an secara bersama-sama tanpa dipandu dan disuruh oleh guru.artinya guru membacakan terlebih dahulu kemudian siswa menirukannya. Pembinaan menulis khot terutama khot nasa'i yang biasanya diadakan setiap bulan ramadhan sebagai bagian dari pesantren kilat. Begitu juga kalau khotnya indah. selain bemilai ibadah juga mempunyai tujuan. Kalau imiaknya betui. Bahkan khot dan imiak keduanya berhubungan rapat. Setiap harinya pada tiap-tiap kelas ayat yang dibaca berbeda-beda sesuai dengan jadwal yang dibuat oleh waka kurikulum. tetapi khotnya buruk. Imlaknya hams betui dan khotnya harus indah. tujuannya yaitu agar setiap siswa mampu membaca Al-Qur'an (Tulisan Arab) dengan baik dan benar. . khususnya pelajaran bahasa Arab. apabila siswa sudah dianggap bisa dan tidak perlu lagi dibina. Fiqih. Akidah Akhlak. Adapun ayat-ayat yang dibaca setiap pagi hari adalah Juz 30 (Juz Amma). 3. yang mana kita ketahui bahwa seluruh materi pelajaran bahasa Arab menggunakan tulisan Arab. Khot itu penting sekali.

Khot Arabi menjadi perhiasan masjid-masjid dinegara-negara Islam. Ketika itu guru menuliskan tanggal. bahkan salah satu alat untuk pendidikan keindahan dan kesenian. kecuali dengan membiasakan dan latihan. Tulisan guru yang bagus akan menarik hati murid-murid untuk menirunya. terutama dipapan tulis. yaitu sebelah . 2) Supaya tulisan itu bagus dan indah. Metode mengajarkan khot yang dipergunakan oleh guru adalah sebagai berikut: 1) Pendahuluan. Tujuan pelajaran khat diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Supaya murid-murid pandai menulis dengan terang danjelas. mendidik perasaan. 3) Supaya murid-murid bisa menulis dengan cepat dan bagus. memperhalus indera. Hal ini tidak dapat. hari. bahkan menjadi ukiran yang gemilang yang tak ada taranya. Guru-guru harus bagus tulisannya. maka tidak menarik hati murid-murid. menurut sistem tulisan dan teknik tiap-tiap huruf. menarik hati orang yang melihatnya. yaitu menyuruh murid-murid mengeluarkan buku tulis dan pena. bulan Hijri dan Miladi dipapan tulis dan membagi papan tulL dua bagian: sebagian untuk contoh tulisan. bahkan mereka benci melihatnya. sehingga dapat dibaca dengan mudah. Tetapi kalau tulisan guru buruk.Khot itu salah satu kesenian yang indah. Sebab itulah banyak murid-murid kita sekarang yang tidak pandai menulis Arab (Khat Arabi) dan mereka suka menulis huruflatin.

3) Guru menyuruh salah seorang murid membaca contoh tulisan yang tertulis dipapan tulis. Ketika itu guru berjalan keliling. dengan memakai kapur yang berwama untuk menerangkan bagian-bagian huruf atau bagian-bagian kata. 2) Guru menuliskan contoh tulisan atau memperlihatkannya. 4) Guru menerangkan cara menulis huruf-huruf yang sukar atau kata-kata baru dipapan tulis pada bagian kiri. serta menjaga disiplin dan kebersihan 6) Kemudian guru menyuruh murid-murid menulis dibuku tulis. maka guru menyuruh mereka meletakan pena dan melihat kepapan tulis. 5) Guru menunjuki murid-murid cara memegang pena (kolam) dan duduk yang baik. yaitu sebelah kiri. tiga orang murid. Murid-murid mengulang menuliskan khot dibuku tulis sambil mencontoh tulisan dipapan tulis. Guru menyuruh murid-murid memperhatikan cara menuliskan itu. kemudian bertanya jawab dengan mereka untuk memahami artinya. supaya ditirunya. . memeriksa dan memperbaiki kesalahan murid-murid. serta menerangkan yang betulnya serta dijelaskan perbedaan antara keduanya. sambil mencontoh tulisan yang tertulis dipapan tulis. 7) Guru menerangkan kesalahan umum dipapan. Kalau kesalahan itu terdapat pada dua. Tetapi kalau kesalahan itu umum pada kebanyakan murid. maka guru memperbaiki buku tulis mereka masing-masing.kanan dan sebelah lagi untuk memberi keterangan dan petunjuk. Besar bagian sebelah kanan dua kali bagian sebelah kiri. jika sudah dituliskan sebelumjam pelajaran.

^'^'fy^ . di bagi atas 2 potong..^.).(.•„')... dan pada bagian keduan sebelah bawahnya/.dan./itiga titik .. dan . .V./.. • ^M.A:.... ..'...(. dibagi atas 3 potong:....• ••. adalah dengan jalan: a) Membagi huruf itu beberapa potong.^'/•vV ^ ^ ^ <H / 7 ^ o^^'J^J^-Cr3 \ \ r \ .dan.. • /•.8) Guru meneruskan pekerjaannya seperti tersebut diatas.--... yaitu memperbaiki perorangan dan mempcrbaiki umum.-' Huruf-hurufyang perlu diberi keterangan..^ .^?. .. '' ^ /• dan . . umpama tinggi. »•. Contoh mengajarkan khot: Yang akan diajarkan umpamanya: ^•^•f-.pada contoh diatas. . kemudian gLini memberi nilai-nilai tulisan murid-inurid (membcri poten) dengan menggunakan tinta merah..^- :.'->. ••'^/•l^ • • -^-.!: dua titik. umpama huruf......dan seterusnya b) Menerangkan ukuran panjang pendek huruf itu dengan ukuran titik dari pena yang dipergunakan.ypada bagian pertama. .

Menghafal mufrodat deng. apabila sudah tau artinya. maka hal pertama yang hams dikuasai adalah hafal kosa kata dengan artinya.c) Kemudian guru menerangkan dari mana huruf itu dimulai menuliskan dan menyudahinya. Menghafal mufrodat atau kosa kata dengan artinya sangat penting dalam mempelajari bahasa Arab. Pekerjaan rumah selain untuk mengukur sejauh mana para siswa dalam menguasai materi. karena dengan hafal kosa kate dengan artinya. sehingga siswa tersebut paham betui serta menguasai akan setiap materi yang diberikan oleh gurunya. maka secara otomatis akan tau arti dari materi yang dipelajarinya. Maka dari itu guru bahasa Arab kelas VII pada khususnya dan kelas VIII dan IX pada umumnya. juga bisa untuk melatih para siswa dalam membaca dan menulis. Tidak terkecuali bahasa Arab.. .m artinya. yang artinya semakin baik pula dalam membacanya. mewajibkan kepada setiap siswa-siswanya unutuk hafal setiap mufrodat bersama artinya dari materi yang dipelajarinya. diharapkan bisa mengetahui isi dari materi tersebut. selain mempunyai tujuan seperti yang telah tercantum diatas. Tujuannyajelas. yaitu untuk mengukur sejauh mana para siswa dalam menguasai materi yang telah diterima. juga mempunyai manfaat lain yaitu: dengan seringnya siswa mengulang-ulang kosa kata yang diajarkannya. Siswa diberi Pekerjaan Rumah (PR) Secukupnya dan menghafal ufrodat-mufrodat dengan artinya yang sudah dipelajari dengan baik dan benar Pekerjaan Rumah (PR) merupakan hal yang sering diberikan oleh para guru kepada murid-muridnya. 4. maka akan semakin baik dalam mengucapkan kosa kata tersebut.

kemudian guru meminta kepada para siswa untuk membaca satu persatu dari materi yang baru saja mereka harokati. kemudian menginjak materi berikutnya. Pemberian tugas ini biasanya ketika guru akan memberikan materi khiwar ataupun Qiro'ah. Setelah para siswa selesai mengharokati materi yang akan dibahas tersebut. ataupun sudah ada harokatnya tetapi belum lengkap. Pemberian tugas seperti ini akan membantu sekali bagi para siswa dalam mengatasi masalah kesulitan membaca teks bahasa Arab. maka guru menyuruh para siswa untuk mencoba mengharokati materi Khiwar atau Qiro'ah yang belum berharokat. Siswa diberi tugas agar melengkapi tulisan yang belum bersyakal. dan para siswa sudah memahami. Adapun contoh teks bahasa Arab yang pernah ditugaskan kepada para siswa untuk diberi harokat adalah: OJ'S^ J . baik Khiwar maupun Qiro'ah. Setelah guru menerangkan seluruh mufrodat dalam suatu pembahasan tertentu.maka sebagai gantinya guru menyuruh murid-muridnya untuk menghafalkan mufrodat dirumah. Apabila terdapat kesalahan atau kesulitan didalam membaca.Minimnyajam pelajaran yang diberikan untuk belajar bahasa Arab. maka kemungkinan kecil bagi guru menyuruh murid-muridnya untuk menghafalkan kosa kata didalam kelas. 5. Terutama apabila para siswa menjumpai teks bahasa Arab yang belum ada harokatnya. maka guru langsung membetulkan bacaan yang salah tersebut serta menerangkan. dengan harapan apabila sampai sekolah para siswa sudah menguasai dan hafal mengenai mufrodat beserta artinya yang telah dipelajari.

Metode imlu' disebut juga metode dikte. penglihatan maupun pengucapan terlatih dalam bahasa Arab. dengan menyuruh siswa untuk mendikte/menulis dibuku tulis. Tetapi Imla' wasilah untuk membentuk rupa tulisan. pendengaran. supaya dapat diberikan pelajaran baru. Baik itu perhatian. dan setelah selesai diperlihatkan kepada siswa. Dimana guru membacakan acara pelajaran. dimana guru menuliskan materi pelajaran imlu' dipapan tulis. Bahkan kesalahan Imla' menunjukkan. Bahkan imiu' itulah asas yang utama untuk mengibaratkan isi hati kita dengan tulisan. Nahwu hanya wasilah (jalan) untuk membetulkan baris akhir kata-kata. Dan imlu' dapat pula berlaku. akan tetapi trampil pula dalam memikirkannya. dan menyuruh siswa untuk menuliskannya kembali dibuku tulisnya.6. 3) Melatih semua panca indra anak didik menjadi aktif. kata-kata imlu' yang salah tak dapat dibaca dan tak dapat dimengerti sama sekali. bahwa penulisnya orang dungu. atau metode menulis. 4) Menumbuhkan agar menulis Arab dengan tulisan indah dan rapi. Siswa diberi tugas untuk menulis Arab melalui Imla': Imla' penting sekali diantara cabang-cabang ilmu bahasa. Adapun tujuan pengajaran imia' ini adalah sebagai berikut 1) Agar anak didik dapat menuliskan kata-kata dan kalimat dalam bahasa Arab dengan mahir dan benar 2) Agar anak didik bukan hanya trampil dalam membaca huruf-huruf dan kalimatkalimat dalam bahasa Arab. Imla' menjadi ukuran untuk mengetahui sampai dimana pelajaran murid-murid. . maka materi imia tersebut kemudian dihapus. bukan orang terpelajar. Dengan demikian pengetahuan anak menjadi integral (terpadu).

kemudian murid menulisnya dibuku tulis mereka masing-masing. gum hanya membacakan materi pelajaran itu. 6) Memudahkan murid mengarang dalam bahasa Arab dengan memakai gaya bahasanya sendiri Pada dasarnya ada dua macam imia' yang dapat dilakukan dalam pengajaran imia' dikelas.5) Menguji pengetahuan murid-murid tentang penulisan kata-kata yang telah dipelajari. Kemudian imia' dengan cara. Yakni dengan cara mengimla'kan materi pelajaran itu "dipapan tulis dan murid mencatat/menuliskannya dibuku tulis. .

Menerangkan ikhtisar dari materi imla' tersebut 6. Gunanya adalah agar perhatian anak didik terpusat kepada pelajaran yang akan dimulai 2. Guru menuliskan materi pelajaran imla' itu dipapan tulis dengan tulisan yang terang dan menarik 3. Dan kemudian mengulangi sekali lagi bacaan tersebut hingga tidak ada lagi kesalahan 7. Mengadakan tanya jawab. Contoh materi imla' yang diajarkan: . Adapun metode imla' tersebut adalah sebagai berikut: 1.Namun metode yang digunakan oleh guru disisni hanya satu yaitu metode yang pertama. hal-hal yang dianggap belum dimengerti dan dipahami. Guru menyuruh semua siswa untuk mencatat/menulis imla' dipapan tulis itu kedalam buku tulis mereka masing-masing dengan benar dan rapi. guru mengumpulkan catatan imla' semua anak didik untuk diperiksa atau dinilai. 8. Guru memberikan apersepsi terlebih dahulu. sebelum memulai imla'. Setelah guru membacakan acara imla' maka guru menyuruh diantara mereka untuk membacakan acara imla' hingga benar dan fashih 4. 5. Setelah selesai membaca imla' dari semua siswa. guru menyuruh mereka mencatatnya dibuku tulis. Setelah selesai imla'.

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisa yang penulis lakukan, maka penulis simpulkan bahwa ada beberapa problematika membaca dan menulis bahasa Arab bagi siswa kelas VII MTs Negeri 2 Banjarnegara. Problematika 1. Keterbatasan siswa mengenai pengetahuan tata bahasa atau nahwu sharaf 2. Siswa mengalami kesulitan dalam hal membaca tanpa syakal 3. Siswa juga mengalami kesulitan dalam hal menulis (imla’) Untuk mengatsai problematika tersebut guru telah berusaha semaksimal mungkin, diantara usaha-usaha yang ditempuh yaitu: 1. Dalam proses belajar mengajar diperbanyak menggunakan metode drill 2. Pembinaan BTQ yang diadakan di setiap pagi hari sebelum dimulai jam pelajaran 3. Pembinaan menulis khot, terutama khot nasai yang biasanya diadakan setiap bulan Ramadhan sebagai bagian dari kegiatan pesantren kilat. 4. Siswa diberi pekerjaan rumah (PR) secukupnya dan menghafal mufradatmufradat bersama artinya, yang sudah dipelajari dengan baik dan benar.

5. Siswa diberi tugas melenghkapi tulisan yang belum bersyakal. 6. Siswa diberi tugas menulis Arab melalui imla’.

B. Saran-saran agar proses belajar mengajar dalam membaca dan emnulis teks bahasa Arab menjadi lebih baik dan optimal serta prestasi siswa mengalami hasil maksimal, maka penulis menyampaikan pemikirqan-pemikiran sebagai berikut: 1. Ketika mengajar, hendaknya guru menyuruh siswa untuk membaca dengan suara yang cukup keras, sedangkan guru membetulakan kasalahannya dan menyuruh siswa untuk mengulangi bacaannya pada susunan yang salah. 2. Setelah pelajaran selesai hendaknya guru mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa yang menjawab, sebaliknya siswa juga harus bertanya beberapa soal kepada gurunya tentag pelajaran yang baru diberikan oleh guru. 3. Pada tahap-tahap awal hendaknya guru memilih susunan vokabulari yang mungkin diperagakan, baik dengan gambar maupun gerakan-gerakan bacaan, acting tertentu bahkan dengan penjelasan arti.

C. Kata Penutup Segala puja dan puji syukur kami panjatkan kepada Allah atas limpahan rahmat, taufik dan hidayah yang telah dikaruniakan kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai salah satu tugas akhir studi kami di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Purwokerto yang berjudul “Upaya

Guru Bahasa Arab Dalam Mengatasi Problematika Membaca Dan Menulis Teks Bahasa Arab Bagi Siswa Kelas VII MTs Negeri 2 Banjarnegara” Penulisan skripsi ini masih banyak kesalahan dan kekurangan oleh karena itu, kami sangat mengharap saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan penulisan karya ilmiah kami. mudah-mudahan skripsi ini memberikan banyak manfaat bagi penulis khususnya dan dunia pendidikan tentunya.

24 Desember 2007 Penulis Hasbul Huda NIM. SDN 1 Danakerta Lulus Tahun 1997 2. 032631069 . Purwokerto.DAFTAR RIWAYAT HIDUP Nama Tempat/Tanggal Lahir Agama Jenis Kelamin Status Alamat : : : : : : Hasbul Huda Purbalingga / 12 Mei 1984 Islam Laki-laki Belum Nikah Sokanandi RT 04 RW 01 Kecamatan Banjarnegara Kabupaten Banjarnegara Orang Tua : Bapak Ibu : Safarudin : Alm. MTs N 2 Banjarnegara Lulus Tahun 2000 3. Lulus Teori STAIN Purwokerto 2007 Demikian daftar riwayat ini kami buat dengan sebenar-benarnya. Kastini Pendidikan : 1. MAN 2 Banjarnegara Lulus Tahun 2003 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful