Oleh: Gde Ambara Putra 0815051040

Pendidikan Teknologi Informatika dan Komputer Fakultas Teknik dan Kejuruan Universitas Pendidikan Ganesha 2008 / 2009

perkembangan ilmu dan teknologi pada zamannya juga mengacu kepada kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Sedang pelaksanaannya telah dijabarkan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan menengah Nomor 173/-C/Kep/M/87 tertanggal 7 Oktober 1987. Kebudayaan nasional yang didukung oleh berbagai nilai kebudayaan daerah yang luhur dan beradab yang merupakan nilai jati diri yang menjiwai perilaku manusia dan masyarakat dalam segenap aspek kehidupan. perikanan perternakan. Bahan yang diajarkan ialah bahan yang diambil dari berbagai keadaan yang ada dialam sekitar. pertaqnian holtikultura. Tujuan pendidikan mereka terutama agar anak-anak mereka dapat mandiri dalam kehidupan. baik dalam lapangan industri.A. bahasa. flora fauna dan berbagai hasil tambang yang semuanya merupakan sumber daya alam. jasa pertanian (argo industri dan argo bisnis). Menurut Dirjen Kurikulum Muatan Lokal adalah kurikulum yang di perkaya dengan materi pelajaran yang ada di lingkungan setempat. Penyusunan kurikulum atas dasar acuan keadaan masyarakat tersebut disebut “Kurikulum Muatan Lokal“. kepercayaan dan sebagainya. kerajinan. pendidikan yang berprogram muatan lokal telah dilaksanakan oleh para orang tua peserta didik dengan metode drill dan dengan trial and error serta berdasarkan berbagai pengalaman yang mereka hayati. B. Berbagai kekayaan alam baik yang terdapat didarat. perkebunan. . industri rumah tangga. pemeliharaan lingkungan hidup sehingga terjadi kesesuaian. kepariwisataan. sebelum ada sekolah formal. keselarasan dan keseimbangan yang dinamis. Kurikulum kecuali mengacu pada karakteristik peserta didik. laut. Latar Belakang Indonesia terdiri dari lebih dari 3500 buah pulau yang dihuni oleh berbagai suku bangsa yang mempunyai berbagai macam adat-istiadat. Kurikulum muatan lokal keberadaan di Indonesia telah dikuatkan dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan nomor 0412/U/1987 tanggal 11 Juli 1987. kebudayaan. agama. Pengertian Muatan Lokal Menurut surat keputusan tersebut yang dimaksud dengan kurikulum muatan lokal ialah program pendidikan yang isi dan media penyampaiannya dikaitkan dengan lingkungan alam dan lingkungan budaya serta kebutuhan daerah dan wajib dipelajari oleh murid didaerah tersebut. Sedang kriteria keberhasilannya ditandai mereka telah dapat hidup mandiri. Menurut sejarah.

lingkungan sosial. cara memakainya. Dari contoh ini. guru juga membahas tentang pakaian adat yang mencakup antara lain tentang arti dan bagian-bagian penting dari pakaian adat. Hal ini disebabkan karena bahan pelajaran atau isi yang disajikan tidak menunjang muatan lokal. Isi dalam pengertian di atas adalah bahan pelajaran yang digunakan untuk mencapai tujuan muatan lokal. Di samping itu juga guru mengajak siswa untuk menunjukkan apa perbedaan adat masa lampau dengan masa sekarang dan persamaan dalam nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. sedangkan dalam kurikulum sekolah terdapat pokok bahasan kebutuhan pakaian. Kegiatan belajar mengajar yang bermuatan lokal harus mencakup balk isi maupun media penyampaiannya. guru belum dapat dikatakan telah menerapkan muatan lokal walaupun medianya atau sarana yang digunakan berasal dari lingkungan sekitar. Misal. 2. tetapi jaga manifestasi kebudayaan daerah legenda serta adat istiadat. serta dimana pakaian adat tersebut pantas dipakai. menjadi kajian tersendiri. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 13 ayat 1 (f). Menurut Soewardi Kurikulum Muatan Lokal adalah materi pelajaran dan pengenalan berbagai ciri khas daerah tertentu. Landasan hukum yang terdapat dalam muatan local ialah : 1. kerajinan. dan lingkungan budaya serta kebutuhan pembangunan daerah yang perlu diajarkan kepada siswa. selain fungsi dan jenis pakaian secara nasional. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 ayat (1) dan pasal 38 ayat (2). . bukan saja yang terdiri dari keterampilan. baik masa kini maupun masa lalu.Menurut Kurikulum 1994 Kurikulum Muatan Lokal adalah materi pelajaran yang diajarkan secara terpisah. Sebagai contoh. Muatan lokal diartikan juga sebagai program pendidikan yang isi dan media penyampaiannya dikaitkan dengan lingkungan alam. Sedangkan media penyampaian merupakan metode dan sarana yang digunakan dalam penyampaian isi muatan lokal. untuk menanamkan konsep himpunan seorang guru menggunakan batu dan buah-buahan dengan metode mengajar demonstrasi clan bahasa daerah. dan kapan. Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31. pada suatu daerah tertentu dianggap perlu melestarikan pakaian tradisionalnya. 3.

Murid lebih mengenal kondisi alam. Tujuan Kurikulum Muatan Lokal Secara umum tujuan program pendidikan muatan lokal adalah mempersiapkan murid agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang lingkungannya serta sikap dan perilaku bersedia melestarikan dan mengembangkan sumber daya alam . Sedangkan tujuan tidak langsung merupakan tujuan yang memerlukan waktu yang relatif lama untuk mencapainya. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan. . Murid dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dipelajarinya untuk memecahkan masalah yang ditemukan di sekitarnya. Tujuan penerapan muatan lokal pada dasarnya dapat dibagi dalam dua kelompok tujuan. C. Bahan pengajaran lebih mudah diserap oleh murid. 3) Murid menjadi akrab dengan lingkungannya dan terhindar dari keterasingan terhadap lingkungannya sendiri. 2) Murid diharapkan dapat menolong orang tuanya dan menolong dirinya sendiri dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. C. C.1. Tujuan langsung 1.2. 5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. 4. 2.kualitas sosial. yaitu tujuan langsung dan tujuan tidak langsung. Tujuan langsung adalah tujuan dapat segera dicapai.4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. lingkungan sosial dan lingkungan budaya yang terdapat di daerahnya. dan kebudayaan yang mendukung pembangunan nasional maupun pembangunan setempat. Sumber belajar di daerah dapat lebih dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan. Tujuan tak langsung 1) Murid dapat meningkatkan pengetahuan mengenai daerahnya. Tujuan tidak langsung pada dasarnya merupakan dampak dan tujuan langsung. 3. 6.

mengolah. melakukan percobaan atau kegiatan belajar sendiri. Adapun yang langsung dapat dipaparkan dalam muatan lokal atas dasar tujuan tersebut diantaranya adalah: . Belajar mencari.Dengan menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar maka besar kemungkinan murid dapat mengamati. Karena itu. Pengembangan kemampuan berpikir ini ditunjang antara lain oleh teori belajar dari Ausubel (1969) dan konsep asimilasi dari Jean Piaget (1972) yang pada intinya menyatakan bahwa sesuatu yang baru haruslah dipelajari berdasarkan apa yang telah dimiliki oleh murid. Benyamin S. daya dan dorongan eksternal dapat memberikan suatu situasi “kerja” di sekitar murid. lingkungan secara keseluruhan dapat berfungsi sebagai daya untuk membentuk dan memberi kekuatan/dorongan eksternal untuk belajar pada seseorang. makin ingin ia melihat dan mendengar. Tingkat kemampuan berpikir murid mengharuskan kita menyajikan bahan kajian yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir dari tingkatan konkret sampai dengan tingkatan abstrak. Kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan: Tujuan pendidikan muatan lokal tentu saja tidak dapat terlepas dari tujuan umum yang tertera dalam GBHN. Landasan teoritik muatan local: 1. Penerimaan gagasan baru dengan bantuan gagasan/pengetahuan yang telah ada ini sebenarnya telah dikemukakan oleh Johan Friedrich Herbart (1776-1841) yang dikenal dengan istilah apersepsi. Pada dasarnya anak-anak usia sekolah memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar tentang segala sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitarnya. menemukan informasi sendiri dan menggunakan informasi untuk memecahkan masalah yang adadi lingkungannya merupakan pola dasar dari belajar. Lingkungan secara. fisik dan sosialnya dalam mempelajari sesuatu. Bloom menegaskan bahwa lingkungan sebagai kondisi. Mereka akan gembira bila diberikan kesempatan untuk menjelajahi lingkungan sekitarnya yang penuh dengan sumber belajar. 2. Jean Piaget (1958) telah mengatakan bahwa makin banyak seorang anak melihat dan mendengar. Dengan menciptakan situasi belajar. mereka selalu akan gembira bila dilibatkan secara mental. Belajar tentang lingkungan dan dalam lingkungan mempunyai daya tank tersendiri bagi seorang anak. keseluruhan mempunyai pengaruh terhadap cara belajar seseorang. bahan kajian dan cara belajar mengajar yang menantang dan menyenangkan maka aspek kejiwaan mereka yang berada dalam proses pertumbuhan akan dapat ditumbuh kembangkan dengan baik. Karena itu.

. Fungsi Penyesuaian Sekolah berada dalam lingkungan masyarakat. cinta akan kerja. Berbudi pekerti luhur. Fungsi Muatan Lokal dalam Kurikulum D. Mementingkan pekerjaan yang praktis : Menghilangkan gaps antara lapangan teori dan praktik 13. Untuk penentuan muatan lokal dari pihak Dinas Depdikbud perlu bekerja sama dengan dengan pemerintah daerah. menguasai 10 segi PKK didaerahnya 5. membuat anyaman. Berkepribadian. Fungsi Integrasi Murid merupakan bagian integral dari masyarakat. Punya jati diri dan punya kepribadian daerah disamping kepribadian Nasional 3. Profesional. dapat berbuat sebagai produsen dan bukan hanya sebagai konsumen 8. badan swasta dan masyarakat agar muatan lokal dapat diterima sebagaimana mestinya D. Terampil. 2. Karena itu program-program sekolah harus disesuaikan dengan lingkungan Demikian pula pribadi-pribadi yang ada dalam sekolah hidup dalam lingkungan. dalam hal bekerja manusia selalu membutuhkan teman kerja. Mandiri : dapat mencukupi diri sendiri tanpa batuan orang lain 4. patung dan sebagainya 7. rajin dan sebagainya 12. Sehat jasmani dan rohani 9. Cinta lingkungan.1. D. 11. karena tidak pernah menyia-nyiakan waktu luang. sehingga perlu diupayakan agar pribadi dapat menyesuaikan diri dan akrab dengan lingkungannya. Produktif. Kesetiakawanan sosial. 6.oleh karenanya akan terjadilah situasi kerja sama dan gotong royong. Kreatif –inovatif untuk hidup. dapat menumbuhkan cinta kepada tanah air. instansi lain yang terkait.2. 10. mengerjakan kerajinan daerah seperti membatik. sopan santun daerah disamping sopan santun nasional. karena itu muatan lokal harus merupakan program pendidikan yang be rfungsi untuk mendidik pribadi-pribadi yang akan memberikan sumbangan kepada masyarakat atau berfungsi untuk membentukdan mengi ntegrasikan pribadi kepada masyarakat. Beretos kerja . makanya dapat menggunakan waktu sebaik-baiknya.dan yang bersangkutan menjadi orang ulet.1. Rasa cinta budaya daerah dan budaya nasional. tekun.

Semuanya itu merupakan dasar yang sangat penting dalam mengembangkan muatan lokal. pengembangan muatan lokal juga didorong oleh kenyataan yang menunjukkan bahwa banyak murid Sekolah Dasar terpaksa harus meninggalkan bangku sekolah yang antara lain disebabkan oleh keadaan sosial ekonomi orang tua murid. Sedang bahan muatan lokal yang dilaksanakan secara ekstra kurikuler bahan dikembangkan dari pola kehidupan dalam lingkungannya.D. Fungsi Perbedaan Pengakuan atas perbedaan berarti pula memberi kesempatan bagi pribadi untuk memilih apa yang diinginkannya. kurang sesuainya kurikulum sekolah dengan kebutuhan murid. Untuk pengembangannya. dana dan evaluasi. Mengidentifikasikan segala sesuatu yang mungkin dapat dijadikan bahan muatan .3. pengajar. Menyusun perencanaan muatan lokal juga akan menyangkut berbagai sumber. Terdapat 4 Landasan Demografik Keindahan bangsa dan negara Indonesia terletak pada keanekaragaman pola kehidupan dari beratus-ratus suku bangsa yang tersebar di berpuluh-puluh ribu pulau dari Sabang sampai dengan Merauke. Karena itu muatan lokal harus merupakan program pendidikan yang bersifat luwes. F. Karena bahan muatan lokal sifatnya mandiri dan tidak terikat oleh pusat. yang dapat memberikan pelayanan terhadap perbedaan minat dan kemampuan murid. bahasa daerah dan inggris. Keanekaragaman tersebut bukan saja ada pada bidang budayanya saja. karena keanekaragaman tersebut dapat dipersatukan oleh falsafah hidup bangsa yaitu Pancasila. Selain landasan-landasan pemikiran tersebut di atas. Merencanakan bahan muatan lokal yang akan diajarkan antara lain dengan : a. maka peranan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dalam muatan lokal ini sanagat menentukan . Ini tidak berarti mendidik pribadi menjadi orang yang individualistik tetapi muatan lokal harus dapat berfungsi mendorong pribadi ke arah kemajuan sosialnya dalam masyarakat. misalnya mata pelajaran kesenian dan ketrampilan. Pengembangan Muatan Lokal Bahan muatan lokal dapat tercantum pada intra kurikuler. media. tetapi juga pada keadaan alam. Menyusun Perencanaan Muatan Lokal Dalam pelaksanaan proses pembelajaran selalu menyangkut berbagai unsur atau komponen . langkah-langkah yang dapat ditempuh : 1. metode. fauna dan floranya serta kehidupan sosialnya. Kekaguman terhadap bangsa dan negara Indonesia telah dinyatakan oleh hampir seluruh bangsa di dunia.

4) Ada nara sumber baik didalam maupun diluar sekolah. Menyeleksi bahan muatan lokal dengan kriteria sebagai berikut : 1) Sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan peserta didik. keluarga. c. Mencari sumber bahan yang tertulis maupun yang tidak tertulis e. kemudian dilaksanakan secara kontinyu disekolah menengah pertama dan akan terjadi konvergensi disekolah menengah atas. 2) Tidak bertengan dengan Pancasila dan aturan adat yang berlaku. misalnya anak petani. masyarakat dan akhirnya membantu pembangunan nusa dan bangsanya. bengkel. . 2. Pengembangan untuk jangka jauh Agar para siswa dapat melatih keahlian dan ketrampilan yang sesuai dengan harapan yang nantinya dapat membantu dirinya. 3) Letaknya terjangkau dari sekolah. Menyusun GBPP yang bersangkutan d. 3. anak pengrajin. Untuk muatan lokal disekolah dasar masih bersifat concentris. Pengembangan untuk jangka pendek Perkembangan muatan lokal dalam jangka pendek dapat dilakukan oleh sekolah setempat dengan cara menyusun kurikulum muatan lokal kemudian menyusun GBPP-nya dan direvisi setiap saat. karena dalam pelaksanaan dilapangan kadang-kadang siswa lebih mahir dari pada gurunya . Oleh karena itu perkembangan muatan lokal dalam jangka panjang harus direncanakan secara sistematik oleh sekolah. b.lokal b. peternak dan sebagainya. yaitu : a. Mengusahan sarana/prasarana yang relevan dan terjangkau. dan masyarakat setempat dengan perantara pakar-pakar pada instasi terkait baik negeri maupun swasta. waktu dan biaya. keluarga. Pengembangan Muatan Lokal Ada dua arah pengembangan dalam muatan lokal. karena siswa sudah biasa melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dimaksud. Pembinaan dan Pengembangan Muatan Lokal Pembinaan perlu ditangani oleh tenaga-tenaga yang profesioanal dan dilakukan secara kontinue. 5) Bahan/ajaran tersebut merupakan ciri khas daerah tersebut. yang akibatnya akan terjadi pembuangan tenaga.

Pola kehidupan dalam lingkungan alam. kerajianan dan sebagainya. 2) Kesesuaian program 3) Ketersediaan sarana dan prasarana 4) cara pengeloaan 5) Kesiapan siswa 6) Partisipasi masyarakat setempat 7) Pendekatan kepala sekolah dengan nara sumber dan instansi terkait Adapun cara menentukan bahan pelajaran muatan lokal untuk satu bidang studi dapat dilaksanakan dengan empat cara : 1.Dalam Pengembangan selanjutnya ada dua hal yang perlu diperhatikan. 4. pemasarannya dan sebagainya. . GBPP yang telah dipilih. yaitu : 1. 2. kalau sudah dianggap cukup ganti peternakan. 2. sesuaikan dengan pola kehidupan masyarakat. disusun pokok bahasan/ sub pokok bahasan. Bagi bidang studi yang sudah punya GBPP. perikanan. memelihara. dijadikan sumber sebagai GBPP yang mungkin sesuai dengan GBPP atau tidak sesuai dengan GBPP yang telah ada. dipilih unsur-unsurnya yang perlu dimasukan dalam program pendidikan kemudian dibuat GBPP. misalnya masalah pertanian dibicarakan dan dilaksanakan mengenai bagaimana cara memupuk. Oleh karena itu pelajaran ini diberikan pada siswa yang telah dewasa. Pendalaman muatan local Dasarnya adalah bahan muatan lokal yang sudah ada kemudian diperdalam samapai mendalam. mengembangkan. Siswa cukup diberi dasar-dasarnya saja dari berbagai muatan lokal sedang pendalamanya dilaksanakan pada periode berikutnya. Berhasil atau tidaknya pengembangan di sekolah tergantung pada : 1) Kekreatifan guru. kemudian dipilih bahan mana yang berkriteria muatan lokal. Pola kehidupan dalam lingkungan alam. 3. Perluasan muatan local Dasarnya adalah bahan muatan lokal yang ada di daerah itu yang terdiri dari berbagai jenis jenis muatan lokal misalnya : pertanian.

Pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal Pemberlakuan KTSP membawa implikasi bagi sekolah dalam melaksanakan KBM sejumlah mata pelajaran. yang disesuaikan dengan arah perkembangan daerah serta potensi daerah yang bersangkutan. kesenian daerah. 2. Sedangkan untuk Mata Pelajaran Muatan Lokal yang merupakan kegiatan kurikuler yang harus diajarkan di kelas tidak mempunyai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasarnya. Hal ini membuat kendala bagi sekolah untuk menerapkan Mata Pelajaran Muatan Lokal. Melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah b. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan di bidang tertentu. lingkungan social ekonomi. dan menunjang pemberdayaan individu dalam melakukan belajar lebih lanjut (belajar sepanjang hayat) d. Pengembangan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran Muatan Lokal bukanlah pekerjaan yang mudah. Meningkatkan penguasaan bahasa Inggris untuk keperluan sehari-hari. dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas lingkungan alam sekitar. khususnya untuk kelangsungan hidup dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat tersebut. dapat berupa: bahasa daerah. adat istiadat. dimana hampir semua mata pelajaran sudah memiliki Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk masing-masing pelajaran. Meningkatkan kemampuan berwirausaha. Lingkup isi/jenis muatan lokal. bahasa Inggris. Kebutuhan daerah tersebut misalnya kebutuhan untuk: a. keterampilan dan kerajinan daerah. sesuai dengan keadaan perekonomian daerah c.G. Keadaan daerah adalah segala sesuatu yang terdapat didaerah tertentu yang pada dasarnya berkaitan dengan lingkungan alam. karena harus dipersiapkan berbagai hal untuk . Kebutuhan daerah adalah segala sesuatu yang diperlukan oleh masyarakat di suatu daerah. Ruang Lingkup Ruang lingkup muatan lokal adalah sebagai berikut: 1. Lingkup Keadaan dan Kebutuhan Daerah. serta hal-ha! yang dianggap perlu oleh daerah yang bersangkutan. dan lingkungan sosial budaya. H.

Kurikulum muatan lokal diberikan bertujuan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional sebagaimana tercantum didalam GBHN. Pengembangan Muatan Lokal Sesuai dengan Kondisi Sekolah saat ini langkah dalam pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal bagi sekolah yang memang tidak mampu mengembangkannya. pengalaman lingkungan. hasil diskusi dari para ahli yang relevan dan sebagainya. sebagai upaya agar penyelenggaraan pendidikan di masing-masing daerah lebih meningkat relevansinya terhadap keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan. Pola tersebut adalah: A. Satuan pendidikan dapat menyelenggarakan satu mata pelajaran muatan lokal setiap semester. langkah tersebut adalah: 1. Apakah masih layak dan relevan Mata Pelajaran Muatan Lokal diterapkan di Sekolah? dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Muatan lokal merupakan mata pelajaran. Substansi mata pelajaran muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Ada dua pola pengembangan Mata Pelajaran Muatan Lokal dalam rangka menghadapi pelaksanaan KTSP. Muatan lokal merupakan bagian dari struktur dan muatan kurikulum yang terdapat pada Standar Isi di dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan nasional sehingga keberadaan kurikulum muatan lokal mendukung dan melengkapi kurikuiurn nasional. Kesimpulan Kurikulum muatan lokal ialah program pendidikan yang disi dan media penyampaiannya dikaitkan dengan lingkungan alam dan lingkungan budaya serta kebutuhan daerah dan wajib dipelajari oleh murid didaerah tersebut. Ini berarti bahawa dalam satu tahun satuan pendidikan dapat menyelenggarakan dua mata pelajaran muatan local. tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan. . sehingga satuan pendidikan harus mehgembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk setiap jenis muatan lokal yang diselenggarakan. I. Analisis Mata Pelajaran Muatan Lokal yang ada di sekolah. Sumber bahan muatan lokal dapat diperoleh dari banyak sumber antara lain dari nara sumber.dapat mengembangkan Mata Pelajaran Muatan Lokal. Keberadaan mata pelajaran muatan lokal merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang tidak terpusat.

dana dan evaluasi Sebagai salah satu kurikulum baru dalam dunia pendidikan Muatan lokal dalam pembelajarannya banyak ditemukan kendala dan rintangan yang ditemukan antara lain dari segi : peserta didik. Daftar Pustaka . media. Tetapi kendala tersebut lambat laun dapat di minimalisir dengan berbagai metode antara lain dengan mengadakan pelatihan bagi para pengajar. kreatif dan profesional yang pada akhirnya dapat menumbuhkan rasa cinta kepada budaya tanah air. lebih memantapkan GBPP. mandiri. Menyusun perencanaan muatan lokal juga akan menyangkut berbagai aspek.Dalam pelaksanaan proses pembelajaran selalu menyangkut berbagai unsur atau komponen . bahkan kurikulumnya sendiri. pengajar. Muatan lokal perlu untuk diberikan kepada peserta didik agar peserta didik lebih mengetahui dan mencintai budaya daerahnya sendiri. berbudi pekerti luhur. sarana dan prasarana. dengan evaluasi yang berkesinambungan dan sebagainya. administrasi. guru. antara lain : sumber bahan ajar. metode.

blogspot.com/2009/05/kurikulum-muatan-lokal.html .blogspot.wordpress.http://smartstito.com/2008/07/11/kurikulum-muatan-lokal-perlukah/ http://os2kangkung.html http://wijayalabs.com/2009/09/model-dan-contoh-muatan-lokal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful