BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Baja Menurut komposisi kimianya baja dapat di bagi dua kelompok besar yaitu: Baja karbon dan baja paduaan. Baja karbon bukan berarti baja yang sama sekali tidak mengandung unsur lain, selain besi dan karbon. Baja karbon mengandung sejumlah unsur lain tetapi masih dalam batas–batas tertentu yang tidak berpengaruh terhadap sifatnya. Unsur–unsur ini biasanya merupakan ikatan yang berasal dari proses pembuatan besi atau baja seperti mangan. Silicon, dan beberapa unsure pengotoran seperti belerang, oksigen, nitrogen,dan lain-lainyang biasanya ditekan sampai kadar yang sangat kecil.(Amanto,1999)

1.Baja karbon Baja dengan kadar mangan kurang dari 0,8 % silicon kurang dari 0.5 % dan unsur lain sangat sedikit, dapat dianggap sebagai baja karbon. Mangan dan silicon sengaja di tambahkan dalam proses pembuatan baja sebagai deoxidizer / mengurangi pengaruh buruk dari beberapa unsur pengotoran. Baja karbon diproduksi dalam bentuk balok, profil, lembaran dan kawat. Baja karbon dapat di golongkan menjadi tiga bagian berdasarkan jumlah kandungan karbon yang terdapat di dalam baja tersebut, penggolangan yang dimaksud adalah sebagai berikut : 1. Baja karbon rendah

4
Universitas Sumatera Utara

Baja karbon rendah yang mengandung 0,022 – 0,3 % C yang dibagi menjadi empat bagian menurut kandungannya yaitu : 1) Baja karbon rendah mengandung 0,04 % C digunakan untuk plat-plat strip. 2) Baja karbon rendah mengandung 0,05 % C digunakan untuk badan kenderaan. 3) Baja karbon rendah mengandung 0,05 – 0,25 % C digunakan untuk konstruksi jembatan dan bangunan 4) Baja karbon rendah mengandung 0,05 – 0,3 % digunakan untuk baut paku keling, karena kepalanya harus di bentuk. 2. Baja karbon menengah Baja karbon ini memiliki sifat –sifat mekanik yang lebih baik dari pada baja karbon rendah. Baja karbon menengah mengandung 0,3 – 0,6 % C dan

memiliki ciri khas sebagai berikut : 1) Lebih kuat dan keras dari pada baja karbon rendah. 2) Tidak mudah di bentuk dengan mesin. 3) Lebih sulit di lakukan untuk pengelasan. 4) Dapat dikeraskan (quenching) dengan baik. Baja karbon menengah ini digunakan untuk bahan berdasarkan kandungan karbonnya yaitu : a. Baja karbon menengah mengandung 0,35 – 0,45 % C digunakan untuk roda gigi, poros. b. Baja karbon menengah mengandung 0,4 % C di gunakan untuk keperlukan industri kenderaan seperti baut dan mur, poros engkol dan batang torak.

Universitas Sumatera Utara

kromium. 3. tetapi unsur karbon tidak di anggap sebagai salah satu unsur campuran. Baja karbon tinggi. 2) Sangat keras dan getas/rapuh.5 % C di gunakan untuk roda gigi dan clamp. Seperti nikel. misalnya baja yang yang di campur dengan unsur kromium dan molibden. Baja karbon menengah mengandung 0. 3) Sulit dibentuk mesin. liat).5 – 0. keras.7 % karbon memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1) Kuat sekali. Baja karbon menengah mengandung 0.molibden. mangan atau wolfram yang berguna untuk memperoleh sifat-sifat yang di kehendaki ( kuat. 4) Mengandung unsur sulfur ( S ) dan posfor ( P ). Baja paduan dihasilkan dengan biaya yang lebih mahal dari pada baja karbon karena bertambahnya biaya untuk penambahnya yang khusus yang di lakukan dalam industri atau pabrik. vanadium.c. d. akan menghasilkan baja yang mempunyai sifat keras yang baik dan sifat kenyal ( sifat logam ini Universitas Sumatera Utara . Baja karbon tinggi memeiliki kandungan antara karbon antara 0.6 – 1. 6) Dapat dilakukan proses heat treatment dengan baik. Baja paduan didefenisikan sebagai suatu baja yang dicampur dengan satu atau lebih unsur campuran.6 % C di gunakan untuk pegas. Suatu kombinasi antara dua atau lebih unsur campuran. 5) Mengakibatkan kurangnya sifat liat.

Jika di campurkan dengan krom dan molibden akan menghasilkan baja yang menghasilkan sifat keras yang baik dan sifat kenyal yang memuaskan serta tahan terhadap panas. Diagram fasa besi karbida besi Diagram fase besi – karbida besi ( Fe . digiling dan ditarik tanpa mengalami patah atau retak-retak ).2.20% suhu dimana ferrite mulai terbentuk dan mengendap dari austenit turun. Baja yang berkadar karbon 0.1 adalah diagram besi. Diagram fasa Salah satu metode untuk mempelajari logam dilakukan dengan menggunakan diagram fase.1. Gambar 2.membuat baja dapat di bentuk dengan cara dipalu.karbida besi. gambar 2. Gambar 2.Fe3C ) memperlihatkan perubahan fase pada pemanasan dan pendinginan yang cukup lambat.(Amanto. Struktur dari baja dapat ditentukan oleh komposisi baja dan karbon. ditempa. Dari diagram fase ini dapat diamati perubahan struktur logam akibat pengaruh temperature.80% disebut baja eutectoid dan struktur terdiri dari 1005 pearlite.1999) 2. Titik eutectoid Universitas Sumatera Utara .1 menunjukkan bila kadar karbon baja melampaui 0.

perlu diamati garis pada diagram besi karbida besi yang bertanda Acm. S : Titik autotektoid. Di bawah ini di uraikan beberapa titik penting dalam perlakuan panas : 1. 2. dan yang berkadar karbon lebih dan komposisi eutectoid disebut baja hypereutectoid. 4. Garis ini menyatakan bahwa dimana karbida besi mulai memisah dari austenit. Baja yang berkadar karbon kurang dari kurang dari komposisi eutectoid (0.adalah suhu terendah dalam logam dimana logam dimana terjadi perubahan dalam keaadan larutan padat dan merupakan suhu kesetimbangan terendah dimana austenit terurai menjadi ferrite dan sementit. ada hubungan reaksi dengan uatotektoid.8%) di sebut baja hipoeutectoid. Bila kadar karbon baja lebih besar dari pada eutectoid. pada temperature antara 7230C Universitas Sumatera Utara . ada hubungan nya dengan reaksi autentik kelarutan maksimum dari karbon 2. Garis ini disebut garis A3. A2 : Garis transformasi magnetic untuk besi atau ferrite. E : Titik yang menyatakan fase γ. 3. Karbida besi dengan rumus Fe3C disebut sementit. G : Titik Transformasi besi γ⇔ besi α. P : Titik yang menyatakan ferrite . Titik transformasi A3 untuk besi. 5. A0 . Reaksi autotectoid ini dinamakan transformasi A1. 7. GS : Garis yang menyatakan hubungan antara temperature dan komposisi dimana mulai terbentuk ferrite dan austenit. fasa α.14% paduan besi karbon sampai pada komposisi ini disebut baja. 6. dan fase eutectoid ini dinamakan pearlite. Garis transformasi magnetic untuk sementit.

Adanya sifat olotropik dari besi menyebabkan timbulnya variasi struktur mikro dari berbagai jenis logam.3 Proses Perlakuan Panas Pada Baja Proses perlakuan panas yaitu proses mengubah sifat logam dengan cara mengubah struktur mikro melalui proses pemanasan dan pengaturan kecepatan pendinginan dengan atau tanpa merubah komposisi logam yang bersangkutan. Tujuan proses perlakuan panas untuk menghasilkan sifat-sifat logam yang didinginkan. temperature antara 900 dan 1392 o C sel satuan Face Cubic Center ( FCC ) sedangkan temperature dibawa 1392 o C sel satuan kembali menjadi BCC bentuk sel satuan di tunjukkan pada gambar dibawah ini : Gambar 2. ( van vlack.2000) 2. Alatropik itu sendiri adalah merupakan transformasi dari satu bentuk susunan atom (sel satuan) kebentuk susunan atom yang lain. Perubahan sifat logam akibat proses perlakuan panas dapat mencakup keseluruhan bagian dari logam atau sebagian dari logam. dan lapisan serat – serat bajanya disebut pearlite. Pada temperature dibawah 900o C sel satuan Body Cubic Center (BCC).2 bentuk Struktur atom BCC Universitas Sumatera Utara . Pada temperature 7230C butiran fase tunggal bertransformasi dibawah keseimbangan bentuk α dan Fe3C dalam satu butiran yang bercampur baik.dan 1130 0C terdapat satu fase yaitu fase austenit dan sementit.

Perubahan Bentuk struktur atom Akibat Pemanasan pada Logam Universitas Sumatera Utara .Gambar 2.4.3 Bentuk Struktur atom FCC Perubahan bentuk atom (sel satuan) akibat pemanasan di tunjukkan pada gambar dibawah ini Gambar 2.

blogspot. Secara umum unsur-unsur paduan ditambahkan dalam baja dengan kadar tertontu bertujuan untuk : o Meningkatkan kekerasan o Meningkatkan keuletan o Meningkatkan ketahanan aus o Meningkatkan ketangguhan o Menigkatkan ketahanan korosi o Memperbaiki mampu tempa mesin dan lain-lain (http://arisabadi. Hardening (pengerasan) : Adalah usaha untuk meningkatkan sifat material terutama kekerasan dengan cara celup cepat (quenching) material yang sudah di panaskan kedalam suatu media quenching berupa air . 2.Proseas perlakuan panas ada dua kategori yaitu : 1. Softening (Pelunakan) : Adalah usaha untuk menurunkan sifat mekanik agar menjadi lunak dengan cara mendinginkan material yang sudah dipanaskan didalam tungku (annealing) atau mendinginkan dalam udara (normalizing).com/2008_09_01_archive. Perubahan dari sifat yang di karenakan proses perlakuan panas mencakup pada daerah keseluruhan dari logam dan hanya sebahagian saja. Oli Dan lain-lain. contoh pada permukaan saja.html) Universitas Sumatera Utara . air garam.

Bila suatu bahan baku amorf atau karbon aktif di panaskan. pelat-pelat ini lebih dekat satu dengan yang lainnya dan terikat dengan cara tertentu yang tidak dijumpai pada karbon kristalit. Pada graphite. kokas. Daya serap ini dapat diperbesar dengan memakai gas-gas penoksidasi garam-garam mineral seperti ZnCl2.org/wiki/Karbon_aktif) Universitas Sumatera Utara . dan karbon aktif di sebut karbon amorf.2.wikipedia. ukuran dan cara susunannya kristalit akan mempengaruhi daya serap dari karbon. MgCl2 dan lain-lain. (http://id. zat-zat organik mulamula terlepas dan terbentuk kembali struktur oromatis yang thermo-stabil pada kisi-kisi hexagon. monoklin dan lain-lain.4. Penyelidikan dengan sinar X bahwa karbon amorf mempunyai sifat kristal yang tertentu yang tidak menunjukkan sudut dan permukaan bentuk kristal seperti bentuk rhombis. Transformasi ini tidak berlangsung sempurna hingga mengakibatkan terjadinya cincin atau rantai hidrokarbon. Keaktifan untuk menyerap dari karbon aktif ini umumnya tergantung pada jumlah senyawa karbonnya yang berkisar antara 85 % sampai 95 % karbon bebas. yang sebagian besar terdiri dari karbon bebas serta memiliki “permukaan dalam”(Internal surface) sehingga mempunyai kemampuan daya serap yang baik.dari penyelidikan yang dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa karbon amorf terdiri dari pelat-pelat datar dimana atom C (karbon) tersusun dari dalam kisi hexagon dan setiap atom karbon tenkat secara kovalen dengan ato karbon yang lainnya. Karbon Aktif Karbon aktif ( Active Carbon ) adalah suatu bahan yang berupa karbon omorf. Arang. Bentuk .

termasuk karburising selalu mengacu pada diagram fase yang berdasarkan pada karbon dari baja. sedangkan pada inti atau bagian dalam tetap dalam keadaan lunak dan ulet. Baja pada dasarnya adalah paduan besi dan karbon (Fe-C). Fe3C). dilakukan dengan memanaskan benda kerja dalam lingkungan yang banyak mengandung karbon aktif. 1998: 147).2.5. Hal ini akan memberikan kombinasi yang serasi antara bagian luar atau permukaan benda kerja yang keras dan tahan menerima beban. baja eutectoid b. sehingga karbon berdifusi masuk ke permukaan baja (Wahid Suherman. besi dan karbon selain dapat membentuk larutan padat juga dapat membentuk senyawa karbid besi (sementit. Dalam diagram fase. Pada proses perlakuan panas. Pada temperatur karburising. yaitu : a. baja hypoeutectoid c. Karburising adalah proses menambahkan karbon ke permukaan benda. media karbon terurai menjadi CO yang selanjutnya terurai menjadi karbon aktif yang dapat berdifusi masuk ke dalam baja dan menaikkan kadar karbon pada permukaan baja. serta tahan aus dengan inti yang lunak dan ulet. baja hypertectoid Berdasarkan bentuk fisik media karburisasi dikenal dengan tiga cara karburisasi yaitu: Universitas Sumatera Utara . Karburisasi (Carburizing) Pada suatu komponen mesin dari baja adakala nya diperlukan keras dan tahan aus pada permukaannya saja. baja dibedakan menjadi tiga kelompok utama.

• Karburising Padat (Pack Carburizing) Karburising padat adalah proses karburisasi pada permukaan benda kerja dengan menggunakan karbon yang didapat dari bubuk arang. Reaksi yang terjadi adalah CO2 + C (arang) -------------> 2CO Dengan temperatur yang semakin tinggi kesetimbangan rekasi maikn cenderung ke kanan makin banyak CO. Bahan karbonat ditambahkan pada arang untuk mempercepat proses karburisasi. Selanjutnya benda kerja ditimbuni dengan bahan karburisasi dan benda kerja lain diletakkan diatasnya demikian selanjutnya (Wahid Suherman. Benda kerja yang akan dikarburising dimasukkan ke dalam kotak karburisasi yang sebelumnya sudah diisi media karburisasi. Sebenarnya tanpa energiserpun dapat terjadi karburisasi. 1998: 149). arang kayu. 1998: 150). Bahan tersebut adalah barium karbonat (BaCO3) dan soda abu (NaCO3) yang ditambahkan bersama-sama dalam 10 – 40 % dari berat arang (Y. arang kokas. Universitas Sumatera Utara . arang kulit atau arang tulang. Bahan karburisasi ini biasanya adalah arang tempurung kelapa. maka penetrasi karbon ke permukaan baja akan semakin baik pula. Semakin tinggi kandungan karbon dalam arang. karena temperature yang tinggi ini mula-mula karbon teroksidir oleh oksigen dari udara yang terperangkap dalam kotak menjadi CO2 (Wahid Suherman. 1975: 255). Lakhtin. Kandungan karbon dari setiap jenis arang adalah berbeda-beda.

H Amstead (1979: 152) bahwa “proses karburisasi padat banyak diterapkan untuk memperoleh lapisan yang tebal antara 0.2CO -------------> CO2 + C (larut ke dalam baja) dimana C yang terbentuk ini merupakan atom karbon (carbon nascent) yang aktif berdifusi masuk ke dalam fase austenit dari baja ketika baja dipanaskan. Cara yang biasanya ditempuh unutk menghindari hal tadi adalah dengan memberikan lapisan tanah liat (clay) antara tutup dengan kotak karburisasi.75 – 4 mm. Kotak karburisasi yang dipanaskan harus dalam keadaan tertutup rapat. Dan menurut B. Besarnya kadar karbon yang terlarut dalam baja pada saat baja dalam larutan pada gamma fase austenit selama karburisasi adalah maksimal 2 %.2 %”. Dengan pemanasan akan terjadi reaksi-reaksi: 2NaCN + O2 -------------> 2 NaCNO 4NaCNO -------------> 2NaCN + Na2CO3 + CO + 2N Universitas Sumatera Utara . hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya reaksi antara media karburisasi dengan udara luar. kalsium cianida (KCN). • Karburising Cair (Liquid Carburizing) Karburising proses cair adalah proses pengerasan baja dengan cara mencelupkan baja yang telah ditempatkan pada keranjang kawat ke dalam campuran garam cianida. atau natrium cianida (NaCN). Menurut Wahid Suherman (1998: 150) bahwa “kotak karburisasi dipanaskan dalam dapur sampai temperatur 825 – 925 o C dengan segera permukaan benda kerja akan menyerap karbon sehingga dipermukaan akan terbentuk lapisan berkadar karbon tinggi sampai 1.

1 – 0. nitrogen juga ikut terserap. karena itu baja yang akan di quenching langsung setelah pemanasan untuk karburisasi hendaknya dipakai temperatur yang tidak begitu tinggi. Apabila terdapat perubahan yang berarti. karena itu pemakaiannya harus sangat hati-hati. harus dilakukan penambahan garam baru unutk menjaga konsentrasi tetap sebagaimana semula. Banyaknya karbon dan nitrogen yang terserap ini tergantung pada kadar cianida dalam salt bath dan temperatur kerjanya.3Fe + 2CO -------------> Fe3C + CO2 pada proses karburisasi ini selain terserapnya karbon. Selama pemakaian konsentrasi cianida dalam salt bath dapat berubah sehingga tentu saja sifat salt bath dapat berubah. Semua cianida adalah senyawa yang sangat beracun. Bila kadar karbon dipermukaan terlalu tinggi maka kekerasan tidak begitu tinggi. karena itu kondisi salt bath harus secara rutin diperiksa.25 mm dari permukaan baja. Pada karburisasi cair penyerapan karbon lebih dominan. Temperatur yang digunakan adalah 900 o C selama 5 menit. Demikian pula pada saat membuang sisa-sisa cairan yang akan terkena garam cianida tersebut harus benar-benar mengikuti petunjuk dari pihak berwenang Universitas Sumatera Utara . Bedanya terletak pada tingkat perbandingan banyaknya karbon dan nitrogen yang terserap. Salt bath untuk karburisasi cair biasanya mengandung 40 – 50 % garam cianida. yang menyerap nitrogen dan karbon. Bahwa karburisasi cair hamper sama dengan cyaniding. kedalaman penetrasi karbon yang dicapai antara 0. Kadar karbon yang dikarburisasi akan naik dengan semakin tingginya temperatur dan makin lamanya waktu karburisasi.

Pengerasan (hardening) Pengerasan di lakukan untuk memperoleh sipat tahan aus yang tinggi.1 – 0.6. Untuk memperoleh kekerasan yang baik (martensit yang keras) maka pada saat pemanasan harus dapat dicapai struktur austenit.• Karburising Media Gas (Gas Carburizing) Proses pengerasan ini dilakukan dengan cara memanaskan baja dalam dapur dengan atmosfer yang banyak mengandung gas CO dan gas hidro karbon yang mudah berdifusi pada temperatur karburisasi 900 o – 950 o C selama 3 jam. Pada proses ini lapisan hypereutectoid yang menghalangi pemasukan karbon dapat dihilangkan dengan memberikan diffusion period.H Amstead (1979: 153) mengatakan bahwa “proses karburisasi media gas digunakan untuk memperoleh lapisan tipis antara 0. Dengan demikian karbon akan berdifusi lebih ke dalam dan kadar karbon pada permukaan akan semakin naik. yaitu dengan menghentikan pengaliran gas tetapi tetap mempertahankan temperatur pemanasan. Karburising dalam media gas lebih menguntungkan dibanding dengan karburising jenis lain karena permukaan benda kerja tetap bersih. Menurut B. kekuatan dan fatigue limit strength yang lebih baik. holding time dan laju pendinginan yang di lakukan serta seberapa tebal bagian penampang yangh menjadi keras banyak tergantung pada hardenahility. 2. Kekerasan yang dapat dicapai tergantung pada temperature pemanasan (temperature oustinising).75 mm”. karena Universitas Sumatera Utara . Gas-gas pada temperatur karburisasi itu akan bereaksi menghasilkan karbon aktif yang nantinya berdifusi ke dalam permukaan baja. hasil lebih banyak dan kandungan karbon pada lapisan permukaan dalam dikontrol lebih teliti.

Pembentukan sifat-sifat dalam baja tergantung pada kandungan karbon. Pengerasan (hardening) dilakukan untuk memperoleh sifat kekerasan dan kekuatan yang lebih baik. misalnya ferit maka tentunya kekerasan yang tercapai juga tidak akan maksimum. 2. maka unsur karbon yang larut dalam padat harus secukupnya. Bila struktur lain itu bersifat lunak. Pengaruh suhu pemanasan Universitas Sumatera Utara . Kekerasan dapat dicapai tergantung pada kadar karbon dalam baja dan kekerasan yang tyerjadi tergantung pada temperature pemanasan holding time dan laju pendinginan yang di lakukan.15 % maka tidak terjadi perubahan sifat-sifat baja setelah didinginkan kenaikan hubungan karbon berhubungan dengan kenaikan kekuatan dan kekerasan sebagai hasil dan pendinginan. Jika kandungan karbon kurang dari 0. adalah baja dipanaskan untuk menghasilkan struktur austenit dan selanjutnya didinginkan. Pengaruh unsur karbon. Untuk menentukan temperatur pemanasan dan pada brosur pabrik pembuatan baja perlu dilakukan suatu percobaan pemanasan dan quencing pada temperatur dan dianalisa struktur yang terjadi. temperatur pemanasan sistim. pendinginan. 1. Supaya dihasilkan suatu perubahan sifat-sifat baja. tetapi kenaikan tersebut akan mengurangi kekenyalan pada baja. setelah dilakukan pendinginan untuk menghasilkan perubahan lapisannya. Pengerasan yang dilakukan secara langsung.hanya austenit yang dapat bertransformasi menjadi maartensit. seta bentuk dan ketebalan bahan.

Pengaruh pendinginan Jika baja didinginkan dengan kecepatan minimum yang disebut dengan kecepatan pendinginan kritis. Dalam hal ini tidak terjadi perubahan perlit menjadi austenit. Pendinginan yang di lakukan pada suhu itu akan membentuk martensit. Sewaktu kandungan karbon diatas 0.Supaya terjadi pelarutan yang lengkap sebagai hasil dari pendinginan. Bila kecepatan pendinginan sedikit lebih rendah dari kecepatan pendinginan kritis akan terbentuk “toorsit”. Toorsit dan sorbit lebih keras dan kuat dari pada Universitas Sumatera Utara . karena larutan telah menjadi keras. maka seluruh austenit akan berubah kedalam bentuk martensit. Baja dengan kandungan karbon lebih dari 0. Lamanya pemanasan tergantung pada tebalnya bahan tidak berukuran panjang karena akan menghasilkan struktur yang kasar. Kecepatan pendinginan kritis tergantung pada komposisi kimia baja. seluruh unsur karbon masuk kedalam unsure padat selanjutnya di dinginkian.sehingga dihasilkan kekerasan baja yang maksimum. maka penting adanya pelarut unsur karbon dengan jumlah cukup pada larutan padat sebagai hasil dari pemanasan.83% biasaanya dipanaskan di atas titik kritis atas (tertinggi).83% tidak terjadi perubahan sementit bebas menjadi austenit.83% biasanya di panaskan hanya sedikit diatas titik kritis terendah (bawah). Austenit Ini akan menghasilkan struktur berbentuk kasar tanpa mengalami penambahan yang cukup besar pada kekerasan dan kekuatannya. 3. Sehingga perlu di lakukan pemanasan pada suhu tinggi sehingga perlu dilakukan pemanasan dalam suhu tinggi sehingga merubahnya dalam bentuk austenit. Akan tetapi menyebabkan baja menjadi lebih rapuh setelah didinginkan. Baja yang mengandung karbon kurang dari 0.

Kecepatan pendinginan tergantung pada pendinginan yang digunankan (Sondang. Larutan soda akustik 5% memberikan pendinginan yang sangat dahsyat. Air hangat. Struktur mikro logam Semua logam mengandung stuktur mikro yang berbeda.(Mulyadi.8.2009). lali dimasukkan air asin. Hal ini tidak merugikan. dan pendingan yang cepat ini sering mengakibatkan keretakan dan pergeseran benda kerja.baja yang mempunyai struktur yang seimbang.2007) Efek pendinginan yang lambat pada teras terutama pada benda-benda yang besar. pada proses ini diperoleh struktur martensit akibat dari penurunan temperatur dan suhu austenit ke suhu kamar yang menyebabkan logam menjadi keras. 2. Pendinginan secara mendadak dari 700 oC lebih adalah suatu pengerjaan yang sangat drastis. Pendingan secara Cepat ( Quenching ) Metoda pencelupan secara cepat yang di sebut quenching. Ada Universitas Sumatera Utara . Sejumlah media digunakan dalam quenching untuk mendapatkan variasi pendinginan. ikarena teras yang sedikit lebih lunak akan mengubah keadaan menjadi lebih rapuh dan kuat. dan sayur-saturan menberikan pendingingan yang lambat.7. 2. Oleh karena itu akan terjadi pengendapan karbon. adalah bagian dalam baja hampir tidak sekeras bagian luarnya. bila suatu logam dibersihkan akan terlihat struktur mikro yang berupa goresan-goresan. kemudian air dingin. dan bagian tengah baja akan mengandung pearlite. minyak mineral. minyak binatang.

(Amanto.1999) Ferrit ialah kristal besi murni (ferum = Fe). Ferrit adalah butiran besi murni. Rumus kimia Fe3C menyatakan bahwa senantiasa ada 3 atom besi yang menyelenggarakan ikatan dengan sebuah atom zat arang ( C ) menjadi sebuah molekul karbit besi. Perit merupakan kelompok campuranerat antara dan sementit dengan kandungan zat arang seluruhnya sebesar 0.beberapa jenis struktur mikro antara lain ferit. Ferit merupakan bagian baja yang paling lunak. Gambar 2. martensit adalah strukur yang terjadi akibat transfer geser yang cepat didalam kisi atom yang tidak diikat dengan defuse atom. Ferit murni tidak akan cocok andai kata digunakan sebagai bahan benda kerja yang menampung beban karena kekuatannya kecil. dan lain-lain.8%. martensit. Dengan mengikatnya kandungan C. (Fe3C) ialah suatu senyawa kimia antar besi (Fe) dengan zat arang (C). Sementit dalam baja merupakan struktur yang paling keras (Fe3C 270 kali lebih keras dari besi murni). maka membesar pula kadar sementit. sedangkan perlit adalah lapisan serat ferrit. Ferit terletakrapat Saling mendekat dan tidak teratur.5 Struktur mikro baja karbon. Sementit. Dalam struktur perlit semua Universitas Sumatera Utara . baik bentuk maupun besarnya.7% zat arang. Sebagai unsur struktur tersendiri ia mengandung 6. Beberapa contoh baja karbun seperti gambar dibawah ini. perlit.

2009) Gambar 2. Sebagai contoh mikro logam yang dapat dilihat seperti gambar di bawah ini : (Material teknik PTKI.1985) Dan dengan menggunakan alat Mikroskocope struktur permukaan logam dapat dilihan setelah permukaan logam yang akan di uji tersebut di gerinda sehalus mungkin dan di poles dengan mempergunakan larutan poles alumina dan kemudian di etchan dengan campuran asam nitrat dengan ethanol.6 Struktur Mikro Logam Universitas Sumatera Utara .(Verlag.kristal ferit serpih sementit yang memperoleh penampatan saling berdampingan dengan lapisan tipis.

Kekerasan suatu bahan dapat diketahui dengan (hardness tester ) pengujian kekerasan memekai mesin uji kekerasan menggunakan 3 cara atau matoda telah banyak dilakukan. Luas ini di hitung `dari pengukuran mikroskopik panjang diagonal jejak. Kekerasan suatu bahan dapat berubah bila di kerjakan dengan pekerjaan dingin atau (cold worked) seperti pengerolan. dan penekanan.1 F = beban yang diterapkan. di defenisikan sebagai beban di bagiluas permukaan lekuka. DPH dapat ditentukan dari persamaan berikut(Surdia. yaitu goresan. daya tahan aus. Rockwell dan Vickers. Sifat ini banyak berhubungan dengan sifat kekuatan. Cara pengujian kekerasan ada 3 macam.9. dan kemampuan dikerjakan dengan mesin atau (mampu mesin). yaitu : metoda brinel. 1995) : VHN = 1854. Angka kekerasan piramida intan (DPH) aatu angka kekerasan Vickers ( VHN atau VPH ). ( kg ) d = Panjang diagonal rata-rata. penariakn serta kekerasan dapat dicapai dengan kebutuhan dengan perlakuan panas.2.4 Dimana : F d2 …………( 2. Sifat kekerasan logam Kekerasan adalah ketahanan beban terhadap deformasi plastis. karena pembebanan setempat pada permukaan berupa goresan atau penekanan. (mm) Universitas Sumatera Utara . menjatuhkan bola baja. Uji kekarasan Vickers menggunakan penumbuk piramida intan yang dasarnya berbentuk bujur sangkar. Angka kekerasan piramida intan yang disarnya berbentuk bujur sangkar.

1000. 4.25) µm Ke tidak pastian (KTP) hasil perhitungan berdasarkan rumus tersebut adalah sebagai berikut (Sudjana. 1992): VHN = 1854.5 µm = 0. 500. kemudian di poles.4 F d2 KTP = δF F +2 δd d Pada hasil pengujian lekukan yang benar yang dibuat oleh penumbuk piramida intan haruslah berbentuk bujur sangkar. Langkah –langkah penyiapan specimen untuk pengujian kekerasan adalah sebagai berikut : 1.5 µm Sehingga angka ketidakpastian (KTP) yang di peroleh adalah KTP + ½ NST KTP skala Vickers = ½ x 0.025 ) gram Nilai skala terkecil (NST) Vickers = 0. 800. Universitas Sumatera Utara . Spesimen di potong dengan gergaji sehingga berbentuk ukuran diameter 22 mm dan panjang 30 mm. Specimen siap di uji kekerasannya dengn metode Vickers. 3. Permukaan yang di uji adalah permukaan yang pinggir.1 dari data yang diperoleh.: Beban F yang diterapkan = ( 200 ± 0.Nilai kekerasan Vickers dapat di tentukan berdasarkan persamaan 2. Specimen diamplas hingga rata dan halus menggunakan kertas amplas no 300.25 µm Sehingga hasil pengukuran di peroleh adalah : d = (d ± 0. 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful