PERBEDAAN BERAT HASIL PELAPISAN NIKEL AKIBAT PENGGUNAAN LAPISAN DASAR Cu DAN TANPA LAPISAN DASAR Cu DENGAN VARIASI

WAKTU PADA BAHAN BAJA KARBON RENDAH

Skripsi Diajukan Dalam Rangka Penyelesaian Studi Strata 1 Untuk mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh : Nama NIM : Dwi Prayitno : 5214982018

Program Studi : Pendidikan Teknik mesin / S1 Jurusan : Teknik Mesin

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2005

ii

ABSTRAKSI

Dwi Prayitno, 2006 “Perbedaan Berat lapisan Nikel Akibat Penggunaan Lapisan Dasar Cu dan Tanpa Lapisan Dasar Cu Dengan Variasi Waktu Pada bahan Baja Karbon Rendah”. Semarang Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan berat hasil pelapisan nikel akibat penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu dengan variasi waktu pada bahan baja karbon rendah secara electroplating. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Obyek eksperimen pada penelitian ini adalah plat baja karbon rendah berbentuk O ring dengan volume sebesar 213,7 mm3. Penelitian ini melalui beberapa tahapan yaitu, persiapan eksperimen dan pelaksanaan eksperimen. Persiapan eksperimen meliputi persiapan benda kerja, pembersihan benda kerja, serta pengukuran keasaman. Obyek penelitian ini adalah baja karbon rendah. Dalam penelitian ini masingmasing terdapat 5 kombinasi perlakuan waktu pencelupan yaitu 3 menit, 6 menit, 9 menit, 12 menit, 15 menit. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah rectifier, stop watch, neraca digital. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis varians dua arah sebagai uji hipotesisnya dan uji pendahuluan menggunakan uji normalitas Lieliefors dan uji homogenitas dengan uji Bartlett. Data diperoleh dari selisih hasil berat dengan menggunakan Analisis varians dua arah dengan taraf signifikasi sebesar 5%. Hasil didapat disimpulkan bahwa ada perbedaan barat hasil pelapisan nikel akibat penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu dengan variasi waktu pada bahan baja karbon rendah dengan taraf signifikasi sebesar 5%. Proses pelapisan nikel dengan menggunakan metode electroplating untuk bahan baja karbon rendah sebaiknya dilakukan proses lapis tembaga (Cu) terlebih dahulu baru kemudian dilakukan proses lapis nikel.

ii

iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

Motto : “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah urusan yang lain, dan hanya kepada Tuhan-mulah hendaknya kamu berharap”. (QS. A Lam Nasyrah, 94)

Persembahan : Karya ini kupersembahkan untuk : Ayah bundaku yang selalu mendoakan dan

melimpahkan kasih sayang untukku.

iii

Ketua Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang. Drs. 2. Bapak Hadromi. pada jurusan Teknik Mesin. M.Pd.iv KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga proses penelitian sekaligus penulisan skripsi dengan judul “Perbedaan Berat Lapisan Nikel Akibat Penggunaan Lapisan Dasar Cu Dan Tanpa Lapisan Dasar Cu Dengan Variasi Waktu pada Bahan Baja Karbon Rendah”. Penulis menyadari tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak penelitian ini tidak akan terlaksana dengan baik. Skripsi ini disusun sebagai syarat mengikuti ujian akhir guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan. penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat : 1.Pd. Pramono. Murdani. Universitas Negeri Semarang.T. mengarahkan dan memotivasi penulis. iv . dengan segenap kerendahan hati. 3. Pimpinan CV. 4. Bapak Sriyanto S. M. BRAVO BARITO ELEKTROPLATING. 5. Drs. Prof. M. Dr. Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. dosen pembimbing I yang dengan sabar membinbing. selaku pembing II yang telah meluangkan waktu dengan sabar memberikan petunjuk serta pengarahan dalam penyusunan skripsi ini. Fakultas Teknik. Soesanto.Pd. Oleh sebab itu.

7. 8. Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tak luput dari kekurangan. Teman-temanku. Arif. Rinno. Ayah-Bundaku serta saudaraku semua yang selalu mendoakan dan melimpahkan kasih sayangnya. bangkit. Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu dalam terselesaikannya skripsi ini.v 6. Anton. Amrih. dr. Rina. Adji. Februari 2006 Penulis v . cela dan kesalahan. Rahmat. Soleh. Yuwanto. Untuk itu segala kritik dan saran akan penulis terima dengan besar hati. Puguh. Namun demikian. Tyas Ayu. terkandung harapan bahwa skripsi ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang membutuhkan. Semarang. Tidak ada sesuatu yang dapat penulis berikan kepada mereka semua selain doa semoga Allah SWT membalas semua yang telah mereka berikan.

Latar Belakang………………………………………….v DAFTAR ISI…………………………………………………………. Anoda-Katoda……………………………………….. Hasil Pelapisan………………………………………..vii DAFTAR GAMBAR……………………………………………….8 2.. Kerangka Berfikir……………………………………. Pelapisan Logam……………………………………….3 C.24 C.1 B.…x DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………….. Tujuan…………………………………………………..4 F..25 D.ii ABSTRAKSI……………………………………………………….26 E. Penegasan Istilah………………………………………..iv KATA PENGANTAR………………………………………………….……..…....4 D.. Dasar Teori Dan Prinsip kerja Electroplating…...i HALAMAN PENGESAHAN………………………………………….vi DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL………………………………………………….. Proses Dan Peralatan lapis Listrik………………. Sistematika Skripsi…………………………………….…….xi BAB I PENDAHULUAN………………………………………….….…….….1 A....iii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN……………………….28 vi . Kuat Arus……………………………………………. Pengertian Electroplating………………………….8 1..ix DAFTAR TABEL………………………………………………………..6 BAB II LANDASAN TEORI………………………………………8 A.…9 3.…... Manfaat…………………………………………………4 E. Permasalahan………………………………………….12 B.

..33 D.48 2.48 1.31 2. Variabel terikat……………………………………32 3.. Uji Normalitas………………………………. Prosedur Penelitian……………………………………34 E. Hipotesis………………………………………………29 BAB III METODOLOGI PENELITIAN…………………………..59 LAMPIRAN-LAMPIRAN……………………………………………….31 A..41 b. Data Penelitian…………………………………….. Uji Homogenitas……………………………. Saran…………………………………………………...43 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN………….58 DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………. Pembahasan…………………………………………. Metode Analisis Data…………………………………41 1.. Uji Pendahuluan…………………………………... Diskripsi data……………………………………. Variabel Bebas……………………………………... Kesimpulan…………………………………………. Alat dan Bahan penelitian……………………………..42 2. Uji Hipotesis…………………………………….. Variabel Kontrol…………………………………...41 a. Variabel Penelitian……………………………………31 1.51 B.58 B..50 3.54 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN…………………………..58 A.48 A.31 B.33 C.60 vii . Populasi dan Sampel…………………………………. Analisis Data…………………………………….vii F.... Hasil Penelitian……………………………………….

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar Gambar 1. Skema Susunan Peralatan Electroplating …………………….11 Gambar 2. Rangkaian Sistem pelapisan Secara Electroplating ………….13 Gambar 3. Rectifier ………………………………………………………17 Gambar 4. Bak Plating……………………………………………………20 Gambar 5. Rak…………………………………………………………….21 Gambar 6. Alur proses pelaksanaan eksperimen………………………….35 Gambar 7. Grafik penambahan berat lapisan……………………………..50

viii

ix

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Model tabulasi data hasil pengamatan…………………………...37 Tabel 2. Lembar pencatat hasil pengukuran………………………………40 Tabel 3. Persiapan harga-harga yang diperlukan………………………….41 Tabel 4. Rancangan hasil analisa data...…………………………………..46 Tabel 5. Data hasil pelapisan……………………………………..………49 Tabel 6. Tabel hasil uji normalitas…….…………………………………52 Tabel 7. Tabel hasil uji dengan ANAVA dua jalan…………………...…53

ix

x

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Uji Normalitas Data…………………………………………60 Lampiran 2. Uji Homogenitas Data……………………………………….63 Lampiran 3. Analisis varians Dua jalan…………………………………...64 Lampiran 4. Foto Penelitian………………………………………………68 Lampiran 5. Surat Keterangan Penelitian…………………………………70 Lampiran 6. Data Hasil pengukuran Berat lapisan Nikel…………………71

x

maka logam harus tampil indah dan menarik. maka perlu dicari cara untuk melindunginya.BAB I PENDAHULUAN A. dan seterusnya. 1997 :1). Yang dimaksud pengaruh disekelilingnya dapat berupa udara atau sinar matahari. embun. air tawar. misalnya untuk penggunaan logam untuk berbagai perhiasan. Dengan demikian logam harus tampil sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan. Korosi adalah proses degradasi perusakan material yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan sekililingnya. Agar logam tidak mudah rusak yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan maupun korosi. air sungai. dibutuhkan suatu upaya untuk mempercantik maupun melindungi logam dari bahaya kerusakan atau korosi. dan tanah pasir berbatu-batu. (Rachmat Supardi. air tanah. Untuk peralatan rumah tangga harus kuat dan awet. Kata korosi berasal dari bahasa latin “corrodere” yang artinya perusakan logam atau berkarat. Latar Belakang Sejalan dengan perkembangan industri dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu cara yang digunakan untuk melakukan perlindungan terhadap korosi adalah dengan memberikan lapisan pelindung 1 . penggunaan logam tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia. Untuk menanggulangi terjadinya bahaya korosi berarti memperkecil pula kemungkinan terjadinya suatu kerugian. air kapur. air laut. Atas dasar tersebut.

2 dari logam. Diantara kondisi tersebut adalah penentuan waktu proses pelapisan dan penggunaan lapisan dasar. rich coating. Nikel berwarna putih keperak-perakan. Pada proses electroplating terutama pada pelapisan nikel. Pelapisan logam dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu secara pelelehan. elektrolit yang disesuaikan dengan lapisan yang akan diinginkan. Cacat yang dapat timbul pada hasil pelapisan antara lain permukaan berwarna. serta memiliki daya hantar listrik yang baik. berkristal halus. semprot. vakum. A. yaitu tembaga (Cu). Didunia indutri ada beberapa macam logam pelapis yang sering digunakan dalam proses pelapisan secara elektroplating. timbul bintik-bintik. logam pelapis (anoda). Arsianto. Untuk melindungi logam dengan proses electroplating dibutuhkan listrik arus searah (DC). dan benda kerja yang akan dilapis (katoda). Misalnya untuk penentuan waktu yang digunakan bervariasi tentu memberi hasil yang bervariasi begitu pula dengan pengunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu tentu akan memberikan hasil yang berbeda. dan electroplating (Saleh. dan permukaan kasar. sehingga apabila dipoles akan tampak rupa yang indah dan mengkilap. untuk mendapatkan hasil pelapisan yang baik memerlukan kondisi yang sesuai. memiliki kekuatan dan kekerasan yang cukup. Nikel (Ni). 1995:5). sherazing. . dan krom (Cr). Nikel mempunyai sifat tahan terhadap korosi. Nikel merupakan logam yang banyak digunakan dalam industri pelapisan logam. keliatan yang baik. endap.

2. . Seberapa besar perbedaan berat pelapisan nikel akibat variasi waktu pada bahan baja karbon rendah ? 3. Mengetahui perbedaan berat hasil pelapisan nikel akibat penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu pada bahan baja karbon rendah. Permasalahan Dari latar belakang tersebut. Seberapa besar perbedaan berat hasil pelapisan nikel akibat penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu pada bahan baja karbon rendah ? 2. Sejauh mana perbedaan berat hasil pelapisan nikel akibat penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu dengan variasi waktu pada bahan baja karbon rendah ? C. B. Tujuan Dalam penelitian ini tujuan yang hendak dicapai peneliti adalah 1. Mengetahui perbedaan berat hasil pelapisan nikel akibat variasi waktu pada bahan baja karbon rendah. 3. maka muncul permasalahan sebagai berikut : 1. Mengetahui perbedaan berat hasil pelapisan nikel akibat penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu dengan variasi waktu pada bahan baja karbon rendah.3 Untuk mengetahui berat hasil pelapisan nikel akibat penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu dengan variasi waktu maka perlu untuk melakukan penelitian.

adalah suatu konsep yang berkenaan dengan urutan dan lamanya peristiwa-peristiwa. serta lembaga pendidikan teknik khususnya yang menggeluti bidang pelapisan logam. 4. Yang dimaksud hasil pelapisan nikel dalam penelitian ini adalah berat yang terbentuk yaitu berat setelah dilapisi nikel tanpa pelapis dasar Cu dengan berat pelapisan nikel tanpa pelapis dasar Cu. Waktu Menurut Ensiklopedi Indonesia. 1989 : 348). Manfaat Manfaat yang diharapkan setelah penelitian ini selesai adalah memberi masukan berupa sumbangan pemikiran dan informasi kepada masyarakat teknik. Berat Menurut KBBI. Penegasan Istilah 1. berat adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak dengan satuan atau perbuatan seseorang. E. Hasil pelapisan nikel Hasil adalah sesuatu yang dibuat atau dijadikan (Poerwadarminta. Lapisan dasar Lapisan dasar adalah jenis lapisan pada proses pelapisan yang mempunyai fungsi sebagai dasar bagi tahapan proses pelapisan utama. Dalam hal ini waktu pelapisan dihitung mulai dari benda tersebut dimasukkan ke dalam . 3. 2.4 D.

(Bagyo Sucahyo. halaman kata pengantar. halaman daftar gambar dan halaman daftar lampiran. .1 % . F.3 % mempunyai sifat liat dan mudah di tempa. hasil pelapisan. Baja karbon rendah Adalah jenis baja dengan kadar karbon antara 0. halaman pengesahan. halaman motto dan persembahan. Bagian pendahuluan yang berisi halaman judul. kerangka berfikir dan hipotesis yang merupakan jawaban sementara dari permasalahan. 6. Cu (tembaga) Cu atau tembaga adalah logam pelapis dasar. 1999 : 55). tinjauan tentang penggunaan pelapisan dasar Cu dan tanpa pelapis dasar Cu. permasalahan. Bab II landasan teori dan hipotesa berisi tentang tinjauan electroplating.0. 5. Bagian isi terdiri dari : Bab I Pendahuluan yang memuat tentang latar belakang. manfaat. halaman abstrak. halaman daftar label. tinjauan tentang variasi waktu.5 larutan untuk dilakukan proses pelapisan sampai benda tersebut di angkat dari larutan. penegasan istilah. 2. Sistematika Skripsi Untuk memudahkan dan memperjelas pembaca dalam mempelajari penulisan skripsi ini maka disusun sistematika skripsi sebagai berikut : 1. tujuan. dan sistematika penulisan skripsi.

3. variabel penelitian. Bab V Kesimpulan dan saran membahas tentang kesimpulan hasil analisis data dan berisi saran-saran yang berhubungan dengan maksud dan tujuan penulisan.6 Bab III Metode penelitian memuat tentang sampel (spesimen) yang digunakan. Bab IV Hasil penelitian dan pembahasan berisi tentang pembahasan dari hasil penelitian. prosedur penelitian dan analisis data. . Bagian penutup skripsi berisi daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

Pengertian electroplating Pelapisan secara listrik electroplating adalah elektrodeposisi pelapisan/coating logam melekat ke elektroda untuk menjaga substrat dengan memberikan permukaan dengan sifat dan dimensi berbeda dari pada logam basisnya tersebut (Anton J. 1995 : 3). Daya tahan gores / aus (abrasion resistence) d. Pelapisan logam 1. Daya tahan korosi (corrosion resistence) b. 1995 : 25). Tampak rupa (appearance) c. A. Karet pengikat (bonding of rubber) g. Harga / nilai (value) e. Mampu solder (solderability) f. Mampu pantul / bias cahaya (reflectivity) i. Arsianto. H dan Tomijiro K.BAB II LANDASAN TEORI A. Mampu sikat kawat (wive bondability) 7 . sedangkan pengertian electroplating yang lain adalah suatu proses pengerjaan permukaan material baik logam maupun bukan logam dan upaya meningkatkan sifat-sifat material tersebut (Saleh. Daya kontak listrik (electrcal contact resistence) h. Sifat-sifat yang akan ditingkatkan adalah penggabungan sifat-sifat seperti berikut : a. Penyebaran rintangan (diffusion barrier) j.

8 k. pada larutan elektrolit terjadi elektrolisis garam-garam logam. Daya tahan temperatur tinggi (high temperature resistence) 2. Contoh plat baja yang akan dilapisi nikel. maka logam nikel akan teroksidasi menjadi ion logam bermuatan positif (Ni2+). Anoda yang meluruh menggantikan ion logam dalam larutan elektrolit yang ditarik oleh elektroda negatif (katoda).dan tertarik ke katoda untuk membentuk lapisan nikel. ion logam nikel (Ni2+) dari anoda larut dalam larutan untuk menggantikan ion logam nikel (Ni2+) dari garam logam NiSO4 yang telah terelektrolisis menjadi Ni2+ dan SO42. Karena pada anoda dan katoda terjadi perbedaan potensial setelah dialiri listrik. Dengan adanya hal tersebut akan terbentuk endapan pada katoda yang berupa berat lapisan. sedangkan sebagai larutan elektrolit yang digunakan adalah garam logam nikel sulfat (NiSO4). berarti sebagai anoda adalah nikel dan plat sebagai katoda. Anoda yang telah mengalami oksidasi meluruh dan larut dalam larutan elektrolit. Dasar teori dan prinsip kerja electroplating Bila arus listrik searah (DC) dialirkan antara kedua elektroda anoda dan katoda dalam larutan elektrolit dengan waktu proses pelapisan yang telah ditentukan maka pada anoda terjadi oksidasi sehingga akan terbentuk ion-ion positif. .

Katoda (benda kerja) dihubungkan pada kutub negatif sumber arus listrik. A. Anoda dan katoda dicelupkan ke dalam bak atau bejana yang berisi larutan elektrolit. Rangkaian disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah sistem sebagai berikut : 1. . 1995 : 10). larutan elektrolit (Saleh. Arsianto.9 NiSO4 Katoda Anoda Ni2+ Ni2+ H+ Ni2+ H+ Ni2+ H+ SO42H2O H+ OHH2 OH O2 SO42- Reaksi yang terjadi selama proses pelapisan berlangsung : Ni NiSO4 Ni2+ + SO42Ni2+ + 2e Ni2+ + 2e Ni2+ + SO42NiSO4 Ni (Oksidasi pada anoda) (Elektrolisis garam logam) (Penggantian ion pada larutan) (Reduksi logam) Prinsip kerja electroplating sama dengan proses elektrolisa yang merupakan suatu rangkaian yang terdiri dari rectifier (sumber arus searah). 3. anoda. Anoda (pelapis) dihubungkan pada kutub positif sumber arus listrik 2. katoda (benda kerja).

Skema susunan peralatan electroplating (Anton JH dan Tomijiro K. permukaan benda kerja dibersihkan terlebih dahulu dari segala macam kotoran baik yang . 5. Proses lapis listrik Secara garis besar proses lapis listrik dapat dikelompokkan menjadi tiga tahap pengerjaan. Proses dan Peralatan Lapis Listrik a. Voltmeter 4. Larutan elektrolit Gambar 1.10 4. 1995 : 25) Berat logam yang melapisi besi dapat dihitung dengan cara sebagai berikut : Wh = W 1 . Ampermeter 3. Katoda 5.W 0 Dengan W0 = berat logam besi awal sebelum dilapisi W1 = berat logam besi akhir sesudah dilapisi Wh = berat lapisan Secara teoritis berat logam yang melapisi besi dalam proses electroplating dapat ditentukan dari persamaan Faraday. yaitu : 1) Proses pekerjaan awal (Pretreatment) Langkah awal sebelum melakukan proses lapis listrik. Anoda 6. + 1. sumber arus listrik 2.

minyak garam. (Saleh. Pencucian dengan pelarut (solvent) Proses ini bertujuan untuk membersihkan lemak. Larutan asam ini terbuat dari pencampuran air bersih dengan asam pekat yaitu asam klorida (HCL). A. b. 1995 : 22 – 25). sedangkan untuk menghaluskan permukaan dengan menggunakan proses buffing.11 bersifat organik. asam sulfat dan asam fluorida (HF). Arsianto. lemak. asam sulfat (H2SO4). Untuk menghilangkan dengan menggunakan gerinda. Teknik pengerjaan pembersihan ini sangat bergantung dari jenis pengotornya. sisa minyak dan kotoran pengikut lainnya supaya logam pelapis dapat menempel sempurna. Pembersihan dengan alkalin (degreasing) Pekerjaan ini bertujuan untuk membersihkan benda kerja dari lemak dan minyak yang direndamkan kedalam larutan alkalin d. maupun anorganik seperti kerak. Pencucian dengan asam (pickling) Pencucian dengan asam bertujuan untuk membersihkan permukaan benda kerja dari oksida atau karat secara kimia melalui perendaman. c. dan kotoran-kotoran lain dengan pelarut organik. namun secara umum dapat diklasifikasikan sebagai berikut : a) Pembersihan secara mekanik Pekerjaan ini bertujuan untuk menghaluskan permukaan dan menghilangkan goresan-goresan serta kotoran yang melekat pada benda kerja. 2) Pelapisan Logam .

tempat gantungan anoda dan katoda 3. maka benda kerja tersebut telah siap untuk dilapisi dengan proses electroplating. tempat cairan elektrolit 7. Larutan elektrolit . Batang tembaga.12 Setelah benda kerja bersih dan bebas dari kotoran yang menempel. Rectifier 2. Keterangan gambar 1. Rangkaian sistem pelapisan secara electroplating dapat dilihat pada gambar berikut: Rectifier B Bak plating Gambar 2. Bak plating. Keranjang tempat anoda 4. Rak 5. Barang yang akan dilapisi (katoda) 6. Rangkaian sistem pelapisan secara electroplating.

Kuat arus Kuat arus dapat diubah-ubah. Tegangan Tegangan yang digunakan biasanya konstan sehingga dapat dikatakan variabelnya hanya kuat arus saja. Kuat arus yang digunakan sebesar 10 A.13 Kondisi operasi yang perlu di perhatikan karena menentukan berhasil tidaknya proses pelapisan dan mutu lapisan yang dihasilkan antara lain : a. 1994 : 15). Temperatur yang dipakai 60 0 C (BBPILM. bila makin tinggi kuat arus maka makin meningkat kecepatan saat pelapisan dan akan memperkecil ukuran atau bentuk kristalnya. Maksudnya. Kenaikan temperatur larutan akan berakibat bertambahnya ukuran butir kristal. c) Keasaman (pH) larutan . maka arus yang disesuaikan dengan ketentuan tersebut. daya larutnya akan bertambah besar dan terjadi penguraian garam logam yang menjadikan tingginya konduktifitas serta bertambahnya mobilitas ion logam. b) Temperatur larutan Temperatur larutan dapat mempengaruhi karat lapisan. b. tetapi viskositas larutan larutan menjadi berkurang. bila luas permukaan benda bervariasi. Bila temperatur larutan tinggi. maka akibatnya pelapisan akan menjadi kasar. bersisik dan berwarna hitam atau terbakar. Tetapi bila kuat arus yang mengalir terlalu tinggi. Tegangan yang digunakan dalam penelitian sebesar 6 volt. sehingga endapan ion logam pada katoda akan lebih cepat bersirkulasi.

yaitu Rectifier Selenium dan Rectifier Silikon. berfungsi sebagai sumber arus searah (DC) dan penurun tegangan.14 Derajat keasaman (pH) larutan harus terkontrol agar kemampuan larutan elektrolit dalam menghasilkan lapisan tetap baik. kemudian dibilas dengan air dan dikeringkan di bawah sinar matahari atau oven. Pada larutan yang bersifat basa pH larutan berkisar 8 – 9. Untuk mengetahui besarnya pH digunakan pH colorimeter. Ada dua macam rectifier yang dikenal pada industri-industri lapis listrik. seperti di beri lapisan pelindung kromat dan lapisan pelindung transparan yaitu lequar. Rectifier Selenium dipakai untuk proses lapis listrik. Sedangkan Rectifier Silikon dapat digunakan untuk . karena tegangan yang dihasilkan rendah antara 6 – 12 volt dan jumlah arus listrik relatif rendah sekitar 10 – 20 A. sedangkan larutan yang bersifat asam nilai pH larutannya berkisar 1 – 5. b. Namun ada juga benda kerja yang memerlukan pengerjaan lebih lanjut sebelum dipasarkan. 3) Proses pengerjaan akhir Setelah benda kerja dilakukan proses pelapisan secara electroplating. Peralatan lapis listrik Peralatan yang biasa digunakan dalam proses electroplating adalah sebagai berikut : 1) Rectifier Rectifier. Untuk mengatur nilai pH agar sesuai dengan keinginan digunakan sodium atau Potasium Hydroksida pada larutan yang bersifat basa dan Asam sulfat pada larutan yang bersifat asam.

15 proses lapis listrik dengan tegangan mencapai 250 volt dan jumlah arus mengalir mencapai 100 – 400 A. Gambar 3. Bentuk Rectifier .

rangkaian putus dan sebagainya. rectifier perlu dilengkapi dengan pendingin berupa : konveksi udara biasa (tanpa menggunakan blower atau pendingin sejenisnya). berfungsi sebagai wadah penampung larutan elektrolit. Pemilihan bahan bak tergantung dari jenis dan kondisi larutan yang ditampung atau dengan kata lain bak plating harus mempunyai persyaratan sebagai berikut : a) Tahan terhadap korosi yang ditimbulkan oleh larutan. Bak plating harus dilining. Untuk mengurangi panas yang berlebihan. yaitu : Rectifier Copper Oksida. Kerusakan yang terjadi pada rectifier ini bukan disebabkan oleh arus listrik yang mengalir. Faktor lain yang dapat merusak rectifier adalah korosi dan macetnya komponen listrik seperti terjadinya hubungan singkat. namun oleh panas yang berlebihan. Untuk memenuhi persyaratan tersebut diatas. yaitu dilapisi dengan material lain yang mampu melindungi dinding bak . b) Tahan terhadap temperatur larutan.16 Selain kedua jenis tersebut diatas ada lagi jenis rectifier yang lain. Rectifier Copper Sulfida dan Rectifier Germanium. tenaga blower. Dari segi operasional perawatan dan pemeliharaan perlu diperhatikan bahwa rectifier selenium dapat dioperasikan terus menerus pada kapasitas maksimal bila panas yang ditimbulkan tidak berlebihan. c) Tidak mencemari larutan yang ditampung. serta air dan udara. 2) Bak plating Bak plating. sirkulasi oli air.

Selain itu yang tidak kalah pentingnya dalam merancang bak plating adalah dudukan (support). biasanya dasar bak direncanakan miring atau bercelah. sehingga memudahkan dalam pengerjaan pembersihan atau pengeringan larutan. Bentuk bak menurut dasarnya (bottom) ada dua macam. bentuk dasar persegi (rectangular) dan bentuk dasar bundar (circular). . Dalam merancang suatu bentuk bak. bentuk-bentuk bak dapat dilihat pada gambar 4. bibir (rims). Penguat biasanya dipasang pada pinggang bak. Bibir bak plating diperlukan sebagai penguat bak sehingga tepinya lebih kaku dan berfungsi juga sebagai dudukan barang tempat menggantung anoda dan rak ataupun benda kerja. penguat dan dasar (bottom). sejajar dengan bibir bak dasar bak sebaiknya direncanakan sedemikian rupa.17 dari berbagai macam kemungkinan tersebut diatas. sehingga kemungkinan terjadinya kerusakan pada bak akibat basahnya lantai dapat diminimalkan. selain memperhatikan bahan perlu juga diperhatikan konstruksinya yaitu dengan menyesuaikan bentuk dan ukuran benda kerja yang akan dilapisi. Penguat diperlukan untuk menjaga agar bak tidak cembung akibat tekanan larutan yang tertampung dalam bak. Dudukan bak diperlukan untuk menghindari bak dari kontak langsung dengan lantai.

18 Gambar 4. sehingga kuat menahan beban dalam keadaan dialiri arus listrik serta tidak menimbulkan panas yang berlebihan baik pada benda kerja maupun pada rak itu sendiri. Dibawah ini beberapa bentuk model rak yang digunakan dalam electroplating. bentuk. Untuk menentukan rapat arus yang akan dialirkan. ukuran serta bahan rak perlu diketahui dan dirancang sedemikian rupa. . Bentuk bak celah tunggal dan celah banyak 3) Rak Rak berfungsi sebagai alat untuk menggantung benda kerja dan penghantar listrik saat proses electroplating berlangsung.

Konstruksi rak harus mudah dipindahkan dari dalam bak. 12. usahakan agar tidak menimbulkan gas disekitar bagian yang terbuka. Bentuk-bentuk rak Ukuran dan jumlah titik kontak yang terbuka antara benda kerja dan rak dibuat sekecil mungkin. Setiap operasi pembersihan. karena bila terlalu besar akan tampak bekas gantungan pada benda kerja. 4) Barrel Barrel. pembilasan dan setelah pelapisan selesai. Usahakan panjang rak setelah di tempati benda kerja tidak lebih dari 15 cm dari dasar bak. hal ini akan berdampak pada turunnya kualitas lapisan.19 Gambar 5. Putaran barrel menyebabkan .5 cm dari sisi bak dan usahakan posisinya terendam sekurang-kurangnya 5 – 8 cm dari permukaan larutan. Penempatan benda kerja pada rak. distribusi arus yang baik dapat mencegah penumpukan udara / gas. berfungsi sebagai tempat menampung barang atau benda kerja yang akan dilapisi juga sebagai agitasi larutan dalam usaha menghindari penumpukan suatu unsur.

sehingga mencegah terjadinya penimbunan udara pada benda kerja. Memiliki bagian luar yang tertutup selaput oksid yang rapat dan liat.20 sirkulasi larutan berjalan sempurna. baja. Berat jenis 8. Bentuk dan ukuran barrel mempunyai standar tertentu sesuai dengan kapasitas dan ukuran benda kerja yang akan dilapisi. plastik. baru sesudahnya dilapiskan krom tipis saja. e. 5) Pelapisan Nikel Nikel merupakan logam plating yang paling peka responnya atas aditif-aditif bak platingnya. misalnya baut. Nikel paling banyak digunakan sebagai pelapis dekoratif dengan ketebalan 5 – 40 mikro meter. Nikel mempunyai sifat-sifat yang berbeda dari logam lainnya diantara lain : a. Lebih keras dari Cu. Titik cairnya 1450 0 C. Kerenggangan lebih kecil dari Cu. 1997 : 51). tetapi mempunyai kekuatan yang sama dengan Cu. Pelapisan nikel mempunyai banyak pengembangan untuk lapisan dasar dari logam lainnya. Warna putih mengkilap b. Nikel terutama dilapiskan ke barang-barang besi. mur. (Rachmat Supardi. d. seng. Barrel digunakan untuk pelapisan produk-produk yang berukuran kecil. tahan pengaruh udara sehingga bagian dalam sukar teroksidasi oleh oksigen. perunggu. juga alumunium sampai magnesium. karena pelapisan nikel tahan terhadap korosi. dan lain-lain. . f.5 c. erosi dan abrasi.

5 ml x 8 = 2640 g = 360 g = 240 g = 16 ml = 12 ml 2. dibutuhkan bahan-bahan sebagai berikut : NiSO4 NiCl2 H3BO3 Bright I Bright M : 330 g x 8 : 45 g x 8 : 30 g x 8 : 2 ml x 8 : 1. Larutan pH rendah NiSO4 NiCl2 H3BO3 Bright I Bright M : 330 g/l : 45 g/l : 30 g/l : 2 ml/l : 1. 1. dibutuhkan bahan-bahan sebagai berikut : . Larutan pH tinggi NiSO4 NiCl2 H3BO3 Bright I Bright M : 250 g/l : 50 g/l : 40 g/l : 2 – 3 ml/l : 1 –2 ml/l Jadi untuk membuat 8 liter larutan pH tinggi.21 Pengaturan komposisi larutan untuk proses lapis logam nikel mengkilap (Bright).5 ml/l Jadi untuk membuat 8 liter larutan pH rendah.

. Tetapi apabila kuat arus terlalu tinggi akan mengakibatkan seperti : lapisan tidak rata. makin meningkat kecepatan pelapisan dan dapat memperkecil ukuran atau bentuk kristal. permukaan berwarna (gosong). bintik-bintik dan permukaan kasar. Makin besar kuat arus.22 NiSO4 NiCl2 H3BO3 Bright I Bright M B. dimana alat tersebut dapat disetel keluarannya sesuai dengan yang diinginkan dalam rancangan eksperimen. Kuat Arus : 250 g x 8 : 50 g x 8 : 40 g x 8 : 3 ml x 8 : 2 ml x 8 = 2000 g = 400 g = 320 g = 24 ml = 16 ml Kuat arus merupakan bilangan yang menyatakan jumlah arus listrik yang mengalir melewati suatu penghantar tiap satuan waktu. Jumlah muatan listrik yang mengalir tiap detik pada suatu penghantar dapat ditentukan berdasarkan rumus sebagai berikut : I=Q / t Dimana Q = Banyak muatan listrik (Coulomb) I = Kuat arus (ampere) t = waktu (detik) Arus listrik searah (DC) yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari rectifier. Besar kecilnya kuat arus sangat mempengaruhi baik dan buruknya hasil pelapisan.

23 C. 1989 : 348). Pada proses kerjanya digunakan rak maupun barrel sebagai penampung atau pengait benda kerja. 2. Jadi yang dimaksud hasil pelapisan disini adalah hasil pelapisan . Panjang rak setelah ditempati benda kerja tidak boleh melebihi 15 cm dari dasar. 3. Agar aliran arus listrik lancar di anjurkan kawat tembaga dibersihkan sesering mungkin dengan amplas email. 12. Katoda Katoda yaitu elektroda negatif yang pada padanya terjadi pelepasan ion positif (reaksi reduksi). Katoda-Anoda 1. Mengatur jarak katoda-anoda Jarak katoda-anoda yang digunakan yaitu 10 cm sebab apabila terlalu dekat hasil pelapisan akan berwarna hitam (gosong) namun bila terlalu jauh maka proses pelapisan akan terlalu lama dan hasil pelapisan tidak merata. Anoda Anoda untuk pelapisan nikel (Ni) digunakan nikel platt. dan harus terendam sekurang-kurangnya 5 – 8 cm dari permukaan larutan. D. nikel platt biasanya berbentuk lempengan lebar dan digantung pada kawat tembaga yang dihubungkan langsung dengan arus positif. Pada proses electroplating kutub negatif sumber arus berhubungan dengan katoda yaitu benda kerja yang akan dilapisi logam.5 cm dari sisi bak. Hasil Pelapisan Hasil adalah sesuatu yang dibuat atau dijadikan (Poerwadarminto.

apabila : Hasil pelapisan tidak terdapat noda hitam akan tetapi mempunyai permukaan kasar. Hasil pelapisan kurang baik. logam pelapis mudah terlepas.24 nikel yang diukur dengan berat. logam pelapis mudah atau sulit terlepas. Dalam penelitian ini hasil pelapisan yang berat diperoleh dari penimbangan dengan neraca digital yang dilakukan secara bertahap yaitu sebelum benda dilapisi nikel dan sesudah benda dilapisi nikel. tidak tahan gores. . Hasil pelapisan tidak baik. untuk menimbang menggunakan neraca digital. apabila : Hasil pelapisan terdapat noda hitam (ion yang terbakar). Berat dapat dihitung dengan cara menimbang berat akhir (sesudah dilapisi) dikurangi berat awal (sebelum dilapisi). kemudian diambil selisih dari berat setelah dilapisi nikel dikurangi berat sebelum dilapisi nikel yang secara matematis dapat dirumuskan sebagai berikut : ΔW = W1 + W0 keterangan ΔW = Berat lapisan (gram) W1 = Berat benda sebelum dilapisi nikel (gram) W2 = Berat benda setelah dilapisi nikel (gram) Untuk menggolongkan dan mengklasifikasikan hasil dari proses pelapisan nikel kita bisa menggunakan indikator sebagai berikut : a. solder dan korosi. tahan maupun tidak tahan terhadap goresan. tidak mampu solder dan tidak tahan terhadap korosi. b.

memperbaiki penampilan logam atau sifat . dan tahan korosi. bukan berarti logam tersebut dapat digunakan selamanya karena suatu saat mutunya akan menurun dan terjadi korosi. mempunyai permukaan halus dan logam pelaps tidak mudah terlepas.25 c. Hasil pelapisan terbaik. mampu solder dan tahan terhadap korosi. d. Walaupun logam banyak digunakan sebagai bahan konstruksi. menambah kekarasan permukaan. udara maupun air dapat dilakukan dengan memberi lapisan nikel (Ni) dengan metode electroplating. permukaan halus. Kerangka Berfikir Pemakaian logam tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. baik untuk peabot rumah tangga maupun komponen dalam konstruksi. hasil pelapisan tebal dan logam pelapis tidak mudak terlepas. Untuk menanggulangi bahaya korosi pada logam akibat proses perusakan material yang terjadi disebabkan oleh pengaruh lingkungan di sekelilingnya yang berupa sinar matahari. Disamping itu logam mudah difabrikasi dan dilas sehingga mudah dibentuk. Penggunaan logam ini dikarenakan logam mempunyai kekuatan yang tinggi. tahan gores. menambah daya tahan terhadap gesekan. E. Hasil pelapisan baik. Melapisi besi dengan nikel (Ni) bertujuan agar benda kerja yang dilapis tahan terhadap korosi. apabila : Hasil pelapisan tidak terdapat noda hitam. tahan gores. apabila : Hasil pelapisan tidak terdapat noda hitam.

Agar diperoleh pelapisan yang baik dan sempurna. maka yang perlu diperhatikan dalam operasi adalah kondisi waktu atau lamanya proses pelapisan. Sedangkan penggunaan lapisan dasar Cu dimaksudkan untuk lebih mempermudah proses electroplating. untuk mengetahui apakah ada perbedaan berat hasil pelapisan nikel akibat penggunaan lapisan dasar dan tanpa lapisan dasar dengan variasi waktu pada bahan baja karbon rendah. F. dan larutan yang sesuai. Jadi secara logika semakin lama waktu yang digunakan maka semakin banyak pula arus yang mengalir pada suatu proses electroplating. Tiap satuan waktu arus listrik mengalir melewati suatu penghantar. . kuat arus yang cocok. Ada perbedaan berat hasil pelapisan nikel akibat variasi waktu pada bahan baja karbon rendah. jarak anoda-katoda.26 dekoratif. Hipotesis Dari kerangka berfikir diatas menjadi dasar bagi peneliti untuk dapat menarik beberapa hipotesis sebagai berikut : 1. Ada perbedaan berat hasil pelapisan nikel akibat penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu pada bahan baja karbon rendah. 2. Tanpa menggunakan lapisan dasar dalam proses elektroplating nikel akan mengalami kesulitan sehingga proses kerja menjadi terganggu dan hasil atau mutu lapisan tidak maksimal. Penelitian ini akan mencoba bereksperimen dengan melakukan variasi waktu pelapisan dan pengunaan lapisan dasar dan tanpa lapisan dasar.

.27 3. Ada perbedaan berat hasil pelapisan nikel akibat penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu dengan variasi waktu pada bahan baja karbon rendah.

Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah gejala yang bervariasi dan menjadi obyek penelitian (Arikunto. 1993 : 224). S. 28 . Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebasnya adalah penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu serta variasi waktu. tebal 2 mm. Teknik sampling yang dipergunakan adalah teknik random sampling. karena semua individu dalam sampel baik secara sendiri-sendiri dan bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Dalam penelitian terdapat tiga variabel yaitu : 1. Variabel Bebas (X) Variabel bebas atau variabel prediktor adalah variabel yang mudah didapat/telah tersedia. B. S. S. 1993 : 102). Obyek yang digunakan dalam penelitian ini adalah baja karbon rendah berbentuk ring dengan D = 34 mm. Obyek adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto. d = 17 mm.BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Subyek dalam penelitian ini adalah semua baja karbon rendah yang ada di pasaran. Subyek dan Obyek Penelitian Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto. 1993 : 117). Varibel penelitian adalah gejala yang menunjukkan variasi baik dalam jenis maupun tingkatnya.

3. Tegangan Tegangan yang digunakan sebesar 6 volt b. b. 9 menit. Adapun variabel kontrolnya adalah : a. Yang menjadi variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil pelapisan nikel berupa berat lapisan pada bahan baja karbon rendah yang berbentuk O ring. Didalam proses electroplating Penggunaan lapisan dasar Cu pada proses pelapisan nikel sangat membantu didalam mempermudah pelaksanaan proses pelaksanaan pelapisan nikel pada bahan baja karbon rendah. Jarak anoda –katoda Jarak anoda-katoda yang digunakan adalah 10 cm. 15 menit. Variasi waktu yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 3 menit. . 2. Variabel terikat (Y) Variabel terikat atau variabel respon adalah variabel yang terjadi/hasil dari variabel bebas. Hasil berat lapisan tersebut diperoleh engan pengukuran dengan menggunakan neraca digital yaitu dengan cara berat akhir (berat setelah dilapisi nikel) dikurangi berat awal (berat sebelum dilapisi nikel). 6 menit. Variabel Kontrol Variabel kontrol adalah semua faktor yang mempengaruhi hasil pelapisan. 12 menit. Tiap satuan waktu arus listrik akan mengalir melewati suatu penghantar pada proses electroplating.29 a.

Anoda nikel. Bahan Pada penelitian ini bahan yang dipergunakan adalah sebagai berikut a. Alat Pada penelitian ini alat yang dipergunakan adalah sebagai berikut : a. b.30 c. Rectifier. pH meter. . digunakan untuk mengukur waktu pelapisan. d. e. untuk mengukur derajat keasaman larutan elektrolit. f.99 % yang berbentuk plat batangan. C. Stop watch. 2. Neraca digital. untuk menimbang berat benda uji sebelum dan sesudah dilapisi nikel. Alat dan Bahan Penelitian 1. digunakan sebagai sumber arus listrik searah dan pengatur tegangan yang dipergunakan. Mesin poles beserta kelengkapannya. Bak plating. menghaluskan dan mengkilapkan permukaan benda uji. berisi larutan elektrolit sebagai tempat terjadinya proses electroplating terhadap benda uji. berupa nikel murni dengan kadar 94 % . Lembar observasi untuk mencatat data-data hasil penelitian. Untuk meratakan. Kuat arus Kuat arus yang digunakan sebesar 10 A. Benda uji atau spesimen berfungsi sebagai katoda terbuat dari baja karbon rendah dengan bentuk O ring. c. b. g.

Pengambilan data (pengukuran berat). Persiapan eksperimen 2. nikel klorida (NiCl2) dan asam borat (H3BO3). Penelitian ini dilakukan melalui tahapan-tahapan sebagai berikut : 1. . Prosedur Penelitian Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yaitu suatu metode pengumpulan data dengan cara melakukan percobaan langsung. Pelaksanaan eksperimen. 3. 4. D. Larutan HCl untuk pencucian benda uji. Larutan elektrolit untuk pelapisan nikel bahan yang gunakan yaitu : nikel sulfat (NiSO4). d. Analisis data.31 c.

Alur proses pelaksanaan eksperimen.32 Persiapan eksperimen Pekerjaan pembersihan Bilas dengan air Pengukuran berat Proses pelapisan tembaga (Cu) Pengukuran berat Proses pelapisan nikel (Ni) Bilas dengan air Pengeringan Pengukuran berat lapisan yang terbentuk Analisa data Gambar 6. Keterangan .

2) Pemolesan sedang. yaitu : . dilakukan dengan cara pengamplasan memakai mesin ampelas. Pemolesan benda uji 1) Pemolesan kasar. 3) Pemolesan halus Untuk pemolesan halus menggunakan bahan poles yang terbuat dari kain jeans. dibentuk sedemikian rupa sehingga menyerupai roda gerinda. permukaan roda tersebut diolesi pasta yang terbuat dari campuran lem dan serbuk besi. b. Untuk mencegah panas yang berlebihan digunakan pendingin oli dan air. Persiapan benda uji Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini jumlah keseluruhan adalah 30 buah.33 1. Pengelompokan benda uji dan pemberian nomor urut sesuai perlakuan yang telah dirancang dalam penelitian. dilakukan untuk meratakan permukaan benda uji dengan menggunakan menggunakan gerinda. c. Persiapan Langkah-langkah dalam persiapan eksperimen adalah : a.

Model tabulasi data hasil pengamatan Jenis perlakuan Waktu pelapisan Tanpa lapisan dasar Cu Dengan lapisan dasar Cu 3 menit X X 6 menit X X 9 menit X X 12 menit X X 15 menit X X .34 Tabel 1.

Melakukan pembilasan benda uji dengan air untuk menghilangkan sisa-sisa NaOH. d.35 d. b. Pekerjaan pembersihan mekanik Pekerjaan pembersihan mekanik dilakukan dengan tahap-tahap sebagai berikut : a. Melakukan pembilasan benda uji dengan air untuk menghilangkan sisa-sisa HCl. Merendam benda uji kedalam larutan NaOH 40 % sampai lemak atau minyak hilang yang ditandai dengan seluruh pemukaan sampel terbasahi dengan air. Pengukuran berat awal . c. 3. Persiapan perlengkapan dan peralatan yang diperlukan yaitu : 1) Bak plating dan rak 2) Rectifier 3) Larutan elektronik 4) Anoda yang disusun sedimikian rupa sehingga membentuk sistem lapis listrik 5) Ampere meter 6) Stop watch 7) Neraca digital 8) pH meter 2. Merendam benda ke dalam larutan HCl 30 % selama 15 detik atau sampai noda-noda oksida atau karat hilang.

Komposisi larutan elektrolit yang digunakan pada bak tembaga adalah sebagai berikut : CuSO4 : 200 . 15 menit. Melakukan proses pelapisan dengan tembaga (Cu) pada sebagian spesimen (15 buah). 15 menit. 6 menit. sehingga didapat berat hasil pelapisan nikel. Setelah proses pelapisan nikel selesai. untuk variasi waktu mulai dari 3 menit. 9 menit. 5. benda uji diukur kembali beratnya.250 gram / liter H2SO4 : 30 – 65 gram / liter Dengan kondisi temperatur 40 0 C.36 4. untuk variasi waktu mulai dari 3 menit. 7. 12 menit. Pengukuran berat 6. Melakukan proses pelapisan dengan logam nikel (Ni) Perlakuan 1 : Benda kerja yang dilapisi tembaga. . Pengukuran berat setelah proses pelapisan nikel. 12 menit. 9 menit. Perlakuan 2 : Benda kerja yang tidak dilapisi tembaga. 6 menit. Setelah benda uji dilapisi dengan tembaga selanjutnya bersihkan dengan air untuk menghilangkan sisa-sisa larutan dari proses pelapisan tembaga.

37 Tabel 2. . Metode Analisis Data Metode analisis data dimaksudkan untuk mencari jawaban atas pertanyaan atau permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya. Untuk menetukan teknik anilisis data. terlebih dahulu harus mengetahui tujuan penelitian yang hendak dicapai. Lembar pencatat hasil pengukuran Penggunaan lapisan dasar dan tanpa lapisan dasar Dengan lapisan dasar Cu Waktu (t) Sebelum dilapisi Sesudah dilapisi Cu Sesudah dilapisi Ni Selisih Tanpa lapisan dasar Cu Sebelum dilapisi Sesudah dilaipsi Ni Selisih 3 menit X X X X X X X 6 menit X X X X X X X 9 menit X X X X X X X 12 menit X X X X X X X 15 menit X X X X X X X E.

Tabel persiapan harga-harga yang diperlukan Sampel ke 1 2 3 Dk n1 – 1 n2 – 1 nk . Langkah analisis data dengan menggunakan metode ANAVA adalah sebagai berikut : 1. maka digunakan teknik analisis varian (ANAVA). Uji Pendahuluan a.1 1/dk I/n1 – 1 I/n1 – 1 I/n1 – 1 Si S12 S22 Sk2 Log Si Log S1 Log S2 Log Sk Dk log Si n1 – 1 Log S1 n2 – 1 Log S2 nk – 1 Log Sk 2) Menghitung semua varians gabungan dari semua sampel S2 = [ ∑ (n1 – 1) Si2 / (n1 – 1) 3) Menghitung satuan B dengan rumus B = (log S2) ∑ (n1 – 1) Dalam uji Bartlett digunakan statistik chi kuadrat : X2 = (ln 10) {B . Metode yang digunakan dalam uji ini adalah uji Bartlet dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Membuat tabel persiapan harga-harga yang diperlukan: Tabel 3.38 Untuk mengetahui adanya perbedaan berat hasil pelapisan nikel akibat pemakaian lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu dengan variasi waktu pada bahan baja karbon rendah.∑ (n1 – 1) log Si2} . Uji homogenitas Pada uji pendahuluan dilakukan uji homogenitas sampel.

3) Dihitung proporsi Z1. Uji Normalitas Setelah dilakukan uji homogenitas selanjutnya dilakukan uji normalitas yaitu dengan menggunakan uji Liliefors.χ Zi = s dengan χ1 = skor mentah χ = rata-rata skor mentah s = simpangan baku Zi = bilangan baku 2) Setiap bilangan baku dicari peluang F (Zi) = P (Zi ≥ Z) menggunakan tabel distribusi normal baku. Langkah-langkah untuk mengujinya menggunakan prosedur sebagai berikut : 1) Data nilai dijadikan dalam bilangan baku dengan rumus : χ1 . 1996 : 266). Z2..…Zn ≤ Zi S (Zi) = n Dimana n adalah banyaknya data .α) (k – 1) dimana χ2 (1 - α) (k – 1) didapat dari daftar distribusi chi-kuadrat dengan peluang χ2 (1 . ….3026. b.39 Dengan ln 10 = 2.α) dan dk = (k – 1) (Sudjana. data berasumsi tidak homogen (seragam) jika χ2 ≥ χ2 (1 .Zn yang lebih kecil atau sama dengan Zi dinyatakan dalam Banyaknya Z1. Taraf nyata ∝. Z2.

(∑χ) 2/75 4) Jumlah kuadrat antar kelompok (JKk) JKk = (∑χa1b1)2/2 + (∑χa1b2)2/2 + … + (∑χa3b10)2/2 . Menghitung rata-rata jumlah kuadrat 1) Menghitung rata-rata jumlah kuadrat antar baris MKb = JKb : DKb [F (Zi) – .(∑χ)2/75 5) Jumlah kuadrat interaksi (Jka – b) Jka – b = JKk – (Jka + JKb) 6) Jumlah kuadrat dalam kelompok (JKd) JKd = JKt – (Jka + JKb + Jka–b) b. 2. langkah-langkah perhitungan : a. Menghitung jumlah kuadrat 1) Jumlah kudrat total (JKt) JKt = ∑χ2 – (∑χ2) /N 2) Menghitung jumlah kuadrat antar baris (JKb) JKb = (∑χa1)2/10 + (∑χb1)2/10 + … + (∑χb1)2/10 – (∑χ)2/75 3) Menghitung jumlah kuadrat antar kolom (Jka) Jka = (∑χa1)2/20 + (∑χa2)2/20 + (∑χa3)2/20 .40 4) Dihitung [F (Zi – S (Zi)] 5) Diambil Lo yaitu harga terbesar dari perhitungan S (Zi)] 6) Apabila Lo < L tabel maka data distribusi normal. Uji Hipotesis Dalam uji hipotesis ini digunakan analisis varians dua arah dengan menggunakan uji F.

41 2) Menghitung rata-rata jumlah kuadrat antar kolom Mka = JKa : DKa 3) Menghitung rata-rata jumlah kadrat antar kelompok (MKk) MKk = JKk : DKk 4) Menghitung rata-rata jumlah kuadrat interaksi (Mka-b) Mka-b = Jka-b : Dka-b 5) Menghitung rata-rata jumlah kuadrat dalam kelompok (MKd) MKd = JKd : DKd c. Menentukan derajat kebebasan (dk) masing-masing sumber variasi : 1) dka 2) dka 3) dka-b 4) dkk 5) dkd 6) dkt = jumlah kolom – 1 = jumlah baris – 1 = dk JKk x dkJkb – 1 = jumlah kelompok – 1 = dkT – (dka = dkb = dka-b) = jumlah sampel total – 1 . Menghitung F hitung 1) Menghitung F hitung antar baris F hitung = MKb : MKd 2) Menghitung F hintung antar kolom F hitung = Mka : Mkd 3) Menghitung F hitung antar kelompok F hitung = MKk : MKd 4) Menghitung F interaksi F hitung = Mka-b : MKd d.

42 e. Menentukan nilai kuadrat rata-rata (MK) 1) MK antar kelompok = JKk / dkk 2) MK antar baris + JKb / dkb 3) MK antar kolom = Jka / dka 4) MK interaksi = Jka-b / dka-b 5) MK dalam kelompok + JKd / dk f. Membandingkan F hitung dengan F tabel Kriteria : Ada perbedaan hasil pelapisan nikel akibat penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu diterima jika F hitung antar kolom (Faktor penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu) > F tabel x 5 % Ada perbedaan hasil pelapisan nikel akibat variasi waktu pelapisan diterima jika F hitung antar baris (Faktor kuat arus) > F tabel x 5 % . Rancangan Hasil Analisa Data Sumber variasi Total Dalam kelompok Antar kolom Antar baris Interaksi JK Dk MK F hitung F tabel g. Membuat tabel persiapan Tabel 4.

.43 Adapun perbedaan hasil pelapisan nikel akibat jarak katoda-anoda dan kuat arus diterima jika F hitung interaksi > F tabel x 5 %.

Deskripsi Penelitian tentang perbedaan berat hasil pelapisan nikel akibat penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu dengan variasi waktu pada bahan baja karbon rendah yang dilaksanakan di industri pelapisan logam BRAVO BARITO ELEKTROPLATING menghasilkan data berupa angka (nilai) berat lapisan yang diperoleh dari pengurangan berat setelah proses pelapisan dengan sebelum sampel dilapasi nikel (tanpa proses Cu) dan (setelah proses Cu). Data penelitian ini dikelompokkan menjadi 10 bagian sesuai dengan jenis perlakuan atau kombinasi perlakuan yaitu pemakaian lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu dan variasi waktu. Hasil Penelitian 1.BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Data mengenai pengukuran berat lapisan dari masing-masing kombinasi perlakuan dapat dilihat pada tabel berikut ini 44 .

3781 0.1971 0.3306 0.2212 1.3719 0.2945 0.3885 0.1828 0.1327 0.3699 0.2118 01276 0.3829 0.1893 0.3112 0.1023 0.1932 0.2118 0.2012 0.2116 0.4014 0.1893 0. 2.5662 0.3922 0.1026 0.8845 0.2235 0.1261 0.3279 01715 0.1991 0. Analisis Data Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui beberapa tahapan yaitu pengujian normalitas.2233 0.3655 0.2064 Waktu 3 menit Jumlah Rata-rata 6 menit Jumlah Rata-rata 9 menit Jumlah Rata-rata 12 menit Jumlah Rata-rata 15 menit Jumlah Rata-rata Data dari tabel 5 adalah kesimpulan dari hasil berat lapisan yang akan dianalisis. Data selisih hasil berat lapisan nikel Jenis perlakuan Dengan lapisan Tanpa lapisan dasar dasar cu Cu 0.5540 0.3703 0. Pengujian normalitas dengan uji Lilliefors . pengujian homogenitas dan analisis varians. Hasil pengujian tersebut sebagai berikut : a.1125 0.3001 0.2942 0.4655 0.1966 1.1344 0.45 Tabel 5.1947 0.1102 0.2778 0.1622 0.8845 05679 0.1443 0.6192 0.

diperoleh harga L0 terakhir pada tabel : Tabel 7.46 Untuk mengetahui data yang diperoleh dari hasil pengukuran tersebut berdistribusi normal atau tidak. Hasil perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran 2. b. c. Analisis uji hipotesis Setelah asumsi bahwa data diatas normal dan homogen terpenuhi maka dilakukan pengujian Anava dua jalur dengan maksud .2181 Lt 0.381 Keterangan Normal Tabel hasil uji normalitas menunjukkan L0 < Lt dengan demikian menunjukkan data dari sampel tersebut berasal dari distribusi normal dapat diterima. diperoleh harga χ2 = 0. Dengan demikian data-data yang diperoleh berasumsi homogen (seragam) diterima dalam taraf signifikasi 5%.9506 harga tersebut lebih kecil χ2 tabel. maka dilakukan uji normalitas dengan uji Lilliefors. Hasil uji normalitas data dengan uji Lilliefors. maka dilakukan uji homogenitas sampel engan uji Bartlett. Pengujian homogenitas dengan uji Bartlett Untuk mengetahui data yang diperoleh dari hasil pengukuran berat tersebut homogen (seragam) atau tidak. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan rumus Chi-kuadrat (χ2). Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan rumus nilai kritis (L0). L0 0.

742 4.47 untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan dengan pengunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu dengan variasi waktu terhadap hasil pelapisan nikel secara electroplating.499 9 20. Ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil pelapisan nikel akibat penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu Untuk variasi waktu diperoleh Fhitung lebih besar dibanding Ftabel.557 2. Ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan hasil pelapisan nikel akibat variasi waktu.9284 Ftabel 2. Tabel 8.8253 1.4337 0.850 Keterangan Ada perbedaan berat Ada perbedaan berat Ada perbedaan berat Berdasarkan tabel.1756 1.088 Fhitung O.0439 1.557 1. dari perhitungan ANAVA dua jalur dengan mengambil taraf signifikasi 5 % pada penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dsar Cu diperoleh bahwa Fhitung lebih besar dibanding Ftabel.122 MK 0.8561 4.735 1. Hasil uji dengan anava dua jalur Sumber variasi Faktor A Faktor B Interaksi Galat Total Dk 4 1 4 21 30 JK 0. . Hasil penelitian tentang penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu dengan variasi waktu terhadap pelapisan nikel ditunjukkan pada tabel.8253 0.

48 Sedangkan interaksi antara penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu dengan variasi waktu diperoleh Fhitung lebih besar dibanding Ftabel. Sehingga harus diterima kenyataan bahwa ada perbedaan berat hasil pelapisan nikel akibat penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu dengan variasi waktu secara electroplating. Berdasarkan data berat lapisan hasil eksperimen dari penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu dengan variasi waktu diperoleh berat lapisan yang berbeda pada tiap jenis perlakuan. Penyebaran data berat lapisan Penelitian menggunakan 30 buah benda uji dengan 10 buah kombinasi perlakuan dan replikasi 3 kali. d. . Penyebaran data berat lapisan hasil eksperimen dapat dilihat pada grafik berikut : Gambar 8. Grafik penambahan berat akibat pengunaan untuk penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu dengan variasi waktu.

Hasil pelapisan nikel akibat penggunaan lapisan dasar Cu dengan variasi waktu menunjukkan pada pemakaian waktu yang semakin lama menghasilkan berat lapisan yang semakin besar. Pembahasan Hasil proses electroplating nikel akibat penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu dengan variasi waktu dilihat dari tampak rupa menunjukkan perbedaan akibat pengaruh waktu dan pemakaian lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu pada pelapisan nikel. Pada pelapisan nikel yang menggunakan waktu sebesar 3 menit dan 6 menit menghasilkan pelapisan yang tampak suram. 9 menit. Hasil pelapisan nikel tanpa menggunakan lapisan dasar Cu dengan variasi waktu menunjukkan hasil pelapisan nikel tampak suram pada semua variasi waktu yang telah ditentukan yaitu pada waktu sebesar 3 menit.49 Penggunaan lapisan dasar Cu dengan waktu yang lebih lama menghasilkan massa lapisan yang lebih besar dibanding dengan penggunaan waktu yang lebih singkat serta lapisan yang dihasilkan tipis. 12 menit dan 15 menit menghasilkan pelapisan yang mengkilap. Sedangkan proses pelapisan tanpa menggunakan lapisan dasar Cu menghasilkan berat lapisan lebih ringan dibandingkan dengan yang menggunakan lapisan dasar Cu pada proses lapis nikel. 12 menit dan 15 menit. Pada pemakaian lapisan . B. Sedangkan pada penggunaan waktu sebesar 9 menit. 6 menit.

Larutan harus terkontrol derajat keasamanannya serta menjaga kebersihannya dari segala macam polutan atau zat-zat lain yang tidak dibutuhkan dalam proses electroplating nikel. 12 menit dan 15 menit menunjukkan hasil pelapisan yang mempunyai bobot lebih besar dan secara dekoratif lebih mengkilap dikarenakan cukupnya waktu yang dibutuhkan dalam proses electroplating nikel untuk menghasilkan mutu lapisan yang baik sedangkan pada waktu pelapisan 3 menit dan 6 menit menghasilkan pelapisan nikel yang suram. Perbedaan ini mempunyai kecenderungan bahwa makin lama waktu yang digunakan maka berat lapisan yang terbentuk cenderung semakin besar. 12 menit dan 15 menit. 9 menit. Untuk proses electroplating nikel tanpa lapisan dasar Cu menghasilkan bobot lapisan yang lebih kecil bila dibandingkan dengan yang menggunakan lapisan dasar Cu dan tampak rupa suram untuk rentang waktu 3 menit. 6 menit. penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu dalam proses electroplating nikel pada berbagai tingkatan waktu memberikan hasil berat lapisan yang berbedabeda.50 dasar Cu dan rentang waktu antara 9 menit. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil penelitian. Adanya lapisan yang suram pada proses electroplating nikel secara umum baik itu yang menggunakan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu disebabkan karena partikelpartikel nikel yang menempel pada benda uji masih terlalu sedikit akibat kurangnya waktu yang dibutuhkan dalam proses electroplating nikel tanpa menggunakan lapisan dasar Cu. Untuk menghasilkan lapisan yang baik maka dipilih komposisi larutan dengan pH rendah dan untuk .

Pemakaian kuat arus yang terlalu besar menyebabkan gelembung-gelembung gas disekitar benda kerja yang berakibat pada penghambatan partikel-partikel logam nikel yang akan menempel secara sempurna pada benda kerja dan proses yang terjadi terlalu cepat. Tegangan merupakan hasil kali arus listrik dengan hambatan. Kuat arus merupakan bilangan yang menyatakan jumlah arus listrik yang mengalir melewati tiap satuan waktu. Karena jarak anoda-katoda berpengaruh terhadap jumlah hambatan yang harus dilalui arus listrik sehingga penurunan berat lapisan seiring dengan penurunan jumlah arus diberikan yang diberikan kepada benda yang dilapisi. Dengan adanya hal ini menunjukkan bahwa kuat arus yang digunakan berperan aktif terhadap berat lapisan yang terbentuk. Jarak antara anoda dan katoda merupakan faktor hambatan bagi arus listrik. Kesesuaian antara jarak antara anoda-katoda menjadi salah satu faktor untuk menghasilkan pelapisan yang diharapkan. Jarak anoda-katoda yang digunakan adalah sebesar 10 cm. namun demikian jarak anoda . Apabila jarak anodakatoda terlalu jauh menyebabkan berat lapisan yang terlalu kecil. pada tegangan yang sama dengan jarak yang berbeda maka jumlah aliran arus menjadi berbeda. Sedangkan apabila kuat arus yang digunakan terlalu kecil maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai bobot lapisan yang sama menjadi semakin lama. tahanan arus listrik pada larutan elektrolit lebih besar dari logam.katoda yang terlalu dekat menyebabkan lapisan menjadi kasar.51 mengontrol pH agar tetap pada kisaran angka 1 – 5 maka digunakan asam sulfat. .

J.52 Karena sifatnya yang elektropositif (mulia). K dan Anton. H. Nikel merupakan logam plating yang paling peka responnya terhadap kualitas kerataan dan kebersihan permukaan benda uji yang akan dilapis. tembaga lebih mudah diendapkan oleh logam yang derat daya gerak listriknya lebih tinggi semisal besi (Tomijiro. 1992 : 49). . Dalam proses electroplating nikel dengan menggunakan logam Cu sebagai pelapis dasar akan memberikan hasil lebih baik bila dibandingkan dengan proses electroplating nikel tanpa menggunakan lapisan dasar Cu disebabkan dalam proses pelapisan nikel logam Cu berfungsi sebagai pelapis dasar pada proses electroplating nikel karena logam Cu adalah penghantar arus listrik yang lebih baik bila dibandingkan dengan baja sehingga nikel lebih mudah dilapiskan pada benda uji untuk memperoleh hasil pelapisan yang baik.

B. Ada perbedaan berat hasil pelapisan nikel akibat penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu dengan variasi waktu pada bahan baja karbon rendah. Ada perbedaan berat hasil pelapisan nikel akibat variasi waktu pada bahan baja karbon rendah. 53 . Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tentang pengaruh penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu dengan variasi waktu pada bahan baja karbon rendah terhadap hasil pelapisan nikel. 2. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. 2. Untuk melakukan proses pelapisan nikel dengan metode electroplating dengan ukuran benda kerja kecil sebaiknya menggunakan waktu pelapisan 9 –15 menit.BAB V KESIMPULAN A. sebagai berikut : 1. Untuk memperoleh hasil pelapisan secara maksimal diusahakan menggunakan lapisan dasar Cu. Saran Ada beberapa saran terutama untuk industri electroplating dengan skala kecil. 3. Ada perbedaan berat hasil pelapisan nikel akibat penggunaan lapisan dasar Cu dan tanpa lapisan dasar Cu pada bahan baja karbon rendah.

Tretheway. Korosi. Surakarta : Tiga Serangkai. J. J. Sudjana. Bandung : Balai Besar Pengembangan Industri Logam dan Mesin. dan Chamberlin. dan Anton. K. Statistik. Metode Statistika. 1990. K. Yogyakarta : Andi Offset. Yogyakarta : Andi Offset. 1991. A. Arsianto. S. Pelapisan Logam 1 . S. Bandung : Tarsito. Tomijiro. R. Ilmu Logam. Mengenal (Electroplating). H. Kamus Besar bahasa Indonesia. Jakarta : Gramedia Pustaka Umum. Poerwadarminta. Jakarta : Balai Pustaka. Prosedur Penelitian : Rineka Cipta. 1989. Hadi. Mengenal Teknik Pelapisan Logam. S. B.DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Sucahyo. W. Supardi. J. S1985. 1995. Rachmat. Korosi. 1989. 1997. 1992. 1994. Bandung : Tarsito.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful