PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan salah satu metode atau pendekatan

dalam pembelajaran kooperatif yang sederhana dan baik untuk guru yang baru mulai menggunakan pendekatan kooperatif dalam kelas, STAD juga merupakan suatu metode pembelajaran kooperatif yang efektif. Metode pembelajaran STAD merupakan salah satu bentuk pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa saling membantu, memotivasi, serta menguasai ketrampilan yang diberikan oleh guru. Pembelajaran kooperatif tipe STAD terdiri dari siklus kegiatan pengajaran biasa yaitu 1) Presentasi kelas, 2) Kegiatan kelompok, 3) Tes, 4) Perhitungan nilai perkembangan individu, dan 5) Pemberian penghargaan kelompok (Slavin, 1995:34). STAD merupakan metode pembelajaran kooperatif yang paling sederhana. Menurut Nurhadi (2004:116), bahwa: Model pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan suatu model pembelajaran dimana siswa di dalam kelas dibagi ke dalam beberapa kelompok atau tim yang masing-masing terdiri atas 4 sampai 5 orang anggota kelompok yang memiliki latar belakang kelompok yang heterogen, baik jenis kelamin, ras etnik, maupun kemampuan intelektual (tinggi, rendah, dan sedang). Tiap anggota tim menggunakan lembar kerja akademik dan kemudian saling membantu untuk menguasai bahan ajar melalui tanya jawab atau diskusi antar sesama anggota tim. Sedangkan menurut Rahayu (2003:13) bahwa ³STAD adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan sebuah model yang bagus untuk memulai bagi seorang guru yang baru untuk mendekatkan pendekatan kooperatif´. Jadi, inti dari tipe STAD ini adalah bahwa guru menyampaikan materi, kemudian siswa bergabung dalam kelompoknya yang terdiri atas 4 sampai 5 orang untuk menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh guru. Beberapa komponen dalam pembelajaran kooperatif STAD adalah sebagai berikut: 1. Presentasi kelas Sebelum menyajikan materi, guru menekankan arti penting tugas kelompok dan untuk memotivasi rasa ingin tahu siswa tentang konsep-konsep yang akan dipelajari. Materi pelajaran yang disajikan sesuai dengan yang akan dipelajari siswa dalam kelompok. Selama kegiatan ini, siswa diberi pertanyaan-pertanyaan dan guru memberi umpan balik terhadap jawaban-jawaban siswa. Penyajian materi dilakukan dengan menggunakan media, dengan metode ceramah dan diskusi serta tanya jawab. Siswa harus benar-benar memperhatikan

berpikir kritis. 2. Nilai tes/kuis setiap siswa akan menentukan nilai kelompok. 3. kemudian saling mencocokan jawaban dan saling memeriksa ketepatan jawaban dengan teman sekelompok. Dalam metode pembelajaran ini siswa belajar secara kelompok yang akan membantu siswa dalam memahami konsep-konsep ekonomi yang sulit. Jika ada anggota yang kurang memahami maka teman sekelompoknya bertanggung jawab untuk menjelaskan sebelum meminta bantuan kepada guru. karena akan membantu siswa dalam mengerjakan tes/kuis. Siswa mengerjakan tugas secara mandiri atau berpasangan. 4. disamping itu belajar kelompok juga berguna untuk menumbuhkan kemampuan bekerja sama. Oleh karena itu. namun berbeda-beda kecepatannya. Tahap perhitungan nilai perkembangan individu Nilai perkembangan individu bertujuan untuk memberi kesempatan setiap kelompok untuk meraih prestasi maksimal dan melakukan yang terbaik bagi dirinya berdasarkan prestasi sebelumnya (nilai awal). . Setiap siswa tidak diijinkan untuk saling membantu satu sama lain selama mengerjakan tes. Tahap kegiatan kelompok Selama kegiatan kelompok. Dalam perkembangan kognitif yang lebih rendah. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) diberikan kepada setiap kelompok untuk dipelajari. guru bertindak sebagai fasilitator dan memonitor setiap kegiatan kelompok.materi yang disajikan. Dalam Suparno (1996) Pieget juga mengemukakan bahwa lingkungan sosial juga berpengaruh terhadap perkembangan pemikiran seseorang. Tahap hasil tes belajar Setiap akhir pembelajaran suatu pokok bahasan dilakukan tes secara mandiri untuk mengetahui tingkat pemahaman dan kemajuan belajar individu. Setiap siswa bertanggung jawab secara individual untuk mengerjakan materi tes. guru mengatur kegiatan kelas dalam kelompokkelompok kecil. pengaruh lingkungan sosial menjadi lebih berperan dengan teman dan berdiskusi bersama berpengaruh terhadap perkembangan pemikiran anak. Pieget juga mengemukakan bahwa seluruh siswa tumbuh dan melewati urutan perkembangan yang sama. dan dapat membantu teman yang kurang memahami materi. Setiap siswa diberi nilai awal berdasarkan nilai rata-rata siswa secara individual pada tes yang telah lalu atau nilai akhir siswa secara individual dari semester sebelumnya. bukan sekedar diisi dan diserahkan kembali.

Timbulkan rasa ingin tahu siswa dengan demonstrasi yang menimbulkan tekateki. 5) Beralih pada konsep yang lain jika siswa telah memahami pokok masalahnya. Pembelajaran kooperatif tipe STAD terdiri lima komponen utama. yaitu penyajian kelas. Tahap penghargaan kelompok Setelah melakukan tes dan perhitungan nilai perkembangan individu dilakukan perhitungan dengan cara menjumlahkan nilai individu setiap anggota kelompok dibagi dengan jumlah anggota. 4) Memberi penjelasan mengapa jawaban pertanyaan tersebut benar atau salah. Selain itu STAD juga terdiri dari siklus kegiatan pengajaran yang teratur. a) Pembukaan 1) Menyampaikan pada siswa apa yang hendak mereka pelajari dan mengapa hal itu penting. 3) Mengontrol pemahaman siswa sesering mungkin dengan memberikan pertanyaanpertanyaan. kuis. Pengajaran Tujuan utama dari pengajaran ini adalah guru menyajikan mat ri pelajaran sesuai dengan e yang direncanakan.5. belajar kelompok. bahwa belajar adalah memahami makna bukan hapalan. skor pengembangan dan penghargaan kelompok. 2) Guru dapat menyuruh siswa bekerja dalam kelompok untuk menemukan konsep atau merangsang keinginan mereka pada pelajaran tersebut. b) Pengembangan 1) Kembangkan materi pembelajaran sesuai dengan apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok. 3) Ulangi secara singkat ketrampilan atau informasi yang merupakan syarat mutlak. masalah kehidupan nyata. atau cara lain. c) Latihan Terbimbing . 2) Pembelajaran kooperatif menekankan. pengembangan dan latihan terbimbing dari keseluruhan pelajaran dengan penekanan dalam penyajian materi pelajaran. Setiap awal dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD selalu dimulai dengan penyajian kelas. Penyajian tersebut mencakup pembukaan. Berikut ini uraian selengkapnya dari pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD): 1.

Pastikan siswa mengerti bahwa lembar kegiatan tersebut untuk belajar tidak hanya untuk diisi dan diserahkan. yang . teman satu kelompok bertanggung jawab menjelaskannya. Jadi penting bagi siswa mempunyai lembar kegiatan untuk mengecek diri mereka dan teman teman sekelompok mereka pada saat mereka belajar. masing-masing siswa harus mengerjakan soal sendiri dan kemudian dicocokkan dengan temannya. maka mereka lebih sering bertanya dan kemudian antara teman saling bergantian memegang lembar kegiatan dan berusaha menjawab pertanyaan itu. guru juga perlu memberikan bantuan dengan cara menjelaskan perintah. mereview konsep atau menjawab pertanyaan. 6) Sementara siswa bekerja dalam kelompok. 5) Tekankan pada siswa bahwa mereka belum selesai belajar sampai mereka yakin teman teman satu kelompok dapat mencapai nilai sampai 100 pada kuis. 4) Serahkan pada siswa untuk bekerja sama dalam pasangan. 2) Memanggil siswa secara acak untuk menjawab atau menyelesaikan soal. 2) Berilah waktu lebih kurang 10 menit untuk memilih nama kelompok. Hal ini bertujuan supaya semua siswa selalu mempersiapkan diri sebaik mungkin. Pada saat pertama kali guru menggunakan pembelajaran kooperatif. Jika salah satu tidak dapat mengerjakan suatu pertanyaan. Siswa diberi lembar kegiatan yang dapat digunakan untuk melatih ketrampilan yang sedang diajarkan untuk mengevaluasi diri mereka dan teman satu kelompok. 2. bertiga atau satu kelompok utuh. Belajar Kelompok Selama belajar kelompok. 3) Bagikan lembar kegiatan siswa. guru berkeliling dalam kelas. Selanjutnya langkah-langkah yang dilakukan guru sebagai berikut : 1) Mintalah anggota kelompok memindahkan meja / bangku mereka bersama-sama dan pindah kemeja kelompok.1) Menyuruh semua siswa mengerjakan soal atas pertanyaan yang diberikan. mereka seharusnya menanyakan teman sekelompoknya sebelum bertanya guru. tugas anggota kelompok adalah menguasai materi yang diberikan guru dan membantu teman satu kelompok untuk menguasai materi tersebut. 3) Pemberian tugas kelas tidak boleh menyita waktu yang terlalu lama. Guru sebaiknya memuji kelompok yang semua anggotanya bekerja dengan baik. Sebaiknya siswa mengerjakan satu atau dua masalah (soal) dan langsung diberikan umpan balik. Ingatkan siswa jika mereka mempunyai pertanyaan. Jika siswa mengerjakan dengan jawaban pendek. tergantung pada tujuan yang sedang dipelajari. Jika mereka mengerjakan soal.

Langkah-langkah bagaimana mengantar siswa dalam STAD: a. 4. siswa mengerjakan tes atau kuis secara sendiri-sendiri. Hal ini bertujuan untuk menunjukkan apa saja yang telah diperoleh siswa selama belajar dalam kelompok. diikuti dengan langkah dimana siswa dibawah bimbingan guru bekerja bersama-sama untuk menyelesaikan LDS (Lembar Diskusi Siswa) atau tugas. Skor individu didapat dari nilai tes masing-masing siswa. . 2) Guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar. atau nilai akhir siswa secara individual b. Tahap pembelajaran 1) Guru menyampaikan informasi materi kepada siswa sesuai dengan TIK. Persiapan 1) Guru menentukan dan membatasi materi yang akan diberikan. Sedangkan skor tim didapat dari jumlah keseluruhan poin yang disumbangkan masing-masing anggota tim dibagi dengan jumlah anggota tim (Nur. masing-masing kelompok beranggotakan 4-5 orang. Evaluasi mandiri dan penghargaan kelompok Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran. c. 3. b) Menentukan jumlah kelompok. a) Meranking siswa berdasarkan prestasi akademik di dalam kelas. Setelah selesai guru memberikan skor individu dan skor tim yang kemudian diumumkan secara tertulis di papan pengumuman. 2) Menetapkan siswa dalam kelompok. Pemberian penghargaan kelompok berdasarkan pada rata-rata nilai perkembangan individu dalam kelompoknya. c) Membagi siswa dalam kelompok secara heterogen dalam kemampuannya.anggotanya duduk dalam kelompoknya untuk mendengarkan bagaimana anggota yang lain bekerja dan sebagainya. Kuis Kuis dikerjakan siswa secara mandiri. 3) Menentukan nilai dasar yang merupakan nilai rata-rata siswa pada tes yang telah lalu. Hasil kuis digunakan sebagai nilai perkembangan individu dan disumbangkan dalam nilai perkembangan kelompok. 2000 : 31-35). Penghargaan Kelompok Langkah pertama yang harus dilakukan pada kegiatan ini adalah menghitung nilai kelompok dan nilai perkembangan individu dan memberi sertifikat atau penghargaan kelompok yang lain.

Keuntungan jangka panjang yang dapat dipetik dari pembelajaran kooperatif menurut Nurhadi (2004:115-116) adalah sebagai berikut : a. f. begitu juga dengan cooperative learning. Metode pembelajaran kooperatif membantu siswa mempelajari isi materi pelajaran yang sedang dibahas. Sedangkan keuntungan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk jangka pendek menurut Soewarso (1998:22) sebagai berikut : a. Membangun persahabatan yang dapat berkelanjutan hingga masa dewasa. . jenis kelamin. 2) Rasa percaya diri siswa meningkat. Menurut Slavin dalam Hartati (1997:21) cooperative learning mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut: Kelebihan 1) Dapat mengembangkan prestasi siswa. Meningkatkan kegemaran berteman tanpa memandang perbedaan kemampuan. Meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial. Meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang dirasakan lebih baik. Meningkatkan rasa saling percaya kepada sesama manusia. dan orientasi tugas.Kebaikan dan Kelemahan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Setiap metode pembelajaran mempunyai kelebihan dan kekurangan. Meningkatkan kemampuan memandang amsalah dan situasi dari berbagai perspektif. perilaku sosial. Menghilangkan sifat mementingkan diri sendiri dan egois. dan pandangan-pandangan. informasi. j. Memungkinkan terbentuk dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen. 3) Strategi kooperatif memberikan perkembangkan yang berkesan pada hubungan interpersonal diantara anggota kelompok yang berbeda etnis. Memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap. baik hasil tes yang dibuat guru maupun tes baku. d. agama. etnis. keterampilan. siswa merasa lebih terkontrol untuk keberhasilan akademisnya. c. i. Berbagai keterampilan sosial yang diperlukan untuk memelihara hubungan saling membutuhkan dapat diajarkan dapat dipraktekkan. b. Memudahkan siswa melakukan penyesuaian. g. k. e. h. kelas sosial. normal atau cacat.

Pembelajaran kooperatif menjadikan siswa mampu belajar berdebat. Sampai saat ini metode pembelajaran kooperatif tipe STAD belum banyak diterapkan dalam dunia pendidikan kita. Banyak orang mempunyai kesan negatif mengenai kegiatan kerja sama atau belajar dalam kelompok. Menurut Lie (2002:22) bahwa alasan pengajar enggan menerapkan pembelajaran kooperatif di kelas yaitu : a. c. b. b. Apabila guru terlena tidak mengingatkan siswa agar selalu menggunakan keterampilanketerampilan kooperatif dalam kelompok maka dinamika kelompok akan tampak macet. dan mencatat hal-hal yang bermanfaat untuk kepentingan bersama-sama. Adanya anggota kelompok lain yang menghindari kemungkinan siswa mendapat nilai rendah. Siswa yang lambat berfikir dapat dibantu untuk menambah ilmu pengetahuan. maka seorang anggota akan cenderung menarik diri dan kurang aktif saat berdiskusi dan apabila .b. c. d. belajar mendengarkan pendapat orang lain. Banyak siswa tidak senang disuruh untuk kerja sama dengan yang lain. Siswa yang tekun juga merasa timnya yang kurang mampu hanya menumpang saja pada hasil jerih payah mereka. e. misalnya tiga. Siswa yang tekun merasa harus bekerja melebihi siswa yang lain dalam grup mereka. g. karena dalam tes lisan siswa dibantu oleh anggota kelompoknya. d. sedangkan siswa yang kurang mampu merasa minder ditempatkan dalam satu grup dengan siswa yang lebih pandai. Kekhawatiran bahwa akan terjadi kekacauan di kelas dan siswa tidak belajar jika mereka diterapkan dalam grup. Menurut Slavin dalam Hartati (1997 : 21) cooperative learning mempunyai kekurangan sebagai berikut: a. Pembentukan kelompok-kelompok kecil memudahkan guru untuk memonitor siswa dalam belajar bekerja sama. Pembelajaran kooperatif menghasilkan pencapaian belajar siswa yang tinggi menambah harga diri siswa dan memperbaiki hubungan dengan teman sebaya. Apabila jumlah kelompok tidak diperhatikan. f. yaitu kurang dari empat. Kebanyakan pengajar enggan untuk menerapkan sistem ini karena beberapa alasan. Hadiah atau penghargaan yang diberikan akan memberikan dorongan bagi siswa untuk mencapai hasil yang lebih tinggi. e.

id/gsdl/collect/skripsi/archives/HASH35d7/8e2e4251.com/2009/04/22/model-pembelajaran-stad-student-teamsachievement-division/ http://digilib. Apabila ketua kelompok tidak dapat mengatasi konflik-konflik yang timbul secara konstruktif. maka kerja kelompok akan kurang efektif.dir/doc.pdf http://eprints.ac.wordpress. c. Selanjutnya. serta penilaian terhadap individu dan kelompok dan pemberian hadiah menyulitkan bagi guru untuk melaksanakannya.ac._HENY_cl. menyebabkan siswa yang lambat berfikir tidak dapat berlatih belajar mandiri.unnes. sebaiknya dalam satu anggota kelompok ditugaskan untuk membaca bagian yang berlainan. adanya suatu ketergantungan. Kesimpulan yang dapat diambil dari uraian di atas bahwa untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dalam pelaksanaan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD.kelompok lebih dari lima maka kemungkinan ada yang tidak mendapatkan tugas sehingga hanya membonceng dalam penyelesaian tugas. Selain di atas. kelemahan-kelemahan lain yang mungkin terjadi menurut Soewarso (1998:23) adalah bahwa pembelajaran kooperatif bukanlah obat yang paling mujarab untuk memecahkan masalah yang timbul dalam kelompok kecil. sehingga mereka dapat berkumpul dan bertukar informasi.pdf . Dengan cara inilah maka setiap anggota merasa bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugasnya agar berhasil mencapai tujuan dengan baik Sumber: http://herdy07. pengajar mengevaluasi mereka mengenai seluruh bagian materi.id/1263/1/9. Dan juga penbelajaran koopertaif memerlukan waktu yang lama sehingga target mencapai kurikulum tidak dapat dipenuhi. tidak dapat menerapkan materi pelajaran secara cepat.ums.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful