PERSYARATAN DAN PEMERIKSAAN AIR MINUM

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Pengelolaan Sumber Daya Air

DISUSUN OLEH Aris Alfianto (2009710047) Ahmad Fayumi (2009710042) Afrilia Rahmah Fitri (2009710055) Prana Wildan Cahyadi (2009710053) Rahmawati (2009710036)

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN KESEHATAN PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JAKARTA 2011

penyediiaan air minum yang tidak memadai. . Untuk mencegah terjadinya diare. flouride dan aluminium. Unsur kimia yang biasa terkandung didalam air adalah mineral anorganik. Berbagai unsur kimia dapat ditemukan dalam air minum. krisis air minum dapat terjadi karena jumlah penduduk yang terlalu banyak. Oleh karena itu. namun dapat menyebabkan gangguan kesehatan jika jumlahnya berlebihan melampaui jumlah yang dibutuhkan. dilaporkan sekitar 400 anak di bawah 5 tahun meninggal setiap jam di negara berkembang akibat penyakit diare yang ditularkan melalui air ( waterborne diarrheal disease).EXECUTIVE SUMMARY Di beberapa negara terutama negara berkembang. bahan dari industri. merugikan kesehatan. atau menyebabkan keluhan apabila dikonsumsi dalam jumlah tertentu. Populasi negara berkembang biasanya menduduki peringkat bawah dalam indeks kesehatan termasuk penyediaan air minum dibandingkan dengan negara maju. antiseptik dan lain-lain. dan pencemaran sumber air. yaitu diare yang disebabkan berbagai mikroba atau virus patogen dalam makanan dan minuman. air minum yang dikonsumsi harus bebas dari mikroba. Mineral tersebut dalam jumlah tertentu dibutuhkan oleh tubuh manusia sebagai sumber mineral untuk membantu memelihara kesehatan. seperti zat besi. Unsur kimia tersebut dapat berupa bahan organik ataupun anorganik. Umumnya didalam air terdapat berbagai unsur kimia. baik unsur yang bermanfaat. Selain itu. kemampuan menyediakan air minum yang aman untuk kebutuhan hidup manusia merupakan syarat yang mendasar. seng. Kurang lebih setengah penduduk di negara berkembang menderita satu atau lebih dari enam penyakit utama yang berkaitan dengan kualitas air minum atau sanitasi. Bahan yang merugikan kesehatan tersebut dapat berasal dari berbagai sumber seperti dari pestisida.

Selandia Baru dengan Drinking-water Standards for New Zealand 2005 (DWSNZ). Di berbagai negara. Untuk menjamin tersedianya kualitas air yang memenuhi persyaratan tersebut. KMD (Kadar Maksimum yang Diperbolehkan)untuk persyaratan air minum ditetapkan berdasarkan Permenkes Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010. yang terdiri dari KMD fisik. Persyaratan air minum ini dapat berbeda antarnegara karena tergantung pada kemampuan masing-masing negara untuk menyediakan air minum yang aman. mikrobiologi. kimia. dan radioaktif. pemerintah menentukan persyaratan air minum. Australia dengan menetapkan Australian Drinking Water Guidelines (ADGW). Air minum yang aman untuk dikonsumsi harus meliputi semua persyaratan kualitas air minum. Perancis dengan ketentuan Water Quality Control The French Ministry of Health. yang meliputi persyaratan fisik. tetapi hanya merekomendasikan panduan (guidelines) mutu air minum. Agar air dapat diminum. dan radioaktif dalam air minum. Berbagai negara telah menentukan persyaratan air minum di negara masingmasing. berbagai upaya telah .Berbagai unsur radioaktif juga dapat mencemari air minum. Indikator untuk menentukan ada tidaknya kontaminasi oleh zat radioaktif adalah aktifitas sinar alpa dan beta serta unsur radon. World Health Organization (WHO) tidak menetapkan standar kualitas air minum. Di Indonesia. harus memenuhi persyaratan kualitas air minum (kriteria mutu air minum). Upaya penyehatan air bertujuan untuk menjamin tersedianya air minum ataupun air bersih yang memenuhi persyaratan kesehatan bagi seluruh masyarakat baik perkotaan maupun pedesaan. kimiawi. Beberapa contoh negara yang sudah menetapkan ketentuan tentang air minum antara lain Amerika Serikat dengan ketentuan United States Environmental Protection Agency (USEPA). Pada standar tersebut ditentukan KMD determinan/unsur. (lihat lampiran 1) Dalam Undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan pada pasal 22 ayat 23 mengatakan bahwa Penyehatan Air meliputi pengamanan dan penetapan kualitas air untuk berbagai kebutuhan hidup manusia. mikrobiologi.

Salah satu aspek yang sangat esensial untuk terjaminnya kualitas air yang memenuhi persyaratan tersebut adalah tersedianya suatu perangkat yang dapat mengatur dan mengawasi pihak yang memproduksi air dan pihak konsumen. beberapa Dati II di Indonesia telah mengembangkan dan membuat peraturan Daerah tentang pengawasan kualitas air di Dati II masing-masing. Melihat kondisi yang demikian. sedangkan daerah lainnya masih belum mempunyai peraturan dimaksud. Sejauh ini. sebagian telah berjalan dengan cukup baik sisanya masih berupa SK kepala Daerah. Departemen Kesehatan RI dalam hal ini Direktorat Jenderal PPM & PLP penyusun suatu pedoman teknis yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah sebagai acuan untuk menyusun Peraturan Daerah tentang pengawasan kualitas air di Dati II masing-masing. upaya pengawasan kualitas air dan penyuluhan–penyuluhan mengenai hubungan kesehatan dengan tersedianya air yang memenuhi persyaratan kesehatan. . yang meliputi hak.dilaksanakan oleh pemerintah maupun masyarakat. kewajiban dan tanggung jawab masing-masing demi terjaminnya kuantitas dan kualitas air. seperti pembangunan dan perbaikan sarana air bersih/air minum.

Kebutuhan air minum setiap orang bervariasi dari 2. Tetapi. syarat-syarat air minum adalah tidak berasa. 2003). kadar air tubuh manusia mencapai 68 persen dan untuk tetap hidup air dalam tubuh tersebut harus dipertahankan. Seperti diketahui. dan tidak mengandung logam berat. Walaupun bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100o C. Menurut Departemen Kesehatan. PENDAHULUAN A.I. 2006). air minum harus memenuhi persyaratan fisik. agar tetap sehat. makin lama harga air minum dalam kemasan terasa mahal dan hanya dapat dijangkau oleh golongan ekonomi menengah ke atas. Harga yang ditawarkan air minum isi ulang dapat lebih murah lantaran tidak memerlukan biaya pengiriman dan pengemasan (Widiarto dan Toto. tidak dapat dihilangkan dengan cara ini (Suprihatin. Latar Belakang Air minum merupakan kebutuhan manusia paling penting. . Namun. tidak berwarna. tergantung pada berat badan dan aktivitasnya. Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia. 1996). maupun bakteriologis (Suriawiria. Celah ini menjadikan bisnis air minum isi ulang memiliki mangsa pasar sendiri.8 liter per hari. banyak zat berbahaya.1 liter hingga 2. Air minum adalah air yang digunakan untuk konsumsi manusia. terutama logam. Lambat laun perkembangan air minum dalam kemasan berkembang pesat. Untuk pertama kalinya Indonesia memproduksi air minum dalam kemasan dengan merk “AQUA” pada tahun 1972. Maraknya bisnis baru ini tidak terlepas dari semakin mahalnya harga air minum kemasan terutama yang bermerek. kimia. terdapat resiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. tidak berbau.

Bakteri coliform dicurigai berasal dari tinja. Higienitas depot air minum isi ulang memang tidak dapat ditentukan. 1996). semakin tinggi pula risiko kehadiran bakteri-bakteri patogen lain yang biasa hidup dalam kotoran manusia dan hewan. Semakin tinggi tingkat kontaminasi bakteri coliform. bahan makanan ataupun bahan-bahan lain untuk keperluan manusia. tidak diharapkan dan bahkan sangat dihindari. jadilah kemudian bakteri ini sebagai indikator alami kehadiran materi fekal.Masyarakat atau pasar masih memiliki persepsi bahwa depot air minum isi ulang ini air bakunya adalah berasal dari sumber mata air pegunungan yang memenuhi syarat-syarat kesehatan. Dalam kenyataannya tidak demikian. Salah satu contoh bakteri patogen yang kemungkinan terdapat dalam air terkontaminasi kotoran manusia atau hewan berdarah panas adalah Shigella. jika pada suatu subtrat atau benda misalnya air minum didapatkan bakteri ini. 2004). Artinya. Mengingat bahwa air minum yang dijual pada depot air minum rawan pencemaran karena faktor lokasi. yaitu . agar tidak menyimpang dari kualitas baku mutu air minum yang sehat. penyajian dan pewadahan yang dilakukan secara terbuka dengan menggunakan wadah botol air minum kemasan isi ulang sehingga konsumen perlu mewaspadai hal tersebut. Tenaga yang mengoperasikan dan menangani hasil olahan yang tidak berperilaku bersih dan sehat dapat mencemari hasil olahan (Siswanto. air baku dapat diambil dari berbagai sumber. Selain kualitas peralatannya. DAMIU yang terdaftar dalam pengawasan Dinas Kesehatan Kota Surakarta terdapat 66 DAMIU. Setiap 1 bulan sekali diadakan pemeriksaan mikrobiologis untuk air minum isi ulang oleh Dinas Kesehatan Kota Surakarta. langsung ataupun tidak langsung air minum tersebut dicemari materi fekal (Suriawiria. kehadiran bakteri ini di dalam berbagai tempat mulai dari air minum. Oleh karena itu. Karena adanya hubungan antara tinja dan bakteri coliform. tergantung pula kemampuan dan ketaatan tenaga yang mengoperasikan peralatan tersebut termasuk sikap dan perilaku bersih dan sehatnya.

mikroba penyebab gejala diare. apakah sudah bener-benar sehat dan juga layak untuk kita konsumsi? 2.06 per 100 ml yang ada di Kecamatan Pasar Kliwon . 2004). demam. 492/Men. Bagaimana cara pemeriksaan air yang benar? C. yaitu : 1. Hasil penelitian Danandoyo (2005) menunjukkan bahwa empat dari 12 depot air minum isi ulang di Kota Surakarta terdapat coliform. kram perut. Apakah persyaratan air minum di Indonesia sudah sesuai dengan standar mutu air? 4. depot GS terdapat coliform 7. Bagaimana persyaratan kualitas air minum yang aman untuk dikonsumsi menurut Peraturan Menteri No.26 per 100 ml. B. kami dari kelompok 9 merumuskan beberapa permasalahan. ada beberapa hal yang akan di bahas yaitu untuk mengetahui air jernih yang kita lihat sehari-hari. maka dilakukan penelitian “Pemeriksaan Mikrobiologis Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Jebres Kota Surakarta”. Syarat-syarat apa saja yang perlu diketahui mengenai kualitas air tersebut baik secara fisik. kimia dan juga mikrobiologi? 3. yaitu depot AR terdapat coliform 7. dan muntah-muntah (Suprihatin. . Permasalahan Dari latar belakang yang ada. yang biasa kita minum. depot AA terdapat coliform 4.56 per 100 ml.Kes/Per/IV/2010? 5. Air jernih yang kita lihat sehari-hari. yang biasa kita minum. Tujuan Melihat permasalahan yang ada. dan depot RD terdapat coliform 2. Beranjak dari hasil penelitian tersebut.56 per 100 ml ketiganya berada Di Kecamatan Jebres.

Kes/Per/IV/2010. Mengetahui persyaratan air minum sesuai dengan standar mutu air. Dalam Undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan pada pasal 22 ayat 23 B. . Dengan terpenuhinya kebutuhan ini. tetapi hanya merekomendasikan panduan (guidelines) mutu air minum. KEPUSTAKAAN YANG MENUNJANG A.a. Permenkes Nomor 492/Menkes/Per/IV/2010 D. Mengetahui persyaratan kualitas air minum yang aman untuk dikonsumsi menurut Peraturan Menteri No. Mengetahui syarat-syarat apa saja yang perlu diketahui mengenai kualitas air baik secara fisik. II.1 Pengertian 1. World Health Organization (WHO) tidak menetapkan standar kualitas air minum. kimia dan juga mikrobiologi. Beberapa Hasil Penelitian II. maka seluruh proses metabolisme dalam tubuh manusia bisa berlangsung dengan lancar. Serta mengetahui cara pemeriksaan air yang benar.apakah sudah bener-benar sehat dan juga layak untuk kita konsumsi. C. Air Air adalah zat yang sangat dibutuhkan oleh manusia. 492/Men.1.

tidak mengandung mikroorganisme yang berbahaya. dan protein. seperti karbohidrat. jika kekurangan air. tubuh harus memperoleh dosis yang cukup setiap hari. Karena itu. Begitu pentingnya kebutuhan air. kata Nuri.b. . terdapat risiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya. yang pada tahapan lebih lanjut bisa menimbulkan kematian. air adalah esensial dan tidak bisa disintesakan. air memegang peranan yang sangat penting dan tidak tergantikan.'' kata Nuri. dan tidak mengandung logam berat. 1. Air minum adalah air yang melalui proses pengolahan ataupun tanpa proses pengolahan yang memenuhi syarat kesehatan dan dapat langsung di minum (Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 907 Tahun 2002) Walaupun air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia. Ia harus diperoleh dari luar tubuh. Tapi. tidak berwarna. ''Lemak bisa disintesakan dari karbohidrat. Dan itu tidak harus dari air minum.1. syarat-syarat air minum adalah tidak berasa. Yang disebut dua liter kadang disamakan dengan delapan gelas air minum. Ia melanjutkan. tidak berbau. maka proses metabolisme terganggu. lemak. Ini berbeda dengan senyawa lain. Akibatnya bisa terjadi dehidrasi.'' ungkapnya. Air Minum Air minum adalah air yang digunakan untuk konsumsi manusia. air tidak bisa disintesakan. Padahal itu adalah total cairan yang harus masuk ke dalam tubuh. Menurut ahli gizi dan makanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Menurut departemen kesehatan.Sebaliknya. ''Orang sering salah mempersepsikan hal ini. Makan buah semangka juga bisa mencukupi kebutuhan karena mengandung banyak air. Nuri Andarwulan PhD. komposisi tubuh manusia sebagian besar adalah air (cairan). yaitu sekitar 60 hingga 70 persen. Protein dan karbohidrat juga sama. Jumlah ideal yang harus dikonsumsi adalah dua liter per hari yang merupakan jumlah total cairan yang masuk ke dalam tubuh.

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air.Bakteri dapat dibunuh dengan memasak air hingga 100 °C.2 Persyaratan Air Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/Menkes/Sk/Vii/2002 Tentang Syarat-Syarat Dan Pengawasan Kualitas Air Minum Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Jika menyangkut persyaratan kualitas air baku air minum. Di dalam peraturan tersebut dimuat persyaratan air Bersih dapat ditinjau dari beberapa parameter. namun banyak zat berbahaya. yaitu: . maka dasar hukum yang dipergunakan adalah Permenkes tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air. KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN RI Nomor : 907/MENKES/SK/VII/2002 Tanggal : 29 Juli 2002 Untuk kepentingan masyarakat sehari-hari. terutama logam. 2.Bab II Ruang Lingkup Dan Persyaratan Pasal 2 Kesehatan air minum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi persyaratan bakteriologis. persediaan air harus memenuhi standar serta tidak membahayakan kesehatan manusia. Dasar hukum penyehatan air ini mengacu pada : 1. yang tidak dapat dihilangkan dengan cara ini. Saat ini terdapat krisis air minum di berbagai negara berkembang di dunia akibat jumlah penduduk yang terlalu banyak dan pencemaran air. radioaktif dan fisik. kimiawi. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 907/Menkes/SK/VII/2002 Tentang Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum. II.

Parameter fisika : Parameter fisika meliputi bau. Tidak Berbau : Air yang berbau dapat disebabkan proses penguraian bahan organik yang terdapat di dalam air. Sumber logam pada air dapat berasal dari Kegiatan Industri. rasa. 2. Disamping itu air yang keruh sulit didesinfeksi. pertambangan ataupun proses pelapukan secara alamiah. 3. atau karena korosi dari pipa penyalur . TDS : Total Dissolved Solid/TDS. Zat kimia anorganik dapat berupa logam. 5. Bila TDS bertambah maka kesadahan akan naik. Parameter Kimia : Parameter kimiawi dikelompokkan menjadi kimia organik dan kimia anorganik. karena mikroba patogen dapat terlindung oleh partikel tersebut (Slamet. Jernih : Air keruh adalah air mengandung partikel padat tersuspensi yang dapat berupa zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. warna dan jumlah zat padat terlarut. suhu. volatile organis chemicals (zat kimia organik mudah menguap) zat-zat berbahaya dan beracun maupun zat pengikat Oksigen. zat reaktif. 2. kekeruhan. 4. adalah bahan-bahan terlarut (diameter < 10 -6 -10 -3 mm) yang berupa senyawa-senyawa kimia dan bahan-bahan lain (Effendi. Kesadahan mengakibatkan terjadinya endapan/kerak pada sistem perpipaan. 1. 2007). zat-zat berbahaya dan beracun serta derajat keasaman (pH). suhu air minum idealnya ± 3 ºC dari suhu udara di atas atau di bawah suhu udara berarti mengandung zat-zat tertentu (misalnya fenol yang terlarut) atau sedang terjadi proses biokimia yang mengeluarkan atau menyerap energi air (Kusnaedi. Di Indonesia. 2002). 2002). 1. Tidak Berasa : Air yang tidak tawar mengindikasikan adanya zat-zat tertentu di dalam air tersebut. Zat kimia organik dapat berupa insektisida dan herbisida. Suhu : Air yang baik tidak boleh memiliki perbedaan suhu yang mencolok dengan udara sekitar (udara ambien).

Bahan kimia organik dalam air minum dapat dibedakan menjadi 3 kategori. Kategori 3 adalah bahan kimia yang dapat menyebabkan penyakit kronis tanpa ada fakta carcinogen. Data yang diperoleh bisa menjabarkan kekurangan. pemeriksaan air di lapangan b. II.air. . Kategori 1 adalah bahan kimia yang mungkin bersifat carcinogen bagi manusia. rasa. warna. 1991) : a. bau. pemeriksaan air di laboratorium Pemeriksaan air dilapangan dimaksudkan untuk mengadakan pemeriksaan air di lokasi dimana contoh air itu diambil. tanah atau sumber alamiah lainnya. Kategori 2 bahan kimia yang tidak bersifat carcinogen bagi manusia. Biasanya pemeriksaan air dilapangan dilakukan untuk parameter suhu.3 Pemeriksaan Air Didalam pemeriksaan air dikenal dua cara yaitu (Depkes RI. Pengamatan lapangan atau inspeksi sanitasi bermaksud memberi gambaran tentang serangkaian informasi dan tempat-tempat yang berpontensi mempunyai masalah. sedangkan yang lainnya dilaksanakan di laboratorium. Parameter mikrobiologi tersebut dipakai sebagai parameter untuk mencegah mikroba patogen dalam air minum. ketidakteraturan. Secara loboratoris total coliform digunakan sebagai indikator adanya pencemaran air bersih oleh tinja. Sedangkan fecal coliform (koliform tinja) digunakan sebagai indikator adanya pencemaran air bersih oleh tinja manusia atau hewan. Parameter Mikrobiologi : Indikator organisme yang dipakai sebagai parameter mikrobiologi digunakan bakteri koliform (indicator organism).

jaringan distribusi sampai dengan sambungan pelayanan rumah. (b) Sarana air bersih (sumur gali. instalasi pengolahan.) Inventarisasi seluruh sarana. sumur pompa tangan. Pemetaan. Pengamatan lapangan dengan pengisian formulir Inspeksi Sanitasi Hasil setiap pengamatan harus segera diolah dan dianalisis supaya dapat segera ditindak lanjuti/perbaikan kualitas. Air bersih disini kita kategorikan hanya untuk yang layak dikonsumsi. bukan layak untuk digunakan sebagai penunjang aktifitas seperti untuk MCK. III. PAH. KESIMPULAN Sebagai mana pembahasan di atas.kesalahan penanganan dan data penyimpangan yang mungkin mempengaruhi produksi dan distribusi. . dapat kita ketahui bahwa Air jernih yang kita lihat sehari-hari. apakah sudah bener-benar sehat dan juga layak untuk kita konsumsi. PMA. Langkah-langkah inspeksi sanitasi dilakukan pada : (a) Sistem perpipaan ( PDAM / BPAM / PAM Swata ) Pengamatan lapangan pada seluruh unit pengolahan air minum mulai dari sumber air baku. Inspeksi sanitasi dilaksanakan secara teratur waktunya ( rutin ) dan tepat guna. yang biasa kita minum. Dari mana kita tahu air tersebut memang bersih. Pengamatan lapangan/sarana (sesuai dengan formulir inspeksi sanitasi menurut jenis sarana air bersih). Mengutip Keputusan Menteri tentang Kesehatan Persyaratan Republik Kesehatan Indonesia Lingkungan Nomor Kerja 1405/menkes/sk/xi/2002 Perkantoran dan industri terdapat pengertian mengenai Air Bersih yaitu air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari dan kualitasnya memenuhi persyaratan kesehatan air bersih sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan dapat diminum apabila dimasak.

1.Karena standar air yang digunakan untuk konsumsi jelas lebih tinggi dari pada untuk keperluan selain dikonsumsi.Aman dan higienis.5 – 9. Seperti kita ketahui jika standar mutu air sudah diatas standar atau sesuai dengan standar tersebut maka yang terjadi adalah akan menentukan besar kecilnya investasi dalam pengadaan air bersih tersebut. penyediaan air harus memenuhi kuantitas dan kualitas. tipus. 173/Men. Tidak berbau apapun e. dan bakteri patogen penyebab penyakit. antara lain: a. Tidak mengandung zat-zat kimiawi yang berlebihan c. Suhu antara 10-250 C (sejuk) f. antara lain: a. kolera. Sehingga semakin jelek kualitas air semakin berat beban masyarakat untuk membayar harga jual air bersih. Syarat fisik. Tidak mengandung bahan kimiawi yang mengandung racun b. yaitu: . pH air antara 6. antara lain: Tidak mengandung kuman-kuman penyakit seperti disentri.Kes/Per/VII/1977. kimia dan juga mikrobiologi. Tidak meninggalkan endapan 2. Dalam penyediaan air bersih yang layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat banyak mengutip Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. baik instalasi penjernihan air dan biaya operasi serta pemeliharaannya. Tidak berasa apapun d. Syarat kimiawi. Air harus bersih dan tidak keruh b. .2 3. Ada beberapa persyaratan yang perlu diketahui mengenai kualitas air tersebut baik secara fisik. Tidak berwarna apapun c. Cukup yodium d. Syarat mikrobiologi.

biologis dan radiologis yaitu sebagai berikut: Parameter Air Bersih secara Fisika 1.. Gas-gas. Endapan 5. Warna 3. pH. Bakteri 2. deterjen. Parameter Air Bersih secara Biologi 1. fosfor. nitrogen. dll. 2. metan. Temperatur Parameter Air Bersih secara Kimia 1. protein.Tersedia dalam jumlah yang cukup. antara lain: hidrogen sulfida. Organik. . Konduktivitas atau daya hantar . fenol. Kekeruhan 2. Virus Parameter Air Bersih secara Radiologi 1. oksigen. operasi dan biaya. 3.belerang. Tumbuh-tumbuhan 4. antara lain: karbohidrat. Rasa & bau 4. Binatang 3. Parameter air yang penting ialah parameter fisik. . minyak/ lemak/gemuk. klorida.Harganya relatif murah atau terjangkau oleh sebagian besar masyarakat Parameter yang ada digunakan untuk metode dalam proses perlakuan. Protista 5. logam berat. Anorganik. pestisida. kimia.Baik dan layak minum. bahan-bahan beracun. antara lain: kesadahan.

Pesistivitas 3.2. . karena itu jadilah manusia yang selektif demi kesehatan dan juga keberlangsungan kita. PTT atau TDS (Kemampuan air bersih untuk menghantarkan arus listrik) Dengan standar tersebut maka air konsumsi yang kita gunakan akan aman bagi kesehatan kita.

.

Sentra Communication : Jakarta http://www.com/judul-skripsi-tugas-makalah/tugas-kuliah-lainnya/air-bersih http://persembahanku.id (Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 Tentang Pengembangan sistem penyediaan Air minum) http://one. dkk.pdf . AIR BAGI KESEHATAN. PENGAWASAN KUALITAS AIR.wordpress.presidenri. Budi Iman. 2011. 1977.DAFTAR PUSTAKA Zuhri.indoskripsi. Sofyan. JAKARTA Santoso. Surakarta DIREKTORAT JENDERAL PPM & PLP DEPARTEMEN KESEHATAN.go. PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGIS AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA.com/2007/03/kepmenkes_no_907_2002__kualita s_air_minum_.files. 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful