MENGUKUR STANDAR DEVIASI

Dalam perbincangan sebelumnya kita banyak mengulas tentang fakta dan kecenderungan sentral, yang kemudian memperbincangkan proses variabilitas. Dalam konteks ini kita akan memperbincangkan posisi suatu fakta dari titik tengah. Dengan mengetahui fakta ini, maka akan memungkinkan kita melakukan instropeksi diri, dalam konteks hubungan antar aktor atau kelompok dalam masyarakat. Kita akan bisa mengetahui apakah kita itu kompetitif ataukah kita pecundang. Kalau kita kompetitif sejauh apa competitiveness-nya, dan kalau kita pecundang dalam titik seperti apakah posisi kita. Apakah kita masih mungkin bangkit, ataukah kita sudah tak punya harapan. Lebih dari itu, dengan mengetahui posisi maka kita akan bisa merencanakan proses konversi kita dalam sistem. Kita juga akan bisa menghitung upaya apa yang harus kita lakukan agar kita bisa melakukan mobilitas vertikal, sehingga memungkinkan perubahan status. Dalam konteks sosiologis, perubahan status ini bisa dipastikan juga akan diikuti dengan perubahan peran yang akan dijalankannya. Bagi fihak yang sudah kompetitif, maka proses ini juga bermanfaat untuk mempertahankan posisinya agar tidak mengalami degradasi status. Ini perlu agar fihak yang sudah kompetitif tidak mengalami sindrom arogan, dan melalaikan tugastugas dan tindakan-tindakan kreatif. Untuk mengukur posisi dari titik tengah, dikenalkan dalam statistik dengan dua bentuk model, 1) Ukuran dalam model mean deviasi, model ini lebih menekankan pengukuran berdasarkan jarak dari titik sentral dengan tidak memperhitungkan posisi di atas maupun dibawah titik tengah. Atau dalam statistik, Mean deviasi tidak berbicara tentang simpangan dalam artian yang riil, yakni terdapatnya simpangan postif maupun negatif. Mean deviasi mengasumsikan simpangan dalam bentuk simpangan positif semua. 2) Standar deviasi, berbeda dengan mean deviasi, standar deviasi mencoba melakukan pengukuran secara proporsional. Kalau mean deviasi simpangannya dalam bentuk simpangan positif, maka standar deviasi memilah dalam dua

yang sudah dalam bentuk kurva normal. Untuk lebih jelasnya marilah kita perhatikan diagram mean deviasi dan standar deviasi. Mean Gambar untuk Mean Deviasi adalah sebagai berikut: 3 Md 2 Md 1 Md 1 Md 2 Md 3Md Mean Sedangkan gambar untuk Standar Deviasi sebagai berikut: .simpangan. Kalau dalam proses pembagian klasifikasi untuk menentukan posisi strategis kita mempergunakan analisis berbasis tendensi sentral dalam bentuk median. maka dalam Mean deviasi maupun standar deviasi kita akan mempergunakan ukuran tendensi sentral berbasis mean. Simpangan di atas mean ditandai dengan simpangan positif dan simpangan di bawah mean ditandai dengan simpangan negatif.

Misal dalam konteks indeks representasi kepentingan masyarakat regim otoriterisme menempati posisi kelas yang paling paling rendah. proses mobilitas vertikal merupakan sesuatu yang harus direncanakan. atau diukur tingkat keterbukaan suatu regim terhadap aspirasi masyarakat. Demikian pula dalam kasus posisi ekonomi negara dunia.000 US $ dan khususnya negara-negara ini terletak di benua Eropa. baru regim militerisme. Bagi para penggagas demokrasi di negara otoriter kalau hendak menjalankan proses transisi demokrasi mau tidak mau harus merencanakan segala sesuatu secara matang. Seperti dalam interaksi ekonomi dan politik internasional negara-negara di dunia selama ini diklasifikasikan dalam beberapa kelas. Negara Sedang Berkembang dengan pendapatan perkapita antara 1. Misal pola demokrasi seringkali diukur dari tingkat representasi kepentingan rakyat dalam politik. Negara dengan pendapatan perkapita antara 10.000 US$.000 US $ sampai 15. Negara Maju. Di sinilah seorang analisis maupun praktisi perlu mempelajari logika standar deviasi secara lebih cermat agar bisa membuat urutan langkah yang logik sekaligus visioner.. dan kemudian demokrasi. otoriterisme. Antar isme ini menunjukkan pola-pola khas yang bisa diukur. Dan negara miskin (terbelakang) adalah negara dengan pendapatan perkapita kurang dari 1000 US$.000 US$ sampai 10. negara yang termasuk dalam kelas ini adalah negara-negara dengan pendapatan perkapita lebih dari 15. Negara Berkembang dengan pendapatan perkapita antara 5. Dalam konteks indikator ini kita bisa membuat jenjang klasifikasi dalam angka index. baru kemudian diproses . militerisme.000 US$. Lantas bagaimana proses mencari standar deviasi ? Pada prinsipnya mencari standar deviasi hampirlah mirip dengan proses mencari mean.000 US$. dikenalkan dengan issue-issue demokrasi. Pertama ada yang disebut sebagai negara sangat maju. Atau dalam studi politik internasional.3 Sd -2Sd -1Sd +1Sd +2Sd +3Sd Mean Dengan gambar ini kita bisa melakukan analisis-analisis perencanaan yang menarik dalam hubungan internasional.000 US$ sampai 5.

60 61 .90 91 – 100 101 – 110 111 – 120 121 – 130 131 – 140 FREKUENSI 6 10 13 8 14 37 14 14 5 Misal diasumsikan bahwa kelas setiap tabel mencerminkan indeks negara-negara Asia dalam menghadapi krisis. Sehingga rumus dari standar deviasi adalah sebagai berikut: SD = √ ∑F. Baru kemudian dari perolehan tersebut diakarkan.80 81 .70 71 . kemudian dibagi dengan banyak data. . Indeks (fiktif) Kekuatan Nasional Negara-Negara Asia Untuk Keluar dari Krisis KELAS 51 .x”2 ---------n F = Merupakan frekuensi setiap kelas X”= Merupakan simpangan titik tengah setiap kelas dari mean yang kemudian dikuadratkan N = Merupakan banyak data Untuk aplikasi lebih jauh marilah kita perhatikan contoh sajian data sebagai berikut yang akan kita olah dalam analisis standar deviasi.kembali dalam bentuk simpangan yang dikuadrat. Jadi komponen yang perlu dicari adalah jumlah simpangan mean yang setiap simpangan dikuadratkan.

5 125.Kelas pertama mewakili index negara Birma Kelas kedua mewakili index negara Pakistan Kelas Ketiga mewakili index negara Indonesia Kelas keempat mewakili index negara India Kelas kelima mewakili index negara Filipina Kelas keenam mewakili index negara Thailand Kelas ketujuh mewakili index negara RRC Kelas kedelapan mewakili index negara Malaysia Kelas kesembillan mewakili index negara Singapura Dari tabel diatas maka harus dimodifikasi I sebagai berikut: Indeks (fiktif) Kekuatan Nasional Negara-Negara Asia Untuk Keluar dari Krisis Kelas 51-60 61-70 71-80 81-90 91-100 101-110 111-120 121-130 131-140 X’ 55.x’ 333 655 981.5 95.5 684 1337 3903.5 115.5 1617 1757 677.5 Negara Birma Pakistan Indonesia India Filipina Thailand RRC Malaysia Singapura Dari tabel di atas maka kita bisa merumuskan untuk mencari meannya sebagai berikut: .5 85.5 F 6 10 13 8 14 37 14 14 5 121 F.5 65.945.5 105.5 11.5 135.5 75.

7 Pakistan 539.5 X” -43.22 -3.9 Birma 1103.9 11.6 +26.9 7.9 121 11.763.040.9 53.5 1617 1757 677.22 -33.242.8 10.207.22 -23.945.398.78 X”2 F.78 717.700.X’ ------n M = 11.5 ---------121 M = 98.5 37 115.5 14 125.5 85.945.x’ 333 655 981.8 6.x”2 ---------n SD = √ 53.4 45.9 3.009.5 14 135.2 10.78 281.M = ∑ F.2 174.72 Setelah kita menemukan angka meannya maka kita bisa memodifikasi tabel tersebut untuk mencari skore Standar Deviasinya.9 Indonesia India Filipina Thailand RRC 105.242.x”2 Negara 1867.5 684 1337 3903.78 1352.22 +6.5 5 +16.2 1.4 Malaysia Singapura +36. Sehingga akan menghasilkan tabel sebagai berikut: Dari tabel diatas maka harus dimodifikasi II sebagai berikut: Indeks (fiktif) Kekuatan Nasional Negara-Negara Asia Untuk Keluar dari Krisis Kelas 51-60 61-70 71-80 81-90 91-100 101-110 111-120 121-130 131-140 X’ 55.5 95.6 11.941.2 1.5 Sehingga dari tabel di atas kita bisa mencari skore standar deviasi sebagai berikut: SD = √ ∑F.2 145.5 F 6 10 13 8 14 F.5 65.035.22 -13.9 ---------- .5 75.

Indonesia.78 77.69 140.6 161.75 98. Pakistan dan Thailand keluar dari krisis. Sedangkan negara yang sudah keluar dari krisis meliputi: Thailand.3 Sd 35.97 Guna memudahkan dalam proses analisis maka kita bisa buatkan posisi negara Asia dalam menghadapi krisis. Pakistan dan Thailand harus melakukan mobilitas. Malaysia. bagaimana pula jika ketiga negara ini menghendaki posisi bergeser menuju posisi Singapura dalam kurva standar deviasinya ? Jawaban sederhananya adalah Indonesia. India.81 -2Sd -1Sd +1Sd +2Sd +3Sd 56. Dalam rumusan matematik mobilitas yang harus dilakukan oleh negara-negara tersebut adalah sebagai berikut: Indonesia membutuhkan 4 SD untuk menuju SD seperti Singapura Pakistan membutuhkan 4 SD untuk menuju SD seperti Singapura India membutuhkan 3 SD untuk menuju SD seperti Singapura . RRC. Negara-negara yang masih dilanda krisis meliputi: Filipina. maka kita bisa menarik beberapa kesimpulan posisi negara-negara Asia terhadap krisis: 1). di mana mengasumsikan bahwa Mean merupakan ukuran suatu negara keluar dari krisis atau masih dilanda krisis. .121 SD = √440. dan Singapura Bagaimana agar Indonesia. sehingga angka Standar deviasinya diatas angka 98.02 SD = 20.63 Mean Dari kurva normal di atas.72 119.72. Pakistan dan Birma 2).

Dari sini maka kita bisa menghitung secara matematika sederhana beberapa Indikator SD tersebut. Pemberantasan Korupsi 5% 4. Misal 1 standar deviasi merepresentasikan indikator sebagai berikut: 1.78 77.72 119. 2 Tahun berjalan Dengan angka indikator ini kita bisa mengolah lebih jauh usaha-usaha yang harus dilakukan 3 negara di atas jika ingin keluar dari krisis dan menempati posisi seperti Singapura adalah sebagai berikut. dalam hal ini kita break-down dalam bentuk indikator.63 Mean Dari kurva ini terlihat bahwa Pakistan dan Indonesia pada ruang standar deviasi yang sama yakni di –2SD. Seperti yang sudah dikemukakan di depan untuk mencapai SD dari Singapura yang berada pada +3SD maka Indonesia dan Pakistan harus merencanakan mobilitas sebesar 4 SD. Bantuan internasional sebesar 100 Juta US$ 2.81 -2Sd -1Sd +1Sd +2Sd +3Sd 56. Sebelum membahas strategi perencanaan marilah kita lihat posisi 3 negara tersebut dalam kurva normal standar deviasi: India Pakistan Indonesia Singapura .75 98. Indonesia dan Pakistan dalam hal ini harus melakukan upaya-upaya berikut: .3 Sd 35. sedangkan India berada di ruang –1SD. sedangkan India jauh lebih sedikit yakni 3 Sd saja. Pembentukan Good Governance 5% 5. Laju Pertumbuhan Ekonomi 3% 3.Secara matamatik pula kita harus memerinci indeks standar deviasi tersebut dalam konteks yang lebih operasional.69 140.6 161.

hal ini diperoleh dari 1 SD seharga 100 juta US$. Berapa lama yang dibutuhkan agar Indonesia mencapai posisi seperti Singapura. sehingga ruang koropsi harus ditekan sedemikian rupa. 2. sedangkan Indonesia dan Pakistan membutuhkan 4 SD. Bagaimana dengan kasus India ? India harus melaksanakan program: 1. 5. Secara internal Indonesia harus serius memanfaatkan bantuan internasional tersebut secara baik. angka ini diperoleh dari 1 SD setara dengan 5% pembentukan good governance.1. 4. hal ini diperoleh dari 1 SD seharga 100 juta US$. Hal ini di peroleh dari 1 SD dalam indikator pertumbuhan ekonomi setara dengan 2%. Indonesia dan Pakistan dengan bantuan internasional tersebut harus menggenjot pertumbuhan ekonomi sebesar 8%. sedangkan Indonesia dan Pakistan membutuhkan 4SD 3. Dalam hal ini Indonesia dan pakistan harus memberantas koropsi sampai angka 20%. Dari ketiga indikator tersebut maka langkah terakhir yang sudah terakumulasi sebelumnya yakni proses pembentukan good governance sebesar 20%. Hal ini di peroleh dari 1 SD dalam indikator pertumbuhan ekonomi setara dengan 2%. maka minimal Indonesia dan Pakistan harus bersungguhsungguh selama kurun waktu 8 tahun merencanakan sekaligus mengimplementasikan program-programnya. Dalam hal ini India harus memberantas koropsi sampai angka 15%. . hal ini diperoleh bahwa 1 SD setara dengan pemberantasan koropsi sebesar 5%. hal ini diperoleh bahwa 1 SD setara dengan pemberantasan koropsi sebesar 5%. sedangkan India membutuhkan 3 SD. Mencari dan senantiasa terus melobi agar mendapat bantuan internasional sebesar 400 juta US$. India dengan bantuan internasional tersebut harus menggenjot pertumbuhan ekonomi sebesar 6%. Secara internal India harus serius memanfaatkan bantuan internasional tersebut secara baik. Kalau 1 SD setara dengan 2 tahun. Mencari dan senantiasa terus melobi agar mendapat bantuan internasional sebesar 300 juta US$. sehingga ruang koropsi harus ditekan sedemikian rupa. 2. sedangkan Indsi membutuhkan 3SD 3.

Berapa lama yang dibutuhkan agar India mencapai posisi seperti Singapura. Dari ketiga indikator tersebut maka langkah terakhir yang sudah terakumulasi sebelumnya yakni proses pembentukan good governance sebesar 15%.4. angka ini diperoleh dari 1 SD setara dengan 5% pembentukan good governance. maka minimal India harus bersungguh-sungguh selama kurun waktu 6 tahun merencanakan sekaligus mengimplementasikan programprogramnya untuk menggejar ketertinggalannya dari Singapura Dari sini kita bisa menggulas dan mengolah lebih jauh dari fakta ekonomi internasional dengan menggunakan statistik. . 6. Kalau 1 SD setara dengan 2 tahun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful