Analisa Profitabilitas Usaha Tepung Lidah Buaya

Mata Kuliah Manajemen BIsnis Hortikultura

Di Susun Oleh: Akhmad Muzaki 108092000032 Agribisnis 6

Tetapi industry pangan juga sudah banyak yang mengolah lidah buaya (Aloe vera) menjadi berbagai macam makanan dan minuman. kuinon. enzim. kunyit. Kandungan senyawa kimia yang terdapat di dalamnya. Mulai dari tanaman pangan. hormon dan senyawa lainnya seperti saponin. Bahkan di daerah Kalimantan tanaman ini sangat baik pertumbuhannya. perkebunan. protein dan biogenik simulator. amilase.BAB I PENDAHULUAN 1. Akan tetapi semenjak perkembangan IPTEK di dunia. hingga tanaman obat sekalipun. Lidah buaya (Aloe vera) memang banyak digunakan dalam dunia farmasi dan kosmetik. Hal ini didasarkan pada faleta bahwa khasiat lidah buaya sebagai bahan baku kosmetik disebabkan karena adanya bahan aktif yang mempunyai khasiat farmakologis. Ketika lidah buaya (Aloe vera) dibutuhkan oleh . sayur. Akan tetapi lidah buaya (Aloe vera) dapat mudah tumbuh di Indonesia dengan berbagai criteria tanah yang dimiliki oleh Indonesia. lemak. rempah-rempah dan masih banyak lagi tanaman obat yang berada di Indonesia. Tepatnya berada di negara Ethiopia. karbohidrat. Lidah buaya (Aloe vera) merupakan salah satu tanaman obat yang banyak digunakan dalam industri farmasi dan terutama dalam dunia kosmetik. Lidah buaya (Aloe vera) merupakan tanaman asli dari Afrika. Dan salah satunya adalah lidah buaya (Aloe vera). banyak di usahakan penelitianpenelitian di bidang pertanian yang mempunyai tujuan untuk mengembangkan dunia tanaman. Sehingga banyak di daerah Kalimantan dijadikan tempat budidaya tanaman lidah buaya (Aloe vera). lignin dan golongan enzim yaitu enzim sellulase. vitamin. Latar Belakang Usaha Tepung Lidah Buaya Indonesia telah dikenal sejak dulu sebagai negara yang kaya akan hasil pertaniannya. Indonesia memang kaya akan tanaman obat seperti jahe. mineral. an tara lain asam amino. air. antrakuinon. Hal itu terbukti dengan banyaknya negara-negara eropa yang datang ke Indonesia untuk mencari rempah-rempah yang mereka gunakan sebagai bahan-bahan untuk obat penyakit dan sebagai penghangat badan. banyak tanaman-tanaman yang keluar dan masuk di Indonesia.

yaitu kandungan nutrisinya tidak mudah rusak serta memudahkan dalam penyimpanan dan transportasi. berwarna hijau keabu-abuan dan bagian permukaannya berlapis lilin. Tepung lidah buaya sendiri lebih banyak dipilih para industry kosmetik dan farmasi karena tepung lidah buaya lebih tahan lama ketika akan digunakan serta lebih mudah dalam penggunaannya. Hal itu karena dapat mempermudah dalam memanfaatkan lidah buaya dalam pembuatan obat ataupun alat-alat kosmetik. Bagian atas daun rata . Dalam hal ini perJu diformulasikan estimasi harga yang merupakan kesepakatan (win win solution) antara petani dan industri yang saling menguntungkan. Lidah buaya (Aloe vera) \dalam bentuk tepung mempunyai beberapa keuntungan dari pada bentuk gel. Dengan adanya kepastian pasar dan harga daun lidah buaya segar maka petani lidah buaya dapat dilindungi dari turunnya harga jual daun lidah buaya yang merugikan. Hal ini tentunya dapat menghindarkan terjadinya kelebihan produksi bahan baku yang kemungkinan dapat menyebabkan jatuhnya harga lidah buaya segar di pasaran. lebih banyak digunakan tidak dalam bentuk yang masih pelepah segar. Tepung lidah buaya lebih di utamakan untuk industry kosmetik dan industry farmasi. Rasio bahan baku dan tepung yang dihasilkan 150:1 atau 150 kg daun menghasilkan 1 kg tepung. Lidah buaya memiliki batang yang berserat atau berkayu. Identifikasi Produk dan Bahan Baku Tepung lidah buaya (Aloe vera powder) merupakan produk olahan yang terbuat dari tanaman lidah buaya. 2. Daun lidah buaya berbentuk tombak dengan helaian memanjang berdaging tebal. serta tidak tertampungnya hasil panen petani lidah buaya. Akan tetapi sudah dalam bentuk olahannya seperti gel ataupun tepung. Tanaman lidah buaya terdiri dari beberapa bagian. yaitu batang. bunga dan akar. Bahan baku sendiri dari tepung lidah buaya adalah tanaman lidah buaya. Daunnya bersifat sukulen. getah atau lendir yang mendominasi daun.farmasi dan kosmetik. Pada umumnya sangat pendek dan hampir tidak terlihat karena tertutup oleh daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. daun (pelepah). yakni mengandung air. berdirinya usaha tepung lidah buaya menuntut ketersediaan bahan baku dalam jumlah besar. Dengan demikian. tidak bertulang. Tetapi ada beberapa spesies yang berbentuk pohon dengan ketinggian 3 ± 5 m yang banyak dijumpai di gurun Afrika Utara dan Amerika.

67 % sehingga bahan baku yang dibutuhkan mencukupi pelaksanaan produksi tepung dan tepung kulit lidah buaya selama satu tahun adalah sebanyak 5400 ton pelepah lidah buaya. Permintaan tepung lidah buaya dari luar negeri mencapai 110. Berwarna kuning sampai oranye. Bagian terakhir dari lidah buaya adalah akar. yaitu permintaan pasar dan ketersediaan bahan baku. tersusun sedikit berjuntai melingkari ujung tangkai yang menjulang ke atas sepanjang 50 ± 100 cm.8 ton/tahun.dan bagian bawahnya membulat (cembung). Lidah buaya memiliki sistem perakaran yang pendek dengan akar serabut. Kapasitas produksi maksimum usaha tepung lidah buaya yang direncanakan dalam usaha ini adalah 36 ton/tahun atau 3 ton/bulan atau 120 kg/hari tepung lidah buaya dan 90 ton/tahun tepung kulit lidah buaya sebagai hasil samping. Permintaan dan Ketersediaan Produk Kapasitas produksi usaha tepung lidah buaya dipengaruhi oleh dua faktor utama.8 ton/tahun dan kebutuhannya telah tercukupi oleh produksi lokal sebanyak 5-10 ton/tahun. Permintaan tepung lidah buaya didalam negeri mencapai 28. Bagian lain dari lidah buaya adalah bunga.8 ton/tahun (data dari PT. Panjangnya bisa mencapai 30 ± 40 cm. Taksonominya tanaman lidah buaya adalah sebagai berikut : Dunia : Plantae Divisi : Spermatophyta Kelas : Monocotyledoneae Bangsa : Liliflorae Suku : Liliaceae Marga : Aloe Spesies: Aloe barbadensis Miller 3. Rendemen tepung lidah buaya adalah sebesar 0. Bunga lidah buaya berbentuk terompet atau tabung kecil dengan panjang 2 ± 3 cm . Permintaan pasar untuk produksi tepung lidah buaya didapatkan dari pencarian data dari berbagai industri pemakai tepung lidah buaya khususnya industri kosmetika yang saat ini kebutuhannya masih dipenuhi dengan pelaksanaan impor. sehingga masih terdapat impor sekitar 18. Aloe Nusantara Utama). .

Dan untuk memenuhi permintaan tepung lidah buaya yang direncanakan akan mencapai 5400 ton dalam satu tahun itu smaka usaha ini mencoba membuka kemitraan dengan petani lidah buaya yang berada di Indonesia. Dengan banyaknya permintaan konsumen yang dalam hal ini adalah perusahaan kosmetik dan perusahaan farmasi baik perusahaan lokal dan luar negeri membuat harga dari tepung lidah buaya menjadi sangat mahal. . Industry lokal maupun luar negeri banyak yang membutuhkan tepung lidah buaya untuk menjalankan industry mereka. Harga tepung lidah buaya di pasar lokal maupun pasar internasional berkisar antara Rp 400. 4. ketika alam baik dan mendukung maka kebutuhan bahan baku lidah buaya dari petani pasti akan terpenuhi. Selain itu juga dalam menjalankan usaha ini. Akan tetapi pengusaha mencoba membuka lahan budidaya sendiri untuk mngantisipasi terjadinya sesuatu hal yang dapat menjadikan bahan baku kurang. Aloe Nusantara Utama).000 tergantung dari kualitas dan mutu dari tepung lidah buaya tersebut. Bahkan industry kosmetik dan farmasi luar negeri seperti Jepang dan Cina rata-rata membutuhkan tepung lidah buaya sebanyak 50 hingga 100 ton dalam setahun (data PT. Perkembangan Harga dan Preferensi Konsumen Tepung lidah buaya memang banyak diminati oleh banyak industry kosmetik maupun farmasi.000 hingga Rp 700.Untuk memenuhi permintaan pasar yang sudah diprediksi sebelumnya maka perlu adanya penyediaan dari bahan baku itu sendiri. Karena budidaya lidah buaya itu tergantung dari alam. bahan baku tidak semuanya dari petani.

Sehingga peluang dalam menjalankan usaha ini memang sangat besar kesemapatannya. Hal itu terjadi akibat semakin banyaknya perusahaan kosmetik dan perusahaan farmasi yang didirikan sehingga kebutuhan akan tepung lidah buaya ini di ramalkan akan meningkat dalam jangka waktu 10 tahun ke depan. Nusantara Utama. Kalimanatan Barat dan pemda setempat menjanjikan akan memberikan pasokan panen tanaman lidah buaya tiap tahunnya. Selain itu di Indonesia sendiri sedang dikembangkan budidaya lidah buaya di daerah Pontianak. a.BAB II ANALISA USAHA Dalam menjalankan usaha pengolahan tepung lidah buaya banyak hal yang perlu diperhatikan agar tujuan yang diinginkan oleh pelaku usaha. Jadi bagi pelaku usaha pengolahan tanaman lidah buaya tidak susah-susah untuk mengimpor dari Negara lain untuk memenuhi kebutuhan bahan baku tanaman lidah buaya. Hal itu karena masih jarangnya pengusaha yang bergelut dibidang pengolahan tepung lidah buaya. Maka tindakan yang pasti adalah menganalisis dari usaha itu. Analisis Eksternal Analisis eksternal ini dapat berupa peluang dan pesaing yang ada di luar sana dalam menjalankan usaha tepung lidah buaya. Di Indonesia sendiri baru ada 1 perusahaan pengolahan tepung lidah buaya. Sehingga pasokan bahan baku untuk pengolahan tanaman lidah buaya terutama usaha pengolahan tepung lidah buaya akan selalu tersedia. . Analisis yang dilakukan dapat berupa analisis internal dan analisis eksternal. Usaha pengolahan tepung lidah buaya sudah diramalkan akan menjadi usaha yang sangat berkembang di dunia bisnis pertanian Indonesia. Karena kebutuhan akan tepung lidah buaya setiap tahunnya terus meningkat. 1. Peluang Ketika menjalankan usaha pengolahan tepung lidah buaya ada beberapa hal yang sangat menjadikan usaha ini akan maju dan berkembang dalam jangka waktu yang panjang. yakni PT.

apabila pelaku bisnis melihat peluang yang ada maka mereka pasti berfikir ulang untuk beralih bisnis ke pengolahan tepung lidah buaya yang menjanjikan keuntungan lebih. akan tetapi persaingan dengan perusahaan luar negeri yang tidak bisa dipastikan. Kekuatan Ketika melihat peluang dari factor eksternal dari analisis ini maka dapat diramalkan kalau akan banyak pemegang saham yang akan memberikan investasinya untuk perusahaan pengolahan tepung lidah buaya ini. Factor ini juga sangat perlu untuk diperhatikan keberadaanya karena factor inilah yang benar-benar akan menjadi kan perusahaan akan berkembang atau tidaknya. Nusantara Utama hanya bisa mnyediakan tepung lidah buaya hanya pada batas kualitas menengah. Dan itu hanya dimiliki oleh tepung lidah buaya buatan perusahaan luar negeri yang di impor. a. Karena harga tepung lidah buaya di pasaran masih berkisar di atas Rp 500. Meskipun persaingan di Indonesia masih terbuka lebar. Analisis Internal Analisis internal dari usaha pengolahan tanaman lidah buaya menjadi tepung lidah buaya dapat dilihat dari kekuatan yang dimiliki perusahaan dan juga kelemahan yang dimiliki perusahaan itu. Dan pastinya akan mempengaruhi pasokan bahan baku untuk pengolahan tepung lidah buaya.000 per Kg.Dilihat dari factor harga penjualan dari tepung lidah buaya juga tidak dapat di sepelekan. Ancaman Apabila dilihat beberapa factor yang menyebabkan ancaman bagi usaha pengolahan tepung lidah buaya lebih ditekankan pada alam. Di Indonesia sendiri seperti PT. Hal itu karena perusahaan-perusahaan kosmetik dan farmasi yang selaku konsumen dari tepung lidah buaya menginginkan kualitas dari tepung lidah buaya yang berkualitas tinggi. Sehingga permodalan untuk membangun usaha . Sehingga itu akan mempengaruhi hasil panen dari budidaya tanaman lidah buaya yang dilakukan oleh para petani Indonesia. Terkadang alam susah untuk diprediksi keadaanya dan hal itu menyebabkan ketakutan oleh para petani untuk menanam atau berbudidaya tanaman lidah buaya. Selain itu adanya pesaing sesama perusahaan pengolahan tepung lidah buaya yang semakin meningkatkan hasil olahannya atau produknya. b. 2. Karena pada sekarang ini kondisi alam di Indonesia yang sedang tidak bersahabat atau tidak menentu.

seperti yang diketahui bahwa di Indonesia memang sedang dilakukan untuk pengembangan budidaya tanaman lidah buaya terutama di daerah Kalimantan. Tahap awal proses produksi adalah proses pencucian yang bertujuan untuk membuang sisa-sisa tanah. Kekuatan lain yang dimiliki adalah proses produksi tepung lidah buaya yang tidak terlalu sulit. Pencucian dialkukan dengan mengalirkan air ke dalam bak pencuci sehingga pelepah lidah buaya terendam dan terjadi perputaran air yang dapat memberikan efek pembersihan yang sama pada setiap pelepah. Berikut proses produksi dari tepung lidah buaya: 1) Tahapan proses produksi tapung lidah buaya a) Pencucian Pelepah lidah buaya yang masuk ke pabrik telah mengalami proses sortasi di tempat budidaya dengan standar mutu bobot 0.8 kg/pelepah. Pelepah lidah buaya yang telah dicuci ditempatkan pada belt conveyor untuk dibawa ke tempat pengupasan. kebutuhan mesin proses produksi dan penanganan limbah yang tepat Bahan baku. . Selain itu bank-bank yang tersedia juga memberikan pelayanan untuk peminjaman modal usaha dengan bunga yang cukup ringan. Sehingga tidak perlu lagi mengimpor bahan baku dari luar negeri yang memang harga nya juga cukup mahal dibandingkan dengan harga bahan baku dipetani lokal. Untuk itu sangat mudah bila membutuhkan pasokan bahan baku tanaman lidah buaya dan juga pada usaha ini menyediakan lahan sendiri untuk penanaman lidah buaya agar apabila terjadi kekurangan pasokan bisa di ambil dari lahan sendiri. Menurut LPS suku bunga di bank untuk sekarang ini adalah apada tingkat 7%. Tekhnologi proses produksi tepung lidah buaya yang mudah dan cepat. lebar pelepah rata-rata 11 cm. tekhnologi proses produksi tepung lidah buaya yang mudah dan cepat. dan panjang pelepah 40-60 cm. dan kotoran lainnya.pengolahan tanaman lidah buaya ini menjadi tepung lidah buaya akan mudah di cari. residu pupuk. pada proses pengolahan tepung lidah buaya ini sudah menggunakan mesin yang modern sehingga aklan mempermudah dalam proses produksinya. Hal ini dapat dilihat dari beberapa aspek analisis teknis dan tekhnologis yang dilakukan pada analisis bahan baku yang tersedia.

Bagian-bagian yang rusak dan busuk juga dibuang pada saat pengupasan. pengemasan dilakukan pada mesin vacuum packaging. Tepung lidah buaya hasil pengemasan . pengentalan dilakukan pda mesin Reverse Osmosis pada suhu 70 0C. e) Pembekuan. penggilingan dilakukan dengan hammer mill. c) Pengekstrakan. Proses pengentalan dapat menghilangkan air bahan sekitar 43%. Gel lidah buaya dimasukkan kedalam mesin pengekstrak untuk dibuburkan dan dilanjutkan dengan penyaringan. Pengentalan dilakukan untuk mengurangi kadar air pada gel lidah buaya sehingga akan mempercepat proses pembekuan. Proses pengupasan lidah buaya dilakukan dengan mesin pengupas yang juga langsung memisahkan bagian gel dan kulit lidah buaya. Kulit pelepah ditampund di dalam bak penampung yang bersatu dengan mesin pengupasan untuk menunggu proses pembuburan. pembekuan bubur lidah buaya dilakukan pda freezer dengan suhu -18 0C. cair dan jernih. Hasil akhir proses adlah gel lidah buaya yang telah bersih dari ampas. Bahan kemasan adalah berupa drum plastik high densitiy polyethilene (HDPE) dengan kapasitas bahan kemasan 5 kg. d) Pengentalan. Gel lidah buaya yang telah terkupas langsung dimasukkan ke mesin pengekstrak melalui belt conveyor sehingga tidak terjadi reaksi perubahan warna (browning). f) Pengeringan.b) Pengupasan. Hasil pengeringan berupa lempeng-lempeng tepung yang harus digiling untuk menghasilkan tekstur yang seragam. Tahap pengekstrakan tidak memerlukan air sehingga ekstrak lidah buaya tidak tercampur dengan air. padatan bubur lidah buaya ditempatkan pada loyang aluminium dan dimasukkan ke dalam freeze dryer dengan suhu sebesar -60 0C. Hasil pembekuan langsung dimasukkan ke dalam freeze dryer untuk menghindari terjadinya pembekuan. Pengekstrakan dilakukan pada mesin pengekstrak lidah buaya dengan proses pembuburan dan penyaringan yang bekerja secara berkesinambungan. Pengilingan dilakukan untuk menghasilkan produk yang memiliki partikel homogen. h) Pengemasan. g) Penggilingan.

d) Pengemasan Bahan kemasan adalah berupa drum plastik high densitiy polyethilene (HDPE) dengan kapasitas bahan kemasan 5 kg. Mesin-mesin utama yang harus diimpor diantaranya adalah freeze dryer. Mesin-mesin tambahan seperti freeze. Mesin dan peralatan sebagian harus diimpor sehingga diperlukan devisa untuk pembelanjaan impor. Kebutuhan mesin proses produksi Mesin dan peralatan yang dibutuhkan pada industri tepung lidah buaya relatif mahal karena pembuatan tepung lidah buaya memerlukan teknologi tinggi. dan mesin reverse osmosis. dan peralatan transportasi dapat disediakan didalam negeri. drum dryer. kandungan serat yang cukup tinggi. dan masih terdapat sedikit kandungan gel. . vacuum packaging. yaitu mesin pengekstrak lidah buaya tetapi tidak melalui proses penyaringan. 2) Tahapan Proses Produksi Tepung Kulit Lidah Buaya a) Pembuburan Pembuburan dilakukan pada mesin yang sama. c) Penggilingan Penggilingan dilakukan dengan hammer mill.disimpan di gudang produk jadi yang memiliki refrigerator untuk menghambat penggumpalan. Hasil akhir proses adalah bubur kulit pelepah yang cukup kental. hal tersebut dikarenakan bagian pembubur dan penyaring pada mesin pengekstrak dapat dipisahkan. Hasil pengeringan berupa tepung kulit yang memiliki tekstur cukup kasar dan warnanya sedikit coklat. Bubur kulit lidah buaya tidak memerlukan proses pengentalan dan dapat lengsung dikeringkan. b) Pengeringan Pengeringan bubur kulit lidah buaya dilakukan denga drum dryer sampai kadar air bahan maksimum sebesar 12 % dengan waktu sekitar 3 jam. hammer mill. Pengilingan dilakukan untuk menghasilkan produk yang memiliki partikel homogen karena butiran-butiran tepung kulit lidah buaya hasil pengeringan memiliki tekstur yang sangat tidak seragam.

. menginterpretasi. memprediksi. Lingkungan proyek industri tepung lidah buaya meliputi tempat pelaksanaan proyek konstruksi bangunan dan oprasional pabrik dan wilayah sekitar proyek yang masih merasakan dampak adanya proyek tersebut.- Penanganan limbah yang tepat Analisa dampak lingkungan merupakan suatu kegiatan atau kajian yang dilakukan untuk mengidentifikasi. Pencemaran udara dapat terjadi pada saat pelaksanaan konstruksi dan pada saat pengolahan. cair dan gas yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. 2) Pencemaran Air Pencemaran air karena adanya air bekas cucian pelepah lidah buaya dan air buangan ampas serat lidah buaya. Pencemaran tidak terlalu berbahaya bagi wilayah disekitar proyek. dan mengkomunikasikan pengaruh suatu rencana kegiatan (proyek) terhadap lingkungan. Berdasarkan UU No. Dampak proyek terutama dampak negatifnya disebabkan oleh adanya pelaksanaan konstruksi dan operasional pabrik. gas karbonmonoksida dari mesin dan knalpot kendaraan. suatu industri yang mencemarkan lingkungan harus dapat bertanggung jawab dalam penanganan limbah tersebut. tetapi pekerjapekerja yang berada di tempat pelaksanaan konstruksi dan proyek disarankan untuk memakai penutup hidung. Dampak negatif tersebut disebabkan oleh adanya limbah yang dikeluarkan oleh proyek. gas atau bau. Limbah yang dihasilkan oleh proyek dapat adalah berupa limbah padat. 4 Tahun 1982 tentang ketentuan pokok lingkungan hidup. Air cucian mengandung kotoran berupa residu pupuk dan tanah tetapi kandungan tersebut tidak membahayakan bagi lingkungannya dan air buangan ampas hanya mengandung sedikit bahan organik karena sebagian besar komponen pelepah lidah buaya (98 %) merupakan air sehingga dapat dialirkan langsung ke badan air. Pencemaran udara pada saat konstruksi terjadi karena adanya debu yang beterbangan. 1) Pencemaran Udara Udara dapat tercemar dengan tersebarnya zat padat berupa partikel halus.

Tingkat suku bunga bank per tahun untuk modal investasi adalah sebesar 19 % d. Biaya asuransi ditetapkan sebesar 2 % dari nilai investasinya h. Proyek dapat berproduksi maksimum pada tahun ke-3. g.500. Jumlah hari kerja adalah 25 hari/bulan dan selama 8 jam/hari. pinjaman modal kerja digunakan untuk biaya dua bulan produksi awal. Jika . Jika keuntungan diantara 25-50 juta rupiah. Kalau pun ada pasti harga jual dari tanah yang akan digunakan pastinya akan sangat mahal. j. Analisis Finansial Asumsi-Asumsi a. Harga produk Rp 1. c. jika keuntungan kurang dari 25 jta rupiah. b. Besar perbandingan modal pinjaman dangan modal sendiri (DER) adalah 65 : 35. besar pajak penghasilannya 10 %. i. Pinjaman terdiri dari pinjaman investasi dan pinjaman modal kerja. Kapasitas produksi maksimum adalah 36 ton/tahun untuk tepung lidah dan 90 ton/tahun untuk tepung kulit lidah buaya. Kelemahan Apabila dikaitkan sekarang ini terutama di daerah Jakarta memang sangat sulit untuk mendapatkan tempat untuk lahan perusahaan yang akan digunakan untuk usaha pengolahan tepung lidah buaya. Pada tahun ke-1 dan ke-2. f.00 dan konstan selama analisa finansial. 3. Perusahaan tidak dikenai pajak bila mengalami kerugian. e.5 % Pajak penghasilan perseroan.b. besar pajak penghasilannya 10% dari 25 juta ditambah 15% dari keuntungan sisanya. proyek berproduksi masingmasing sebesar 65 % dan 80 % dari kapasitas produksi maksimum. Tunjangan kesejahteraan pekerja ditetapkan sebesar 20 % dari gaji pokok. Pajak penghasilan dihitung berdasarkan SK Menteri Keuangan RI Tahun 1994 tentang Pajak Pendapatan Badan Usaha dan Perseroan. Dan hal itu yang menjadi kendala atau kelemahan dari usaha pengolahan tepuang lidah buaya ini. Biaya produksi tepung kulit lidah buaya adalah 5 % dari biaya produksi tepung lidah buaya.1 % (tanah dan bangunan) Pajak kendaraan bermotor 0. Pajak meliputi : PBB sebesar 0. Analisa finansial dilakukan selama 10 tahun.

00/m2 Modal invesatasi pendirian usaha pengolahan tepung lidah buaya No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 jumlah Penggunaan Pengadaan tanah Bangunan Sarana penunjang Mesin dan peralatan Peralatan kantor Kendaraan Biaya investasi Penanaman lidah buaya Modal kerja Bunga selama kontruksi Biaya tak terduga Biaya 22.000.000 43.000 50.963.199. Harga tanah dan bangunan a. Harga tanah : Rp 110.000.000 3.606.00/m2 b. k.000.000 7.619.600.000.000.055 .127. Harga bangunan Pabrik.500.000 1. Tahun ke-nol merupakan tahun pembangunan proyek. besar pajak penghasilannya 10% dari 25 juta rupiah ditambah 15% dari 25 juta kedua ditambah 30% dari keuntungan sisanya.816.150.keuntungan lebih dari 50 juta rupiah.828.951.619. kantor.000 14.000.000.608.000 160. l.348.000 56.000 6.000 635. dan gudang : Rp 3.000.000 210.

Perkiraan laba Rugi Perkiraan laba rugi merupakan sebuah neraca yang mengambarkan keseimbangan keuangan yang dihasilkan oleh proyek. Biaya bahan baku 2.734.316.421 sehingga didapatkan laba Rp. 27.453.002.800.000 4. sedangkan biaya variable meliputi biaya bahan baku. gaji tenaga kerja langsung.300.838. Jumlah penerimaan pada tahun ke-1 adalah Rp.149 dengan kapasitas produksinya hanya 65 % dari kapasitas produksi maksimum dan jumlah pengeluaran pada tahun ke-1 hanya Rp.120.000. 1.Jenis pengeluaran A.820.217. Biaya tetap 1.022. .572. Penerimaan pada industri tepung lidah buaya terdiri dari hasil penjualan tepung lidah buaya dan tepung kulit lidah buaya. pembayaran pokok pinjaman.000.575. Pengeluaran dalam perkiraan laba rugi merupakan pengeluaran operasional yang terdiri dari biaya tetap dan biaya variable.828.800 4.928.406.666. dan biaya overhead. 11. Biaya Variable 1.412 yang ditambah dengan biaya penyusutan Rp.000 14.907. pengendalian mutu.600. Laba tersebut semakin bertambah pada tahun-tahun berikutnya dengan tercapainya kapasita maksimum. Laba terbesar dicapai pada tahun ke-10 sebesar Rp.975.000 3. dan bunga pinjaman. 20.604. 60.000 dan pajak penghasilan sebesar Rp. 53. Biaya pengendalian mutu 3.000 1. Perkiraan laba rugi menunjukkan jumlah penerimaan dan pengeluaran yang diseimbangkan oleh adanya laba atau rugi.800 4. TK tidak langsung 2.000 250. Biaya tetap meliputi gaji tenaga kerja tidak langsung.360.680. Biaya Overhead B. Gaji TK langsung Biaya tak terduga Nilai 580.239.

DAFTAR PUSTAKA http://www.aloe-best. Profil Buah-Buahan Unggulan Propinsi Kalimantan Barat.pdf?sequence=1 .html Dinas Pertanian Kalimantan Barat.com/aloevera http://repository. www.ipb.ac. Kalimantan Barat. 2001.com/product-specification-7. Google. Dinas Tanaman Pangan.id/bitstream/handle/123456789/40458/Rancang%20Bangun%20Industri_ hal%2012.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful