PERINGATAN !!!

Assalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh
1. Skripsi digital ini hanya digunakan sebagai bahan referensi 2. Cantumkanlah sumber referensi secara lengkap bila Anda mengutip dari Dokumen ini 3. Plagiarisme dalam bentuk apapun merupakan pelanggaran keras terhadap etika moral penyusunan karya ilmiah 4. Patuhilah etika penulisan karya ilmiah Selamat membaca !!!

Bismillaahirrahmaanirraahiim

Wassalamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

UPT PERPUSTAKAAN UNISBA

KEGIATAN KOMUNIKASI PERSONA SEORANG MUALLAF
Studi Kualitatif dengan Pendekatan Studi Kasus Mengenai Kegiatan Komunikasi Persona Seorang Muallaf dalam Membina Hubungan Baik dengan Keluarga

SKRIPSI Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung Disusun Oleh :

KHAERUNNISA 10080001005 ILMU HUBUNGAN MASYARAKAT

FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG 2006 M/1427 H

ABSTRAK

Muallaf selalu diidentikkan dengan orang yang bermasalah atau mengalami konflik dengan keluarganya, masalah keluarga yang dialami muallaf itu dapat berpengaruh pada kehidupan muallaf. Banyak dari mereka yang menjadi tidak percaya diri, merasa sendiri dan tidak dapat lagi biaya sekolah dari keluarga. Padahal pada kenyataannya tidak selalu kehidupan seorang muallaf itu bermasalah. Salah satu contohnya adalah Leo, walaupun Leo berbeda keyakinan dengan keluarganya tetapi Leo dapat membina hubungan baik dengan keluarganya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan komunikasi persona seorang muallaf. Subjek penelitian dilakukan penulis kepada Leo (nama panggilan) yaitu seorang muallaf yang telah memeluk agama Islam selama tiga tahun. Keluarga Leo memeluk agama Katholik dan Leo dibesarkan dalam didikan yang cukup keras dan disiplin oleh orangtuanya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui pendekatan studi kasus (kasus tunggal). Pendekatan ini bertujuan untuk menelaah sebanyak mungkin data mengenai subjek yang diteliti yaitu komunikasi persona seorang muallaf dalam membina hubungan baik dengan keluarga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ketika Leo mempertimbangkan untuk memilih agama terjadi komunikasi intrapersonal dalam diri Leo, hal ini dilihat dari faktor berpikir yang meliputi decision making (menetapkan keputusan) dan problem solving (memecahkan persoalan). Proses komunikasi intrapersonal ini berpengaruh pada kegiatan komunikasi antarpersona Leo dengan keluarganya ketika memutuskan untuk berpindah agama dan setelah Leo berpindah agama. Komunikasi antarpersona yang dilakukan Leo pada keluarganya ketika memutuskan untuk berpindah agama berpengaruh terhadap pengertian dan penerimaan keluarga Leo akan keputusannya. Sedangkan komunikasi antarpersona yang dilakukan Leo setelah berpindah keyakinan juga memiliki impact yang baik dalam membina hubungan dengan keluarganya. Komunikasi antarpersona yang efektif dilakukan Leo ditinjau melalui beberapa aspek, yaitu aspek keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif dan kesetaraan. Aspek-aspek ini kemudian dikaji dengan menggunakan teori analisis transaksional yang menyatakan bahwa manusia memiliki tiga status ego, yaitu sikap dasar ego yang mengacu pada sikap orangtua, sikap orang dewasa dan ego anak.

i

Artinya : Hai orang-orang yang beriman. At Tahriim : 6) ..Motto . peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka… (Q..S..

Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi dan melengkapi persyaratan dalam menempuh ujian Sarjana program Strata satu (S-1) Bidang Kajian Hubungan Masyarakat (Humas) di Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Islam Bandung (Unisba).KATA PENGANTAR Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah. selaku Dekan FIKOM Unisba periode pada saat penulis mulai menyusun skripsi ini dan juga sebagai Pembimbing I yang selalu meluangkan waktunya dan memberikan kesempatan kepada penulis untuk bimbingan walaupun sangat sibuk sebagai Pembantu Rektor IV tetapi dengan sabar dan teliti mengoreksi skripsi ini.S. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini tidak luput dari segala macam kesulitan dan hambatan. Namun kesulitan dan hambatan tersebut dapat diminimalkan karena banyaknya pihak-pihak yang membantu dan memberikan petunjuk. Hj. Ibu DR. ii . M.. Dalam kesempatan kali ini perkenankanlah penulis untuk menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dorongan dalam menyelesaikan skripsi ini kepada: 1. Neni Yulianita Dra. dengan mengucapkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul : “Kegiatan Komunikasi Persona Seorang Muallaf”.

Si.. Bapak M. dukungan dan semangat. “Untuk Sahabat” Rheea.. Semoga Leo bisa menjadi ‘inspirasi’ untuk iii . untuk kemudahan juga dukungannya.2. M. Echi. Bapak Oji Kurniadi S.Si selaku Dekan FIKOM Unisba periode sekarang hingga terselesaikannya skripsi ini. M. Teteh dukung dan doakan. Deni... Chiese. 4. sebagai Pembimbing II yang telah memberi banyak masukan dan kesediannya untuk membimbing walaupun sedang sibuk untuk menyelesaikan program S2. Amin. Aniez.Si selaku Dekan FIKOM Unisba periode sekarang hingga terselesaikannya skripsi ini. M. 5. 6. Boris dan Bowo.. M.Si selaku Dekan FIKOM Unisba periode pada saat penulis mulai menyusun skripsi ini. 8. Jinky. 3. Adik-adikku Andra dan Ikhsan. Semoga Ayah dan Mama selalu dalam lindungan Allah SWT. Seluruh Staff Tata Usaha khususnya Bu Eli dan Pak Jajang yang telah membantu penulis selama masa perkuliahan di Universitas Islam Bandung. Bapak Yusuf Hamdan Drs. Ayah dan Mama tercinta… atas doa. Ibu Sri Setiawati Dra. 10. Uli. 9. Terima kasih…sudah menjadi yang terbaik selama ini. 11.. selaku Dosen Wali penulis yang telah memberikan bimbingan sejak penulis kuliah di Bidang Kajian Hubungan Masyarakat Universitas Islam Bandung. Bapak Alex Sobur Drs. Leo terima kasih untuk kesediaannya menjadi subjek penelitian. support dan spirit dari kalian. Husnul. Semoga jadi anak yang bisa membanggakan orangtua. Terima kasih untuk kesenangan dan ‘kegilaan’..Sos. Husen Fahmi Drs. 7.

Iqbal ‘n Tommy (untuk printernya) yang slalu siap membantu dan dijadikan tempat untuk mengeluh. 12. A Irwan. Vina dan Venny untuk bantuan kalian selama penulis menyelesaikan skripsi. terima kasih banyak 14. Ari. Indri. Teman-teman ‘siaga’ Didit.teman-teman muallaf yang lainnya dan semoga Allah SWT membalas dengan kebaikan. Nando. Teman-teman kostan “Pondok Ungu”. Sebagai penutup kata pengantar ini. Juni 2006 Penulis iv . Ulfah & Cucu (kalian buat aku termotivasi!) Ridwan dan Haryo untuk bantuannya. Amin. 16. 15.. penulis mengucapkan rasa terima kasih yang tak terhingga dan semoga Allah SWT membalas segala bantuan serta memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini. Teman-teman kelas A 2001 untuk kebersamaannya dan teman ‘seperjuangan’ menyusun skripsi Susan. 13. Nazmi. Lenny dan ika. terima kasih untuk Leo-nya…Teman-teman Dago Asri makasih untuk pengertiannya juga Rani untuk pinjaman fax dan doanya. Fitri. Bandung. ‘Mbon.

. Ketua Bidang Kajian Hubungan Masyarakat Oji Kurniadi Drs. Neni Yulianita Dra. Hj..LEMBAR PENGESAHAN Judul Subjudul : Kegiatan Komunikasi Persona Seorang Muallaf : Studi Kualitatif dengan Pendekatan Studi Kasus Mengenai Kegiatan Komunikasi Persona Seorang Muallaf dalam Membina Hubungan Baik dengan Keluarga Nama NPM : Khaerunnisa.S. Bidang Kajian : Hubungan Masyarakat. M. Mengetahui. M. : 10080001005.Si . M. Pembimbing 1 Pembimbing 2 DR. Husen Fahmi Drs. Menyetujui.

.Kupersembahkan skripsi ini sebagai tanda bakti untuk Mama dan Ayah tercinta serta teman-teman yang selalu memberikan bantuan. dorongan dan semangatnya.

. .

.................5 Alasan Pemilihan Masalah .. DAFTAR ISI ........................ 1................1 Tujuan Penelitian..... BAB I PENDAHULUAN 1.............................. 2.4 Tujuan Penelitian dan Kegunaan Penelitian.......... 1.........8 Organisasi Karangan ........................................................... 1...2 Pengertian Istilah ..................................3 Fungsi komunikasi Antarpersona .....................2 Ciri-ciri Komunikasi Antarpersona ....................1 Pengertian Komunikasi Antarpersona..... DAFTAR GAMBAR............................... 1...........................................1 Pembatasan Masalah .......................................................................... 1.7 Kerangka Penelitian .. 1..................... 1................................1 Latar Belakang Masalah ................................................. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.. 2...............6..... 1.............6....1............................... KATA PENGANTAR ...........6 Pembatasan Masalah dan Pengertian Istilah................................. 1..1...................................................................4............................................................................................................................................................................ 1.............................2 Kegunaan Penelitian.............................................3 Pertanyaan Penelitian ... 2......................2 Perumusan Masalah ...1.......... 1........DAFTAR ISI ABSTRAK ................................................................................1 Tinjauan tentang Komunikasi Antarpersona ..............................................4............... i ii v viii 1 4 5 5 5 6 7 7 7 8 9 16 18 18 21 22 v ....................................................

2.1.4 Komunikasi Antarpersona yang Efektif .......................... 2.1.5 Kualitas Hubungan Antarpersona.................................... 2.2 Tinjauan tentang Komunikasi Intrapersonal

25 29

…………………………………………. ................................. . 2.2.1 Pengertian Komunikasi Intrapersonal ............................. 2.2.2 Proses Berpikir Sebagai Salah Satu Bentuk Komunikasi Intrapersonal.................................................................... 2.3 Teori Analisis Transaksional ................................................... 2.4 Pengertian Muallaf .................................................................. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian .................................................................... 3.1.1 Karakteristik Penelitian Kualitatif................................... 3.2 Metode Penelitian Studi Kasus ................................................ 3.3 Desain Penelitian ..................................................................... 3.3.1 Komponen Desain Penelitian .......................................... 3.3.2 Desain Khusus ................................................................. 3.4 Teknik Pengumpulan Data ...................................................... 3.5 Tahap-tahap Penelitian ............................................................ 3.6 Proses Analisa Data.................................................................. BAB IV SUBJEK PENELITIAN 4.1 Subjek Penelitian ....................................................................... 4.2 Latar Belakang Keluarga ........................................................... 4.3 Latar Belakang Menjadi Muallaf...............................................

31 31

32 34 30

40 42 46 48 48 49 50 52 57

60 62 63

vi

BAB V

PEMBAHASAN 5.1 Komunikasi Intrapersonal Seorang Muallaf pada Saat Mempertimbangkan untuk Memilih Agama ........................... 5.1.1 Ditinjau dari Faktor Berpikir; Decision Making (Menetapkan Keputusan) ................................................ 5.1.2 Ditinjau dari Faktor Berpikir; Problem Solving (Memecahkan Persoalan)................................................ 5.2 Komunikasi Antarpersona Seorang Muallaf Pada Saat Memutuskan untuk Berpindah Agama ..................................... 5.2.1 Ditinjau dari Aspek Keterbukaan .................................... 5.2.2 Ditinjau dari Aspek Empati ............................................. 5.2.3 Ditinjau dari Aspek Dukungan........................................ 5.2.4 Ditinjau dari Aspek Sikap Positif .................................... 5.2.5 Ditinjau dari Aspek Kesetaraan....................................... 5.3 Komunikasi Antarpersona Seorang Muallaf Pada Saat Setelah Berpindah Agama..................................................................... 5.3.1 Ditinjau dari Aspek Keterbukaan .................................... 5.3.2 Ditinjau dari Aspek Empati ............................................. 5.3.3 Ditinjau dari Aspek Dukungan........................................ 5.3.4 Ditinjau dari Aspek Sikap Positif .................................... 5.3.5 Ditinjau dari Aspek Kesetaraan.......................................

66 67 72 76 77 80 82 84 86

87 88 91 92 94 95

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan .............................................................................. 5.2 Saran ........................................................................................ DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... LAMPIRAN.................................................................................................... 96 98 ix xi

vii

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Halaman 15 35 37 37 38 78 80 82 84 86 87 90 91 92 93 94 95

Bagan Kerangka Pemikiran ..................................................................... Keadaan Kontaminasi Ego Status ............................................................. Model Transaksi Komplementer…………............................................... Model Transaksi Silang ............................................................................ Model Transaksi Tersembunyi Angular ................................................... Transaksi Komplementer Terjadi Antara Dua Sikap yang Berbeda......... Transaksi Tersembunyi ............................................................................. Transaksi Komplementer Terjadi Antara Dua Sikap yang Sama ............. Transaksi Komplementer Terjadi Antara Dua Sikap yang Sama .............

10. Transaksi Komplementer Terjadi Antara Dua Sikap yang Berbeda......... 11. Transaksi Komplementer Terjadi Antara Dua Sikap yang Berbeda......... 12. Transaksi Komplementer Terjadi Antara Dua Sikap yang Berbeda......... 13. Transaksi Komplementer Terjadi Antara Dua Sikap yang Berbeda......... 14. Transaksi Komplementer Terjadi Antara Dua Sikap yang Sama ............. 15. Transaksi Komplementer Terjadi Antara Dua Sikap yang Sama ............. 16. Transaksi Komplementer Terjadi Antara Dua Sikap yang Sama ............. 17. Transaksi Komplementer Terjadi Antara Dua Sikap yang Sama .............

viii

aturan dan tata tertib dalam keluarga tentunya penting dalam membentuk sikap. perhatian dan tentunya dengan komunikasi yang terarah sehingga tercipta hubungan yang baik satu sama lain. Hal tersebut akan menimbulkan suatu sikap empati antara anggota satu dengan lainnya sehingga terlihat dukungan. 1994 : 9). banyak faktor yang dapat memicu terjadinya konflik keluarga. Hal ini dapat terjadi melalui pengertian.1 Latar Belakang Masalah Keluarga merupakan suatu wadah bagi setiap individu untuk belajar dan berkembang sebelum pada akhirnya mereka berinteraksi pada lingkungan yang lebih luas yaitu masyarakat. Akan tetapi tidak dapat kita pungkiri bahwa dalam kehidupan berkeluarga pun tidak terlepas dari adanya konflik. Pendidikan. Verdeber (1986) mengemukakan bahwa komunikasi antarpersona merupakan suatu proses interaksi dan pembagian makna yang terkandung dalam gagasan-gagasan maupun perasaan (Liliweri. faktor keterbukaan merupakan hal yang sangat diperlukan. sikap positif dan kesamaan diantara anggota keluarga. karena dengan keterbukaan tersebut anggota lain akan mengetahui setiap perasaan dan setiap keinginan satu sama lainnya. pemikiran dan tingkah laku setiap individu.1 BAB I PENDAHULUAN 1. nilai. Salah satu contoh timbulnya konflik dalam keluarga . Dalam komunikasi keluarga. Salah satu bentuk komunikasi dalam keluarga adalah komunikasi antar persona.

di sisihkan dari lingkungan keluarga karena di anggap telah berbeda status sehingga di perlakukan seperti pembantu atau pelayan. misalnya ikut-ikutan saja. termasuk mengalami hal-hal ghaib (seperti mimpi. Konflik dalam keluarga karena perbedaan agama seringkali dialami oleh para muallaf (secara umum berarti orang yang baru masuk Islam). akibat pergaulan akrab dengan teman-teman yang beragama mayoritas sejak kecil di sekolah. Tidak sedikit dari mereka yang tidak diakui lagi sebagai keluarga. lingkungan dan sebagainya. ada pula yang motivasinya tidak begitu mulia. di antaranya karena pernikahan (menikah dengan orang yang berbeda agama).2 adalah masalah perbedaan agama. bahkan ada pula yang selama sepuluh tahun tidak berkomunikasi dengan orangtua-nya walaupun tinggal bersama dalam satu rumah (Sumber: Sandi. Bandung. mendengar adzan). pertimbangan untung rugi dan lain sebagainya. Masalah yang dihadapi para muallaf ini tidak hanya menghadapi tekanan keluarga. di kantor dan di tempat-tempat lain. karena kita acapkali memandang perpindahan agama sebagai sebuah pengkhianatan. Ada yang berpindah keyakinan karena melakukan studi perbandingan agama. ditinggalkan klien dan diputus hubungan bisnisnya. ada yang diputus biaya sekolahnya. Seperti halnya yang terjadi pada para muallaf yang tergabung dalam Yayasan Haji Karim Oei di mesjid Lautze. tetapi juga pekerjaan. . Banyak faktor atau alasan yang menyebabkan seseorang berpindah agama atau keyakinan. Agustus 2005).

Dari sekian banyak masalah yang dihadapi mungkin tantangan terbesar bagi para muallaf adalah menjaga hubungan baik dengan keluarga. mereka mampu membina hubungan baik dengan keluarganya. Proses berpikir ini memiliki pengaruh yang cukup besar bagi para muallaf dalam mengambil sikap untuk menjalankan kehidupannya sebagai muallaf. hal ini tentunya dapat dilihat dari cara berpikir muallaf tersebut yaitu bagaimana ketika dia melakukan decision making (menetapkan keputusan) dan problem solving (memecahkan masalah).3 Hal-hal semacam ini yang akhirnya berpengaruh besar pada kehidupan muallaf tersebut sehingga kadangkala timbul pertentangan dalam diri mereka. Ini berkaitan erat dengan proses komunikasi intrapersonal yang terjadi pada diri muallaf tersebut dalam mempertimbangkan untuk memilih agama. Hubungan yang harmonis diantara anggota keluarga dapat terjalin baik karena kesiapan mental muallaf tersebut yang tentunya melalui proses berpikir yang panjang dalam membuat keputusan dan memecahkan masalah yang akan dan mungkin terjadi nantinya. Memberikan pemahaman terhadap keluarga merupakan hal yang tidak mudah bagi seorang muallaf. karena tidak semua keluarga bisa mengerti dan menerima apabila salah satu anggota keluarganya berpindah agama. Tidak sedikit pula yang akhirnya merasa tidak nyaman dengan keadaannya setelah menjadi muallaf. karena membutuhkan waktu dan proses yang panjang sampai akhirnya keluarga bisa benar-benar mengerti dan menerima. Akan tetapi pada kenyataannya ada juga muallaf yang tidak menemukan kesulitan ketika memutuskan untuk memeluk agama Islam. ditambah lagi dengan komunikasi yang efektif yang .

ketika ia memutuskan untuk menjadi seorang muallaf tidak sampai terjadi konflik dalam keluarga karena melalui komunikasi yang baik Leo dapat memberikan pengertian kepada keluarganya. 829). No. maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut : “ Bagaimana kegiatan komunikasi persona seorang muallaf dalam membina hubungan baik dengan keluarga “ . penulis tertarik untuk meneliti kegiatan komunikasi persona seorang muallaf bernama Leo. dukungan sesama anggota keluarga dan pemunculan sikap-sikap positif dengan nuansa kesamaan. contohnya dapat kita lihat pada diri Dian Sastrowardoyo. penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Kegiatan Komunikasi Persona Seorang Muallaf”. 1. Berdasarkan fenomena tersebut diatas. seorang public figure yang telah memeluk agama Islam selama tiga tahun. Sebelum memeluk agama Islam Leo menganut agama Katholik.4 ditandai dengan adanya keterbukaan. Dian tetap dapat membina hubungan baik dengan ibunya (sumber : Wanita Indonesia. berusia 28 tahun. walaupun Dian seorang anak tunggal dan tidak seiman dengan ibunya.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas. Dengan uraian tersebut diatas. Keberhasilan seorang muallaf dalam memberikan pemahaman kepada keluarga merupakan suatu keberhasilan dalam berkomunikasi. rasa empati.

4 Tujuan Dan Kegunaan Penelitian 1. empati. Bagaimana komunikasi antarpersona seorang muallaf pada saat setelah berpindah agama ditinjau dari aspek keterbukaan.3 Pertanyaan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah diatas.4. empati. . 2. sikap positif dan kesetaraan dalam komunikasi untuk membina hubungan baik dengan keluarga ? 3. dukungan. empati. Untuk mengkaji proses komunikasi intrapersonal seorang muallaf pada saat mempertimbangkan untuk memilih agama.1 Tujuan Penelitian 1. Bagaimana komunikasi antarpersona seorang muallaf pada saat memutuskan untuk berpindah agama ditinjau dari aspek keterbukaan. Untuk mengkaji komunikasi antarpersona seorang muallaf pada saat memutuskan untuk berpindah agama ditinjau dari aspek keterbukaan.5 1. dukungan. Bagaimana komunikasi intrapersonal seorang muallaf pada saat mempertimbangkan untuk memilih agama ditinjau dari faktor berpikir (menetapkan keputusan dan memecahkan masalah) untuk membina hubungan baik dengan keluarga? 2. sikap positif dan kesetaraan dalam komunikasi untuk membina hubungan baik dengan keluarga? 1. maka penulis membuat identifikasi masalah yang akan dibahas sebagai berikut : 1.

b. Untuk mengkaji komunikasi antarpersona seorang muallaf pada saat setelah berpindah agama ditinjau dari aspek keterbukaan. sikap positif dan kesamaan dalam komunikasi untuk membina hubungan baik dengan keluarga. Dari aspek praktis diharapkan : a. 3. c. terutama dalam kegiatan komunikasi persona yang dilakukan Leo. sikap positif dan kesamaan dalam komunikasi untuk membina hubungan baik dengan keluarga. Diharapkan dengan hasil penelitian tentang muallaf ini dapat membantu mengantisipasi masalah-masalah yang serupa di masa mendatang. dukungan. . 2. empati. 1. Dapat dijadikan referensi bagi studi ilmu komunikasi. Dari aspek teoritis diharapkan : a.6 dukungan. Dengan komunikasi persona seorang muallaf diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam agar setiap individu dapat saling toleransi dan menghargai satu sama lain.4.2 Kegunaan Penelitian Kegunaan yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. sehingga dapat tercapai maksud dan tujuan yang diinginkan. Dengan penelitian ini diharapkan dapat membantu memecahkan masalah yang berkenaan dengan muallaf.

1. Banyak sekali masalah yang dihadapi para muallaf diantaranya adalah menghadapi tekanan dari keluarga dan memberikan pemahaman kepada keluarga. maka perlu kiranya penulis melakukan pembatasan masalah.6 1. 1. Dapat dijadikan bahan kajian untuk dilakukan penelitian lanjutan dalam konteks dan tempat yang lebih luas. Adapun halhal yang perlu dibatasi dalam penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut : . serta dengan menggunakan pendekatan dari metode penelitian kualitatif lainnya.7 b. Penulis menganggap bahwa toleransi antar umat beragama masih kurang khususnya di Indonesia. 3. 2. Dalam kehidupan yang dialami narasumber terdapat suatu perbedaan dari fenomena yang biasa terjadi yang dapat penulis teliti dari aspek komunikasi persona.1 Pembatasan Masalah dan Pengertian Istilah Pembatasan Masalah Untuk mempermudah pembahasan dan penelitian sehingga terarah kepada tujuan.6.5 Alasan Pemilihan Masalah Alasan-alasan yang menyebabkan penulis tertarik untuk meneliti masalah ini sebagai berikut : 1.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. 3. 6. 1994:19). Komunikasi dalam keluarga (Rae Sedwig. 3. Waktu penelitian dilakukan mulai bulan November 2005 – Mei 2006. sikap positif dan kesetaraan. maka penulis memberikan arti sebagai berikut : 1. 2. dorongan. Komunikasi (Anderson. Sumber penelitian difokuskan kepada satu orang muallaf yang bernama Leo. 1989) adalah suatu pengorganisasian. 5. intonasi suara. 4. Komunikasi merupakan proses yang dinamis dan secara berubah sesuai dengan situasi yang berlaku (Sendjaja. 2000 : 32). 1959) adalah suatu proses dengan mana kita bisa memahami dan dipahami oleh orang lain. Komunikasi intrapersonal seorang muallaf ditinjau dari faktor berpikir yang meliputi decision making (menetapkan keputusan) dan problem solving (penyelesaian masalah).6. Komunikasi antarpersona adalah proses yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka (Cangara. 2. Masalah yang penulis teliti adalah tentang kegiatan komunikasi persona seorang muallaf yang berusia 28 tahun. empati.8 1. 1. Komunikasi antarpersona seorang muallaf ditinjau dari komunikasi yang efektif yang meliputi aspek keterbukaan. sikap tubuh (gesture). tindakan untuk .2 Pengertian Istilah Untuk memperoleh kejelasan arti dari istilah-istilah yang digunakan dalam penelitian ini.

4.9 menciptakan harapan image. 2003:211). Mengingat fungsinya sangat penting dalam penelitian ini. 2000:30). 5. 1997:30). menurut Vogel (1986) konflik bisa diartikan sebagai suatu keadaan terbalik dari suatu suasana kedekatan ataupun gangguan yang seimbang disertai ketegangan atau kekuatan menekan seseorang (Liliweri. seperti yang dikemukakan oleh Alo Liliweri (1991) bahwa komunikasi antarpersona sebagai komunikasi yang mempunyai hubungan . 2003:68) 6. (Rakhmat.7 Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran merupakan alur pikir penulis yang dijadikan sebagai skema pemikiran yang melatarbelakangi penelitian ini. muallaf : sebagian mengatakan bahwa orang kafir yang ada harapan untuk masuk agama Islam. berpikir adalah proses penarikan kesimpulan. Komunikasi intrapersonal atau komunikasi dengan diri sendiri adalah proses komunikasi yang terjadi di dalam diri individu. Muallaf. Definisi berpikir menurut Anita Taylor et al. 1. 7. menurut Mazhab Maliki. Konflik. penulis mengemukakan kerangka pemikiran tersebut sebagai berikut: Salah satu bentuk komunikasi yang terjadi dalam keluarga adalah komunikasi antarpersona. Sebagian yang lain mengatakan bahwa orang yang baru memeluk agama Islam (Rasjid. atau dengan kata lain proses berkomunikasi dengan diri sendiri (Cangara. ungkapan perasaan serta saling membagi pengertian (Achdiat. Thinking is a inferring process. 1994:200).

dan (5) kebutuhan atas pengakuan orang lain (Cangara. Manusia berkomunikasi untuk memenuhi kewajiban sosial 3. Manusia berkomunikasi untuk menangani konflik Fungsi Pengambilan Keputusan 1. Halloran (1980) mengemukakan manusia berkomunikasi dengan orang lain karena didorong oleh beberapa faktor. 2000:20). Manusia berkomunikasi untuk mempertemukan kebutuhan biologis dan psikologis 2. Manusia berkomunikasi untuk meningkatkan dan merawat mutu diri sendiri 5. Devito mengemukakan ancangan humanistik untuk efektivitas komunikasi antarpersona- . (2) pemenuhan kekurangan.10 yang mantap dan jelas. Manusia berkomunikasi untuk membagi informasi 2. Komunikasi di dalam keluarga dapat berjalan dengan efektif apabila segenap unsur-unsur yang mendukung proses komunikasi itu diperhatikan. yakni: (1) perbedaan antarpribadi. Adakalanya definisi ini diperluas sehingga mencakup juga sekelompok kecil orang seperti anggota keluarga. (3) perbedaan motivasi antarmanusia. Manusia berkomunikasi untuk mempengaruhi orang lain Terjadinya interaksi dalam keluarga karena adanya komunikasi diantara anggota-anggota keluarga. Komunikasi antar persona memiliki fungsi-fungsi (Liliweri 1994 : 27-32) diantaranya : Fungsi Sosial 1. Manusia berkomunikasi untuk mengembangkan hubungan timbal balik 4. (4) pemenuhan akan harga diri.

1974). .11 nya. Henry Backrack (1976) mendefinisikan empati sebagai “kemampuan seseorang untuk ‘mengetahui’ apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu. (2) konsentrasi terpusat meliputi kontak mata. Secara nonverbal. dan kesetaraan (equality) (Devito. 1997:259) Kualitas keterbukaan mengacu pada sedikitnya tiga aspek dari komunikasi antarpribadi. dan kedekatan fisik. Aspek keterbukaan yang kedua mengacu pada kesediaan komunikator untuk bereaksi secara jujur terhadap stimulus yang datang. Kita dapat mengkomunikasikan empati baik secara verbal maupun nonverbal. melalui kacamata orang lain itu”. Terbuka dalam pengertian ini adalah mengakui bahwa perasaan dan pikiran yang anda lontarkan adalah memang “milik” anda dan anda bertanggung jawab atasnya. Pertama. asalkan pengungkapan – diri ini patut. empati (empathy). Sebaliknya. Aspek ketiga menyangkut “kepemilikan” perasaan dan pikiran (Bochner & Kelly. dalam ancangan humanistik ada lima kualitas umum yang dipertimbangkan : keterbukaan (openness). postur tubuh yang penuh perhatian. komunikator antarpribadi yang efektif harus terbuka kepada orang yang diajaknya berinteraksi. Ini tidaklah berarti bahwa orang harus dengan segera membukakan semua riwayat hidupnya. Menurut Devito. harus ada kesediaan untuk membuka diri – mengungkapkan informasi yang biasanya disembunyikan. serta (3) sentuhan atau belaian yang sepantasnya. sikap mendukung (supportiveness). sikap positif (positiveness). dari sudut pandang orang lain itu. kita dapat mengkomunikasikan empati dengan memperlihatkan (1) keterlibatan aktif dengan orang itu melalui ekspresi wajah dan gerak-gerik yang sesuai.

dorongan negatif. Komunikasi yang terbuka dan empatik tidak dapat berlangsung dalam suasana yang tidak mendukung. bukan evaluatif. . Komunikasi antarpribadi akan lebih efektif bila suasananya setara. Pertama komunikasi antarpribadi terbina jika orang memiliki sikap positif terhadap diri mereka sendiri. Perilaku mendorong menghargai keberadaan dan pentingnya orang lain. Kedua. dan kita banggakan. kita nikmati. Sebaliknya.12 Hubungan antarpribadi yang efektif adalah hubungan dimana terdapat sikap mendukung. Dorongan positif ini mendukung citra-pribadi kita dan membuat kita merasa lebih baik. harus ada pengakuan secara diam-diam bahwa kedua pihak sama-sama bernilai dan berharga. dan bahwa masing-masing pihak mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan. dan terdiri atas perilaku yang kita harapkan. Dorongan (stroking). suatu konsep yang perumusannya dilakukan berdasarkan karya Jack Gibb. Artinya. Sikap positif dapat dijelaskan lebih jauh dengan istilah stroking (dorongan). Sikap positif mengacu pada sedikitnya dua aspek dari komunikasi antarpribadi. perilaku ini bertentangan sengan ketidak-acuhan. yang dipandang sangat dalam analisis transaksional dan dalam interaksi antarmanusia secara umum. bukan strategik. Kita memperlihatkan sikap mendukung dengan bersikap (1) deskriptif. bersifat menghukum dan menimbulkan kebencian. Dorongan adalah istilah yang berasal dari kosakata umum. bukan sangat yakin. (2) spontan. dan (3) provisional. perasaan positif untuk situasi komunikasi pada umumnya sangat penting untuk interaksi yang efektif. Dorongan positif umumnya berbentuk pujian atau penghargaan.

antara lain kognisi. Dalam kegiatan berpikir. Dalam proses pengambilan keputusan faktor-faktor personal amat menentukan apa yang diputuskan itu. Objek dalam hal ini bisa saja dalam bentuk benda. baik yang terjadi diluar maupun dalam diri seseorang (Cangara. teori ini menyebutkan kepribadian manusia terdapat tiga bagian . Proses komunikasi intrapersonal terjadi karena seseorang memberi arti terhadap suatu objek yang diamatinya atau terbetik dalam pikirannya. Komunikasi intrapersonal atau komunikasi dengan diri sendiri adalah proses komunikasi yang terjadi dalam diri setiap individu. 2003:69-71). motif dan sikap. diantaranya terdapat fungsi menetapkan keputusan (decision making) dan memecahkan masalah (problem solving).13 Dalam kegiatan komunikasi persona yang dilakukan muallaf juga terjadi proses komunkasi intrapersonal. 2000:32). seringkali seseorang dihadapkan pada pilihan Ya atau Tidak. fakta yang mengandung arti bagi manusia. kejadian alam. karena seorang muallaf pastilah mengalami proses berpikir ketika menentukan untuk memilih agama mana yang lebih diyakini-nya. peristiwa. Teori yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis transaksional. kebiasaan dan emosi (Rakhmat. pengalaman. Dalam proses pengambilan keputusan. Keadaan semacam ini membawa seseorang pada situasi berkomunikasi dengan diri sendiri. Sedangkan dalam proses memecahkan masalah (problem solving) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi. kepercayaan dan sikap yang salah. diantaranya: motivasi. terutama dalam mempertimbangkan untung ruginya suatu keputusan yang akan diambil.

neo psychic). Sebaliknya yang bersifat adapted child (AC) adalah mengeluh. semuanya disebut dengan sikap yang critical parent (CP). memberikan pertimbangan. Yaitu orang tua. kreatif. Sikap orangtua yang diwakili dalam perilaku dapat terlihat. kita juga menampilkan salah satu aspek tersebut. 1994:163). membantu. ngambek. Ketiga sikap tersebut dimiliki setiap orang baik dewasa. menguatkan perasaan.14 kepribadian. berkhayal. axteropsychic). Dalam diri setiap manusia seperti dikutip Collins (1983) memiliki tiga status ego. Dibedakan antara natural child (NC) yang ditunjukkan dalam sikap ingin tahu. sikap orang dewasa (Adult=A. berprasangka. dan ego anak (Child= C. mendorong untuk berbuat baik adalah sikap yang nurturing parent (NP). bermanja diri (Liliweri. Dalam hubungan persona. keputusan berdasarkan fakta-fakta yang ada. memberikan hiburan. anak-anak maupun orangtua. . Sikap lain yang dimiliki juga adalah sikap anak-anak. Mengambil kesimpulan. dan anak. melarang. Suka bertanya. Sebaliknya ada pula sikap orang tua yang suka menghardik. menghukum. memberontak. Seperti tindakan menasihati orang lain. terdengar dari tindakan maupun tuturkata ataupun ucapan-ucapannya. suka pamer. membentak. Sikap dasar ego yang mengacu pada sikap orangtua (Parent= P. dewasa.arheopsychic). Setiap orang juga menurut Berne memiliki sikap orang dewasa umumnya pragmatis dan realitas. Bersifat objektif dan sebagainya. mencari atau menunjukkan fakta-fakta. bersifat rasional dan tidak emosional. melindungi.

empati .15 Kerangka pemikiran ini dapat disederhanakan melalui bagan berikut ini : gambar 1.1 Kegiatan komunikasi persona seorang muallaf Ditinjau dari konsep komunikasi intrapersona dari faktor berpikir : .dukungan .keterbukaan .sikap positif .menetapkan keputusan (decision making) . meliputi aspek : .kesetaraan Dikaji dengan menggunakan teori analisis transaksional Hubungan baik dengan keluarga .memecahkan masalah (problem solving) Ditinjau dari konsep komunikasi antarpersona yang efektif dari Devito.

pertanyaan penelitian. fungsi komunikasi antarpersona. konsep komunikasi antarpersona yang efektif menurut Devito. pembatasan masalah dan pengertian istilah serta kerangka pemikiran. teori analisis transaksional dan pengertian muallaf. latar belakang keluarga dan alasan menjadi muallaf. komponen desain penelitian. metode penelitian studi kasus. perumusan masalah. BAB III Metodologi Penelitian Bab ini menguraikan metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. proses berpikir. desain khusus. kualitas hubungan antarpersona. diantaranya : Latar belakang subjek penelitian. desain penelitian. yang berisi metode penelitian. BAB IV Latar Belakang Subjek Penelitian Menggambarkan latar belakang dari subjek penelitian. alasan penelitian. tinjauan komunikasi intrapersonal. Pada bab ini diuraikan mengenai tinjauan komunikasi antarpersona. . tahap-tahap penelitian dan proses analisa data. teknik pengumpulan data. penulis menguraikannya sebagai berikut: BAB I Pendahuluan Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang masalah. tujuan dan kegunaan penelitian.16 1. karakteristik atau ciri-ciri komunikasi antarpersona. BAB II Tinjauan Pustaka Merupakan dasar teori dan ilmu pengetahuan pelengkap yang berkaitan dengan pokok permasalahan.7 Organisasi Karangan Untuk memberikan gambaran secara umum mengenai keseluruhan materi Skripsi ini. karakteristik penelitian kualitatif.

. akan diuraikan beberapa kesimpulan mengenai uraianuraian yang telah dijabarkan dan dibahas pada bab-bab terdahulu sehingga dari kesimpulan yang diperoleh tersebut kiranya penulis dapat memberikan saransaran yang mungkin dapat berguna. .17 BAB V Pembahasan Bab ini mencakup hasil penelitian dan pembahasan mengenai kegiatan komunikasi persona Leo sebagai seorang muallaf. BAB VI Penutup Dalam bab penutup ini.

18 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 1991:12). organisasi sosial.1 Pengertian Komunikasi Antarpersona Kehidupan manusia ditandai dengan pergaulan di antara manusia dengan keluarga. terjadi dalam interaksi tatap muka antara beberapa pribadi” (liliweri.1. Menurut Wilbur Scramm yang dikutip oleh Liliweri dikatakan bahwa : “Diantara manusia yang bergaul. Dalam menjalankan kegiatan diatas. Sebagai : “Proses pengiriman . 1991:11). Komunikasi antar pribadi didefinisikan oleh Joseph A. Rogers yang dikutip oleh Alo Liliweri mengemukkan bahwa: “Komunikasi antarpribadi adalah merupakan komunikasi dari mulut ke mulut. Devito dalam bukunya “The Inetrpersonal Communication Book”. gagasan. lingkungan masyarakat. karena sifatnya dialogis berupa percakapan. sekolah. 1994:9). dimana orang-orang yang terlibat didalamnya saling mempengaruhi. perilaku seseorang. Komunikasi antarpribadi pada hakikatnya merupakan proses sosial seperti yang diuraikan diatas. Sedangkan Verdeber (1986) mengemukakan bahwa komunikasi antarpersona merupakan suatu proses interaksi dan pembagian makna yang terkandung dalam gagasan-gagasan maupun perasaan (Liliweri. sikap” (Liliweri. Komunikasi antarpribadi dianggap efektif untuk mengubah sikap.1 Tinjauan tentang Komunikasi Antarpersona 2. pendapat. tempat kerja. mereka sering berbagi informasi. akan terjadi suatu komunikasi.

Mereka yang terlibat dalam komunikasi bentuk ini berfungsi ganda. maka bentuk komunkasi antara pribadi acapkali dipergunakan untuk . dan perilaku komunikan itulah. komunkasi antarpribadi dinilai paling ampuh dalam kegiatan mengubah sikap. yang lain mendengarkan. Dalam proses komunikasi dialogis nampak adanya upaya dari pelaku komunikasi untuk terjadinya pengertian bersama (mutual understanding ) dan empati. masing-masing menjadi pembicara dan pendengar secara bergantian. Oleh karena keampuhan dalam mengubah sikap. opini. komunikasi antarpribadi dapat berlangsung antara dua orang yang memang sedang berdua-duaan seperti suami istri yang sedang bercakap-cakap. Sedangkan dialog adalah bentuk komunikasi antarpribadi yang menunjukkan terjadinya interaksi. Keampuhan Komunikasi antarpribadi dibandingkan dengan bentuk-bentuk komunikasi lainnya. pribadi anda menyentuh pribadi komunikan anda. misalnya antara penyaji makalah dengan salah seorang peserta suatu seminar. kepercayaan. Monolog menunjukkan suatu bentuk komunikasi dimana seorang berbicara. atau antara dua orang dalam suatu pertemuan.19 dan penerimaan pesan-pesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang-orang. Berdasarkan definisi Devito itu. Komunikasi antarpribadi umumnya berlangsung secara tatap muka. Oleh karena anda dengan komunikan anda itu saling bertatap muka. opini. Komunikasi yang berlangsung secara dialogis selalu lebih baik daripada monologis. maka terjadilah kontak pribadi (personal contact). kepercayaan. dan perilaku komunikan. dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika”. Pentingnya situasi komunikasi antar pribadi ialah karena prosesnya memungkinkan berlangsung secara dialogis.

Komunikasi antarpribadi sering dan dapat dimulai dengan melakukan kesalahan (Liliweri. . proses yang sinambung. lebih akrab dan terbuka. Komunikasi antarpribadi mempunyai tujuan tertentu. 2.20 melancarkan komunikasi persuasive (persuasive communication) yakni suatu teknik komunkasi secara psikologis manusiawi yang sifatnya halus. 3. Komunikasi antarpribadi terjadi dimana saja dan kapan saja. 5. Dari berbagai definisi diatas. luwes berupa ajakan. 7. maka seluruh jajaran mengikutinya. bujukan atau rayuan. komunikator dapat melihat feedback secara langsung. dimana komunikasinya bersifat dialogis. dan menciptakan serta mempertukarkan makna. Komunikasi antarpribadi. 4. 1994). Komunikasi antarpribadi dapat meramalkan sesuatu. Alo Liliweri mengemukakan bahwa komunikasi antarpersona ciri-cirinya adalah : 1. Artinya tokoh yang mempunyai jajaran dengan pengikutnya atau anak buahnya dalam jumlah yang sangat banyak. Tetapi komunikasi persuasif antarpribadi seperti itu hanya digunakan kepada komunikan yang potensial saja. Komunikasi antarpribadi menghasilkan hubungan yang timbal balik. Komunikasi antarpribadi merupakan sesuatu yang dipelajari. sehingga apabila ia berhasil diubah sikapnya atau ideologinya. Dari uraian definisi tersebut. maka dapat dikemukakan beberapa ciri komunikasi antarpersona yang membedakannya dengan komunikasi kelompok dan komunikasi massa. 6. maka komunikasi antarpersona adalah merupakan komunikasi yang dilakukan oleh dua orang.

Terkadang pada saat berbicara kita tidak tahu apa yang diinginkan oleh lawan bicara kita secara verbal namun dengan lambanglambang tertentu mengetahui apa yang diinginkan oleh lawan bicara kita. kini dan sekarang biasanya dijaga setiap orang dalam berkomunikasi. Komunikasi antarpribadi menghasilkan hubungan yang timbal balik. Komunikasi antarpribadi mempunyai tujuan tertentu. Di mana dan kapan saja komunikasi itu hadir dalam masyarakat baik tradisional hingga masyarakat modern. Kesinambungan antara masa lalu. yaitu : 1. dan menciptakan serta mempertukarkan makna.1. Semua manusia mengakui bahwa komunikasi merupakan pusat kegiatan kemanusiaan umumnya.21 2. Dengan komunikasi diperlihatkan siapa dan dengan siapa anda berhubungan. 4. . Komunikasi antarpribadi terjadi di mana dan kapan saja. Manusia dalam berkomunikasi selalu mempunyai tujuan baik secara implisit maupun eksplisit. Komunikasi antarpribadi merupakan proses yang sinambung. 3. Setiap komunikasi akan menghasilkan hubungan yang kemudian berkembang menjadi relasi dan transaksional yang melengkapi serta menciptakan hubungan. Hal ini juga yang sering disebutkan bahwa komunikasi antarpribadi merupakan suatu rangkaian proses yang bersinambung dan malahan simultan. 2.2 Ciri-ciri Komunikasi Antarpersona Menurut Alo Liliweri (1994) setiap komunikasi antarpribadi mengandung beberapa karakteristik atau ciri-ciri.

terkandung suatu harapan hasil yang memuaskan dua belah pihak dan meramalkan apa yang bakal terjadi setelah mengungkapkan pikiran. Komunikasi antarpribadi merupakan sesuatu yang dipelajari. raut muka. 7. lalu diikuti oleh tindakan komunikasi tertentu. Misalnya saja pada saat kita berpesta. Komunikasi antarpersona sering dan dapat dimulai dengan melakukan kesalahan. 1994:27-32). menggunakan dan memilih kata-kata. Komunikasi antarpribadi dapat meramalkan sesuatu.3 Fungsi Komunikasi Antarpersona Fungsi-fungsi komunikasi antarpribadi terdiri dari fungsi sosial dan fungsi pengambilan keputusan (Liliweri. Demikian pula kebiasaan-kebiasaan dalam menggunakan pesan nonverbal. 6.22 5. 2. perasaan. seperti gerakan tubuh.1. Waktu berkomunikasi sadar atau tidak kita memperhatikan kemampuan orang lain dalam hal mengungkapkan. • Fungsi Sosial Komunikasi antarpribadi secara otomatis mempunyai fungsi sosial karena proses komunikasi beroperasi dalam konteks sosial yang orang-orangnya . nada suara sehingga kita mempelajari sesuatu yang disukai ataupun yang tidak disukai orang lain. Ketika orang melakukan komunikasi antarpersona. kita tidak sengaja menabrak seseorang kemudian kitapun meminta maaf kepada orang yang kita tabrak itu sehingga memungkinkan dapat berlanjut dalam suatu obrolan.

2. Manusia berkomunikasi untuk mengembangkan hubungan timbal balik. dengan atasan maupun bawahannya. istri dan anak-anaknya. Norma dan nilai telah mengatur kewajiban-kewajiban tertentu secara sosial dalam berkomunikasi sebagai suatu keharusan yang tak dapat dielakkan. relasi.23 berinteraksi satu sama lain. Dengan komunikasi kita mampu menilai. Melalui komunikasi antarpibadi setiap manusia berusaha mencari dan melengkapi kebutuhannya. . Manusia berkomunikasi untuk memenuhi kewajiban sosial. Dalam kehidupan sosial terdapat pelbagai perbedaan interaksi. Setiap orang terikat dalam suatu sistem nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakatnya seperti ia wajib secara sosial berhubungan dengan orang lain. Salah satu aspek fungsi sosial dari komunikasi adalah pengembangan hubungan yang timbal balik. Manusia berkomunikasi untuk meningkatkan dan merawat mutu diri sendiri. transaksional antara seseorang dengan rekan sekerjanya. meningkatkannya lalu berdampak pada usaha merawat kesehtan jiwa kita. dengan tetangga warganya. 4. melihat mutu komunikasi orang lain dan kemudian mengubah diri sendiri. 3. Dalam keadaan demikian maka fungsi sosial komunikasi antarpribadi mengandung aspek-aspek : 1. Manusia berkomunikasi untuk mempertemukan kebutuhan biologis dan psikologis. Hal demikian karena hal yang menjadi kebutuhan timbal balik diantara bentuk pergaulan itu tidaklah sama.

manusia berkomunikasi dan berinteraksi untuk mendapatkan umpan balik dari orang lain. Tujuan pengambilan keputusan antara lain mempengaruhi orang lain terutama sikap serta perilakunya. Pengambilan keputusan meliputi penggunaan informasi dan pengaruh yang kuat dari orang lain. Manusia berkomunikasi untuk menangani konflik. gagasan. Ada dua aspek dari fungsi pengambilan keputusan jika dikaitkan dengan komunikasi yaitu : 1. Melalui komunikasi antarpribadi konflik dapat dihindari karena telah terjadi pertukaran pesan dan kesamaan makna tentang suatu makna tertentu. Manusia berkomunikasi untuk membagi informasi. Berdasarkan fungsi-fungsi komunikasi antarpersona tersebut. dapat dijelaskan bahwa sebagai makhluk sosial. pengalaman. • Fungsi Pengambilan Keputusan Manusia mempunyai kemampuan untuk mengambil keputusan. 2. Banyak kegiatan komunikasi antarpribadi dilakukan karena bertujuan untuk mendapatkan informasi.24 5. banyak dari keputusan yang sering diambil manusia dilakukan dengan berkomunikasi karena mendengar pendapat. Manusia berkomunikasi untuk mempengauhi orang lain. pikiran maupun perasaan orang lain. saran. Umpan balik terjadi . Karena informasi sangat menentukan sukses tidaknya pengambilan keputusan maka komunikasi pada awalnya bertujuan untuk mendapatkan persetujuan dan kerjasama dengan orang lain. Jika informasi itu benar maka akan menguntungkan pengambilan keputusan.

Hubungan yang lancar dapat dicapai dengan komunikasi yang baik diantara keduanya dan komunikasi yang efektif lah yang dapat membuat komunikasi menjadi lebih baik. komunikator antarpribadi yang efektif harus terbuka . sikap positif (positiveness). Menurut Devito. Fungsi sosial dan fungsi pengambilan keputusan akan melengkapi komunikasi antarpersona. karena manusia memiliki tujuan yang hendak ia capai dalam komunikasinya dengan orang lain. Kebutuhan dan kepentingan tersebut mungkin didapat apabila mereka saling bertukar informasi. Apabila kedua belah pihak. 2. maka komunikasi yang telah mereka jalin akan menjadi komunikasi yang baik.4 Komunikasi Antarpersona yang Efektif Setiap manusia pasti menginginkan hubungannya lancar tanpa hambatan. 1997:259).25 karena kedua belah pihak sama-sama memiliki kebutuhan dan kepentingan untuk saling dilengkapi oleh satu sama lain.1. empati (empathy). khususnya komunikasi antarpersona mereka efektif. dalam ancangan humanistik ada lima kualitas umum yang dipertimbangkan : keterbukaan (openness). Pertama. dan kesetaraan (equality) (Devito. dimana mereka juga menginginkan hubungannya lancar dan harmonis. sikap mendukung (supportiveness). pengetahuan dan pengalaman. Devito. mengemukakan ancangan humanistik untuk efektivitas komunikasi antarpersona-nya. seperti muallaf dengan keluarganya dapat membuat komunikasi mereka. Kualitas keterbukaan mengacu pada sedikitnya tiga aspek dari komunikasi antarpribadi. Begitu pula halnya dengan seorang muallaf terhadap keluarganya.

26 kepada orang yang diajaknya berinteraksi. Henry Backrack (1976) mendefinisikan empati sebagai “kemampuan seseorang untuk ‘mengetahui’ apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu. harus ada kesediaan untuk membuka diri – mengungkapkan informasi yang biasanya disembunyikan. Terbuka dalam pengertian ini adalah mengakui bahwa perasaan dan pikiran yang anda lontarkan adalah memang “milik” anda dan anda bertanggung jawab atasnya. Sebaliknya. perasaan dan sikap mereka. Secara nonverbal. dari sudut pandang orang lain itu. melalui kacamata orng lain itu”. Kita memperlihatkan keterbukaan dengan cara bereaksi secara spontan terhadap orang lain. asalkan pengungkapan – diri ini patut. Aspek keterbukaan yang kedua mengacu pada kesediaan komunikator untuk bereaksi secara jujur terhadap stimulus yang datang. postur . Aspek ketiga menyangkut “kepemilikan” perasaan dan pikiran (Bochner & Kelly. Ini tidaklah berarti bahwa orang harus dengan segera membukakan semua riwayat hidupnya. 1974). Pengertian yang empatik ini akan membuat seseorang lebih mampu menyesuaikan komunikasinya. kita dapat mengkomunikasikan empati dengan memperlihatkan (1) keterlibatan aktif dengan orang itu melalui ekspresi wajah dan gerak-gerik yang sesuai. Orang yang empatik mampu memahami motivasi dan pengalaman orang lain. (2) konsentrasi terpusat meliputi kontak mata. serta harapan dan keinginan mereka untuk masa mendatang. Kita dapat mengkomunikasikan empati baik secara verbal maupun nonverbal.

Komunikasi yang terbuka dan empatik tidak dapat berlangsung dalam suasana yang tidak mendukung. Deskriptif. bukan evaluatif.27 tubuh yang penuh perhatian. Di pihak lain. dan kedekatan fisik. Gaya spontan membantu menciptakan suasana mendukung. Anda tidak ditantang dan tidak perlu membela diri. Hubungan antarpribadi yang efektif adalah hubungan dimana terdapat sikap mendukung. anda umumnya tidak merasakannya sebagai ancaman. Kita memperlihatkan sikap mendukung dengan bersikap (1) deskriptif. Provisionalisme. Bila anda bersikap yakin . serta (3) sentuhan atau belaian yang sepantasnya. (2) spontan. Bila anda mempersepsikan suatu komunikasi sebagai permintaan akan informasi atau uraian mengenai suatu kejadian tertentu. dan (3) provisional. Bersikap provisional artinya bersikap tentatif dan berpikiran terbuka serta bersedia mendengar pandangan yang berlawanan dan bersedia mengubah posisi jika keadaan mengharuskan. Spontanitas. Orang yang spontan dalam komunikasinya dan terus terang serta terbuka dalam mengutarakan pikirannya biasanya bereaksi dengan cara yang sama – terus terang dan terbuka. suatu konsep yang perumusannya dilakukan berdasarkan karya Jack Gibb. komunikasi yang bernada menilai seringkali membuat kita bersikap defensif. Suasana yang bersifat deskriptif dan bukan evaluatif membantu terciptanya sikap mendukung. bila kita merasa bahwa seseorang menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya – bahwa dia mempunyai rencana atau strategi tersembunyi – kita bereaksi secara defensif. bukan sangat yakin. Sebaliknya. bukan strategik.

Sikap. Dorongan positif umumnya berbentuk pujian atau penghargaan. bersifat menghukum dan menimbulkan kebencian. Bila anda bertindak secara provisional – dengan pikiran terbuka. Dorongan positif ini mendukung citra-pribadi kita dan membuat kita merasa lebih baik. dan dengan kesediaan untuk mengubah sikap dan pendapat anda – anda mendorong sikap mendukung. Dorongan (stroking).28 tak tergoyahkan dan berpikiran tertutup. dengan kesadaran penuh bahwa anda mungkin saja keliru. Kita mengkomunikasikan sikap positif dalam komunikasi antarpribadi dengan sedikitnya dua cara: (1) menyatakan sikap positif dan (2) secara positif mendorong orang yang menjadi teman kita berinteraksi. Sebaliknya. Perilaku mendorong menghargai keberadaan dan pentingnya orang lain. Sikap positif mengacu pada sedikitnya dua aspek dari komunikasi antarpribadi. yang dipandang sangat dalam analisis transaksional dan dalam interaksi antarmanusia secara umum. perilaku ini bertentangan sengan ketidak-acuhan. dorongan negatif. dan kita banggakan. anda mendorong perilaku defensif pada diri pendengar. Sikap positif dapat dijelaskan lebih jauh dengan istilah stroking (dorongan). perasaan positif untuk situasi komunikasi pada umumnya sangat penting untuk interaksi yang efektif. Komunikasi antarpribadi akan lebih efektif bila suasananya setara. Pertama komunikasi antarpribadi terbina jika orang memiliki sikap positif terhadap diri mereka sendiri. harus ada pengakuan secara diam-diam bahwa kedua pihak sama-sama . Artinya. kita nikmati. dan terdiri atas perilaku yang kita harapkan. Dorongan adalah istilah yang berasal dari kosakata umum. Kedua.

menurut istilah Carl Rogers. Pembentukan hubungan 2. Pembentukan Hubungan Interpersonal Tahap ini sering disebut tahap perkenalan (acquaitance process). dengan menggunakan cara-cara yang agak berbeda pada bermacam-macam tahap perkembangan persahabatan”) (Rakhmat.29 bernilai dan berharga. . kesetaraan meminta kita untuk memberikan “penghargaan positif tak bersyarat” kepada orang lain. Peneguhan hubungan 3.5 Kualitas Hubungan Antarpersona Hubungan interpersonal berlangsung melewati tiga tahap. Pemutusan hubungan (Rakhmat. 2000:125) Adapun penjelasan tahap-tahap hubungan interpersonal adalah sebagai berikut : 1. 2. dan bahwa masing-masing pihak mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan.1. atau. Kesetaraan tidak mengharuskan kita menerima dan menyetujui begitu saja semua perilaku verbal dan nonverbal pihk lain. Kesetaraan berarti kita menerima pihak lain. ketidak-sependapatan dan konflik lebih dilihat sebagai upaya untuk memahami perbedaan yang pasti ada ketimbang sebagai kesempatan untuk menjatuhkan pihak lain. yaitu : 1. Dalam suatu hubungan antarpribadi yang ditandai oleh kesetaraan. 2000:125). Menurut Steve Duck bahwa: “… perkenalan adalah proses komunikasi dimana individu mengirimkan (secara sadar) atau menyampaikan (kadang-kadang tidak sengaja) informasi tentang struktur dan isi kepribadiannya kepada bakal sahabatnya.

Hubungan interpersonal akan terpelihara apabila kedua belah pihak sepakat tentang tingkat keakraban yang diperlukan. Informasi demografis 2. Hobi dan minat. Perilaku pada masa lalu. Faktor yang kedua adalah kesepakatan tentang siapa yang akan mengontrol siapa dan bilamana. Walaupun mungkin saja terjadi dua orang berinteraksi dengan suasana emosional yang berbeda. 6. Sikap dan pendapat tentang orang dan objek. Jika dua orang mempunyai pendapat yang berbeda sebelum mengambil kesimpulan. siapakah yang dominan. Faktor yang ketiga adalah ketepatan respons artinya respons-respons ini bukan saja berkenaan dengan pesan-pesan verbal. Konflik terjadi pada umumnya bila masing-masing ingin berkuasa. Berger. siapa yang menentukan. kontrol. 3. 7. Peneguhan Hubungan Interpersonal Menurut Jalaludin Rakhmat ada empat faktor yang penting dalam memelihara keseimbangan dalam hubungan interpersonal yaitu keakraban. 2000:126). siapakah yang harus berbicara lebih banyak. yaitu : 1. dan nada emosional yang tepat (Rakhmat. atau tidak ada pihak yang mau mengalah. Kepribadian 5.30 Menurut Charles R. tetapi juga pesan-pesan nonverbal. informasi pada tahap perkenalan dapat dikelompokkan pada tujuh kategori. Keakraban merupakan pemenuhan kebutuhan akan kasih sayang. respons yang tepat. Faktor keempat yang memelihara hubungan interpersonal adalah keserasian suasana emosional ketika berlangsungnya komunikasi. 4. 2000:126) 2. tetapi interaksi itu tidak akan stabil. (Rakhmat. Besar . Rencana yang akan datang. Orang lain.

Perbedaan Nilai. (Rakhmat. Kegagalan d. Terjadinya proses komunikasi disini karena adanya seseorang yang memberi arti terhadap sesuatu obyek yang diamatinya atau terbetik dalam pikirannya. menyebutkan bahwa komunikasi dengan diri sendiri adalah proses komunikasi yang terjadi di dalam diri individu. Provokasi. fakta yang mengandung arti bagi manusia. c. . peristiwa. Nye ada lima sumber konflik. pengalaman. Pemutusan Hubungan Interpersonal Menurut R.1 Pengertian Komunikasi Intrapersonal Cangara (2000). masing-masing berusaha menyalahkan yang lain apabila tujuan bersama tidak tercapai. 2.D. Perbedaan nilai. kedua pihak tidak sepakat tentang nilai-nilai yang mereka anut.2. Kegagalan. Provokasi.31 kemungkinan salah satu pihak mengakhiri interaksi atau mengubah suasana emosi. salah satu pihak berusaha mengendalikan pihak lain sehingga orang itu merasakan hak-haknya dilanggar. Dominasi. baik yang terjadi diluar maupun di dalam diri seseorang. 2000:125) Kompetisi. Obyek dalam hal ini bisa saja dalam bentuk benda. atau dengan kata lain proses berkomunikasi dengan diri sendiri. kejadian alam.2 Tinjauan tentang Komunikasi Intrapersonal 2. salah satu pihak berusaha memperoleh sesuatu yang mengorbankan orang lain. yaitu : a. e. salah satu pihak terus menerus yang ia ketahui menyinggung perasaan yang lain. 3. b. Dominasi. Kompetisi.

Sedangkan Jalaluddin Rakhmat (2003). persepsi dan memori. Anita Taylor et al mendefinisikan berpikir sebagai proses penarikan kesimpulan. memori dan berpikir (Rakhmat. seringkali seseorang dihadapkan pada pilihan Ya atau Tidak. Thinking is a inferring process. Sebagian dari keputusan itu ada yang . memecahkan persoalan (problem solving) dan menghasilkan yang baru (creativity). 2.32 Dalam proses pengambilan keputusan. meneliti berbagai kemungkinan penjelasan dari realitas eksternal dan internal. 20003:68). 2000:30).2. walaupun pada dasarnya proses berpikir tidak terlepas dari sensasi. Memahami realitas berarti menarik kesimpulan. yang meliputi sensasi. (Rakhmat. terutama dalam mempertimbangkan untung ruginya suatu keputusan yang akan diambil (Cangara. Keadaan semacam ini membawa seseorang pada situasi berkomunikasi dengan diri sendiri. Sepanjang hidup kita harus menentukan keputusan. persepsi. proses berpikir memiliki pengaruh besar dalam mengambil sikap. Dalam komunikasi intrapersonal seorang muallaf. menyebutkan bahwa proses pengolahan informasi disebut juga komunikasi intrapersonal. Salah satu fungsi berpikir ialah menetapkan keputusan.2 Proses Berpikir sebagai Salah Satu Faktor dari Komunikasi Intrapersonal Berpikir dilakukan untuk memahami realitas dalam rangka mengambil keputusan (decision making). 2003:49). Proses berpikir ini meliputi decision making (menetapkan keputusan) dan problem solving (memecahkan masalah).

3. Ini menimbulkan kejumudan pikiran (rigid mental set). menghambat pemecahan masalah yang efisien. Sebagai manusia yang utuh. kita tidak dapat mengesampingkan emosi. Cara kita memandang dan mengatasi persoalan dibatasi oleh cultural setting kita. atau melihat masalah hanya dari satu sisi saja. emosi bukan hambatan utama. kita tanpa sadar sering terlibat secara emosional. merasionalisasikan kekeliruan. Kecenderungan untuk mempertahankan pola berpikir tertentu. antara lain kognisi. 2. Sampai di situ. atau kepercayaan yang berlebihan dan tanpa kritis pada pendapat otoritas. dan mempersukar penyelesaian. Kebiasaan. motif dan sikap. Motivasi yang rendah mengalihkan perhatian. . Sedangkan dalam memecahkan persoalan ada beberapa faktor yang mempengaruhi. 4. Emosi mewarnai cara berpikir kita. Lawan dari ini adalah kekenyalan pikiran (flexible mental set).33 menentukan masa depan kita. Kebudayaan banyak menentukan kejumudan pikiran. Kepercayaan dan Sikap yang Salah. Dalam menghadapi berbagai situasi. karena kurang kepercayaan ada diri sendiri akan cenderung menolak informasi baru. Emosi. Motivasi. diantaranya: 1. Kerangka rujukan yang tidak cermat menghambat efektivitas pemecahan masalah. Kita tidak pernah dapat berpikir betul-betul objektif. Motivasi yang tinggi membatasi fleksibilitas. Sikap yang defensif misalnya. Asumsi yang salah dapat menyesatkan kita. Faktor-faktor personal amat menentukan apa yang kita putuskan. tidak jarang cara itu kita pandang sebagai cara yang paling baik.

Mengambil kesimpulan. menghukum.34 Tetapi bila emosi itu sudah mencapai intensitas yang begitu tinggi sehingga menjadi stress. axteropsychic). Dalam diri setiap manusia seperti dikutip Collins (1983) memiliki tiga status ego. melindungi. Teori analisis transaksional dikembangkan oleh Eric Berne. terdengar dari tindakan maupun tuturkata ataupun ucapan-ucapannya. neo psychic). semuanya disebut dengan sikap yang critical parent (CP). sikap orang dewasa (Adult=A. memberikan hiburan. berprasangka.3 Teori Analisis Transaksional Dalam kegiatan komunikasi antarpersona seorang muallaf untuk membina hubungan baik dengan keluarga ditinjau dari komunikasi yang efektif dari Devito dan dikaji dengan menggunakan teori analisis transaksional. anak-anak maupun orangtua). keputusan berdasarkan fakta-fakta . membentuk. 2. melarang. barulah kita menjadi sulit berpikir efisien. Seperti tindakan menasihati orang lain. memberikan pertimbangan. membantu. menguatkan perasaan. Setiap orang juga menurut Berne memiliki sikap orang dewasa umumnya pragmatis dan realitas. mendorong untuk berbuat baik adalah sikap yang nurturing parent (NP).arheopsychic). Ketiga sikap tersebut dimiliki setiap orang (baik dewasa. Berne mulai beranjak dari konsep dasar transaksi pada ego yang dimiliki setiap orang. dan ego anak (Child= C. Sikap orangtua yang diwakili dalam perilaku dapat terlihat. Sebaliknya ada pula sikap orang tua yang suka menghardik. Sikap dasar ego yang mengacu pada sikap orangtua (Parent= P.

mencari atau menunjukkan fakta-fakta. berkhayal.1 Gambar 2.35 yang ada. ngambek.1 Keadaan kontaminasi ego status P P A A C A C P P A C C Gambar 2. Sebaliknya yang bersifat adapted child (AC) adalah mengeluh. Sikap lain yang dimiliki juga adalah sikap anak-anak. atau keseimbangan ego sebagai sikap yang dimiliki seseorang itu. Dibedakan antara natural child (NC) yang ditunjukkan dalam sikap ingin tahu.1a Gambar 2. kreatif. Gambar berikut memperlihatkan keadaan “terganggunya” keseimbangan itu.1c Keterangan: P = Parents (orangtua) A = Adult (dewasa) C = Child (anak-anak) . Gambar 2. bermanja diri. memberontak. Berne juga mengemukkan terdapat beberapa faktor yang menghambat terlaksananya transaksi antarpribadi.1b Gambar 2. Suka bertanya. Terdapat dua hambatan utama yaitu : pertama kontaminasi (contamination). suka pamer. Bersifat objektif dan sebagainya. bersifat rasional dan tidak emosional. Kontaminasi merupakan pengaruh yang kuat dari salah satu sikap atau lebih terhadap seseorang sehingga orang itu “berkurang” keseimbangannya.

1 terlihat bahwa ketiga ego status itu berdiri sendiri-sendiri tidak saling mempengaruhi.1a sikap dewasa dipengaruhi oleh sikap orangtua. Pertama. Misalnya sikap orang tua yang sangat mempengaruhi seseorang dalam satu waktu yang lama sehingga orang itu terus menerus memberikan nasihat. dan gambar 2. transaksi komplementer. Atau sikap kekanak-kanakan yang terus ngambek atau manja. adalah penguasaan salah satu sikap atau lebih terlalu lama pada diri seseorang. mendorong dan menghardik. Yang paling penting dalam kajian analisis transaksi ini adalah bagaimana terjadinya proses itu dengan orang lain. adalah eksklusif. . Pada gambar 2. transaksi silang dan transaksi tersembunyi.36 Gambar diatas memperlihatkan bahwa telah terjadi ada tidaknya pengaruh masing-masing ego terhadap yang lain. Dan gambar 2. jenis transaksi ini merupakan jenis terbaik dalam komunikasi antarpribadi karena terjadi kesamaan makna terhadap pesan yang mereka pertukarkan.1b sikap dewasa yang dipengaruhi sikap anak-anak. Pada gambar 2. Berne mengajukan tiga jenis transaksi antarpribadi yaitu: transaksi komplementer.1c sikap dewasa yang dipengaruhi oleh sikap orang tua dan anak-anak. melarang perbuatan tertentu. Kedua. pesan yang satu dilengkapi oleh pesan yang lain meskipun dalam jenis sikap ego yang berbeda.

transaksi silang.2 menunjukkan transaksi komplementer terjadi antara dua sikap yang sama.3 Model transaksi silang P A C gambar 2.3 A C gambar 2.2.3 menunjukkan transaksi terjadi antara dua sikap yang berbeda namun komplementer. Gambar 2. Kedua sikap itu adalah sikap orang tua dan sikap anak-anak.1 Keterangan : Gambar 2.2.2. sikap dewasa.2 Model transaksi komplementer P A C gambar 2.2.2. sikap orang tua.2 . Komunikasi antarpribadi dapat dilanjutkan manakala terjadi transaksi yang bersifat komplementer karena diantara mereka dapat memahami pesan yang sama dalam suatu makna.2 P A C P A C gambar 2.3 P A C A C A C A C gambar 2. Kedua. terjadi mankala pesan yang dikirimkan komunikator tidak mendapat respons sewajarnya dari komunikan.2.3.3. Dan gambar 2.1 menunjukkan transaksi komplementer terjadi antara dua sikap yang sama.1 P A C P P P P P A C P A C gambar 2. Gambar 2.3.37 Gambar 2.

Gambar 2. jika ada 3 atau 4 sikap dasar dari mereka yang terlibat dalam komunikasi antarpribadi namun yang diungkapkan hanya 2 sikap saja (lihat dalam komplementer dan menyilang). Jika terjadi sikap dasar sedangkan yang lainnya disembunyikan maka transaksi itu disebut transaksi tersembunyi 1 segi (angular). Akibat dari transaksi silang adalah terputusnya komunikasi antarpribadi karena kesalahan dalam memberikan makna pesan. Ketiga. Sikap tersembunyi ini sebenarnya yang ingin mendapatkan respons tetapi ditanggap lain oleh si penerima.3 Model transaksi tersembunyi angular P P A A C C Bentuk-bentuk transaksi tersembunyi bisa terjadi.3.3. Gambar 2.3.3 menunjukkan transaksi silang terjadi antara sikap anak-anak dengan orangtua. transaksi tersembunyi. sedangkan 1 atau 2 lainnya tersembunyi.1 menunjukkan transaksi silang terjadi antara sikap orang tua dengan sikap anak-anak.3.38 Keterangan : Gambar 2.2 menunjukkan transaksi silang terjadi antara sikap dewasa dengan sikap anak-anak dan gambar 2. terjadi manakala terjadi campuran beberapa sikap diantara komunikator dengan komunikan sehingga salah satu sikap menyembunyikan sikap yang lainnya. Kalau yang terjadi ada .

Kalau dia diberi zakat. muallaf : ada empat macam : a. sedangkan ia ada harapan masuk Islam. 1994:163-167). Mazhab Maliki. muallaf : sebagian mengatakan bahwa orang kafir yang ada harapan untuk masuk agama Islam. kita akan terpelihara dari kejahatan kafir yang dibawah pengaruhnya. Sulaiman Rasjid (2003:211) berbeda-beda menurut beberapa mazhab. b. ditakuti kejahatannya. muallaf : orang yang mempunyai pengaruh di sekelilingnya. Orang Islam yang berpengaruh dalam kaumnya. Mazhab Hambali. Orang yang menolak kejahatan orang yang anti zakat. H. muallaf : mereka tidak diberi zakat lagi sejak masa khalifah pertama. orang Islam yang ada harapan imannya akan bertambah teguh. Orang yang baru masuk Islam. yaitu : Mazhab Hanafi. Orang Islam yang berpengaruh terhadap kafir.39 4 sikap dasar dari yang disembunyikan 2 sikap dasar disebut dengan dupleks (Liliweri. . atau ada harapan orang lain akan masuk Islam karena pengaruhnya. maka orang lain dari kaumnya akan masuk Islam. 2. c. Mazhab Syafii. Sebagian yang lain mengatakan bahwa orang yang baru memeluk agama Islam. sedangkan imannya belum teguh.4 Pengertian Muallaf Adapun pengertian muallaf dalam buku Fiqh Islam. dan kita berpengharapan kalau ia diberi zakat. d.

kuantitatif. metode ilmiah adalah metode penelitian yang digunakan secara ilmiah dan penelitian tersebut bisa berbentuk deskriptif. Bogdan dan Taylor (Moleong. 1 Metode Penelitian Metode adalah proses. historis. Menurut mereka. prinsip. 2003:145). eksperimental. Sejalan dengan definisi tersebut. tetapi perlu memandangnya sebagai bagian dari keutuhan. kualitatif. kritis. Jadi dalam hal ini tidak boleh mengisolasikan individu atau organisasi ke dalam variabel atau hipotesis. dan lain-lain. . 2004: 3) mendefinisikan metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata tertulis atau tulisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. fenomenologis.40 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. analitis. pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistic (utuh). dan prosedur yang kita gunakan untuk mendekati problem dan mencari jawaban (Mulyana. Kirk dan Miller (1986:9) mendefinisikan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pengamatan pada manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasanya dan dalam peristilahannya. Metode penelitian sebagai suatu metode ilmiah tidak harus menggunakan analisis statistik terhadap data yang ditemukan.

Deddy Mulyana mengatakan dalam disiplin ilmu sosial.41 Berbeda dengan penelitian kuantitatif. feminis. orangorang di dunia lain telah mengembangkan dan menerapkan berbagai perspektif yang mungkin jarang kita dengar seperti pendekatan semiotik. . memiliki seperangkat kriteria untuk memeriksa keabsahan data. Mengarahkan sasaran penelitiannya pada usaha menemukan teori dari dasar. tetapi kita masih saja berkutat dengan memperdebatkan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Sebagian perspektif lama yang trend kembali. pendekatan modernisme. 2001: xiv). pendekatan pasca struktural. mengadakan analisis data secara induktif. Perbedaan pendekatan yang dilakukan dalam meneliti sebuah permasalahan bukanlah perbedaan yang harus dicari siapa yang paling benar atau siapa yang paling ilmiah. 2004: 27). penelitian kualitatif tidak bertujuan menguji hipotesis atau merinci atau menelaah variabel-variabel. rancangan penelitiannya bersifat sementara dan hasil penelitiannya di sepakati oleh kedua belah pihak: peneliti dan subjek penelitian (Moleong. Penelitian kualitatif itu berakar pada latar alamiah sebagai keutuhan. lebih mementingkan proses dari pada hasil. studi budaya. serta menginterpretasikannya berdasarkan konteks yang mengitarinya. mencatatnya. Maka muncullah komentar-komentar yang tidak produktif seperti “metode kualitatif tidak ilmiah atau metode kuantitatif kering atau membosankan” (Mulyana. Masalah penelitian coba diungkap secara komprehensif dan holistik. pendekatan pasca kolonial. Peneliti kualitatif dituntut untuk sabar dan tekun memasuki dunia kehidupan para subjek yang diteliti. menemukan maknanya menurut pandangan mereka. mendengarkannya. hermeneutik. mengandalkan manusia sebagai alat penelitian. bersifat deskriptif. dan sebagainya. naturalistik. membatasi studi dengan fokus. memanfaatkan metode kualitatif. dengan menggunakan berbagai sumber.

Di mana hasil yang diperoleh dari penelitian ini akan sangat akurat karena proses yang dilakukan selama penelitian ini berlangsung mengandalkan peneliti sebagai instrumen penelitiannya dengan kata lain peneliti mempunyai hak untuk mengatur jalannya penelitian seperti yang diinginkan. yaitu sebagai berikut : 1. Hal ini dilakukan karena ontology alamiah menghendaki adanya kenyataan-kenyataan sebagai keutuhan yang tidak dapat dipahami jika .1 Karakteristik Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif memiliki karakteristik yang berbeda dengan penelitian kenatitaif. hal ini berakibat pada penelitian tidak disusun secara detail seperti lazimnya suatu penelitian. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif yang melihat kondisi dari suatu fenomena. Latar Alamiah Penelitian kualitatif melakukan penelitian pada latar alamiah pada konteks suatu keutuhan (entity). Metode ini dipilih karena selain tidak menggunkan angka-angka statistik. Pendekatan ini bertujuan memperoleh pemahaman dan menggambarkan realitas yang kompleks seperti telah dijelaskan di atas. 3.42 Dalam penelitian kualitatif. penulis ingin dalam penelitian ini dapat menjelaskan kegiatan komunikasi persona seorang muallaf dalam membina hubungan baik dengan keluarga secara lebih mendalam. Berikut ini adalah karakterisitik yang diungkapkan oleh Guba & Lincoln serta Bogdan & Biklen.1. memiliki dimensi yang banyak namun bisa berubah-ubah. realitas dipandang sebagai suatu kesatuan yang utuh.

Tindakan pengamatan mempengaruhi apa yang dilihat. Ada beberapa asumsi dasar dari konteks tersebut. 3. 2004:4) 2. . Selain itu “manusia sebagai alat” sajalah yang dapat berhubungan secara langsung dengan responden dan hanya manusia yang mampu memahami kenyataan yang terjadi di lapangan serta berperan serta pada pengumpulan data melalui penelitian berperan serta.43 dipisahkan dari konteksnya. b. Hal ini dilakukan. antara lain : a. (Lincoln dan Guba dalam Moleong. Metode Kualitatif Metode ini digunakan karena metode ini lebih mudah bila berhadapan langsung dengan kenyataan. c. karena jika memanfaatkan alat yang bukan manusia dan mempersiapkannya terlebih dahulu sebagai yang lazim digunakan dalam penelitian klasik. peneliti sendiri atau dengan bantuan orang lain merupakan alat pengumpul data yang utama. Konteks sangat menentukan dalam menetapkan apakah suatu pertemuan mempunyai arti bagi konteks lainnya. Manusia sebagai alat (instrumen) Dalam penelitian kualitatif. selain itu metode ini lebih peka terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. Sebagian struktur nilai kontekstual bersifat determinatis terhadap apa yang akan dicari.

arah penyususunan teori tersebut akan menjadi jelas sesudah data dikumpulkan. maka data yang dikumpulkan berupa kata-kata. Deskriptif karena metode yang digunakan adalah kualitatif. gambar dan bukan angka-angka. Teori dari dasar lebih dapat responsif terhadap nilai-nilai kontekstual (Moleong. Penelitian ini mempercayai apa yang dilihat sehingga berusaha untuk sejauh mungkin menjadi netral. foto. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal. Analisis data induktif Dengan analisis data seperti ini. kemudian dikelompokkan.44 4. 2004 : 6). antara lain: a. c. Dengan . Tidak ada teori apriori yang dapat mencakupi kenyataan-kenyataan ganda yang mungkin di hadapi. 6. Analisis ini lebih merupakan abstraksi berdasarkan bagian-bagian yang telah dikumpulkan. dokumen-dokumen. b. 5. Semua data yang terkumpul menjadi kunci terhadap apa yang diteliti. dan lain-lain. Teori dasar Penelitian ini menghendaki adanya arah bimbingan penyusunan teori substansif yang berasal dari data. catatan lapangan. Jika peneliti merencanakan untuk menyusun teori. Data diperoleh melalui wawancara. akan lebih dapat menguraikan secara penuh mengenai data-data yang diperoleh serta dapat membuat keputusan-keputusan tentang dapat atau tidaknya pengalihan kepada latar yang lainnya.

reliabilitas dan objektivitas dalam versi lain dibandingkan dengan yang lazim digunakan dalam penelitian klasik. 10. Hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama Penelitian ini mengharapkan adanya hasil penelitian yang dirundingkkan dan disepakati bersama untuk dijadikan sebagai sumber data. 8. laporan akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran laporan tersebut. . Jadi. Penelitian kualitatif menyusun desain yang secara terus menerus disesuaikan dengan keadaan yang terjadi di lapangan. 9. Desain yang bersifat sementara. 11. penetapan fokus dapat lebih dekat dihubungkan oleh interaksi antara peneliti dan fokus.45 demikian. Adanya Kriteria khusus untuk keabsahan data Penelitian ini mendefinisikan validitas. 7. Adanya “batas” yang ditentukan oleh “fokus” Penelitian kualitatif menghendaki adanya batas dalam penelitian atas dasar focus yang timbul sebagai masalah dalam penelitian. Lebih mementingkan proses dari pada hasil Hal ini disebabkan oleh hubungan bagian-bagian yang sedang diteliti akan jauh lebih jelas jika daiamati dalam proses. Alasannya. Karena hasil penelitian ini bergantung pada hakikat dan kualitas hubungan antara pencari dengan yang dicari. tidak menggunakan desain yang tersusun secara ketat dan tidak dapat dirubah lagi karena apa yang akan terjadi di lapangan tidak dapat diramalkan sebelumya oleh peneliti.

secara rinci setelah melewati waktu .46 3. atau situasi sosial. studi kasus merupakan strategi yang lebih cocok bila pokok pertanyaan suatu penelitian berkenaan dengan “how” atau “why” (Yin. suatu program. 2003:31). peneliti bertujuan memberikan pandangan yang lengkap dan mendalam mengenai subjek yang diteliti. 2002:201) Jadi alih-alih menelaah sejumlah kecil variabel dan memilih suatu sample besar yang mewakili populasi. peneliti secara seksama dan dengan berbagai cara mengkaji sejumlah besar variabel mengenai suatu kasus khusus. Dengan mempelajari semaksimal mungkin seorang individu. Singkatnya. Selain itu studi kasus ini juga menyediakan peluang untuk menerapkan prinsip umum terhadap situasi-situasi spesifik atau contoh-contoh. suatu organisasi (komunitas). Peneliti studi kasus berupaya menelaah sejumlah kecil variabel dan memilih suatu sample besar yang mewakili populasi. Tujuannya adalah untuk menelaah sebanyak mungkin data mengenai subjek yang diteliti. atau suatu kejadian. peneliti secara seksama mengkaji sejumlah besar variabel mengenai suatu kasus” (Mulyana.2 Metode Penelitian Studi Kasus Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dimana secara umum. “Studi kasus adalah eksplorasi tentang “system terbatas” (bounded system) atau satu kasus (bisa juga beberapa kasus). Menurut Mulyana. suatu kelompok. “studi kasus adalah uraian dan penjelasan komprehensif mengenai berbagai aspek individu. studi kasus memungkinkan peneliti untuk mempertahankan karakteristik holistik dan bermakna dari peristiwa-peristiwa kehidupan nyata. suatu kelompok.

. 3. peristiwa. yang disebut kasus-kasus. studi kasus memiliki beberapa keuntungan. Studi kasus menyajikan uraian menyeluruh yang mirip dengan apa yang dialami pembaca dalam kehidupan sehari-hari. melalui pengumpulan data secara mendalam yang berasal dari berbagai sumber informasi” (Hasbiansyah. Studi kasus merupakan sarana utama bagi peneliti ernik.47 tertentu. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk menelaah sebanyak mungkin data mengenai subjek yang diteliti. Bounded System adalah terikat waktu dan tempat tertentu mengenai suatu kasus. Sumber informasi yang dapat digunakan. Studi kasus merupakan sarana efektif untuk menunjukkan hubungan antara peneliti dengan responden. Pendekatan studi kasus menyediakan peluang untuk menerapkan prinsip umum terhadap situasi spesifik atau contoh-contoh. Salah satu studi kasus yang lazim adalah menegenai individu yang datanya diperoleh melalui metode sejarah hidup yang dilengkapi dengan metode lain. atau sejulah individu. Kasus yang dipelajari bisa dibatasi berupa suatu program. catatan arsip. 2. wawancara. yakni menyajikan pandangan subjek yang diteliti. dan artifak fisik. observasi partisipan. Sebagai suatu metode penelitian kualitatif. observasi langsung. 2004:214). yaitu sebagai berikut : 1. kegiatan. menurut Yin (2003) adalah dokumentasi.

. “dimana”. “apa”. 5. Studi kasus memungkinkan pembaca menemukan konsistensi internal yang tidak hanya merupakan konsistensi gaya dan konsistensi faktual tetapi juga kepercayaan. 2002 :201-202). Pertanyaan-pertanyaan penelitian Berkenaan dengan bentuk pertanyaan yang akan disajikan.48 4. ada lima komponen desain penelitian yang sangat penting dan pengkajiannya adalah sebagai berikut : 1. antara lain bentuk “siapa”. 3. studi kasus memberikan “uraian tebal” yang diperlukan bagi penilaian atas transferabilitas. ”bagaimana” dan “mengapa”. Desain penelitian berkenaan dengan problem atas dasar logika dan bukan problem atas dasar logistik.1 Komponen Desain Penelitian Dalam desain studi kasus yang diungkapkan oleh Yin (2003). (Mulyana.3 Desain Penelitian Dalam penelitian ini. 3.3. “Desain penelitian adalah logika keterkaitan antara data yang harus dikumpulkan (dan kesimpulan-kesimpulan yang akan dihasilkan) dari pernyataan awal suatu penelitian. studi kasus terbuka bagi penilaian konteks yang turut berperan bagi pemaknaan atas fenomena dalam konteks tersebut. penulis menggunakan desain penelitian studi kasus tunggal. 6.

atau ada penjelasan lain yang lebih relevan. Kasus tunggal tersebut kemudian bisa digunakan untuk menetukan apakah proposisi teori yang digunakan benar. Bentuk pertanyaan seperti “bagaimana” atau “mengapa”. yaitu : 1. tetapi tidak satu pun yang terdefinisikan dengan tepat. 3 Unit-unit analisis Komponen ini secara fundamental berkaitan dengan masalah penentuan apa yang dimaksud dengan “kasus” dalam penelitian yang bersangkutan. 5. Rasional yang pertama kasus tunggal adalah manakala kasus tersebut menyatakan kasus penting dalam menguji satu teori yang telah disusun dengan baik. Logika yang mengaitkan data dengan dengan proposisi tersebut Pengaitan data terhadap proposisi dapat dilakukan dengan banyak cara. Kriteria untuk menginterpretasikan temuan penelitian Temuan-temuan penelitian adalah harus sesuai dengan proposisi yang telah dideskripsikan.3. Kasus tunggal juga dapat mengetengahkan suatu . akan mengarahkan anda kepada study kasus sebagai strategi yang cocok.49 2.2 Desain Khusus terdapat tiga rasional yang menunjukkan dasain kasus tunggal dapat digunakan dalam pengumpulan data. Proposisi Setiap proposisi mengarahkan perhatian peneliti kepada suatu yang harus diselidiki dalam ruang lingkup studinya. 3. 4.

penulis menggunakan beberapa langkah untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan. Rasional kedua untuk studi kasus tunggal ialah jika kasus tersebut menyajikan suatu kasus yang ekstrem atau unik.4 Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini. Penelitian semacam itu bahkan bisa membantu untuk memfokuskan kembali penelitian di lapangan secara menyeluruh. Wawancara mendalam (depth interview) Salah satu cara mengumpulkan data pada penelitian ini adalah melakukan wawancara dengan subjek penelitian atau dengan Leo sebagai seorang muallaf. antara lain: 1. Desain studi kasus tunggal menuntut peneliti untuk berhati-hati dalam memberikan penafsiran dan juga memaksimalkan akses yang diperlukan untuk pengumpulan bukti kasus yang bersangkutan. 3. 3. yaitu bertujuan untuk memperoleh bentuk-bentuk tertentu mengenai informasi dari sasaran penelitian.50 kontribusi yang signifikan kepada pembangunan pengetahuan dan teori. Metode wawancara yang digunakan penulis adalah wawancara mendalam. Rasional yang ketiga untuk studi kasus tunggal adalah kasus penyingkapan situasi ini muncul manakala peneliti mempunyai kesempatan untuk mengamati dan menganailisis suatu fenomena yang tidak mengizinkan adanya penelitian ilmiah. 2. .

karena penulislah yang menentukan skenario penelitian secara keseluruhan. Pengamatan berperan serta (observasi) ini dilakukan peneliti untuk mengetahui bagaimana kegiatan . termasuk didalamnya proses komunikasi intrapersonal yang terjadi dalam diri Leo ketika dia mempertimbangkan untuk berpindah agama.51 Wawancara mendalam dilakukan secara intim. di mana penulis berusaha mengetahui diri psikologis dan dunia sosial subjek penelitian secara mendalam. Pertanyaanpertanyaan yang diajukan oleh penulis adalah seputar permasalahan topik yang akan dibahas seperti bagaimana kegiatan komunikasi persona Leo sebagai seorang muallaf dalam membina hubungan baik dengan keluarganya. penulis juga melakukan wawancara dengan keluarganya untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas dan sekaligus melakukan kroscek hasil wawancara dengan subjek terkait. Pengamatan berperan serta/observasi Dalam skripsi ini peneliti menggunakan metode observasi peserta (participant observation). Alasan digunakan observasi peserta ini karena peneliti ingin mengamati peristiwa secara mendalam tanpa harus menyederhanakan representasi peristiwa yang sebenarnya terjadi. Wawancara tidak dibagi ke dalam tahapan-tahapan khusus. Langkah ini merupakan ciri khas dari penelitian kualitatif. Penulis berusaha untuk mendapatkan data mengenai riwayat hidup dan aktivitas Leo sebagai seorang muallaf dalam membina hubungan baik dengan keluarganya. peneliti melakukan wawancara ini seperti layaknya mengobrol biasa. 2. Tidak hanya itu.

Tahap-tahap penelitian kualitatif dengan salah satu ciri pokoknya sebagai alat penelitian menjadi berbeda-beda dengan tahap penelitian . walaupun hanya beberapa kali (karena jarak dan kesibukan Leo serta keluarganya) tetapi penulis dapat melakukan observasi ini dengan baik tanpa kendala yang berarti. 3. Observasi ini dilakukan ketika peneliti berkunjung ke tempat tinggal Leo. perpustakaan. dan searching di internet.5 Tahap-tahap Penelitian Usaha mempelajari penelitian kualitatif tidak terlepas dari usaha mengenal tahap-tahap penelitian. Referensi buku-buku tersebut penulis dapatkan dari kepunyaan penulis sendiri. menelaah teori-teori yang digunakan seperti teori mengenai komunikasi persona. teori hubungan antarmanusia. Kepustakaan Penulis menggunakan teknik pengambilan data berdasarkan referensi bukubuku. 3. hal ini terjadi karena didukung oleh sikap keluarga Leo yang kooperatif terhadap penulis.52 komunikasi persona Leo sebagai seorang muallaf dalam membina hubungan baik dengan keluarga. serta pokok-pokok pikiran yang terdapat dalam berbagai media yang relevan dengan masalah yang diteliti oleh penulis. Selain itu penulis juga melihat penelitian-penelitian yang telah dilakukan oleh orang-orang sebelum penulis sebagai rujukan agar penelitian yang dilakukan oleh penulis bisa terlaksana dengan baik. dari teman-teman sampai pada taman bacaan yang menyewakan buku-buku yang ada kaitannya dengan penelitian tersebut.

Peneliti menetapkan satu tempat penelitian saja karena subjek penelitian itu melakukan kegiatan komunikasi persona dalam membina . antara lain: a. yaitu: 1. Hal ini dinilai unik karena fenomena yang biasa terjadi adalah seorang muallaf pasti mengalami konflik dengan keluarganya. Tahap-tahap penelitian kualitatif ini dibagi kedalam tahap-tahap. Terdiri dari merancang latar belakang dan alasan penelitian serta mengkaji bahan-bahan kepustakaan yang menghasilkan pokok-pokok permasalahan. Menyusun rancangan penelitian. Tahap pra lapangan Tahap ini menguraikan kegiatan yang berkaitan dengan persiapan yang dibutuhkan penulis sebelum terjun ke lapangan. analisis dan penafsiran data serta penulisan laporan dalam meneliti masalah yang ingin diketahui penulis. Memilih lapangan penelitian. “Hal itu sangat membedakannya dengan pendekatan yang menggunakan eksperimen” (Moleong. Pada tahap-tahap penelitian ini memberikan gambaran kepada penulis mengenai keseluruhan perencanaan. b.53 non kualitatif. Dengan cara menjajaki dan memahami lapangan untuk melihat apakah terdapat kesesuaian dengan kenyataan yang ada di lapangan. dimana dia dapat membina hubungan baik dengan keluarganya walaupun hanya dia yang berbeda agama di keluarganya. pelaksanaan pengumpulan data. Pada hal ini peneliti melihat adanya perbedaan dari kehidupan Leo sebagai seorang muallaf. 2004: 85). Khususnya analisis data ciri khasnya sudah dimulai sejak awal pengumpulan data.

Tapi karena permintaan Leo yang tidak menginginkan identitas dirinya dan keluarganya diketahui orang karena alasan tertentu. Informan adalah orang yang dipilih dan dimanfaatkan untuk memberi informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian serta memberikan gambaran atau pandangan dari orang lain tentang nilai-nilai. yaitu orang tua dan kedua adik perempuannya. buku catatan dan jika memungkinkan menyediakan pula tape recorder dan kamera foto. dan lain-lain yang menjadi latar belakang seorang Leo yang memutuskan untuk menjadi seorang muallaf. sikap. Tahap pekerjaan lapangan Tahap ini terdiri dari beberapa bagian di antaranya. Informan adalah orang dalam pada latar penelitian. yaitu: . Menjajaki dan menilai keadaan lapangan. Terakhir penulis menyiapkan alat dan perlengkapan yang menunjang penelitian seperti alat tulis. Konsekuensinya sehabis melakukan wawancara atau observasi. 2. c. Hal ini dimaksudkan agar peneliti mempunyai gambaran mengenai tempat dan pribadi orang tersebut lalu mempersiapkan diri baik fisik maupun mental serta apa-apa yang dibutuhkan agar memudahkan pada saat penelitian berlangsung.54 hubungan baik dengan keluarga yang berarti tempat penelitian dilakukan beberapa kali di tempat tinggalnya. maka penulis hanya bisa mengandalkan daya ingat saja. Sebagai informan yang dipilih adalah keluarganya. d. e. Menyiapkan perlengkapan penelitian. penulis harus dengan segera memindahkan seluruh rangkaian kejadian itu kedalam catatan agar tidak lupa. Memilih dan memanfaatkan informan.

Selain itu. tetapi tetap selektif dalam membedakan mana informasi yang diperlukan dan tahu menghindari sesuatu yang dapat mempengaruhi data. Pada latar demikian peneliti barangkali hanya akan mengandalkan pengamatan dan kurang sekali mengadakan wawancara. Latar terbuka terdapat di lapangan umum seperti tempat berpidato. Hal ini dilakukan agar pengamatan dan wawancara yang hendak dilakukan oleh penulis tidak terlalu serius dan akhirnya data bisa didapatkan lewat obrolan santai tanpa keadaan yang kaku dan serius dalam obrolan tersebut. toko. Sedangkan pada latar terbuka menurut Lofland dan Lofland (dalam Moleong 2004: 94). Dalam hal ini peneliti pun harus tahu menempatkan diri. orang berkumpul di taman. .55 a. dan kebiasaan yang berlaku di tempat tinggal Leo. peneliti melakukan pengamatan dan wawancara dengan cara mengajak Leo untuk hangout dan biasanya wawancara dilakukan di cafe. Latar ini memiliki ciri antara lain: orang yang menjadi subjek perlu diamati secara teliti dan wawancara secara mendalam. dan kultur subjek penelitian. Untuk latar terbuka ini. tata cara. bioskop dan ruang tunggu rumah sakit. Memahami latar penelitian dan persiapan diri. adat. Pada kesempatan ini peneliti mengadakan penelitian di tempat tinggal Leo pada latar tertutup. penulis juga harus menyesuaikan penampilannya dengan tata cara. mengenal adanya latar terbuka dan latar tertutup dari subjek penelitian. adat. Peneliti juga harus menjalin hubungan baik dengan subjek penelitian agar dapat bekerja sama dengan saling bertukar informasi. Peneliti memperhatikan penampilan sesuai dengan kebiasaan.

56

b. Memasuki lapangan. Pada saat memasuki lapangan, penulis tidak terlalu mendapatkan kesulitan untuk melakukan pengamatan, akan tetapi ada sedikit kekhawatiran penulis yaitu jika keluarga Leo tidak welcome dan tidak bersikap kooperatif terhadap penulis. Cukup banyak uang yang dikeluarkan penulis untuk mendapatkan data dari Leo. Itu karena jarak antara penulis (tinggal di Bandung) dan Leo di Jakarta. Karena waktu luang yang dimiliki Leo tidak banyak, tidak jarang penulis melakukan percakapan melalui telepon dan e-mail bila ada data yang dirasa kurang oleh penulis. Dalam penulisan skripsi ini, penulis membutuhkan waktu sekitar enam bulan, terhitung dari akhir bulan November sampai awal bulan mei untuk mendapatkan data. Mulai dari pra riset sampai akhirnya masuk lapangan untuk wawancara dan observasi langsung kepada Leo. 3. Tahap analisis data Pada tahap ini pertama peneliti akan mengatur urutan data,

mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar, memberi arti yang signifikan terhadap analisis, menjelaskan pola uraian dan mencari hubungan diantara dimensi-dimensi uraian. Setelah mengadakan pengamatan, wawancara secara mendalam kepada Leo sebagai subjek penelitian, data-data yang diperoleh di kumpulkan dan dianalisis secara langsung. Kemudian peneliti membuat kesimpulan sementara dengan membaca secara teliti catatan lapangan, memberi kode pada pembicaraan tertentu pada saat wawancara dengan Leo kemudian menyusun tipologi yaitu membuat catatan tentang bagaimana subjek penelitian melakukan kegiatan komunikasi persona dalam membina

57

hubungan baik dengan keluarga, lalu membaca kepustakaan yang ada kaitannya dengan penelitian yaitu mengenai komunikasi intrapersonal yang ditinjau dari proses berpikirnya dan komunikasi antarpersona ditinjau dari komunikasi yang efektif dari Devito, serta teori-teori yang digunakan untuk mengkaji kegiatan komunikasi persona tersebut. Yang terakhir adalah menganalisis sesuai dengan data yang didapatkan. Data tersebut diperoleh pada saat mengadakan pengamatan dan wawancara kepada Leo. Semua itu dilakukan agar mendapatkan hasil analisis sesuai seperti yang diharapkan.

3.6

Proses Analisa Data Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif,

yang hasilnya berupa laporan yang bersifat deskriptif (Nasution, 1991:128). “studi deskriptif relevan terutama untuk mengukur sacara cermat fenomena sosial tertentu seperti yang tampil dalam pernyataan ungkapan atau pemikiran individu atau kelompok dalam suatu komunitas, terutama untuk mengmbangkan konsep dan menghimpun fakta, meskipun tidak melakukan pengujian hipotesa” (Singarimbun dalam Himawan, 1999:25). Analisis data menurut Patton adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya kedalam suatu pola, kategori dan suatu uraian dasar. Moleong mendefinisikan analisis data adalah “proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat

58

ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesa kerja seperti yang disarankan oleh data” (Moleong, 2004:103). Dalam penelitian ini, penulis berpatokan pada pendapat Matthew B. Miles (Herawaty, 2001) yang membagi analisis data menjadi tiga alur kegiatan yang terjadi pada saat bersamaan, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau verifikasi, yang didalamnya tidak dalam bentuk angka tapi berupa kata-kata yang dideskripsikan. Tiga alur kegiatan yang terjadi dalam analisis data diuraikan sebagai berikut : 1. Reduksi Data Peneliti memilih data yang dibutuhkan dan membuang data yang tidak diperlukan sehingga memudahkan peneliti dalam menarik kesimpulan. 2. Penyajian Data Peneliti menyusun data yang sudah direduksi dengan baik agar memudahkan peneliti untuk membacanya. 3. Kesimpulan dan Verifikasi Peneliti menarik kesimpulan berdasarkan data yang telah direduksi, kesimpulan ini merupakan temuan penelitian. Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu hasil wawancara, dokumen-dokumen pendukung (literature), serta gambar atau foto. Setelah di baca atau dipelajari, langkah berikutnya adalah melakukan reduksi data, yaitu “usaha untuk merangkum data, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting serta tema atau polanya” (Nasution, 1991:128-129). Langkah selanjutnya

59 adalah menyusunnya dalam satuan-satuan. Setelah selesai tahap ini. 2004:190). mulailah tahap penafsiran data” (Moleong. . kemudian dikategorisasikan. “tahap akhir dari analisis data ialah mengadakan pemeriksaan keabsahan data.

1 Subjek Penelitian Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah Leo yang merupakan seorang muallaf. apa yang terjadi pada kehidupan Leo sebagai seorang muallaf berbeda dengan fenomena yang terjadi pada kehidupan seorang muallaf pada umumnya yaitu terjadi konflik dalam keluarga. Alasan mengapa Leo yang menjadi sasaran penelitian karena Leo adalah seorang muallaf yang mampu membina hubungan baik dengan keluarganya melalui kegiatan komunikasi persona.60 BAB IV SUBJEK PENELITIAN 4. Alasan lain tidak dipilihnya muallaf selain Leo adalah karena jarang sekali ada muallaf lain yang mau menceritakan kehidupan pribadinya kepada orang yang baru dikenalnya apalagi untuk keperluan penelitian. . termasuk didalamnya bagaimana kegiatan komunikasi persona yang dilakukan Leo dalam membina hubungan baik dengan keluarganya. Maka dari itulah penulis memilih Leo sebagai sumber karena selain sebagai teman walaupun hubungannya tidak terlalu dekat. Selain itu juga butuh waktu yang lama untuk melakukan pendekatan agar bisa mengetahui bagaimana kehidupan Leo sebagai seorang muallaf. Maksud dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan melihat kegiatan komunikasi persona Leo dalam membina hubungan baik dengan keluarganya.. Hal ini disebabkan karena sifat Leo yang kooperatif kepada penulis. penulis juga bisa mendapatkan data dengan sangat detail.

Setelah banyak bertanya. . Pada saat pertama kali mengkonfirmasi judul skripsi penulis kepada Leo. 27 Desember 2005). setelah penulis konsultasikan kepada dosen pembimbing dan akhirnya judul dapat diganti tanpa merubah arah penelitian. penulis pun mengkhususkan pada satu orang muallaf saja untuk menjadi subjek penelitian. Akhirnya setelah mendapatkan lampu hijau dari Leo. Pada saat itu penulis mulai mencari informasi kepada orang-orang yang penulis kenal sampai pada akhirnya ada seorang teman yang memberitahu bahwa dia memiliki teman yang pacarnya seorang muallaf. apalagi yang berkaitan dengan keluarga. Setelah mengetahui informasi tersebut. akhirnya penulis mendapatkan informasi dari teman penulis tersebut. dia tidak lantas setuju jika akan dijadikan sebagai subjek penelitian karena namanya tercantum dalam judul skripsi. maka otomatis penulis mencari informasi lebih dalam tentang keberadaan muallaf tersebut. penulis lantas mencoba melakukan pendekatan yang lebih personal agar dia bersedia dijadikan sebagai subjek penelitian. hal itu karena Leo telah memenuhi syarat untuk menjadi narasumber. akhirnya Leo bersedia untuk dijadikan subjek penelitian asal tidak ada identitas lengkap dari Leo dan keluarganya dalam skripsi penulis (Wawancara dengan Leo.61 Awalnya penulis melakukan observasi untuk mencari muallaf sebagai sumber. akan tetapi beberapa muallaf yang pernah penulis temui dan penulis minta untuk menjadi sumber penelitian menolak karena berbagai alasan.

Mungkin karena bokap dari Atambua. dibebasin aja.2 Latar Belakang Keluarga Leo adalah anak pertama dari tiga bersaudara.62 4. Dengan didikan yang keras tidak lantas membuat Leo menjadi anak yang tidak patuh. Leo tinggal bersama orangtua dan kedua adik perempuannya di daerah Bekasi. Bentuk dari tanggung jawab Leo adalah memegang kepercayaan yang telah diberikan orang tua. jadi kalau gue kasar sedikit aja sama mereka bokap udah marah banget. Setelah SMA nyokap engggak pernah nyubit gue lagi. “Kalau didikan ortu sih keras. terutama ayahnya. engggak boleh plin-plan dan karena bokap itu dari kecil udah ngerantau ke Jakarta. Kalo bokap sampe umur gue 17 tahun. Yang gue dapat dari bokap. intinya gue tuh enggak boleh sembarangan jadi cowok. Ayahnya S. keluarga Leo adalah penganut Katholik yang taat. bokap tegas banget kalau gue meminta sesuatu” (Wawancara. Sebagai anak laki-laki. Jadi cowok itu harus punya prinsip. kalau nyokap dari Solo. terutama bokap. 22 Januari 2006). Bere adalah seorang pegawai negeri dan Ibunya Wahyuni seorang ibu rumah tangga. . gue punya adik cewek dua. cowok itu harus lembut sama cewek enggak boleh kasar. setelah itu enggak pernah main tangan lagi” (Wawancara. Cuma kalau ada sesuatu yang enggak beres biasanya nyokap ngomong (kalau gak bisa diomongin karena gue-nya tetap bandel ya dicubit) kalau bokap langsung main tangan. Itu berlangsung sampai gue SMP. Tapi dari kecil gue enggak pernah dilarang-larang buat ini itu. Didikan orang tua Leo terhadap anak-anaknya cukup keras. Leo dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang harmonis. Saat ini Leo sedang menyelesaikan kuliahnya di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta dan juga bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang telekomunikasi data. “Bokap keras banget dalam hal-hal pribadi sebagai cowok. sejak kecil Leo sudah diajarkan tanggung jawab oleh kedua orangtuanya. Dari situ gue tau kalo bokap itu lembut juga perasaannya. NTT (perbatasan RI dengan Timor Timur). 22 Januari 2006).

enggak pernah dilarang-larang buat milih-milih temen. tidak membuat Leo bertindak seenaknya terhadap kedua adik perempuannya tetapi sebaliknya. sebaliknya Leo justru merasa bahagia karena dibalik didikan yang keras itu orangtuanya memberikan Leo kebebasan sebagai bentuk tanggung jawab Leo. mereka cuma bilang hati-hati dan jangan macem-macem. tiap orang punya sisi baik dan buruk bahkan yang paling bandel sekalipun. 4. mereka baik-baik semua ke gue. Leo tidak merasa berkecil hati atas perlakuan orangtuanya. Kalo sama adik gue yang pertama. enggak pernah dilarang buat ngapa-ngapain. karena gue doyan banget baca buku. Tapi dia paling nurut ma gue” (Wawancara. Gue enggak pernah dilarang kemana-mana.3 Latar Belakang Menjadi Muallaf Bagi Leo Islam bukanlah agama yang asing. Ibu Leo sendiri menganut agama Katholik sebelum menikah . Ada beberapa hal yang masih gue pegang dari omongan mereka sampai sekarang. walaupun temanteman main gue enggak semuanya benar.. Hubungan Leo dengan kedua adik perempuannya pun cukup baik. Ambil baik-baiknya dan jangan ikutin yang burukburuknya” (Wawancara. dia tidak pernah diberi batasan untuk melakukan apapun. mereka juga doyan. karena ibunya berasal dari keluarga Islam. misal: kalau gue ijin mau pergi-pergi ke puncak atau jalan-jalan kemana gitu sama teman-teman gue. 22 Januari 2006).63 Walaupun didikan orang tua Leo cukup keras dan disiplin. cuma beda 2 tahun tapi sama adik gue yang kedua gue beda 14 thn. mereka bilang temenan boleh sama siapa aja. pokoknya asik aja deh punya adik kayak mereka. jauh banget. “Kalau elu tanya gue bahagia atau senang punya ortu seperti mereka gue akan bilang Ya!! Soalnya gue kadang secara enggak langsung bandingin ortu gue dengan ortu temen-temen gue. “Kalo adik-adik gue cewek semua dan gue lumayan dekat sama mereka. 22 Januari 2006). Leo cukup dekat dengan mereka. sebagai kakak tertua Leo sangat menjaga kedua adik perempuannya. Walaupun Leo anak lelaki satu-satunya.

Pada tahun 1999 ketika Leo sudah mulai bekerja. Leo mulai membaca buku-buku tentang keagamaan. Ketika duduk di sekolah menengah pertama Leo mulai berpikir tentang perbedaan agama. Buku Ahmad Deedat ini membuat hati Leo terbuka. di benaknya dia berpikir bahwa mengapa harus ada berbagai agama kalau pada akhirnya semua agama menyatakan kalau Tuhan itu Esa. Leo merasa mulai serius berpikir tentang kebenaran ketika mulai menginjak sekolah menengah umum. Sepanjang tahun 2002 Leo mulai merasakan kebimbangan dan keraguan terhadap agama yang dianutnya (Katholik). Pada saat itu Leo sering bertukar pikiran dengan teman-temanya yang juga beragama Katholik dan Kristen. Di tempatnya bekerja Leo pun seringkali membahas tentang agama bersama beberapa rekan sekerjanya. mereka seringkali membahas tentang agama-agama lainnya termasuk Islam. selain itu juga banyak buku-buku tentang Islam lainnya yang Leo baca. selain itu Leo menempuh pendidikannya di sekolah Negeri yang mayoritas muridnya beragama Islam. Karena salah satu hobby Leo adalah membaca. Leo pun semakin intensif mencari tahu tentang Islam lebih jauh kepada teman-temannya. pada saat itu Ika sering memberi masukan kepada Leo. Ika (teman dekat) Leo memberinya buku Ahmad Deedat tentang dialog Islam-Kristen. Hingga pada akhir tahun 2002 Leo .64 dengan Ayahnya. Pada tahun 2002. terutama buku-buku yang berisikan pandangan Islam tentang Jesus (Nabi Isa). Leo ditugaskan di Surabaya dimana karyawan yang bekerja di kantornya ini hanya berjumlah 18 orang dan hanya Leo satu-satunya yang non-muslim.

namanya Mas Pur. kok selama ini gue bisa buta gitu ya? padahal gue tuh sering banget beli buku. “Akhirnya kita sampe ke titik yg bener-bener ngebuka matahati Leo. akhirnya pada tanggal 22 Januari 2003 dengan diantar kedua temannya. Leo sebenernya enggak terlalu deket sama Mas Pur ini. misal buku A. ditoko buku itu ada 4 cetakan buku A. kebiasaan kita. Di kantor...itu pasti udah banyak revisi. kalo kamu jadi aku kamu beli yg mana ?” Leo jawab “ya beli yang cetakan terakhir Mas. Nah suatu saat. Yah pokoknya ada yg meledak-ledak aja di otak dan di hati gue. Mas Pur ngomong gini ”eh Leo. Setelah menerima banyak masukan dari berbagai sumber dan melalui proses berpikir yang cukup panjang. Tau ga Cha. sejak saat itulah Leo menjadi seorang muslim. kamu kan suka baca.” Mas Pur bilang lagi “tuh kamu udah tau jawabannya. tiap jam 10an pasti kumpul-kumpul di belakang buat ngerokok & ngopi . 12 Maret 2006).65 mulai merasa mendapatkan kebenaran setelah bertukar pikiran dengan teman sekerjanya. Nah. . kenapa mesti bingungbingung lagi sekarang?”. cuma kalau pas ngopi-ngopi itu aja ngobrolnya. Di akhir tahun 2002 di kantor Surabaya ada pegawai baru.aku kan mau beli buku. Sampe sekarang Leo beranggapan kalau kata-katanya Mas Pur itu yang jadi titik baliknya Leo selama ini” (Wawancara. Mas Pur ini juga suka dengerin kalo Leo tanya-tanya tentang masalah agama ke teman-teman Leo yang lain dan dari situ kayaknya Mas Pur ini tau kalau Leo tuh lagi bimbang dan ragu. gue langsung diem tuh abis dia ngomong gitu. Leo mengucapkan dua kalimat syahadat di Mesjid AlFalah Surabaya. ceritanya gini.

Hubungan Leo dengan kedua adik perempuannya pun cukup dekat.1 Komunikasi Intrapersonal Seorang muallaf Mempertimbangkan untuk Memilih Agama. Oleh karena itu sikapnya dalam mendidik anak cukup tegas dan agak sedikit keras. Leo dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang cukup harmonis. Leo merupakan salah satu anak yang cukup berprestasi sehingga ia disegani oleh teman-temannya. kalau udah enggak bisa dikasi tau biasanya dicubit. walaupun didikan orangtuanya cukup keras tetapi tidak menjadikan Leo menjadi anak yang tidak bertanggung jawab. Leo sangat care kepada mereka. Bere yang berasal dari Atambua. Caranya mendekati anak-anaknya dengan cara mensejajarkan dirinya dengan setiap karakter anak-anaknya. NTT yang telah merantau ke Jakarta sejak kecil. kalau ada sesuatu yang enggak beres nyokap pasti ngomong. Tapi Leo juga cukup dekat kok sama nyokap. Dulu waktu Leo masih kecil. Mungkin hal ini disebabkan oleh background S.66 BAB V PEMBAHASAN 5. Ibundanya Wahyuni merupakan sosok seorang ibu yang juga tegas. kalau ada apa-apa pasti Leo cerita sama nyokap (Wawancara dengan Leo. Bere yang cukup keras. 22 Januari 2006). namun beliau tetap memposisikan dirinya sebagai seorang ibu yang harus dekat dengan anakanaknya. Menurutnya anak-anak harus dididik untuk hidup disiplin dan belajar prihatin. Ketika duduk di bangku sekolah. karena segala sesuatunya harus didapatkan dengan usaha. Dia dibesarkan dengan bimbingan ayahnya S. pada Saat Leo dilahirkan dua puluh delapan tahun yang lalu tepatnya tanggal 1 November 1977 di kota Semarang. .

dari neneknya-lah Leo tahu tentang shalat. dimana ‘sensasi’ yang terbentuk sedikit banyaknya mempengaruhi Leo dalam berpikir unruk menetapkan keputusan. tepatnya ketika Leo duduk di bangku SMP. Ketertarikan Leo terhadap agama Islam dimulai ketika dia beranjak remaja.67 Walaupun keluarga Leo menganut agama Katholik. . Ketertarikan Leo pada agama Islam telah ada sejak Leo beranjak remaja. Dari sini penulis dapat melihat ‘sensasi’ sebagai salah satu faktor dari komunikasi intrapersonal yang terjadi pada diri Leo. Pada saat itu Leo mulai beranggapan bahwa semua agama sama. kerena ibunya berasal dari keluarga yang beragama Islam.1. Saat itu Leo mulai sering membahas berbagai ajaran dari agama-agama lainnya bersama teman-temannya dan ini berlanjut sampai Leo duduk dibangku SMU. 5. tepatnya ketika duduk di bangku SMP. neneknya sering berkunjung dan menginap di rumahnya. Walaupun begitu bukan hal yang mudah bagi Leo untuk pindah ke agama Islam dari agama Katholik yang diyakininya sejak kecil. Ketika itu Leo sering melihat neneknya shalat dan berpuasa. Ketika Leo kecil. karena semua agama pasti mengajarkan kebaikan kepada umatnya dan semuanya berujung pada yang satu yaitu Tuhan YME . Decision Making (Menetapkan Keputusan) Islam bukanlah agama yang asing bagi Leo. sahur dan juga puasa.1 Ditinjau dari Faktor Berpikir. akan tetapi Leo juga tidak asing dengan agama Islam karena keluarga ibunya pun berasal dari keluarga yang beragama Islam. Selain itu Leo juga selalu bersekolah di sekolah negeri yang mayoritas muridnya beragama Islam.

dalam buku Psikologi Komunikasi. yang pertama adalah sensasi. Semua yang Leo diskusikan dengan temannya membuat Leo semakin penasaran dan semakin ingin mencari tahu lebih dalam tentang agama Islam. atau hubungan-hubungan yang diperoleh dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan”. Persepsi adalah faktor berikutnya. yang tidak memerlukan penguraian verbal. Proses komunikasi intrapersonal pada diri Leo melalui beberapa faktor. atau konseptual. simbolis. dan terutama sekali berhubungan dengan kegiatan alat indera“ (Rakhmat. Wolman (1973:343) “sensasi adalah pengalaman elementer yang segera. 2003:49). peristiwa.68 Karena seringnya membahas dan berdebat tentang berbagai ajaran agama dengan teman-temannya. Dari sensasi dan persepsi yang Leo dapatkan. Persepsi pada diri Leo ditandai dengan bertambahnya pengetahuan dan pemahaman Leo tentang agama Islam melalui proses diskusi bersama teman-temannya dan membaca buku-buku yang dibacanya. akhirnya Leo mulai tertarik pada agama Islam dan berniat untuk mempelajarinya. keduanya meninggalkan memori di . Hal ini bukanlah sesuatu yang sulit bagi Leo karena Leo memiliki cukup banyak pengalaman yang berkaitan dengan ajaran agama Islam ketika Leo masih kecil ditambah lagi dengan hobby Leo membaca sehingga makin menambah pengetahuan Leo tentang agama Islam. Menurut Benyamin B. Sensasi pada diri Leo awalnya ditandai dengan pengalaman Leo ketika melihat neneknya melakukan ibadah (shalat dan puasa). Jalaluddin Rakhmat menyebutkan bahwa “persepsi adalah pengalaman tentang objek. Hal ini kemudian menimbulkan persepsi pada diri Leo tentang agama Islam.

hasil . Jika dikaitkan dengan tanda-tanda umum dalam mengambil keputusan. 2003:71). (3) keputusan selalu melibatkan tindakan nyata. Sampai akhirnya Leo kuliah keingintahuan Leo akan agama Islam semakin kuat. persepsi dan memori yang terjadi pada diri Leo akhirnya membuat Leo berpikir untuk mempertimbangkan dalam memilih agama Islam. Definisi memori menurut Schlessinger dan Groves (1976:352). Proses berpikir yang terjadi pada diri Leo tentunya bukanlah sesuatu yang mudah bagi Leo dalam melakukan decision making (menetapkan keputusan).69 benak Leo akan awal ketertarikannya terhadap agama Islam. proses berpikir Leo ketika mempertimbangkan dalam memilih agama Islam. (1) keputusan merupakan hasil berpikir. Sensasi. hasil usaha intelektual. maka tidaklah juga mudah bagi Leo untuk melewati masa-masa sulit dalam mempertimbangkan untuk memilih agama. hal ini berlangsung terus sampai Leo bekerja. 2003:62). walaupun pelaksanaannya boleh ditinggalkan atau dilupakan” (Rakhmat. tapi ada tanda-tanda umumnya : (1) keputusan merupakan hasil berpikir. Banyak sekali input (masukan) yang Leo terima dari rekan-rekan maupun dari buku yang dibacanya. “Keputusan yang kita ambil beranekaragam. “memori adalah sistem yang sangat berstruktur. (2) keputusan selalu melibatkan pilihan dari berbagai alternatif. Leo menyadari bahwa agama adalah sesuatu yang fundamental dalam hidup manusia. Dalam buku Psikologi Komunikasi. memenuhi tiga tanda tersebut . yang menyebabkan organisme sanggup merekam fakta tentang dunia dan menggunakan pengetahuannya untuk membimbing perilakunya” (Rakhmat.

70 usaha intelektual.leo sih waktu SD sering ikut-ikutan puasa juga. Dalam hal ini ketika memutuskan untuk menjadi seorang muslim Leo telah melalui proses berpikir yang cukup panjang. sahur. Leo memiliki banyak pengalaman yang berkaitan dengan ajaran agama Islam..trus abis sahur jalan-jalan ma temen-temen. Waktu SD. dimulai ketika Leo sering melihat neneknya melakukan ibadah (seperti shalat. karena sekolahnya di SD Negeri sebelum belajar pasti baca AlFathihah. bersekolah di sekolah yang mayoritas muridnya beragama Islam dan setiap pagi sebelum pelajaran dimulai Leo dan murid-murid lainnya selalu membaca doa. karena Leo semakin merasakan kehampaan ketika mengunjungi dan berdoa di Gereja. (2) Keputusan selalu melibatkan pilihan dari berbagai alternatif. 22 Januari 2006). (3) Keputusan selalu melibatkan tindakan nyata. walaupun pelaksanaannya boleh ditinggalkan atau dilupakan. Emosi Leo pada saat itu dapat dikatakan terguncang. Waktu Leo kecil. nenek Leo yang dari nyokap sering tinggal di rumah. Keputusan Leo untuk menjadi muallaf pun melalui hasil diskusi dan konsultasi yang seringkali Leo lakukan selain dari membaca buku. Dalam hal ini tindakan nyata yang dimaksudkan adalah ketika Leo benar-benar berusaha mendalami agama . sampai hapal juga tuh walau enggak tau banyak artinya (Wawancara dengan Leo. Dapat dilihat dari lamanya Leo mempelajari ajaran agama Islam (dari ramaja hingga dewasa). Sepanjang tahun 2002 adalah masa-masa sulit Leo dalam menentukan agama mana yang akan menjadi pedoman hidupnya sehingga pada akhirnya Leo kemudian memilih agama Islam yang diyakininya benar dan memutuskan untuk menjadi muallaf. Jadi pertama tau sholat dan puasa ya karena nenek Leo.. Leo sempat merasakan kebimbangan dalam hatinya ketika mempertimbangkan agama Islam yang sedang dipelajarinya. sahur dan puasa). Ketika sebelum menjadi muallaf Leo menganut agama Katholik.

karena Leo merasa bahwa Katholik merupakan kepercayaannya sejak lahir sedangkan Islam agama yang benar-benar baru dipelajarinya walaupun ketertarikannya terhadap Islam sudah berlangsung lama. Leo berusaha meyakinkan dirinya dengan banyak mencari tahu tentang Islam baik melalui buku. berpikir. maupun konsultasi dengan rekan sekerjanya yang dinilai Leo cukup paham tentang agama Islam. Oleh karenanya. Motif (dorongan) amat mempengaruhi keputusan. motif Leo adalah Leo mengikuti kata hatinya selama ini karena Leo telah menilai agama Islam adalah ajaran yang benar maka Leo memutuskan untuk menjadi seorang muslim. Pertama. diskusi. Karena pada kenyataannya. dan merasa dalam menghadapi . “Selain itu faktor-faktor personal pun amat menentukan apa yang diputuskan itu. kognisi. antara lain kognisi. dan sikap ini berlangsung sekaligus” (Rakhmat. “sikap adalah kecenderungan bertindak. 2003:71). Dapat disimpulkan bahwa ketika Leo berpikir untuk mempertimbangkan dalam memilih agama. dalam buku Psikologi Komunikasi disebutkan bahwa ada beberapa hal yang dapat disimpulkan dari berbagai definisi tentang sikap. motif. berpersepsi. Leo sempat merasa bimbang dan ragu. motif dan sikap. oleh karenanya Leo lebih memilih agama Islam sebagai keyakinannya dan menjadi muallaf. Kognisi artinya kualitas dan kuantitas pengetahuan yang dimiliki. dalam hal ini Leo banyak mempelajari tentang agama Islam.71 Islam dengan berbagai cara. Sikap. seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa Leo mempelajari agama Islam melalui buku-buku yang dibacanya juga sharing dan bertanya kepada teman-teman yang beragama Islam.

Setelah akhirnya Leo merasa menemukan kebenaran dalam ajaran agama Islam dan merasa benar-benar mantap Leo memutuskan untuk pindah ke agama Islam dan menjadi muallaf. sikap timbul dari pengalaman. Ketiga. 5. Keempat. Dalam kasus Leo. Walaupun Leo sudah cukup paham dengan ajaran agama Islam. sikap Leo selama proses berpikir ketika mempertimbangkan untuk memilih agama adalah selalu mencari tahu lebih dalam tentang agama Islam melalui konsultasi. balik ke bekasi. 2003:71). Leo mikir ini bukan yang terbaik. tidak dibawa sejak lahir. sikap mengandung aspek evaluatif: artinya mengandung nilai menyenangkan atau tidak menyenangkan. Kedua. Karena sikap itu dapat diperteguh atau diubah” (Rakhmat. bingung aja mau ngomong sama keluarga masih takut. Memecahkan Persoalan (Problem Solving) Leo banyak mencari tahu dan mendalami tentang agama Islam dari berbagai kesempatan. Persoalan yang akhirnya muncul ketika Leo . situasi atau nilai. diskusi dan membaca. ide. tapi bukan hal yang mudah bagi leo untuk memutuskan berpindah agama begitu saja. 12 Maret 2006).2 Ditinjau dari Faktor Berpikir. Leo semakin enggak tenang. Ya… akhirnya Leo tetap ikut misa Natal di gereja. Kelima. tetapi merupakan hasil belajar. tapi itu pun udah enggak berasa lagi waktu itu (Wawancara dengan Leo. tapi sama sekali enggak bisa tenang disana.1. Nah pas Natal 2002 Leo cuti. sikap mempunyai daya pendorong atau motivasi. Bukan hal yang mudah bagi Leo untuk memutuskan berpindah agama walaupun pada akhirnya Leo lebih memilih Islam sebagai agama yang diyakininya benar. Leo tetap ke gereja tiap hari minggu.72 objek. sikap relatif lebih mantap. Kira-kira akhir tahun 2002 itu antara bulan Novamber dan Desember perasaan Leo semakin campur aduk.

Leo tanya ke temanteman Leo di rumah (Wawancara dengan Leo. mungkin dari situ nyokap ngasih pengertian ma bokap. karena Leo sering ngebahas tentang agama-agama lain.. Motivasi ini muncul dari banyaknya pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam diri Leo sehingga menimbulkan rasa penasaran dalam diri Leo. Leo memiliki motivasi yang tinggi dalam mendalami agama Islam. pasti timbul pertanyaan-pertanyaan kan? kadang pertanyaan-pertanyaan yang enggak bisa Leo jawab sendiri tentang Islam. Tapi setiap ada kesempatan atau suasana hati bokap lagi senang pasti nyokap ngomong kearah itu. Dalam kasus Leo. . 12 Maret 2006) Akan tetapi Leo juga tidak ada motivasi dari keluarga untuk mendalami agama dengan mudah karena awalnya Leo melakukan (mendalami agama Islam) tanpa sepengetahuan keluarga. kenapa Hindu dan Budha kok begini. Bagaimana pula Leo harus bertindak pada saat itu tanpa ada dukungan sepenuhnya dari keluarga. Walaupun sebenarnya tanpa sepengetahuan Leo keluarga tahu usaha yang dilakukannya dalam mendalami agama Islam. beliau gak mau berandai-andai gitu. kenapa begitu. Nyokap sering berandai-andai sama bokap kalau seandainya Leo memang masuk Islam. Motivasi yang rendah mengalihkan perhatian. nah itu juga yang jadi pikiran Leo. . nyokap bilang sebenarnya keluarga tahu kalau Leo lagi belajar agama Islam. kenapa Katholik begini. Motivasi. kenapa Islam kok begini.. Nah. Waktu Leo jujur ma nyokap kalau Leo ada niat untuk pindah agama. motivasi yang tinggi membatasi fleksibilitas.73 mempertimbangkan dalam memilih agama adalah bagaimana cara meyakinkan diri Leo sendiri bahwa Islam adalah agama yang benar-benar diyakininya. Jalaluddin Rakhmat menyebutkan bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses pemecahan masalah : 1.soalnya pas kita saat-saat remaja gitu pasti selalu penasaran dengan segala sesuatu kan? kenapa ini begini. Dalam buku-nya Psikologi Komunikasi. tapi bokap enggak peduli.

aku kan mau beli buku. . kok selama ini gue bisa buta gitu ya? padahal gue tuh sering banget beli buku tentang agama” (Wawancara dengan Leo. baginya segala sesuatu pasti ada hikmah dan pelajaran yang dapat diambil.. Mas Pur bilang lagi “tuh kamu udah tahu jawabannya. 12 Maret 2006). nah di toko buku itu ada 4 cetakan buku A. dimana sebelumnya Leo menganggap bahwa semua agama sama. itu pasti udah banyak revisi”. yah pokoknya ada yang meledakledak aja di otak dan di hati gue. Asumsi yang salah dapat menyesatkan diri kita. klo kamu jadi aku. misal buku A. Karena asumsinya tentang konsep agama itulah akhirnya Leo berpikir untuk mencari kebenaran yang hakiki. kenapa mesti bingung-bingung lagi sekarang?”. Berkaitan dengan kebiasaan. menghambat pemecahan masalah yang efisien. Seperti halnya dalam mengambil sikap untuk memilih agama mana yang lebih diyakininya. Kecenderungan untuk mempertahankan pola berpikir tertentu atau melihat masalah hanya dari satu sisi saja. Hal ini berkaitan dengan keyakinan dari diri Leo terhadap agama Islam. 12 Maret 2006). Leo jawab “ya beli cetakan terakhir Mas. Leo termasuk orang yang berfikiran pragmatis.74 Mereka juga lihat buku-buku tentang agama yang Leo beli (Wawancara dengan Leo. Gue langsung diam tuh abis dia ngomong gitu. Kebiasaan. 3. kamu beli yg mana?”. Leo sempat merasa kecewa pada dirinya sendiri karena pernah berpandangan seperti itu. Leo juga tidak melihat sesuatu hanya karena hal itu sudah menjadi suatu keharusan. 2. atau kepercayaan yang berlebihan dan tanpa kritis pada pendapat otoritas. karena semua agama pasti mengajarkan kebaikan kepada umatnya dan semuanya berujung pada yang satu yaitu Tuhan YME . kamu kan suka baca? ceritanya gini. Kepercayaan dan sikap yang salah. …Mas Pur ngomong gini ” Eh Leo. leo memandangnya secara objektif.

75

4. Emosi. Dalam berbagai situasi kita menghadapi berbagai situasi, kita tanpa sadar sering terlibat secara emosional. Situasi yang dihadapi Leo cukup membuat Leo terguncang secara emosi, karena agama merupakan sesuatu yang fundamental baginya. Cukup lama waktu yang Leo butuhkan untuk mempertimbangkan dalam memilih agama, puncaknya terjadi ketika Misa di gereja pada akhir tahun 2002. Kira-kira akhir tahun 2002 itu antara bulan Novamber dan Desember perasaan Leo semakin campur aduk, Leo tetap ke gereja tiap hari minggu, tapi sama sekali enggak bisa tenang disana. Leo mikir ini bukan yang terbaik. Nah pas Natal 2002 Leo cuti, balik ke bekasi. Leo semakin enggak tenang, bingung aja mau ngomong sama keluarga masih takut. Ya… akhirnya Leo tetap ikut misa Natal di gereja, tapi itu pun udah enggak berasa lagi waktu itu (Wawancara dengan Leo, 12 Maret 2006). Walaupun Leo terguncang secara emosi, Leo tetap objektif melihat semuanya dari berbagai sisi. Leo termasuk orang yang cukup open minded (berpikiran terbuka) sehingga Leo tetap menghadapi semuanya secara logis dan tidak dengan sikap yang emosional. Leo mengalami proses yang cukup panjang dalam pencarian jati dirinya hingga menjadi seorang muallaf, dimulai ketika dia remaja sampai pada akhirnya beranjak dewasa dimana pada saat itu Leo benar-benar menyadari

keingintahuannya yang lebih mendalam terhadap agama Islam. Persoalan yang akhirnya timbul pada saat itu adalah bagaimana dia tahu kalau dirinya benar-benar yakin terhadap ajaran agama Islam, ditambah lagi tanpa adanya dukungan sepenuhnya dari keluarga (karena awalnya Leo mendalami agama secara diam-diam). Tetapi ternyata Leo mampu melewatinya dengan baik

76

melalui proses berpikir yang panjang sehingga keputusan yang Leo ambil tidak menimbulkan banyak persoalan baru.

5.2

Komunikasi Antarpersona Seorang Muallaf Pada Saat Memutuskan untuk Berpindah Agama. “Adalah hal yang tidak mudah ketika seorang nonmuslim akhirnya

memutuskan untuk memeluk agama Islam. Tentu ada berbagai pertimbangan dan kehati-hatian dalam menentukan pilihan tersebut. Keberagamaan memang urusan individu, namun implikasi dan konsekuensinya tentu berkaitan dengan urusan sosial” (www.google.com). Dalam hal ini urusan sosial yang paling kecil lingkupnya adalah dengan keluarga, karena keluarga merupakan tempat dimana setiap individu lebih banyak melakukan interaksi dan komunikasi. Masalah atau konflik yang dapat muncul karena seseorang lebih memilih untuk berpindah agama dapat menyebabkan hubungan dengan keluarga tidak harmonis. Salah satu bentuk dari

ketidakharmonisan dalam keluarga dapat dilihat dari komunikasi yang terjadi diantara anggota keluarga. Disinilah seorang muallaf berperan dalam memberikan pengertian kepada keluarganya. Komunikasi antarpersona yang dilakukan Leo ketika memutuskan untuk menjadi muallaf ditinjau dari aspek keterbukaan, empati, sikap positif, dorongan dan kesetaraan dapat dikaji dengan teori analisis transaksional dimana dalam diri setiap manusia memiliki tiga status ego, yaitu sikap dasar ego yang mengacu pada sikap orangtua, sikap orang dewasa dan ego anak.

77

5.2.1

Ditinjau dari Aspek Keterbukaan Komunikasi dalam keluarga merupakan salah satu faktor penting untuk

membentuk hubungan antarpersona yang harmonis dalam keluarga. Karena dengan komunikasi setiap anggota dapat saling mengerti dan mengetahui setiap keinginan anggota keluarga. “Komunikasi antarpersona yang efektif salah satunya meliputi faktor keterbukaan, dimana kualitas keterbukaan mengacu pada sedikitnya tiga aspek dari komunikasi antarpribadi” (Devito,1997:260). Pertama, komunikator antarpribadi yang efektif harus terbuka kepada orang yang diajaknya berinteraksi. Dalam komunikasi antarpersona yang dilakukan Leo terhadap keluarganya saat memutuskan untuk berpindah agama, Leo tidak terbuka terhadap seluruh anggota keluarga lainnya. Leo hanya menyampaikan informasi kepada ibu-nya bahwa dia memutuskan untuk berpindah agama, sikap yang ditunjukkan ibu Leo waktu itu hanya mendukung keinginan Leo. Tante sih udah ada feeling sebelumnya Leo akan masuk Islam, Tante cuma bilang sama Leo kalau memang Leo sudah mantap untuk menjadi seorang muslim, Leo harus serius menjalaninya (Wawancara dengan Ibu Leo, 8 April 2006) Aspek keterbukaan yang kedua mengacu pada kesediaan komunikator untuk bereaksi secara jujur terhadap stimulus yang datang. Ketika Leo menyampaikan niatnya untuk berpindah agama, Leo tidak banyak berbicara hanya

menyampaikannya dan menunjukkan kalau dia sudah merasa mantap dengan keyakinannya terhadap agama Islam. Begitu halnya ketika ibunya memberikan nasehat dan dukungan, Leo hanya mendengarkan dan menurutinya. Waktu gue bilang pertama kali ma nyokap, bokap juga kayaknya tahu kalau gue mau jadi muallaf dari nyokap, pokoknya waktu gue mau pindah agama gue cuma bilang sama nyokap aja. Reaksi nyokap waktu itu enggak terlalu

Terbuka dalam pengertian ini adalah mengakui bahwa perasaan dan pikiran yang anda lontarkan adalah memang “milik” anda dan anda bertanggung jawab atasnya. Gue sendiri waktu nyokap nasehatin cuma diem aja (Wawancara dengan Leo.1 Transaksi komplementer terjadi antara dua sikap yang berbeda P P A A C C . dimana transaksi terjadi antara dua sikap yang berbeda namun komplementer.78 kaget. Sesuai dengan pengertian tersebut. dan Leo akan bertanggung jawab atas keputusannya. Karena beliau memberikan nasehat dan dukungan kepada Leo untuk menjalani keyakinannya dengan serius. justru nyokap malah nasehatin dan ngedukung gue. 12 Maret 2006). Kedua sikap itu adalah sikap orang tua dan sikap orang dewasa. Gambar 5. Aspek ketiga menyangkut “kepemilikan” perasaan dan pikiran (Bochner & Kelly. Enggak seperti apa yang gue pikirkan. Leo hanya berusaha ikhlas dan pasrah dengan apapun yang akan terjadi jika dia menyampaikan keinginannya kepada keluarga. 1974). Jika dikaji dengan teori analisis transaksional. Sedangkan sikap yang ditunjukkan ibunya mengacu pada sikap orang tua yang bersifat nurturing parent (NP). sikap Leo ketika mencoba untuk terbuka kepada ibunya pada saat memutuskan untuk berpindah agama mengacu pada sikap orang dewasa karena Leo menyampaikannya dengan keyakinan yang mantap. Hal ini termasuk ke dalam jenis transaksi komplementer.

Sikap Leo yang berusaha bersikap sewajar mungkin mengacu pada sikap orang dewasa sedangkan diam dan tidak berani-nya (sikap tersembunyi) Leo untuk menyampaikan informasi kepada ayahnya menunjukkan sikap anak kecil yang bersifat adapted child (AC). dimana ada empat sikap dasar dari mereka yang terlibat dalam komunikasi antarpribadi namun yang diungkapkan hanya dua sikap saja. dia berhak memilih agama mana yang lebih diyakininya (Wawancara dengan Ayah Leo. namun beliau diam saja dan tidak memberika respon apapun. . Jenis transaksi yang terjadi antara Leo dengan ayahnya adalah transaksi tersembunyi. Tetapi juga ada sikapnya yang tersembunyi yaitu ketika beliau merasa sedikit kecewa dan ini mengacu pada sikap orang tua yang bersifat critical parent. akan tetapi Leo berusaha untuk bersikap wajar. Waktu itu Om tahu kalau Leo punya niat untuk pindah agama dari ibunya. walupun ada perasaan sedikit kecewa tapi Om berusaha ikhlas karena Leo sudah dewasa.79 Sedangkan terhadap ayahnya Leo tidak terbuka karena Leo merasa sungkan dan tidak berani untuk menyampaikannya. Sedangkan sikap ayahnya mengacu pada sikap orang dewasa yang ditandai dengan bersikap rasional dan tidak emosional. sedangkan dua lainnya tersembunyi. 8 April 2006). . Sementara ayahnya sendiri sebenarnya saat itu mengetahui niat Leo dari ibunya.

2 Transaksi tersembunyi P P A A C C 5. Henry Backrack (1976) mendefinisikan empati sebagai “kemampuan seseorang untuk ‘mengetahui’ apa yang sedang dialami orang lain pada suatu saat tertentu.2 Ditinjau dari Aspek Empati Empati sangat diperlukan dalam berkomunikasi. tetapi juga Leo menyadari bahwa dirinya harus dapat ber-empati terhadap perasaan keluarga khususnya orang tua dalam menghadapi keinginanya. perasaan dan sikap mereka serta harapan dan keinginan mereka untuk masa mendatang.80 Gambar 5. 1997:160). . Devito (1997) disebutkan bahwa “orang yang empatik mampu memahami motivasi dan pengalaman orang lain. Dalam buku Komunikasi Antarmanusia A. melalui kacamata orang lain itu”. Pengertian yang empatik ini akan membuat seseorang lebih mampu menyesuaikan komunikasinya” (Devito. tidak hanya keluarga saja yang Leo harapkan untuk mengerti keinginan dan keputusannya. dari sudut pandang orang lain itu.2. 1997:260) Dalam kasus Leo pada saat memutuskan untuk berpindah agama. (Devito.

karena bagaimanapun beliau menyadari dan merasakan bahwa keyakinan hati tidak dapat dipaksakan. karena kalaupun orangtua gue marah gue pikir itu satu hal yang wajar (Wawancara dengan Leo. Gue tau…mungkin orangtua gue merasa sedikit kecewa. Transaksi dalam faktor empati yang terjadi antara Leo dan ibunya merupakan transaksi komplementer yang terjadi antara dua sikap yang sama. yaitu sikap dewasa. Tante enggak pernah memaksakan kehendak sama Leo. karena kalau urusannya sudah dengan keyakinan itu pasti susah. Leo dan ibunya sama-sama mengacu kepada sikap orang dewasa dimana mereka bersikap objektif dan tidak emosional. jadi gue enggak worry kalau orangtua gue bakalan marah atau gimana. Tante juga merasakan hal yang sama dengan Leo dulu.81 Karena bagaimanapun orang tua Leo pasti merasa sedikit kecewa karena Leo memilih keyakinan yang berbeda dengan keyakinan mereka. jadi Tante juga harus bisa menerima (Wawancara dengan Ibu Leo. . 8 April 2006) Jika dikaji dengan teori analisis transaksional. dimana Leo juga menyadari dan merasakan mungkin orang tuanya akan sedikit sedih dan kecewa dengan keinginannya. 12 Maret 2006) Begitu juga halnya dengan orangtua Leo (ibu Leo) mencoba untuk berempati terhadap Leo. tapi gue berusaha positive thinking aja dan mencoba untuk mengerti perasaan mereka. Sikap empati Leo ditunjukkan ketika Leo menyampaikan keinginannya untuk berpindah agama kepada ibunya. karena kebiasaan dalam keluarga yang sudah terbentuk pasti akan menjadi sedikit berbeda jika Leo berbeda keyakinan.

Hubungan antarpribadi yang efektif adalah hubungan dimana terdapat sikap mendukung (supportiveness) – suatu konsep yang perumusannya dilakukan berdasarkan karya Jack Gibb. (2) spontan. Kita memperlihatkan sikap mendukung dengan bersikap (1) deskriptif. ibu dan adikadik Leo bersikap biasa saja. tidak terkesan menghakimi Leo apalagi langsung . Suasana yang bersifat deskriptif dan bukan evaluatif membantu terciptanya sikap mendukung. bukan sangat yakin (Devito. 1997:261). bukan evaluatif.3 Ditinjau dari Aspek Dukungan Dalam keluarga. bukan strategik dan (3) provisional.2. Komunikasi yang terbuka dan empatik tidak dapat berlangsung dalam suasana yang tidak mendukung. sikap saling mendukung adalah faktor yang sudah seharusnya ada dan diterapkan dalam hubungan antarpersona di keluarga. Ketika Leo memutuskan untuk berpindah agama.3 Transaksi komplementer terjadi antara dua sikap yang sama P P A A C C 5. karena dengan adanya dukungan setiap anggota keluarga pasti akan termotivasi dan terdorong untuk melakukan sesuatu. khususnya sesuatu yang berprestasi dan membanggakan.82 Gambar 5.

Bersikap provisional artinya bersikap tentatif dan berpikiran terbuka serta bersedia mendengar pandangan yang berlawanan dan bersedia mengubah posisi jika kedaaan mengharuskan. Orang yang spontan dalam komunikasinya dan terus terang serta terbuka dalam mengutarakan pikirannya biasanya bereaksi dengan cara yang sama – terus terang dan terbuka. Dalam kasus ini. karena apa yang Mas Leo pilih itu pasti yang terbaik untuk dia.. . hanya ayahnya saja yang belum memberi dukungan karena Leo belum berani untuk terbuka kepada ayahnya. Leo hanya berusaha untuk ikhlas dan menerima apapun respon dari orangtuanya. yaitu sikap orang dewasa. mereka juga tidak bertanya hal-hal yang dapat menyinggung perasaan. Disini terlihat dukungan yang diberikan oleh keluarga Leo ketika Leo memutuskan untuk menjadi muallaf. dimana terjadi transaksi antara dua sikap yang sama. Kita mendukung sepenuhnya keputusan Mas Leo. enggak ada yang berubah (Wawancara dengan Adik Leo. Leo berusaha untuk bersikap provisional dengan menerima apapun yang dikatakan oleh keluarganya. 8 April 2006) Gaya spontan membantu menciptakan suasana mendukung. hubungan Mas Leo dengan kita baik-bak aja kok. Walaupun Mas Leo sudah berbeda keyakinan dengan kita. Faktor dukungan tersebut jika dikaji dengan teori analisis transaksional dapat terlihat sikap Leo terhadap keluarganya mengacu kepada sikap orang dewasa begitu pula sebaliknya. Ketika Leo mengutarakan niatnya kepada ibunya. dan ternyata respon yang Leo dapatkan saat itu dari ibunya justru menguatkan Leo dan memberi dukungan sepenuhnya kepada Leo. Jenis transaksi yang tepat di antara mereka adalah transaksi komplementer.83 menyisihkan Leo dari keluarganya.

karena orang yang memiliki sikap positif biasanya merasa yakin dan percaya diri. perasaan positif untuk situasi komunikasi pada umumnya sangat penting untuk interaksi yang efektif” (Devito. Pertama komunikasi antarpribadi terbina jika orang memiliki sikap positif terhadap diri mereka sendiri.2. “Sikap positif mengacu pada sedikitnya dua aspek dari komunikasi antarpribadi. Dalam buku Komunikasi Antarmanusia.84 Gambar 5. 1997:263). Kedua. .4 Ditinjau dari Aspek Sikap Positif Dengan bersikap positif setiap kegiatan yang kita lakukan pasti akan menimbulkan dampak yang positif pula.4 Transaksi komplementer terjadi antara dua sikap yang sama P P A A C C 5. sehingga membuat lingkungan disekitarnya juga bersikap positif terhadapnya. A. Devito (1997:262) menyebutkan bahwa kita mengkomunikasikan sikap positif dalam komunikasi antarpribadi dengan sedikitnya dua cara: (1) menyatakan sikap positif dan (2) secara positif mendorong orang yang menjadi teman kita berinteraksi.

dimana transaksi terjadi antara dua sikap yang berbeda namun komplementer.85 Sikap positif dalam diri Leo adalah Leo merasa yakin bahwa apa yang Leo inginkan tidak melanggar norma atau aturan apapun. Dorongan positif ini mendukung citra pribadi dan membuat kita merasa lebih baik. rasional dan objektif. karena berpindah agama merupakan hak setiap individu untuk memilih dan menjalankan keyakinannya sendiri. . bahwa ia memang benar-benar serius dengan niat dan keinginannya untuk berpindah agama. Sehingga ketika Leo menyampaikan keputusannya untuk berpindah agama kepada keluarganya (ibu dan adik-adiknya) Leo melakukannya dengan dengan baik. sikap Leo mengarah kepada sikap orang dewasa yang menerima. dorongan negative bersifat menghukum dan menimbulkan kebencian (Devito. Kedua sikap itu adalah sikap orang tua dan sikap orang dewasa. Sedangkan sikap keluarganya (ibu dan adik-adiknya) mengarah kepada sikap orang tua yang memberikan nasehat dan dukungan. Leo mendapatkan dorongan dari ibunya ketika Leo menyampaikan niatnya untuk berpindah agama. 1997:263). Sebaliknya. Sedangkan sikap positif keluarga Leo (ibu dan adik-adiknya)ditandai dengan adanya dukungan dan penerimaan mereka terhadap keputusan Leo. Sikap positif dapat dijelaskan lebih jauh dengan istilah stroking (dorongan). Hal itu menjadi dorongan tersendiri bagi Leo untuk membuktikan nya. Hal ini termasuk ke dalam jenis transaksi komplementer. Perilaku mendorong menghargai keberadaan dan pentingnya orang lain: perilaku ini bertentangan dengan ketidakacuhan. karena ibu dan adik-adiknya mendukung Leo atas keinginannya asalkan Leo serius menjalaninya. Dikaji dengan teori analisis transaksional.

Artinya harus ada pengakuan secara diam-diam bahwa kedua pihak sama-sama bernilai dan berharga. 12 Maret 2006). Dalam kasus Leo. suasana setara ketika Leo memutuskan untuk berpindah agama adalah ketika Leo menyampaikan niatnya kepada ibunya. Reaksi nyokap waktu itu biasa aja.2. Gue sendiri waktu nyokap nasehatin cuma diem aja” (Wawancara dengan Leo. 1997:263). . Dimana Leo sendiri bersikap terbuka dalam menceritakan apa yang dirasakannya selama ini kepada ibunya begitu juga sebaliknya ibunya memberikan respons yang cukup baik walaupun mungkin sebenarnya agak sedikit menyayangkan Leo mengambil keputusan tersebut. ….pokoknya waktu gue mau pindah agama gue cuma bilang ma nyokap aja.5 Ditinjau dari Aspek Kesetaraan “Komunikasi antarpribadi akan lebih efektif bila suasananya setara.5 Transaksi komplementer terjadi pada dua sikap yang berbeda P P A A C C 5. justru nyokap malah nasehatin dan ngedukung gue. ga seperti apa yang gue pikirkan. dan bahwa masing-masing pihak mempunyai sesuatu yang penting untuk disumbangkan” (Devito.86 Gambar 5.

di sisihkan dari lingkungan keluarga karena di anggap telah berbeda status sehingga di perlakukan seperti . Jenis transaksi yang terjadi adalah transaksi komplementer dimana transaksi terjadi antara dua sikap yang berbeda namun komplementer.87 Disini terlihat bahwa dalam faktor kesetaraan yang terjadi antara Leo dengan keluarganya mengarah pad sikap yang dewasa tapi disisi lain juga keluarganya cenderung mengarah kepada sikap orang tua. hal itu yang menyebabkan banyak muallaf merasa terombang-ambing dalam kecemasan dan berbagai pertanyaan. mereka merasakan sambutan dan kehangatan dari sesama muslim hanya sesaat. kedua sikap itu adalah sikap orangtua dan sikap ornag dewasa.3 Komunikasi Antarpersona Seorang Muallaf pada Saat Setelah Berpindah Agama Tidak sedikit muallaf yang merasakan kesendirian setelah menjadi muallaf.6 Transaksi komlementer terjadi pada dua sikap yang berbeda P P A A C C 5. Gambar 5. Ada beberapa faktor yang menyebabkan mereka merasa sendiri. diantaranya karena tidak diakui lagi sebagai keluarga.

walaupun tidak semua muallaf merasakan hal seperti itu. Kelima aspek tersebut menunjang efektivitas komunikasi antarpersona Leo sebagai seorang muallaf sehingga dapat membina hubungan baik dengan keluarganya walaupun ada perbedaan keyakinan diantara mereka. ada yang diputus biaya sekolahnya. Hal ini dikarenakan komunikasi antara Leo dan keluarganya dapat berjalan efektif. Leo adalah salah satu contoh kasus muallaf yang mampu membina hubungan baik dengan keluarganya.1 Ditinjau dari Aspek Keterbukaan Pada saat Leo baru memutuskan untuk menjadi muallaf. dengan harapan ayahnya mau mengerti dan bisa menerima keputusan Leo setelah Leo menjadi muallaf. Banyak hal yang menjadi pertimbangan bagi Leo mengapa tidak memberitahukan ayahnya akan keputusannya untuk menjadi muallaf. Kehidupan Leo sebagai seorang muallaf tidak jauh berbeda dengan kehidupannya sebelum menjadi muallaf. empati. sikap positif dan kesetaraan.88 pembantu atau pelayan. sedangkan ayahnya tidak Leo beritahu karena pada saat itu Leo belum berani untuk menyampaikan niatnya. ditinggalkan klien dan diputus hubungan bisnisnya. Kegiatan komunikasi antarpersona dalam keluarga Leo meliputi aspek keterbukaan. Leo baru memberitahu kepada ayahnya setelah Leo menjadi muallaf. Pada saat Leo baru memutuskan untuk berpindah agama .3. Leo hanya menyampaikannya kepada ibu dan adik-adiknya saja. dan sebagainya. Faktor-faktor tersebut merupakan konsekwensi mereka setelah masuk Islam. dukungan. 5.

Leo merasa lebih bertanggung jawab terhadap keyakinannya setelah mendapat dukungan dari seluruh keluarganya. Leo mencoba untuk jujur dan terbuka kepada ayahnya setelah Leo menjadi muallaf. walupun ada perasaan sedikit kecewa tapi Om berusaha ikhlas karena Leo sudah dewasa. Leo merasa lega setelah berbicara jujur kepada ayahnya kalau sebenarnya Leo telah berpindah agama. tapi kalau tentang teman-teman Leo dan kerjaan di kantor biasanya suka cerita-cerita ma nyokap. anak mami kayaknya (Wawancara dengan Leo. 22 Januari 2006). Dalam komunikasi antarpersona yang dilakukan Leo terhadap keluarganya setelah berpindah agama. jangan setengah-setengah (Wawancara dengan Ayah Leo. Waktu itu Om tahu kalau Leo punya niat untuk pindah agama dari ibunya. Tapi akhirnya ayah Leo memberikan dorongan serta nasehat kepada Leo agar Leo menjalani keyakinannya dengan sepenuh hati. Setelah menjalani kehidupan sebagai seorang muallaf. 8 April 2006). Yang pasti kalau yg bener-bener pribadi leo jarang cerita-cerita. Leo lebih sering membicarakan masalah kehidupannya di lingkungan kerja kepada ibunya daripada menceritakan masalah pribadinya. kegiatan komunikasi antarpersona yang terjadi antara Leo dengan keluarganya tidak banyak berubah. Jika ditinjau dari aspek keterbukaan. . dia berhak memilih agama mana yang lebih diyakininya. om hanya bilang sama Leo untuk menjalankan agama yang telah diyakininya itu dengan sepenuh hati.89 sebenarnya ayah Leo sudah mengetahui keinginan anaknya untuk menjadi seorang muslim. Leo baru bicara jujur sama om waktu Leo sudah menjadi muslim. Pada saat itu ayahnya mengerti dan menerima keputusan Leo walaupun mungkin ada sedikit rasa kecewa karena anaknya berbeda keyakinan dengannya dan anggota keluarga yang lainnya. Leo memang suka banget cerita ke nyokap.

disimpen sendiri aja (Wawancara dengan Leo. Kedua sikap itu adalah sikap orang tua dan sikap orang dewasa. 1 Juni 2006) Jika dikaji dengan teori analisis transaksional. Gambar 5. dalam aspek keterbukaan Leo lebih mengarah kepada sikap orang dewasa dan ayahnya mengarah kepada sikap orang tua. kalau masalah yang bikin orang lain (keluarga) ikut bingung juga sih mendingan enggak usah Leo ceritain deh. Hal tersebut merupakan jenis transaksi komplementer . untuk hal-hal tertentu Leo jarang membicarakannya dengan keluarga apalagi jika masalah itu cukup pelik dan pribadi. dimana transaksi terjadi antara dua sikap yang berbeda namun komplementer.90 Tapi walaupun Leo cukup terbuka. Leo lebih memilih untuk menyimpannya sendiri daripada harus terbuka kepada keluarganya kalau pada akhirnya malah membuat keluarganya merasa bingung.6 Transaksi komplementer terjadi antara dua sikap yang berbeda P P A A C C Sedangkan terhadap ibunya Leo menunjukkan sikap anak kecil (manja) dan ibunya sendiri mengarah kepada sikap orangtua seperti memberikan pertimbangan dan memberikan dukungan. Aspek keterbukaan Leo terhadap ayahnya termasuk ke dalam jenis transaksi komplementer.

karena menurut Leo ibunya cukup menyenangkan untuk menjadi tempat curhat. 1 juni 2006) Walaupun Leo lebih dekat kepada ibunya. ya… enaknya cerita ke nyokap tuh bisa ngasih pandangan-pandangan yg beda (Wawancara dengan Leo. Selain itu juga ibunya selalu memberikan pandangan-pandangan yang berbeda setiap kali ia menghadapi masalah. paling yang tau nyokap. Jika Leo menghadapi masalah Leo lebih sering bercerita kepada ibunya.1 Transaksi komplementer terjadi antara dua sikap yang berbeda P P A A C C 5.91 dimana transaksi terjadi antara dua sikap yang berbeda namun komplementer.3. bukan berarti anggota keluarga lain tidak peduli jika Leo menghadapi masalah atau juga sebaliknya.2 Ditinjau dari Aspek Empati Dalam keluarga Leo empati ditunjukkan bila salah seorang keluarga memiliki masalah. Kedua sikap itu adalah sikap orang tua dan sikap anak kecil. Kalau ada masalah. itu juga masalah yang kadang Leo cuma butuh pendapat aja. Begitu pun . Mereka juga terbiasa sharing (berbagi) dengan sesama anggota keluarga. Gambar 5.

3 Transaksi komplementer terjadi antara dua sikap yang sama P P A A C C 5. Contohnya ketika adik bungsu Leo akan menginjak . yaitu sikap dewasa.3. Leo dan keluarganya samasama mengacu kepada sikap orang dewasa dimana mereka bersikap objektif dan tidak emosional. Hal ini terlihat dari kehidupan keluarga Leo yang cukup harmonis walaupun ada perbedaan didalamnya. Jika dikaji dengan teori analisis transaksional. Gambar 5. Sikap saling mendukung juga terlihat ketika Leo memutuskan untuk berpindah agama dan menjadi muslim. Transaksi dalam faktor empati yang terjadi antara Leo dan keluarganya merupakan transaksi komplementer yang terjadi antara dua sikap yang sama. Kini setelah menjadi seorang muallaf pun sikap saling mendukung diantara keluarga masih diterapkan.3 Ditinjau dari Aspek Dukungan Keluarga Leo merupakan keluarga yang selalu saling mendukung satu sama lain.92 jika ada salah satu anggota keluarga yang melakukan kesalahan Leo biasanya bicara kepada mereka dan berusaha memberi jalan keluar.

selain itu ibunya pun selalu menyiapkan sahur jika Leo sedang berpuasa. walaupun hanya Leo satu-satunya anggota keluarga yang berpuasa tetapi keluarganya mendukung Leo dengan cara tidak melakukan kegiatan yang dilarang dilakukan pada bulan puasa. Faktor dukungan tersebut jika dikaji dengan teori analisis transaksional dapat terlihat sikap Leo terhadap keluarganya mengacu kepada sikap orang dewasa begitu pula sebaliknya. Contohnya kayak sekarang nih pas adik Leo mau lulus SMP. Gambar 5. yaitu sikap orang dewasa. Kalau sekarang sih tiap ada sesuatu Leo pasti dilibatkan juga.93 bangku SMA. Leo ikut terlibat dalam memberikan masukan kepada orangtua dan adiknya. Jenis transaksi yang tepat di antara mereka adalah transaksi komplementer.4 Transaksi komplementer terjadi antara dua sikap yang sama P P A A C C . Kira-kita nanti mau masuk SMA mana terus mau kuliah dimana (Wawancara dengan Leo 1 Juni 2006). Sikap mendukung juga terlihat ketika Leo sedang menjalankan ibadah puasa. dimana terjadi transaksi antara dua sikap yang sama.

Dikaji dengan teori analisis transaksional. dimana transaksi terjadi antara dua sikap sama. rasional dan objektif begitu pula halnya dengan sikap keluarganya mengarah kepada sikap orang dewasa Hal ini termasuk ke dalam jenis transaksi komplementer. Walaupun baru menjadi muslim Leo menunjukkan kepada keluarga bahwa dirinya bertanggung jawab terhadap keputusannya. keluarga bersikap positif kepada Leo. Begitu juga sebaliknya. sikap Leo mengarah kepada sikap orang dewasa yang menerima.5 Transaksi komplementer terjadi pada dua sikap yang sama P P A A C C . Gambar 5. Hal ini terlihat dari cara Leo melakukan sesuatu atau bertindak.3. Kedua sikap itu adalah sikap orang dewasa. Dorongan yang diberikan kepada Leo dari keluarganya membuat Leo semakin termotivasi untuk melakukan sesuatu yang membanggakan orang tuanya.94 5. Leo tetap menunjukkan sikap positif terhadap keluarganya. Leo konsisten terhadap ajaran Islam yang baru diyakininya. mereka sangat menghargai ketika Leo melaksanakan ibadah.4 Ditinjau dari Aspek Sikap Positif Setelah menjadi muallaf.

Jenis transaksi yang terjadi adalah transaksi komplementer dimana transaksi terjadi antara dua sikap yang sama.6 Transaksi komplementer terjadi pada dua sikap yang sama P P A A C C . Disini terlihat bahwa dalam faktor kesetaraan yang terjadi antara Leo dengan keluarganya mengarah pada sikap orang dewasa. Gambar 5. kedua sikap itu adalah sikap orang dewasa. suasana setara tetap terasa dalam keluarga Leo.95 5. Sebagai anak pertama Leo selalu dilibatkan dalam setiap pembicaraan yang menyangkut kepentingan keluarga.3.5 Ditinjau dari Aspek Kesetaraan Walaupun Leo sudah berbeda keyakinan dengan keluarganya. Hal ini ditandai dengan sikap terbuka dan keadaan yang saling mendukung diantara sesama anggota keluarga.

96 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN Bab ini merupakan bab akhir yang menguraikan mengenai kesimpulan dari bab-bab sebelumnya dan selanjutnya dikemukakan saran-saran sebagai perbaikan dan masukan terhadap kelemahan yang timbul. Persepsi pada diri Leo ditandai dengan bertambahnya pengetahuan dan pemahaman Leo tentang agama Islam melalui proses diskusi bersama temantemannya dan membaca buku-buku yang dibacanya. Sensasi pada diri Leo awalnya ditandai dengan pengalaman Leo ketika melihat neneknya sering melakukan ibadah (shalat dan puasa). Komunikasi Intrapersonal Seorang Muallaf Ditinjau dari Faktor Berpikir. yang pertama adalah sensasi. Decision Making (Menetapkan keputusan) dan Problem Solving (Memecahkan Persoalan) Proses komunikasi intrapersonal pada diri Leo melalui beberapa faktor. Hal ini kemudian menimbulkan persepsi pada diri Leo tentang agama Islam.1 Kesimpulan Dari hasil penelitian diperoleh beberapa kesimpulan sebagai berikut : 1. 6. Banyak sekali input (masukan) yang Leo terima dari rekan-rekan maupun dari buku yang dibacanya. Kedua hal tersebut meninggalkan memori di benak Leo akan awal ketertarikannya terhadap agama Islam. Sampai akhirnya Leo kuliah keingintahuan Leo akan agama Islam semakin kuat. . hal ini berlangsung terus sampai Leo bekerja.

Keterbukaan. dukungan yang diberikan oleh keluarga terhadap Leo. Walaupun ada perbedaan agama antara Leo dengan keluarganya akan tetapi kehidupan Leo sebagai seorang muallaf tidak jauh berbeda dengan kehidupannya sebelum menjadi muallaf. Dukungan. dukungan. Tetapi melalui aspek komunikasi yang efektif. Empati. sikap positif Leo dalam menghadapi permasalahan yang ada juga kesetaraan dalam keluarga Leo yang ditandai dengan rasa saling menghargai. Keterbukaan. empati Leo terhadap keluarganya dan juga sebaliknya. . Empati. sikap positif serta kesetaraan diterapkan dalam keluarga Leo. Hal ini terjadi karena kegiatan komunikasi persona yang efektif seperti keterbukaan. Aspek tersebut meliputi keterbukaan Leo ketika menyampaikan niatnya untuk berpindah agama.97 2. akhirnya Leo dapat melewatinya. empati. Sikap Positif dan Kesetaraan Komunikasi antarpersona yang dilakukan Leo ketika memutuskan untuk berpindah agama mengalami kendala ketika Leo tidak mampu menyampaikan niatnya kepada ayahnya. Sikap Positif dan Kesetaraan Leo adalah salah satu contoh kasus muallaf yang mampu membina hubungan baik dengan keluarganya. 3. Komunikasi Antarpersona Seorang Muallaf Pada Saat Memutuskan Untuk Berpindah Agama Ditinjau dari Komunikasi Antarpersona yang Efektif. Dukungan. Komunikasi Antarpersona Seorang Muallaf Pada Saat Setelah Berpindah Agama Ditinjau dari Komunikasi Antarpersona yang Efektif.

seperti misalnya: kegiatan muallaf dalam komunikasi kelompok. 2. Pengembangan Keilmuan Untuk Peneliti selanjutnya. Disarankan juga agar peneliti selanjutnya dapat memaparkan kehidupan seorang muallaf secara lebih objektif. 1. yang akan meneliti komunikasi seorang muallaf. disarankan untuk lebih menggali sisi-sisi lain dari kehidupan seorang muallaf. Subjek Penelitian Komunikasi Intrapersonal Seorang Muallaf Ditinjau dari Faktor Berpikir. atau citra muallaf etnis Tionghoa di kalangan etnisnya sendiri. akan lebih baik jika Leo juga bertanya langsung atau berkonsultasi dengan orang yang lebih paham agama seperti Ustadz Karena tidak semua muslim benar-benar memahami agama Islam itu sendiri. Ketika Leo tertarik untuk mempelajari agama Islam.98 6. karena kenyataannya banyak kisah-kisah muallaf yang ternyata mendeskriditkan agama lainnya. sehingga khawatir dapat menimbulkan salah persepsi terhadap agama Islam. Mungkin peneliti selanjutnya bisa melakukan penelitian dengan mengaitkan kedalam bidang ilmu komunikasi selain mengangkat penelitian tentang kegiatan komunikasi personanya.2 Saran Saran yang dapat diberikan oleh penulis kepada pihak-pihak yang terkait dalam pembuatan skripsi ini adalah sebagai berikut : 1. kominikasi publik. Hal tersebut tentunya dapat menimbulkan sikap sinis terhadap agama Islam atau agama lain dan dapat memicu permusuhan antar umat beragama. .

tersisa PR panjang. Ketika Leo memutuskan untuk berpindah agama Leo hanya menyampaikan niatnya kepada ibu dan adik-adiknya. Masyarakat / Instansi Bagi Masyarakat. khususnya masyrakat Indonesia. padahal dibalik setiap proses ke-Islaman. Komunikasi Antarpersona Seorang Muallaf Pada Saat Memutuskan Untuk Berpindah Agama. Umat Islam cenderung kurang memperhatikan kebutuhan-kebutuhan muallaf. sebaiknya kebiasaan yang baik dalam keluarga tetap dipertahankan. Setiap tindakan pasti menimbulkan dampak tertentu. Para . sehingga dengan sharing bersama keluarga akan menambah rasa toleransi dan menghargai antar umat beragama walaupun ruang lingkupnya hanya di keluarga saja. pembinaan muallaf merupakan suatu kebutuhan yang nyata. Mungkin saja dengan adanya sedikit konflik justru akan keluar perasaan-perasaan yang selama ini dipendam sehingga masing-masing pihak saling mengetahui keinginan masingmasing untuk dicari jalan keluarnya. baik positif maupun negatif. Walaupun ada perbedaan agama di dalam keluarga. 3. namun selama ini masih dirasakan sangat kurang. tetapi tidak kepada ayahnya.99 2. Walaupun sebenarnya tindakan itu dilakukan untuk menghindari konflik keluarga yang mungkin terjadi tetapi itu merupkan konsekwensinya. Leo juga dapat berbagi cerita atau pengalaman kepada keluarganya baik tentang diri sendiri maupun keyakinannya sekarang sebagai seorang muslim. 3. Komunikasi Antarpersona Seorang Muallaf Pada Saat Setelah Berpindah Agama.

hingga kendala sosialisasi dengan masyarakat luas. Mereka menghadapi berbagai kendala. . menjadi seorang muslim yang concern dengan nilai-nilai agamanya kerap menghadapkan mereka kepada ujian-ujian yang tidak ringan. goyahnya keyakinan. konflik keluarga. mulai dari kendala ilmu. Bagi para muallaf. keterbatasan ekonomi.100 muallaf berbeda dengan muslim yang sudah ber-Islam sejak lahir. Oleh karena itu sebagai sesama umat muslim ada baiknya kita untuk lebih memperhatikan dan peduli pada muallaf yang tidak seberuntung Leo.

Bandung: PT. Komunikasi Antarpribadi. 1997. Bandung: PT. Metode Penelitian Kualitatif. Devito Joseph A. Remaja Rosdakarya. Hasbiansyah. Cangara. 1991. 2004. Jakarta: Professional Books. FIKOM UNISBA. Bandung . Skripsi Unisba. PT. Citra Aditya Bakti. Alo. ----------------. Bandung: PT. Alih bahasa: Ir. 2000. Nasution.DAFTAR PUSTAKA Achdiat. Bandung Mulyana. 2003. Metode Penelitian Kualitatif. Mediator (Konstelasi Paradigma Objektif dan Subjektif dalam Penelitian Komunikasi dan Sosial). Remaja Rosdakarya. Komunikasi Antar Manusia. 2004. Luthfi.. PT. Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya. Hafied. 1997. RajaGrafindo Persada. Citra Aditya Bakti. Jakarta: PT. Remaja Rosdakarya. Pengantar Ilmu Komunikasi.. 1997. Deddy. S. 2000. Agus Maulana MSM. Hubungan Antara Gaya Komunikasi Orang Tua-Anak dengan Asertiva dan Penyesuaian Diri Remaja di Sekolah pada SiswaSiswi Kelas III SMU Negeri Cimahi. 1994. -----------------. Bandung: PT. Metode Penelitian Kualitatif. Liliweri. Lexy. Perspektif Teoritis Komunikasi Antarpribadi. O. Moleong.

Rasjid. Bandung: Sinar Baru Algensindo Singarimbun. Bandung --------------------------. Studi Kasus (Desain dan Model). Djuarsa.google. Jalaluddin. No.829 Thn. 1989. . Midas Surya Grafindo. Fiqh Islam. Jakarta Yin. 2005 www. Psikologi Komunikasi. Metode Penelitian Komunikasi. 2001.com Yayasan Haji Karim Oei . Bandung: PT. Jakarta: PT. Masri & Sofian Effendy.. R. Teori Komunikasi. Universitas Terbuka. 1994.2003. Jakarta. 2000. Remaja Rosdakarya.Rakhmat. Sulaiman. Remaja Rosdakarya. Sasa. PT. 2003. Sumber Lain : Tabloid Wanita Indonesia. Sendjaja. RajaGrafindo Persada. Metode Penelitian Survai.

Indonesia Phone: (0267) 403958 : mincheweitche@lycos. Jawa Barat Bidang Kajian Hubungan Masyarakat. Jawa Barat 1998 .1995 .2006 Bandung. Fakultas Ilmu Komunikasi SMUN I KARAWANG Karawang.co. Jawa Barat SLTPN 2 KARAWANG Karawang.1998 1989 . Jawa Barat SDN ADIARSA XII Karawang. 1984 : Perempuan : Islam : Jl.CURRICULUM VITAE DATA PRIBADI Nama Tempat/tanggal Lahir Jenis Kelamin Agama Alamat : Khaerunnisa : Karawang/ February 7th .uk : 10080001005 E-mail NPM PENDIDIKAN FORMAL UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG 2001 .2001 1995 . Purnawarman D5/A2 Karawang Tawa Barat.

Apakah ada hambatan dalam diri Anda ketika memutuskan untuk menjadi muallaf ? 8. Bagaimana hubungan Anda dengan keluarga saat ini ? 14. Apa yang membuat Anda tertarik pada agama Islam ? 4. Apakah ada hambatan dari keluarga ketika Anda memutuskan untuk menjadi muallaf ? 13. Apakah Anda memberitahukan kepada keluarga ketika Anda memutuskan untuk menjadi muallaf . Menurut Anda. Bagimana sikap keluarga ketika mengetahui Anda memutuskan untuk menjadi seorang muallaf ? 12. Bagaimana hubungan Anda dengan keluarga ketika sebelum memutuskan untuk menjadi muallaf ? 3. Bagaimana proses yang terjadi dalam diri Anda hingga Anda menjadi seorang muallaf ? 6. apa yang membuat Anda mampu menjaga hubungan baik dengan keluarga walaupun ada perbedaan agama antara Anda dengan keluarga? . Apakah Anda memberitahukan kepada keluarga ketertarikan Anda pada agama Islam sebelum memutuskan menjadi muallaf. Apa yang ada di dalam benak dan pikirkan Anda ketika memutuskan untuk berpindah agama ? 7.DAFTAR WAWANCARA Wawancara dengan Leo 1. Bisakah Anda ceritakan masa kecil Anda ? 2. Bagimana sikap keluarga ketika mengetahui Anda tertarik mendalami agama Islam ? 10. dan bagaimana cara Anda memberitahukannya ? 9. dan bagaimana cara Anda memberitahukannya? 11. Apa saja yang Anda lakukan untuk memenuhi keingintahuan Anda tentang agama Islam ? 5.

anggota keluarga Anda selalu mengevaluasi ? 23. ketika tahu bahwa Anda telah melakukan kesalahan ? 19. Dalam hal apa saja biasanya Anda terbuka terhadap keluarga untuk membicarakan suatu masalah ? 17. Bagaimana sikap anggota keluarga lain. Menurut Anda. Apakah dalam keluarga Anda sering menuntut agar pendapat Anda dapat diterima oleh keluarga lainnya ? Wawancara dengan Keluarga Leo 1. Bagaimana kegiatan beribadah Anda ketika memutuskan untuk menjadi muallaf hingga sekarang? 16. Bagimana sikap Anda ketika salah satu anggota keluarga melakukan kesalahan ? 21. apa yang menyebabkan Anda tidak mau membicarakan masalah dalam keluarga ? 18. Bagaimana sikap keluarga Anda ketika Anda melakukan pekerjaan atau melakukan sesuatu dengan baik ? 24. Apa yang Anda rasakan ketika mengetahui Leo memutuskan untuk berpindah agama ? . Masukan seperti apa yang biasanya dianggap sesuai dalam keluarga Anda ? 22. Apakah dalam melakukan pembicaraan. Bagaimana Anda bertanggung jawab. ketika Anda menghadapi masalah ? 20. Apakah Anda tahu ketika Leo sedang mendalami agama Islam ? 2. Sejauhmana keterlibatan Anda dalam melakukan pembicaraan ? 25.15.

Bagaimana sikap Anda ketika Leo melakukan ibadah di rumah ? 5. Bagaimana sikap Anda terhadap Leo setelah mengetahui bahwa Leo telah berpindah agama ? 4. Bagaimana suasana kekeluargaan dalam rumah Anda setelah salah satu keluarga Anda berbeda keyakinan dengan anggota keluarga lainnya ? .3.

Pukul 17.30 12 Maret 2006. Tempat tinggal Leo di daerah Bekasi.00 Menyatakan benar-benar telah dilakukan wawancara mendalam sehubungan dengan penulisan skripsi yang berjudul: Kegiatan Komunikasi Persona Seorang Muallaf. Jl. Dago Asri 1. Nama Status Waktu pelaksanaan : Leo (nama panggilan) : Belum menikah : • • • • • 27 Desember 2005. pukul 12.Surat Pernyataan Yang bertandatangan di bawah ini. 22 Januari 2006. pukul 21. Tempat tinggal Leo di daerah Bekasi. Bandung. Dunkin Donuts. Tempat tinggal penulis di Jl. Telah mengadakan wawancara dengan: Nama NPM Bidang kajian : Khaerunnisa : 10080001005 : Hubungan Masyarakat Wawancara ini dilakukan dengan sebenar-benarnya tanpa ada rekayasa dan intervensi dari pihak manapun dan hasilnya hanya untuk kepentingan penelitian semata. pukul 11.00 28 dan 30 Mei 2006. Pukul 14. Bandung. 14 Juni 2006 Leo .00 8 April 2006.30. Sabang. Jakarta. Wawancara via telepon.