Ekonomi Pembangunan dan Pembangunan Ekonomi

Evolusi Makna Pembangunan Pandangan tradisional beranggapan yang membedakan antara negara maju dengan Negara Sedang Berkembang (NSB) adalah pendapatan rakyatnya. Dengan ditingkatkannya pendapatan per kapita diharapkan masalah-masalah, seperti pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan distribusi pendapatan yang dihadapi NSB dapat terpecahkan, misalkan melalui apa yang dikenal dengan ³dampak merembes ke bawah´ (trickle down effect). Indikator berhasil tidaknya pembangunan semata-mata dilihat dari meningkatnya pendapatan nasional (GNP) per kapita riel, dalam arti tingkat pertumbuhan pendapatan nasional harus lebih tinggi dibanding tingkat pertumbuhan penduduk. Kecenderungan di atas terlihat dari pemikiran-pemikiran awal mengenai pembangunan, seperti teori Harrod Domar, Arthur Lewis, WW Rostow, Hirschman, Rosenstein Rodan, Nurkse, Leibenstein. Perkembangan selanjutnya, banyak NSB mulai menyadari bahwa ³pertumbuhan´ (growth) tidak identik dengan ³pembangunan´ (development). Pertumbuhan ekonomi yang tinggi, setidaknya melampaui negara-negara maju pada tahap awal pembangunan mereka, memang dapat dicapai, namun dibarengi dengan masalah-masalah, seperti pengangguran, kemiskinan di pedesaan, distribusi pendapatan yang timpang, dan ketidakseimbangan struktural. Inilah yang menandai dimulainya masa pengkajian ulang tentang arti pembangunan. Maka, muncul paradigma baru dalam pembangunan seperti pertumbuhan dengan distribusi, kebutuhan pokok (basic needs), pembangunan mandiri (self-reliant development), pembangunan berkelanjutan dengan perhatian terhadap alam (ecodevelopment), pembangunan yang memperhatikan ketimpangan pendapatan menurut etnis (ethnodevelopment). Indikator Pembangunan Indikator pembangunan diperlukan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pembangunan yang dilakukan berdasarkan ukuran-ukuran tertentu. Indikatorindikator kunci pembangunan secara garis besar pada dasarnya dapat diklasifikasikan menjadi (1) indikator ekonomi; (2) indikator sosial. Sedangkan yang termasuk sebagai indikator ekonomi adalah GNP (GNI) per kapita, laju pertumbuhan ekonomi, GDP per kapita dengan Purchasing Power Parity, sedangkan yang termasuk indikator sosial adalah Human Development Index (HDI) dan PQLI (Physical Quality Life Index) atau Indeks Mutu Hidup. Untuk tujuan operasional dan analitikal, kriteria utama Bank Dunia dalam mengklasifikasikan kinerja perekonomian suatu negara adalah Gross National Income (GNI) atau Produk Nasional Bruto (PNB) per kapita yang merupakan pendapatan nasional bruto dibagi jumlah populasi penduduk. Bank Dunia (2003) mengklasifikasikan negara berdasarkan tingkatan GNI per kapitanya, yaitu (1) negara berpenghasilan rendah (low-income economies), (2) negara berpenghasilan menengah (middle-income economies). Dalam kelompok negara berpenghasilan menengah dapat dibagi menjadi negara berpenghasilan menengah papan bawah (lower-middle-income economies) dan negara berpenghasilan menengah papan atas (upper-middle-income economies), (3) negara berpenghasilan tinggi (high-income economies), (4) dunia (world) meliputi

Berbeda dengan kemiskinan absolut. kemiskinan absolut. bahkan dalam keluarga miskin. seperti konstruksi. Berdasarkan kelemahan tersebut Esmara mencoba untuk menetapkan suatu garis kemiskinan pedesaan dan perkotaan yang dipandang dari sudut pengeluaran aktual pada sekelompok barang dan jasa esensial. menurut Sharp et al.000 jiwa.. Strategi Penanggulangan Kemiskinan . di mana dengan pendekatan ini diidentifikasi jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan tertentu. kedua. dapat disebabkan oleh ketidaksamaan pola kepemilikan sumber daya. Untuk lebih mengetahui secara pasti tingkat kemiskinan suatu masyarakat maka diciptakan indikator kemiskinan atau garis kemiskinan. Menurutnya negara miskin itu miskin karena dia miskin (a poor country is poor because it is poor). yaitu garis kemiskinan Sajogyo dan garis kemiskinan Esmara. pertama. perbedaan dalam kualitas sumber daya manusia dan disebabkan oleh perbedaan akses dalam modal. Sedangkan lingkaran setan kemiskinan versi Nurkse sangat relevan dalam menjelaskan fenomena kemiskinan yang terjadi di negara-negara terbelakang. Di Indonesia. Sajogyo mendefinisikan batas garis kemiskinan sebagai tingkat konsumsi per kapita setahun yang sama dengan beras. bahkan negara-negara maju pun mengalami kemiskinan walaupun tidak sebesar negara Dunia Ketiga. Jenis-jenis Kemiskinan dan Indikatornya Kemiskinan tidak hanya menjadi permasalahan bagi negara berkembang. Kedua. Hasil studi atas 100 desa yang dilakukan oleh SMERU Research Institute memperlihatkan bahwa pertumbuhan belum tentu dapat menanggulangi kemiskinan. menurun secara cepat. kemiskinan relatif bersifat dinamis dan tergantung di mana seseorang tinggal. seperti yang diungkapkan secara berturut-turut dalam Susenas.semua negara di dunia. Penyebab Kemiskinan Kemiskinan. krisis cenderung memberi pengaruh terburuk kepada beberapa sektor ekonomi utama di wilayah perkotaan. yaitu pangsa pendapatan nasional yang diterima oleh masing-masing golongan pendapatan. Menurut Thorbecke. yaitu pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach) dan pendekatan Head Count Index. penduduk pedesaan dapat memenuhi tingkat subsistensi dari produksi mereka sendiri. garis kemiskinan BPS menggunakan dua macam pendekatan. Secara umum. jenis-jenis kemiskinan dapat dibagi menjadi dua. Selain itu. Pertama. yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. terdapat garis kemiskinan lainnya. kemiskinan dapat lebih cepat tumbuh di perkotaan dibandingkan dengan perdesaan karena. termasuk negara-negara yang datanya langka dan dengan penduduk lebih dari 30. kemiskinan relatif. Kelemahan dari metode ini adalah hanya menggunakan acuan satu harga komoditi dan porsinya dalam anggaran keluarga. perdagangan dan perbankan yang membawa dampak negatif terhadap pengangguran di perkotaan. namun perlu pertumbuhan yang keberlanjutan dan distribusi yang lebih merata serta kemudahan akses bagi rakyat miskin.

Sasaran dari program ini adalah kaum miskin perkotaan yang sangat rentan terhadap krisis dibandingkan dengan masyarakat perdesaan. semakin merata distribusi pendapatan. solusi yang diterapkan adalah dengan menerapkan pajak langsung yang progresif atas tanah dan terbatas pada rumah tangga petani pada lapisan pendapatan yang tinggi. semakin berimpit kurva Lorenz dengan garis diagonal. negara maju mempunyai nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan negara berkembang. salah satu strategi penanggulangan kemiskinan ditempuh melalui pemberdayaan partisipatif masyarakat melalui P2KP. sedangkan di negara dengan . semakin kecil nilainya. Pertama. menunjukkan distribusi yang lebih merata. Di sisi lain. Demikian juga sebaliknya. Studi empiris menunjukkan bahwa bentuk kurva Lorenz untuk kasus negara berkembang pada umumnya semakin menjauhi dibandingkan dengan negara maju. Begitu juga sebaliknya. Masalah Dualisme Pembangunan Industrialisasi di dunia sangat erat kaitannya dengan revolusi industri yang terjadi di Inggris pada abad ke-18. Pertama. Ketiga. Semakin jauh kurva Lorenz dari garis diagonal maka semakin besar ketimpangan distribusi pendapatannya. ada juga Model Pertumbuhan Berbasis Teknologi atau Rural-Led Development yang menyoroti potensi pesatnya pertumbuhan dalam sektor pertanian yang dibuka dengan kemajuan teknologi dan kemungkinan sektor pertanian menjadi sektor yang memimpin. Usaha untuk meniru tersebut banyak dilakukan oleh negara-negara di kawasan Amerika Utara dan Eropa Barat. Hal ini penting karena keduanya memberikan kesimpulan yang berbeda. solusi pemberantasan kemiskinan di Taiwan melalui mobilisasi sumber daya dari sektor pertanian dengan mengandalkan mekanisme pasar. Di Indonesia. Revolusi industri menyebar dengan cepat di negara-negara yang melakukan revolusi pertanian khususnya di Eropa Barat dan Amerika Utara. sedangkan Cina melakukannya melalui pembentukan kerangka kelembagaan perdesaan dengan kerja sama kelompok dan brigades di tingkat daerah yang paling rendah (communes). koefisien gini. Sedangkan untuk koefisien gini. kurva Lorenz. Hal tersebut menjadi titik tolak mulainya pembagian dunia menjadi negara industri dan nonindustri. namun hal ini perlu disikapi hatihati tergantung dari jenis data yang dipakai. berusaha untuk meniru model revolusi industri. Revolusi industri yang terjadi di negara maju ternyata mendorong negara-negara lain untuk bereaksi dengan 2 cara. Pertumbuhan versus Pemerataan Pada beberapa kasus memang dijumpai adanya studi empiris yang mendukung hipotesis kurva U terbalik (hipotesis Kuznets). Kedua dengan melakukan kontak dagang. Di Jepang. apakah data silang atau runut waktu. Masing-masing indikator tersebut mempunyai relasi satu sama lainnya. Selain strategi di atas. Ketimpangan Distribusi Pendapatan: Indikator dan Trend Pada umumnya ada 3 macam indikator distribusi pendapatan yang sering digunakan dalam penelitian.Strategi penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan dengan berbagai cara. indikator distribusi pendapatan perorangan. Apabila dilihat koefisien gini. Kedua.

melainkan mengandung banyak segmentasi pasar. Teori dualisme Boeke amat populer pada pertengahan 1950-an karena menerangkan mengapa perekonomian daerah jajahan (Eastern/Colonial Economy) amat berbeda secara fundamental dengan perekonomian negaranegara Barat yang berdasarkan mekanisme pasar. seperti Eropa Tengah dan Eropa Selatan atau Amerika Latin dan Cina kemajuan industrinya berjalan relatif lambat. Dualisme vs Segmentasi Pasar Studi yang dilakukan oleh Chris Manning. perbedaan dalam jenis peminjam. Boeke tetap merupakan ilmuwan yang berpengaruh dari tahun 1929 hingga kematiannya pada tahun 1956. bukan dualisme sosial. Ia mengusulkan perlunya disusun teori dengan kerangka yang sama sekali baru. Dick menyimpulkan bahwa kondisi dualisme yang tidak berubah hanyalah ilusi. Kritik yang lain datang dari Sadli (1957) dan Mackie (1980). Kritik yang paling gencar terhadap teori Boeke datang dari Benjamin Higgins (1955). Boeke berpendapat bahwa teori ekonomi konvensional dari Barat jelas tidak dapat diterapkan di negara-negara Timur. Ia mencatat adanya 3 gelombang teknologi baru yang melanda kepulauan Indonesia dalam teknologi alat pelayaran yang mengakibatkan adanya dualisme teknologi. Studi Hal Hill (1980) agaknya lebih condong mendukung adanya dualisme teknologi. Konsep ini . ia menekankan yang terjadi di pasar tenaga kerja bukan dualisme melainkan diferensiasi akibat perbedaan teknologi. Hill menunjukkan bahwa konsep dualisme teknologi kurang tepat diterapkan dalam kasus industri tenun Indonesia. namun boleh dikatakan tidak ada pemikiran yang muncul menentang Boeke (Mackie. saling mempengaruhi. dan perbedaan dalam lokasi geografis. 1980). Berbeda dengan dikotomi prakapitalis-kapitalis versi Boeke. Hal Hill. Teori ³baru´ ini jelas lebih kompleks karena harus memperhitungkan kondisi dualistik dengan 2 sistem sosial yang berbeda. Keempat pakar ini memberikan kontribusi yang amat berharga terhadap pemahaman mengenai struktur ekonomi mikro Indonesia. dan saling berbenturan. Meskipun banyak kritikus Belanda yang mengkaji seluruh ataupun sebagian teori Boeke bertahun-tahun sejak Perang Dunia II. Manning mencatat terdapat banyak perbedaan upah dan praktik-praktik di pasar tenaga kerja di berbagai segmen industri manufaktur Indonesia. McLeod mengidentifikasi perbedaan utama dalam pasar keuangan sebagai perbedaan harga. McLeod mendefinisikan dualisme sebagai koeksistensi yang berlanjut antara sektor ³modern´ dan ³tradisional´ dalam ekonomi domestik NSB.produktivitas pertanian yang rendah. Oleh karena itu. dualisme finansial terjadi antara pasar uang formal dan pasar uang informal. Ross McLeod. Kependudukan dan Pengangguran Strategi pembangunan berdimensi manusia menawarkan konsep yang lebih luas dan menyeluruh yang meliputi semua pilihan-pilihan kebutuhan manusia pada semua tingkatan masyarakat dan semua tahapan pembangunan. Dalam sektor keuangan. Kendati demikian. yang dilontarkan oleh Higgins. Hill menunjukkan relevansi konsep dualisme teknologi dalam industri tenun Indonesia. dan Howard Dick menunjukkan bahwa struktur ekonomi Indonesia bukan dualisme. Ia melihat dualisme teknologi memiliki relevansi untuk industri pemintalan Indonesia.

TPAK di Indonesia menunjukkan jumlah yang lebih tinggi di daerah perdesaan dibandingkan di perkotaan karena tingkat partisipasi sekolah untuk SLTP dan SLTA lebih tinggi di daerah perkotaan. Alasan orang untuk melakukan migrasi. Perkembangan kota yang lebih cepat mengakibatkan terjadinya urbanisasi yang bersifat prematur. urbanisasi desa kota terjadi sebelum industri di kota mampu berdiri sendiri. Hasil pembangunan di bidang kependudukan di Indonesia terlihat dari perubahan komposisi penduduk menurut umur yang tercermin dari semakin rendahnya proporsi penduduk tidak produktif dan semakin rendahnya angka beban tanggungan. Perbandingan antara indeks pembangunan yang berhubungan dengan gender (GDI) dan indeks pembangunan manusia (HDI) dapat digunakan untuk melihat seberapa besar kesenjangan gender (gender disparity) di suatu daerah. Elemen penting dari pembangunan manusia adalah tersedianya pilihan-pilihan bagi masyarakat untuk dapat hidup sehat dan panjang umur. Migrasi dari desa ke kota ini diyakini merupakan faktor utama penyumbang pertumbuhan kota. Pendatang baru di kota karena tidak memperoleh pekerjaan mencoba mengadu nasibnya dengan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi kota sebagai self employment yang akhir akhir ini dikenal sebagai sektor informal. Tingkat urbanisasi di Indonesia cenderung terus meningkat dari waktu ke waktu. dan (5) lain-lain.meletakkan pembangunan di sekitar manusia. Migrasi Urbanisasi secara luas didefinisikan dengan perpindahan penduduk desa yang menuju kota sehingga mengakibatkan semakin besarnya proporsi penduduk yang tinggal di perkotaan. (3) karena pendidikan sebesar. (4) karena perumahan. . dan memperoleh akses bagi sumber daya yang diperlukan untuk standar hidup yang layak. bukan manusia di sekitar pembangunan. memperoleh pendidikan. Artinya. Besarnya investasi suatu negara dalam pembangunan manusia yang terlihat dalam proporsi pengeluaran publik untuk sektor pendidikan dan kesehatan dalam anggaran belanja negaranya dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana sebuah negara memperhatikan pembangunan manusianya. dan memperoleh kebebasan politik sebagai warga negara untuk berpartisipasi dalam kehidupan bernegara. (2) karena pekerjaan sebesar. menurut Survei Penduduk Antarsensus (SUPAS) 1995 adalah (1) perubahan status perkawinan dan ikut saudara kandung/famili lain sebesar. Wanita dalam Pembangunan Kesenjangan gender yang terjadi di negara berkembang disebabkan oleh adanya norma sosial yang mempengaruhi pilihan-pilihan dan perilaku rumah tangga dan faktor lembaga legal formal yang mempengaruhi kegiatan ekonominya Salah satu indikator integrasi wanita dalam pembangunan adalah akses terhadap pendidikan dalam hal ini digunakan ukuran tingkat partisipasi sekolah yang menunjukkan seberapa banyak penduduk usia sekolah yang telah memanfaatkan fasilitas pendidikan yang ada. Proporsi penduduk usia kerja dalam angkatan kerja mengalami peningkatan pada tahun 1999-2001. Pada tahun 2000 penduduk Indonesia berada pada tahap transisi antara penduduk muda menjadi penduduk tua.

bukan di negara penerima utang. kedua. ketiga. Namun demikian. menimbulkan efek negatif terhadap tingkat tabungan di dalam negeri (domestic saving rate). Tingginya tingkat DSR menimbulkan adanya spekulasi yang mendorong adanya modal yang mengalir ke luar negeri. dan kelima. Atas dasar inilah muncul konsep Guidotti Rule bahwa setidaknya negara dapat dikatakan ³aman´ apabila mempunyai persediaan devisa yang cukup untuk kebutuhan pembiayaan satu tahun ke depan. Salah satu faktor yang membedakan antara keduanya adalah sering kali negara berkembang tidak mampu mengelola utang secara profesional. Hal ini menyebabkan utang yang semula digunakan untuk membiayai pembangunan beralih menjadi beban pembangunan. Mereka . saja kekurang hatihatian bank internasional dalam memberikan dana pinjaman ke negara berkembang. Dilihat dari faktor penyebabnya. keempat. tetapi juga negara dan institusi donor yang selama ini memberi pinjaman. Misalnya. mempertahankan overvalued currency sehingga mempermudah impor untuk tujuan-tujuan yang tidak produktif. Setidaknya terdapat lima dampak negatif dari beban utang luar negeri bagi negara tersebut. Sering kali krisis utang disertai dengan pelarian modal ke luar negeri (capital flight) sehingga makin memperburuk perekonomian negara tersebut. Timbulnya Krisis Utang Beban utang yang berlebihan apalagi bila dikelola dengan buruk. Secara umum. Solusi Krisis Utang Krisis utang di luar negeri tidak saja membuat negara berkembang menderita. dalam kenyataannya negara-negara maju pun juga mempunyai utang luar negeri yang tidak kalah banyaknya dengan negara dunia ketiga. Demikian seterusnya sehingga proses yang berjalan merupakan vicious circle. dapat menjerumuskan negara ke dalam krisis. pembayaran cicilan dan bunga utang luar negeri jelas mengalihkan dana yang dapat digunakan sebagai investasi domestik. yaitu ketersediaan baik mata uang lokal maupun asing untuk kebutuhan pembayaran impor ataupun membayar utang. Rendahnya output nasional berakibat meningkatnya tingkat DSR. Capital flight menyebabkan turunnya investasi dalam negeri. Hal tersebut berkaitan erat dengan Likuiditas Nasional. yang berakibat pada rendahnya output nasional. alasan mengapa negara berkembang harus berutang adalah tingkat tabungan dalam negeri yang rendah sehingga harus mencari dana lain untuk membiayai investasi dan minimnya persediaan devisa untuk mengimpor barang-barang. sebagian besar dana utang luar negeri sektor pemerintah dibelanjakan di negara pemberi utang. Hal ini sudah ditunjukkan dengan fenomena krisis baik yang terjadi di Amerika Latin maupun di Asia. membuat pemerintah negara berkembang pengutang besar untuk mengintensifkan penerimaan pajak sehingga dapat menyebabkan kondisi investasi yang tidak kondusif dan pelarian modal ke luar negeri (capital flight).Posisi dan Kondisi Hutang Dunia Utang menjadi fenomena umum bagi negara-negara berkembang. Faktor penyebabnya bukan semata-mata negara peminjam tetapi juga disebabkan dari aspek internasional. seperti mesin-mesin pabrik atau bahan baku. yaitu pertama.

Namun. kondisi upah rendah adalah daya tarik utama masuknya TNC ke Indonesia. Namun. namun juga melebar ke bidang pendidikan dan kesehatan. bukan merupakan industri unggulan. Namun demikian. di antaranya pendirian institusi pengelolaan utang. seperti Venezuela (Petroleos de Venezuela) dan Malaysia (Petronas). terutama PMA penuh pada akhir tahun 1980-an. Anggito Abimanyu (1994) dalam studinya mengenai TNC di Indonesia menyimpulkan beberapa hal yang menarik berdasarkan analisis data industri tahun 1986-1991 dari Badan Pusat Statistik. Pada umumnya investasi asing dapat berupa FDI atau investasi portofolio. TNC cenderung memanfaatkan tenaga kerja yang relatif terlalu tinggi dan boros karena upah yang rendah. Pertama. besarnya peranan TNC dapat dilihat dari besarnya tenaga kerja yang diserap. Dengan kata lain. Kedua. Dalam perkembangannya. . Beberapa negara-negara yang termasuk HIPC mendapat pengurangan utang melalui prakarsa yang disebut HIPC Initiative yang dalam perkembangannya muncul HIPC Enhanced Initiative. Selanjutnya Indonesia mengajukan program debt for nature swap kepada beberapa negara kreditor yang tergabung dalam CGI. Dalam skala global. Jepang dan Eropa. kinerja TNC umumnya cenderung berorientasi pada pasar dalam negeri meskipun produk yang dihasilkan memiliki keunggulan komparatif untuk ekspor. investasi portofolio bersifat jangka pendek dan implikasinya adalah modal tersebut dapat bergerak pindah dari suatu negara ke negara lain (mobilitas ini disebut juga ³uang panas´). terdapat 5 TNC yang berasal dari negara berkembang. jumlah penjualan di dunia serta aliran FDI yang meningkat dari tahun ke tahun (World Investment Report 2002). Hasilnya beberapa negara menerima dan sebagian menolak. Indonesia tidak dapat bantuan pengurangan utang ini karena masih dianggap mampu untuk membayar cicilan utang dan bunganya. survei yang dilakukan oleh UNCTAD menunjukkan bahwa negara maju pun sebenarnya memerlukan investasi asing. HIPC Initiative. Oleh karena itu. konversi utang ini tidak saja berlaku untuk pembiayaan pelestarian lingkungan. peningkatan masuknya TNC ke Indonesia. dalam perkembangannya. Pada perkembangannya timbul beberapa solusi krisis ini. suatu negara sangat rentan terhadap keberadaan investasi portofolio ini. Ketiga. Pada umumnya TNC terkemuka di dunia di dominasi oleh negara-negara maju. Hal tersebut dapat dilihat dari aliran FDI yang berasal dari negara maju menuju ke negara maju lainnya. Investasi Luar Negeri Peranan investasi asing langsung mempunyai peranan penting bagi perekonomian negara khususnya negara berkembang yang memiliki stok tabungan yang minim. namun justru yang sudah buangan.kuatir bahwa negara kreditor tidak mampu membayar kembali utang-utangnya. Perbedaannya adalah FDI lebih bersifat jangka panjang dan biasanya terjadi transfer teknologi dan manajerial yang dapat diadopsi oleh negara tuan rumah (host country). Perusahaan Transnasional (TNC ) Tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan TNC di beberapa negara memiliki peranan yang penting dalam meningkatkan produktivitas ekonomi negara tersebut. Sebaliknya. dan Debt for Nature Swap. seperti Amerika Serikat.

Namun. dan sasaran usahanya sebagian besar masih pada pasar yang diproteksi. sebagaimana ditunjukkan oleh minimnya perusahaan yang bersifat spesialis yang mampu menghubungkan klien bisnisnya yang berjumlah besar secara efisien. Namun. (4) struktur industri Indonesia terbukti masih dangkal. . Pertama. baik yang terselubung maupun terang-terangan pada pasar yang diproteksi. dengan minimnya sektor industri menengah. peranan TNC dapat dijelaskan (1) TNC dapat mengendalikan ekonomi di lebih satu negara. penerapan strategi ini berpotensi menyebabkan kenaikan pengeluaran untuk impor seiring dengan kenaikan pendapatan suatu negara yang pada akhirnya menimbulkan pengaruh negatif pada neraca perdagangan negara yang bersangkutan. (3) lemahnya hubungan intra industri. bagian yang paling menarik dari strategi substitusi impor adalah kemungkinan penghematan devisa melalui penurunan belanja negara dalam bentuk valuta asing yang pada gilirannya akan menurunkan defisit perdagangan. (3) kemampuan TNC untuk memindahkan sumber daya dan operasi lintas lokasi dalam skala global. sedangkan strategi promosi ekspor identik dengan usaha peningkatan ekspor untuk meningkatkan pendapatan nasional. di lain pihak berargumen bahwa TNC justru lebih membawa dampak negatif daripada dampak positif bagi suatu negara. Strategi substitusi impor diminati oleh banyak negara berkembang setidaknya karena 2 alasan berikut. (2) dominasi kelompok bisnis pemburu rente (rent-seeking) ternyata belum memanfaatkan keunggulan mereka dalam skala produksi dan kekuatan finansial untuk bersaing di pasar global. Keuntungan penerapan strategi promosi ekspor adalah meningkatnya nilai ekspor sebuah negara yang dapat meningkatkan pemasukan negara berupa mata uang asing sehingga meningkatkan cadangan devisa. transfer pengetahuan.Menurut Dicken (1992). (2) kemampuan TNC untuk memanfaatkan perbedaan geografis antarnegara dan daerah khususnya dalam segi faktor endowments (termasuk kebijakan pemerintah). dan praktik manajerial dan organisasi. strategi substitusi impor yang pada dasarnya diterapkan untuk memenuhi permintaan domestik akan barang-barang konsumsi tidak selalu memerlukan teknologi maju untuk memproduksinya. Strategi substitusi impor identik dengan proteksionisme yang dilakukan pemerintah untuk melindungi industri yang masih muda agar dapat bersaing. (5) masih kakunya BUMN sebagai pemasok input maupun sebagai pendorong kemajuan teknologi. Kedua. Dalam perkembangannya. Kinerja dan Daya Saing Industri Permasalahan struktural pada industri Indonesia adalah (1) tingginya tingkat konsentrasi dalam perekonomian dan banyaknya monopoli. Kontribusi TNC bagi host country adalah bertambahnya stok modal. terdapat beberapa pihak yang menganggap bahwa TNC membawa manfaat positif bagi negara berkembang. Strategi Pembangunan Industri Strategi pembangunan industri yang umum digunakan di suatu negara adalah substitusi impor (inward-looking) dan promosi ekspor (outward-looking). Hal inilah yang menyebabkan timbulnya pro-kontra bagi keberadaan TNC. (6) investor asing masih cenderung pada orientasi pasar domestik (inward oriented).

(3) industri menengah dengan pekerja 20-99 orang. kelompok industri barang galian bukan logam. 1999: 250). (2) besarnya modal yang diperlukan untuk investasi. yang bersaing bukan negara. (2) industri kecil dengan pekerja 5-19 orang. belum tentu seluruh perusahaan dan industri Indonesia memiliki daya saing di pasar domestik maupun internasional. menurut BPS mengklasifikasikan industri berdasarkan jumlah pekerjanya. Usaha kecil pada umumnya memiliki karakteristik (1) tidak adanya pembagian tugas yang jelas antara bidang administrasi dan operasi. (4) adanya preferensi terhadap produk. industri tekstil. (4) dilihat menurut golongan industri tampak bahwa hampir sepertiga bagian dari seluruh industri kecil bergerak pada kelompok usaha industri makanan. (2) IKRT memegang peranan penting dalam ekspor nonmigas. rotan. mencapai keseimbangan antara sektor publik dan sektor . Masingmasing berkisar antara 21% hingga 22% dari seluruh industri kecil yang ada. yaitu (1) IKRT menyerap banyak tenaga kerja. Pengembangan Usaha Kecil Ada 2 definisi usaha kecil yang dikenal di Indonesia. dan industri kayu. membayar pasokan bahan baku dari para pemasok.Struktur industri Indonesia cenderung oligopolistik karena (1) adanya proteksi (tata niaga). tetapi perusahaan dan industri. minuman dan tembakau. yaitu (1) industri rumah tangga dengan pekerja 1-4 orang. bambu. menciptakan kesempatan kerja. dan membagi dividen. Perhatian untuk menumbuhkembangkan industri kecil dan rumah tangga (IKRT) setidaknya dilandasi oleh 3 alasan. (2) mendefinisikan daya saing negara lebih problematik daripada daya saing perusahaan. Kedua. dan menjaga industri atau sektor yang dianggap strategis tetap di bawah kendali pemerintah. rumput dan sejenisnya termasuk perabotan rumah tangga. Pertama. meningkatkan kinerja berupa efisiensi ekonomis BUMN yang ditunjukkan dengan harga jual yang rendah dan meningkatnya kualitas produk. Ada beberapa alasan dilakukannya privatisasi BUMN. (3) tingginya teknologi yang digunakan. mengurangi defisit keuangan. Apabila negara Indonesia memiliki daya saing. maka perusahaan itu akan bangkrut dan terpaksa ke luar dari bisnis yang digelutinya. Daya saing negara amat berlainan dengan daya saing perusahaan karena setidaknya 2 alasan (1) dalam realitas. menurut UU No 9 Tahun 1995 adalah kegiatan ekonomi rakyat yang memiliki hasil penjualan tahunan maksimal Rp1 miliar dan memiliki kekayaan bersih. menyediakan barang-barang publik. Pertama. (2) rendahnya akses industri kecil terhadap lembaga-lembaga kredit formal. ( PRIVATISASI BUMN Gelombang Privatisasi Dunia BUMN didirikan dengan tujuan memobilisasi tabungan masyarakat. namun negara tidak memiliki bottom line alias tidak akan pernah ³ke luar dari arena persaingan´. Kebanyakan orang menganalogkan daya saing negara identik dengan daya saing perusahaan. (3) sebagian besar usaha kecil ditandai dengan belum dipunyainya status badan hukum. Kedua. Apabila suatu perusahaan tidak dapat membayar gaji karyawannya. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Ketiga. paling banyak Rp200 juta. (4) industri besar dengan pekerja 100 orang atau lebih (BPS. Perusahaan memang bisa bangkrut.

Kinerja dan Strategi Reformasi BUMN Proses privatisasi BUMN tidak saja dalam terjadi di negara berkembang. namun juga di negara-negara maju. kolusi.013/1989). termasuk investasi asing. Jumlah ini 5 buah lebih sedikit dari pada BUMN baru yang didirikan dalam periode yang sama. Selama tahun 19891993 ternyata baru tujuh BUMN yang telah diprivatisasi. Jumlah saham yang dijual ke investor swasta juga masih relatif kecil. 741/KMK. (2) tidak memiliki dana segar menyubsidi BUMN agar terus berkembang demi kepentingan masyarakat. 2002). Reformasi BUMN di Cina diawali dengan eksperimen Deng Xiaoping pasca-Kongres Partai ke-11 pada tahun 1978. Dari enam BUMN yang diprivatisasi melalui pasar modal antara tahun 1991 sampai 1997. dan 45 lebih sedikit dari pada yang pernah dinyatakan oleh Menteri Keuangan akan diprivatisasi setelah 1989. 3 Keputusan Menteri Keuangan (740/KMK. yaitu (1) untuk menutupi defisit APBN. Yang dikarenakan: pertama.00/1989. pemerintah baru sejak 1988 memberlakukan upaya privatisasi secara bertahap. Di hampir semua daerah. sebagian besar kepemilikan saham BUMN masih dikuasai oleh pemerintah. 5 (Oktober 1988). 70% BUMN skala kecil dan menengah diprivatisasi terutama melalui skema pemegang saham oleh para karyawan. (4) maraknya praktik korupsi.99/1989. Namun. pasar modal baru mengalami depresi akibat . Kebijaksanaan privatisasi baik di negara maju maupun negara berkembang dalam rangka untuk membebaskan pemerintah dari campur tangan dalam bidang ekonomi yang merupakan bidang yang semestinya dilakukan oleh sektor swasta. Pemerintah hanya menjual sebagian sahamnya yang berkisar antara 25% sampai 35%. Reformasi seharusnya mencakup setidaknya 2 dimensi utama. privatisasi dikaitkan dengan tarik menarik kekuatan politik dan bukan hanya sekadar ³rasionalitas pasar´. Privatisasi di negara-negara Amerika Latin ternyata bukan hanya keputusan ekonomi. Di Indonesia. Keempat. yaitu internal korporat BUMN dan positioning BUMN dalam konfigurasi sistem ekonomi nasional (Kuncoro. konsultan dan lembaga pemerintah yang mendesain program privatisasi. dan nepotisme (KKN) yang menyebabkan BUMN bekerja tidak efisien. Di negara-negara ini. Reformasi BUMN mengandung makna yang lebih luas dan memerlukan sebuah grand strategi reformasi BUMN. privatisasi dilakukan akibat ³tekanan´ bank-bank internasional. dan surat Edaran S-648/MK013/1990.swasta. privatisasi bertujuan untuk menciptakan investasi baru. Privatisasi BUMN di Indonesia Beberapa alasan mengapa pemerintah Indonesia melakukan privatisasi terhadap BUMN. yakni dengan dikeluarkannya Inpres No. Tanri akhirnya memutuskan program privatisasi dilakukan melalui penjualan lewat mitra strategik (strategic partner) di banding lewat penawaran publik melalui bursa saham. 1232/KMK. (3) banyak BUMN yang tidak dapat menghasilkan keuntungan maksimal untuk dikontribusikan bagi kemakmuran rakyat melalui APBN. kepemilikan saham yang lebih besar dan pendalaman sistem keuangan dalam negeri.

Filed under: Fak.krisis moneter. Ekonomi . Kedua. penjualan lewat mitra strategik dianggap lebih baik daripada penawaran publik terutama dalam memperbaiki manajemen BUMN maupun peningkatan akses mereka terhadap pasar dan teknologi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful