Penelitian Tindakan Kelas SMP Kelas IX

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Matematika menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (2003:6) merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui melalui proses penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat sangat kuat dan jelas. Dalam pembelajaran matematika agar mudah dimengerti oleh siswa, proses penalaran induktif dapat dilakukan pada awal pembelajaran dan kemudian dilanjutkan dengan proses penalaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa. Pengajaran menurut Rohani (2004:4) merupakan perpaduan dari dua aktivitas, yaitu aktivitas mengajar dan aktivitas belajar. Pengajaran matematika akan bisa disebut berjalan dan berhasil dengan baik, manakala ia mampu mengubah diri peserta didik selama ia terlibat di dalam proses pengajaran itu, dan dapat dirasakan manfaatnya secara langsung. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan semua pihak dapat memperoleh informasi dengan melimpah, cepat dan mudah dari berbagai sumber dan tempat di dunia. Selain perkembangan yang pesat, perubahan juga terjadi dengan cepat. Karenanya diperlukan kemampuan untuk memperoleh, dan mengelola dan memanfaatkan informasi untuk bertahan pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti dan kompetitif.

Kemampuan ini membutuhkan pemikiran, antara lain berpikir sistematis, logis, kritis yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran matematika, agar siswa dapat berpikir secara sistematis, logis, berpikir abstrak, menggunakan matematika dalam pemecahan masalah, serta melakukan komunikasi dengan menggunakan simbol, tabel, grafik dan diagram yang dikembangkan melalui pembelajaran yang dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. Pembelajaran matematika memerlukan media yang sesuai, karena menurut Mulyasa (2005a:47) suatu faktor yang menyebabkan rendahnya kualitas

pembelajaran antara lain belum dimanfaatkannya sumber belajar secara maksimal, baik oleh guru maupun oleh peserta didik. Menurut Djamarah (2002:136) bahan ajar merupakan wahana penyalur informasi belajar. Menurut Suharta (2001:1) dalam pembelajaran matematika selama ini, dunia nyata hanya dijadikan tempat mengaplikasikan konsep. Siswa mengalami kesulitan belajar matematika di kelas. Akibatnya, siswa kurang menghayati atau memahami konsep-konsep matematika, dan siswa mengalami kesulitan untuk mengaplikasikan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran matematika di kelas ditekankan pada keterkaitan antara konsep-konsep matematika dengan pengalaman anak sehari-hari. Selain itu, perlu menerapkan kembali konsep matematika yang telah dimiliki anak pada kehidupan sehari-hari atau pada bidang lain sangat penting dilakukan. Oleh karena itu peneliti mengajukan penelitian dengan judul Peningkatan Prestasi Belajar Bangun Ruang Melalui Penggunaan Media Benda Asli Siswa Kelas IX SMP Al Muslim Waru Sidoarjo. B. Perumusan Masalah Permasalahan mendasar dalam penelitian ini adalah sebagian besar siswa kelas IX SMP Al Muslim Waru Sidoarjo kurang memahami konsep bangun ruang.

Bertitik tolak dari uraian di atas, maka dirumuskan masalah dalam penelitian ini sebagai berikut: Apakah penggunaan media benda asli dapat meningkatkan prestasi belajar bangun ruang siswa kelas IX SMP Al Muslim Waru Sidoarjo? C. Tujuan Penelitian Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah : Untuk mengetahui apakah penggunaan media benda asli dapat meningkatkan prestasi belajar bangun ruang siswa kelas IX SMP Al Muslim Waru Sidoarjo. D. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat: a. Bagi guru, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan untuk meningkatkan proses pembelajaran pada materi bangun ruang kelas IX SMP Al Muslim Waru Sidoarjo b. Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam melakukan penelitian yang sejenis. c. Bagi kepala sekolah, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam membuat kebijakan tentang peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah, melalui pelatihan bagi guru tentang media pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. d. Bagi siswa, penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan keaktifan dalam proses pembelajaran dengan mempergunakan media pembelajaran benda asli, karena suasana pembelajaran menyenangkan, motivasi belajar siswa meningkat, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan prestasi belajar siswa.

E. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah hanya pada materi matematika pada konsep bangun ruang. Materi tersebut merupakan materi pada mata pelajaran matematika Kelas IX semester gasal pada kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi). Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan sebanyak 3 siklus, di mana pada setiap siklusnya terdiri dari 4 tahapan , yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting) F. Definisi Operasional Pada penelitian ini definisi operasionalnya adalah: a. Prestasi belajar bangun ruang adalah hasil yang dicapai seseorang di dalam proses belajar mengajar pada materi bangun ruang setelah diadakan evaluasi b. Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. c. Media benda asli adalah benda yang sebenarnya yang dapat diamati secara langsung oleh panca indera dengan cara melihat, mengamati, dan memegangnya secara langsung tanpa melalui alat bantu. BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Bangun Ruang Bangun ruang adalah bangun tiga dimensi, yaitu bangun yang dapat dilihat dari semua sisinya. Media pembelajaran berupa model bangun ruang dapat dijadikan

media pengajaran. Benda asli sangat membantu guru dalam menerangkan sesuatu kepada siswa untuk memahami materi yang disampaikan. Model bangun ruang adalah media yang dibuat dengan ukuran tiga dimensi sehingga menyerupai benda aslinya untuk menjelaskan hal-hal yang tak mungkin kita peroleh dari benda yang sebenarnya. Model bangun ruang dapat dibuat dalam ukuran lebih besar atau lebih kecil dari benda aslinya, atau memperlihatkan bagian-bagian yang rumit dari sebuah benda yang sebenarnya keadaan tertutup. B. Pengertian Media Benda Asli Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan metode pengajaran. Kedua aspek ini sangat berkaitan. Pemilihan salah satu media mengajar tentu akan mempengaruhi jenis media pembelajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pembelajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan dikuasai siswa setelah pembelajaran yang berlangsung dan kontak pembelajaran, termasuk karakteristik siswa. Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru. Mau tak mau sebagai guru atau instruktur harus mengakui bahwa guru bukanlah satu-satunya sumber belajar. Istilah proses belajar mengajar atau kegiatan belajar mengajar hendaknya diartikan sebagai proses belajar dalam diri siswa terjadi baik secara langsung mengajar (guru, instruktur) ataupun secara tidak langsung. Belajar tak langsung artinya siswa secara aktif berinteraksi dengan media atau sumber belajar yang lain. Seperti yang dikemukakan oleh Latuheru (1993:4) yang dikutip oleh Arsyad (2006:4) memberi batasan media sebagai sebuah bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide,

perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. tape recorder. Alat-alat ini dipakai dalam pengajaran dengan maksud untuk membuat cara berkomunikasi lebih efektif dan efisien. Dengan menggunakan alat-alat ini. sehingga ide. Dan batasan yang diberikan dari pengertian media disini yaitu bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran. Sedangkan pengertian media menurut Asosiasi Pendidikan Nasional (National Education Association/NEA) yang dikutip oleh Wijaya (1991:137) adalah bentukbentuk komuniaksi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya dan media hendaknya dapat dimanipulasi. video camera. hidup dan interaksinya bersifat banyak arah. Media juga seringkali diartikan sebagai alat yang dapat dilihat dan di dengar. film. yang terdiri dari: buku. grafik. gagasan atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang dituju. Sedangkan menurut Gagne dan Briggs (1975:4) dalam Arsyad (2006:4) media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran. slide (gambar bingkai). didengar dan dibaca. televisi. Seperti yang dikemukakan oleh Hamalik (1986:4) dalam Arsyad (2006:4) bahwa hubungan komunikasi akan berjalan lancar dengan hasil yang maksimal apabila menggunakan alat bantu yang disebut dengan media komunikasi. Dari beberapa pendapat diatas tentang pengertian media dapat diambil kesimpulan bahwa: (1) Media adalah alat yang dapat membantu proses belajar mengajar yang berfungsi memperjelas makna pesan yang disampaikan sehingga .gagasan. Benda Nyata. foto. atau pendapat. gambar. perasaan. dan computer. guru dan siswa dapat berkomunikasi lebih mantap. video recorder. dapat dilihat. Dengan kata lain media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional dilingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.

tape recorder. guru mulai belajar melalui media visual. film loop. baik berupa manusia ataupun bukan manusia yang pada permulaannya tidak dilibatkan dalam proses belajar mengajar setelah dirancang dan di pakai dalam kegiatan tersebut.tujuan pengajaran dapat tercapai dengan sempurna. over head projector. Berbagai jenis media yang dapat digunakan dalam proses komunikasi pembelajaran menurut Koyo Kartasurya (1991. (2) Media berperan sebagai perangsang belajar dan dapat menumbuhkan motivasi belajar sehingga siswa tidak menjadi bosan dalam meraih tujuan-tujuan belajar. . sketsa. mulai dipakai berbagai format media. techitoscope. Maka dari itulah guru-guru mulai merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan tingkah laku siswa. (3) Projected still media meliputi slide. micro film. laboratorium bahasa. film strip. magnetic sheet recorder. kartun. (4) Projected motion media. Dan dari pengalaman mereka. computer. closed circuit television (CC TV). (4) Segala sesuatu yang terdapat dilingkungan sekolah. opaque projector. Lingkungan itu berstatus media sebagai alat perangsang belajar. televisi. grafik. poster. Jenis Media Bermacam-macam peralatan dapat digunakan oleh guru untuk menyampaikan pesan ajaran kepada siswa melalui penglihatan dan pendengaran untuk menghindari verbalisme yang masih mungkin terjadi kalau hanya digunakan alat bantu visual semata. dan sebagainya. paling tidak yang digunakan adalah media verbal yaitu berupa kata-kata yang diucapkannya dihadapan siswa. sebagian melalui media audio. charts. peta dan globe. video tape recorder. (3) Adapun yang disampaikan oleh guru mesti menggunakan media. (2) Media dengar meliputi radio. 1. micro projector. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut.140) seperti yang dikutip oleh Wijaya (1991:140) digolongkan menjadi: (1) Media visual meliputi gambar/tato. diagram. meliputi film. magnetic. sebagian lagi senang melalui media cetak yang lain melalui media audio visual.

papan magnet (white board) dan papan peragaan. poster.140) ) seperti yang dikutip oleh Wijaya (1991:140) jenis-jenis media dapat digolongkan sebagai berikut: (1) Alat-alat visual dua dimensi pada bidang yang tidak transparan yang meliputi gambar. 2. diaroma. dan bak pasir. pameran.Sedangkan menurut Amir Hamzah Suleiman (1981. alat tiruan sederhana (mock-up). diagram. Misalnya: Gambar. (2) Media Benda Nyata. Media yang akan digunakan dalam proses pembelajaran juga memerlukan perencanaan yang baik. Media dua dimensi merupakan media yang hanya dapat dipandang baik dengan bantuan proyektor atau tanpa bantuan proyektor. Pemilihan Media Pembelajaran yang efektif memerlukan perencanaan yang baik. barang contoh (specimen). model. gambar yang diproyeksikan dengan opaque projector. dll. (4) Alat-alat audio yang meliputi tape-recorder dan radio. dimana media tiga dimensi mewujudkan konsep-konsep yang bersifat abstrak. lembaran balik. foto dan gambar sederhana dengan garis dan lingkaran. papan flannel. Misalnya: benda asli. bagan. antara lain: (1) Merasa akrab dengan media tersebut. (3) Media yang dipilihnya . model. Meskipun demikian. poster peta. alat tiruan sederhana atau mock-up. lembaran balik. (5) Alat-alat audio visual murni yang meliputi film suara. maka dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya jenis-jenis media ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu: (1) Media Dua Dimensi. diagram. sketsa. (2) Ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih konkrit. barang contoh atau specimen. Dari berbagai penjelasan diatas tentang jenis-jenis media. grafik. diaroma. gambar hasil cetak saring. grafik. Media tiga dimensi merupakan media yang dapat dipandang dari segala arah dan diraba bentuknya. seringkali didasarkan atas pertimbangan. (6) Demonstrasi dan widyawisata. (2) Berbagai macam papan yang meliputi papan tulis. chart. bagan. peta. wayang beber. kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa seorang guru memilih salah satu media dalam kegiatannya di kelas. (3) Alat-alat visual tiga dimensi yaitu meliputi benda asli.

Artinya bila media tidak terdapat pada sumber-sumber yang ada. tenaga. Setidaknya masih ada 4 (empat) faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan media. faktor-faktor lain seperti karasteristik siswa. or modify media. (5) Efektifitas biayanya dalam jangka waktu yang panjang. Sedangkan menurut Dick dan Carey (1978:86) yang dikutip oleh Sadiman (2006:86) menyebutkan bahwa disamping kesesuaian dengan tujuan perilaku belajarnya. strategi belajar mengajar. serta prosedur penilaiannya juga perlu dipertimbangkan. harus dibeli atau dibuat sendiri. (2) Apakah untuk membeli atau memproduksi sendiri tersebut ada dana. Kriteria pemilihan media harus dikembangkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. (3) Faktor yang menyangkut keluwesan. kepraktisan. kondisi dan keterbatasan yang ada dengan mengingat kemampuan dan sifat-sifat khasnya (karasteristik) media yang bersangkutan. ASSURE adalah singkatan dari Analyze Learner Characteristics.dapat menarik minat dan perhatian siswa serta menuntunnya pada penyajian yang lebih terstruktur dan terorganisasi. meskipun tujuan dan isinya sudah diketahui. (4) Artinya media bisa digunakan dimanapun dengan peralatan yang ada disekitarnya dan kapanpun serta mudah dijinjing dan dipindahkan. Karena itu. alokasi waktu dan sumber. dan ketahanan media yang bersangkutan untuk waktu yang lama. Select. organisasi kelompok belajar. dan fasilitasnya. State Objective. Model ini menyarankan enam kegiatan utama dalam . and evaluate. Pemilihan media seyogyanya tidak terlepas dari konteknya bahwa media merupakan komponen dari sistem instruksional secara keseluruhan. Dan menurut Heinich dan kawan-kawan (1982:67) seperti yang dikutip oleh Arsyad (2006:67) mengajukan model perencanaan penggunaan media yang efektif yang dikenal dengan istilah ASSURE. require learner response. utilize. Pertimbangan ini diharapkan oleh guru dapat memenuhi kebutuhannya dalam mencapai tujuan yang telah ia tetapkan. yaitu: (1) Ketersediaan sumber setempat.

memiliki ketepatan informasi. Tujuan ini akan mempengaruhi pemilihan media dan urut-urutan penyajian dan kegiatan belajar. diperlukan persiapan bagaimana dan berapa banyak waktu diperlukan untuk menggunakannya. Disamping praktek dan latihan menggunakannya. fasilitas yang diperlukan seperti meja peralatan. tenaga. memiliki kualitas yang baik. usia. dan biaya. ketrampilan. Ditinjau dari segi teori belajar berbagai kondisi prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah . latar belakang budaya. (c) Memilih. anggota organisasi pemuda. ekonomi. perusahaan. sosial serta menganalisis karasteristik khusus mereka yang meliputi pengetahuan. Tujuan utama evaluasi adalah untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa mengenai tujuan pembelajaran. ketrampilan atau sikap) yang diharapkan dimiliki dan dikuasai setelah proses belajar mengajar selesai.perencanaan pembelajaran sebagai berikut: (a) Menganalisis karasteristik umum kelompok sasaran. Guru sebaiknya mendorong siswa untuk memberikan respons dan umpan balik mengenai keefektifan proses belajar mengajar. Yaitu perilaku atau kemampuan baru (pengetahuan. (e) Meminta tanggapan dari siswa. listrik. materi dan media itu sebaiknya digunakan untuk menghemat waktu. memodifiaksi atau merancang dan mengembangkan materi dan media yang tepat. keefektifan media. (f) Mengevaluasi proses belajar. Disamping itu perlu pula diperhatikan apakah materi dan media itu akan mampu membangkitkan minat siswa. dan sikap awal mereka. jenis kelamin. dan hal-hal lain yang harus dipersiapkan sebelum penyajian. (d) Menggunakan materi dan media. persiapan ruangan juga diperlukan seperti tata letak tempat duduk siswa. (b) Menyatakan atau merumuskan tujuan pembelajaran. memberikan kesempatan bagi siswa untuk berpartisipasi. Setelah memilih materi dan media yang tepat. Dengan adanya respons maka siswa akan menampakkan partisipasi yang lebih besar terhadap proses belajar mengajar. Apabila materi dan media pembelajaran yang telah tersedia akan dapat mencapai tujuan. pendekatan dari guru sendiri. Apakah mereka siswa sekolah lanjutan atau perguruan tinggi.

Dan apabila tujuan pembelajaran tersebut difahami oleh siswa. (4) Organisasi. Pembelajaran akan lebih mudah jika isi dan prosedur atau ketrampilan fisik yang akan dipelajari diatur dan diorganisasikan kedalam urut-urutan yang bermakna. (2) Perbedaan Individual. Faktor-faktor seperti kemampuan intagensia tingkat pendidikan. perhatian khusus harus ditujukan kepada elemenelemen rancangan media jika hasil yang diinginkan berkaitan dengan pengetahuan dan sikap. Siswa belajar dengan cara dan tingkat kecepatan yang berbeda-beda. Dengan cara seperti ini dalam pengembangan dan penggunaan media. cinta kasih dan kesenangan. (5) Persiapan sebelum belajar.sebagai berikut: (1) Motivasi. Siswa akan memahami dan mengingat lebih lama materi pelajaran yang secara logis disusun dan diurut-urutkan secara teratur berdasarkan kompleksitas dan tingkat kesulitan isi materi. Dalam merancang materi pelajaran. Dan tingkat kecepatan penyajian informasi melalui media harus berdasarkan kepada tingkat pemahaman. cemas. (3) Tujuan Pembelajaran. maka kesempatan untuk berhasil dalam pembelajaran tersebut semakin besar. (7) Partisipasi. Oleh karena itu. empati. emosional seperti: takut. dan gaya belajar mempengaruhi kemampuan dan kesiapan siswa untuk belajar. Agar pembelajaran berlangsung dengan baik. perhatian harus ditujukan kepada sifat dan tingkat persiapan siswa karena kesiapan dan pengalaman siswa disini akan menjadi persyaratan penggunaan media dapat berhasil dengan sukses. kepribadian. siswa dapat dibantu untuk secara lebih baik mensintesiskan dan memadukan pengetahuan yang akan dipelajari. Tujuan ini akan menentukan bagian isi yang mana yang harus mendapatkan perhatian pokok dalam media pembelajaran. seorang . Selain itu pengalaman yang akan dialami siswa harus relevan dan bermakna baginya. minat atau keinginan untuk belajar dari pihak siswa sebelum meminta perhatiannya untuk mengerjakan tugas dan latihan. Media pembelajaran adalah cara yang sangat baik untuk menghasilkan respons. Siswa hendaknya diberitahukan tentang apa yang diharapkan dari mereka mealui media pembelajaran yang telah dipelajarinya. Harus ada kebutuhan. (6) Emosi. Oleh karena itu perlu merangsang minat itu dengan perlakuan yang memotivasi dari informasi yang terkandung dalam media pembelajaran tersebut.

Partisipasi artinya kegiatan mental atau fisik yang terjadi disela-sela penyajian materi pelajaran. prinsip atau kaidah) yang berkaitan dengan tugas. Siswa hendaknya dibantu untuk mengenali atau menemukan generalisasi (konsep. tidak sekedar diberitahukan kepadanya. perlu dirancang dan dikembangkan lingkungan pembelajaran yang interaktif yang dapat menjawab dan memenuhi kebutuhan belajar perorangan dengan menyiapkan kegiatan pembelajaran dengan medianya yang efektif guna menjamin terjadinya pembelajaran. pekerjaan yang baik. Hasil belajar dapat meningkat apabila secara berkala siswa diinformasikan kemajuan belajarnya. Hasil belajar yang diinginkan adalah meningkatkan kemampuan seseorang untuk menerapkan atau mentransfer hasil belajar pada masalah atau situasi baru. belajar memerlukan kegiatan. terbuka bagi siswa untuk memahami dan mengingat materi pelajaran itu.siswa harus menginternalisasi informasi. Pengetahuan tentang hasil belajar. dapat membangun kepercayaan diri dan secara positif mempengaruhi perilaku dimasa-masa yang akan datang. Dengan partisipasi kesempatan lebih besar. Oleh sebab itu. Unsur terpenting dari pemilihan media disini adalah untuk memenuhi kebutuhan belajar dan kemampuan siswa. (10) Latihan dan Pengulangan. Partisipasi aktif oleh siswa jauh lebih baik daripada mendengarkan dan menonton secara pasif. atau kebutuhan untuk perbaikan pada sisisisi tertentu akan memberikan sumbangan terhadap motivasi belajar yang berkelanjutan. Pembelajaran yang didorong oleh keberhasilanm amat bermanfaat. Oleh karena itu. Dengan demikian ia dapat tinggal dalam ingatan jangka panjang. serta siswa dapat aktif berpartisipasi dalam proses belajar mengajar. . (8) Umpan Balik. (11) Penerapan. Agar suatu pengetahuan dan ketrampilan dapat menjadi bagian kompetensi atau kecakapan intelektual seseorang. haruslah pengetahuan atau ketrampilan itu sering diulangi dan dilatih dalam berbagai konteks. Kemudian siswa diberi kesempatan untuk bernalar dan memutuskan dengan menerapkan generalisasi atau prosedur terhadap berbagai masalah atau tugas baru. (9) Penguatan (reinforcement).

grafik. peta dan poster. Penggunaan media benda asli dalam pembelajaran memegang peranan penting sebagai alat bantu untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang efektif. diagram. mengamati dan memegangnya secara langsung tanpa melalui alat bantu. bahan. sketsa. karena dapat mendorong motivasi dan meningkatkan hasil prestasi belajar siswa. serta evaluasi. dalam pembelajaran matematika media benda asli atau benda nyata sebenarnya sangat diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan dalam memahami materi dalam proses belajar mengajar. media. Yang dimaksud dengan media gambar dua dimensi yaitu media yang hanya dapat dipandang baik dengan bantuan proyektor atau tanpa bantuan proyektor. Pengaruh Penggunaan Media Benda Asli terhadap Prestasi Belajar Bangun Ruang Dalam proses belajar mengajar kehadiran media mempunyai arti yang cukup penting.Berdasarkan uraian diatas tentang prinsip-prinsip pemilihan dan penggunaan media. C. guru dapat menyajikan . maka peneliti memutuskan untuk menggunakan media gambar dua dimensi dan benda nyata. metode. peranan media pembelajaran merupakan bagian terpenting pembelajaran yang dapat membantu siswa lebih mudah untuk memahami materi. Berdasarkan hal tersebut. Jika dalam pembelajaran matematika tidak dapat menyajikan benda nyata. Dalam proses belajar mengajar media benda asli atau nyata dipergunakan dengan tujuan membantu guru agar proses belajar siswa lebih efektif dan efisien. Sedangkan yang dimaksud dengan benda nyata yaitu benda yang sebenarnya dapat diamati secara langsung oleh panca indera dengan cara melihat. Setiap proses pembelajaran dilandasi dengan adanya beberapa unsur antara lain tujuan. alat. Dalam pencapaian tujuan. Misalnya: gambar. bagan. lembaran balik. Dalam kegiatan tersebut ketidakjelasan bahan bahan yang disampaikan dapat dibantu dengan menghadirkan media sebagai perantara kerumitan bahan yang akan disampaikan dengan bantuan media. chart.

tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati. melakukan. (2) Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkan menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran. mendemonstrasikan. (4) Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru. Contoh penyajian dengan menggunakan benda nyata dalam materi bangun ruang maka kita bisa mempergunakan kardus kue dan pembungkus pasta gigi untuk membuktikan bangun balok secara langsung. yaitu: (1) Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.15) seperti yang dikutip oleh Arsyad (2006:25) merinci manfaat media pendidikan sebagai berikut: (1) Meletakkan dasar-dasar yang konkrit untuk berfikir. tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru. Penggunaan topi pesta juga membantu siswa dalam memahami kerucut. sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. Penggunaan berbagai jenis media pembelajaran dapat membawa dampak yang positif dalam proses pembelajaran. Berbagai pendapat mengenai manfaat dari media pembelajaran diantaranya adalah menurut pendapat Sudjana dan Rivai (1992. Dimana hubungan antara guru dan siswa dapat berlangsung lebih interaktif. apalagi kalau guru mengajar pada setiap jam pelajaran. Karena metode ini dapat memberikan motivasi siswa dan memperjelas penyampaian materi sehingga siswa dengan mudah memahami materi balok yang disampaikan dalam pembelajaran. (3) Meletakkan dasar-dasar yang penting untuk perkembangan . (2) Memperbesar perhatian siswa. Dalam Hamalik (1994. (3) Metode mengajar akan lebih bervariasi. memerankan dan lain-lain. oleh karena itu mengurangi verbalisme.24) seperti yang dikutip oleh Arsyad (2006:214) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa.menggunakan media tiruan benda nyata. karena pemakaian media pembelajaran dapat membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar terhadap siswa.

ruang dan waktu.belajar. (2) Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar. Objek atau benda yang terlalu besar untuk iklan langsung dibawah kelas dapat diganti dengan gambar . tato. (5) Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinyu. slide. (6) Membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan berbahaya. (3) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera. Objek atau proses yang amat rumit seperti peredaran darah dapat ditampilkan secara konkrit melalui film. slide. film. film. oleh karena itu membuat pelajaran lebih mantap. dan gambar. interaksi langsung antara siswa dan lingkungannya dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya. (4) Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri dikalangan siswa. terutama melalui gambar hidup. film. radio atau model. Kejadian atau percobaan yang dapat membahayakan dapat disimulasikan dengan media seperti computer. slide. dan video. film. dapat disajikan melalui teknik-teknik rekaman seperti timelapse untuk film video atau simulasi computer. tato. gambar. Dari beberapa pendapat tentang manfaat penggunaan media pembelajaran didalam proses belajar mengajar. (7) Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain dan membantu efisiensi dan keragaman yang lebih banyak dalam belajar. Kejadian langkah yang terjadi dimasa lalu atau terjadi sekali dalam puluhan tahun dapat ditampilkan melalui rekaman video. (4) Media pembelajaran dapat memberikan keamanan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa dilingkungan . dan slide. Obyek atau benda yang terlalu kecil yang tidak tampak oleh indera dapat disajikan dengan ketentuan miroskop. Peristiwa alam seperti terjadinya letusan gunung berapi atau proses yang dalam kenyataan membutuhkan waktu yang lama seperti proses kepompong menjadi kupu-kupu. dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan pesan dan informasi.

Refleksi tindakan yang diperoleh bisa berupa (a) praktik-praktik sosial atau pendidikan yang dilakukan oleh guru. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research yang merupakan bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku tindakan. A. Penelitian tindakan kelas dilakukan secara kolaboratif. Pada penelitian ini disamping untuk memantu permasalahan belajar yang dihadapi siswa juga membantu guru dalam upaya memperbaiki cara mengajarnya selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. serta mencapai tujuan pembelajaran atau pendidikan. serta memungkinkan terjadinya interaksi antara guru. memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan itu. BAB III METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan karena penelitian tindakan kelas adalah merupakan penelitian yang lebih sesuai dengan tugas pokok dan fungsi guru. meningkatkan kualitas siswa.mereka. serta memperbaiki kondisi tempat praktik pembelajaran sendiri. (b) pemahaman terhadap praktik-praktik tersebut dan (c) situasi yang melatarbelakangi praktik itu dilaksanakan. dilakukan untuk meningkatkan kematangan rasional dari tindakan-tindakan dalam melakukan tugas. masyarakat dan lingkungan. serta memperbaiki kondisi tempat praktek pembelajaran tersebut dilakukan. Dalam penelitian ini memakai Penelitian tindakan kelas adalah bentuk kajian yang bersifat reflektif. Perancangan Kegiatan yang dilakukan pada perancangan adalah sebagai berikut . meningkatkan kualitas pembelajaran. siswa. untuk kemantapan rasional dalam pelaksanaan tugas.

strategi pembelajaran dan evaluasi. dokumen. e. S. 3. . dan Siti Aminah. B. bahan.Pd. catatan lapangan. Merumuskan hipotesis tindakan yang lebih menitikberatkan pada pendekatan naturalistik. sehingga hipotesis tindakan yang dirumuskan bersifat fleksibel yang mungkin mengalami perubahan sesuai dengan kondisi lapangan. c. 2. Menyusun rencana pengolahan data yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif. 4. pedoman analisis. serta strategi pembelajaran berdasarkan masalah yang merupakan bahan intervensi atau pemberian perlakuan dalam proses pembelajaran bangun ruang berupa rancangan program.1. Memilih media yang dipergunakan dalam pembelajaran bangun ruang .Pd. peneliti bersama teman sejawat mata pelajaran matematika yaitu Hisyam Hidayatullah. Menyiapkan media bangun ruang untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran bangun ruang. Menetapkan dan merumuskan rancangan tindakan yang meliputi: a. dan catatan harian. untuk mengidentifikasi masalah yang berkaitan dengan bangun ruang siswa Kelas IX dan mendiskusikan cara yang efektif untuk meningkatkan kemampuan pemahaman tentang bangun ruang. Menetapkan indikator-indikator desain atau strategi pembelajaran berupa pelaksanaan pembelajaran bangun ruang. Peneliti dan guru mata pelajaran sejenis merumuskan permasalahan secara operasional dan relevan dengan rumusan masalah penelitian. d. b. Menyusun metode dan alat perekam data yang berupa tes. S. Refleksi awal. Tahap Pelaksanaan Tindakan dan Pengamatan Kegiatan yang dilakukan peneliti pada tahap ini.

Kegiatan pengamatan dilakukan secara komprehensif dengan memanfaatkan alat perekam data. 2. Mengidentifikasi butir-butir yang akan diajarkan itu diambil dari kurikulum serta mengembangkannya sesuai konteks yang tepat. Dalam kegiatan pengamatan yang peneliti lakukan dalam rangka pengumpulan data yang diperlukan. e. Mengembangkan alat evaluasi atau sistem penilaian proses pembelajaran. 3. kompetensi dasar. d. Peneliti dalam melakukan proses pembelajaran dalam rangka menyampaikan materi pelajaran pokok bahasan bangun ruang sekaligus melakukan pengamatan secara sistematis terhadap pelaksanaan kegiatan proses pembelajaran bangun ruang dengan mempergunakan metode pembelajaran berdasarkan masalah. Merumuskan indikator yang hendak dicapai dalam pembelajaran f. Menganalisis instruksional yaitu mengembangkan tugas-tugas pokok yang harus dikerjakan siswa untuk memahami bangun ruang. yaaitu memilih dan menganalisis standar kompetensi. serta indikator yang disediakan untuk dipakai sebagai informasi dalam pembelajaran bangun ruang. Mengidentifikasi berbagai kemampuan yang telah dimiliki siswa yang relevan dengaan butir-butir pembelajaran termasuk merelevansikan dengan materi yang diperoleh sebelumnya. c. pedoman pengamatan serta catatan lapangan yang dibutuhkan.1. b. Prosedur pelaksanaan pembelajaran perpindahan panas dengaan metode pembelajaran berdasarkan masalah menempuh alur pemikiran sebagai berikut: a. . Menyiapkan kurikulum. Peneliti melaksanakan desain atau penyampaian materi dengan menggunakan media dan metode pembelajaran berdasarkan masalah yang telah direncanakan.

Refleksi Setelah pengamatan selesai dilakukan dalam rangka memperoleh data. penjelasan. maka langkah berikutnya mencari faktor-faktor yang menyebabkan adanya ketidaktercapaian tersebut. tahap ini dilakukan dengan melakukan wawancara dengan guru mata pelajaran. D. Kegiatan yang dilakukan meliputi: analisis. makna. C. tepatnya sebelum peneliti melakukan proses pembelajaran di kelas. Pengumpulaan data pada penelitian ini terdiri atas dua tahap. Peneliti dan rekan sejawat mendiskusikan hasil pengamatan yang dilakukan.g. Tahap pertama yaitu tahap observasi atau pengamatan pendahuluan. Mengembangkan strategi pembelajaran berdasarkan masalah dalam proses pembelajaran. Subyek Penelitian . kemudian dimulai lagi dari awal untuk melakukan penelitian tindakan kelas dalam siklus berikutnya. Bila ternyata hasil simpulan tersebut tidak sesuai dengaan rencana semula yang telah ditetapkan. Hasil yang diperoleh merupakan temuan tingkat efektifitas desain pembelajaran yang dirancang dan daftar permasalahan yang muncul di lapangan kemudian dipakai sebagai dasar untuk melakukan perencanaan. peneliti dapat menentukan perlu tidaknya diadakan penelitian ulang atau penelitian kembali. sintesis. Tahap kedua adalah tahap pengamatan selama dan setelah pemberian tindakan. Dari simpulan tersebut. kemudian data tersebut diolah dan dianalisis yang akhirnya dapat dipergunakan sebagai dasar menarik suatu simpulan. dan penyimpulan data dan informasi yang berhasil dikumpulkan. Langkah selanjutnya diadakan perbaikan.

dan Siti Aminah.Subyek dalam penelitian ini ditentukaan berdasarkan pertimbangan- pertimbangan tertentu. S. Observasi adalah instrumen yang sering dijumpai dalam penelitian pendidikan. tingkah laku dan hasil kerja responden dalam situasi alami.Pd. Jumlah siswa Kelas IX seluruhnya adalah 33 siswa. tes. wawancara. untuk mata pelajaran matematika pada materi bangun ruang dan dilaksanakan pada bulan Agustus 2006. Dalam observasi ini peneliti lebih banyak menggunakan salah satu dari pancainderanya yaitu indra penglihatan. dan catatan lapangan. Sebaliknya. Instrumen observasi akan lebih efektif jika informasi yang hendak diambil berupa kondisi atau fakta alami. instrumen observasi . Dalam penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas IX SMP Al Muslim Waru Sidoarjo Tahun Pelajaran 2006-2007. Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi.Pd. 1. E. Observasi dalam penelitian ini adalah observasi langsung yaitu peneliti dan pengamat melihat dan mengamati secara langsung kemudian mencatat perilaku dan kejadian yang terjadi pada keadaan yang sebenarnya. Pertimbangan yang dimaksudkan di sini adalah pertimbangan keterlaksanaan pembelajaran mempergunakan media pembelajaran benda asli dalam pembelajaran materi bangun ruang. Observasi Observasi dilakukan oleh peneliti dan pengamat (teman sejawat). Penelitian ini dilaksanakan di Kelas IX SMP Al Muslim Waru Sidoarjo. Observasi dilakukan selama proses pembelajaran dari kegiatan awal sampai kegiatan akhir. yaitu Hisyam Hidayatullah. S.

4. Tes Tes dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sehingga peneliti dapat merencanakan tindakan yang akan diambil dalam memperbaiki proses pembelajaran. 1. di mana subyek diberi kebebasan untuk menguraikan jawabannya dan ungkapan-ungkapan pandangannya secara bebas dan sesuai hatinya. penyajian data. bersifat lebih resmi karena penuh dengan batasan-batasan (Arikunto. Wawancara Wawancara pada penelitian ini menggunakan wawancara tidak berstruktur karena peneliti memandang model ini adalah yang paling luwes. Wawancara ini digunakan untuk mendapatkan data tentang pendapat siswa mengenai penerapan media pembelajaran benda asli dalam materi bangun ruang . 3. Pemberian tindakan dilakukan melalui tiga siklus dan evaluasi dilakukan diakhir siklus untuk mengetahui prestasi belajar siswa pada setiap siklus. penarikan simpulan. Tes adalah suatu alat pengumpul informasi. 2006:64). 2. serta verifikasi refleksi. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang dipergunakan adalah reduksi data.mempunyai keterbatasan dalam menggali informasi yang berupa pendapat atau persepsi dari subyek yang diteliti (Soekowati. 2005:33). F. Catatan Lapangan Catatan lapangan dipergunakan untuk mendokumentasikan secara keseluruhan kejadian-kejadian selama berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Reduksi Data .

Di samping itu dilakukan juga metode analisis deskriptif yang merupakan pemaparan dari hasil penerapan pembelajaran dengan media benda asli. Hasil simpulan akhir dilakukan refleksi untuk menentukan atau menyusun rencana tindakan berikutnya. dikumpulkan. dirangkum. Penyajian data ini ditulis dalam paparan data. dan dipilih hal-hal yang pokok. Adapun tes hasil belajar siswa diolah untuk mengukur ketuntasan dengan menggunakan rumus: a. Penarikan simpulan. Rumus ketuntasan belajar Prestasi belajar dikatakan berhasil apabila siswa secara individual telah memperolah nilai 70 atau lebih. juga mempermudah peneliti untuk mencatat kembali data yang diperoleh bila diperlukan. Penyajian Data Data yang telah direduksi dan dikelompokkan dalam berbagai pola dideskripsikan dalam bentuk kata-kata yang berguna untuk melihat gambaran keseluruhan atau bagian tertentu. 2. rekaman data sebagai bahan data mentah singkat disusun lebih sistematis. 3. Jadi. kemudian dicari polanya. Penarikaan simpulan dilakukan terhadap temuan peneliti berupa indikator-indikator yang selanjutnya dilakukan pemaknaan atau refleksi sehingga memperoleh simpulan akhir. hubungan. atau hal-hal yang sering timbul dari data tersebut kemudian dihasilkan simpulan sementara yang disebut dengan temuan peneliti. ditonjolkan pokok-pokok yang penting sehingga lebih tajam hasil pengamatan dalan penelitian ini. dan secara klasikal dikatakan tuntas belajar jika lebih dari 85 % siswa mendapat nilai diatas 70. . verifiasi.Dalam reduksi data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara ditulis dalam bentuk rekaman data. dan refleksi Data yang diperoleh dicari pola .

b. 1. c. Berdasarkan hasil pengamatan pendahuluan ditemukan bahwa selama pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa cenderung kurang berminat menyelesaikan soal-soal latihan. Penyiapan Partisipan Penelitian ini dilandasi prinsip kolaboratif dan kooperatif. Melakukan diskusi dengan teman sejawat guru matematika tentang desain atau strategi pembelajaran pada materi bangun ruang yang diikuti dengaan penyusunan rencana kegiatan. Menyimpulkan dan Memverifikasi Dari kegiatan reduksi selanjutnya dilakukan penyimpulan akhir yang selanjutnya diikuti dengan kegiaatan verifikasi atau pengujian terhadap temuan ilmiah. Hasil analisis refleksi awal digunakan untuk menetapkan dan merumuskan rencana tindakan yaitu menyusun strategi awal pembelajaran. sehingga penyiapan partisipaan dipandang perlu dilakukan kegiatan awal. Rumus rata-rata Jumlah nilai Jumlah siswa Rumus ini dipergunakan untuk mengetahui perkembangan dan peningkatan pemahaman siswa terhadap materi bangun ruang antara siklus satu dengan siklus lainnya. Refleksi Awal Refleksi awal dilaksanakan dengan melakukan pengamatan pendahuluan untuk mengetahui kondisi awal dilakukan pengamatan oleh rekan sejawat saat guru melakukan proses pembelajaran. dan guru harus selalu mengingatkan agar siswa mengerjakan latihan. G. kurang memperhatikan penjelasan guru. kurang bersemangat .

Perencanaan  Melakukan pertemuan dengan teman sejawat selaku pengamat untuk membicarakan persiapan kegiatan pembelajaran dengan pemberian pretes yang dilakukan pada saat penelitian  Mendiskusikan dan menetapkan rancangan pembelajaran yang akan diterapkan di kelas sebagai tindakan penelitian  Mempersiapkan penelitian dan bahan yang diperlukan untuk melaksanakan penelitian  Mempersiapkan waktu dan cara pelaksanaan diskusi hasil pengamatan dengan praktisi dan wawancara dengan subyek penelitian  Mempersiapkan buku perekam data  Menyusun rencana pembelajaran . 2. Minat belajar siswa dalam pembelajaran kurang ditandai dengan banyaknya siswa selama pembelajaran berlangsung tidak ada minat untuk segera menyelesaikan masalah bangun ruang. Minat untuk bertanya juga kurang karena siswaa cenderung pasif pada waktu guru memberikan pertanyaan atau saat guru memberikan tugas.dan cenderung pasif. Berdasarkan hasil refleksi dapat disimpulkan bahwa siswa kurang berminat dan kurang terampil dalam menyelesaikan masalah menyajikan bangun ruang. Siklus Pertama a. Selanjutnya dilakukan refleksi atau pemaknaan terhadap perilaku siswa tersebut. tidak aktif dalam mengemukakan pendapat atau bertanya dalam mengikuti proses pembelajaran.

Perencanaan .  Observasi dilakukan dengan instrumen observasi d. 3. Observasi  Observasi dilakukan oleh teman sejawat sebagai mitra kolaborator  Kolaborator mencatat semua aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran. Refleksi  Catatan di lapangan dan jurnal harian sebagai hasil pengamatan maupun hasil wawancara dikaji dan direnungkan kembali  Data yang terkumpul dikaji secara komprehensif. Siklus Kedua a.  Data dibahas bersama pengamat untuk mendapat kesamaan pandangan terhadap tindakan pada siklus pertama.  Hasil refleksi dijadikan bahan untuk merevisi rencana tindakan selanjutnya. yaitu mulai kegiatan awal hingga kegiatan akhir. Pelaksanaan Tindakan  Melaksanakan kegiatan pembelajaran berpedoman pada RPP yang telah dibuat  Melakukan penilaian menggunakan alat penilaian yang telah disediakan c. Mempersiapkan perangkat tes hasil belajar pada siklus pertama  Mengelompokkan siswa secara heterogen b.

Refleksi . Observasi  Observasi dilakukan oleh teman sejawat sebagai mitra kolaborator  Kolaborator mencatat semua aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran. Pelaksanaan Tindakan  Melaksanakan kegiatan pembelajaran berpedoman pada RPP yang telah dibuat  Melakukan penilaian menggunakan alat penilaian yang telah disediakan c.  Observasi dilakukan dengan instrumen observasi d. Mendiskusikan dan menetapkan rancangan pembelajaran yang akan diterapkan di kelas sebagai tindakan penelitian  Mempersiapkan perangkat dan bahan yang diperlukan untuk melaksanakan penelitian  Mempersiapkan waktu dan cara pelaksanaan diskusi hasil pengamatan dengan praktisi dan wawancara dengan subyek penelitian  Mempersiapkan buku perekam data  Menyusun rencana pembelajaran  Mempersiapkan perangkat tes hasil belajar pada siklus kedua  Mengelompokkan siswa secara heterogen b. yaitu mulai kegiatan awal hingga kegiatan akhir.

4.  Data dibahas bersama pengamat untuk mendapat kesamaan pandangan terhadap tindakan pada siklus kedua. Perencanaan  Mendiskusikan dan menetapkan rancangan pembelajaran yang akan diterapkan di kelas sebagai tindakan penelitian  Mempersiapkan perangkat dan bahan yang diperlukan untuk melaksanakan penelitian  Mempersiapkan waktu dan cara pelaksanaan diskusi hasil pengamatan dengan praktisi dan wawancara dengan subyek penelitian  Mempersiapkan buku perekan data dan rencana pembelajaran  Mempersiapkan perangkat tes hasil belajar pada siklus ketiga  Mengelompokkan siswa secara heterogen b.  Hasil refleksi dijadikan bahan untuk merevisi rencana tindakan selanjutnya. Pelaksanaan Tindakan  Melaksanakan kegiatan pembelajaran berpedoman pada RPP yang telah dibuat . Catatan di lapangan dan jurnal harian sebagai hasil pengamatan maupun hasil wawancara dikaji dan direnungkan kembali  Data yang terkumpul dikaji secara komprehensif. Siklus Ketiga a.

 Data dibahas bersama pengamat untuk mendapat kesamaan pandangan terhadap tindakan pada siklus ketiga. Refleksi awal dilaksaanakaan dengan melakukan pengamatan pendahuluan untuk mengetahui kondisi awal dilakukan oleh pengamat kelas. yakni rekan sejawat. Refleksi  Catatan di lapangan dan jurnal harian sebagai hasil pengamatan maupun hasil wawancara dikaji dan direnungkan kembali  Data yang terkumpul dikaji secara komprehensif. Observasi  Observasi dilakukan oleh teman sejawat sebagai mitra kolaborator  Kolaborator mencatat semua aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran. Hasil refleksi awal dipergunakan untuk menetapkan dan merumuskan rencana tindakan yaitu menyusun strategi awal pembelajaran.  Observasi dilakukan dengan instrumen observasi d. yang dimulai dari refleksi awal. Melakukan penilaian menggunakan alat penilaian yang telah disediakan c. Berdasarkan hasil pengamatan pendahuluan ditemukan bahwa selama pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa cenderung kurang berminat . yaitu mulai kegiatan awal hingga kegiatan akhir.  Hasil diskusi dijadikan bahan untuk menarik kesimpulan BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini terbagi menjadi tiga siklus.

A.menyelesaikan soal-soal latihan. yaitu metode pembelajaran pembelajaran berdasarkan masalah. Kegiatan pembelajaran bangun ruang dapat disajikan dengan menggunakan strategi atau pendekatan dan penggunaan media pembelajaran yang menarik dan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Hasil Penelitian pada Siklus Pertama Perencanaan Pada tahap ini. Selanjutnya dilakukan refleksi atau pemaknaan terhadap perilaku siswa tersebut. Menentukan topik bahasan berdasarkan kurikulum 2004. kurang memperhatikan penjelasan guru. tidak aktif dalam mengemukakan pendapat atau bertanya dalam mengikuti proses pembelajaran. Minat belajar siswa dalam pembelajaran kurang ditandai dengan banyaknya siswa selama pembelajaran berlangsung tidak ada minat untuk segera menyelesaikan masalah bangun ruang. dan pada akhirnya pestasi belajar siswa meningkat. Minat untuk bertanya juga kurang karena siswaa cenderung pasif pada waktu guru memberikan pertanyaan atau saat guru memberikan tugas. Berdasarkan hasil refleksi dapat disimpulkan bahwa siswa kurang berminat dan kurang terampil dalam menyelesaikan masalah bangun ruang. kurang bersemangat dan cenderung pasif. peneliti menyusun rencana-rencana yang akan dilakukan pada saat pembelajaran. yaitu materi bangun ruang 2. dan guru harus selalu mengingatkan agar siswa mengerjakan latihan. meliputi: 1. Menyusun rencana pembelajaran yang mencakup: . Akhirnya kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan wajar . motivasi belajar siswa meningkat.

RPP tentang materi bangun ruang. yaitu menghitung besaran – besaran pada kubus dan balok. b) Indikator. e) Menyusun dan mempersiapkan instrumen pembelajaran yang meliputi silabus.a) Standar Kompetensi sesuai Kurikulum 2004 untuk SMP kelas IX semester gasal. yaitu: siswa dapat menentukan rumus volume. Selama pelaksanaan pembelajaran peneliti dan 2 orang pengamat akan . f) Mempersiapkan alat-alat dan media yang digunakan. yaitu mengidentifikasi bangun ruang sisi datar sertadapat menentukan besaran – besaran di dalamnya serta kompetensi dasar. dan menghitung volume kubusdan balok. h) Mempersiapkan instrumen observasi dan instrumen tes i) Mempersiapkan daftar nilai j) Pembentukan kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang secara heterogen k) Penejelasan tentang penerapan media pembelajaran benda asli Pelaksanaan Tindakan Pada tahap ini peneliti akan melakukan kegiatan pembelajaran di kelas dengan metode pembelajaran berdasarkan masalah sesuai dengan rencana pelajaran (RP). g) Menetapkan jadwal pelaksanaan penelitian serta proses pembelajaran dengan mempergunakan media pembelajaran benda asli. merancang kubus dan balok. menghitung besar perubahan volume bangun ruang kubus dan balok jika ukuran rusuknya berubah c) Materi pembelajaran : Materi bangun ruang d) Sarana / alat : Buku siswa dan lembar kerja siswa.

Pembelajaran dalam penelitian ini berlangsung dalam siklus-siklus yang saling berkaitan. guru membimbing siswa menyelesaikan masalah. b. Garis besar pelaksanaan pembelajaran pada setiap siklus adalah sebagai berikut : 1. Melakukan pembelajaran dengan memakai strategi belajar media pembelajaran berdasarkan masalah. hasil refleksi akan dipakai untuk memperbaiki dan menyusun perangkat pembelajaran untuk siklus berikutnya. Mereka diminta menyelesaikan masalah bangun ruang dan berdiskusi sesuai LKS. Menyusun rencana pelajaran (RP).melakukan observasi terhadap jalannya pembelajaran. Guru membimbing awal siswa untuk memberikan informasi selangkah demi selangkah untuk mencermati masalah bangun ruang. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. setelah proses tersebut selesai peneliti dan pengamat akan melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. c. Guru mengorientasi siswa pada permasalahan bangun ruang b. Adapun langkah-langkah pelaksanaan strategi belajar ini adalah : Pendahuluan a. Guru membimbing siswa untuk mengidentifikasi masalah bangun ruang . Guru meminta kepada siswa untuk membentuk kelompok 4-5 orang yang berbeda jenis kelaminnya. 2. serta mempersiapkan media yang diperlukan dan mengorganisasi siswa untuk terlibat aktif pemecahan masalah bangun ruang Kegiatan Inti a.

Selesai diskusi. tidak aktif dalam mengemukakan pembelajaran. guru melakukan refleksi dan meminta siswa membuat rangkuman. kurang memperhatikan penjelasan guru.d. Observasi Dalam tahap observasi ini. observasi dilakukan oleh teman sejawat sebagai mitra kolaborator. yaitu mulai kegiatan awal hingga kegiatan akhir. Observasi dilakukan dengan instrumen observasi. kurang bersemangat dan cenderung pasif. 3) Minat untuk bertanya juga kurang karena siswaa cenderung pasif pada waktu guru memberikan pertanyaan atau saat guru memberikan tugas. Guru bersama siswa berusaha langkah demi langkah pembelajaran yang telah dilakukan. 2) Minat belajar siswa dalam pembelajaran kurang ditandai dengan banyaknya siswa selama pembelajaran berlangsung tidak ada minat untuk segera menyelesaikan perhitungan materi bangun ruang. Guru membimbing siswa mengembangkan hasil karya tentang bangun ruang Penutup a. Refleksi pendapat atau bertanya dalam mengikuti proses . b. kolaborator mencatat semua aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran. dan guru harus selalu mengingatkan agar siswa mengerjakan latihan. Hasil pengamatan sebagai berikut: 1) Pada saat pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa cenderung kurang berminat menyelesaiakn soal-soal latihan.

Guru harus memberi pelayanan menyeluruh kepada semua kelompok siswa untuk memberi pelayanan yang maksimal kepada siswa. setiap kelompok diberi waktu untuk mempresentasikan hasil kerjanya dan kemudian ditanggapi dan disempurnakan 3) Agar interaksi antar siswa tampak aktif. Menyusun dan mempersiapkan instrumen pembelajaran yang meliputi silabus. Mempersiapkan daftar nilai 6. Pembentukan kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang secara heterogen . Menetapkan jadwal pelaksanaan penelitian serta proses pembelajaran dengan mempergunakan media pembelajaran benda asli 3. Mempersiapkan instrumen observasi dan instrumen tes 5. Hasil Penelitian pada Siklus Kedua Perencanaan 1.1) Pada kegiatan awal guru perlu terus-menerus memotivasi siswa agar aktif selama pembelajaran 2) Pada kegiatan di kelompok. yaitu media pembelajaran benda asli. Menambah waktu diskusi kelompok agar setiap kelompok mendapat kesempatan mempresentasikan hasil kerja kelompoknya 4. 2. Mempersiapkan alat-alat dan media yang digunakan. keaktifan siswa perlu ditingkatkan dengan cara memberi penghargaan kepada anggota kelompok yang yang masih mengalami kesulitan di dalam menerapkan media pembelajaran benda asli. setiap siswa diberi kesempatan untuk bertanya kepada teman sebaya. B. RPP tentang materi bangun ruang.

Menyusun Rencana pelajaran (RP). Penelelasan tentang penerapan metode pembelajaran berdasarkan masalah. Guru mengorientasi siswa pada permasalahan bangun ruang. Adapun langkah-langkah pelaksanaan strategi belajar ini adalah : Pendahuluan a. Melakukan pembelajaran dengan memakai strategi belajar metode pembelajaran berdasarkan masalah. hasil refleksi akan dipakai untuk memperbaiki dan menyusun perangkat pembelajaran untuk siklus berikutnya.7. 2. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap ini peneliti akan melakukan kegiatan pembelajaran di kelas dengan metode pembelajaran berdasarkan masalah sesuai dengan rencana pelajaran (RP). Selama pelaksanaan pembelajaran peneliti dan 2 orang pengamat akan melakukan observasi terhadap jalannya pembelajaran. b. Garis besar pelaksanaan pembelajaran pada setiap siklus adalah sebagai berikut : 1. serta mempersiapkan media yang diperlukan dan mengorganisasi siswa untuk terlibat aktif pemecahan masalah bangun ruang Kegiatan Inti a. Mereka diminta menyelesaikan masalah bangun . setelah proses tersebut selesai peneliti dan pengamat akan melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. Pembelajaran dalam penelitian ini berlangsung dalam siklus-siklus yang saling berkaitan. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Guru meminta kepada siswa untuk membentuk kelompok 4-5 orang yang berbeda jenis kelaminnya.

Siswa lebih aktif dalam bertanya apabila mereka merasa tidak bisa mengerjkan soal latihan. guru memberi masalah materi yang berkaitan dengan bangun ruang b. b. Hasil pengamatan sebagai berikut: a. Guru membimbing siswa mengembangkan hasil karya tentang bangun ruang Penutup a. . mereka lebih antusias menyelesaikan soal-soal tentang bangun ruang. Observasi dilakukan dengan instrumen observasi. Guru membimbing awal siswa untuk memberikan informasi selangkah demi selangkah untuk mencermati masalah bangun ruang. observasi dilakukan oleh teman sejawat sebagai mitra kolaborator. kolaborator mencatat semua aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran. Siswa lebih aktif dalam menyelesaikan soal-soal tentang bangun ruang c. c. cenderung ada peningkatan kinerjanya. yaitu mulai kegiatan awal hingga kegiatan akhir. Selesai diskusi. b. Guru membimbing siswa untuk mengidentifikasi. menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun ruang d. guru melakukan refleksi dan membimbing siswa membuat Observasi Dalam tahap observasi pada siklus kedua. Guru bersama siswa berusaha langkah demi langkah pembelajaran yang telah dilakukan. Siswa yang malas.ruang dan berdiskusi sesuai LKS.

Menambah waktu tanya jawab agar setiap siswa mendapat kesempatan untuk mengutrakan pendapat dan bertanya kepada guru apabila mereka kurang jelas terhadap pembelajaran bangun ruang. Mempersiapkan alat-alat dan media yang digunakan. Menetapkan jadwal pelaksanaan penelitian serta proses pembelajaran dengan mempergunakan media pembelajaran benda asli. Menyusun dan mempersiapkan instrumen pembelajaran yang meliputi silabus. Hasil Penelitian pada Siklus Ketiga Perencanaan a. yaitu media benda asli bangun ruang yang meliputi bangun kubus dan balok serta kerangka kubus dan balok dalam ukuran sebenarnya yang berbeda dari pembelajaran berdasarkan masalah pada siklus II c. agar ketuntasan tercapai maksimal. Mempersiapkan instrumen observasi dan instrumen tes . Pada siklus ketiga guru harus lebih memotivasi siswa untuk lebih berhasil. e. RPP tentang materi bangun ruang yang sudah direvisi. Setiap siswa diberi kesempatan bertanya dan mengemukakan pendapat C. b. f. Pada tahap pendahuluan menambah jumlah pertanyaan sebagai pemicu rasa ingin tahu siswa. b. Pada kegiatan di kelompok. keaktifan siswa perlu ditingkatkan dengan cara memberi penghargaan kepada siswa yang baik dalam hasil kerja menyelesaikan soal-soal tentang bangun ruang. c. d.Refleksi a.

Melakukan pembelajaran dengan memakai strategi belajar media pembelajaran bangun ruang. 2. Adapun langkah-langkah pelaksanaan strategi belajar ini adalah : Pendahuluan a. Garis besar pelaksanaan pembelajaran pada setiap siklus adalah sebagai berikut : 1. serta mempersiapkan media yang diperlukan dan mengorganisasi siswa untuk terlibat aktif pemecahan masalah tentang bangun ruang. setelah proses tersebut selesai peneliti dan pengamat akan melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah berlangsung. hasil refleksi akan dipakai untuk memperbaiki dan menyusun perangkat pembelajaran untuk siklus berikutnya. Mempersiapkan daftar nilai Pelaksanaan Tindakan Pada tahap ini peneliti akan melakukan kegiatan pembelajaran di kelas dengan media pembelajaran bangun ruang sesuai dengan rencana pelajaran (RP).g. Menyusun Rencana pelajaran (RP). Pembelajaran dalam penelitian ini berlangsung dalam siklussiklus yang saling berkaitan. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Guru mengorientasi siswa pada permasalahan bangun ruang dan menyelesaikan masalah yang bekaitan dengan bangun ruang b. Selama pelaksanaan pembelajaran peneliti dan 2 orang pengamat akan melakukan observasi terhadap jalannya pembelajaran . Kegiatan Inti .

Mereka diminta menyelesaikan masalah bangun ruang dan berdiskusi sesuai LKS. Selesai diskusi. guru melakukan refleksi dan membimbing siswa membuat rangkuman. Guru memotivasi siswa untuk berusaha maksimal menyelesesaikan masalah bangun ruang. Observasi Dalam tahap observasi pada siklus ketiga. Guru memfasilitasi siswa untuk mengidentifikasi bangun ruang serta menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun ruang d. c. kolaborator mencatat semua aktivitas yang dilakukan oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran. observasi dilakukan oleh teman sejawat sebagai mitra kolaborator.a. Observasi dilakukan dengan instrumen observasi. guru memotivasi siswa menyelesaikan masalah. Guru bersama siswa berusaha langkah demi langkah mengulas pembelajaran yang telah dilakukan. b. Guru membimbing siswa mengembangkan hasil karya tentang bangun ruang Penutup a. yaitu mulai kegiatan awal hingga kegiatan akhir. Hasil pengamatan sebagai berikut: a. Suasana kelas terkendali. Guru meminta kepada siswa untuk membentuk kelompok 4-5 orang yang berbeda jenis kelaminnya. . b.

Masing-masing kelompok diberi tugas untuk mendiskusikan atau mengerjakan tugas secara bersama-sama. Pembahasan Berdasarkan pengamatan awal yang dilakukan oleh guru yang bertindak sebagai peneliti.b. Siswa berani mengungkapkan pendapat dan bertanya Refleksi a. Pada siklus ketiga siswa lebih percaya diri dan termotivasi dalam pembelajaran dengan media pembelajaran bangun ruang. komunikatif karena tiap siswa telah memahami dan mengerti tugas masing-masing dalam penerapan media pembelajaran bangun ruang. karena semua siswa terlibat dalam pembelajaran. Sebagian besar siswa sangat memahami apa yang harus dilakukan. pada saat berlangsungnya proses pembelajaran diperoleh data kondisi dan permasalahan pembelajaran yang terjadi pada siswa kelas IX SMP Al Muslim Waru Sidoarjo kurang memahami konsep bangun ruang sehingga siswa memiliki prestasi belajar yang rendah. Pembelajaran dengan media pembelajaran bangun ruang menekankan pada kegiatan aktif siswa. agar siswa termotivasi dalam belajar. maka peneliti merencanakan pembelajaran bangun ruang dengan mempergunakan media pembelajaran bangun ruang. Selama kegiatan pembelajaran siswa tampak aktif. D. siswa aktif melakukan kegiatan pembelajaran menentukan materi bangun ruang. c. Pada saat kegiatan pembelajaran. b. . Berdasarkan kondisi yang ada. sehingga prestasi belajarnya meningkat.

kelompok dipilih berdasarkan perbedaan individual dalam kemampuan belajar yang terbukti dari prestasi belajar siswa ada yang tinggi.1.6%). sedang. tidak aktif dalam mengemukakan pendapat atau bertanya dalam mengikuti proses pembelajaran. Pembahasan Siklus II Pada siklus II kelompok siswa masih sama dengan siklus I. Minat belajar siswa dalam pembelajaran kurang ditandai dengan banyaknya siswa selama pembelajaran berlangsung tidak ada minat untuk segera menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bangun ruang Minat untuk bertanya juga kurang karena siswaa cenderung pasif pada waktu guru memberikan pertanyaan atau saat guru memberikan tugas. Kelompok dibentuk secara heterogen. Hasil belajar siswa pada siklus pertama tampak pada tabel di bawah ini: Tabel 4. Kelompok dibentuk secara heterogen. dan guru harus selalu mengingatkan agar siswa mengerjakan latihan.1 Hasil Belajar pada Siklus Pertama Berdasarkan pengamatan. kurang memperhatikan penjelasan guru. kurang bersemangat dan cenderung pasif. 1.. Dalam kegiatan pembelajaran siswa sudah mulai . Pembahasan Siklus I Pada tahap awal guru membentuk kelompok kecil beranggotakan 4-5 siswa.0 dan pada siklus I yang tuntas ada 13 siswa (39. dan ada yang rendah.4%) yang tidak tuntas ada 20 siswa (60. siswa dalam pembelajaran pada siklus pertama prestasi belajar siswa rata-rata 60. Pada awal kegiatan pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa cenderung kurang berminat menyelesaiakn soal-soal latihan.

serta melaporkan hasil diskusi. mereka lebih antusias menyelesaikan soal-soal tentang bangun ruang.4%).tampak aktif walaupun belum seluruhnya. berdiskusi menentukan materi perpindahan panas. komunikatif. Hasil belajar siswa pada siklus ketiga tampak pada tabel di bawah ini: . Siswa berani mengungkapkan pendapat dan bertanya. siswa aktif melakukan kegiatan pembelajaran menentukan materi bangun ruang. kelompok dibentuk secara heterogen.2 Hasil Belajar pada Siklus Kedua Berdasarkan pengamatan. Hasil belajar siswa pada siklus kedua tampak pada tabel di bawah ini: Tabel 4. yaitu mengamati dan mengadakan pengukuran. Suasana kelas pada siklus ketiga ini terkendali. Selama kegiatan pembelajaran mulai dari awal kegiatan hingga akhir kegiatan siswa tampak aktif. Guru menjelaskan tugas yang harus dikerjakan siswa secara kelompok. Sebagian besar siswa sangat memahami apa yang harus dilakukan. cenderung ada peningkatan kinerjanya. karena tiap siswa telah memahami apa yang harus dikerjakan dalam metode pembelajaran berdasarkan masalah. siswa dalam pembelajaran pada siklus kedua prestasi belajar siswa rata-rata 69.Siswa lebih aktif dalam menyelesaikan soal-soal tentang bangun ruang. Pembahasan Siklus III Pada siklus III kelompok siswa masih sama. 1.6%) yang tidak tuntas ada 14 siswa (42.4 dan pada siklus kedua yang tuntas ada 19 siswa (57. Pada saat kegiatan pembelajaran. Pada siklus kedua ini siswa lebih aktif dalam bertanya apabila mereka merasa tidak bisa mengerjkan soal latihan. Siswa yang malas.

kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman.9%) yang tidak tuntas ada 4 siswa (12. keterlibatan siswa dalam kelompok.4 berikut ini: Tabel 4. Data Aktivitas Siswa Dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada materi bangun ruang ini aktivitas siswa yang diamati meliputi tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran benda asli.1%).4 Instrumen Siswa Keadaan pada tiap Siklus No Pernyataan Tanggapan siswa dalam 1 memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran benda asli Keterlibatan siswa dalam kelompok Keberanian siswa dalam bertanya Keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat Kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman Kerjasama dalam kelompok Kesungguhan siswa dalam kurang kurang kurang kurang kurang kurang cukup cukup cukup cukup cukup cukup baik baik baik baik baik baik I cukup II baik III baik 2 3 4 5 6 7 .3 Hasil Belajar pada Siklus Ketiga Berdasarkan pengamatan. siswa dalam pembelajaran pada siklus ketiga prestasi belajar siswa rata-rata 76. serta kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas. keberanian siswa dalam bertanya.4 dan pada siklus ketiga yang tuntas ada 29 siswa (87. E. kesungguhan siswa dlam mengerjakan tugas secara kelompok. kerjasama dalam kelompok.Tabel 4. yang ditampilkan dalam tabel 4. keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat.

kerjasama dalam kelompok berkriteria cukup. keberanian siswa dalam bertanya berkriteria baik. kerjasama dalam kelompok berkriteria kurang. keterlibatan siswa dalam kelompok berkriteria baik. keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat berkriteria cukup. kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman berkriteria cukup. kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas secara kelompok berkriteria cukup. keberanian siswa dalam bertanya berkriteria cukup.mengerjakan tugas secara kelompok Kemampuan siswa dalam 8 menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas. serta kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas berkriteria kurang. kerjasama dalam kelompok berkriteria baik. keterlibatan siswa dalam kelompok berkriteria kurang. keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat berkriteria baik. keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat berkriteria kurang. Selama kegiatan belajar mengajar pada siklus ketiga tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria baik. keterlibatan siswa dalam kelompok berkriteria cukup. kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas secara kelompok berkriteria kurang. Berdasarkan hasil pengamatan yang tercantum pada tabel 4. kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman berkriteria kurang. serta kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas berkriteria cukup. kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman berkriteria baik. kesungguhan siswa kurang cukup baik .4 menunjukkan bahwa selama kegiatan belajar mengajar pada siklus pertama tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria cukup. Selama kegiatan belajar mengajar pada siklus kedua tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria baik. keberanian siswa dalam bertanya berkriteria kurang.

serta cara menutup pembelajaran.5 berikut: Tabel 4. serta kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas berkriteria baik. (d) Penutup yang meliputi rangkuman materi yang disampaikan guru. serta ada tidaknya penghargaan kepada siswa. Data Aktivitas Guru Dalam pelaksanaan penelitian aktivitas guru yang diamati antara lain: (a) pembukaan yang meliputi motivasi dan apersepsi. serta ekspresi guru. postes. Data aktivitas guru dapat dilihat pada tabel 4. kejelasan dalam pemberian konsep. F. sistematika penyampaian tugas pada siswa. pengelolaan kelas. (c) Penampilan guru yang meliputi suara guru harus dapat didengar dengan jelas.dalam mengerjakan tugas secara kelompok berkriteria baik.5Data Aktivitas Guru Keadaan pada tiap Siklus No Pembukaan 1  motivasi  apersepsi Perangkat pembelajaran  penguasaan materi  sistematika penyampaian tugas pada siswa  kejelasan dalam pemberian konsep  kesesuaian media yang dipergunakan  pengelolaan kelas Pernyataan I Cukup Cukup II Baik Baik Baik Baik III 2 Baik Cukup Baik Cukup Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Sangat Baik SangatBaik Baik Baik Baik Baik . kesesuaian media yang dipergunakan. mobilitas guru. (b) Perangkat pembelajaran yang meliputi penguasaan materi. penggunaan papan tulis. guru berpakaian bersih rapi dan sopan. komunikasi yang ditimbulkan.

5 menunjukkan bahwa selama kegiatan belajar mengajar aktivitas guru selama siklus pertama yang diamati antara lain: (a) pembukaan yang meliputi motivasi dan apersepsi berkriteria cukup. serta ada tidaknya penghargaan kepada siswa berkriteria baik. postes. (d) Penutup yang meliputi rangkuman materi yang disampaikan guru. penggunaan papan tulis berkriteria baik. mobilitas guru berkriteria baik. komunikasi yang ditimbulkan berkriteria baik. kesesuaian metode yang dipergunakan berkriteria cukup. serta cara menutup pembelajaran berkriteria baik. kejelasan dalam pemberian konsep berkriteria baik. Selama kegiatan belajar mengajar aktivitas guru selama siklus kedua yang diamati antara lain: (a) pembukaan yang meliputi motivasi dan apersepsi berkriteria . serta ekspresi guru berkriteria baik. sistematika penyampaian tugas pada siswa berkriteria cukup. (b) Perangkat pembelajaran yang meliputi penguasaan materi berkriteria baik. penggunaan papan tulis komunikasi yang ditimbulkan  ada tidaknya penghargaan kepada siswa Penampilan guru Baik  suara guru harus dapat didengar dengan jelas 3  guru berpakaian bersih rapi dan sopan  mobilitas guru  ekspresi guru Penutup  4 rangkuman materi disampaikan guru Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik yangBaik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik  postes  cara menutup pembelajaran Berdasarkan hasil pengamatan yang tercantum pada tabel 4. guru berpakaian bersih rapi dan sopan berkriteria baik. pengelolaan kelas berkriteria cukup. (c) Penampilan guru yang meliputi suara guru harus dapat didengar dengan jelas berkriteria baik.

sistematika penyampaian tugas pada siswa berkriteria baik. (b) Perangkat pembelajaran yang meliputi penguasaan materi berkriteria baik. guru berpakaian bersih rapi dan sopan berkriteria baik. komunikasi yang ditimbulkan berkriteria baik. (d) Penutup yang meliputi rangkuman materi yang disampaikan guru. serta cara menutup pembelajaran berkriteria baik. (c) Penampilan guru yang meliputi suara guru harus dapat didengar dengan jelas berkriteria baik. pengelolaan kelas berkriteria baik. serta cara menutup pembelajaran berkriteria baik. postes. postes. (b) Perangkat pembelajaran yang meliputi penguasaan materi berkriteria baik. komunikasi yang ditimbulkan berkriteria baik. kejelasan dalam pemberian konsep berkriteria sangat baik. guru berpakaian bersih rapi dan sopan berkriteria baik. kesesuaian metode yang dipergunakan berkriteria baik.baik. mobilitas guru berkriteria baik. BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. kesesuaian metode yang dipergunakan berkriteria baik. Selama kegiatan belajar mengajar aktivitas guru selama siklus ketiga yang diamati antara lain: (a) pembukaan yang meliputi motivasi dan apersepsi berkriteria baik. penggunaan papan tulis berkriteria baik. kejelasan dalam pemberian konsep berkriteria baik. sistematika penyampaian tugas pada siswa berkriteria sangat baik. (c) Penampilan guru yang meliputi suara guru harus dapat didengar dengan jelas berkriteria baik. Kesimpulan . penggunaan papan tulis berkriteria baik. serta ada tidaknya penghargaan kepada siswa berkriteria baik. pengelolaan kelas berkriteria baik. (d) Penutup yang meliputi rangkuman materi yang disampaikan guru. mobilitas guru berkriteria baik. serta ada tidaknya penghargaan kepada siswa berkriteria baik. serta ekspresi guru berkriteria baik. serta ekspresi guru berkriteria baik.

Berdasarkan pengamatan. kerjasama dalam kelompok berkriteria kurang. keterlibatan siswa dalam kelompok berkriteria cukup. kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas secara kelompok berkriteria kurang.4 dan pada siklus ketiga yang tuntas ada 29 siswa (87. keberanian siswa dalam bertanya berkriteria cukup.4%). Berdasarkan pengamatan.4 dan pada siklus kedua yang tuntas ada 19 siswa (57. siswa dalam pembelajaran pada siklus kedua prestasi belajar siswa rata-rata 69.1%).4 menunjukkan bahwa selama kegiatan belajar mengajar pada siklus pertama tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria cukup.6%). Selama kegiatan belajar mengajar pada siklus kedua tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria baik. kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman berkriteria cukup. keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat berkriteria kurang. siswa dalam pembelajaran pada siklus pertama prestasi belajar siswa rata-rata 60. serta kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas berkriteria cukup. keterlibatan siswa dalam kelompok berkriteria kurang. serta kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas berkriteria kurang.4%) yang tidak tuntas ada 20 siswa (60. Berdasarkan pengamatan. keberanian siswa dalam bertanya berkriteria kurang. kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas secara kelompok berkriteria cukup. kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman berkriteria kurang. kerjasama dalam kelompok berkriteria cukup.6%) yang tidak tuntas ada 14 siswa (42.9%) yang tidak tuntas ada 4 siswa (12.0 dan pada siklus I yang tuntas ada 13 siswa (39. siswa dalam pembelajaran pada siklus ketiga prestasi belajar siswa rata-rata 76. Berdasarkan hasil pengamatan yang tercantum pada tabel 4. keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat berkriteria cukup. .

pengelolaan kelas berkriteria baik. pengelolaan kelas berkriteria cukup. (d) Penutup yang meliputi rangkuman materi yang disampaikan guru. Selama kegiatan belajar mengajar aktivitas guru selama siklus kedua yang diamati antara lain: (a) pembukaan yang meliputi motivasi dan apersepsi berkriteria baik. kerjasama dalam kelompok berkriteria baik. serta cara menutup pembelajaran berkriteria baik. sistematika penyampaian tugas pada siswa berkriteria baik. kesesuaian metode yang dipergunakan berkriteria cukup.Selama kegiatan belajar mengajar pada siklus ketiga tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria baik. serta ada tidaknya penghargaan .5 menunjukkan bahwa selama kegiatan belajar mengajar aktivitas guru selama siklus pertama yang diamati antara lain: (a) pembukaan yang meliputi motivasi dan apersepsi berkriteria cukup. kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas secara kelompok berkriteria baik. komunikasi yang ditimbulkan berkriteria baik. keterlibatan siswa dalam kelompok berkriteria baik. kejelasan dalam pemberian konsep berkriteria baik. guru berpakaian bersih rapi dan sopan berkriteria baik. (c) Penampilan guru yang meliputi suara guru harus dapat didengar dengan jelas berkriteria baik. keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat berkriteria baik. kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman berkriteria baik. keberanian siswa dalam bertanya berkriteria baik. komunikasi yang ditimbulkan berkriteria baik. penggunaan papan tulis berkriteria baik. serta ada tidaknya penghargaan kepada siswa berkriteria baik. mobilitas guru berkriteria baik. penggunaan papan tulis berkriteria baik. sistematika penyampaian tugas pada siswa berkriteria cukup. (b) Perangkat pembelajaran yang meliputi penguasaan materi berkriteria baik. postes. (b) Perangkat pembelajaran yang meliputi penguasaan materi berkriteria baik. Berdasarkan hasil pengamatan yang tercantum pada tabel 4. kesesuaian metode yang dipergunakan berkriteria baik. serta kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas berkriteria baik. kejelasan dalam pemberian konsep berkriteria baik. serta ekspresi guru berkriteria baik.

Saran Pada penelitian ini saran yang dapat disampaikan adalah: 1. penggunaan papan tulis berkriteria baik. komunikasi yang ditimbulkan berkriteria baik. Bagi kepala sekolah. hasil penlitian ini dapat dijadikan sebagai masukan untuk meningkatkan proses pembelajaran pada materi bangun ruang di kelas. mobilitas guru berkriteria baik. 2. serta ekspresi guru berkriteria baik. Bagi peneliti lain. Selama kegiatan belajar mengajar aktivitas guru selama siklus ketiga yang diamati antara lain: (a) pembukaan yang meliputi motivasi dan apersepsi berkriteria baik. (c) Penampilan guru yang meliputi suara guru harus dapat didengar dengan jelas berkriteria baik. Bagi guru matematika. mobilitas guru berkriteria baik. kesesuaian metode yang dipergunakan berkriteria baik. serta ada tidaknya penghargaan kepada siswa berkriteria baik. (d) Penutup yang meliputi rangkuman materi yang disampaikan guru.kepada siswa berkriteria baik. guru berpakaian bersih rapi dan sopan berkriteria baik. (b) Perangkat pembelajaran yang meliputi penguasaan materi berkriteria baik. serta ekspresi guru berkriteria baik. (d) Penutup yang meliputi rangkuman materi yang disampaikan guru. B. postes. 3. sistematika penyampaian tugas pada siswa berkriteria sangat baik. (c) Penampilan guru yang meliputi suara guru harus dapat didengar dengan jelas berkriteria baik. hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam melakukan penlitian yang sejenis. guru berpakaian bersih rapi dan sopan berkriteria baik. pengelolaan kelas berkriteria baik. postes. serta cara menutup pembelajaran berkriteria baik. kejelasan dalam pemberian konsep berkriteria sangat baik. hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam membuat kebijakan tentang peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah melalui pelatihan . serta cara menutup pembelajaran berkriteria baik.

penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan keaktifan dalam proses pembelajaran. sehingga pada akhirnya akan meningkatkan prestasi belajar siswa. . Bagi siswa. karena suasana pembelajaran menyenangkan. atau sekedar penyegaran ingatan melalui pelatihan sederhana tentang media pembelajaran.tentang media pembelajaran. 4. dan semua siswa terlibat aktif dalam pembelajaran berdasarkan masalah.

Budijastuti. Statistika untuk Penelitian. Matematika Realistik : Apa dan Bagaimana?. Soekowati. Jakarta: PT Rineka Cipta. Jakarta:Bumi Aksara. Dasar-Dasar Evamaterii Pendidikan. Materi Pengembangan Profesi Guru Tahun 2006. Widowati. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.DAFTAR PUSTAKA Arikunto.php?to=kalender Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Rohani. Sidoarjo: Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Roestiyah. 2001.depdiknas. Strategi Belajar Mengajar. Standar Kompetensi Mata Pelajaran Matematika SMP & MTs Jakarta: Pusat Kurikulum.go. Jakarta: PT Rineka Cipta. Strategi Pembelajaran Dalam Pelatihan. July Tri. 2004. Pengelolaan Pengajaran. Tesis. . 2004. 2003. Suharsimi. 2001. Kalender Pendidikan Nasional. 2005.id/inlink. 2006. 2004. Surabaya: UNIPA Sugiono. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya Departemen Pendidikan Nasional. http://www. Departemen Pendidikan Nasional. I Gusti Putu. Balitbang Depdiknas. Ahmad. Pengembangan Bahan Ajar Sains Biologi dengan Pendekatan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Gedangan Kabupaten Sidoarjo. 2006. Bandung: Alfabeta Suharta.2001.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful