You are on page 1of 8

MENINGKATKAN CBR DAN MEMPERKECIL SWELLING TANAH SUB GRADE

DENGAN METODE STABILISASI TANAH


DAN KAPUR

Warsiti
Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Semarang
Jln. Prop. Soedarto, SH Tembalang Semarang
sipil.polines@yahoo.co.id
Abstract
The condition of Sendang Mulyo road is not good and always be damaged even though the
coating of road surface has been carried out. This is due to the fact that road internodes of
Sendang Mulyo locates on the clay, so that it may causes instability of base soil causing
structure destruction of coarsening layer on it. In order to solve the problem, the base soil
should be repaired/destabilized. In this research, the writer conducted soil stabilization by
adding lime from Purwodadi. The aim of the research is to find out the lime percentage, so that
CBR and max dry density will be obtained, to find out the effect of lime adding with Swelling
(kembang susut) and California Bearing Ratio (CBR). The testing was performed at the
laboratory with lime percentage of 0%, 5%, 8%, 10%, 12%. The testing data includes: physical
characteristics (specific gravity, Plasticity Index, decrease limit, grain pass from the filter
no.200)., mechanical characteristics (optimum water degree, maximum dry density, CBR,
Swelling). Dry density increases from 1,485% to 1,64%, From data analysis, it was obtained the
result that in lime percentage of 10% produces CBR scale experiencing maximum increase from
2,45% to 7,6%, swelling decreases from 5,127% to 1,331%. The effect of lime adding upon
swelling may be written as follows y = -0,0109X2 – 0,2469X + 5,2528, (y = swelling, x = lime
percentage), the effect of lime adding with CBR is y = -0,0766X2 + 3,6352X + 2,3048 (y = CBR,
x = lime percentage).

Keywords : CBR, Lime, Swelling, Stabilization

PENDAHULUAN menunjukkan bahwa kapur lebih efektif


sebagai bahan stabilisator tanah dari pada
Salah satu kekuatan atau kekokohan suatu semen, dan dapat dipakai untuk berbagai jenis
konstruksi ditentukan oleh kwalitas bahan tanah. Suryolelono (1999) menyatakan
dasar yang dipergunakan. Seperti pada suatu penambahan abu sekam padi dan kapur juga
konstruksi jalan, kualitas tanah asli sebagai meningkatkan sudut gesek dalam tanah.
bahan dasar (subgrade) juga sangat Stabilisasi dengan kapur dan posolan cocok
menentukan kekuatan jalan. Jika tanah asli untuk tanah kohesif (Soedarmo dan Purnomo,
mempunyai daya dukung (kepadatan kering, 1997 dalam Wiqoyah, 2002). Penelitian yang
CBR) rendah, maka konstruksi jalan akan pernah dilakukan adalah stabilisasi tanah
cepat mengalami kerusakan. Kondisi jalan di Sendang Mulyo dengan kapur Purwodadi,
daerah Sendang Mulyo juga mengalami hal tetapi yang ditinjau baru kerapatan kering (γd)
yang sama, yaitu cepat mengalami kerusakan saja. Dari hasil penelitian yang pernah
meskipun sering dilakukan perbaikan pada dilakukan adalah tanah Sendang Mulyo
permukaan (lap surfase). termasuk jenis tanah lempung dan mempunyai
kepadatan kering (γd) maksimum 1,483964
Untuk mengatasi permasalahan tersebut salah t/m3, hasil penelitian stabilisasi tanah dengan
satu cara atau metode yang dipergunakan kapur adalah kepadatan kering (γd) maksimum
adalah memperbaiki kualitas tanah asli 1,633448 (t/m3), pada persentase kapur
(stabilisasi). Hasil penelitian yang dilakukan optimum = 10,80769 (%) dan dengan kadar air
oleh Andrews dan Oflaherty (Satrio, 1998), = 19 (%) (Warsiti, 1998).
38
Dari permasalahan tersebut mendorong tanah dalam praktik perekayasaan dan salah
peneliti untuk melakukan penelitian lebih satunya masalah lempung. Yang kedua, kapur
lanjut tentang pengaruh stabilisasi tanah hanya efektif sebagai bahan stabilisasi pada
dengan kapur terhadap besarnya California tanah yang mengandung lempung cukup
Bearing Ratio ( CBR ) dan swelling (muai dan banyak.
susut). Tanah lempung mempunyai sifat-sifat
yang tidak menguntungkan, seperti Bearing Tabel 1. Tentang Potensi Pengembangan
Ratio (CBR) rendah, kembang susut (swelling) Berbagai Nilai Indeks Plastisitas
tinggi sehingga apabila dipergunakan untuk Indeks Plastisitas Potensi Pengembangan
tanah dasar (subgrade) jalan akan (PI)
menghasilkan suatu konstruksi yang tidak 0 – 15 Rendah
optimal hasilnya (cepat rusak). Untuk itu, jika 10 – 20 Sedang
akan dipergunakan suatu konstruksi sebaikan 20 – 35 Tinggi
nilai Bearing Ratio dinaikkan agar mampu > 35 Sangat tinggi
menahan beban di atasnya, kembang susut Sumber : Chen, 1975 (dalam Lashari, 2000)
(swelling) diturunkan agar volume tanah stabil
Tujuan penelitian adalah menjelaskan
bila kena hujan tidak mengembang sebaliknya
pengaruh penambahan kapur ke dalam tanah
bila musim kemarau tidak meyusut terlalu
terhadap peningkatan CBR (daya dukung
tinggi sehingga retak-retak pada jalan bisa
tanah), swelling, dan mengetahui persentase
dikurangi atau dihilangkan.
kapur optimum sehingga diperoleh CBR
maksimum dan swelling minimum.
Kriteria yang dipakai untuk menilai
memuaskan atau tidaknya stabilisasi, didasar-
kan faktor kekuatan dengan menggunakan METODE PENELITIAN
Untuk menyelesaikan penelitian ini diperlukan
parameter kepadatan kering maksimum (γd)
beberapa tahapan, yaitu a) tahapan
dan CBR, swelling. CBR merupakan ukuran
pendahuluan,dalam hal ini meliputi
daya dukung tanah yang dipadatkan dengan
mempersiapkan material yang akan
daya pemadatan tertentu dan kadar air tertentu
dipergunakan seperti pengambilan sampel
dibandingkan dengan beban standard pada
tanah Sendang Mulyo dan kapur dari
batu pecah. Dengan demikian, besaran CBR
Purwodadi, b) dilanjutkan studi literatur,
adalah persentase atau perbandingan daya
seperti mempelajari penelitian sejenis yang
dukung tanah yang diteliti dan daya dukung
pernah dilakukan, teori-teori yang menunjang
batu pecah standar pada nilai penetrasi yang
tentang stabilisasi tanah, metode-metode
sama (0,1 inch dan 0,2 inch). CBR
memperbaiki tanah, prosedur pengujian, dan
laboratorium diukur dalam dua kondisi, yaitu
teknik analisis data, c) pengujian laboratorium
kondisi tidak terendam disebut CBR Unsoaked
dimulai dari mempersiapkan bahan uji
dan kondisi terendam atau disebut CBR
menimbang persentase kapur, mencapur tanah
soaked. Pada umumnya CBR soaked lebih
dengan masing-masing persentase kapur,
rendah dari CBR Unsoaked. Namun demikian
kemudian dimasukkan ke dalam plastis dan
kondisi soaked adalah kondisi yang serinng
diperam selama tiga hari, pengujian CBR dan
dialami di lapangan, sehingga di dalam
Swelling untuk masing-masing persentase
perhitungan konstruksi bangunan, harga CBR
kapur sebanyak lima pengujian(Tabel 2).
soaked yang dipergunakan sebagai dasar
Tabel 2. Matrik Data
perhitungan karena dalam kenyataannya air % kapur CBR
selalu mempengaruhi konstruksi bangunan. 0% X01 X02 X03 X04 X05
5% X11 X22 X23 X24 X25
Potensi pengembangan tanah dengan berbagai
8% X31 X32 X33 X34 X35
nilai indeks plastisitas (IP) dapat dilihat dalam
10% X41 X42 X43 X44 X45
Tabel 1. Ada dua alasan lempung lebih 12% X51 X52 X53 X54 X55
diperhatikan. Pertama, cukup banyak masalah
MENINGKATKAN CBR DAN MEMPERKECIL SWELLING TANAH……..(Warsiti ) 39
Begitu juga untuk data swelling, jumlahnya Dalam menganalisis data dilakukan tahapan
sama, yaitu 25 buah. sebagai berikut, yaitu a) melakukan kompilasi
data yaitu mengelompokkan data ke dalam
Prosedur berikutnya adalah analisis data. masing-masing kelompok sesuai dengan
Analisis ini meliputi kompilasi data, membuat persentase kapur yang dipergunakan, b)
regresi hubungan antara persentase kapur dan menentukan nilai rata-rata hasil uji CBR dan
besarnya CBR, regresi hubungan antara swelling dari maisng-masing persentase kapur,
persentase kapur dan besarnya swelling, c) menentukan regresi hubungan antara
menghitung besarnya persentase kapur prosentase kapur dan CBR dan menentukan
optimum agar diperoleh CBR maksimum dan persamaan regresinya, d) menentukan regresi
swelling minimum dari regresi yang terbentuk. antara persentase kapur dan swelling, e)
Untuk lebih jelas metode penelitian dapat menguji korelasi antara prosentase kapur
dilihat dalam Gambar 1. Diagram alur dengan CBR dan Swelling, dan menentukan
penelitian. prosentase optimum agar diperoleh CBR
maksimum dan swelling minimum
Program berdasarkan regresi yang diperoleh.
Kerja

HASIL
Hasil Pengujian Tanah Asli
Persiapan:
Pengambilan Pengujian laboratorium mengenai karakteristik
Sampel Tanah di fisik tanah asli meliputi berat jenis, batas-batas
Sendang Mulyo, Atterberg (batas cair, batas plastis, plasticity
kapur dari Studi Literatur
Purwodadi index, bata susut) dan analisis distribusi
butiran dengan hasil seperti pada Tabel 3.
Pengujian sifat mekanis, yaitu kepadatan,
CBR, dan nilai kembang susut (swelling)
Pengujian Tanah Asli dan
Campuran tanah + Kapur ,
dilakukan dengan metode pemadatan Standard
Konsentrasi Kapur : 5%, Proctor. Hasil pengujian dapat dilihat pada
8%, 10%, 12%, dengan Tabel 4. Hasil percobaan laboratorium .
lama pemeraman 3 hari

Tabel. 3. Karakteristik Fisik Tanah Asli


Pemeriksaan Hasil
Uji CBR Laboratorium, Berat jenis (t/m3) 2,49
Swelling
Batas cair (LL) 57,95%
Batas plastis (PL) 24,48%
Batas susut (SL) 18,82%
AnalisIs Data: Plasticity index (PI) 33,47%
- Kompilasi data Lempung (lolos saring no.200) 60,75%
- Regresi antara % kapur dengan CBR dan
Swelling
- Menentukan %kapur maksimum agar Dari hasil pengujian fisik di atas dapat
CBR maksimum & Swelling minimum dikatakan bahwa jika tanah dengan LL = 40-
60 % , PI = 25-41 % menurut Chen (1975)
tanah tersebut tergolong tingkat pengem-
Kesimpulan bangan tinggi sehingga berdasarkan pendapat
tersebut maka tanah asli dapat dikatakan tanah
lempung yang mempunyai tingkat
Gambar 1. Diagram Alur Penelitian pengembangan tinggi

40 Wahana TEKNIK SIPIL Vol. 14 No. 1 April 2009: 38-45


Tabel 4. Karakteristik mekanis tanah asli
Hasil Pengujian Campuran Tanah Asli
Pemeriksaan Standard Proctor dengan Kapur
Kadar air optimum (OMC) 24 %
Kepadatan kering max 1,485 t/m3 Pengujian dilakukan terhadap beberapa
CBR unsoacked (%) 11.8 campuran tanah lempung dan bahan stabilisasi
CBR soaked (%) 2.45 kapur dengan berbagai komposisi campuran (
Derajat kejenuhan (%) 97.97 0 %, 5%, 8%, 10%, 12%). Pengujian tersebut
Swellinng Potensial (%) 5,127 meliputi pengujian sifat-sifat mekanis berupa
pengujian pemadatan, CBR, swelling.
Untuk pengujian analiisa distribusi butir
dilakukan dengan percobaan analisis saringan Hasil penelitian CBR dan swelling adalah
dan percobaan analisis hydrometer. Hasil sebagai berikut (Tabel 6- 9).
percobaan analisis saringan seperti terlihat
pada Tabel 5 dan Gambar 2, yang Tabel 6. Hasil Uji CBR Unsoaked dengan
menunjukkan bahwa 60,75% butiran lolos Berbagai Persentase Kapur
saringan No.200.
% Kapur CBR unsoaked (%) Rerata
0% 11.9 11.82 11.91 11.52 11.84 11.8
Tabel. 5. Hasil pengujian analisa saringan
5% 13.27 14.02 12.93 13.26 13.03 13.3
Ukuran Berat Jumlah Jumlah Lolos
tertingga 8% 18.75 18.56 17.88 18.35 18.46 18.4
Saringan tinggal tinggal Saringan
Inc l 10% 22.63 21.97 21.82 22.35 21.72 22.1
mm (gram) (gram) (%) (%)
h 12% 22.24 22.11 21.8 21.58 22.27 22
No 0 0 0 100
4 4.76 0 0 0 100
Tabel 7. Hasil uji CBR soaked dengan
8 2.38
berbagai prosentase kapur
10 2.00 1.71 1.71 0.86 99.15 %
Swelling potensial (%) Rerata
20 0.59 5.73 7.44 3.72 96.28 Kapur
40 0.42 10.53 17.97 8.99 91.02 0% 5.035 5.201 5.057 5.206 5.136 5.127
80 0.177 16.18 34.15 17.08 82.93 5% 4.289 4.186 4.206 4.326 4.263 4.254
100 0.149 17.72 51.87 25.94 74.07 8% 2.238 2.305 2.243 2.245 2.204 2.247
200 0.074 26.64 78.51 39.26 60.75 10% 1.351 1.308 1.325 1.354 1.317 1.331
12% 1.028 1.134 0.982 1.006 0.975 1.025

120
Tabel 8. Uji Swelling dengan berbagai
100 prosentase kapur
Jenis penelitian Prosentase kapur
Berat Lolos Saringan (%)

80 Kd air opt(%) 0% 5% 8% 10 % 12 %
Kpdt kering mak 24.0 21.6 19.8 17.10 19.2
60
CBR unsoaked (%) 1,49 1,580 1,62 1,65 1,64
40
CBR soaked (%) 11,8 13.3 18.4 22.1 22
20 Kd air opt (%) 2,45 3.6 5.1 7.6 7.58
Swell potensial (%) 5,13 4,25 2,25 1,331 1,025
0
0,01 0,10 1,00 10,00 100,00

Diam e ter Butir (m m )


Regresi Variabel Bebas dan Takbebas

Gambar 2. Grafik distribusi ukuran butiran Dalam penelitian ini ditentukan variabel
takbebas meliputi CBR, swelling, sedangkan
variabel bebas adalah kadar kapur (% kapur).

MENINGKATKAN CBR DAN MEMPERKECIL SWELLING TANAH……..(Warsiti ) 41


Grafik hubungan prosentase kapur dengan CBR
25
y = 0.0437x 2 + 0.4587x + 11.402
20 R2 = 0.9229

CBR unsoaked
15
CBR (%)

CBR soaked

10 y = 0.0242x 2 + 0.187x + 2.3471


R2 = 0.9373

0
0 5 10 15
Prosentase kapur (%)

Gambar 3. Grafik hubungan prosentase kapur dengan CBR


Regresi antara CBR dengan persentase kapur Dari hasil regresi yang diperoleh bahwa
dalam campuran dapat dilihat dalam Gambar 3 besarnya CBR akan mengalami kenaikan
diatas. Dari gambar di atas dapat dikatakan dengan meningkatnya kadar kapur dalam
bahwa bentuk regresi yang dihasilkan sudah campuran.
cukup sesuai/cocok karena R2 yang didapat
mendekati 1(satu). Persamaan antara CBR dan Hasil pengujian swelling menghasilkan
persentase kapur dalam campuran adalah penurunan swelling yang cukup tinggi.
sebagai berikut. Swelling tanah asli sebesar 5,127 %, tetapi
begitu tanah dicampur dengan kapur besar
#. CBR dalam kondisi unsoaked swelling mengalami penurunan seiring dengan
y = 0,0437 X2 + 0.4587 X + 11,402 penambahan persentase kapur. Penurunan
R2 = 0,9229, dimana : yang terbesar terjadi pada persentase kapur
Y : CBR unsoaked (%) sebesar 12 %, penurunan yang terjadi sebesar
X : prosentase kapur (%) =(5,127-1,025)/5,127 * 100 % = 80 %. Jadi,
Dari hasil regresi yang diperoleh bahwa dapat disimpulkan dengan penambahan akan
besarnya CBR maksimum meningkat terus memperbaiki tanah asli karena memperkecil
dengan bertambahnya kadar kapur dalam besarnya swelling. Yang berarti merubah dari
campuran. tanah yang mempunyai swelling tinggi
menjadi tanah yang mempunyai swelling
#. CBR dalam kondisi soaked rendah. Adapun regresi hubungan antara
y = 0,0242 X2 + 0, 187 X + 2,3471 besarnya swelling dengan prosentase kapur
R2 = 0,9373, di mana : dalam campuran dapat dilihat dalam Gambar 4
Y : CBR soaked (%) berikut.
X : persentase kapur (%)

42 Wahana TEKNIK SIPIL Vol. 14 No. 1 April 2009: 38-45


Grafik % kapur dengan swelling

6
5,5
5
4,5
4
sw elling(%)

3,5
3
2,5
y = -0,0109x 2 - 0,2469x + 5,2528
2 R2 = 0,9536
1,5
1
0,5
0
0 2 4 6 8 10 12 14

% kapur (%)

Gambar 4. Grafik hubungan prosentase kapur dengan swelling

Regresi hubungan antara swelling dan Pengujian Campuran Tanah Asli dengan
persentase kapur adalah sebagai berikut. Kapur
y = -0,0109 X2 - 0,2469 X + 5,2528 Hasil pengujian CBR dengan metode standar
R2 = 0,9536, di mana : terhadap tanah yang dicampur dengan kapur
Y : besarnya swelling (%) dari berbagai persentase dapat dikatakan CBR
X : persentase kapur (%) yang dihasilkan mengalami peningkatan yang
Bentuk regresi yang dihasilkan sudah cukup tinggi. Hasil pengujian CBR dalam
sesuai/baik hal ini dapat dilihat dari besarnya kondisi unsoaked akan mengalami perbaikan
R2 mendekati 1 (satu). dari 11.88% menjadi 22,1 % pada persentase
kapur 10%. Begitu pula hasil CBR dalam
kondisi soaked mengalami peningkatan yang
PEMBAHASAN
cukup besar, yaitu dari 2,45 % menjadi 7,6 %
Pengujian Tanah Asli
pada persentase kapur 10 %.
Dari hasil pengujian sifat mekanis tanah asli
yang meliputi kadar air optimum, kepadatan
Dengan nilai CBR dalam kondisi soaked 7,6 %
kering maksimum dan CBR maka dapat
maka tanah campuran ini dapat dipergunakan
dikatakan tanah mempunyai daya dukung
sebagai lapisan subgrade- nya > 3 %. Dari
(CBR) rendah, yaitu 2,45 %. Syarat CBR
bentuk dapat dikatakan bahwa bentuk regresi
tanah subgrade suatu konstruksi jalan adalah
yang dihasilkan sudah cukup sesuai karena R2
minimal 3 %. Dengan demikian, tanah tersebut
yang didapat mendekati 1 dan dapat dikatakan
tidak dapat dipergunakan untuk konstruksi
besarnya CBR maksimum meningkat terus
sebagai lapisan subgrade karena CBR < 3%.
dengan bertambahnya kadar kapur dalam
campuran.
Hasil pengujian swelling didapat tanah asli
mempunyai swelling sebesar 5%, menurut
Hasil pengujian swelling menghasilkan
Chen (1975) tanah yang mampunyai
penurunan swelling yang cukup tinggi.
swelling>5% tergolong tanah dengan swelling
Swelling tanah asli sebesar 5,127 %, tetapi
potensial tinggi.
begitu tanah dicampur dengan kapur besar
MENINGKATKAN CBR DAN MEMPERKECIL SWELLING TANAH……..(Warsiti ) 43
swelling mengalami penurunan seiring dengan Tanah asli dicampur dengan kapur dengan
penambahan persentase kapur. Penurunan berbagai prosentase (5, 8, 10, 12 %), lama
yang terbesar terjadi pada persentase kapur pemeraman 0 hari dan pegujian dilakukan
sebesar 12 %, penurunan yang terjadi sebesar dengan metode Standard Proctor.
=(5,127-1,025)/5,127 * 100 % = 80 %. Jadi, Berdasarkan pengujian sifat-sifat mekanik
dapat disimpulkan dengan penambahan akan tanah campuran dengan metode tersebut dapat
memperbaiki tanah asli karena memperkecil disimpulkan sebagai berikut:
besarnya swelling. Yang berarti mengubah dari a. CBR keadaan unsoacked mengalami
tanah yang mempunyai swelling tinggi kenaikan dengan bertambahnya persentase
menjadi tanah yang mempunyai swelling kapur dalam campuran sampai pada
rendah. Bentuk regresi yang dihasilkan sudah persentase 10 %, dari 11,8 % menjadi 22,1
sesuai/baik hal ini dapat dilihat dari besarnya %, tetapi pada persentase kapur 12% CBR
R2 mendekati 1 (satu). turun sedikit menjadi 22,0 %. Hubungan
antara prosentase kapur dengan CBR
SIMPULAN keadaan unsoaked adalah y = 0,0437 X2 +
Berdasarkan hasil pengujian, sifat fisik contoh 0.4587 X + 11,402.
tanah asli yang diambil pada ruas jalan b. CBR keadaan soacked mengalami kenaikan
Susukan–Kalikayen, mempunyai persentase dengan bertambahnya persentase kapur
sifat berikut, yaitu batas cair (LL) : dalam campuran sampai pada persentase 10
57,95 %, indeks plastisitas (PI) : 33,47 %, %, dari 2,45 % menjadi 7,6 %, tetapi pada
Batas Plastis (PL) : 24,48 %, batas susut : persentase kapur 12% CBR turun sedikit
18,52 %, dan lolos saringan No. 200 : 60,75 menjadi 7,58 %. Hubungan antara
%. Data tersebut, menurut Chen (1975) prosentase kapur dengan CBR keadaan
digolongkan sebagai lempung dengan potensi soacked adalah y = 0,0242 X2 + 0, 187 X
pengembangan tinggi, dan menurut pusat + 2,3471
penelitian dan pengembangan Teknologi c. Besarnya swelling mengalami penurunan
Prasarana Jalan (2000) menunjukkan korelasi dengan bertambahnya persentase kapur
potensi pengembangan tinggi, sedangkan dengan kata lain semakin banyak
menurut Atterberg (1911) tingkat plastisitas prosentase kapur semakin kecil swelling
tanah digolongkan sebagai lempung sangat yang terjadi. Hubungan antara persentase
plastis. kapur dengan swelling adalah y = -0,0109
X2 - 0,2469 X + 5,2528
Berdasarkan hasil pengujian mekanis dengan Berdasarkan hasil pengujian pengujian sifat
metode standar tanah asli mempunyai data fisik dan mekanis dari campuran tanpa
berikut, yaitu kadar air optimum : 24 %, pemeraman kepadatan kering (γd), CBR
kepadatan maksimum : 1,485 %, CBR keadaan unsoaked dan soaked terbesar dicapai
unsoacked : 11,8 %, CBR soacked : 2,45 pada prosentase kapur 10%, maka dapat
%, dan swelling : 5,127 %. Dari data diambil kesimpulan bahwa yang paling baik
pengujian mekanis tersebut dapat dikatakan untuk stabilisasi tanah lempung adalah dengan
bahwa tanah mempunyai kepadatan, CBR penambahan kapur 10 %.
rendah, sehingga tidak dapat dipergunakan
untuk bahan subgrade jalan karena CBR-nya < UCAPAN TERIMA KASIH
3.0 %. Untuk itu, apabila ingin dipergunakan Penulis mengucapkan terima kasih kepada
untuk konstruksi sebagai subgrade tanah harus Direktur Polines, UP2M Polines, Kalab
diberi perlakuan yaitu stabilisasi. Dengan Material Jurusan Sipil, serta rekan-rekan yang
demikian, dapat disimpulkan bahwa tanah asli telah membantu dalam pelaksanaan penelitian
merupakan tanah lempung dengan plastisitas ini.
tinggi, tingkat pengembangan tinggi serta
potensi swelling tinggi., sehingga kurang baik
bila dipergunakan secara langsung untuk
konstruksi subgrade jalan.
44 Wahana TEKNIK SIPIL Vol. 14 No. 1 April 2009: 38-45
DAFTAR PUSTAKA

Budi Satrio.1998. Kapur Argojati dalam Warsiti, 1998. Perbaikan Tanah Lempung
Stabilisasi Tanah. Tesis Program Sistem dengan Kapur dari Daerah Sendang
dan Teknik Jalan Raya. ITB. Bandung. Mulyo Semarang: Laporan penelitian.
Chen, F.H, 1975. Founddation on Expansive Semarang. Politeknik Negeri semarang.
Soil. New York: Elsevier Science Wiqoyah,Q, 2002. Campuran Kapur dan Tras
Publishing Company. Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah
Lashari, 2000. Pengaruh Campuran Kapur Lempung Hitam untuk Lapisan Tanah
dan Bubuk Bata Merah pada Sifat Dasar Jalan. Naskah Seminar Hasil
Mekanis Tanah Lempung Grobogan. Penelitian Tesis S-2, Program Studi
Tesis UGM Yogyakarta. Teknik Sipil, Jurusan Ilmu-ilmu Teknik,
Suryolelono, K.B, 1999. “Potensi Variasi Program Pascasarjana UGM.
Campuran Abu sekam Padi dan Kapur Yogyakarta.
untuk Meningkatkan Karakteristik Tanah
Lempung” Jurnal Teknik, Volume VI,
No.3, Desember.

MENINGKATKAN CBR DAN MEMPERKECIL SWELLING TANAH……..(Warsiti ) 45