Kebudayaan Jawa

IDENTIFIKASI Daerah kebudayaan Jawa sangatlah luas meliputi seluruh bagian tengah dan timur pulau Jawa. Ada daerah yang disebut daerah Kejawen yaitu Banyumas, Kedu, Yogyakarta, Surakarta, Madiun, Malang dan Kediri. Daerah di luar yang tersebut di atas disebut daerah Pesisir dan Ujung Timur. Sehubungan dengan itu, maka dalam rangka seluruh kebudayan Jawa ini, dua daerah luas bekas kerajaan Mataram sebelum terpecah yakni Yogyakarta dan Surakarta merupakan pusat kebudayaan Jawa. Sudah barang tentu terdapat berbagai variasi dan perbedaan yang bersifat lokal dalam beberapa unsur kebudayaannya di daerah yang tercakup dalam kebudayaan Jawa. Namun, variasi dan perbedaan tersebut tidaklah besar karena apabila diteliti, hal-hal itu masih menunjukkan satu pola ataupun satu sistim kebudayaan Jawa. Penduduk Suku bangsa Jawa, adalah suku bangsa terbesar di Indonesia. Jumlahnya mungkin ada sekitar 90 juta data pada tahun 2004. Mereka berasal dari pulau Jawa dan terutama ditemukan di provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tetapi di provinsi Jawa Barat, Banten dan tentu saja Jakarta mereka banyak ditemukan. Selain suku Jawa baku terdapat subsuku Osing dan Tengger. Orang Jawa memiliki stereotipe sebagai suku bangsa yang sopan dan halus.Tetapi mereka juga terkenal sebagai suku bangsa yang tertutup dan tidak mau terus terang. Sifat ini konon berdasarkan watak orang Jawa yang ingin menjaga harmoni atau keserasian dan menghindari konflik, karena itulah mereka cenderung untuk diam dan tidak membantah apabila terjadi perbedaan pendapat. Orang Jawa sebagian besar secara nominal menganut agama Islam. Tetapi yang menganut agama Kristen; Protestan dan Katholik juga banyak. Mereka juga terdapat di daerah pedesaan. Penganut agama Buddha dan Hindu juga ditemukan pula di antara masyarakat Jawa. Ada pula agama Page | 1

kepercayaan

suku

Jawa

yang

disebut

sebagai

agama

Kejawen.

Kepercayaan ini terutama berdasarkan kepercayaan animisme dengan pengaruh Hindu-Buddha yang kuat. Masyarakat Jawa terkenal akan sifat sinkretisme kepercayaannya. Semua budaya luar diserap dan ditafsirkan menurut nilai-nilai Jawa sehingga kepercayaan seseorang kadangkala menjadi kabur. Di dalam pergaulan hidup maupun perhubungan-perhubungan sosial sehari-hari mereka berbahasa Jawa. Pada waktu mengucapkan bahasa daerah ini, seseorang harus memperhatikan dan membeda-bedakan keadaan orang yang diajak berbicara atau yang sedang dibicarakan, berdasarkan usia ataupun status sosialnya. Demikian pada prinsipnya ada dua macam bahasa Jawa apabila ditinjau dari kriteria tingkatannya yaitu bahasa Jawa Ngoko dan Jawa Krama. Bahasa Jawa Ngoko dipakai untuk orang yang sudah dikenal akrab, dan terhadap orang yang lebih muda usianya serta lebih rendah tingkatannya atau status sosialnya. Bahasa Jawa Krama digunakan untuk berbicara dengan orang yang belum dikenal tetapi yang sebaya dalam umur dan derajat, juga terhadap orang yang umurnya lebih tua atau status sosialnya lebih tinggi. Bentuk Desa Desa sebagai tempat kediaman yang tetap pada masyarakat orang Jawa, di daerah pedalaman, adalah suatu wilayah hukum yang sekaligus menjadi pusat pemerintahan tingkat daerah paling rendah. Secara adminstratif desa langsung berada di bawah kekuasaan pemerintah kecamatan dan terdiri dari dukuh-dukuh. Tiap-tiap wilayah bagian desa ini diketuai oleh seorang Kepala Dukuh. Di sini dijumpai sejumlah perumahan penduduk beserta tanah-tanah pekarangannya, yang satu sama lain dipisah-pisahkan dengan pagar-pagar bambu atau tumbuh-tumbuhan. Ada di antara rumah-rumah itu yang dilengkapi dengan lumbung padi, kandang-kandang ternak dan perigi, yang dibangun di dekat-dekat rumah atau di halaman pekarangannya. Kemudian sebuah dukuh dengan dukuh lainnya, dihubungkan oleh jalan-jalan desa, yang luasnya sering tidak lebih dari 2 meter. Selain rumah-rumah tersebut yang tampak berkelompok,

Page | 2

dan yang sebagian berjajar menghadap jalan desa itu, ada juga Balai Desa, tempat pemerintahan desa berkumpul, atau mengadakan rapatrapat desa, yang diadakan tiap-tiap 35 hari sekali. Untuk menampung kegiatan-kegiatan pendidikan keagamaan, dan sosial ekonomi rakyat, biasanya ada sekolah-sekolah, langgar atau masjid. Kecuali itu ada pasar yang kelihatan ramai pada hari pasaran. Adapun kuburan desa berada di lingkungan wilayah salah satu sebuah dukuh, sedangkan tanah pertanian berupa sawah-sawah atau ladang-ladang terbentang di sekeliling desa. SUB SUKU JAWA 1. SUKU OSING Suku Osing Jumlah populasi Kawasan dengan jumlah penduduk yang signifikan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur Bahasa bahasa Osing Agama Sebagian besar Islam dan sebuah minoritas beragama Hindu. Kelompok etnis terdekat suku Jawa, suku Tengger, suku Bali Suku Osing adalah penduduk asli Banyuwangi dan merupakan penduduk mayoritas di beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Sejarah Sejarah Suku Osing diawali pada akhir masa kekuasaan Majapahit sekitar tahun 1478 M. Perang saudara dan Pertumbuhan kerajaankerajaan islam terutama Kesultanan Malaka mempercepat jatuhnya Majapahit. Setelah kejatuhannya, orang-orang majapahit mengungsi ke beberapa tempat, yaitu lereng Gunung Bromo (Suku Tengger), Blambangan (Suku Osing) dan Bali. Kedekatan sejarah ini terlihat dari corak kehidupan Suku Osing yang masih menyiratkan budaya Majapahit.

Page | 3

Puputan adalah perang terakhir hingga darah penghabisan sebaga usaha terakhir mempertahankan diri terhadap serangan musuh yang lebih besar dan kuat. Berkembangnya Islam dan masuknya pengaruh luar lain di dalam masyarakat Osing juga dipengaruhi oleh usaha VOC dalam menguasai daerah Blambangan. Masyarakat Osing mempunyai tradisi puputan. Bahasa Osing sangat berbeda dengan Bahasa Jawa sehingga bahasa Osing bukan merupakan dialek dari bahasa Jawa seperti anggapan beberapa kalangan. hal inilah yang menyebabkan kebudayaan masyarakat Osing mempunyai perbedaan yang cukup signifikan dibandingkan dengan Suku Jawa. Namun berkembangnya kerajaan Islam di pantura menyebabkan agama Islam dengan cepat menyebar di kalangan suku Osing. termasuk juga busana tari dan instrumen musiknya. terutama pada hiasan di bagian atap bangunan. Bahasa Suku Osing mempunyai Bahasa Osing yang merupakan turunan langsung dari Bahasa Jawa Kuno seperti halnya Bahasa Bali. Kemiripan lain tercermin dari arsitektur bangunan antar Suku Osing dan Suku Bali yang mempunyai banyak persamaan. Tradisi ini pernah menyulut peperangan besar yang disebut Puputan Bayu pada tahun 1771 M.Kerajaan Blambangan. hal ini sangat terluhat dari kesenian tradisional Gandrung yang mempunyai kemiripan dengan tari-tari tradisional bali lainnya. Dalam sejarahnya Kerajaan Mataram Islam tidak pernah menancapkan kekuasaanya atas Kerajaan Blambangan. Demografi Page | 4 . adalah kerajaan terakhir yang bercorak Hindu-Budha seperti halnya kerajaan Majapahit. Suku Osing mempunyai kedekatan yang cukup besar dengan masyarakat Bali. Bahkan Mereka sangat percaya bahwa Taman Nasional Alas Purwo merupakan tempat pemberhentian terakhir rakyat Majapahit yang menghindar dari serbuan kerajaan Mataram. seperti halnya masyarakat Bali. Kepercayaan Pada awal terbentuknya masyarakat Osing kepercayaan utama suku Osing adalah Hindu-Budha seperti halnya Majapahit. yang didirikan oleh masyarakat osing.

dengan sebagian kecil lainya adalah pedagang dan pegawai di bidang formal seperti karyawan. SUKU TENGGER Suku Tengger Jumlah populasi 500. kaum hydrakula. Kesenian utamanya antara lain Gandrung. Suku Osing tidak mengenal kasta seperti halnya Suku Bali. mereka merupakan penduduk asli. Tari Barong dan Jedor. guru dan pegawai pemda. hal ini banyak dipengaruhi oleh agama Islam yang dianut oleh sebagian besar penduduknya. tetapi telah ditemukan perbedaan stratifikasi di Suku tersebut. 2. Patrol. kaum Drakula. terutama di Kecamatan Banyuwangi. Kecamatan Glagah dan Kecamatan Singojuruh.Suku Osing menempati beberapa kecamatan di kabupaten Banyuwangi bagian tengah dan bagian utara.000. Songgon. Profesi Profesi utama Suku osing adalah petani. Festival budaya dan acara kesenian tahunan lainnya sering diadakan di desa ini. kaum coliba. Seblang. Angklung. Desa kemiren merupakan tujuan wisata yang cukup diminati di kalangan masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya. Kecamatan Kalipuro. Kawasan dengan jumlah Kecamatan Giri. Stratifikasi Sosial Suku Osing berbeda dengan Suku Bali dalam hal stratifikasi sosial. dan Kecamatan Page | 5 . Seni Kesenian Suku Osing sangat unik dan banyak mengandung unsur mistik seperti kerabatnya suku bali dan suku tengger. kaum sudrakula. Kecamatan Rogojampi. Desa Adat Kemiri Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyadari potensi budaya suku osing yang cukup besar dengan menetapkan desa kemiri di kecamatan Glagah sebagai desa adat yang harus tetap mempertahankan nilai-nilai budaya Suku Osing.

Terutama bidang Administrasi Negara dan Militer banyak didominasi orang Jawa. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. yaitu "Teng" akhiran nama Roro An-"teng" dan "ger" akhiran nama dari Joko Se-"ger". Kelompok etnis terdekat suku Jawa Suku Tengger adalah sebuah suku yang tinggal di sekitar Gunung Bromo. tersebar di Pegunungan Tengger dan sekitarnya. Nama Tengger berasal dari Legenda Roro Anteng dan Joko Seger yang diyakini sebagai asal usul nama Tengger. orang Jawa tidak menonjol dalam bidang Bisnis dan Industri. Bagi suku Tengger. Kabupaten Probolinggo. Jawa Timur Bahasa bahasa Jawa Agama Sebagian besar Hindu dan sebuah minoritas beragama Islam dan Kristen. dan Kabupaten Malang. Meski banyak pengusaha Indonesia yang sukses berasal dari suku Jawa. Jawa Timur. yakni menempati sebagian wilayah Kabupaten Pasuruan.penduduk yang signifikan gunung Bromo. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa. Mereka yakin merupakan keturunan langsung dari Majapahit. konon adalah keturunan pelarian Kerajaan Majapahit. orang Jawa bisa ditemukan dalam segala bidang. MATA PENCAHARIAN Di Indonesia. Suku Tengger. Orang-orang suku Tengger dikenal taat dengan aturan dan agama Hindu. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. banyak Page | 6 .

beberapa jenis tanaman palawija juga ditumbuhkan baik sebagai tanaman utama di tegalan maupun sebagai tanaman penyela di sawah pada waktu musim kemarau dimana air sangat kurang untuk pengairan sawah-saah itu. menyewa tanah. kacang tunggak. atau secara adol ceplik. yang disebut adol oyodan. diantara mereka ada yang menggarap tanah pertaniannya untuk dibuat kebun kering ( tegalan ). Tanaman penyela tersebut. kedelai. Banyak variasi pekerjaan sesuai dengan keahlian dan keterampilan yang dimiliki. Pemilik yang kelebihan dapat menjual sawah seperti itu kepada orang lain. bahakna banyak juga yang tidak mempunyaianya sama sekali. maka Page | 7 . kacang tanah. ialah hanya menyewakan sawahnya untuk satu tahun. Dalam hal ini dia bisa menjual secara adol tahunan. Sawah itu ada yang dimiliki sendiri dan sawah ini disebut sawah sanggan dan sawah yasan. pertukangan dan perdagangan. diantaranya adalah ketela pohon. dan buruh di hutan-hutan di luar negeri yang mencapai hampir 6 juta orang. Di dalam melakukan pekerjaan pertanian ini. bagi hasil atau menggadai tanah. Orang yang menyewa tanah. kacang brol. Apabila orang yang tidak mempunyai tanah ingin mendapat hasil dengan cara bagi hasil. ialah menjual lepas sawahnya. Biasanya disamping tanaman padi. Orang seperti itu terpaksa bekerja menjadi buruh tani. artinya memperoleh separo bagian hasil panennya. misalnya untuk satu masa panen. Sedangkan yang lain. Selain sumber penghidupan yang berasal dari pekerjaan-pekerjaan kepegawaian. bertani adalah juga merupakan salah satu mata pencaharian hidup dari sebagian besar masyarakat orang Jawa di desa-desa. karena ia kaya dapat memberikan sejumlah uangnya kepada orang pemilik sawah yang memerlukan. ketela rambat. Dan tentunya kini semakin bertambah banyak.diantara suku Jawa bekerja sebagai buruh kasar dan tenaga kerja indonesia seperti pembantu. terutama mereka yang hidup di daerah pegunungan. Banyak orang di desa tidak memiliki tanah-tanah pertanian yang luas. yaitu yang bertempat tinggal di daerah-daerah yang lebih rendah mengolah tanah-tanah pertanian tersebut untuk dijadikan sawah. dan lain-lain.

Selain sumber penghasilan dari lapangan pekerjaan pokok bertani tersebut. Namun menurut Robson (1971) kata ini bisa pula berasal dari kata Sansekerta priyā. sebagia bunganya. dimana ia mendapat tanha pertanian sebagai barang gadaian untuk diolah. Kalau ia menerima sepertiga bagian saja. umumnya dilakukan oleh kedua belah pihak dengna disaksikan oleh salah seorang anggota Pamong Desa. sistem itu disebut mertelu. Kemudian jika si peminjam uang dan pemilik sawah tersebut berhasil mengembaikan uang pinjamannya pada suatu waktu.sistem itu disebut maro. adapula beberapa sumber pendapatan lain yang diperoleh dari usaha-usaha kerja sambilan membuat makanna tempe. Suatu golongan tertinggi dalam masyarakat karena memiliki Page | 8 . batu atau reparasi sepeda dan lapangan-lapangan pekerjaan lain yang mungkin dikerjakan. Yang dimaksud adalah para adik raja. maka ada yang disebut adol sende. si pemilik sawah biasanya hanya akan menerima seperlima bagian dari seluruh hasil panenan sawahnya. Terutama untuk bagi hasil tanaman palawija kacang brol. menganyam tikar. SISTEM KEMASYARAKATAN  Lapisan sosial  priyayi Kata priyayi konon berasal dari dua kata Jawa para dan yayi yang secara harafiah berarti "para adik". Walaupun demikian ornag yang menggadai tanah itu sudah dapat memungut hasil pertaniannya setidak-tidaknya satu kali masa panen. Sudah barang tentu cara-cara bagi hasil ini tergantung kepada keadaantingkat kesuburan tanah pertanian tersebut. Akhirnya jika orang hendak menggadai tanah. maka tanha pertanian tadi diserahkan kembali kepadanya. mbotok atau membuat minyak goreng kelapa. artinya ia meminjamkan uang kepada orang lain. mencetak batu merah. sosial istilah yang priyayi atau berdarah biru mengacu kepada golongan bangsawan. yang berarti kekasih Dalam merupakan kebudayaan suatu kelas Jawa. dan menjadi tukang-tukang kayu. Hubungan transksi semacam ini. membatik.

sedangkan pengelompokkan santri . ia akan memiliki gelar yang berbeda dari gelar yang telah ia miliki. Dalam realita. Beberapa gelar dari yang tertinggi hingga dengan hanya satu gelar saja yaitu Raden.abangan dibuat berdasarkan sikap dan perilaku seseorang dalam mengamalkan agamanya (Islam). Misalnya seorang laki-laki ningrat yang merupakan Page | 9 .keturunan dari keluarga kerajaan. ada priyayi yang santri dan ada pula yang abangan. bahkan ada pula yang non muslim. dan mengelompokkan masyarakat Jawa ke dalam tiga golongan: priyayi. ia bergelar Raden Mas. santri dan abangan. Kelompok santri digunakan untuk mengacu pada orang yang memiliki pengetahuan dan mengamalkan agama. Istilah priyayi menjadi terkenal saat Clifford Geertz melakukan penelitian tentang masyarakat Jawa pada tahun 1960-an. jadi nama lengkapnya adalah Raden Mas Bomantara. Dan setiap kedudukan yang ia jabat ia akan memilki gelar tambahan atau gelar yang berubah nama. Golongan priyayi tertinggi disebut Priayi Ageng (bangsawan tinggi). Namun penggolongan ini tidaklah terlalu tepat. Yang kebangsawanannya. Ningrat mempunyai gelar-gelar yang menandakan tingkat  biasanya Adalah keluarga keraton dan keturunan bangsawan lainnya. Gelar seorang priyayi juga dapat meningkat seiring dari usianya. Misalnya ketika seorang anak laki-laki lahir diberi nama Bomantara. ketika menapak dewasa (18 atau 21 tahun) bertambah lagi menjadi Bandara Raden Mas Aryo. Misalnya ia menduduki jabatan pemimpin ksatrian maka gelarnya akan berubah menjadi Gusti Pangeran Adipati Haryo. Abangan digunakan untuk mereka yang bukan priyayi dan juga bukan santri. Gelar dalam golongan ini terbagi menjadi bermacam-macam berdasarkan tinggi rendahnya suatu kehormatan. ketika menginjak akil balik gelarnya bertambah satu kata menjadi Bandara Raden Mas. karena pengelompokkan priyayi-non priyayi adalah berdasarkan garis keturunan seseorang. Pada saat dewasa dan telah memiliki jabatan dalam hierarki kebangsawanan.

Page | 10 . akan tetapi tidak mempunyai tempat tinggal sendiri. memperbaiki dan membuat sarana fasilitsa pedesaan. dan masih tinggal bersama orang tuanya atau tinggal (ngenger) dirumah orang lain. Kuli gandok atau lindung Mereka adalah orang laki-laki yang sudah kawin. b. tukang dan pekerja kasar lainnya. mereka memiliki sawah. akan tetapi golongan bujang ini bisa mempunyai tanah baik dari pembelian atau warisan. atau bujangan Mereka semua belum menikah. c. sehingga menjadi Bandara Raden Mas (disingkat BRM). sinoman. serta pekarangannya. Desa-desa di Jawa sering dibagi-bagi menjadi bagian-bagian yang disebut dukuh. Joko. oleh karena itu dalam susunan kepemimpinan desa tiap-tiap dukuh diketuai oleh kepala dukuh. para pamong desa harus sering menggerakkan masyarakat dengan gugur gunung atau kerik desa guna bekerja sama membersihkan.sehingga terpaksa menetap di kediaman mertuanya. Wong Cilik  Merupakan golongan masyarakat yang paling bawah. Dalam hal memelihara dan membangun masyarakat desanya. biasanya hidup didesa-desa dengan sesuai dengan mata pencaharian mereka sebagai petani. Golongan ini juga dapat digolongkan lagi menjadi : a. rumah. mereka adalah keturunan orang-orang yang dahulu yang pertama kali menetap didesa. Wong baku merupakan lapisan tertinggi dalam lingkungan desa di Jawa.keturunan langsung (generasi pertama) dari raja/pemimpin yang memerintah akan mendapat tambahan Bandara (baca "bandoro") di depan gelarnya.

Semua kakak laki-laki atau wanita ayah dan ibu beserta istri atupun suami masing – masing diklasifikasikan menjadi satu dengan istilah siwa atau uwa. Adapun adik dari ayah dan ibu diklasifikasikan ke dalam dua golongan yang dibedakan menurut jenis kelamin menjadi paman dan bibi. d. hal itu yang disebut dahulu diselenggarakan peresmian berbagai upacara-upacara upacara sampai tersebut dilaksanakannya perkawinan. Pelamaran biasa b. Jika orang tua si gadis telah meninggal. yaitu pihak kerabat si gadis yang melamar si jejaka. yaitu suatu perkawinan seorang pria dan wanita atas kemauan kedua orang tua mereka. Jadi merupakan pernikahan sororat. yaitu : a. apakah si gadis sudah ada empunya atau belum (legan). Upacara- Page | 11 . Menurut adat Jawa apabila akan diadakan suatu perkawinan. terlebih adalah  Nakokake Seorang pria pertama-tama datang ke kediaman orang tua si gadis dengan didampingi oleh orang tua sendiri atau wakil orang tuanya untuk menanyakan kepadanya. Dalam adat masyarakat Jawa dikenal adanya ngarang wulu serta wayuh. Magang atau ngenger. misalnya keluarga keraton atau keluarga kyai agung.SISTEM KEKERABATAN Sistem kekerabatan masyarakat Jawa berdasarkan prinsip keturunan bilateral. c. Adapun wayuh adalah suatu perkawinan lebih dari satu istri (poligami). Triman. Ngunggah-ngunggahi. Perkawinan ngarang wulu adalah suatu perkawinan seorang duda dengan seorang wanita salah satu adik dari almarhum istrinya. Masyarakat Jawa mengenal beberapa sistem pernikahan. ialah seorang jejaka yang telah mengabdikan dirinya pada kerabat si gadis. yaitu seorang yang mendapat istri sebagai pemberian atau penghadiahan dari salah satu lingkungan keluarga tertentu. Paksa (peksan). e.

pintu gerbang dari rumah orangtua wanita dihias dengan Tarub (dekorasi tumbuhan). 1000 atau lebih). yaitu : • Dua pohon pisang dengan setandan pisang masak berarti: Suami akan menjadi pemimpin yang baik di keluarga.  Nontoni Calon suami mendapat kesempatan untuk melihat calon istrinya. transportasi. Pohon pisang Page | 12 . dekorasi dari ruangan resepsi. Persiapan yang paling penting adalah Ijab (catatan agama dan catatan sipil). Biasanya sehari sebelum pesta pernikahan. perhiasan dan perlengkapan lain untuk pesta pernikahan. yakni anggota kerabat dekat menurut garis laki – laki (patrilineal). wali untuk Ijab. Panitia mengurus seluruh persiapan perkawinan: protokol. komunikasi dan keamanan. musik gamelan dan tarian. Untuk itu dibentuk sebuah panitia kecil yang terdiri dari teman dekat. dimana tercatat sebagai pasangan suami istri. pembawa acara. pidato pembuka. Dia mengurus dandanan dan pakaian pengantin laki-laki dan pengantin perempuan yang bentuknya berbeda selama pesta pernikahan. Banyak yang harus dipersiapkan untuk setiap upacara pesta pernikahan. Besarnya panitia itu tergantung dari latar belakang dan berapa banyaknya tamu yang di undang (300.nakokake kepada wali. terdiri dari berbeda Tuwuhan (tanaman dan daun). Biasanya dia juga menyewakan pakaian pengantin. 500.  Persiapan Penunjukkan Pemaes. dukun pengantin perempuan di mana menjadi pemimpin dari acara pernikahan. keluarga dari kedua mempelai. makanan dan minuman.

mojo-koro. • Sepasang Tebu Wulung berarti: Seluruh keluarga datang bersama untuk bantuan nikah. • • • Bekletepe Bleketepe yang berada di atas pintu gerbang berarti menjauhkan dari gangguan roh jahat dan menunjukan di rumah mana pesta itu diadakan. Bentuk daun seperti beringin. • Mempunyai bentuk seperti gunung. Pasangan pengantin akan hidup baik dan bahagia dimana saja. Page | 13 . dadap srep berarti: Pasangan pengantin akan hidup aman dan melindungi keluarga. Cengkir Gading berarti: Pasangan pengantin cinta satu sama lain dan akan merawat keluarga mereka. Itu dekorasi sangat indah dan mempunyai arti yang luas. Selain pemasangan tarub juga dikenal adanya Kembar Mayang yang merupakan karangan dari bermacam daun (sebagian besar daun kelapa di dalam batang pohon pisang). alang-alang. Gunung itu tinggi dan besar. pengalaman dan kesabaran. berarti laki-laki harus punya banyak pengetahuan.sangat mudah tumbuh dimana saja.

Payung: Pasangan pengantin harus melindungi keluarganya. cepat berpikir dalam mengambil keputusan untuk keluarganya. Sajen berarti untuk mendoakan leluhur dan untuk melindungi dari gangguan roh jahat. itu digunakan untuk melindungi gangguan setan. diantaranya di kamar mandi. Daun Beringin: Pasangan pengantin akan selalu melindungi • • • • • keluarganya dan masyarakat sekitarnya. Burung: Pasangan pengantin mempunyai motivasi hidup yang tinggi. Bunga karangan. Daun Dadap srep: Daun yang dapat digunakan mengompres untuk menurunkan demam. di dapur. dan lainlain. • Daun Dlingo Benglé: Jamu untuk infeksi dan penyakit lainnya. Patra Manggala: Itu digunakan untuk memperindah • Page | 14 . • • Daun Kruton: Daun yang melindungi mereka dari gangguan setan. pintar dan bijaksana. di jalan dekat rumah. Belalang: Pasangan pengantin akan giat. di mana Tuhan Pencipta melidungi kami. di bawah pintu gerbang. di bawah dekorasi Tarub. Cemeti: Pasangan pengantin akan selalu hidup optimis dengan hasrat untuk kehidupan yang baik.• Keris: Melukiskan bahwa pasangan pengantin berhati-hati dalam kehidupan. berarti pasangan pengantin akan selalu mempunyai pikiran yang jernih dan tenang dalam mengadapi masalah. Tradisionil Sajen (persembahan) dalam pesta adat Jawa itu sangat penting. Sajen diletakan di semua tempat di mana pesta itu diadakan. Sebelum memasang Tarub dan Bekletepe harus membuat hidangan spesial yang dinamakan Sajen. Itu adalah simbol yang sangat berarti.

Siraman di adakan di rumah orangtua pengantin masing-masing. Tujuh macam bubur. sehari sebelum Ijab dan Panggih.Siraman sajen terdiri dari: • • • • • • • • • • • Tumpeng Robyong. tahu. Buna Telon (kenanga. Makna dari pesta Siraman adalah untuk membersihkan jiwa dan raga. lemper. Pesta Siraman ini biasanya diadakan di siang hari. Kelapa muda. Teh dan kopi pahit. magnolia) dengan air Suci. nasi kuning tanpa hiasan. telur. Lantera. daging. cendol. Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau di Page | 15 . melati. Pisang raja dan buah lainnya. Kue manis. nasi kuning dengan hiasan. Rokok dan kretek. Makanan: ayam. Tumpeng Gundul.  Siraman.

Dan ini akan digunakan setelah Siraman.lurik (motif garis dengan potongan Yuyu Sekandang dan Pula Watu). tetapi juga keluarga dekat dan orang yang dituakan. Ibu boleh menyiramkan Page | 16 . magnolia dan kenanga . Jumlah orang yang melakukan Siraman itu biasanya tujuh orang. melati.bango tulak (kain dengan 4 macam motif) . letakkan bersama. Mereka menyeleksi orang yang bermoral baik. Daftar nama dari orang yang melakukan Siraman itu sangat penting. Bahasa Jawa tujuh itu PITU. handuk. Air dari sumur atau mata air. Keluarga dari pengantin wanita mengirim utusan untuk membawa air-bunga ke keluarga dari pengantin laki-laki. Orang pertama yang menyiramkan air ke pengantin adalah ayah. Kursi kecil. Tidak hanya orangtua. Handuk.lima warna . dan lain-lain. Kain batik dari Grompol dan potongan Nagasari. gayung dari 2 kelapa. santan. Dalam pelaksanaan upacara Siraman Pengantin perempuan/laki-laki datang dari kamarnya dan bergabung dengan orangtuanya. air asam Jawa). Beberapa orang jalan di belakangnya dan membawa baki dengan kain batik. Sekarang lebih banyak diadakan di taman.kain putih .di campur dengan air.beberapa macam daun . Kendi. Aroma . Dia mendudukkan di kursi dan berdoa. berarti air suci dan simbol dari intisari kehidupan. biasanya terbuat dari tembaga atau perunggu. ditutup dengan: Tikar . Itu Banyu Suci Perwitosari. Air ini diletakan di rumah pengantin laki-laki.berfungsi seperti sabun. Bunga Setaman . Yang harus dipersiapkan: • • • • • • • Baskom untuk air. • • • • Memakai kain putih selama Siraman. Dia diantar ke tempat Siraman. mereka memberi nama PITULUNGAN (berarti menolong).taman. Tradisionil shampoo dan conditioner (abu dari merang.mawar.dlingo benglé (tanaman untuk obat-obatan) .

Pengantin perempuan/laki-laki duduk dengan kedua tangan di atas dada dengan posisi berdoa. Dia mengikat rambut ke belakang dan mengeraskannya (gelung). Dandanan itu tergantun dari bentuk perkawinan. Setelah Kendi itu kosong. Setelah itu Pemaes membersihkan wajahnya dan lehernya. Mereka menyiramkan air ke tangannya dan membersihkan mulutnya tiga kali. Midodareni itu berasal dari kata Widodari yang berarti Dewi. orang lain boleh melakukan Siraman. Menurut kepercayaan kuno. Keluarga dan teman dekat dari pengantin wanita akan datang berkunjung. dia siap untuk di dandani. Biasanya mereka akan memberi saran dan nasihat. pengantin wanita memakai kebaya dan kain batik dengan motif Sidomukti atau Sidoasih.setalah ayah. Pemaes atau orang yang ditunjuk memecahkan kendi ke lantai dan berkata: 'Wis Pecah Pamore' . Pengantin wanita harus tinggal di kamar dari jam enam sore sampai tengah malam di temani dengan beberapa wanita yang dituakan. wajah. Akhirnya. Pemaes mengeringkan rambutnya dengan handuk dan menberi pewangi (ratus) di seluruh rambutnya. Page | 17 . Itu adalah simbol dari kemakmuran hidup. telinga. calon pengantin wanita akan menjadi cantik sama seperti Dewi. pengantin duduk di kamar pengantin. Kemudian mereka menyiramkan air ke atas kepala. tangan dan kaki juga sebanyak tiga kali. Pemaes menggunakan tradisionil shampoo dan conditioner. Pada malam hari. Setelah mereka. Orang terakhir yang melakukan Siraman adalah Pemaes atau orang sepesial yang telah ditunjuk.  Upacara Midodareni Pelaksanaan pesta ini mengambil tempat sama dengan Ijab dan Panggih. semuanya harus wanita. Pemaes sangat behati-hati dalam merias pengantin.  Upacara Ngerik Setelah Siraman.berarti dia itu tampan (menjadi cantik dan siap untuk menikah). leher. Dewi akan datang dari kayangan.

suaminya yang akan bertanggung Jawab. Di tengah malam semua sajen di ambil dari kamar. kacang. Tujuh macam kain dengan corak letrek. jamu. dan lainlain) di lapisi dengan kain Bango Tulak. Kacang Areca.  Peningsetan atau Srah-Srahan Page | 18 . keluarga dan teman dekat dari pengantin wanita bertemu dengan keluarga dari pengantin laki-laki. Dua kendi (diisi dengan bumbu. Keluarga • • • • • dan tamu dapat makan bersama. Yang harus diletakan di kamar pengantin : • • Satu set Kembar Mayang. Di kamar lain. Dua kendi (diisi dengan air suci) di lapisi dengan daun dadap srep.Orangtua dari pengantin wanita akan menyuapkan makanan untuk yang terakhir kalinya. Mulai dari besok. Ukub (baki dengan bermacam pewangi dari daun dan bunga) diletakan di bawah tempat tidur. beras. Suruh Ayu (daun betel).

Hanya keluarganya boleh masuk ke rumah. Mereka akan menjadi besan. minyak. kedua keluarga beramah tamah. Dengan maksud agar dia bisa menahan lapar dan godaan. Dia duduk di serambi depan rumah bersama dengan beberapa teman dan keluarga. garam. mengharapkan untuk kebahagiaan dan kehidupan yang baik. Mereka membawa hadiah: • Suruh Ayu (daun betel). dia hanya diberi segelas air dan tidak boleh merokok. • Beberapa kain batik dengan corak berbeda. dan lain-lain. • • Cincin untuk pasangan pengantin. mengharapkan untuk keselamatan. Selama itu.Peningsetan berasal dari kata singset (berarti ikatan). Dia boleh makan hanya setelah malam hari. • • • Kain Kebaya. Keluarga dari pengantin laki-laki berkunjung ke keluarga dari pengantin perempuan. Buah-buahan. Setagen putih untuk tanda kekuatan. Pengantin laki-laki tiba bersama dengan keluarganya. Sumbangan uang untuk pesta pernikahan. Hanya pengantin laki-laki tidak bisa bertamu ke kamar pengantin perempuan yang sudah bagus di dekorasi. Sebelum keluarganya meninggalkan rumah. • Beras. tetapi dia tidak boleh masuk ke rumah. gula. mengharapkan kesehatan. tanda dasar kehidupan. utusan dari keluarga pengnatin laki-laki mengatakan kepada tuan rumah bahwa mereka akan Page | 19 . Dalam kesempatan ini. Kedua keluarga menyetujui pernikahan.

 Upacara Ijab Upacara ijab merupakan syarat yang paling penting dalam mengesahkan pernikahan.mengambil alih tanggungJawab pengantin laki-laki. tetapi tidak ke kamar pengantin. perhiasan emas dan kebaya untuk saat ini. minyak rambut mengkilap. Nyantri dilakukan untuk keamanan dan praktisnya. Upacara perkawinan menurut adat Jawa terdiri dari beberapa tahapan yaitu :  Upacara Panggih Suara sangat bagus dan mistik dari Gamelan digabungkan dengan tradisi Panggih atau Temu: pertemuan antara pengantin wanita yang cantik dengan pengantin laki-laki yang tampan di depan rumah yang di hias dengan tanaman Tarub. Itu disebut Nyantri. Pengantin laki-laki juga berpakaian khusus untuk upacara ini. Tempat di adakan Ijab diletakan Sanggan atau Sajen disekitarnya. Pelaksanaan dari Ijab sesuai dengan agama dari pasangan pengantin. Pengantin lakiPage | 20 . Setelah pengunjung meninggalkan rumah. Pengantin wanita dengan gelungan. Mereka dihormati seperti Raja dan Ratu di hari itu. Utusan menyatakan bahwa pengantin laki-laki tidak kembali ke rumah. Pasangan pengantin muncul terbaik. Orangtua dari pengantin perempuan akan mengurus penginapannya. pengantin laki-laki boleh masuk ke rumah. lain. dengan pertimbangan bahwa besok dia harus berpakaian pengantin dan siap untuk Ijab dan upacara pernikahan Setelah selesainya rangkaian persiapan maka dilanjutkan dengan upacara perkawinan.

dua Kembar Mayang diletakan di samping kanan dan kiri dari kursi pasangan pengantin. itu akan mencoba bahwa mereka benar-benar orang yang sejati. bukan setan atau orang lain yang menganggap dirinya sebagai pengantin laki-laki atau perempuan. semua orang tersenyum bahagia. Untuk dekorasi. Mereka melakukannya dengan keinginan besar dan kebahagian. berjalan keluar dari kamar pengantin. Satu orang wanita dari keluarga pengantin laki-laki berjalan keluar dari barisan dan memberi Sanggan ke ibu pengantin perempuan. Menurut kepercayaan kuno. di antar oleh dua wanita yang dituakan. Dengan melempar daun betel satu sama lain. daun betel mempunyai kekuatan untuk menolak dari gangguan buruk.  Upacara Balangan Suruh Pengantin wanita bertemu dengan pengantin laki-laki. Mereka mendekati satu sama lain. melukiskan bahwa setan tidak akan menggangu selama upacara di rumah dan di sekitarnya. Orangtuanya dan keluarga dekat berjalan di belakangnya. sebagai tanda dari penghargaan kepada tuan rumah dari upacara. Kembar Mayang di bawa keluar rumah dan diletakan di persimpangan dekat rumah.  Upacara Wiji Dadi Pengantin laki-laki menginjak telur dengan kaki kanannya. Pengantin perempuan mencuci kaki pengantin laki-laki dengan menggunakan air dicampur dengan bermacam bunga. dengan membawa kipas.laki di antar oleh keluarga dekatnya (tetapi bukan orangtuanya karena mereka tidak boleh berada selama upacara). Itu Page | 21 . Pengantin wanita. Di depannya dua puteri disebut Patah. jaraknya sekitar tiga meter. Dua wanita dituakan atau dua putera membawa dua Kembar Mayang yang tingginya sekitar satu meter atau lebih. Selama upacara Panggih. Dekorasi itu hanya digunakan bila pasangan pengantin sebelumnya tidak pernah menikah. tiba di rumah dari orangtua pengantin wanita dan berhenti di depan pintu gerbang. Mereka mulia melempar sebundel daun betel dengan jeruk di dalamnya bersama dengan benang putih.

ayah pengantin perempuan mengantar pasangan pengantin ke kursi pengantin. ibu pengantin perempuan menutup pundak pasangan pengantin dengan Sindur.melukiskan bahwa pengantin laki-laki siap untuk menjadi ayah yang bertangung Jawab dan pengantin perempuan akan melayani setia suaminya.  Upacara Sindur Binayang Setelah upacara Wiji Dadi.  Upacara Timbang Page | 22 . Ibu memberi dorongan moral. Itu berarti bahwa ayah akan menunjukan jalan kebahagiaan.

Dia memberi restu.  Upacara Tanem Ayah pengantin wanita mendudukan pasangan pengantin ke kursi pengantin. Itu melukiskan bahwa dia menyetujui perkawinan. berarti dia cinta mereka sederajat. Itu melukiskan bahwa suami akan memberi semua gajinya ke istrinya. beras kuning. bunga. dan beberapa mata uang yang berbeda nilainya (jumlah dari mata uang harus genap). padi. pasangan pengantin berjalan bergandengan tangan dengan jari kelingking ke tempat upacara Kacar Kucur atau Tampa Kaya. jamu dlingo benglé. Pengantin perempuan sangat berhati-hati dalam menerima pemberiannya di dalam kain Page | 23 . kacang. pengantin perempuan mendapat dari pengantin laki-laki beberapa kedelai.  Upacara Kacar Kucur atau Tampa Kaya Dengan dibantu oleh Pemaes.  Upacara Tukar Kalpika Pertukaran cincin pengantin simbol dari tanda cinta. Di sana. sementara dia bicara bahwa mereka sama beratnya. jagung.Kedua pasangan pengantin duduk di atas pangkuan ayah dari pengantin wanita.

abon dan hati ayam). Dia akan mengurus dan menjadi ibu rumah tangga yang baik.  Upacara Mertui Orangtua pengantin wanita menjemput orangtua pengantin laki-laki di depan rumah. mereka minum teh manis.  Upacara Sungkeman Mereka bersujud untuk mohon doa restu dari orangtua mereka. di atas tikar yang sudah diletakan di pangkuannya. memberi piring ke pengantin wanita (dengan nasi kuning. tempe. Pertama. Orantua pasangan pengantin memakai motif batik yang sama (Truntum). Pemaes. dan kedua ayah berjalan di belakang. Setelah mereka selesai. dadar telur.  Upacara Dahar Klimah atau Dahar Kembul Pasangan pengantin makan bersama dan menyuapi satu sama lain. berarti Page | 24 . Orangtua dari pengantin perempuan duduk di sebelah kanan dari pasangan pengantin. pengantin laki-laki memakai kembali kerisnya. pengantin laki-laki membuat tiga bulatan kecil dari nasi dengan tangan kanannya dan di berinya ke pengantin wanita. Pemaes mengambil keris dari pengantin laki-laki. Upacara itu melukiskan bahwa pasangan akan menggunakan dan menikmati hidup bahagia satu sama lain.putih. tahu. Orangtua dari pengantin laki-laki duduk di sebelah kiri dari pasangan pengantin. Setelah Sungkeman. Pertama ke orangtua pengantin wanita. kemudian ke orangtua pengantin laki-laki. menjadi pemimpin dari upacara. Kedua ibu berjalan di depan. dia melakukan sama untuk suaminya. Selama Sungkeman. Mereka berjalan bersama menuju ke tempat upacara. Setelah pengantin wanita memakannya.

pasangan akan selalu mempunyai cukup keuntungan untuk hidup baik. perceraian hanya bisa dilakukan dengan persetujuan kedua belah pihak. Pasangan pengantin baru bersama dengan orangtuanya menerima ucapan selamat dari para tamu. dilanjutkan dengan pesta resepsi. Apabila mempelai laki-laki berkehendak membawa istrinya. hal ini dapat dilaksanakan sesudah sepasar. Selain masalah perkawinan. fragment dari cerita wayang atau tari lebih modern Karonsih). Warna merah dari Sindur dengan pinggir berliku berarti bahwa hidup itu seperti sungai mengalir di gunung. istri tidak dalam Page | 25 . Semantara semua tamu menikmati pesta dan makan santapan. Pemboyongan yang disertai pesta upacara lagi di tempat kediaman mempelai laki-laki ini disebut ngunduh temanten. Setelah upacara Pernikahan. Dalam hal ini. dalam adat Jawa juga diatur mengenai masalah perceraian (pegatan). mereka juga memakai Sindur seperti ikat pinggang. Bersamaan dengan itu. atau sama dengan lima hari sejak mereka dipertemukan. Orangtua mengantar mereka ke kehidupan nyata dan mereka akan membentuk keluarga yang kuat. diiringi suara gamelan di ruang resepsi. beberapa penari Jawa menpertunjukan (tari klasiek Gathot Kaca-Pergiwo.

artinya mempunyai tempat tinggal sendiri yang terlepas dari tempat menetap kerabat masing-masing pihak. Dalam sebuah keluarga (kulawarga atau keluarga-batih) Jawa kepala keluarga disebut somah. yang tugasnya memelihara makam leluhur. atau mereka memilih untuk tinggal di tempat tinggal yang baru. Akhirnya. b. Suatu kekerabatan yang lain ialah sanak-sadulur yang terdiri dari orang-orang kerabat keturunan dari seorang nenek moyang sampai derajat ketiga. apabila pasangan pengantin menetap di dekat tempat kediaman kerabat suami. Adat menetap sesudah nikah ada tiga sifat: a. keluarga-batih dalam bentuk keluarga yang luas adalah suatu pengelompokan dari dua-tiga keluarga atau lebih dalam satu tempat tinggal. karena apabila sudah mencapai talak sebanyak tiga kali maka suami istri tersebut harus bercerai selamanya.keadaan hamil dan di hadapan pengulu. Kelompok ini terdiri dari semua kerabat sampai tujuh turunan sejauh masih dikenal tempat tinggalnya. Utrolokal. yaitu dengan memberikan taklik. Apabila seorang istri meminta cerai sedangkan suaminya tidak bersedia maka istri mengadu kepada kaum yang akan meneruskan pengaduan ke Kantor Urusan Agama Kecamatan. Suami dapat menceraikan istrinya dengan menjatuhkan talak. Kantor Urusan Agama Kabupaten yang akan memberi keputusan. sedangkan apabila hal itu dijalankan melebihi batas waktu tersebut dinamakan balen. Dalam hubingan ini sorang janda dapat bergaul dengan seorang laki-laki lain setelah lewat masa iddahnya. Page | 26 . Baik rujuk maupun balen hanya bisa dilaksanakan sesudah talak sampai tiga kali. yang lamanya tiga bulan sepuluh hari atau tiga kali lingkaran haid. Apabila setelah bercerai. Setelah pernikahan pasangan pengantin Jawa bebas menentukan apakah ia akan menetap di sekitar tempat kediaman sendiri atau kerabat. Selain itu terdapat kelompok kekerabatan lain yang disebut alurwaris. suami istri ingin rukun kembali sebelum melebihi jangka waktu seratus hari maka disebut rujuk. Neolokal. Sedangkan sebaliknya istri pun berhak meminta cerai.Pengaduan gugatan perceraian bertingkat-tingkat tersebut dinamakan rapak.

Biasanya dipergunakan untuk pembagian warisan tanah pekarangan. apabila pasangan pengantin menetap di dekat tempat kediaman kerabat istri. Sawah garapan. Biasanya orang tua cenderung memberikan rumah kediamannya kepada tabon. sesungguhnya belum menjadi harta warisan namun sudah ditunjuk kepada siapa masing-masing bagian sawah itu akan diberikan. anak laki-laki ditetapkan mendapat bagian 2/3 sedangkan perempuan 1/3 dari seluruh jumlah warisan orang tua. Sawah gantungan. Page | 27 . Uxorilokal. sedangkan ternak dibagikan sama sesuai jumlah yang ada. Besarnya jumlah pembayaran pajak dituliskan dalam surat tanda pembayaran pajak yang disebut kohir (petuk) yang biasanya dipegang ahli waris yang paling tua. Tanah pertanian (sawah) yang bisa diwariskan adalah sawah sanggan (milik pribadi) yang terdiri atas tiga macam yaitu: a. Dalam pembagian warisan harta peninggalan orang tua dikenal adanya 2 macam cara yaitu perdamaian dan sepikul segendongan. pembagian harta dilakukan melalui permusyawaratan antara para ahli waris. Biasanya anak yang lebih tua mendapat bagian di sebelah barat dan anak yang muda di sebelah timur. merupakan sawah bagian warisan dari seseorang yang pergi meninggalkan sawah tadi. sawah ini juga belum menjadi benda warisan tetapi sudah diberi ijin dari orang tua untuk digarap oleh anak-anak atau menantu laki-lakinya dan setelah orang tua meninggal akan menjadi warisan bagi penggarapnya. sehingga harus dipelihara dan digarap oleh saudaranya sendiri. b. Menurut cara perdamaian. Sawah dunungan. Pemeliharaan benda pusaka diserahkan kepada anak laki-laki tertua. Menurut cara sepikul segendongan.c. yaitu seorang anak lakilaki atau perempuanyang tetap tinggal di rumah bersama orang tua. c. tetapi setelah ia datang hak dan kewajiban tanah pertanian itu kembali kepadanya.

yaitu banda gana untuk suami dan banda gini untuk istri. dan Dialek sosial Karena bahasa ini terbentuk dari gradasi-gradasi yang sangat berbeda dengan Bahasa Indonesia maupun Melayu. Jawa Barat. dan juga huruf Pegon yang diubah sesuai dari huruf Arab. Bahasa Jawa pada dasarnya terbagi atas dua klasifikasi dialek. Jawa Tengah & Jawa Timur di Indonesia.Dalam adat Jawa dikenal adanya pembedaan harta benda milik suami sendiri sebelum kawin (benda gawan) dan harta kekayaan yang diperoleh selama hidup bersama (benda gana gini) keduanya dapat diwariskan. Krama Inggil ( Krama Halus ). Selanjutnya Krama itu terbagi lagi menjadi Krama. sedangkan benda gana gini baru dipersoalkan pembagiannya jika kedua orang tersebut bercerai. Bahasa Jawa ini memiliki aksara-nya sendiri. Krama Madya inipun agak berbeda antara Krama yang dipergunakan dikota / Sala dengan Krama yang dipergunakan di pinggiran / desa. Krama Madya. Bahasa Jawa terbagi menjadi dua yaitu Ngoko dan Kromo. Sedangkan dialek daerah ini didasarkan pada Page | 28 . Bahasa Jawa dianggarkan digunakan sekitar dua per tiga penduduk pulau Jawa. Sedangkan Krama Haluspun berbeda antara Krama Halus/Inggil yang dipergunakan oleh kalangan Kraton dengan kalangan rakyat biasa. BAHASA DAN AKSARA JAWA Bahasa Jawa Bahasa Jawa adalah bahasa pertuturan yang digunakan penduduk suku bangsa Jawa terutama di beberapa bagian Banten. Ngoko sendiri dalam perkembangannya secara tidak langsung terbagi-bagi lagi menjadi ngoko kasar dan ngoko halus ( campuran ngoko dan kromo ). meskipun tergolong rumpun Austronesia. yang dikembangkan dari huruf Pallava. Benda gawan kembali kepada kerabat masing-masing apabila suami istri tidak mempunyai anak. yakni : • • Dialek daerah.

pengelompokannya mengacu kepada pendapat E. Pati) 6. Dialek Tegal 4. Dialek Pantai Utara Timur (Jepara. Dialek Madiun Kelompok kedua di atas sering disebut Bahasa Jawa Standar. Untuk klasifikasi berdasarkan dialek daerah.M. Bojonegoro) 2. Demak. Uhlenbeck. Dialek Banyuwangi (atau disebut Bahasa Osing) Page | 29 . Dialek Jombang 5. Dialek Pekalongan 2. karakter dan budaya setempat. The Hague: Martinus Nijhoff. Dialek Semarang 5. Rembang. Kelompok Bahasa Jawa Bagian Timur : 1. di dalam bukunya : "A Critical Survey of Studies on the Languages of Java and Madura". Dialek Yogyakarta 9. Dialek Bumiayu (peralihan Tegal dan Banyumas) Kelompok pertama di atas sering disebut bahasa Jawa ngapak-ngapak. Perbedaan antara dialek satu dengan dialek lainnya bisa antara 0-70%. Kelompok Bahasa Jawa Bagian Tengah : 1. Dialek Banyumasan 5. Dialek Pantura Jawa Timur (Tuban. Kudus. Dialek Indramayu-Cirebon 3. Dialek Blora 7.wilayah. Dialek Kedu 3. Dialek Surabaya 3. khususnya dialek Surakarta dan Yogyakarta. 1964. Dialek Tengger 6. Dialek Malang 4. Dialek Banten 2. Dialek Bagelen 4. Dialek Surakarta 8. Kelompok Bahasa Jawa Bagian Barat : 1.

dihormati. 5. bahasa dengan tingkatan yang lebih halus masih dipakai oleh beberapa orang Surabaya. seperti majikan. b. dianggap memiliki kedudukan/kekuasaan/pendidikan lebih tinggi. 4. 3. Dialek sosial dalam Bahasa Jawa berbentuk sebagai berikut : 1. Pada umumnya menganggap dialek suroboyoan adalah yang terkasar tapi sebenarnya itu menunjukkan sikap tegas. 8. c. ibu. seperti ayah. dan terus terang. Sikap basa basi yang diagung-agungkan wong Jawa. sebagai bentuk penghormatan atas orang lain. Dipakai oleh penutur untuk berkomunikasi dengan lawan bicara yang: a. Pak Lurah. Meskipun demikian. tidak berlaku di kehidupan arek suroboyo. 6. Dialek ini berkembang dan digunakan oleh sebagian masyarakat Surabaya dan sekitarnya. 7. lugas. Page | 30 . kakek. Bagongan Kedhaton Beberapa jenis dialeg Jawa : ♦ Dialeg Surabaya atau lebih sering dikenal sebagai bahasa Suroboyoan adalah sebuah dialek bahasa Jawa yang dituturkan di Surabaya dan sekitarnya.Kelompok ketiga di atas sering disebut Bahasa Jawa Timuran. Pak Guru. Ngoko Ngoko Andhap Madhya Madhyantara Kromo Kromo Inggil Kromo Inggil adalah suatu tingkatan kehalusan bahasa Jawa tutur. 2. bahasa Suroboyoan dapat dikatakan sebagai bahasa paling kasar. Secara struktural bahasa. dianggap jelas lebih tua.

dialek Banyumasan banyak sekali Page | 31 . ngoko andhap dan madya di Semarang ada di zaman sekarang. kebun binatang menjadi "Bon-bin". Limang rupiah (5 rupiah) menjadi "mang-pi". dan sebagainya. Logat bahasanya agak berbeda dibanding dialek bahasa Jawa lainnya. ♦ Dialek Banyumasan atau sering disebut Bahasa Ngapak Ngapak adalah kelompok bahasa Jawa yang dipergunakan di wilayah barat Jawa Tengah. Jadi contohnya "Taman lele" tak bisa disingkat "Tam-lel" juga Gedung Batu tak bisa menjadi "Ge-bat". karena tidak berani memandang mata lawan bicara ♦ Dialek Semarang adalah sebuah dialek bahasa Jawa yang dituturkan di Semarang. Yogyakarta. Dibandingkan dengan bahasa Jawa dialek Yogyakarta dan Surakarta. Solo. Semarang termasuk daerah pesisir Jawa bagian utara. dsb. Beberapa kosakata dan dialeknya juga dipergunakan di Banten utara serta daerah Cirebon-Indramayu. sebab tergantung kepada kesepakatan dan minat para penduduk Semarang mengenai frasa mana yang disingkat. Indonesia. Walau letak daerah Semarang yang heterogan dari pesisir (Pekalongan/Weleri. itu tanda bahwa orang tersebut sejatinya pengecut. Dialek ini tak banyak berbeda dengan dialek di daerah Jawa lainnya. Boyolali dan Salatiga. Hal ini disebabkan bahasa Banyumasan masih berhubungan erat dengan bahasa Jawa Kuna (Kawi).misalnya dalam berbicara. maka tak beda dengan daerah lainnya. seratus (100) menjadi "nyatus". Para pemakai dialek Semarang juga senang menyingkat frase. wong Jawa menekankan tidak boleh memandang mata lawan bicara yang lebih tua atau yang dituakan atau pemimpin. Namun tak semua frasa bisa disingkat. misalnya Lampu abang ijo (lampu lalu lintas) menjadi "Bang-Jo". Tapi dalam budaya arek suroboyo. Kudus/Demak/Purwodadi) dan dari daerah bagian selatan/pegunungan membuat dialek yang dipakai memiliki kata ngoko. karena dianggap tidak sopan.

Dialek ini terkenal dengan cara bicaranya yang khas. itulah sebabnya bahasa Banyumasan dikenal dengan bahasa Ngapak atau Ngapak-ngapak.bedanya. Contoh: Kata-katanya masih menggunakan dialek ngapak dalam tuturannya agak bandek:  "Nyong": aku. kata-kata yang berakhiran huruf mati dibaca penuh. Jadi jika di Solo orang makan 'sego' (nasi). tersebar di timur Kebumen: Prembun. sebab merupakan pertemuan antara dialek "bandek" (Yogya-Solo) dan dialek "ngapak" (Banyumas). di wilayah Banyumasan orang makan 'sega'. Purworejo. tetapi orang Magelang memakai "aku" orang Temanggung yang di kotanya juga menggunakan "aku" di Parakan juga sebagian kecil menggunakan "aku" Page | 32 . misalnya kata enak oleh dialek lain bunyinya ena. Magelang dan khususnya Temanggung. Selain itu. Sebagian besar kosakata asli dari bahasa ini tidak memiliki kesamaan dengan bahasa Jawa standar (Surakarta/Yogyakarta) baik secara morfologi maupun fonetik. sedangkan dalam dialek Banyumasan dibaca enak dengan suara huruf 'k' yang jelas. Perbedaan yang utama yakni akhiran 'a' tetap diucapkan 'a' bukan 'o'. Banten Cirebon Banyumasan Utara sire pisan keprime n ♦ an pisan kepriben Tegalan Pisan riwe sira/rika sira/rika & Jawa Standar kowe banget pun Indonesi a kamu sangat a keprimen/kepriben/kep piye/kepriye/kepri bagaiman Dialek Kedu Dialek Kedu adalah sebuah dialek bahasa Jawa yang dituturkan di daerah Kedu.

Dialek Tegal merupakan salah satu kekayaan bahasa Jawa. menjadikan dialek yang ada di Tegal beda dengan daerah lainnya. selain Banyumas. pengguna dialek Tegal tidak sertamerta mau disebut ngapak karena beberapa alasan antara lain: perbedaan intonasi.  "njagong": duduk (bahasa Jawa standar: lungguh) "Trus Priben": Lalu bagaimana (bahasa Jawa standar: "gandhul": pepaya "banjur piye" atau "terus piye")  ♦ Dialek Tegal Tegal termasuk daerah Jawa Tengah di dekat perbatasan bagian barat. juga di daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat. Meskipun memiliki kosa kata yang relatif sama dengan bahasa Banyumas. Kurikulum yang mereka terima seolaholah merupakan 'paksaan' agar menggunakan menggunakan dialek Jawa Tengah dan Yogyakarta yang bukan merupakan bahasa ibu mereka. Ciri khas Selain pada intonasinya. yakni apa yang terucap sama dengan yang tertulis. dan makna kata. dialek Tegal memiliki ciri khas pada pengucapan setiap frasanya. pengucapan. Pengucapan kata dan kalimat agak kental. Untuk lebih jelas. mari kita amati beberapa contoh dan tabel berikut ini: Dialek Tegal padha saka sega apa tuwa Bahasa Jawa Standar Podho Soko Sego Opo Tuwo Salah satu persoalan yang selalu dihadapi oleh para siswa sekolah (SD sampai SMA) adalah dalam hal mata pelajaran bahasa daerah (Jawa). Letak Tegal yang ada di pesisir Jawa bagian utara. Page | 33 .

Bilangan dalam bahasa Jawa Bila dibandingkan dengan bahasa Melayu atau Indonesia. Aksara Jawa bila diamati lebih lanjut memiliki sifat silabik (kesuku-kataan). Beberapa buah aksara itu bisa digabungkan secara langsung untuk membentuk sebuah kata.5 karo tengah. kalih tengah (Krama) Aksara Jawa Hanacaraka atau dikenal dengan nama caraka adalah abjad / alat tulis yang digunakan oleh suku Jawa (juga Madura. Palembang. seprasekawan (Krama) 3/4 telung prapat. dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata "hari". sepalih (Krama) 1/4 saprapat.a dasa a a setung kali tig sekaw gangs ne sang sedas Krama pitu wolu gal h a an al m a a tel ne sang sepulu Ngoko siji loro papat lima pitu wolu u m a h Fraksi • • • • 1/2 setengah. separo. Sebagai contoh : Page | 34 . Hal ini bisa dilihat dengan struktur masing-masing huruf yang paling tidak mewakili 2 buah huruf (aksara) dalam huruf latin. tigang prasekawan (Krama) 1. bahasa Jawa memiliki system bilangan yang agak rumit. Bali. dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata "nabi". Sunda. Aksara Na yang mewakili dua huruf yakni N dan A. dan Sasak).t. Sebagai contoh aksara Ha yang mewakili dua huruf yakni H dan A. Bahasa Jawa Kuna 1 sa 2 rwa 3 tel u 4 pat 5 lima 6 ne m 7 pitu 8 9 10 wwal sang sapulu u a h sapt naw Kawi eka dwi tri catur panca sad as.

Adapula tafsir berbeda yang diajarkan oleh Pakubuwono IX. Tafsir tersebut adalah:  Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada " utusan " yakni utusan hidup. Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Khalik ) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Maksudnya manusia harus pasrah.   Page | 35 . jumbuh. cocok " tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. susunan aksara tersebut dapat membentuk kalimat: Hana Caraka (Terdapat Pengawal).  Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Maga Bathanga (Keduanya mati). manusia dan kewajiban manusia Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data " saatnya ( dipanggil ) " tidak boleh sawala " mengelak " manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan.Bila diucapkan. Jaya itu " menang. Data Sawala (Berbeda Pendapat). Raja Kasunanan Surakarta. ( sebagai ciptaan ). ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Maksudnya ada yang mempercayakan. Padha Jayanya (Sama kuat/hebatnya). menerima dan menjalankan kehendak Tuhan. unggul " sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan " sekedar menang " atau menang tidak sportif. Maksudnya padha " sama " atau sesuai. Ketiga unsur itu adalah Tuhan. berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia.

hasrat diarahkan untuk kesejahteraan alam  Da Dumadining dzat kang tanpa winangenan .mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi Page | 36 . meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat.sumarah pada garis kodrat.pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi  Ca Cipta wening. cipta mandulu.membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan  Wa Wujud hana tan kena kinira . titis. cipta dadi . tutus. Makna Huruf  Ha Hana hurip wening suci .rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani  Ka Karsaningsun memayu hayuning bawana . gaib candra.menerima hidup apa adanya  Ta Tatas. Jumlah aksara / huruf pada hanacaraka berjumlah 20 buah tampak pada gambar berikut. totalitas. satu visi. ketelitian dalam memandang hidup  Sa Sifat ingsun handulu sifatullah . berusaha untuk menanggulanginya.adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci  Na Nur candra.ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas  La Lir handaya paseban jati . warsitaning candara .mendasar.arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal  Ra Rasaingsun handulusih . titi lan wibawa .

Artinya Page | 37 .memahami kodrat kehidupan  Ma Madep mantep manembah mring Ilahi .Hakekat Allah yang ada disegala arah  Dha Dhuwur wekasane endek wiwitane .yakin atas titah/kodrat Illahi  Nya Nyata tanpa mata.sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niatan  Nga Ngracut busananing manungso .belajar pada guru nurani  Ba Bayu sejati kang andalani . ngerti tanpa diuruki . bagaimana Carakan bisa menuliskan huruf mati. Sebagai contoh kata "banda" yang bila dipisahkan menurut silabiknya adalah "ban" dan "da". maka kita harus menuliskan bentuk pasangan da.menyelaraskan diri pada gerak alam  Tha Tukul saka niat .Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar  Ja Jumbuhing kawula lan Gusti Selalu berusaha menyatu memahami kehendak-Nya  Ya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi . Kemudian menuliskan aksara Na karena aksara Na mewakili dua buah huruf latin yakni N dan A sehingga kita tidak bisa langsung menuliskan aksara da. Untuk mematikan huruf Na.melepaskan egoisme pribadi manusia Pasangan Jika Carakan / aksara Jawa lebih bersifat silabis (kesuku-kataan).yakin/mantap dalam menyembah Ilahi  Ga Guru sejati sing muruki . Suku kata yang pertama suku kata ban. Untuk menuliskan ban ini pertama-tama adalah dengan menuliskan aksara Ba terlebih dahulu. Bentuk pasangan disebutkan memiliki fungsi untuk menghubungkan suku kata yang tertutup konsonan dengan suku kata berikutnya. Pasangan memiliki fungsi untuk menghubungkan suku kata yang tertutup (diakhiri) konsonan dengan suku kata berikutnya. Hal ini bisa diJawab dengan adanya pasangan. Pa Papan kang tanpa kiblat .

Aksara Murda dan pasangannya Page | 38 . Pada kasus di atas aksara Na diikuti pasangan Da yang berarti Na akan dibaca sebagai N. Bentuk-bentuk pasangan itu adalah: Aksara Murda Pada aksara hanacaraka memiliki bentuk murda (hampir setara dengan huruf kapital) yang seringkali digunakan untuk menuliskan katakata yang menunjukkan :      Nama Gelar Nama Diri Nama Geografi Nama Lembaga Pemerintah Dan Nama Lembaga Berbadan Hukum. Bentuk pasangan ini ada yang dituliskan di bawah dan ada juga yang di atas sejajar dengan aksara. Untuk itulah pada perangkat lunak ini kita gunakan huruf kapital untuk menuliskan aksara murda atau pasangannya). Semua aksara pokok yang ada di Carakan memiliki pasangannya masing-masing. (Kata-kata dalam Bahasa Indonesia yang menunjukkan hal-hal diatas biasanya diawali dengan huruf besar atau kapital.bahwa huruf yang diikuti pasangan akan dimatikan sehingga menjadi konsonan.

b. Contoh: Page | 39 . Murda tidak dapat dipakai sebagai sigeg (konsonan penutup suku kata). maka ada dua aturan yang dapat dipergunakan yakni dengan menuliskan aksara murda terdepannya saja. c. ditambah dengan beberapa aturan tambahan yakni : a.Aturan Pengunaan Untuk aturan penulisan Aksara murda ini hampir sama dengan penulisan aksara-aksara pokok di Hanacaraka. Bila dalam satu kata atau satu kalimat ditemui lebih dari satu aksara murda. Bila ditemui aksara murda menjadi sigeg. contoh berikut bisa digunakan sebagai acuan untuk menuliskan Aksara Murda. Contoh Pemakaian Aksara Murda Untuk melengkapi aturan penggunaan aksara murda ini. maka dituliskan bentuk aksara pokoknya. atau dengan menuliskan keseluruhan dari bentuk aksara mudra yang ditemui.

layar. wulu dan lainnya. c. terutama yang berasal dari bahasa asing. Bila aksara swara menemui sigegan (konsonan pada akhir suku kata sebelumnya). Aksara ini tidak dilengkapi dengan bentuk pasangan. cecak. maka sigegan itu harus dimatikan dengan pangkon. Bentuk Aksara Swara Aksara Swara tidak seperti aksara-aksara yang lain. Contoh: Page | 40 . Aksara Swara dalam penulisan Hanacaraka digunakan untuk menuliskan aksara vokal yang menjadi suku kata. contoh berikut bisa digunakan sebagai acuan untuk menuliskan Aksara Murda.Aksara swara Kegunaan Aksara Swara Aksara Swara sebagaimana aksara Murda memiliki fungsi dan kegunaan tertentu. b. untuk mempertegas pelafalannya. Aksara swara dapat diberikan sandangan wignyan. suku. Aksara swara tidak dapat dijadikan sebagai aksara pasangan. diikuti aturan penulisan aksara swara sebagai berikut : a. Contoh Penggunaan Aksara Swara Untuk melengkapi aturan penggunaan aksara murda ini. adapun bentuk Aksara Swara ini adalah sebagai berikut : Aturan Penulisan Aksara Swara Dalam menuliskan Aksara Swara.

tolong. aksara yang tidak mendapat sandangan diucapkan sebagai gabungan anatara konsonan dan vokal a. siapa. Adapun bentuk dari sandangan bunyi vokal ini adalah : Pemakaian Sandangan Wulu Sandangan Wulu dipakai untuk melambangkan vokal ( i ) di dalam suatu suku kata. Sedangkan wulu ditulis di bagian atas akhir suatu aksara. Sandangan Bunyi Vokal (Sandhangan Swara) Sandangan bunyi vokal ada lima buah. Sandangan suku pada pasangan dituliskan mengikuti letak penulisan pasangan itu. misalnya :  Vokal a dilafalkan /a/. misalnya : Sandangan di dalam aksara Jawa dapat dibagi menjadi tiga golongan yakni sebagai berikut : 1. Sandangan suku dipakai untuk melambangkan bunyi vokal u yang bergabung dengan bunyi konsonan di dalam suatu suku kata. yakni / / dan /a/. Vokal a di dalam bahasa Jawa mempunya dua macam varian.  Vokal a dilafalkan seperti o pada kata bom. ada. Penulisan sandangan suku pada aksara. tokoh doi dalam bahasa Indonesia. seperti a pada kata pas. Pemakaian Sandangan Suku Penulisan sandangan suku dapat dituliskan dalam dua keadaan yaitu : 1. pokok. yang mendapatkan 2. atau vokal U yang tidak dituliskan dengan aksara swara. atau (la). Di dalam tulisan Jawa. Apabila sandangan suku mengikuti pasangan aksara (ka). (ta). Apabila selain wulu juga terdapat sandangan yang lain.Sandangan suku dituliskan serangkai di bagian bawah akhir aksara sandangan itu. maka pasangan ini harus dirubah dulu ke dalam Page | 41 . Penulisan sandangan suku pada pasangan. Letak sandangan sukunya sendiri tetap berada pada bagian bawah akhir dari pasangan. maka sandangan wulu digeser sedikit ke kiri. semua di dalam bahasa Indonesia.Sandangan Sandangan adalah tanda yang dipakai sebagai pengubah bunyi di dalam tulisan Jawa.

Apabila selain pepet juga terdapat sandangan cecak. Untuk aksara yang mendapatkan pasangan ini. Pemakaian Sandangan Pepet Kegunaannya untuk dipakai untuk melambangkan vokal e di dalam suatu suku kata. dan (pa). (sa). Pengecualian: Sandangan pepet tidak dipakai untuk menuliskan suku kata re dan le yang bukan sebagai pasangan.  é untuk penulisan sandangan pepet  e untuk penulisan sandangan taling Pemaikaian Sandangan Taling Tarung Sandangan taling tarung dipakai untuk melambangkan bunyi vokal O yang tidak dituliskan dengan aksara swara di dalam suatu suku kata.bentuk aksara pokoknya dahulu. maka penulisan pepet berada di atas pasangannya. Aturan penulisan sandangan pepet tertera sebagai berikut: Sandangan pepet ditulis di bagian atas akhir aksara. kecuali untuk aksara yang mendapatkan pasangan yang dituliskan di atas seperti sandangan (ha). Untuk Sandangan taling tarung dituliskan mengapit aksara yang dibubuhi sandangan itu. maka dibedakan sebagai berikut . baru kemudian diberikan sandangan suku. maka sandangan pepet digeser sedikit ke kiri dan sandangan layar ditulis di sebelah kanan pepet. Apabila selain pepet juga terdapat sandangan layar. maka sandangan pepet digeser sedikit ke kiri dan sandangan cecak ditulis di dalam pepet. dan (pa). (sa). Pemakaian Sandangan Taling Untuk membedakan penggunaan sandangan pepet dengan taling. Sandangan taling tarung untuk aksara pasangan di tuliskan mengapit aksara yang dimatikan (yang menjadi sigeg). maka Page | 42 . Penempatan sandangan pepet pada aksara yang mendapatkan pasangan dituliskan sesuai dengan aturan di atas. Untuk aksara pasangan yang ada di atas seperti pasangan (ha). Sebab suku kata re dan le yang bukan pasangan dilambangkan dengan tanda pacerek (re) dan Nga lelet (le).

Apa bila sandangan cecak mengikuti sandangan wulu.  Sandangan cecak ditulis di atas aksara belakang sandangan wulu. Pemakaian Sandangan Wignyan Sandangan wignyan adalah pengganti sigegan ha (konsonan ha di akhir suku). Pemakaian Sandangan Pangkon Tidak seperti ketiga sandangan sebelumnya. 2. Fungsi-fungsi itu adalah :  Sandangan pangkong dipakai sebagai penanda bahwa aksara yang dibubuhi sandangan pangkon itu merupakan aksara mati. Pemakaian Sandangan Cecak Sandangan cecak digunakan untuk menuliskan sigegan ng (sepasang konsonan nga di akhir suku kata). ada tiga buah kondisi dalam menuliskan sandangan cecak.  Sandangan cecak ditulis di atas aksara di dalam pepet. Penulisan wignyan diletakkan di belakang aksara yang dibubuhi sandangan itu. atau aksara penyigeging wanda. Sandangan cecak apabila mengikuti sandangan pepet.taling ditaruh didepan aksara sigeg. Penulisan layar ditulis dibagian atas akhir aksara yang mengikuti. Sandangan Konsonan Penutup Suku Kata (Sandhangan Panyigeging Wanda) Sandangan penutup suku kata ada 4 buah. sandangan pangkong memiliki beberapa fungsi. sandangan layar digunakan untuk pengganti sigegan ra (konsonan ra di akhir suku). aksara penutup suku kata. sedangkan tarung ditaruh di belakang aksara pasangan. maka penulisan cecak di taruh di dalam sandangan pepet. maka sandangan cecak dituliskan di belakang sandangan wulu. Pemakaian Sandangan Layar Hampir sama dengan sandangan wignyan. Sandangan cecak dituliskan menurut aturan ini bila menemui keadaan aksara yang diikuti tidak memiliki sandangan di atas aksara selain dirinya. Page | 43 . yakni :  Sandangan cecak ditulis di atas aksara.

) di dalam ejaan latin. senilai dengan pada lingsa. Sandangan Cakra Keret Sandangan Cakra Keret dipakai untuk melambangkan gugus konsonan yang berunsur akhir konsonan r dengan diikuti vokal e pepet. Di dalam Hanacaraka ada lima buah gugus konsonan yang digunakan dalam bentuk sandangan. atau tanda koma (. maka sandangan cakra dan pepet ditulis menjadi cakra keret. Page | 44 . suku kata kra memiliki gugus konsonan kr. adhiku dolanan ijen. Pada kasus ini pangkong berfungsi ganda. cakra la. Sandangan Cakra Sandangan cakra merupakan penanda gugus konsonan yang unsur terakhirnya berwujud konsonan r. cecak. di samping untuk mematikan aksara.  Sandangan pangkon dapat juga dipakai sebagai pembatas bagian kalimat atau rincian yang belum selesai. cakra wa. Tanda cakra ditulis serangkai di bawah bagian akhir aksara yang diberi tanda cakra itu. Aksara yang sudah diberikan cakra dapat diberikan sandangan lagi selain sandangan cakra. Tanda cakra keret ditulis serangkai di bawah bagian akhir aksara yang diberikan tanda keret itu. Sandangan pangkon dapat ditulis untuk menghindarkan penulisan aksara yang bersusun lebih dari dua tingkat. Sandangan Gugus Konsonan Gugus konsonan adalah kumpulan dari dua konsonan dalam Hanacaraka yang akan membentuk suatu suku kata. Dan apa bila sandangan itu adalah pepet. aku angon sapi. sebagai contoh kraton yang dapat dipisah menjadi kra-ton.Sandangan pangkong ditulis di belakang aksara yang di bubuhi sandangan itu. Dengan kata lain cakra keret digunakan sebagai ganti tanda cakra yang mendapatkan penambahan sandangan pepet. o Contoh: bapak macul. o Contoh : benik klambi 3.

pikirane goreh. dhuwur. Bentuk tanda baca yang ditangani dalam perangkat lunak ini ada 4 buah yakni : 1) Adeg-adeg Adeg adeg dipakai di depan kalimat pada tiap-tiap awal alinea. Contoh: wis meh jam telu esuk. Pada Lingsa Pada lingsa dipakai pada akhir bagian kalimat sebagai tanda intonasi setengah selesai. lan pakulitane ireng. Contoh: wong gedhe. sumini durung bisa turu. paragraf dan lainnya. Contoh: Ibu ngendika. Contoh: Ibu mundhut emas 75 gram. Tanda ini hampir setara dengan titik. piring.  Pada pangkat dipakai untuk mengapit petikan langsung. lan gelas. Tanda Baca Dalam Hanacaraka terdapat pula tanda-tanda baca yang digunakan dalam penulisan kalimat. Tanda ini hampir setara dengan penggunaan koma(.). Contoh: aku arep tuku bala pecah : mangkok.  Pada pangkat dipakai untuk mengapit angka. "sapa kancamu" Page | 45 .Sandangan Pengkal Sandangan Pengkal dipakai untuk melambangkan konsonan y yang bergabung dengan konsonan lain di dalam suatu suku kata. Tanda pengkal ditulis serangkai di belakang aksara yang diberi tanda pengkal. 2) 3) Pada Lungsi Pada lungsi dipakai pada awal suatu kalimat. goreh amarga mikirna bojone kang wis telung dina iki durung mulih. 4) Pada Pangkat  Pada pangkat dipakai pada akhir pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian.

Upacara ini dipimpin oleh modin. tuyul. pantang makan makanan tertentu. misalnya dengan berpuasa. • Islam Kejawen penganut agama Islam ini beranggapan walaupun tidak menjalankan shalat. orang Jawa pada suatu kekuatan yang disebut kasakten. arwah atau roh leluhur. tetapi tetap percaya kepada ajaran keimanan agama Islam. lelembut. bahkan kematian. berselamatan. yaitu seorang pegawai masjid yang berkewajiban mengumandangkan adzan karena dianggap mahir membaca do keselamatan dari dalam ayat-ayat Al Quran. dan bersaji. dan makhluk halus seperti misalnya memedi. Hampir semua selamatan ditujukan untuk memperoleh keselamatan hidup dengan tidak ada gangguan apapun. atau puasa. Page | 46 . serta jin dan lainnya yang menempati alam sekitar tempat tinggalnya. kebahagiaan. ketentraman ataupun keselamatan. Menurut kepercayaan makhluk halus tersebut dapat mendatangkan sukses. Maka apabila seorang Jawa hidup tanpa menderita gangguan ia harus berbuat sesuatu untuk mempengaruhi alam semesta. kesehatan. demit. Kecuali itu mereka tidak terhindar dari kewajiban berzakat. terdapat pemeluk agama nasrani dan agama besar lainnya. namun sebaliknya mereka juga dapat menimbulkan gangguan pikiran. Kebanyakan orang Jawa percaya bahwa hidup manusia di dunia ini sudah diatur dalam alam semesta sehingga mereka memiliki sikap nerima yaitu menyerahkan diri kepada takdir. Selain itu.SISTEM KEPERCAYAAN Agama Islam berkembang baik di kalangan masyarakat Jawa.Pemeluk agama Islam pada masyarakat Jawa dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu : • Islam Santri adalah penganut agama Islam Jawa yang secara patuh dan teratur menjalankan ajaran-ajaran dari agamanya. Selain itu. serta tidak bercita-cita naik haji. Tuhan mereka sebut Gusti Allah dan Nabi Muhammad adalah Kanjeng Nabi. Selamatan adalah upacara makan bersama yang makanannya telah diberi doa sebelum dibagi-bagikan.

Upacara yang berhubungan dengan kematian serta saat sesudahnya dilakukan karena orang Jawa sangat menghormati arwah orang meninggal dunia. yang hadir umumnya adalah saudara.Upacara selamatan dapat digolongkan ke dalam empat macam sesuai peristiwa atau kejadian dalam kehidupan manusia sehari-hari. kopi ataupun uang dan lain-lain )yang tujuannya untuk meringankan beban keluarga. bahan untuk sayur. Selamatan dalam rangka lingkaran hidup seseorang seperti hamil tujuh bulan. Upacara adat ini diselenggarakan setelah acara penguburan jenazah. Rangkaian upacara selamatan (sedekahan) yang ditujukan untuk menolong keselamatan roh nenek moyang tersebut di dalam akhirat ialah: a. gula. Tidak ada undangna khusus untuk acara ini. kelahiran. Sedekah Surtanah atau Geblak yang diadakan pada saat meninggalnya seseorang. serta upacara yang berhubungan dengan kematian serta saat sesudahnya. jika ada hidangna yang disajikan itu hanya seadanya. Selain doa biasanya juga ada acara tahlilan yang dilanjutkan dengan mengaji bersama. Tidak ada acara kendhuren. Bisa juga jika keluarga yang ”kesripahan” ingin sodaqoh bisa dengan membuat makanan yang banyak atau menyiapkan besek Page | 47 . Inti dari upacara surtanah adalah berdoa. teman atau tetangga atau siapa saja yang mau ikut berdoa. terutama keluarganya. upacara potong rambut pertama. tetangga yang dekat dan ulama yang diundang. diselenggarakan secara sederhana. yang diutamakan untuk berdoa adalah putra-putri dari orang yang meninggal. umumnya tetangga hadir dengan membawa bahan-bahan panganan ( beras. Upacara Tujuannya surtanah untuk ini memberikan doa supaya arwah dari orang yang meninggal itu mendapat pengampunan. saudara dekat. upacara menusuk telinga. yakni: 1. telur. upacara menyentuh tanah untuk pertama kali.

Sedekah Mendak sepisan dan Mendak pindo. c. g. Selamatan yang berhubungan dengan hari-hari serta bulan-bulan besar Islam 4. sebagai upacara selamatan sesudah kematian seseorang bertepatan dengan genap seribu harinya. Sedekah Mitung dina ialah upacara selamatan saat sesudah menginggalnya seseorang yang jatuh pada hari ketujuh. d.untuk dibawa pulang yang hadir tapi itu tidak wajib. Sedekah Nyatus yakni upacara keselamatan kematian yang diadakan sesudah hari keseratus sejak saat kematiannya. Yang dianjurkan adalah orang lain yang membawa bantuan untuk keluarga yang ”kesripahan”. Sedekah Nelung dina ialah upacara selamatan kematian yang diselenggarakan pada hari ketiga sesudah saat meninggalnya seseorang. Tempat yang dipilih biasanya tempat yang dianggap keramat dan mengandung bahaya ghaib (angker)agar terhindar dari gangguan makhluk halus. masing-masing upacara selamatan kematian yang dilakukan pada waktu sesudah satu tahun dan dua tahun dari saat meninggal seseorang. Sedekah Matangpuluh dina atau upacara keselamatan kematian seseorang pada hari keempat puluh. Upacara juga disebut sedekah Nguwis-nguwisi artinya yang terakhir kalinya. Selain upacara selamatan. Sesajen merupakan penyerahan sajian pada waktu dan di tempat tertentu dalam rangka kepercayaan kepada makhluk halus. Selamatan yang bertalian dengan bersih desa. b. f. Selamatan pada saat-saat yang tidak tertentu berkaitan dengan kejadian-kejadian. Sedekah Nyewu. 3. 2. misalnya menempati rumah atau menolak bahaya (ngruwat). Sesajen merupakan ramuan tiga macam bunga (kembang telon) Page | 48 . pada masyarakat Jawa juga dikenal adanya sesajen. e. penggarapan tanah pertanian dan setelah panen padi.

bahkan pada burung perkutut. atau badan halus. Dalam kehidupan masyarakat Jawa terdapat berbagai macam aliran kebatinan. yang macamya yaitu: 1. Ruwatan biasanya disrtai pertunjukkan wayang kulit sehari semalam dengan mengambil cerita Batara Kala. Masyarakat Jawa juga mengenal adanya upacara sesaji panyadran agung yang dilakukan tiap tahun oleh keluarga Kraton Yogyakarta bertepatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau disebut juga Gerebeg Mulud. uang recehan. serta jin dan lain-lain. Aliran kehindu-jawian. Aliran yang bersifat mistik. gamelan. Menurut kepercayaan masyarakat Jawa. Ruwatan dilakukan oleh dukun. yang ajarannya banyak mengambil unsur keimanan agama Islam. yang pandai menyembuhkan penyakit dan mengenyahkan ruh jahat. kendaraan istana (kereta Nyai Jimat dan Garuda Yeksa). dengan syariat yang sengaja dibedakan dengan syariat Islam dan mengandung banyak unsur Hindu-Jawa. serta kepada raksasa Batara Kala. dan kue apem yang ditaruh dalam besek ataupun bungkusan daun pisang kemudian ditempatkan di atas meja untuk dikutug. sehingga orang Jawa yang mempunyai anak akan mengadakan ruwatan untuk menghindarkan anaknya dari bahaya. dengan usaha manusia untuk mencari kesatuan dengan Tuhan. 3. Sedangkan Batara Kala adalah raksasa yang mempuyai kekuatan sakti untuk mendatangkan bencana pada benda atau manusia. Page | 49 . Aliran yang keislam-islaman. air bekas siraman tersebut dapat memberi berkah. yang percaya pada adanya ruh halus. keris. Gerakan atau aliran kebatinan yang keuaniyahan. yang pengikutnya percaya kapada dewa agama Hindu 4. 2. Ada sesajen yang dibuat pada tiap malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon.yang dimasukkan ke dalam air. Untuk kendaraan istana setiap setahun sekali pada hari Jumat Kliwon pada bulan Sura dibersihkan dengan upacara siraman yang dilakukan di dalam lingkunagn istana (Ratawijaya) secara terbuka.kemenyan. Adapun kepercayaan kepada kekuatan sakti (kasakten) ditujukan kepada benda-benda pusaka.

dia sekaligus yang menolong proses persalinan sampai dengan perawatan selama Ngerak Ngerak adalah sebuah tradisi memandikan anak kecil dengan umur dibawah 5 tahun. Selain itu upacara ini juga dilaksanakan oleh orang Jawa yang tidak menganut ajaran Islam pula.Contoh aliran kebatinan yang pernah berkembang di daerah selatan Yogyakarta misalnya ”ADARI” singkatan ”Agama Jawa Asli Republik Indonesia”. puput puser dilakukan oleh seorang dukun bayi. dilakukan prosesi iring-iringan. Hendra Pusara. Mekanismenya hampir sama dengan prosesi tasyakuran biasa. merupakan reminisensi daripada upacara sraddha Hindu yang dilakukan pada jaman dahulukala. terdapat upacara. Hanya pada menu makanannya ditambahin menu ngethingi. Mitung mbengeni juga sebagai pertanda puput puset pada bayi. Hidup Betul Iman Agama Hak. bengi: malam) adalah sebuah prosesi yang dilakukan pada bayi pada malam ketujuh sejak kelahirannya. Selain yang telah dijelaskan. Hidup Betul.upacara adat yang lain yaitu sebagai berikut : Sadran Sadran merupakan Upacara masyarakat Jawa Baru (dan Madura serta mungkin juga Sunda) yang disebut dengan nama sadran atau bentuk verbal nyadran. Upacara sadran ini dilakukan dengan berziarah ke makam-makam dan menabur bunga (nyekar). Upacara ini dilakukan oleh orang Jawa pada bulan Jawa-Islam Ruwah sebelum bulan Puasa. Untuk orang jaman dulu. Page | 50 . Ramadan. Mitung Mbengeni Mitung Mbengeni (berasal dari Bahasa Jawa: pitu: tujuh. bulan di mana mereka yang menganut ajaran Islam berpuasa. dan Parda Pusara Penitisan Rohani. Sebelum berangkat dari rumah. disebuah belik. Hampir semua gerakan kebatinan ini bertujuan menuju kesempurnaan hidup manusia. dengan menempatkan si anak didepan sang ibu atau keluarga belum bisa memperlakukan bayi sebagaimana mestinya.

atas dosa/kesalahannya yang diperkirakan bisa berdampak kesialan didalam hidupnya. mulai dari permainan. kemudian dimandikan dengan kembang tujuh rupa oleh sesepuh setempat. Page | 51 . Sesampainya di belik. Sedangkan yang paling menarik adalah seekor ayam panggang yang ditaruh disebelah kiri tas piramida. tetapi sekarang diadaptasi dengan ajaran agama. Tak lupa pula. Upacara adat ini berasal dari buadaya adat Jawa kuna yang sifatnya sinkretis. Uniknya. ♦ Ruwatan Adalah Tradisi ritual Jawa sebagai sarana pembebasan dan penyucian. sajian makanan. Sesampainya dirumah. mantu poci juga dihadiri oleh ratusan bahkan ribuan undangan. sebagian besar dari anak-anak peserta Ngerak tertarik untuk mengambil kaki ayam panggang tersebut. dan relasi. mantu poci juga bertujuan agar penyelenggara seperti menjadi layaknya membesarkan putra putri mereka. di pintu masuk ruang resepsi disediakan kotak sumbangan berbentuk rumah. Mantu poci pada umumnya diselenggarakan oleh pasangan suami istri yang telah lama berumah tangga namun belum juga dikarunai keturunan. dengan cara inti melangsungkan 'pesta perkawinan' antara sepasang poci tanah berukuran raksasa. Seperti layaknya pesta perkawinan. kemudian dilepas dengan pesta besar dengan mengundang sanak saudara. sampai dengan makanan. Mantu Poci Mantu Poci adalah salah satu kebudayaan di wilayah Tegal (Jawa Tengah).dengan posisi di gendong dengan menggunakan selendang berwarna kuning. Entah sebuah kebetulan ataukah memang bermakna khusus. dan beraneka pementasan untuk menghibur para undangan yang hadir. si anak di suruh menaiki piramida yang terbuat dari bambu yang berisi pernak-pernik. Lengkap dengan dekorasi. Selain merasa sebagai harapan agar pasangan orang tua suami yang istri telah segera berhasil mendapatkan keturunan.

Page | 52 . Tokoh ini adalah anak Batara Guru (dalam cerita wayang) yang lahir karena nafsu yang tidak bisa dikendalikannya atas diri Dewi Uma. diyakini akan menjadi mangsanya Batara Kala. Tradisi ruwatan di Jawa ( Jawa tengah) awalnya diperkirakan berkembang didalam cerita Jawa kuno. Kembang sepasang atau kembar. yang dalam tradisi pewayangan disebut "Kama salah kendang gumulung ". Beras kuning c. d. e.Tradisi "upacara /ritual ruwatan" hingga kini masih dipergunakan orang Jawa. perempuan. c. yang kemudian sepermanya jatuh ketengah laut. orang yang diruwat harus menjalani siraman air suci dan gunting rambut. Kain pitung werna b. Ketika raksasa ini menghadap ayahnya (Batara guru) untuk meminta makan. Dalam tradisi Jawa orang yang keberadaannya mengalami nandang sukerto/berada dalam dosa. atau meruwat berarti: mengatasi atau menghindari sesuatu kesusahan bathin dengan cara mengadakan pertunjukan/ritual dengan media wayang kulit. yang isi pokoknya memuat masalah pensucian. oleh Batara guru diberitahukan agar memakan manusia yang berdosa atau sukerta. akhirnya menjelma menjadi raksasa. Yang akan mengalami penderitaan atau sukerta. sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosanya/kesalahannya yang berdampak kesialan didalam hidupnya. Sendang kapit pancuran atau laki-laki. perlu mengadakan ritual tersebut. orang yang manandang sukerto ini. maka untuk mensucikan kembali. Uger-uger lawang atau dua anak laki-laki semua. Jarum kuning d. Menurut ceriteranya. b. Yang lahir tunggal atau ontang-anting. yaitu pembebasan dewa yang telah ternoda. Kembang pitung rupa Jika untuk tolak bala atau membuang sial orang yang mengalami sukerta. rambutnya lalu dilarung di laut. agar menjadi suci kembali. laki-laki. Jenis manusia yang disukai Bathara Kala yaitu : a. Sesajen yang perlu disiapkan untuk upacara ini adalah : a.

ikan asin. dan sebagainya. dianjurkan bahwa lauk-pauk yang digunakan terdiri dari hewan darat (ayam atau sapi). kluwak. Page | 53 . Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ada tradisi tidak tertulis yang menganjurkan bahwa pucuk dari kerucut tumpeng dihidangkan bagi orang yang profesinya tertinggi dari orang-orang yang hadir. hewan laut (ikan lele. kemiri. ikan bandeng atau rempeyek teri) dan sayur-mayur (kangkung. Namun demikian. Dalam pengartian makna tradisional tumpeng. Tidak ada lauk-pauk baku untuk menyertai nasi tumpeng. bambu gading yang berjumlah lima ros ditanam pada kempat ujung rumah disertai empluk (tempayan kecil) yang berisi kacang hijau . bayam atau kacang panjang). kedelai hitam. berkembang tradisi 'tumpengan' pada malam sebelum tanggal 17 Agustus. abon. untuk mendoakan keselamatan negara. serundeng. urap kacang panjang. Di Yogyakarta misalnya. Setiap lauk ini memiliki pengartian tradisional dalam budaya Jawa dan Bali. telur ayam dan uang dengan diiringi doa mohon keselamatan dan kesejahteraan serta agar tercapai apa yang dicita citakan. ikan asin atau lele goreng. kedelai goreng. dan daun seledri. Ini dimaksudkan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang tersebut. beberapa lauk yang biasa menyertai adalah perkedel. telur dadar/telur goreng. Variasinya melibatkan tempe kering. timun yang dipotong melintang.Selesai upacara ngruwat. Tumpeng Acara yang melibatkan nasi tumpeng disebut secara awam sebagai 'tumpengan'. Tumpeng biasa disajikan di atas tampah (wadah tradisional) dan dialasi daun pisang.

Di bagian puncak tumpeng ini diletakkan telur ayam. sebuah keluarga yang dikaruniai tambahan jumlah anggota baru (melahirkan) wajib melaksanakan syukuran dengan selalu membuat masakan yang berbahan dasar sayur-sayuran (lebih tepatnya dan lazimnya yang digunakan adalah daun pepaya muda).warna putih pada nasi putih menggambarkan kesucian dalam adat Jawa. dan sebagainya.Tumpeng ini digunakan pada syukuran kehamilan tujuh bulan.Variasi Nasi Tumpeng :  Tumpeng Robyong . tunangan. Biasa disajikan di atas tampah yang dialasi daun pisang. keselamatan dan berkah dari Syang Hyang Widi. Selain satu kerucut besar di tengah.warna kuning menggambarkan kekayaan dan moral yang luhur. seperti kelahiran. Tumpeng Nasi Uduk . dengan tujuan agar mendapat lindungan. Tumpeng Putih . Dibuat dari nasi putih yang disajikan dengan lauk-pauk sayuran. Ritual ini biasanya dilakukan oleh kepala adat.      Kutug Kutug merupakan ritual membakar kemenyan yang dilakukan oleh penganut ajaran tertentu. Digunakkan untuk acara sakral.Tumpeng ini biasa disajikan pada upacara siraman dalam pernikahan adat Jawa. Digunakan untuk syukuran acara-acara gembira.Disebut juga tumpeng tasyakuran. Digunakan untuk peringatan Maulud Nabi. Ritualnya. dihari-hari tertentu.digunakan pada saat kematian seorang wanita atau pria yang masih lajang. Ngethingi Ngethingi merupakan tradisi tasyakuran sebagai bentuk atau moment peringatan terhadap seorang bayi ketika berusia tertentu. Tumpeng ini diletakkan di dalam bakul dengan berbagai macam sayuran. Tumpeng Nujuh Bulan . bawang merah dan cabai. terasi. Ada beberapa Page | 54 . Tumpeng Pungkur . pernikahan. Tumpeng ini terbuat dari nasi putih. Tumpeng Nasi Kuning . Tumpeng ini kemudian dipotong vertikal dan diletakkan saling membelakangi. tumpeng ini dikelilingi enam buah tumpeng kecil lainnya.

Sunan Giri II telah membuat penyesuaian antara sistem kalender Hijriyah dengan sistem Kalender Jawa pada waktu itu. Mitung Mbengeni 2. atau mengunci mulut. Nyetauni 5. Awal dari afiliasi ini. Diantaranya adalah : 1. menjadi aktivitas yang menurut banyak cerita masih mewarnai tradisi masyarakat Yogyakarta.tahapan yang dilakukan oleh suatu keluarga dalam rangka ngethingi. berkaca pada diri atas apa yang dilakoninya selama setahun penuh. hingga memacetkan lalu-lintas di seputaran kraton dan jalan protokol. Dengan Tapa Bisu. kawasan Parangtritis. Begitu pula di Pantai Parangkusumo. dengan caranya sendiri-sendiri. banyak orang melakukan ritual menjelang 1 Sura tahun Jawa 1940 yang jatuh esok paginya. tanggal 19 Januari 2007. Yang paling mudah ditemui di seputaran Yogyakarta. Kungkum atau berendam di sungai besar. Tradisi Jawa Malam hari. Yang dapat dimaknai sebagai upacara untuk mawas diri. Tidak sedikit. menghadapi tahun baru di esok paginya. Kretek. tidak mengeluarkan kata-kata selama ritual ini. Mitoni 4. Maka tahum 931 H atau 1443 tahun Jawa baru. Neloni 3. Ngarotengahi Malam Satu Suro Latar belakang dijadikannya 1 Muharam sebagai awal penganggalan islam oleh Khalifah Umar bin Khathab. untuk dapat dikatakan demikian. warga yang melakukan ritual Mubeng Beteng. yaitu pada jaman pemerintahan kerajaan Demak. Page | 55 . yang masih menjunjung tradisi dengan filosofis tinggi. konon untuk memperkenalkan kalender islam di kalangan masyarakat Jawa. adalah Tirakatan dan Pagelaran Wayang Kulit. Bantul Yogyakarta. Sabtu Pahing. seorang khalifah islam dijaman etelah nabi Muhammad wafat. sendang atau sumber mata air tertentu.

di Yogyakarta.Pantai Parangkusumo Dari sekian acara yang tentu saja berlangsung di tiap pelosok Yogyakarta. Hal ini yang menarik perhatian saya untuk berkunjung kesana di malam satu Suro. Page | 56 . Meski begitu.“wanita pendamping” tampak bertebaran menjadi konsekuensi atas berjubelnya pengunjung. pijat tradisional dan -kalau saya tidak salah mengartikan. Tukang obat tradisional. Apalagi malam satu Suro di kawasan pantai selatan dengan segala macam pernak-pernik mistisnya. menjadi dua kegiatan utama pada malam itu. Labuhan dilangsungkan pada pagi hari tanggal 15 Suro. menjadi ritual yang tidak asing di telinga masyarakat Jawa. Labuhan. memiliki daya tarik tersendiri di malam satu Suro. Kawasan pantai Parangtrisits. Namun. Parangkusumo memang biasa menjadi tempat berlangsungya prosesi ini. Wayang Kulit Semalam Suntuk Tradisi dan warisan budaya Jawa ini tak pernah lepas dari tiap momen penting. dan berbagai jasa lainnya. Tumpah ruahnya pengunjung tiap tahunnya dimanfaatkan betul oleh pedagang kembang. khususnya Parangkusumo. pengunjung dan masyarakat yang datang tidak hanya disuguhi keramaian pagelaran wayang dan keheningan suasana Cepuri yang mistis. khususnya adat. makanan. perkiraan saya salah. Ritual ini menjadi ritual tahunan Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat. Hal ini yang saya dapat dari penuturan warga sekitar. Dijubeli ratusan pengunjung yang berbaur dengan pedagang dan hiruk pikuknya lalu lalang kendaraan bermotor tidak mengurangi khidmatnya pagelaran wayang malam itu. Wayang dan Nyekar di Cepuri Parangkusumo.

Upacara adat ini kurang dikenal pada daerah-daerah tertentu. Di daerah tertentu upacara ini juga disebut tingkeban. Mitoni atau Tingkeban Mitoni berasal dari kata ”pitu” ( 7 ). Waktunya harus diselenggarakan pada hari yang baik menurut hitungan hari Jawa.Ngupat Ngupat atau ngupati adalah salah satu upacara adat yang dilakukan saat calon ibu mengandung ( mbobot ) 4 bulan. Ngliman Ngliman adalah salah satu upacara adat ”wetwngan” yang diselenggarakan ketika calon ibu mengandung lima bulan. Rangkaian acara dari ”mitoni” adalah sebagai berikut : Page | 57 . Kata ”ngliman” berasal dari kata lima ( 5 ). Tujuannya adalah untuk keselamatan calon bayi dan ibu atau untuk tolak bala jadi hampir sama seperti mitoni. Ngupati ini mengandung maksud sebagai lambang bahwa ”jabang bayi” sudah masuk dalam tahap keempat dalam proses penciptaan manusia. Tujuannya adalah untuk keselamatan calon bayi dan calon ibu dan juga untuk tolak bala. Kata ”ngupat ” berasal dari kata papat ( 4 ) atau kupat. Tujuan dari upacara adat ini adalah sama dengan ngupati yaitu upacara untuk keselamatan bayi dan calon ibu atau juga untuk tolak bala. Jadi menurut orang Jawa ”wetengan” umur tujuh bulan itu proses penciptaan manusia itu sudah nyata dan sudah sempurna atau Sapta Kawasa Jati. Jabang bayi yang berumur tujuh bulan itu sudah mempunyai raga yang sempurna. Yang membedakan dengan upacara adat ”meteng” lainnya yaitu ada sajian kupat yang ditaruh didalam tempat yang biasa disebut ”besek” yang dibawa pulang oleh orang yang hadir pada acara kenduren. Upacara adat ini diselenggarakan saat calon ibu mengandung 7 bulan. berbeda dengan upacara adat ”mitoni” yang sudah umum dikenal oleh masyarakat Jawa dan juga dikenal oleh masyarakat nusantara.

Senthir itu Page | 58 . Istilah lain dari ari-ari adalah aruman atau embing-embing ( mbingmbing ). Orang Jawa itu percaya bahwa bahwa ari-ari itu adalah salah satu dari ”sedulur papat” atau ”sedulur kembar” dari si bayi sehingga ari-ari harus dirawat dan dijaga. 7) Mencuri telur. 3) Salin rasukan ( ganti baju ) 4) Brojolan ( memasukkan kelapa gading muda ). 8) Kenduren. Tata caranya adalah sebagai berikut . ini menjadi simbol pepadadang untuk bayi. yaitu hari senin siang sampai malam. Mendhem ari-ari Mendhem ari-ari adalah salah satu upacara kelahiran yang umum diselenggarakan dan juga di daerah – daerah ( suku-suku ) lain. 1) Ari-ari dicuci sampai bersihdan dimasukkan kedalam kendhi atau batok kelapa. 5) Memutus lawe atau lilitan benang ( janur ).Rangkaian acara untuk upacara mitoni ini lebih banyak daripada upacara ngupati. ( umumnya lampu senthir ) untuk penerangan. yaitu: 1) Siraman 2) Memasukkan telur ayam kampung didalam kain calon ibu oleh calon bapak. Ari-ari itu bagian penghubung antara ibu dan bayi waktu bayi masih didalam rahim. Waktu pelaksanaannya menurut orang Jawa mitoni itu harus diselenggarakan pada hari yang benar-benar bagus. 6) Memecahkan wajan dan gayung. Yaitu tempat yang digunakan untuk memendham ari-ari diberi lampu dihidupkan sampai 35 hari ( selapan dina ). Atau hari jumat siang sampai malam.

Sepasaran Adalah salah satu upacara adat Jawa waktu bayi berumur 5 hari. Umumnya diselenggarakan sore dengan acara kenduren dengan mengundang saudara dan tetangga.2) Sebelum ari-ari dimasukkan alas kendhi diberi ”godhong senthe” lalu kendhi itu ditutup dengan lemper yang masih baru dan dibungkus kain mori. Tujuannya adalah untuk keselamatan proses kelahiran juga untuk perlindungan terhadap bayi dan dengan harapan bayi yang lahir menjadi anak yang baik perilakunya. 3) Kendhi lalu digendong. Puputan atau Dhautan Puputan itu sebenarnya mempunyai makna ”tali puser bayi puput”. Rangkaian acaranya diawali dari mendhem ari-ari yang dilanjutkan dengna bagi-bagi sesajen brokohan untuk saudara dan tetangga. Yang memendam kendhi harus bapak dari bayi. Brokohan Brokohan adalah salah satu upacara adat Jawa untuk menyambut kelahiran bayi. bancakan dan memberi nama bayi. diselenggarakan setelah maghrib. dipayungi. Upacara adat ini mempunyai makna sebagai ungkapan syukur dan sukacita karena kelahiran itu selamat. 4) Lokasi penguburan kendhi harus berada di sebelah kanan pintu utama rumah. Biasanya ada upacara slametan di upacara puputan ini. Brokohan itu asal katanya dari bahasa Arab yaitu ”barokah” yang artinya mengharapkan berkah. Acara ini bagus Page | 59 . dibawa ke lokasi penguburan. Kata sepasaran berasal dari kata sepasar. Acaranya yaitu kendhuren. Upacara adat ini umumnya diselenggarakan secara sederhanatetapi jika bersamaan dengan pemberian anma bayi. Jadi upacara ini diselenggarakan waktu bubar pupute dari pusar bayi. Suguhan yang disajikan umumnya adalah air minum dan ”jajan pasar” tetapi juga ada “besek” yang nantinya dibawa pulang. upacara ini diselenggarakan secara lebih meriah.

Upacara adat ini kadang juga disebut upacara mreti desa dan biasanya digabung dengn upacara adat sedekah bumi atau mreti bumi. biasanya disebut ”injak tanah” di Jakarta atau juga disebut ”mudhun lemah”. Setiap daerah mempunyai atat cara dan prosesi upacara yang berlainan menurut kebiasaan masing-masing tetapi tujuannya sama saja. Page | 60 . Tujuan dari mengadakan upacara ini adalah: 1) Untuk mengucapakan syukur kepada tuhanyang sudah memberi hasil panen padi yang melimpah. Upacara ini sebagai lambang bahwa anak bersiap-siap menjalani hidup dengan dituntun orangtua dan diselanggarakan jika anak sudak berumur 7 selapan atau 245 hari ( 7 x 35 = 245 ). Urutan kegiatannya : 1) Tedhak sega pitung warna 2) Mudhun tangga tebu 3) Ceker-ceker 4) Kurungan 5) Sebar udik-udik 6) Siraman Sedekah Bumi Bersih desa adalah salah satu upacara adat Jawa yang diselenggarakan setelah selesainya panen padi. serta bencana.Tedhak siti atau Tedhak Siten Tedhak siti adalah salah satu upacara adat untuk anak yang berumur 7 bulan. jadi maksudnya sebagai ungkapan syukur “tandhuran” padi berhasil panen dan hasilnya baik. Tedhak Siten itu berasal dari kata tedhak atau idhak dan siten ( dari kata siti yang berari lemah atau tanah ). Upacara ini di daerah yang lain di nusantara juga ada. roh atau arwah yang gentayangan dan juga dari gangguan penyakit. Pada jaman dahulu upacara adat ini dikaitkan dengan Dewi sri yang dianggap sebagai dewi Padi karena keberhasilan panen itu hasil kemurahan dari Dewi sri yang wajib disyukuri. 2) Untuk menjaga keselamatan para warga desa dari gangguan hal-hal yang gaib.

3) Untuk membersihkan desa dan warganya dari halangna atau kesusahan supaya keadaan desa menjadi tentram dan aman. Prosesi Umumnya dimulai setelah panen pertama. Lokasi upacara pertama di sawah yang sudah dilengkapi dengan ”ubo rampe’ yaitu janur kuning, kembang setaman, kemenyan, kaca, suri, banyu kendhi, jajan pasar, bungkusan nasi dan pisang. Setelah acara berdoa, padi yang sudah dipetik digotong ke lumbung padi. Di lumbung padi juga disiapkan perangkat upacara lanjutan yang umumnya dibuat dari daun. Diantaranya daunkluwih, dhadhap serep, godhong mojo, godhong tebu, godhong jati juga godhong luh. Masing-masing godhong ( daun ) itu mempunyai makna. Munggah wuwungan Adalah salah satu upacara adat yang diselenggarakan setelah wuwungan dibangun dalam proses membangun rumah. Istilah munggah wuwungan ini biasanya disebut juga munggah gendheng. Upacara ini diselenggarakan saat rangka wuwungan sudah jadi tetapi gendeng belum dipasang. Upacara adat ini uga dikenal di daerah-daerah lain di Nusantara. Upacara ini sebenarnya upacara untuk syukuran karena rumah yang dibangun sudah mempunyai wuwungan jadi sebentar lagi sudsh bisa dipake sehingga tidak akan kepanasan atau kehujanan. Puncak acaranya adalah kendhuren, diutamakan untuk tuakang-tukang yang membangun rumah dan para tetangga yang berada dekat dengan rumah yang dibangun. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh ulama. Biasanya acara kendhuren munggah wuwungan ini diselenggarakan siang atau setelah shalat dhuhur, jadi sekalian dengan makan siang para tukang dan jamaah serta ulama yang baru keluar dari masjid atau langgar bisa langsung ikut dan pulangnya bisa membawa besek. Sesajen juga perlu disiapkan untuk digantung disalah satu kayu di wuwungan. Yang tidak digantung hanya bendhera merah putih yang dipasang dengan galah dengna panjang sedang 9 tidak terlalu panjang ), yang bisa kelihatan dari rumah tetangganya. Sesajen yang harus disiapkan :

Page | 61

1) Gedhang setandan 2) Tebu ireng sewit 3) Pari secukupe 4) Kelapa seiji uga bendhera Grebeg Maulud Perayaan Grebeg

Puncak

peringatan

hari

kelahiran

Nabi

Muhammad

S.A.W.

diperingati dengan penyelenggaraan upacara Grebeg Maulud yang diselenggarakan pada tanggal 12 Maulud, atau pagi hari esoknya, setelah kedua perangkat gamelan Kyai Nogowilogo dan Kyai Guntur madu dibawa masuk kembali ke dalam Kraton oleh masyarakat Yogyakarta, kejadian ini lazim disebut dengan istilah Bendhol Songsong. Pada pagi hari, pukul 08.00, upacara dimulai dengan parade kesatuan prajurit Kraton yang mengenakan pakaian kebesarannya masing-masing. Puncak dari upacara ini adalah iringan gunungan yang dibawa ke Masjid Agung . Setelah di Masjid diselenggarakan doa dan upacara persembahan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, sebagian gunungan dibagi-bagikan pada masyarakat umum dengan jalan diperebutkan. Bagian-bagian dari gunungan ini umumnya dianggap akan memperkuat tekad dan memiliki daya tuah terutama bagi kaum petani, mereka menanamnya dilahan persawahan mereka, untuk memperkuat doanya agar lahannya menjadi subur dan terhindar dari berbagai hama perusak tanaman. Selain upacara Grebeg Maulud, didalam satu kurun tahun Jawa terdapat upacara-upacara Grebeg yang lain, yakni Grebeg Syawal yang diselenggarakan pada tanggal 1 bulan Syawal sebagai ungkapan terima kasih masyarakat kepada Tuhan dengan telah berhasil diselesaikannya ibadah puasa selama satu bulan penuh dibulan Suci Ramadhan, dan

Page | 62

Grebeg Besar yang diselenggarakan pada tanggal 10 bulan Besar, berkaitan dengan peringatan hari Raya Qurban Idhul Adha. Upacara Jamasan Bagi orang Jawa, benda-benda pun dianggap memiliki jiwa. Oleh karena itu, benda-benda itu harus diperlakukan istimewa yang nyaris sama seperti manusia itu sendiri. Mungkin saja ini masih dianggap sebagai animisme, tapi tentu saja orang Jawa akan menyangkalnya. Yang jelas, untuk benda-benda milik Keraton Yogyakarta seperti kereta, gamelan, maupun pusaka, semuanya memiliki nama seperti manusia. Ada Kiai Sangkelat, Kiai Nagasasra (keris), Kiai Guntur Madu (gamelan), ada pula Kanjeng Nyai Jimat dan Kyai Puspakamanik (kereta). Di Keraton Yogyakarta, benda-benda itu selalu dicuci yang diistilahkan dengan nama dijamasi pada bulan Sura (Muharam) dan selalu pada hari istimewa Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon. Cara jamasan itu sendiri juga khas. Semua yang terlibat dalam ritual itu harus mengenakan pakaian adat Jawa peranakan. Mereka, semuanya laki-laki, mengenakan kain panjang, surjan, dan penutup kepala blangkon. Mereka berbusana seperti itu karena mereka akan menjamasi sebuah kereta. Kereta ini dibuat pada tahun 1750-an, semasa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I, diberi nama Kanjeng Nyai Jimat. Kereta itu menjadi tunggangan Sultan Hamengku Buwono I sampai III. Kereta itulah yang setiap bulan Sura selalu dijamasi karena dianggap sebagai kereta cikal-bakal kereta lainnya. Berbentuk anggun, bergaya kereta kerajaankerajaan Eropa, beroda empat, dua buah yang besar di belakang, dan dua buah di depan agak kecil, diperkirakan ditarik oleh enam sampai delapan kuda. Sebuah simbol kewibawaan seorang raja. Kereta yang penuh ukiran itu sendiri memiliki pintu dan atap sehingga mirip mobil. Kereta itu tersimpan di dalam Museum Kereta Keraton Yogyakarta. Di sana ada sekitar selusin kereta yang sebagian besar masih bisa digunakan. Setiap Kanjeng Nyai Jimat dijamasi, dan dia selalu ditemani oleh salah sebuah kereta lain yang dipilih secara bergantian setiap tahunnya.

Page | 63

potongan rambut serta potongan kuku beliau ditanam di dalam areal tanah sengker (suatu areal tanah yang dianggap keramat di daerah Parangkusumo). Proses pencucian kereta ini memiliki nilai wisata ritual magis religius. Misteri jamasan pusaka itu sendiri akhirnya memang tinggal misteri yang dipelihara turun-temurun. di dalam keraton juga ada jamasan pusaka. Kereta itu menjadi tumpangan para pangeran pada pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VIII. Jamasan biasanya seorang pejabat keraton yang khusus menangani masalah perawatan kereta.Kemudian ada Kyai Puspakamanik. Sehingga bisa dikatakan bahwa kedua upacara ini yaitu tradisi malam 1 Suro dan Upacara Labuhan merupakan 2 hal yang saling berkaitan di dalam tradisi Kraton Yogyakarta. jamasan pusaka itu tidak boleh dilihat oleh umum. bunga dan lain-lain ke laut selatan . Upacara Labuhan Selain itu terdapat pula Upacara Labuhan yang merupakan rangkaian dari Tradisi 1 Sura. Sehingga banyak orang rela berebut bekas air cucian kereta dengan cara menampung aliran air dari badan kereta dan memasukkan air bekas cucian itu ke dalam botol bekas air kemasan maupun jerigen. Berbagai pakaian bekas yang pernah dipergunakan oleh Sri Sultan. Sebenarnya. Semisteri pusaka yang dipercayai memiliki kekuatan supra natural itu sendiri. sebuah kereta hadiah dari Kerajaan Belanda yang dibuat pada tahun 1901. Page | 64 . hal ini dikarenakan masyarakat Jawa percaya bahwa air ini akan membawa berkah bagi mereka. karena mereka percaya bahwa air ini mengandung hal gaib/sakti karena pemiliknya merupakan orang yang sakti. sirih. Akan tetapi. di samping jamasan kereta. sebagai bentuk permohonan untuk mendapatkan kesejahteraan dan keselamatan kepada Ratu Kidul Penguasa laut Selatan . Dimana pagi hari sesudah malam 1 Sura maka diadakan Upacara labuhan yaitu dengan mempersembahkan pakaian wanita . alat-alat rias.

Seni tari adalah ungkapan yang disalurkan / diekspresikan melalui gerak-gerak organ tubuh yang ritmis. yang termasuk seni tari bermutu tinggi. Beberapa contoh tarian gaya surakarta. Wireng. Sumber utamanya terdapat di Keraton Surakarta dan di Pura Mangkunegaran. Tari semacam itu termasuk jenis kesenian tradisional. kata tersebut mempunyai maksud dan pengertian bahwa orang yang akan menari haruslah benar-benar menuju satu tujuan. Singosari. Selain tari yang bertaraf kraton (Hofdans). Dari kedua tempat inilah kemudian meluas ke daerah Surakarta seluruhnya dan akhirnya meluas lagi hingga meliputi daerah Jawa Tengah. Tari mengalami kejayaan yang berangkat dari kerajaan Kediri. Surakarta merupakan pusat seni tari. Bahkan tari tidak dapat dilepaskan dengan kepentingan upacara adat sebagai sarana persembahan. terus sampai jauh di luar Jawa Tengah. Majapahit khususnya pada pemerintahan Raja Hayam Wuruk. indah mengandung kesusilaan dan selaras dengan gending sebagai iringannya.PRODUK BUDAYA Seni Tari Tari sering disebut juga ”beksa”. Seni tari yang berpusat di Kraton Surakarta itu sudah ada sejak berdirinya Kraton Surakarta dan telah mempunyai ahli-ahli yang dapat dipertanggungJawabkan. Seni tari yang berpusat di Kraton Surakarta itu kemudian terkenal dengan Tari Gaya Surakarta. Tokoh-tokoh tersebut umumnya masih keluarga Sri Susuhunan atau kerabat kraton yang berkedudukan. yang mengambil cerita Damarwulan. yaitu menyatu jiwanya dengan pengungkapan wujud gerak yang luluh. seperti : Page | 65 . Wayang-Purwa Mahabarata-Ramayana. Seni tari yang merupakan bagian budaya bangsa sebenarnya sudah ada sejak jaman primitif. Prawirayudha. Yang khusus di Mangkunegaran disebut Tari Langendriyan. Gambyong. Hindu sampai masuknya agama Islam dan kemudian berkembang. kata “beksa” berarti “ambeg” dan “esa”. Bedhaya. Dalam perkembangannya timbullah tari kreasi baru yang mendapat tempat dalam dunia tari gaya Surakarta. diantaranya : Srimpi. di daerah Jawa Tengah terdapat pula bermacam-macam tari daerah setempat.

Seni tari dapat dibedakan menjadi 3 jenis. Tari Klasik Tari Tradisional Tari garapan Baru Beberapa jenis tari yang ada antara lain : TARI KLASIK dari JAWA TENGAH • Tari Bedhaya Menurut kitab Wedbapradangga yang dianggap pencipta tarian Bedhoyo Ketawang adalah Sultan Agung (1613-1645) raja ke-1 dan terbesar dari kerajaan Mataram bersama Kanjeng Ratu Kencanasari. Jadi lebih bebas. yaitu : 1. Jelantur. Incling. 3. Page | 66 . Pedoman tari tradisional itu sebagian besar mengutamakan gerak yang ritmis dan tempo yang tetap sehingga ketentuan-ketentuan geraknya tidaklah begitu ditentukan sekali. barongan. lengger. Ebeg. Tarian Bedhoyo Ketawang tidak hanya dipertunjukan pada saat penobatan raja yang baru tetapi juga pertunjukan setiap tahun sekali bertepatan dengan hari penobatan raja atau "Tingalan Dalem Jumenengan". penguasa laut selatan yang juga disebut Kanjeng Ratu Kidul. Ketek Ogleng. lebih perseorangan. Konon penciptaan gendhingpun menjadi sempurna setelah Sunan Kalijaga ikut menyusunnya.Dadung Ngawuk. Tayuban. dan lain-lain. terlebih dahulu Sultan Agung memerintahkan para pakar gamelan untuk menciptakan sebuah gendhing yang bernama Ketawang. Sebelum tari ini diciptakan. Kuda Kepang. Dolalak. 2. sintren.

angin dan bumi/tanah. Dua buah Kendang Ageng bemama Kanjeng kyai Denok dan Kanjeng Kyai Iskandar. Seperti Bedhaya. Dhada dan Buncit. Instrumen gamelan yang dimainkan hanya beberapa yakni Kemanak. Kendhang Ageng. api. Kenong. Tarian yang ditarikan 4 putri itu masing-masing mendapat sebutan : air. Kendhang Ketipung dan Gong Ageng. yang selain melambangkan terjadinya manusia juga melambangkan empat penjuru mata angin. Gulu. tari Srimpipun ada yang suci atau sakral yaitu Srimpi Anglir Mendhung. Komposisinya segi empat yang melambangkan tiang Pendopo. Gamelan yang mengiringinya pun sangat khusus yaitu gamelan "Kyai Kaduk Manis" dan "Kyai Manis Renggo". dua buah rebab bemama Kanjeng Kyai Grantang dan Kanjeng Kyai Lipur serta sehuah Gong ageng bernama Kanjeng Nyai Kemitir. Contoh Srimpi hasil garapan baru : o Srimpi Anglirmendhung menjadi 11 menit Page | 67 . Sedang nama peranannya Batak. Istrumen-istrumen tersebut selain dianggap khusus juga ada yang mempunyai nama keramat. Pertunjukan Bedhoyo Ketawang pada masa Sri Susuhunan Paku Buwana XII diselenggarakan pada hari kedua bulan Ruwah atau Sya'ban dalam Kalender Jawa. • Tari Srimpi Tari Srimpi yang ada sejak Prabu Amiluhur ketika masuk ke Kraton mendapat perhatian pula.Busana Tari Bedhoyo Ketawang menggunakan Dodot Ageng dengan motif Banguntulak alas-alasan yang menjadikan penarinya terasa anggun. Kethuk.

yang 'aeng'.o o Srimpi Gondokusumo menjadi 15 menit Dan lain-lain Beberapa tari klasik yang tumbuh dari Bedhaya dan Srimpi : o Beksan Gambyong Berasal dari tari Glondrong yang ditarikan oleh Nyi Mas Ajeng Gambyong. Oleh istana tari itu diubah menjadi Tari gambyong. Adapun ciri-ciri tari ini :     Jumlah penari seorang putri atau lebih Memakai jarit wiron Tanpa baju melainkan memakai kemben atau bangkin Tanpa jamang melainkan memakai sanggul atau gelung  o Dalam menari boleh menggunakan sindenan ( menyanyi ) atau tidak Beksan Wireng Berasal dari kata Wira (perwira) dan 'Aeng' yaitu prajurit yang unggul. Ciri-ciri tarian ini :    Ditarikan oleh dua orang putra atau putri Bentuk tariannya sama Tidak mengambil suatu cerita Page | 68 . tari ini sering juga ditarikan untuk menyambut tamu dalam upacara peringatan hari besar dan perkawinan. Menarinya sangat indah ditambah kecantikan dan modal suaranya yang baik. Tari ini diciptakan pada jaman pemerintahan Prabu Amiluhur dengan tujuan agar para putra beliau tangkas dalam olah keprajuritan dengan menggunakan alat senjata perang. yang 'linuwih'. Sehingga tari ini menggambarkan ketangkasan dalam latihan perang dengan menggunakan alat perang. Selain sebagai hiburan. akhirnya Nyi Mas itu dipanggil oleh Bangsawan Kasunanan Surakarta untuk menari di Istana sambil memberi pelajaran kepada para putra/I Raja.

Page | 69 . artinya gendhing ladrang kemudian diteruskan gendhing ketawang  • Tidak ada yang kalah. Kusumoyudho dengan Gusti Ratu Angger tahun 1910. Ciri-cirinya :      Tari boleh sama. boleh tidak Menggunakan ontowacono ( dialog ) Pakaian tidak sama. Pertama dipentaskan di Surakarta pada upacara perkawinan KGPH. agar lebih cantik dan menarik. menag atau mati Tari Pethilan Hampir sama dengan tari Wireng. menang atau mati Perang menggunakan gendhing srepeg. Selanjutnya mengalami persesuaian dengan gaya Surakarta. kecuali pada lakon kembar Ada yang kalah. Bedanya Tari Pethilan mengambil adegan atau bagian dari cerita pewayangan. artinya tidak hanya menggunakan gending sampak/srepeg. Memetik dari suatu cerita lakon Bambangan Cakil Hanila Prahasta Dan lain-lain gangsaran  Contoh Tari Pethilan :     • Tari Golek Tari ini berasal dari Yogyakarta. sampak.  Tidak mengambil ontowacono (dialog) Bentuk pakaiannya sama  Perangnya tanding. iramanya atau temponya kendho atau kenceng  Gending satu atau dua. Tari ini menggambarkan cara-cara berhias diri seorang gadis yang baru menginjak masa akhil baliq.

Macam-macamnya :   Golek Clunthang iringan Gendhing Clunthang Golek Montro iringan Gendhing Montro  Golek Surungdayung iringan gendhing Ladrang Surungdayung. mengungkapkan rasa kasih sayang kepada putranya yang baru lahir. Tapi Bondan Cindogo satu-satunya anak yang ditimang-timang akhirnya meninggal dunia. dan lain-lain • o o o Tari Bondan Tari ini dibagi menjadi : Bondan Cindogo Bondan Mardisiwi Bondan Pegunungan atau tani Tari Bondan Cindogo dan Mardisiwi merupakan tari gembira. serta perlengakapan tarinya sering tanpa menggunakan kendhi seperti pada Bondan Cindogo. Page | 70 . Sedang pada Bondan Mardisiwi tidak.

memakai caping adan membawa alat pertanian Bondan biasa. tegal pertanian. sumping. o Bentuk tariannya . dll sebelum dipakai dimasukkan tenggok. sampur. hanya tidak memakai jamang tetapi memakai sanggul/gelungan. Sedangkan Bondan Pegunungan. memanggul payung Membawa kendhi (dahulu). Page | 71 . sekarang jarang Untuk gendhing iringannya Ayak-ayakan diteruskan Ladrang Ginonjing.Ciri pakaiannya : o o o o o Memakai kain wiron Memakai jamang Memakai baju kotang Menggendong boneka. melukiskan tingkah laku putri asal pegunungan yang sedang asyik menggarap ladang. sawah. Ciri pakaiannya : o o Mengenakan pakaian seperti gadis desa. menggendong Di bagian dalam sudah mengenakan pakaian seperti tenggok. Kecuali jika memakai jamang maka klat bahu. Tapi sekarang ini menurut kemampuan guru/pelatih tarinya. pertama melukiskan kehidupan petani kemudian pakaian bagian luar yang menggambarkan gadis pegunungan dilepas satu demi satu dengan membelakangi penonton. Selanjutnya menari seperti gerak tari Bondan Cindogo / Mardisiwi. Dulu hanya diiringi lagu-lagu dolanan tapi sekarang diiringi gendhing-gendhing lengkap.

Tari ini semakin pesat pertumbuhannya sejak Islam masuk terutama oleh Suann Kalijaga yang menggunakannnya sebagai penyebaran agama. Jawa Kulonan dan Jawa Timuran (Blambangan dan Osing) sehingga akar gerakan tari ini mengandung unsur kekayaan dinamis dan musik dari etnik Jawa. Tari Topeng yang berasal dari Malang sangat khas karena merupakan hasil perpaduan antara budaya Jawa Tengahan.• Topeng Tari Topeng yang pernah mengalami kejayaan pada jaman Majapahit. menangis. Madura dan Bali. Menak Panji. sedih. Beliau menciptakan 9 jenis topeng. Tari Topeng adalah perlambang bagi sifat manusia. malu dan sebagainya. tertawa. Bisanya tari ini ditampilkan dalam sebuah fragmentasi hikayat atau cerita rakyat setempat tentang berbagai hal terutama bercerita tentang kisah2 panji. Page | 72 Topeng Panji Ksatrian Condrokirono Gunung sari Handoko Raton Klono Denowo Benco(Tembem) Turas (Penthul) Pakaiannya dahulu memakai ikat kepala dengan topeng yang diikat . Salah satu keunikannya adalah pada model alat musik yang dipakai seperti rebab (sitar Jawa) seruling Madura (yang mirip dengan terompet Ponorogo) dan karawitan model Blambangan. Tari Topeng sendiri diperkirakan muncul pada masa awal abad 20 dan berkembang luas semasa perang kemerdekaan. Tari ini sebenarnya berasal dari Wayang Wong atau drama. Tari topengnya dibuat dari kayu dipoles dan disungging sesuai dengan perwatakan tokoh/perannya yang diambil dari Wayang Gedhog. yaitu : o o o o o o o o o pada kepala. karenanya banyak model topeng yang menggambarkan situasi yang berbeda.

Jawa Timur. Page | 73 . Dengan demikian walaupun masih bertahan namun Tari Topeng sudah mendekati kepunahan walaupun masih tetap mengikuti acara-acara penting kesenian tradisional tingkat nasional. dllnya. o Patolan (Prisenan). Kragan. Seni gulat rakyat ini terutama berkembang di kalangan pelajar terutama di pantai diantara kecamatan Pandagan. Beberapa contoh kesenian tradisional : o Tari dolalak. kendang. kencer. TARI TRADISIONAL dari JAWA TENGAH Selain tari-tari klasik. di Jawa Tengah terdapat pula tari-tari tradisional yang tumbuh dan berkembang di daerah-daerah tertentu. Pertunjukan ini diadakan sebagai olah raga dan sekaligus hiburan di waktu senggang pada sore dan malam hari terutama di kala terang bulan purnama.Tari Topeng masih bertahan hingga saat ini. Lokasinya berada di tempat-tempat yang berpasir di tepi pantai. barongan dan Wayang Krucil (sejenis wayang kulit ternuat dari kayu). rebana. di Purworejo Pertunjukan ini dilakukan oleh beberapa orang penari yang berpakaian menyerupai pakaian prajurit Belanda atau Perancis tempo dulu dan diiringi dengan alat-alat bunyi-bunyian terdiri dari kentrung. di Rembang Sejenis olahraga gulat rakyat yang dimainkan oleh dua orang pegulat dipimpin oleh dua orang Gelandang (wasit) dari masingmasing pihak. Biasanya digelar pada acara-acara-acara penting kesenian tradisional tingkat nasional. kesenian ini timbul sejak berkobarnya perang Aceh di jaman Belanda yang kemudian meluas ke daerah lain. Bulu sampai ke Tuban. Kesenian tradisional tersebut tak kalah menariknya karena mempunyai keunikan-keunikan tersendiri. Menurut cerita. o Blora Daerah ini terkenal dengan atraksi kesenian Kuda Kepang.

Kesenian ini menampilkan seorang gadis yang menari dalam keadaan tidak sadarkan diri. Penarinya mengenakan celana panjang dilapisi kain batik sebatas lutut dan berkacamata hitam. Varian lain dari jenis kesenian ini di daerah lain dikenal dengan nama kuda lumping atau jaran kepang. Sedangkan Sintren adalah sebuah tari khas yang magis animistis yang terdapat selain di Pekalongan juga di Batang dan Tegal. kemudian selang beberapa lama ia telah selesai berdandan dan siap untuk menari. Jumlah penari ebeg 8 oarang atau lebih. sebelum tarian dimulai gadis menari tersebut dengan tangan terikat dimasukkan ke dalam tempat tertutup bersama peralatan bersolek. Pertunjukan ini dipimpin oleh seorang pawang atau dukun yang dapat membuat pemain dalam keadaan tidak sadar. dllnya. dua orang berperan sebagai penthul-tembem. serta diiringi dengan bunyi-bunyian tertentu. Kuntulan adalah kesenian bela diri yang dilukiskan dalam tarian dengan iringan bunyi-bunyian seperti bedug. Tarian ini menggunakan “ebeg” yaitu anyaman bambu yang dibentuk menyerupai kuda berwarna hitam atau putih dan diberi kerincingan. seorang berperan sebagai pemimpin atau dalang. ada juga yang menamakannya jathilan (Yogyakarta) juga reog (Jawa Timur). Pada kedua pergelangan tangan dan kaki dipasangi gelang-gelang kerincingan sehingga gerakan tangan dan kaki penari ebeg selalu dibarengi dengan bunyi kerincingan. Semua penari menggunakan alat bantu ebeg sedangkan penthul-tembem memakai topeng. mengenakan mahkota dan sumping ditelinganya. terbang.o Pekalongan Di daerah Pekalongan terdapat kesenian Kuntulan dan Sintren. o Obeg dan Begalan Kesenian ini berkembang di Cilacap. Tarian ebeg termasuk Page | 74 . Atraksi ini dapat disaksikan pada waktu malam bulan purnama setelah panen. 7 orang lagi sebagai penabuh gamelan. Pemain Obeg ini terdiri dari beberapa orang wanita atau pria dengan menunggang kuda yang terbuat dari anyaman bambu (kepang). jadi satu grup ebeg bisa beranggotakan 16 orang atau lebih.

dan munculah pria tersebut dengan mengenakan pakaian wanita lengkap. pertunjukannya memerlukan tempat pagelaran yang cukup luas seperti lapangan atau pelataran/halaman rumah yang cukup luas. salah seorang pemain biasanya melakukan thole-thole yaitu menari berkeliling arena sambil membawa tampah untuk mendapatkan sumbangan. penthul dan cepet. gong dan terompet. Begalan adalah salah satu acara dalam rangkaian upacara perkawinan adat Banyumas. Laisan dilakukan oleh seorang pemain pria yang sedang mendem. Peralatan yang dipergunakan anatara lain kendang. Setelah terlebih dulu dimantramantara. Yang bersifat khas banyumas antara lain : Calung. Begalan adalah jenis kesenian yang biasanya dipentaskan dalam rangkaian upacara perkawinan yaitu saat calon pengantin pria beserta rombongannya Page | 75 . Laisan muncul di tengah pertunjukan ebeg. ebeg diiringi oleh gamelan yang lazim disebut bendhe. demikian pula pemain yang manaiki kuda kepang menggambarkan kegagahan prajurit berkuda dengan segala atraksinya.jenis tari massal. Biasanya dalam pertunjukan ebeg dilengkapi dengan atraksi barongan. saron. Pada pertunjukan ebeg komersial. kurunganpun dibuka. dan yang unik adalah para pemainnya biasa memakan pecahan kaca (beling) atau barang tajam lainnya sehingga menunjukkan keperkasaan sebagai Satria. begalan dan Dalang Jemblung. Dalam pertunjukannya. Purbalingga maupun di daerah di luar Kabupaten Banyumas. blendrong. Kesenian ini hidup di daerah Bangumas pada umumnya juga terdapat di Cilacap. biasanya kurungan ayam. lung gadung dan lain-lain. Waktu pertunjukan umumnya siang hari dengan durasi antara 1 – 4 jam. Untuk mengiringi tarian ini selalu digunakan lagu-lagu irama Banyumasan seperti ricik-ricik. kenong. Laisan juga dikenal di wilayah lain (wetan) dan mereka biasa menyebutnya Sintren. gudril. Laisan adalah jenis kesenian yang melekat pada kesenian ebeg. badannya ditindih dengan lesung terus dimasukkan ke dalam kurungan. di dalam kurungan itulah Laisan berdandan seperti wanita.

memasuki pelataran rumah pengantin wanita. tampah. kendhil dan wangkring. Sayangnya pertunjukan begalan ini tidak boleh dipentaskan terlalu lama karena masih termasuk dalam rangkaian panjang upacara pengantin. Sebagai layaknya tari klasik. seorang bertindak sebagai pembawa barang-barang (peralatan dapur). Barang bawaan ini biasa disebut brenong kepang. umumnya mereka mengenakan busana Jawa. kukusan. siwur. Disebut begalan karena atraksi ini mirip perampokan yang dalam bahasa Jawa disebut begal. Jumlah penari 2 orang. Centhing. Biasanya usai pertunjukan. barangbarang yang dipikul diperebutkan para penonton. saringan ampas. Dialog yang disampaikan kedua pemain berupa bahasa lambang yang diterjemahkan dari nama-nama jenis barang yang dibawa. centhong. Selain menikmati kebolehan atraksi tari begalan dan irama gending. Kostum pemain cukup sederhana. sorokan. tempat nasi artinya bahwa hidup itu memerlukan wadah yang memiliki tatanan tertentu jadi tidak boleh berbuat semaumaunya sendiri. contohnya ilir yaitu kipas anyaman bambu diartikan sebagai peringatan bagi suami-isteri untuk membedakan baik buruk. Pembegal biasanya membawa pedang kayu. Begalan merupakan kombinasi antara seni tari dan seni tutur atau seni lawak dengan iringan gending. cething. irus. ian. ini melambangkan bahwa setelah berumah tangga cara berpikirnya harus masak/matang. gerak tarinya tak begitu terikat pada patokan tertentu yang penting gerak tarinya selaras dengan irama gending. Upacara ini diadakan apabila mempelai laki-laki merupakan putra sulung. o Lengger-Calung dari banyumas Page | 76 . Kukusan adalah alat memasak atau menanak nasi. penonton juga disuguhi dialog-dialog menarik yang penuh humor. Barang-barang yang dibawa antara lain ilir. seorang lagi bertindak sebagai pembegal/perampok. Yang menarik adalah dialog-dialog antara yang dibegal dengan sipembegal biasanya berisi kritikan dan petuah bagi calon pengantin dan disampaikan dengan gaya yang jenaka penuh humor.

kini penarinya umumnya wanita cantik sedangkan penari prianya hanyalah sebagai badut pelengkap yang berfungsi untuk memeriahkan suasana. gerakan tariannya sangat dinamis dan lincah mengikuti irama calung. lagu-lagu yang dibawakan merupakan gending Jawa khas Page | 77 . mengenakan kain/jarit dan stagen. tarian lengger-calung terdiri dari lengger (penari) dan calung (gamelan bambu). gedheg dan lempar sampur. sampur atau selendang biasanya dikalungkan dibahu. Satu grup calung minimal memerlukan 7 orang anggota terdiri dari penabuh gamelan dan penari/lengger. Dalam penyajiannya calung diiringi vokalis yang lebih dikenal sebagai sinden.bunyian semacam gambang yang terbuat dari bambu. badut biasanya hadir pada pertengahan pertunjukan. gambang penerus. sedangkan kendang atau gendang sama seperti gendang biasa. Sesuai namanya. Diantara gerakan khas tarian lengger antara lain gerakan geyol. mereka harus berdandan sedemikian rupa sehingga kelihatan sangat menarik. rambut kepala disanggul. Lengger menari mengikuti irama khas Banyumasan yang lincah dan dinamis dengan didominasi oleh gerakan pinggul sehingga terlihat sangat menggemaskan.Kesenian tradisional lengger-calung tumbuh dan berkembang diwilayah ini. Jumlah penari lengger antara 2 sampai 4 orang. leher sampai dada bagian atas biasanya terbuka. Calung adalah suatu bentuk kesenian rakyat dengan menggunakan bunyi. kenong dan gong yang semuanya terbuat dari bambu wulung (hitam). Dulu penari lengger adalah pria yang berdandan seperti wanita. Peralatan gamelan calung terdiri dari gambang barung. dhendhem.

oleh Sedangkan yang untuk baru Begalan pertama biasanya kalinya diselenggarakan mempelai wanita. Tarian ini mengisahkan ceritera Dewi Chandrakirana yang sedang mencari suaminya yang pergi tanpa pamit. keluarga mengawinkan anaknya. o Kuda Lumping (Jaran kepang) dari Temanggung Kesenian ini diperagakan secara massal. Diiringi dengan bunyi-bunyian yang antara lain berupa Angklung bernada Jawa. Pada puncak tarian penari mencapai keadaan tidak sadar.Banyumas. o Tarian Jlantur dari Boyolali Page | 78 . o Jatilan dari Magelang Pertunjukan ini biasanya dimainkan oleh delapan orang yang dipimpin oleh seorang pawang yang diiringi dengan bunyi-bunyian berupa bende. Juga dapat untuk mengiringi tarian yang diperagakan oleh beberapa penari wanita. Dalam pencariannya itu ia diganggu oleh raksasa yang digambarkan memakai topeng. kenong dll. Dan pada puncaknya para pemain mencapai keadaan tidak sadar. Yang mengadakan ini adalah dari pihak o Lengger dari Wonosobo Kesenian khas Wonosobo ini dimainkan oleh dua orang lakilaki yang masing-masing berperan sebagai seorang pria dan seorang wanita. sering dipentaskan untuk menyambut tamu-tamu resmi atau biasanya diadakan pada waktu upacara.

dengan iringan pujian atau syair yang bernafas Islam. o Tari Tepak-Tepak Putri Tari yang menggambarkan kelincahan gerak remaja-remaja putri sedang bersuka ria memainkan rebana. o Kethek Ogleng dari wonogiri Kesenian yang diangkat dari ceritera Panji. mengisahkan cinta kasih klasik pada jaman kerajaan Kediri. Tarian akrobatis ini di antara lain dipertunjukan di atas seutas tali. dahulu merupakan tarian penyalur semangat kepahlawanan dari keturunan prajurit Diponegoro. Tarian ini menggambarkan prajurit yang akan berangkat ke medan perang. Sebagai contoh : o Tari prawiroguno Tari ini menggambarkan seorang prajurit yang sedang berlatih diri dengan perlengkapan senjata berupa pedang untuk menyerang musuh dan juga tameng sebagai alat untuk melindungi diri. Ceritera ini kemudian diubah menurut selera rakyat setempat menjadi kesenian pertunjukan Ketek Ogleng yang mengisahkan percintaan antara Endang Roro Tompe dengan Ketek Ogleng.Sebuah tarian yang dimainkan oleh 40 orang pria dengan memakai ikat kepala gaya turki. PUJANGGANONG atau BUJANGGANONG Page | 79 . Tariannya dilakukan dengan menaiki kuda kepang dengan senjata tombak dan pedang. TARI GARAPAN BARU ( KREASI BARU ) dari JAWA TENGAH Meskipun namanya 'baru' tetapi semua tari yang termasuk jenis ini tidak meninggalkan unsur-unsur yang ada dari jenis tari klasik maupun tradisional. Penampilannya dititik beratkan pada suguhan tarian akrobatis gaya kera (Ketek Ogleng) yang dimainkan oleh seorang dengan berpakaian kera seperti wayang orang.

Tarian jenis ini sudah ada sejak abad ke 17 dibawa para mubalig penyebar agama Islam yang datang dari wilayah Mataram-Bagelen. Sosok ini digambarkan dengan topeng bermahkota. mengenakan kaos kaki panjang sebatas lutut tanpa sepatu. Selain itu ia membawa Pecut Samandiman. dan kumis tipis. dan sakti. serta memakai topi pet berwarna hitam. Angguk dimainkan sedikitnya oleh 10 orang penari anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun. Pakaian para penari umumnya berwarna hitam lengan panjang dengan garis-garis merah dan kuning di bagian dada/punggung sebagai hiasan. bedug. wajah merah darah dan rambut yang lebat warna hitam menutup pelipis kiri dan kanan. mata melotot. jenaka. Tarian ini disebut angguk karena penarinya sering memainkan gerakan mengangguk-anggukan kepala. Kesenian angguk yang bercorak Islam ini mulanya berfungsi sebagai salah satu alat untuk menyiarkan agama Islam. Syair lagu-lagu tari angguk diambil dari kitab Barzanji sehingga syair-syair angguk pada awalnya memang menggunakan bahasa Arab tetapi akhir-akhir ini gerak tari dan syairnya mulai dimodifikasi dengan menyisipkan gerak tari serta bahasa Page | 80 . KLANA SEWANDANA atau KLONO Penari dan tarian yang menggambarkan sosok raja dari kerajaan Bantarangin ( kerajaan yang dipercaya berada di wilayah Ponorogo jaman dahulu. cerdik. tambur. Celana panjang sampai lutut dengan hiasan garis merah pula. Perangkat musiknya terdiri dari kendang. ANGGUK Tarian ini berasal dari Banyumas. Sayangnya jenis kesenian ini sekarang semakin jarang dipentaskan. 2 rebana. wajah berwarna merah.adalah penari dan tarian yang menggambarkan sosok patih muda ( Patihnya Klana Sewandana) yang cekatan. berbentuk tongkat lurus dari rotan berhias jebug dari sayet warna merah diseling kuning sebanyak 5 atau 7 jebug. mulut terbuka dengan gigi yang besar tanpa taring. kencreng. terbang (rebana besar) dan angklung. hidung panjang. mata besar melotot. Sosok ini digambarkan dengan topeng yang mirip dengan wajah raksasa.

Dalam pertunjukannya diiringi dengan perangkat musik angklung. khas alam petani. Para pemain buncis selain menjadi penari juga Page | 81 . BUNCIS Buncis adalah perpaduan antara seni musik dengan seni tari yang dimainkan oleh 8 orang pemain. biasanya menggunakan bambu tali dengan panjang sekitar 2. Dua ikat padi seberat ± 15 kg digayutkan dengan tali ijuk mengalungi sonari (badan rengkong bambu di tempat yang diraut). Pada kedua ujung bambu dibuat lobang persegi panjang selebar 1 cm. Pemikul mengayun-ayunkan ke kiri dan ke kanan dengan mantap dan teratur. Tali ijuk dengan beban padi yang menggantung pada badan bambu rengkong pun bergerak-gerak. Ujung atas sunduk bambu dimasukkan ke badan bambu rengkong dekat gantungan tali ijuk. Kesenian tradisional para petani ini biasanya diadakan pada pesta perayaan panen atau pada hari-hari besar nasional. pikulan bambu rengkong yang berisi muatan padi diletakkan pada bahu kanan (dipikul).6 meter. Di tengah masing-masing ikatan padi ada sunduk (tusuk) bambu sepanjang hampir 2 meter. terlebih bila dimainkan dengan berbaris berarak-arakan maka suasananya akan lebih semarak. gesekan tali ijuk yang keras inilah yang menimbulkan suara berderit-derit nyaring. sekeliling bambu melintasi lobang tersebut diraut sekedar tempat bertengger tali penggantung ikatan padi. Pikulan bambu tersebut berukuran besar dan kuat tetapi ringan karena dibuat dari bambu yang sudah cukup tua. Cara memainkannya. Bentuk lain dari kesenian angguk adalah “aplang”. bedanya bila angguk dimainkan oleh remaja pria maka “aplang” atau “daeng” dimainkan oleh remaja putri. Kalau ada beberapa rengkong yang dimainkan serempak maka akan timbul suara yang mengasyikan. RENGKONG Rengkong adalah kesenian yang menyajikan bunyi-bunyian khas bagai suara kodok mengorek secara serempak yang dihasilkan dari permainan pikulan bambu.khas Banyumasan tanpa merobah corak aslinya.

Di tahun 1950-an. tetapi dengan versi yang berbeda. Tayuban digelar sebagai bagian dari upacara sakral yang berhubungan dengan kesuburan ( kesuburan perkawinan dan kesuburan pertanian/tanah ). TARI GAMBYONG Salah satu tari dari Surakarta. Di daerah tertentu. Di daerah tertentu tarian ini digelar sebagai bagian dari upacara pembersihan ( bala atau malapetaka ) dan biasanya juga digelar dalam penyambutan tamutamu agung. Jadi Tari Gambyong itu berasal dari kawulo alit ( orang kecil / rendah ) yang datang ke Kraton.Guyub antara lelaki dan perempuan.menjadi pemusik serta vokalis. Nantinya selendang itu diberikan kepada laki-laki ( ketiban sampur ). Tarian ini juga dikenal di seluruh Nusantara. sedekah bumi. penari perempuan menggunakan sampur atau selendang. Pada bagian akhir sajian para pemain Buncis Intrance atau mendem. sedekah desa. TAYUBAN Adalah salah satu jenis tari masyarakat Jawa. AKSIMUDA Aksimuda adalah kesenian bernafas Islam yang disajikan dalam bentuk atraksi pencak silat yang digabung dengan tari-tarian. Page | 82 . Dan yang menerima selendang itu mendapat kehormatan untuk menari bersama dengan penari perempuan tadi. dan lain-lain. Pura Mangkunegaran mengambil Tari Gambyong menjadi salah satu tari unggulan yang diberi nama gambyong Pareanom. perkawinan. khitanan. Menurut cerita. kata ”gambyong” diambil dari uru tari (tledhek) yang mempunyai nama Mbok gambyong. Makanya ada yang beranggapan bahwa Tayuban itu berasal dari kata ”tayub” ( ditata guyub ). Pada zaman dahulu tarian ini mempunyai nilai hiburan dan sensual karena tarian ini menggambarkan keakraban hubungan lelaki ( pengibing ) dan perempuan ( ronggeng ).

Perkembangan musik gamelan diperkirakan sejak kemunculan kentongan. pemainnya terdiri atas remaja Putri. gesekan pada tali atau bambu tipis hingga dikenalnya alat musik dari logam. Seni Musik Beberapa jenis alat musik yang terdapat di Jawa. dan tarian. tepukan ke mulut. berbeda dengan Gamelan Bali yang rancak dan Gamelan Sunda yang sangat mendayu-dayu dan didominasi suara seruling. saron kendang dan gambang serta suara gong pada setiap penutup irama. Wujud nyata dalam musiknya adalah tarikan tali rebab yang sedang. diantaranya : a) GAMELAN JAWA Gamelan yang berkembang di Yogyakarta adalah Gamelan Jawa. sebuah bentuk gamelan yang berbeda dengan Gamelan Bali ataupun Gamelan Sunda. paduan seimbang bunyi kenong.APLANG atau DAENG Kesenian yang serupa dengan Angguk. rebab. dalam berbicara memunculkan ekspresi yang meledak-ledak serta mewujudkan toleransi antar sesama. Perbedaan itu wajar. karena Jawa memiliki pandangan hidup tersendiri yang diungkapkan dalam irama musik gamelannya. Pandangan keselarasan hidup Jawa yang diungkapkan dalam dan bertindak sehingga musik tidak gamelannya adalah keselarasan kehidupan jasmani dan rohani. Tidak ada kejelasan tentang sejarah munculnya gamelan. Barulah pada beberapa Page | 83 . Gamelan Jawa memiliki nada yang lebih lembut dan slow. Perkembangan selanjutnya setelah dinamai gamelan. musik ini dipakai untuk mengiringi pagelaran wayang.

gong dan seruling bambu. Pengendang adalah konduktor dari musik gamelan. rebab dan celempung. Komponen utama yang menyusun alat-alat musik gamelan adalah bambu. misalnya gong berperan menutup gending. sebuah irama musik yang panjang dan memberi irama keseimbangan setelah sebelumnya musik dihiasi oleh 2) Saron Alat musik pukul dari bronze dengan disanggah kayu. Saron Peking. Seperangkat gamelan tersebut diantaranya : 1) Kendang Kendang adalah instrumen pemimpin. Seperangkat gamelan terdiri dari beberapa alat musik. Ada 3 macam Saron. Masing-masing alat memiliki fungsi tersendiri dalam pagelaran musik gamelan. Ada 5 ukuran kendang dari 20 cm . diantaranya satu set alat musik serupa drum yang disebut kendang. gambang. Saron Barung.45 cm. dan kayu. logam. 3) Bonang Barung Page | 84 . Saron Demung.waktu sesudahnya berdiri sebagai musik sendiri dan dilengkapi dengan suara para sinden.

Terdiri dari 2 baris peralatan dari bronze dimainkan dengan 2 alat pukul. Dua Gong besar (Gong Ageng) dan satu gong Suwukan sekitar 90 Page | 85 . 7) Gong Setiap set slendro dan pelog dilengkapi dengan 3 gong. 4) Slentem Lempengan resonansinya. 6) Gambang Lempengan kayu yang diletakkan diatas frame kayu juga. bronze ini diletakan diatas bambu untuk 5) Gender Hampir sama dengan slentem dengan lempengan bronze lebih banyak.

cm. Page | 86 . 8) Kempul Gong kecil. Setiap set slendro dan pelog terdiri dari 6 atau 10 kempul. Gong menandakan akhir dari bagian lagu yang liriknya panjang. terbuat dari bronze. untuk menandakan lagu yang bagiannya berirama pendek.

9) Kenong Semacam gong kecil diatas tatakan. dimana setiap satu set slendro dan pelog membutuhkan satu clempung. 12) Siter Tiap set slendro dan pelog memerlukan 1 siter. menandakan jeda antar lirik lagu. 10) Ketug Disebut juga kenong kecil. satu set komplet bisa 10 kenong baik set slendro atau pelog. 11) Clempung sebuah instrument kecil. Page | 87 .

13) Suling Setiap set slendro dan pelog memerlukan 1 suling. 14) Rebab Alat musik gesek Page | 88 .

D E+ G A] dengan perbedaan interval kecil. Anda bisa melihat gamelan sebagai sebuah pertunjukan musik tersendiri maupun sebagai pengiring tarian atau seni pertunjukan seperti wayang kulit dan ketoprak. yaitu slendro dan pelog.15) Keprak dan Kepyak Diperlukan untuk pertunjukan tari 16) Bedug Gamelan Jawa adalah musik dengan nada pentatonis. Pelog memiliki 7 nada per oktaf. yaitu 1 2 3 4 5 6 7 [C+ D E.F# G# A B] dengan perbedaan interval yang besar. Komposisi musik gamelan diciptakan dengan beberapa aturan. dibatasi oleh satu gongan serta melodinya diciptakan dalam unit yang terdiri dari 4 nada. musik gamelan biasanya dipadukan dengan suara para Page | 89 . yaitu terdiri dari beberapa putaran dan pathet. yaitu 1 2 3 5 6 [C. Slendro memiliki 5 nada per oktaf. Sebagai sebuah pertunjukan tersendiri. Satu permainan gamelan komplit terdiri dari dua putaran.

Sedangkan yang menuntun sampak adalah kendhang. kliningan. Gamelan Slendro Gamelan salendro biasa digunakan untuk mengiringi pertunjukan wayang. ( wiramenyanyikan adalah swara/swarawati ). Sedangkan Yang yang memainkan gamelan itu adalah Pesinden Penayagan. Gamelan Jawa itu dibagi menjadi dua : 1. Berdasarkan suaranya.00 12. anda bisa menuju Bangsal Sri Maganti. Untuk melihat pertunjukannya. hanya kurang begitu berkembang dan kurang akrab di masyarakat dan jarang dimiliki oleh grup-grup kesenian di masyarakat. Alat yang menuntun suara adalah rebab. Pertunjukan musik gamelan yang digelar kini bisa merupakan gamelan klasik ataupun kontemporer. Salah satu tempat di Yogyakarta dimana anda bisa melihat pertunjukan gamelan adalah Kraton Yogyakarta. 2. tembaga yang dicampur nikel atau perunggu. Page | 90 . Salah satu bentuk gamelan kontemporer adalah jazz-gamelan yang merupakan paduan paduan musik bernada pentatonis dan diatonis. jaipongan dan lainlain.00 WIB digelar gamelan sebagai sebuah pertunjukan musik tersendiri. Gamelan Pelog Gamelan pelog fungsinya hampir sama dengan gamelan salendro. Hampir semua bagian dari alat musik ini terbuat dari logam ( tosan ). Sementara untuk melihat perangkat gamelan tua. Seperti : besi. sementara hari Minggu pada waktu yang sama digelar musik gamelan sebagai pengiring tari tradisional Jawa. tari. Hari Sabtu pada waktu yang sama digelar musik gamelan sebagai pengiring wayang kulit. Yang menabuh gamelan itu harus mengerti tinggi rendahnya suara dan cepat lambatnya lagu.penyanyi Jawa (penyanyi pria disebut wiraswara dan penyanyi wanita disebut waranggana). anda bisa menuju bangsal kraton lain yang terletak lebih ke belakang. Pada hari Kamis pukul 10.

Selain itu ada juga Gong .gong ageng . d) CALUNG Alat musik ini terbuat dari potongan bambu yang diletakkan melintang dan dimainkan dengan cara dipukul.rebab .gong suwuk . 3 (lu). susunan pola balungan melodi yang ada adalah 65626521 21262165.bonang . sebut saja jula-juli surabaya. Dalam pertunjukkannya Bongkel disajikan gendhing gendhing khusus bongkel.siter/celempung Page | 91 . Perangkat musik khas Banyumasan yang terbuat dari bambu wulung mirip dengan gamelan Jawa. selain itu gendhing ini merupakan satu-satunya gendhing yang dapat mencirikan keragaman karawitan Jawa timuran karena terangkai menjadi berbagai gaya.saron panerus .saron barung .kethuk . hanya terdiri dari satu jenis instrumen dengan empat bilah berlaras slendro. 6 (nem). jombangan.kempyang . kenong. gambang penerus.kenong . . meduroan dan malangan. 5 (mo). dhendhem. gong & kendang.gambang .suling . Nada-nadanya 2 (ro). terdiri atas gambang barung.kendhang gendhing b) JULA-JULI Jula-juli adalah salah satu gendhing yang sangat lazim dijumpai pada pertunjukan ludruk dan tari remo di Jawa Timur.gender .slenthem .saron demung . c) BONGKEL Bongkel adalah musik tradisional Banyumasan yang mirip dengan angklung.kempul .Beberapa daftar Gamelan .kendhang batangan .

e) KENTHONGAN Sebagian orang menyebutnya tek-tek. Surakarta-Yogyakarta dan sering pula disajikan lagu-lagu pop yang diaransir ulang. kecrek dan dipimpin oleh mayoret. budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Kentongan juga terbuat dari bambu. Dalam pertunjukan kesenian ini menyajikan lagu-lagu yang diambil dari kitab Barzanji. f) SALAWATAN JAWA yaitu salah satu seni musik bernafaskan Islam dengan perangkat musik berupa terbang Jawa. Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram Page | 92 . Dalam penyajiannya calung diiringi vokalis yang lazim disebut sinden.Sebul dinamakan demikian karena bunyi yang dikeluarkan mirip gong tetapi dimainkan dengan cara ditiup (sebul). siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang. Pada tahun 1625 Masehi. Kenthong adalah alat utamanya. gending gaya Banyumasan. dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. Kenthong yang dipakai ada beberapa macam sehingga menghasilkan bunyi yang selaras. Aransemen musikal yang disajikan berupa gending-gending Banyumasan. alat ini juga terbuat dari bambu dengan ukuran yang besar. berupa potongan bambu yang diberi lubang memanjang disisinya dan dimainkan dengan cara dipukul dengan tongkat kayu pendek. Dalam satu grup kenthongan. Lagulagu yang dibawakan kebanyakan lagu Jawa dan Dangdut. seruling. Dalam sistem kalender Jawa. Kenthongan dimainkan dalam kelompok yang terdiri dari sekitar 20 orang dan dilengkapi dengan Beduk. Kalender Jawa Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam.

Jumadilakhir 7. maka bulan-bulan musim atau bulan-bulan surya yang disebut sebagai pranata mangsa. Poso (siyam) 10. Daftar bulan Jawa Islam Di bawah ini disajikan nama-nama bulan Jawa Islam. dengan nama-nama Arab. Besar(Dulkijah) Sela A. Ketiga daerah terakhir ini tidak termasuk wilayah kekuasaan Sultan Agung. Daftar bulan Jawa matahari Pada tahun 1855 Masehi.mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. dikodifikasikan oleh Sri Paduka Mangkunegara IV atau penggunaannya ditetapkan secara resmi. juga tidak ikut mengambil alih kalender karangan Sultan Agung ini. Batavia dan Banyuwangi (=Balambangan). 1. Mulud 4. Sapar 3. (Saban) Ruwah 9. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar. Sawal 11. namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. Sebagian nama bulan diambil dari Kalender Hijriyah. Sedangkan nama Apit dan Besar berasal dari bahasa Jawa dan bahasa Melayu. Nama-nama ini adalah nama bulan kamariah atau candra (lunar). Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. Jumadilawal 6. diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa. Sebenarnya pranata mangsa ini Page | 93 . Bakdamulud 5. namun beberapa di antaranya menggunakan nama dalam bahasa Sansekerta seperti Pasa. Sela dan kemungkinan juga Sura. Sura 2. (Dulkangidah) 12. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka. karena penanggalan kamariah dianggap tidak memadai sebagai patokan para petani yang bercocok tanam. Rejeb 8. Pulau Bali dan Palembang yang mendapatkan pengaruh budaya Jawa. Dekrit Sultan Agung berlaku di seluruh wilayah kerajaan Mataram II: seluruh pulau Jawa dan Madura kecuali Banten.

Alip 2. Kanem / Maya (10 November-22 Desember) B. Kasanga / Jita (2 Maret-26 Maret) X. caturwara. Lalu oleh beliau tanggalnya disesuaikan dengan penanggalan tarikh kalender Gregorian yang juga merupakan kalender surya. I. saptawara. Dal 6. Kasewelas / Sadha (20 April-12 Mei) XII. Kasa / Kartika (23 Juni-2 Agustus) II. Jaman sekarang hanya pekan yang terdiri atas lima hari dan tujuh hari saja yang Page | 94 . Kawolu / Wisaka (4 Februari-1 Maret) IX. Jimawal 4. namun dari 2 sampai 10 hari. Be 7. Karo / Pusa (3 Agustus25 Agustus) III. astawara dan sangawara. Kapat / Setra (19 September-13 Okober) V. Ehe 3. Je 5. Kapitu / Palguna (23 Desember-3 Februari) VIII. Kalima / Manggala (14 Oktober-9 November) VI. Setiap satuan ini terdiri atas 8 tahun Jawa dan disebut windu. Jimakir VII. Katiga / Manggasri (26 Agustus-18 September) IV. Karolas / Asuji (13 Mei-22Juni) Pembagian pekan Orang Jawa pada masa pra Islam mengenal pekan yang lamanya tidak hanya tujuh hari saja. Pekan-pekan ini disebut dengan nama-nama dwiwara.adalah pembagian bulan yang asli Jawa dan sudah digunakan pada jaman pra-Islam. pañcawara (pancawara). sadwara. Wawu 8. Kasepuluh / Srawana (27 Maret-19 April) XI. Siklus windu Oleh orang Jawa tahun-tahun digabung menjadi semacam abad yang terdiri dari delapan satuan lebih kecil. triwara. Di bawah disajikan nama-nama windu: 1. Tetapi lama setiap mangsa berbeda-beda.

memiliki sebuah siklus yang terdiri atas 30 pekan. Pahing / Jenar (9) 2. Berikut ini secara singkat dijelaskan sebagai berikut: 1. Jemuwah / Sukra 7. Pon. Setu / Tumpak/Saniscara Page | 95 . Sadwara – Paringkelan. Perhitungan hari dengan siklus 7 harian : 1. yaitu yang juga dikenal di budaya-budaya lainnya. Rebo / Budha 5. Minggu / Radite 2.dipakai. Uwas / Peksi/Burung 6. Setiap pekan disebut satu wuku dan setelah 30 wuku maka muncul siklus baru lagi. namun di pulau Bali dan di Tengger. Tungle / Daun 2. Kemudian sebuah pekan yang terdiri atas tujuh hari ini. Pekan yang terdiri atas lima hari ini disebut sebagai pasar oleh orang Jawa dan terdiri dari hari-hari: Legi. Paing. 4. Siklus ini yang secara total berjumlah 210 hari adalah semua kemungkinannya hari dari pekan yang terdiri atas 7. pekan-pekan yang lain ini masih dipakai. Aryang / Manusia 3. 6 dan 5 hari berpapasan. dan Kliwon. Perhitungan hari dengan siklus 5 harian : 1. Senen / Soma 3.Wurukung/ Hewan 4. Paningron / Mina/Ikan 5. Saptawara – Padinan. Pon / Palguna (7) 5. Kliwon/ Kasih (8) 2. Perhitungan hari dengan siklus 6 harian 1. Pancawara – Pasaran dan bobot angkanya. Wage / Kresna/ Langking (4) 3. Wage. Kemis / Respati 6. Mawulu / Taru/Benih. Selasa / Anggara 4. Legi / Manis (5) 3.

Marakeh 19. Wogan / Ulat 8. Matahari Kerangan / 7. Pahang 17. Brama 7. Tambir 20. Rudra 6. Kulawu 29. Sinta 2. Wurung / Api 9. Kala 8. Tulus / Air 5. Galungan 12. Wayang 28. Dhukut 30 Watugunung Sistim Penanggalan Jawa disebut juga Penanggalan Jawa Candrasangkalaatau perhitungan penanggalan berdasarkan peredaran Page | 96 . Hastawara – Padewan. Uma 5. Kuruwelut 18. Dadi / Kayu 6. Harimau 3. Sungsang 11. Kurantil 5. Manahil 24. Maktal 22. Bala 26. Wuku. Julungpujud 16. Mandhasiya 15. Tolu 6.Guru 4. Indra 3. Warigagung 9. Prangbakat 25. kuningan 13. Nohan / Rembulan 6. Perhitungan hari dengan siklus mingguan dari 30 wuku : 1. Medhangkungan 21. Wukir 4. Gigis / Bumi Jagur / 4. Yama 5. Gumbreg 7. Sri 2. Wugu 27. Wuye 23. Landhep 3. Julungwangi 10. Warigalit 8. Langkir 14.4. Perhitungan hari dengan siklus 9 harian : 1. Perhitungan hari dengan siklus 8 harian : 1. Sangawara – Padangon. Dangu / Batu 2.

dan mempunyai bobot angka 13. sedangkan pergantian hari ketika pergantian sasi/bulan pada penanggalan Hijriah ditentukan dengan Hilal dan Rukyat. misalnya:    Paing mempunyai bobot angka 9 Pon mempunyai bobot angka 7 Wage mempunyai bobot angka 4 Kliwon mempunyai bobot angka 8. 7.Bulan mengitari Bumi.00). tanggal 1 Januari 2001 (awal abad ke-21 dan awal alaf ke-3) adalah hari Senin-Paing. Senin mempunyai bobot angka 4 Selasa mempunyai bobot angka 3 Rabu mempunyai bobot angka 7 Kamis mempunyai bobot angka 8 Jum'at mempunyai bobot angka 6 Sabtu mempunyai bobot angka 9. Contoh : Seperti disebutkan di atas. perbedaan yang nyata adalah pada saat penetapan pergantian hari ketika pergantian sasi/bulan.00 sampai dengan 18. karena Senin = 4 + Paing = 9. dan Legi mempunyai bobot angka 5. Perhitungan penanggalan Jawa sudah dicocokkan dengan penanggalan Hijriah namun demikian pencocokan ini bukanlah menjiplak seluruhnya tapi juga mempergunakan perhitungan yang rumit dari para leluhur kita. Angka semacam ini biasanya dipakai untuk menentukan hari baik dalam melakukan   Sementara hari mingguan akan mengikuti bobot angka sbb:        • Page | 97 . dan Minggu mempunyai bobot angka 5. Candrasangkala Jawa menetapkan bahwa pergantian hari ketika pergantian sasi waktunya adalah tetap yaitu pada saat matahari terbenam (surup-antara pukul 17. Ada perbedaan yang hakiki antara system perhitungan penanggalan Jawa dengan penanggalan Hijriah. Weton Tiap hari pasaran menurut penanggalan Jawa mempunyai bobot angka yang disebut neton.

Rumah Jawa adalah arsitektur tradisional Jawa yang berkembang sejak abad ke-13 terdiri atas 5 tipe dasar (pokok) yaitu : 1. 2. yaitu bangunan dengan atap 4 belah sisi.aktivitas sehari-hari. Bentuk Rumah Joglo :Memiliki ciri. serta beberapa ruangan akan tercipta bentukbentuk sinom. trajumas. Joglo (atap joglo) atau Tikelan. Kebanyakan untuk tempat tinggal. sebuah bubungan di tengahnya. Bangunan ini umumnya dipergunakan sebagai pendopo dan juga untuk tempat tinggal (dalem). Bentuk rumah Limasan: Terutama terlihat pada atapnya yang memiliki 4 (empat) buah bidang sisi. yaitu bangunan dengan Soko Guru dan atap 4 belah sisi. Limasan (atap limas). kutuk ngambang. Perkembangannya dengan penambahan emper atau serambi. lambang gantung. termasuk untuk memilih hari perkawinan menurut adat kepercayaan Jawa. sebuah bubungan di tengahnya. Rumah Adat Bangunan adat rumah Jawa Ilmu yang mempelajari seni bangunan oleh masyarakat Jawa biasa disebut Ilmu Kalang atau disebut juga Wong Kalang. memakai dudur. atap terdiri dari 4 (empat) buah sisi soko guru dengan pemidangannya (alengnya) dan berblandar tumpang sari. Hanya saja yang berbentuk trajumas tidak biasa digunakan sebagai tempat tinggal Page | 98 . dan lain-lain.

3. Kampung (atap pelana), yaitu bangunan dengan atap 2 belah sisi, sebuah bubungan di tengah saja Bentuk Rumah Kampung : Umumnya sebagai tempat tinggal, baik di kota maupun di desa dan di gunung-gunung. Perkembangan dari bentuk ini juga dipergunakan sebagai tempat tinggal 4. Panggang Pe, yaitu bangunan hanya dengan atap sebelah sisi. Bentuk Rumah Panggang-pe :Banyak kita jumpai sebagai tempat jualan minuman, nasi dan lain-lainnya yang terdapat di tepi jalan. Apabila diperkembangkan dapat berfungsi sebagai tempat ronda, tempat mobil / garasi, pabrik, dan sebagainya 5. Mesjidan/Tajugan, yaitu bangunan dengan Soko Guru atap 4 belah sisi, tanpa bubungan, jadi meruncing. Bentuk Rumah Tajug :Ciri utamanya pada atap berbentuk runcing, soko guru dengan blandar-blandar tumpang sari, berdenah bujur sangkar, lantainya selalu di atas tanpa bertingkat. Dipergunakan sebagai tempat suci, semisal : Masjid, tempat raja bertahta, makam. Tidak ada yang untuk tempat tinggal. Jenis-jenis Rumah Joglo : 1. Joglo Lawakan 2. Joglo Sinom 3. Joglo Jompongan 4. Joglo Pangrawit 5. Joglo Mangkurat 6. Joglo Hageng 7. Joglo Semar Tinandhu

Page | 99

Limasan Jenis-jenis Rumah Limasan 1. Limasan Lawakan 2. Limasan Gajah Ngombe 3. Limasan Gajah Njerum 4. Limasan Apitan 5. Limasan Pacul Gowang 6. Limasan Cere Gancet 7. Limasan Trajumas 8. Limasan Gajah Mungkur 9. Limasan Klabang Nyander 10. 11. 12. 13. Limasan Lambang Teplok Limasan Semar Tinandu Limasan Lambang Sari

Joglo

Limasan Semar Pinondhong, contoh Bangsal Kama, Kraton

Cirebon Jenis-jenis Rumah Kampung : 1. Kampung Pokok 2. Kampung Trajumas 3. Kampung Pacul Gowang 4. Kampung Srotong 5. Kampung Cere Gancet 6. Kampung Gotong Mayit 7. Kampung Semar Pinondhong 8. Kampung Apitan 9. Kampung Gajah Njerum 10. 11. 12. 13. Kampung Gajah Ngombe Kampung Doro Gepak Kampung Klabang Nyander Kampung Jompongan Lambang Teplok Semar Tinandhu (untuk

tobong kapur)

Page | 100

14.

Kampung Lambang Teplok (untuk gudang genteng)

Jenis-jenis Rumah Panggang Pe : 1. Panggang Pe Pokok 2. Panggang Pe Trajumas 3. Panggang Pe Empyak Setangkep 4. Panggang Pe Gedhang Selirang 5. Panggang Pe Gedhang Setangkep 6. Panggang Pe Cere Gancet 7. Panggang Pe bentuk kios 8. Panggang Pe Kodokan (jengki) 9. Panggang Pe Barengan 10. Panggang Pe Cere Gancet

Jenis-jenis Mesjidan/Tajugan : 1. Mesjidan Cungkup Pokok 2. Mesjidan Lawakan (langgar) 3. Mesjidan Lambang Teplok, contoh : Bangsal Gianyar, Bali 4. Mesjidan payung agung (meru), susun 3 untuk rakyat, 5 sentana (keluarga) raja, 7 pangeran, 11 raja, contoh Pamujaan Besakih, Bali 5. Tajug Tawon Boni, contoh : Bangsal Pajajaran 6. Tajug Tiang Satu Lambang Teplok, contoh : Mesjid rakyat Gombong 7. Tajug Semar Sinongsong Lambang Teplok, contoh : Langgar Kecil Kraton Cirebon 8. Tajug Pendawa, contoh : Kraton Cirebon 9. Tajug Lambang Gantung, contoh : Bangsal Ponconiti Kraton Yogyakarta 10. 11. 12. Tajug Lambangsari, contoh : Bangsal Pertemuan para Wali, Tajug Lawakan Lambang Teplok, contoh : Pasarean Suwargan, Tajug Semar Tinandhu, Dukuh, Yogyakarta Gunung Sembung Imogiri

Page | 101

Masjid Agung Yogyakrata Tajug Mangkurat. gedang setangkep. Kraton Yogyakarta 14. bentuk-bentuk rumah itu mempunyai sifat dan penggunaan tersendiri. dan lain-lain. Lawang Sanga-sanga. Kraton Cirebon Masing-masing bentuk berkembang menjadi beraneka jenis dan variasi yang bukan hanya berkaitan dengan perbedaan ukurannya saja. 16. makam. Kraton Yogyakarta Tajug Sinom Semar Tinandhu. itu selalu hanya digunakan untuk bangunan yang bersifat suci. Tajug Ceblokan Lambang Teplok. cere gencet. Rumah yang lengkap sering memiliki bentuk-bentuk serta penggunaan yang tertentu. Misalnya bentuk Tajug. Bangsal Witono. Menurut pandangan hidup masyarakat Jawa.13. melainkan juga dengan situasi dan kondisi daerah setempat. apabila diadakan penggabungan antara 5 macam bangunan maka terjadi berbagai macam bentuk rumah Jawa. Tajug Semar Sinongsong Lambang Gantung. contoh : Masjid Soko Tunggal (gabungan Pajajaran dan Sultan Agungan. antara lain : . 15. Dari kelima macam bangunan pokok rumah Jawa ini. Sebagai contoh : gedang selirang. umpamanya untuk bangunan Masjid. dan tempat raja bertahta.pintu gerbang .pendopo : bentuk kampung : bentuk joglo Page | 102 . sehingga masyarakat Jawa tidak mungkin rumah tempat tinggalnya dibuat berbentuk Tajug. Taman. sinom joglo lambang gantung.

usuk ri-gereh.emper yang lain . Arsitektur tradisional Jawa terbukti sangat populer tidak hanya di Jawa sendiri tetapi sampai menjangkau manca negara. Hal tersebut dimaksudkan untuk berjaga-jaga bila ada banjir.gandhok (kiri-kanan) : bentuk pacul gowang Tetapi bagi orang yang tidak mampu tidaklah mungkin akan demikian. Bahan bangunan rumah Jawa ialah terutama dari kayu jati. reng. pengeret. usuk peniyung. blandar. saka guru. Kedutaan Besar Indonesia di Singapura dan Malaysia juga Bandar Udara Soekarno-Hatta mempunyai arsitektur tradisional Jawa. Yang disebut rumah yang utuh seringkali bukanlah satu bangunan dengan dinding yang pejal melainkan halaman yang berisi sekelompok unit bangunan dengan fungsi yang berbeda-beda. dudur. Dengan sendirinya rumah yang berbentuk doro gepak (atap bangunan yang berbentuk mirip burung dara yang sedang terbang mengepakkan sayapnya) misalnya bagian-bagiannya dipergunakan untuk kegunaan yang tertentu. Ruang dalam dan luar saling mengimbas tanpa pembatas yang tegar. misalnya : . Dinding ruangan sekedar merupakan tirai Page | 103 .ruang tengah . bagaikan payung yang terpancang terbuka. Pada dasarnya arsitektur tradisonal Jawa – sebagaimana halnya Bali dan daerah lain – adalah arsitektur halaman yang dikelilingi oleh pagar.emper kanan-kiri : untuk Pendopo : untuk tempat pertemuan keluarga : untuk senthong tengah dan senthong kiri kanan : untuk gudang dan dapur. brunjung.. dan sebagainya. seperti : ander. Struktur bangunannya merupakan struktur rangka dengan konstruksi kayu.dan lain-lain. saka penanggap. Di beberapa daerah pantai terdapat pula rumah-rumah yang berkolong.dalem .dapur . maka semua bagian kerangka rumah telah diberi nama-nama tertentu. Dalam Seni Bangunan Jawa karena telah begitu maju. umpak. : bentuk limasan : bentuk joglo : bentuk kampung .emper depan .pringgitan .

Dalam pertunjukan tersebut tamu laki-laki ditempatkan di pendapa. Sedangkan pepohonan yang ditanam seringkali memiliki sasraguna (multi fungsi). tempat tinggalnya (rumah) masih dilengkapi dengan bangunan lainnya. peredam angin dan suara. Bagi warga masyarakat umum (kawula dalem) yang mampu. Atap bangunannya selalu menggunakan tritisan yang lebar. Bangunan rumah tersebut terdiri dari: pendhapa.pembatas. terletak di depan rumah tempat tinggal. juga sebagai sumber pangan bagi manusia dan binatang bahkan sering pula dimanfaatkan untuk obat tradisional. Tata ruang dan struktur yang demikian sungguh cocok untuk daerah beriklim tropis yang sering mengalami gempa dan sesuai untuk peri kehidupan manusia yang memiliki kepribadian senang berada di udara terbuka. Biasanya terletak di sebelah kiri atau kanan Page | 104 . sedang tamu wanita ditempatkan di rumah belakang. Dalam masyarakat Jawa. Halaman yang lega dengan perkerasan pasir atau kerikil sangat bermanfaat untuk penyerapan air hujan. wajar dan jujur tanpa ada usaha menutup-nutupinya. semua dibiarkan menunjukan watak aslinya. penyaring debu. Yang sangat menarik pula untuk diungkap adalah struktur tersebut diperlihatkan secara jelas. Susunan rumah demikian mirip dengan susunan rumah istana Hindu Jawa. digunakan untuk menerima tamu. misal: lumbung. yaitu sebagai peneduh. bila yang bersangkutan mempunyai kerja (pernikahan. khitanan. dan sebagainya). yaitu tempat untuk tidur. misalnya Istana Ratu Boko di dekat Prambanan. disamping bangunan rumah tersebut. Demikian pula bahan-bahan bangunannya. di antara rumah belakang dengan pendapa terdapat pringgitan. istirahat anggota keluarga. bukan dinding pemikul. tempat menyimpan padi dan hasil bumi lainnya. Pringgitan ialah tempat yang digunakan untuk pementasan pertunjukan wayang kulit. terdapat pula bangunan rumah lain yang digunakan untuk keperluan lain dai keluarga tersebut. yang sangat melindungi ruang beranda atau emperan di bawahnya. Di samping itu arsitektur Jawa memiliki ketahanan yang cukup handal terhadap gempa. susunan rumah dalam sebuah rumah tangga terdiri dari beberapa bangunan rumah. Rumah belakang (omah buri) digunakan untuk rumah tempat tinggal. Selain rumah tempat tinggal (induk).

biasanya diletakkan disamping kanan agak berjauhan dengan pendapa. Gedhongan biasanya menyambung ke kiri atau ke kanan kandhang. namun ada pula yang diletakkan di muka pendhapa dengan disela oleh halaman yang luas. topengan. kombong (itik. untuk tempat binatang ternak (sapi. Letaknya agak berjauhan. Lesung. kerbau. untuk kuda disebut gedhongan. ialah bangunan rumah kecil. berupa rumah kecil ditempatkan di samping dapur atau belakang samping kiri atau kanan rumah belakang. Peranginan ini bagi pejabat desa bisa digunakan untuk markas ronda atau larag. bangsal. lumbung. Page | 105 . untuk ternak unggas. dan sebagainya. kambing. pringgitan. dan juga tempat bersantai untuk mencari udara segar dari pemiliknya. Kandang bisa terdapat di sebelah kiri pendapa. Secara lengkap kompleks rumah tempat tinggal orang Jawa adala rumah belakang. Kandang. gedhogan. kuda. tempat memasak. pendapa. Demikian sedikit variasi bangun rumah adat Jawa yang lengkap untuk sebuah keluarga. Biasanya untuk WC ditempatkan agak berjauhan dengan dapur. Hal tersebut sangat bergantung pada kemampuan keluarga. Kadang-kadang terdapat peranginan.ayam dan sebagainya). rumah tempat menumbuk padi. angsa. Untuk ternak besar disebut kandang. dapur. Kadang-kadang terdapat lesung yang terletak di muka pendapa samping kanan. Sedang untuk sarong atau kombong terletak di sebelah kiri agak jauh dari pendhapa. kandhang. itik. ada sarong (ayam).Pringgitan. gadhok (tempat para pelayan). pringgitan. angsa). serambi. Dapur (pawon) terletak di sebelah kiri rumah belakang (omah buri). Terletak di samping kiri atau kanan rumah belakang (pada umumnya terletak di sebelah belakang). Besar kecilnya maupun jenis bangunannya dibuat menurut selera serta harus diingat status sosial pemiliknya didalam masyarakat. rumah belakang. Kemudian terdapat bangunan tempat mandi yang disebut jambang. Demikian pula tempat buang air besar/kecil dan kamar mandi dibuatkan bangunan rumah sendiri. sumur dan pendhapa. Pintu masuk pekarangan sering dibuat Regol.

A. Karya-karya ini mencakup genre seperti sajak wiracarita. undang-undang hukum. tahun 1945 sastra Jawa agak dianaktirikan karena di Negara Kesatuan RI. Prasasti yang biasa disebut dengan nama Prasasti Sukabumi ini bertarikh 25 Maret tahun 804 Masehi. Isinya ditulis dalam bahasa Jawa Kuna. Kediri. ditemukan prasasti lainnya dari tahun 856 M yang berisikan sebuah sajak yang disebut kakawin. Kakawin yang tidak lengkap ini adalah sajak tertua dalam bahasa Jawa (Kuna). Pare. kronik (babad). sastra Jawa adalah yang paling berkembang dan paling banyak tersimpan karya sastranya. Sastra Jawa Kuna Sastra Jawa Kuna meliputi sastra yang ditulis dalam bahasa Jawa Kuna pada periode kurang-lebih ditulis dari abad ke-9 sampai abad ke-14 Masehi. Sastra Jawa-Sunda. Setelah prasasti Sukabumi. Dari semua sastra tradisional Nusantara. dimulai dengan Prasasti Sukabumi. dan Sastra Jawa-Palembang. Jawa Timur. kesatuan yang diutamakan. yang berkembang dari Sastra Jawa Tengahan. Manuskrip-manuskrip yang memuat teks Jawa Kuna jumlahnya sampai ribuan sementara prasasti-prasasti ada puluhan dan bahkan ratusan jumlahnya. Meski di sini harus diberi catatan bahwa tidak semua prasasti memuat teks kesusastraan. Page | 106 . dan kitab-kitab keagamaan. Sastra Jawa Kuna diwariskan dalam bentuk manuskrip dan prasasti. Sastra Jawa-Madura. ada pula Sastra Jawa-Lombok. Biasanya sejarah sastra Jawa dibagi dalam empat masa: • • • • Sastra Jawa Kuna Sastra Jawa Tengahan Sastra Jawa Baru Sastra Jawa Modern Terdapat pula kategori Sastra Jawa-Bali.Karya Sastra SASTRA JAWA Sejarah Sastra Jawa dimulai dengan sebuah prasasti yang ditemukan di daerah Sukabumi (Sukobumi). Tetapi setelah proklamasi RI. Selain itu. Karya sastra ini ditulis baik dalam bentuk prosa (gancaran) maupun puisi (kakawin).

Sedangkan naskah manuskrip tertua adalah sebuah naskah daun nipah yang berasal dari abad ke-13 dan ditemukan di Jawa Barat. Sehingga mereka jarang yang tertulis dalam bentuk asli seperti pada waktu dibuat dahulu. kecuali jika ditulis pada bahan tulisan yang awet seperti batu. Prasasti tertua dalam bahasa Jawa Kuna berasal dari tahun 804. Walau sebagian besar sastra Jawa Kuna terlestarikan di Bali.Karya-karya sastra Jawa penting yang ditulis pada periode ini termasuk Candakarana. Bersama asistennya. Gubernur-Jenderal dari Britania Raya yang memerintah di pulau Jawa. Sastra Jawa Kuna yang terlestarikan sampai hari ini sebagian besar diturunkan dalam bentuk naskah manuskrip yang telah disalin ulang berkali-kali. Di dalam artikel ini. Kakawin Ramayana dan terjemahan Mahabharata dalam bahasa Jawa Kuna. di Jawa dan Madura ada pula sastra Jawa Kuna yang terlestarikan. Banyak teks dalam bahasa Jawa Kuna yang terlestarikan dari abad ke- Page | 107 . Teks kesusastraan tertua pada sebuah prasasti terdapat pada Prasasti Siwagreha yang ditarikh berasal dari tahun 856 Masehi. Naskah nipah ini memuat teks Kakawin Arjunawiwaha yang berasal dari abad ke11. Jadi merupakan sastra Jawa sebelum masa sastra Jawa Pertengahan. Kolonel Colin Mackenzie beliau mengumpulkan dan meneliti naskah-naskah Jawa Kuna. Istilah sastra Jawa Kuna agak sedikit rancu. Penelitian ilmiah mengenai sastra Jawa Kuna mulai berkembang pada abad ke-19 awal dan mulanya dirintis oleh Stamford Raffles. Karya sastra Jawa Kuna sebagian besar terlestarikan di Bali dan ditulis pada naskah-naskah manuskrip lontar. pengertian terakhir inilah yang dipakai. Selain sebagai seorang negarawan beliau juga tertarik dengan kebudayaan setempat. Bahkan di Jawa terdapat pula teks-teks Jawa Kuna yang tidak dikenal di Bali. tembaga dan lain-lain. namun isinya bukan merupakan teks kesusastraan. Sastra Jawa Pertengahan adalah masa transisi antara sastra Jawa Kuna dan sastra Jawa Baru. Istilah ini bisa berarti sastra dalam bahasa Jawa sebelum masuknya pengaruh Islam atau pembagian yang lebih halus lagi: sastra Jawa yang terlama.

9 sampai abad ke-14. Namun tidak semua teks-teks ini merupakan teks kesusastraan. Dari masa ini terwariskan sekitar 20 teks prosa dan 25 teks puisi. Sebagian besar dari teks-teks ini ditulis setelah abad ke-11.

Daftar Karya Sastra Jawa Kuna dalam bentuk prosa: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Candakarana Sang Hyang Kamahayanikan Brahmandapurana Agastyaparwa Uttarakanda Adiparwa Sabhaparwa Wirataparwa, 996 Udyogaparwa Bhismaparwa Asramawasanaparwa Mosalaparwa Prasthanikaparwa Swargarohanaparwa Kunjarakarna Kakawin Tertua Jawa, 856 Kakawin Ramayana ~ 870 Kakawin Arjunawiwaha, mpu Kanwa, ~ 1030 Kakawin Kresnayana Kakawin Sumanasantaka Kakawin Smaradahana Kakawin Bhomakawya Kakawin Bharatayuddha, mpu Sedah dan mpu Panuluh, 1157 Kakawin Hariwangsa Kakawin Gatotkacasraya Kakawin Wrettasañcaya Kakawin Wrettayana Page | 108

Daftar Karya Sastra Jawa Kuna dalam bentuk puisi (kakawin)

13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. B.

Kakawin Brahmandapurana Kakawin Kunjarakarna, mpu "Dusun" Kakawin Nagarakretagama, mpu Prapanca, 1365 Kakawin Arjunawijaya, mpu Tantular Kakawin Sutasoma, mpu Tantular Kakawin Siwaratrikalpa, Kakawin Lubdhaka Kakawin Parthayajna Kakawin Nitisastra Kakawin Nirarthaprakreta Kakawin Dharmasunya Kakawin Harisraya Kakawin Banawa Sekar Tanakung Sastra Jawa Tengahan

Sastra Jawa Pertengahan muncul di Kerajaan Majapahit, mulai dari abad ke-13 sampai kira-kira abad ke-16. Setelah ini, sastra Jawa Tengahan diteruskan di Bali menjadi Sastra Jawa-Bali. Pada masa ini muncul karyakarya puisi yang berdasarkan metrum Jawa atau Indonesia asli. Karyakarya ini disebut kidung. Daftar Karya Sastra Jawa Tengahan prosa: 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tantu Panggelaran Calon Arang Tantri Kamandaka Korawasrama Pararaton Kakawin Dewaruci Kidung Sudamala Kidung Subrata Kidung Sunda Kidung Panji Angreni Kidung Sri Tanjung

Daftar Karya Sastra Jawa Tengahan puisi:

Page | 109

C.

Sastra Jawa Baru

Sastra Jawa Baru kurang-lebih muncul setelah masuknya agama Islam di pulau Jawa dari Demak antara abad kelima belas dan keenam belas Masehi. Dengan masuknya agama Islam, orang Jawa mendapatkan ilham baru dalam menulis karya sastra mereka. Maka, pada masa-masa awal, zaman Sastra Jawa Baru, banyak pula digubah karya-karya sastra mengenai agama Islam. Suluk Malang Sumirang adalah salah satu yang terpenting. Kemudian pada masa ini muncul pula karya-karya sastra bersifat ensiklopedis seperti Serat Jatiswara dan Serat Centhini. Para penulis 'ensiklopedia' ini rupanya ingin mengumpulkan dan melestarikan semua ilmu yang (masih) ada di pulau Jawa, sebab karya-karya sastra ini mengandung banyak pengetahuan dari masa yang lebih lampau, yaitu masa sastra Jawa Kuna. Gaya bahasa pada masa-masa awal masih mirip dengan Bahasa Jawa Tengahan. Setelah tahun ~ 1650, bahasa Jawa gaya Surakarta menjadi semakin dominan. Setelah masa ini, ada pula renaisans Sastra Jawa Kuna. Kitab-kitab kuna yang bernapaskan agama Hindu-Buddha mulai dipelajari lagi dan digubah dalam bahasa Jawa Baru. Sebuah jenis karya yang khusus adalah babad, yang menceritakan sejarah. Jenis ini juga didapati pada Sastra Jawa-Bali. Daftar Cuplikan Karya Sastra Jawa Baru Masa Islam:
• • • • • • • • •

Kidung Rumeksa ing Wengi Kitab Sunan Bonang Primbon Islam Suluk Sukarsa Serat Koja Jajahan Suluk Wujil Suluk Malang Sumirang Serat Nitisruti Serat Nitipraja

Page | 110

Raden Ngabehi Ranggawarsita Serat Jitapsara Serat Pustaka Raja Serat Cemporet Serat Damar Wulan. Ingkang Sinuwun Pakubuwana III Serat Darmasunya Serat Dewaruci Serat Ambiya Yasadipuran. Raden Panji Jayasubrata. 1871 Serat Darmagandhul Babad Giyanti Babad Prayut Babad Pakepung Babad Tanah Jawi Masa Renaisans dan sesudahnya: • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Babad-Babad: • • • • Page | 111 . Raden Ngabehi Ranggawarsita Serat Paramayoga.• • • • • • • Serat Sewaka Serat Menak Serat Yusup Serat Rengganis Serat Manik Maya Serat Ambiya Serat Kandha Serat Rama Kawi Serat Bratayuda. Kyai Yasadipura Serat Panitisastra Serat Arjunasasra Serat Mintaraga. Kyai Yasadipura Serat Tajusalatin Serat Cebolek Serat Sasanasunu Serat Wicara Keras Serat Kalatidha.

J. F. 1913 Ratu. lalu muncullah karya sastra seperti di Dunia Barat. X.D. roman. Suparto Brata. Esmiet Lelakone Si lan Man. J. Perbedaan utamanya ialah semakin banyak digunakannya kata-kata Melayu. Krishna Mihardja. dan juga kata-kata Belanda. Maka. dan sebagainya. Pada masa ini (tahun 1839. dan sebagainya. Genre yang cukup populer adalah tentang perjalanan. Hoery Wayang Page | 112 . Gaya bahasa pada masa ini masih mirip dengan Bahasa Jawa Baru. oleh Taco Roorda) juga diciptakan huruf cetak berdasarkan aksara Jawa gaya Surakarta untuk Bahasa Jawa. 1995 Tunggak-Tunggak Jati. novel. yang kemudian menjadi standar di pulau Jawa. Raden Mas Purwalelana (jeneng sesinglon) 1875-1880 • • • • • • Rangsang Tuban. cerita wayang. Daftar Karya Sastra • Lelampahaning Purwalelana. F. Padmasoesastra. 2004 Pagelaran. X. Hoery Banjire Wis Surut. esai. Sastra Jawa Modern Sastra Jawa Modern muncul setelah pengaruh penjajah Belanda dan semakin terasa di Pulau Jawa sejak abad kesembilan belas Masehi. Para cendekiawan Belanda memberi saran para pujangga Jawa untuk menulis cerita atau kisah mirip orang Barat dan tidak selalu berdasarkan mitologi.

juga merupakan media penerangan. serta hiburan. 1. sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan sangat berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Wayang Wong atau Wayang Orang di Jawa Tengah. seni musik. Pertunjukan wayang telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003. yang artinya bayangan. 3. Budaya wayang. seni suara. sebagai pembatas antara dalang yang memainkan wayang. pemahaman filsafat. Jenis-jenis wayang : Page | 113 . Wayang Golek di Jawa Barat Masing masing sangat bekaitan satu sama lain. hiburan. seni tutur. dan ada pula wayang yang berupa sekumpulan boneka yang dimainkan oleh dalang. Dugaan ini sesuai dengan kenyataan pada pergelaran Wayang Kulit yang menggunakan kelir. dan penonton di balik kelir itu. pendidikan. dakwah. Wayang. seni lukis. Penonton hanya menyaksikan gerakan-gerakan wayang melalui bayangan yang jatuh pada kelir. oleh para pendahulu negri ini sangat mengandung arti yang sangat dalam sekali. Para Wali di Tanah Jawa sudah mengatur sedemikian rupa menjadi tiga bagian.Wayang adalah seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Pulau Jawa dan Bali. secarik kain. Ada versi wayang yang dimainkan oleh orang dengan memakai kostum. Wayang Kulit di Jawa Timur 2. Kata `wayang' diduga berasal dari kata `wewayangan'. yang dikenal sebagai wayang orang. Cerita yang dikisahkan dalam pagelaran wayang biasanya berasal dari Mahabharata dan Ramayana. yang terus berkembang dari zaman ke zaman. seni sastra. seni pahat. dan juga seni perlambang. Yaitu "Mana yang Isi(Wayang Wong) dan Mana yang Kulit (Wayang Kulit) harus dicari (Wayang Golek)". Wayang yang dimainkan dalang ini diantaranya berupa wayang kulit atau wayang golek. Sunan Kali Jaga dan Raden Patah sangat berjasa dalam mengembangkan Wayang. Budaya wayang meliputi seni peran.

Perkembangan jenis wayang ini juga dipengaruhi oleh keadaan budaya daerah setempat. kain.Wayang Sadat .Wayang Madya . Satu gulung wayang beber biasanya terdiri atas 16 adegan. 2.Wayang Kancil -Wayang Golek/ Wayang Thengul Bojonegoro Page | 114 .Wayanng Parwa . Peraga wayang yang dimainkan oleh seorang dalang terbuat dari lembaran kulit kerbau (atau sapi) yang dipahat menurut bentuk tokoh wayang dan kemudian disungging dengan warna warni yang mencerminkan perlambang karakter dari sang Tokoh. -Wayang Wahyu -Wayang Menak . Wayang Beber pada umumnya menceritakan kisah Panji. Wayang Kulit Purwa mengambil cerita dari kisah Mahabarata dan Ramayana. Sedangkan alat peraganya pun berkembang menjadi beberapa macam. budaya wayang berkembang menjadi beragam jenis. -Wayang Kulit -Wayang Krucil -Wayang Purwa -Wayang Beber -Wayang Orang -Wayang Gedog -Wayang Sasak -Wayang Calonarang 1.Wayang Suluh . kulit.Wayang Papak . antara lain yang terbuat dari kertas. dan sang Dalang menceritakan kisah yang terlukis dalam setiap adegan itu. Wayang Beber Berupa selembar kertas atau kain yang berukuran sekitar 80 cm X 12 meter.Wayang Klitik . Kebanyakan jenis jenis wayang itu tetap nenggunakan Mahabarata dan Ramayana sebagai induk ceritanya. dan juga Wayang Orang. kayu. yang digambari dengan beberapa adegan lakon wayang tertentu.Selama berabad-abad. Pada saat pergelaran bagian gambar yang menampilkan adegan lakon itu dibuka dari gulungannya. Wayang Kulit Purwa Merupakan jenis wayang yang paling populer di masyarakat sampai saat ini.

Wayang Klitik Terbuat dari kayu pipih yang dibentuk dan disungging menyerupai Wayang Kulit Purwa. disebut pesinden atau waranggana. cempuritnya merupakan Page | 115 . Selain berupa golek. 3. peraga Wayang Golek Menak diberi pakaian mirip dengan Wayang Kulit Purwa. Surakarta. sumping. walaupun tubah dan sorban Arab juga digunakan. Induk ceritanya bukan diambil dari Kitab Ramayana dan Mahabarata. Latar belakang cerita Menak adalah negeri Arab. bahkan juga di Suriname di benua Amerika bagian selatan. melainkan dari Kitab Menak. pada masa perjuangan Nabi Muhammad SAW menyebarkan agama Islam . Pergelaran Wayang Kulit Purwa diiringi dengan seperangkat gamelan sedangkan penyanyi wanita yang menyanyikan gending-gending tertentu. jamang. terbuat dari tanduk kerbau atau kulit penyu. Kerangka itu disebut cempurit. Pada Wayang Klitik. antara lain dengan memberinya kuluk. Wayang Golek Menak Disebut juga Wayang Tengul. Wayang Menak juga ada yang dirupakan dalam bentuk kulit.Agar lembaran wayang itu tidak lemas. Jenis wayang ini tersebar hampir di seluruh Jawa dan daerah transmigrasi. digunakan "kerangka penguat" yang membuatnya kaku. Wayang ini diciptakan oleh Ki Trunadipa. Hanya bagian tangan peraga wayang itu bukan dari kayu pipih melainkan terbuat dari kulit. agar lebih awet dan ringan menggerakkannya. 4. seorang dalang dari Baturetno. dsb. Walaupun tokoh ceritanya sebenarnya orang Arab. pada zaman pemerintahan Mangkunegoro VII. juga menggunakan peraga wayang berbentuk boneka kecil.

Wayang Krucil Sering dianggap sama dengan Wayang Klitik. Wayang Orang adalah perwujudan drama tari dari Wayang Kulit Purwa. Wayang Krucil mengambil lakon dari cerita Damarwulan. bukan dari Ramayana atau Mahabarata. Wayang ini diciptakan orang pada tahun 1648. Wayang Orang Adalah seni drama tari yang mengambil cerita Ramayana dan Mahabarata sebagai induk ceritanya. Karena itu. 5. karena baru tercipta setelah zaman kemerdekaan.kelanjutan dari bahan kayu pembuatan wayangnya. Wayang Suluh Suluh tergolong wayang modern. Jadi agak mirip dengan pertunjukan ludruk di Jawa Timur dewasa ini. antara lain terdapat Bung Karno. Bung Hatta. Wayang ini dimaksudkan sebagai media penerangan mengenai sejarah perjuangan bangsa. di antara tokoh peraganya. Pada mulanya. Baik Wayang Krucil maupun Wayang Klitik. yakni pertengahan abad ke-18. saat ini sudah hampir punah.karena Wayang Krucil juga terbuat dari kayu pipih. Bung Page | 116 . 6. Dari segi cerita. Anggapan itu disebabkan . tidak ada penari wanita. Yang berbeda benar adalah induk cerita yang diambil untuk lakon-lakonnya. sehingga 7. tetapi tanpa menggunakan kelir penonton dapat melihat secara langsung. semua penari Wayang Orang adalah penari pria. Pementasan Wayang Klitik juga diiringi oleh gamelan dan pesinden.

dan David Ian Goliat. Prabu Klana Madukusuma. tetapi corak tatahan dan sunggingannya agak naturalistik. Dengan demikian Wayang Wahyu praktis tidak berkembang. Wayang ini amat mirip dengan Wayang Kulit Purwa. Page | 117 .Tomo. tidak semua orang Jawa menyukai wayang. Pergelaran Wayang wahyu hampir serupa dengan Wayang Kulit Purwa. itu pun yang berasal dari suku bangsa Jawa. Wayang Wahyu Mempunyai bentuk peraga wayang terbuat dari kulit. tetapi mengambil lakon dari cerita-cerita Panji. dan Raden Gunungsari. kelir dan gedebog. antara lain adalah Prabu Lembu Hamiluhur. diiring oleh seperangkat gamelan dan pesinden. Padahal. Perkembangan Wayang Wahyu amat terbatas pada lingkungan masyarakat beragama Katolik. Para dalangnya pun pada umumnya juga merangkap sebagai dalang Wayang Kulit Purwa. Syahrir. Bahasa pengantarnya. sebagian orang menamakan Wayang Gedog ini Wayang Panji. 9. Di antara lakonnya. Penggambaran tokoh Wayang Suluh dibuat realistik. baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. bahasa Jawa. Wayang ini mengambil lakon dari cerita Injil. Wayang Gedog Diciptakan oleh Sunan Giri di tandai candra sengkala Gegamaning Naga Kinaryeng Bathara: 1485 caka (1568 M). Itulah sebabnya. 8. antara lain adalah Samson Ian Delilah. Di antara tokoh-tokoh ceritanya. dan Jenderal Sudirman.

11. Wayang yang juga terbuat dari kulit itu. tetap berusaha Subroto Wayang kulit adalah seni tradisional Indonesia. boleh dibilang sudah punah. 10. Hanya sisa-sisa peraganya saja yang masih bisa dilihat di beberapa museum dan Keraton Surakarta.Wayang ini. Wayang Kancil Termasuk wayang moderen. Wayang Kancil termasuk di antara jenis wayang meskipun seorang seniman. Wayang Kulit yang Iedjar tidak berkembang. diciptakan tahun 1925 oleh seorang keturunan Cina bernama Bo Liem. Cerita untuk lakon-lakon para Wayang Kancil diambil dari Kitab Serat Kancil Kridamartana karangan Raden Panji Natarata. menggunakan tokoh peraga binatang. yang terutama berkembang di Jawa dan di sebelah timur semenanjung Malaysia seperti di Kelantan dan Terengganu. Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang Page | 118 . yakni mempopulerkannya. dibuat dan disungging oleh Lie To Hien.

lakon wayang ( penyajian alur cerita dan maknanya). Jenis Wayang Kulit menurut asal daerah di Jawa : • • • Wayang Jawa Yogyakarta Wayang Jawa Surakarta Wayang Kulit Gagrag Banyumasan Wayang Kulit Gagrag Banyumasan merupakan salah satu gaya pedalangan di tanah Jawa. Pakeliran ini mencakup unsur-unsur yaitu. dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden. yaitu layar yang terbuat dari kain putih. Untuk dapat memahami cerita wayang(lakon). karawitan ( gendhing. serta lugas dan mampu bertahan sampai saat ini dalam menghadapi perubahan jaman. sementara di belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak (blencong). catur ( narasi dan cakapan) . sederhana. mempunyai nuansa kerakyatan yang kental sebagaimana karakter masyarakatnya . jujur dan terus terang . yang kualitasnya selalu terjaga dan ditangani sungguh-sungguh oleh para pakar yang memahami benar.yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang. dan berperan sebagai bentuk seni klangenan serta dijadikan wahana untuk mempertahankan nilai etika. merupakan ekspresi dan sifatnya lebih bebas. sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir. devosional dan hiburan. yang lebih dikenal dengan istilah pakeliran. sulukan dan properti panggung ) . Dalang memainkan wayang kulit di balik kelir. Petruk Krama dan lain-lain selain itu pula wayang Gagrag Banyumasan lebih menonjolkan peran para muda dalam penyelesaian kasus-kasus dan Page | 119 . Pakeliran Gagrag Banyumasan. dan hidup serta berkembang di daerah eks Karesidenan Banyumas. sabet ( seluruh gerak wayang). karena memperoleh simpati dan dicintai masyarakatnya. penonton harus memiliki pengetahuan akan tokoh-tokoh wayang yang bayangannya tampil di layar. Dalam Wayang Gagrag Banyumasan mempunyai ciri khas dalam penceritaan yang lebih memperjelas peran rakyat kecil yang dimanivestasikan dalam tokoh punakawan seperti cerita Bawor Dadi Ratu.

permasalahan. baik dalam hubungannya dengan sesama manusia. • 1 Bagian ndhuwur/bagian atas (Penutup Kepala)  Iket atau blangkon Page | 120 . Busana Jawa penuh dengan piwulang sinandhi (ajaran tersamar) kaya akan ajaran Jawa. Dalam busana Jawa ini tersembunyi ajaran untuk melakukan segala sesuatu di dunia ini secara harmoni yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. rasukan perumpamaan atau melambangakn nilai-nilai luhur filosofi Jawa. Pakaian Adat Rasukan adat Jawa Rasukan adat Jawa atau pakaian adat Jawa yang umumnya disebut rasukan kejawen yang sudah ada sejak jaman dahulu dan mulai terbentuk lengkap pada jaman kerajaan demak. Pakaian adat Jawa ini mempunyai perlambang tertentu bagi orang Jawa. rasukan mesiran. diri sendiri maupun Tuhan Yang Maha Kuasa Pencipta segalanya. Contoh gambar wayang : Batara Guru (Siwa) dalam bentuk seni wayang Jawa. Pada umumnya rasukan Jawa dibagi menjadi 4 bagian yaitu. Cerita Srikandi Mbarang Lengger' yang merupakan terusan lakon Srenggini Takon Rama adalah salah satu contoh kongkrit bahwa peran pemuda seperti Antasena dan Wisanggeni menjadi sangat sentral. rasukan basahan dan rasukan gedhog. Masing-masing jenis Selain rasukan kejawen juga ada Jawa ini mempunyai makna rasukan surjan.

Untuk bagian kepala selain menggunakan blangkon biasanya orang Jawa kuna (tradisional) mengenakan "iket" yaitu ikat kepala yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menjadi penutup kepala. Makna iket dimaksudkan manusia seyogyanya mempunyai pemikiran yang kenceng. Selain itu udheng juga mempunyai arti bahwa manusia seharusnya mempunyai ketrampilan dapat menjalankan pekerjaannya dengan dasar pengetahuan yang Page | 121 . Tonjolan ini menandakan model rambut pria masa itu yang sering mengikat rambut panjang mereka di bagian belakang kepala. sehingga bagian tersebut tersembul di bagian belakang blangkon. Jika sudah dikenakan di atas kepala. Maksudnya agar manusia mempunyai pemikiran yang kukuh. iket dan udheng sulit dibedakan karena ujud dan fungsinya sama. Untuk beberapa tipe blangkon ada yang menggunakan tonjolan pada bagian belakang blangkon. tidak mudah terombang-ambing hanya karena situasi atau orang lain tanpa pertimbangan yang matang. faham. mengerti dan memahami tujuan hidup dan kehidupan atau sangkan paraning dumadi. Udheng dari kata kerja Mudheng atau mengerti dengan jelas. Cara mengenakan iket harus kenceng (kuat) supaya ikatan tidak mudah terlepas.Blangkon adalah tutup kepala yang dibuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional Jawa.  Udheng Udheng juga dikenakan di bagian kepala dengan cara mengenakan seperti mengenakan sebuah topi.

Dengan kata lain hendaklah manusia mempunyai ketrampilan yang profesional. Ini mengandung pengertian bahwa jarik tidak bisa lepas dari wiru.  Sabuk Sabuk (ikat pinggang) dikenakan dengan cara dilingkarkan (diubetkan) ke badan.  Jarik lan wiron utawa wiru Jarik atau sinjang merupakan kain yang dikenakan untuk menutup tubuh dari pinggang sampai mata kaki.mantap atau mudheng. tidak grusa-grusu (emosional) Wiru Jarik atau kain dikenakan selalu dengan cara mewiru (meripel) pinggiran yang vertikal atau sisi saja sedemikian rupa. Menanggapi setiap masalah harus hati-hati. menjaga antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum. dimaksudkan wiwiren aja nganti kleru. Lambang yang tersirat dalam benik itu adalah agar orang (Jawa) dalam melakukan semua tindakannya apapun selalu diniknik. kerjakan segala hal jangan sampai keliru agar bisa menumbuhkan suasana yang menyenangkan dan harmonis. Untuk itulah manusia harus ubed (bekerja dengan sungguh-sungguh) dan Page | 122 . Ajaran ini tersirat dari sabuk tersebut adalah bahwa harus bersedia untuk tekun berkarya guna memenuhi kebutuhan hidupnya. • 2 Bagian tengah (bagian tengah)  Rasukan utawa kelambi uga benik (pakaian dan juga kancing baju) Busana kejawen seperti beskap selalu dilengkapi dengan benik (kancing baju) disebelah kiri dan kanan. Apapun yang akan dilakukan hendaklah jangan sampai merugikan orang lain. Jarik bermakna aja gampang serik (jangan mudah iri terhadap orang lain). diperhitungkan dengan cermat. dapat . Wiru atau wiron ( rimple ) diperoleh dengan cara melipat-lipat (mewiru).

Canela selalu dikenakan di kaki. Keris ini mempunyai pralambang bahwa keris sekaligus warangka sebagaimana manusia sebagai ciptaan dan penciptanya Yatu Allah Yang Maha Kuasa.  Timang Timang bermakna bahwa apabila ilmu yang didapat harus dipahami dengan jelas atau gamblang. • 4 Bagian ngisor (bagain bawah)  Canela yaitu: cripu. atau sandal. teliti dan cermat sehingga dapat memahami dengan jelas. Kata sabuk berarti usahakanlah agar segala yang dilakukan tidak ngebukne. Selama menempuh ilmu upayakan untuk tekun. manunggaling kawula Gusti. artinya dalam menyembah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. • 3 Bagian mburi (bagian belakang)  Curiga atau keris dan rangka Curiga atau keris berujud wilahan. Selop. mencari) pengetahuan yang berguna. bilahan dan terdapat di dalam warangka atau wadahnya. hendaklah dari lahir sampai batin sujud atau manembah di Page | 123 . keris mempunyai arti bahwa dalam menyembah Tuhan Yang Maha Kuasa hendaklah manusia bisa untuk ngungkurake godhaning setan yang senantiasa mengganggu manusia ketika manusia akan bertindak kebaikan. tidak akan ada rasa samang (khawatir) samang asal dari kata timang. selop atau sandal Canela mempunyai arti "Canthelna jroning nala" (peganglah kuat dalam hatimu) canela sama artinya Cripu. golek.  Epek Epek bagi orang Jawa mengandung arti bahwa untuk dapat bekerja dengan baik.jangan sampai kerjanya tidak ada hasil atau buk (impas/tidak ada keuntungan). harus epek (apek. Jadi harus ubed atau gigih. Karena diletakkan di bagian belakang tubuh. Curiga dikenakan di bagian belakang badan.

dan Sulawesi. Terpisah dari kebaya tradisional. rajin bekerja. kebaya adalah pakaian yang hanya dikenakan keluarga kerajaan di sana. Mereka mengenakannya dengan sarung dan kaus cantik bermanik-manik yang manek". Dalam hati hanyalah sumeleh (pasrah) kepada kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Kebaya yang dimodifikasi itu malah bisa dikenakan dengan jins atau rok. wanita-wanita Eropa mulai mengenakan kebaya sebagai pakaian resmi. dan juga terkenal di antara wanita non-Asia. nyonya kebaya sedang mengalami pembaharuan. batik. Page | 124 .  Bebed Bebed adalah kain (jarik) yang dikenakan oleh laki-laki seperti halnya pada perempuan. Lalu menyebar ke Malaka. berhati-hati terhadap segala hal yang dilakukan dan "tumindak nggubed ing rina wengi" (bekerja sepanjang hari) Kebaya Kebaya adalah blus tradisional yang dikenakan oleh wanita Indonesia dan Malaysia yang terbuat dari bahan tipis yang dikenakan dengan sarung. Peranakan dari Melaka. Setelah akulturasi yang berlangsung ratusan tahun. Sebelum 1600. pakaian itu diterima di budaya dan norma setempat. kebaya diubah dari hanya menggunakan barang tenunan mori menggunakan sutera dengan sulaman warna-warni. Selama masa ini.kaki-NYA. Jawa. Sumatera. di Pulau Jawa. Bali. Selama masa kendali Belanda di pulau itu. Pakaian yang mirip yang disebut "nyonya kebaya" diciptakan pertama disebut kali "kasut oleh orang-orang Kini. bebed artinya manusia harus ubed. Dipercaya kebaya berasal dari Tiongkok ratusan tahun yang lalu. perancang mode sedang mencari cara memodifikasi desain dan membuat kebaya menjadi pakaian yang lebih modern. atau pakaian rajutan tradisional lainnya seperti songket dengan motif warna-warni.

kebaya dikenakan secara resmi oleh keluarga Kerajaan. Gelang dan jam dikenakan diluar lengan Kebaya. terutama di Bali. Pada tahun 1600. Jawa).Kebaya Indonesia Menurut Denys Lombard dalam bukunya Nusa Jawa: silang Budaya (1996) Kebaya berasal dari bahasa Arab ‘Kaba’ yang berarti ‘pakaian’ dan diperkenalkan lewat bahasa Portugis ketika mereka mendarat di Asia Tenggara. Cirebon) di tanah Jawa masih merekam Kebaya panjang ini dengan beberapa ornamen kenegaraan yang terpasang di beberapa sisinya (abad ke-19). Sementara sebagian yang lain percaya Kebaya ada kaitannya dengan pakaian tunik perempuan pada masa kekasiran Ming di Tiongkok. meski dalam beberapa acara adat harus berbusana seperti itu lagi. Pakaian semacam ini serta-merta menggeser kemben tradisional. Surakarta maupun Jogjakarta menunjukkan penggunaan busana ini bagi keluarga kerajaan. Di beberapa pelosok Indonesia bahkan bisa ditemukan wanita yang tampil tanpa atasan apapun (Bali. sementara bros Page | 125 . Hal ini mengingatkan kita akan Abaya dan kebaya Melayu. dan pengaruh ini ditularkan setelah imigrasi besar-besaran menyambangi semenanjung Asia Selatan dan Tenggara di abad ke-13 hingga ke-16 Masehi. Argumen Lombard tentu berterima terutama lewat analogi penelusuran lingustik yang toh sampai sekarang kita masih mengenal ‘Abaya’ yang berarti tunik panjang khas Arab. Kebiasaan berbusana macam itu juga ikut tergeser. Dugaan kuat mengatakan Kebaya awalnya merupakan atasan panjang berbentuk tunik sederhana yang menjulur dari leher hingga lutut (baju kurung). Yogyakarta. Kata Kebaya diartikan sebagai jenis pakaian (atasan/blouse) pertama yang dipakai wanita Indonesia pada kurun waktu abad ke-15 atau ke-16 Masehi. Dokumentasi lama milik keluarga kerajaan dan keraton (Surakarta. kebaya menjadi busana yang populer dan bahkan menjadi simbol status. Keislaman sangat kuat memengaruhi siluet Kebaya di awal-awal perkembangannya. Lampung. Kita perlu menilik penyebaran dan masuknya Islam di Indonesia (abad ke-15) untuk mengetahui perkembangan Kebaya modern saat ini. Dokumentasi lama kerajaan Islam Cirebon. Setelah penyebaran agama Islam.

Jenis ini akhirnya merambah permainan bahan. dan katun halus kemudian menggantikan bahan-bahan keras tadi sesuai dengan masuknya koloni Eropa ke Indonesia dan membuka jalur perdagangan tekstil antar negara (sejak abad ke-18). Yang terlihat adalah aneka corak dan warna-warna Kebaya yang beragam. Potongan dan pola-pola lama kembali meruak meski masih memegang pakempakem yang tercipta dari abad sebelumnya. Lagi-lagi faktor politik berkecamuk. di rumah. ia harus mengalami sekali lagi pukulan itu. dan sebagian Asia Tenggara mendominasi pasar tekstil Indonesia. tetapi melekat pada kaum aristrokrat tertentu yang berpihak pada Soekarno. terutama jenis putu baru dan Kebaya encim yang masih ada jejaknya sekarang ini. Tiongkok. sutra. Sebagian orang menanggapi kondisi ini sebagai masa-masa keemasan Kebaya sampai tahun 1960-an. dan sentimen Soekarno sendiri pada Barat membatasi jalur pertukaran komoditi Eropa dan Indonesia. Revolusi besar kemerdekaan Indonesia tahun 1945 membawa Kebaya pada konstelasi nasionalis yang lebih absolut. Para wanita terdidik yang dekat dengan pemerintahan Soekarno saat itu banyak mengenakan aneka kebaya. Kebaya tersingkir dalam kotak eksklusif Dharmawanita (organisasi wanita Page | 126 . Sentimen Barat pada Soekarno. Peralihan kekuasaan dari tangan Soekarno ke pemerintahan Orde Baru di bawah Soeharto tahun 1965 menempatkan Kebaya di posisi lemah. Dari sekedar tradisional yang pribumi. Kaum perempuan yang merasa tidak terlibat dengan gejolak politik Orde Lama (Soekarno) memilih untuk tidak mengenakan Kebaya. Namun beludru. Hampir semua wanita. Belum pulih benar Kebaya dari trauma politiknya.serangkai (tiga berjajar) tersemat di bagian depan membentuk suatu penutup. Citra nasional yang dibawa Kebaya begitu kuatnya. Kebaya menjalar menjadi nasionalis dan bernafas kemerdekaan. Citra-citra dan simbol-simbol yang diemban Kebaya di masa Soekarno membuat ia dijauhi. di manapun tampil berkebaya. Perlahan namun pasti. Katun kasar dan tenun tradisional tentu saja menjadi cikal bakalnya. Terusan modern dan kemejakemeja wanita lebih digemari ketimbang Kebaya. India. baik itu di kantor.

Reformasi membawa angin segar sekaligus liar. awal tahun 90-an Ghea Panggabean melakukan eksperimen berarti pada Kebaya. Kuncinya adalah inovasi! Sepertinya tuntutan kreasi dan aksentuasi dari para pemakai juga menjadi faktor besar yang mendorong Kebaya kembali ke era abad-19—masa dimana Kebaya punya kebebasan untuk berkembang. keluarga. Ia sah digunakan di acara-acara formal baik bersifat pribadi. Bahkan dipandang mempunyai janji ekonomi yang besar. Kita harus mencermati trend brokat (lace). maupun kenegaraan. Di kalangan elit dan perempuan berpendidikan. Kekangan adalah barang haram di masa ini. Tinggal bagaimana tangan-tangan kreatif anak Bangsa memanfaatkannya. Kreatifitas tak terbendung yang dicontohkan oleh para pemimpin setelah Soeharto dan dunia politik juga diikuti masyarakatnya. Mereka mulai meliriknya. Tidak memakan waktu lama. meski beberapa desainer lokal macam Iwan Tirta mencoba melestarikannya. Ia memanfaatkan bahan sutra organdi dan serat-serat alam lain yang tergolong mewah menjadi Kebaya. Untuk beberapa alasan. dan kemudian berkreasi dengannya. Kebaya macam ini. Hingga tahun 1980-an Kebaya semakin terkucil di kalangan istri Militer dan pegawai negeri.istri pegawai negeri yang terbentuk sejak tahun 1974). teknik aplikasi. memelajarinya. Kabar baiknya adalah peran informasi dan pertukaran komoditi antar negara kembali terbuka lebar. Digalilah kreasi-krasi baru yang segar dari banyak sumber untuk mempercantik Kebaya. bordir. Tahun 90-an pula Kebaya mulai mendapat tempat yang lebih luas. Soeharto undur. Dalam lingkup kelas atas. Kebaya adalah genre khas dari dunia fesyen yang menjanjikan. Dengan warna jingga salem-nya. Setelah 32 Tahun memerintah Indonesia. Keterbukaan pikiran menjadi titik tolak semua kegiatan di masa-masa 1997-2002. hal ini baik. Kebaya menjadi seragam resmi organisasi ini. Banyak pranata yang dijungkirbalikan. Desainerdesainer Indonesia sepakat. Reformasi dipahami sebagai era kebebasan. memiliki predikat khusus. Page | 127 . yang kemudian banyak juga dikembangkan oleh desainer lokal lain.

Yang tandang dengan banyak ide. dia yang menang. Teknik aplikasi membuka kesempatan Kebaya sebagai benda seni yang bisa dihiasi apa saja—bahkan berlian jika memungkinkan.drapery. sehingga batik adalah asli dari Indonesia walaupun banyak beredar sekarang batik Malaysia sampai Myanmar. nanas. Kebaya merambah ke jalur sutra. sifon. cutting. dan unsur metal. Batik Batik adalah kata dari bahasa Indonesia. Lewat banyak teknik dan potongan. Dengan teknik yang satu ini. hingga acara-acara eksklusif yang mengusung Kebaya citra Indonesia kode secara konsensus-tersembunyi Hal ini kemudian mewajibkan sebagai busananya. Tanpa harus terpengaruh imbas politik. shantung. Kata ""tik" dari Page | 128 . Kebaya semata-mata menganut faham kreatifitas yang feminis. kreasi tanpa batas sangat mungkin dikerjakan. lipit. memancing kompetisi antar desainer. material dan bahan. bahkan adat istiadat. pisang. Kebaya memasuki masa revolusinya sendiri. punya daya pandang dan tempatnya masing-masing. ekonomi. dan garis luar berubah beragam-ragam. siluet. lace. Dunia pernikahan. layer hingga quilt ikut mewarnai kemegahan Kebaya. Bagai bola liar. Kebaya tercipta sebagai karya seni. pilin. hingga serat-serat yang tak terbayangkan sebelumnya seperti jute. seperti banyak masyarakat Indonesia era 2000-an. batu-batu mulia dan bulu binatang (ostrich’s feathers/cincila fur) hadir bersama taknik aplikasi yang revolusioner. renda. Batik pada prinsipnya merupakan proses pencelupan dan pencucian dan menggunakan malam sebagai bahan dasar. Keluar dari sekedar organza dan katun. dan pencampuran bahan sebagai cikal bakal revolusi Kebaya di tahun 2000-an. sampai aksesorisnya. Secara pola. karena kerumitan detail yang melekat padanya. tepatnya Ambatik (bahasa Jawa yang berarti menggambar dan melukis). perubahan besar itu juga diikuti dengan pemanfaatan bahan baku. pertemuan formal kenegaraan. kristal. Hingga akhirnya pemanfaatan material mewah macam payet. Bahkan ada satu Kebaya yang memiliki berat hingga 22 Kg. Ia kini. Teknik bordir.

Sedangkan cara modern merupakan suatu cara dimana pengrajin batik menggunakan cap yang menulis batik sehingga proses pengerjaannya lebih cepat. mestinya harus mengalir kembali ke asalnya. Secara kualitas batik yang dibuat dengan menggunakan cara tradisional akan lebih bagus kualitasnya. Batik merupakan busana hasil kerajinan rakyat dimana batik dibuat dengan menggunakan cara tradisional dan cara modern. Harjonagoro (Go Tik Swan) yang pernah hidup di antara rakyat jelata (antara lain para pengrajin batik di rumah kakeknya) maupun lingkungan keraton. "Falsafah batik sebenarnya berakar pada petani. mestinya diberi kesempatan mendapat bagian dari batik."setitik" berarti sedikit menggambarkan proses yang bertingkat sedikit demi sedikit. yaitu masyarakat pertanian. Masyarakat itu. Harga batik yang dibuat dengan cara tradisional pun lebih mahal. Cara Tradisional adalah suatu cara dimana pengrajin batik masih menggunakan canting untuk menulis batik dan menggunakan malam sebagai bahan untuk menulis. yang dibawa masuk ke keraton. Canthing Page | 129 . lalu diperbaiki dan diperhalus." "Karena berasal dari petani. yang kini sudah bergeser menjadi masyarakat industri agraris dan sepanjang masa sengsara." Begitu keyakinan KRT. Baru kemudian timbul falsafah batik yang tidak berpijak pada pertanian.

contohnya upacara pernikahan. Batik adalah cara yang melawan celup. menggunakan alat tembaga khusus untuk menggambar. dan digunakan untuk acara formal tertentu. itu menjadi melawan celup. tergantung jenis pola dan berapa warna-warna yang diinginkan. setiap motif mampunyai arti khusus. canthing dan malam ‘sebangsa cairan lilin’. Ketiga cara merupakan bentuk seni yang menarik. Setelah malamnya menjadi keras. dengan tangan. Canthing biasanya berbentuk seperti mangkuk kecil dengan tangki (pegangan) terbuat dari kayu atau bambu dan bermoncong satu atau lebih. sedangkan bagian yang dimalam masih sama. Cara ini dilakukan berulang kali. titik atau cerek. Ada tiga dasar utama untuk menerapkan malam. Canthing yang bermoncong satu untuk membuat garis. sering simbolis. Pola digambar pada kain dengan malam yang dicairkan. atau gabungan/combinasi tangan dan cap. dengan sebuah cap tembaga. Ada banyak motif yang berbeda. Batik-batik yang digambar dengan Page | 130 . dengan merebus malam keras pada kain dan menciptakan sebuah pola baru.Seni batik pada dasarnya merupakan seni lukis dengan bahan: kain. sekarang. pemakaman atau hari peringatan. Batik Surakarta Batik adalah bentuk seni klasik yang ruwet dan sudah lama sekali sangat penting di dalam adat Java. sedangkan canthing yang bermoncong beberapa (dapat sampai tujuh) dipakai untuk membuat hiasan berupa kumpulan titik-titik. kainnya tanpa malam bisa dicelup.

Keris. Untuk hasil dari batik cap disebut batik cap. Keahlian membuat pisau Page | 131 . cara tradisi dan cara modern. Keris Keris atau tosan aji adalah salah satu senjata tradisional masyarakat Jawa serta menjadi salah satu lambang utama seorang laki-laki selain turangga. Cap dibuat dengan tangan dan juga proses memalaman. wisma. lebih murah dan lebih cepat.tangan disebut batik tulis memerlukan 2-3 bulan untuk membuatnya. cap atau batik combinasi. pertama-tama harus dibuat cap tembaga. dan hasilnya sama baiknya. keris Jawa sudah mempunyai wajud yang sempurna saat kerajaan majapahit. Sering sangat sulit untuk membedakan antara tulis. wanita dan kukila. sanggup melindungi diri sendiri. yaitu sepotong kain 2. Pada zaman dahulu. Juga terdapat dua cara untuk membuat batik tulis. Keris dipakai oleh lelaki untuk peristiwa penting dan tatacara tradisionil. Cap ini digunakan untuk proses pemalaman. Capnya. Keris adalah bagian integral dari upacara Jawa. keris menjadi lambing kepangkatan serta bisa dijadikan sebagai hadiah yang paling istimewa. keluarga dan membela Negara. apalagi jika yang memberikannya adalah raja. adalah hasil kegaiban yang lain dari Jawa kuno. Keriss mempunyai makna jantan perkasa dan dewasa.25 meter membutuhkan 60-90 hari untuk membuatnya. Capnya sendiri sering diperlihatkan sebagai seni.25 x 1. atau pisau belati. atau laki-laki Jawa itu harus tangguh. dapat digunakan untuk lebih dari satu kain. Sajarah Belum ada penelitian yang berhasil menentukan kapan orang Jawa mulai mengenal keris.

yang biasanya disebut dapur. kebo tedan. bahkan sebelum Kerajaan Majapahit (abad ke-13). pinarak. Ukiran pada bagian-bagian keris Jawa mempunyai makna dan karakter yang berbeda-beda. keris juga bisa diguanakan sebagai tanda status sosial. • Wilah Wilah atau wilahan adalah bagian utama dari sebuah keris. bisa disebutkan dapur jangkung mayang. pudak sitegal. Di zaman dulu selain menjadi senjata. dahulu keris juga bisa menjadi simbol persaudaraan yang ditandai upacara tukar-menukar keris yang merupakan simbol persaudaraan yang paling luhur Fungsi keris lainnya adalah keris dianggap azimat dan media penghubung antara dunia manusia dengan dunia mistis (mahluk gaib) Bagian-bagian keris Keris mempunyai tiga bagian utama. Pada pangkal wilahan terdapat pesi . masing masing bagain mempunyai bagian-bagian lagi yang lebih detil yang biasanya berupa ukiran. dan juga terdiri dari bagian-bagian tertentu yang tidak sama untuk setiap wilahan. jaka lola . dll. atau penamaan ragam bentuk pada wilahbilah (ada puluhan bentuk dapur). bungkul .belati Jawa berawal dari masa kuno. jamang murub. Bagian inilah yang masuk ke pegangan Page | 132 . Sebagai contoh. pada umunya hanya menjadi barang koleksi atau sebagai perlengkapan upacara-upacara dan ritual adat. jenjang pangkat serta sebagai hadiah. selain itu. yang merupakan ujung bawah sebilah keris atau tangkai keris. Fungsi Zaman sekarang fungsi dari sebuah keris sudah mulai berkurang. Bagian-bagian keris itu antara lain.

sehingga bagian wilah dan ganja tidak terpisahkan. Warangka yang mula-mula dibuat dari kayu (yang umum adalah jati. bentuknya bulat panjang seperti pensil. Sejalan dengan perkembangan zaman terjadi penambahan fungsi wrangka sebagai pencerminan status Page | 133 . bagian perut disebut wetengan dan ekornya disebut sebit ron. Luk. wilut . bagian depannya disebut sirah cecak. Jika ada keris yang jumlah luk nya lebih dari tiga belas. kelap lintah dan sebit rontal. dihitung dari sisi cembung dan dilakukan pada kedua sisi seberang-menyeberang (kanan-kiri). adalah bagian yang berkelok dari wilah-bilah keris. cendana. dungkul . Salah satu cara sederhana menghitung luk pada bilah . dan dilihat dari bentuknya keris dapat dibagi dua golongan besar. Pengamat budaya tosan aji mengatakan bahwa kesatuan itu melambangkan kesatuan lingga dan yoni. dimana ganja mewakili lambang yoni sedangkan pesi melambangkan lingganya. khususnya dalam kehidupan Warangka. paling tidak karena bagian inilah yang terlihat secara langsung. maka bilangan terakhir adalah banyaknya luk pada wilah-bilah dan jumlahnya selalu gasal ( ganjil) dan tidak pernah genap. Ragam bentuk ganja ada bermacam-macam. biasanya disebut keris kalawija. mempunyai masyarakat Jawa. Di tengahnya terdapat lubang pesi (bulat) persis untuk memasukkan pesi. dan kemuning). timoho. Ganja ini sepintas berbentuk cecak. Pesi ini panjangnya antara 5 cm sampai 7 cm. dimulai dari pangkal keris ke arah ujung keris. dengan penampang sekitar 5 mm sampai 10 mm.keris ( ukiran) . Di daerah Jawa Timur disebut paksi. dan yang terkecil adalah luk tiga (3) dan terbanyak adalah luk tiga belas (13). adalah komponen keris yang sosial fungsi tertentu. bagian lehernya disebut gulu meled . • Warangka atau sarung keris atau sarung keris. atau keris tidak lazim. yaitu keris yang lurus dan keris yang bilahnya berkelok-kelok atau luk. Pada pangkal (dasar keris) atau bagian bawah dari sebilah keris disebut ganja (untuk daerah semenanjung Melayu menyebutnya aring).

janggut. Bagian atasnya atau ladrang-gayaman sering diganti dengan gading. maka untuk memperindahnya akan dilapisi seperti selongsong-silinder yang disebut pendok . karena wrangka gayaman lebih memungkinkan cepat dan mudah bergerak. Palembang. Dalam perang. dan keris ditempatkan pada bagian depan (dekat pinggang) ataupun di belakang (pinggang belakang). perak. Page | 134 . Secara garis besar terdapat dua bentuk warangka. walaupun tidak mutlak. dan gandek. misalkan menghadap raja. suasa ( campuran tembaga emas ) . karena bentuknya lebih sederhana. lata. Untuk daerah diluar Jawa ( kalangan raja-raja Bugis . ri serta cangkring. pertimbangannya adalah dari sisi praktis dan ringkas. Karena fungsi gandar untuk membungkus . gandar. godong (berbentuk seperti daun). yaitu jenis warangka ladrang yang terdiri dari bagian-bagian : angkup. Wrangka ladrang dipakai untuk upacara resmi . dibuat dari logam kuningan. dll) dengan maksud penghormatan. Sedangkan wrangka gayaman dipakai untuk keperluan harian. emas . Bagian pendok ( lapisan selongsong ) inilah yang biasanya diukir sangat indah . pengangkatan pejabat kerajaan. sehingga fungsi keindahannya tidak diutamakan. acara resmi keraton lainnya (penobatan. dan bagian utama menurut fungsi wrangka adalah bagian bawah yang berbentuk panjang ( sepanjang wilah keris ) yang disebut gandar atau antupan . godong. Goa. Dan jenis lainnya adalah jenis wrangka gayaman (gandon) yang bagian-bagiannya hampir sama dengan wrangka ladrang tetapi tidak terdapat angkup. Tata cara penggunaannya adalah dengan menyelipkan gandar keris di lipatan sabuk (stagen) pada pinggang bagian belakang (termasuk sebagai pertimbangan untuk keselamatan raja ). yang digunakan adalah keris wrangka gayaman . Ladrang dan gayaman merupakan pola-bentuk wrangka. perkawinan.maka fungsi gandar adalah untuk membungkus wilah (bilah) dan biasanya terbuat dari kayu ( dipertimbangkan untuk tidak merusak wilah yang berbahan logam campuran ) .sosial bagi penggunanya. gandek. Aturan pemakaian bentuk wrangka ini sudah ditentukan.

Tombak. (2) pendok blewah (blengah) terbelah memanjang sampai pada salah satu ujungnya sehingga bagian gandar akan terlihat . cetek. pendok ada dua macam yaitu pendok berukir dan pendok polos (tanpa ukiran). serta (3) pendok topengan yang belahannya hanya terletak di tengah . menurut bentuknya pendok ada tiga macam. • Gaman Untuk pegangan keris Jawa. Apabila dilihat dari hiasannya.Riau. secara garis besar terdiri dari sirah wingking ( kepala bagian belakang ) . Diluar wilayah Nusantara dan sekitarnya biasanya hanya dikenal teknik Inlay saja seperti pedang dari Iran atau negara Eropa lainnya Page | 135 .weteng dan bungkul. jiling. Pamor Keris Pamor merupakan hiasan atau motif atau ornamen yang terdapat pada bilah tosan aji (Keris. disertai dengan tambahan hiasan seperti sulaman tali dari emas dan bunga yang bertaburkan intan berlian. bathuk (kepala bagian depan) . cigir. Bali ) pendoknya terbuat dari emas . yaitu (1) pendok bunton berbentuk selongsong pipih tanpa belahan pada sisinya . Untuk keris Jawa . Pedang atau Wedung dan lain lainnya). Hiasan ini dibentuk bukan karena diukir atau diserasah (Inlay) atau dilapis tetapi karena teknik tempaan yang menyatukan beberapa unsure logam yang berlainan.

Kesan Pamor Miring agak kasar bila diraba bilahnya dan nyekrak dibanding pamor mlumah. sehingga keris saat ini bobot nya biasanya lebih berat dari Apabila lipatannya banyak. Setelah keris kuno. Dilihat dari cara pembuatannya sebetulnya hanya dua cara pembuatan Pamor yang baik yaitu Mlumah dan Miring. Pamor Mlumah biasanya bermotif Beras Wutah. PAMOR MIRING. Ada juga tosan aji yang dibuat dengan kombinasi pamor mlumah dan miring hanya saja pembuatannya sangat sulit. baik di pamor mlumah atau miring. lebih sulit dari pembuatan pamor miring. barulah bahan Nikel digunakan. Wulan-wulan dan sebagainya.sehingga walau secara seni (art) tampak indah tetapi kesan “Wingit” nya tidak ada sama sekali. a. bahan meteorit susah didapat. saat ini ada di Kraton Surakarta diberi nama Kanjeng Kyai Pamor dan ukurannya sekarang tinggal sekitar 60x60x80 Cm sebesar meja kecil karena sudah banyak digunakan empu membuat karis pesanan dari Kraton. Sulawesi Selatan yang dibawa oleh pedagang dari Bugis. Terkenal dulu bahan pamor dari Luwu. Tumpuk dll. Sodo Saeler. PAMOR MLUMAH. Satria Pinayungan. Udan Mas. Bahan Pamor yang paling terkenal adalah Pamor Prambanan. sedangkan Pamor Miring umumnya motif Adeg. maka hasilnya kemungkinan akan menjadi pamor luluhan. Pamor mlumah adalah lapisan-lapisan pamornya mendatar sejajar dengan permukaan tosan aji sedangkan pamor miring lapisan pamornya tegak lurus permukaan bilah. Ngulit Semangka. praktis pamor Page | 136 . Batu Lapak.

Sewaktu membuat keris. sedangkan bila selama Page | 137 .Ada lagi cara membuat pamor dengan menyiramkan bahan pamor cair ke bilah membara dari pangkal keris keujungnya. b. diantara pamor Adeg pada beberapa bagian bilah tampak pamor luluan yang sepintas seperti pamor Nggajih. empu Desa atau disebut juga empu Njawi. ini akan terlihat dengan menggunakan kaca pembesar. Kalau lipatannya lebih banyak lagi seperti buatan Empu Pangeran Sedayu maka pamor luluhan ini tidak tampak dengan mata telanjang dan sangat kecil atau tiad mungkin kena karat karena menyatunya bahan pamor dengan bahan besinya. Cara lainnya. Ada cara lain membuat pamor selain Mlumah dan Miring yaitu dengan cara mengoleskan bahan pamor ke bilah. pamornya dinamakan Nggajih karena menyerupai lemak. PAMOR REKAN dan PAMOR TIBAN. Pamor luluhan yang gampang terlihat antara lain di keris buatan Empu Pitrang dijaman Blambangan. Sang Empu berpasrah diri kepada Tuhan YME dan menyerahkan saja bagaimana bentuk pamor yang terjadi maka biasanya pamor yang timbul disebut pamor Tiban.dan besi sudah “menyatu” walau tidak terlalu homogen. biasanya bukan dari batu meteorit tetapi logam yang titik leburnya lebih rendah dari besi. caranya dengan menuangkan bahan tersebut yang cair kebilah besi yang membara kemudian dioleskan dengan ujung mancung (kelopak bunga) kelapa sebelum bahan cair tersebut mengeras dan dibuat pamor yang dikehendaki si Empu. Cara ini hanya digunakan Empu luar keraton. Hasilnya umumnya kasar bila diraba dan pamor ini disebut Ngintip (dari Intip/Kerak nasi).

Letaknya bisa dibagian sor-soran. Pamor ini seperti bisul menonjol sekitar 1 mm diatas permukaan bilah umumnya berbentuk lingkaran. baik bulat atau lonjong tetapi ada yang berbentuk gambar membujur lancip panjang. tetapi diduga saat “masuh” atau membersihkan bahan keris dari kotoran. PAMOR MUNGGUL Banyak yang menganggap pamor ini pamor titipan. d. selain itu banyak yang menganggap ini sebagai pamor tiban karena tidak bisa dibuat secara sengaja. Pamor rekan sering juga gagal dalam pembuatannya. Kodiyat atau Akadiyat. Namanya kadang Akordiyat. Bisa ditepi atau tengah bilah dan termasuk pamor yang baik serta dicari banyak orang. Bagaiman pamor ini timbul tidak bisa diterangkan secara pasti. c. Ada yang menganggap sebagai pamor titipan atau “sifat” dari pamor tersebut. tetapi ini baru dugaan saja. ada unsur logam lain yang menyelip dan lebih keras dari unsur logam besi. jadi susah diduga Page | 138 . misal sang empu ingin membuat pamor Ron Genduru tetapi jadinya malah Ganggeng Kanyut. ternyata semua salah. PAMOR AKHODIYAT. Sebenarnya agak sulit membedakan mana pamor rekan atau tiban karena bisa dilihat dari sudut pandang yang berbeda-beda.pembuatan direka oleh sang Empu maka pamor yang terjadi disebut pamor rekan. Wujudnya menyerupai lelehan dari tepi bentuk pamor dengan warna putih cemerlang keperakan dan lebih cemerlang dibanding keputihan pamor pada umumnya. Sebetulnya ini terjadi karena penempaan pamor tersebut dilakukan pada suhu yang tepat yang berbeda setiap bahannya. tengah ataupun pucuk.

e. Pamor dheling yang terbaik terdapat di pucuk bilah dan disebut “dheling pucuk” dan atau dibagian peksi yang disebut “dheling peksi”. Jung Isi Dunya. Gedong Mingkem.berapa suhu yang tepat itu. Makanan Khas Makanan khas Jawa Timur diantaranya adalah 1) Rawon dan rujak petis. Putri Kinurung. Pulo Tirto atau Pendaringan Kebak. antara lain Beras Wutah. Telaga Membleng dll. kalau tersebar dipermukaan bilah disebut “dheling setong” dan dianggap mempunyai Pamor ini berbentuk rangkaian kecil yang merupakan perlambang atau tuah tertentu dan pamor ini jarang berdiri sendiri. Madura biasa disebut pamor “dheling”. umumnya tergabung dengan pamor lain yang lebih dominan. Dikiling. Inkal. tidak sengaja dibuat seperti Pamor Rahala. Kul Buntet. Udan Mas. sehingga banyak yang sepakat bahwa pamor ini dikategorikan ke pamor tiban. Di tuah baik. Watu Lapak dll. PAMOR TITIPAN. Page | 139 . merupakan pamur yang disusulkan. Pamor Titipan yang merupakan pamor tiban dibuat bersama dengan pamor lainnya sedangkan yang rekan biasanya dibuat setelah pamor dominan jadi. Pamor ini ada yang merupakan pamor tiban. Pamor titipan yang merupakan pamor rekan antara lain yang terkenal adalah Kuto Mesir.

dan getuk pisang. Madiun dikenal sebagai penghasil brem dan nasi pecel. diberi irisan perkedel singkong dan ditaburi dengan bawang goreng dan dengan bahan pelengkap sambal. mi. dan lontong kupang. Lamongan terkenal akan wingko babat nya. tahu pong. petis. makanan ini dibungkus menyerupai bentuk permen menggunakan kertas minyak yang berwarna-warni. sate kerang. Bondowoso merupakan penghasil tape yang sangat manis. terdiri dari tahu. 3) Madu mongso Merupakan makanan khas Jawa Timur yang dibuat dari ketan item dicampur dengan tape. Sidoarjo terkenal akan kerupuk udang dan petisnya. daun sla diiris. semanggi. tauge. Malang dikenal sebagai penghasil keripik tempe. 4) Rujak Cingur Page | 140 . sementara ubi kayu yang diolah menjadi gaplek dahulu merupakan makanan pokok sebagian penduduk di Pacitan dan Trenggalek. Kediri terkenal akan tahu takwa. tuangi kuah dan daging tetelan. Kecamatan Babat.Surabaya terkenal akan rujak cingur. lontong balap. Jagung dikenal sebagai salah satu makanan pokok orang Madura. 2) Tahu Campur Lamongan Tahu campur disajik di dalam mangkuk.

bawang merah. Makanan ini tidak pernah atau jarang dibuat ibu rumah tangga. bawang putih. Biasanya ditambahkan juga ikan pindang. Sate Sarepeh Berupa sate ayam kampung bumbunya terdiri dari cabe merah. biasanya sekitar jam 15. kunci. Sebagai sayur untuk makan siang/malam dalam menu sehari-hari. merica. garam dan ditambah santan kental. lengkuas. 7.Makanan khas Jawa timur ini merupakan campuran dari berbagai macam sayuran yang disirami bumbu kacang yang dilengkapi dengan petis dan pisang klutuk muda. Sebagai makanan sore hari/malam hari. santan dan garam. Lontong Tuyuhan Lontong dengan opor ayam kampung pedas khas desa Tuyuhan (Kecamatan Pancur). bawang merah. bawang putih. bawang putih. asam (tomat) garam dan air. 3.00 WIB sudah dijual di lokasi desa Tuyuhan di sepanjang pinggir jalan dengan pemandangan sawah-sawah yang menghijau. Sayur Merica Dari ikan laut segar dengan bumbu cabe. bawang merah. bawang putih. Mangut Ikan laut segar yang dipanggang dengan bumbu-bumbu cabe hijau. Adalah sebagai lauk pauk dan biasanya dirangkai dengan lontong. telur rebus/ceplok langsung dengan bumbu cabe. Petis Bumbon Sayur untuk makan siang/malam yang terbuat dari bahan-bahan petis ikan/udang. Makanan dan Minuman khas Jawa Tengah 1. gula merah. garam dan santan kental. 2. 6. Yang membuat makanan ini berbeda adalah dengan adanya cingur (hidung sapi). garam dan air. daun jeruk purut. bawang merah. 5. Dan minumannya air putih yang ditempatkan di kenda (tanpa gelas). Dumbeg Page | 141 . Sebagai sayur untuk makan siang (menu sehari-hari). kunyit. Pindang Tempe Tempe dengan bumbu-bumbu cabe. 4.

8. yang rasanya sangat manis. air nira dan garam.Dibuat dari tepung beras. gula pasir/gula aren dan ditambahkan garam. garam yang ditumbuk halus (sewaktu masih panas) di atas keranjang yang Terbuat dari daun lontar/daun kelapa muda dan alat tumbuknya juga dilapis dengan daun lontar dan kelapa muda. Bau dan rasanya enak. kalau makan tinggal didudul (ditekan) saja. 13. Rasanya sangat gurih. sehingga hasilnya seperti gula pasir atau gula halus yang berwarna coklat. dan kalau suka ditaburi buah nangka/kelapa muda yang dipotong sebesar dadu. Jadah yang terkenal adalah dari desa Pohlandak (Kecamatan Pancur). Dan biasanya dimakan dengan Jadah. Tempatnya dari daun lontar berlubang bulat kecil sebanyak 5 buah. 10. 9. Terasi Petis Bonang Terbuat dari udang atau ikan segar dengan proses pemanasan. Kupat Tahu dari kota Rembang yang dioven atau Page | 142 . kemudian dicetak persegi dan dibungkus dengan daun pisang (seperti lemper). gula aren/gula pasir dan garam. Berasal dari desa Gunem Kecamatan Gunem. kacang hijau. Biasanya dimakan bersama dengan Jenang waluh. Kaoya Dudul Terbuat dari beras ketan. Jenang Waluh Dibuat dari buah waluh. air pohon nira (legen). Jadah Terbuat dari beras ketan putih. Yang terkenal dari desa Pohlandak (Kecamatan Pancur) dan desa Mondoteko (Kecamatan Rembang). Kemudian tempatnya dari daun lontar (pohon nira) berbentuk kerucut dengan bau yang khas. Kerupuk Bakar Kerupuk udang dan tengiri dibakar. yang terkenal dari desa Pohlandak (Kecamatan Pancur). gula aren. 14. rasanya sangat manis dan gurih. Yang terkenal dari Desa Bonang Kecamatan Lasem. 12. 11. Gula Semut Terbuat dari pohon nira ( legen ) dengan proses pemanasan. kelapa muda.

kubis. Menggunakan sambal kacang sebagai campurannya. kita dapat menikmati soto di warung-warung yang berderet rapi di sepanjang jalan di Sokaraja. Soto Sokaraja sudah banyak dijual di luar Banyumas tetapi kalau sempat mampir ke Sokaraja. • • • • Gethuk goreng Tempe mendoan Lanting Sate Ambal Dari Jepara : • Bangket Soto Kudus Pesisir Utara • • • Soto Tegal Sate Tegal Page | 143 .Merupakan makanan khas Magelang yang berisi tahu. Ciri utama dari soto ini adalah penggunaan sambal kacang dan ketupat. Sedangkan yang lain diantaranya adalah : Dari Banyumas : • Sroto Sokaraja Soto Sokaraja atau oleh masyarakat Banyumas disebut Sroto Sokaraja adalah sejenis makanan dari Indonesia. dan diberi ketupat. tauge. Soto ini memiliki ciri khas yang berbeda dengan soto-soto lainnya yang ada di Indonesia.

• • • • Lumpia Semarang Taoto Nasi megono Nasi Grombyang Gudeg Dari Yogya-solo : • Gudeg Jogja punya rasa manis yang khas. • • • • • • • • • • • • • Nasi pecel Opor ayam Tongseng Cabuk rambak Tumpeng Mangut lele Srabi Solo Geplak Sate Kocor Tengkleng Bakpia Trancam Sate Winong nasi gandul Pati-Juwana Jawa tengah • Page | 144 .

yang diiringi dengan gamelan disajikan. Dalam sebuah pentasan ketoprak. Page | 145 . menggunakan bahasa khas Surabaya. Dialog/monolog dalam ludruk bersifat menghibur dan membuat penontonnya tertawa. membuat dia mudah diserap oleh kalangan non intelek (tukang becak. Tetapi tema cerita tidak pernah diambil dari repertoar cerita epos (wiracarita): Ramayana dan Mahabharata. Madiun dengan logat yang berbeda. Ludruk adalah kesenian drama tradisional dari Jawa Timur. muncul sebuah genre baru.Ketoprak dan Ludruk Ketoprak (bahasa Jawa kethoprak) adalah sejenis seni pentas yang berasal dari Jawa. meski terkadang ada bintang tamu dari daerah lain seperti Jombang. etc). Ludruk merupakan suatu drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian yang di gelarkan disebuah panggung dengan mengambil cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari. sopir angkotan. Dalam pentasan jenis ini. Madura. Ketoprak Humor yang ditayangkan di stasiun televisi RCTI. Biasanya diambil dari cerita legenda atau sejarah Jawa. Malang. cerita perjuangan dan lain sebagainya yang diselingi dengan lawakan dan diiringi dengan gamelan sebagai musik. sandiwara yang diselingi dengan lagu-lagu Jawa. peronda. Tema cerita dalam sebuah pertunjukan ketoprak bermacam-macam. Bahasa lugas yang digunakan pada ludruk. banyak dimasukkan unsur humor. Sebab nanti pertunjukkan bukan ketoprak lagi melainkan menjadi pertunjukan wayang orang. Banyak pula diambil cerita dari luar negeri. Beberapa tahun terakhir ini.

mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku. Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian 2 sampai 3 tarian pembukaan. Pada dasarnya masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai pewarisan budaya yang sangat kaya. Ludruk berbeda dengan ketoprak dari Jawa Tengah. Pementasan Seni Reog Reog modern biasanya dipentaskan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan. Di daerah ini kondisi sosio kultural masih sangat kental dengan hal-hal yang dianggap magis dan dapat mereka buktikan dengan kemampuan mereka (masyarakat Ponorogo) dan Religi/Kebatinan yang sangat kuat. Page | 146 . seorang jagoan Madura. Sementara ludruk menceritakan cerita hidup sehari-hari (biasanya) kalangan wong cilik.Sebuah pementasan ludruk biasa dimulai dengan Tari Remo dan diselingi dengan pementasan seorang tokoh yang memerakan "Pak Sakera". Cerita ketoprak sering diambil dari kisah zaman dulu (sejarah maupun dongeng). Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. dan bersifat menyampaikan pesan tertentu. Reog Salah satu tarian Pembuka Topeng barong reog yang dipakai sebagai atraksi penutup Reog adalah salah satu seni yang ada di Jawa Timur bagian baratlaut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. khitanan dan hari-hari besar Nasional.

Terkadang seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. Adegan terakhir adalah singa barong. penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita. pendekar.Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam. dengan muka dipoles warna merah. dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu Page | 147 Untuk hajatan khitanan atau sunatan. Tarian ini dinamakan tari jaran kepang. yang harus dibedakan dengan seni tari lain yaitu tari kuda lumping. Disini selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan) dan kadang-kadang dengan penonton. Adegan dalam seni reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi dimana seni reog ditampilkan. biasanya cerita . Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu. Yang lebih dipentingkan dalam pementasan seni reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya. Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani. Pada reog tradisionil. Setelah tarian pembukaan selesai.

burung merak. Arti : Bahagialah tuanku kisah cubaan akan dinyanyikan dengan lagu panji prakasa Ki Subrata yang dikisahkan moga-moga terluput dari malapetaka nirmala dan sihat wal¡¯afiat luput dari halangan luput dari bahaya maut. KIDUNG/PUISI Kidung adalah puisi Jawa asli walaupun masih dijumpai vokal panjang tetapi tidaklah sebanyak yang ditemui di dalam kekawin. Ia juga turut dikenali sebagai tembang atau nyanyian. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Page | 148 . Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat. Sementara itu nama tembang dalam kidung pula amat bergantung kepada jumlah baris dalam bait dan vokal akhir pada setiap baris. Berikut ini contohnya : Sangtabyana ta pakulun rancana cipta kumawi Panji prakasa tembange Ki Subrataka kang winuwus luputa ring lara roga nirmala waluya jati luputta ring pamurung luputta ring baya pati. juga dipercaya diproleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan tapa. Bahasa yang digunakan di dalam kidung ialah campuran Jawa Kuno dengan Jawa Baru tetapi susunannya masih menurut cara kuno dengan memakai *Tembang Gedhe yang sudah menyimpang iramanya seperti Kidung Subrataka yang muncul pada zaman Jawa Tengahan.

Di deretan lagu macapat. Guru wilangan : bilangan suku kata tiap gatra. Guru lagu : suara vokal di akhir tiap baris. • Mijil Mijil itu artinya lahir atau keluar. Tetapi itu juga belum pasti. yang umumnya sering dipakai dimana-mana. Tiap bait. Serat Wirid Hidayat Jati. seperti wedathama. Kalathida. aturan-aturan pada macapat itu lebih mudah. dengan guru wilangan dan guru lagu : • • • • 10-i 6-o 10-é 10-i Page | 149 . Aturan – aturan itu ada pada : • • • Guru gatra : bilangan baris/gatra tiap bait. madura dan Sunda. Membacanya memang dirakit tiap empat suku kata. karena tidak ada peninggalan tulisan yang dapat membuktikannya. Macapat bisa dibagi menjadi tiga jenis yaitu : Sekar Macapat atau Sekar Alit Sekar Madya atau Sekar Tengahan Sekar Ageng 1. macapat artinya ”maca papat-papat”. Lagu ini mulai ada di jaman Majapahit.LAGU ADAT JAWA MACAPAT Adalah lagu tradisional dari tanah Jawa. Macapat banyak dipakai di Sastra Jawa Tengah dan Sastra Jawa Baru. dan dimulai saat walisanga memegang kekuasaan. lagu ini ada enam larik. Jika dibandingkan dengna kakawin. mijil umumnya ditaruh didepan. Kitab-kitab pada jaman Mataram Baru. Sekar Macapat atau Sekar Alit Macapat ini juga disebut sebagai lagu macapat asli. dan yang lain-lain disusun dengna lagu ini. Macapat juga menular ke kebudayaan Bali. Jika dilihat dari ”kerata basa”. Wulangreh.

• • 6-i 6-u Contoh 1. sinom mempunyai sifat yang masih muda. Boya kaduman melik 6. Kabeh durung katon 3. Nunggu mring wartaning 6. Éwuh aya ing pambudi 3. Mijil ing donya siniwi ratri 2. Metrum Tiap bait. Seperti anak kecil yang baru tahu dunia. Amenangi jaman édan 2. dengan guru bilangan dan guru lagu : • • • • • • • • • 8-a 8-i 8-a 8-i 7-i 8-u 7-a 8-i 12 – a Contoh 1. Amung anjali soca ing tembé 4. Kaliren wekasanipun Page | 150 . Di Macapat. Sesotya satuhu • Sinom Arti umumnya sinom berarti ”godhong asem sing isih enom” ( daun asam yang masih muda ). Milu édan nora tahan 4. Lelaku alon siniji-siji 5. Yèn tan milu anglakoni 5. lagu ini ada sembilan baris.

karya Ki Ranggawarsita. Page | 151 . Karena itu. Begja-begjané kang lali 9. lamun bisa sira anuladha. lagu yang menggunankan metrum Dhandhanggula juga mempunyai isi yang manis seperti gula. Dari sini kita bisa mengetahui jika lagu ini dibuat pada jaman Kediri. Luwih begja kang éling lawan waspada Dari Serat Kalatidha. Metrum Tiap bait ada 10 baris. Sasrabahu ing Maespati. andelira sang prabu. • Dhandhanggula Dhandhanggula adalah salah satu lagu macapat yang isinya “pengharapan yang baik”. banyak nasehat pada jaman dahulu yang menggunakan jenis ini. Dhandhang itu harapan. Tetapi ada juga yang menghubungkan asala kata dhandhanggula dengan salah satu raja di jaman Kediri yaitu dhandhanggendhis. Ndilalah karsa Allah 8. aran patih Suwanda.7. duk ing uni caritane. • • • • • • • • • • 10-i 10-a 8 -é 7 -u 9 -i 7 -a 6 -u 8 -a 12-i 7 –a Contoh Yogyanira kang para prajurit.

Ada juga yang memasangkan kinanthi dengan maskumambang. Kinanthi ini juga bias mempunyai arti “gegandhengan tangan” dan bias juga berarti nama suatu bunga.lelabuhanipun. nuhoni trah utama • Kinanthi Kinanthi adalah salah satu lagu macapat yang umunya dipakai rasa suka. Maskumambang itu untuk laki-laki yang dewasa. Metrum Kinanthi itu terdiri dari 6 baris pada tiap bait. karya Kyai Yasadipura ) Contoh 2 Pitik tulak pitik tukung Tetulake Jabang bayi Ngedohaken cacing racak Sarap sawane sumingkir Page | 152 . • • • • • • 8-u 8-i 8-a 8-i 8-a 8-i Anoman mlumpat sampun praptêng witing nagasari mulat mangandhap katingal wanodyâju kuru aking gelung rusak awor kisma ingkang iga-iga kêksi Contoh 1 (diambil dari ” Serat Rama Kawi”. guna kaya purun ingkang den antepi. kang ginelung tri prakara. cinta dan kebijaksanaan. sedangkan kinanthi itu untuk perempuan.

kata asmaradana diambil dari kata asmara yang artinya cinta. angèl kalangkung Tan kena tinumbas arta Aja turu soré kaki Ana Déwa nganglang jagad Nyangking bokor kencanané Isine donga tetulak Sandhang kelawan pangan Yaiku bagéyanipun wong welek sabar narima Page | 153 . • • • • • • • 8-a 8-i 8-é 8-a 7-a 8-u 8-a Contoh Gegaraning wong akrami Dudu bandha dudu rupa Amung ati pawitané Luput pisan kena pisan Lamun gampang luwih gampang Lamun angèl.Si tulak manggung ing ngarso Si Tukung ngadhangi margi • Asmarandana Lagu Asmarandana umumnya dipakai bagi orang yang sedang jatuh cinta. Oleh karena itu. dan dahana yang artinya api. Metrum Asmarandana terdiri dari 7 baris dalam tiap bait. asmarandana berisi tentang kasih sayang. Jika dilihat aslinya.

Jika cinta. pangkur lombok dan lain-lain. Jika suatu nasihat. Metrum Lagu pangkur terdiri dari 7 baris tiap bait. Adakalnya Durma memuat keadaan yang menyeramkan dan membuat takut.i Page | 154 . itu adalah nasehat yang tinggi. itu adalah cinta yang utama. • • 8-a 11. yaitu antara lain : pangkur jenggleng. pangkur palaran. • • • • • • • 12-a 7 -i 6 -a 7 -a 8 -i 5 -a 7 -i Contoh Kae manungsa golek upa angkara Sesingidan mawuni ngGawa bandha donya mBuwang rasa agama Nyingkiri sesanti ati Tan wedi dosa Tan eling bakal mati • Pangkur Pangkur adalah salah satu lagu macapat yang mempunyai sifat “munggah ndhuwur”. Metrum Tiap bait ada 7 baris. lalu banyak beraneka macam lagu yang menggunakan nama pangkur. Dari lagu ini.• Durma Durma adalah salah satu lagu macapat yang mempunyai sifat galak. Durma termasuk lagu yang wingit.

lagu Maskumambnag ada 4 baris. Kata maskumambang itu merupakan sambungan antara kata ‘emas’ den ‘kumambnag’. umumnya berisi orang yang sedang mengeluh sakit dan sengsara.u 8-a 8-i Sekar Pangkur kang winarna lelabuhan kang kanggo wong aurip ala lan becik puniku prayoga kawruhana adat waton puniku dipun kadulu miwa ingkang tatakrama den keesthi siyang ratri Contoh • Maskumambang Maskumambang adalah salah satu lagu macapat yang menjadi lambing saat orang laki-laki beranjak dewasa. sedangkan yang perempuan itu adalah kinanthi.• • • • • 8-u 7-a 12. Sifat dari lagu ini. • • • • 12-i 6 -a 8 -i 8 -a Gereng-gereng Gathotkaca sru anangis Sambaté mlas arsa Luhnya marawayan mili Contoh Page | 155 . pada masa ketika dari anak menjadi manusia yang kelihatan ditengah lingkup social. Ada juga yang menganggap jika Maskumambang itu lagunya laki-laki. Metrum Tiap bait.

• • • • 12-u 6 -a 8 -i 12-a Contoh Ngelmu iku kelakone kanthi laku Lekase lawan kas Tegese kas nyantosani setya budya pangekesing dur angkara • Gambuh Contoh Sekar gambuh ping catur Kang cinatur Polah kang kalantur Tanpo tutur katulo-tulo katali Kadaluwarso katutur Katutuh pan dadi awon Page | 156 . Seperti lambnag mori untuk membungkus orang yang meninggal. Kata pucung dekat dengan kata pocong.Gung tinamêng astanira • Pucung Pucung (adakalanya ditulis pocung) adalah lagu macapat yang mengingatkan tentang kematian. Akhiran cung juga memberi rasa segar yang mengingatkan kepada sesuatu yang lucu seperti menggunakan kata “dikuncung”. Pucung dipakai sebagai lagu yang bias mengingatkan kepada manusia yaitu jika hidup di dunia pasti ada akhirnya. Tetapi Pucung juga dapat diartikan sebagai nama biji buah-buahan. Lagu ini sering digunakan untuk lagu-lagu yang lucu seperti parikan atau tanya Jawab. Metrum Lagu pucung hanya ada 4 baris pada tiap bait.

• Jurudemung Jurudemung itu termasuk sekar madya.manusia diingatkan kalau semua tingkah laku manusia itu ada akibatnya. dengan guru bilangan dan guru lagu : 12u. 8a. Sekar Madya utawa Sekar Tengahan Macapat jenis ini seperti lagu kidung yang sering dipakai pada jaman Majapait. 8u. 8u. 8u. 8i.Lagu gambuh itu memang penuh dengan nasehat. 8u. lagu ini ada lima baris. 8u. dengan guru bilangan dan guru lagu : 8a. 8a. 8o. Guru bilangan dan guru lagu Tiap bait. • Megatruh Megatruh mempunyai sifat prihatin rasa sakit hati karena rindu. Contoh Contoh ini diambil dari “Serat Pranacitra” ni ajeng mring gandhok wétan wus panggih lan Rara Mendut alon wijilé kang wuwus hèh Mendut pamintanira Page | 157 . Contoh Contoh ini diambil dari Babad Tanah Jawi karya Ki Yasadipura. Sifatnya “prenesan” dan biasanya dipakai sebagai lagu wangsalan atau yang agak erotis. 8i. Nasehat yang menggiring manusia agar ingat dengan tingkah lakunya. sigra milir kang gèthèk sinangga bajul kawan dasa kang njagèni ing ngarsa miwah ing pungkur tanapi ing kanan kéring kang gèthèk lampahnya alon 2. Guru bilangan dan guru lagu Tiap bait. lagu ini ada 7 baris.

Guru bilangan dan guru lagu Tiap bait. Guru bilangan dan guru lagu Tiap bait. dengan guru bilangan dan guru lagu: 12i. byar rahina Kèn Rara wus maring sendhang mamèt wé turut marga nyambi reramban janganan antuké praptêng wisma wusing nyapu atetebah jogané Page | 158 . 3é. 12a. 3é. lagu ini terdiri dari 6 baris. 7a. Lagu ini biasanya dipakai untuk menyanyikan hal-hal yang gagah. lagu ini ada 6 baris. Contoh dèn samya marsudêng budi wiwéka dipunwaspaos aja-dumèh-dumèh bisa muwus yèn tan pantes ugi sanadyan mung sakecap yèn tan pantes prenahira • Balabak Balabak itu memiliki sifat yang spontan. Sifatnya itu penuh wibawa. 3é. 8a. • Wirangrong Wirangrong itu termasuk dalam sekar madya. 6i. 10u. dengan guru bilangan dan guru lagu : 8i. 8o.adhedhasar adol bungkus wus katur sarta kalilan déning jeng kyai Tumenggung. Contoh Contoh ini diambil dari “Serat Jaka Lodhang” karya Ki Ranggawarsita. 12a.

dengan guru bilangan dan guru lagu : 8a.. 8a. Putri niku sisane si yuyu kangkang…  YEN ING TAWANG ANA LINTANG Page | 159 . Tumuruna ana putri kang unggah unggahi…. Girisa (macapat) Girisa itu memiliki sifat nasihat. lagu ini ada 8 baris. Guru bilangan dan guru lagu Tiap bait.. déné utamaning nata bèr budi bawa leksana liré bèr budi mangkana lila legawa ing driya agung dènya paring dana anggeganjar saben dina liré kang bawa leksana anetepi pangandika. 8a. 8a. sekar macapat ageng seperti lagu kakawin di jaman dahulu. Contoh Contoh ini diambil dari “Serat Wiratadya” karya Ki Ranggawarsita. Putriku kang ayu rupane……… Kleting kuning kang dadi asamane…… Bu…si Bu… kulo mboten purun…. Jika dilihat dari kesusahannya. 8a.3. 8a. 8a. 8a. LAGU-LAGU LAIN SELAIN MACAPAT Kumpulan lagu (Jawa)  ANDE ANDE LUMUT Putraku si ande ande lumut…. Sekar Ageng Sekar Macapat Ageng ( besar ) hanya ada satu yaitu Girisa.

nimas.. pong ..nimas… Sun takokne pawartamu Janji janji aku iling.nimas.cah ayu… Sumedot rasaning ati Linang lintang ngiwi iwi. Ngenteni mbulan ndadari  CUBLAK CUBLAK SUWENG Cublak cublak suweng…. lere… Sopo ngguyu ndelekake………… Sir …sir….dele gosong………. lera. Tresnaku sundul ing ati Dek sakmono janjimu disekseni Mego kartiko kairing Raso tresno asih Rungokno tangising ati Ginarung swaraning ratri.  LIR-ILIR Lir ilir lir ilir tandure wong sumilir Tak ijo royo royo Tak sengguh panganten anyar Cah angon cah angon penekna blimbing kuwi Lunyu lunyu penekna kanggo mbasuh dodotira Dodotira dodotira kumintir bedah ing pinggir Dondomana jrumatana kanggo seba mengko sore Mumpung padang rembulane Mumpung jembar kalangane Sun suraka surak hiyo  SUWE ORA JAMU Page | 160 ....suwenge ting gelenter……. Mambu kutundung gudel…pak hempong.aku ngenteni tekamu Marang mego ing angkoso.Yen ing tawang ono lintang cah ayu…..

Suwe ora jamu Jamu godhong telo Suwe ora ketemu Ketemu pisan gawe gelo UNGKAPAN-UNGKAPAN JAWA  Mangan Ora Mangan Asal Kumpul Ungkapan mangan ora mangan asal kumpul bukan berarti bahwa orang Jawa adalah manusia-manusia yang tahan lapar, atau yang tidak mempunyai sepeser uangpun untuk membeli sejumput padi, ataupun manusia malas yang maunya hanya kumpul terus. Dalam ungkapan ini terdapat dua kata kunci, yakni mangan (makan) dan kumpul. Makan adalah manifestasi dari nafsu biologis dan kepentingan perseorangan, berkelompok sedang atau kumpul menunjukkan Dengan adanya demikian, kehidupan ungkapan bermasyarakat.

mangan ora mangan asal kumpul pada dasarnya ingin mengatakan bahwa orang Jawa merasa menjadi bagian integral dari masyarakatnya dan bersedia mendahulukan kepentingan kelompok/umum dari pada kepentingan individu.  Alon-Alon Waton Kelakon Demikian pula terhadap ungkapan alon-alon waton kelakon. Adalah kurang tepat jika diartikan sebagai sikap hidup ragu-ragu, malas dan pesimis. Justru sebaliknya, hal itu menandakan manusia yang berpandangan optimis yang mampu melihat jauh kedepan, disamping merupakan anjuran untuk melakukan pekerjaan secara cermat agar selesai dengan baik. Orang Jawa dengan kekuatan spiritual atau kebatinannya yang didapatkan dari kegiatan-kegiatan asketis seperti semadi/tapa, pasa atau nglakoni (melaksanakan suatu syarat untuk suatu tujuan), selalu yakin akan kekuatan diri sendiri dan yakin pula bahwa apa yang dicita-citakan pasti akan terwujud. Jadi, mengapa harus tergesa-gesa kalau sesuatu yang dikejar itu pasti datang? Namun dalam hal ini harus diakui bahwa hanya orang-orang tertentu yang

Page | 161

sudah

mencapai

taraf

weruh

sadurunge

winarahlah

yang

bisa

menghayati ungkapan alon-alon waton kelakon.  Urip Mung Mampir Ngombe Adapun ungkapan urip mung mampir ngombe menunjukkan bahwa kehidupan manusia didunia begitu cepatnya, ibarat sepeminuman segelas air. Disini terkandung makna bahwa setelah selesai minum, masih ada kewajiban lain yang lebih penting. Oleh karenanya, selama proses minum berlangsung, betul-betul harus dapat dirasakan bahwa minum itu merupakan rahmat dari Yang Kuasa yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga dapat menjadi “bekal” untuk menunaikan kewajiban lainnya, yaitu agar tidak “kehausan” di tengah jalan.  Kanca Wingking Dan Suwarga Nunut Neraka Katut Ungkapan lain yang bisa memberi kesan negatif adalah kanca wingking dan suwarga nunut neraka katut. Keduanya seolah-olah mendiskriminasikan wanita atau istri terhadap laki-laki atau suami. Interpretasi negatif akan mengatakan bahwa wanita hanya berfungsi sebagai pemuas kebutuhan biologis (seksual) atau sebagai pembantu rumah tangga. Tanpa pemahaman terhadap makna yang tersembunyi didalamnya, tuntutan emansipasi, persamaan hak, derajat dan kedudukan akan mengalir bagaikan air bah. Dari pengertian tersebut sudah dapat dibayangkan bahwa ungkapan suwarga nunut neraka katut dan kanca wingking adalah dimaksudkan untuk menempatkan manusia pada peran, fungsi dan kedudukannya. Islam — yang ajaran-ajarannya banyak diserap oleh masyarakat Jawa kemudian digabungkan dengan pemikiran dalam ajaran Hindu Budha (sinkretisme) — mengajarkan bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi wanita, dan suami adalah pemimpin bagi istrinya. Sepanjang tidak bertentangan dengan agama, kesusilaan dan Undang-Undang, istri wajib mentaati perintah atau aturan suami. Jadi, arti suwarga nunut neraka katut bagi istri adalah mematuhi suami, disamping kewajiban

Page | 162

untuk memperingatkan bila suami kurang benar. Istri yang tidak mau menegur kesalahan suami, berarti ikut menanggung dosa yang diperbuat suaminya. Begitu pula ungkapan kanca wingking. Sebagai “teman belakang”, para istri memegang peranan yang amat penting dalam sebuah keluarga. Jika mereka tidak kuat memegang peran sebagai kanca wingking, maka keluarga itupun tidak dapat diharapkan kelangsungan eksistensinya. Jadi tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa surga lakilaki terletak ditelapak kaki wanita. Semboyan bahwa suatu revolusi tidak akan berhasil tanpa andil kaum wanita-pun, tidaklah mengadaada. Hanya saja persoalannya, mengapa wanita dikatakan sebagai kanca wingking, bukan kanca ngajeng (teman depan)? Hal ini juga ada alasannya sendiri. Barangkali tidak seorangpun yang menyangkal bahwa masyarakat Jawa memiliki nilai-nilai dan norma-norma luhur yang dijunjung tinggi. Perbuatan yang melanggar atau tidak sesuai dengan nilai atau moral itu, dikatakan sebagai saru, ora lumrah, atau ora ilok. Kedudukan wanita Jawa terhadap lawan jenisnya sebagaimana kedudukan wanita terhadap pria pada umumnya — secara kodrati (bedakan dengan kedudukan sosial politik) — adalah lebih rendah. Dengan demikian, adalah tidak patut apabila wanita yang memimpin suatu keluarga. Adalah tidak lumrah apabila wanita mencarikan nafkah bagi suaminya dan menempatkannya sebagai rewang (pembantu). Dan adalah tidak ilok (tidak boleh dilakukan) apabila seorang istri berani membantah suaminya. PEMBANGUNAN DAN MODERNISASI Sifat dasar yang menjadikan satu kelemahan yang juga merupakan penghambat pembangunan di Jawa antara lain adalah sifat yang pasif terhadap hidup, kesukaan-kesukaan terhadap kebatinan, penilain yang tinggi yang di nyatakan dengan konsep nerimo, ketabahan yang ulet dalam hal menderita, tetapi yang lemah terhadap hal karya.

Page | 163

aktif serata kreatif d. Tidak adanya organisasi-organisasiasli yang telah mantap dan jika dimodernisasi menjadi organisasi yang mantap.Selain itu. sudah terlanjur dirusak oleh struktur administratif yang ditumpangkan diatasnya oleh pemerintahan kolonial. Akibatnya masyarakat di Jawa tidak mengenal kesatuan-kesatuan social dan organisasi adat yang sudah mantap dan kreatif. antara lain. c. a. Mental orang Jawa yang terlalu nerimo dan bersiakap pasif terhadap hidup b. Dari uraian diatas masih banyak hal-hal yang dapat menghambat pembangunan diJawa. Struktur masyarakat desa di Jawa yang asli. Tidak adanya kepeimpinan desa yang aktif kreatif untuk dapat memimpin aktivitas produksi yang bisa member hasil 3-4 kali lebih besar dari pada sekarang tiap-tiap tahun. pengaruh dari tekanan bangsa-bangsa asing yang menjajah di Jawa serta jumlah penduduk yang semakin membeludak menjadi salah satu penyebab lain terhambatnya pembangunan di Jawa. Tekanan jumlah penduduk yang mengakibatkan penduduk desa diJawa menjadi terlalu miskin. Page | 164 .

Page | 165 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful