Kebudayaan Jawa

IDENTIFIKASI Daerah kebudayaan Jawa sangatlah luas meliputi seluruh bagian tengah dan timur pulau Jawa. Ada daerah yang disebut daerah Kejawen yaitu Banyumas, Kedu, Yogyakarta, Surakarta, Madiun, Malang dan Kediri. Daerah di luar yang tersebut di atas disebut daerah Pesisir dan Ujung Timur. Sehubungan dengan itu, maka dalam rangka seluruh kebudayan Jawa ini, dua daerah luas bekas kerajaan Mataram sebelum terpecah yakni Yogyakarta dan Surakarta merupakan pusat kebudayaan Jawa. Sudah barang tentu terdapat berbagai variasi dan perbedaan yang bersifat lokal dalam beberapa unsur kebudayaannya di daerah yang tercakup dalam kebudayaan Jawa. Namun, variasi dan perbedaan tersebut tidaklah besar karena apabila diteliti, hal-hal itu masih menunjukkan satu pola ataupun satu sistim kebudayaan Jawa. Penduduk Suku bangsa Jawa, adalah suku bangsa terbesar di Indonesia. Jumlahnya mungkin ada sekitar 90 juta data pada tahun 2004. Mereka berasal dari pulau Jawa dan terutama ditemukan di provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tetapi di provinsi Jawa Barat, Banten dan tentu saja Jakarta mereka banyak ditemukan. Selain suku Jawa baku terdapat subsuku Osing dan Tengger. Orang Jawa memiliki stereotipe sebagai suku bangsa yang sopan dan halus.Tetapi mereka juga terkenal sebagai suku bangsa yang tertutup dan tidak mau terus terang. Sifat ini konon berdasarkan watak orang Jawa yang ingin menjaga harmoni atau keserasian dan menghindari konflik, karena itulah mereka cenderung untuk diam dan tidak membantah apabila terjadi perbedaan pendapat. Orang Jawa sebagian besar secara nominal menganut agama Islam. Tetapi yang menganut agama Kristen; Protestan dan Katholik juga banyak. Mereka juga terdapat di daerah pedesaan. Penganut agama Buddha dan Hindu juga ditemukan pula di antara masyarakat Jawa. Ada pula agama Page | 1

kepercayaan

suku

Jawa

yang

disebut

sebagai

agama

Kejawen.

Kepercayaan ini terutama berdasarkan kepercayaan animisme dengan pengaruh Hindu-Buddha yang kuat. Masyarakat Jawa terkenal akan sifat sinkretisme kepercayaannya. Semua budaya luar diserap dan ditafsirkan menurut nilai-nilai Jawa sehingga kepercayaan seseorang kadangkala menjadi kabur. Di dalam pergaulan hidup maupun perhubungan-perhubungan sosial sehari-hari mereka berbahasa Jawa. Pada waktu mengucapkan bahasa daerah ini, seseorang harus memperhatikan dan membeda-bedakan keadaan orang yang diajak berbicara atau yang sedang dibicarakan, berdasarkan usia ataupun status sosialnya. Demikian pada prinsipnya ada dua macam bahasa Jawa apabila ditinjau dari kriteria tingkatannya yaitu bahasa Jawa Ngoko dan Jawa Krama. Bahasa Jawa Ngoko dipakai untuk orang yang sudah dikenal akrab, dan terhadap orang yang lebih muda usianya serta lebih rendah tingkatannya atau status sosialnya. Bahasa Jawa Krama digunakan untuk berbicara dengan orang yang belum dikenal tetapi yang sebaya dalam umur dan derajat, juga terhadap orang yang umurnya lebih tua atau status sosialnya lebih tinggi. Bentuk Desa Desa sebagai tempat kediaman yang tetap pada masyarakat orang Jawa, di daerah pedalaman, adalah suatu wilayah hukum yang sekaligus menjadi pusat pemerintahan tingkat daerah paling rendah. Secara adminstratif desa langsung berada di bawah kekuasaan pemerintah kecamatan dan terdiri dari dukuh-dukuh. Tiap-tiap wilayah bagian desa ini diketuai oleh seorang Kepala Dukuh. Di sini dijumpai sejumlah perumahan penduduk beserta tanah-tanah pekarangannya, yang satu sama lain dipisah-pisahkan dengan pagar-pagar bambu atau tumbuh-tumbuhan. Ada di antara rumah-rumah itu yang dilengkapi dengan lumbung padi, kandang-kandang ternak dan perigi, yang dibangun di dekat-dekat rumah atau di halaman pekarangannya. Kemudian sebuah dukuh dengan dukuh lainnya, dihubungkan oleh jalan-jalan desa, yang luasnya sering tidak lebih dari 2 meter. Selain rumah-rumah tersebut yang tampak berkelompok,

Page | 2

dan yang sebagian berjajar menghadap jalan desa itu, ada juga Balai Desa, tempat pemerintahan desa berkumpul, atau mengadakan rapatrapat desa, yang diadakan tiap-tiap 35 hari sekali. Untuk menampung kegiatan-kegiatan pendidikan keagamaan, dan sosial ekonomi rakyat, biasanya ada sekolah-sekolah, langgar atau masjid. Kecuali itu ada pasar yang kelihatan ramai pada hari pasaran. Adapun kuburan desa berada di lingkungan wilayah salah satu sebuah dukuh, sedangkan tanah pertanian berupa sawah-sawah atau ladang-ladang terbentang di sekeliling desa. SUB SUKU JAWA 1. SUKU OSING Suku Osing Jumlah populasi Kawasan dengan jumlah penduduk yang signifikan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur Bahasa bahasa Osing Agama Sebagian besar Islam dan sebuah minoritas beragama Hindu. Kelompok etnis terdekat suku Jawa, suku Tengger, suku Bali Suku Osing adalah penduduk asli Banyuwangi dan merupakan penduduk mayoritas di beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Sejarah Sejarah Suku Osing diawali pada akhir masa kekuasaan Majapahit sekitar tahun 1478 M. Perang saudara dan Pertumbuhan kerajaankerajaan islam terutama Kesultanan Malaka mempercepat jatuhnya Majapahit. Setelah kejatuhannya, orang-orang majapahit mengungsi ke beberapa tempat, yaitu lereng Gunung Bromo (Suku Tengger), Blambangan (Suku Osing) dan Bali. Kedekatan sejarah ini terlihat dari corak kehidupan Suku Osing yang masih menyiratkan budaya Majapahit.

Page | 3

terutama pada hiasan di bagian atap bangunan. Suku Osing mempunyai kedekatan yang cukup besar dengan masyarakat Bali. Tradisi ini pernah menyulut peperangan besar yang disebut Puputan Bayu pada tahun 1771 M. Namun berkembangnya kerajaan Islam di pantura menyebabkan agama Islam dengan cepat menyebar di kalangan suku Osing. Bahkan Mereka sangat percaya bahwa Taman Nasional Alas Purwo merupakan tempat pemberhentian terakhir rakyat Majapahit yang menghindar dari serbuan kerajaan Mataram. Bahasa Suku Osing mempunyai Bahasa Osing yang merupakan turunan langsung dari Bahasa Jawa Kuno seperti halnya Bahasa Bali. hal ini sangat terluhat dari kesenian tradisional Gandrung yang mempunyai kemiripan dengan tari-tari tradisional bali lainnya. yang didirikan oleh masyarakat osing. adalah kerajaan terakhir yang bercorak Hindu-Budha seperti halnya kerajaan Majapahit. Berkembangnya Islam dan masuknya pengaruh luar lain di dalam masyarakat Osing juga dipengaruhi oleh usaha VOC dalam menguasai daerah Blambangan. termasuk juga busana tari dan instrumen musiknya. Kepercayaan Pada awal terbentuknya masyarakat Osing kepercayaan utama suku Osing adalah Hindu-Budha seperti halnya Majapahit. Masyarakat Osing mempunyai tradisi puputan. Dalam sejarahnya Kerajaan Mataram Islam tidak pernah menancapkan kekuasaanya atas Kerajaan Blambangan.Kerajaan Blambangan. Kemiripan lain tercermin dari arsitektur bangunan antar Suku Osing dan Suku Bali yang mempunyai banyak persamaan. hal inilah yang menyebabkan kebudayaan masyarakat Osing mempunyai perbedaan yang cukup signifikan dibandingkan dengan Suku Jawa. Puputan adalah perang terakhir hingga darah penghabisan sebaga usaha terakhir mempertahankan diri terhadap serangan musuh yang lebih besar dan kuat. Bahasa Osing sangat berbeda dengan Bahasa Jawa sehingga bahasa Osing bukan merupakan dialek dari bahasa Jawa seperti anggapan beberapa kalangan. seperti halnya masyarakat Bali. Demografi Page | 4 .

tetapi telah ditemukan perbedaan stratifikasi di Suku tersebut. kaum sudrakula. Songgon. Kawasan dengan jumlah Kecamatan Giri. kaum coliba. dengan sebagian kecil lainya adalah pedagang dan pegawai di bidang formal seperti karyawan. Angklung. Suku Osing tidak mengenal kasta seperti halnya Suku Bali. SUKU TENGGER Suku Tengger Jumlah populasi 500. Desa kemiren merupakan tujuan wisata yang cukup diminati di kalangan masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya. Patrol. kaum hydrakula.000. hal ini banyak dipengaruhi oleh agama Islam yang dianut oleh sebagian besar penduduknya. Stratifikasi Sosial Suku Osing berbeda dengan Suku Bali dalam hal stratifikasi sosial. dan Kecamatan Page | 5 . Festival budaya dan acara kesenian tahunan lainnya sering diadakan di desa ini. 2. Desa Adat Kemiri Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyadari potensi budaya suku osing yang cukup besar dengan menetapkan desa kemiri di kecamatan Glagah sebagai desa adat yang harus tetap mempertahankan nilai-nilai budaya Suku Osing. Kesenian utamanya antara lain Gandrung. kaum Drakula. Kecamatan Rogojampi.Suku Osing menempati beberapa kecamatan di kabupaten Banyuwangi bagian tengah dan bagian utara. mereka merupakan penduduk asli. Seni Kesenian Suku Osing sangat unik dan banyak mengandung unsur mistik seperti kerabatnya suku bali dan suku tengger. Kecamatan Kalipuro. Kecamatan Glagah dan Kecamatan Singojuruh. Seblang. Profesi Profesi utama Suku osing adalah petani. guru dan pegawai pemda. terutama di Kecamatan Banyuwangi. Tari Barong dan Jedor.

Jawa Timur. konon adalah keturunan pelarian Kerajaan Majapahit. Bagi suku Tengger. yaitu "Teng" akhiran nama Roro An-"teng" dan "ger" akhiran nama dari Joko Se-"ger". Nama Tengger berasal dari Legenda Roro Anteng dan Joko Seger yang diyakini sebagai asal usul nama Tengger. Kabupaten Probolinggo. dan Kabupaten Malang. Setahun sekali masyarakat Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo. Jawa Timur Bahasa bahasa Jawa Agama Sebagian besar Hindu dan sebuah minoritas beragama Islam dan Kristen. orang Jawa bisa ditemukan dalam segala bidang. Upacara diadakan pada tengah malam hingga dini hari setiap bulan purnama sekitar tanggal 14 atau 15 di bulan kasodo (kesepuluh) menurut penanggalan Jawa. tersebar di Pegunungan Tengger dan sekitarnya. yakni menempati sebagian wilayah Kabupaten Pasuruan. MATA PENCAHARIAN Di Indonesia. banyak Page | 6 . Gunung Brahma (Bromo) dipercaya sebagai gunung suci. Suku Tengger. Mereka yakin merupakan keturunan langsung dari Majapahit. orang Jawa tidak menonjol dalam bidang Bisnis dan Industri. Orang-orang suku Tengger dikenal taat dengan aturan dan agama Hindu. Kelompok etnis terdekat suku Jawa Suku Tengger adalah sebuah suku yang tinggal di sekitar Gunung Bromo. Terutama bidang Administrasi Negara dan Militer banyak didominasi orang Jawa. Upacara ini bertempat di sebuah pura yang berada di bawah kaki Gunung Bromo utara dan dilanjutkan ke puncak gunung Bromo. Meski banyak pengusaha Indonesia yang sukses berasal dari suku Jawa.penduduk yang signifikan gunung Bromo.

bagi hasil atau menggadai tanah. Orang seperti itu terpaksa bekerja menjadi buruh tani. pertukangan dan perdagangan. terutama mereka yang hidup di daerah pegunungan. Banyak variasi pekerjaan sesuai dengan keahlian dan keterampilan yang dimiliki. Selain sumber penghidupan yang berasal dari pekerjaan-pekerjaan kepegawaian. kacang tanah. Dalam hal ini dia bisa menjual secara adol tahunan. ketela rambat. Dan tentunya kini semakin bertambah banyak. Sawah itu ada yang dimiliki sendiri dan sawah ini disebut sawah sanggan dan sawah yasan. kacang tunggak. Biasanya disamping tanaman padi. karena ia kaya dapat memberikan sejumlah uangnya kepada orang pemilik sawah yang memerlukan. dan buruh di hutan-hutan di luar negeri yang mencapai hampir 6 juta orang. diantara mereka ada yang menggarap tanah pertaniannya untuk dibuat kebun kering ( tegalan ). bahakna banyak juga yang tidak mempunyaianya sama sekali. ialah hanya menyewakan sawahnya untuk satu tahun. Sedangkan yang lain. Orang yang menyewa tanah.diantara suku Jawa bekerja sebagai buruh kasar dan tenaga kerja indonesia seperti pembantu. Di dalam melakukan pekerjaan pertanian ini. kedelai. artinya memperoleh separo bagian hasil panennya. atau secara adol ceplik. yang disebut adol oyodan. beberapa jenis tanaman palawija juga ditumbuhkan baik sebagai tanaman utama di tegalan maupun sebagai tanaman penyela di sawah pada waktu musim kemarau dimana air sangat kurang untuk pengairan sawah-saah itu. diantaranya adalah ketela pohon. maka Page | 7 . misalnya untuk satu masa panen. ialah menjual lepas sawahnya. Apabila orang yang tidak mempunyai tanah ingin mendapat hasil dengan cara bagi hasil. menyewa tanah. kacang brol. yaitu yang bertempat tinggal di daerah-daerah yang lebih rendah mengolah tanah-tanah pertanian tersebut untuk dijadikan sawah. Pemilik yang kelebihan dapat menjual sawah seperti itu kepada orang lain. bertani adalah juga merupakan salah satu mata pencaharian hidup dari sebagian besar masyarakat orang Jawa di desa-desa. dan lain-lain. Tanaman penyela tersebut. Banyak orang di desa tidak memiliki tanah-tanah pertanian yang luas.

sosial istilah yang priyayi atau berdarah biru mengacu kepada golongan bangsawan. sistem itu disebut mertelu. artinya ia meminjamkan uang kepada orang lain. membatik. Sudah barang tentu cara-cara bagi hasil ini tergantung kepada keadaantingkat kesuburan tanah pertanian tersebut. dimana ia mendapat tanha pertanian sebagai barang gadaian untuk diolah. SISTEM KEMASYARAKATAN  Lapisan sosial  priyayi Kata priyayi konon berasal dari dua kata Jawa para dan yayi yang secara harafiah berarti "para adik". maka ada yang disebut adol sende. menganyam tikar.sistem itu disebut maro. Namun menurut Robson (1971) kata ini bisa pula berasal dari kata Sansekerta priyā. Kemudian jika si peminjam uang dan pemilik sawah tersebut berhasil mengembaikan uang pinjamannya pada suatu waktu. si pemilik sawah biasanya hanya akan menerima seperlima bagian dari seluruh hasil panenan sawahnya. Yang dimaksud adalah para adik raja. dan menjadi tukang-tukang kayu. Selain sumber penghasilan dari lapangan pekerjaan pokok bertani tersebut. Suatu golongan tertinggi dalam masyarakat karena memiliki Page | 8 . mbotok atau membuat minyak goreng kelapa. Akhirnya jika orang hendak menggadai tanah. sebagia bunganya. mencetak batu merah. Walaupun demikian ornag yang menggadai tanah itu sudah dapat memungut hasil pertaniannya setidak-tidaknya satu kali masa panen. batu atau reparasi sepeda dan lapangan-lapangan pekerjaan lain yang mungkin dikerjakan. Terutama untuk bagi hasil tanaman palawija kacang brol. adapula beberapa sumber pendapatan lain yang diperoleh dari usaha-usaha kerja sambilan membuat makanna tempe. maka tanha pertanian tadi diserahkan kembali kepadanya. yang berarti kekasih Dalam merupakan kebudayaan suatu kelas Jawa. Kalau ia menerima sepertiga bagian saja. umumnya dilakukan oleh kedua belah pihak dengna disaksikan oleh salah seorang anggota Pamong Desa. Hubungan transksi semacam ini.

Gelar seorang priyayi juga dapat meningkat seiring dari usianya. santri dan abangan. Kelompok santri digunakan untuk mengacu pada orang yang memiliki pengetahuan dan mengamalkan agama. ketika menapak dewasa (18 atau 21 tahun) bertambah lagi menjadi Bandara Raden Mas Aryo. Istilah priyayi menjadi terkenal saat Clifford Geertz melakukan penelitian tentang masyarakat Jawa pada tahun 1960-an. ia akan memiliki gelar yang berbeda dari gelar yang telah ia miliki. Pada saat dewasa dan telah memiliki jabatan dalam hierarki kebangsawanan.abangan dibuat berdasarkan sikap dan perilaku seseorang dalam mengamalkan agamanya (Islam). Misalnya seorang laki-laki ningrat yang merupakan Page | 9 . Beberapa gelar dari yang tertinggi hingga dengan hanya satu gelar saja yaitu Raden. ia bergelar Raden Mas. Yang kebangsawanannya. jadi nama lengkapnya adalah Raden Mas Bomantara. Misalnya ia menduduki jabatan pemimpin ksatrian maka gelarnya akan berubah menjadi Gusti Pangeran Adipati Haryo. sedangkan pengelompokkan santri . karena pengelompokkan priyayi-non priyayi adalah berdasarkan garis keturunan seseorang. Misalnya ketika seorang anak laki-laki lahir diberi nama Bomantara. Namun penggolongan ini tidaklah terlalu tepat.keturunan dari keluarga kerajaan. ada priyayi yang santri dan ada pula yang abangan. Golongan priyayi tertinggi disebut Priayi Ageng (bangsawan tinggi). Gelar dalam golongan ini terbagi menjadi bermacam-macam berdasarkan tinggi rendahnya suatu kehormatan. bahkan ada pula yang non muslim. Dan setiap kedudukan yang ia jabat ia akan memilki gelar tambahan atau gelar yang berubah nama. Ningrat mempunyai gelar-gelar yang menandakan tingkat  biasanya Adalah keluarga keraton dan keturunan bangsawan lainnya. ketika menginjak akil balik gelarnya bertambah satu kata menjadi Bandara Raden Mas. Dalam realita. dan mengelompokkan masyarakat Jawa ke dalam tiga golongan: priyayi. Abangan digunakan untuk mereka yang bukan priyayi dan juga bukan santri.

c. Golongan ini juga dapat digolongkan lagi menjadi : a. Wong Cilik  Merupakan golongan masyarakat yang paling bawah. para pamong desa harus sering menggerakkan masyarakat dengan gugur gunung atau kerik desa guna bekerja sama membersihkan. b. akan tetapi golongan bujang ini bisa mempunyai tanah baik dari pembelian atau warisan. Wong baku merupakan lapisan tertinggi dalam lingkungan desa di Jawa. Page | 10 . serta pekarangannya. Kuli gandok atau lindung Mereka adalah orang laki-laki yang sudah kawin. dan masih tinggal bersama orang tuanya atau tinggal (ngenger) dirumah orang lain. Dalam hal memelihara dan membangun masyarakat desanya. atau bujangan Mereka semua belum menikah. tukang dan pekerja kasar lainnya. sehingga menjadi Bandara Raden Mas (disingkat BRM). oleh karena itu dalam susunan kepemimpinan desa tiap-tiap dukuh diketuai oleh kepala dukuh. sinoman.sehingga terpaksa menetap di kediaman mertuanya. mereka adalah keturunan orang-orang yang dahulu yang pertama kali menetap didesa. biasanya hidup didesa-desa dengan sesuai dengan mata pencaharian mereka sebagai petani.keturunan langsung (generasi pertama) dari raja/pemimpin yang memerintah akan mendapat tambahan Bandara (baca "bandoro") di depan gelarnya. akan tetapi tidak mempunyai tempat tinggal sendiri. mereka memiliki sawah. Joko. rumah. Desa-desa di Jawa sering dibagi-bagi menjadi bagian-bagian yang disebut dukuh. memperbaiki dan membuat sarana fasilitsa pedesaan.

hal itu yang disebut dahulu diselenggarakan peresmian berbagai upacara-upacara upacara sampai tersebut dilaksanakannya perkawinan. Adapun adik dari ayah dan ibu diklasifikasikan ke dalam dua golongan yang dibedakan menurut jenis kelamin menjadi paman dan bibi. Dalam adat masyarakat Jawa dikenal adanya ngarang wulu serta wayuh. Ngunggah-ngunggahi. Perkawinan ngarang wulu adalah suatu perkawinan seorang duda dengan seorang wanita salah satu adik dari almarhum istrinya. d. terlebih adalah  Nakokake Seorang pria pertama-tama datang ke kediaman orang tua si gadis dengan didampingi oleh orang tua sendiri atau wakil orang tuanya untuk menanyakan kepadanya. Adapun wayuh adalah suatu perkawinan lebih dari satu istri (poligami). Pelamaran biasa b. Menurut adat Jawa apabila akan diadakan suatu perkawinan. ialah seorang jejaka yang telah mengabdikan dirinya pada kerabat si gadis. yaitu : a. Magang atau ngenger. c. Upacara- Page | 11 . yaitu suatu perkawinan seorang pria dan wanita atas kemauan kedua orang tua mereka. Triman. Semua kakak laki-laki atau wanita ayah dan ibu beserta istri atupun suami masing – masing diklasifikasikan menjadi satu dengan istilah siwa atau uwa. Jadi merupakan pernikahan sororat. Paksa (peksan). apakah si gadis sudah ada empunya atau belum (legan).SISTEM KEKERABATAN Sistem kekerabatan masyarakat Jawa berdasarkan prinsip keturunan bilateral. Masyarakat Jawa mengenal beberapa sistem pernikahan. misalnya keluarga keraton atau keluarga kyai agung. e. yaitu seorang yang mendapat istri sebagai pemberian atau penghadiahan dari salah satu lingkungan keluarga tertentu. yaitu pihak kerabat si gadis yang melamar si jejaka. Jika orang tua si gadis telah meninggal.

makanan dan minuman. 500.  Nontoni Calon suami mendapat kesempatan untuk melihat calon istrinya. Biasanya dia juga menyewakan pakaian pengantin. pidato pembuka. komunikasi dan keamanan. 1000 atau lebih). terdiri dari berbeda Tuwuhan (tanaman dan daun). perhiasan dan perlengkapan lain untuk pesta pernikahan. Biasanya sehari sebelum pesta pernikahan. transportasi. dekorasi dari ruangan resepsi.  Persiapan Penunjukkan Pemaes. Pohon pisang Page | 12 . pembawa acara. Banyak yang harus dipersiapkan untuk setiap upacara pesta pernikahan. yakni anggota kerabat dekat menurut garis laki – laki (patrilineal). musik gamelan dan tarian.nakokake kepada wali. dukun pengantin perempuan di mana menjadi pemimpin dari acara pernikahan. dimana tercatat sebagai pasangan suami istri. Panitia mengurus seluruh persiapan perkawinan: protokol. yaitu : • Dua pohon pisang dengan setandan pisang masak berarti: Suami akan menjadi pemimpin yang baik di keluarga. wali untuk Ijab. keluarga dari kedua mempelai. Dia mengurus dandanan dan pakaian pengantin laki-laki dan pengantin perempuan yang bentuknya berbeda selama pesta pernikahan. Besarnya panitia itu tergantung dari latar belakang dan berapa banyaknya tamu yang di undang (300. pintu gerbang dari rumah orangtua wanita dihias dengan Tarub (dekorasi tumbuhan). Untuk itu dibentuk sebuah panitia kecil yang terdiri dari teman dekat. Persiapan yang paling penting adalah Ijab (catatan agama dan catatan sipil).

dadap srep berarti: Pasangan pengantin akan hidup aman dan melindungi keluarga. berarti laki-laki harus punya banyak pengetahuan. • Mempunyai bentuk seperti gunung. alang-alang. Selain pemasangan tarub juga dikenal adanya Kembar Mayang yang merupakan karangan dari bermacam daun (sebagian besar daun kelapa di dalam batang pohon pisang). Cengkir Gading berarti: Pasangan pengantin cinta satu sama lain dan akan merawat keluarga mereka. Page | 13 . Gunung itu tinggi dan besar. Pasangan pengantin akan hidup baik dan bahagia dimana saja.sangat mudah tumbuh dimana saja. pengalaman dan kesabaran. Itu dekorasi sangat indah dan mempunyai arti yang luas. mojo-koro. • Sepasang Tebu Wulung berarti: Seluruh keluarga datang bersama untuk bantuan nikah. Bentuk daun seperti beringin. • • • Bekletepe Bleketepe yang berada di atas pintu gerbang berarti menjauhkan dari gangguan roh jahat dan menunjukan di rumah mana pesta itu diadakan.

Itu adalah simbol yang sangat berarti. Sajen berarti untuk mendoakan leluhur dan untuk melindungi dari gangguan roh jahat. di bawah pintu gerbang. di jalan dekat rumah. pintar dan bijaksana. Tradisionil Sajen (persembahan) dalam pesta adat Jawa itu sangat penting. Payung: Pasangan pengantin harus melindungi keluarganya. Cemeti: Pasangan pengantin akan selalu hidup optimis dengan hasrat untuk kehidupan yang baik. Belalang: Pasangan pengantin akan giat. Patra Manggala: Itu digunakan untuk memperindah • Page | 14 . di mana Tuhan Pencipta melidungi kami. cepat berpikir dalam mengambil keputusan untuk keluarganya. Daun Beringin: Pasangan pengantin akan selalu melindungi • • • • • keluarganya dan masyarakat sekitarnya. berarti pasangan pengantin akan selalu mempunyai pikiran yang jernih dan tenang dalam mengadapi masalah. • • Daun Kruton: Daun yang melindungi mereka dari gangguan setan. Bunga karangan.• Keris: Melukiskan bahwa pasangan pengantin berhati-hati dalam kehidupan. Burung: Pasangan pengantin mempunyai motivasi hidup yang tinggi. Sebelum memasang Tarub dan Bekletepe harus membuat hidangan spesial yang dinamakan Sajen. diantaranya di kamar mandi. • Daun Dlingo Benglé: Jamu untuk infeksi dan penyakit lainnya. Daun Dadap srep: Daun yang dapat digunakan mengompres untuk menurunkan demam. Sajen diletakan di semua tempat di mana pesta itu diadakan. di bawah dekorasi Tarub. di dapur. dan lainlain. itu digunakan untuk melindungi gangguan setan.

Tujuh macam bubur. Pisang raja dan buah lainnya. nasi kuning dengan hiasan. Buna Telon (kenanga.Siraman sajen terdiri dari: • • • • • • • • • • • Tumpeng Robyong. telur. Teh dan kopi pahit. lemper.  Siraman. Lantera. Kelapa muda. melati. tahu. Tumpeng Gundul. Pesta Siraman ini biasanya diadakan di siang hari. Siraman biasanya dilakukan di kamar mandi atau di Page | 15 . cendol. magnolia) dengan air Suci. nasi kuning tanpa hiasan. Rokok dan kretek. Makna dari pesta Siraman adalah untuk membersihkan jiwa dan raga. Kue manis. sehari sebelum Ijab dan Panggih. Makanan: ayam. Siraman di adakan di rumah orangtua pengantin masing-masing. daging.

Ibu boleh menyiramkan Page | 16 . melati. Kursi kecil. Dan ini akan digunakan setelah Siraman. Itu Banyu Suci Perwitosari. • • • • Memakai kain putih selama Siraman. Bahasa Jawa tujuh itu PITU. Air ini diletakan di rumah pengantin laki-laki. Dalam pelaksanaan upacara Siraman Pengantin perempuan/laki-laki datang dari kamarnya dan bergabung dengan orangtuanya. Jumlah orang yang melakukan Siraman itu biasanya tujuh orang. santan. Kain batik dari Grompol dan potongan Nagasari.beberapa macam daun . Keluarga dari pengantin wanita mengirim utusan untuk membawa air-bunga ke keluarga dari pengantin laki-laki. tetapi juga keluarga dekat dan orang yang dituakan.bango tulak (kain dengan 4 macam motif) . Handuk.dlingo benglé (tanaman untuk obat-obatan) . Sekarang lebih banyak diadakan di taman. magnolia dan kenanga .lurik (motif garis dengan potongan Yuyu Sekandang dan Pula Watu). air asam Jawa).lima warna . mereka memberi nama PITULUNGAN (berarti menolong). Dia mendudukkan di kursi dan berdoa. Tidak hanya orangtua. ditutup dengan: Tikar . biasanya terbuat dari tembaga atau perunggu. Dia diantar ke tempat Siraman.mawar. Kendi.kain putih . berarti air suci dan simbol dari intisari kehidupan. gayung dari 2 kelapa.taman. dan lain-lain. Orang pertama yang menyiramkan air ke pengantin adalah ayah. Bunga Setaman . Yang harus dipersiapkan: • • • • • • • Baskom untuk air.di campur dengan air. Aroma . Air dari sumur atau mata air. letakkan bersama. handuk. Beberapa orang jalan di belakangnya dan membawa baki dengan kain batik. Mereka menyeleksi orang yang bermoral baik.berfungsi seperti sabun. Daftar nama dari orang yang melakukan Siraman itu sangat penting. Tradisionil shampoo dan conditioner (abu dari merang.

tangan dan kaki juga sebanyak tiga kali. dia siap untuk di dandani.  Upacara Ngerik Setelah Siraman. Pemaes mengeringkan rambutnya dengan handuk dan menberi pewangi (ratus) di seluruh rambutnya. Itu adalah simbol dari kemakmuran hidup. leher. pengantin duduk di kamar pengantin. Keluarga dan teman dekat dari pengantin wanita akan datang berkunjung.berarti dia itu tampan (menjadi cantik dan siap untuk menikah). Dia mengikat rambut ke belakang dan mengeraskannya (gelung). wajah. Setelah itu Pemaes membersihkan wajahnya dan lehernya. Menurut kepercayaan kuno. Mereka menyiramkan air ke tangannya dan membersihkan mulutnya tiga kali. Pemaes menggunakan tradisionil shampoo dan conditioner. Setelah mereka. Pengantin wanita harus tinggal di kamar dari jam enam sore sampai tengah malam di temani dengan beberapa wanita yang dituakan. calon pengantin wanita akan menjadi cantik sama seperti Dewi. pengantin wanita memakai kebaya dan kain batik dengan motif Sidomukti atau Sidoasih. orang lain boleh melakukan Siraman. Pemaes sangat behati-hati dalam merias pengantin. semuanya harus wanita. Pengantin perempuan/laki-laki duduk dengan kedua tangan di atas dada dengan posisi berdoa.setalah ayah. Pemaes atau orang yang ditunjuk memecahkan kendi ke lantai dan berkata: 'Wis Pecah Pamore' . Midodareni itu berasal dari kata Widodari yang berarti Dewi. Orang terakhir yang melakukan Siraman adalah Pemaes atau orang sepesial yang telah ditunjuk. Dewi akan datang dari kayangan.  Upacara Midodareni Pelaksanaan pesta ini mengambil tempat sama dengan Ijab dan Panggih. Biasanya mereka akan memberi saran dan nasihat. telinga. Pada malam hari. Kemudian mereka menyiramkan air ke atas kepala. Page | 17 . Dandanan itu tergantun dari bentuk perkawinan. Setelah Kendi itu kosong. Akhirnya.

Tujuh macam kain dengan corak letrek. Yang harus diletakan di kamar pengantin : • • Satu set Kembar Mayang. Suruh Ayu (daun betel).  Peningsetan atau Srah-Srahan Page | 18 . keluarga dan teman dekat dari pengantin wanita bertemu dengan keluarga dari pengantin laki-laki. dan lainlain) di lapisi dengan kain Bango Tulak. Ukub (baki dengan bermacam pewangi dari daun dan bunga) diletakan di bawah tempat tidur. jamu. Di kamar lain. Di tengah malam semua sajen di ambil dari kamar. Dua kendi (diisi dengan bumbu. Dua kendi (diisi dengan air suci) di lapisi dengan daun dadap srep.Orangtua dari pengantin wanita akan menyuapkan makanan untuk yang terakhir kalinya. suaminya yang akan bertanggung Jawab. beras. Keluarga • • • • • dan tamu dapat makan bersama. Mulai dari besok. Kacang Areca. kacang.

Setagen putih untuk tanda kekuatan. • • Cincin untuk pasangan pengantin. dia hanya diberi segelas air dan tidak boleh merokok. Hanya keluarganya boleh masuk ke rumah. tanda dasar kehidupan. Kedua keluarga menyetujui pernikahan. kedua keluarga beramah tamah. Mereka membawa hadiah: • Suruh Ayu (daun betel). mengharapkan kesehatan. gula. Dengan maksud agar dia bisa menahan lapar dan godaan. Dia duduk di serambi depan rumah bersama dengan beberapa teman dan keluarga. garam. Selama itu. tetapi dia tidak boleh masuk ke rumah. mengharapkan untuk kebahagiaan dan kehidupan yang baik. • • • Kain Kebaya. Dia boleh makan hanya setelah malam hari. Pengantin laki-laki tiba bersama dengan keluarganya. minyak. Sebelum keluarganya meninggalkan rumah. dan lain-lain. • Beras. Sumbangan uang untuk pesta pernikahan. utusan dari keluarga pengnatin laki-laki mengatakan kepada tuan rumah bahwa mereka akan Page | 19 . Dalam kesempatan ini. Mereka akan menjadi besan. mengharapkan untuk keselamatan. Buah-buahan. • Beberapa kain batik dengan corak berbeda. Hanya pengantin laki-laki tidak bisa bertamu ke kamar pengantin perempuan yang sudah bagus di dekorasi.Peningsetan berasal dari kata singset (berarti ikatan). Keluarga dari pengantin laki-laki berkunjung ke keluarga dari pengantin perempuan.

pengantin laki-laki boleh masuk ke rumah. tetapi tidak ke kamar pengantin. Mereka dihormati seperti Raja dan Ratu di hari itu. Nyantri dilakukan untuk keamanan dan praktisnya. Tempat di adakan Ijab diletakan Sanggan atau Sajen disekitarnya. Pelaksanaan dari Ijab sesuai dengan agama dari pasangan pengantin.  Upacara Ijab Upacara ijab merupakan syarat yang paling penting dalam mengesahkan pernikahan. lain. Pengantin laki-laki juga berpakaian khusus untuk upacara ini. Orangtua dari pengantin perempuan akan mengurus penginapannya. dengan pertimbangan bahwa besok dia harus berpakaian pengantin dan siap untuk Ijab dan upacara pernikahan Setelah selesainya rangkaian persiapan maka dilanjutkan dengan upacara perkawinan. perhiasan emas dan kebaya untuk saat ini.mengambil alih tanggungJawab pengantin laki-laki. minyak rambut mengkilap. Itu disebut Nyantri. Utusan menyatakan bahwa pengantin laki-laki tidak kembali ke rumah. Pengantin wanita dengan gelungan. Pasangan pengantin muncul terbaik. Setelah pengunjung meninggalkan rumah. Upacara perkawinan menurut adat Jawa terdiri dari beberapa tahapan yaitu :  Upacara Panggih Suara sangat bagus dan mistik dari Gamelan digabungkan dengan tradisi Panggih atau Temu: pertemuan antara pengantin wanita yang cantik dengan pengantin laki-laki yang tampan di depan rumah yang di hias dengan tanaman Tarub. Pengantin lakiPage | 20 .

tiba di rumah dari orangtua pengantin wanita dan berhenti di depan pintu gerbang. melukiskan bahwa setan tidak akan menggangu selama upacara di rumah dan di sekitarnya. Dekorasi itu hanya digunakan bila pasangan pengantin sebelumnya tidak pernah menikah. Orangtuanya dan keluarga dekat berjalan di belakangnya.  Upacara Balangan Suruh Pengantin wanita bertemu dengan pengantin laki-laki. Mereka mendekati satu sama lain.laki di antar oleh keluarga dekatnya (tetapi bukan orangtuanya karena mereka tidak boleh berada selama upacara). bukan setan atau orang lain yang menganggap dirinya sebagai pengantin laki-laki atau perempuan. Selama upacara Panggih. Di depannya dua puteri disebut Patah. jaraknya sekitar tiga meter. Kembar Mayang di bawa keluar rumah dan diletakan di persimpangan dekat rumah. Dengan melempar daun betel satu sama lain. Itu Page | 21 . Menurut kepercayaan kuno. Dua wanita dituakan atau dua putera membawa dua Kembar Mayang yang tingginya sekitar satu meter atau lebih. di antar oleh dua wanita yang dituakan. Pengantin perempuan mencuci kaki pengantin laki-laki dengan menggunakan air dicampur dengan bermacam bunga. Mereka mulia melempar sebundel daun betel dengan jeruk di dalamnya bersama dengan benang putih. dua Kembar Mayang diletakan di samping kanan dan kiri dari kursi pasangan pengantin.  Upacara Wiji Dadi Pengantin laki-laki menginjak telur dengan kaki kanannya. dengan membawa kipas. sebagai tanda dari penghargaan kepada tuan rumah dari upacara. daun betel mempunyai kekuatan untuk menolak dari gangguan buruk. Pengantin wanita. itu akan mencoba bahwa mereka benar-benar orang yang sejati. Mereka melakukannya dengan keinginan besar dan kebahagian. Satu orang wanita dari keluarga pengantin laki-laki berjalan keluar dari barisan dan memberi Sanggan ke ibu pengantin perempuan. semua orang tersenyum bahagia. berjalan keluar dari kamar pengantin. Untuk dekorasi.

Itu berarti bahwa ayah akan menunjukan jalan kebahagiaan.  Upacara Timbang Page | 22 .  Upacara Sindur Binayang Setelah upacara Wiji Dadi. ibu pengantin perempuan menutup pundak pasangan pengantin dengan Sindur. ayah pengantin perempuan mengantar pasangan pengantin ke kursi pengantin.melukiskan bahwa pengantin laki-laki siap untuk menjadi ayah yang bertangung Jawab dan pengantin perempuan akan melayani setia suaminya. Ibu memberi dorongan moral.

Pengantin perempuan sangat berhati-hati dalam menerima pemberiannya di dalam kain Page | 23 . padi. Itu melukiskan bahwa suami akan memberi semua gajinya ke istrinya.  Upacara Tanem Ayah pengantin wanita mendudukan pasangan pengantin ke kursi pengantin. bunga. sementara dia bicara bahwa mereka sama beratnya. beras kuning. pasangan pengantin berjalan bergandengan tangan dengan jari kelingking ke tempat upacara Kacar Kucur atau Tampa Kaya. Dia memberi restu. kacang. jagung. dan beberapa mata uang yang berbeda nilainya (jumlah dari mata uang harus genap).  Upacara Kacar Kucur atau Tampa Kaya Dengan dibantu oleh Pemaes. Di sana. jamu dlingo benglé. pengantin perempuan mendapat dari pengantin laki-laki beberapa kedelai. Itu melukiskan bahwa dia menyetujui perkawinan.  Upacara Tukar Kalpika Pertukaran cincin pengantin simbol dari tanda cinta.Kedua pasangan pengantin duduk di atas pangkuan ayah dari pengantin wanita. berarti dia cinta mereka sederajat.

tempe. pengantin laki-laki memakai kembali kerisnya. Selama Sungkeman. Kedua ibu berjalan di depan. Setelah Sungkeman. menjadi pemimpin dari upacara. dadar telur. Upacara itu melukiskan bahwa pasangan akan menggunakan dan menikmati hidup bahagia satu sama lain. Setelah pengantin wanita memakannya.  Upacara Sungkeman Mereka bersujud untuk mohon doa restu dari orangtua mereka. Orantua pasangan pengantin memakai motif batik yang sama (Truntum). Pemaes.  Upacara Dahar Klimah atau Dahar Kembul Pasangan pengantin makan bersama dan menyuapi satu sama lain. Setelah mereka selesai. Orangtua dari pengantin laki-laki duduk di sebelah kiri dari pasangan pengantin. memberi piring ke pengantin wanita (dengan nasi kuning. dia melakukan sama untuk suaminya. abon dan hati ayam). berarti Page | 24 .  Upacara Mertui Orangtua pengantin wanita menjemput orangtua pengantin laki-laki di depan rumah. mereka minum teh manis. kemudian ke orangtua pengantin laki-laki. Dia akan mengurus dan menjadi ibu rumah tangga yang baik.putih. dan kedua ayah berjalan di belakang. pengantin laki-laki membuat tiga bulatan kecil dari nasi dengan tangan kanannya dan di berinya ke pengantin wanita. Mereka berjalan bersama menuju ke tempat upacara. Pertama ke orangtua pengantin wanita. Orangtua dari pengantin perempuan duduk di sebelah kanan dari pasangan pengantin. tahu. Pemaes mengambil keris dari pengantin laki-laki. di atas tikar yang sudah diletakan di pangkuannya. Pertama.

pasangan akan selalu mempunyai cukup keuntungan untuk hidup baik. fragment dari cerita wayang atau tari lebih modern Karonsih). Warna merah dari Sindur dengan pinggir berliku berarti bahwa hidup itu seperti sungai mengalir di gunung. perceraian hanya bisa dilakukan dengan persetujuan kedua belah pihak. dilanjutkan dengan pesta resepsi. diiringi suara gamelan di ruang resepsi. hal ini dapat dilaksanakan sesudah sepasar. Semantara semua tamu menikmati pesta dan makan santapan. beberapa penari Jawa menpertunjukan (tari klasiek Gathot Kaca-Pergiwo. Pemboyongan yang disertai pesta upacara lagi di tempat kediaman mempelai laki-laki ini disebut ngunduh temanten. dalam adat Jawa juga diatur mengenai masalah perceraian (pegatan). mereka juga memakai Sindur seperti ikat pinggang. istri tidak dalam Page | 25 . Setelah upacara Pernikahan. Orangtua mengantar mereka ke kehidupan nyata dan mereka akan membentuk keluarga yang kuat. Dalam hal ini. Bersamaan dengan itu. Pasangan pengantin baru bersama dengan orangtuanya menerima ucapan selamat dari para tamu. Apabila mempelai laki-laki berkehendak membawa istrinya. atau sama dengan lima hari sejak mereka dipertemukan. Selain masalah perkawinan.

yaitu dengan memberikan taklik. Dalam sebuah keluarga (kulawarga atau keluarga-batih) Jawa kepala keluarga disebut somah. Kantor Urusan Agama Kabupaten yang akan memberi keputusan. Baik rujuk maupun balen hanya bisa dilaksanakan sesudah talak sampai tiga kali. Apabila seorang istri meminta cerai sedangkan suaminya tidak bersedia maka istri mengadu kepada kaum yang akan meneruskan pengaduan ke Kantor Urusan Agama Kecamatan. keluarga-batih dalam bentuk keluarga yang luas adalah suatu pengelompokan dari dua-tiga keluarga atau lebih dalam satu tempat tinggal. Akhirnya. Dalam hubingan ini sorang janda dapat bergaul dengan seorang laki-laki lain setelah lewat masa iddahnya.keadaan hamil dan di hadapan pengulu. Neolokal. Utrolokal. Apabila setelah bercerai. b. Suatu kekerabatan yang lain ialah sanak-sadulur yang terdiri dari orang-orang kerabat keturunan dari seorang nenek moyang sampai derajat ketiga. apabila pasangan pengantin menetap di dekat tempat kediaman kerabat suami. Selain itu terdapat kelompok kekerabatan lain yang disebut alurwaris. sedangkan apabila hal itu dijalankan melebihi batas waktu tersebut dinamakan balen. Page | 26 . karena apabila sudah mencapai talak sebanyak tiga kali maka suami istri tersebut harus bercerai selamanya. Sedangkan sebaliknya istri pun berhak meminta cerai. Suami dapat menceraikan istrinya dengan menjatuhkan talak.Pengaduan gugatan perceraian bertingkat-tingkat tersebut dinamakan rapak. Setelah pernikahan pasangan pengantin Jawa bebas menentukan apakah ia akan menetap di sekitar tempat kediaman sendiri atau kerabat. suami istri ingin rukun kembali sebelum melebihi jangka waktu seratus hari maka disebut rujuk. artinya mempunyai tempat tinggal sendiri yang terlepas dari tempat menetap kerabat masing-masing pihak. yang tugasnya memelihara makam leluhur. atau mereka memilih untuk tinggal di tempat tinggal yang baru. Adat menetap sesudah nikah ada tiga sifat: a. Kelompok ini terdiri dari semua kerabat sampai tujuh turunan sejauh masih dikenal tempat tinggalnya. yang lamanya tiga bulan sepuluh hari atau tiga kali lingkaran haid.

sehingga harus dipelihara dan digarap oleh saudaranya sendiri. c. sawah ini juga belum menjadi benda warisan tetapi sudah diberi ijin dari orang tua untuk digarap oleh anak-anak atau menantu laki-lakinya dan setelah orang tua meninggal akan menjadi warisan bagi penggarapnya. Sawah garapan. yaitu seorang anak lakilaki atau perempuanyang tetap tinggal di rumah bersama orang tua. Page | 27 . anak laki-laki ditetapkan mendapat bagian 2/3 sedangkan perempuan 1/3 dari seluruh jumlah warisan orang tua. tetapi setelah ia datang hak dan kewajiban tanah pertanian itu kembali kepadanya. sedangkan ternak dibagikan sama sesuai jumlah yang ada. Besarnya jumlah pembayaran pajak dituliskan dalam surat tanda pembayaran pajak yang disebut kohir (petuk) yang biasanya dipegang ahli waris yang paling tua. sesungguhnya belum menjadi harta warisan namun sudah ditunjuk kepada siapa masing-masing bagian sawah itu akan diberikan. pembagian harta dilakukan melalui permusyawaratan antara para ahli waris. Sawah gantungan. Pemeliharaan benda pusaka diserahkan kepada anak laki-laki tertua. Biasanya anak yang lebih tua mendapat bagian di sebelah barat dan anak yang muda di sebelah timur.c. Biasanya orang tua cenderung memberikan rumah kediamannya kepada tabon. Tanah pertanian (sawah) yang bisa diwariskan adalah sawah sanggan (milik pribadi) yang terdiri atas tiga macam yaitu: a. Uxorilokal. apabila pasangan pengantin menetap di dekat tempat kediaman kerabat istri. merupakan sawah bagian warisan dari seseorang yang pergi meninggalkan sawah tadi. Menurut cara perdamaian. Dalam pembagian warisan harta peninggalan orang tua dikenal adanya 2 macam cara yaitu perdamaian dan sepikul segendongan. Menurut cara sepikul segendongan. Sawah dunungan. b. Biasanya dipergunakan untuk pembagian warisan tanah pekarangan.

Bahasa Jawa pada dasarnya terbagi atas dua klasifikasi dialek. Bahasa Jawa dianggarkan digunakan sekitar dua per tiga penduduk pulau Jawa. sedangkan benda gana gini baru dipersoalkan pembagiannya jika kedua orang tersebut bercerai. Benda gawan kembali kepada kerabat masing-masing apabila suami istri tidak mempunyai anak. yang dikembangkan dari huruf Pallava. Sedangkan Krama Haluspun berbeda antara Krama Halus/Inggil yang dipergunakan oleh kalangan Kraton dengan kalangan rakyat biasa. Selanjutnya Krama itu terbagi lagi menjadi Krama. dan juga huruf Pegon yang diubah sesuai dari huruf Arab. BAHASA DAN AKSARA JAWA Bahasa Jawa Bahasa Jawa adalah bahasa pertuturan yang digunakan penduduk suku bangsa Jawa terutama di beberapa bagian Banten.Dalam adat Jawa dikenal adanya pembedaan harta benda milik suami sendiri sebelum kawin (benda gawan) dan harta kekayaan yang diperoleh selama hidup bersama (benda gana gini) keduanya dapat diwariskan. yakni : • • Dialek daerah. Bahasa Jawa terbagi menjadi dua yaitu Ngoko dan Kromo. Krama Inggil ( Krama Halus ). Krama Madya. yaitu banda gana untuk suami dan banda gini untuk istri. Sedangkan dialek daerah ini didasarkan pada Page | 28 . dan Dialek sosial Karena bahasa ini terbentuk dari gradasi-gradasi yang sangat berbeda dengan Bahasa Indonesia maupun Melayu. Krama Madya inipun agak berbeda antara Krama yang dipergunakan dikota / Sala dengan Krama yang dipergunakan di pinggiran / desa. meskipun tergolong rumpun Austronesia. Jawa Barat. Bahasa Jawa ini memiliki aksara-nya sendiri. Jawa Tengah & Jawa Timur di Indonesia. Ngoko sendiri dalam perkembangannya secara tidak langsung terbagi-bagi lagi menjadi ngoko kasar dan ngoko halus ( campuran ngoko dan kromo ).

di dalam bukunya : "A Critical Survey of Studies on the Languages of Java and Madura".wilayah. Rembang. Dialek Madiun Kelompok kedua di atas sering disebut Bahasa Jawa Standar. khususnya dialek Surakarta dan Yogyakarta. 1964. Perbedaan antara dialek satu dengan dialek lainnya bisa antara 0-70%. Kelompok Bahasa Jawa Bagian Tengah : 1. pengelompokannya mengacu kepada pendapat E. The Hague: Martinus Nijhoff. Dialek Malang 4. karakter dan budaya setempat. Dialek Bagelen 4. Dialek Bumiayu (peralihan Tegal dan Banyumas) Kelompok pertama di atas sering disebut bahasa Jawa ngapak-ngapak. Dialek Pantura Jawa Timur (Tuban. Pati) 6. Dialek Indramayu-Cirebon 3. Dialek Banyuwangi (atau disebut Bahasa Osing) Page | 29 . Uhlenbeck. Dialek Tegal 4. Dialek Kedu 3. Dialek Tengger 6. Kelompok Bahasa Jawa Bagian Barat : 1. Dialek Surabaya 3. Dialek Banyumasan 5. Dialek Pantai Utara Timur (Jepara. Bojonegoro) 2. Dialek Jombang 5. Dialek Semarang 5. Untuk klasifikasi berdasarkan dialek daerah. Dialek Blora 7. Dialek Surakarta 8. Demak. Kudus. Dialek Banten 2.M. Dialek Pekalongan 2. Dialek Yogyakarta 9. Kelompok Bahasa Jawa Bagian Timur : 1.

Kelompok ketiga di atas sering disebut Bahasa Jawa Timuran. 4. lugas. 5. Sikap basa basi yang diagung-agungkan wong Jawa. kakek. b. 6. bahasa Suroboyoan dapat dikatakan sebagai bahasa paling kasar. 7. Pak Guru. Dipakai oleh penutur untuk berkomunikasi dengan lawan bicara yang: a. ibu. seperti ayah. Dialek ini berkembang dan digunakan oleh sebagian masyarakat Surabaya dan sekitarnya. sebagai bentuk penghormatan atas orang lain. Bagongan Kedhaton Beberapa jenis dialeg Jawa : ♦ Dialeg Surabaya atau lebih sering dikenal sebagai bahasa Suroboyoan adalah sebuah dialek bahasa Jawa yang dituturkan di Surabaya dan sekitarnya. Pak Lurah. Meskipun demikian. dianggap memiliki kedudukan/kekuasaan/pendidikan lebih tinggi. Pada umumnya menganggap dialek suroboyoan adalah yang terkasar tapi sebenarnya itu menunjukkan sikap tegas. Secara struktural bahasa. tidak berlaku di kehidupan arek suroboyo. 2. dihormati. dan terus terang. c. Dialek sosial dalam Bahasa Jawa berbentuk sebagai berikut : 1. Ngoko Ngoko Andhap Madhya Madhyantara Kromo Kromo Inggil Kromo Inggil adalah suatu tingkatan kehalusan bahasa Jawa tutur. Page | 30 . seperti majikan. bahasa dengan tingkatan yang lebih halus masih dipakai oleh beberapa orang Surabaya. 8. 3. dianggap jelas lebih tua.

Tapi dalam budaya arek suroboyo. Logat bahasanya agak berbeda dibanding dialek bahasa Jawa lainnya. Namun tak semua frasa bisa disingkat. Dibandingkan dengan bahasa Jawa dialek Yogyakarta dan Surakarta.misalnya dalam berbicara. Beberapa kosakata dan dialeknya juga dipergunakan di Banten utara serta daerah Cirebon-Indramayu. Kudus/Demak/Purwodadi) dan dari daerah bagian selatan/pegunungan membuat dialek yang dipakai memiliki kata ngoko. dsb. Dialek ini tak banyak berbeda dengan dialek di daerah Jawa lainnya. maka tak beda dengan daerah lainnya. Indonesia. Walau letak daerah Semarang yang heterogan dari pesisir (Pekalongan/Weleri. Jadi contohnya "Taman lele" tak bisa disingkat "Tam-lel" juga Gedung Batu tak bisa menjadi "Ge-bat". seratus (100) menjadi "nyatus". karena tidak berani memandang mata lawan bicara ♦ Dialek Semarang adalah sebuah dialek bahasa Jawa yang dituturkan di Semarang. dan sebagainya. Hal ini disebabkan bahasa Banyumasan masih berhubungan erat dengan bahasa Jawa Kuna (Kawi). itu tanda bahwa orang tersebut sejatinya pengecut. dialek Banyumasan banyak sekali Page | 31 . Para pemakai dialek Semarang juga senang menyingkat frase. Solo. ♦ Dialek Banyumasan atau sering disebut Bahasa Ngapak Ngapak adalah kelompok bahasa Jawa yang dipergunakan di wilayah barat Jawa Tengah. kebun binatang menjadi "Bon-bin". Boyolali dan Salatiga. ngoko andhap dan madya di Semarang ada di zaman sekarang. wong Jawa menekankan tidak boleh memandang mata lawan bicara yang lebih tua atau yang dituakan atau pemimpin. Semarang termasuk daerah pesisir Jawa bagian utara. misalnya Lampu abang ijo (lampu lalu lintas) menjadi "Bang-Jo". Yogyakarta. karena dianggap tidak sopan. sebab tergantung kepada kesepakatan dan minat para penduduk Semarang mengenai frasa mana yang disingkat. Limang rupiah (5 rupiah) menjadi "mang-pi".

Dialek ini terkenal dengan cara bicaranya yang khas. Sebagian besar kosakata asli dari bahasa ini tidak memiliki kesamaan dengan bahasa Jawa standar (Surakarta/Yogyakarta) baik secara morfologi maupun fonetik. tersebar di timur Kebumen: Prembun. Jadi jika di Solo orang makan 'sego' (nasi). Contoh: Kata-katanya masih menggunakan dialek ngapak dalam tuturannya agak bandek:  "Nyong": aku. Perbedaan yang utama yakni akhiran 'a' tetap diucapkan 'a' bukan 'o'. Magelang dan khususnya Temanggung. di wilayah Banyumasan orang makan 'sega'. misalnya kata enak oleh dialek lain bunyinya ena.bedanya. itulah sebabnya bahasa Banyumasan dikenal dengan bahasa Ngapak atau Ngapak-ngapak. kata-kata yang berakhiran huruf mati dibaca penuh. sedangkan dalam dialek Banyumasan dibaca enak dengan suara huruf 'k' yang jelas. sebab merupakan pertemuan antara dialek "bandek" (Yogya-Solo) dan dialek "ngapak" (Banyumas). Selain itu. Banten Cirebon Banyumasan Utara sire pisan keprime n ♦ an pisan kepriben Tegalan Pisan riwe sira/rika sira/rika & Jawa Standar kowe banget pun Indonesi a kamu sangat a keprimen/kepriben/kep piye/kepriye/kepri bagaiman Dialek Kedu Dialek Kedu adalah sebuah dialek bahasa Jawa yang dituturkan di daerah Kedu. Purworejo. tetapi orang Magelang memakai "aku" orang Temanggung yang di kotanya juga menggunakan "aku" di Parakan juga sebagian kecil menggunakan "aku" Page | 32 .

Pengucapan kata dan kalimat agak kental. Dialek Tegal merupakan salah satu kekayaan bahasa Jawa. Meskipun memiliki kosa kata yang relatif sama dengan bahasa Banyumas. Ciri khas Selain pada intonasinya. yakni apa yang terucap sama dengan yang tertulis. Kurikulum yang mereka terima seolaholah merupakan 'paksaan' agar menggunakan menggunakan dialek Jawa Tengah dan Yogyakarta yang bukan merupakan bahasa ibu mereka. dan makna kata. Letak Tegal yang ada di pesisir Jawa bagian utara. pengguna dialek Tegal tidak sertamerta mau disebut ngapak karena beberapa alasan antara lain: perbedaan intonasi. Untuk lebih jelas. dialek Tegal memiliki ciri khas pada pengucapan setiap frasanya. menjadikan dialek yang ada di Tegal beda dengan daerah lainnya. mari kita amati beberapa contoh dan tabel berikut ini: Dialek Tegal padha saka sega apa tuwa Bahasa Jawa Standar Podho Soko Sego Opo Tuwo Salah satu persoalan yang selalu dihadapi oleh para siswa sekolah (SD sampai SMA) adalah dalam hal mata pelajaran bahasa daerah (Jawa). pengucapan. juga di daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat.  "njagong": duduk (bahasa Jawa standar: lungguh) "Trus Priben": Lalu bagaimana (bahasa Jawa standar: "gandhul": pepaya "banjur piye" atau "terus piye")  ♦ Dialek Tegal Tegal termasuk daerah Jawa Tengah di dekat perbatasan bagian barat. selain Banyumas. Page | 33 .

Sunda. Hal ini bisa dilihat dengan struktur masing-masing huruf yang paling tidak mewakili 2 buah huruf (aksara) dalam huruf latin. dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata "hari". Palembang. kalih tengah (Krama) Aksara Jawa Hanacaraka atau dikenal dengan nama caraka adalah abjad / alat tulis yang digunakan oleh suku Jawa (juga Madura. Aksara Jawa bila diamati lebih lanjut memiliki sifat silabik (kesuku-kataan).Bilangan dalam bahasa Jawa Bila dibandingkan dengan bahasa Melayu atau Indonesia.t. tigang prasekawan (Krama) 1. Beberapa buah aksara itu bisa digabungkan secara langsung untuk membentuk sebuah kata. sepalih (Krama) 1/4 saprapat. Bahasa Jawa Kuna 1 sa 2 rwa 3 tel u 4 pat 5 lima 6 ne m 7 pitu 8 9 10 wwal sang sapulu u a h sapt naw Kawi eka dwi tri catur panca sad as. Sebagai contoh : Page | 34 . Aksara Na yang mewakili dua huruf yakni N dan A. dan merupakan satu suku kata yang utuh bila dibandingkan dengan kata "nabi". dan Sasak). seprasekawan (Krama) 3/4 telung prapat. bahasa Jawa memiliki system bilangan yang agak rumit.a dasa a a setung kali tig sekaw gangs ne sang sedas Krama pitu wolu gal h a an al m a a tel ne sang sepulu Ngoko siji loro papat lima pitu wolu u m a h Fraksi • • • • 1/2 setengah.5 karo tengah. Sebagai contoh aksara Ha yang mewakili dua huruf yakni H dan A. separo. Bali.

Raja Kasunanan Surakarta.  Ma-Ga-Ba-Tha-Nga berarti menerima segala yang diperintahkan dan yang dilarang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. susunan aksara tersebut dapat membentuk kalimat: Hana Caraka (Terdapat Pengawal). Maga Bathanga (Keduanya mati).Bila diucapkan. Maksudnya manusia harus pasrah. Pa-Dha-Ja-Ya-Nya berarti menyatunya zat pemberi hidup ( Khalik ) dengan yang diberi hidup ( makhluk ). Maksudnya padha " sama " atau sesuai. Maksudnya ada yang mempercayakan. Jaya itu " menang. Tafsir tersebut adalah:  Ha-Na-Ca-Ra-Ka berarti ada " utusan " yakni utusan hidup. ( sebagai ciptaan ). Padha Jayanya (Sama kuat/hebatnya). manusia dan kewajiban manusia Da-Ta-Sa-Wa-La berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data " saatnya ( dipanggil ) " tidak boleh sawala " mengelak " manusia ( dengan segala atributnya ) harus bersedia melaksanakan. berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. jumbuh. unggul " sungguh-sungguh dan bukan menang-menangan " sekedar menang " atau menang tidak sportif. ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Data Sawala (Berbeda Pendapat). Adapula tafsir berbeda yang diajarkan oleh Pakubuwono IX. menerima dan menjalankan kehendak Tuhan. cocok " tunggal batin yang tercermin dalam perbuatan berdasarkan keluhuran dan keutamaan. Ketiga unsur itu adalah Tuhan.   Page | 35 .

membentuk kasih sayang seperti kasih Tuhan  Wa Wujud hana tan kena kinira . titi lan wibawa .mendasar.hasrat diarahkan untuk kesejahteraan alam  Da Dumadining dzat kang tanpa winangenan .ilmu manusia hanya terbatas namun implikasinya bisa tanpa batas  La Lir handaya paseban jati .sumarah pada garis kodrat.arah dan tujuan pada Yang Maha Tunggal  Ra Rasaingsun handulusih . cipta dadi .rasa cinta sejati muncul dari cinta kasih nurani  Ka Karsaningsun memayu hayuning bawana . berusaha untuk menanggulanginya. cipta mandulu. ketelitian dalam memandang hidup  Sa Sifat ingsun handulu sifatullah . titis. warsitaning candara . meskipun manusia diberi hak untuk mewiradat. totalitas. Makna Huruf  Ha Hana hurip wening suci .mengalirkan hidup semata pada tuntunan Illahi Page | 36 . Jumlah aksara / huruf pada hanacaraka berjumlah 20 buah tampak pada gambar berikut.adanya hidup adalah kehendak dari yang Maha Suci  Na Nur candra. gaib candra.pengharapan manusia hanya selalu ke sinar Illahi  Ca Cipta wening. satu visi. tutus.menerima hidup apa adanya  Ta Tatas.

belajar pada guru nurani  Ba Bayu sejati kang andalani .sesuatu harus dimulai dan tumbuh dari niatan  Nga Ngracut busananing manungso . Untuk mematikan huruf Na.Untuk bisa diatas tentu dimulai dari dasar  Ja Jumbuhing kawula lan Gusti Selalu berusaha menyatu memahami kehendak-Nya  Ya Yakin marang samubarang tumindak kang dumadi . Untuk menuliskan ban ini pertama-tama adalah dengan menuliskan aksara Ba terlebih dahulu. Kemudian menuliskan aksara Na karena aksara Na mewakili dua buah huruf latin yakni N dan A sehingga kita tidak bisa langsung menuliskan aksara da. Sebagai contoh kata "banda" yang bila dipisahkan menurut silabiknya adalah "ban" dan "da". Hal ini bisa diJawab dengan adanya pasangan.melepaskan egoisme pribadi manusia Pasangan Jika Carakan / aksara Jawa lebih bersifat silabis (kesuku-kataan). bagaimana Carakan bisa menuliskan huruf mati. Pa Papan kang tanpa kiblat . ngerti tanpa diuruki . Pasangan memiliki fungsi untuk menghubungkan suku kata yang tertutup (diakhiri) konsonan dengan suku kata berikutnya. Artinya Page | 37 .Hakekat Allah yang ada disegala arah  Dha Dhuwur wekasane endek wiwitane . maka kita harus menuliskan bentuk pasangan da.yakin atas titah/kodrat Illahi  Nya Nyata tanpa mata.memahami kodrat kehidupan  Ma Madep mantep manembah mring Ilahi . Suku kata yang pertama suku kata ban. Bentuk pasangan disebutkan memiliki fungsi untuk menghubungkan suku kata yang tertutup konsonan dengan suku kata berikutnya.menyelaraskan diri pada gerak alam  Tha Tukul saka niat .yakin/mantap dalam menyembah Ilahi  Ga Guru sejati sing muruki .

Bentuk-bentuk pasangan itu adalah: Aksara Murda Pada aksara hanacaraka memiliki bentuk murda (hampir setara dengan huruf kapital) yang seringkali digunakan untuk menuliskan katakata yang menunjukkan :      Nama Gelar Nama Diri Nama Geografi Nama Lembaga Pemerintah Dan Nama Lembaga Berbadan Hukum. Bentuk pasangan ini ada yang dituliskan di bawah dan ada juga yang di atas sejajar dengan aksara. (Kata-kata dalam Bahasa Indonesia yang menunjukkan hal-hal diatas biasanya diawali dengan huruf besar atau kapital. Untuk itulah pada perangkat lunak ini kita gunakan huruf kapital untuk menuliskan aksara murda atau pasangannya).bahwa huruf yang diikuti pasangan akan dimatikan sehingga menjadi konsonan. Pada kasus di atas aksara Na diikuti pasangan Da yang berarti Na akan dibaca sebagai N. Aksara Murda dan pasangannya Page | 38 . Semua aksara pokok yang ada di Carakan memiliki pasangannya masing-masing.

ditambah dengan beberapa aturan tambahan yakni : a. c. Bila dalam satu kata atau satu kalimat ditemui lebih dari satu aksara murda. Bila ditemui aksara murda menjadi sigeg.Aturan Pengunaan Untuk aturan penulisan Aksara murda ini hampir sama dengan penulisan aksara-aksara pokok di Hanacaraka. Contoh Pemakaian Aksara Murda Untuk melengkapi aturan penggunaan aksara murda ini. atau dengan menuliskan keseluruhan dari bentuk aksara mudra yang ditemui. contoh berikut bisa digunakan sebagai acuan untuk menuliskan Aksara Murda. maka dituliskan bentuk aksara pokoknya. Murda tidak dapat dipakai sebagai sigeg (konsonan penutup suku kata). maka ada dua aturan yang dapat dipergunakan yakni dengan menuliskan aksara murda terdepannya saja. b. Contoh: Page | 39 .

c. untuk mempertegas pelafalannya. b. Aksara ini tidak dilengkapi dengan bentuk pasangan. diikuti aturan penulisan aksara swara sebagai berikut : a. suku. Contoh: Page | 40 . maka sigegan itu harus dimatikan dengan pangkon. Aksara Swara dalam penulisan Hanacaraka digunakan untuk menuliskan aksara vokal yang menjadi suku kata. layar. wulu dan lainnya. Bentuk Aksara Swara Aksara Swara tidak seperti aksara-aksara yang lain. adapun bentuk Aksara Swara ini adalah sebagai berikut : Aturan Penulisan Aksara Swara Dalam menuliskan Aksara Swara. Bila aksara swara menemui sigegan (konsonan pada akhir suku kata sebelumnya).Aksara swara Kegunaan Aksara Swara Aksara Swara sebagaimana aksara Murda memiliki fungsi dan kegunaan tertentu. contoh berikut bisa digunakan sebagai acuan untuk menuliskan Aksara Murda. terutama yang berasal dari bahasa asing. Aksara swara dapat diberikan sandangan wignyan. Aksara swara tidak dapat dijadikan sebagai aksara pasangan. Contoh Penggunaan Aksara Swara Untuk melengkapi aturan penggunaan aksara murda ini. cecak.

Sandangan Bunyi Vokal (Sandhangan Swara) Sandangan bunyi vokal ada lima buah. Penulisan sandangan suku pada pasangan. Sandangan suku dipakai untuk melambangkan bunyi vokal u yang bergabung dengan bunyi konsonan di dalam suatu suku kata. ada. aksara yang tidak mendapat sandangan diucapkan sebagai gabungan anatara konsonan dan vokal a.Sandangan Sandangan adalah tanda yang dipakai sebagai pengubah bunyi di dalam tulisan Jawa. Di dalam tulisan Jawa. atau (la). Vokal a di dalam bahasa Jawa mempunya dua macam varian. misalnya :  Vokal a dilafalkan /a/. atau vokal U yang tidak dituliskan dengan aksara swara. (ta). misalnya : Sandangan di dalam aksara Jawa dapat dibagi menjadi tiga golongan yakni sebagai berikut : 1. Penulisan sandangan suku pada aksara. tolong. yakni / / dan /a/.Sandangan suku dituliskan serangkai di bagian bawah akhir aksara sandangan itu. semua di dalam bahasa Indonesia.  Vokal a dilafalkan seperti o pada kata bom. seperti a pada kata pas. Adapun bentuk dari sandangan bunyi vokal ini adalah : Pemakaian Sandangan Wulu Sandangan Wulu dipakai untuk melambangkan vokal ( i ) di dalam suatu suku kata. siapa. Pemakaian Sandangan Suku Penulisan sandangan suku dapat dituliskan dalam dua keadaan yaitu : 1. pokok. maka pasangan ini harus dirubah dulu ke dalam Page | 41 . Sandangan suku pada pasangan dituliskan mengikuti letak penulisan pasangan itu. yang mendapatkan 2. Apabila selain wulu juga terdapat sandangan yang lain. Letak sandangan sukunya sendiri tetap berada pada bagian bawah akhir dari pasangan. tokoh doi dalam bahasa Indonesia. maka sandangan wulu digeser sedikit ke kiri. Apabila sandangan suku mengikuti pasangan aksara (ka). Sedangkan wulu ditulis di bagian atas akhir suatu aksara.

maka penulisan pepet berada di atas pasangannya. maka Page | 42 . Sandangan taling tarung untuk aksara pasangan di tuliskan mengapit aksara yang dimatikan (yang menjadi sigeg). Untuk Sandangan taling tarung dituliskan mengapit aksara yang dibubuhi sandangan itu. kecuali untuk aksara yang mendapatkan pasangan yang dituliskan di atas seperti sandangan (ha). maka sandangan pepet digeser sedikit ke kiri dan sandangan layar ditulis di sebelah kanan pepet. Sebab suku kata re dan le yang bukan pasangan dilambangkan dengan tanda pacerek (re) dan Nga lelet (le). (sa). Pengecualian: Sandangan pepet tidak dipakai untuk menuliskan suku kata re dan le yang bukan sebagai pasangan. dan (pa).bentuk aksara pokoknya dahulu. maka sandangan pepet digeser sedikit ke kiri dan sandangan cecak ditulis di dalam pepet. Untuk aksara pasangan yang ada di atas seperti pasangan (ha). Penempatan sandangan pepet pada aksara yang mendapatkan pasangan dituliskan sesuai dengan aturan di atas. Pemakaian Sandangan Pepet Kegunaannya untuk dipakai untuk melambangkan vokal e di dalam suatu suku kata. dan (pa).  é untuk penulisan sandangan pepet  e untuk penulisan sandangan taling Pemaikaian Sandangan Taling Tarung Sandangan taling tarung dipakai untuk melambangkan bunyi vokal O yang tidak dituliskan dengan aksara swara di dalam suatu suku kata. Untuk aksara yang mendapatkan pasangan ini. (sa). maka dibedakan sebagai berikut . Apabila selain pepet juga terdapat sandangan cecak. baru kemudian diberikan sandangan suku. Pemakaian Sandangan Taling Untuk membedakan penggunaan sandangan pepet dengan taling. Aturan penulisan sandangan pepet tertera sebagai berikut: Sandangan pepet ditulis di bagian atas akhir aksara. Apabila selain pepet juga terdapat sandangan layar.

Sandangan Konsonan Penutup Suku Kata (Sandhangan Panyigeging Wanda) Sandangan penutup suku kata ada 4 buah. maka penulisan cecak di taruh di dalam sandangan pepet.  Sandangan cecak ditulis di atas aksara belakang sandangan wulu. Page | 43 . Fungsi-fungsi itu adalah :  Sandangan pangkong dipakai sebagai penanda bahwa aksara yang dibubuhi sandangan pangkon itu merupakan aksara mati. maka sandangan cecak dituliskan di belakang sandangan wulu. yakni :  Sandangan cecak ditulis di atas aksara. sandangan pangkong memiliki beberapa fungsi.  Sandangan cecak ditulis di atas aksara di dalam pepet. Penulisan wignyan diletakkan di belakang aksara yang dibubuhi sandangan itu. Penulisan layar ditulis dibagian atas akhir aksara yang mengikuti. Sandangan cecak apabila mengikuti sandangan pepet. Pemakaian Sandangan Pangkon Tidak seperti ketiga sandangan sebelumnya.taling ditaruh didepan aksara sigeg. Pemakaian Sandangan Cecak Sandangan cecak digunakan untuk menuliskan sigegan ng (sepasang konsonan nga di akhir suku kata). 2. atau aksara penyigeging wanda. Sandangan cecak dituliskan menurut aturan ini bila menemui keadaan aksara yang diikuti tidak memiliki sandangan di atas aksara selain dirinya. Pemakaian Sandangan Wignyan Sandangan wignyan adalah pengganti sigegan ha (konsonan ha di akhir suku). sandangan layar digunakan untuk pengganti sigegan ra (konsonan ra di akhir suku). sedangkan tarung ditaruh di belakang aksara pasangan. aksara penutup suku kata. ada tiga buah kondisi dalam menuliskan sandangan cecak. Apa bila sandangan cecak mengikuti sandangan wulu. Pemakaian Sandangan Layar Hampir sama dengan sandangan wignyan.

 Sandangan pangkon dapat juga dipakai sebagai pembatas bagian kalimat atau rincian yang belum selesai. Sandangan Gugus Konsonan Gugus konsonan adalah kumpulan dari dua konsonan dalam Hanacaraka yang akan membentuk suatu suku kata.Sandangan pangkong ditulis di belakang aksara yang di bubuhi sandangan itu. Sandangan Cakra Sandangan cakra merupakan penanda gugus konsonan yang unsur terakhirnya berwujud konsonan r. o Contoh : benik klambi 3. Tanda cakra keret ditulis serangkai di bawah bagian akhir aksara yang diberikan tanda keret itu. senilai dengan pada lingsa. Sandangan Cakra Keret Sandangan Cakra Keret dipakai untuk melambangkan gugus konsonan yang berunsur akhir konsonan r dengan diikuti vokal e pepet. di samping untuk mematikan aksara. cakra la. cecak. aku angon sapi. atau tanda koma (. Tanda cakra ditulis serangkai di bawah bagian akhir aksara yang diberi tanda cakra itu. maka sandangan cakra dan pepet ditulis menjadi cakra keret. Page | 44 .) di dalam ejaan latin. Dengan kata lain cakra keret digunakan sebagai ganti tanda cakra yang mendapatkan penambahan sandangan pepet. Dan apa bila sandangan itu adalah pepet. Di dalam Hanacaraka ada lima buah gugus konsonan yang digunakan dalam bentuk sandangan. sebagai contoh kraton yang dapat dipisah menjadi kra-ton. adhiku dolanan ijen. Aksara yang sudah diberikan cakra dapat diberikan sandangan lagi selain sandangan cakra. cakra wa. Sandangan pangkon dapat ditulis untuk menghindarkan penulisan aksara yang bersusun lebih dari dua tingkat. o Contoh: bapak macul. suku kata kra memiliki gugus konsonan kr. Pada kasus ini pangkong berfungsi ganda.

). Tanda ini hampir setara dengan titik. Tanda ini hampir setara dengan penggunaan koma(. Tanda pengkal ditulis serangkai di belakang aksara yang diberi tanda pengkal. paragraf dan lainnya. Pada Lingsa Pada lingsa dipakai pada akhir bagian kalimat sebagai tanda intonasi setengah selesai. piring. Contoh: Ibu mundhut emas 75 gram. goreh amarga mikirna bojone kang wis telung dina iki durung mulih. lan pakulitane ireng. Contoh: wong gedhe. Contoh: wis meh jam telu esuk. Tanda Baca Dalam Hanacaraka terdapat pula tanda-tanda baca yang digunakan dalam penulisan kalimat.  Pada pangkat dipakai untuk mengapit angka.  Pada pangkat dipakai untuk mengapit petikan langsung. 2) 3) Pada Lungsi Pada lungsi dipakai pada awal suatu kalimat. Bentuk tanda baca yang ditangani dalam perangkat lunak ini ada 4 buah yakni : 1) Adeg-adeg Adeg adeg dipakai di depan kalimat pada tiap-tiap awal alinea. dhuwur. lan gelas. 4) Pada Pangkat  Pada pangkat dipakai pada akhir pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian. Contoh: Ibu ngendika.Sandangan Pengkal Sandangan Pengkal dipakai untuk melambangkan konsonan y yang bergabung dengan konsonan lain di dalam suatu suku kata. Contoh: aku arep tuku bala pecah : mangkok. sumini durung bisa turu. "sapa kancamu" Page | 45 . pikirane goreh.

Selain itu.Pemeluk agama Islam pada masyarakat Jawa dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu : • Islam Santri adalah penganut agama Islam Jawa yang secara patuh dan teratur menjalankan ajaran-ajaran dari agamanya. Kebanyakan orang Jawa percaya bahwa hidup manusia di dunia ini sudah diatur dalam alam semesta sehingga mereka memiliki sikap nerima yaitu menyerahkan diri kepada takdir. pantang makan makanan tertentu. Hampir semua selamatan ditujukan untuk memperoleh keselamatan hidup dengan tidak ada gangguan apapun. serta jin dan lainnya yang menempati alam sekitar tempat tinggalnya. Selain itu. arwah atau roh leluhur. atau puasa. orang Jawa pada suatu kekuatan yang disebut kasakten. Kecuali itu mereka tidak terhindar dari kewajiban berzakat. yaitu seorang pegawai masjid yang berkewajiban mengumandangkan adzan karena dianggap mahir membaca do keselamatan dari dalam ayat-ayat Al Quran.SISTEM KEPERCAYAAN Agama Islam berkembang baik di kalangan masyarakat Jawa. tetapi tetap percaya kepada ajaran keimanan agama Islam. demit. ketentraman ataupun keselamatan. tuyul. Maka apabila seorang Jawa hidup tanpa menderita gangguan ia harus berbuat sesuatu untuk mempengaruhi alam semesta. Selamatan adalah upacara makan bersama yang makanannya telah diberi doa sebelum dibagi-bagikan. Menurut kepercayaan makhluk halus tersebut dapat mendatangkan sukses. bahkan kematian. misalnya dengan berpuasa. dan bersaji. namun sebaliknya mereka juga dapat menimbulkan gangguan pikiran. kebahagiaan. kesehatan. lelembut. berselamatan. dan makhluk halus seperti misalnya memedi. Tuhan mereka sebut Gusti Allah dan Nabi Muhammad adalah Kanjeng Nabi. Page | 46 . terdapat pemeluk agama nasrani dan agama besar lainnya. Upacara ini dipimpin oleh modin. • Islam Kejawen penganut agama Islam ini beranggapan walaupun tidak menjalankan shalat. serta tidak bercita-cita naik haji.

yakni: 1. Bisa juga jika keluarga yang ”kesripahan” ingin sodaqoh bisa dengan membuat makanan yang banyak atau menyiapkan besek Page | 47 . umumnya tetangga hadir dengan membawa bahan-bahan panganan ( beras. Rangkaian upacara selamatan (sedekahan) yang ditujukan untuk menolong keselamatan roh nenek moyang tersebut di dalam akhirat ialah: a. yang diutamakan untuk berdoa adalah putra-putri dari orang yang meninggal. Selain doa biasanya juga ada acara tahlilan yang dilanjutkan dengan mengaji bersama. Upacara adat ini diselenggarakan setelah acara penguburan jenazah. Tidak ada undangna khusus untuk acara ini. gula. Inti dari upacara surtanah adalah berdoa. tetangga yang dekat dan ulama yang diundang. diselenggarakan secara sederhana. jika ada hidangna yang disajikan itu hanya seadanya. saudara dekat. yang hadir umumnya adalah saudara. bahan untuk sayur. upacara menyentuh tanah untuk pertama kali. telur. Upacara yang berhubungan dengan kematian serta saat sesudahnya dilakukan karena orang Jawa sangat menghormati arwah orang meninggal dunia.Upacara selamatan dapat digolongkan ke dalam empat macam sesuai peristiwa atau kejadian dalam kehidupan manusia sehari-hari. upacara potong rambut pertama. teman atau tetangga atau siapa saja yang mau ikut berdoa. serta upacara yang berhubungan dengan kematian serta saat sesudahnya. Sedekah Surtanah atau Geblak yang diadakan pada saat meninggalnya seseorang. kelahiran. upacara menusuk telinga. terutama keluarganya. Tidak ada acara kendhuren. kopi ataupun uang dan lain-lain )yang tujuannya untuk meringankan beban keluarga. Selamatan dalam rangka lingkaran hidup seseorang seperti hamil tujuh bulan. Upacara Tujuannya surtanah untuk ini memberikan doa supaya arwah dari orang yang meninggal itu mendapat pengampunan.

Yang dianjurkan adalah orang lain yang membawa bantuan untuk keluarga yang ”kesripahan”. Sesajen merupakan ramuan tiga macam bunga (kembang telon) Page | 48 . pada masyarakat Jawa juga dikenal adanya sesajen. g. Selamatan yang bertalian dengan bersih desa. masing-masing upacara selamatan kematian yang dilakukan pada waktu sesudah satu tahun dan dua tahun dari saat meninggal seseorang. Upacara juga disebut sedekah Nguwis-nguwisi artinya yang terakhir kalinya. 2. b. Selamatan yang berhubungan dengan hari-hari serta bulan-bulan besar Islam 4. f. Selamatan pada saat-saat yang tidak tertentu berkaitan dengan kejadian-kejadian. Selain upacara selamatan. Sedekah Matangpuluh dina atau upacara keselamatan kematian seseorang pada hari keempat puluh. misalnya menempati rumah atau menolak bahaya (ngruwat). Sedekah Mitung dina ialah upacara selamatan saat sesudah menginggalnya seseorang yang jatuh pada hari ketujuh. sebagai upacara selamatan sesudah kematian seseorang bertepatan dengan genap seribu harinya. Sedekah Nelung dina ialah upacara selamatan kematian yang diselenggarakan pada hari ketiga sesudah saat meninggalnya seseorang. e. 3. penggarapan tanah pertanian dan setelah panen padi. Sedekah Nyewu. c. Tempat yang dipilih biasanya tempat yang dianggap keramat dan mengandung bahaya ghaib (angker)agar terhindar dari gangguan makhluk halus. Sedekah Nyatus yakni upacara keselamatan kematian yang diadakan sesudah hari keseratus sejak saat kematiannya. d. Sesajen merupakan penyerahan sajian pada waktu dan di tempat tertentu dalam rangka kepercayaan kepada makhluk halus.untuk dibawa pulang yang hadir tapi itu tidak wajib. Sedekah Mendak sepisan dan Mendak pindo.

yang dimasukkan ke dalam air.kemenyan. Gerakan atau aliran kebatinan yang keuaniyahan. Aliran kehindu-jawian. Masyarakat Jawa juga mengenal adanya upacara sesaji panyadran agung yang dilakukan tiap tahun oleh keluarga Kraton Yogyakarta bertepatan Maulid Nabi Muhammad SAW atau disebut juga Gerebeg Mulud. yang pandai menyembuhkan penyakit dan mengenyahkan ruh jahat. Dalam kehidupan masyarakat Jawa terdapat berbagai macam aliran kebatinan. air bekas siraman tersebut dapat memberi berkah. kendaraan istana (kereta Nyai Jimat dan Garuda Yeksa). Ada sesajen yang dibuat pada tiap malam Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon. Ruwatan dilakukan oleh dukun. serta kepada raksasa Batara Kala. Untuk kendaraan istana setiap setahun sekali pada hari Jumat Kliwon pada bulan Sura dibersihkan dengan upacara siraman yang dilakukan di dalam lingkunagn istana (Ratawijaya) secara terbuka. yang macamya yaitu: 1. sehingga orang Jawa yang mempunyai anak akan mengadakan ruwatan untuk menghindarkan anaknya dari bahaya. dan kue apem yang ditaruh dalam besek ataupun bungkusan daun pisang kemudian ditempatkan di atas meja untuk dikutug. Page | 49 . uang recehan. yang pengikutnya percaya kapada dewa agama Hindu 4. dengan usaha manusia untuk mencari kesatuan dengan Tuhan. Aliran yang bersifat mistik. Sedangkan Batara Kala adalah raksasa yang mempuyai kekuatan sakti untuk mendatangkan bencana pada benda atau manusia. Menurut kepercayaan masyarakat Jawa. Ruwatan biasanya disrtai pertunjukkan wayang kulit sehari semalam dengan mengambil cerita Batara Kala. atau badan halus. yang percaya pada adanya ruh halus. gamelan. keris. Adapun kepercayaan kepada kekuatan sakti (kasakten) ditujukan kepada benda-benda pusaka. yang ajarannya banyak mengambil unsur keimanan agama Islam. dengan syariat yang sengaja dibedakan dengan syariat Islam dan mengandung banyak unsur Hindu-Jawa. 3. 2. serta jin dan lain-lain. Aliran yang keislam-islaman.bahkan pada burung perkutut.

Untuk orang jaman dulu. Page | 50 .upacara adat yang lain yaitu sebagai berikut : Sadran Sadran merupakan Upacara masyarakat Jawa Baru (dan Madura serta mungkin juga Sunda) yang disebut dengan nama sadran atau bentuk verbal nyadran. disebuah belik. Mitung mbengeni juga sebagai pertanda puput puset pada bayi. Hanya pada menu makanannya ditambahin menu ngethingi. dia sekaligus yang menolong proses persalinan sampai dengan perawatan selama Ngerak Ngerak adalah sebuah tradisi memandikan anak kecil dengan umur dibawah 5 tahun.Contoh aliran kebatinan yang pernah berkembang di daerah selatan Yogyakarta misalnya ”ADARI” singkatan ”Agama Jawa Asli Republik Indonesia”. dengan menempatkan si anak didepan sang ibu atau keluarga belum bisa memperlakukan bayi sebagaimana mestinya. Hidup Betul. Mitung Mbengeni Mitung Mbengeni (berasal dari Bahasa Jawa: pitu: tujuh. Selain yang telah dijelaskan. Mekanismenya hampir sama dengan prosesi tasyakuran biasa. Sebelum berangkat dari rumah. Hampir semua gerakan kebatinan ini bertujuan menuju kesempurnaan hidup manusia. Upacara sadran ini dilakukan dengan berziarah ke makam-makam dan menabur bunga (nyekar). dan Parda Pusara Penitisan Rohani. Upacara ini dilakukan oleh orang Jawa pada bulan Jawa-Islam Ruwah sebelum bulan Puasa. terdapat upacara. bulan di mana mereka yang menganut ajaran Islam berpuasa. bengi: malam) adalah sebuah prosesi yang dilakukan pada bayi pada malam ketujuh sejak kelahirannya. puput puser dilakukan oleh seorang dukun bayi. dilakukan prosesi iring-iringan. merupakan reminisensi daripada upacara sraddha Hindu yang dilakukan pada jaman dahulukala. Hidup Betul Iman Agama Hak. Hendra Pusara. Selain itu upacara ini juga dilaksanakan oleh orang Jawa yang tidak menganut ajaran Islam pula. Ramadan.

dengan posisi di gendong dengan menggunakan selendang berwarna kuning. Upacara adat ini berasal dari buadaya adat Jawa kuna yang sifatnya sinkretis. Sedangkan yang paling menarik adalah seekor ayam panggang yang ditaruh disebelah kiri tas piramida. tetapi sekarang diadaptasi dengan ajaran agama. dan beraneka pementasan untuk menghibur para undangan yang hadir. mantu poci juga dihadiri oleh ratusan bahkan ribuan undangan. Sesampainya dirumah. sampai dengan makanan. Page | 51 . Seperti layaknya pesta perkawinan. Tak lupa pula. dan relasi. mulai dari permainan. si anak di suruh menaiki piramida yang terbuat dari bambu yang berisi pernak-pernik. Sesampainya di belik. di pintu masuk ruang resepsi disediakan kotak sumbangan berbentuk rumah. dengan cara inti melangsungkan 'pesta perkawinan' antara sepasang poci tanah berukuran raksasa. ♦ Ruwatan Adalah Tradisi ritual Jawa sebagai sarana pembebasan dan penyucian. kemudian dilepas dengan pesta besar dengan mengundang sanak saudara. Mantu Poci Mantu Poci adalah salah satu kebudayaan di wilayah Tegal (Jawa Tengah). atas dosa/kesalahannya yang diperkirakan bisa berdampak kesialan didalam hidupnya. Mantu poci pada umumnya diselenggarakan oleh pasangan suami istri yang telah lama berumah tangga namun belum juga dikarunai keturunan. Entah sebuah kebetulan ataukah memang bermakna khusus. Uniknya. Lengkap dengan dekorasi. mantu poci juga bertujuan agar penyelenggara seperti menjadi layaknya membesarkan putra putri mereka. sajian makanan. Selain merasa sebagai harapan agar pasangan orang tua suami yang istri telah segera berhasil mendapatkan keturunan. sebagian besar dari anak-anak peserta Ngerak tertarik untuk mengambil kaki ayam panggang tersebut. kemudian dimandikan dengan kembang tujuh rupa oleh sesepuh setempat.

atau meruwat berarti: mengatasi atau menghindari sesuatu kesusahan bathin dengan cara mengadakan pertunjukan/ritual dengan media wayang kulit. Menurut ceriteranya. Kain pitung werna b. maka untuk mensucikan kembali. Dalam tradisi Jawa orang yang keberadaannya mengalami nandang sukerto/berada dalam dosa. Kembang pitung rupa Jika untuk tolak bala atau membuang sial orang yang mengalami sukerta. b. e. Kembang sepasang atau kembar.Tradisi "upacara /ritual ruwatan" hingga kini masih dipergunakan orang Jawa. Sesajen yang perlu disiapkan untuk upacara ini adalah : a. diyakini akan menjadi mangsanya Batara Kala. d. orang yang diruwat harus menjalani siraman air suci dan gunting rambut. akhirnya menjelma menjadi raksasa. oleh Batara guru diberitahukan agar memakan manusia yang berdosa atau sukerta. Beras kuning c. yang isi pokoknya memuat masalah pensucian. Ketika raksasa ini menghadap ayahnya (Batara guru) untuk meminta makan. Page | 52 . laki-laki. Jenis manusia yang disukai Bathara Kala yaitu : a. rambutnya lalu dilarung di laut. perlu mengadakan ritual tersebut. Yang akan mengalami penderitaan atau sukerta. c. Sendang kapit pancuran atau laki-laki. Tokoh ini adalah anak Batara Guru (dalam cerita wayang) yang lahir karena nafsu yang tidak bisa dikendalikannya atas diri Dewi Uma. sebagai sarana pembebasan dan penyucian manusia atas dosanya/kesalahannya yang berdampak kesialan didalam hidupnya. yang dalam tradisi pewayangan disebut "Kama salah kendang gumulung ". perempuan. Tradisi ruwatan di Jawa ( Jawa tengah) awalnya diperkirakan berkembang didalam cerita Jawa kuno. agar menjadi suci kembali. yang kemudian sepermanya jatuh ketengah laut. yaitu pembebasan dewa yang telah ternoda. Jarum kuning d. Yang lahir tunggal atau ontang-anting. orang yang manandang sukerto ini. Uger-uger lawang atau dua anak laki-laki semua.

telur dadar/telur goreng. kedelai goreng. Tumpeng biasa disajikan di atas tampah (wadah tradisional) dan dialasi daun pisang. dan sebagainya. kluwak. berkembang tradisi 'tumpengan' pada malam sebelum tanggal 17 Agustus. Ada tradisi tidak tertulis yang menganjurkan bahwa pucuk dari kerucut tumpeng dihidangkan bagi orang yang profesinya tertinggi dari orang-orang yang hadir. dianjurkan bahwa lauk-pauk yang digunakan terdiri dari hewan darat (ayam atau sapi).Selesai upacara ngruwat. dan daun seledri. telur ayam dan uang dengan diiringi doa mohon keselamatan dan kesejahteraan serta agar tercapai apa yang dicita citakan. bambu gading yang berjumlah lima ros ditanam pada kempat ujung rumah disertai empluk (tempayan kecil) yang berisi kacang hijau . Dalam pengartian makna tradisional tumpeng. Setiap lauk ini memiliki pengartian tradisional dalam budaya Jawa dan Bali. abon. Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. kedelai hitam. ikan asin atau lele goreng. serundeng. Tidak ada lauk-pauk baku untuk menyertai nasi tumpeng. Variasinya melibatkan tempe kering. beberapa lauk yang biasa menyertai adalah perkedel. Tumpeng Acara yang melibatkan nasi tumpeng disebut secara awam sebagai 'tumpengan'. ikan bandeng atau rempeyek teri) dan sayur-mayur (kangkung. bayam atau kacang panjang). urap kacang panjang. Di Yogyakarta misalnya. Ini dimaksudkan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang tersebut. timun yang dipotong melintang. hewan laut (ikan lele. Page | 53 . Namun demikian. kemiri. ikan asin. untuk mendoakan keselamatan negara.

sebuah keluarga yang dikaruniai tambahan jumlah anggota baru (melahirkan) wajib melaksanakan syukuran dengan selalu membuat masakan yang berbahan dasar sayur-sayuran (lebih tepatnya dan lazimnya yang digunakan adalah daun pepaya muda). Selain satu kerucut besar di tengah. keselamatan dan berkah dari Syang Hyang Widi. dengan tujuan agar mendapat lindungan. tumpeng ini dikelilingi enam buah tumpeng kecil lainnya. Ngethingi Ngethingi merupakan tradisi tasyakuran sebagai bentuk atau moment peringatan terhadap seorang bayi ketika berusia tertentu. Biasa disajikan di atas tampah yang dialasi daun pisang.Variasi Nasi Tumpeng :  Tumpeng Robyong .Tumpeng ini digunakan pada syukuran kehamilan tujuh bulan. Tumpeng ini kemudian dipotong vertikal dan diletakkan saling membelakangi. Digunakan untuk syukuran acara-acara gembira. Tumpeng Nasi Kuning . seperti kelahiran. pernikahan. Dibuat dari nasi putih yang disajikan dengan lauk-pauk sayuran. Tumpeng Putih . Ada beberapa Page | 54 .warna kuning menggambarkan kekayaan dan moral yang luhur.warna putih pada nasi putih menggambarkan kesucian dalam adat Jawa. dan sebagainya. Di bagian puncak tumpeng ini diletakkan telur ayam.digunakan pada saat kematian seorang wanita atau pria yang masih lajang. dihari-hari tertentu. Tumpeng Pungkur . bawang merah dan cabai. Tumpeng Nujuh Bulan . terasi. Tumpeng Nasi Uduk .Tumpeng ini biasa disajikan pada upacara siraman dalam pernikahan adat Jawa.      Kutug Kutug merupakan ritual membakar kemenyan yang dilakukan oleh penganut ajaran tertentu. Tumpeng ini diletakkan di dalam bakul dengan berbagai macam sayuran. Ritualnya. Digunakkan untuk acara sakral. tunangan.Disebut juga tumpeng tasyakuran. Digunakan untuk peringatan Maulud Nabi. Ritual ini biasanya dilakukan oleh kepala adat. Tumpeng ini terbuat dari nasi putih.

seorang khalifah islam dijaman etelah nabi Muhammad wafat. Dengan Tapa Bisu. sendang atau sumber mata air tertentu. yaitu pada jaman pemerintahan kerajaan Demak. untuk dapat dikatakan demikian. banyak orang melakukan ritual menjelang 1 Sura tahun Jawa 1940 yang jatuh esok paginya. Ngarotengahi Malam Satu Suro Latar belakang dijadikannya 1 Muharam sebagai awal penganggalan islam oleh Khalifah Umar bin Khathab. menghadapi tahun baru di esok paginya. Diantaranya adalah : 1. adalah Tirakatan dan Pagelaran Wayang Kulit. kawasan Parangtritis. Mitung Mbengeni 2. Yang paling mudah ditemui di seputaran Yogyakarta. Mitoni 4. konon untuk memperkenalkan kalender islam di kalangan masyarakat Jawa. menjadi aktivitas yang menurut banyak cerita masih mewarnai tradisi masyarakat Yogyakarta. Bantul Yogyakarta. Yang dapat dimaknai sebagai upacara untuk mawas diri. Sabtu Pahing. hingga memacetkan lalu-lintas di seputaran kraton dan jalan protokol. Kretek. Tradisi Jawa Malam hari. Neloni 3. Sunan Giri II telah membuat penyesuaian antara sistem kalender Hijriyah dengan sistem Kalender Jawa pada waktu itu. berkaca pada diri atas apa yang dilakoninya selama setahun penuh. Awal dari afiliasi ini. warga yang melakukan ritual Mubeng Beteng.tahapan yang dilakukan oleh suatu keluarga dalam rangka ngethingi. yang masih menjunjung tradisi dengan filosofis tinggi. tidak mengeluarkan kata-kata selama ritual ini. tanggal 19 Januari 2007. Begitu pula di Pantai Parangkusumo. Maka tahum 931 H atau 1443 tahun Jawa baru. Nyetauni 5. atau mengunci mulut. Page | 55 . Kungkum atau berendam di sungai besar. Tidak sedikit. dengan caranya sendiri-sendiri.

perkiraan saya salah. Hal ini yang saya dapat dari penuturan warga sekitar. Labuhan dilangsungkan pada pagi hari tanggal 15 Suro. Tumpah ruahnya pengunjung tiap tahunnya dimanfaatkan betul oleh pedagang kembang.“wanita pendamping” tampak bertebaran menjadi konsekuensi atas berjubelnya pengunjung. Hal ini yang menarik perhatian saya untuk berkunjung kesana di malam satu Suro. pengunjung dan masyarakat yang datang tidak hanya disuguhi keramaian pagelaran wayang dan keheningan suasana Cepuri yang mistis. di Yogyakarta. menjadi ritual yang tidak asing di telinga masyarakat Jawa. khususnya Parangkusumo. makanan. Tukang obat tradisional.Pantai Parangkusumo Dari sekian acara yang tentu saja berlangsung di tiap pelosok Yogyakarta. Meski begitu. Namun. Labuhan. Parangkusumo memang biasa menjadi tempat berlangsungya prosesi ini. memiliki daya tarik tersendiri di malam satu Suro. pijat tradisional dan -kalau saya tidak salah mengartikan. menjadi dua kegiatan utama pada malam itu. dan berbagai jasa lainnya. Page | 56 . Wayang Kulit Semalam Suntuk Tradisi dan warisan budaya Jawa ini tak pernah lepas dari tiap momen penting. Dijubeli ratusan pengunjung yang berbaur dengan pedagang dan hiruk pikuknya lalu lalang kendaraan bermotor tidak mengurangi khidmatnya pagelaran wayang malam itu. Apalagi malam satu Suro di kawasan pantai selatan dengan segala macam pernak-pernik mistisnya. Kawasan pantai Parangtrisits. khususnya adat. Ritual ini menjadi ritual tahunan Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat. Wayang dan Nyekar di Cepuri Parangkusumo.

Ngupati ini mengandung maksud sebagai lambang bahwa ”jabang bayi” sudah masuk dalam tahap keempat dalam proses penciptaan manusia. Jadi menurut orang Jawa ”wetengan” umur tujuh bulan itu proses penciptaan manusia itu sudah nyata dan sudah sempurna atau Sapta Kawasa Jati. Jabang bayi yang berumur tujuh bulan itu sudah mempunyai raga yang sempurna.Ngupat Ngupat atau ngupati adalah salah satu upacara adat yang dilakukan saat calon ibu mengandung ( mbobot ) 4 bulan. Di daerah tertentu upacara ini juga disebut tingkeban. Upacara adat ini diselenggarakan saat calon ibu mengandung 7 bulan. Kata ”ngupat ” berasal dari kata papat ( 4 ) atau kupat. Tujuannya adalah untuk keselamatan calon bayi dan ibu atau untuk tolak bala jadi hampir sama seperti mitoni. Yang membedakan dengan upacara adat ”meteng” lainnya yaitu ada sajian kupat yang ditaruh didalam tempat yang biasa disebut ”besek” yang dibawa pulang oleh orang yang hadir pada acara kenduren. Waktunya harus diselenggarakan pada hari yang baik menurut hitungan hari Jawa. Tujuan dari upacara adat ini adalah sama dengan ngupati yaitu upacara untuk keselamatan bayi dan calon ibu atau juga untuk tolak bala. Ngliman Ngliman adalah salah satu upacara adat ”wetwngan” yang diselenggarakan ketika calon ibu mengandung lima bulan. Mitoni atau Tingkeban Mitoni berasal dari kata ”pitu” ( 7 ). Tujuannya adalah untuk keselamatan calon bayi dan calon ibu dan juga untuk tolak bala. Upacara adat ini kurang dikenal pada daerah-daerah tertentu. Kata ”ngliman” berasal dari kata lima ( 5 ). berbeda dengan upacara adat ”mitoni” yang sudah umum dikenal oleh masyarakat Jawa dan juga dikenal oleh masyarakat nusantara. Rangkaian acara dari ”mitoni” adalah sebagai berikut : Page | 57 .

3) Salin rasukan ( ganti baju ) 4) Brojolan ( memasukkan kelapa gading muda ). 1) Ari-ari dicuci sampai bersihdan dimasukkan kedalam kendhi atau batok kelapa. 6) Memecahkan wajan dan gayung. Tata caranya adalah sebagai berikut . Ari-ari itu bagian penghubung antara ibu dan bayi waktu bayi masih didalam rahim. ( umumnya lampu senthir ) untuk penerangan.Rangkaian acara untuk upacara mitoni ini lebih banyak daripada upacara ngupati. 7) Mencuri telur. Senthir itu Page | 58 . Istilah lain dari ari-ari adalah aruman atau embing-embing ( mbingmbing ). Orang Jawa itu percaya bahwa bahwa ari-ari itu adalah salah satu dari ”sedulur papat” atau ”sedulur kembar” dari si bayi sehingga ari-ari harus dirawat dan dijaga. 8) Kenduren. 5) Memutus lawe atau lilitan benang ( janur ). yaitu hari senin siang sampai malam. Atau hari jumat siang sampai malam. Mendhem ari-ari Mendhem ari-ari adalah salah satu upacara kelahiran yang umum diselenggarakan dan juga di daerah – daerah ( suku-suku ) lain. ini menjadi simbol pepadadang untuk bayi. yaitu: 1) Siraman 2) Memasukkan telur ayam kampung didalam kain calon ibu oleh calon bapak. Yaitu tempat yang digunakan untuk memendham ari-ari diberi lampu dihidupkan sampai 35 hari ( selapan dina ). Waktu pelaksanaannya menurut orang Jawa mitoni itu harus diselenggarakan pada hari yang benar-benar bagus.

Kata sepasaran berasal dari kata sepasar. Yang memendam kendhi harus bapak dari bayi. dibawa ke lokasi penguburan. Brokohan Brokohan adalah salah satu upacara adat Jawa untuk menyambut kelahiran bayi. Umumnya diselenggarakan sore dengan acara kenduren dengan mengundang saudara dan tetangga. Biasanya ada upacara slametan di upacara puputan ini. Rangkaian acaranya diawali dari mendhem ari-ari yang dilanjutkan dengna bagi-bagi sesajen brokohan untuk saudara dan tetangga. Upacara adat ini mempunyai makna sebagai ungkapan syukur dan sukacita karena kelahiran itu selamat. Brokohan itu asal katanya dari bahasa Arab yaitu ”barokah” yang artinya mengharapkan berkah. bancakan dan memberi nama bayi. upacara ini diselenggarakan secara lebih meriah. diselenggarakan setelah maghrib. Acara ini bagus Page | 59 . 3) Kendhi lalu digendong. 4) Lokasi penguburan kendhi harus berada di sebelah kanan pintu utama rumah.2) Sebelum ari-ari dimasukkan alas kendhi diberi ”godhong senthe” lalu kendhi itu ditutup dengan lemper yang masih baru dan dibungkus kain mori. Jadi upacara ini diselenggarakan waktu bubar pupute dari pusar bayi. dipayungi. Acaranya yaitu kendhuren. Puputan atau Dhautan Puputan itu sebenarnya mempunyai makna ”tali puser bayi puput”. Upacara adat ini umumnya diselenggarakan secara sederhanatetapi jika bersamaan dengan pemberian anma bayi. Suguhan yang disajikan umumnya adalah air minum dan ”jajan pasar” tetapi juga ada “besek” yang nantinya dibawa pulang. Tujuannya adalah untuk keselamatan proses kelahiran juga untuk perlindungan terhadap bayi dan dengan harapan bayi yang lahir menjadi anak yang baik perilakunya. Sepasaran Adalah salah satu upacara adat Jawa waktu bayi berumur 5 hari.

2) Untuk menjaga keselamatan para warga desa dari gangguan hal-hal yang gaib.Tedhak siti atau Tedhak Siten Tedhak siti adalah salah satu upacara adat untuk anak yang berumur 7 bulan. Upacara ini sebagai lambang bahwa anak bersiap-siap menjalani hidup dengan dituntun orangtua dan diselanggarakan jika anak sudak berumur 7 selapan atau 245 hari ( 7 x 35 = 245 ). Pada jaman dahulu upacara adat ini dikaitkan dengan Dewi sri yang dianggap sebagai dewi Padi karena keberhasilan panen itu hasil kemurahan dari Dewi sri yang wajib disyukuri. roh atau arwah yang gentayangan dan juga dari gangguan penyakit. Tedhak Siten itu berasal dari kata tedhak atau idhak dan siten ( dari kata siti yang berari lemah atau tanah ). Page | 60 . jadi maksudnya sebagai ungkapan syukur “tandhuran” padi berhasil panen dan hasilnya baik. Tujuan dari mengadakan upacara ini adalah: 1) Untuk mengucapakan syukur kepada tuhanyang sudah memberi hasil panen padi yang melimpah. serta bencana. Upacara ini di daerah yang lain di nusantara juga ada. Upacara adat ini kadang juga disebut upacara mreti desa dan biasanya digabung dengn upacara adat sedekah bumi atau mreti bumi. Urutan kegiatannya : 1) Tedhak sega pitung warna 2) Mudhun tangga tebu 3) Ceker-ceker 4) Kurungan 5) Sebar udik-udik 6) Siraman Sedekah Bumi Bersih desa adalah salah satu upacara adat Jawa yang diselenggarakan setelah selesainya panen padi. Setiap daerah mempunyai atat cara dan prosesi upacara yang berlainan menurut kebiasaan masing-masing tetapi tujuannya sama saja. biasanya disebut ”injak tanah” di Jakarta atau juga disebut ”mudhun lemah”.

3) Untuk membersihkan desa dan warganya dari halangna atau kesusahan supaya keadaan desa menjadi tentram dan aman. Prosesi Umumnya dimulai setelah panen pertama. Lokasi upacara pertama di sawah yang sudah dilengkapi dengan ”ubo rampe’ yaitu janur kuning, kembang setaman, kemenyan, kaca, suri, banyu kendhi, jajan pasar, bungkusan nasi dan pisang. Setelah acara berdoa, padi yang sudah dipetik digotong ke lumbung padi. Di lumbung padi juga disiapkan perangkat upacara lanjutan yang umumnya dibuat dari daun. Diantaranya daunkluwih, dhadhap serep, godhong mojo, godhong tebu, godhong jati juga godhong luh. Masing-masing godhong ( daun ) itu mempunyai makna. Munggah wuwungan Adalah salah satu upacara adat yang diselenggarakan setelah wuwungan dibangun dalam proses membangun rumah. Istilah munggah wuwungan ini biasanya disebut juga munggah gendheng. Upacara ini diselenggarakan saat rangka wuwungan sudah jadi tetapi gendeng belum dipasang. Upacara adat ini uga dikenal di daerah-daerah lain di Nusantara. Upacara ini sebenarnya upacara untuk syukuran karena rumah yang dibangun sudah mempunyai wuwungan jadi sebentar lagi sudsh bisa dipake sehingga tidak akan kepanasan atau kehujanan. Puncak acaranya adalah kendhuren, diutamakan untuk tuakang-tukang yang membangun rumah dan para tetangga yang berada dekat dengan rumah yang dibangun. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh ulama. Biasanya acara kendhuren munggah wuwungan ini diselenggarakan siang atau setelah shalat dhuhur, jadi sekalian dengan makan siang para tukang dan jamaah serta ulama yang baru keluar dari masjid atau langgar bisa langsung ikut dan pulangnya bisa membawa besek. Sesajen juga perlu disiapkan untuk digantung disalah satu kayu di wuwungan. Yang tidak digantung hanya bendhera merah putih yang dipasang dengan galah dengna panjang sedang 9 tidak terlalu panjang ), yang bisa kelihatan dari rumah tetangganya. Sesajen yang harus disiapkan :

Page | 61

1) Gedhang setandan 2) Tebu ireng sewit 3) Pari secukupe 4) Kelapa seiji uga bendhera Grebeg Maulud Perayaan Grebeg

Puncak

peringatan

hari

kelahiran

Nabi

Muhammad

S.A.W.

diperingati dengan penyelenggaraan upacara Grebeg Maulud yang diselenggarakan pada tanggal 12 Maulud, atau pagi hari esoknya, setelah kedua perangkat gamelan Kyai Nogowilogo dan Kyai Guntur madu dibawa masuk kembali ke dalam Kraton oleh masyarakat Yogyakarta, kejadian ini lazim disebut dengan istilah Bendhol Songsong. Pada pagi hari, pukul 08.00, upacara dimulai dengan parade kesatuan prajurit Kraton yang mengenakan pakaian kebesarannya masing-masing. Puncak dari upacara ini adalah iringan gunungan yang dibawa ke Masjid Agung . Setelah di Masjid diselenggarakan doa dan upacara persembahan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, sebagian gunungan dibagi-bagikan pada masyarakat umum dengan jalan diperebutkan. Bagian-bagian dari gunungan ini umumnya dianggap akan memperkuat tekad dan memiliki daya tuah terutama bagi kaum petani, mereka menanamnya dilahan persawahan mereka, untuk memperkuat doanya agar lahannya menjadi subur dan terhindar dari berbagai hama perusak tanaman. Selain upacara Grebeg Maulud, didalam satu kurun tahun Jawa terdapat upacara-upacara Grebeg yang lain, yakni Grebeg Syawal yang diselenggarakan pada tanggal 1 bulan Syawal sebagai ungkapan terima kasih masyarakat kepada Tuhan dengan telah berhasil diselesaikannya ibadah puasa selama satu bulan penuh dibulan Suci Ramadhan, dan

Page | 62

Grebeg Besar yang diselenggarakan pada tanggal 10 bulan Besar, berkaitan dengan peringatan hari Raya Qurban Idhul Adha. Upacara Jamasan Bagi orang Jawa, benda-benda pun dianggap memiliki jiwa. Oleh karena itu, benda-benda itu harus diperlakukan istimewa yang nyaris sama seperti manusia itu sendiri. Mungkin saja ini masih dianggap sebagai animisme, tapi tentu saja orang Jawa akan menyangkalnya. Yang jelas, untuk benda-benda milik Keraton Yogyakarta seperti kereta, gamelan, maupun pusaka, semuanya memiliki nama seperti manusia. Ada Kiai Sangkelat, Kiai Nagasasra (keris), Kiai Guntur Madu (gamelan), ada pula Kanjeng Nyai Jimat dan Kyai Puspakamanik (kereta). Di Keraton Yogyakarta, benda-benda itu selalu dicuci yang diistilahkan dengan nama dijamasi pada bulan Sura (Muharam) dan selalu pada hari istimewa Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon. Cara jamasan itu sendiri juga khas. Semua yang terlibat dalam ritual itu harus mengenakan pakaian adat Jawa peranakan. Mereka, semuanya laki-laki, mengenakan kain panjang, surjan, dan penutup kepala blangkon. Mereka berbusana seperti itu karena mereka akan menjamasi sebuah kereta. Kereta ini dibuat pada tahun 1750-an, semasa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I, diberi nama Kanjeng Nyai Jimat. Kereta itu menjadi tunggangan Sultan Hamengku Buwono I sampai III. Kereta itulah yang setiap bulan Sura selalu dijamasi karena dianggap sebagai kereta cikal-bakal kereta lainnya. Berbentuk anggun, bergaya kereta kerajaankerajaan Eropa, beroda empat, dua buah yang besar di belakang, dan dua buah di depan agak kecil, diperkirakan ditarik oleh enam sampai delapan kuda. Sebuah simbol kewibawaan seorang raja. Kereta yang penuh ukiran itu sendiri memiliki pintu dan atap sehingga mirip mobil. Kereta itu tersimpan di dalam Museum Kereta Keraton Yogyakarta. Di sana ada sekitar selusin kereta yang sebagian besar masih bisa digunakan. Setiap Kanjeng Nyai Jimat dijamasi, dan dia selalu ditemani oleh salah sebuah kereta lain yang dipilih secara bergantian setiap tahunnya.

Page | 63

Dimana pagi hari sesudah malam 1 Sura maka diadakan Upacara labuhan yaitu dengan mempersembahkan pakaian wanita . karena mereka percaya bahwa air ini mengandung hal gaib/sakti karena pemiliknya merupakan orang yang sakti. Kereta itu menjadi tumpangan para pangeran pada pemerintahan Sultan Hamengku Buwono VIII. Misteri jamasan pusaka itu sendiri akhirnya memang tinggal misteri yang dipelihara turun-temurun. Jamasan biasanya seorang pejabat keraton yang khusus menangani masalah perawatan kereta. hal ini dikarenakan masyarakat Jawa percaya bahwa air ini akan membawa berkah bagi mereka. Semisteri pusaka yang dipercayai memiliki kekuatan supra natural itu sendiri. potongan rambut serta potongan kuku beliau ditanam di dalam areal tanah sengker (suatu areal tanah yang dianggap keramat di daerah Parangkusumo). Akan tetapi. di dalam keraton juga ada jamasan pusaka. Proses pencucian kereta ini memiliki nilai wisata ritual magis religius. Berbagai pakaian bekas yang pernah dipergunakan oleh Sri Sultan. bunga dan lain-lain ke laut selatan . sebuah kereta hadiah dari Kerajaan Belanda yang dibuat pada tahun 1901. di samping jamasan kereta. jamasan pusaka itu tidak boleh dilihat oleh umum. Upacara Labuhan Selain itu terdapat pula Upacara Labuhan yang merupakan rangkaian dari Tradisi 1 Sura.Kemudian ada Kyai Puspakamanik. Sehingga bisa dikatakan bahwa kedua upacara ini yaitu tradisi malam 1 Suro dan Upacara Labuhan merupakan 2 hal yang saling berkaitan di dalam tradisi Kraton Yogyakarta. sirih. Sebenarnya. sebagai bentuk permohonan untuk mendapatkan kesejahteraan dan keselamatan kepada Ratu Kidul Penguasa laut Selatan . Page | 64 . Sehingga banyak orang rela berebut bekas air cucian kereta dengan cara menampung aliran air dari badan kereta dan memasukkan air bekas cucian itu ke dalam botol bekas air kemasan maupun jerigen. alat-alat rias.

Tari mengalami kejayaan yang berangkat dari kerajaan Kediri. Seni tari yang berpusat di Kraton Surakarta itu kemudian terkenal dengan Tari Gaya Surakarta. Sumber utamanya terdapat di Keraton Surakarta dan di Pura Mangkunegaran. Prawirayudha. Beberapa contoh tarian gaya surakarta. Bedhaya. indah mengandung kesusilaan dan selaras dengan gending sebagai iringannya. Dari kedua tempat inilah kemudian meluas ke daerah Surakarta seluruhnya dan akhirnya meluas lagi hingga meliputi daerah Jawa Tengah. Tari semacam itu termasuk jenis kesenian tradisional. di daerah Jawa Tengah terdapat pula bermacam-macam tari daerah setempat. Wireng. seperti : Page | 65 . diantaranya : Srimpi. kata tersebut mempunyai maksud dan pengertian bahwa orang yang akan menari haruslah benar-benar menuju satu tujuan. Seni tari yang merupakan bagian budaya bangsa sebenarnya sudah ada sejak jaman primitif. Selain tari yang bertaraf kraton (Hofdans). terus sampai jauh di luar Jawa Tengah.PRODUK BUDAYA Seni Tari Tari sering disebut juga ”beksa”. yang mengambil cerita Damarwulan. kata “beksa” berarti “ambeg” dan “esa”. Seni tari yang berpusat di Kraton Surakarta itu sudah ada sejak berdirinya Kraton Surakarta dan telah mempunyai ahli-ahli yang dapat dipertanggungJawabkan. Wayang-Purwa Mahabarata-Ramayana. Bahkan tari tidak dapat dilepaskan dengan kepentingan upacara adat sebagai sarana persembahan. Singosari. Tokoh-tokoh tersebut umumnya masih keluarga Sri Susuhunan atau kerabat kraton yang berkedudukan. Hindu sampai masuknya agama Islam dan kemudian berkembang. yang termasuk seni tari bermutu tinggi. Yang khusus di Mangkunegaran disebut Tari Langendriyan. yaitu menyatu jiwanya dengan pengungkapan wujud gerak yang luluh. Surakarta merupakan pusat seni tari. Seni tari adalah ungkapan yang disalurkan / diekspresikan melalui gerak-gerak organ tubuh yang ritmis. Dalam perkembangannya timbullah tari kreasi baru yang mendapat tempat dalam dunia tari gaya Surakarta. Majapahit khususnya pada pemerintahan Raja Hayam Wuruk. Gambyong.

Ketek Ogleng. 2. dan lain-lain. barongan.Dadung Ngawuk. Kuda Kepang. penguasa laut selatan yang juga disebut Kanjeng Ratu Kidul. Tari Klasik Tari Tradisional Tari garapan Baru Beberapa jenis tari yang ada antara lain : TARI KLASIK dari JAWA TENGAH • Tari Bedhaya Menurut kitab Wedbapradangga yang dianggap pencipta tarian Bedhoyo Ketawang adalah Sultan Agung (1613-1645) raja ke-1 dan terbesar dari kerajaan Mataram bersama Kanjeng Ratu Kencanasari. sintren. 3. Sebelum tari ini diciptakan. yaitu : 1. Seni tari dapat dibedakan menjadi 3 jenis. Jelantur. Tarian Bedhoyo Ketawang tidak hanya dipertunjukan pada saat penobatan raja yang baru tetapi juga pertunjukan setiap tahun sekali bertepatan dengan hari penobatan raja atau "Tingalan Dalem Jumenengan". Jadi lebih bebas. Pedoman tari tradisional itu sebagian besar mengutamakan gerak yang ritmis dan tempo yang tetap sehingga ketentuan-ketentuan geraknya tidaklah begitu ditentukan sekali. Page | 66 . Incling. lebih perseorangan. Ebeg. lengger. Konon penciptaan gendhingpun menjadi sempurna setelah Sunan Kalijaga ikut menyusunnya. Dolalak. Tayuban. terlebih dahulu Sultan Agung memerintahkan para pakar gamelan untuk menciptakan sebuah gendhing yang bernama Ketawang.

• Tari Srimpi Tari Srimpi yang ada sejak Prabu Amiluhur ketika masuk ke Kraton mendapat perhatian pula. Kendhang Ketipung dan Gong Ageng. Kenong. Dua buah Kendang Ageng bemama Kanjeng kyai Denok dan Kanjeng Kyai Iskandar. Instrumen gamelan yang dimainkan hanya beberapa yakni Kemanak. Kethuk. Tarian yang ditarikan 4 putri itu masing-masing mendapat sebutan : air. Istrumen-istrumen tersebut selain dianggap khusus juga ada yang mempunyai nama keramat. Komposisinya segi empat yang melambangkan tiang Pendopo. Seperti Bedhaya. Gamelan yang mengiringinya pun sangat khusus yaitu gamelan "Kyai Kaduk Manis" dan "Kyai Manis Renggo". Dhada dan Buncit. dua buah rebab bemama Kanjeng Kyai Grantang dan Kanjeng Kyai Lipur serta sehuah Gong ageng bernama Kanjeng Nyai Kemitir. Kendhang Ageng. Gulu. angin dan bumi/tanah. Contoh Srimpi hasil garapan baru : o Srimpi Anglirmendhung menjadi 11 menit Page | 67 .Busana Tari Bedhoyo Ketawang menggunakan Dodot Ageng dengan motif Banguntulak alas-alasan yang menjadikan penarinya terasa anggun. tari Srimpipun ada yang suci atau sakral yaitu Srimpi Anglir Mendhung. api. yang selain melambangkan terjadinya manusia juga melambangkan empat penjuru mata angin. Sedang nama peranannya Batak. Pertunjukan Bedhoyo Ketawang pada masa Sri Susuhunan Paku Buwana XII diselenggarakan pada hari kedua bulan Ruwah atau Sya'ban dalam Kalender Jawa.

yang 'linuwih'. Menarinya sangat indah ditambah kecantikan dan modal suaranya yang baik. akhirnya Nyi Mas itu dipanggil oleh Bangsawan Kasunanan Surakarta untuk menari di Istana sambil memberi pelajaran kepada para putra/I Raja. tari ini sering juga ditarikan untuk menyambut tamu dalam upacara peringatan hari besar dan perkawinan. Ciri-ciri tarian ini :    Ditarikan oleh dua orang putra atau putri Bentuk tariannya sama Tidak mengambil suatu cerita Page | 68 . yang 'aeng'. Adapun ciri-ciri tari ini :     Jumlah penari seorang putri atau lebih Memakai jarit wiron Tanpa baju melainkan memakai kemben atau bangkin Tanpa jamang melainkan memakai sanggul atau gelung  o Dalam menari boleh menggunakan sindenan ( menyanyi ) atau tidak Beksan Wireng Berasal dari kata Wira (perwira) dan 'Aeng' yaitu prajurit yang unggul. Oleh istana tari itu diubah menjadi Tari gambyong.o o Srimpi Gondokusumo menjadi 15 menit Dan lain-lain Beberapa tari klasik yang tumbuh dari Bedhaya dan Srimpi : o Beksan Gambyong Berasal dari tari Glondrong yang ditarikan oleh Nyi Mas Ajeng Gambyong. Tari ini diciptakan pada jaman pemerintahan Prabu Amiluhur dengan tujuan agar para putra beliau tangkas dalam olah keprajuritan dengan menggunakan alat senjata perang. Selain sebagai hiburan. Sehingga tari ini menggambarkan ketangkasan dalam latihan perang dengan menggunakan alat perang.

menang atau mati Perang menggunakan gendhing srepeg. Pertama dipentaskan di Surakarta pada upacara perkawinan KGPH. Memetik dari suatu cerita lakon Bambangan Cakil Hanila Prahasta Dan lain-lain gangsaran  Contoh Tari Pethilan :     • Tari Golek Tari ini berasal dari Yogyakarta. menag atau mati Tari Pethilan Hampir sama dengan tari Wireng. Kusumoyudho dengan Gusti Ratu Angger tahun 1910.  Tidak mengambil ontowacono (dialog) Bentuk pakaiannya sama  Perangnya tanding. boleh tidak Menggunakan ontowacono ( dialog ) Pakaian tidak sama. sampak. Selanjutnya mengalami persesuaian dengan gaya Surakarta. Bedanya Tari Pethilan mengambil adegan atau bagian dari cerita pewayangan. agar lebih cantik dan menarik. kecuali pada lakon kembar Ada yang kalah. Ciri-cirinya :      Tari boleh sama. iramanya atau temponya kendho atau kenceng  Gending satu atau dua. artinya tidak hanya menggunakan gending sampak/srepeg. artinya gendhing ladrang kemudian diteruskan gendhing ketawang  • Tidak ada yang kalah. Page | 69 . Tari ini menggambarkan cara-cara berhias diri seorang gadis yang baru menginjak masa akhil baliq.

dan lain-lain • o o o Tari Bondan Tari ini dibagi menjadi : Bondan Cindogo Bondan Mardisiwi Bondan Pegunungan atau tani Tari Bondan Cindogo dan Mardisiwi merupakan tari gembira.Macam-macamnya :   Golek Clunthang iringan Gendhing Clunthang Golek Montro iringan Gendhing Montro  Golek Surungdayung iringan gendhing Ladrang Surungdayung. Tapi Bondan Cindogo satu-satunya anak yang ditimang-timang akhirnya meninggal dunia. mengungkapkan rasa kasih sayang kepada putranya yang baru lahir. Sedang pada Bondan Mardisiwi tidak. serta perlengakapan tarinya sering tanpa menggunakan kendhi seperti pada Bondan Cindogo. Page | 70 .

Tapi sekarang ini menurut kemampuan guru/pelatih tarinya. sampur. o Bentuk tariannya . memanggul payung Membawa kendhi (dahulu). pertama melukiskan kehidupan petani kemudian pakaian bagian luar yang menggambarkan gadis pegunungan dilepas satu demi satu dengan membelakangi penonton. hanya tidak memakai jamang tetapi memakai sanggul/gelungan. dll sebelum dipakai dimasukkan tenggok. Selanjutnya menari seperti gerak tari Bondan Cindogo / Mardisiwi. Ciri pakaiannya : o o Mengenakan pakaian seperti gadis desa. Kecuali jika memakai jamang maka klat bahu. memakai caping adan membawa alat pertanian Bondan biasa. Page | 71 . sawah. Sedangkan Bondan Pegunungan. sumping. tegal pertanian. melukiskan tingkah laku putri asal pegunungan yang sedang asyik menggarap ladang.Ciri pakaiannya : o o o o o Memakai kain wiron Memakai jamang Memakai baju kotang Menggendong boneka. Dulu hanya diiringi lagu-lagu dolanan tapi sekarang diiringi gendhing-gendhing lengkap. sekarang jarang Untuk gendhing iringannya Ayak-ayakan diteruskan Ladrang Ginonjing. menggendong Di bagian dalam sudah mengenakan pakaian seperti tenggok.

menangis. Tari Topeng adalah perlambang bagi sifat manusia. Salah satu keunikannya adalah pada model alat musik yang dipakai seperti rebab (sitar Jawa) seruling Madura (yang mirip dengan terompet Ponorogo) dan karawitan model Blambangan. Bisanya tari ini ditampilkan dalam sebuah fragmentasi hikayat atau cerita rakyat setempat tentang berbagai hal terutama bercerita tentang kisah2 panji. sedih. Tari ini sebenarnya berasal dari Wayang Wong atau drama. karenanya banyak model topeng yang menggambarkan situasi yang berbeda. malu dan sebagainya.• Topeng Tari Topeng yang pernah mengalami kejayaan pada jaman Majapahit. Beliau menciptakan 9 jenis topeng. Jawa Kulonan dan Jawa Timuran (Blambangan dan Osing) sehingga akar gerakan tari ini mengandung unsur kekayaan dinamis dan musik dari etnik Jawa. Madura dan Bali. Tari Topeng sendiri diperkirakan muncul pada masa awal abad 20 dan berkembang luas semasa perang kemerdekaan. yaitu : o o o o o o o o o pada kepala. Tari ini semakin pesat pertumbuhannya sejak Islam masuk terutama oleh Suann Kalijaga yang menggunakannnya sebagai penyebaran agama. Tari Topeng yang berasal dari Malang sangat khas karena merupakan hasil perpaduan antara budaya Jawa Tengahan. Page | 72 Topeng Panji Ksatrian Condrokirono Gunung sari Handoko Raton Klono Denowo Benco(Tembem) Turas (Penthul) Pakaiannya dahulu memakai ikat kepala dengan topeng yang diikat . Tari topengnya dibuat dari kayu dipoles dan disungging sesuai dengan perwatakan tokoh/perannya yang diambil dari Wayang Gedhog. Menak Panji. tertawa.

Lokasinya berada di tempat-tempat yang berpasir di tepi pantai. Biasanya digelar pada acara-acara-acara penting kesenian tradisional tingkat nasional. kencer. Page | 73 . Jawa Timur. barongan dan Wayang Krucil (sejenis wayang kulit ternuat dari kayu). Menurut cerita. dllnya. rebana. Beberapa contoh kesenian tradisional : o Tari dolalak. Bulu sampai ke Tuban.Tari Topeng masih bertahan hingga saat ini. kendang. o Blora Daerah ini terkenal dengan atraksi kesenian Kuda Kepang. di Purworejo Pertunjukan ini dilakukan oleh beberapa orang penari yang berpakaian menyerupai pakaian prajurit Belanda atau Perancis tempo dulu dan diiringi dengan alat-alat bunyi-bunyian terdiri dari kentrung. Dengan demikian walaupun masih bertahan namun Tari Topeng sudah mendekati kepunahan walaupun masih tetap mengikuti acara-acara penting kesenian tradisional tingkat nasional. Seni gulat rakyat ini terutama berkembang di kalangan pelajar terutama di pantai diantara kecamatan Pandagan. Pertunjukan ini diadakan sebagai olah raga dan sekaligus hiburan di waktu senggang pada sore dan malam hari terutama di kala terang bulan purnama. Kragan. TARI TRADISIONAL dari JAWA TENGAH Selain tari-tari klasik. di Jawa Tengah terdapat pula tari-tari tradisional yang tumbuh dan berkembang di daerah-daerah tertentu. di Rembang Sejenis olahraga gulat rakyat yang dimainkan oleh dua orang pegulat dipimpin oleh dua orang Gelandang (wasit) dari masingmasing pihak. kesenian ini timbul sejak berkobarnya perang Aceh di jaman Belanda yang kemudian meluas ke daerah lain. o Patolan (Prisenan). Kesenian tradisional tersebut tak kalah menariknya karena mempunyai keunikan-keunikan tersendiri.

Pada kedua pergelangan tangan dan kaki dipasangi gelang-gelang kerincingan sehingga gerakan tangan dan kaki penari ebeg selalu dibarengi dengan bunyi kerincingan. Kesenian ini menampilkan seorang gadis yang menari dalam keadaan tidak sadarkan diri. Pertunjukan ini dipimpin oleh seorang pawang atau dukun yang dapat membuat pemain dalam keadaan tidak sadar. 7 orang lagi sebagai penabuh gamelan. o Obeg dan Begalan Kesenian ini berkembang di Cilacap. seorang berperan sebagai pemimpin atau dalang. terbang. jadi satu grup ebeg bisa beranggotakan 16 orang atau lebih. Varian lain dari jenis kesenian ini di daerah lain dikenal dengan nama kuda lumping atau jaran kepang. dllnya. kemudian selang beberapa lama ia telah selesai berdandan dan siap untuk menari. dua orang berperan sebagai penthul-tembem. Pemain Obeg ini terdiri dari beberapa orang wanita atau pria dengan menunggang kuda yang terbuat dari anyaman bambu (kepang). Penarinya mengenakan celana panjang dilapisi kain batik sebatas lutut dan berkacamata hitam. sebelum tarian dimulai gadis menari tersebut dengan tangan terikat dimasukkan ke dalam tempat tertutup bersama peralatan bersolek. Sedangkan Sintren adalah sebuah tari khas yang magis animistis yang terdapat selain di Pekalongan juga di Batang dan Tegal. serta diiringi dengan bunyi-bunyian tertentu. Kuntulan adalah kesenian bela diri yang dilukiskan dalam tarian dengan iringan bunyi-bunyian seperti bedug. mengenakan mahkota dan sumping ditelinganya. Tarian ini menggunakan “ebeg” yaitu anyaman bambu yang dibentuk menyerupai kuda berwarna hitam atau putih dan diberi kerincingan. Jumlah penari ebeg 8 oarang atau lebih. Atraksi ini dapat disaksikan pada waktu malam bulan purnama setelah panen.o Pekalongan Di daerah Pekalongan terdapat kesenian Kuntulan dan Sintren. ada juga yang menamakannya jathilan (Yogyakarta) juga reog (Jawa Timur). Semua penari menggunakan alat bantu ebeg sedangkan penthul-tembem memakai topeng. Tarian ebeg termasuk Page | 74 .

Kesenian ini hidup di daerah Bangumas pada umumnya juga terdapat di Cilacap. demikian pula pemain yang manaiki kuda kepang menggambarkan kegagahan prajurit berkuda dengan segala atraksinya. Untuk mengiringi tarian ini selalu digunakan lagu-lagu irama Banyumasan seperti ricik-ricik. gong dan terompet. Yang bersifat khas banyumas antara lain : Calung. Laisan adalah jenis kesenian yang melekat pada kesenian ebeg. dan yang unik adalah para pemainnya biasa memakan pecahan kaca (beling) atau barang tajam lainnya sehingga menunjukkan keperkasaan sebagai Satria. Begalan adalah jenis kesenian yang biasanya dipentaskan dalam rangkaian upacara perkawinan yaitu saat calon pengantin pria beserta rombongannya Page | 75 . Peralatan yang dipergunakan anatara lain kendang. begalan dan Dalang Jemblung.jenis tari massal. blendrong. Laisan dilakukan oleh seorang pemain pria yang sedang mendem. Laisan juga dikenal di wilayah lain (wetan) dan mereka biasa menyebutnya Sintren. Waktu pertunjukan umumnya siang hari dengan durasi antara 1 – 4 jam. penthul dan cepet. biasanya kurungan ayam. saron. Dalam pertunjukannya. lung gadung dan lain-lain. dan munculah pria tersebut dengan mengenakan pakaian wanita lengkap. Biasanya dalam pertunjukan ebeg dilengkapi dengan atraksi barongan. Pada pertunjukan ebeg komersial. Purbalingga maupun di daerah di luar Kabupaten Banyumas. di dalam kurungan itulah Laisan berdandan seperti wanita. salah seorang pemain biasanya melakukan thole-thole yaitu menari berkeliling arena sambil membawa tampah untuk mendapatkan sumbangan. gudril. badannya ditindih dengan lesung terus dimasukkan ke dalam kurungan. ebeg diiringi oleh gamelan yang lazim disebut bendhe. kenong. Laisan muncul di tengah pertunjukan ebeg. pertunjukannya memerlukan tempat pagelaran yang cukup luas seperti lapangan atau pelataran/halaman rumah yang cukup luas. Begalan adalah salah satu acara dalam rangkaian upacara perkawinan adat Banyumas. Setelah terlebih dulu dimantramantara. kurunganpun dibuka.

contohnya ilir yaitu kipas anyaman bambu diartikan sebagai peringatan bagi suami-isteri untuk membedakan baik buruk. irus. ian. centhong. Kostum pemain cukup sederhana. gerak tarinya tak begitu terikat pada patokan tertentu yang penting gerak tarinya selaras dengan irama gending. barangbarang yang dipikul diperebutkan para penonton. seorang lagi bertindak sebagai pembegal/perampok. Yang menarik adalah dialog-dialog antara yang dibegal dengan sipembegal biasanya berisi kritikan dan petuah bagi calon pengantin dan disampaikan dengan gaya yang jenaka penuh humor. Upacara ini diadakan apabila mempelai laki-laki merupakan putra sulung. Barang bawaan ini biasa disebut brenong kepang. Barang-barang yang dibawa antara lain ilir. Disebut begalan karena atraksi ini mirip perampokan yang dalam bahasa Jawa disebut begal. ini melambangkan bahwa setelah berumah tangga cara berpikirnya harus masak/matang. penonton juga disuguhi dialog-dialog menarik yang penuh humor. Kukusan adalah alat memasak atau menanak nasi.memasuki pelataran rumah pengantin wanita. Dialog yang disampaikan kedua pemain berupa bahasa lambang yang diterjemahkan dari nama-nama jenis barang yang dibawa. o Lengger-Calung dari banyumas Page | 76 . Sebagai layaknya tari klasik. Jumlah penari 2 orang. saringan ampas. Selain menikmati kebolehan atraksi tari begalan dan irama gending. siwur. kukusan. Centhing. Biasanya usai pertunjukan. tempat nasi artinya bahwa hidup itu memerlukan wadah yang memiliki tatanan tertentu jadi tidak boleh berbuat semaumaunya sendiri. cething. kendhil dan wangkring. umumnya mereka mengenakan busana Jawa. tampah. Begalan merupakan kombinasi antara seni tari dan seni tutur atau seni lawak dengan iringan gending. Pembegal biasanya membawa pedang kayu. Sayangnya pertunjukan begalan ini tidak boleh dipentaskan terlalu lama karena masih termasuk dalam rangkaian panjang upacara pengantin. seorang bertindak sebagai pembawa barang-barang (peralatan dapur). sorokan.

gerakan tariannya sangat dinamis dan lincah mengikuti irama calung. kini penarinya umumnya wanita cantik sedangkan penari prianya hanyalah sebagai badut pelengkap yang berfungsi untuk memeriahkan suasana. mereka harus berdandan sedemikian rupa sehingga kelihatan sangat menarik. Sesuai namanya. Peralatan gamelan calung terdiri dari gambang barung. Diantara gerakan khas tarian lengger antara lain gerakan geyol. Dulu penari lengger adalah pria yang berdandan seperti wanita.bunyian semacam gambang yang terbuat dari bambu. Jumlah penari lengger antara 2 sampai 4 orang. gambang penerus. gedheg dan lempar sampur. mengenakan kain/jarit dan stagen. Calung adalah suatu bentuk kesenian rakyat dengan menggunakan bunyi. Dalam penyajiannya calung diiringi vokalis yang lebih dikenal sebagai sinden.Kesenian tradisional lengger-calung tumbuh dan berkembang diwilayah ini. leher sampai dada bagian atas biasanya terbuka. badut biasanya hadir pada pertengahan pertunjukan. sampur atau selendang biasanya dikalungkan dibahu. dhendhem. Lengger menari mengikuti irama khas Banyumasan yang lincah dan dinamis dengan didominasi oleh gerakan pinggul sehingga terlihat sangat menggemaskan. kenong dan gong yang semuanya terbuat dari bambu wulung (hitam). rambut kepala disanggul. sedangkan kendang atau gendang sama seperti gendang biasa. Satu grup calung minimal memerlukan 7 orang anggota terdiri dari penabuh gamelan dan penari/lengger. tarian lengger-calung terdiri dari lengger (penari) dan calung (gamelan bambu). lagu-lagu yang dibawakan merupakan gending Jawa khas Page | 77 .

Dan pada puncaknya para pemain mencapai keadaan tidak sadar. o Jatilan dari Magelang Pertunjukan ini biasanya dimainkan oleh delapan orang yang dipimpin oleh seorang pawang yang diiringi dengan bunyi-bunyian berupa bende. Dalam pencariannya itu ia diganggu oleh raksasa yang digambarkan memakai topeng. o Tarian Jlantur dari Boyolali Page | 78 . kenong dll. Diiringi dengan bunyi-bunyian yang antara lain berupa Angklung bernada Jawa. sering dipentaskan untuk menyambut tamu-tamu resmi atau biasanya diadakan pada waktu upacara.Banyumas. oleh Sedangkan yang untuk baru Begalan pertama biasanya kalinya diselenggarakan mempelai wanita. o Kuda Lumping (Jaran kepang) dari Temanggung Kesenian ini diperagakan secara massal. Yang mengadakan ini adalah dari pihak o Lengger dari Wonosobo Kesenian khas Wonosobo ini dimainkan oleh dua orang lakilaki yang masing-masing berperan sebagai seorang pria dan seorang wanita. Pada puncak tarian penari mencapai keadaan tidak sadar. Tarian ini mengisahkan ceritera Dewi Chandrakirana yang sedang mencari suaminya yang pergi tanpa pamit. keluarga mengawinkan anaknya. Juga dapat untuk mengiringi tarian yang diperagakan oleh beberapa penari wanita.

Tarian akrobatis ini di antara lain dipertunjukan di atas seutas tali. Tarian ini menggambarkan prajurit yang akan berangkat ke medan perang. dahulu merupakan tarian penyalur semangat kepahlawanan dari keturunan prajurit Diponegoro. dengan iringan pujian atau syair yang bernafas Islam. o Kethek Ogleng dari wonogiri Kesenian yang diangkat dari ceritera Panji. PUJANGGANONG atau BUJANGGANONG Page | 79 . mengisahkan cinta kasih klasik pada jaman kerajaan Kediri.Sebuah tarian yang dimainkan oleh 40 orang pria dengan memakai ikat kepala gaya turki. Ceritera ini kemudian diubah menurut selera rakyat setempat menjadi kesenian pertunjukan Ketek Ogleng yang mengisahkan percintaan antara Endang Roro Tompe dengan Ketek Ogleng. Sebagai contoh : o Tari prawiroguno Tari ini menggambarkan seorang prajurit yang sedang berlatih diri dengan perlengkapan senjata berupa pedang untuk menyerang musuh dan juga tameng sebagai alat untuk melindungi diri. o Tari Tepak-Tepak Putri Tari yang menggambarkan kelincahan gerak remaja-remaja putri sedang bersuka ria memainkan rebana. Tariannya dilakukan dengan menaiki kuda kepang dengan senjata tombak dan pedang. Penampilannya dititik beratkan pada suguhan tarian akrobatis gaya kera (Ketek Ogleng) yang dimainkan oleh seorang dengan berpakaian kera seperti wayang orang. TARI GARAPAN BARU ( KREASI BARU ) dari JAWA TENGAH Meskipun namanya 'baru' tetapi semua tari yang termasuk jenis ini tidak meninggalkan unsur-unsur yang ada dari jenis tari klasik maupun tradisional.

terbang (rebana besar) dan angklung. dan kumis tipis. wajah merah darah dan rambut yang lebat warna hitam menutup pelipis kiri dan kanan. mata besar melotot. Tarian jenis ini sudah ada sejak abad ke 17 dibawa para mubalig penyebar agama Islam yang datang dari wilayah Mataram-Bagelen. Kesenian angguk yang bercorak Islam ini mulanya berfungsi sebagai salah satu alat untuk menyiarkan agama Islam. berbentuk tongkat lurus dari rotan berhias jebug dari sayet warna merah diseling kuning sebanyak 5 atau 7 jebug. hidung panjang.adalah penari dan tarian yang menggambarkan sosok patih muda ( Patihnya Klana Sewandana) yang cekatan. Sosok ini digambarkan dengan topeng yang mirip dengan wajah raksasa. Sayangnya jenis kesenian ini sekarang semakin jarang dipentaskan. mulut terbuka dengan gigi yang besar tanpa taring. Selain itu ia membawa Pecut Samandiman. bedug. jenaka. kencreng. cerdik. tambur. mengenakan kaos kaki panjang sebatas lutut tanpa sepatu. Celana panjang sampai lutut dengan hiasan garis merah pula. Angguk dimainkan sedikitnya oleh 10 orang penari anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun. Pakaian para penari umumnya berwarna hitam lengan panjang dengan garis-garis merah dan kuning di bagian dada/punggung sebagai hiasan. Sosok ini digambarkan dengan topeng bermahkota. Perangkat musiknya terdiri dari kendang. Syair lagu-lagu tari angguk diambil dari kitab Barzanji sehingga syair-syair angguk pada awalnya memang menggunakan bahasa Arab tetapi akhir-akhir ini gerak tari dan syairnya mulai dimodifikasi dengan menyisipkan gerak tari serta bahasa Page | 80 . mata melotot. Tarian ini disebut angguk karena penarinya sering memainkan gerakan mengangguk-anggukan kepala. serta memakai topi pet berwarna hitam. 2 rebana. ANGGUK Tarian ini berasal dari Banyumas. KLANA SEWANDANA atau KLONO Penari dan tarian yang menggambarkan sosok raja dari kerajaan Bantarangin ( kerajaan yang dipercaya berada di wilayah Ponorogo jaman dahulu. dan sakti. wajah berwarna merah.

Pikulan bambu tersebut berukuran besar dan kuat tetapi ringan karena dibuat dari bambu yang sudah cukup tua. Kalau ada beberapa rengkong yang dimainkan serempak maka akan timbul suara yang mengasyikan. Bentuk lain dari kesenian angguk adalah “aplang”. Kesenian tradisional para petani ini biasanya diadakan pada pesta perayaan panen atau pada hari-hari besar nasional.6 meter. bedanya bila angguk dimainkan oleh remaja pria maka “aplang” atau “daeng” dimainkan oleh remaja putri. RENGKONG Rengkong adalah kesenian yang menyajikan bunyi-bunyian khas bagai suara kodok mengorek secara serempak yang dihasilkan dari permainan pikulan bambu. Ujung atas sunduk bambu dimasukkan ke badan bambu rengkong dekat gantungan tali ijuk. Cara memainkannya. BUNCIS Buncis adalah perpaduan antara seni musik dengan seni tari yang dimainkan oleh 8 orang pemain. biasanya menggunakan bambu tali dengan panjang sekitar 2. Dalam pertunjukannya diiringi dengan perangkat musik angklung.khas Banyumasan tanpa merobah corak aslinya. pikulan bambu rengkong yang berisi muatan padi diletakkan pada bahu kanan (dipikul). Para pemain buncis selain menjadi penari juga Page | 81 . Pemikul mengayun-ayunkan ke kiri dan ke kanan dengan mantap dan teratur. khas alam petani. Dua ikat padi seberat ± 15 kg digayutkan dengan tali ijuk mengalungi sonari (badan rengkong bambu di tempat yang diraut). Tali ijuk dengan beban padi yang menggantung pada badan bambu rengkong pun bergerak-gerak. gesekan tali ijuk yang keras inilah yang menimbulkan suara berderit-derit nyaring. terlebih bila dimainkan dengan berbaris berarak-arakan maka suasananya akan lebih semarak. Di tengah masing-masing ikatan padi ada sunduk (tusuk) bambu sepanjang hampir 2 meter. sekeliling bambu melintasi lobang tersebut diraut sekedar tempat bertengger tali penggantung ikatan padi. Pada kedua ujung bambu dibuat lobang persegi panjang selebar 1 cm.

TARI GAMBYONG Salah satu tari dari Surakarta.Guyub antara lelaki dan perempuan. AKSIMUDA Aksimuda adalah kesenian bernafas Islam yang disajikan dalam bentuk atraksi pencak silat yang digabung dengan tari-tarian. Page | 82 . dan lain-lain. Menurut cerita.menjadi pemusik serta vokalis. kata ”gambyong” diambil dari uru tari (tledhek) yang mempunyai nama Mbok gambyong. khitanan. Jadi Tari Gambyong itu berasal dari kawulo alit ( orang kecil / rendah ) yang datang ke Kraton. Pura Mangkunegaran mengambil Tari Gambyong menjadi salah satu tari unggulan yang diberi nama gambyong Pareanom. sedekah bumi. TAYUBAN Adalah salah satu jenis tari masyarakat Jawa. Nantinya selendang itu diberikan kepada laki-laki ( ketiban sampur ). Tarian ini juga dikenal di seluruh Nusantara. Dan yang menerima selendang itu mendapat kehormatan untuk menari bersama dengan penari perempuan tadi. Makanya ada yang beranggapan bahwa Tayuban itu berasal dari kata ”tayub” ( ditata guyub ). perkawinan. Pada bagian akhir sajian para pemain Buncis Intrance atau mendem. Di daerah tertentu tarian ini digelar sebagai bagian dari upacara pembersihan ( bala atau malapetaka ) dan biasanya juga digelar dalam penyambutan tamutamu agung. sedekah desa. tetapi dengan versi yang berbeda. Di daerah tertentu. penari perempuan menggunakan sampur atau selendang. Di tahun 1950-an. Pada zaman dahulu tarian ini mempunyai nilai hiburan dan sensual karena tarian ini menggambarkan keakraban hubungan lelaki ( pengibing ) dan perempuan ( ronggeng ). Tayuban digelar sebagai bagian dari upacara sakral yang berhubungan dengan kesuburan ( kesuburan perkawinan dan kesuburan pertanian/tanah ).

diantaranya : a) GAMELAN JAWA Gamelan yang berkembang di Yogyakarta adalah Gamelan Jawa. paduan seimbang bunyi kenong. Gamelan Jawa memiliki nada yang lebih lembut dan slow. Perbedaan itu wajar. rebab. berbeda dengan Gamelan Bali yang rancak dan Gamelan Sunda yang sangat mendayu-dayu dan didominasi suara seruling. pemainnya terdiri atas remaja Putri. dan tarian. Barulah pada beberapa Page | 83 . musik ini dipakai untuk mengiringi pagelaran wayang.APLANG atau DAENG Kesenian yang serupa dengan Angguk. Perkembangan selanjutnya setelah dinamai gamelan. dalam berbicara memunculkan ekspresi yang meledak-ledak serta mewujudkan toleransi antar sesama. karena Jawa memiliki pandangan hidup tersendiri yang diungkapkan dalam irama musik gamelannya. Seni Musik Beberapa jenis alat musik yang terdapat di Jawa. saron kendang dan gambang serta suara gong pada setiap penutup irama. sebuah bentuk gamelan yang berbeda dengan Gamelan Bali ataupun Gamelan Sunda. Pandangan keselarasan hidup Jawa yang diungkapkan dalam dan bertindak sehingga musik tidak gamelannya adalah keselarasan kehidupan jasmani dan rohani. Wujud nyata dalam musiknya adalah tarikan tali rebab yang sedang. Tidak ada kejelasan tentang sejarah munculnya gamelan. tepukan ke mulut. Perkembangan musik gamelan diperkirakan sejak kemunculan kentongan. gesekan pada tali atau bambu tipis hingga dikenalnya alat musik dari logam.

gong dan seruling bambu. Ada 3 macam Saron. Saron Peking. logam. misalnya gong berperan menutup gending. Komponen utama yang menyusun alat-alat musik gamelan adalah bambu. sebuah irama musik yang panjang dan memberi irama keseimbangan setelah sebelumnya musik dihiasi oleh 2) Saron Alat musik pukul dari bronze dengan disanggah kayu. Saron Barung. Masing-masing alat memiliki fungsi tersendiri dalam pagelaran musik gamelan. Pengendang adalah konduktor dari musik gamelan. 3) Bonang Barung Page | 84 . diantaranya satu set alat musik serupa drum yang disebut kendang. Saron Demung. rebab dan celempung. Seperangkat gamelan tersebut diantaranya : 1) Kendang Kendang adalah instrumen pemimpin. Seperangkat gamelan terdiri dari beberapa alat musik. Ada 5 ukuran kendang dari 20 cm . dan kayu.waktu sesudahnya berdiri sebagai musik sendiri dan dilengkapi dengan suara para sinden. gambang.45 cm.

Terdiri dari 2 baris peralatan dari bronze dimainkan dengan 2 alat pukul. Dua Gong besar (Gong Ageng) dan satu gong Suwukan sekitar 90 Page | 85 . 6) Gambang Lempengan kayu yang diletakkan diatas frame kayu juga. 7) Gong Setiap set slendro dan pelog dilengkapi dengan 3 gong. bronze ini diletakan diatas bambu untuk 5) Gender Hampir sama dengan slentem dengan lempengan bronze lebih banyak. 4) Slentem Lempengan resonansinya.

Page | 86 . terbuat dari bronze. Setiap set slendro dan pelog terdiri dari 6 atau 10 kempul. untuk menandakan lagu yang bagiannya berirama pendek. 8) Kempul Gong kecil. Gong menandakan akhir dari bagian lagu yang liriknya panjang.cm.

11) Clempung sebuah instrument kecil. Page | 87 . dimana setiap satu set slendro dan pelog membutuhkan satu clempung. satu set komplet bisa 10 kenong baik set slendro atau pelog. 12) Siter Tiap set slendro dan pelog memerlukan 1 siter. menandakan jeda antar lirik lagu.9) Kenong Semacam gong kecil diatas tatakan. 10) Ketug Disebut juga kenong kecil.

13) Suling Setiap set slendro dan pelog memerlukan 1 suling. 14) Rebab Alat musik gesek Page | 88 .

D E+ G A] dengan perbedaan interval kecil. musik gamelan biasanya dipadukan dengan suara para Page | 89 . Pelog memiliki 7 nada per oktaf. Slendro memiliki 5 nada per oktaf. yaitu 1 2 3 4 5 6 7 [C+ D E. yaitu 1 2 3 5 6 [C. yaitu terdiri dari beberapa putaran dan pathet.15) Keprak dan Kepyak Diperlukan untuk pertunjukan tari 16) Bedug Gamelan Jawa adalah musik dengan nada pentatonis. yaitu slendro dan pelog. Anda bisa melihat gamelan sebagai sebuah pertunjukan musik tersendiri maupun sebagai pengiring tarian atau seni pertunjukan seperti wayang kulit dan ketoprak. dibatasi oleh satu gongan serta melodinya diciptakan dalam unit yang terdiri dari 4 nada. Sebagai sebuah pertunjukan tersendiri.F# G# A B] dengan perbedaan interval yang besar. Satu permainan gamelan komplit terdiri dari dua putaran. Komposisi musik gamelan diciptakan dengan beberapa aturan.

00 WIB digelar gamelan sebagai sebuah pertunjukan musik tersendiri. Pada hari Kamis pukul 10. Gamelan Slendro Gamelan salendro biasa digunakan untuk mengiringi pertunjukan wayang. Salah satu tempat di Yogyakarta dimana anda bisa melihat pertunjukan gamelan adalah Kraton Yogyakarta. Page | 90 . Gamelan Jawa itu dibagi menjadi dua : 1. jaipongan dan lainlain. Untuk melihat pertunjukannya.penyanyi Jawa (penyanyi pria disebut wiraswara dan penyanyi wanita disebut waranggana). Berdasarkan suaranya. Salah satu bentuk gamelan kontemporer adalah jazz-gamelan yang merupakan paduan paduan musik bernada pentatonis dan diatonis. sementara hari Minggu pada waktu yang sama digelar musik gamelan sebagai pengiring tari tradisional Jawa. hanya kurang begitu berkembang dan kurang akrab di masyarakat dan jarang dimiliki oleh grup-grup kesenian di masyarakat. Hampir semua bagian dari alat musik ini terbuat dari logam ( tosan ). anda bisa menuju Bangsal Sri Maganti. Gamelan Pelog Gamelan pelog fungsinya hampir sama dengan gamelan salendro. Yang menabuh gamelan itu harus mengerti tinggi rendahnya suara dan cepat lambatnya lagu. tembaga yang dicampur nikel atau perunggu.00 12. 2. Sedangkan Yang yang memainkan gamelan itu adalah Pesinden Penayagan. Pertunjukan musik gamelan yang digelar kini bisa merupakan gamelan klasik ataupun kontemporer. Sementara untuk melihat perangkat gamelan tua. Sedangkan yang menuntun sampak adalah kendhang. tari. ( wiramenyanyikan adalah swara/swarawati ). Hari Sabtu pada waktu yang sama digelar musik gamelan sebagai pengiring wayang kulit. kliningan. anda bisa menuju bangsal kraton lain yang terletak lebih ke belakang. Alat yang menuntun suara adalah rebab. Seperti : besi.

.kempyang . Selain itu ada juga Gong . kenong. 6 (nem). selain itu gendhing ini merupakan satu-satunya gendhing yang dapat mencirikan keragaman karawitan Jawa timuran karena terangkai menjadi berbagai gaya.kethuk . dhendhem. Nada-nadanya 2 (ro). terdiri atas gambang barung. 5 (mo). gong & kendang.siter/celempung Page | 91 . susunan pola balungan melodi yang ada adalah 65626521 21262165.gong ageng .suling .saron barung . meduroan dan malangan. Perangkat musik khas Banyumasan yang terbuat dari bambu wulung mirip dengan gamelan Jawa.bonang . 3 (lu). gambang penerus.kenong .Beberapa daftar Gamelan . hanya terdiri dari satu jenis instrumen dengan empat bilah berlaras slendro. c) BONGKEL Bongkel adalah musik tradisional Banyumasan yang mirip dengan angklung.slenthem .saron panerus . d) CALUNG Alat musik ini terbuat dari potongan bambu yang diletakkan melintang dan dimainkan dengan cara dipukul.gambang .saron demung .gong suwuk . jombangan.kendhang batangan . Dalam pertunjukkannya Bongkel disajikan gendhing gendhing khusus bongkel.rebab .kempul .kendhang gendhing b) JULA-JULI Jula-juli adalah salah satu gendhing yang sangat lazim dijumpai pada pertunjukan ludruk dan tari remo di Jawa Timur.gender . sebut saja jula-juli surabaya.

Dalam satu grup kenthongan. budaya Hindu-Buddha Jawa dan bahkan juga sedikit budaya Barat. Sultan Agung yang berusaha keras menyebarkan agama Islam di pulau Jawa dalam kerangka negara Mataram Page | 92 . Kenthong adalah alat utamanya. seruling. e) KENTHONGAN Sebagian orang menyebutnya tek-tek. Dalam pertunjukan kesenian ini menyajikan lagu-lagu yang diambil dari kitab Barzanji. Dalam sistem kalender Jawa. Kenthong yang dipakai ada beberapa macam sehingga menghasilkan bunyi yang selaras. f) SALAWATAN JAWA yaitu salah satu seni musik bernafaskan Islam dengan perangkat musik berupa terbang Jawa. Lagulagu yang dibawakan kebanyakan lagu Jawa dan Dangdut. berupa potongan bambu yang diberi lubang memanjang disisinya dan dimainkan dengan cara dipukul dengan tongkat kayu pendek. Aransemen musikal yang disajikan berupa gending-gending Banyumasan. gending gaya Banyumasan. Kalender Jawa Kalender Jawa adalah sebuah kalender yang istimewa karena merupakan perpaduan antara budaya Islam. dan siklus pekan pancawara yang terdiri dari 5 hari pasaran. kecrek dan dipimpin oleh mayoret. Dalam penyajiannya calung diiringi vokalis yang lazim disebut sinden.Sebul dinamakan demikian karena bunyi yang dikeluarkan mirip gong tetapi dimainkan dengan cara ditiup (sebul). siklus hari yang dipakai ada dua: siklus mingguan yang terdiri dari 7 hari seperti yang kita kenal sekarang. Pada tahun 1625 Masehi. Kentongan juga terbuat dari bambu. Kenthongan dimainkan dalam kelompok yang terdiri dari sekitar 20 orang dan dilengkapi dengan Beduk. alat ini juga terbuat dari bambu dengan ukuran yang besar. Surakarta-Yogyakarta dan sering pula disajikan lagu-lagu pop yang diaransir ulang.

Pulau Bali dan Palembang yang mendapatkan pengaruh budaya Jawa. Angka tahun Saka tetap dipakai dan diteruskan. maka bulan-bulan musim atau bulan-bulan surya yang disebut sebagai pranata mangsa. Sehingga tahun saat itu yang adalah tahun 1547 Saka. Besar(Dulkijah) Sela A. dengan nama-nama Arab. Daftar bulan Jawa Islam Di bawah ini disajikan nama-nama bulan Jawa Islam.mengeluarkan dekrit untuk mengubah penanggalan Saka. Mulud 4. Sawal 11. diteruskan menjadi tahun 1547 Jawa. Dekrit Sultan Agung berlaku di seluruh wilayah kerajaan Mataram II: seluruh pulau Jawa dan Madura kecuali Banten. Sedangkan nama Apit dan Besar berasal dari bahasa Jawa dan bahasa Melayu. Sebagian nama bulan diambil dari Kalender Hijriyah. namun beberapa di antaranya menggunakan nama dalam bahasa Sansekerta seperti Pasa. Sejak saat itu kalender Jawa versi Mataram menggunakan sistem kalender kamariah atau lunar. Nama-nama ini adalah nama bulan kamariah atau candra (lunar). Jumadilakhir 7. namun tidak menggunakan angka dari tahun Hijriyah (saat itu tahun 1035 H). (Dulkangidah) 12. Hal ini dilakukan demi asas kesinambungan. karena penanggalan kamariah dianggap tidak memadai sebagai patokan para petani yang bercocok tanam. dikodifikasikan oleh Sri Paduka Mangkunegara IV atau penggunaannya ditetapkan secara resmi. juga tidak ikut mengambil alih kalender karangan Sultan Agung ini. Jumadilawal 6. Ketiga daerah terakhir ini tidak termasuk wilayah kekuasaan Sultan Agung. Sapar 3. Sura 2. (Saban) Ruwah 9. Sebenarnya pranata mangsa ini Page | 93 . Batavia dan Banyuwangi (=Balambangan). Bakdamulud 5. 1. Poso (siyam) 10. Sela dan kemungkinan juga Sura. Daftar bulan Jawa matahari Pada tahun 1855 Masehi. Rejeb 8.

Kalima / Manggala (14 Oktober-9 November) VI. Setiap satuan ini terdiri atas 8 tahun Jawa dan disebut windu. Di bawah disajikan nama-nama windu: 1. Tetapi lama setiap mangsa berbeda-beda. Be 7. Jimawal 4. Ehe 3. Kawolu / Wisaka (4 Februari-1 Maret) IX. Alip 2. Katiga / Manggasri (26 Agustus-18 September) IV. Kapat / Setra (19 September-13 Okober) V. Kanem / Maya (10 November-22 Desember) B. Wawu 8. Jimakir VII. astawara dan sangawara. Siklus windu Oleh orang Jawa tahun-tahun digabung menjadi semacam abad yang terdiri dari delapan satuan lebih kecil. Pekan-pekan ini disebut dengan nama-nama dwiwara. Karo / Pusa (3 Agustus25 Agustus) III. I. Dal 6. Kasewelas / Sadha (20 April-12 Mei) XII. Kasanga / Jita (2 Maret-26 Maret) X.adalah pembagian bulan yang asli Jawa dan sudah digunakan pada jaman pra-Islam. Je 5. pañcawara (pancawara). Lalu oleh beliau tanggalnya disesuaikan dengan penanggalan tarikh kalender Gregorian yang juga merupakan kalender surya. sadwara. namun dari 2 sampai 10 hari. Jaman sekarang hanya pekan yang terdiri atas lima hari dan tujuh hari saja yang Page | 94 . Kasa / Kartika (23 Juni-2 Agustus) II. triwara. Karolas / Asuji (13 Mei-22Juni) Pembagian pekan Orang Jawa pada masa pra Islam mengenal pekan yang lamanya tidak hanya tujuh hari saja. caturwara. saptawara. Kasepuluh / Srawana (27 Maret-19 April) XI. Kapitu / Palguna (23 Desember-3 Februari) VIII.

Mawulu / Taru/Benih. Legi / Manis (5) 3. yaitu yang juga dikenal di budaya-budaya lainnya. 4. Aryang / Manusia 3. Perhitungan hari dengan siklus 5 harian : 1.Wurukung/ Hewan 4. Wage / Kresna/ Langking (4) 3. Selasa / Anggara 4. 6 dan 5 hari berpapasan. dan Kliwon. Kemis / Respati 6. Kemudian sebuah pekan yang terdiri atas tujuh hari ini. Pancawara – Pasaran dan bobot angkanya. Pon / Palguna (7) 5. Senen / Soma 3. Wage. namun di pulau Bali dan di Tengger.dipakai. Siklus ini yang secara total berjumlah 210 hari adalah semua kemungkinannya hari dari pekan yang terdiri atas 7. Rebo / Budha 5. Setu / Tumpak/Saniscara Page | 95 . Pon. Setiap pekan disebut satu wuku dan setelah 30 wuku maka muncul siklus baru lagi. Saptawara – Padinan. Perhitungan hari dengan siklus 7 harian : 1. Pahing / Jenar (9) 2. Perhitungan hari dengan siklus 6 harian 1. Minggu / Radite 2. Pekan yang terdiri atas lima hari ini disebut sebagai pasar oleh orang Jawa dan terdiri dari hari-hari: Legi. Berikut ini secara singkat dijelaskan sebagai berikut: 1. Kliwon/ Kasih (8) 2. Paningron / Mina/Ikan 5. memiliki sebuah siklus yang terdiri atas 30 pekan. Tungle / Daun 2. Paing. Jemuwah / Sukra 7. Sadwara – Paringkelan. Uwas / Peksi/Burung 6. pekan-pekan yang lain ini masih dipakai.

Dangu / Batu 2. Kurantil 5. Wuku. Perhitungan hari dengan siklus 8 harian : 1. Kulawu 29. Warigalit 8. Wurung / Api 9. Prangbakat 25. Harimau 3. Julungwangi 10. Sungsang 11. Sinta 2. Sri 2.4. Hastawara – Padewan. Tulus / Air 5. Brama 7. Yama 5. Bala 26. Gumbreg 7. Wukir 4. Nohan / Rembulan 6. Perhitungan hari dengan siklus 9 harian : 1. Dhukut 30 Watugunung Sistim Penanggalan Jawa disebut juga Penanggalan Jawa Candrasangkalaatau perhitungan penanggalan berdasarkan peredaran Page | 96 . Medhangkungan 21. Sangawara – Padangon. Marakeh 19. Rudra 6. Tambir 20. Mandhasiya 15. Wogan / Ulat 8. kuningan 13. Landhep 3. Gigis / Bumi Jagur / 4. Julungpujud 16. Warigagung 9. Kuruwelut 18. Tolu 6. Wuye 23. Pahang 17. Langkir 14. Dadi / Kayu 6. Perhitungan hari dengan siklus mingguan dari 30 wuku : 1. Indra 3.Guru 4. Kala 8. Manahil 24. Uma 5. Galungan 12. Wugu 27. Maktal 22. Wayang 28. Matahari Kerangan / 7.

Candrasangkala Jawa menetapkan bahwa pergantian hari ketika pergantian sasi waktunya adalah tetap yaitu pada saat matahari terbenam (surup-antara pukul 17. dan Minggu mempunyai bobot angka 5. dan Legi mempunyai bobot angka 5. Ada perbedaan yang hakiki antara system perhitungan penanggalan Jawa dengan penanggalan Hijriah.00). Weton Tiap hari pasaran menurut penanggalan Jawa mempunyai bobot angka yang disebut neton. Contoh : Seperti disebutkan di atas.Bulan mengitari Bumi. 7. Senin mempunyai bobot angka 4 Selasa mempunyai bobot angka 3 Rabu mempunyai bobot angka 7 Kamis mempunyai bobot angka 8 Jum'at mempunyai bobot angka 6 Sabtu mempunyai bobot angka 9. karena Senin = 4 + Paing = 9. sedangkan pergantian hari ketika pergantian sasi/bulan pada penanggalan Hijriah ditentukan dengan Hilal dan Rukyat. tanggal 1 Januari 2001 (awal abad ke-21 dan awal alaf ke-3) adalah hari Senin-Paing. misalnya:    Paing mempunyai bobot angka 9 Pon mempunyai bobot angka 7 Wage mempunyai bobot angka 4 Kliwon mempunyai bobot angka 8. dan mempunyai bobot angka 13. Angka semacam ini biasanya dipakai untuk menentukan hari baik dalam melakukan   Sementara hari mingguan akan mengikuti bobot angka sbb:        • Page | 97 . perbedaan yang nyata adalah pada saat penetapan pergantian hari ketika pergantian sasi/bulan. Perhitungan penanggalan Jawa sudah dicocokkan dengan penanggalan Hijriah namun demikian pencocokan ini bukanlah menjiplak seluruhnya tapi juga mempergunakan perhitungan yang rumit dari para leluhur kita.00 sampai dengan 18.

Rumah Adat Bangunan adat rumah Jawa Ilmu yang mempelajari seni bangunan oleh masyarakat Jawa biasa disebut Ilmu Kalang atau disebut juga Wong Kalang.aktivitas sehari-hari. kutuk ngambang. trajumas. yaitu bangunan dengan Soko Guru dan atap 4 belah sisi. termasuk untuk memilih hari perkawinan menurut adat kepercayaan Jawa. Limasan (atap limas). Bentuk Rumah Joglo :Memiliki ciri. dan lain-lain. sebuah bubungan di tengahnya. yaitu bangunan dengan atap 4 belah sisi. Rumah Jawa adalah arsitektur tradisional Jawa yang berkembang sejak abad ke-13 terdiri atas 5 tipe dasar (pokok) yaitu : 1. atap terdiri dari 4 (empat) buah sisi soko guru dengan pemidangannya (alengnya) dan berblandar tumpang sari. Joglo (atap joglo) atau Tikelan. lambang gantung. serta beberapa ruangan akan tercipta bentukbentuk sinom. Bentuk rumah Limasan: Terutama terlihat pada atapnya yang memiliki 4 (empat) buah bidang sisi. Bangunan ini umumnya dipergunakan sebagai pendopo dan juga untuk tempat tinggal (dalem). sebuah bubungan di tengahnya. Kebanyakan untuk tempat tinggal. Hanya saja yang berbentuk trajumas tidak biasa digunakan sebagai tempat tinggal Page | 98 . 2. Perkembangannya dengan penambahan emper atau serambi. memakai dudur.

3. Kampung (atap pelana), yaitu bangunan dengan atap 2 belah sisi, sebuah bubungan di tengah saja Bentuk Rumah Kampung : Umumnya sebagai tempat tinggal, baik di kota maupun di desa dan di gunung-gunung. Perkembangan dari bentuk ini juga dipergunakan sebagai tempat tinggal 4. Panggang Pe, yaitu bangunan hanya dengan atap sebelah sisi. Bentuk Rumah Panggang-pe :Banyak kita jumpai sebagai tempat jualan minuman, nasi dan lain-lainnya yang terdapat di tepi jalan. Apabila diperkembangkan dapat berfungsi sebagai tempat ronda, tempat mobil / garasi, pabrik, dan sebagainya 5. Mesjidan/Tajugan, yaitu bangunan dengan Soko Guru atap 4 belah sisi, tanpa bubungan, jadi meruncing. Bentuk Rumah Tajug :Ciri utamanya pada atap berbentuk runcing, soko guru dengan blandar-blandar tumpang sari, berdenah bujur sangkar, lantainya selalu di atas tanpa bertingkat. Dipergunakan sebagai tempat suci, semisal : Masjid, tempat raja bertahta, makam. Tidak ada yang untuk tempat tinggal. Jenis-jenis Rumah Joglo : 1. Joglo Lawakan 2. Joglo Sinom 3. Joglo Jompongan 4. Joglo Pangrawit 5. Joglo Mangkurat 6. Joglo Hageng 7. Joglo Semar Tinandhu

Page | 99

Limasan Jenis-jenis Rumah Limasan 1. Limasan Lawakan 2. Limasan Gajah Ngombe 3. Limasan Gajah Njerum 4. Limasan Apitan 5. Limasan Pacul Gowang 6. Limasan Cere Gancet 7. Limasan Trajumas 8. Limasan Gajah Mungkur 9. Limasan Klabang Nyander 10. 11. 12. 13. Limasan Lambang Teplok Limasan Semar Tinandu Limasan Lambang Sari

Joglo

Limasan Semar Pinondhong, contoh Bangsal Kama, Kraton

Cirebon Jenis-jenis Rumah Kampung : 1. Kampung Pokok 2. Kampung Trajumas 3. Kampung Pacul Gowang 4. Kampung Srotong 5. Kampung Cere Gancet 6. Kampung Gotong Mayit 7. Kampung Semar Pinondhong 8. Kampung Apitan 9. Kampung Gajah Njerum 10. 11. 12. 13. Kampung Gajah Ngombe Kampung Doro Gepak Kampung Klabang Nyander Kampung Jompongan Lambang Teplok Semar Tinandhu (untuk

tobong kapur)

Page | 100

14.

Kampung Lambang Teplok (untuk gudang genteng)

Jenis-jenis Rumah Panggang Pe : 1. Panggang Pe Pokok 2. Panggang Pe Trajumas 3. Panggang Pe Empyak Setangkep 4. Panggang Pe Gedhang Selirang 5. Panggang Pe Gedhang Setangkep 6. Panggang Pe Cere Gancet 7. Panggang Pe bentuk kios 8. Panggang Pe Kodokan (jengki) 9. Panggang Pe Barengan 10. Panggang Pe Cere Gancet

Jenis-jenis Mesjidan/Tajugan : 1. Mesjidan Cungkup Pokok 2. Mesjidan Lawakan (langgar) 3. Mesjidan Lambang Teplok, contoh : Bangsal Gianyar, Bali 4. Mesjidan payung agung (meru), susun 3 untuk rakyat, 5 sentana (keluarga) raja, 7 pangeran, 11 raja, contoh Pamujaan Besakih, Bali 5. Tajug Tawon Boni, contoh : Bangsal Pajajaran 6. Tajug Tiang Satu Lambang Teplok, contoh : Mesjid rakyat Gombong 7. Tajug Semar Sinongsong Lambang Teplok, contoh : Langgar Kecil Kraton Cirebon 8. Tajug Pendawa, contoh : Kraton Cirebon 9. Tajug Lambang Gantung, contoh : Bangsal Ponconiti Kraton Yogyakarta 10. 11. 12. Tajug Lambangsari, contoh : Bangsal Pertemuan para Wali, Tajug Lawakan Lambang Teplok, contoh : Pasarean Suwargan, Tajug Semar Tinandhu, Dukuh, Yogyakarta Gunung Sembung Imogiri

Page | 101

Kraton Cirebon Masing-masing bentuk berkembang menjadi beraneka jenis dan variasi yang bukan hanya berkaitan dengan perbedaan ukurannya saja.pendopo : bentuk kampung : bentuk joglo Page | 102 . 16. sehingga masyarakat Jawa tidak mungkin rumah tempat tinggalnya dibuat berbentuk Tajug. contoh : Masjid Soko Tunggal (gabungan Pajajaran dan Sultan Agungan. Tajug Ceblokan Lambang Teplok. Lawang Sanga-sanga. Rumah yang lengkap sering memiliki bentuk-bentuk serta penggunaan yang tertentu. Tajug Semar Sinongsong Lambang Gantung.13. itu selalu hanya digunakan untuk bangunan yang bersifat suci.pintu gerbang . Kraton Yogyakarta 14. makam. cere gencet. Masjid Agung Yogyakrata Tajug Mangkurat. apabila diadakan penggabungan antara 5 macam bangunan maka terjadi berbagai macam bentuk rumah Jawa. gedang setangkep. sinom joglo lambang gantung. dan lain-lain. Bangsal Witono. bentuk-bentuk rumah itu mempunyai sifat dan penggunaan tersendiri. Sebagai contoh : gedang selirang. Misalnya bentuk Tajug. umpamanya untuk bangunan Masjid. Dari kelima macam bangunan pokok rumah Jawa ini. dan tempat raja bertahta. 15. Kraton Yogyakarta Tajug Sinom Semar Tinandhu. Menurut pandangan hidup masyarakat Jawa. Taman. melainkan juga dengan situasi dan kondisi daerah setempat. antara lain : .

dan sebagainya. brunjung. misalnya : .pringgitan . blandar.emper depan . : bentuk limasan : bentuk joglo : bentuk kampung . pengeret. maka semua bagian kerangka rumah telah diberi nama-nama tertentu. Dengan sendirinya rumah yang berbentuk doro gepak (atap bangunan yang berbentuk mirip burung dara yang sedang terbang mengepakkan sayapnya) misalnya bagian-bagiannya dipergunakan untuk kegunaan yang tertentu. usuk ri-gereh. umpak. Ruang dalam dan luar saling mengimbas tanpa pembatas yang tegar. saka penanggap.dalem . saka guru. Arsitektur tradisional Jawa terbukti sangat populer tidak hanya di Jawa sendiri tetapi sampai menjangkau manca negara.emper kanan-kiri : untuk Pendopo : untuk tempat pertemuan keluarga : untuk senthong tengah dan senthong kiri kanan : untuk gudang dan dapur.gandhok (kiri-kanan) : bentuk pacul gowang Tetapi bagi orang yang tidak mampu tidaklah mungkin akan demikian. reng.dapur . Hal tersebut dimaksudkan untuk berjaga-jaga bila ada banjir. Kedutaan Besar Indonesia di Singapura dan Malaysia juga Bandar Udara Soekarno-Hatta mempunyai arsitektur tradisional Jawa. Di beberapa daerah pantai terdapat pula rumah-rumah yang berkolong.emper yang lain . Dinding ruangan sekedar merupakan tirai Page | 103 . usuk peniyung. Struktur bangunannya merupakan struktur rangka dengan konstruksi kayu.dan lain-lain.. Yang disebut rumah yang utuh seringkali bukanlah satu bangunan dengan dinding yang pejal melainkan halaman yang berisi sekelompok unit bangunan dengan fungsi yang berbeda-beda. dudur.ruang tengah . Pada dasarnya arsitektur tradisonal Jawa – sebagaimana halnya Bali dan daerah lain – adalah arsitektur halaman yang dikelilingi oleh pagar. Bahan bangunan rumah Jawa ialah terutama dari kayu jati. Dalam Seni Bangunan Jawa karena telah begitu maju. bagaikan payung yang terpancang terbuka. seperti : ander.

dan sebagainya). penyaring debu. juga sebagai sumber pangan bagi manusia dan binatang bahkan sering pula dimanfaatkan untuk obat tradisional. yang sangat melindungi ruang beranda atau emperan di bawahnya. khitanan. tempat menyimpan padi dan hasil bumi lainnya. Selain rumah tempat tinggal (induk). wajar dan jujur tanpa ada usaha menutup-nutupinya. terletak di depan rumah tempat tinggal. yaitu sebagai peneduh. di antara rumah belakang dengan pendapa terdapat pringgitan. semua dibiarkan menunjukan watak aslinya. misal: lumbung. Halaman yang lega dengan perkerasan pasir atau kerikil sangat bermanfaat untuk penyerapan air hujan. disamping bangunan rumah tersebut. Pringgitan ialah tempat yang digunakan untuk pementasan pertunjukan wayang kulit.pembatas. Demikian pula bahan-bahan bangunannya. Biasanya terletak di sebelah kiri atau kanan Page | 104 . peredam angin dan suara. Di samping itu arsitektur Jawa memiliki ketahanan yang cukup handal terhadap gempa. bila yang bersangkutan mempunyai kerja (pernikahan. Sedangkan pepohonan yang ditanam seringkali memiliki sasraguna (multi fungsi). yaitu tempat untuk tidur. tempat tinggalnya (rumah) masih dilengkapi dengan bangunan lainnya. Susunan rumah demikian mirip dengan susunan rumah istana Hindu Jawa. Tata ruang dan struktur yang demikian sungguh cocok untuk daerah beriklim tropis yang sering mengalami gempa dan sesuai untuk peri kehidupan manusia yang memiliki kepribadian senang berada di udara terbuka. sedang tamu wanita ditempatkan di rumah belakang. Yang sangat menarik pula untuk diungkap adalah struktur tersebut diperlihatkan secara jelas. Dalam masyarakat Jawa. Dalam pertunjukan tersebut tamu laki-laki ditempatkan di pendapa. Rumah belakang (omah buri) digunakan untuk rumah tempat tinggal. Atap bangunannya selalu menggunakan tritisan yang lebar. Bangunan rumah tersebut terdiri dari: pendhapa. Bagi warga masyarakat umum (kawula dalem) yang mampu. istirahat anggota keluarga. bukan dinding pemikul. susunan rumah dalam sebuah rumah tangga terdiri dari beberapa bangunan rumah. misalnya Istana Ratu Boko di dekat Prambanan. terdapat pula bangunan rumah lain yang digunakan untuk keperluan lain dai keluarga tersebut. digunakan untuk menerima tamu.

dapur. untuk ternak unggas. untuk kuda disebut gedhongan. berupa rumah kecil ditempatkan di samping dapur atau belakang samping kiri atau kanan rumah belakang. gedhogan. kambing. Demikian pula tempat buang air besar/kecil dan kamar mandi dibuatkan bangunan rumah sendiri. Kandang bisa terdapat di sebelah kiri pendapa. Terletak di samping kiri atau kanan rumah belakang (pada umumnya terletak di sebelah belakang). topengan. Kandang. kandhang. Letaknya agak berjauhan. Pintu masuk pekarangan sering dibuat Regol. ada sarong (ayam). untuk tempat binatang ternak (sapi. Page | 105 . rumah tempat menumbuk padi. dan juga tempat bersantai untuk mencari udara segar dari pemiliknya. Kadang-kadang terdapat peranginan. Hal tersebut sangat bergantung pada kemampuan keluarga. Gedhongan biasanya menyambung ke kiri atau ke kanan kandhang. itik. Sedang untuk sarong atau kombong terletak di sebelah kiri agak jauh dari pendhapa. Peranginan ini bagi pejabat desa bisa digunakan untuk markas ronda atau larag. gadhok (tempat para pelayan). Biasanya untuk WC ditempatkan agak berjauhan dengan dapur. rumah belakang. Untuk ternak besar disebut kandang. tempat memasak. bangsal. Secara lengkap kompleks rumah tempat tinggal orang Jawa adala rumah belakang. pendapa. pringgitan. Kemudian terdapat bangunan tempat mandi yang disebut jambang. namun ada pula yang diletakkan di muka pendhapa dengan disela oleh halaman yang luas. biasanya diletakkan disamping kanan agak berjauhan dengan pendapa. Dapur (pawon) terletak di sebelah kiri rumah belakang (omah buri).ayam dan sebagainya). sumur dan pendhapa. Besar kecilnya maupun jenis bangunannya dibuat menurut selera serta harus diingat status sosial pemiliknya didalam masyarakat. Lesung. kombong (itik. lumbung.Pringgitan. Kadang-kadang terdapat lesung yang terletak di muka pendapa samping kanan. ialah bangunan rumah kecil. angsa). Demikian sedikit variasi bangun rumah adat Jawa yang lengkap untuk sebuah keluarga. pringgitan. serambi. kerbau. angsa. kuda. dan sebagainya.

Pare. Kakawin yang tidak lengkap ini adalah sajak tertua dalam bahasa Jawa (Kuna). dimulai dengan Prasasti Sukabumi. Sastra Jawa Kuna diwariskan dalam bentuk manuskrip dan prasasti. Karya-karya ini mencakup genre seperti sajak wiracarita. kronik (babad).Karya Sastra SASTRA JAWA Sejarah Sastra Jawa dimulai dengan sebuah prasasti yang ditemukan di daerah Sukabumi (Sukobumi). dan Sastra Jawa-Palembang. Sastra Jawa-Sunda. Biasanya sejarah sastra Jawa dibagi dalam empat masa: • • • • Sastra Jawa Kuna Sastra Jawa Tengahan Sastra Jawa Baru Sastra Jawa Modern Terdapat pula kategori Sastra Jawa-Bali. Dari semua sastra tradisional Nusantara. dan kitab-kitab keagamaan. Setelah prasasti Sukabumi. Page | 106 . Tetapi setelah proklamasi RI. ada pula Sastra Jawa-Lombok. sastra Jawa adalah yang paling berkembang dan paling banyak tersimpan karya sastranya. undang-undang hukum. Selain itu. Sastra Jawa Kuna Sastra Jawa Kuna meliputi sastra yang ditulis dalam bahasa Jawa Kuna pada periode kurang-lebih ditulis dari abad ke-9 sampai abad ke-14 Masehi. Prasasti yang biasa disebut dengan nama Prasasti Sukabumi ini bertarikh 25 Maret tahun 804 Masehi. Manuskrip-manuskrip yang memuat teks Jawa Kuna jumlahnya sampai ribuan sementara prasasti-prasasti ada puluhan dan bahkan ratusan jumlahnya. ditemukan prasasti lainnya dari tahun 856 M yang berisikan sebuah sajak yang disebut kakawin. yang berkembang dari Sastra Jawa Tengahan. Isinya ditulis dalam bahasa Jawa Kuna. Meski di sini harus diberi catatan bahwa tidak semua prasasti memuat teks kesusastraan. kesatuan yang diutamakan. A. tahun 1945 sastra Jawa agak dianaktirikan karena di Negara Kesatuan RI. Jawa Timur. Karya sastra ini ditulis baik dalam bentuk prosa (gancaran) maupun puisi (kakawin). Kediri. Sastra Jawa-Madura.

Bahkan di Jawa terdapat pula teks-teks Jawa Kuna yang tidak dikenal di Bali. Teks kesusastraan tertua pada sebuah prasasti terdapat pada Prasasti Siwagreha yang ditarikh berasal dari tahun 856 Masehi. Sastra Jawa Pertengahan adalah masa transisi antara sastra Jawa Kuna dan sastra Jawa Baru. Jadi merupakan sastra Jawa sebelum masa sastra Jawa Pertengahan. namun isinya bukan merupakan teks kesusastraan. Istilah ini bisa berarti sastra dalam bahasa Jawa sebelum masuknya pengaruh Islam atau pembagian yang lebih halus lagi: sastra Jawa yang terlama. Di dalam artikel ini. Kakawin Ramayana dan terjemahan Mahabharata dalam bahasa Jawa Kuna. Kolonel Colin Mackenzie beliau mengumpulkan dan meneliti naskah-naskah Jawa Kuna. Naskah nipah ini memuat teks Kakawin Arjunawiwaha yang berasal dari abad ke11. Selain sebagai seorang negarawan beliau juga tertarik dengan kebudayaan setempat. Banyak teks dalam bahasa Jawa Kuna yang terlestarikan dari abad ke- Page | 107 . Sastra Jawa Kuna yang terlestarikan sampai hari ini sebagian besar diturunkan dalam bentuk naskah manuskrip yang telah disalin ulang berkali-kali. tembaga dan lain-lain.Karya-karya sastra Jawa penting yang ditulis pada periode ini termasuk Candakarana. Penelitian ilmiah mengenai sastra Jawa Kuna mulai berkembang pada abad ke-19 awal dan mulanya dirintis oleh Stamford Raffles. Gubernur-Jenderal dari Britania Raya yang memerintah di pulau Jawa. Karya sastra Jawa Kuna sebagian besar terlestarikan di Bali dan ditulis pada naskah-naskah manuskrip lontar. Sedangkan naskah manuskrip tertua adalah sebuah naskah daun nipah yang berasal dari abad ke-13 dan ditemukan di Jawa Barat. pengertian terakhir inilah yang dipakai. Prasasti tertua dalam bahasa Jawa Kuna berasal dari tahun 804. Bersama asistennya. Sehingga mereka jarang yang tertulis dalam bentuk asli seperti pada waktu dibuat dahulu. Walau sebagian besar sastra Jawa Kuna terlestarikan di Bali. kecuali jika ditulis pada bahan tulisan yang awet seperti batu. di Jawa dan Madura ada pula sastra Jawa Kuna yang terlestarikan. Istilah sastra Jawa Kuna agak sedikit rancu.

9 sampai abad ke-14. Namun tidak semua teks-teks ini merupakan teks kesusastraan. Dari masa ini terwariskan sekitar 20 teks prosa dan 25 teks puisi. Sebagian besar dari teks-teks ini ditulis setelah abad ke-11.

Daftar Karya Sastra Jawa Kuna dalam bentuk prosa: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Candakarana Sang Hyang Kamahayanikan Brahmandapurana Agastyaparwa Uttarakanda Adiparwa Sabhaparwa Wirataparwa, 996 Udyogaparwa Bhismaparwa Asramawasanaparwa Mosalaparwa Prasthanikaparwa Swargarohanaparwa Kunjarakarna Kakawin Tertua Jawa, 856 Kakawin Ramayana ~ 870 Kakawin Arjunawiwaha, mpu Kanwa, ~ 1030 Kakawin Kresnayana Kakawin Sumanasantaka Kakawin Smaradahana Kakawin Bhomakawya Kakawin Bharatayuddha, mpu Sedah dan mpu Panuluh, 1157 Kakawin Hariwangsa Kakawin Gatotkacasraya Kakawin Wrettasañcaya Kakawin Wrettayana Page | 108

Daftar Karya Sastra Jawa Kuna dalam bentuk puisi (kakawin)

13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. B.

Kakawin Brahmandapurana Kakawin Kunjarakarna, mpu "Dusun" Kakawin Nagarakretagama, mpu Prapanca, 1365 Kakawin Arjunawijaya, mpu Tantular Kakawin Sutasoma, mpu Tantular Kakawin Siwaratrikalpa, Kakawin Lubdhaka Kakawin Parthayajna Kakawin Nitisastra Kakawin Nirarthaprakreta Kakawin Dharmasunya Kakawin Harisraya Kakawin Banawa Sekar Tanakung Sastra Jawa Tengahan

Sastra Jawa Pertengahan muncul di Kerajaan Majapahit, mulai dari abad ke-13 sampai kira-kira abad ke-16. Setelah ini, sastra Jawa Tengahan diteruskan di Bali menjadi Sastra Jawa-Bali. Pada masa ini muncul karyakarya puisi yang berdasarkan metrum Jawa atau Indonesia asli. Karyakarya ini disebut kidung. Daftar Karya Sastra Jawa Tengahan prosa: 1. 2. 3. 4. 5. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tantu Panggelaran Calon Arang Tantri Kamandaka Korawasrama Pararaton Kakawin Dewaruci Kidung Sudamala Kidung Subrata Kidung Sunda Kidung Panji Angreni Kidung Sri Tanjung

Daftar Karya Sastra Jawa Tengahan puisi:

Page | 109

C.

Sastra Jawa Baru

Sastra Jawa Baru kurang-lebih muncul setelah masuknya agama Islam di pulau Jawa dari Demak antara abad kelima belas dan keenam belas Masehi. Dengan masuknya agama Islam, orang Jawa mendapatkan ilham baru dalam menulis karya sastra mereka. Maka, pada masa-masa awal, zaman Sastra Jawa Baru, banyak pula digubah karya-karya sastra mengenai agama Islam. Suluk Malang Sumirang adalah salah satu yang terpenting. Kemudian pada masa ini muncul pula karya-karya sastra bersifat ensiklopedis seperti Serat Jatiswara dan Serat Centhini. Para penulis 'ensiklopedia' ini rupanya ingin mengumpulkan dan melestarikan semua ilmu yang (masih) ada di pulau Jawa, sebab karya-karya sastra ini mengandung banyak pengetahuan dari masa yang lebih lampau, yaitu masa sastra Jawa Kuna. Gaya bahasa pada masa-masa awal masih mirip dengan Bahasa Jawa Tengahan. Setelah tahun ~ 1650, bahasa Jawa gaya Surakarta menjadi semakin dominan. Setelah masa ini, ada pula renaisans Sastra Jawa Kuna. Kitab-kitab kuna yang bernapaskan agama Hindu-Buddha mulai dipelajari lagi dan digubah dalam bahasa Jawa Baru. Sebuah jenis karya yang khusus adalah babad, yang menceritakan sejarah. Jenis ini juga didapati pada Sastra Jawa-Bali. Daftar Cuplikan Karya Sastra Jawa Baru Masa Islam:
• • • • • • • • •

Kidung Rumeksa ing Wengi Kitab Sunan Bonang Primbon Islam Suluk Sukarsa Serat Koja Jajahan Suluk Wujil Suluk Malang Sumirang Serat Nitisruti Serat Nitipraja

Page | 110

• • • • • • • Serat Sewaka Serat Menak Serat Yusup Serat Rengganis Serat Manik Maya Serat Ambiya Serat Kandha Serat Rama Kawi Serat Bratayuda. 1871 Serat Darmagandhul Babad Giyanti Babad Prayut Babad Pakepung Babad Tanah Jawi Masa Renaisans dan sesudahnya: • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Babad-Babad: • • • • Page | 111 . Raden Panji Jayasubrata. Ingkang Sinuwun Pakubuwana III Serat Darmasunya Serat Dewaruci Serat Ambiya Yasadipuran. Kyai Yasadipura Serat Tajusalatin Serat Cebolek Serat Sasanasunu Serat Wicara Keras Serat Kalatidha. Raden Ngabehi Ranggawarsita Serat Paramayoga. Raden Ngabehi Ranggawarsita Serat Jitapsara Serat Pustaka Raja Serat Cemporet Serat Damar Wulan. Kyai Yasadipura Serat Panitisastra Serat Arjunasasra Serat Mintaraga.

cerita wayang. Hoery Wayang Page | 112 . Perbedaan utamanya ialah semakin banyak digunakannya kata-kata Melayu. Genre yang cukup populer adalah tentang perjalanan. J. novel. oleh Taco Roorda) juga diciptakan huruf cetak berdasarkan aksara Jawa gaya Surakarta untuk Bahasa Jawa. X. Daftar Karya Sastra • Lelampahaning Purwalelana. Maka. yang kemudian menjadi standar di pulau Jawa. J. F. Suparto Brata. 1913 Ratu. Gaya bahasa pada masa ini masih mirip dengan Bahasa Jawa Baru. esai. X. Krishna Mihardja. roman. 1995 Tunggak-Tunggak Jati. 2004 Pagelaran. Sastra Jawa Modern Sastra Jawa Modern muncul setelah pengaruh penjajah Belanda dan semakin terasa di Pulau Jawa sejak abad kesembilan belas Masehi. Para cendekiawan Belanda memberi saran para pujangga Jawa untuk menulis cerita atau kisah mirip orang Barat dan tidak selalu berdasarkan mitologi. dan sebagainya. lalu muncullah karya sastra seperti di Dunia Barat. Pada masa ini (tahun 1839. Esmiet Lelakone Si lan Man. F. Hoery Banjire Wis Surut. Raden Mas Purwalelana (jeneng sesinglon) 1875-1880 • • • • • • Rangsang Tuban. dan juga kata-kata Belanda.D. dan sebagainya. Padmasoesastra.

seni sastra. Wayang. Kata `wayang' diduga berasal dari kata `wewayangan'. serta hiburan.Wayang adalah seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Pulau Jawa dan Bali. seni musik. pemahaman filsafat. Wayang Kulit di Jawa Timur 2. seni pahat. Ada versi wayang yang dimainkan oleh orang dengan memakai kostum. Wayang Golek di Jawa Barat Masing masing sangat bekaitan satu sama lain. Sunan Kali Jaga dan Raden Patah sangat berjasa dalam mengembangkan Wayang. yang dikenal sebagai wayang orang. Pertunjukan wayang telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003. dakwah. sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan sangat berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Budaya wayang. Yaitu "Mana yang Isi(Wayang Wong) dan Mana yang Kulit (Wayang Kulit) harus dicari (Wayang Golek)". Jenis-jenis wayang : Page | 113 . dan ada pula wayang yang berupa sekumpulan boneka yang dimainkan oleh dalang. dan juga seni perlambang. Penonton hanya menyaksikan gerakan-gerakan wayang melalui bayangan yang jatuh pada kelir. 3. yang artinya bayangan. Budaya wayang meliputi seni peran. 1. Para Wali di Tanah Jawa sudah mengatur sedemikian rupa menjadi tiga bagian. pendidikan. Cerita yang dikisahkan dalam pagelaran wayang biasanya berasal dari Mahabharata dan Ramayana. hiburan. secarik kain. seni tutur. juga merupakan media penerangan. sebagai pembatas antara dalang yang memainkan wayang. seni suara. Wayang Wong atau Wayang Orang di Jawa Tengah. seni lukis. Wayang yang dimainkan dalang ini diantaranya berupa wayang kulit atau wayang golek. Dugaan ini sesuai dengan kenyataan pada pergelaran Wayang Kulit yang menggunakan kelir. dan penonton di balik kelir itu. oleh para pendahulu negri ini sangat mengandung arti yang sangat dalam sekali. yang terus berkembang dari zaman ke zaman.

Wayang Sadat .Wayang Klitik . -Wayang Wahyu -Wayang Menak . 2. Wayang Beber Berupa selembar kertas atau kain yang berukuran sekitar 80 cm X 12 meter. Sedangkan alat peraganya pun berkembang menjadi beberapa macam. budaya wayang berkembang menjadi beragam jenis.Perkembangan jenis wayang ini juga dipengaruhi oleh keadaan budaya daerah setempat. -Wayang Kulit -Wayang Krucil -Wayang Purwa -Wayang Beber -Wayang Orang -Wayang Gedog -Wayang Sasak -Wayang Calonarang 1.Wayang Papak . Kebanyakan jenis jenis wayang itu tetap nenggunakan Mahabarata dan Ramayana sebagai induk ceritanya. kayu.Wayang Madya . Wayang Beber pada umumnya menceritakan kisah Panji. kulit.Wayanng Parwa .Wayang Kancil -Wayang Golek/ Wayang Thengul Bojonegoro Page | 114 .Selama berabad-abad. Wayang Kulit Purwa mengambil cerita dari kisah Mahabarata dan Ramayana. kain. Peraga wayang yang dimainkan oleh seorang dalang terbuat dari lembaran kulit kerbau (atau sapi) yang dipahat menurut bentuk tokoh wayang dan kemudian disungging dengan warna warni yang mencerminkan perlambang karakter dari sang Tokoh. Wayang Kulit Purwa Merupakan jenis wayang yang paling populer di masyarakat sampai saat ini. dan juga Wayang Orang.Wayang Suluh . Pada saat pergelaran bagian gambar yang menampilkan adegan lakon itu dibuka dari gulungannya. Satu gulung wayang beber biasanya terdiri atas 16 adegan. yang digambari dengan beberapa adegan lakon wayang tertentu. dan sang Dalang menceritakan kisah yang terlukis dalam setiap adegan itu. antara lain yang terbuat dari kertas.

Surakarta. antara lain dengan memberinya kuluk. Wayang Klitik Terbuat dari kayu pipih yang dibentuk dan disungging menyerupai Wayang Kulit Purwa. pada zaman pemerintahan Mangkunegoro VII. Wayang Golek Menak Disebut juga Wayang Tengul. Pergelaran Wayang Kulit Purwa diiringi dengan seperangkat gamelan sedangkan penyanyi wanita yang menyanyikan gending-gending tertentu. agar lebih awet dan ringan menggerakkannya. dsb.Agar lembaran wayang itu tidak lemas. jamang. Jenis wayang ini tersebar hampir di seluruh Jawa dan daerah transmigrasi. Latar belakang cerita Menak adalah negeri Arab. Walaupun tokoh ceritanya sebenarnya orang Arab. seorang dalang dari Baturetno. walaupun tubah dan sorban Arab juga digunakan. pada masa perjuangan Nabi Muhammad SAW menyebarkan agama Islam . Selain berupa golek. cempuritnya merupakan Page | 115 . sumping. terbuat dari tanduk kerbau atau kulit penyu. Wayang Menak juga ada yang dirupakan dalam bentuk kulit. juga menggunakan peraga wayang berbentuk boneka kecil. 3. peraga Wayang Golek Menak diberi pakaian mirip dengan Wayang Kulit Purwa. Kerangka itu disebut cempurit. Induk ceritanya bukan diambil dari Kitab Ramayana dan Mahabarata. 4. Hanya bagian tangan peraga wayang itu bukan dari kayu pipih melainkan terbuat dari kulit. Pada Wayang Klitik. melainkan dari Kitab Menak. Wayang ini diciptakan oleh Ki Trunadipa. disebut pesinden atau waranggana. digunakan "kerangka penguat" yang membuatnya kaku. bahkan juga di Suriname di benua Amerika bagian selatan.

Wayang Orang Adalah seni drama tari yang mengambil cerita Ramayana dan Mahabarata sebagai induk ceritanya. 5. Wayang Orang adalah perwujudan drama tari dari Wayang Kulit Purwa. karena baru tercipta setelah zaman kemerdekaan. di antara tokoh peraganya. Pementasan Wayang Klitik juga diiringi oleh gamelan dan pesinden. Yang berbeda benar adalah induk cerita yang diambil untuk lakon-lakonnya. Bung Hatta. Wayang ini diciptakan orang pada tahun 1648. tidak ada penari wanita. saat ini sudah hampir punah. Wayang Suluh Suluh tergolong wayang modern. Dari segi cerita. Baik Wayang Krucil maupun Wayang Klitik. antara lain terdapat Bung Karno. bukan dari Ramayana atau Mahabarata. Anggapan itu disebabkan . Bung Page | 116 . Wayang Krucil Sering dianggap sama dengan Wayang Klitik. yakni pertengahan abad ke-18. Jadi agak mirip dengan pertunjukan ludruk di Jawa Timur dewasa ini.kelanjutan dari bahan kayu pembuatan wayangnya. Karena itu. Wayang Krucil mengambil lakon dari cerita Damarwulan. sehingga 7. tetapi tanpa menggunakan kelir penonton dapat melihat secara langsung. Pada mulanya. Wayang ini dimaksudkan sebagai media penerangan mengenai sejarah perjuangan bangsa.karena Wayang Krucil juga terbuat dari kayu pipih. 6. semua penari Wayang Orang adalah penari pria.

Penggambaran tokoh Wayang Suluh dibuat realistik. Wayang Gedog Diciptakan oleh Sunan Giri di tandai candra sengkala Gegamaning Naga Kinaryeng Bathara: 1485 caka (1568 M). Pergelaran Wayang wahyu hampir serupa dengan Wayang Kulit Purwa. baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. diiring oleh seperangkat gamelan dan pesinden. tidak semua orang Jawa menyukai wayang. 8. Di antara tokoh-tokoh ceritanya. Perkembangan Wayang Wahyu amat terbatas pada lingkungan masyarakat beragama Katolik. Di antara lakonnya. tetapi corak tatahan dan sunggingannya agak naturalistik. Para dalangnya pun pada umumnya juga merangkap sebagai dalang Wayang Kulit Purwa. dan Jenderal Sudirman. Dengan demikian Wayang Wahyu praktis tidak berkembang. Wayang ini mengambil lakon dari cerita Injil. dan Raden Gunungsari. antara lain adalah Samson Ian Delilah. itu pun yang berasal dari suku bangsa Jawa. dan David Ian Goliat. Prabu Klana Madukusuma. Bahasa pengantarnya. antara lain adalah Prabu Lembu Hamiluhur. 9. Wayang Wahyu Mempunyai bentuk peraga wayang terbuat dari kulit. Syahrir. tetapi mengambil lakon dari cerita-cerita Panji. Page | 117 .Tomo. sebagian orang menamakan Wayang Gedog ini Wayang Panji. Itulah sebabnya. Padahal. Wayang ini amat mirip dengan Wayang Kulit Purwa. bahasa Jawa. kelir dan gedebog.

boleh dibilang sudah punah. Wayang kulit dimainkan oleh seorang dalang Page | 118 . Wayang yang juga terbuat dari kulit itu. yakni mempopulerkannya. tetap berusaha Subroto Wayang kulit adalah seni tradisional Indonesia. 10. Wayang Kancil termasuk di antara jenis wayang meskipun seorang seniman. Wayang Kancil Termasuk wayang moderen. yang terutama berkembang di Jawa dan di sebelah timur semenanjung Malaysia seperti di Kelantan dan Terengganu.Wayang ini. Cerita untuk lakon-lakon para Wayang Kancil diambil dari Kitab Serat Kancil Kridamartana karangan Raden Panji Natarata. 11. Hanya sisa-sisa peraganya saja yang masih bisa dilihat di beberapa museum dan Keraton Surakarta. menggunakan tokoh peraga binatang. diciptakan tahun 1925 oleh seorang keturunan Cina bernama Bo Liem. Wayang Kulit yang Iedjar tidak berkembang. dibuat dan disungging oleh Lie To Hien.

mempunyai nuansa kerakyatan yang kental sebagaimana karakter masyarakatnya . sabet ( seluruh gerak wayang). yaitu layar yang terbuat dari kain putih. devosional dan hiburan. Pakeliran Gagrag Banyumasan. Pakeliran ini mencakup unsur-unsur yaitu. sementara di belakangnya disorotkan lampu listrik atau lampu minyak (blencong). Untuk dapat memahami cerita wayang(lakon). jujur dan terus terang . sehingga para penonton yang berada di sisi lain dari layar dapat melihat bayangan wayang yang jatuh ke kelir. dan berperan sebagai bentuk seni klangenan serta dijadikan wahana untuk mempertahankan nilai etika.yang juga menjadi narator dialog tokoh-tokoh wayang. serta lugas dan mampu bertahan sampai saat ini dalam menghadapi perubahan jaman. Jenis Wayang Kulit menurut asal daerah di Jawa : • • • Wayang Jawa Yogyakarta Wayang Jawa Surakarta Wayang Kulit Gagrag Banyumasan Wayang Kulit Gagrag Banyumasan merupakan salah satu gaya pedalangan di tanah Jawa. yang lebih dikenal dengan istilah pakeliran. sederhana. dengan diiringi oleh musik gamelan yang dimainkan sekelompok nayaga dan tembang yang dinyanyikan oleh para pesinden. lakon wayang ( penyajian alur cerita dan maknanya). sulukan dan properti panggung ) . yang kualitasnya selalu terjaga dan ditangani sungguh-sungguh oleh para pakar yang memahami benar. Dalam Wayang Gagrag Banyumasan mempunyai ciri khas dalam penceritaan yang lebih memperjelas peran rakyat kecil yang dimanivestasikan dalam tokoh punakawan seperti cerita Bawor Dadi Ratu. karawitan ( gendhing. dan hidup serta berkembang di daerah eks Karesidenan Banyumas. karena memperoleh simpati dan dicintai masyarakatnya. Dalang memainkan wayang kulit di balik kelir. penonton harus memiliki pengetahuan akan tokoh-tokoh wayang yang bayangannya tampil di layar. catur ( narasi dan cakapan) . Petruk Krama dan lain-lain selain itu pula wayang Gagrag Banyumasan lebih menonjolkan peran para muda dalam penyelesaian kasus-kasus dan Page | 119 . merupakan ekspresi dan sifatnya lebih bebas.

Pada umumnya rasukan Jawa dibagi menjadi 4 bagian yaitu. diri sendiri maupun Tuhan Yang Maha Kuasa Pencipta segalanya. • 1 Bagian ndhuwur/bagian atas (Penutup Kepala)  Iket atau blangkon Page | 120 . baik dalam hubungannya dengan sesama manusia. Masing-masing jenis Selain rasukan kejawen juga ada Jawa ini mempunyai makna rasukan surjan. Pakaian Adat Rasukan adat Jawa Rasukan adat Jawa atau pakaian adat Jawa yang umumnya disebut rasukan kejawen yang sudah ada sejak jaman dahulu dan mulai terbentuk lengkap pada jaman kerajaan demak. Dalam busana Jawa ini tersembunyi ajaran untuk melakukan segala sesuatu di dunia ini secara harmoni yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. Contoh gambar wayang : Batara Guru (Siwa) dalam bentuk seni wayang Jawa. Cerita Srikandi Mbarang Lengger' yang merupakan terusan lakon Srenggini Takon Rama adalah salah satu contoh kongkrit bahwa peran pemuda seperti Antasena dan Wisanggeni menjadi sangat sentral.permasalahan. rasukan basahan dan rasukan gedhog. Busana Jawa penuh dengan piwulang sinandhi (ajaran tersamar) kaya akan ajaran Jawa. rasukan mesiran. rasukan perumpamaan atau melambangakn nilai-nilai luhur filosofi Jawa. Pakaian adat Jawa ini mempunyai perlambang tertentu bagi orang Jawa.

Tonjolan ini menandakan model rambut pria masa itu yang sering mengikat rambut panjang mereka di bagian belakang kepala. Jika sudah dikenakan di atas kepala. sehingga bagian tersebut tersembul di bagian belakang blangkon. Udheng dari kata kerja Mudheng atau mengerti dengan jelas.Blangkon adalah tutup kepala yang dibuat dari batik dan digunakan oleh kaum pria sebagai bagian dari pakaian tradisional Jawa. Untuk bagian kepala selain menggunakan blangkon biasanya orang Jawa kuna (tradisional) mengenakan "iket" yaitu ikat kepala yang dibentuk sedemikian rupa sehingga menjadi penutup kepala. Maksudnya agar manusia mempunyai pemikiran yang kukuh. Selain itu udheng juga mempunyai arti bahwa manusia seharusnya mempunyai ketrampilan dapat menjalankan pekerjaannya dengan dasar pengetahuan yang Page | 121 . iket dan udheng sulit dibedakan karena ujud dan fungsinya sama. Untuk beberapa tipe blangkon ada yang menggunakan tonjolan pada bagian belakang blangkon.  Udheng Udheng juga dikenakan di bagian kepala dengan cara mengenakan seperti mengenakan sebuah topi. Makna iket dimaksudkan manusia seyogyanya mempunyai pemikiran yang kenceng. faham. mengerti dan memahami tujuan hidup dan kehidupan atau sangkan paraning dumadi. Cara mengenakan iket harus kenceng (kuat) supaya ikatan tidak mudah terlepas. tidak mudah terombang-ambing hanya karena situasi atau orang lain tanpa pertimbangan yang matang.

Jarik bermakna aja gampang serik (jangan mudah iri terhadap orang lain). menjaga antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum.  Jarik lan wiron utawa wiru Jarik atau sinjang merupakan kain yang dikenakan untuk menutup tubuh dari pinggang sampai mata kaki. Ini mengandung pengertian bahwa jarik tidak bisa lepas dari wiru. tidak grusa-grusu (emosional) Wiru Jarik atau kain dikenakan selalu dengan cara mewiru (meripel) pinggiran yang vertikal atau sisi saja sedemikian rupa. • 2 Bagian tengah (bagian tengah)  Rasukan utawa kelambi uga benik (pakaian dan juga kancing baju) Busana kejawen seperti beskap selalu dilengkapi dengan benik (kancing baju) disebelah kiri dan kanan. Lambang yang tersirat dalam benik itu adalah agar orang (Jawa) dalam melakukan semua tindakannya apapun selalu diniknik. Apapun yang akan dilakukan hendaklah jangan sampai merugikan orang lain. Ajaran ini tersirat dari sabuk tersebut adalah bahwa harus bersedia untuk tekun berkarya guna memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan kata lain hendaklah manusia mempunyai ketrampilan yang profesional.mantap atau mudheng. diperhitungkan dengan cermat. Wiru atau wiron ( rimple ) diperoleh dengan cara melipat-lipat (mewiru). dapat .  Sabuk Sabuk (ikat pinggang) dikenakan dengan cara dilingkarkan (diubetkan) ke badan. kerjakan segala hal jangan sampai keliru agar bisa menumbuhkan suasana yang menyenangkan dan harmonis. dimaksudkan wiwiren aja nganti kleru. Menanggapi setiap masalah harus hati-hati. Untuk itulah manusia harus ubed (bekerja dengan sungguh-sungguh) dan Page | 122 .

hendaklah dari lahir sampai batin sujud atau manembah di Page | 123 . keris mempunyai arti bahwa dalam menyembah Tuhan Yang Maha Kuasa hendaklah manusia bisa untuk ngungkurake godhaning setan yang senantiasa mengganggu manusia ketika manusia akan bertindak kebaikan. artinya dalam menyembah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.jangan sampai kerjanya tidak ada hasil atau buk (impas/tidak ada keuntungan). golek. harus epek (apek. teliti dan cermat sehingga dapat memahami dengan jelas. tidak akan ada rasa samang (khawatir) samang asal dari kata timang. selop atau sandal Canela mempunyai arti "Canthelna jroning nala" (peganglah kuat dalam hatimu) canela sama artinya Cripu. Keris ini mempunyai pralambang bahwa keris sekaligus warangka sebagaimana manusia sebagai ciptaan dan penciptanya Yatu Allah Yang Maha Kuasa. Selama menempuh ilmu upayakan untuk tekun. Curiga dikenakan di bagian belakang badan. atau sandal. Selop. • 3 Bagian mburi (bagian belakang)  Curiga atau keris dan rangka Curiga atau keris berujud wilahan. manunggaling kawula Gusti.  Timang Timang bermakna bahwa apabila ilmu yang didapat harus dipahami dengan jelas atau gamblang.  Epek Epek bagi orang Jawa mengandung arti bahwa untuk dapat bekerja dengan baik. bilahan dan terdapat di dalam warangka atau wadahnya. Jadi harus ubed atau gigih. Kata sabuk berarti usahakanlah agar segala yang dilakukan tidak ngebukne. Canela selalu dikenakan di kaki. mencari) pengetahuan yang berguna. Karena diletakkan di bagian belakang tubuh. • 4 Bagian ngisor (bagain bawah)  Canela yaitu: cripu.

Dalam hati hanyalah sumeleh (pasrah) kepada kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Mereka mengenakannya dengan sarung dan kaus cantik bermanik-manik yang manek". Sebelum 1600. berhati-hati terhadap segala hal yang dilakukan dan "tumindak nggubed ing rina wengi" (bekerja sepanjang hari) Kebaya Kebaya adalah blus tradisional yang dikenakan oleh wanita Indonesia dan Malaysia yang terbuat dari bahan tipis yang dikenakan dengan sarung. Sumatera. Setelah akulturasi yang berlangsung ratusan tahun. Jawa. pakaian itu diterima di budaya dan norma setempat. Selama masa kendali Belanda di pulau itu. batik. bebed artinya manusia harus ubed. Dipercaya kebaya berasal dari Tiongkok ratusan tahun yang lalu. nyonya kebaya sedang mengalami pembaharuan. di Pulau Jawa.kaki-NYA. atau pakaian rajutan tradisional lainnya seperti songket dengan motif warna-warni. dan juga terkenal di antara wanita non-Asia. wanita-wanita Eropa mulai mengenakan kebaya sebagai pakaian resmi. Selama masa ini. Bali. Kebaya yang dimodifikasi itu malah bisa dikenakan dengan jins atau rok.  Bebed Bebed adalah kain (jarik) yang dikenakan oleh laki-laki seperti halnya pada perempuan. Page | 124 . kebaya diubah dari hanya menggunakan barang tenunan mori menggunakan sutera dengan sulaman warna-warni. Pakaian yang mirip yang disebut "nyonya kebaya" diciptakan pertama disebut kali "kasut oleh orang-orang Kini. Terpisah dari kebaya tradisional. Lalu menyebar ke Malaka. kebaya adalah pakaian yang hanya dikenakan keluarga kerajaan di sana. perancang mode sedang mencari cara memodifikasi desain dan membuat kebaya menjadi pakaian yang lebih modern. rajin bekerja. dan Sulawesi. Peranakan dari Melaka.

Setelah penyebaran agama Islam. Yogyakarta. Argumen Lombard tentu berterima terutama lewat analogi penelusuran lingustik yang toh sampai sekarang kita masih mengenal ‘Abaya’ yang berarti tunik panjang khas Arab. terutama di Bali. Dugaan kuat mengatakan Kebaya awalnya merupakan atasan panjang berbentuk tunik sederhana yang menjulur dari leher hingga lutut (baju kurung). Cirebon) di tanah Jawa masih merekam Kebaya panjang ini dengan beberapa ornamen kenegaraan yang terpasang di beberapa sisinya (abad ke-19). Di beberapa pelosok Indonesia bahkan bisa ditemukan wanita yang tampil tanpa atasan apapun (Bali. sementara bros Page | 125 . Dokumentasi lama kerajaan Islam Cirebon. Pakaian semacam ini serta-merta menggeser kemben tradisional. Hal ini mengingatkan kita akan Abaya dan kebaya Melayu. Keislaman sangat kuat memengaruhi siluet Kebaya di awal-awal perkembangannya. Lampung. kebaya menjadi busana yang populer dan bahkan menjadi simbol status. meski dalam beberapa acara adat harus berbusana seperti itu lagi. Surakarta maupun Jogjakarta menunjukkan penggunaan busana ini bagi keluarga kerajaan. kebaya dikenakan secara resmi oleh keluarga Kerajaan.Kebaya Indonesia Menurut Denys Lombard dalam bukunya Nusa Jawa: silang Budaya (1996) Kebaya berasal dari bahasa Arab ‘Kaba’ yang berarti ‘pakaian’ dan diperkenalkan lewat bahasa Portugis ketika mereka mendarat di Asia Tenggara. Gelang dan jam dikenakan diluar lengan Kebaya. Dokumentasi lama milik keluarga kerajaan dan keraton (Surakarta. Jawa). Sementara sebagian yang lain percaya Kebaya ada kaitannya dengan pakaian tunik perempuan pada masa kekasiran Ming di Tiongkok. Kita perlu menilik penyebaran dan masuknya Islam di Indonesia (abad ke-15) untuk mengetahui perkembangan Kebaya modern saat ini. Pada tahun 1600. dan pengaruh ini ditularkan setelah imigrasi besar-besaran menyambangi semenanjung Asia Selatan dan Tenggara di abad ke-13 hingga ke-16 Masehi. Kata Kebaya diartikan sebagai jenis pakaian (atasan/blouse) pertama yang dipakai wanita Indonesia pada kurun waktu abad ke-15 atau ke-16 Masehi. Kebiasaan berbusana macam itu juga ikut tergeser.

tetapi melekat pada kaum aristrokrat tertentu yang berpihak pada Soekarno. di rumah. Citra nasional yang dibawa Kebaya begitu kuatnya. Dari sekedar tradisional yang pribumi. Belum pulih benar Kebaya dari trauma politiknya. Kebaya tersingkir dalam kotak eksklusif Dharmawanita (organisasi wanita Page | 126 . Sebagian orang menanggapi kondisi ini sebagai masa-masa keemasan Kebaya sampai tahun 1960-an. Peralihan kekuasaan dari tangan Soekarno ke pemerintahan Orde Baru di bawah Soeharto tahun 1965 menempatkan Kebaya di posisi lemah. Perlahan namun pasti. dan sebagian Asia Tenggara mendominasi pasar tekstil Indonesia. terutama jenis putu baru dan Kebaya encim yang masih ada jejaknya sekarang ini. Potongan dan pola-pola lama kembali meruak meski masih memegang pakempakem yang tercipta dari abad sebelumnya. Terusan modern dan kemejakemeja wanita lebih digemari ketimbang Kebaya. Jenis ini akhirnya merambah permainan bahan. Sentimen Barat pada Soekarno. dan katun halus kemudian menggantikan bahan-bahan keras tadi sesuai dengan masuknya koloni Eropa ke Indonesia dan membuka jalur perdagangan tekstil antar negara (sejak abad ke-18). ia harus mengalami sekali lagi pukulan itu. Para wanita terdidik yang dekat dengan pemerintahan Soekarno saat itu banyak mengenakan aneka kebaya. Katun kasar dan tenun tradisional tentu saja menjadi cikal bakalnya.serangkai (tiga berjajar) tersemat di bagian depan membentuk suatu penutup. Revolusi besar kemerdekaan Indonesia tahun 1945 membawa Kebaya pada konstelasi nasionalis yang lebih absolut. Lagi-lagi faktor politik berkecamuk. Hampir semua wanita. Tiongkok. sutra. dan sentimen Soekarno sendiri pada Barat membatasi jalur pertukaran komoditi Eropa dan Indonesia. Citra-citra dan simbol-simbol yang diemban Kebaya di masa Soekarno membuat ia dijauhi. Kaum perempuan yang merasa tidak terlibat dengan gejolak politik Orde Lama (Soekarno) memilih untuk tidak mengenakan Kebaya. di manapun tampil berkebaya. Kebaya menjalar menjadi nasionalis dan bernafas kemerdekaan. Yang terlihat adalah aneka corak dan warna-warna Kebaya yang beragam. Namun beludru. baik itu di kantor. India.

Reformasi membawa angin segar sekaligus liar. Tinggal bagaimana tangan-tangan kreatif anak Bangsa memanfaatkannya. Di kalangan elit dan perempuan berpendidikan. Bahkan dipandang mempunyai janji ekonomi yang besar. Ia memanfaatkan bahan sutra organdi dan serat-serat alam lain yang tergolong mewah menjadi Kebaya. Kebaya adalah genre khas dari dunia fesyen yang menjanjikan. memelajarinya. Keterbukaan pikiran menjadi titik tolak semua kegiatan di masa-masa 1997-2002. Kreatifitas tak terbendung yang dicontohkan oleh para pemimpin setelah Soeharto dan dunia politik juga diikuti masyarakatnya. Kabar baiknya adalah peran informasi dan pertukaran komoditi antar negara kembali terbuka lebar. Tidak memakan waktu lama. meski beberapa desainer lokal macam Iwan Tirta mencoba melestarikannya. Kekangan adalah barang haram di masa ini. yang kemudian banyak juga dikembangkan oleh desainer lokal lain.istri pegawai negeri yang terbentuk sejak tahun 1974). Reformasi dipahami sebagai era kebebasan. Kita harus mencermati trend brokat (lace). Dalam lingkup kelas atas. Kebaya menjadi seragam resmi organisasi ini. bordir. hal ini baik. awal tahun 90-an Ghea Panggabean melakukan eksperimen berarti pada Kebaya. Page | 127 . Hingga tahun 1980-an Kebaya semakin terkucil di kalangan istri Militer dan pegawai negeri. Banyak pranata yang dijungkirbalikan. memiliki predikat khusus. dan kemudian berkreasi dengannya. Tahun 90-an pula Kebaya mulai mendapat tempat yang lebih luas. Ia sah digunakan di acara-acara formal baik bersifat pribadi. keluarga. Kuncinya adalah inovasi! Sepertinya tuntutan kreasi dan aksentuasi dari para pemakai juga menjadi faktor besar yang mendorong Kebaya kembali ke era abad-19—masa dimana Kebaya punya kebebasan untuk berkembang. Dengan warna jingga salem-nya. Kebaya macam ini. Untuk beberapa alasan. maupun kenegaraan. Setelah 32 Tahun memerintah Indonesia. Soeharto undur. Digalilah kreasi-krasi baru yang segar dari banyak sumber untuk mempercantik Kebaya. Desainerdesainer Indonesia sepakat. teknik aplikasi. Mereka mulai meliriknya.

bahkan adat istiadat. memancing kompetisi antar desainer. batu-batu mulia dan bulu binatang (ostrich’s feathers/cincila fur) hadir bersama taknik aplikasi yang revolusioner. tepatnya Ambatik (bahasa Jawa yang berarti menggambar dan melukis). Teknik aplikasi membuka kesempatan Kebaya sebagai benda seni yang bisa dihiasi apa saja—bahkan berlian jika memungkinkan. Kebaya tercipta sebagai karya seni. ekonomi. Kebaya merambah ke jalur sutra. Hingga akhirnya pemanfaatan material mewah macam payet. kreasi tanpa batas sangat mungkin dikerjakan. pilin.drapery. layer hingga quilt ikut mewarnai kemegahan Kebaya. hingga acara-acara eksklusif yang mengusung Kebaya citra Indonesia kode secara konsensus-tersembunyi Hal ini kemudian mewajibkan sebagai busananya. sampai aksesorisnya. dan pencampuran bahan sebagai cikal bakal revolusi Kebaya di tahun 2000-an. Dengan teknik yang satu ini. karena kerumitan detail yang melekat padanya. shantung. pisang. lace. punya daya pandang dan tempatnya masing-masing. lipit. dia yang menang. kristal. Lewat banyak teknik dan potongan. Ia kini. Kebaya memasuki masa revolusinya sendiri. Batik pada prinsipnya merupakan proses pencelupan dan pencucian dan menggunakan malam sebagai bahan dasar. nanas. Yang tandang dengan banyak ide. Keluar dari sekedar organza dan katun. Teknik bordir. Dunia pernikahan. pertemuan formal kenegaraan. perubahan besar itu juga diikuti dengan pemanfaatan bahan baku. sehingga batik adalah asli dari Indonesia walaupun banyak beredar sekarang batik Malaysia sampai Myanmar. Bagai bola liar. Kebaya semata-mata menganut faham kreatifitas yang feminis. hingga serat-serat yang tak terbayangkan sebelumnya seperti jute. dan garis luar berubah beragam-ragam. Secara pola. renda. siluet. seperti banyak masyarakat Indonesia era 2000-an. Batik Batik adalah kata dari bahasa Indonesia. dan unsur metal. material dan bahan. sifon. Bahkan ada satu Kebaya yang memiliki berat hingga 22 Kg. Kata ""tik" dari Page | 128 . Tanpa harus terpengaruh imbas politik. cutting.

Canthing Page | 129 . Batik merupakan busana hasil kerajinan rakyat dimana batik dibuat dengan menggunakan cara tradisional dan cara modern. yaitu masyarakat pertanian."setitik" berarti sedikit menggambarkan proses yang bertingkat sedikit demi sedikit." Begitu keyakinan KRT. "Falsafah batik sebenarnya berakar pada petani. yang dibawa masuk ke keraton. mestinya diberi kesempatan mendapat bagian dari batik. Harjonagoro (Go Tik Swan) yang pernah hidup di antara rakyat jelata (antara lain para pengrajin batik di rumah kakeknya) maupun lingkungan keraton." "Karena berasal dari petani. lalu diperbaiki dan diperhalus. Baru kemudian timbul falsafah batik yang tidak berpijak pada pertanian. Cara Tradisional adalah suatu cara dimana pengrajin batik masih menggunakan canting untuk menulis batik dan menggunakan malam sebagai bahan untuk menulis. Harga batik yang dibuat dengan cara tradisional pun lebih mahal. mestinya harus mengalir kembali ke asalnya. yang kini sudah bergeser menjadi masyarakat industri agraris dan sepanjang masa sengsara. Sedangkan cara modern merupakan suatu cara dimana pengrajin batik menggunakan cap yang menulis batik sehingga proses pengerjaannya lebih cepat. Secara kualitas batik yang dibuat dengan menggunakan cara tradisional akan lebih bagus kualitasnya. Masyarakat itu.

itu menjadi melawan celup. dan digunakan untuk acara formal tertentu. Canthing yang bermoncong satu untuk membuat garis. sedangkan bagian yang dimalam masih sama. titik atau cerek. Ada banyak motif yang berbeda. Setelah malamnya menjadi keras. pemakaman atau hari peringatan. Batik Surakarta Batik adalah bentuk seni klasik yang ruwet dan sudah lama sekali sangat penting di dalam adat Java. sering simbolis. dengan sebuah cap tembaga. contohnya upacara pernikahan. Batik adalah cara yang melawan celup. dengan merebus malam keras pada kain dan menciptakan sebuah pola baru. canthing dan malam ‘sebangsa cairan lilin’. Canthing biasanya berbentuk seperti mangkuk kecil dengan tangki (pegangan) terbuat dari kayu atau bambu dan bermoncong satu atau lebih. atau gabungan/combinasi tangan dan cap. Pola digambar pada kain dengan malam yang dicairkan. kainnya tanpa malam bisa dicelup. Ketiga cara merupakan bentuk seni yang menarik. dengan tangan. Ada tiga dasar utama untuk menerapkan malam. sedangkan canthing yang bermoncong beberapa (dapat sampai tujuh) dipakai untuk membuat hiasan berupa kumpulan titik-titik. Batik-batik yang digambar dengan Page | 130 . setiap motif mampunyai arti khusus. sekarang. tergantung jenis pola dan berapa warna-warna yang diinginkan. Cara ini dilakukan berulang kali.Seni batik pada dasarnya merupakan seni lukis dengan bahan: kain. menggunakan alat tembaga khusus untuk menggambar.

Capnya. Keris adalah bagian integral dari upacara Jawa. cap atau batik combinasi.25 meter membutuhkan 60-90 hari untuk membuatnya. Keriss mempunyai makna jantan perkasa dan dewasa. wisma. atau laki-laki Jawa itu harus tangguh.25 x 1. keris Jawa sudah mempunyai wajud yang sempurna saat kerajaan majapahit. yaitu sepotong kain 2. wanita dan kukila. keluarga dan membela Negara. Sering sangat sulit untuk membedakan antara tulis. keris menjadi lambing kepangkatan serta bisa dijadikan sebagai hadiah yang paling istimewa. pertama-tama harus dibuat cap tembaga. atau pisau belati. Cap ini digunakan untuk proses pemalaman. lebih murah dan lebih cepat.tangan disebut batik tulis memerlukan 2-3 bulan untuk membuatnya. Sajarah Belum ada penelitian yang berhasil menentukan kapan orang Jawa mulai mengenal keris. cara tradisi dan cara modern. Pada zaman dahulu. Keris Keris atau tosan aji adalah salah satu senjata tradisional masyarakat Jawa serta menjadi salah satu lambang utama seorang laki-laki selain turangga. dan hasilnya sama baiknya. Keris. sanggup melindungi diri sendiri. apalagi jika yang memberikannya adalah raja. Keahlian membuat pisau Page | 131 . Juga terdapat dua cara untuk membuat batik tulis. Untuk hasil dari batik cap disebut batik cap. Capnya sendiri sering diperlihatkan sebagai seni. Cap dibuat dengan tangan dan juga proses memalaman. adalah hasil kegaiban yang lain dari Jawa kuno. dapat digunakan untuk lebih dari satu kain. Keris dipakai oleh lelaki untuk peristiwa penting dan tatacara tradisionil.

bungkul . Fungsi Zaman sekarang fungsi dari sebuah keris sudah mulai berkurang. masing masing bagain mempunyai bagian-bagian lagi yang lebih detil yang biasanya berupa ukiran. dan juga terdiri dari bagian-bagian tertentu yang tidak sama untuk setiap wilahan. pinarak. Bagian-bagian keris itu antara lain. yang merupakan ujung bawah sebilah keris atau tangkai keris. dahulu keris juga bisa menjadi simbol persaudaraan yang ditandai upacara tukar-menukar keris yang merupakan simbol persaudaraan yang paling luhur Fungsi keris lainnya adalah keris dianggap azimat dan media penghubung antara dunia manusia dengan dunia mistis (mahluk gaib) Bagian-bagian keris Keris mempunyai tiga bagian utama. bahkan sebelum Kerajaan Majapahit (abad ke-13). Ukiran pada bagian-bagian keris Jawa mempunyai makna dan karakter yang berbeda-beda. keris juga bisa diguanakan sebagai tanda status sosial. jaka lola . atau penamaan ragam bentuk pada wilahbilah (ada puluhan bentuk dapur).belati Jawa berawal dari masa kuno. dll. Di zaman dulu selain menjadi senjata. jamang murub. selain itu. kebo tedan. pada umunya hanya menjadi barang koleksi atau sebagai perlengkapan upacara-upacara dan ritual adat. jenjang pangkat serta sebagai hadiah. pudak sitegal. yang biasanya disebut dapur. bisa disebutkan dapur jangkung mayang. • Wilah Wilah atau wilahan adalah bagian utama dari sebuah keris. Pada pangkal wilahan terdapat pesi . Bagian inilah yang masuk ke pegangan Page | 132 . Sebagai contoh.

Luk. Di daerah Jawa Timur disebut paksi. Salah satu cara sederhana menghitung luk pada bilah . Ganja ini sepintas berbentuk cecak. dihitung dari sisi cembung dan dilakukan pada kedua sisi seberang-menyeberang (kanan-kiri). biasanya disebut keris kalawija. dengan penampang sekitar 5 mm sampai 10 mm. kelap lintah dan sebit rontal. adalah bagian yang berkelok dari wilah-bilah keris. Ragam bentuk ganja ada bermacam-macam. khususnya dalam kehidupan Warangka. dimulai dari pangkal keris ke arah ujung keris. bentuknya bulat panjang seperti pensil. bagian perut disebut wetengan dan ekornya disebut sebit ron. dan kemuning). Di tengahnya terdapat lubang pesi (bulat) persis untuk memasukkan pesi. adalah komponen keris yang sosial fungsi tertentu. cendana. Jika ada keris yang jumlah luk nya lebih dari tiga belas. Pada pangkal (dasar keris) atau bagian bawah dari sebilah keris disebut ganja (untuk daerah semenanjung Melayu menyebutnya aring). dan dilihat dari bentuknya keris dapat dibagi dua golongan besar. bagian lehernya disebut gulu meled . sehingga bagian wilah dan ganja tidak terpisahkan. dungkul . yaitu keris yang lurus dan keris yang bilahnya berkelok-kelok atau luk.keris ( ukiran) . timoho. dimana ganja mewakili lambang yoni sedangkan pesi melambangkan lingganya. bagian depannya disebut sirah cecak. dan yang terkecil adalah luk tiga (3) dan terbanyak adalah luk tiga belas (13). Sejalan dengan perkembangan zaman terjadi penambahan fungsi wrangka sebagai pencerminan status Page | 133 . • Warangka atau sarung keris atau sarung keris. Pesi ini panjangnya antara 5 cm sampai 7 cm. mempunyai masyarakat Jawa. wilut . paling tidak karena bagian inilah yang terlihat secara langsung. atau keris tidak lazim. Pengamat budaya tosan aji mengatakan bahwa kesatuan itu melambangkan kesatuan lingga dan yoni. maka bilangan terakhir adalah banyaknya luk pada wilah-bilah dan jumlahnya selalu gasal ( ganjil) dan tidak pernah genap. Warangka yang mula-mula dibuat dari kayu (yang umum adalah jati.

sosial bagi penggunanya. Dan jenis lainnya adalah jenis wrangka gayaman (gandon) yang bagian-bagiannya hampir sama dengan wrangka ladrang tetapi tidak terdapat angkup. karena wrangka gayaman lebih memungkinkan cepat dan mudah bergerak. emas . godong (berbentuk seperti daun).maka fungsi gandar adalah untuk membungkus wilah (bilah) dan biasanya terbuat dari kayu ( dipertimbangkan untuk tidak merusak wilah yang berbahan logam campuran ) . Ladrang dan gayaman merupakan pola-bentuk wrangka. dibuat dari logam kuningan. Dalam perang. Bagian pendok ( lapisan selongsong ) inilah yang biasanya diukir sangat indah . lata. Aturan pemakaian bentuk wrangka ini sudah ditentukan. Goa. suasa ( campuran tembaga emas ) . dan gandek. Sedangkan wrangka gayaman dipakai untuk keperluan harian. Karena fungsi gandar untuk membungkus . karena bentuknya lebih sederhana. ri serta cangkring. walaupun tidak mutlak. Bagian atasnya atau ladrang-gayaman sering diganti dengan gading. perak. Secara garis besar terdapat dua bentuk warangka. dll) dengan maksud penghormatan. gandek. dan bagian utama menurut fungsi wrangka adalah bagian bawah yang berbentuk panjang ( sepanjang wilah keris ) yang disebut gandar atau antupan . pengangkatan pejabat kerajaan. Page | 134 . yang digunakan adalah keris wrangka gayaman . sehingga fungsi keindahannya tidak diutamakan. maka untuk memperindahnya akan dilapisi seperti selongsong-silinder yang disebut pendok . Untuk daerah diluar Jawa ( kalangan raja-raja Bugis . perkawinan. pertimbangannya adalah dari sisi praktis dan ringkas. gandar. janggut. yaitu jenis warangka ladrang yang terdiri dari bagian-bagian : angkup. Tata cara penggunaannya adalah dengan menyelipkan gandar keris di lipatan sabuk (stagen) pada pinggang bagian belakang (termasuk sebagai pertimbangan untuk keselamatan raja ). godong. misalkan menghadap raja. Palembang. dan keris ditempatkan pada bagian depan (dekat pinggang) ataupun di belakang (pinggang belakang). acara resmi keraton lainnya (penobatan. Wrangka ladrang dipakai untuk upacara resmi .

secara garis besar terdiri dari sirah wingking ( kepala bagian belakang ) . Tombak. Hiasan ini dibentuk bukan karena diukir atau diserasah (Inlay) atau dilapis tetapi karena teknik tempaan yang menyatukan beberapa unsure logam yang berlainan. Pamor Keris Pamor merupakan hiasan atau motif atau ornamen yang terdapat pada bilah tosan aji (Keris. Diluar wilayah Nusantara dan sekitarnya biasanya hanya dikenal teknik Inlay saja seperti pedang dari Iran atau negara Eropa lainnya Page | 135 . bathuk (kepala bagian depan) . cetek. yaitu (1) pendok bunton berbentuk selongsong pipih tanpa belahan pada sisinya . Pedang atau Wedung dan lain lainnya). serta (3) pendok topengan yang belahannya hanya terletak di tengah . pendok ada dua macam yaitu pendok berukir dan pendok polos (tanpa ukiran). Apabila dilihat dari hiasannya. Untuk keris Jawa . • Gaman Untuk pegangan keris Jawa. Bali ) pendoknya terbuat dari emas . cigir.weteng dan bungkul. (2) pendok blewah (blengah) terbelah memanjang sampai pada salah satu ujungnya sehingga bagian gandar akan terlihat . jiling.Riau. disertai dengan tambahan hiasan seperti sulaman tali dari emas dan bunga yang bertaburkan intan berlian. menurut bentuknya pendok ada tiga macam.

bahan meteorit susah didapat. saat ini ada di Kraton Surakarta diberi nama Kanjeng Kyai Pamor dan ukurannya sekarang tinggal sekitar 60x60x80 Cm sebesar meja kecil karena sudah banyak digunakan empu membuat karis pesanan dari Kraton. barulah bahan Nikel digunakan. baik di pamor mlumah atau miring. Ngulit Semangka. Wulan-wulan dan sebagainya. Satria Pinayungan. praktis pamor Page | 136 . sehingga keris saat ini bobot nya biasanya lebih berat dari Apabila lipatannya banyak. Pamor mlumah adalah lapisan-lapisan pamornya mendatar sejajar dengan permukaan tosan aji sedangkan pamor miring lapisan pamornya tegak lurus permukaan bilah. Batu Lapak. Sodo Saeler. PAMOR MIRING. Ada juga tosan aji yang dibuat dengan kombinasi pamor mlumah dan miring hanya saja pembuatannya sangat sulit. Sulawesi Selatan yang dibawa oleh pedagang dari Bugis.sehingga walau secara seni (art) tampak indah tetapi kesan “Wingit” nya tidak ada sama sekali. a. Dilihat dari cara pembuatannya sebetulnya hanya dua cara pembuatan Pamor yang baik yaitu Mlumah dan Miring. PAMOR MLUMAH. Kesan Pamor Miring agak kasar bila diraba bilahnya dan nyekrak dibanding pamor mlumah. lebih sulit dari pembuatan pamor miring. maka hasilnya kemungkinan akan menjadi pamor luluhan. Udan Mas. Setelah keris kuno. Pamor Mlumah biasanya bermotif Beras Wutah. Terkenal dulu bahan pamor dari Luwu. Tumpuk dll. Bahan Pamor yang paling terkenal adalah Pamor Prambanan. sedangkan Pamor Miring umumnya motif Adeg.

b. Ada cara lain membuat pamor selain Mlumah dan Miring yaitu dengan cara mengoleskan bahan pamor ke bilah. caranya dengan menuangkan bahan tersebut yang cair kebilah besi yang membara kemudian dioleskan dengan ujung mancung (kelopak bunga) kelapa sebelum bahan cair tersebut mengeras dan dibuat pamor yang dikehendaki si Empu. diantara pamor Adeg pada beberapa bagian bilah tampak pamor luluan yang sepintas seperti pamor Nggajih. biasanya bukan dari batu meteorit tetapi logam yang titik leburnya lebih rendah dari besi. Cara lainnya. Kalau lipatannya lebih banyak lagi seperti buatan Empu Pangeran Sedayu maka pamor luluhan ini tidak tampak dengan mata telanjang dan sangat kecil atau tiad mungkin kena karat karena menyatunya bahan pamor dengan bahan besinya.dan besi sudah “menyatu” walau tidak terlalu homogen. Sewaktu membuat keris. PAMOR REKAN dan PAMOR TIBAN. Cara ini hanya digunakan Empu luar keraton. ini akan terlihat dengan menggunakan kaca pembesar. empu Desa atau disebut juga empu Njawi. Sang Empu berpasrah diri kepada Tuhan YME dan menyerahkan saja bagaimana bentuk pamor yang terjadi maka biasanya pamor yang timbul disebut pamor Tiban. Pamor luluhan yang gampang terlihat antara lain di keris buatan Empu Pitrang dijaman Blambangan.Ada lagi cara membuat pamor dengan menyiramkan bahan pamor cair ke bilah membara dari pangkal keris keujungnya. Hasilnya umumnya kasar bila diraba dan pamor ini disebut Ngintip (dari Intip/Kerak nasi). sedangkan bila selama Page | 137 . pamornya dinamakan Nggajih karena menyerupai lemak.

misal sang empu ingin membuat pamor Ron Genduru tetapi jadinya malah Ganggeng Kanyut. PAMOR MUNGGUL Banyak yang menganggap pamor ini pamor titipan. c. jadi susah diduga Page | 138 . Kodiyat atau Akadiyat. tetapi ini baru dugaan saja. baik bulat atau lonjong tetapi ada yang berbentuk gambar membujur lancip panjang. Pamor rekan sering juga gagal dalam pembuatannya. ternyata semua salah. Sebetulnya ini terjadi karena penempaan pamor tersebut dilakukan pada suhu yang tepat yang berbeda setiap bahannya.pembuatan direka oleh sang Empu maka pamor yang terjadi disebut pamor rekan. Bagaiman pamor ini timbul tidak bisa diterangkan secara pasti. ada unsur logam lain yang menyelip dan lebih keras dari unsur logam besi. Ada yang menganggap sebagai pamor titipan atau “sifat” dari pamor tersebut. Sebenarnya agak sulit membedakan mana pamor rekan atau tiban karena bisa dilihat dari sudut pandang yang berbeda-beda. selain itu banyak yang menganggap ini sebagai pamor tiban karena tidak bisa dibuat secara sengaja. tengah ataupun pucuk. Bisa ditepi atau tengah bilah dan termasuk pamor yang baik serta dicari banyak orang. tetapi diduga saat “masuh” atau membersihkan bahan keris dari kotoran. Wujudnya menyerupai lelehan dari tepi bentuk pamor dengan warna putih cemerlang keperakan dan lebih cemerlang dibanding keputihan pamor pada umumnya. PAMOR AKHODIYAT. Namanya kadang Akordiyat. Pamor ini seperti bisul menonjol sekitar 1 mm diatas permukaan bilah umumnya berbentuk lingkaran. Letaknya bisa dibagian sor-soran. d.

Udan Mas. Kul Buntet. Page | 139 . Pamor dheling yang terbaik terdapat di pucuk bilah dan disebut “dheling pucuk” dan atau dibagian peksi yang disebut “dheling peksi”. Di tuah baik. Watu Lapak dll. merupakan pamur yang disusulkan. umumnya tergabung dengan pamor lain yang lebih dominan. Pamor Titipan yang merupakan pamor tiban dibuat bersama dengan pamor lainnya sedangkan yang rekan biasanya dibuat setelah pamor dominan jadi. Madura biasa disebut pamor “dheling”. tidak sengaja dibuat seperti Pamor Rahala. Makanan Khas Makanan khas Jawa Timur diantaranya adalah 1) Rawon dan rujak petis. antara lain Beras Wutah. Inkal.berapa suhu yang tepat itu. Dikiling. Jung Isi Dunya. Pulo Tirto atau Pendaringan Kebak. Putri Kinurung. kalau tersebar dipermukaan bilah disebut “dheling setong” dan dianggap mempunyai Pamor ini berbentuk rangkaian kecil yang merupakan perlambang atau tuah tertentu dan pamor ini jarang berdiri sendiri. Telaga Membleng dll. e. sehingga banyak yang sepakat bahwa pamor ini dikategorikan ke pamor tiban. Pamor titipan yang merupakan pamor rekan antara lain yang terkenal adalah Kuto Mesir. PAMOR TITIPAN. Gedong Mingkem. Pamor ini ada yang merupakan pamor tiban.

Lamongan terkenal akan wingko babat nya. diberi irisan perkedel singkong dan ditaburi dengan bawang goreng dan dengan bahan pelengkap sambal. tauge.Surabaya terkenal akan rujak cingur. sementara ubi kayu yang diolah menjadi gaplek dahulu merupakan makanan pokok sebagian penduduk di Pacitan dan Trenggalek. tahu pong. Kediri terkenal akan tahu takwa. 2) Tahu Campur Lamongan Tahu campur disajik di dalam mangkuk. Bondowoso merupakan penghasil tape yang sangat manis. Sidoarjo terkenal akan kerupuk udang dan petisnya. mi. Kecamatan Babat. terdiri dari tahu. dan lontong kupang. 4) Rujak Cingur Page | 140 . 3) Madu mongso Merupakan makanan khas Jawa Timur yang dibuat dari ketan item dicampur dengan tape. Jagung dikenal sebagai salah satu makanan pokok orang Madura. semanggi. Madiun dikenal sebagai penghasil brem dan nasi pecel. daun sla diiris. Malang dikenal sebagai penghasil keripik tempe. dan getuk pisang. makanan ini dibungkus menyerupai bentuk permen menggunakan kertas minyak yang berwarna-warni. tuangi kuah dan daging tetelan. petis. lontong balap. sate kerang.

santan dan garam. kunyit. 7. Sebagai sayur untuk makan siang (menu sehari-hari). Lontong Tuyuhan Lontong dengan opor ayam kampung pedas khas desa Tuyuhan (Kecamatan Pancur). garam dan air. Biasanya ditambahkan juga ikan pindang. Yang membuat makanan ini berbeda adalah dengan adanya cingur (hidung sapi). garam dan santan kental. Mangut Ikan laut segar yang dipanggang dengan bumbu-bumbu cabe hijau. bawang putih. garam dan ditambah santan kental.00 WIB sudah dijual di lokasi desa Tuyuhan di sepanjang pinggir jalan dengan pemandangan sawah-sawah yang menghijau. lengkuas. Dan minumannya air putih yang ditempatkan di kenda (tanpa gelas).Makanan khas Jawa timur ini merupakan campuran dari berbagai macam sayuran yang disirami bumbu kacang yang dilengkapi dengan petis dan pisang klutuk muda. 3. Dumbeg Page | 141 . Sebagai makanan sore hari/malam hari. 4. 2. telur rebus/ceplok langsung dengan bumbu cabe. biasanya sekitar jam 15. kunci. bawang merah. bawang merah. Makanan dan Minuman khas Jawa Tengah 1. Adalah sebagai lauk pauk dan biasanya dirangkai dengan lontong. Pindang Tempe Tempe dengan bumbu-bumbu cabe. merica. bawang merah. 5. 6. Sayur Merica Dari ikan laut segar dengan bumbu cabe. Makanan ini tidak pernah atau jarang dibuat ibu rumah tangga. Sebagai sayur untuk makan siang/malam dalam menu sehari-hari. gula merah. Sate Sarepeh Berupa sate ayam kampung bumbunya terdiri dari cabe merah. bawang putih. daun jeruk purut. bawang putih. bawang merah. bawang putih. Petis Bumbon Sayur untuk makan siang/malam yang terbuat dari bahan-bahan petis ikan/udang. asam (tomat) garam dan air.

gula aren/gula pasir dan garam. kemudian dicetak persegi dan dibungkus dengan daun pisang (seperti lemper). Bau dan rasanya enak. 9. 13. gula aren. Kerupuk Bakar Kerupuk udang dan tengiri dibakar. rasanya sangat manis dan gurih. kacang hijau. Kemudian tempatnya dari daun lontar (pohon nira) berbentuk kerucut dengan bau yang khas. Kupat Tahu dari kota Rembang yang dioven atau Page | 142 . 10. Kaoya Dudul Terbuat dari beras ketan. Gula Semut Terbuat dari pohon nira ( legen ) dengan proses pemanasan. Terasi Petis Bonang Terbuat dari udang atau ikan segar dengan proses pemanasan. 11. dan kalau suka ditaburi buah nangka/kelapa muda yang dipotong sebesar dadu. garam yang ditumbuk halus (sewaktu masih panas) di atas keranjang yang Terbuat dari daun lontar/daun kelapa muda dan alat tumbuknya juga dilapis dengan daun lontar dan kelapa muda. yang rasanya sangat manis. sehingga hasilnya seperti gula pasir atau gula halus yang berwarna coklat. yang terkenal dari desa Pohlandak (Kecamatan Pancur). Berasal dari desa Gunem Kecamatan Gunem. Yang terkenal dari Desa Bonang Kecamatan Lasem. Tempatnya dari daun lontar berlubang bulat kecil sebanyak 5 buah. Jenang Waluh Dibuat dari buah waluh. Biasanya dimakan bersama dengan Jenang waluh. Yang terkenal dari desa Pohlandak (Kecamatan Pancur) dan desa Mondoteko (Kecamatan Rembang). 14. Jadah Terbuat dari beras ketan putih. 8. air nira dan garam. kalau makan tinggal didudul (ditekan) saja. Jadah yang terkenal adalah dari desa Pohlandak (Kecamatan Pancur).Dibuat dari tepung beras. kelapa muda. air pohon nira (legen). gula pasir/gula aren dan ditambahkan garam. Rasanya sangat gurih. Dan biasanya dimakan dengan Jadah. 12.

• • • • Gethuk goreng Tempe mendoan Lanting Sate Ambal Dari Jepara : • Bangket Soto Kudus Pesisir Utara • • • Soto Tegal Sate Tegal Page | 143 . Menggunakan sambal kacang sebagai campurannya. kubis. kita dapat menikmati soto di warung-warung yang berderet rapi di sepanjang jalan di Sokaraja. tauge. Soto Sokaraja sudah banyak dijual di luar Banyumas tetapi kalau sempat mampir ke Sokaraja. Sedangkan yang lain diantaranya adalah : Dari Banyumas : • Sroto Sokaraja Soto Sokaraja atau oleh masyarakat Banyumas disebut Sroto Sokaraja adalah sejenis makanan dari Indonesia. dan diberi ketupat. Soto ini memiliki ciri khas yang berbeda dengan soto-soto lainnya yang ada di Indonesia. Ciri utama dari soto ini adalah penggunaan sambal kacang dan ketupat.Merupakan makanan khas Magelang yang berisi tahu.

• • • • Lumpia Semarang Taoto Nasi megono Nasi Grombyang Gudeg Dari Yogya-solo : • Gudeg Jogja punya rasa manis yang khas. • • • • • • • • • • • • • Nasi pecel Opor ayam Tongseng Cabuk rambak Tumpeng Mangut lele Srabi Solo Geplak Sate Kocor Tengkleng Bakpia Trancam Sate Winong nasi gandul Pati-Juwana Jawa tengah • Page | 144 .

Madura. yang diiringi dengan gamelan disajikan. peronda. Ludruk adalah kesenian drama tradisional dari Jawa Timur. sandiwara yang diselingi dengan lagu-lagu Jawa. etc). Tetapi tema cerita tidak pernah diambil dari repertoar cerita epos (wiracarita): Ramayana dan Mahabharata. Dalam pentasan jenis ini. Beberapa tahun terakhir ini. Madiun dengan logat yang berbeda. Sebab nanti pertunjukkan bukan ketoprak lagi melainkan menjadi pertunjukan wayang orang. sopir angkotan. Ketoprak Humor yang ditayangkan di stasiun televisi RCTI. cerita perjuangan dan lain sebagainya yang diselingi dengan lawakan dan diiringi dengan gamelan sebagai musik. membuat dia mudah diserap oleh kalangan non intelek (tukang becak. Page | 145 . Ludruk merupakan suatu drama tradisional yang diperagakan oleh sebuah grup kesenian yang di gelarkan disebuah panggung dengan mengambil cerita tentang kehidupan rakyat sehari-hari. Biasanya diambil dari cerita legenda atau sejarah Jawa. Malang. Dialog/monolog dalam ludruk bersifat menghibur dan membuat penontonnya tertawa. Bahasa lugas yang digunakan pada ludruk. muncul sebuah genre baru. Banyak pula diambil cerita dari luar negeri. meski terkadang ada bintang tamu dari daerah lain seperti Jombang. Tema cerita dalam sebuah pertunjukan ketoprak bermacam-macam. banyak dimasukkan unsur humor. Dalam sebuah pentasan ketoprak. menggunakan bahasa khas Surabaya.Ketoprak dan Ludruk Ketoprak (bahasa Jawa kethoprak) adalah sejenis seni pentas yang berasal dari Jawa.

Ludruk berbeda dengan ketoprak dari Jawa Tengah. seorang jagoan Madura. Page | 146 . Dalam pengalamannya Seni Reog merupakan cipta kreasi manusia yang terbentuk adanya aliran kepercayaan yang ada secara turun temurun dan terjaga. Seni Reog Ponorogo terdiri dari beberapa rangkaian 2 sampai 3 tarian pembukaan. Pementasan Seni Reog Reog modern biasanya dipentaskan dalam beberapa peristiwa seperti pernikahan. Di daerah ini kondisi sosio kultural masih sangat kental dengan hal-hal yang dianggap magis dan dapat mereka buktikan dengan kemampuan mereka (masyarakat Ponorogo) dan Religi/Kebatinan yang sangat kuat. Sementara ludruk menceritakan cerita hidup sehari-hari (biasanya) kalangan wong cilik. mereka menganut garis keturunan Parental dan hukum adat yang masih berlaku.Sebuah pementasan ludruk biasa dimulai dengan Tari Remo dan diselingi dengan pementasan seorang tokoh yang memerakan "Pak Sakera". Upacaranya pun menggunakan syarat-syarat yang tidak mudah bagi orang awam untuk memenuhinya tanpa adanya garis keturunan yang jelas. Reog Salah satu tarian Pembuka Topeng barong reog yang dipakai sebagai atraksi penutup Reog adalah salah satu seni yang ada di Jawa Timur bagian baratlaut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. khitanan dan hari-hari besar Nasional. dan bersifat menyampaikan pesan tertentu. Cerita ketoprak sering diambil dari kisah zaman dulu (sejarah maupun dongeng). Pada dasarnya masyarakat Ponorogo hanya mengikuti apa yang menjadi warisan leluhur mereka sebagai pewarisan budaya yang sangat kaya.

Para penari ini menggambarkan sosok singa yang pemberani. dimana pelaku memakai topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari bulu Page | 147 Untuk hajatan khitanan atau sunatan. penari ini biasanya diperankan oleh penari laki-laki yang berpakaian wanita.Tarian pertama biasanya dibawakan oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam. Jika berhubungan dengan pernikahan maka yang ditampilkan adalah adegan percintaan. Yang lebih dipentingkan dalam pementasan seni reog adalah memberikan kepuasan kepada penontonnya. Tarian ini dinamakan tari jaran kepang. Pada reog tradisionil. dengan muka dipoles warna merah. Disini selalu ada interaksi antara pemain dan dalang (biasanya pemimpin rombongan) dan kadang-kadang dengan penonton. Adegan dalam seni reog biasanya tidak mengikuti skenario yang tersusun rapi. Terkadang seorang pemain yang sedang pentas dapat digantikan oleh pemain lain bila pemain tersebut kelelahan. baru ditampilkan adegan inti yang isinya bergantung kondisi dimana seni reog ditampilkan. Berikutnya adalah tarian yang dibawakan oleh 6-8 gadis yang menaiki kuda. biasanya cerita . Adegan terakhir adalah singa barong. yang harus dibedakan dengan seni tari lain yaitu tari kuda lumping. Tarian pembukaan lainnya jika ada biasanya berupa tarian oleh anak kecil yang membawakan adegan lucu. Setelah tarian pembukaan selesai. pendekar.

Ia juga turut dikenali sebagai tembang atau nyanyian. Berat topeng ini bisa mencapai 50-60 kg. Kemampuan untuk membawakan topeng ini selain diperoleh dengan latihan yang berat. KIDUNG/PUISI Kidung adalah puisi Jawa asli walaupun masih dijumpai vokal panjang tetapi tidaklah sebanyak yang ditemui di dalam kekawin.burung merak. Arti : Bahagialah tuanku kisah cubaan akan dinyanyikan dengan lagu panji prakasa Ki Subrata yang dikisahkan moga-moga terluput dari malapetaka nirmala dan sihat wal¡¯afiat luput dari halangan luput dari bahaya maut. Topeng yang berat ini dibawa oleh penarinya dengan gigi. Page | 148 . Sementara itu nama tembang dalam kidung pula amat bergantung kepada jumlah baris dalam bait dan vokal akhir pada setiap baris. juga dipercaya diproleh dengan latihan spiritual seperti puasa dan tapa. Bahasa yang digunakan di dalam kidung ialah campuran Jawa Kuno dengan Jawa Baru tetapi susunannya masih menurut cara kuno dengan memakai *Tembang Gedhe yang sudah menyimpang iramanya seperti Kidung Subrataka yang muncul pada zaman Jawa Tengahan. Berikut ini contohnya : Sangtabyana ta pakulun rancana cipta kumawi Panji prakasa tembange Ki Subrataka kang winuwus luputa ring lara roga nirmala waluya jati luputta ring pamurung luputta ring baya pati.

mijil umumnya ditaruh didepan. dengan guru wilangan dan guru lagu : • • • • 10-i 6-o 10-é 10-i Page | 149 . Tiap bait. • Mijil Mijil itu artinya lahir atau keluar.LAGU ADAT JAWA MACAPAT Adalah lagu tradisional dari tanah Jawa. Di deretan lagu macapat. lagu ini ada enam larik. dan dimulai saat walisanga memegang kekuasaan. Serat Wirid Hidayat Jati. Aturan – aturan itu ada pada : • • • Guru gatra : bilangan baris/gatra tiap bait. aturan-aturan pada macapat itu lebih mudah. macapat artinya ”maca papat-papat”. Macapat juga menular ke kebudayaan Bali. Macapat banyak dipakai di Sastra Jawa Tengah dan Sastra Jawa Baru. Guru wilangan : bilangan suku kata tiap gatra. Sekar Macapat atau Sekar Alit Macapat ini juga disebut sebagai lagu macapat asli. Tetapi itu juga belum pasti. Jika dilihat dari ”kerata basa”. Macapat bisa dibagi menjadi tiga jenis yaitu : Sekar Macapat atau Sekar Alit Sekar Madya atau Sekar Tengahan Sekar Ageng 1. Jika dibandingkan dengna kakawin. yang umumnya sering dipakai dimana-mana. Membacanya memang dirakit tiap empat suku kata. Guru lagu : suara vokal di akhir tiap baris. seperti wedathama. Lagu ini mulai ada di jaman Majapahit. Kalathida. dan yang lain-lain disusun dengna lagu ini. Wulangreh. madura dan Sunda. karena tidak ada peninggalan tulisan yang dapat membuktikannya. Kitab-kitab pada jaman Mataram Baru.

Amung anjali soca ing tembé 4. Di Macapat. Kabeh durung katon 3. Milu édan nora tahan 4. lagu ini ada sembilan baris. Yèn tan milu anglakoni 5. sinom mempunyai sifat yang masih muda. Éwuh aya ing pambudi 3. Amenangi jaman édan 2. Sesotya satuhu • Sinom Arti umumnya sinom berarti ”godhong asem sing isih enom” ( daun asam yang masih muda ). Metrum Tiap bait. Mijil ing donya siniwi ratri 2.• • 6-i 6-u Contoh 1. dengan guru bilangan dan guru lagu : • • • • • • • • • 8-a 8-i 8-a 8-i 7-i 8-u 7-a 8-i 12 – a Contoh 1. Kaliren wekasanipun Page | 150 . Seperti anak kecil yang baru tahu dunia. Lelaku alon siniji-siji 5. Boya kaduman melik 6. Nunggu mring wartaning 6.

lamun bisa sira anuladha. lagu yang menggunankan metrum Dhandhanggula juga mempunyai isi yang manis seperti gula. • Dhandhanggula Dhandhanggula adalah salah satu lagu macapat yang isinya “pengharapan yang baik”. Dhandhang itu harapan. Sasrabahu ing Maespati. Ndilalah karsa Allah 8. duk ing uni caritane. Begja-begjané kang lali 9. Karena itu. Metrum Tiap bait ada 10 baris. Dari sini kita bisa mengetahui jika lagu ini dibuat pada jaman Kediri. aran patih Suwanda. andelira sang prabu. Page | 151 . banyak nasehat pada jaman dahulu yang menggunakan jenis ini. karya Ki Ranggawarsita. • • • • • • • • • • 10-i 10-a 8 -é 7 -u 9 -i 7 -a 6 -u 8 -a 12-i 7 –a Contoh Yogyanira kang para prajurit. Luwih begja kang éling lawan waspada Dari Serat Kalatidha.7. Tetapi ada juga yang menghubungkan asala kata dhandhanggula dengan salah satu raja di jaman Kediri yaitu dhandhanggendhis.

Metrum Kinanthi itu terdiri dari 6 baris pada tiap bait. Ada juga yang memasangkan kinanthi dengan maskumambang. kang ginelung tri prakara. cinta dan kebijaksanaan.lelabuhanipun. karya Kyai Yasadipura ) Contoh 2 Pitik tulak pitik tukung Tetulake Jabang bayi Ngedohaken cacing racak Sarap sawane sumingkir Page | 152 . nuhoni trah utama • Kinanthi Kinanthi adalah salah satu lagu macapat yang umunya dipakai rasa suka. Maskumambang itu untuk laki-laki yang dewasa. Kinanthi ini juga bias mempunyai arti “gegandhengan tangan” dan bias juga berarti nama suatu bunga. guna kaya purun ingkang den antepi. sedangkan kinanthi itu untuk perempuan. • • • • • • 8-u 8-i 8-a 8-i 8-a 8-i Anoman mlumpat sampun praptêng witing nagasari mulat mangandhap katingal wanodyâju kuru aking gelung rusak awor kisma ingkang iga-iga kêksi Contoh 1 (diambil dari ” Serat Rama Kawi”.

Oleh karena itu. angèl kalangkung Tan kena tinumbas arta Aja turu soré kaki Ana Déwa nganglang jagad Nyangking bokor kencanané Isine donga tetulak Sandhang kelawan pangan Yaiku bagéyanipun wong welek sabar narima Page | 153 .Si tulak manggung ing ngarso Si Tukung ngadhangi margi • Asmarandana Lagu Asmarandana umumnya dipakai bagi orang yang sedang jatuh cinta. dan dahana yang artinya api. Metrum Asmarandana terdiri dari 7 baris dalam tiap bait. asmarandana berisi tentang kasih sayang. kata asmaradana diambil dari kata asmara yang artinya cinta. Jika dilihat aslinya. • • • • • • • 8-a 8-i 8-é 8-a 7-a 8-u 8-a Contoh Gegaraning wong akrami Dudu bandha dudu rupa Amung ati pawitané Luput pisan kena pisan Lamun gampang luwih gampang Lamun angèl.

itu adalah nasehat yang tinggi.• Durma Durma adalah salah satu lagu macapat yang mempunyai sifat galak. Jika suatu nasihat. itu adalah cinta yang utama. yaitu antara lain : pangkur jenggleng. Jika cinta. pangkur lombok dan lain-lain. Durma termasuk lagu yang wingit. Dari lagu ini. Metrum Tiap bait ada 7 baris. • • 8-a 11.i Page | 154 . Metrum Lagu pangkur terdiri dari 7 baris tiap bait. Adakalnya Durma memuat keadaan yang menyeramkan dan membuat takut. • • • • • • • 12-a 7 -i 6 -a 7 -a 8 -i 5 -a 7 -i Contoh Kae manungsa golek upa angkara Sesingidan mawuni ngGawa bandha donya mBuwang rasa agama Nyingkiri sesanti ati Tan wedi dosa Tan eling bakal mati • Pangkur Pangkur adalah salah satu lagu macapat yang mempunyai sifat “munggah ndhuwur”. pangkur palaran. lalu banyak beraneka macam lagu yang menggunakan nama pangkur.

• • • • 12-i 6 -a 8 -i 8 -a Gereng-gereng Gathotkaca sru anangis Sambaté mlas arsa Luhnya marawayan mili Contoh Page | 155 . Metrum Tiap bait. Kata maskumambang itu merupakan sambungan antara kata ‘emas’ den ‘kumambnag’. pada masa ketika dari anak menjadi manusia yang kelihatan ditengah lingkup social. Sifat dari lagu ini. sedangkan yang perempuan itu adalah kinanthi.• • • • • 8-u 7-a 12. umumnya berisi orang yang sedang mengeluh sakit dan sengsara. Ada juga yang menganggap jika Maskumambang itu lagunya laki-laki.u 8-a 8-i Sekar Pangkur kang winarna lelabuhan kang kanggo wong aurip ala lan becik puniku prayoga kawruhana adat waton puniku dipun kadulu miwa ingkang tatakrama den keesthi siyang ratri Contoh • Maskumambang Maskumambang adalah salah satu lagu macapat yang menjadi lambing saat orang laki-laki beranjak dewasa. lagu Maskumambnag ada 4 baris.

Pucung dipakai sebagai lagu yang bias mengingatkan kepada manusia yaitu jika hidup di dunia pasti ada akhirnya. Kata pucung dekat dengan kata pocong. Tetapi Pucung juga dapat diartikan sebagai nama biji buah-buahan. Akhiran cung juga memberi rasa segar yang mengingatkan kepada sesuatu yang lucu seperti menggunakan kata “dikuncung”. • • • • 12-u 6 -a 8 -i 12-a Contoh Ngelmu iku kelakone kanthi laku Lekase lawan kas Tegese kas nyantosani setya budya pangekesing dur angkara • Gambuh Contoh Sekar gambuh ping catur Kang cinatur Polah kang kalantur Tanpo tutur katulo-tulo katali Kadaluwarso katutur Katutuh pan dadi awon Page | 156 . Seperti lambnag mori untuk membungkus orang yang meninggal.Gung tinamêng astanira • Pucung Pucung (adakalanya ditulis pocung) adalah lagu macapat yang mengingatkan tentang kematian. Metrum Lagu pucung hanya ada 4 baris pada tiap bait. Lagu ini sering digunakan untuk lagu-lagu yang lucu seperti parikan atau tanya Jawab.

8a. 8o. lagu ini ada 7 baris. lagu ini ada lima baris. 8u.manusia diingatkan kalau semua tingkah laku manusia itu ada akibatnya. Guru bilangan dan guru lagu Tiap bait. 8a. • Megatruh Megatruh mempunyai sifat prihatin rasa sakit hati karena rindu. 8u. 8i. 8u. Nasehat yang menggiring manusia agar ingat dengan tingkah lakunya. 8u. sigra milir kang gèthèk sinangga bajul kawan dasa kang njagèni ing ngarsa miwah ing pungkur tanapi ing kanan kéring kang gèthèk lampahnya alon 2.Lagu gambuh itu memang penuh dengan nasehat. • Jurudemung Jurudemung itu termasuk sekar madya. dengan guru bilangan dan guru lagu : 12u. 8i. dengan guru bilangan dan guru lagu : 8a. Contoh Contoh ini diambil dari Babad Tanah Jawi karya Ki Yasadipura. Guru bilangan dan guru lagu Tiap bait. Contoh Contoh ini diambil dari “Serat Pranacitra” ni ajeng mring gandhok wétan wus panggih lan Rara Mendut alon wijilé kang wuwus hèh Mendut pamintanira Page | 157 . Sekar Madya utawa Sekar Tengahan Macapat jenis ini seperti lagu kidung yang sering dipakai pada jaman Majapait. 8u. Sifatnya “prenesan” dan biasanya dipakai sebagai lagu wangsalan atau yang agak erotis.

Guru bilangan dan guru lagu Tiap bait. lagu ini terdiri dari 6 baris.adhedhasar adol bungkus wus katur sarta kalilan déning jeng kyai Tumenggung. Guru bilangan dan guru lagu Tiap bait. 8o. 3é. 6i. dengan guru bilangan dan guru lagu: 12i. Sifatnya itu penuh wibawa. 7a. Contoh dèn samya marsudêng budi wiwéka dipunwaspaos aja-dumèh-dumèh bisa muwus yèn tan pantes ugi sanadyan mung sakecap yèn tan pantes prenahira • Balabak Balabak itu memiliki sifat yang spontan. byar rahina Kèn Rara wus maring sendhang mamèt wé turut marga nyambi reramban janganan antuké praptêng wisma wusing nyapu atetebah jogané Page | 158 . 12a. 12a. 3é. • Wirangrong Wirangrong itu termasuk dalam sekar madya. Contoh Contoh ini diambil dari “Serat Jaka Lodhang” karya Ki Ranggawarsita. lagu ini ada 6 baris. dengan guru bilangan dan guru lagu : 8i. Lagu ini biasanya dipakai untuk menyanyikan hal-hal yang gagah. 8a. 3é. 10u.

lagu ini ada 8 baris. 8a.. 8a.3. Jika dilihat dari kesusahannya. Putri niku sisane si yuyu kangkang…  YEN ING TAWANG ANA LINTANG Page | 159 . Contoh Contoh ini diambil dari “Serat Wiratadya” karya Ki Ranggawarsita. 8a. LAGU-LAGU LAIN SELAIN MACAPAT Kumpulan lagu (Jawa)  ANDE ANDE LUMUT Putraku si ande ande lumut…. 8a. Putriku kang ayu rupane……… Kleting kuning kang dadi asamane…… Bu…si Bu… kulo mboten purun…. dengan guru bilangan dan guru lagu : 8a. Tumuruna ana putri kang unggah unggahi…. Guru bilangan dan guru lagu Tiap bait. Sekar Ageng Sekar Macapat Ageng ( besar ) hanya ada satu yaitu Girisa. déné utamaning nata bèr budi bawa leksana liré bèr budi mangkana lila legawa ing driya agung dènya paring dana anggeganjar saben dina liré kang bawa leksana anetepi pangandika. Girisa (macapat) Girisa itu memiliki sifat nasihat. 8a.. sekar macapat ageng seperti lagu kakawin di jaman dahulu. 8a. 8a.

.dele gosong……….nimas… Sun takokne pawartamu Janji janji aku iling..nimas. Tresnaku sundul ing ati Dek sakmono janjimu disekseni Mego kartiko kairing Raso tresno asih Rungokno tangising ati Ginarung swaraning ratri.suwenge ting gelenter…….nimas.aku ngenteni tekamu Marang mego ing angkoso.. lere… Sopo ngguyu ndelekake………… Sir …sir…. Mambu kutundung gudel…pak hempong. lera..cah ayu… Sumedot rasaning ati Linang lintang ngiwi iwi.  LIR-ILIR Lir ilir lir ilir tandure wong sumilir Tak ijo royo royo Tak sengguh panganten anyar Cah angon cah angon penekna blimbing kuwi Lunyu lunyu penekna kanggo mbasuh dodotira Dodotira dodotira kumintir bedah ing pinggir Dondomana jrumatana kanggo seba mengko sore Mumpung padang rembulane Mumpung jembar kalangane Sun suraka surak hiyo  SUWE ORA JAMU Page | 160 .. pong .Yen ing tawang ono lintang cah ayu….. Ngenteni mbulan ndadari  CUBLAK CUBLAK SUWENG Cublak cublak suweng….

Suwe ora jamu Jamu godhong telo Suwe ora ketemu Ketemu pisan gawe gelo UNGKAPAN-UNGKAPAN JAWA  Mangan Ora Mangan Asal Kumpul Ungkapan mangan ora mangan asal kumpul bukan berarti bahwa orang Jawa adalah manusia-manusia yang tahan lapar, atau yang tidak mempunyai sepeser uangpun untuk membeli sejumput padi, ataupun manusia malas yang maunya hanya kumpul terus. Dalam ungkapan ini terdapat dua kata kunci, yakni mangan (makan) dan kumpul. Makan adalah manifestasi dari nafsu biologis dan kepentingan perseorangan, berkelompok sedang atau kumpul menunjukkan Dengan adanya demikian, kehidupan ungkapan bermasyarakat.

mangan ora mangan asal kumpul pada dasarnya ingin mengatakan bahwa orang Jawa merasa menjadi bagian integral dari masyarakatnya dan bersedia mendahulukan kepentingan kelompok/umum dari pada kepentingan individu.  Alon-Alon Waton Kelakon Demikian pula terhadap ungkapan alon-alon waton kelakon. Adalah kurang tepat jika diartikan sebagai sikap hidup ragu-ragu, malas dan pesimis. Justru sebaliknya, hal itu menandakan manusia yang berpandangan optimis yang mampu melihat jauh kedepan, disamping merupakan anjuran untuk melakukan pekerjaan secara cermat agar selesai dengan baik. Orang Jawa dengan kekuatan spiritual atau kebatinannya yang didapatkan dari kegiatan-kegiatan asketis seperti semadi/tapa, pasa atau nglakoni (melaksanakan suatu syarat untuk suatu tujuan), selalu yakin akan kekuatan diri sendiri dan yakin pula bahwa apa yang dicita-citakan pasti akan terwujud. Jadi, mengapa harus tergesa-gesa kalau sesuatu yang dikejar itu pasti datang? Namun dalam hal ini harus diakui bahwa hanya orang-orang tertentu yang

Page | 161

sudah

mencapai

taraf

weruh

sadurunge

winarahlah

yang

bisa

menghayati ungkapan alon-alon waton kelakon.  Urip Mung Mampir Ngombe Adapun ungkapan urip mung mampir ngombe menunjukkan bahwa kehidupan manusia didunia begitu cepatnya, ibarat sepeminuman segelas air. Disini terkandung makna bahwa setelah selesai minum, masih ada kewajiban lain yang lebih penting. Oleh karenanya, selama proses minum berlangsung, betul-betul harus dapat dirasakan bahwa minum itu merupakan rahmat dari Yang Kuasa yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga dapat menjadi “bekal” untuk menunaikan kewajiban lainnya, yaitu agar tidak “kehausan” di tengah jalan.  Kanca Wingking Dan Suwarga Nunut Neraka Katut Ungkapan lain yang bisa memberi kesan negatif adalah kanca wingking dan suwarga nunut neraka katut. Keduanya seolah-olah mendiskriminasikan wanita atau istri terhadap laki-laki atau suami. Interpretasi negatif akan mengatakan bahwa wanita hanya berfungsi sebagai pemuas kebutuhan biologis (seksual) atau sebagai pembantu rumah tangga. Tanpa pemahaman terhadap makna yang tersembunyi didalamnya, tuntutan emansipasi, persamaan hak, derajat dan kedudukan akan mengalir bagaikan air bah. Dari pengertian tersebut sudah dapat dibayangkan bahwa ungkapan suwarga nunut neraka katut dan kanca wingking adalah dimaksudkan untuk menempatkan manusia pada peran, fungsi dan kedudukannya. Islam — yang ajaran-ajarannya banyak diserap oleh masyarakat Jawa kemudian digabungkan dengan pemikiran dalam ajaran Hindu Budha (sinkretisme) — mengajarkan bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi wanita, dan suami adalah pemimpin bagi istrinya. Sepanjang tidak bertentangan dengan agama, kesusilaan dan Undang-Undang, istri wajib mentaati perintah atau aturan suami. Jadi, arti suwarga nunut neraka katut bagi istri adalah mematuhi suami, disamping kewajiban

Page | 162

untuk memperingatkan bila suami kurang benar. Istri yang tidak mau menegur kesalahan suami, berarti ikut menanggung dosa yang diperbuat suaminya. Begitu pula ungkapan kanca wingking. Sebagai “teman belakang”, para istri memegang peranan yang amat penting dalam sebuah keluarga. Jika mereka tidak kuat memegang peran sebagai kanca wingking, maka keluarga itupun tidak dapat diharapkan kelangsungan eksistensinya. Jadi tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa surga lakilaki terletak ditelapak kaki wanita. Semboyan bahwa suatu revolusi tidak akan berhasil tanpa andil kaum wanita-pun, tidaklah mengadaada. Hanya saja persoalannya, mengapa wanita dikatakan sebagai kanca wingking, bukan kanca ngajeng (teman depan)? Hal ini juga ada alasannya sendiri. Barangkali tidak seorangpun yang menyangkal bahwa masyarakat Jawa memiliki nilai-nilai dan norma-norma luhur yang dijunjung tinggi. Perbuatan yang melanggar atau tidak sesuai dengan nilai atau moral itu, dikatakan sebagai saru, ora lumrah, atau ora ilok. Kedudukan wanita Jawa terhadap lawan jenisnya sebagaimana kedudukan wanita terhadap pria pada umumnya — secara kodrati (bedakan dengan kedudukan sosial politik) — adalah lebih rendah. Dengan demikian, adalah tidak patut apabila wanita yang memimpin suatu keluarga. Adalah tidak lumrah apabila wanita mencarikan nafkah bagi suaminya dan menempatkannya sebagai rewang (pembantu). Dan adalah tidak ilok (tidak boleh dilakukan) apabila seorang istri berani membantah suaminya. PEMBANGUNAN DAN MODERNISASI Sifat dasar yang menjadikan satu kelemahan yang juga merupakan penghambat pembangunan di Jawa antara lain adalah sifat yang pasif terhadap hidup, kesukaan-kesukaan terhadap kebatinan, penilain yang tinggi yang di nyatakan dengan konsep nerimo, ketabahan yang ulet dalam hal menderita, tetapi yang lemah terhadap hal karya.

Page | 163

Dari uraian diatas masih banyak hal-hal yang dapat menghambat pembangunan diJawa. aktif serata kreatif d. c. Akibatnya masyarakat di Jawa tidak mengenal kesatuan-kesatuan social dan organisasi adat yang sudah mantap dan kreatif. Struktur masyarakat desa di Jawa yang asli. Tidak adanya organisasi-organisasiasli yang telah mantap dan jika dimodernisasi menjadi organisasi yang mantap. pengaruh dari tekanan bangsa-bangsa asing yang menjajah di Jawa serta jumlah penduduk yang semakin membeludak menjadi salah satu penyebab lain terhambatnya pembangunan di Jawa. Tekanan jumlah penduduk yang mengakibatkan penduduk desa diJawa menjadi terlalu miskin. Mental orang Jawa yang terlalu nerimo dan bersiakap pasif terhadap hidup b. Tidak adanya kepeimpinan desa yang aktif kreatif untuk dapat memimpin aktivitas produksi yang bisa member hasil 3-4 kali lebih besar dari pada sekarang tiap-tiap tahun. a. Page | 164 . antara lain.Selain itu. sudah terlanjur dirusak oleh struktur administratif yang ditumpangkan diatasnya oleh pemerintahan kolonial.

Page | 165 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful