Hidayat Pratama Putra B111 10 373

JENIS JENIS DELIK
A. Berdasarkan Sistem KUHP 1. Kejahatan (Misdrijven) Kejahatan merupakan perbuatan yang telah dianggap tercela sebelum ada UndangUndang yang mengaturnya. 2. Pelanggaran (Overtredingen) Pelanggaran merupakan perbuatan yang dianggap tercela setelah dimuat Undang-Undang yang mengatur perbuatan tersebut. No. Perbedaan 1. 2. 3. 4. 5. Dalam hal Percobaan Dalam hal pembantuan Delik aduan Masa daluarsa Dihapusnya hak negara untuk melakukan penuntutan karena telah dibayar secara sukarela denda maksimum sesuai yang diancamkan Kejahatan Dapat dipidana Dapat dipidana Ada Panjang Tidak berlaku Pelanggaran Tidak dapat dipidana Tidak dapat dipidana Tidak ada Pendek Berlaku

B. Berdasarkan Cara Merumuskannya 1. Tindak Pidana Formil (Formeel Delicten) Adalah tindak pidana yang dirumuskan sedemikian rupa sehjingga memberikan arti bahwa inti larangan yang dirumuskan itu adalah melakukan suatu perbuatan tertentu, contohnya pencurian. 2. Tindak Pidana Materiil (Materieel Delicten) Adalah tindak pidana yang dirumuskan sedemikian rupa sehjingga memberikan arti bahwa inti larangan yang dirumuskan itu adalah pada menimbulkan akibat yang dilarang, contohnya pembunuhan. C. Berdasarkan Bentuk Kesalahannya 1. Tindak Pidana Sengaja (Doleus Delicten) Adalah tindak pidana yang dalam rumusannya dilakukan dengan kesengajaan atau mengandung unsur kesengajaan.

Berdasarkan Saat Dan Jangka Waktu Terjadinya 1. tetapi dilakukan dengan cara tidak berbuat aktif. yaitu tindak pidana yang pada dasarnya tindak pidana positif.2. Tindak pidana pasif murni. G. Tindak Pidana Umum Adalah semua tindak pidana yang dimuat dalam KUHP sebagai kodifikasi hukum pidana materiil. F. yaitu tindak pidana pasif yang dirumuskan secara formil atau tindak pidana yang semata-mata unsur perbuatannya adalah perbuatan pasif. b. Tindak pidana pasif/negatif atau tindak pidana omisi (dellicta ommissionis) Adalah tindak pidana yang perbuatannya berupa perbuatan pasif (negatif) atau pembiaran. Tindak Pidana Communia (Delicta Communia) Adalah tindak pidana yang dapat dilakukan oleh semua orang. 2. E. Perbuatan aktif (disebut juga perbuatan materiil) adalah perbuatan yang untuk mewujudkannya disyaratkan adanya gerakan dari anggota tubuh orang yang berbuat. Berdasarkan Macam Perbuatannya 1. 2. Tindak Pidana Berlangsung Terus (Voortdurende Delicten) Adalah tindak pidana yang dirumuskan sedemikian rupa sehingga untuk terwujudnya atau terjadinya berlangsung dalam waktu lama. Tindak Pidana Tidak Sengaja (Culpose Delicten) Adalah tindak pidana yang dalam rumusannya dilakukan dengan kesengajaan atau mengandung unsur culpa. D. Berdasarkan Sumbernya 1. Terbagi menjadi dua yaitu: a. 2. Tindak Pidana Khusus Adalah semua tindak pidana yang dimuat dalam KUHP sebagai kodifikasi hukum pidana materiil. 2. Tindak pidana pasif tidak murni. Tindak Pidana Propria ( Delicta Propria) . Dilihat Dari Sudut Subjek Hukumnya 1. Tindak Pidana Berlangsung Seketika (Aflopende Delicten) Adalah tindak pidana yang dirumuskan sedemikian rupa sehingga untuk terwujudnya atau terjadinya dalam waktu singkat. Tindak Pidana Aktif/Positif Atau Tindak Pidana Komisi (Dellicta Commissionis) Adalah tindak pidana yang perbuatannya berupa perbuatan aktif (positif).

Tindak pidana aduan mutlak. Terdiri dari 2 macam: a. adalah tindak pidana yang menjadi aduan jika memenuhi syarat tertentu. Berdasarkan Berat-Ringannya Pidana Yang Diancamkan 1. tindak pidana terhadap harta benda. Tindak Pidana Biasa (Gewone Delicten) Yang dimaksudkan disini ialah tindak pidana yang untuk dilakukan penuntutan pidana terhadap pembuatnya tidak disyaratkan adanya pengaduan dari yang berhak. disyaratkan dilakukan secara berulang. Berdasarkan Perlu Tidaknya Pengaduan Dalam Hal Penuntutan 1. b. K. maka tindak pidana ini tidak terbatas macamnya. Tindak Pidana Aduan (Klacht Delicten) Adalah tindak pidana yang untuk dapatnya dilakukan penuntutan pidana disyaratkan untuk terlebih dahulu adanya pengaduan orang yang berhak mengajukan pengaduan. Dari Sudut Berapa Kali Perbuatan Untuk Menjadi Suatu Larangan. Tindak Pidana Yang Diperberat (Gequalificeerde Delicten) 3. Tindak Pidana Yang Diperingan (Gepriviligieerde Delicten) J. 2. 2. Misalnya tindak pidana terhadap nyawa dan tubuh. Tindak Pidana Berangkai (Samengestelde Delicten) Adalah tindak pidana yang dirumuskan sedemikian rupa sehingga untuk dipandang selesainya tindak pidana dan dapat dipidananya. Tinda pidana aduan relatif. adalah tindak pidana aduan yang setiap kejadian syarat pengaduan harus ada.Adalah tindak pidana yang hanya dapat dilakukan oleh orang yang berkualitas tertentu. Tindak Pidana Tunggal (Enkelvoudige Delicten) Adalah tindak pidana yang dirumuskan sedemikian rupa sehingga untuk dipandang selesainya tindak pidana dan dapat dipidananya pelaku cukup dilakukan satu kali perbuatan saja. Berdasarkan Kepentingan Hukum Yang Dilindungi Berdasarkan kepentingan hukum yang dilindungi . . I. H. dan masih banyak lagi. tindak pidana pemalsuan. 1. Tindak Pidana Bentuk Pokok (Eenvoudige Delicten) 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful