HAKEKAT PENGEMBANGAN KURIKULUM

1. Pengertian Kurikulum Kurikulum bukan berasal dari bahasa Indonesia, tetapi berasal dari bahasa Latin ³currere´ yang secara harfiah berarti lapangan perlombaan lari. Akibat dari berbagai perkembangan, terutama perkembangan masyarakat dan kemajuan teknologi, konsep kurikulum selanjutnya juga menerobos pada dimensi waktu dan tempat. Artinya kurikulum mengambil bahan ajar dan berbagai pengalaman belajar tidak hanya terbatas pada waktu sekarang saja, tetapi juga memperhatikan bahan ajar dan berbagai pengalaman belajar pada waktu lampau dan yang akan datang. Demikian pula tidak hanya mengambil berbagai bahan ajar setempat (lokal), tetapi juga yang bersifat nasional, yang kemudian berbentuk kurikulum nasional (kurnas) dan yang lebih luas lagi bersifat internasional. Kurikulum adalah suatu program pendidikan yang berisikan berbagai bahan ajar dan pengalaman belajar yang diprogramkan, direncanakan secara sistemik atas dasar norma-norma yang berlaku yang dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran bagi tenaga kependidikan dan peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Pengertian lain tentang kurikulum diungkapkan dalam Undang-Undang no 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan digunakan dalam Peraturan Pemerintah no. 19 tahun 2005 yang merumuskan bahwa kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, materi/isi atau bahan pelajaran serta metode cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Pengertian kurikulum ini lebih berbentuk kerangka kerja/rancangan dalam membantu berkembangnya kemampuan-kemampuan peserta didik melalui proses pembelajaran. Dalam hal ini, institusi sekolah bertanggung jawab menggunakan kerangka kerja tersebut dalam mengembangkan kurikulum. Di dalam kerangka kerja tersebut memuat informasi tentang: (1) Apa yang harus dipelajari peserta didik (subyek), (2) Apa yang harus peserta didik ketahui dan mampu lakukan (kompetensi), (3) Berapa lama mereka dapat belajar (jam belajar, minggu belajar), dan (4) Dengan cara bagaimana peserta didik belajar (tatap muka, tugas terstruktur, tugas individu).

Hakekat Pengembangan Kurikulum

1

atau pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. atau guru dianggap sebagai fasilitator yang siap memberi bimbingan dan bantuan pada anak didik untuk belajar. Pandangan tentang anak: apakah anak dianggap sebagai organisme yang aktif atau pasif. Prinsip Pengembangan Kurikulum Ada beberapa prinsip umum dalam pengembangan kurikulum. 2. yaitu: 1. Prinsip Relevansi. strategi atau metode yang digunakan serta alat penilaian untuk melihat ketercapaian tujuan. 1. Artinya. 5. yaitu relevansi ke luar (eksternal) dan relevansi di dalam kurikulum itu sendiri (internal). Evaluasi belajar: apakah mengukur keberhasilan ditentukan dengan tes atau nontes. Pengembangan Kurikulum Pada dasarnya pengembangan kurikulum ialah mengarahkan kurikulum sekarang ke tujuan pendidikan yang diharapkan karena adanya berbagai pengaruh yang sifatnya positif yang datangnya dari luar atau dari dalam sendiri. dengan harapan agar peserta didik dapat mengahadapi masa depannya dengan baik. 4. Ada dua macam relevansi yang harus dimiliki kurikulum. Relevansi internal adalah bahwa setiap kurikulum harus memiliki keserasian antara komponen-komponennya. 6. Orientasi pengembangan kurikulum menurut Seller menyangkut enam aspek. yaitu keserasian antara tujuan yang harus dicapai.2. 3. atau secara bebas yang dapat memungkinkan anak bebas belajar. hendak dibawa ke mana siswa yang kita didik itu. Pandangan tentang lingkungan: apakah lingkungan belajar harus dikelola secara formal. materi. Tujuan pendidikan menyangkut arah kegiatan pendidikan. isi. Pandangan tentang proses pembelajaran: apakah proses pembelajaran itu dianggap sebagai proses transformasi ilmu pengetahuan atau mengubah perilaku anak. Konsepsi tentang peranan guru: apakah guru harus berperan sebagai instruktur yang bersifat otoriter. Hakekat Pengembangan Kurikulum 2 . Relevansi internal ini menunjukkan keutuhan suatu kurikulum.

fleksibel bagi guru. latar belakang atau kemampuan dasar siswa yang rendah. Artinya. Oleh karena itu. 2. Artinya. 3. yang artinya kurikulum harus memberikan ruang gerak bagi guru untuk mengembangkan program pengajarannya sesuai dengan kondisi yang ada. artinya kurikulum harus menyediakan berbagai kemungkinan program pilihan sesuai dengan bakat dan minat siswa. antara satu jenjang pendidikan dengan jenjang lainnya. tidak terputus-putus. Pengembangan kurikulum perlu dilakukan serempak bersama-sama. baik Hakekat Pengembangan Kurikulum 3 . relevan dengan perkembangan zaman baik sekarang maupun dengan yang akan datang. Prinsip Efisiensi Betapa bagus dan idealnya suatu kurikulum kalau menuntut keahliankeahlian dan peralatan yang sangat khusus dan mahal pula biayanya. 4. juga antara jenjang pendidikan dengan pekerjaan. pengalaman belajar yang disediakan kurikulum juga hendaknya berkesinambungan antara satu tingkat kelas dengan kelas lainnya. Kurikulum dan pendidikan selalu dilaksanakan dalam keterbatasan-keterbatasan. Kedua. Kedua. kurikulum itu harus bisa dilaksanakan sesuai dengan kondisi yang ada. Prinsip fleksibilitas memiliki dua sisi: Pertama. relevan dengan lingkungan hidup peserta didik.Ada 3 macam relevansi eksternal dalam pengembangan kurikulum: Pertama. atau mungkin sarana dan prasarana yang ada di sekolah tidak memadai. isi kurikulum harus sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang berkembang. fleksibel bagi siswa. Artinya. Bisa saja ketidaksesuaian itu ditunjukkan oleh kemampuan guru yang kurang. Ketiga. bahwa apa yang diajarkan di sekolah harus mampu memenuhi dunia kerja. Kurikulum harus bersifat lentur atau fleksibel. Prinsip Fleksibilitas Apa yang diharapkan dalam kurikulum ideal kadang-kadang tidak sesuai dengan kondisi kenyataan yang ada. Kurikulum yang kaku atau tidak fleksibel akan sulit diterapkan. maka kurikulum tersebut tidak praktis dan sukar dilaksanakan. relevan dengan tuntutan dunia pekerjaan. Prinsip Kontinuitas Perkembangan dan proses belajar anak berlangsung secara berkesinambungan.

Kurikulum bukan hanya harus ideal tetapi juga harus praktis. pada beberapa negara dan khususnya di Indonesia. yaitu landasan filosofi. Meskipun demikian saat ini. landasan psikologi. Oleh karena itu. alat. Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang mendasari terhadap pengembangan Model Kurikulum Subjek-Akademis. maupun personalia. dalam praktek pengembangan kurikulum. Masing-masing landasan sangat berperan dalam langkah pengembangan kurikulum. filsafat rekonstruktivisme banyak diterapkan dalam pengembangan Model Kurikulum Interaksional. eksistensialisme. dan konstruktivime. Sementara. setiap orang mempunyai pandangan tertentu mengenai pendidikan. penerapan aliran filsafat cenderung dilakukan secara eklektif untuk lebih mengkompromikan dan mengakomodasikan berbagai kepentingan yang terkait dengan pendidikan. Terdapat lima aliran filsafat pendidikan. Landasan Pengembangan Kurikulum Terdapat tiga andasan dalam pengembangan kurikulum. Sedangkan. Masing-masing aliran filsafat pasti memiliki kelemahan dan keunggulan tersendiri. biaya. Berdasarkan pandangan hidup manusia dirumuskan. 1. itulah tujuan kurikulum Aliran Filsafat Perenialisme. yaitu filsafat perenialisme. Essensialisme. tampaknya mulai Hakekat Pengembangan Kurikulum 4 . essensialisme.keterbatasan waktu. Prinsip Efektifitas Walaupun kurikulum tersebut harus murah dan sederhana. Berkenaan dengan pendidikan. dan landasan sosiologi. baik secara kuantitas maupun kualitas. 5. filsafat progresivisme memberikan dasar bagi pengembangan Model Kurikulum Pendidikan Pribadi. Landasan Filosofi Filsafat pada dasarnya adalah suatu pand angan hidup yang ada pada setiap orang. tetapi keberhasilannya tetap harus diperhatikan. Dengan kata lain bahwa setiap orang mempunyai filsafat dalam arti pandangan hidup pada dirinya. progresivisme.

dan menyeleksi pengalaman-pengalaman belajar yang akan dirumuskan dalam kurikulum. menyeleksi serta mengorganisasi pengalaman belajar. Landasan Sosiologi Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok dan struktur sosialnya. Sosiolologi mempunyai empat perenan yang sangat penting dalam pengembangan kurikulum. Dalam merumuskan tujuan kurikulum harus memahami tiga sumber kurikulum yaitu siswa (student). Landasan Psikologi Terdapat dua landasan psikologi yang digunakan dalam pengembangan kurikulum. 3. Empat peranan sosiologi tersebut adalah berperan dalam proses penyesuaian nilai-nilai dalam masyarakat. yaitu psikologi belajar (psychology of learning) dan psikologi perkembangan. Pada dasarnya dua landasan psikologi tersebut sangat diperlukan dalam pengembangan kurikulum yaitu pada langkah merumuskan tujuan pembelajaran. Jadi sosiologi mempelajari bagaimana manusia itu berhubungan satu dengan yang lain dalam kelompoknya dan bagaimana susunan unit-unit masyarakat atau sosial di suatu wilayah serta kaitannya satu dengan yang lain. masyarakat dan daerah. yaitu dengan lebih menitikberatkan pada filsafat rekonstruktivisme. Sumber siswa lebih menekankan pada kebutuhan-kebutuhan Hakekat Pengembangan Kurikulum 5 . dan konten (content). berperan dalam penyediaan proses sosial. Dengan kata lain sosiologi berkaitan dengan aspek sosial atau masyarakat. yaitu pada tingkat pendidikan mana atau pada kelas berapa suatu pengalaman belajar tertentu harus diberikan karena harus sesuai dengan perkembangan jiwa anak. Psikologi belajar digunakan sebagai landasan dalam men-screen tujuan pembelajaran umum/standar kompetensi/SK (tentative general objective) yang sudah dirumuskan untuk merumuskan precise education (kompetensi dasar/KD). dan berperan dalam memahami keunikan individu. 2. Sedangkan psikologi perkembangan lebih berperan dalam pengorganisasian pengalaman-pengalaman belajar.terjadi pergeseran landasan dalam pengembangan kurikulum. masyarakat (society). berperan dalam penyesuaian dengan kebutuhan masyarakat.

Pengembangan kurikulum mengalami sebuah siklus (Depdiknas. 2006) sebagai berikut: Gambar 1 : Siklus Pengembangan Kurikulum (Curriculum Engineering Cycle) 1. Sumber masyarakat lebih melihat kepada kebutuhan-kebutuhan masyarakat dan nilai-nilai yang ada dalam masyarakat. Dengan kata lain landasan sosiologi digunakan dalam pengembangan kurikulum dalam merumuskan tujuan pembelajaran dengan memperhatikan sumber masyarakat (society source) agar kurikulum yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.yang diperlukan siswa pada tingkat pendidikan tertentu yang sesuai dengan perkembangan jiwa atau usianya. Perencanaan Kurikulum Perencanaan kurikulum pada dasarnya adalah penyiapan dokumen kurikulum berupa kurikulum dokumen inti. sedangkan sumber konten adalah berhubungan dengan konten kurikulum yang akan dikembangkan pada tingkat pendidikan yang sesuai. pedoman dan suplemen yang merupakan paket Hakekat Pengembangan Kurikulum 6 .

Standar tersebut berbentuk kerangka kerja yang memberikan informasi umum mengenai keseluruhan mata pelajaran yang harus dipelajari (muatan). menengah. dan nilai-nilai. termasuk menetapkan jumlah mata pelajaran yang akan diajarkan. Ini adalah tugas sulit dan menantang bahkan bagi pengajar yang berpengalaman dan berkualifikasi tinggi. Silabus memperlihatkan rincian apa yang akan dilakukan peserta didik selama satu periode tertentu yaitu sepanjang semester pada setiap pelajaran. Fungsi utama dari perencanaan pembelajaran jangka menengah adalah untuk memetakan pembelajaran satu kelas selama satu semester. Perencanaan ini memuat uraian yang akan Hakekat Pengembangan Kurikulum 7 . apa yang perlu diketahui pada setiap mata pelajaran (topik atau aspek). Perencanaan pembelajaran itu memuat garis besar (outline) bahasan dan menunjukkan kesinambungan pembelajaran. Perencanaan Kurikulum Jangka Menengah merupakan perencanaan pembelajaran jangka menengah atau disebut juga kurikulum mikro memuat kerangka kerja tentang program-program belajar untuk setiap semester dan kelas. Kurikulum makro ini ditetapkan oleh Pemerintah. maupun apa yang perlu dilakukan pada setiap mata pelajaran (kompetensi). Dokumen yang dikembangkan didasari atas beberapa analisis yaitu meliputi: (1) Analisis kebutuhan masyarakat. (2) Analisis kebutuhan pengembangan ilmu. a. Perencanaan pembelajaran jangka menengah sering disebut dengan silabus. b. Peranan pengajar adalah mengembangkan silabus ini. Perencanaan kurikulum dilakukan baik dalam jangka panjang. Perencanaan Kurikulum Jangka Panjang merupakan kurikulum yang dikembangkan secara nasional yang diistilahkan dengan "Standar Muatan Nasional". pengetahuan. maupun jangka pendek.dokumen kurikulum. Pengajar akan dinilai berdasarkan kemampuan mereka untuk mengembangkan kurikulum mata pelajaran mereka (kompetensi pedagogik inti). dan (3) Analisis kebutuhan peserta didik. Sekolah dan para pengajar bertanggung jawab mengembangkan kurikulum mikro (silabus). Perencanaan Kurikulum Jangka Pendek merupakan perencanaan disusun oleh individu pengajar yang disebut juga dengan rencana pelaksanaan pembelajaran/RPP (lesson plan). c.

Tujuan yang dirumuskan di dalam kurikulum adalah tujuan umum yang tidak bisa langsung dilakukan pengamatan atau pengukuran di dalamnya. perencanaan pembelajaran tertulis berguna juga sebagai sumber untuk pembelajaran materi yang sama di waktu yang akan datang. Perumusan kegiatan pembelajaran disertai dengan indikatornya agar dapat terukur 8 Hakekat Pengembangan Kurikulum . Materi pembelajaran yang dirumuskan berupa materi-materi pokok. (3) Objek dari tujuan itu (berupa materinya). Kurikulum sebagai perencanaan pembelajaran yang dibuat secara tertulis (written curriculum) menjadi pedoman bagi para pelaksana kurikulum dalam proses pembelajaran peserta didik.dijelaskan oleh pengajar dalam pembelajaran sehari-hari. Tanggung jawab sekolah dan para pengajar untuk mengembangkannya. c. (3) Beban belajar anak. (2) Tujuan yang akan dihasilkan. Merumuskan Tujuan Perumusan tujuan kurikulum memperhatikan (1) Tujuan yang ada pada diri peserta didik. Perumusan Materi Pengorganisasian materi dalam mata pelajaran memperhatikan dan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut : (1) Perkembangan psikologis dan fisik anak. Dengan demikian. berupa hasil belajar yaitu perilaku tertentu (biasanya dinyatakan dengan kata kerja tertentu). Dalam menyusun materi perlu diperhatikan ruang lingkup (scope) yaitu kedalaman materi materi yang dibatasi pada masalah tertentu dan urutan (sequence) adalah materi diurutkan sesuai jalan logis dan tingkat kesulitannya. Dalam merencanakan kurikulum. Perumusan Kegiatan Pembelajaran Dalam merumusan kegiatan pembelajaran termasuk di dalamnya adalah merumuskan strategi dan metoda yang dipilih. langkah-langkah yang ditempuh meliputi: a. (4) dan disiplin keilmuan. b. Tanpa adanya perencanaan akan sulit menganalisa bagaimana sesuatu semestinya direncanakan atau diterapkan setelah pembelajaran dilaksanakan. Perencanaan pembelajaran tertulis ini akan membantu mengingatkan pengajar untuk memasukkan semua elemen kegiatan pembelajaran dan membantu pengajar menjadi lebih cermat dan reflektif. (2) Kebermanfaatan atau kegunaan bagi anak.

Pertanyaan keempat. Penentuan Alat Evaluasi yang Diperlukan Alat/instrumen evaluasi dipergunakan dalam menilai proses dan output pembelajaran. tentang jenis alat evaluasi yang banyak dipergunakan untuk tiap domain tujuan. (4) Ahli psikologi. 2. c. demikian juga sebaliknya. Hakekat Pengembangan Kurikulum 9 . Pengembangan Kurikulum Pengembangan kurikulum melibatkan pihak terkait. (3) Ahli disiplin keilmuan. "What educational purposes should the school seek to attain?" yaitu tujuan pendidikan atau pembelajaran mana yang ingin dicapai oleh sekolah? Ini pertanyaan tentang tujuan. b. (2) Ahli kurikulum. Untuk suatu tujuan atau materi tertentu bisa saja digunakan beberapa metode.ketercapaiannya. "How can learning experiences be selected which are likely to be useful in attaining these experiences?" yaitu pengalaman pendidikan yang bagaimanakah yang harus disiapkan untuk mencapai tujuan atau kemampuan apa saja yang harus diberikan kepada peserta didik? Ini pertanyaan tentang materi. d. Pertanyaan pertama. "How can learning experiences be organized for effective instruction?" yaitu bagaimana mengorganisasikan pengalaman pendidikan atau pengalaman belajar tersebut secara efektif? Ini pertanyaan tentang strategi atau metode. dan (5) Pengajar. Pertanyaan kedua. Dalam mengembangkan kurikulum dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mengajukan empat pertanyaan mendasar dalam pengembangan kurikulum. yaitu: a. "How can the effectiveness of learning experiences be evaluated?" yaitu bagaimana menentukan bahwa tujuan sudah berhasil dicapai? Ini pertanyaan tentang evaluasi. d. Penentukan alat evaluasi yang cocok bisa didasarkan kepada tujuan pembelajaran maupun pertimbangan yang lain. Pertanyaan ketiga. yang masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab yang berbeda. Pihak-pihak yang terlibat dalam pengembangan kurikulum meliputi: (1) Pengambil keputusan yang terkait dengan penetapan kurikulum.

Tujuan dapat mempengaruhi pengembangan materi pembelajaran. Oleh karena itu tujuan dibuat dengan mempertimbangkan faktor-faktor masyarakat. Setiap komponen kurikulum merupakan suatu kesatuan yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi antara satu dengan lainnya. kebutuhan.Langkah-langkah Pengembangan Kurikulum Langkah-langkah mengembangkan pengembangan kurikulum dilakukan kurikulum. Mengembangkan Tujuan Kurikulum Rumusan tujuan dibuat berdasarkan analisis terhadap berbagai tuntutan. dengan yaitu keempat komponen-komponen utama mengembangkan tujuan. Demikian pula komponen-komponen lain dapat mempengaruhi setiap komponen-komponen kurikulum yang lainnya. serta Hakekat Pengembangan Kurikulum 10 . materi/bahan/isi. Dengan berpedoman pada komponen-komponen kurikulum tersebut. maka pengembangan kurikulum dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: a. dan harapan. strategi/metode. setiap pengembangan satu komponen dapat mempengaruhi pengembangan komponen-komponen lainnya. dan evaluasi. Bagaimanakah mengetahui bahwa tujuan telah berhasil dicapai? Dalam pengembangan kurikulum. juga dapat mempengaruhi pengembangan strategi maupun evaluasi pembelajaran. Jalinan hubungan itu dapat dilihat pada gambar berikut ini: Gambar 2 : Hubungan antara Komponen-Komponen Kurikulum. peserta didik itu sendiri.

Rumusan tujuan ini masih umum relatif abstrak perlu dijabarkan dan dirumuskan dalam tujuan yang lebih khusus. kompetensi. kecakapan. atau taktik. Hakekat Pengembangan Kurikulum 11 . teori. Hal ini sangat penting sebagai umpan balik untuk mengadakan perbaikan. dalil. meliputi semua komponen atau langkah-langkah pengembangan kurikulum. Tujuan kurikuler juga masih relatif umum perlu dijabarkan lagi dalam tujuan yang lebih khusus. kemampuan (keterampilan. menggambrakan kecakapan atau kemampauan dalam bidang studi atau aspek tertentu. Mengembangkan Metode Kurikulum Tujuan kurikulum yang telah dirumuskan.Materi kurikulum disusun dengan mengacu pada tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya dan yang akan dicapai. Pengalaman belajar ini dapat berupa mempelajari mata pelajaran-mata pelajaran atau kegiatan sekitar masalah kehidupan sesuai dengan kurikulum yang telah ditentukan. Tujuan umum menggambarkan nilai-nilai. kebutuhan dan harapan dari masyarakat. b. dan lain-lain). Metode meliputi cara. prinsip. tujuan pendidikan yang masih bersifat umum yaitu tujuan nasional atau ujuan institusional (aim) dijabarkan kepada tujuan-tujuan yang lebih khusus atau tujuan kurikuler (goal) dan kemudian dijabarkan lagi kepada tujuan-tujuan khusus atau tujuan instruksional (objective). c. Mengembangkan Evaluasi Kurikulum Seberapa baik atau seberapa jauh dan bagaimana tingkat keberhasilan suatu kurikulum dapat diketahui dengan melakukan evaluasi kurikulum. Tujuan pendidikan menjadi fokus dan sasaran utama semua kegiatan pendidikan termasuk penyusunan kurikulum. Evaluasi banyak bergantung kepada tujuan yang hendak dicapai. d. Dalam penyusunan kurikulum. yang menggambarkan perilaku atau kecakapan khusus yaitu tujuan istruksional. dan lain-lain). Mengembangkan Materi Materi atau isi pembelajaran merupakan pengalaman yang akan diberikan kepada peserta didik selama mengikuti proses pendidikan atau proses pembelajaran. Oleh karena itu evaluasi harus dilakukan terus menerus dan secara menyeluruh (komprehensif). serta pengetahuan dan kemampuan. tehnik. Materi kurikulum biasa berupa: pengetahuan (fakta. lebih konkrit dan spesifik. dicapai dengan menggunakan metode kurikulum. konsep.ilmu pengetahuan dan teknologi. dalam bentuk tujuan kurikuler.

budaya. Kurikulum hendaknya memberikan pengalaman belajar kepada peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan tersebut. dan vokasional. suku. dan seni yang berkembang sangat cepat dan dinamis. Hakekat Pengembangan Kurikulum 12 . Oleh karena itu. teknologi. kehidupan sehari-hari peserta didik. Prinsip-prinsip dasar berikut perlu diperhatikan dalam mengembangkan kurikulum: a. dunia usaha dan dunia kerja. c. Untuk itu pembelajaran perlu dikemas sedemikian rupa sehingga mampu menarik dan merangsang peserta didik. kebutuhan. b. berpikir. kebutuhan. perkembangan. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. kondisi daerah. dan gender. Beragam dan terpadu Pengembangan kurikulum memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. d.Langkah-langkah pengembangan kurikulum akan diuraikan dan dijelaskan lebih lanjut dan lebih lengkap pada bab-bab berikutnya secara berurutan. sosial. adat istiadat. akademik. dan seni Pengembangan kurikulum memperhatikan perkembangan sains. seperti keterampilan pribadi. Pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama. Relevan dengan kebutuhan kehidupan Pengembangan kurikulum relevan dengan kebutuhan kehidupan. perkembangan. Kurikulum mencakup seluas-luasnya mata pelajaran dan muatan di setiap mata pelajaran dan harus ada keterkaitan diantara butir-butir kurikulum. jenjang dan jenis pendidikan. kehidupan kemasyarakatan. teknologi. Berpusat pada potensi. diperlukan keterampilan atau keahlian menghadapi hidup (life skills). status sosial ekonomi. dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya Kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik agar kompetensinya berkembang menuju pencapaian tujuan pendidikan. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan.

Satu pengalaman belajar dibangun dari pengalaman belajar sebelumnya. Gambar 3 : Kesesuaian Kurikulum dan Pembelajaran Hakekat Pengembangan Kurikulum 13 . 3. Pengembangan kurikulum pendidikan formal. Kesesuaian antara kurikulum dengan pembelajaran dapat digambarkan seperti tampak pada Gambar 3. materi pelajaran yang dipelajari. f. nonformal.e. g. dan informal yang memberikan kompetensi dan keahlian kepada peserta didik yang perlu dipelajari agar dapat terus belajar sepanjang hidupnya. strategi dan metode pembelajaran yang dipergunakan serta pengalaman belajar yang tersedia. Pelaksanaan Kurikulum Pelaksanaan kurikulum yang sering juga disebut dengan implementasi kurikulum merupakan kegiatan nyata yang dilaksanakan pengajar dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu disebut juga dengan kurikulum aktual. Belajar seumur hidup Peserta didik belajar dan seumur hidup melalui proses pengembangan. keilmuan. Berkesinambungan bermakna semua itu direncanakan dan disajikan di semua jenjang pendidikan. Menyeluruh atau komprehensif dan berkesinambungan Menyeluruh atau komprehensif mencakup keseluruhan kompetensi. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Sekolah perlu mempertimbangkan minat dari masyarakat dan daerah dengan mengacu pada kerangka kerja umum dari pemerintah nasional. meliputi pembudayaan. pemberdayaan.

Pada input ini tidak bisa dilakukan manipulasi. input enviromental tidak bisa dimanipulasi. Pengajar bertugas untuk memanipulasi sedemikian rupa. berisi standar kompetensi yang sudah disiapkan oleh pusat. Silabus berisi dokumen persiapan guru untuk mengajar yang dijadikan sebagai pedoman mengajar selama satu semester. Dalam proses transformasi pembelajaran. Adapun yang sifatnya manipulatif adalah input instrumental. proses pembelajaran bisa dipandang sebagai transformasi input menjadi output. Hal ini menyangkut suasana luar proses itu sendiri. maka proses pembelajaran dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 4 : Transformasi Pembelajaran Gambar ini memberikan pengertian bahwa input berpengaruh bagi proses pembelajaran. Dengan memandang subsistem yang terkait. Peran pengajar dalam hal ini meliputi: a. Demikian juga dalam kerangka mikro. Membuat silabus pembelajaran dan rencana pembelajaran. Hakekat Pengembangan Kurikulum 14 . kompetensi dasar sebagai penjabaran dari standar kompetensi serta indikator sebagai penjabaran dari kompetensi dasar. sehingga kedua input yang lain itu dapat ditransformasikan menjadi output yang diinginkan. Input purposif adalah peserta didik yang akan mengalami proses pembelajaran. pengajar merupakan pelaksana (implementator).Pada umumnya. Adapun output dari proses ini adalah peserta didik yang telah mengalami perubahan. b. Tugas guru adalah sebagai pengajar dan tenaga kependidikan yang mentransformasi pengetahuan kepada peserta didik melalui berbagai cara dan metode yang efektif. termasuk di dalamnya adalah kurikulum. Pembagian tugas antara pengajar dan tenaga kependidikan. Perubahan ini terjadi pada perilaku peserta didik sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

dan (5) Menentukan tujuan yang sudah tercapai (to determine if objective have been achieved). (b) Penilaian kurikulum yang dilakukan terhadap keseluruhan pelaksanaan perangkat kurikulum. e. Melaksanakan penilaian proses. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan guru baik di kelas maupun di luar kelas baik secara langsung (face to face ) maupun pembelajaran menggunakan media. Keduanya sangat diperlukan untuk menentukan keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran. Dalam membuat perencanaan.c. prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan teknologi harus diperhatikan. 4. d. karena keberhasilan pelaksanaan pembelajaran dapat dilihat dari indikatornya yang dapat diukur. Dalam hal ini tugas guru tidaklah mudah. Hakekat Pengembangan Kurikulum 15 . Umpan balik dapat diberikan guru pada peserta didik sebagai bentuk respon. Penilaian kurikulum berfungsi untuk: (1) Mendiagnosa (to diagnose) kegagalan atau kelemahan pelaksanaan kurikulum. atau peserta didik kepada guru sebagai dampak dari proses pembelajaran. (3) Membandingkan (to compare) dengan kurikulum sebelumnya atau dengan kurikulum luar dalam upaya mencapai bentuk kesempurnaan. (2) Merevisi (to revise) untuk mengantisipasi kekurangan atau kelemahan selama pelaksanaan kur ikulum. (4) Mengantisipasi kebutuhan-kebutuhan yang berhubungan dengan bidang pendidikan (anticipate educational needs) . pelaksanaan dan evaluasi kurikulum. Memberikan umpan balik (feed back). Demikian pula dengan penggunaan sarana berbasis teknologi yang diperlukan agar pelaksanaan berlangsung dengan efisien dan efektif. melakukan pengembangan. Penilaian proses yang dimaksudkan adalah penilaian terhadap keberhasilan proses pembelajaran yang bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran dan bukan untuk menilai akhir pembelajaran. Melaksanakan pembelajaran. Penilaian kurikulum Penilaian kurikulum sebagai suatu proses. meliputi: (a) Penilaian kurikulum yang dilakukan terhadap unsur tertentu pelaksanaan perangkat kurikulum.

com/dhaniklopedia/blog/2010/06/11/makalah-landasanpengembangan-kurikulum http://www. H. Nana. http://my.pdf Hakekat Pengembangan Kurikulum 16 . Jakarta : PT Rineka Cipta. 2005. Dakir. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek.DAFTAR PUSTAKA Syaodih Sukmadinata.org/content/blog/manajemen-pengembangan-kurikulum Kurikulum TIK . 2004.psb-psma. Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.Pengembangan Tujuan Kurikulum.opera.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful