1

6 Momen Lentur
KL2203, Kelas 01
S t II 2010/2011 Semester II 2010/2011
Momen Lentur Murni (pure bending)
2
Tegangan akibat Momen Lentur
0 : 0
x x
F dA o = =
¯
í
:
z x
M M y dA M o = ÷ =
¯
í
Deformasi akibat Momen Lentur
0
0
xy xz
xy xz
¸ ¸
t t
= =
= =
3
( )
JK
y y o p u pu u = ÷ ÷ = ÷
x
y y
L
o u
c
pu p
÷
= = = ÷
m
c
c
p
=
m x
y
c
c c = ÷
Distribusi Tegangan
akibat Momen Lentur
m x x x
y
E
c
o c o o = ¬ = ÷
m
m
0
0
x
dA
y
dA ydA
c c
o
o
o
=
| |
÷ = ÷ =
|
\ .
í
í í
0
c c
ydA
\ .
=
í
Garis netral melewati centroid penampang.
4
Distribusi Tegangan
akibat Momen Lentur
( )
2 m
m
x
y dA M
y dA M
c
Mc
I
o
o
o
÷ =
=
=
í
í
I = momen inersia penampang
S = modulus penampang m
;
M I
S
S c
o = =
x
My
I
o = ÷
5
Kelengkungan (curvature)
m m
1 1 Mc
c Ec Ec I
c o
p
= = =
1 M
EI p
=
p
1/p = kelengkungan
p = jari-jari kelengkungan (radius of curvature)
Contoh 1
 Suatu balok kantilever baja berukuran
penampang 20 mm × 60 mm dikenai
momen di ujungnya seperti
tergambar.
 Jika tegangan leleh baja diketahui
sebesar 250 MPa tentukan nilai
M
20 mm
60
sebesar 250 MPa, tentukan nilai
momen M yang mengakibatkan balok
mulai leleh.
60 mm
6
Contoh 1
 Gaya dalam momen: pada seluruh
balok bekerja momen lentur M.
 Momen inersia penampang:
( )( )
3
3
4 4
1 1
20 60
12 12
36 10 mm
I bh = =
= ×
M
M
+
 Tegangan:
36 10 mm = ×
( )( )
4
6
250
250 36 10
3 10 N-mm 3 kN-m
30
m
Mc
I
M
o = =
×
= = × =
Contoh 2
 Tinjau kembali balok kantilever
pada Contoh 6.1. Tentukan
tegangan tarik dan tekan
maksimum akibat momen sebesar
3 kN-m yang bekerja di ujung
balok, jika penampang balok , j p p g
berbentuk T seperti tergambar.
Abaikan pengaruh fillet di ujung-
ujung penampang.
7
 Tentukan lokasi centroid:
¯ × = = ¯
× = ×
× = ×
3
3
3
3 2
10 114 3000
10 4 2 20 1200 30 40 2
10 90 50 1800 90 20 1
mm , mm , mm Area,
A y A
A y y
3
114 10
A y
¯
3
114 10
38 mm
3000
i i
i
A y
y
A
×
= = =
¯
¯
 Momen inersia penampang (terhadap
sumbu yang melewati centroid)
( )
2
' x x
I I Ad = +
¯
( )
( )( ) ( )( )( )
( )( ) ( )( )( )
3 2
3 2
3 4
1
90 20 90 20 50 38
12
1
30 40 30 40 20 38
12
868 10 mm
= + ÷
+ + ÷
= ×
 Tegangan tarik dan tekan maksimum: g g
( )( )
( )( )
m
6
3
6
3 10 22
76.0 MPa
868 10
3 10 38
131 3 MPa
A
Mc
I
o
o
o
=
×
= =
×
×
= =
3
131.3 MPa
868 10
B
o = ÷ = ÷
×
8
Momen Lentur pada Penampang
Komposit
x
y
c
p
= ÷
 Kompatibilitas:
Transformasi Penampang:
Penampang Ekivalen
 Karena formula tegangan akibat momen lentur
diturunkan untuk material homogen, maka
penampang komposit harus “diubah” menjadi
penampang ekivalen:
Distribusi regangan harus sama ¬tinggi penampang
harus sama
Jari-jari kelengkungan harus sama.
9
Distribusi Tegangan pada Penampang
Komposit
Garis netral tidak melewati centroid penampang komposit.
Gaya pada Penampang Ekivalen
1
1 1
E y
dF dA dA o
p
= = ÷
E y
2
2 2
E y
dF dA o
p
= = ÷
2 1 1
2
1
1
E E y E y
dF dA n dA
E
E y
ndA
p p
p
= ÷ = ÷
= ÷
10
Penampang Ekivalen
 Dianggap terdiri atas satu jenis material saja (salah satu
material dijadikan material ekivalen, E
*
)
 Dibuat dengan mengubah lebar dari masing-masing material:
 Selanjutnya analisis tegangan akibat momen lentur dilakukan
*
*
i
i
E
b b
E
=
 Selanjutnya analisis tegangan akibat momen lentur dilakukan
seperti untuk penampang homogen, menghasilkan tegangan
normal ekivalen, o
*
.
 Tegangan yang sebenarnya terjadi pada setiap material adalah:
*
*
i
E
E
o o =
Penampang Ekivalen
Penampang
komposit
Penampang
ekivalen
Tegangan
ekivalen, o
*
Tegangan
aktual, o
11
Contoh 3
 Suatu balok kantilever kayu
berukuran penampang 75 mm ×
200 mm diperkuat dengan
menambahkan pelat baja setebal
6 mm di sisi atas balok seperti
tergambar.
2 kN/m
3 m
Jika diketahui modulus elastisitas kayu adalah 12 GPa dan
modulus elastisitas baja adalah 200 GPa, tentukan
tegangan maksimum yang terjadi pada kayu dan pelat baja
akibat beban merata 2 kN/m seperti tergambar.
Contoh 3
 Akibat beban yang bekerja, momen
maksimum akan terjadi di tumpuan
yang besarnya:
 Misalkan penampang diubah
menjadi penampang ekivalen
M
max
( )( )( )
max
2 3 1.5 9 kN-m M = ÷ =

2 kN/m
3 m
menjadi penampang ekivalen
dengan material kayu:
( )
*
*
*
12 GPa
200
75 1250 mm
12
k
b
b b
E E
E
b b
E
= =
| |
= = =
|
\ .
12
 Lokasi centroid penampang ekivalen (dari sisi bawah)
( )( )( ) ( )( )( )
( )( ) ( )( )
1250 6 203 75 200 100
134.3 mm
1250 6 75 200
i i
i
A y
y
A
+
= = =
+
¯
¯
 Momen inersia penampang ekivalen
( )( ) ( )( )( )
3 2
*
1
1250 6 1250 6 203 134 3 I + ( )( ) ( )( )( )
( )( ) ( )( )( )
3 2
6 4
1250 6 1250 6 203 134.3
12
1
75 200 75 200 100 134.3
12
103.1 10 mm
I = + ÷
+ + ÷
= ×
 Tegangan ekivalen maksimum, sisi atas:
( )( )
6
*
9 10 71.7 ×
( )( )
*
6
6.26 MPa
103.1 10
A
o = =
×
 Tegangan ekivalen maksimum, sisi bawah:
( )( )
6
*
6
9 10 134.3
11.73 MPa
103.1 10
B
o
×
= ÷ = ÷
×
 Tegangan aktual, sisi atas dan bawah baja:
( )( )
6
*
6
9 10 65.7
5.73 MPa
103.1 10
C
o
×
= =
×
 Tegangan ekivalen di batas kayu – baja:
( )
200
6 26 104 3 MPa o
| |
|
 Distribusi tegangan
( )
( )
baja
6.26 104.3 MPa
12
200
5.73 95.6 MPa
12
A
C
o
o
÷
= =
|
\ .
| |
= =
|
\ .
A
C
6.26
5.73
104.3
95.6
5.73
B
–11.73 –11.73
o
*
(MPa)
o (MPa)
13
Contoh 3
A
B
C
11 73
104.3
95.6
5.73
max baja
max kayu
104.3 MPa (tarik)
11.73 MPa (tekan)
o
o
÷
÷
=
=
B
–11.73
o (MPa)
Beton Bertulang (elastis)
 Kemampuan beton menerima
tegangan tarik sangat kecil,
sehingga daerah yang mengalami
tegangan tarik harus diperkuat
dengan menambahkan tulangan
b j baja.
 Agar efektif, tulangan baja
diletakkan di sisi tarik terjauh dari
garis netral.
14
Beton Bertulang (elastis)
 Pada daerah yang mengalami tarik, hanya tulangan yang
menerima tegangan tarik, sedangkan bagian beton dianggap
tidak bekerja.
 Dengan demikian, penampang beton bertulang dianggap
berupa bagian beton yang mengalami tekan dan tulangan
baja yang mengalami tarik.
 Analisis tegangan akibat momen lentur dilakukan dengan
mengganti penampang menjadi penampang ekivalen beton.
Beton Bertulang (elastis)
s
c
E
n
E
=
15
( ) ( )
NA
0
0
2
1
s
Q
x
bx nA d x
=
| |
÷ ÷ =
|
\ .
 Lokasi garis netral:
 Inersia penampang ekivalen:
2
1
0
2
s s
bx nA x nA d + ÷ =
( ) ( )
2
3
2
*
bx x
I bx nA d x
| |
= + + ÷
|
\ .
( ) ( )
( )
3
2
12 2
3
s
s
I bx nA d x
bx
nA d x
+ +
|
\ .
= + ÷
 Tegangan pada tulangan baja:
*
max beton * A
Mx
I
o o
÷
= = ÷
 Tegangan tekan maksimum pada beton:
g g p g j
( )
*
* s s
M d x
n n
I
o o
÷
= =
 Catatan: ilustrasi perhitungan di atas dilakukan dengan asumsi
momen yang bekerja adalah momen positif. Jika momen yang
bekerja adalah momen negatif, formulasi yang dihasilkan akan
sama, tetapi bagian beton yang mengalami tekan berada di sisi
bawah dan tulangan baja berada di sisi atas.
16
Kombinasi Momen Lentur
dan Gaya Aksial
 Momen lentur dan gaya aksial sama-sama
mengakibatkan tegangan normal pada
penampang, sehingga efek dari kedua gaya dalam
tersebut dapat digabungkan.
 Tegangan normal pada suatu titik merupakan
penjumlahan dari tegangan normal akibat momen penjumlahan dari tegangan normal akibat momen
lentur dan akibat gaya aksial.
aksial lentur
F My
A I
o o o
o
= +
= ÷
Kombinasi Momen Lentur
dan Gaya Aksial
F
A
My
I
o
17
Contoh 4
 Gambar di samping memperlihatkan
satu bagian dari rantai yang menerima
beban 160 lb.
 Tentukan tegangan maksimum tarik dan
tekan maksimum pada penampang,
serta jarak antara centroid penampang j p p g
dengan garis netral.
 Tegangan akibat gaya aksial:
( )( )
160 lb
160 0.65 =104 lb
P
M
=
=
 Gaya dalam pada penampang:
160 P
( )
2
160
815 psi
0.5
4
a
P
A
o
t
= = =
 Tegangan maksimum akibat momen lentur:
( )( )
( )
4
104 0.25
8475 psi
0 5
b
Mc
I
o
t
= = =
( ) 0.5
64
 Tegangan maksimum tarik dan tekan:
815 8475 9290 psi ; 815 8475 7660 psi
m m
o o
+ ÷
= + = = ÷ = ÷
18
 Lokasi garis netral (di sebelah kanan centroid):
( )
( )
4
104
815 0 0.024 in.
0.5
64
y
y
t
÷ = ¬ =
Contoh 5
 Penampang balok T seperti
tergambar menerima gaya aksial
tekan P yang bekerja di titik D.
 Jika tegangan izin tarik material
balok adalah 30 MPa, dan
tegangan izin tekannya 120 MPa tegangan izin tekannya 120 MPa,
tentukan nilai maksimum P yang
dapat diterima balok.
19
 Karakteristik penampang telah dihitung pada Contoh 6.2:
2 3 4
38 mm ; 3000 mm ; 868 10 mm y A I = = = ×
 Sistem ekivalen gaya aksial sentris + momen lentur:
(tekan) P P =
( )( )
( )( )
4
3
4
28 22
3.76 10
3000 868 10
28 22
15 59 10
A
B
P
P
P
P
P
P
o
o
÷
÷
= ÷ + = ×
×
= ÷ ÷ = ÷ ×
( ) 38 10 28 (momen negatif) M P P = ÷ =
 Tegangan di sisi atas dan bawah penampang:
3
15.59 10
3000 868 10
B
P o ×
×
 Periksa terhadap tegangan izin:
4
4
3.76 10 30 79.7 kN
15.59 10 120 77.0 kN
P P
P P
÷
÷
× s ¬ s
× s ¬ s
max
77 kN P =
Lentur Tak Simetris
(Unsymmetrical Bending)
 Sampai saat ini, penampang
yang dianalisis selalu
memiliki sumbu simetri
vertikal dan momen lentur
bekerja pada bidang sumbu
simetri tersebut.
 S k k diti j k  Sekarang akan ditinjau kasus
di mana momen tidak
bekerja pada bidang sumbu
simetri tersebut, atau
penampang tidak memiliki
sumbu simetri.
20
0
x
x
dA
y dA M
o
o
=
÷ =
í
í
garis netral melalui centroid
distribusi tegangan akibat momen lentur
0
x
x
y
z dA o =
í
í
0
m
zydA
c
o
÷ =
í
g g
vektor momen bekerja pada
sumbu utama yang melalui centroid
cos
z
M M u =
sin
y
M M u =
+
y
z
z y
M z
M y
I I
o = ÷ +
21
Contoh 6
 Momen lentur sebesar 1600 lb-in.
bekerja pada penampang balok kayu
berukuran 1.5 in. × 3.5 in. pada bidang
yang membentuk sudut 30
o
terhadap
bidang vertikal seperti tergambar.
 Tentukan:  Tentukan:
tegangan maksimum pada balok,
lokasi garis netral.
 Inersia penampang:
1600cos30 1386 lb-in.
1600sin30 800 lb-in.
o
z
o
y
M
M
= =
= =
 Komponen momen pada sumbu utama:
( )( )
3
4
1
1 5 3 5 5 359 in I ( )( )
( ) ( )
3
4
1.5 3.5 5.359 in.
12
1
1.5 3.5 0.984 in.
12
z
y
I
I
= =
= =
 Tegangan maksimum:
( )( ) ( )( ) 1386 1.75 800 0.75
1062 psi o +
( )( ) ( )( )
1062 psi
5.359 0.984
o = + =
22
( ) ( ) cos sin
0
tan 3.143
z y
z
M y M z
I I
I
y z z
I
u u
u
÷ + =
| |
= =
|
|
 Persamaan garis netral:
y
y
I
|
|
\ .
 Sudut o:
tan tan 3.143
z
I
I
o u = =
72.4
y
o
I
o =
Contoh 7
 Momen M
0
sebesar 1.5 kN-m bekerja
pada penampang balok Z seperti
tergambar.
 Diketahui momen inersia dan produk
inersia penampang tersebut adalah:
6 4
3.25 10 mm
y
I = ×
6 4
6 4
4.18 10 mm
2.87 10 mm
z
yz
I
I
= ×
= ×
 Tentukan nilai tegangan di titik A
dan sudut antara garis netral
dengan bidang horizontal.
23
 Inersia utama dan sumbu utama (via lingkaran Mohr)
2
2
1
y z y z
v yz
I I I I
I I I
+ ÷ | |
= = + +
|
( )
1
2 2.87 1
t 40 4
o
u
÷
| |
|
( )
( )
( )
1
2
2
6
6 6 4
6 6 4
2
2 2
3.25 4.18 3.25 4.18
2.87 10
2 2
3.72 2.91 10 6.63 10 mm
3.72 2.91 10 0.808 10 mm
v yz
u
I I
|
\ .
| |
+ ÷ | |
| = + + ×
|
|
\ .
\ .
= + × = ×
= = ÷ × = ×
( )
1
tan 40.4
2 4.18 3.25
o
m
u = =
|
÷
\ .
 Komponen momen pada sumbu utama
0
0
sin
1500sin 40.4 973 N-m
cos
1500cos 40.4 1142 N-m
u m
o
v m
o
M M
M M
u
u
=
= =
=
= =
 Tegangan di A
u A v A
A
M v M u
I I
o = ÷
cos sin 86 mm
sin cos 23.9 mm
A A m A m
A A m A m
u y z
v y z
u u
u u
= + =
= ÷ + =
( )( ) ( )( )
3 3
6 6
973 10 23.9 1142 10 86
0.808 10 6.63 10
13.97 MPa
u v
I I
× ×
= ÷
× ×
=
24
 Garis netral
tan tan
6.63
tan 40.4
0.808
81 9
v
m
u
o
o
I
I
o u
o
=
=
(lihat Contoh 6.6)
81.9
o
o =
Sudut antara garis netral dengan
bidang horizontal:
81.9 40.4
m
o o
| o u = ÷
= ÷
41.4
o
=
Beban Aksial Eksentris
 Dengan memperhatikan
hasil pembahasan
kombinasi aksial + lentur
serta lentur tak simetris
sebelumnya, formula
tegangan akibat beban g g
eksentris yang lebih umum
dapat disusun sebagai
berikut:
y
z
z y
M z
M y P
A I I
o = ÷ +
25
Contoh 8
 Gaya vertikal 4.8 kN bekerja
pada sebuah kolom berukuran
penampang 80 mm × 120 mm
seperti tergambar.
 Tentukan:
tegangan pada titik A B C tegangan pada titik A, B, C,
dan D,
lokasi garis netral.
( )( )
( )( )
3
3
4800 40 192 10 N-mm
4800 25 120 10 N-mm
x
z
M
M
= = ×
= = ×
 Sistem ekivalen:
 Karakteristik penampang:
( )( )
2
80 120 9600 mm A = =
 Tegangan di keempat pojok penampang:
( ) ( )
( )( )
3
6 4
3
6 4
1
80 120 5.12 10 mm
12
1
80 120 11.52 10 mm
12
x
z
I
I
= = ×
= = ×
( )( ) ( )( ) 192000 40 120000 60
4800 M z M x P ( )( ) ( )( )
6 6
4800
9600 5.12 10 11.52 10
0.5 1.5 0.625 2.625 MPa
0.5 1.5 0.625 1.375 MPa
0.5 1.5 0.625 1.625 MPa
0.5 1.5 0.625 0.375 MPa
x z
A
x z
B
C
D
M x P
A I I
o
o
o
o
= ÷ ÷ ÷ = ÷ ÷ ÷
× ×
= ÷ ÷ ÷ = ÷
= ÷ ÷ + = ÷
= ÷ + + =
= ÷ + ÷ =
26
 Garis netral
Terlihat bahwa terdapat perubahan
tanda tegangan (tarik – tekan) di
sisi BC dan AD, sehingga dapat
ditentukan titik G dan H di mana
nilai tegangan = 0 nilai tegangan = 0.
Karena distribusi tegangan adalah
linier, maka garis netral pasti
melalui titik G dan H.
1.375
36.7 mm
80 1 625 1 375
BG
BG = ¬ =
+ 80 1.625 1.375
2.625
70 mm
80 2.625 0.375
AH
AH
+
= ¬ =
+

Tegangan akibat Momen Lentur

F

x

0:



x

dA  0
x

M

z

M :

  y

dA  M

Deformasi akibat Momen Lentur

 xy   xz  0  xy   xz  0

2

 JK     y      y x   L   y m  c  y c   y  x   m Distribusi Tegangan akibat Momen Lentur  x  E x   x    m y c    c   y m x dA  0  dA    m ydA  0  c    ydA  0 Garis netral melewati centroid penampang. 3 .

Distribusi Tegangan akibat Momen Lentur    y  dA  M x m c  y dA  M 2 m  Mc I x   m  M S . S I c My I I = momen inersia penampang S = modulus penampang 4 .

tentukan nilai MPa momen M yang mengakibatkan balok mulai leleh.  Jika tegangan leleh baja diketahui sebesar 250 MPa. M 20 mm 60 mm 5 .Kelengkungan (curvature) 1   m c  m Ec  1 Mc Ec I 1 M   EI 1/ = kelengkungan  = jari-jari kelengkungan (radius of curvature) Contoh 1  Suatu balok kantilever baja berukuran penampang 20 mm  60 mm dikenai momen di ujungnya seperti tergambar.

6 . Tentukan tegangan tarik dan tekan maksimum akibat momen sebesar 3 kN-m yang bekerja di ujung balok.1.Contoh 1  Gaya dalam momen: pada seluruh M balok bekerja momen lentur M.j p p g berbentuk T seperti tergambar.  Momen inersia penampang: 1 1 3 I  bh3   20  60  12 12 4  36  10 mm 4  Tegangan: M + m  M Mc  250 I  250   36 104  30  3 106 N-mm  3 kN-m Contoh 2  Tinjau kembali balok kantilever pada Contoh 6. jika penampang balok . Abaikan pengaruh fillet di ujungujung penampang.

mm 2 1 20  90  1800 2 40  30  1200  A  3000 y . mm 50 20 yA. mm3 90 103 24 103 3  yA  114 10 y Ay A i i i  114 103  38 mm 3000  Momen inersia penampang (terhadap sumbu yang melewati centroid) I x '    I x  Ad 2   1 3 2  90  20    90  20  50  38 12 1 3 2   30  40    30  40  20  38  12  868  103 mm 4  Tegangan tarik dan tekan maksimum: g g m  A   76.0 MPa 868  103  3 106   38  131 3 MPa B   131.3 868 103 Mc I  3 106   22  7 . Tentukan lokasi centroid: Area.

maka penampang komposit harus “diubah” menjadi penampang ekivalen: Distribusi regangan harus sama  tinggi penampang harus sama Jari-jari kelengkungan harus sama.Momen Lentur pada Penampang Komposit  Kompatibilitas: x   y  Transformasi Penampang: Penampang Ekivalen  Karena formula tegangan akibat momen lentur diturunkan untuk material homogen. 8 .

Distribusi Tegangan pada Penampang Komposit Garis netral tidak melewati centroid penampang komposit. Gaya pada Penampang Ekivalen dF1   1dA   E1 y  dA dF2   2 dA   dF2    E2 y  E2 E1 y Ey dA  n 1 dA  E1  E1 y  ndA 9 .

 * Tegangan aktual. E*)  Dibuat dengan mengubah lebar dari masing-masing material: Ei b*  bi * E  Selanjutnya analisis tegangan akibat momen lentur dilakukan seperti untuk penampang homogen.  10 . *.Penampang Ekivalen  Dianggap terdiri atas satu jenis material saja (salah satu material dijadikan material ekivalen.  Tegangan yang sebenarnya terjadi pada setiap material adalah:  * Ei E* Penampang Ekivalen Penampang komposit Penampang ekivalen Tegangan ekivalen. menghasilkan tegangan normal ekivalen.

momen 2 kN/m 3m maksimum akan terjadi di tumpuan yang besarnya: M max    2  31. tentukan tegangan maksimum yang terjadi pada kayu dan pelat baja akibat beban merata 2 kN/m seperti tergambar. Contoh 3  Akibat beban yang bekerja.Contoh 3  Suatu balok kantilever kayu berukuran penampang 75 mm  200 mm diperkuat dengan menambahkan pelat baja setebal 6 mm di sisi atas balok seperti tergambar. 2 kN/m 3m Jika diketahui modulus elastisitas kayu adalah 12 GPa dan modulus elastisitas baja adalah 200 GPa.5   9 kN-m – Mmax  Misalkan penampang diubah menjadi penampang ekivalen dengan material kayu: E *  Ek  12 GPa * bb  bb Eb  200    75     1250 mm * E  12  11 .

73 B –11.7   5. Lokasi centroid penampang ekivalen (dari sisi bawah) y  A y  1250  6  203   75 200 100   134.26 5.6 MPa  12  6.6  Distribusi tegangan A C 5.1 106 6  Tegangan ekivalen maksimum.73 *  (MPa)  (MPa) 12 .3 12  103.3  11. sisi bawah:  * B  9 10  134.1106  Tegangan ekivalen di batas kayu – baja:  9 106   65.73 –11.1 106 mm 4  Tegangan ekivalen maksimum.3   104 3 MPa  12   200    5.26  C baja  200  104.7   6.3 12 1 3 2   75  200    75  200 100  134.73 104. sisi atas dan bawah baja:  A   6 26   6.73    95.73 MPa  103.73 MPa * C  103.3 mm 1250  6    75 200  A i i i  Momen inersia penampang ekivalen 1 3 2 I *  1250  6   1250  6  203  134 3 134.1 106  Tegangan aktual.3 95. sisi atas: 6 *  A  9 10   71.26 MPa 103.

sehingga daerah yang mengalami tegangan tarik harus diperkuat dengan menambahkan tulangan baja.Contoh 3 A C 5.73 11 73  (MPa)  max baja  104. tulangan baja diletakkan di sisi tarik terjauh dari garis netral.3 MPa (tarik)  max kayu  11.3 95.6 B –11. b j  Agar efektif.73 104. 13 .73 MPa (tekan) Beton Bertulang (elastis)  Kemampuan beton menerima tegangan tarik sangat kecil.

 Dengan demikian. hanya tulangan yang menerima tegangan tarik. penampang beton bertulang dianggap berupa bagian beton yang mengalami tekan dan tulangan baja yang mengalami tarik.  Analisis tegangan akibat momen lentur dilakukan dengan mengganti penampang menjadi penampang ekivalen beton.Beton Bertulang (elastis)  Pada daerah yang mengalami tarik. sedangkan bagian beton dianggap tidak bekerja. Beton Bertulang (elastis) n Es Ec 14 .

tetapi bagian beton yang mengalami tekan berada di sisi bawah dan tulangan baja berada di sisi atas. formulasi yang dihasilkan akan sama. Jika momen yang bekerja adalah momen negatif. 15 . Lokasi garis netral: QNA  0  bx    x   nAs  d  x   0 2 1 2 bx  nAs x  nAs d  0 2  Inersia penampang ekivalen: I*   bx3 2 x   bx     nAs  d  x  12 2 bx3 2  nAs  d  x  3 2  Tegangan tekan maksimum pada beton:  *   max beton   A Mx I*  Tegangan pada tulangan baja: g g p g j  s  n s*  n M d  x I*  Catatan: ilustrasi perhitungan di atas dilakukan dengan asumsi momen yang bekerja adalah momen positif.

 Tegangan normal pada suatu titik merupakan penjumlahan dari tegangan normal akibat momen lentur dan akibat gaya aksial. sehingga efek dari kedua gaya dalam tersebut dapat digabungkan.Kombinasi Momen Lentur dan Gaya Aksial  Momen lentur dan gaya aksial sama-sama mengakibatkan tegangan normal pada penampang.    aksial   lentur  F My  A I Kombinasi Momen Lentur dan Gaya Aksial F A My I  16 .

 Tentukan tegangan maksimum tarik dan tekan maksimum pada penampang.  m  815  8475  7660 psi 17 .  Gaya dalam pada penampang: P  160 lb M  160  0.Contoh 4  Gambar di samping memperlihatkan satu bagian dari rantai yang menerima beban 160 lb.25    8475 psi  4 I 0.65  =104 lb  Tegangan akibat gaya aksial: a  P 160   815 psi A  0.5 2   4  Tegangan maksimum akibat momen lentur: Mc 104  0.5  0 5 64  Tegangan maksimum tarik dan tekan: b     m  815  8475  9290 psi . j p p g serta jarak antara centroid penampang dengan garis netral.

 Lokasi garis netral (di sebelah kanan centroid): 815   104  y  0.5 4 0  y  0. 18 . dan tegangan izin tekannya 120 MPa MPa. tentukan nilai maksimum P yang dapat diterima balok. 64 Contoh 5  Penampang balok T seperti tergambar menerima gaya aksial tekan P yang bekerja di titik D.024 in.  Jika tegangan izin tarik material balok adalah 30 MPa.

penampang yang dianalisis selalu memiliki sumbu simetri vertikal dan momen lentur bekerja pada bidang sumbu simetri tersebut. Karakteristik penampang telah dihitung pada Contoh 6. 19 . A  3000 mm 2 P  P (tekan) .59  104 P  120  P  77.0 kN  Pmax  77 kN Lentur Tak Simetris (Unsymmetrical Bending)  Sampai saat ini.  S k Sekarang akan diti j kasus k ditinjau k di mana momen tidak bekerja pada bidang sumbu simetri tersebut. I  868 103 mm 4  Sistem ekivalen gaya aksial sentris + momen lentur: M  P  38  10   28P (momen negatif)  Tegangan di sisi atas dan bawah penampang:  28P  22   3.76 104 P P  3000 868 103  28P  22  P   15 59 104 P B   15.76 104 P  30  P  79.2: y  38 mm .7 kN 15. atau penampang tidak memiliki sumbu simetri.59 3 3000 868 10  Periksa terhadap tegangan izin: A   3.

  dA  0   y dA  M  z dA  0 x x x garis netral melalui centroid distribusi tegangan akibat momen lentur g g  zydA  0 c  vektor momen bekerja pada sumbu utama yang melalui centroid m M z  M cos  M y  M sin  +    Mz y Iz  Myz Iy 20 .

984  1062 psi 21 .5 3.5   3.359  0.359 in 1 5 3 5  5 359 in.75 5.  3.5 in.984 in.5 5. bekerja pada penampang balok kayu berukuran 1.5 in. M y  1600sin 30o  800 lb-in. pada bidang yang membentuk sudut 30o terhadap bidang vertikal seperti tergambar.Contoh 6  Momen lentur sebesar 1600 lb-in.  Komponen momen pada sumbu utama: M z  1600cos30o  1386 lb-in.5   0.4 12 Iz   Tegangan maksimum:  1386 1.75 800  0.  Inersia penampang: 1 3 1.4 12 1 3 I y  1. lokasi garis netral.  Tentukan: tegangan maksimum pada balok.

 Diketahui momen inersia dan produk inersia penampang tersebut adalah: I y  3.5 kN-m bekerja pada penampang balok Z seperti tergambar. Persamaan garis netral:   M cos  y  M sin   z Iz  Iy 0 I  y   z tan   z  3.143 Iy   72.143 z I   y   Sudut : tan   Iz tan   3.25 106 mm 4 I z  4. 22 .18 106 mm 4 I yz  2.87  106 mm 4  Tentukan nilai tegangan di titik A dan sudut antara garis netral dengan bidang horizontal.4o Contoh 7  Momen M0 sebesar 1.

9 mm A   0.18  3.18  6       2.4 4.63 10 mm  2  2.91 10  6.87   40 4o   40.63 106 23 .18  2  3.97 MPa  973 10   23.4o  1142 N-m  Tegangan di A u A  y A cos  m  z A sin  m  86 mm v A   y A sin  m  z A cos  m  23. Inersia utama dan sumbu utama (via lingkaran Mohr) I1  I v  Iy  Iz 2  Iy  Iz  2     I yz  2  2  m  t 1  tan 1 2 2  3.808 106  13.25   I 2  I u   3.4o  973 N-m M v  M 0 cos m  1500cos 40.25  4.808 106 mm 4  Komponen momen pada sumbu utama M u  M 0 sin  m  1500sin 40.72  2.9   1142 10  86  3 3 M u vA M vu A  Iu Iv 6.72  2.91  106  0.87   10   2 2     6 6 4   3.25  4.

9 Sudut antara garis netral dengan bidang horizontal:     m  81.9o  40.4o  41. Garis netral tan    Iv tan  m Iu (lihat Contoh 6.4o Beban Aksial Eksentris  Dengan memperhatikan hasil pembahasan kombinasi aksial + lentur serta lentur tak simetris sebelumnya. formula tegangan akibat beban g g eksentris yang lebih umum dapat disusun sebagai berikut:  P Mz y Myz   A Iz Iy 24 .6) 6.4o 0.63 tan 40.808   81 9o 81.

5  1.625 MPa  B  0.375 MPa 25 . lokasi garis netral.5  0. B.52 106  0.Contoh 8  Gaya vertikal 4.625  0.625  1.  Sistem ekivalen: M x   4800  40   192 103 N-mm M z   4800  25   120 103 N-mm  Karakteristik penampang: A   80 120   9600 mm 2 1 3 80  120   5.375 MPa  C  0.625 MPa  D  0.12 106 11.5  0.52 106 mm 4 12 Ix   Tegangan di keempat pojok penampang: A   P Mxz Mzx 4800 192000  40  120000  60       A Ix Iz 9600 5.8 kN bekerja pada sebuah kolom berukuran penampang 80 mm  120 mm seperti tergambar.12 106 mm 4 12 1 3 I z   80 120   11.5  0. dan D.  Tentukan: tegangan pada titik A. C.5  1.5  0.5  1.625  2.625  1.5  1.

625   AH  70 mm 80 2.7 mm 80 1 625  1 375 1.375 26 .625  0. sehingga dapat ditentukan titik G dan H di mana nilai tegangan = 0. maka garis netral pasti melalui titik G dan H. Garis netral Terlihat bahwa terdapat perubahan tanda tegangan (tarik – tekan) di sisi BC dan AD.625 1.375 AH 2. BG 1. 0 Karena distribusi tegangan adalah linier.375   BG  36.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful