i

PEMBAYARAN KLAIM ASURANSI KESEHATAN PADA
ASURANSI TAKAFUL INDONESIA CABANG SURAKARTA

SKRIPSI


Diajukan Kepada
Jurusan Ekonomi Islam
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Surakarta
Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh
Gelar Sarjana Ekonomi Islam





















Oleh :

FLORA OKTALIA.S.
NIM: 30.01.3.5.014


Program Studi
KEUANGAN PERBANKAN SYARI’AH


JURUSAN EKONOMI ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
SURAKARTA
2007
ANALISIS PEMBAYARAN KLAIM ASURANSI KESEHATAN
PADA ASURANSI TAKAFUL INDONESIA
ii
CABANG SURAKARTA




Skripsi


Diajukan untuk memenuhi Syarat
Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Islam






Disusun oleh :


FLORA OKTALIA.S.
NIM: 30.01.3.5.014



Surakarta, 11 Januari 2007
Diajukan dan Disahkan
Oleh:




Marita Kusuma Wardani, SE
NIP: 150.314.657











ANALISIS PEMBAYARAN KLAIM ASURANSI KESEHATAN
PADA ASURANSI TAKAFUL INDONESIA
iii
CABANG SURAKARTA


Disusun Oleh :

FLORA OKTALIA.S.
NIM: 30.01.3.5.014

Telah di pertahankan di depan Dewan Penguji Skripsi Jurusan Ekonomi Islam
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Surakarta,
Pada hari Kamis Tanggal 11 Januari 2007
Dan dinyatakan telah memenuhi persyaratan guna memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi Islam

Surakarta, 8 Februari 2007

Mengetahui


Ketua Sidang Sekretaris Sidang





H.Shalahudin Sirizar, M.Ag Septin Puji Astuti, S.Si, MT
NIP: 150369024 NIP: 150370257

Penguji I Penguji II





Drs. Azis Slamet Wiyono, MM Fitri Wulandari, SE, M.Si
NIP: 131611007 NIP: 150291030




Ketua Jurusan Ekonomi Islam
STAIN Surakarta




M. Rahmawan Arifin, SE, S.Ag, M.Si.
NIP: 150318645

PERSEMBAHAN
iv


Kupersembahkan karyaku ini teruntuk :



“Bapak, Ibu Tersayang” “Bapak, Ibu Tersayang” “Bapak, Ibu Tersayang” “Bapak, Ibu Tersayang”
Yang senantiasa menuturkan petuah hidup,
merawat, membesarkan, membimbing dan
mengayomi-ku dengan penuh kasih dan sayang,
serta mewujudkan sesuatu yang telah terlewati




“MbahTi” “MbahTi” “MbahTi” “MbahTi”
Yang tidak pernah lelah mendoakanku








“Aan Ardiansyah” “Aan Ardiansyah” “Aan Ardiansyah” “Aan Ardiansyah”
That have lighting my day and giving me soul with
Your eternal faith.
(Lo L’Amo) (Lo L’Amo) (Lo L’Amo) (Lo L’Amo)
v
MOTTO















































“Never Stop Dreaming and Make a Dream
Come True”
vi
ABSTRACT

Health Takaful Insurance is a program of insurance that give
compensatory of treatment fee of lodge treatment and operation in hospital that
proposed to individual, company employees and members of organization. This
health Takaful Insurance is most related with problem of payment of participant
claim. So this matter that be urgent of this research done. That is for researching
compatibility claim payment of health insurance at ATK with fatwa of DSN
No.2,2001.
And the kind of this research is feald observe with descriptive qualitative
approach, data and data source were got from primary data data and secondary
data, while data gathering technique consist of interview indepth, archives,
references.
From the research, therefore writer can get a conclusion that payment
health insurance claim that was done by takaful side has fulfilling the fatwa rule
DSN No 2, 2001. But it needed service improvements in order for progress the
company, such as: creating more relation with hospitals that was international
grade.

Key Word :Health Insurance, Claims










]



vii
KATA PENGANTAR



Alhamdulilahirrobbil”alamiin, segala puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat
Allah SWT yang telah memberikan rohman dan rohim-Nya, rahmat serta
hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai syarat
memperoleh gelar kesarjanaan jenjang Strata-1 dengan judul “Analisis
Pembayaran Klaim Asuransi Kesehatan Pada Asuransi Takaful Indonesia
Cabang Surakarta”.
Skripsi ini berisi laporan penelitian mengenai bagaimana kesesuaian
pembayaran klaim asuransi kesehatan pada Asuransi Takaful Indonesia Cabang
Surakarta dengan fatwa DSN No.21 Tahun 2001.
Tak lupa pula shalawat serta salam penulis persembahkan kepada
beliau utusan zaman, pembela kebenaran, beliaulah baginda kita Nabi besar
Muhammad SAW yang telah membawa umatnya dari zaman jahiliyyah menuju
zaman yang penuh barokah seperti sekarang ini.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah
berperan dalam penyusunan skripsi ini.
1. Bapak Prof. Dr. H. Nashruddin Baidan, MA, selaku ketua STAIN
Surakarta
2. Bapak M. Rahmawan Arifin, SE, S.Ag, M.Si, selaku Ketua Jurusan
Ekonomi Islam
3. Ibu Fitri Wulandari, SE, M.SI selaku Dosen Wali Program Studi
Keuangan Perbankan Syari’ah.
4. Ibu Marita Kusuma Wardani, SE, selaku Pembimbing Skripsi yang telah
meluangkan Waktu, tenaga dan pikiran untuk membimbing hingga
terselesaikannya penyusunan skripsi ini.
5. Bapak Khoiril Anwar, M.Hum, selaku pembimbing Penelitian di Asuransi
Takaful Cabang Surakarta. Bapak Wahyu, Mbak Yuli, beserta seluruh
Staff Asuransi Takaful Cabang Surakarta yang telah membantu dan
berkenan memberikan izin untuk melaksanakan penelitian.
6. Seluruh Dosen, Staff serta karyawan Jurusan Ekonomi Islam STAIN
Surakarta, terimakasih atas ilmu yang diberikan kepada penulis,semoga
dapat penulis amalkan dengan sebaik mungkin.
viii
7. Keluarga Besar “Trah Pawiro Sumardjo“ dan “Trah Gito Suseno“, yang
selalu memberikan dukungan moril dan spirituil.
8. Yo2k, Dina, Idoel, Aila, 9Teen, Endah, Ina, Mbak Cathy, Mbak Istna,
Mbak Nur, Mbak Deeyoet, Comper, Pakdhe Jahid, Komang, terima
kasih atas doa, bantuan, semangat dan persahabatan yang telah dijalin
selama ini.
9. Adik-adik sepupuku, keceriaan kalian memberi warna dalam hidupku.
Wishing you to be always succes in everything good.
10. The old and new community of Harjowinatan 13.
11. Never ending Jogja with all memories.
12. Pihak-pihak yang tak dapat disebutkan satu persatu terima kasih.

Akhirnya dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa
Skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan banyak kekurangan dan kesalahan. Hal
ini semata disebabkan oleh karena keterbatasan dan kemampuan penulis. Oleh
karena itu saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan Skripsi ini
sangat penulis harapkan. Mudah-mudahan Skripsi ini bermanfaat bagi
perkembangan Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta dan untuk
kesejahteraan ummat.
Akhirnya hanya kepada Allah SWT penulis memohon petunjuk dan
pertolongannya.


Wassalamu’alaikum Wr. Wb




Surakarta, 8 Februari 2007



Flora Oktalia.S.





ix




DAFTAR ISI

Hal
Halaman Judul....................................................................................................... i
Halaman Pengesahan ........................................................................................... ii
Halaman Pengesahan Ujian .................................................................................. iii
HalamanPersembahan.......................................................................................... iv
Halaman Motto ...................................................................................................... v
Abstraksi................................................................................................................ vi
Kata Pengantar...................................................................................................... vii
Daftar Isi ................................................................................................................ ix
Daftar Tabel........................................................................................................... xi
Daftar Gambar....................................................................................................... xii
Daftar Lampiran..................................................................................................... xiii
BAB I Pendahuluan ............................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah....................................................................... 1
B. Identifikasi Masalah.............................................................................. 6
C. Batasan Masalah.................................................................................. 7
D. Rumusan Masalah ............................................................................... 7
E. Tujuan Penelitian.................................................................................. 7
F. Manfaat Penelitian................................................................................ 8
G. Jadwal Penelitian ................................................................................. 9
H. Sistematika Penulisan .......................................................................... 9

BAB II Landasan Teori........................................................................................... 11
A. Gambaran Umum Tentang Asuransi .................................................... 11
1. Pengertian Asuransi ....................................................................... 12
2. Tipologi Asuransi ............................................................................ 13
3. Prinsip-Prinsip Dalam Asuransi ...................................................... 18
4. Manfaat Asuransi............................................................................ 20
5. Obyek, Tujuan, dan Sasaran Asuransi ........................................... 21
x
6. Premi Asuransi ............................................................................... 22
7. Jenis-Jenis Resiko Dalam Asuransi ............................................. 27

B. Pengertian Asuransi Syariah ................................................................ 27
1. Terminologi Asuransi Syariah......................................................... 28
2. Landasan Hukum Asuransi Syariah................................................ 31
3. Prinsip-Prinsip Asuransi Syariah..................................................... 35
4. Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah............... 41
5. Ketentuan Operasi Asuransi Syariah.............................................. 43
6. Asuransi Takaful Kesehatan........................................................... 44
C. Klaim (Claims) ...................................................................................... 45
1. Pengertian Klaim............................................................................ 46
2. Jenis-Jenis Klaim............................................................................ 46
D. Fatwa DSN No:21 Tahun 2001 Tentang Klaim Asuransi ...................... 48
E. Hasil Penelitian Relevan....................................................................... 51

BAB III Metodologi Penelitian................................................................................. 53
A. Waktu dan Wilayah Penelitian.............................................................. 53
B. Jenis Penelitian .................................................................................... 53
C. Data Dan Sumber Data ........................................................................ 53
D. Teknik Pengumpulan Data ................................................................... 54
E. Teknik Analisis Data............................................................................. 55

BAB IV Pembahasan............................................................................................. 57
A. Gambaran Umum Obyek Penelitian ..................................................... 57
1. Sejarah Perusahaan....................................................................... 57
2. PT.Syarikat Takaful Indonesia........................................................ 59
B. Visi, Misi, dan Tujuan PT.Asuransi Takaful Indonesia .......................... 60
C. Struktur Organisasi PT.Asuransi Takaful Indonesia.............................. 61
D. Pemegang Saham................................................................................ 64
E. Anak Perusahaan PT.Syarikat Takaful Indonesia................................. 65
1. PT.Asuransi Umum......................................................................... 65
2. PT.Asuransi Takaful Keluarga ........................................................ 67
3. PT.Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta........................... 68
xi
F. Produk-Produk Asuransi PT.Asuransi Takaful Indonesia...................... 69
G. Program Asuransi Kesehatan Kumpulan.............................................. 71

H. Analisis Data ........................................................................................ 73
1. Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi Takaful Kesehatan ...............
Kumpulan ....................................................................................... 73
2. Sistem Pembayaran Klaim Asuransi Takaful Kesehatan ................ 76
3. Interpretasi Kesesuaian Aplikasi Pembayaran Klaim......................
Asuransi Takaful Kesehatan Kumpulan dengan .............................
Fatwa DSN No.21 Tahun 2001....................................................... 81

BAB V Penutup...................................................................................................... 85
A. Kesimpulan .......................................................................................... 85
B. Keterbatasan Penelitian ....................................................................... 86
C. Saran ................................................................................................... 86
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN















xii



DAFTAR TABEL

Hal
Tabel 1 Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah ........... 41
Tabel 2 Daftar Pemegang Saham PT.Asuransi Takaful Keluarga Cabang
Surakarta .................................................................................... 65
Tabel 3 Jumlah Peserta dan Penerima Klaim.......................................... 79
Tabel 4 Jumlah Klaim Asuransi yang Diterima Peserta ...........................
Asuransi Kesehatan Tahun 2005................................................. 80

















xiii



DAFTAR GAMBAR

Hal
Gambar 1 Proses Klaim Asuransi ............................................................... 49
Gambar 2 Struktur Organisasi Asuransi Takaful Indonesia ......................... 61
Gambar 3 Struktur Organisasi Asuransi Takaful Keluarga Surakarta.......... 64
Gambar 4 Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi Takaful .............................
Kesehatan Kumpulan................................................................. 74


















xiv
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Pedoman Wawancara
Lampiran 2 Fatwa DSN No.21 Tahun 2001
Lampiran 3 Contoh Polis Asuransi Kesehatan Kumpulan
Lampiran 4 Aplikasi Asuransi Kesehatan Kumpulan
Lampiran 5 Pernyataan Riwayat Kesehatan
Lampiran 6 Formulir Klaim Rawat Jalan
Lampiran 7 Formulir Klaim Rawat Inap dan Operasi
Lampiran 8 Tabel Biaya Pengobatan, Plafon Maksimal dan Klaim Asuransi
dari Peserta
Lampiran 9 Perhitungan Manfaat Asuransi Kesehatan
Lampiran 10 Daftar Riwayat Hidup













xv
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang masalah
Krisis multi dimensi yang dirasakan masyarakat saat ini, dapat
dirasakan salah satunya adalah tingginya biaya pelayanan kesehatan,
padahal kesehatan menjadi kebutuhan dasar manusia di muka bumi. Resiko
menanggung beban biaya pelayanan kesehatan tidak saja memberatkan
kalangan yang tidak mampu tetapi juga, memberatkan dari kalangan
menengah ke atas, potensi untuk mengembangkan bisnis di bidang asuransi
sangat potensial selain menjadi krisis ditengah-tengah masyarakat sekaligus
menjadi peluang bagi pengembang bisnis. Hal ini ditandai dengan semakin
tingginya biaya pelayanan kesehatan dan banyaknya perusahaan multi
nasional yang beroperasi dengan menggandeng perusahaan asuransi
nasional dalam bentuk perusahaan patungan.
Asuransi secara umum merupakan perjanjian antara penanggung
(perusahaan asuransi) dengan tertanggung (peserta asuransi), dengan
menerima premi dari tertanggung (peserta), penanggung (perusahaan)
berjanji akan membayar sejumlah pertanggungan ketika tertanggung
mengalami kerugian, kerusakan dan kehilangan akan barang dan lainnya,
dengan tertanggung membayar premi sebanyak yang ditentukan
penanggung setiap bulannya.
1
Keberadaan asuransi di tengah-tengah
masyarakat sangatlah dibutuhkan, melihat perkembangan hidup pada
masyarakat yang sangat kompleks, khususnya dalam perekonomian yang

1
http:/www.asuransi.com.

1

xvi
sangat urgen dalam mengarungi kehidupan dalam rangka pensejahteraan
umat.
Mayoritas masyarakat Indonesia yang memeluk agama Islam menjadi
acuan bagi pebisnis Islam untuk membentuk lembaga asuransi syariah, ini
bagian dari usaha dalam mengurangi beban masyarakat yang dihadapi.
Lembaga ini diprakarsai dengan maraknya lembaga-lembaga bank yang
berasaskan syariah yaitu perbankan syariah akhir-akhir ini.
Asuransi Takaful merupakan suatu lembaga asuransi yang
bernafaskan Islam, dengan kata lain penerapan, sistem serta operasional
lembaga ini dilandasi oleh hukum-hukum Islam. Kebutuhan akan kehadiran
asuransi takaful diawali dengan maraknya bank-bank syariah. Hal ini sesuai
dengan UU No. 7 tahun 1992 tentang perbankan dan ketentuan pelaksanaan
perbankan syariah.
Secara garis besar ajaran agama Islam mencakup aspek aqidah dan
aspek ibadah, aqidah sangat jelas diterangkan pada al-Quran sehingga
aspek-aspek aqidah tidak memerlukan ijtihad para ulama dikarenakan nash-
nash yang terdapat di dalam al-Qur’an bersifat Qath’i. Aspek ibadah dapat
dibagi menjadi dua, yaitu ibadah yang bersifat mahdhah dan ibadah yang
bersifat ghairu mahdhah yang mana ibadah ini telah ditetapkan oleh Allah
SWT dan Rasulullah SAW.
Ibadah Ghairu mahdhah merupakan ibadah yang berhubungan
dengan muamalah sesama manusia dengan landasan hukum al-Qur’an dan
Hadis, termasuk di dalamnya fiqh muamalah yang meliputi tatacara
hubungan antara manusia (human relations) beserta lingkungannya. Di
dalam fiqh muamalah tersebut terjadi perdebatan para ulama Islam untuk
xvii
melakukan ijtihad, dan termasuk di dalamnya adalah perdebatan masalah
asuransi.
2

Pada prakteknya, asuransi akan bermasalah bilamana terjadi klaim.
Akan tetapi tidak dapat dipungkiri pula bahwa, masalah terbesar pada
asuransi adalah pada saat pengajuan klaim yang dilakukan oleh peserta
asuransi. Ditambah lagi, apabila terjadi musibah secara massal, seperti
kejadian tsunami di Aceh yang menelan ratusan ribu jiwa dan trilyunan rupiah
harta benda hilang. Tentulah bukan perkara yang mudah untuk mengajukan
klaim kepada asuransi, karena tidak ada satupun yang tertinggal sebagai
bukti penutupan atau kepemilikan harta, atau bahkan satu Indonesia
kehilangan jiwa.
3

Sebagaimana dalam transaksi bisnis lainnya, bisnis asuransi
mempunyai eksposur
4
terjadinya sengketa. Bila dibandingkan dengan bisnis
lainnya, bisnis asuransi mempunyai potensi terjadinya sengketa lebih tinggi.
Kontrak asuransi yang dituangkan dalam bentuk polis,
5
merupakan perjanjian
yang sangat spesifik karena banyak menggunakan istilah-istilah atau
terminologi yang hanya dipahami oleh kalangan industri asuransi saja.
Masyarakat di Indonesia pada umumnya berpendapat bahwa, bilamana
mereka membeli polis dan membayar premi, maka segala resiko akan
ditanggung oleh perusahaan asuransi.
6


2
Khoiril Anwar, Asuransi Syariah Dalam Perspektif Praktis (Life Insurance), Surakarta, Hafs
Media, 2006, hal. 3.

3
Abdul Azis, Keterbukaan Informasi Penutupan Asuransi, www.klaimasuransi.com, 23 Mei
2005.
4
Eksposur adalah tempat yang tak terlindungi; pembukaan. Pius A Partanto dan M. Dahlan
Al Barry, Kamus Ilmiah Populer, Surabaya, Arkola, 1994, hal. 137.
5
Polis adalah surat bukti asuransi; surat tanda (perjanjian) asuransi. Ibid…, hal. 607.

6
Abdul Aziz, Potensi Sengketa Klaim Asuransi, www.klaimasuransi.com, 21 September
2005.
xviii
Pemahaman yang terlalu sederhana inilah yang seringkali menjadi
pemicu munculnya sengketa dalam klaim asuransi.
7
Faktanya adalah bahwa
di dalam polis berisi ketentuan-ketentuan lain memuat resiko yang
dipertanggungkan. Masalah tersebut sebenarnya sangat sederhana, tetapi
karena tertanggung tidak memahami kontrak dari asuransi yang dimilikinya,
maka hal ini menjadi suatu masalah yang pelik.
Dalam asuransi konvensional dikenal dengan istilah transfer of risk
(pemindahan resiko), yang bertujuan untuk memindahkan resiko individu
kepada perusahaan asuransi. Dalam mekanisme pertanggungan di industri
asuransi, hubungan antara peserta dan perusahaan dinamakan hubungan
tertanggung dan penanggung. Dalam mekanisme tersebut benar-benar
terjadi transfer of fund, sehingga kepemilikan dana berpindah dari peserta ke
perusahaan asuransi. Kepemilikan dana tersebut berpindah, jika suatu saat
terjadi musibah atau resiko, maka yang menanggung adalah perusahaan
asuransi, karena resiko telah berpindah sebagai konsekuensi dari
pembayaran premi.
8

Sementara dalam mekanisme pertanggungan pada asuransi syariah,
proses hubungan peserta dan perusahaan adalah sharing of risk (saling
menanggung). Apabila terjadi musibah terhadap peserta, maka semua
peserta asuransi syariah akan saling menanggung. Dengan demikian, tidak
terjadi transfer resiko dari peserta ke perusahaan, karena dalam prakteknya
kontribusi (premi) yang dibayarkan oleh peserta tidak terjadi transfer of fund,


7
Klaim adalah tuntutan; menuntut (hak atau ganti rugi). Pius A Partanto dan M. Dahlan Al
Barry, Op.cit…, hal. 340.
8
Muhammad Syakir Sula, Asuransi Syariah (Life And General): Konsep dan Sistem
Operasional, Jakarta, Gema Insani Press, 2004, hal. 304.

xix
sehingga status kepemilikan dana tersebut tetap melekat pada peserta
sebagai shahibul mal.
9

Perusahaan Asuransi Takaful Indonesia selaku obyek dari penelitian
adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pertanggungan.
Pertanggungan Asuransi Takaful memiliki beberapa produk non saving, salah
satunya adalah asuransi kesehatan yang memberikan ganti rugi terhadap
biaya perawatan rawat inap dan operasi di rumah sakit yang ditujukan pada
perorangan, karyawan perusahaan, atau angota-angota organisasi sebagai
fokus obyek penelitian.
Pada prinsipnya, tolak ukur kualitas dan profesionalisme jasa yang
ditawarkan di dunia asuransi adalah dalam hal penyelesaian klaim kepada
tertanggung. Di karenakan produk dalam asuransi adalah suatu janji masa
datang, maka orang dapat merasakan pelayanan itu memuaskan atau tidak
tergantung pada saat terjadinya suatu musibah atau kerugian (klaim).
Oleh karena asuransi merupakan persoalan baru yang masih
dipertanyakan, apakah status hukum maupun cara aktifitasnya sejalan
dengan prinsip-prinsip syariah. Maka untuk memenuhi dan menjawab
pertanyaan masyarakat, Dewan Syariah Nasional bekerjasama dengan
Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa No.21 Tahun 2001
tentang asuransi syariah, dimana pasal ketujuh yang ada dalam fatwa
tersebut juga terdapat aturan tentang klaim. Baik dari segi aqad maupun dari
segi batas waktu pembayaran klaim.

9
Ibid…, hal. 303.

xx
Berdasarkan uraian di atas, penulis tertarik untuk mengkaji secara
mendalam tentang ”Analisis Pembayaran Klaim Asuransi Kesehatan
pada Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta”.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat di
identifikasi beberapa permasalahan sebagai berikut:
1. Adanya permasalahan dari peserta asuransi ketika
mengajukan klaim terkait dengan terjadinya musibah secara massal,
sehingga berakibat pada tuntutan peserta untuk mendapatkan
pembayaran yang layak atas kerugian bahkan kehilangan jiwa yang
dipertanggungkan.
2. Bisnis asuransi memiliki potensi terjadinya sengketa antara
peserta dan penanggung lebih tinggi, dikarenakan kesalahpahaman
peserta terhadap hakekat bisnis asuransi.
3. Pemahaman masyarakat yang sangat sederhana terhadap
kontrak asuransi yang dituangkan dalam bentuk polis, sehingga menjadi
pemicu terjadinya ketidakpuasan masyarakat terhadap bisnis asuransi,
bahkan menimbulkan pemahaman bahwa bisnis asuransi hanya
diperuntukkan dalam industri manufaktur (perusahaan).
4. Beberapa produk non saving di Asuransi Takaful Indonesia,
salah satu diantaranya adalah asuransi kesehatan, yaitu suatu program
asuransi yang memberikan ganti rugi terhadap biaya perawatan rawat
inap dan operasi di rumah sakit yang ditujukan pada perorangan,
karyawan perusahaan, atau anggota-anggota organisasi.
xxi
5. Fatwa DSN No.21 Tahun 2001, yang berisi tentang pedoman
umum asuransi syariah dimana pasal ketujuh dalam fatwa tersebut
terdapat aturan-aturan mengenai klaim asuransi syariah. Baik dari segi
akad maupun dari segi batas waktu pembayaran.

C. Batasan Masalah
Agar penelitian ini tidak bias, maka dalam penelitian ini permasalahan
hanya dibatasi pada pembayaran klaim asuransi kesehatan yang dilakukan
oleh PT. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta, serta untuk
mengetahui kesesuaian pembayaran klaim asuransi kesehatan tersebut
dengan fatwa DSN No. 21 Tahun 2001.

D. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah:
1. Bagaimana pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT.
Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta?
2. Apakah pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT.
Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta sesuai dengan fatwa DSN
No. 21 Tahun 2001?

E. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis:
1. Pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT. Asuransi
Takaful Indonesia Cabang Surakarta.
xxii
2. Kesesuaian pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT.
Asuransi Takaful Indonesia dengan fatwa DSN No. 21 Tahun 2001.

F. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:
1.Bagi Akademisi
a. Penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah keilmuan,
yaitu sebagai acuan bagi peneliti selanjutnya dan diharapkan dapat
memberikan sumbangan teori-teori seputar permasalahan cara
perhitungan pembayaran klaim pada produk non saving khususnya
asuransi kesehatan di Asuransi Syariah.
b. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan referensi dan sebagai
tambahan informasi bagi mahasiswa lainnya untuk melakukan
penelitian yang memiliki relevansi terhadap bisnis Asuransi Syariah.
2.Bagi Praktisi
a. Penulis berharap penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan
bagi PT. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta.
b. Bagi PT. Asuransi Takaful Indonesia dapat digunakan sebagai
bahan dokumentasi juga diharapkan dapat memberikan sumbangan
pemikiran secara tertulis demi pengembangan produk asuransi
kesehatan di masa mendatang.




xxiii
G. Jadwal Penelitian
Adapun penelitian ini di mulai dari awal bulan Februari sampai
dengan bulan November 2006.
Bulan
Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September No Kegiatan
1
2
1
3 4 1
2
1
3 4 1
2
1
3 4 1
2
1
3 4 1
2
1
3 4 1
2
1
3 4 1
2
1
3 4 1
2
1
3 4
1
Penyusunan
Proposal
21
Konsultasi ke
DPS
3 Seminar Proposal

4 Revisi Proposal

5
Pengumpulan
Data Sekunder
8 Penulisan Skripsi

9
Konsultasi
kepengurus
obyek Penelitian
10
Pendaftaran
Munaqasyah
11 Munaqasyah

121 Revisi Skripsi

13
Pendaftaran
Wisuda



H. Sistematika Penulisan Penelitian
Untuk mendapatkan pembahasan yang sistematis dan konsisten,
perlu disusun sistematika dalam penulisan karya ilmiah ini, sehingga dapat
menunjukkan totalitas yang utuh. Adapun sistematika penulisan penelitian ini
adalah sebagai berikut:
Bab I: Berisi gambaran umum tentang keseluruhan penulisan skripsi.
Penyusunan skripsi dimulai dari latar belakang masalah, identifikasi
masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian,
manfaat penelitian, jadwal penelitian dan sistematika penulisan.
Bab II: Berisi tentang landasan teori mengenai gambaran umum tentang
asuransi meliputi pengertian asuransi, tipologi asuransi, prinsip-
prinsip dalam asuransi, manfaat asuransi, obyek, tujuan dan sasaran
xxiv
asuransi, premi asuransi, jenis-jenis resiko dalam asuransi.
Pengertian asuransi syariah meliputi terminologi asuransi syariah,
landasan hukum asuransi syariah, prinsip-prinsip asuransi syariah,
perbedaan asuransi konvensional dan asuransi syariah, ketentuan
operasi asuransi syariah, asuransi takaful kesehatan, dan fatwa DSN
No. 211 tahun 2001 tentang klaim asuransi syariah.
Bab III: Berisikan Metodologi Penelitian, dimana akan diuraikan waktu dan
wilayah penelitian, jenis penelitian, data dan sumber data, teknik
pengumpulan data serta teknik analisis data yang digunakan dalam
penelitian.
Bab IV: Berisi gambaran umum perusahaan, dalam hal ini gambaran umum
PT. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta, mulai dari
sejarah berdirinya perusahaan, visi dan misi perusahaan, struktur
keorganisasian, sistem operasional asuransi dan produk-produk PT.
Asuransi Takaful Indonesia. Pembahasan dan analisis mengenai
hasil penelitian berdasarkan rumusan masalah yang ada, meliputi
bagaimana pembayaran klaim asuransi kesehatan serta kesesuaian
pembayaran klaim asuransi kesehatan PT. Asuransi Takaful
Indonesia Cabang Surakarta dengan fatwa DSN No. 21 Tahun 2001.
Bab V: Berisikan kesimpulan dan saran-saran, serta keterbatasan penelitian
yang dapat berguna bagi pembaca, perusahaan yang bersangkutan,
pihak kampus serta semua pihak yang terkait.



xxv
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Gambaran Umum Tentang Asuransi
Asal mula kegiatan asuransi di Indonesia merupakan kelanjutan
asuransi yang ditinggalkan oleh pemerintah Hindia Belanda, sedangkan
peraturan pemerintah Indonesia yang mengatur tentang asuransi baru
dikeluarkan pada tahun 1976, kemudian melalui Surat Keputusan Menteri
Keuangan No. 1136/KMK/IV/1976 tentang penetapan besarnya cadangan
premi dan biaya oleh Perusahaan Asuransi di Indonesia.
10
Selanjutnya Surat
Keputusan Menteri Keuangan No. 1249/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember
1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan di bidang Asuransi
Kerugian, dan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1250/KMK.013/1988
tanggal 20 Desember 1988 tentang Asuransi Jiwa.
11

Peraturan Menteri Keuangan tersebut tidak berlaku lagi setelah
dikeluarkannya UU No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian di
Indonesia dan Peraturan Pemerintah No. 73 Tahun 1992 tentang
Penyelenggaraan Usaha Perasuransian, disamping kedua peraturan
tersebut, dasar acuan pembinaan dan pengawasan usaha asuransi di
Indonesia juga didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan No.
223/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Izin Perusahaan
Asuransi dan Reasuransi, No. 224/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993
tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi, No.

10
Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Edisi ke-6, Jakarta, PT. Raja Grafindo
Persada, 2001, hal. 277.

11
Ibid.
11
xxvi
225/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Penyelenggaraan
Usaha Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, dan No. 226/KMK.017/1993
tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan dan Penyelenggaraan Kegiatan
Usaha Penunjang Usaha Asuransi.
12

1. Pengertian Asuransi
Kata asuransi berasal dari bahasa Belanda, assurantie, yang
dalam hukum Belanda disebut verzekering, yang artinya
pertanggungan.
13
Robert I. Mehr mengartikan asuransi sebagai suatu alat
untuk mengurangi resiko dengan menggabungkan sejumlah unit-unit
yang beresiko agar kerugian individu secara kolektif dapat diprediksi,
kerugian yang dapat diprediksi tersebut kemudian dibagi dan
didistribusikan secara proporsional di antara semua unit dalam gabungan
tersebut.
14

Asuransi juga diartikan sebagai suatu kemauan untuk menetapkan
kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai pengganti
(substitusi) kerugian-kerugian besar yang belum pasti.
15
Menurut Undang-
Undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1992 tentang usaha
perasuransian, diuraikan definisi tentang asuransi sebagai berikut:
“Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau
lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung,
dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian

12
Ibid., hal. 278.

13
KH. Ali Yafie, Asuransi Dalam Pandangan Syariat Islam, Menggagas Fiqih Sosial,
Bandung, Mizan, 1994, hal. 205-206, Emmy P. Simanjuntak, Hukum Pertanggungan, UGM,
Yogyakarta, 1982, hal. 7, dalam Muhammad Syakir Sula, Asuransi Syariah (Life And General):
Konsep dan Sistem Operasional, Gema Insani Press, Jakarta, 2004, hal. 26.

14
Robert I. Mehr, Life Insurance Theory And Practice, 1985, Business Publication. Inc.,
dalam Muhammad Syakir Sula, Ibid.

15
Abbas Salim, Asuransi dan Manajemen Resiko, Cetakan Keenam, Edisi Revisi Ke-2,
Jakarta, PT. Raja Grafindo Perkasa, 2000, hal. 1.
xxvii
kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan
keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak
ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu
peristiwa yang tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran
yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang
dipertanggungkan”.
16


Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
asuransi adalah perjanjian dimana tertanggung dan penanggung
mengikat perjanjian tentang hak dan kewajibannya masing-masing,
dimana perjanjian tersebut tertuang dalam bentuk polis asuransi yang
telah ditentukan syarat-syarat, hak dan kewajiban masing-masing pihak,
jumlah uang yang dipertanggungkan, serta jangka waktu asuransi.
Apabila dalam masa pertanggungan terjadi sebuah resiko, maka pihak
penanggung (perusahaan asuransi) akan membayar sesuai dengan
perjanjian yang telah disepakati bersama.

2. Tipologi Asuransi
Jenis asuransi yang berkembang di Indonesia saat ini jika dilihat
dari fungsinya, antara lain:
17

a. Asuransi kerugian (non life insurance), sebagaimana yang
terdapat dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha
Asuransi dijelaskan bahwa asuransi kerugian menjalankan usaha
memberikan jasa untuk menanggulangi resiko atas kerugian,
kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga
dari suatu peristiwa yang tidak pasti. Yang termasuk dalam asuransi

16
Kasmir, Op.cit., hal. 276, dan Subagyo, dkk, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Edisi
Kedua, Cetakan Pertama, Yogyakarta, STIE YKPN, 2002, hal. 138.

17
Ibid., hal. 278-280, dan Faried Wijaya dan Soetatwo Hadiwigeno, Lembaga-Lembaga
Keuangan dan Bank: Perkembangan, Teori dan Kebijakan, Cetakan Keempat, Yogyakarta, BPFE
UGM, 1999, hal. 377.
xxviii
kerugian adalah asuransi kebakaran, asuransi pengangkutan, dan
asuransi aneka, seperti asuransi kendaraan bermotor, kecelakaan
diri, dan pencurian.
b. Asuransi jiwa (life insurance), merupakan perusahaan asuransi
yang dikaitkan dengan penanggulangan jiwa atau meninggalnya
seseorang yang dipertanggungkan. Jenis-jenis asuransi jiwa ini
adalah asuransi berjangka (term insurance), asuransi tabungan
(endowment insurance), asuransi seumur hidup (whole life insurance),
dan annuity contract insurance (anuitas).
c. Reasuransi (reinsurance), merupakan perusahaan asuransi yang
memberikan jasa asuransi dalam pertanggungan ulang terhadap
resiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi kerugian. Asuransi ini
digolongkan ke dalam bentuk treaty, bentuk facultative, serta
kombinasi dari keduanya.
Sementara itu, jika dilihat dari segi kepemilikannya, maka asuransi
dapat diklasifikasikan antara lain:
18

a. Asuransi milik pemerintah, yaitu asuransi yang sahamnya
dimiliki sebagian besar atau bahkan 100 % oleh pemerintah
Indonesia.
b. Asuransi milik swasta nasional, kepemilikan saham
asuransi ini sepenuhnya dimiliki oleh swasta nasional, sehingga siapa
yang paling banyak memiliki saham, maka memiliki suara terbanyak
dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

18
Ibid., hal. 280.
xxix
c. Asuransi milik perusahaan asing, merupakan perusahaan
asuransi yang biasanya beroperasi di Indonesia, dan hanyalah
merupakan cabang dari negara lain, dimana kepemilikannya 100 %
dimiliki oleh pihak asing.
d. Asuransi milik campuran, merupakan jenis asuransi yang
sahamnya dimiliki campuran antara swasta nasional dengan pihak
asing.
Adapun John H. Magee mengklasifikasikan asuransi sebagai
berikut:
19

a. Jaminan sosial (social insurance), merupakan asuransi
wajib, karena setiap orang atau penduduk harus memilikinya.
Jaminan ini bertujuan supaya setiap orang mempunyai jaminan untuk
hari tuanya (old age).
b. Asuransi sukarela (voluntary insurance), adalah bentuk
asuransi yang dijalankan secara sukarela, tidak dengan paksaan,
sehingga setiap orang bias atau tidak mempunyai asuransi jenis ini.
Asuransi sukarela dibagi dalam dua jenis, yaitu:
1). Government insurance, yaitu asuransi yang
dijalankan oleh pemerintah atau negara, misalnya jaminan yang
diberikan kepada prajurit yang cacat sewaktu peperangan.
2). Commercial insurance, merupakan asuransi yang
mempunyai tujuan untuk melindungi seseorang ataupun keluarga
serta perusahaan dari resiko yang mendatangkan kerugian.
Tujuan perusahaan asuransi ini bersifat kompersial dengan motif

19
John H. Magee, General Insurance, (Richard D. Irwin), dalam Abbas Salim, Op.cit., hal. 2-
3, dan Subagyo, dkk, Op.cit., hal. 142-143.
xxx
mencari keuntungan (profit motive). Bentuk asuransi ini dibagi
pada dua kelompok:
a). Asuransi jiwa (personal life insurance),
bertujuan untuk memberikan jaminan kepada seseorang atau
keluarga yang disebabkan oleh kematian, kecelakaan serta
sakit, seperti PT. Asuransi Jiwas Raya, Asuransi Jiwa Bumi
Putera 1912, dan Asuransi Jiwa Dharma Nasional.
b). Asuransi kerugian (property insurance),
bentuk asuransi ini hamper sama dengan asuransi umum,
yang bertujuan memberikan jaminan kerugian yang
disebabkan oleh kebakaran, pencurian, seperti PT.
Reasuransi Umum Indonesia, dan PT. Asuransi Kerugian.
Menurut jenis bidang yang ditangani, ada beberapa macam
asuransi, antara lain:
20

a. Asuransi jiwa, merupakan bentuk
kerjasama untuk mengurangi resiko yang diakibatkan oleh resiko
kematian, resiko hari tua, dan resiko kecelakaan.
b. Asuransi kecelakaan diri, adalah
usaha untuk melindungi resiko financial akibat kecelakaan seperti,
benturan atau sentuhan benda keras atau benda cair (kimiawi), gas
atau api, terhadap badan (jasmani) seseorang, yang mengakibatkan
kematian atau cacat serta luka, yang sifat dan tempatnya dapat
ditentukan oleh dokter.

20
Soeisno Djojosoedarso, Prinsip-Prinsip Manajemen Resiko dan Asuransi, Cetakan
Pertama, Jakarta, Salemba Empat, 1999, hal. 74-77.
xxxi
c. Asuransi sosial, adalah asuransi
yang menyediakan jaminan sosial bagi anggota masyarakat, baik
secara local, regional, maupun nasional, yang diselenggarakan oleh
pemerintah atau lembaga yang ditunjuk, dimana setiap anggota
masyarakat memikul kewajiban sosial (membayar premi wajib) dan
memperoleh jaminan sosial pula.
d. Asuransi sosial tenaga kerja, yaitu
perlindungan sosial bagi tenaga kerja yang dijalankan melalui pola
mekanisme asuransi dan dikelola oleh Perum ASTEK.
e. Asuransi kesehatan, merupakan
asuransi yang memberikan santunan kesehatan kepada seseorang
(tertanggung) berupa sejumlah uang untuk biaya pengobatan dan
perawatan bila diluar kehendak ia diserang penyakit.
f. Asuransi kecelakaan penumpang,
adalah asuransi yang mengelola perlindungan sosial dalam
kecelakaan penumpang dan lalu lintas jalan yang penyelenggaranya
adalah PT. Asuransi Jasa Raharja.
g. Asuransi kebakaran, merupakan
pertanggungan yang menjamin kerugian atau kerusakan atas harta
benda (tetap maupun bergerak) yang disebabkan oleh kebakaran,
dan terjadi karena api sendiri atau api dari luar, udara jelek, kurang
hati-hati, kesalahan atau perbuatan tidak pantas dari pelayan
tertanggung, tetangga, musuh, perampok dan apa saja dan dengan
cara bagaimanapun sebab timbulnya kebakaran.
xxxii
h. Asuransi kredit, yaitu pertanggungan
yang diberikan kepada pemberi kredit (bank dan lembaga keuangan)
terhadap resiko kredit, yaitu tidak diperolehnya kembali kredit yang
diberikan oleh tertanggung kepada nasabah.
i. Asuransi rekayasa atau engineering
insurance, yaitu pertanggungan yang diterapkan pada proyek-proyek
pembangunan yang berhubungan dengan rekayasa, yang
memberikan perlindungan dalam pelaksanaan pembangunan.
j. Asuransi perusahaan, merupakan
pertanggungan yang meliputi, asuransi pengiriman uang,
21

penyimpanan uang,
22
penggelapan uang,
23
pencurian uang,
24
dan
asuransi proses perusahaan.
25

k. Asuransi tanggung gugat, yaitu
kewajiban untuk bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh
pihak lain.
l. Asuransi transportasi, merupakan
asuransi yang berkenaan dengan barang-barang dalam transit atau
barang yang sedang ditangani perusahaan pengangkutan.

21
Yaitu kemungkinan hilang atau rusaknya uang logam atau kertas dan surat-surat
berharga, yang disebabkan oleh peristiwa yang tidak diketahui.

22
Yaitu kemungkinan hilangnya uang logam, uang kertas dan surat berharga yang disimpan
di dalam lemari, strongroom, berada dalam cashier’s box selama jam kerja.

23
Yaitu kemungkinan kerugian yang diduga oleh majikan disebabkan oleh ketidakjujuran
karyawannya.

24
Yaitu pencurian uang yang disimpan di dalam rumah atau kantor, dengan ketentuan
bahwa uang itu disimpan dalam lemari besi atau strongroom, dimana yang dijamin adalah
pencurian dengan cara merusak rumah atau kantor dan lemari tempat penyimpanan uang.

25
Merupakan kerugian financial yang diderita bila perusahaan tidak berjalan atau sementara
berjalan di bawah normal. Resiko yang ditanggung adalah akibat resiko kecelakaan kerja,
machinery breakdown, dan mogok kerja atau kegaduhan buruh.
xxxiii

3. Prinsip-Prinsip Dalam Asuransi
Pelaksanaan perjanjian antara perusahaan asuransi dan nasabah
tidak dapat dilakukan secara sembarangan, melainkan harus dilakukan
sesuai dengan prinsip-prinsip asuransi dengan tujuan untuk menghindari
hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari antara kedua belah pihak.
Adapun prinsip-prinsip asuransi tersebut, antara lain:
26

a. Insurable Interest, adalah perihal berdasarkan hukum
untuk mempertanggungkan suatu resiko berkaitan dengan keuangan
yang diakui sah secara hukum antara tertanggung dan yang
dipertanggungkan, serta dapat menimbulkan hak dan kewajiban
keuangan secara hukum.
b. Utmost Good Faith (itikad baik), yaitu penetapan suatu
kontrak yang didasarkan kepada itikad baik antara tertanggung dan
penanggung mengenai seluruh informasi baik materil maupun
immateril.
c. Indemnity atau ganti rugi, yaitu mengendalikan posisi
keuangan tertanggung setelah terjadi kerugian seperti pada posisi
sebelum terjadinya kerugian. Prinsip ini tidak berlaku dalam asuransi
jiwa dan kecelakaan, karena prinsip ini hanya didasarkan pada
kerugian yang bersifat keuangan.
d. Proximate Cause adalah suatu sebab aktif, efisien yang
mengakibatkan terjadinya peristiwa berantai dan intervensi kekuatan
lain, diawali dan bekerja dengan aktif dari sumber baru dan
independent.


26
Kasmir, Op.cit., hal. 282-283.
xxxiv
e. Subrogation, merupakan hak penanggung yang telah
memberikan ganti rugi kepada tertanggung untuk menuntut pihak lain
yang mengakibatkan kepentingan asuransi mengalami kerugian.
Artinya penggantian kerugian tidak mungkin lebih besar dari kerugian
yang diderita.
f. Contribution, yaitu suatu prinsip dimana penanggung
berhak mengajak penanggung lainnya yang memiliki kepentingan
yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada
tertanggung meskipun jumlah tanggungan masing-masing
penanggung tidak sama besar.


4. Manfaat Asuransi
Asuransi banyak sekali kegunaannya, baik untuk perorangan
(individu), bagi masyarakat maupun perusahaan.
27
Riegel dan Miller
mengemukakan beberapa faedah asuransi sebagai berikut:
28

a. Asuransi membuat masyarakat dan perusahaan berada
dalam keadaan aman.
b. Dengan asuransi, efisiensi perusahaan (business
efficiency) dapat dipertahankan, sehingga untuk menjaga kelancaran
perusahaan (going concern) dengan jalan pertanggungan akan
mengurangi dan memperkecil resiko yang terjadi.
c. Adanya suatu kecenderungan, penarikan biaya akan
dilakukan seadil mungkin (the equitable assetsment of cost), atau

27
Abbas Salim, Op.cit., hal. 11.

28
R. Riegel dan J.S. Miller, Insurance Principles and Practices, (Prentice Hall), dalam Abbas
Salim, Ibid., hal. 12-14.
xxxv
ongkos asuransi harus adil menurut besar kecilnya resiko yang
dipertanggungkan.
d. Asuransi menjadi dasar pemberian kredit (insurance
serves as a basis of credit).
e. Asuransi merupakan alat penabung (saving).
f. Asuransi sebagai suatu sumber pendapatan (earning
power) yang didasarkan kepada financing the business.
Dengan demikian, keuntungan asuransi adalah keuntungan bagi
perusahaan asuransi dan bagi nasabah, dimana bagi perusahaan
asuransi akan memberikan keuntungan dari premi yang dibayarkan ke
nasabah, keuntungan dari hasil penyertaan modal di perusahaan lain,
serta keuntungan hasil bunga dari investasi surat berharga, sementara
bagi nasabah adalah memberikan rasa aman, merupakan simpanan yang
pada saat jatuh tempo dapat ditarik kembali, terhindar dari resiko
kerugian dan kehilangan, memperoleh penghasilan di masa yang akan
dating, dan memperoleh penggantian akibat kerusakan atau kehilangan.
29


5. Obyek, Tujuan dan Sasaran Asuransi
Obyek asuransi adalah benda dan jasa, jiwa dan raga kesehatan
manusia, tanggung jawab hukum, serta semua kepentingan lainnya yang
dapat hilang, rusak, rugi dan berkurang nilainya.
30
Sementara itu, tujuan
asuransi mengurangi resiko yang sudah adadalam masyarakat dengan

29
Kasmir, Op.cit., hal. 281.

30
Subagyo, dkk, Op.cit., hal. 78.
xxxvi
cara mempertanggungkan pada perusahaan asuransi. Resiko yang ada
dalam masyarakat, akan dipertanggungkan masyarakat apabila :
31

a. Dalam pertanggungan dapat dilakukan pencegahan
kerugian yang akan memberikan keuntungan tertentu yaitu berupa
pengurangan kerugian dan pengurangan biaya yang menyangkut
pertanggungan tersebut.
b. Pencegahan dan perlindungan untuk memperkecil
kerugian yang terjadi, berupa pengeliminiran sebab-sebab yang dapat
menimbulkan kerugian, perlindungan produk atau orang yang akan
dirugikan, pengurangan kerugian dan perlindungan agar produk yang
telah rusak tidak semakin rusak.
c. Memberikan keuntungan tertentu pada masyarakat yang
mengikuti asuransi, karena dengan mengetahui besarnya resiko yang
terjadi dapat diketahui besarnya kerugian yang dialami.
Dengan demikian, asuransi memiliki sasaran terhadap pelaku
ekonomi mikro (rumah tangga), maupun pelaku ekonomi makro (dunia
bisnis atau industri manufaktur dan pemerintahan), yang mempunyai
keinginan untuk mengurangi munculnya kerugian-kerugian yang belum
diketahui secara pasti di masa mendatang dengan menggunakan jasa
usaha perasuransian.
32


6. Premi Asuransi
Premi asuransi adalah pembayaran dari tertanggung kepada
penanggung sebagai imbalan jasa atas pengalihan resiko kepada


31
Ibid., hal. 79.
32
Ibid.
xxxvii
penanggung, dan premi tersebut merupakan pengganti kerugian atau
jaminan perlindungan dari penanggung kepada tertanggung.
33

a. Fungsi Premi Asuransi
Premi merupakan hal yang paling penting dalam asuransi,
karena dengan premi yang berhasil dikumpulkan dari tertanggung,
maka dalam waktu yang relatif lama, akan terkumpul sejumlah dana
yang besar, sehingga dengan dana tersebut pihak asuransi dapat:
1). Mengembalikan tertanggung pada posisi (ekonomi) seperti
sebelum terjadi kerugian (resiko).
2). Menghindarkan tertanggung dari kebangkrutan, sehingga
tertanggung mampu berdiri pada posisi semula seperti sebelum
terjadinya kerugian.
34


b. Aktuaria dan Penentuan Tarif
Aktuaria merupakan bagian khusus dalam perusahaan
asuransi yang menangani atau menghitung premi asuransi.
35

Beberapa faktor yang menentukan dalam penentuan tarif adalah:
1). Situasi persaingan.
2). Kondisi atau struktur perekonomian.
3). Peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh
pemerintah.
36



33
Soeisno Djojosoedarso, Op.cit., hal. 121.

34
Ibid.

35
Ibid., hal. 122.

36
Ibid.

xxxviii
Perlu juga dipertimbangkan dalam penentuan tarif premi
asuransi, terutama menyangkut pada asuransi kerugian, antara lain:
1). Jenis barang yang diasuransikan.
2). Kondisi pertanggungannya.
3). Macam alat pengangkut barang yang diasuransikan.
4). Cara penimbunan atau pengaturan barang dalam pengangkutan.
5). Jangka waktu pertanggungan.
37

Penentuan tarif asuransi banyak terkandung unsur-unsur,
kemungkinan (probability), value judgement, dan kebijakan
pemerintah (government policy).
38
Dengan demikian, penentuan
tersebut tidak mudah, rumit (complicated), harus berhati-hati, karena
jika terlalu rendah maka tidak dapat menutupi biaya operasi (cost of
operation), sementara jika terlalu tinggi maka pembeli polisnya akan
berkurang atau sedikit, sehingga berdampak pada sulitnya operasi
perusahaan asuransi.
Untuk memenuhi terciptanya tarif premi premi asuransi yang
ideal, setidaknya perlu diperhatikan beberapa prinsip, antara lain:
1). Adequate, artinya premi tersebut harus menghasilkan cukup uang
untuk membayar kerugian yang diderita oleh subyek dimana uang
dikumpulkan.
2). Notexcessive, bahwa tarif jangan berlebihan, tetapi harus
memperhatikan kepentingan pembeli, persaingan dan sebagainya.

37
Ibid.

38
Ibid.

xxxix
3). Equity, berarti tarif tersebut tidak membeda-bedakan resiko yang
sama kualitasnya (adil), bila kualitas exposurenya sama, maka
tarifnya harus sama pula.
4). Flexible, tarif yang ditentukan selalu disesuaikan dengan keadaan,
artinya bila keadaan berubah, maka tarifnya harus diubah pula.
39

c. Komponen Premi Asuransi
Adapun komponen dari tarif premi asuransi antara lain
adalah:
40

1). Premi dasar, merupakan premi asuransi yang dibebankan kepada
tertanggung ketika polis dibuat atau dikeluarkan, dimana
perhitungannya berdasarkan pada data dan keterangan yang
diberikan oleh tertanggung kepada penanggung pada waktu
penutupan asuransi pertama, dan luasnya resiko yang dijamin
oleh penanggung sebagaimana yang dikehendaki tertanggung.
Premi ini terdiri dari tiga kelompok, yaitu:
a).Komponen premi untuk membayar kerugian yang terjadi, yang
tingginya didasarkan pada probabilitas terjadinya kerugian.
b).Komponen premi yang dimaksudkan untuk membiayai operasi
perusahaan asuransi (cost of operation/exploitations).
c).Komponen sebagai bagian keuntungan (profit) bagi perusahaan
asuransi.
2). Premi tambahan, merupakan data atau keterangan yang
disampaikan oleh tertanggung kepada penanggung ketika
menutup asuransi atau interestnya tidak selalu sama dengan

39
Ibid., hal. 122-123.

40
Ibid
xl
keadaan yang sebenarnya atau pada waktu polis ditanda tangani,
yang disebabkan pada saat itu data atau informasinya belum
lengkap dan tertanggung menghendaki perubahan kondisi
pertanggungan.
3). Reduksi premi, dimana penanggung dapat memberikan reduksi
terhadap premi yang dikenakan, dimana Dewan Asuransi
Indonesia menentukan bahwa dapat diberikan potongan 50 %
atas premi dasar dan 20 % atas premi tambahan untuk
pengangkutan dengan tujuan negeri Belanda, Belgia dan Inggris.
Demikian juga pada asuransi jiwa dapat diberikan potongan premi
sebesar 5 % bila pembayaran melalui bank atau pos dan 3 % bila
membayar di kantor perusahaan asuransi.
4). Tarif kompeni, dimana di Indonesia tarif kompeni disusun oleh
Dewan Asuransi Indonesia, yang bertujuan standarisasi tarif premi
dan syarat-syarat pertanggungan, disamping untuk menghindari
persaingan yang tidak sehat.
d. Jenis tarif dan Macam Barang yang diasuransikan
Pada dasarnya ada dua jenis tarif asuransi, yaitu:
41

1). Manual (class rate), yaitu tarif premi asuransi yang berlaku untuk
semua resiko yang sejenis.
2). Merit rating, merupakan metode penentuan tarif premi asuransi
dimana tiap-tiap resiko dipertimbangkan keadaannya masing-
masing, dan biasanya digunakan dalam asuransi kebakaran.
e. Pengembalian Premi

41
Ibid, hal. 124.

xli
Pengembalian premi dikenal juga dengan restorno, yaitu
pengembalian premi dari penanggung kepada tertanggung, karena
perjanjian gugur sebelum penanggung menanggung bahaya atau
baru menanggung sebagian, premi yang dibayar lebih, insurable
interestnya tidak ada, kondisi jaminan atau pertanggungan
dipersempit.
42




7. Jenis-Jenis Resiko Dalam Asuransi
Berbagai jenis resiko dipertanggungkan dalam asuransi, sehingga
besar kecilnya resiko merupakan pertimbangan besarnya premi yang
harus dibayar. Pada prakteknya, resiko yang timbul dari setiap pemberian
usaha pertanggungan asuransi adalah:
43

a. Resiko murni, yaitu ketidakpastian terjadinya suatu
kerugian atau ada peluang merugi dan bukan suatu peluang
keuntungan.
b. Resiko spekulatif, adalah resiko dengan terjadinya dua
kemungkinan, yaitu peluang untuk mengalami kerugian keuangan
atau memperoleh keuntungan
c. Resiko individu, yang dibagi kepada tiga macam, yaitu:

42
Ibid, hal. 125.

43
Kasmir, Op.cit., hal. 283-284.

xlii
1). Resiko pribadi, merupakan resiko kemampuan seseorang
untuk memperoleh keuntungan akibat sesuatu hal, seperti
sakit, kehilangan pekerjaan atau mati.
2). Resiko harta, adalah resiko apakah harta hilang karena dicuri
atau rusak dan menyebabkan kerugian.
3). Resiko tanggung gugat, yaitu resiko yang disebabkan jika
kerugian seseorang ditanggung, maka diharuskan
membayarnya.

B. Pengertian Asuransi Syari’ah
Asuransi awalnya merupakan suatu kelompok yang bertujuan
membentuk arisan untuk meringankan beban keuangan individu dan
menghindari kesulitan pembayaran.
44
Secara umum, konsep asuransi
merupakan persiapan yang dibuat oleh kelompok orang yang menghadapi
kerugian kecil yang tidak dapat diduga, kemudian kerugian tersebut
ditanggung bersama.
45
Untuk mencari jalan keluar dari berbagai macam
unsur tersebut, apalagi tidak sejalan dengan aspek hukum Islam atau
syari’ah, maka diusahakanlah dengan pembentukan asuransi yang
menekankan pada sifat saling menanggung, saling menolong di antara
tertanggung yang bernilai kebajikan menurut ajaran islam.
46

1. Terminologi
47
Asuransi Syari’ah

44
Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Edisi Kedua, Yogyakarta,
Ekonisia, 2004, hal. 112.

45
Encyclopedia Britannica, Edisi Ketujuh, Jilid 14, hal. 656.

46
A. Azhar Basyir, Asuransi Takaful Sebagai Suatu Alternatif, Jakarta, dalam Seminar
Sehari Takaful, Asuransi Syariah, TEPATI, 1993, hal. 3, Ibid, hal. 113-114.

xliii
Dalam bahasa Arab, asuransi disebut at-ta’min, sementara
penanggung disebut mu’ammin, dan tertanggung disebut mu’amman lahu
atau musta’min.
48
At-ta’min memiliki arti perlindungan, ketenangan, rasa
aman, dan bebas dari rasa takut.
49
Men-ta’min-kan sesuatu berarti
seseorang membayar atau menyerahkan uang cicilan agar ia atau ahli
warisnya mendapatkan sejumlah uang sebagaimana yang telah
disepakati atau untuk mendapatkan ganti terhadap hartanya yang hilang,
dikatakan “seseorang mempertanggungkan atau mengasuransikan
hidupnya, rumahnya atau mobilnya”.
50

Musthafa Ahmad Zarqa, memberikan makna asuransi sebagai
cara atau metode untuk memelihara manusia dalam menghindari resiko
(ancaman) bahaya yang beragam yang akan terjadi dalam hidupnya,
dalam perjalanan kegiatan hidupnya atau dalam aktivitas ekonominya.
51

Sementara Dewan Syari’ah Nasional MUI, dalam fatwanya
mendefinisikan asuransi syari’ah sebagai usaha saling melidungi dan
tolong menolong di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi
dalam bentuk asset atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian
untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai

47
Terminologi adalah Ilmu mengenai batasan-batasan atau definisi-definisi istilah.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cetakan Ketiga,
Jakarta, Balai Pustaka, 1990, hal. 938.

48
Jubran Ma’ud, Ar-Ra’id, Mu’jam Lughawy “Ashry, Beirut, Dar Al-Islami Li Al-Malayin, tt,
Jilid I, hal. 30, dalam Muhammad Syakir Sula, Op.cit, hal. 28.

49
Salim Segaf al-Jufri, Ar-Riba wa Adhraruhu alal Mujtama’ Al-Islami, 1400 H, Hal. 219,
dalam Muhammad Syakir Sula, Ibid.

50
Majma’ul Lughah al-Arabiyah, Al-M’jam al-Wasit, Mesir, 1960, hal. 27-28, dalam
Muhammad Syakir Sula, Ibid.

51
Musthafa Ahmad Zarqa, Al-Ightisodi Al-Islamiyah, Beirut, Dar al-Fikr, 1968, dalam
Muhammad Syakir Sula, Ibid…, hal. 29.

xliv
dengan syari’ah.
52
Dari beberapa definisi di atas, jelaslah bahwa asuransi
syari’ah bersifat saling melindungi dan tolong menolong atau yang disebut
dengan ta’awun, yaitu prinsip hidup saling melindungi dan saling tolong
menolong atas dasar ukhuwah Islamiyah antara sesame anggota peserta
asuransi syari’ah dalam menghadapi malapetaka (resiko).
53

Secara umum, asuransi Islam sering juga diistilahkan dengan
takaful, yang dapat digambarkan sebagai asuransi yang prinsip
operasionalnya didasarkan pada syariat Islam dengan mengacu kepada
Al-Qur’an dan As-Sunnah.
54
Istilah takaful dalam bahasa Arab berasal
dari kata dasar kafala-yakfulu-takâfala-yatakâfalu-takâful yang berarti
saling menanggung atau menanggung bersama.
55
Kata takaful tersebut
tidak dijumpai dalam Al-Qur’an, namun demikian ada sejumlah kata yang
seakar dengan takaful, seperti dalam Surat Thaha (20), ayat 40,
56
yang
berbunyi:
^OT³ ×Ø´·^☺·> ¬C+-u=+¡ N·Q¬³4-··
¯ִ- ¯7¯e¯÷1Ò¡ ¯OÞ>4N T4`
N¡+-¬¼'¯4C W ִl4Lu¬ִ·4O··
-OÞ¯T³ ִlR)`+¡ ¯O·. ·O·³·>
O&÷+^O4N ºº4Ò 4¹4O^4Ò` ¯
=e·U4-·֠4Ò +O^¼4^

52
Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum
Asuransi Syariah.

53
Huzaemah T. Yanggo, Asuransi Hukum dan Permasalahannya, Jurnal AAMAI Tahun VII
No.12, 2003, hal. 232, dalam Muhammad Syakir Sula, Op.cit…, hal. 30.

54
H.A.Dzajuli dan Yadi Janwari, Lembaga-Lembaga Perekonomian Umat (Sebuah
Pengenalan), Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2002, hal. 120, dalam Gemala Dewi, Aspek-
Aspek Hukum Dalam Perbankan Dan Perasuransian di Indonesia, Jakarta, Prenada Media, 2004,
hal. 122.

55
Ibid.

56
Soenarjo, Al-Qur’an dan Terjemahanya, Jakarta, Yayasan Penerjemah Al-Qur’an, 1971,
hal. 479.

xlv
ִl4L^1O×4L·· =TR` ´-¦4¯^¯-
ִlE44-··4Ò L^Q+¬· ¯
=euVTlÞU·· 4×-RL´c EOT× ÷u-Ò¡
4×4¯^³4` ·ª¬¦ =eu©´· ¯OÞ>4N
¯Oִ³·֠ ¯Øִ<Q÷☺4C ^Ø´÷

Artinya:
“Ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu Ia Berkata
kepada (keluarga Fir'aun): "Bolehkah saya menunjukkan
kepadamu orang yang akan memeliharanya?" Maka kami
mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak
berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia,
57

lalu kami selamatkan kamu dari kesusahan dan kami Telah
mencobamu dengan beberapa cobaan; Maka kamu tinggal
beberapa tahun diantara penduduk Madyan,
58
Kemudian kamu
datang menurut waktu yang ditetapkan
59
Hai Musa”.


Pedoman Umum Asuransi Syari’ah, yang dikeluarkan Majelis
Ulama Indonesia melalui Dewan Syari’ah Nasional, terdapat definisi
asuransi Syari’ah (Ta’min, Takaful, Tadhamun) adalah usaha saling
melindungi dan saling tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak
melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan
pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad
(perikatan) yang sesuai dengan syari’ah.
60

Apabila kita memasukkan asuransi takaful ke dalam lapangan
kehidupan muamalah, maka takaful dalam pengertian muamalah memiliki

57
Yang dibunuh Musa a.s. Ini ialah seorang bangsa Qibthi yang sedang berkelahi dengan
seorang Bani Israil, sebagaimana yang dikisahkan dalam surat Al Qashash ayat 15.

58
Nabi Musa a.s. datang ke negeri Mad-yan untuk melarikan diri, di sana dia dikawinkan
oleh nabi Syu'aib a.s. dengan salah seorang puterinya dan menetap beberapa tahun lamanya.

59
Maksudnya: nabi Musa a.s. datang ke lembah Thuwa untuk menerima wahyu dan
kerasulan.

60
DSN MUI, Himpunan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional, Edisi ke-2, Diterbitkan atas
kerjasama DSN MUI dan BI, Jakarta, 2003, hal.129.

xlvi
arti yaitu saling menanggung resiko di antara sesame manusia sehinnga
di antara satu dengan lainnya menjadi penanggung atas resiko masing-
masing.
61
Dengan demikian, asuransi takaful terkait dengan unsur saling
menaggung resiko di antara para peserta asuransi, dimana peserta yang
satu menjadi penanggung peserta yang lainnya,
62
dan tanggung
menanggung resiko tersebut dilakukan atas dasar saling tolong menolong
dalam kebajikan dengan cara masing-masing mengeluarkan dana yang
ditujukan untuk menanggung resiko.
63


2. Landasan Hukum Asuransi Syari’ah
Hukum-hukum muamalah bersifat terbuka, dalam arti Al-Qur’an
hanya memberikan aturan yang bersifat garis besar, selainnya diberikan
kepada para mujtahid untuk mengembangkan melalui pikiran mereka
selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist. Hakekat
asuransi secara Islami adalah saling bertanggungjawab, saling bekerja
sama atau saling tolong-menolong dengan melindungi penderitaan orang
lain, dan ini menjadi dasar mengapa asuransi diperbolehkan dalam
agama Islam karena asas prinsip syariat mengajak kepada sesuatu yang
mengakibatkan keeratan jalinan sesama manusia dan kepada sesuatu
yang meringankan bencana sesama manusia.
64
Sebagaimana firman
Allah SWT dalam Surat Al-Maidah ayat 2:
65


61
Loc.cit.

62
Rahmat Husein, Asuransi Takaful Selayang Pandang dalam Wawasan Islam dan
Ekonomi, Jakarta, Lembaga penerbit FE-UI, 1997, hal. 234. Ibid, hal. 123.

63
Juhaya S. Praja, Asuransi Takaful, Artikel dikeluarkan oleh PT. Syarikat Takaful
Indonesia, Ibid.

64
Gemala Dewi, Op.cit., hal. 127.

xlvii
O&¬³Ò^4C 4ׯR֠-.-
W-QNL4`-47 ºº W-QwUR4+`
4O÷O^ִ¬E- *.- ºº4Ò
4O¯&O´¯- 4¯-4OO4^¯- ºº4Ò
ִO^³E¤·±- ºº4Ò
ִ³Ø·^ÞU·³^¯- ¨º4Ò
4×-R)`.-47 =e^14l^¯-
4¯-4OO4^¯- 4¹Q7¯4-¯:4C 1E^_··
TR)` ¯ªØ&Ø´±·O L^4Q^¯ØO4Ò ¯
-·OT³4Ò u®7+·UÞUִO
W-Ò÷1·C^·· ¯ ºº4Ò
¯ª7¯EL4`QO^¹·© N¹4*E4E- `¬¯Q·֠
¹Ò¡ ¯ª¬±ÒO³= ^T4N
R³´×¯Oִ☺^¯- R¬-4OO4^¯-
¹Ò¡ W-Ò÷³4-u¬·> O
W-Q+^4Òִ¬·>4Ò OÞ>4N
T´O´¯^¯- ¯O4Q^³+-¯-4Ò W
ºº4Ò W-Q+^4Òִ¬·> OÞ>4N
´¦^¦e"- ÷¹4Ò^³N¬^¯-4Ò ¯
W-Q¬³E>-4Ò -.- W E¹T³
-.- ÷³CR³E- ´··³R¬^¯-
^=÷

Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-
syi'ar Allah,
66
dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan
haram,
67
jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya,
68
dan
binatang-binatang qalaa-id,
69
dan jangan (pula) mengganggu
orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari
kurnia dan keredhaan dari Tuhannya
70
dan apabila kamu Telah

65
Soenarjo, Op Cit…hal. 156.

66
Syi'ar Allah ialah segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempat-
tempat mengerjakannya.

67
Maksudnya antara lain ialah: bulan Haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan
Rajab), tanah Haram (Mekah) dan Ihram, maksudnya ialah dilarang melakukan peperangan di
bulan-bulan itu.

68
Ialah binatang (unta, lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke ka'bah untuk mendekatkan
diri kepada Allah, disembelih ditanah Haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam
rangka ibadat haji.

69
Ialah binatang had-ya yang diberi kalung, supaya diketahui orang bahwa binatang itu telah
diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah.

xlviii
menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah berburu, dan janganlah
sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka
menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu
berbuat aniaya (kepada mereka), dan tolong-menolonglah kamu
dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-
menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, dan bertakwalah
kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”.

Beberapa dalil-dalil syar’I yang berkenaan dengan praktek
asuransi syari’ah, antara lain dalam firman Allah SWT, Surat Al-Hasyr,
ayat 18 mengenai perintah mempersiapkan hari depan,
71
yang berbunyi:
O&¬³Ò^4C ¬-¯R֠-.-
W-QNL4`-47 W-Q¬³4>- -.-
¯OO¬L4^¯4Ò Ø·^¼4^ E` ^e4`O³·֠
l³4¯R¯ W W-Q¬³E>-4Ò -.- ¯
E¹T³ -.- lOOTlִ= ִ☺T
4¹Q¬Uִ☺u¬·> ^¯l÷
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan
hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada
Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu
kerjakan”.


Di samping itu, firman Allah SWT mengenai prinsip-prinsip dalam
muamalah pada Surat Al-Maidah, ayat 1,
72
berbunyi:
ִ¹GCÒ^4C ¬-¯R֠-.-
W-EQN44`-47 W-Q¬·uÒÒ¡
R1Q¬³N¬^¯T ¯ ^e^URO+¡
ª7¯·¯ ¬Oִ☺1Ø&4± ´¦ִ¬u^·-
·ºT³ 4` ¯OÞUuNC ¯ª7¯^OÞU4×
4O¯OEN OQm>R4¬` R³^1O¯-
¯ª+^Ò¡4Ò N¯NONO ¯ E¹T³ -.-
Nª7¯^4·© 4` ÷³CQONC ^¯÷

70
Dimaksud dengan karunia ialah keuntungan yang diberikan Allah SWT dalam perniagaan.
keridhaan dari Allah SWT ialah pahala amalan haji.

71
Soenarjo, Op Cit…hal. 919.

72
Ibid, hal. 156.

xlix




Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu.
dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan
kepadamu. (yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan
berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya
Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya”.


Allah SWT juga memerintahkan kepada hamba-Nya untuk saling
bekerja sama dan Bantu membantu, sebagaimana firman-Nya dalam
Surat Al-Maidah, ayat 2, dan perintahnya untuk saling melindungi dalam
keadaan susah pada surat Quraisy ayat 4,
73
yang berbunyi:
-^Ø÷ OR֠-.- ¦÷¹ִ☺ִ¬^CÒ¡
TR)` ´vQN· ª÷¹E44`-474Ò ^TR)`
O¯Qִ=
Artinya:
“Yang Telah memberi makanan kepada mereka
untukmenghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari
ketakutan”.


Adapun peraturan-peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah
berkaitan dengan asuransi syari’ah, antara lain:
74

a. Keputusan Menteri Keuangan RI No. 426/KMK.06/2003 tentang
Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi dan
Perusahaan Reasuransi. Peraturan ini ditentukan dalam pasal 3-4
mengenai persyaratan dan tatacara memperoleh izin usaha
perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip
syari’ah, pasal 32 mengenai pembukaan kantor cabang dengan
prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi

73
Soenarjo, Op Cit…hal. 1106.

74
Gemala Dewi, Op.cit., hal. 128-129.
l
konvensional, dan pasal 33 mengenai pembukaan kantor cabang
dengan prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan
reasuransi dengan prinsip syari’ah.
b. Keputusan Menteri Keuangan RI No. 424/KMK.06/2003 tentang
Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan
Reasuransi, dalam pasal 15-18 mengenai kekayaan yang
diperkenankan harus dimiliki dan dikuasai oleh perusahaan asuransi
dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah.
c. Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan Nomor Kep.
4499/LK/2000 tentang Jenis, Penilaian dan Pembatasan Investasi
Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi Dengan Sistem
Syari’ah.

3. Prinsip - Prinsip Asuransi Syari’ah
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, setiap perjanjian
asuransi harus mengandung prinsip-prinsip asuransi. Adapun prinsip-
prinsip asuransi, antara lain Insurable interest (kepentingan yang dapat
diasuransikan), Utmost Good Faith (itikad baik), Indemnity (ganti rugi),
proximate cause (penyebab dominan), Subrogation (Pengalihan hak),
Contribution.
75
Adapun prinsip-prinsip asuransi syari’ah meliputi:
76


75
.Asuransi Takaful Indonesia, Modul Pengetahuan Dasar Takaful, PT. Asuransi Takaful
Keluarga.

76
Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah; Deskripsi dan Ilustrasi, Edisi ke-
2, Ekonisia Kampus Fak.Ekonomi UII, Yogyakarta, 2004, hal.115.

li
a. Saling bertanggung jawab, dimana kesulitan seorang muslim
dalam kehidupan menjadi tanggung jawab sesama muslim,
sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Imran: 103
77

W-Q÷☺´4-^N-4Ò ÷¯lO4·±
*.- 4¬OR☺ִ· ºº4Ò
W-Q¬֠·OE¼·> ¯
W-ÒNO7^O-4Ò =eִ☺u¬R^
*.- ¯ª7¯^OÞU4× ^OT³ u®7+L7
☯7.-ִ³^NÒ¡ ִ--¯Ò·· 4×u-4
¯ª7¯TQ¬U¬֠ ®7+¯·4l^Ò··
¼·ROR4©u¬RLT L^4Qu=T³
u®7+L74Ò ¯OÞ>4N E¼E-
±E4O^¼NO =TR)` ØOEL¯-
ª7EO·³^Ò·· O&u+R)` ¯
ִlR¯EOE ÷×T)-4:NC +.-
¯ª7¯·¯ ·ROR-4C-47 u7¯+Uִ¬·¯
4¹Ò÷³4-¯&·¯ ^¯´Q÷
Artinya:
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama)
Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan
nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah)
bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu
menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang
bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu
Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat
petunjuk”

b. Sesama Muslim saling bekerjasama atau saling membantu,
sebagaimana dalam firman Allah pada Surat At-Taubah, ayat 71 yang
berbunyi:
78

4¹QNLR`u·÷☺^¯-4Ò
¬eE4R`u·÷☺^¯-4Ò
¯ª÷¹¬_u¬4 +7.41R¯uÒÒ¡
¯*u¬4 ¯ ¬HÒ+O÷··4C
´ÒNOu¬ִ☺^¯T

77
Soenarjo, Op Cit…hal. 93.
78
Ibid…hal. 291.

lii
4¹¯Qִ¹uL4C4Ò ^T4N
QO·¯L÷☺^¯- ¬HQ÷☺1´³NC4Ò
ÞE¯QÞUO¯- ¬HQ¬>u·NC4Ò
ÞE¯QEEO¯- ¬HQN¬1RCNC4Ò
-.- ¼N¡·.Q÷c4O4Ò ¯
ִlØ·^·¯Ò+¡ Nª÷¹+·EQuO=Oִc
+.- ¯ E¹T³ -.- NOCØG4N
_¦1´¯ִO ^_¯÷
Artinya:
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi
sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang
ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat,
menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya.
mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
c. Sesama muslim saling melindungi penderitaan satu sama lain,
seperti dalam firman Allah SWT, surat Adh-dhuha ayat 9-10,
79
yang
berbunyi:
E`Ò·· =¦1R©41^¯- ºE··
¯Oִ¹^³·> ^_÷ E`Ò··
=¦1R©41^¯- ºE·· ¯Oִ¹^³·> ^_÷
E`Ò¡4Ò ºØ*.OO¯- ºE··
¯OO&u+·> ^¯´÷
Artinya:
“Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku
sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta,
janganlah kamu menghardiknya”.

d. Karnaen A. Perwataatmadja menambahkan satu prinsip, yaitu
prinsip menghindari unsur-unsur gharar, maysir dan riba.
80

1) Gharar menurut bahasa artinya adalah penipuan. Dalam
asuransi syariah, gharar dapat diatasi dengan mengganti akad
tabaduli dengan akad takafuli yaitu akad tolong menolong atau

79
Ibid…hal. 1071.

80
Karnaen A. Perwataatmadja, Membumikan Ekonomi Islam di Indonesia, Depok, Usaha
Kami, 1996, hal. 234, dalam Gemala Dewi, Op.cit., hal. 135-136.

liii
akad tabarru’ dan akad mudharabah.
81
Allah pun berfirman
dalam QS.al-Maidah ayat 2, yang berbunyi:
O&¬³Ò^4C 4ׯR֠-.-
W-QNL4`-47 ºº W-QwUR4+`
4O÷O^ִ¬E- *.- ºº4Ò
4O¯&O´¯- 4¯-4OO4^¯- ºº4Ò
ִO^³E¤·±- ºº4Ò ִ³Ø·^ÞU·³^¯-
¨º4Ò 4×-R)`.-47 =e^14l^¯-
4¯-4OO4^¯- 4¹Q7¯4-¯:4C 1E^_··
TR)` ¯ªØ&Ø´±·O L^4Q^¯ØO4Ò ¯
-·OT³4Ò u®7+·UÞUִO
W-Ò÷1·C^·· ¯ ºº4Ò
¯ª7¯EL4`QO^¹·© N¹4*E4E- `¬¯Q·֠
¹Ò¡ ¯ª¬±ÒO³= ^T4N
R³´×¯Oִ☺^¯- R¬-4OO4^¯-
¹Ò¡ W-Ò÷³4-u¬·> O
W-Q+^4Òִ¬·>4Ò OÞ>4N
T´O´¯^¯- ¯O4Q^³+-¯-4Ò W
ºº4Ò W-Q+^4Òִ¬·> OÞ>4N
´¦^¦e"- ÷¹4Ò^³N¬^¯-4Ò ¯
W-Q¬³E>-4Ò -.- W E¹T³ -.-
÷³CR³E- ´··³R¬^¯- ^=÷


Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar
syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-
bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya,
dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula)
mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang
mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan
apabila kamu Telah menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah
berburu. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada
sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari
Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada
mereka). dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan)
kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam
berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada
Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya".

Sedangkan hadist yang berkaitan dengan gharar, adalah:

81
Muhammad Syakir Sula, Op.cit, Hal.174
liv
ِ رَ ·َ ·'ا ِ ·ْ -َ - ْ.َ = ْ»´ 'َ -َ و ِ ªْ -َ 'َ = ِ -ا ´ 'َ - ِ-ا ُ لْ·َ -َ ر ِ -َ - ) -اور
ة·-·ه -أ .= ª='- .-اد ·-او ئ'--'او ى--·-ا و »'-- (
Arti:
“Rasulullah SAW melarang jual beli yang mengandung
gharar.” (HR.Muslim, Tirmizi, Nasa’I, Abu Daud, dan Ibnu
Majah dari Abu Hurairah).

2) Kata maysir secara harfiah dalam bahasa Arab diartikan dengan
memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras
atau mendapat keuntungan tanpa kerja keras. Terdapatnya
unsur Maisyir merupakan kelanjutan dari adanya unsur gharar.
Pada asuransi syariah, membagi rekening peserta menjadi dua,
yaitu rekening untuk asuransi jiwa yang mengandung unsur
tabungan yang dapat diambil oleh peserta karena pada
dasarnya itu adalah uang peserta sendiri dan rekening tabarru’
yang diniatkan untuk derma. Rekening tabarru’ tidak tercampur
dengan rekening tabungan, maka reversing period di asuransi
syariah terjadi sejak awal dan nilai tunai sudah terjadi sejak
awal dan nilai tunai sudah sejak awal tahun pertama masuk
menjadi peserta asuransi. Karena itu tidak ada unsur maysir.
Karena tidak ada yang dirugikan. Menurut QS.Al-Maidah:90,
yang berbunyi:
82

O&¬³Ò^4C 4ׯR֠-.-
W-EQN44`-47 ִ☺^^T³
NO^☺·C^¯-
+O´O^1ִ☺^¯-4Ò
C·=^·-4Ò
Nª·¯^e·-4Ò Ø·^·ØO ^TR)`
÷ִ☺4N ^T·C^OO=¯-

82
Ibid., Hal.176
lv
+ÞQ+lR°4-^··· ¯ª7¯+Uִ¬·¯
4¹Q÷·TU^¼¬> ^_´÷

Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya
(meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala,
mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk
perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan
itu agar kamu mendapat keberuntungan.”

Rasulullah bersabda:
ُ .َ =اْوَ ا ً `َ `َ = َ م´ ·َ ='ً =ْ·ُ - ´ `ِ ا ْ»ِ +ِ =ْوُ ·ُ - َ'َ = َ نْ·ُ -ِ 'ْ -ُ -'اَ و
'ً -اَ ·َ = ) ف·= .-و·-= .= ى--·-ا -اور (

Artinya:
“Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat yang
mereka buat kecuali syarat yang mengharamkan yang
halal atau yang menghalalkan yang haram.”

3) Riba menurut istilah berarti pengambilan tambahan dari harta
pokok atau modal secara batil. Asuransi syariah mengeliminir
riba dengan menggunakan konsep mudharabah. Kontrak yang
dipergunakan dalam asuransi syariah adalah akad tolong
menolong (takafuli) yaitu akad tabarru’ dan akad tijarah. Akad
tijarah yang dipakai adalah mudharabah sedangkan akad
tabarru’ adalah hibah. Adapun firman Allah yang berkenaan
dengan riba tercantum dalam QS.Al-Baqarah:275, yang
berbunyi:
83

¬-¯R֠-.- 4¹Q¬U¬±·4C
W-¯Q4Q´O¯- ºº
4¹QN`Q¬³4C ·ºT³ ִ☺E
N¯Q¬³4C OR֠-.-
+O7C*:ִC44C ÷T·C^OO=¯-

83
Ibid, Hal 53
lvi
=TR` +¹·ִ☺^¯- ¯ ִlR¯·O
¯ª÷¹^^ÒT W-EQ7¯·֠
ִ☺^^T³ ÷7^O4l^¯- Nu1R`
W-¯Q4Q´O¯- ¯ EִOÒ¡4Ò
+.- ִ7^O4l^¯- 4¯·OִO4Ò
W-¯Q4Q´O¯- ¯ Tִ☺··
+Þ47.ִ֠T ¬O·¬RN¯Q4` TR)`
·ROTÞ·O ¯Oִ¹4^··
N¡·-·· 4` ִ-ÞUִc
¼+ÞNO^`Ò¡4Ò OÞ¯T³ *.- W
¯ó4`4Ò ִ14N ִlØ·^·¯Ò+··
CUִ·^Ò¡ ØOEL¯- W ¯ª¬-
O&OR· ¬HÒ¬T-ִ= ^=_T÷
Artinya:
“ Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat
berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang
kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.
Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan
mereka Berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli
itu sama dengan riba, padahal Allah Telah menghalalkan
jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang
Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu
terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa
yang Telah diambilnya dahulu (sebelum datang
larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang
yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah
penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”.

Sedangkan Hadist yang berkaitan dengan riba, berbunyi:

َ ل'َ · ُ ªْ -َ = ُ -ا َ ِ -َ ر َ ªَ -ْ -َ =ُ = ¸-ِ -َ ا ْ.َ = : ىَ ·َ -ْ -ُ ا ِ -'َ ا ُ -ْ -َ أَ ر
ُ تَ ·ِ -ُ ´ِ · ِ ªِ -ِ = 'َ =َ ِ -- َ ·َ -َ 'َ · 'ً -'´ =َ = اً -ْ -َ = . َ ل'َ -َ · ُ ªُ -ْ 'َ 'َ -َ · : َ +َ -
ِ م´ -'ا ِ .َ -َ `َ و ِ -ْ 'َ ´ْ 'ا ِ .َ -َ ` ْ.َ = َ »´ 'َ -َ و ِ ªْ -َ 'َ= ُ -ا ´ 'َ - ُ ِ -´ -'ا .
ِ ªَ - ْ·ُ - ْ·َ -ْ 'اَ و ِ ªَ -ِ -ا َ ·'ا ْ.َ = َ +َ -ِ و . ِ ªِ ''ِ آْ·ُ -َ و 'َ - ·'ا .ِ 'ِ آَ اَ و .
َ ر ·َ -ُ -'ا َ .َ ·َ 'َ و .

Artinya:
“Diriwayatkan dari (Aun bin) Abu Juhayfah r.a. ayahku
membeli seorang budak yang melakukan pekerjaan
hajjamah (menarik darah keluar dari tubuh seseorang
untuk keperluan pengobatan). Ayahku mengambil alat-
alatnya (dan merusaknya). (Aku bertanya kepada
lvii
ayahku kenapa berbuat seperti itu). Ia menjawab, “Nabi
Saw melarang memperdagangkan seekor anjing atau
darah, dan juga melarang pekerjaan mentato atau ditato,
dan (melarang menerima) pemakan riba dan orang yang
memberikan riba dan melaknat para pembuat gambar.”

4. Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi
Syari’ah
Adapun perbedaan antara asuransi syari’ah dan asuransi
konvensional akan diperjelas dari tabel dibawah ini:
Tabel 1
Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syari’ah

No Prinsip Asuransi Konvensional Asuransi Syari’ah
1. DPS(Dewan
Pengawas
Syari’ah)

-
Ada, yang berfungsi untuk
mengawasi pelaksanaan
operasional perusahaan agar
terbebas dari praktek yang
bertentangan dengan prinsip
syari’ah.
2. Akad Jual Beli Akad Tabarru’ dan Akad
Tijarah
3. Investasi Dana Investasi dana berdasarkan
bunga
Investasi dana berdasarkan
syari’ah dengan sistem bagi
hasil (mudharabah).
4. Keemilikan Dana Dana yang terkumpul dari
nasabah (premi) menjadi
milik perusahaan, sehingga
perusahaan bebas
menentukan investasinya.
Dana yang terkumpul dari
nasabah (premi) merupakan
milik peserta. Perusahaan
hanya sebagai pemegang
amanah untuk mengelola.
3. Unsur Premi Terdiri dari: tabel mortalita,
bunga (Interest), dan biaya-
biaya asuransi (Cost of
Insurance)
Iuran atau kontribusi terdiri dari
unsur tabarru’ dan tabungan
(saving). Tabarru’ dihitung dari
tabel mortalita, tetapi tanpa
perhitungan bunga.
4. Pembayaran Klaim Dari rekening perusahaan Dari rekening tabarru’
5. Keuntungan (profit) Diperoleh dari surplus
underwriting, komisi
reasuransi, dan hasil
investasi seluruhnya adalah
keuntungan perusahaan
Diperoleh dari surplus
underwriting, komisi
reasuransi, dan bagi hasil
keuntungan investasi
Sumber: Muhamad Syakir Sula, 2004

Dibandingkan asuransi konvensional, maka suransi syari’ah
memiliki perbedaan yang mendasar dalam beberapa hal, yaitu:
84


84
Heri Sudarsono, Op.cit., hal. 104, lihat juga Gemala Dewi, Op.cit., hal. 137.
lviii
a. Keberadaan Dewan pengawas Syari’ah
merupakan suatu keharuan, karena berperan dalam mengawasi
manajemen, produk serta kebijakan investasi supaya senantiasa
sejalan dengan syariat Islam.
b. Prinsip akad adalah takafuli (tolong menolong),
yaitu nasabah yang satu menolong nasabah yang lainnya yang
tengah mengalami kesuilitan, sementara pada konvensional akad
bersifat tabaduli (jual beli antara nasabah dengan perusahaan).
c. Dana yang terkumpul dari nasabah asuransi
syari’ah diinvestasikan dengan sistem bagi hasil, sementara pada
asuransi konvensional investasi dana dilakukan pada sembarang
sector dengan sistem bunga.
d. Pada asuransi syari’ah, premi yang terkumpul
diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah, dan perusahaan
hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Sementara
pada asuransi konvensional, premi menjadi milik perusahaan dan
perusahaan memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan
pengelolaan dana tersebut.
e. Unsur premi pada asuransi syari’ah terdiri dari
unsur tabarru’ dan tabungan (saving). Tabarru’ dihitung dari tabel
mortalita, tetapi tanpa perhitungan bunga. Sementara pada sistem
konvensional menggunakan tabel mortalita, bunga (Interest), dan
biaya-biaya asuransi (Cost of Insurance).
f. Pembayaran klaim nasabah, dana diambil dari
rekening tabarru’ (dana sosial) seluruh peserta yang telah diikhlaskan
lix
untuk keperluan tolong menolong bila ada peserta yang terkena
musibah, sedangkan dalam asuransi konvensional dana pembayaran
klaim diambil dari rekening milik perusahaan.
g. Keuntungan investasi dibagi dua antara
nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan sebagai pengelola
dengan prinsip bagi hasil, sementara pada asuransi konvensional
keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan, dan jika tidak ada
klaim, maka nasabah tidak memperoleh apa-apa.

5. Ketentuan Operasi Asuransi Syari’ah
Dalam menjalankan operasinya, asuransi syari’ah berpegang
pada ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
85

a. Akad, yaitu kejelasan akad dalam praktek
muamalah, dimana akad yang digunakan adalah akad jual beli
(tadabuli) atau tolong menolong (takaful).
b. Gharar, dimana dalam asuransi syari’ah,
mengganti akad dengan niat tabarru’ yaitu suatu niat tolong menolong
pada sesama peserta apabila ada yang ditakdirkan mendapat
musibah.
c. Tabarru’ dana ini disimpan dalam rekening
khusus, jika ada yang tertimpa musibah, maka dana klaim yang
diberikan adalah dari rekening tabarru’ yang sudah diniatkan oleh
sesame takaful untuk saling tolong menolong.
d. Maysir, dalam mekanisme asuransi syari’ah,
keterbukaan merupakan akselerasi dari realisasi prinsip-prinsip

85
Endy M. Astiwara, Perbedaan Secara Syariah Asuransi Takaful dengan Asuransi
Konvensional, Muamatuna, Vol. I/Edisi 1/Th. 1, 2001, dalam Heri Sudarsono, Op.cit, hal. 116-118.
lx
syari’ah, karena tidak ada kepercayaan jika tidak ada keterbukaan
dalam informasi.
e. Riba, keberadaan asuransi syari’ah dalam
menyimpan dananya di bank syari’ah dengan sistem mudharabah.
f. Dana hangus, dalam asuransi konvensional
peserta tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan ingin
mengundurkan diri sebelum masa reversing period, maka dana
peserta itu hangus. Demikian pula, asuransi non tabungan atau
asuransi kerugian jika habis masa kontrak dan tidak terjadi klaim, maka
premi yang dibayarkan akan hangus sekaligus menjadi milik pihak
asuransi.

6. Asuransi Takaful Kesehatan
Asuransi jenis ini merupakan produk tanpa unsur tabungan (non
saving) adalah produk syari’ah dimana struktur produknya tidak terdapat
unsur tabungan yang bersifat tabarru’ (dana tolong menolong).
86
Program
ini diperuntukkan bagi perorangan maupun perusahaan/lorganisasi yang
bermaksud menyediakan dana santunan rawat inap dan operasi bila
peserta sakit dan kecelakaan dalam masa perjanjian.
Adapun ketentuan dari asuransi ini adalah:
87

a. Usia peserta masuk 5 sampai dengan 50 tahun.
b. Kontrak 1 tahun.
c. Pembatasan 1 tahun.
d. Biaya polis Rp. 20.000,-.

86
Muhamad Syakir Sula, Op.cit, hal. 650-651.

87
Ibid.
lxi
e. Cara bayar premi tahunan.
f. Manfaat kesehatan dibayarkan untuk perawatan
minimal 4 hari.
g. Sistem pembayaran adalah reimbursement.
h. Jangka waktu pengajuan klaim 14 hari.
i. Pembayaran klaim adalah 80 % dari kuitansi
dan maksimal = manfaat kesehatan dan bukan untuk biaya karena
melahirkan.

C. Klaim (Claim)
Klaim (Claim) berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim peserta
untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak bayar atau
tidak. Klaim yang diajukan oleh tiap peserta meliputi beragam dokumentasi
yang diverifikasi diantaranya adalah: Dokumen klaim, polis masih dalam
kondisi in force, Peristiwa yang masih dalam kontrak, peristiwa kerugian tidak
dalam pengecualian polis.
Dokumen klaim yang diajukan peserta kepada pihak perusahaan
harus secara lengkap, menyangkut semua informasi mengenai peristiwa
yang menyebabkan peserta mengalami kerugian dan besarnya nominal
kerugian yang dialami.
Polis masih dalam kondisi in force artinya polis tersebut masih dalam
keadaan aktif dibuktikan dengan premi lanjutan-premi lanjutan yang masih
terus dilanjutkan. Jika premi lanjutan tidak dibayar maka pengajuan klaim
akan ditolak apabila tertunggak melewati grace priode yang telah ditentukan.
Verifikasi juga mengenengahkan apakah peristiwa kerugian yang
dialami oleh peserta masih dalam kontrak atau diluar kontrak. Apabila
lxii
peristiwa sebelum atau sesudah kontrak dilakukan maka pengajuan klaim
akan ditolak.
Peristiwa yang menyebabkan terjadinya kerugian pada pihak peserta
tidak termasuk dalam klausal pengecualian sebagaimana tercantum dalam
polis. Sebagaimana kematian yang disebabkan oleh bunuh diri dan lain
sebagainya.
i. Pengertian Klaim
Klaim dapat diartikan sebagai permintaan peserta maupun ahli
warisnya atau pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan
asuransi atas terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan. Setiap
dokumentasi yang diterima akan dilakukan verifikasi.
ii. Jenis-jenis Klaim
1. Klaim Habis Kontrak
Klaim yang diajukan oleh peserta karena perjanjian telah berakhir
sampai batas yang telah disepakati missal 10 tahun, merupakan klaim
habis kontrak. Adapun dokun-dokumen yang diperlukan diantaranya
adalah: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis asli, foto copy
identitas diri yang masih berlaku dan buku asli pembayaran premi
terakhir.
2. Klaim Nilai Tunai
Klaim yang diakibatkan terjadi peristiwa kematian pada peserta.
Yang menggajukan kliam adalah dari pihak ahli waris yang tercantum
pada polis atau boleh pihak lain yamg diberikan kuasa atau pihak lain
yang berkepentingan terhadap manfaat asuransi, misalnya lembaga
pembiayaan bank dan leasing. Adapun dokumen-dokumen yang
lxiii
dibutuhkan diantaranya: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis
asli, foto copy identitas diri yang masih berlaku, surat keterangan dari
rumah sakit yang menerangkan sebab meninggal dunia, surat
keterangan dari pamong praja dan surat keterangan dari Kepolisian
Republik Indonesia, jika musibah karena lalu lintas.
3. Klaim Nilai Tunai Sebagian
Klaim nilai tunai sebagian dilakukan pada peserta apabila jumlah
polis telah mencapai 2 tahun dan aktif serta maksimal jumlah yang
dapat diambil 50% dari saldo tabungan. Peserta tidak dikenakan beban
sedikit pun karena itu termasuk bunga, asuransi takaful biaya tersebut
merupakan bagian dari premi peserta sendiri.
4. Klaim Biaya Perawatan
Pengantian kerugian peserta dengan alasan pengeluaran biaya
oleh peserta dalam perawatan/pengobatan rumah sakit karena
kecelakaan ataupun sakit dengan syarat penyakit tersebut tidak
termasuk dari klausa pengecualian polis. Dokumentasi yang diperlukan
Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis asli, foto copy identitas
diri yang masih berlaku, resume dari rumah sakit dimana dirawat,
laboratorium dan photo copy biaya pengobatan asli.
5. Klaim Tahapan Pendidikan
Klaim yang diajukan oleh peserta karena jatuh tempo dana
pendidikan sebagaimana yang tercantum pada polis. Dokumentasinya
Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis asli, foto copy identitas
diri yang masih berlaku, bukti asli pembayaran premi terakhir, surat
jatuh tempo tahapan dari perusahaan. (Tidak wajib).
lxiv


D. Fatwa DSN No. 21 Tahun 2001 Tentang Klaim Asuransi Syari’ah
Klaim atau claims merupakan permintaan peserta atau ahli warisnya
maupun pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas
terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan, atau aplikasi oleh
peserta untuk memperoleh pertanggungan atas kerugiannya yang tersedia
berdasarkan perjanjian.
88
Secara umum prosedur klaim pada asuransi umum
hampir sama dengan, baik pada asuransi syari’ah maupun konvensional.
Yang membedakan dari masing-masing perusahaan adalah
kecepatan dan kejujuran dalam menilai suatu klaim. Adapun prosedur klaim,
antara lain pemberitahuan klaim (biasanya dengan bukti lisan dan diperkuat
dengan laporan tertulis), bukti klaim kerugian (menyerahkan klaim tertulis
dengan melengkapi lembaran klaim standar yang dirancang khusus untuk
masing-masing class of business), penyelidikan (melakukan survey ke
lapangan atau menunjuk independent adjuster, dimana laporan akan
dijadikan dasar apakan klaim dijamin oleh polis atau tidak), penyelesaian
klaim (kesepakatan mengenai jumlah penggantian sesuai peraturan
perundangan yang berlaku, dan diisyaratkan bahwa pembayaran klaim tidak
boleh lebih dari 30 hari sejak terjadi kesepakatan).
89

Adapun proses paling sederhana dalam proses klaim, dimana
masing-masing perusahaan memiliki prosedur sendiri untuk mempermudah

88
Ibid, hal. 259.

89
Ibid.

lxv
nasabah (services), berikut gambar proses klaim sampai kepada
pembayaran (penyelesaian klaim):
90


Gambar 1
Proses Klaim Asuransi

Sumber: Muhamad Syakir Sula, 2004

Sumber pembayaran klaim pada asuransi syari’ah diperoleh dari
rekening tabarru’, yaitu iuran kebajikan yang telah diniatkan oleh peserta
untuk dana saling tolong menolong apabila ada peserta lain yang terkena
musibah,
91
sedangkan pada asuransi konvensional, sumber pembayaran
klaim berasal dari rekening perusahaan, murni bisnis, dan tentu tidak ada

90
Ibid, hal 263.
91
Khoiril Anwar, Asuransi Syariah Dalam Perspektif Praktis (Life Insurance), Surakarta, Hafs
Media, 2006, hal. 37
Periksa Penutupan
Pengenalan
Tidak Ditutup Ditutup Tunjuk Adjuster
Tolak Minta Dokumen
Pembayaran
Lapor Proses
Tawarkan Tolak
Voucher Pengambilan
lxvi
nuansa spiritual yang melandasinya. Klaim yang dibayarkan perusahaan
adalah bagian dari kewajiban imbal balik peserta yang diatur dalam akad
atau perjanjian asuransi, yaitu peserta berkewajiban membayar sejumlah
premi sebagai tertanggung dan perusahaan berkewajiban untuk membayar
klaim sebagai penanggung apabila peserta mengalami musibah atau jatuh
tempo.
92
Jenis klaim ada empat macam, antara lain klaim habis kontrak,
klaim meninggal dunia, klaim nilai tunai, klaim nilai sebagian, klaim biaya
perawatan, dan klaim tahapan pendidikan.
93

Administrasi klaim berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim
peserta untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak
bayar atau tidak. Setiap dokumen yang diterima akan dilakukan verifikasi
secara umum, meliputi dokumen klaim, polis dalam kondisi in force, peristiwa
kerugian masih dalam kontrak, peristiwa kerugian tidak dalam pengecualian
polis, tidak mengandung kecurangan atau tidak melanggar peraturan.
94

Berdasarkan fatwa Dewan Syari’ah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001
tentang pedoman umum Asuransi Syari’ah, dijelaskan pada pasal keenam
mengenai premi, yaitu:
95

1. Pembayaran premi didasarkan atas jenis akad sistem tijarah
dan jenis akad tabarru’.
2. Untuk menentukan besarnya premi perusahaan asuransi
syari’ah dapat menggunakan rujukan, misalnya tabel mortalita untuk

92
H. A. Djazuli dan Yadi Janwari, Op.cit., hal. 121.

93
Khoiril Anwar, op.cit, hal. 65-67.

94
Ibid, hal. 63-64.

95
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, Fatwa DSN No. 21/DSN-MUI/X/2001
Tentang Pedoman Asuransi Syariah, Jakarta, 17 Oktober 2001, hal. 138.
lxvii
asuransi jiwa dan table morbidita untuk asuransi kesehatan, dengan syarat
tidak memasukkan unsur riba dalam penghitungannya. (Pada lampiran)
3. Premi yang berasal dari jenis akad sistem mudharabah dapat
diinvestasikan dan hasil investasinya di bagi hasilkan kepada peserta.
4. Premi yang berasal dari jenis akad tabarru’ dapat
diinvestasikan.
5. perhitungan mengunakan sistem bagi hasil nisbah seperti 50 :
50 atau 60 : 40 yang disepakati diawal.
Sementara pada pasal ketujuh mengenai klaim dijelaskan:
96

1. Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada
awal perjanjian.
2. Klaim dapat berbeda dalam jumlah, sesuai dengan premi yang
dibayarkan.
3. Klaim atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta,
dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya.
4. Klaim atas akad tabarru’, merupakan hak peserta dan
merupakan kewajiban perusahaan, sebatas yang disepakati dalam akad.

E. Hasil Penelitian Relevan
Penelitian yang telah dilakukan oleh Ida Wahyunigsih dengan judul
penelitian Analisis Implementasi Produk Asuransi Takaful dana Siswa,
penelitian ini dengan rumusan masalah bagaimana kesesuaian implementasi
produk asuransi dana siswa pada Asuransi Takaful Keluarga Cabang
Surakarta terhadap Fatwa DSN dan MUI, penelitian ini difokuskan pada

96
Ibid.
lxviii
implementasi produk asuransi takaful keluarga Cabang Surakarta terhadap
Fatwa DSN-MUI no 21/DSN-MUI/X/2001 dengan batasan masalah tentang
pedoman umum Asuransi Syari’ah.
Adapun tujuan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui
kesesuaian implementasi produk asuransi takaful dana siswa yang telah
dilaksanakan dengan Fatwa DSN-MUI. Hasil penelitian menyatakan
implementasi produk Asuransi Syari’ah Takaful yang meliputi permohonan
asuransi, aqad, underwriting, premi, pengelolaan dana, loading, klaim dan
tempat kedudukan perselisihan yang kurang sesuai dengan fatwa DSN dan
yang lainya telah sesuai dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam konsep
fatwa dewan Syari’ah Nasional.
Dari hasil penelusuran penulis selama ini, belum pernah menemukan
penelitian tentang pembayaran klaim pada asuransi syariah.












lxix
BAB II
LANDASAN TEORI

F. Gambaran Umum Tentang Asuransi
Asal mula kegiatan asuransi di Indonesia merupakan kelanjutan
asuransi yang ditinggalkan oleh pemerintah Hindia Belanda, sedangkan
peraturan pemerintah Indonesia yang mengatur tentang asuransi baru
dikeluarkan pada tahun 1976, kemudian melalui Surat Keputusan Menteri
Keuangan No. 1136/KMK/IV/1976 tentang penetapan besarnya cadangan
premi dan biaya oleh Perusahaan Asuransi di Indonesia.
97
Selanjutnya Surat
Keputusan Menteri Keuangan No. 1249/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember
1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan di bidang Asuransi
Kerugian, dan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1250/KMK.013/1988
tanggal 20 Desember 1988 tentang Asuransi Jiwa.
98

Peraturan Menteri Keuangan tersebut tidak berlaku lagi setelah
dikeluarkannya UU No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian di
Indonesia dan Peraturan Pemerintah No. 73 Tahun 1992 tentang
Penyelenggaraan Usaha Perasuransian, disamping kedua peraturan
tersebut, dasar acuan pembinaan dan pengawasan usaha asuransi di
Indonesia juga didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan No.
223/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Izin Perusahaan
Asuransi dan Reasuransi, No. 224/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993
tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi, No.

97
Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Edisi ke-6, Jakarta, PT. Raja Grafindo
Persada, 2001, hal. 277.

98
Ibid.
11
lxx
225/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Penyelenggaraan
Usaha Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, dan No. 226/KMK.017/1993
tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan dan Penyelenggaraan Kegiatan
Usaha Penunjang Usaha Asuransi.
99

8. Pengertian Asuransi
Kata asuransi berasal dari bahasa Belanda, assurantie, yang
dalam hukum Belanda disebut verzekering, yang artinya
pertanggungan.
100
Robert I. Mehr mengartikan asuransi sebagai suatu
alat untuk mengurangi resiko dengan menggabungkan sejumlah unit-unit
yang beresiko agar kerugian individu secara kolektif dapat diprediksi,
kerugian yang dapat diprediksi tersebut kemudian dibagi dan
didistribusikan secara proporsional di antara semua unit dalam gabungan
tersebut.
101

Asuransi juga diartikan sebagai suatu kemauan untuk menetapkan
kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai pengganti
(substitusi) kerugian-kerugian besar yang belum pasti.
102
Menurut
Undang-Undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1992 tentang usaha
perasuransian, diuraikan definisi tentang asuransi sebagai berikut:
“Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau
lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung,
dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian

99
Ibid., hal. 278.

100
KH. Ali Yafie, Asuransi Dalam Pandangan Syariat Islam, Menggagas Fiqih Sosial,
Bandung, Mizan, 1994, hal. 205-206, Emmy P. Simanjuntak, Hukum Pertanggungan, UGM,
Yogyakarta, 1982, hal. 7, dalam Muhammad Syakir Sula, Asuransi Syariah (Life And General):
Konsep dan Sistem Operasional, Gema Insani Press, Jakarta, 2004, hal. 26.

101
Robert I. Mehr, Life Insurance Theory And Practice, 1985, Business Publication. Inc.,
dalam Muhammad Syakir Sula, Ibid.

102
Abbas Salim, Asuransi dan Manajemen Resiko, Cetakan Keenam, Edisi Revisi Ke-2,
Jakarta, PT. Raja Grafindo Perkasa, 2000, hal. 1.
lxxi
kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan
keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak
ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu
peristiwa yang tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran
yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang
dipertanggungkan”.
103


Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
asuransi adalah perjanjian dimana tertanggung dan penanggung
mengikat perjanjian tentang hak dan kewajibannya masing-masing,
dimana perjanjian tersebut tertuang dalam bentuk polis asuransi yang
telah ditentukan syarat-syarat, hak dan kewajiban masing-masing pihak,
jumlah uang yang dipertanggungkan, serta jangka waktu asuransi.
Apabila dalam masa pertanggungan terjadi sebuah resiko, maka pihak
penanggung (perusahaan asuransi) akan membayar sesuai dengan
perjanjian yang telah disepakati bersama.

9. Tipologi Asuransi
Jenis asuransi yang berkembang di Indonesia saat ini jika dilihat
dari fungsinya, antara lain:
104

a. Asuransi kerugian (non life insurance), sebagaimana yang
terdapat dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha
Asuransi dijelaskan bahwa asuransi kerugian menjalankan usaha
memberikan jasa untuk menanggulangi resiko atas kerugian,
kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga
dari suatu peristiwa yang tidak pasti. Yang termasuk dalam asuransi

103
Kasmir, Op.cit., hal. 276, dan Subagyo, dkk, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya,
Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Yogyakarta, STIE YKPN, 2002, hal. 138.

104
Ibid., hal. 278-280, dan Faried Wijaya dan Soetatwo Hadiwigeno, Lembaga-Lembaga
Keuangan dan Bank: Perkembangan, Teori dan Kebijakan, Cetakan Keempat, Yogyakarta, BPFE
UGM, 1999, hal. 377.
lxxii
kerugian adalah asuransi kebakaran, asuransi pengangkutan, dan
asuransi aneka, seperti asuransi kendaraan bermotor, kecelakaan
diri, dan pencurian.
b. Asuransi jiwa (life insurance), merupakan perusahaan asuransi
yang dikaitkan dengan penanggulangan jiwa atau meninggalnya
seseorang yang dipertanggungkan. Jenis-jenis asuransi jiwa ini
adalah asuransi berjangka (term insurance), asuransi tabungan
(endowment insurance), asuransi seumur hidup (whole life insurance),
dan annuity contract insurance (anuitas).
c. Reasuransi (reinsurance), merupakan perusahaan asuransi yang
memberikan jasa asuransi dalam pertanggungan ulang terhadap
resiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi kerugian. Asuransi ini
digolongkan ke dalam bentuk treaty, bentuk facultative, serta
kombinasi dari keduanya.
Sementara itu, jika dilihat dari segi kepemilikannya, maka asuransi
dapat diklasifikasikan antara lain:
105

e. Asuransi milik pemerintah, yaitu asuransi yang sahamnya
dimiliki sebagian besar atau bahkan 100 % oleh pemerintah
Indonesia.
f. Asuransi milik swasta nasional, kepemilikan saham
asuransi ini sepenuhnya dimiliki oleh swasta nasional, sehingga siapa
yang paling banyak memiliki saham, maka memiliki suara terbanyak
dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

105
Ibid., hal. 280.
lxxiii
g. Asuransi milik perusahaan asing, merupakan perusahaan
asuransi yang biasanya beroperasi di Indonesia, dan hanyalah
merupakan cabang dari negara lain, dimana kepemilikannya 100 %
dimiliki oleh pihak asing.
h. Asuransi milik campuran, merupakan jenis asuransi yang
sahamnya dimiliki campuran antara swasta nasional dengan pihak
asing.
Adapun John H. Magee mengklasifikasikan asuransi sebagai
berikut:
106

c. Jaminan sosial (social insurance), merupakan asuransi
wajib, karena setiap orang atau penduduk harus memilikinya.
Jaminan ini bertujuan supaya setiap orang mempunyai jaminan untuk
hari tuanya (old age).
d. Asuransi sukarela (voluntary insurance), adalah bentuk
asuransi yang dijalankan secara sukarela, tidak dengan paksaan,
sehingga setiap orang bias atau tidak mempunyai asuransi jenis ini.
Asuransi sukarela dibagi dalam dua jenis, yaitu:
1). Government insurance, yaitu asuransi yang
dijalankan oleh pemerintah atau negara, misalnya jaminan yang
diberikan kepada prajurit yang cacat sewaktu peperangan.
2). Commercial insurance, merupakan asuransi yang
mempunyai tujuan untuk melindungi seseorang ataupun keluarga
serta perusahaan dari resiko yang mendatangkan kerugian.
Tujuan perusahaan asuransi ini bersifat kompersial dengan motif

106
John H. Magee, General Insurance, (Richard D. Irwin), dalam Abbas Salim, Op.cit., hal.
2-3, dan Subagyo, dkk, Op.cit., hal. 142-143.
lxxiv
mencari keuntungan (profit motive). Bentuk asuransi ini dibagi
pada dua kelompok:
a). Asuransi jiwa (personal life insurance),
bertujuan untuk memberikan jaminan kepada seseorang atau
keluarga yang disebabkan oleh kematian, kecelakaan serta
sakit, seperti PT. Asuransi Jiwas Raya, Asuransi Jiwa Bumi
Putera 1912, dan Asuransi Jiwa Dharma Nasional.
b). Asuransi kerugian (property insurance),
bentuk asuransi ini hamper sama dengan asuransi umum,
yang bertujuan memberikan jaminan kerugian yang
disebabkan oleh kebakaran, pencurian, seperti PT.
Reasuransi Umum Indonesia, dan PT. Asuransi Kerugian.
Menurut jenis bidang yang ditangani, ada beberapa macam
asuransi, antara lain:
107

a. Asuransi jiwa, merupakan bentuk
kerjasama untuk mengurangi resiko yang diakibatkan oleh resiko
kematian, resiko hari tua, dan resiko kecelakaan.
b. Asuransi kecelakaan diri, adalah
usaha untuk melindungi resiko financial akibat kecelakaan seperti,
benturan atau sentuhan benda keras atau benda cair (kimiawi), gas
atau api, terhadap badan (jasmani) seseorang, yang mengakibatkan
kematian atau cacat serta luka, yang sifat dan tempatnya dapat
ditentukan oleh dokter.

107
Soeisno Djojosoedarso, Prinsip-Prinsip Manajemen Resiko dan Asuransi, Cetakan
Pertama, Jakarta, Salemba Empat, 1999, hal. 74-77.
lxxv
c. Asuransi sosial, adalah asuransi
yang menyediakan jaminan sosial bagi anggota masyarakat, baik
secara local, regional, maupun nasional, yang diselenggarakan oleh
pemerintah atau lembaga yang ditunjuk, dimana setiap anggota
masyarakat memikul kewajiban sosial (membayar premi wajib) dan
memperoleh jaminan sosial pula.
d. Asuransi sosial tenaga kerja, yaitu
perlindungan sosial bagi tenaga kerja yang dijalankan melalui pola
mekanisme asuransi dan dikelola oleh Perum ASTEK.
e. Asuransi kesehatan, merupakan
asuransi yang memberikan santunan kesehatan kepada seseorang
(tertanggung) berupa sejumlah uang untuk biaya pengobatan dan
perawatan bila diluar kehendak ia diserang penyakit.
f. Asuransi kecelakaan penumpang,
adalah asuransi yang mengelola perlindungan sosial dalam
kecelakaan penumpang dan lalu lintas jalan yang penyelenggaranya
adalah PT. Asuransi Jasa Raharja.
g. Asuransi kebakaran, merupakan
pertanggungan yang menjamin kerugian atau kerusakan atas harta
benda (tetap maupun bergerak) yang disebabkan oleh kebakaran,
dan terjadi karena api sendiri atau api dari luar, udara jelek, kurang
hati-hati, kesalahan atau perbuatan tidak pantas dari pelayan
tertanggung, tetangga, musuh, perampok dan apa saja dan dengan
cara bagaimanapun sebab timbulnya kebakaran.
lxxvi
h. Asuransi kredit, yaitu pertanggungan
yang diberikan kepada pemberi kredit (bank dan lembaga keuangan)
terhadap resiko kredit, yaitu tidak diperolehnya kembali kredit yang
diberikan oleh tertanggung kepada nasabah.
i. Asuransi rekayasa atau engineering
insurance, yaitu pertanggungan yang diterapkan pada proyek-proyek
pembangunan yang berhubungan dengan rekayasa, yang
memberikan perlindungan dalam pelaksanaan pembangunan.
j. Asuransi perusahaan, merupakan
pertanggungan yang meliputi, asuransi pengiriman uang,
108

penyimpanan uang,
109
penggelapan uang,
110
pencurian uang,
111
dan
asuransi proses perusahaan.
112

k. Asuransi tanggung gugat, yaitu
kewajiban untuk bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh
pihak lain.
l. Asuransi transportasi, merupakan
asuransi yang berkenaan dengan barang-barang dalam transit atau
barang yang sedang ditangani perusahaan pengangkutan.

108
Yaitu kemungkinan hilang atau rusaknya uang logam atau kertas dan surat-surat
berharga, yang disebabkan oleh peristiwa yang tidak diketahui.

109
Yaitu kemungkinan hilangnya uang logam, uang kertas dan surat berharga yang
disimpan di dalam lemari, strongroom, berada dalam cashier’s box selama jam kerja.

110
Yaitu kemungkinan kerugian yang diduga oleh majikan disebabkan oleh ketidakjujuran
karyawannya.

111
Yaitu pencurian uang yang disimpan di dalam rumah atau kantor, dengan ketentuan
bahwa uang itu disimpan dalam lemari besi atau strongroom, dimana yang dijamin adalah
pencurian dengan cara merusak rumah atau kantor dan lemari tempat penyimpanan uang.

112
Merupakan kerugian financial yang diderita bila perusahaan tidak berjalan atau
sementara berjalan di bawah normal. Resiko yang ditanggung adalah akibat resiko kecelakaan
kerja, machinery breakdown, dan mogok kerja atau kegaduhan buruh.
lxxvii

10. Prinsip-Prinsip Dalam Asuransi
Pelaksanaan perjanjian antara perusahaan asuransi dan nasabah
tidak dapat dilakukan secara sembarangan, melainkan harus dilakukan
sesuai dengan prinsip-prinsip asuransi dengan tujuan untuk menghindari
hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari antara kedua belah pihak.
Adapun prinsip-prinsip asuransi tersebut, antara lain:
113

g. Insurable Interest, adalah perihal berdasarkan hukum
untuk mempertanggungkan suatu resiko berkaitan dengan keuangan
yang diakui sah secara hukum antara tertanggung dan yang
dipertanggungkan, serta dapat menimbulkan hak dan kewajiban
keuangan secara hukum.
h. Utmost Good Faith (itikad baik), yaitu penetapan suatu
kontrak yang didasarkan kepada itikad baik antara tertanggung dan
penanggung mengenai seluruh informasi baik materil maupun
immateril.
i. Indemnity atau ganti rugi, yaitu mengendalikan posisi
keuangan tertanggung setelah terjadi kerugian seperti pada posisi
sebelum terjadinya kerugian. Prinsip ini tidak berlaku dalam asuransi
jiwa dan kecelakaan, karena prinsip ini hanya didasarkan pada
kerugian yang bersifat keuangan.
j. Proximate Cause adalah suatu sebab aktif, efisien yang
mengakibatkan terjadinya peristiwa berantai dan intervensi kekuatan
lain, diawali dan bekerja dengan aktif dari sumber baru dan
independent.


113
Kasmir, Op.cit., hal. 282-283.
lxxviii
k. Subrogation, merupakan hak penanggung yang telah
memberikan ganti rugi kepada tertanggung untuk menuntut pihak lain
yang mengakibatkan kepentingan asuransi mengalami kerugian.
Artinya penggantian kerugian tidak mungkin lebih besar dari kerugian
yang diderita.
l. Contribution, yaitu suatu prinsip dimana penanggung
berhak mengajak penanggung lainnya yang memiliki kepentingan
yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada
tertanggung meskipun jumlah tanggungan masing-masing
penanggung tidak sama besar.


11. Manfaat Asuransi
Asuransi banyak sekali kegunaannya, baik untuk perorangan
(individu), bagi masyarakat maupun perusahaan.
114
Riegel dan Miller
mengemukakan beberapa faedah asuransi sebagai berikut:
115

g. Asuransi membuat masyarakat dan perusahaan berada
dalam keadaan aman.
h. Dengan asuransi, efisiensi perusahaan (business
efficiency) dapat dipertahankan, sehingga untuk menjaga kelancaran
perusahaan (going concern) dengan jalan pertanggungan akan
mengurangi dan memperkecil resiko yang terjadi.
i. Adanya suatu kecenderungan, penarikan biaya akan
dilakukan seadil mungkin (the equitable assetsment of cost), atau

114
Abbas Salim, Op.cit., hal. 11.

115
R. Riegel dan J.S. Miller, Insurance Principles and Practices, (Prentice Hall), dalam
Abbas Salim, Ibid., hal. 12-14.
lxxix
ongkos asuransi harus adil menurut besar kecilnya resiko yang
dipertanggungkan.
j. Asuransi menjadi dasar pemberian kredit (insurance
serves as a basis of credit).
k. Asuransi merupakan alat penabung (saving).
l. Asuransi sebagai suatu sumber pendapatan (earning
power) yang didasarkan kepada financing the business.
Dengan demikian, keuntungan asuransi adalah keuntungan bagi
perusahaan asuransi dan bagi nasabah, dimana bagi perusahaan
asuransi akan memberikan keuntungan dari premi yang dibayarkan ke
nasabah, keuntungan dari hasil penyertaan modal di perusahaan lain,
serta keuntungan hasil bunga dari investasi surat berharga, sementara
bagi nasabah adalah memberikan rasa aman, merupakan simpanan yang
pada saat jatuh tempo dapat ditarik kembali, terhindar dari resiko
kerugian dan kehilangan, memperoleh penghasilan di masa yang akan
dating, dan memperoleh penggantian akibat kerusakan atau
kehilangan.
116


12. Obyek, Tujuan dan Sasaran Asuransi
Obyek asuransi adalah benda dan jasa, jiwa dan raga kesehatan
manusia, tanggung jawab hukum, serta semua kepentingan lainnya yang
dapat hilang, rusak, rugi dan berkurang nilainya.
117
Sementara itu, tujuan
asuransi mengurangi resiko yang sudah adadalam masyarakat dengan

116
Kasmir, Op.cit., hal. 281.

117
Subagyo, dkk, Op.cit., hal. 78.
lxxx
cara mempertanggungkan pada perusahaan asuransi. Resiko yang ada
dalam masyarakat, akan dipertanggungkan masyarakat apabila :
118

d. Dalam pertanggungan dapat dilakukan pencegahan
kerugian yang akan memberikan keuntungan tertentu yaitu berupa
pengurangan kerugian dan pengurangan biaya yang menyangkut
pertanggungan tersebut.
e. Pencegahan dan perlindungan untuk memperkecil
kerugian yang terjadi, berupa pengeliminiran sebab-sebab yang dapat
menimbulkan kerugian, perlindungan produk atau orang yang akan
dirugikan, pengurangan kerugian dan perlindungan agar produk yang
telah rusak tidak semakin rusak.
f. Memberikan keuntungan tertentu pada masyarakat yang
mengikuti asuransi, karena dengan mengetahui besarnya resiko yang
terjadi dapat diketahui besarnya kerugian yang dialami.
Dengan demikian, asuransi memiliki sasaran terhadap pelaku
ekonomi mikro (rumah tangga), maupun pelaku ekonomi makro (dunia
bisnis atau industri manufaktur dan pemerintahan), yang mempunyai
keinginan untuk mengurangi munculnya kerugian-kerugian yang belum
diketahui secara pasti di masa mendatang dengan menggunakan jasa
usaha perasuransian.
119


13. Premi Asuransi
Premi asuransi adalah pembayaran dari tertanggung kepada
penanggung sebagai imbalan jasa atas pengalihan resiko kepada


118
Ibid., hal. 79.
119
Ibid.
lxxxi
penanggung, dan premi tersebut merupakan pengganti kerugian atau
jaminan perlindungan dari penanggung kepada tertanggung.
120

f. Fungsi Premi Asuransi
Premi merupakan hal yang paling penting dalam asuransi,
karena dengan premi yang berhasil dikumpulkan dari tertanggung,
maka dalam waktu yang relatif lama, akan terkumpul sejumlah dana
yang besar, sehingga dengan dana tersebut pihak asuransi dapat:
1). Mengembalikan tertanggung pada posisi (ekonomi) seperti
sebelum terjadi kerugian (resiko).
2). Menghindarkan tertanggung dari kebangkrutan, sehingga
tertanggung mampu berdiri pada posisi semula seperti sebelum
terjadinya kerugian.
121


g. Aktuaria dan Penentuan Tarif
Aktuaria merupakan bagian khusus dalam perusahaan
asuransi yang menangani atau menghitung premi asuransi.
122

Beberapa faktor yang menentukan dalam penentuan tarif adalah:
4). Situasi persaingan.
5). Kondisi atau struktur perekonomian.
6). Peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh
pemerintah.
123



120
Soeisno Djojosoedarso, Op.cit., hal. 121.

121
Ibid.

122
Ibid., hal. 122.

123
Ibid.

lxxxii
Perlu juga dipertimbangkan dalam penentuan tarif premi
asuransi, terutama menyangkut pada asuransi kerugian, antara lain:
6). Jenis barang yang diasuransikan.
7). Kondisi pertanggungannya.
8). Macam alat pengangkut barang yang diasuransikan.
9). Cara penimbunan atau pengaturan barang dalam pengangkutan.
10). Jangka waktu pertanggungan.
124

Penentuan tarif asuransi banyak terkandung unsur-unsur,
kemungkinan (probability), value judgement, dan kebijakan
pemerintah (government policy).
125
Dengan demikian, penentuan
tersebut tidak mudah, rumit (complicated), harus berhati-hati, karena
jika terlalu rendah maka tidak dapat menutupi biaya operasi (cost of
operation), sementara jika terlalu tinggi maka pembeli polisnya akan
berkurang atau sedikit, sehingga berdampak pada sulitnya operasi
perusahaan asuransi.
Untuk memenuhi terciptanya tarif premi premi asuransi yang
ideal, setidaknya perlu diperhatikan beberapa prinsip, antara lain:
5). Adequate, artinya premi tersebut harus menghasilkan cukup uang
untuk membayar kerugian yang diderita oleh subyek dimana uang
dikumpulkan.
6). Notexcessive, bahwa tarif jangan berlebihan, tetapi harus
memperhatikan kepentingan pembeli, persaingan dan sebagainya.

124
Ibid.

125
Ibid.

lxxxiii
7). Equity, berarti tarif tersebut tidak membeda-bedakan resiko yang
sama kualitasnya (adil), bila kualitas exposurenya sama, maka
tarifnya harus sama pula.
8). Flexible, tarif yang ditentukan selalu disesuaikan dengan keadaan,
artinya bila keadaan berubah, maka tarifnya harus diubah pula.
126

h. Komponen Premi Asuransi
Adapun komponen dari tarif premi asuransi antara lain
adalah:
127

5). Premi dasar, merupakan premi asuransi yang dibebankan kepada
tertanggung ketika polis dibuat atau dikeluarkan, dimana
perhitungannya berdasarkan pada data dan keterangan yang
diberikan oleh tertanggung kepada penanggung pada waktu
penutupan asuransi pertama, dan luasnya resiko yang dijamin
oleh penanggung sebagaimana yang dikehendaki tertanggung.
Premi ini terdiri dari tiga kelompok, yaitu:
a).Komponen premi untuk membayar kerugian yang terjadi, yang
tingginya didasarkan pada probabilitas terjadinya kerugian.
b).Komponen premi yang dimaksudkan untuk membiayai operasi
perusahaan asuransi (cost of operation/exploitations).
c).Komponen sebagai bagian keuntungan (profit) bagi perusahaan
asuransi.
6). Premi tambahan, merupakan data atau keterangan yang
disampaikan oleh tertanggung kepada penanggung ketika
menutup asuransi atau interestnya tidak selalu sama dengan

126
Ibid., hal. 122-123.

127
Ibid
lxxxiv
keadaan yang sebenarnya atau pada waktu polis ditanda tangani,
yang disebabkan pada saat itu data atau informasinya belum
lengkap dan tertanggung menghendaki perubahan kondisi
pertanggungan.
7). Reduksi premi, dimana penanggung dapat memberikan reduksi
terhadap premi yang dikenakan, dimana Dewan Asuransi
Indonesia menentukan bahwa dapat diberikan potongan 50 %
atas premi dasar dan 20 % atas premi tambahan untuk
pengangkutan dengan tujuan negeri Belanda, Belgia dan Inggris.
Demikian juga pada asuransi jiwa dapat diberikan potongan premi
sebesar 5 % bila pembayaran melalui bank atau pos dan 3 % bila
membayar di kantor perusahaan asuransi.
8). Tarif kompeni, dimana di Indonesia tarif kompeni disusun oleh
Dewan Asuransi Indonesia, yang bertujuan standarisasi tarif premi
dan syarat-syarat pertanggungan, disamping untuk menghindari
persaingan yang tidak sehat.
i. Jenis tarif dan Macam Barang yang diasuransikan
Pada dasarnya ada dua jenis tarif asuransi, yaitu:
128

3). Manual (class rate), yaitu tarif premi asuransi yang berlaku untuk
semua resiko yang sejenis.
4). Merit rating, merupakan metode penentuan tarif premi asuransi
dimana tiap-tiap resiko dipertimbangkan keadaannya masing-
masing, dan biasanya digunakan dalam asuransi kebakaran.
j. Pengembalian Premi

128
Ibid, hal. 124.

lxxxv
Pengembalian premi dikenal juga dengan restorno, yaitu
pengembalian premi dari penanggung kepada tertanggung, karena
perjanjian gugur sebelum penanggung menanggung bahaya atau
baru menanggung sebagian, premi yang dibayar lebih, insurable
interestnya tidak ada, kondisi jaminan atau pertanggungan
dipersempit.
129




14. Jenis-Jenis Resiko Dalam Asuransi
Berbagai jenis resiko dipertanggungkan dalam asuransi, sehingga
besar kecilnya resiko merupakan pertimbangan besarnya premi yang
harus dibayar. Pada prakteknya, resiko yang timbul dari setiap pemberian
usaha pertanggungan asuransi adalah:
130

d. Resiko murni, yaitu ketidakpastian terjadinya suatu
kerugian atau ada peluang merugi dan bukan suatu peluang
keuntungan.
e. Resiko spekulatif, adalah resiko dengan terjadinya dua
kemungkinan, yaitu peluang untuk mengalami kerugian keuangan
atau memperoleh keuntungan
f. Resiko individu, yang dibagi kepada tiga macam, yaitu:

129
Ibid, hal. 125.

130
Kasmir, Op.cit., hal. 283-284.

lxxxvi
1). Resiko pribadi, merupakan resiko kemampuan seseorang
untuk memperoleh keuntungan akibat sesuatu hal, seperti
sakit, kehilangan pekerjaan atau mati.
2). Resiko harta, adalah resiko apakah harta hilang karena dicuri
atau rusak dan menyebabkan kerugian.
3). Resiko tanggung gugat, yaitu resiko yang disebabkan jika
kerugian seseorang ditanggung, maka diharuskan
membayarnya.

G. Pengertian Asuransi Syari’ah
Asuransi awalnya merupakan suatu kelompok yang bertujuan
membentuk arisan untuk meringankan beban keuangan individu dan
menghindari kesulitan pembayaran.
131
Secara umum, konsep asuransi
merupakan persiapan yang dibuat oleh kelompok orang yang menghadapi
kerugian kecil yang tidak dapat diduga, kemudian kerugian tersebut
ditanggung bersama.
132
Untuk mencari jalan keluar dari berbagai macam
unsur tersebut, apalagi tidak sejalan dengan aspek hukum Islam atau
syari’ah, maka diusahakanlah dengan pembentukan asuransi yang
menekankan pada sifat saling menanggung, saling menolong di antara
tertanggung yang bernilai kebajikan menurut ajaran islam.
133

1. Terminologi
134
Asuransi Syari’ah

131
Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Edisi Kedua, Yogyakarta,
Ekonisia, 2004, hal. 112.

132
Encyclopedia Britannica, Edisi Ketujuh, Jilid 14, hal. 656.

133
A. Azhar Basyir, Asuransi Takaful Sebagai Suatu Alternatif, Jakarta, dalam Seminar
Sehari Takaful, Asuransi Syariah, TEPATI, 1993, hal. 3, Ibid, hal. 113-114.

lxxxvii
Dalam bahasa Arab, asuransi disebut at-ta’min, sementara
penanggung disebut mu’ammin, dan tertanggung disebut mu’amman lahu
atau musta’min.
135
At-ta’min memiliki arti perlindungan, ketenangan, rasa
aman, dan bebas dari rasa takut.
136
Men-ta’min-kan sesuatu berarti
seseorang membayar atau menyerahkan uang cicilan agar ia atau ahli
warisnya mendapatkan sejumlah uang sebagaimana yang telah
disepakati atau untuk mendapatkan ganti terhadap hartanya yang hilang,
dikatakan “seseorang mempertanggungkan atau mengasuransikan
hidupnya, rumahnya atau mobilnya”.
137

Musthafa Ahmad Zarqa, memberikan makna asuransi sebagai
cara atau metode untuk memelihara manusia dalam menghindari resiko
(ancaman) bahaya yang beragam yang akan terjadi dalam hidupnya,
dalam perjalanan kegiatan hidupnya atau dalam aktivitas ekonominya.
138

Sementara Dewan Syari’ah Nasional MUI, dalam fatwanya
mendefinisikan asuransi syari’ah sebagai usaha saling melidungi dan
tolong menolong di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi
dalam bentuk asset atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian
untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai

134
Terminologi adalah Ilmu mengenai batasan-batasan atau definisi-definisi istilah.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cetakan Ketiga,
Jakarta, Balai Pustaka, 1990, hal. 938.

135
Jubran Ma’ud, Ar-Ra’id, Mu’jam Lughawy “Ashry, Beirut, Dar Al-Islami Li Al-Malayin, tt,
Jilid I, hal. 30, dalam Muhammad Syakir Sula, Op.cit, hal. 28.

136
Salim Segaf al-Jufri, Ar-Riba wa Adhraruhu alal Mujtama’ Al-Islami, 1400 H, Hal. 219,
dalam Muhammad Syakir Sula, Ibid.

137
Majma’ul Lughah al-Arabiyah, Al-M’jam al-Wasit, Mesir, 1960, hal. 27-28, dalam
Muhammad Syakir Sula, Ibid.

138
Musthafa Ahmad Zarqa, Al-Ightisodi Al-Islamiyah, Beirut, Dar al-Fikr, 1968, dalam
Muhammad Syakir Sula, Ibid…, hal. 29.

lxxxviii
dengan syari’ah.
139
Dari beberapa definisi di atas, jelaslah bahwa
asuransi syari’ah bersifat saling melindungi dan tolong menolong atau
yang disebut dengan ta’awun, yaitu prinsip hidup saling melindungi dan
saling tolong menolong atas dasar ukhuwah Islamiyah antara sesame
anggota peserta asuransi syari’ah dalam menghadapi malapetaka
(resiko).
140

Secara umum, asuransi Islam sering juga diistilahkan dengan
takaful, yang dapat digambarkan sebagai asuransi yang prinsip
operasionalnya didasarkan pada syariat Islam dengan mengacu kepada
Al-Qur’an dan As-Sunnah.
141
Istilah takaful dalam bahasa Arab berasal
dari kata dasar kafala-yakfulu-takâfala-yatakâfalu-takâful yang berarti
saling menanggung atau menanggung bersama.
142
Kata takaful tersebut
tidak dijumpai dalam Al-Qur’an, namun demikian ada sejumlah kata yang
seakar dengan takaful, seperti dalam Surat Thaha (20), ayat 40,
143
yang
berbunyi:
^OT³ ×Ø´·^☺·> ¬C+-u=+¡ N·Q¬³4-··
¯ִ- ¯7¯e¯÷1Ò¡ ¯OÞ>4N T4`
N¡+-¬¼'¯4C W ִl4Lu¬ִ·4O··
-OÞ¯T³ ִlR)`+¡ ¯O·. ·O·³·>
O&÷+^O4N ºº4Ò 4¹4O^4Ò` ¯

139
Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum
Asuransi Syariah.

140
Huzaemah T. Yanggo, Asuransi Hukum dan Permasalahannya, Jurnal AAMAI Tahun VII
No.12, 2003, hal. 232, dalam Muhammad Syakir Sula, Op.cit…, hal. 30.

141
H.A.Dzajuli dan Yadi Janwari, Lembaga-Lembaga Perekonomian Umat (Sebuah
Pengenalan), Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2002, hal. 120, dalam Gemala Dewi, Aspek-
Aspek Hukum Dalam Perbankan Dan Perasuransian di Indonesia, Jakarta, Prenada Media, 2004,
hal. 122.

142
Ibid.

143
Soenarjo, Al-Qur’an dan Terjemahanya, Jakarta, Yayasan Penerjemah Al-Qur’an, 1971,
hal. 479.

lxxxix
=e·U4-·֠4Ò +O^¼4^
ִl4L^1O×4L·· =TR` ´-¦4¯^¯-
ִlE44-··4Ò L^Q+¬· ¯
=euVTlÞU·· 4×-RL´c EOT× ÷u-Ò¡
4×4¯^³4` ·ª¬¦ =eu©´· ¯OÞ>4N
¯Oִ³·֠ ¯Øִ<Q÷☺4C ^Ø´÷

Artinya:
“Ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu Ia Berkata
kepada (keluarga Fir'aun): "Bolehkah saya menunjukkan
kepadamu orang yang akan memeliharanya?" Maka kami
mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak
berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia,
144

lalu kami selamatkan kamu dari kesusahan dan kami Telah
mencobamu dengan beberapa cobaan; Maka kamu tinggal
beberapa tahun diantara penduduk Madyan,
145
Kemudian kamu
datang menurut waktu yang ditetapkan
146
Hai Musa”.


Pedoman Umum Asuransi Syari’ah, yang dikeluarkan Majelis
Ulama Indonesia melalui Dewan Syari’ah Nasional, terdapat definisi
asuransi Syari’ah (Ta’min, Takaful, Tadhamun) adalah usaha saling
melindungi dan saling tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak
melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan
pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad
(perikatan) yang sesuai dengan syari’ah.
147

Apabila kita memasukkan asuransi takaful ke dalam lapangan
kehidupan muamalah, maka takaful dalam pengertian muamalah memiliki

144
Yang dibunuh Musa a.s. Ini ialah seorang bangsa Qibthi yang sedang berkelahi dengan
seorang Bani Israil, sebagaimana yang dikisahkan dalam surat Al Qashash ayat 15.

145
Nabi Musa a.s. datang ke negeri Mad-yan untuk melarikan diri, di sana dia dikawinkan
oleh nabi Syu'aib a.s. dengan salah seorang puterinya dan menetap beberapa tahun lamanya.

146
Maksudnya: nabi Musa a.s. datang ke lembah Thuwa untuk menerima wahyu dan
kerasulan.

147
DSN MUI, Himpunan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional, Edisi ke-2, Diterbitkan atas
kerjasama DSN MUI dan BI, Jakarta, 2003, hal.129.

xc
arti yaitu saling menanggung resiko di antara sesame manusia sehinnga
di antara satu dengan lainnya menjadi penanggung atas resiko masing-
masing.
148
Dengan demikian, asuransi takaful terkait dengan unsur saling
menaggung resiko di antara para peserta asuransi, dimana peserta yang
satu menjadi penanggung peserta yang lainnya,
149
dan tanggung
menanggung resiko tersebut dilakukan atas dasar saling tolong menolong
dalam kebajikan dengan cara masing-masing mengeluarkan dana yang
ditujukan untuk menanggung resiko.
150


2. Landasan Hukum Asuransi Syari’ah
Hukum-hukum muamalah bersifat terbuka, dalam arti Al-Qur’an
hanya memberikan aturan yang bersifat garis besar, selainnya diberikan
kepada para mujtahid untuk mengembangkan melalui pikiran mereka
selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist. Hakekat
asuransi secara Islami adalah saling bertanggungjawab, saling bekerja
sama atau saling tolong-menolong dengan melindungi penderitaan orang
lain, dan ini menjadi dasar mengapa asuransi diperbolehkan dalam
agama Islam karena asas prinsip syariat mengajak kepada sesuatu yang
mengakibatkan keeratan jalinan sesama manusia dan kepada sesuatu
yang meringankan bencana sesama manusia.
151
Sebagaimana firman
Allah SWT dalam Surat Al-Maidah ayat 2:
152


148
Loc.cit.

149
Rahmat Husein, Asuransi Takaful Selayang Pandang dalam Wawasan Islam dan
Ekonomi, Jakarta, Lembaga penerbit FE-UI, 1997, hal. 234. Ibid, hal. 123.

150
Juhaya S. Praja, Asuransi Takaful, Artikel dikeluarkan oleh PT. Syarikat Takaful
Indonesia, Ibid.

151
Gemala Dewi, Op.cit., hal. 127.

xci
O&¬³Ò^4C 4ׯR֠-.-
W-QNL4`-47 ºº W-QwUR4+`
4O÷O^ִ¬E- *.- ºº4Ò
4O¯&O´¯- 4¯-4OO4^¯- ºº4Ò
ִO^³E¤·±- ºº4Ò
ִ³Ø·^ÞU·³^¯- ¨º4Ò
4×-R)`.-47 =e^14l^¯-
4¯-4OO4^¯- 4¹Q7¯4-¯:4C 1E^_··
TR)` ¯ªØ&Ø´±·O L^4Q^¯ØO4Ò ¯
-·OT³4Ò u®7+·UÞUִO
W-Ò÷1·C^·· ¯ ºº4Ò
¯ª7¯EL4`QO^¹·© N¹4*E4E- `¬¯Q·֠
¹Ò¡ ¯ª¬±ÒO³= ^T4N
R³´×¯Oִ☺^¯- R¬-4OO4^¯-
¹Ò¡ W-Ò÷³4-u¬·> O
W-Q+^4Òִ¬·>4Ò OÞ>4N
T´O´¯^¯- ¯O4Q^³+-¯-4Ò W
ºº4Ò W-Q+^4Òִ¬·> OÞ>4N
´¦^¦e"- ÷¹4Ò^³N¬^¯-4Ò ¯
W-Q¬³E>-4Ò -.- W E¹T³
-.- ÷³CR³E- ´··³R¬^¯-
^=÷

Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-
syi'ar Allah,
153
dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan
haram,
154
jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya,
155
dan
binatang-binatang qalaa-id,
156
dan jangan (pula) mengganggu
orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari
kurnia dan keredhaan dari Tuhannya
157
dan apabila kamu Telah

152
Soenarjo, Op Cit…hal. 156.

153
Syi'ar Allah ialah segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempat-
tempat mengerjakannya.

154
Maksudnya antara lain ialah: bulan Haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan
Rajab), tanah Haram (Mekah) dan Ihram, maksudnya ialah dilarang melakukan peperangan di
bulan-bulan itu.

155
Ialah binatang (unta, lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke ka'bah untuk
mendekatkan diri kepada Allah, disembelih ditanah Haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir
miskin dalam rangka ibadat haji.

156
Ialah binatang had-ya yang diberi kalung, supaya diketahui orang bahwa binatang itu
telah diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah.

xcii
menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah berburu, dan janganlah
sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka
menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu
berbuat aniaya (kepada mereka), dan tolong-menolonglah kamu
dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-
menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, dan bertakwalah
kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”.

Beberapa dalil-dalil syar’I yang berkenaan dengan praktek
asuransi syari’ah, antara lain dalam firman Allah SWT, Surat Al-Hasyr,
ayat 18 mengenai perintah mempersiapkan hari depan,
158
yang berbunyi:
O&¬³Ò^4C ¬-¯R֠-.-
W-QNL4`-47 W-Q¬³4>- -.-
¯OO¬L4^¯4Ò Ø·^¼4^ E` ^e4`O³·֠
l³4¯R¯ W W-Q¬³E>-4Ò -.- ¯
E¹T³ -.- lOOTlִ= ִ☺T
4¹Q¬Uִ☺u¬·> ^¯l÷
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan
hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada
Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu
kerjakan”.


Di samping itu, firman Allah SWT mengenai prinsip-prinsip dalam
muamalah pada Surat Al-Maidah, ayat 1,
159
berbunyi:
ִ¹GCÒ^4C ¬-¯R֠-.-
W-EQN44`-47 W-Q¬·uÒÒ¡
R1Q¬³N¬^¯T ¯ ^e^URO+¡
ª7¯·¯ ¬Oִ☺1Ø&4± ´¦ִ¬u^·-
·ºT³ 4` ¯OÞUuNC ¯ª7¯^OÞU4×
4O¯OEN OQm>R4¬` R³^1O¯-
¯ª+^Ò¡4Ò N¯NONO ¯ E¹T³ -.-
Nª7¯^4·© 4` ÷³CQONC ^¯÷

157
Dimaksud dengan karunia ialah keuntungan yang diberikan Allah SWT dalam
perniagaan. keridhaan dari Allah SWT ialah pahala amalan haji.

158
Soenarjo, Op Cit…hal. 919.

159
Ibid, hal. 156.

xciii




Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu.
dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan
kepadamu. (yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan
berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya
Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya”.


Allah SWT juga memerintahkan kepada hamba-Nya untuk saling
bekerja sama dan Bantu membantu, sebagaimana firman-Nya dalam
Surat Al-Maidah, ayat 2, dan perintahnya untuk saling melindungi dalam
keadaan susah pada surat Quraisy ayat 4,
160
yang berbunyi:
-^Ø÷ OR֠-.- ¦÷¹ִ☺ִ¬^CÒ¡
TR)` ´vQN· ª÷¹E44`-474Ò ^TR)`
O¯Qִ=
Artinya:
“Yang Telah memberi makanan kepada mereka
untukmenghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari
ketakutan”.


Adapun peraturan-peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah
berkaitan dengan asuransi syari’ah, antara lain:
161

a. Keputusan Menteri Keuangan RI No. 426/KMK.06/2003 tentang
Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi dan
Perusahaan Reasuransi. Peraturan ini ditentukan dalam pasal 3-4
mengenai persyaratan dan tatacara memperoleh izin usaha
perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip
syari’ah, pasal 32 mengenai pembukaan kantor cabang dengan
prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi

160
Soenarjo, Op Cit…hal. 1106.

161
Gemala Dewi, Op.cit., hal. 128-129.
xciv
konvensional, dan pasal 33 mengenai pembukaan kantor cabang
dengan prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan
reasuransi dengan prinsip syari’ah.
b. Keputusan Menteri Keuangan RI No. 424/KMK.06/2003 tentang
Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan
Reasuransi, dalam pasal 15-18 mengenai kekayaan yang
diperkenankan harus dimiliki dan dikuasai oleh perusahaan asuransi
dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah.
c. Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan Nomor Kep.
4499/LK/2000 tentang Jenis, Penilaian dan Pembatasan Investasi
Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi Dengan Sistem
Syari’ah.

3. Prinsip - Prinsip Asuransi Syari’ah
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, setiap perjanjian
asuransi harus mengandung prinsip-prinsip asuransi. Adapun prinsip-
prinsip asuransi, antara lain Insurable interest (kepentingan yang dapat
diasuransikan), Utmost Good Faith (itikad baik), Indemnity (ganti rugi),
proximate cause (penyebab dominan), Subrogation (Pengalihan hak),
Contribution.
162
Adapun prinsip-prinsip asuransi syari’ah meliputi:
163


162
.Asuransi Takaful Indonesia, Modul Pengetahuan Dasar Takaful, PT. Asuransi Takaful
Keluarga.

163
Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah; Deskripsi dan Ilustrasi, Edisi ke-
2, Ekonisia Kampus Fak.Ekonomi UII, Yogyakarta, 2004, hal.115.

xcv
e. Saling bertanggung jawab, dimana kesulitan seorang muslim
dalam kehidupan menjadi tanggung jawab sesama muslim,
sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Imran: 103
164

W-Q÷☺´4-^N-4Ò ÷¯lO4·±
*.- 4¬OR☺ִ· ºº4Ò
W-Q¬֠·OE¼·> ¯
W-ÒNO7^O-4Ò =eִ☺u¬R^
*.- ¯ª7¯^OÞU4× ^OT³ u®7+L7
☯7.-ִ³^NÒ¡ ִ--¯Ò·· 4×u-4
¯ª7¯TQ¬U¬֠ ®7+¯·4l^Ò··
¼·ROR4©u¬RLT L^4Qu=T³
u®7+L74Ò ¯OÞ>4N E¼E-
±E4O^¼NO =TR)` ØOEL¯-
ª7EO·³^Ò·· O&u+R)` ¯
ִlR¯EOE ÷×T)-4:NC +.-
¯ª7¯·¯ ·ROR-4C-47 u7¯+Uִ¬·¯
4¹Ò÷³4-¯&·¯ ^¯´Q÷
Artinya:
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama)
Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan
nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah)
bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu
menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang
bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu
Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat
petunjuk”

f. Sesama Muslim saling bekerjasama atau saling membantu,
sebagaimana dalam firman Allah pada Surat At-Taubah, ayat 71 yang
berbunyi:
165

4¹QNLR`u·÷☺^¯-4Ò
¬eE4R`u·÷☺^¯-4Ò
¯ª÷¹¬_u¬4 +7.41R¯uÒÒ¡
¯*u¬4 ¯ ¬HÒ+O÷··4C
´ÒNOu¬ִ☺^¯T

164
Soenarjo, Op Cit…hal. 93.
165
Ibid…hal. 291.

xcvi
4¹¯Qִ¹uL4C4Ò ^T4N
QO·¯L÷☺^¯- ¬HQ÷☺1´³NC4Ò
ÞE¯QÞUO¯- ¬HQ¬>u·NC4Ò
ÞE¯QEEO¯- ¬HQN¬1RCNC4Ò
-.- ¼N¡·.Q÷c4O4Ò ¯
ִlØ·^·¯Ò+¡ Nª÷¹+·EQuO=Oִc
+.- ¯ E¹T³ -.- NOCØG4N
_¦1´¯ִO ^_¯÷
Artinya:
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi
sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang
ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat,
menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya.
mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
g. Sesama muslim saling melindungi penderitaan satu sama lain,
seperti dalam firman Allah SWT, surat Adh-dhuha ayat 9-10,
166
yang
berbunyi:
E`Ò·· =¦1R©41^¯- ºE··
¯Oִ¹^³·> ^_÷ E`Ò··
=¦1R©41^¯- ºE·· ¯Oִ¹^³·> ^_÷
E`Ò¡4Ò ºØ*.OO¯- ºE··
¯OO&u+·> ^¯´÷
Artinya:
“Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku
sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta,
janganlah kamu menghardiknya”.

h. Karnaen A. Perwataatmadja menambahkan satu prinsip, yaitu
prinsip menghindari unsur-unsur gharar, maysir dan riba.
167

1) Gharar menurut bahasa artinya adalah penipuan. Dalam
asuransi syariah, gharar dapat diatasi dengan mengganti akad
tabaduli dengan akad takafuli yaitu akad tolong menolong atau

166
Ibid…hal. 1071.

167
Karnaen A. Perwataatmadja, Membumikan Ekonomi Islam di Indonesia, Depok, Usaha
Kami, 1996, hal. 234, dalam Gemala Dewi, Op.cit., hal. 135-136.

xcvii
akad tabarru’ dan akad mudharabah.
168
Allah pun berfirman
dalam QS.al-Maidah ayat 2, yang berbunyi:
O&¬³Ò^4C 4ׯR֠-.-
W-QNL4`-47 ºº W-QwUR4+`
4O÷O^ִ¬E- *.- ºº4Ò
4O¯&O´¯- 4¯-4OO4^¯- ºº4Ò
ִO^³E¤·±- ºº4Ò ִ³Ø·^ÞU·³^¯-
¨º4Ò 4×-R)`.-47 =e^14l^¯-
4¯-4OO4^¯- 4¹Q7¯4-¯:4C 1E^_··
TR)` ¯ªØ&Ø´±·O L^4Q^¯ØO4Ò ¯
-·OT³4Ò u®7+·UÞUִO
W-Ò÷1·C^·· ¯ ºº4Ò
¯ª7¯EL4`QO^¹·© N¹4*E4E- `¬¯Q·֠
¹Ò¡ ¯ª¬±ÒO³= ^T4N
R³´×¯Oִ☺^¯- R¬-4OO4^¯-
¹Ò¡ W-Ò÷³4-u¬·> O
W-Q+^4Òִ¬·>4Ò OÞ>4N
T´O´¯^¯- ¯O4Q^³+-¯-4Ò W
ºº4Ò W-Q+^4Òִ¬·> OÞ>4N
´¦^¦e"- ÷¹4Ò^³N¬^¯-4Ò ¯
W-Q¬³E>-4Ò -.- W E¹T³ -.-
÷³CR³E- ´··³R¬^¯- ^=÷


Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar
syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-
bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya,
dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula)
mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang
mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan
apabila kamu Telah menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah
berburu. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada
sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari
Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada
mereka). dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan)
kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam
berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada
Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya".

Sedangkan hadist yang berkaitan dengan gharar, adalah:

168
Muhammad Syakir Sula, Op.cit, Hal.174
xcviii
ِ رَ ·َ ·'ا ِ ·ْ -َ - ْ.َ = ْ»´ 'َ -َ و ِ ªْ -َ 'َ = ِ -ا ´ 'َ - ِ-ا ُ لْ·َ -َ ر ِ -َ - ) -اور
ة·-·ه -أ .= ª='- .-اد ·-او ئ'--'او ى--·-ا و »'-- (
Arti:
“Rasulullah SAW melarang jual beli yang mengandung
gharar.” (HR.Muslim, Tirmizi, Nasa’I, Abu Daud, dan Ibnu
Majah dari Abu Hurairah).

2) Kata maysir secara harfiah dalam bahasa Arab diartikan dengan
memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras
atau mendapat keuntungan tanpa kerja keras. Terdapatnya
unsur Maisyir merupakan kelanjutan dari adanya unsur gharar.
Pada asuransi syariah, membagi rekening peserta menjadi dua,
yaitu rekening untuk asuransi jiwa yang mengandung unsur
tabungan yang dapat diambil oleh peserta karena pada
dasarnya itu adalah uang peserta sendiri dan rekening tabarru’
yang diniatkan untuk derma. Rekening tabarru’ tidak tercampur
dengan rekening tabungan, maka reversing period di asuransi
syariah terjadi sejak awal dan nilai tunai sudah terjadi sejak
awal dan nilai tunai sudah sejak awal tahun pertama masuk
menjadi peserta asuransi. Karena itu tidak ada unsur maysir.
Karena tidak ada yang dirugikan. Menurut QS.Al-Maidah:90,
yang berbunyi:
169

O&¬³Ò^4C 4ׯR֠-.-
W-EQN44`-47 ִ☺^^T³
NO^☺·C^¯-
+O´O^1ִ☺^¯-4Ò
C·=^·-4Ò
Nª·¯^e·-4Ò Ø·^·ØO ^TR)`
÷ִ☺4N ^T·C^OO=¯-

169
Ibid., Hal.176
xcix
+ÞQ+lR°4-^··· ¯ª7¯+Uִ¬·¯
4¹Q÷·TU^¼¬> ^_´÷

Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya
(meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala,
mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk
perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan
itu agar kamu mendapat keberuntungan.”

Rasulullah bersabda:
ُ .َ =اْوَ ا ً `َ `َ = َ م´ ·َ ='ً =ْ·ُ - ´ `ِ ا ْ»ِ +ِ =ْوُ ·ُ - َ'َ = َ نْ·ُ -ِ 'ْ -ُ -'اَ و
'ً -اَ ·َ = ) ف·= .-و·-= .= ى--·-ا -اور (

Artinya:
“Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat yang
mereka buat kecuali syarat yang mengharamkan yang
halal atau yang menghalalkan yang haram.”

3) Riba menurut istilah berarti pengambilan tambahan dari harta
pokok atau modal secara batil. Asuransi syariah mengeliminir
riba dengan menggunakan konsep mudharabah. Kontrak yang
dipergunakan dalam asuransi syariah adalah akad tolong
menolong (takafuli) yaitu akad tabarru’ dan akad tijarah. Akad
tijarah yang dipakai adalah mudharabah sedangkan akad
tabarru’ adalah hibah. Adapun firman Allah yang berkenaan
dengan riba tercantum dalam QS.Al-Baqarah:275, yang
berbunyi:
170

¬-¯R֠-.- 4¹Q¬U¬±·4C
W-¯Q4Q´O¯- ºº
4¹QN`Q¬³4C ·ºT³ ִ☺E
N¯Q¬³4C OR֠-.-
+O7C*:ִC44C ÷T·C^OO=¯-

170
Ibid, Hal 53
c
=TR` +¹·ִ☺^¯- ¯ ִlR¯·O
¯ª÷¹^^ÒT W-EQ7¯·֠
ִ☺^^T³ ÷7^O4l^¯- Nu1R`
W-¯Q4Q´O¯- ¯ EִOÒ¡4Ò
+.- ִ7^O4l^¯- 4¯·OִO4Ò
W-¯Q4Q´O¯- ¯ Tִ☺··
+Þ47.ִ֠T ¬O·¬RN¯Q4` TR)`
·ROTÞ·O ¯Oִ¹4^··
N¡·-·· 4` ִ-ÞUִc
¼+ÞNO^`Ò¡4Ò OÞ¯T³ *.- W
¯ó4`4Ò ִ14N ִlØ·^·¯Ò+··
CUִ·^Ò¡ ØOEL¯- W ¯ª¬-
O&OR· ¬HÒ¬T-ִ= ^=_T÷
Artinya:
“ Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat
berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang
kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.
Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan
mereka Berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli
itu sama dengan riba, padahal Allah Telah menghalalkan
jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang
Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu
terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa
yang Telah diambilnya dahulu (sebelum datang
larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang
yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah
penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”.

Sedangkan Hadist yang berkaitan dengan riba, berbunyi:

َ ل'َ · ُ ªْ -َ = ُ -ا َ ِ -َ ر َ ªَ -ْ -َ =ُ = ¸-ِ -َ ا ْ.َ = : ىَ ·َ -ْ -ُ ا ِ -'َ ا ُ -ْ -َ أَ ر
ُ تَ ·ِ -ُ ´ِ · ِ ªِ -ِ = 'َ =َ ِ -- َ ·َ -َ 'َ · 'ً -'´ =َ = اً -ْ -َ = . َ ل'َ -َ · ُ ªُ -ْ 'َ 'َ -َ · : َ +َ -
ِ م´ -'ا ِ .َ -َ `َ و ِ -ْ 'َ ´ْ 'ا ِ .َ -َ ` ْ.َ = َ »´ 'َ -َ و ِ ªْ -َ 'َ= ُ -ا ´ 'َ - ُ ِ -´ -'ا .
ِ ªَ - ْ·ُ - ْ·َ -ْ 'اَ و ِ ªَ -ِ -ا َ ·'ا ْ.َ = َ +َ -ِ و . ِ ªِ ''ِ آْ·ُ -َ و 'َ - ·'ا .ِ 'ِ آَ اَ و .
َ ر ·َ -ُ -'ا َ .َ ·َ 'َ و .

Artinya:
“Diriwayatkan dari (Aun bin) Abu Juhayfah r.a. ayahku
membeli seorang budak yang melakukan pekerjaan
hajjamah (menarik darah keluar dari tubuh seseorang
untuk keperluan pengobatan). Ayahku mengambil alat-
alatnya (dan merusaknya). (Aku bertanya kepada
ci
ayahku kenapa berbuat seperti itu). Ia menjawab, “Nabi
Saw melarang memperdagangkan seekor anjing atau
darah, dan juga melarang pekerjaan mentato atau ditato,
dan (melarang menerima) pemakan riba dan orang yang
memberikan riba dan melaknat para pembuat gambar.”

4. Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi
Syari’ah
Adapun perbedaan antara asuransi syari’ah dan asuransi
konvensional akan diperjelas dari tabel dibawah ini:
Tabel 1
Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syari’ah

No Prinsip Asuransi Konvensional Asuransi Syari’ah
1. DPS(Dewan
Pengawas
Syari’ah)

-
Ada, yang berfungsi untuk
mengawasi pelaksanaan
operasional perusahaan agar
terbebas dari praktek yang
bertentangan dengan prinsip
syari’ah.
2. Akad Jual Beli Akad Tabarru’ dan Akad
Tijarah
3. Investasi Dana Investasi dana berdasarkan
bunga
Investasi dana berdasarkan
syari’ah dengan sistem bagi
hasil (mudharabah).
4. Keemilikan Dana Dana yang terkumpul dari
nasabah (premi) menjadi
milik perusahaan, sehingga
perusahaan bebas
menentukan investasinya.
Dana yang terkumpul dari
nasabah (premi) merupakan
milik peserta. Perusahaan
hanya sebagai pemegang
amanah untuk mengelola.
3. Unsur Premi Terdiri dari: tabel mortalita,
bunga (Interest), dan biaya-
biaya asuransi (Cost of
Insurance)
Iuran atau kontribusi terdiri dari
unsur tabarru’ dan tabungan
(saving). Tabarru’ dihitung dari
tabel mortalita, tetapi tanpa
perhitungan bunga.
4. Pembayaran Klaim Dari rekening perusahaan Dari rekening tabarru’
5. Keuntungan (profit) Diperoleh dari surplus
underwriting, komisi
reasuransi, dan hasil
investasi seluruhnya adalah
keuntungan perusahaan
Diperoleh dari surplus
underwriting, komisi
reasuransi, dan bagi hasil
keuntungan investasi
Sumber: Muhamad Syakir Sula, 2004

Dibandingkan asuransi konvensional, maka suransi syari’ah
memiliki perbedaan yang mendasar dalam beberapa hal, yaitu:
171


171
Heri Sudarsono, Op.cit., hal. 104, lihat juga Gemala Dewi, Op.cit., hal. 137.
cii
a. Keberadaan Dewan pengawas Syari’ah
merupakan suatu keharuan, karena berperan dalam mengawasi
manajemen, produk serta kebijakan investasi supaya senantiasa
sejalan dengan syariat Islam.
b. Prinsip akad adalah takafuli (tolong menolong),
yaitu nasabah yang satu menolong nasabah yang lainnya yang
tengah mengalami kesuilitan, sementara pada konvensional akad
bersifat tabaduli (jual beli antara nasabah dengan perusahaan).
c. Dana yang terkumpul dari nasabah asuransi
syari’ah diinvestasikan dengan sistem bagi hasil, sementara pada
asuransi konvensional investasi dana dilakukan pada sembarang
sector dengan sistem bunga.
d. Pada asuransi syari’ah, premi yang terkumpul
diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah, dan perusahaan
hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Sementara
pada asuransi konvensional, premi menjadi milik perusahaan dan
perusahaan memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan
pengelolaan dana tersebut.
e. Unsur premi pada asuransi syari’ah terdiri dari
unsur tabarru’ dan tabungan (saving). Tabarru’ dihitung dari tabel
mortalita, tetapi tanpa perhitungan bunga. Sementara pada sistem
konvensional menggunakan tabel mortalita, bunga (Interest), dan
biaya-biaya asuransi (Cost of Insurance).
f. Pembayaran klaim nasabah, dana diambil dari
rekening tabarru’ (dana sosial) seluruh peserta yang telah diikhlaskan
ciii
untuk keperluan tolong menolong bila ada peserta yang terkena
musibah, sedangkan dalam asuransi konvensional dana pembayaran
klaim diambil dari rekening milik perusahaan.
g. Keuntungan investasi dibagi dua antara
nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan sebagai pengelola
dengan prinsip bagi hasil, sementara pada asuransi konvensional
keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan, dan jika tidak ada
klaim, maka nasabah tidak memperoleh apa-apa.

5. Ketentuan Operasi Asuransi Syari’ah
Dalam menjalankan operasinya, asuransi syari’ah berpegang
pada ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
172

g. Akad, yaitu kejelasan akad dalam praktek
muamalah, dimana akad yang digunakan adalah akad jual beli
(tadabuli) atau tolong menolong (takaful).
h. Gharar, dimana dalam asuransi syari’ah,
mengganti akad dengan niat tabarru’ yaitu suatu niat tolong menolong
pada sesama peserta apabila ada yang ditakdirkan mendapat
musibah.
i. Tabarru’ dana ini disimpan dalam rekening
khusus, jika ada yang tertimpa musibah, maka dana klaim yang
diberikan adalah dari rekening tabarru’ yang sudah diniatkan oleh
sesame takaful untuk saling tolong menolong.
j. Maysir, dalam mekanisme asuransi syari’ah,
keterbukaan merupakan akselerasi dari realisasi prinsip-prinsip

172
Endy M. Astiwara, Perbedaan Secara Syariah Asuransi Takaful dengan Asuransi
Konvensional, Muamatuna, Vol. I/Edisi 1/Th. 1, 2001, dalam Heri Sudarsono, Op.cit, hal. 116-118.
civ
syari’ah, karena tidak ada kepercayaan jika tidak ada keterbukaan
dalam informasi.
k. Riba, keberadaan asuransi syari’ah dalam
menyimpan dananya di bank syari’ah dengan sistem mudharabah.
l. Dana hangus, dalam asuransi konvensional
peserta tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan ingin
mengundurkan diri sebelum masa reversing period, maka dana
peserta itu hangus. Demikian pula, asuransi non tabungan atau
asuransi kerugian jika habis masa kontrak dan tidak terjadi klaim, maka
premi yang dibayarkan akan hangus sekaligus menjadi milik pihak
asuransi.

6. Asuransi Takaful Kesehatan
Asuransi jenis ini merupakan produk tanpa unsur tabungan (non
saving) adalah produk syari’ah dimana struktur produknya tidak terdapat
unsur tabungan yang bersifat tabarru’ (dana tolong menolong).
173

Program ini diperuntukkan bagi perorangan maupun
perusahaan/lorganisasi yang bermaksud menyediakan dana santunan
rawat inap dan operasi bila peserta sakit dan kecelakaan dalam masa
perjanjian.
Adapun ketentuan dari asuransi ini adalah:
174

j. Usia peserta masuk 5 sampai dengan 50 tahun.
k. Kontrak 1 tahun.
l. Pembatasan 1 tahun.

173
Muhamad Syakir Sula, Op.cit, hal. 650-651.

174
Ibid.
cv
m. Biaya polis Rp. 20.000,-.
n. Cara bayar premi tahunan.
o. Manfaat kesehatan dibayarkan untuk perawatan
minimal 4 hari.
p. Sistem pembayaran adalah reimbursement.
q. Jangka waktu pengajuan klaim 14 hari.
r. Pembayaran klaim adalah 80 % dari kuitansi
dan maksimal = manfaat kesehatan dan bukan untuk biaya karena
melahirkan.

H. Klaim (Claim)
Klaim (Claim) berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim peserta
untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak bayar atau
tidak. Klaim yang diajukan oleh tiap peserta meliputi beragam dokumentasi
yang diverifikasi diantaranya adalah: Dokumen klaim, polis masih dalam
kondisi in force, Peristiwa yang masih dalam kontrak, peristiwa kerugian tidak
dalam pengecualian polis.
Dokumen klaim yang diajukan peserta kepada pihak perusahaan
harus secara lengkap, menyangkut semua informasi mengenai peristiwa
yang menyebabkan peserta mengalami kerugian dan besarnya nominal
kerugian yang dialami.
Polis masih dalam kondisi in force artinya polis tersebut masih dalam
keadaan aktif dibuktikan dengan premi lanjutan-premi lanjutan yang masih
terus dilanjutkan. Jika premi lanjutan tidak dibayar maka pengajuan klaim
akan ditolak apabila tertunggak melewati grace priode yang telah ditentukan.
cvi
Verifikasi juga mengenengahkan apakah peristiwa kerugian yang
dialami oleh peserta masih dalam kontrak atau diluar kontrak. Apabila
peristiwa sebelum atau sesudah kontrak dilakukan maka pengajuan klaim
akan ditolak.
Peristiwa yang menyebabkan terjadinya kerugian pada pihak peserta
tidak termasuk dalam klausal pengecualian sebagaimana tercantum dalam
polis. Sebagaimana kematian yang disebabkan oleh bunuh diri dan lain
sebagainya.
i. Pengertian Klaim
Klaim dapat diartikan sebagai permintaan peserta maupun ahli
warisnya atau pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan
asuransi atas terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan. Setiap
dokumentasi yang diterima akan dilakukan verifikasi.
ii. Jenis-jenis Klaim
1. Klaim Habis Kontrak
Klaim yang diajukan oleh peserta karena perjanjian telah berakhir
sampai batas yang telah disepakati missal 10 tahun, merupakan klaim
habis kontrak. Adapun dokun-dokumen yang diperlukan diantaranya
adalah: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis asli, foto copy
identitas diri yang masih berlaku dan buku asli pembayaran premi
terakhir.
2. Klaim Nilai Tunai
Klaim yang diakibatkan terjadi peristiwa kematian pada peserta.
Yang menggajukan kliam adalah dari pihak ahli waris yang tercantum
pada polis atau boleh pihak lain yamg diberikan kuasa atau pihak lain
cvii
yang berkepentingan terhadap manfaat asuransi, misalnya lembaga
pembiayaan bank dan leasing. Adapun dokumen-dokumen yang
dibutuhkan diantaranya: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis
asli, foto copy identitas diri yang masih berlaku, surat keterangan dari
rumah sakit yang menerangkan sebab meninggal dunia, surat
keterangan dari pamong praja dan surat keterangan dari Kepolisian
Republik Indonesia, jika musibah karena lalu lintas.
3. Klaim Nilai Tunai Sebagian
Klaim nilai tunai sebagian dilakukan pada peserta apabila jumlah
polis telah mencapai 2 tahun dan aktif serta maksimal jumlah yang
dapat diambil 50% dari saldo tabungan. Peserta tidak dikenakan beban
sedikit pun karena itu termasuk bunga, asuransi takaful biaya tersebut
merupakan bagian dari premi peserta sendiri.
4. Klaim Biaya Perawatan
Pengantian kerugian peserta dengan alasan pengeluaran biaya
oleh peserta dalam perawatan/pengobatan rumah sakit karena
kecelakaan ataupun sakit dengan syarat penyakit tersebut tidak
termasuk dari klausa pengecualian polis. Dokumentasi yang diperlukan
Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis asli, foto copy identitas
diri yang masih berlaku, resume dari rumah sakit dimana dirawat,
laboratorium dan photo copy biaya pengobatan asli.
5. Klaim Tahapan Pendidikan
Klaim yang diajukan oleh peserta karena jatuh tempo dana
pendidikan sebagaimana yang tercantum pada polis. Dokumentasinya
Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis asli, foto copy identitas
cviii
diri yang masih berlaku, bukti asli pembayaran premi terakhir, surat
jatuh tempo tahapan dari perusahaan. (Tidak wajib).


I. Fatwa DSN No. 21 Tahun 2001 Tentang Klaim Asuransi Syari’ah
Klaim atau claims merupakan permintaan peserta atau ahli warisnya
maupun pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas
terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan, atau aplikasi oleh
peserta untuk memperoleh pertanggungan atas kerugiannya yang tersedia
berdasarkan perjanjian.
175
Secara umum prosedur klaim pada asuransi
umum hampir sama dengan, baik pada asuransi syari’ah maupun
konvensional.
Yang membedakan dari masing-masing perusahaan adalah
kecepatan dan kejujuran dalam menilai suatu klaim. Adapun prosedur klaim,
antara lain pemberitahuan klaim (biasanya dengan bukti lisan dan diperkuat
dengan laporan tertulis), bukti klaim kerugian (menyerahkan klaim tertulis
dengan melengkapi lembaran klaim standar yang dirancang khusus untuk
masing-masing class of business), penyelidikan (melakukan survey ke
lapangan atau menunjuk independent adjuster, dimana laporan akan
dijadikan dasar apakan klaim dijamin oleh polis atau tidak), penyelesaian
klaim (kesepakatan mengenai jumlah penggantian sesuai peraturan
perundangan yang berlaku, dan diisyaratkan bahwa pembayaran klaim tidak
boleh lebih dari 30 hari sejak terjadi kesepakatan).
176


175
Ibid, hal. 259.

176
Ibid.

cix
Adapun proses paling sederhana dalam proses klaim, dimana
masing-masing perusahaan memiliki prosedur sendiri untuk mempermudah
nasabah (services), berikut gambar proses klaim sampai kepada
pembayaran (penyelesaian klaim):
177


Gambar 1
Proses Klaim Asuransi

Sumber: Muhamad Syakir Sula, 2004

Sumber pembayaran klaim pada asuransi syari’ah diperoleh dari
rekening tabarru’, yaitu iuran kebajikan yang telah diniatkan oleh peserta
untuk dana saling tolong menolong apabila ada peserta lain yang terkena

177
Ibid, hal 263.
Periksa Penutupan
Pengenalan
Tidak Ditutup Ditutup Tunjuk Adjuster
Tolak Minta Dokumen
Pembayaran
Lapor Proses
Tawarkan Tolak
Voucher Pengambilan
cx
musibah,
178
sedangkan pada asuransi konvensional, sumber pembayaran
klaim berasal dari rekening perusahaan, murni bisnis, dan tentu tidak ada
nuansa spiritual yang melandasinya. Klaim yang dibayarkan perusahaan
adalah bagian dari kewajiban imbal balik peserta yang diatur dalam akad
atau perjanjian asuransi, yaitu peserta berkewajiban membayar sejumlah
premi sebagai tertanggung dan perusahaan berkewajiban untuk membayar
klaim sebagai penanggung apabila peserta mengalami musibah atau jatuh
tempo.
179
Jenis klaim ada empat macam, antara lain klaim habis kontrak,
klaim meninggal dunia, klaim nilai tunai, klaim nilai sebagian, klaim biaya
perawatan, dan klaim tahapan pendidikan.
180

Administrasi klaim berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim
peserta untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak
bayar atau tidak. Setiap dokumen yang diterima akan dilakukan verifikasi
secara umum, meliputi dokumen klaim, polis dalam kondisi in force, peristiwa
kerugian masih dalam kontrak, peristiwa kerugian tidak dalam pengecualian
polis, tidak mengandung kecurangan atau tidak melanggar peraturan.
181

Berdasarkan fatwa Dewan Syari’ah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001
tentang pedoman umum Asuransi Syari’ah, dijelaskan pada pasal keenam
mengenai premi, yaitu:
182

6. Pembayaran premi didasarkan atas jenis akad sistem tijarah
dan jenis akad tabarru’.

178
Khoiril Anwar, Asuransi Syariah Dalam Perspektif Praktis (Life Insurance), Surakarta,
Hafs Media, 2006, hal. 37
179
H. A. Djazuli dan Yadi Janwari, Op.cit., hal. 121.

180
Khoiril Anwar, op.cit, hal. 65-67.

181
Ibid, hal. 63-64.

182
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, Fatwa DSN No. 21/DSN-MUI/X/2001
Tentang Pedoman Asuransi Syariah, Jakarta, 17 Oktober 2001, hal. 138.
cxi
7. Untuk menentukan besarnya premi perusahaan asuransi
syari’ah dapat menggunakan rujukan, misalnya tabel mortalita untuk
asuransi jiwa dan table morbidita untuk asuransi kesehatan, dengan syarat
tidak memasukkan unsur riba dalam penghitungannya. (Pada lampiran)
8. Premi yang berasal dari jenis akad sistem mudharabah dapat
diinvestasikan dan hasil investasinya di bagi hasilkan kepada peserta.
9. Premi yang berasal dari jenis akad tabarru’ dapat
diinvestasikan.
10. perhitungan mengunakan sistem bagi hasil nisbah seperti 50 :
50 atau 60 : 40 yang disepakati diawal.
Sementara pada pasal ketujuh mengenai klaim dijelaskan:
183

5. Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada
awal perjanjian.
6. Klaim dapat berbeda dalam jumlah, sesuai dengan premi yang
dibayarkan.
7. Klaim atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta,
dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya.
8. Klaim atas akad tabarru’, merupakan hak peserta dan
merupakan kewajiban perusahaan, sebatas yang disepakati dalam akad.

J. Hasil Penelitian Relevan
Penelitian yang telah dilakukan oleh Ida Wahyunigsih dengan judul
penelitian Analisis Implementasi Produk Asuransi Takaful dana Siswa,
penelitian ini dengan rumusan masalah bagaimana kesesuaian implementasi

183
Ibid.
cxii
produk asuransi dana siswa pada Asuransi Takaful Keluarga Cabang
Surakarta terhadap Fatwa DSN dan MUI, penelitian ini difokuskan pada
implementasi produk asuransi takaful keluarga Cabang Surakarta terhadap
Fatwa DSN-MUI no 21/DSN-MUI/X/2001 dengan batasan masalah tentang
pedoman umum Asuransi Syari’ah.
Adapun tujuan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui
kesesuaian implementasi produk asuransi takaful dana siswa yang telah
dilaksanakan dengan Fatwa DSN-MUI. Hasil penelitian menyatakan
implementasi produk Asuransi Syari’ah Takaful yang meliputi permohonan
asuransi, aqad, underwriting, premi, pengelolaan dana, loading, klaim dan
tempat kedudukan perselisihan yang kurang sesuai dengan fatwa DSN dan
yang lainya telah sesuai dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam konsep
fatwa dewan Syari’ah Nasional.
Dari hasil penelusuran penulis selama ini, belum pernah menemukan
penelitian tentang pembayaran klaim pada asuransi syariah.










cxiii
BAB II
LANDASAN TEORI

K. Gambaran Umum Tentang Asuransi
Asal mula kegiatan asuransi di Indonesia merupakan kelanjutan
asuransi yang ditinggalkan oleh pemerintah Hindia Belanda, sedangkan
peraturan pemerintah Indonesia yang mengatur tentang asuransi baru
dikeluarkan pada tahun 1976, kemudian melalui Surat Keputusan Menteri
Keuangan No. 1136/KMK/IV/1976 tentang penetapan besarnya cadangan
premi dan biaya oleh Perusahaan Asuransi di Indonesia.
184
Selanjutnya Surat
Keputusan Menteri Keuangan No. 1249/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember
1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan di bidang Asuransi
Kerugian, dan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 1250/KMK.013/1988
tanggal 20 Desember 1988 tentang Asuransi Jiwa.
185

Peraturan Menteri Keuangan tersebut tidak berlaku lagi setelah
dikeluarkannya UU No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian di
Indonesia dan Peraturan Pemerintah No. 73 Tahun 1992 tentang
Penyelenggaraan Usaha Perasuransian, disamping kedua peraturan
tersebut, dasar acuan pembinaan dan pengawasan usaha asuransi di
Indonesia juga didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan No.
223/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Izin Perusahaan
Asuransi dan Reasuransi, No. 224/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993
tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi, No.

184
Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya, Edisi ke-6, Jakarta, PT. Raja Grafindo
Persada, 2001, hal. 277.

185
Ibid.
11
cxiv
225/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Penyelenggaraan
Usaha Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, dan No. 226/KMK.017/1993
tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan dan Penyelenggaraan Kegiatan
Usaha Penunjang Usaha Asuransi.
186

15. Pengertian Asuransi
Kata asuransi berasal dari bahasa Belanda, assurantie, yang
dalam hukum Belanda disebut verzekering, yang artinya
pertanggungan.
187
Robert I. Mehr mengartikan asuransi sebagai suatu
alat untuk mengurangi resiko dengan menggabungkan sejumlah unit-unit
yang beresiko agar kerugian individu secara kolektif dapat diprediksi,
kerugian yang dapat diprediksi tersebut kemudian dibagi dan
didistribusikan secara proporsional di antara semua unit dalam gabungan
tersebut.
188

Asuransi juga diartikan sebagai suatu kemauan untuk menetapkan
kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai pengganti
(substitusi) kerugian-kerugian besar yang belum pasti.
189
Menurut
Undang-Undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1992 tentang usaha
perasuransian, diuraikan definisi tentang asuransi sebagai berikut:
“Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau
lebih, dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung,
dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian

186
Ibid., hal. 278.

187
KH. Ali Yafie, Asuransi Dalam Pandangan Syariat Islam, Menggagas Fiqih Sosial,
Bandung, Mizan, 1994, hal. 205-206, Emmy P. Simanjuntak, Hukum Pertanggungan, UGM,
Yogyakarta, 1982, hal. 7, dalam Muhammad Syakir Sula, Asuransi Syariah (Life And General):
Konsep dan Sistem Operasional, Gema Insani Press, Jakarta, 2004, hal. 26.

188
Robert I. Mehr, Life Insurance Theory And Practice, 1985, Business Publication. Inc.,
dalam Muhammad Syakir Sula, Ibid.

189
Abbas Salim, Asuransi dan Manajemen Resiko, Cetakan Keenam, Edisi Revisi Ke-2,
Jakarta, PT. Raja Grafindo Perkasa, 2000, hal. 1.
cxv
kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan
keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak
ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu
peristiwa yang tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran
yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang
dipertanggungkan”.
190


Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa
asuransi adalah perjanjian dimana tertanggung dan penanggung
mengikat perjanjian tentang hak dan kewajibannya masing-masing,
dimana perjanjian tersebut tertuang dalam bentuk polis asuransi yang
telah ditentukan syarat-syarat, hak dan kewajiban masing-masing pihak,
jumlah uang yang dipertanggungkan, serta jangka waktu asuransi.
Apabila dalam masa pertanggungan terjadi sebuah resiko, maka pihak
penanggung (perusahaan asuransi) akan membayar sesuai dengan
perjanjian yang telah disepakati bersama.

16. Tipologi Asuransi
Jenis asuransi yang berkembang di Indonesia saat ini jika dilihat
dari fungsinya, antara lain:
191

a. Asuransi kerugian (non life insurance), sebagaimana yang
terdapat dalam Undang-Undang No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha
Asuransi dijelaskan bahwa asuransi kerugian menjalankan usaha
memberikan jasa untuk menanggulangi resiko atas kerugian,
kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga
dari suatu peristiwa yang tidak pasti. Yang termasuk dalam asuransi

190
Kasmir, Op.cit., hal. 276, dan Subagyo, dkk, Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya,
Edisi Kedua, Cetakan Pertama, Yogyakarta, STIE YKPN, 2002, hal. 138.

191
Ibid., hal. 278-280, dan Faried Wijaya dan Soetatwo Hadiwigeno, Lembaga-Lembaga
Keuangan dan Bank: Perkembangan, Teori dan Kebijakan, Cetakan Keempat, Yogyakarta, BPFE
UGM, 1999, hal. 377.
cxvi
kerugian adalah asuransi kebakaran, asuransi pengangkutan, dan
asuransi aneka, seperti asuransi kendaraan bermotor, kecelakaan
diri, dan pencurian.
b. Asuransi jiwa (life insurance), merupakan perusahaan asuransi
yang dikaitkan dengan penanggulangan jiwa atau meninggalnya
seseorang yang dipertanggungkan. Jenis-jenis asuransi jiwa ini
adalah asuransi berjangka (term insurance), asuransi tabungan
(endowment insurance), asuransi seumur hidup (whole life insurance),
dan annuity contract insurance (anuitas).
c. Reasuransi (reinsurance), merupakan perusahaan asuransi yang
memberikan jasa asuransi dalam pertanggungan ulang terhadap
resiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi kerugian. Asuransi ini
digolongkan ke dalam bentuk treaty, bentuk facultative, serta
kombinasi dari keduanya.
Sementara itu, jika dilihat dari segi kepemilikannya, maka asuransi
dapat diklasifikasikan antara lain:
192

i. Asuransi milik pemerintah, yaitu asuransi yang sahamnya
dimiliki sebagian besar atau bahkan 100 % oleh pemerintah
Indonesia.
j. Asuransi milik swasta nasional, kepemilikan saham
asuransi ini sepenuhnya dimiliki oleh swasta nasional, sehingga siapa
yang paling banyak memiliki saham, maka memiliki suara terbanyak
dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

192
Ibid., hal. 280.
cxvii
k. Asuransi milik perusahaan asing, merupakan perusahaan
asuransi yang biasanya beroperasi di Indonesia, dan hanyalah
merupakan cabang dari negara lain, dimana kepemilikannya 100 %
dimiliki oleh pihak asing.
l. Asuransi milik campuran, merupakan jenis asuransi yang
sahamnya dimiliki campuran antara swasta nasional dengan pihak
asing.
Adapun John H. Magee mengklasifikasikan asuransi sebagai
berikut:
193

e. Jaminan sosial (social insurance), merupakan asuransi
wajib, karena setiap orang atau penduduk harus memilikinya.
Jaminan ini bertujuan supaya setiap orang mempunyai jaminan untuk
hari tuanya (old age).
f. Asuransi sukarela (voluntary insurance), adalah bentuk
asuransi yang dijalankan secara sukarela, tidak dengan paksaan,
sehingga setiap orang bias atau tidak mempunyai asuransi jenis ini.
Asuransi sukarela dibagi dalam dua jenis, yaitu:
1). Government insurance, yaitu asuransi yang
dijalankan oleh pemerintah atau negara, misalnya jaminan yang
diberikan kepada prajurit yang cacat sewaktu peperangan.
2). Commercial insurance, merupakan asuransi yang
mempunyai tujuan untuk melindungi seseorang ataupun keluarga
serta perusahaan dari resiko yang mendatangkan kerugian.
Tujuan perusahaan asuransi ini bersifat kompersial dengan motif

193
John H. Magee, General Insurance, (Richard D. Irwin), dalam Abbas Salim, Op.cit., hal.
2-3, dan Subagyo, dkk, Op.cit., hal. 142-143.
cxviii
mencari keuntungan (profit motive). Bentuk asuransi ini dibagi
pada dua kelompok:
a). Asuransi jiwa (personal life insurance),
bertujuan untuk memberikan jaminan kepada seseorang atau
keluarga yang disebabkan oleh kematian, kecelakaan serta
sakit, seperti PT. Asuransi Jiwas Raya, Asuransi Jiwa Bumi
Putera 1912, dan Asuransi Jiwa Dharma Nasional.
b). Asuransi kerugian (property insurance),
bentuk asuransi ini hamper sama dengan asuransi umum,
yang bertujuan memberikan jaminan kerugian yang
disebabkan oleh kebakaran, pencurian, seperti PT.
Reasuransi Umum Indonesia, dan PT. Asuransi Kerugian.
Menurut jenis bidang yang ditangani, ada beberapa macam
asuransi, antara lain:
194

a. Asuransi jiwa, merupakan bentuk
kerjasama untuk mengurangi resiko yang diakibatkan oleh resiko
kematian, resiko hari tua, dan resiko kecelakaan.
b. Asuransi kecelakaan diri, adalah
usaha untuk melindungi resiko financial akibat kecelakaan seperti,
benturan atau sentuhan benda keras atau benda cair (kimiawi), gas
atau api, terhadap badan (jasmani) seseorang, yang mengakibatkan
kematian atau cacat serta luka, yang sifat dan tempatnya dapat
ditentukan oleh dokter.

194
Soeisno Djojosoedarso, Prinsip-Prinsip Manajemen Resiko dan Asuransi, Cetakan
Pertama, Jakarta, Salemba Empat, 1999, hal. 74-77.
cxix
c. Asuransi sosial, adalah asuransi
yang menyediakan jaminan sosial bagi anggota masyarakat, baik
secara local, regional, maupun nasional, yang diselenggarakan oleh
pemerintah atau lembaga yang ditunjuk, dimana setiap anggota
masyarakat memikul kewajiban sosial (membayar premi wajib) dan
memperoleh jaminan sosial pula.
d. Asuransi sosial tenaga kerja, yaitu
perlindungan sosial bagi tenaga kerja yang dijalankan melalui pola
mekanisme asuransi dan dikelola oleh Perum ASTEK.
e. Asuransi kesehatan, merupakan
asuransi yang memberikan santunan kesehatan kepada seseorang
(tertanggung) berupa sejumlah uang untuk biaya pengobatan dan
perawatan bila diluar kehendak ia diserang penyakit.
f. Asuransi kecelakaan penumpang,
adalah asuransi yang mengelola perlindungan sosial dalam
kecelakaan penumpang dan lalu lintas jalan yang penyelenggaranya
adalah PT. Asuransi Jasa Raharja.
g. Asuransi kebakaran, merupakan
pertanggungan yang menjamin kerugian atau kerusakan atas harta
benda (tetap maupun bergerak) yang disebabkan oleh kebakaran,
dan terjadi karena api sendiri atau api dari luar, udara jelek, kurang
hati-hati, kesalahan atau perbuatan tidak pantas dari pelayan
tertanggung, tetangga, musuh, perampok dan apa saja dan dengan
cara bagaimanapun sebab timbulnya kebakaran.
cxx
h. Asuransi kredit, yaitu pertanggungan
yang diberikan kepada pemberi kredit (bank dan lembaga keuangan)
terhadap resiko kredit, yaitu tidak diperolehnya kembali kredit yang
diberikan oleh tertanggung kepada nasabah.
i. Asuransi rekayasa atau engineering
insurance, yaitu pertanggungan yang diterapkan pada proyek-proyek
pembangunan yang berhubungan dengan rekayasa, yang
memberikan perlindungan dalam pelaksanaan pembangunan.
j. Asuransi perusahaan, merupakan
pertanggungan yang meliputi, asuransi pengiriman uang,
195

penyimpanan uang,
196
penggelapan uang,
197
pencurian uang,
198
dan
asuransi proses perusahaan.
199

k. Asuransi tanggung gugat, yaitu
kewajiban untuk bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh
pihak lain.
l. Asuransi transportasi, merupakan
asuransi yang berkenaan dengan barang-barang dalam transit atau
barang yang sedang ditangani perusahaan pengangkutan.

195
Yaitu kemungkinan hilang atau rusaknya uang logam atau kertas dan surat-surat
berharga, yang disebabkan oleh peristiwa yang tidak diketahui.

196
Yaitu kemungkinan hilangnya uang logam, uang kertas dan surat berharga yang
disimpan di dalam lemari, strongroom, berada dalam cashier’s box selama jam kerja.

197
Yaitu kemungkinan kerugian yang diduga oleh majikan disebabkan oleh ketidakjujuran
karyawannya.

198
Yaitu pencurian uang yang disimpan di dalam rumah atau kantor, dengan ketentuan
bahwa uang itu disimpan dalam lemari besi atau strongroom, dimana yang dijamin adalah
pencurian dengan cara merusak rumah atau kantor dan lemari tempat penyimpanan uang.

199
Merupakan kerugian financial yang diderita bila perusahaan tidak berjalan atau
sementara berjalan di bawah normal. Resiko yang ditanggung adalah akibat resiko kecelakaan
kerja, machinery breakdown, dan mogok kerja atau kegaduhan buruh.
cxxi

17. Prinsip-Prinsip Dalam Asuransi
Pelaksanaan perjanjian antara perusahaan asuransi dan nasabah
tidak dapat dilakukan secara sembarangan, melainkan harus dilakukan
sesuai dengan prinsip-prinsip asuransi dengan tujuan untuk menghindari
hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari antara kedua belah pihak.
Adapun prinsip-prinsip asuransi tersebut, antara lain:
200

m. Insurable Interest, adalah perihal berdasarkan hukum
untuk mempertanggungkan suatu resiko berkaitan dengan keuangan
yang diakui sah secara hukum antara tertanggung dan yang
dipertanggungkan, serta dapat menimbulkan hak dan kewajiban
keuangan secara hukum.
n. Utmost Good Faith (itikad baik), yaitu penetapan suatu
kontrak yang didasarkan kepada itikad baik antara tertanggung dan
penanggung mengenai seluruh informasi baik materil maupun
immateril.
o. Indemnity atau ganti rugi, yaitu mengendalikan posisi
keuangan tertanggung setelah terjadi kerugian seperti pada posisi
sebelum terjadinya kerugian. Prinsip ini tidak berlaku dalam asuransi
jiwa dan kecelakaan, karena prinsip ini hanya didasarkan pada
kerugian yang bersifat keuangan.
p. Proximate Cause adalah suatu sebab aktif, efisien yang
mengakibatkan terjadinya peristiwa berantai dan intervensi kekuatan
lain, diawali dan bekerja dengan aktif dari sumber baru dan
independent.


200
Kasmir, Op.cit., hal. 282-283.
cxxii
q. Subrogation, merupakan hak penanggung yang telah
memberikan ganti rugi kepada tertanggung untuk menuntut pihak lain
yang mengakibatkan kepentingan asuransi mengalami kerugian.
Artinya penggantian kerugian tidak mungkin lebih besar dari kerugian
yang diderita.
r. Contribution, yaitu suatu prinsip dimana penanggung
berhak mengajak penanggung lainnya yang memiliki kepentingan
yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada
tertanggung meskipun jumlah tanggungan masing-masing
penanggung tidak sama besar.


18. Manfaat Asuransi
Asuransi banyak sekali kegunaannya, baik untuk perorangan
(individu), bagi masyarakat maupun perusahaan.
201
Riegel dan Miller
mengemukakan beberapa faedah asuransi sebagai berikut:
202

m. Asuransi membuat masyarakat dan perusahaan berada
dalam keadaan aman.
n. Dengan asuransi, efisiensi perusahaan (business
efficiency) dapat dipertahankan, sehingga untuk menjaga kelancaran
perusahaan (going concern) dengan jalan pertanggungan akan
mengurangi dan memperkecil resiko yang terjadi.
o. Adanya suatu kecenderungan, penarikan biaya akan
dilakukan seadil mungkin (the equitable assetsment of cost), atau

201
Abbas Salim, Op.cit., hal. 11.

202
R. Riegel dan J.S. Miller, Insurance Principles and Practices, (Prentice Hall), dalam
Abbas Salim, Ibid., hal. 12-14.
cxxiii
ongkos asuransi harus adil menurut besar kecilnya resiko yang
dipertanggungkan.
p. Asuransi menjadi dasar pemberian kredit (insurance
serves as a basis of credit).
q. Asuransi merupakan alat penabung (saving).
r. Asuransi sebagai suatu sumber pendapatan (earning
power) yang didasarkan kepada financing the business.
Dengan demikian, keuntungan asuransi adalah keuntungan bagi
perusahaan asuransi dan bagi nasabah, dimana bagi perusahaan
asuransi akan memberikan keuntungan dari premi yang dibayarkan ke
nasabah, keuntungan dari hasil penyertaan modal di perusahaan lain,
serta keuntungan hasil bunga dari investasi surat berharga, sementara
bagi nasabah adalah memberikan rasa aman, merupakan simpanan yang
pada saat jatuh tempo dapat ditarik kembali, terhindar dari resiko
kerugian dan kehilangan, memperoleh penghasilan di masa yang akan
dating, dan memperoleh penggantian akibat kerusakan atau
kehilangan.
203


19. Obyek, Tujuan dan Sasaran Asuransi
Obyek asuransi adalah benda dan jasa, jiwa dan raga kesehatan
manusia, tanggung jawab hukum, serta semua kepentingan lainnya yang
dapat hilang, rusak, rugi dan berkurang nilainya.
204
Sementara itu, tujuan
asuransi mengurangi resiko yang sudah adadalam masyarakat dengan

203
Kasmir, Op.cit., hal. 281.

204
Subagyo, dkk, Op.cit., hal. 78.
cxxiv
cara mempertanggungkan pada perusahaan asuransi. Resiko yang ada
dalam masyarakat, akan dipertanggungkan masyarakat apabila :
205

g. Dalam pertanggungan dapat dilakukan pencegahan
kerugian yang akan memberikan keuntungan tertentu yaitu berupa
pengurangan kerugian dan pengurangan biaya yang menyangkut
pertanggungan tersebut.
h. Pencegahan dan perlindungan untuk memperkecil
kerugian yang terjadi, berupa pengeliminiran sebab-sebab yang dapat
menimbulkan kerugian, perlindungan produk atau orang yang akan
dirugikan, pengurangan kerugian dan perlindungan agar produk yang
telah rusak tidak semakin rusak.
i. Memberikan keuntungan tertentu pada masyarakat yang
mengikuti asuransi, karena dengan mengetahui besarnya resiko yang
terjadi dapat diketahui besarnya kerugian yang dialami.
Dengan demikian, asuransi memiliki sasaran terhadap pelaku
ekonomi mikro (rumah tangga), maupun pelaku ekonomi makro (dunia
bisnis atau industri manufaktur dan pemerintahan), yang mempunyai
keinginan untuk mengurangi munculnya kerugian-kerugian yang belum
diketahui secara pasti di masa mendatang dengan menggunakan jasa
usaha perasuransian.
206


20. Premi Asuransi
Premi asuransi adalah pembayaran dari tertanggung kepada
penanggung sebagai imbalan jasa atas pengalihan resiko kepada


205
Ibid., hal. 79.
206
Ibid.
cxxv
penanggung, dan premi tersebut merupakan pengganti kerugian atau
jaminan perlindungan dari penanggung kepada tertanggung.
207

k. Fungsi Premi Asuransi
Premi merupakan hal yang paling penting dalam asuransi,
karena dengan premi yang berhasil dikumpulkan dari tertanggung,
maka dalam waktu yang relatif lama, akan terkumpul sejumlah dana
yang besar, sehingga dengan dana tersebut pihak asuransi dapat:
1). Mengembalikan tertanggung pada posisi (ekonomi) seperti
sebelum terjadi kerugian (resiko).
2). Menghindarkan tertanggung dari kebangkrutan, sehingga
tertanggung mampu berdiri pada posisi semula seperti sebelum
terjadinya kerugian.
208


l. Aktuaria dan Penentuan Tarif
Aktuaria merupakan bagian khusus dalam perusahaan
asuransi yang menangani atau menghitung premi asuransi.
209

Beberapa faktor yang menentukan dalam penentuan tarif adalah:
7). Situasi persaingan.
8). Kondisi atau struktur perekonomian.
9). Peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh
pemerintah.
210



207
Soeisno Djojosoedarso, Op.cit., hal. 121.

208
Ibid.

209
Ibid., hal. 122.

210
Ibid.

cxxvi
Perlu juga dipertimbangkan dalam penentuan tarif premi
asuransi, terutama menyangkut pada asuransi kerugian, antara lain:
11). Jenis barang yang diasuransikan.
12). Kondisi pertanggungannya.
13). Macam alat pengangkut barang yang diasuransikan.
14). Cara penimbunan atau pengaturan barang dalam pengangkutan.
15). Jangka waktu pertanggungan.
211

Penentuan tarif asuransi banyak terkandung unsur-unsur,
kemungkinan (probability), value judgement, dan kebijakan
pemerintah (government policy).
212
Dengan demikian, penentuan
tersebut tidak mudah, rumit (complicated), harus berhati-hati, karena
jika terlalu rendah maka tidak dapat menutupi biaya operasi (cost of
operation), sementara jika terlalu tinggi maka pembeli polisnya akan
berkurang atau sedikit, sehingga berdampak pada sulitnya operasi
perusahaan asuransi.
Untuk memenuhi terciptanya tarif premi premi asuransi yang
ideal, setidaknya perlu diperhatikan beberapa prinsip, antara lain:
9). Adequate, artinya premi tersebut harus menghasilkan cukup uang
untuk membayar kerugian yang diderita oleh subyek dimana uang
dikumpulkan.
10). Notexcessive, bahwa tarif jangan berlebihan, tetapi harus
memperhatikan kepentingan pembeli, persaingan dan sebagainya.

211
Ibid.

212
Ibid.

cxxvii
11). Equity, berarti tarif tersebut tidak membeda-bedakan resiko yang
sama kualitasnya (adil), bila kualitas exposurenya sama, maka
tarifnya harus sama pula.
12). Flexible, tarif yang ditentukan selalu disesuaikan dengan keadaan,
artinya bila keadaan berubah, maka tarifnya harus diubah pula.
213

m. Komponen Premi Asuransi
Adapun komponen dari tarif premi asuransi antara lain
adalah:
214

9). Premi dasar, merupakan premi asuransi yang dibebankan kepada
tertanggung ketika polis dibuat atau dikeluarkan, dimana
perhitungannya berdasarkan pada data dan keterangan yang
diberikan oleh tertanggung kepada penanggung pada waktu
penutupan asuransi pertama, dan luasnya resiko yang dijamin
oleh penanggung sebagaimana yang dikehendaki tertanggung.
Premi ini terdiri dari tiga kelompok, yaitu:
a).Komponen premi untuk membayar kerugian yang terjadi, yang
tingginya didasarkan pada probabilitas terjadinya kerugian.
b).Komponen premi yang dimaksudkan untuk membiayai operasi
perusahaan asuransi (cost of operation/exploitations).
c).Komponen sebagai bagian keuntungan (profit) bagi perusahaan
asuransi.
10). Premi tambahan, merupakan data atau keterangan yang
disampaikan oleh tertanggung kepada penanggung ketika
menutup asuransi atau interestnya tidak selalu sama dengan

213
Ibid., hal. 122-123.

214
Ibid
cxxviii
keadaan yang sebenarnya atau pada waktu polis ditanda tangani,
yang disebabkan pada saat itu data atau informasinya belum
lengkap dan tertanggung menghendaki perubahan kondisi
pertanggungan.
11). Reduksi premi, dimana penanggung dapat memberikan reduksi
terhadap premi yang dikenakan, dimana Dewan Asuransi
Indonesia menentukan bahwa dapat diberikan potongan 50 %
atas premi dasar dan 20 % atas premi tambahan untuk
pengangkutan dengan tujuan negeri Belanda, Belgia dan Inggris.
Demikian juga pada asuransi jiwa dapat diberikan potongan premi
sebesar 5 % bila pembayaran melalui bank atau pos dan 3 % bila
membayar di kantor perusahaan asuransi.
12). Tarif kompeni, dimana di Indonesia tarif kompeni disusun oleh
Dewan Asuransi Indonesia, yang bertujuan standarisasi tarif premi
dan syarat-syarat pertanggungan, disamping untuk menghindari
persaingan yang tidak sehat.
n. Jenis tarif dan Macam Barang yang diasuransikan
Pada dasarnya ada dua jenis tarif asuransi, yaitu:
215

5). Manual (class rate), yaitu tarif premi asuransi yang berlaku untuk
semua resiko yang sejenis.
6). Merit rating, merupakan metode penentuan tarif premi asuransi
dimana tiap-tiap resiko dipertimbangkan keadaannya masing-
masing, dan biasanya digunakan dalam asuransi kebakaran.
o. Pengembalian Premi

215
Ibid, hal. 124.

cxxix
Pengembalian premi dikenal juga dengan restorno, yaitu
pengembalian premi dari penanggung kepada tertanggung, karena
perjanjian gugur sebelum penanggung menanggung bahaya atau
baru menanggung sebagian, premi yang dibayar lebih, insurable
interestnya tidak ada, kondisi jaminan atau pertanggungan
dipersempit.
216




21. Jenis-Jenis Resiko Dalam Asuransi
Berbagai jenis resiko dipertanggungkan dalam asuransi, sehingga
besar kecilnya resiko merupakan pertimbangan besarnya premi yang
harus dibayar. Pada prakteknya, resiko yang timbul dari setiap pemberian
usaha pertanggungan asuransi adalah:
217

g. Resiko murni, yaitu ketidakpastian terjadinya suatu
kerugian atau ada peluang merugi dan bukan suatu peluang
keuntungan.
h. Resiko spekulatif, adalah resiko dengan terjadinya dua
kemungkinan, yaitu peluang untuk mengalami kerugian keuangan
atau memperoleh keuntungan
i. Resiko individu, yang dibagi kepada tiga macam, yaitu:

216
Ibid, hal. 125.

217
Kasmir, Op.cit., hal. 283-284.

cxxx
1). Resiko pribadi, merupakan resiko kemampuan seseorang
untuk memperoleh keuntungan akibat sesuatu hal, seperti
sakit, kehilangan pekerjaan atau mati.
2). Resiko harta, adalah resiko apakah harta hilang karena dicuri
atau rusak dan menyebabkan kerugian.
3). Resiko tanggung gugat, yaitu resiko yang disebabkan jika
kerugian seseorang ditanggung, maka diharuskan
membayarnya.

L. Pengertian Asuransi Syari’ah
Asuransi awalnya merupakan suatu kelompok yang bertujuan
membentuk arisan untuk meringankan beban keuangan individu dan
menghindari kesulitan pembayaran.
218
Secara umum, konsep asuransi
merupakan persiapan yang dibuat oleh kelompok orang yang menghadapi
kerugian kecil yang tidak dapat diduga, kemudian kerugian tersebut
ditanggung bersama.
219
Untuk mencari jalan keluar dari berbagai macam
unsur tersebut, apalagi tidak sejalan dengan aspek hukum Islam atau
syari’ah, maka diusahakanlah dengan pembentukan asuransi yang
menekankan pada sifat saling menanggung, saling menolong di antara
tertanggung yang bernilai kebajikan menurut ajaran islam.
220

1. Terminologi
221
Asuransi Syari’ah

218
Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Edisi Kedua, Yogyakarta,
Ekonisia, 2004, hal. 112.

219
Encyclopedia Britannica, Edisi Ketujuh, Jilid 14, hal. 656.

220
A. Azhar Basyir, Asuransi Takaful Sebagai Suatu Alternatif, Jakarta, dalam Seminar
Sehari Takaful, Asuransi Syariah, TEPATI, 1993, hal. 3, Ibid, hal. 113-114.

cxxxi
Dalam bahasa Arab, asuransi disebut at-ta’min, sementara
penanggung disebut mu’ammin, dan tertanggung disebut mu’amman lahu
atau musta’min.
222
At-ta’min memiliki arti perlindungan, ketenangan, rasa
aman, dan bebas dari rasa takut.
223
Men-ta’min-kan sesuatu berarti
seseorang membayar atau menyerahkan uang cicilan agar ia atau ahli
warisnya mendapatkan sejumlah uang sebagaimana yang telah
disepakati atau untuk mendapatkan ganti terhadap hartanya yang hilang,
dikatakan “seseorang mempertanggungkan atau mengasuransikan
hidupnya, rumahnya atau mobilnya”.
224

Musthafa Ahmad Zarqa, memberikan makna asuransi sebagai
cara atau metode untuk memelihara manusia dalam menghindari resiko
(ancaman) bahaya yang beragam yang akan terjadi dalam hidupnya,
dalam perjalanan kegiatan hidupnya atau dalam aktivitas ekonominya.
225

Sementara Dewan Syari’ah Nasional MUI, dalam fatwanya
mendefinisikan asuransi syari’ah sebagai usaha saling melidungi dan
tolong menolong di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi
dalam bentuk asset atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian
untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai

221
Terminologi adalah Ilmu mengenai batasan-batasan atau definisi-definisi istilah.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Cetakan Ketiga,
Jakarta, Balai Pustaka, 1990, hal. 938.

222
Jubran Ma’ud, Ar-Ra’id, Mu’jam Lughawy “Ashry, Beirut, Dar Al-Islami Li Al-Malayin, tt,
Jilid I, hal. 30, dalam Muhammad Syakir Sula, Op.cit, hal. 28.

223
Salim Segaf al-Jufri, Ar-Riba wa Adhraruhu alal Mujtama’ Al-Islami, 1400 H, Hal. 219,
dalam Muhammad Syakir Sula, Ibid.

224
Majma’ul Lughah al-Arabiyah, Al-M’jam al-Wasit, Mesir, 1960, hal. 27-28, dalam
Muhammad Syakir Sula, Ibid.

225
Musthafa Ahmad Zarqa, Al-Ightisodi Al-Islamiyah, Beirut, Dar al-Fikr, 1968, dalam
Muhammad Syakir Sula, Ibid…, hal. 29.

cxxxii
dengan syari’ah.
226
Dari beberapa definisi di atas, jelaslah bahwa
asuransi syari’ah bersifat saling melindungi dan tolong menolong atau
yang disebut dengan ta’awun, yaitu prinsip hidup saling melindungi dan
saling tolong menolong atas dasar ukhuwah Islamiyah antara sesame
anggota peserta asuransi syari’ah dalam menghadapi malapetaka
(resiko).
227

Secara umum, asuransi Islam sering juga diistilahkan dengan
takaful, yang dapat digambarkan sebagai asuransi yang prinsip
operasionalnya didasarkan pada syariat Islam dengan mengacu kepada
Al-Qur’an dan As-Sunnah.
228
Istilah takaful dalam bahasa Arab berasal
dari kata dasar kafala-yakfulu-takâfala-yatakâfalu-takâful yang berarti
saling menanggung atau menanggung bersama.
229
Kata takaful tersebut
tidak dijumpai dalam Al-Qur’an, namun demikian ada sejumlah kata yang
seakar dengan takaful, seperti dalam Surat Thaha (20), ayat 40,
230
yang
berbunyi:
^OT³ ×Ø´·^☺·> ¬C+-u=+¡ N·Q¬³4-··
¯ִ- ¯7¯e¯÷1Ò¡ ¯OÞ>4N T4`
N¡+-¬¼'¯4C W ִl4Lu¬ִ·4O··
-OÞ¯T³ ִlR)`+¡ ¯O·. ·O·³·>
O&÷+^O4N ºº4Ò 4¹4O^4Ò` ¯

226
Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum
Asuransi Syariah.

227
Huzaemah T. Yanggo, Asuransi Hukum dan Permasalahannya, Jurnal AAMAI Tahun VII
No.12, 2003, hal. 232, dalam Muhammad Syakir Sula, Op.cit…, hal. 30.

228
H.A.Dzajuli dan Yadi Janwari, Lembaga-Lembaga Perekonomian Umat (Sebuah
Pengenalan), Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2002, hal. 120, dalam Gemala Dewi, Aspek-
Aspek Hukum Dalam Perbankan Dan Perasuransian di Indonesia, Jakarta, Prenada Media, 2004,
hal. 122.

229
Ibid.

230
Soenarjo, Al-Qur’an dan Terjemahanya, Jakarta, Yayasan Penerjemah Al-Qur’an, 1971,
hal. 479.

cxxxiii
=e·U4-·֠4Ò +O^¼4^
ִl4L^1O×4L·· =TR` ´-¦4¯^¯-
ִlE44-··4Ò L^Q+¬· ¯
=euVTlÞU·· 4×-RL´c EOT× ÷u-Ò¡
4×4¯^³4` ·ª¬¦ =eu©´· ¯OÞ>4N
¯Oִ³·֠ ¯Øִ<Q÷☺4C ^Ø´÷

Artinya:
“Ketika saudaramu yang perempuan berjalan, lalu Ia Berkata
kepada (keluarga Fir'aun): "Bolehkah saya menunjukkan
kepadamu orang yang akan memeliharanya?" Maka kami
mengembalikanmu kepada ibumu, agar senang hatinya dan tidak
berduka cita. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia,
231

lalu kami selamatkan kamu dari kesusahan dan kami Telah
mencobamu dengan beberapa cobaan; Maka kamu tinggal
beberapa tahun diantara penduduk Madyan,
232
Kemudian kamu
datang menurut waktu yang ditetapkan
233
Hai Musa”.


Pedoman Umum Asuransi Syari’ah, yang dikeluarkan Majelis
Ulama Indonesia melalui Dewan Syari’ah Nasional, terdapat definisi
asuransi Syari’ah (Ta’min, Takaful, Tadhamun) adalah usaha saling
melindungi dan saling tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak
melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan
pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad
(perikatan) yang sesuai dengan syari’ah.
234

Apabila kita memasukkan asuransi takaful ke dalam lapangan
kehidupan muamalah, maka takaful dalam pengertian muamalah memiliki

231
Yang dibunuh Musa a.s. Ini ialah seorang bangsa Qibthi yang sedang berkelahi dengan
seorang Bani Israil, sebagaimana yang dikisahkan dalam surat Al Qashash ayat 15.

232
Nabi Musa a.s. datang ke negeri Mad-yan untuk melarikan diri, di sana dia dikawinkan
oleh nabi Syu'aib a.s. dengan salah seorang puterinya dan menetap beberapa tahun lamanya.

233
Maksudnya: nabi Musa a.s. datang ke lembah Thuwa untuk menerima wahyu dan
kerasulan.

234
DSN MUI, Himpunan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional, Edisi ke-2, Diterbitkan atas
kerjasama DSN MUI dan BI, Jakarta, 2003, hal.129.

cxxxiv
arti yaitu saling menanggung resiko di antara sesame manusia sehinnga
di antara satu dengan lainnya menjadi penanggung atas resiko masing-
masing.
235
Dengan demikian, asuransi takaful terkait dengan unsur saling
menaggung resiko di antara para peserta asuransi, dimana peserta yang
satu menjadi penanggung peserta yang lainnya,
236
dan tanggung
menanggung resiko tersebut dilakukan atas dasar saling tolong menolong
dalam kebajikan dengan cara masing-masing mengeluarkan dana yang
ditujukan untuk menanggung resiko.
237


2. Landasan Hukum Asuransi Syari’ah
Hukum-hukum muamalah bersifat terbuka, dalam arti Al-Qur’an
hanya memberikan aturan yang bersifat garis besar, selainnya diberikan
kepada para mujtahid untuk mengembangkan melalui pikiran mereka
selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist. Hakekat
asuransi secara Islami adalah saling bertanggungjawab, saling bekerja
sama atau saling tolong-menolong dengan melindungi penderitaan orang
lain, dan ini menjadi dasar mengapa asuransi diperbolehkan dalam
agama Islam karena asas prinsip syariat mengajak kepada sesuatu yang
mengakibatkan keeratan jalinan sesama manusia dan kepada sesuatu
yang meringankan bencana sesama manusia.
238
Sebagaimana firman
Allah SWT dalam Surat Al-Maidah ayat 2:
239


235
Loc.cit.

236
Rahmat Husein, Asuransi Takaful Selayang Pandang dalam Wawasan Islam dan
Ekonomi, Jakarta, Lembaga penerbit FE-UI, 1997, hal. 234. Ibid, hal. 123.

237
Juhaya S. Praja, Asuransi Takaful, Artikel dikeluarkan oleh PT. Syarikat Takaful
Indonesia, Ibid.

238
Gemala Dewi, Op.cit., hal. 127.

cxxxv
O&¬³Ò^4C 4ׯR֠-.-
W-QNL4`-47 ºº W-QwUR4+`
4O÷O^ִ¬E- *.- ºº4Ò
4O¯&O´¯- 4¯-4OO4^¯- ºº4Ò
ִO^³E¤·±- ºº4Ò
ִ³Ø·^ÞU·³^¯- ¨º4Ò
4×-R)`.-47 =e^14l^¯-
4¯-4OO4^¯- 4¹Q7¯4-¯:4C 1E^_··
TR)` ¯ªØ&Ø´±·O L^4Q^¯ØO4Ò ¯
-·OT³4Ò u®7+·UÞUִO
W-Ò÷1·C^·· ¯ ºº4Ò
¯ª7¯EL4`QO^¹·© N¹4*E4E- `¬¯Q·֠
¹Ò¡ ¯ª¬±ÒO³= ^T4N
R³´×¯Oִ☺^¯- R¬-4OO4^¯-
¹Ò¡ W-Ò÷³4-u¬·> O
W-Q+^4Òִ¬·>4Ò OÞ>4N
T´O´¯^¯- ¯O4Q^³+-¯-4Ò W
ºº4Ò W-Q+^4Òִ¬·> OÞ>4N
´¦^¦e"- ÷¹4Ò^³N¬^¯-4Ò ¯
W-Q¬³E>-4Ò -.- W E¹T³
-.- ÷³CR³E- ´··³R¬^¯-
^=÷

Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-
syi'ar Allah,
240
dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan
haram,
241
jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya,
242
dan
binatang-binatang qalaa-id,
243
dan jangan (pula) mengganggu
orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari
kurnia dan keredhaan dari Tuhannya
244
dan apabila kamu Telah

239
Soenarjo, Op Cit…hal. 156.

240
Syi'ar Allah ialah segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempat-
tempat mengerjakannya.

241
Maksudnya antara lain ialah: bulan Haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan
Rajab), tanah Haram (Mekah) dan Ihram, maksudnya ialah dilarang melakukan peperangan di
bulan-bulan itu.

242
Ialah binatang (unta, lembu, kambing, biri-biri) yang dibawa ke ka'bah untuk
mendekatkan diri kepada Allah, disembelih ditanah Haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir
miskin dalam rangka ibadat haji.

243
Ialah binatang had-ya yang diberi kalung, supaya diketahui orang bahwa binatang itu
telah diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah.

cxxxvi
menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah berburu, dan janganlah
sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka
menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu
berbuat aniaya (kepada mereka), dan tolong-menolonglah kamu
dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-
menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, dan bertakwalah
kamu kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”.

Beberapa dalil-dalil syar’I yang berkenaan dengan praktek
asuransi syari’ah, antara lain dalam firman Allah SWT, Surat Al-Hasyr,
ayat 18 mengenai perintah mempersiapkan hari depan,
245
yang berbunyi:
O&¬³Ò^4C ¬-¯R֠-.-
W-QNL4`-47 W-Q¬³4>- -.-
¯OO¬L4^¯4Ò Ø·^¼4^ E` ^e4`O³·֠
l³4¯R¯ W W-Q¬³E>-4Ò -.- ¯
E¹T³ -.- lOOTlִ= ִ☺T
4¹Q¬Uִ☺u¬·> ^¯l÷
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan
hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada
Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu
kerjakan”.


Di samping itu, firman Allah SWT mengenai prinsip-prinsip dalam
muamalah pada Surat Al-Maidah, ayat 1,
246
berbunyi:
ִ¹GCÒ^4C ¬-¯R֠-.-
W-EQN44`-47 W-Q¬·uÒÒ¡
R1Q¬³N¬^¯T ¯ ^e^URO+¡
ª7¯·¯ ¬Oִ☺1Ø&4± ´¦ִ¬u^·-
·ºT³ 4` ¯OÞUuNC ¯ª7¯^OÞU4×
4O¯OEN OQm>R4¬` R³^1O¯-
¯ª+^Ò¡4Ò N¯NONO ¯ E¹T³ -.-
Nª7¯^4·© 4` ÷³CQONC ^¯÷

244
Dimaksud dengan karunia ialah keuntungan yang diberikan Allah SWT dalam
perniagaan. keridhaan dari Allah SWT ialah pahala amalan haji.

245
Soenarjo, Op Cit…hal. 919.

246
Ibid, hal. 156.

cxxxvii




Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu.
dihalalkan bagimu binatang ternak, kecuali yang akan dibacakan
kepadamu. (yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan
berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. Sesungguhnya
Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya”.


Allah SWT juga memerintahkan kepada hamba-Nya untuk saling
bekerja sama dan Bantu membantu, sebagaimana firman-Nya dalam
Surat Al-Maidah, ayat 2, dan perintahnya untuk saling melindungi dalam
keadaan susah pada surat Quraisy ayat 4,
247
yang berbunyi:
-^Ø÷ OR֠-.- ¦÷¹ִ☺ִ¬^CÒ¡
TR)` ´vQN· ª÷¹E44`-474Ò ^TR)`
O¯Qִ=
Artinya:
“Yang Telah memberi makanan kepada mereka
untukmenghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari
ketakutan”.


Adapun peraturan-peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah
berkaitan dengan asuransi syari’ah, antara lain:
248

a. Keputusan Menteri Keuangan RI No. 426/KMK.06/2003 tentang
Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi dan
Perusahaan Reasuransi. Peraturan ini ditentukan dalam pasal 3-4
mengenai persyaratan dan tatacara memperoleh izin usaha
perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip
syari’ah, pasal 32 mengenai pembukaan kantor cabang dengan
prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi

247
Soenarjo, Op Cit…hal. 1106.

248
Gemala Dewi, Op.cit., hal. 128-129.
cxxxviii
konvensional, dan pasal 33 mengenai pembukaan kantor cabang
dengan prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan
reasuransi dengan prinsip syari’ah.
b. Keputusan Menteri Keuangan RI No. 424/KMK.06/2003 tentang
Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan
Reasuransi, dalam pasal 15-18 mengenai kekayaan yang
diperkenankan harus dimiliki dan dikuasai oleh perusahaan asuransi
dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah.
c. Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan Nomor Kep.
4499/LK/2000 tentang Jenis, Penilaian dan Pembatasan Investasi
Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi Dengan Sistem
Syari’ah.

3. Prinsip - Prinsip Asuransi Syari’ah
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, setiap perjanjian
asuransi harus mengandung prinsip-prinsip asuransi. Adapun prinsip-
prinsip asuransi, antara lain Insurable interest (kepentingan yang dapat
diasuransikan), Utmost Good Faith (itikad baik), Indemnity (ganti rugi),
proximate cause (penyebab dominan), Subrogation (Pengalihan hak),
Contribution.
249
Adapun prinsip-prinsip asuransi syari’ah meliputi:
250


249
.Asuransi Takaful Indonesia, Modul Pengetahuan Dasar Takaful, PT. Asuransi Takaful
Keluarga.

250
Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah; Deskripsi dan Ilustrasi, Edisi ke-
2, Ekonisia Kampus Fak.Ekonomi UII, Yogyakarta, 2004, hal.115.

cxxxix
i. Saling bertanggung jawab, dimana kesulitan seorang muslim
dalam kehidupan menjadi tanggung jawab sesama muslim,
sebagaimana firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Imran: 103
251

W-Q÷☺´4-^N-4Ò ÷¯lO4·±
*.- 4¬OR☺ִ· ºº4Ò
W-Q¬֠·OE¼·> ¯
W-ÒNO7^O-4Ò =eִ☺u¬R^
*.- ¯ª7¯^OÞU4× ^OT³ u®7+L7
☯7.-ִ³^NÒ¡ ִ--¯Ò·· 4×u-4
¯ª7¯TQ¬U¬֠ ®7+¯·4l^Ò··
¼·ROR4©u¬RLT L^4Qu=T³
u®7+L74Ò ¯OÞ>4N E¼E-
±E4O^¼NO =TR)` ØOEL¯-
ª7EO·³^Ò·· O&u+R)` ¯
ִlR¯EOE ÷×T)-4:NC +.-
¯ª7¯·¯ ·ROR-4C-47 u7¯+Uִ¬·¯
4¹Ò÷³4-¯&·¯ ^¯´Q÷
Artinya:
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama)
Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan
nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah)
bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu
menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang
bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu
Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat
petunjuk”

j. Sesama Muslim saling bekerjasama atau saling membantu,
sebagaimana dalam firman Allah pada Surat At-Taubah, ayat 71 yang
berbunyi:
252

4¹QNLR`u·÷☺^¯-4Ò
¬eE4R`u·÷☺^¯-4Ò
¯ª÷¹¬_u¬4 +7.41R¯uÒÒ¡
¯*u¬4 ¯ ¬HÒ+O÷··4C
´ÒNOu¬ִ☺^¯T

251
Soenarjo, Op Cit…hal. 93.
252
Ibid…hal. 291.

cxl
4¹¯Qִ¹uL4C4Ò ^T4N
QO·¯L÷☺^¯- ¬HQ÷☺1´³NC4Ò
ÞE¯QÞUO¯- ¬HQ¬>u·NC4Ò
ÞE¯QEEO¯- ¬HQN¬1RCNC4Ò
-.- ¼N¡·.Q÷c4O4Ò ¯
ִlØ·^·¯Ò+¡ Nª÷¹+·EQuO=Oִc
+.- ¯ E¹T³ -.- NOCØG4N
_¦1´¯ִO ^_¯÷
Artinya:
“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,
sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi
sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang
ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat,
menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya.
mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
k. Sesama muslim saling melindungi penderitaan satu sama lain,
seperti dalam firman Allah SWT, surat Adh-dhuha ayat 9-10,
253
yang
berbunyi:
E`Ò·· =¦1R©41^¯- ºE··
¯Oִ¹^³·> ^_÷ E`Ò··
=¦1R©41^¯- ºE·· ¯Oִ¹^³·> ^_÷
E`Ò¡4Ò ºØ*.OO¯- ºE··
¯OO&u+·> ^¯´÷
Artinya:
“Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku
sewenang-wenang. Dan terhadap orang yang minta-minta,
janganlah kamu menghardiknya”.

l. Karnaen A. Perwataatmadja menambahkan satu prinsip, yaitu
prinsip menghindari unsur-unsur gharar, maysir dan riba.
254

1) Gharar menurut bahasa artinya adalah penipuan. Dalam
asuransi syariah, gharar dapat diatasi dengan mengganti akad
tabaduli dengan akad takafuli yaitu akad tolong menolong atau

253
Ibid…hal. 1071.

254
Karnaen A. Perwataatmadja, Membumikan Ekonomi Islam di Indonesia, Depok, Usaha
Kami, 1996, hal. 234, dalam Gemala Dewi, Op.cit., hal. 135-136.

cxli
akad tabarru’ dan akad mudharabah.
255
Allah pun berfirman
dalam QS.al-Maidah ayat 2, yang berbunyi:
O&¬³Ò^4C 4ׯR֠-.-
W-QNL4`-47 ºº W-QwUR4+`
4O÷O^ִ¬E- *.- ºº4Ò
4O¯&O´¯- 4¯-4OO4^¯- ºº4Ò
ִO^³E¤·±- ºº4Ò ִ³Ø·^ÞU·³^¯-
¨º4Ò 4×-R)`.-47 =e^14l^¯-
4¯-4OO4^¯- 4¹Q7¯4-¯:4C 1E^_··
TR)` ¯ªØ&Ø´±·O L^4Q^¯ØO4Ò ¯
-·OT³4Ò u®7+·UÞUִO
W-Ò÷1·C^·· ¯ ºº4Ò
¯ª7¯EL4`QO^¹·© N¹4*E4E- `¬¯Q·֠
¹Ò¡ ¯ª¬±ÒO³= ^T4N
R³´×¯Oִ☺^¯- R¬-4OO4^¯-
¹Ò¡ W-Ò÷³4-u¬·> O
W-Q+^4Òִ¬·>4Ò OÞ>4N
T´O´¯^¯- ¯O4Q^³+-¯-4Ò W
ºº4Ò W-Q+^4Òִ¬·> OÞ>4N
´¦^¦e"- ÷¹4Ò^³N¬^¯-4Ò ¯
W-Q¬³E>-4Ò -.- W E¹T³ -.-
÷³CR³E- ´··³R¬^¯- ^=÷


Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar
syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-
bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya,
dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula)
mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang
mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan
apabila kamu Telah menyelesaikan ibadah haji, Maka bolehlah
berburu. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada
sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari
Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada
mereka). dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan)
kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam
berbuat dosa dan pelanggaran. dan bertakwalah kamu kepada
Allah, Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya".

Sedangkan hadist yang berkaitan dengan gharar, adalah:

255
Muhammad Syakir Sula, Op.cit, Hal.174
cxlii
ِ رَ ·َ ·'ا ِ ·ْ -َ - ْ.َ = ْ»´ 'َ -َ و ِ ªْ -َ 'َ = ِ -ا ´ 'َ - ِ-ا ُ لْ·َ -َ ر ِ -َ - ) -اور
ة·-·ه -أ .= ª='- .-اد ·-او ئ'--'او ى--·-ا و »'-- (
Arti:
“Rasulullah SAW melarang jual beli yang mengandung
gharar.” (HR.Muslim, Tirmizi, Nasa’I, Abu Daud, dan Ibnu
Majah dari Abu Hurairah).

2) Kata maysir secara harfiah dalam bahasa Arab diartikan dengan
memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras
atau mendapat keuntungan tanpa kerja keras. Terdapatnya
unsur Maisyir merupakan kelanjutan dari adanya unsur gharar.
Pada asuransi syariah, membagi rekening peserta menjadi dua,
yaitu rekening untuk asuransi jiwa yang mengandung unsur
tabungan yang dapat diambil oleh peserta karena pada
dasarnya itu adalah uang peserta sendiri dan rekening tabarru’
yang diniatkan untuk derma. Rekening tabarru’ tidak tercampur
dengan rekening tabungan, maka reversing period di asuransi
syariah terjadi sejak awal dan nilai tunai sudah terjadi sejak
awal dan nilai tunai sudah sejak awal tahun pertama masuk
menjadi peserta asuransi. Karena itu tidak ada unsur maysir.
Karena tidak ada yang dirugikan. Menurut QS.Al-Maidah:90,
yang berbunyi:
256

O&¬³Ò^4C 4ׯR֠-.-
W-EQN44`-47 ִ☺^^T³
NO^☺·C^¯-
+O´O^1ִ☺^¯-4Ò
C·=^·-4Ò
Nª·¯^e·-4Ò Ø·^·ØO ^TR)`
÷ִ☺4N ^T·C^OO=¯-

256
Ibid., Hal.176
cxliii
+ÞQ+lR°4-^··· ¯ª7¯+Uִ¬·¯
4¹Q÷·TU^¼¬> ^_´÷

Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya
(meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala,
mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk
perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan
itu agar kamu mendapat keberuntungan.”

Rasulullah bersabda:
ُ .َ =اْوَ ا ً `َ `َ = َ م´ ·َ ='ً =ْ·ُ - ´ `ِ ا ْ»ِ +ِ =ْوُ ·ُ - َ'َ = َ نْ·ُ -ِ 'ْ -ُ -'اَ و
'ً -اَ ·َ = ) ف·= .-و·-= .= ى--·-ا -اور (

Artinya:
“Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat yang
mereka buat kecuali syarat yang mengharamkan yang
halal atau yang menghalalkan yang haram.”

3) Riba menurut istilah berarti pengambilan tambahan dari harta
pokok atau modal secara batil. Asuransi syariah mengeliminir
riba dengan menggunakan konsep mudharabah. Kontrak yang
dipergunakan dalam asuransi syariah adalah akad tolong
menolong (takafuli) yaitu akad tabarru’ dan akad tijarah. Akad
tijarah yang dipakai adalah mudharabah sedangkan akad
tabarru’ adalah hibah. Adapun firman Allah yang berkenaan
dengan riba tercantum dalam QS.Al-Baqarah:275, yang
berbunyi:
257

¬-¯R֠-.- 4¹Q¬U¬±·4C
W-¯Q4Q´O¯- ºº
4¹QN`Q¬³4C ·ºT³ ִ☺E
N¯Q¬³4C OR֠-.-
+O7C*:ִC44C ÷T·C^OO=¯-

257
Ibid, Hal 53
cxliv
=TR` +¹·ִ☺^¯- ¯ ִlR¯·O
¯ª÷¹^^ÒT W-EQ7¯·֠
ִ☺^^T³ ÷7^O4l^¯- Nu1R`
W-¯Q4Q´O¯- ¯ EִOÒ¡4Ò
+.- ִ7^O4l^¯- 4¯·OִO4Ò
W-¯Q4Q´O¯- ¯ Tִ☺··
+Þ47.ִ֠T ¬O·¬RN¯Q4` TR)`
·ROTÞ·O ¯Oִ¹4^··
N¡·-·· 4` ִ-ÞUִc
¼+ÞNO^`Ò¡4Ò OÞ¯T³ *.- W
¯ó4`4Ò ִ14N ִlØ·^·¯Ò+··
CUִ·^Ò¡ ØOEL¯- W ¯ª¬-
O&OR· ¬HÒ¬T-ִ= ^=_T÷
Artinya:
“ Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat
berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang
kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila.
Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan
mereka Berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli
itu sama dengan riba, padahal Allah Telah menghalalkan
jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang
Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu
terus berhenti (dari mengambil riba), Maka baginya apa
yang Telah diambilnya dahulu (sebelum datang
larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang
yang kembali (mengambil riba), Maka orang itu adalah
penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya”.

Sedangkan Hadist yang berkaitan dengan riba, berbunyi:

َ ل'َ · ُ ªْ -َ = ُ -ا َ ِ -َ ر َ ªَ -ْ -َ =ُ = ¸-ِ -َ ا ْ.َ = : ىَ ·َ -ْ -ُ ا ِ -'َ ا ُ -ْ -َ أَ ر
ُ تَ ·ِ -ُ ´ِ · ِ ªِ -ِ = 'َ =َ ِ -- َ ·َ -َ 'َ · 'ً -'´ =َ = اً -ْ -َ = . َ ل'َ -َ · ُ ªُ -ْ 'َ 'َ -َ · : َ +َ -
ِ م´ -'ا ِ .َ -َ `َ و ِ -ْ 'َ ´ْ 'ا ِ .َ -َ ` ْ.َ = َ »´ 'َ -َ و ِ ªْ -َ 'َ= ُ -ا ´ 'َ - ُ ِ -´ -'ا .
ِ ªَ - ْ·ُ - ْ·َ -ْ 'اَ و ِ ªَ -ِ -ا َ ·'ا ْ.َ = َ +َ -ِ و . ِ ªِ ''ِ آْ·ُ -َ و 'َ - ·'ا .ِ 'ِ آَ اَ و .
َ ر ·َ -ُ -'ا َ .َ ·َ 'َ و .

Artinya:
“Diriwayatkan dari (Aun bin) Abu Juhayfah r.a. ayahku
membeli seorang budak yang melakukan pekerjaan
hajjamah (menarik darah keluar dari tubuh seseorang
untuk keperluan pengobatan). Ayahku mengambil alat-
alatnya (dan merusaknya). (Aku bertanya kepada
cxlv
ayahku kenapa berbuat seperti itu). Ia menjawab, “Nabi
Saw melarang memperdagangkan seekor anjing atau
darah, dan juga melarang pekerjaan mentato atau ditato,
dan (melarang menerima) pemakan riba dan orang yang
memberikan riba dan melaknat para pembuat gambar.”

4. Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi
Syari’ah
Adapun perbedaan antara asuransi syari’ah dan asuransi
konvensional akan diperjelas dari tabel dibawah ini:
Tabel 1
Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syari’ah

No Prinsip Asuransi Konvensional Asuransi Syari’ah
1. DPS(Dewan
Pengawas
Syari’ah)

-
Ada, yang berfungsi untuk
mengawasi pelaksanaan
operasional perusahaan agar
terbebas dari praktek yang
bertentangan dengan prinsip
syari’ah.
2. Akad Jual Beli Akad Tabarru’ dan Akad
Tijarah
3. Investasi Dana Investasi dana berdasarkan
bunga
Investasi dana berdasarkan
syari’ah dengan sistem bagi
hasil (mudharabah).
4. Keemilikan Dana Dana yang terkumpul dari
nasabah (premi) menjadi
milik perusahaan, sehingga
perusahaan bebas
menentukan investasinya.
Dana yang terkumpul dari
nasabah (premi) merupakan
milik peserta. Perusahaan
hanya sebagai pemegang
amanah untuk mengelola.
3. Unsur Premi Terdiri dari: tabel mortalita,
bunga (Interest), dan biaya-
biaya asuransi (Cost of
Insurance)
Iuran atau kontribusi terdiri dari
unsur tabarru’ dan tabungan
(saving). Tabarru’ dihitung dari
tabel mortalita, tetapi tanpa
perhitungan bunga.
4. Pembayaran Klaim Dari rekening perusahaan Dari rekening tabarru’
5. Keuntungan (profit) Diperoleh dari surplus
underwriting, komisi
reasuransi, dan hasil
investasi seluruhnya adalah
keuntungan perusahaan
Diperoleh dari surplus
underwriting, komisi
reasuransi, dan bagi hasil
keuntungan investasi
Sumber: Muhamad Syakir Sula, 2004

Dibandingkan asuransi konvensional, maka suransi syari’ah
memiliki perbedaan yang mendasar dalam beberapa hal, yaitu:
258


258
Heri Sudarsono, Op.cit., hal. 104, lihat juga Gemala Dewi, Op.cit., hal. 137.
cxlvi
a. Keberadaan Dewan pengawas Syari’ah
merupakan suatu keharuan, karena berperan dalam mengawasi
manajemen, produk serta kebijakan investasi supaya senantiasa
sejalan dengan syariat Islam.
b. Prinsip akad adalah takafuli (tolong menolong),
yaitu nasabah yang satu menolong nasabah yang lainnya yang
tengah mengalami kesuilitan, sementara pada konvensional akad
bersifat tabaduli (jual beli antara nasabah dengan perusahaan).
c. Dana yang terkumpul dari nasabah asuransi
syari’ah diinvestasikan dengan sistem bagi hasil, sementara pada
asuransi konvensional investasi dana dilakukan pada sembarang
sector dengan sistem bunga.
d. Pada asuransi syari’ah, premi yang terkumpul
diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah, dan perusahaan
hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Sementara
pada asuransi konvensional, premi menjadi milik perusahaan dan
perusahaan memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan
pengelolaan dana tersebut.
e. Unsur premi pada asuransi syari’ah terdiri dari
unsur tabarru’ dan tabungan (saving). Tabarru’ dihitung dari tabel
mortalita, tetapi tanpa perhitungan bunga. Sementara pada sistem
konvensional menggunakan tabel mortalita, bunga (Interest), dan
biaya-biaya asuransi (Cost of Insurance).
f. Pembayaran klaim nasabah, dana diambil dari
rekening tabarru’ (dana sosial) seluruh peserta yang telah diikhlaskan
cxlvii
untuk keperluan tolong menolong bila ada peserta yang terkena
musibah, sedangkan dalam asuransi konvensional dana pembayaran
klaim diambil dari rekening milik perusahaan.
g. Keuntungan investasi dibagi dua antara
nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan sebagai pengelola
dengan prinsip bagi hasil, sementara pada asuransi konvensional
keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan, dan jika tidak ada
klaim, maka nasabah tidak memperoleh apa-apa.

5. Ketentuan Operasi Asuransi Syari’ah
Dalam menjalankan operasinya, asuransi syari’ah berpegang
pada ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
259

m. Akad, yaitu kejelasan akad dalam praktek
muamalah, dimana akad yang digunakan adalah akad jual beli
(tadabuli) atau tolong menolong (takaful).
n. Gharar, dimana dalam asuransi syari’ah,
mengganti akad dengan niat tabarru’ yaitu suatu niat tolong menolong
pada sesama peserta apabila ada yang ditakdirkan mendapat
musibah.
o. Tabarru’ dana ini disimpan dalam rekening
khusus, jika ada yang tertimpa musibah, maka dana klaim yang
diberikan adalah dari rekening tabarru’ yang sudah diniatkan oleh
sesame takaful untuk saling tolong menolong.
p. Maysir, dalam mekanisme asuransi syari’ah,
keterbukaan merupakan akselerasi dari realisasi prinsip-prinsip

259
Endy M. Astiwara, Perbedaan Secara Syariah Asuransi Takaful dengan Asuransi
Konvensional, Muamatuna, Vol. I/Edisi 1/Th. 1, 2001, dalam Heri Sudarsono, Op.cit, hal. 116-118.
cxlviii
syari’ah, karena tidak ada kepercayaan jika tidak ada keterbukaan
dalam informasi.
q. Riba, keberadaan asuransi syari’ah dalam
menyimpan dananya di bank syari’ah dengan sistem mudharabah.
r. Dana hangus, dalam asuransi konvensional
peserta tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan ingin
mengundurkan diri sebelum masa reversing period, maka dana
peserta itu hangus. Demikian pula, asuransi non tabungan atau
asuransi kerugian jika habis masa kontrak dan tidak terjadi klaim, maka
premi yang dibayarkan akan hangus sekaligus menjadi milik pihak
asuransi.

6. Asuransi Takaful Kesehatan
Asuransi jenis ini merupakan produk tanpa unsur tabungan (non
saving) adalah produk syari’ah dimana struktur produknya tidak terdapat
unsur tabungan yang bersifat tabarru’ (dana tolong menolong).
260

Program ini diperuntukkan bagi perorangan maupun
perusahaan/lorganisasi yang bermaksud menyediakan dana santunan
rawat inap dan operasi bila peserta sakit dan kecelakaan dalam masa
perjanjian.
Adapun ketentuan dari asuransi ini adalah:
261

s. Usia peserta masuk 5 sampai dengan 50 tahun.
t. Kontrak 1 tahun.
u. Pembatasan 1 tahun.

260
Muhamad Syakir Sula, Op.cit, hal. 650-651.

261
Ibid.
cxlix
v. Biaya polis Rp. 20.000,-.
w. Cara bayar premi tahunan.
x. Manfaat kesehatan dibayarkan untuk perawatan
minimal 4 hari.
y. Sistem pembayaran adalah reimbursement.
z. Jangka waktu pengajuan klaim 14 hari.
aa. Pembayaran klaim adalah 80 % dari kuitansi
dan maksimal = manfaat kesehatan dan bukan untuk biaya karena
melahirkan.

M. Klaim (Claim)
Klaim (Claim) berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim peserta
untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak bayar atau
tidak. Klaim yang diajukan oleh tiap peserta meliputi beragam dokumentasi
yang diverifikasi diantaranya adalah: Dokumen klaim, polis masih dalam
kondisi in force, Peristiwa yang masih dalam kontrak, peristiwa kerugian tidak
dalam pengecualian polis.
Dokumen klaim yang diajukan peserta kepada pihak perusahaan
harus secara lengkap, menyangkut semua informasi mengenai peristiwa
yang menyebabkan peserta mengalami kerugian dan besarnya nominal
kerugian yang dialami.
Polis masih dalam kondisi in force artinya polis tersebut masih dalam
keadaan aktif dibuktikan dengan premi lanjutan-premi lanjutan yang masih
terus dilanjutkan. Jika premi lanjutan tidak dibayar maka pengajuan klaim
akan ditolak apabila tertunggak melewati grace priode yang telah ditentukan.
cl
Verifikasi juga mengenengahkan apakah peristiwa kerugian yang
dialami oleh peserta masih dalam kontrak atau diluar kontrak. Apabila
peristiwa sebelum atau sesudah kontrak dilakukan maka pengajuan klaim
akan ditolak.
Peristiwa yang menyebabkan terjadinya kerugian pada pihak peserta
tidak termasuk dalam klausal pengecualian sebagaimana tercantum dalam
polis. Sebagaimana kematian yang disebabkan oleh bunuh diri dan lain
sebagainya.
i. Pengertian Klaim
Klaim dapat diartikan sebagai permintaan peserta maupun ahli
warisnya atau pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan
asuransi atas terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan. Setiap
dokumentasi yang diterima akan dilakukan verifikasi.
ii. Jenis-jenis Klaim
1. Klaim Habis Kontrak
Klaim yang diajukan oleh peserta karena perjanjian telah berakhir
sampai batas yang telah disepakati missal 10 tahun, merupakan klaim
habis kontrak. Adapun dokun-dokumen yang diperlukan diantaranya
adalah: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis asli, foto copy
identitas diri yang masih berlaku dan buku asli pembayaran premi
terakhir.
2. Klaim Nilai Tunai
Klaim yang diakibatkan terjadi peristiwa kematian pada peserta.
Yang menggajukan kliam adalah dari pihak ahli waris yang tercantum
pada polis atau boleh pihak lain yamg diberikan kuasa atau pihak lain
cli
yang berkepentingan terhadap manfaat asuransi, misalnya lembaga
pembiayaan bank dan leasing. Adapun dokumen-dokumen yang
dibutuhkan diantaranya: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis
asli, foto copy identitas diri yang masih berlaku, surat keterangan dari
rumah sakit yang menerangkan sebab meninggal dunia, surat
keterangan dari pamong praja dan surat keterangan dari Kepolisian
Republik Indonesia, jika musibah karena lalu lintas.
3. Klaim Nilai Tunai Sebagian
Klaim nilai tunai sebagian dilakukan pada peserta apabila jumlah
polis telah mencapai 2 tahun dan aktif serta maksimal jumlah yang
dapat diambil 50% dari saldo tabungan. Peserta tidak dikenakan beban
sedikit pun karena itu termasuk bunga, asuransi takaful biaya tersebut
merupakan bagian dari premi peserta sendiri.
4. Klaim Biaya Perawatan
Pengantian kerugian peserta dengan alasan pengeluaran biaya
oleh peserta dalam perawatan/pengobatan rumah sakit karena
kecelakaan ataupun sakit dengan syarat penyakit tersebut tidak
termasuk dari klausa pengecualian polis. Dokumentasi yang diperlukan
Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis asli, foto copy identitas
diri yang masih berlaku, resume dari rumah sakit dimana dirawat,
laboratorium dan photo copy biaya pengobatan asli.
5. Klaim Tahapan Pendidikan
Klaim yang diajukan oleh peserta karena jatuh tempo dana
pendidikan sebagaimana yang tercantum pada polis. Dokumentasinya
Formulir pengajuan klaim (Perusahaan), polis asli, foto copy identitas
clii
diri yang masih berlaku, bukti asli pembayaran premi terakhir, surat
jatuh tempo tahapan dari perusahaan. (Tidak wajib).


N. Fatwa DSN No. 21 Tahun 2001 Tentang Klaim Asuransi Syari’ah
Klaim atau claims merupakan permintaan peserta atau ahli warisnya
maupun pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas
terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan, atau aplikasi oleh
peserta untuk memperoleh pertanggungan atas kerugiannya yang tersedia
berdasarkan perjanjian.
262
Secara umum prosedur klaim pada asuransi
umum hampir sama dengan, baik pada asuransi syari’ah maupun
konvensional.
Yang membedakan dari masing-masing perusahaan adalah
kecepatan dan kejujuran dalam menilai suatu klaim. Adapun prosedur klaim,
antara lain pemberitahuan klaim (biasanya dengan bukti lisan dan diperkuat
dengan laporan tertulis), bukti klaim kerugian (menyerahkan klaim tertulis
dengan melengkapi lembaran klaim standar yang dirancang khusus untuk
masing-masing class of business), penyelidikan (melakukan survey ke
lapangan atau menunjuk independent adjuster, dimana laporan akan
dijadikan dasar apakan klaim dijamin oleh polis atau tidak), penyelesaian
klaim (kesepakatan mengenai jumlah penggantian sesuai peraturan
perundangan yang berlaku, dan diisyaratkan bahwa pembayaran klaim tidak
boleh lebih dari 30 hari sejak terjadi kesepakatan).
263


262
Ibid, hal. 259.

263
Ibid.

cliii
Adapun proses paling sederhana dalam proses klaim, dimana
masing-masing perusahaan memiliki prosedur sendiri untuk mempermudah
nasabah (services), berikut gambar proses klaim sampai kepada
pembayaran (penyelesaian klaim):
264


Gambar 1
Proses Klaim Asuransi

Sumber: Muhamad Syakir Sula, 2004

Sumber pembayaran klaim pada asuransi syari’ah diperoleh dari
rekening tabarru’, yaitu iuran kebajikan yang telah diniatkan oleh peserta
untuk dana saling tolong menolong apabila ada peserta lain yang terkena

264
Ibid, hal 263.
Periksa Penutupan
Pengenalan
Tidak Ditutup Ditutup Tunjuk Adjuster
Tolak Minta Dokumen
Pembayaran
Lapor Proses
Tawarkan Tolak
Voucher Pengambilan
cliv
musibah,
265
sedangkan pada asuransi konvensional, sumber pembayaran
klaim berasal dari rekening perusahaan, murni bisnis, dan tentu tidak ada
nuansa spiritual yang melandasinya. Klaim yang dibayarkan perusahaan
adalah bagian dari kewajiban imbal balik peserta yang diatur dalam akad
atau perjanjian asuransi, yaitu peserta berkewajiban membayar sejumlah
premi sebagai tertanggung dan perusahaan berkewajiban untuk membayar
klaim sebagai penanggung apabila peserta mengalami musibah atau jatuh
tempo.
266
Jenis klaim ada empat macam, antara lain klaim habis kontrak,
klaim meninggal dunia, klaim nilai tunai, klaim nilai sebagian, klaim biaya
perawatan, dan klaim tahapan pendidikan.
267

Administrasi klaim berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim
peserta untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak
bayar atau tidak. Setiap dokumen yang diterima akan dilakukan verifikasi
secara umum, meliputi dokumen klaim, polis dalam kondisi in force, peristiwa
kerugian masih dalam kontrak, peristiwa kerugian tidak dalam pengecualian
polis, tidak mengandung kecurangan atau tidak melanggar peraturan.
268

Berdasarkan fatwa Dewan Syari’ah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001
tentang pedoman umum Asuransi Syari’ah, dijelaskan pada pasal keenam
mengenai premi, yaitu:
269

11. Pembayaran premi didasarkan atas jenis akad sistem tijarah
dan jenis akad tabarru’.

265
Khoiril Anwar, Asuransi Syariah Dalam Perspektif Praktis (Life Insurance), Surakarta,
Hafs Media, 2006, hal. 37
266
H. A. Djazuli dan Yadi Janwari, Op.cit., hal. 121.

267
Khoiril Anwar, op.cit, hal. 65-67.

268
Ibid, hal. 63-64.

269
Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia, Fatwa DSN No. 21/DSN-MUI/X/2001
Tentang Pedoman Asuransi Syariah, Jakarta, 17 Oktober 2001, hal. 138.
clv
12. Untuk menentukan besarnya premi perusahaan asuransi
syari’ah dapat menggunakan rujukan, misalnya tabel mortalita untuk
asuransi jiwa dan table morbidita untuk asuransi kesehatan, dengan syarat
tidak memasukkan unsur riba dalam penghitungannya. (Pada lampiran)
13. Premi yang berasal dari jenis akad sistem mudharabah dapat
diinvestasikan dan hasil investasinya di bagi hasilkan kepada peserta.
14. Premi yang berasal dari jenis akad tabarru’ dapat
diinvestasikan.
15. perhitungan mengunakan sistem bagi hasil nisbah seperti 50 :
50 atau 60 : 40 yang disepakati diawal.
Sementara pada pasal ketujuh mengenai klaim dijelaskan:
270

9. Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada
awal perjanjian.
10. Klaim dapat berbeda dalam jumlah, sesuai dengan premi yang
dibayarkan.
11. Klaim atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta,
dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya.
12. Klaim atas akad tabarru’, merupakan hak peserta dan
merupakan kewajiban perusahaan, sebatas yang disepakati dalam akad.

O. Hasil Penelitian Relevan
Penelitian yang telah dilakukan oleh Ida Wahyunigsih dengan judul
penelitian Analisis Implementasi Produk Asuransi Takaful dana Siswa,
penelitian ini dengan rumusan masalah bagaimana kesesuaian implementasi

270
Ibid.
clvi
produk asuransi dana siswa pada Asuransi Takaful Keluarga Cabang
Surakarta terhadap Fatwa DSN dan MUI, penelitian ini difokuskan pada
implementasi produk asuransi takaful keluarga Cabang Surakarta terhadap
Fatwa DSN-MUI no 21/DSN-MUI/X/2001 dengan batasan masalah tentang
pedoman umum Asuransi Syari’ah.
Adapun tujuan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui
kesesuaian implementasi produk asuransi takaful dana siswa yang telah
dilaksanakan dengan Fatwa DSN-MUI. Hasil penelitian menyatakan
implementasi produk Asuransi Syari’ah Takaful yang meliputi permohonan
asuransi, aqad, underwriting, premi, pengelolaan dana, loading, klaim dan
tempat kedudukan perselisihan yang kurang sesuai dengan fatwa DSN dan
yang lainya telah sesuai dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam konsep
fatwa dewan Syari’ah Nasional.
Dari hasil penelusuran penulis selama ini, belum pernah menemukan
penelitian tentang pembayaran klaim pada asuransi syariah.










clvii
+BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Waktu dan Wilayah Penelitian
Penelitian ini dilakukan mulai bulan Februari sampai dengan bulan
November 2006. Adapun wilayah penelitian ini dilaksanakan di PT. Asuransi
Takaful Indonesia Cabang Surakarta, yang beralamat di Jalan Slamet Riyadi,
No: 231 Surakarta.

B. Jenis Penelitian
Adapun jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research),
271

dimana peneliti mencari jawaban terhadap rumusan permasalahan yang
diteliti dengan menyesuaikan pada kondisi lingkungan penelitian yang
natural, dan keterlibatan peneliti yang minimal. Peneliti akan mendeskripsikan
data-data yang terkait dengan permasalahan dalam penelitian, kemudian
peneliti sebagai instrumen kunci melakukan penekanan makna terhadap
kondisi obyek alamiah yang diteliti secara kualitatif.
272


C. Data dan Sumber Data
Untuk memperoleh data yang obyektif dan valid, data yang dikumpulkan
adalah berupa data kualitatif yang terdiri dari sejumlah data primer dan data
sekunder.
1. Data Primer

271
Nur Indriantoro dan Bambang Supomo, Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi
dan Manajemen, Edisi Pertama, Yogyakarta, BPFE UGM, 1999, hal. 92.

272
Jogiyanto, Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman-Pengalaman,
Yogyakarta, BPFE UGM, 2004, hal. 5-7, dan Sugiyono, Metode Penelitian Bisnis, Bandung,
Alfabeta, 1999, hal. 8
53
clviii
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya
dan dicatat untuk pertama kalinya. Sumber data primer yang diambil dari
perusahaan ini meliputi pembayaran asuransi kesehatan, pembayaran
klaim asuransi kesehatan, gambaran umum perusahaan, visi dan misi
perusahaan (profil perusahaan), sumber lisan dari hasil wawancara
melalui indepth interview.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri
pengumpulannya oleh peneliti, yaitu sumber yang diperoleh secara tidak
langsung kepada pengumpul data, berupa arsip, jurnal, artikel, paper, dan
makalah-makalah yang berhubungan dengan obyek penelitian.
273
Data ini
juga didapat dari hasil membaca buku atau literatur pendukung lainnya,
buletin atau brosur-brosur mengenai asuransi kesehatan, buku-buku teks
mengenai pembayaran klaim asuransi kesehatan, dan penjelasan fatwa
DSN No. 2 Tahun 2001.

D. Teknik Pengumpulan Data
Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah:
1. Wawancara tidak terstruktur (indepth inerview), dimana peneliti
berusaha mendapatkan informasi tentang permasalahan yang ada pada
obyek secara face to face kepada pihak perwakilan perusahaan (manajer)
secara mendalam, dengan peserta asuransi kesehatan Takaful yang
telah menerima klaim dan peneliti tidak menggunakan pedoman
wawancara.
274


273
Ibid…, hal. 81, dan Sugiyono, Ibid…, hal. 129.

274
Sugiyono, Ibid…, hal. 132-133.
clix
2. Arsip (archifal) atau dokumentasi, dimana peneliti
mengumpulkan data dengan berusaha mencari data yang bersumber dari
arsip dan dokumen-dokumen baik dalam bentuk tertulis maupun tidak
tertulis dan sumber lain yang selaras dengan permasalahan dalam
penelitian.
275

3. Studi Pustaka, dimaksudkan untuk memperoleh landasan dasar
bagi analisa dan rumusan teori atau informasi lain yang ada hubungannya
dengan masalah yang diteliti.
276


E. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah penyederhanaan data dalam bentuk yang lebih praktis
untuk dibaca dan diinterpretasikan, yaitu diadakan pemisahan sesuai dengan
jenis dan masing-masing data, kemudian diupayakan analisanya dengan
menguraikan dan menjelaskan, sehingga data tersebut dapat diambil
pengertian dan kesimpulan sebagai hasil penelitian.
277
Adapun alur analisis
data dalam penelitian ini adalah:
1. Pendeskripsian Data
Pendeskripsian data dilakukan untuk mengetahui pembayaran klaim
asuransi Kesehatan pada PT. Asuransi Takaful Indonesia Cabang
Surakarta, data-data yang sudah terkumpul diberikan suatu penafsiran
kata-kata yang menjelaskan suatu keadaan dari pelaksanaannya.
Penjelasan tersebut diuraikan dengan keadaan yang sebenarnya, sesuai
dengan fakta yang ada di lapangan.
2. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
Pemeriksaan keabsahan data, dimana penulis menggunakan tekhnik atau
model triangulation, yaitu dengan membandingkan data hasil interview
dengan data dari studi pustaka dan dokumentasi. Model triangulation


275
Ibid….,

276
Deli Karjono, “Penentuan Kualitas Jasa Asuransi Takaful Keluarga Dengan
Menggunakan Metode Total Quality Management”, Skripsi Jurusan Manajemen, Tak Diterbitkan,
STIE IEU, Yogyakarta, 2002, hal.5

277
Winarso Surahmat, Pengantar Penelitian-Penelitian Dasar Metode Teknik, Bandung,
1989, hal. 34
clx
digunakan untuk mendapatkan hasil-hasil penelitian yang lebih terinci dan
mendalam.
278

3. Penarikan Kesimpulan
Penarikan kesimpulan diberikan untuk mengetahui dan mendeskripsikan
pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT. Asuransi Takaful
Indonesia Cabang Surakarta, serta kesesuaiannya dengan fatwa DSN
No. 2 Tahun 2001. Pemberian saran-saran untuk memberikan masukan-
masukan yang dapat meningkatkan serta mengembangkan kinerja dan
operasional perusahaan tersebut, serta pelayanan kepada nasabah
asuransi kesehatan PT. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta.




















278
Jogiyanto, Loc..cit…, hal. 9.
clxi
BAB IV
PEMBAHASAN




A. Gambaran Umum Obyek Penelitian
1. Sejarah Perusahaan
Menjelang didirikannya asuransi yang menggunakan sistem syariah
ini, umat Islam masih ragu dengan keberadaannya, maka untuk
meyakinkannya para pakar ekonomi Islam kemudian bersepakat
mendirikan Asuransi Takaful di Indonesia. Hal ini dilakukan dengan
memperhatikan perjalanan panjang asuransi syariah yang telah
dilaksanakan di Negara-negara lain. Karena asuransi syariah dengan
sistem takaful telah mampu membuktikan dalam operasinya dapat bersaing
dengan asuransi konvensional maka dibentuklah lembaga asuransi ini.
279

Asuransi Takaful didirikan atas prakarsa Cendekiawan Muslim
Indonesia, Yayasan Abdi Bangsa bersama Bank Muamalat Indonesia
dibantu oleh Departemen Keuangan, Asuransi Jiwa Tugu Mandiri dan
perorangan yang tertarik pada sistem ekonomi Islam membentuk Tim
Pembentukan Asuransi Takaful Indonesia yang kemudian popular dengan
nama TEPATI pada bulan Juli 1993. kemudian pada tanggal 24 Februari
diadakan penandatanganan akta pendirian PT. Syarikat Takaful
Indonesia.
280


279
Sahrawardi Lubis, Hukum Ekonomi Islam, Sinar Grafika, 2000, hal.82

280
Ibid….., hal.83
57
clxii
Secara kronologis, sebagaimana disebutkan dalam Modul
Pengetahuan Dasar Takaful, sejarah pendirian Asuransi Takaful dapat
digambarkan sebagai berikut:
27 Juli 1993 : Tim pembentukan Asuransi Takaful Indonesia
(TEPATI)

7-9 September 1993 : Studi Banding ke Malaysia
19 Oktober 1993 : Seminar syariah di Hotel Indonesia
20 Oktober 19993 : Technical Agreement TEPATI dan Syarikat
Takaful Malaysia (STM)

12 Desember 1993 : Pelatihan SDM I ke STM
12 Januari 1994 : MOU BMI dan STM
11 Maret 1994 : Peresmian PT.Syarikat Takaful Indonesia
16 April 1994 : Seminar Takaful di Bandung
17 April 1994 : Pelatihan SDM II untuk Asuransi Umum
19 April 1994 : Seminar Takaful di Jogjakarta
21 April 1994 : Seminar Takaful di Surabaya
5 Mei 1994 : Akte Pendirian PT. Asuransi Takaful Keluarga
(ATK)

24 Mei 1994 : Persetujuan prinsip PT. ATK
14 Agustus 1994 : Izin usaha PT. ATK
25 Agustus 1994 : Peresmian PT. ATK oleh Menkeu Bp.Mar’ie
Muhammad di Hotel Sahid Jaya Jakarta.

2 Juni 1995 : Peresmian PT.Asuransi Takaful Umum oleh
Menristek dan Ka. BPPT Bp. Prof.Dr. H.
B.J.Habibie.

Pada awalnya PT. Syarikat Takaful Indonesia didirikan dengan modal
bersama sebanyak Rp 80 milyar sedangkan modal setornya adalah Rp.16
milyar. Modal ini sebanyak 15% di pegang Bank Muamalat Indonesia (BMI)
clxiii
sedangkan sisanya dikuasai PT. Karya Abadi Bangsa yaitu perusahaan
yang menerbitkan Koran harian Republika.
281

Landasan pendirian Asuransi Takaful yaitu ajaran Islam yang mulia,
memerintahkan umat Islam untuk menyantuni sesama manusia yang
kehilangan harta benda, kematian kerabat, maupun musibah lainnya.
Tindakan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas (itsar),
serta tolong menolong (ta’awun) antar warga masyarakat, baik Muslim
maupun non Muslim. Dengan cara demikian rasa persaudaraan (ukhuwah)
akan semakin kokoh. Mereka yang tertimpa musibah tidak dirundung oleh
kesedihan yang berlarut-larut dan tidak memilki solusi dalam menghadapi
kehidupan, bahkan terhindar dari kemungkinan terpuruk dalam kemiskinan
atau kehilangan masa depan. Akan tetapi cara-cara penyantunan itu pun
harus sejalan dengan syariat Islam. Tidak boleh mengandung unsur gharar
(ketidak pastian), maysir (untung-untungan) dan hal-hal lain yang bersifat
ma’shiyat.
282

2. PT. Syarikat Takaful Indonesia
PT.Syarikat Takaful Indonesia adalah holding Company dari PT.
Asuransi Takaful Keluarga dan PT. Asuransi Takaful Umum. Beroperasi
sejak Februari 1994 berdasarkan izin operasional dengan akte pendirian:
SK Menteri Kehakiman RI. No. C2-6712 HT.01.01 tahun 1994. Surat izin
usaha perdagangan (SIUP): Menteri Keuangan RI.No.533/09-
01/PB/VII/2000.



281
Lubis, Op.cit, hal.84

282
Asuransi Takaful Indonesia, Op.cit, hal. 2.
clxiv
B. Visi, Misi dan Tujuan PT. Asuransi Takaful Indonesia
Pengembangan asuransi syariah dilakukan dengan mengacu pada
konsep bermuamalah secara Islami, oleh karena itu konsep tersebut harus
benar-benar diterapkan dalam operasionalnya. Berdasarkan nilai-nilai
syariah, visi pengembangan asuransi syariah di Indonesia adalah
terwujudnya sistem ekonomi yang kompetitif, efisien dan memenuhi prinsip
kehati-hatian agar mampu mendukung sektor riil secara nyata dan transaksi
riil dalam rangka penegakan keadilan sosial, tolong menolong dan menuju
kebaikan.
Visi: Takaful Indonesia adalah lembaga keuangan yang konsisten
menjalankan transaksi asuransi secara Islami. Operasional perusahaan
dilaksanakan atas dasar prinsip-prinsip syariah yang bertujuan memberikan
fasilitas dan pelayanan terbaik bagi ummat dan masyarakat Indonesia.
Sebagai perusahaan, Takaful akan berjuang dan berkembang untuk menjadi
perusahaan terkemuka.
Misi: Tetap konsisten sebagai lembaga ekonomi keuangan syariah
dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Adapun tujuan: Memberikan pelayanan yang terbaik, amanah dan
professional kepada umat Islam dan bangsa Indonesia.






clxv
C. Struktur Organisasi PT. Asuransi Takaful Indonesia
Gambar 2
Struktur Organisasi Asuransi Takaful Indonesia







Sumber: PT. Asuransi Takaful Indonesia


Keterangan:
1. Branch Manager
Bertanggung jawab dalam membuka pangsa pasar., pelaksanaan
produksi, yakni mengkoordinir pelaksanaan tugas bawahannya, dan
bertanggung jawab atas segala hal yang berkaitan dengan pemasaran.
2. Administrasi
Administrasi memiliki dua fungsi, yang pertama fungsi keuangan,
yakni yang bertugas melayani nasabah yang datang ke kantor untuk
kepentingan administrasi dan mengurusi penerimaan premi. Yang kedua
administrasi pemasaran, yang mengurusi kebutuhan marketing demi
kelancaran penjualan.




Junior Agent Junior Agent

Junior Agent

Senior
Agen
Administrasi kolektor Agent
manajer
Junior
Agent
Grup
representatif
Brand
Manajer

clxvi
3. Kolektor
Mempunyai tugas mengurusi pembayaran premi lanjutan untuk
nasabah. Dia memiliki kewenangan dalam melakukan penagihan premi
nasabah.
4. Group Representative (GR)
Memiliki tugas melakukan pemasaran untuk produk kolektif. GR
memiliki spesifikasi cooperate.
5. Agent Manager (AM)
AM bertugas melakukan pemasaran baik individu maupun
corporate. AM membawahi unit agen yang baru direkrut.
6. Senior Agent
Tugas dari senior agent adalah melakukan pemasaran baik itu
produk individu maupun kumpulan.
7. Yunior Agent
Melakukan pemasaran produk khusus individu. Pada umumnya,
semua bagian dalam perusahaan jasa asuransi asalah marketing. Oleh
karenanya setiap fungsionaris dapat melakukan kegiatan pemasaran
yakni mencari nasabah sebagai bentuk produktivitasnya. Hanya saja tiap
bagian tentu memiliki tugas khusus yang diembannya. Hal tersebut tidak
menutup kemungkinan untuk melakukan fungsi pemasaran. Bagian
adminstrasi, kolektor, AM, GR, SA, dan YA semuanya bertanggung jawab
kepada BM yang akan memberikan pertanggung jawabannya kepada
pusat, adapun susunan organisasi Asuransi takaful Indonesia adalah:


clxvii
a.Dewan Komisaris
Letjen TNI (Purn) Achmad Tirto Sudiro Komisaris Utama
Dato Moh.Fadzli Yusof Komisaris
B.S Kusmuljono Komisaris
Taib Rasak Komisaris
b.Dewan Direksi
Wan Zamri Wan Ismail Direktur Utama
c.Dewan Pengawas Syariah
Prof. K. H. Alie Yafie Ketua
H. M. Syafi’I Antonio, Mcc Anggota
DR. Drs. KH. Didin Hafidhuddin, MS Anggota
Prof. DR. Madya Sobri bin Salamon Anggota

Pimpinan dalam melakukan pengawasan dan meminta pertanggung
jawaban tugas yang telah diberikan pada masing-masing bagian. Struktur
organisasi PT. Asuransi Takaful Indonesia supervise Surakarta adalah
struktur organisasi yang hanya berbentuk lini. Secara skematis dapat
digambarkan sebagai berikut:















clxviii
Gambar 3
Struktur Organisasi PT. Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta












Sumber: Pt. Asuransi Cabang Surakarta
Struktur organisasi merupakan pola hubungan antara komponen atau
bagian dari organisasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembagian kerja
agar pelaksanaan fungsi pimpinan berjalan lancar. Susunan organisasi ini
memberikan gambaran bahwa pembagian tugas dan kewenangan disusun
menurut fungsi-fungsi pekerjaan tertentu yang dibutuhkan.

D. Pemegang Saham
Adapun pemegang saham pada PT. Asuransi Takaful Cabang
Surakarta diantaranya adalah sebagai berikut:




-PSDM
-Compensation
&HI
-Treasure
-Accaunting
-Investasi

-Ordinary
-Brancassuran
-Kesehatan
-Individu
-klaim
-Reasuransi
-Medical
Support
-Inkaso
-Ms
-Produk
Dev
-Suport
user
QSA
IT
Teknik Agen
development
Pemasaran
&
Operasional
Keuangan Umum SDM
Akuaria
BOD
(Dewan Dereksi)
MR-ISO Legal & Kesekretarisan
RM Derect
Business
Cabang
Teknik CS Retail CFC BAO KEU
Keterangan:
CS: Costumer
Service
RM: Regional
manajer
BAO: Brancar
Officer
Assurance
MS: Marketing
Support

clxix
Tabel 2
Daftar Pemegang Saham Pada PT. Asuransi Takaful Cabang Surakarta
Saham Prosentase
Syarikat Takaful Malaysia Berhad 66.000%
Islamic Development Bank 26.390%
PT.Permodalan Nasional Madani (Persero) 6.919%
PT.Bank Muamalat Indonesia 5.906%
PT.Karya Abdi Bangsa 0.102%
Koperasi Karyawan Takaful 1.062%
Pengusaha Muslim & pemegang saham lainnya 3.621%
Sumber: Dokumentasi PT. Asuransi Takaful Cabang Surakarta, 2005.

E. Anak Perusahaan PT. Syarikat Takaful Indonesia
Mengikuti ketentuan Undang-Undang No.2 Tahun 1992 tentang
usaha perasuransian, dimana perusahaan asuransi jiwa dan perusahaan
kerugian tidak dikelola oleh satu perusahaan dan harus didirikan secara
terpisah. Maka PT.Syarikat Takaful Indonesia sebagai Holding Company
membentuk dua perusahaan asuransi secara terpisah, yaitu: PT.Asuransi
Takaful Keluarga dalam bidang asuransi jiwa dan PT. Asuransi Takaful
Umum dalam bidang asuransi kerugian.
1. PT. Asuransi Takaful Umum
PT. Asuransi Takaful Umum adalah perusahaan asuransi kerugian
yang beroperasi berlandaskan nilai-nilai syariah. beroperasi sejak 1995
berdasarkan izin operasional dengan akte pendirian: SK Menteri
Kehakiman RI No. C2-18.286. HT. 01. 01 Tahun 1994. izin usaha
perasuransian: SK Menteri Keuangan RI No.247/KMK.017/1995.


clxx
a. Prinsip dan Filosofi
Segala musibah dan bencana yang menimpa manusia merupakan
qadha dan qadar Allah SWT. Namun manusia wajib berikhtiar
memperkecil resiko yang ditimbulkan. Salah satunya adalah dengan
cara menabung. Akan tetapi, upaya tersebut seringkali tidak memadai
karena resiko yang ditanggung lebih besar dari yang diperkirakan.
Takaful sebagai asuransi yang bertumpu pada konsep tolong
menolong dalam kebaikan dan ketakwaan serta perlindungan yang
menjadikan semua peserta asuransi sebagai keluarga besar yang
saling menjamin dan menanggung resiko satu sama lain.
b. Pemegang Saham
PT. Syarikat Takaful Indonesia 51.93%
Koperasi Karyawan Takaful 0.19%
ATK 47.88%
c. Struktur Organisasi PT. Asuransi Takaful Umum
Dewan Komisaris
Taib Razak Komisaris Utama
Aris Mufti Komisaris
Bachrum M.Nasution Komisaris
Wan Zamri Wan Ismail Komisaris
d. Produk-Produk Asuransi Takaful Umum
1) Takaful Kebakaran (Fire Insurance)
2) Takaful Kendaraan Bermotor (Motorized Vehicle
Insurance)
3) Takaful Kecelakaan Diri (Personal Accident Insurance)

clxxi

2. PT. Asuransi Takaful Keluarga
PT.Asuransi Takaful Keluarga adalah perusahaan asuransi jiwayang
beroperasi berlandaskan nilai-nilai syariah. beroperasi sejak 1994
berdasarkan izin operasional dengan akte pendirian: SK Menteri
Kehakiman RI No. C2-9583. HT. 01. 01 Tahun 1994. izin usaha
perasuransian: SK Menteri Keuangan RI No.385/KMK.017/1994.
a. Prinsip dan Filosofi
Segala musibah dan bencana yang menimpa manusia
merupakan qadha dan qadar Allah SWT. Namun manusia wajib
berikhtiar memperkecil resiko yang ditimbulkan. Salah satunya adalah
dengan cara menabung. Upaya tersebut seringkali tidak memadai
karena resiko yang ditanggung lebih besar dari yang diperkirakan.
Takaful sebagai asuransi yang bertumpu pada konsep tolong
menolong dalam kebaikan dan ketakwaan serta perlindungan yang
menjadikan semua peserta asuransi sebagai keluarga besar yang
saling menjamin dan menanggung resiko satu sama lain. Sistem ini
diatur dengan meniadakan maysir, gharar, dan riba.
b. Pemegang Saham
PT.Syarikat Takaful Indonesia99.94%
Koperasi Karyawan Takaful 0.06%

c. Struktur Organisasi
Dewan Komisaris
Dato’ Mohd. Fadzli YusofKomisaris Utama
Wiwin P.SoedjitoKomisaris
M.HarisKomisaris
clxxii
Wan Zamri Wan IsmailKomisaris
Dewan Direksi
Agus HaryadiDirektur Utama
m.Aminuddin IsmailDirektur

3. Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta
a. Sejarah
PT.Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta didirikan dan
mulai beroperasi pada tahun 1998, yang dilandasi oleh ajaran Islam
untuk saling tolong menolong antar sesame yang membutuhkan atau
tertimpa suatu musibah.
PT. Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta yang
berkantor di Jl. Slamet Riyadi ini telah memberikan layanan jasa
asuransi jiwa dan mempunyai beberapa produk yaitu 3 produk
Asuransi Takaful Keluarga dengan unsur tabungan serta 3 produk
Asuransi Takaful Keluarga Tanpa Unsur Tabungan.
b. Produk-Produk Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta
1) Produk Asuransi Takaful Keluarga (Unsur Tabungan)
a) Takaful Dana Investasi (Fuldana)
b) Takaful Dana Haji (Fulhaji)
c) Takaful Dana Siswa (Fulsiswa)
2) Produk Asuransi Takaful Keluarga (Tanpa Unsur Tabungan)
a) Takaful Kesehatan
b) Takaful Kecelakaan Diri
c) Takaful Al-Khairat Individu


clxxiii

F. Produk-Produk PT. Asuransi Takaful Indonesia
Produk asuransi dibagi menjadi dua bagian diantaranya yaitu: Produk
asuransi individu dan asuransi kumpulan dengan spesifikasi sebagai berikut:
1. Produk Asuransi Individu
Produk asuransi individu pada asuraransi takaful meliputi:
a. Takaful Dana Investasi
Merupakan program yang diperuntukan bagi mereka yang
merencanakan pengumpulan dana untuk bekal di hari tua.
b. Takaful Dana Haji
Program yang diperuntukan bagi masyarakat yang menginginkan
perencanaan pengumpulan dana untuk naik haji.
c. Takaful Dana Siswa
Program yang diperuntukan bagi masyarakan yang bermaksud
untuk menyediakan dana untuk putra-putrinya sampai sarjana.
d. Takaful Kesehatan
Program yang diperuntukkan bagi masyarakat yang bermaksud
untuk menyediakan dana santunan rawat inap dan operasi.
e. Takaful Al-Khairat
Program yang memberikan santunan kepada ahli waris peserta
apabila peserta ditakdirkan meninggal pada masa perjanjian.
f. Takaful Kecelakaan Diri
Program yang ditujukan kepada mereka yang bermaksud
menyediakan santunan bila mengalami musibah karena kecelakaan
dalam masa perjanjian.
clxxiv


2. produk Asuransi Kumpulan
a. Takaful Pembiayaan
Program yang memberikan jaminan pelunansan sisa hutang bila
yang bersangkutan ditakdirkan meninggal dalam masa perjanjian.
b. Takaful Al-Khairat
Program yang memberikan santunan kepada ahli waris peserta bila
peserta bila peserta ditakdirkan meninggal dalam masa perjanjian.
c. Takaful Kecelakaan Diri Kumpulan
Program ditujukan untuk perusahaan yang bermaksud untuk
menyediakan santunan kepada karyawan apabila karyawan mengalami
musibah karena kecelakaan pada masa perjanjian.
d. Takaful Kecelakaan Siswa
Program ditujukan kepada sekolah yang bermaksud menyediakan
santunan kepada siswa atau pesertanya bila mengalami musibah karena
kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap total maupun sebagian
atau meninggal.
e. Takaful Perjalanan Haji dan Umrah
Program yang ditujukan bagi jamaah haji atau umroh yang
bermaksud menyediakan santunan untuk ahli waris jamaah bila peserta
meninggal sewaktu menjalankan ibadah haji atau umroh.
f. Takaful Wisata dan Perjalanan
Program yang ditujukan untuk biro perjalanan dan wisata yang
bermaksud menyediakan santunan kepada pesertanya bila mengalami
clxxv
musibah karena kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap total,
sebagian atau meninggal selama wisata atau perjalanan.
g. Takaful Kesehatan (Fulmedicare)
Program asuransi kesehatan kumpulan bagi organisasi atau badan
usaha yang memberikan penggantian biaya pengobatan bila peserta
jatuh sakit.


G. Program Asuransi Kesehatan Kumpulan
Program asuransi kesehatan kumpulan dibagi menjadi dua, antara
lain:
1. Program Utama
Program ini sering disebut inpatien (IP) yang memberikan jaminan
terhadap biaya-biaya yang timbul karena peserta dirawat inap di rumah
sakit, meliputi: biaya kamar dan akomodasi, biaya ruang ICU, biaya
aneka perawatan, biaya operasi, biaya dokter anastesi, biaya sewa kamar
operasi, biaya kunjungan dokter, biaya konsultasi dokter ahli, biaya
pemeriksaan sebelum dan sesudah rawat inap, biaya ambulance, biaya
perawatan gigi darurat karena kecelakaan, biaya operasi yang tidak
membutuhkan penginapan.
Ukuran yang digunakan pada program perawatan inap dan operasi
selalu mengacu pada biaya kamar perawatan dan akomodasi perhari
rumah sakit, sehingga pada kartu peserta tertulis misalnya IP-100, artinya
bahwa peserta yang memegang kartu tersebut mempunyai plafon biaya
kamar perawatan dan akomodasi di rumah sakit perhari Rp.100.000,-

clxxvi


2. Program Tambahan /
Suplemen
Program tambahan ini merupakan program pendukung dari program
utama dan program tersebut hanya bisa diambil bila program utamanya
diikuti. Program ini terdiri dari tiga macam program, antara lain:
a. Program Rawat Jalan, yaitu mengganti biaya konsultasi pada dokter
umum, biaya dokter spesialis, biaya obat-obatan, biaya fisioterapi dan
biaya penunjang diagnostik. Program ini sering disebut dengan Out
Patien atau disingkat dengan OP. Dalam kartu peserta tertulis OP-10.
maksudnya ialah besarnya biaya konsultasi dengan dokter umum
sekali kunjungan perhari sebesar Rp.10.000,-. Pihak Takaful
menetapkan coinsurance
283
sebesar 20% sehingga perusahaan
hanya membayar ganti rugi 80% dari kuitansi atau sebesar maksimal
manfaat asuransi.
Contoh coinsurance pada rawat jalan:
1). Tuan A mengikuti program rawat inap (IP-100) dengan program
tambahan rawat jalan (OP-10). Pada suatu ketika Tuan A
melakukan konsultasi pada dokter umum dengan menghabiskan
biaya konsultasi Rp.10.000,-. Peserta akan menanggung sendiri
biayanya sebesar Rp.10.000,- x 20% = Rp.2.000,-. Sedangkan
Takaful akan mengganti sebesar Rp.8.000,-

283
Coinsurance merupakan pembebanan biaya perawatan yang harus dibayar sendiri oleh
peserta dimana diterapkan perkejadian dan pemotongannya dilakukan secara langsung dengan
mengurangi penggantian kerugian yang menjdi haknya, Abbas Salim, Asuransi dan Manajemen
Resiko, Hal 120.
clxxvii
2). Tuan C mengikuti program rawat jalan (OP-10). Pada suatu
ketika Tuan C melakukan konsultasi pada dokter umum dengan
menghabiskan biaya konsultasi Rp.50.000,-. Perusahaan hanya
akan mengganti sebesar Rp.10.000,- karena Rp.50.000,- x 80% =
Rp.45.000,- biaya ini melebihi batas maksimal manfaat Tuan C
sebesar Rp.10.000,-. Jadi dalam kasus ini Takaful hanya
membayar sampai batas maksimal manfaat Tuan C yaitu
Rp.10.000,-.
b. Rawat Gigi, yaitu mengganti biaya perawatan umum, biaya perawatan
gusi, biaya pencegahan, biaya perawatan komplek, biaya perawatan
perbaikan dan biaya untuk gigi palsu.
c. Kacamata, yaitu mengganti biaya bingkai kacamata dan lensa dengan
waktu tunggu enam bulan khusus untuk bingkai kacamata. Dalam
pengantian ini harus berdasarkan indikasi medis.
d. Persalinan, yaitu mengganti biaya persalinan normal maupun operasi,
keguguran dengan indikasi medis serta persalinan di rumah.

H. Analisis Data
1. Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi Takaful Kesehatan Kumpulan
Prosedur yang harus dilakukan oleh peserta untuk mengajukan klaim
peserta diharuskan menjadi pasien pada provider-provider PT Asuransi
Takaful, kemudian menggunakan rekomendasi Provider melanjutkan
pengajuan klaim ke pihak asuransi takaful di mana nasabah membayar polis.
Adapun pengajuan klaim pada rumah sakit non provider, dengan prosedur
sebagai berikut:

clxxviii



Gambar 4
Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi Takaful Kesehatan Kumpulan






Sumber: PT. Asuransi Takaful, Cabang Surakarta, Tahun 2006.


Mendapatkan pelayanan untuk klaim oleh nasabah harus melalui
tahapan-tahapan yang merupakan ketetapan miliki PT Asuransi Takaful,
adapun berkas-berkas yang pengajuan klaim diantaranya adalah:
a. Formulir Klaim (disediakan oleh Asuransi Takaful).

b. Kwitansi-kwitansi asli beserta perinciannya (copy resep
dan bukti penunjang lainya).
c. Surat keterangan medis dari dokter yang memeriksa
atau Rumah Sakit tempat peserta dirawat tentang diagnosa penyakit
(kondisi pasien).
c. Surat keterangan sebab terjadinya kecelakaan dari instansi yang
berwenang (khusus bila terjadi kecelakaan lalu lintas).
d. Nomor rekening dan nama peserta atau pemegang polis,
bila pembayaran klaim ingin ditransfer melalui bank.
Adapun jenis-jenis pelayanan dan biaya yang tidak dijamin dalam
program ini adalah:
Peserta Jatuh Sakit

Rumah Sakit Non
Provider
Pengajuan Klaim
Menerima Pelayanan
Membayar Pulang
clxxix
a. Biaya pengobatan yang sudah mendapatkan penggantian dari asuransi
atau pihak lain.
b. Peperangan dan bencana alam, peserta aktif dari demontrasi, huru-hara,
kerusuhan, pengacauan dan kekacauan, perbuatan terror,
pemberontakan, cedera atau penyakit yang disebabkan oleh perbuatan
sendiri dan obat terlarang.
c. Cedera yang disebabkan olahraga berbahaya, misalnya: panjat
gunung/tebing, arung jeram, hang-gliding, balap mobil/motor, menyelam,
parasut, tinju, akrobatik, gantole, terbang layang.
d. Penyakit hubungan seksual seperti AIDS (Acquired Immuno Deficiency
Syndrome) dan ARC (AIDS Relative Complex), HIV, Gonorrhea, Syphilis,
dan lainnya serta segala akibatnya.
e. Pengobatan dan tindakan medis yang masih dikategorikan eksperimen
misalnya: Therapy ozon, Hyperbaric Therapy, tindakan laser Eximer dll,
pengobatan akupuntur, dan tempat perawatan tradisional.
f. Pengobatan cacat bawaan atau kelainan congenital/herediter (bawaan
dari lahir) misalnya hernia, VSD, ASD, debil (idiot), embicil (lebih idiot),
mongoloid, cretinism (kerdil), thallasemia (kanker darah), haemophilia,
operasi bibir sumbing, dan cacat bawaan lainnya.
g. Pemeriksaan fisik secara berkala (medical check-up).
h. Setiap pengobatan yang bukan berdasarkan indikasi medis atau tidak
diperlukan secara medis, perawatan atau tindakan medis yang bersifat
kosmetik.
clxxx
i. Pengobatan dan tindakan medis yang dilakukan oleh keluarga dekat
peserta atau oleh seseorang tinggal dalam serumah atau bekerjasama
dengan peserta.
j. Perawatan dan pengobatan gigi (kecuali akibat kecelakaan dan atau
mengikuti program tambahan rawat gigi).
k. Proses kehamilan, segala penyakit yang berhubungan dengan kehamilan,
melahirkan, aborsi tanpa indikasi medis (kecuali mengikuti program
tambahan melahirkan) tindakan untuk mendapatkan kesuburan,
pemakaian alat kontrasepsi dan segala jenis imunisasi/vaksinasi.
l. Radiasi dan kontaminasi yang bersifat massal.
m. Pembelian obat-obatan tanpa resep dokter dan semua multivitamin.
n. Pemberian alat Bantu (protesa), misalnya protesa tangan, protesa mata,
protesa kaki, dan alat Bantu pendengaran.
o. Pemberian kacamata (kecuali mengikuti program tambahan kacamata),
pemeriksaan refraksi mata untuk kebutuhan kacamata.
p. Home Nursing (Perawatan di rumah) atau untuk perawatan pribadi.
q. Operasi Jantung, alat pacu jantung, tranplantasi organ tubuh termasuk
sumsum tulang, haemodilisa (cuci darah), pengobatan yang bersifat
kronis.
r. Jasa-jasa non medis yang diberikan oleh rumah sakit dan tidak ada
hubungannya dengan pengobatan, seperti biaya telepon, fax, salon,
video, alat-alat kesehatan seperti thermometer, ice-up, warm water zak,
dan sebagainya.
s. Pengobatan terhadap penyakit kejiwaan/psikologis atau gangguan mental
(mental disorder) dan gangguan syaraf lainnya.
clxxxi

2. Sistem Pembayaran Klaim Asuransi Takaful Kesehatan

Sistem pembayaran yang diberikan pihak PT. Asuransi Takaful ada
dua macam, yakni:
a. Sistem pembayaran provider, sistem pembayaran dimana peserta
ketika menjalani perawatan di rumah sakit yang menjadi rekan takaful
tidak perlu membayar tagihan biaya rumah sakit. Semua biaya tersebut
ditanggung oleh pihak PT. Takaful.
b. Sistem pembayaran Reimbursemen, yakni peserta
membayar terlebih dahulu semua tagihan biaya rumah sakit sebagai
akibat dari mendapat pelayanan rawat inap rumah sakit tersebut.
Kemudian peserta mengajukan klaim takaful.

Masing-masing sistem pembayaran di atas memiliki kelebihan dan
kekurangan. Kelebihan sistem provider ialah peserta tidak perlu
mengeluarkan uang, karena semua biaya akan ditanggulangi oleh Takaful.
Kerugiannya peserta tidak mempunyai kebebasan untuk memilih rumah sakit
yang diinginkannya. Sedangkan kelebihan pada sistem pembayaran
reimbursemen adalah peserta bebas memilih rumah sakit yang disukainya
sedangkan kelemahannya peserta harus mengeluarkan uang terlebih dahulu
dan tidak jarang pihak rumah sakit meminta uang jaminan di muka sebelum
memberikan perawatan inapnya.
Kelebihan biaya perawatan yang dipakai oleh peserta yang menjadi
haknya pada sistem pembayaran kesehatan provider merupakan ekses
klaim. Pada umumnya ekses klaim yang paling banyak terjadi pada jenis
manfaat “Aneka Perawatan” yang meliputi obat-obatan, alat kesehatan,
clxxxii
transfuse darah, pemeriksaan laboratorium, biaya administrasi dan lain-lain.
Terhadap ekses klaim perusahaan akan melakukan tagihan kepada peserta
melalui pemegang polis. Guna menghindari ekses klaim yang mungkin terlalu
besar, anjuran perusahaan pada peserta dalam mengkonsumsi pelayanan
kesehatan rawat inap menyesuaikan dengan plafon/program yang menjadi
kewajibannya.
Apabila peserta mengambil kelas perawatan diatas kelas atau
jaminan yang menjadi hak penentuan kamar dan makan yang ditentukan,
dalam pengukurangya mengunakan rumus Pro-Rata, sebagaimana dibawah
ini:
Harga kamar sesuai plan
Penggantian = x Tagihan
Harga kamar yang diambil

Pengunaan rumus di atas apabila peserta mendapatkan penggantian
manfaat tidak melebihi hak yang telah ditetapkan dan perusahaan
memberikan penggantian sesuai hak peserta.
Pada asuransi Takaful Kesehatan Kumpulan, nilai penggantian klaim
tergantung dari manfaat yang diambil serta perawatan yang dijalani. Adapun
nilai penggantiannya antara lain sebagai berikut:
a. Rawat inap 100% dari nilai kwitansi, maksimum sesuai nilai
manfaat yang menjadi haknya.
b. Rawat jalan 80% dari nilai kwitansi, maksimum sesuai nilai
manfaat yang menjadi haknya.
c. Rawat Gigi 80% dari nilai kwitansi, maksimum sesuai nilai manfaat
yang menjadi haknya.
clxxxiii
d. Persalinan 100% dari nilai kwitansi, maksimum sesuai nilai
manfaat yang menjadi haknya.
e. Kacamata 80% dari nilai kwitansi, maksimum sesuai nilai manfaat
yang menjadi haknya.
Jumlah peserta asuransi dan peserta penerima klaim mulai tahun
2004 s/d tahun 2005 adalah sebagai berikut:
Tabel 3
Jumlah Peserta dan Penerima Klaim
Tahun
Jumlah
Peserta
Jumlah Premi
(Rp)
Jumlah Peserta
Penerima Klaim
Jumlah Klaim
(Rp)
2004 682 171.568.700 40 38.724.714
2005 188 45.134.850 18 23.415.950
Sumber: PT. Asuransi Takaful, Cabang Surakarta, Tahun 2006.

Dalam rangka menganalisa besarnya pembayaran klaim asuransi
yang diterima oleh peserta dari Asuransi Takaful Surakarta dilakukan
wawancara dengan peserta asuransi, dengan hasil sebagai berikut:











clxxxiv




Tabel 4
Jumlah Klaim Asuransi yang Diterima Peserta Asuransi Kesehatan
Tahun 2005
(Dalam Ribuan Rupiah)
No Jenis
Perawatan
Biaya
Pengobatan
Jumlah
Penggantian
Plafon
Max
1. Rawat Inap ** 1.231 560 560
2. Pembelian Kacamata 525 140 140
3. Rawat Inap & operasi
usus buntu
7.000 4.200 4.297
4. Rawat Inap ** 465 170 170
5. Rawat Inap 1.500 550 560
6. Pembelian Kacamata 400 140 140
7. Persalinan Normal 2.000 1.250 1.250
8. Rawat Inap & operasi
hernia
5.000 4.500 4.805
9. Rawat Inap & operasi
Porstat
6.000 5.000 5.225
10. Pembelian kacamata 300 140 140
11. Persalinan Cesar 5.000 1.650 1.650
12. Perawatan Gigi 100 100 195
13. Rawat Inap ** 1.300 700 700
14. Persalinan Normal 1.500 1.250 1.250
15. Operasi tanpa Rawat
Inap (bisul/uci-uci)
200 200 400
16. Rawat Inap & operasi
amandel
2.000 2.000 2.575
17. Rawat Inap 1.350 560 560
18. Pembelian Kacamata 250 140 140
JUMLAH 35.571 23.240 24.757
Sumber: Analisa Data Primer
Keterangan: ** Pembayaran Provider
clxxxv
Tabel 4: Menunujukkan bahwa penggantian klaim biaya pengobatan
yang diterima peserta tergolong rawat inap sebanyak 27,8%; Rawat Inap dan
operasi sebanyak 22,2%; Pembelian Kacamata 22,2%; persalinan 16,8%;
Perawatan Gigi 5,5% dan Operasi Tanpa Rawat Inap 5,5%. Adapun jumlah
penggantian klaim yang diterima peserta sejumlah Rp.23.240.000,-. Dengan
demikan jika dibandingkan dengan data yang tercatat pada PT.Asuransi
Takaful Indonesia Cabang Surakarta sejumlah Rp.23.415.950, maka terdapat
selisih Rp.175.950,- (0.75%). Hal ini disebabkan karena peserta tidak
memiliki arsip kwitansi tentang besarnya klaim asuransi yang dibayarkan oleh
pihak Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta, dalam menjawab
pertanyaan hanya mengandalkan daya ingatnya saja, sehingga wajar apabila
terjadi perbedaan data.
Total biaya pengobatan peserta sejumlah Rp. 35.571.000,- atau lebih
besar Rp.12.331.000,- (34.7%) jika dibandingkan dengan jumlah penggantian
klaim asuransi sebesar Rp. 23.240.000,-. Peserta yang berobat ke rumah
sakit rekanan sebanyak 3 orang (16.8%) mengalami ekses klaim
menggunakan sistem pembayaran provider, yang lainnya 15 orang (83.2%)
berobat di luar rumah sakit rekanan menggunakan sistem pembayaran
reimbursemen. Data diatas menunjukkan bahwa klaim asuransi yang
dibayarkan berbeda jumlahnya tergantung pada besarnya premi.
Berdasarkan pendapat dari peserta, seluruhnya menyatakan bahwa
pembayaran klaim asuransi kesehatan pada Asuransi Takaful Surakarta
sudah sesuai dengan aqad yang tertulis di awal perjanjian.

3. Interpretasi Kesesuaian Aplikasi Pembayaran Klaim Asuransi
Takaful Kesehatan Kumpulan dengan Fatwa DSN No. 21 Tahun 2001
clxxxvi
Klaim yang diajukan oleh nasabah PT. Asuransi Takaful Cabang
Surakarta merupakan permintaan peserta atau ahli warisnya maupun pihak
lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas terjadinya
kerugian sebagaimana yang diperjanjikan, atau aplikasi oleh peserta untuk
memperoleh pertanggungan atas kerugiannya yang tersedia berdasarkan
perjanjian yang disepakati oleh peserta dan pihak PT. Asuransi Takaful
Cabang Surakarta, dalam hal ini PT. Asuransi Takaful Cabang Surakarta
mengacu pada sistem yang berlaku yang ditetapkan. Dengan demikian
sesuai dengan fatwa DSN No.21 Tahun 2001, klaim asuransi kesehatan
dibayarkan berdasarkan aqad Tijarah dan Tabarru’.
Prosedur klaim pada asuransi kesehatan perusahaan memiliki
kecepatan dan kejujuran dalam menilai suatu klaim. Adapun prosedur klaim
yang dianjurkan, antara lain pemberitahuan klaim (biasanya dengan bukti
lisan dan diperkuat dengan laporan tertulis), bukti klaim kerugian
(menyerahkan klaim tertulis dengan melengkapi lembaran klaim standar yang
dirancang khusus untuk masing-masing class of business), penyelidikan
(melakukan survey ke lapangan atau menunjuk independent adjuster, dimana
laporan akan dijadikan dasar apakah klaim dijamin oleh polis atau tidak),
penyelesaian klaim (kesepakatan melalui tahapan-tahapan yang memang
merupakan ketetapan baku yang dimiliki PT Asuransi Takaful, adapun
berkas-berkas yang pengajuan klaim diantaranya: Formulir klaim, kwitansi-
kwitansi asli beserta perinciannya, surat keterangan medis dari dokter yang
memeriksa atau rumah sakit tempat peserta di rawat tentang diagnosa
penyakit, nomor rekening dan nama peserta atau pemegang polis, bila
pembayaran klaim ingin ditransfer melalui bank.
clxxxvii
Sumber pembayaran klaim pada asuransi syariah diperoleh dari klaim
dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada awal perjanjian, klaim
dapat berbeda dalam jumlah, sesuai dengan premi yang dibayarkan, klaim
atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta, dan merupakan
kewajiban perusahaan untuk memenuhinya, klaim atas akad tabarru’,
merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan, sebatas
yang disepakati dalam akad. Rekening tabarru’, yaitu iuran kebajikan yang
telah diniatkan oleh peserta untuk dana saling tolong menolong apabila ada
peserta lain yang terkena musibah, klaim yang dibayarkan perusahaan
adalah kewajiban imbal balik peserta yang diatur dalam akad atau perjanjian
asuransi, yaitu peserta berkewajiban membayar sejumlah premi sebagai
tertanggung dan perusahaan berkewajiban untuk membayar klaim sebagai
penanggung apabila peserta mengalami musibah atau jatuh tempo.
Dengan demikian, PT. Asuransi Takaful Cabang Surakarta menjalankan
ketentuan-ketentuan yang dianjurkan dan sesuai dengan fatwa Dewan
Syariah Nasional No. 21/DSN-MUI/X/2001 tentang pedoman umum Asuransi
Syariah, dijelaskan pada pasal ketujuh yaitu:
a. Klaim atas aqad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta, dan
merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya. Pada dasarnya
aqad tijarah yang digunakan asuransi Takaful sama dengan prinsip
mudharabah, dimana peserta bertindak sebagai sohibul mal sedangkan
asuransi Takaful sebagai mudharib, dengan bagi hasil 60:40 (60%
untuk asuransi dan 40% untuk peserta). Apabila sampai akhir perjanjian
peserta tidak mengajukan klaim meninggal dunia, maka 60% bagian
clxxxviii
keuntungan tersebut diberikan kepada perusahaan/organisasi
pemegang polis.
b. Klaim atas aqad tabarru’, merupakan hak peserta dan merupakan
kewajiban perusahaan, sebatas yang disepakati dalam aqad. Aqad
tabarru’ ini sengaja dihibahkan untuk tujuan saling tolong menolong
ketika peserta lain mengalami musibah, dimana peserta sebagai
pemberi hibah sedangkan pihak asuransi sebagai pengelola hibah.
c. Klaim dapat berbeda dalam jumlah, sesuai dengan premi yang
dibayarkan.
















clxxxix
BAB V
PENUTUP




A. Kesimpulan
Dari pembahasan diatas, maka penulis dapat mengambil kesimpulan
bahwa:
c. Sistem pembayaran klaim asuransi kesehatan yang
diberikan oleh pihak PT. Asuransi Takaful dengan dua macam, yaitu
pembayaran secara provider dan reimbursmen. Jumlah klaim asuransi
yang diterima oleh peserta asuransi kesehatan tahun 2005,
menunnjukkan bahwa dari 18 peserta hanya sebanyak 3 orang (16.8%)
saja yang menggunakan sistem pembayaran provider. Sedangkan 15
peserta lainnya atau sekitar 83.2% menggunakan sistem pembayaran
reimbursmen. Maka dapat disimpulkan bahwa PT.Asuransi Takaful masih
sedkit menjalin kerjasama dengan rumah sakit-rumah sakit yang berada
di Indonesia.
d. Asuransi Kesehatan merupakan produk non saving dari
PT.Asuransi Takaful Indonesia, maka pembayaran klaim menggunakan
akad tabarru’, dimana akad tabarru’ tersebut sudah tertulis di awal
perjanjian dan akan dibayarkan sesuai dengan nisbah yang telah
disepakati kedua belah pihak. Sedangkan dari hasil penelitian
membuktikan bahwa, pembayaran klaim asuransi kesehatan pada
PT.Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta menggunakan akad
tabarru’ dengan skema mudharabah. Adapun akad mudharabah ini
termasuk salah satu akad tijarah selain akad wadiah, akad wakalah, dan
cxc
akad musyarakah. Dimana dalam pembagian bagi hasilnya adalah 40%
untuk peserta dan 60% untuk perusahaan. Hasil penelitian juga
menunjukkan bahwa, jumlah nominal pembayaran klaim asuransi
kesehatan antara peserta yang satu dengan peserta yang lainnya tidak
sama, karena pembayaran klaim tergantung dari beberapa hal, antara
lain: besarnya premi yang dibayarkan oleh peserta, jenis plan yang dipilih,
dan jenis perawatan yang dimabil oleh peserta.
Jadi, hasil penelitian diatas apabila dibandingkan dengan fatwa DSN
No.21 Tahun 2001 pasal ketujuh, maka dapat diambil kesimpulan bahwa
pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT.Asuransi Takaful
Indonesia Cabang surakarta sudah menjalankan ketentuan-ketentuan
yang dianjurkan dan sesuai dengan fatwa DSN No.21 Tahun 2001.

B. Keterbatasan penelitian
Adapun keterbatasan penelitian ini adalah:
Tertutupnya pihak asuransi khususnya dalam hal pemberian arsip
kwitansi, sehingga pada saat interview dengan peserta, peserta hanya
mengandalkan daya ingatnya dalam menjawab pertanyaan mengenai jumlah
biaya pengobatan/perawatan yang telah dijalaninyad.

C. Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka sebagai bagian
akhir dari tulisan ini penulis memberikan saran:
1. Terkait dengan pembagian nisbah dalam pembayaran klaim,
seharusnya nilai prosentase yang diberikan kepada peserta lebih
besar dibandingkan dengan nilai prosentase untuk perusahaan,
cxci
mengingat peserta sudah terkena pembebanan biaya pengelolaan
atau loading sebesar 30% pertahun. Walaupun loading diperbolehkan
oleh DSN, akan lebih baik apabila premi peserta tidak dipotong
dengan loading, sehingga produk asuransi kesehatan lebih banyak
diminatai oleh masyarakat.
2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta lebih banyak
menggunakan sistem pembayaran klaim reimbursmen, maka
hendaknya PT. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta lebih
menambah jalinan kerjasama dengan rumah sakit-rumah sakit yang
berada di wilayah Surakarta, agar peserta lebih mudah untuk
mendapatkan pelayanan di rumah sakit rekanan Takaful.

CABANG SURAKARTA

Skripsi

Diajukan untuk memenuhi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Islam

Disusun oleh :

FLORA OKTALIA.S.
NIM: 30.01.3.5.014

Surakarta, 11 Januari 2007 Diajukan dan Disahkan Oleh:

Marita Kusuma Wardani, SE NIP: 150.314.657

ANALISIS PEMBAYARAN KLAIM ASURANSI KESEHATAN PADA ASURANSI TAKAFUL INDONESIA

ii

CABANG SURAKARTA
Disusun Oleh :

FLORA OKTALIA.S.
NIM: 30.01.3.5.014 Telah di pertahankan di depan Dewan Penguji Skripsi Jurusan Ekonomi Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Surakarta, Pada hari Kamis Tanggal 11 Januari 2007 Dan dinyatakan telah memenuhi persyaratan guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Islam Surakarta, 8 Februari 2007 Mengetahui

Ketua Sidang

Sekretaris Sidang

H.Shalahudin Sirizar, M.Ag NIP: 150369024 Penguji I

Septin Puji Astuti, S.Si, MT NIP: 150370257 Penguji II

Drs. Azis Slamet Wiyono, MM NIP: 131611007

Fitri Wulandari, SE, M.Si NIP: 150291030

Ketua Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta

M. Rahmawan Arifin, SE, S.Ag, M.Si. NIP: 150318645

PERSEMBAHAN

iii

Kupersembahkan karyaku ini teruntuk : “Bapak. serta mewujudkan sesuatu yang telah terlewati “MbahTi” Yang tidak pernah lelah mendoakanku “Aan Ardiansyah” That have lighting my day and giving me soul with Your eternal faith. membesarkan. Ibu Tersayang” Yang senantiasa menuturkan petuah hidup. merawat. (Lo L’Amo) iv . membimbing dan mengayomi-ku dengan penuh kasih dan sayang.

MOTTO♥ ♥ “Never Stop Dreaming and Make a Dream Come True” v .

Key Word :Health Insurance.2001. references. And the kind of this research is feald observe with descriptive qualitative approach. That is for researching compatibility claim payment of health insurance at ATK with fatwa of DSN No. But it needed service improvements in order for progress the company. 2001.ABSTRACT Health Takaful Insurance is a program of insurance that give compensatory of treatment fee of lodge treatment and operation in hospital that proposed to individual. archives. This health Takaful Insurance is most related with problem of payment of participant claim. such as: creating more relation with hospitals that was international grade. while data gathering technique consist of interview indepth. From the research. therefore writer can get a conclusion that payment health insurance claim that was done by takaful side has fulfilling the fatwa rule DSN No 2. data and data source were got from primary data data and secondary data. company employees and members of organization. Claims ] vi . So this matter that be urgent of this research done.2.

KATA PENGANTAR

Alhamdulilahirrobbil”alamiin, segala puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rohman dan rohim-Nya, rahmat serta hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini sebagai syarat memperoleh gelar kesarjanaan jenjang Strata-1 dengan judul “Analisis Pembayaran Klaim Asuransi Kesehatan Pada Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta”. Skripsi ini berisi laporan penelitian mengenai bagaimana kesesuaian pembayaran klaim asuransi kesehatan pada Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta dengan fatwa DSN No.21 Tahun 2001. Tak lupa pula shalawat serta salam penulis persembahkan kepada beliau utusan zaman, pembela kebenaran, beliaulah baginda kita Nabi besar Muhammad SAW yang telah membawa umatnya dari zaman jahiliyyah menuju zaman yang penuh barokah seperti sekarang ini. Penulis mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah berperan dalam penyusunan skripsi ini. 1. Bapak Prof. Dr. H. Nashruddin Baidan, MA, selaku ketua STAIN Surakarta 2. Bapak M. Rahmawan Arifin, SE, S.Ag, M.Si, selaku Ketua Jurusan

Ekonomi Islam 3. Ibu Fitri Wulandari, SE, M.SI selaku Dosen Wali Program Studi Keuangan Perbankan Syari’ah. 4. Ibu Marita Kusuma Wardani, SE, selaku Pembimbing Skripsi yang telah meluangkan Waktu, tenaga dan pikiran untuk membimbing hingga terselesaikannya penyusunan skripsi ini. 5. Bapak Khoiril Anwar, M.Hum, selaku pembimbing Penelitian di Asuransi Takaful Cabang Surakarta. Bapak Wahyu, Mbak Yuli, beserta seluruh Staff Asuransi Takaful Cabang Surakarta yang telah membantu dan berkenan memberikan izin untuk melaksanakan penelitian. 6. Seluruh Dosen, Staff serta karyawan Jurusan Ekonomi Islam STAIN Surakarta, terimakasih atas ilmu yang diberikan kepada penulis,semoga dapat penulis amalkan dengan sebaik mungkin.

vii

7. Keluarga Besar “Trah Pawiro Sumardjo“ dan “Trah Gito Suseno“, yang selalu memberikan dukungan moril dan spirituil. 8. Yo2k, Dina, Idoel, Aila, 9Teen, Endah, Ina, Mbak Cathy, Mbak Istna, Mbak Nur, Mbak Deeyoet, Comper, Pakdhe Jahid, Komang, terima kasih atas doa, bantuan, semangat dan persahabatan yang telah dijalin selama ini. 9. Adik-adik sepupuku, keceriaan kalian memberi warna dalam hidupku. Wishing you to be always succes in everything good. 10. The old and new community of Harjowinatan 13. 11. Never ending Jogja with all memories. 12. Pihak-pihak yang tak dapat disebutkan satu persatu terima kasih. Akhirnya dengan segala kerendahan hati, penulis menyadari bahwa Skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan banyak kekurangan dan kesalahan. Hal ini semata disebabkan oleh karena keterbatasan dan kemampuan penulis. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan Skripsi ini sangat penulis harapkan. Mudah-mudahan Skripsi ini bermanfaat bagi perkembangan Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta dan untuk kesejahteraan ummat. Akhirnya hanya kepada Allah SWT penulis memohon petunjuk dan pertolongannya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Surakarta, 8 Februari 2007

Flora Oktalia.S.

viii

DAFTAR ISI
Hal Halaman Judul....................................................................................................... Halaman Pengesahan ........................................................................................... Halaman Pengesahan Ujian .................................................................................. HalamanPersembahan .......................................................................................... Halaman Motto ...................................................................................................... Abstraksi................................................................................................................ Kata Pengantar...................................................................................................... Daftar Isi ................................................................................................................ Daftar Tabel........................................................................................................... Daftar Gambar....................................................................................................... Daftar Lampiran..................................................................................................... BAB I Pendahuluan ............................................................................................... A. Latar Belakang Masalah....................................................................... B. Identifikasi Masalah .............................................................................. C. Batasan Masalah.................................................................................. D. Rumusan Masalah ............................................................................... E. Tujuan Penelitian.................................................................................. F. Manfaat Penelitian................................................................................ G. Jadwal Penelitian ................................................................................. H. Sistematika Penulisan .......................................................................... i ii iii iv v vi vii ix xi xii xiii 1 1 6 7 7 7 8 9 9

BAB II Landasan Teori........................................................................................... A. Gambaran Umum Tentang Asuransi .................................................... 1. Pengertian Asuransi ....................................................................... 2. Tipologi Asuransi ............................................................................ 3. Prinsip-Prinsip Dalam Asuransi ...................................................... 4. Manfaat Asuransi............................................................................ 5. Obyek, Tujuan, dan Sasaran Asuransi ...........................................

11 11 12 13 18 20 21

ix

......................................... D..... C....................................................................................... C.......................... 1........................ A....................................... B...........Asuransi Umum.................................... Premi Asuransi .... Teknik Pengumpulan Data ................Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta...... E.... 7.................. Landasan Hukum Asuransi Syariah............................................. PT........... Fatwa DSN No:21 Tahun 2001 Tentang Klaim Asuransi .......................Asuransi Takaful Indonesia... 2..... PT................ Terminologi Asuransi Syariah .....................................................Syarikat Takaful Indonesia ............................................................................................................ 2............................... Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah......... Visi... C.................................................... E. Data Dan Sumber Data .......... 4.................................................. Pengertian Klaim ......................... Pengertian Asuransi Syariah ... Jenis-Jenis Klaim........ E.................................. A............... 1...................................................Asuransi Takaful Indonesia ........................... Jenis-Jenis Resiko Dalam Asuransi ........................... Teknik Analisis Data .................................... Prinsip-Prinsip Asuransi Syariah.............. Jenis Penelitian ............ 2.................. BAB III Metodologi Penelitian...... D....................................................................... 3............................................Asuransi Takaful Keluarga ................................ 1........................ Anak Perusahaan PT.................................... Misi... 6...................... Ketentuan Operasi Asuransi Syariah ........................ Klaim (Claims) ............................................... D...................... 5......................................................6.................... 2......... Pemegang Saham........................ Hasil Penelitian Relevan............................................................................................. PT.. Struktur Organisasi PT........................ BAB IV Pembahasan .................................................................... Sejarah Perusahaan .............Syarikat Takaful Indonesia.... B........................................................ 1........................................... 3....... B..... dan Tujuan PT.... Asuransi Takaful Kesehatan ... Gambaran Umum Obyek Penelitian ...................................................... PT.... Waktu dan Wilayah Penelitian ............. 22 27 27 28 31 35 41 43 44 45 46 46 48 51 53 53 53 53 54 55 57 57 57 59 60 61 64 65 65 67 68 x .......................................

................... A.......... Interpretasi Kesesuaian Aplikasi Pembayaran Klaim .............................................. Kumpulan ............ Fatwa DSN No................................................................................. 3.....................................Asuransi Takaful Indonesia............................................ 69 71 73 73 76 81 BAB V Penutup......F................................ Sistem Pembayaran Klaim Asuransi Takaful Kesehatan ........... Asuransi Takaful Kesehatan Kumpulan dengan ................................... B................................. H............................................................21 Tahun 2001..... Keterbatasan Penelitian .............................................................. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 85 85 86 86 xi ................................ Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi Takaful Kesehatan ...... 2....................................................... 1................... Program Asuransi Kesehatan Kumpulan ... G......................... Saran ................. Produk-Produk Asuransi PT.... C........................................................ Kesimpulan ......................... Analisis Data ...................

................. Tabel 3 Tabel 4 Jumlah Peserta dan Penerima Klaim.. Jumlah Klaim Asuransi yang Diterima Peserta .........................................................................DAFTAR TABEL Hal Tabel 1 Tabel 2 Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah .................................. Asuransi Kesehatan Tahun 2005............ 80 65 79 41 xii ......................................... Daftar Pemegang Saham PT...............................Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta .....

.........DAFTAR GAMBAR Hal Gambar 1 Proses Klaim Asuransi ...................... Gambar 2 Struktur Organisasi Asuransi Takaful Indonesia ............................................. 74 49 61 64 xiii ..... Gambar 4 Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi Takaful ............................ Kesehatan Kumpulan ....................................................... Gambar 3 Struktur Organisasi Asuransi Takaful Keluarga Surakarta.............................

Plafon Maksimal dan Klaim Asuransi dari Peserta Lampiran 9 Perhitungan Manfaat Asuransi Kesehatan Lampiran 10 Daftar Riwayat Hidup xiv .DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Pedoman Wawancara Lampiran 2 Fatwa DSN No.21 Tahun 2001 Lampiran 3 Contoh Polis Asuransi Kesehatan Kumpulan Lampiran 4 Aplikasi Asuransi Kesehatan Kumpulan Lampiran 5 Pernyataan Riwayat Kesehatan Lampiran 6 Formulir Klaim Rawat Jalan Lampiran 7 Formulir Klaim Rawat Inap dan Operasi Lampiran 8 Tabel Biaya Pengobatan.

1 Keberadaan asuransi di tengah-tengah masyarakat sangatlah dibutuhkan. dengan tertanggung membayar premi sebanyak yang ditentukan penanggung setiap bulannya. melihat perkembangan hidup pada masyarakat yang sangat kompleks. khususnya dalam perekonomian yang 1 1 http:/www. Asuransi secara umum merupakan perjanjian antara penanggung (perusahaan asuransi) dengan tertanggung (peserta asuransi). Latar belakang masalah Krisis multi dimensi yang dirasakan masyarakat saat ini. dapat dirasakan salah satunya adalah tingginya biaya pelayanan kesehatan. potensi untuk mengembangkan bisnis di bidang asuransi sangat potensial selain menjadi krisis ditengah-tengah masyarakat sekaligus menjadi peluang bagi pengembang bisnis.com. padahal kesehatan menjadi kebutuhan dasar manusia di muka bumi. kerusakan dan kehilangan akan barang dan lainnya. penanggung (perusahaan) berjanji akan membayar sejumlah pertanggungan ketika tertanggung mengalami kerugian. Resiko menanggung beban biaya pelayanan kesehatan tidak saja memberatkan kalangan yang tidak mampu tetapi juga. dengan menerima premi dari tertanggung (peserta).BAB I PENDAHULUAN A. memberatkan dari kalangan menengah ke atas. xv .asuransi. Hal ini ditandai dengan semakin tingginya biaya pelayanan kesehatan dan banyaknya perusahaan multi nasional yang beroperasi dengan menggandeng perusahaan asuransi nasional dalam bentuk perusahaan patungan.

7 tahun 1992 tentang perbankan dan ketentuan pelaksanaan perbankan syariah. Di dalam fiqh muamalah tersebut terjadi perdebatan para ulama Islam untuk xvi . Kebutuhan akan kehadiran asuransi takaful diawali dengan maraknya bank-bank syariah. dengan kata lain penerapan. ini bagian dari usaha dalam mengurangi beban masyarakat yang dihadapi. yaitu ibadah yang bersifat mahdhah dan ibadah yang bersifat ghairu mahdhah yang mana ibadah ini telah ditetapkan oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Aspek ibadah dapat dibagi menjadi dua.sangat urgen dalam mengarungi kehidupan dalam rangka pensejahteraan umat. sistem serta operasional lembaga ini dilandasi oleh hukum-hukum Islam. Asuransi Takaful merupakan suatu lembaga asuransi yang bernafaskan Islam. Mayoritas masyarakat Indonesia yang memeluk agama Islam menjadi acuan bagi pebisnis Islam untuk membentuk lembaga asuransi syariah. Hal ini sesuai dengan UU No. termasuk di dalamnya fiqh muamalah yang meliputi tatacara hubungan antara manusia (human relations) beserta lingkungannya. Ibadah Ghairu mahdhah merupakan ibadah yang berhubungan dengan muamalah sesama manusia dengan landasan hukum al-Qur’an dan Hadis. Lembaga ini diprakarsai dengan maraknya lembaga-lembaga bank yang berasaskan syariah yaitu perbankan syariah akhir-akhir ini. aqidah sangat jelas diterangkan pada al-Quran sehingga aspek-aspek aqidah tidak memerlukan ijtihad para ulama dikarenakan nashnash yang terdapat di dalam al-Qur’an bersifat Qath’i. Secara garis besar ajaran agama Islam mencakup aspek aqidah dan aspek ibadah.

6 4 Abdul Aziz. Bila dibandingkan dengan bisnis lainnya. 2006.klaimasuransi. www. maka segala resiko akan ditanggung oleh perusahaan asuransi. Eksposur adalah tempat yang tak terlindungi. Kontrak asuransi yang dituangkan dalam bentuk polis. seperti kejadian tsunami di Aceh yang menelan ratusan ribu jiwa dan trilyunan rupiah harta benda hilang. hal. apabila terjadi musibah secara massal. 3 2 Abdul Azis. bisnis asuransi mempunyai potensi terjadinya sengketa lebih tinggi. 1994. Surabaya. Pius A Partanto dan M. asuransi akan bermasalah bilamana terjadi klaim. Arkola.6 Khoiril Anwar.3 Sebagaimana dalam transaksi bisnis lainnya.2 Pada prakteknya. atau bahkan satu Indonesia kehilangan jiwa. karena tidak ada satupun yang tertinggal sebagai bukti penutupan atau kepemilikan harta. bisnis asuransi mempunyai eksposur4 terjadinya sengketa.melakukan ijtihad.com. Surakarta. Tentulah bukan perkara yang mudah untuk mengajukan klaim kepada asuransi. Kamus Ilmiah Populer. hal. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri pula bahwa. 5 Polis adalah surat bukti asuransi. 607. 137. masalah terbesar pada asuransi adalah pada saat pengajuan klaim yang dilakukan oleh peserta asuransi. Masyarakat di Indonesia pada umumnya berpendapat bahwa.com.klaimasuransi. pembukaan. Potensi Sengketa Klaim Asuransi. Keterbukaan Informasi Penutupan Asuransi. Asuransi Syariah Dalam Perspektif Praktis (Life Insurance). Hafs Media.5 merupakan perjanjian yang sangat spesifik karena banyak menggunakan istilah-istilah atau terminologi yang hanya dipahami oleh kalangan industri asuransi saja. Ditambah lagi. xvii . 3. 23 Mei 2005. hal. bilamana mereka membeli polis dan membayar premi. www. Ibid…. dan termasuk di dalamnya adalah perdebatan masalah asuransi. Dahlan Al Barry. 21 September 2005. surat tanda (perjanjian) asuransi.

Klaim adalah tuntutan. Dalam asuransi konvensional dikenal dengan istilah transfer of risk (pemindahan resiko). hal. Asuransi Syariah (Life And General): Konsep dan Sistem Operasional. maka yang menanggung adalah perusahaan asuransi. yang bertujuan untuk memindahkan resiko individu kepada perusahaan asuransi. sehingga kepemilikan dana berpindah dari peserta ke perusahaan asuransi. Masalah tersebut sebenarnya sangat sederhana.cit…. 8 Muhammad Syakir Sula. hubungan antara peserta dan perusahaan dinamakan hubungan tertanggung dan penanggung.7 Faktanya adalah bahwa di dalam polis berisi ketentuan-ketentuan lain memuat resiko yang dipertanggungkan. tidak terjadi transfer resiko dari peserta ke perusahaan. Jakarta. Op. 304.8 Sementara dalam mekanisme pertanggungan pada asuransi syariah. Gema Insani Press. menuntut (hak atau ganti rugi). Kepemilikan dana tersebut berpindah. maka hal ini menjadi suatu masalah yang pelik. Dahlan Al Barry. Dalam mekanisme pertanggungan di industri asuransi. karena dalam prakteknya kontribusi (premi) yang dibayarkan oleh peserta tidak terjadi transfer of fund. proses hubungan peserta dan perusahaan adalah sharing of risk (saling menanggung). Dalam mekanisme tersebut benar-benar terjadi transfer of fund. 340. jika suatu saat terjadi musibah atau resiko. hal. karena resiko telah berpindah sebagai konsekuensi dari pembayaran premi. Pius A Partanto dan M. tetapi karena tertanggung tidak memahami kontrak dari asuransi yang dimilikinya. Apabila terjadi musibah terhadap peserta. 2004. Dengan demikian.Pemahaman yang terlalu sederhana inilah yang seringkali menjadi pemicu munculnya sengketa dalam klaim asuransi. maka semua peserta asuransi syariah akan saling menanggung. 7 xviii .

xix . Pada prinsipnya.21 Tahun 2001 tentang asuransi syariah. Baik dari segi aqad maupun dari segi batas waktu pembayaran klaim. 303. atau angota-angota organisasi sebagai fokus obyek penelitian. karyawan perusahaan. dimana pasal ketujuh yang ada dalam fatwa tersebut juga terdapat aturan tentang klaim. maka orang dapat merasakan pelayanan itu memuaskan atau tidak tergantung pada saat terjadinya suatu musibah atau kerugian (klaim).9 Perusahaan Asuransi Takaful Indonesia selaku obyek dari penelitian adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa pertanggungan. hal.sehingga status kepemilikan dana tersebut tetap melekat pada peserta sebagai shahibul mal. Maka untuk memenuhi dan menjawab pertanyaan masyarakat. Pertanggungan Asuransi Takaful memiliki beberapa produk non saving. tolak ukur kualitas dan profesionalisme jasa yang ditawarkan di dunia asuransi adalah dalam hal penyelesaian klaim kepada tertanggung. Oleh karena asuransi merupakan persoalan baru yang masih dipertanyakan. Dewan Syariah Nasional bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa No. salah satunya adalah asuransi kesehatan yang memberikan ganti rugi terhadap biaya perawatan rawat inap dan operasi di rumah sakit yang ditujukan pada perorangan. 9 Ibid…. apakah status hukum maupun cara aktifitasnya sejalan dengan prinsip-prinsip syariah. Di karenakan produk dalam asuransi adalah suatu janji masa datang.

2. Bisnis asuransi memiliki potensi terjadinya sengketa antara peserta dan penanggung lebih tinggi. yaitu suatu program asuransi yang memberikan ganti rugi terhadap biaya perawatan rawat inap dan operasi di rumah sakit yang ditujukan pada perorangan. Beberapa produk non saving di Asuransi Takaful Indonesia.Berdasarkan uraian di atas. Pemahaman masyarakat yang sangat sederhana terhadap kontrak asuransi yang dituangkan dalam bentuk polis. xx . sehingga menjadi pemicu terjadinya ketidakpuasan masyarakat terhadap bisnis asuransi. sehingga berakibat pada tuntutan peserta untuk mendapatkan pembayaran yang layak atas kerugian bahkan kehilangan jiwa yang dipertanggungkan. atau anggota-anggota organisasi. dikarenakan kesalahpahaman peserta terhadap hakekat bisnis asuransi. penulis tertarik untuk mengkaji secara mendalam tentang ”Analisis Pembayaran Klaim Asuransi Kesehatan pada Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta”. B. bahkan menimbulkan pemahaman bahwa bisnis asuransi hanya diperuntukkan dalam industri manufaktur (perusahaan). Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas. Adanya permasalahan dari peserta asuransi ketika mengajukan klaim terkait dengan terjadinya musibah secara massal. 3. salah satu diantaranya adalah asuransi kesehatan. maka dapat di identifikasi beberapa permasalahan sebagai berikut: 1. karyawan perusahaan. 4.

21 Tahun 2001. Batasan Masalah Agar penelitian ini tidak bias. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis: 1. 21 Tahun 2001? E.5. Bagaimana pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta sesuai dengan fatwa DSN No. serta untuk mengetahui kesesuaian pembayaran klaim asuransi kesehatan tersebut dengan fatwa DSN No. maka dalam penelitian ini permasalahan hanya dibatasi pada pembayaran klaim asuransi kesehatan yang dilakukan oleh PT. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah: 1. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta. Pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT. Baik dari segi akad maupun dari segi batas waktu pembayaran. Apakah pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT. 21 Tahun 2001. Fatwa DSN No. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta? 2. D. yang berisi tentang pedoman umum asuransi syariah dimana pasal ketujuh dalam fatwa tersebut terdapat aturan-aturan mengenai klaim asuransi syariah. xxi . C. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta.

Bagi Praktisi a. 2. Asuransi Takaful Indonesia dengan fatwa DSN No. Asuransi Takaful Indonesia dapat digunakan sebagai bahan dokumentasi juga diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran secara tertulis demi pengembangan produk asuransi kesehatan di masa mendatang. F. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta. Penelitian ini diharapkan menjadi bahan referensi dan sebagai tambahan informasi bagi mahasiswa lainnya untuk melakukan penelitian yang memiliki relevansi terhadap bisnis Asuransi Syariah. xxii . Manfaat Penelitian Adapun manfaat dari penelitian ini adalah: 1. b.2. b. Bagi PT. 21 Tahun 2001. Penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah keilmuan. Penulis berharap penelitian ini dapat dijadikan sebagai masukan bagi PT. yaitu sebagai acuan bagi peneliti selanjutnya dan diharapkan dapat memberikan sumbangan teori-teori seputar permasalahan cara perhitungan pembayaran klaim pada produk non saving khususnya asuransi kesehatan di Asuransi Syariah. Kesesuaian pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT.Bagi Akademisi a.

manfaat penelitian. batasan masalah. identifikasi masalah. Penyusunan skripsi dimulai dari latar belakang masalah. tujuan dan sasaran xxiii . obyek. prinsipprinsip dalam asuransi. rumusan masalah. jadwal penelitian dan sistematika penulisan. perlu disusun sistematika dalam penulisan karya ilmiah ini. tujuan penelitian. tipologi asuransi. Adapun sistematika penulisan penelitian ini adalah sebagai berikut: Bab I: Berisi gambaran umum tentang keseluruhan penulisan skripsi. Bab II: Berisi tentang landasan teori mengenai gambaran umum tentang asuransi meliputi pengertian asuransi. Jadwal Penelitian Adapun penelitian ini di mulai dari awal bulan Februari sampai dengan bulan November 2006.G. sehingga dapat menunjukkan totalitas yang utuh. manfaat asuransi. Sistematika Penulisan Penelitian Untuk mendapatkan pembahasan yang sistematis dan konsisten. Bulan No Kegiatan 1 1 21 3 4 5 8 9 10 11 121 13 Penyusunan Proposal Konsultasi ke DPS Seminar Proposal Revisi Proposal Pengumpulan Data Sekunder Penulisan Skripsi Konsultasi kepengurus obyek Penelitian Pendaftaran Munaqasyah Munaqasyah Revisi Skripsi Pendaftaran Wisuda Februari 2 1 3 4 1 Maret 2 1 3 4 1 April 2 1 3 4 1 Mei 2 1 3 4 1 Juni 2 1 3 4 1 Juli 2 1 3 4 1 Agustus 2 1 3 4 September 1 2 1 3 4 H.

landasan hukum asuransi syariah. teknik pengumpulan data serta teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian. dalam hal ini gambaran umum PT. meliputi bagaimana pembayaran klaim asuransi kesehatan serta kesesuaian pembayaran klaim asuransi kesehatan PT. Bab V: Berisikan kesimpulan dan saran-saran. 21 Tahun 2001. visi dan misi perusahaan. Bab IV: Berisi gambaran umum perusahaan. pihak kampus serta semua pihak yang terkait. Pengertian asuransi syariah meliputi terminologi asuransi syariah. struktur keorganisasian. ketentuan operasi asuransi syariah. Bab III: Berisikan Metodologi Penelitian. premi asuransi. data dan sumber data. Asuransi Takaful Indonesia. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta. prinsip-prinsip asuransi syariah. 211 tahun 2001 tentang klaim asuransi syariah.asuransi. perbedaan asuransi konvensional dan asuransi syariah. sistem operasional asuransi dan produk-produk PT. jenis penelitian. jenis-jenis resiko dalam asuransi. dimana akan diuraikan waktu dan wilayah penelitian. Pembahasan dan analisis mengenai hasil penelitian berdasarkan rumusan masalah yang ada. serta keterbatasan penelitian yang dapat berguna bagi pembaca. asuransi takaful kesehatan. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta dengan fatwa DSN No. xxiv . mulai dari sejarah berdirinya perusahaan. dan fatwa DSN No. perusahaan yang bersangkutan.

2001. 223/KMK. No. Kasmir. Edisi ke-6. disamping kedua peraturan tersebut. 11 xxv . PT. 1136/KMK/IV/1976 tentang penetapan besarnya cadangan premi dan biaya oleh Perusahaan Asuransi di Indonesia. dan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 224/KMK. kemudian melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan No.10 Selanjutnya Surat Keputusan Menteri Keuangan No. No. Gambaran Umum Tentang Asuransi Asal mula kegiatan asuransi di Indonesia merupakan kelanjutan asuransi yang ditinggalkan oleh pemerintah Hindia Belanda.BAB II LANDASAN TEORI A.11 Peraturan Menteri Keuangan tersebut tidak berlaku lagi setelah dikeluarkannya UU No.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan di bidang Asuransi Kerugian. dasar acuan pembinaan dan pengawasan usaha asuransi di Indonesia juga didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan No. 11 10 Ibid. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. 73 Tahun 1992 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian di Indonesia dan Peraturan Pemerintah No. 1250/KMK. Raja Grafindo Persada. hal. 277.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Izin Perusahaan Asuransi dan Reasuransi. 1249/KMK. sedangkan peraturan pemerintah Indonesia yang mengatur tentang asuransi baru dikeluarkan pada tahun 1976.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 tentang Asuransi Jiwa.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi. Jakarta.

assurantie. diuraikan definisi tentang asuransi sebagai berikut: “Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih. dalam Muhammad Syakir Sula. yang dalam hukum Belanda disebut verzekering. Ali Yafie.14 Asuransi juga diartikan sebagai suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai pengganti (substitusi) kerugian-kerugian besar yang belum pasti. 2000. hal. Abbas Salim. 15 14 13 xxvi . Mehr mengartikan asuransi sebagai suatu alat untuk mengurangi resiko dengan menggabungkan sejumlah unit-unit yang beresiko agar kerugian individu secara kolektif dapat diprediksi. Pengertian Asuransi Kata asuransi berasal dari bahasa Belanda. 7. Hukum Pertanggungan. Asuransi Dalam Pandangan Syariat Islam. kerugian yang dapat diprediksi tersebut kemudian dibagi dan didistribusikan secara proporsional di antara semua unit dalam gabungan tersebut. Yogyakarta. hal. Inc. hal. 26. 1982. Raja Grafindo Perkasa. yang artinya pertanggungan. hal. 226/KMK. Emmy P.225/KMK. Life Insurance Theory And Practice.12 1. Edisi Revisi Ke-2. 1. dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian 12 Ibid. Cetakan Keenam. 2004. Bandung. Gema Insani Press.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan dan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Penunjang Usaha Asuransi. hal.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Penyelenggaraan Usaha Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. dalam Muhammad Syakir Sula. 278. 205-206. Robert I. Business Publication..15 Menurut UndangUndang Republik Indonesia No. Menggagas Fiqih Sosial. Simanjuntak.13 Robert I. dan No. Mehr. PT. dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung. 1985. 2 Tahun 1992 tentang usaha perasuransian. KH. Jakarta.. Ibid. UGM. 1994. Jakarta. Asuransi dan Manajemen Resiko. Mizan. Asuransi Syariah (Life And General): Konsep dan Sistem Operasional.

hal. dan Faried Wijaya dan Soetatwo Hadiwigeno. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Asuransi dijelaskan bahwa asuransi kerugian menjalankan usaha memberikan jasa untuk menanggulangi resiko atas kerugian. 2002. Cetakan Pertama. hal. dkk. Asuransi kerugian (non life insurance).16 Dari beberapa pengertian di atas.cit. antara lain:17 a. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Apabila dalam masa pertanggungan terjadi sebuah resiko. jumlah uang yang dipertanggungkan. Teori dan Kebijakan. Yogyakarta. 17 16 xxvii . maka dapat disimpulkan bahwa asuransi adalah perjanjian dimana tertanggung dan penanggung mengikat perjanjian tentang hak dan kewajibannya masing-masing. 377. maka pihak penanggung (perusahaan asuransi) akan membayar sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama. kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan”. Ibid. Tipologi Asuransi Jenis asuransi yang berkembang di Indonesia saat ini jika dilihat dari fungsinya. Edisi Kedua. serta jangka waktu asuransi. hal. Cetakan Keempat. kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga dari suatu peristiwa yang tidak pasti. 2. STIE YKPN. 276. dan Subagyo. hak dan kewajiban masing-masing pihak.kepada tertanggung karena kerugian. sebagaimana yang terdapat dalam Undang-Undang No. 1999. 138.. Lembaga-Lembaga Keuangan dan Bank: Perkembangan. Op. BPFE UGM. Yang termasuk dalam asuransi Kasmir. 278-280. Yogyakarta. dimana perjanjian tersebut tertuang dalam bentuk polis asuransi yang telah ditentukan syarat-syarat. hal..

b. dan annuity contract insurance (anuitas). merupakan perusahaan asuransi yang dikaitkan dengan penanggulangan jiwa atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan. jika dilihat dari segi kepemilikannya. Jenis-jenis asuransi jiwa ini adalah asuransi berjangka (term insurance). bentuk facultative. asuransi tabungan (endowment insurance). Reasuransi (reinsurance). seperti asuransi kendaraan bermotor. yaitu asuransi yang sahamnya dimiliki sebagian besar atau bahkan 100 % oleh pemerintah Indonesia. serta kombinasi dari keduanya. maka asuransi dapat diklasifikasikan antara lain:18 a. Asuransi ini digolongkan ke dalam bentuk treaty. asuransi seumur hidup (whole life insurance). asuransi pengangkutan. merupakan perusahaan asuransi yang memberikan jasa asuransi dalam pertanggungan ulang terhadap resiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi kerugian. xxviii . kepemilikan saham asuransi ini sepenuhnya dimiliki oleh swasta nasional. 18 Ibid.. Asuransi milik pemerintah. kecelakaan diri. Asuransi milik swasta nasional.kerugian adalah asuransi kebakaran. sehingga siapa yang paling banyak memiliki saham. maka memiliki suara terbanyak dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). b. 280. Sementara itu. dan pencurian. hal. Asuransi jiwa (life insurance). dan asuransi aneka. c.

yaitu asuransi yang dijalankan oleh pemerintah atau negara. Magee. dan Subagyo. Asuransi sukarela dibagi dalam dua jenis. Asuransi milik campuran. 19 xxix . sehingga setiap orang bias atau tidak mempunyai asuransi jenis ini. Jaminan ini bertujuan supaya setiap orang mempunyai jaminan untuk hari tuanya (old age).c. 142-143. merupakan jenis asuransi yang sahamnya dimiliki campuran antara swasta nasional dengan pihak asing. Asuransi milik perusahaan asing. dimana kepemilikannya 100 % dimiliki oleh pihak asing. hal. hal. Op. Magee mengklasifikasikan asuransi sebagai berikut:19 a. Tujuan perusahaan asuransi ini bersifat kompersial dengan motif John H.cit. Government insurance. d. Op. misalnya jaminan yang diberikan kepada prajurit yang cacat sewaktu peperangan. 2). dalam Abbas Salim. 23. Adapun John H. yaitu: 1).. Irwin). Commercial insurance. tidak dengan paksaan. karena setiap orang atau penduduk harus memilikinya. merupakan asuransi wajib. Asuransi sukarela (voluntary insurance). merupakan asuransi yang mempunyai tujuan untuk melindungi seseorang ataupun keluarga serta perusahaan dari resiko yang mendatangkan kerugian.. (Richard D. adalah bentuk asuransi yang dijalankan secara sukarela. b. General Insurance. dan hanyalah merupakan cabang dari negara lain. dkk.cit. merupakan perusahaan asuransi yang biasanya beroperasi di Indonesia. Jaminan sosial (social insurance).

merupakan bentuk kerjasama untuk mengurangi resiko yang diakibatkan oleh resiko kematian. b). Asuransi kerugian (property insurance). yang sifat dan tempatnya dapat ditentukan oleh dokter. 1999. Asuransi kecelakaan diri. hal.mencari keuntungan (profit motive). Bentuk asuransi ini dibagi pada dua kelompok: a). Asuransi Kerugian. bentuk asuransi ini hamper sama dengan asuransi umum. gas atau api. Salemba Empat. Asuransi Jiwas Raya. jaminan kerugian seperti yang PT. adalah usaha untuk melindungi resiko financial akibat kecelakaan seperti. Cetakan Pertama. terhadap badan (jasmani) seseorang. yang mengakibatkan kematian atau cacat serta luka. resiko hari tua. Prinsip-Prinsip Manajemen Resiko dan Asuransi. seperti PT. Soeisno Djojosoedarso. antara lain:20 a. 74-77. ada beberapa macam asuransi. dan Asuransi Jiwa Dharma Nasional. dan resiko kecelakaan. dan PT. kecelakaan serta sakit. disebabkan pencurian. Jakarta. yang bertujuan oleh memberikan kebakaran. benturan atau sentuhan benda keras atau benda cair (kimiawi). Asuransi jiwa (personal life insurance). Asuransi jiwa. Asuransi Jiwa Bumi Putera 1912. Reasuransi Umum Indonesia. Menurut jenis bidang yang ditangani. 20 xxx . b. bertujuan untuk memberikan jaminan kepada seseorang atau keluarga yang disebabkan oleh kematian.

kesalahan atau perbuatan tidak pantas dari pelayan tertanggung. Asuransi kebakaran. Asuransi Jasa Raharja. e. yang diselenggarakan oleh pemerintah atau lembaga yang ditunjuk. adalah asuransi yang Asuransi kecelakaan penumpang. kurang hati-hati. dimana setiap anggota masyarakat memikul kewajiban sosial (membayar premi wajib) dan memperoleh jaminan sosial pula. d. adalah asuransi yang menyediakan jaminan sosial bagi anggota masyarakat. dan terjadi karena api sendiri atau api dari luar. g. merupakan pertanggungan yang menjamin kerugian atau kerusakan atas harta benda (tetap maupun bergerak) yang disebabkan oleh kebakaran. maupun nasional. tetangga. yaitu perlindungan sosial bagi tenaga kerja yang dijalankan melalui pola mekanisme asuransi dan dikelola oleh Perum ASTEK. mengelola perlindungan sosial dalam kecelakaan penumpang dan lalu lintas jalan yang penyelenggaranya adalah PT. Asuransi kesehatan. baik secara local. Asuransi sosial. perampok dan apa saja dan dengan cara bagaimanapun sebab timbulnya kebakaran.c. f. xxxi . musuh. regional. merupakan asuransi yang memberikan santunan kesehatan kepada seseorang (tertanggung) berupa sejumlah uang untuk biaya pengobatan dan perawatan bila diluar kehendak ia diserang penyakit. udara jelek. Asuransi sosial tenaga kerja.

Yaitu kemungkinan kerugian yang diduga oleh majikan disebabkan oleh ketidakjujuran karyawannya. merupakan meliputi. Asuransi kredit. yaitu pertanggungan yang diberikan kepada pemberi kredit (bank dan lembaga keuangan) terhadap resiko kredit.25 k. Asuransi transportasi. Merupakan kerugian financial yang diderita bila perusahaan tidak berjalan atau sementara berjalan di bawah normal. Yaitu kemungkinan hilang atau rusaknya uang logam atau kertas dan surat-surat berharga. j. yang disebabkan oleh peristiwa yang tidak diketahui.24 dan asuransi proses perusahaan.22 penggelapan uang. yaitu pertanggungan yang diterapkan pada proyek-proyek pembangunan yang berhubungan dengan rekayasa. yang memberikan perlindungan dalam pelaksanaan pembangunan. l. yaitu tidak diperolehnya kembali kredit yang diberikan oleh tertanggung kepada nasabah. asuransi pengiriman uang. dengan ketentuan bahwa uang itu disimpan dalam lemari besi atau strongroom.21 penyimpanan uang. dimana yang dijamin adalah pencurian dengan cara merusak rumah atau kantor dan lemari tempat penyimpanan uang. Resiko yang ditanggung adalah akibat resiko kecelakaan kerja. machinery breakdown. strongroom.h. yaitu kewajiban untuk bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh pihak lain.23 pencurian uang. Asuransi tanggung gugat. Yaitu pencurian uang yang disimpan di dalam rumah atau kantor. 25 24 23 22 21 xxxii . merupakan asuransi yang berkenaan dengan barang-barang dalam transit atau barang yang sedang ditangani perusahaan pengangkutan. Yaitu kemungkinan hilangnya uang logam. berada dalam cashier’s box selama jam kerja. pertanggungan yang Asuransi perusahaan. uang kertas dan surat berharga yang disimpan di dalam lemari. dan mogok kerja atau kegaduhan buruh. i. Asuransi rekayasa atau engineering insurance.

c. Insurable Interest. hal.3. antara lain:26 a. b. adalah perihal berdasarkan hukum untuk mempertanggungkan suatu resiko berkaitan dengan keuangan yang diakui sah secara hukum antara tertanggung dan yang dipertanggungkan.cit. yaitu mengendalikan posisi keuangan tertanggung setelah terjadi kerugian seperti pada posisi sebelum terjadinya kerugian. Prinsip-Prinsip Dalam Asuransi Pelaksanaan perjanjian antara perusahaan asuransi dan nasabah tidak dapat dilakukan secara sembarangan. efisien yang mengakibatkan terjadinya peristiwa berantai dan intervensi kekuatan lain.. 282-283. Prinsip ini tidak berlaku dalam asuransi jiwa dan kecelakaan. Indemnity atau ganti rugi. Utmost Good Faith (itikad baik). yaitu penetapan suatu kontrak yang didasarkan kepada itikad baik antara tertanggung dan penanggung mengenai seluruh informasi baik materil maupun immateril. Proximate Cause adalah suatu sebab aktif. karena prinsip ini hanya didasarkan pada kerugian yang bersifat keuangan. Adapun prinsip-prinsip asuransi tersebut. 26 Kasmir. serta dapat menimbulkan hak dan kewajiban keuangan secara hukum. melainkan harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip asuransi dengan tujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari antara kedua belah pihak. xxxiii . Op. d. diawali dan bekerja dengan aktif dari sumber baru dan independent.

penarikan biaya akan dilakukan seadil mungkin (the equitable assetsment of cost).. Adanya suatu kecenderungan. f. Dengan asuransi. Contribution. Ibid. Riegel dan J. hal. sehingga untuk menjaga kelancaran perusahaan (going concern) dengan jalan pertanggungan akan mengurangi dan memperkecil resiko yang terjadi. hal. bagi masyarakat maupun perusahaan. baik untuk perorangan (individu). 28 xxxiv . Asuransi membuat masyarakat dan perusahaan berada dalam keadaan aman.e. 11. b. c. Miller. Insurance Principles and Practices. 4. Op. yaitu suatu prinsip dimana penanggung berhak mengajak penanggung lainnya yang memiliki kepentingan yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada tertanggung meskipun jumlah tanggungan masing-masing penanggung tidak sama besar. (Prentice Hall).S. efisiensi perusahaan (business efficiency) dapat dipertahankan. atau 27 Abbas Salim. Subrogation. merupakan hak penanggung yang telah memberikan ganti rugi kepada tertanggung untuk menuntut pihak lain yang mengakibatkan kepentingan asuransi mengalami kerugian.27 Riegel dan Miller mengemukakan beberapa faedah asuransi sebagai berikut:28 a. dalam Abbas Salim.. 12-14. R.cit. Manfaat Asuransi Asuransi banyak sekali kegunaannya. Artinya penggantian kerugian tidak mungkin lebih besar dari kerugian yang diderita.

. Obyek. hal. memperoleh penghasilan di masa yang akan dating. Asuransi menjadi dasar pemberian kredit (insurance serves as a basis of credit). Subagyo. tujuan asuransi mengurangi resiko yang sudah adadalam masyarakat dengan 29 Kasmir. Dengan demikian. 30 xxxv .cit. dkk.. serta keuntungan hasil bunga dari investasi surat berharga. Asuransi merupakan alat penabung (saving). merupakan simpanan yang pada saat jatuh tempo dapat ditarik kembali. keuntungan dari hasil penyertaan modal di perusahaan lain. f. hal. Asuransi sebagai suatu sumber pendapatan (earning power) yang didasarkan kepada financing the business. serta semua kepentingan lainnya yang dapat hilang. Op. rugi dan berkurang nilainya.cit.29 5. dan memperoleh penggantian akibat kerusakan atau kehilangan.ongkos asuransi harus adil menurut besar kecilnya resiko yang dipertanggungkan. keuntungan asuransi adalah keuntungan bagi perusahaan asuransi dan bagi nasabah. Tujuan dan Sasaran Asuransi Obyek asuransi adalah benda dan jasa. d. e. Op. rusak. jiwa dan raga kesehatan manusia.30 Sementara itu. sementara bagi nasabah adalah memberikan rasa aman. dimana bagi perusahaan asuransi akan memberikan keuntungan dari premi yang dibayarkan ke nasabah. 78. terhindar dari resiko kerugian dan kehilangan. tanggung jawab hukum. 281.

xxxvi .. maupun pelaku ekonomi makro (dunia bisnis atau industri manufaktur dan pemerintahan). Dalam pertanggungan dapat dilakukan pencegahan kerugian yang akan memberikan keuntungan tertentu yaitu berupa pengurangan kerugian dan pengurangan biaya yang menyangkut pertanggungan tersebut. Memberikan keuntungan tertentu pada masyarakat yang mengikuti asuransi. c. Pencegahan dan perlindungan untuk memperkecil kerugian yang terjadi. Ibid. perlindungan produk atau orang yang akan dirugikan. pengurangan kerugian dan perlindungan agar produk yang telah rusak tidak semakin rusak.32 6. Dengan demikian. Resiko yang ada dalam masyarakat. yang mempunyai keinginan untuk mengurangi munculnya kerugian-kerugian yang belum diketahui secara pasti di masa mendatang dengan menggunakan jasa usaha perasuransian. berupa pengeliminiran sebab-sebab yang dapat menimbulkan kerugian. hal. asuransi memiliki sasaran terhadap pelaku ekonomi mikro (rumah tangga). Premi Asuransi Premi asuransi adalah pembayaran dari tertanggung kepada penanggung sebagai imbalan jasa atas pengalihan resiko kepada 31 32 Ibid. karena dengan mengetahui besarnya resiko yang terjadi dapat diketahui besarnya kerugian yang dialami. 79.cara mempertanggungkan pada perusahaan asuransi. akan dipertanggungkan masyarakat apabila :31 a. b.

hal. 2). 2). Op.penanggung.. Peraturan pemerintah. Fungsi Premi Asuransi Premi merupakan hal yang paling penting dalam asuransi.. Mengembalikan tertanggung pada posisi (ekonomi) seperti sebelum terjadi kerugian (resiko). Menghindarkan tertanggung dari kebangkrutan.35 Beberapa faktor yang menentukan dalam penentuan tarif adalah: 1). Ibid.33 a. akan terkumpul sejumlah dana yang besar. dan premi tersebut merupakan pengganti kerugian atau jaminan perlindungan dari penanggung kepada tertanggung. Ibid. sehingga dengan dana tersebut pihak asuransi dapat: 1). Situasi persaingan. 122. sehingga tertanggung mampu berdiri pada posisi semula seperti sebelum terjadinya kerugian. Ibid.34 b.36 perundang-undangan yang dikeluarkan oleh 33 Soeisno Djojosoedarso. karena dengan premi yang berhasil dikumpulkan dari tertanggung. 121. 34 35 36 xxxvii . Aktuaria dan Penentuan Tarif Aktuaria merupakan bagian khusus dalam perusahaan asuransi yang menangani atau menghitung premi asuransi. 3).cit. Kondisi atau struktur perekonomian. hal. maka dalam waktu yang relatif lama.

Perlu juga dipertimbangkan dalam penentuan tarif premi asuransi. tetapi harus memperhatikan kepentingan pembeli. Notexcessive. setidaknya perlu diperhatikan beberapa prinsip. bahwa tarif jangan berlebihan. Macam alat pengangkut barang yang diasuransikan. kemungkinan (probability). 2). 37 Ibid. Kondisi pertanggungannya. Cara penimbunan atau pengaturan barang dalam pengangkutan. 3). antara lain: 1). penentuan tersebut tidak mudah. Adequate. 2). 5). antara lain: 1). Jenis barang yang diasuransikan. 38 xxxviii . terutama menyangkut pada asuransi kerugian. persaingan dan sebagainya. 4). Jangka waktu pertanggungan.37 Penentuan tarif asuransi banyak terkandung unsur-unsur. Untuk memenuhi terciptanya tarif premi premi asuransi yang ideal. value judgement. Ibid. karena jika terlalu rendah maka tidak dapat menutupi biaya operasi (cost of operation). harus berhati-hati.38 Dengan demikian. artinya premi tersebut harus menghasilkan cukup uang untuk membayar kerugian yang diderita oleh subyek dimana uang dikumpulkan. dan kebijakan pemerintah (government policy). sehingga berdampak pada sulitnya operasi perusahaan asuransi. sementara jika terlalu tinggi maka pembeli polisnya akan berkurang atau sedikit. rumit (complicated).

b). Premi tambahan.. c). Komponen Premi Asuransi Adapun komponen dari tarif premi asuransi antara lain adalah:40 1). yaitu: a). artinya bila keadaan berubah. hal. yang tingginya didasarkan pada probabilitas terjadinya kerugian.39 c. 4). 2).Komponen premi untuk membayar kerugian yang terjadi. Premi dasar. bila kualitas exposurenya sama. maka tarifnya harus sama pula. Flexible. 122-123. Premi ini terdiri dari tiga kelompok. Ibid 40 xxxix . dimana perhitungannya berdasarkan pada data dan keterangan yang diberikan oleh tertanggung kepada penanggung pada waktu penutupan asuransi pertama. merupakan premi asuransi yang dibebankan kepada tertanggung ketika polis dibuat atau dikeluarkan. maka tarifnya harus diubah pula. dan luasnya resiko yang dijamin oleh penanggung sebagaimana yang dikehendaki tertanggung.Komponen premi yang dimaksudkan untuk membiayai operasi perusahaan asuransi (cost of operation/exploitations). oleh merupakan tertanggung data atau keterangan yang ketika disampaikan kepada penanggung menutup asuransi atau interestnya tidak selalu sama dengan 39 Ibid. tarif yang ditentukan selalu disesuaikan dengan keadaan. Equity.Komponen sebagai bagian keuntungan (profit) bagi perusahaan asuransi. berarti tarif tersebut tidak membeda-bedakan resiko yang sama kualitasnya (adil).3).

3). yaitu:41 1). Jenis tarif dan Macam Barang yang diasuransikan Pada dasarnya ada dua jenis tarif asuransi. disamping untuk menghindari persaingan yang tidak sehat. Demikian juga pada asuransi jiwa dapat diberikan potongan premi sebesar 5 % bila pembayaran melalui bank atau pos dan 3 % bila membayar di kantor perusahaan asuransi. Tarif kompeni. d. xl . Belgia dan Inggris. yaitu tarif premi asuransi yang berlaku untuk semua resiko yang sejenis. Manual (class rate). merupakan metode penentuan tarif premi asuransi dimana tiap-tiap resiko dipertimbangkan keadaannya masingmasing. Merit rating. dan biasanya digunakan dalam asuransi kebakaran. yang disebabkan pada saat itu data atau informasinya belum lengkap dan tertanggung menghendaki perubahan kondisi pertanggungan. dimana Dewan Asuransi Indonesia menentukan bahwa dapat diberikan potongan 50 % atas premi dasar dan 20 % atas premi tambahan untuk pengangkutan dengan tujuan negeri Belanda. Reduksi premi. 4). 2). dimana penanggung dapat memberikan reduksi terhadap premi yang dikenakan. hal.keadaan yang sebenarnya atau pada waktu polis ditanda tangani. 124. 41 Pengembalian Premi Ibid. e. yang bertujuan standarisasi tarif premi dan syarat-syarat pertanggungan. dimana di Indonesia tarif kompeni disusun oleh Dewan Asuransi Indonesia.

42 7. hal.cit. insurable interestnya tidak ada. 125. Resiko spekulatif. Pada prakteknya. kondisi jaminan atau pertanggungan dipersempit.. yaitu: 42 Ibid. yang dibagi kepada tiga macam. 43 xli . Op. hal.Pengembalian premi dikenal juga dengan restorno. Resiko individu. karena perjanjian gugur sebelum penanggung menanggung bahaya atau baru menanggung sebagian. Kasmir. b. yaitu pengembalian premi dari penanggung kepada tertanggung. sehingga besar kecilnya resiko merupakan pertimbangan besarnya premi yang harus dibayar. 283-284. yaitu ketidakpastian terjadinya suatu kerugian atau ada peluang merugi dan bukan suatu peluang keuntungan. resiko yang timbul dari setiap pemberian usaha pertanggungan asuransi adalah:43 a. premi yang dibayar lebih. Jenis-Jenis Resiko Dalam Asuransi Berbagai jenis resiko dipertanggungkan dalam asuransi. Resiko murni. yaitu peluang untuk mengalami kerugian keuangan atau memperoleh keuntungan c. adalah resiko dengan terjadinya dua kemungkinan.

Edisi Ketujuh. hal. TEPATI. Asuransi Syariah. 1993. Edisi Kedua. kehilangan pekerjaan atau mati. hal. adalah resiko apakah harta hilang karena dicuri atau rusak dan menyebabkan kerugian. dalam Seminar Sehari Takaful.46 1.44 Secara umum. Terminologi47 Asuransi Syari’ah Heri Sudarsono. 2). 656. A. hal. maka diharuskan membayarnya. yaitu resiko yang disebabkan jika kerugian seseorang ditanggung. maka diusahakanlah dengan pembentukan asuransi yang menekankan pada sifat saling menanggung. Resiko harta. seperti sakit. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. 3). 3. saling menolong di antara tertanggung yang bernilai kebajikan menurut ajaran islam. 2004. hal. kemudian kerugian tersebut ditanggung bersama. merupakan resiko kemampuan seseorang untuk memperoleh keuntungan akibat sesuatu hal. Ibid. konsep asuransi merupakan persiapan yang dibuat oleh kelompok orang yang menghadapi kerugian kecil yang tidak dapat diduga.1). Jakarta. Yogyakarta. Resiko pribadi. 112. Azhar Basyir. Pengertian Asuransi Syari’ah Asuransi awalnya merupakan suatu kelompok yang bertujuan membentuk arisan untuk meringankan beban keuangan individu dan menghindari kesulitan pembayaran. Resiko tanggung gugat. Ekonisia. apalagi tidak sejalan dengan aspek hukum Islam atau syari’ah. B. 46 xlii . Jilid 14. Asuransi Takaful Sebagai Suatu Alternatif. 113-114. 45 44 Encyclopedia Britannica.45 Untuk mencari jalan keluar dari berbagai macam unsur tersebut.

Ibid. dikatakan “seseorang mempertanggungkan atau mengasuransikan hidupnya. asuransi disebut at-ta’min. Al-Ightisodi Al-Islamiyah. dalam Muhammad Syakir Sula. 51 50 49 48 47 xliii .50 Musthafa Ahmad Zarqa. Kamus Besar Bahasa Indonesia. 30. Dar Al-Islami Li Al-Malayin. Mu’jam Lughawy “Ashry. 29. dalam perjalanan kegiatan hidupnya atau dalam aktivitas ekonominya. dalam Muhammad Syakir Sula. memberikan makna asuransi sebagai cara atau metode untuk memelihara manusia dalam menghindari resiko (ancaman) bahaya yang beragam yang akan terjadi dalam hidupnya. tt. Op.cit. 1990. Beirut. dalam Muhammad Syakir Sula. hal.49 Men-ta’min-kan sesuatu berarti seseorang membayar atau menyerahkan uang cicilan agar ia atau ahli warisnya mendapatkan sejumlah uang sebagaimana yang telah disepakati atau untuk mendapatkan ganti terhadap hartanya yang hilang.Dalam bahasa Arab. Ibid…. Dar al-Fikr. ketenangan. dalam fatwanya mendefinisikan asuransi syari’ah sebagai usaha saling melidungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk asset atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai Terminologi adalah Ilmu mengenai batasan-batasan atau definisi-definisi istilah. Mesir. Jakarta. Cetakan Ketiga. 1400 H. 1960. Jilid I. Ar-Riba wa Adhraruhu alal Mujtama’ Al-Islami. 28. Majma’ul Lughah al-Arabiyah. Jubran Ma’ud. 1968. Ar-Ra’id. rasa aman. Beirut. 219. dan tertanggung disebut mu’amman lahu atau musta’min. sementara penanggung disebut mu’ammin. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hal. hal.48 At-ta’min memiliki arti perlindungan. Ibid. 938. hal. Balai Pustaka. dan bebas dari rasa takut. Musthafa Ahmad Zarqa. Salim Segaf al-Jufri. Al-M’jam al-Wasit. Hal. rumahnya atau mobilnya”.51 Sementara Dewan Syari’ah Nasional MUI. dalam Muhammad Syakir Sula. 27-28. hal.

hal. Jakarta. PT.54 Istilah takaful dalam bahasa Arab berasal dari kata dasar kafala-yakfulu-takâfala-yatakâfalu-takâful yang berarti saling menanggung atau menanggung bersama. dalam Gemala Dewi. jelaslah bahwa asuransi syari’ah bersifat saling melindungi dan tolong menolong atau yang disebut dengan ta’awun.12. Op. 2002. 1971. 120. yang dapat digambarkan sebagai asuransi yang prinsip operasionalnya didasarkan pada syariat Islam dengan mengacu kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. dalam Muhammad Syakir Sula.Dzajuli dan Yadi Janwari. 2004.dengan syari’ah. Jurnal AAMAI Tahun VII No. Prenada Media. 55 54 53 52 Ibid. Jakarta. seperti dalam Surat Thaha (20). 2003. asuransi Islam sering juga diistilahkan dengan takaful. Jakarta. yaitu prinsip hidup saling melindungi dan saling tolong menolong atas dasar ukhuwah Islamiyah antara sesame anggota peserta asuransi syari’ah dalam menghadapi malapetaka (resiko). Huzaemah T. 232. xliv . Raja Grafindo Persada.A. 30. 56 hal. 479. 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah. namun demikian ada sejumlah kata yang seakar dengan takaful.52 Dari beberapa definisi di atas. Al-Qur’an dan Terjemahanya. Soenarjo. 122. ayat 40. Yayasan Penerjemah Al-Qur’an. AspekAspek Hukum Dalam Perbankan Dan Perasuransian di Indonesia.55 Kata takaful tersebut tidak dijumpai dalam Al-Qur’an. hal.56 yang berbunyi:   ִ  ִ ִ ☺ ִ   ֠ Fatwa Dewan Syariah Nasional No. H.53 Secara umum.cit…. Yanggo. hal. hal. Lembaga-Lembaga Perekonomian Umat (Sebuah Pengenalan). Asuransi Hukum dan Permasalahannya.

s. maka takaful dalam pengertian muamalah memiliki  ִ ☺ ִ ֠ Yang dibunuh Musa a.60 Apabila kita memasukkan asuransi takaful ke dalam lapangan kehidupan muamalah. Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan saling tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syari’ah.ִ ִ    Artinya: “Ketika saudaramu yang perempuan berjalan. 60 59 58 57 xlv .s. Nabi Musa a. lalu Ia Berkata kepada (keluarga Fir'aun): "Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?" Maka kami mengembalikanmu kepada ibumu.129. Takaful. Himpunan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional. hal. agar senang hatinya dan tidak berduka cita. dengan salah seorang puterinya dan menetap beberapa tahun lamanya. Ini ialah seorang bangsa Qibthi yang sedang berkelahi dengan seorang Bani Israil.58 Kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan59 Hai Musa”. datang ke lembah Thuwa untuk menerima wahyu dan kerasulan. 2003. Maka kamu tinggal beberapa tahun diantara penduduk Madyan. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia. Edisi ke-2.s. Diterbitkan atas kerjasama DSN MUI dan BI. datang ke negeri Mad-yan untuk melarikan diri.s. yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia melalui Dewan Syari’ah Nasional. Jakarta. terdapat definisi asuransi Syari’ah (Ta’min. Pedoman Umum Asuransi Syari’ah. sebagaimana yang dikisahkan dalam surat Al Qashash ayat 15. Maksudnya: nabi Musa a. di sana dia dikawinkan oleh nabi Syu'aib a.57 lalu kami selamatkan kamu dari kesusahan dan kami Telah mencobamu dengan beberapa cobaan. DSN MUI.

Asuransi Takaful Selayang Pandang dalam Wawasan Islam dan Ekonomi.arti yaitu saling menanggung resiko di antara sesame manusia sehinnga di antara satu dengan lainnya menjadi penanggung atas resiko masingmasing. selainnya diberikan kepada para mujtahid untuk mengembangkan melalui pikiran mereka selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist.63 Landasan Hukum Asuransi Syari’ah Hukum-hukum muamalah bersifat terbuka. hal. Asuransi Takaful. Artikel dikeluarkan oleh PT. 127. Ibid. 123. 61 Loc. 1997. Juhaya S. asuransi takaful terkait dengan unsur saling menaggung resiko di antara para peserta asuransi.62 dan tanggung menanggung resiko tersebut dilakukan atas dasar saling tolong menolong dalam kebajikan dengan cara masing-masing mengeluarkan dana yang ditujukan untuk menanggung resiko. Jakarta. 234.cit. Op. dimana peserta yang satu menjadi penanggung peserta yang lainnya.cit. dalam arti Al-Qur’an hanya memberikan aturan yang bersifat garis besar. hal. Lembaga penerbit FE-UI. saling bekerja sama atau saling tolong-menolong dengan melindungi penderitaan orang lain. hal. dan ini menjadi dasar mengapa asuransi diperbolehkan dalam agama Islam karena asas prinsip syariat mengajak kepada sesuatu yang mengakibatkan keeratan jalinan sesama manusia dan kepada sesuatu yang meringankan bencana sesama manusia. 64 63 62 Gemala Dewi.61 Dengan demikian. Ibid.64 Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Maidah ayat 2: 65 2.. xlvi . Rahmat Husein. Hakekat asuransi secara Islami adalah saling bertanggungjawab. Syarikat Takaful Indonesia. Praja.

janganlah kamu melanggar syi'arsyi'ar Allah.66 dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram.67 jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya. disembelih ditanah Haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadat haji. Muharram dan Rajab). 156.68 dan binatang-binatang qalaa-id.֠ ִ ִ ִ     ֠  ִ   ִ☺  ִ ִ      Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. maksudnya ialah dilarang melakukan peperangan di bulan-bulan itu. tanah Haram (Mekah) dan Ihram. Syi'ar Allah ialah segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempattempat mengerjakannya. Maksudnya antara lain ialah: bulan Haram (bulan Zulkaidah. Op Cit…hal.69 dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya70 dan apabila kamu Telah 65 66 Soenarjo. lembu. biri-biri) yang dibawa ke ka'bah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Zulhijjah. supaya diketahui orang bahwa binatang itu telah diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah. 69 68 67 xlvii . Ialah binatang had-ya yang diberi kalung. Ialah binatang (unta. kambing.

ayat 18 mengenai perintah mempersiapkan hari depan. dan bertakwalah kamu kepada Allah.72 berbunyi: ִ  ִ☺ ֠  ִ   ִ ִ☺    Dimaksud dengan karunia ialah keuntungan yang diberikan Allah SWT dalam perniagaan. Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. hal. dan jangan tolongmenolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Maka bolehlah berburu. Beberapa dalil-dalil syar’I yang berkenaan dengan praktek asuransi syari’ah. 72 xlviii . 156. antara lain dalam firman Allah SWT. Ibid. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Di samping itu. ayat 1. 919. 71 70 Soenarjo. firman Allah SWT mengenai prinsip-prinsip dalam muamalah pada Surat Al-Maidah. Op Cit…hal. keridhaan dari Allah SWT ialah pahala amalan haji. mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Surat Al-Hasyr.menyelesaikan ibadah haji. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam. 71 yang berbunyi: ֠ ֠ ִ☺ Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).

pasal 32 mengenai pembukaan kantor cabang dengan prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi 73 Soenarjo. 74 xlix .73 yang berbunyi:  Artinya: ֠   ִ☺ִ ִ “Yang Telah memberi makanan kepada mereka untukmenghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan”. dihalalkan bagimu binatang ternak. Keputusan Menteri Keuangan RI No.06/2003 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. antara lain:74 a. ayat 2. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya”.Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. Op. Gemala Dewi. Peraturan ini ditentukan dalam pasal 3-4 mengenai persyaratan dan tatacara memperoleh izin usaha perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah. penuhilah aqad-aqad itu. dan perintahnya untuk saling melindungi dalam keadaan susah pada surat Quraisy ayat 4. kecuali yang akan dibacakan kepadamu. Adapun peraturan-peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah berkaitan dengan asuransi syari’ah.cit. Allah SWT juga memerintahkan kepada hamba-Nya untuk saling bekerja sama dan Bantu membantu. 128-129. 426/KMK. hal. sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Maidah. Op Cit…hal. 1106. (yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji..

Adapun prinsipprinsip asuransi. Indemnity (ganti rugi). 2004. c. setiap perjanjian asuransi harus mengandung prinsip-prinsip asuransi. Keuangan dalam Perusahaan pasal 15-18 Asuransi mengenai dan Perusahaan yang kekayaan diperkenankan harus dimiliki dan dikuasai oleh perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah.Prinsip Asuransi Syari’ah Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Subrogation (Pengalihan hak).Asuransi Takaful Indonesia. antara lain Insurable interest (kepentingan yang dapat diasuransikan). .115. 424/KMK. hal. Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan Nomor Kep. PT. Penilaian dan Pembatasan Investasi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi Dengan Sistem Syari’ah. Yogyakarta. 4499/LK/2000 tentang Jenis. Prinsip . Heri Sudarsono. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. Contribution. Modul Pengetahuan Dasar Takaful. Utmost Good Faith (itikad baik). Edisi ke2. Keputusan Menteri Keuangan RI No.06/2003 tentang Kesehatan Reasuransi. Ekonisia Kampus Fak. Asuransi Takaful Keluarga.konvensional.75 Adapun prinsip-prinsip asuransi syari’ah meliputi:76 3. proximate cause (penyebab dominan).Ekonomi UII. b. Deskripsi dan Ilustrasi. dan pasal 33 mengenai pembukaan kantor cabang dengan prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah. 76 75 l .

sebagaimana dalam firman Allah pada Surat At-Taubah. 291. sebagaimana firman Allah SWT dalam Q. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu. Maka Allah mempersatukan hatimu. lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah. dan janganlah kamu bercerai berai. dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka. Sesama Muslim saling bekerjasama atau saling membantu. dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan.S. orang-orang yang bersaudara.a. Al-Imran: 10377 ☺ ☺ִ ֠ ִ☺       Artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah. lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Saling bertanggung jawab. Op Cit…hal. li . ayat 71 yang berbunyi: 78  ִ    ִ ִ  ִ ֠          77 78  ☺  ☺  ִ☺   Soenarjo. 93. agar kamu mendapat petunjuk” b. Ibid…hal. dimana kesulitan seorang muslim dalam kehidupan menjadi tanggung jawab sesama muslim.

1996. gharar dapat diatasi dengan mengganti akad tabaduli dengan akad takafuli yaitu akad tolong menolong atau ִ    79 80 Ibid…hal. Depok. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf. Membumikan Ekonomi Islam di Indonesia. Dalam asuransi syariah. Dan terhadap orang yang minta-minta. hal. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. lii . terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. 234. hal. Perwataatmadja menambahkan satu prinsip.80 1) Gharar menurut bahasa artinya adalah penipuan. lelaki dan perempuan.. yaitu prinsip menghindari unsur-unsur gharar. Op. seperti dalam firman Allah SWT. Usaha Kami. c. menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. 1071. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. janganlah kamu menghardiknya”. Karnaen A. mendirikan shalat. surat Adh-dhuha ayat 9-10. 135-136.79 yang berbunyi:  ִ  Artinya: “Sebab itu. dalam Gemala Dewi. mencegah dari yang munkar. Sesama muslim saling melindungi penderitaan satu sama lain. sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. d. maysir dan riba. Perwataatmadja.cit. Karnaen A.☺   ִ ִ  ☺      ִ  ִ Artinya: “Dan orang-orang yang beriman.

dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). dan bertakwalah kamu kepada Allah. yang berbunyi: ֠ ִ ִ     ֠  ִ   ִ☺  ִ ִ     ִ  Artinya: “Hai orang-orang yang beriman.81 Allah pun berfirman dalam QS. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam. jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya. Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya". dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu Telah menyelesaikan ibadah haji. dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. Sedangkan hadist yang berkaitan dengan gharar. Op. dan binatang-binatang qalaa-id.akad tabarru’ dan akad mudharabah. dan jangan melanggar kehormatan bulanbulan haram. Maka bolehlah berburu.cit. adalah: 81 Muhammad Syakir Sula.al-Maidah ayat 2.174 liii . janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah. Hal.

. Karena itu tidak ada unsur maysir. dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah). Menurut QS. Nasa’I.Muslim. Karena tidak ada yang dirugikan. yang berbunyi:82 ֠ ִ☺ ☺ ִ☺  ִ☺ 82 Ibid. maka reversing period di asuransi syariah terjadi sejak awal dan nilai tunai sudah terjadi sejak awal dan nilai tunai sudah sejak awal tahun pertama masuk menjadi peserta asuransi. Hal.Al-Maidah:90.176 liv . membagi rekening peserta menjadi dua. yaitu rekening untuk asuransi jiwa yang mengandung unsur tabungan yang dapat diambil oleh peserta karena pada dasarnya itu adalah uang peserta sendiri dan rekening tabarru’ yang diniatkan untuk derma.‫ا ِ ََ ْ ِ و َ ْ َ ْ َ ْ ِ ا َ َر )روا‬ ِ َ (‫أ ه ة‬ ‫ئ وا دا‬ Arti: َ ِ ‫َ ِ ر َ ْل ا‬ ُ َ ‫و ا ى وا‬ “Rasulullah SAW melarang jual beli yang mengandung gharar. Rekening tabarru’ tidak tercampur dengan rekening tabungan. Abu Daud. Tirmizi. Pada asuransi syariah.” (HR. 2) Kata maysir secara harfiah dalam bahasa Arab diartikan dengan memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras atau mendapat keuntungan tanpa kerja keras. Terdapatnya unsur Maisyir merupakan kelanjutan dari adanya unsur gharar.

ִ  Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. Hal 53 lv . adalah termasuk perbuatan syaitan.” Rasulullah bersabda: ُ َ ‫َا ُ ِْ ُ ْن َ َ ُ ُوْ ِ ِ ْ ا ُ ْ ً َ م َ َ ً اوْا‬ َ َ ِ َ ‫و‬ (‫ف‬ ‫و‬ ‫َ َا ً )روا ا ى‬ Artinya: “Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat yang mereka buat kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau yang menghalalkan yang haram. mengundi nasib dengan panah. Sesungguhnya (meminum) khamar. berjudi. Akad tijarah yang dipakai adalah mudharabah sedangkan akad tabarru’ adalah hibah. Asuransi syariah mengeliminir riba dengan menggunakan konsep mudharabah.” 3) Riba menurut istilah berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara batil. yang berbunyi:83 ֠ ִ☺ ֠  83 ִ Ibid. Kontrak yang dipergunakan dalam asuransi syariah adalah akad tolong menolong (takafuli) yaitu akad tabarru’ dan akad tijarah.Al-Baqarah:275. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Adapun firman Allah yang berkenaan dengan riba tercantum dalam QS. (berkorban untuk) berhala.

lalu terus berhenti (dari mengambil riba). padahal Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat).a. mereka kekal di dalamnya”. Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Keadaan mereka yang demikian itu.‫ر‬ َ ُ ِ‫َ ْ ا‬ َ ً َ ‫َ ْ ًا‬ َ ُِ ‫ا‬ ‫وَ َ َ ْ ا‬ ِ َ ُ ‫وَ َ َ ا‬ َ Artinya: “Diriwayatkan dari (Aun bin) Abu Juhayfah r.ִ ֠  ִ ִ ִ☺ ִ ִ ִ   ִ  ִ ִ☺  ִ☺ ִ֠ ִ ִ ִ Artinya: “ Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. orang-orang yang Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya.ِ ِ ‫َ ا ِ َ ِ َا ْ َ ْ ُ ْ َ ِ. ayahku membeli seorang budak yang melakukan pekerjaan hajjamah (menarik darah keluar dari tubuh seseorang untuk keperluan pengobatan).‫ا ُ ََ ْ ِ و َ َ َ ْ َ َ ِ ا ْ َ ْ ِ و َ َ ِ ا م‬ ِ َ َ . dan urusannya (terserah) kepada Allah. berbunyi: ‫َ ْ َ َ ر ِ َ ا ُ َ ْ ُ َ ل: رأ ْ ُ ا ِ ا ْ َ َى‬ ُ َ ََ َ َ َ َ : ‫َ َ َ َ ِ َ ِ ِ ِ ِ ُ ِ َت . َ َ َ ْ ُ ُ َ َ ل‬ َ ُ َ . (Aku bertanya kepada lvi . orang yang kembali (mengambil riba). Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka. Maka baginya apa yang Telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan). Sedangkan Hadist yang berkaitan dengan riba. Ayahku mengambil alatalatnya (dan merusaknya). واآِ ا َ و ُ ْآ‬ ِ َ ِ ََ ‫و‬ .

Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelola. lvii . Akad 3. Ia menjawab. 137. 104. sehingga perusahaan bebas menentukan investasinya. Tabarru’ dihitung dari tabel mortalita. Unsur Premi 4.cit. DPS(Dewan Pengawas Syari’ah) Asuransi Konvensional Asuransi Syari’ah Ada. dan hasil investasi seluruhnya adalah keuntungan perusahaan Sumber: Muhamad Syakir Sula. Dari rekening tabarru’ Diperoleh dari surplus underwriting. Terdiri dari: tabel mortalita. dan juga melarang pekerjaan mentato atau ditato. komisi reasuransi. “Nabi Saw melarang memperdagangkan seekor anjing atau darah.ayahku kenapa berbuat seperti itu).. Dana yang terkumpul dari nasabah (premi) merupakan milik peserta. dan (melarang menerima) pemakan riba dan orang yang memberikan riba dan melaknat para pembuat gambar. maka suransi syari’ah memiliki perbedaan yang mendasar dalam beberapa hal. dan bagi hasil keuntungan investasi 4. Pembayaran Klaim Dari rekening perusahaan 5. Iuran atau kontribusi terdiri dari unsur tabarru’ dan tabungan (saving). dan biayabiaya asuransi (Cost of Insurance) 4. yaitu:84 84 Heri Sudarsono. Keuntungan (profit) Diperoleh dari surplus underwriting. Investasi Dana Jual Beli Investasi dana berdasarkan bunga Dana yang terkumpul dari nasabah (premi) menjadi milik perusahaan.cit. bunga (Interest). Op. hal. Op. Akad Tabarru’ dan Akad Tijarah Investasi dana berdasarkan syari’ah dengan sistem bagi hasil (mudharabah).” Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syari’ah Adapun perbedaan antara asuransi syari’ah dan asuransi konvensional akan diperjelas dari tabel dibawah ini: Tabel 1 Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syari’ah No Prinsip 1. yang berfungsi untuk mengawasi pelaksanaan operasional perusahaan agar terbebas dari praktek yang bertentangan dengan prinsip syari’ah. tetapi tanpa perhitungan bunga. komisi reasuransi.. 2. Keemilikan Dana 3. hal. lihat juga Gemala Dewi. 2004 Dibandingkan asuransi konvensional.

yaitu nasabah yang satu menolong nasabah yang lainnya yang tengah mengalami kesuilitan. Pembayaran klaim nasabah. bunga (Interest). Tabarru’ dihitung dari tabel mortalita.a. Keberadaan Dewan pengawas Syari’ah merupakan suatu keharuan. sementara pada asuransi konvensional investasi dana dilakukan pada sembarang sector dengan sistem bunga. dan perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. e. karena berperan dalam mengawasi manajemen. f. c. d. dana diambil dari rekening tabarru’ (dana sosial) seluruh peserta yang telah diikhlaskan lviii . Sementara pada asuransi konvensional. Pada asuransi syari’ah. b. Sementara pada sistem konvensional menggunakan tabel mortalita. Dana yang terkumpul dari nasabah asuransi syari’ah diinvestasikan dengan sistem bagi hasil. Prinsip akad adalah takafuli (tolong menolong). produk serta kebijakan investasi supaya senantiasa sejalan dengan syariat Islam. tetapi tanpa perhitungan bunga. dan biaya-biaya asuransi (Cost of Insurance). premi yang terkumpul diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah. sementara pada konvensional akad bersifat tabaduli (jual beli antara nasabah dengan perusahaan). premi menjadi milik perusahaan dan perusahaan memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan pengelolaan dana tersebut. Unsur premi pada asuransi syari’ah terdiri dari unsur tabarru’ dan tabungan (saving).

Muamatuna. Astiwara. Ketentuan Operasi Asuransi Syari’ah Dalam menjalankan operasinya. c. lix . Akad. jika ada yang tertimpa musibah.cit. g. Vol. Gharar. dimana dalam asuransi syari’ah. yaitu kejelasan akad dalam praktek muamalah. dimana akad yang digunakan adalah akad jual beli (tadabuli) atau tolong menolong (takaful). sementara pada asuransi konvensional keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan. hal. maka nasabah tidak memperoleh apa-apa. maka dana klaim yang diberikan adalah dari rekening tabarru’ yang sudah diniatkan oleh sesame takaful untuk saling tolong menolong. dalam Heri Sudarsono. b. d. dan jika tidak ada klaim. asuransi syari’ah berpegang pada ketentuan-ketentuan sebagai berikut:85 a. Op. mengganti akad dengan niat tabarru’ yaitu suatu niat tolong menolong pada sesama peserta apabila ada yang ditakdirkan mendapat musibah.untuk keperluan tolong menolong bila ada peserta yang terkena musibah. Perbedaan Secara Syariah Asuransi Takaful dengan Asuransi Konvensional. 116-118. keterbukaan merupakan 85 akselerasi dari realisasi prinsip-prinsip Endy M. 2001. Maysir. Tabarru’ dana ini disimpan dalam rekening khusus. sedangkan dalam asuransi konvensional dana pembayaran klaim diambil dari rekening milik perusahaan. Keuntungan investasi dibagi dua antara nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan sebagai pengelola dengan prinsip bagi hasil. I/Edisi 1/Th. 5. dalam mekanisme asuransi syari’ah. 1.

dalam asuransi konvensional peserta tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan ingin mengundurkan diri sebelum masa reversing period. Usia peserta masuk 5 sampai dengan 50 tahun. karena tidak ada kepercayaan jika tidak ada keterbukaan dalam informasi. c. Riba. 87 lx . Op. 6.syari’ah. Pembatasan 1 tahun. 20. keberadaan asuransi syari’ah dalam menyimpan dananya di bank syari’ah dengan sistem mudharabah. Biaya polis Rp. e. asuransi non tabungan atau asuransi kerugian jika habis masa kontrak dan tidak terjadi klaim. b. Adapun ketentuan dari asuransi ini adalah:87 a. f. maka dana peserta itu hangus. d. Ibid.-. maka premi yang dibayarkan akan hangus sekaligus menjadi milik pihak asuransi. Demikian pula.000. Dana hangus.86 Program ini diperuntukkan bagi perorangan maupun perusahaan/lorganisasi yang bermaksud menyediakan dana santunan rawat inap dan operasi bila peserta sakit dan kecelakaan dalam masa perjanjian. 86 Muhamad Syakir Sula.cit. 650-651. hal. Kontrak 1 tahun. Asuransi Takaful Kesehatan Asuransi jenis ini merupakan produk tanpa unsur tabungan (non saving) adalah produk syari’ah dimana struktur produknya tidak terdapat unsur tabungan yang bersifat tabarru’ (dana tolong menolong).

f. peristiwa kerugian tidak dalam pengecualian polis. Verifikasi juga mengenengahkan apakah peristiwa kerugian yang dialami oleh peserta masih dalam kontrak atau diluar kontrak. Peristiwa yang masih dalam kontrak. Apabila lxi . menyangkut semua informasi mengenai peristiwa yang menyebabkan peserta mengalami kerugian dan besarnya nominal kerugian yang dialami. Jika premi lanjutan tidak dibayar maka pengajuan klaim akan ditolak apabila tertunggak melewati grace priode yang telah ditentukan. Jangka waktu pengajuan klaim 14 hari. Dokumen klaim yang diajukan peserta kepada pihak perusahaan harus secara lengkap. Polis masih dalam kondisi in force artinya polis tersebut masih dalam keadaan aktif dibuktikan dengan premi lanjutan-premi lanjutan yang masih terus dilanjutkan. C. i. minimal 4 hari. Klaim (Claim) Klaim (Claim) berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim peserta untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak bayar atau tidak.e. g. Klaim yang diajukan oleh tiap peserta meliputi beragam dokumentasi yang diverifikasi diantaranya adalah: Dokumen klaim. polis masih dalam kondisi in force. h. Manfaat kesehatan dibayarkan untuk perawatan Sistem pembayaran adalah reimbursement. Cara bayar premi tahunan. Pembayaran klaim adalah 80 % dari kuitansi dan maksimal = manfaat kesehatan dan bukan untuk biaya karena melahirkan.

polis asli. Adapun dokun-dokumen yang diperlukan diantaranya adalah: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). Pengertian Klaim Klaim dapat diartikan sebagai permintaan peserta maupun ahli warisnya atau pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan. Yang menggajukan kliam adalah dari pihak ahli waris yang tercantum pada polis atau boleh pihak lain yamg diberikan kuasa atau pihak lain yang berkepentingan terhadap manfaat asuransi. Klaim Nilai Tunai Klaim yang diakibatkan terjadi peristiwa kematian pada peserta. Setiap dokumentasi yang diterima akan dilakukan verifikasi.peristiwa sebelum atau sesudah kontrak dilakukan maka pengajuan klaim akan ditolak. 1. i. misalnya lembaga pembiayaan bank dan leasing. 2. merupakan klaim habis kontrak. foto copy identitas diri yang masih berlaku dan buku asli pembayaran premi terakhir. Jenis-jenis Klaim Klaim Habis Kontrak Klaim yang diajukan oleh peserta karena perjanjian telah berakhir sampai batas yang telah disepakati missal 10 tahun. Adapun dokumen-dokumen yang lxii . Sebagaimana kematian yang disebabkan oleh bunuh diri dan lain sebagainya. Peristiwa yang menyebabkan terjadinya kerugian pada pihak peserta tidak termasuk dalam klausal pengecualian sebagaimana tercantum dalam polis. ii.

Peserta tidak dikenakan beban sedikit pun karena itu termasuk bunga. foto copy identitas diri yang masih berlaku. Dokumentasinya Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). surat keterangan dari rumah sakit yang menerangkan sebab meninggal dunia. Klaim Tahapan Pendidikan Klaim yang diajukan oleh peserta karena jatuh tempo dana pendidikan sebagaimana yang tercantum pada polis. surat keterangan dari pamong praja dan surat keterangan dari Kepolisian Republik Indonesia. bukti asli pembayaran premi terakhir. (Tidak wajib). foto copy identitas diri yang masih berlaku. 3. Klaim Nilai Tunai Sebagian Klaim nilai tunai sebagian dilakukan pada peserta apabila jumlah polis telah mencapai 2 tahun dan aktif serta maksimal jumlah yang dapat diambil 50% dari saldo tabungan. laboratorium dan photo copy biaya pengobatan asli. resume dari rumah sakit dimana dirawat. foto copy identitas diri yang masih berlaku. polis asli. asuransi takaful biaya tersebut merupakan bagian dari premi peserta sendiri. lxiii . polis asli. Dokumentasi yang diperlukan Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). 4. jika musibah karena lalu lintas. Klaim Biaya Perawatan Pengantian kerugian peserta dengan alasan pengeluaran biaya oleh peserta dalam perawatan/pengobatan rumah sakit karena kecelakaan ataupun sakit dengan syarat penyakit tersebut tidak termasuk dari klausa pengecualian polis.dibutuhkan diantaranya: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). surat jatuh tempo tahapan dari perusahaan. 5. polis asli.

baik pada asuransi syari’ah maupun konvensional.89 Adapun proses paling sederhana dalam proses klaim.D. penyelidikan (melakukan survey ke lapangan atau menunjuk independent adjuster. Ibid. 89 lxiv . atau aplikasi oleh peserta untuk memperoleh pertanggungan atas kerugiannya yang tersedia berdasarkan perjanjian. penyelesaian klaim (kesepakatan mengenai jumlah penggantian sesuai peraturan perundangan yang berlaku. dimana laporan akan dijadikan dasar apakan klaim dijamin oleh polis atau tidak). dan diisyaratkan bahwa pembayaran klaim tidak boleh lebih dari 30 hari sejak terjadi kesepakatan). antara lain pemberitahuan klaim (biasanya dengan bukti lisan dan diperkuat dengan laporan tertulis). dimana masing-masing perusahaan memiliki prosedur sendiri untuk mempermudah 88 Ibid. Fatwa DSN No. Adapun prosedur klaim. 259. Yang membedakan dari masing-masing perusahaan adalah kecepatan dan kejujuran dalam menilai suatu klaim.88 Secara umum prosedur klaim pada asuransi umum hampir sama dengan. bukti klaim kerugian (menyerahkan klaim tertulis dengan melengkapi lembaran klaim standar yang dirancang khusus untuk masing-masing class of business). hal. 21 Tahun 2001 Tentang Klaim Asuransi Syari’ah Klaim atau claims merupakan permintaan peserta atau ahli warisnya maupun pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan.

Asuransi Syariah Dalam Perspektif Praktis (Life Insurance).91 sedangkan pada asuransi konvensional. 37 91 90 lxv . murni bisnis. hal 263. sumber pembayaran klaim berasal dari rekening perusahaan. Hafs Media. Khoiril Anwar. 2004 Sumber pembayaran klaim pada asuransi syari’ah diperoleh dari rekening tabarru’. yaitu iuran kebajikan yang telah diniatkan oleh peserta untuk dana saling tolong menolong apabila ada peserta lain yang terkena musibah. dan tentu tidak ada Ibid.nasabah (services). Surakarta. 2006. hal. berikut gambar proses klaim sampai kepada pembayaran (penyelesaian klaim):90 Gambar 1 Proses Klaim Asuransi Pengenalan Periksa Penutupan Tidak Ditutup Ditutup Tunjuk Adjuster Tolak Minta Dokumen Proses Lapor Tolak Tawarkan Voucher Pengambilan Pembayaran Sumber: Muhamad Syakir Sula.

Djazuli dan Yadi Janwari. Klaim yang dibayarkan perusahaan adalah bagian dari kewajiban imbal balik peserta yang diatur dalam akad atau perjanjian asuransi. klaim meninggal dunia. Khoiril Anwar. 17 Oktober 2001. meliputi dokumen klaim. polis dalam kondisi in force. antara lain klaim habis kontrak.cit. A. klaim nilai sebagian. dijelaskan pada pasal keenam mengenai premi. Op. 2. tidak mengandung kecurangan atau tidak melanggar peraturan. 138. 95 lxvi . yaitu peserta berkewajiban membayar sejumlah premi sebagai tertanggung dan perusahaan berkewajiban untuk membayar klaim sebagai penanggung apabila peserta mengalami musibah atau jatuh tempo.94 Berdasarkan fatwa Dewan Syari’ah Nasional No. klaim nilai tunai. dan klaim tahapan pendidikan. hal. 21/DSN-MUI/X/2001 tentang pedoman umum Asuransi Syari’ah.nuansa spiritual yang melandasinya. 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Asuransi Syariah. Untuk menentukan besarnya premi perusahaan asuransi syari’ah dapat menggunakan rujukan.92 Jenis klaim ada empat macam. peristiwa kerugian tidak dalam pengecualian polis. misalnya tabel mortalita untuk 92 H. peristiwa kerugian masih dalam kontrak. Pembayaran premi didasarkan atas jenis akad sistem tijarah dan jenis akad tabarru’. klaim biaya perawatan. Fatwa DSN No. Jakarta.93 Administrasi klaim berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim peserta untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak bayar atau tidak. Ibid. op. 63-64. 93 94 Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. hal. 121. yaitu:95 1. hal.cit. 65-67.. Setiap dokumen yang diterima akan dilakukan verifikasi secara umum. hal.

(Pada lampiran) 3. lxvii . Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada awal perjanjian. dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya. 2. dibayarkan. Klaim atas akad tabarru’. Hasil Penelitian Relevan Penelitian yang telah dilakukan oleh Ida Wahyunigsih dengan judul penelitian Analisis Implementasi Produk Asuransi Takaful dana Siswa. 5. Premi diinvestasikan. 4. Klaim atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta.asuransi jiwa dan table morbidita untuk asuransi kesehatan. Premi yang berasal dari jenis akad sistem mudharabah dapat diinvestasikan dan hasil investasinya di bagi hasilkan kepada peserta. Klaim dapat berbeda dalam jumlah. sebatas yang disepakati dalam akad. Sementara pada pasal ketujuh mengenai klaim dijelaskan:96 1. merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan. 4. dengan syarat tidak memasukkan unsur riba dalam penghitungannya. sesuai dengan premi yang yang berasal dari jenis akad tabarru’ dapat E. penelitian ini dengan rumusan masalah bagaimana kesesuaian implementasi produk asuransi dana siswa pada Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta terhadap Fatwa DSN dan MUI. penelitian ini difokuskan pada 96 Ibid. 3. perhitungan mengunakan sistem bagi hasil nisbah seperti 50 : 50 atau 60 : 40 yang disepakati diawal.

loading. pengelolaan dana. Hasil penelitian menyatakan implementasi produk Asuransi Syari’ah Takaful yang meliputi permohonan asuransi. premi. belum pernah menemukan penelitian tentang pembayaran klaim pada asuransi syariah. aqad. klaim dan tempat kedudukan perselisihan yang kurang sesuai dengan fatwa DSN dan yang lainya telah sesuai dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam konsep fatwa dewan Syari’ah Nasional. lxviii .implementasi produk asuransi takaful keluarga Cabang Surakarta terhadap Fatwa DSN-MUI no 21/DSN-MUI/X/2001 dengan batasan masalah tentang pedoman umum Asuransi Syari’ah. Adapun tujuan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui kesesuaian implementasi produk asuransi takaful dana siswa yang telah dilaksanakan dengan Fatwa DSN-MUI. underwriting. Dari hasil penelusuran penulis selama ini.

Jakarta. disamping kedua peraturan tersebut. No. sedangkan peraturan pemerintah Indonesia yang mengatur tentang asuransi baru dikeluarkan pada tahun 1976.BAB II LANDASAN TEORI F. dasar acuan pembinaan dan pengawasan usaha asuransi di Indonesia juga didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan No. Edisi ke-6. kemudian melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan No.97 Selanjutnya Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 98 97 Ibid. PT. 223/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi. Raja Grafindo Persada. dan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 2001. Kasmir. No. 1136/KMK/IV/1976 tentang penetapan besarnya cadangan premi dan biaya oleh Perusahaan Asuransi di Indonesia. 1249/KMK.98 Peraturan Menteri Keuangan tersebut tidak berlaku lagi setelah dikeluarkannya UU No.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Izin Perusahaan Asuransi dan Reasuransi.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 tentang Asuransi Jiwa. 73 Tahun 1992 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian di Indonesia dan Peraturan Pemerintah No. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. 1250/KMK. 277.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan di bidang Asuransi Kerugian. hal. 224/KMK. Gambaran Umum Tentang Asuransi Asal mula kegiatan asuransi di Indonesia merupakan kelanjutan asuransi yang ditinggalkan oleh pemerintah Hindia Belanda. 11 lxix .

Yogyakarta. Asuransi Syariah (Life And General): Konsep dan Sistem Operasional. 1. KH. Simanjuntak.100 Robert I. Life Insurance Theory And Practice. 2004. dalam Muhammad Syakir Sula. hal. 1985. Asuransi Dalam Pandangan Syariat Islam. yang dalam hukum Belanda disebut verzekering. Hukum Pertanggungan. 2 Tahun 1992 tentang usaha perasuransian. PT. Inc. Gema Insani Press. Mizan. Jakarta. dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian 99 Ibid. 26. Ibid..017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan dan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Penunjang Usaha Asuransi. hal. 1994. kerugian yang dapat diprediksi tersebut kemudian dibagi dan didistribusikan secara proporsional di antara semua unit dalam gabungan tersebut.102 Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. Pengertian Asuransi Kata asuransi berasal dari bahasa Belanda. Jakarta. 7.99 8.225/KMK. Edisi Revisi Ke-2. 278. 1982. 226/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Penyelenggaraan Usaha Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. hal. Menggagas Fiqih Sosial. 205-206. yang artinya pertanggungan. assurantie. Raja Grafindo Perkasa. Bandung. Ali Yafie.101 Asuransi juga diartikan sebagai suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai pengganti (substitusi) kerugian-kerugian besar yang belum pasti. dalam Muhammad Syakir Sula. Business Publication. Abbas Salim. Emmy P. diuraikan definisi tentang asuransi sebagai berikut: “Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih. Cetakan Keenam. 102 101 100 lxx . hal.. dan No. hal. UGM. Mehr mengartikan asuransi sebagai suatu alat untuk mengurangi resiko dengan menggabungkan sejumlah unit-unit yang beresiko agar kerugian individu secara kolektif dapat diprediksi. Asuransi dan Manajemen Resiko. 2000. dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung. Mehr. Robert I.

Lembaga-Lembaga Keuangan dan Bank: Perkembangan. Edisi Kedua. dan Faried Wijaya dan Soetatwo Hadiwigeno.cit.. hal. dan Subagyo. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Cetakan Pertama. antara lain:104 a. STIE YKPN. jumlah uang yang dipertanggungkan. 377. hal. Op. serta jangka waktu asuransi. 276. maka pihak penanggung (perusahaan asuransi) akan membayar sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama. 9.. BPFE UGM.kepada tertanggung karena kerugian. hak dan kewajiban masing-masing pihak. 278-280. Yogyakarta. Yogyakarta. hal. Ibid. dkk. dimana perjanjian tersebut tertuang dalam bentuk polis asuransi yang telah ditentukan syarat-syarat. sebagaimana yang terdapat dalam Undang-Undang No. 2002. 1999. kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga dari suatu peristiwa yang tidak pasti. 104 103 lxxi . 138. Tipologi Asuransi Jenis asuransi yang berkembang di Indonesia saat ini jika dilihat dari fungsinya. hal. Yang termasuk dalam asuransi Kasmir. Apabila dalam masa pertanggungan terjadi sebuah resiko.103 Dari beberapa pengertian di atas. Asuransi kerugian (non life insurance). Cetakan Keempat. maka dapat disimpulkan bahwa asuransi adalah perjanjian dimana tertanggung dan penanggung mengikat perjanjian tentang hak dan kewajibannya masing-masing. kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan”. Teori dan Kebijakan. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Asuransi dijelaskan bahwa asuransi kerugian menjalankan usaha memberikan jasa untuk menanggulangi resiko atas kerugian.

. Asuransi ini digolongkan ke dalam bentuk treaty. asuransi seumur hidup (whole life insurance). 280.kerugian adalah asuransi kebakaran. dan pencurian. maka asuransi dapat diklasifikasikan antara lain:105 e. b. jika dilihat dari segi kepemilikannya. yaitu asuransi yang sahamnya dimiliki sebagian besar atau bahkan 100 % oleh pemerintah Indonesia. Asuransi milik swasta nasional. kepemilikan saham asuransi ini sepenuhnya dimiliki oleh swasta nasional. seperti asuransi kendaraan bermotor. Reasuransi (reinsurance). asuransi tabungan (endowment insurance). Sementara itu. Jenis-jenis asuransi jiwa ini adalah asuransi berjangka (term insurance). dan asuransi aneka. c. sehingga siapa yang paling banyak memiliki saham. dan annuity contract insurance (anuitas). serta kombinasi dari keduanya. f. lxxii . merupakan perusahaan asuransi yang dikaitkan dengan penanggulangan jiwa atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan. bentuk facultative. Asuransi jiwa (life insurance). asuransi pengangkutan. merupakan perusahaan asuransi yang memberikan jasa asuransi dalam pertanggungan ulang terhadap resiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi kerugian. 105 Ibid. kecelakaan diri. hal. maka memiliki suara terbanyak dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Asuransi milik pemerintah.

Tujuan perusahaan asuransi ini bersifat kompersial dengan motif John H. merupakan asuransi wajib. merupakan asuransi yang mempunyai tujuan untuk melindungi seseorang ataupun keluarga serta perusahaan dari resiko yang mendatangkan kerugian.cit. 142-143.cit. Jaminan ini bertujuan supaya setiap orang mempunyai jaminan untuk hari tuanya (old age). karena setiap orang atau penduduk harus memilikinya. 2). 2-3. merupakan jenis asuransi yang sahamnya dimiliki campuran antara swasta nasional dengan pihak asing. 106 lxxiii . (Richard D. Op. misalnya jaminan yang diberikan kepada prajurit yang cacat sewaktu peperangan. Commercial insurance. yaitu: 1). tidak dengan paksaan. General Insurance. adalah bentuk asuransi yang dijalankan secara sukarela. Asuransi sukarela dibagi dalam dua jenis. Magee mengklasifikasikan asuransi sebagai berikut:106 c. dalam Abbas Salim.g.. Jaminan sosial (social insurance). d. dan Subagyo. Asuransi sukarela (voluntary insurance). Op. Government insurance. dan hanyalah merupakan cabang dari negara lain. Asuransi milik campuran. h. Irwin). merupakan perusahaan asuransi yang biasanya beroperasi di Indonesia. yaitu asuransi yang dijalankan oleh pemerintah atau negara. sehingga setiap orang bias atau tidak mempunyai asuransi jenis ini. Magee. Adapun John H. dimana kepemilikannya 100 % dimiliki oleh pihak asing. Asuransi milik perusahaan asing.. hal. dkk. hal.

mencari keuntungan (profit motive). Bentuk asuransi ini dibagi pada dua kelompok: a). Asuransi jiwa (personal life insurance), bertujuan untuk memberikan jaminan kepada seseorang atau keluarga yang disebabkan oleh kematian, kecelakaan serta sakit, seperti PT. Asuransi Jiwas Raya, Asuransi Jiwa Bumi Putera 1912, dan Asuransi Jiwa Dharma Nasional. b). Asuransi kerugian (property insurance), bentuk asuransi ini hamper sama dengan asuransi umum, yang bertujuan oleh memberikan kebakaran, jaminan kerugian seperti yang PT.

disebabkan

pencurian,

Reasuransi Umum Indonesia, dan PT. Asuransi Kerugian. Menurut jenis bidang yang ditangani, ada beberapa macam asuransi, antara lain:107 a. Asuransi jiwa, merupakan bentuk kerjasama untuk mengurangi resiko yang diakibatkan oleh resiko kematian, resiko hari tua, dan resiko kecelakaan. b. Asuransi kecelakaan diri, adalah usaha untuk melindungi resiko financial akibat kecelakaan seperti, benturan atau sentuhan benda keras atau benda cair (kimiawi), gas atau api, terhadap badan (jasmani) seseorang, yang mengakibatkan kematian atau cacat serta luka, yang sifat dan tempatnya dapat ditentukan oleh dokter.

Soeisno Djojosoedarso, Prinsip-Prinsip Manajemen Resiko dan Asuransi, Cetakan Pertama, Jakarta, Salemba Empat, 1999, hal. 74-77.

107

lxxiv

c.

Asuransi sosial, adalah asuransi yang menyediakan jaminan sosial bagi anggota masyarakat, baik secara local, regional, maupun nasional, yang diselenggarakan oleh pemerintah atau lembaga yang ditunjuk, dimana setiap anggota masyarakat memikul kewajiban sosial (membayar premi wajib) dan memperoleh jaminan sosial pula.

d.

Asuransi sosial tenaga kerja, yaitu perlindungan sosial bagi tenaga kerja yang dijalankan melalui pola mekanisme asuransi dan dikelola oleh Perum ASTEK.

e.

Asuransi

kesehatan,

merupakan

asuransi yang memberikan santunan kesehatan kepada seseorang (tertanggung) berupa sejumlah uang untuk biaya pengobatan dan perawatan bila diluar kehendak ia diserang penyakit. f. adalah asuransi yang Asuransi kecelakaan penumpang, mengelola perlindungan sosial dalam

kecelakaan penumpang dan lalu lintas jalan yang penyelenggaranya adalah PT. Asuransi Jasa Raharja. g. Asuransi kebakaran, merupakan

pertanggungan yang menjamin kerugian atau kerusakan atas harta benda (tetap maupun bergerak) yang disebabkan oleh kebakaran, dan terjadi karena api sendiri atau api dari luar, udara jelek, kurang hati-hati, kesalahan atau perbuatan tidak pantas dari pelayan tertanggung, tetangga, musuh, perampok dan apa saja dan dengan cara bagaimanapun sebab timbulnya kebakaran.

lxxv

h.

Asuransi kredit, yaitu pertanggungan yang diberikan kepada pemberi kredit (bank dan lembaga keuangan) terhadap resiko kredit, yaitu tidak diperolehnya kembali kredit yang diberikan oleh tertanggung kepada nasabah.

i.

Asuransi rekayasa atau engineering insurance, yaitu pertanggungan yang diterapkan pada proyek-proyek pembangunan yang berhubungan dengan rekayasa, yang

memberikan perlindungan dalam pelaksanaan pembangunan. j. pertanggungan yang Asuransi perusahaan, merupakan meliputi, asuransi pengiriman uang,108

penyimpanan uang,109 penggelapan uang,110 pencurian uang,111 dan asuransi proses perusahaan.112 k. Asuransi tanggung gugat, yaitu

kewajiban untuk bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh pihak lain. l. Asuransi transportasi, merupakan

asuransi yang berkenaan dengan barang-barang dalam transit atau barang yang sedang ditangani perusahaan pengangkutan.

Yaitu kemungkinan hilang atau rusaknya uang logam atau kertas dan surat-surat berharga, yang disebabkan oleh peristiwa yang tidak diketahui. Yaitu kemungkinan hilangnya uang logam, uang kertas dan surat berharga yang disimpan di dalam lemari, strongroom, berada dalam cashier’s box selama jam kerja. Yaitu kemungkinan kerugian yang diduga oleh majikan disebabkan oleh ketidakjujuran karyawannya. Yaitu pencurian uang yang disimpan di dalam rumah atau kantor, dengan ketentuan bahwa uang itu disimpan dalam lemari besi atau strongroom, dimana yang dijamin adalah pencurian dengan cara merusak rumah atau kantor dan lemari tempat penyimpanan uang. Merupakan kerugian financial yang diderita bila perusahaan tidak berjalan atau sementara berjalan di bawah normal. Resiko yang ditanggung adalah akibat resiko kecelakaan kerja, machinery breakdown, dan mogok kerja atau kegaduhan buruh.
112 111 110 109

108

lxxvi

cit. Op. yaitu mengendalikan posisi keuangan tertanggung setelah terjadi kerugian seperti pada posisi sebelum terjadinya kerugian.. efisien yang mengakibatkan terjadinya peristiwa berantai dan intervensi kekuatan lain. h. adalah perihal berdasarkan hukum untuk mempertanggungkan suatu resiko berkaitan dengan keuangan yang diakui sah secara hukum antara tertanggung dan yang dipertanggungkan. j. i. Prinsip-Prinsip Dalam Asuransi Pelaksanaan perjanjian antara perusahaan asuransi dan nasabah tidak dapat dilakukan secara sembarangan. serta dapat menimbulkan hak dan kewajiban keuangan secara hukum. Insurable Interest. Adapun prinsip-prinsip asuransi tersebut. 113 Kasmir. Proximate Cause adalah suatu sebab aktif.10. lxxvii . Indemnity atau ganti rugi. Utmost Good Faith (itikad baik). karena prinsip ini hanya didasarkan pada kerugian yang bersifat keuangan. Prinsip ini tidak berlaku dalam asuransi jiwa dan kecelakaan. 282-283. melainkan harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip asuransi dengan tujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari antara kedua belah pihak. hal. antara lain:113 g. yaitu penetapan suatu kontrak yang didasarkan kepada itikad baik antara tertanggung dan penanggung mengenai seluruh informasi baik materil maupun immateril. diawali dan bekerja dengan aktif dari sumber baru dan independent.

yaitu suatu prinsip dimana penanggung berhak mengajak penanggung lainnya yang memiliki kepentingan yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada tertanggung meskipun jumlah tanggungan masing-masing penanggung tidak sama besar. atau 114 Abbas Salim.. hal. 11. 11. Adanya suatu kecenderungan. Ibid. 12-14. h. l. Artinya penggantian kerugian tidak mungkin lebih besar dari kerugian yang diderita. Contribution. Insurance Principles and Practices. Dengan asuransi. Asuransi membuat masyarakat dan perusahaan berada dalam keadaan aman.. dalam Abbas Salim. penarikan biaya akan dilakukan seadil mungkin (the equitable assetsment of cost). sehingga untuk menjaga kelancaran perusahaan (going concern) dengan jalan pertanggungan akan mengurangi dan memperkecil resiko yang terjadi. Riegel dan J. Miller.114 Riegel dan Miller mengemukakan beberapa faedah asuransi sebagai berikut:115 g. hal. (Prentice Hall). Manfaat Asuransi Asuransi banyak sekali kegunaannya.cit. Subrogation.k. 115 lxxviii . efisiensi perusahaan (business efficiency) dapat dipertahankan. Op. i. baik untuk perorangan (individu).S. merupakan hak penanggung yang telah memberikan ganti rugi kepada tertanggung untuk menuntut pihak lain yang mengakibatkan kepentingan asuransi mengalami kerugian. R. bagi masyarakat maupun perusahaan.

Obyek. memperoleh penghasilan di masa yang akan dating. dimana bagi perusahaan asuransi akan memberikan keuntungan dari premi yang dibayarkan ke nasabah. 78. rugi dan berkurang nilainya. serta keuntungan hasil bunga dari investasi surat berharga. hal. Op. serta semua kepentingan lainnya yang dapat hilang. Asuransi merupakan alat penabung (saving). j. keuntungan dari hasil penyertaan modal di perusahaan lain. sementara bagi nasabah adalah memberikan rasa aman. Dengan demikian. dkk. tujuan asuransi mengurangi resiko yang sudah adadalam masyarakat dengan 116 Kasmir. terhindar dari resiko kerugian dan kehilangan. l.ongkos asuransi harus adil menurut besar kecilnya resiko yang dipertanggungkan.117 Sementara itu. dan memperoleh penggantian akibat kerusakan atau kehilangan. keuntungan asuransi adalah keuntungan bagi perusahaan asuransi dan bagi nasabah. Subagyo..cit.. jiwa dan raga kesehatan manusia.cit.116 12. rusak. Asuransi menjadi dasar pemberian kredit (insurance serves as a basis of credit). k. 281. hal. Op. tanggung jawab hukum. merupakan simpanan yang pada saat jatuh tempo dapat ditarik kembali. Tujuan dan Sasaran Asuransi Obyek asuransi adalah benda dan jasa. 117 lxxix . Asuransi sebagai suatu sumber pendapatan (earning power) yang didasarkan kepada financing the business.

cara mempertanggungkan pada perusahaan asuransi. 79. f. Ibid. yang mempunyai keinginan untuk mengurangi munculnya kerugian-kerugian yang belum diketahui secara pasti di masa mendatang dengan menggunakan jasa usaha perasuransian. Dengan demikian. hal. Memberikan keuntungan tertentu pada masyarakat yang mengikuti asuransi. Pencegahan dan perlindungan untuk memperkecil kerugian yang terjadi. berupa pengeliminiran sebab-sebab yang dapat menimbulkan kerugian. lxxx .. asuransi memiliki sasaran terhadap pelaku ekonomi mikro (rumah tangga). maupun pelaku ekonomi makro (dunia bisnis atau industri manufaktur dan pemerintahan). karena dengan mengetahui besarnya resiko yang terjadi dapat diketahui besarnya kerugian yang dialami. pengurangan kerugian dan perlindungan agar produk yang telah rusak tidak semakin rusak. akan dipertanggungkan masyarakat apabila :118 d. Resiko yang ada dalam masyarakat. perlindungan produk atau orang yang akan dirugikan. e. Dalam pertanggungan dapat dilakukan pencegahan kerugian yang akan memberikan keuntungan tertentu yaitu berupa pengurangan kerugian dan pengurangan biaya yang menyangkut pertanggungan tersebut. Premi Asuransi Premi asuransi adalah pembayaran dari tertanggung kepada penanggung sebagai imbalan jasa atas pengalihan resiko kepada 118 119 Ibid.119 13.

Mengembalikan tertanggung pada posisi (ekonomi) seperti sebelum terjadi kerugian (resiko). hal. Situasi persaingan.cit. sehingga dengan dana tersebut pihak asuransi dapat: 1).penanggung. Ibid. 121 122 123 lxxxi . maka dalam waktu yang relatif lama. Ibid. sehingga tertanggung mampu berdiri pada posisi semula seperti sebelum terjadinya kerugian. Peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Kondisi atau struktur perekonomian. hal. 5). dan premi tersebut merupakan pengganti kerugian atau jaminan perlindungan dari penanggung kepada tertanggung. 122.123 120 Soeisno Djojosoedarso. akan terkumpul sejumlah dana yang besar. karena dengan premi yang berhasil dikumpulkan dari tertanggung.121 g. 121.120 f.. Fungsi Premi Asuransi Premi merupakan hal yang paling penting dalam asuransi. Ibid. Aktuaria dan Penentuan Tarif Aktuaria merupakan bagian khusus dalam perusahaan asuransi yang menangani atau menghitung premi asuransi.122 Beberapa faktor yang menentukan dalam penentuan tarif adalah: 4).. 6). Menghindarkan tertanggung dari kebangkrutan. Op. 2).

kemungkinan (probability). setidaknya perlu diperhatikan beberapa prinsip.125 Dengan demikian. 9). 7). Ibid. terutama menyangkut pada asuransi kerugian. Kondisi pertanggungannya. 124 Ibid. value judgement. rumit (complicated). Untuk memenuhi terciptanya tarif premi premi asuransi yang ideal. persaingan dan sebagainya. sementara jika terlalu tinggi maka pembeli polisnya akan berkurang atau sedikit. tetapi harus memperhatikan kepentingan pembeli. Adequate. artinya premi tersebut harus menghasilkan cukup uang untuk membayar kerugian yang diderita oleh subyek dimana uang dikumpulkan. bahwa tarif jangan berlebihan. antara lain: 6). 6). Jenis barang yang diasuransikan.Perlu juga dipertimbangkan dalam penentuan tarif premi asuransi.124 Penentuan tarif asuransi banyak terkandung unsur-unsur. penentuan tersebut tidak mudah. 125 lxxxii . dan kebijakan pemerintah (government policy). Cara penimbunan atau pengaturan barang dalam pengangkutan. harus berhati-hati. 10). 8). karena jika terlalu rendah maka tidak dapat menutupi biaya operasi (cost of operation). sehingga berdampak pada sulitnya operasi perusahaan asuransi. Macam alat pengangkut barang yang diasuransikan. Jangka waktu pertanggungan. antara lain: 5). Notexcessive.

6).Komponen premi yang dimaksudkan untuk membiayai operasi perusahaan asuransi (cost of operation/exploitations). Premi tambahan.Komponen sebagai bagian keuntungan (profit) bagi perusahaan asuransi. 122-123. merupakan premi asuransi yang dibebankan kepada tertanggung ketika polis dibuat atau dikeluarkan. Komponen Premi Asuransi Adapun komponen dari tarif premi asuransi antara lain adalah:127 5)..126 h. maka tarifnya harus sama pula. maka tarifnya harus diubah pula. yang tingginya didasarkan pada probabilitas terjadinya kerugian. dimana perhitungannya berdasarkan pada data dan keterangan yang diberikan oleh tertanggung kepada penanggung pada waktu penutupan asuransi pertama. berarti tarif tersebut tidak membeda-bedakan resiko yang sama kualitasnya (adil). yaitu: a). Premi dasar. b). Equity. Ibid 127 lxxxiii .7).Komponen premi untuk membayar kerugian yang terjadi. Flexible. oleh merupakan tertanggung data atau keterangan yang ketika disampaikan kepada penanggung menutup asuransi atau interestnya tidak selalu sama dengan 126 Ibid. 8). c). Premi ini terdiri dari tiga kelompok. tarif yang ditentukan selalu disesuaikan dengan keadaan. hal. bila kualitas exposurenya sama. artinya bila keadaan berubah. dan luasnya resiko yang dijamin oleh penanggung sebagaimana yang dikehendaki tertanggung.

yang disebabkan pada saat itu data atau informasinya belum lengkap dan tertanggung menghendaki perubahan kondisi pertanggungan. 128 Pengembalian Premi Ibid. 7). i. lxxxiv . dan biasanya digunakan dalam asuransi kebakaran. j. 124. yang bertujuan standarisasi tarif premi dan syarat-syarat pertanggungan. disamping untuk menghindari persaingan yang tidak sehat.keadaan yang sebenarnya atau pada waktu polis ditanda tangani. merupakan metode penentuan tarif premi asuransi dimana tiap-tiap resiko dipertimbangkan keadaannya masingmasing. Demikian juga pada asuransi jiwa dapat diberikan potongan premi sebesar 5 % bila pembayaran melalui bank atau pos dan 3 % bila membayar di kantor perusahaan asuransi. Merit rating. hal. dimana di Indonesia tarif kompeni disusun oleh Dewan Asuransi Indonesia. yaitu tarif premi asuransi yang berlaku untuk semua resiko yang sejenis. Manual (class rate). dimana Dewan Asuransi Indonesia menentukan bahwa dapat diberikan potongan 50 % atas premi dasar dan 20 % atas premi tambahan untuk pengangkutan dengan tujuan negeri Belanda. dimana penanggung dapat memberikan reduksi terhadap premi yang dikenakan. 8). yaitu:128 3). Jenis tarif dan Macam Barang yang diasuransikan Pada dasarnya ada dua jenis tarif asuransi. 4). Tarif kompeni. Reduksi premi. Belgia dan Inggris.

sehingga besar kecilnya resiko merupakan pertimbangan besarnya premi yang harus dibayar. 283-284.Pengembalian premi dikenal juga dengan restorno.129 14. Kasmir. Resiko individu. 125. Resiko spekulatif. premi yang dibayar lebih. yaitu: 129 Ibid. Op. hal. adalah resiko dengan terjadinya dua kemungkinan. e. karena perjanjian gugur sebelum penanggung menanggung bahaya atau baru menanggung sebagian. kondisi jaminan atau pertanggungan dipersempit. Pada prakteknya. insurable interestnya tidak ada. yaitu ketidakpastian terjadinya suatu kerugian atau ada peluang merugi dan bukan suatu peluang keuntungan.. 130 lxxxv . yaitu pengembalian premi dari penanggung kepada tertanggung.cit. Jenis-Jenis Resiko Dalam Asuransi Berbagai jenis resiko dipertanggungkan dalam asuransi. hal. yaitu peluang untuk mengalami kerugian keuangan atau memperoleh keuntungan f. yang dibagi kepada tiga macam. Resiko murni. resiko yang timbul dari setiap pemberian usaha pertanggungan asuransi adalah:130 d.

132 131 Encyclopedia Britannica. hal. 113-114. 2004. merupakan resiko kemampuan seseorang untuk memperoleh keuntungan akibat sesuatu hal. 133 lxxxvi .1).131 Secara umum. 3). 3. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. 656. hal. seperti sakit. Terminologi134 Asuransi Syari’ah Heri Sudarsono. yaitu resiko yang disebabkan jika kerugian seseorang ditanggung. Ibid. dalam Seminar Sehari Takaful. 112. 1993. Jilid 14. Jakarta. A. Asuransi Takaful Sebagai Suatu Alternatif. saling menolong di antara tertanggung yang bernilai kebajikan menurut ajaran islam. TEPATI. hal.132 Untuk mencari jalan keluar dari berbagai macam unsur tersebut. Pengertian Asuransi Syari’ah Asuransi awalnya merupakan suatu kelompok yang bertujuan membentuk arisan untuk meringankan beban keuangan individu dan menghindari kesulitan pembayaran. 2). kemudian kerugian tersebut ditanggung bersama. Resiko tanggung gugat. Resiko harta. apalagi tidak sejalan dengan aspek hukum Islam atau syari’ah. maka diusahakanlah dengan pembentukan asuransi yang menekankan pada sifat saling menanggung. Ekonisia. Edisi Ketujuh. Asuransi Syariah. konsep asuransi merupakan persiapan yang dibuat oleh kelompok orang yang menghadapi kerugian kecil yang tidak dapat diduga. kehilangan pekerjaan atau mati. hal. adalah resiko apakah harta hilang karena dicuri atau rusak dan menyebabkan kerugian. maka diharuskan membayarnya. G. Resiko pribadi. Edisi Kedua. Yogyakarta.133 1. Azhar Basyir.

dan tertanggung disebut mu’amman lahu atau musta’min. 219.137 Musthafa Ahmad Zarqa. Al-M’jam al-Wasit. Cetakan Ketiga. Mesir.138 Sementara Dewan Syari’ah Nasional MUI. 29. Ar-Riba wa Adhraruhu alal Mujtama’ Al-Islami. Jakarta. dalam perjalanan kegiatan hidupnya atau dalam aktivitas ekonominya. hal. Beirut.Dalam bahasa Arab. 938. Jilid I. rasa aman. dalam Muhammad Syakir Sula. Dar Al-Islami Li Al-Malayin. hal. 1990. Ibid…. hal. 138 137 136 135 134 lxxxvii . Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Beirut. 1968. 30. 1400 H. dan bebas dari rasa takut. 1960. Majma’ul Lughah al-Arabiyah. Mu’jam Lughawy “Ashry. ketenangan. Ibid. hal. hal. dalam Muhammad Syakir Sula. memberikan makna asuransi sebagai cara atau metode untuk memelihara manusia dalam menghindari resiko (ancaman) bahaya yang beragam yang akan terjadi dalam hidupnya. Musthafa Ahmad Zarqa. dalam fatwanya mendefinisikan asuransi syari’ah sebagai usaha saling melidungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk asset atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai Terminologi adalah Ilmu mengenai batasan-batasan atau definisi-definisi istilah. dalam Muhammad Syakir Sula. Dar al-Fikr. asuransi disebut at-ta’min. Salim Segaf al-Jufri. rumahnya atau mobilnya”.cit. Jubran Ma’ud. dikatakan “seseorang mempertanggungkan atau mengasuransikan hidupnya. Al-Ightisodi Al-Islamiyah. tt.135 At-ta’min memiliki arti perlindungan. Op. Balai Pustaka. 27-28. dalam Muhammad Syakir Sula. Ar-Ra’id. sementara penanggung disebut mu’ammin.136 Men-ta’min-kan sesuatu berarti seseorang membayar atau menyerahkan uang cicilan agar ia atau ahli warisnya mendapatkan sejumlah uang sebagaimana yang telah disepakati atau untuk mendapatkan ganti terhadap hartanya yang hilang. Hal. Ibid. 28.

Op. 479. 122. Jakarta. Soenarjo. hal. Al-Qur’an dan Terjemahanya. Raja Grafindo Persada. hal. dalam Gemala Dewi. 1971. Yanggo.143 yang berbunyi:   ִ  ִ ִ ☺ ִ   Fatwa Dewan Syariah Nasional No.142 Kata takaful tersebut tidak dijumpai dalam Al-Qur’an. 142 141 140 139 Ibid. Jakarta. hal. Jakarta. 232. Jurnal AAMAI Tahun VII No. yaitu prinsip hidup saling melindungi dan saling tolong menolong atas dasar ukhuwah Islamiyah antara sesame anggota peserta asuransi syari’ah dalam menghadapi malapetaka (resiko). jelaslah bahwa asuransi syari’ah bersifat saling melindungi dan tolong menolong atau yang disebut dengan ta’awun. yang dapat digambarkan sebagai asuransi yang prinsip operasionalnya didasarkan pada syariat Islam dengan mengacu kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. AspekAspek Hukum Dalam Perbankan Dan Perasuransian di Indonesia. 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah. 2003. 2004.141 Istilah takaful dalam bahasa Arab berasal dari kata dasar kafala-yakfulu-takâfala-yatakâfalu-takâful yang berarti saling menanggung atau menanggung bersama.dengan syari’ah.A. seperti dalam Surat Thaha (20). PT.Dzajuli dan Yadi Janwari.12. Lembaga-Lembaga Perekonomian Umat (Sebuah Pengenalan). 143 hal. H. namun demikian ada sejumlah kata yang seakar dengan takaful.cit….139 Dari beberapa definisi di atas.140 Secara umum. 120. Huzaemah T. asuransi Islam sering juga diistilahkan dengan takaful. hal. Asuransi Hukum dan Permasalahannya. 2002. 30. Prenada Media. Yayasan Penerjemah Al-Qur’an. dalam Muhammad Syakir Sula. ayat 40. lxxxviii .

Nabi Musa a. datang ke lembah Thuwa untuk menerima wahyu dan kerasulan. Diterbitkan atas kerjasama DSN MUI dan BI. 2003.145 Kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan146 Hai Musa”. Edisi ke-2. dengan salah seorang puterinya dan menetap beberapa tahun lamanya.s.s. yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia melalui Dewan Syari’ah Nasional. Himpunan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional. hal. DSN MUI. Takaful.129. Maka kamu tinggal beberapa tahun diantara penduduk Madyan.147 Apabila kita memasukkan asuransi takaful ke dalam lapangan kehidupan muamalah. Jakarta. 147 lxxxix . di sana dia dikawinkan oleh nabi Syu'aib a. Ini ialah seorang bangsa Qibthi yang sedang berkelahi dengan seorang Bani Israil. Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan saling tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syari’ah. maka takaful dalam pengertian muamalah memiliki Yang dibunuh Musa a. Pedoman Umum Asuransi Syari’ah.s.s. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia. sebagaimana yang dikisahkan dalam surat Al Qashash ayat 15. terdapat definisi asuransi Syari’ah (Ta’min.֠ ִ ִ    Artinya: “Ketika saudaramu yang perempuan berjalan. agar senang hatinya dan tidak berduka cita. lalu Ia Berkata kepada (keluarga Fir'aun): "Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?" Maka kami mengembalikanmu kepada ibumu. datang ke negeri Mad-yan untuk melarikan diri. 146 145 144  ִ ☺ ִ ֠ Maksudnya: nabi Musa a.144 lalu kami selamatkan kamu dari kesusahan dan kami Telah mencobamu dengan beberapa cobaan.

123.150 Landasan Hukum Asuransi Syari’ah Hukum-hukum muamalah bersifat terbuka. Jakarta. Praja. Rahmat Husein. dalam arti Al-Qur’an hanya memberikan aturan yang bersifat garis besar.151 Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Maidah ayat 2: 152 2. dan ini menjadi dasar mengapa asuransi diperbolehkan dalam agama Islam karena asas prinsip syariat mengajak kepada sesuatu yang mengakibatkan keeratan jalinan sesama manusia dan kepada sesuatu yang meringankan bencana sesama manusia. 148 Loc. xc . 1997.cit.cit. selainnya diberikan kepada para mujtahid untuk mengembangkan melalui pikiran mereka selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist. Juhaya S. Syarikat Takaful Indonesia. Ibid. hal.149 dan tanggung menanggung resiko tersebut dilakukan atas dasar saling tolong menolong dalam kebajikan dengan cara masing-masing mengeluarkan dana yang ditujukan untuk menanggung resiko. hal. Hakekat asuransi secara Islami adalah saling bertanggungjawab. Asuransi Takaful. Ibid.. Artikel dikeluarkan oleh PT. saling bekerja sama atau saling tolong-menolong dengan melindungi penderitaan orang lain. asuransi takaful terkait dengan unsur saling menaggung resiko di antara para peserta asuransi.arti yaitu saling menanggung resiko di antara sesame manusia sehinnga di antara satu dengan lainnya menjadi penanggung atas resiko masingmasing. 127. dimana peserta yang satu menjadi penanggung peserta yang lainnya. 234. Lembaga penerbit FE-UI. Op.148 Dengan demikian. 151 150 149 Gemala Dewi. hal. Asuransi Takaful Selayang Pandang dalam Wawasan Islam dan Ekonomi.

156. Zulhijjah. disembelih ditanah Haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadat haji. Ialah binatang had-ya yang diberi kalung.155 dan binatang-binatang qalaa-id. Syi'ar Allah ialah segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempattempat mengerjakannya.153 dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram.֠ ִ ִ ִ     ֠  ִ   ִ☺  ִ ִ      Artinya: “Hai orang-orang yang beriman.154 jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya. Maksudnya antara lain ialah: bulan Haram (bulan Zulkaidah. supaya diketahui orang bahwa binatang itu telah diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah. kambing. 156 155 154 xci . janganlah kamu melanggar syi'arsyi'ar Allah. Ialah binatang (unta. Muharram dan Rajab). Op Cit…hal. tanah Haram (Mekah) dan Ihram. lembu. maksudnya ialah dilarang melakukan peperangan di bulan-bulan itu. biri-biri) yang dibawa ke ka'bah untuk mendekatkan diri kepada Allah.156 dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya157 dan apabila kamu Telah 152 153 Soenarjo.

Op Cit…hal. dan jangan tolongmenolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Di samping itu. 158 157 Soenarjo. hal.menyelesaikan ibadah haji. 159 xcii . bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Beberapa dalil-dalil syar’I yang berkenaan dengan praktek asuransi syari’ah. dan bertakwalah kepada Allah. Maka bolehlah berburu. 919. 156. antara lain dalam firman Allah SWT. Surat Al-Hasyr. ayat 1. Ibid. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. dan bertakwalah kamu kepada Allah. ayat 18 mengenai perintah mempersiapkan hari depan.159 berbunyi: ִ  ִ☺ ֠  ִ   ִ ִ☺    Dimaksud dengan karunia ialah keuntungan yang diberikan Allah SWT dalam perniagaan. dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. 158 yang berbunyi: ֠ ֠ ִ☺ Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). keridhaan dari Allah SWT ialah pahala amalan haji. firman Allah SWT mengenai prinsip-prinsip dalam muamalah pada Surat Al-Maidah. Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”.

sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Maidah. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya”. Keputusan Menteri Keuangan RI No. ayat 2. penuhilah aqad-aqad itu. Op Cit…hal. Adapun peraturan-peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah berkaitan dengan asuransi syari’ah.160 yang berbunyi:  Artinya: ֠   ִ☺ִ ִ “Yang Telah memberi makanan kepada mereka untukmenghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan”. 128-129. antara lain:161 a. dan perintahnya untuk saling melindungi dalam keadaan susah pada surat Quraisy ayat 4. Allah SWT juga memerintahkan kepada hamba-Nya untuk saling bekerja sama dan Bantu membantu. 161 xciii .06/2003 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi.cit. Peraturan ini ditentukan dalam pasal 3-4 mengenai persyaratan dan tatacara memperoleh izin usaha perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah. pasal 32 mengenai pembukaan kantor cabang dengan prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi 160 Soenarjo.. Op. Gemala Dewi. (yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji. kecuali yang akan dibacakan kepadamu. dihalalkan bagimu binatang ternak.Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. 1106. 426/KMK. hal.

Ekonomi UII. Yogyakarta. hal. Heri Sudarsono. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. Contribution. Asuransi Takaful Keluarga. . Deskripsi dan Ilustrasi. Adapun prinsipprinsip asuransi. Prinsip . Penilaian dan Pembatasan Investasi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi Dengan Sistem Syari’ah.Prinsip Asuransi Syari’ah Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan Nomor Kep.162 Adapun prinsip-prinsip asuransi syari’ah meliputi:163 3. Keputusan Menteri Keuangan RI No.115. 424/KMK. 2004. Subrogation (Pengalihan hak). dan pasal 33 mengenai pembukaan kantor cabang dengan prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah. proximate cause (penyebab dominan). setiap perjanjian asuransi harus mengandung prinsip-prinsip asuransi.06/2003 tentang Kesehatan Reasuransi. c. Utmost Good Faith (itikad baik). Ekonisia Kampus Fak. Modul Pengetahuan Dasar Takaful. PT. antara lain Insurable interest (kepentingan yang dapat diasuransikan). Keuangan dalam Perusahaan pasal 15-18 Asuransi mengenai dan Perusahaan yang kekayaan diperkenankan harus dimiliki dan dikuasai oleh perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah. Edisi ke2.konvensional. Indemnity (ganti rugi). 163 162 xciv . 4499/LK/2000 tentang Jenis.Asuransi Takaful Indonesia. b.

291.e. 93. sebagaimana firman Allah SWT dalam Q. Maka Allah mempersatukan hatimu.S. Al-Imran: 103164 ☺ ☺ִ ֠ ִ☺       Artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah. Saling bertanggung jawab. orang-orang yang bersaudara. ayat 71 yang berbunyi: 165  ִ    ִ ִ  ִ ֠          164 165  ☺  ☺  ִ☺   Soenarjo. dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan. lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah. Sesama Muslim saling bekerjasama atau saling membantu. Op Cit…hal. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu. dan janganlah kamu bercerai berai. sebagaimana dalam firman Allah pada Surat At-Taubah. Ibid…hal. dimana kesulitan seorang muslim dalam kehidupan menjadi tanggung jawab sesama muslim. xcv . agar kamu mendapat petunjuk” f. dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka. lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya.

seperti dalam firman Allah SWT. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. g. Karnaen A.166 yang berbunyi:  ִ  Artinya: “Sebab itu. mendirikan shalat. sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.☺   ִ ִ  ☺      ִ  ִ Artinya: “Dan orang-orang yang beriman.. Sesama muslim saling melindungi penderitaan satu sama lain. mencegah dari yang munkar. lelaki dan perempuan.cit. Perwataatmadja menambahkan satu prinsip. Karnaen A.167 1) Gharar menurut bahasa artinya adalah penipuan. Dan terhadap orang yang minta-minta. Dalam asuransi syariah. terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. janganlah kamu menghardiknya”. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf. Depok. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Membumikan Ekonomi Islam di Indonesia. Usaha Kami. yaitu prinsip menghindari unsur-unsur gharar. Perwataatmadja. dalam Gemala Dewi. xcvi . maysir dan riba. hal. 1071. 234. Op. menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. surat Adh-dhuha ayat 9-10. gharar dapat diatasi dengan mengganti akad tabaduli dengan akad takafuli yaitu akad tolong menolong atau ִ    166 167 Ibid…hal. 1996. 135-136. h. hal.

dan jangan melanggar kehormatan bulanbulan haram.al-Maidah ayat 2.cit. janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah. Maka bolehlah berburu. adalah: 168 Muhammad Syakir Sula.akad tabarru’ dan akad mudharabah. dan binatang-binatang qalaa-id.174 xcvii . yang berbunyi: ֠ ִ ִ     ֠  ִ   ִ☺  ִ ִ     ִ  Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya". Hal. Op. mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu Telah menyelesaikan ibadah haji.168 Allah pun berfirman dalam QS. dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. Sedangkan hadist yang berkaitan dengan gharar. dan bertakwalah kamu kepada Allah. jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam.

Al-Maidah:90. yang berbunyi:169 ֠ ִ☺ ☺ ִ☺  ִ☺ 169 Ibid. dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah). Tirmizi. 2) Kata maysir secara harfiah dalam bahasa Arab diartikan dengan memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras atau mendapat keuntungan tanpa kerja keras.. Pada asuransi syariah. membagi rekening peserta menjadi dua. Karena tidak ada yang dirugikan. Terdapatnya unsur Maisyir merupakan kelanjutan dari adanya unsur gharar. Rekening tabarru’ tidak tercampur dengan rekening tabungan.‫ا ِ ََ ْ ِ و َ ْ َ ْ َ ْ ِ ا َ َر )روا‬ ِ َ (‫أ ه ة‬ ‫ئ وا دا‬ Arti: َ ِ ‫َ ِ ر َ ْل ا‬ ُ َ ‫و ا ى وا‬ “Rasulullah SAW melarang jual beli yang mengandung gharar. yaitu rekening untuk asuransi jiwa yang mengandung unsur tabungan yang dapat diambil oleh peserta karena pada dasarnya itu adalah uang peserta sendiri dan rekening tabarru’ yang diniatkan untuk derma. Karena itu tidak ada unsur maysir. Nasa’I. Hal.Muslim. maka reversing period di asuransi syariah terjadi sejak awal dan nilai tunai sudah terjadi sejak awal dan nilai tunai sudah sejak awal tahun pertama masuk menjadi peserta asuransi. Abu Daud. Menurut QS.176 xcviii .” (HR.

Hal 53 xcix . yang berbunyi:170 ֠ ִ☺ ֠  170 ִ Ibid. adalah termasuk perbuatan syaitan. (berkorban untuk) berhala.” 3) Riba menurut istilah berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara batil. Kontrak yang dipergunakan dalam asuransi syariah adalah akad tolong menolong (takafuli) yaitu akad tabarru’ dan akad tijarah.” Rasulullah bersabda: ُ َ ‫َا ُ ِْ ُ ْن َ َ ُ ُوْ ِ ِ ْ ا ُ ْ ً َ م َ َ ً اوْا‬ َ َ ِ َ ‫و‬ (‫ف‬ ‫و‬ ‫َ َا ً )روا ا ى‬ Artinya: “Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat yang mereka buat kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau yang menghalalkan yang haram.ִ  Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya (meminum) khamar. mengundi nasib dengan panah. berjudi. Asuransi syariah mengeliminir riba dengan menggunakan konsep mudharabah. Adapun firman Allah yang berkenaan dengan riba tercantum dalam QS. Akad tijarah yang dipakai adalah mudharabah sedangkan akad tabarru’ adalah hibah.Al-Baqarah:275.

dan urusannya (terserah) kepada Allah.‫ر‬ َ ُ ِ‫َ ْ ا‬ َ ً َ ‫َ ْ ًا‬ َ ُِ ‫ا‬ ‫وَ َ َ ْ ا‬ ِ َ ُ ‫وَ َ َ ا‬ َ Artinya: “Diriwayatkan dari (Aun bin) Abu Juhayfah r. ayahku membeli seorang budak yang melakukan pekerjaan hajjamah (menarik darah keluar dari tubuh seseorang untuk keperluan pengobatan). padahal Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. واآِ ا َ و ُ ْآ‬ ِ َ ِ ََ ‫و‬ . Ayahku mengambil alatalatnya (dan merusaknya). َ َ َ ْ ُ ُ َ َ ل‬ َ ُ َ . adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat).a. orang-orang yang Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya.‫ا ُ ََ ْ ِ و َ َ َ ْ َ َ ِ ا ْ َ ْ ِ و َ َ ِ ا م‬ ِ َ َ . Keadaan mereka yang demikian itu. Maka baginya apa yang Telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan). mereka kekal di dalamnya”. (Aku bertanya kepada c . berbunyi: ‫َ ْ َ َ ر ِ َ ا ُ َ ْ ُ َ ل: رأ ْ ُ ا ِ ا ْ َ َى‬ ُ َ ََ َ َ َ َ : ‫َ َ َ َ ِ َ ِ ِ ِ ِ ُ ِ َت . Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba.ِ ِ ‫َ ا ِ َ ِ َا ْ َ ْ ُ ْ َ ِ.ִ ֠  ִ ִ ִ☺ ִ ִ ִ   ִ  ִ ִ☺  ִ☺ ִ֠ ִ ִ ִ Artinya: “ Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Sedangkan Hadist yang berkaitan dengan riba. lalu terus berhenti (dari mengambil riba). Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka. orang yang kembali (mengambil riba).

Op. dan (melarang menerima) pemakan riba dan orang yang memberikan riba dan melaknat para pembuat gambar. komisi reasuransi. sehingga perusahaan bebas menentukan investasinya. Iuran atau kontribusi terdiri dari unsur tabarru’ dan tabungan (saving). dan hasil investasi seluruhnya adalah keuntungan perusahaan Sumber: Muhamad Syakir Sula. yaitu:171 171 Heri Sudarsono. Akad Tabarru’ dan Akad Tijarah Investasi dana berdasarkan syari’ah dengan sistem bagi hasil (mudharabah). Unsur Premi 4. komisi reasuransi.” Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syari’ah Adapun perbedaan antara asuransi syari’ah dan asuransi konvensional akan diperjelas dari tabel dibawah ini: Tabel 1 Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syari’ah No Prinsip 1. 2. maka suransi syari’ah memiliki perbedaan yang mendasar dalam beberapa hal. Keuntungan (profit) Diperoleh dari surplus underwriting. Akad 3..ayahku kenapa berbuat seperti itu). Investasi Dana Jual Beli Investasi dana berdasarkan bunga Dana yang terkumpul dari nasabah (premi) menjadi milik perusahaan. 2004 Dibandingkan asuransi konvensional. yang berfungsi untuk mengawasi pelaksanaan operasional perusahaan agar terbebas dari praktek yang bertentangan dengan prinsip syari’ah. Dana yang terkumpul dari nasabah (premi) merupakan milik peserta.cit. dan biayabiaya asuransi (Cost of Insurance) 4.cit. ci . hal. dan juga melarang pekerjaan mentato atau ditato. tetapi tanpa perhitungan bunga. hal. Pembayaran Klaim Dari rekening perusahaan 5. dan bagi hasil keuntungan investasi 4. 104.. 137. Tabarru’ dihitung dari tabel mortalita. Op. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelola. lihat juga Gemala Dewi. Terdiri dari: tabel mortalita. bunga (Interest). Keemilikan Dana 3. Ia menjawab. Dari rekening tabarru’ Diperoleh dari surplus underwriting. DPS(Dewan Pengawas Syari’ah) Asuransi Konvensional Asuransi Syari’ah Ada. “Nabi Saw melarang memperdagangkan seekor anjing atau darah.

Dana yang terkumpul dari nasabah asuransi syari’ah diinvestasikan dengan sistem bagi hasil. Unsur premi pada asuransi syari’ah terdiri dari unsur tabarru’ dan tabungan (saving). premi menjadi milik perusahaan dan perusahaan memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan pengelolaan dana tersebut. Pada asuransi syari’ah.a. dan perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Sementara pada asuransi konvensional. tetapi tanpa perhitungan bunga. dan biaya-biaya asuransi (Cost of Insurance). yaitu nasabah yang satu menolong nasabah yang lainnya yang tengah mengalami kesuilitan. Pembayaran klaim nasabah. Prinsip akad adalah takafuli (tolong menolong). Sementara pada sistem konvensional menggunakan tabel mortalita. Keberadaan Dewan pengawas Syari’ah merupakan suatu keharuan. bunga (Interest). e. sementara pada asuransi konvensional investasi dana dilakukan pada sembarang sector dengan sistem bunga. f. dana diambil dari rekening tabarru’ (dana sosial) seluruh peserta yang telah diikhlaskan cii . produk serta kebijakan investasi supaya senantiasa sejalan dengan syariat Islam. d. b. karena berperan dalam mengawasi manajemen. Tabarru’ dihitung dari tabel mortalita. premi yang terkumpul diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah. c. sementara pada konvensional akad bersifat tabaduli (jual beli antara nasabah dengan perusahaan).

hal. Akad. Gharar. yaitu kejelasan akad dalam praktek muamalah. dimana dalam asuransi syari’ah. jika ada yang tertimpa musibah. Keuntungan investasi dibagi dua antara nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan sebagai pengelola dengan prinsip bagi hasil. Muamatuna. maka dana klaim yang diberikan adalah dari rekening tabarru’ yang sudah diniatkan oleh sesame takaful untuk saling tolong menolong. i. 2001. dimana akad yang digunakan adalah akad jual beli (tadabuli) atau tolong menolong (takaful). I/Edisi 1/Th. Vol. Tabarru’ dana ini disimpan dalam rekening khusus. dalam mekanisme asuransi syari’ah. maka nasabah tidak memperoleh apa-apa. ciii . Ketentuan Operasi Asuransi Syari’ah Dalam menjalankan operasinya. h. dan jika tidak ada klaim. asuransi syari’ah berpegang pada ketentuan-ketentuan sebagai berikut:172 g. Op.untuk keperluan tolong menolong bila ada peserta yang terkena musibah. 116-118. g. mengganti akad dengan niat tabarru’ yaitu suatu niat tolong menolong pada sesama peserta apabila ada yang ditakdirkan mendapat musibah. keterbukaan merupakan 172 akselerasi dari realisasi prinsip-prinsip Endy M. Maysir. dalam Heri Sudarsono. j.cit. Astiwara. 1. 5. Perbedaan Secara Syariah Asuransi Takaful dengan Asuransi Konvensional. sedangkan dalam asuransi konvensional dana pembayaran klaim diambil dari rekening milik perusahaan. sementara pada asuransi konvensional keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan.

Ibid. Riba. maka dana peserta itu hangus. keberadaan asuransi syari’ah dalam menyimpan dananya di bank syari’ah dengan sistem mudharabah. l. 650-651. asuransi non tabungan atau asuransi kerugian jika habis masa kontrak dan tidak terjadi klaim. k. hal. k. Dana hangus. dalam asuransi konvensional peserta tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan ingin mengundurkan diri sebelum masa reversing period. Op. Usia peserta masuk 5 sampai dengan 50 tahun. maka premi yang dibayarkan akan hangus sekaligus menjadi milik pihak asuransi. 174 civ .syari’ah. l. perusahaan/lorganisasi yang bermaksud menyediakan dana santunan rawat inap dan operasi bila peserta sakit dan kecelakaan dalam masa perjanjian. Pembatasan 1 tahun.cit. Adapun ketentuan dari asuransi ini adalah:174 j. Demikian pula.173 Program ini diperuntukkan bagi perorangan maupun 6. karena tidak ada kepercayaan jika tidak ada keterbukaan dalam informasi. Kontrak 1 tahun. Asuransi Takaful Kesehatan Asuransi jenis ini merupakan produk tanpa unsur tabungan (non saving) adalah produk syari’ah dimana struktur produknya tidak terdapat unsur tabungan yang bersifat tabarru’ (dana tolong menolong). 173 Muhamad Syakir Sula.

Manfaat kesehatan dibayarkan untuk perawatan Sistem pembayaran adalah reimbursement.-. Biaya polis Rp. Peristiwa yang masih dalam kontrak. Jika premi lanjutan tidak dibayar maka pengajuan klaim akan ditolak apabila tertunggak melewati grace priode yang telah ditentukan. minimal 4 hari. r. menyangkut semua informasi mengenai peristiwa yang menyebabkan peserta mengalami kerugian dan besarnya nominal kerugian yang dialami. peristiwa kerugian tidak dalam pengecualian polis. Cara bayar premi tahunan. n. polis masih dalam kondisi in force. H.000. q.m. Klaim (Claim) Klaim (Claim) berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim peserta untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak bayar atau tidak. p. Jangka waktu pengajuan klaim 14 hari. o. Klaim yang diajukan oleh tiap peserta meliputi beragam dokumentasi yang diverifikasi diantaranya adalah: Dokumen klaim. 20. cv . Pembayaran klaim adalah 80 % dari kuitansi dan maksimal = manfaat kesehatan dan bukan untuk biaya karena melahirkan. Dokumen klaim yang diajukan peserta kepada pihak perusahaan harus secara lengkap. Polis masih dalam kondisi in force artinya polis tersebut masih dalam keadaan aktif dibuktikan dengan premi lanjutan-premi lanjutan yang masih terus dilanjutkan.

ii. 2. merupakan klaim habis kontrak. Sebagaimana kematian yang disebabkan oleh bunuh diri dan lain sebagainya. Adapun dokun-dokumen yang diperlukan diantaranya adalah: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). 1. foto copy identitas diri yang masih berlaku dan buku asli pembayaran premi terakhir. Setiap dokumentasi yang diterima akan dilakukan verifikasi. Klaim Nilai Tunai Klaim yang diakibatkan terjadi peristiwa kematian pada peserta. polis asli.Verifikasi juga mengenengahkan apakah peristiwa kerugian yang dialami oleh peserta masih dalam kontrak atau diluar kontrak. Jenis-jenis Klaim Klaim Habis Kontrak Klaim yang diajukan oleh peserta karena perjanjian telah berakhir sampai batas yang telah disepakati missal 10 tahun. Yang menggajukan kliam adalah dari pihak ahli waris yang tercantum pada polis atau boleh pihak lain yamg diberikan kuasa atau pihak lain cvi . Apabila peristiwa sebelum atau sesudah kontrak dilakukan maka pengajuan klaim akan ditolak. i. Peristiwa yang menyebabkan terjadinya kerugian pada pihak peserta tidak termasuk dalam klausal pengecualian sebagaimana tercantum dalam polis. Pengertian Klaim Klaim dapat diartikan sebagai permintaan peserta maupun ahli warisnya atau pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan.

4. asuransi takaful biaya tersebut merupakan bagian dari premi peserta sendiri. laboratorium dan photo copy biaya pengobatan asli. Klaim Biaya Perawatan Pengantian kerugian peserta dengan alasan pengeluaran biaya oleh peserta dalam perawatan/pengobatan rumah sakit karena kecelakaan ataupun sakit dengan syarat penyakit tersebut tidak termasuk dari klausa pengecualian polis. Klaim Nilai Tunai Sebagian Klaim nilai tunai sebagian dilakukan pada peserta apabila jumlah polis telah mencapai 2 tahun dan aktif serta maksimal jumlah yang dapat diambil 50% dari saldo tabungan. foto copy identitas diri yang masih berlaku. surat keterangan dari pamong praja dan surat keterangan dari Kepolisian Republik Indonesia. Dokumentasi yang diperlukan Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). Dokumentasinya Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). jika musibah karena lalu lintas. misalnya lembaga pembiayaan bank dan leasing. resume dari rumah sakit dimana dirawat. 5. polis asli.yang berkepentingan terhadap manfaat asuransi. foto copy identitas diri yang masih berlaku. Peserta tidak dikenakan beban sedikit pun karena itu termasuk bunga. foto copy identitas cvii . Adapun dokumen-dokumen yang dibutuhkan diantaranya: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). Klaim Tahapan Pendidikan Klaim yang diajukan oleh peserta karena jatuh tempo dana pendidikan sebagaimana yang tercantum pada polis. polis asli. 3. surat keterangan dari rumah sakit yang menerangkan sebab meninggal dunia. polis asli.

176 cviii . Ibid. Yang membedakan dari masing-masing perusahaan adalah kecepatan dan kejujuran dalam menilai suatu klaim. (Tidak wajib). antara lain pemberitahuan klaim (biasanya dengan bukti lisan dan diperkuat dengan laporan tertulis). I. penyelesaian klaim (kesepakatan mengenai jumlah penggantian sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Adapun prosedur klaim. bukti asli pembayaran premi terakhir. 21 Tahun 2001 Tentang Klaim Asuransi Syari’ah Klaim atau claims merupakan permintaan peserta atau ahli warisnya maupun pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan. dimana laporan akan dijadikan dasar apakan klaim dijamin oleh polis atau tidak). dan diisyaratkan bahwa pembayaran klaim tidak boleh lebih dari 30 hari sejak terjadi kesepakatan). bukti klaim kerugian (menyerahkan klaim tertulis dengan melengkapi lembaran klaim standar yang dirancang khusus untuk masing-masing class of business). 259. surat jatuh tempo tahapan dari perusahaan. penyelidikan (melakukan survey ke lapangan atau menunjuk independent adjuster.175 Secara umum prosedur klaim pada asuransi umum hampir sama dengan. Fatwa DSN No. baik pada asuransi syari’ah maupun konvensional.176 175 Ibid. hal. atau aplikasi oleh peserta untuk memperoleh pertanggungan atas kerugiannya yang tersedia berdasarkan perjanjian.diri yang masih berlaku.

berikut gambar proses klaim sampai kepada pembayaran (penyelesaian klaim):177 Gambar 1 Proses Klaim Asuransi Pengenalan Periksa Penutupan Tidak Ditutup Ditutup Tunjuk Adjuster Tolak Minta Dokumen Proses Lapor Tolak Tawarkan Voucher Pengambilan Pembayaran Sumber: Muhamad Syakir Sula. dimana masing-masing perusahaan memiliki prosedur sendiri untuk mempermudah nasabah (services).Adapun proses paling sederhana dalam proses klaim. hal 263. 2004 Sumber pembayaran klaim pada asuransi syari’ah diperoleh dari rekening tabarru’. yaitu iuran kebajikan yang telah diniatkan oleh peserta untuk dana saling tolong menolong apabila ada peserta lain yang terkena 177 Ibid. cix .

hal. op. klaim nilai tunai. dan klaim tahapan pendidikan. Op. hal. Khoiril Anwar.cit. antara lain klaim habis kontrak. klaim nilai sebagian. 65-67. hal. 180 178 Khoiril Anwar. Asuransi Syariah Dalam Perspektif Praktis (Life Insurance).181 Berdasarkan fatwa Dewan Syari’ah Nasional No. klaim biaya perawatan. peristiwa kerugian masih dalam kontrak. peristiwa kerugian tidak dalam pengecualian polis. klaim meninggal dunia. hal. 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Asuransi Syariah. Surakarta.180 Administrasi klaim berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim peserta untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak bayar atau tidak. yaitu peserta berkewajiban membayar sejumlah premi sebagai tertanggung dan perusahaan berkewajiban untuk membayar klaim sebagai penanggung apabila peserta mengalami musibah atau jatuh tempo. Hafs Media. hal. 181 Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. 37 179 H. polis dalam kondisi in force. A. Jakarta. tidak mengandung kecurangan atau tidak melanggar peraturan. Ibid. 121.179 Jenis klaim ada empat macam. dan tentu tidak ada nuansa spiritual yang melandasinya. 63-64. Setiap dokumen yang diterima akan dilakukan verifikasi secara umum. 182 cx . sumber pembayaran klaim berasal dari rekening perusahaan. dijelaskan pada pasal keenam mengenai premi. 17 Oktober 2001. Fatwa DSN No.. meliputi dokumen klaim. 21/DSN-MUI/X/2001 tentang pedoman umum Asuransi Syari’ah. Djazuli dan Yadi Janwari.cit. murni bisnis. 2006. Pembayaran premi didasarkan atas jenis akad sistem tijarah dan jenis akad tabarru’.178 sedangkan pada asuransi konvensional.musibah. 138. yaitu:182 6. Klaim yang dibayarkan perusahaan adalah bagian dari kewajiban imbal balik peserta yang diatur dalam akad atau perjanjian asuransi.

penelitian ini dengan rumusan masalah bagaimana kesesuaian implementasi 183 Ibid. 8. yang berasal dari jenis akad tabarru’ dapat 10. 9.7. Premi diinvestasikan. Klaim atas akad tabarru’. misalnya tabel mortalita untuk asuransi jiwa dan table morbidita untuk asuransi kesehatan. Premi yang berasal dari jenis akad sistem mudharabah dapat diinvestasikan dan hasil investasinya di bagi hasilkan kepada peserta. sesuai dengan premi yang J. dibayarkan. dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya. Untuk menentukan besarnya premi perusahaan asuransi syari’ah dapat menggunakan rujukan. cxi . (Pada lampiran) 8. Sementara pada pasal ketujuh mengenai klaim dijelaskan:183 5. perhitungan mengunakan sistem bagi hasil nisbah seperti 50 : 50 atau 60 : 40 yang disepakati diawal. merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan. Klaim dapat berbeda dalam jumlah. Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada awal perjanjian. Klaim atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta. 6. sebatas yang disepakati dalam akad. 7. Hasil Penelitian Relevan Penelitian yang telah dilakukan oleh Ida Wahyunigsih dengan judul penelitian Analisis Implementasi Produk Asuransi Takaful dana Siswa. dengan syarat tidak memasukkan unsur riba dalam penghitungannya.

Hasil penelitian menyatakan implementasi produk Asuransi Syari’ah Takaful yang meliputi permohonan asuransi. klaim dan tempat kedudukan perselisihan yang kurang sesuai dengan fatwa DSN dan yang lainya telah sesuai dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam konsep fatwa dewan Syari’ah Nasional. aqad. cxii .produk asuransi dana siswa pada Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta terhadap Fatwa DSN dan MUI. loading. belum pernah menemukan penelitian tentang pembayaran klaim pada asuransi syariah. Dari hasil penelusuran penulis selama ini. Adapun tujuan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui kesesuaian implementasi produk asuransi takaful dana siswa yang telah dilaksanakan dengan Fatwa DSN-MUI. pengelolaan dana. penelitian ini difokuskan pada implementasi produk asuransi takaful keluarga Cabang Surakarta terhadap Fatwa DSN-MUI no 21/DSN-MUI/X/2001 dengan batasan masalah tentang pedoman umum Asuransi Syari’ah. underwriting. premi.

184 Selanjutnya Surat Keputusan Menteri Keuangan No.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pelaksanaan di bidang Asuransi Kerugian. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian di Indonesia dan Peraturan Pemerintah No. 223/KMK. dan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. PT. hal. 224/KMK. 1136/KMK/IV/1976 tentang penetapan besarnya cadangan premi dan biaya oleh Perusahaan Asuransi di Indonesia. kemudian melalui Surat Keputusan Menteri Keuangan No.BAB II LANDASAN TEORI K. dasar acuan pembinaan dan pengawasan usaha asuransi di Indonesia juga didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan No. Edisi ke-6. 73 Tahun 1992 tentang Penyelenggaraan Usaha Perasuransian.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Izin Perusahaan Asuransi dan Reasuransi. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. 1250/KMK.185 Peraturan Menteri Keuangan tersebut tidak berlaku lagi setelah dikeluarkannya UU No. Gambaran Umum Tentang Asuransi Asal mula kegiatan asuransi di Indonesia merupakan kelanjutan asuransi yang ditinggalkan oleh pemerintah Hindia Belanda. 2001.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi. Kasmir. 11 cxiii . disamping kedua peraturan tersebut. No. 185 184 Ibid. Jakarta. 277. 1249/KMK. No. Raja Grafindo Persada. sedangkan peraturan pemerintah Indonesia yang mengatur tentang asuransi baru dikeluarkan pada tahun 1976.013/1988 tanggal 20 Desember 1988 tentang Asuransi Jiwa.

Asuransi Dalam Pandangan Syariat Islam. 1994. dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian 186 Ibid. dan No. diuraikan definisi tentang asuransi sebagai berikut: “Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih. 1. Pengertian Asuransi Kata asuransi berasal dari bahasa Belanda. Bandung. 2 Tahun 1992 tentang usaha perasuransian. Emmy P. Mehr mengartikan asuransi sebagai suatu alat untuk mengurangi resiko dengan menggabungkan sejumlah unit-unit yang beresiko agar kerugian individu secara kolektif dapat diprediksi. 205-206.. hal.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Penyelenggaraan Usaha Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. 189 188 187 cxiv . 1982. 2000. Jakarta. yang dalam hukum Belanda disebut verzekering. Edisi Revisi Ke-2. Ali Yafie. Yogyakarta. 2004. KH. hal. UGM. Jakarta.189 Menurut Undang-Undang Republik Indonesia No. Menggagas Fiqih Sosial. assurantie. dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung. kerugian yang dapat diprediksi tersebut kemudian dibagi dan didistribusikan secara proporsional di antara semua unit dalam gabungan tersebut. Abbas Salim. Simanjuntak.188 Asuransi juga diartikan sebagai suatu kemauan untuk menetapkan kerugian-kerugian kecil (sedikit) yang sudah pasti sebagai pengganti (substitusi) kerugian-kerugian besar yang belum pasti.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan dan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Penunjang Usaha Asuransi. Ibid. 1985. Gema Insani Press. dalam Muhammad Syakir Sula. Robert I. Asuransi dan Manajemen Resiko. Asuransi Syariah (Life And General): Konsep dan Sistem Operasional. hal. 26. Mehr. hal. 7.187 Robert I. Inc. hal. dalam Muhammad Syakir Sula. Mizan.186 15. Business Publication. 226/KMK. Cetakan Keenam. Life Insurance Theory And Practice.225/KMK. Hukum Pertanggungan. yang artinya pertanggungan.. Raja Grafindo Perkasa. PT. 278.

hal. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Asuransi dijelaskan bahwa asuransi kerugian menjalankan usaha memberikan jasa untuk menanggulangi resiko atas kerugian. Edisi Kedua. hal. Yogyakarta. 276. Cetakan Pertama.kepada tertanggung karena kerugian. kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan”. Ibid. Cetakan Keempat. 278-280. Tipologi Asuransi Jenis asuransi yang berkembang di Indonesia saat ini jika dilihat dari fungsinya. STIE YKPN. 138. 1999. hal. hal. 377.. kehilangan manfaat dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga dari suatu peristiwa yang tidak pasti. jumlah uang yang dipertanggungkan. Asuransi kerugian (non life insurance). Apabila dalam masa pertanggungan terjadi sebuah resiko. BPFE UGM. 191 190 cxv . Yang termasuk dalam asuransi Kasmir. dan Faried Wijaya dan Soetatwo Hadiwigeno. serta jangka waktu asuransi. sebagaimana yang terdapat dalam Undang-Undang No. Teori dan Kebijakan. dimana perjanjian tersebut tertuang dalam bentuk polis asuransi yang telah ditentukan syarat-syarat. maka pihak penanggung (perusahaan asuransi) akan membayar sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama. dan Subagyo. Op.. Yogyakarta.cit. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. maka dapat disimpulkan bahwa asuransi adalah perjanjian dimana tertanggung dan penanggung mengikat perjanjian tentang hak dan kewajibannya masing-masing. Lembaga-Lembaga Keuangan dan Bank: Perkembangan.190 Dari beberapa pengertian di atas. dkk. 2002. antara lain:191 a. hak dan kewajiban masing-masing pihak. 16.

yaitu asuransi yang sahamnya dimiliki sebagian besar atau bahkan 100 % oleh pemerintah Indonesia. Asuransi jiwa (life insurance). maka asuransi dapat diklasifikasikan antara lain:192 i. Jenis-jenis asuransi jiwa ini adalah asuransi berjangka (term insurance). bentuk facultative. seperti asuransi kendaraan bermotor. asuransi pengangkutan.. 192 Ibid. sehingga siapa yang paling banyak memiliki saham. asuransi seumur hidup (whole life insurance). Sementara itu. Reasuransi (reinsurance).kerugian adalah asuransi kebakaran. c. j. kecelakaan diri. hal. dan pencurian. serta kombinasi dari keduanya. Asuransi ini digolongkan ke dalam bentuk treaty. kepemilikan saham asuransi ini sepenuhnya dimiliki oleh swasta nasional. maka memiliki suara terbanyak dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Asuransi milik swasta nasional. jika dilihat dari segi kepemilikannya. merupakan perusahaan asuransi yang memberikan jasa asuransi dalam pertanggungan ulang terhadap resiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi kerugian. b. dan asuransi aneka. Asuransi milik pemerintah. dan annuity contract insurance (anuitas). merupakan perusahaan asuransi yang dikaitkan dengan penanggulangan jiwa atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan. 280. asuransi tabungan (endowment insurance). cxvi .

dan Subagyo. 193 cxvii . merupakan jenis asuransi yang sahamnya dimiliki campuran antara swasta nasional dengan pihak asing. Magee. Asuransi milik perusahaan asing. Op.cit. sehingga setiap orang bias atau tidak mempunyai asuransi jenis ini.cit. Government insurance. Jaminan ini bertujuan supaya setiap orang mempunyai jaminan untuk hari tuanya (old age).. karena setiap orang atau penduduk harus memilikinya. 142-143. yaitu: 1). Jaminan sosial (social insurance). Op. dalam Abbas Salim. hal.k. Magee mengklasifikasikan asuransi sebagai berikut:193 e. hal. adalah bentuk asuransi yang dijalankan secara sukarela. merupakan asuransi wajib. Irwin). Asuransi sukarela dibagi dalam dua jenis. 2). Asuransi milik campuran. 2-3. Tujuan perusahaan asuransi ini bersifat kompersial dengan motif John H. misalnya jaminan yang diberikan kepada prajurit yang cacat sewaktu peperangan. (Richard D. merupakan perusahaan asuransi yang biasanya beroperasi di Indonesia. Adapun John H. General Insurance. tidak dengan paksaan. f. dan hanyalah merupakan cabang dari negara lain. l.. Asuransi sukarela (voluntary insurance). dimana kepemilikannya 100 % dimiliki oleh pihak asing. dkk. yaitu asuransi yang dijalankan oleh pemerintah atau negara. Commercial insurance. merupakan asuransi yang mempunyai tujuan untuk melindungi seseorang ataupun keluarga serta perusahaan dari resiko yang mendatangkan kerugian.

yang bertujuan oleh memberikan kebakaran. hal. Reasuransi Umum Indonesia. Soeisno Djojosoedarso. b). Asuransi kerugian (property insurance). 194 cxviii . yang sifat dan tempatnya dapat ditentukan oleh dokter. jaminan kerugian seperti yang PT. Asuransi jiwa (personal life insurance). Jakarta. seperti PT. bentuk asuransi ini hamper sama dengan asuransi umum. Asuransi Jiwas Raya. dan PT. Menurut jenis bidang yang ditangani. gas atau api. Prinsip-Prinsip Manajemen Resiko dan Asuransi. disebabkan pencurian.mencari keuntungan (profit motive). dan resiko kecelakaan. Salemba Empat. Asuransi Jiwa Bumi Putera 1912. 1999. b. Asuransi jiwa. Asuransi kecelakaan diri. 74-77. Cetakan Pertama. antara lain:194 a. ada beberapa macam asuransi. yang mengakibatkan kematian atau cacat serta luka. resiko hari tua. dan Asuransi Jiwa Dharma Nasional. Bentuk asuransi ini dibagi pada dua kelompok: a). adalah usaha untuk melindungi resiko financial akibat kecelakaan seperti. benturan atau sentuhan benda keras atau benda cair (kimiawi). kecelakaan serta sakit. bertujuan untuk memberikan jaminan kepada seseorang atau keluarga yang disebabkan oleh kematian. merupakan bentuk kerjasama untuk mengurangi resiko yang diakibatkan oleh resiko kematian. Asuransi Kerugian. terhadap badan (jasmani) seseorang.

udara jelek. regional. d. musuh. cxix . Asuransi Jasa Raharja. Asuransi sosial tenaga kerja. yaitu perlindungan sosial bagi tenaga kerja yang dijalankan melalui pola mekanisme asuransi dan dikelola oleh Perum ASTEK. kurang hati-hati. Asuransi sosial. dimana setiap anggota masyarakat memikul kewajiban sosial (membayar premi wajib) dan memperoleh jaminan sosial pula. f. Asuransi kebakaran. baik secara local. Asuransi kesehatan. perampok dan apa saja dan dengan cara bagaimanapun sebab timbulnya kebakaran. mengelola perlindungan sosial dalam kecelakaan penumpang dan lalu lintas jalan yang penyelenggaranya adalah PT. tetangga. adalah asuransi yang menyediakan jaminan sosial bagi anggota masyarakat. kesalahan atau perbuatan tidak pantas dari pelayan tertanggung. adalah asuransi yang Asuransi kecelakaan penumpang. merupakan asuransi yang memberikan santunan kesehatan kepada seseorang (tertanggung) berupa sejumlah uang untuk biaya pengobatan dan perawatan bila diluar kehendak ia diserang penyakit. dan terjadi karena api sendiri atau api dari luar. e. yang diselenggarakan oleh pemerintah atau lembaga yang ditunjuk. merupakan pertanggungan yang menjamin kerugian atau kerusakan atas harta benda (tetap maupun bergerak) yang disebabkan oleh kebakaran. maupun nasional. g.c.

berada dalam cashier’s box selama jam kerja. Yaitu kemungkinan hilang atau rusaknya uang logam atau kertas dan surat-surat berharga. dimana yang dijamin adalah pencurian dengan cara merusak rumah atau kantor dan lemari tempat penyimpanan uang. asuransi pengiriman uang. Yaitu pencurian uang yang disimpan di dalam rumah atau kantor.197 pencurian uang. 199 198 197 196 195 cxx . Asuransi rekayasa atau engineering insurance. Asuransi kredit. strongroom. merupakan asuransi yang berkenaan dengan barang-barang dalam transit atau barang yang sedang ditangani perusahaan pengangkutan. Merupakan kerugian financial yang diderita bila perusahaan tidak berjalan atau sementara berjalan di bawah normal. machinery breakdown. yang memberikan perlindungan dalam pelaksanaan pembangunan.196 penggelapan uang.195 penyimpanan uang. l. yaitu pertanggungan yang diberikan kepada pemberi kredit (bank dan lembaga keuangan) terhadap resiko kredit. merupakan meliputi. j. Yaitu kemungkinan kerugian yang diduga oleh majikan disebabkan oleh ketidakjujuran karyawannya. i. dengan ketentuan bahwa uang itu disimpan dalam lemari besi atau strongroom.h.199 k. yaitu pertanggungan yang diterapkan pada proyek-proyek pembangunan yang berhubungan dengan rekayasa. Asuransi transportasi.198 dan asuransi proses perusahaan. pertanggungan yang Asuransi perusahaan. yaitu kewajiban untuk bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh pihak lain. Yaitu kemungkinan hilangnya uang logam. yaitu tidak diperolehnya kembali kredit yang diberikan oleh tertanggung kepada nasabah. uang kertas dan surat berharga yang disimpan di dalam lemari. Asuransi tanggung gugat. dan mogok kerja atau kegaduhan buruh. Resiko yang ditanggung adalah akibat resiko kecelakaan kerja. yang disebabkan oleh peristiwa yang tidak diketahui.

antara lain:200 m. efisien yang mengakibatkan terjadinya peristiwa berantai dan intervensi kekuatan lain. diawali dan bekerja dengan aktif dari sumber baru dan independent. o. yaitu mengendalikan posisi keuangan tertanggung setelah terjadi kerugian seperti pada posisi sebelum terjadinya kerugian. Indemnity atau ganti rugi. serta dapat menimbulkan hak dan kewajiban keuangan secara hukum.cit. Insurable Interest. Prinsip ini tidak berlaku dalam asuransi jiwa dan kecelakaan. Adapun prinsip-prinsip asuransi tersebut.17. adalah perihal berdasarkan hukum untuk mempertanggungkan suatu resiko berkaitan dengan keuangan yang diakui sah secara hukum antara tertanggung dan yang dipertanggungkan. Op. 282-283. cxxi . n. melainkan harus dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip asuransi dengan tujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari antara kedua belah pihak. Prinsip-Prinsip Dalam Asuransi Pelaksanaan perjanjian antara perusahaan asuransi dan nasabah tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Utmost Good Faith (itikad baik). Proximate Cause adalah suatu sebab aktif. p. karena prinsip ini hanya didasarkan pada kerugian yang bersifat keuangan. yaitu penetapan suatu kontrak yang didasarkan kepada itikad baik antara tertanggung dan penanggung mengenai seluruh informasi baik materil maupun immateril. hal.. 200 Kasmir.

atau 201 Abbas Salim. Manfaat Asuransi Asuransi banyak sekali kegunaannya. dalam Abbas Salim. bagi masyarakat maupun perusahaan. (Prentice Hall). hal. hal. yaitu suatu prinsip dimana penanggung berhak mengajak penanggung lainnya yang memiliki kepentingan yang sama untuk ikut bersama membayar ganti rugi kepada tertanggung meskipun jumlah tanggungan masing-masing penanggung tidak sama besar. Riegel dan J. o. 18. baik untuk perorangan (individu). Op. Contribution. Ibid. Miller. Subrogation. n. Adanya suatu kecenderungan. 11.q. Artinya penggantian kerugian tidak mungkin lebih besar dari kerugian yang diderita.201 Riegel dan Miller mengemukakan beberapa faedah asuransi sebagai berikut:202 m. Dengan asuransi.S. 202 cxxii .. r. efisiensi perusahaan (business efficiency) dapat dipertahankan. 12-14. sehingga untuk menjaga kelancaran perusahaan (going concern) dengan jalan pertanggungan akan mengurangi dan memperkecil resiko yang terjadi. penarikan biaya akan dilakukan seadil mungkin (the equitable assetsment of cost).. merupakan hak penanggung yang telah memberikan ganti rugi kepada tertanggung untuk menuntut pihak lain yang mengakibatkan kepentingan asuransi mengalami kerugian. Asuransi membuat masyarakat dan perusahaan berada dalam keadaan aman. Insurance Principles and Practices. R.cit.

. rusak. Subagyo. sementara bagi nasabah adalah memberikan rasa aman. hal. dimana bagi perusahaan asuransi akan memberikan keuntungan dari premi yang dibayarkan ke nasabah. Asuransi sebagai suatu sumber pendapatan (earning power) yang didasarkan kepada financing the business.cit. merupakan simpanan yang pada saat jatuh tempo dapat ditarik kembali. p. Asuransi merupakan alat penabung (saving). dkk. Obyek.ongkos asuransi harus adil menurut besar kecilnya resiko yang dipertanggungkan. Dengan demikian. serta semua kepentingan lainnya yang dapat hilang. Tujuan dan Sasaran Asuransi Obyek asuransi adalah benda dan jasa. jiwa dan raga kesehatan manusia. keuntungan dari hasil penyertaan modal di perusahaan lain.203 19. memperoleh penghasilan di masa yang akan dating. Op. 281. hal.cit. r. Asuransi menjadi dasar pemberian kredit (insurance serves as a basis of credit).204 Sementara itu. 204 cxxiii . 78. tanggung jawab hukum. q. terhindar dari resiko kerugian dan kehilangan.. keuntungan asuransi adalah keuntungan bagi perusahaan asuransi dan bagi nasabah. rugi dan berkurang nilainya. dan memperoleh penggantian akibat kerusakan atau kehilangan. tujuan asuransi mengurangi resiko yang sudah adadalam masyarakat dengan 203 Kasmir. Op. serta keuntungan hasil bunga dari investasi surat berharga.

pengurangan kerugian dan perlindungan agar produk yang telah rusak tidak semakin rusak. i.cara mempertanggungkan pada perusahaan asuransi. Pencegahan dan perlindungan untuk memperkecil kerugian yang terjadi. karena dengan mengetahui besarnya resiko yang terjadi dapat diketahui besarnya kerugian yang dialami.. maupun pelaku ekonomi makro (dunia bisnis atau industri manufaktur dan pemerintahan).206 20. cxxiv . h. Premi Asuransi Premi asuransi adalah pembayaran dari tertanggung kepada penanggung sebagai imbalan jasa atas pengalihan resiko kepada 205 206 Ibid. asuransi memiliki sasaran terhadap pelaku ekonomi mikro (rumah tangga). Memberikan keuntungan tertentu pada masyarakat yang mengikuti asuransi. Resiko yang ada dalam masyarakat. 79. berupa pengeliminiran sebab-sebab yang dapat menimbulkan kerugian. Dengan demikian. Dalam pertanggungan dapat dilakukan pencegahan kerugian yang akan memberikan keuntungan tertentu yaitu berupa pengurangan kerugian dan pengurangan biaya yang menyangkut pertanggungan tersebut. akan dipertanggungkan masyarakat apabila :205 g. yang mempunyai keinginan untuk mengurangi munculnya kerugian-kerugian yang belum diketahui secara pasti di masa mendatang dengan menggunakan jasa usaha perasuransian. perlindungan produk atau orang yang akan dirugikan. hal. Ibid.

Ibid.210 207 Soeisno Djojosoedarso. karena dengan premi yang berhasil dikumpulkan dari tertanggung.209 Beberapa faktor yang menentukan dalam penentuan tarif adalah: 7). akan terkumpul sejumlah dana yang besar. hal. maka dalam waktu yang relatif lama.cit. 9). Mengembalikan tertanggung pada posisi (ekonomi) seperti sebelum terjadi kerugian (resiko). 208 209 210 cxxv . Op.207 k.. Ibid. sehingga dengan dana tersebut pihak asuransi dapat: 1). hal.penanggung. Peraturan perundang-undangan yang dikeluarkan oleh pemerintah. 121. sehingga tertanggung mampu berdiri pada posisi semula seperti sebelum terjadinya kerugian. Fungsi Premi Asuransi Premi merupakan hal yang paling penting dalam asuransi. Kondisi atau struktur perekonomian. 2). Ibid.. dan premi tersebut merupakan pengganti kerugian atau jaminan perlindungan dari penanggung kepada tertanggung. Menghindarkan tertanggung dari kebangkrutan. 8). Aktuaria dan Penentuan Tarif Aktuaria merupakan bagian khusus dalam perusahaan asuransi yang menangani atau menghitung premi asuransi. 122. Situasi persaingan.208 l.

Adequate. 14).212 Dengan demikian. 211 Ibid. karena jika terlalu rendah maka tidak dapat menutupi biaya operasi (cost of operation). Cara penimbunan atau pengaturan barang dalam pengangkutan. antara lain: 9). kemungkinan (probability). Kondisi pertanggungannya. sementara jika terlalu tinggi maka pembeli polisnya akan berkurang atau sedikit. persaingan dan sebagainya. value judgement. Notexcessive. setidaknya perlu diperhatikan beberapa prinsip. dan kebijakan pemerintah (government policy). penentuan tersebut tidak mudah. terutama menyangkut pada asuransi kerugian. harus berhati-hati. Jangka waktu pertanggungan.211 Penentuan tarif asuransi banyak terkandung unsur-unsur. artinya premi tersebut harus menghasilkan cukup uang untuk membayar kerugian yang diderita oleh subyek dimana uang dikumpulkan. Macam alat pengangkut barang yang diasuransikan. Jenis barang yang diasuransikan. antara lain: 11). 13). rumit (complicated). 10). Ibid. 12). tetapi harus memperhatikan kepentingan pembeli. 212 cxxvi . sehingga berdampak pada sulitnya operasi perusahaan asuransi.Perlu juga dipertimbangkan dalam penentuan tarif premi asuransi. Untuk memenuhi terciptanya tarif premi premi asuransi yang ideal. bahwa tarif jangan berlebihan. 15).

yaitu: a). Ibid 214 cxxvii . Premi ini terdiri dari tiga kelompok. Premi dasar. Komponen Premi Asuransi Adapun komponen dari tarif premi asuransi antara lain adalah:214 9). hal. Premi tambahan. merupakan premi asuransi yang dibebankan kepada tertanggung ketika polis dibuat atau dikeluarkan. dan luasnya resiko yang dijamin oleh penanggung sebagaimana yang dikehendaki tertanggung. oleh merupakan tertanggung data atau keterangan yang ketika disampaikan kepada penanggung menutup asuransi atau interestnya tidak selalu sama dengan 213 Ibid. berarti tarif tersebut tidak membeda-bedakan resiko yang sama kualitasnya (adil).Komponen sebagai bagian keuntungan (profit) bagi perusahaan asuransi. yang tingginya didasarkan pada probabilitas terjadinya kerugian. b).Komponen premi untuk membayar kerugian yang terjadi. Flexible. maka tarifnya harus sama pula. 10). tarif yang ditentukan selalu disesuaikan dengan keadaan.. artinya bila keadaan berubah.213 m.Komponen premi yang dimaksudkan untuk membiayai operasi perusahaan asuransi (cost of operation/exploitations). c). 12). 122-123. maka tarifnya harus diubah pula. Equity.11). dimana perhitungannya berdasarkan pada data dan keterangan yang diberikan oleh tertanggung kepada penanggung pada waktu penutupan asuransi pertama. bila kualitas exposurenya sama.

keadaan yang sebenarnya atau pada waktu polis ditanda tangani, yang disebabkan pada saat itu data atau informasinya belum lengkap dan tertanggung menghendaki perubahan kondisi

pertanggungan. 11). Reduksi premi, dimana penanggung dapat memberikan reduksi terhadap premi yang dikenakan, dimana Dewan Asuransi Indonesia menentukan bahwa dapat diberikan potongan 50 % atas premi dasar dan 20 % atas premi tambahan untuk pengangkutan dengan tujuan negeri Belanda, Belgia dan Inggris. Demikian juga pada asuransi jiwa dapat diberikan potongan premi sebesar 5 % bila pembayaran melalui bank atau pos dan 3 % bila membayar di kantor perusahaan asuransi. 12). Tarif kompeni, dimana di Indonesia tarif kompeni disusun oleh Dewan Asuransi Indonesia, yang bertujuan standarisasi tarif premi dan syarat-syarat pertanggungan, disamping untuk menghindari persaingan yang tidak sehat. n. Jenis tarif dan Macam Barang yang diasuransikan Pada dasarnya ada dua jenis tarif asuransi, yaitu:215 5). Manual (class rate), yaitu tarif premi asuransi yang berlaku untuk semua resiko yang sejenis. 6). Merit rating, merupakan metode penentuan tarif premi asuransi dimana tiap-tiap resiko dipertimbangkan keadaannya masingmasing, dan biasanya digunakan dalam asuransi kebakaran. o.
215

Pengembalian Premi

Ibid, hal. 124.

cxxviii

Pengembalian premi dikenal juga dengan restorno, yaitu pengembalian premi dari penanggung kepada tertanggung, karena perjanjian gugur sebelum penanggung menanggung bahaya atau baru menanggung sebagian, premi yang dibayar lebih, insurable interestnya tidak ada, kondisi jaminan atau pertanggungan

dipersempit.216

21. Jenis-Jenis Resiko Dalam Asuransi Berbagai jenis resiko dipertanggungkan dalam asuransi, sehingga besar kecilnya resiko merupakan pertimbangan besarnya premi yang harus dibayar. Pada prakteknya, resiko yang timbul dari setiap pemberian usaha pertanggungan asuransi adalah:217 g. Resiko murni, yaitu ketidakpastian terjadinya suatu kerugian atau ada peluang merugi dan bukan suatu peluang keuntungan. h. Resiko spekulatif, adalah resiko dengan terjadinya dua kemungkinan, yaitu peluang untuk mengalami kerugian keuangan atau memperoleh keuntungan i. Resiko individu, yang dibagi kepada tiga macam, yaitu:

216

Ibid, hal. 125. Kasmir, Op.cit., hal. 283-284.

217

cxxix

1). Resiko pribadi, merupakan resiko kemampuan seseorang untuk memperoleh keuntungan akibat sesuatu hal, seperti sakit, kehilangan pekerjaan atau mati. 2). Resiko harta, adalah resiko apakah harta hilang karena dicuri atau rusak dan menyebabkan kerugian. 3). Resiko tanggung gugat, yaitu resiko yang disebabkan jika kerugian seseorang ditanggung, maka diharuskan

membayarnya.

L.

Pengertian Asuransi Syari’ah Asuransi awalnya merupakan suatu kelompok yang bertujuan membentuk arisan untuk meringankan beban keuangan individu dan menghindari kesulitan pembayaran.218 Secara umum, konsep asuransi merupakan persiapan yang dibuat oleh kelompok orang yang menghadapi kerugian kecil yang tidak dapat diduga, kemudian kerugian tersebut ditanggung bersama.219 Untuk mencari jalan keluar dari berbagai macam unsur tersebut, apalagi tidak sejalan dengan aspek hukum Islam atau syari’ah, maka diusahakanlah dengan pembentukan asuransi yang

menekankan pada sifat saling menanggung, saling menolong di antara tertanggung yang bernilai kebajikan menurut ajaran islam.220 1. Terminologi221 Asuransi Syari’ah

Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah, Edisi Kedua, Yogyakarta, Ekonisia, 2004, hal. 112.
219

218

Encyclopedia Britannica, Edisi Ketujuh, Jilid 14, hal. 656.

A. Azhar Basyir, Asuransi Takaful Sebagai Suatu Alternatif, Jakarta, dalam Seminar Sehari Takaful, Asuransi Syariah, TEPATI, 1993, hal. 3, Ibid, hal. 113-114.

220

cxxx

sementara penanggung disebut mu’ammin. dalam Muhammad Syakir Sula. ketenangan. Ar-Ra’id. hal. 225 224 223 222 221 cxxxi . Op. Beirut. 1400 H. dalam perjalanan kegiatan hidupnya atau dalam aktivitas ekonominya. Al-Ightisodi Al-Islamiyah. Balai Pustaka. memberikan makna asuransi sebagai cara atau metode untuk memelihara manusia dalam menghindari resiko (ancaman) bahaya yang beragam yang akan terjadi dalam hidupnya.Dalam bahasa Arab.224 Musthafa Ahmad Zarqa. dikatakan “seseorang mempertanggungkan atau mengasuransikan hidupnya. Ibid. dalam Muhammad Syakir Sula. 27-28. dalam Muhammad Syakir Sula. Jubran Ma’ud. hal. Musthafa Ahmad Zarqa. Ar-Riba wa Adhraruhu alal Mujtama’ Al-Islami.225 Sementara Dewan Syari’ah Nasional MUI. Ibid…. Mesir. 1960. tt. Jilid I. 1990. rasa aman. 29.222 At-ta’min memiliki arti perlindungan. dalam Muhammad Syakir Sula. hal. Dar Al-Islami Li Al-Malayin. 938. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Beirut. Jakarta. Hal. dan tertanggung disebut mu’amman lahu atau musta’min.223 Men-ta’min-kan sesuatu berarti seseorang membayar atau menyerahkan uang cicilan agar ia atau ahli warisnya mendapatkan sejumlah uang sebagaimana yang telah disepakati atau untuk mendapatkan ganti terhadap hartanya yang hilang. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 219. hal.cit. Dar al-Fikr. 30. Majma’ul Lughah al-Arabiyah. Mu’jam Lughawy “Ashry. Salim Segaf al-Jufri. 28. asuransi disebut at-ta’min. rumahnya atau mobilnya”. Al-M’jam al-Wasit. Cetakan Ketiga. 1968. dalam fatwanya mendefinisikan asuransi syari’ah sebagai usaha saling melidungi dan tolong menolong di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk asset atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai Terminologi adalah Ilmu mengenai batasan-batasan atau definisi-definisi istilah. dan bebas dari rasa takut. hal. Ibid.

ayat 40. Huzaemah T. Al-Qur’an dan Terjemahanya. Prenada Media.12. AspekAspek Hukum Dalam Perbankan Dan Perasuransian di Indonesia. 1971. 2003. Jurnal AAMAI Tahun VII No. hal. PT. seperti dalam Surat Thaha (20). namun demikian ada sejumlah kata yang seakar dengan takaful. Yayasan Penerjemah Al-Qur’an. hal.230 yang berbunyi:   ִ  ִ ִ ☺ ִ   Fatwa Dewan Syariah Nasional No. Lembaga-Lembaga Perekonomian Umat (Sebuah Pengenalan). Jakarta.229 Kata takaful tersebut tidak dijumpai dalam Al-Qur’an.226 Dari beberapa definisi di atas.227 Secara umum.cit…. cxxxii . Asuransi Hukum dan Permasalahannya.228 Istilah takaful dalam bahasa Arab berasal dari kata dasar kafala-yakfulu-takâfala-yatakâfalu-takâful yang berarti saling menanggung atau menanggung bersama. asuransi Islam sering juga diistilahkan dengan takaful. yaitu prinsip hidup saling melindungi dan saling tolong menolong atas dasar ukhuwah Islamiyah antara sesame anggota peserta asuransi syari’ah dalam menghadapi malapetaka (resiko). Raja Grafindo Persada. Jakarta. H. Yanggo. yang dapat digambarkan sebagai asuransi yang prinsip operasionalnya didasarkan pada syariat Islam dengan mengacu kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Soenarjo. 229 228 227 226 Ibid. 230 hal. 2004. 30. dalam Muhammad Syakir Sula. 2002. 479. hal. 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah.A. 232. 122. 120. dalam Gemala Dewi.dengan syari’ah. Jakarta. hal. jelaslah bahwa asuransi syari’ah bersifat saling melindungi dan tolong menolong atau yang disebut dengan ta’awun. Op.Dzajuli dan Yadi Janwari.

234 Apabila kita memasukkan asuransi takaful ke dalam lapangan kehidupan muamalah. Dan kamu pernah membunuh seorang manusia. Himpunan Fatwa Dewan Syari’ah Nasional.s. datang ke negeri Mad-yan untuk melarikan diri.129.s. di sana dia dikawinkan oleh nabi Syu'aib a.s. agar senang hatinya dan tidak berduka cita. DSN MUI. Tadhamun) adalah usaha saling melindungi dan saling tolong menolong diantara sejumlah orang/pihak melalui investasi dalam bentuk aset dan atau tabarru’ yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syari’ah. yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia melalui Dewan Syari’ah Nasional.232 Kemudian kamu datang menurut waktu yang ditetapkan233 Hai Musa”.s. Maka kamu tinggal beberapa tahun diantara penduduk Madyan. Ini ialah seorang bangsa Qibthi yang sedang berkelahi dengan seorang Bani Israil. terdapat definisi asuransi Syari’ah (Ta’min. Jakarta. sebagaimana yang dikisahkan dalam surat Al Qashash ayat 15.231 lalu kami selamatkan kamu dari kesusahan dan kami Telah mencobamu dengan beberapa cobaan. Diterbitkan atas kerjasama DSN MUI dan BI. Pedoman Umum Asuransi Syari’ah. datang ke lembah Thuwa untuk menerima wahyu dan kerasulan. 234 cxxxiii . lalu Ia Berkata kepada (keluarga Fir'aun): "Bolehkah saya menunjukkan kepadamu orang yang akan memeliharanya?" Maka kami mengembalikanmu kepada ibumu. Nabi Musa a.֠ ִ ִ    Artinya: “Ketika saudaramu yang perempuan berjalan. Edisi ke-2. 233 232 231  ִ ☺ ִ ֠ Maksudnya: nabi Musa a. hal. dengan salah seorang puterinya dan menetap beberapa tahun lamanya. maka takaful dalam pengertian muamalah memiliki Yang dibunuh Musa a. 2003. Takaful.

. Ibid. 1997. dimana peserta yang satu menjadi penanggung peserta yang lainnya. hal. Ibid. 234. hal. Juhaya S. cxxxiv . hal. 123. saling bekerja sama atau saling tolong-menolong dengan melindungi penderitaan orang lain. Asuransi Takaful. Lembaga penerbit FE-UI. Hakekat asuransi secara Islami adalah saling bertanggungjawab. Jakarta. dan ini menjadi dasar mengapa asuransi diperbolehkan dalam agama Islam karena asas prinsip syariat mengajak kepada sesuatu yang mengakibatkan keeratan jalinan sesama manusia dan kepada sesuatu yang meringankan bencana sesama manusia. Syarikat Takaful Indonesia.arti yaitu saling menanggung resiko di antara sesame manusia sehinnga di antara satu dengan lainnya menjadi penanggung atas resiko masingmasing. selainnya diberikan kepada para mujtahid untuk mengembangkan melalui pikiran mereka selama tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadist.cit. Artikel dikeluarkan oleh PT. Op. dalam arti Al-Qur’an hanya memberikan aturan yang bersifat garis besar. 127.235 Dengan demikian. asuransi takaful terkait dengan unsur saling menaggung resiko di antara para peserta asuransi.cit.238 Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surat Al-Maidah ayat 2: 239 2. 238 237 236 Gemala Dewi.237 Landasan Hukum Asuransi Syari’ah Hukum-hukum muamalah bersifat terbuka. Rahmat Husein.236 dan tanggung menanggung resiko tersebut dilakukan atas dasar saling tolong menolong dalam kebajikan dengan cara masing-masing mengeluarkan dana yang ditujukan untuk menanggung resiko. 235 Loc. Praja. Asuransi Takaful Selayang Pandang dalam Wawasan Islam dan Ekonomi.

241 jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya. Zulhijjah. tanah Haram (Mekah) dan Ihram. supaya diketahui orang bahwa binatang itu telah diperuntukkan untuk dibawa ke Ka'bah.֠ ִ ִ ִ     ֠  ִ   ִ☺  ִ ִ      Artinya: “Hai orang-orang yang beriman.242 dan binatang-binatang qalaa-id. kambing. 243 242 241 cxxxv . Muharram dan Rajab). Ialah binatang had-ya yang diberi kalung. biri-biri) yang dibawa ke ka'bah untuk mendekatkan diri kepada Allah. maksudnya ialah dilarang melakukan peperangan di bulan-bulan itu.240 dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram. lembu. Op Cit…hal. Syi'ar Allah ialah segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempattempat mengerjakannya. Maksudnya antara lain ialah: bulan Haram (bulan Zulkaidah. janganlah kamu melanggar syi'arsyi'ar Allah. Ialah binatang (unta. disembelih ditanah Haram dan dagingnya dihadiahkan kepada fakir miskin dalam rangka ibadat haji.243 dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya244 dan apabila kamu Telah 239 240 Soenarjo. 156.

Surat Al-Hasyr. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam.menyelesaikan ibadah haji. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Di samping itu. dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. 245 244 Soenarjo. Ibid. antara lain dalam firman Allah SWT. bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). firman Allah SWT mengenai prinsip-prinsip dalam muamalah pada Surat Al-Maidah. dan bertakwalah kepada Allah. keridhaan dari Allah SWT ialah pahala amalan haji. 156. dan jangan tolongmenolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Op Cit…hal. hal. 246 cxxxvi . Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya”. mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). 245 yang berbunyi: ֠ ֠ ִ☺ Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. 919. Maka bolehlah berburu. ayat 1.246 berbunyi: ִ  ִ☺ ֠  ִ   ִ ִ☺    Dimaksud dengan karunia ialah keuntungan yang diberikan Allah SWT dalam perniagaan. ayat 18 mengenai perintah mempersiapkan hari depan. Beberapa dalil-dalil syar’I yang berkenaan dengan praktek asuransi syari’ah. dan bertakwalah kamu kepada Allah.

dihalalkan bagimu binatang ternak. ayat 2. Allah SWT juga memerintahkan kepada hamba-Nya untuk saling bekerja sama dan Bantu membantu. 128-129. Adapun peraturan-peraturan yang telah dikeluarkan pemerintah berkaitan dengan asuransi syari’ah.. (yang demikian itu) dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji.Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. Peraturan ini ditentukan dalam pasal 3-4 mengenai persyaratan dan tatacara memperoleh izin usaha perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah. Op. kecuali yang akan dibacakan kepadamu.06/2003 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi. sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Maidah.247 yang berbunyi:  Artinya: ֠   ִ☺ִ ִ “Yang Telah memberi makanan kepada mereka untukmenghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan”. Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendaki-Nya”. Keputusan Menteri Keuangan RI No. 426/KMK.cit. dan perintahnya untuk saling melindungi dalam keadaan susah pada surat Quraisy ayat 4. hal. Op Cit…hal. 1106. antara lain:248 a. pasal 32 mengenai pembukaan kantor cabang dengan prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi 247 Soenarjo. 248 cxxxvii . Gemala Dewi. penuhilah aqad-aqad itu.

Contribution.konvensional. Keputusan Direktur Jenderal Lembaga Keuangan Nomor Kep.06/2003 tentang Kesehatan Reasuransi. Adapun prinsipprinsip asuransi. Asuransi Takaful Keluarga. proximate cause (penyebab dominan). Subrogation (Pengalihan hak). Utmost Good Faith (itikad baik). setiap perjanjian asuransi harus mengandung prinsip-prinsip asuransi.Asuransi Takaful Indonesia.Prinsip Asuransi Syari’ah Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.115. 2004. Penilaian dan Pembatasan Investasi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi Dengan Sistem Syari’ah.Ekonomi UII. hal. Heri Sudarsono. 250 249 cxxxviii .249 Adapun prinsip-prinsip asuransi syari’ah meliputi:250 3. Edisi ke2. Keputusan Menteri Keuangan RI No. . Modul Pengetahuan Dasar Takaful. 4499/LK/2000 tentang Jenis. Ekonisia Kampus Fak. Keuangan dalam Perusahaan pasal 15-18 Asuransi mengenai dan Perusahaan yang kekayaan diperkenankan harus dimiliki dan dikuasai oleh perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah. c. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah. Indemnity (ganti rugi). Yogyakarta. PT. Prinsip . Deskripsi dan Ilustrasi. b. dan pasal 33 mengenai pembukaan kantor cabang dengan prinsip syari’ah dari perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dengan prinsip syari’ah. antara lain Insurable interest (kepentingan yang dapat diasuransikan). 424/KMK.

lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah.S. Sesama Muslim saling bekerjasama atau saling membantu. Saling bertanggung jawab. Op Cit…hal. Maka Allah mempersatukan hatimu. dimana kesulitan seorang muslim dalam kehidupan menjadi tanggung jawab sesama muslim. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu. lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. sebagaimana firman Allah SWT dalam Q. sebagaimana dalam firman Allah pada Surat At-Taubah. Al-Imran: 103251 ☺ ☺ִ ֠ ִ☺       Artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah. dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka. cxxxix . dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan. 93. orang-orang yang bersaudara. ayat 71 yang berbunyi: 252  ִ    ִ ִ  ִ ֠          251 252  ☺  ☺  ִ☺   Soenarjo.i. 291. Ibid…hal. agar kamu mendapat petunjuk” j. dan janganlah kamu bercerai berai.

Membumikan Ekonomi Islam di Indonesia. sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.cit. Perwataatmadja menambahkan satu prinsip. l. mendirikan shalat. Perwataatmadja.254 1) Gharar menurut bahasa artinya adalah penipuan. yaitu prinsip menghindari unsur-unsur gharar. terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf. 135-136. 234. dalam Gemala Dewi. mencegah dari yang munkar. Dalam asuransi syariah. lelaki dan perempuan. k. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Usaha Kami. maysir dan riba. Sesama muslim saling melindungi penderitaan satu sama lain.253 yang berbunyi:  ִ  Artinya: “Sebab itu.☺   ִ ִ  ☺      ִ  ִ Artinya: “Dan orang-orang yang beriman. hal.. 1996. Depok. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. hal. surat Adh-dhuha ayat 9-10. Dan terhadap orang yang minta-minta. Karnaen A. seperti dalam firman Allah SWT. janganlah kamu menghardiknya”. Op. cxl . Karnaen A. gharar dapat diatasi dengan mengganti akad tabaduli dengan akad takafuli yaitu akad tolong menolong atau ִ    253 254 Ibid…hal. 1071.

akad tabarru’ dan akad mudharabah. Sedangkan hadist yang berkaitan dengan gharar. dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum Karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam. Op.cit. dan bertakwalah kamu kepada Allah. Hal. adalah: 255 Muhammad Syakir Sula. mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah. dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.255 Allah pun berfirman dalam QS.al-Maidah ayat 2. jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya. dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keredhaan dari Tuhannya dan apabila kamu Telah menyelesaikan ibadah haji. dan binatang-binatang qalaa-id. dan jangan melanggar kehormatan bulanbulan haram. Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya". Maka bolehlah berburu.174 cxli . yang berbunyi: ֠ ִ ִ     ֠  ִ   ִ☺  ִ ִ     ִ  Artinya: “Hai orang-orang yang beriman.

Abu Daud. Hal. Pada asuransi syariah. Rekening tabarru’ tidak tercampur dengan rekening tabungan. yang berbunyi:256 ֠ ִ☺ ☺ ִ☺  ִ☺ 256 Ibid.176 cxlii . 2) Kata maysir secara harfiah dalam bahasa Arab diartikan dengan memperoleh sesuatu dengan sangat mudah tanpa kerja keras atau mendapat keuntungan tanpa kerja keras.. Nasa’I. Karena tidak ada yang dirugikan. Menurut QS. Karena itu tidak ada unsur maysir. Terdapatnya unsur Maisyir merupakan kelanjutan dari adanya unsur gharar.‫ا ِ ََ ْ ِ و َ ْ َ ْ َ ْ ِ ا َ َر )روا‬ ِ َ (‫أ ه ة‬ ‫ئ وا دا‬ Arti: َ ِ ‫َ ِ ر َ ْل ا‬ ُ َ ‫و ا ى وا‬ “Rasulullah SAW melarang jual beli yang mengandung gharar.Muslim. Tirmizi. maka reversing period di asuransi syariah terjadi sejak awal dan nilai tunai sudah terjadi sejak awal dan nilai tunai sudah sejak awal tahun pertama masuk menjadi peserta asuransi. dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah).Al-Maidah:90.” (HR. yaitu rekening untuk asuransi jiwa yang mengandung unsur tabungan yang dapat diambil oleh peserta karena pada dasarnya itu adalah uang peserta sendiri dan rekening tabarru’ yang diniatkan untuk derma. membagi rekening peserta menjadi dua.

ִ  Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. adalah termasuk perbuatan syaitan. Sesungguhnya (meminum) khamar. Hal 53 cxliii . Akad tijarah yang dipakai adalah mudharabah sedangkan akad tabarru’ adalah hibah. mengundi nasib dengan panah. (berkorban untuk) berhala. Kontrak yang dipergunakan dalam asuransi syariah adalah akad tolong menolong (takafuli) yaitu akad tabarru’ dan akad tijarah.” 3) Riba menurut istilah berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara batil. Asuransi syariah mengeliminir riba dengan menggunakan konsep mudharabah. Adapun firman Allah yang berkenaan dengan riba tercantum dalam QS.” Rasulullah bersabda: ُ َ ‫َا ُ ِْ ُ ْن َ َ ُ ُوْ ِ ِ ْ ا ُ ْ ً َ م َ َ ً اوْا‬ َ َ ِ َ ‫و‬ (‫ف‬ ‫و‬ ‫َ َا ً )روا ا ى‬ Artinya: “Kaum muslimin terikat dengan syarat-syarat yang mereka buat kecuali syarat yang mengharamkan yang halal atau yang menghalalkan yang haram.Al-Baqarah:275. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. yang berbunyi:257 ֠ ִ☺ ֠  257 ִ Ibid. berjudi.

واآِ ا َ و ُ ْآ‬ ِ َ ِ ََ ‫و‬ . Keadaan mereka yang demikian itu. berbunyi: ‫َ ْ َ َ ر ِ َ ا ُ َ ْ ُ َ ل: رأ ْ ُ ا ِ ا ْ َ َى‬ ُ َ ََ َ َ َ َ : ‫َ َ َ َ ِ َ ِ ِ ِ ِ ُ ِ َت .‫ر‬ َ ُ ِ‫َ ْ ا‬ َ ً َ ‫َ ْ ًا‬ َ ُِ ‫ا‬ ‫وَ َ َ ْ ا‬ ِ َ ُ ‫وَ َ َ ا‬ َ Artinya: “Diriwayatkan dari (Aun bin) Abu Juhayfah r. padahal Allah Telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. orang-orang yang Telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya.a. Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Sedangkan Hadist yang berkaitan dengan riba. adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat).ִ ֠  ִ ִ ִ☺ ִ ִ ִ   ִ  ִ ִ☺  ִ☺ ִ֠ ִ ִ ִ Artinya: “ Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. dan urusannya (terserah) kepada Allah. orang yang kembali (mengambil riba). (Aku bertanya kepada cxliv . mereka kekal di dalamnya”. Ayahku mengambil alatalatnya (dan merusaknya).ِ ِ ‫َ ا ِ َ ِ َا ْ َ ْ ُ ْ َ ِ. Maka baginya apa yang Telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan). ayahku membeli seorang budak yang melakukan pekerjaan hajjamah (menarik darah keluar dari tubuh seseorang untuk keperluan pengobatan). Maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka. َ َ َ ْ ُ ُ َ َ ل‬ َ ُ َ .‫ا ُ ََ ْ ِ و َ َ َ ْ َ َ ِ ا ْ َ ْ ِ و َ َ ِ ا م‬ ِ َ َ . lalu terus berhenti (dari mengambil riba).

dan bagi hasil keuntungan investasi 4. bunga (Interest). cxlv . Pembayaran Klaim Dari rekening perusahaan 5. Dana yang terkumpul dari nasabah (premi) merupakan milik peserta. 137. 104. yaitu:258 258 Heri Sudarsono. lihat juga Gemala Dewi. “Nabi Saw melarang memperdagangkan seekor anjing atau darah. dan biayabiaya asuransi (Cost of Insurance) 4. dan juga melarang pekerjaan mentato atau ditato. komisi reasuransi. Keuntungan (profit) Diperoleh dari surplus underwriting. Dari rekening tabarru’ Diperoleh dari surplus underwriting. hal. maka suransi syari’ah memiliki perbedaan yang mendasar dalam beberapa hal.. dan (melarang menerima) pemakan riba dan orang yang memberikan riba dan melaknat para pembuat gambar. 2. Akad 3.cit.cit.” Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syari’ah Adapun perbedaan antara asuransi syari’ah dan asuransi konvensional akan diperjelas dari tabel dibawah ini: Tabel 1 Perbedaan Asuransi Konvensional dan Asuransi Syari’ah No Prinsip 1. Terdiri dari: tabel mortalita. Ia menjawab. yang berfungsi untuk mengawasi pelaksanaan operasional perusahaan agar terbebas dari praktek yang bertentangan dengan prinsip syari’ah. Op. tetapi tanpa perhitungan bunga. 2004 Dibandingkan asuransi konvensional. Keemilikan Dana 3. hal. komisi reasuransi.. Akad Tabarru’ dan Akad Tijarah Investasi dana berdasarkan syari’ah dengan sistem bagi hasil (mudharabah). Iuran atau kontribusi terdiri dari unsur tabarru’ dan tabungan (saving). Op. Unsur Premi 4. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelola. sehingga perusahaan bebas menentukan investasinya. Investasi Dana Jual Beli Investasi dana berdasarkan bunga Dana yang terkumpul dari nasabah (premi) menjadi milik perusahaan. Tabarru’ dihitung dari tabel mortalita.ayahku kenapa berbuat seperti itu). dan hasil investasi seluruhnya adalah keuntungan perusahaan Sumber: Muhamad Syakir Sula. DPS(Dewan Pengawas Syari’ah) Asuransi Konvensional Asuransi Syari’ah Ada.

bunga (Interest). sementara pada konvensional akad bersifat tabaduli (jual beli antara nasabah dengan perusahaan). Unsur premi pada asuransi syari’ah terdiri dari unsur tabarru’ dan tabungan (saving). Tabarru’ dihitung dari tabel mortalita. dan biaya-biaya asuransi (Cost of Insurance). Keberadaan Dewan pengawas Syari’ah merupakan suatu keharuan. c. Pembayaran klaim nasabah. e. premi menjadi milik perusahaan dan perusahaan memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan pengelolaan dana tersebut. b. d. Pada asuransi syari’ah. Sementara pada sistem konvensional menggunakan tabel mortalita. Dana yang terkumpul dari nasabah asuransi syari’ah diinvestasikan dengan sistem bagi hasil. karena berperan dalam mengawasi manajemen. dan perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya.a. sementara pada asuransi konvensional investasi dana dilakukan pada sembarang sector dengan sistem bunga. dana diambil dari rekening tabarru’ (dana sosial) seluruh peserta yang telah diikhlaskan cxlvi . yaitu nasabah yang satu menolong nasabah yang lainnya yang tengah mengalami kesuilitan. Sementara pada asuransi konvensional. premi yang terkumpul diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah. Prinsip akad adalah takafuli (tolong menolong). produk serta kebijakan investasi supaya senantiasa sejalan dengan syariat Islam. tetapi tanpa perhitungan bunga. f.

2001. n. Maysir. Astiwara. Ketentuan Operasi Asuransi Syari’ah Dalam menjalankan operasinya. 1. dimana akad yang digunakan adalah akad jual beli (tadabuli) atau tolong menolong (takaful). keterbukaan merupakan 259 akselerasi dari realisasi prinsip-prinsip Endy M. sedangkan dalam asuransi konvensional dana pembayaran klaim diambil dari rekening milik perusahaan. asuransi syari’ah berpegang pada ketentuan-ketentuan sebagai berikut:259 m. Perbedaan Secara Syariah Asuransi Takaful dengan Asuransi Konvensional. maka dana klaim yang diberikan adalah dari rekening tabarru’ yang sudah diniatkan oleh sesame takaful untuk saling tolong menolong. Tabarru’ dana ini disimpan dalam rekening khusus. dalam Heri Sudarsono. dalam mekanisme asuransi syari’ah. Op. 5.cit. hal. 116-118. dan jika tidak ada klaim. yaitu kejelasan akad dalam praktek muamalah. Vol. Gharar. g. mengganti akad dengan niat tabarru’ yaitu suatu niat tolong menolong pada sesama peserta apabila ada yang ditakdirkan mendapat musibah. Akad. Muamatuna. o. jika ada yang tertimpa musibah.untuk keperluan tolong menolong bila ada peserta yang terkena musibah. sementara pada asuransi konvensional keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan. I/Edisi 1/Th. maka nasabah tidak memperoleh apa-apa. cxlvii . Keuntungan investasi dibagi dua antara nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan sebagai pengelola dengan prinsip bagi hasil. p. dimana dalam asuransi syari’ah.

Dana hangus. Kontrak 1 tahun. Demikian pula. dalam asuransi konvensional peserta tidak dapat melanjutkan pembayaran premi dan ingin mengundurkan diri sebelum masa reversing period.cit. Usia peserta masuk 5 sampai dengan 50 tahun. t. maka premi yang dibayarkan akan hangus sekaligus menjadi milik pihak asuransi. hal. karena tidak ada kepercayaan jika tidak ada keterbukaan dalam informasi. Pembatasan 1 tahun. keberadaan asuransi syari’ah dalam menyimpan dananya di bank syari’ah dengan sistem mudharabah. 650-651. 260 Muhamad Syakir Sula. q. Op. Ibid. asuransi non tabungan atau asuransi kerugian jika habis masa kontrak dan tidak terjadi klaim. maka dana peserta itu hangus. Asuransi Takaful Kesehatan Asuransi jenis ini merupakan produk tanpa unsur tabungan (non saving) adalah produk syari’ah dimana struktur produknya tidak terdapat unsur tabungan yang bersifat tabarru’ (dana tolong menolong). Adapun ketentuan dari asuransi ini adalah:261 s.syari’ah. 261 cxlviii . u. perusahaan/lorganisasi yang bermaksud menyediakan dana santunan rawat inap dan operasi bila peserta sakit dan kecelakaan dalam masa perjanjian. Riba.260 Program ini diperuntukkan bagi perorangan maupun 6. r.

20. Polis masih dalam kondisi in force artinya polis tersebut masih dalam keadaan aktif dibuktikan dengan premi lanjutan-premi lanjutan yang masih terus dilanjutkan. Manfaat kesehatan dibayarkan untuk perawatan Sistem pembayaran adalah reimbursement. Pembayaran klaim adalah 80 % dari kuitansi dan maksimal = manfaat kesehatan dan bukan untuk biaya karena melahirkan. Cara bayar premi tahunan. Jangka waktu pengajuan klaim 14 hari. w. z. cxlix .v. Jika premi lanjutan tidak dibayar maka pengajuan klaim akan ditolak apabila tertunggak melewati grace priode yang telah ditentukan. y.-. Peristiwa yang masih dalam kontrak. Dokumen klaim yang diajukan peserta kepada pihak perusahaan harus secara lengkap. minimal 4 hari. Klaim (Claim) Klaim (Claim) berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim peserta untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak bayar atau tidak. polis masih dalam kondisi in force. x. aa. peristiwa kerugian tidak dalam pengecualian polis. M. Klaim yang diajukan oleh tiap peserta meliputi beragam dokumentasi yang diverifikasi diantaranya adalah: Dokumen klaim. Biaya polis Rp. menyangkut semua informasi mengenai peristiwa yang menyebabkan peserta mengalami kerugian dan besarnya nominal kerugian yang dialami.000.

Pengertian Klaim Klaim dapat diartikan sebagai permintaan peserta maupun ahli warisnya atau pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan. merupakan klaim habis kontrak. 2. Adapun dokun-dokumen yang diperlukan diantaranya adalah: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). i. Apabila peristiwa sebelum atau sesudah kontrak dilakukan maka pengajuan klaim akan ditolak.Verifikasi juga mengenengahkan apakah peristiwa kerugian yang dialami oleh peserta masih dalam kontrak atau diluar kontrak. Sebagaimana kematian yang disebabkan oleh bunuh diri dan lain sebagainya. Yang menggajukan kliam adalah dari pihak ahli waris yang tercantum pada polis atau boleh pihak lain yamg diberikan kuasa atau pihak lain cl . foto copy identitas diri yang masih berlaku dan buku asli pembayaran premi terakhir. 1. ii. Klaim Nilai Tunai Klaim yang diakibatkan terjadi peristiwa kematian pada peserta. polis asli. Peristiwa yang menyebabkan terjadinya kerugian pada pihak peserta tidak termasuk dalam klausal pengecualian sebagaimana tercantum dalam polis. Setiap dokumentasi yang diterima akan dilakukan verifikasi. Jenis-jenis Klaim Klaim Habis Kontrak Klaim yang diajukan oleh peserta karena perjanjian telah berakhir sampai batas yang telah disepakati missal 10 tahun.

yang berkepentingan terhadap manfaat asuransi. laboratorium dan photo copy biaya pengobatan asli. polis asli. foto copy identitas diri yang masih berlaku. polis asli. Dokumentasinya Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). Klaim Tahapan Pendidikan Klaim yang diajukan oleh peserta karena jatuh tempo dana pendidikan sebagaimana yang tercantum pada polis. Adapun dokumen-dokumen yang dibutuhkan diantaranya: Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). misalnya lembaga pembiayaan bank dan leasing. foto copy identitas diri yang masih berlaku. 4. resume dari rumah sakit dimana dirawat. jika musibah karena lalu lintas. foto copy identitas cli . surat keterangan dari pamong praja dan surat keterangan dari Kepolisian Republik Indonesia. polis asli. Klaim Nilai Tunai Sebagian Klaim nilai tunai sebagian dilakukan pada peserta apabila jumlah polis telah mencapai 2 tahun dan aktif serta maksimal jumlah yang dapat diambil 50% dari saldo tabungan. Peserta tidak dikenakan beban sedikit pun karena itu termasuk bunga. 3. asuransi takaful biaya tersebut merupakan bagian dari premi peserta sendiri. Klaim Biaya Perawatan Pengantian kerugian peserta dengan alasan pengeluaran biaya oleh peserta dalam perawatan/pengobatan rumah sakit karena kecelakaan ataupun sakit dengan syarat penyakit tersebut tidak termasuk dari klausa pengecualian polis. 5. Dokumentasi yang diperlukan Formulir pengajuan klaim (Perusahaan). surat keterangan dari rumah sakit yang menerangkan sebab meninggal dunia.

262 Secara umum prosedur klaim pada asuransi umum hampir sama dengan. surat jatuh tempo tahapan dari perusahaan. Ibid. bukti klaim kerugian (menyerahkan klaim tertulis dengan melengkapi lembaran klaim standar yang dirancang khusus untuk masing-masing class of business). penyelesaian klaim (kesepakatan mengenai jumlah penggantian sesuai peraturan perundangan yang berlaku. hal. Yang membedakan dari masing-masing perusahaan adalah kecepatan dan kejujuran dalam menilai suatu klaim. atau aplikasi oleh peserta untuk memperoleh pertanggungan atas kerugiannya yang tersedia berdasarkan perjanjian. antara lain pemberitahuan klaim (biasanya dengan bukti lisan dan diperkuat dengan laporan tertulis). dimana laporan akan dijadikan dasar apakan klaim dijamin oleh polis atau tidak). 21 Tahun 2001 Tentang Klaim Asuransi Syari’ah Klaim atau claims merupakan permintaan peserta atau ahli warisnya maupun pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan. Adapun prosedur klaim.263 262 Ibid. 259. 263 clii . baik pada asuransi syari’ah maupun konvensional.diri yang masih berlaku. penyelidikan (melakukan survey ke lapangan atau menunjuk independent adjuster. bukti asli pembayaran premi terakhir. Fatwa DSN No. N. dan diisyaratkan bahwa pembayaran klaim tidak boleh lebih dari 30 hari sejak terjadi kesepakatan). (Tidak wajib).

cliii . dimana masing-masing perusahaan memiliki prosedur sendiri untuk mempermudah nasabah (services). yaitu iuran kebajikan yang telah diniatkan oleh peserta untuk dana saling tolong menolong apabila ada peserta lain yang terkena 264 Ibid. 2004 Sumber pembayaran klaim pada asuransi syari’ah diperoleh dari rekening tabarru’. hal 263.Adapun proses paling sederhana dalam proses klaim. berikut gambar proses klaim sampai kepada pembayaran (penyelesaian klaim):264 Gambar 1 Proses Klaim Asuransi Pengenalan Periksa Penutupan Tidak Ditutup Ditutup Tunjuk Adjuster Tolak Minta Dokumen Proses Lapor Tolak Tawarkan Voucher Pengambilan Pembayaran Sumber: Muhamad Syakir Sula.

hal. antara lain klaim habis kontrak.268 Berdasarkan fatwa Dewan Syari’ah Nasional No.266 Jenis klaim ada empat macam. yaitu peserta berkewajiban membayar sejumlah premi sebagai tertanggung dan perusahaan berkewajiban untuk membayar klaim sebagai penanggung apabila peserta mengalami musibah atau jatuh tempo.cit. Op. sumber pembayaran klaim berasal dari rekening perusahaan. meliputi dokumen klaim. Surakarta. klaim nilai sebagian. A. hal. peristiwa kerugian tidak dalam pengecualian polis. op.265 sedangkan pada asuransi konvensional. Asuransi Syariah Dalam Perspektif Praktis (Life Insurance). hal. dijelaskan pada pasal keenam mengenai premi. 63-64. 267 265 Khoiril Anwar. yaitu:269 11. klaim meninggal dunia. Khoiril Anwar. hal. 65-67.267 Administrasi klaim berfungsi melakukan verifikasi berkas klaim peserta untuk memenuhi perjanjian kontrak apakah klaim tersebut layak bayar atau tidak. 269 cliv . peristiwa kerugian masih dalam kontrak. Pembayaran premi didasarkan atas jenis akad sistem tijarah dan jenis akad tabarru’. 268 Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. hal. 37 266 H. klaim biaya perawatan. polis dalam kondisi in force.cit. tidak mengandung kecurangan atau tidak melanggar peraturan. Djazuli dan Yadi Janwari. 121. 17 Oktober 2001. 2006. Fatwa DSN No. murni bisnis. klaim nilai tunai.. Hafs Media. dan klaim tahapan pendidikan. Ibid. 138. dan tentu tidak ada nuansa spiritual yang melandasinya.musibah. Jakarta. Setiap dokumen yang diterima akan dilakukan verifikasi secara umum. 21/DSN-MUI/X/2001 tentang pedoman umum Asuransi Syari’ah. Klaim yang dibayarkan perusahaan adalah bagian dari kewajiban imbal balik peserta yang diatur dalam akad atau perjanjian asuransi. 21/DSN-MUI/X/2001 Tentang Pedoman Asuransi Syariah.

Klaim atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta. Klaim dapat berbeda dalam jumlah. Premi yang berasal dari jenis akad tabarru’ dapat diinvestasikan. merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan. dibayarkan. O. Untuk menentukan besarnya premi perusahaan asuransi syari’ah dapat menggunakan rujukan. 10. 15. Sementara pada pasal ketujuh mengenai klaim dijelaskan:270 9. penelitian ini dengan rumusan masalah bagaimana kesesuaian implementasi 270 Ibid. perhitungan mengunakan sistem bagi hasil nisbah seperti 50 : 50 atau 60 : 40 yang disepakati diawal. sebatas yang disepakati dalam akad. clv . Klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada awal perjanjian. Hasil Penelitian Relevan Penelitian yang telah dilakukan oleh Ida Wahyunigsih dengan judul penelitian Analisis Implementasi Produk Asuransi Takaful dana Siswa. dengan syarat tidak memasukkan unsur riba dalam penghitungannya. 12. (Pada lampiran) 13. sesuai dengan premi yang dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya.12. misalnya tabel mortalita untuk asuransi jiwa dan table morbidita untuk asuransi kesehatan. 14. Premi yang berasal dari jenis akad sistem mudharabah dapat diinvestasikan dan hasil investasinya di bagi hasilkan kepada peserta. Klaim atas akad tabarru’. 11.

clvi . underwriting. Dari hasil penelusuran penulis selama ini. aqad. klaim dan tempat kedudukan perselisihan yang kurang sesuai dengan fatwa DSN dan yang lainya telah sesuai dengan prinsip-prinsip yang terdapat dalam konsep fatwa dewan Syari’ah Nasional. Hasil penelitian menyatakan implementasi produk Asuransi Syari’ah Takaful yang meliputi permohonan asuransi. pengelolaan dana. Adapun tujuan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui kesesuaian implementasi produk asuransi takaful dana siswa yang telah dilaksanakan dengan Fatwa DSN-MUI. penelitian ini difokuskan pada implementasi produk asuransi takaful keluarga Cabang Surakarta terhadap Fatwa DSN-MUI no 21/DSN-MUI/X/2001 dengan batasan masalah tentang pedoman umum Asuransi Syari’ah. belum pernah menemukan penelitian tentang pembayaran klaim pada asuransi syariah. loading.produk asuransi dana siswa pada Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta terhadap Fatwa DSN dan MUI. premi.

dan keterlibatan peneliti yang minimal. Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman-Pengalaman. Adapun wilayah penelitian ini dilaksanakan di PT. 1999. hal. BPFE UGM. Bandung. Jogiyanto. 5-7. Metode Penelitian Bisnis. 2004. hal. BPFE UGM. yang beralamat di Jalan Slamet Riyadi. Peneliti akan mendeskripsikan data-data yang terkait dengan permasalahan dalam penelitian. Jenis Penelitian Adapun jenis penelitian adalah penelitian lapangan (field research).272 C. Yogyakarta. Alfabeta.271 dimana peneliti mencari jawaban terhadap rumusan permasalahan yang diteliti dengan menyesuaikan pada kondisi lingkungan penelitian yang natural. Data dan Sumber Data Untuk memperoleh data yang obyektif dan valid. 1999. 92. 1. B. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta. hal. kemudian peneliti sebagai instrumen kunci melakukan penekanan makna terhadap kondisi obyek alamiah yang diteliti secara kualitatif. No: 231 Surakarta.+BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Wilayah Penelitian Penelitian ini dilakukan mulai bulan Februari sampai dengan bulan November 2006. Data Primer Nur Indriantoro dan Bambang Supomo. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi dan Manajemen. 8 272 271 53 clvii . data yang dikumpulkan adalah berupa data kualitatif yang terdiri dari sejumlah data primer dan data sekunder. Edisi Pertama. dan Sugiyono. Yogyakarta.

artikel. berupa arsip. buku-buku teks mengenai pembayaran klaim asuransi kesehatan. 274 clviii . dan makalah-makalah yang berhubungan dengan obyek penelitian. Ibid…. sumber lisan dari hasil wawancara melalui indepth interview.Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya dan dicatat untuk pertama kalinya. 2 Tahun 2001. Wawancara tidak terstruktur (indepth inerview).274 273 Ibid…. dan penjelasan fatwa DSN No. D. paper. Data Sekunder Data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti.273 Data ini juga didapat dari hasil membaca buku atau literatur pendukung lainnya. 132-133. jurnal. Sugiyono. Ibid…. pembayaran klaim asuransi kesehatan. hal. 129. Teknik Pengumpulan Data Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah: 1. dengan peserta asuransi kesehatan Takaful yang telah menerima klaim dan peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara. gambaran umum perusahaan. dimana peneliti berusaha mendapatkan informasi tentang permasalahan yang ada pada obyek secara face to face kepada pihak perwakilan perusahaan (manajer) secara mendalam. 2. hal. yaitu sumber yang diperoleh secara tidak langsung kepada pengumpul data. hal. dan Sugiyono. 81. buletin atau brosur-brosur mengenai asuransi kesehatan. Sumber data primer yang diambil dari perusahaan ini meliputi pembayaran asuransi kesehatan. visi dan misi perusahaan (profil perusahaan).

Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta. Bandung. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data Pemeriksaan keabsahan data. 1989. Penjelasan tersebut diuraikan dengan keadaan yang sebenarnya. Teknik Analisis Data Analisis data adalah penyederhanaan data dalam bentuk yang lebih praktis untuk dibaca dan diinterpretasikan.275 3. Yogyakarta. Pengantar Penelitian-Penelitian Dasar Metode Teknik. Deli Karjono.2. STIE IEU. sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.5 Winarso Surahmat. kemudian diupayakan analisanya dengan menguraikan dan menjelaskan. Studi Pustaka. 34 277 276 clix . Tak Diterbitkan. yaitu diadakan pemisahan sesuai dengan jenis dan masing-masing data. dimana penulis menggunakan tekhnik atau model triangulation. Pendeskripsian Data Pendeskripsian data dilakukan untuk mengetahui pembayaran klaim asuransi Kesehatan pada PT. Arsip (archifal) atau dokumentasi. Model triangulation 275 Ibid…. dimana peneliti mengumpulkan data dengan berusaha mencari data yang bersumber dari arsip dan dokumen-dokumen baik dalam bentuk tertulis maupun tidak tertulis dan sumber lain yang selaras dengan permasalahan dalam penelitian.276 E. sehingga data tersebut dapat diambil pengertian dan kesimpulan sebagai hasil penelitian. “Penentuan Kualitas Jasa Asuransi Takaful Keluarga Dengan Menggunakan Metode Total Quality Management”. Skripsi Jurusan Manajemen. yaitu dengan membandingkan data hasil interview dengan data dari studi pustaka dan dokumentasi. 2002.277 Adapun alur analisis data dalam penelitian ini adalah: 1. dimaksudkan untuk memperoleh landasan dasar bagi analisa dan rumusan teori atau informasi lain yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti. data-data yang sudah terkumpul diberikan suatu penafsiran kata-kata yang menjelaskan suatu keadaan dari pelaksanaannya. 2. hal. hal..

cit…. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta. serta kesesuaiannya dengan fatwa DSN No. Penarikan Kesimpulan Penarikan kesimpulan diberikan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT. Pemberian saran-saran untuk memberikan masukanmasukan yang dapat meningkatkan serta mengembangkan kinerja dan operasional perusahaan tersebut. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta. serta pelayanan kepada nasabah asuransi kesehatan PT. 278 Jogiyanto. 2 Tahun 2001.278 3. 9.. clx .digunakan untuk mendapatkan hasil-hasil penelitian yang lebih terinci dan mendalam. Loc. hal.

2000. hal.280 279 Sahrawardi Lubis. Asuransi Jiwa Tugu Mandiri dan perorangan yang tertarik pada sistem ekonomi Islam membentuk Tim Pembentukan Asuransi Takaful Indonesia yang kemudian popular dengan nama TEPATI pada bulan Juli 1993. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan perjalanan panjang asuransi syariah yang telah dilaksanakan di Negara-negara lain. Hukum Ekonomi Islam. Gambaran Umum Obyek Penelitian Sejarah Perusahaan Menjelang didirikannya asuransi yang menggunakan sistem syariah ini.. umat Islam masih ragu dengan keberadaannya.279 Asuransi Takaful didirikan atas prakarsa Cendekiawan Muslim Indonesia. hal. Syarikat Takaful Indonesia. Sinar Grafika. kemudian pada tanggal 24 Februari diadakan penandatanganan akta pendirian PT. maka untuk meyakinkannya para pakar ekonomi Islam kemudian bersepakat mendirikan Asuransi Takaful di Indonesia. Karena asuransi syariah dengan sistem takaful telah mampu membuktikan dalam operasinya dapat bersaing dengan asuransi konvensional maka dibentuklah lembaga asuransi ini. Yayasan Abdi Bangsa bersama Bank Muamalat Indonesia dibantu oleh Departemen Keuangan.BAB IV PEMBAHASAN A.82 Ibid….83 280 57 clxi .. 1.

Asuransi Takaful Keluarga (ATK) : Persetujuan prinsip PT. B.16 milyar. sebagaimana disebutkan dalam Modul Pengetahuan Dasar Takaful. 7-9 September 1993 19 Oktober 1993 20 Oktober 19993 12 Desember 1993 12 Januari 1994 11 Maret 1994 16 April 1994 17 April 1994 19 April 1994 21 April 1994 5 Mei 1994 24 Mei 1994 14 Agustus 1994 25 Agustus 1994 2 Juni 1995 Pada awalnya PT.Mar’ie Muhammad di Hotel Sahid Jaya Jakarta. Syarikat Takaful Indonesia didirikan dengan modal bersama sebanyak Rp 80 milyar sedangkan modal setornya adalah Rp. sejarah pendirian Asuransi Takaful dapat digambarkan sebagai berikut: 27 Juli 1993 : Tim pembentukan Asuransi Takaful Indonesia (TEPATI) : Studi Banding ke Malaysia : Seminar syariah di Hotel Indonesia : Technical Agreement TEPATI dan Syarikat Takaful Malaysia (STM) : Pelatihan SDM I ke STM : MOU BMI dan STM : Peresmian PT.J. ATK : Peresmian PT.Asuransi Takaful Umum oleh Menristek dan Ka.Dr.Syarikat Takaful Indonesia : Seminar Takaful di Bandung : Pelatihan SDM II untuk Asuransi Umum : Seminar Takaful di Jogjakarta : Seminar Takaful di Surabaya : Akte Pendirian PT.Secara kronologis. Modal ini sebanyak 15% di pegang Bank Muamalat Indonesia (BMI) clxii . H. ATK oleh Menkeu Bp. : Peresmian PT. BPPT Bp. ATK : Izin usaha PT.Habibie. Prof.

kematian kerabat. memerintahkan umat Islam untuk menyantuni sesama manusia yang kehilangan harta benda. serta tolong menolong (ta’awun) antar warga masyarakat. Karya Abadi Bangsa yaitu perusahaan yang menerbitkan Koran harian Republika. 282 clxiii . C2-6712 HT. hal. Surat izin usaha perdagangan (SIUP): Menteri Keuangan RI.01 tahun 1994. Asuransi Takaful Umum. No.sedangkan sisanya dikuasai PT. baik Muslim maupun non Muslim. Syarikat Takaful Indonesia PT. maupun musibah lainnya. Op. hal. maysir (untung-untungan) dan hal-hal lain yang bersifat ma’shiyat.cit. Op. Asuransi Takaful Keluarga dan PT.533/09- 01/PB/VII/2000. Akan tetapi cara-cara penyantunan itu pun harus sejalan dengan syariat Islam. PT.84 Asuransi Takaful Indonesia. Dengan cara demikian rasa persaudaraan (ukhuwah) akan semakin kokoh. bahkan terhindar dari kemungkinan terpuruk dalam kemiskinan atau kehilangan masa depan. Mereka yang tertimpa musibah tidak dirundung oleh kesedihan yang berlarut-larut dan tidak memilki solusi dalam menghadapi kehidupan.Syarikat Takaful Indonesia adalah holding Company dari PT. 2.281 Landasan pendirian Asuransi Takaful yaitu ajaran Islam yang mulia.No. Beroperasi sejak Februari 1994 berdasarkan izin operasional dengan akte pendirian: SK Menteri Kehakiman RI.282 2. 281 Lubis.cit. Tindakan tersebut merupakan wujud kepedulian dan solidaritas (itsar). Tidak boleh mengandung unsur gharar (ketidak pastian).01.

Takaful akan berjuang dan berkembang untuk menjadi perusahaan terkemuka. efisien dan memenuhi prinsip kehati-hatian agar mampu mendukung sektor riil secara nyata dan transaksi riil dalam rangka penegakan keadilan sosial. Visi. Sebagai perusahaan. Adapun tujuan: Memberikan pelayanan yang terbaik. tolong menolong dan menuju kebaikan. Misi dan Tujuan PT. Berdasarkan nilai-nilai syariah. Asuransi Takaful Indonesia Pengembangan asuransi syariah dilakukan dengan mengacu pada konsep bermuamalah secara Islami. Operasional perusahaan dilaksanakan atas dasar prinsip-prinsip syariah yang bertujuan memberikan fasilitas dan pelayanan terbaik bagi ummat dan masyarakat Indonesia. clxiv . oleh karena itu konsep tersebut harus benar-benar diterapkan dalam operasionalnya. visi pengembangan asuransi syariah di Indonesia adalah terwujudnya sistem ekonomi yang kompetitif. amanah dan professional kepada umat Islam dan bangsa Indonesia.B. Misi: Tetap konsisten sebagai lembaga ekonomi keuangan syariah dan memberi manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Visi: Takaful Indonesia adalah lembaga keuangan yang konsisten menjalankan transaksi asuransi secara Islami.

Asuransi Takaful Indonesia Keterangan: 1. yang pertama fungsi keuangan. pelaksanaan produksi. yakni mengkoordinir pelaksanaan tugas bawahannya. Yang kedua administrasi pemasaran. yakni yang bertugas melayani nasabah yang datang ke kantor untuk kepentingan administrasi dan mengurusi penerimaan premi. yang mengurusi kebutuhan marketing demi kelancaran penjualan.C. Asuransi Takaful Indonesia Gambar 2 Struktur Organisasi Asuransi Takaful Indonesia Brand Manajer Senior Agen Junior Agent Agent manajer Grup representatif Administrasi kolektor Junior Agent Junior Agent Junior Agent Sumber: PT. clxv . dan bertanggung jawab atas segala hal yang berkaitan dengan pemasaran. 2.. Administrasi Administrasi memiliki dua fungsi. Struktur Organisasi PT. Branch Manager Bertanggung jawab dalam membuka pangsa pasar.

6. 4. GR memiliki spesifikasi cooperate. AM membawahi unit agen yang baru direkrut. AM. Bagian adminstrasi. Hanya saja tiap bagian tentu memiliki tugas khusus yang diembannya. semua bagian dalam perusahaan jasa asuransi asalah marketing. Group Representative (GR) Memiliki tugas melakukan pemasaran untuk produk kolektif. Yunior Agent Melakukan pemasaran produk khusus individu. Kolektor Mempunyai tugas mengurusi pembayaran premi lanjutan untuk nasabah. Pada umumnya.3. Dia memiliki kewenangan dalam melakukan penagihan premi nasabah. dan YA semuanya bertanggung jawab kepada BM yang akan memberikan pertanggung jawabannya kepada pusat. GR. 5. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan untuk melakukan fungsi pemasaran. Senior Agent Tugas dari senior agent adalah melakukan pemasaran baik itu produk individu maupun kumpulan. 7. kolektor. SA. adapun susunan organisasi Asuransi takaful Indonesia adalah: clxvi . Agent Manager (AM) AM bertugas melakukan pemasaran baik individu maupun corporate. Oleh karenanya setiap fungsionaris dapat melakukan kegiatan pemasaran yakni mencari nasabah sebagai bentuk produktivitasnya.

DR.S Kusmuljono Taib Rasak b. Drs. Asuransi Takaful Indonesia supervise Surakarta adalah struktur organisasi yang hanya berbentuk lini. KH.Dewan Pengawas Syariah Prof. H. Secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut: clxvii . Mcc DR.Dewan Komisaris Letjen TNI (Purn) Achmad Tirto Sudiro Dato Moh.Fadzli Yusof B.a. Didin Hafidhuddin. Alie Yafie H. M. K. Madya Sobri bin Salamon Ketua Anggota Anggota Anggota Direktur Utama Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris Pimpinan dalam melakukan pengawasan dan meminta pertanggung jawaban tugas yang telah diberikan pada masing-masing bagian.Dewan Direksi Wan Zamri Wan Ismail c. MS Prof. Syafi’I Antonio. Struktur organisasi PT.

Asuransi Cabang Surakarta Struktur organisasi merupakan pola hubungan antara komponen atau bagian dari organisasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembagian kerja agar pelaksanaan fungsi pimpinan berjalan lancar. Susunan organisasi ini memberikan gambaran bahwa pembagian tugas dan kewenangan disusun menurut fungsi-fungsi pekerjaan tertentu yang dibutuhkan. Pemegang Saham Adapun pemegang saham pada PT. Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta BOD (Dewan Dereksi) MR-ISO Legal & Kesekretarisan IT Agen development Akuaria Teknik Pemasaran & Operasional -Inkaso -Ms Keuangan SDM Umum Keterangan: CS: Costumer Service RM: Regional manajer BAO: Brancar Officer Assurance MS: Marketing Support -Produk Dev -Suport user QSA -Ordinary -Brancassuran -Kesehatan -Individu -klaim -Reasuransi -Medical Support -Treasure -Accaunting -Investasi RM -PSDM -Compensation &HI Derect Business Cabang CS BAO Teknik KEU CFC Retail Sumber: Pt. D.Gambar 3 Struktur Organisasi PT. Asuransi Takaful Cabang Surakarta diantaranya adalah sebagai berikut: clxviii .

dimana perusahaan asuransi jiwa dan perusahaan kerugian tidak dikelola oleh satu perusahaan dan harus didirikan secara terpisah.286. PT. Syarikat Takaful Indonesia Mengikuti ketentuan Undang-Undang No.Permodalan Nasional Madani (Persero) PT. Asuransi Takaful Umum adalah perusahaan asuransi kerugian yang beroperasi berlandaskan nilai-nilai syariah.Syarikat Takaful Indonesia sebagai Holding Company membentuk dua perusahaan asuransi secara terpisah.2 Tahun 1992 tentang usaha perasuransian.906% 0. izin usaha perasuransian: SK Menteri Keuangan RI No. Asuransi Takaful Umum PT.Tabel 2 Daftar Pemegang Saham Pada PT. Asuransi Takaful Umum dalam bidang asuransi kerugian.102% 1.247/KMK. Asuransi Takaful Cabang Surakarta Saham Syarikat Takaful Malaysia Berhad Islamic Development Bank PT. Asuransi Takaful Cabang Surakarta. Anak Perusahaan PT.919% 5.000% 26.621% Sumber: Dokumentasi PT.062% 3.Karya Abdi Bangsa Koperasi Karyawan Takaful Pengusaha Muslim & pemegang saham lainnya Prosentase 66. HT. yaitu: PT. C2-18.017/1995. Maka PT. 1.Asuransi Takaful Keluarga dalam bidang asuransi jiwa dan PT. E. 2005. beroperasi sejak 1995 berdasarkan izin operasional dengan akte pendirian: SK Menteri Kehakiman RI No. clxix . 01.Bank Muamalat Indonesia PT.390% 6. 01 Tahun 1994.

Salah satunya adalah dengan cara menabung. Takaful sebagai asuransi yang bertumpu pada konsep tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan serta perlindungan yang menjadikan semua peserta asuransi sebagai keluarga besar yang saling menjamin dan menanggung resiko satu sama lain.93% 0. 1) 2) Produk-Produk Asuransi Takaful Umum Takaful Kebakaran (Fire Insurance) Takaful Insurance) 3) Takaful Kecelakaan Diri (Personal Accident Insurance) Kendaraan Bermotor (Motorized Vehicle clxx . Syarikat Takaful Indonesia Koperasi Karyawan Takaful ATK 51. upaya tersebut seringkali tidak memadai karena resiko yang ditanggung lebih besar dari yang diperkirakan. Akan tetapi. Pemegang Saham PT.a.Nasution Wan Zamri Wan Ismail Komisaris Utama Komisaris Komisaris Komisaris c. Asuransi Takaful Umum Dewan Komisaris Taib Razak Aris Mufti Bachrum M. Prinsip dan Filosofi Segala musibah dan bencana yang menimpa manusia merupakan qadha dan qadar Allah SWT. d. Namun manusia wajib berikhtiar memperkecil resiko yang ditimbulkan. b.19% 47.88% Struktur Organisasi PT.

Segala Prinsip dan Filosofi musibah dan bencana yang menimpa manusia merupakan qadha dan qadar Allah SWT.017/1994. 01.HarisKomisaris Struktur Organisasi clxxi . HT. Sistem ini diatur dengan meniadakan maysir. dan riba. Asuransi Takaful Keluarga PT.Asuransi Takaful Keluarga adalah perusahaan asuransi jiwayang beroperasi berlandaskan nilai-nilai syariah. Dewan Komisaris Dato’ Mohd.Syarikat Takaful Indonesia99. Salah satunya adalah dengan cara menabung. Pemegang Saham PT. PT. gharar.SoedjitoKomisaris M. izin usaha perasuransian: SK Menteri Keuangan RI No. C2-9583.2. Namun manusia wajib berikhtiar memperkecil resiko yang ditimbulkan. 01 Tahun 1994. b.385/KMK. beroperasi sejak 1994 berdasarkan izin operasional dengan akte pendirian: SK Menteri Kehakiman RI No. a. Takaful sebagai asuransi yang bertumpu pada konsep tolong menolong dalam kebaikan dan ketakwaan serta perlindungan yang menjadikan semua peserta asuransi sebagai keluarga besar yang saling menjamin dan menanggung resiko satu sama lain.06% c. Upaya tersebut seringkali tidak memadai karena resiko yang ditanggung lebih besar dari yang diperkirakan.94% Koperasi Karyawan Takaful 0. Fadzli YusofKomisaris Utama Wiwin P.

clxxii .Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta didirikan dan mulai beroperasi pada tahun 1998. Sejarah PT. Slamet Riyadi ini telah memberikan layanan jasa asuransi jiwa dan mempunyai beberapa produk yaitu 3 produk Asuransi Takaful Keluarga dengan unsur tabungan serta 3 produk Asuransi Takaful Keluarga Tanpa Unsur Tabungan.Wan Zamri Wan IsmailKomisaris Dewan Direksi Agus HaryadiDirektur Utama m. PT.Aminuddin IsmailDirektur Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta a. b. yang dilandasi oleh ajaran Islam untuk saling tolong menolong antar sesame yang membutuhkan atau tertimpa suatu musibah. Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta yang berkantor di Jl. Produk-Produk Asuransi Takaful Keluarga Cabang Surakarta 1) a) b) c) 2) a) b) c) Produk Asuransi Takaful Keluarga (Unsur Tabungan) Takaful Dana Investasi (Fuldana) Takaful Dana Haji (Fulhaji) Takaful Dana Siswa (Fulsiswa) Produk Asuransi Takaful Keluarga (Tanpa Unsur Tabungan) Takaful Kesehatan Takaful Kecelakaan Diri Takaful Al-Khairat Individu 3.

F. clxxiii . Takaful Kesehatan Program yang diperuntukkan bagi masyarakat yang bermaksud untuk menyediakan dana santunan rawat inap dan operasi. Takaful Dana Siswa Program yang diperuntukan bagi masyarakan yang bermaksud untuk menyediakan dana untuk putra-putrinya sampai sarjana. b. Asuransi Takaful Indonesia Produk asuransi dibagi menjadi dua bagian diantaranya yaitu: Produk asuransi individu dan asuransi kumpulan dengan spesifikasi sebagai berikut: 1. Takaful Al-Khairat Program yang memberikan santunan kepada ahli waris peserta apabila peserta ditakdirkan meninggal pada masa perjanjian. Produk-Produk PT. c. f. Produk Asuransi Individu Produk asuransi individu pada asuraransi takaful meliputi: a. Program yang Takaful Kecelakaan Diri ditujukan kepada mereka yang bermaksud menyediakan santunan bila mengalami musibah karena kecelakaan dalam masa perjanjian. e. Takaful Dana Investasi Merupakan program yang diperuntukan bagi mereka yang merencanakan pengumpulan dana untuk bekal di hari tua. d. Takaful Dana Haji Program yang diperuntukan bagi masyarakat yang menginginkan perencanaan pengumpulan dana untuk naik haji.

Takaful Perjalanan Haji dan Umrah Program yang ditujukan bagi jamaah haji atau umroh yang bermaksud menyediakan santunan untuk ahli waris jamaah bila peserta meninggal sewaktu menjalankan ibadah haji atau umroh. Takaful Kecelakaan Siswa Program ditujukan kepada sekolah yang bermaksud menyediakan santunan kepada siswa atau pesertanya bila mengalami musibah karena kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap total maupun sebagian atau meninggal. Takaful Kecelakaan Diri Kumpulan Program ditujukan untuk perusahaan yang bermaksud untuk menyediakan santunan kepada karyawan apabila karyawan mengalami musibah karena kecelakaan pada masa perjanjian. f. Takaful Al-Khairat Program yang memberikan santunan kepada ahli waris peserta bila peserta bila peserta ditakdirkan meninggal dalam masa perjanjian. a. c.2. d. b. Takaful Wisata dan Perjalanan Program yang ditujukan untuk biro perjalanan dan wisata yang bermaksud menyediakan santunan kepada pesertanya bila mengalami clxxiv . e. produk Asuransi Kumpulan Takaful Pembiayaan Program yang memberikan jaminan pelunansan sisa hutang bila yang bersangkutan ditakdirkan meninggal dalam masa perjanjian.

100. g. biaya pemeriksaan sebelum dan sesudah rawat inap. Takaful Kesehatan (Fulmedicare) Program asuransi kesehatan kumpulan bagi organisasi atau badan usaha yang memberikan penggantian biaya pengobatan bila peserta jatuh sakit. biaya sewa kamar operasi. G. artinya bahwa peserta yang memegang kartu tersebut mempunyai plafon biaya kamar perawatan dan akomodasi di rumah sakit perhari Rp.000. biaya operasi yang tidak membutuhkan penginapan. meliputi: biaya kamar dan akomodasi. Program Utama Program ini sering disebut inpatien (IP) yang memberikan jaminan terhadap biaya-biaya yang timbul karena peserta dirawat inap di rumah sakit. antara lain: 1. biaya dokter anastesi. sehingga pada kartu peserta tertulis misalnya IP-100. biaya perawatan gigi darurat karena kecelakaan. sebagian atau meninggal selama wisata atau perjalanan. biaya kunjungan dokter. biaya ruang ICU. biaya konsultasi dokter ahli.- clxxv .musibah karena kecelakaan yang mengakibatkan cacat tetap total. Ukuran yang digunakan pada program perawatan inap dan operasi selalu mengacu pada biaya kamar perawatan dan akomodasi perhari rumah sakit. biaya ambulance. Program Asuransi Kesehatan Kumpulan Program asuransi kesehatan kumpulan dibagi menjadi dua. biaya operasi. biaya aneka perawatan.

000. 283 clxxvi .8.-. Pada suatu ketika Tuan A melakukan konsultasi pada dokter umum dengan menghabiskan biaya konsultasi Rp. Peserta akan menanggung sendiri biayanya sebesar Rp. yaitu mengganti biaya konsultasi pada dokter umum. Pihak Takaful menetapkan coinsurance283 sebesar 20% sehingga perusahaan hanya membayar ganti rugi 80% dari kuitansi atau sebesar maksimal manfaat asuransi.000. Asuransi dan Manajemen Resiko.-. biaya dokter spesialis. Program ini terdiri dari tiga macam program.2. Program ini sering disebut dengan Out Patien atau disingkat dengan OP. Tuan A mengikuti program rawat inap (IP-100) dengan program tambahan rawat jalan (OP-10).- Coinsurance merupakan pembebanan biaya perawatan yang harus dibayar sendiri oleh peserta dimana diterapkan perkejadian dan pemotongannya dilakukan secara langsung dengan mengurangi penggantian kerugian yang menjdi haknya. Program Rawat Jalan. antara lain: a.-.10. Suplemen Program Tambahan / Program tambahan ini merupakan program pendukung dari program utama dan program tersebut hanya bisa diambil bila program utamanya diikuti. Hal 120.. Abbas Salim. Contoh coinsurance pada rawat jalan: 1). maksudnya ialah besarnya biaya konsultasi dengan dokter umum sekali kunjungan perhari sebesar Rp. biaya obat-obatan.000.000. biaya fisioterapi dan biaya penunjang diagnostik.x 20% = Rp.10.2.000. Dalam kartu peserta tertulis OP-10. Sedangkan Takaful akan mengganti sebesar Rp.10.

000.2). Adapun pengajuan klaim pada rumah sakit non provider. c.000. Tuan C mengikuti program rawat jalan (OP-10). Pada suatu ketika Tuan C melakukan konsultasi pada dokter umum dengan menghabiskan biaya konsultasi Rp. biaya perawatan perbaikan dan biaya untuk gigi palsu. yaitu mengganti biaya bingkai kacamata dan lensa dengan waktu tunggu enam bulan khusus untuk bingkai kacamata. Analisis Data 1.50.45.000. Rawat Gigi. Jadi dalam kasus ini Takaful hanya membayar sampai batas maksimal manfaat Tuan C yaitu Rp.000.000.50.10. d.x 80% = Rp. keguguran dengan indikasi medis serta persalinan di rumah. Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi Takaful Kesehatan Kumpulan Prosedur yang harus dilakukan oleh peserta untuk mengajukan klaim peserta diharuskan menjadi pasien pada provider-provider PT Asuransi Takaful. yaitu mengganti biaya persalinan normal maupun operasi.10. H.-.karena Rp.-. yaitu mengganti biaya perawatan umum.biaya ini melebihi batas maksimal manfaat Tuan C sebesar Rp. b.10. biaya pencegahan. Perusahaan hanya akan mengganti sebesar Rp. dengan prosedur sebagai berikut: clxxvii .. Kacamata. Persalinan.-. biaya perawatan komplek. kemudian menggunakan rekomendasi Provider melanjutkan pengajuan klaim ke pihak asuransi takaful di mana nasabah membayar polis.. biaya perawatan gusi. Dalam pengantian ini harus berdasarkan indikasi medis.000..

Nomor rekening dan nama peserta atau pemegang polis. c. Surat keterangan sebab terjadinya kecelakaan dari instansi yang berwenang (khusus bila terjadi kecelakaan lalu lintas). Formulir Klaim (disediakan oleh Asuransi Takaful).Gambar 4 Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi Takaful Kesehatan Kumpulan Peserta Jatuh Sakit Rumah Sakit Non Provider Menerima Pelayanan Pengajuan Klaim Pulang Membayar Sumber: PT. c. Tahun 2006. b. d. bila pembayaran klaim ingin ditransfer melalui bank. Kwitansi-kwitansi asli beserta perinciannya (copy resep dan bukti penunjang lainya). Adapun jenis-jenis pelayanan dan biaya yang tidak dijamin dalam program ini adalah: clxxviii . Mendapatkan pelayanan untuk klaim oleh nasabah harus melalui tahapan-tahapan yang merupakan ketetapan miliki PT Asuransi Takaful. Surat keterangan medis dari dokter yang memeriksa atau Rumah Sakit tempat peserta dirawat tentang diagnosa penyakit (kondisi pasien). Asuransi Takaful. adapun berkas-berkas yang pengajuan klaim diantaranya adalah: a. Cabang Surakarta.

ASD. gantole. balap mobil/motor. dan lainnya serta segala akibatnya. arung jeram. cedera atau penyakit yang disebabkan oleh perbuatan sendiri dan obat terlarang. dan cacat bawaan lainnya. Peperangan dan bencana alam. Pengobatan cacat bawaan atau kelainan congenital/herediter (bawaan dari lahir) misalnya hernia. VSD. peserta aktif dari demontrasi. parasut. debil (idiot). pengobatan akupuntur. perawatan atau tindakan medis yang bersifat kosmetik. clxxix . Syphilis. akrobatik. b. h. Setiap pengobatan yang bukan berdasarkan indikasi medis atau tidak diperlukan secara medis. misalnya: panjat gunung/tebing. Cedera yang disebabkan olahraga berbahaya. huru-hara. dan tempat perawatan tradisional. d. perbuatan terror. cretinism (kerdil). tindakan laser Eximer dll. Gonorrhea. terbang layang. Biaya pengobatan yang sudah mendapatkan penggantian dari asuransi atau pihak lain.a. haemophilia. Hyperbaric Therapy. Pemeriksaan fisik secara berkala (medical check-up). e. c. g. Penyakit hubungan seksual seperti AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) dan ARC (AIDS Relative Complex). mongoloid. tinju. thallasemia (kanker darah). pemberontakan. menyelam. kerusuhan. pengacauan dan kekacauan. Pengobatan dan tindakan medis yang masih dikategorikan eksperimen misalnya: Therapy ozon. hang-gliding. HIV. f. embicil (lebih idiot). operasi bibir sumbing.

p. k. dan alat Bantu pendengaran. Home Nursing (Perawatan di rumah) atau untuk perawatan pribadi. protesa mata. o. segala penyakit yang berhubungan dengan kehamilan. Pembelian obat-obatan tanpa resep dokter dan semua multivitamin. aborsi tanpa indikasi medis (kecuali mengikuti program tambahan melahirkan) tindakan untuk mendapatkan kesuburan. Pengobatan terhadap penyakit kejiwaan/psikologis atau gangguan mental (mental disorder) dan gangguan syaraf lainnya. j. n. pengobatan yang bersifat kronis. Radiasi dan kontaminasi yang bersifat massal. Operasi Jantung. Pengobatan dan tindakan medis yang dilakukan oleh keluarga dekat peserta atau oleh seseorang tinggal dalam serumah atau bekerjasama dengan peserta. warm water zak. Pemberian kacamata (kecuali mengikuti program tambahan kacamata). Jasa-jasa non medis yang diberikan oleh rumah sakit dan tidak ada hubungannya dengan pengobatan. fax. l. alat pacu jantung.i. m. seperti biaya telepon. alat-alat kesehatan seperti thermometer. Perawatan dan pengobatan gigi (kecuali akibat kecelakaan dan atau mengikuti program tambahan rawat gigi). video. dan sebagainya. tranplantasi organ tubuh termasuk sumsum tulang. q. pemakaian alat kontrasepsi dan segala jenis imunisasi/vaksinasi. salon. melahirkan. pemeriksaan refraksi mata untuk kebutuhan kacamata. haemodilisa (cuci darah). clxxx . r. misalnya protesa tangan. ice-up. Pemberian alat Bantu (protesa). s. protesa kaki. Proses kehamilan.

2.

Sistem Pembayaran Klaim Asuransi Takaful Kesehatan Sistem pembayaran yang diberikan pihak PT. Asuransi Takaful ada dua macam, yakni: a. Sistem pembayaran provider, sistem pembayaran dimana peserta ketika menjalani perawatan di rumah sakit yang menjadi rekan takaful tidak perlu membayar tagihan biaya rumah sakit. Semua biaya tersebut ditanggung oleh pihak PT. Takaful. b. Sistem pembayaran Reimbursemen, yakni peserta

membayar terlebih dahulu semua tagihan biaya rumah sakit sebagai akibat dari mendapat pelayanan rawat inap rumah sakit tersebut. Kemudian peserta mengajukan klaim takaful.

Masing-masing sistem pembayaran di atas memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan sistem provider ialah peserta tidak perlu

mengeluarkan uang, karena semua biaya akan ditanggulangi oleh Takaful. Kerugiannya peserta tidak mempunyai kebebasan untuk memilih rumah sakit yang diinginkannya. Sedangkan kelebihan pada sistem pembayaran reimbursemen adalah peserta bebas memilih rumah sakit yang disukainya sedangkan kelemahannya peserta harus mengeluarkan uang terlebih dahulu dan tidak jarang pihak rumah sakit meminta uang jaminan di muka sebelum memberikan perawatan inapnya. Kelebihan biaya perawatan yang dipakai oleh peserta yang menjadi haknya pada sistem pembayaran kesehatan provider merupakan ekses klaim. Pada umumnya ekses klaim yang paling banyak terjadi pada jenis manfaat “Aneka Perawatan” yang meliputi obat-obatan, alat kesehatan,

clxxxi

transfuse darah, pemeriksaan laboratorium, biaya administrasi dan lain-lain. Terhadap ekses klaim perusahaan akan melakukan tagihan kepada peserta melalui pemegang polis. Guna menghindari ekses klaim yang mungkin terlalu besar, anjuran perusahaan pada peserta dalam mengkonsumsi pelayanan kesehatan rawat inap menyesuaikan dengan plafon/program yang menjadi kewajibannya. Apabila peserta mengambil kelas perawatan diatas kelas atau jaminan yang menjadi hak penentuan kamar dan makan yang ditentukan, dalam pengukurangya mengunakan rumus Pro-Rata, sebagaimana dibawah ini: Harga kamar sesuai plan x Tagihan Harga kamar yang diambil

Penggantian

=

Pengunaan rumus di atas apabila peserta mendapatkan penggantian manfaat tidak melebihi hak yang telah ditetapkan dan perusahaan memberikan penggantian sesuai hak peserta. Pada asuransi Takaful Kesehatan Kumpulan, nilai penggantian klaim tergantung dari manfaat yang diambil serta perawatan yang dijalani. Adapun nilai penggantiannya antara lain sebagai berikut: a. Rawat inap 100% dari nilai kwitansi, maksimum sesuai nilai manfaat yang menjadi haknya. b. Rawat jalan 80% dari nilai kwitansi, maksimum sesuai nilai manfaat yang menjadi haknya. c. Rawat Gigi 80% dari nilai kwitansi, maksimum sesuai nilai manfaat yang menjadi haknya.

clxxxii

d.

Persalinan 100% dari nilai kwitansi, maksimum sesuai nilai manfaat yang menjadi haknya.

e.

Kacamata 80% dari nilai kwitansi, maksimum sesuai nilai manfaat yang menjadi haknya. Jumlah peserta asuransi dan peserta penerima klaim mulai tahun

2004 s/d tahun 2005 adalah sebagai berikut: Tabel 3 Jumlah Peserta dan Penerima Klaim
Tahun 2004 2005 Jumlah Peserta 682 188 Jumlah Premi (Rp) 171.568.700 45.134.850 Jumlah Peserta Penerima Klaim 40 18 Jumlah Klaim (Rp) 38.724.714 23.415.950

Sumber: PT. Asuransi Takaful, Cabang Surakarta, Tahun 2006.

Dalam rangka menganalisa besarnya pembayaran klaim asuransi yang diterima oleh peserta dari Asuransi Takaful Surakarta dilakukan wawancara dengan peserta asuransi, dengan hasil sebagai berikut:

clxxxiii

4.500 5. 9.000 5.000 465 1.Tabel 4 Jumlah Klaim Asuransi yang Diterima Peserta Asuransi Kesehatan Tahun 2005 (Dalam Ribuan Rupiah) No 1.200 170 550 140 1.000 140 1.250 400 2.231 525 7.300 1.571 Jumlah Penggantian 560 140 4. 13.575 560 140 24. Jenis Perawatan Rawat Inap ** Pembelian Kacamata Rawat Inap & operasi usus buntu Rawat Inap ** Rawat Inap Pembelian Kacamata Persalinan Normal Rawat Inap & operasi hernia Rawat Inap & operasi Porstat Pembelian kacamata Persalinan Cesar Perawatan Gigi Rawat Inap ** Persalinan Normal Operasi tanpa Rawat Inap (bisul/uci-uci) Rawat Inap & operasi amandel Rawat Inap Pembelian Kacamata Biaya Pengobatan 1. 14.000 560 140 23.757 JUMLAH Sumber: Analisa Data Primer Keterangan: ** Pembayaran Provider clxxxiv . 2. 16.500 400 2. 12. 18.805 5.250 4. 8.350 250 35.500 200 2.000 300 5.225 140 1. 3.297 170 560 140 1.000 100 1.250 200 2. 6.650 195 700 1. 11.650 100 700 1. 5.000 1.250 4. 10. 15.000 6.240 Plafon Max 560 140 4. 7. 17.

415.175. 35.23. 21 Tahun 2001 clxxxv .-.2%.000. Rawat Inap dan operasi sebanyak 22.-.331.Tabel 4: Menunujukkan bahwa penggantian klaim biaya pengobatan yang diterima peserta tergolong rawat inap sebanyak 27.000.8%.12. 23. Berdasarkan pendapat dari peserta.8%) mengalami ekses klaim menggunakan sistem pembayaran provider.000.000. Perawatan Gigi 5.8%.. Interpretasi Kesesuaian Aplikasi Pembayaran Klaim Asuransi Takaful Kesehatan Kumpulan dengan Fatwa DSN No.240.atau lebih besar Rp. persalinan 16. Pembelian Kacamata 22.2%) berobat di luar rumah sakit rekanan menggunakan sistem pembayaran reimbursemen.2%. dalam menjawab pertanyaan hanya mengandalkan daya ingatnya saja. 3.(0..23.Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta sejumlah Rp. Peserta yang berobat ke rumah sakit rekanan sebanyak 3 orang (16. Total biaya pengobatan peserta sejumlah Rp. yang lainnya 15 orang (83.(34. Data diatas menunjukkan bahwa klaim asuransi yang dibayarkan berbeda jumlahnya tergantung pada besarnya premi. Hal ini disebabkan karena peserta tidak memiliki arsip kwitansi tentang besarnya klaim asuransi yang dibayarkan oleh pihak Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta. maka terdapat selisih Rp..5%. seluruhnya menyatakan bahwa pembayaran klaim asuransi kesehatan pada Asuransi Takaful Surakarta sudah sesuai dengan aqad yang tertulis di awal perjanjian.75%).7%) jika dibandingkan dengan jumlah penggantian klaim asuransi sebesar Rp.571. sehingga wajar apabila terjadi perbedaan data.950. Adapun jumlah penggantian klaim yang diterima peserta sejumlah Rp.240.950. Dengan demikan jika dibandingkan dengan data yang tercatat pada PT.5% dan Operasi Tanpa Rawat Inap 5.

Dengan demikian sesuai dengan fatwa DSN No. kwitansikwitansi asli beserta perinciannya. bila pembayaran klaim ingin ditransfer melalui bank. klaim asuransi kesehatan dibayarkan berdasarkan aqad Tijarah dan Tabarru’. adapun berkas-berkas yang pengajuan klaim diantaranya: Formulir klaim. dalam hal ini PT. Asuransi Takaful Cabang Surakarta mengacu pada sistem yang berlaku yang ditetapkan.21 Tahun 2001. clxxxvi . Adapun prosedur klaim yang dianjurkan. Asuransi Takaful Cabang Surakarta merupakan permintaan peserta atau ahli warisnya maupun pihak lain yang terlibat perjanjian kepada perusahaan asuransi atas terjadinya kerugian sebagaimana yang diperjanjikan. Prosedur klaim pada asuransi kesehatan perusahaan memiliki kecepatan dan kejujuran dalam menilai suatu klaim. penyelesaian klaim (kesepakatan melalui tahapan-tahapan yang memang merupakan ketetapan baku yang dimiliki PT Asuransi Takaful. nomor rekening dan nama peserta atau pemegang polis. antara lain pemberitahuan klaim (biasanya dengan bukti lisan dan diperkuat dengan laporan tertulis). penyelidikan (melakukan survey ke lapangan atau menunjuk independent adjuster. surat keterangan medis dari dokter yang memeriksa atau rumah sakit tempat peserta di rawat tentang diagnosa penyakit. Asuransi Takaful Cabang Surakarta. bukti klaim kerugian (menyerahkan klaim tertulis dengan melengkapi lembaran klaim standar yang dirancang khusus untuk masing-masing class of business). atau aplikasi oleh peserta untuk memperoleh pertanggungan atas kerugiannya yang tersedia berdasarkan perjanjian yang disepakati oleh peserta dan pihak PT.Klaim yang diajukan oleh nasabah PT. dimana laporan akan dijadikan dasar apakah klaim dijamin oleh polis atau tidak).

dimana peserta bertindak sebagai sohibul mal sedangkan asuransi Takaful sebagai mudharib. dijelaskan pada pasal ketujuh yaitu: a. merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan. Rekening tabarru’. klaim dapat berbeda dalam jumlah. yaitu iuran kebajikan yang telah diniatkan oleh peserta untuk dana saling tolong menolong apabila ada peserta lain yang terkena musibah. sesuai dengan premi yang dibayarkan. dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya. Dengan demikian. klaim yang dibayarkan perusahaan adalah kewajiban imbal balik peserta yang diatur dalam akad atau perjanjian asuransi. dan merupakan kewajiban perusahaan untuk memenuhinya. Pada dasarnya aqad tijarah yang digunakan asuransi Takaful sama dengan prinsip mudharabah. Asuransi Takaful Cabang Surakarta menjalankan ketentuan-ketentuan yang dianjurkan dan sesuai dengan fatwa Dewan Syariah Nasional No. Klaim atas aqad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta. maka 60% bagian clxxxvii . Apabila sampai akhir perjanjian peserta tidak mengajukan klaim meninggal dunia. dengan bagi hasil 60:40 (60% untuk asuransi dan 40% untuk peserta). yaitu peserta berkewajiban membayar sejumlah premi sebagai tertanggung dan perusahaan berkewajiban untuk membayar klaim sebagai penanggung apabila peserta mengalami musibah atau jatuh tempo. klaim atas akad tabarru’. 21/DSN-MUI/X/2001 tentang pedoman umum Asuransi Syariah.Sumber pembayaran klaim pada asuransi syariah diperoleh dari klaim dibayarkan berdasarkan akad yang disepakati pada awal perjanjian. sebatas yang disepakati dalam akad. klaim atas akad tijarah sepenuhnya merupakan hak peserta. PT.

dimana peserta sebagai pemberi hibah sedangkan pihak asuransi sebagai pengelola hibah. b. merupakan hak peserta dan merupakan kewajiban perusahaan. clxxxviii . Klaim dapat berbeda dalam jumlah. Aqad tabarru’ ini sengaja dihibahkan untuk tujuan saling tolong menolong ketika peserta lain mengalami musibah. c. Klaim atas aqad tabarru’. sesuai dengan premi yang dibayarkan. sebatas yang disepakati dalam aqad.keuntungan tersebut diberikan kepada perusahaan/organisasi pemegang polis.

BAB V PENUTUP A. Sistem pembayaran klaim asuransi kesehatan yang diberikan oleh pihak PT. Asuransi Kesehatan merupakan produk non saving dari PT. Sedangkan dari hasil penelitian membuktikan bahwa. Sedangkan 15 peserta lainnya atau sekitar 83.Asuransi Takaful masih sedkit menjalin kerjasama dengan rumah sakit-rumah sakit yang berada di Indonesia.Asuransi Takaful Indonesia. Maka dapat disimpulkan bahwa PT. akad wakalah.2% menggunakan sistem pembayaran reimbursmen.Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta menggunakan akad tabarru’ dengan skema mudharabah. Asuransi Takaful dengan dua macam. dimana akad tabarru’ tersebut sudah tertulis di awal perjanjian dan akan dibayarkan sesuai dengan nisbah yang telah disepakati kedua belah pihak. dan clxxxix . pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT. maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa: c. menunnjukkan bahwa dari 18 peserta hanya sebanyak 3 orang (16. maka pembayaran klaim menggunakan akad tabarru’. Jumlah klaim asuransi yang diterima oleh peserta asuransi kesehatan tahun 2005. d. Kesimpulan Dari pembahasan diatas. yaitu pembayaran secara provider dan reimbursmen. Adapun akad mudharabah ini termasuk salah satu akad tijarah selain akad wadiah.8%) saja yang menggunakan sistem pembayaran provider.

B.Asuransi Takaful Indonesia Cabang surakarta sudah menjalankan ketentuan-ketentuan yang dianjurkan dan sesuai dengan fatwa DSN No. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan.akad musyarakah. dan jenis perawatan yang dimabil oleh peserta. jenis plan yang dipilih. antara lain: besarnya premi yang dibayarkan oleh peserta. Keterbatasan penelitian Adapun keterbatasan penelitian ini adalah: Tertutupnya pihak asuransi khususnya dalam hal pemberian arsip kwitansi. maka sebagai bagian akhir dari tulisan ini penulis memberikan saran: 1. peserta hanya mengandalkan daya ingatnya dalam menjawab pertanyaan mengenai jumlah biaya pengobatan/perawatan yang telah dijalaninyad. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa. Terkait dengan pembagian nisbah dalam pembayaran klaim. sehingga pada saat interview dengan peserta. maka dapat diambil kesimpulan bahwa pembayaran klaim asuransi kesehatan pada PT. karena pembayaran klaim tergantung dari beberapa hal. Dimana dalam pembagian bagi hasilnya adalah 40% untuk peserta dan 60% untuk perusahaan. cxc . Jadi.21 Tahun 2001. C. hasil penelitian diatas apabila dibandingkan dengan fatwa DSN No. jumlah nominal pembayaran klaim asuransi kesehatan antara peserta yang satu dengan peserta yang lainnya tidak sama. seharusnya nilai prosentase yang diberikan kepada peserta lebih besar dibandingkan dengan nilai prosentase untuk perusahaan.21 Tahun 2001 pasal ketujuh.

sehingga produk asuransi kesehatan lebih banyak diminatai oleh masyarakat. 2. Walaupun loading diperbolehkan oleh DSN. akan lebih baik apabila premi peserta tidak dipotong dengan loading. cxci . hendaknya PT. Asuransi Takaful Indonesia Cabang Surakarta lebih menambah jalinan kerjasama dengan rumah sakit-rumah sakit yang berada di wilayah Surakarta. agar peserta lebih mudah untuk mendapatkan pelayanan di rumah sakit rekanan Takaful.mengingat peserta sudah terkena pembebanan biaya pengelolaan atau loading sebesar 30% pertahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta lebih banyak maka menggunakan sistem pembayaran klaim reimbursmen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful