____________________________________________________Laporan Akhir

Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro

4- 1

____________________________________________________Laporan Akhir

KATA PENGANTAR

Laporan Akhir ini disusun berdasarkan kerja sama dengan Nomor Kontrak 04/SPK/P2k-IMIDAP/VIII/2009 TANGGAL 14 Agustus 2009 TK yang

diperuntukkan untuk Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro Laporan Akhir ini terdiri atas bab Pendahuluan, Metodologi dan Hasil Kegiatan Yang Telah dilakukan Sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja, laporan ini dibuat sebanyak 5 (lima) Bab. Dalam kesempatan ini konsultan mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral RI, yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melaksanakan pekerjaan ini.

Yogyakarta, Oktober 2009

PT. Cipta Ekapurna Engineering Consultant

Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro

4- 2

____________________________________________________Laporan Akhir

DAFTAR ISI

COVER KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB 1
1.1 1.2 1.3 1.4

i ii iii

PENDAHULUAN

Latar Belakang .......................................................................... 1-1 Maksud dan Tujuan Pekerjaan .................................................. 1-3 Sasaran dan Keluaran ............................................................... 1-4 Lingkup Pekerjaan ...................................................................... 1-4

BAB 2
2.1.

METODOLOGI PELAKSANAAN KEGIATAN
2-3

Tahapan Pekerjaan ...............................................................

BAB 3
3.1 3.2 3.4

ANALISA KONDISI DAN KENDALA DEMOSITE PLTMH
3-2 3-18 3-30

PLTMH Batanguru, Mamasa, Sulawesi Barat ...................... PLTMH Gunung Sawur, Jawa Timur .................................... PLTMH Salido Kecil, Sumatra Barat ......................................

Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro

4- 3

...............................................2 KESIMPULAN DAN PENUTUP Kesimpulan......... Rekomendasi Penghilangan Kendala ............. 5-4 LAMPIRAN Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4......................... BAB 5 5..................... 4-1 4-3 4-6 4-9 4-19 4-20 4-34 4-64 4-92 4-125 4.6 Kendala-Kendala .....4 4........ Rekomendasi Pengembangan dan Keberlanjutan PLTMH ............2 4.........5 4. Systemic Thingking .........................................................6 Alat-Alat Productive Use ........................................ Bisnis Plan Gunung Sawur ............................................... Bisnis Plan Salido Kecil.......................4 ........................ Bisnis Plan Mamasa .........................................____________________________________________________Laporan Akhir BAB 4 REKOMENDASI PENGHILANGAN KENDALA USAHA PRODUKTIF BERBASIS MIKROHIDRO 4................................. 5-1 Penutup.........................1 4.................................. Usulan Pengelolah PLTMH Gunung Sawur ....................................................................1 5...................... Rekomendasi Penghilangan Kendala Pada Industri Kecil Menengah .....................................................................

Untuk memudahkan bagaimana menangani kendala-kendala yang dijumpai di demo site. Kelompok kendala implementasi Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Mikrohidro (PLTMH) ini sangat diperlukan untuk proses pembelajaran bagi masyarakat. status formal organisasi pengelola demo site. pemahaman terhadap peraturan dan ketentuan mikrohidro dsb. atau kendala teknologi lainnya. Kendala-kendala ini dapat berupa kendala teknis. belum tentu dapat dijumpai pada lokasi yang lainnya.1. Masih banyak daerah-daerah di Indonesia yang belum ada unit PLTMH di wilayahnya. Suatu kendala mungkin muncul pada lokasi tertentu. Kendala-kendala pengembangan mikrohidro tersebut dapat ditemui baik semenjak awal dari pembuatan demo site atau dalam perjalanan perwujudan demo site tersebut.5 . kendala administratif.____________________________________________________Laporan Akhir BAB 1 PENDAHULUAN 1. kendala teknik penunjang mesin-mesin dan teknologi mikrohidro serta kelompok kendala contoh implementasi pengelolaan mikrohidro yang berhasil. sangat memungkinkan bahwa kendala pengembangan pemanfaatan dan pengelolaan dijumpai walaupun pihak pengelola sudah berusaha untuk menghilangkan kendala tesebut. kendala berusaha. Kendala teknis lain dapat menyangkut misalnya keberlanjutan ketersediaan air di sungai dimana demo site itu berada. maka program IMIDAP telah mendesain kegiatan yang sifatnya Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Diprediksi bahwa kendala-kendala di demo site ini sifatnya site specific. Latar Belakang Dalam melaksanakan kegiatan demo plot mikrohidro pada lokasi yang terpilih. Dengan adanya contoh pembangunan PLTMH yang berhasil ini maka para stakeholder mikrohidro dapat melihat secara langsung bagaimana bentuk dan pengelolaan suatu PLTMH yang sukses dan membawa ke kesejahteraan masyarakat di sekitarnya dalam masa yang cukup panjang. bagaimana mekanisme pendanaan tersebut. Kendala dari segi administrasi ataupun kelembagaan dan dapat berakibat terhadap kebelanjutan mikrohidro yang ada adalah antara lain masalah harga pokok produksi atau harga beli energi yang dihasilkan.

Mendokumentasikan usaha-usaha produktif dari PLTMH-PLTMH yang sudah maju atau paling tidak di demosite. pendokumentasian jenis-jenis usaha produktif di PLTMH yang berhasil belum pernah dibuat. Unit-unit usaha ini intinya adalah meningkatkan nilai tambah dari produk-produk pertanian dan usaha rumah tangga. Keberhasilan tersebut umumnya karena ada pengelolaan kegiatan-kegiatan penunjang lainnya yang dapat menghasilkan pendapatan selain dari hasil energi PLTMH. Sampai saat ini.____________________________________________________Laporan Akhir adalah suatu pendampingan untuk memecahkan teknis dan administrasi di demo site tersebut. dan hasil dari produk kehutanan. Melihat penting dan tingginya peran usaha-usaha produktif dalam menunjang keberhasilan pengelolaan suatu PLTMH. 1. 2. 3. Kegiatan-kegiatan lain yang bertindak sebagai penunjang ini umumnya adalah kegiatan-kegiatan atau usaha-usaha produktif yang terkait dengan pemanfaatan energi yang dihasilkan oleh PLTMH baik secara langsung maupun tidak langsung serta dapat mengembangkan pasar komoditi yang dikelolanya.2. Maksud dan Tujuan Pekerjaan Maksud diadnya kegiatan ini adalah mendapatkan gambaran rencana pembangunan demosite dan merencanakan kinerja optimal dari pengelolaan mikrohidro. usaha-usaha penunjang ini melibatkan unit-unit usaha kecil menengah yang terkait dengan pemrosesan produk-produk pertanian. Disamping itu. Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah: 1. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Membantu penguatan kegiatan dalam di setiap demosite yang yang menyangkut untuk operasional usaha-usaha produktif potensial dikembangkan menunjang keberlanjutan PLTMH di demosite tersebut. bantuan teknis diperlukan untuk penyediaan energi yang berkelansungan. Dalam pengelolaan PLTMH terdapat hasil pengelolaan yang berhasil dalam menjalankan operasinya dan berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut. Pada umumnya. industri rumah tangga. Peranan pemerintahan daerah diharapkan dapat memfasilitasi kelancaran iklim usaha dan tekait dengan proses niaga di tingkat provinsi dan di tingkat nasional. maka program IMIDAP telah mendesain kegiatan ini sebagai kegiatan khusus yang perlu dilakukan dalam pembangunan demo site. Mendapatkan suatu database yang lengkap tentang demo site IMIDAP baik yang menyangkut informasi dan data teknis maupun non teknisnya.6 .

2. Workshop finalisasi studi kelayakan dan bisnis plan untuk demosite guna pengembangan usaha produktif. 4. 6. Sasaran dan Keluaran Sasaran kegiatan percontohan ini adalah terkondisinya usahausaha produktif ataupun kontrak jual beli listrik mikrohidro dengan PT. Survey isu-isu potensial dari stakeholder demosite dan desain strategi pemecahan masalahnya.3. Menyusun program rencana pengembangan dan pemanfaatan energi mikrohidro yang didasarkan pasar. Keluaran utara yang diharapkan dari kegiatan ini adalah MoU antara IMIDAP dengan pengelola demosite serta tersedianya bisnis plan usaha-usaha produktif yang bernilai tambah tinggi di setiap demo site IMIDAP. Kegiatan ini mencakup: 1. 3. maka perlu dibuat Standard Operating Procedure (SOP) pengelolaan demosite selengkap mungkin dan sesederhana mungkin. baik yang dikelola oleh pihak swasta maupun oleh kelompok masyarakat. Penyusunan target kinerja PLTMH pada setiap demosite yang terpilih. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Cakupan kegiatan ini adalah suatu evaluasi kelayakan tekno-ekonomi serta perencanaan dan desain untuk 3 lokasi demo (atau lebih) yang memperhatikan pemanfaatan energi mikrohidro untuk usaha-usaha produktif.____________________________________________________Laporan Akhir 1. Pembuatan MoU antara IMIDAP dan stakeholder pengelola lokasi demosite.4. Survey kebutuhan dan penggunaan energi PLTMH. Disamping itu. 5.7 . serta analisa data sosial ekonomi di lokasi demosite. PLN (Persero) yang dapat dikembangkan di lokasi demosite dan dilakukan oleh masyarakat pemakai energi mikrohidro. Sasaran kegiatan ini adalah terciptanya kondisi usaha dan situasi pengembangan dan pemanfaatan usaha produktif selama proses pengembangan demosite. dirumuskanya SOP-SOP semua kegiatan yang ada di setiap demosite. 1. Lingkup Pekerjaan Kegiatan ini mencukup pemberian pendampingan ke demo-demo site untuk melakukan identifikasi potensi kendala-kendala di demosite dan desain serta implementasi pemecahannya. Agar kegiatan ini mudah dimengerti dan saat dilaksanakan oleh banyak orang.

tinjauan teoritis dan tahapan pelaksanaan pekerjaan. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. konsep dasar. Untuk menyusun metodologi dan tahapan pekerjaan diperlukan analisis yang cermat mengenai durasi waktu kegiatan.____________________________________________________Laporan Akhir BAB 2 METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN Metodologi yang disajikan untuk melakukan pekerjaan Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Percontohan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro ini memuat hal-hal yang berkaitan dengan masalah teknis pelaksanaan pekerjaan. Secara garis besar memuat rangkuman beberapa alur pikir. fasilitas yang dimiliki oleh Konsultan serta koordinasi dan arahan dengan Pihak-pihak terkait sesuai dengan Lingkup Kgiatan yang tercantum dalam Kerangka Acuan Kerja. Dari hasil Diskusi Pendahuluan maupun komunikasi dengan Pihak Direksi baik secara formal maupun informal dilakukan penyempurnaan dan perbaikan terhadap Metodologi awal yang diusulkan oleh Pihak Konsultan. ketersediaan personil dan tenaga ahli.8 .

Studi Pustaka / Review Laporan Pendahuluan Inventarisasi dan Analisis: .FGD Penyusunan program rencana pengambanan .Pelaksanaan Workshop .Konsep Laporan Akhir Koreksi dan perbaikan Gambar 2.Diskusi grup .FGD Penyusunan target kinerja PLTMH .Laporan Bulanan 2 .Pengumpulan Data Sekunder .Analisis Data Laporan Bulanan 1 Pelaksanaan Kegiatan: . Alur tahapan pekerjaan Laporan Akhir 2.Laporan Kegiatan . Kegiatan Persiapan Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan meliputi : a. c. Identifikasi Materi dan Rencana Kerja Terinci. Persiapan Administrasi.9 . rencana kerja pelaksanaan pekerjaan Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Percontohan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro seperti yang tergambar pada bagan berikut ini: Pekerjaan persiapan Kajian Awal: . Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Teknik dan Operasi b.Laporan Interim Pelaksaan Kegiatan: .Laporan Kegiatan .Survei kebutuhan dan penggunaan energi PLTMH .1.Laporan bulanan 3 .Survey isu-isu potensial .1 Tahapan Pekerjaan Dari diagram alir tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: 1.____________________________________________________Laporan Akhir Secara garis besar.Penyusunan draft usulan RAPERDA .Pelaksanaan survei . Mobilisasi Personil.

d. 2. Pengumpulan Data Dari Para Stakeholder a. Pelaku usaha produktif yang memanfaatkan mikrohidro dan yang potensial untuk memanfaatakan listrik dari mikrohidro. pada tahap pekerjaan ini selanjutnya disempurnakan f. Lembaga yang berwenang dalam pengelolaan mikrohidro. Pada tahap ini pekerjaan ini. Survei dilakukan studi pustaka /literatur yang terkait dengan g. Metodologi yang telah disusun. dalam rangka pencarian data primer. Masyarakat pengguna/penerima manfaat mikrohidro. Analisis Data Analisis data dilakukan dengan mengevaluasi kebijakan-kebijakan yang berlaku saat ini dengan mempertimbangkan informasi yang diperoleh dari stakeholder yang diperoleh baik melalui data sekunder dan data primer.____________________________________________________Laporan Akhir d. Meliputi hal-hal antara lain adalah mengenai perincian jadwal. Perumusan Metodologi. wawancara dan pertemuan konsultasi dengan lembaga terkait. Pengumpulan data sekunder c. dan peta-peta yang perlu dikumpulkan dan dimana (instansi terkait) kemungkinan diperolehnya (checklist data yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan pekerjaan).10 . b. 6. Studi Pustaka /Literatur c. e. Membuat format interview b. 5. Kegiatan Kajian Awal Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan meliputi : a. Lembaga swasta dan pemerintah seperti perguruan tinggi dan lembaga yang memiliki bengkel kerja dan laboratorium. e. Analisis data sekunder 4. d. c. 3. data-data Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Penyusunan kegiatan dan penjadualan survai Lapangan. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan menggunakan metode kuesioner. Survey Pendahuluan dan mencari data sekunder b. Penyusunan Laporan Pendahuluan. Kegiatan Wawancara Internal (Depth Interview) Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan meliputi : a. setelah dilakukan pengkajian ulang dan mendapat masukan-masukan dari Tim Supervisi dan Pembahasan yang dilakukan.

pendidikan dan lingkungan. 10. Survei Kebutuhan Dan Penggunaan Energi PLTMH Survei ini dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasikan keutuhan dan penggunaan energi PLTMH oleh masyarakat dan stakeholder yang ada di lokasi demosite. Cipta Ekapurna Engineering Consultant yang peroduktif dan dukungan dengan pemerintah jaringan daerah. sosial budaya. Workshop menitik beratkan pada penyiapan masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan energi PLTMH. 8. FGD Penyusunan Program Rencana Pengambanan FGD ini bertujuan dan untuk menyusun energi program rencana yang pengembangan pemanfaatan mikrohidro Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. FGD Penyusunan Target Kinerja PLTMH dilakukan dengan bekerjasama dengan jaringan PT. Cipta Survei ini dengan bekerjasama Ekapurna Engineering Consultant yang sudah ada di daerah studi. pemanfaatan untuk usaha-usaha dilakukan 7.____________________________________________________Laporan Akhir Survei ini dilakukan bertujuan untuk mencari lokasi PLTMH yang paling strategis dan cocok untuk dijadikan lokasi demosite. FGD ini melibatkan para ahli dan stakeholder bidang mikrohidro dan bidang-bidang lainya. Survey Isu-Isu Potensial Survei ini dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasikan isu-isu potensial dari para stakeholder demosite dan desain strategi pemecahan masalahnya. Workshop ini melibatkan para ahli dan pelaku dalam bidang yang berkaitan dengan PLTMH. Cipta Ekapurna Engineering Consultant yang sudah ada di daerah studi. Survei ini dilakukan dengan bekerjasama dengan jaringan PT. seperti ekonomi.11 . dampak terhadap masyarakat. 11. keberlansungan aliran air. Identifikasi isu ini melibatkan peran serta masyarakat dan stakeholder sebagai pengguna dan operator PLTMH demosite Survei ini sudah ada di daerah studi. Kegiatan ini dapat dilakukan setelah data-data tentang potensi yang ada di daerah-daerah tujuan pengambangan sudah terkumpul. Parameter survei yang dilakukan ini meliputi. FGD ini bertujuan untuk menyusun target kinerja PLTMH demosite dalam pemanfaatan dan pengembangan ke depannya. Workshop Workshop bertujuan untuk membahas finalisasi studi kelayakan dan bisnis plan untuk lokasi demosite pengambangan usaha produktif. 9. PT. aksesabilitas. pengelolaan. peran serta masyarakat.

BAB 3 ANALISA KONDISI DAN KENDALA DEMOSITE PLTMH Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.12 . baik yang dikelola oleh pihak swasta maupun oleh kelompok masyarakat. seperti ekonomi. sosial budaya.____________________________________________________Laporan Akhir didasarkan pada pasar. pendidikan dan lingkungan. FGD ini melibatkan para ahli dan stakeholder bidang mikrohidro dan bidang-bidang lainya.

Gambaran Wilayah studi Sulawesi Barat atau disingkat SULBAR merupakan pemekaran dari Provinsi Sulawesi Selatan yang menjadi propinsi ke-33 dan diresmikan sejak 5 Oktober 2004 berdasarkan UU No.937.1.18 km2.5% nelayan dengan tingkat kemiskinan mencapai 19. PLTMH Batanguru Kecamatan Sumarorong. Berikut ini adalah deskripsi dari ketiga lokasi demosite yang disusun berdasar tela’ah data sekunder. Ibukota propinsi adalah Kabupaten Mamuju.03%. Selain itu juga dipertimbangkan pula keterwakilan kondisi off grid dan on grid. FGD dan penyebaran kuesioner. Propinsi Sulbar terdiri atas 5 Kabupaten yaitu Polewali Mandar.070. 50 Kelurahan dan 393 desa. Jawa. Kecamatan Sumarorong.13 .1. Mamuju dan Mamuju Utara. Kabupaten Mamasa. Provinsi Sulawesi Barat. jumlah penduduk sekitar 1. Kabupaten Painan. PLTMH Salido Kecil. 58 Kecamatan.____________________________________________________Laporan Akhir Sesuai dengan analisa kajian studi sebelumnya pada kondisi eksisting PLTMH di beberapa wilayah di Indonesia dan hasil diskusi Laporan Pendahuluan ditetapkan 3 (tiga) lokasi demosite yaitu: 1. Provinsi Sumatra Barat Pemilihan ketiga lokasi Demosite tersebut dilakukan berdasar kriteria yang telah disusun oleh Pihak Konsultan PT. 3. Provinsi Jawa Timur 3. Luas wilayah 16. Kabupaten Mamasa.1. PLTMH Batanguru. Sulawesi. kunjungan lapangan. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.475 jiwa dengan komposisi penduduk 80% petani dan 7. 3. Provinsi Sulawesi Barat 2. Majene. Mamasa. Wahana Pengembangan Usaha yang melakukan asesmen dan kajian terhadap 6 lokasi PLTMH di beberapa wilayah di Indonesia yang mewakili Sumatra. PLTMH Gunung Sawur. 26 Tahun 2004. Kabupaten Lumajang.

yang berbatasan dengan Provinsi Sulawesi Tengah di sebelah utara dan selat Makassar si sebelah barat.937.____________________________________________________Laporan Akhir Provinsi Sulawesi Barat yang beribukota di Mamuju terletak diantara 00121 . Panjang kedua sungai tersebut masing-masing 150 km.1.14 . berikut adalah peta wilayah Provinsi Sulawesi Barat.32 persen dari seluruh wilayah Sulawesi Barat.2 Kabupaten Mamasa Kabupaten Mamasa merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Sulawesi Barat Indonesia.1. Pinrang dan Polewali Mandar serta Sungai Karama di Kabupaten Mamuju. Gambar 3. yakni 5 aliran sungai. dengan jumlah aliran terbesar di kabupaten Polewali Mandar. Gambar 3.30361 Lintang Selatan dan 118043'15" Bujur Timur.014. Batas sebelah selatan dan timur adalah propinsi Sulawesi Selatan. Kabupaten ini didirikan disaat secara administratif masih berada dalam wilayah Provinsi Sulawesi Selatan dengan terbitnya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2002 tentang Pembentukan Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Luas wilayah Provinsi Sulawesi Barat tercatat 16. Peta Wilayah Lokasi Studi 3.06 kilometer persegi atau luas kabupaten tersebut merupakan 47. Sungai terpanjang tercatat ada dua sungai yakni Sungai Saddang yang mengalir meliputi Kabupaten Tator.500 meter di atas permukaan laut. gunung ini beridi tegak di Kabupaten Mamuju. Kabupaten Mamuju merupakan Kabupaten terluas dengan luas 8.1. Di sulawesi Barat terdapat 2 gunung yang mempunyai ketinggian di atas 2. Jumlah sungai yang mengaliri wilayah Sulawesi Barat tercatat sekitar 8 aliran sungai. Enrekang.16 kilometer persegi yang meliputi 5 kabupaten.

____________________________________________________Laporan Akhir Kabupaten Mamasa dan Kota Palopo. Dari kota Pare-pare. Peta wilayah lokasi studi di Kabupaten Mamasa dapat dilihat pada Gambar 3. sebelah Kabupaten Tator dan Kabupaten Pinrang serta Sebelah Barat dengan Kabupaten Mamuju. dengan jarak tempuh sekitar 6 jam dengan menggunakan kendaraan roda empat.759. Wisata alam Air Terjun Sarambu dan Permandian Air Panas di desa Tadisi Kecamatan Sumarorong. Agro Wisata Perkebunan Markisa di Kecamatan Mamasa.2.15 . Kabupaten Mamasa memiliki beberapa objek wisata yaitu wisata budaya Kuburan Tedong-tedong Minanga di Kecamatan Mamasa. sekitar 252 km dari Kota Mamasa. Timur dengan Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Polmas. Perkampungan Tradisional. pusat kawasan pengembangan ekonomi terpadu (KAPET) di provinsi Sulawesi Selatan sekitar 100 km. Kabupaten Mamasa ini memiliki luas wilayah 2. Ibukota Kabupaten Mamasa terletak di Kota Mamasa.23km². Wisata Budaya Rumah adat. berikut: Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Secara geografis Kabupaten Mamasa terletak pada koordinat antara 12 o 5’ sampai 12o 50’ 00’’ Lintang Selatan dan 2o 40’ 00’’ sampai 30 32’ 00’’ Bujur Timur dengan batas batas wilayah Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Mamuju.

Peta Kabupaten Mamasa 3.3 Potensi PLTMH Mamasa Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.2.16 .____________________________________________________Laporan Akhir Ratte Tombang Bai Gambar 3.1.

Tabulahan Aralle Tabang Bambang Mamasa Mambi Mambi Aralle Aralle Aralle Tanduk Kalua Bambang Tabulahan Sesenapadang Balla Aralle Arelle Nosu Rantebulahan timur Mambi Mambi Mambi Mambi Mambi Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa 110 15 41 20 20 Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa 10 10 20 6 40 15 15 10 15 80 17 15 30 15 24 25 11 15 15 KECAMATAN Mambi Aralle Tabulahan Rantebulahan Timur Tabulahan Mamasa 34 KABUPATEN Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa KAPASITAS DAYA (Kw) 20 15 10 80 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.17 . Kurra Rante Puang Pidara Salu Tambung Salu Tambung Timur Minanga Bambang Buda Mambi Salu Aho Passembuk Sendana Sondong L.1. Data Potensi PLTMH Kabupaten Mamasa NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 38 39 40 41 KELURAHAN/ DESA Salu Maka Ralleanak Utara Pariangan Buangin Dusun Salutimpanan Desa Malatiro Pangandaran Kala’be Bakadisura’ Ulu Mambi Mambulilling Mehalaan Botteng Kabae Baruru Aralle Utara Mesakada Bambang T.____________________________________________________Laporan Akhir Disamping potensi yang terdaftar di Provinsi. Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Mamasa memiliki data potensi PLTMH sebagaimana pada tabel 3.1. berikut: Tabel 3.

____________________________________________________Laporan Akhir 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 Tapalinna Talipukki Pamoseang Rante Bulahan Salubanua Selatan Salu Banua Kebanga Salu Tambung Barat Uhailanu Salu Rinduk Aralle Timur Penatangan Bumal Sindaga Manik Salu Bulo T. Lemo Limba Debata Ulu Mambi Barat Lembang Mokallang Salu Kepopo Salu Assing Masoso Saludengan Desa Weri Desa Ulu Salu Desa Karaka Lakahang Salu Bakka Salu Leang Tabulahan Talopa Timoro Burana Masuppu Orobua Mambi Mambi Mambi Mambi Mambi Mambi Mambi Aralle Aralle Aralle Aralle Aralle Aralle Tanduk Kalua Bambang Bambang Bambang Bambang Bambang Bambang Bambang Bambang Bambang Bambang Bambang Pana’ Pana’ Pana’ Tabulahan Tabulahan Tabulahan Tabulahan Tabulahan Tabulahan Tabulahan Tabang Sesenapadang Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa 10 15 10 15 15 15 10 10 20 15 10 15 15 30 18 15 12 29 15 25 12 20 25 20 30 15 30 15 20 20 10 20 40 15 30 25 25 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Tomba Balatana Rt.18 .

Kecamatan Sumarorong .1.19 . yang memanfaatkan debit air sungai sebesar 600 l/det dari 1500 l/det yang tersedia dan tinggi jatuh 6 m. 3. PLTMH ini dibangun pada tahun 2008 dengan memanfaatkan air sungai Batang Uru.1.1. PLTMH ini melayani 100 KK dengan kapasitas 110 Watt dan beroperasi selama 24 jam.2.4. PLTMH Ratte (Off-grid) Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Ratte terletak di Dusun Ratte. Sisa debit air direncanakan untuk membangun PLTMH baru.4 PLTMH Terpasang (Eksisting) Dari 88 potensi PLTMH ada beberapa potensi yang telah dibangun PLTMH. a) Data teknik PLTMH Data Generator Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Berdasar hasil outsourcing PLTMH dilaporkan 2 (dua) PLTMH Off-Grid (tidak ada yang on grid) di Kabupaten Mamase sebagai berikut : 3. Desa Batanguru.4. Status Operasi PLTMH pada saat ini dalam kondisi beroperasi baik.____________________________________________________Laporan Akhir 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 B. Tumuka Balla Barat Bambapuang Balla Parinding Salumokanan Leko Kirak Salumokanan Utara Salumokanan Barat Balla Balla Balla Balla Nosu Rantebulahan Timur Rantebulahan Timur Rantebulahan Timur Rantebulahan Timur Rantebulahan Timur Mamasa 10 Mamasa 20 Mamasa 10 Mamasa 44 Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa Mamasa 15 20 10 20 20 20 3.1. PLTMH Batang Uru kapasitas terpasang 30 kW.

20 .000 /bulan c) Data SOP dan Pemeliharaan Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Honor operator : Rp.000.000. 15.00 (berujud mekanikelektrik) b.8 Phase : 3 phase Putaran Efisiensi Data Turbin Merk Turbin : Produksi Lokal Batang Uru.00 : Rp.000 /bulan 2. Klas C : Rp. 120. Pemeliharaan : Rp.000 /bulan : Klas B + alat elektronik yang dimiliki c. Klas A (tiga titik lampu ): Rp.9 : General : Sinkron : 30 kW : 50 Hz : 100 A : 220 – 240 V b) Data Skema Pembiayaan a. MHPP : Rp. 20. Klas B ( A+TV ) 3. Nilai Ivestasi 1. Masyarakat 2. Pemasukan Pemasukan berasal dari iuran pelanggan 1. 300. buatan Ir. 270.00 : Rp.000 untuk dua orang 3.____________________________________________________Laporan Akhir Merk Jenis Daya Frekuensi Arus Tegangan Cos Q : 0.000.000.000. 60.000. 150. Honor Pengurus : 2. Linggi Jenis Putaran Produsen : Cross Flow : 220 Rpm : Hidro Battang Uru : 1500 : 0. Pengeluaran 1.

Lembaga pengelola Susunan lembaga : Ketua : Randa Sekretaris : Simin Bendahara : Denna Operator b.5 Sosial Ekonomi Desa Ratte dengan luas wilayah 825 Ha ditempati oleh 1004 penduduk dengan rincian laki-laki 511 ortang dan perempuan 493 orang. Data penduduk berdasar pendidikan dan mata pencaharian seperti tabel 3.1. Diagram alir Prosedur operasi c.3. Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2009 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Shut down tutup pelan gate van kontak off kan 3. Prosedur Operasi : Dominggus dan Martinuu dengan : Gambar 3. berikut menjadi gambaran profil sosial masyarakat: Tabel 3.2. dan 3.3.2.21 .____________________________________________________Laporan Akhir Untuk menjamin keberlangsungan PLTMH dilakukan a.

5. 3. 9 3. 2.6 Potensi Usaha Mata Pencaharian PNS Wiraswasta/Pedagang Tani Pertukangan Buruh tani Pensiunan Nelayan Pemulung Jasa Jumlah 10 8 180 6 600 6 - a. Pendidikan Tamat SD Tamat SLTP Tamat SLTA Tamat Akademi Tamat PT Jumlah (jiwa) 180 40 21 20 10 Tabel 3. Penduduk Menurut Mata PencaharianTahun 2009 No 1. Potensi usaha yang dapat dikembangkan : Kerajinan tenun Bengkel Pertukangan b. 4. 6. 8. 3.22 . Potensi baru Peternakan Beberapa dokumentasi kondisi PLTMH Desa Ratte.1. 5. 2.3. 7. Kec Batang Uru dapat dilihat pada gambar-gambar berikut: Gambar 3. 4.____________________________________________________Laporan Akhir No 1.4 Akses Jalan Menuju Lokasi PLTMH Ratte Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.

Linggih (pengelola PLTMH Ratte) Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Gambar 3.23 .6 Diskusi dan depth interview: Konsultan(pengambil gambar). Dr. Ignaitus Irianto (Staf IMIDAP) dan Ir.5 Akses Jalan Menuju PLTMH Gambar 3. sehingga diperlukan peningkatan kualitas jalan untuk mempermudah akses ke lokasi PLTMH. Kabag.____________________________________________________Laporan Akhir Gambar 3. ESDM Sulbar.5 menunjukkan kondisi jalan menuju lokasi PLTMH yang masih buruk.4 dan 3.

____________________________________________________Laporan Akhir Gambar 3.8 Trash Rack di PLTMH Mamasa Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.7 Kantor Kepala Desa Batanguru Kabupaten Mamasa Gambar 3.24 .

25 .10 Turbin Rusak berada di sekitar PLTMH Mamasa Karena Kurang Perawatan Gambar 3.____________________________________________________Laporan Akhir Gambar 3.11 Ternak ayam di sekitar lokasi PLTMH sebagai usaha produktif Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.9 Penstok menuju PLTMH Mamasa Gambar 3.

26 .____________________________________________________Laporan Akhir Gambar 3.13 Rencana pengembangan bengkel turbin Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.12 Rencana Lokasi Wisata Energi Gambar 3.

Gambar 3.85 km. Di sebelah barat Provinsi Jawa Timur berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah.14 Peta lokasi demo site PLTMH Gunungsawur. Kab Lumajang Jawa Timur 3.1 Gambaran Umum Jawa Timur Secara umum Provinsi Jawa Timur dapat dibagi menjadi dua bagian utama. Jawa Timur mempunyai 229 pulau terdiri dari 162 pulau beranama dan 67 pulau tidak bernama.____________________________________________________Laporan Akhir 3. yaitu wilayah daratan dengan proporsi lebih luas hampir mencakup 90% dari seluruh wilayah Provinsi Jawa Timur dan Wilayah Kepulauan Madura yang hanya sekitar 10% saja.2. Provinsi Jawa Timur terbagi menjadi 38 kabupaten/kota.27 .833. dengan panjang pantai sekitar 2. di sebelah timur berbatasan dengan selat bali/ Provinsi Bali.2. sebelah selatan dengan samudra Hindia dan sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa.2 Status Operasi PLTMH Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.2 PLTMH GUNUNG SAWUR 3.

296. 25. 150. 400. Data Turbin Jenis Putaran Diameter runner Lebar runner Daya Pabrik pembuat : Cross Flow : 555 Rpm : 240 mm : 18 PK : Local Manufacture : 500 mm : Sinkron : 50 Hz : 20 kvA : 230 – 240 V : 3 phase : 1500 rpm : 0.000. Pembelian pelumas.000. a) Data teknik PLTMH : 1.000. Pemasukan Pemasukan berasal dari iuran pelanggan a. Data Generator Jenis Frekuensi Rating Daya Tegangan Phase Putaran Efisiensi 2.000.28 .619.000 /bulan : Rp. dll per bulan : Rp.000.00 b.00 b.200. Uang iuran bulanan 3.8 b) Data Skema Pembiayaan 1.00 c. oli. PLTMH ini melayani 82 KK dengan kapasitas 16200 Watt dan beroperasi selama 24 jam. Honor operator : Rp. 210.00 d. Uang pangkal per KK : Rp.____________________________________________________Laporan Akhir PLTMH pada saat ini dalam kondisi beroperasi baik. 120. Honor Pengurus : Rp. 500 per kwH c) Kelembagaan Untuk menjamin keberlangsungan PLTMH dilakukan dengan lembaga pengelola dengan susunan lembaga sebagai berikut: Ketua : Sucipto Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.00 – 1. Pemeliharaan : Rp.00 2. Nilai Ivestasi Masyarakat : Rp.000. Pengeluaran a.

Mata Pencaharian PNS Wiraswasta/Pedagang Tani Pertukangan Penjahit Pensiunan Pegawai Jumlah 14 78 3114 85 4 46 43 3. Potensi baru . Data mata pencaharian seperti tabel 3.4.4 Potensi Usaha a.3 Sosial Ekonomi Desa Sumber Wuluh dengan luas wilayah 1760 Ha ditempati oleh berikut menjadi gambaran 10121 penduduk dengan rincian laki-laki 5117 orang dan perempuan 5004 orang. 2. 4. 3. Hasil pertanian utama . 5.2. Potensi usaha yang dapat dikembangkan : Bengkel Meubel Stroom ACCU Makanan b. 7.2.Pertambangan pasir c.29 .Ketela pohon . Penduduk Menurut Mata PencaharianTahun 2009 No 1.____________________________________________________Laporan Akhir Sekretaris Bendahara : Ponidi : Fadil Operator : Taufik 3.4 profil sosial masyarakat.Padi Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. 6. Tabel 3.

Pihak Konsultan dan dilanjutkan oleh diskusi bersama warga berkaitan dengan PLTMH Gunung Sawur.Pertanian kegiatan yang telah dilakukan di Gunung Sawur tempat lokasi demo site. dengan agenda kegiatan: 1. kebutuhan dapur/masak dan hiburan/Televisi b. Diskusi 1) Sambutan PLTMH Gunung Sawur PLTMH Gunungsawur berdiri sejak tahun 1992 dengan kapasitas 16 KVA . tim melakukan sosialisasi serta FGD kepada masyarakat sekitar Gunung Sawur oleh IMIDAP. 24 Oktober 2009: Kegiatan ini dihadiri sejumlah 33 Orang (secara lengkap pada daftar presensi terlampir).Komoditi pisang . Potensi alam yang lain . Siang Hari : Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. tersambung pada konsumen 78 Kepala Keluarga (KK) dengan jenis pemakaian listriknya : a. Pengarahan dari Pihak Konsultan 5. Berikut ini adalah Notulen dari kegiatan FGD dan koordinasi sosialisasi yang telah dilakukan kepada warga di sekitar PLTMH Gunung Sawur. Sambutan dari PLTMH Gunung Sawur 2.Pisang . Malam Hari : 6 KK untuk penerangan dan usaha pengolahan ayam potong 1 KK untuk usaha meubeler Dan sisanya untuk penerangan. Pengarahan dari IMIDAP 3. anggota DPRD Kabupaten Lumajang komisi A.____________________________________________________Laporan Akhir . Supriyono) 4.Palawija d.30 .Kabupaten Lumajang. DPRD Komisi A (Bp.

d. Kabupaten Lumajang sangat mendukung kegiatan yang dipelopori PLTMH Gunung sawur dan menyambut baik berbagai fasilitas yang akan diberikan IMIDAP. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. khusus setiap hari Senin tidak beroparasi/OFF dan digunakan untuk pemeliharaan dan perbaikan rutin. Sampai tahun 2009 perusahaan tersebut telah - memproduksi dan memasang PLTMH sekitar 200 buah tersebut diseluruh Indonesia. PLTMH Gunung sawur diharapkan yang mampu menjadi PLTMH memungkinkan sebagai salah satu PLTMH percontohan dengan berbagai kegiatan dapat dijadikan kegiatan produktif bagi produktifnya dengan SDM yang saat ini dapat diandalkan.____________________________________________________Laporan Akhir - Digunakan untuk kegiatan produksi yaitu pabrikan PLTMH milik bapak Sucipto. Gunung sawur seyogyanya dapat memanfaatkan proram IMIDAP yang akan berakhir tahun 2010.5 KVA dengan kapasitas terpasang melayani 100 KK PLTMH Kajar Kuning kapasitas 5 KVA melayani 45 KK. PLTMH Gunung sawur beroperasi 6 hari. PLTMH Gunung sawur memiliki 2 unit PLTMH yang merupakan pengembangan yaitu: PLTMH Poncosumo PLTMH ini kapasitas 8. Surpiyono) a. 2) IMIDAP Sesuai dengan tujuan dan Misi IMIDAP yaitu melaksanakan berbagai kegiatan capacity Building dengan berbagai kegiatan diantaranya menghilangkan berbagai kendala PLTMH yang sudah beroperasi dan mengupayakan agar PLTMH yang sudah beroperasi masyarakat sekitar PLTMH. c. 3) DPRD Komisi A Kabupaten Lumajang (Bp.31 .

PLTMH Gunung sawur akan direncanakan menjadi salah satu lokasi Demo Site (Lokasi Demo PLTMH) dengan berbagai kegiatan produktifnya. d. f. Administrasi dan usaha produktif). Kabupaten Lumajang dengan pemerintahan dan DPRD yang baru akan memprogramkan kegiatan yang terkait dengan Energi. Tujuan FGD atau rembuk dengan warga PLTMH Gunung Sawur adalah untuk menjaring berbagai kendala dan informasi keberhasilan PLTMH b. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. PLTMH Gunung sawur diharapkan mampu membantu kegiatan produktif masyarakat dan DPRD akan mendorong dan mengupayakan berbagai bantuan yang dapat dimanfaatkan oleh Masyarakat Gunung Sawur. c.32 . seringnya perencanaan/ permohonan kegiatan dari desa-desa sampai di pemerintah sesudah Penetapan Anggaran. Jenis Kendala yang sering ditemui adalah (kendala Teknik. dalam pembangunan PLTMH tidak diiringi dengan pembentukan kelembagaan PLTMH. c. Diakhir kegiatan ini diharapkan disekitar dapat PLTMH didokumentasikan serta penguatan usaha-usaha produktif usaha-usaha yang sudah berjala e. Hasil akhir bahwa PLTMH Gunung sawur memiliki Bisnis Plan usaha-usaha produktif yang memanfaatkan energy PLTMH dan membuat SOP kegiatan.____________________________________________________Laporan Akhir b. d. Kendala yang dialami oleh pemerintah daerah Lumajang. Sering ditemui PLTMH tidak beroperasi Pasca Pembangunan karena. 4) Paparan dari Konsultan a.

Masyarakat dengan beranggapan dari PLN listrik karena lebih keberlangsungannya. Ibu “ARBAATUN” Gunung sawur memiliki potensi yaitu produksi buah pisang 5 mobil perhari dan mohon bantuan dari pemerintah untuk kegiatan ibu-ibu agar kegiatan dapat lebih produktif. Daftar Presensi Terlampir Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.5 .NURANI: PLTMH Poncosumo yang ditangani saat ini kurang maksimal beroperasi PLTMH sementara air yang tersedia belum dapat dikembangkan. paguyuban atau sejenisnya dapat terbentuk. Baik PLTMH Poncosumo maupun Kajar Kuning potensi air masih dapat dikembangkan untuk PLTMH. Sebagian besar masyarakat disekitar PLTMH adalah Petani. poncosuma kelembagaannya terbentuk sehingga pengoperasiaanya masih tidak tertata dan pada tahun 2008 pihak Propinsi akan memberi bantuan kepada masyarakat disekitar PLTMH untuk pengembangan PLTMH dan dibatalkan karena masyarakat disekitar PLTMH masih belum OMS memiliki (organisasi masih kesamaan masyarakat VISI dan MISI dalam lebih tentang bentuk nikmat terjamin keberadaan PLTMH sehingga perlu dibina bagaimana agar setempat) bahawa komperasi.____________________________________________________Laporan Akhir 5) Diskusi Bp. Potensi yang lain adalah Singkong dan salak.33 .2. Kasus PLTMH Kajar Kuning juga sama perlu pembentukan kelembagaan agar PLTMH dapat beroperasi dengan baik. 3.

____________________________________________________Laporan Akhir Beberapa dokumentasi kondisi PLTMH Gunung.15.16. Kegiatan diskusi dengan warga Gambar 3. Sistem pengairan Mikrohidro di PLTMH Gunung Sawur Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Kegiatan Penyuluhan Tentang Penyusunan Program Penghilangan Kendala Berbasis Mikrohidro Gambar 3. Sawur Jawa Timur dapat dilihat pada gambar-gambar berikut: Gambar 3.17.34 .

Generator di PLTMH Gunung Sawur Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.____________________________________________________Laporan Akhir Gambar 3.35 . Power House di PLTMH Gunung Sawur Gambar 3. Distribusi Penstok Menuju Power House di PLTMH Gunung Sawur.20.18. Gambar 3.19.

21. Struktur Organisasi Pengelolaan PLTMH Gunung Sawur Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.____________________________________________________Laporan Akhir Gambar 3.36 .

3.22. Surat Keterangan pemandu PLTMH Gunung Sawur 3.1 Deskripsi PLTMH Salido Kecil Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.37 .3 SALIDO KECIL 3.____________________________________________________Laporan Akhir Gambar 3.

Kontrak perjanjian jual beli tenaga listrik itu dilaksanakan 8 Agustus 2005 dengan masa konstruksi dua tahun. Terbitnya Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No 31 tahun 2009. Di masa perang dunia ke-II.. 1004. Kerjasama pengoperasian ini terhenti pada tahun 1995 karena mengalami kerusakan pada turbin-turbinnya PLTM Salido Kecil. PLTM Salido Kecil dua turbinnya dibangun tahun 1913 dan satu turbin lainnya tahun 1925 yang merupakan salah satu pembangkit listrik tertua di Indonesia. peran PLTM Salido kecil mulai berkurang. Setelah dilakukan perbaikan. PT Anggrek Mekar Sari dan PT PLN wilayah Sumbar mewujudkan kembali kerjasama dalam bentuk jual beli tenaga listrik dari energi terbaru. PLTM itu kembali beroperasi untuk menerangi wilayah Pesisir Selatan.-/kWh untuk harga listrik yang terinterkoneksi tegangan sedang. Peraturan itu mendorong kalangan swasta mengusahakan tenaga listrik dari sumber energi terbaru akibat naiknya harga BBM dan upaya mengurangi pemakaian bahan baku fosil. Namun setelah Pesisir Selatan masuk dalam sistim kelistrikan Sumbar menyusul beroperasinya PLTA Maninjau. Lokasi PLTMH Salido Kecil Tahun 1960 pemerintah memberikan kewenangan kepada PT Anggrek Mekar Sari untuk memperbaiki PLTM tersebut dan memanfaatkan serta mengelolanya. Harga listrik yang ada pada permen ini yaitu Rp. PLTM Salido Kecil dibangun pemerintah penjajahan Belanda untuk keperluan penambangan emas di Salido Kecil.38 .23./kWh untuk harga listrik yang terinterkoneksi tegangan rendah dan Rp. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Namun pada awal Kemerdekaan RI .656. PLTM ini diambil alih pemerintah pendudukan Jepang.____________________________________________________Laporan Akhir Dalam sejarahnya. pembangkit listrik ini mengalami kerusakan pada beberapa bagian bangunan dan pipa pesatnya akibat banjir di daerah tersebut Gambar 3.

PT PLN telah membeli arus listrik PLTM itu mencapai 1. Q = 0. Daya terbangkit akan dikoneksikan dengan jaringan distribusi PLN secara on grid melalui Starlite Transformer Substation at 20kV. Turbin Pelton.7 meter b.572 kWh itu dihasilkan pembangkit listrik tenaga diesel (bahan bakar minyak bumi) dibutuhkan sebanyak 380 kilo liter solar senilai Rp2.572 kWh atau senilai Rp558. gross head 106.43 m3/s c.267. power factor 0.61-0. a) Status Operasi Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. P mek 340 kW e. Pengoperasian PLTM dinilai relatif rendah.9. Tabel 3. karena jika arus sebesar 1.5. Nett head 99 meter.71 meter. tegangan nominal 400 V. Panjang penstock 342 meter. speed 750 rpm. speed 750 rpm. Generator: F 50 Hz.3 miliar. Kondisi Teknis PLTM salido Kecil Berikut ini adalah data teknis dari PLTMH Salido Kecil : a.267.39 .____________________________________________________Laporan Akhir Sejak Agustus 2007. diameter 0. d.999 juta.

00 Honor operator : Rp. 40. 15000 per kwH Honor Pengurus : Rp. Proyek ini telah berjalan sejak tahun 1980. PLTMH ini melayani 60 KK dan beroperasi selama 24 jam. Anggrek Mekar Sari (AMS).____________________________________________________Laporan Akhir PLTMH pada saat ini dalam kondisi beroperasi baik. 200. Uang iuran bulanan Pengeluaran 1. b) Data teknik PLTMH Data Generator Jenis Frekuensi Tegangan Phase Putaran Efisiensi Data Turbin Jenis Putaran Lebar runner Daya Pabrik pembuat : Cross Flow : 1000 Rpm : 600 mm : 35 PK : Pabrikan lokal Rating Daya : Sinkron : 50 Hz : 30 kvA : 3 phase : 1500 rpm : 0.00 .000. : tidak ada uang pangkal : Rp. 20.000.000.9 : 220 – 240 V Diameter runner: 400 mm c) Data Skema Pembiayaan Pemasukan Pemasukan berasal dari iuran pelanggan 1.00 Pembelian pelumas. 3. Tujuan dari proyek ini adalah rehabilitasi dan membangkitkan kembali PLTMH yang ada di Salido Kecil. 225.000 /bulan Di Salido kecil terdapat proyek pengerjaan PLTMH oleh perusahaan PT. dll per bulan : Rp.40 . Pemeliharaan : Rp. Sedangkan Tujuan utama dari kegiatan proyek ini adalah untuk menghasilkan daya listrik yang berkelanjutanyang dapat menghasilkan listrik Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. 4. Uang pangkal per KK 2. 2. oli.

3. ESDM. b. PLN belum aktif mensosialisasikan e. Biaya interkoneksi b. Prioritas untuk kebutuhan masyarakat d. APBN belum optimal g. Dengan adanya PLTM Salido Kecil yang terkoneksi secara on grid melalui PLN dapat meningkatkan kapasitas daya yang dapat disalurkan kepada masyarakat.3 Kendala-Kendala di Salido Kecil Sistem PLTMH yang ada di salido kecil mempunyai sistem on-grid dimana hasil listrik yang dihasilkan disambung ke PLN. 2 bulan lebih h. Standarisasi Teknik dengan PLN c. diharapkan dengan adanya energi listrik. Dengan menggunakan terbarukan. Payung hukum belum ada Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Akan tetapi pemasangan dengan system on-grid ini terdapat beberapa kendala antara lain: aktifitas produktif a. konsumsi masyarakat terhadap bahan bakar fosil dapat berkurang. 3. Bappeda f. dan lingkungan. Waktu pengurusan lama. sosial.____________________________________________________Laporan Akhir tanpa menimbulka dampak negatif terhadap lingkungan sekitar desa baik dari aspek ekonomi.2 Manfaat PLTMH Salido Kecil a. kemampuan ekonomi energi masyarakat menjadi dalam lebih menjalankan meningkat. Koordinasi Pemda .41 . c. emisi karbon juga dapat dikurangi.3. Meningkatnya kualitas udara dibanding penggunaan diesel yang menghasilkan asap buangan. 3. Investasi dari PLN.

Proses administratif pengolahan system jaringan On-Grid Berikut ini digambarkan secara skematik Proses administratif pemngolahan system jaringan On-Grid: Gambar 3.____________________________________________________Laporan Akhir 3.24.pengembangan jaringan on-grid desa Beberapa dokumentasi kondisi PLTMH Salido Kecil Sumatera Barat dapat dilihat pada gambar-gambar berikut: Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.42 .4.3.25.Proses administratif pengolahan sistem jaringan On-Grid Gambar 3.

27 Survei Di Lokasi PLTMH Salido Kecil Gambar 3.____________________________________________________Laporan Akhir Gambar 3.28 Generator PLTMH Salido Kecil Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.43 .26 Power House PLTMH di Salido Kecil Gambar 3.

____________________________________________________Laporan Akhir Gambar 3.44 .31 Penstok PLTMH Salido Kecil Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.30 Tim Survey lapangan Bersama Operator PLTMH Salido Kecil Gambar 3.29 Turbin PLTMH Salido Kecil Gambar 3.

maka ditemukan beberapa kendala kendala yang terjadi di demo site antara lain dapat dikelompokkan sebagai berikut: 1.33 Usaha Produktif Disekitar Lokasi PLTMH Salido Kecil BAB 4 REKOMENDASI PENGHILANGAN KENDALA USAHA PRODUKTIF BERBASIS MIKROHIDRO 4.1 Kendala – kendala Dari hasil survei dan penyebaran angket yang telah dilakukan oleh tim di lapangan.____________________________________________________Laporan Akhir Gambar 3.32 Sambungan Penstok Gambar 3. Kendala teknis: Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.45 .

Kantor pos. dan berkala belum maksimal dilakukan oleh pengelolah. Kendala administratif: Pola fikir masyarakat yang masih menentang pembangunan Mikrohidro sebab mikrohidro akan mengganggu lingkungan Sebagian masyarakat belum mengetahui sumber pendanaan pembangunan Mikrohidro Kurangnya partisipasi masyarakat untuk menjaga keberlangsungan Mikrohidro. Tumpukan sampah yang ada disaluran penstock terkadang jarang dikontrol.46 . pasar. 2. Fasilitas umum seperti kantor pos. rutin. Sebagian akses PLTMH masih buruk. pasar belum ada Analisis Kendala Ini akan menyebabkan sulitnya proses baik administrasi maupun penyaluran barang ke pemerintah menjadi lambat Ini akan membuat PLTMH hanya bersifat korektif yang seharusnya bersifat preventif untuk mencegah kerusakan. Sebagian daerah PLTMH masih belum memiliki kelembagaan untuk menjaga keberlangsungan Mikrohidro. Kendala berusaha Kesadaran masyarakat untuk membayar ke pengelola secara langsung masih rendah Kesepakatan tarif listrik untuk Mikrohidro Off-grid masih sulit Harga untuk mikrohidro offgrid masih terlalu kecil untuk menjaga keberlangsungan mikrohidro Pengembangan usaha produktif terkendala masalah pendanaan. bank. Halini akan mengganggu proses distribusi barang serta perkembangan informasi yang dibutuhkan PLTMH.____________________________________________________Laporan Akhir Perawatan secara preventif. Ini akan menybabkan terjadinya jatuh tegangan listrik yang akan dialirkan ke pengguna listrik Akan menyebabkan proses administrasi menjadi sulit terutama kantor pos sebagai media pengiriman barang ataupun surat 2 3 3 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Kendala lain yang ditemukan di lokasi demosite antara lain: Tabel 4. Jarak antara ibukota dengan lokasi PLTMH cukup jauh. Belum adanya fasilitas umum seperti Bank.1 Analisa Kendala-kendala No 1 Kendala-Kendala Yang Ditemukan Jarak aksesibilitas antara demo site dengan ibukota pemerintah kabupaten terlalul jauh Perawatan kurang terjadwal Perubahan debit air secara mendadak. 3.

Memberikan prioritas pembangunan pada daerah yang memiliki potensi sangat tinggi. Akses ke lokasi demo site menjadi sulit Belum adanya kesadaran dari penduduk agar keberlangsungan PLTMH 4 5 Permukaan tanah terjal Pengumpulan biaya pemakaian listrik masih dilakukan petugas dengan mendatangi rumah tiap KK 4. hal ini dapat mengakibatkan naik dan turunnya tegangan. seperti air secara lengkap di setiap wilayah b. Meningkatkan kegiatan studi dan penelitian yang berkaitan dengan: a. sehingga berpengaruh Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. beban mendadak. baik teknis maupun sosio-ekonominya. 3. pengumpulan pendapat dan tanggapan masyarakat tentang pemanfaatan energi terbarukan tersebut. 4. Kadang pengurus terjadi diwajibkan perubahan mengikuti pada pada pelatihan-pelatihan konsumen generator. Agar PLTMH teratur pemeliharaannya baik secara administrasi. setiap pengurus mempunyai fungsi dan tugas masing-masing 5. identifikasi setiap potensi sumber daya energi terbarukan. 2.____________________________________________________Laporan Akhir menyurat.2 Rekomendasi Penghilangan Kendala Dari beberapa analisis kendala yang timbul dari demo site tempat survey maka dapat di tarik beberapa rekomendasi dalam upaya penghilangan kendala antara lain: 1. Staf administrasi dan Staf teknis. Memasyarakatkan pemanfaatan energi terbarukan sekaligus mengadakan analisis dan evaluasi lebih mendalam tentang kelayakan operasi sistem di lapangan dengan pembangunan beberapa proyek percontohan.47 . Badan Pengawas. keuangan maupun teknis maka harus dibentuk kepengurusan yang ditentukan oleh masyarakat sendiri yang terdiri: Kepala PLTMH. Setiap 6. secara untuk tentang PLTMH sesuai fungsi dan tugas masing-masing.

kalau pengurus tidak bisa mengatasi sendiri maka bisa memanggil petugas teknis dari PLN. bearing guide vane / katup. maka bangunan sipil yang mempunyai peranan penting perlu diperhatikan pemeliharaannya dari kerusakan. dan rumah pembangkit. jika ada kerusakan pada kelistrikan misal generator.48 . Untuk menjaga kesinambungan. misalnya bendungan. 9. saluran pembawa. pintu masuk air / intake.____________________________________________________Laporan Akhir pengaturan keseimbangan energi pada PLTMH dilakukan dengan menggunakan ELC (electronic load controller) untuk generator sinkron dan ILC (induction generator controller) untuk generator induksi. misalnya pemberian pelumas pada generator. pipa pesat (penstock). pemberian dana hibah sebaiknya disertai juga dengan pendampingan manajerial . minimal lokasi sekitar c. d. 8. Khusus untuk jaringan PLTMH yang menggunakan system Ongrid maka hal yang perlu dilakukan antara lain: a. Sebaiknya dimanfaatkan untuk stimulus investasi mikrohidro. Dilakukan perawatan mekanik dan elektrik secara periodik. turbin. Jika terjadi kerusakan pada mekanik dapat menghubungi bengkel mekanik terdekat. bak penenang. Pembangunan PLTMH on grid harus tetap bisa memberikan keuntungan secara khusus pada masyarakat sekitar. 7. Agar PLTMH dapat operasi secara baik. Disertakan dengan kontribusi masyarakat sehingga ada rasa kepemilikan dan tanggung jawab lebih desar b. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.

1 berikut: Gambar 4.2 pengembangan jaringan On-Grid Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.49 .1 Proses administratif jaringan On-grid Gambar 4.____________________________________________________Laporan Akhir Berikut ini adalah proses admnistratif dan pengembangan jaringan On -Grid di desa dapat dilihat pada gambar 4.

3.4 Pemikiran Sistemik Mikrohidro 4.50 .MH Heideman. Economic Dev. effector (PLTMH) Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Effector . Culture System Denkwelt Acceptor – evaluation of results Controler Management of MH Condition.1. Waterneed.Results.3 Pemikiran Sistemik Berikut adalah pola pemikiran sistemik Mikrohidro yang bisa digambarkan dalam gambar berikut ini: SISTEMIK THINKING MIKROHYDRO External-Environmen Abiotic. Biotic. Energy Suply.____________________________________________________Laporan Akhir 4. 1996 Gambar 4.3 Systemic Thingking Systemic Thingking merupakan tahap pengembangan pola fikir sistem dimana semua komponen penyusunnya saling terikat menjadi satu kesatuan berikut adalah bentuk sistemik thingking: Gambar 4.

bak penenang. untuk pengaturan keseimbangan energy pada PLTMH dilakukan dengan menggunakan ELC (electronic load controller) untuk generator sinkron dan ILC (induction generator controller) untuk generator induksi. pada bagian ini Kendala yang diahadapi oleh system PLTMH yaitu pada bagian struktur bangunan. misalnya bendungan. hal ini dapat mengakibatkan naik dan turunnya tegangan. dan rumah pembangkit. sehingga berpengaruh pada generator. bearing guide vane / katup. 4. kendala yang dihadapi langsung oleh mikrohidro. b.51 .3. Dilakukan perawatan mekanik dan elektrik secara periodik. maka bangunan sipil yang mempunyai peranan penting perlu diperhatikan pemeliharaannya dari kerusakan. Agar PLTMH dapat operasi secara baik.2 Condition ( energy supply.____________________________________________________Laporan Akhir Pada bagian ini menjelaskan bagaimana kondisi. Kadang terjadi perubahan beban pada konsumen secara mendadak. Berikut ini adalah analisis systemic thingking dari sisi effector: a. turbin. jika ada kerusakan pada kelistrikan misal generator. saluran pembawa.economic dev) Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. waterneed. pintu masuk air / intake. c. pipa pesat (penstock). Jika terjadi kerusakan pada mekanik dapat menghubungi bengkel mekanik terdekat. kalau pengurus tidak bisa mengatasi sendiri maka bisa memanggil petugas teknis dari PLN. misalnya pemberian pelumas pada generator.

Apabila beban bertambah. Agar PLTMH dapat operasi secara baik. maka bangunan sipil yang mempunyai peranan penting perlu diperhatikan pemeliharaannya dari kerusakan. bagaimana melakukan perawatan.3. 4. pengaturan debit menggunakan pintu air. bak penenang. b.3 Acceptor: Pada sisi Acceptor: bagian ini menjelaskan kondisi penerima (human) yang berkecimpung di mikrohidro.3. dan rumah pembangkit. pengumpulan pendapat dan tanggapan masyarakat tentang pemanfaatan energi terbarukan tersebut. serta terus menganalisis Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. saluran pembawa.____________________________________________________Laporan Akhir Pada bagian ini menjelaskan bagaimana kondisi mikrohidro baik kendala yang dihadapi oleh mikrohidro. pintu masuk air / intake. Berikut ini adalah analisis systemic thingking dari a. b. pipa pesat (penstock).4 Controller: Pada bagian ini menjelaskan kondisi mikrohidro baik dalam melakukan pengontrolan. Tenaga yang diberikan air ke turbin tergantung pada ketinggian dan debit air. sehingga kasus kekurangan air teratasi dan debit air ke turbin teratur. Memasyarakatkan pemanfaatan energi terbarukan sekaligus mengadakan analisis dan evaluasi lebih mendalam tentang kelayakan operasi sistem di lapangan dengan pembangunan beberapa proyek percontohan. Berikut ini adalah analisis systemic thingking dari sisi condition: a. maka harus ada penambahan debit air dan apabila beban berkurang maka harus ada pengurangan debit air dengan demikian dibutuhkan kolam tando harian yang memadai untuk menampung air. 4. perawatan. serta terus menganalisis kondisi mikrohidro secara berkala.52 . misalnya bendungan.

identifikasi setiap potensi sumber daya energi terbarukan. keuangan maupun teknis maka harus dibentuk kepengurusan yang ditentukan oleh masyarakat sendiri yang terdiri: Kepala PLTMH. penghematan pengeluaran setidaknya terdapat empat aspek yangsaling berkaitan dan perlu diperhatikan dalam pengembangan PLTMH. pembangunan. 2. c. Berikut ini adalah analisis systemic thingking dari sisi controller: a. dikelola. Selain itu sejauh mana PLTMH.4 Rekomendasi Pengembangan serta keberlanjutan dari PLTMH Teknologi yang handal dan ketersediaan tenaga air yang terus-menerus merupakan syarat mutlak bagi keberlanjutan PLTMH. Memberikan prioritas pembangunan pada daerah yang memiliki potensi sangat tinggi.53 . Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. yaitu: adalah peran partisipatif. d. baik teknis maupun sosio-ekonominya. setiap pengurus mempunyai fungsi dan tugas masing-masing b. 3.____________________________________________________Laporan Akhir kondisi mikrohidro secara berkala. Aspek Aspek Aspek Aspek Teknik Ekonomi Sosial Lingkungan. Agar PLTMH teratur pemeliharaannya baik secara administrasi. Badan Pengawas. kehadiran layanan listrik dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat melalui dua cara: pertama. 4. Selain itu sejauh mana PLTMH dapat berkelanjutan juga bergantung pada kemauan dan kemampuan masyarakat pengguna dalam melakukan dan membiayai pengelolaan dan pemeliharaan. yaitu melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan mulai 1. Kemauan masyarakat pengguna untuk terlibat dan membayar cenderung dipengaruhi oleh sejauh mana layanan PLTMH sesuai dengan harapan mereka. Berdasarkan pandangan dari sisi ekonomi. dan memberikan layanan yang sesuai dengan harapan masyarakat dari perencanaan. seperti air secara lengkap di setiap wilayah. Sedangkan pendekatan terbaik sehingga PLTMH dapat dibangun. Staf administrasi dan Staf teknis. Setiap pengurus diwajibkan mengikuti pelatihan-pelatihan tentang PLTMH sesuai fungsi dan tugas masing-masing. 4. sampai pengoperasian.

Berdasarkan pengalaman. dan 2. keberlanjutan PLTMH sebagai solusi permanen suplai listrik bagi suatu lokasi seyogyanya dipandang dengan dua Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. rentang waktu. Meskipun demikian PLTMH membutuhkan perawatan dan pemeliharaan khusus agar tetap dapat beroperasi secara layak dalam jangka panjang. Bagi pengelolah PLTMH sendiri. Pada akhirnya. yaitu : 1. PLTMH relative mudah dan dioperasikan oleh masyarakat pedesaan.____________________________________________________Laporan Akhir Demand Responsiveness Kualitas Layanan Keberlanjutan Partisipasi Penggunaan Produktif Keswadayaan Pemanfaatan Berdampak Positif Keterbukaan Keadilan Capacity Gambar 4. keberlanjutan PLTMH akan bergantung pada kemampuan bayar masyarakat pengguna. adanya layanan listrik PLTMH seharusnya dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Keberlanjutan operasi PLTMH sampai berakhir umur pakainya. Aspek Ekonomi berdasarkan cara. Semua biaya yang dibutuhkan untuk mempertahankan keberlanjutan PLTMH harus dapat dipenuhi oleh pendapatan PLTMH yang idealnya hanya bersumber dari iuran listrik yang dikumpulkan dari masyarakat pengguna. Agar dapat meningkatkan kemampuan bayar. Oleh karena itu besarnya iuran atau tariff listrik seharusnya ditentukan berdasarkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan.5 Skema Menuju Keberlanjutan (sustainabilitas) PLTMHBuilding 1. Aspek Teknik PLTMH bukanlah teknologi yang tergolong rumit. keberlanjutan layanan listrik setelah itu.54 . 2.

Keberhasilan suatu proyek PLTMH sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat dalam pembuatan keputusan. tetapi juga Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. pelaksanaan. (2) pola pemanfaatan Listrik. Aspek sosial. Untuk itu perlu perencanaan yang matang dan panduan proses yang tepat sesuai konteks lokal. tetapi perlu pendekatan-pendekatan yang tepat dan mekansime proyek yang mendukung pola partisipatif. Jiwa partisipasi masyarakat adalah solidaritas sosial. didorong dan dikembangkan secara bertahap. (3) pengembangan kelembagaan. pelaksanaan dan pemantauan proyek.____________________________________________________Laporan Akhir termanfaatkannya energy pada siang hari akan semakin meningkatkan peluang untuk memperoleh pendapatan. Partisipasi masyarakat sejak awal program akan lebih menjamin kesuksesan dan keberlanjutan program. kepercayaan bersama cita-cita bersama. Adanya fasilitator dari luar desa juga dirkomendasikan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat tidak akan terjadi begitu saja. 3. yaitu: (1) Partisipasi Masyarakat. Partisipasi masyarakat dalam suatu program PLTMH meliputi aspek perencanaan. mobilisasi sumberdaya.55 . Pendekatan ini menyadari pentingnya kapasitas masyarakt untuk meningkatkan kemandirian dan kekuatan internal atas sumber daya material dan non material yang penting. listrik diharapkan tidak saja memberikan manfaat sosial bagi masyarakat. Ada empat hal penting yang mempengaruhi persiapan sosial dan operasional PLTMH. a) Partisipasi masyarakat Partisipasi masyarakat dalam melaksanakan program PLTMH harus selalu ditumbuhkan. dan (4) dukungan kelembagaan. yaitu hubungan yangselalu didasarkan pada perasaan sosial bersama. ajeg dan berkelanjutan. Pola partisipatif akan berjalan baik jika ada dukungan dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat dan institusi lokal. pemanfaatan bersama. dan evaluasi. b) Pemanfaatan Listrik dan Manajemen Energi Listrik sangat dibutuhkan oleh masyarakat perdesaan dalam memenuhi energi perdesaan untuk menunjang kegiatan pembangunan perdesaan. Pembangunan PLTMH dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat sangat relevan dengan kebijakan desentralisasi penyediaan energy (listrik) pedesaan.

maka pola perencanaan penggunaan listrik yang sesuai dengan kebutuhan (bukan keinginan) masyarakat perlu disosialisasikan secara matang. c) Pengembangan Kelembagaan PLTMH dalam konteks pembangunan tegas. Pengalaman juga menunjukkan bahwa setelah adanya PLTMH masyarakat perdesaan cenderung memanfaatkan listrik untuk kebutuhan konsumtif (seperti membeli Tv. Perencanaan listrik oleh masyarakat sendiri perlu dilakukan agar energi listrik yang tersedia bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Untuk itu perlu dirancang suatu kerangka kerja dalam rangka penyusunan kesepakatan yang memungkinkan masyarakat perdesaan mengemukakan kebutuhan mereka dan memutuskan bagaimana jalan terbaik untuk memenuhinya sesuai dengan kapasitassuplai listrik PLTMH yang ada. Permintaan daya listrik oleh konsumen akan cenderung meningkat seiring dengan semakin membaiknya kesejahteraan masyarakat. 22 Tahun 1999). maka perlu ditelaah kebijakan pemerintah yang terkait erat dengan masalah ini. perdesaan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat umumnya dikelola oleh masyarakat desa secara mandiri.56 . baik pusat maupun daerah dapat dianggap Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Untuk itu.____________________________________________________Laporan Akhir mampu memberikan keuntungan ekonomi melalui pemanfaatan untuk kegiatan usaha ekonomi produktif yang dapat memberikan pendapatan terutama bagi masyarakat miskin. stereo set dan lain-lain). parabola. Peningkatan permintaan daya listrik perlu dikendalikan misalnya dengan menerapkan tarif listrik yang lebih tinggi untuk konsumen yang menggunakan lebih banyak. Sedangkan potensi pasokan daya listrik cenderung tetap. kecuali ada investasi tambahan pembangkit Agar pasokan daya listrik tetap terjaga.3 Tahun 2005 dan UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (yang menggantikan UU No. Mengacu pada UU No. 32 Tahun 2004 pada pasal 212 maka PLTMH yang merupakan bantuan pemerintah. sejak awal perlu dilakukan peningkatan pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan listrik untuk peningkatan pelayanan sosial kemasyarakatan dan pemberdayaan usaha ekonomi produktif. dan bukan untuk kegiatan produktif yang menghasilkan peningkatan pendapatan. Kebijakan yang dapat dijadikan bahan rujukan bagi pengelolaan PLTMH adalah PP No. Terkait dengan kepemilikan dan pengelolaan PLTMH tersebut.

Jika pengelolaan PLTMH oleh masyarakat desa telah berjalan dengan manajemen usaha yang baik. yaitu dalam bentuk kelembagaan informal (pasal 211 ) dan berbadan hukum (pasal 213). maka terbuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkannya menjadi badan usaha milik desa berbadan hukum yang diakui oleh pemerintah sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh pasal 213 dalam UU No. UU No. 32 Tahun 2004. dalam hal ini PLTMH mensyaratkan pendekatan kelembagaan yang terkoordinasi antara kebijakan pemerintah yang kondusif dengan organisasi di tingkat local yang didukung Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Pengelolaan PLTMH sebagai asset desa. Konsekuensi dari pasal 211 pada UU No. badan swasta. d) Dukungan Kelembagaan Kesuksesan listrik perdesaan pola desentralisasi.57 . secara teknis belum ada peraturan lain yang mengatur secara tegas Akan tetapi. 32 Tahun 2004 adalah kelembagaan informal bertujuan sosial dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. maka pengelolaan PLTMH harus berorientasi pada manajemen usaha yang baik. 32 Tahun 2004 mengakomodir bentuk kelembagaan milik masyarakat yang ada di desa. Pasal 213 secara khusus memberikan kewenangan kepada kepala desa untuk membentuk badan milik desa (BUMD) yang berbadan hukum sesuai peratuan perundang-undangan. Keputusan menjadi BUMD harus sesuai kesepakatan dan aspirasi masyarakat desa itu sendiri dengan tetap memperhatikan aspek peningkatan keswadayaan masyarakat. Hal ini sebenarnya sejalan dengan program PLTMH yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyafsyarakat dalam pembangunan perdesaan. Akan tetapi karena keberianjutan PLTMH sangat ditentukan oleh kelangsungan finansial dari hasil pembayaran iuran listrik. Aspek legal dari kelembagaan informal pada pasal 211 diberikan melalui peraturan desa yang dikeluarkan oleh kepala desa. Permen No 31 Tahun 2009 yang baru dikeluarkan oleh menteri ESDM yang mengatakan bahwa partisipasi badan usaha milik negara. koperasi dan swadaya masyarakat untuk penyediaan tenaga listrik mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan penyediaan tenaga listrik nasional. Mekanisme pengelolaan dan bentuk kelembagaan pengelola PLTMH itu sendiri.____________________________________________________Laporan Akhir merupakan milik pemerintahan desa. diserahkan pada mekanisme kesepakatan masyarakat dalam kerangka pemberdayaan masyarakat. yang digunakan untuk kepentingan kesejahteraan masyarakat. badan usaha milik daerah.

Listrik pedesaan membutuhkan dukungan pembangunan lintas sektoral menyangkut pertanian. maka untuk selanjutnya pemerintah diharapkan dapat melakukan : 1. teknologi tepat guna. Instansi teknis yang menangani program PLTMH memberikan perhatian yang lebih besar pada aspek social engineering yang melibatkan konsultan teknis di bidang pemberdayaan masyarakat maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM) lokal. Program listrik perdesaan harus dikaitkan dengan pembangunan yang terintegrasi. Dukungan kelembagaan tersebut terbagi atas tiga level. Tingkat lokal. Agar program PLTMH dapat berkelanjutan dan memberikan nilai tambah dalam peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat perdesaan. e) Dukungan Pemerintah Pemerintah merupakan aktor utama pembangunan dalam memberikan dukungan secara kelembagaan. Kegagalan institusi tersebut terutama karena fungsi intermediasi yang memfasilitasi kegiatan pemberdayaan masyarakat yang menekankan aspek social preparation berjalan kurang baik. ekonomi. Gagalnya keberlanjutan PLTMH oleh masyarakat perdesaan lebih banyak karena faktor non teknis yaitu lemahnya dukungan institusi. pendidikan dan konservsi sumberdaya alam.____________________________________________________Laporan Akhir oleh kelembagaan fasilitasi di tingkat regional maupun nasional (intermediasil yang memiliki kemampuan beragam fungsi yang terkoordinasi. 2. 3. yaitu desa tempat dengan pembangunan pedesaan yang pembangkit listrik tersebut berada. yang merumuskan kebijakan dan perencanaan listrik perdesaan untuk memberikan dasar hukum dan pengaturan kerangka kerja pengembangan sektor ketenagalistrikan perdesaan. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. melalui kebijakan-kebijakan baik di tingkat nasional dan regional maupun fungsi intermediasi yang berpihak kepada kepentingan masyarakal perdesaan. yang memfasilitasi keterkaitan antara institusi nasional dan institusi lokal yang akan menjamin bahwa perencanaan dan kebijakan yang ada sesuai dengan kebutuhan masyarakat perdesaan. Tingkat intermediasi. Pembangunan perdesaan yang terintegrasi membutuhkan koordinasi antar instansi teknis dalam bentuk sinergi pada proyek maupun agenda kegiatan rutin. Tingkat nasional (pusat).58 . yaitu: 1.

Lemahnya posisi badan pengelola ini menjadikan partisipasi masyarakat juga rendah terutama dalam hal realisasi pembayaran iuran listrik yang sangat penting dalam keberlanjutan PLTMH. baik di tingkat desa maupun di tingkatyang lebih tinggi.59 . Adapun 2 hal penting yang harus diperhatikan untuk mempertahankan keberlanjutan PLTMH antara lain: 1. permodalan. LSM lokal atau konsultan dalam bentuk bantuan teknis sebagai persia pan sosial. Aspek Sumber Daya Alam Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Fungsi intermediasi ini dapat dilakukan oleh aparat pemerintah Instansi terkait. ekonomi dan teknologi tepat guna. dan lainlain). Pengalaman menunjukkan bahwa masyarakat tidak dapat ditinggalkan begitu saja mengelola PLTMH tanpa bantuan kelembagaan lain di luar masyarakat desa yang bertindak sebagai fasilitator. 3. Dukungan kelembagaan lokal di masyarakat sangat penting dalam menentukan keberlanjutan pengelolaan PLTMH secara mandiri. Dengan cara demikian. Perencanaan PLTMH diintegrasikan dengan program pembangunan perdesaan pada instansi teknis yang terkait. kegiatan fasilitasi masyarakat dapat disinergikan dengan proyek-proyek yang lain pada desa-desa sasaran programDukungan Kelembagaan Lokal. Fungsi Intermediasi Dukungan institusi melalui fungsi intermediasi diberikan melalui kegiatan pendampingan dan bantuan teknis. 2. karena lemahnya kapasitas SDM dan akses terhadap sumberdaya (informasi. Perlu adanya suatu kelembagaan pendamping untuk melakukan penguatan kelembagaan sosial di tingkat lokal. Pemanfaatan listrik unluk kegiatan usaha ekonomi produklif membutuhkan dukungan intermediasi di bidang pertanian. teknologi.____________________________________________________Laporan Akhir 2. Kegagalan PLTMH seringkali diakibatkan lemahnya kapasitas badan pengelola akibat kurangnya dukungan para tokoh-tokoh pemimpin di desa. Pengalaman dalam pengelolaan PLTMH memperlihatkan bahwa badan pengelola akan berjalan maksimal jika didukung oleh seluruh unsur kepemimpinan yang ada di desa. Dukungan di tingkat lokal ditentukan oleh peranan para pemimpin formal (Kepala Desa dan perangkat desa) dan pemimpin informal (tokoh-tokoh masyarakat) yang ada. Dalam hal ini membutuhkan komitmen dari para pengambil kebijakan. Masyarakat perdesaasangat membutuhkan dukungan intermediasi.

masvarakat juga akan tergerak untuk menjaga kelestarian hutan. Gambar 4. terdapatdi sekitar hutan. pengepul (penadah). Kondisi ini sangat memprihatinkan karena negara kita merupakan negara agraris yang sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Dengan demikian. Ketersediaan air sungai sangat tergantung pada konservasi catchment area (wilayah tangkapan air) dari hulu sungai tersebut Lingkungan hidup yang terjaga dan terpelihara akan menjamin kelestarian sumberdaya air dan menjamin pasokan energi primer bagi PLTMH. Program pelistrikan perdesaan melalui pengembangan PLTMH seyogyanya diiringi dengan kegiatan konservasi hutan.5 Rekomendasi Penghilangan kendala pada Industri Kecil Menengah Hasil bumi masyarakat desa merupakan suatu komiditas yang harus dikelolah dengan baik. dengan tidak melakukan penebangan dan merusak keaneka raga man hayat. Namun pada kondisi sebenarnya masyarakat desa memiliki banyak permasalahan terutama dalam pemrosesan hasil bumi yang mereka hasilkan menjadi more usefull product.6 Distribusi Hasil Bumi Tanpa Pengolahan Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Masyarakat yang menggunakan PLTMH diharapkan dapat memahami manfaat keberadaan hutan sebagai catchment area. dan koperasi. Lebih jauh. mulai dari bibit hingga sampai kepada produk jadinya. Hasil bumi yang mereka hasilkan tersebut tidak bisa dikelola dengan baik sehingga hasil bumi tersebut langsung dijual kepada market. terutama ketersediaan air sungai sebagai sumber energy primer bagi PLTMH.____________________________________________________Laporan Akhir Keberlanjutan PLTMH ditentukan dukungan potensi sumberdaya alam yang ada.60 . masvarat juga akhirnya dapat mengambil peranan penting untuk menjaga agar hutan tetap terpelihara 4.

Diperlukan beberapa pengembangan teknologi serta pelatihan terhadap para pengelola UKM agar bisa membentuk polap piker lebih maju seperti pelatihan manajemen teknologi. Pembentukan komunitas yang dikembangkan dengan basis teknologi tepat guna sangat membantu dalam pengolahan hasil bumi masyarakat. Investor.____________________________________________________Laporan Akhir Jika hasil bumi ini mampu diolah terlebih dahulu sebelum dijual kepada para penadah. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Instansi Terkain.7 distribusi hasil bumi dengan proses teknologi tepat guna dengan dukungan stakeholder pengembangan UKM Pengembangan industry kecil menengah dalam memproses hasil bumi memerlukan dukungan dari para stakeholder seperti Koperasi. maka nilai jual dari hasil bumi ini akan menjadi lebih tinggi dibandingkan tanpa pengolahan.61 . Selain itu teknologi tepat guna juga sangat diperlukan dalam upaya pengembangan UKM. PERIKANAN PRODUK BERNILAI JUAL SIAP DIPASARKAN Gambar 4. TERNAK. Instansi ini berguna dalam upaya pengembangan UKM di Indonesia yang memerlukan dukungan baik dana maupun infrastruktur. IMIDAP. Tanpa teknologi kegiatan UKM tidak akan berkembang terutama dalam optimasi hasil produksi mereka. Namun pengolahan ini memerlukan teknologi agar bisa membantu pengolahan menjadi produk yang lebih berguna. HASIL BUMI. manajemen sumber daya alam dan sebagainya.

____________________________________________________Laporan Akhir Di bawah ini merupakan contoh-contoh teknologi tepat guna yang bisa menjadi penghilangan kendala yang ada di UKM dalam memproduksi hasil bumi: Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.62 .

Bersihkan kulit luar batang sagu 2. Masukkan air setinggi 3-4 cm 3.000.00 0 NILAI TAMBAH Mempermud ah proses pemarutan sagu untuk mendapatka n optimasi produksi GAMBAR 2 alat penyulingan uap dan air (dengan pemanasan) 1. Panaskan Rp.4. rajang bahan tanpa dikupas (jahe) yang akan di ambil sarinya 2.6 Alat-Alat Productive Use No 1 NAMA ALAT Mesin Parut Sagu DAYA YANG DIBUTUHKAN 220 volt (Motor ¼ HP) CARA PEMAKAIAN 1.00 0 Untuk mengambil minyak astiri dari bahan yang akan didestilasi.63 .____________________________________________________Laporan Akhir 4. Masukkan batang sagu kedalam mesin BIAYA PEMBUATA N Rp. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.3000.

050. BIAYA NILAI PEMBUATAN TAMBAH Rp.599. jika sudah mencapai titik panas matikan mesin.3. Kemudian Pilin menjadi satu bagian 4. hidupkan motor dengan kecepatan 500 rpm 2. Masukkan kerumah tali Rp.64 .000 Memilin eceng gondok menjadi benang. Belah menjadi 2-4 bagian 3. setting waktu pemanasan 4. GAMBAR 4 Mesin Pemilin Eceng Gondok 0. 2. keringkan eceng gondok. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.25 HP dengan 1300 rpm 1.2.memisahkan kulit biji buah merah dari bijinya sehingga diperoleh pasta yang siap diekstrak untuk diambil minyaknya..____________________________________________________Laporan Akhir No 3 NAMA ALAT Reaktor Tangki Pengaduk Untuk Buah Merah DAYA YANG DIBUTUHKAN Motor ½ HP CARA PEMAKAIAN 1. masukkan buah merah 3.000.

____________________________________________________Laporan Akhir

No 5

NAMA ALAT Mesin Pemeras Santan

DAYA YANG DIBUTUHKAN Motor 4 HP

CARA PEMAKAIAN 1. Hidupkan mesin 2. Masukkan hasil parutan kelapa kedalam mesin

BIAYA PEMBUATAN Rp.10.000.00 0

NILAI TAMBAH Dapat memeras santan dalam jumlah banyak sekaligus sehingga mempermudah pekerjaan dalam pemerasan santan Membantu pengirisan bawang merah dalam jumlah banyak untuk mempercepat proses produksi

GAMBAR

6

Mesin Pengiris Bawang

Motor ½ Hp

1. Hidupkan mesin 2. Masukkan bawang yang sudah dikupas kedalam mesin

Rp.3.500.000

Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro

4- 65

____________________________________________________Laporan Akhir

No 7

NAMA ALAT Mesin Cetak Bakso

DAYA YANG DIBUTUHKAN Motor 1 HP dengan kecpatan 1500 rpm dan daya 600 μF/220 V.

CARA PEMAKAIAN 1. Hidupkan mesin 2. Masukkan 5 kg adonan bakso kedalam mesin

BIAYA PEMBUATAN Rp.6000.000

NILAI TAMBAH Mampu mencetak 250 butir bakso dalam 1 menit bahkan lebih tergantung diameter dari bakso yang diinginkan

GAMBAR

8

Mesin Pres Expeller kapasitas 8-10 kg

Motor yang dibutuh kan 2 HP 3 phase dengan daya 1492 wwatt

1. Hidupkan mesin expeller 2. Masukkan bahan seperti biji-bijian atau cangkang mete atau jarak 3. Siap diambil minyaknya

Rp.2.000.000

Mampu menggiling dan memerancak ang mete, jarak, bijibijian menjadi minyak

No

NAMA

DAYA YANG

CARA

BIAYA

NILAI

GAMBAR

Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro

4- 66

____________________________________________________Laporan Akhir

9

ALAT Mesin Pengering Terasi basah

DIBUTUHKAN 600 watt.

PEMAKAIAN 1. Hidupkan mesin 2. Hasil olahan terasi keadalam mesin

PEMBUATAN TAMBAH Rp.1.500.000 Mampu menguapkan air dengan cepat dan mengeringkan terasi sehingga mempercepat proses produksi

10

Mesin penyaring air gambut dengan tempurung kelapa

12 watt (motor kecil diatas alat)

1. Masukkan 30 liter air gambut 2. Hidupkan motor

Rp.2.000.000 Mampu menjernihkan air gambut menjadi air bersih

Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro

4- 67

maka peranan penyuluhan usaha produktif sangatlah strategis. Sasaran Sasaran mandiri. Keberlanjutan masyarakat operasi mikrohidro ditentukan terhadap oleh tingkat partisipasi instalasi dalam berkontribusi upaya pengelolaan pembangkit listrik tenaga mikrohidro dan kualitas sumberdaya manusia yang mendukungnya. b. Tujuan Tujuan pendampingan adalah untuk membangun. Proses pendampingan usaha produktif cara ditekankan memfasilitasi sebagai proses upaya dalam pemberdayaan masyarakat dengan merefleksikan permasalahan masyarakat. sistem pengorganisasian. akses modal dan akses pemasaran.68 yang akan dicapai dari penyelenggaraan pendampingan oleh penyuluh dan kelompok masyarakat lainnya adalah terwujudnya masyarakat . d. Pemberdayaan masyarakat dalam keberlanjutan usaha produktif masih harus didukung kelembagaan yang kuat meliputi pengetahuan dan keterampilan. 4. c. b.7.7 Rencana pengembangan usaha Produktif Berikut ini adalah strategi yang bisa menjadi pedoman dalam upaya pembentukan usaha produktif berbasis mikrohidro: a. Upaya pengembangan kualitas masyarakat khususnya yang memanfaatkan daya terpasang agar maju dan mandiri sebagai pelaku pembangunan. potensi diri dan lingkungannya serta memotivasi untuk mengembangkan potensi tersebut secara proporsional.____________________________________________________Laporan Akhir 4.7. memperkuat dan mengembangkan usaha produktif masyarakat berbasis mikrohidro.1 Tujuan dan Sasaran a. Dalam menumbuhkembangkan kelompok masyarakat sasaran akan sangat dibutuhkan eksistensi pendamping swadaya (institusi lokal) yang memiliki peran sebagai pendamping masyarakat yang tinggal dan hidup bersama masyarakat. sehingga seorang penyuluh memiliki peran sebagai motivator sekaligus fasilitator. 4.2 Materi Pendampingan Usaha Produktif Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. memperkuat dan mengembangkan kelembagaan masyarakat. Fungsi seorang pendamping menjadi jembatan/penghubung kepentingan antara masyarakat dengan pemerintah daerah/pihak luar yang sekaligus memfasilitasi tumbuhkembangnya kegiatan sosial ekonomi serta membangun.

Pendamping dan fasilitator yang mampu berinteraksi sosial di wilayah kerjanya. e. Proses persetujuan masyarakat terhadap status kepemilikan usaha produktif. Peluang dan investasi usaha produktif.69 pengawasan terhadap operasi pembangkit listrik tenaga . Terbentuknya usaha produktif masyarakat yang berakar dan berbasis masyarakat. Permasalahan konflik atas keuntungan usaha produktif. Indikator Keberhasilan Adanya pemahaman masyarakat tentang usaha produktif dan keberlanjutan mikrohidro. Masyarakat Masyarakat yang berada di sekitar PLTMH yang mendapatkan distribusi energi listrik memanfaatkan energi untuk usaha produktif. Penerapan secara efektif indikator keberhasilan pengelolaan usaha produktif.____________________________________________________Laporan Akhir Materi pendampingan usaha produktif yang disampaikan disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik masyarakat sasaran. Penggerak dan Fasilitator Pendamping/Fasilitator i. 4. Menempatkan pendamping yang mampu menjadi fasilitator dalam proses perencanaan. Peningkatan mikrohidro. ii. 1. 1. 2. c.7. Peningkatan efisiensi sistem pengelolaan usaha produktif. Identifikasi dan Sosialisasi Dalam upaya untuk membangun. implementasi dan evaluasi hasil kegiatan. d.3 Strategi Pendampingan Usaha Produktif. b. c. Penanganan a. yang dilakukan secara partisipatif. Pemberdayaan kekuatan ekonomi masyarakat b. c. b. 2. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Membangun Usaha Produktif a. Restrukturisasi a. memperkuat dan mengembangkan kelembagaan masyarakat diperlukan identifikasi kondisi masyarakat dan ekonomi. Peningkatan kesadaran terhadap pemanfaatan energi untuk usaha produktif.

Memfungsikan institusi lokal sebagai pendamping masyarakat. Metode Pendampingan Metode partisipatif yang membuka ruang dan atau peluang belajar bersama masyarakat. e. kesepahaman. motivator pengembangan aktifitas ekonomi masyarakat. pecinta alam dan lainnya.70 . karang taruna. Terbentuknya lembaga masyarakat berupa kelompok-kelompok usaha produktif b. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Memperkuat Usaha Produktif a. Indikator Keberhasilan Adanya kemandirian masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi di daerah perdesaan. Metode peragaan kegiatan dan hasil usaha produktif. Sarana Mengembangkan ragam alat bantu dan alat peraga penyuluhan yang disesuaikan dengan tujuan dan sasaran pendampingan Membangun model-model/unit percontohan f. d. Masyarakat Sasaran Masyarakat yang berada di sekitar PLTMH dan mendapatkan distribusi energi listrik dan sudah berorientasi pada usaha ekonomi. 3. Dana Dana untuk proses pendampingan dalam rangka membangun kelembagaan berasal dari insentif pemerintah daerah/pusat. iii. bantuan lain yang tidak mengikat atau kredit lunak. Terdiri dari tokoh masyarakat.____________________________________________________Laporan Akhir Institusi Lokal i. kesetaraan dan proses kebersamaan dengan masyarakat sasaran. Pendamping dan Fasilitator Pendamping/Fasilitator i. Meningkatkan kerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat dan perguruan tinggi untuk melaksanakan pendampingan. Menempatkan pendamping yang mampu menjadi fasilisator. Menumbuhkan rasa saling percaya. ii. c.

Meningkatkan kerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat dan perguruan tinggi untuk melaksanakan pendampingan.71 . b. c. Institusi Lokal i. e. Telah terjalin kemitraan dengan lembaga usaha dan stakeholders lainnya. kesepahaman. d. motivator dan konsultan bagi masyarakat dalam kegiatan usaha produktif berbasis mikrohidro. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. iii. Mengembangkan Usaha Produktif a. Masyarakat Sasaran Masyarakat yang berada di sekitar PLTMH dan mendapatkan distribusi energi listrik dan sudah mengelola usaha-usaha produktif.____________________________________________________Laporan Akhir ii. Dana Dana untuk proses pendampingan dalam rangka memperkuat kelembagaan masyarakat bersumber dari insentif pemerintah. Dinas Perdagangan dan lainnya. Pendamping dan Fasilitator Pendamping/Fasilitator i. Menumbuhkan rasa saling percaya. Menempatkan pendamping yang mampu menjadi fasilisator. Metode Pendampingan Metode partisipatif yang membuka ruang dan atau peluang belajar bersama masyarakat. dana masyarakat. Mengembangkan forum dialog antar stakeholders. 4. kesetaraan dan proses kebersamaan dengan masyarakat sasaran. dana bantuan yang tidak mengikat dan kredit lunak. Memfungsikan institusi lokal sebagai pendamping masyarakat. pecinta alam dan lainnya. Indikator Keberhasilan Adanya peningkatan kapasitas masyarakat sebagai pelaku dalam usaha produktif. Sarana Pendampingan Mengembangkan forum penyuluhan dan informasi sebagai sarana proses pendampingan yang dapat bekerjasama dengan instansi terkait seperti Kementerian UKM. ii. Penyuluh yang mampu berinteraksi dengan masyarakat dan lembaga ekonomi. f. karang taruna. Terdiri tokoh masyarakat.

Kabupaten Lumajang. Kabupaten Mamasa. Pendamping usaha produktif yang mampu mengembangkan jaringan usaha dan menghasilkan keuntungan.____________________________________________________Laporan Akhir ii. kesetaraan dan proses kebersamaan dengan masyarakat sasaran. f. Mengembangkan jaringan kemitraan dengan dunia usaha. Metode Pendampingan Metode partisipatif yang membuka ruang dan atau peluang belajar bersama masyarakat. pecinta alam dan lainnya. Mengfungsikan institusi lokal sebagai pendamping masyarakat. Menumbuhkan rasa saling percaya. Provinsi Sumatra Barat. d. kesepahaman. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.72 . Dibawah ini merupakan bisnis plan pembentukan usaha produktif berbasis mikrohidro untuk lokasi 3 demosite PLTMH antara lain : 4. Mengembangkan forum dialog antar stakeholders. Institusi Lokal i. iii. karang taruna. iii. Sarana Mengembangkan pusat informasi sebagai sarana proses pengembangan usaha produktif. PLTMH Gunung Sawur. e. Terdiri tokoh masyarakat. PLTMH Batanguru. PLTMH Salido Kecil. Provinsi Jawa Timur 6. Mengembangkan model kemitraan antara dunia usaha dengan kelompok usaha produktif. Dana Menyediakan dana untuk proses pendampingan dalam rangka mengembangkan usaha produktif masyarakat dengan menggalang dana yang bersumber dari insentif pemerintah. Meningkatkan kerjasama dengan lembaga swadaya masyarakat dan perguruan tinggi untuk melaksanakan pendampingan. Kecamatan Sumarorong. dana masyarakat (reinvestasi) dan kredit lunak. ii. Pendamping usaha produktif yang mampu memberikan arahan untuk membentuk usaha binaan. Kabupaten Painan. dana pelaku usaha. Provinsi Sulawesi Barat 5.

JAWA TIMUR PENGOLAHAN HASIL BUMI PISANG SEBAGAI KOMODITAS UTAMA USAHA Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.____________________________________________________Laporan Akhir BISNIS PLAN RENCANA PENGEMBANGAN USAHA PRODUKTIF DI PLTMH GUNUNG SAWUR KABUPATEN LUMAJANG.73 .

Skema Program Pemerintah.1 1. LATAR BELAKANG USAHA DATA PERUSAHAAN Bidang Usaha Pengolahan Hasil Bumi pertanian Gunung Sawur 2. RINGKASAN EKSEKUTIF Usaha yang akan didirikan di lokasi demosite PLTMH Gunung Sawur yaitu pengolahan hasil bumi Pisang. 2. Gunung Sawur. Untuk melaksanakan usaha produktif tersebut diperlukan peningkatan ketrampilan. Kabupaten Lumajang. maupun kapasitas masyarakat dalam menjalankan usaha produktif. Sumber dana yang dibutuhkan dalam upaya pengembangan usaha produktif ini dapat diperoleh melalui Skema Perbankan. serta pendanaan untuk meningkatkan usaha produktif. tetapi langsung menjual kepada penadah atau langsung ke pasar sehingga keuntungan yang didapat dari penjualan hasil bumi itu masih relatif kecil. Skema Syariah. Semua skema-skema yang ada dapat menjadi pilihan untuk memperoleh sumber pembiayaan sesuai dengan jangka waktu yang ada.74 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro . Jenis Produk / Jasa pisang 3. 4. Dengan adanya usaha produktif ini diharapkan dapat meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat sekitar demosite PLTMH menjadi lebih meningkat. 2. perawatan alat.____________________________________________________Laporan Akhir 1. Penggunaan dana yang diperoleh dapat digunakan untuk pembelian alat-alat productive use sebagai alat pengolahan hasil bumi. Selain itu diperlukan peralatan yang menggunakan teknologi tepat guna dengan memanfaatkan energi listrik dari PLTMH. pembiayaan operasional lainnya. Oleh karena itu diperlukan usaha produktif dalam mengolah hasil bumi itu menjadi sebuah produk dan mempunyai nilai jual dengan harga yang lebih tinggi. Skema Modal Ventura. Alamat Perusahaan Dusun/Desa. Pengolahan ini dikarenakan sampai saat ini masyarakat tidak melakukan pengolahan hasil bumi.

Produk yang dihasilkan yaitu pengolahan pisang menjadi keripik pisang dan sale pisang.8 Contoh skema organisasi unit usaha produktif 3 3. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.75 .____________________________________________________Laporan Akhir Propinsi Jawa Timur 2.2 STRUKTUR ORGANISASI Gambar 4.1 ANALISIS PASAR DAN PEMASARAN PRODUK / JASA YANG DIHASILKAN Produk yang dihasilkan yaitu hasil olahan bumi berasal dari masyarakat sekitar Gunung Sawur menjadi produk lebih bernilai jual dan mampu memenuhi kebutuhan market.

____________________________________________________Laporan Akhir 3. baik dari kalangan menengah kebawah hingga menengah ke atas. jenis produksi akan dikaukan inovasi-inovasi Pengembangan produk juga dilakukan dengan menggunakan teknologi mesin untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik dan proses produksi yang lebih optimal  PENGEMBANGAN WILAYAH PEMASARAN Wilayah pemasaran yang menjadi target dalam pengolahan hasil produksi adalah wilayah daerah gunung sawur dan tidak menutup kemungkinan mengalami ekspansi ke daerah lain  KEGIATAN PROMOSI Promosi dilakukan secara berkala dengan anggaran 10 % dari pendapatan perusahaan. 3. Produk yang di hasilkan dari pengolahan hasil bumi.2 TARGET ATAU SEGMEN PASAR YANG DITUJU Segmen pasar yang dituju disini adalah semua golongan yang menggunakan produk pengolahan hasil bumi.76 .  STRATEGI PENETAPAN HARGA Harga ditetapkan berdasarkan hasil perhitungan total biaya bersih produksi ditambah dengan keuntungan yang diharapkan Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.3  STRATEGI PEMASARAN PENGEMBANGAN PRODUK produk agar mendapatkan differensiasi dengan produk lain.

77 .9 Format Space Matrix Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.____________________________________________________Laporan Akhir Gambar 4.

palawija. poncosumu. berupa Ketela pohon. Ketersediaan bahan baku yang akan diolah oleh daerah gunung sawur tidak kontinyu sehingga memungkinkan butuh pasokan dari daerah lain. Potensi energi listrik dari PLTMH gunung sawur. KEKUATAN Gunung sawur memiliki potensi sumberdaya alam dan hasil bumi yang cukup berlimpah. masyarakat bisa kreatif dalam pengolahan hasil bumi yang mereka hasilkan.78 . Gambar 4.10 Matrix SWOT Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. KELEMAHAN Belum adanya pengolahan hasil bumi menjadi produk lebih bernilai jual dan hanya dijual mentah kepada pengepul maupun penadah Belum adanya teknologi tepat guna yang mampu mengolah hasil bumi menjadi produk jadi.pisang. Penadah yang ada disekitar lokasi PLTMH akan menjadi pesaing dari usaha produktif yang akan didirikan. kajar kuning cukup untuk memenuhi kebutuhan usaha produktif Akses jalan sudah baik ANCAMAN Ancaman pada pengolahan hasil bumi menjadi usah produktif yang ada didaerah PLTMH gunung sawur yaitu ketersediaan debit air yang akan mempengaruhi suplai listrik ke usaha produktif dalam memproses hasil bumi.padi.____________________________________________________Laporan Akhir PELUANG Hasil bumi yang perlu sentuhan dari instansi terkait untuk mengolah hasil bumi menjadi produk bernilai guna Pemanfaatan teknologi tepat guna untuk pengolahan hasil bumi Dengan adanya usaha produktif. potensi ini dapat menajadi salah satu fakor pengembangan tingkat ekonomi masyarakat sekitar.

____________________________________________________Laporan Akhir

3.4.5 Analisis kondisi mikrohidro dengan usaha produktif
Posisi PLTMH Maturity Growth Decline Introduction

Gambar 4. 11 Analisis Diagaram PLC untuk PLTMH (product Life Cycle) Waktu

Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro

4- 79

____________________________________________________Laporan Akhir

Gambar 4. 11 Analisis Diagaram PLC untuk PLTMH (product Life Cycle) Tabel 4.2 Keterangan Tabel PLC di setiap keadaan Perkenalan Pertumbuhan Lambat Negative Pertumbuhan Pertumbuhan Cepat Maksimal Stabil Stabil Menurun Menurun Menurun Menurun

Penjualan Keuntungan

Sekarang PLTMH di Indonesia berada pada posisi Introduction menuju Growth dimana PLTMH yang ada di Indonesia sekarang dalam masa perkembangan. Pada tahap ini pembangunan PLTMH membutuhkan biaya (Investasi) dana yang besar untuk memaksimalkan kondisi menuju Level Maturity. Pada tahap maturity ini kondisi dan penggunaan serta manfaat PLTMH dalam keadaan optimum, stabil, menguntungkan. Hal yang perlu diperhatikan pada PLTMH yaitu apakah yang akan terjadi pada masa yang akan datang dimana PLTMH menuju posisi Decline. Dengan adanya usaha kegiatan usaha produktif oleh PLTMH Demosite,

diharapkan PLTMH tersebut dapat sustain dengan berbagai macam kondisi, baik itu pengaruh yang mengancam dari luar maupun dari dalam

Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro

4- 80

____________________________________________________Laporan Akhir

3.5

SALURAN DISTRIBUSI RENCANA DISTRIBUSI WILAYAH

PEMASARAN DAN JALUR
1. Wilayah Pemasaran Lokal Regional 60% 40%

 

2.

Jalur Distribusi

 

Individu Industri

 

Distributor Retailer

4.

ANALISIS OPERASI

4.1

PROSES PRODUKSI

Proses produksi yang akan dilakukan meliputi proses pemilihan bahan baku awal dengan memilih hasil bumi apa yang akan diproduksi, kemudiah bahan baku tersebut disortir untuk mendapatkan bahan baku berkualitas baik. Setelah sortir dilakukan kemudian tahap berikutnya adalah pengolahan hasil sortiran dengan menggunakan alat teknologi tepat guna yang bisa membantu proses produksi menjadi lebih cepat dan mendapatkan jumlah produksi yang optimal. Stelah pengolahan hasil bumi selesai produk dipacking dan kemudian siap dipasarkan ke market

SKEMA PROSES PRODUKSI

Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro

4- 81

12 Proses Produksi Berikut ini contoh teknologi tepat guna yang bisa digunakan usaha produktif dalam mengolah hasil bumi nya: Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.82 .____________________________________________________Laporan Akhir Gambar 4.

Membantu pengirisan pisang menjadi lebih cepat Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.____________________________________________________Laporan Akhir Tabel 4.3 Rencana alat yang akan digunakan dalam proses produksi No 1 NAMA ALAT Mesin Pengiris DAYA YANG DIBUTUHKAN Motor ½ Hp CARA PEMAKAIAN BIAYA PEMBUATAN Rp.5.83 . Masukkan pisang yang telah dikupas. Hidupkan mesin 2.000 NILAI TAMBAH GAMBAR 1.000.

84 . Manajemen Bagian Produksi Bagian Pemasaran Bagian Administrasi Lain .S1 1 1 tahun Ahli Manajemen Pengoperasian Mesin Produksi Paham pemasaran Bisa mengendarai motor/mobil konsep JABATAN Manajemen Produksi Pemasaran Administrasi SMP/SMA 6.2 RENCANA KEBUTUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM Tabel 4. RENCANA PENGEMBANGAN USAHA  STRATEGI PEMASARAN Analisis SWOT produk secara rutin untuk mempertahankan sustainabilitas usaha produktif Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.1 ANALISIS SUMBERDAYA MANUSIA (SDM) ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KERJA Tabel 4.4 rencana kebutuhan tenaga kerja BAGIAN / DEPT. SMA.5 rencana kebutuhan pengembangan SDM Pengalaman Keterampilan Tingkat Pendidikan (tahun) Khusus D3/S1 SMU/D3/S1 SMP(Sales). 5.____________________________________________________Laporan Akhir 5.Lain TOTAL Jumlah 3 5 4 3 3 18 5.D3.

____________________________________________________Laporan Akhir

STRATEGI PRODUKSI Produksi dilakukan secara kontinyu untuk mendapatkan produksi secara terus menerus dengan memanfaatkan teknologi tepat guna sesuai dengan hasil bumi yang diolah.

STRATEGI ORGANISASI DAN SDM Pengelolah usaha produktif yang dipilih memiliki kompetensi di bindangnya agar usaha produktif berbasis mikrohidro dapat berjalan dengan baik.

STRATEGI KEUANGAN Keuangan akan terus dianalisis, dengan analisis how, what, why, when, who. Analisis ini akan membantu mengetahuhi bagaimana kondisi ekonomi sekarang, bagaimana solusinya, siapa saja yang berpengaruh dalam perubahan keuangan (kas) Usaha. Membuat laporan secara berkala (draft laporan keuangan bisa dilihat di bawah)

6.1

TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN USAHA
Tabel 4.6 Rencana waktu pengembangan usaha produktif bulan ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

KEGIATAN
Produksi Penjualan

Perencanaan Produksi

Perencanaan awal perencanaan produksi di rencanakan selama 3 bulan pertama, mulai dari perizinan sampai produksi. Produksi direncanakan pada bulan ke 4 dan seterusnya serta dilanjutkan dengan pemasaran dan penjualan.

Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro

4- 85

____________________________________________________Laporan Akhir

7. ANALISIS KEUANGAN Pada kegiatan usaha produktif di lokasi PLTMH Gunung Sawur rencana peminjaman ditujukan melalui skema program pemerintah sebesar Rp.100.000.000,- dengan tingkat suku bunga 3 % pertahun selama 3 tahun masa pembayaran. Estimasi ini didapat dari hasil perhitungan biaya-biaya seperti diwahn ini: 7.1 Analisis Rencana Pengembalian Pinjaman Dik P = Rp.100.000.000 I = 3% /tahun selama 3 tahun Ditanya A=…? A= P A= Rp.100.000.000 A= Rp.4.580.141 Maka cicilan yang harus dibayar tiap bulannya selama 36 bulan (3 tahun) untuk pinjaman Rp.100.000.000 yaitu sebesar Rp.4.580.141 A= Rp.4.580.141

P=Rp.100.000.000 1 2 3 4…………………36

Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro

4- 86

____________________________________________________Laporan Akhir

7.2 Menghitung Keuntungan Perbulan

Pembelian Asset dan Sewa Bangunan

Keterangan Sewa bangunan Alat Tulis dan Peralatan Kantor Mesin

Jumlah

Satuan 1 Bulan 1 Bulan 5 Unit

Biaya 1500000 500000 10000000 Total

Total 1500000 500000 50000000 52000000 2000000 2000000 5000000 9000000 1000000 28000000 100000 300000 100000 4580000 500000 902777.7778 35482777.78 96482777.78

Fixed Cost

Gaji Pimpinan Gaji Staff Administrasi Umum Gaji Buruh Produksi

1 Bulan 2 Orang/bulan 5 Orang/bulan Total

2000000 1000000 1000000

Biaya Transportasi Biaya Pembelian Bahan Baku Biaya Pembelian Bahan Pembantu Biaya Pemeliharaan Variable Cost Biaya Pemasaran Biaya Angsuran pokok* Biaya Listrik dan Telepon Biaya Penyusutan Asset**

1 3500 1 1 1 1 1 1

Bulan Kg/bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan

1000000 8000 100000 300000 100000 4580000 500000 902777.7778 Total Total Biaya

*) Biaya angsuran pokok didapat dari perhitungan Annual Payment perhitungan pengembalian pinjaman

Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro

4- 87

____________________________________________________Laporan Akhir

Asset Punyusutan
PEYUSUTAN ASET**

52,000,000.00 Rupiah 0.25

25%

Faktor penentu Bulan aktif Bulan 1 th
BAHAN BAKU

jumlah Bulan 10 12

Konversi

Satuan 0.208333333 bulan 10,833,333.33 per tahun 902,777.78 bulan

Jenis Produk Keripik Pisang Sale pisang TOTAL BAHAN BAKU

Rencana Kapasitas Produksi Jumlah Satuan 2000 Kg

Konversi

Satuan 3500000 gram 7000 Bungkus/bulan 233 Bungkus/hari 67 bungkus/hari

1500 Kg 3500 Kg

PENDAPATAN

Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro

4- 88

517.67 10.165.222 57.89 .000.000.00 Laba Sebelum Pajak PENDAPATAN SETELAH PPH Pendapatan perbulan Biaya perbulan Laba sebelum Pajak/ Bulan 160.00 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.777.22 Laba sebelum Pajak/ Bulan 63517222.33 160.66666667 Bungkus(1 Kg) /hari Pendapatan Per hari Pendapatan Perbulan Total Biaya 20.00 666.22 pph 10 % Laba Setelah Pajak 6351722.00 96.000.000.000.666.222.333.____________________________________________________Laporan Akhir Keterangan Keripik Pisang Sale Pisang Jumlah Produksi Satuan Harga 233 Bungkus (500 gram) /hari 66.00 4.333.500.67 5.78 63.666.482.666.000.

ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN DAN ANTISIPASI DAMPAK LINGKUNGAN Dampak Adanya limbah hasil produksi yang dihasilkan dari usaha produktif jika tidak diolah akan menjadi sampah yang mengganggu lingkungandasar Antisipasinya yaitu dengan mengolah limbah yang dihasilkan menjadi pupuk organik karena bahan dasar hasil bumi merupakan berbahan alami. MANFAAT USAHA PRODUKTIF UNTUK MASYARAKAT Dengan adanya pemanfaatan teknologi tepat guna. ANALISIS RESIKO USAHA Terganggunya proses produksi karena suplai bahan baku dari warga tidak konstan akan menyebabkan terganggunya aliran kas UMKM sehingga nantinya akan berpengaruh pada keuangan usaha produktif Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. masyarakat bisa menjadi lebih produktif dalam meproduksi hasil buminya dengan memanfaatkan listrik yang dihasilkan oleh PLTMH Masyarakat disekitar PLTMH Gunung Sawur dapat ikut berpartisipasi dalam mengolah hasil produksi sehingga masyarakat bisa lebih aktif. 9. kreatif untuk meningkatkan perekonomian desa.____________________________________________________Laporan Akhir 8. 10.90 .

Membeli hasil bumi nutuk mecukupi bahan baku produksi jika terjadi kekurangan 3. Skema Perbankan.7 Skema . SKEMA PENDANAAN Menyediakan dana untuk proses pendampingan dalam rangka mengembangkan usaha produktif masyarakat dengan menggalang dana yang bersumber dari insentif pemerintah. Skema pendanaan yang bisa dijadikan sumber pendanaan usaha produktif antara lain: 1. secara umum dibagi berdasarkan limit kredit yang disediakan (data diambil dari Bank Mandiri).  Dokumen legalitas Program Kredit Investasi Usaha Mikro dan Kecil Fasilitas kredit yang Struktur Pembiayaan  Limit kredit: Di atas Rp 100 juta sampai dengan Rp 5 milyar 4.____________________________________________________Laporan Akhir 11. dana pelaku usaha. padi. Perawatan system dan perawatan mesin produksi secara teratur. Skema Modal Ventura Skema-skema pendanaan usaha produktif dapat dilihat pada tabel 3. Memproduksi hasil bumi yang tersedia seperti Ketela pohon.skema pendanaan perbankan Pengguna Persyaratan Perorangan dan badan usaha  Memenuhi kriteria usaha menengah atau kecil. dana masyarakat (reinvestasi) dan kredit lunak. ANTISIPASI RESIKO USAHA 1.91 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro . 2. palawija sesuai dengan musim panen hasil bumi yang dihasilkan masyarakat gunung sawur agar proses produksi tidak terhenti. Skema Program Pemerintah 4. Sebagai berikut : 1. Skema Syariah 3. 12. pisang. Skema perbankan 2. Tabel 4.

KK. besarnya 4. Akte Pendirian Perusahaan. TDP.  Menyusun rencana proyek. Badan usaha  Kredit diberikan dalam rupiah atau valuta asing  Jangka waktu pengembalian: Bisa lebih dari 1 tahun Kredit Investasi Korporasi Fasilitas kredit jangka menengah dan jangka panjang yang diberikan untuk pembiayaan pengadaan barangbarang modal untuk rehabilitasi. pendirian proyek baru dan atau kebutuhan khusus terkait investasi. misalnya: KTP. SIUP. pemohon.  Dokumen legalitas usaha. besarnya disesuaikan atas dasar cash flow usaha  Pelunasan bersumber dari hasil usaha dengan barang-barang modal yang dibiayai  Jaminan Tambahan: Dipersyaratkan apabila menurut penilaian bank diperlukan  Kredit diberikan dalam rupiah maupun valuta asing  Limit kredit: Di atas Rp 50 milyar  Pembiayaan: Bank maksimal 65% dari kebutuhan modal kerja dan pembiayaan sendiri minimal 35%  Jaminan Utama: Usaha yang dibiayai. Kredit Investasi Komersial Fasilitas kredit jangka menengah dan jangka panjang yang diberikan untuk pembiayaan pengadaan barang barang modal untuk rehabilitasi. modernisasi.92 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro . perluasan.____________________________________________________Laporan Akhir diberikan untuk membiayai kebutuhan barang modal dalam rangka rehabilitasi. modernisasi. perluasan ataupun pendirian proyek baru maupun refinancing. misalnya: NPWP. perluasan ataupun Badan usaha  Limit kredit: Di atas Rp 5 milyar sampai dengan Rp 50 milyar  Pembiayaan: Bank maksimal 65% dari kebutuhan modal kerja dan pembiayaan sendiri minimal 35%  Jaminan Utama: Usaha yang dibiayai. modernisasi.

dan lainlain)    Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.93 . iB Bagi Hasil (Musyarakah) Kerjasama antara bank dengan nasabah untuk mencampurkan dana/modal mereka pada suatu usaha tertentu. disesuaikan atas dasar cash flow usaha  Pelunasan bersumber dari hasil usaha dengan barang-barang modal yang dibiayai  Jaminan Tambahan: Dipersyaratkan apabila menurut penilaian bank diperlukan  Kredit diberikan dalam rupiah maupun valuta asing 2.____________________________________________________Laporan Akhir pendirian proyek baru maupun refinancing . PT. Fa. secara umum dibagi berdasarkan mekanisme pembiayaan yang disediakan (data diambil dari Bank Bukopin Syariah). dan lainlain) Legalitas:  Kelengkapan legalitas Subyek Hukum  Kelengkapan legalitas Obyek Hukum (perizinan. dengan pembagian keuntungan berdasarkan nisbah bagi hasil yang telah disepakati. dll) Manajemen:  Berpengalaman di bidangnya minimal 2 tahun  Track record perbankan yang bersih  Track record bisnis yang baik Usaha:  Daya tahan mesin  Ketersediaan suku cadang  Ketersediaan dan kehandalan tenaga kerja  Dukungan peraturan dan perundang Struktur Pembiayaan Plafond: maksimal 80% dari total nilai proyek di luar pembebasan lahan dan biaya perizinan Kegunaan: Investasi Jangka Waktu: Idealnya tidak lebih dari 60 bulan Margin / Nisbah Bagi Hasil: Ditentukan kemudian Biaya Administrasi: Setara dengan 1% dari plafond Pola Penarikan: Bertahap sesuai kebutuhan Pembayaran: Sesuai jadwal angsuran yang disepakati / sesuai revenue dan nisbah pokok dan    Perorangan dan badan usaha (CV. kontrak. yayasan. dan resiko menjadi tanggungan bersama. Skema Syariah.8 Skema – skema pendanaan syariah Peengguna Persyaratan Perorangan dan badan usaha (CV. yayasan. koperasi. Tabel 4. koperasi. Program iB Murabahah Bank akan melakukan pembelian atau pemesanan barang sesuai permintaan nasabah kemudian menjualnya kepada nasabah sebesar harga beli ditambah keuntungan yang disepakati. Fa. PT.

Perorangan dan badan usaha (CV. PT. Kontrak harus mencantumkan pembayaran atas Kontrak/SPK/PO tersebut ke rekening nasabah di bank terkait. dan lainlain) Perorangan dan badan usaha (CV. 4. dan lainlain) Pemberian pembiayaan dengan jaminan cash collateral yang ada di bank dan diblokir sampai dengan pembiayaan lunas.94 Program DNS KLH dengan Bank Syariah Mandiri. Mutasi keuangan usaha dilakukan di bank terkait. yayasan. Skema Program Pemerintah Program Tabel 4. tabungan. PT. kelompok dan badan usaha berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum. Jaminan diasuransikan melalui perusahaan asuransi rekanan bank terkait. 3.9 Skema pendanaan program pemerintah Pengguna Persyaratan Koperasi dan badan usaha:  Usaha Mikro: memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat  Perorangan.  Memiliki dan menjalankan usaha produktif Struktur Pembiayaan Akad:  Jual-Beli (Murabahah)  Bagi Hasil (Musyarakah. Fa. merupakan program konversi hutang pemerintah Indonesia kepada pemerintah Jerman yang digantikan dengan Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro . dimana pihak bank menyediakan seluruh modal dan nasabah sebagai pengelola. giro)  Kendaraan roda 4 usia minimal 5 tahun pada awal masa pembiayaan dan 8 tahun pada akhir masa pembiayaan  Tanah dan bangunan (SHM atau SHGB)  Mesin (akan dinilai oleh bank)  Tagihan efektif  Rasio plafond terhadap agunan 1 : 1. koperasi. yayasan. PT. IB Investasi Terikat (Mudharabah Muqoyyadah) Pembiayaan yang diinvestasikan nasabah/pemilik dana khusus untuk bisnis tertentu dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh nasabah. Fa. koperasi.25  Agunan diasuransikan Khusus untuk iB Jaminan Tunai: plafond pembiayaan sebesar 95% dari cash collateral yang dijaminkan. 3. dan lainlain) undangan  Rekomendasi dari konsultan independen Keuangan:  Kepastian Sumber Pendapatan  Cashflow positif  Bowheer yang bonafid  Kesinambungan usaha Agunan:  Tunai (deposito. bagi hasil setiap bulan  Pengikatan: Notariil (untuk akad line facility) dan intern (untuk setiap pencairan)  Persyaratan Umum: 1. koperasi. yayasan. Memelihara saldo minimum sebesar 1 (satu) bulan angsuran / sebesar ekspektasi bagi hasil bulanan dan diblokir sampai pembiayaan lunas. dengan pembagian keuntungan berdasarkan nisbah bagi hasil yang telah disepakati. Mudharabah) Limit Pembiayaan:  Untuk perorangan/ badan usaha 4. iB Jaminan Tunai Perorangan dan badan usaha (CV.____________________________________________________Laporan Akhir iB Bagi Hasil (Mudharabah) Kerjasama antara bank dengan nasabah. 2. Fa.

menengah.  Usaha Kecil: memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50 juta sampai dengan paling banyak Rp500 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. 16%pa. merupakan program penjaminan Pemerintah RI sebagai realisasi Inpres No 6 Tahun 2007 untuk meningkatkan akses pembiayaan dan mengembangkan usaha mikro.____________________________________________________Laporan Akhir pembiayaan bank kepada usaha mikro dan kecil di sektor lingkungan usaha. Pola Pembiayaan:  Executing: Pembiayaan bank langsung kepada nasabah DNS. 60%.5 milyar     yang layak untuk dibiayai (feasible). atau memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp300 juta rupiah. Rp 500 juta x jumlah anggota Jangka Waktu:  Maks. untuk usaha kecil dan mikro binaannya.  Imbal jasa penjaminan sebesar 1. dan koperasi dalam rangka Usaha Mikro. 60 bulan. Rp 500 juta  Untuk koperasi maks.  Channeling: Pembiayaan bank langsung kepada nasabah melalui koperasi/pers.  Modal kerja maks. Kecil. Lokasi Nasabah DNS berada dalam wilayah kerja Bank. asuransi pembiayaan 70% dari plafon pembiayaan  Pricing pembiayaan maks. dimungkinkan 96 bulan dengan persetujuan khusus Margin/bagi hasil:  setara.5% 4. Kredit Usaha Rakyat (KUR).95 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro . Menengah dan Koperasi (UMKMK) atau perorangan  Memiliki pengalaman usaha  Memiliki legalitas usaha dan NPWP  Berdasarkan trade checking tidak ada informasi negatif mengenai perusahaan pengurus/pemilik dan tidak sedang menghadapi/ terlibat masalah hukum  Jaminan berupa maks. Bersedia menyediakan agunan. Tujuan penggunaan:  Investasi min. Mempunyai legalitas dan perizinan usaha sesuai ketentuan yang berlaku. Mempunyai pengalaman usaha di bidang yang akan dibiayai. 40% Biaya:  Sesuai ketentuan yang berlaku. kecil. 10% pa. efektif Self Financing:  Minimal 5% dari kebutuhan dana. Rp 500 juta  Maks.  Kemitraan: Pembiayaan bank langsung kepada perusahaan.  Plafon pembiayaan yang dijamin perusahaan asuransi maks. atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300 juta sampai dengan paling banyak Rp 2.

Ada  Proposal pengajuan kondisi CPPU Perusahaan Pasangan juga yang kredit. harus sudah akan dilakukan. perusahaan pengurus/pemilik tidak memiliki kredit macet dan tidak masuk daftar hitam (dibayar oleh Pemerintan atas beban APBN)  Jangka waktu kredit 5 (lima) tahun  Pola Penyaluran: Langsung ke UMKMK atau tidak langsung.96 .dll). dan pembayaran pokok akan menjadi PT bagaimana CPPU pinjaman. berdasarkan penyertaan langsung tetapi menyimpan dan ijin usaha (bila pertimbangan kuat dengan pembelian potensi besar untuk ada) atau lemahnya saham Calon berkembang.KSP . Bahana Artha Ventura). Skema Modal Ventura. kewajiban berbentuk Perseroan nilai kredit yang keuangan seperti Terbatas (PT). pemodal mensyaratkan  Risiko dan adanya agunan keuntungan bisnis ditanggung dan dinikmati secara bersama-sama.  Pembiayaan Jenis pembiayaan ini perusahaan kecil atau data diri pemohon. keterangan domisili. Tabel 4.10 skema pendanaan modal ventura Program Pengguna Persyaratan Struktur Pembiayaan Penyertaan Saham Umumnya  Legalitas dokumen. diberikan berbentuk perusahaan baru. 4. bunga bersamaan dengan menjalankan maupun masuknya Modal bisnisnya penyediaan Ventura sebagai  Umumnya tidak agunan.____________________________________________________Laporan Akhir penanggulangan/ pengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja fixed asset atau proyek yang dibiayai  Memiliki kemampuan membayar dari usaha yang dibiayai  Berdasarkan SID Bank Indonesia. atau diminta. berisi  CPPU tidak Usaha (CPPU) oleh mensyaratkan CPPU rencana bisnis yang dibebani dengan Modal Ventura. yaitu melalui LKM/S (BMT.  Bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk pembiayaan namun juga dalam pengelolaan manajemen. dan bantuan teknis lainnya  Divestasi sebagai tahap akhir dalam satu periode Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. dibagi berdasarkan jenis pembiayaannya (data diambil dari PT.Koperasi.

dapat dilakukan dengan IPO (penjualan saham perdana di bursa).97 . dimana PMV menarik kembali penyertaan saham dari PPU. menjual kepada investor baru atau melikuidasi bagi PPU yang tidak berkembang. menjual kembali ke PPU. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.____________________________________________________Laporan Akhir pembiayaan. menjual ke perusahaan lain.

KECAMATAN SUMARORONG. PROVINSI SULAWESI BARAT PEMANFAATAN HASIL BUMI Kopi SEBAGAI KOMODITAS USAHA Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.____________________________________________________Laporan Akhir BISNIS PLAN RENCANA PENGEMBANGAN USAHA PRODUKTIF DI PLTMH BATANGURU.98 . KABUPATEN MAMASA.

serta pendanaan untuk meningkatkan usaha produktif.____________________________________________________Laporan Akhir 1. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. 2. maupun kapasitas masyarakat dalam menjalankan usaha produktif. Untuk melaksanakan usaha produktif tersebut diperlukan peningkatan ketrampilan. Jenis Produk / Jasa Kopi 6. Mamasa yaitu pengolahan Kopi sebagai hasil Bumi didaerahnya. Penggunaan dana yang diperoleh dapat digunakan untuk pembelian alat-alat productive use sebagai alat pengolahan hasil bumi. Dengan adanya usaha produktif ini diharapkan dapat meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat sekitar demosite PLTMH menjadi lebih 2. Mamasa 5.99 . Kecamatan Sumarorong. Skema Modal Ventura. LATAR BELAKANG USAHA DATA PERUSAHAAN Bidang Usaha Pengolahan Hasil Bumi pertanian di sekitar PLTMH Sumarorong. Oleh karena itu diperlukan usaha produktif dalam mengolah hasil bumi itu menjadi sebuah produk dan mempunyai nilai jual dengan harga yang lebih tinggi. Semua skema-skema yang ada dapat menjadi pilihan untuk memperoleh sumber pembiayaan sesuai dengan jangka waktu yang ada. Selain itu diperlukan peralatan yang menggunakan teknologi tepat guna dengan memanfaatkan energi listrik dari PLTMH. Pengolahan ini dikarenakan sampai saat ini masyarakat tidak melakukan pengolahan hasil bumi. Batanguru. Skema Syariah. meningkat.1 4. tetapi langsung menjual kepada penadah atau langsung ke pasar sehingga keuntungan yang didapat dari penjualan hasil bumi itu masih relatif kecil. Skema Program Pemerintah. RINGKASAN EKSEKUTIF Usaha yang akan didirikan di lokasi demosite PLTMH Sumarorong. pembiayaan operasional lainnya. Sumber dana yang dibutuhkan dalam upaya pengembangan usaha produktif ini dapat diperoleh melalui Skema Perbankan. Batanguru. Alamat Perusahaan Batanguru. perawatan alat.

1 ANALISIS PASAR DAN PEMASARAN PRODUK / JASA YANG DIHASILKAN Produk yang dihasilkan yaitu hasil olahan bumi berasal dari masyarakat sekitar PLTMH Sumarorong. Provinsi Sulawesi Barat 2.13 Contoh skema organisasi unit usaha produktif 3 3. Produk yang dihasilkan yaitu pengolahan biji kopi menjadi bubuk kopi siap jual.____________________________________________________Laporan Akhir Kabupaten Mamasa. baik dari kalangan menengah kebawah hingga menengah ke atas.100 .2 STRUKTUR ORGANISASI Gambar 4. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. 3.2 TARGET ATAU SEGMEN PASAR YANG DITUJU Segmen pasar yang dituju disini adalah semua golongan yang menggunakan produk pengolahan hasil bumi. Mamasa menjadi produk lebih bernilai jual dan mampu memenuhi kebutuhan market.

jenis produksi akan dikaukan inovasi-inovasi produk agar mendapatkan differensiasi dengan produk lain.3  STRATEGI PEMASARAN PENGEMBANGAN PRODUK Produk yang di hasilkan dari pengolahan hasil bumi.  STRATEGI PENETAPAN HARGA Harga ditetapkan berdasarkan hasil perhitungan total biaya bersih ditambah dengan keuntungan yang diharapkan produksi Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Pengembangan produk juga dilakukan dengan menggunakan teknologi mesin untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik dan proses produksi yang lebih optimal  PENGEMBANGAN WILAYAH PEMASARAN Wilayah pemasaran yang menjadi target dalam pengolahan hasil produksi adalah wilayah daerah gunung sawur dan tidak menutup kemungkinan mengalami ekspansi ke daerah lain  KEGIATAN PROMOSI Promosi dilakukan secara berkala dengan anggaran 10 % dari pendapatan perusahaan.101 .____________________________________________________Laporan Akhir 3.

102 .14 Format Space Matrix Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.____________________________________________________Laporan Akhir Gambar 4.

padi. Akses jalan buruk KEKUATAN Mamasa memiliki potensi sumberdaya alam dan hasil bumi yang cukup berlimpah. Ketersediaan bahan baku yang akan diolah oleh daerah Mamasa butuh pasokan dari daerah lain.palawija. Penadah yang ada disekitar lokasi PLTMH akan menjadi pesaing dari usaha produktif yang akn didirikan. KELEMAHAN Belum adanya pengolahan hasil bumi menjadi produk lebih bernilai jual dan hanya dijual mentah kepada pengepul maupun penadah.15 Matrix SWOT Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.____________________________________________________Laporan Akhir PELUANG Hasil bumi yang perlu sentuhan dari instansi terkait untuk mengolah hasil bumi menjadi produk bernilai guna. Pemanfaatan teknologi tepat guna untuk pengolahan hasil bumi. Gambar 4. berupa Ketela pohon.pisang. Belum adanya teknologi tepat guna yang mampu mengolah hasil bumi menjadi produk jadi.103 . Potensi energi listrik dari PLTMH cukup untuk memenuhi kebutuhan usaha produktif ANCAMAN Ancaman pada pengolahan hasil bumi menjadi usah produktif yang ada didaerah PLTMH Mamasa yaitu ketersediaan debit air yang akan mempengaruhi suplai listrik ke usaha produktif dalam memproses hasil bumi. masyarakat bisa kreatif dalam pengolahan hasil bumi yang mereka hasilkan. Dengan adanya usaha produktif. potensi ini dapat menajadi salah satu fakor pengembangan tingkat ekonomi masyarakat sekitar.

4. stabil.11 Keterangan Tabel PLC di setiap keadaan Perkenalan Pertumbuhan Lambat Negative Pertumbuhan Pertumbuhan Cepat Maksimal Stabil Stabil Menurun Menurun Menurun Menurun Penjualan Keuntungan Sekarang PLTMH di Indonesia berada pada posisi Introduction menuju Growth dimana PLTMH yang ada di Indonesia sekarang dalam masa perkembangan. Dengan adanya usaha kegiatan usaha produktif oleh PLTMH Demosite.____________________________________________________Laporan Akhir 3. diharapkan PLTMH tersebut dapat sustain dengan berbagai macam kondisi.104 . menguntungkan. baik itu pengaruh yang mengancam dari luar maupun dari dalam Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. 16 Analisis Diagaram PLC untuk PLTMH (product Life Cycle) Tabel 4. Hal yang perlu diperhatikan pada PLTMH yaitu apakah yang akan terjadi pada masa yang akan datang dimana PLTMH menuju posisi Decline. Pada tahap ini pembangunan PLTMH membutuhkan biaya (Investasi) dana yang besar untuk memaksimalkan kondisi menuju Level Maturity.5 Analisis kondisi mikrohidro dengan usaha produktif Posisi PLTMH Maturity Growth Decline Introduction Waktu Gambar 4. Pada tahap maturity ini kondisi dan penggunaan serta manfaat PLTMH dalam keadaan optimum.

kemudiah bahan baku tersebut disortir untuk mendapatkan bahan baku berkualitas baik. Wilayah Pemasaran Lokal Regional 60% 40%   2.____________________________________________________Laporan Akhir 3.105 . Setelah sortir dilakukan kemudian tahap berikutnya adalah pengolahan hasil sortiran dengan menggunakan alat teknologi tepat guna yang bisa membantu proses produksi menjadi lebih cepat dan mendapatkan jumlah produksi yang optimal.5 SALURAN DISTRIBUSI RENCANA DISTRIBUSI WILAYAH PEMASARAN DAN JALUR 1. Jalur Distribusi   Individu Industri   Distributor Retailer 4. ANALISIS OPERASI 4. Stelah pengolahan hasil bumi selesai produk dipacking dan kemudian siap dipasarkan ke market SKEMA PROSES PRODUKSI Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.1 PROSES PRODUKSI Proses produksi yang akan dilakukan meliputi proses pemilihan bahan baku awal dengan memilih hasil bumi apa yang akan diproduksi.

____________________________________________________Laporan Akhir Gambar 4. 17 Proses Produksi Berikut ini beberapa contoh teknologi tepat guna yang bisa digunakan usaha produktif untuk membantu proses produksi : Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.106 .

000.000 Mengubah Biji menjadi tepung tanpa penumbukan secara manual Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.107 .000.15.15.00 NILAI TAMBAH Membantu pengupasan kulit kopi secara masal dan mempercepat proses produksi GAMBAR 2 Mesin penepung 220 Volt Hidupkan mesin kemudian masukkan biji yang sudah terkupas kulitnya Rp.12 Rencana alat yang akan digunakan dalam proses produksi No 1 NAMA ALAT Mesin Pengupas Kopi DAYA YANG DIBUTUHKAN Motor 1 Hp 220 Volt CARA PEMAKAIAN Hidupkan mesin dan masukkan kopi BIAYA PEMBUATAN Rp.____________________________________________________Laporan Akhir Tabel 4.

Rencana kebutuhan dan pengembangan SDM Pengalaman Keterampilan Tingkat Pendidikan (tahun) Khusus D3/S1 SMU/D3/S1 SMP(Sales). SMA.S1 1 1 tahun Ahli Manajemen Pengoperasian Mesin Produksi Paham pemasaran Bisa mengendarai motor dan mobil konsep JABATAN Manajemen Produksi Pemasaran Administrasi SMP/SMA 6. 5.1 ANALISIS SUMBERDAYA MANUSIA (SDM) ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KERJA Tabel 4.2 RENCANA KEBUTUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM Tabel 4.13.Lain TOTAL Jumlah 3 5 4 3 3 18 5. RENCANA PENGEMBANGAN USAHA  STRATEGI PEMASARAN Analisis SWOT produk secara rutin untuk mempertahankan sustainabilitas usaha produktif Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.D3. Rencana kebutuhan tenaga kerja BAGIAN / DEPT.____________________________________________________Laporan Akhir 5. Manajemen Bagian Produksi Bagian Pemasaran Bagian Administrasi Lain .14.108 .

 STRATEGI ORGANISASI DAN SDM Pengelolah usaha produktif yang dipilih memiliki kompetensi di bindangnya agar usaha produktif berbasis mikrohidro dapat berjalan dengan baik. why. when. what. who.109 .15 Rencana waktu pengembangan usaha produktif bulan ke 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 KEGIATAN Produksi Penjualan Perencanaan Produksi Perencanaan awal perencanaan produksi di rencanakan selama 3 bulan pertama. dengan analisis how. Analisis ini akan membantu mengetahuhi bagaimana kondisi ekonomi sekarang. siapa saja yang berpengaruh dalam perubahan keuangan (kas) Usaha. mulai dari perizinan sampai produksi. Membuat laporan secara berkala (draft laporan keuangan bisa dilihat di bawah) 6. Produksi direncanakan pada bulan ke 4 secara kontinyu serta diikuti proses pemasaran dan penjualan. bagaimana solusinya.____________________________________________________Laporan Akhir  STRATEGI PRODUKSI Produksi dilakukan secara kontinyu untuk mendapatkan produksi secara terus menerus dengan memanfaatkan teknologi tepat guna sesuai dengan hasil bumi yang diolah.  STRATEGI KEUANGAN Keuangan akan terus dianalisis.1 TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN USAHA Tabel 4. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.

4.100.000 1 2 3 4…………………36 A= P A= Rp.580.580.000.580. 7.____________________________________________________Laporan Akhir 7.110 .4. ANALISIS KEUANGAN Pada kegiatan usaha produktif di lokasi PLTMH Sumarorong Mamasa.000 yaitu sebesar Rp.100.100.000.100.000 A= Rp.000.000.000 I = 3% /tahun selama 3 tahun Ditanya A=…? P=Rp.100. rencana peminjaman ditujukan melalui skema program pemerintah sebesar Rp.141 Maka cicilan yang harus dibayar tiap bulannya selama 36 bulan (3 tahun) untuk pinjaman Rp.000.141 A= Rp.dengan tingkat suku bunga 3 % pertahun selama 3 tahun masa pembayaran.1 Analisis Rencana Pengembalian Pinjaman Dik P = Rp.141 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.000.4.

111 .____________________________________________________Laporan Akhir Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.

000.777.000.777.00 6.2 Menghitung Keuntungan Perbulan PENGELUARAN Pembelian Asset dan Sewa Bangunan Keterangan Sewa bangunan Alat Tulis dan Peralatan Kantor Mesin Jumlah 1 Bulan 1 Bulan 5 Unit Satuan Biaya 1.00 902.000.000.00 1.00 9.00 100.00 902.000.00 5.000.000.78 *) Biaya angsuran pokok didapat dari perhitungan Annual Payment perhitungan pengembalian pinjaman Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.500.____________________________________________________Laporan Akhir 7.000.000.00 1.382.777.000.00 2.000.00 12.000.00 1.000.000.000.00 Total Total 1.000.000.000.78 20.00 Variable Cost Biaya Transportasi Biaya Pembelian Bahan Baku Biaya Pembelian Bahan Pembantu Biaya Pemeliharaan Biaya Pemasaran Biaya Angsuran pokok* Biaya Listrik dan Telepon Biaya Penyusutan Asset** 1 2000 1 1 1 1 1 1 Bulan Kg/bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Total Total Biaya 1.112 .00 2.000.000.000.00 300.000.00 4.000.000.000.00 4.580.000.00 500.00 500.78 Fixed Cost Gaji Pimpinan Gaji Staff Administrasi Umum Gaji Buruh Produksi 1 Bulan 2 Orang/bulan 5 Orang/bulan Total 2.000.000.000.000.78 81.00 100.000.500.000.00 500.000.000.00 50.580.000.00 10.00 1.000.000.000.000.00 1.000.00 500.000.00 52.777.000.382.00 300.000.

78 bulan Faktor penentu Bulan aktif Bulan 1 th KAPASITAS PRODUKSI Rencana Produksi Produksi Kopi (2000Kg)/bulan Konversi Satuan 2000000 gr 16000 Bungkus/bulan 533 bungkus/hari PENDAPATAN Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.113 .25 jumlah Bulan 10 12 Konversi 25% Satuan 0.33 per tahun 902.000.21 bulan 10.____________________________________________________Laporan Akhir Asset Punyusutan PENYUSUTAN ASSET ** 52.00 Rupiah 0.000.777.333.833.

617.78 Laba sebelum Pajak/ Bulan 78.00 Total Biaya 5.222 70.33 5.755.00 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.000.000.22 Laba sebelum Pajak/ Bulan pph 10 % 78617222.222.000.777.____________________________________________________Laporan Akhir Keterangan Kopi Jumlah Produksi Satuan 533 Bungkus ukuran (125gr) /hari Pendapatan Per hari Pendapatan Perbulan Harga 10.333.00 Laba Sebelum Pajak PENDAPATAN SETELAH PPH Pendapatan perbulan 160.33 160.333.22 Laba Setelah Pajak 7861722.382.00 Biaya perbulan 81.333.333.000.500.000.114 .

115 . 10. MANFAAT USAHA PRODUKTIF UNTUK MASYARAKAT Dengan adanya pemanfaatan teknologi tepat guna. ANALISIS RESIKO USAHA Terganggunya proses produksikarena suplai bahan baku dari warga tidak konstan akan menyebabkan terganggunya aliran kas UMKM sehingga nantinya akan berpengaruh pada proses cicilan pinjaman Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. masyarakat bisa menjadi lebih produktif dalam meproduksi hasil buminya dengan memanfaatkan listrik yang dihasilkan oleh PLTMH Masyarakat disekitar PLTMH Sumarorong. Mamasa dapat ikut berpartisipasi dalam mengolah hasil produksi sehingga masyarakat bisa menjadi lebih aktif. kreatif untuk meningkatkan perekonomian desa.____________________________________________________Laporan Akhir 8. ANALISIS DAMPAK LINGKUNGAN DAN ANTISIPASI DAMPAK LINGKUNGAN Dampak Adanya limbah hasil produksi yang dihasilkan dari usaha produktif jika tidak diolah akan menjadi sampah yang mengganggu Antisipasinya yaitu dengan mengolah limbah yang dihasilkan menjadi pupuk organik karena bahan dasar hasil bumi merupakan berbahan alami. 9.

Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro . dana pelaku usaha.____________________________________________________Laporan Akhir 11. Akte Pendirian Perusahaan.skema pendanaan perbankan Pengguna Persyaratan Perorangan dan badan usaha  Memenuhi kriteria usaha menengah atau kecil.  Dokumen legalitas pemohon. SKEMA PENDANAAN Menyediakan dana untuk proses pendampingan dalam rangka mengembangkan usaha produktif masyarakat dengan menggalang dana yang bersumber dari insentif pemerintah. KK. Skema Program Pemerintah 4.116 Kredit Investasi Usaha Mikro dan Kecil Fasilitas kredit yang diberikan untuk membiayai kebutuhan barang modal dalam rangka rehabilitasi. Skema pendanaan yang bisa dijadikan sumber pendanaan usaha produktif antara lain: 1. Skema Modal Ventura Skema-skema pendanaan usaha produktif dapat dilihat pada tabel 4. Skema Perbankan. dana masyarakat (reinvestasi) dan kredit lunak. Program Tabel 4. Skema Syariah 3.16 Skema . misalnya: KTP.5 Sebagai berikut : 1. 12. ANTISIPASI RESIKO USAHA Membeli hasil bumi dari daerah lain untuk mencukupi kebutuhan produksi. Skema perbankan 2.  Dokumen legalitas Struktur Pembiayaan  Limit kredit: Di atas Rp 100 juta sampai dengan Rp 5 milyar  Kredit diberikan dalam rupiah atau valuta asing  Jangka waktu pengembalian: 4. secara umum dibagi berdasarkan limit kredit yang disediakan (data diambil dari Bank Mandiri).

TDP. besarnya disesuaikan atas dasar cash flow 4. modernisasi.____________________________________________________Laporan Akhir modernisasi. perluasan ataupun pendirian proyek baru maupun Badan usaha  Limit kredit: Di atas Rp 5 milyar sampai dengan Rp 50 milyar  Pembiayaan: Bank maksimal 65% dari kebutuhan modal kerja dan pembiayaan sendiri minimal 35%  Jaminan Utama: Usaha yang dibiayai. perluasan. misalnya: NPWP.117 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro . usaha. perluasan ataupun pendirian proyek baru maupun refinancing. Badan usaha Bisa lebih dari 1 tahun Kredit Investasi Korporasi Fasilitas kredit jangka menengah dan jangka panjang yang diberikan untuk pembiayaan pengadaan barangbarang modal untuk rehabilitasi. modernisasi. Kredit Investasi Komersial Fasilitas kredit jangka menengah dan jangka panjang yang diberikan untuk pembiayaan pengadaan barang barang modal untuk rehabilitasi. SIUP.  Menyusun rencana proyek. besarnya disesuaikan atas dasar cash flow usaha  Pelunasan bersumber dari hasil usaha dengan barang-barang modal yang dibiayai  Jaminan Tambahan: Dipersyaratkan apabila menurut penilaian bank diperlukan  Kredit diberikan dalam rupiah maupun valuta asing  Limit kredit: Di atas Rp 50 milyar  Pembiayaan: Bank maksimal 65% dari kebutuhan modal kerja dan pembiayaan sendiri minimal 35%  Jaminan Utama: Usaha yang dibiayai. pendirian proyek baru dan atau kebutuhan khusus terkait investasi.

 Kelengkapan 80% dari total nilai melakukan pembelian Fa. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Tabel 4. PT.118 . secara umum dibagi berdasarkan mekanisme pembiayaan yang disediakan (data diambil dari Bank Bukopin Syariah).  Track record  Biaya Administrasi: bank dengan nasabah yayasan. undangan bagi hasil setiap iB Bagi Hasil Perorangan dan  Rekomendasi dari bulan (Mudharabah) badan usaha (CV. PT.  Kegunaan: menjualnya kepada kontrak. koperasi. dengan cadang kebutuhan pembagian  Ketersediaan dan  Pembayaran: keuntungan kehandalan Sesuai jadwal berdasarkan nisbah tenaga kerja angsuran yang bagi hasil yang telah  Dukungan disepakati / sesuai disepakati.____________________________________________________Laporan Akhir refinancing . dll) Investasi nasabah sebesar Manajemen:  Jangka Waktu: harga beli ditambah  Berpengalaman di Idealnya tidak keuntungan yang bidangnya lebih dari 60 bulan disepakati. minimal 2 tahun  Margin / Nisbah  Track record Bagi Hasil: iB Bagi Hasil Perorangan dan perbankan yang Ditentukan (Musyarakah) badan usaha (CV. bersih kemudian Kerjasama antara Fa. koperasi. usaha  Pelunasan bersumber dari hasil usaha dengan barang-barang modal yang dibiayai  Jaminan Tambahan: Dipersyaratkan apabila menurut penilaian bank diperlukan  Kredit diberikan dalam rupiah maupun valuta asing 2.17 Skema – skema pendanaan syariah Program Peengguna Persyaratan Struktur Pembiayaan iB Murabahah Perorangan dan Legalitas:  Plafond: maksimal Bank akan badan usaha (CV. dan lainbisnis yang baik Setara dengan 1% untuk mencampurkan lain) Usaha: dari plafond dana/modal mereka  Daya tahan mesin  Pola Penarikan: pada suatu usaha  Ketersediaan suku Bertahap sesuai tertentu. Skema Syariah. dan resiko peraturan dan revenue dan menjadi tanggungan perundangnisbah pokok dan bersama. legalitas Subyek proyek di luar atau pemesanan yayasan. dan lainHukum pembebasan lahan barang sesuai lain)  Kelengkapan dan biaya permintaan nasabah legalitas Obyek perizinan kemudian Hukum (perizinan. PT.

dan lainlain) konsultan independen Keuangan:  Kepastian Sumber Pendapatan  Cashflow positif  Bowheer yang bonafid  Kesinambungan usaha Agunan:  Tunai (deposito. tabungan. yayasan. Skema Program Pemerintah Tabel 4. Perorangan dan badan usaha (CV. dimana pihak bank menyediakan seluruh modal dan nasabah sebagai pengelola. Kontrak harus mencantumkan pembayaran atas Kontrak/SPK/PO tersebut ke rekening nasabah di bank terkait. 3. 2. koperasi.25  Agunan diasuransikan Khusus untuk iB Jaminan Tunai: plafond pembiayaan sebesar 95% dari cash collateral yang dijaminkan.____________________________________________________Laporan Akhir Kerjasama antara bank dengan nasabah. Fa. yayasan. dengan pembagian keuntungan berdasarkan nisbah bagi hasil yang telah disepakati. Mutasi keuangan usaha dilakukan di bank terkait. yayasan.18 Skema pendanaan program pemerintah Program Pengguna Persyaratan Program DNS KLH dengan Bank Syariah Mandiri. dan lainlain) Perorangan dan badan usaha (CV. IB Investasi Terikat (Mudharabah Muqoyyadah) Pembiayaan yang diinvestasikan nasabah/pemilik dana khusus untuk bisnis tertentu dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh nasabah.119 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro . Jaminan diasuransikan melalui perusahaan asuransi rekanan bank terkait. Memelihara saldo minimum sebesar 1 (satu) bulan angsuran / sebesar ekspektasi bagi hasil bulanan dan diblokir sampai pembiayaan lunas. PT. merupakan program konversi hutang pemerintah Indonesia kepada pemerintah Jerman yang digantikan dengan Koperasi dan badan usaha:  Usaha Mikro: memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat  Perorangan. kelompok dan badan usaha berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum. Fa. 3. koperasi. 4. giro)  Kendaraan roda 4 usia minimal 5 tahun pada awal masa pembiayaan dan 8 tahun pada akhir masa pembiayaan  Tanah dan bangunan (SHM atau SHGB)  Mesin (akan dinilai oleh bank)  Tagihan efektif  Rasio plafond terhadap agunan 1 : 1. koperasi. iB Jaminan Tunai Fa. dan lainlain) Pemberian pembiayaan dengan jaminan cash collateral yang ada di bank dan diblokir sampai dengan pembiayaan lunas.  Pengikatan: Notariil (untuk akad line facility) dan intern (untuk setiap pencairan)  Persyaratan Umum: 1. PT.  Memiliki dan menjalankan usaha produktif Struktur Pembiayaan Akad:  Jual-Beli (Murabahah)  Bagi Hasil (Musyarakah. Mudharabah) Limit Pembiayaan:  Untuk perorangan/ badan usaha 4.

60%. dimungkinkan 96 bulan dengan persetujuan khusus Margin/bagi hasil:  setara.120 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro .  Plafon pembiayaan yang dijamin perusahaan asuransi maks. Mempunyai pengalaman usaha di bidang yang akan dibiayai. Tujuan penggunaan:  Investasi min. Rp 500 juta  Maks.____________________________________________________Laporan Akhir pembiayaan bank kepada usaha mikro dan kecil di sektor lingkungan usaha. untuk usaha kecil dan mikro binaannya.  Kemitraan: Pembiayaan bank langsung kepada perusahaan. Bersedia menyediakan agunan. Pola Pembiayaan:  Executing: Pembiayaan bank langsung kepada nasabah DNS.5 milyar     yang layak untuk dibiayai (feasible).  Channeling: Pembiayaan bank langsung kepada nasabah melalui koperasi/pers. atau memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp300 juta rupiah.  Modal kerja maks. Rp 500 juta  Untuk koperasi maks. merupakan program penjaminan Pemerintah RI sebagai realisasi Inpres No 6 Tahun 2007 untuk meningkatkan akses pembiayaan dan mengembangkan usaha mikro. efektif Self Financing:  Minimal 5% dari kebutuhan dana. Mempunyai legalitas dan perizinan usaha sesuai ketentuan yang berlaku. kecil. Kecil.  Usaha Kecil: memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50 juta sampai dengan paling banyak Rp500 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. 10% pa. Lokasi Nasabah DNS berada dalam wilayah kerja Bank. Usaha Mikro. 40% Biaya:  Sesuai ketentuan yang berlaku. 4. 60 bulan. Kredit Usaha Rakyat (KUR). Menengah dan Koperasi (UMKMK) atau perorangan  Memiliki pengalaman usaha  Memiliki legalitas usaha dan NPWP  Berdasarkan trade checking tidak ada informasi negatif mengenai perusahaan pengurus/pemilik dan tidak sedang menghadapi/ maks. 16%pa. Rp 500 juta x jumlah anggota Jangka Waktu:  Maks. asuransi pembiayaan 70% dari plafon pembiayaan  Pricing pembiayaan maks. atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300 juta sampai dengan paling banyak Rp 2.

dan pembayaran pokok akan menjadi PT bagaimana CPPU pinjaman. atau diminta.19 skema pendanaan modal ventura Program Pengguna Persyaratan Struktur Pembiayaan Penyertaan Saham Umumnya  Legalitas dokumen.KSP .____________________________________________________Laporan Akhir menengah. pemodal mensyaratkan  Risiko dan adanya agunan keuntungan bisnis ditanggung dan dinikmati secara bersama-sama.  Bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk pembiayaan namun juga dalam pengelolaan Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. berisi  CPPU tidak Usaha (CPPU) oleh mensyaratkan CPPU rencana bisnis yang dibebani dengan Modal Ventura. kewajiban berbentuk Perseroan nilai kredit yang keuangan seperti Terbatas (PT).Koperasi.5% (dibayar oleh Pemerintan atas beban APBN)  Jangka waktu kredit 5 (lima) tahun  Pola Penyaluran: Langsung ke UMKMK atau tidak langsung.121 . keterangan domisili. harus sudah akan dilakukan. bunga bersamaan dengan menjalankan maupun masuknya Modal bisnisnya penyediaan Ventura sebagai  Umumnya tidak agunan. dibagi berdasarkan jenis pembiayaannya (data diambil dari PT. Tabel 4. diberikan berbentuk perusahaan baru. Ada  Proposal pengajuan kondisi CPPU Perusahaan Pasangan juga yang kredit. 4. dan koperasi dalam rangka penanggulangan/ pengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja terlibat masalah hukum  Jaminan berupa fixed asset atau proyek yang dibiayai  Memiliki kemampuan membayar dari usaha yang dibiayai  Berdasarkan SID Bank Indonesia. Skema Modal Ventura.  Pembiayaan Jenis pembiayaan ini perusahaan kecil atau data diri pemohon. berdasarkan penyertaan langsung tetapi menyimpan dan ijin usaha (bila pertimbangan kuat dengan pembelian potensi besar untuk ada) atau lemahnya saham Calon berkembang. perusahaan pengurus/pemilik tidak memiliki kredit macet dan tidak masuk daftar hitam  Imbal jasa penjaminan sebesar 1. yaitu melalui LKM/S (BMT.dll). Bahana Artha Ventura).

dapat dilakukan dengan IPO (penjualan saham perdana di bursa). menjual kepada investor baru atau melikuidasi bagi PPU yang tidak berkembang. dimana PMV menarik kembali penyertaan saham dari PPU. menjual ke perusahaan lain.122 . Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. menjual kembali ke PPU.____________________________________________________Laporan Akhir manajemen. dan bantuan teknis lainnya  Divestasi sebagai tahap akhir dalam satu periode pembiayaan.

____________________________________________________Laporan Akhir BISNIS PLAN RENCANA PENGEMBANGAN USAHA PRODUKTIF DI PLTMH SALIDO KECIL. SUMATERA BARAT PEMANFAATAN ES Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.123 .

Penggunaan dana yang diperoleh dapat digunakan untuk pembelian alat-alat productive use sebagai alat pengolahan hasil bumi. Skema Syariah. Skema Modal Ventura.124 . LATAR BELAKANG USAHA DATA PERUSAHAAN Bidang Usaha Pengolahan Es di Sekitar PLTMH Salido Kecil 8. perawatan alat. Skema Program Pemerintah. Untuk melaksanakan usaha produktif tersebut diperlukan peningkatan ketrampilan. Oleh karena itu diperlukan usaha produktif dalam mengolah Es itu menjadi sebuah produk dan mempunyai nilai jual dengan harga yang lebih tinggi. RINGKASAN EKSEKUTIF Usaha yang akan didirikan di lokasi demosite PLTMH Salido Kecil yaitu Pengolahan Es Batang menjadi es serutan yang digunakan untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan ikan. 2. Dengan adanya usaha produktif ini diharapkan dapat meningkatkan kondisi ekonomi masyarakat sekitar demosite PLTMH menjadi lebih meningkat. Selain itu diperlukan peralatan yang menggunakan teknologi tepat guna dengan memanfaatkan energi listrik dari PLTMH. tetapi langsung menjual kepada penadah atau langsung ke pasar sehingga keuntungan yang didapat dari penjualan Es itu masih relatif kecil. 2. pembiayaan operasional lainnya. Pengolahan ini dikarenakan sampai saat ini masyarakat tidak melakukan pengolahan Es. Jenis Produk / Jasa Balok Es menjadi serutan 9. maupun kapasitas masyarakat dalam menjalankan usaha produktif. Sumatera Barat Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.____________________________________________________Laporan Akhir 1. Sumber dana yang dibutuhkan dalam upaya pengembangan usaha produktif ini dapat diperoleh melalui Skema Perbankan. Alamat Perusahaan Salido Kecil. serta pendanaan untuk meningkatkan usaha produktif. Semua skema-skema yang ada dapat menjadi pilihan untuk memperoleh sumber pembiayaan sesuai dengan jangka waktu yang ada.1 7.

____________________________________________________Laporan Akhir 2. baik dari kalangan menengah kebawah hingga menengah ke atas.125 . Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.2 STRUKTUR ORGANISASI Gambar 4. 3.1 ANALISIS PASAR DAN PEMASARAN PRODUK / JASA YANG DIHASILKAN Produk yang dihasilkan yaitu hasil olahan Es balok menjadi es serut untuk memenuhi kebutuhan perikanan masyarakat sekitar Salido Kecil .2 TARGET ATAU SEGMEN PASAR YANG DITUJU Segmen pasar yang dituju disini adalah semua golongan yang menggunakan produk pengolahan Es.19 Contoh skema organisasi unit usaha produktif 3 3.

126 .  STRATEGI PENETAPAN HARGA Harga ditetapkan berdasarkan hasil perhitungan total biaya bersih produksi ditambah dengan keuntungan yang diharapkan Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. jenis produksi akan dilakukan inovasiinovasi produk agar mendapatkan differensiasi dengan produk lain.____________________________________________________Laporan Akhir 3.3  STRATEGI PEMASARAN PENGEMBANGAN PRODUK Produk yang di hasilkan dari pengolahan Es. Pengembangan produk juga dilakukan dengan menggunakan teknologi mesin untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik dan proses produksi yang lebih optimal  PENGEMBANGAN WILAYAH PEMASARAN Wilayah pemasaran yang menjadi target dalam pengolahan hasil produksi adalah wilayah daerah Salido Kecil dan tidak menutup kemungkinan mengalami ekspansi ke daerah lain  KEGIATAN PROMOSI Promosi dilakukan secara berkala dengan anggaran 10 % dari pendapatan perusahaan.

20 Format Space Matrix Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.127 .____________________________________________________Laporan Akhir Gambar 4.

KEKUATAN Pangsa pasar masih besar potensi ini dapat menajadi salah satu fakor pengembangan tingkat ekonomi masyarakat sekitar.____________________________________________________Laporan Akhir PELUANG Pengolahan Es perlu sentuhan dari instansi terkait untuk mengolah Es menjadi produk bernilai guna Pemanfaatan teknologi tepat guna untuk pengolahan Es Target pasar cukup besar. ANCAMAN Adanya pesaing usaha produktif System on grid yang ada di PLTMH salido kecil membuat usaha produktif menjadi ketergantungan suplai listrik dari PLN Gambar 4.128 . Sudah adanya sumberdaya manusia untuk menunjang pengembangan kegiatan usaha produktif. Akses jalan menuju lokasi sudah baik.21 Matrix Ruang (space Matrix) Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. KELEMAHAN Belum adanya pengolahan hasil Es di Salido Kecil menjadi produk lebih bernilai jual dan hanya dijual mentah kepada pengepul maupun penadah Belum adanya teknologi tepat guna yang mampu mengolah hasil Es menjadi produk bernilai jual.

5 Analisis kondisi mikrohidro dengan usaha produktif Posisi PLTMH Maturity Growth Decline Introduction Waktu Gambar 4.____________________________________________________Laporan Akhir 3. Hal yang perlu diperhatikan pada PLTMH yaitu apakah yang akan terjadi pada masa yang akan datang dimana PLTMH menuju posisi Decline.20 Keterangan Tabel PLC di setiap keadaan Perkenalan Pertumbuhan Lambat Negative Pertumbuhan Pertumbuhan Cepat Maksimal Stabil Stabil Menurun Menurun Menurun Menurun Penjualan Keuntungan Sekarang PLTMH di Indonesia berada pada posisi Introduction menuju Growth dimana PLTMH yang ada di Indonesia sekarang dalam masa perkembangan. Pada tahap ini pembangunan PLTMH membutuhkan biaya (Investasi) dana yang besar untuk memaksimalkan kondisi menuju Level Maturity. menguntungkan. 22 Analisis Diagaram PLC untuk PLTMH (product Life Cycle) Tabel 4. baik itu pengaruh yang mengancam dari luar maupun dari dalam Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.129 . stabil. Dengan adanya usaha kegiatan usaha produktif oleh PLTMH Demosite. diharapkan PLTMH tersebut dapat sustain dengan berbagai macam kondisi. Pada tahap maturity ini kondisi dan penggunaan serta manfaat PLTMH dalam keadaan optimum.4.

1 PROSES PRODUKSI ES balok yang sudah ada di crusher dengan mesin.130 . ANALISIS OPERASI 4.____________________________________________________Laporan Akhir 3. Jalur Distribusi   Individu Industri   Distributor Retailer 4. SKEMA PROSES PRODUKSI Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Wilayah Pemasaran Lokal Regional 60% 40%   2.5 SALURAN DISTRIBUSI RENCANA DISTRIBUSI WILAYAH PEMASARAN DAN JALUR 1.

23 Proses Produksi Berikut ini beberapa contoh teknologi tepat guna yang bisa digunakan usaha produktif dalam mengolah usaha produktifnya: Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.131 .____________________________________________________Laporan Akhir Gambar 4.

Rencana alat yang akan digunakan dalam proses produksi No 3 NAMA ALAT Mesin Penghancur Es batu (Crusser) DAYA YANG DIBUTUHKAN 1600 watt CARA PEMAKAIAN HARGA MESIN Rp.132 .____________________________________________________Laporan Akhir Tabel 21.000 NILAI TAMBAH GAMBAR Masukkan bongkahan es batu kedalam mesin Membantu mempercepat pemecahan se batu Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.000.15.

5.133 . SMA.2 RENCANA KEBUTUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM Tabel 4.D3. RENCANA PENGEMBANGAN USAHA  STRATEGI PEMASARAN Analisis SWOT produk secara rutin untuk mempertahankan sustainabilitas usaha produktif Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.S1 SMP/SMA 6.22 Rencana kebtuhan tenaga kerja BAGIAN / DEPT.Lain TOTAL Jumlah 3 5 4 3 3 18 5.23 Rencana kebutuhan dan pengembangan SDM Pengalaman (tahun) 1 1 tahun Keterampilan Khusus Ahli Manajemen Pengoperasian Mesin Produksi Paham konsep pemasaran Bisa mengendarai motor/mobil JABATAN Manajemen Produksi Pemasaran Administrasi Tingkat Pendidikan D3/S1 SMU/D3/S1 SMP(Sales).1 ANALISIS SUMBERDAYA MANUSIA (SDM) ANALISIS KEBUTUHAN TENAGA KERJA Tabel 4.____________________________________________________Laporan Akhir 5. Manajemen Bagian Produksi Bagian Pemasaran Bagian Administrasi Lain .

why. when. what. dengan analisis how. Analisis ini akan membantu mengetahuhi siapa bagaimana yang kondisi ekonomi dalam sekarang.1 TAHAP-TAHAP PENGEMBANGAN USAHA Tabel 4.____________________________________________________Laporan Akhir  STRATEGI PRODUKSI Produksi dilakukan secara kontinyu untuk mendapatkan produksi secara terus menerus dengan memanfaatkan teknologi tepat guna sesuai dengan bahan baku yang akan diolah. Membuat laporan secara berkala (draft laporan keuangan bisa dilihat di bawah) 6.  STRATEGI KEUANGAN Keuangan akan terus dianalisis. bagaimana solusinya.  STRATEGI ORGANISASI DAN SDM Pengelolah usaha produktif yang dipilih memiliki kompetensi di bindangnya agar usaha produktif berbasis mikrohidro dapat berjalan dengan baik. who.134 . saja berpengaruh perubahan keuangan (kas) Usaha.24 Rencana waktu pengembangan usaha produktif bulan ke - KEGIATAN Perencanaan Produksi Produksi Penjualan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.

160.dengan tingkat suku bunga 3 % pertahun selama 3 tahun masa pembayaran.000.000. Produksi direncanakan pada bulan ke 4 dan seterusnya serta dilanjutkan dengan pemasaran dan penjualan.000 P=Rp.000.000 4. ANALISIS KEUANGAN Pada kegiatan usaha produktif di lokasi PLTMH Salido Kecil rencana peminjaman ditujukan melalui skema program pemerintah sebesar Rp.000. Estimasi biaya ini didapat dari hasil perhitungan biaya-biaya seperti di bawah ini: 4.160.____________________________________________________Laporan Akhir Perencanaan awal perencanaan produksi di rencanakan selama 3 bulan pertama.1 Analisis Rencana Pengembalian Pinjaman Dik P = Rp.160.135 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro . 4. mulai dari perizinan sampai produksi.

07 1 2 3 4…………………36 Maka cicilan yang harus dibayar tiap bulannya selama 36 bulan (3 tahun) untuk pinjaman Rp.607.328.607.____________________________________________________Laporan Akhir I = 3% /tahun selama 3 tahun Ditanya A=…? A= P A= Rp.000.160.00.100.- Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.000 yaitu sebesar Rp.136 .07 A= Rp. 7. 7.000 A= Rp.328.328.607.7.000.

000.00 100.000.500.000.000.00 50.00 2.____________________________________________________Laporan Akhir BIAYA-BIAYA Pengeluaran Keterangan Sewa bangunan Pembelian Asset Alat Tulis dan Peralatan Kantor dan Sewa Bangunan Mesin Jumlah Satuan 1 Bulan 1 Bulan 5 Unit Biaya Total 1.00 1.000.000.00 500.328.00 300.000.00 300.000.00 5.500.85 Fixed Cost Gaji Pimpinan Gaji Staff Administrasi Umum Gaji Buruh Produksi 1 Bulan 2 Orang/bulan 5 Orang/bulan Variable Cost Biaya Transportasi Biaya Pembelian Bahan Baku Biaya Pembelian Bahan Pembantu Biaya Pemeliharaan Biaya Pemasaran Biaya Angsuran pokok* Biaya Listrik dan Telepon Biaya Penyusutan Asset** 1 20000 1 1 1 1 1 1 Bulan Balok/bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan Bulan 1.000.000.328.000.07 500.00 4.00 500.000.000.000.000.000.00 1.607.000.384.00 9.00 1.631.777.000.000.00 1.00 Total 2.000.00 500.000.00 2.000.00 80.000.000.000.07 500.00 100.00 10.607.78 90.00 Total 52.384.000.00 902.000.000.85 151.000.137 .00 7.00 902.000.000.00 7.000.631.777.000.000.000.000.78 Total Total Biaya Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.000.000.000.00 500.

8 48368615.7778 bulan PENDAPATAN Keterangan ES SERUT 20000 kg/30 hari=667 Jumlah Produksi Satuan 667 Balok (15 Kg) /hari Harga Pendapatan Per hari Pendapatan Perbulan Total 10000 6666666.33 per tahun 902777.667 200000000 Laba Sebelum Pajak Pendapatan perbulan Biaya perbulan Laba sebelum Pajak/ Bulan 200000000 151631384.138 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro .208333333 bulan 10833333.000.15 4.____________________________________________________Laporan Akhir Asset Punyusutan PENYUSUTAN ASET ** 52.000.667 6666666.25 25% Faktor penentu Bulan aktif Bulan 1 th jumlah Bulan 10 12 Konversi Satuan 0.00 Rupiah 0.

15 Laba Setelah Pajak 4836861.64 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.531.515 43.753.____________________________________________________Laporan Akhir PENDAPATAN SETELAH PAJAK Laba sebelum Pajak/ Bulan pph 10 % 48368615.139 .

9. MANFAAT USAHA PRODUKTIF UNTUK MASYARAKAT Dengan adanya pemanfaatan teknologi tepat guna. ANALISIS RESIKO USAHA Terganggunya proses produksi karena suplai bahan baku dari warga tidak konstan akan menyebabkan terganggunya aliran kas UMKM sehingga nantinya akan berpengaruh pada keuangan usaha produktif 10.140 . kreatif untuk meningkatkan perekonomian desa. SKEMA PENDANAAN Menyediakan dana untuk proses pendampingan dalam rangka mengembangkan Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. masyarakat bisa menjadi lebih produktif dalam meproduksi hasil buminya dengan memanfaatkan listrik yang dihasilkan oleh PLTMH Masyarakat disekitar PLTMH Salido Kecil dapat ikut berpartisipasi dalam mengolah hasil produksi sehingga masyarakat bisa lebih aktif.____________________________________________________Laporan Akhir 8.

Sebagai berikut : 1. SIUP.____________________________________________________Laporan Akhir usaha produktif masyarakat dengan menggalang dana yang bersumber dari insentif pemerintah. misalnya: NPWP. modernisasi. Akte Pendirian Perusahaan.141 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro . perluasan. TDP. Kredit Investasi Komersial Fasilitas kredit jangka menengah dan jangka panjang yang diberikan untuk pembiayaan pengadaan barang barang modal untuk rehabilitasi. Skema Syariah 3. misalnya: KTP. Skema Modal Ventura Skema-skema pendanaan usaha produktif dapat dilihat pada tabel 3. modernisasi. besarnya disesuaikan atas dasar cash flow 4. Badan usaha  Limit kredit: Di atas Rp 5 milyar sampai dengan Rp 50 milyar  Pembiayaan: Bank maksimal 65% dari kebutuhan modal kerja dan pembiayaan sendiri minimal 35%  Jaminan Utama: Usaha yang dibiayai. dana pelaku usaha.skema pendanaan perbankan Pengguna Persyaratan Perorangan dan badan usaha  Memenuhi kriteria usaha menengah atau kecil. KK.  Dokumen legalitas usaha. Skema Perbankan. Struktur Pembiayaan  Limit kredit: Di atas Rp 100 juta sampai dengan Rp 5 milyar  Kredit diberikan dalam rupiah atau valuta asing  Jangka waktu pengembalian: Bisa lebih dari 1 tahun Kredit Investasi Usaha Mikro dan Kecil Fasilitas kredit yang diberikan untuk membiayai kebutuhan barang modal dalam rangka rehabilitasi. Skema pendanaan yang bisa dijadikan sumber pendanaan usaha produktif antara lain: 1.  Menyusun rencana proyek. pendirian proyek baru dan atau kebutuhan khusus terkait investasi.25 Skema . Skema Program Pemerintah 4. Skema perbankan 2. Program Tabel 4. perluasan ataupun pendirian proyek baru maupun refinancing.  Dokumen legalitas pemohon. dana masyarakat (reinvestasi) dan kredit lunak. secara umum dibagi berdasarkan limit kredit yang disediakan (data diambil dari Bank Mandiri).

Program Tabel 4. secara umum dibagi berdasarkan mekanisme pembiayaan yang disediakan (data diambil dari Bank Bukopin Syariah). Badan usaha usaha  Pelunasan bersumber dari hasil usaha dengan barang-barang modal yang dibiayai  Jaminan Tambahan: Dipersyaratkan apabila menurut penilaian bank diperlukan  Kredit diberikan dalam rupiah maupun valuta asing  Limit kredit: Di atas Rp 50 milyar  Pembiayaan: Bank maksimal 65% dari kebutuhan modal kerja dan pembiayaan sendiri minimal 35%  Jaminan Utama: Usaha yang dibiayai.26 Skema – skema pendanaan syariah Peengguna Persyaratan Struktur Pembiayaan 4.____________________________________________________Laporan Akhir Kredit Investasi Korporasi Fasilitas kredit jangka menengah dan jangka panjang yang diberikan untuk pembiayaan pengadaan barangbarang modal untuk rehabilitasi.142 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro . Skema Syariah. perluasan ataupun pendirian proyek baru maupun refinancing . besarnya disesuaikan atas dasar cash flow usaha  Pelunasan bersumber dari hasil usaha dengan barang-barang modal yang dibiayai  Jaminan Tambahan: Dipersyaratkan apabila menurut penilaian bank diperlukan  Kredit diberikan dalam rupiah maupun valuta asing 2. modernisasi.

dll) Manajemen:  Berpengalaman di bidangnya minimal 2 tahun  Track record perbankan yang bersih  Track record bisnis yang baik Usaha:  Daya tahan mesin  Ketersediaan suku cadang  Ketersediaan dan kehandalan tenaga kerja  Dukungan peraturan dan perundangundangan  Rekomendasi dari konsultan independen Keuangan:  Kepastian Sumber Pendapatan  Cashflow positif  Bowheer yang bonafid  Kesinambungan usaha Agunan:  Tunai (deposito. Fa. iB Jaminan Tunai Perorangan dan badan usaha (CV. koperasi. koperasi. dan resiko menjadi tanggungan bersama. yayasan. koperasi. dan lainlain) Pemberian Perorangan dan badan usaha (CV.143 Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro . iB Bagi Hasil (Musyarakah) Kerjasama antara bank dengan nasabah untuk mencampurkan dana/modal mereka pada suatu usaha tertentu. Mutasi keuangan usaha dilakukan di bank terkait. dan lainlain) Perorangan dan badan usaha (CV.____________________________________________________Laporan Akhir iB Murabahah Bank akan melakukan pembelian atau pemesanan barang sesuai permintaan nasabah kemudian menjualnya kepada nasabah sebesar harga beli ditambah keuntungan yang disepakati. PT. 3. dan lainlain) Perorangan dan badan usaha (CV. 4. IB Investasi Terikat (Mudharabah Muqoyyadah) Pembiayaan yang diinvestasikan nasabah/pemilik dana khusus untuk bisnis tertentu dengan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh nasabah. dengan pembagian keuntungan berdasarkan nisbah bagi hasil yang telah disepakati. dimana pihak bank menyediakan seluruh modal dan nasabah sebagai pengelola. yayasan. giro)  Kendaraan roda 4 usia minimal 5 tahun pada awal masa pembiayaan dan 8 tahun pada akhir masa pembiayaan  Tanah dan bangunan (SHM atau SHGB)  Mesin (akan dinilai oleh bank)  Tagihan efektif  Rasio plafond  Plafond: maksimal 80% dari total nilai proyek di luar pembebasan lahan dan biaya perizinan  Kegunaan: Investasi  Jangka Waktu: Idealnya tidak lebih dari 60 bulan  Margin / Nisbah Bagi Hasil: Ditentukan kemudian  Biaya Administrasi: Setara dengan 1% dari plafond  Pola Penarikan: Bertahap sesuai kebutuhan  Pembayaran: Sesuai jadwal angsuran yang disepakati / sesuai revenue dan nisbah pokok dan bagi hasil setiap bulan  Pengikatan: Notariil (untuk akad line facility) dan intern (untuk setiap pencairan)  Persyaratan Umum: 1. koperasi. Legalitas:  Kelengkapan legalitas Subyek Hukum  Kelengkapan legalitas Obyek Hukum (perizinan. kontrak. iB Bagi Hasil (Mudharabah) Kerjasama antara bank dengan nasabah. PT. Fa. 2. dengan pembagian keuntungan berdasarkan nisbah bagi hasil yang telah disepakati. yayasan. Fa. tabungan. Memelihara saldo minimum sebesar 1 (satu) bulan angsuran / sebesar ekspektasi bagi hasil bulanan dan diblokir sampai pembiayaan lunas. Fa. yayasan. Fa. PT. koperasi. PT. Kontrak harus mencantumkan pembayaran atas Kontrak/SPK/PO tersebut ke rekening nasabah di bank terkait. PT. dan lainlain) Perorangan dan badan usaha (CV.

60 bulan. 4. 60%.  Memiliki dan menjalankan usaha produktif yang layak untuk dibiayai (feasible).  Bersedia menyediakan agunan. Mudharabah) Limit Pembiayaan:  Untuk perorangan/ badan usaha maks.  Modal kerja maks.  Mempunyai pengalaman usaha di bidang yang akan dibiayai. Rp 500 juta  Untuk koperasi maks. yayasan. Pola Pembiayaan:  Executing: Pembiayaan bank langsung kepada nasabah DNS.25  Agunan diasuransikan Khusus untuk iB Jaminan Tunai: plafond pembiayaan sebesar 95% dari cash collateral yang dijaminkan.  Usaha Kecil: memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp 50 juta sampai dengan paling banyak Rp500 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. Skema Program Pemerintah Program Tabel 4. efektif Self Financing:  Minimal 5% dari kebutuhan dana. Struktur Pembiayaan Akad:  Jual-Beli (Murabahah)  Bagi Hasil (Musyarakah. Tujuan penggunaan:  Investasi min. 10% pa. atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300 juta sampai dengan paling banyak Rp 2. 3. Rp 500 juta x jumlah anggota Jangka Waktu:  Maks.27 Skema pendanaan program pemerintah Pengguna Persyaratan Koperasi dan badan usaha:  Usaha Mikro: memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha. merupakan program konversi hutang pemerintah Indonesia kepada pemerintah Jerman yang digantikan dengan pembiayaan bank kepada usaha mikro dan kecil di sektor lingkungan Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro . dan lainlain) terhadap agunan 1 : 1. atau memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp300 juta rupiah.____________________________________________________Laporan Akhir pembiayaan dengan jaminan cash collateral yang ada di bank dan diblokir sampai dengan pembiayaan lunas.  Channeling: 4. kelompok dan badan usaha berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum. Jaminan diasuransikan melalui perusahaan asuransi rekanan bank terkait. 40% Biaya:  Sesuai ketentuan yang berlaku.  Lokasi Nasabah DNS berada dalam wilayah kerja Bank. dimungkinkan 96 bulan dengan persetujuan khusus Margin/bagi hasil:  setara.  Mempunyai legalitas dan perizinan usaha sesuai ketentuan yang berlaku.5 milyar  Perorangan.144 Program DNS KLH dengan Bank Syariah Mandiri.

dibagi berdasarkan jenis pembiayaannya (data diambil dari PT. Bahana Artha Ventura). Ada  Proposal pengajuan kondisi CPPU Perusahaan Pasangan juga yang kredit.5% (dibayar oleh Pemerintan atas beban APBN) Jangka waktu kredit 5 (lima) tahun Pola Penyaluran: Langsung ke UMKMK atau tidak langsung. berdasarkan penyertaan langsung tetapi menyimpan dan ijin usaha (bila pertimbangan kuat dengan pembelian potensi besar untuk ada) atau lemahnya saham Calon berkembang. yaitu melalui LKM/S (BMT. kecil. dan koperasi dalam rangka penanggulangan/ pengentasan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja Usaha Mikro.KSP . Rp 500 juta Maks.  Pembiayaan Jenis pembiayaan ini perusahaan kecil atau data diri pemohon. diberikan berbentuk perusahaan baru.____________________________________________________Laporan Akhir  Kredit Usaha Rakyat (KUR). Imbal jasa penjaminan sebesar 1. perusahaan pengurus/pemilik tidak memiliki kredit macet dan tidak masuk daftar hitam       Pembiayaan bank langsung kepada nasabah melalui koperasi/pers.28 skema pendanaan modal ventura Program Pengguna Persyaratan Struktur Pembiayaan Penyertaan Saham Umumnya  Legalitas dokumen. Menengah dan Koperasi (UMKMK) atau perorangan  Memiliki pengalaman usaha  Memiliki legalitas usaha dan NPWP  Berdasarkan trade checking tidak ada informasi negatif mengenai perusahaan pengurus/pemilik dan tidak sedang menghadapi/ terlibat masalah hukum  Jaminan berupa fixed asset atau proyek yang dibiayai  Memiliki kemampuan membayar dari usaha yang dibiayai  Berdasarkan SID Bank Indonesia. Tabel 4. Kecil. menengah. 4. berisi  CPPU tidak Usaha (CPPU) oleh mensyaratkan CPPU rencana bisnis yang dibebani dengan Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. 16%pa.dll). Kemitraan: Pembiayaan bank langsung kepada perusahaan. Skema Modal Ventura. asuransi pembiayaan 70% dari plafon pembiayaan Pricing pembiayaan maks. merupakan program penjaminan Pemerintah RI sebagai realisasi Inpres No 6 Tahun 2007 untuk meningkatkan akses pembiayaan dan mengembangkan usaha mikro. Plafon pembiayaan yang dijamin perusahaan asuransi maks. untuk usaha kecil dan mikro binaannya. keterangan domisili.145 .Koperasi.

menjual kembali ke PPU. dapat dilakukan dengan IPO (penjualan saham perdana di bursa). menjual kepada investor baru atau melikuidasi bagi PPU yang tidak berkembang. bunga maupun penyediaan agunan. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. menjual ke perusahaan lain. nilai kredit yang diminta.____________________________________________________Laporan Akhir Modal Ventura. dimana PMV menarik kembali penyertaan saham dari PPU.  Risiko dan keuntungan bisnis ditanggung dan dinikmati secara bersama-sama. harus sudah berbentuk Perseroan Terbatas (PT).  Bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk pembiayaan namun juga dalam pengelolaan manajemen. atau akan menjadi PT bersamaan dengan masuknya Modal Ventura sebagai pemodal akan dilakukan. dan bagaimana CPPU menjalankan bisnisnya  Umumnya tidak mensyaratkan adanya agunan kewajiban keuangan seperti pembayaran pokok pinjaman. dan bantuan teknis lainnya  Divestasi sebagai tahap akhir dalam satu periode pembiayaan.146 .

147 .____________________________________________________Laporan Akhir Masyarakat Sasaran 1 Lembaga Pengabdian Masyarakat Identifikasi Masyarakat dan Sosial Ekonomi Masyarakat Pendamping/ Fasilitator Materi Pendampingan Metode Pendampingan LSM Lokal Institusi Lokal Membangun Usaha Produktif Stakeholders lainnya 2  Keterampilan dan Skill SDM  Manajemen Dasar  Cash Flow  Bentuk Usaha Koperasi Sarana Pendampingan Dana Pendampingan dan Permodalan Pendamping/ Fasilitator Lembaga Pengabdian Masyarakat 3 Perkuatan Usaha Produktif Materi Perkuatan Metode Perkuatan Sarana dan Peralatan Dana Insentif dan Permodalan LSM Lokal Institusi Lokal Stakeholders lainnya  Keterampilan dan Skill SDM  Manajemen Lanjutan  Cash Flow dan Profit  Pemasaran Luas 4 Pengembangan Usaha Produktif Pendamping/ Konsultan Modernisasi Sarana dan Peralatan Permodalan dan Reinvestasi  Keterampilan dan Skill SDM  Manajemen Lanjutan  Cash Flow dan Profit  Orientasi Komoditas Ekspor  Diversifikasi Usaha  Pengembangan Usaha Binaan Gambar 24. pengembangan usaha produktif berbasis mikrohidro Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.

Analisis kendala per tahapan .148 Gambar 25.____________________________________________________Laporan Akhir SKEMATIK KENDALA-KENDALA MIKROHIDRO Keberlajutan PLTMH Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4.

rutin. Analisis Kendala Kesadaran masyarakat untuk membayar ke pengelola secara langsung masih rendah Kesepakatan tarif listrik untuk Mikrohidro Off-grid masih sulit Harga untuk mikrohidro offgrid masih terlalu kecil untuk menjaga keberlangsungan mikrohidro Pengembangan usaha produktif terkendala masalah pendanaan. dan berkala belum maksimal dilakukan oleh pengelolah Tumpukan sampah yang ada disaluran penstock terkadang jarang dikontrol Sebagian akses PLTMH masih buruk Jarak antara ibukota dengan lokasi PLTMH cukup jauh.149 . Kantor pos.26.____________________________________________________Laporan Akhir PEMBANGUNAN MIKROHIDRO KENDALA BERUSAHA KENDALA TEKNIS ADMINISTRATIF Perawatan secara preventif. Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro 4. Belum adanya fasilitas umum seperti Bank. Halini akan mengganggu proses distribusi barang serta perkembangan informasi yang dibutuhkan PLTMH Pola fikir masyarakat yang masih menentang pembangunan Mikrohidro sebab mikrohidro akan mengganggu lingkungan Sebagian masyarakat belum mengetahui sumber pendanaan pembangunan Mikrohidro Kurangnya partisipasi masyarakat untuk menjaga keberlangsungan Mikrohidro Sebagian daerah PLTMH masih belum memiliki Gambar 26 Analisis Kendala kelembagaan untuk menjaga keberlangsungan Mikrohidro Gambar 4. pasar.

Potensi energi listrik dari PLTMH cukup untuk memenuhi kebutuhan usaha produktif potensi ini dapat menajadi salah satu fakor pengembangan tingkat ekonomi masyarakat sekitar.padi. STRENGTH potensi ini dapat menajadi salah satu fakor pengembangan tingkat ekonomi masyarakat sekitar. Akses jalan menuju lokasi sudah baik. berupa Ketela pohon. PLTMH SALIDO KECIL Disekitar PLTMH Salido Kecil pabrik Es diharapakan dengan adanya pabrik es ini masyarakat bisa memanfaatkan es menjadi produk olahan menjadi berbagai jenis macam es-krim. poncosumu.29 Rekap Analisis Swot 3 lokasi PLTMH GUNUNG SAWUR Gunung sawur memiliki potensi sumberdaya alam dan hasil bumi yang cukup berlimpah.Tabel 4. Akses jalan masih buruk Belum adanya teknologi tepat guna yang mampu mengolah hasil Es menjadi produk bernilai jual. Belum adanya pengolahan hasil bumi menjadi produk lebih bernilai jual dan hanya dijual mentah kepada pengepul maupun penadah Belum adanya pengolahan hasil Es di Salido Kecil menjadi produk lebih bernilai jual dan hanya dijual mentah kepada pengepul maupun penadah WEAKNESS Belum adanya teknologi tepat guna yang mampu mengolah hasil bumi menjadi produk jadi.pal awija.padi. Sudah adanya sumberdaya manusia untuk menunjang pengembangan kegiatan usaha produktif. kajar kuning cukup untuk memenuhi kebutuhan usaha produktif Sudah adanya sumberdaya manusia untuk menunjang pengembangan kegiatan usaha produktif. potensi ini dapat menajadi salah satu fakor pengembangan tingkat ekonomi masyarakat sekitar. Potensi energi listrik dari PLTMH gunung sawur.palawija. Tabel 4. Sudah adanya sumberdaya manusia untuk menunjang pengembangan kegiatan usaha produktif.29 Rekap Analisis Swot 3 lokasi (lanjutan) ii . Akses jalan sudah baik Belum adanya pengolahan hasil bumi menjadi produk lebih bernilai jual dan hanya dijual mentah kepada pengepul maupun penadah Belum adanya teknologi tepat guna yang mampu mengolah hasil bumi menjadi produk jadi. berupa Ketela pohon. PLTMH MAMASA Mamasa memiliki potensi sumberdaya alam dan hasil bumi yang cukup berlimpah.pisang.pisang.

Ancaman pada pengolahan hasil bumi menjadi usah produktif yang ada didaerah PLTMH Sumarorong. PLTMH MAMASA Hasil bumi yang perlu sentuhan dari instansi terkait untuk mengolah hasil bumi menjadi produk bernilai guna Pemanfaatan teknologi tepat guna untuk pengolahan hasil bumi Dengan adanya usaha produktif. mamasa yaitu ketersediaan debit air yang akan mempengaruhi suplai listrik ke usaha produktif dalam memproses hasil bumi. Penadah yang ada disekitar lokasi PLTMH akan menjadi pesaing dari usaha produktif yang akan didirikan. masyarakat bisa kreatif dalam pengolahan hasil bumi yang mereka hasilkan.PLTMH GUNUNG SAWUR Hasil bumi yang perlu sentuhan dari instansi terkait untuk mengolah hasil bumi menjadi produk bernilai guna Pemanfaatan teknologi tepat guna untuk pengolahan hasil bumi Dengan adanya usaha produktif. Ketersediaan bahan baku yang akan diolah oleh daerah gunung sawur tidak kontinyu sehingga memungkinkan butuh pasokan dari daerah lain. PLTMH SALIDO KECIL OPPORTUNITY Pengolahan Es perlu sentuhan dari instansi terkait untuk mengolah E menjadi produk bernilai guna Pemanfaatan teknologi tepat guna untuk pengolahan Es Target pasar cukup besar adanya pesaing usaha produktif pengolahan Es THREAT Penadah yang ada disekitar lokasi PLTMH akan menjadi pesaing dari usaha produktif yang akan didirikan. Ancaman pada pengolahan hasil bumi menjadi usah produktif yang ada didaerah PLTMH gunung sawur yaitu ketersediaan debit air yang akan mempengaruhi suplai listrik ke usaha produktif dalam memproses hasil bumi. Ketersediaan bahan baku yang akan diolah oleh daerah gunung sawur tidak kontinyu sehingga memungkinkan butuh pasokan dari daerah lain. System on grid yang ada di PLTMH salido kecil membuat usaha produkti menjadi ketergantungan suplai listrik dari PLN KELEMBAGAAN USAHA PEMBANGKITAN iii . masyarakat bisa kreatif dalam pengolahan hasil bumi yang mereka hasilkan.

PENINGKATAN KAPASITAS PLTMH DARI 15 KW MENJADI 24 KW DAN PENGEMBANGAN JARINGAN LISTRIK PLTMH UNTUK PENERANGAN RUMAH PENDUDUK 18 RUMAH TANGGA. WISATA ENERGI DAN PUSAT PENGEMBANGAN ENERGI BARU TERBARUKAN MIKROHIDRO. WISATA ENERGI DAN PUSAT PENGEMBANGAN ENERGI BARU TERBARUKAN MIKROHIDRO GUNUNG SAWUR. B. PERALATAN UNTUK PRODUKSI PERBENGKELAN TURBIN.  iv .   LOKASI PROYEK DESA KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI : : : : : GUNUNG SAWUR SUMBERWULUH CANDIPURO LUMAJANG JAWA TIMUR DIAJUKAN OLEH : LEMBAGA PENGELOLA PLTMH GUNUNG SAWUR DESA SUMBERWULUH KECAMATAN CANDIPURO KABUPATEN LUMAJANG PROPINSI JAWA TIMUR DESEMBER 2009  PENINGKATAN KAPASITAS PLTMH GUNUNG SAWUR DAN PENGEMBANGAN USAHA PERBENGKELAN TURBIN.TENAGA AIR SKALA KECIL GUNUNG SAWUR PENINGKATAN KAPASITAS PLTMH GUNUNG SAWUR DAN PENGEMBANGAN USAHA PERBENGKELAN TURBIN. A. WISATA ENERGI DAN PUSAT PENGEMBANGAN ENERGI BARU TERBARUKAN MIKROHIDRO GUNUNG SAWUR. C.

LEMBAGA PENGELOLA PLTMH GUNUNG SAWUR DESA SUMBERWULUH KECAMATAN CANDIPURO KABUPATEN LUMAJANG PROPINSI JAWA TIMUR DESEMBER 2009 v .

27 Layout PLTMH gunung Sawur vi .Gambar 4.

28 Layout Wisata Energi dan Pusat LAY OUT DESA WISATA ENERGI DAN PUSAT PENGEMBANGAN MIKROHIDRO GUNUNG SAWUR vii .Gambar 4.

130.000. Mesin Bubut Panjang Mesin Harga Harga = 2. 75.total Rp. Panel Cos Phi.000.000.Bendung Intake = Rp.000. 65.A. 25.000. Tiang Kabel .1 km . 1.000.Panjang blade = 550 mm .Harga = Rp. Pipa tekan .- B. Bendung Intake dan bak penenang .000.000.Diameter benda kerja 2.Diameter = 500 mm .000. - viii . PERALATAN USAHA UNTUK PERBENGKELAN TURBIN..000.Harga = Rp.000.Bak penenang = Rp.Kapasitas = 40 Kva / 32 Kw .Harga = Rp.000. 90.000.2.000. 45.000.Phasa =3 .Merk = Stamford .Panjang = 1.Tinggi = 7 m . Generator Sinkron .000.5.4.000.Type Turbin = Cross flow .Jumlah = 30 batang . 50. Penyempurnaan Turbin .Harga = Rp.000. 20.Bahan = baja . Kabel Distribusi .3.5 m = 900 mm = Rp.Sub . PENINGKATAN KAPASITAS PLTMH DARI 15 KW MENJADI 24 KW DAN PENGEMBANGAN JARINGAN LISTRIK PLTMH UNTUK PENERANGAN RUMAH PENDUDUK 18 RUMAH TANGGA. untuk peralatan perbengkelan turbin.000.Panjang = 60 m .Bantalan pipa tekan = Rp. 80. 560..6.= Rp. 120. 1.000.Harga = Rp.000.Diameter = 240 mm .Kabel = Blunded AL [3 x 70 + 1 x 50]mm .000.

Cutting Capacity 7 inch. Bangunan Laboratorium Mikrohidro . Harga Input power Phasa Harga Harga = Rp. 300.Biaya = Rp.5.000. Model Turbin Propeller.000. 50.4. Mesin gergaji [Band Saw Machine]. debit 25 lt/s.2. WISATA ENERGI DAN PUSAT PENGEMBANGAN ENERGI BARU TERBARUKAN MIKROHIDRO.000.4. Perpustakaan Mikrohidro .000. Mesin Las. debit 1 lt/s. DC MIG / MAG Welding Machine.000.000.000. debit 25 lt/s. 25. 530.= Rp. Model Turbin Crossflow. 22.000. Model Turbin Pelton. Head 30 m.= 6.000. 50. Daya 1 Kw. - 5.000.000.000.000.000. Head 30 m.total Rp.000. 20.Biaya = Rp.7 Kva =3 = Rp.000.Biaya = Rp. 207.000. Daya 0.- C. 1. Daya 1 Kw.- ESTIMASI BIAYA PENINGKATAN KAPASITAS PLTMH DAN BIAYA PERALATAN UNTUK PERBENGKELAN TURBIN. Peralatan Pengukur Kecepatan Air (Current meter) Sub . 80. .3.total Rp. ix .Biaya = Rp.000. .000.Biaya = Rp. .3. 50.000.2 Kw.Sub . Head 6 m.

000 {Satu Milyar Dua Ratus Sembilan Puluh Tujuh Juta Rupiah x .- Jumlah keseluruhan Rp. Biaya Rp.297. 560.000.C. Peningkatan Kapasitas PLTMH dari 15 Kw menjadi 24 Kw dan Pengembangan jaringan listrik PLTMH untuk penerangan rumah penduduk 18 rumah tangga. Biaya Rp. 1.000.A.000. Biaya Rp. Peralatan untuk Produksi Perbengkelan Turbin.000.000.000. 530. Wisata Energi dan Pusat Pengembangan Energi Baru Terbarukan Mikrohidro.B. 207.000.

Sebagai contoh PLTMH Gunung Sawur dan PLTMH Ratte 2. Diperlukan SDM yang kompeten secara Teknis dalam OP dan teknologi PLTMH b. Operasional melakukan PLTMH Kontrak dikelola Usaha oleh dengan Yayasan/lembaga PLN dan ini yang dapat dicontohkan dilakukan oleh Yayasan Anggrek Mekar Sari 5.BAB 5 KESIMPULAN DAN PENUTUP 5. Pada PLTMH Off Grid. Pada PLTMH On Grid.1.2 Sumber Daya Manusia Pada PLTMH Off Grid maupun On Grid a. Perlu adanya Masyarakat Pelatihan dan untuk Sharing Knowledege kapasitas bagi dalam meningkatkan pengelolaan PLTMH 5. xi .3 Pendanaan a.1.1Kelembagaan/Keterlibatan Masyarakat 1. Pada PLTMH Off Grid.1.1 KESIMPULAN Dari hasil survey yang telah dilakukan di demosite maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 5. Diperlukan suatu lembaga yang melibatkan peran serta masyarakat dalam pengelolaan dan keberlanjutan operasional PLTMH.

Perlunya Pendampingan Teknis dan Finansial (Bantuan Modal dan Peralatan) untuk mengawali Usaha Produktif hingga masyarakat dapat berusaha secara mandiri. membangun infrastruktur energi Perlunya pemahaman (mengurangi kegiatan konsumtif ke kegiatan produktif) dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan Energi listrik dari PLTMH untuk usaha Produktif c. 5. gaji Operator dan Pengelola) b.5 Dukungan Pemerintah a.1. Operasional PLTMH didanai dari Hasil Nilai Jual Daya Listrik kepada PLN dan dicontohkan oleh Yayasan Anggrek Mekar Sari 5.Diperlukan suatu kesepakatan antara Pengelola dan Pengguna Energi Listrik dalam Pendanaan (Penentuan Besar Iuran/kontribusi) sesuai dengan besar Daya yang digunakan Kesepakatan alokasi Dana. b. diperlukan dukungan Pemerintah dalam Pengembangan Usaha Produktif berbasis Mikro Hidro xii . Pada PLTMH On Grid. penyediaan bantuan untuk meningkatkan ketersediaan energi kepada masyarakat. perawatan.1. Sesuai dengan amanah dalam UU. dari Pemasukan untuk Biaya Operasi dan Pemeliharaan (Suku cadang.4 Usaha Produktif Pada PLTMH Off Grid maupun On Grid a.

penyediaan bantuan untuk meningkatkan ketersediaan energi kepada masyarakat. dapat diimplementasikan serta memberikan manfaat dalam Kegiatan di lingkungan Direktorat Jenderal xiii . kemampuan. membangun infrastruktur energi 3. 2. akan memberikan komitmen untuk mengerahkan segala potensi. dan kebijakan pengelolaan 4.2 PENUTUP Demikian Dokumen Usulan Teknis yang kami ajukan kepada Panitia Pengadaan Jasa Konsultansi Kegiatan Pengelolaan Dana Hibah IMIDAP Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Apabila kami mendapat kepercayaan untuk melaksanakan pekerjaan Penyusunan Program Penghilangan Kendala dan Usaha Produktif Berbasis Mikrohidro. Perlu diupayakan adanya Usaha Produktif berbasis PLTMH di lokasi-lokasi tersebut sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar lokasi PLTMH 5. dan kebijakan pengelolaan PLTMH Gunung Sawur dan PLTMH Ratte memenuhi kriteria dan direkomendasikan untuk dapat difungsikan sebagai contoh implementasi pengelolaan PLTMH yang berhasil. Pembuatan PERDA. peralatan dan sumberdaya yang dimiliki untuk dapat melaksanakan pekerjaan tersebut sehingga dapat selesai tepat waktu dengan hasil yang memuaskan. Pembuatan PERDA.b. pengalaman. sesuai tujuan dan sasaran yang diharapkan pekerjaan ini. Dukungan dapat bersifat: 1.

Listrik dan Pemanfaatan Energi khususnya. serta panitia pengadaan jasa konsultansi khususnya terhadap Dokumen usulan teknis yang kami susun ini. xiv . Akhirnya kami ucapkan terima kasih dan penghargaan atas apresiasi dan perhatian Panitia Pengadaan Jasa Konsultansi Kegiatan Pengelolaan Dana Hibah IMIDAP Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. maupun pembangunan bidang energi umumnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful