MASALAH PENDIDIKAN DI INDONESIA

A. LATAR BELAKANG
Pendidikan adalah proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Pendidikan adalah sarana strategis pembangunan nasional melalui usaha dan proses peningkatan sumber daya manusia, agar diperoleh manusia yang berkualitas tinggi sehingga mampu berperan aktif sebagai subjek pembangunan. Menyadari akan pentingnya pendidikan sebagai sarana strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga menjadi manusia Indonesia yang dapat membangun dirinya, keluarga masyarakat dan bangsa pada umumnya, maka pendidikan senantiasa menjadi tumpuan masyarakat bangsa dan negara saat ini dan di masa mendatang. Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Ini dibuktikan antara lain: kualitas pendidikan Indonesia yang rendah ditunjukkan data Balitbang (2003) bahwa dari 146.052 SD di Indonesia ternyata hanya 8 sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Primary Years Program (PYP). Dari 20.918 SMP di Indonesia ternyata juga hanya 8 sekolah yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Middle Years Program (MYP) dan dari 8.036 SMA ternyata hanya 7 sekolah saja yang mendapat pengakuan dunia dalam kategori The Diploma Program (DP). Menurut survei Political and Economic Risk Consultant (PERC), kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia. Dan masih menurut survai dari lembaga yang sama Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia. Ditinjau secara perspektif ideologis (prinsip) dan perspektif teknis (praktis), rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia itu dapat dikategorikan dalam 2 (dua) masalah yaitu : Pertama, masalah mendasar, yaitu kekeliruan paradigma pendidikan yang mendasari keseluruhan penyelenggaran sistem pendidikan. Kedua, masalah-masalah cabang, yaitu berbagai problem yang berkaitan aspek praktis/teknis yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan, seperti

rendahnya prestasi siswa. pada tingkat implementasinya. ia tidak transparan. ³sesuai keputusan Komite Sekolah´. Makin mahalnya biaya pendidikan sekarang ini tidak lepas dari kebijakan pemerintah yang menerapkan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). tidak selalu transparan. Akibatnya. sehingga orangtua siswa berada di situasi yang lebih lemah posisi tawarnya. Namun. yang dapat memicu lebih mahalnya biaya pendidikan. internasional. rendahnya kesejahteraaan guru. Hasilnya. dan sebagainya. Yang menjadi pertanyaan "Apakah jumlah yang diberikan itu cukup untuk mendanai biaya operasional pendidikan. MASALAH-MASALAH INDONESIA DALAM PENDIDIKAN DI ‡ Mahalnya Biaya Pendidikan Pendidikan merupakan faktor kebutuhan yang paling utama dalam kehidupan.mahalnya biaya pendidikan. Mahalnya biaya pendidikan tidak hanya pendidikan di perguruan tinggi melainkan juga biaya pendidikan di sekolah dasar sampai sekolah menengah keatas walaupun sekarang ini sekolah sudah mendapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS) semuanya masih belum mencukupi biaya pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu. B. Asumsinya. meskipun pada tahun 2009 dana BOS itu telah naik 50% dari tahun lalu?. MBS di Indonesia pada realitanya lebih dimaknai sebagai upaya untuk melakukan mobilisasi dana. Padahal di SD dan SMP sudah ada dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Besarnya biaya pendidikan bagi siswa baru. nasional. segala pungutan uang selalu berkedok. karena yang dipilih menjadi pengurus dan anggota Komite Sekolah adalah orang-orang dekat dengan Kepala Sekolah. Karena itu. dan reguler. Belum lagi ditambah dengan adanya Kategorisasi Sekolah seperti sekolah percontohan. setelah Komite Sekolah terbentuk. pengusaha memiliki akses atas modal yang lebih luas. Kalau sudah ada dana BOS berarti sekolah tidak diperkenankan menarik iuran lain. Komite . Komite Sekolah/Dewan Pendidikan yang merupakan organ MBS selalu disyaratkan adanya unsur pengusaha. rendahnya sarana fisik.

maka argumen ini hanya berlaku di Indonesia. Pendidikan berkualitas memang tidak mungkin murah. UU BHP dituding mengarahkan sistem pendidikan pada komersialisme dan membuat biaya pendidikan semakin mahal. ´Penyelenggara dan/atau satuan pendidikan yang didirikan pemerintah atau masyarakat berbentuk badan hukum pendidikan´. Prancis. Jika alasannya bahwa pendidikan bermutu itu harus mahal.Undang Kondisi ini akan lebih buruk dengan adanya RUU tentang Badan Hukum Pendidikan (RUU BHP). Bahkan beberapa negara ada yang menggratiskan biaya pendidikan.Sekolah hanya menjadi legitimator kebijakan Kepala Sekolah. ‡ Disahkannya RUU BHP menjadi Undang. tidak harus murah atau gratis. Dengan perubahan status itu Pemerintah secara mudah dapat melemparkan tanggung jawabnya atas pendidikan warganya kepada pemilik badan hukum yang sosoknya tidak jelas. dan MBS pun hanya menjadi legitimasi dari pelepasan tanggung jawab negara terhadap permasalahan pendidikan rakyatnya. dan di beberapa negara berkembang lainnya. Mereka menyangkal pula niatan lepas tangan dari pembiayaan pendidikan karena akan membiayai wajib pendidikan dasar dan membatasi pungutan maksimal dari masyarakat hanya sepertiga dari biaya operasional. Pasal 53 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) berbunyi. Tetapi persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya? Pemerintahlah sebenarnya yang berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu. atau tepatnya. Di sisi lain. Belanda. Di Jerman. Namun. Munculnya BHMN dan MBS adalah beberapa contoh kebijakan . pemerintah membantah jiwa korporasi lantaran BHP bersifat nirlaba. Berubahnya status pendidikan dari milik publik ke bentuk Badan Hukum jelas memiliki konsekuensi ekonomis dan politis amat besar. banyak perguruan tinggi yang bermutu namun biaya pendidikannya rendah. landasan tersebut sendiri ternyata produk ´keseleo´ yang masih sangat rancu. Perguruan Tinggi Negeri pun berubah menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Pasal itulah yang menjadi pegangan lahirnya UU BHP.

nantinya sekolah memiliki otonomi untuk menentukan sendiri biaya penyelenggaraan pendidikan. Tapi yang dinilai dalam UN hanya satu aspek kemampuan. kemampuan peserta didik mencakup tiga aspek. UN atau pada awalnya bernama Ujian Akhir Nasional (UAN) menjadi pengganti kebijakan Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional (Ebtanas). Dari hasil kajian Koalisi Pendidikan (Koran Tempo. sedangkan kedua aspek lain tidak diujikan sebagai penentu kelulusan. keterampilan (psikomotorik). BHMN sendiri berdampak pada melambungnya biaya pendidikan di beberapa Perguruan Tinggi favorit.pendidikan yang kontroversial. 10/5/2005) menilai bahwa dengan privatisasi pendidikan berarti Pemerintah telah melegitimasi komersialisasi pendidikan dengan menyerahkan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan ke pasar. Koordinator LSM Education Network for Justice (ENJ). 4 Februari 2005). setidaknya ada empat penyimpangan dengan digulirkannya UN. dan penilaian pendidikan. ‡ Kontroversi diselenggaraknnya UN Perdebatan mengenai Ujian Nasional (UN) sebenarnya sudah terjadi saat kebijakan tersebut mulai digulirkan pada tahun ajaran 2002/2003. Dengan begitu. aspek yuridis. akses rakyat yang kurang mampu untuk menikmati pendidikan berkualitas akan terbatasi dan masyarakat semakin terkotak-kotak berdasarkan status sosial. Akibatnya. pengelolaan. Tampaknya UU BHP malah menggali lebih dalam ´lubang´ yang ada. misalnya pasal 35 ayat 1 yang menyatakan bahwa standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi. Seperti halnya perusahaan. aspek pedagogis. Lubang yang dapat mengubur pendidikan murah di Tanah Air. Sekolah tentu saja akan mematok biaya setinggi-tingginya untuk meningkatkan dan mempertahankan mutu. yang harus ditingkatkan secara . Kedua. Yanti Mukhtar (Republika. dan sikap (afektif). tenaga kependidikan. Pertama. yaitu kognitif. Beberapa pasal dalam UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 telah dilanggar. Dalam ilmu kependidikan. antara yang kaya dan miskin. sekolah dibebaskan mencari modal untuk diinvestasikan dalam operasional pendidikan. kompetensi lulusan. sarana dan prasarana. pembiayaan. proses. yakni pengetahuan (kognitif).

UN mengabaikan unsur penilaian yang berupa proses. jenjang. dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Siswa dipaksa menghafalkan pelajaran-pelajaran yang akan di-UN-kan di sekolah ataupun di rumah. tapi tidak jelas sumbernya.berencana dan berkala.25 pada tahun 2004/2005. ‡ Kerusakan Fasilitas Sekolah Nanang Fatah. Kenyataannya. Kondisi ini memungkinkan terjadinya penyimpangan (korupsi) dana UN. kemajuan. Pasal 58 ayat 1 menyatakan. pemerintah dan pemerintah daerah melakukan evaluasi terhadap pengelola. Tahun 2005. Selain itu. Di wilayah Jabar. Pada 2005 memang disebutkan pendanaan UN berasal dari pemerintah. Ketiga.01 pada tahun 2003/2004 dan 4. aspek ekonomi. pakar pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengatakan. satuan jalur. dana yang dikeluarkan dari APBN mencapai Rp 260 miliar. aspek sosial dan psikologis. UN hanya mengukur kemampuan pengetahuan dan penentuan standar pendidikan yang ditentukan secara sepihak oleh pemerintah. evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. belum ditambah dana dari APBD dan masyarakat. pemerintah telah mematok standar nilai kelulusan 3. Sistem pengelolaan selama ini masih sangat tertutup dan tidak jelas pertanggungjawabannya. belum dibuat sistem yang jelas untuk menangkal penyimpangan finansial dana UN. Secara ekonomis. sehingga sangat memungkinkan masyarakat kembali akan dibebani biaya. Ini menimbulkan kecemasan psikologis bagi peserta didik dan orang tua siswa. pada pasal 59 ayat 1 dinyatakan. selain merampas hak guru melakukan penilaian. sekolah yang rusak mencapai 50 persen. Dalam mekanisme UN yang diselenggarakannya. dan jenis pendidikan. Keempat. Untuk mengantisipasi hal tersebut. Tapi dalam UN pemerintah hanya melakukan evaluasi terhadap hasil belajar siswa yang sebenarnya merupakan tugas pendidik. pelaksanaan UN memboroskan biaya. sejak tahun 2000-2005 telah . sekitar 60 persen bangunan sekolah di Indonesia rusak berat.01 pada tahun 2002/2003 menjadi 4. Kerusakan bangunan sekolah tersebut berkaitan dengan usia bangunan yang sudah tua. Selain itu.

yakni solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkait langsung dengan pendidikan. . Kedua. kerusakan bangunan pendidikan jelas akan mempengaruhi kualitas pendidikan karena secara psikologis seorang anak akan merasa tidak nyaman belajar pada kondisi ruanagan yang hampir roboh. khususnya yang menyangkut perihal pembiayaan seperti rendahnya sarana fisik. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini. termasuk pendanaan pendidikan. dan mahalnya biaya pendidikan. C. Solusi ini misalnya untuk menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi siswa. di samping diberi solusi peningkatan kesejahteraan. yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Maka. Seperti diketahui sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan. secara garis besar ada dua solusi yang dapat diberikan yaitu: Pertama. kesejahteraan guru. meningkatkan alat-alat peraga dan sarana-sarana pendidikan. solusi untuk masalah-masalah teknis dikembalikan kepada upaya-upaya praktis untuk meningkatkan kualitas sistem pendidikan. berarti menuntut juga perubahan sistem ekonomi yang ada. misalnya. diterapkan dalam konteks sistem ekonomi kapitalisme (mazhab neoliberalisme). Solusi dari Permasalahan-permasalahan Pendidikan di Indonesia Untuk mengatasi masalah-masalah di atas. dan memberikan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas guru. Maka. Rendahnya prestasi siswa. Akan sangat kurang efektif kita menerapkan sistem pendidikan Islam dalam atmosfer sistem ekonomi kapitalis yang kejam. Menurutnya. solusi untuk masalah-masalah yang ada. diberi solusi dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas materi pelajaran. Rendahnya kualitas guru. juga diberi solusi dengan membiayai guru melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Maka sistem kapitalisme saat ini wajib dihentikan dan diganti dengan sistem ekonomi Islam yang menggariskan bahwa pemerintah-lah yang akan menanggung segala pembiayaan pendidikan negara. dan sebagainya. misalnya. yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik.dilaksankan proyek perbaikan infrastruktur sekolah oleh Bank Dunia. dengan mengucurkan dana Bank Dunia pada Komite Sekolah.

agar diperoleh manusia yang berkualitas tinggi sehingga mampu berperan aktif sebagai subjek pembangunan.Undang. kontroversi diselenggaraknnya UN. maka pendidikan senantiasa menjadi tumpuan masyarakat bangsa dan negara saat ini dan di masa mendatang. Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan. Seperti diketahui sistem pendidikan sangat berkaitan dengan sistem ekonomi yang diterapkan. kerusakan fasilitas sekolah. Sistem pendidikan di Indonesia sekarang ini. yang berprinsip antara lain meminimalkan peran dan tanggung jawab negara dalam urusan publik.KESIMPULAN Pendidikan adalah proses budaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. . Hal ini disebabkan oleh berbagai masalah yang terjadi diantaranya: mahalnya biaya pendidikan. Menyadari akan pentingnya pendidikan sebagai sarana strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga menjadi manusia Indonesia yang dapat membangun dirinya. diterapkan dalam konteks sistem ekonomi kapitalisme (mazhab neoliberalisme). keluarga masyarakat dan bangsa pada umumnya. Pendidikan adalah sarana strategis pembangunan nasional melalui usaha dan proses peningkatan sumber daya manusia. secara garis besar ada dua solusi yang dapat diberikan yakni solusi dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan. Solusi ini misalnya untuk menyelesaikan masalah kualitas guru dan prestasi siswa. disahkannya RUU BHP menjadi Undang. termasuk pendanaan pendidikan serta solusi yang menyangkut hal-hal teknis yang berkait langsung dengan pendidikan. Untuk mengatasi masalah-masalah di atas.

pendidikan.ac.com/Potret Dunia Pendidikan Indonesia  http://mybluegreen.id/2009/01/05/masalah-pendidikan-di-indonesia/  http://www.semakin.html  http://suarapembaca.uu.bikin.ormawa.DAFTAR PUSTAKA  http://sim.geramtolakbhp.kompas.net/serbaneka/potret-dunia-pendidikan-indonesia/  http://beritasore.com/  re-searchengines.mahal.bhp.com/2007/07/03/uu-bhp-tidak-mengarah-privatisasiperguruan-tinggi  http://theindonesianinstitute.blogspot.uns.com/0607putri.org/?q=node/459www.detik.com .com/  http://www.com/read/xml/2008/12/17/16114897/mahasiswa.khawat ir.dikti.  http://www.kompas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful