KASUS I

INFERTILITAS
Disusun oleh: Muhamad Jauhar (220110080033) Nina Irmayani (220110080037) Yenny Ade Bintang (220110080040) Wawan Hidayaturrahman (220110080072) Dina Astriana (220110080075) Tiara Tri Putrianti (220110080108) Nur Ashiyah L. A (220110080111) Okky Adelirandy (220110080115) Tiara Rachmawati (220110080118) Nesthi Lestari (220110080127) Siska Dwi Handayani (220110080153) Anis Supi Tasripiyah (220110080157) Ulfah Masfufah (220110070097)

Fakultas Keperawatan UNIVERSITAS PADJADJARAN

KASUS 2 Seorang klien bernama Ny. I dan Tn. O datang ke poli infertil untuk berobat dengan keluhan belum memiliki anak. Ny. I tinggal berdua dengan suaminya Tn. O. Tn. O, 37 tahun bekerja di PT, Ny. I, 36 tahun ibu rumah tangga. Tn. O dan Ny. I berpendidikan sarjana. Ny. I sering membaca buku-buku yang berhubungan dengan infertilitas. Ny. I taat menjalankan shalat 5 waktu, Tn. O shalatnya sering tidak lengkap karena sibuk dengan pekerjaannya sebagai karyawan PT, bahkan sering lupa makan. Tn. O memiliki kebiasaan merokok 2 bungkus per hari. Tn. O dan Ny. I berasal dari Jawa. Pada awal menikah tidak ada masalah keluarga , menganggap keadaan infertilitas yang dialami sebagai cobaan dari Allah. Namun, sejak 3 bulan yang lalu, suaminya selingkuh dengan gadis lain yang diketahui sebagai mantan kekasihnya di SMA dulu. Hal ini membuat Ny. I tegang, sedih, dan kecewa karena suaminya tega menyakitinya dengan berselingkuh. Padahal ia merasa bahwa kebutuhan lahir dan batin suaminya telah ia layani, termasuk hubungan suami istri yang biasa ia dan suami lakukan 4-5 kali/ minggu. Kesedihan lain yang sudah cukup lama dirasakan oleh Ny. I adalah keadaan rumah tangganya yang sudah 6 tahun menikah tapi belum punya anak. Ny. I sering berpikir bahwa suaminya mejadi berselingkuh karena dirinya belum bisa memberi keturunan sehingga ia merasa dirinya sebagai perempuan yang tidak bisa membahagiakan. Saat ini, Ny. I belum mempunyai rencana menggunakan uang tabungannya untuk berobat. Dari riwayat keluarga, baik keluarga Tn. O dan Ny. I tidak mempunyai penyakit keturunan dan merupakan keluarga yang mudah memperoleh keturunan. Hasil dari wawancara tidak ditemukan riwayat penyakit yang berhubungan dengan sistem genitourinaria. Riwayat obsetri : menstruasi pertama umur 13 tahun, siklus teratur tiap bulan, tidak ada dismenorea, tidak pernah mencatat tanggal haid. Ny. I tidak merasakan keadaan infertilitas yang dialaminya mengganggu interaksi dengan suami maupun dengan tetangga sekelilingnya.

STEP 1 1. Riwayat obsetri (Wawan) 2. Genitourinaria (Tiara r) 3. Infertilitas (nina)

1. Infertilitas : tidak bisa hamil dalam 1 tahun (Tiara T), ketidaksuburan (Nura) 2. Genitourinaria :saluran genito dan urinaria (Okky)

3. LO

STEP 2 1. Konsep infertilitas (Dina)
-

Hubungan riwayat merokok dan infertil (Yenny) Tanda gejala infertilitas (t¶Ulfa) Perbandingan fertil dan infertil / perbadaan (Nura) Hubungan testoteron dan infertil (Okky) Cara menghitung masa subur (Nina) Waktu dan proses terjadi fertilisasi (wawan) Prevalensi kasus( Jojo) Infertilitas bisa diobati/ tidak (Nesthi) Infertilitas bisa dideteksi dini tidak (Dina) Hubungan psikologis dan pembuahan ( Yenny) Yang mengalami infertil pada kauss (Wawan) Hubungan dismenorea dan infertilitas ( Jojo) Hubungan karyawan dan lupa makan dan infertil (Okky) Fase koitus dan hubungannya dengan infertil (Siska) Frekuensi berhubungan dengan terjadinya fertilisasi (Wawan) Infertil dan mandul sama atau tidak (Tiara T)

2. Apa yang harus dikaji dalam kasus ini (Tiara R)
-

Penanganannya dan penkes (Okky) Psikis, sosial, budaya Dampak psikologis Ny. I (Jojo) Pengaruh kultur pada masalah ini ( Tiara R ) Adopsi anak dapat memancing anak, benar tidak ( Jojo) Data penunjang infertilitas (Tiara T)

3. Diagnosa keperawatn yang muncul (Nina) 4. Peran perawat pada kasus infertilitas (Siska)

STEP 3 1. Infertilitas : tidak punya anak, fertil : mempunyai anak Etiologi :

status nutrisi (Yenny) Riwayat keturunan (Siska) Riwayat kesehatan organ (Dina) Pem. inseminasi (Nura) dilakukan bila rahim ibunya siap ( Anis) Peran kultur budaya pada kasus infertil : Kebanyakan menyalahkan perempuan dalam tipa daerah (Dina) 3. cari solusi dari masalh (Okky). cara pemeriksaan sperma (Nina). masalah keperawatan yang terjadi : komunikasi tidak efektif (Okky) koping individu tidak efektif. ukur suhu tiap hari. konsepsi. fasilitator (Nina) . Pengkajian : Gaya hidupnya (Wawan ) Riwayat menstruasi. kurang pengetahuan ( Tiara R) Ansietas (Nura) HDR ( Tiara T) 4. sperma yang sehat 3 hari sekali (Jojo) sperma tidak mencapai ovum/ tidak dihasilkan sperma (Tiara T) Makanan yang dimakan berpengaruh pada kualitas sperma (Nina) Gangguan pelepasan ovum. kista ovarium (Yenny) Faktor kelelahan (Wawan) dan psikologis (Nura). pemeriksaan lendir (Dina) Penanganan : Kontrol ke dokter. amenorea (Dina) Tidak bisa ereksi (Wawan) Kualitas sperma menurun (all) 2.Rokok mempengaruhi kualitas sperma (Tiara R) Kualitas sperma akibat sperma belum matur (Dina). peran perawat : konselor. usia lebih dari 30 tahun (Dina) Tidak ada lendir di vagina dan uterus (Siska) Tidak mencapai orgasme pada saat berhubungan (Tiara R) Manifestasi klinik : Siklus menstruasi tidak teratur. periksa sperma dan ovum. kehidupan seks pasca menikah. edukator. periksa alat genital. komunikator.diagnostik : laparoskopi (Yenny).

etiologi Peran perawat Askep .Preventif .care provider (Jojo) STEP 4 Penatalaksanaan .Predisposisi .Klasifikasi .intervensi STEP 5 LO : Mind map dan step 2 .Analisa data .terapi Pemeriksaan -lab Dianostik fisik INFERTILITAS Konsep .Definisi .Patofisiologi .Pengkajian .

yang disebut zona pelusida. ditangkap oleh fimbrae dengan umbai pada ujung proksimalnya dan dibawa ke dalam tuba falopi. pembuahan terjadi di daerah tuba falopi umumnya di daerah ampula / infundibulum. Ovum yang dikelilingi oleh perivitelina. dipakai 3 patokan. akan dilepaskan cairan mani yang berisi sel±sel sperma ke dalam saluran reproduksi wanita. Dalam keadaan normal in vivo. Fertilisasi adalah suatu peristiwa penyatuan antara sel mani/sperma dengan sel telur di tuba falopi. masuk ke dalam tuba falopi. maka ada kemungkinan sel sperma dalam saluran reproduksi wanita akan bertemu dengan sel telur wanita yang baru dikeluarkan pada saat ovulasi. Ovum yang dikeluarkan oleh ovarium. Ovum dapat hidup 24 jam setelah ovulasi Pertemuan / penyatuan sel sperma dengan sel telur inilah yang disebut sebagai pembuahan atau fertilisasi. . Sperma dapat hidup & membuahi dalam 2-3 hari setelah ejakulasi 3. Gerakan ini mungkin dipengaruhi juga oleh peranan kontaksi miometrium dan dinding tuba yang juga terjadi saat sanggama. dengan ejakulasi sperma dari saluran reproduksi pria di dalam vagina wanita. Proses Fertilisasi Spermatozoa bergerak cepat dari vagina ke dalam rahim. yaitu : 1.PEMBAHASAN KASUS (REPORTING) KONSEP FERTILITAS Definisi Fertilitas merupakan kadar kesuburan wanita. Sekali ovum sudah dikeluarkan. Jika sanggama terjadi dalam sekitar masa ovulasi (disebut masa subur wanita). Ovulasi terjadi 14 ± 2 hari sebelum haid yang akan datang 2. diselubungi oleh bahan opak setebal 5±10 m. Pada saat kopulasi antara pria dan wanita (sanggama/coitus). Untuk menentukan masa subur. atau hasil reproduksi yang nyata dari seorang wanita. kemampuan seorang istri untuk menjadi hamil dan melahirkan bayi hidup dari suami yang mampu menghamilinya. membentuk korpus luteum. folikel akan mengempis dan berubah menjadi kuning. Sekarang ovum siap dibuahi apabila sperma mencapainya.

trypsine-like agent dan lysine-zone yang dapat melarutkan dan membantu sperma melewati zona pelusida untuk mencapai ovum. terjadi setelah sperma dekat dengan oosit. karena sperma tersebut memiliki konsentrasi DNA yang tinggi di nukleusnya. sangat jarang sekali terjadi penembusan zona oleh lebih dari satu sperma. sperma mengalami reaksi akrosom.Dari 60 . beberapa juta berhasil menerobos saluran heliks di dalam mukus serviks dan mencapai rongga uterus beberapa ratus sperma dapat melewati pintu masuk tuba falopi yang sempit dan beberapa diantaranya dapat bertahan hidup sampai mencapai ovum di ujung fimbrae tuba fallopi. terjadi perlekatan yang kuat dan penembusan yang sangat cepat. protein plasma dan likoprotein yang berada dalam cairan mani diluruhkan. Reaksi ini disebut reaksi kapasitasi. Sel sperma yang telah menjalani kapasitasi akan terpengaruh oleh zat ± zat dari korona radiata ovum. sehingga isi akrosom dari daerah kepala sperma akan terlepas dan berkontak dengan lapisan korona radiata. Hal ini disebabkan karena selama beberapa jam. Setelah reaksi kapasitasi. . Pada saat ini dilepaskan hialuronidase yang dapat melarutkan korona radiata. Dengan demikian. dan kaputnya lebih mudah menembus karena diduga dapat melepaskan hialuronidase. Sekali sebuah spermatozoa menyentuh zona pelusida. Hanya satu sperma yang memiliki kemampuan untuk membuahi.100 juta sperma yang diejakulasikan ke dalam vagina pada saat ovulasi. Setelah itu terjadi reaksi khusus di zona pelusida (zone reaction) yang bertujuan mencegah terjadinya penembusan lagi oleh sperma lainnya.

tergantung dari kromosom X atau Y yang dikandung sperma yang membuahi ovum tersebut. Oosit menyelesaikan pembelahan miosis keduanya. 4. 2. Inti sperma membesar membentuk pronukleus pria. 5. Ekor sel sperma terlepas dan berdegenerasi. C dan D : Ovum dengan korona radiata E F dan G : Ovum dimasuki spermatozoa : Pembentukan benda kutub kedua dan akan bersatunya kedua pronukleus yang haploid untuk menjadi zigot Hasil utama pembuahan : 1.Pada saat sperma mencapai oosit. terjadi: 1. Penentuan jenis kelamin bakal individu baru. Pronukleus pria dan wanita. B. Reaksi zona / reaksi kortikal pada selaput zona pelusida 2. . Masing ± masing haploid bersatu dan membentuk zygot yang memiliki jumlah DNA genap / diploid. menghasilkan oosit definitif yang kemudian menjadi pronukleus wanita 3. Gambar Pembuahan Ovum Keterangan : A. Penggenapan kembali jumlah kromosom dari penggabungan dua paruh haploid dari ayah dan dari ibu menjadi suatu bakal baru dengan jumlah kromosom diploid.

berpisah sementara) dan frekuensi senggama. b) Faktor-faktor yang mempengaruhi kemungkinan terjadinya konsepsi antar lain fekunditas atau infekunditas yang disebabkan hal-hal yang tidak disengaja. Pada pria masa fertilitas tertinggi terjadi antara 24 dan 35 tahun dimana pada saat itu merupakan tingkat kesehatan fisik dan mental tertinggi. Pria ini tidak memiliki abnormalitas organ-organ reproduktif dan memiliki jumlah sperma 90-300 juta per militer. fungsi fertilitas dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor : a. . Variabel antara tersebur terdiri atas : a) Faktor-faktor yang mempengaruhi hubungan kelamin adalah umur memulai hubungan kelamin. c) Faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan yautu mortalitas karena sebeb -sebab tidak sengaja dan yang disengaja. dan strerilisasi atau fekunditas dan infekunditas yang disengaja. Wanita ini tidak memiliki kelainan organ-organ reproduktif atau siklus menstruasi serta menghasilkan ovum secara teratur. selibat permanen (proporsi wanita yang tak pernah mengadakan hubungan kelamin). Lamanya berstatus menikah d. Faktor yang mempengaruhi hubungan kelamin adalah umur/usia c. pemakaian kontrasepsi. Faktor mortalitas karena sebab-sebab tidak disengaja dan yang disengaja Faktor-faktor sosial ekonomi dan budaya yang mempengaruhi fertilitas akan ada kaitannya dengan ketiga tahap reproduksi. dengan paling tidak 75% bentuk sperma normal dan sperma motilitas aktif. Faktor sosial ekonomi dan budaya yang mempengaruhi fertilitas b. abstinensi sukarela. lamanya berstatus kawin. abstinensi terpaksa ( misal sakit.3. Faktor-faktor yang mempengaruhi fertilitas Secara umum. Pda wanita fertilitas tertinggi pada usia 20-30 tahun dimana kesehatan fisik dan mental dalam keadaan tinggi. Faktor-faktor yang langsung memiliki kaitan dengan ketiga tahap tersebut ³ variabel antara´. Frekuensi senggama e. Permulaan pembelahan dan stadium ± stadium pembentukan dan perkembangan embrio (embriogenesis).

melakukan hubungan seks seminggu sekali. faktor frekuensi senggama dan gizi juga berpengaruh [ada kemampuan seseorang dalam fertilitas : Frekuensi hubungan seks Menurut oyub. . telur. termasuk kategori normal b. Untuk pria dan wanita usia 40-55 tahun. kacang tanah. Faktor asupan gizi : Zat gizi yang mempengaruhi fertilitas : Vitamin A. Untuk pria dan wanita usia 35-40 tahun. sebulan sekali. Untuk pria dan wanita usia 30-35 tahun. melakukan hubungan seks sebanyak 1-2 kali dalam sehari. makanan laut. Misalnya: wortel. Contoh Bahan Makanan: Daging unggas. masih normal c. ikan. kacang-kacangan.jeruk. Vitamin E Mencegah degenerasi system reproduksi (memudahkan organ reproduksi mendapatkan pasokan oksigen segar). vitamin E dan zinc sebagai bahan dasar hormon reproduksi wanita. C dan E sebagai antioksidan yang berfungsi untuk menangkal serangan radikal bebas terhadap sperma dan ovum. dalam sehari melakukan hubungan seks hingga 3-5 kali. ayam. Untuk pria dan wanita usia 55 tahun keatas. daging. apalagi yang telah mencapai usia 60 tahun keatas. melakukan hubungan seks 3 hari sekali. Arginin Memperkuat daya tahan hidup sperma dan mencegah kemandulan. seledri. frekuensi seks setiap pasangan suami istri tidak sama.Selain itu. tergantung usia : a. Contoh Bahan Makanan: Kemangi. ikan. masih dalam kategori normal Tetapi itu semua tergantung pada keadaan psikis individu masing-masing. daging sapi. Vitamin B Bersama niasin. melakukan hubungan seks sebanyak satu kali sehari. Contoh Bahan Makanan: Telur. masih dalam kategori normal e. Untuk pria dan wanita usia 25-30 tahun. masih dalam kategori normal d. kacang-kacangan yang sudah berkecambah. kedelai.

Perbedaan fertilitas menurut tempat tinggal. d) Pengalaman Bekerja. memperbaiki struktur dan kegesitan sperma. ini juda dimungkinkan oleh konsep urban atau rural yang dipakai. Contoh Bahan Makanan: Daging. - Zinc Melincahkan sperma. pentingnya fertilitas untuk mendapatkan bantuan medis bergantung pada 3 faktor: Studi Perbedaan Fertilitas di Indonesia a) Tempat tinggal wanita saat pencacahan. - Kalium Mempengaruhi pengeluaran hormone reproduksi. tempe. ayam. - Likopen Meningkatkan jumlah. status pekerjaan. mentega. Beradsaran penelitian. lapangan pekerjaan. missal jenis pekerjaan. ikan teri. Pada intinya hubungan antara tingkat pendidikan dengan tingkat fertilitas berbeda dari satu daerah ke daerah lainnya. telur dan seafood. . Mengingat perbedaan hanya sedikit. c) Umur Perkawinan Pertama. bahwa makkin muda seorang melakukan perkawinan makin panjang masa reproduksinya maka dapat diharapkan makin muda seseorang melangsungkan perkawinannya makin banyak pula anak yang dilahirkan.- Histamin Mempengaruhi system ejakulasi pada pria. hati.. jadi hubungan antara umur perkawinan dan fertilitas negatif . Hal ini diakibatkan karena tingkat fertilitas di kota disebabkan oleh tingginya tingkat ³memory lapse´ wanita pedesaaan yang tinggal di daerah kota. Contoh Bahan Makanan: Daging. menunjukkan bahwa fertilitas di daerah kota sedikit lebih tinggi daripada di pedesaan. ukuran yang dipakai untuk factor pengalaman bekerja berbedabeda. makin rendah fertilitasnya. pada dasarya makin tinggi tingkat pendidikan yang dimiliki oleh wanita. Konsep tersebut lebih menekankan pada fasilitas fisik di suatu daerah daripada cara hidup penduduk yang tinggal di daerah tersebut b) Tingkat Pendidikan. Contoh Bahan Makanan: Susu. wanita yag mengurus rumah tangga saja cenderung untuk memiliki anak yang lebih banyak daripada wanita yang bekerja. Contoh Bahan Makanan : Jambu biji merah dan semangka. kegiatan yang biasanya dilakukan. Sebagai µaturan umum¶ sederhana.

Hal ini berhubungan dengan proses pembentukan serta kualitas sperma atau sel telur. proses andropause yakni penurunan masa produktif . 2008).B. 2004). yaitu keadaan infertilitas yang dialami pasangan suami istri sejak awal mereka menikah. Kualitas sperma dan sel telur dipengaruhi banyak faktor. KLASIFIKASI INFERTILITAS : 1. diantaranya : a. Pematangan sperma terjadi kurang lebih 70 hari. Kondisi Fisik infertilitas berhubungan dengan kondisi fisik. Bila tidak dibuahi. suami istri Secara umum.2008) Infertilitas adalah suatu kesatuan hasil interaksi biologik yang tidak menghasilkan kehamilan dan kelahiran bayi hidup (Hermawanto. Pada fase ini. yaitu keadaan infertilitas yang dialami pasangan yang pernah mengalami proses pembuahan setelah menikah. waktu. Infertilitas primer. Dalam saluran kelamin perempuan. Infertilitas adalah tidak terjadi konsepsi setelah satu tahun (Scott. sel sperma dapat hidup dan membuahi sel telur antara 3-5 hari. 1. Testis dapat menghasilkan 100-200 juta sel per hari atau 1 triliun sel selama hidup. lemungkinan untuk memperoleh keturunan lebih kecil. 2. 2005). Infertilitas adalah kegagalan sepasang suami istri untuk hamil selama 12 bulan atau lebih dengan koitus yang teratur dan tanpa menggunakan alat kontrasepsi (Wiknjosastro. KONSEP INFERTILITAS DEFINISI Infertilitas adalah ketidakmampuan sepasang suami istri untuk memiliki keturunan dimana wanita belum mengalami kehamilan setelah bersenggama secara teratur 2-3 x / minggu. proses dan Kesuburan sangat ditentukan oleh kondisi fisik suami dan istri. Secara alamiah perempuan mengalami fase menopause yang biasanya terjadi antara usia 40-50 tahun. tanpa mamakai matoda pencegahan selama 1 tahun. Berbeda dengan laki-laki. Infertilitas sekunder. Infertilitas atau ketidaksuburan adalah kesulitan untuk memperoleh keturunan pada pasangan yang tidak menggunakan kontrasepsi dan melakukan senggama secara teratur (Depkes RI. maka sel telur itu akan mati dan turun pada saat haid. Ovarium dapat menghasilkan1 sel telur setiap bulan.

atau tumbuhnya jaringan ikat. b. Hasil pembuahan (embrio) itu digerakkan menuju rahim untuk berkembang di dalamnya. Metode kontrasepsi: Penggunaan kondom pada pria atau diafragma pada wanita tidak memungkinkan terjadinya proses pembuahan. hormon kegemukan kelainan sekresi gonadotropin oleh kelenjar hipofisis. Proses Terjadinya pembuahan dan kehamilan dimulai dengan masuknya sperma dalam saluran kelamin wanita dan bertemu dengan ovum atau sel telur di dalam saluran ovarium (tuba falopii). Banyak penelitian menunjukkan bahwa stres dapat mengganggu kualitas dan proses kesuburan. tetapi juga mengakibatkan proses perlengketan embrio pada rahim terganggu. Penyakit tertentu. c. mengurangi Kebiasaan kualitas kesuburan. seperti kelainan pada rahim atau saluran kelamin lainnya dapat mengganggu proses kehamilan. mioma uteri merokok pada dan wanita. varicocel pada pria. Proses berhasil tidaknya proses kehamilan sangat dipengaruhi beberapa hal : a. Beberapa kelainan anatomis. Penyakit seperti myoma uteri. b. 2. 3. misalnya infeksi pada saluran kelamin. Beberapa kelainan genetika dapat berpengaruh pada kesuburan terutama yang berhubungan dengan anatomi kelamin dan sistem hormonal pada suami maupun istri. e. c. kista ovarium. yang kegemukan terdapat dapat mempengaruhi pada kesuburan. Perlengketan atau tertutupnya tuba falopii dapat terjadi karena infeksi dan peradangan. Pekerjaan yang berhubungan dengan bahan kimia dan polusi tinggi juga dapat mengurangi kualitas kesuburan.biasanya terjadi saat usia yang sangat lanjut. Kelainan ini pada akhirnya mempengaruhi produksi hormon estrogen dan progesteron. minum dapat alcohol menghambat terbukti kehamilan. g. Pada Menurut wanita penelitian. f. d. bukan saja menghalangi masuknya sperma. Waktu Sel telur hanya dihasilkan satu kali setiap bulannya dan umurnya pun .

Wanita · Deteksi Ovulasi Pemeriksaan ovulasi digunakan untuk mengetahui ovulasi (pelepasan sel telur) a. MANISFESTASI KLINIS WANITA : - Kelainan hormon endokrin Hypomenore / amenore Perkembangan seks sekunder tidak adekuat (karena ada masalah di ovarium.pendek. Pemeriksaan System Reproduksi 1.hipofisis.hipotalamus) - Wanita dengan sindrom turner (pendek. Sesudah ovulasi terjadi kenaikan suhu basal disebabkan pengaruh progesteron b. gonad abnormal) PRIA : - Status gizi dan nutrisi kurang terutama protein Riwayat inflamasi genitourinaria Hipertiroidisme / hipotiroidisme Tumor hipofisis Disfungsi ereksi berat Ejakilasi retrograde Hipospadia / epispadia Mikropenis PEMERIKSAAN INFERTILITAS Pemeriksaan Fisik: Perkembangan seks sekunder yang tidak adekuat ( seperti distribusi lemak tubuh dan rambut yang tidak sesuai ). Catat suhu basal dalam suatu kurve: jika siklus suhu ovulator. Sehingga pengetahuan mengenai masa subur menjadi hal yang sangat penting. pembentukan progesteron menimbulkan perubahan-perubahan sitologis pada sel-sel superfisial. maka suhu basal bersifat bifasis. Dengan pemeriksaan vagina smear. .payudara tidak berkembang.

sebelum beranjak daru tempat tidur. ICSH dan pregnandiol. d. e. berarti sedang terjadi ovulasi. 2008). pada saat subur akan tampak bentuk seperti daun pakis yang sempurna.10 jam paska sanggama Waktu sanggama sekitar ovulasi. 2. tetap berbaring dan istirahat dengan mata tertutup sampai selesai. dilakukan pengukuran suhu tubuh wanita. Pemeriksaan ini meliputi : 1. Setelah bagun tidur letakkan thermometer dimulut selama 10 menit penting bagi anda jangan banyak bergerak. Pemeriksaan endometrium: kurtase pada hari pertama haid atau pada fase premenstruil menghasilkan endometrium dalam atadium sekresi dengan gambaran histologis yang khas. Dengan memeriksa lendir rahim dibawah mikroskop. Uji lendir serviks metoda berdasarkan hubungan antara pertumbuhan anatomi dan fisiologi serviks dengan siklus ovarium untuk mengetahui saat terjadinya keadaan optimal getah serviks dalam menerima sperma Syarat : y y Pemeriksaan Lendir serviks + 6 . 2. Pemeriksaan hormon seperti estrogen. Pemeriksaan lendir serviks: adanya progesteron menimbulkan perubahan sifat lendir serviks ialah lendir tersebut menjadi lebih kental. pengkajian BBT (basal body temperature ) Setiap pagi. (Kurniawan. 3. Cara mengukur sendiri suhu basal tubuh : 1. Pemeriksaan USG melalui vagina. Guncang thermometer hingga dibawah 36 C dan siapkan termometer didekat tempat tidur.5-1°C. dengan ini dapat dilihat dengan jelas sel telur yang sudah dilepaskan dari indung telur. bentuk lendir normal setelah kering terlihat seperti daun pakis Penilaian UPS : Baik : > 10 sperma / LPB Keadaan dan sifat lendir serviks sangan mempengaruhi keadaan spermatozoa . juga gambaran fern (daun pakis) yang terlihat pada lendir yang telah dikeringkan hilang. Setelah 10 menit baca dan catat suhu pada grafik saat tanggal pemeriksaan itu.c. jika terjadi peningkatan sebesar 0.

Sims hunher tes baik menandakan teknis citus baik. Sims hunher test dianggap baik jika terdapat 5 spermatozoa motil per high powerfield. lendir serviks kurang baik. Cara melakukan uji Sims Hunher: y y y Hubungan seks normal 2-3 hari menjelang ovulasi Datang memeriksakan diri sekitar 3-7 jam Lendir serviks diusap dan dibaca di bawah mikroskop. . hasil yang baik terdapat spermatozoa 5-20. Kentalnya lendir serviks Lendir serviks yang cair lebih mudah dilalui spermatozoa. tidak terdapat reaksi imunologis. b. e. Dalam lendir serviks juga dapat ditemukan immunoglobulin yang dapat menimbulkan agglutinasi dari spermatozoa. 2) Kurzoxk Miller Test Dilakukan pada pertengahan siklus jika hasi Sims Hunher test kurang baik. Diulang dua kali dengan nterval dua bulan. d. Dilihat apakah ada spermatozoa atau tidak. enzim proteolitik seperti tripsin dan chemotripsin juga mempengaruhi viscositas lendir serviks. Pada stadium proliferasi lendir serviks agak cair karena pengaruh estrogen. pH lendir serviks lendir serviks bersifat alkalis dengan pH 9. lendir serviks normal. Suasana menjadi asama pada servicitis. Pada pH yang alkalis spermatozoa dapat hidup lebih lama. kehamilan terjadi. Jika tidak ada invasi spermatozoa. Biasanya pemeriksaan lendir serviks dilakukan dengan cara: 1) Sims Hunher Test Pemeriksaan lendir serviks dilakukan post coitum sekitar waktu ovulasi. Enzym proteolitik Selain estrogen. estrogen ovarial cukup. sebaliknya pada stadium sekresi lendir serviks lebih kental karena pengaruh progesteron. c. sperma cukup baik.a. Satu tetes lendir serviks diletakkan berdampingan dengan tetes sperma pada objek gelas. Berbagai kuman-kuman dalam lendir serviks dapat membunuh spermatozoa.

spekulum vagina diinsersi ke dalam vagina. sebuah sampel endometrium diambil b) Metode kedua dilakukan sebagai berikut: y Pasangan dianjurkan tidak mmelakukan hubungan seksual selam a periode ³fertil´ yang pertama supaya embrio tidak keluar setelah prosedur. Tes ini dilakukan pada pertengahan siklus menstruasi yaitu pada saat estradiol mencapai kadar tertinggi dan pada saat terjadi ovulasi.20 mg/ml : 2 . · Biopsy endometrium terjadwal Mengetahui pengaruh progesterone terhadap endometrium dan sebaiknya dilakukan pada 2-3 hr sebelum haid. lendir tampak seperti pohon pakis. Laminaria merupakan .600 pg/ml : 5 . Biopsi endometrium terjadiwal. Dalam keadaan normal.· Analisa hormon Mengkaji fungsi endokrin pada aksis ovarium ± hipofisis ± hipotalamus. Dengan pengambilan specimen urine dan darah pada berbagai waktu selama siklus menstruasi. LH. lendir servikal adalah jernih dan bisa diregangkan sepanjang 7.60 mIU/ml LH serum : 15 . Dengan menggunakan aspirator vabra berlumen kecil.60 mIU/ml Estradiol Progesteron Prolaktin : 200 . PROLAKTIN y y y y y FSH serum : 10 . E2. PROGESTERON. Dilakukan dengan dua metode: a) Diimplementasi 3-4 hari setelah menstruasi berikutnya. Bila dilihat dengan mikroskop. Dengan wanita ditutupi selimut dan dalam posisi litotomi. Hormonal: FSH.20 mg/ml · Sitologi vagina Pemeriksaan usap forniks vagina untuk mengetahui perubahan epitel vagina · Uji pasca senggama Mengetahui ada tidaknya spermatozoa yang melewati serviks ( 6 jam pasca coital ). y Serviks didilatasi menggunakan laminaria 4-24 jam sebelum prosedur yang tidak membutuhkan analgesia dilakukan.6-10 cm tanpa terputus.

. perkembangan dan maturitas folikuler. biasanya implantasi terjadi di bagian atas fundus. misalnya untuk identifikasi kelainan. Aalat ukur itulah yang dapat memeperkirakan keberadaaan salur tuba dan keadaan tersumbatnya segaian ataupun total - Hidrotubasi : pemeriksaan tuba dengan cara memasukan cairan kombinasi antibiotika dan aqua steril dalam jumlah 15-20 cc melalui mulut rahim menuju rahim lalu masuk ke tuba dan bila cairan tersebut kembali lagi ke vagina maka dapat di simpulkan terjadi gangguan atau sumbatan di tuba fallopi. lalu melalui tuba. - Pertubasi : pemeriksaan potensi tuba dengan cara memasukan CO2 ke mulut rahim. lalu diukur menggunakan alat ukur. Disini dapat dilihat kelainan uterus. Analgesia atau anastesia seringkali dibutuhkan. Dilakukan secara terjadwal. · Laparoskopi Standar emas untuk mengetahui kelainan tuba dan peritoneum. baik di bagian posterior maupun anterior) · Histerosalpinografi Radiografi kavum uteri dan tuba dengan pemberian materi kontras. y Wanita berbaring dalam posisi litotomi dan diselimuti kemudian spekulum diinsersi. distrosi rongga uterus dan tuba uteri. y y Laminaria diangkat Apabila sebelumnya tidak didilatasi dengan laminaria. serviks didilatasi pada saat ini dengan dilator rod logam. serta informasi kehamilan intra uterin. y Sebuah spesimen kecil endometrium diambil dari dinding samping di dalam fundus supaya embrio tidak terlepas jika konsepsi telah terjadi.insersi rumput laut kemasan berbentuk tipis dan berukuran kecil atau dilator osmotik sintesis yang jika diinsersi ke dalam serviks. mengembang. (jika implantasi terjadi. menyerap kelembaban. dan denga demikian membuat serviks berdilatasi. · Pemeriksaan pelvis ultrasound Untuk memvisualisasi jaringan pelvis. jaringan parut dan adesi akibat proses radang.

vesikula seminalis. Pria · Analisa Semen Parameter : Warna Putih keruh Bau Bunga akasia PH 7. atau seluran ejakulatori. Uji yang dilakukan bertujuna untuk menilai kadar hormon tesrosteron. · Uji penetrasi sperma · Uji hemizona PENATALAKSANAAN INFERTILITAS A. hipofisis jika kelainan ini diduga sebagai penyebab infertilitas. seperti.8 Volume 2 ± 5 ml Viskositas 1.2 ± 7. .6 ± 6. · USG Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat struktur kelenjar prostat. · Biopsi testis Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan testis memakai metoda invasif untuk mengidentifikasi adanya kelainan patologi.2. dan LH.2 detik persentase gerak sperma motil > 60% Aglutasi Tidak ada Sel ± sel Sedikit. gejala lendir serviks puncak dan waktu yang tepat untuk coital · Pemberian terapi obat.6 centipose Jumlah sperma 20 juta / ml Sperma motil > 50% Bentuk normal > 60% Kecepatan gerak sperma 0.tidak ada Uji fruktosa 150-650 mg/dl · Pemeriksaan endokrin Pemeriksaan ini berguna untuk menilai kembali fungsi hipothalamus. FSH. Wanita · Pengetahuan tentang siklus menstruasi.18-1.

· Pengangkatan tumor atau fibroid · Eliminasi vaginitis atau servisitis dengan antibiotika atau kemoterapi B. baik untuk gangguan yang disebabkan oleh supresi hipotalamus. . peningkatan kadar prolaktin. 2. Seperti. Penggunaan antibiotika yang sesuai untuk pencegahan dan penatalaksanaan infeksi dini yang adekuat · GIFT ( gemete intrafallopian transfer ) · Laparatomi dan bedah mikro untuk memperbaiki tuba yang rusak secara luas · Bedah plastic misalnya penyatuan uterus bikonuate. perbaikan nutrisi.1. Superovulation dan intrauterine insemination Cara ini menggunakan hormon untuk menstimulasi proses ovulasi sel telur dan sperma di dalam uterus. Beberapa kemajuan cara pengobatan infertilitas. tidak membiasakan penggunaan celana yang panas dan ketat · Perhatikan penggunaan lubrikans saat coital. I. Penanganan beberapa masalah infertilitas disesuaikan dengan hasil pemeriksaan yang dilakukan Tn. Tujuannya untuk mengurangi titer antibodi antispermatozoa dengan mencegah pengulangan stimulasi antigenik. Stimulant ovulasi. Glukokortikoid jika terdapat hiperplasi adrenal 4. jangan yang mengandung spermatisida Terapi oklusi: suami mengguanakan kondom selama 6-9 bulan bila istri mempunyai faktor imunologis sebagai penyebab fertilitasnya. Pria · Penekanan produksi sperma untuk mengurangi jumlah antibodi autoimun. In Vitro Fertilisasi. pemberian tsh . yaitu : 1. O dan Ny. digunakan untuk mengobati tumor hipofisis atau hipotalamus · Klomifen dapat diberikan untuk mengatasi subfertilitas idiopatik · Perbaikan varikokel menghasilkan perbaikan kualitas sperma · Perubahan gaya hidup yang sederhana dan yang terkoreksi. Terapi penggantian hormon 3.m memperbaiki hipoganadisme · FSH dan HCG untuk menyelesaikan spermatogenesis · Bromokriptin. diharapkan kualitas sperma meningkat · Agen antimikroba · Testosterone Enantat dan Testosteron Spionat untuk stimulasi kejantanan · HCG secara i. 2.

- . sehingga penghentian penggunaan mariyuana dan alkohol merupakan usaha preventif untuk infertilitas. Latihan jasmani : olahraga teratur BB ideal PENCEGAHAN INFERTILITAS - Jauhi rokok karena dalam penelitian lebih dari 1 bks/ hari menurunkan kesempatan hamil >20% - Kurangi etrpapar lingkungan yang tercemar polusi karena dapat menurunkan kualitas sperma - Jangan konsumsi narkoba karena narkoba mengganggu sekresi hormone GnRH jauhi alcohol karena pada wanita alcohol dapat menurunkan sekresi estrogen dan progesterone. Proses infertilisasi yang dilakukan di laboratorium dan kemudian menggunakan laparoskopi untuk mentransfer zigot ke dalam tuba fallopi. 4. sedangkan pada pria dapat menurunkan ukuran testis dan motilitas sperma jadi tidak bagus. Berperilaku hidup sehat. Berusaha dan berdoa 2. meliputi : a. Mariyuana juga dikenal sebagai salah satu penyebab gangguan pertumbuhan sperma. Terapi dengan pola kebiasaan hidup 1. Gamet Intra fallopian transfer Menggunakan peralatan yang disebut laparoskopi sebagai tempat fertilisasi sel telur dan sperma ke dalam tuba fallopi dengan cara membuat lubang kecil pada perut. 3. Diet (pola makan) yang sehat b. Fertilisasi dilakukan di laboratorium dan kemudian mentransfer hasil embrio ke dalam uterus. Melakukan pemeriksaan ke dokter 3. dan komunikasi yang baik antar suami-istri untuk memutuskan terapi yang tepat untuk mereka 4. Zygote Intrafallopian transfer. optimis. Sabar.Menggunakan hormon untuk menstimulasi proses ovulasi sel telur dan memperoleh sel telur. Alkohol dalam jumlah banyak dihubungkan dengan rendahnya kadar hormon testosteron yang tentu akan mengganggu pertumbuhan sperma.

b. dan herpes) Dilakukan untuk memeriksa apakah calon ibu terjangkin virus toksoplasma ataupun virus yang lainnya karena virus ini bisa mengakibatkan kecacatan pada bayi. rubella. Pemeriksaan darah Dilakukan untuk memastikan si calon ibu tidak mengalami talasemia. c. infeksi pada darah dan sebagainya. Gerakan sperma : harus lebih dari 50% sperma terlihat pergerakannya. Alkohol dalam jumlah banyak dihubungkan dengan rendahnya kadar hormon testosteron yang tentu akan mengganggu pertumbuhan sperma. Ganja /mariyuana juga dikenal sebagai salah satu penyebab gangguan pertumbuhan sperma. yaitu suatu kelainan pada darah yang bisa mengakibatkan sulitnya menjaga kehamilan atau menyebabkan keguguran berulang. - Hindari obat yang mempengaruhi jumlah sperma. Jenis pemeriksaannya antara lain : a. Jika ada kasus seperti itu. d. Pemeriksaan Rhesus . - Menghindari rokok.- Mengobati infeksi di organ reproduksi. 2. dll Para ahli abstetri (ilmu kebidanan) dan ginekologi (ilmu keturunan) menyatakan bahwa sebaiknya calon pengantin memeriksakan dirinya tiga bulan sebelum melakukan janji pernikahan. jumlah dan kualitas sperma. Dalam pengalaman medis. testis / buah zakar. Rentang waktu itu diperlukan untuk melakukan pengobatan jika ternyata salah seorang atau keduanya menderita gangguan tertentu. Jumlah sperma : harus lebih dari 20 juta setiap cc-nya. sepreti obat darah tinggi. Pemeriksaan sperma Dilakukan dalam 3 kategori. maupun saluran sperma. kadang kala ditemukan gejala anti phospholipid syndrome (APS). cytomegalo. - Menghindari Alkohol dan zat adiktif. Pemeriksaan terhadap TORCH (toksoplasma. sehingga pada saat pengantin perempuan hamil dia dapat mempertahankan bayinya. biasanya para dokter akan melakukan tindakan tertentu sebagai langkah . 3. Ada berbagai jenis infeksi diketahui menyebabkan infertilitas seperti infeksi prostat. yakni : 1. Bentuk sperma : harus memiliki bentuk normal lebih dari 30% dan sedikitnya 14% sperma harus sudah terbentuk dengan normal saat menuju sel telur. Rokok mengandung zat-zat yang dapat meracuni pertumbuhan.

e. Meskipun pasangan ingin tetap mempertahankan janin. maka biasanya disarankan para ahli medis untuk melakukan pengguguran sejak dini karena tidak mungkin janin akan bertahan hidup secara normal di dalam rahim ibu. nantinya akan gugur juga.Pemeriksaan resus untuk pasangan campuran yang berasal dari dua ban gsa berbeda sangatlah penting. Pemberian suntikan tetanus Suntikan Tetanus Toxoid sebenarnya dimaksudkan untuk mencegah timbulnya tetanus pada luka yang dapat terjadi pada vagina mempelai wanita yang diakibatkan hubungan seksual pertama. f. Pemeriksaan darah Anticardiolipin Antibodi (ACA) Penyakit yang berkaitan dengan hal itu bisa mengakibatkan aliran darah mengental sehingga darah si ibu sulit mengirimkan makanan kepada janin yang berada di dalam rahimnya. Seperti bangsa Asia lainnya. Jika ibu memiliki resus positif dan embrio menunjukkan resus negatif. Sedangkan bangsa Eropa dan Kaukasia biasanya memiliki resus negatif. . Suntikan TT biasanya juga diperlukan dan dianjurkan oleh para medis bagi para ibu hamil di usia kehamilan 5-6 bulan untuk mencegah terjadinya tetanus pada luka ibu ataupun bayi saat proses kelahiran. perempuan Indonesia memiliki resus darah positif.

Riwayat kesehatan keluarga : Keluarga Tn. O dan Ny. kecewa karena suaminya tega menyakitinya dengan berselingkuh sejak 3 bulan yang lalu dengan gadis lain yang diketahui mantan kekasihnya di SMA dulu. Pada wanita Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Agama Suku Diagnosa Medis : Infertilitas 2. Identitas Klien a. merasa dirinya sebagai perempuan yang tidak bisa membahagiakan suami . tidak pernah mencatat tanggal haid 7. Riwayat kesehatan dahulu : Tidak ditemukan riwayat penyakit yang berhubungan dengan system genitourinaria 5. Riwayat kesehatan sekarang : Belum mempunyai anak 4. siklus teratur tiap bulan. I tidak mempunyai penyakit keturunan dan merupakan keluarga yang mudah memperoleh keturunan 6. I 36 tahun Sarjana Ibu Rumah Tangga Islam Jawa Psikologis : Ny. Keluhan utama : Belum mempunyai anak 3.ASUHAN KEPERAWATAN INFERTILITAS PENGKAJIAN 1. tidak ada dismenore. kesedihan cukup lama yaitu keadaan rumah tangga sudah 6 tahun menikah belum mempunyai anak. O 37 tahun Sarjana Karyawan PT Islam Jawa : : : : : : Ny. Riwayat obstetric : Menstruasi pertama umur 13 tahun. Aspek psiko ± sosio ± spiritual ± budaya : y : : : : : : Tn. I tegang. sedih. Pada pria Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Agama Suku b.

Tn. O Tn. Respon keluarga : Keluarga menganggap keadaan infertilitas yang dialami sebagai cobaan dari Allah 11.y Social : Tidak merasakan keadaan infertilitas yang dialaminya mengganggu interaksi dengan suami maupun dengan tetangga sekelilingnya y Spiritual : Tn. I belum mempunyai rencana menggunakan uang tabungan untuk berobat Analisa data : 1.Harga Diri Rendah b. I sering membaca buku ± buku yang berhubungan infertilitas.I merasa dirinya tidak berharga Gangguan harga diri Diagnosa : Gangguan Konsep Diri. DO : Ny. I taat menjalankan solat 5 waktu y Budaya : Kebiasaan atau adat istiadat yang berlaku pada suku jawa jika pasangan suami istri belum mempunyai keturuann maka menjadi aib keluarga dan pusat pembicaraan dan perhatian tetangga sekelilingnya dan yang menjadi pihak yang dipermasalahkan biasanya pada wanita meskipun pria juga berpeluang menjadi penyebab infertilitas. Riwayat hubungan seksual : Tn. I sering berpikir suaminya selingkuh karena ia belum bisa memberikan keturunan.d. biasanya juga dianjurkan untuk mengadopsi anak dengan tujuan memancing agar diberikan keturunan. Riwayat dengan tenaga kesehatan : Ny. sehingga ia sering merasa dirinya sebagai perempuan yang tidak bisa membahagiakan Etiologi : Infertilitas kekecewaan Tn. 8. Ny. O dan Ny. ketidaktahuan mengenai masalah yang terjadi . O mempunyai kebiasaan merokok 2 bungkus/hari dan sering lupa makan karena sibuk dengan pekerjaannya 9. O solatnya sering tidak lengkap karena sibuk dengan pekerjaannya. I melakukan hubungan suami istri 4 ± 5x/minggu 10. Pola kebiasaan : Ny.d. perasaan gagal sekunder infertilitas 2. O selingkuh kekecewaan Ny. DO : Ny. I belum mempunyai rencana untuk menggunakan uang tabungannya untuk berobat Etiologi : Infertilitas tidak mengetahui jalan keluar masalah semakin berlarutlarut Koping keluarga tidak efektif Diagnosa : Koping Indivdu/Keluarga Tidak Efektif b.

DO : Ny. I sudah membaca buku tetapi belum punya rencana Diagnosa : Potensial Peningkatan Pemeliharaan Kesehatan Rencana Asuhan Keperawatan Infertilitas No. menerima apa yang dikatakannya y Diskusikan pandangan pasien y terhadap citra diri dan efek yang ditimbulkan dari infertilitas yang dialami . y Dengarkan dengan aktif masalah dan ketakutan pasien y Menyampaikan perhatian dan dapat dengan lebih efektif mengidentifikasi kebutuhan dan masalah serta strategi koping pasien dan seberapa efektif Membantu pasien / orang terdekat untuk memulai menerima perubahan dan mengurangi ansietas mengenai perubahan fungsi / y Dorong mengungkapkan perasaan.3. Diagnosa Keperawatan Tujuan Intervensi Rasional 1. Harga diri rendah berhubungan dengan perasaan gagal sekunder terhadap infertilitas Tujuan: Memfasilitasi integritas diri konsep pribadi dan perubahan gambaran diri y Tanyakan dengan y nama apa pasien ingin dipanggil Menunjukan kesopan santunan / penghargaan dan pengakuan personal y Identifikasi orang terdekat dari siapa pasien memperoleh kenyaman y Memungkinkan privasi untuk hubungan personal khusus.

Memenuhi kebutuhan psikologis ditunjukan yang dengan y mengatasinya Libatkan dalam perencanaan perawatan beri dan pasien sehari ± hari Pengenalan terhadap adalah pertama stressor langkah dalam dorongan y partisipasi maksimal dalam rencana mengekspresikan perasaan yang .Menunjukan kewaspadaan dari Kembangkan mekanisme adaptif Bantu klien untuk y mengidentifikasi stresor spesifik seseorang. Koping Tujuan : y Kaji keefektifan y koping Kemampuan menyatakan perasaan perhatian.gaya hidup y Persepsi pasien mengenai perubahan pada citra diri mungkin terjadi secara tibatiba atau kemudian 2. keinginan berpartisipasi dalam pengobatan mengubah hidup pola rencana dan keluarga tidak Mendorong efektif berhubungan dengan ketidakaktifan tentang masalah terjadi kemampuan koping yang efektif dari strategi dengan mengobservasi prilaku y keluarga Kriteria Hasil: 1. mengatasi hipertensi dan mengintegrasikan terapi diharuskan kedalam kehidupan yang kronik. dan kemungkinan strategi untuk koping keluarga / kemampuan memecahkan masalah 3.Mengidentifikasi yang tingkah laku koping yang tidak efektif y dan konsekuensi 2.

Potensial peningkatan pemeliharan kesehatan pada Ny. keputusan menunjukan kepuasaan pilihan diambil dengan yang Membuat dan Dorong untuk mengevaluasi prioritas / tujuan hidup y Beritahu klien bahaya timbul merokok kepada tentang yang akibat y meningkatkan kerjasama dalam regimen terapeutik Fokus perhatian pasien pada realitas situasi yang ada y Perubahan perlu diprioritaskan yang harus secara realisti untuk menghindari rasa tidak menentu dan tidak berdaya y Klien mengetahui resiko yang muncul akibat merokok 3. memperbaiki keterampilan koping dan dapat kontrol yang pengguanaan sumber ± sumber 4. I klien mampu meningkatkan status kesehatannya y Diskusikan y kebiasaan tentang pengetahuan klien saat ini y Jelaskan . pilihan identifikasi dan y pengobatan Dorong untuk mengevaluasi prioritas / tujuan hidup y y mengubah respons pasien seseorang terhadap stressor Keterlibatan memberikan pasien perasaan pasien diri berkelanjutan.sesuai.

pengobatan. penyebab. dampak. dan pengobatan klien y Bantu klien merencanakan koping efektif dan klarifikasi keyakinan tenatang kesehatan y Jelaskan mengenai tahapan pengobatan dan kemungkinan berhasil y Jelaskan mengenai pentingnya pemeriksaan di RS dan penurunan konsumsi rokok pada pengobatan infertilitas y Berikan dukungan pada klien untuk menjalani proses pengobatan dan melakukan perubahan .mengenai infertil. tanda.

menjadi lebih baik dalam kebiasaan dan kesehatan. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful