Penerapan Penilaian Autentik Opini

Penerapan Penilaian Autentik dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan

Hartati Muchtar*)

Abstrak erbagai upaya dilakukan oleh Pemerintah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional yang diperlukan dalam membangun bangsa dan Negara Republik Indonesia. Akan tetapi pengertian dan cara mengukur mutu pendidikan yang tepat dan dapat dipercayai, masih menjadi bahan perbincangan yang belum berkesudahan. Mutu pendidikan secara nasional pada hakikatnya merupakan cerminan dari hasil belajar masing-masing peserta didik. Oleh karena itu berbagai teknik dan bentuk penilaian dibuat untuk memperoleh hasil belajar peserta didik yang dapat dipertanggungjawabkan serta benar-benar dapat menggambarkan kemampuan peserta didik secara utuh. Tulisan ini membahas tentang pengertian dan teknik mengukur mutu pendidikan. Dari teknik-teknik yang ada, penilaian autentik dianggap dapat dipakai oleh guru dan lembaga-pendidikan dalam memberikan gambaran mutu pendidikan yang diperoleh peserta didik dan mutu pendidikan secara nasional.

B

Kata-kata kunci: Mutu pendidikan, pembelajaran, penilaian, penilaian autentik Abstract The Indonesian Government has been implementing a number of programs to improve the national education quality which is urgently needed in building the Indonesian people and nation. However the notion and the technique of assessing the education quality are still under discussion. Various techniques and forms of assessing the education quality are being developed to obtain the student’s learning achievement objectively. This article discusses the notion of education quality critically and some assessment techniques appropriate to show the student’s competence. It is believed that authentic assessment can present the student’s real competence and the education quality. Key words: Education quality, instruction, assessment, authentic assessment.

Pendahuluan
Tulisan ini bermaksud memberikan sumbangan pemikiran dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Ide dasar gagasan ini bertitik tolak dari dilema yang terjadi di masyarakat terkait dengan pelaksanaan ujian nasional (UN) dan upaya peningkatan mutu pendidikan. Di satu pihak, pemerintah yang bertanggung jawab

terhadap pelaksanaan pendidikan akan tetap melaksanakan ujian nasional. Pelaksanaan ujian nasional ini selain merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan, juga dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui ketercapaian standar kelulusan dan untuk melakukan pemetaan. Namun, di pihak lain pelaksanaan ujian nasional tersebut mendapatkan reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, karena selain menimbulkan

*) Guru Besar Universitas Negeri Jakarta

68

Jurnal Pendidikan Penabur - No.14/Tahun ke-9/Juni 2010

Mutu Pendidikan Mutu pendidikan merupakan masalah klasik yang senantiasa diupayakan peningkatannya oleh Pemerintah. Jawa Timur (54 sekolah).05% dan tahun 2010 turun menjadi 90. Di balik kesuksesan tersebut. Turunnya hasil ujian nasional tahun 2010 ini telah mendapat komentar dari berbagai pihak yang menuduh menurunnya mutu pendidikan di Indonesia. penilaian dalam proses pembelajaran.74% dan tahun 2010 turun menjadi 89. maka tulisan ini bermaksud memaparkan suatu bentuk penilaian hasil belajar yang dimungkinkan dapat menunjang peningkatan mutu pendidikan. Salah satu jalan untuk mendongkrak mutu pendidikan nasional ke arah yang lebih baik diperlukan keberanian untuk mengambil kebijakan membenahi sistem ujian yang digunakan sebagai alat penilaian. Dengan hasil ujian yang cukup memprihatinkan tersebut dan untuk menghindari kekecewaan serta keresahan masyarakat. Dalam kondisi yang masih dipertentangkan ini. Hal ini terbukti dengan kesuksesan pelajar Indonesia dalam setiap mengikuti Olimpiade Fisika Internasional (IPhO). 20 tahun 2007 tentang standar penilaian pendidikan. Australia. maupun dalam pelaksanaan UN. Pertama. ujian nasional hanya merupakan salah satu bentuk pelaksanaan penilaian hasil belajar yang dilaksanakan pemerintah sebagaimana digariskan dalam Permendiknas No. pelaksanaan ujian nasional tahun 2010. dan penerapan penilaian autentik. Demikian juga dalam survei matematika yang dilakukan oleh TIMSS-R di 34 negara Asia. Apapun kondisinya. dapatkah pelaksanaan ujian nasional dijadikan sebagai barometer untuk mengetahui tingkat mutu pendidikan? Apabila dikaji. juga berdampak kurang positif terhadap pelaksanaan pembelajaran di sekolah. dan Afrika telah menempatkan Indonesia dalam peringkat ke 34. kita merasa sangat prihatin dengan hasil beberapa survei yang membandingkan kemajuan pendidikan di beberapa negara. Dalam tulisan ini secara berturut-turut akan dibahas: mutu pendidikan.14/Tahun ke-9/Juni 2010 69 . Maluku Utara (24 sekolah). maka perlu dilakukan pembenahan dan peningkatan dalam penyelenggaraan UN. (2) apakah penilaian yang dilaksanakan oleh pemerintah sudah mengukur seluruh potensi dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Kalimantan Barat (34 sekolah). dengan rincian Jawa Tengah (105 sekolah). bahkan pada tahun 1999 dan 2006 berhasil meraih empat medali emas. Sehubungan dengan hal tersebut. baik di tingkat SMA maupun SMP menunjukkan penurunan dibanding dengan tahun sebelumnya. Hasil survei PERC di 12 negara juga menunjukkan bahwa Indonesia berada pada peringkat terbawah. maka pemerintah mengadakan ujian ulangan. Jumlah sekolah terutama SMP yang tingkat ketidaklulusannya mencapai 100 % juga cukup banyak yaitu 561 sekolah negeri dan swasta. sedangkan tingkat kelulusan pada jenjang SMA tahun 2009 adalah 93. Meskipun berbagai upaya telah ditempuh namun mutu pendidikan masih belum terwujud secara optimal. Dalam laporan HDI (Human Development Index) 2006 tentang pencapaian prestasi dan kualitas SDM yang menempatkan Indonesia berada di bawah Vietnam. dan Papua (18 sekolah). 1. yaitu berada pada peringkat 102 dari 106 negara.Penerapan Penilaian Autentik keresahan pada diri siswa dan orang tuanya. Hasil kelulusan di tingkat SMP tahun 2009 adalah 95.27%. Banten (27 sekolah). Pemerintah telah menunjukkan upaya yang serius dalam Jurnal Pendidikan Penabur . Sehubungan dengan pelaksanaan penilaian tersebut muncul beberapa pertanyaan lebih lanjut.No. yaitu: (1) apakah penilaian hasil belajar yang selama ini dilakukan sudah sesuai dengan tuntutan Permendiknas No. Bukti yang ada menunjukkan bahwa sejak pelajar Indonesia mengikuti IPhO pada tahun 1993 selalu mendapatkan juara (medali). DKI Jakarta (51 sekolah). khususnya penerapan penilaian autentik. benarkah bahwa menurunnya tingkat kelulusan ujian nasional merupakan indikator penurunan mutu pendidikan di Indonesia? Kedua.88%. Nusa Tenggara Timur (26 sekolah). dan (3) apakah penilaian yang dilakukan pemerintah dalam bentuk ujian nasional telah dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih lanjut? Pembahasan Dengan melihat berbagai permasalahan dalam pelaksanaan penilaian yang dilakukan guru di sekolah. Sebenarnya upaya peningkatan mutu pendidikan ini telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dengan adanya komentar tersebut muncul dua pertanyaan. satu peringkat di bawah Vietnam. Gorontalo (47 sekolah). 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian.

Menurut mereka indikator mutu implementasinya yang belum optimal. Menurut Peraturan Pemerintah Pendapat tersebut menujukkan bahwa mutu Nomor 19Tahun 2005 tentang Standar Nasional pendidikan terletak pada ketercapaian tujuan Pendidikan. Dengan kawan–kawan (2005) menegaskan bahwa demikian mutu pendidikan dapat dilihat dari proses pembelajaran dikatakan bermutu apabila ketercapaiannya tujuan pendidikan nasional. Dengan demikian dapat dilihat dari ketercapaian tujuan pendidikan dikatakan bahwa mutu suatu pendidikan nasional sebagaimana tertuang dalam Undang Undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem terletak pada mutu pembelajaran. (3) masyarakat. (2) berupa standar kompetensi dan kompetensi memberi kesempatan pada siswa untuk dasar.No. Upaya tersebut telah kecerdasan. bermoral didikan. (5) memberikan tersebut antara lain: memperbaharui undang. (4) terdapat Kecenderungan yang ada menunjukkan bahwa interaksi sosial yang sangat diperlukan oleh suatu lembaga pendidikan dianggap bermutu siswa untuk memperoleh dukungan sosial bila tingkat kelulusannya dalam ujian nasional 70 Jurnal Pendidikan Penabur . Pendapat tersebut menunjang terselenggaranya proses pembel. karena latihan yang dilakukan dalam berbagai konteks akan pembelajaran dengan mutu pembelajaran. standar pemsiswa tinggi. Sejalan dengan hal tersebut. yang dan berinteraksi dengan materi pelajaran. sering memperbaiki tingkat retensi dan kemampuan timbul salah tafsir dalam kehidupan untuk mengaplikasikan pengetahuan baru. dan prasarana. dan tujuan masing-masing mata pelajaran. yaitu hanya dikaitkan dengan siswa mempelajari materi pelajaran yang dapat nilai/angka hasil ujian dan kelulusan. majukan kebudabermutu bila tingkat kelulusannya standar sarana yaan nasional. Disebutditentukan. Heinich dan Pendidikan Nasional (Sisdiknas). Pendapat ini dipertegas oleh bermutu apabila terselenggara sesuai dengan Soedijarto www. standar proses. pendidikan nasional.kompas. standar kehidupan menunjukkan bahwa suatu pendidik dan tenabangsa dan melembaga pendidikan dianggap ga kependidikan. pendidikan dapat dilihat dari tingkat Terkait dengan berbagai upaya yang pencapaian kompetensi secara utuh yang ditempuh Pemerintah tersebut.Penerapan Penilaian Autentik mewujudkan mutu pendidikan. pendidikan. karena setiap individu melengkapi sarana prasarana pendidikan. Kedelapan standar tersebut saling berkaitan untuk dan berkepribadian. Upaya-upaya dalam melakukan proses belajar. peningkatan dalam proses pembelajaran.14/Tahun ke-9/Juni 2010 . pelaksanaan pendidikan dikatakan pembelajaran.siswa untuk mengetahui keberhasilannya NAS). yaitu: standar dari keduduisi. kannya untuk ikut standar kompetenmencerdaskan Kecenderungan yang ada si lulusan. pembaharuan kurikulum. memenuhi kriteria sebagai berikut: (1) siswa ikut tujuan dari masing-masing satuan pendidikan. Berbicara masalah keterkaitan tujuan melakukan latihan. berdar penilaian penkarakter. (6) memperhatikan profesionalitas dan kesejahteraan guru.com/Kompas_cetak/ standar nasional pendidikan yang telah 0502/28 Didaktikan/1579467/htm). maka yang perlu meliputi ranah kognitif. yaitu pendidikan dalam ujian nasional mencapai yang berhasil standar pengelo100% dan nilai yang diperoleh membentuk laan. generasi muda biayaan. karakteristik siswa. dan stanyang cerdas. Dalam hal ini terdapat delapan kan bahwa suatu pendidikan dikatakan standar pendidibermutu diukur kan. namun Smith (1993). menunjukkan langkah yang komprehensif Pendapat tersebut sejalan dengan pemikiran dalam meningkatkan mutu pendidikan. aktif terlibat dalam tugas-tugas yang bermakna. kepribadian. dan latar belakang budaya. diterapkan dalam situasi nyata.feedback atau umpan balik sangat diperlukan oleh undang sistem pendidikan nasional (SISDIK. bersifat unik.menunjukkan bahwa mutu pendidikan dapat ajaran yang bermutu. afektif. dan psikomotor dipertanyakan adalah bagaimana wujud mutu sesuai dengan potensi yang dimilikinya. dengan beberapa faktor yang menetapkan dan mengupayakan standarisasi membedakan misalnya: motivasi.

melakukan penilaian pendidik sebagai 2007). pai dan akan maSebagaimana Semestinya tujuan pembelajaran kin jauh dari mutu diketahui model bukan hanya terkait dengan hasil pendidikan yang dan strategi diharapkan. dan keberhasilan peserta didik Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dalam meraih kompetensi yang telah ditetapkan. Jadi mungkin tidak sesuai dengan apa yang tercapainya tujuan pembelajaran apabila para dikerjakan selama proses pembelajaran peserta didik termotivasi untuk belajar dan aktif berlangsung. Penilaian merupakan bagian memasukan soal-soal yang menilai respons yang penting dalam pembelajaran. dan neuroscience.14/Tahun ke-9/Juni 2010 71 . baik ujian yang akan sangat menentukan kualitas pembelajaran. Dalam hal ini. Dengan mendasarkan pada paparan pemahaman. Apabila tujuan sangat menentukan kegiatan pembelajaran. Dengan emosional terhadap pengajaran (Santrock. Sistem penilaian pembelajaran semacam ini akan berakibat tujuan harus dikembangkan sejalan dengan perkempembelajaran yang bangan model sebenarnya tidak dan strategi akan pernah tercapembelajaran. potensi yang dimiliki peserta didik berkembang sekolah dan bahkan oleh pemerintah tetap secara optimal dan memiliki kompetensi menggunakan penilaian tradisional. atau ijazah. akan tetapi juga berhubungan erat dengan proses kontekstual. Namun kecenpembelajaran. nya terkait dengan sat.No. akan tetapi juga tujuan pembelperkembangan berhubungan erat dengan proses ajaran bukan hayang cukup pepembelajaran.hanya mengungkap aspek kognitif. Pelaksanaan pelaksanaan pembelajaran. Dalam penilaian tradisional ini tersebut. sekolah maupun ujian yang Oleh karena itu penilaian harus dirancang dan diselenggarakan pemerintah yang dikenal dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan dengan ujian nasional. memperoleh nilai tinggi. dilaksanakan guru. Penilaian sering dianggap erat dengan kegiatan yang dilakukan untuk sebagai salah satu dari tiga pilar utama yang mencapai tujuan tersebut. pembelajaran yang berupa nilai dalam raport Semestinya telah mengalami atau ijazah. nampaknya kualitas pendidikan juga jarang menilai seluruh kemampuan dan sangat ditentukan oleh kemampuan satuan hasil belajar siswa dengan memonitor pendidikan dalam mengelola proses pembelajaran mereka sendiri bahkan jarang pembelajaran. maka kegiatan pelaksanaan dan penilaian. Kecenderungan pelaksanaan penilaian pengelola kegiatan pembelajaran dapat tradisional ini pada dasarnya terlalu menyermengetahui kemampuan yang dimiliki peserta derhanakan kapasitas siswa selaku pembelajar Jurnal Pendidikan Penabur . yaitu aspek ingatan dan vitasnya secara optimal. isian atau pertanyaan pilihan ganda nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk dan menilai sejumlah tugas terbatas yang Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. seperti model hasil yang berupa pembelajaran yang berbasis nilai dalam raport konstruktivis. Penilaian ini juga cenderung mengembangkan seluruh potensi dan kreati. tujuan derungan yang ada menunjukkan bahwa sistem pembelajaran dikatakan tercapai bila seluruh penilaian yang dilakukan baik oleh pendidik. yaitu sebagaimana yang telah ditetapkan dalam memberikan sejumlah soal dengan jawaban tujuan pendidikan nasional dan Permendiknas pendek. Hal tersebut dikatakan kurang relevan Penilaian merupakan bagian integral dari proses karena tujuan yang ingin dicapai akan terkait pembelajaran. ketepatan metode pembelajaran yang tinggi. bahkan kognitif tingkat rendah. Penilaian dalam Proses Pembelajaran tinggi”. maka mengerjakan soal-soal ujian. Apabila ketiga pilar pembelajaran hanya akan dipusatkan pada cara tersebut sinergis dan berkesinambungan. pembelajaran hanya untuk dapat lulus dan Ketiga pilar tersebut adalah perencanaan. karena telah menggeser tujuan pembelajaran menjadi “lulus ujian dan memperoleh nilai 2. Anggapan ini kurang relevan dengan digunakan.Penerapan Penilaian Autentik mencapai 100% dan nilai yang diperoleh siswa didik.

Lebih lanjut Johnson (2009) kan. Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan apalagi jika penilaian hanya terbatas pada Menengah. tradisional ini adalah adanya berbagai Melalui tugas-tugas yang diberikan. aktivitas pembelajaran. yang memacu kemampuan kognitif siswa dengan mengatakan bahwa penilaian autentik memberikan pelajaran tambahan dan memberikan kesempatan luas kepada siswa menggunakan metode drill dalam setiap untuk menunjukkan apa yang telah dipelajari pembelajarannya agar siswanya memperoleh dan apa yang telah dikuasai selama proses nilai tinggi pada mata pelajaran yang di-UN. karena mengukur secara keseluruhan hasil dan proses kegiatan belajar belajar dengan siswa selama berbagai cara. 2009). 72 Jurnal Pendidikan Penabur . baik yang dilakukan secara akan menunjukkan penguasaannya terhadap tujuan dan kedalaman pemahamannya. ujian nasional adalah suatu proses (Burke. Pembelajaran yang dilakukan bukan lagi perbaikan diri.Penerapan kan kelulusanPenilaian Autentik karena penilaian tradisional yang nya dalam bebePenilaian autentik selama ini digunakan rapa hari saat (authentic assesment) mengabaikan konteks dunia nyata. sehari-hari.No. sebenarnya tidak akan pernah terwujud. tradisional berdampak luas terhadap seluruh pelaksanaan berkelanjutan. dan pengungkapan kemampuan kognitif aspek bukan lagi untuk menerapkan pengetahuannya ingatan dan pemahaman yang hanya mengan. seperti dalam penilaian menerapkan prinsip-prinsip penilaian. Sekolah cenderung dengan pendapat Johnson (2002). melibatkan pembelajaran secara anaknya gagal dalam UN. melainkan agar memiliki penilaian ini kurang dapat mencerminkan hasil strategi dalam menjawab soal UN. Jenis penilaian tersebut adalah Di Amerika Serikat pemakaian tes standar dalam penilaian autentik. membangun kerja sama. Hal ini sejalan melalui berbagai cara. Dengan belajar dan tidak dapat digunakan untuk demikian mutu pendidikan dalam arti yang mengukur tingkat mutu pembelajaran. Kondisi ini tampaknya didukung oleh mengatakan bahwa penilaian autentik berfokus orang tua siswa yang tidak menginginkan pada tujuan. Dengan demikian sistem kehidupan sehari-hari. maka perlu dikembangkan sistem “mengapa ujian nasional (UN) yang merupakan penilaian yang mampu mengukur kemampuan bentuk ujian yang diselenggarakan pemerintah siswa secara holistik sebagai hasil belajar dan sebagai sarana untuk mengukur tingkat mendorong siswa untuk belajar mengempenguasaan standar kompetensi dan mutu bangkan segala potensi dan kreativitasnya serta pendidikan menggunakan penilaian standar menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan yang merupakan bentuk penilaian tradisional?”. serta perorangan maupun kolektif yang tersistem. dan tidak diinginkan dalam pelak-sanaan penilaian menanamkan tingkat berfikir yang lebih tinggi. Suatu keanehan yang terjadi di negeri Berdasarkan pada realitas dan pemikiran tercinta ini dan patut disayangkan adalah tersebut. tetapi untuk lulus dalam UN. bukan lagi untuk memiliki penilaian tradisional yang selama ini digunakan kompetensi sebagaimana tertuang dalam mengabaikan konteks dunia nyata (Santrock. bukti-bukti autentik.dapat meningkatkan pemahaman dan ajaran. Penilaian autentik dikembangkan karena mendorong siswa untuk belajar melainkan mengerjakan soal. Dampak yang paling langsung. Upaya-upaya tersebut tampak telah pada saat yang bersamaan diharapkan akan menyimpang dari hakikat dan tujuan pembel.14/Tahun ke-9/Juni 2010 .dalam memecahkan berbagai permasalahan dalkan memori semata. dan konsisten sebagai akuntabilitas pengelola sekolah untuk mengejar prestasi itu publik (Pusat Kurikulum. Kecenderungan pelaporan dan p e n g g u n a a n penerapan penilaian tradisional yang hanya mengukur prestasi akademik kemampuan informasi tentang hasil belajar siswa dengan koginitif siswa.pembelajaran. 2009). beberapa tahun Penilaian autentik dikembangkan hanya ditentu3. para siswa kecurangan. Hal ini telah mendorong akurat.Penerapan Penilaian Autentik karena potensi-potensi yang dikembangkan dan Permendiknas nomor 22 Tahun 2006 tentang hasil belajarnya tidak sepenuhnya diungkap. pengumpulan. yaitu suatu penilaian untuk ujian nasional telah menuai protes keras.

afektif. Sejalan dengan pendapat tersebut Gulikers. kemampuan. Selain karakteristik tersebut. (3) mudah dilakukan di kelas atau di lingkungan sekolah. Dalam Permendiknas tersebut ditetapkan bahwa penilaian terdiri atas: tes tulis. Garis besar bentuk penilaian autentik tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut. kemampuan dan kreativitas siswa (Sizer. Fokus tugas-tugas kegiatan pembelajaran dalam portofolio adalah pemecahan masalah. karena dapat difungsikan sebagai alternatif untuk menggantikan penilaian tradisional. ide-ide besar atau kecakapan-kecakapan khusus.No. dan pandangan siswa Jurnal Pendidikan Penabur .14/Tahun ke-9/Juni 2010 73 .. a. berpikir dan pemahaman. Dengan demikian penilaian ini merupakan sarana bagi sekolah untuk merealisir segala kemauan. antara lain melalui penilaian proyek atau kegiatan siswa. (4) menekankan pada kualitas produk atau kinerja dari pada jawaban tunggal (5) dapat mengembangkan kekuatan dan penguasaan materi pembelajaran pada siswa. Penilaian autentik sebagai bentuk penilaian yang mencerminkan hasil belajar sesungguhnya. Penilaian autentik juga dikatakan sebagai realistis assessment atau berhubungan dengan penerapan dalam kehidupan nyata. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut. metoda dan kriteria yang sesuai dengan karakteristik dan esensi pengalaman belajar.org). Penilaian autentik sebenarnya telah digariskan dalam standar penilaian sebagaimana ditetapkan dalam Permendiknas Nomor 20 tahun 2007 tentang standar penilaian pendidikan. Penilaian autentik dinamakan penilaian kinerja atau penilaian berbasis kinerja. demonstrasi. komunikasi. Oleh karena itu menurut Pokey dan Siders (dalam Santrock. penilaian autentik diartikan sebagai upaya mengevaluasi pengetahuan atau keahlian siswa dalam konteks yang mendekati dunia riil atau kehidupan nyata. (2) merupakan penilaian yang mendalam. (4) penilaian harus bersifat holistik yang mencakup semua aspek dari tujuan pembelajaran (kognitif. tes lisan.dalam konteks dunia nyata (www. dan sikap dalam kriteria situasi kehidupan profesional. direct assessment. dan psikomotor). (2) penilaian harus mencerminkan masalah dunia nyata. Penilaian autentik juga dikenal dengan berbagai istilah seperti performance assessment. Penilaian autentik dikatakan penilaian karena memberikan lebih banyak bukti langsung dari aplikasi bermakna pengetahuan dan keterampilan. observasi selama kegiatan pembelajaran dan di luar pembelajaran. serta penugasan (terstruktur dan tugas mandiri tak terstruktur). (3) siswa secara aktif membangun pengetahuan baru dari pengalaman dan pengetahuan awal. siswa diminta untuk melakukan tugas-tugas yang bermakna dengan menggunakan dunia nyata atau autentik tugas atau konteks. Karakteristik tersebut. bukan hanya masalah dunia sekolah. Bastiaens dan Kirschner (2004) menjelaskan bahwa penilaian autentik menuntut siswa untuk menggunakan kompetensi atau mengkombinasikan pengetahuan. 1992). ceklis dan petunjuk observasi. (3) penilaian harus menggunakan berbagai ukuran. (2) siswa mengalami proses pembelajaran secara bermakna dan memahami mata pelajaran dengan penalaran. dan (7) pemberian skor penilaian didasarkan pada esensi tugas. Adapun prinsip-prinsip umum penilaian autentik adalah sebagai berikut: (1) proses penilaian harus merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses pembelajaran. menunjukkan bahwa dalam penilaian autentik sejalan dengan pembelajaran kontekstual dan pendekatan konstruktivis. dapat menggunakan berbagai cara atau bentuk (Hargreaves. 2001). Penilaian autentik dikatakan penilaian alternatif. alternative assessment. dan realistic assessment. Portofolio Portofolio merupakan kumpulan pekerjaan siswa (tugas-tugas) dalam periode waktu tertentu yang dapat memberikan informasi penilaian. penggunaan portofolio. dkk. dalam penilaian autentik tampak: (1) menekankan pada pemahaman konsep dan pemecahan masalah. menulis. praktek dan kinerja (unjuk kerja/ performance). jurnal. 2007). menurut Moon (2005) pelaksanaan penilaian autentik memiliki karakteristik sebagai berikut: (1) fokus pada materi yang penting. laporan tertulis. Dalam penilaian ini siswa ditantang untuk menerapkan informasi dan keterampilan baru dalam situasi nyata untuk tujuan tertentu. (6) menyediakan banyak cara yang memungkinkan siswa dapat menunjukkan kemampuannya sebagai hasil belajar.dsea. karena dalam penilaian ini secara langsung mengukur performance (kinerja) aktual (nyata) siswa dalam hal-hal tertentu.Penerapan Penilaian Autentik 2007) dan kurang menggambarkan kemampuan siswa secara holistik.

Siswa diharapkan untuk mengerjakan tugas tersebut secara lebih kreatif. siswa diminta untuk melakukan survey mengenai potensi wisata di lingkungan daerah tempat tinggalnya. dan (4) penekanan pandangan siswa dalam belajar (Surapranata. brosur. Portofolio harus mencerminkan rentangan tujuan pembelajaran dan tugas-tugas yang terkait dalam waktu tertentu. Jurnal. Kegiatan ini merupakan cara untuk mencapai tujuan akademik sambil mengakomodasi berbagai perbedaan gaya belajar. yang memuat perkembangan pengetahuan dan kemampuan siswa selama melakukan kegiatan pembelajaran. Jurnal dapat digunakan untuk mencatat atau merangkum topik-topik pokok yang telah dipelajari. Rubrik adalah salah satu format penilaian dengan menggunakan matriks atau tabel yang rinci tentang aspek-aspek yang dinilai. kesulitankesulitan atau keberhasilan keberhasilannya dalam menyelesaikan masalah atau topik pelajaran. oleh karena itu tugas ini dapat meningkatkan partisipasi siswa. Portofolio juga dapat berfungsi untuk mengetahui: (1) perkembangan tanggung jawab siswa dalam belajar. Sebagai contoh. Menurut Woolfolk (2004). Portofolio juga dapat memberikan informasi untuk tindak lanjut dari suatu pekerjaan yang telah dilakukan siswa sehingga guru dan siswa berkesempatan untuk mengembangkan kemampuannya. Sebagai contoh. Sesuai dengan bentuk tugas yang diberikan. maka penilaian portofolio ini juga dapat dikategorikan dalam penilaian kinerja (performance).Penerapan Penilaian Autentik sendiri terhadap dirinya sebagai pemelajar. minat. Demonstrasi Demonstrasi adalah bentuk penilaian autentik dengan memberikan kesempatan siswa untuk mendemonstrasikan kemampuannya di depan kelas atau di depan khalayak umum/penonton. Tugas yang diberikan kepada siswa dalam penilaian portofolio adalah tugas dalam konteks kehidupan sehari-hari. Semua jenis dan bentuk penilaian autentik harus dinilai dengan rubrik. sehingga siswa memperoleh kebebasan dalam belajar. Ceklis dan pedoman observasi Ceklis dan pedoman observasi merupakan bentuk penilaian autentik yang dilakukan dengan cara pengamatan langsung aktivitas siswa dalam kegiatan belajar.14/Tahun ke-9/Juni 2010 pembelajaran. Tugas proyek akademik yang diberikan adalah tugas yang terkait dengan konteks kehidupan nyata. dan catatan atau komentar siswa tentang harapan-harapannya dalam proses 74 Jurnal Pendidikan Penabur .No. portfolio juga memberikan kesempatan yang lebih luas untuk berkembang serta memotivasi siswa. sehingga hasil-hasil jurnal dapat merupakan bagian dari penilaian portofolio. siswa diminta membentuk kelompok proyek untuk menyelidiki keragaman budaya di lingkungan daerah tempat tinggal mereka. Selain itu. siswa secara berkelompok diminta mendemonstrasikan kemampuannya dalam membuat masakan tradisional. d. melaksanakan tugas-tugas kegiatan pembelajaran dan perilaku siswa sehari-hari sebagai hasil belajar . perasaan siswa dalam belajar mata pelajaran tertentu. (3) peningkatan proses pembelajaran. f. Jurnal merupakan tulisan yang dibuat siswa untuk menunjukkan segala sesuatu yang telah dipelajari atau diperoleh dalam proses pembelajaran. Para penonton dapat memberikan evaluasi terhadap tampilan tersebut. (2) perluasan dimensi belajar. tetapi merupakan sumber informasi untuk guru dan siswa. Laporan Tertulis Laporan tertulis adalah bentuk penilaian autentik. rubrik berisi . laporan penelitian. c. Siswa diminta menampilkan hasil penugasan mengenai kompetensi yang telah dikuasai. Sebagai contoh. e. Jurnal merupakan salah satu sarana yang baik untuk melatih dan meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis. berupa surat. Penilaian autentik dalam proses penilaian di sekolah dilakukan dengan rubrik. serta bakat dari masing-masing siswa. petunjuk pelatihan teknis. Proyek Proyek merupakan salah satu bentuk penilaian autentik yang berupa pemberian tugas kepada siswa secara berkelompok. essai singkat. penilaian portofolio ini dapat digunakan untuk menilai kinerja (performance) siswa dalam menyelesaikan tugas mata pelajaran selama satu tahun. b. Portofolio bukan hanya merupakan tempat penyimpanan pekerjaan siswa. 2006) Tugas-tugas dalam penilaian portofolio ini dapat diberikan kepada siswa secara berkelompok atau individual. Sesuai dengan bentuk tugasnya.

How to make achievement test and assessments. Dengan demikian penilaian autentik dapat meningkatkan mutu pendidikan. Bastiaens. Adapun penerapan penilaian autentik ini tentunya tidak langsung menggantikan posisi penilaian standar yang selama ini dilakukan. akan tetapi tetap hanya merupakan konsep dan bahkan slogan. baik dalam proses penilaian maupun peningkatan kualitas pembelajaran. siswa akan terpacu untuk bekerja secara optimal. Inc Jurnal Pendidikan Penabur . Norman E. (2009). (1997). Daftar Pustaka Brown. guna melakukan perbaikan secara nasional. ketakutan dan kekhawatiran dalam menghadapi UN. Dengan demikian jelas penilaian autentik lebih dapat mengungkapkan hasil belajar siswa secara holistik. Judith. Kay. Etr. Measurement and assessments in teaching. kemudian dilanjutkan penilaian sekolah yang berupa ujian sekolah. (1983). Konsep penilaian rubrik merupakan gabungan antara skala penilaian dengan daftar cek. J. dan pada akhirnya diterapkan dalam penilaian pemerintah yang berupa ujian nasional (UN). A-fivedimensional framwork to authentic assessment. New Jersy: Englewood Cliffs Gulikers. baik oleh guru. Oleh karena itu perlu peningkatan kesadaran. Secara operasional penerapannya dapat dilakukan dalam tiga tahap. dan kreativitas siswa sebagai hasil proses belajar.M. Pada tahap awal. Dan Robert C. Elaine B. How to assess authentic learning. akan tetapi dilakukan secara komplementer dengan penilaian standar sesuai dengan kompetensi yang akan dinilai. Selain itu penerapan penilaian autentik akan dapat mendorong siswa untuk lebih aktif belajar dan menerapkan hasil belajarnya dalam kehidupan nyata. produk dan hasil karya siswa. Menurut Linn dan Burton yang dikutip oleh Cruickshank (2005). California: Corwin Press. 52. Frederick G. dan pemetaan hasil pendidikan.No. Dalam format penilaian rubrik setiap kolom mewakili aspek-aspek yang dinilai atau kinerja yang dievaluasi. No. Penutup Betapapun pentingnya penilaian autentik bagi peningkatan mutu pendidikan. daftar cek dan rubrik merupakan sarana yang efektif untuk memperbaiki tingkat akurasi dalam menilai kualitas kinerja. London: Allyn and Bacon Gronlund. Lim. Vol. Dengan penerapan penilaian autentik secara bertahap ini diharapkan dapat mengkondisikan siswa dan lebih lanjut tidak akan terjadi lagi ketegangan. T. dan pelaksanaan penilaian akan lebih objektif serta mencerminkan kemampuan dan kerja siswa. Theo. apabila tidak diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan di sekolah. dan Paul. (2004). Norman E. Contextual teaching and learning: What is and why it’s here to stay. Dalam penerapan penilaian autentik di sekolah ini dibutuhkan guru yang profesional yang menguasai metode penilaian tersebut.14/Tahun ke-9/Juni 2010 75 . sehingga benar-benar dapat mencerminkan potensi. Hal lain yang sangat penting dalam penggunaan rubrik sebagai instrumen penilaian adalah siswa atau temannya dapat menilai sendiri hasil kerjanya dengan berpedoman pada rubrik. Setiap garis menggambarkan karakteristik setiap elemen atau aspek yang dinilai disertai dengan skala nilai tentang penguasaan kompetensi atau kinerja. New York: Holt Rinehart and Einston Burke. sekolah. penilaian autentik dapat dilakukan oleh seluruh pendidik dalam setiap kegiatan pembelajaran. skala penilaian. maka metode penilaian seperti ini perlu diterapkan sebagai sarana untuk memperbaiki proses pembelajaran sekaligus untuk meningkatkan mutu pendidikan. maupun pemerintah. menyadari pentingnya penilaian autentik dan memiliki komitmen untuk memajukan pendidikan. 2004 Johnson. (1995). A. kemauan dan kemampuan guru untuk melaksanakan penilaian autentik dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik.. Dengan demikian melalui rubrik. kemampuan.Penerapan Penilaian Autentik aturan-aturan yang digunakan untuk menilai kinerja siswa. (2002). 3. Mengingat pentingnya penilaian autentik. Dengan kata lain UN tetap perlu dilaksanakan untuk mengetahui ketercapaian standar kelulusan.Kirschner. Penggunaan rubrik untuk penilaian kinerja dapat membantu menentukan kualitas pekerjaan yang dicapai oleh siswa. Principles of ducational and psychological testing. California: Corwin A Sage Company Gronlund.

14/Tahun ke-9/Juni 2010 . A. (2005. L. (2007). Benarkah ujian nasional dapat mempengaruhi peningkatan mutu pendidikan dan etos kerja?. Moore.kompas. Sharon E. Instructional design. http// www. et al. dan Michael Molenda. Dan Antonia Jlevi. (2004). Permendiknas Nomor 23 Tahun 2006 Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 Tentang Standar Penilaian Pendidikan Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. Educational psychology. Dannelle D. (1993).R. The Journal of Secondary Gifted Education Vol XVI No. Santrock.com/Kompas_cetak/ 0502/28Didaktika/1579467/htm Stevens. New Jersey: Pearson Merril Prentice Hall inc Smith. S. Boston: Pearson 76 Jurnal Pendidikan Penabur . Psikologi Pendidikan (terjemahan) Jakarta: Kencana Prenada Media Group Smaldino. Instructional technology and media for learning. 1998 Woolffolk. Understanding by design.No. Anita. Manning. dan S. 2005 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Robert Heinich.). New York: Mac milllan Soedijarto. (2005). Earl. Grant dan Jay McTighe. Virginia: Stylus Publishing Wiggins. 2002 Grant Wiggins and Jay McTighe. James D. L. Jakarta. Russell.Penerapan Penilaian Autentik Hargreaves. learning to change-teaching beyond subjects and standard. California: Jossey Bass Inc. John W. Introduction to rubrics. 2001 Moon T. Kurikulum Berbasis Kompetensi. P.2/3 Winter/ Spring. Development of authentic assessments for the middle school classroom.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful