Daftar Isi

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •

Keutamaan Bahasa Arab Pendahuluan Bahasa Arab Dasar 1: Nahwu Shorof Bahasa Arab Dasar 2: Al-Harfu (Huruf) Bahasa Arab Dasar 3: Kalimah Bahasa Arab Dasar 4: Beda Isim Fi’il Bahasa Arab Dasar 5: Ciri-Ciri Fi’il Bahasa Arab Dasar 6: Catatan Beda Isim Fi’il Bahasa Arab Dasar 7: Idhofah Bahasa Arab Dasar 8: Jumlah Mufidah Bahasa Arab Dasar 9: Syibhul Jumlah Bahasa Arab Dasar 10: Isim Mufrod Dan Mutsanna Bahasa Arab Dasar 11: Isim Jamak Bahasa Arab Dasar 12: Ketentuan Jamak Bahasa Arab Dasar 13: Isim Mudzakkar dan Muannats Bahasa Arab Dasar 14: Tanda-Tanda Isim Muannats Bahasa Arab Dasar 15: Isim Ma’rifat dan Nakirah Bahasa Arab Dasar 16: Pembagian Isim Ditinjau Dari Sisi Bangunan Akhirnya Bahasa Arab Dasar 17: Dhomir (Kata Ganti Orang) Bahasa Arab Dasar 18: Isim Ghoirul Munshorif Bahasa Arab Dasar 19: Isim Isyaroh dan Isim Maushul Bahasa Arab Dasar 20: Isim Mu’rob Dan Isim Mabni Bahasa Arab Dasar 21: Isim Mabni Bahasa Arab Dasar 22: Asmaul Khomsah Bahasa Arab Dasar 23: Ciri-Ciri I’robnya Isim Bahasa Arab Dasar 24: Pembagian Fi’il Ditinjau Dari Waktu Terjadinya Bahasa Arab Dasar 25: Tashrif Lughowi Fi’il Madhi Bahasa Arab Dasar 26: Tashrif Lughowi Fi’il Mudhori’ Bahasa Arab Dasar 27: Tashrif Lughowi Fi’il Amr Bahasa Arab Dasar 28: Huruf Mudhoro’ah Bahasa Arab Dasar 29: Pembagian Fi’il Ditinjau Dari Pelakunya Bahasa Arab Dasar 30: Pembentukan Fi’il Majhul Bahasa Arab Dasar 31: Pembagian Fi’il Di Tinjau Dari Objeknya Bahasa Arab Dasar 32: Fi’il Mu’rob Dan Fi’il Mabni Bahasa Arab Dasar 33: Fi’il Mabni Bahasa Arab Dasar 34: Pembagian Fi’il Mudhori’ Bahasa Arab Dasar 35: Fi’il Al-Af’alul Khomsah Bahasa Arab Dasar 36: Ciri-Ciri I’rob Fi’il Bahasa Arab Dasar 37: Amil-Amil Pada Fi’il

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Bahasa Arab Dasar 38: Adawatul Jazimah Bahasa Arab Dasar 39: Macam-Macam Laa Bahasa Arab Dasar 40: Macam-Macam Lam Bahasa Arab Dasar 41: Marfu’atul Asma Bahasa Arab Dasar 42: Fa’il Bahasa Arab Dasar 43: Catatan Fa’il Bahasa Arab Dasar 44: Macam-Macam Fail Bahasa Arab Dasar 45: Fa’il Berbentuk Dhomir Dari Fi’il Madhi Bahasa Arab Dasar 46: Fa’il Berbentuk Dhomir Dari Fi’il Mudhori Bahasa Arab Dasar 47: Fa’il Berbentuk Dhomir Dari Fi’il Amr Bahasa Arab Dasar 48: Catatan Macam-Macam Fa’il Bahasa Arab Dasar 49: Naibul Fa’il Bahasa Arab Dasar 50: Catatan Naibul Fa’il Bahasa Arab Dasar 51: Mubtada Khobar Bahasa Arab Dasar 52: Macam-macam Mubtada Bahasa Arab Dasar 53: Macam-Macam Khobar Bahasa Arab Dasar 54: Catatan Mubtada Khobar Bahasa Arab Dasar 55: Isim Kana Dan Saudari-Saudarinya Bahasa Arab Dasar 56: Isim Kaana Bahasa Arab Dasar 57: Saudari-Saudari Kaana Bahasa Arab Dasar 58: Khobar Kaana Bahasa Arab Dasar 59: Catatan Kaana Bahasa Arab Dasar 60: Khobar Inna Dan Saudari-Saudarinya Bahasa Arab Dasar 61: Saudari-Saudari Inna Bahasa Arab Dasar 62: Tashrif Inna Bersama Dhomirnya Bahasa Arab Dasar 63: Macam-Macam Isim Inna Bahasa Arab Dasar 64: Pembagian Khobar Inna Bahasa Arab Dasar 65: Catatan Khobar Inna Bahasa Arab Dasar 66: Tabi’ Dan Tawabi’ Bahasa Arab Dasar 67: Na’at Man’ut Bahasa Arab Dasar 68: Faidah Tambahan Na’at Man’ut Bahasa Arab Dasar 69: ‘Athaf Ma’thuf Bahasa Arab Dasar 70: Macam-Macam Huruf ‘Athaf Bahasa Arab Dasar 71: Taukid Bahasa Arab Dasar 72: Lafazh-Lafazh Taukid Bahasa Arab Dasar 73: Faidah Tambahan Taukid Bahasa Arab Dasar 74: Badal Bahasa Arab Dasar 75: Macam-Macam Badal Bahasa Arab Dasar 76: Catatan Badal Bahasa Arab Dasar 77: Catatan Khusus Badal Bahasa Arab Dasar 78: Manshubatul Asma – Maf’ul Bih Bahasa Arab Dasar 79: Macam-Macam Maf’ul Bih Bahasa Arab Dasar 80: Letak-Letak Maf’ul Bih Dalam Struktur Kalimat Bahasa Arab Dasar 81: Catatan Maf’ul Bih Bahasa Arab Dasar 82: Maf’ul Fih (Zhorof) Bahasa Arab Dasar 83: Macam-Macam Zhorof .

• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • Bahasa Arab Dasar 84: Catatan Zhorof Bahasa Arab Dasar 85: Maf’ul Liajlih Bahasa Arab Dasar 86: Maf’ul Muthlaq Bahasa Arab Dasar 87: Ketentuan-Ketentuan Maf’ul Muthlaq Bahasa Arab Dasar 88: Maf’ul Ma’ah Bahasa Arab Dasar 89: Perbedaan Wau Ma’iyyah Dan Wau Athaf Bahasa Arab Dasar 90: Hal Bahasa Arab Dasar 91: Ketentuan-Ketentuan Hal Bahasa Arab Dasar 92: Macam-Macam Hal Bahasa Arab Dasar 93: Faidah Hal Bahasa Arab Dasar 94: Tamyiz Bahasa Arab Dasar 95: Macam Mumayyaz: Malfuzh Bahasa Arab Dasar 96: Mumayyaz Malhuzh Bahasa Arab Dasar 97: Tamyiz ‘Adad Bahasa Arab Dasar 98: Hukum ‘Adad Ma’dud Bahasa Arab Dasar 99: Rumus Hapal ‘Adad Ma’dud Bahasa Arab Dasar 100: Mustatsna Bahasa Arab Dasar 101: Hukum Mustatsna Dengan Illa Bahasa Arab Dasar 102: Hukum Mustatsna Dengan Ghoir Dan Siwa Bahasa Arab Dasar 103: Hukum Mustatsna Dengan Khola. ‘Ada Dan Hasya Bahasa Arab Dasar 104: Khobar Kana Bahasa Arab Dasar 105: Isim Inna Bahasa Arab Dasar 106: Munada Bahasa Arab Dasar 107: Macam-Macam Munada – Manshub Bahasa Arab Dasar 108: Macam-Macam Munada – Mabni Bahasa Arab Dasar 109: Beda Munada Maqshudah Ghoiru Maqshudah Bahasa Arab Dasar 110: Munada Dengan Alif Lam Bahasa Arab Dasar 111: Faidah Munada Bahasa Arab Dasar 112: Tawabi Dari Isim Manshub Bahasa Arab Dasar 113: Majruratul Asma Huruf Jer Bahasa Arab Dasar 114: Contoh Penggunaan Huruf Jer Bahasa Arab Dasar 115: Faidah Isim Majrur Dengan Huruf Jer Bahasa Arab Dasar 116: Majrur Dengan Idhafah Bahasa Arab Dasar 117: Macam-Macam Mudhaf Ilaihi Bahasa Arab Dasar 118: Syarat-Syarat Idhofah Bahasa Arab Dasar 119: Faidah Idhofah Bahasa Arab Dasar 120: Tawabi’ Lil Majrur Dan Penutup .

serta menjadikan generasi awal agama ini berkomunikasi dengan bahasa Arab. jelas. Oleh karena itu memahami bahasa Arab merupakan bagian dari agama.Keutamaan Bahasa Arab Tidak perlu diragukan lagi. kaum muslimin di saat ini begitu semangat sekali belajar bahasa Inggris. Namun bagaimana dengan kursus bahasa Arab…??? seandainya mereka benar-benar yakin terhadap janji Allah ta’ala . Hal ini memang sangat wajar karena di zaman modern ini banyak sekali kaum muslimin tenggelam dalam tujuan dunia yang fana.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim). agar kamu memahaminya. luas. Sehingga kursus-kursus bahasa Inggris sangat laris dan menjamur dimana-mana walaupun dengan biaya yang tak terkira. Sehingga mereka enggan dan malas mempelajari bahasa Arab. Sungguh sangat menyedihkan sekali. dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Allah telah menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa AlQur’an karena bahasa Arab adalah bahasa yang terbaik yang pernah ada sebagaimana firman Allah ta’ala: َ ُِ ْ َ ْ ُ َّ َ ّ ِ َ َ ً ْ ُ ُ َ ْ َ ْ َ ّ ِ ‫إنا أنزلناه قرآنا عربيا لعلكم تعقلون‬ “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab. sehingga Al-Qur an menjadi sempurna dari segala sisi. maka tidak ada jalan lain dalam memahami dan mengetahui ajaran Islam kecuali dengan bahasa Arab.” (Tafsir Ibnu Katsir. hanya segelintir dari mereka yang mau mempelajari bahasa Arab dengan serius. apa yang telah menimpa kaum muslimin saat ini. sehingga kita dapati mereka rela untuk meluangkan waktu yang lama dan biaya yang banyak untuk bisa menguasai bahasa ini. Oleh karena itu kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada rosul yang paling mulia (yaitu: Rosulullah). memang sepantasnya seorang muslim mencintai bahasa Arab dan berusaha menguasainya. Keterbiasaan berkomunikasi dengan bahasa Arab mempermudah kaum muslimin memahami agama Allah dan menegakkan syi’ar-syi’ar agama ini. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: “Sesungguhnya ketika Allah menurunkan kitabNya dan menjadikan Rasul-Nya sebagai penyampai risalah (Al-Kitab) dan Al-Hikmah (As-sunnah). dengan bahasa yang termulia (yaitu Bahasa Arab). serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Romadhan). serta memudahkan dalam mencontoh generasi awal dari kaum Muhajirin dan Anshar dalam keseluruhan perkara mereka. Tafsir surat Yusuf). Karena mereka tahu tidak ada hasil duniawi yang bisa diharapkan jika pandai berbahasa Arab. melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril). karena mereka tahu banyak tujuan dunia yang bisa diperoleh jika pandai bahasa Inggris.” Ibnu katsir berkata ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2 di atas: “Yang demikian itu (bahwa Al -Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling fasih. Berbeda dengan mempelajari bahasa Inggris. ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang paling mulia diatas muka bumi (yaitu tanah Arab).

karena dengan bahasa dapat diketahui ciri khas masing-masing umat. Mereka mengajarkan anak-anak mereka berkata “bye-bye” ketika akan berpisah dan yang semisalnya. dan akan menjadi jelek jika digunakan untuk tujuan yang jelek. mengajarkan anak-anak mereka ucapan “selamat berpisah” bukan dengan bahasa kaum muslimin. serta yakin akan kenikmatan surga dengan kekekalannya. bahasa Al-Qur’an dan bahasa yang paling mulia. terkadang aku merasa sangat perlu bahasa Inggris karena penterjemah tidak mungkin bisa mengungkapkan apa yang ada di hatiku secara sempurna. mempelajari bahasa Inggris tidak diragukan lagi merupakan sebuah sarana. Syaikh Utsaimin pernah ditanya: “Bolehkah seorang penuntut ilmu mempelajari bahasa Inggris untuk membantu dakwah ?” Beliau menjawab: “Aku berpendapat. Dan termasuk hal yang sangat menyedihkan. didapati seorang muslim begitu bangga jika bisa berbahasa Inggris dengan fasih namun mengenai bahasa Arab dia tidak tahu?? Kalau keadaannya sudah seperti ini bagaimana bisa diharapkan Islam maju dan jaya seperti dahulu. Bagaimana mungkin mereka bisa memahami syari’at dengan benar kalau mereka sama sekali tidak mengerti bahasa Arab…??? Hukum Orang Yang Mampu Berbahasa Arab Namun Berbicara Menggunakan Bahasa Selain Bahasa Arab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: “Dibenci seseorang berbicara dengan bahasa selain bahasa Arab karena bahasa Arab merupakan syiar Islam dan kaum muslimin. bahkan sebagian mereka yang tertipu lagi mengekor (meniru-niru).” (Iqtidho Shirotil Mustaqim).untuk orang yang menyibukkan diri untuk mencari keridhoanNya. Walaupun aku tidak mempelajari bahasa Inggris namun aku berangan-angan mempelajarinya. Adapun menggunakan bahasa Inggris sebagai sarana untuk berdakwah maka tidak diragukan lagi kebolehannya bahwa kadang-kadang hal itu bisa menjadi wajib. Mengganti bahasa Arab. Karena ia adalah sarana yang efektif untuk memahami agamaNya. Tapi yang tercela adalah orang yang tidak memberikan porsi yang adil terhadap bahasa arab. Bahasa merupakan syiar terbesar umat-umat. Kenyataan ini tidak menunjukkan larangan mempelajari bahasa Inggris ataupun lainnya. Seyogyanya mereka juga bersemangat dan bersungguh-sungguh dalam mempelajari bahasa Arab. niscaya mereka akan berusaha keras untuk mempelajari bahasa arab. Asy-Syafi’iy berkata sebagaimana diriwayatkan As-Silafi dengan sanadnya sampai kepada Muhammad bin Abdullah bin Al Hakam. Aku mendengar sebagian orang bodoh berbicara dengan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab. beliau berkata: “Saya mendengar Muhammad bin Idris Asy-syafi’iy berkata: “Allah menamakan orang-orang yang mencari karunia Allah melalui jual beli (berdagang) dengan nama tu’jar (tujjar dalam . Bahasa Inggris menjadi sarana yang baik jika digunakan untuk tujuan yang baik. Namun yang harus dihindari adalah menjadikan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab karena hal itu tidak boleh. dengan bahasa Inggris adalah haram.” (Kitabul ‘Ilmi).

baik muslimnya maupun kafirnya. karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling pantas dicintai tanpa harus melarang seseorang berbicara dengan bahasa yang lain. kemudian Rosululloh juga menamakan mereka dengan penamaan yang Allah telah berikan. keluarga. maka kaum muslimin membiasakan penduduk kota tersebut untuk berbahasa Arab. Karena sesungguhnya hal itu termasuk tasyabuh (menyerupai) dengan orang `ajam dan itu hukumnya makruh.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim). para pedagang atau para pejabat atau bagi para karyawan atau para ahli fikih. beliau berkata: Tidaklah seorang belajar bahasa Persia kecuali menipu. Dan Atho’ (seorang tabi’in) berkata: Janganlah kamu belajar bahasa-bahasa ajam dan janganlah karnu masuk gereja – gereja mereka karena sesungguhnya Allah menimpakan kemurkaan-Nya kepada mereka. Demikianlah Khurasan dahulu kala.bahasa Arab artinya para pedagang-pent). yang penduduk kedua kota tersebut berbahasa Persia serta menduduki Maghrib.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim). yang penduduknya berbahasa Barbar. Maka kami tidak menyukai seseorang yang mengerti bahasa arab menamai para pedagang kecuali dengan nama tujjar dan janganlah orang tersebut berbahasa Arab lalu dia menamakan sesuatu (apapun juga-pent) dengan bahasa `ajam. maka tidak disangsikan lagi hal ini dibenci. Tidak disangsikan lagi bahwa hal ini adalah makruh. yang mana bahasa Arab merupakan syi’ar Islam dan bahasa Al-Qur’an. Imam Syafi’iy membenci orang yang mampu berbahasa Arab namun dia tidak berbahasa Arab atau dia berbahasa Arab namun mencampurinya dengan bahasa `ajam. sehingga Allah menurunkan kitab-Nya yang dengan bahasa Arab dan menjadikan bahasa Arab merupakan bahasa penutup para Nabi. hingga nampaklah syi’ar Islam dan kaum muslimin. yaitu (tujjar) dengan bahasa arab. Abu Bakar bin ‘Ali Syaibah meriwayatkan dalam Al Mushanaf: “Dari Umar bin Khattab. yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun kemudian mereka menyepelekan bahasa Arab. hingga seluruh penduduk kota tersebut berbahasa Arab. Hal ini karena bahasa Arab adalah bahasa yang telah dipilih oleh Allah. Lain halnya dengan orang yang .” Dan adapun membiasakan berkomunikasi dengan bahasa selain Arab. Sedangkan “samasiroh” adalah penamaan dengan bahasa `ajam (selain arab). Hal ini mempermudah kaum muslimin urituk memahami makna Al-Kitab dan As-Sunnah serta perkataan para salafush shalih. tidaklah seseorang menipu kecuali berkurang kehormatannya. kami katakan seyogyanya setiap orang yang mampu belajar bahasa Arab mempelajarinya. (Iqtidho Shirotil Mustaqim). Pengaruh Bahasa Arab Dalam Kehidupan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Merupakan metode yang baik adalah membiasakan berkomunikasi dengan bahasa Arab hingga anak kecil sekalipun dilatih berbahasa Arab di rumah dan di kantor. Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad berkata: “Tanda keimanan pada orang ‘ajam (non arab) adalah cintanya terhadap bahasa arab. Oleh karena itu. Khurasan. (Iqtidho Shirotil Mustaqim). seseorang dengan sahabatnya. Dan mayoritas mereka pun menjauhi bahasa Arab. sehingga bahasa selain arab menjadi kebiasaan bagi penduduk suatu daerah. dan mereka kembali membiasakan bahasa Persia sehingga akhirnya menjadi bahasa mereka.

Dan hal ini sesuai dengan apa yang diriwayatkan oleh Abu Bakar bin Abi Syaibah.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim). karena memahami Al-Kitab dan As-Sunnah itu wajib dan keduanya tidaklah bisa difahami kecuali dengan memahami bahasa Arab. Hal ini sesuai dengan kaidah: ٌ ِ َ َ ُ َ ِ ِ ّ ِ ُ ِ َ ْ ّ َِ َ َ ‫ما ل يتم الواجب إل به فهو واجب‬ “Apa yang tidak sempurna suatu kewajiban kecuali dengannya maka ia juga hukumnya wajib. menganggap kaum muslimin terbelakang dan ujung-ujungnya dia lalai dari mempelajari Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. dan belajarlah faroidh (ilmu waris) karena sesungguhnya ia termasuk bagian dari agama kalian. akhlak dan agama. Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. dari Umar bin Yazid. dan mengagungkan orang kafir serta takjub pada kehebatan mereka. bahasa Arab memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan. Sehingga mulailah ia mempelajari kehidupan orang kafir sedikit demi sedikit. dia cenderung senang membaca buku berbahasa Inggris yang jelas kebanyakannya merupakan karya orang kafir. . Berbeda dengan orang yang pandai berbahasa Inggris (namun tanpa dibekali dengan ilmu agama yang baik). akhlak. beliau berkata: Umar bin Khattab menulis kepada Abu Musa Al-Asy’ari (yang isinya) “…Pelajarilah As-Sunnah. agama dan tingkah laku. Beliau (Umar bin Khattab) berkata: “Pelajarilah bahasa Arab sesungguhnya ia termasuk bagian dari agama kalian. agama. Akhlaknya pun mulai meniru akhlak orang barat (orang kafir). Orang yang pandai bahasa Arab cenderung senang membaca kitab-kitab para ulama yang berbahasa Arab dan tentu senang juga membaca dan menghafal Al-Qur’an serta hadits-hadits Rasulullah.” Dan pada riwayat lain. Juga sangat berpengaruh dalam usaha mencontoh mereka dan memberi dampak positif terhadap akal. Mau tidak mau iapun harus mempelajari cara pengucapan dan percakapan yang benar melalui mereka. Bisa jadi akhirnya ia pun senang mempelajari dan menghafal lagu-lagu berbahasa Inggris (yang kebanyakan isinya berisi maksiat) dan tanpa sadar diapun mengidolakan artis atau tokoh barat serta senang mengikuti gaya-gaya mereka.” Namun disana ada bagian dari bahasa Arab yang wajib ‘ain dan ada yang wajib kifayah.” (Iqtidho Shirotil Mustaqim). diapun terjatuh dalam tasyabbuh (meniru-niru) terhadap orang kafir.terbiasa berbicara dengan satu bahasa lalu ingin pindah ke bahasa lain maka hal itu sangat sulit baginya. Sehingga hal ini bisa memperbagus akhlak dan agamanya. Dan ketahuilah…!!! membiasakan berbahasa Arab sangat berpengaruh terhadap akal. agar dia bisa memperbagus bahasa Inggrisnya. pelajarilah bahasa Arab dan I’roblah Al-Qur’an karena Al-Qur’an itu berbahasa Arab. Hukum Mempelajari Bahasa Arab Syaikhul Islam Berkata: “Dan sesungguhnya bahasa Arab itu sendiri bagian dari agama dan hukum mempelajarinya adalah wajib. Akhirnya.

sekolah-sekolah dinegeri kita. Sungguh sangat ironis dan menyedihkan. dengan segala kemampuan yang dimiliki. padahal mayoritas penduduk negeri kita adalah beragama Islam. sehingga keadaan kaum muslimin dinegeri ini jauh dari tuntunan Allah ta’ala dan Rasul-Nya. semoga Allah menolong kaum muslimin dan mengembalikan mereka kepada ajaran Rasul-Nya yang shohih.Penutup Bahasa Arab adalah bahasa Agama Islam dan bahasa Al-Qur’an. Menyepelekan dan menggampangkan Bahasa Arab akan mengakibatkan lemah dalam memahami agama serta jahil (bodoh) terhadap permasalahan agama. bahasa Arab tersisihkan oleh bahasa-bahasa lain. seseorang tidak akan dapat memahami kitab dan sunnah dengan pemahaman yang benar dan selamat (dari penyelewengan) kecuali dengan bahasa Arab. Segala puji hanyalah bagi Allah Tuhan semesta alam. Tiada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah ta’ala. . Maka seyogyanya anda sekalian wahai penebar kebaikan… mempunyai andil dan peran dalam memasyarakatkan serta menyadarkan segenap lapisan masyarakat akan pentingya bahasa Al Qur’an ini.

Contoh: . Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab. Dua perkara tersebut adalah kitabullah (al-Qur’an) dan sunnahku (al-Hadits). ‫تركت فيكم أمرين لن تضلوا إن تمسكتم بهما كتاب ال وسنتي‬ ِ ّ ُ َ ِ َ َ ِ َ ِ ِ ْ ُ ْ ّ َ ِ ْ ِ ْ ِّ َ ْ َ ِ ْ َ ْ َ ْ ُ ْ ِ ُ ْ َ َ َ “Aku meninggalkan kepada kalian dua perkara.” Bahasa Arab Dasar 1: Nahwu Shorof Author: admin | Posted: 15-09-2008 | Category: Dasar Nahwu adalah ilmu untuk mengetahui hukum akhir dari suatu kata. Laam. agar kalian memahaminya. Contoh: ٍ ُ َ ِ ُ ْ َ َ ً ُ َ ُ ْ ََ ٌ ُ َ َ َ ‫جاء رجل ـ رأيت رجل ـ مررت برجل‬ Shorof adalah ilmu tentang perubahan suatu kata. ini adalah ayat-ayat kitab (Al Quran) yang nyata (dari Allah). jika kalian berpegang teguh kepada keduanya maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya.Pendahuluan Author: admin | Posted: 13-09-2008 | Category: Artikel Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. َ ُِ ْ َ ْ ُ َّ َ ّ ِ َ َ ً ْ ُ ُ َ ْ َ ْ َ ّ ِ ِ ِ ُ ْ ِ َ ِ ْ ُ َ َ ْ ِ ‫الر تلك آيات الكتاب المبين – إنا أنزلناه قرآنا عربيا لعلكم تعقلون‬ “Alif. Raa.” Allah ta’ala berfirman.

Huruf ‘Illah Ada 3 huruf yaitu: ‫ا و ي‬ 2. Huruf Mabany (Huruf Hijaiyah) Huruf yang digunakan untuk menyusun suatu kata Huruf mabany terbagi menjadi 2: 1. على . إلى . Huruf Athof . diantaranya: 1. ك . Diantara huruf-huruf jer adalah: ِ َ ِ ّ ُ ‫ِن . Huruf Shohih Seluruh huruf hijaiyah selain ‫ا و ي‬ B. Huruf Ma’any Huruf-huruf yang mempunyai makna Huruf ma’any terbagi menjagi beberapa macam. رب . Huruf Jer Huruf yang membuat kata setelahnya secara umum berharokat akhir kasroh. ب . عن .Bahasa Arab Dasar 2: Al-Harfu (Huruf) ُ ْ َ َْ ‫الحرف‬ A. ل‬ ِ َ َ َْ َ ِ ْ‫م‬ 2. فى .

Isim Kata yang menunjukkan atas suatu makna. . Diantara huruf-huruf athof adalah: ْ َ ُّ َ ‫و . A. ثم . أو‬ Bahasa Arab Dasar 3: Kalimah Author: admin | Posted: 21-09-2008 | Category: Dasar. Contoh: َ َ َ َ َ َ َ ََ َ َ َ َ َ َ َ َ َ ‫نصر ـ كتب ـ ضرب ـ جلس ـ قتل ـ أكل‬ C. dimana kata tersebut tidak terikat dengan waktu.Huruf yang digunakan untuk menghubungkan antara satu kata dengan kata yang lain. dimana kata tersebut terikat dengan waktu. Huruf Kata yang tidak mempunyai makna yang sempurna kecuali setelah bersambung dengan kata yang lain. Huruf yang dikategorikan sebagai al-kalimah adalah huruf-huruf ma’any. Nahwu ُ َ َِ ْ ‫الكلمة‬ Al-Kalimah Al-Kalimah (kata) adalah lafaz yang mempunyai makna. Fi’il Kata yang menunjukkan atas suatu makna. Contoh: ٌَ َ َ ٌ َْ ٌ َ ٌ ْ ِ ٌ ْ َ ٌ َِ ‫كتاب ـ بيت ـ دين ـ باب ـ أستاذ ـ شجرة‬ B.

Nahwu. Shorof‬‬ ‫َْ ْ ُ َْ َ ِ ْ ِ َ ِْ ْ ِ‬ ‫الفرق بين السم و الفعل‬ ‫:‪Ciri-ciri Isim‬‬ ‫ع َمات السم‬ ‫َل َ ُ ِ ْ‬ ‫التنوين‬ ‫ّْ ِْ‬ ‫َ‬ ‫مثل :} فل تجعلوا ل أندادا وأنتم تعلمون{ البقرة:22‬ ‫ِ ْ ُ َ َ َ ْ َُ ّ َ َ ً ََ ُ ْ َ َْ ُ َ‬ ‫ِ‬ ‫الخفض‬ ‫َْ‬ ‫مثل : }بسم ال الرحمن الرحيم{ الفاتحة:1‬ ‫ِْ ُ ِ ْ ِ ّ ّ ْ َ ِ ّ ِ ِ‬ ‫ِ‬ ‫اللف واللم‬ ‫َِ ُ َ ّ‬ ‫ْ‬ ‫مث ُ :} ذلك الكتاب ل ريبِفيه{ البقرة:2‬ ‫ِ ْل َ ِ َ ْ ِ َ ُ َ َ ْ َ ِ‬ ‫ِ‬ ‫َْ ُ َّ‬ ‫حرف الجر‬ ‫مثل :} ول تلبسوا الحق بالباطل{ البقرة:244‬ ‫ِ ْ ُ َ َ َِْ ُ ْ َ ّ ِ َْ ِ ِ‬ .‫‪Bahasa Arab Dasar 4: Beda Isim Fi'il‬‬ ‫‪Author: admin | Posted: 25-09-2008 | Category: Dasar.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful