TUGAS MATA KULIAH TBT SAYUR

BUDIDAYA KUBIS DI DUSUN NGARGOYOSO, KARANGANYAR

Disusun Oleh : Endah Martiningtyas Rahadhian Tegar T. Sangrani A. Dewi H0708015 H0708037 H0708041

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011

makanan ringan dan makanan cepat saji lainnya. di karang-karang pantai Inggris. 1993). pecel. penyakit Xerophthalmia. dapat digunakan sebagai pencegah dan obat sariawan. Denmark dan pantai Barat Prancis sebelah Utara. Pada awalnya kubis ditanam untuk diambil bijinya (Anonim. 1993). Manfaat lain dapat dibuat produk makanan instan seperti mie. Kubis mulai ditanam di kebun-kebun Eropa kira-kira abad ke 9 dan dibawa ke Amerika oleh emigran Eropa serta ke Indonesia abad ke 16 atau 17.I. Di bidang kesehatan. lemahnya otot-otot. dermatitis bibir menjadi merah dan radang lidah. Kubis bermanfaat sebagai bahan pangan untuk keperluan masakan seperti sup. sayur lodeh. kubis termasuk dalam: Divisi Sub Divisi Klas Famili Genus Spesies : Spermatophyta : Angiospermae : Dicotyledonae : Cruciferae : Brassica : Brassica oleracea Dari klasifikasi ini turunlah varietas-varietas tanaman kubis yang banyak dibudidayakan. penyakit beri-beri. Berdasarkan klasifikasinya. . lotek dan lain-lain atau dimakan langsung (lalapan) bersama menu lain. radang syaraf. luka-luka pada tepi mulut. Mulanya kubis merupakan tanaman pengganggu (gulma) yang tumbuh liar disepanjang pantai laut Tengah. PE L Kubis merupakan tanaman sayur famili Brassicaceae berupa tumbuhan berbatang lunak yang dikenal sejak jaman purbakala (2500-2000 SM) dan merupakan tanaman yang dipuja dan dimuliakan masyarakat Yunani Kuno. kandungan niacin dapat mencegah penyakit palagra dan pembentuk tulang dan gigi (Anonim.

Untuk waktu singkat. Untuk varietas dataran tinggi. Laju angin yang tinggi dalam waktu lama (kontinyu) mengakibatkan keseimbangan kandungan air antara tanah dan udara terganggu. Tanaman kubis dapat hidup pada suhu udara 10-24 0C dengan suhu optimum 17 0C. b) Benih harus bebas hama dan penyakit. penguraian bahan-bahan organik terhambat. . T k i B i aya Teknis budidaya tanaman kubis secara umum meliputi: 1. Syarat T mb Tanaman kubis dapat tumbuh optimal pada ketinggian 200-2000 mdpl. Pembibitan Benih kubis yang baik seharusnya memenuhi persyaratan sebagai berikut: a) Benih utuh. sehingga tidak membutuhkan naungan. e) Mempunyai daya kecambah 80%. d) Benih diambil dari jenis yang unggul atau stek yang sehat. B. dapat tumbuh baik pada ketinggian 1000-2000 mdpl. kebanyakan varietas kubis tahan dingin (minus 6-10 0C).II. Kandungan air tanah yang baik adalah pada kandungan air tersedia. Stadia pembibitan memerlukan intensitas cahaya lemah sehingga memerlukan naungan untuk mencegah cahaya matahari langsung yang membahayakan pertumbuhan bibit. Dengan demikian lahan tanaman kubis memerlukan pengairan yang cukup baik (irigasi maupun drainase). artinya tidak luka atau tidak cacat. yaitu pF antara 2. merupakan racun bagi akar-akar tanaman. artinya tidak tercampur dengan biji-biji atau benih lain serta bersih dari kotoran. Sedangkan pada stadia pertumbuhan diperlukan intensitas cahaya yang kuat. c) Benih harus murni. tanah kering dan keras. kubis akan rusak kecuali kubis berdaun kecil (< 3 >9). unsur hara berkurang dan menimbulkan racun akibat tidak ada oksidasi gas-gas beracun di dalam tanah. Pengaruh angin dirasakan pada evaporasi lahan dan evapotranspirasi tanaman. tetapi untuk waktu lama. TINJAUAN PUSTAKA A.5-4.

Cara-cara persiapan benih yang biasa dilakukan adalah sterilisasi benih. dimana benih yang baik akan tenggelam. . dengan merendam biji dalam air. lokasi mendapat penyinaran cahaya matahari cukup. pola segi tiga sama sisi.00. serta merendam benih selama kurang lebih 12 jam atau sampai benih terlihat pecah agar benih cepat berkecambah (Arief. dengan merendam benih dalam larutan fungisida dengan dosis yang dianjurkan atau dengan merendam benih dalam air panas 55 0C selama 15-30 menit. Hal yang perlu diperhatikan dalam penentuan lokasi persemaian antara lain tanah tidak mengandung hama dan penyakit atau faktor-faktor lain yang merugikan. Bibit dari benih atau biji siap ditanam setelah berumur 6 minggu atau telah berdaun 5-6 helai. Penyemaian dapat dilakukan di bedengan atau langsung di bumbung (koker). karena pengaruh sinar matahari dan temperatur tidak terlalu tinggi. benih perlu dipersiapkan. 1990). Arifin. Penyemaian Benih harus disemai dan dibumbun sebelum dipindahtanam ke lapangan.00-17. penyeleksian benih. dan dekat dengan sumber air bersih. sedangkan bibit dari stek dapat dipindahkan setelah berumur 28 hari. 3.f) Benih yang baik akan tenggelam bila direndam dalam air. Pemindahan bibit hasil persemaian dilakukan bila bibit telah mempunyai perakaran yang kuat. Pola penanaman ada dua yaitu larikan dan teratur seperti pola bujur sangkar. Waktu tanam yang baik yaitu pada pagi hari antara pukul 06. pola segi empat dan pola barisan (barisan tunggal dan barisan ganda). Sebelum dilakukan penyemaian.00 atau sore hari antara pukul 15. 2.00-10. Pola segi tiga sama sisi dan bujur sangkar tergolong baik karena didapatkan jumlah tanaman lebih banyak. Penanaman Penentuan pola tanam tanaman sangat bergantung kesuburan tanah dan varietas tanaman dengan jarak tanam 50 x 50 cm. Persiapan benih dimaksudkan untuk mempercepat perkecambahan benih dan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan pe nyakit.

agar hama dapat segera ditanggulangi.4. omo kapes. 1995). biasanya menyerang pada musim kemarau. terutama pada fase awal pertumbuhan dan pembentukan bunga. Pemupukan susulan pertama dilakukan dengan urea 1gram per tanaman melingkari tanaman dengan jarak 3 cm disaat tanaman kelihatan hidup untuk mendorong pertumbuhan. 5. penyemprotan dilakukan sedini mungkin dengan dosis tepat. Pembumbunan dilakukan bersama penyiangan dengan mengangkat tanah yang ada pada saluran antar bedengan ke arah bedengan berfungsi untuk menjaga kedalaman parit dan ketinggian bedeng dan meningkatkan kegemburan tanah. Pada musim kemarau. pengairan perlu dilakukan 1-2 hari sekali. Penyiangan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam karena dapat merusak sistem perakaran tanaman. penyemprotan dilakukan sebelum hama menyerang tanaman atau secara rutin 1-2 minggu sekali dengan dosis ringan.) Dikenal dengan nama ulat tritip. Untuk pencegahan. hileud keremeng. ama karancang (Sunda). Untuk penanggulangan. Pemeliharaan Tanaman Penyiangan dilakukan bersama dengan penggemburan tanah sebelum pemupukan atau bila terdapat tumbuhan lain yang mengganggu pertumbuhan tanaman. daun berlubang-lubang terdapat bercak-bercak putih seperti jendela yang . Pemupukan ketiga dilakukan pada umur 3-4 minggu dengan dosis 5 gram pada jarak 7-8 cm. Bila pertumbuhan belum optimal dapat dilakukan pemupukan lagi pada umur 8 minggu. Jenis dan dosis pestisida yang digunakan dalam menanggulangi hama sangat beragam tergantung dengan hama yang dikendalikan dan tingkat populasi hama tersebut (Cahyono. Hama a) Ulat Plutella (Plutella xylostella L. kupu klawu (Jawa). bahkan pada akhir penanaman sebaiknya tidak dilakukan. dengan jarak 7-8 cm. Waktu pemberian air sebaiknya dilakukan pada pagi dan sore hari. ama bodas. Gejalanya antara lain. Pemupukan kedua dilakukan pada umur 10-14 hari dengan dosis 3-5 gram. Diamond-black moth.

tetapi kadang-kadang merusak tanaman yang sedang membentuk bunga. berkepompong di dalam tanah dan telur diletakkan dibawah daun secara berkelompok berbentuk pipih menyerupai genteng rumah. yaitu parasitoid (Cotesia plutella Kurdj. dan jagung. Pengendalian: sama dengan ulat Prutella. mempunyai siklus hidup 6-8 minggu. dengan tanaman perangkap (trap crop).menerawang dan tinggal urat-urat daunnya saja. Diadegma semiclausum. pada punggung terdapat garis hijau muda dan perut kuning. kemudian dihancurkan. yaitu pergiliran tanaman (rotasi) dengan tanaman yang bukan famili Cruciferae. sehingga tanaman muda rebah dan pada siang hari tampak layu. pola tumpang sari brocolli dengan tomat. b) Ulat croci (Crocidolomia binotalis Zeller) Ciri-cirinya yaitu mempunyai siklus hidup 22-32 hari. Gejala serangan ulat tanah antara lain memotong titik tumbuh atau pangkal batang tanaman. parasitoid yang paling cocok adalah Inareolata sp. . panjang ulat kurang lebih 18 mm. Pengendalian dilakukas secara mekanis yaitu dengan mencabut ulat-ulat tanah dan membunuhnya. tergantung suhu udara. Pengendalian dapat dilakukan secara mekanis dengan mengumpulkan ulat-ulat dan telurnya. Ulat croci menyerang tanaman yang sedang membentuk bunga. Sedangkan secara hayati dengan menggunakan musuh alami. secara kultur teknis dengan pembersihan kebun dari rerumputan atau sisa-sisa tanaman yang dijadikan tempat bertelur hama tanah. umumnya menyerang tanaman muda. bawang daun. c) Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn) Ciri-cirinya. Pengendalian berikutnya dengan ultur teknik. pada siang hari bersembunyi di bawah daun (kupu-kupu) dan permukaan tanah (ulat). kupu-kupu ataupun ulatnya aktif pada senja dan malam hari. Diadegma eucerophaga) ataupun predatornya. ulatnya berwarna hijau. serta secara kimiawi dengan umpan beracun dan semprotan insektisida.

Gejala serangan ulat daun ni antara lain daun rusak. sehingga menyebabkan daun menguning dan massa bunga berbintik-bintik tampak kotor.d) Kutu daun (Aphis brassicae) Hidup berkelompok dibawah daun atau massa bunga (curd). dikenal dengan bekicot. Pengendalian dilakukan dengan menyemprotkan racun Helisida atau dengan dikumpulkan lalu dihancurkan dengan garam atau untuk makanan ternak. Gejala yang terlihat yaitu menyerang daun terutama saat baru ditanam dikebun. Chrysodeixis chalcites Esp. berwarna hijau diliputi semacam tepung berlilin. Gejala terlihat dengan . yaitu siput yang tidak bercangkang berwarna coklat kekuningan. warna keabu-abuan. Chrysodeixis orichalcea L. Vaginula bleekeri Keferst. Pengendalian dapat dilakukan dengan mengatur pola tanam. e) Ulat daun Misalnya ulat jengkal (Trichoplusiana sp.) dan ulat grayak (Spodoptera litura). Gejalanya yaitu menyerang tanaman dengan menghisap cairan selnya. Menyerang hebat dimusim kemarau.. dan sebagai alternative terakhir adalah penyemprotan insektisida. Pengendalian dengan insektisida atau menangkap dengan menyirami lubang dengan air agar hama keluar. Parmarion pupilaris Humb. menjaga kebersihan kebun. Bagian yang diserang adalah sistem perakaran tanaman. berlubang-lubang atau kadang kala tinggal urat-urat daunnya saja.. f) Bangsa siput Bangsa siput yang biasa menyerang antara lain Achatina fulica yaitu siput yang mempunyai cangkang atau rumah. h) Orong-orong Hidup dalam tanah terutama yang lembab dan basah. yaitu siput yang tidak bercangkang. g) Cengkerik dan gangsir (Gryllus mitratus dan Brachytrypes portentosus) Cengkerik dan gangsir menyerang daun muda (memotong) pada malam hari dan terdapat banyak lubang di dalam tanah.

menyimpan hasil panen dalam keadaan kering.) Penyebabnya adalah bakteri. Pengendalian ketika pascapanen dengan menghindari luka mekanis atau gigitan serangga menjelang panen. Pengendalian ketika pra panen dengan membersihkan sisa-sisa tanaman pada lahan yang akan ditanami. gejala khas daun kuning kecoklat-coklatan berbentuk huruf "V". menghindari bertanam kubis-kubisan pada musim hujan di daerah basis penyakit busuk lunak. serta rotasi tanaman selama kurang lebih 3 tahun dengan tanaman yang tidak sefamili. atau kalau dicuci dengan air bersih. yang dapat dengan mudah menular ke tanah atau ke tanaman sehat lainnya. kemudian menjalar keseluruh tanaman secara sistematik. menghindari kerusakan tanaman oleh serangga pengerek atau sewaktu pemeliharaan tanaman. sehingga kurang layak dipanen. luka akar tanaman scara mekanis. Penyakit a) Busuk hitam (Xanthomonas campestris Dows. serangga atau organisme lain. pembersihan kebun dari tanaman inang alternative. Batang atau massa bunga yang terserang menjadi busuk berwarna hitam atau coklat. bercak coklat kehitam-hitaman pada daun.) Penyebabnya yaitu bakteri yang mengakibatkan busuk lunak pada tanaman sewaktu masih di kebun hingga pasca panen dan dalam penyimpanan. bunga maupun massa bunga yang diserang. tangkai. batang. harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum disimpan. dan merupakan patogen tular benih (seed borne). Gejalanya antara lain tanaman semai rebah (damping off). berhatihati dalam membawa atau mengangkut hasil panen ketempat . karena infeksi awal terjadi pada kotiledon. lalu mengering. (Cahyono. Pengendalian dengan pemberian insektisida ke liang. luka saat panen. Gejala berupa luka pada pangkal bunga yang hampir siap panen. Pengendalian dengan memberikan perlakuan pada benih.pertumbuhan terhambat dan daun menguning. 1995) 6. b) Busuk lunak (Erwinia carotovora Holland.

menyerang akar. f) Semai roboh (dumping off) Penyebabnya yaitu cendawan Rhizitonia sp. Gejala berupa bercak-bercak kebasahan pada pangkal batang atau hipokotil. maka daun akan menguning. Pengendalian dilakukan dengan memberi perlakuan pada benih. batang maupun bagian lain.penyimpanan untuk mencegah luka atau memar. Gejalanya adalah bercak-bercak berwarna coklat muda atau tua bergaris konsentris pada daun. bila menyerang daun. tetapi pada malam atau pagi hari daun tampak segar kembali. . menyemai benih di tempat yang bebas wabah penyakit. d) Bercak hitam (Alternaria sp. maka daun akan membusuk dan berlendir. menyerang batang dan daun terutama pada luka-luka tanaman akibat kerusakan mekanis dan dapat menyebar melalui biji dan spora. akar bengkak dan terjadi bercak-bercak hitam. layu dan rontok. e) Busuk lunak berair Penyebabnya yaitu cendawan Sclerotinia scelerotiorum. c) Akar bengkak atau akar pekuk (Plasmodiophora brassicae Wor. Pengendalian dengan menggunakan biji sehat dan rotasi tanaman dengan tanaman yang tidak sejenis serta pemberantasan dengan insektisida. Pengendalian dengan menanam benih yang sehat. membusuk lalu mati. Gejalanya berupa pertumbuhan terhambat.) Penyebabnya adalah cendawan Alternaria brassica dan Alternaria brassicicola. tanaman kerdil dan tidak mampu membentuk bunga bahkan dapat mati. bila menyerang batang. pertumbuhan terlambat. menyimpan hasil ditempat sejuk dan mempunyai sirkulasi udara baik. dan Phytium sp.) Penyebabnya berupa cendawan Plasmodiophora brassicae. Gejala terlihat pada siang hari atau cuaca panas. pangkal batang. Gejala lain terdapat rumbairumbai cendawan yang berwarna putih dan lama-kelamaan menjadi hitam. serta mencabut tanaman yang terserang penyakit. melakukan pengapuran untuk menaikkan pH.

kubis dikumpulkan pada tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung agar laju respirasi berkurang sehingga didapatkan kubis yang tinggi kwalitas dan kwantitasnya. Pengumpulan dilakukan dengan hati-hati dan tidak boleh ditumpuk serta dilempar-lempar (Pracaya. Pilih kubis yang telah tua dan siap dipetik dengan menggunakan pisau yang tajam dan bersih. tetapi dapat pula menyerang tanaman di lahan. g) Penyakit Fisiologis Penyebab berupa Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) disebut penyakit fisiologis antara lain kekurangan Nitrogen dengan gejala bunga kecil-kecil seperti kancing atau disebut Botoning. Pengendalian dengan perlakuan benih sebelum ditanam. sterilisasi media semaian dan rotasi tanaman dengan jenis selain kubis-kubisan. menyerang tanaman di semaian. . 1981). Setelah dipetik. Pengendalian dengan pemupukan yang berimbang. Panen dan Pascapanen Pemetikan yang kurang baik akan menimbulkan kerusakan mekanis yang menyebabkan krop kubis terinfeksi patogen sehingga mudah terjadi pembusukan. Pemotongan dilakukan pada bagian pangkal batang kubis. Urutan pemetikan adalah dimulai dengan kubis yang sehat baru kemudian dilakukan pemetika pada kubis yang telah terkena infeksi patogen. Kekurangan Kalium menyebabkan massa bunga tidak kompak (kurang padat) dan ukurannya mengecil. 1981) 7. (Pracaya. Kelebihan Nitrogen mempunyai gejala warna bunga kelabu dan berukuran kecil. Sedangkan kelebihan kalium menyebabkan tumbuh kerdil dan bunganya kecil.pangkal batang busuk sehingga menyebabkan batang rebah dan mudah putus.

jamur dapat lebih banyak dan lebih cepat berkembang. Persemaian dilakukan pada sebuah petakan dan dilakukan selama kurang lebih 21 hari. dan pemberian pupuk baik pupuk kandang maupun pupuk kimia. HASIL Pengamatan lapang TBT Sayur: Kubis dilaksanakan di lahan petani kubis seluas 3000 m2 di Kelurahan Ngargoyoso. Pemeliharaan persemaian yang terpenting adalah penyiraman. Kubis di lahan pengamatan ini menggunakan kubis varietas Grand-11 yang berasal dari saprodi. Jika terlihat ada serangan jamur. tanah yang sudah diolah mulai di bedeng-bedeng. Persiapan lahan yang dilakukan antara lain adalah pencangkulan. pada waktu pembibitan dilakukan aplikasi obat-obatan untuk mencegah puru akar tersebut. Setelah itu baru dilakukan aplikasi pupuk kandang di atas tanah. dengan jarak tanam 60 x 70 cm. Persemaian disiram setiap pagi dan sore dengan menggunakan gembor yang halus. Untuk itu tanah olah harus dicangkul kembali sehingga bongkahan (lungko) menjadi lebih kecil. ulat grayak. dan puru akar. Jika pada saat musim kemarau terjadi serangan hama atau penyakit. Beberapa hari sebelum tanam. Persebaran hama dan penyakit sangat dipengaruhi oleh iklim. dan setengah takaran pupuk ZA. tanaman yang terserang segera dibuang Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman kubis pada lahan ini antara lain hama thrips.III. maka dapat menyebabkan gagal panen. Bagian yang akan dibuat timbunan ini berguna untuk menutup pupuk kandang yang ditaburkan diatas bedengan. Kabupaten Karanganyar pada hari Sabtu. dilakukan dengan pupuk KCl dan ZA yang dicampur dan diaplikasikan pada pagi hari setiap satu . Atau alirkan air kedalam parit yang mengelilingi petakan. Tanah di atas bedengan harus benar-benar gembur. Pupuk kimia yang digunakan yaitu TSP. 26 Maret 2011. kemudian tutup dengan lapisan tanah setebal kurang lebih 10 cm. Untuk mencegah maupun mengobati serangan hama dan penyakit. pembuatan bedengan. Setelah 3 atau 4 minggu setelah semai. Oleh karena itu. penyalit karena jamur. setengah takaran pupuk KCl. baru dilakukan pindah tanam. yaitu busuk pangkal batang. Sedangkan pada musim penghujan atau saat cuaca berkabut.

00 per kg. tidak serentak. Lahan seluas 3. Proses panen dilakukan dengan cara dipangkas. . sesuai dengan permintaan konsumen. kubis didistribusikan melalui tengkulak dengan harga Rp 500. Untuk pengendalian gulma.5 bulan usia kubis. Panen dilakukan secara bertahap. biasanya dilakukan kurang lebih 1. Apabila serangan penyakit sudah mulai mengganas maka dapat dilakukan dua kali dalam satu minggu. Setelah dipanen.minggu sekali.000 m2 tersebut dapat menghasilkan kurang lebih 2 sampai 3 ton panenan kubis.

Andy Offset. Sayur Komersial. Bambang.org/wiki/kubis . 1990. Pracaya. Kol Alias Kubis. http://id. Yogyakarta. Arief. 1981. Cahyono. Jakarta.wikipedia. Yogyakarta. 1993. Pustaka Nusatama. Hortikultura. Cara Meningkatkan Budidaya Kubis. Penebar Swadaya. Jakarta. 1995. Arifin.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Penebar Swadaya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful