You are on page 1of 21

246

Akselelator Dan Detektor
Partikel



Tujuan Perkuliahan:

Setelah mempelajari Bab 7 ini mahasiswa diharapkan dapat:
1. Memahami bagaimana partikel dipercepat.
2. Mengerti perbedaan antara pemercepat DC (direct current), linear dan melingkar.
3. Mengerti prinsip utama dari sinkrontron.
4. Mengetahui beberapa akselelator utama dunia.
5. Mengetahui interaksi partikel bermuatan dengan materi.
6. Mengetahui interaksi foton dengan materi.
7. Mengetahui prinsip dan bentuk detektor.
8. Mengetahui macam macam detektor.


7.1. Pemercepat partikel

Seperti telah dibahas sebelumnya model standar tidak dapat menerangkan semua
hal. Partikel-partikel dan anti partikel yang diprediksikan oleh standar model belum
semua ditemukan. Selain itu juga perlu lagi dicari bukti-bukti baru untuk memperkuat
model standar atau bahkan bukti-bukti penyimpangan model standar sehingga
memungkinkan terbentuk model baru. Untuk itu semua, diperlukan partikel yang
berenergi sangat tinggi baik untuk menciptakan partikel baru ataupun mengeksplorasi
stuktur partikel. Sampai awal tahun 1950, sumber partikel berenergi tinggi satu-satunya
hanyalah sinar kosmik dan dengan mempelajari sinar kosmik ini telah menghasilkan
penemuan-penemuan yang penting diantaranya penemuan positron dan pion. Untuk dapat
mempercepat partikel, sekarang ini telah banyak dikembangkan mesin yang dapat
melontarkan partikel yang panjang gelombangnya lebih kecil daripada jari-jari hadron
yaitu sekitar 10
-15
m sehingga momentum p=h/λ haruslah beberapa ratus MeV/c. Mesin
ini dikenal dengan akselelator partikel. Partikel dipercepat melalui interaksi
elektromagnetiknya, sehingga hanya partikel bermuatan dan stabil yang dapat dipercepat.
7
247
Agar partikel dapat dipercepat maka partikel harus dilewatkan pada: (1) medan listrik
yang sangat besar. Akselelator ini dikenal dengan akselelator DC. Contohnya: Tabung
katoda, tetapi partikel dalam tabung katoda, partikel hanya dipercepat dengan energi
sekitar 20 KeV sedangkan untuk menghasilkan partikel baru dibutuhkan puluhan giga
elektron volt. Untuk mendapatkan energi yang demikian besarnya dibutuhkan medan
listrik yang sangat besar, dan ini sukar diwujudkan karena keterbatasan teknologi. Untuk
itu diperlukan alternatif lain yaitu (2) partikel dilewatkan melalui banyak medan listrik
kecil yang membentuk garis atau lebih dikenal dengan akselelator linear (Linac = Linear
Accelelator). Tetapi akselelator ini membutuhkan banyak kavitas RF dan lintasan yang
panjang. Alternatif lain adalah (3) partikel dilewatkan melalui medan listrik yang kecil
tetapi berkali-kali atau lebih dikenal dengan akselelator melingkar (synchrotron) yaitu
medan listrik disusun dengan lintasan melingkar dengan medan magnet ditempatkan di
cincinnya
Pada sub bab ini akan dibahas partikel apa saja yang dapat dipercepat dan
bagaimana partikel ini dipercepat, macam-macam akselelator, akselelator utama dunia
dan perkembangan terbaru dari pemercepat ini.
Akselelator dunia yang paling mutakhir saat ini adalah Tevatron di Laboratorium
pemercepat Nasional Fermi di Chicago, Amerika Serikat yang aktif bekerja sejak tahun
1986. Pemercepat Tevatron ini menumbukan proton dan anti proton dengan energi pusat
masssanya sekitar 2 TeV. Karena anti proton sukar dihasilkan, maka saat ini sedang
dikontruksi pemercepat baru yang disebut Large Hadron Collider (LHC) di Cern,
Genewa. Pemercepat LHC ini menumbukkan proton dan proton dengan energi pusat
massanya sekitar 14 TeV yang akan aktif bekerja sekitar tahun 2007.

7.1.1. Partikel Dipercepat
Akselelator adalah mesin penghasil partikel baru. Akselelator ini menyelesaikan
dua pekerjaan. Pertama, karena semua partikel dapat berperilaku sebagai gelombang,
para ahli fisika menggunakan akselelator untuk memperbesar momentum partikel sampai
panjang gelombang partikel cukup kecil sehingga partikel itu dapat digunakan untuk
menembus sampai ke dalam atom. Kedua, energi dari partikel berkecepatan tinggi
digunakan untuk menciptakan partikel bermassa, sehingga dapat dipelajari struktur dan
248
sifatnya. Pada dasarnya, akselelator mengambil suatu partikel, lalu partikel itu dipercepat
dengan menggunakan medan elektromagnet dan menumbukkannnya pada suatu target
atau partikel lain. Lalu disekitar titik tumbukan ditempatkan detektor yang merekam
semua yang terjadi.
Salah satu contoh akselelator partikel disekitar kita adalah TV dan komputer
seperti diperlihatkan pada gambar 7.1.

Gambar 7.1 Tabung katoda: Akselelator sederhana
Partikel dipercepat melalui interaksi elektromagnetiknya (gambar 7.2), sehingga hanya
partikel bermuatan dan stabil terhadap peluruhan (waktu hidup yang lama) yang dapat
dipercepat. Partikel yang memenuhi 2 persyaratan tadi adalah elektron, proton dan inti
stabil/ion berat beserta anti partikelnya. Akselelator mempercepat partikel bermuatan
dengan medan listrik yang tinggi dimana medan listrik ini menarik atau menolak partikel.
Medan listrik ini bergerak dan mendorong partikel untuk bergerak dan dipercepat. Dalam
akselelator ini dibutuhkan ruang hampa agar partikel tidak bertumbukan dengan molekul
udara.
Katoda
Anoda
Kumparan
pemantul
Kumparan
pemfokus
Berkas
Elektron
Vakum
Akselelator partikel
- Tegangan pada TV kira-kira 20kV artinya energi tiap elektron
sebesar 20 keV
- Elektron pada LEP sekitar 50 juta eV atau 50 GeV. Energi
sebesar itu dihasilkan dari pemercepat berbentuk melingkar
249



Akselelator dapat diatur dalam dua tipe tumbukan yaitu Fixed target experiment
dan Colliding beams experiment. Dalam tipe fixed target experiment, seberkas partikel
berenergi tinggi menumbuk suatu target. Salah satu contohnya adalah experiment
Rutherford. Dalam fixed target eksperimen memungkinkan untuk mempercepat partikel
stabil tetapi tidak perlu bermuatan. Caranya adalah partikel stabil dan tidak bermuatan
dijadikan target (π, K, p, p , n, e, µ, ν, v ).
Sedangkan colliding beams experiment, dua berkas dari partikel berenergi tinggi
saling bertumbukkan. Salah satu contohnya adalah proses tumbukan dalam anihilasi e
-
e
+
.


Gambar 7.3. Fixed target dan Colliding beams experiment
Arah rambat gelombang elektromagnet
Gambar 7.2. Partikel muatan positif yang dekat dengan puncak
gelombang E-M mendapatkan gaya dorong yang lebih besar,
semakin kecil medan listriknya semakin kecil gaya dorongnya.
250
Akselelator partikel dengan fixed-target experiment telah menghasilkan penemuan-
penemuan utama dalam fisika partikel diantaranya

Nama
Pemercepat
Lokasi Partikel yang
dipercepat
Energi
(GeV)
Penemuan utama
partikel
Bevatron Berkeley,
California
Proton 7 Anti proton
SLAC Stanford,
California
Elektron 20 Struktur proton
PS Genewa,Swiss Proton 26 Arus neutral
AGS Long Island,
New York
Proton 40 Ω,. 2 neutrino,
pelanggaran CP
dan studi dari
quark c
FNAL Illionis Proton 500-1000 Studi dari quark b

Akselelator partikel dengan eksperimen colliding beam experiment juga telah
menghasilkan penemuan-penemuan utama dalam fisika partikel diantaranya

Nama
Pemercepat
Lokasi Tipe Energi
(GeV)
Penemuan utama
partikel
SPEAR Stanford,
California
e
+
e
-
3-8 Quark c dan lepton
tao
ISR Genewa,Swiss pp 2062 Hadrons
PETRA Jerman e
+
e
-
2615-46 Gluon
PEP Stanford,
California
e
+
e
-
15-30 Waktu hidup
quark b
CESR Ithaca, New
York
e
+
e
-
8-16 Meson B
SPS Genewa,
Swiss
pp 540-900 W dan Z
LEP Genewa,
Swiss
e
+
e
-
100 3 neutrino


7.1.2. Bentuk Akselelator Partikel: Linier dan Sinkrotron
Linacs: Linear Accelerators, dimana partikel datang dari ujung satu dan keluar di ujung
yang lain. Salah satu linacs yang sederhana adalah pemercepat elektron di TV. Dalam
tabung katoda TV, medan listrik yang digunakan dapat mempercepat elektron sampai
Tabel 7.1
Tabel 7.2
251
memiliki energi sekitar 20 KeV. Jika tabung katoda TV memiliki panjang sekitar 20 cm
maka medan listrik dalam TV adalah 1 KV/cm. Linacs paling besar adalah SLAC
(Stanford Linear Accelelator Center) yang memiliki panjang 3 km dan mempercepat
elektron dan positron sampai 45 GeV. Ini artinya agar elektron dapat mencapai energi
100 GeV dalam SLAC ini, medan listrik untuk mempercepat partikel harus sekitar 30
MV/m.
Energi sebesar itu tidak dapat dicapai jika menggunakan medan listrik DC biasa yang
digunakan pada tabung katoda TV tetapi harus digunakan Cavitas RF.

Frekuensi RF mendorong elektron ke depan pada momen yang tepat. Lebar cavitas RF
sekitar beberapa cm dan fungsi cavitas ini adalah tempat gelombang berdiri dimana
tegangannya berubah tanda setelah sekumpulan elektron melewatinya untuk
mempercepat sekumpulan elektron yang lain. Jika partikel yang datang uniform (sama
banyak) setiap waktu, partikel yang datang ketika medan listrik positif akan dipercepat
dan partikel yang datang ketika medan listrik negatif akan diperlambat sehingga akan
membentuk sekumpulan partikel yang siap untuk dipercepat. Ukuran lebar cavitas ini
bergantung pada frekuensi RF yaitu setengah panjang gelombangnya.. Sebagai contoh:

8 1
8 1
3 10
1
3 10
c ms
m
f s
λ


×
= = =
×
. (7.1)

maka ukuran cavitas haruslah 50 cm. Dibawah ini adalah skema sederhana dari LINACS.
Gambar 7.4. Skema dari Cavitas RF
252

Gambar 7.5. Akselelator Linier (Linacs)
Synchontrons: Akselelator yang dibangun dalam bentuk melingkar, dimana partikel
bergerak melingkar beberapa kali lalu keluar dengan kecepatan tinggi.
Untuk membuat suatu benda bergerak melingkar, harus ada gaya konstan yang bekerja
pada benda yang arahnya menuju ke pusat lingkaran. Dalam akselelator melingkar,
medan listrik membuat partikel bermuatan dipercepat, dan medan magnet membuat
partikel memiliki gaya konstan sehingga partikel bergerak dengan lintasan melingkar.
Adanya medan magnet tidak menambah atau mengurangi energi dari partikel, hanya agar
partikel bergerak melingkar. Magnet juga digunakan untuk mengarahkan berkas partikel
bermuatan menuju target dan memfokuskan berkas partikel. Fungsi magnet disini seperti
lensa optik untuk memfokuskan sinar. Dibawah ini adalah skema akselelator melingkar.

Gambar 7.6. Akselelator melingkar
Keuntungan akselelator melingkar dibandingkan dengan akselelator linier adalah partikel
dalam akselelator melingkar bergerak melingkar beberapa kali sehingga partikel
mendapatkan energi berkali-kali di setiap putarannya. Sehingga akselelator melingkar ini
253
menghasilkan energi yang sangat tinggi tanpa harus melewati akselelator yang sangat
panjang seperti pada linacs. Terlebih lagi, karena partikel bergerak melingkar, banyak
sekali kemungkinan partikel bertumbukkan di tempat itu sehingga ada kemungkainan
tercipta partikel baru.
Tetapi di lain pihak, linacs lebih mudah dibangun dibandingkan akselelator melingkar
(synchrotron) karena linacs tidak memerlukan magnet yang besar untuk membuat
partikel bergerak melingkar. Selain itu akselelator melingkar memerlukan jari-jari yang
sangat besar agar partikel mendapatkan energi cukup besar, sehingga akselelator ini
mahal sekali untuk dibuat. Pertimbangan lain adalah bahwa partikel bermuatan ketika
dipercepat, akan meradiasikan energi atau ada energi yang terbuang. Pada energi tinggi,
energi yang terbuang akibat radiasi lebih besar untuk akselelator melingkar dibandingkan
akselelator linier. Sebagai tambahan, kehilangan energi akibat radiasi lebih besar dalam
mempercepat elektron (lebih ringan) dibandingkan proton (lebih berat). Oleh karena itu
elektron dan positron hanya dapat dipercepat dalam akselelator linier atau akselelator
melingkar yang jari-jarinya lebih besar.
7.1.3. Akselelator Utama Dunia
Dalam proses untuk mempercepat partikel sampai memiliki energi yang tinggi,
beberapa pemercepat digunakan berurutan. Akselelator seperti ini adalah akselelator
komplek diantaranya Fermilab dan CERN. Fermilab terdiri dari beberapa akselelator.
Untuk mempercepat proton terdiri dari beberapa langkah. Pertama, proton dipercepat
dengan metoda DC, lalu dipercepat oleh linac (akselelator linier) proton sampai 200
MeV. Setelah itu proton dipercepat dengan menggunakan sinkrotron sehingga memiliki
energi 8 GeV, lalu dipercepat lagi dengan soinkontron yang lebih besar sehingga
dipercepat hingga 500 GeV, dan sejak tahun 1986 proton tersebut dapat dipercepat lagi
hingga 800 GeV dengan menggunakan Superconducting Tevatron. Beberapa akselelator
komplek di dunia telah banyak memberikan kontribusi baik dalam penemuan partikel-
partikel baru maupun studi detail tentang partikel. Beberapa contoh dari akselelator
komplek utama dunia diantaranya:
254
SLAC: Stanford Linear Accelerator Center, di California, ditemukan quark charm dan
lepton tau; sekarang ini salah satu akselelatornya sedang memproduksi meson B dalam
jumlah besar
Fermilab: Fermi National Laboratory Accelerator, di Illionis, dimana quark bottom dan
top dan neutrino tau ditemukan
CERN: European Laboratory for Particle Physics, di perbatasan Perancis-Swiss, dimana
partikel W dan Z ditemukan
BNL: Brookhaven National Lab, di NewYork, beriringan dengan SLAC menemukan
quark charm
CESR: Cornell Electron-Positron Storage Ring, di New York. CESR menyajikan studi
tentang quark bottom
DESY: Deutsches Electronen-Synchrotron, di Jerman,dimanan gluons ditemukan
KEK: High Energy Accelerator Research Organization, di Jepang, yang sekarang ini
salah satu akseleratornya sedang memproduksi meson B dalam jumlah besar
IHEP: Institute for High-Energy Physics, di China menyajikan studi tentang lepton tau
dan quark charm

Gambar 7.7. Tevatron Fermilab
7.2. Detektor Partikel
Kebanyakan mekanisme dari detektor mengacu pada fakta bahwa partikel
bermuatan berenergi tinggi melewati zat, partikel tersebut akan mengionisasi atom
255
sepanjang lintasannya. Tetapi partikel-partikel netral tidak menyebabkan ionisasi
sehingga partikel-partikel tersebut tidak meninggalkan jejak. Lintasan partikel-partikel
netral dideteksi dengan menganalisis jejak dari partikel bermuatan yang berinteraksi
dengan partikel-partikel netral tersebut akibat adanya kekekalan energi dan momentum.
Untuk itu dalam sub bab detektor ini akan dibahas bagaimana interaksi partikel
bermuatan dan foton dengan materi, prinsip, bentuk dan komponen-komponen dari
detektor.

7.2.1 Interaksi partikel bermuatan dengan materi
Interaksi partikel bermuatan dengan materi dapat melalui berbagai cara,
diantaranya:
a. Ionisasi
Ketika partikel bermuatan melewati materi, partikel tersebut akan kehilangan
energi karena interaksi EM dengan elektron atomik material di sepanjang lintasan
geraknya. Partikel bermuatan non elektron (partikel bermuatan yang berat), tumbukan
dengan materi tidak begitu berarti karena energi yang diberikan pada inti materi tidak
besar karena sama-sama memiliki massa yang besar, sedangkan untuk elektron,
tumbukan dengan materi memiliki arti penting karena energi yang diberikan pada inti
materi besar karena masssa elektron jauh lebih kecil dibandingkan massa atomik materi.
Kehilangan energi akibat ionisasi diberikan oleh persamaan berikut

2 2 2 2
2
2 2 3
4 ( ) 2
ln
(10 )
dE c NaZ mc
dx mc A kg I
πα ρ γβ
β
β

| |
− = −
|
\ ¹
h
(7.2)
dengan
3
(10 )
a
N Z
A kg
ρ

adalah kerapatan elektron dalam medium dan v adalah laju partikel
datang.

b. Radiasi Cerenkov
Kelajuan cahaya pada medium yang indeks biasnya n adalah c/n. Partikel bermuatan
dapat memiliki laju yang lebih besar dari kelajuan cahaya dalam medium. Ketika partikel
256
bermuatan lebih cepat dari laju cahaya dalam suatu medium, akan ada radiasi koheren
yang dipancarkan.

Radiasi Transisi
Ketika partikel bermuatan bergerak melewati perbatasan dua media, akan ada radiasi
EM dalam jumlah kecil. Radiasi ini disebut dengan radiasi transisi. Radiasi ini terjadi
karena partikel yang bergerak memiliki medan listrik yang bergantung dengan waktu,
yang menimbulkan polarisasi yang bergantung pada waktu pada daerah yang dilintasi
partikel.

c. Bremsstrahlung
Semua partikel bermuatan ketika melewati materi, akan kehilangan energinya karena
ionisasi. Tetapi khusus elektron dan positron, selain akan kehilangan energi akibat
ionisasi juga karena radiasi pengereman karena elektron dan positron memiliki massa
yang yang kecil. Radiasi pengeraman dikenal dengan Bremsstrahlung. Proses
Bremsstrahlung disebabkan oleh interaksi EM dengan inti atom dimana akan ada foton
yang diradiasikan dari elektron dan positron yang memiliki percepatan. Kemungkinan
besar tumbukkan dengan inti akan menghasilkan bremsstrahlung daripada tumbukan
dengan elektron , ini dikarenakan probabilitas interaksi berbanding lurus dengan kuadrat
muatan listrik. Karena daya radiasi sebanding dengan kuadrat percepatan, maka
kehilangan energi akibat Bremsstrahlung berbanding terbalik dengan massa partikel.
Elektron akan mengalami kehilangan energi akibat Bremsstrahlung yang lebih besar
daripada partikel bermuatan yang berat seperti muon. Kehilangan energi akibat akibat
Bremsstrahlung adalah:
o
dE dx
dx χ
− = (7.3)
Karakteristik material dapat dilihat dari panjang radiasi (χ
o)
yang didefinisikan sebagai
jarak dimana energi berkurang sebesar 1/e karena Bremsstrahlung.
Bagaimana dengan interaksi partikel neutral dengan materi? Secara umum
partikel baik bermuatan maupun netral dapat berinteraksi inti. Ketika hadron yang
berenergi tinggi (bermuatan atau netral) melalui materi, akan berinteraksi kuat dengan
257
inti, sehingga partikel akan mengalami kehilangan energi. Neutrino adalah partikel
neutral yang stabil yang sama sekali tidak ada pengaruh ketika melewati materi baik
karena ionisasi, radiasi transisi, bremsstrahlng atau interaksi inti. Materi hampir tidak
berinteraksi dengan neutrino karena neutrino berinteraksi lemah.. Interaksi lemah hanya
bisa dideteksi dengan menggunkan detector raksasa..

7.2.2. Interaksi foton dengan materi
Saat berinteraksi dengan materi, foton dapat kehilangan energinya melalui 3 cara
yaitu
1. Efek fotolistrik : Foton datang mentransfer seluruh energinya pada elektron
atomik material penyerap
2. Hamburan Compton. Foton datang memberikan sebagain energinya pada elektron
atomik, foton baru memiliki frekuensi yang lebih rendah
3. Produksi pasangan. Foton datang dengan energi kira-kira 1,02 MeV dapat
melakukan materalisasi menjadi pasangan elektron-positron.

7.2.3. Prinsip Detektor
Interaksi antara partikel bermuatan dan foton dengan materi dijadikan dasar prinsip kerja
detector terutama ionisasi. Detektor ionisasi terdiri dari sebuah anoda dan katode yang
perbedaan tegangan antar kedua dibuat sangat tinggi. Ruang antara anoda dan katoda
diisi dengan gas atau zat cair. Ketika partikel bermuatan melewati detector, atom-atom
dalam medium akan terionisasi. Elektron dan ion bebas mengalir dalam medan lstrik
sehingga menghasilkan arus listrik sehingga akan menimbulkan pulsa tegangan pada
rangkaian luar. Jika tegangannya rendah, arus berbanding lurus dengan tegangan, pada
tegangan lebih besar, kestabilan dicapai. Pada tegangan yang lebih tinggi lagi ionisasi
kedua dihasilkan dan kembali menghasilkan arus yang berbanding lurus dengan
tegangan.
Detektor ini selain untuk mendeteksi partikel juga dapat untuk mengukur
besaran-besaran muatan, kecepatan, momentum dan energi. Bagaimana cara mengukur
besaran-besaran tersebut?
258
Salah satu komponen terpenting dari detektor adalah magnet yang menimbulkan
medan magnet yang besar terutama pada alat pelacaknya (tracker). Untuk mengetahui
tanda muatan partikel (+ atau -) dapat diidentifikasi dari arah lintasan partikelnya, karena
partikel bermuatan dipengaruhi oleh medan magnet. Partikel neutral tidak dipengaruhi
oleh medan magnet. Itulah sebabnya pada pelacak (tracker) tidak teridentifikasi partikel
neutral.





(a) (b)
Gambar 7.8
(a) Partikel bermuatan dalam medan magnet dan (b) Partikel dengan momentum
dalam medan magnet.

Momentum partikel dapat dihitung dengan memeperhatikan lintasan partikel setelah
melewati medan magnet. Lintasan partikel dengan momentum yang lebih kecil lebih
dapat dibelokkan dalam medan magnet daripada partikel dengan momentum yang lebih
besar. Ini dikarenakan waktu yang diperlukan partikel dengan momentum yang lebih
kecil untuk berinteraksi dengan medan magnet lebih lama daripada partikel dengan
momentum yang lebih besar.Atau dapat dikatakan partikel dengan momentum yang besar
memiliki inersia yang lebih besar daripada partikel dengan momentum yang lebih kecil.
Untuk mengukur energi partikel dengan informasi momentum yang telah diukur
dikalikan dengan kecepatan cahaya,.(E=pc).

7.2.4. Bentuk-bentuk Detektor
Detector dapat dikategorikan berdasarkan tipe tumbukannya yaitu:.




(a) (b)
259
Gambar 7.9 (a) Fixed target detector (b) Colliding Beam detector.

Fixed Target Detector
Pada fixed target experiment, partikel yang dihasilkan umumnya bergerak lurus
kedepan, sehingga bentuk detektor ini adalah kerucut.(lihat gambar). Salah satu contoh
detektor dalam Fixed target experiment adalah Multi-Particle Spectrometer (MPS) di
Fermilab. Spektrometer ini digunakan untuk mempelajari struktur Hadron. Berkas
partikel yang datang (partikel yang telah dipercepat) dapat berupa partikel bermuatan
positif (p, K
+
, π
+
) atau bermuatan negatif (p, K
-
, π
-
) dengan energi sebesar 200 GeV dan
targetnya adalah hidrogen cair.

Colliding Beam Detector
Pada Colliding beams experiment, partikel yang dihasilkan bergerak ke segala
arah, sehingga detector ini berbentuk bola atau pada umumnya berbentuk silinder. Salah
satu contoh detector ini adalah UAI spectometer di CERN. Detektor ini digunakan untuk
mempelajari tumbukan proton dan anti proton pada energi tinggi.

7.2.5. Komponen-komponen Detektor
Detektor dan komponen-komponen dari detektor diantaranya adalah
Geiger Muller.
Pencacah ionisasi yang paling sederhana adalah tabung Geiger-Muller atau Pencacah
Geiger, yang ditemukan pada tahun 1908 oleh Hans Geiger dan dimodifikasi oleh
Wilhelm Muller. Pencacah Geiger terdiri dari kawat yang terisolasi listrik di dalam
tabung berisi gas, biasanya campuran argon-alkohol. Tegangan listriknya yang
dibutuhkan mencapai 1000 Volt. Ketika partikel bermuatan memasuki pencacah, ionisasi
dihasilkan dalam gas dan menghasilkan arus listrik. Pencacah Geger ini juga dapat
digunakan untuk mendeteksi neutron, dengan mengisi tabung dengan Boron triflouride
(BF
3
). Inti boron memiliki penampang lintang yang tinggi untuk menghasilkan partikel
alpha ketika bertumbukan dengan neutron lambat.

Kamar kabut (Cloud Chambers)
260
Kamar kabut ditemukan oleh C.T.R Wilson. Lintasan partikel bermuatan diukur dengan
mendeteksi ion yang terionisasai oleh muatan tersebut dan dilewatkankan pada medan
magnet agar dapat ditentukan baik tanda maupun momentumnya. Kamar kabut ini telah
digunakan untuk menemukan anti partikel (positron), muon dan quark strange (s).

Emulsi (Emulsion)
Pada awal tahun 1910, ditemukan emulsi fotografi yang berisi butir-butir halide perak
yang sangat sensitif terhadap radiasi ionisasi. Di dalam piringan photografik ini akan
terlihat lintasan butir perak sepanjang lintasan partikel bermuatan yang dapat diamati
mikroskop. Emulsi ini digunakan untuk mendeteksi partikel dalam fixed target
experiment. Emulsi ini telah digunakan untuk menemukan pion bermuatan dan interaksi
lemahnya.

Kamar Gelembung (Bubble Chamber)
Kamar gelombang ditemukan pada tahun 1952 oleh D Glaser. Prinsip kerjanya sama
dengan kamar kabut. Cairan bertekanan tinggi seperti hidrogen di buat dalam keadaan
superheated dengan menurunkan tekanan secara tiba-tiba. Gelembung akan terbentuk
disekitar ion yang akibat ionisasi oleh partikel bermuatan. Kamar gelembung ini telah
berhasil menemukan klasifikasi hadron dan interaksi neutrino dengan pertukaran Z
o
.

Gambar 7.10. Hasil pendeteksian partikel dan anti partikel dari detektor kamar
gelembung
261

Detektor silicon
Detektor ionisasi dapat terbuat dari semikonduktor seperti silikon. Detektor
semikonduktor ini memanfaatkan kenyataan bahwa lapisan tipis pada kedua sisis
sambungan p-n kekurangan muatan pembawa. Bila bias mundur dipasang pada silicon,
setiap elektron dan lubang yang ditimbulkan dalam daerah deplesi oleh partikel pengion
akan tertarik ke ujung kristal sehingga menimbulkan pulsa tegangan. Detektor
semikonduktor ini digunakan untuk pengukuran energi.

Kamar latu (Spark chamber)
Kamar latu terdiri dari sejumlah keping logam sejajar dalam kamar yang berisi gas mulia
seperti neon. Tegangan tinggi dipasang antara masing-masing pasangan keping. Jika
partikel bermuatan melalui kamar ini, pelatuan terjadi sepanjang lintasan ion yang
ditimbulkan oleh partikel itu karena bertambahnya konduktivitas gas. Hasil deretan ini
dapat dipotret dan jika kamar itu diletakkan dalam medan magnet, muatan dan
momentum partikel dapat ditentukan dari lengkungan lintasannya.

Pencacah Cerenkov
Pencacah cerenkov ini digunakan untuk mendapatkan informasi tentang laju partikel.
Ketika dikombinasikan dengan pengukuran momentum, akan didapatkan informasi
massa atau identitas lain dari partikel. Pencacah Cerenkov digunakn khususnya untuk
memisahkan pion kaon dan proton. Pencacah ini dibuat dengan mengisi kontainer besar
dengan gas dan cermin agar terlihat gambaran cahayanya.

Kalorimeter Elektromagnetik
Kalorimeter digunakan umtuk mengukur energi total partikel. Ada dua tipe kalorimeter,
yaitu kalorimeter elektromagenet dan kalorimeter hadron. Kalorimeter EM
(electromagneteic) digunakan untuk mengukur energi elektron, positron dan foton
dengan menggunakan prinsip interaksi EM dengan inti. Yang teramati dalam kalorimeter
berupa pancaran EM, biasanya terdeteksi dalam kamar kabut. Proses interaksi adalah
262
Bremsstrahlung dan produksi pasangan. Banyaknya elektron, positron dan foton yang
dihasilkan sebanding dengan energi dari partikel datang.

Kalorimeter Hadron
Kalorimeter hadron digunakan untuk mengukur energi hadrons. Hadron yang memiliki
waktu hidup yang panjang untuk dapat memasuki kalorimeter adalah proton, pion
bermuatan, kaon bermuatan, neutron dan kaon netral yang berumur panjang. Prosesnya
sama seperti kalorimeter hadron tetapi interaksinya kuat.

Spektrometer partikel
Partikel stabil yang diketahui adalah, foton, elektron, neutrino, proton dan anti partikel-
partikelnya. Selain itu partikel-partikel itu teramati tidak stabil, biasanya meluruh,
kadang beberapa kali meluruh menjadi dua atau lebih partikel-partikel stabil. Parameter
yang digunakan untuk mendeteksi partikel sebelum meluruh adalah dengan
menggunakan parameter waktu hidup partikel x laju cahaya (cτ) yang sama dengan γcτ
yaitu panjang lintasan partikel sebelum partikel meluruh. Foton, elektron dan muon
dideteksi oleh interaksi EM. Proton, kaon dan pion dideteksi melalui interaksi EM dan
kuat dengan materi sedangkan neutron dan kaon netral dideteksi oleh interaksi kuat
dengan materi Neutrino tidak dapat terdeteksi karena interaksinya yang begitu lemah
dengan materi.
Detektor energi tinggi modern didesain untuk membedakan partikel-partikel oleh
interaksinya dengan materi. Salah satu acuannya dengan menggunakan interaksi acuan
dari 8 partikel seperti pada gambar 7.11.
263

Gambar 7.11. Interaksi acuan 8 partikel dalam detektor energi tinggi modern.

Komponen-komponen detektor yang ideal adalah harus terdiri dari komponen-
komponen (1) Pelacak (tracking) partikel bermuatan dalam suatu medan magnetik untuk
menentukan partikel (2) kalorimeter elektromagnetik untuk mengukur foton dan energi
elektron (3) Kalorimeter hadronik untuk mengukur energi hadron dan (4) Kamar Muon
(Muon Chamber). Komponen-komponen detektor modern diperlihatkan pada gambar
7.12.


Gambar 7.12. Komponen-komponen dari detektor modern

264
Salah satu contohnya adalah colliding beam detektor yang dilihat dari sisi
penampang lintangnya. Pada gambar 14 diperlihatkan bentuk lintasan partikel dan
komponen-komponen dari detektornya.



Gambar 7.13. Penampang lintang detektor dan lintasan partikel
265
Rangkuman

• Partikel dipercepat melalui interaksi elektromagnetiknya (gambar 7.2), sehingga
hanya partikel bermuatan dan stabil terhadap peluruhan (waktu hidup yang lama)
yang dapat dipercepat. Partikel yang memenuhi 2 persyaratan tadi adalah elektron,
proton dan inti stabil/ion berat beserta anti partikelnya. Akselelator mempercepat
partikel bermuatan dengan medan listrik yang tinggi dimana medan listrik ini menarik
atau menolak partikel. Medan listrik ini bergerak dan mendorong partikel untuk
bergerak dan dipercepat
• Agar partikel dapat dipercepat maka partikel harus dilewatkan pada: (1) medan listrik
yang sangat besar (akselelator DC) (2) banyak medan listrik kecil yang membentuk
garis (Linac = Linear Accelelator) dan (3) medan listrik yang kecil tetapi berkali-kali
atau lebih dikenal dengan akselelator melingkar (Synchrotron)
• Interaksi partikel bermuatan dengan materi dapat melalui berbagai cara, diantaranya:
Ionisasi, Radiasi Cerenkov, radiasi Transisi dan Bremstrahlung sedangkan interasi
foton dengan materi adalah efek foto listrik, hamburan Compton dan produksi
pasangan.
• Bentuk-bentuk detektor dibedakan atas fixed target detector dan colliding beam
detector.
• Komponen-komponen detektor modern dimulai dari terdalam sampai yang terluar
adalah 1) Pelacak (tracking) partikel bermuatan dalam suatu medan magnetic untuk
menentukan partikel (2) kalorimeter elektromagnetik untuk mengukur foton dan
energi elektron (3) Kalorimeter hadronik untuk mengukur energi hadron dan (4)
Kamar Muon (Muon Chamber).


Soal-soal Latihan

1. Jelaskan perbedaan antara akselelator DC, akselelator linier (RF) dan akselelator
melingkar! Apa keuntungan dan kerugian dari ketiga macam akselelator tersebut?
2. Turunkan secara kuantitatif mengapa colliding beam experiment menghasilkan energi
yang lebih besar dari pada target fixed experiment
266
3. Mengapa prinsip dari detektor didominasi oleh ionisasi dibandingkan interaksi
lainnya?
4. Tentukan komponen detektor apa sajakah yang harus dimiliki detector modern.
Gambarkan susunan penempatan komponen-komponen tersebut dari lapisan terdalam
sampai lapisan terluar!
5. Suatu detector partikel modern mendeteksi sejumlah partikel. Tentukan lintasan
partikel-partikel K
-
, v
e
, γ, µ
+
dan K
o
di dalam detektor modern!

Agar partikel dapat dipercepat maka partikel harus dilewatkan pada: (1) medan listrik yang sangat besar. Akselelator ini dikenal dengan akselelator DC. Contohnya: Tabung katoda, tetapi partikel dalam tabung katoda, partikel hanya dipercepat dengan energi sekitar 20 KeV sedangkan untuk menghasilkan partikel baru dibutuhkan puluhan giga elektron volt. Untuk mendapatkan energi yang demikian besarnya dibutuhkan medan listrik yang sangat besar, dan ini sukar diwujudkan karena keterbatasan teknologi. Untuk itu diperlukan alternatif lain yaitu (2) partikel dilewatkan melalui banyak medan listrik kecil yang membentuk garis atau lebih dikenal dengan akselelator linear (Linac = Linear Accelelator). Tetapi akselelator ini membutuhkan banyak kavitas RF dan lintasan yang panjang. Alternatif lain adalah (3) partikel dilewatkan melalui medan listrik yang kecil tetapi berkali-kali atau lebih dikenal dengan akselelator melingkar (synchrotron) yaitu medan listrik disusun dengan lintasan melingkar dengan medan magnet ditempatkan di cincinnya Pada sub bab ini akan dibahas partikel apa saja yang dapat dipercepat dan bagaimana partikel ini dipercepat, macam-macam akselelator, akselelator utama dunia dan perkembangan terbaru dari pemercepat ini. Akselelator dunia yang paling mutakhir saat ini adalah Tevatron di Laboratorium pemercepat Nasional Fermi di Chicago, Amerika Serikat yang aktif bekerja sejak tahun 1986. Pemercepat Tevatron ini menumbukan proton dan anti proton dengan energi pusat masssanya sekitar 2 TeV. Karena anti proton sukar dihasilkan, maka saat ini sedang dikontruksi pemercepat baru yang disebut Large Hadron Collider (LHC) di Cern,

Genewa. Pemercepat LHC ini menumbukkan proton dan proton dengan energi pusat massanya sekitar 14 TeV yang akan aktif bekerja sekitar tahun 2007.

7.1.1. Partikel Dipercepat
Akselelator adalah mesin penghasil partikel baru. Akselelator ini menyelesaikan dua pekerjaan. Pertama, karena semua partikel dapat berperilaku sebagai gelombang, para ahli fisika menggunakan akselelator untuk memperbesar momentum partikel sampai panjang gelombang partikel cukup kecil sehingga partikel itu dapat digunakan untuk menembus sampai ke dalam atom. Kedua, energi dari partikel berkecepatan tinggi digunakan untuk menciptakan partikel bermassa, sehingga dapat dipelajari struktur dan

247

2). Pada dasarnya. Dalam akselelator ini dibutuhkan ruang hampa agar partikel tidak bertumbukan dengan molekul udara. Salah satu contoh akselelator partikel disekitar kita adalah TV dan komputer seperti diperlihatkan pada gambar 7. Medan listrik ini bergerak dan mendorong partikel untuk bergerak dan dipercepat.1 Tabung katoda: Akselelator sederhana Partikel dipercepat melalui interaksi elektromagnetiknya (gambar 7. Energi sebesar itu dihasilkan dari pemercepat berbentuk melingkar Gambar 7. lalu partikel itu dipercepat dengan menggunakan medan elektromagnet dan menumbukkannnya pada suatu target atau partikel lain.sifatnya. Partikel yang memenuhi 2 persyaratan tadi adalah elektron.1. sehingga hanya partikel bermuatan dan stabil terhadap peluruhan (waktu hidup yang lama) yang dapat dipercepat. Akselelator mempercepat partikel bermuatan dengan medan listrik yang tinggi dimana medan listrik ini menarik atau menolak partikel. Akselelator partikel Vakum Berkas Elektron Katoda Anoda Kumparan pemfokus Kumparan pemantul Tegangan pada TV kira-kira 20kV artinya energi tiap elektron sebesar 20 keV Elektron pada LEP sekitar 50 juta eV atau 50 GeV. proton dan inti stabil/ion berat beserta anti partikelnya. akselelator mengambil suatu partikel. Lalu disekitar titik tumbukan ditempatkan detektor yang merekam semua yang terjadi. 248 .

3. v ). Salah satu contohnya adalah proses tumbukan dalam anihilasi e-e+. Salah satu contohnya adalah experiment Rutherford. n. Gambar 7. ν. e. p. Partikel muatan positif yang dekat dengan puncak gelombang E-M mendapatkan gaya dorong yang lebih besar. Fixed target dan Colliding beams experiment 249 . µ. p . Caranya adalah partikel stabil dan tidak bermuatan dijadikan target (π. dua berkas dari partikel berenergi tinggi saling bertumbukkan.2.Arah rambat gelombang elektromagnet Gambar 7. seberkas partikel berenergi tinggi menumbuk suatu target. Sedangkan colliding beams experiment. K. semakin kecil medan listriknya semakin kecil gaya dorongnya. Dalam tipe fixed target experiment. Akselelator dapat diatur dalam dua tipe tumbukan yaitu Fixed target experiment dan Colliding beams experiment. Dalam fixed target eksperimen memungkinkan untuk mempercepat partikel stabil tetapi tidak perlu bermuatan.

New York Partikel yang dipercepat Proton Elektron Proton Proton Energi (GeV) 7 20 26 40 Penemuan utama partikel Anti proton Struktur proton Arus neutral Ω.. California Ithaca.1. Swiss Genewa. Bentuk Akselelator Partikel: Linier dan Sinkrotron Linacs: Linear Accelerators.2.1 Nama Pemercepat Bevatron SLAC PS AGS Lokasi Berkeley. Dalam tabung katoda TV. California Stanford. 2 neutrino. California Genewa.2 Nama Pemercepat SPEAR ISR PETRA PEP CESR SPS LEP Lokasi Stanford. dimana partikel datang dari ujung satu dan keluar di ujung yang lain. medan listrik yang digunakan dapat mempercepat elektron sampai 250 . Salah satu linacs yang sederhana adalah pemercepat elektron di TV. New York Genewa. California Genewa.Swiss Jerman Stanford.Akselelator partikel dengan fixed-target experiment telah menghasilkan penemuanpenemuan utama dalam fisika partikel diantaranya Tabel 7.Swiss Long Island. pelanggaran CP dan studi dari quark c Studi dari quark b FNAL Illionis Proton 500-1000 Akselelator partikel dengan eksperimen colliding beam experiment juga telah menghasilkan penemuan-penemuan utama dalam fisika partikel diantaranya Tabel 7. Swiss Tipe e+eEnergi (GeV) 3-8 2062 2615-46 15-30 8-16 540-900 100 Penemuan utama partikel Quark c dan lepton tao Hadrons Gluon Waktu hidup quark b Meson B W dan Z 3 neutrino pp e+ee+ee+e- pp e+e- 7.

Ukuran lebar cavitas ini bergantung pada frekuensi RF yaitu setengah panjang gelombangnya. Dibawah ini adalah skema sederhana dari LINACS. Sebagai contoh: c 3 × 108 ms −1 λ= = = 1m . partikel yang datang ketika medan listrik positif akan dipercepat dan partikel yang datang ketika medan listrik negatif akan diperlambat sehingga akan membentuk sekumpulan partikel yang siap untuk dipercepat. Linacs paling besar adalah SLAC (Stanford Linear Accelelator Center) yang memiliki panjang 3 km dan mempercepat elektron dan positron sampai 45 GeV. Jika partikel yang datang uniform (sama banyak) setiap waktu. Jika tabung katoda TV memiliki panjang sekitar 20 cm maka medan listrik dalam TV adalah 1 KV/cm.4. Lebar cavitas RF sekitar beberapa cm dan fungsi cavitas ini adalah tempat gelombang berdiri dimana tegangannya berubah tanda setelah sekumpulan elektron melewatinya untuk mempercepat sekumpulan elektron yang lain. f 3 × 108 s −1 (7. 251 . Skema dari Cavitas RF Frekuensi RF mendorong elektron ke depan pada momen yang tepat. Ini artinya agar elektron dapat mencapai energi 100 GeV dalam SLAC ini.. Energi sebesar itu tidak dapat dicapai jika menggunakan medan listrik DC biasa yang digunakan pada tabung katoda TV tetapi harus digunakan Cavitas RF. medan listrik untuk mempercepat partikel harus sekitar 30 MV/m.memiliki energi sekitar 20 KeV.1) maka ukuran cavitas haruslah 50 cm. Gambar 7.

5. hanya agar partikel bergerak melingkar. Magnet juga digunakan untuk mengarahkan berkas partikel bermuatan menuju target dan memfokuskan berkas partikel. medan listrik membuat partikel bermuatan dipercepat. Akselelator melingkar Keuntungan akselelator melingkar dibandingkan dengan akselelator linier adalah partikel dalam akselelator melingkar bergerak melingkar beberapa kali sehingga partikel mendapatkan energi berkali-kali di setiap putarannya.6. dimana partikel bergerak melingkar beberapa kali lalu keluar dengan kecepatan tinggi. Dibawah ini adalah skema akselelator melingkar. Sehingga akselelator melingkar ini 252 . harus ada gaya konstan yang bekerja pada benda yang arahnya menuju ke pusat lingkaran. Fungsi magnet disini seperti lensa optik untuk memfokuskan sinar. Adanya medan magnet tidak menambah atau mengurangi energi dari partikel. Untuk membuat suatu benda bergerak melingkar.Gambar 7. Dalam akselelator melingkar. dan medan magnet membuat partikel memiliki gaya konstan sehingga partikel bergerak dengan lintasan melingkar. Akselelator Linier (Linacs) Synchontrons: Akselelator yang dibangun dalam bentuk melingkar. Gambar 7.

karena partikel bergerak melingkar. Akselelator seperti ini adalah akselelator komplek diantaranya Fermilab dan CERN.1. kehilangan energi akibat radiasi lebih besar dalam mempercepat elektron (lebih ringan) dibandingkan proton (lebih berat). beberapa pemercepat digunakan berurutan. Setelah itu proton dipercepat dengan menggunakan sinkrotron sehingga memiliki energi 8 GeV. Beberapa contoh dari akselelator komplek utama dunia diantaranya: 253 . dan sejak tahun 1986 proton tersebut dapat dipercepat lagi hingga 800 GeV dengan menggunakan Superconducting Tevatron. lalu dipercepat oleh linac (akselelator linier) proton sampai 200 MeV. banyak sekali kemungkinan partikel bertumbukkan di tempat itu sehingga ada kemungkainan tercipta partikel baru. Sebagai tambahan. Pertimbangan lain adalah bahwa partikel bermuatan ketika dipercepat. Fermilab terdiri dari beberapa akselelator. akan meradiasikan energi atau ada energi yang terbuang. Beberapa akselelator komplek di dunia telah banyak memberikan kontribusi baik dalam penemuan partikelpartikel baru maupun studi detail tentang partikel. sehingga akselelator ini mahal sekali untuk dibuat. energi yang terbuang akibat radiasi lebih besar untuk akselelator melingkar dibandingkan akselelator linier.3. 7. Terlebih lagi. lalu dipercepat lagi dengan soinkontron yang lebih besar sehingga dipercepat hingga 500 GeV. Akselelator Utama Dunia Dalam proses untuk mempercepat partikel sampai memiliki energi yang tinggi. Untuk mempercepat proton terdiri dari beberapa langkah. Pada energi tinggi. Oleh karena itu elektron dan positron hanya dapat dipercepat dalam akselelator linier atau akselelator melingkar yang jari-jarinya lebih besar. Tetapi di lain pihak. Selain itu akselelator melingkar memerlukan jari-jari yang sangat besar agar partikel mendapatkan energi cukup besar. proton dipercepat dengan metoda DC. linacs lebih mudah dibangun dibandingkan akselelator melingkar (synchrotron) karena linacs tidak memerlukan magnet yang besar untuk membuat partikel bergerak melingkar. Pertama.menghasilkan energi yang sangat tinggi tanpa harus melewati akselelator yang sangat panjang seperti pada linacs.

dimana partikel W dan Z ditemukan BNL: Brookhaven National Lab. beriringan dengan SLAC menemukan quark charm CESR: Cornell Electron-Positron Storage Ring. partikel tersebut akan mengionisasi atom 254 .SLAC: Stanford Linear Accelerator Center. Tevatron Fermilab 7. sekarang ini salah satu akselelatornya sedang memproduksi meson B dalam jumlah besar Fermilab: Fermi National Laboratory Accelerator. di California. di Jerman. di Illionis. di New York. Detektor Partikel Kebanyakan mekanisme dari detektor mengacu pada fakta bahwa partikel bermuatan berenergi tinggi melewati zat. CESR menyajikan studi tentang quark bottom DESY: Deutsches Electronen-Synchrotron. yang sekarang ini salah satu akseleratornya sedang memproduksi meson B dalam jumlah besar IHEP: Institute for High-Energy Physics. ditemukan quark charm dan lepton tau.dimanan gluons ditemukan KEK: High Energy Accelerator Research Organization. dimana quark bottom dan top dan neutrino tau ditemukan CERN: European Laboratory for Particle Physics.7. di perbatasan Perancis-Swiss. di NewYork. di China menyajikan studi tentang lepton tau dan quark charm Gambar 7.2. di Jepang.

b. Partikel bermuatan dapat memiliki laju yang lebih besar dari kelajuan cahaya dalam medium. Partikel bermuatan non elektron (partikel bermuatan yang berat). Ionisasi Ketika partikel bermuatan melewati materi. tumbukan dengan materi tidak begitu berarti karena energi yang diberikan pada inti materi tidak besar karena sama-sama memiliki massa yang besar.2. sedangkan untuk elektron. 7. partikel tersebut akan kehilangan energi karena interaksi EM dengan elektron atomik material di sepanjang lintasan geraknya. diantaranya: a. bentuk dan komponen-komponen dari detektor. Lintasan partikel-partikel netral dideteksi dengan menganalisis jejak dari partikel bermuatan yang berinteraksi dengan partikel-partikel netral tersebut akibat adanya kekekalan energi dan momentum.1 Interaksi partikel bermuatan dengan materi Interaksi partikel bermuatan dengan materi dapat melalui berbagai cara. prinsip. Untuk itu dalam sub bab detektor ini akan dibahas bagaimana interaksi partikel bermuatan dan foton dengan materi.sepanjang lintasannya.2) dengan Na Z ρ adalah kerapatan elektron dalam medium dan v adalah laju partikel A(10−3 kg ) datang. Radiasi Cerenkov Kelajuan cahaya pada medium yang indeks biasnya n adalah c/n. tumbukan dengan materi memiliki arti penting karena energi yang diberikan pada inti materi besar karena masssa elektron jauh lebih kecil dibandingkan massa atomik materi. Kehilangan energi akibat ionisasi diberikan oleh persamaan berikut − dE 4πα 2 (hc) 2 NaZ ρ = dx mc 2 β 2 A(10−3 kg )   2mc 2γβ 2   2 ln  −β  I     (7. Tetapi partikel-partikel netral tidak menyebabkan ionisasi sehingga partikel-partikel tersebut tidak meninggalkan jejak. Ketika partikel 255 .

Kehilangan energi akibat akibat Bremsstrahlung adalah: − dE dx = dx χ o (7. Proses Bremsstrahlung disebabkan oleh interaksi EM dengan inti atom dimana akan ada foton yang diradiasikan dari elektron dan positron yang memiliki percepatan. Ketika hadron yang berenergi tinggi (bermuatan atau netral) melalui materi. akan ada radiasi koheren yang dipancarkan. selain akan kehilangan energi akibat ionisasi juga karena radiasi pengereman karena elektron dan positron memiliki massa yang yang kecil. maka kehilangan energi akibat Bremsstrahlung berbanding terbalik dengan massa partikel. yang menimbulkan polarisasi yang bergantung pada waktu pada daerah yang dilintasi partikel. ini dikarenakan probabilitas interaksi berbanding lurus dengan kuadrat muatan listrik. Bagaimana dengan interaksi partikel neutral dengan materi? Secara umum partikel baik bermuatan maupun netral dapat berinteraksi inti. Radiasi ini disebut dengan radiasi transisi. Karena daya radiasi sebanding dengan kuadrat percepatan. Radiasi pengeraman dikenal dengan Bremsstrahlung. akan ada radiasi EM dalam jumlah kecil. Radiasi Transisi Ketika partikel bermuatan bergerak melewati perbatasan dua media. Kemungkinan besar tumbukkan dengan inti akan menghasilkan bremsstrahlung daripada tumbukan dengan elektron . Bremsstrahlung Semua partikel bermuatan ketika melewati materi.3) Karakteristik material dapat dilihat dari panjang radiasi (χo) yang didefinisikan sebagai jarak dimana energi berkurang sebesar 1/e karena Bremsstrahlung. Tetapi khusus elektron dan positron. Elektron akan mengalami kehilangan energi akibat Bremsstrahlung yang lebih besar daripada partikel bermuatan yang berat seperti muon. akan kehilangan energinya karena ionisasi.bermuatan lebih cepat dari laju cahaya dalam suatu medium. c. Radiasi ini terjadi karena partikel yang bergerak memiliki medan listrik yang bergantung dengan waktu. akan berinteraksi kuat dengan 256 .

inti. atom-atom dalam medium akan terionisasi. momentum dan energi. Materi hampir tidak berinteraksi dengan neutrino karena neutrino berinteraksi lemah. Detektor ionisasi terdiri dari sebuah anoda dan katode yang perbedaan tegangan antar kedua dibuat sangat tinggi. kestabilan dicapai. arus berbanding lurus dengan tegangan. Interaksi lemah hanya bisa dideteksi dengan menggunkan detector raksasa. Ketika partikel bermuatan melewati detector. Elektron dan ion bebas mengalir dalam medan lstrik sehingga menghasilkan arus listrik sehingga akan menimbulkan pulsa tegangan pada rangkaian luar. 7. foton baru memiliki frekuensi yang lebih rendah 3. Bagaimana cara mengukur besaran-besaran tersebut? 257 .3. Hamburan Compton. Detektor ini selain untuk mendeteksi partikel juga dapat untuk mengukur besaran-besaran muatan. Produksi pasangan. Jika tegangannya rendah. radiasi transisi. Pada tegangan yang lebih tinggi lagi ionisasi kedua dihasilkan dan kembali menghasilkan arus yang berbanding lurus dengan tegangan. Foton datang memberikan sebagain energinya pada elektron atomik. Ruang antara anoda dan katoda diisi dengan gas atau zat cair. Efek fotolistrik : Foton datang mentransfer seluruh energinya pada elektron atomik material penyerap 2. sehingga partikel akan mengalami kehilangan energi. Foton datang dengan energi kira-kira 1. bremsstrahlng atau interaksi inti. Interaksi foton dengan materi Saat berinteraksi dengan materi..2. Prinsip Detektor Interaksi antara partikel bermuatan dan foton dengan materi dijadikan dasar prinsip kerja detector terutama ionisasi. foton dapat kehilangan energinya melalui 3 cara yaitu 1. pada tegangan lebih besar. Neutrino adalah partikel neutral yang stabil yang sama sekali tidak ada pengaruh ketika melewati materi baik karena ionisasi. 7.. kecepatan.2.2.02 MeV dapat melakukan materalisasi menjadi pasangan elektron-positron.

karena partikel bermuatan dipengaruhi oleh medan magnet. Ini dikarenakan waktu yang diperlukan partikel dengan momentum yang lebih kecil untuk berinteraksi dengan medan magnet lebih lama daripada partikel dengan momentum yang lebih besar.Salah satu komponen terpenting dari detektor adalah magnet yang menimbulkan medan magnet yang besar terutama pada alat pelacaknya (tracker). (b) Gambar 7. Untuk mengetahui tanda muatan partikel (+ atau -) dapat diidentifikasi dari arah lintasan partikelnya.8 (a) Partikel bermuatan dalam medan magnet dan (b) Partikel dengan momentum dalam medan magnet. Partikel neutral tidak dipengaruhi oleh medan magnet.4.Atau dapat dikatakan partikel dengan momentum yang besar memiliki inersia yang lebih besar daripada partikel dengan momentum yang lebih kecil. Momentum partikel dapat dihitung dengan memeperhatikan lintasan partikel setelah melewati medan magnet. Itulah sebabnya pada pelacak (tracker) tidak teridentifikasi partikel neutral. Untuk mengukur energi partikel dengan informasi momentum yang telah diukur dikalikan dengan kecepatan cahaya.. (a) 7. Lintasan partikel dengan momentum yang lebih kecil lebih dapat dibelokkan dalam medan magnet daripada partikel dengan momentum yang lebih besar.2. (a) 258 (b) . Bentuk-bentuk Detektor Detector dapat dikategorikan berdasarkan tipe tumbukannya yaitu:.(E=pc).

sehingga bentuk detektor ini adalah kerucut. Salah satu contoh detector ini adalah UAI spectometer di CERN.9 (a) Fixed target detector (b) Colliding Beam detector. Tegangan listriknya yang dibutuhkan mencapai 1000 Volt. partikel yang dihasilkan umumnya bergerak lurus kedepan. Komponen-komponen Detektor Detektor dan komponen-komponen dari detektor diantaranya adalah Geiger Muller. Spektrometer ini digunakan untuk mempelajari struktur Hadron.2. 7. sehingga detector ini berbentuk bola atau pada umumnya berbentuk silinder. π+) atau bermuatan negatif (p.Gambar 7. Detektor ini digunakan untuk mempelajari tumbukan proton dan anti proton pada energi tinggi.5. Kamar kabut (Cloud Chambers) 259 . biasanya campuran argon-alkohol. yang ditemukan pada tahun 1908 oleh Hans Geiger dan dimodifikasi oleh Wilhelm Muller. Berkas partikel yang datang (partikel yang telah dipercepat) dapat berupa partikel bermuatan positif (p. ionisasi dihasilkan dalam gas dan menghasilkan arus listrik. dengan mengisi tabung dengan Boron triflouride (BF3). Ketika partikel bermuatan memasuki pencacah. partikel yang dihasilkan bergerak ke segala arah. Fixed Target Detector Pada fixed target experiment. π-) dengan energi sebesar 200 GeV dan targetnya adalah hidrogen cair. Pencacah Geiger terdiri dari kawat yang terisolasi listrik di dalam tabung berisi gas. K-. Colliding Beam Detector Pada Colliding beams experiment.(lihat gambar). K+. Pencacah Geger ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi neutron. Pencacah ionisasi yang paling sederhana adalah tabung Geiger-Muller atau Pencacah Geiger. Salah satu contoh detektor dalam Fixed target experiment adalah Multi-Particle Spectrometer (MPS) di Fermilab. Inti boron memiliki penampang lintang yang tinggi untuk menghasilkan partikel alpha ketika bertumbukan dengan neutron lambat.

Emulsi (Emulsion) Pada awal tahun 1910.Kamar kabut ditemukan oleh C. Lintasan partikel bermuatan diukur dengan mendeteksi ion yang terionisasai oleh muatan tersebut dan dilewatkankan pada medan magnet agar dapat ditentukan baik tanda maupun momentumnya. ditemukan emulsi fotografi yang berisi butir-butir halide perak yang sangat sensitif terhadap radiasi ionisasi. Di dalam piringan photografik ini akan terlihat lintasan butir perak sepanjang lintasan partikel bermuatan yang dapat diamati mikroskop. Kamar kabut ini telah digunakan untuk menemukan anti partikel (positron).R Wilson.10. Cairan bertekanan tinggi seperti hidrogen di buat dalam keadaan superheated dengan menurunkan tekanan secara tiba-tiba. Gambar 7.T. Kamar Gelembung (Bubble Chamber) Kamar gelombang ditemukan pada tahun 1952 oleh D Glaser. Emulsi ini telah digunakan untuk menemukan pion bermuatan dan interaksi lemahnya. Kamar gelembung ini telah berhasil menemukan klasifikasi hadron dan interaksi neutrino dengan pertukaran Zo. Gelembung akan terbentuk disekitar ion yang akibat ionisasi oleh partikel bermuatan. muon dan quark strange (s). Prinsip kerjanya sama dengan kamar kabut. Hasil pendeteksian partikel dan anti partikel dari detektor kamar gelembung 260 . Emulsi ini digunakan untuk mendeteksi partikel dalam fixed target experiment.

Detektor silicon Detektor ionisasi dapat terbuat dari semikonduktor seperti silikon. Kamar latu (Spark chamber) Kamar latu terdiri dari sejumlah keping logam sejajar dalam kamar yang berisi gas mulia seperti neon. Detektor semikonduktor ini memanfaatkan kenyataan bahwa lapisan tipis pada kedua sisis sambungan p-n kekurangan muatan pembawa. Proses interaksi adalah 261 . Bila bias mundur dipasang pada silicon. Pencacah ini dibuat dengan mengisi kontainer besar dengan gas dan cermin agar terlihat gambaran cahayanya. setiap elektron dan lubang yang ditimbulkan dalam daerah deplesi oleh partikel pengion akan tertarik ke ujung kristal sehingga menimbulkan pulsa tegangan. Kalorimeter Elektromagnetik Kalorimeter digunakan umtuk mengukur energi total partikel. Jika partikel bermuatan melalui kamar ini. positron dan foton dengan menggunakan prinsip interaksi EM dengan inti. Tegangan tinggi dipasang antara masing-masing pasangan keping. biasanya terdeteksi dalam kamar kabut. Ketika dikombinasikan dengan pengukuran momentum. muatan dan momentum partikel dapat ditentukan dari lengkungan lintasannya. yaitu kalorimeter elektromagenet dan kalorimeter hadron. Pencacah Cerenkov digunakn khususnya untuk memisahkan pion kaon dan proton. Ada dua tipe kalorimeter. Kalorimeter EM (electromagneteic) digunakan untuk mengukur energi elektron. Hasil deretan ini dapat dipotret dan jika kamar itu diletakkan dalam medan magnet. Pencacah Cerenkov Pencacah cerenkov ini digunakan untuk mendapatkan informasi tentang laju partikel. Yang teramati dalam kalorimeter berupa pancaran EM. Detektor semikonduktor ini digunakan untuk pengukuran energi. akan didapatkan informasi massa atau identitas lain dari partikel. pelatuan terjadi sepanjang lintasan ion yang ditimbulkan oleh partikel itu karena bertambahnya konduktivitas gas.

262 . kadang beberapa kali meluruh menjadi dua atau lebih partikel-partikel stabil. kaon dan pion dideteksi melalui interaksi EM dan kuat dengan materi sedangkan neutron dan kaon netral dideteksi oleh interaksi kuat dengan materi Neutrino tidak dapat terdeteksi karena interaksinya yang begitu lemah dengan materi. foton. Selain itu partikel-partikel itu teramati tidak stabil.Bremsstrahlung dan produksi pasangan. Parameter yang digunakan untuk mendeteksi partikel sebelum meluruh adalah dengan menggunakan parameter waktu hidup partikel x laju cahaya (cτ) yang sama dengan γcτ yaitu panjang lintasan partikel sebelum partikel meluruh. Spektrometer partikel Partikel stabil yang diketahui adalah. Foton. Detektor energi tinggi modern didesain untuk membedakan partikel-partikel oleh interaksinya dengan materi. elektron dan muon dideteksi oleh interaksi EM. proton dan anti partikelpartikelnya. biasanya meluruh. neutron dan kaon netral yang berumur panjang. positron dan foton yang dihasilkan sebanding dengan energi dari partikel datang. Hadron yang memiliki waktu hidup yang panjang untuk dapat memasuki kalorimeter adalah proton. kaon bermuatan. neutrino. Prosesnya sama seperti kalorimeter hadron tetapi interaksinya kuat. Banyaknya elektron. Kalorimeter Hadron Kalorimeter hadron digunakan untuk mengukur energi hadrons. Proton.11. elektron. Salah satu acuannya dengan menggunakan interaksi acuan dari 8 partikel seperti pada gambar 7. pion bermuatan.

Komponen-komponen detektor yang ideal adalah harus terdiri dari komponenkomponen (1) Pelacak (tracking) partikel bermuatan dalam suatu medan magnetik untuk menentukan partikel (2) kalorimeter elektromagnetik untuk mengukur foton dan energi elektron (3) Kalorimeter hadronik untuk mengukur energi hadron dan (4) Kamar Muon (Muon Chamber).12.11. Gambar 7. Komponen-komponen detektor modern diperlihatkan pada gambar 7. Interaksi acuan 8 partikel dalam detektor energi tinggi modern.12.Gambar 7. Komponen-komponen dari detektor modern 263 .

Penampang lintang detektor dan lintasan partikel 264 .13.Salah satu contohnya adalah colliding beam detektor yang dilihat dari sisi penampang lintangnya. Pada gambar 14 diperlihatkan bentuk lintasan partikel dan komponen-komponen dari detektornya. Gambar 7.

Rangkuman • Partikel dipercepat melalui interaksi elektromagnetiknya (gambar 7.2). diantaranya: Ionisasi. Radiasi Cerenkov. pasangan. Turunkan secara kuantitatif mengapa colliding beam experiment menghasilkan energi yang lebih besar dari pada target fixed experiment 265 . proton dan inti stabil/ion berat beserta anti partikelnya. Soal-soal Latihan 1. akselelator linier (RF) dan akselelator melingkar! Apa keuntungan dan kerugian dari ketiga macam akselelator tersebut? 2. sehingga hanya partikel bermuatan dan stabil terhadap peluruhan (waktu hidup yang lama) yang dapat dipercepat. radiasi Transisi dan Bremstrahlung sedangkan interasi hamburan Compton dan produksi foton dengan materi adalah efek foto listrik. Komponen-komponen detektor modern dimulai dari terdalam sampai yang terluar adalah 1) Pelacak (tracking) partikel bermuatan dalam suatu medan magnetic untuk menentukan partikel (2) kalorimeter elektromagnetik untuk mengukur foton dan energi elektron (3) Kalorimeter hadronik untuk mengukur energi hadron dan (4) Kamar Muon (Muon Chamber). Jelaskan perbedaan antara akselelator DC. • • Bentuk-bentuk detektor dibedakan atas fixed target detector dan colliding beam detector. Akselelator mempercepat partikel bermuatan dengan medan listrik yang tinggi dimana medan listrik ini menarik atau menolak partikel. Partikel yang memenuhi 2 persyaratan tadi adalah elektron. Medan listrik ini bergerak dan mendorong partikel untuk bergerak dan dipercepat • Agar partikel dapat dipercepat maka partikel harus dilewatkan pada: (1) medan listrik yang sangat besar (akselelator DC) (2) banyak medan listrik kecil yang membentuk garis (Linac = Linear Accelelator) dan (3) medan listrik yang kecil tetapi berkali-kali atau lebih dikenal dengan akselelator melingkar (Synchrotron) • Interaksi partikel bermuatan dengan materi dapat melalui berbagai cara.

Tentukan komponen detektor apa sajakah yang harus dimiliki detector modern. Suatu detector partikel modern mendeteksi sejumlah partikel. Mengapa prinsip dari detektor didominasi oleh ionisasi dibandingkan interaksi lainnya? 4. γ. Tentukan lintasan partikel-partikel K-.3. ve. µ+ dan Ko di dalam detektor modern! 266 . Gambarkan susunan penempatan komponen-komponen tersebut dari lapisan terdalam sampai lapisan terluar! 5.