TOKOH-TOKOH PSIKOLOGI

A. Fungsionalisme a. William James (1842-1910) Teori emosi yang dikemukakan oleh William James (teori James-Large) adalah sebuah teori yang menjelaskan hubungan antara perubahan fisiologis dengan keadaan emosional. Seorang filsuf Denmark Carl Large pernah mengemukakan bahwa emosi adalah identik dengan perubahan-perubahan dalam system peredaran darah. Pendapat ini kemudian dikembangkan oleh James dengan mengatakan bahwa emosi adalah hasil persepsi seseorang terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh sebagai respons terhadap rangsang-rangsang yang datang diluar. Selain itu James juga mengembangkan teori tentang kesadaran dan konsep diri (self). Ia melihat kesadaran sebagai adaptasi manusia dalam usahanya mempertahankan jenis dan dirinya (teori evolusi). Kesadaran ini merupakan suatu proses, mengalir terus menerus dalam arti lain tidak statis tapi dinamis. Namun karena sifatnya yang berubah setiap saat tidak ada keadaan tertentu. Kita tidak dapat menerangkan pengetahuan kita tentang kesadaran-kesadaran tanpa kita mempelajari keadaaan-keadaan tertentu dari kesadaran itu. Tentang diri , James membedakan dua aspek yang berbeda tetapi tidak terpisahkan yaitu Aku (I) adalah diri sebagai yang mengetahui sesuatu. Dan Aku sosial (Sosial me) adalah diri sebagai suatu yang diketahui secara material, sosial maupun spiritual. b. John Dewey(1859-1952) Pada tahun 1886, Dewey menulis buku yang berjudul Psychology. Dalam buku ini ia mengemukakan cara orang Amerika mempelajari psikologi, yaitu cara yang
Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi, Sarlito W Sarwono

1

mengutamakan pragmatisme. Sikap pragmatisme dari Dewey iu disadari antara lain oleh pemikiran filsafanya yang berbunyi Thinking men usually think about change (manusia berpikir selalu tentang perubahan). Karena prinsipnya Dewey berpendapat bahwa segala pemikirin dan karena itu juga segala perbuatan harus selalu bertujuan, maka ia menentang elementisme. Dalam bukunya The Reflex are Concept (1896), ia mengatakan bahwa tingkah laku tidak bisa dipisahkan dari rangsang dan diuraikan ke dalam elemen-elemen tingkah laku yang lebih kecil. Tingkah laku (respons) dan ransang (stimulus) adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan, dengan demikian keyakinan Dewey. Sebab bukanlah stimulus kalau tidak ada respons, demikian pula respons tidak akan terjadi kalau tidak ada stimulus. Karena itu kita harus memandang respons dan stimulus sebagai suatu totalitas. c. James Rowland Angell(1869-1949) James yang pernah menjadi Presiden dari American Psychological Assosiation (APA) ini, menulis sebuah paper dengan judul The Province of Functional Psychology. Dalam papernya ia mengemukakan tiga macam pandangan terhadap fungsionalisme:

o Fungsionalisme adalah psikologi tentang mental operation (aktivitas berkerjanya
jiwa), sebagai lawan terhadap psikologi tentang elemen-elemen mental.

o Fungsionalisme adalah psikologi tentang kegunaan-kegunaaan dasar dari
kesadaran, dimana jiwa (mind) merupakan perantara antara lingkungan dan kebutuhan-kebutuhan organisme. Ini disebut juga sebagai teori emergensi dari kesadaran. Untuk keadaan biasa yang tidak bersifat emergensi (darurat) yang berfungsi adalah kebiasaan (habit).

Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi, Sarlito W Sarwono

2

James McKeen Cattell(1860-1944) Cattell lahir pada tanggal 25 Mei 1860 di Pennsylvania dan meninggal pada tanggal 20 Januari 1944 di New Jersey. yaitu bahwa dasar dari belajar (leaning) tidak lain sebenar adalah asosiasi. Amerika Serikat. Fungsionalisme tidak perlu deskriptif dalam mempelajari tingkah laku. Sarlito W Sarwono 3 . Teori ini disebut sebagai teori S-R. jadi yang harus dipelajari adalah hubungan (korelasi) antara satu tingkah laku lainnya. Fungsionalisme tidak perlu menganut paham dualisme. karena yang penting adalah fungsi tingkah laku. karena manusia dianggap sebagai keseluruhan yang merupakan kesatuan. atau antara suatu tingkah laku dengan suatu hal yang terjadi dilingkungan. ada beberapa hukum yang dikemukanan Thorndike : 1. yang dicerminkan dalam dua pandangan tentang Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. dalam teori S-R dikatakan bahwa dalam proses belajar. akan menimbulkan suatu respons (R) tertentu. Edward Lee Thorndike(1874-1949) Prinsip dasar diri proses belajar yang dianut oleh Thorndike. pertama kali organisme (hewan. e. Dalam proses belajar yang mengikuti prinsip coba-salah ini.o Fungsionalisme adalah Psikofisik. misalnya kebiasaan(habit) dan setelah sadar (half consciousness). Hukum Efek ( The law of effect) : intentitas hubungan antara S dan R akan meningkat apabila hubungan itu diikuti oleh keadaan yang menyenangkan. Suatu stimulus (S). orang) belajar dengan cara coba-salah (trial and error). Ciri khas aliran ini adalah kebebasan dalam mempelajari tingkah laku fungsionalisme : 1. d. yaitu psikologi tentang keseluruhan organisme yang terdiri dari badan dan jiwa. Cattell adalah tokoh dari aliran fungsionalisme Kelompok Columbia. 2. Ia mempelajari juga hal-hal diluar kesadaran.

Psikologi Purposif dan Behaviorisme a. f. Bahkan untuk mempelajari motivasi. yaitu suatu hal yang mendasari tingkah laku. bagaimana perkembangan hubungan itu dalam situasi yang berubah-ubah. kalau diikuti oleh keadaan yang tidak menyenangkan. 2. Hukum Latihan ( The law of exercise) atau hukum guna-tak guna ( The law of Use and Disuse) : Hubungan S-R dapat melemah kalau tidak dilatih atau dilakukan berulang-ulang karena kegunaan R terhadap suatu S tertentu dalam hal yang terakhir ini tidak lagi bisa dirasakan atau makin lama makin menghilang pada organisme yang bersangkutan. seorang peneliti harus menggunakan metode instropeksi ini. Bukunya Dynamic Psychology (1918) Menyebabkan bahwa Woodworth patut di golongkan dalam pengikut aliran psikodinamik. bagaimana terjadinya hubungan itu.Sebaliknya. hubungan itu akan berkurang. Sarlito W Sarwono 4 . Sebagai penganut psikodinamik. Thorndike mengemukakan bahwa apa yang dipelajari terdahulu akan mempengaruhi apa yang dipelajari berikutnya. Woodworth berpendirian bahwa metode instropeksi tidak mesti harus dibuang demikian saja dalam penelitian psikologi. Rober Sessions Woodworth(1869-1962) Woodworth merupakan salah satu tokoh fungsionalisme ini merasa harus mempelajari pula dinamika hubungan S-R. itu semua harus dipelajari kalau kita hendak mengenali tingkah laku manusia dengan baik. Ivan Petrovich(1849-1936) Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. Dalam bukunya yang ditulis bersama dengan tokoh kelompok Columbia lain bernama Woodworth. Sehubungan dengan teorinya tentang hukum efek di atas Thorndike sampai kepada penyelidikan tentang Transfer of training. Refleksisme. B.

Sebenarnya Pavlov bukanlah sarjana psikologi. Pertama anjing di ikat. Pada percobaanya Pavlov kemudian menekan tombol sehingga keluar makanan tepat di depan anjing tersebut. Pavlov menggunakan Anjing sebagai binatang percobaannya. Meski Pavlov sangat anti dengan psikologi karena dianggapnya kurang ilmiah. kejadian ini dilakukan berulang-ulang. dimana sebelumnya telah dilakukan operasi yang dilakukan sedekimian rupa sehingga nantinya setiap air liur yang keluar dari anjing tersebut bisa ditampung dan diukur. sehingga akhirnya anjing sudah bereaksi mengeluarkan air liurnya saat lonceng berbunyi. selain Freud. sekaligus menjadi dasar mengenai proses belajar dan pengembangan mengenai proses-proses belajar. yang hal ini disebut dengan refleks tak berkondisi (Uncondition refleks) sedang makanan yang keluar tadi disebut rangsang tak berkondisi. namun peranannya dalam psikologi sangat penting. Khususnya studinya mengenai refleks-refleks yang kemudian menjadi dasar dari perkembangan aliran psikologi behaviorisme. Dimana anjiing kemudian mengeluarkan liurnya. untuk mempelajari aktivitas psikis kita cukup hanya dengan memahami refleks saja. Ivan dilahirkan di Rjasan pada tanggal 14 September 1849 dan meninggal di Leningrad pada tanggal 27 Februari 1936.P.A (American Psychological Association) sebagai salah satu tokoh besar yang sangat berpengaruh dalam psikologi modern. Adapun pandangan terpentingnya adalah bahwa aktivitas psikis sebenarnya tidak lain daripada rangkaian refleks-refleks belaka. Karena itu. Dalam eksperimennya tentang refleks berkondisi. melainkan sarjana ilmu faal yang fanatik. Sarlito W Sarwono 5 . Bahkan Pavlov pun kemudian di anggap oleh A. Kemudian pada tahap berikutnya Pavlov membunyikan lonceng sebelum makanan muncul didepan anjing. Penelitiannya ini telah meletakkan dasar-dasar behaviorisme. Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. Penemuan penting Pavlov dalam sejarah psikologi adalah hasil penyelidikannya tentang refleks berkondisi ( conditioned refleks ).

Sarjana berdarah campuran Inggris dan Skotlandia ini lahir tanggal 22 Juni 1871 di Lancashire. dan meninggal di Durham pada tanggal 28 November 1938. Kesimpulannya.Dan keluarnya air liur disebut refleks berkondisi ( condition refleks ) sedang bunyi lonceng disebut rangsang berkondisi (condition stimulus ). tapi anjing tetap akan bereaksi dengan mengeluarkan liurnya saat mendengarkan lonceng. Jika kemudian hal ini diulang meski nantinya tidak akan ada makanan setelah bunyi lonceng. yaitu refleks-refleks yang terjadi setelah adanya proses kondisioning ( condition process ) Dimana refleks-refleks yang tadinya dihubungkan dengan rangsang-rangsang tak berkondisi lama-kelamaan dihubungkan dengan rangsang berkondisi. Tapi tentunya hal ini tidak boleh berlangsung lama. o Teori Insting : Insting adalah kecendrungan bertingkah laku tertentu dalam situasi tertentu. McDougall dianggap terkemuka karena karya-karyanya berupa : o Psikologi Hormik : Tingkah laku selalu bertujuan. jika tidak akan terjadi penghapusan refleks(extinction). b. bukan merupakan proses mekanismenya saja. tingkah laku sebenarnya tidak lain dari gerak reflesk berkondisi. karena binatang percobaan juga butuh penghargaan (reward). dia lebih suka menyebut ajarannya sebagai psikologi purposif (bertujuan) atau psikologi hormik (hormik psychology). Dimana kecendrungan tingkah lakunya merupakan pembawaan dari lahir Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. Sarlito W Sarwono 6 . William McDougall(1871-1938) William sebenarnya tidak suka menyebut dirinya sebagai pelopor behaviorisme. Artinya refleks berkondisi tetap akan ada meski rangsang tak berkondisi ditiadakan.

Dan jika satu atau lebih orang berkumpul energi itu akan bergabung dan terorganisir menjadi kekuatan baru yang berpengaruh pada prilaku kelompok. adapun karakteristik penting dari tingkah laku yaitu : Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. itu di sebut sentiment.o Sentimen : adalah system emosi tertentu yang timbul pada objek-objek tertentu. Sarlito W Sarwono 7 . maka akan ada peningkatan efektifitas  Reaksi organisme merupakan suatu totalitas Dari beberapa ciri di atas inilah Mcdougall tidak mau disebut sebagai Behaviorisme. Adapun ciri-ciri dari tingkah laku menurut Mcdougall adalah sebagai berikut :   Spontanitas gerakan Ketetapan dari aktivitas yang tidak tergantung pada aktivitas sebelum atau sesudahnya  Gerakan-gerakan yang berketatapan itu memiliki beragam tujuan ( variation direction )   Gerakan akan berhenti begitu terdapat perubahan tertentu Akan terjadi persiapan untuk menghadapi aktivitas baru sebagai akibat dari berakhirnya aktivitas sebelumnya. Tentu saja ini bertentangan dengan teorinya yang sebelumnya dalam buku social psychology dimana ia menyatakan bahwa tingkah laku social tergantung pada interaksi individu dengan antar sesama anggota kelompoknya. atau sendiri. o Teori mengenai jiwa kelompok ( grup mind ) : dimana setiap orang memiliki energi.  Jika tingkah laku diulang beberapa kali dengan situasi dan kondisi yang sama pula. Contohnya saat kita berhadapan dengan seseorang dan kita selalu merasa benci. Makanya terkadang prilaku seseorang didalam kelompoknya akan tidak sama dengan seseorang diluar kelompoknya. karena refleks tidaklah memenuhi criteria tingkah laku yang dimaksud olehnya.

Seorang yang berpikir menurutnya membuat gerakan-gerakan lidah yang lemah sehingga tidak tampak dari luar. Dalam bukunya ia berpendapat bahwa psikologi harus menjadi ilmu yang objektif. dengan tiga aspeknya berupa aspek persepsi. Dengan kata lain berpikir adalah bicara yang tidak tampak. 1908 ia mendapat gelar professor dalam bidang psikologi eksperimen dan psikologi perbandingan dari John Hopkins Univesity di Baltimore. berjalan dan sebagainya. Contohnya pendapatnya yang menyatakan psikologi harus dipelajari seperti mempelajari ilmu pasti. Seperti berpikir yang menurut Watson adalah gerak bicara yang emplisit. Ia kemudian bekerja dalam bidang psikologi konsumen. Meski begitu prilaku tidak nyata (covert Behavior) juga tidak menutup kemungkinan untuk dipelajari melalui gerakan implicit. Namun pada tahun 1920-1945 ia keluar dari Universitas tempat di mana ia juga menjadi kepala Laboratorium psikologi.y Tingkah laku memiliki kebebasan memiliki arah dan tujuan. Buku Phychology as the behaviorist Vieews It ( 1913 ). D dari Universitas Chicago. dan meninggal pada tanggal 25 September di New York City. minum. aspek emosional dan aspek motoris. Instopeksi dianggapnya tidak objektif dan karenanya tidak ilmiah. Watson di kenal dengan sebutan naïve behaviorist karena kenaifannya dalam mengungkapkan pendapatnya. Sarlito W Sarwono 8 . Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. Tapi ia tetap menyumbang banyak ilmu pengetahuan melalui karya-karyanya . Dengan suatu disertasi berjudul Animal Education pada tahun 1903 dia mendapat Ph. Sedang behaviorisme menganggap bahwa tujuan tingkah laku adalah semata kebetulan dan tidak sengaja. Penyelidikan psikologi harusnya tentang prilaku yang nyata saja ( Overt Behavior ) seperti makan. John Broadus Watson(1878-1958) Watson dilahirkan di Greenville tanggal 9 Januari 1878. y Tingkah laku mempunyai unsur bawaan yang disebut insting.

bukan pada molekular. Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. tingkah laku adalah fungsi dari situasi dan hal-hal yang mendahului situasi tersebut. Dari pemikiran ini kemudian muncullah konsep psikodinamik yang menjadi sumbangan terbesar bagi psikoanalisa dari Freud dan psikodinamik dari Kurt Lewin. Edward Chase Tolman(1886-1959) Tolman mengatakan tingkah laku secara keseluruhan disebut tingkah laku molar yang terdiri atas tingkah laku-tingkah laku kecil yang dinamakan tingkah laku molekular ( refleks ). sedang gerakan mengambil sendok untuk makan adalah molekular. Sarlito W Sarwono 9 . Contohnya makan adalah tingkah laku molar. tapi tidak memiliki lidah ataupun bisa berbicara. Edwin Bisell Holt (1873-1946) Edwin adalah orang yang memiliki peranan penting dalam memberikan landasanlandasan filsafat pada ajaran Watson yang naïf. Sehingga Behaviorisme menjadi lebih diterima dan logis. karena banyak orang yang bisa berpikir.A ) B : behavior (tingkah laku) f : fungsi S : situasi A : antecedent ( hal-hal yang mendahului suatu situasi ) Jadi. sehingga dengan begitu manusia menjadi lebih dinamis. Edwin mengatakan bahwa inti dari ajaran Watson adalah bahwa tingkah laku merupakan satu-satunya kunci untuk menerangkan jiwa.Hal ini tentunya banyak mendapat kritik. Tapi sedikit berbeda dengan Watson Edwin mengatakan bahwa tingkah laku memiliki tujuan dan berubah-ubah dari waktu kewaktu. dengan rumusnya : B : f ( S. Sebenarnya tujuan dari tingkah laku terdapat pada tingkah laku molar. Behaviorisme Watson disebut behaviorisme operasional.

Ia lahir di Marienberg. Gejala kejiwaan harus dipandang sebagai suatu fenomena yang mesti sebagaimana adanya. C. Ia adalah pelopor aliran psikologi fenomenalogi. Sarlito W Sarwono 10 . Sedang stimulusnya disebut stimulus operant.B. sebagai totalitas. teori ini lebih dikenal dengan teori S-R. Dengan sengaja tikus itu melakukan sesuatu untuk mengubah situasi. Untuk teori ini Watson mengadakan percobaan kondisioning operant. Ia tidak sependapat dengan strukturalisme yang hendak menganalisa kesadaran dengan memecah-mecahnya ke dalam elemen-elemen. Ia membedakan antara aksi psikis (psychic acts) dan isi non psikis ( non psychic contents) dalam fenomena kejiwaan. Oleh karena itu percobaannya disebut sebagai respons operant. B = f (S) suatu tingkah laku atau respons (R) tentu terjadi sebagai reaksi terhadap stimulus ( S ). yang sebenarnya tidak jauh berbeda dari percobaan Pavlov. Gesalt a. untuk memenuhi kebutahan dan memuaskan dirinya. yaitu aliran psikologi yang berusaha mempelajari jiwa sebagai fenomena dengan metode yang deskriftif. Franz Brentano (1838-1917) Franz Brentano adalah printis dan guru dari tokoh-tokoh Psikologi Gesalt. dekat Boppard on Rhine pada tanggal 16 Januari 1838 dan meninggal di Zurich pada 17 Maret 1917. atau tingkah laku operant.F Skinner(1904-1990) Skinner berpendapat bahwa tingkah laku sepenuhnya dipengaruhi oleh stimulus saja. Ia menggunakan tikus sebagai binatang percobaaanya. Brentano berpendapat bahwa dasar dari segala tingkah laku kejiwaan (psychie acts) adalah persepsi dalam (inner perception). Yaitu persepsi yang tak terbatas pada persepsi oleh indra-indra belaka. Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. Rumusnya untuk tingkah laku adalah .

yaitu sebagai berikut : a. Persepsi yang demikian itu disebut persepsi holistic. Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. Dalam bukunya. melainkan meninggalkan jejak tertentu di otak (isomorfi). Dalam kertas kerjanya ini ia mengemukakan hasil eksperimennya dengan menggunakan alat yang disebut stroboskop. tetapi dalam hubungan satu dengan lainnya. Garis-garis tidak dilihat secara sendiri-sendiri. c. Christian Von Ehrenfels (1859-1932) Tokoh ini bukanlah termasuk dalam kelompok aliran psikologi Gesalt sendiri. Hukum kedekatan (law of proximity) : Hal-hal yang saling berdekatan dalam waktu atau tempat cenderung dianggap sebagai suatu totalitas.b. bersamaan dengan keluarnya kertas kerjanya yang berjudul Experimental Studies of the Perception of Movement. Wertheimer dianggap sebagai pendiri Psikologi Gesalt pada tahun 1912. tetapi hanya dapat diterangkan dengan teori Gesalt. gerak stroboskopik ini tidak dapat diterangkan dengan teori strukturalisme dan elementisme. yaitu alat berbentuk kotak yang diberi alat untuk melihat ke dalam kotak itu. Sarlito W Sarwono 11 . Ia dilahirkan di Rodaun (Austria) pada 20 Juni 1859 dan meninggal di Lichtenau (Austria) pada 8 September 1932. Menurutnya. namun ialah yang meletakkan dasar-dasar dari aliran Psikologi Gesalt yang akan timbul kemudian. yaitu bahwa seseorang melihat lingkungannya secara menyeluruh. Max Wertheimer(1880-1941) Tokoh ini dilahirkan di Praha pada tanggal 15 April 1880 dan meninggal 12 Oktober 1943 di New York. Investigation of Gesalt Theory (1923) Wertheimer mengemukakan hukum-hukum Gesalt untuk pertama kalinya. Persepsi holistik dalam gerak stroboskopik di atas dimungkinkan karena penglihatan kita tidak hilang demikian saja bersama dengan hilangnya rangsang.

dapat diterangkan dengan prinsip-prinsip organisasi dari Psikologi Gesalt. c. Kurt Koffa( 1886-1941) di Berlin tanggal 18 Maret 1886. Karya Kohler yang paling terkenal adalah penyelidikannya mengenal tingkah laku kecerdasan (intelligent Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. Wolfgang Kohler (1887-1967) Tokoh ini lahir di Reval. pada tanggal 21 Januari 1887 dan meninggal di Lebanon.b. Salah satu faktor yang penting dalam belajar adalah jejak-jejak ingatan (memory traces). Amerika Serikat tanggal 22 November 1941. Hukum kesamaan (law of equivalence) : Hal-hal yang mirip satu sama lain. pada tanggal 11 Juni 1967. Teori Koffa tentang belajar didasarkan pada anggapan bahwa belajar. Beberapa teori Koffa tentang belajar : a. Perubahan-perubahan yang terjadi pada ingatan bersamaan dengan jalannya waktu tidak melemahkan jejak-jejak ingatan itu (dengan perkataan lain tidak menyebaban terjadinya lupa). Latihan-latihan akan memperkuat jejak ingatan e. sebagaimana tingkah laku lainnya pula. Hukum ketertutupan (law of closure) : Hal-hal yang cenderung menutup akan membentuk kesan totalitas tersendiri. Amerika Serikat. Estonia. Sarlito W Sarwono 12 . meninggal di North ampton. Massachusetts. Ne Hampshire. karena jejak ingatan itu cenderung diperhalus dan disempurnakan untuk mendapat Gesalt yang lebih baik dalam ingatan c. Jejak-jejak ingatan ini diorganisasikan secara sistematis mengikuti prinsip-prinsip Gesalt dan akan dimunculkan kembali kalau kita mempersepsikan sesuatu yang serupa dengan jejak-jejak ingatan tadi. b. melainkan menyebabkan perubahan jejak. yaitu pengalaman-pengalaman yang membekas pada tempat-tempat tertentu di otak. cenderung kita persepsikan sebagai sutau kelompok atau suatu totalitas. d.

utamanya pada simpanse. Di samping teori-teorinya yang murni. F. baik yang terjadi sebelumnya. Tokoh ini menyimpulkan bahwa persepsi dan tingkah laku seseorang tidak hanya ditentukan oleh bentuk keseluruhan atau sifat totalitas dari rangsang atau emergent. dan meninggal pada tanggal 12 Februari 1947 di Newtonville. Krueger sendiri menyatakan bahwa Ganzheit tidak sama dengan Gesalt. g.behavior) pada hewan. Ganzheit berasal dari kata Jerman das Ganze yang berarti keseluruhan. Ganzheit terpisah dari gesalt dan merupakan perkembangan dari psikologi gesalt. Kurt Lewin (1890-1947) Lewin dilahirkan di Mongilno (Posen) pada tanggal 9 September 1890. Massachussets. Lewin terkenal pula dengan karya-karyanya dalam pengalaman teori-teori itu dalam berbagai bidang. Sampai sekarang istilah Gesalt masih dianggap sama dengan Ganzheit. Sarlito W Sarwono 13 . sesudahnya atau pada saat yang bersamaan. Amerika Serikat. f. Kemudian dalam penyelidikan itu disebutkanlah pemahaman yang datang tiba-tiba yang dinamakan Aha Erlebnis. tetapi ditentukan oleh kekuatan-kekuatan (forces) yang ada dalam lapangan psikologis (psychological field) seseorang. Teori lapangannyya digunakan Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. bukan hanya persepsi saja atau totalitas obyekobyek saja. Konsekuensi dari pendapatan ini adalah bahwa tingkah laku harus diamati secara holistik dan molar. Padahal yang lebih penting menurut Krueger adalah penghayatan secara menyeluruh terhadap ruang dan waktu. Krueger Tahun 1924 Krueger memperkenalkan pada dunia psikologi istilah ganzheit di Leipzig. yaitu suatu tingkah laku harus dipandang dalam hubungannya dengan tingkah laku lain. Krueger berpendapat bahwa psikologi gesalt terlalu menitikberatan pada masalah persepsi obyek.

untuk menyelesaikan masalah-masalah perkawinan. Sarlito W Sarwono 14 . Meminjam prinsip Kurt Lewin . Salah satu teorinya yang bersifat praktis yang penting dikemukakan adalah teori konflik. yaitu : 1. F. Hubungan P-O-X dapat bersifat saling memiliki yang disebut tipe U. Dimana Lewin membagi konflik atas tiga jenis. Heider Heider mengemukakan sebuah teori yang berpangkal pada perasaan-perasaan yang ada pada seseorang terhadap seseorang lain dan sesuatu hal yang lain (pihak ketiga) menyangkut orang pertama dan kedua. Sedang untuk tipe bukan-U adalah untuk sifat hubungan P-O-X yang tidak saling memiliki. 2. D. Dalam konflik ini terdapat hanya satu obyek yang mempunyai nilai positif dan negative sekaligus. Konflik menjauh-menjauh (avoidance-avoidance conflict). Kognitif a. Beberapa kombinasi hubungan P-O-X yang akibatnya terhadap kognisi (kesadaran) P adalah sebagai berikut : Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. Sedang orang kedua dilambangkan dengan O (others) sedang pihak ketiga dilambangkan dengan X. Konflik mendekat-menjauh (approach-avoidance conflict). Menurut Heider hubungan P-O-X juga bersifat positif yang dinamakan hubungan L(like) dan hubungan bersifat negatif yang disebut DL(dislike). Konflik ini terjadi kalau seseorang menghadapi dua obyek yang sama-sama bernilai positif. rekonstruksi manusia-manusia korban perang dan menerangkan tingkah laku kelompok. Konflik mendekat-mendekat (approach-approach conflict). Konflik ini terjadi kalau seseorang berhadapan dengan dua obyek yang sama-sama mempunyai nilai negatiif tetapi ia tidak bisa menghindari kedua obyek itu sekaligus 3. Orang pertama dilambangkan dengan P (person).

Keadaan tidak relevan (irrelevan) yang tidak berpengaruh apa-apa terhadap P. Sarlito W Sarwono 15 . Elemen-elemen itu saling berhubungan satu sama lain dan jenis hubungan itu antara lain yaitu : 1. yaitu : y y y Mengubah elemen tingkah laku Mengubah elemen kognisi dari lingkungan Mengubah elemen konisi baru E. Psikoanalisa a. Keadaan tidak seimbang (imbalance) yang menyebabkan timbulnya perasaan tidak senang. Hubungan konsonan Hubungan yang tidak relevan tidak akan menimbulkan reaksi apa-apa pada diri orang yang bersangkutan. Hubungan disonan disebabkan oleh elemen-elemen kognisi yang saling menyangkal. Hubungan yang tidak relevan 2. Hubungan disonan 3. tidak puas. sedangkan hubungan konsonan adalah hubungan yang tidak disonan. Leon Festinger Dalam teorinya sektor-sektor dalam lapangan kesadaran dinamakan elemen-elemen kognisi. Keadaan seimbang (balance) yang menimbulkan rasa puas senang dan mendorong P untuk berbuat sesuatu untuk mempertahankan hubungan ini 2. Franz Anton Mesmer (1734-1815) Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. Untuk mengurangi disonansi ada tiga cara yang bisa di tempuh.1. sehingga P tidak terdorong untuk berbuat apa-apa b. penasaran dan sebagainya dan menyebabkan P terdorong untuk berbuat sesuatu untuk mengubah sifat-sifat hubungan P-O-X sehingga mendekati keadaan yang seimbang 3.

karena teori yang mendasarinya tidak menyakinkan jika ditinjau dari sudut ilmu murni. dan menjadi Profesor di Akademi kedokteran Paris pada tahun 1873. Jean Martin Charcot (1825-1893) Charcot adalah pria kelahiran Prancis tanggal 29 November 1825 dan meninggal di Paris 16 Agustus 1893. Mesmerisme yang merupakan istilah teknik hipnotisme dari Franz ini dianggap sebagai ilmu semu. Gangguan ini sering kali disebabkan oleh suatu peristiwa yang menggoncang jiwa pasien. Tahun 1853 ia menjadi dokter di rumah sakit Paris. Histeria adalah suatu gangguan emosi yang demikian kuatnya sehingga memblokir atau menghalangi berfungsinya salah satu anggota tubuh. dan untuk melupakan peristiwa tersebut pasien kemudian melumpuhkan salah satu anggota badannya. Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. sekalipun tidak ada gangguan organis. Mesmer mengatakan bahwa dalam dirinya terdapat curative power of magnetic iron (daya penyembuh magnetis) yang timbul dari semacam cairan yang terdapat dalam dirinya yang dapat disalurkannya keluar melalui sebatang besi berani dan diteruskan kepada pasien. b. Sebagai seorang dokter ia mengembangkan teknik hipnose dan sugesti mental untuk menyembuhkan pasien-pasien psikoneurotis. Dalam teorinya tentang animal magnetism . Gejala dari histeria ini adalah buta lumpuh. Hanya saja ia menemukan teknik penyembuhan hipnotisme. karena pada masa hidupnya aliran ini belum muncul. Sarlito W Sarwono 16 . meski namanya ketika itu disebut dengan istilah Mesmerisme. Asal kata histeria adalah uterus atau rahim. khususnya penderita histeria. dan hal ini umumnya terjadi pada wanita.Sarjana berbangsa Jerman dilahirkan di Iznang pada tanggal 23 Mei 1734 dan meninggal tanggal 5 Agustus 1815 di Meersburg ini sebenarnya bukan tokoh psikoanalisa.

Sarlito W Sarwono 17 . Ia memiliki suatu teori tentang kepribadian yang dikenal dengan teori strata. c. Kalau energi pada tingkat yang rendah terlalu banyak dilepas dan kecendrungan pada tingkat akal terlalu banyak dipertahankan energinya. Pierre Janet(1859-1947) Tokoh ini dilahirkan di Paris. yang menjadi penyebab gangguan emosi itu.Dengan teknik hipnose. Banyak sedikitnya energi yang bisa dibebaskan pada kecendrungannya tertentu akan memberikan ketegangan (tension) tertentu pada individu yang bersangkutan. Semua kecendrungan-kecendrungan itu memiliki sejumlah energi tertentu yang berasal dari sumber -sumber fisiologis. sehingga terjadi ketegangan pada tingkat itu. Menurut teori ini. dan juga dari keturunan. 30 Mei 1859. Sigmund Freud(1856-1939) Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. psikologis. ditimbulkan kembali ke alam kesadaran. Seseorang psikoneorotis adalah orang yang terlalu banyak mempertahankan energi pada tingkat kecendrungan yang rendah. dan meninggal di kota yang sama pada tanggal 24 Februari 1947. Dengan begitu pasien akan sembuh dari penyakitnya. Tingkat ketegangan ini menurut Janet adalah indikasi untuk menetapkan klasifikasi kelainan kepribadian. Energi-energi itu kalau diaktifkn akan membuat suatu kecendrungan menjadi tingkah laku. kepribadian terdiri dari kecendrungankecendrungan yang tersusun secara hierarkis dari yang paling rendah (misalnya refleks) sampai yang paling tinggi(misalnya akal). d. maka orang yang bersangkutan adalah psikopat. sehingga peristiwa yang menggoncangkan. Charcot menurunkan ambang kesadaran pasien. yang selama ini dihindari oleh kesadaran ditekan kedalam ketidaksadaran.

Superego System ini sepenuhnya dibentuk oleh kebudayaan. 6. Dorongan untuk hidup. Id Terletak dalam ketidaksadaran. Teori kepribadian 2. Tokoh aliran psikologi dalam ( depth psychology ) atau tokoh psikoanalisa ini menggambarkan jiwa sebuah gunung es. Sarlito W Sarwono 18 . Adapun teori psikoanalisa freud berfungsi sebagai teori. 5. dan kadang-kadang superego yang menang. atau dorongan yang dibentuk dan dipengaruhi oleh kebudayaan. Id prinsipnya adalah kesenangan dan bertujuan untuk memuaskan semua dorongan primitive. Dorongan-dorongan dari superego ini akan berusaha menekan dorongan dari id yang masih primitive. mempertahankan hidup(life instinct) dan dorongan untuk mati ( death instinct).Beliau adalah seorang Jerman keturunan Yahudi. yaitu dorongan yang menyebabkan orang ingin menyerang orang lain. kadang-kadang id yang lebih kuat. antara lain yaitu : 1. Bentuknya berupa libido atau dorongan seksual. dan meninggal di London pada tanggal 23 September 1939. dan dorongan mati berupa dorongan agresi. Metode terapi ( penyembuhan ) Teori Kepribadian 4. dia merupakan tempat dari dorongan-dorongan primitive. Ego Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. Teknik analisa kepribadian 3. dilahirkan pada tanggal 6 Mei 1856 di Freiberg.

pada usia kira-kira dua tahun. tapi berbeda dengan kepuasan seks pada orang dewasa. Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. Dimana fungsi ego adalah menjaga keseimbangan antara kedua dorongan tersebut. terdapat pada anak usia 6-7 kepuasan seksnya terdapat pada alat kelamin. kepuasaan berpindah ke anus. yaitu : a) Fase oral. ketika sang anak bisa duduk di pispot sampai lama c) Fase phalic. freud juga menyebutkan beberapa tingkat perkembangan. misalnya bayi yang meminum ASI b) Fase anal. Adapun sembilan mekanisme pertahanan dari freud adalah : y y y y y y y y y Represi Pembentukan reaksi ( reaction formation ) Proyeksi ( projection ) Penempatan yang keliru ( displacement ) Rasionalisasi ( rationalization ) Supresi ( suppression) Sublimasi ( sublimation ) Kompensasi ( compensation ) Regresi ( regression ) Dalam teori psikoanalisa sebagai teori kepribadian. Dimana ego mempunyai cara-cara tertentu yang disebut mekanisme pertahanan (defense mechanism) untuk menjaga keseimbangan kedua system. Sarlito W Sarwono 19 .Suatu system dimana dorongan dari id dan superego beradu kekuatan. Ego sendiri tidak memiliki dorongan ataupun energi. kepuasan seksual terutama disekitar mulut. ia adalah satu-satunya system yang berhubungan dengan kenyataan didunia luar.

yaitu penderita secara sepenuhnya di ajak untuk mengekspolarasi ketidaksadarannya. Freud percaya bahwa dorongan-dorongan primitive. seolaholah tidak aktivitas seksual. freud mengharapkan dapat menjajagi isi ketidaksadaran dari penderita yang bersangkutan. yaitu pertama-tama melihat dinamika dari dorongan-dorongan primitive ( khusus libido ) terhadap ego dan bagaimana superego menahan dorongan-dorongan primitive itu. di fase mana mulai terjadi hambatan itu. Pendekatan kedua adalah pendekatan sejarah kasus ( case history ). Teknik lain adalah dengan membiarkan penderita bicara sendiri sebebasnya dengan menggunakan asosiasi bebas ( free association ). Freud lebih menyukai teknik psikoanalissa. yang tidak dapat muncul dalam kesadaran dapat memunculkan dirinya dalam bentuk symbolsimbol dalam mimpi. Kerena itu masa ini disebut masa latent (tersembunyi). terutama untuk melihat fase-fase perkembangan dorongan seksual apakah berjalan wajar. e) Fase genital. apakah ada hambatanhambatan dan kalau ada. Salah satu tekniknya adalah analisa mimpi (traumdeutung). Teknik Analisa Kepribadian Dalam analisa ini umumnya dipergunakan dua cara pendekatan. maka penderita dengan sendirinya akan sembuh. Dengan teknik ini. Sarlito W Sarwono 20 . Carl Gustaf Jung (1875-1961) Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. dimulai sejak remaja. segala kepuasan seks berpusat pada alat-alat kelamin.d) Fase latent. maupun hal-hal yang direpresi. mulai dari anak usia 7-8 tahun sampai ia menginjak remaja. Teknik Psikoterapi Pada prinsipnya psikoanalisa mengetahui bahwa kalau factor penyebab yang tersembunyi di dalam ketidaksadaran sudah bisa diketahui dan dibawa ke kesadaran.

harapan-harapan dan dorongandorongan yang pernah disadari tetapi tidak dikehendaki oleh ego sehingga terpaksa di dorong masuk ke ketidaksadaran. Ego. pikiran dan perasaan. Aktivitas psikis tidak ditentukan oleh prinsip kesenangan (pleasure principle). konsepsi analistis Jung mengenai kepribadian menunjukkan usahanya untuk menginterprestasikan tingkah laku manusia dari sudut filsafat. mengindra dan sebagainya. Berbeda dengan teori Freud tentang kepribadian yang lebih bersifat mekanistis dan berdasar ilmu alam. berhasrat. dan ketidaksadaran kolektif. Teori ini penekanannya lebih kuat pada tujuan tingkah laku teologi. Sarlito W Sarwono 21 . dan meninggal di Kusnacht.Ia dilahirkan pada tangal 26 Juli 1875 di Kesswil. merasa. Keseluruhan Kepribadian menurut Jung terdiri dari tiga system yang saling berhubungan yaitu. kesadaran. Ego inilah yang memungkinkan seseorang menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Jung melihat Libido tidak seperti Freud. Ego. Jung juga menekankan adannya dasar-dasar rasial dan filogenetis dari kepribadian dan sangat kurang mementingkan arti dorongan-dorongan seksual dalam perkembangan kepribadian. Ketidaksadaran kolektif adalah system yang paling berpengaruh terhadap kepribadian dan bekerja sepenuhnya diluar kesadaran orang yang bersangkutan. sebagai pusat dari kesadaran dan merupakan tempat kontak dengan dunia luar mempunyai tugas untuk mengadakan keseimbangan antara tuntunan dari luar dengan dorongandorongan yang datang dari ketidaksadaran pribadi maupun ketidaksadaran kolektif. ketidaksadaran pribadi. melainkan muncul secara otonom melalui libido dan ditentukan terutama oleh prinsip pelepasan energi. sampai pada batas-batas tertentu akan dapat mempengaruhi atau mengubah dunia Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. ia melihat libido sebagai energi yang mendasari bermacam-macam proses mental seperti berpikir. Pusat dari kesadaran adalah ego yang terdiri dari ingatan. agama dan mistik. Ketidaksadaran pribadi terdiri dari pengalaman-pengalaman pribadi. Swiss. pada tanggal 6 Juni 1961.

tergantung pada tujuan yang hendak dicapai oleh individu yang bersangkutan. Perasaan rendah diri ini terpaksa harus diatasi dengan Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. introvert. dan ambivert. Organ Inferiority pada masing-masing orang tidaklah sama. emosional. Adler mengatakan pada dasarnya pada setiap orang terdapat hasrat atau dorongan untuk diakui atau dianggap penting oleh masyarakat. Kalau ego tidak berhasil menjaga keseimbangan antara tuntunan dari luar. maka ego akan menderita dan orang yang bersangkutan akan menderita neurose. Tetapi kelemahan-kelemahan organis inilah yang membuat manusia bisa lebih unggul dari makhluk lainnya. justru sebaliknya. Tetapi ego tidak memiliki kekuatan apapun untuk mempengaruhi kesadaran kolektif. melainkan khas bagi orang itu sendiri. intuitif. 25 Mei 1937. kesadaran kolektiflah yang mempengaruhi ego. Mekanisme kompensasi inilah yang mendasari tingkah laku manusia. dan sampai pada batas tertentu pula bisa mengontrol ketidaksadaran pribadi. tergantung pada jenis atau tipe kepribadiannya. Alfred Adler (1870-1973) Ia dilahirkan di Wina. Berdasarkan fungsinya (kepribadian yang rasional. Sarlito W Sarwono 22 . Dorongan ini disebut Geltungstrieb yang mendapat hambatan berat dari perasaan rendah diri akibat dari adanya Organ Inferiority iru. dorongan ketidaksadaran pribadi dan dorongan ketidaksadaran kolektif. Dengan demikian cara mengkompensasi inferioritas itu tidak pula sama. dalam kertas kerjanya yang berjudul Organ Inferiority ia mengatakan bahwa tiap manusia pada dasarnya memiliki kelemahan organis. 7 Februari 1870 dan meninggal di Aberdeen. Jung mengatakan bahwa manusia di dunia ini pada dasarnya dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis saja. Menurut Adler kelemahan-kelemahan organis itu mendorong manusia untuk mengadakan kompensasi. dan sensitive) sedang pembagian manusia berdasarkan reaksinya terhadap lingkungan disebutkan oleh Jung terdiri atas kepribadian yang ekstrover.luar.

kompensasi untuk dapat memenuhi geltungstrieb itu. Gustave Le Bon(1841-1931) Tokoh ini dilahirkan di Nogent-Le Rotron pada tanggal 7 Mei 1841 dan meninggal pada tanggal 15 Desember 1931 di Paris. Dengan teori ini ia sering disebut Darwin of the mind kerena seolah-olah menerapkan teori evolusi dari Darwin kepada perkembangan jiwa. Granville Stanley Hall (1844-1924) Tokoh yang berasal dari Massachussets. perasaan rendah diri bisa meningkat menjadi kompleks rendah diri (inferiority complex) dan dalam hal ini individu biasanya melakukan kompensasi yang berlebihan (over compensation). Teori evolusinya berbunyi Ontogeny recapitu lates phylogeny . dorongan-dorongan irasional. baik dorongan biologis maupun rasial yang diperoleh turun-temurun. Ia berkesimpulan bahwa individu-individu dalam kelompok bertingkah laku impulse. iritable. Hal ini terbukti dari eksperimen-eksperimen yang dilakukan Hall dimana ditemukan bahwa reaksi-reaksi yang diberikan oleh binatang satu sel sama dengan reaksi-reaksi sel-sel telur atau sperma pada manusia. Kompensasi berlebihan ini bisa menimbulkan neurose pada beberapa orang. singkatan) dari proses perkembangan makhluk yang bersangkutan dari mulai tingkatnya yang paling sederhana sampai tingkat yang sempurna. Sarlito W Sarwono 23 . Pada beberapa orang. yang dikenal dengan Teori Evolusi. Amerika Serikat ini memiliki teori sendiri. tapi pikirannya banyak sejalan dengan pikiran-pikiran psikoanalis. mobil. intoleran. Ia sebenarnya bukanlah tokoh psikoanalis. sugestibel dan dictatorial dan sebagainya itu karena kelompok Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. Pengaruhnya terhadap psikoanalis karena Le Bon mencoba menerangkan tingkah laku kelompok (crowd) dengan teori-teori tentang ketidaksadaran. artinya proses perkembangan individu sejak dia lahir sampai dewasa tidak lain adalah bentuk yang lebih singkat (rekapitulasi.

ketika Pearl Harbour dibom Jepang pada tahun 1941.dikuasai oleh semacam jiwa bersama (group mind) dan jiwa bersama inilah yang mengatur tingkah laku individu-individu dalam kelompok itu. tapi kemudian dari tiga pengalaman hidupnya ia kemudian beralih ke psikologi holistik dan humanistic. bukan jahat. Dimana pengalaman itu antara lain yaitu: saat ia merasakan bahwa kasih sayang ibu lebih besar dari yang diberikan ayahnya. maka sering kali terjadi orang-orang dalam kelompok melakukan sesuatu yang tidak akan pernah dilakukannya andaikata ia hanya sendirian (tidak dalam kelompok) F. Dimana dalam teori ini dia mengatakan bahwa ada lima macam kebutuhan manusia yang berjenjang. atau setidaknya-tidaknya netral. Dengan adanya jiwa bersama itu. karena energi-energi yang keluar dari masing-masing individu berkumpul menjadi satu dan membentuk jiwa bersama itu. Psikologi Holistik dan Humanistik a. Jiwa bersama itu timbul kalau beberapa orang berkesimpulan menjadi satu. Sarlito W Sarwono 24 . ia berkata Orang yang sudah pernah punya bayi. Ketiga. Ia berpendapat mestilah ada pintu masuk dimana kita bisa mempelajari manusia dari sudut pandang yang sama tanpa mengkotak-kotakkannya. Abraham H. tidak akan menjadi behavioris . Setelah menjadi penganut psikologi holistik dan humanistik. Ideology ini dinamakan meta-motivasi atau metakebutuhan (kebutuhan yang tertinggi. Salah satu teori Maslow yang sangat terkenal adalah teori hierarki kebutuhan.Maslow(1908-1970) Maslow sebelumnya adalah seorang behavioris. yang melebihi kebutuhan-kebutuhan lain pada umumnya) Teori Maslow tentang motivasi ini berawal dari pra-anggapan bahwa manusia pada dasarnya adalah baik. Pengalaman kedua saat ia memiliki bayi. Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi.

makanan minuman dan sebagainya) yang ditandai dengan kekurangan sesuatu dalam tubuh orang yang bersangkutan. putus asa. takut dan sebagainya. kebutuhan yang berhubungan dengan keamanan. Keempat. 2. kebutuhan untuk dicintai dan dimiliki 4. 3. Berikut 17 meta-kebutuhan dari Maslow : y y y y y y y y y y y y Kebenaran Kebaikan Keindahan/ kecantikan Keseluruhan (kesatuan/integrasi) Dikhotomi-transedensi Berkehidupan Keunikan Kesempurnaan (perfeksi) Keniscayaan Penyelesaian Keadilan Keteraturan Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. Sarlito W Sarwono 25 . Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi maka terjadi meta-patologi seperti : apatisme. Ketiga. Dan kebutuhan kelima adalah kebutuhan yang didalamnya terkandung 17 metakebutuhan yang tidak tersusun secara hierarki melainkan saling mengisi. kebutuhan akan harga diri yang terbagi atas kebutuhan akan kekuaan. 5. Pertama. Dan berikutnya kebutuhan akan penghargaan dari orang lain. kebosanan. kebutuhan dasar yang bersifat fisiologik ( kebutuhan akan udara. stabilitas. penguasaan. percaya diri dan kemandirian. cemas.1. Kedua. tidak punya rasa humor lagi dan sebagainya. kompetensi.

Sumber : Berkenalan dengan aliran-aliran dan tokoh-tokoh Psikologi. Sarlito W Sarwono 26 . Carl R. sehingga untuk menyembuhkannya diperlukan upaya penyeimbangan. kesenjangan antara konsep diri dan realitas inilah yang menyebabkan gangguan jiwa pada klien. Menurut Rogers. Melalui hubungan yang saling menerima dan melalui upaya bersama antara klien dengan terapis. diusahakan menggali semua pengalaman dan perasaan klien untuk tercapainya keseimbangan (congruence) antara berbagai pengalaman dan perasaan yang sesungguhnya terjadi dengan konsep diri klien.Rogers(1902-1987) Carl R Rogers mengembangkan sebuah teknik terapi yang dikenal sejak tahun 1943 yang disebut client centered therapy atau person centered therapy (terapi yang berpusat pada klien atau orang itu sendiri) Teknik psikoterapi Rogers dikenal juga sebagai psikoterapi non-direktif.y y y y y Kesederhanaan Kekayaan Tanpa susah payah Bermain Mencukupi diri sendiri b. karena memang dalam proses psikoterapinya Rogers selalu menghindari pengarahan (direktif). Selanjutnya dalam psikoterapi non-direktif terapis harus berusaha menerima klien sebagaimana adanya. sementara ia pun harus terbuka pada kliennya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful