:: Catatan Sahabat

::

MERANGKAI MAKNA

Oleh Edy Santoso achedy@telkom.net Edisi 1 Medio February 2003

CATATAN PENGANTAR Membaca bukunya Pak Anis Mata, “ Kolom Ayah, Biar Kuncupnya Menjadi Bunga,” amatlah menarik, paling tidak di dalam pengantarnya, beliau telah banyak menguraikan beberapa hal penting yaitu pengakuan beliau yang jujur bahwa isi buku itu merupakan curahan perasaannya sebagai seorang ayah dari putra-putri beliau, dan sekaligus sebagai suami bagi istri tercinta beliau. Tentu, meskipun bacaan yang demikian bukanlah bacaan yang terlalu ilmiah, namun bagi saya, uraian yang sifatnya lebih pribadi semacam itu, adalah hal yang sangat berharga. Ini dikarenakan beliau menguraikannya dengan dasar perasaan pribadi yang mendalam. Membuat tulisan berdasarkan pengalaman dan luapan ‘emosi’ bagi saya akan terasa ruhnya, , yang membuat tulisan lebih enak untuk dinikmati dan tentu saja direnungi. Setelah membaca buku itu, rasanya ingin juga saya menirunya, yaitu membuat catatan-catatan yang mungkin dapat mewakili luapan emosi saya, yang tentu saja sangat mewakili harapan dan renungan saya, dari berbagai pengalaman hidup yang telah saya dapatkan. Dengannya, saya ingin berbagi “ perasaan” kepada para pembaca, dan bukan hanya berbagi cerita. Terbetik untuk membuat catatan pribadi, catatancatatan penting seputar diri saya, mungkin semacam memoarlah, karena saya melihat Ust. Al Banna juga mempunyai memoar Hasan Al Banna. Tapi dengan tingkatan saya yang “ ikhwan dagelan” ini, mungkin belum waktunya untuk membuat catatan yang demikian. Saya takut jika nantinya saya akan melebihkan-lebihkan diri saya jauh dari realitas yang ada, meskipun sebenarnya saya bisa menuliskan banyak catatan serial saya yang bisa menggambarkan dakwah di era 92 an dengan berbagai tantangan serta liku-likunya. Hampir saja saya melupakan untuk membuat catatancatatan berharga itu, akan tetapi alhamdulillah, ada sebuah ide untuk membuat catatan kecil semacam catatannya pak Anis Mata, karena meskipun saya bukanlah seorang ayah atau seorang suami bukankan saya adalah seorang sahabat. Catatan sahabat ini merupakan ungkapan perasaan saya sebagai seorang sahabat kepada sahabatnya yang lain, yang akan menceritakan apa saja yang ada dalam perasaan saya.

1

Bagi saya, persahabatan itu ada dua macam. Pertama adalah persahabatan yang dilakukan ikhlash kepada Allah, dan kedua adalah persahabatan yang di dasarkan kepada kepentingan keduniawian. Persahabatan yang di sandarkan kepada semangat keduniawian tentu saja akan cepat sirna seiring dengan hilangnya “ keduniawian” yang melekat kepada sahabatnya itu. Dan ini adalah hal yang pasti, karena hal yang bersifat keduniawian pasti sirna. Persahabatan yang dibangun karena Allah lah yang sebenarnya dapat membawa kepada kebahagiaan. Salah satu karakteristiknya yang saya sangat kagumi adalah bahwa persahabatan dalam Islam haruslah “ watawashshaubil haqqi, dan watawassaubish shabri” saling menasehati dalam kekebenaran dan saling menasehati dalam kesabaran. Sahabat yang baik adalah sahabat yang tidak malah meninggalkannya, tatkala ia sedang futur, dan sahabat yang baik adalah sahabat yang selalu memberikan penguatan iman kepada sahabatnya yang lain. Catatan-catatan inilah yang kemudian secara periodik saya posting ke situs Manarul ‘Ilmi Online sejak tahun 2001 , di berbagai rubriknya. Dan Alhamdulillah, hari ini, saya telah berhasil mengeditnya dan mempersembahkannya untuk anda.

Edy Santoso

2

........................................................... MASIHKAH KITA INGAT......................................................... 66 YANG EVOLUTIF MEMANG MEMBUTUHKAN WAKTU...................1 JIKA BISA DIPERSULIT KENAPA DIPERMUDAH ??.............. 49 MENGAJAK BUKAN MENGEJEK................................... 27 MULAILAH........................................................................................................................ 46 MEMBUAT PERBUATAN KITA MENJADI NASEHAT................. 14 MEMBANGUN SIFAT SABAR .............. 65 MEMBANGUN OPTIMISME ................................ 9 DAKWAH : MENGAJAK........... MENYERU BUKAN MEMUSUHI 51 MAKA BERJAMAAHLAH. 12 MEMBANGUN BUDAYA MENULIS DI KALANGAN AKTIFIS ........................................................ 57 YANG TERSISA DARI RAMADHAN : SEBUAH UNGKAPAN KEPRIHATINAN ........................ KUHARAPKAN KASIH SAYANGMU............................ 60 KARENA KEMURAHAN ALLAH.............................................. 44 CARA BERAMAL YANG DISUKAI ALLAH ....... 16 CATATAN DARI SEORANG GURU BAHASA INGGRIS ..................... 40 MEMBANGUN SIKAP ISTIQAMAH........................5 JANJI ITU.......................................DAFTAR ISI CATATAN PENGANTAR ................. 42 CATATAN DARI SEORANG PENGAJAR TPA ........... 62 MEMBUAT IKON ........... BUKAN MENGEJEK . 70 3 ........................................................ 28 IBU. 18 TOOL MEMBUAT DAKWAH LEBIH BERMAKNA...... 34 KUALITAS SHALAT KITA ........................................ MAKA AKAN SELESAI ..................... 54 TERNYATA BERHARGA JUGA......................................................... 68 JALAN KEBAJIKAN DATANG DARI MANA................... 33 KEBAHAGIAAN KARENA CINTA ..................

..74 IKHWAN DAN AKHWAT ............................................................................................................................................................................................. 123 MEMBANGUN KARAKTER .126 4 .............................................................................................. 125 BIODATA PENULIS...........................................85 GENERASI YANG HILANG ...........................................................................98 EVALUASI..76 PERASAAN..........................................94 YANG PENTING BUMBUILAH DENGAN KASIH SAYANG..................88 MEMBANGUN AKHLAQ DALAM DAKWAH .........112 MEMANFAATKAN SEPI.72 MENJADIKANNYA SEBAGAI HOBY........................................................90 MENGAJI DARI ORANG DI SEKIAR KITA .........................................96 MEMBANGUN “ SIFAT SABAR” .92 KELIHATANNYA BENAR .............. 109 LIHAT NILAI POSITIFNYA JUGA DONG .........................................80 DICARI : YANG PENGERTIAN ............ 125 MENGATASI TRAUMA ................102 MEMPRAKTEKAN SEBUAH METODE BELAJAR YANG EFEKTIF 105 MERDEKA DAN KITA ................................. 114 MASA LALU........................................................................ADA APA DENGAN CINTA ........................................................ DAN PENGARUHNYA KEPADA AKTIFIS MUDA DAKWAH ............................................................... ANTARA ALHAMDULILLAH DAN ASTAGHFIRULLAH ..........................110 MENAMBAH MAKNA DENGAN KEINDAHAN ..... 107 BERHEMAT DALAM NASEHAT ......................................................................... 120 BIARLAH KILAU CAHAYANYA MENYEJUKKAN MATA...

saya menemukan sebuah kata-kata sindiran yang cukup unik. Oleh sebab itulah. Kitapun seringkali juga mendengar sabda Nabi. sebenarnya setiap kita adalah para da'i (penyeru). saya tidak akan membahas mengenai permasalahan birokrasi di Indonesia dengan segala keruwetannya. ketika saya menyempatkan diri membaca Jawa Pos. Kita seringkali menimpakan tanggung jawab kita kepada orang lain. Tetapi dalam hal ini. wong ilmu kita belum seberapa kok sudah mau berdakwah.JIKA BISA DIPERSULIT KENAPA DIPERMUDAH ?? Beberapa waktu yang lalu. padahal sebenarnya kita sudah tahu. Allah telah memberikan motivasi dan legitimasi bahwa kita itu (kaum muslimin) adalah ummat yang terbaik yang selalu menyeru kepada kebajikan dan mencegah kepada kemungkaran. Tetapi dalam kenyataannya. Fikiran kita biasanya memang begitu. apakah ada ustadz atau kiai yang sanggup menjadi mentor di kampus kita. bahwa di kampus ini banyak orang yang kalau hanya menjadi mentor saja bisa. Freesexis dan yang sejenisnya. padahal saya yakin seyakin – yakinnya. Komunis. Alasan yang paling sering kita jumpai adalah alasan takut. Kata-kata diatas dimaksudkan untuk menyindir birokrasi di Indonesia yang dianggap terlalu rumit. Narkobais. Jika dikatakan bahwa dakwah itu hal yang wajib bagi tiap-tiap muslim. perintah untuk berdakwah itu bukan main banyaknya. padahal dalam kenyataannya. Misalnya dalam Ali Imron 110. sebagaimana yang dapat kita baca pada judul diatas. walaupun hanya satu ayat saja. mungkin semuanya sepakat. kita banyak yang ogahogahan. Kita tidak pernah berfikir bahwa diri kita itu sebenarnya merupakan SDD (Sumber Daya Da'i) 5 . Sedangkan di dalam Al Qur'an sendiri . terlepas dari kapasitas seruan yang mampu kita sampaikan. yang isinya perintah untuk menyampaikan risalah Islam ini. akan tetapi saya hanya akan mencoba melihat fenomena dakwah yang kelihatannya agak terkait dengan katakata diatas. nampaknya perintah dakwah ini tidak banyak difahami oleh kita. orang yang kita harapkan itu belum tentu bisa memenuhi harapan kita. Liberalis. terbukti jika ada seruan untuk menjadi mentor misalnya. apakah kampus kita mau jadi Sosialis. ya bisa ustadz atau kiai. Lalu akhirnya diri kita lepas tangan dan tidak mahu tahu. Kalau urusan berdakwah kan seharusnya diserahkan kepada ahlinya.

saya yakin (semoga ini keliru) bahwa jawabannya adalah “ sangat sulit”. Menjadi da'i... pertama punya ilmu-ilmu yang hebat. wal aqiraatu khairu wa abqa.. ilmu mantiq. dan sebagainya. da'i itu harus.. mau ngrasani orang kok tabu dan lain-lain. . padahal kita dalam kuliah juga masih dituntut dengan ilmu-ilmu kontrol automatic. Mau berpakaian yang terbuka kok nggak pantes. Tentang anggapan bahwa untuk menjadi da'i harus seorang ustadz yang memang mendalami Islam secara khusus. Kita akhirnya hanya santai-santai dan kehidupan kita akan datar dan tidak visioner. sulitkah ? Jika kita ditanya tentang hal diatas.. dan anggapan-anggapan orang lain. ilmu fiqih.. tidak akan pernah menjadi mentor. Padahal kalau kita tidak menjadi da'i. Akhirnya orientasi kita terlalu duniawi. Sedangkan Fiqih sendiri masih terdiri dari fiqih daulah. karena sebenarnya berdakwah itu sesuai 6 . akhirat itu lebih baik dan lebih kekal. mengenai tangung jawab kita terhadap apa yang kita sampaikan. tentu kita tidak akan pernah menjadi da'i. “ Wah. Kenapa ? Karena menurut anggapan kita. ilmu hadist. karena kata Alloh. bukan lantas kita lepas tangan dari tanggung jawab. Ya kalau merasa belum punya kesiapan. fuzzy logic. karena da'i itu adalah contoh bagi yang di dakwahi.. da'i kok bergandengan tangan dengan cewek”. artinya sebagai da'i tentu akhirnya hidup kita akan terbatasi. Kalau kita terus menanggapi anggapan-anggapan yang ada di kepala kita. Ini tentu menjadi beban tersendiri bagi kita.. padahal visi dunia itu kan tidak seberapa. tidak akan pernah menjadi aktifis muslim.nggak masalah”. Intinya kehidupan kita menjadi sempit dan terbatasi. tetapi seharusnya kita berfikir bagaimana agar kita mempunyai kesiapan untuk itu. karena jika demikian orang akan berkata. fiqih munakahat dan sebagainya. Kedua. seperti kemampuan berbahasa arab. deret legendre. kan kita bisa bilang “ Ya. Sementara itu kita juga tidak lagi bisa bebas bercinta dengan bergandengan tangan berdua. ilmu tafsir. pengendalian optimal. saya rasa tidak harus. Betapa repotnya jika kita ketemu rekan terus harus ber “ Assalamu ‘alaikum”. mau beli majalah yang berbau porno kok malu. karena mana mungkin kita menguasai semua ilmu itu sekarang. fiqih sholat. padahal kita telah terbiasa dengan cak-cuk.yang amat potensial.

Tetapi jawaban singkat dari Ustad Juraimi kayaknya menjawab semua ketakutan itu. karena jika demikian. Kalau kita baru bisa cara membaca Alqur'an misalnya. ya itulah yang akan kita sampaikan. Oleh sebab itulah menjadi da'i itu sebenarnya bukanlah pekerjaan yang sulit. tetapi memudahkan artinya tidak membuat sesuatu yang pada dasarnya biasa saja menjadi sesuatu yang terkesan sangat sulit. tetapi mungkin satu hal yang perlu di catat adalah. sambil terus memperbaiki diri. saya jadi teringat dengan peristiwa Pengajian Iktikaf Ramadhan di Jogja beberapa waktu yang lalu. sebenarnya hal itu menunjukkan bahwa diri kita belum mempunyai iktikad yang benar untuk berbuat baik. 7 . sampaikan dariku walau satu ayat. Saat itu rekan saya berkonsultasi dengan ustadz Ibnu Juraimi. ya kita mesti belajar dahulu. bahwa menjadi da'i itu sulit menjadi mudah ? Memudahkan bukan berarti memudah-mudahkan. Artinya apa yang kita punyai. Tidak usah menunggu kita menjadi “ Nabi” baru kita berdakwah. para da'i mempunyai semangat untuk berbuat baik dan memperbaiki diri. Oleh sebab itulah kita tidak usah mempersulit diri dengan syarat yang ndakik-ndakik untuk menjadi seorang da'i. Jika membahas masalah ini.dengan kemampuannya. Beliau hanya bilang “ Tidak usah menjadi Nabi dahulu baru berdakwah”. pekerjaan yang tidak mungkin dilakukan. atau berarti menganggap enteng. Atau jika kita ingin menyampaikan sesuatu yang belum kita ketahui. Karena itu merupakan suatu hal yang mustahil. ya itu yang kita sampaikan. cukuplah dengan apa yang kita punyai dan tekad membaja yang ada dalam dada kita. Atau jika kita merasa bahwa menjadi da'i akan membuat kita terbelenggu. dengan berbagai aturan yang membuat orang menjadi jauh atau bahkan lari dari “ dakwah”. semangat untuk melaksanakan aktifitas positif. Sebagaimana di zaman Rasulullah para shahabat juga beraktifitas secara manusaiwi. Kita masih ingin bernikmatnikmat dengan nafsu duniawi. Jadi kalau begitu kenapa kita tidak mengubah paradigma yang ada di kepala kita. karena menganggap dirinya kurang ilmu. Bukankah kata Rasul. ya mempunyai keterbatasan yang lain. ya mempunyai keterbatasan ilmu. Allah tentu tidak akan memerintahkan semua muslim untuk berdakwah ? Menjadi dai sebenarnya ya menjadi manusia biasa. yang inti konsultasinya itu tentang katakutan berdakwah.

Rosululloh jika ditawarkan untuk memilih antara dua perkara.. siapa takut?” Wallhu A’ lam Sekretariat Jama’ah Masjid Manarul ‘ Ilmi ITS. terutama dibidang fatwa dan dakwah adalah mendahulukan untuk meringankan dan memudahkan. maka beliau mengambil yang paling mudah diantara keduanya selama tidak berdosa. Dr Yusuf Qordlowi mengatakan bahwa diantara prioritas yang ditekankan... daripada memberatkan dan mempersulit. atau takut dengan orang yang menakut-nakuti. Mulailah azzam itu dalam dirimu dan berkatalah dalam hatimu “ Jadi da'i.. Jika begitu kenapa kita harus takut dengan bayangan sendiri. begitulah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari Muslim dari Aisyah ra. 21 April 2000 8 ..Dalam bukunya yang berjudul Fiqul Aulawiat. tetapi jika itu berdosa maka beliau orang yang paling menjauhi daripadanya.uh.

yang dapat kita jadikan sebagai wasilah dakwah nantinya. demikian pula buku-buku pergerakan yang kala itu banyak diterjemahkan oleh Gema Insani Press menjadi rujukan untuk bahan pelajaran diluar jam sekolah. akan kita lanjutkan dakwah ini di masjid kampus insyaallah. Beberapa ikhwan dan akhwat bahkan seringkali bersepeda puluhan kilo hanya untuk mengaji... kala murabbi dan kita bertausiyah bersama. beberapa jaringan dakwah telah dibangun. Majalah Sabili. Kita berpisah untuk sementara. Istiqomahlah selalu. Nailul Authar. Dan mungkin yang masih teringat adalah. sebuah janji bersama. Buku-buku standar seperti Riyadhus Shalihin. Kala gelora dakwah yang menggebu-gebu. MASIHKAH KITA INGAT Futur. Intilaq. Dan selanjutnya semoga Allah akan memberi kita kedudukan yang baik. menggapai nikmatnya mabid dan qiyamul lail bersama. karena berpisah untuk melanjutkan estafet kehidupan yang musti dilaluinya. Allah akan selalu menjagamu.” 9 . Bulughul Maram. Luar biasa energi yang mereka keluarkan. tafsir Ibnu Katsier tak lepas dari para aktifis. dan berbuahlah kegiatan-kegiatan seperti Temu Remaja Muslim dan yang semacamnya. ketika para aktifis berlinangan air mata. Dan yang sangat membangggakan adalah seluruh aktifis telah dapat dipersaudarakan dengan Islam yang tiada terkotak oleh madzab dan aliran dakwahnya. Mungkin masih banyak yang ingat.JANJI ITU.. Izzul Islam wa Muslimin. menjadi bagian dari wacana yang selalu saja disusupkan dalam setiap aktifitas kehidupannya. perpisahan kita ini bukanlah akhir segalanya. seakan menjadi referensi wajib untuk memandang realitas keterkoyakan ummat. jalan dakwah yang terpampang di depan kita begitu masih panjang. ketika dalam perbincangannya sebuah janji terucap. “ Akh. Khilafah Islamiah. Jika sebelumnya kita aktif di mushala SMA ini. sambil mengais ladang dakwah ditempat kita kuliah dan berkarya. Islah. masyarakat Islami. Kehidupan bersama dibawah naungan Ukhuwah Islamiah itu ternyata akan terbatasi oleh jarak dan waktu. Dengan dimotori oleh SKI.. Para aktivis dakwah SMA begitu bangganya dengan Islam. Ash Sholihah.. Ummi.. hal yang tidak terbayang di benak para aktifis dakwah kala itu. Kegiatan yang disebut-sebut sebagai kegiatan islami menjadi tema yang tak habis-habisnya.

. masih ingatkan kita saat kita menasehatkan idealisme kita kepada adik-adik kita.”. tanda hitam keningmu masih mengingatkan. jilbab yang kau kenakan masih menyisakan kenangan indah waktu bersitegang dengan ayahmu. Ikhwah... sementara tuntutan selalu mengejarnya.... dan ketakutan-ketakutan terhadap realitas masa depan menjadi hal yang tak mungkin terabaikan... “ Kita telah lama berdakwah.. yang karenanya bahkan terkadang sakit kita tiada terasa. Realitas di depan mata mulai agak kelihatan. yang menolak kau kenakan pakaian anggunmu itu. sambil membawa cita-cita tingginya. Kebutuhan akan hidup. untuk kebaikan dakwah. timbullah kekhawatiran kita. dan terkadang janji yang telah terucap menjadi terlupakan.. marilah kita ingat kembali masa lalu kita.. sekarang kan ada giliran selanjutnya.. Menyuguhkan banyak janji bagi para penghuninya.. Ukhti. alhamdulillah terkadang memicu semangat untuk lebih maju. guratan-guratan aktifis masih nampak di wajahmu. Regenerasilah. “ Kita memang harus realistis akh. kala kita bersama-sama qiyamul lail di masjid SMA dahulu...... dengan bekal seperti itu. dan dana. tuntutan perkuliahan yang semakin keras..... Kebutuhan kita akan pasangan menjadikan kita semakin realistis (??) dengan mengajak kencan rekan kita... Ikhwah. Juga ketika kau bersitegang dengan kepala sekolahmu sewaktu kau tak mau melepas jilbab saat fotomu. tetapi tak jarang pula terkadang melupakan idealisme dakwah yang banyak menyita waktu.. yang akhirnya. yang terasa sangat manis untuk kita kenang kembali.. yang semoga 10 . tiba waktunya. perhatian... kita kan harus mempersiapkan diri. “ Lelaki mana yang akan menanyakanmu. Ketika kita mengajarkan membaca Al Qur'an dan mengaji dengan tiada hentinya... dan untuk membangun ummat yang sudah terkoyak oleh makar kaum kufar. dan rekan-rekan ikhwanmu beramai-ramai membelamu..” Usia makin menanjak naik.Dan sambil berpelukan berpisahlah para aktifis untuk menjalani aktifitas kehidupannya masing-masing.lihatlah diri kita dalam cermin. udara kampus membawa banyak aroma yang beraneka. telah banyak menyedot perhatian... “ Wanita mana yang mau denganmu. Waktu terus berlalu. jika engkau masih kuper dan terlalu menutup diri seperti itu” Akhi.. lihat pula dirimu. sementara ‘tak ada yang kita dapatkan’ Dan jika sudah ..” Keberhasilan...

janganlah Engkau palingkan hati kami setelah engkau beri kami petunjuk.Kamis.. 2 Agustus 2001 11 ... bahwa senantiasa kita akan istiqamah dalam jalanNya Yaa Tuhan kami...saja mengingatkan kita. dan bahkan pernah berjanji kepada rekan-rekan kita.. Ditulis dengan linangan air mata MMI Online . bahwa dahulu kita mempunyai idealisme..

akan tetapi salah dalam metode penyampaiannya.. mungkin kita akan memperingatkan orang yang tidak segera sholat dengam makian-makian yang tidak sepantasnya atau kita akan memarahi orangtua kita karena kita menganggap perilakunya tidak islami.plak. Seusai mengucapkan salam tanpa berkata apa-apa bapak imam segera mengambil sajadahnya sambil... teman saya melucu dalam keadaan sholat sudah dimulai. Hasan dan Husinpun berwudlu di sebelahnya. Benar dalam sisi kita memang sangat peduli dengan penegakan nilai-nilai kebenaran. Entah karena ingin dipuji atau yang lain. akan tetapi seringkali ia akan merasa gengsi untuk melaksanakannya. Akan tetapi jika ia tersinggung. akan tetapi banyak yang mengomel dan kemudian dalam beberapa hari tidak sholat berjamaah di mushola itu karena merasa kesal. dengan dakwah diharapkan agar seseorang dengan sadar mau merubah perilakunya yang tidak Islami menuju perilaku yang Islami. Hasan dan Husainpun berencana untuk mengingatkan orang tua yang salah wudlunya itu. Dan tanpa berkata apa-apa. Suatu ketika. Kasus semacam itu mungkin banyak terjadi di tempat kita.. Dan semua jamaah anak-anak kecilpun tidak bisa menahan tawa.DAKWAH : MENGAJAK. Dakwah harus menyentuh pada perasaan yang paling dalam dan bukan menyinggungnya. sajadah itu melayang ke arah anak-anak. BUKAN MENGEJEK Ketika saya masih kecil. suatu kali saya datang ke mushola untuk melakukan sholat Isya'. Dan orang tua itu pun kemudian menyadari kesalahannya. akan tetapi dakwah juga harus berorientasi pada diterimanya seruan itu oleh obyek dakwah. Ketika hati seseorang tersentuh maka dengan lilo legowo ia akan menyadari kesalahannya dan akan mengubah perilakunya. Tanpa sadar. kemudian bapak imampun pergi.. Hasan dan Husain menyaksikan orang tua yang setiap berwudlu selalu salah. dan sebagainya. Pada saat orang tua itu berwudlu. Salah satu diantara mereka pura-pura salah dan yang lain membetulkannya. apa yang kita lakukan mungkin sudah benar. Dalam Islam dakwah memang bukan hanya sekedar menyampaikan. Anak-anak memang kemudian sadar akan kesalahannya. 12 . tetapi mungkin juga salah.plak. Dalam Islam.. bisa jadi meskipun dalam hati kecilnya ia mengakui kebenaran apa yang kita sampaikan. Dalam kasus-kasus seperti ini.

dan sayapun manggut-manggut dengan hati yang berbungabunga. Ini bisa menyebabkan mereka merasa kerjanya selama ini tidak kita hargai dan ini akan sangat fatal akibatnya. berlemah lembutlah tehadap sesama. Dan tak diduga. Ia memuji-muji spanduk yang saya pasang. “ Yaa Rosulullah. dan kurang mengembangkan senyum-senyum dalam memperingatkan mereka. Pada saat Rosulullah sedang berada di masjid.Suatu hari ada seorang laki-laki mendatangi Rosululloh dan berkata. padahal mereka sudah sangat lelah dalam bekerja. orang tersebut ternyata sangat terkesan. Kemudian ia menyuruh sahabatnya untuk menyiram air kencing itu dengan seember air. melihat apa yang dilakukan oleh Rosulullah itu. Akan tetapi Rosululloh bersikap lain . adikmu. habisnya kader dakwah di beberapa lembaga dakwah ini karena kita lebih cenderung memarahi adik kita yang kurang benar dalam bekerja. Tetapi yang dilakukan Rosululloh ternyata lain. tiba-tiba seseorang kencing di pojok masjid. Tulisan lama saya. beliau melarang Umar yang sudah ngotot akan menghajar orang yang berbuat seenaknya itu. Mungkin. sampe lupa tanggalnya ^_^ Wallahu A'lam 13 . Tidak akan terbayang jika hal ini terjadi di masjid kita. ajaklah dan jangan ejek mereka. Peristiwa itu terjadi ketika saya menjadi Panitia Penyambutan Mahasiswa Baru. sekali lagi mungkin. beliau hanya bertanya. kemudian pulang ke kampungnya untuk mengajak orang-orang disana untuk ber-Islam. Suatu ketika saya dihampiri seorang aktifis Masjid Manarul Ilmi ini. “ Apakah engkau rela jika ibumu . sentuhlah dan jangan singgung mereka. Ketika pertanyaan ini dilontarkan kepada kita mungkin kita akan memaki bahkan menamparnya. dizinai orang ?” dan hanya dengan pertanyaan itu ternyata orang tersebut menyadari kesalahannya. Dai tersenyumlah. izinkanlah aku berzina”. Akan tetapi kemudian ia memberitahukan mengenai kesalahan letak logo yang di pasang dengan wajah yang masih tersenyum. dan peristiwa itu membuat kesan yang sangat mendalam bagi saya sampai sekarang.

. Okey sekarang ada website yang pengelolaannya lebih murah.. Yusuf Qordlawi yang ketika berkunjung ke Indonesia mengatakan bahwa “ Dahulu Eropa kita takhlukkan dengan pedang. mungkin hanya ada Ummi. Seringkali saya mendengarkan bermacam alasan untuk masalah ini. yaitu Napoleon Bonaparte yang sangat memperhitungkan seorang penulis. Keberadaan media Islam saat ini masih tertinggal jauh dibandingkan dengan media lain.. 14 .. karena seorang penulis bisa mengalahkan orang dalam peperangan dengan opini yang dibuatnya. mungkin hanya Annida. barangkali kita akan menemukan sebuah topik bahasan utama yang cukup menarik. belum lagi koran dan websitenya. sedangkan ribuan tentara belum tentu dapat berbuat demikian.. dan bandingkan pula dengan media lain. Meski mungkin tidak bisa menghasilkan uang tapi mungkin tulisan kita bisa nampang disana. dan untuk website hanya Eramuslim. Kalaulah ada media cerita muda. dan alhamdulillah kalaulah ada orang lain yang lihat bahkan dikutip di papernya.. kan. tentu besar bukan ?? Hal yang masuk akal juga. menulis kan . kan. dan sekarang dengan ilmu dan pena insyaallah” Apa yang diangkat oleh majalah Islam Izzah ini saya fikir hal yang sangat tepat. yang nuansanya mensuport media Islam untuk bangkit. Dan tentu akhirnya opini Islami menjadi lebih lemah. kebanyakan mengatakan bahwa kita tidak punya uang untuk itu. Ah menulis kan butuh waktu. Hal serupa juga di serukan oleh seorang ulama besar Dr. Cobalah sekarang bandingkan media Islam dengan yang lain. menulis kan sulit. Mungkin untuk koran kita hanya bisa menyebut Republika untuk ukuran yang bermutu. tentu tak akan mungkin habis alasan kita untuk tidak menulis. Demikian pula untuk media wanita. Pembentukan karakter manusia yang dihasilkan dari proses membaca tentu akhirnya lebih banyak di pengaruhi oleh media kapitalis dan sekuler.. berapa modal yang harus di gulirkan untuk membuat majalah. Bahkan disana disebut-sebut pendapat dua orang tokoh yang tak asing lagi.MEMBANGUN BUDAYA MENULIS DI KALANGAN AKTIFIS Jika kita menyempatkan diri membaca majalah Izzah edisi yang bergambar perjuangan para pemuda Palestina. dan berarti pula mengajak kita untuk menuliskan gagasan-gagasan kita ke dalam bentuk tulisan..

22 Juni 2001 15 . maka saya dan beberapa rekan sefaham akhirnya seringkali membuat tulisan di saat-saat senggang dan kita tempelkan di sekretariat ikhwan atau akhwat. atau ada juga yang menulis tentang tausiah.Apakah menulis itu sulit ?. Nah dengan demikian. seringkali saya kebingungan untuk mendapatkan informasi tentang apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu saya di JMMI. Dengan demikian saya berharap banyak. Dahulu. mengapa sejak sekarang kita tidak belajar menulis ?? Dan jika jawabannya mungkin nggak dimuat. Menulis hanyalah memindahkan apa yang sering kita bicarakan ke dalam bentuk tulisan. Jum'at. Dengan melihat sendiri betapa pentingnya peninggalan pemikiran berupa tulisan. sekretaris Humas dan ka Humas. dan alhamdulillah jika akhirnya terarsip. sewaktu saya menjadi pengurus JMMI. Dan tidak ada alasan lagi bagi seruan ustadz Qardlawi untuk tidak terealisasi Wallahu a’ lamJuni 2001 Manarul ‘ Ilmi Online. Pada waktu itu saya lantas menyisihkan waktu untuk mencari dokumen-dokumen tentang tulisan orang-orang terdahulu. tetapi cukuplah memberi bukti bahwa beberapa orang diantara pengurus zaman dahulu memang seringkali mewariskan gagasannya dalam bentuk tulisan. meskipun hanya beberapa lembar. Ya. dan saya fikir tidak ada hal yang terlalu sulit dalam proses ini. dapat menarik beberapa orang untuk ikutikutan menulis. bahwa hal ini dapat dijadikan sebagai gambaran tentang situasi dan kejadiankejadian yang yang pernah ada. mengapa tidak dikirimkan ke Manarul 'Ilmi online saja ?? Nah sekarang saya fikir tidak akan ada alasan lagi untuk tidak menulis. Lumayan. Akan tetapi mungkin untuk menulis yang baik memang tidak semua orang bisa. tentang bagaimana kultur yang terbentuk di JMMI saat itu. namun hal ini akan dapat kita lalui dengan sendirinya seiring dengan jam terbang kita dalam menulis. baik yang ilmiah maupun sekadar cerita dari perjalanan yang pernah ia lakukan. Tanpa sengaja saya menemukan beberapa buah lembar tulisan. Dan lumayanlah untuk menggambarkan bagaimana kontruksi dari pemikiran kepengurusan tempo dahulu. ah tentu saja tidak.

Para nabi adalah orang yang dapat mengendalikan diri dengan sangat tepat. Sifat sabar adalah sifat para nabi [QS 21 : 85]. Dan tentu saja ini adalah benar. dan tidak dinamis. Karena memang cobaan terberat dalam kehidupan ini adalah cobaan kepada para nabi. dan kekuatan telah 16 . Tapi kalau kita mau merenungkannya. Tapi kita mencatat betapa sabarnya beliau menghadapi persoalan berat ini. Beliau tidak terpancing untuk melakukan hal yang pada akhirnya akan merusak strategi dakwah yang telah direncanakan ini. sedangkan Ammar. Seseorang perlu melakukan latihan sehingga sifat ini akhirnya mengkristal dalam dirinya. Untuk membangun kesabaran. Betapa sedih hati Rasulullah saat itu. Kesabaran seringkali kita anggap sebagai keadaan “ menyerah” dari situasi yang tengah dihadapi. berusaha menghitungnya dengan cermat. karena tak kuat menahan siksaan. tidak lulus-lulus dan lain-lain. Oleh sebab itulah kita selalu melihat bahwa orang yang lebih “ tua” biasanya lebih bisa “ bersabar” karena ia lebih banyak mengalami latihan dalam hidupnya. karena biasanya makna sabar seringkali digandengkan dengan sebuah “ penderitaan” seperti kesulitan ekonomi. statis. Sikap sabar yang di tunjukkan para nabi adalah bahwa mereka bersabar terhadap cobaan yang di berikan Allah padanya. atau “ jiwa kesabaran” sangatlah berat. akhirnya dengan terpaksa harus membuat pernyataan ikut kelompok kafir. Beliau adalah orang yang sangat stabil jiwanya dalam menghadapi persoalan. anaknya Yasir. Beliau tetap bersabar dengan terus melakukan dakwahnya secara sembunyi-sembunyi. Mungkin kalau pada saat itu sudah ada pengukuran EQ. Yasir dan Ummayah disiksa sampai menemui syahidnya. sebenarnya sabar bukanlah persoalan yang terlalu sederhana. sehingga akhirnya dapat mengambil keputusan dengan sangat tepat. sampai akhirnya ketika dakwah sudah membumi. maka tentu dakwah ini akan berhenti.MEMBANGUN SIKAP SABAR Apa yang ada dalam benak kita jikalau kita mendengar kata sabar. Karena bayangkan saja jika nabi tidak bersabar. mungkin kebanyakan adalah sebuah anggapan bahwa kita menjadi orang yang apatis. Suatu saat Rasulullah SAW melihat keluarga Yasir yang di siksa habis-habisan oleh barisan orang kafir. maka kita akan melihat bahwa beliau adalah orang yang ber EQ sangat tinggi.

dan tentu saja barangsiapa bersabar maka ia akan mendapatkan hasil yang cemerlang.. Mengapa disebut dengan membebaskan. Semoga kita bisa bersabar.siap maka beliau pergi ke Makkah bersama kaum muslimin untuk membebaskan Makkah dari kekafiran. Nah inilah sebenarnya hasil dari kesabaran Rasul itu.. dan barangsiapa diam di rumah (tidak mengadakan perlawanan) maka aman.. MMI Online – Ahad 15 Juli 2001 17 . Rasulullah mengatakan barang siapa berlindung di Masjidil Haram (berIslam) maka aman. barangsiapa berlindung di rumah Abu Sofyan maka aman. karena apa yang dilakukan Rasulullah bukanlah membalas dendam. Dan sejarahpun mencatat bahwa pembebasan Makkah (Futuh Makkah) adalah pembebasan yang tanpa darah sama sekali..

dan tentu saja beliau menyisipkan banyak kata-kata hikmah di balik pembicaraan yang umum sekalipun. dan pergerakan terbitan GIP. Beliau menawarkan banyak buku di rumahnya (atau lebih pasnya rumah mertua beliau). Kata beliau. karena sebenarnya beliau adalah tamatan Bahasa Indonesia dan bahkan pernah menjadi pembina teater kapuk di SMA kami. buku di rak atas adalah buku-buku Islam yang kebanyakan berupa buku-buku hadits. Keramahan beliau menjadikan kami sangat betah untuk berlama-lama. nanti kalau sudah beberapa waktu. bahwa disana ada dua buah almari kaca yang di dalamnya penuh dengan buku. ketika ada lomba mengarang tingkat SMA. yang bisa teringat terus. beliau mengijinkan kami untuk dapat menikmati buku beliau yang lain. dirumahnya banyak terdapat buku sastra. tetapi satu hal yang sangat menarik perhatian saya adalah. suatu saat ia juga mengatakan “ Dakwah itu bukan mengejek tapi mengajak”. jika kami sudah sampai di rumahnya.CATATAN DARI SEORANG GURU BAHASA INGGRIS Kalaulah ditanya. seperti “ Komposisinya” Dr Gories Keraf. mungkin kalau kata-kata beliau terekam oleh pembuat iklan bisa jadi ide-idenya akan dipakai. Kemudian kami dipersilahkan untuk memilih buku yang dapat kita pinjam. Biasanya kami juga berbincang tentang banyak hal. ketika mengajar beliau menyisipkan doa akan belajar. karena selain beliau banyak menunjukkan kepada kami bagaimana seharusnya seseorang harus menempuh kehidupannya. Kelakuan beliau memang lain. Suatu saat. Yah. hanya saja beliau menganjurkan jangan pilih buku yang di rak atas terlebih dahulu. aqidah. beliau membuka hati untuk datang ke rumahnya. Misalkan saja ketika ia menyindir rekan saya yang berpakaian ketat. bukan menyinggung”. dan juga tata cara penulisan ilmiah. Memang. ia akhirnya mengatakan “ Semoga apa yang saya katakan menyungging. beliau adalah guru Bahasa Inggris saya sewaktu di SMA. Rumah mertua beliau bukanlah rumah yang terlalu luas. kemudian dalam materi pelajarannya disisipkan tausiyah dan terkadang dalam bentuk ungkapan yang menggelitik. siapakah seseorang yang termasuk saya kagumi. beliau mempunyai cara yang sangat baik dalam mengenalkan Islam kepada anak-anak SMA. 18 . Kayaknya buku apa saja ada.

mungkin ceritanya yang romantis terarah itu. ditengah-tengah upayanya untuk mencari jati diri dan identitas diri. juga Majalah Hidayatullah yang mungkin memberikan kita banyak pendangan yang cukup lengkap kepada Islam. Juga buku-bukunya HAMKA yang bagi saya sangat mengesankan. apa yang seharusnya di kerjakan. Tentu tak berlebihan jikalau kami sangat berterimakasih padanya. Hampir-hampir buku semacam itu kami jadikan seperti jika kami membaca komik saja. untuk meminjam dan mengembalikan buku-buku kami. Dengan gaya bahasa Sumatra Barat sekitar tahun 30 an yang indah itu. sering ketagihan. macam 30 Kisah Teladan nya Mas Arman Arroisi. karena paling tidak. membuat saya sangat terpesona. Dua buku sastranya yang paling mengesankan saya adalah “ Tenggelamnya kapal Van Der Wick” dan “ Di Bawah naungan Ka’ bah”. Dan ternyata hal ini sedikit demi sedikit telah merubah paradigma terhadap Islam pada sebagian dari kami.Pertama-tama kami hanya meminjam buku-buku sastra. Apalagi pada giliran selanjutnya beliau berani meminjamkan majalah Sabili (Sabili pada zaman itu lebih kental Ruhnya daripada sekarang). tanpa banyak di gurui. Tulisan HAMKA begitu enak dan mengalir dengan lancar. akhirnya banyak menjadi bahan makanan bagi kami. Hampir setiap hari kami habiskan waktu-waktu kami untuk membaca buku. Giliran selanjutnya kami boleh meminjam buku Islam yang ringan-ringan. Intilaq. Pandangan Islam yang selama ini hanya banyak berkutat pada persoalan ritual dan kurang banyak memberikan kekayaan paradigma berubah sudah. dan kertasnya yang bagus ternyata memberikan rasa nyaman disaat membacanya. dan apa tanggung jawabnya. dan kami merasa ketagihan jika lama tidak membaca buku Islam. Kami akhirnya mengetahui tentang maknawiah seorang Muslim. Ummi. Dan begitulah. Entah bagian mana yang mengesankan. macam Akhi-nya Moestingo Busye. dan lain-lain dengan mewanti-wanti untuk tidak diperlihatkan kepada orang lain – karena suasana saat itu memang kurang bersahabat dengan Islam-. Dua Minggu sekali kami rutin ke kediaman beliau setelah biasanya kami berjanjian dahulu sewaktu beliau mengajar. pekerjaan rutin sebagian kecil kaum muda SMA pada saat itu. Ash Sholihah. Islah. kemudian kisah–kisah kehidupan. Kemasan buku terutama terbitan GIP yang cukup menarik. beliaulah yang atas kehendak Allah telah menunjukkan pada kami pintu-pintu untuk 19 . Demikian pula beberapa buku GIP.

untuk bisa lebih mengenal Islam lebih dekat. Kalau kami ingat waktu itu. juga meminjamkannya kepada orang lain.menggapai hidayah. 18 Agustus 2001 20 . Dan tiada kenangan manis yang lebih indah setelahnya. ingin rasanya suatu saat kami membuat perpustakaan pribadi yang dapat kita jadikan sebagai taman ilmu. Merupakan kenikmatan yang tiada tara jika orang lain memperoleh hidayah dengan perantaraan kita Wallahu a’ lam Surabaya.

buah dari kehebatan. dan menggunakan sebatas keperluan. dari perkataan seorang pakar atau dari perenungannya sendiri. Barangkali ini adalah pertanyaan yang sederhana. ternyata perkataan itu sangat kaya akan arti. Dan jika direnungkan secara mendalam ternyata masuk akal juga. semakin matang orang maka ia akan berlaku lebih sederhana dan 21 . apa yang dimaksud dengan kesederhanaan. kesederhanaan dapat dipandang bahwa dia memang tidak mampu. seorang teman tiba-tiba menanyakan suatu hal kepada saya. yang ndakik-ndakik. Ia sebenarnya mampu untuk menampilkan suatu hal yang rumit. Namun demikian saya merasa bahwa jika kesederhanaan yang diakibatkan ketidakmampuannya itu lebih diberdayakan. Ketidakberdayaannya membuat ia tampil apa adanya. apa adanya. karena mungkin sederhana yang di buatnya lebih dinamik. karena ia memang terpaksa atau dipaksa oleh keadaan untuk tampil seperti itu. Dari sudut kedua. akan tetapi ternyata saya cukup kesulitan untuk mencari rangkaian kata. dan simpel. Dari sudut pertama. Akan tetapi dalam tulisan ini mungkin akan dibahas untuk sudut pertama. buah dari kecerdasan. ia mengatakan bahwa kesederhanaan itu adalah cerminan dari kematangan. akan tetapi bagi saya. tidak ada pilihan lain. Saya masih ingat ketika Teguh Power Point mengetengahkan suatu ungkapan bermakna dalam dunia bisnis. Dalam sebuah radio. Kurang jelas dari mana ia memperoleh makna seperti itu. Ketidakmampuannya itulah yang membuat ia tampil secara lebih sederhana. Menurutnya kesederhanaan berarti mencari sebanyakbanyaknya. yang mewakili makna “ kesederhanaan” itu. Belum selesai saya berfikir. Jadi bagi saya yang kedua lebih mempunyai makna yang pasif. dan buah dari pengalamannya. kalaulah ketiga kata yang saya maksud itu mewakili makna kesederhanaan. bisa dimungkinkan ia akan melahirkan kualitas kesederhanaan sebagaimana kesederhanaan pada sudut pandang yang pertama. sebagaimana yang di ungkapkan oleh rekan saya itu.MEMAHAMI KESEDERHANAAN Suatu saat dalam sebuah kereta. akan tetapi ia lebih memilih tampil secara sewajarnya. kesederhanaan yang terbentuk merupakan buah dari perenungan yang mendalam. Kesederhanaan nampaknya dapat di pandang dari pelbagai sudut. ia lalu menunjukkan apa arti kata kesederhanaan itu.

Oleh karena itu semakin sederhana yang dapat di sombongkan manusia. maka kalau kita melihat pakaiannya (hei… . na “ … didepan ka’ bah terkesan bahwa tangan seorang pembangun demikian dekatnya dengan konsepsi agamanya. Justru dalam kesederhanaan kubus itu. Ini merupakan gambaran kesederhanaan tingkat tinggi. bahkan jika kita bandingkan dengan bintang iklan sabun dan sampo sekalipun. berkatalah fikiran ini. Betapapun indahnya segala yang mampu di buat oleh tangantangan manusia.. Apakah situs besar itu tidak mempunyai dana kalau hanya untuk membuat wajah yang ramai. tapi begitu enak dipandang. Ketika saya membaca buku “ Mengikat Makna” nya mas Hernowo. Allah hanya mengatakan kun fayakun. saya fikir bukan itu alasannya. Jika antum berjalan-jalan. Hanya pakaian saja plus kerudung yang hampir tiada seni lekak-lekuknya. mungkin antum juga akan setuju. Meskipun demikian situs ini bukanlah situs yang “ ecek-ecek” akan tetapi merupakan Search Engine peringkat atas. maka apa yang antum lihat pada situs Yahoo. adalah congkak jika di bandingkan dengan kesabaran Tuhan. Dia memutuskan untuk berpakaian sederhana semacam itu adalah 22 . gambaran kesederhanaan yang paling baik adalah peristiwa ketika Allah mencipta segala sesuatu. Demikian juga situs EraMuslim misalnya. Memang. tentu akan terlihat kesederhanaannya. dan terlihat seorang akhwat. rambut atau bodinya. dan Google ? Jika saya menawarkan jawaban berupa kesederhanaan. kedua situs ini tidak hanya sederhana. Konsep inilah sebenarnya yang saya terapkan ketika saya membuat portalnya Masjid Manarul ‘Ilmi. maka jadilah apa yang diinginkan Allah itu. apalagi keindahan tubuh. bukankah tampilannya sangat sederhana. Tapi kalau kita perhatikan justru kesederhanaannya inilah yang membuatnya begitu anggun dan berwibawa. Menurutnya. Akan tetapi alasan-alasan matanglah yang membuat ia menampilkannya dalam bentuk yang sederhana. tapi sangat sederhana.pakaiannya aja loh). dan ternyata juga diakses terlalu banyak orang.simpel. yang menyangkal segala keindahan garis dan bentuk. saya menemukan kutipan yang bagus sekali tentang kesederhanaan dari buku “ Jalan ke Makkah” yang ditulis Muhammad Assad dengan ma’ yang begitu indahnya. merupakan hal yang terbaik yang dapat dibuatnya untuk menyatakan kebesaran Tuhan … … … ” Kalau rekan-rekan sering ngenet.

tapi justru terbukanya dunia ini. Makanya dalam beberapa hadits. bahkan mungkin kekurangan yang melanda ummatnya. Ia memakainya dengan kekayaan spiritual dan keteguhan hatinya. (Lihat Tarjamah Riyadlush Sholihin-nya ustadz Salim Juz 1 pasal Keutamaan Zuhud) Jika demikian halnya.karena kematangan jiwanya. saya fikir merupakan makna yang baik. semuanya tetap tergantung dari cara kita untuk memahaminya. mungkin menggunakan segala sesuatu sebatas keperluan. sebagaimana yang di katakan teman saya itu. dan itulah sebenarnya yang nampak dihadapan kita. karena pada akhirnya. Surabaya. 20 Agustus 2001 23 . terlepas dari apakah antum menyetujui atau tidak. yang dikhawatirkan Rasulullah sebenarnya bukanlah kesederhanaan. bukan karena ia tidak mampu membeli perhiasan.

Bahkan temanyapun seringkali begitu memikat dan menggairahkan siapa saja yang membacanya. Ternyata membuatnya terlalu gembira. tentulah kurang “ gregetnya”. yang bagi saya mungkin tak ada artinya. Saat saya berkeliling kota dengan motor. seminar kewanitaan. membuat hati saya terasa sangat trenyuh. “ Dengan seminar Pemberdayaan Ekonomi Ummat Kita Ciptakan Ummat yang Mandiri“ dan sebagainya. yang menjadikan Muhammadiyah mempunyai kegiatan sosial yang luar biasa banyaknya. mengajarkan Al Qur’ kepada para an santrinya. Tentu kedua pengalaman itu membuat saya “ tercerahkan”. Seminar pemberdayaan ummat. Bagaimana tidak. harus dipaksa keadaan untuk mencari uang.. apalagi jika kita seorang aktifis.saja. yang pendiri Muhammadiyah itu. dan tak jarang akan menimbulkan tekad yang lebih membaja.MENEGUHKAN BELAJAR SAMBIL BERAMAL Mungkin kita sering mengikuti seminar. saya menjumpai seorang ibu yang mengemis sambil menggendong anaknya. Suatu saat KH Ahmad Dahlan. “ Dengan Seminar Pemberdayaan Wanita Kita Ciptakan Wanita Hebat Yang Sukses Karirnya dan Sukses Rumah Tangganya” . Tentu tak terfikirkan bagaimana mereka mengenyam pendidikan. tentu mereka tak pula akan bermimpi dapat penghargaan. talk show tentang mendidik anak. Saat saya di terminal. Sebuah pelajaran berharga memang. karena biasanya seorang memberinya RP 100. maka menjadi up to date dan mungkin tepat sasaran. dan ketika melihat anak jalanan.. Akan tetapi yang mengherankan adalah bahwa Surat 24 . seperti saya telah mengikuti seminar sehari tentang “ Melihat Realitas Kehidupan Kaum Duafa” Masih ingatkah kita pada sebuah cerita yang cukup melegenda di kalangan rekan-rekan kita di Muhammadiyah. bahkan caci maki mungkin menjadi makanan mereka sehari hari. Pelajaran yang kita ikuti dalam forum-forum formal seperti yang kita bicarakan diatas. yang karena di bawakan oleh pakar pula. Kelihatannya belajar dari pengalaman akan memberikan banyak materi yang dengannya terkadang kita di paksa untuk merenung lebih lama. karena dari sana muncul banyak informasi tentang berbagai hal. dan berbagai kegiatan senada lainnya. jika tidak di barengi dengan pelajaran yang sifatnya “ pengalaman”. anak-anak sekecil dan semanis itu. Saya lalu mencoba memberinya uang Rp 1000.dan itupun harus menanti lama. sarasehan pendidikan bagi calon ibu.

. Peminta fatwapun tidak tahu. Beliau nampaknya sangat memahami. sehingga menjadikan apa yang kita pelajari menjadi lebih mengesankan. ketika dimintai fatwa tentang membebaskan budak maka beliau meminta waktu selama tiga minggu.saja ? Tanpa banyak berbicara. mengapa harus tiga minggu ? Ternyata minggu pertama beliau gunakan untuk mencari uang. Dari banyak cerita saya tadi. sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan ummat pada waktu itu. apakah Ustadz Dahlan ini kehabisan materi atau apa.Al Ma’ yang diajarkannya diulang selama beberapa hari. padahal sebuah ilmu itu di pelajari untuk diamalkan. dan akan lebih mudak difahami. bahwa dengan apa yang telah di perbuatnya. serta membagi-bagikan kepada orang miskin. minggu kedua membeli budak. mengapa selama beberapa hari ini beliau hanya mengajarkan Araaitalladzi Yukadziobubiddin . akan membuat bobot fatwanya lebih mengesankan. mungkin kita dapat menyimpulkannya sendiri. Sejarah turunnya Al Qur’ adalah salah satu hal yang an banyak memberikan pelajaran tentang persoalan ini. para sahabatpun sami’na wa atho’na. Seorang Imam (kalau tidak keliru Imam Hasan al Basri. Seorang santri bertanya kepada beliau. Rupanya beliau belum meningkatkan materi pengajian karena santri beliau belum mengamalkan materi pengajian itu. Al Qur’ an turun berangsur-angsur. Afwan saya agak lupa namanya).. Jadilah Rasul SAW sebagai peragawan Al Qur’ an dan masyarakat pada saat itu adalah masyarakat Al Qur’ an. un Tentu hal ini membuat banyak santri terheran-heran. Dan begitu turun. lalu menyembelih dan memasaknya. Kamis 23 Agustus 2001 25 . Ustadz Dahlan meminta para santri beliau untuk membeli seekor ayam di pasar. tanpa banyak diperdebatkan. dan minggu ketiga membebaskannya. bagaimana kita harus membarengi keilmuan kita yang sifatnya “ indoor” dengan keilmuan yang sifatnya “ outdoor”. Surabaya.

maklum lha wong masih SMA. Pada kesempatan sebelumnya. berjilbab rapi. Suatu saat beliau membuat sebuah puisi. “ Wah. akan tetapi ditulis “ karya WS Rendra”. pernah bercerita tentang pengalamannya yang menarik. Suatu saat ia mempunyai puisi lagi. Dr. belajar lagi aja deh”. ia mengatakan bahwa jika dilandasi 26 . Dan setelah diberitahu bahwa sebetulnya ini adalah karyanya. pantes kok rasanya agak gimana gitu. Ketika ditunjukkan kepada temannya muncullah berkomentar. jika seorang mahasiswi. sekolah tinggi-tinggi. trus estetikanya nggak muncul. telah menjadi bernilai dakwah kalau dilakukan oleh orang yang mempunyai tool. ” Hal senada juga diungkapkan oleh Dr. Abdullah Shahab (MM ITS). Ternyata komentar temannya jadi lain. “ Sebuah karya sastra yang sangat bermutu. pada Program Study Islam III. Lc” maka anda tentu akan lebih serius lagi membacanya. maka komentarnya jadi lain lagi. lho”.. Yazidie. dimiliki oleh orang yang yang salah. saat Latihan Kepemimpinan dan Study Aqidah Islam. demikian pula jika yang saya tulis ini saya beri embel-embel “ oleh M Anis Mata. barangkali efeknya lebih dahsyat. Nuh (Dir Poltek) mengatakan bahwa seorang muslim harus mempunyai “ tool”.“ TOOL” MEMBUAT DAKWAH LEBIH BERMAKNA Saat Pembukaan mentoring tahun 2001 kemarin. hanya saja istilah yang digunakan bukan tool akan tetapi “ otoritas” Saya fikir apa yang dikatakan beliau ini tidaklah salah. yang kebetulan pula saya dipatah untuk menjadi moderator. agar reaksi dari efek seruannya lebih dahsyat. baik sama tetangga kanan kiri. Bayangkan saja. kata-katanya agak berantakan. dan menunjukkan pada seorang temannya. “ Wah. Penyair – kayak Aisyah Putri aja . mbak anu saja yang sekolahnya tinggi semakin rajin mengaji. paling tidak jika tiba-tiba Bu Mega pake Jilbab. Saya sulit membayangkan ketika seorang artis tenar –Alhamdulillah tapi bukan Muslimketika diwawancarai Jawa Post tentang seks bebas dalam sebuah rubrik Pigura. “ Mmmm. sulit membuat susunan kata yang indah seperti ini”. tentu orang kampung kita akan mengatakan. Ketika tool. akan tetapi tidaklah ditulis “ karya Abdullah Shahab”. Sesuatu yang terkadang hanya merupakan kebiasaan saja. alat. ternyata berefek besar pula bagi masyarakat. saat itu Dr. yang kebetulan pula saya menjadi moderatornya. Barangkali supaya disebut sebagai Mr.

atau pak Gito Rolis. jika direktur ya. Tapi ingat. Efeknya sangat dahsyat. menjadi cukup tepat juga. yang ototnya keluar semua. dan diwawancarai TV. misalnya. jika kita akhirnya terpesona memburu tool. akan tetapi dakwah terlupakan. barangkali jika kita kaitkan dengan sebuah ungkapan dari rasul.dengan cinta kasih yang tulus. atau kekayaan. ba’da Subuh 27 . Ini tentu lain jika “ artis” yang ditanya pak Igo Ilham. Ungkapan yang menyesatkan bukan. Nah. tentu tool menjadi hal yang tidak berguna lagi. ya tentu bisa lewat keintelektualitasan kita. Jadi meskipun badannya kecil. ya tidak apa-apa. termasuk kuat lah. Ini terjadi ya karena ia mempunyai tool tadi.. kemampuan teknologi. seringkali kita mendengar pula para pengamat berkata. 5 September 2001. akan tetapi. yang dimaksud kuat itu barangkali adalah yang mempunyai potensi atau tool itu. Jadi kesimpulannya. Wallahu a’lam Surabaya. Apa yang kita bicarakan diatas. maka berusahalah untuk meraihnya agar kita mempunyai tool yang kuat untuk memperbesar efek seruan kita. karena rasul pernah berkata bahwa muslim yang kuat lebih disukai daripada muslim yang lemah. Makna kata “ kuat” disini seringkali tidak saya fahami sebagai muslim yang “ gotot”. yang tukang tinju. dan bahkan menjadi “ mass opinion “ yang luar biasa. jika kita mempunyai kesempatan untuk meraih tool dengan lebih baik.

MULAILAH, MAKA AKAN SELESAI Pagi ini, kok mau bangun aja malesnya minta ampun, padahal mustinya kita kan shalat Subuh. Angetnya selimut, dan empuknya tempat kasur, rasanya ingin membuatnya berlamalama. Tapi saya memaksa “ melompat dari tempat tidur” dan berwudlu kemudian sholat, dan kalau ada ide lalu mengetikkan sesuatu di komputer, untuk rekan terbaikku di milis-milis Islam, sambil mendengarkan rangkaian kata-kata lembut dari software “ The Holy Qur’ an” Ketika saya harus menyelesaikan tugas kuliah, terbayang betapa sulitnya tugas itu, maka saya sering kali mengulur-ulur waktu untuk mulai mengerjakannya. Setelah waktunya agak mepet, saya “ mengambil pena” dan mulai mengerjakannya, dan ternyata selesai juga. Demikianlah, kita akan mengaji setelah kita berusaha keras “ membuka AlQuran”, kita akan belajar setelah kita berusaha “ membuka buku”, dan kita akan mendapatkan sebuah tulisan ketika kita memulai “ mengetikkan judul” pada tuut komputer. Mengapa saya memberikan tanda apostrop (“ ) pada kata melompat dari empat tidur, mengambil pena, membuka buku, dan mengetikkan judul, padahal itu bukanlah kata-kata yang mempunyai arti lain. Sebenarnya, saya hanya ingin memberikan sebuah penekanan, bahwa kata-kata tersebut adalah awal dari pekerjaan kita. Sebenarnya berjuang keras untuk menggapai “ awal pekerjaan” merupakan separuh dari terselesaikannya semua pekerjaan. Demikianlah, kata-kata yang sering saya dengar. Biasanya kalau saya sudah mengetikkan kata-kata pada tut komputer, dijamin saya bakal menghasilkan satu tulisan. Jadinya kalau semacam ini bisa saya katakan, “ mengawali sesuatu merupakan terselesaikannya semua pekerjaan” Nah, makanya inilah pentingnya membuat perencanaan dan segera memulainya, agar pekerjaan cepat selesai, karena sebenarnya yang terberat dari suatu pekerjaan itu adalah memulainya. Dalam sebuah buku tentang menulis, dicontohkan bahwa memulai menulis itu seperti ketika seseorang memulai mandi. Mulanya termangu-mangu, ragu-ragu, dan membayangkan betapa dinginnya siraman air di pagi hari, apalagi barangkali di daerah seperti Bandung - dahulu saja pas masih sering bermain ke Gamais ITB, saya aja jarang mandi pagi - tapi apa yang kita

28

rasakan setelah air pertama menyentuh kulit kita, “ Ah ternyata nggak sedingin yang dibayangkan, dan bahkan rasanya segaaaar”. Oh ya, saya baru ingat bahwa saya pernah mengkaji sebuah hadits yang indah beberapa tahun yang lalu. Bukalah Riyadhush Shalihin, penerbit Al Maarif, Jilid 2, halaman 219. Disana ada sebuah hadits : Abu Hurairah RA berkata : “ Rasulullah SAW bersabda : Setan mengikat di atas kepala salah satu kamu jika ia tidur, tiga bundelan, pada tiap bundelan ia berkata : masih jauh malam maka tidurlah. Maka apabila bangun dan berdzikir, terlepas satu bundelan; dan jika berwudlu terlepas bundelan yang kedua, kemudian jika ia shalat maka terlepas semua bundelan itu, sehingga ia berpagi-pagi tangkas riang gembira dan lapang dada; jika tidak, maka ia sempit dada dan malas. Cobalah sekarang bandingkan makna kata “ melepas bundelan” dengan “ memulai sesuatu”. Saya yakin bahwa kedua untaian kata itu mempunyai arti yang sama. Nah, sekarang segera mulailah, berangkat ke kampus, berangkat kerja, menulis, bersilaturahmi, membaca, mengerjakan tugas, dan memulai hal yang baik-baik. Janganlah kita menunda-nundanya. Atau barangkali tempelkan kata kata besar dalam kamar kita, agar kita selalu ingat bahwa ada pekerjaan yang harus segera kita mulai, yaitu kata Bismillah, Start, atau Mulai. Kayaknya tidak ada yang sulit untuk memulai sesuatu saat ini juga, kecuali -khusus bagi saya -, menikah . Surabaya, Ahad sehabis subuh 9 September 2001

29

ENAKNYA MENJADI SAYA Beberapa saat yang lalu, beberapa rekan mengundang saya dalam sebuah acara tumpengan syukuran wisuda. Saya lalu membayangkan betapa indahnya saat-saat diwisuda. Beban berat yang selama ini menggantung di pundak akhirnya terselesaikan juga, harapan orang tua yang ingin agar anaknya menjadi Insinyur akhirnya menjadi kenyataan. Ah, betapa bahagianya, sulit terbayangkan… … … … … .. Seminggu sudah saya berjalan kesana-kemari, telephon sana-sini, untuk mendapatkan tanda tangan tiga orang dosen, untuk keperluan study saya. Hanya untuk minta tanda tangan saja ternyata sampai membutuhkan waktu seminggu lebih dua hari. Lalu saya membayangkan, betapa enaknya menjadi dosen yang selalu ditunggu dan dikejar-kejar mahasiswanya. Kemudian, diantara rekan saya juga sudah banyak yang mulai bekerja, dan saya sekali lagi membayangkan, enaknya sudah bekerja, dapat uang sendiri, mampu memenuhi kebutuhan sendiri. Andaikata saya sudah dapat bekerja sendiri, dan berpenghasilan cukup, tentu saya sudah merealisasikan banyak angan-angan saya yang lain. Ya, begitulah kira-kira, seringkali kita membayangkan betapa enak menjadi orang lain, dan betapa tidak enaknya menjadi diri sendiri. Ketika orang lain menjadi sesuatu, kita lantas ingin seperti orang lain yang kita pandang lebih enak itu. Orang yang belum lulus barangkali membayangkan betapa enaknya sudah lulus, akan tetapi orang yang lulus barangkali berangan, betapa enaknya jadi mahasiswa seperti dahulu, yang tidak banyak ditanya, “ Sudah kerja dimana Dik ?” Bulan ini, adalah bulan pernikahan di kalangan aktifis masjid ITS, dan barangkali, aktifis yang belum menikah mengangankan, betapa enaknya sudah menikah, ada teman berbagi rasa, saling mendukung, dan mengingatkan. Akan tetapi barangkali orang yang sudah menikah membayangkan pula - apalagi pas dimintai uang belanja istrinya - betapa enaknya belum punya istri, belum punya tanggungan apa-apa, nggak ada yang memarahi kalau nggak punya uang, bebas melakukan aktifitas apa saja. Memang enak membayangkan orang lain, karena seseorang kerap kali memang membayangkan enak-enaknya saja, dan jarang mengetahui sulitnya, sementara jika kita melihat diri sendiri, kita seringkali hanya melihat tidak enaknya saja, sehingga kita seringkali resah dibuatnya.

30

bebas terbang ke sana ke mari. tidak ada yang mengikat saya. Wallahu a’ lam MMI Online – Ahad. “ Ah. betapa enaknya menjadi saya. betapa enaknya menjadi Saya” Barangkali memang sudah seharusnya membayangkan enaknya menjadi diri sendiri. dan segudang keenakan-keenakan saya yang lain. yang tidak saya ungkapkan – takut kalau antum jadi pengin menjadi saya . Toh keputusan Allah merupakan keputusan terbaik bagi kita. jika kita mau merenungkannya.Setelah itu lalu saya membayangkan. karena dengan demikian kita menjadi lebih bisa bersyukur.Dan seketika itu juga saya bergumam. masih berstatus mahasiswa. 16 September 2001 31 .

IBU KUHARAPKAN KASIH SAYANGMU Seorang anak putri, yang kira-kira usianya menginjak tiga setengah tahun, begitu bergembira ketika bapak kesayangannya pulang, selalu saja ia menyambutnya dengan penuh kegirangan dan memberikan pipinya sambil berkata, “ obat lelah,… .obat lelah… Sang ayah kemudian menciumi .” kedua pipinya dan memeluknya. Ketika waktu makan, ia ingin pula disuapi sang ayah. Ia sangatlah bahagia ketika ayahnya menyuapinya nasi sesuap demi sesuap ke mulut mungilnya. Demikian pula kalau waktu tidur, ia ingin sekali tidur di samping bapaknya. Bahkan kalau dikatakan kepadanya, “ Bapak lagi sakit batuk nak, nanti kamu ketularan lho” , ia bilang,” Bapak tidur di dipan luar, dan kamu tidur di kursi.” Lalu bagaimana dengan ibunya; sikap kepada ibunya tidaklah sebaik ketika ia bersikap kepada bapaknya. Padahal sewajarnya seorang anak akan lebih dekat kepada ibunya. Jika ibunya memaksa menciumnya saja, ia akan mengusapnya. Ia juga tidak mau makan kalau disuapi ibunya. Ia juga tidak mau tidur jika tidak ada di samping bapaknya. Ibunya meninggalkannya pada usia satu tahun, untuk memperoleh penghasilan yang lebih besar dengan meraup dolar Hongkong. Dan baru pulang setelah kontraknya selesai, yaitu setelah dua tahun. Kebiasaan seperti ini adalah kebiasaan yang lumrah dalam sebuah desa di kaki bukit di kota Trenggalek. Dengan menjadi seorang pembantu rumah tangga saja, sebulan bisa menghasilkan tiga sampai empat juta, lebih besar daripada penghasilan seorang Insinyur sekalipun. Sehingga jangan heran, jika meskipun termasuk daerah minus, akan tetapi setelah musim TKW beberapa tahun yang lalu itu, tidak ada rumah yang tidak bagus. Bahkan hampir dikata bahwa setelah pulangnya, para TKW Hongkong pasti akan membuat istana. Tapi siapa yang menyangka, bahwa dengan ditinggal selama dua tahun, anaknya yang masih sekecil itu mempunyai “ dendam“ kepada ibunya; meski setelah kembalinya, ibunya selalu di rumah dan berusaha menyayanginya. Nampaknya kepergian ibunya selama dua tahun itu memberikan kesan bahwa ibunya tidak menyayanginya. Apa yang saya ceritakan ini bukanlah cerita rekaan, akan tetapi terjadi dengan sebenar-benarnya, pada sebuah kampung yang sewaktu kecil saya telah dibesarkan.

32

Kelihatannya ada sebuah kebutuhan asasi pada diri seorang anak, yang walau ia dibelikan mainan apapun, diberikan kemewahan apapun, akan tetapi kalau tidak diberikan kasih sayang, ia akan mengalami kekecewaan. Kasih sayang, belaian, pelukan, nasehat, dan ASI yang diberikan seorang bunda barangkali lebih bernilai bagi seorang anak. Dan ketika seorang anak kemudian menjadi sosok yang baik, tentu ini adalah sebuah investasi yang luar biasa, yang akan selalu mengalirkan amal melalui do’ a-do’ anya. Tetapi saat ini zaman nampaknya berubah, seorang ibu akan lebih disegani, dan orang akan lebih memandangnya dengan “ wah”, jika ia mampu menghasilkan uang, meski ia harus “ mengorbankan” belaian kasih sayang kepada anaknya. Ibu saya, walaupun bukanlah seorang yang “ berpendidikan”, akan tetapi saya sangat bangga kepadanya. Karena walaupun mainan waktu kecil saya adalah kereta dari kulit jeruk, dan gedebog pisang; yang walaupun saya tak pernah mempunyai pistol-pistolan dan robot-robotan, akan tetapi ibu saya telah memberikan kasih sayang sepenuhnya kepada saya. Ia tak pernah memberikan materi berharga, hanya saja ia selalu mendidikku dengan kasih sayang. Beliau selalu mengawasi kami sambil berdagang kecil-kecilan di rumah. Maka tidak salahlah jika saya menjulukinya dengan “ murabbi saya yang sesungguhnya” Wallahu a’ lam Surabaya, Sabtu habis Subuh 8 September 2001

33

KEBAHAGIAAN KARENA CINTA Didepan kost saya, beberapa orang tukang batu telah beberapa hari melakukan tugasnya, membangunkan rumah salah seorang dosen ITS, dan alhamdulillah jika saat ini penggalian pondasinya sudah selesai dilakukan. Di Surabaya ini, ia tidaklah menikmati kehidupannya secara layak. Ia membangun sebuah gubuk di samping tempat yang ia gali itu. Gubuk kecil yang akhirnya dihuni oleh beberapa orang pekerja. Jika pagi ia memasak makanan dan air sekedarnya, dan kalau malam ia tidur di luar sambil membakar kayu untuk mengusir nyamuk yang memang luar biasa banyaknya. Barangkali sangat jarang yang mengamati sisi hidup seorang tukang batu itu, karena apalah arti seorang tukang batu, karena barangkali peranannya sangat kecil dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, apatah lagi menghasilkan devisa. Akan tetapi bagi saya, orang-orang itu telah memberikan sebuah pengalaman berharga akan nilai-nilai. Saya yakin, selama ditinggal beberapa hari di sini, istrinya akan menunggunya dengan setia, demikian pula anakanaknya, menantikan sebuah harapan bahwa sang bapak akan pulang, sambil membawakan rizki buat melanjutkan kehidupan dan sekolah anak-anaknya. Karena jika terus di desa, apalah yang bisa diharapkan, paling bertanam singkong dan kelapa, yang harganya juga tak seberapa. Demikian pula tenaga, kayaknya nggak ada nilainya. Saya sangat mengagumi sang bapak itu, yang karena tanggungjawabnya kepada keluarga, ia rela untuk tidur di gubuk yang sangat jauh dari nyaman, dan rela pula memasak makanan dengan sekedarnya. Meskipun kalau ia mau, barangkali ia dapat hidup lebih baik dengan memanfaatkan gaji yang diperolehnya. Tapi yang ada dalam hatinya adalah, bukan bagaimana saya hidup dengan enak dan nyaman; tapi bagaimana saya hidup dengan batas minimal, sementara istri dan anak-anak saya dapat hidup dengan lebih baik. Jika istri dan anak-anak dapat berbaju rapi, demikian pula anak-anak dapat bersekolah, adalah kebahagiaan yang sangat tinggi bagi seorang ayah. Demikianlah, kebahagiaan nampaknya bukan hanya dimiliki orang yang selalu mendapatkan sesuatu saja, akan tetapi terkadang kebahagiaan akan didapatkan ketika seseorang dapat berkorban untuk orang-orang yang dicintainya.

34

mengapa orang-orang tertentu mendapatkan kebahagiaan ketika mengorbankan yang dimilikinya untuk Allah. adalah karena ia mencintaiNya Surabaya.Barangkali begitulah. 28 September 2001 35 .

barangkali ia akan cukup jengah juga. Godaannya orang yang telaten itu adalah kebosanan.TELATEN Barangkali kita sering mendengar kata “ telaten”. “ Seorang ibu menyuapi anaknya dengan telaten”. akan tetapi karena ketelatenannya akhirnya ia dapat membangun konsursium di bidang kontruksi. kata telaten sebenarnya berasal dari bahasa jawa “ tlaten”. menangis. Orang yang telaten adalah orang yang tahan terhadap godaan. Atau seorang da’ amat telaten membina mad’ i unya. hingga kamu mau menerimaku menjadi calon suamimu ?” Akan tetapi jawabannya tidaklah seperti yang 36 . berarti ia telah banyak menyingkirkan godaan dan rintangan. seperti dalam ungkapan. karena yang dilakukannya barangkali adalah hal yang monoton. Jika dikatakan Ibu itu sangat telaten menyuapi anaknya. Rekan saya. Barangkali memang hanya orang yang telaten saja yang akan bertahan dan akan menuai hasilnya. yang katanya dulunya adalah imigran dari Yaman yang tak punya apa-apa. rewel. Dalam ketelatenannya. Dalam ungkapan Jawa dikatakan “ Sopo tlaten bakal panen”. malas. mengompol. karena ia berharap mad’ unya akan menjadi sosok terbaik yang berguna bagi ummat. akan tetapi barangkali frasa yang cukup mewakili adalah “ tidak bosan-bosannya”. yang maksudnya ”Siapa telaten akan menuai “ . suatu saat dengan perasaan besar bertanya kepada calon istrinya. yang jika tidak telaten barangkali sudah diberikannya anaknya kepada orang lain. Ya barangkali memang demikian. Lihatlah ayahnya Osama Bin Laden. apalagi kalau mad’ unya agak ndableg seperti saya ini . maka artinya ibu itu dengan tidak bosan-bosannya menyuapi anaknya. Setahu saya. karena ia berharap bahwa anaknya akan menjadi kebanggaan keluarga setelah besar nanti. “ Sesungguhnya apa yang menarik dari diriku ini. Saya sendiri agak sulit menerjemahkan kata telaten ini. Demikian pula seorang da’ yang saban i Minggu harus mengisi pengajian kepada mad’ unya. Orang bisa telaten karena ia memiliki keinginan kuat untuk menggapai sesuatu. jengah. Cobalah amati seorang ibu yang mengasuh anaknya yang kecil kecil itu. seorang yang dengan telaten meniti suatu jalan untuk menggapai maksud tertentu akan menuai hasilnya. Seorang ibu dengan telaten mengasuh anaknya.

bagaimana tidak telaten. Tapi ketelatenannya dalam mengemban misi dakwah itu akhirnya kini membuahkan hasil. “ Karena antum ini adalah orang yang sangat telaten menunggu. “ Antum sangat cakep mas”. barangkali saya kurang telaten. akan tetapi yang cukup mengejutkan adalah.… . ya.” Nah.Rabu 3 Oktober 2001 37 . atau “ Kelihatannya antum orangnya makmur”. mengapa banyak terget yang saya buat menjadi berantakan.. saya menjadi berfikir-fikir. Wallahu a’ lam MMI Online . Islam menjadi agama besar yang kaya akan konsepsi. ternyata.diperkirakan. sudah kubilang sebulan lagi. Ternyata kalau saya fikir-fikir. sebulan lagi. wong rintangan dakwahnya aja menggunung. tapi dirimu telaten menunggu. sementara konsep-konsep yang ditawarkannya selalu saja dicemooh orang. orang yang paling telaten di dunia ini adalah Rasulullah. Akhirnya. trus kutunda dua minggu lagi. tantangannya begitu kuat. Bukannya.

Ustadz Kuswandi bahkan pernah bercerita. maka ia akhirnya membentuk keluarga lagi yang lebih baik. kapan pertolongan Allah akan datang. Karenanya istrinya seringkali uring-uringan kepadanya. barangkali akan teringat kisah si Midun yang harus berhadapan dengan Kacak. hingga ia mampu membuat perusahaan pembuatan taman sendiri. karena tak diperkenankan masuk kelas. karena tentara Afghan telah terbiasa menghadapi kesulitan.SENGSARA MEMBAWA NIKMAT Jika saya menuliskan judul sengsara membawa nikmat. Dahulu. akhirnya minta diceraikan. Sementara Rusia. Bukan sekolah yang tinggi memang. dahulu ia bersekolah di SPG untuk menjadi seorang guru SD. bekerja pada sebuah usaha pembuatan taman. apakah yang menyebabkan tentara Afghan menang ?. bahkan tak sedikit orang-orang “ besar” yang muncul akibat tempaan keadaan yang serba sulit. Dengan hasil yang dicapainya. Akan tetapi tulisan saya ini tidak akan membahas tentang persoalan itu. namun hanya akan melihat. “ ma'ahu mata nasrullah”. bahwa dahulu ia mempunyai tetangga yang miskin. bahkan saking sulitnya. dan semakin hari semakin berkembanglah usahanya. Dan akhirnya ia menikah dengan seorang yang lebih berada. toh kemiskinan yang ada padanya bukan atas keinginannya. Ayah saya bukanlah orang yang berada. bertuhanpun tidak. Demikianlah. atau terkadang keberhasilan setelahnya. terkadang kesulitan yang kita hadapi itu akan melahirkan kemudahan. para shahabat saat itu sampai berkata. karena SPG itu adalah setingkat dengan SMA. hingga matipun tak ia perdulikan. untuk memperebutkan gadis yang dicintainya. bahwa diantara kesengsaraan itu sebenarnya terdapat nikmat. Hari berganti hari. Saat tentara Rusia menginvasi Afghanistan. sementara ia juga beriman kepada Allah. Namun alhamdulillah. sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat. betapa hancur hati suaminya. akhirnya cita-citanya tercapai juga dan sekarang menjadi guru SD. Dan Allah pun menjawab. Akhirnya dengan sisa-sisa kekuatannya. yang terbayang 38 . Dapat dibayangkan. seringkali ayah saya harus mengikuti pelajaran dari luar kelas. hingga ketika melawan mujahid Afghan. gara-gara belum membayar SPP. Yang lebih kasihan. “ inna nasrullaahi qariib”. Beberapa saat yang lalu. Nabi dan para sahabat adalah hasil tempaan dari kondisi yang serba sulit. karena istrinya merasa tidak tahan. pergilah ia ke Malaysia. ia telah terbiasa hidup enak.

lama-lama hatinya menjadi semakin jauh dari Allah. 39 . Benarlah apa kesimpulan Allah. atau persepsi kita yang salah. Tapi setelah sekian lama ia bergelimang keenakan. dan halhal duniawi yang enak-enak. sedikit hal yang dapat kita renungkan. freeeeeeee. enak ya jadi orang biasa. bahwa dibalik kesengsaraan itu sebenarnya ada kenikmatan. Ada lagi. Percayalah kepada Allah. Dan semoga tidak demikian dengan kita. hatinya begitu dekat dengan ilahi. Hanya keingkaran kita. Nah. namun jika demikian maka kesusahan akhirnya akan menimpa kita juga.adalah bagaimana jika harus meninggalkan keluarga. kesanakemari nggak begitu ribet dengan segala aturan. karena jika tidak. seringkali karena komitmen kita pada Islam. di akhirat kita tak kan menemukan kebahagiaan. Begitulah. makan sehari tiga kalipun belum terpenuhi. beberapa orang yang dahulu ketika ia masih dalam keadaan kekurangan. Barangkali pernah terbetik. yang menutup kebahagiaan dari puing kesengsaraan yang mungkin ada pada kita. “ Inna ma'al 'usri usra” sesudah kesulitan itu ada kemudahan. demikian pula dengan kita saat ini. atau ketergesa-gesaan kita. maka banyak ketakenakanketakenakan yang harus kita lalui. namanya aja hidup ini ujian. mau percaya kepada siapa lagi. karena kesibukannya.

kemudian menjadi tenang kulit dan 40 . berkepribadian tenang. ia beryoga selama sekitar 45 menit. yaitu shalat. Dalam Islam sebenarnya ada sistem yang agak mirip dengan teknik yoga ini. artis. Memang saat ini banyak orang yang terpesona dengan teknik Yoga. dan sebelum tidur selama satu jam. Shalat sebenarnya lebih luar biasa karena sebelum melakukannya. mengaitkan antara jiwa dan raga. yaitu tentang Yoga. Setelah shalat seseorang juga dikenakan peraturan yang disebut sebagai rukun shalat yang sangat teratur dan terkomposisi secara baik. bahkan dikerjakan lima kali sehari. seseorang harus memenuhi syaratnya. Ingatlah. kalau kita sempat membukanya. Agus Hendaru. Para Eksekutif muda. lalu saya teringat tentang sholat. bahwa seorang pengacara yang telah lama berlatih Yoga. yaitu berbadan dan berpakaian suci. yang menyambungkan diri kita dengan Allah SWT. baru kemudian diharapkan kita untuk melakukan dzikir. gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya. sang penguasa hidup. tubuhnya menjadi bugar. dikabarkan memang demam Yoga. tak menjadi ketagihan rokok dan ganja lagi setelah menjalani Yoga.” [13:28] “ Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur'an yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang . Dengan mengatur konsentrasi. katanya diyakini pula bahwa Yoga ini juga akan mampu memberikan penyembuhan bagi banyak penyakit. Dikatakan. Setelah shalat. Barangkali karena Yoga dianggap mampu memberikan ketenangan dikalangan para manusia yang rentan stress itu. Sementara itu seorang yogi lainnya. Bahkan secara ekstrim dikatakannya. yang dengannya sebenarnya seorang Muslim akan dapat tampil dengan tenang “ (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. demikian pula seorang yang shalat selalu saja di harapkan memakai pakaian yang bagus dan layak. hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. dan lebih periang. Shalat merupakan cara mengingat Allah. Katanya saat pagi hari. ada sebuah laporan menarik.KUALITAS SHALAT KITA Dalam majalah Intisari edisi Juli. Setelah membaca artikel tentang yoga itu. saat ini Yoga telah menjadi candu baginya. Dan yang lebih penting adalah ketika shalat seseorang harus mengucapkan dzikir-dzikir khusus. baik yang kaliber nasional maupun internasional.

ia tidak merasakan sakit. Tentu tidak ada. Pernahkah ada pelajaran tentang konsentrasi dalam shalat ?. tapi kok banyak orang melakukan sholat tetapi tidak tenang. karena seringkali kita hanya berorientasi fikih. sedangkan dzikrullahnya seringkali terlupakan.” (39 : 23) Lho. 14 Oktober 2001 41 .hati mereka di waktu mengingat Allah. tentu akan kita dapatkan hikmah dari shalat-shalat kita. Jadi sebenarnya. Itulah petunjuk Allah. kita tidak usah menanyakan lagi kenapa shalat kita tidak membuat diri kita lebih bermakna. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah. Jadinya kita perlu mencoba. akan tetapi pelajaran yang kita terima adalah kulit luar dari shalat. apalagi sampai dapat mengubah performance seseorang menjadi menyejukkan dan berjiwa tenang dan periang. dan kurang memperhatikan ruh dan jiwa dari shalat itu sendiri.Ahad. Jika kita mencoba menirukan Rasul yang dapat menangis ketika bacaan Qur’ annya ketika shalat. agar ketika sebuah panah yang menancap dalam tubuhnya diangkat. atau sahabat yang harus shalat terlebih dahulu. agar dapat sholat dengan lebih konsentrasi. MMI Online . Jika demikian kita lihat lagi kualitas shalat kita. barangkali kualitas shalat kita memang tidak ada apa-apanya. sudahkah sekualitas orang yang melakukan Yoga yang bahkan dapat berkonsentrasi selama satu jam ? Kita memang selama ini banyak diajari tentang sholat. dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. agar shalat yang kita laksanakan lebih bermakna. karena jika kita bandingkan dengan kualitas Yoga seorang pengacara yang saya ceritakan dimuka. niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.

barangkali tinggal beberapa gelintir saja yang masih mengingat dan selalu teguh dalam mengamalkan semangat training itu. maka para mujahidin dengan tenang menyambut serangan itu. 42 . betapa ketika orang Chechnya yang tak punya apa-apa itu. Kajian Islam Intensif. Tahun 96. dengan persenjataan yang lengkap. demikianlah namanya. maka tak selangkah pula ia mundur.” Itulah sebuah kenikmatan tertinggi dalam hidup. harus bertempur dengan orang Rusia yang adi daya. selalu saja ia dapat membawa dirinya dengan baik dan tenang. kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. ketenangan dan ketidakkhawatiran. Memang tidaklah banyak orang yang bisa istiqamah. Saat itu saya masih ingat. dikatakan “ Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah. Mereka meyakini bahwa Allah akan bersama orang-orang yang istiqamah. karena di perjalanan akan banyak rintangan dan godaan. Makanya Allah begitu menghargai orang yang beristiqamah. apalagi mengemis-ngemis kepada Rusia. selalu tetap dalam amalnya. yang jika ia tidak mempunyai banyak sahabat yang mengingatkan. Kita dapat melihat. maksudnya tidak akan goyah dalam pendiriannya. Lihatlah. Ia mengalami ketenangan yang luar biasa meski harus menghadapi pasukan dengan persenjataan yang sangat kuat. Tidak ada rasa gentar dan takut kalah. diantara seratusan mahasiswa yang ikut. ketenangan diberikan Allah kepadanya. betapa jika orang telah terasuki jiwa istiqamah dalam dirinya. atau barangkali tidak sering bergaul dengan komunitasnya.MEMBANGUN SIKAP ISTIQAMAH Barangkali persoalan tersulit dalam amal itu adalah istiqamah. Lihat pula ketika Amerika mengancam dan bahkan sudah melaksanakan serangan dahsyatnya kepada Afghan. kajian jurusan saya mengadakan training ke-Islaman. maka hanya tinggal 15 mahasiswa yang mengikuti training sampai akhir. dan diantara 15 orang yang mengikuti training sampai akhir itu. Dan barangkali inilah yang dimaksud dengan istiqamah itu. Istiqamah seringkali diartikan dengan “ berketetapan hati”. saat saya masih menjadi mahasiswa baru. maka seringkali ia akan terbuai oleh banyak hal yang ditemui dalam perjalanannya.

“ Mengutuk serangan Amerika atas bumi Afghanistan”. padahal Amerika belum menjatuhkan apa-apa pada bangsa Indonesia. Mereka merasa ketakutan dan cemas yang luar biasa. Begitulah Allah akan memberika jiwa keberanian. Jika bangsa Indonesia tidak segera mengakhiri konsepsi yang dibangunnya. istri kita. dan ketenangan yang luar biasa kepada stiap orang yang istiqamah.Namun mengapa di Indonesia banyak orang yang begitu khawatir dengan tekanan Amerika. maka akhirnya kita akan menggadaikan harga diri bangsa. karena para pembesar dan bahkan sebagian pemimpin agama tidak mepunyai jiwa istiqamah itu. Kita harus memulainya dari diri kita. jika karena ketakutan kemiskinan akibat tekanan ekonomi Amerika. keluarga kita. maka sesungguhnya saya sangat khawatir. hanya untuk sebuah kalimat sederhana yang dituntut rakyatnya. Kita tidak ingin bangsa ini akan menggadaikan harga dirinya dan bahkan barangkali keimanannya. dan orang yang terdekat dengan kita. barangkali kita musti berusaha. Makanya. agar tetap Istiqamah dalam ber-Islam. dan dalam memupuk keimanan. hanya untuk mendapatkan sedikit carrot hadiah dari Amerika. anak-anak kita. juga jiwa kemanusiaan. “ Ditulis sebagai duka yang amat mendalam atas pernyataan pemimpin bangsa dan juga sebagian “ pemimpin ummat” yang mengecilkan makna solidaritas Muslim bagi saudaranya di bumi jihad Afghanistan” Surabaya 12 oktober 2001 43 . dan akan memberikan rasa takut dan kecemasan kepada orang yang tidak beristiqamah.

dan bangunan fisiknya hanyalah sebuah rumah yang setengah jadi saja.CATATAN DARI SEORANG PENGAJAR TPA Dahulu saya adalah orang pegunungan. yaitu pada saat saya SMP. sehingga dengan semangat. tapi saya sangatlah bahagia jika ada anak didik yang sampai tamat Iqra’ apalagi sampai khatam Al Qur’ . Permainan semacam ini memang mengasikkan dan tak kalah asiknya denagn jika anak-anak kota memainkan video game. serta belajar Fiqih keseharian. Dahulu saya pernah berguru kepadanya. `Yang membuat sedih adalah kepindahan saya. dan ditambah saya. dilahirkan dan di besarkan di sebuah lereng pegunungan bagian selatan pulau Jawa. dan tidak sampai ada wisuda-wisudaan. SPP 500 rupiah 44 . walaupun dengan kemampuan yang pas-pasan. Seorang pesuruh SD yang masih sukwan. Biasa waktu kecil mencari kayu bakar bersama rekanrekan saya untuk memasak ibu. ke sebuah tempat yang agak kota sedikit. Dan lama kelamaan sewaktu saya kelas dua SMA saya diminta untuk menemaninya mengajar. diminta untuk mengajar TPA ini meskipun hanya dengan honor yang kurang memadahi. suasananya mungkin sebenarnya lebih baik. karena pada waktu itu memang belum ada metode yang semacam Iqra’ seperti saat ini. Didirikan karena seorang guru SMA tetangga saya itu merasa kasihan jika anaknya beserta rekanrekannya harus jauh-jauh pergi untuk belajar membaca Al Qur’ an. TPA ini katanya didirikan belum lama. sehingga total ada tiga tenaga pengajar. Kasihan memang. sayapun menerima tawaran itu. karena selainnya hanya ada satu orang lagi tenaga pengajar. Tiga kali seminggu termasuk cukuplah. yaitu bahwa di samping rumah saya ada sebuah TPA yang dikelola oleh seorang pemuda desa. Dan Alhamdulillah jikalau akhirnya ini menjadi cikal bakal yang baik bagi dakwah di dusun kami. Di tempat baru. Dan kebetulan diwaktu itu pula saya diberi Allah nikmat kesadaran untuk lebih berIslam. Namanya memang bukanlah TPA. an. atau bahkan bermain catur bersama. dan biasa pula kami bermain layang-layang di tebing sebuah gunung. belajar membaca Al Qur’ dan menghafal beberapa an ayat dari Al Qur’ an. Dan meskipun tak sampai dapat menghasilkan lulusan TPA yang mumpuni. Memang apa adanya. Sedih tentu karena meninggalkan rekan sepermainan yng sejak kecil sering belajar kelompok bersama.

Tetapi orang yang di beri petunjuk Allah akan mempunyai pendapat lain yang kadangkala terasa aneh dari logika kebanyakan manusia umumnya. Jika tidak ada yang mengurusnya. Akan tetapi semangatnya membuat saya sering merasa iri. MMI Online Ahad. an jadi pedoman kita sambut kebangkitan Islam … … … . atau mengelola dakwah secara sendirian. Qur’ ditangan an. Ditengah keluarganya yang hidup pas-pasan. siapa lagi yang akan bertanggung jawab terhadap generasi masa depan. yang hanya tamatan SD. Istiqamah selalu”. sering saya mengingatnya.perbulan mungkin memang hanya bisa untuk membelikan kapur tulis saja. Jika tidak. dan lain-lain. karena ada kesibukan maka salah satu rekan beliau mengundurkan diri. Tinggallah ia sekarang sendirian mengurus TPA. Qoshoisud Da’ wah. karena saya harus melanjutkan study di ITS. Yang tidak mengenal Marhalatud da’ wah. kajian tentang Ghozwul Fikri. yang dalam hidupnya tidaklah sempat mendapatkan materimateri kajian seperti kita di kampus. meskipun ia hanya mengajar anak-anak putri. 14 Oktober 2001 45 . demikian pula saya. Hanyalah seorang pesuruh SD. mungkin mencari tambahan penghasilan lebih menarik bagi banyak orang daripada mengelola TPA sendirian. … … … Istiqomah. mungkin demikianlah yang membuatnya terus betah untuk mengelolanya. “ Salam buat rekan-rekan yang terkadang merasa “ sendiri” dalam dakwahnya. ada juga yang menggantikan saya. maka siapa lagi yang akan mengurusnya. dan seringpula saya ternasehati karenanya. Jika saya merasa Be Te. Akan tetapi seiring waktu juga ia harus kuliah di IKIP Malang. Kami a santri TK al Qur’ rajin belajar giat beramal. Waktu terus berlalu. Dan Alhamdulillah ia mendapat hidayah Allah jua dan menjadi seorang akhwat yang hanif. tetapi Alhamdulillah. Jika saya pulang saya masih sering mendengarkan lantunan lagu mars TPA atau hafalan do’ a-do’ dari TPA di sebelah saya itu.

tentram dan damai. Maka kata Nabi. “ Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. bukankah Islam itu sendiri berarti damai.” (2:286). karena yang dimaksudkan dengan sewajarnya barangkali ada yang menganggap membaca AlQur’ satu juz sehari. ialah yang dapat dilakukan dengan terus menerus” Demikianlah. “ Ketika Nabi masuk ke rumah kami. Persoalan sewajarnya ini sebenarnya sangat tergantung dari kemampuan seseorang. Karenanya Allah sama sekali tidak menuntut hal yang diluar batas kemampuan kita. akan tetapi Allah menginginkan bahwa hidup kita menjadi mudah. lalu selanjutnya seminggu tidak mengaji lagi. dengan tidak memaksa diri. Nabi bertanya. dan terbebani. Dan kebiasaan agama yang lebih disukai Allah. hingga kamu jemu beramal. maka akhirnya banyak yang menganggap agama ini menjadi beban saja. Yang tidak wajar jika ia tidak membaca Al Qur’ sama sekali. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. tidak hari ini kita mengaji satu juz. hingga terkadang banyak orang meninggalkannya. Allah sendiri telah menegaskan. bertepatan ada seorang wanita. an Yang diinginkan Allah adalah bahwa amalan yang kita lakukan itu akan terus berlanjut. ini adalah akhwat yang ibadah shalatnya terkenal banyak sekali. terus menerus. Hendaknya kerjakan sekuatkuatnya saja.CARA BERAMAL YANG DISUKAI ALLAH Agama Islam ini diturunkan oleh Allah bukanlah untuk membuat diri kita menjadi sengsara. yang penting kita merasa menikmati dalam proses amal ibadah itu. Dan amal yang baik 46 . maka Allah tidak akan jemu menerima amalmu. Akan tetapi karena kebanyakan dari kita belum mengerti. kontinyu. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Aisyah ra. atau barangkali dua lembar saja an sehari dan sebagainya. bahwa “ Allah menghendaki keringanan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu” (2 :185). Allah lebih menyukai amal yang dilakukan dengan sewajarnya dan tidak berlebihan. Siapakah wanita itu ? Jawab Aisyah. hingga akhirnya menjadi sebuah kebiasaan. Agama ini menghendaki bahwa amal yang kita lakukan itu hendaknya melekat dalam diri kita. selamat. tidak bahagia. Demikian pula dalam amal.

Namun Nabi memberitahukan kepada mereka. yang menilai berlebihan ibadah akan lebih baik baginya. Suatu saat datanglah serombongan orang ke rumah istri nabi dan bertanya tentang ibadah nabi. nampaknya Nabi ingin sekali membenarkan pandangan salah para sahabatnya. Saya lebih kuat dari itu ya Nabi. yang jika ketinggalan. Khatamkan dalam tujuh hari. semuanya tentu harus dalam batas ukuran kemampuan kita. dan yang ketiga mengatakan pula. yang dikerjakan terusmenerus. Saya lebih kuat dari itu ya Nabi. bahkan aku lebih bertaqwa. Khatamkan dalam sepuluh hari. Yang penting kita beristiqamah. maka Nabi mengatakan.” Engkau tadi telah berbicara banyak hal. akan tetapi sikap manusia yang kurang baik adalah bahwa ia tidak dapat menjaganya. Ketika Amr bin Ash diketahui nabi selalu mengkhatamkan Al Qur’ an hingga tiap malam. dengan tidak meringan-ringankannya. saya akan shalat terus sepanjang malam. maka beliau melihat tali yang terikat pada sebuah tiang. Dalam kesempatan lain. serta menikah dengan beberapa wanita. jika dalam keadaan “ mood” ia ingin sekali rasanya melumat segalanya. Akan tetapi kebanyakan orang tidak demikian. maka ia akan merasakan “ ada sesuatu yang hilang” dari dirinya. hendaknya shalat dalam keadaan tangkas dan cekatan. meski mungkin 47 . Ketika Nabi datang maka Nabi meluruskan persepsi orang itu dalam beribadah. Maka siapa yang mengabaikan sunnahku. maka beliau mengatakan padanya. Barangkali kita memang harus menata amalan kita secara tawazun. maka seseorang mengatakan.adalah amal yang menjadi kebiasaan. khatamkan dalam sebulan. yang kedua mengatakan. Setelah diceritakan kepadanya. maka bukan bagian dari umatku. saya akan menjauh dari istri dan tidak akan kawin. apabila telah letih maka hendaknya tidur”. shalat dan tidur. namun aku berpuasa dan berbuka. bahwa melakukan ibadah itu harus sewajarnya.” Begitulah. hingga amalan-amalan itu. saya akan puasa tiap hari. membiasakan diri. ketika Nabi masuk masjid. dan menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan yang dapat dilakukan secara “ enjoy”.” Lepaskan tali itu. Nabi berkata. dan ketika orang-orang memberitahukan bahwa itu adalah tali Zainab yang digunakan untuk berpegangan ketika capai berdiri dalam shalat. dan jangan lebih cepat dari itu. Akan tetapi sebenarnya aku lebih takut kepada Allah daripada kamu. serta tidak memperberatnya.

dan mencobanya agar ia mampu menikmati serta beristiqamah dengan amalnya. inheren dalam perilaku kita. yang berpijak pada kebiasaan sebelumnya. u anak kita. akan semakin bermakna. dapat menimbulkan kepribadian yang luar biasa dalam dirinya. Inilah cara pendidikan yang harus kita lakukan dan serukan. kepada saudara kita. istri kita. dan semakin berdampak dalam kehidupan kita. Dengan demikian semoga saja ibadah-ibadah yang kita lakukan. doakan lulus yah – Sby. hingga membangun aklaq terpuji. Cara beramal seperti inilah yang menjadikan seorang muslim akan menikmati setiap ibadah yang dikerjakannya. 25 Okt 2001 “ 48 . Dengan membiasakan sedikit demi sedikit. dan menjadikannya sebagai kebiasaan. akan tetapi tentu semuanya memerlukan proses.belum banyak. mad’ kita. dapat menyatu dalam diri kita. Kita memang akan terus berusaha meningkatkan kemampuan dalam beramal itu. suami kita. soalnya sedang Ujian Tengah Semester. Wallahu a’ lam “ Afwan agak lama nggak ngirim tulisan.

Saya sendiri pernah mengagumi seseorang yang padanya tidak sering mengemukakan konsep. disitu saya jumpai perbincangan dengan Pak Syafi'i Ma'arif. saat saya membaca JawaPost. dahulu sekitar tahun 94-an ada seorang anak SMA . daripada sejuta kata yang kita ucapkan. karena tak mempunyai uang. begitulah kalau saya diperbolehkan menjiplak judul sebuah VCD nya ust Abdullah Gymnastiar. meski seseorang itu terkadang tidak menyadarinya. sebenarnya merupakan cerminan dari cahaya keimanan dan nuansa hati seseorang. Berbicara dengan perbuatan. maka seringkali ia harus menempuh jarak 20 km atau 40 km PP seorang diri untuk menggapainya. ketua Umum PP Muhammadiyah. dan 49 . Demikian pula dengan Pak Shulthon Amien.afwan atas permintaannya saya nggak menyebutkan namanya . Disela perbincangannya seputar persoalan Afghan itu. bukan cerminan dari otak seseorang. merasa bahwa istrinya telah banyak memberikan inspirasi kepadanya. secara keilmuan. hanya dengan mengendarai sepeda pancal saja. akan tetapi selalu saja ia bekerja dengan sebaik-baiknya. meski diakuinya. Berbicara dengan perbuatan barangkali lebih mudah difahami.MEMBUAT PERBUATAN KITA MENJADI NASEHAT Kemarin. pak Syafi'i tentu lebih hebat dari istrinya. Barangkali tidak terbetik dalam fikirannya bahwa yang dilakukan itu ternyata telah membuat banyak para aktifis termasuk para murabbi terkesan. Ada lagi. mengapa tidak semua orang yang baik bacaan Qur'annya. karena memang tak ada sama sekali niatan untuk itu. Demikianlah. telah menjadi sebuah legenda yang menggambarkan seorang yang bersemangat untuk mencari ilmu. seringkali diam-diam kita mendapatkan pelajaran berharga dari perbuatan dan tingkah laku seseorang. Demikianlah. ketua PAN Jatim itu. ternyata apa yang dilakukan anak SMA itu. Perbuatan baik yang mengesankan. dan didalamnya ada ungkapan beliau yang bagi saya sangat mengesankan. lebih enak dimengerti. Yang mengesankan adalah.setiap minggu menghadiri acara pengajian rutinnya di Trenggalek. ada sisipan kecil berupa biografi beliau. Akhirnya dalam pengajian-pengajian di Trenggalek dan Tulungagung. bahkan cenderung pendiam. Ternyata beliau merasa banyak belajar dari istri beliau. namun apa yang dilakukannya ternyata menjadi sebuah nasehat dan pemicu kegairahan dakwah yang sangat luar biasa.

atau memadukan dirinya dengan nilai AlQur'an. barangkali menjadi hal penting yang mesti kita usahakan. Begitulah. lantas ia memahami dan menerapkannya. Semoga saja. Barangkali seseorang tidak pernah hafal ayat tentang khamr. dan sebuah kebahagiaan yang luar biasa. Ahad. betapa banyak hadits yang menceritakan tentang perilaku Rasul. Para sahabat tinggal mengamati saja terhadap apa yang dilakukan Rasul. tapi yang lebih penting adalah bahwa Islam diturunkan untuk memperbaiki aqlak manusia. Bahkan dalam sebuah ayat dikatakan. akan tetapi karena ia pernah mendengar larangan khamr dari AlQur'an. atau untuk bahan kajian. Seseorang hanya akan menjadi mengesankan jikalau ia berusaha “ menginherenkan”. 28 Oktober 2001 50 . orang menjadi lebih dekat kepada Allah. Dan dari sini maka kita saat ini mendapatkan catatan-catatan penting tentang akhlaq mulia Rasul. Lihat saja. Karenanya mengapa Nabi diturunkan. jika dari nasehat halus ini. adalah untuk memperbaiki akhlaq manusia.tidak semua tamatan IAIN atau pesantren. menjadikan perbuatan kita menjadi sebuah nasehat. sungguh dalam diri Rasulullah itu terdapat suri tauladan yang baik. Dalam menyampaikan Islam. Demikianlah Islam diturunkan bukannya hanya untuk dihafal. maka Aisyah menjawab. “ Aqlak Rasulullah adalah Al Qur'an”. hingga ia akan menjadi mengesankan. laqod kaana lakum fii rasululillaahi uswatun hasanah. Rasul bahkan sering tidak menggunakan kata-katanya dalam memberikan pelajaran kepada para sahabat. Nabi bahkan telah banyak mengunakan aqlaknya. Dan ketika Aisyah ra ditanya bagaimana Akhlaq Rasulullah. memiliki akhlaq yang mengesankan. Agar kita menginherenkan diri kita dengan nilai Al Qur'an.

Suatu saat. Karena setiap muslim memang diwajibkan memberikan kontribusi kepada agamanya. dan mauidzotil khasanah. Akan tetapi memang terkadang kurangnya pengalaman dalam hal menyempaikan ini. dengan cara yang baik. dengan harapan bahwa seseorang akan sadar dan seikhlash-ikhlasnya memenuhi sebuah seruan. MENYERU BUKAN MEMUSUHI Jika kita seorang muslim. ya jangan taati orang tua dong. i Seorang da’ pernah ditanya. “ Saya ini da’ bukan qadi”. i i Seorang da’ akan dituntut untuk berfikir jauh ke depan. berdebat. seharusnya kita merenungi apakah memang dia yang berhati sangat keras. i mestinya kan di AlQuran sudah jelas. biar apa yang penting pakai jilbab sekarang juga”. mengapa kok dia tidak tegas. kayaknya kita harus lebih mengedepankan akhlaq yang baik. karena dinilainya ia belum punya malu. Akan 51 . gara-gara kita tidak bisa menyampaikan secara tepat. kok menjelaskan persoalan yang sudah jelas saja harus muter-muter dahulu sih. atau mungkin kita yang tidak mampu untuk sekedar menyampaikan. Karenanya seorang da’ (penyeru) akan berbeda dengan seorang khadi (hakim). sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. kan dalam Qur’ wajib.” Ya sudah. maka akan kita jawab. yang jika dalam manajemen sekarang barangkali debat konstruktiflah Begitulah. Dan mencari sebuah jawaban yang terbaik. terkadang membuat orang yang diharapkan mau menerima seruan. Barangkali ada dua jawaban. malah lari dari seruan. jadi dalam hal menyampaikan. dengan cara yang akhsan. Tidak malah mendekat akan tetapi justru menjauh. Bahkan jika tidak. daripada memaksa-maksa. bisa maka wa jadilhum billati hiya ahsan. jika ternyata tak satupun mengena.MENGAJAK BUKAN MENGEJEK. apalagi menakut-nakuti. Jika jawaban kita adalah sebagai seorang hakim. menyampaikan harus dilakukan dengan cara-cara yang baik. seorang tetangga saya tidak diperbolehkan untuk berjilbab oleh ibunya. Dalam bahasa AlQur’ an. i menghitung manfaat dan mudzarat. biar an marah. jika demikian. nasehat yang baik. Lalu da’ ini berkata. maka kata dakwah ini tentu sudah sangat melekat dalam pemahaman kita. Nah. Karena apalah arti banyaknya seruan. Berjidal. ud’u ilaa sabiili rabbbika bil hikmah wal mauidzotil hasanah. Diperintahnya kita untuk menggunakan seruan yang sifatnya hikmah.

Bukan hanya hukum tapi juga akhlaq. Tentu ini adalah perbuatan yang sangat kurang ajar. maka ia memberikan terapi khususnya secara perlahanlahan sampai ia sembuh benar. Nabi bersabda. atau jika penyakitnya sangat parah. Namun ternyata Nabi tidak. dan tuangkan diatas kencingnya setimba air. Dan alhamdulillah. Tak terduga ia melanjutkan. beginilah Islam.” i Berilah pengertian kepada orang tuamu. akan tetapi harus secara keseluruhan. memberikan obat dengan dosis yang sesuai dengan kemampuannya. “ Seperti keluarga Rasul”. yang ketika ada penyakit maka ia akan mendiagnosanya. Karena saya harus mencari katakata tepat yang ia terima. bagaimana pendapatmu tentang keluarga sakinah itu”. jadi yang dimaksud dengan keluarga sakinah itu yang istrinya banyak. bukan menuntut hak. atau jika engkau nggak boleh berjilbab. Tentu saya sangat susah untuk menjawabnya. maka berusahalah agar ibumu melihatmu sebagai seorang gadis yang shalihah”. Da’ favorit saya sebenarnya adalah Rasul.tetapi barangkali jika ia seorang da’ ia akan mengatakan. tapi saya sudah berusaha menjawab yang setepat-tepatnya. Wallahu a’ lam. dan akhirnya berbicara banyak tentang Islam. Bagaimana i tidak. seorang Arab desa. tanpa disangka-sangka kencing begitu saja di masjid. kata abu Hurairah. apa yang berkecamuk dalam hatinya. beliau sudah menunjukkan banyak hal yang luar biasa dalam menyeru ini. Jadi barangkali seorang da’ itu adalah i seorang yang berperan sebagai psikolog atau seorang yang berperan sebagai dokter.” Oooo. Lalu dia hanya tersenyum saja. padahal untuk mengkaji persoalan keluarga sakinah diperlukan beberapa kali pengajian.” Biarkanlah dia. Sesungguhnya 52 . Jika ia beristri banyak tentu kewajibannya akan semakin banyak. kata saya. Barangkali kita tampar orang itu. “ Ed.” Lalu saya harus menjelaskan mengapa beliau beristri banyak. sekarang ia mengenakan busana taqwanya itu. Dalam Islam. Beliau menunjukkan metode terbaiknya yang tidak mungkin disamai oleh siapapun. Suatu saat saya ditanya seseorang. Lalu saya jawab seringkas-ringkasnya. bahwa membaca Islam itu tidak boleh satu bab lalu sudah berkesimpulan. ketika beliau melihat orang-orang akan berdiri untuk memukulinya. Suatu saat. menikah itu artinya menunaikan kewajiban. karena dianggapnya belum punya malu. Saya tidak membayangkan apa yang akan kita lakukan ketika kita melihat hal demikian di depan mata kita. bukan haknya akan semakin bertambah. tanpa harus bertengkar dengan orang tua.

” Dilain waktu seorang pemuda berkata kepada Rasul. Begitulah. bagaimana perasaanmu jika ibumu dizinai orang. dengan tenang iapun bertanya. tentang muslim. Berkata pula Nabi SAW. Dan dengan pertanyaan seperti itu akhirnya iapun mengerti dan sangat memahami. yang menyebabkan orang tidak tertarik lagi untuk berIslam. ketergesa-gesaan. “ Sesungguhnya Allah lunak. dan memberi karena kelunakan dan ketenangan. dan lainnya”. Kata Nabi kepada para Da’ “ permudahkanlah dan jangan i. apa-apa yang tidak didapat dengan kekerasan. sudahlah. Karenanya. mempersukar. Lalu Rasul tidak menunjukkan amarahnya. sekarang tinggalkanlah budaya menakutnakuti dan mempersulit banyak hal.engkau diutus untuk meringankan dan bukan untuk menyukarkan. Bukankan Islam itu artinya damai. dan persaudaraan. “ Yaa rasul izinkan saya untuk berzina. dan gembirakanlah dan jangan mempersukar”. menakut-nakuti orang dalam menyeru ini.” Sebuah kata-kata yang sangat tidak pentas untuk diucapkan kepada seorang Rasul pilihan Allah. akan tetapi berilah harapan. suka pada kelunakan. paksaan. bagaimana perasanmu ketika adikmu dizinai orang. Tinggalkanlah kesan baik bagi mereka. kedamaian. cinta. tentang Islam. tentang Nabi. optimisme. jangan lagi kita menggunakan cara-cara kekerasan. bukankah Rasul itu diutus sebagai rahmat bagi alam semesta ? Jum’at 2 Nopember 2001 habis Subuh 53 .

hidup berjama’ juga membangun motivasi. Belajar secara langsung seperti itu. saling melengkapi. saling bersaudara dan sebagainya. Dan jika malam-malam rekan-rekan terbangun untuk QiyamulLail. saling menguatkan. dan berbuat untuk bisa “ saling”.MAKA BERJAMAAHLAH Satu hal terpenting dalam kehidupan ber-Islam adalah berjamaah. Saya membaca dari rekan-rekan saya. selalu ternasehati. ataulah bahkan diwajibkan. Karenanya hidup dalam sebuah jama’ ah. Lalu saya memulainya untuk berlatih seperti mereka. Kedua. sudah berapa lama tidak berQiyamulLail. Ketiga. Begitulah hidup berjamaah menjadikan kita selalu ternasehati. maka saya belajar bagaimana ia dapat bersifat sabar. daripada saya membaca buku satu perpustakaan sekalipun. dan kalau saya bertemu dengan rekan-rekan yang berkecukupan maka saya saya banyak belajar bagaimana bersyukur. bagi saya lebih terasa dampaknya. baik oleh lisan rekan kita atau oleh perilakunya yang selalu saja menggambarkan ruh dakwah. Saya belajar bagaimana seharusnya mengorganisasikan sebuah tujuan. lebih terarah dan tentu lebih baik. maka saya 54 . ustadz-ustadz yang sering mengisi pengajian. saya belajar bagaimana seharusnya beribadah yang baik. makna kehidupan. saya belajar bagaimana seharusnya membangun tujuan. Saya begitu merasakan betapa hidup dalam nungan jamaah menjadi begitu tenteram. saya belajar bagaimana seharusnya berperilaku dalam Islam. Meski dalam jamaah kecil macam Masjid Manarul ‘Ilmi. sangatlah dianjurkan. maka saya kemudian bertanya kepada diri saya sendiri. Jika saya melihat rekan-rekan saya yang lebih menderita dari saya. dan dari perilaku rekan-rekan yang menunjukkan jiwa yang luar biasa. membangun secara kolektif. bekerja secara bersama-sama. Begitulah. Saling membantu. Jika ah saya melihat rekan-rekan saya begitu banyaknya. namun saya begitu merasakan efek yang luar biasa ketika harus berkecimpung di dalamnya. Pertama. membangun sebuah komunitas kolektif dalam Islam. Jika saya menjumpai rekan saya yang membaca Qur’ an. maka saya bertanya kepada diri saya. saya bisa belajar Islam. hidup dalam naungan jamaah menjadikan diri kita selalu tertausiahi. hingga saya merasa sangat kerdil dan tidak ada apa-apanya. kepekaan jiwa dan sebagainya tanpa harus banyak “ memakan buku”. sudahkan saya membaca Al Qur’ an. makna persaudaraan dan hidup berjamaah akan memberikan kesan yang sangat mendalam.

sebab serigala akan memangsa kambing yang sendiri” Begitulah mengapa hidup berjamaah menjadi sangat penting. “ Ah. Hidup sendiri bahkan terkadang dapat melenakan. saling memberikan pelajaran. Dan terimakasih kepada banyak rekan saya yang selalu saja memberikan tausiyahnya kepada saya. atau membaca tulisannya saja. karena kesendiriannya tidak akan meumbuhkan kekuatan. hingga terkadang melihat wajahnya saja. keluar dari orientasi dan cita-cita mulia. kalau tidak. mengapa kita tidak hidup berjamaah saja. 55 . jika demikian. bahkan dalam diamnya. apa yang telah kita usahakan ini insyaallah berkenan di sisi Allah. semoga Allah selalu menaungi kita dengan cinta dan rahmatnya. dan tidak ada jamaah yang satu dalam tubuh kaum Muslimin. ada wajahwajah yang selalu tampak menyenangkan. mudah lupa akan banyak hal yang dahulu dicita-citakan. Maka tak ada lagi alasan untuk tidak hidup berjamaah. dan bergabunglah dengan mereka. lantas jangan kemudian kita mengatakan. Begitulah. 1 Ramadhan 1422 H Selamat menunaikanibadah Ramadhan. Manakala ada tergelitik pertanyaan semacam itu. dan saling mengisi. bahwa jamaah kaum Muslimin saat ini adalah terlalu banyak. Itupun kalau kita masih dapat menemuinya. dan kantor kita. Surabaya. saling menasehati. ada banyak orang yang akan memberikan harapan ketika kita banyak masalah. saling memotivasi. sambil menantikan datangnya sebuah jama’ yang akan menyatukan ah umat Islam ini. minimal dalam komunitas di kampung. lebih baik tidak usah berjama’ ah” Pilihlah yang terbaik. Jika orang hidup sendiri-sendiri. hidup berjamaah menjadikan kita saling menguatkan. tidak tahan terhadap godaan. maka tegakkanlah hidup dalam berjamaah itu. Yang menjadi pertanyaannya adalah. Nabi pernah bersabda. ada banyak rekan yang dapat saya mintai pertolongan. Jadi. betapapun berkualitas orang itu. kampus. sebuah luka menjadi terobati.merasa bahwa saya tidaklah sendirian. namun ia tak akan ada artinya. dan semoga Ramadhan kali ini membuat diri kita lebih bermakna.” Kalian harus berjama’ ah.

tapi kalau nggak ada kok ya kangen juga. menjadikan saya menyesal.” Seakan saya tak pernah menghargai apa yang dilakukan sepeda saya itu. cari makan. “ Kalau dirumah sering saya marahi.TERNYATA BERHARGA JUGA Saat lalu. 56 . Kadangkala kita menilai teman kita pemalas. Tetapi beberapa saat yang lalu. selalu saja saya katakan. Sesuatu yang saya anggap tidak berharga ternyata setelah hilang jadi terasa berharga. yang sebenarnya seringkali mengantar saya kuliah. mbok ya sudah. Ibu saya. kalau ketemu berantem melulu. Padahal kan mestinya kita bersyukur sudah berkurang jumlah orang ndableg di sekeliling kita. yang menyebabkan jadi malas pergi kesanakemari. ya sudah. bahkan mengantarkan saya mengikuti pengajian-pengajian. dahulu sedih sekali ketika kami meninggalkannya untuk kuliah. saya selalu mengatakan bahwa sepeda saya ini sepeda jelek. teman kita yang kita anggap nyebeli. masih cukup bagus untuk kuliah daripada kesanakemari jalan kaki terus. Kalau rekan saya berkomentar.” Akhirnya kami hanya bisa menyeletukkan semboyan kami. ketika adik saya menaruhnya di depan masjid tanpa di kunci. siapa sih yang mau ngambil. kenapa kok dulu nggak berhatihati. “ Sepeda jelek saja. sayapun tak segera memperbaikinya. selalu berbeda pendapat. 70. kalau ada yang mau ngambil. bahkan ketika kuncinya rusak. jadi nggak bisa ikut Daurah Ramadhan kali ini. Saya tak pernah mengelapnya. bahkan terkadang menangis segala. Pokoknya dapat jalan. tapi kalau nggak ada kok jadi sepi. biar jelek asal ngangeni ” Kadangkala memang begitu. “ Ya begitulah. Ketika saya dan adik saya pergi kuliah di Surabaya. sepeda saya betulbetul pergi dan tak kembali. Pertama-tama sih ikhlash-iklash saja. nggak ada perasaan menyesal. maka kata beliau. Tapi meski demikian. Lumayan. Tapi ketika kemana-mana harus jalan kaki. Atau barangkali dengan adek kita. tapi rasanya kok kalau nggak ada dia. tapi terkadang ketiadaannya membuat kita kehilangan.000 rupiah waktu itu. bahkan tak pernah memberinya pelumas. ndableg. Harganya hanya murah saja. saya mempunyai sebuah sepeda yang dibeli dari seorang rekan yang sudah tidak ingin bersepeda lagi. adaaa saja pekerjaan yang nggak terselesaikan.

bukan teman kita. sebenarnya barang jelek ini berguna juga yah. kita akan mengakuinya. sebenarnya kreatif juga yah. ah. wah gimana kalau begini selamanya. barangkali kita jangan menganggap sesuatu yang ada dalam kita menjadi tidak berharga. bukan karena memang benar-benar tidak berguna. Karenanya sekarang sadarilah. karena barangkali sesuatu itu menjadi tidak berguna dan remeh. ah.Bisa jadi itu juga yang menyebabkan kenapa kalau ada keluarga yang bertengkar kok ada tahap yang namanya pisah rumah segala. tentu akhirnya. ah. akan tetapi hanya karena selama ini kita kurang menyadarinya. hanya karena ada hal lain di luar yang kelihatannya lebih baik. sebenarnya dia perhatian juga yah. Padahal sesuatu yang diluar itu bukan milik kita.” Ah sebenarnya baik juga yah. Barangkali begitu hikmahnya. kalau nggak ada teman berantem kok ya sepi ya. Wallahu a’ lam 57 . mungkin agar masing-masing berfikir. Begitulah. dan ngak ada kaitannya dengan kita. ah tidaaaaaaaaaaaaak. Tapi barangkali bersyukurlah dengan yang kita punyai.

karena suasanyanya memang nggak mendukung untuk itu. terkadang kita merasa betah berlama-lama di sana.” Lalu rekan saya bilang. Akan tetapi pada suatu kesempatan. Suasanalah yang membikin kita menjadi enjoy dan selalu bergembira dalam melakukan banyak aktifitas. apakah fasilitas yang memadahi. terkadang sehari saja seperti sebulan. akan tetapi ketika harus tinggal di kos-kosan umum. Suasananya kurang mengizinkan saya untuk dengan ringan mengerjakan sebagaimana yang sering saya lakukan di kontrakan aktifis.MEMBANGUN SUASANA Saat saya berjalan-jalan dan diajak makan teman saya. perut saya lagi mulas. Saat saya masih tinggal di kontrakan para aktifis. jika kita mempunyai saudara yang kita tinggal selama beberapa hari. tapi apa daya perut kita nggak merasa enak untuk memakannya. wong hanya nasi sama sambal saja. tentu akan menjadi lebih uenak dan nyuaaaman. Ah. daripada di masakkan kokikoki profesional di Mac Donald. ya untuk dapat melakukan hal demikian. atau makanan yang enak. Jadi apa yang sebenarnya membuat enak dan tidak enak itu. yang tidak nyaman menjadi nyaman. atau nggak terlalu sulit untuk saling bertaushiyah. yang membuat orang menjadi enak adalah suasana. 58 . jadinya nggak enak makan”. yang menyebabkan hal yang sebenarnya melelahkan bahkan justru menyenangkan. ternyata belum tentu juga. Atau dalam hal lain barangkali. Suasanalah yang bisa menjadikan sesuatu yang menurut ukuran orang tidak enak menjadi enak. meski barangkali fasilitasnya lebih mewah. terkadang makanannya nggak enak. atau uang yang banyak. Seorang suami terkadang lebih enak dimasakkan istri walaupun hanya dengan nasi sama sambal. toh kadangkala terasa nikmat juga. “ Ah. terkadang ada makanan yang enakenak. Apalagi yang enak dan nyaman. rasanya nggak terlalu berat kalau harus bangun malam. akh. daripada di rumah orang lain meskipun mewah. Benar juga kata rekan saya itu. saya mengatakan. nggak enak makan. tentu harus berusaha dengan suangat keras. saat itu memang saya lagi banyak fikiran. akan tetapi ketika pergi ke saudara yang lain. Atau saya lebih bisa tidur nyenyak dirumah sendiri yang barangkali terkesan berantakan. Menurut saya. “ Paling-paling antum ada fikiran. Begitulah memang.

Kok beramal itu jadi lebih ringan. kenapa sih kalo Ramadhan kok puasa itu nggak jadi lapar. Jadi dengan membuat aturan tertentu secara bertahap. atau membuat tempat yang kita huni di tata sedemikian rupa hingga enak dipakai beribadah. merupakan salah satu cara membangun suasana tadi. hingga kita akan lebih mudah melakukan kebaikan dengan terasa ringan dan tanpa terpaksa. Wallahu a’ lam 59 . Karena suasana di bulan Ramadhan memang mendorong untuk itu. barangkali kita jadi ngerti. Padahal biasanya nggak loh.Makanya. Karenanya bangunlah suasana itu di tempat kita.

di stasiun dan tempat keramaian lainnya. artis kecil yang sering tampil di televisi itu. Mereka nampak terlalu senang dengan uang pemberian saya. ternyata dalam beberapa hari ini “ menghantui” perasaan saya. “ katanya sambil merajuk. Melajulah Bus Patas yang saya tumpangi.YANG TERSISA DARI RAMADHAN : SEBUAH UNGKAPAN KEPRIHATINAN Seminggu yang lalu. tujuan untuk pulang mengalahkan ketertarikan pada segala sesuatu yang ada di sekitar saya. dua orang anak menggugah kesadaran saya. apakah ada juga yang sampai kepada mereka ya ?? Atau secara ekstrim saya menanyakan kepada panitia zakat. Terkadang saya merasa sangat kasihan. ataukah karena cap mereka yang sudah buruk lalu tak ada sama sekali kepedulian buat mereka. selalu saja sosok-sosok seperti ini hadir di sela-selanya. seburuk-buruk orang. Kebanyakan orang memilih dalil kedua. Tentu pekerjaan seperti ini adalah pekerjaan yang sangat mengorbankan perasaan. ataukah sosok yang timbul karena kemalasan. untuk tidak memberikan sesuatupun kepada mereka. siapa sih yang mau menjadi peminta-minta. Bagi saya. 60 . ketika badan saya mulai demam. Baru keluar dari peron. karena paling tidak hal ini mendukung argumentasi mereka. Saya tidak tahu persis. Yang ditengah hiruk pikuk dan kesibukan yang ada. Sedang usia anak ini barangkali seusia Tasya. pekerjaan yang begitu hina di mata semua manusia. Saya lalu meloloskan uang lembaran dua ribu rupiah untuk mereka berdua. Bagi saya hanya orang-orang terpaksa saja yang mau menekuni pekerjaan semacam ini. di terminal. Jika saya tak mengeluarkan sepeser uang pun barangkali karena pelitnya saya. atau karena mereka terlalu banyak saja. dan kepala saya pening. yang barangkali hampir setiap kita selalu saja menemuinya. Sosok yang selalu dimaki dan di salahkan itu. mas. karena bagi saya. saya tak memperhatikan kanan kiri. dan saya turun di pemberhentian terakhir Bus Patas di Terminal Tulungagung. Akan tetapi saya memilih dalil yang pertama. pekerjaan yang membuang rasa malu. “ Mas kasih seribu mas. Sebuah fragmen yang sangat seerhana. apakah memang sosok seperti ini timbul akibat ketidak berdayaan. atau terkadang bertanya tentang program JPS. apakah mereka terkadang juga terperhatikan dari zakat yang dikumpulkan selama ini.

tak dapat mengaji. apakah sebuah kesalahan patut di tujukan kepada mereka. meski mereka sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan kita. Tentu saja tidak. Allahlah yang menentukan mereka harus hidup dalam lingkungan yang bagaimana. karena paling-paling hanya ungkapan kesedihan yang sedikitpun barangkali tak ada gunanya bagi mereka. jika akhirnya mereka tak bisa sholat. tentu ia memilih untuk dilahirkan oleh orang berada. karena mereka memang tak mempunyai hari kemenangan. karena sebenarnya orang normal seperti kitalah yang seharusnya bertanggungjawab atas bagaimana ia harus mengenal Allah. Jangan-jangan mereka sebenarnya adalah bentuk cobaan dari Allah. Barangkali mereka memang yang terlupakan dari hari-hari Ramadhan kita. Mereka menjadi pribadi-pribadi yang tak normal. apakah pilihan mereka menjadi anak seorang pengemis. mengangankan masa depan yang cerah bagi diri mereka. yang tak lagi berfikir menyambut hari kemenangan. apakah pilihan mereka menjadi anak seorang gelandangan. mendapat penghargaan dari setiap yang mereka kerjakan. Lalu saya mencoba menarik kesimpulan. Karena sepertinya kita hanya terbuai oleh banyaknya hafalan dan bacaan. tapi selalu saja kita tak sedikitpun memahami bahwa masih ada orang-orang yang tak dapat menikmati Ramadhan karena kesulitan hidup. Lalu saya bertanya lagi. tak mempunyai pekerti. mengikuti les. apatah lagi dapat belajar mengaji di TPA. mereka tak akan menikmati apa yang dirasakan teman sebayanya. mereka tentu tak mendapat kasih sayang yang layak. tentang bocahbocah kecil peminta minta. karena jika diminta untuk memilih. bercengkerama nonton TV bersama keluarga.Saya lalu bertanya lagi kepada diri saya. Lalu saya menanyakan lagi tentang pemahaman ibadah saya selama ini. Bagi mereka barangkali hidup saja susah. Akan tetapi hal yang paling menyedihkan adalah bahwa sampai saat ini saya masih belum bisa berbuat apa-apa. Allahlah yang telah memilihkan mereka harus keluar dari rahim siapa. oleh puasa-puasa sunnah kita. Jika menyalahkan mereka. mereka tentu tak mendapat pendidikan yang memadahi. apakah cukup beralasan jika mengingat mereka memang tidak mempunyai kesempatan dan peluang. yang suatu saat ditanyakan kepada kita. oleh banyaknya rakaat rakaat kita. mau makan saja harus minta-minta. Wallahu a’ lam 61 .

ada yang berkecukupan dan ada yang berkekurangan. Pernah pula saya mempunyai rekan yang menjadi rangking satu. Bagi yang berkekurangan maka keridhaan pada Allah. Apa yang diberikan Allah kepada kita. dapat menyekolahkan anak sampai di tingkat yang sangat tinggi. diapun tidak bisa menjawab pula harus kemana. Siapalah sebenarnya yang mau hidup tidak enak di dunia ini. nilai kesuksesan terletak pada kemampuan diri sendiri. kerendahhatian. barangkali hal yang dinilai Allah. apa yang kita punyai ini. dan terus bersabar mentaatiNya. makan bergizi. Jika orang barat di dalam buku – buku manajemen personalnya lebih sering berkata bahwa kesuksesan itu . bukan hanya di tingkat kelas. ada yang sakit dan ada pula yang sehat. sikap kedermawanan. “ karena kemurahan Allah” Barangkali itulah sebuah pandangan yang sangat berbeda antara Saya dan Orang Barat umumnya. akan tetapi di tingkat sekolah. 62 . nilai raportnya terlalu tinggi. Dengan itulah kehidupan menjadi dinamik dan akhirnya membangun jalur interaksi antar sesama. Sedangkan bagi yang berkecukupan. ada yang lemah dan yang kuat. maka saya akan mengatakan . ayahnya tidak berkemampuan untuk menyekolahkannya. dan dia juga anak yang cukup baik. disaat-saat rekan yang lain sibuk memilih sekolah. Saat selesai ujian. pada hakekatnya adalah ujian Allah. dan ini bagi saya merupakan kesimpulan dari realitas yang selalu saja saya temui. meski hasilnya Allah jua yang menentukan. akan tetapi saya berpendapat lain. Akan tetapi suasana berkata lain. karena tentunya semua orang menginginkan hidup layak. Meski banyak orang berpendapat. “ karena saya” pada sebuah kerja keras yang mereka lakukan.KARENA KEMURAHAN ALLAH Sebuah hukum ketentuan Allah lah bahwa di dunia ini selalu saja ada yang kaya dan ada yang miskin. tinggal di perumahan yang memadahi. hingga akhirnya. untuk selanjutnya dinikahkan oleh orang tuanya. Allah hanya menginginkan semua orang untuk berusaha. selalu bergembira dengan pemberianNya. SMA menjadi saat-saat terakhir sekolahnya formalnya. maka kalaulah suatu saat saya sukses dari kerja yang saya lakukan. Sejak SMP sampai SMA. barangkali lebih bernilai di sisiNya.

Jadi sebenarnya kesuksesan seseorang itu banyak tergantung dari hal-hal yaang ada di sekelilingnya. Dan segala hal di dunia dengan berbagai kejadiannya adalah atas campur tangan Allah. saya masih bisa melanjutkan kuliah. Jadi barangkali. katanya beberapa pekerjanya mendapatkan jatah untuk “ memasukkan” saudaranya di instansi itu. Kejadian yang lain. hingga kita memilihnya dengan sikap dan pandangan yang kita ambil. yang biasa disebut orang barat dengan kebetulan-kebetulan. sikap terbaik kita dalam hidup ini adalah berusaha dan selalu meminta campurtangan Allah untuk membantu usaha kita dengan do’ a-do’ yang selalu kita a panjatkan. hanya karena “ kemurahan Allah” pula hal ini bisa terjadi pada saya. harus di keluarkan dari ITS karena kuliahnya terbengkalai. meskipun nilai saya paspasan. Jika kita memandang kesuksesan kita sebagai sebuah kemurahan dari Allah. Sby. niscaya kita tidak akan memandang orang yang berada di bawah kita sebagai para pemalas yang tak mau bekerja. yang dalam bahasa saya adalah campur tangan Allah. sesungguhnya yang paling mulia disisi Allah adalah yang paling bertakwa. itu. sedang yang berjuang keraspun terkadang belum tentu pula masuk menjadi pegawai disitu. meskipun dengan kondisi yang “ memprihatinkan” pula. juga tak kan memandang sebelah mata dengan orang-orang yang kebetulan kurang beruntung. 17 Januari 2002 habis Subuh 63 . maka jangan menjadikan kita menjadi rendah diri. dan selanjutnya dinilailah kita oleh Allah. kemudian menyerahkan semua keputusan terakhirnya kepada Allah. ketika ia harus bekerja memenuhi kebutuhan yang tidak bisa dicukupi orangtuanya. Allah memberikan soalsoalnya kepada kita. Beberapa orang barangkali akan cepat mendapatkan kerja karena Pakliknya adalah pejabat ini. rekan dekat saya. Dan bagi saya.Berbeda dengan saya. dan tidak pernah rangking di sekolah. Demikian pula jika kebetulan apa yang kita usahakan banyak mengalami cobaan dan kegagalan. yang sebenarnya lebih pinter dari saya. Yang terpenting bagi Allah adalah usaha dan keredhaan kita. Di Kabupaten saja. karena bukankan sebenarnya nilai kemuliaan itu ada di inna akramakum ‘ indallahi atqaakum. Sabtu.

maka yang terbayang adalah adalah sebuah perilaku yang baek. sebenarnya. Namun suatu saat istrinya mengetahui perbuatan suami itu. maka dikatakan monas adalah ikonnya Jakarta. Tetapi sebenarnya ikon adalah simbol. demikian pula dengan sebuah produk. Manusiapun seharusnya juga menjadikan dirinya sebagai ikon. yang ketika seseorang menyebutnya maka ia akan mengingatkannya pada suatu hal. dan jika demikian maka dikatakan bahwa ka’ bah adalah ikonnya Saudi. Ikon dibuat untuk mudah diingat. isi konsultasi itu adalah penyesalan seorang suami. Dan amat marahlah ia. Ceritanya ada seorang suami dengan seorang istrinya yang telah menikah bertahun-tahun dengan penuh kebahagiaan. yang seharusnya mempunyai ikon. yang dapat memberikan kesan kepada orang lain. Apatah lagi jika kita ini adalah seorang muslim. seringkali ia membuatkan minuman untuk suaminya.MEMBUAT IKON Barangkali tidak ada yang tidak mengetahui tentang ikon. bukan hanya sebuah produk. Ia menjadi benci pada suaminya karena telah mengkhianatinya. yang memang kewajiban kita untuk meninggalkan tapak-tapak kebaikan bagi orang lain. Demikian pula organisasi. Kalau menurut saya. Karenanya ketika orang melihat kita. Namun tidak tahu. dan mengesankan. dimengerti. Ia tidak terima dan minta dipulangkan pada orang tuanya. Dan ketika suaminya sakit ia pula yang merawatnya dengan telaten. Saya pernah membaca sebuah konsultasi di majalah. dan cintanya yang besar itu. Istrinya adalah seorang yang amat baik. Ketika kita menyaksikan gambar ka’ bah. maka kita kemudian akan dapat mengingatnya. Ia berselingkuh. yang mengingatkan kepada kita untuk meng“ klik”nya ketika kita ingin membuka sebuah program aplikasi. atau partai. maka ia berusaha untuk membuat sebuah logo yang jika kita melihatnya. maka seringkali akan terbayang Saudi Arabia. Ia tidak mau menemuinya lagi dan menuntut suaminya untuk menceraikannya. Barangkali kalau seseorang ingat Monas maka akan terbayang Jakarta dengan segala hiruk pikuknya. dikhianatinya. Ikon seringkali dikaitkan dengan simbol yang ada di desktop komputer. tempat kakbah didirikan. mengapa suatu saat ia tergoda dengan perempuan lain. atau departemen. Setelah beberapa hari ditinggalkan istri. ternyata sang suami begitu menyesal. Ia tidak menyangka kesetiaannya pada suaminya. apalagi kalau ia ingat kebaikan istrinya 64 .

Toh berbuat baik itu tak dibatasi oleh dimensi duniawi. suka kekerasan. dan tak mau ditemui itu. Akhirnya ia meminta bantuan ke majalah itu untuk memecahkan masalahnya. dan tetap menuntut cerai. dan maunya sendiri. ramah. apakah berpangkat atau tidak. Seharusnya demikian pula dengan kita. meskipun pintu maaf dari sang Istri telah tertutup. kebaikan. ataukah ustadz atau ummat. suka berkorban.selama ini. hingga ketika orang melihat kita. mencintai dan lagi baik perangainya. yang selalu menjaganya. atau miskin. masing masing kita seharusnya membangun ikon kedamaian. Akan tetapi si istri telah sakit hati. Karenanya. Karenanya buatlah diri kita menjadi ikon. dan menginginkan agar si istri memaafkannya. Iapun menyatakan penyesalan kepada istrinya. apakah kita kaya. suka mencela. Ia merasa bersalah dan minta maaf padanya. karena ia tidak bisa melupakan istrinya. dan perdamaian. menjadikan ia limbung. lalu ia seringkali melewati depan rumah isterinya dengan perasaan putus asa. yang tidak dapat diganti dengan siapapun dan berapapun. Cerita diatas menggambarkan bahwa si Istri telah dapat membuat dirinya sebagai ikon bagi suami. semuanya bisa melakukan kebaikan. Melihat kegigihan istrinya yang menuntut cerai. suka menolong. yang akan mengingatkan orang lain akan sebuah nilai kebaikan. maka teringat pula ia sosok istri yang baik dan setia. Seakan tanpanya ada yang hilang dalam hidup ini. dan banyak nilai kebaikan yang lain. 19 January 2002 65 . Dan hindari pula membangun kesan bahwa kita itu orang yang keras. maka akan melihat kedermawanan jika kita kaya. kasih sayang. yang dengan mengingatnya. kesabaran jika kita tidak begitu beruntung. Dengan kapasitasnya masing-masing tentu saja.

Katanya dahulu beberapa orang yang kebanyakan juga anak ITS dan Unair. dan tentu lebih menenangkan daripada berpengharapan negatif seperti itu. Tapi yang menarik adalah sebuah kata-kata yang berbunyi. mempunyai cita-cita mulia dalam dakwah. modal awal dari keberhasilan kita.MEMBANGUN OPTIMISME Ketika suatu saat saya akan ber UMPTN. Dengan mengangankan keberhasilan. Pertama. Pikiran semacam itu pernah juga menghantui saya. Kalau kemudian saya fikir-fikir. Karena itulah modal awal dari sebuah kesuksesan. kerja apa yah. “ Berfikirlah untuk lulus. namun sekarang yang kita lihat adalah sebuah pesantren megah dengan fasilitas asrama. barangkali itulah yang dimaksud dengan optimisme. nanti setelah lulus. kampus. dan berceritalah beliau kepada saya tentang bagaimana Hidayatullah Surabaya berkembang. 66 . iseng-iseng mencoba membeli buku panduan UMPTN dengan soal-soal sebelumnya. dan dia mengawali sebuah usahanya dari toko kecil-kecilan. Disana ada beberapa petunjuk bagaimana bersikap agar lulus UMPTN. Dan sekarang apa yang telah dilakukan telah memberikan hasil. Saya yakin bahwa semuanya berawal dari sebuah optimisme akan keberhasilan. lagian banyak yang menganggur. Amatilah orang disekitar kita. tak kan banyak manfaatnya bagi kita. mini market. dan berharap bahwa apa yang diusahakannya akan berhasil. Pak Padi misalnya. kita akan terpacu untuk berbuat banyak dan berusaha keras untuk menggapainya. Berbeda dengan ketika kita berangan-angan akan kegagalan. berpandangan positif. hanya membuat kita berputus asa dan tentu tak kan lagi berusaha. tapi percayalah bahwa pikiran semacam itu tak kan menguntungkan buat kita. ketika kita memulai sesuatu. Sebuah prestasi yang barangkali juga tak terbayangkan sebelumnya. dia tak pernah merasakan tentang kuliah. Berharap positif akan lebih bermakna dan bermanfaat. berprasangka baik akan sebuah keberhasilan. maka anda akan lulus” Kata-kata itu bagi saya adalah sangatlah istimewa karena belum pernah saya mendengar kata-kata seindah itu. Sebuah prasangka positif harus ada pada kita. tokonya menjadi mini market. Saya pernah bertemu dengan para ustadz Hidayatullah Surabaya. Barangkali saat ini banyak bahkan mahasiswa yang stress. dan beberapa usaha lain. ia hanya mengontrak rumah kecil untuk aktifitasnya.

dan tinggalkan kesedihan-kesedihan yang hanya akan menghambat kerja dan prestasi kita. berfikirlah positif. Dan percayalah bahwa Allah akan membantu kita.” … Bahkan sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Baihaqi dari Abu Hurairah.” Tengoklah sebentar. Ditulis habis subuh dari sebuah tempat kost kumuh. Aku selalu mengikuti sangka hambaKu. Dalam sebuah hadits Qudsi dikatakan. dan kemuliaan. 67 . orang yang bahkan tadinya banyak bermaksiat bisa menjadi ustadz. ia menoleh dan berkata. Mendadak ketika sampai di tepi neraka. Semuanya hanya berawal dari sebuah optimisme. tadinya sangkaku padamu sangat baik’ Maka firmanNya. orang yang tadinya pedagang kecil menjadi pemilik market. semua berawal dari penderitaan dan kesusahan. “ Aku selalu mengikuti sangka Hambaku.. berfikirlah sukses. dan Aku selalu menyertai dia dimana dia ingat padaKu.Allah mendorong ummatnya untuk selalu optimis dan berprasangka baik. Berfikirlah bisa. “ Allah memerintahkan seorang hamba untuk dimasukkan ke dalam neraka. dan dari sebuah kontrakan menjadi sebuah kantor yang megah.’Demi Allah. betapa banyak orang yang tadinya lemah menjadi kuat.’ . Karenanya tataplah hari depan dengan tersenyum. tempat saya berharap banyak akan sebuah keberhasilan. kebaikan. Tuhanku. Semuanya berawal dari hal yang kecil. … . Kembalikan ia.

beberapa tahun yang lalu. karena buah apa yang kita kerjakan ini. Perjalanan yang teramat panjang tentu membutuhkan perencanaan. seperti zaman Nabi. Hal serupa barangkali terjadi pula pada proses Islamisasinya pulau Jawa.YANG EVOLUTIF MEMANG MEMBUTUHKAN WAKTU Sering saya katakan dalam tulisan saya. Yang terpenting sekarang adalah membuat pijakan untuk generasi selanjutnya dengan perjuangan dakwah. penahapan. bisa dua tiga generasi ke depan. yang dengannya kita dan komunitas di sekitar kita akan berproses ke dalam pemahaman Islami secara bertahap. Evolusi Peradaban yang terjadi di Yastrib.” Pesan inilah yang saya pahami sampai saat ini. Sudah panjang. Sebuah gambaran yang cukup memberatkan jika dibayangkan. Sebuah perjalanan meniti kemuliaan memanglah sangat panjang. hingga Madinah kemudian menjadi pusat peradaban Islam. hingga kemudian akan menghasilkan evolusi peradaban yang luar biasa. yang tanpa kekerasan dan peperangan. sungguh luar biasa. Ustadz Ahmad Arqam dalam sebuah ceramahnya mengatakan bahwa jalan yang ditempuh aktifis dakwah itu akan panjang. Dengan terus menginstrospeksi diri pula. mendaki. dan berbahaya pula jika kita tidak lihai untuk mengemudikan kendaraan kita. barangkali akan dinikmati anak cucu kita di kemudian hari. seperti jalan di kabupaten Tenggalek saja. toh Nabi saja membutuhkan waktu 68 . Sebuah jalan yang barangkali teramat susah untuk dilalui. para Wali saat itu menggunakan pendekatan dakwah yang lebih evolutif. Karena sejak Baiatul Aqabah. “ Bersabarlah. barangkali pola evolusi dakwah yang sangat saya vaforitkan. Dan hasilnya. adanya pesan seseorang kepada saya. Peristiwa mengubah pola kebiasaan masyarakat untuk bisa berevolusi tentu membutuhkan waktu. sehingga ditemukan sebuah formula dakwah terbaik. karena bisa jadi bahwa dirimu tidak akan menikmati perjuangan. sampai kemudian diutusnya Mushab bin Umair untuk berdakwah di Yastrib. terlepas dari kekurangan yang ada. tidak bisa sekarang berdakwah besuk berubah. mendaki. dengan tidak marah-marah pada keadaan. lalu berliku. karena barangkali kalau dinilai. dan berliku. Pada suatu kesempatan ia mengatakan. dapat dilakukan dengan damai dan tanpa kekerasan. kita belum melakukan apa-apa. menyalahkan kanan-kiri.

yang perlu kita perhatikan adalah agar kita tidak merusak strategi jangka panjang dengan aktifitasaktifisan sesaat. dengan bersikap keras kepada orang yang tidak tahu. karena akibatnya akan merusak strategi jangka panjang dakwah. Karenanya. Wallahu a’lam 69 . Dengan menakut-nakuti orang.tak kurang dari 13 tahun untuk mengubah sebuah peradaban. itupun dikerjakan oleh manusia-manusia pilihan.

sebuah tujuan yang tentu saja sangat mulia. saya jawab saja 25 dari pesantren. Ya Akhi. lalu Allah menurunkan teguranNya demngan menurunkan surat ‘ABASA (ia bermuka masam). Atau di masyarakat lebih sempit dari di kampus. Tapi sayang. Nabi sangat mengharapkan mereka dapat masuk ke dalam agama Allah. dimanapun kita berada ladang amal itu tetaplah terbuka lebar. Tak bisa di desa lebih sempit dari di kota. berapa jumlah pesertanya. “ Waduh kalau 25 saya nggak bisa. Nabi SAW kedatangan para pejabat Qurays. sebenarnya Allahlah yang berhak untuk menentukan nilainya.JALAN KEBAJIKAN DATANG DARI MANA Dunia ini bukanlah sebuah panggung sandiwara. akan tetapi dunia ini adalah tempat untuk berkompetisi antara para makhluk Allah yang bernama manusia. Padahal tentu kita tak tahu apakah nilai seratus yang datang itu lebih baik daripada yang dua puluh lima itu. Karenanya Allah menyediakan ladang amal disekeliling kita. Tetapi nabi bermuka masam sembari memalingkan muka dari Ibnul Ummi Maktum itu. sewaktu saya masih menjadi pengurus Masjid ITS. tidaklah demikian. Saat ini banyak diantara kita yang maunya milih-milih. sehingga ladang amal lebih terbuka. salah seorang sahabat yang buta. untuk mengumpulkan “ voucher” amal yang nantinya dapat mengantarkannya ke sorga Allah. janganlah kemudian tak kita hiraukan. Pada suatu kesempatan. Begitulah Allah menganjurkan kepada kita agar tidak meremehkan persoalan yang kita anggap kecil. tentu merupakan faktor potensial yang luar biasa bagi perkembangan Islam. Karenanya setiap pintu amal baik. untuk meminta Nabi membacakan ayat-ayat yang telah diturunkan Allah. Pada saat itu datanglah Ibnul Ummi Maktum. Dalam persoalan amal. yang barangkali kelihatan kecil dimata kita. yang akhirnya terserah kita. besar nilainya dalam pandangan Allah. kita itu hanyalah melaksanakan dan “ manut” saja pada keputusan Allah. karena kita meyakini atas keadilanNya. kalau seratus saya akan datang”. ketika ia menanyakan kepada saya. karena bisa jadi kecil didalam pandangan kita. Dahulu. 70 . Iapun mengatakan. pernah pula saya mengundang orang penting. banyak ikhwahnya. enak hidup di Surabaya. mau memanfaatkannya atau tidak. karena jikalau mereka masuk Islam.

padahal sebelumnya berkali-kali mendengarkan ceramahpun tidak menyentuh kalbunya. bahwa ada sesuatu yang seharusnya diperhatikan. banyak hal di sekitar kita yang seringkali kita remehkan. Barangkali Abu Dzar lupa. memberikan kasih sayang yang cukup kepada keluarga. Siapa tahu seseorang menerima hidayah. namun sebenarnya itu merupakan ladang yang mustinya tidak kita tinggalkan.Suatu saat. yang seringkali kita anggap kecil. Lalu Nabi menegor Abu Dzar. sadari bahwa kita jangan terlalu meremehkan perbuatan kecil-kecil yang kita lakukan. Suaminya lebih suka untuk melakukan ibadah mahdzoh daripada memperhatikan istrinya. Kita harus mulai mencoba. membantu orang tua. Wallahu a’lam 71 . hanya karena senyuman kita. Karena sebenarnya sebuah nilai pahala bisa datang dari mana saja. Begitulah. karena merasa diterlantarkan. istri dan anak-anak. Ingatkah kita bahwa menyingkirkan penghalang di jalan saja merupakan bagian dari iman. untuk sekedar tersenyum pada orang di sekitar kita. Karenanya sekarang harus kita. karena beranggapan bahwa munajatnya lebih berharga dari apapun jua. maka pahala jua yang akan kita peroleh. adik. bersikap santun pada orang yang dibawah kita. istri Abu Dzar mengadu kepada Nabi. agar memberinya cukup kasih sayang kepada istrinya. Suaminya lebih suka bermunajat kepada Allah dan melupakan istrinya yang tentu saja meginginkan embun kasih sayang dari suami yang dicintainya. karena jika kita meniatkan untuk ibadah kepada Allah.

dan ia akan 72 . dan cinta pula yang menjadikan orang menjadi tercela. Orang bisa mencintai siapa saja. banyak pasangan muda mudi berasyik masyuk berciuman. Landasan yang takkan mungkin berubah. Seorang ayah. cinta itu agung. Dalam Islam. dan mempunyai bobot yang sangat berat. “ Cinta. manusia akan di bangkitkan dengan apa yang dicintainya. dan cinta semacam ini adalah cinta yang penuh dengan nilai kemuliaan. mereka mengatasnamakan cinta. ketika saya menonton televisi. seringkali saya membaca kesaksian pembaca tentang hubungan suami istri pra nikah. untuk sekedar melihat senyum mengembang di bibir istri dan anaknya. tentang makna cinta. cinta itu indah. Yang demikian barangkali adalah cinta yang membawa kepada keburukan dan kehinaan. akan dikumpulkan dengan apa yang dicintainya. Ada yang mengatakan. Itulah yang menyebabkan nilai kecintaan dalam Islam mempunyai nilai yang sangat tinggi. landasan cinta adalah cinta Allah. cinta itu suci dan sebagainya. dan yang jika berubah akan mengurangi atau bahkan menghapuskan nilai keimanan seseorang. yang karena cintanya kepada beliau. penderitaannya tiada akhir”. berpelukan. dan mereka mengatasnamakan cinta. maka cinta yang demikian adalah cinta yang mulia. antara seseorang dengan pacarnya. maka pada rubrik konsultasi. Padkay sendiri mengatakan. Kalau saya membaca surat kabar. untuk membahagiakan istri dan anaknya. karena cinta harus berlandaskan pada semangat-semangat keimanan. Atau barangkali dimalam valentinan kemarin. pada hari kiamat. Seorang sahabat nabi. harus berlandaskan pada dua cinta tersebut. Nanti. Cinta dapat membawa kepada nilai kebaikan dan kemuliaan. Kecintaan manusia pada suatu hal. karena cintanya kepada anaknya. Dalam Islam. Para filoshop seringkali juga membicarakan tentang makna cinta dan akhirnya kesimpulannya tetap terserah kepada siapa yang memandang.ADA APA DENGAN CINTA Suatu saat. Cinta dapat menjadikan manusia menjadi sangat mulia. ada sebuah acara dimana reporter menanyakan kepada setiap orang. rela bekerja siang malam. bahwa cinta nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. dan cinta Rasul. cinta akan diarahkan kepada nilai kebaikan dengan landasan yang kokoh. bahkan lembur segala. rela menghadang panah-panah dengan tubuhnya untuk melindung beliau.

“ Belum sempurna iman seseorang. dan orang itu mengatakan. maka Umar mengatakan. karena isinya menceritakan tentang keesaan Allah. karena ia hanya membaca surat QulhuAllahu Ahad dalam rakaat-rakaatnya. Berhati-hatilah dalam mencinta. aku akan mencintaimu melebihi cintaku kepada diriku sendiri”. Pada kesempatan yang lain. Dan cintailah hanya orang yang memang layak untuk kita cintai.”Mulai saat ini. yang akan bersama kita menuju RidhoNya. dilaporkan kepada Nabi.”Saya mencintai Allah hingga saya suka sekali dengan surat Qulhu itu.” Maka nabipun mengatakan. Suatu saat seorang yang menjadi Imam Sholat. dan pilihalah cinta yang hanya berlandaskan kecintaan pada Allah dan Rasulullah. Apakah tidak ada surat lain yang lebih panjang ?. Maka hiduplah dalam naungan cinta. mengapa ia melakukan hal tersebut. “ Kalau yang itu nampaknya belum. Selamat bercinta 73 . Nabi menanyakan. Nabi bertanya kepada Umar.dibangkitkan bersama golongan orang yang dicintainya itu. ya Rasul”. maka Nabi mengatakan. apakah Umar mencintai Nabi melebihi cintanya kepada dirinya sendiri. Lalu. nabipun memanggil orang tersebut. jikalau ia belum mencintaiku diatas cintanya kepada dirinya sendiri. dan cintailah hanya orangorang yang memang patut dan layak dicintai.” maka Umarpun lalu berkata.”Allah mencintaimu karena cintamu kepadaNya”.

menjadi hal yang kurang menarik dibandingkan dengan hobynya itu. saya akan segera menikah. bagaimana tidak. dan bagi saya. merasa “ ampun-ampun” untuk berdiri dibelakang sholat lailnya. tapi ada satu hal yang saya takutkan. yang dengannya ia akan menikmati. yang tanpanya ia merasa kesepian. saya khawatir. dari orang yang telah bersuami”. Barangkali maqom tertinggi dalam ibadah adalah jika ia dapat menjadikannya sebagai hoby. Memang demikianlah kalau orang sudah hoby. yang kira-kira isinya seperti ini. aktivitas Qiyamul Lail saya menjadi terganggu. hingga kaki-kakinya bengkakpun tak kan terasa. ini adalah sebuah cara belajar terpenting daripada berkutat pada “ TektBook” . Ada sebuah pertanyaan menarik dari seorang netter ke ustadz Ikhsan Tanjung. sampai khawatir bahwa pernikahannya. Orang seperti inilah sebenarnya yang telah menjadikan aktifitas ibadahnya menjadi sebuah hoby. hobynya adalah beribadah. Jika orang sudah hoby. Rasullullahpun begitu enjoynya ketika beribadah. karena ia akan mengerjakannya dengan tanpa beban. Dan yang paling luar biasa. orang ini sangatlah luar biasa.com. meski ia harus mengorbankan sesuatu yang bahkan bernilai besar baginya. Dalam fikiran saya. seperti biasa. karena selain informasinya bagus. yaitu konsultasi keluarga. ia akan melakukannya tanpa paksaan. Dalam hal diatas. akan tetapi yang ada di dalam konsultasi itu. ada sebuah rubrik yang cukup menjadi favorit saya. saking sukanya berQiyamul Lail. tanpa pamrih. maka yang ada adalah sebuah kenikmatan ketika ia melakukannya. hingga sahabat Anas. akan mengganggu aktifitas nya untuk berQiyamul Lail. apapun tak kan ada yang lebih menarik jika dibandingkan dengan hobynya itu. Meski saya belumlah berkeluarga. yang karenanya ia akan menomorsekiankan aktifitasaktifitasnya yang lain. bagi saya lebih mencerminkan realitas persoalan yang harus dicarikan pemecahannya dengan gaya Islam. 74 . saya seringkali membuka-buka situsnya Eramuslim.MENJADIKANNYA SEBAGAI HOBY Di sebuah warnet. bahkan menikah .kalaulah bukan yang diajarkan rasul . karena adanya “ aktifitas lain”. “ Ustadz.

maka apa yang dikerjakannya menjadi ringan begitu saja. aktifitas dakwah kita ini. Karenanya. sebagai sebuah hoby untuk kita kerjakan.”Saya ingin masuk surga dengan berjalan”. akan sabda nabi yang melihat Abdurrahman masuk surga dengan berjalan merangkak. Wallahu a’ lam Surabaya. untuk Islam. yang diriwayatkan Aisyah. adalah orang yang hobynya sedekah. Karenanya. Sedangkan hoby yang terendah tingkatannya adalah hoby yang bernilai maksiat. barangkali yang terbaik adalah dengan menjadikan perintah Allah. karena alQur’ an beliau jadikan sebagai dzikir yang selalu keluar dari mulutnya dalam setiap kesempatan. dengan nikmat. narkoba. akan tetapi tak berguna di akhirat. Itulah. aktifitas sedekah kita. di dunia dan akhirat. Dan sebuah hoby tertinggi tingkatannya adalah hoby yang bernilai ibadah. berjudi. Begitulah kalau sudah hoby. 16 maret 2002 75 . karena beliau menikmatinya. dengan tanpa terpaksa. maka saat itu juga ia menyedekahkan seluruh untanya dengan sukarela. Imam Syafii lain lagi. tanpa beban ketika ia mengeluarkan hartanya. berzina. dan mengatakan. barangkali kita harus mulai mengusahakan agar apa yang kita kerjakan ini. aktifistas menulis kita. menjadi aktifitas yang didalamnya dapat kita kerjakan dengan riang. seperti kalau kita barangkali menyanyi. hoby yang kita dedikasika untuk Allah. Bahkan. ketika suatu saat ia mendengar sebuah hadits. Sedangkan hoby yang tanpa harga di akhirat adalah hoby yang hanya didedikasikan untuk kepuasan pribadi saja. meski barangkali tak berdosa.Sahabat Abdurrahman bin Auf. bahkan beliau rahimahullah. begitu menyenangkan ketika ia dapat memberikan sesuatu kepada ummat dan dakwah. Maka yang mengerjakannya hanyalah akan menderita kerugian saja. bisa menghatamkan Alqur’ an tiap hari.

Kesimpulannya. akhi Kacak. yang begitu membatasi diri dalam pergaulan. kata akhi dan kata ukhti. ibadahnya luar biasa banyaknya. Barangkali kita. seperti misalnya akhi Edy . yang rada-rada bau aktifitas di masjid kampus. Kalau ada yang menyebut kata ikhwan. tapi jangan marah dong). maknanya menjadi konotatif positif. atau dipanggil akhi. Akhwat. Yang barangkali 76 . Akhwat. dengan menyebut bahwa ikhwan itu adalah makhluk Allah yang taat beragama dan sempurna. telah berubah maknawinya. Dan akhirnya artinya terterjemahkan bukan dari kamus istilahnya WJS Purwodarminto akan tetapi istilah itu terterjemahkan dari fikiran kita sendiri. ia adalah sosok wanita sempurna yag mahal harganya. dan dari interaksi dengan orang-orang yang disebut ikhwan dan akhwat itu. tak ada kalangan santri yang memakai kata-kata itu. bahkan di stasiun an KA sekalipun. atau kata Guru saya. terbayang orang yang bersemangat dalam Islam. Ikhwan. dari ikhwan itu. dan seringkali membawa-bawa Alquran di sakunya. pada sekitar semester 2 di SMA. dari ikhwan ini. Jadi ia adalah para wanita yang pribadinya sempurna. begitu bangga di sebut ikhwan. Sebuah penggilan yang asing bagi seorang yang baru saja masuk menjadi anggota pengajian. ya itulah ikhwan. para da’ da’ muda ii yang tak kenal lelah rapat. kata akhwat. saya mendengar kata ikhwan. maka ia mengatakan bahwa secara fisik saja sudah kelihatan. ketika seorang ketua LDK disuruh mendefinisikan seorang ikhwan. seperti punya sedikit janggut (yang banyak juga ada yang nggak punya juga ada. sosok yang begitu berwibawa dan di segani. tak pernah saya bersua dengan kata-kata itu. menatapnya saja tidak berani. Tak berbeda dengan ikhwan.IKHWAN DAN AKHWAT Terus terang. Atau seperti yang pernah terbaca oleh saya di majalah UMMAT. Yang tidak “ nyah-nyoh” seperti wanita pada umumnya. ikhwan yang kalau nggak keliru sebutan untuk saudara laki-laki itu. apa artinya yah ? Kok sebelummya. Ikhwan. yang menjaga kehormatannya. sejak dari Qiyamul Lail tiap hari sampe baca Qur’ di setiap tempat. yang kalau ketemu dengannya.

saya bukan ikhwan kok. cepet lulus.dialah –meminjam kata A’ Agym . Seorang ikhwan atau akhwat sangat dituntut oleh komunitas masyarakat disekelilingnya untuk menjadi orang sempurna. Suatu saat seorang ketua LDK ditanya oleh seorang akhwat anak buahnya. “Menjadi Kiai itu emmang repot. mau pergi ke pasar. “ mau makan di warung. Pacaran. Rekan-rekan saya menyebut bahwa saya adalah seorang ikhwan. wajar. Makanya beberapa ikhwan dan akhwat yang merasa nggak bisa memenuhi persyaratan itu menjadi mutung. ya wajar aja. saya manusia biasa kok. Tuntutan. puasa sunnah. ikhwan kok nggak lulus-lulus. kerena meski banyak tuntutan tapi tuntutan itu kan baik. hidup ini adalah sebuah realitas yang dijalani setiap hari. Valentinan. “ Akh. ikhwan kok sukanya begajulan. ikhwan kok sukanya ndagel.bidadari surga yang di turunkan ke dunia . rajin sholat. Barangkali sama dengan apa yang dikatakan Gus Mus pada beberapa tahun yang lalu di Manarul ‘Ilmi . Jadi ya akhirnya kagum sama kita – kita. Kiai kok makan di warung. kan jadi repot juga. jadi da’ keluarganya Islami.” kata beliau. Nggak rugi kok. Kiai kok jual ayam. tuntutan lainnya. saya bukan akhwat kok.he… Stress. Ipnya tinggi. berdendang “ Mau kubunuh pacarmu” wajar wong bukan ikhwan kok. jadi repot. kata-katanya baik. yang itu mau-tak mau akan menjadi “ beban” dalam setiap langkah menapaki dunia.” Barangkali apa yang dirasakan oleh beliau ya sama seperti yang saya rasakan.” “ Lho emangnya kenapa?”. Nggak ada batasnya. selain berpakaian yang sopan. kan menjadikan kita banyak pahala. 77 . tinggkahnya sopan pula. “ Kalau rapat kok nggak sering diajak sih. ikhwan dan akhwat itu.. yang semuanya dianggap wajar. bukan ikhwan. emang akhirnya agak repot. Kiai kok pergi ke pasar. Hidup ini tentu tak mungkin berada dalam angan-angan. bukan akhwat. dan tak mau jadi akhwat dan ikhwan lagi ? Jangan deh. dan seabrek tuntutani. Terlepas dari apakah karena saya punya sedikit janggut atau yang lain. Karenanya. dan kok-kok yang lain. ane akhwat ato bukan sih. wajar wong saya manusia biasa kok.” Nah kalau yang ini kalau nggak banyak rapat jadi bukan akhwat he. Daripada kita jadi “ orang biasa” yang nggak ada tuntutan dari psikologis kita. mau jualan ayam.

Secara manusiawi Jika ternyata kita nggak sesempurna tuntutan bagi seorang ikhwan dan akhwat. Adalah karena kita itu manusia. yang mempunyai sisi-sisi menyenangkan dan “ menyedihkan”. Ikhwan kita. yang meskipun kita itu terbaik. akhwat kita adalah manusia juga. Hingga kita tak kecewakecewa betul saat harus “ berinteraksi aktif” dengannya. Lalu saya bertanya. pandanglah ikhwan kita. akhwat kita sebagai manusia juga yang mempunyai sisi-sisi kekuatan dan kelemahan. Berkunjunglah ke rumah seorang ikhwan yang kita anggap berwibawa. Demikian pula dengan akhwat barangkali. Jadi barangkali. Manusia bukanlah malaikat yang nggak punya nafsu. Jadi memang Al Qur’ sendiri an mengakui sisi-sisi kemanusiawian itu dalam dua sisi. mulai suka ndagelah. soalnya saya sendiri nggak pernah tahu sih. jangan lupa kita. yang nggak perlu minum Hemaviton untuk menguatkan tenaganya. meskipun hasilnya terkadang belum begitu baik. tentu semuanya ada alasannya. akhwat itu sebagai manusia juga seperti kita. barangkali di hari pertamanya. yang orangnya agak ndagel pula. yang punya kelemahan dan kelebihan. apa antum tidak dimarahi tiap hari sama istri. akan tetapi yang perlu dicatat adalah. wanita juga akh. pokoknya kita bayangkan sendiri diri kita. jadi pandanglah ia sebagai istri.tapi jangan lupa bahwa manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Makanya syarat tak tertulis menjadi murabbi kan “ jangan sering-sering ketemu sama mad’ u” Ketemu pula saya dengan seorang ikhwan. tersayang – Bukan tersanjung. lalu tinggallah bersamanya selama seminggu saja. akhwat itu manusia juga akh. masih kelihatan kental sisi keikhwanannya. Manusia adalah makhluk yang penuh dengan keterbatasan hingga terkadang angan-angannya nggak berjalan selambat kenyataan yang dilaluinya. Itulah. manusia dan wanita dengan kebutuhan dan penanganan sesuai kapasitasnya. Yang terpenting. bahwa ikhwan dan akhwat mempunyai kesungguhan untuk menjadi yang terbaik. seperti sinetron aja . akan tetapi di hari-hari selanjutnya kita akan melihat sisi-sisi manusiawinya. Lalu ia mengatakan. kebetulan ia nikah dengan akhwat. Pandanglah ikhwan. berkeluh kesah dan sebagainya. maka tak akan jauh-jauhlah sifatnya. yang aneh-anehlah. barangkali mulai saat ini. untuk menjadi 78 .

ato akh Amin dan Akh Syu’ bani di taushiyah Only . Makanya ketika saya banyak berinteraksi dengan Cak Indra dan Cak Kacak di Manarul ‘Ilmi. Jadi jangan kapok-kapok untuk menjadi ikhwan dan akhwat. 19 April 2002 79 . jangan meninggalkan komunitas orangorang sholeh.ikhwan dan akhwat. akhirnya jadi ya agak baikan dikit. Wallahu ‘alam Sby. baik di lingkungan bahkan di milis.

yang satu menuduh yang lain. amatlah mempengaruhi opini seseorang dalam pengambilan sebuah keputusan. Dan jika demikian. tiba-tiba bayangan masa lalu itu datang. kita membaca di banyak rubrik konsultasi. Ah. Dalam forum-forum dakwahpun terkadang demikian pula. DAN PENGARUHNYA KEPADA AKTIFIS MUDA DAKWAH Hal yang sangat mempengaruhi dalam hidup manusia. Pernahkah. Itu contoh sederhananya. padahal sebetulnya ia bisa menjadi sosok dai prestatif. yang satu mengecam yang lain. Padahal. semuanya hanya bermuara pada perasaan. ketika ada jalan lempang untuk melangkah ke depan. Akan tetapi yang terlalu penting. barangkali hanyalah perasaan saja yang berbicara. bahkan banyak lembaga Islam yang akhirnya pecah. coba buktikan bahwa ia memanfaatkan untuk kepentingannya sendiri. yang terkadang menghambat dirinya untuk maju dan berprestasi. Ah. tentang banyak hal. tak ada bukti bukan. Kadang. kok sekarang 80 . “ Ah. maka ini amatlah mengganggu kita. rekan kita hanya mencari popularitas dengan aktifitas-aktifitas yang dilakukannya. Masa lalu seringkali membayangi kita dalam melangkah. Dalam korelasinya dengan aktifis muda dakwah. “ Apakah pantas orang yang dulu sering dimarahi orang. Perasaan kitalah yang mengatakan. rekan saya telah memanfaatkan organisasi ini untuk kelompoknya. menurut hemat saya adalah perasaan.PERASAAN. coba lihat di konggres-konggres. mereka sebenarnya tak ada bukti sama sekali untuk menuduh pasangannya itu. Atau ketika sebuah amanah dakwah itu datang. saya sudah terlanjur banyak dosa. Masa lalu saya kelam. maka ada beberapa persoalan yang terkadang membelenggu perasaannya. lalu kita mengatakan. lalu menjadi retaklah rumah tangganya. yang paling dominan dalam persoalan itu adalah perasaan pula. kalaulah ia bisa keluar dari belenggu perasaannya itu. masak berani-beraninya sekarang ngisi taushiyah”. padahal kalau diperhatikan. apalagi jika kita adalah seorang da’ i. seorang istri atau suami menuduh selingkuh pasangannya. yang perlu kita waspadai adalah bahwa perasaan seringkali tidak memberikan nasehat yang tepat. Perasaan ibarat seorang penasehat yang selalu saja memberikan arahannya kepada kita. Saya yakin. Perasaan.

Atau dahulu pernah menjadi pecandu narkoba. maka jadikanlah ia cermin hidup kita. Dulu. karena sesungguhnya Allah hanya akan mengikuti prasangka hambaNya. yang akan memberikan semangat ketika kita loyo. karena keluarga saya adalah keluarga umumnya. yang akan memberikan motivasi ketika gairah kita turun. Dan Allah pula akan mendekat lebih dekat jika kita berusaha dekat dengannya. Saya akhirnya hanya menerima yang 81 . jika kita berkeinginan untuk memperbaiki diri. Saya malu. “ beginilah rumah aktifis”. Sebenarnya kita bisa bertanya. yang akan menampilkan “ film” kehidupan dengan kwalitas terbaik. jauh lebih cepat dibanding orang-orang yang bermasa lalu indah. kelam mana sebenarnya masa lalu kita dengan masa lalu Umar Ibnul Khotob. Insyaallah antum akan mampu. menasehati diri sendiri aja deh” Disinilah kita kemudian sering berhenti dan akhirnya tidak maju. jika itu indah dan menyejukkan. yang jikalau kita mengingatnya hanya akan menurunkan motivasi kita. atau masa lalu Cat Steven. Akan tetapi jikalau ternyata masa lalu tak terlalu indah. yang jika kita menoleh kebelakang hanya meninggalkan luka yang membuat hidup menjadi tak bergairah. jika mereka akan mengatakan. Contoh diatas barangkali contoh sederhana. terus sekarang menjadi ikhwan. atau Johni Indo. Marilah kita mulai episode terbaru. kalau kita baca-baca di majalah UMMI. Sebenarnya. dan kemudian bertaubat dan menjadi akhwat. ada contoh yang lebih berat lagi. saya selektif sekali menerima rekan dakwah yang berkunjung ke rumah orangtua saya. dan memotivasi.harus menasehati orang. yang barangkali tak memenuhi standard jika di kait-kaitkan dengan konsepsi yang difahami oleh aktifis dakwah. misalnya dulunya pernah melakukan seks pranikah dengan pacarnnya. atau yang tak jauh-jauh adalah masa lalu Anton Medan. maka akan kita temui hal-hal berat yang memang secara psikologis akan sangat mengganggu. Bayanganbayangan masa lalu terkadang menyisakan gurat-gurat kesedihan yang sulit dihapuskan. Masa lalu. jika kita mempunyai keinginan untuk maju. Keluarga yang tak Islami. Sisa-sisa dosa masa lalu terkadang menorehkan luka yang mendalam yang membuat seseorang menjadi malu untuk maju. maka saya yakin Allah akan membantu kita. Sekarang bahkan mereka melejit mencapai prestasinya. maka lupakan saja masa lalu itu.

namun apa jawabannya. Baru kemudian sayapun menyadarinya. tetaplah berdoa’ untuknya. yang saya yakin sebagian dari mereka akan ada yang mendengarkan seruan kita. apakah kamu akan sinis jika ada keluarga sahabat dakwahmu yang kebetulan –dalam pandangan aktifis. begitulah orang lain memandangmu. karena pada hakekatnya. berkecukupan. Percayalah. Karenanya tak usahlah berkecil hati. karena ini adalah bagian dari dakwah kita pula. maka tak perlu kita berkecil hati. atau barangkali secara ekstrimnya. karena keluarga antum masih terlalu sholeh dibandingkan dengan keluarga mereka. lahir dari keluarga yang Islami. Kurang Percaya Diri. barangkali begitulah kilah kita. ada banyak telinga dan banyak mata. Tetaplah berbuat baik kepada orang tua. saya yakin bisa dihitung dengan jari. saya takut nanti Allah akan menghisab saya disebabkan tulisan saya yang masih awam ini. tidak. Apa yang antum nikmati saat ini. Diantara sekian banyak aktifis dakwah ini. atau sahabat Musab bin Umair. berkacapulallah kita kepada nabi Nuh. namun kan ummat ini nggak hanya keluarga kita saja. a dan semoga saja dengan demikian akan terjadi perubahan dengan kehendak Allah. mengapa pertanyaannya tidak di balik saja. yang saya rasa memahami keadaan di keluarga saya. siapa sih yang orangtuanya memang berangkat dari sebuah keluarga yang Islami. Adik saya lalu berkata. Lalu saya jawab. Yang membuat saya heran. saya 82 . bahwa jika kita ternyata sudah berusaha. sebuah proses pematangan diri jika antum mau menyadarinya. suka maksiat atau bahkan bukan seorang muslim ?. Kita tidak boleh enaknya saja.tidak Islami. Keluarga jangan dijadikan sebagai sebuah dalil untuk berpaling dari dakwah. Keluarga yang dipandang tak islami terkadang menyurutkan langkah kita untuk maju dalam dakwah. Wong keluarga kita aja seperti itu. orang akan lebih banyak menilai dari sikap kita. Berkacalah kita kepada Nabi Luth. itung-itung belajar berdakwah melalui tulisan. bahkan barangkali saya akan merasa kasihan padanya. barangkali kita tidak begitu sukses menyadarkan keluarga. maka antum akan segera menyadarinya. Saya baru menyadarinya ketika suatu saat adik saya bertanya kepada saya. adalah sebuah proses pendidikan yang baik.akrab dengan saya saja. Saya pernah minta tolong kepada rekanan saya yang saya anggap mumpuni untuk menulis di Manarul ‘Ilmi Online.

Mulailah berlatih dari sekarang. Karenanya marilah kita sambut dengan memberikan yang terbaik bagi dakwah. sebuah situs kecil. Ia hanya kurang percaya diri. tapi tahukah antum. untuk berfikir maju. jika kita ingin berdakwah melalui wahana ceramah.takut Allah menghisab saya karena saya mempunyai kesempatan. Akan tetapi yang lebih mengasyikkan adalah bahwa yang dinilai Allah ternyata adalah prosesnya. yakni membangun konsep e-dakwah di kelak kemudian hari. atas nama dakwah. ane kan masih ikhwanikhwanan. demikian sindiran ustadz Ibnu Juraimi ketika saya mengikuti PIR di Yogya beberapa tahun yang lalu. Semuanya berawal dari sini. jika antum ingin mengembangkan dakwah di dunia Jurnalistik. Hati-hati. itu persoalan lain. Mulailah sejak saat ini untuk mulai menulis. dan yakinlah bahwa sebuah kegemilangan akan selalu berawal dari “ memulai”. Dan Allah akan menentukan hasilnya. Saat saya belajar mengelola Manarul ‘Ilmi Online. antara percaya diri dan rendah hati. Orang yang rendah hati akan berbicara. mulailah menggarap buletin di kampus. mulailah belajar berceramah. Berfikirlah besar. Manusia diajarkan untuk berusaha. kemampuan menulis saya hanya pas-pasan kok mas. dan kemudian karenanya tak mengerjakan satupun jua. Jangan jadi Nabi dahulu baru berdakwah. akan tetapi ia tidak berani mencoba menulis. apapun hasilnya. yang gratisan. jika kita ingin menjadi seorang penulis. Atau barangkali apakah jika kita diajak melakukan aktifitas dakwah selalu saja berkata. ane kan ikhwan mbeling. ketidak percayaan diri semacam ini akan membuat kita jalan ditempat atau bahkan mundur dari gelanggang. untuk berfikir berhasil. semuanya berawal dari kecil. Orang tak percaya diri akan mengatakan. dan tentang berhasil tidaknya di kemudian hari. Salah satu hal yang perlu dicatat lagi. bahwa saya mempunyai “ ambisi” besar dibalik pengelolaan situs kecil itu. kita harus bisa membedakan. akan tetapi ia tetap menulis. situs sekecil itu takkan terlalu berarti dalam dakwah. 83 . lalu tidak saya manfaatkan. kemampuan menulis saya hanya pas-pasan kok mas. mulailah mencoba. barangkali ada yang berfikiran. Hilangkan perasaan seperti itu.

27 April 2002 84 . Wallahu a’ lam Sby. karenanya beranilah untuk mulai melangkah. dan yakinlah bahwa sebenarnya perasaan kitalah yang seringkali menghambat aktifitas kita untuk maju. padahal realitasnya seringkali tidaklah demikian.Penutup Keluarlah dari belenggu perasaan kita sendiri.

mengapa akhirnya kita tidak memilih menjadi orang yang pengertian saja. Orang yang mau melihat “ asbabun” nya kenapa seseorang bertindak dan bertingkah laku demikian. mau mengusahakan nggak. mau berlatih atau nggak. Ketika seseorang memilih pasangan hidup. ataukah menjadi orang yang pengertian itu sulit hingga pengertian harus menjadi syarat. kan bisa diajak bicara. atau dicari pria yang mapan dan pengertian. 85 . selalu saja yang terlontar adalah. dan berupaya menanganinya atau mensikapinya sesuai dengan dosis yang bisa diterimanya. Jika demikian.”pengertian”. sulitkah ? Menurut saya. masih dapat dimaklumi. bertindak seperti dokter. Orang yang pengertian biasanya mencari sebab. ketika memilih guru ngaji. Nah. bisa menahan ego nggak. Dicari seorang gadis yang jujur. Sebenarnya orang yang pengertian itu adalah orang yang mengembangkan empatinya kepada orang lain. ketika memilih rekanan.DICARI : YANG PENGERTIAN Pernahkan kita mengamati. sabar dan pengertian. ini karena tergantung pada orangnya. bahkan hingga memilih guru mengajipun masih diembel-embeli kata “ pengertian ngak ?” Pengertian. Sebegitu pentingkah pengertian itu. atau di kontak-kontak jodoh yang ada di majalah. Nggak ustadz nggak papalah asal pengertian. Selain kata pengertian nampaknya yang lain. hingga menjadi orang yang disukai banyak orang. jika kita dihadapkan pada pilihan partner kerja. guru ngaji. Atau. Pengertian akhirnya seolah menjadi kata-kata yang seringkali melekat dalam bibir kita. Karenanya. nggak pinter-pinter amat dalam agama nggak papa lah. menjadi orang yang pengertian itu susahsusah gampang. hingga menjadi orang yang seringkali dimaklumi banyak orang. hingga siapapun selalu mendambakan dan mensyaratkan keberadaannya. ”Orangnya pengertian nggak ??” hingga kalau ada jawaban. bahkan pasangan hidup. asal pengertian. Orang yang pengertian. seolah jawaban yang lain menjadi di nomor sekiankan. di Grasco barangkali. selalu saja ada kata “ pengertian”nya. Agak miskin dikit nggak apalah asal pengertian. orang yang demikian biasanya menjadi sangat menyenangkan.

pernah bercerita. Ada seorang yang nggak apal-apal. Suatu saat seorang aktifis dakwah memberikan tugas kepada adik-adik mentornya. kita sendiri. “ Guru” saya. yang ini masih surat AnNaba saja. Karenanya jika kita menjadi guru ngaji. Merasa geram karena kok muridnya yang satu ini nggak apal-apal. Beliau menyesal karena telah kurang pengertian kepada mahasiswanya itu. karena dua hal terakhir ini dapat dikerjakan semua orang. IPnya rendah.Apakah setiap aktifis dakwah itu pengertian ? Lho. kalau sudah capek ya istirahat”. Memang. yang lain sudah menginjak surat An Naziat. Beliau lantas dengan agak gusar. perlu banyak diingatkan oleh adik-adik ngajinya pula. kenapa kok bertanya seperti itu. yang orang banyak mengatakan aktifis. sebuah tugas yang menjadi momok banyak aktifis ngaji. suatu saat mahasiswanya memperoleh nilai yang begitu jelek. murajaah. sebuah istilah keren untuk hafalan ayat-ayat Al Qur’ an. Aktifis dakwah itu ya manusia yang masih perlu banyak mendalami Islam pula. Tapi nggak apalah. barangkali harus perlu mengerti dan belajar banyak tentang pengertian. namanya juga masih manusia. perlu banyak belajar pula. yang paling penting adalah menyemangati. jadi ya ada yang pengertian dan ada pula yang belum. mengatakan. mana yang baik dan mana yang buruk. Padahal barangkali kemampuan ia menghafal memang lemah. sebuah RS Jiwa. kadang nggak. itu kan pertanyaan yang memojokkan penulis artikel ini. “ Tapi ya kalau belajar jangan terlalu lelah. yang ia butuh 86 . dan telah memberikan vonis tanpa mengerti musababnya. yang latar belakangnya bermacam-macam. pak Abdullah Shahab. lalu aktifis pembina ini menceritakan Imam Syafi’ yang karena melihat betis i perempuan akhirnya banyak bacaannya yang hilang. Tentu yang tak hafal tadi merasa dipojokkan karena akhirnya seolaholah ia dianggap yang paling banyak maksiatnya. “ Ya kamu kurang belajarnya”. Beliau lalu dengan cepat-cepat mengatakan lagi. karena barangkali kita telah banyak belajar halal haram. akan tetapi ketika harus menangani seseorang. aktifis dakwah itu kan manusia juga. bukan sekadar menilai dan mengevaluasi. Begitulah. perlu banyak merenung pula. atau kadang pengertian. ketika mahasiswa itu mengatakan bahwa dalam beberapa bulan terakhir ia sempat dirawat di Menur. Tapi alangkah terkejutnya beliau. Jadi ya samalah dengan kita-kita. Seseorang bisa menjadi malas ke pengajian bisa karena guru ngajinya yang kurang pengertian.

kita tak bisa melakukannya. beliau hanya memerintahkan orang untuk menyiramnya saja. bagaimana kapasitas orang badui itu. Bacalah kemuliaan akhlaq rasul itu dalam buku ArRasul-nya Said hawa. tentu kita akan memahami dan berdecak kagum.atau jangan pula kemudian kita sinis kepada rekan kita yang masih baru. Karenanya jadilah yang pengertian itu. bahwa memvonis berarti membunuh dan memotivasi akan menolong. tapi menyebabkan pemuda itu jadi mengerti. coba lihatlah apa yang beliau lakukan ketika seseorang meminta izin kepada Rasul untuk berzina. Atau bagaimana ketika seorang badui. Apakah rasul juga pengertian juga ? Setahu saya demikian.sentuan hati dan sisi-sisi psikologis. Rasul dengan sabar hanya menanyai bagaimana jika keluarganya dizinai orang. Sby 9 Mei 2002 87 . untuk kemudian kita carikan solusi yang bisa dia mengerti. Jangan lagi kita sekarang menjadi sinis atas rekan kita yang barangkali hafalannya masih sedikit– wah ini pasti yang nulis nggak banyak apalannya . Kita barangkali memang harus banyak belajar fiqih dakwah disamping fiqih Islam. Kita akan jadi “ mengerti” dibuatnya. tiba-tiba kencing di masjid. Kita terkadang hanya bisa memvonis tanpa bisa memotivasi. yang barangkali pergaulannya belum tertata. sebuah pertanyaan yang tak menyinggung. karena beliau mengerti. Kita harus belajar memahami. Ingatlah.

Problematika seperti ini. Mungkin apa yang telah di lakukan pak As’ Humam dengan Iqra’ nya. Masa depan sepertinya bukan lagi milik mereka. saya yakin ada di banyak tempat. Menjadi TKI. ternyata beberapa orang pemuda datang. Waktu terus berlalu. karena kebetulan memang ibu saya berdagang kecil-kecilan. setelah pintu saya buka. Sulit. lantas membeli sesuatu. nggak ada pilihan. bukan hanya di kampung saya saja. Mau bertani. dan sayapun waktu itu mengajarinya dengan senang hati. Mereka bukan pula sosok yang mempunyai harapan besar seperti saya. banyak cita-cita yang akhirnya tak sampai. adalah pemuda yang saat saya masih SMA adalah adikadik TPA yang belajar mengeja huruf hijaiyah. dan kesempatan kerja paling tidak masih ada. setelah itu. cari kerja sulit. yah berapalah hasil bertani itu. Penganguran akhirnya menjadi satu-satunya pilihan yang tak mungkin dihindari. karena memang kebanyakan mengerjakan lahan orang. yang mendidik ad anak-anak muslim dekat dengan Al qur’ an. Siapakah mereka ? Mereka adalah pemuda desa saya sendiri. dengan biaya mahal-mahal. dan roda kehidupan berjalan terus. Dan tentu perlu 88 . dan royco serta kecap tentu saja. dan keluyuran tak karuan. menjadi tak tertindak lanjuti lagi. dan akhirnya kesalihan di masa kecil menjadi tak berbekas lagi. Lalu bersama rekan-rekannya begadang sampai pagi sambil pesta mie. Cobalah kita fikirkan. akhirnya juga diusir oleh pemerintahan Malaysia. kuliah. selalu saja datang ke kamar saya meminta untuk diajari membaca Alqur’ an.00 atau terkadang pukul 01.GENERASI YANG HILANG Malam hari sekitar pukul 24. Banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi. hingga kemudian rasa frustasi ini seringkali diungkapkan dengan begadang. Sekolah paling sampai SMA. Seringkali anak-anak lucu itu akhirnya menjadi lepas kendali di kemudian hari. dan banyak harapan-harapan yang tak tercapai. tak ada sesuatupun yang harus dikerjakan. Sedih pula saya rasanya. toh hasilnya juga tak seberapa. bagaimana jika menjadi mereka. tapi milik kita-kita yang kuliah ini. Alhamdulillah saja tidak pesta narkoba.00 dinihari. Biasanya mereka membeli mie satu pak. Sebagian bahkan setelah maghrib dan tak ada jadwal mengaji. sampai pinggang terasa sakit semua. menanam padi sekian lama. seringkali ada yang mengetuk-ngetuk pintu rumah saya.

Kita tidak boleh berdiam diri. sekali lagi perlu pemecahan. dan berikhtiar. hanya karena tak punya masa depan. Semoga saja.pemecahan. pasti iya. meski dalam tingkat yang wajar saja. Lalu tanggung jawab siapa ini. atau paling tidak bercita-cita untuk membawa mereka kembali ke dalam pangkuan Islam. tapi kita seringkali tak sedih ketika melihat bayak generasi muslim yang hilang. Wallahu a’ lam Ditulis dengan deraian air mata. Kedua. Tentu tak arif jika akhirnya kita hanya menyalahkan mereka. Karenanya mulailah berfikir tentang mereka. Karena mereka adalah orang-orang frustasi yang butuh kepastian hidup. orang yang disebut-sebut masih mempunyai masa depan. Percuma memberi penyuluhan narkoba. dengan berselancar dalam kenikmatan-kenikmatan spiritual kita. karena sesungguhnya mereka adalah muslim pula. Mereka adalah bukan orang lain bagi kita. Trenggalek 23-5-2002 89 . tentu kita. Mereka adalah generasi-generasi muslim yang hilang. jika pemerintah tak mengusahakan masa depan mereka. Pemerintah. aset ummat ini. karena sebenarnya kita perlu berfikir. yang mustinya kita temukan kembali. Kita seringkali begitu gembira jika ada orang yang masuk Islam.

yang nggak jilbaban menjadi minoritas. tapi dengan cara yang amat gampang. beliau mengusirnya dari rumah. Persoalan-persoalan itu sebenarnya dapat dihindari jika kita bisa menyertakan akhlaq dalam berdakwah. Lain lagi dengan rekan saya yang lain. untung ibunya menangis waktu sang anak menginjakkan kaki keluar rumah. terkadang seseorang menjadi gampang pemarah. Ketika hal ini dikatakan kepada ustadz kami. merupakan wilayah potensial pemacu kebangkitan Islam. sekarang. telah tertanam dalam diri sanubari banyak orang muslim. i pernah mengajak berdebat ayahnya sampai jam dua malam tentang Islam. membawa diri sebaik mungkin ketika kita ingin memperlihatkan nuansa keindahan Islam. Tetangga desa saya. Jika dahulu sedikit sekali orang yang memakai jilbab di kampus. kapan saatnya mengklakson. maka ia harus tahu kapan saatnya mengegas. Malaysia. Padahal yang 90 . tetangga sendiri. gara-gara bertengkar dengan ayahnya soal Islam. kapan saatnya mengerem. gampang mencurigai dan sebagainya. karena memang waktu itu barusan mengaji. yang kita anggap nggak Islami. apa bisa ? Kita menginginkan mereka Islami tapi kita hanya mengandalkan semangat tanpa akhlaq. Tapi ada satu hal yang bagi saya membawa keprihatinan..MEMBANGUN AKHLAQ DALAM DAKWAH Kesemarakan Islam di Indonesia begitu menggebu akhirakhir ini. harus lari beberapa bulan dengan adiknya.nggak jadi deh. Kita menginginkan mereka hidup Islami. nampaknya cukup beralasanlah jika akhirnya Dr. tentu tak akan berhasil. yang sekarang jadi da’ di Yogya. toh orang-orang yang kita “ musuhi” itu paling-paling ya ayah sendiri. Kajian Islam semarak dimana-mana. gampang menyalahkan. ibarat orang menyetir motor. sesungguhnya agama bagi Allah hanyalah Islam. Yusuf Qordhowi memperkirakan bahwa Indonesia. maka beliau mengatakan bahwa segala sesuatu itu harus diperhitungkan. hatinya panas ketika mengatakan bahwa Pancasila itu pandangan hidup. sedangkan teman saya mengatakan bahwa Pandangan hidup itu Islam. Dahulu. dan yang terpenting kekuatan jiwa untuk mengakui bahwa “ inna diina ‘indalahil ‘Islam”. semangat itu dibiarkan begitu saja hingga kemudian atas nama dakwah dan ghirah Islam. akhirnya … . rekan saya berdebat dengan guru PMP. bahwa terkadang semangat yang menggelora itu tak diiringi dengan akhlaq. Tapi hasilnya apa.

hanya barangkali Islamnya nggak standart aja. aqlak beliau sangat luar biasa. Jadi buku saya itu sejarahnya cukup mengharukan. yang nggak mau syahadat. Begitupun pula barangkali dengan tetangga dan rekanan. Dan bahkan nabipun bersabda. dalam dimensi dunia harus tetap dihormati. masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan”.” He. tidak dengan menakut-manuti. “ sholat gaya Suroboyoan” . Trenggalek 27 Mei 2002 habis subuh. dan bahkan berkata. bahwa ghirah Islam takkan berarti jika kita tak memberikan aqlaknya. Barangkali demikian.. Islam adalah satu hal yang kaffah. lalu iseng iseng saya mencobanya pula.. eh tahu-tahu katanya kakinya pun direnggangkan jauh hingga bisa menyentuh kaki orang dikanan kirinya. Ada pengalaman seorang teman lagi. soalnya nggak biasa sih. Terharu mertuanya.he. dan orang desapun berbisik. nah. Eh bener kata guru SMA saya itu. dalam persoalan dakwah. selagi tanpa memusuhi kita. dan kita disuruh untuk mengusahakannya. 91 . lama-lama jadi biasa. lalu karena biasanya shafnya renggang.”Anak saya saja tidak pernah seperti ini. pernah memberikan tips kepada saya. pertama sih malu-malu gitu. dengan aqlak kita. karena saya dulu jadi tertarik aktif di masjid kampus. sehingga menyebabkan orang lain berkesan tidak baik terhadap Islam Gampang khan – dicapkan seperti iklannya Sunslik [^_^] Wallahu a’ lam Desa Malasan. dan saya diminta untuk membeli buku Islam sekehendak hati saya. dan saya membeli Riyadhush Shalihin. Bahkan terhadap orang tua yang kafir sekalipun. ayah saya terharu. Beliau mencium tangan mertua ketika hendak mengajar. saya cium tangan ayah dan ibu saya sebelum pergi kesekolah. yang haditsnya sering saya kutip dalam tulisan-tulisan saya itu. Pulang ke desa shalat dengan memakai jeans. ”Dan tidaklah aku diutus kecuali untuk menyempurnakan aqlak manusia” Jadi percayalah bahwa keberhasilan dakwah sangat tergantung dari bagaimana kita dapat menunjukkan keagungan Islam. Dahulu seorang guru SMA yang mempunyai aktifitas dakwah. yang kepada pamannya sendiri saja. “ Hai orang-orang beriman.kita musuhi terkadang nggak memusuhi kita. karena tentu Islam tak bisa diambil semangatnya saja. gara-gara akhlak seorang aktifisnya pula. besuknya saya diantar ke Tulungagung. Contohlah nabi. yang aktifis dakwah kampus.

dan di kanan kiri kita. Marekalah yang dapat kita jadikan sebagai “ ustadz-ustadz” kita yang akan memberikan materinya dengan keindahan sikapnya. ada banyak hal lagi yang bisa disebut mengaji. mengaji bukanlah hanya sekedar itu. untuk toko kecil kami.MENGAJI DARI ORANG DI SEKIAR KITA Kalau kita mendengar kata mengaji. Pengajian pertama. buat apa menyekolahkan anak tinggi-tinggi. pemompa semangat. tak mau menyekolahkan anak. Nilai-nilai tanggung jawab. sesuatu yang ada di depan mata kita. terlepas dari segala kekurangannya. tentu bukannya ia kita hadirkan untuk memberikan ceramah kepada kita. hanya karena menginginkan saya. TV misalnya. tidak semua hal yang dilakukan orang disekeliling kita bernilai baik semua. adalah orang yang bagi saya sangat berkesan. toh kalau akhirnya 92 . apapun selalu ia pertimbangkan. Ayah saya tak membeli motor bukan karena apa. karena untaian pena yang diberikan oleh “ guru mengaji” kita itu adalah sebuah sikap terhadap realitas hidup. Akan tetapi bagi saya. pengorbanan. menginginkan agar saya menjadi orang yang berwawasan. pergi kemana juga harus pake sepeda pancal tua. Dan tentu saja ini lebih berkesan. Ayah rekan saya saja. yang lebih kaya. dan adik saya melanjutkan kuliah. selalu saja teringat seorang ustadz. Beliau tak pernah memperhitungkan apapun kalau untuk persoalan kuliah. Selalu saja teringat dengan sekian ribu masa yang berkumpul mendengarkan ceramah kiai anu. dan kesabaran. yang sampai sekarangpun. nggak ada niatan untuk menggantinya dengan yang berwarna. sebagai penyejuk jiwa. Seorang guru SD yang hampir pensiun. Kalau saya mengatakan. Apalagi kalau saya melihatnya dengan sepeda pancalnya itu berbelanja minyak. akan tetapi ada sikap-sikap tertentu dari seseorang yang dapat kita jadikan sebagai mutiara taushiyah bagi kita. Tentu. dengan sekian santri mengengelilinginya. mengaji dari orang sekitar. tapi kalau untuk membeli fasilitas rumah. membuat saya semakin terharu. Bukan itu. akan tetapi kita akan belajar dari sikap hidup seseorang yang ada di depan mata kita. keikhlasan. Ayah saya. disamping kita. karena persoalan biaya.

akhirnnya ia menikah. karena tanpa alasan. Pengajian ketiga. Ayah saya barangkali tak pernah mengajarkan bagaimana bersikap pada orang tua. sudah tidak termaafkan. juga memaafkan. diusia yang lebih dari 35 tahun. Saya hanya menghela nafas panjang. lebih menginginkan mobil dibanding sekolah anaknya. karena merasa sudah mampu. semoga Allah membukakan rizqinya.”Mas. kalau kita menuliskannya. Lalu bilang. yang kalau kita mengingatnya.menganggur juga. sebuah taushiyah untuk sebuah rasa tanggungjawab. Seseorang rekan. 31 Mei 2002 93 . rekan saya pengajar TPA. terkadang tanpa terasa meleleh air mata kita. Atau ayah rekan yang lain saja. Dan bahkan mencoba mengoreksi diri. mungkin salah saya. Beberapa saat setelah proses lamaran. sang gadis membatalkan rencana pernikahan yang sudah dipersiapkan. Masih banyak pengajian-pengajian lain. mengapa bagi saya. tapi sudahlah. sikapnya telah memberikan pelajaran tentang nilai pengorbanan dan rasa tanggung jawab. tapi jawabnya. tapi bagi saya. suatu saat menceritakan tentang santri privatnya yang dibelikan baju orang tuanya bernilai ratusan ribu. Tak usah melewati masa-pacaran. Saya belajar banyak darinya. orang yang paling saya takuti adalah orang tua. padahal mungkin kalau saya. Pengajian Kedua. nggak perlu diingat-ingat lagi. satu hal yang jarang dilakukan banyak orang saat ini. bersabar dan bertahan. Sudah dikhianati masih bilang. seorang bapak kepada anaknya. saya nggak tahu. apa bisa ya saya besuk membelikan baju semahal itu untuk anak saya”. memberanikan diri untuk “ menanyakan” kepada seorang gadis. mungkin salah saya”. karena keduanya telah mengerti tentang persoalan itu. dari goncangan yang teramat besar barangkali. untuk dipersuntingnya. Semoga Allah menguatkan kesabarannya. Trenggalek. Itulah.” Rasa sedih sih ada. mengatasi kekecewaan. menghadapi cobaan. terkejutlah ikhwan itu. Dan alhamdulillah. Saya mencoba menanyainya. Dulu. Semoga Allah mengabulkan harapan-harapannya. dengan topik yang berbeda-beda tentu saja.

“ Ah… jangan munafik deh. banyak orang tersesat. sebenarnya yang munafik itu yang selingkuh atau yang tidak selingkuh sih. jangan munafik. coba tanya hati kecilmu”. kalau obyeknya kemudian diubah menjadi nilai keburukan. jangan munafik deh mas. yang melihat film porno atau yang menolak sih ?. Istilahnya lalu “ jangan munafik” dijadikan pembenaran bagi hal-hal yang buruk. jika dipercaya khianat. 94 . jangan munafik. Jika bicara dusta. Dalam terminologi yang kita hadapi sekarang. tapi sebenarnya nggak benar. pake hati kecil lagi. saya tahu mas sebenarnya pengin juga”. yang foto-fotonya di muat dalam sebuah buku di luar negeri. “ Ah. tapi sesungguhnya sesat. ada tiga.?”.… … … Barangkali masih ingat tentang seorang warga Indonesia yang telanjang. terus bilang. apalagi kalau nggak tahu. kok amoral. maka seringkali yang berbuat buruk menjadi tidak munafik. Bagi seorang yang sudah beristri. Dan karenanya. kan baik juga tuh. kalau nggak ingat ya syukur. dan yang berbuat baik menjadi munafik. Atau ketika seseorang mengajak lihat film porno terus kita nggak mau.KELIHATANNYA BENAR Yang ingin saya utarakan. Kata “ jangan munafik” sebenarnya bener juga. memperingatkan kita agar tidak munafik. anda kan sebenarnya seneng juga kan… . hanyalah beberapa terminologi atau kalimat-kalimat yang seakan-akan baik. kamu kan sebenarnya seneng juga. Dan kerepotan itu terkadang akhirnya menghaslkan kebimbangan dan kemudian menjadikan kita membenarkan terminologi ini.maka yang disebut munafik itu kata nabi. ”Ah. mungkin relasinya yang cantik ada yang mengajak selingkuh. jika berjanji inkar. tapi kok dihati kecil penasaran juga. What’ Munafik ?? s Kalau kita sedikit belajar Islam -alhamdulillah kalau banyak. seakan-akan benar. Ah. mau njawab seneng. Kan sekarang kita jadi heran.”Takut sama Allah mbak”. Tapi menjadi salah. terus yang diajak kebetulan rada-rada aktifis. Ketika seorang anggota DPR mengkritiknya. bahkan aktifis sendiri. hal-hal yang jelek. Repot kan. dibalas deh sama dia. Mau bilang nggak seneng. kadang-kadang. Kan bingung juga kalau yang ditanya pak Edy. Maka orang itu biasanya bilang.

Dan sifat yang lebih kurang ajar lagi dari orang munafik adalah ini nih : Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Allah dan orang beriman pasti nggak bisa kena tipu. bukan. sama orang yang akalnya sehat. Atau di Alqur’ ada an banyak lagi. padahal mereka sendiri yang munafik. Mestinya jika mereka adalah orang-orang yang pembangunan. Terminologi yang disalahkan bukan hanya “ jangan munafik lu”. saya ini orang yang selalu mengikuti hati nurani.(QS 2:9) Nah inilah.”(QS 2:11) Nah ini kuncinya. orang yang imannya lemah aja yang kena tipu. tapi juga “ jangan sok alim”. 29 Mei 2002 habis subuh 95 . Diantaranya adalah : Di antara manusia ada yang mengatakan: “ Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian” . mereka akan membangun lapangan kerja. pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Makanya jadi orang beriman aja. padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. padahal mereka merusak. dengan mengatakan saya bukan orang munafik. Berbuat baik terus. dan hati nurani yang dimaksud adalah nafsu. Mereka sebenarnya menipu dirinya sendiri aja.(QS 2:8) Nah. Kan Allah dan orang beriman nggak bisa ditipu. Mereka menjawab: “ Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan. Membuat lokalisasi pelacuran dan judi dengan dalih pembangunan. itu dia kedoknya. Jadi jangan mudah terkecoh. mengatakan saya ini bukan orang munafik. dan jangan minder menghadapi terminologi yang salah. mereka hendak menipu Allah. mereka merasa dengan apa yang mereka kerjakan ini. Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman. membuat pembangunan. semuanya sama saja. Trenggalek Rabu. Desa Malasan. bukannya mempertahankan kehinaan dengan dalih pembangunan dan kemanusiaan. enak nggak bisa ditipu.Nah itulah yang disebut orang munafik. membela habis-habisan lokalisasi dengan dalih kemanusiaan. Ya akhirnya orang yang nggak berakal aja yang kena tipu.

wahai anakku… . bahwa dalam psikologi modern. pakailah kata-kata lain diluar kata larangan. sehingga penggunaan kata “ jangan” seharusnya menjadi hal yang dihindari pemakaiannya. ketika kita menghukum. jangan berkata “ jangan” kepada anak. dan akhirnya menolak saran kita. Menarik sekali seminar itu. Ingatkah kita pada pak Luqman. boleh-boleh saja. mengapa melarang mensekutukan Allah.YANG PENTING BUMBUILAH DENGAN KASIH SAYANG Dalam sebuah seminar tentang anak. sebuah ungkapan yang penuh dengan nuansa kasih sayang. dipanellah antara dua orang. wahai anakku. Paling tidak karena penggunaan kata jangan.. yang disimbulkan sebagai seorang pendidik oleh AlQur’ pernah berkata kepada an anaknya. yaa bunayya. Inna syirka. mungkin untuk mengingatkan akan tanggung jawab orang pada pendidikan anak-anaknya. akan tetapi karena kasih sayang. Dalam Islam melarang karena kebencian tentu dilarang. Tapi lain dalam pandangan seorang ustadz. Sebuah nilai akan menjadi lebih jelas dengan kata “ jangan”. penggunaan kata jangan. janganlah mensekutukan Allah. Pakar Psikologi itu. sehingga ia akan tersadar. yang di dalam AlQur’ an digambarkan sebagai seorang pendidik. dengan berbagai literaturnya mengatakan. Pertama. Ada beberapa hal yang dapat kita ambil pelajaran darinya. yang ia melarang bukan karena benci. sebelum melarang beliau mengatakan. la dzulmun ‘ adziim. adalah untuk memberinya nasehat. bukan karena sentimentil dan emosi yang berlebihan. Mungkin dalam wacana psikologi – yang psikolog boleh protes nih – penggunaan kata jangan dapat “ membuat seseorang menjadi kecewa” . alangkah indahnya jika ketika kita melarang.. Setelah memberikan larangan beliau mengemukakan alasan. misalnya dengan mendiskusikan persoalan itu. Hanya saja penggunaannya harus dilandasi dengan kasih sayang yang tulus. karena berbicara mengenai bagaimana mensikapi seorang anak. Memang. bukan. tapi melarang karena kasih sayang merupakan salah satu sarana untuk mencegah keburukan. yang satu seorang psikolog dan satunya lagi seorang ustadz. sesungguhnya mensekutukan Allah itu adalah kezaliman yang besar. adalah karena mensekutukan Allah adalah sebuah kezaliman yang besar. Luqmanul Hakim. Intinya 96 . Yaa bunayya laa tusrik billah. cukup efektif untuk mengatakan hal yang terlarang. Ayat-ayat itu seringkali pula dibacakan saat-saat ada keluarga yang melahirkan.

landasilah ia dengan belas kasih agar sampai tujuanmu yang sebenarnya. bukan sekedar caranya. tidak berbicara tentang bagaimana membangun suasana hati. niat yang baik. karena ia tak ingin membunuh musuh karena emosi. melarang. Karena itulah yang terpenting dalam hidupmu. agar ia merasakan makna hukuman. Wallahu a’lam Trenggalek. 17 Juni 2002. tetapi karena ingin menghancurkan. adalah karena orang mengkritik bukan karena menyelamatkan. ketika akan berbuat sesuatu. Maka ketika kita dalam keadaan emosi. karena sebenarnya apapun yang kita lakukan. Karenanya mulailah dari diri kita. mengapa kebebasan mengkritik ini semakin menjadikan bangsa kita jauh dari kemakmuran dan keadilan. kedepankan kasih sayang. yang akan sampai kepada orang lain adalah suasana hati kita. kritikan dan larangan yang kita berikan. Orang barat berkata tentang bagaimana caranya. menghukum. sampai gelora amarah yang ada dalam dadamu mereda. yang ketika akan membunuh musuhnya tiba-tiba musuh meludahinya. Begitulah. menghukum. Mengapa banyak kritikan saat ini yang tak bermanfaat sama sekali. habis subuh 97 . tentang cerita ketika Ali ra berperang. Ketika dirimu ingin mengkritik. melarang.sebenarnya adalah kasih sayang. Masih ingatkah. Ali pun membatalkan niatnya. dan yang penting. tunda sajalah keinginanmu untuk mengkritik. bumbuilah dengan kasih sayang.

meskipun bukan seorang ustadz. menasehati dengan sabar saja. Akan tetapi hal yang paling menarik adalah ketika ada penelephon yang menceritakan kehidupannya kepada A’ Agym. daripada yang bersifat angker. beberapa waktu yang lampau. ia akan pulang pagi. Istrinya ternyata hanya menasehatinya saja. ternyata bukan itu. bukan sabar yang terlalu luas pengertiannya. Bergaul dengan orang sabar memang begitu enak. akan tetapi si istri terus saja menasehatinya dengan kata manis dan baik. beliau hanya mengingatkan saja. si Bapak ini adalah seorang penjudi. meski rangking saya turun. gurunya sabar bu?. seringkali keluar malam untuk berjudi. bagaimana gurumu di sekolah. Inilah yang seringkali menyemangati saya ketika saya ada masalah. saya sendiri merasakan. dan dia begitu bersyukur. telah mendapatkan istri yang teramat sabar dalam mengingatkannya. akan tetapi saya merasakan. tidak marah-marah. Begitulah arti sabar yang saya maksudkan disini. saya mendengarkan ceramah Subuh yang diasuh A’ Agym. dan tentu saja. dan 98 . Jawabnya adalah istrinya itu adalah seorang yang sabar. seperti biasanya. Saya begitu menikmati bergaul dengan orang yang sabar daripada orang yang angker. Materinya tentang keluarga. Ceritanya. Ia bercerita bahwa ia sangat bersyukur mempunyai istri seperti sekarang ini. kalau tidak pulang terlalu malam. Dan saya fikir. kalau di poling. bagaimana saya lebih dekat dengan orang yang bersifat sabar. Apakah karena istrinya sangat cantik. kok nggak pernah saya merasa di marahi ayah saya. toh ternyata hancur juga. saya merasa kesulitan menyesuaikan diri dengan aktifitas perkuliahan di kampus. Inilah yang membuat saya menjadi sungkan karenanya. atau punya karir bisnis yang hebat. maka ia akan bilang ? Wah. Ia menyadarinya dan kembali menjadi suami yang baik. 100 % orang lebih menyukai orang yang sabar terhadap dirinya. Tak pernah dihiraukan apa kata sang istri. dan meskipun banyak kelemahannya. dan hasilnya sekeras apapun karang itu.MEMBANGUN “ SIFAT SABAR” Tadi pagi. Sabar yang saya tulis dalam judul itu memang sengaja saya kasih tanda kutip. kalau saya perhatikan. meski nilai saya jeblok. karena maksud sabar itu adalah penampilan sabar. Ayah saya. bahwa ayah saya seorang yang sabar. Selama ini. sebagaimana jika seorang ditanya. Pernah suatu saat saya begitu frustasi dengan kuliah saya.

saya tidak tega untuk mengecewakannya. jika saya menjadi bagian dari opini publik itu. kelihatannya masalah berpenampilan sabar ini semakin diabaikan. tambah soleh. sedangkan sifat keras hanya akan memukul emosi seseorang. Namun. hanya berlangsung selama lima hari. itulah. kok penampilannya berubah menjadi sholeh ya. hanya karena beliau bertutur kata lembut dan sopan. Demikian pula ketika saya bertemu dengan anak beliau Gus Abdullah. meski kediaman beliau hanya terbuat dari kayu dan tanpa AC. belajar agama jangan terlalu tinggi-tinggi. orang akhirnya melihat bahwa orang Islam yang banyak belajar agama hanya akan menyebabkan mereka berkarakter keras dan semaunya sendiri. hati saya menjadi menjadi sejuk. Saya sendiri sebenarnya takut. ternyata akan memukul kesadaran seseorang. Paling tidak itulah yang saya rasakan. saya berniat untuk mengubah penampilan saya. bahwa orang yang menuntut agama menjadikan ia menjadi sosok baik. Akan tetapi kalau mengingat ayah saya. mendadak penampilannya menjadi lain. Karenanya barangkali saya harus lebih belajar untuk bersifat sabar dan ramah. Alasan-alasan membela Agama Allah telah kita jadikan rujukan untuk menuding-nuding orang dan menghakiminya. kelihatannya memang sifat sabar akan lebih bisa diterima hati seseorang. saya merasakan kesejukan pula. sehingga rekan-rekannya heran. Seorang rekan saya dari Jakarta. Begitulah.bahkan sayapun sempat punya niat untuk keluar saja. ternyata membuat saya bersemangat kembali. menjadi lemah lembut. Suatu saat. entah jika orang lain. Terus terang. sehabis sowan kepada beliau. Dan orang awam akhirnya menyimpulkan. seringkali dijadikan pembenaran untuk bersikap kasar. yang menutupi keramahan Islam dengan sifat-sifat saya selama ini. beropini nylekit. dan pernah berubah beberapa hari. Nah. Bahkan pulang dari sana. ketika ada kesempatan bertemu dengan KH Abdullah Faqih di Langitan Tuban. sifat sabar. bahkan menyerang pribadi orang lain yang kita anggap menyimpang dari nilai Islam. yang bisa diteladani. Tetapi sayang. Wallahu a’ lam 99 . kalau saya melihat fenomena dakwah yang ada sekarang. meskipun sekarang kambuh lagi seperti aslinya. Akibatnya. Alasan-alasan membela Islam. Akhirnya orang tak akan melihat.

Akan tetapi ternyata seringkali realitas berbicara lain. Akhirnya saya memang harus menerima kenyataan. Demikian pula dalam sisi penampilan. bukanlah catatan Allah dalam Lauhul Mahfudz. dan dakwah. dan semacamnya. akan masuk dalam deretan orang pintar. Ini adalah persoalan 100 . pengurus LDK. bahwa ia tidak dapat menjadi yang terbaik. betapa banyak angan-angan awal itu ternyata tidak bisa diwujudkan dalam banyak kenyataan. dan lulus tepat waktu. tapi tak bisa sebagus yang saya harapkan. bahwa saya telah mencobanya. kreativitas. Dalam hal kuliah. padahal ia adalah seorang muslim. Karenanya. Bila saja kita tak menyadari. da’ aktifis dakwah. Dan nilai-nilai itu akan semakin menuntutnya. Saya lalu berfikir. tempat bertanya banyak hal tentang perkuliahan. i. jika ia mempunyai gelar. saya dulupun mengangankan hal semacam ini. YANG PENTING OPIMAL Barangkali sudah menjadi fithrah setiap orang. Dalam sisi akademis. Paling tidak pada awal-awal kuliah. hingga sudah menjadi kebiasaan untuk selalu sakit perut menjelang pengumuman nilai. penampilannya kalem dan tersembunyi nilai kebijaksanaan padanya.TIDAK PERLU IDEAL. serta cepet dapet kerja. lalu saya mencobanya kembali. tapi sebenarnya hanyalah harapan-harapan dalam diri seseorang. yang buku catatannya menjadi rebutan banyak mahasiswa lain. padahal ia adalah seorang aktifis dakwah kampus. saya membuat sebuah planing kedepan tentang banyak hal untuk membangun diri saya menjadi sosok ideal dalam sisi akademis. yang dituntut menjadi sosok yang sempurna. Terus terang. Akan tetapi percayalah. saya tak bisa menjadi the best dalam urusan akademis. mungkin saya kurang keras. untuk selalu menginginkan dirinya menjadi yang ideal dalam banyak persoalan. dan saya membayangkan bahwa saya akan menjadi orang yang berhasil dalam banyak hal. sebuah rencana di atas kertas dan sebuah angan-angan mulia. ternyata prestasi akademik saya tidaklah menggembirakan. dan ada peningkatan memang. begitu sulitnya mendapatkan nilai A dan B hingga tak jarang harus menghela napas panjang ketika melihat pengumuman nilai. ia termasuk sosok yang disegani dan menyenangkan. bahwa Allah menciptakan manusia ini dengan kemampuan yang berbeda-beda. maka barangkali seseorang akan menjadi frustasi. bahwa setiap orang mempunyai sisi-sisi kelemahan.

berdo’ kepadaNya. dijadikan sosok yang ideal dari optimasi potensi yang telah diberika Allah atasnya. dan berusaha secara maksimal. menjadi aktifis dakwah. Bagi saya. dan demikian pula untuk hal-hl yang lain tentu saja.yang banyak terjadi. agar kita. wallahu a’lam 101 . Bagi kita yang paling penting adalah bagaimana berproses secara baik. bukannya berhasillah. dan tak jarang sebuah bisikan halus menyapanya. dan bukannya hasil. memahami persoalan ini harus kita kembalikan kepada bingkainya. bahwa Allah tak akan membebani seseorang diluar batas kemampuannya. jika tidak. Laa yukallifullahi nafsan illa wus’aha. lebih baik menjadi orang biasa saja. sebuah mutiara terindah yang akhirnya saya fahami. karena memang manusia mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. Dan tak jarang. Bagi kita yang memang diberi kelebihan Allah. tentu kau harus menjadi teladan. menghadapi hal yang demikian itu diri kita menjadi terhuyung dan jatuh. dijadikan sosok a yang berhasil. karena sesungguhnya kita tidaklah tahu tentang kemampuan yang diberikan Allah atasnya. dan jadilah sosok yang optimal. Tak apalah tidak lulus cepat. maka bersyukurlah. dan jangan kemudian kita membandingkan diri kita dengan orang lain lalu meremehkannya. bekerjalah dengan keras. Karenanya sebenarnya saya lebih suka orang yang berbicara. akan otak yang encer. saudara kita. tak apalah nilai dibawah standart. terkadang rasa frustasi melingkupi situasi hatinya. Pahamilah. dimana ketika seorang aktifis dakwah kampus tidak bisa sesempurna yang ia harapkan. akan nasib yang baik. apalah artinya. bahwa seharusnya kita berorientasi kepada proses. asalkan untuk mendapatkannya sudah sesuai dengan standart dan kerja yang maksimal. bukannya jadilah sosok yang ideal. maka sebenarnyalah ia berada dalam wilayah do’ maka jangan seganlah untuk a. toh dirimu tak dapat menjadi sosok teladan yang baik. Dan karena masalah hasil adalah urusan Allah.

Sementara itu yang tua-tua (supervisor) juga mengatakan hal senada. jangan terlalu sedikit. dan menjadi sebuah nilai yang mewarnai setiap nadi kehidupan. agar tak terjadi keputusasaan. maupun evaluasi organisasi. dan tak satupun catatan sukses yang masuk ke dalam history agenda-agenda kita. baik dalam evaluasi diri. Dan sesuatu yang setimbang memang dapat menjaga keistiqamahan. Tidakkah ini bisa kita gunakan sebagai landasan evaluasi. dan mengucapkan Astaghfirullah. misalnya. Semuanya bicara tentang kegagalan. Lalu seharusnya bagaimana ? Kita telah terbiasa untuk mengucapkan Alhamdulilah pada saat saat kesuksesan. ketika menjumpai nilai kesalahan. Pembicara datang telat. Bagaimanapun kesetimbangan merupakan pilihan terbaik dalam kehidupan. asalkan istiqamah.EVALUASI. fikir dan dzikir. ANTARA ALHAMDULILLAH DAN ASTAGHFOIRULLAH Nilai-nilai kesetimbangan adalah nilai yang banyak diajarkan dalam Islam. Dan tak satupun pujian yang diberikan kepada panitia yang telah bekerja keras memenuhi tuntutan target. Kalau saya selalu mengikuti forum evaluasi. Jika kita mengevaluasi diri yang nampak adalah kelemahan saja. konsumsi tidak sesuai harapan. Mecermati keberhasilan dalam sebuah kepanitiaan bagi saya sangat penting untuk kita ungkapkan. Cobalah masuk saja syuronya evaluasi kepanitiaan. juga jangan terlalu banyak. dsb. nanti yang akan muncul hanyalah keluhan. Karenanya saya sering mengatakan kepada seseorang bahwa apa yang 102 . Akan tetapi besarkan hatimu dengan mengingat kesuksesanmu. selalu saja yang terfikir pada kita dan yang nampak di. kekurangan dan sebagainya. Sebagai contoh adalah. yang sedang sedang saja. Bahkan dalam ibadahpun rasul mengajarkan. dana kurang. ketakbecusan. Alhamdulillah. dan ucapkan. kesetimbangan jasmani dan rokhani.hadapan kita hanyalah kegagalan. Kita mengucapkan Astaghfirullah ketika ada kekurangan dalam kepanitian. yang sesuai kemampuan. karena terkadang seseorang akan begitu bersemangat bekerja ketika ia melihat ada nilai keberhasilan dari apa yang dikerjakannya.

kamu kerjakan ada gunanya. Berkata kamu gagal. Karenanya menyeimbangkan antara Alhamdulillah dan Astaghfirullah dalam sebuah evaluasi kerja menjadi sesuatu yang dibutuhkan. seringkali hanya akan mematikan motivasi. Karena sebenarnya saya hanya ingin membangun keeimbangan. wallahu a'lam 103 . dan berkata kamu berhasil dalam segala hal akan sering menyebabkan kesombongan yang membuat seseorang terbuai dalam kelalaian. ketika banyak orang mengatakan kamu gagal.

Entahlah. padahal mengarang hanyalah memindahkan gagasan-gagasan kita ke dalam sebuah susunan kalimatkalimat. namun mengarang tetap saja merupakan pekerjaan yang sulit bagi saya. mengarang adalah momok yang menakutkan. jeda. inti paragraf. Cara ia menaruh titik. koma. karena yang penting. Saat itu. Namun. Lalu. adalah bagaimana tulisan saya bisa dinikmati orang lain. yang bisa mengalir begitu saja dengan runtut. dan terus terang saya mulai merasa sangat menikmatinya. Kita hanya diajari membuat kerangka karangan. Dan sejak saat itu saya mulai belajar dari tulisan-tulisannya. dan bukannya mempelajari inti persoalannya. Mengapa dulu mengarang begitu sulit. yang membuat setiap kita menuliskan kata. menulis secara mengalir begitu saja. Dan begitulah bagi kebanyakan orang. Emha Ainun Najib mempunyai gaya karangan bebas. kita malahan sering di ajarkan tentang induk kalimat dan anak kalimat. yang menjadikannya enak untuk dinikmati. Saya baru suka menulis sejak saya menjadi Sekretaris Humas LDK JMMI. dan pekerjan yang membosankan. karena saya melihat. Subjek Predikat Obyek. seperti kebanyakan anak muda lain. Cara ia menulis. sebenarnya saya hanya ingin mengatakan bahwa seringkali dalam mempelajari sesuatu. sayapun mulai mengagumi tulisan-tulisannya. 104 . Pada pelajaran mengarang. dan sekarang begitu menyenangkan ? Dulu bagi saya pelajaran mengarang sangatlah menyusahkan. Menerangkan Diterangkan.“ MEMPRAKTEKKAN” SEBUAH METODE BELAJAR YANG EFEKTIF Meskipun saya telah diajari mengarang sejak kelas 1 SD. sangatlah sempurna. dan sering menuliskan reportase tentang kegiatan JMMI di milis FSLDK atau ke PR 4 ITS lewat email. Eksposisi Narasi Argumentasi. yang suka membaca cerpennya Helvi Tiana Rosa. Saya lalu bertanya. Saya juga mulai menuliskan gagasan-gagasan saya ke dalam kalimat-kalimat secara rutin. daripada mengambil pena dan kertas dan memulai belajar mengarang. apakah saya yang salah atau metodenya yang salah ?. Malahan. sekarang kaidah-kaidah itu tidaklah begitu saya fikirkan. Dari cerita mengarang yang saya ungkapkan panjang lebar tadi. kita hanya di sibukkan dengan mempelajari kaidahnya. para penulis seperti Hamka. saya mengenal internet. mengapa begitu. kemudian diperdalam lagi di SMP dan SMA. selalu saja dibatasi oleh kaidahkaidah yang menyulitkan.

ada riwayat bahwa ketika turun ayat jilbab. ba’ ta’ dan nun. wallahu a’ lam Surabaya. Akhirnya pula saya mulai berkesimpulan. Dizaman Nabi. sambil membuka Al Quran. mengapa ditangan A’ Agym. saya diminta untuk menghafalkan tajwid. Akan tetapi ketika saya menyimak kaset muratal. maka orang mulai rame-rame memecahkan gentong-gentong khamr mereka. ni. Saya bisa memahami. nu tanpa si santri tahu dulu namanama hurufnya seperti alif. dan bukannya diajarkan bagaimana mulai berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris. maka sedikit demi sedikit. Dan Iqra’ternyata . Dan metode Iqra’ menekankan cara membaca a. saya mulai bisa membaca dengan tajwid. ternyata A’ Agym membangun metode belajar dengan mengamalkan. Demikian pula saat perintah pelarangan khamar turun. Idghom mutajanisain. na. ta. pada tingkat terentu. mutamatstilain.Pada pelajaran Bahasa Iggris. paling banyak dinikmati. banyak orang mulai tersedot untuk belajar Islam. kita hanya diajarkan tenses yang justru membuat banyak orang merasa bosan. hingga yang belum mempunyai rame-rame menyobek korden hanya untuk menutupi rambut dan dadanya. maka orang Madinah ramai-ramai mengenakannya. Dulu ketika saya belajar membaca Al Qur’ an. meskipun saya tidak begitu mengenal nama tajwid yang saya baca. Sedikit memang yang diajarkan. Barangkali ini pulalah yang menjadikan ustadz As’ Humam membuat metode Iqra’ untuk belajar ad membaca Al Qur’ an. 13 Agustus 2002 habis subuh 105 . Simpel dan menyenangkan. namun penekanan pada sisi pengamalan begitu besar. lebih mudah. . bahwa belajar sambil praktik itu lebih efektif. Idhar Syafawi dan lainlain yang menjadikan saya kesulitan untuk belajar tajwid. ba. Belajar sambil melakukan itu akan terasa lebih bisa dinikmati. Seseorang akhirnya berfikir bahwa belajar Islam itu mudah dan menyenangkan. dan lebih menyenangkan.

karena menurut pengamatan saya. Tapi sekarang eh kok rasanya hari kemerdekaan itu nggak begitu istimewa. Tapi kalau malam. eh ternyata lomba adzan adek-adek. karena kita dapat mengaca pada sejarah masa lalu untuk menatap masa depan. saya begitu riang menyambut hari kemerdekaan. yang mengklaim diri sebagai generasi Rabbani penegak keadilan dan kebenaran. tapi HUT RI itu punya kita. juga bermacam perlombaan tingkat kecamatan. biasanya 17 Agustus diperingati dengan membuat pameran pembangunan dan exsposisi di alun-alun kecamatan. banyak aktifis yang kurang begitu “ ngeh” dalam menyambut ulang tahun RI ini. tapi sialnya. Seperti kemarin malam. memecahkan balon. Sekarang kita tanya apakah ada diantara kita yang terlibat dalam penyambutan HUT RI ini ? ah. diantara kita itu siapa saja ya yang punya bendera merah putih. belum punya jenggot maksud saya. kesannya kok biasa saja. lho kok adzan Isya’ nya berkali-kali. kita nggak begitu mempedulikannya. karena ternyata saya kalah sama adek-adek mushala di samping kost saya. Pokoknya ramai deh. Tetapi di Surabaya dan di Malang lain lagi. baris-berbaris dan lain-lain. ternyata sedikit sekali yang angkat tangan. HUT RI bisa dijadikan sebagai spirit baru membangun tonggak perjuangan Reformasi. apa nggak ada hari yang laen. ya ini cara kami merayakan ustadz . tinju bantal dan sebagainya. HUT RI itu bukan punya mereka. ternyata banyak hikmahnya. Demikian pula ada suara-suara Surat Al Ghasiyyah untuk lomba hafalan. Waktu dulu saya masih jadi orang biasa. yang membuat pipi saya kemerahan menahan malu. HUT RI yang sering kita sepelekan ini. peringatannya diadakan oleh tiap gang. Suasana yang bagi saya adalah menyenangkan. dan bercampur baur dengan banyak orang larut dalam kesukacitaan. yang pesertanya kebanyakan anakanak. atau barangkali lebih tepatnya instrospeksi diri. Kemarin. seorang ustadz. Di desa. Kata beliau. yang semoga salah. Saya sepakat dengan ustadz itu. trus waktunya merayakan ulang tahun RI. dengan caranya masing-masing tentu saja.MERDEKA DAN KITA 17 Agustus. jenis perlombaannya diadakan di Mushola. eh malah daurah. setengah protes. saya terkejut. Anak-anak mengikuti lomba makan kerupuk. selalu saja diperingati oleh seluruh bangsa Indonesia. Anak-anak hanya celetukan membela diri. 106 .

dan saya sering belajar strategi perang dari sana”. Padahal bendera Palestina nggak ada bedanya dengan bendera Indonesia. karena perjuangan dakwah kita ini lebih banyak berada di bumi kita sendiri wallahu ‘alam Catatan : Tidak bermaksud mengecilkan arti solidaritas ummat islam dunia. Mulai dari Pangeran Diponegoro. ketika kita lebih banyak banyak menyebut sosok Yahya Ayyash daripada Panglima Sudirman.HUT RI diperoleh dari rantai panjang perjuangan. atau lebih sering mengibarkan bendera Palestina daripada bendera bangsa sendiri. Saya sebenarnya hanya iri. Memperingati kemerdekaan RI Surabaya 18 Agustus 2002 pk 4. Saat Jendral Sudirman ketemu pengarang. Dan para mujahid muslimlah yang banyak memberikan kontribusi pada kemerdekaan bangsa ini dalam mengusir kaum kufar. daripada Tuanku Imam Bonjol. Atau lebih mengenal Syaikh Yasin. Barangkali kita harus merenungkan kembali tentang arti kemerdekaan ini bagi kita. sampai pada Jendral berhati lembut. kiai siapa saya lupa. apakah kita tidak layak untuk menyebutnya sebagai mujahid. Subhanallah. yang dikarang oleh orang Indonesa sendiri. saya sering membaca buku ustadz tentang perjuangan nabi dalam menempuh peperangan. jika gerilya. beliau berkata. Jendral Sudirman. Agar kita tidak melupakan bangsa sendiri. Padahal mereka itu samasama mujahid yang membela tanah air kaum muslimin dari penindasan dan kekejaman. Saya terharu ketika suatu saat membaca buku Sirah Nabawiyah. tuanku Imam Bonjol.” Saya terkesan dengan karangan ustadz.42 WIB 107 . Agar kita lebih mengenal diri kita sendiri. Banyak mujahid-mujahid yang berguguran meregang nyawa untuk mempertahankan tiap jengkal tanah air. akan tetapi catatan kecil ini hanya untuk mengingatkan agar kita jangan melupakan bangsa kita sendiri.

dan menjadi tidak nyaman berada di dekatnya. Yang dituntut untuk memahamkan itu da’ dan bukannya objek dakwah yag i. yang i menjual produknya (nilai islam) kepada konsumen (mad’ u). hingga akhirnya orang akan menjadi bosan. Tidaklah baik jika obat itu diberikan terus menerus. dan penyakitnya adalah penyakit hati. Akan tetapi. Sadarilah bahwa seorang da’ itu adalah sales. akan tetapi juga dalam pelaksanaan amal. hingga orang akan merasa sangat bosan dengan ucapannya. bukan hanya dalam bertaushiyah. dan malas mendengarkan. berilah seseorang email-email kita saban hari untuk memromosikan produk kita. maka ternyata justru kurang baik. Ada banyak rekan yang ketika ditanya komentarnya tentang diri seseorang. Sebagai contoh. seakan kita sudah menyampaikan secara sangat optimal. cobalah menjual barang dengan email. karena seseorang seringkali mendapatinya terlalu sering memberikan taushiyah. awas entar masuk neraka baru tahu”. Padahal kalau kita teliti. karenanya sebagaimana seorag dokter memberikan obat. barangkali karena ia terlalu sering memberikan nasehat kepada orang lain. maka dosis dan kapasitas obat harus sesuai dengan takaran-takarannya. jenuh. dipaksa memahami kata sang da’ i. begitu kata kita. maka ia akan memvonisnya. karenanya yang dituntut untuk bekerja keras agar dagangannya laku itu sales. karena nabi mengatakan bahwa amal yang disukai Allah itu yang istiqamah meskipun sedikit. akan tetapi jika aktifitas bertaushiyah itu terlalu sering.BERHEMAT DALAM NASEHAT (TAUSHIYAH) Memberikan taushiyah kepada orang adalah hal yang baik. Kita kemudian menganggap benar diri kita. “ Dasar. Ini barangkali salah satu kunci yang harus difahami oleh kita semua. akan bisa menimbulkan efek samping. sebenarnya yang paling berbahaya adalah jika pemberi taushiyah itu tidak mau mengevaluasi dirinya. maka saya pikir semua orang akan 108 . Islam memang mengajarkan kita untuk tidak berlebihan. dan bukannya konsumen yang dipaksa untuk membeli barangnya. dan ketika mendapatkan orang lain tak mau mendengarkan katakatanya. Taushiyah itu ibarat obat. “ Yaa Allah saksikanlah saya sudah menyampaikan”. dan menyalahkan orang yang kita taushiyahi. maka ia sering mengatakan bahwa orangnya “ ngomong tok” . “ ngluduk“ (menghalilintar) dan sebagainya.

memasukkan email kita ke dalam daftar email terblokir. “ Biasanya Ibnu Mas’ ud memberikan ceramah kepada kami pada tiap Kamis sekali. (ah… . Maka pertemuan itu akan menjadi begitu mengesankan. Bosan dan menjemukan. saya ingin kalau engkau suka memberi ceramah tiap hari. karena rasa rindu yang teramat sangat.apakah kalau itu bukan alasan antum aja akh ). wallahu a’ lam Senin. Sekali bertemu. ba’da subuh 109 . maka kita akan mendapatkan pelayanan yang biasa-biasa saja. khawatir jangan sampai kami jemu dari nasehat” Sekarang pergilah ke tempat saudara kita yang kita jarang bertemu dengannya. hampir tak ada kesan. dan kitapun akan mendapatkan pelayanan yang amat luar biasa darinya. Maka Ibnu Mas’ ud berkata. hanya saja saya khawatir jika akan menjemukan kamu.. yang terhapus otomatis. Saya tidak keberatan untuk memberikan ceramah tiap hari. Begitulah saya mengibaratkannya dengan analogi yang lain. agar antum tidak terlalu bosan dengan saya. maka orang berkata kepadanya : Hai Abu Abdurrahman. kesannya begitu mendalam. 2 Sept 2002. Kemudian bandingkanlah dengan kalau kita pergi ke tempat saudara kita yang setiap hari bertemu. Makanya selama beberapa minggu ini saya jarang menulis. Dan saya sengaja memberi ceramah dalam waktu yang jarang sebagaimana Rasulullah memberikan ceramah kepada kami. Abu Wa’ bin Salamah menceritakan tentang Ibnu Mas’ il ud dalam bertaushiyah. ya karena untuk menjaga.

lalu kenapa ia membela habis-habisan PKI saat dituntut untuk di bubarkan. seorang ambisius yang mendirikan proyek-proyek mercusuar yang akan mengangkat nama bangsa. akhirnya kembali kepada like dan dislike. Dan jika kemudian kita menjumpai ketidakidealan itu. “ Janganlah seorang mukmin (lelaki) membenci mu’ minat (perempuan) karena jika ia tidak menyukai kelakuannya. Hidup ini memang kerap kali tidak seideal yang kita harapkan. seringkali kita menjadi tidak siap. seorang marhaenis yang membela orang kecil. 110 . Lalu saya membacanya berulang.” Sebenarnya konteks hadist itu adalah pada seorang suami yang lagi marahan sama istrinya. ketika seseorang bercerita kepada saya perihal temannya. maka pasti ada kelakuan lainnya yang menyenangkan. Dan saya yakin. akan tetapi rekan lainnya yang bahkan berbuat lebih dari apa yang dilakukan rekan satunya. ia tak membicarakan apapun. dan orang yang ada di sekitar kita seringkali pula tidak seideal yang kita bayangkan. hanya karena saat-awal-awal berkenalan ia membangun kesan yang kurang baik. atau paling tidak kita lalu menjadi tidak enak hati. Jika sudah demikian seringkali segala hal yang dilakukan oleh orang itu menjadi salah. anda sedang bertanya kepada orang yang suka dengan Soekarno. lalu kenapa ia mengingkari janji yang diucapkan pada Daud Beureueh untuk menerapkan syari’ Islam di Aceh. maknanya dapat kita terapkan pada banyak persoalan. Lho. semuanya akan dijawab sedemikian rupa at hingga semua tindakan Presiden Soekarno BENAR. Saya masih ingat. Kalau diartikan secara bebas. dan mengatakan kesalahankesalahannya. Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah. kira-kira pesan Rasul itu seperti ini. Salah satu orang akan mengatakan Presiden Soekarno itu adalah seorang nasionalis sejati. meskipun sebenarnya benar. Yah. akan tetapi sebenarnya kalau kita cermati. karena ada makna luar biasa yang ada di balik hadits itu. Tanyakan kepada orang-orang tentang Presiden Soekarno.LIHAT NILAI POSITIFNYA JUGA DONG Ketika saya membaca Riyadhus Shalihiin. maka ada sebuah hadits yang teramat berkesan di hati.

menghambur-hamburkan uang negara untuk proyek-proyeknya hingga inflasi 600%. hitunglah. istriku adalah orang yang sangat pengertian. Dan anda sedang bertanya kepada orang yang membenci Soekarno. rusak susu sebelanga. atau pendapat Wulan tentang Atilla.” wallahu a’ lam Surabaya. sayang sama anak-anak. Jadi memang sangat jarang orang yang obyektif. maka yang muncul adalah keburukan-keburukannya saja. karenanya barangkali pula betul kata pepatah. Sekali-sekali lihatlah acara Cek and Ricek di RCTI. menyalahgunakan UUD 1945 dan sebagainya. dengan menunjukkan kelebihan dan kekurangannya secara proporsional. pokoknya nggak ada duanya deh.Cobalah tanya lagi kepada yang lainnya. “ karena nila setitik. yang sedang nggak ada masalah dan ditanya. baik. 2002 111 . nggak kebayang keadaan pada saat-saat berbahagia dulu. jujur. dia tentu akan berkata. Tapi lihat komentar-komentar Atilla Syah tentang Wulan Guritno. memang terkadang ada sifat-sifat tertentu yang tidak kita sukai. bagaimana dengan istrimu. Soekarno. maka ia akan menjawab. terlalu membela PKI. Kekurangsukaan kita dengan orang lain terkadang dapat menutupi kebaikan-kebaikan yang banyak darinya. Karenanya. apa pesan Nabi itu memang sangat perlu untuk kita perhatikan apalagi ketika kita tidak menyukai seseorang. 13 Sept. Karena sebenarnya pada diri seseorang itu. Jika sudah demikian. niscaya kita akan mendapatkan kebaikan yang banyak darinya. ketika kabar datang dari pasangan suami-istri artis yang sedang berbahagia. dengan menunjukkan kebaikan dan kesalahannya. maka ingatlah kebaikankebaikanya.

MENAMBAH MAKNA DENGAN KEINDAHAN Kemarin. Yang dikasih tahu tentang enaknya makan bakpao tanpa pernah merasakan rasa bakpao itu sendiri. dan jawabannya adalah seni. Murah saja. romantisme. 112 . atau suasana lain yang bisa menyedot perhatian dan membawa keenakan hati. dari dulu memang saya selalu saja suka bacaan-bacaan yang ada suasananya. Kalau kita mau menyadari. karena yang didalamnya tak sekedar ungkapanungkapan kebaikan saja. Sekian waktu berada di ITS. entah itu suasana kelucuan. seperti orang buta yang dikasih tahu tentang warna-warna. di Ruang kaca sebelah kantin. dan meja yang dikasih taplak dan bunga kemudian moderator membuka acara. hanya 1500 rupiah per majalah. karena emosi kita bisa dibawanya untuk larut di dalamnya. senilah yang dapat mewarnai sesuatu itu menjadi bersuasana. yang diakui oleh semua sastrawan Arab. tak peduli sudah kedaluwarsa. Kalau saya melihat setiap tulisan yang ada di sudut-sudut kampus. saya membeli majalah Annida di Manarul ‘Ilmi Expo. tapi juga irama puisi luar biasa yang dapat membawa suasana hati. dengan tanpa bisa melihat warna-warna itu sendiri. tanpa audiens dapat merasakannya. Sayapun tak begitu tahu. nampaknya inilah yang kurang dari kita. Mengasikkan. Hanya sedikit saja yang tulisannya enak dinikmati. apakah yang dapat membawa hati demikian menikmati. soalnya edisinya memang sudah kedaluwarsa. Tak mengapa. selalu saja yang ada adalah untaian kalimat-kalimat kaku yang sama sekali tidak enak untuk dinikmati. edisi mahasiswa memang menghendaki harga yang murah. bukankah Al Qur’ sendiri an adalah bait-bait puisi yang maha indah. dan mulia pula kandungan maknanya. atau karena tidak adanya jurusan sastranya. Begitu pula kalau kita menyaksikan banyak acara di masjid. dan senilah yang membawa inti masalah itu kepada suatu yang emak untuk dinikmati. Makna yang kita bangun terkadang hanya sampai pada tersampainya informasi. Al Qur’ an adalah sebuah puisi yang tak ada bandingannya. Entah mengapa. yang membuat setiap acara dan aktivitas seakan kering dari suasana. lalu saya merenung. yang teratur susunannya. Dan inilah yang membuatnya mempunyai kekuatan dahsyat untuk membawa hati kepada kebaikan. apakah karena banyak anak laki-lakinya. Lalu saya bertanya. paling-paling kita akan melihat bangku.

adalah dengan mengusung nilainilai keindahan untuk memberi warna yang lebih mengesankan dalam daurah-daurah kita.lalu dilanjutkan dengan pembicara yang berkata kesana kemari tanpa ekspresi. lalu ditutup begitu saja setelah tanya jawab. dan tidak kaku. dan dalam berinteraksi dengan sesama. Barangkali inilah bagian yang harus kita perhatikan dalam dakwah-dakwah kita. Alhamdulillah pak Shahab. Pak Yazidie. Bahkan Pak Nuh kemudian mengajak para peserta untuk audiensi langsung dan menyanyikan shalawat khas NU. Saya pinjam shofa dengan meja yang kecil. Dahulu. Suasana menjadi lebih hidup. Asik. lalu saya berkata kepada pembicara. suasananya menjadi lebih hidup dan tak menjemukan. yang enak untuk dinikmati. dan semuanya menyatakan setuju. yang semoga saja akan dapat membuat goresan kesan yang lebih mendalam. ada satu hal menarik yang disuguhkan rekan-rekan UI. acaranya saya format menjadi talk show. bahwa acaranya kali ini seperti talk show aja. Wallahu a’ lam Surabaya 20 Sept 2002 Sehabis Subuh 113 . ada teater. Pak Nuh. karena sebenarnya Alah itu indah. Ketika saya diamanahi menjadi seksi acara pada pembukaan mentoring. Demikian pula barangkali dalam kehidupan kita. Ada pembawa acara yang sedikit kocak. dan dalam mentoring-mentoring kita. pada acara pembukaan FSLDK di UI. dan menyukai keindahan. dalam seminar-seminar kita. ada puisi dan ada nasyid. dimana banyak innovasi dalam membawa suasana dalam sebuah acara. Kaku dan menjemukan. hendaknya kita mengusahakan hadirnya suasana indah dalam kehidupan kita.

ada banyak aktivitas bermanfaat yang bisa kita ambil dari waktu-waktu sepi kita. Dan Alhamdulillah semuanya bisa saya nikmati. sehingga hampir tiap hari mengajar. atau hal yang berguna bagi orang lain. Stress juga jadi pengangguran. Mengajar TPA itu walaupun hampir tanpa gaji. yang semula menjadi aktifis berubah 180 derajat. sering dialami oleh banyak orang. tapi meskipun lama atau singkat. cukup menyenangkan. senang sekali rasanya. Lalu sedikit-sedikit belajar agama di ma’ had Al Iiman. kira-kira apa saja yang dapat kita kerjakan. dengan memulai menscanning. karena tahun depannya saya masih bercita-cita untuk kuliah juga. Ketakmampuan seseorang untuk menscan sebuah aktifitas yang seharusnya dipilih. dan saya betul-betul kesepian. ada hal yang sebenarnya bisa kita lakukan untuk mengusir sepi. Dalam keadaan semacam ini. Tak tanggung-tanggung 2 buah TPA. Akan tetapi. lalu karena suatu hal kesibukan itu menjadi tiada. hal yang tidak aneh jika tiba-tiba setelah sekian lama di desa. hari-hari sepi membawa stress dan suasana tidak nyaman. saya tidak lulus UMPTN. seringkali akan menjadi persoalan yang membahayakan. biasanya pengaruh luar akan semakin dominan mempengaruhi diri seseorang. lalu ada anak-anak kecil yang memanggil-manggil nama saya. kreatifitas kita memang benar-benar sedang dihadapkan pada sebuah realitas. yang dapat menghasilkan kemampuan diri. 114 . Di saat-saat seperti itu alhamdulillah muncullah beberapa ide untuk mengelola TPA di desa. apalagi kalau pas saya bersepeda. dan tentu saja bermanfaat. tetap saja. Saya tidak mempunyai planning apa-apa terhadap kegagalan. Rekan-rekan akrab saya yang dulu membangun idealisme bersama ketika di SMA semuanya sudah pada kuliah. Rasa-rasa sepi itu juga pernah saya alami ketika tahun 1995. dan ikut bimbingan belajar. Kita harus membuka fikiran dan harus mempunyai semangat untuk berbuat.MEMANFAATKAN SEPI Hari-hari sepi. hanya saja waktunya terkadang lama dan terkadang singkat. apalagi sudah tidak mempunyai teman. atau uang. apa yang seharusnya menjadi “ kesibukan” saya. Saat itu. sehingga jadilah saya seorang pengangguran. ketika saya mulai lulus SMA. Biasanya hal ini mesti terjadi pada setiap orang. dan kursus bahasa Inggris. dan bekerja entah kemana. biasanya terjadi setelah ada kesibukan.

karena saya dapat mengisi hari-hari sepi saya dengan aktifitas baru di kampus ITS. seorang ulama kelahiran Sumatra Barat yang cukup saya kagumi. begitu menyenangkan. sudah seperti hafal. Bagaimana tidak. hanya karena tidak punya uang Rp. di Masjid. karena dua buah buku yang saya baca tiap hari. Sebulan. dan bisa memilih hariharinya untuk mengusir sepi. tak ada yang bisa dilakukan. menulis atau belajar. Karena jika saya masih dapat berjalan kesana-kemari. karena memang harus beristirahat cukup. dengan harus bersepeda pancal dan berpanas-panas 40 km pp. Sementara juga saya seolah terputus komunikasi saya dengan rekan-rekan yang lain. kini banyak di baca orang.sekalian menyalurkan hobi saya. dan rekan-rekan SPECTRA yang selalu menjadi tempat pelarian untuk mengusir 115 . Buya Hamka. Cak Yulius yang banyak mendukung saya. dan tidak bisa berkeliaran. dan tak memungkin kan digunakan untuk beraktifitas. saya hanya bisa di rumah saja. hidup saya bagaikan di penjara. Artinya dipenjara beliau malah bisa semakin produktif. karena akhirnya saya diterima kuliah. pernah dipenjara karena diuduh membantu Malaysia. Dan tafsir Al Azhar. “ menjadi guru”. Demikian pula ketika saya harus belajar di sebuah bimbingan belajar. yang kalau untuk duduk seperti orang sehat. sementara itu juga nggak ada komputer yang bisa saya gunakan untuk menyalurkan hobi saya. Banyak orang yang nasib sepinya lebih buruk dari saya. Atau ketika para santri kecil bercerita tentang banyak hal dengan lucunya. hati saya rasanya terangkat kelangit. dia tidak. Coba bayangkan apa yang bisa dikerjakan orang di penjara. Barangkali kalau sakit seperti typus mungkin bisa di maklumi. Mungkin inilah yang membuat stress. yang kalau dipakai berjalan dan berdiri saja yang terasa sakit. Bahkan konon. Sudah lebih sebulan ini pula. Akh Tyk. saya kemudian merasa lebih puas. yang sering saya mintai bantuan dan sering main ke kost saya. maka disana saya bisa banyak belajar betapa sebagian orang memang harus berusaha keras hanya untuk sekedar hidup. Beliau mengisi waktunya dengan menulis buku. 1200 untuk naik kendaraan. menyelesaikan tafsir Al Azhar. Dan apakah yang terenak didunia ini kalaulah bukan beraktifitas yang menyenangkan. Kalau ini yang sakit adalah persendian dan betis. Akh Indra. Dan diakhir tahun. karena saya lebih merasa sehat daripada sakit. meski setelah kepergian beliau. di Pengajian. Rekanrekan di SKEMA. sebagian besar juz-nya ia selesaikan di penjara itu. yang selama ini sering saling meguatkan.

karena saya belum tahu. dan sentuhlah pemicunya. dan dapat belajar komputer dikit-dikit. membeli komputer meski yang paling murah sekalipun. dapat membuat tulisan setiap pagi. maka barangkali saja kita tak akan mendapatkannya. Susah bukan ?? Tapi saya harus berfikir. lihat TV. dan tak ada aktivitas produktif yang bisa saya kerjakan sama sekali. yang semoga saja berguna setelah semuanya berjalan dengan normal. saya hanya bisa berharap dapat berinteraksi dengan sahabat-sahabat saya meski hanya lewat email. sebulan sudah saya hanya makan. kapan saya dapat beraktivitas secara normal lagi. Saya hanya berharap meskipun haya ditemani komputer. padahal kebahagiaan saya adalah kalau ada mail yang masuk walaupun dari milis. Demikian pula saya tak bisa tersambung walaupun hanya dengan milis. “ Disaat sepi-sepi begini. lihatlah potensi kita.kejenuhan saya. Wallahu a’ lam 116 . Lalu saya berfikir dan mengambil keputusan yang barangkali lucu. saya dapat mengusir kesepian ini dari kehidupan saya. Dari kamar tidur saya yang kumuh ini. tidur. seusai sholat subuh. kecuali sebuah nilai yang bermanfa’ at”.

sebagian lain mempunyai semangat untuk hidup dan berkembang. seakan jalan didepan adalah jalan buntu yang tak mungkin dapat dilewati. mengkaji AlQur’ bersama-sama. Dengan keimanan itulah sebuah visi hidup akan dapat dipandu pada arah yang benar. yang datang dengan membawa sepeda pancal. malas. TK Islam. memandang dunia ini dengan semangat dan optimisme. Saya masih ingat. akan tetapi sekarang saya melihat perkembangan yang pesat. yang dia harus bekerja keras untuk membiayai kuliahnya. Setahu saya. Ia menggarap pula sebuah desa binaan di sebuah tempat terpencil. Orang yang mempunyai visi hidup. Sedangkan beberapa orang. dulu yayasan ini hanya mentarget anak-anak SMA kayak saya. Yang hasil dari sebuah visi akan dapat dinikmati oleh dirinya dan orang lain. ada sebuah Yayasan Al Amanah. Nah itulah perbedaan antara seorang yang mempunyai visi hidup dan yang tidak. sedangkan sebagiannya memandang hidup ini dengan pandangan yang putus asa. Apakah visi hidup itu ? Visi hidup itu bagi saya adalah sebuah cita-cita real untuk menciptakan sesuatu yang dapat dirasakan secara realistis. meski orang tuanya ingin sekali anaknya kuliah. di jalan Panglima Hidayatullah. sebagian orang mempunyai visi. Kalau berkesempatan ke Trenggalek. Saya pernah mengenal seseorang. sebagian lain seringkali hanya menjalani hidup ini dengan apa adanya. Tapi saya melihatnya 117 . ia tak mau melakukannya. Bagi seorang muslim. Dan bersama-sama saya dan beberapa teman SMA. Para an pengembangnya sebenarnya bukan jebolan orang kuliahan kayak kita. pasti ada beberapa orang tua dan beberapa orang muda yang barangkali hanya tamatan SD. orang tuanya hanyalah pedagang ikan kecil. dengan senyum yang mengembang dan tekad yang membaja. dan beberapa orang yang saya temui akan membuat SD Islam.MEMBANGUN VISI HIDUP Dalam hidup ini. akan tetapi jebolan Pesantren. maklum aja. Ia harus mencari tambahan dana untuk mencukupi kebutuhannya. sedangkan hartapun melimpah. dan sebagian yang lain tidak. Ia mulai menggarap BMT. Sewaktu SMA pun seringkali saya mengikuti training disana. visi hidup itu akan dipandu oleh sesuatu energi terbesar hidup yaitu keimanan. dan bahkan sebagiannya malah ada yang putus asa. membuat ma’ had. kalau ada daurah menjelang Ramadhan.

sangking kagumnya.sebagai orang yang penuh dengan visi hidup. ternyata Daarut Tauhiid mampu mewujudkan visinya untuk memperlihatkan kepada dunia. Demikian pula dengan pesantren Hidayatullah. Nah. Dulu. pesantren ini hanyalah menyewa sebuah kontrakan di sebelah barat ITS. bahwa apa yang dikerjakannya akan berbuah suatu saat nanti. Dan hari ini saya melihat beliau-beliau yang ada di situ berada dalam posisiposisi strategis di kampus dan lingkunganya. hanyalah pesantren kecil yang menerbitkan buletin kecil saja. bagaimana agar masjid ini menjadi pusat dakwah. Saya dan dia sering membicarakan tentang kemampuan rekan-rekan Hidayatullah untuk memberdayakan orang-orang yang ada di dalamnya. setiap malam Jum’ at. Saya juga sangat mengagumi apa yang dikembangkan oleh rekan-rekan Hidayatullah dan Daarut Tauhiid. 118 . Tapi beberapa tahun setelahnya. Saya sendiri dulu juga tidak begitu memperhatikan buletin-buletinnya. barangkali tidak ada yang mengenalnya. memberikan pelatihan-pelatihan secara gratis kepada kami. saya yakin beliau-beliau masih sering berkoordinasi. beliau selalu mengarahkan bagaimana sebuah dakwah itu ditata dan dan di manaj dengan baik. Pesantren itu bagi saya mempunyai karakter kuat. bagaimana beliau memberikan saran agar dakwah ini tampil dengan profesional dan baik. yang bau visi pendirinya begitu terasa. sebuah keteladanan tentang profesionalitas yang harus dimiliki oleh seorang muslim. padahal katanya awal-awal didirikan. Kita harus membuat kerangka berfikir besar. karena saya sangka buletin yang biasa saja. yang saya kenal ketika SMA dulu. Seringkali kami diundang untuk berdiskusi. dulu saya terkadang berjalan-jalan kesana bersama rekan saya yang kini pindah kuliah ke Unair. Bagi saya ini adalah hal yang teramat luar biasa. agar kami mempunyai visi hidup. barangkali saat ini kita harus membangun visi hidup itu. Abdullah Gymnastiar siapa yah. dan inti diskusi itu adalah bagaimana memajukan dan memperbaiki dakwah. Saya yakin. Kalau kita pergi ke Hidayatullah. Sebagaimana dulu Dr. yang berada di sebelah timurnya ITS. beberapa dosen senior terlihat berdiskusi membentuk sebuah forum sambil rujakan di serambi Masjid Manarul ‘Ilmi. Kalaulah sekarang ini forum itu sudah tiada. kita akan melihat sebuah kemanfaatan yang besar baik dari sisi perintisan ekonomi maupun profesionalitasnya. Pesantren Daaruut Tauhiid. Abdullah Shahab sering menceritakan tentang percakapan seseorang dan anaknya.

Mendengar hal ini sang ayah menjawabnya dengan penuh kesedihan. Jadi. wilayah hidup yang membuat kita bersemangat. lalu ia menyerah pada keadaan. Di Jakarta.”Anakku. dulunya adalah anak petani desa. Trenggalek 15 Nopember 2002 119 . lalu mulailah melaksanakan visi itu mulai yang terkecil dan berjalanlah perlahan-lahan dengan kesungguhan. Sekedar contoh. Muhammad Nuh. Visi hidup itu dilakukan dengan kesungguhan dan cara yang benar. yang tidak akan menyerah kepada keadaan. berfikir berhasil. tak heran jika barangkali beliau akan menjadi rektor di ITS tak lama lagi. yang jauh dari nilai ambisi. dan belum mendapat pekerjaan. kamu ingin seperti siapa ?” Lalu anak ini menjawab. ia hanya mempunyai sebuah baju dan sebuah sarung. Dr. mulailah sekarang juga. kata beliau. cobalah siapkan visi hidup kita. Jangan lupa pula anda memerlukan teman dalam mewujudkan visi anda. Semula hanya mendirikan usaha konsultan statistik. sedangkan ayah dulu ingin seperti Imam Ali. tapi saya tahu betul beliau adalah orang yang teramat serius dalam melakukan sesuatu. saya mengagumi pak Prihantoso dkk. tanpa menyebut Nurul Fikri. sambil menunggu cucian kering. Beliau lain dengan kebanyakan orang ketika lulus kuliah. kenapa engkau ingin seperti ayah. Tapi bagi saya mereka ini adalah manusia yang mempunyai visi hidup. maka iapun hanya bersarung saja. jika visi itu belum terbentuk pada diri kita. sedangkan ambisi belum tentu. dan bertindak tepat. akan tetapi Allah menyuruh kita berusaha. yang mendirikan Nurul Fikri. Meskipun hasil akhir dari sebuah visi ada di tangan Allah. Sugimin.”Saya ingin seperti ayah”. “ Nak suatu saat nanti. Sulit orang bicara tentang Linux. Prof. Demikian pula seorang guru besar Fisika ITS. tapi sekarang usahanya berkembang pesat. yang kalau bajunya di cuci.” Visi hidup merupakan sebuah cita-cita besar.Suatu saat seseorang bertanya kepada anaknya. maka carilah pula teman yang menguatkan. saat kuliah.

MASA LALU Dalam banyak konsultasi, seringkali orang mempertanyakan tentang masa lalunya. Ternyata, seringkali masa lalu itu teramat berpengaruh terhadap diri seseorang, terhadap kejiwaan, yang akhirnya berimbas kepada masa depannya. Sebenarnya, masa lalu itu ada dua macam, pertama adalah masa lalu yang indah, yang lurus-lurus saja, yang tanpa gejolak, sedangkan yang lainnya adalah masa lalu yang penuh dengan ketidak harmonisan, yang bahkan terkadang kelam. Biasanya, masa lalu yang indah lebih dapat membuat seseorang lebih nyaman dan lebih stabil dalam menapaki masa depannya, sedangkan masa lalu yang kurang baik seringkali membuat seseorang sulit untuk melangkah dan memperbaiki masa depannya. Sering saya mencermati konsultasi-konsultasi di berbagai media, dan banyak juga yang berkonsultasi tentang masa lalunya. Seringkali seseorang merasa tidak pantas untuk meniti jalan kebaikan, apatah lagi kemudian masuk ke dalam arena dakwah. Kalaulah akhirnya masuk, ia hanya akan berdakwah untuk dirinya sendiri, dan akan jalan di tempat saja, karena merasa tak layak untuk menyerukan kebaikan kepada orang lain. Terlalu naif, katanya. Kalaulah demikian, maka seseorang yang mempunyai masa lalu yang kurang menggembirakan, bisa jadi menjadi tidak lebih baik, karena merasa tidak layak di arena kebaikan, atau ia akan jalan di tempat dengan hanya memperbaiki dirinya saja, karena merasa tidak layak untuk memperbaiki orang lain. Kalau kita mencermati banyak Pekerja Seks Komersial, mengapa sampai ia terjerumus ke dalam lembah yang nista itu, adalah karena masa lalunya. Kalau tidak percaya, cobalah membaca file-file pengakuan mereka. Seringkali mereka menerjuni profesi itu karena pernah diperkosa orang, atau karena disakiti laki-laki dan sebagainya. Lalu karena merasa dirinya kotor, sekalian saja masuk kelembah hina. Padahal kalau mereka berfikir, diperkosa bukanlah sebuah kesalahan. Tapi toh tetap saja masa lalu akan sulit untuk dilupakan dan menjadi beban kehidupan. Sebenarnya, ketika seeorang masih mempunyai misi hidup, masih punya rasa optimisme, maka sebenarnya masa lalu itu dapat disiasati. Karenanya, ada beberapa hal yang saya

120

sarankan bagi orang yang punya masa lalu yang kurang menggembirakan. Pertama, bersikap Optimis. Mengapa kita memilih sikap pesimis, jika ada sikap optimis. Semestinya kita mengambil sikap optimis saja bukan ? Sikap optimis akan dapat mengeluarkan seseorang dari beban. Sikap optimis akan lebih menunjukkan seseorang pada arah kedepan, sedangkan sikap pesimis hanya akan membuat seseorang melihat ke belakang. Apakah kita akan hidup ke belakang atau ke depan. Jika kehidupan ini akan berjalan ke depan, sudahlah, jadikan saat ini juga sebagai start untuk menuju ke depan. Jangan terlalu melihat ke belakang, jika ternyata melihat ke belakang itu hanya akan melemahkan mental kita. Jangan melihat ke belakang, jika ternyata melihat ke belakang itu hanya akan menjadikan kita lebih menderita, semakin tidak maju, dan semakin pesimis. Mulai saat ini pandanglah ke depan. Dan tersenyumlah, bahwa anda akan dapat meraih masa depan. Dan yakinlah bahwa Allah akan selalu bersama orang yang optimis, akan selalu menolong orang yang optimis. Allah melarang kita untuk bersikap putus asa, karena sebenarnya berputus asa dari rahmat Allah itu hanyalah sifat kaum yang kafir. Kedua Allah Maha Pengampun. Jika kita menganggap Allah tidak mungkin mengampuni kita, alangkah sombongnya kita. Allah itu Maha Pengampun, yang kebaikannya tak mungkin bisa terbayangkan, yang menurut kita tak mungkin, tapi menurut Allah mungkin. Allah akan mengampuni kita, jikalau kita bersungguh-sungguh, jikalau kita mau mengubah diri menjadi yang lebih baik. Allah Maha Pengampun, yang kalau manusia tidak akan mengampuni, maka Allah mempunyai samudra harapan, bahwa seseorang akan diampuninya, walaupun berapa jua dosanya, asalkan mau bersungguh-sungguh bertaubat dan memperbaiki diri. Ketiga, bukalah mata Sekarang marilah kita bandingkan dengan Umar bin Khatab, yang bahkan pernah mengubur anaknya hidup-hidup karena malu ; atau budak Hindun, yang membunuh paman nabi, Hamzah, lalu membedah dan mengambil jantungnya. Toh akhirnya mereka menjadi orang-orang muslim terbaik yang

121

mendarmakan dirinya bagi Islam; toh masa lalu mereka bahkan dapat dijadikan spirit untuk membangun perubahan. Atau, yang lebih dekat, barangkali Anton Medan, atau Johni Indo, seorang preman dan perampok kelas kakap yang akhirnya bertaubat dan mengawali kembali hidupnya dalam naungan Islam. Atau Gito Rolis, yang meninggalkan dunia yang penuh dengan hura-hura, minuman, dan wanita, menjadi dunia dakwah. Meraka bisa menjadi lebih baik, yang bahkan aktifitasnya menjadi lebih hebat dari banyak orang yang dikarunia dengan masa lalu yang lebih baik. Kesimpulannya , memang tidak ada alasan untuk tidak menjadi lebih baik, apapun masa lalu yang barangkali ada pada kita, jadikan itu sebagai spirit untuk melangkah kedepan. Percayalah bahwa meski tak ada siapa-siapa toh masih ada Allah, dzat yang maha pengampun, pengasih dan penyayang. Bangun keyakinan ini dalam diri kita, dan mulailah untuk memperbaiki diri saat ini juga, dan yakinlah bahwa masa depan itu hanya akan menjadi milik orang yang berani mengadakan perubahan bagi dirinya untuk menjadi yang lebih baik. “ Ditulis untuk beberapa netter yang pernah megirimkan email kepada saya tentang masa lalunya. Semoga Allah selalu memberikan kekuatan untuk meniti kehidupan yang lebih baik” Trenggalek, 27 Nop 2002

122

indah. maka aman. yang masih membingkai peperanganpun dengan akhlak Islam yang salam. diancam bunuh. barangsiapa ke Baitullah maka aman. Yang namanya damai. maka semestinya orang itu akan membayangkan sebuah taman indah yang penuh bunga di dalamnya. Atau ketika seseorang membayangkan Islam. maka berdecak kagum kalbunya. Seorang kathib jihad. paling tidak bagi siapa saja yang menjumpainya. Dan ketika setiap orang melihatnya. Mestinya begitu. para mujahid yang hanya membawa pedang akan di berangkatkan untuk membela kehormatan diri dan agamanya. wa asyhadu anna Muhammadarrasulullah. rahmat bagi semesta alam. tak ada setetes darah tumpah. ketika pembebasan Mekah. Padahal kalau dia mau. dan bahkan diusirnya. dengan 123 . Dia adalah makhluk lembut. memang betul begitu. barangsiapa ke rumah Abu Sofyan. Islam adalah rahmatan lil ‘alamin. dialah yang paling berhak memicu pelatuk dendam. Ya. Ibarat ketika seseorang mau mengambil uang di ATM yang suasananya menjadi “ mak cess” suejuk.BIARLAH KILAU CAHAYANYA MENYEJUKKAN MATA Islam itu bemakna damai. Adalah Muhammad SAW. dan indah. dan bahkan musuh sekalipun. Asyhadu alla ilaha illallah. dan barangsiapa tinggal di rumah masing-masing dan tidak mengadakan perlawanan maka aman. yang membuat kerasan tinggal di dalamnya. dan kemudian banyaklah orang yang berserah diri dengan berIslam. yang akan memberikan kesan baik pada diri dan orang lain. Ia pun disegani lawan karena akhlak damainya. Tetesan air mata saya tanpa sengaja berlinangan. Benar-benar rahmatan lil ‘alamin. Demikianlah pula yang ditunjukkan Salahuddin Al Ayyubi ketika membebaskan tanah Palestina. yang rumput hijaunya saja mengucapkan Assalamu Alaikum kepadanya. dan bagi siapa saja yang bersentuhan dengannya. ketika melihat dalam sebuah film dokumenter Ambon. meski ditengah cercaan yang selalu menekannya. yang kupu-kupu saja tersenyum menyapanya. karena dakwah damainya semasa di Mekah dimusuhi. Kedamaian yang dibawanya menyapakan. yang bahkan tidak boleh dipaksakan nilai keindahannya itu pada orang lain yang masih tertutup pintu hatinya. itu adalah sesuatu yang menyenangkan. yang menghormati kebenaran. yang membuat musuhnya berdecak kagum dibuatnya.

tidak membakar – bakar pohon seenaknya. dan biarlah kilau cahayanya menyejukkan mata.sebagai pemula dalam aktifitas amal islami. Bagaimana ceritanya orang percaya bahwa Islam menyatukan. bagaimana seseorang apriori terhadap sesuatu yang sebenarnya terlalu indah ini. tidak boleh membunuh orang tua yang sudah tidak kuat lagi. jikalau dengan orang tua yang kita anggap tidak sefikrah kita melawannya. jika kita kita semua sepakat untuk mengubah perilaku pandir kita. Bagaimana ceritanya orang percaya bahwa Islam adalah damai jikalau dalam setiap perbuatan kita. jikalau dengan tetangga dekat saja kita jarang sekedar untuk menyapanya. meski tak banyak orang yang menyepakatinya. Bagaimana kita berbicara tentang akhlaq mulia. dan menggerakkan jiwa.” Tentu.. hanya karena kita menutupinya dengan jelaga nan hitam. kita harus bersedih mendengarnya.. ana melihat banyak ikhwah-ikhwah yang merampas hak persaudaraan Islamnya gara-gara beda harakah.lantang berbicara. Fenomena ini yang banyak ana liat di kota ana yang kata orang gudangnya sampah harakah. sehingga ada beberapa ikhwah yang akhirnya tersisih dan apriori terhadap dakwah. tandzim. Trenggalek. 7 Januari 2003 124 . ikhwah kita. jikalau sikap hidup kita selalu saja dipenuhi dengan kosakata tidak sefikroh. Kita bisa saja menyalahkan orang lain akan sebuah distorsi informasi. “ Tidak boleh membunuh anak-anak. tidak boleh membunuh wanita.… … dan perang mana yang ada aturannya selain … ” Islam. Seorang rekan saya sempat menuliskan email kepada saya bicara soal persaudaraan : “ Kadang ana heran. Marilah kita bersihkan jelaga itu. yang terhalang orang lain untuk melihat kilauan cahayanya. selalu saja menonjolkan kekerasan di mana-mana. dan berusaha mengoreksi diri atas segala kesalahan yang mengena pada diri kita. akan tetapi sebuah distorsi informasi hanya akan menjadi dagelan saja. ulama kita dan sebagainya. organisasi. kelompok bid’ ah.

”baik”. “ alhamdulillah”. Perkataan. maka akhirnya tawon pun mengeluarkan madu yang manis sebagai hasil interaksinya dengan sang bunga. akan menjadi semakin baik pula. suka mengalah dan sebagainya akan di bangun oleh hal-hal kecil yang ada di sekelilingnya. TV. bahwa pelbagai hal yang masuk ke dalam diri seseorang. keras. Sifat baik. Sekarang cobalah perhatikan. Jika hal ini berlangsung terus menerus. buruk. Atau ketika seseorang sering berkosa kata. Dan demikian pula lingkungan kita. sedikit banyak akan menggoreskan kesan ke dalam hatinya. Kosa kata yang baik akan berpengaruh terhadap kepribadian kita dan tentu saja orang yang ada di sekeliling kita. ia pasti lebih cenderung religius. Barangkali sejak saat ini kita harus memprioritaskan untuk berkata yang lebih baik. maka terbiasalah ia untuk lebih baik. “ cukup baik”. maka ia akan menjadi sifat dominan seseorang. “ damput”. Jika seorang pendidik selalu saja mengeluarkan seuatu yang baik untuk menggoreskan goresan-goresan terbaiknya. karena dakwah memang seharusnya diusahakan melekat dalam diri seorang pendidik. Betul. Mungkin ada yang goresannya besar. Internet dan sebangsanya. Berbeda jika dari mulutnya sering berkata “ cuk”. dan mungkin hanya akan tergores kecil saja. Tapi selalu saja goresan itu akan mengenainya.MEMBANGUN KARAKTER Saya adalah salah seorang yang masih percaya. informasi yang dikemas dalam 125 . Dahulu saya suka sekali melihat FS Pendekar Harum. saya yakin ia adalah orang yang selalu menghargai. Sebagai seorang pendidik – kalaulah tidak mau disebut da’ – tentu memperhatikan hal-hal ini termasuk dalam dimensi i dakwah juga. Informasi Karakter seseorang dapat pula di bentuk oleh sumbersumber informasi. Ibarat ketika sekuncup bunga mengeluarkan bau yang harum. perhatian. Koran. dan sebagainya maka ia akan cenderung semaunya. orang yang dari mulutnya keluar kata “ subhanallah”. “ kepalamu”. dan akhirnya saya menjadi ingin seperti Cu Lio Shiang. seorang pendekar yang mempunyai sifat tenang dalam menghadapi persoalan. penyayang. “ mungkin perlu latihan yang lebih banyak”. yang disukai banyak orang. Majalah.

8 Januari 2002 126 . Beda. Kita harus bayak mengusahakan media untuk menuju ke arah sana. Kalau saya sih inginnya saya bawa menjadi yang Rahmatan lil ‘Alamin. Nah begitulah. Kita ingin seperti apa. maka saya tidak usah bertanya yang macam-macam. keluarga kita ingin kita bawa ke mana.media seperti film ternyata lebih mengesankan. lingkungan ingin kita bawa ke mana. Karenanya kita ingin membangun suasana dalam diri dan keluarga dengan bingkai apa ? Kasih sayang misalnya. majalah UMMI dan Ayah Bunda. bahkan majalah Tarbawi dan Sabili. Jika saya ingin melihat karakter seseorang. maka kita harus lebih banyak mengkonsumsi informasi yang menjurus pada kasih sayang. Trenggalek. dan sayapun dapat mengetahui karakteristiknya. maka perkataan kita. dan informasi yang masuk kepada kita harus kita bawa sesuai dengan keinginan kita. sikap kita. karena pesanpesannya nampak lebih visible. orang yang terbiasa membaca majalah HAI dan Annida. Majalah dan buku juga memiliki pengaruh yang besar pula. cukup bertanya Majalah dan buku apa yang sering dibacanya.

sehingga entah 127 . paling tidak dengan cara sang wanita mengingatkannya. Seandainya seseorang menderita traumatik dalam kehidupannya. mengingatkan sang Ketua agar bersikap lebih tegas dalam mengambil keputusan. mengapa ketika pernikahan sudah dalam hitungan minggu. “ Suatu hari. trauma. yang mempunyai rasa tersinggung. hal ini menimbulkan perasaan yang tidak enak. Beberapa saat yang lalu. maka seringkali ia akan menggeneralisir persoalan. bahkan ketika keluarga saya mendampingi saya untuk melamarnya. Karena kita adalah manusia. pada saat menjadi ketua lembaga di kampus . yang terlihat mendalami akan agama. Dan benar. Sepintas apa yang dikatakannya sebenarnya hal yang wajar saja. Suatu hari ia berkata. ia menganggap bahwa semua pria adalah buruk. Meski biasanya dapat sembuh dengan sendirinya. dan membatalkan pernikahan. harga diri. ia menikah dengan wanita dari universitas lain. “ Saya tak akan menikah dengan wanita dari universitas ini”. Ketika seseorang trauma. pernah dimarahi seseorang wanita anak buahnya. terkadang seseorang mengalami hal-hal yang tidak berkenan di hati. bahwa ia mempunyai teman wanita yang tidak respek terhadap pria. Saya yakin. dikecewakan maka muncullah trauma. dan seringkali berakibat munculnya sikap traumatik yang sulit untuk dihilangkan. dikhianati. rekan tetangga kamar kost saya mengatakan. Semula ia mengatakan mau.MENGATASI TRAUMA Dalam hidup ini. Ketika seseorang merasa terinjak. iapun bersedia. Shock. Saya mengenal seorang wanita. tapi ternyata bagi sang ketua. Seorang kenalan. dalam menghadapi sebuah persoalan. adalah hal yang wajar. dan semacamnya. tapi seringkali memakan waktu yang cukup lama. Dia berteriak dihadapannya. nggak tegas namanya”. kenapa tidak segera menikah ? Ternyata. Saya pernah pula bertanya kepada rekan saya yang terlihat telah siap.” Kamu seorang ketua umum. dan pengalaman buruk berkomunikasi dengan seorang pria. dia menyatakan keraguannya.” begitulah ia bercerita. nggak pantes kamu seperti itu. bahwa dulunya ia mengalami hal buruk tentang pernikahan. Lalu sayapun menanyakannya. ia merasa dilecehkan. Entahlah. teman rekan saya itu pernah mengalami shock. tentu akhirnya produktivitasnya akan tidak optimal.

berusahalah untuk bersikap lebih realistis. Sby. Dalam senandungnya. “ Tidak semua lakilaki. pernah menyanyikan sebuah lagu dangdut. Jika kita pernah dikecewakan orang. Kita tidak boleh menggeneralisir masalah. akan berpeluang untuk mengecewakan diri kita. dua orang anggota harakah tertentu yang menjengkelkan kita. hanya karena kita pernah di kasari oleh seorang akhwat. Lihatlah. ada banyak peluang yang menunggu kita. Memang dalam kehidupan. karena begitulah resiko orang hidup bersama-sama. Siapa saja. maka ingatlah banyak rekan kita yang selalu mendukung kita.… … … … … . Tidakkah kita melihatnya. maka ingatlah betapa banyaknya rekan yang menyenangkan dan membahagiakan. semuanya dianggapnya sama. karena kebetulah salah seorang diantaranya pernah kurang baik kepada kita. akan semakin menyiksa kita. ada sekian bibir yang tersenyum kepada kita. Karenanya sudahlah. manakala akhirnya kita menggeneralisir sebuah persoalan hingga orang yang tidak mengetahui persoalan mendapatkan penilaian yang sama. Akan ada seorang. Dengan demikian kita lebih mengasihi diri kita. Namun.apakah seseorang tahu menahu dengan masalahnya ataukah tidak. ada sekian mulut yang akan menyapa kita. masih ratusan rekan yang tidak mengecewakan. memang begitu. akan banyak persoalan. Menuruti kata hati yang kurang sehat. bersalah padamu. Ya. akan ada laki-laki yang mengecewakan kita. kita akan lebih tenang. Jika ada yang menyakiti kita. tapi apakah semua rekan kita mengecewakan kita. Barangkali kita pernah dikecewakan rekan kita. Benar apa yang dinyanyikan oleh Pak Bas itu. bahwa didepan kita ada sekian banyak orang yang bersikap baik kepada kita. Pak Bas (Bashofi Sudirman). Dengan demikian. 22 Februari 2002 128 . dan justru menyenangkan. namun masih ada puluhan ribu anggota lain yang tidak menjengkelkan kita. Atau apriori dengan sebuah harakah. dengan mengatakan bahwa semua akhwat di universitas ini kasarkasar.”. yang menjadi tidak wajar adalah. namun masih ada bahkan jutaan laki-laki lain yang tak mengecewakan kita.. yang mengingatkan akan tidak rasionalnya trauma.

ketika ia bertemu dengan guru Bahasa Inggrisnya di SMA.com/achedy atau melalui email achedy@telkom. yang mengajaknya mendalami Islam bersama. dan SD nya diselesaikan di desa tempat kelahirannya. dan tas ransel ini. bisa dihubungi melalui URL http://www. Ia semakin mencintai diennya. Di kampus ia lebih menyukai bergelut di berbagai lembaga KeIslaman pula. pada tanggal 25 Mei 1976.net . Di Masjid Kampus (Jama’ Masjid Manarul ‘Ilmi ITS). Awal-awal kuliah ia mengajar PAMI. ia mengelola Kajian Jurusan Ulul Albab bersama beberapa rekannya.net. Jawa Timur. di sebuah lereng pegunungan di Kabupaten Trenggalek. serta Manager PR Panitia Mentoring Pusat ITS 00/01. Edy Santoso adalah seorang yang biasa saja. semakin berubahlah sikapnya. Aktifitas masa-masa SMA ia habiskan di OSIS untuk bidang Rohis Islam Ternyata hal ini berlanjut pula ketika masa-masa kuliah. dan menjadi Sekretaris Umum Ulul Albab pada tahun 98/99. Lajang yang hanya mempunyai sebuah komputer. seperti anak muda pada umumnya. Di Jurusan Teknik Fisika ITS. Lalu menjadi sekretaris Departemen Humas. Namun.cjb. http://masjidits. dan menjadi Ka Humas JMMI pada tahun 99/00. Sekolah TK. Pendidikan Anak Manarul ‘Ilmi. pernah menjadi penyiar Nuansa Senja di TF FM sampai beberapa waktu. sepeda pancal pinjeman. Dan SMP serta SMA nya diselesaikan di sebuah kecamatan lain. suatu hari. Terakhir ia menjadi webmaster dan salah seorang penulis di Manarul ‘Ilmi Online. dilahirkan hampir 27 tahun yang lalu.BIODATA PENULIS Edy Santoso. yang bukan pegunungan lagi. 129 . ia ah pun pernah aktif di dalamnya.geocities.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful