YAHUDI

Yahudi adalah istilah yang merujuk kepada sebuah agama atau suku bangsa. Sebagai agama, istilah ini merujuk kepada umat yang beragama Yahudi. Berdasarkan etnisitas, kata ini merujuk kepada keturunan Eber (Kejadian 10:21) atau Yakub, anak Ishak, anak Abraham (Ibrahim) dan Sarah. Etnis Yahudi juga termasuk Yahudi yang tidak beragama Yahudi tetapi beridentitas Yahudi dari segi tradisi.

Gambar 1 Bintang Daud (Ibrani: Magen David) adalah simbol agama Yahudi. Agama Yahudi adalah kombinasi antara agama dan suku bangsa. Kepercayaan semata-mata dalam agama Yahudi tidak menjadikan seseorang menjadi Yahudi. Di samping itu, dengan tidak memegang kepada prinsip-prinsip agama Yahudi tidak menjadikan seorang Yahudi kehilangan status Yahudinya. Tetapi, definisi Yahudi undang-undang kerajaan Israel tidak termasuk Yahudi yang memeluk agama yang lain.

1.

ETIMOLOGI

Kata Yahudi diambil menurut salah satu marga dari dua belas leluhur Suku Israel yang paling banyak keturunannya, yakni Yehuda. Yehuda ini adalah salah satu dari 12 putera Yakub, seorang nabi yang hidup sekitar abad 18 SM dan bergelar Israil. Seluruh turunan dari 12 putera Yakub (Israel) itu dikenal dengan sebutan Bani Israil (keturunan langsung Israil) yang kemudian berkembang menjadi besar dinamakan menjadi Suku Israil. Setelah berabad-abad turunan Yahudi berkembang menjadi bagian yang dominan dan mayoritas dari Bani Israel, sehingga sebutan Yahudi tidak hanya mengacu kepada orang-orang dari turunan Yahuda, tapi mengacu kepada segenap turunan dari Israel (Yakub). Pada awalnya bangsa Yahudi hanya terdiri dari satu kelompok keluarga di antara banyak kelompok keluarga yang hidup di tanah Kan an pada abad 18 SM. Ketika terjadi bencana kelaparan di Kan an, mereka pergi mencari makan ke Mesir, yang memiliki persediaan makanan yang cukup berkat peran serta Yusuf. Karena kedudukan Yusuf yang tinggi di Dinasti Hyksos, Mesir, seluruh anggota keluarga Yaqub diterima dengan baik di Mesir dan bahkan diberi lahan pertanian di bagian timur laut Mesir. Pada akhirnya keseluruh bangsa Israel, tanpa memandang warga negara atau tanah airnya, disebut juga sebagai orang-orang Yahudi dan begitu pula dengan keseluruh penganut ajarannya disebut dengan nama yang sama pula.

2.

SIAPAKAH OARANG YANG BERHAK DISEBUT YAHUDI ?

1

Halakha, atau hukum-hukum agama Yahudi, memberikan definisi Yahudi kepada seorang yang disebut Suku Bangsa Yahudi dan seseorang yang memeluk agama Yahudi menurut hukum-hukum Yahudi.

2.1 Suku Bangsa Yahudi,
Suku bangsa Yahudi ini terbagi lagi menjadi dua:[1] a. Seorang anak yang terlahir dari ayah dan ibu Yahudi disebut Yahudi asli, b. Seorang anak yang terlahir dari ayah Yahudi dan ibu dari bangsa lain, Yahudi campuran ini termasuk kategori Yahudi Kelas Dua,

2.2 Seorang yang memeluk agama Yahudi menurut hukum-hukum Yahudi.
Definisi ini diwajibkan oleh Talmud, sumber Hukum-Hukum Tak-tertulis yang menerangkan Taurat, kitab suci asal hukum-hukum Yahudi (lima kitab pertama kitab Tanakh/Perjanjian Lama). Menurut Talmud, definisi ini dipegang semenjak pemberian Sepuluh Perintah Allah di Gunung Sinai kira-kira 3.500 tahun dahulu kepada nabi Musa. Sejarawan Yahudi non-Ortodoks berkeyakinan bahwa definisi ini tidak diikuti sehingga tidak lama berlaku, tetapi ia mengaku bahwa definisi ini digunakan sekurang-kurangnya 2.000 tahun sampai saat ini. Pada akhir abad ke-20, dua kumpulan Yahudi (terutama di Amerika Serikat) yang liberal dari segi teologi, Yahudi Reformasi dan Yahudi Rekonstruksi telah membenarkan orang yang tidak memenuhi kriteria tersebut untuk menyebut diri mereka sebagai Yahudi. Mereka tidak lagi mewajibkan orang memeluk agama tersebut demi memenuhi adat istiadat pemelukan tradisional, dan mereka menganggap seseorang sebagai Yahudi jika ibu mereka bukan Yahudi, asalkan berayah Yahudi.

3.

YUDAISME

Yahudiah (Yudaisme) adalah kepercayaan yang unik untuk orang/bangsa Yahudi (penduduk negara Israel maupun orang Israel yang bermukim di luar negeri). Inti kepercayaan penganut agama Yahudi adalah wujudnya Tuhan yang Maha Esa, pencipta dunia yang menyelamatkan bangsa Israel dari penindasan di Mesir, menurunkan undang-undang Tuhan (Torah) kepada mereka dan memilih mereka sebagai cahaya kepada manusia sedunia. Kitab Suci agama Yahudi menuliskan Tuhan telah membuat perjanjian dengan Abraham bahwa beliau dan cucu-cicitnya akan diberi rahmat apabila mereka selalu beriman kepada Tuhan. Perjanjian ini kemudian diulangi oleh Ishak dan Yakub. Dan karena Ishak dan Yakub menurunkan bangsa Yahudi, maka mereka meyakini bahwa merekalah bangsa yang terpilih. Penganut Yahudi dipilih untuk melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawab khusus, seperti mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur dan beriman kepada Tuhan. Sebagai balasannya, mereka akan menerima cinta serta perlindungan Tuhan. Tuhan kemudian menganugerahkan mereka Sepuluh Perintah Allah melalui pemimpin mereka, Musa. Sinagoga merupakan pusat masyarakat serta keagamaan yang utama dalam agama Yahudi, dan Rabi adalah sebutan bagi mereka yang pakar dalam hal-hal keagamaan.

3.1

Dasar-Dasar Iman Yahudi (Yudaisme)

Walaupun orang-orang Yahudi dan pemimpin agama berbagi inti berhubungan dgn prinsip monoteisme, di dalam Yudaisme tidak ada pernyataan resmi atas prinsip-prinsip iman seperti kepercayaan yang diakui atau yang diterima. Di dalam Yudaisme tidak terdapat kewenangan atas keagamaan yang dapat merumuskan atau mengeluarkan fatwa. Kewenangan pusat dalam Yudaisme tidak diberikan pada setiap orang atau kelompok dalam Yudaisme akan tetapi hanya berasal dari tulisan-tulisan, hukum, dan tradisi. Dalam hampir semua 2

variasi, Judaisme mengkukuhkan tentang keberadaan dan keesaan dari Tuhan. Yudaisme lebih menekankan pada ketaatan dalam kinerja perbuatan dibandingkan kepada kepatuhan pada sistem kepercayaan. Ortodoks Judaisme juga menegaskan sejumlah prinsip-prinsip utama dalam program-program pengajaran, yang terpenting adalah kepercayaan bahwa tiada yang satu dan yang maha selain Allah, yang menciptakan alam semesta, Judaisme tradisional mempertahankan bahwa Tuhan membentuk perjanjian dengan orang Yahudi di Gunung Sinai, dan diturunkannya hukum dan perintah kepada mereka dalam bentuk Taurat. Taurat yang terdiri dari tulisan Taurat (Pentateuch) dan tradisi hukum lisan yang kebanyakan kemudian dikodifikasikan dalam tulisan-tulisan. Secara tradisional, praktik Judaisme dikhususkan dalam ilmu Taurat, ketaatan pada hukum dan perintah. Dalam Yudaisme normatif, Taurat dan Yudaisme terdapat pengertiaan bahwa hukum itu sendiri tidak akan pernah dapat berubah, akan tetapi hanya dapat dilakukan interpretasi hukum yang lebih terbuka. Hal ini dianggap sebagai mitzvah (perintah) untuk belajar dan memahami hukum.

3.2

Monoteisme

Kepercayaan Judaisme secara ketat didasarkan pada Unitarian monoteisme. Doktrin ini mengekspresikan kepercayaan kepada satu Tuhan. konsep Tuhan yang mengambil beberapa bentuk (misalnya Trinitas) dianggap bida ah dalam Judaisme. Dalam doa secara utuh dalam hal mendefinisikan Tuhan adalah Shema Yisrael, awalnya muncul di dalam Alkitab Ibrani: "Dengarkan O Israel, Tuhan adalah Allah kita, Tuhan adalah satu", juga diterjemahkan sebagai "Dengarkan O Israel, Tuhan kami adalah Allah, Tuhan adalah yang tunggal " Allah adalah disusun sebagai zat yang kekal, pencipta alam semesta, dan sumber moralitas. Allah mempunyai kuasa untuk campur tangan di dunia. Istilah Allah sehingga terkait dengan kenyataan sebenarnya, dan bukan hanya proyeksi dari jiwa manusia. Allah dijelaskan dalam pengertian seperti: "Ada satu Zat, sempurna dalam segala cara, yang merupakan penyebab utama dari semua keberadaan. Semua tergantung pada keberadaan Allah dan semua berasal dari Allah. " Dalam Alkitab Bahasa Ibrani klasik yang berhubungan dengann sastra Talmud menegaskan theisme dan menolak deism. Namun, dalam tulisan-tulisan dari abad filosof Yahudi kemudian terlihat adanya pengaruh dari neo-filosofi Aristotel, diistilahkan kemahatahuan yang terbatas.

4.

TANAKH (KITAB/HUKUM/AJARAN)

Tanakh, Tanach atau Tanak adalah kata dalam bahasa Ibrani ( ) yang merupakan singkatan huruf TNK dan artinya adalah: y Torah atau Taurat (Ajaran atau Hukum) y Nebi'im atau para Nabi y Ketubim atau Kitab yang isinya mengenai hagiografi atau kisah orang suci, puisi, atau nasihat-nasihat. Tanak dalam tradisi Kristen disebut Perjanjian Lama. Menurut tradisi Yahudi, Tanakh memiliki dua-puluh empat kitab. Tanakh menghitung kitab-kitab Samuel, Raja-raja, Tawarikh dan Ezra-Nehemia sebagai masing-masing satu kitab, dan menganggap Trei Asar ( , Keduabelas Nabi; secara harafiah berarti "duabelas") sebagai satu kitab.

Gambar 2. Sampul Alkitab Terjemahan Lama 3

4.1 Taurat
Taurat ( , harafiah berarti "pengajaran") memiliki lima kitab, biasanya disebut sebagai "Lima Kitab Musa". Edisi cetak dari Taurat seringkali disebut Chamisha Chumshei Torah ( , harafiah berarti "lima dari lima-bagian kitab Taurat"), dan secara tidak resmi merupakan Chumash. Dalam bahasa Ibrani, ke-lima kitab Taurat diidentifikasi dengan adanya kata pertama dari setiap kitab. Nama berbahasa Inggris berasal dari nama Yunani yang diberikan kepada kitab-kita dalam Septuagint, yang berasal dari isi tematis dari setiap kitab, sebagai berikut: 1. Bereshith - Kejadian (Genesis) 2. Shemot - Keluaran (Exodus) 3. Vayikra - Imamat (Leviticus) 4. Bamidbar - Bilangan (Numbers) 5. Devarim - Ulangan (Deuteronomy)

Gambar 2. Halaman pada Tanakh abad ke-11 Masehi berserta Targum

4.2 Nevi'im
Nevi'im ( , "Nabi-nabi") berisikan delapan kitab-kitab. Pembagian kitab-kitab ini yang, secara keseluruhan, mencakup era kronologis dari masuknya bangsa Israel ke Tanah Perjanjian hingga Pembuangan ke Babilonia oleh Yehuda ("periode nubuat"). Akan tetapi kumpulan ini tidak mencakup Tawarikh, yang juga menuliskan periode yang sama. Nevi'im seringkali dibagi menjadi Nabi Awal ( ), yang biasanya merupakan catatan sejarah, dan Nabi Akhir ( ), yang mencatat nubuatan yang lebih exhortational. Walaupun kebanyakan versi dari Perjanjian Lama mencatat jumlah kitab-kitab sebanyak dua-puluh-satu, menghitung kitab Samuel dan Raja-Raja sebagai masing-masing dua kitab, dan "Keduabelas Nabi" (atau disebut pula Nabi-nabi Kecil) menjadi 12 kitab, tradisi Yahudi tidaklah demikian: 6. ( / Y'hoshua) Yosua 7. ( / Shophtim) Hakim-Hakim 8. ( / Sh'muel) Samuel (I & II) 9. ( / M'lakhim) Raja-Raja (I & II) 10. ( / Y'shayahu) Yesaya 11. ( / Yir'mi'yahu) Yeremia 12. ( / Y'khezqel) Yehezkiel 4

13. The Twelve Prophets ( ) a. ( / Hoshea) Hosea b. ( / Yo'el) Yoel c. ( / Amos) Amos d. ( / Ovadyah) Obaja e. ( / Yonah) Yunus f. ( / Mikhah) Mikha g. ( / Nakhum) Nahum h. ( /Havakuk) Habakuk i. ( / Ts'phanyah) Zefanya j. ( / Khagai) Hagai k. ( / Z'kharyah) Zakharia l. ( / Mal'akhi) Maleakhi [sunting]

4.3 Ketuvim
Ketuvim ( , "Tulisan") sering pula dikenal dalam Bahasa Yunani dengan judul "Hagiographa" dan memiliki sebelas kitab-kitab. Hal ini merangkum kitab-kitab yang ada, dan termasuk di dalamnya Lima Gulungan (Hamesh Megillot). Kumpulan kitab ini terkadang dibagi sedemikian rupa sebagai Sifrei Emet ( , harafiah "Kitab-kitab Kebenarah") akan Mazmur, Amsal dan Ayub (nama-nama Ibrani dari ketiga kitab ini membentuk huruf Ibrani yang berarti "kebenaran" sebuah akrostik, dan ketiga kitab tersebut juga memliki tanda kantilasi yang unik, "kitab-kitab kebijaksanaan" yakni Ayub, Kitab Pengkhotbah dan Amsal, "kitab-kitab puisi" yakni Mazmur, Ratapan dan Kidung Agung, dan "kitab-kitab sejarah" yakni Ezra-Nehemia dan Tawarikh. Walaupun pada sebagian besar edisi cetak dari Perjanjian Lama menjelaskan jumlah kitab sebanyak tigabelas, yang menjabarkan kitab Ezra dan Nehemia sebagai dua kitab dan 1 dan 2 Tawarikh sebagai dua kitab, tradisi Yahudi tidaklah demikian. "Sifrei Emet," "Kitab-kitab Kebenaran": 14. ( / Tehillim) Mazmur 15. ( / Mishlei) Amsal 16. ( / Iyov) Ayub "Hamesh Megilot" atau "Lima Gulungan": 17. ( / Shir Hashirim) Kidung Agung 18. ( / Rut) Rut 19. ( / Eikhah) Ratapan 20. ( / Kohelet) Pengkhotbah 21. ( / Esther) Ester Kitab-kitab "Tulisan" lainnya: 22. ( / Dani'el) Daniel 23. ( / Ezra v'Nechemia) Ezra Nehemia 24. ( / Divrei Hayamim) Tawarikh (I & II)

5.

TALMUD

Talmud (bahasa Ibrani: ) adalah catatan tentang diskusi para rabi yang berkaitan dengan hukum Yahudi, etika, kebiasaan dan sejarah. Talmud mempunyai dua komponen: Mishnah, yang merupakan kumpulan Hukum Lisan Yudaisme pertama yang ditulis; dan Gemara, diskusi mengenai Mishnah dan tulisan-tulisan yang terkait dengan Tannaim yang sering membahas topik-topik lain dan secara luas 5

menguraikan Tanakh. Istilah Talmud dan Gemara seringkali digunakan bergantian. Gemara adalah dasar dari semua aturan dari hukum rabinik dan banyak dikutip dalam literatur rabinik yang lain. Keseluruhan Talmud biasanya juga dirujuk sebagai (singkatan bahasa Ibrani untuk shishah sedarim, atau "enam tatanan" Mishnah).

Asal-usul
Studi keyahudian pada mulanya tidak terulis (lisan). Para rabi menguraikan dan memperdebatkan hukum serta membahas Alkitab Ibrani tanpa bantuan karya-karya tertulis (selain dari kitab-kitab di dalam Kitab Suci sendiri.) Namun, situasi ini berubah secara drastis terutama sebagai akibat penghancuran komunitas Yahudi pada tahun 70 M, dan pergolakan norma-norma sosial dan hukum Yahudi yang ditimbulkannya. Karena para rabi dituntut menghadapi realitas yang baru yang utamanya Yudaisme tanpa Bait Suci dan Yudea tanpa otonomi membanjirlah wacana hukum dan sistem studi oral yang lama tidak dapat lagi dipertahankan. Pada masa inilah wacana rabinik mulai dicatat secara tertulis.

Hukum lisan tertua yang dicatat kemungkinan dalam bentuk midrashi. Di sini diskusi halakhik disusun sebagai tafsiran eksegetis terhadap Pentateukh. Tetapi sebuah bentuk alternatifnya, yang disusun menurut topiknya dan bukan menurut ayat-ayat Alkitab, menjadi dominan pada sekitar tahun 200 M., ketika Rabi Judah haNasi meredaksi Mishnah ( ).

Gambar 4. Halaman pertama dari Talmud Babilonia, Traktat Berachot, folio 2a

5.1 Mishnah
Mishnah ( ) adalah kompilasi pandangan dan perdebatan hukum. Namanya sendiri berarti "redaksi", dari kata kerja shanah , yang berarti "mengulangi" atau "meninjau". Nama ini mungkin merupakan petunjuk pada metode studi wacana rabinik dengan cara mengulang-ulang secara lisan. Pernyataan-pernyataan dalam Mishnah biasanya singkat dan padat, mencatat pandangan-pandangan singkat dari para rabi yang memperdebatkan sebuah topic, atau mencatat sebuah peraturan yang tidak disebutkan sumbernya, yang tampaknya mewakili sebuah pandangan consensus. Para rabi Mishnah dikenal sebagai Tannaim (tunggal: Tanna ). Berbeda dengan Midrash, Mishna hanyalah sebuah catatan dari kumpulan halakha (yang lainnya adalah Tosefta), namun demikian, penataannya menurut topic menjadi kerangka bagi Talmud secara keseluruhan. [sunting] Struktur dan isi Mishna terdiri atas Enam Tatanan (sedarim, tunggal: seder ). Masing-masing dari tatanannya mengandung antara 7 dan 12 traktat, yang disebut masechtot (tunggal: masechet ; harafiah: "jaringan"). Masing-masing masechet dibagi menjadi bab-bab (peraqim) yang terdiri dari unit-unit yang lebih kecil yang disebut mishnayot (tunggal: mishnah). Tidak setiap traktat dalam Mishnah mempunyai padanan Gemaranya. Selain itu, tatanan traktat dalam Talmud berbeda dalam kasus-kasus tertentu dengan tatanan di dalam Mishnah; lih. diskusi pada masing-masing Seder. Tatanan Pertama : Zeraim ("Benih"). 11 traktat. MEmbahas doa dan berkat, tithes, dan hukum-hukum pertanian . 6

Tatanan Kedua Tatanan Ketiga Tatanan Keempat Tatanan Kelima Tatanan Keenam

: : : : :

Moed ("Hari-hari Raya"). 12 traktat. Berkaitan dengan hukum-hukum Sabat dan Hari-hari Raya. Nashim ("Perempuan"). 7 traktat. Berkaitan dengan pernikahan dan perceraian, beberapa bentuk sumpah dan hukum-hukum tentang orang Nazir. Nezikin ("Ganti rugi"). 10 traktat. Berkaitan dengan hukum sipil dan kriminal, cara kerja pengadilan dan sumpah. Kodashim ("Hal-hal yang suci"). 11 traktat. Berkaitan dengan ritus-ritus korban, Bait Suci, dan hukum-hukum yang mengatur apa yang boleh dan tak boleh dimakan . Tohorot ("Kesucian"). 12 traktat. Berkaitan dengan hukum-hukum ritual kesucian.

5.2 Beraita
Selain Mishnah, karya-karya Tannaim lainnya dicatat pada kira-kira waktu yang bersamaan atau tak lama sesudah itu. Gemara seringkali merujuk kepada pernyataan-pernyataan Tannaim untuk membandingkannya dengan apa yang terdapat di dalam Mishna dan mendukung atau membantah proposisi-proposisi dari Amoraim. Semua sumber Tannaim non-Mishna disebut beraitot (harafiah: bahanbahan luar, "Karya-karya di luar Mishna"; tunggal: beraita ). Beraita mencakup Tosefta, sebuah kumpulan Tannaim dari halakha yang sejajar dengan Mishna; dan Midrash Halakha, khususnya Mekhilta, Sifra dan Sifre.

5.3 Gemara
Dalam tiga abad setelah peredaksian Mishna, para rabi di seluruh Palestina dan Babilonia menganalisis, memperdebatkan, dan mendiskusikan karya itu. Diskusi-diskusi ini membentuk Gemara ( ). Gemara terutama terpusat pada upaya menjelaskan dan menguraikan pandangan-pandangan dari Tannaim. Para rabi Gemara dikenal sebagai Amoraim (tunggal: Amora ). Gemara berarti kesempurnaan, dari gamar : bahasa Ibrani menyelesaikan, menyempurnakan; bahasa Aram mempelajari. Metodologi Banyak dari Gemara terdiri atas analisis hukum. Titik tolak untuk analisis ini biasanya adalah suatu pernyataan legal yang ditemukan di dalam sebuah Mishna. Pernyataan ini kemudian dianalisis dan dibandingkan dengan pernyataan-pernyataan lain dalam dialog dialektis di antara kedua pihak yang bertikai (yang seringkali anonim dan kadang-kadang metaforik), yang diistilahkan sebagai makshan (penanya) dan tartzan (penjawab). Tanya jawb ini membentuk "bangunan" gemara; nama dari sebuah paragraf gemara adalah sugya ( ; jamak:: sugyot). Sugya biasanya terdiri atas sebuah uraian yang terinci dan didasarkan bukti tentang sebuah pernyataan mishnah. Dalam sebuah sugya tertentu, pernyataan-pernyataan Kitab Suci, Tannaim dan Amoraim diangkat untuk mendukung berbagai pandangan. Dengan demikian, gemara akan menghasilkan ketidaksepakatan semantik antara Tannaim dan Amoraim (yang seringkali menyebutkan bahwa suatu pandangan dikeluarkan oleh seseorang yang berwibawa dan tentang bagaimana ia mestinya akan menjawab suatu pertanyaan), dan membandingkan pandangan-pandangan Mishna dengan bagian-bagian dari beraita. Jarang sekali perdebatan-perdebatan itu ditutup dengan resmi. Dalam banyak kasus, kata yang terakhir menentukan hukum praktisnya, meskipun ada banyak pengecualian terhadap prinsip ini.

7

5.4 Halakha dan Haggadah
Talmud terdiri dari banyak sekali bahan dan menyinggung banyak sekali topik. secara tradisional pernyataan-pernyataan talmudik dapat digolongkan ke dalam dua kategori besar, pernyataan-pernyataan Halakha dan Hagaddah. Pernyataan-pernyataan Halakha adalah yang berkaitan langsung dengan soal-soal hukum dan praktik Yahudi (Halakha). Pernyataan-pernyataan Haggadah adalah yang tidak terkait secara legal, melainkan yang bersifat eksegetis, homiletis, etis, atau historis. Lihat Haggadah untuk pembahasan lebih lanjut.

5.5 Dua Versi Talmud
Proses "Gemara" berlangsung di dua pusat Studi Yahudi yang utama, Israel dan Babilonia. Sejalan dengan itu, dua kumpulan analisis berkembang, dan dua karya Talmud pun terbentuk. Kompilasi yang lebih tua disebut Talmud Palestina atau Talmud Yerushalmi. Talmud ini dikompilasi sekitar abad keempat di Palestina. Talmud Babilonia disusun sekitar tahun 500 M., meskipun ia terus disunting di kemudian hari. Kata "Talmud", ketika digunakan tanpa keterangan, biasanya merujuk kepada Talmud Babilonia.

Gambar 6. Sebuah salinan lengkap Talmud Babilonia.

5.5.1 Talmud Yerushalmi (Talmud Yerusalem)
Gemara di sini adalah sinopsis dari hampir 200 tahun analisis atas Mishna di Akademi-akademi di Israel (terutama Tiberias dan Kaisaria.) Karena lokasi Akademi-akademi ini, hukum-hukum agrikultur Tanah Israel dibahas secara sangat terinci. Menurut tradisi, Gemara diredaksi pada tahun 350M oleh Rav Muna dan Rav Yossi di Israel. Gemara dirujuk secara tradisional sebagai Talmud Yerushalmi (Talmud Yerusalem). Namun nama ini sebetulnya keliru, karena Gemara tidak ditulis di Yerusalem. Karena itu Gemara juga dikenal secara lebih akurat sebagai Talmud negeri Israel. Gemara ditulis dalam bahasa Ibrani dan dialek Aram barat yang berbeda dengan padanan Babilonianya. 5.5.2 Talmud Bavli (Talmud Babilonia) Talmud Bavli ("Talmud Babilonia") terdiri dari Mishnah dan Gemara Babilonia. Gemara ini adalah sinopsis dari analisis selama 300 tahun lebih atas Mishna di Akademi-akademi Babilonia. Menurut tradisi, Talmud ini diedit oleh dua orang bijak Babilonia, Rav Ashi dan Ravina. Pertanyaan tentang kapan Gemara akhirnya muncul dalam bentuknya yang sekarang belum terjawab oleh para ilmuwan modern. Sebagian dari teksnya baru mencapai bentuk finalnya setelah sekitar tahun 700. Menurut tradisi, para rabi yang menyunting talmud setelah akhir periode Amora disebut Saboraim atau Rabanan Saborai. Para sarjana modern juga menggunakan istilah Stammaim (bahasa Ibrani = sumber tertutup, kabur atau tidak disebutkan) untuk para pengarang pernyataan-pernyataan yang tidak disebutkan

8

6.

HARI-HARI KEAGAMAAN

Keluarga merupakan hal yang utama dalam agama ini dan penganutnya yang setia akan bersembahyang setiap hari. Hari Sabtu merupakan hari utama yang biasa disebut hari Sabat. Antara Jumat sore sampai Sabtu sore mereka akan menyalakan lilin dan meminum anggur serta roti yang telah diberkati. Di samping Sabat, hari besar yang lain termasuk Rosh Hashanah (Tahun Baru) dan Yom Kippur (Hari Penerimaan Tobat).

6.1

Sabat

Sabat ( shabb , "istirahat" dalam bahasa Ibrani, atau Shabbos dalam ucapan Ashkenazi), adalah hari istirahat setiap Sabtu dalam Yudaisme. Hari Sabat dirayakan dari saat sebelum matahari terbenam pada hari Jumat hingga tibanya malam pada hari Sabtu. Perayaan ini dilakukan oleh banyak oarng Yahudi dengan berbagai tingkat keterlibatan dalam Yudaisme. Dari kata Sabat ini diperoleh istilah Sabbath dalam bahasa Inggris, Sabt dalam bahasa Arab ( ), dan Sabtu dalam bahasa Indonesia. Dari kata ini pula muncul konsep sabatikal, yaitu beristirahat pada Sabat.

6.2

Rosh Hashanah

Rosh Hashanah (bahasa Ibrani: ) secara etimologis berarti "permulaan tahun".[1][2] Hari raya ini adalah satu dari 4 perayaan tahun baru yang dilakukan oleh orang Yahudi.[1] Hari raya ini juga seringkali disebut sebagai Yom Teruah (Hari Meniup Shofar)[1], Yom Hazikarom (Hari Mengingat)[1], Yom Hadim (Hari Penghakiman)[1], atau Ianim Nora'im (Hari Pertobatan Sepuluh Hari)[3]. Perayaan ini adalah perayaan tahun baru yang dirayakan dengan meriah dan penuh khidmat. Selain memperingati mengenai hari penciptaan alam raya, pada hari ini juga diperingati hari kiamat. Rosh Hashanah dipercayai sebagai hari Sabat pertama pada saat penciptaan dunia iini dilakukan. Hari raya ini dilangsungkan selama dua hari. Pada perayaan ini, ada kebiasaan untuk memakan roti yang dicelupkan pada madu (biasanya dicelupkan pada garam). Hal ini melambangkan harapan untuk tahun baru yang baik dan "manis".[2] Ciri khas lainnya dari perayaan ini adalah ditiupnya serunai yang disebut shofar sepanjang hari di sinagoge sebagai tanda perayaan.

Gambar 5. Sebuah shofar yang dibuat dari tanduk kambing jantan

Selain itu, ada makna-makna lain dari ditiupnya shofar pada hari itu : y Allah dinobatkan sebagai raja pada hari itu; y Pembuka masa sepuluh hari penyesalan dan pertobatan; y Taurat diberikan di Sinai dengan iringan shofar; y Para nabi membandingkan berita mereka dengan tiupan shofar; y Para serdadu yang menghancurkan Bait Allah membunyikan shofar; y Mengingat kurban domba sebagai pengganti kurban Ishak; y Mengingat Amos 3:6; y Hari Tuhan adalah hari peniupan shofar Zefanya 1:14-16; y Shofar besar merupakan masa mesianis Yesaya 27:13; y Shofar akan dibunyikan pada hari kebangkitan. [6]

9

Pada hari raya tersebut, orang-orang percaya bahwa semua orang yang ada di dunia menghampiri Allah seperti sekawanan domba.[2] Mereka yang dianggap baik dan berharga dicatat namanya dalam Buku Kehidupan, sementara mereka yang tidak akan ditulis namanya ke dalam Buku Kematian.[2]

6.3 Yom Kippur
Yom Kippur ( yom kipp r) adalah hari yang dianggap paling suci dalam agama Yahudi.[1] Perayaan ini jatuh pada tanggal 10 Tisyri dalam kalender Yahudi.[1] Walaupun disebut perayaan, sebenarnya dilakukan puasa selama 25 jam, dihitung dari terbenamnya matahari.[2] Pengecualian diberikan kepada mereka yang sakit dan anak-anak.[3] Dasar penyelenggaraan perayaan ini berasal dari Pentateukh.[4] Hari raya ini adalah satu-satunya dalam hari raya Yahudi yang tidak ditunda apabila berbenturan dengan hari Sabat.[4] 6.3.1 Pelaksanaan di masa lampau Tidak banyak catatan mengenai pelaksanaan festival ini pada masa Bait Allah yang pertama, namun ada materi-materi mengenai perayaan Yom Kippur pada masa Bait Allah yang kedua.[1] Pada masa itu, Yom Kippur terbagi atas dua bagian perayaan.[1] 2 hal terpenting dalam perayaan ini adalah dua ekor lembu (atau kambing) yang dikebiri.[5] Lembu pertama digunakan sebagai kurban penghapus dosa dan lembu lainnya digunakan sebagai kurban bakaran dan dipilih "tugasnya" dengan cara diundi terlebih dahulu.[5] Bagian pertama adalah pelayanan persembahan korban yang dilakukan di Bait Allah., ketika Imam Besar melakukan pengakuan dosa di depan seluruh umat Israel.[1] Lalu,lembu yang jatuh menjadi kurban bakaran disembelih.[5] Penyembelihan ini dilakukan oleh Imam Besar dan para Imam dari suku Lewi.[5] Puncak dari bagian ini adalah ketika ia masuk ke dalam Ruang Mahakudus mengenakan pakaian dari linen berwarna putih dan mencipratkan darah dari korban persembahan dan menyalakan dupa.[1]

Gambar 6. Yom Kippur 1878

Pada bagian kedua dalam perayaan ini, lembu kedua tidak disembelih, melainkan dicerca, dihina, dan dikutuki oleh seluruh umat Israel sebelum dilepaskan oleh seseorang yang sudah dipilih.[5] Hal ini melambangkan diangkutnya seluruh dosa umat Israel ke padang pasir.[5] 6.3.2 Pelaksanaan di Masa Kini Penekanan dari perayaan ini terletak pada pengakuan dosa.[4] Perhiasan-perhiasan tidak boleh dipakai pada masa ini, setidaknya di dalam Sinagoge.[3] Selain itu, ada kebiasaan untuk terus berada di dalam Sinagoge selama perayaan ini berlangsung.[3] Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dilakukan selama hari raya ini : y Berfokus pada pertobatan diri sendiri. y Memperbanyak amal dan melakukan perbuatan baik. y Membaca kisah-kisah yang menginspirasikan untuk bertobat. y Sebaiknya tidak menggunakan banyak waktu untuk belajar mussar, walaupun dianjurkan untuk mempelajarinya setiap hari. y Mempelajari mengenai doa-doa untuk memahami maknanya. y Pengakuan dosa tdiak dilakukan hanya untuk dosa-dosa besar, namun juga dosa-dosa kecil dan bahkan kelakuan-kelakuan yang tidak kita yakin apakah itu dosa ataukah tidak. 10

y Menuliskan komitmen mereka untuk satu tahun ke depan dan melihat apakah mereka sudah melakukan apa yang mereka komitmenkan selama setahun. Selain itu, ada hal-hal yang pantang dilakukan selama perayaan ini berlangsung : y Tidak diperkenankan untuk makan dan minum. Umat harus berpuasa. y Tidak diperbolehkan untuk melakukan hubungan seksual. y Tidak diperbolehkan untuk melakukan perminyakan. y Tidak diperbolehkan untuk mengenakan sepatu yang terbuat dari kulit. y Segala pantangan lainnya yang berlaku pada hari Sabat juga berlaku pada hari ini.

7.

ADAT-ADAT DAN UNDANG-UNDANG YAHUDI

Kebanyakan penganut Yahudi mengikuti peraturan dalam memilih makanan yang tertulis di dalam Taurat yang melarang campuran susu dengan daging. Daging babi juga dilarang dalam agama Yahudi. Makanan yang disediakan harus menuruti undang-undang tersebut, dan daging harus disembelih oleh kaum Rabi, dinamakan kosyer. Anak laki-laki juga diharapkan untuk disunat (sewaktu masih bayi) seperti perjanjian nabi Abraham dengan Tuhan. Apabila seorang anak laki-laki mencapai kematangan dia akan dirayakan karena menjadi anggota masyarakat Yahudi dalam upacara yang dinamakan Bar Mitzvah. Setelah kematian seseorang, orang-orang Yahudi akan mengadakan satu minggu berkabung di mana mereka membaca Kaddish. Agama dan kemasyarakatan saling berkaitan di dalam masyarakat Yahudi. Misalnya pengambilan riba/ bunga dianggap berdosa sesama kaum Yahudi, tetapi dibenarkan dengan mereka yang bukan Yahudi.

11

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful