You are on page 1of 9

1.

Discharge planning Rencana pemulangan dimulai saat wanita masuk ke unit rawat dan harus tertera dalam setiap rencana perawatan setiap pasien. Misalnya : y Sejumlah waktu inap di rumah sakit biasanya dipakai untuk mengajar ibu tentang perawatan maternal dan perawatan bayi karena semua ibu harus mampu memberi perawatan dasar untuk diri sendiri dan bayinya saat keluar dari rumah sakit. y Penting untuk mengajarkan ibu mengenali tanda dan gejala fisik yang menunjukan suatu penyakit dan cara mendapatkan bantuan dengan cepat jika gejala muncul. y Sebelum dipulangkan, ibu harus diinformasikan tentang beberapa instruksi dasar, mencakup : memulai kembali hubungan seksual, obat pemeriksaan rutin ibu anak, dan kontasepsi Saat sebelum keluar dari rumah sakit, perawat mengkaji kemabali catatan ibu untuk meninjau kembali laporan dari laboratorium, obat obatan, tanda tangan, dan sebagainya sesuai obatan, jika di resepkan, telah di bangsal, obatan yang diberikan,

peraturan. Perawat memverifikasi apakah obat bahwa semua barang

barang milik ibu telah dititipkan selama ibu berada di rawat di rumah

sakit sudah ibu terima kembali, dan apakah ibu sudah menandatangani surat tanda terima dari rumah sakit, serta apakah bayi sudah siap untuk pulang. Gelang identifikasi ibu dan bayi di periksa dengan cermat. Sewaktu ibu di antar ke dalam mobil, perawat harus memeriksa apakah ada tempat duduk khusus di dalam mobil. Hal harus disampaikan sebelum ibu pulang : a. Aktivitas seksual Banyak pasangan yang melakukan hubunga seksual sebelum pemeriksaan tradisional pasca partum enam minggu setelah bayi lahir. Beberapa pasangan mungkin ingin mengetahui topik ini, tetapi enggan menanyakannya. Karena dokter seringkali tidak membahasanya, penting bagi perawat untuk membahas pengaruh fisik dan psikologis akibat melahirkan terhadap hubungan seksual. b. Obat yang diprogramkan Kebanyakan pasien setidaknya mendapatkan satu obat yang diprogramkan untuk diminum setelah pulang dari rumah sakit. Banyak dokter secara rutin menganjurkan melanjutkan ibu vitamin prenatal mereka dan zat besi selama periode pascapartum. Sangat penting bagi ibu yang menyusui atau yang pulang dengan nilai hematokrit lebih rendah dari normal mengikuti pentunjuk dokter tentang obat obatan ini. Ibu yang hal yang

Berfokus pada informasi yang dibutuhkan oelh ibu dapat membantu perawat bekerja sama dengan ibu untuk merencanakan instruksi. Rentang perhatian ibu yang menjalani rawat inap dalam waktu singkat dapat dipengaruhi oleh beban sensori yang berlebihan. (1988) dan Tribotti. Bersama sama. Suatu rencana ajar juga menawarkan informasi yang diberikan. dan frekuensi pemakaian semua obat yang diberikan serta efek samping obat obatan tersebut.1989). ibu dan perawat bisa sepakat . Penatalaksanaan penggunaan kontrasepsi Cara kontrasepsi juga harus dibicarakan dengan pasangan yang hendak keluar dari rumah sakit. Apabila waktu yang telah disepakati dalam pembuatan janji. Seorang ibu yang melakukan hubungan seks tanpa memakai alat pelindung memiliki resiko lebih besar untuk hamil lebih cepat. Untuk memastikan seorang ibu dalam keadaan aman dan sehat. Rencana ajar harus didasarkan pada pengkajian sistematis kebutuhan ibu untuk belajar dan bukan terhadap persepsi perawat tentang apa yang dianggap sebagai informasi penting. c. dkk. Pemeriksaan rutin ibu dan bayi Ibu yang melahirkan pervaginam tanpa komplikasi umumnya masih dijadwalkan untuk menjalani pemeriksaan pascapartum enam minggu. dosis. Pewatar harus memeriksa apakah ibu mengetahui rute. Perawat dapat membantu keluarga mengantisipasi informasi yang paling dibutuhkan sewaktu pulang sampai kunjungan berikutnya. Misalnya. kriteria dasar pemilihan pasien dalam program maternitas inap singkat ialah persiapan pendidikan sebelum pulang. dkk. dkk.memiliki luka epiostomi berukuran besar atau laserasi vagina (derajat tiga atau empat) biasanya diberi obat untuk melunakan tinja untuk digunakan di rumah. sehingga mereka dapat mengambil keputusan dengan pengetahuan yang cukup tentang penatalaksanaan kesuburan sebelum memulai lagi hubungan seksual. dianjurkan untuk membuat janji baru atau menghubungi dokter. Suatu rencana ajar penting untuk menghindari duplikasi dan memastikan bahwa semua informasi yang penting sudah disampaikan. d. ibu tidak dapat menyepakatinya. 1988 berpendapat bahwa seringkali terjadi perbedaan antara apa yang oleh perawat dianggap perlu diketahui oleh pasien dan apa yang sesungguhnya ingin diketahui oleh pasien. Waktu pemeriksaan ini harus dimasukan ke dalam instruksi pasien sebelum ia pulang. Blackburn. keletihan pasca melahirkan. Pembicraan tentang kontrasepsi sebaiknya dilakukan sebelum pemeriksaan enam minggu. dan gangguan tidur (Martell. perawat dan pasien dapat merencanakan untuk memenuhi prioritas kebutuhan tersebut.

Pengkajian Selama kunjungan rumah. atau suatu badan pribadi yang khusus memebri pelayanan di rumah untuk pasien maternas (Mitchell. jika tidak persepsi ibu terhadap penyesuaian perlu dicatat. Jarang sekali kunjungan rumah di tunda sampai hari ketiga setelah pulang ke rumah. Home Visit Kunjungan rumah menjadi bagian pelayanan dari rumah sakit. pedoman petunjuk. pengajaran atau rujukan. ibu akan belajar tentang cara memandikan bayi di rumah. yang sudah 2. tetapi sebaliknya dengan barang di kenalnya (Evans. kunjungan ke rumah di jadwalkan sesuai dengan kebutuhan. Idealnya ayah juga hadir saat kunjungan dilakukan. departemen kesehatan masyarakat. Kunjungan rumah juga memberikan kesempatan bagi perawat untuk mengobservasi interaksi di antara anggota keluarga yang hadir dalam rumah tangga mereka sendiri. dan dukungan) yang mencegah krisis dan pengetahuan ibu tentang perawatan diri sendiri dan perawatan bayi. 1991). 1. mengganti kasa pembalut. Kadang kadang perawat juga mlakukan pengambilan darah atau urine untuk . Pengkajian juga difokuskan pada penyesuaian emosional ibu. dkk. 2. Proses belajar akan lebih mudah karena ia tidak dipaksa beradaptasi dengan perlengkapan di rumah sakit. jika diperlukan. Selanjutnya. dokter pribadi. koping. perawat melakukan pengkajian yang sistematis terhadap ibu dan bayi yang baru lahir untuk menentukan penyesuaian fisiologis dan untuk mengidentifikasi setiap komplikasi yangpotensial. Kunjungan aberikutnya direncanakan di sepanjang minggu pertama. Kunjungan dapat dilakukan setelah 24 jam pemulangan. Keputusan untuk memperpanjang kontrak kunjungan rumah setelah satu minggu akan dibuat sesuai dengan kebutuhan masing masing keluarga. dan perawatan fisik yang meliputi : mengangkat jahitan. Intervensi Intervensi yang diberikan selama kunjungan rumah berupa konseling.1993). barangnya sendiri. menganjurkan foto terapi untuk bayi di rumah. suportif.untuk menunda demonstrasi memandikan bayi sampai kunjungan ke rumah pertama dan memusatkan pengajaran di rumah sakit untuk membersihkan daerah popok. termasuk faktort faktor kesimbangan (persepsi.

Kunjungan rumah memiliki keuntungan yang sangat jelas karena membuat pengunjung dapat melihat dan berinteraksi dengan anggota keluarga di dalam lingkungan yang aman dan alami. Suatu kunjungan keluarga akan menunjukan hasil yang baik bila direncanakan dan diorganisasi dengan baik. perawat harus mengumpulkan semua peralatan yang diperlukan. dan keterangan yang dapat diberikan kepada keluarga yang akan dikunjungi. menanyakan keadaan ibu tempat wawancara dan tempat pemeriksaan fisik dilakukan untuk menjaga ketenangan ibu. termasuk konseling dan pengajaran. Perawat meninjau kembali catatan pulang dari rumah sakit. perawat harus memakai teknik yang cermat untuk mencegah penyebaran patogen. Periksa apakah bahan bahan tersebut dalam keadaan bersih dan masih bisa berfungsi baik sebelum menyiapkannya. 6.pemeriksaan laboratorium. Masalah keamanaan Kadang kadang perawat harus mengunjungi daerah yang tidak ama. 1986). rencana pengajaran. Setelah kunjungan tersebut direncanakan. dan catatan lain termasuk program dokter yang bisa dipakai sebagai dasar wawancara dan pemeriksaan fisik serta pemberian perawatan lanjutan yang sudah diberikan. Dokumentasi Perawat harus membuat dokumentasi tentang hasil temuan pangkajian dan semua intervensi yang dilakukan. 4. sebaiknya jangan masuk jika tidak ada orang lain yang mengarahkan perjalanan (Humprey. Melakukan hati untuk menghindari bahaya adalah suatu tindakan pencegahan dan bersikap hati keharusan. Pada prosedur ini. Beberapa keterbatasan kunjungan rumah sebagai suatu stategi tindak lanjut pascapartum : y Biaya untuk mengunjungi keluarga yang jaraknya jauh   euntungan dan keterbatasan . 3. Rencana kunjungan Perawat harus menelpon dulu atau memastikan jadwal kunjungan sesuai dengan kenyamanan keluarga saat akan dilakukan pengunjungan. 5. Misalnya. Jika perawat memasuki rumah atau gedung. Perawat harus menunjukan rasa hormat terhadap keadaaan keluarga yang dikunjungi. materi instruksi.

dikontrol dengan upaya pemberian rasa nyaman yang diprogramkan y Memastikan pola yang mencerminkan pola istirahat yang adekuat Payudara y Kenakan bra yang menopang dengan baik y Tidak nyeri bila ditekan.2 C pada aksila Denyut jantung y 120 160 x/m. involusi. tidak ada bau yang seharusnya .5 C 37. tidak distensi. kuat. ritme tidak regular. tidak ada ruam y Kepala y Simetris. variasi normal saat melakukan aktivitas y Kulit y Hangat. tidak ada retraksi atau rintihan. bunyi usus terdengar y Warna y Konsisten dengan latar belakang ras.y Terbatasnya jumlah perawat yang berpengalaman dalam member pelayanan maternitas dan perawatan bayi baru lahir y Kekhawatiran tentang keamanan untuk mendatangi keluarga di daerah tertentu PERAWATAN DI RUMAH Kriteria hasil akhir pemulangan fisiologis. tidak ada ikterik y Aktivitas y Sadar disertai tonus otot yang baik. tidak ada hematoma y Abdomen y Lunak. tugor tidak baik. tidak ada tanda peradangan y Putting susu utuh tanpa pecah jika menyusui y Menjelaskan atau mendemonstrasikan teknik untuk meletakan dan mengangkat bayi dari payudara. dasar kering tanpa kemerahan. bunyi pernapasan normal. variasi normal jika melakukan aktivitas Pernapasan y 30 60x/m. regular. molase atau kaput berkurang. dengan fontanel datar. meletakan bayi pada posisi yang bisa mengurangi stress di daerah putting susu Jika tidak menyusui: y Tidak terjadi pembengkakan payudara y Memakai obat penekan laktasi dengan benar (jika diresepkan) dan mengetahui tanda bahaya yang harus dilaporkan y Bahas pentingnya tidak merangsang payudara tanda pecah atau nyeri tanda Adaptasi fisiologi bayi y Temperature 36. menggerakan semua anggota gerak dengan normal y Tali pusat y Atrofi normal. dan pemulihan pada ibu y Menulis tanda tanda masalah yang harus segera dilaporkan kepada dokter y Menyebutkan pemahaman tentang penemuan normal y Memastikan rasa nyeri semakin berkurang.

rangsangan tanada ada). aliran urine normal Eliminasi y Mengompol setidaknya 6 10 popok / hari. dan konsistensi tinja sesuai makanan Pola tidur y Tidur dengan baik Pemberian makan y Mengisap dengan baik tanpa ada yang keluar y Bersendawa dengan baik y Lama menyusui (jika dilakukan) sesuai rekomendasi y Jumlah formula tiap kali makan sesuai rekomendasi Penyesuaian efektif menjadi orang tua y Orangtua berinteraksi dengan bayi yang baru lahir dengan penuh kasih sayang y Perilaku orang tua mencerminkan apresiasi sensoris dan kapasitas perilaku bayi y Orang tua berespons terhadap tanda dari bayi y Orang tua menyatakan percaya diri dan semakin terampil dalam merawat bayi. staple kulit. tanda homan negative pada kedua sisi mendapat penanganan dokter y Orang tua tidak hanya menemukan faktor . tidak ada bekuan Insisi di perineum atau abdomen y Episiotomy (jika ada) dalam keadaan baik. mengganti sensoris y Orang tua mengidentifikasi penyimpangan dari keadaan normal bayi. jumlah. jahitan. warna. kebersihan. tidak ada rasa seperti terbakar atau kesukaran untuk mulai berkemih Lokia y Menunjukan kemajuan involusi normal jumlah rubra. alba berkurang normal.Rahim y Fundus keras turun lebih rendah dari umbilicus sekitar 1 cm/hari Usus dan kandung kemih y Memulai kembali pola defekasi yang biasa y Ukuran hemoroid (jika ada) berkurang tidak menyebabkan nyeri y Memulai berkemih yang biasa. mis. atau steri strips utuh (jika masih bau daging Sirkumsisi y Bel terpasang (jika ada). yang harus segera popok. bukti adanya proses pemulihan normal Tungkai y Tidak ada nyeri tekan. menyusui. bersih dan memulih. serosa. tidak ada darah.

tetapi juga yang positif atau yang menggembirakan y Orang tua menjelaskan atau mendemonstrasikanm prosedur dalam keadaan gawat darurat dan menyebutkan tindakan untuk mengkaji keadaan kedaruratan y Orang tua berinteraksi dnegan cara yang suportif y Orang tua bekerjasama secara efektif satu sama lain dalam merawat bayi baru lahir dan anak anak yang lain y Orang tua berhubungan secara efektif dengan keluarga bayi baru lahir Protokol kunjungan rumah pasca partum Intervensi prakunjungan 1. Pastikan benda benda sekali pakai bekas kunjungan rumah a. Selama kunjungan. Kontak keluarga untuk mengatur detik 5. ringkasan keadaan ibu dan bayi dibuang dengan benar Intervensi di rumah : pascakunjungan 1. Pastikan lagi alamat dan jalan ke rumah pasien 2. formulir rujukan. Pastikan ibu tahu masalah yang potensial yang perlu di perhatikan 10. perhatikan lingkungan rumah secara umum : apakah ada perbaikan dan aspek keamanan 6. membuat klien nyaman d. Ulas secara ringkas aktivitas dan hal penting kunjungan hal . Tinjau kembali dan cari penjelasan tentang data yang ada a. Semua data pemeriksaan yang ada untuk ibu dan bayi (misalnya. Jadwalkan waktu kunjungan yang 8. Beri penyuluhan sesuai kebutuhan Rujuk keluarga ke sumber masyarakat yang sesuai 9. Tinjau kembali tujuan tindak lanjut kunjungan rumah c. Beri perawatan kepada ibu dan bayi sesuai program dokter 7.faktor yanga membuat stress yang menantang. Perkenalkan diri dan identitas b.

Lakukan pengkajian sistematis ibu dan bayi baru lahir untuk menentukan penyesuaian fisiologis dab setiap komplikasi yang ada b. Dokumentasikan kunjungan Sesen rencana pengajaran yang akan menjadi dasar pertemuan berikutnya dengan untuk kunjungan ibu dan bayi. dan kakek nenek. termasuk jadwal kunjungan berikutnya perlu dipelajari oleh keluarga tersebut) 3. catat kemajuan. pasien/keluarga Komunikasikan sesuai kebutuhan (melalui telepon.selama di rumah sakit. Catat bukti ikatan bayi baru lahir dengan keluarga dan bukti pertengkaran antar saudara (sibling rivairy). Klasifikasi harapan untuk masa yang akan datang. perhatikan lingkungan rumah tangga untuk menentukan apakah sumber 3. Beri kesempatan kepada keluarga untuk menceritakan harapan mereka dari kunjungan ini. Catat hubungan antar ibu. . Rencanakan kunjungan dan siapkan tas dengan peralatannya. surat. peralatan antisipasi untuk ibu dan bayi. Perkenalkan diri lagi dan sebutkan tujuan kunjungan rumah pasca partum untuk ibu. bayi. anak anak. Selama kunjungan. 2. atau formulir rujukan) denagn dokter professional kesehatan lain. dan keluarga. hal hal yang 2. Tinjau kembali rencana penyuluhan Beri informasi cara mengunjungi perawat atau lembaga dan bahan bahan pengajaran 4. ayah. dan pengajaran Intervensi di rumah : membina hubungan 1. 4. Luangkan waktu untuk bersosialisasi dengan keluarga yang dikunjingi guna mengenal dan menjalin hubungan saling percaya Intervensi di rumah : bekerja sama dengan keluarga a. 2. Tentukan kekuatan sistem pendukung d. atau lembaga rujukan sebagai perwakilan pasien. c. Selama kunjungan. bahan bahan yang diperlukan Intervensi pascakunjungan 1. kumpulkan data untuk mengkaji penyesuaian emosional setiap keluarga terhadap bayi baru lahir dan perubahan gaya hidup. Identifikasi sumber sumber dalam masyarakat 3.

2004.Buku Ajar Keperawatan Maternitas edisi 4. Daftar pustaka : Bobak. I. Jakarta : EGC .sumber yang ada cukup.