Konsep Spiritualitas dalam Keperawatan

Ns. Edi Santoso
Pengertian Spiritual/Spiritualitas Kata spiritual berasal dari kata spirit yang diartikan sebagai semangat, penuh harapan, dan optimis (Vogelsang, 1983). Simsen (1986) mengatakan bahwa spirit artinya pandangan mengenai jiwa manusia dan keprihatinannya terhadap makna akhir dan realitas kehidupan yang abadi. Keyakinan spiritual atau spiritualitas adalah keyakinan dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Pencipta (Burckhardt dikutip oleh Achir Yani, 1993:2). Menurut Burkhardt (1983), spiritualitas meliputi aspek sebagai berikut : 1) Berhubungan dengan sesuatu yang tidak diketahui atau ketidakpastian dalam kehidupan 2) Menemukan arti dan tujuan hidup 3) Menyadari kemampuan untuk meggunakan sumber dan kekuatan dalam diri sendiri 4) Mempunyai perasaan keterikatan dengan diri sendiri dan dengan Yang Maha Tinggi Dimensi spiritual berupaya untuk mempertahankan keharmonisan atau keselarasan dengan dunia luar, berjuang untuk menjawab atau mendapatkan kekuatan ketika sedang menghadapi stres emosional, penyakit fisik, atau kematian. Kekuatan timbul diluar kemampuan manusia ( Kozier, Erb, Balis & Wilkinson 1995 ; Murray & Zentner, 1993:80). Mickley et al (1992), dikutip Achir Yani (1999:3), menguraikan spiritualitas sebagai suatu yang multidimensi, yaitu dimensi eksistensial dan dimensi agama. Dimensi eksistensial berfokus pada tujuan dan arti kehidupan, sedangkan dimensi agama lebih berfokus pada hubungan seseorang dengan Tuhan Yang Maha Penguasa. Stoll (1989) dikutip oleh Achir Yani (1999:3), selanjutnya menguraikan bahwa spiritualitas sebagai konsep dua dimensi yaitu dimensi vertikal adalah hubungan dengan Tuhan atau Yang Maha Tinggi yang menuntun kehidupan seseorang, sedangkan dimensi horisontal adalah hubungan seseorang dengan diri sendiri, dengan orang lain dan dengan lingkungan. Terdapat hubungan yang terus menerus antara dua dimensi tersebut. Kebutuhan spiritual adalah kebutuhan untuk mempertahankan atau mengembalikan keyakinan dan memenuhi kewajiban agama, serta kebutuhan untuk mendapatkan maaf atau pengampunan, mencintai, menjalin hubungan rasa percaya dengan Tuhan. Artinya kebutuhan untuk mencari arti dan tujuan hidup, kebutuhan untuk mencintai dan dicintai serta keterikatan, dan kebutuhan untuk memberikan maaf/pengampunan (Carson, 1989) dikutip oleh Achir Yani (1999: 3).

Pengertian Kepercayaan Mempunyai kepercayaan atau keyakinan berarti mempercayai atau mempunyai komitmen terhadap sesuatu atau seseorang. Secara umum agama atau keyakinan spiritual
1

pohon. orang tua dan orang sakit (3) Meyakini kehidupan dan kematian (mengunjungi. kematian. perkawinan dan keselamatan/penyelamatan (salvation). nilai. Perkembangan keagamaan individu merujuk pada penerimaan keyakinan. Agama mempunyai keyakinan sentral dan praktik yang biasanya berhubungan dengan kelahiran. melayat) Tidak harmonis (1) Konflik dengan orang lain (2) Resolusi yang menimbulkan ketidakharmonisan dan friksi 3) Hubungan dengan Tuhan Agamais atau tidak agamais (1) Sembahyang/berdoa/meditasi (2) Perlengkapan keagamaan (3) Bersatu dengan agama 4) Hubungan dengan alam Harmoni (1) Mengetahui tentang tanaman. aturan dan ritual tertentu. pengetahuan dan sumber secara timbal balik (2) Mengasuh anak. harmoni/keselaran dengan diri sendiri). Agama mempunyai aturanaturan tertentu yang dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari yang memberikan kepuasan bagi yang menjalankannya. Pengetahuan diri (siapa dirinya. margasatwa dan iklim (2) Berkomunikasi dengan alam (bertanam dan berjalan kaki). 2 . ketenangan pikiran. Karakteristik Spiritualitas Karakteristik spiritualitas seseorang dapat diamati melalui : 1) Hubungan dengan diri sendiri Kekuatan dalam/dan self-reliance a.merupakan upaya seseorang untuk memahami tempat seseorang di dalam kehidupan. Pengertian Agama Agama merupakan suatu sistem ibadah yang terorganisasi atau teratur. yaitu bagaimana seseorang melihat dirinya dalam hubungannya dengan lingkungan secara menyeluruh. apa yang dapat dilakukannya) Sikap (percaya pada diri sendiri. percaya pada kehidupan/masa depan. 2) Hubungan dengan orang lain Harmonis/suportif (1) Membagi waktu. b.

Kesehatan dan Sakit Keyakinan spiritual sangat penting bagi perawat karena dapat mempengaruhi tingkat kesehatan dan perilaku self care klien. Dukungan ini sangat diperlukan untuk menerima keadaan sakit yang dialami. Keluarga klien akan mengikuti semua proses penyembuhan yang memerlukan upaya luar biasa. ada beberapa pengaruh dari keyakinan spiritual yang perlu dipahami adalah sebagai berikut : . oleh karena itu penyakit diterima sebagai nasib bukan sebagai sesuatu yang disembuhkan. karena keyakinan bahwa semua upaya tersebut akan berhasil. 4) Sumber konflik Pada suatu situasi tertentu. 3) Sumber kekuatan dan penyembuhan Nilai dari keyakinan agama tidak dapat dipahami dengan mudah dan dievaluasi. Sembahyang atau berdoa. Ada agama tertentu yang menganggap manusia sebagai makluk yang tidak berdaya dalam pengendalian lingkungannya. bisa terjadi konflik antara keyakinan agama dengan praktek kesehatan. terlihat melalui harapan 6) Mengembangkan hubungan antar manusia yang positif Keterkaitan Antara Spiritualitas. Menurut Taylor C. membaca kitab suci dan praktek keagamaan lainnya sering membantu memenuhi kebutuhan spiritual yang juga merupakan suatu perlindungan. 2) Sumber dukungan Pada saat stres individu akan mencari dukungan dari keyakinan agamanya.Secara ringkas dapat dinyatakan bahwa seseorang terpenuhi kebutuhan spiritualnya apabila mampu : 1) Merumuskan arti personal yang positif tentang tujuan keberadaannya di dunia/kehidupan 2) Mengembangkan arti penderitaan dan meyakini hikmah dari suatu kejadian/penderitaan 3) Menjalin hubungan yang positif dan dinamis melalui keyakinan. Sebagi contoh ada agama yang menetapkan makanan yang boleh dan tidak boleh dimakan. khususnya jika penyakit tersebut memerlukan proses penyembuhan yang lama dan hasilnya belum pasti. dkk 1) Menuntun kebiasaan hidup sehari-hari Praktek tertentu berhubungan dengan dengan pelayanan kesehatan mungkin mempunyai makna bagi klien. 3 (1989:1101). Walaupun demikian pengaruh keyakinan tersebut dapat diamati oleh tenaga kesehatan dengan mengetahui bahwa individu cenderung dapat menahan distress fisik yang luar biasa karena mempunyai keyakinan yang kuat. rasa percaya diri dan cinta 4) Membina integritas personal dan merasa diri berharga 5) Merasakan kehidupan yang terarah. Misalnya ada orang yang memandang penyakit sebagai suatu hukuman atas dosa. Begitu pula metode keluarga berencana ada agama yang melarang cara tertentu untuk mencegah kehamilan termasuk terapi medik atau pengobatan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Spiritualitas Menurut Taylor. Pada umumnya seseorang akan mengikuti tradisi agama dan spiritual keluarga. Oleh karena keluarga merupakan lingkungan terdekat dan pengalaman pertama anak dalam mempersepsikan kehidupan di dunia. Tema utama yang diuraikan oleh semua anak tentang Tuhan mencakup : (1) Gambaran tentang Tuhan yang bekerja melaui kedekatan dengan manusia dan saling berkaitan dengan kahidupan (2) Mempercayai bahwa Tuhan terlibat dalam perubahan dan pertumbuhan diri serta transformasi yang membuat dunia dunia tetap segar. pelantikan kelulusan. Pada saat ini 4 . Anak belajar bukan dari apa yang diajarkan oleh orang tua kepadanya tentang Tuhan. keyakinan dan nilai dipengaruhi oleh latar belakang etnik dan sosial budaya. Anak belajar pentingnya menjalankan kegiatan agama termasuk nilai moral dari hubungan keluarga dan peran serta dalam berbagai bentuk kegiatan keagamaan. kenaikan pangkat atau jabatan dapat menimbulkan perasaan bersyukur kepada Tuhan. faktor penting yang dapat mempengaruhi spiritualitas seseorang adalah : 1) Pertimbangan faktor perkembangan Berdasarkan hasil penelitian terhadap anak-anak dengan empat agama yang berbeda ditemukan bahwa mereka mempunyai persepsi tentang Tuhan dan bentuk sembahyang yang berbeda menurut usia. seks. namun ada juga yang tidak mensyukurinya. 3) Latar belakang etik dan budaya Sikap. Pengalaman hidup yang menyenangkan seperti pernikahan. dikutip oleh Achir Yani (1999:13). agama. dan kepribadian anak. tetap saja pengalaman spiritual unik bagi setiap individu. kehidupan dan diri sendiri dari perilaku orang tua mereka. maka pandangan anak pada umumnya diwarnai oleh pengalaman mereka dalam berhubungan dengan orang tua dan saudaranya. penuh kehidupan dan berarti (3) Meyakini bahwa Tuhan mempunyai kekuatan dan selanjutnya merasa takut mengahdapi kekuasaan Tuhan (4) Gambaran cahaya atau sinar 2) Keluarga Peran orang tua sangat penting dalam menentukan perkembangan spiritualitas anak. 4) Pengalaman hidup sebelumnya Pengalaman hidup baik yang positif maupun yang negatif dapat mempengaruhi sistem spiritualitas seseorang. Perlu diperhatikan apapun tradisi agama atau sistem kepercayaan yang dianut individu. tetapi apa yang anak pelajari mengenai Tuhan. Peristiwa dalam kehidupan sering dianggap sebagai suatu cobaan yang diberikan Tuhan kepada manusia untuk menguji kekuatan imannya. Sebaliknya dapat dipengaruhi juga oleh bagaimana seseorang mengartikan kegiatan spiritual kejadian atau pengalaman tersebut. Lillis & Le Mone (1997) dan Craven & Hirnle (1996).

seperti sirkumsisi. terapi. Prosedur medis seringkali dapat dipengaruhi oleh pengajaran agama. walaupun ada juga agama yang menolak intervensi pengobatan. maka keyakinan spiritual dan keinginan untuk sembahyang atau berdoa lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang berpenyakit terminal. 6) Terpisah dari ikatan spiritual Menderita penyakit terutama yang bersifat akut. tetapi dengan berbagai alasan ada kemungkinan perawat juga menghindari untuk memberikan asuhan spiritual. 8) Asuhan keperawatan yang kurang sesuai Ketika memberikan asuhan keperawatan klien. tidak mendapatkan pendidikan tentang aspek spiritual dalam keperawatan. Alasan tersebut antara lain karena perawat merasa kurang nyaman dengan kehidupan spiritualnya. Krisis bisa berhubungan dengan perubahan fisiologi. Apabila klien dihadapkan pada kematian. mengikuti kegiatan keagamaan atau tidak dapat berkumpul dengan anggota kelaurga atau teman dekat yang biasanya memberikan dukungan setiap saat diinginkan. sering membuat individu merasa terisolasi dan kehilangan kebebasan diri dan sistem dukungan sosial (sosial suport sistem). atau situasi yang mempengaruhi seseorang. proses penuaan. Klien yang dirawat merasa terisolasi dalam ruangan yang asing baginya dan merasa tidak aman. pencegahan kehamilan.kebutuhan sipiritual akan meningkat yang memerlukan kedalaman spiritual dan kemampuan koping untuk memenuhinya. kehilangan bahkan kematian atau penyakit dengan prognosa buruk. 5) Krisis dan perubahan Krisis dan perubahan dapat menguatkan kedalaman spiritual seseorang. Kebiasaan hidup sehari-hari juga berubah. perawat diharapkan peka terhadap kebutuhan spiritual klien. atau merasa bahwa pemenuhan kebutuhan spritual klien bukan menjadi tugasnya tetapi tanggung jawab pemuka agama. Ada 4 (empat) isu nilai yang timbul antara perawat dan klien yaitu : 1) Prularisme : perawat dan klien menganut kepercayaan dan iman dengan spektrum yang luas 5 . kurang menganggap penting kebutuhan spiritual. proses penyembuhan dianggap sebagai cara Tuhan menunjukkan kesabarannya. antara lain tidak dapat menghadiri acara resmi. Perubahan dalam kehidupan dan krisis yang sering dihadapi tersebut merupakan pengalaman spiritual selain juga pengalaman yang bersifat fisikal dan emosional. sterilisasi. Terpisahnya klien dari ikatan spiritual berisiko terjadinya perubahan fungsi sipiritualnya. dan krisis sering dialami ketika seseorang menghadapi penyakit. 7) Isu moral terkait dengan terapi Pada kebanyakan agama. konflik antara jenis terapi dengan keyakinan agama sering dialami oleh klien dan tenaga kesehatan. transpalantasi organ. penderitaan.

memandang penyakit sebagai sesuatu yang nyata. 2) Perubahan perilaku Perubahan perilaku juga dapat merupakan manifestasi gangguan fungsi spiritual. tujuan. tidak mampu menerima diri sendiri. Kepekaan perawat sangat penting dalam menarik kesimpulan dari verbalisasi klien tentang distres yang dialami klien. depresi. namun ada yang bereaksi secara emosional dan mencari informasi serta dukungan dari keluarga atau teman. Perasaan bersalah. mudah tertipu. harapan dan merasakan cinta dalam kehidupan pribadi perawat. Tanda Pola atau perilaku maladaptif Tidak nyaman dengan kesadaran diri. Biasanya klien meminta perawat berdoa bagi kesembuhannya atau memberitahukan kepada pemuka agama untuk mengunjunginya. Klien yang merasa cemas dengan hasil pemeriksaan atau menunjukan kemarahan setelah mendengar hasil pemeriksaan mungkin saja sedang menderita distres sipiritual.1 Perilaku Adaptif dan Maladaptif (Achir Yani. menyalahkan diri sendiri dan orang lain Kemauan memberikan maaf 6 . Tabel 2. melanggar privasi klien atau merasa tidak pasti dengan sistem kepercayaan dan nilai dirinya Kesadaran tentang pertanyaan spiritual : apa yang memberikan arti dalam Bingung : terjadi karena adanya perbedaan antara agama dan konsep spiritual. dan ansietas mungkin menunjukkan perubahan fungsi spiritual yang adaptif dan maladaptif. tidak terbuka terhadap Tuhan dan sesame Merasakan penyakit sebagai suatu hukuman. tidak terbuka.2) sendiri 3) 4) Cemas : berhubungan dengan ketidakmampuan mengatasi situasi. merasa Tuhan sebagai penghukum. tidak mendakwa atau berprasangka buruk. karena mungkin saja klien sedang mengalami masalah spiritual adalah sebagai berikut : 1) Verbalisasi distres Individu yang mengalami gangguan fungsi spiritual biasanya memverbalisasikan apa yang dialaminya atau mengespresikan kebutuhan untuk mendapatkan bantuan. kehidupan. tidak mengharapkan bantuan orang lain dan tidak tergantung. rasa percaya terhadap kehidupan dan terbuka terhadap Tuhan dan sesama Menerima diri sendiri dan orang lain yang berbuat salah. sabar. rasa takut. Ada yang bereaksi dengan perilaku mengintrospeksi diri dan mencari alasan terjadinya suatu situasi dan berupaya mencari fakta yang dapat menjelaskan situasi tersebut. Manifestasi Perubahan Fungsi Spiritual Berbagai perilaku dan ekspresi yang dimanifestasikan klien perlu diwaspadai perawat. Perawat juga harus peka terhadap keluhan klien tentang kematian atau merasa tidak berharga dan kehilangan arti hidup. 1999: 21) Kebutuhan Rasa percaya Tanda Pola atau perilaku adaptif Rasa percaya terhadap diri sendiri.

mengekspresikan harapan tentang masa depan. Baik dengan mengusahakan kemudahan seperti mendatangkan pemuka agama sesuai dengan agama yang diyakini pasien. dan selalu ingin sempurna Peran Perawat Dalam Memenuhi Kebutuhan Spiritual Klien Mengingat perawat merupakan orang yang pertama dan secara konsisten selama 24 jam sehari menjalin kontak dengan pasien. dan pandangan realistik terhadap masa lalu dan Mengekspresikan perasaan dicintai oleh orang lain atau oleh Tuhan. mengekspresikan arti kehidupan dan kematian dan mengekspresikan komitmen dan orientasi hidup Merasa bersyukur. terbuka terhadap kemungkinan mendapatkan kedamaian Mengekspresikan kepuasan hidup. berorientasi pad pencapaian/produktifitas. merasa bergantung dan merasa jauh dari Tuhan Mengekspresikan perasaan ambivalen terhadap Tuhan. terpusat pada penyesalan. dan merasa harmoni dan utuh Takut untuk bergantung pada orang lain. mengekspresikan kebosanan. mengekspresikan kebutuhan rirual. mengekspresikan kepuasan dengan menjelaskan kehidupan setelah kematian. tidak dapat menikmati apapun. menolak bekerja sama dengan tenaga kesehatan. menerima penderitaan sebagai cara untuk memahami diri sendiri. perawat sangat berperan dalam membantu memenuhi kebutuhan spiritual pasien. merasakan anugerah yang berlimpah dari Tuhan. mencari kenyamanan batin daripada fisik. tidak dapat menerima arti penderitaan. putus asa. takut terhadap terapi. menolak diri sendiri atau angkuh dan mementingkan diri sendiri. dan telah menunda pengambilan keputusan yang penting Mengekspresikan tidak ada alasan untuk bertahan hidup. dan mengekspresikan kebutuhan untuk berbagi keyakinan dan Meminta informasi tentang kondisinya. dan konflik nilai Mengekspresikan perasaan takut kehilangan kendali diri. tidak dapat menolong atau menerima diri. merasa kecewa. termotivasi untuk tumbuh. takut terisolasi dari kepercayaan masyarakat sekitar. Mampu menerima bantuan. tidak percaya pada kekuasaan Tuhan. menjalankan kehidupan sesuai dengan sistem nilai. mempertanyakan arti kehidupan. memberikan privacy untuk 7 . cemas berpisah dengan keluarga. menerima diri sendiri. dan mencari kebaikan dari orang lain Tanda Pola atau perilaku maladaptif Keyakinan Kreativitas harapan Ketergantungan pada anuhgerah Tuhan. frustasi.takut mati.Kebutuhan Mencintai keterikatan Tanda Pola atau perilaku adaptif memaafkan diri sendir dan orang lain. tujuan penyakit. tidak mepunyai hubungan rasa cinta dengan Tuhan.penyalahgunaan obat/alkohol. Nilai keyakinan dan tujuan hidup tidak jelas. Arti dan tujuan Bersyukur Menjelaskan masa lalu dan yang akan datang. dan marah terhadap Tuhan.

Selalu berusaha mencocokkan pemahaman dan minta umpan balik 7) Memperhatikan keselarasan perilaku verbal dan non verbal 8) Usahakan menyediakan waktu jika pasien ingin berbicara walaupun kadang-kadang tidak menyenangkan. Menjalin komunikasi yang terapeutik terhadap pasien yang sedang menghadapi kematian juga merupakan bagian dari pemenuhan kebutuhan spiritual pasien. 8 .berdoa. atau memberi kelonggaran bagi pasien untuk berinteraksi dengan orang lain (keluarga / teman). Jangan dikurangi. dikutip oleh Achir Yani (1999:52) memberikan pedoman berkomunikasi secara terapeutik pada pasien yang menghadapi sakratul maut : 1) Komunikasi sebaiknya dilakukan untuk menormalkan perasaan pasien tetapi usahakan jangan terlalu nyata 2) Mendengarkan pasien agar ia mengungkapkan kebutuhannya 3) Menanyakan pada pasien tentang pertanyaan yang ada dibenaknya karena pasien takut untuk bertanya dan mengungkapkan hal-hal yang ada pada pikirannya 4) Memastikan apa yang ditanyakan pasien dengan mengklarifikasi dan merefleksikan kembali pernyataannya 5) Apabila keadaan memungkinkan. perawat perlu menyadari kesulitan pasien dengan penyakit terminal. begitu juga jangan berdebat dengan pasien 6) Memastikan bahwa perawat dan pasien membicarakan hal yang sama. Rando (1984).

harapan dan arti kehidupan (Carpenito L. penderitaan dan kematian Faktor-faktor yang berhubungan 1) Patofisiologi : (1) Kehilangan bagian atau fungsi tubuh (2) Sakit terminal (3) Penyakit-penyakit (4) Nyeri (5) Trauma/terluka (6) Keguguran/kelahiran anak 2) Tindakan : (1) Aborsi (2) Pembedahan (3) Transfusi darah (4) Isolasi (5) Amputasi (6) Pembatasan diet 9 . kematian dan penderitaan Menunjukkan kekecewaan/putus asa Tidak mau melaksanakan upacara keagamaan Memiliki perasaan ambivalensi tentang kepercayaan Mengungkapkan bahwa ia tidak punya alasan untuk hidup Merasakan perasaan batin yang kosong Merasa terpencil dari diri sendiri dan orang lain Mengungkapkan perasaan marah.Asuhan Keperawatan Klien Dengan Distres Spiritual Definisi distres spiritual Distres spiritual adalah suatu keadaan dimana individu atau kelompok mengalami atau berisiko mengalami gangguan dalam kepercayaan atau sistem nilai yang memberikan kekuatan. 2000: 929). benci. terlalu mengartikan Mengharapkan bantuan/dorongan semangat dari sistem kepercayaan kehidupan. takut.J. Batasan karakteristik 1) Karakteristik mayor : Mengalami gangguan dalam sistem kepercayaan 2) Karakteristik minor : (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) Bertanya tentang arti kehidupan.

terkurung pada tempat tidur atau ruangan. terpisah dari orang yang dicintai Kriteria Pengkajian fokus 1. Data obyektif Kaji batasan karakteristik 1) Keadaan pasien saat ini (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4) (1) (2) Pasien memiliki artikel (pakaian. meminta materi bacaan rohani) 2. keterbatasan perawatan intensif. Apakah ada cara-cara tertentu yang penting bagi keyakinan spiritual anda ? 4. Data subyektif A. Kaji batasan karakteristik 1. kurang tersedia makanan/diet khusus (4) Perceraian. teks) Pasien mendapat kunjungan dari pemimpin spiritual Pasien meminta konseling atau bantuan spiritual Pasien menginginkan kunjungan ke tempat-tempat ibadah dan meditasi Berduka Ansietas Ragu-ragu Marah Penolakan atau mengabaikan pelaksanakan sebelumnya Peningkatan minat dalam masalah spiritual 2) Respon pasien pada saat wawancara 3) Berpartisipasi dalam melaksanakan spiritual Diagnosa keperawatan pada pasien dengan distres spiritual 10 . kalung. Apakah anda memiliki pemimpin spiritual ? 5. Apakah sumber kekuatan dan arti spiritual anda ? 2.(7) Obat-obatan (8) Prosedur medis 3) Situasional : (1) Kematian atau kesakitan orang terdekat (2) Perasaan bingung melaksanakan ritual keagamaan (3) Hambatan dalam melaksanakan ritual spiritual . kurang privasi. Kaji faktor-faktor yang berhubungan Bagaiman saya (perawat) dapat menolong anda mempertahankan kekuatan spiritual anda ? (misalnya mempertemukan pasien dengan pemuka agama. Apakah sakit atau terluka mempengaruhi kepercayaan spiritual anda ? B. Bagaimana anda melaksanakan keyakinan spiritual ? 3. mendukung privasi pada saat-saat khusus.

1) Distres spiritual berhubungan dengan ketidak-mampuan melaksanakan ritual spiritual 2) Distres spiritual berhubungan dengan konflik antara religius atau keyakinan spiritual dan program kesehatan 3) Distres spiritual berhubungan dengan penyakit/penderitaan/kematian Intervensi keperawatan pada pasien dengan distres spiritual akibat krisis penyakit /penderitaan/kematian 1) Tujuan yang diharapkan (outcome kriteria) (1) (2) (3) (4) Klien dapat mengekspresikan perasaan yang berhubungan dengan perubahan keyakinan spiritual Klien dapat menggambarkan keyakinan spiritual secara positif Klien dapat mengekspresikan keinginan untuk melakukan kegiatan religius/spiritual Klien dapat menggungkapkan tentang tentang hikmah dari penyakit/penderitaan/kematian 2) Rencana tindakan keperawatan : A. Kaji faktor-faktor penyebab dan penunjang 1) Kegagalan keyakinan spiritual memberikan penjelasan atau kenyamanan selama krisis penyakit/penderitaan/ancaman kematian 2) Keraguan terhadap kekuatan spiritual dalam menghadapi krisis 3) Marah terhadap Tuhan yang telah membiarkan/menyebabkan penyakit/penderitaan/kematian B. 2) Keraguan terhadap kekuatan spiritual dalam menghadapi krisis (1) Bersedia mendengarkan keraguan pasien. 11 . atau perasaan negatif lainnya. (7) Berikan waktu tenang untuk berdoa/bermeditasi/membaca. rasa bersalah. Hilangkan faktor penyebab dan penunjang 1) Kegagalan keyakinan spiritual memberikan penjelasan atau kenyamanan selama krisis penyakit/penderitaan/ancaman kematian (1) Berikan kesempatan kepada pasien untuk mengkomunikasikan permasalahannya (2) Diskusikan masalah spiritual pasien (3) Kaji pengalaman spiritual pasien (4) Bantu pasien dalam memecahkan permasalahan spiritualnya (5) Beri kesempatan pasien kontak dengan pemimpin spiritual yang biasanya atau yang baru (6) Berikan waktu untuk berdoa/meditasi/membaca dengan pasien.

(2) Diam/sentuhan perawat efektif dalam mengkomunikasikan keberadaan perawat dan berguna pada saat kecewa (3) Anjurkan klien untuk melihat kembali pengalaman spiritualnya (4) Beri kesempatan pasien untuk kontak dengan pemimpin spiritual yang biasanya atau yang baru 3) Marah terhadap Tuhan yang telah membiarkan/menyebabkan penyakit/penderitaan/kematian (1) Katakan kepada pasien bahwa marah terhadap Tuhan adalah rekasi umum pada penyakit/penderitaan/kematian (2) Bantu pasien mengenali dan mendiskusikan perasaan marah (3) Izinkan klien untuk mengatasi masalahnya dan menemukan cara untuk mengekspresikan dan menghilangkan perasaan marah (4) Beri kesempatan pasien untuk kontak dengan pemimpin spiritual yang biasanya atau yang baru. 12 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful