1

PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN AGROWISATA KEBUN DURIAN

Sejak dulu, Ngebel terkenal dengan buah durian bervarietas tinggi. Sebut saja durian-durian lokal yang terkenal manis dan legit, serta daging buahnya yang sangat tebal dan harganya murah. Melihat potensi daerah dengan aneka varietas durian itu, rasarasanya tidak keliru jika pemerintah kabupaten mau mengembangkan konsep desa wisata durian dan wisata-kebundurian di Ngebel. Pada saat ini calon lokasi desa dan kebun wisata durian sudah ada. Di Kecamatan Ngebel ada banyak lahan yang ditanami durian dan telah dikelola masyarakat sejak lama. Konsep desa dan kebun wisata durian ini dapat semakin mengenalkan keunggulan durian-durian asal Ngebel. Varietasvarietas durian lokal yang berklualitas tinggi juga akan semakin dikenal, bukan hanya durian Montong saja. Konsep desa dan kebun wisata durian juga bisa merangsang perekonomian masyarakat. Petani di sekitar desa wisata bisa diarahkan untuk budidaya tanaman durian. Masyarakat sekitar juga akan terkena imbasnya dengan menciptakan iklim pariwisata. Sebab, setiap tempat wisata tentu memberikan peluang usaha untuk masyarakat sekitar, seperti berdagang buah durian, makanan tradisional, cinderamata, dan transportasi.

2

Sumber: matanews.com/2009/12/08/wisata-buah/ Pengunjung mengamati buah durian lokal di taman wisata Mekarsari, Cileungsi, Bogor, Jabar. Taman Wisata Mekarsari memiliki koleksi buah tropis yang terlengkap di Indonesia yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung serta sebagai wahana pendidikan bagi pelajar yang ingin mengenal buahbuah tropis.

Dengan desa, taman, atau kebun wisata durian, masyarakat dari berbagai kota bisa langsung menuju ke lokasi. Bahkan, tidak hanya untuk membeli durian, akan tetapi juga bisa menikmati suasana kampung dengan ciri khas masayarakat sekitar. Salah satu cara untuk mendongkrak perekonomian masyarakat melalui budidaya durian adalah membuat durian berbuah lebih dari satu kali dalam setahun atau dengan membuat durian berbuah tidak pada musimnya (off season).

3

Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara, sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit), dan durian adalah buah yang kontroversial. Meskipun banyak yang menyukainya, sebagian yang lain muak dengan aromanya. Sesungguhnya, tumbuhan dengan nama durian bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari marga Durio. Namun demikian, yang dimaksud dengan durian (tanpa imbuhan apa-apa) biasanya adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasar tempatan di Asia Tenggara di antaranya adalah lai (D. kutejensis), kerantungan (D. oxleyanus), durian kura-kura atau kekura (D. graveolens), serta lahung (D. dulcis). Untuk selanjutnya, uraian di bawah ini mengacu kepada D. zibethinus.

Durian, Durio zibethinus Klasifikasi ilmiah

4

Kerajaan: Plantae Ordo: Malvales Famili: Malvaceae Genus: Durio Spesies: D. zibethinus Nama binomial: Durio zibethinus Rumph. ex Murray

Keaneka-ragaman Durian Durian sangat beraneka ragam. Sebagaimana disebut di muka, beberapa spesies selain durian benar (D. zibethinus) juga dianggap sebagai durian. Di Indonesia tercatat ada 20 spesies anggota Durio (dari hampir 30-an jenis), sembilan di antaranya dapat dimakan. Durian yang benar pun memiliki banyak variasi. Lembaga penelitian di Indonesia, Malaysia, dan Thailand telah merilis berbagai kultivar durian unggul. Selain itu terdapat pula ras-ras lokal yang dikenal baik namun belum mengalami tahap seleksi untuk meningkatkan kualitasnya.

Kultivar unggul nasional Terdapat lebih dari 55 varietas/jenis durian budidaya. Hingga 2005 terdapat 38 kultivar unggul yang telah diseleksi dan diperbanyak secara vegetatif. Beberapa di antaranya:
• • • •

'Gapu ', dari Puncu, Kediri, Jawa Timur 'Hepe', bijinya kempes dengan daging tebal 'Kelud', dari Puncu, Kediri, Jawa Timur 'Ligit', dari Kutai

5

• • • • • •

'Mawar', dari Long Kutai 'Ripto', dari Trenggalek 'Salisun', dari Nunukan 'Selat', dari Jaluko, Muaro Jambi 'Sememang', dari Banjarnegara 'Tong Medaye', dari Lombok, NTB.

Ras Durian Lokal Beberapa ras lokal belum diseleksi, sehingga masih bervariasi dan keunggulannya belum terjamin. Biasanya dinamakan sesuai lokasi geografi. Beberapa di antaranya adalah
• • • • •

Durian Parung Durian Lampung Durian Jepara Durian Palembang Durian Padang. Kultivar unggul dari luar negeri Di Malaysia, kultivar durian unggul hasil seleksi diberi kode nomor

dengan huruf D di depannya. Beberapa di antaranya adalah
• • • • • • •

'D24' 'D99' 'D123' 'D145' 'D158' 'D159' (klon sama dengan varietas 'Montong'). 'D169' .

6

Budidaya dan Perbanyakan Tanaman Durian Durian adalah buah tropis, tumbuh di sekitar khatulistiwa hingga ketinggian 800 m dpl., serta menjauh hingga garis lintang 18° di Thailand dan Queensland.

Syarat tumbuh Durian dan Pemupukan Iklim 1) Curah hujan untuk tanaman durian maksimum 3000-3500 mm/tahun dan minimal 1500-3000 mm/tahun. Curah hujan merata sepanjang tahun, dengan kemarau 1-2 bulan sebelum berbunga lebih baik daripada hujan terus menerus. 2) Intensitas cahaya matahari yang dibutuhkan durian adalah 6080%. Sewaktu masih kecil (baru ditanam di kebun), tanaman durian tidak tahan terik sinar matahari di musim kemarau, sehingga bibit harus dilindungi/dinaungi. 3) Tanaman durian cocok pada suhu rata-rata 20-30 derajat C. Pada suhu 15oC durian dapat tumbuh tetapi pertumbuhan tidak optimal. Bila suhu mencapai 35derajat C daun akan terbakar. Media Tanam 1) Tanaman durian menghendaki tanah yang subur (tanah yang kaya bahan organik). Partikel penyusunan tanah seimbang antara pasir liat dan debu sehingga mudah membentuk remah. 2) Tanah yang cocok untuk durian adalah jenis tanah grumosol dan ondosol. Tanah yang memiliki ciri-ciri warna hitam keabuabuan kelam, struktur tanah lapisan atas bebutir-butir,

7

sedangkan

bagian

bawah

bergumpal,

dan

kemampuan

mengikat air tinggi. 3) Derajat keasaman tanah yang dikehendaki tanaman durian adalah (pH) 5-7, dengan pH optimum 6-6,5. 4) Tanaman durian termasuk tanaman tahunan dengan perakaran dalam, maka membutuhkan kandungan air tanah dengan kedalam cukup, (50-150 cm) dan (150-200 cm). Jika kedalaman air tanah terlalu dangkal/ dalam, rasa buah tidak manis/tanaman akan kekeringan/akarnya busuk akibat selalu tergenang. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat untuk bertanam durian tidak boleh lebih dari 800 m dpl. Tetapi ada juga tanaman durian yang cocok ditanam diberbagai ketinggian. Tanah yang berbukit/yang kemiringannya kurang dari 15 kurang praktis daripada lahan yang datar rata. Curah hujan yang disukai sekurang-kurangnya 1500 mm, yang tersebar merata sepanjang tahun. Akan tetapi, periode kering 1-2 bulan akan merangsang perbungaan lebih baik. Musim raya buah durian biasa terjadi setelah tahun dengan musim kemarau yang berkepanjangan. Musim panen antara dapat terjadi dengan produksi buah yang biasa-biasa saja. Tanaman ini memerlukan tanah yang dalam, ringan dan berdrainase baik. Derajat keasaman optimal adalah 6-6,5. Tanah masam, seperti latosol atau podsolik merah kuning memerlukan pengapuran agara tanaman tumbuh baik. Durian muda juga memerlukan lindungan alam, agar pohon atau cabang-cabangnya yang sarat buah tidak patah diterpa angin yang kuat. Muka air tanah tidak boleh kurang dari 150cm karena air tanah yang terlalu rendah berakibat buah kurang manis. Pemupukan dilakukan dengan membuat parit kecil di sekeliling pohon lalu ditaburi pupuk kimia. Pupuk kandang diberikan pada waktu

8

penanaman bibit. Pemupukan dengan kadar NPK yang sama diberikan segera setelah musim berbuah, sedangkan pemupukan dengan kadar P yang lebih tinggi diberikan setelah flushing selesai untuk mempersiapkan pembungaan.

Budidaya Tanaman Durian Pembibitan 1) Persyaratan Benih Biji untuk bibit dipilih dari biji yang memenuhi persyaratan: a) Asli dari induknya. b) Segar dan sudah tua. c) Tidak kisut. d) Tidak terserang hama dan penyakit. 2). Penyiapan Benih dan Bibit Pernanyakatan tanaman durian dapat dilakukan melalui cara generatif (dengan biji) atau vegetatif (okulasi, penyusuan atau cxangkokan). a) Pengadaan benih dengan cara generatif Memilih biji-biji yang tulen/murni dilakukan dengan mencuci biji-biji dahulu agar daging buah yang menempel terlepas. Biji yang dipilih dikeringkan pada tempat terbuka, tidak terkena sinar matahari langsung. Penyimpanan diusahakan agar tidak berkecambah/rusak dan merosot daya tumbuhnya. Proses pemasakan biji dilakukan dengan baik (dengan cara diistirahatkan beberapa saat), dalam kurun waktu 2-3 minggu sesudah diambil dari buahnya. Setelah itu biji ditanam. b) Pengadaan bibit dengan cara okulasi

9

Persyaratan biji durian yang akan diokulasi berasal dari biji yang sehat dan tua, dari tanaman induk yang sehat dan subur, sistem perakaran bagus dan produktif. Biji yang ditumbuhkan, dipilih yang pertumbuhannya sempurna. Setelah umur 8-10 bulan, dapat diokulasi, dengan cara: 1. Kulit batang bawah disayat, tepat di atas matanya (1 cm). Dipilih mata tunas yang berjarak 20 cm dari permukaan tanah. 2. Sayatan dibuat melintang, kulit dikupas ke bawah sepanjang 2-3 cm sehingga mirip lidah. 3. Kulit yang mirip lidah dipotong menjadi 2/3-nya. 4. Sisipan “mata” yang diambil dari pohon induk untuk batang atas (disayat dibentuk perisai) diantara kulit. Setelah selesai dilakukan okulasi, 2 minggu kemudian di periksa apakah perisai mata tunas berwarna hijau atau tidak. Bila berwarna hijau, berarti okulasi berhasil, jika coklat, berarti okulasi gagal. c) Penyusuan 1. Model tusuk/susuk Tanaman calon batang atas dibelah setengah bagian menuju kearah pucuk. Panjang belahan antara 1-1,5 cm diukur dari pucuk. Tanaman calon batang bawah sebaiknya memiliki diameter sama dengan batang atasnya. Tajuk calon batang bawah dipotong dan dibuang, kemudian disayat sampai runcing. Bagian yang runcing disisipkan kebelahan calon batang atas yang telah dipersiapkan. Supaya calon batang bawah tidak mudah lepas, sambungannya harus diikat kuat-kuat dengan tali rafia. Selama masa penyusuan batang yang disatukan tidak boleh bergeser.

10

Sehingga, tanaman batang bawah harus disangga atau diikat pada tanaman induk (batang tanaman yang besar) supaya tidak goyah setelah dilakukan penyambungan. Susuan tersebut harus disiram agar tetap hidup. Biasanya, setelah 3-6 bulan tanaman tersebut bisa dipisahkan dari tanaman induknya, tergantung dari usia batang tanaman yang disusulkan. Tanaman muda yang kayunya belum keras sudah bisa dipisahkan setelah 3 bulan. Penyambungan model tusuk atau susuk ini dapat lebih berhasil kalau diterapkan pada batang tanaman yang masih muda atau belum berkayu keras. 2. Model sayatan Pilih calon batang bawah (bibit) dan calon batang atas dari pohon induk yang sudah berbuah dan besarnya sama. Kedua batang tersebut disayat sedikit sampai bagian kayunya. Sayatan pada kedua batang tersebut diupayakan agar bentuk dan besarnya sama. Setelah kedua batang tersebut disayat, kemudian kedua batang itu ditempel tepat pada sayatannya dan diikat sehingga keduanya akan tumbuh bersama-sama. Setelah 2-3 minggu, sambungan tadi dapat dilihat hasilnya kalau batang atas dan batang bawah ternyata bisa tumbuh bersama-sama berarti penyusuan tersebut berhasil. Kalau sambungan berhasil, pucuk batang bawah dipotong/dibuang, pucuk batang atas dibiarkan tumbuh subur. Kalau pertumbuhan pucuk batang atas sudah sempurna, pangkal batang atas juga dipotong.

11

-

Maka akan terjadi bibit durian yang batang bawahnya adalah tanaman biji, sedangkan batang atas dari ranting/cabang pohon durian dewasa.

d) Cangkokan Batang durian yang dicangkok harus dipilih dari cabang tanaman yang sehat, subur, cukup usia, pernah berbuah, memiliki susunan percabangan yang rimbun, besar cabang tidak lebih besar daripada ibu jari (diameter = 2–2,5 cm), kulit masih hijau kecoklatan. Waktu mencangkok adalah awal musim hujan sehingga terhindar dari kekeringan, atau pada musim kering, tetapi harus disiram secara rutin (2 kali sehari), pagi dan sore hari. Adapun tata cara mencangkok adalah sebagai berikut: 1. Pilih cabang durian sebesar ibu jari dan yang warna kulitnya masih hijau kecoklatan. 2. Sayap kulit cabang tersebut mengelilingi cabang sehingga kulitnya terlepas. 3. Bersihkan lendir dengan cara dikerok kemudian biarkan kering angin sampai dua hari. 4. Bagian bekas sayatan dibungkus dengan media cangkok (tanah, serabut gambut, mos). Jika menggunakan tanah tambahkan pupuk kandang/kompos perbandingan 1:1. Media cangkok dibungkus dengan plastik/sabut kelapa/bahan lain, kedua ujungnya diikat agar media tidak jatuh. 5. Sekitar 2-5 bulan, akar cangkokan akan keluar menembus pembungkus cangkokan. Jika akar sudah cukup banyak, cangkokan bisa dipotong dan ditanam di keranjang persemaian berisi media tanah yang subur. 3) Teknik Penyemaian dan Pemeliharaan

12

Bibit durian sebaiknya tidak ditanam langsung di lapangan, tetapi disemaikan terlebih dahulu ditempat persemaian. Biji durian yang sudah dibersihkan dari daging buah dikering-anginkan sampai kering tidak ada air yang menempel. Biji dikecambahkan dahulu sebelum ditanam di persemaian atau langsung ditanam di polibag. Caranya biji dideder di plastik/anyaman bambu/kotak, dengan media tanah dan pasir perbandingan 1:1 yang diaduk merata. Ketebalan lapisan tanah sekitar 2 kali besar biji (6-8 cm), kemudian media tanam tadi disiram tetapi (tidak boleh terlalu basah), suhu media diupayakan cukup lembab (20-23 derajat C). Biji ditanam dengan posisi miring tertelungkup (bagian calon akar tunggang menempel ke tanah), dan sebagian masih kelihatan di atas permukaan tanah (3/4 bagian masih harus kelihatan). Jarak antara biji satu dengan lainnya adalah 2 cm membujur dan 4-5 cm melintang. Setelah biji dibenamkan, kemudian disemprot dengan larutan fungisida, kemudian kotak sebelah atas ditutup plastik supaya kelembabannya stabil. Setelah 2-3 minggu biji akan mengeluarkan akar dengan tudung akar langsung masuk ke dalam media yang panjangnya 3-5 cm. Saat itu tutup plastik sudah bisa dibuka. Selanjutnya, biji-biji yang sudah besar siap dibesarkan di persemaian pembesar atau polibag. 4) Pemindahan Bibit Bibit yang akan ditanam di lapangan sebaiknya sudah tumbuh setinggi 75150 cm atau berumur 7 - 9 bulan setelah diokulasi, kondisinya sehat dan pertumbuhannya bagus. Hal ini tercermin dari pertumbuhan batang yang kokoh, perakarannya banyak dan kuat, juga adanya helaian daun dekat pucuk tanaman yang telah menebal dan warnanya hijau tua. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan

13

Penanaman durian, perlu perencanaan yang cermat. Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah pengukuran pH tanah, analisis tanah, penetapan waktu/jadwal tanam, pengairan, penetapan luas areal penanaman, pengaturan volume produksi. 2) Pembukaan Lahan Pembersihan dan pengolahan lahan dilakukan beberapa minggu sebelum penanaman bibit berlangsung. Batu-batu besar, alang-alang, pokok-pokok batang pohon sisa penebangan disingkirkan. Perlu dibersihkan dari tanaman liar yang akan menganggu pertumbuhan. 3) Pembentukan Bedengan Tanah untuk bedengan pembesaran harus dicangkul dulu sedalam 30 cm hingga menjadi gembur, kemudian dicampur dengan pasir dan kompos yang sudah jadi. Untuk ukuran bedengan lebar 1 m panjang 2 m, diberi 5 kg pasir dan 5 kg pupuk kompos. Setelah tanah, pasir dan kompos tercampur merata dan dibiarkan selama 1 minggu. Pada saat itu juga tanah disemprot Vapan/Basamid untuk mencegah serangan jamur/bakteri pembusuk jamur. Di sekeliling bedengan, perlu dibuatkan saluran untuk penampung air. Jika bedengan sudah siap, biji yang telah tumbuh akarnya tadi segera ditanam dengan jarak tanam 20 x 30 cm. Penanaman biji durian dilakukan dengan cara dibuatkan lubang tanam sebesar biji dan kedalamannya sesuai dengan panjang akar masing-masing. Setelah biji tertanam semua, bagian permukaan bedengan ditaburi pasir yang dicampur dengan tanah halus (hasil ayakan) setebal 5 cm. 4) Pengapuran Keadaan tanah yang kurang subur, misalnya tanah podzolik (merah kuning) dan latosol (merah-coklat-kuning), yang cenderung memiliki pH 5 -

14

6 dan penyusunannya kurang seimbang antara kandungan pasir, liat dan debu, dapat diatasi dengan pengapuran. Sebaiknya dilakukan menjelang musim kemarau, dengan kapur pertanian yang memiliki kadar CaCO3 sampai 90%. Dua sampai 4 minggu sebelum pengapuran, sebaiknya tanah dipupuk dulu dan dilsiram 4-5 kali. Untuk mencegah kekurangan unsur Mg dalam tanah, sebaiknya dua minggu setelah pengapuran, segera ditambah dolomit. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Jarak tanam sangat tergantung pada jenis dan kesuburan tanah, kultivar durian, serta sistem budidaya yang diterapkan. Untuk kultivar durian berumur genjah, jarak tanam: 10 m x 10 m. Sedangkan kultivar durian berumur sedang dan dalam jarak tanam 12 m x 12 m. Intensifikasi kebun durian, terutama waktu bibit durian masih kecil (berumur kurang dari 6 tahun), dapat diupayakan dengan budidaya tumpangsari. Berbagai budidaya tumpangsari yang biasa dilakukan yakni dengan tanaman horti (lombok, tomat, terong dan tanaman pangan: padi gogo, kedelai, kacang tanah dan ubi jalar. 2) Pembuatan Lubang Tanam Pengolahan tanah terutama dilakukan di lubang yang akan digunakan untuk menanam bibit durian. Lubang tanam dipersiapkan 1 m x 1 m x 1 m. Saat menggali lubang, tanah galian dibagi menjadi dua. Sebelah atas dikumpulkan di kiri lubang, tanah galian sebelah bawah dikumpulkan di kanan lubang. Lubang tanam dibiarkan kering terangin-angin selama 1 minggu, lalu lubang tanam ditutup kembali.

15

Tanah galian bagian atas lebih dahulu dimasukkan setelah dicampur pupuk kompos 35 kg/lubang, diikuti oleh tanah bagian bawah yang telah dicampur 35 kg pupuk kandang dan 1 kg fospat. Untuk menghindari gangguan rayap, semut dan hama lainnya dapat dicampurkan insektisida butiran seperti Furadan 3 G. Selanjutnya lubang tanam diisi penuh sampai tampak membukit setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah. Tanah tidak perlu dipadatkan. Penutupan lubang sebaiknya dilakukan 7-15 hari sebelum penanaman bibit. 3) Cara Penanaman Bibit yang akan ditanam di lapangan sebaiknya tumbuh 75-150 cm, kondisinya sehat, pertumbuhan bagus, yang tercermin dari batang yang kokoh dan perakaran yang banyak serta kuat. Lubang tanam yang tertutup tanah digali kembali dengan ukuran yang lebih kecil, sebesar gumpalan tanah yang membungkus akar bibit durian. Setelah lubang tersedia, dilakukan penanaman dengan cara sebagai berikut : a) Polybag/pembungkus bibit dilepas (sisinya digunting/diiris hatihati) b) Bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam sampai batas leher c) Lubang ditutup dengan tanah galian. Pada sisi tanaman diberi ajir agar pertumbuhan tanaman tegak ke atas sesuai arah ajir. d) Pangkal bibit ditutup rumput/jerami kering sebagai mulsa, lalu disiram air. e) Di atas bibit dapat dibangun naungan dari rumbia atau bahan lain. Naungan ini sebagai pelindung agar tanaman tidak layu atau kering tersengat sinar matahari secara langsung.

16

Penanaman durian secara komersial di perkebunan dilakukan dengan jarak tanam 10 m × 10 m hingga 12 m × 12 m, tergantung dari ukuran tanaman/kultivarnya. Apabila tanaman masih kecil, tumpang sari dapat dilakukan. Pengendalian gulma juga perlu dilakukan. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan buah bertujuan untuk mencegah kematian durian agar tidak menghabiskan energinya untuk proses pembuahan. Penjarangan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, rasa buah, ukuran buah dan frekuensi pembuahan setiap tahunnya. Penjarangan dilakukan bersamaan dengan proses pengguguran bunga, begitu gugur bunga selesai, besoknya harus dilakukan penjarangan (tidak boleh ditunda-tunda). Penjarangan dapat dilakukan dengan menyemprotkan hormon tertentu (Auxin A), pada saat bunga atau bakal buah baru berumur sebulan. Pada saat itu sebagian bunga sudah terbuka dan sudah dibuahi. Ketika hormon disemprotkan, bunga yang telah dibuahi akan tetap meneruskan pembuahannya sedangkan bunga yang belum sempat dibuahi akan mati dengan sendirinya. Jumlah buah durian yang dijarangkan 50-60% dari seluruh buah yang ada. 2) Penyiangan Untuk menghindari persaingan antara tanaman dan rumput disekeliling selama pertumbuhan, perlu dilakukan penyiangan (diameter 1 m dari pohon durian). 3) Pemangkasan/Perempelan a) Akar durian

17

Pemotongan akar akan menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman sampai 40% selama 1 musim. Selama itu pula tanaman tidak dipangkas. Pemangkasan akar selain membuat tanaman menjadi cepat berbuah juga meningkatkan kualitas buah, menarik, buah lebih keras dan lebih tahan lama. Waktu pemotongan akar paling baik pada saat tanaman mulai berbunga, paling lambat 2 minggu setelah berbunga. Jika dilakukan melewati batas, hasil panen berkurang dan pertumbuhan terhambat. Cara pemotongan: kedua sisi barisan tanaman durian diiris sedalam 60-90 cm dan sejauh 1,5-2 meter dari pangkal batang. b) Peremajaan Tanaman yang sudah tua dan kurang produktif perlu diremajakan. Tanaman durian tidak harus dibongkar sampai ke akar-akarnya, tetapi cukup dilakukan pemangkasan. Luka pangkasan dibuat miring supaya air hujan tidak tertahan.Untuk mencegah terjadinya infeksi batang, bekas luka tersebut dapat diolesi meni atau ditempeli lilin parafin. Setelah 2-3 minggu dilakukan pemangkasan (di musim hujan) maka pada batang tersebut akan tumbuh tunas-tunas baru. Setelah tunas baru mencapai 2 bulan, tunas tersebut dapat diokulasi. Cara okulasi cabang sama dengan cara okulasi tanaman muda (bibit). Tinggi okulasi dari tanah 1 - 1,5 m atau 2 - 2,5 m tergantung pada pemotongan batang pokok. Pemotongan batang pokok tidak boleh terlalu dekat dengan tanah. c) Pembentukan tanaman yang terlanjur tua Dahan-dahan yang akan dibentuk tidak usah dililiti kawat, tetapi cukup dibanduli atau ditarik dan dipaksa ke bawah agar pertumbuhan tanaman tidak mengarah ke atas. Cabang yang akan dibentuk dibalut dengan kalep agar dahan tersebut tidak terluka. Balutan kalep tadi diberi tali, kemudian

18

ditarik dan diikat dengan pasak. Dengan demikian, dahan yang tadinya tumbuh tegak ke atas akan tumbuh ke bawah mengarah horizontal. 4) Pemupukan Sebelum melakukan pemupukan kita harus melihat keadaan tanah, kebutuhan tanaman akan pupuk dan unsur hara yang terkandung dalam tanah. a) Cara memupuk Pada tahap awal buatlah selokan melingkari tanaman. Garis tengah selokan disesuaikan dengan lebarnya tajuk pohon. Kedalaman selokan dibuat 20-30 cm. Tanah cangkulan disisihkan di pinggirnya. Sesudah pupuk disebarkan secara merata ke dalam selokan, tanah tadi dikembalikan untuk menutup selokan. Setelah itu tanah diratakan kembali, bila tanah dalam keadaan kering segera lakukan penyiraman. b) Jenis dan dosis pemupukan Jenis pupuk yang digunakan untuk memupuk durian adalah pupuk kandang, kompos, pupuk hijau serta pupuk buatan. Pemupukan yang tepat dapat membuat tanaman tumbuh subur. Setelah tiga bulan ditanam, durian membutuhkan pemupukan susulan NPK (15:15:15) 200 gr perpohon. Selanjutnya, pemupukan susulan dengan NPK itu dilakukan rutin setiap empat bulan sekali sampai tanaman berumur tiga tahun. Setahun sekali tanaman dipupuk dengan pupuk organik kompos/pupuk kandang 60-100 kg per pohon pada musim kemarau. Pemupukan dilakukan dengan cara menggali lubang mengelilingi batang bawah di bawah mahkota tajuk paling luar dari tanaman. Tanaman durian yang telah berumur ≥3 tahun biasanya mulai membentuk batang dan tajuk. Setelah itu, setiap tahun durian membutuhkan tambahan 20–25% pupuk NPK dari dosis sebelumnya.

19

Apabila pada tahun ke-3, durian diberi pupuk 500 gram NPK per pohon maka pada tahun ke-4 dosisnya menjadi 600-625 gram NPK per pohon. Kebutuhan pupuk kandang juga meningkat, berkisar antara 120-200 kg/pohon menjelang berbunga durian membutuhkan NPK 10:30:10. Pupuk ini ditebarkan pada saat tanaman selesai membentuk tunas baru (menjelang tanaman akan berbunga). 5) Pengairan dan Penyiraman Durian membutuhkan banyak air pada pertumbuhannya, tapi tanah tidak boleh tergenang terlalu lama atau sampai terlalu basah. Bibit durian yang baru ditanam membutuhkan penyiraman satu kali sehari, terutama kalau bibit ditanam pada musim kemarau. Setelah tanaman berumur satu bulan, air tanaman dapat dikurangi sekitar tiga kali seminggu. Durian yang dikebunkan dengan skala luas mutlak membutuhkan tersedianya sumber air yang cukup. Dalam pengairan perlu dibuatkan saluran air drainase untuk menghindari air menggenangi bedengan tanaman. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Untuk mendapatkan pertumbuhan bibit tanaman yang baik, setiap 2 minggu sekali bibit disemprot zat pengatur tumbuh Atonik dengan dosis 1 cc/liter air dan ditambah dengan Metalik dengan dosis 0,5 cc/liter air. Hal ini dilakukan untuk merangsang pertumbuhan tanaman agar lebih sempurna. Jenis insektisida yang digunakan adalah Basudin yang disemprot sesuai aturan yang ditetapkan dan berguna untuk pencegahan serangga. Untuk cendawan cukup melaburi batang dengan fungisida (contohnya Dithane atau Antracol) agar sehat. Lebih baik bila pada saat melakukan penanaman, batang durian dilaburi oleh fungisida tersebut.

20

7) Pemeliharan Lain Pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) berfungsi mempengaruhi jaringanjaringan pada berbagai organ tanaman. Zat ini sama sekali tidak memberikan unsur tambahan hara pada tanaman. ZPT dapat membuat tanaman menjadi lemah sehingga penggunannya harus disesuaikan dengan petunjuk pemakaian yang tertera pada label yang ada dalam kemasan, sebab pemakaian ZPT ini hanya dicampurkan saja Pemeliharaan mencakup pemupukan, pemangkasan

(pembentukan dan peremajaan), pengairan (bila diperlukan), dan pengendalian hama dan penyakit. Tajuk durian yang baik adalah berbentuk kerucut membulat, dengan cabang utama mendatar ke samping.

Perbanyakan Durian Perbanyakan durian di desa-desa umumnya dengan menggunakan biji. Perbanyakan dengan biji juga dilakukan untuk memperoleh batang bawah dalam perbanyakan vegetatif. Biji durian bersifat recalcitrant, hanya dapat hidup dengan kadar air tinggi (di atas 30% berat) dan tanpa perlakuan tertentu hanya sanggup bertahan seminggu sebelum akhirnya embrionya mati. Dengan demikian biji harus segera disemaikan setelah buahnya dibuka. Pohon durian mulai berbuah setelah 4-5 tahun, namun dalam budidaya dapat dipercepat jika menggunakan bahan tanam hasil perbanyakan vegetatif. Teknik-teknik yang dipakai adalah pencangkokan (jarang dilakukan), penyusuan (jarang dilakukan), penyambungan sanding (inarching), penyambungan celah (cleft grafting), atau okulasi (budding). Teknik yang terakhir ini sekarang yang paling banyak dilakukan. Beberapa penangkar sekarang juga menerapkan penyambungan mikro (micrografting). Teknik ini dilakukan pada saat batang bawah masih

21

berusia muda sehingga mempercepat masa tunggu. Tercatat bahwa durian hasil perbanyakan vegetatif mampu berbunga setelah 2-3 tahun. Durian juga memungkinkan diperbanyak secara in vitro (kultur jaringan).

HAMA DAN PENYAKIT 1. Hama 1) Penggerek buah (Jawa : Gala-gala) Ciri: telur diletakkan pada kulit buah dan dilindungi oleh jaring-jaring mirip rumah laba-laba. Larva yang telah menetas dari telur langsung menggerek dan melubangi dinding-dinding buah hingga masuk ke dalam. Larva tersebut tinggal di dalam buah sampai menjadi dewasa. Buah yang diserang kadang-kadang jatuh sebelum tua. Penyebaran: serangga penggerek buah menyebar dengan cara terbang dari pohon durian yang satu ke pohon lainnya. Serangga penggerek buah ini bertelur pada buah durian yang dihinggapinya. Kegiatan bertelur ini dilakukan secara periodik setiap menjelang musim kemarau. Pengendalian: dilakukan dengan insektisida, seperti Basudin, Sumithion 50 AC, Thiodan 35 EC, dengan dosis 2-3 cc/liter air. 2) Lebah mini Ciri: hama ini berukuran kecil, tubuhnya berwarna coklat kehitaman dan sayapnya bergaris putih lebar. Setelah lebah menjadi merah violet, ukuran panjangnya menjadi 3,5 cm. Pada fase ulat (larva), hama ini menyerang daun-daun durian muda. Selama hama tersebut mengalami masa istirahat (bentuk kepompong), mereka akan menempel erat pada kulit buah.

22

Setelah menjadi lebah serangga ini mencari makan dengan cara menggerek ranting-ranting muda dan memakan daun-daun muda. Pengendalian: menggunakan parvasida, seperti Hostathion 40 EC (Triazofos 420 gram/liter), dan insektisida, seperti Supracide 40 EC dosis 420 gram/liter dan Temik 106 (Aldikarl 10%). 3) Ulat penggerek bunga (Prays citry) Ulat ini menyerang tanaman yang baru berbunga, terutama bagian kuncup bunga dan calon buah. Ciri: ulat ini warna tubuhnya hijau dan kepalanya merah coklat, setelah menjadi kupu-kupu berwarna merah sawo agak kecoklatan, abu-abu dan bertubuh langsing. Gejala: kuncup bunga yang terserang akan rusak dan putiknya banyak yang berguguran. Demikian pula, benang sari dan tajuk bunganya pun rusak semua, sedangkan kuncup dan putik patah karena luka digerek ulat. Penularan ke tanaman lain dilakukan oleh kupu-kupu dari hama tersebut. Pengendalian: dengan menyemprotkan obat-obatan seperti Supracide 40 EC, nuvacrom SWC, Perfekthion 400 EC (Eimetoat 400 gram/liter). 4) Kutu loncat durian Ciri: serangga berwarna kecoklatan dan tubuhnya diselimuti benangbenang lilin putih hasil sekresi tubuhnya; bentuk tubuh, sayap dan tungkainya mirip dengan kutu loncat yang menyerang tanaman lamtoro. Gejala: kutu loncat bergerombol daun-daun akan kerdil dan menyerang pucuk daun yang masih pertumbuhannya terhambat; setelah muda dengan cara menghisap cairan pada tulang-tulang daun sehingga menghisap cairan, kutu ini mengeluarkan cairan getah bening yang pekat rasanya manis dan merata ke seluruh permukaan daun sehingga mengundang semut-semut bergerombol.

23

Pengendalian: daun dan ranting-ranting yang terserang dipangkas untuk dimusnahkan. Pengendalian secara kimia dapat dilakukan dengan menyemprotkan insektisida Supracide 40 EC dosis 100-150 gram/5 liter air. 2. Penyakit 1) Phytopthora parasitica dan Pythium complectens Penyebab: Pythium complectens, yang menyerang bagian tanaman seperti daun, akar dan percabangan. Penularan dan penyebab: penyakit ini menular dengan cepat ke pohon lain yang berdekatan. Penularan terjadi bila ada akar yang terluka. Penularan terjadi bersama-sama dengan larutnya tanah atau bahan organik yang terangkut air. Gejala: daun durian yang terserang menguning dan gugur mulai dari daun yang tua, cabang pohon kelihatan sakit dan ujung-ujungnya mati, diikuti dengan berkembangnya tunas-tunas dari cabang di bawahnya. Kulit di atas permukaan tanah menjadi coklat dan membusuk. Pembusukan pada akar hanya terbatas pada akar-akar sebelah bawah, tetapi dapat meluas dari ujung akar lateral sampai ke akar tunggang. Jika dilihat dari luar akar yang sakit tampak normal, tetapi jaringan kulitnya menjadi colat tua dan jaringan pembuluh menjadi merah jambu. Pengendalian: (1) upayakan drainase yang baik agar tanah tidak terlalu basah dan air tidak mengalir ke permukaan tanah pada waktu hujan; (2) pohon yang sakit dibongkar sampai ke akarnya dan dibakar; (3) pilih bibit durian kerikil untuk batang bawah karena jenis ini lebioh tahan terhadap serangan jamur sehingga dapat terhindar dari serangan penyakit busuk.

24

2) Kanker bercak Penyebab: Pythium palvimora, terutama menyerang bagian kulit batang dan kayu. Penyebaran oleh spora sembara bersamaan dengan butir-butir tanah atau bahan organik yang tersangkut air. Penyebaran penyakit ini dipacu oleh curah hujan yang tinggi dalam cuaca kering. Jamur dapat tumbuh dengan baik pada suhu antara 12-35 derajat C. Gejala: kulit batang durian yang terserang mengeluarkan blendok (gum) yang gelap; jaringan kulit berubah menjadi merah kelam, coklat tua atau hitam; bagian yang sakit dapat meluas ke dalam sampai ke kayu; daun-daun rontok dan ranting-ranting muda dari ujung mulai mati. Pengendalian: (1) perbaikan drainase agar air hujan tidak mengalir dipermukaan tanah dan untuk batang yang sakit; (5) dilakukan dengan cara memotong kulit yang sakit sampai ke kayunya yang sehat dan potongan tanaman yang sakit harus dibakar, sedangkan bagian yang terluka diolesi fungisida, misalnya difolatan 4oF 3%. 3) Jamur upas Gejala: pada cabang-cabang dan kulit kayu terdapat benang-benang jamur mengkilat seperti sarang laba-laba pada cabang-cabang. Jamur berkembang menjadi kerak berwarna merah jambu dan masuk ke dalam kulit dan kayu sehingga menyebabkan matinya cabang. Pengendalian: (1) serangan jamur yang masih pada tingkat sarang labalaba dapat dikendalikan dengan cara melumasi cabang yang terserang degan fungisida, misalnya calizin RM; (2) jika jamur sudah membentuk kerak merah jambu, sebaiknya dilakukan pemotongan cabang kira-kira

25

lebih 30 cm ke bawah bagian yang berjamur; (3) dengan menyemprotkan Antrocol 70 WP (propineb 70,5%), dosis 100-200 gram/liter air atau 1-1,5 kg/ha aplikasi. Hama yang sering menyerang tanaman durian di antaranya adalah ulat penggerek buah (gala-gala), ulat penggerek bunga, dan kutu loncat durian (menghisap cairan daun muda). Penyakit utama durian adalah busuk akar dan batang Pythium complectens, mati bibit (juga oleh patogen yang sama), penyakit blendok/kanker Phytophthora palmivora, dan jamur upas yang menyerang batang/cabang.

PANEN BUAH DURIAN 1. Ciri dan Umur Panen Pada umur sekitar 8 tahun, tanaman durian sudah mulai berbunga. Musim berbunga jatuh pada waktu kemarau, yakni bulan Juni-September sehingga bulan Oktober-Februari buah sudah dewasa dan siap dipetik. Panen durian diusahakan sebelum musim hujan tiba karena air hujan dapat merusak kualitas buah. Warna durian yang hampir masak agak berbeda-beda tergantung pada kultivarnya. Buah yang sudah masak umumnya ditandai dengan bau harum yang menyengat. Pada durian yang sudah masak bila diketuk duri atau buahnya akan terdengar dentang udara antara isi dan kulitnya. 2. Cara Panen Buah durian yang sudah matang akan jatuh sendiri. Untuk menjaga agar buah tidak langsung jatuh, kira-kira sebulan sebelum matang buah dapat diikat dengan tali plastik. Tujuan pengikatan tersebut agar tangkai buah

26

yang terlepas dari batang atau ranting pohon tetap menggantung pada tali sehingga buah durian tersebut dapat diambil dalam keadaan utuh. Buah durian dari pohon rendah dapat dipetik dengan menggunakan pisau tajam. Tangkai buah dipotong mulai dari bagian paling atas, 1,5 cm dari dahan.  Pemotongan sebaiknya dilakukan dengan hati-hati karena di tempat ini terdapat bahan tunas yang akan berbunga pada musim berikutnya. Buah durian yang terletak pada bagian pohon yang tinggi sebaiknya dipetik dengan menggunakan alat bantu yang sesuai agar tidak jatuh ke tanah. Durian yang jatuh ke tanah biasanya retak, daging buahnya menjadi asam/pahit karena terjadi fermentasi pembentukan alkohol dan asam. 3. Prakiraan Produksi Jumlah durian yang dapat dipanen dalam satu pohon adalah 60-70 butir perpohon per tahun dengan bobot rata-rata 2,7 kg. Apabila diinginkan jumlah buah yang lebih banyak lagi maka bobot buah akan turun. PASCAPANEN 1. Pengumpulan Di tempat pengumpulan setiap tangkai durian diberi label khusus atau dicat dengan warna tertentu untuk menunjukkan kebun asal durian. Bila kualitasnya kurang baik dapat diperbaiki pada tahun berikutnya. 2. Penyortiran dan Penggolongan Hasil panen dikumpulkan, diseleksi dan dipilah-pilah berdasarkan ukuran. Seleksi perlu dilakukan agar tidak ada buah cacat yang ikut terkirim, terutama bila buah ini akan dijual atau diekspor. 3. Penyimpanan

27

Durian yang sudah terpilih dicuci dan disemprot dengan air agar kotoran yang menempel pada kulitnya menjadi bersih. Selanjutnya buah dicelupkan ke dalam air yang telah diberi fungisida Aliette 800 WP yang berbahan aktif Aluminium tris (Oethy/phosphonate) 22 cc/liter. Tujuan pencelupan ini adalah untuk menghindari serangan busuk buah yang disebabkan oleh jamur Phytophtora sp selama pemeraman dan transportasi. Lalu buah dikeringanginkan. Durian beserta petinya dimasukkan ke dalam gudang yang cukup mendatangkan penerangan. 4. Pengemasan dan Pengangkutan Buah durian yang akan diekspor diberi perlakuan: setelah buah kering, buah dibungkus kantong plastik dan diikat dengan tali rafia Setiap kantung plastik berisi satu butir buah durian. Buah yang sudah dibungkus kantung plastik dibungkus lagi dengan kantung kertas semen. Setelah itu, dimasukkan ke dalam kotak karton setebal 3 mm. Setiap ungkus berisi 5-6 butir durian sehingga setiap kotak karton berisi 10-15 kg durian. Kotak ini dilekat dengan lakban (perekat plastik) tebal yang tidak mudah robek jika terkena gesekan. Teknologi pengemasan ini memperhatikan adanya lubang udara agar ada sirkulasi udara, tetapi juga ada lapisan plastik luar untuk menahan keluarnya bau, sehingga tidak ada kontak antar udara di dalam kotak pengepakan dengan udara luar maka jika di dalam ada durian yang matang baunya tidak tercium menyengat sampai keluar. 5. Penanganan Lain Bila ingin menghasilkan durian beku untuk dipasarkan ke tempat yang jauh, maka dapat dilakukan cara pengepakan fakum udara, cara ini

28

banyak dipakai oleh petani Thailand. Setelah dikupas kulitnya, durian dimasukkan ke dalam alat fakum udara selama 35-40 menit dengan suhu 40oC di bawah nol. Setelah itu, buah durian dimasukkan ke dalam plastik berukuran 300 gram dan diletakkan dalam kamar pendingin dengan suhu 18 derajat C di bawah nol.

Kegunaan Durian Manfaat durian selain sebagai makanan buah segar dan olahan lainnya, terdapat manfaat dari bagian lainnya, yaitu: 1) Tanamannya sebagai pencegah erosi di lahan-lahan yang miring. 2) Batangnya untuk bahan bangunan/perkakas rumah tangga. Kayu durian setaraf dengan kayu sengon sebab kayunya cenderung lurus. 3) Bijinya yang memiliki kandungan pati cukup tinggi, berpotensi sebagai alternatif pengganti makanan (dapat dibuat bubur yang dicampur daging buahnya). 4) Kulit dipakai sebagai bahan abu gosok yang bagus, dengan. cara dijemur sampai kering dan dibakar sampai hancur. Durian terutama dipelihara orang untuk buahnya, yang umumnya dimakan (arilus atau salut bijinya) dalam keadaan segar. Salut biji ini umumnya manis dan sangat bergizi karena mengandung banyak karbohidrat, lemak, protein, dan mineral. Pada musim raya durian, buah ini dapat dihasilkan dengan berlimpah, terutama di sentra-sentra produksinya di daerah. Secara tradisional, daging buah yang berlebih-lebihan ini biasa diawetkan dengan memasaknya bersama gula menjadi dodol durian (biasa disebut lempok),

29

atau memfermentasikannya menjadi tempoyak. Selanjutnya, tempoyak yang rasanya masam ini biasa menjadi bahan masakan seperti sambal tempoyak, atau untuk campuran memasak ikan. Durian pun kerap diolah menjadi campuran bahan kue-kue tradisional, seperti gelamai atau jenang. Terkadang, durian dicampurkan dalam hidangan nasi pulut (ketan) bersama dengan santan. Dalam dunia masa kini, durian (atau aromanya) biasa dicampurkan dalam permen, es krim, susu, dan berbagai jenis minuman penyegar lainnya. Bijinya bisa dimakan sebagai camilan setelah direbus atau dibakar, atau dicampurkan dalam kolak durian. Biji durian yang mentah beracun dan tak dapat dimakan karena mengandung asam lemak siklopropena (cyclopropene). Biji durian mengandung sekitar 27% amilosa. Kuncup daun (pucuk), mahkota bunga, dan buah yang muda dapat dimasak sebagai sayuran. Beberapa bagian tumbuhan terkadang dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Akarnya dimanfaatkan sebagai obat demam. Daunnya, dicampur dengan jeringau (Acorus calamus), digunakan untuk menyembuhkan cantengan (infeksi pada kuku). Kulit buahnya untuk mengobati ruam pada kulit (sakit kurap) dan susah buang air besar (sembelit). Kulit buah ini pun biasa dibakar dan abunya digunakan dalam ramuan untuk melancarkan haid dan menggugurkan kandungan. Abu dan air rendaman abu ini juga digunakan sebagai campuran pewarna tradisional. Beberapa masyarakat di Jawa menggunakan kulit durian yang telah dimakan sebagai pengusir (repellent) nyamuk dengan meletakkannya di sudut ruangan. Kayu gubalnya berwarna putih dan terasnya kemerah-merahan. Ringan, namun tidak begitu awet dan mudah diserang rayap. Biasa digunakan sebagai perabot rumah, peti-peti pengemas, dan bahan konstruksi ringan di bawah atap, asalkan tidak bersentuhan dengan tanah.

30

Nilai gizi Setiap 100 g salut biji mengandung 67 g air, 28,3 g karbohidrat, 2,5 g lemak, 2,5 g protein, 1,4 g serat; serta memiliki nilai energi sebesar 520 kJ. Durian juga banyak mengandung vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C; serta kalium, kalsium dan fosfor Durian (Durio zibethinus)

Nilai khasiat per 100 g Tenaga 150 kkal 620 kJ Karbohidrat 27.09 g - Serat pangan 3.8 g Lemak Protein Air Vitamin C 19.7 mg Kalium 436 mg Hanya bagian yang beku. Brangkasan: 68% (Shell and seeds) Sumber: USDA Nutrient database 5.33 g 1.47 g 65g 33% 9% dapat dimakan, mentah atau

Memilih Buah Durian Setiap orang mempunyai caranya sendiri dalam memilih buah durian terbaik. Masing-masing orang percaya bahwa cara pemilihannya dapat menghasilkan buah terbaik. Durian adalah buah musiman yang dulunya dipanen sekali setahun. Sekarang panen durian dapat dilakukan hingga dua kali setahun. Hal ini meningkatkan persaingan di antara para

31

penjual eceran. Memilih buah yang tepat amat penting apabila penjual menjual buah sebagaimana adanya, tanpa boleh dibuka. Sekarang penjual umumnya mau membuka buah untuk membuktikan isinya. Dengan cara ini, keahlian dalam memilih pun menjadi kurang penting. Orang dapat memilih durian dengan mudah di kebun. Buah dari pohon yang sama umumnya mempunyai ciri-ciri yang serupa. Lazimnya buah di kebun dibiarkan masak dan jatuh dari pohonnya ("duren jatuhan"). Pemilihan buah di luar kebun lebih rumit. Berikut ini adalah sebagian dari pedoman seleksi yang dapat digunakan:  Kesegaran buah dapat ditentukan dari tangkainya. Apabila buah telah jatuh dari pohon, tangkainya akan mulai mengering. Penjual yang tidak jujur akan mencoba untuk membalut atau mengecat tangkai untuk menghalangi pembeli mengenali kesegarannya. Penjual yang kurang pintar mungkin malah akan membuang tangkai durian.  Kebanyakan peminat menggemari buah durian yang kering dan matang. Sebuah cara mudah untuk mengetahui apakah isi durian itu kering tanpa membuka buah adalah dengan menggoncangkan buah dan merasakan getaran kecil. Isi durian yang lembap melekat pada kulit buah. Isi durian yang kering cenderung untuk berpisah dari dinding buah. Orang mestilah berhati-hati agar tidak tergores oleh duri buah durian ketika melakukan ini.  Durian mungkin diserang oleh ulat perusak yang bertelur di dalam buah yang berkembang menjadi larva. Ketika membeli buah durian pembeli harus menghindari buah yang berlubang pada kulitnyanya karena sering kali ini merupakan tanda adanya "ulat" di dalam buah.

32

Membelah Buah Durian Orang yang baru belajar membeli durian dianjurkan membeli durian yang telah siap dibuka karena membelah durian agak sukar. Biasanya kita dapat dengan mudah menemukan penjual yang memberi pelayanan membelah durian. Bila pembeli sudah setuju untuk membelinya, penjual biasanya akan membelah durian sebagai pelayanannya. Mereka bersedia melakukannya, meskipun mereka tidak memindahkan isinya ke dalam bungkusan lain. Namun buah durian yang sudah dibelah perlu segera dimakan karena buah itu cenderung untuk "berkeringat". Bila isi durian mulai menghasilkan air, buah durian akan kehilangan rasanya dan tidak banyak gunanya. Orang dapat belajar membelah durian dengan hati-hati dengan peralatan yang biasa terdapat. Periksalah kulit luar buah untuk menemukan "garis" (kampuh) sepanjang permukaan di mana duri durian tersusun membentuk garis lurus. Umumnya terdapat hingga 5 garis sepanjang permukaan buah durian. Bagian tangkai durian harus dibalikkan dan garis urat durian akan bertemu pada satu titik di ujung buah. Pelan-pelan tusukkan benda tajam (pisau) pada titik ini, lalu goreskan sepanjang "garis" yang sudah terlihat sebelumnya. Sarung tangan atau sehelai kain yang tebal dapat digunakan untuk memegang buah durian dengan sebelah tangan, sementara tangan yang satunya untuk melakukan tugas ini. Waspadai risiko tertusuk duri durian. Bila kulit buah durian telah terbuka menjadi dua bagian, isi di dalam telah siap untuk dimakan. Ruas selebihnya dapat dibelah dengan menggunakan telapak tangan dengan cara merobek ujung kulit durian sedikit pada sepanjang pusat titik tengah sebelumnya.

Panas

33

Menurut banyak cerita yang berkembang di masyarakat (urban legend), Durian dianggap sebagai makanan yang panas, dan sehabis makan durian biasanya tubuh akan berkeringat. Cara yang umum digunakan untuk mengatasinya adalah dengan menuangkan air tawar pada bagian kulit buah yang telah kosong, lalu diminum. Selain itu, musim durian biasanya terjadi bersamaan dengan musim manggis, yaitu buah yang dianggap mendinginkan badan. Dengan demikian, kedua buah kemudian dimakan bersama-sama. Secara ilmiah, klaim-klaim di atas tidak pernah dibuktikan. Kemungkinannya ialah karena kandungan nutrisi durian yang padat, orang yang makan durian sering makan kebanyakan sehingga akhirnya mengalami kenaikan tekanan darah. Hal tersebut merupakan reaksi yang alamiah jika terlalu banyak memakan makanan apapun.

Durian Tanpa Duri Sebagian durian dijual "tanpa duri". Duri buah durian ini ternyata telah dibuang ketika duriannya masih muda. Jadi tidak alami. Sebagian durian memang hampir tidak berduri karena durinya kurang dari 5 mm.

34

ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 1. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis usahatani tanaman durian seluas 1 ha. 1) Biaya produksi 1. Tanah 1 ha @ m2 x Rp. 15.000,2. Bibit :150 pohon @ Rp. 50.000,3. Pupuk - Pupuk kandang: 9500 kg @ Rp. 60,- UREA: 1400 kg @ Rp. 1.600,- TSP: 1400 kg @ Rp. 1.500,- KCl: 1400 kg @ Rp. 1.600,- NPK: 1400 kg @ Rp. 2.800,Rp. 570.000,Rp. 2.240.000,Rp. 2.100.000,Rp. 2.240.000,Rp. 3.920.000,Rp. 15.000.000,Rp. 7.500.000,-

- Hormon/mineral: 70 liter @ Rp. 3.500,- Rp. 245.000,4. Obat dan pestisida - Insektisida: 150 liter @ Rp. 5.000,- Fungisida: 150 liter @ Rp. 5.000,5. Alat dan bangunan - Bangunan dan sumur - Alat semprot: 2 unit @ Rp. 75.000,- Cangkul: 2 buah @ Rp. 5.000,- Sabit: 2 buah @ Rp. 3.500,- Garpu: 2 buah @ Rp. 3.000,- Golok: 2 buah @ Rp. 7.500,Rp. 2.500.000,Rp. 150.000,Rp. 10.000,Rp. 7.000,Rp. 6.000,Rp. 15.000,Rp. 15.000,Rp. 750.000,Rp. 750.000,-

- Gunting pangkas: 3 buah @ Rp. 5.000,-

35

- Gergaji pangkas: 2 buah @ Rp. 6.000,- Ember: 5 buah @ Rp. 3.000,6. Tenaga kerja tetap - Upah 5 bok 12 x 2 orang x Rp. 30.000,- Pakaian 5 x Rp. 45.000,- THR 5 x Rp. 25.000,7. Tenaga kerja lepas - Membuat lubang tanam 15 OH @ Rp. 3.000,-

Rp. 12.000,Rp. 15.000,-

Rp. 3.600.000,Rp. 225.000,Rp. 125.000,-

Rp. 45.000,Rp. 75.000,Rp. 42.115.000,-

- Memupuk dan menanam 25 OH @ Rp. 3.000,Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 1. Tahun ke-5 produk ke 1 = 25/100 x 150 x 30 x Rp. 30.000 = = Rp. 33.750.000 – Rp. 42.115.000 = 2. Tahun ke-6 produk ke 2 = 25/100 x 150 x 60 x Rp. 30.000 = Rp. 67.500.000,= Rp. 67.500.000 – (Rp.8.365.000 + Rp. 16.765.000) Rp. 42.370.000

Rp. 33.750.000,- Rp. 8.365.000,-

3. Pada tahun ke-7 keuntungan sudah dapat menutupi investasi yang dikeluarkan 3) Investasi rata-rata/pohon: Rp. 175.096,66

2. Gambaran Peluang Agribisnis

36

Peluang bisnis durian sangat bagus. Untuk pasar luar negeri pada tahun 1983-1987 dikirim ke negara Taiwan, Singapura, Malaysia dan Hongkong. Dan pada tahun 1989 permintaan meningkat ke negara Prancis, Belanda, Brunei, australia, Saudi Arabia dan Jepang. Bahkan pada tahun 1999 di Jepang harga durian dapat mencapai 10.000 yen (Rp 700.000,-). Peluang pasar di Indonesia juga sangat bagus, harga durian berkualitas dapat mencapai Rp 30.000,-/kg. Sedangkan untuk buah durian dipasaran dan kualitasnya biasa-bisa saja mencapai Rp. 15.000,-/buah. Selama ini perdagangan durian lebih dikuasai oleh negara Thailand, hal ini disebabkan oleh mutu buah yang bagus. Padahal Indonesia dapat melakukan hal yang sama apabila mutu ditingkatkan. Bahkan Indonesia memiliki varietas yang beragam dan berbuah sepanjang tahun. Dengan penanganan yang profesional dan dibantu oleh kemudahan-kemudahan menguasai pasar dunia. dari pemerintah durian Indonesia mampu

STANDAR PRODUKSI DURIAN 1. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: klasifikasi dan syarat mutu, cara pengambilan contoh, cara uji, pengemasan dan syarat penandaan. 2. Diskripsi Standar mutu buah durian di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-4482-1998. 3. Klasifikasi dan Standar Mutu

37

Buah durian diklasifikasikan dalam 3 jenis mutu, yaitu Mutu I, Mutu II dan Mutu III. a) Kerusakan: mutu I=tidak ada (bebas penyakit dan serangga); mutu II=tidak ada (bebas penyakit dan serangga); mutu III=tidak ada (bebas penyakit dan serangga). b) Cacat: mutu I=tidak ada; mutu II=ada; mutu III=ada. c) Rasa dan aroma: mutu I=baik sesuai kultivar; mutu II=baik sesuai kultivar; mutu III=baik sesuai kultivar. d) Kekerasan daging: mutu I=keras/sedang; mutu II=keras/sedang; mutu III=keras/sedang. e) Kesegaran buah: mutu I=segar; mutu II=segar; mutu III=segar. f) Warna daging buah: mutu I=sesuai kultivar/kuning; mutu II=sesuai kultivar/kuning; mutu III=sesuai kultivar/kuning. g) Kesegaman Kultivar: mutu I=seragam; mutu II=seragam; mutu III=seragam. h) Perbandingan berat dengan biji: mutu I >2; mutu II >1; mutu III=boleh < 1. Pengujian buah durian dilakukan berdasarkan pengamatan dari bentuk fisik dan visualisasi dari standar mutu yang ada. Pengambilan Contoh Satu partai/lot buah durian segar yang terdiri maksimum 1.000 kemasan atau 1000 buah, contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan atau jumlah buah dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Jumlah 2) Jumlah buah/jumlah buah/jumlah kemasan kemasan dalam dalam partai/lot: partai/lot: 1–5, 6–100, pengambilan contoh semua. pengambilan contoh minimum 5.

38

3) Jumlah buah/jumlah kemasan dalam partai/lot: 101–300, pengambilan contoh minimum 7. 4) Jumlah buah/jumlah kemasan dalam partai/lot: 301–500, pengambilan contoh minimum 9. 5) Jumlah buah/jumlah kemasan dalam partai/lot: 501-1001, pengambilan contoh minimum 10. Dari setiap kemasan yang dipilih secara acak diambil sekurangkurangnya tiga buah kemudian dicampur. Untuk kemasan dengan isi kurang dari tiga buah diambil satu buah. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat, yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut. MODEL WISATA KEBUN DURIAN Daging buah durian segar memang rasanya enak. Apalagi kalau baru dipetik dari pohonnya dan matang pohon, pasti lebih nikmat rasanya, daging buahnya terasa lebih segar. Makan durian seperti ini dapat dilakukan di kebun durian yang dikelola secara khusus untuk tujuan wisata kebun durian, seperti di Caringin, Bogor, Jawa Barat. Di areal wisata kebun durian pemandangan alam kebun dan sekitarnya terlihat indah dan segar alamiah. Wisata Kebun durian ini luasnya dapat puluhan 17 hektar. Pada saat sedang musim durian berbua, pemandangan buah durian menggantung di pohon terlihat dimana-mana. Beragam pohon durian dapat ditanam, mulai dari varietas unggulan dengan buah yang besar dan segar; hingga aneka durian lokal dengan

39

beragam kekhusuan buahnya. Di areal kebun durian tumbuh sejumlah pohon durian. Setiap pohon di beri label, jenis varietas dan tahun penanamannya. Selain durian varietas lokal, di tempat ini juga terdapat durian unggul nasional dan internasional. Varietas lokal yang dapat ditanam diantaranya durian petruk, lay, dan simas. Sedangkan durian montong, bibitnya didatangkan dari Penangkar Bibit unggul. Di areal kebun durian juga dapat dibangun kolam ikan mas dan ikan koi yang beraneka warna. Di areal kebun durian juga dapat dilakukan usaha pembibitan durian. banyak. Pohon durian berbuah setelah ditanam antara lima hingga enam tahun. Syaratnya harus rajin diberi pupuk dan disiram. Pemupukan biasanya dilakukan setiap 4 bulan sekali. Selain itu, yang penting diperhatikan adalah pencegahan dari serangan hama. Pohon durian tumbuh subur di tanah yang memiliki ketinggian hingga tujuh ratus meter diatas permukaan laut. Budi daya pohon durian merupakan usaha yang menguntungkan. Apalagi durian montong, panennya tidak mengenal musim. Dari satu pohon durian montong setiap bulannya dapat menghasilkan minimal lima puluh buah durian. Sedangkan durian lokal berbuah antara bulan Nopember dan Desember. Harga setiap kilogram buah durian di tempat ini sekitar tiga puluh ribu rupiah. Teknik budidaya durian dilakukan dengan cara okulasi. Keunggulannya, selain cepat berbuah, rasanya lebih enak dan buahnya

Kenikmatan Pengelola Wisata Kebun Durian : Warso Farm Sebelum membuka kawasan wisata kebun durian ini, pemilik kebun harus bolak-balik ke Thailand untuk belajar menanam durian yang baik.

40

Hembusan dan aroma udara sejuk langsung terasa melegakan paru-paru saat memasuki kebun durian di Warso Farm. Pohon durian yang berjajar sangat rapi, memberi pemandangan yang sangat menawan. Kebun yang berada di perbukitan di Desa Cihideung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor ini menawarkan konsep agrowisata Kebun Durian yang menarik perhatian banyak pengunjung.

Sumber: bhaktialam.indonetwork.co.id/164...rian.htm Pengunjung dapat melihat dari dekat pohon-pohon durian yang sedang berbuah dan berkesempatan untuk membeli / mencicipi.

Untuk mencapai lokasi wisata kebun durian ini sangatlah mudah. Dari Kota Bogor cukup satu kali naik angkutan kota jalur 03 jurusan Ramayana-Cihideung. Akhir dari rute angkutan kota ini sudah berada sangat dekat dengan lokasi wisata kebun durian ini. Hanya berjalan beberapa langkah dari terminal akhir angkutan kota, pengunjung bisa langsung melihat papan nama bertuliskan Warso Farm. Berdekatan dengan papan nama itu, terdapat 'patung' durian yang berukuran sangat besar. Di situlah lokasi agrowisata kebun durian.

41

Pengunjung yang menggunakan kendaraan pribadi juga cukup mudah untuk mencapai lokasi ini. Dengan menyusuri jalan utama yang melintas di Desa Cihideung, para pengunjung dapat menemukan 'patung' durian ini. Jalur tersebut merupakan jalur alternatif yang menghubungkan Bogor dengan Sukabumi. Replika durian tersebut menjadi ciri yang sangat khas area wisata durian Warso Farm. Bagian yang pertama kali terlihat saat memasuki lokasi tersebut adalah tempat parkir yang sangat luas. Bersebelahan dengan tempat parkir, terdapat balai yang dindingnya penuh dengan foto-foto kegiatan di wisata kebun durian. Balai tersebut juga bisa menjadi lokasi bagi para pengunjung untuk mencicipi durian yang dipetik dari kebun durian seluas 8 hektar.

Sumber: nuttybugs.blog.friendster.com/ Kebun duriannya sendiri, berada tidak jauh dari balai tersebut. Pengunjung tinggal berjalan lebih masuk lagi untuk memasuki kebun yang tertata sangat rapi. Selain terdapat sekitar 800 batang pohon durian, di kebun ini juga terdapat hamparan sawah dan beberapa bangunan seperti saung untuk menjadi tempat istirahat. Di area persawahan ini, anak-anak

42

kecil bisa bermain lebih bebas. Area persawahannya sendiri luasnya sekitar 8 haktare. Jadi, luas total Warso Farm sekitar 15 hektar. Sedang bangunan berbentuk saung itu bisa menjadi tempat istirahat bagi pengunjung yang kelelahan setelah mengelilingi kebun. Di tempat ini pula, para pengunjung bisa menggelar pertemuan kecil dengan nuansa yang sangat menyegarkan. Ada juga bangunan permanen yang tersedia di wilayah perbatasan kebun durian dan area persawahan. Bangunan permanen ini bisa menjadi penginapan para pengunjung yang ingin menikmati malam hari di kebun durian. “Warso Farm” ini merupakan pelopor wisata durian di Indonesia. Oleh karena itu, seluruh fasilitas pendukung yang tersedia di lokasi ini memang disiapkan untuk menerima kunjungan wisatawan yang melimpah di akhir pekan atau hari libur. Di lokasi ini, pengunjung tidak hanya bisa menikmati durian segar dengan varitas unggul, tapi juga bisa belajar banyak tentang seluk-beluk buah tersebut. Berseberangan dengan kebun durian, terdapat lahan yang cukup luas tempat pembibitan berbagai varitas pohon durian. Di tempat ini, para pengunjung bisa melihat langsung proses pembiakan pohon durian. Beberapa petugas di areal pembenihan ini pun bersedia menjelaskan trik dan tips menanam durian agar bisa menghasilkan buah yang menggiurkan. Durian kesukaan Bung Karno Pemilik Warso Farm mengungkapkan bahwa lokasi wisata durian miliknya itu disiapkan sejak tahun 1980. Baru mulai tahun 1990, areal tersebut ditanami durian dengan berbagai varietas. Dia harus bolak-balik ke Thailand untuk belajar menanam durian yang baik. Selain itu, dia juga terus menjalin kontak dengan para petani durian di negara tersebut.

43

Maklumlah, sebagian besar tanaman durian yang berada di kebun tersebut memang jenis durian montong yang asalnya dari Thailand. Selain montong, juga ditanam berbagai varietas lainnya. Jenis durian yang bisa ditemui di lokasi agrowisata tersebut selain durian montong adalah, durian petruk, lai, simas, kaniau, hepe, tunan, D-24, sukun, citokong, cane, serta unggul bakul. ''Durian simas adalah durian kesukaan Bung Karno''. Pada awalnya, para pengunjung yang mengunjungi areal wisata kebun durian ini tidak ditarik biaya. Namun karena adanya risiko kerusakan yang harus ditanggung, saat ini pengunjung dikenai biaya Rp 5.000 per orang untuk masuk kebun durian ini. Kebun itu pun hanya bisa dimasuki pengunjung pada hari Sabtu dan Ahad. Selain hari itu, pengunjung hanya bisa menikmati durian di balai bagian depan Warso Farm. Di hari Jumat, seluruh area wisata durian ini tutup. Untuk mengelola lokasi wisata kebun durian ini, dipekerjakan 50 orang dari desa setempat. Setiap tiga bulan sekali, seluruh pegawai dikumpulkan untuk diberi nasihat mengenai filsafat hidup dan pentingnya menyatu dengan alam. Sebab, untuk bisa merawat tanaman (durian) ini, semua orang harus dapat benar-benar menyatu, kita harus tinggal di areal kebun. Di dalam areal wisata kebun durian inilah, Soewarso dan keluarganya tinggal. Selain pengunjung yang datang untuk berwisata, Warso Farm juga menjadi rujukan bagi mereka yang ingin berkebun durian. Lokasi wisata kebun durian ini sudah cukup banyak dikunjungi pejabat yang terkait dengan pertanian dari negara lain. ''Menteri pertanian Srilanka termasuk orang yang pernah datang ke sini''. Selain itu, juga banyak kepala daerah yang bertandang ke tempat agrowisata durian tersebut untuk menjajaki kemungkinan mengembangkan hal serupa di daerahnya. Bibit dan Pupuk dapat Dibuat Sendiri

44

Pada saat mulai membangun wisata kebun duriannya, Soewarso Pawaka mengaku sempat terkecoh oleh para pedagang bibit durian. Untuk membangun kebunnya, dia mengandalkan bibit yang dijual para pedagang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di situ, dia sering keliru dan terkecoh. Para pedagang bibit sering mengatakan bahwa bibit yang dijualnya adalah bibit durian montong. Ini adalah durian varitas unggul yang berasal dari Thailand. Selain buahnya besar, rasa duriannya juga manis dengan biji yang kecil dan daging yang sangat tebal. Setelah dinyatakan sebagai durian montong, Soewarso pun langsung membeli bibit itu. Namun setelah ditanam, ternyata bukan durian montong yang dibuahkannya, melainkan durian lokal biasa. Terpaksalah, tanaman itu ditebang dan diganti lagi dengan bibit baru. Lokasi wisata kebun duriannya sekarang sudah mengembangkan sendiri bibit-bibit durian varitas unggul. Menurut penanggung jawab kebun, bibit yang dihasilkannya memiliki sifat yang mirip dengan induknya. Bibitbibit itu, juga dijual secara bebas. Setiap bulan, kebun tersebut bisa memproduksi sekitar 7.000 bibit durian varitas unggul. Selain bibit, Warso Farm juga membuat pupuk sendiri untuk menyuburkan tanaman durian. Pupuk itu tidak lain adalah kompos yang merupakan campuran pupuk kandang dengan sampah dedaunan. ''Kalau kita membeli pupuk di luar harganya Rp 4.000 per kilogram, di sini hanya Rp 1.000 per kilogram,'' ungkap Buyung. Sampah dedaunan bisa diperoleh dari area perkebunan. Sedang pupuk kandangnya, dikumpulkan dari warga setempat yang memelihara ternak. 'Beberapa karyawan di sini juga ada yang biasa mengumpulkan kotoran ternak. Pupuk kandang tersebut bisa memberi penghasilan tambahan kepada warga setempat. Pemilik wisata kebun durian mempunyai obsesi untuk membuat kompos dalam skala yang lebih besar dengan memanfaatkan sampah.

45

Usaha ini direncanakan untuk dapat mengolah banyak sampah yang menumpuk di tempat-tempat pembuangan sampah menjadi kompos yang sangat bermanfaat bagi kebun durian.

ENTEPRENEURSHIP PETANI DURIAN Digelarnya acara-acara basar-basar, pameran dan kontes buah durian secara berkesinambungan, ternyata berdampak positif terhadap para penggemar buah durian, dan para stakehoder agribisnis durian. Sekelompok orang yang terdiri dari petani pemilik durian dan pedagang durian yang tergabung dalam paguyuban masyarakat durian mencoba membangun kelembagaan jaringan pasar durian yang cakupannya luas. Kawasan Ngebel, adalah salah satu lokasi di Kabupaten Ponorogo yang dikenal sebagai salah satu sentra penghasil durian yang berjarak dekat dari pusat kota Ponorogo dan Madiun. Selama ini, para petani durian selalu diperlakukan eksploitatif oleh para pemilik kapital dengan melakukan praktek tebas, ijon dan gadai. Harga durian yang diterima petani selama ini jauh dari nilai kelayakan. Kegiatan promosi durian dalam bentuk kegiatan Kontes Durian telah memberikan dampak yang luar biasa terhadap harga jual durian. Secara berkesinambungan dapat dilakukan kegiatan sejenis sebagai langkah konstruktif membangun kemandirian dan pemberontakan terhadap kelembagaan pasar yang selama ini kurang memihak kepada petani/ pekebun. Aktifitas seperti ini pasti didukung oleh Pemkab Ponorogo dan KADIN Kabupaten Ponorogo bersama stakeholder suasta yang terkait. Misalnya acara ”SEPEKAN DURIAN NGEBEL” dengan mengundang PARA PEJABAT pemerintah daerah dan stakeholders masyarakat durian, seluruh undangan dapat diyakinkan bahwa cita rasa durian Ngebel berbeda dengan jenis durian yang lain. Durian Ngebel

46

memiliki

keunggulan

komparatif

dibanding

durian

lain.

Segenap

stakeholders sangat optimis bahwa upaya membangun branding durian Ngebel selama ini tidak sia-sia. Memberi stempel durian berkualitas pada durian-durian Ngebel merupakan sebuah perjalanan panjang yang harus dilalui secara istiqomah. Ketika para stakeholders dari Ngebel menceritakan keinginan untuk membangun kelembagaan pasar di Kota Ponorogo dan sekitarnya ada 4 hal penting dalam pengembangan capacity building: 1. Pembelajaran membuka akses pasar durian di wilayah lain (di luar Kabupaten Ponorogo), 2. Pembelajaran konsumen, 3. Pembelajaran mengorganisir produksi para anggotanya dan 4. Pembelajaran mendistribusikan produk dalam jumlah dan waktu yang tepat. Kesemua pengalaman empiris yang dilakukan oleh segenap stakeholders durian akan mempengaruhi kemampuan bisnis mereka di masa depan. Selama waktu penyelenggaraan promosi atau pameran biasanya akan diperagakan kemampuan dan tanggungjawab stakeholder dalam melayani para konsumen dan pengunjung. Biasanya pada hari-hari pelaksanaan pameran akan dapat terjual sejumlah buah durian dengan rupiah tertentu. Jarak yang relatif jauh dari pusat produksi ke lokasi penjualan bukanlah menjadi kendala untuk mengirim pasokan secara tepat waktu. menentukan harga yang layak di tingkat

47

Sumber: smartjepara.blogspot.com/2010/01...ara.html

MEMBANGUN BRANDING DURIAN NGEBEL Kawasan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, merupakan salah satu sentra penghasil buah durian adalah fakta yang tidak terbantahkan. Pada saat ini di Ngebel terdapat sejumlah besar pohon dan kebun durian produktif. Setiap tahunnya pohon-pohon ini menghasilkan buah durian dengan aneka ragam kualitas. Beberapa jenis/varietas tanaman durian dengan bentuk dan citra rasa yang nikmat yang berbeda satu dengan lainnya. Nama jenis dan varietas durian Ngebel juga cukup unik karena nomenklaturnya tidak lepas dari keunggulan komparatif kawasan wisata alam Danau Ngebel. Masalah yang dihadapi petani durian Ngebel sampai saat ini masih berkutat pada (a) praktek tebas, ijon, gadai yang secara ekonomi sangat mengeksploitasi petani; (b) terbatasnya kemampuan farm management; (c) dukungan institusi pembiayaan yang sangat terbatas; dan (d) belum tersedianya dukungan teknologi industri pasca panen. Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi yang diselenggarakan pada tanggal 5 Februari 2009 di Dinas Koperasi UMKM JemberKontes

48

durian Sumberjambe yang diselenggarakan pertama kali pada tanggal 5-6 April 2008 yang diselenggarakan pertama kali yang dikunjungi ribuan orang dari berbagai wilayah dan berhasil menjual 44.700 buah durian dengan nilai transaksi Rp. 335.350.000,- dalam waktu 2 hari. Multiplier effect kontes durian 2008 dirasakan manfaatnya pada tahun ini yang diindikasikan oleh semakin mahalnya biaya tebas/sewa/ijon untuk setiap pohon durian produktif serta semakin banyaknya jumlah pedagang durian. Kesemuanya itu menunjukkan respon pasar yang positif serta struktur pasar yang semakin adil dan semakin berpihak kepada produsen (petani). Kontes durian 2008 juga telah menghasilkan 3 varietas unggul lokal yaitu varietas Si Hakim, Si Fatimah dan Si Pelor yang akan dikembangkan melalui teknologi pembibitan. Berdasarkan informasi masyarakat durian dari Ngebel, meskipun produksi durian dari tahun ke tahun ini beragam, petani dan pedagang durian Ngabel menghendaki tetap dilaksanakannya kegiatan semacam promosi dan kontes durian. Atas prakarsa para stakeholders, format Kontes durian atau apapun kegiatan pemberdayaan koperasi dan petani durian diarahkan untuk membangun branding durian Ngebel. namanya patut diberikan apresiasi yang luar biasa, mudah-mudahan semua hal yang dilakukan akan berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan segenap stakeholders durian di Ngebel dan sekitarnya. KONTES DAN BURSA DURIAN SE JAWA TIMUR Di BPTP Jawa Timur (27 s/d 1 Maret 2010) Dalam rangka menggali dan lebih memasyarakatkan potensi ragam jenis buah durian yang ada di seluruh wilayah Jawa Timur, serta aneka produk olahan berbahan baku durian, BPTP Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas Pertanian Propinsi Jawa Timur, dan stakeholder masyarakat durian, menggelar kegiatan KONTES DAN BURSA DURIAN

49

& ANEKA BUAH SE JAWA TIMUR, yang berlangsung mulai tanggal 27 Pebruari s/d 1 Maret 2010, di BPTP Jawa Timur. Acara Kontes buah ini diikuti oleh petani, pemilik tanaman durian unggul yang ada di seluruh wilaayh Jawa Timur. Acara bursa buah ini mendapatkan respon yang bagus dari para penggemar dan penikmat buah durian, yang khusus datang dari berbagai tempat di Jawa Timur. Agenda kegiatan bursa buah durian adalah sbb : Bursa Durian dan Aneka Buah – di depan AGROMART Jawa Timur, yang berlangsung mulai pk. 10.00 – 22.00) Kontes Durian se Jawa Timur di Aula Wedhar Taru – Jawa Timur Acara juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, a.l : 1. Peragaan perbanyakan bibit buah dengan cara sambung dini dan top working 2. Peragaan aneka produk olahan berbahan baku durian 3. Bursa Sembako Murah di AGROMART 4. Bursa aneka produk. Kontes Durian ini diikuti oleh sekitar 40 jenis durian lokal yang berasal dari wilayah di Jawa Timur. Dari hasil penilaian dan evaluasi juri (berdasarkan aroma, warna, tekstur dan edible portion (bagian yang dapat dimakan) terpilih para juara sbb : - Juara I - Juara II - Juara III : Ds. Kaweran, Kec. Talun, Blitar : Ds. Dukuh, Kec. Wtulimo, Trenggalek : Ds. Ngadirejo, Kec. Ngantang, Malang BPTP BPTP

- Juara Harapan: Ds. Plangkrongan, Kec. Poncol, Magetan Juara dari Kontes Durian mendapatkan trophy, sejumlah uang, sertifikat dan prioritas untuk dibantu dalam proses pelepasan varietas duriannya oleh Menteri Pertanian.

50

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful