Dalihan Natolu System Demokrasi Versi Batak

Dalihan Natolu sebagai system kekerabatan orang batak ternyata mempunyai nilai yang tidak kalah dengan system lain yang sangat populer saat ini, yaitu Demokrasi. ³Dalihan Natolu´ ini melambangkan sikap hidup orang batak dalam bermasyarakat. Sistem kekerabatan orang Batak menempatkan posisi seseorang secara pasti sejak dilahirkan hingga meninggal dalam 3 posisi yang disebut DALIHAN NA TOLU (bahasa [«] The article starts below... Written by elkana on July 10th, 2006 with no comments. Read more articles on Serba-serbi Adat batak. Dalihan Natolu sebagai system kekerabatan orang batak ternyata mempunyai nilai yang tidak kalah dengan system lain yang sangat populer saat ini, yaitu Demokrasi. ³Dalihan Natolu´ ini melambangkan sikap hidup orang batak dalam bermasyarakat. Sistem kekerabatan orang Batak menempatkan posisi seseorang secara pasti sejak dilahirkan hingga meninggal dalam 3 posisi yang disebut DALIHAN NA TOLU (bahasa Toba) atau TOLU SAHUNDULAN (bahasa Simalungun). Dalihan dapat diterjemahkan sebagai ³tungku´ dan ³sahundulan´ sebagai ³posisi duduk´. Keduanya mengandung arti yang sama, µ3 POSISI PENTING¶ dalam kekerabatan orang Batak yang terdiri dari : 1. HULA HULA atau TONDONG, yaitu kelompok orang orang yang posisinya ³di atas´, yaitu keluarga marga pihak istri. Relasinya disebut SOMBA SOMBA MARHULA HULA yang berarti harus hormat kepada keluarga pihak istri. ³HulaHula´ adalah Orang tua dari wanita yang dinikahi oleh seorang pria, namun hulahula ini dapat diartikan secara luas. Semua saudara dari pihak wanita yang dinikahi oleh seorang pria dapat disebut hula-hula. Marsomba tu hula-hula artinya seorang pria harus menghormati keluarga pihak istrinya. Dasar utama dari filosofi ini adalah bahwa dari fihak marga istri lah seseorang memperoleh ³berkat´ yang sangat didominasi oleh peran seorang istri dalam keluarga. Berkat hagabeon berupa garis keturunan, hamoraon karena kemampuan dan kemauan istri dalam mengelola keuangan bahkan tidak jarang lebih ulet dari suaminya, dan dalam hasangapon pun peran itu tidak kurang pentingnya. Somba marhulal-hula supaya dapat berkat. 2. BORU, yaitu kelompok orang orang yang posisinya ³di bawah´, yaitu saudara perempuan kita dan pihak marga suaminya, keluarga perempuan pihak ayah. Boru adalah anak perempuan dari suatu marga, misalnya boru Hombing adalah anak perempuan dari marga Sihombing. Prinsip hubungan nya adalah ELEK MARBORU artinya harus dapat merangkul boru/sabar dan tanggap. Dalam kesehariannya, Boru bertugas untuk mendukung/membantu bahkan merupakan tangan kanan dari Hula-hula dalam melakukan suatu kegiatan. Sangat diingat oleh

misalnya budaya banyak bicara sedikit bekerja. Teal yang artinya sombong. jambar hepeng (uang). dll. 2. jambar hata. karena kedudukannya dalam hubungan kekerabatan/adat. bahwa kedudukan ³di bawah´ tidak merupakan garis komando. tetapi harus dengan merangkul mengambil hati dari Boru . ³jambar´ itu adalah hak pribadi atau suatu kelompok. Hal ini terlihat dari banyaknya pengacara-pengacara batak yang sukses. sesuai dengan agama/iman kepercayaan kelompok yang menyelenggarakan acara). Memang orang batak terkenal pintar berbicara. Yang hitam bisa jadi putih dan yang putih bisa jadi hitam ditangan pengacara batak (walaupun tidak semua).filosofi ELEK MARBORU. Dalam sebuah acara adat. sikap hidup. Namun ada beberapa hal negatif dari budaya batak yang harus kita tinggalkan. DONGAN TUBU atau SANINA. yang dapat terlihat dari cara bicara.Dalihan Na Tolu bukanlah kasta karena setiap orang Batak memiliki ketiga posisi tersebut. Lebih tepat dikatakan bahwa Dalihan Na Tolu merupakan SISTEM DEMOKRASI Orang Batak karena sesungguhnya mengandung nilai nilai yang universal. Dapat dikatakan. Keterangan pembuka: 1. artinya HATI-HATI menjaga persaudaraan agar terhindar dari perseteruan. ada saatnya menjadi Hula hula/Tondong. yakni: jambar ulos. Itulah realitas kehidupan orang Batak yang sesungguhnya. Late yang artinya Iri Hati. Kalau ketiga jambar lain relatif tidak menuntut suatu kemampuan/keahlian . Konon orang batak suka mendendam sesama saudara. A. yaitu: teman/saudara semarga . jambar pasahathon pasu-pasu (untuk memimpin doa dalam suatu acara khusus. adalah sesuatu yang diterima atau diperoleh seseorang.nya 3. harta atau status seseorang. setidak-tidaknya dikenal lima jenis jambar. ada saatnya menempati posisi Dongan Tubu/Sanina dan ada saatnya menjadi BORU. Dengan Dalihan Na Tolu. Apakah HoTeL ini hanya ada pada orang Batak saja? Kita sebagai generasi muda harus dapat mempertahankan budaya yang positif dan meninggalkan yang negatif. adat Batak tidak memandang posisi seseorang berdasarkan pangkat. seorang Gubernur harus siap bekerja mencuci piring atau memasak untuk melayani keluarga pihak istri yang kebetulan seorang Camat. berdasarkan kedudukannya dalam adat Batak. Jambar. jambar juhut (daging). HoTeL adalah singkatan dari: Hosom yang artinya dendam. Dalihan Na Tolu ini menjadi pedoman hidup orang Batak dalam kehidupan bermasyarakat. yaitu kelompok orang-orang yang posisinya ³sejajar´. Dalam kehidupan & budaya orang Batak.Prinsip Hubungannya adalah MANAT MARDONGAN TUBU. Hal lain yang negatif adalah budaya ³HoTeL´. Akan tetapi kepintaran berbicara ini sering disalahgunakan untuk membolak-balikan fakta.

Umumnya ³jambar hata´ dibagikan kepada orangperseorangan. Ada kalanya kelak. Dalam buku ini. dsb. ale-ale & dongan sahuta. dan menurut ³kelompok Ompu. Kalau tidak. maka ada baiknya kami sajikan beberapa di antaranya untuk dikaji/dipelajari oleh generasi muda. sudah menjadi sangat langka. kalau mereka sadar bahwa adat Batak perlu dilestarikan.khusus dari diri seseorang. jambar akan digeserkan kepada yang lebih muda. martandang (menemui dan berbicara dengan gadis-gadis yang diharapkan dapat dipinang). atau beberapa orang dalam satu kelompok (menurut ³horong´: misalnya ³horong´ hula-hula. atau lebih baik ditutup atau disimpulkan melalui pengucapan umpama (umpasa). Yang disajikan di bawah hanyalah umpama (umpasa) yang kami anggap sederhana atau paling dasar. karena cukup hanya menerima saja (paling-paling hanya perlu mengucapkan terimakasih). setidak-tidaknya kalangan suku-suku Melayu. dalam berbagai acara (occasion) itu. dlsb. kerabat semarga). Karena jambar hata (dalam occasion apapun) seringkali menuntut. semua sub-etnik dalam suku Batak juga menggunakan pepatah-petitih dalam hal setiap perhelatan adat. penerima jambar hata selalu terdiri dari beberapa orang dalam kelompoknya. dua di antara jambar itu menuntut kemampuan atau kepandaian berbicara di hadapan umum. orang-orang tua atau yang dituakan dalam kelompok.´ di kalangan yang berkakak-adik (dongan tubu. generasi yang lebih muda harus mempelajari atau mempersiapkan diri untuk itu.´ Karena itu. Hendaknyalah setiap orang mempelajarinya sendiri melalui nalarnya mengamati setiap jenis acara adat yang pernah diikutinya . Sehingga mereka dapat memilih/menghormati salah satu di antara mereka untuk menyampaikannya (biasanya yang tertua. merupakan standar yang tidak terlalu sulit digunakan secara umum. 3. B. atau hanya untuk sekedar penyampaian nasehat. seperti misalnya kematian. Pada dasarnya. dsb). pemimpin lingkungan. Peranan penyampaian umpama (umpasa): Seperti suku-suku bangsa lainnya di kawasan Nusantara. kecelakaan. kami tidak bermaksud memberikan contoh-contoh bentuk kata-kata (sambutan) yang akan disampaikan oleh seseorang dalam hal memenuhi haknya menerima jambar hata dalam bentuk ³prosa´. kalau memang mampu. yakni jambar hata dan penyampaian doa pasu-pasu. boru/bere. bahkan dalam occasion (peristiwa) lain. baik menurut umur maupun menurut kedudukan dalam ³tarombo´. 4. Kami menyajikan menurut . atau tidak punya kemampuan menerima kehormatan ³jambar hata.

1. danggur-dangur barat ma tongon tu duhut-duhut Nunga butong hita mangan. Ba haroan ni ulaonta on. Umpama dan tanya-jawab pembuka dalam hal menerima/penyampaian makanan adat: Dimulai dengan kata basa-basi (prosa) pembuka dari si penanya. panggabean. sai ganda ma na hinolit tu joloansa on Dan ditutup dengan: Anggo sintuhu ni sipanganon masak na hupasahat hami Ba. dipaboa amanta suhut. Atau: Ba. dia nidokna. dan disambung: Asa bagot na marhalto ma na tubu di robean Ba horas ma hamu na manganhon. dia unokna Dia ma hatana. tu gandana ma di hami na mangalean Ekstra: Taringot di sipanganon na hupasahat hami rajanami Molo tung na mangholit hami.kelompok penggunaannya. mahap marlompan juhut. parhorasan do rajanami (tu hula-hula). Haroan ni ulaonta on. Tung tangkas ma dipaboa amanta suhut Respons si-pemberi (pembawa) makanan: Kata basa-basi pembukan (prosa). dia ma langkatna. tu hamu raja ni hahaanggi (bila makanan itu untuk kawula yang berkakak-adik) . maka perlu disambung dengan: Asa.

tangkasan uju Angkola Asa tangkas hita maduma. Jawaban penutup: I ma tutu rajanami. yang memintakan berkat: a. tung tungkas ma dipaboa amanta suhut. donganmu sarimatua 3) Pir ma pongki. terutama bagi generasi muda. Jadi. asa songon hata ni natua-tua do dohonon: Siangkup ninna. bahul-bahul pansalongan Sai pir ma tondimuna. Di zaman modern ini di perantauan (karena soal faktor keterbatasan waktu). boleh saja mengucapkan hanya satu saja. lima. nunga apala dipadua hali raja i manungkun Ba saonari. Perkawinan (kepada penganten)² Biasanya umpama ini harus disampaikan dengan jumlah ganjil. tiga. tu ombun na sumorop Asa anak pe antong di hamu riris. tubuan sikkoru di dolok ni Purbatua Sai tubuan anak. sipeopon ni roha. maksud tujuan acara adat itu) 2. ima:««. jala siudur songon na mardalan Ba. tujuh dsb. Umpama dalam berbagai perhelatan. angkup ni angka na uli na denggan. boru pe antong torop 2) Tubuan laklak ma. mis: satu. Asa adong sibegeon ni pinggol. dan disambung dengan: Antong raja ni «««. tangkasan hita mamora. tubuan boru ma hamu. (dia ceritakan secara singkat dalam bentuk prosa.Sambungan sapaan-pertanyaan dari si penerima makanan: Dimulai lagi dengan kata basi-basi.. Kalau mampu menghafalnya. Asa tangkas ma uju Purba. boleh sampai tiga umpama: Contoh: 1) Bintang na rimiris ma. jala tongtong hamu masihaholongan 4) Pinantik hujur tu jolo ni tapian .. tung tangkas ma antong paboaonnami: Anggo siangkupna dohot sidonganna rajanami. songon na hundul.

sahat tu panggabean. tak tak perlu ada umpama penutup. sahat-sahat ni solu ma. tusi ma dapot parsaulian 5) Pangkat-hotang. Bila kita harus menyampaikan ulos pansamot (kepada orangtua penganten lakilaki) atau kepada besan kita: beberapa umpama yang relevan antara lain adalah: 1) Andor halukka ma patogu-togu lombu Saur ma hamu matua. sitorop rantingna Sitorop ma nang bulungna . Tapi kalau menyampaikan dua atau empat. patogu-togu pahompu 2) Eme sitamba-tua ma parlinggoman ni siborok Tuhanta Debata do silehon tua. garinggang jala garege Tubuan anak ma hamu. Sahat ma tu parhorasan. 7) Tubu ma hariara. sude ma hita on diparorot 3) Tubu ma dingin-dingin di tonga-tonga ni huta Saur ma hita madingin. di tonga-tonga ni huta Sai tubu ma anak dohot borumu Na mora jala na martua Kalau ³umpama´ diucapkan (disampaikan) hanya satu (single) di antara umpama di atas. tumangkas hita mamora 4) Sitorop ma dangkana. partahi jala ulubalang Tubuan boru par-mas jala pareme. atau bahkan enam. sebaiknya ditutup dengan umpama pembuat jumlahganjil berikut: Asa. tusi ma dapot pangomoan 6) Tangki jala hualang.Tusi hamu mangalangka.Tu dia hamu mangalangka. sahat tu bontean Sai sahat ma hita on sude mangolu.

pasauthon ma Tuhanta Debata 3). dan diakhiri dengan puisi (umpama) berikut: Asa balintang ma pagabe. Asa naung sampulu pitu ma. Umpama oleh Raja-parhata dari pihak parboru dalam hal mengucapkan dan akan membagi uang ³ingot-ingot´ (setelah menerima porsi dari pihak paranak untuk digabungkan): Nunga jumpang tali-aksa ihot ni ogung oloan . torop anggina Torop ma nang boruna Umpama di atas. Tuntunan dari pihak hula-hula kepada pihak boru. ai nunga hamu masipaolo-oloan c. karena menerima permintaan bimbingan (paniroion) terhadap pembicaraan pihak-suhut dengan pihak besannya: Lebih dahulu mengucapkan kata basa-basi tuntunan secara ³prosa´. atau pihak lain untuk kita: Setelah mengucapkan kata-kata mangampu secara ³prosa´. bulungna i rata-rata Di angka pasu-pasu na nipinasahatmuna. dan tentu saja sebaiknya ditutup dengan ´Sahat-sahat ni solu««dst. Tingko ma inggir-inggir. jumadi sampulu-alu Sude hata na uli na pinsahatmunai. ampuonnami ma i martonga ni jabu. b. hata nauli na pinasahatmuna i Sai unang ma muba. termasuk dalam bentuk acara ³selamatan´ lain-lain. maka diakahiri dengan puisi (umpama) berikut: 1). tumundalhon sitadoan Arimuna ma gabe. Mangampu (mengucapkan kata sambutan terimaksih) terhadap kata-kata ucapan syukur dari pihak hula-hula. tio ninna lote Sude hata na denggan.´. Asa turtu ma ninna anduhur.Sai torop ma hahana. unang ma mose. 2). d. dapat pula dipakai untuk memberikan kata berkat/pasu-pasu kepada pihak lain.

setelah menerima porsi uang olop-olop dari fihak paranak untuk digabungkan: Asa binanga ni Sihombing ma binongkak ni Tarabunga Tu sanggar ma amporik. maka ditutup dengan puisi (umpama): Asa songon hata ni umpama ma dohononku: Bagot na madungdung ma. na magodang sude marlas ni roha« Olop-olop. olop-olop. karena kematian di luar bentuk ³saur-matua´ (terkadang juga di luar ³sarimatua´): Setelah mengucapkan kata-kata penghiburan dalam bentuk prosa. ala tangkas do hita masipaolo-oloan Bulung ni losa ma tu bulung ni indot Bulung motung mardua rupa. sai ro ma angka na jagar. . to lombang ma satua Sinur ma na pinahan.« Asa aek siuruk-uruk. Sude na tahatai i ingkon taingot Asa unang adong hita na lupa «. Umpana dalam waktu menutup pembicaraan dalam pesta-kawin: dengan cara membagi uang ³Olop-olop. jala gabe na niula Simbur magodang angka dakdanak songon ulluson pura-pura Hipas angka na magodang tu pengpengna laho matua Horas pardalan-dalan. e. f. ma tu silanlan aek Toba Na metmet soadong marungut-ungut. tu pilo-pilo na marajar Sai salpu ma angka na lungun. Ingot-ingot. olop-olop.. ingot-ingot.Nunga sidung sude hata. ingot-ingot. Dukacita: Hanya dalam keadaan duka-cita yang mendalam.´ oleh Raja-parhata fihak parboru. mangomo nang partiga-tiga Manumpak ma Tuhanta dihorasi hita saluhutna.

Dalam pagelaran pesta Horja Bius diadakan yang namanya Hahomion Ritual Hahomion adalah upacara yang dilakukan oleh nenek moyang kita terdahulu yang ditujukan untuk pemujaan kepada roh leluhur dan kekuatan gaib. Tujuan ritual Hahomion untuk memohon agar roh dan kekuatan kekuatan gaib tetap memantau kehidupan warga dan memohon kepada Mulajadi Na Bolon agar senantiasa memelihara. dan ketentraman hidup warga. Untuk mengatur kepentingan bersama beberapa kampung atau huta membentuk federasi atau persekutuan yang sifatnya masih terikat satu dengan lainnya. Dalam pagelaran pesta Horja Bius diadakan yang namanya Hahomion. bagian kepala. tepung beras. mendatangkan kemakmuran. Kumpulan huta disebut horja. . Nenek moyang kita dahulu percaya bahwa roh leluhur masih memiliki peran dalam kehidupan keturunannya. pangkal paha bagian atas. ikan. leher. Persembahan ini dimaksudkan sebagai bukti nyata dari warga untuk pengakuan akan adanya kekuatan gaib yang mengiringi kehidupan.Atau: Hotang binebebe. dada/badan. g. komunitas orang Batak Toba adalah persekutuan masyarakat yang paling kecil yang dibentuk oleh marga. songon sibokka siapari. Mulanya mereka tinggal di kampung induk tetapi karena penduduknya terus berkembang menyebabkan terbentuk huta-huta yang baru. Mereka juga percaya bahwa roh nenek moyang senantiasa memantau kehidupan sosial kemasyarakatan. hotang pinulos-pulos Unang hamu mandele. Perlengkapan bahan makanan meliputi dari hewan. ai godang do tudos-tudos. paha bagian tengah kaki bagian depan dan belakang. buahbuahan diantaranya adalah: * Satu Ekor Kambing Putih (hambing putih) yang dimasak dan dipotong sesuai potongan sendi tulang kambing. Nasehat: untuk yang tak mungkin menikmati/memperoleh lagi sesuatu seperti di masa lalu: Ndang tardanggur be na gaung di dolok ni Sipakpahi Ndang haulahan be na dung. Maksud diadakannya Ritual Hahomion untuk memberikan sesajen/persembahan kepada kekuatan gaib dan roh leluhur. Perserikatan horja ini lebih banyak mengurus hal yang berhubungan dengan duniawi.

dipotong sesuai potongan sendi tulang ayam. kelapa digongseng setengah matang dicampur sampai menyatu dan dapat dibentuk.Daging kambing ini dimasak dengan bumbu seperti cabe. kueh dari tepung beras dicampur dengan pisang. bawang putih. Semua bahan secukupnya dibuat seperti bumbu kare. jahe. * Ayam Jantan (manuk faru basi bolgang). ayam dipotong dibelah/dikeluarkan bagian dalam perutnya. ketumbar gonseng. Ayam ini yang memasak khusus suami dan hanya para suami yang boleh makan ayam ini nantinya bila ritual selesai. * Ihan Batak yakni ikan khusus dari danau toba yang dimasak utuh satu ekor dengan terlebih dahulu dibersihkan bagian perut dan diberi bumbu cabe. . sayap. * Itak Nani Hopingan. dada. bawang merah. sere. potongan berupa. merica. itak gurgur dan bahan lainnya. paha pangkal. bawang merah bawang putih. * Ayam Putih Jantan (Manuk Putih Jantan/manuk mira). merica. Bahan kue ini dari tepung beras. Di atas itak nani hopingan diberi telur. garam. dada. jahe. * Itak Gurgur atau Pohul-pohu. garam. kaki. bawang merah bawang putih. Kueh ini dimaksudkan sebagai lambang pemberi semangat. paha bawah. kepala. leher. paha pangkal. jahe. tuah/punggung. bunga raya dan roddang (kembang jagung). serre. potongan berupa. buntut. Ayam ini utuh ditujukan kepada yang sakti. buah pala dan jintan. buah pala dan jintan. Semua bahan secukupnya dibuat seperti bumbu kare disajiakan/disusun sesuai urutan ketika hewan hidup dalam pinggan pasu atau piring biasa/piring keramik putih ukuran sedang. ketumbar gonseng. paha bawah. direbus/dikukus sampai matang. tuah/punggung. gula putih. dengan menggunakan jari/genggaman. rempelo/bagian dalam perut. lengkuas. kaki dan buntut dimasak dengan bumbu cabe. lengkuas. disajikan di atas nasi kuning yang diberi bumbu di sertakan dengan pisang. lengkuas. merica. buah pala dan jintan. darahnya dicampurkan ke bumbu dan dilumuri secara menyeluruh. gula merah ditumbuk/dicetak bisa berbentuk bulat diletakkan di piring. sayap. garam. rempelo/bagian dalam perut. Bahan kue ini dari tepung beras dimasak tanpa gula kemudian dipadatkan dibentuk menggumpal/membulat. disajikan. * Sagu-sagu. sere. ayam dicuci dan dipanggang. * Ayam Jantan Merah Panggang (manuk mira narara pedar) dipotong sesuai potongan sendi tulang ayam. Semua bahan secukupnya dibuat seperti bumbu kare. gula putih. Disajikan dalam pinggan pasu dengan posisi ayam duduk. sebelum direbus diberi bumbu rendang tapi tak memakai santan. leher. kepala. ketumbar gonseng. pisang dan mengemangeni pining (bunga pinang) Kueh ini dimaksudkan sebagai lambang minta doa restu. disusun sesuai urutan ketika hewan ini hidup dalam pinggan pasu/piring besar dari keramik.

* Pergondangan yaitu menyiapkan satu gordang (gondang besar). bagi perempuan ulos diselempangkan atau diselendangkan sebagai pengganti baju.* Anggir pangurason yakni air yang dicampur dengan jeruk purut. Bagi orang tertentu memakai ikat kepala menunjukkan kedudukan dalam pranata sosial. di atas lobang tersebut diletakkan jeruk purut dan bunga raya merah. bunga raya dan dedaunan untuk penawar dan bahan lainnya. * Perlengkapan pakaian untuk semua peserta upacara adalah memakai pakaian adat Batak Toba (ulos). * Aek Naso ke mida matani ari (air kelapa muda ) air yang bersih dan steril. cengkeh. * Perlengkapan makan sirih yaitu daun sirih.-. * Tanduk horbo paung yang terbuat dari pisang berukuran besar-besar seperti pisang ambon/pisang Batak yang dimaksudkan sebagai penyegar perasaan. bara api. Cara penyajiannya kelapa muda dilobangi bagian atasnya. * Hajut/kampil. ditaruh dalam wadah berupa cawan putih. kapur. * Assimun pangalambohi adalah bahan yang terbuat dari timun dipotong panjang dimaksudkan sebagai penyegar perasaan. Upacara adat horjabius ini dilakukan untuk sekedar mengenang ritual yang dilakukan nenek moyang kita BatakToba yang terdahulu dan disamping itu mereka hendak melestarikan budaya yang mereka miliki yang juga berguna untuk menarik wisatawan kedaerah Batak. Khusus Datu memakai pakaian baju berwarna hitam yaitu melambangkan bahwa datu tersebut seolah-olah bertindak sebagai perlambang kehadiran Debata Batara Guru (salah satu dari Debata Na Tolu) yang merupakan wujud pancaran kasih Debata Mulajadi Na Bolon perihal kebijakan. * Perlengkapan lainnya adalah ³Dupa´ tempat membakar kemenyan. uang pecahan (hepeng) nilai terbesar Rp.000. dan ditaburkan kemenyan sedikit demi sedikit. bagi laki-laki ulos disarungkan dan diselempangkan tanpa baju. . ogung ihutan dan 1 ogung oloan panggor dan 1 buah sarune. sementara pada kepala memakai ikat kepala berwarna merah yakni melambangkan Debata Bata Bulan yang merupakan wujud pancaran kasih Debata Mulajadi Na Bolon perihal kekuatan. Hajut ini sebagai perlambang kunci persembahan yang dibawa oleh Datu/dukun dan diletakkan di atas meja persembahan bersama bahan sajen lainnya.100. yakni wadah yang diisi abu. 5 buah topong (gondang yang ukurannya lebih kecil) 1 buah kesik (hesek-hesek) dan 2 buah ogungdoal (Gong). Aroma khas kemenyan dimaksudkan untuk mengundang kehadiran mahluk gaib/kekuatan gaib untuk hadir dan menyatu dalam ritual yang dilaksanakan. gambir. buah pinang dan tembakau. ditutup dengan daun sirih. sumpit putih diisi beras.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful