KEHIDUPAN SUKU ASMAT

sebuah suku di papua. suku asmat dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik. populasi suku asmat terbagi Suku asmat adalah dua yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. kedua populasi ini saling berbada satu sama lain dalam hal cara hidup,sturktur sosial dan ritual.populasi pesisir pantai selanjutnya terbagi kedalam dua bagian yaitu suku bisman yang berada di antara sungai sinesty dan sungai nin serta suku simai. Ada banyak pertentangan di antara desa asmat. yang paling mengerikan adalah cara yang dipakai suku asmat membunuh musuhnya. ketika musuh bunuh, mayatnya dibawa kekampung, kemudian dipotong dan dibagikan kepada seluruh penduduk untuk memakan bersama. mereka menyanyikan lagu kematian dan memenggal kepalanya. otaknya dibunngkus daun sago dan dipanggang kemudian dimakan. sekarang biasanya di satu kampung dihuni kira-kira 100 sampai 1000 orang. setiap kampung punya satu rumah bujang dan banyak rumah keluarga. rumah bujang dipakai untuk upacara adat dan upacara keagamaan. rumah keluarga dihuni oleh dua sampai tiga keluarga, yang mempunyai kamar mandi dan dapur sendiri. suku asmat meiliki cara yang sangat sederhana untukmerias diri mereka. mereka hanya membutuhkan tanah merah untuk menghasilkan warna merah. untuk menghasilkan warna putih mereka membuatnya dari kulit kerang yang sudah dihaluskan. sedangkan warnah hitam mereka hasilkan dari arang kayu yang dihaluskan. cara menggunakan pun cukup simpel, hanya dengan mencampur bahan tersebut dengan sedikit air, pewarna itu sudah bisa digunkan untuk mewarnai tubuh. selain budaya, penduduk kampung syuru juga amat piawai membuat ukiran seperti suku asmat umumnya. ukiran bagi suku asmat bisa menjadi penghubung antara kehidupan masa kini dengan kehidupan leluhur. di setiap ukiran bersemayam citra dan penghargaan atas nenek moyang mereka yang sarat dengan kebesaran suku asmat. patung dan ukiran umumnya mereka buat tanpa sketsa. bagi suku asmat kala menukir patung adlah saat di mana mereka berkomunikasi dengan leluhur yag ada di alam lain. itu dimungkinkan karena mereka mengenal tiga konsep dunia: Amat ow capinmi (alam kehidupan sekarang), Dampu ow campinmi (alam pesinggahan roh yang sudah meninggal), dan Safar (surga). percaya sebelum memasuki dusurga< arwah orang sudah meninggal akan mengganggu manusia. gangguan bisa berupa penyakit, bencana bahkan peperangan. Maka, demi menyelamatkan manusia serta menebus arwah, mereka yang masih hidup membuat patung dan mengelar pesta seperti pesta patung bis (Bioskokombi), pesta topeng, pesta perahu, dan pesta ulat ulat sagu. konon patung bis adalah bentuk patung yang paling sakral. namun kini membuat patung bagi suku asmat tidak sekadar memenuhi panggilan tradisi. sebab hasil ukiran itu juga mereka jual kepada orang asing di saat pesta ukiran. mereka tahu hasil ukiran tangan dihargai tinggi antara Rp. 100 ribu hingga jutaan rupiah diluar papua.

sturktur sosial dan ritual. cara menggunakan pun cukup simpel. suku asmat dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik. hanya dengan mencampur bahan tersebut dengan sedikit air. kemudian dipotong dan dibagikan kepada seluruh penduduk untuk memakan bersama. Anda sebagai pecinta wisata budaya pasti kenal dengan patung asmat? Sebuah karya yang sangat fenomenal. setiap kampung punya satu rumah bujang dan banyak rumah keluarga. populasi suku asmat terbagi dua yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Ada banyak pertentangan di antara desa asmat.com/social-sciences/sociology/1893522-suku-asmat/#ixzz0bIFWL1yo Suku asmat merupakan sebuah suku dengan berjuta juta keunikan. kedua populasi ini saling berbada satu sama lain dalam hal cara hidup.babi hitan. rumah keluarga dihuni oleh dua sampai tiga keluarga. tetapi ada kesamaan yaitu sangat menarik untuk dijadikan tujuan wisata budaya. Suku ini sangat dikenal dengan hasil karya seni ukirnya.populasi pesisir pantai selanjutnya terbagi kedalam dua bagian yaitu suku bisman yang berada diantar sungai sinesty dan sungai serta suku simai. rumah bujang dipakai untuk upacara adat dan upacara keagamaan. mereka menyanyikan lagu kematian dan memenggal kepalanya. komodo dll. serta menyimpan banyak potensi wisata. cara hidup ataupun budayanya. Suku asmat. yang mempunyaikamarmandidandapursendiri. yang paling mengerikan adalah cara yang dipakai suku asmat membunuh musuhnya.shvoong. selain budaya. Rumah bujang merupakan rumah untuk acara keagamaan dan adat. kasuari. untuk menghasilkan warna putih mereka membuatnya dari kulit kerang yang sudah dihaluskan. sekarang biasanya di satu kampung dihuni kira-kira 100 sampai 1000 orang. mereka hanya membutuhkan tanah merah untuk menghasilkan warna merah. Keduanya sangat berbeda dalam hal dialek. ular. suku asmat meiliki cara yang sangat sederhana untukmerias diri mereka. pewarna itu sudah bisa digunkan untuk mewarnaitubuh. kehidupan dari ketiga suku ini ternyata telah berubah. sedangkan rumah keluarga merupakan tempat tinggal untuk 2 atat 3 keluarga. Suku asmat adalah sebuah suku di papua. suku asmat darat. mereka juga selalu meramuh / menokok sagu sebagai makan pokok dan nelayan yakni mencari ikan dan udang untuk dimakan. sedangkan warnah hitam mereka hasilkan dari arang kayu yang dihaluskan. Asmat pesisir terbagi lagi menjadi dua yaitu bisman dan simai Kurang lebih ada sekitar 100 ± 1000 tinggal disatu kampung. Sumber: http://id. .mata pencariannya Kebiasaan bertahan hidup dan mencari makan antara suku yang satu dengan suku yang lainnya di wilayah Distrik Citak-Mitak ternyata hampir sama. otaknya dibunngkus daun sago dan dipanggangkemudiandimakan. Setiap kampung asmat terdapat satu µrumah bujang¶ dan banyak rumah keluarga. suku citak dan suku mitak mempunyai kebiasaan sehari-hari dalam mencari nafkah adalah berburu binatang hutan separti. terdiri dari 2 kelompok yaitu asmat pesisi dan asmat pedalaman. mayatnya dibawa kekampung.burung. ketika musuh bunuh. penduduk kampung syuru juga amat piawai membuat ukiran seperti suku asmat umumnya.

tetapi soal pola pasti akan berbeda. Dari pola-pola itu terlihat kerumitan cara Bentuk boleh sama. Suku Asmat memiliki keunikan dalam mendayung perahu Chi yang bentuknya menyerupai lesung yang terbuat dari pohon ketapang rawa. di kawasan ujung timur Indonesia Penduduk Kamoro memiliki kesamaan bahasa dan berbagai ciri kebudayaan dengan etnik/suku bangsa Asmat dan suku Sempan misalnya Mbitoro suku Kamoro dan Bisj suku Asmat.ukiran bagi suku asmat bisa menjadi penghubung antara kehidupan masa kini dengan kehidupan leluhur. Itulah keunikan ukiran suku Asmat. belum sepenuhnya mengenal budaya menetap. yaitu seorang yang pandai mengukir dan memahat.com/society-and-news/culture/2054609-suku-asmat/#ixzz0bIOFFJXc Setelah wilayah Papua menjadi bagian Republik Indonesia tahun 1963. Karakteristik ukiran suku asmat adalah polanya yang unik dan bersifat naturalis. Lebih dari separuh hidup saya di Papua dan lebih dari 8 tahun di antara suku Asmat. Berawal dari cerita legenda Fumeripits. panjang sebuah chi bisa mencapai dua belas meter. kehidupan dari ketiga suku ini Suku Asmat adalah salah satu suku di Papua yang memiliki kebudayaan mengukir dan memahat sejak dari masa nenek moyangnya. serta ketertinggalan mereka dibanding saudara-saudara di wilayah lain. Sumber: http://id. pemerintah melarang pembuatan Bisj ubtuk mencegah upacara head hunting dan kanibalisme.Freeport Indonesia-nya bahkan keunikan etnik/suku bangsa pribumi sebagai penghuni dan pemiliknya. kata Mgr Mereka relatif belum kenal budaya uang. di setiap ukiran bersemayam citra dan penghargaan atas nenek moyangmereka suku yang satu dengan suku yang lainnya di wilayah Distrik Citak-Mitak ternyata hampir sama. Suku Kamoro adalah salah satu etnik/suku bangsa Papua yang mendiami sepanjang 300 km pesisir selatan Papua. suku Asmat mempunyai kebudayaan mengukir yang konon diturunkan oleh Fumeripits. misalnya perisai atau panel. batu dan sebagainya).shvoong. yang kemudian merupakan pencipta cikal bakal manusia suku Asmat. mereka juga selalu meramuh / menokok sagu sebagai makan pokok dan nelayan yakni mencari ikan dan udang untuk dimakan. Suku Asmat menganut animisme yaitu kepercayaan terhadap roh-roh yang mendiami benda-benda (pohon. Lambat laun tradisi isj memudar. kasuari< burung< babi hitan< komodo dll. masyarakat yang sarat publikasi dunia karena keunikan. kehebatan. suku citak dan suku mitak mempunyai kebiasaan sehari-hari dalam mencari nafkah adalah berburu binatang hutan separti. suku asmat darat. Oleh latar belakang legenda tersebut. ukiran suku Asmat adalah salah satu pilihan untuk hiasan rumah. keduanya merupakan ukiran-ukiran besar yang melambangkan paraKarya ukir kayu khas suku Asmat adalah salah satu kekayaan budaya nasional yang sudah memiliki nama bagi para turis asing. Untuk membuatnya diperlukan waktu satu sampai dua minggu. Kini orang Asmat membuat Bisj untuk dijual pada wisatawan dan pada akhirnya bisa memberi kontribusi ekonomi bagi warga Asmat. Bagi para pencinta ukiran bergaya etnik. dan mengandalkan . ular.

Pada mulanya. yang memiliki budaya kanibalisme dengan mengayau musuh-musuhnya. Penampakan dalam mimpi inilah yang dituangkan menjadi tradisi mengukir dan memahat patung kayu. mereka membuat patung-patung yang menyerupai arwah nenek moyang tersebut. Kini tarian perang menjadi tari resmi penyambutan tamu. Supaya tidak harus melakukan hal itu tapi tetap menghormati arwah nenek moyang. Suku Asmat terkenal dengan keterampilan pahatan patungnya. suku tersebut identik dengan hutan atau pohon. Kaum Sawi : salah satu bagian dari suku Asmat di sekitar Firimapu. upacara adatnya mengharuskan adanya pemotongan kepala manusia dan kanibalisme untuk menenangkan arwah nenek moyang. Dengan pendidikan yang menjadi sarana dan pelayanan utamanya. Memang sudah lama berselang sejak Mauro dari kaum Warsohwi mengalahkan kaum Haenam secara menyedihkan. meskipun keunikannya sangat tergantung pada hasil rencana ini. Suku Asmat di Papua telah dikenal dunia dengan keterampilan mengukirnya sejak tahun 1700an.alam untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. nenek moyang suku Asmat disimbolkan dalam bentuk patung serta ukiran. patung-patung dibuat secara kasar dan setelah digunakan dalam upacara agama tertentu lalu ditinggalkan di dalam rawa. Budaya ini telah hilang sejak munculnya para zending danSelain memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Budaya mengukir di Asmat lahir dari upacara keagamaan. Tapi pada akhirnya menjadi terkenal dan disimpan di sejumlah museum di dunia. Mereka memiliki filsafat digemukan untuk dikayau. Di sebagian daerah. Mgr Alo berusaha mengajakKetiga orang itu begitu terpukau oleh keunikan usulan Marjun. Mereka menari dengan iringan tifa . Dahulu tari Tobe dilakukan ketika kepala suku memerintahkan rakyat untuk pergi berperang. Menurut kepercayaannya. Batang pohon dilambangkan sebagai tubuh manusia. Ini sebagai wujud para arwah yang tinggal untuk menjaga hutan sagu dan pohon palem yang merupakan sumber makanan utama masyarakat Asmat di Papua. Sejak era kolonial Belanda. Tarian ini dilakukan oleh 16 penari laki-laki dan 2 penari perempuan. dahan-dahannya sebagai lengan. Menurut tradisi. dan buahnya sebagai kepala manusia. Sumber: Pujangga Tari Tobe dikenal juga dengan nama tarian perang. Menurut kepercayaan nenek moyang menampakkan dirinya dalam mimpi. patung Asmat yang tadinya dinilai sebagai benda primitif dan wujud kepercayaan terhadap arwah-arwah jahat. Kesenian mengukir di Asmat merupakan bentuk kepercayaan terhadap arwah nenek moyang. terdapat pula beberapa kekhasan dan keunikan adanya gletser di Puncak Jaya dan sungai yang menghilang beberapa kilometer ke dalam tanah di Lembah Balliem.

Selain punya tugas memasak. Rumah bujang dipakai untuk upacara adat dan upacara keagamaan. Suku Asmat dikenal dengan hasil ukiran kayunya yang unik. mayatnya dibawa ke kampung. Kedua populasi ini saling berbeda satu sama lain dalam hal cara hidup. Akar menggambarkan kaki.dan lantunan lagu-lagu perang pembangkit semangat. dan pesta ulatulatsagu. pewarna itu sudah bisa digunakan untuk mewarnai tubuh. dan daun-daun yang disisipkan pada tubuh. sedangkan warna hitam mereka hasilkan dari arang kayu yang dihaluskan. Pakaian penari merupakan salah satu bukti kecintaan masyarakat Papua pada alam. penduduk Asmat juga amat piawai membuat ukiran. Selain budaya. Populasi suku Asmat terbagi dua yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Suku ini percaya bahwa sebelum memasuki surga. Biasanya dalam satu kampung dihuni kira-kira 100 sampai 1000 orang. dan ritual. Setiap kampung punya satu rumah bujang dan banyak rumah keluarga. Anak-anak harus membantu orangtuanya. pesta perahu. Ketika musuh terbunuh. para ibu juga . Suku Asmat adalah sebuah suku di Papua. mereka yang masih hidup membuat patung dan menggelar pesta seperti pesta patung bis (Bioskokombi). Di setiap ukiran bersemayam citra dan penghargaan atas nenek moyang mereka yang sarat dengan kebesaran Suku Asmat. Tari ini memang dimaksudkan untuk mengobarkansemangat para prajurit . pohon di sekitar tempat hidup mereka dianggap menjadi gambaran dirinya. Suku Asmat memiliki cara yang sangat sederhana untuk merias diri mereka. arwah orang yang sudah meninggal akan mengganggu manusia. Rumah keluarga dihuni oleh dua sampai tiga keluarga. Batang pohon menggambarkan tangan. Populasi pesisir pantai selanjutnya terbagi ke dalam dua bagian yaitu Suku Bisman yang berada di antara Sungai Sinesty dan Sungai Nin serta Suku Simai. pesta topeng. Ada banyak pertentangan di antara Desa Asmat. Ukiran bagi Suku Asmat bisa menjadi penghubung antara kehidupan masa kini dengan kehidupan leluhur. kerang. yang mempunyai kamar mandi dan dapur sendiri. Karena itulah mereka sangat menghormati dan menjaga alam sekitarnya bahkan. kemudian dipotong dan dibagikan kepada seluruh penduduk untuk memakan bersama. bahkan peperangan. Buah menggambarkan kepala. Bahan makanan yang sudah terkumpul dimasak oleh para ibu. Otaknya dibungkus daun sago dan dipanggang kemudian dimakan. demi menyelamatkan manusia serta menebus arwah. yang paling mengerikan adalah cara yang dipakai Suku Asmat membunuh musuhnya. untuk menghasilkan warna putih mereka membuatnya dari kulit kerang yang sudah dihaluskan. Orang-orang Asmat merasa dirinya bagian dari alam. Cara menggunakan pun cukup simpel. Gangguan bisa berupa penyakit. rok terbuat dari akar bahar. kepiting. Mereka mencari umbi. Sehari-hari orang Asmat bekerja di lingkungan sekitarnya. Sementara itu para bapak menebang pohon sagu serta berburu binatang di hutan. Mereka hanya membutuhkan tanah merah untuk menghasilkan warna merah. udang. terutama untuk mencari makan.Penari biasanya mengenakan busana tradisional dengan manikmanik penghias dada. struktur sosial. dan belalang untuk dimakan. hanya dengan mencampur bahan tersebut dengan sedikit air. Maka. Mereka menyanyikan lagu kematian dan memenggal kepalanya. bencana.

Dari pola-pola itu terlihat kerumitan cara membuatnya sehingga membuat karya ukir mereka bernilai tinggi dan cukup banyak diminati para turis asing. seperti pohon. Masyarakat Asmat terdiri dari 12 sub etnis. Dari segi model. ada juga perbedaannya. perahu. mulai dari patung manusia.mempunyaitugas menjaring ikan di rawa-rawa. Mengenal Suku Asmat merupakan wahana tersendiri akan kekayaan budaya bangsa Indonesia. Ukiran Kayu Suku Asmat Karya ukir kayu khas Suku Asmat adalah salah satu kekayaan budaya nasional yang sudah memiliki nama bagi para turis asing. Bentuk boleh sama. ada yang menonjol ukiran salawaku atau perisai. itu adalah satu-satunya yang ada karena orang Asmat tidak membuat pola sama dalam ukirannya. dan masing-masing memiliki ciri khas pada karya seninya. Suku Asmat biasanya mengadopsi pengalaman dan lingkungan hidup sehari-hari sebagai pola ukiran mereka. sampai ukiran tiang. populasi suku asmat terbagi dua yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Setiap wisatawan yang datang ke wilayah Suku Asmat pastilah akan disuguhkan suatu fenomena alami yang menyatu dengan lingkungan alamnya yang masih perawan. binatang. ukiran kayu Suku asmat adalah sebuah suku di papua. Suku Asmat merupakan salah satu ikon budaya Indonesia yang menjadi nilai tersendiri untuk dikembangkan menjadi surga pariwisata di kawasan timur Indonesia.sturktur sosial dan ritual. Itulah keunikan ukiran Suku Asmat. tifa. tetapi soal pola pasti akan berbeda. kalau kita memiliki satu ukiran dari Asmat dengan pola tertentu. Suku Asmat memiliki ragam budaya dan seni pertunjukan yang luar biasa. ada pula yang memiliki ukiran untuk hiasan dinding dan peralatan perang. Begitu juga dengan kayu yang digunakan. Ada banyak pertentangan di antara desa asmat. Ada sub etnis yang menonjol ukiran patungnya. Karakteristik ukiran Suku Asmat mempunyai pola yang unik dan bersifat naturalis. Yang paling istimewa dan unik adalah bahwa setiap karya ukir tidak memiliki kesamaan atau duplikatnya karena mereka tidak memproduksi ukiran berpola sama dalam skala besar. Jadi. perahu. telur kaswari. kedua populasi ini saling berbada satu sama lain dalam hal cara hidup. misalnya perisai atau panel. Sungguh suatu petualangan yang sulit untuk dilupakan. dan lain-lain.populasi pesisir pantai selanjutnya terbagi kedalam dua bagian yaitu suku bisman yang berada di antara sungai sinesty dan sungai nin serta suku simai. perisai. orang berperahu. yang paling mengerikan adalah cara yang dipakai . suku asmat dikenal denganhasilukiran kayunya yang unik. ukiran Suku Asmat sangat beragam. panel.

Salah satu diantaranya Suku Asmat. mereka juga selalu meramuh / menokok sagu sebagai makan pokok dan nelayan yakni mencari ikan dan udang untuk dimakan. setiap kampung punya satu rumah bujang dan banyak rumah keluarga.Suku-suku tersebut ada yang tinggal di pesisir pantai. 100 ribu hingga jutaan rupiah diluar papua. . sedangkan warnah hitam mereka hasilkan dari arang kayu yang dihaluskan. gangguan bisa berupa penyakit. mayatnya dibawa kekampung.suku asmat membunuh musuhnya. pesta topeng. ketika musuh bunuh. sekarang biasanya di satu kampung dihuni kira-kira 100 sampai 1000 orang. di setiap ukiran bersemayam citra dan penghargaan atas nenek moyang mereka yang sarat dengan kebesaran suku asmat. bagi suku asmat kala menukir patung adlah saat di mana mereka berkomunikasi dengan leluhur yag ada di alam lain. dan Safar (surga). rumah bujang dipakai untuk upacara adat dan upacara keagamaan. suku citak dan suku mitak mempunyai kebiasaan sehari-hari dalam mencari nafkah adalah berburu binatang hutan separti. Adat Istiadat Suku Asmat Seperti telah kita ketahui bahwa Indonesia terdiri dari berbagai jenis suku dengan aneka adat istiadat yang berbeda satu sama lain. mereka yang masih hidup membuat patung dan mengelar pesta seperti pesta patung bis (Bioskokombi). yang mempunyai kamar mandi dan dapur sendiri. cara menggunakan pun cukup simpel. Dampu ow campinmi (alam pesinggahan roh yang sudah meninggal). suku asmat darat. namun kini membuat patung bagi suku asmat tidak sekadar memenuhi panggilan tradisi. kehidupan dari ketiga suku ini ternyata telah berubah. rumah keluarga dihuni oleh dua sampai tiga keluarga. mereka hanya membutuhkan tanah merah untuk menghasilkan warna merah. otaknya dibunngkus daun sago dan dipanggang kemudian dimakan. Kebiasaan bertahan hidup dan mencari makan antara suku yang satu dengan suku yang lainnya di wilayah Distrik Citak-Mitak ternyata hampir sama. mereka menyanyikan lagu kematian dan memenggal kepalanya. dan pesta ulat ulat sagu. konon patung bis adalah bentuk patung yang paling sakral. perkotaan bahkan dipedalaman. sebab hasil ukiran itu juga mereka jual kepada orang asing di saat pesta ukiran. penduduk kampung syuru juga amat piawai membuat ukiran seperti suku asmat umumnya. ukiran bagi suku asmat bisa menjadi penghubung antara kehidupan masa kini dengan kehidupan leluhur. bencana bahkan peperangan. kemudian dipotong dan dibagikan kepada seluruh penduduk untuk memakan bersama. mereka tahu hasil ukiran tangan dihargai tinggi antara Rp. Maka. kasuari< burung< babi hitan< komodo dll. pewarna itu sudah bisa digunkan untuk mewarnai tubuh. demi menyelamatkan manusia serta menebus arwah. patung dan ukiran umumnya mereka buat tanpa sketsa. ular. suku asmat meiliki cara yang sangat sederhana untukmerias diri mereka. hanya dengan mencampur bahan tersebut dengan sedikit air. itu dimungkinkan karena mereka mengenal tiga konsep dunia: Amat ow capinmi (alam kehidupan sekarang). selain budaya. untuk menghasilkan warna putih mereka membuatnya dari kulit kerang yang sudah dihaluskan. percaya sebelum memasuki dusurga< arwah orang sudah meninggal akan mengganggu manusia. pesta perahu.

kayu (gaharu) dan umbi-umbian dengan waktu tempuh selama 1 hari 2 malam untuk mencapai daerah pemukiman satu dengan yang lainnya. dikelilingi oleh hutan heterogen yang berisi tanaman rotan. bahkan Suku Asmat yang berada di daerah pedalaman.Suku Asmat berada di antara Suku Mappi. Secara umum. Suku Asmat termasuk ke dalam suku Polonesia. maka berjalan kaki merupakan satu-satunya cara untuk mencapai daerah perkampungan satu dengan lainnya. hidung mancung dengan warna kulit dan rambut hitam serta kelopak matanya bulat Disamping itu. Dengan kondisi geografis demikian. kondisi fisik anggota masyarakat Suku Asmat. berperawakan tegap. Suku Asmat ada yang tinggal di daerah pesisir pantai dengan jarak tempuh dari 100 km hingga 300 km. Sedangkan jarak antara perkampungan dengan kecamatan sekitar 70 km. yang juga terdapat di New Zealand dan Papua Nugini. Sebagaimana suku lainnya yang berada di wilayah ini. . Yohukimo dan Jayawijaya di antara berbagai macam suku lainnya yang ada di Pulau Papua.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful