ASPEK HUKUM DALAM BISNIS

BAB I spek Hukum bisnis berlaku di dunia dan regional. Pelaksanaan Aspek Hukum bisnis baik itu regional, sektoral maupun internasional mempunyai beberapa persamaan yang pada umumnya merupakan suatu dasar dari pengertian hukum itu sendiri. Hukum menurut J.C.T. Simorangkir, SH dan Woerjono Sastropranoto, SH. Adalah “Peraturan-peraturan yang bersifat memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat, yang dibuat oleh badan-badan resmi yang wajib, pelanggaran mana terhadap peraturan – peraturan tadi berakibatkan diambilnya tindakan, yaitu dengan hukuman tertentu”. Randy E. Barnet dan Lawrence M, Fredman dalam bukunya American Law memberikan suatu dasar dalam Pelaksanaan Aspek Hukum Bisnis Dunia sbb : a. Tujuan Hukum. 1. Ketertiban 2. Ketentraman 3. Kesejahteraan 4. Kemakmuran Ketertiban dan ketentraman merupakan suatu hal yang sangat diperlukan dalam menjalankan suatu negara, karena dengan kedua hal tersebut akan terjadi stabilitas keamanan yang dapat menunjang jalannya roda pemerintahan dan sekaligus roda ekonomi. Ketertiban dan ketentraman pada jaman penjajahan merupakan suatu alat untuk mengontrol daerah yang dijajah (Tujuan hukum negara penjajah = Kolot). Tetapi dalam jaman sekarang tujuan dari hukum itu bukanlah hanya untuk memberikan rasa aman, tetapi juga harus memberikan kesejahteraan pada masyarakat dalam menghadapi kehidupannya , tanpa kesejahteraan, maka tujuan dari hukum tersebut tidak tercapai. Prinsip dasar dengan tiga hal tersebut (Ketertiban Ketentraman, Kejehateraan) merupakan dasar dari negara-negara yang berkembang. Sedangkan untuk negara maju seperti Jepang, Amerika, Jerman, Prancis dan lain-lain memasuki point ke empat (4) Kemakmuran dalam tujuan hukum pada setiap pembuatan peraturan-peraturannya. b. Fungsi Hukum Stabilitas Negara merupakan satu-satunya fungsi hukum yang sangat penting , karena tanpa ada stabilitas negara, maka segala kegiatan ekonomi tidak akan berjalan dengan baik /lancar. Oleh karena itu dalam membuat suatu peraturan negara harus memahami dari fungsi peraturan tersebut. c. Aspek Hukum 1. Aspek yuridis 2. Aspek Ekonomis 3. Aspek Politis

4. 5. 6. 7. 8.

Aspek Aspek Aspek Aspek Aspek

Sosiologis Historis Cultural/kebiasaan Agama/Kepercayaan. Phylosofis.

Dalam pembuatan suatu peraturan harus mengandung minimal 5 aspek hukum yang tersirat dalam peraturan tersebut (Yuridis, Ekonomis, Politis, Sosiologis, Historis). Yuridis Merupakan aspek hukum bahwa yang mempunyai kewenangan membuat peraturan dan tata cara membuatnya adalah badan-badan yang resmi, seperti DPR, DPRD, Pemerintah. Apabila yang membuat dan tata cara membuat peraturan tersebut tidak benar (ilegal), maka peraturan tersebut akan menjadi cacat. Karena yang membuat bukanlah badan yang berwenang.. Ekonomis Merupakan gambaran apakah peraturan tersebut mempunyai nilai ekonomis, dalam arti tidak merugikan masyarakat luas seperti peraturan-peraturan yang bersifat birokrasi sehingga menimbulkan ekonomi tinggi akibat peraturan tersebut. Politis Dalam pembuatan peraturan tersebut sudahkan melihat dari beberapa sudut pandang polits, jangan sampai peraturan yang dibuat hanyalah untuk membuat sekelompok golongan mendapatkan keuntungan, sedangkan golongan/kelompok lain mendapat kesulitan/kerugian seperti Peraturan tentang Tata Niaga Cengkeh, Kepres Jalan Tol dll.

Sosiologis dan historis juga merupakan suatu aspek yang tidak boleh diabaikan, karena dalam membuat suatu peraturan, aspek tersebut seperti latar belakang pendidikan, ekonomi dan apakah peraturan tersebut sudah pernah dibuat dan merugikan masyarakat haruslah menjadi perhatian agar tidak terulang kembali hal-hal yang negatif dari peraturan tersebut. Oleh karena itu dalam pembuatan suatu peraturan harus mengandung minimal 5 aspek hukum yang tersirat dalam peraturan tersebut (Yuridis, Ekonomis, Politis, Sosiologis, Historis). Apabila dalam peraturan tersebut tidak ada atau kurang memperhatikan 5 aspek tersebut. Peraturan tersebut dapat dilakukan sbb: Ditunda Dibatalkan Dicabut. Sistem Hukum Dunia. Dalam sistem hukum di dunia hanya ada 4 bentuk yaitu :

a Civil Law (kontinental) yang dianut oleh negara-negara eropah kontinental seperti Jerman, Perancis, belanda. Dalam sistem hukum Civil Law ini kekurangannya adalah tidak cepat mengikuti perkembangan keadaan. b Common Law (anglo Saxon) yang dianut oleh negara-negara yang mempergunakan bahasa inggris sebagai bahasa sehari-hari seperti Inggris, Amerika, Kanada. Dalam sistem Common Law ini sangat memperhatikan perkembangan keadaan, kekurangannya adalah membahas persoalan yang perlu saja (tidak konprehensif). c Islamic Law, yang dianut oleh negara –negara Timur tengah d. Natural Law, merupakan hukum adat/kebiasaan seperti konsilasi, mediasi, arbitrasi yang berasal dari negaraa yang sangat menghargai hukum adat negaranya seperti Jepang , China . Dari pembahasan di atas maka, kata-kata yang sering diucapkan oleh ahli hukum seperti (Das Sain, Das Sollen, Das Sullen) yang berarti : Das Sain= sebab/hukum kemarin Das Sollen= akibat/hukum sekarang Das Sullen= Cita-cita hukum/hukum yang akan datang yang mempunyai arti dalam membuat suatu peraturan segala aspek hukum haruslah dicermati dengan seksama BAB II SISTEM HUKUM KUHPerdata/BW. KUHPerdata atau biasa di sebut juga dengan BW (Burgerlijk Wetboek) adalah suatu Kitab Undang-undang yang berisi ketentuan yang mengatur hubungan hukum antara orang (person) atau Badan Hukum (rechtspersoon) dengan orang atau Badan Hukum lainnya . Dalam hal ini hubungan hukum (rechtsbetrekking) yang terjadi itu pada umumnya berkaitan dengan suatu kepentingan perseorangan (privtas/sipil). Sehungga KUHPerdata/BW merupakan undang-undang yang mengatur tentang hubungan hukum perseorangan, berbeda dengan KUHPidana yang bersifat Publik (KepentinganUmum). Sistematika KUHPerdata/BW terdiri dari 4 Buku yaitu : Buku : I Mengatur tentang Orang dan keluarga (Van Persoon) a. Subyek Hukum atau Hukum Orang b. Perkawinan dan Hak Suami Istri c. Kekayaan Perkawinan d. Kekuasaan Orang Tua e. Perwalian dan pengampuan II Mengatur tentang Perihal Benda (Van Zaken) a. Berit (Hak Punya) b. Eigendom (Hak Milik Mutlak) c. Opstal (Hak Pemilikan benda tidak bergerak)

d. Erfpacht (Hak mengusahakan tanah pertanian, perkebunan) e. Hipotik (Pengalihan Benda Tidak Bergerak) f. Gadai (Pengalihan Benda Bergerak) III Mengatur tentang “Perikatan (Van Verbintenissen) a. Jual Beli b. Tukar menukar c. Sewa menyewa d. Perjanjian perburuhan e. Badan Usaha f. Borgtoch (perjanjian terikat pihak ketiga) g. Perbuatan melanggar Hukum IV. Mengatur tentang “Pembuktian dan Kadaluarsa” (Van Bewijs en Verjaring). a. Macam-macam pembuktian seperti - Surat; - Saksi; - Persangkaan; - Pengakuan; - Sumpah. b. Lewat waktu (Daluarsa). Sehubungan dengan KUHPerdata adalah merupakan hukum yang mengatur tentang hubungan orang atau badan, maka sudah pasti akan terjadi suatu perjanjian atau perikatan, maka dalam hal ini sesuai dengan Buku III KUHPerdata. Pengertian Perikatan adalah Hubungan hukum antara dua oargn atau lebih yang menimbulkan hak pada satu pihak dan kewajiban pada pihak lainnya. Pengertian perjanjian /persetujuan sesuai dengan Pasal 1313 KUHPerdata : Perbuatan Hukum yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih yang saling mengikatkan diri. Dalam sistem KUHPerdata Buku III adalah dengan sistem Terbuka dan mempunyai azas-azas yang dikenal dalam Buku III yaitu : Azas Konsensual (Pasal 1332) Azas Kebebasan berkontrak (Pasal 1338 (1)) Azas Itikad Baik (Pasal 1338 (3)) Syarat-syarat syahnya suatu perjanjian/ perikatan adalah : Dasar Hukumnya adalah Pasal 1338 KUHPerdata - Setiap perjanjian yang dilakukan dua belah pihak, maka merupakan UU bagi mereka. - Perjanjian harus dilakukan dengan itikad baik. Pasal 1320 (KUHPerdata) yaitu 1. Sepakat mereka yang mengikatkan dirinya (KESEPAKATAN)

Paksaan . Air dan Kekayaan Alam tidak berlaku lagi dengan adanya UU No. karena tidak sesuai dengan perkembangan zaman saat itu. Contoh KUHperdata mengenai pasal-pasal yang tidak berlaku lagi : .Ketertiban Umum Causa dimaksud adalah isi perjanjian/ tujuan diperjanjian Dalam perjanjian tersebut.Wanita Bersuami Syarat syah obyek tertentu . Cakap untuk membuat Perjanjian (KECAKAPAN) 3. maka kita dapat menyimpulkan bahwa secara yuridis formil. . kedudukan KUHPerdata dan KUHDagang tetap sebagai undang-undang karena KUHPerdata tidak pernah dicabut dari bumi Indonesia artinya KUHPerdata tetap berlaku sebagai suatu UU. maka perjanjian tersebut tidak syah. Maka bila dalam perjanjian/perikatan ada komponen dalam pasal 1320 KUHPerdata tersebut tidak terpenuhi atau kurang.Anak di bawah Umur .Buku II KUPerdata mengenai Bumi.Penipuan Syarat Kecapakan dilakukan oleh subyek yang . untuk dapat mengukur apakah para pihak dapat mencapai ketentuan tersebut. Syarat Causa yang Halal. Beberapa bagian dari aturan yang ada sudah tidak berlaku lagi.Tidak bertenttangan dengan UU .Di bawah pengampuan/ Curatele . Mengenai suatu Hal-hal tertentu (OBJEK TERTENTU/MAKSUD TERTENTU/TUJUAN TERTENTU) 4.2. 5 Tahun 1960 tentang Undang-undang Pokok Agraria Tgl 24/-9-1960 .Kekhilapan/kekeliruan .Point 3 & 4 merupakan syarat Obyektif. baik itu akibat ada perundangan yang baru dalam lapangan perdata (menggantikannya) maupun disingkirkan oleh putusan-putusan hakim yang merupakan yurisprudensi baru .Point 1 & 2 merupakan syarat Subyektif . namun pada hakikatnya KUHPerdata tidak lagi menjadi suatu UU yang Bulat dan Utuh seperti keadaan semula saat dikodifikasikan . Suatu Sebab yang Halal . Dengan melihat hubungan KUHPerdata dan KUHDagang. Syarat Kesepakatan dianggap tidak terpenuhi bila terdapat adanya .Kesusilaan .Obyeknya harus dapat ditentukan dengan jelas.

Suatu sistem kaedah-kaedah yang mengatur tindak tanduk hubungan antara manusia melalui proses tradisi. Menurut ROSCOE POUND dalam bukunya “ An Introduction to the Philosophy of Law” bahwa hukum sebagai 1) Social Interest dan 2) social enginering mempunyai 3 persamaan yaitu : a. bahwa anggapan bahwa hukum bersifat statis yaitu menganggap hukum itu tidak dapat memainkan suatu peranan yang berarti dalam proses pembaharuan itu sangatlah “SALAH” bahwa hukum itu sangat mempunyai peranan dalam pembaharuan itu dapat kita lihat pada Amerika Serikat (1930) dimana AS mempergunakan hukum sebagai dasar/alat untuk mewujudkan perubahan-perubahan dibidang sosial. Hukum sebagai sarana pembangunan. Peranan pemelihara ketertiban dan keamanan memanglah tepat. Suatu cara tertentu diikuti secara mutlak. malah hukum memberikan motivasi terjadinya perubahan-perubahan dalam tatanan kehidupan sosial. Hukum sebagai pemeliharaan ketertiban & keamanan. SH haruslah mempunyai empat (4) fungsi sebagai berikut : 1. Dr. SH.UU No. sistem ilmiah dianggap paling tepat oleh masyarakat hukum Menurut Prof. hal ini dalam rangka menciptakan kondisi yang stabil.. agar dalam pelaksanaan perekonomian berjalan dengan lancar tanpa hambatan/gangguan. Dalam pembentukan hukum yang berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat.LLM. Dr. sekaligus berfungsi sebagai sarana pembangunan yang menyeluruh baik itu dalam bidang hukum itu sendiri maupun . Sunaryati Hartono. untuk mengkonkretkan Grundnorm yang telah dibentk ke dalam norma-norma yang mengatur tindak tanduk manusia. pemikiran logika. Sesuatu ciptaan adalah kehendak Ilahi. b. Dalam GBHN menyebutkan bahwa pembinaan bidang hukum harus mampu mengarahkan dan menampung kebutuhan-kebutuhan hukum yang disesuaikan menurut tingkat kemajuan pembangunan di segala bidang. sehingga tercipta ketertiban dan kepastian hukum sebagai sarana yang mengarah peningkatan pembinaan bangsa (kesatuan bangsa). aparat politis. atau Hans Kelsen menyebut Grundnorn yaitu seperti Al-Quran dll. I Tahun 1974 mengenai perkawinan dan akibatnya BAB III Pranata hukum bisnis berlaku di dunia Dalam kehidupan masyarakat modern diperlukan suatu pembangunan yang terencana. kebiasaan pembentukan hukum. maka hukum tersebut menurut Prof. karena hukum merupakan suatu hal yang bersifat memaksa agar setiap orang mematuhi aturanaturan hukum. sehingga masyarakat Indonesia yang membangun secara berencana maka hukumlah yang harus membentuk kebiasan tsb. c. Muchtar Kusumaatmadja. 2. Jadi adigum bahwa “hukum tidak dapat mengkaper perubahan sosial berkaitan dengan perubahan yang sangat cepat dimayarakat” tidaklah terbukti.

maka perubahan masyarakat secara terarah itu akan mengakibatkan perubahan-perubahan hubungan antar manusia yang mungkin kurang dikehendaki. menjadi nilai-nilai sosial ekonomis yang cocok bagi suatu masyarakat heterogen-industrial . b. Hukum sebagai sarana penegakan keadilan. tanpa kecuali. 4. Perubahan nilai-nilai sosial Politik. atau disadari oleh fihak-fihak yang akan mengakibatkan ketegangan-ketegangan sesuai dengan semakin meningkatnya pembangunan. sunda. maka segala aktivitas akan berjalan dengan baik. hal ini akibat dari rasa adanya kepastian akan penegakan keadilan. bugis. Dalam setiap pembentukan hukum haruslah bersifat mendidik bagi seluruh masyarakat. Hukum sebagai sarana penegakan keadilan harus mempunyai ciri-ciri : · Aturan yang sangat bagus · Ketegasan aparat · Sarana lengkap · Ketaatan masyarakat pada hukum tsb. Apabila hal tersebut terpenuhi. Hukum sebagai sarana pendidikan masyarakat. 3. c. sesuai dengan perkembangan hukum ekonomi yang diarahkan mampu terus meningkatkan taraf hidup setiap warga negara untuk mencerdaskan bangsa dan memajukan kesejahteraan keadilan bagi setiap warga negara Indonesia. yang tradisional menjadi nilai-nilai sosial yang modern.dalam menciptakan suatu sistem hukum pembangunan nasional. Hal ini karena pembangunan yang berencana pada hakikatnya tidak hanya akan membawa serta tetapi bahkan memerlukan sebagai syarat terjadinya perubahan-perubahan nilai sosial dan norma-norma hukum yang mencakup 3 bidang yaitu : a. Perubahan nilai sosial ekonomi. Tujuan pembangunan secara berencana adalah untuk secara bertahap mengubah dan meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat . Perubahan nilai-nilai kehidupan sosial. yang berlandaskan hidup kesukuan (jawa. Bali dll) yang kedaerahan itu menjadi nilai sosial indonesia sesuai PANCASILA DAN UUD 1945. yang berlaku bagi suatu masyarakat heterogen agraria.

yaitu berupa kegiatan mengadakan barang-barang atau jasa-jasa maupun fasilitasfasilitas untuk diperjual belikan. konsultan. UU No. perhutanan. Bisnis dalam arti kegiatan jasa-jasa (Service) yaitu “kegiatan yang menyediakan jasa-jasa yang dilakukan oleh orang maupun badan” contoh jasa perhotelan. Klasik Dalam mempelajari PT kita Harus Memahami sbb: (1) Vis Perseroan tersebut . agen. KUHD (Kitab Undang-undang Hukum Perdata) Pasal 16 – 19 c. dll. Bisnis dalam arti kegiatan perdagangan (Commerce)Yaitu “keseluruhan kegiatan jual beli yang dilakukan oleh orang-orang dan badan-badan hukum . BW (Burgeljk Wet Book) KUHPerdata Pasal 1818 – 1952 b. tetapi pengertian bisnis itu sendiri diartikan “sebagai keseluruhan kegiatan usaha yang dijalankan oleh orang atau badan secara teratur dan terus menerus.BAB IV ukum Perusahaan Swasta Berbicara masalah bisnis seringkali orang akan mengatakan “Dagang”. asuransi Pengacara. maupun yang tidak berbadan hukum. perkebunan dll. 2. 1 tahun 1995 tentang Perseroan terbatas (PT) (*)Semua UU di atas masih Sistem PT. baik di dalam negeri maupun di luar negeri dalam rangka mendapatkan keuntungan” Contoh : Produsen. Bisnis dalam arti kegiatan industri (Industry) yaitu : “kegiatan memproduksi atau menghasilkan barang-barang yang nilainya lebih berguna dari asalnya”contoh Industri pertambambangan. Arti Hukum Perusahaan Dalam bisnis yang dilakukan lazimnya bisa dilakukan oleh perseorangan dan juga dengan suatu perkumpulan dalam arti perkumpulan yang berbentuk badan hukum. 3. memang kata bisnis itu sendiri berasal dari Bahasa Inggris “Business” yaitu kegiatan usaha. Sedangkan dasar Hukum Badan Hukum adalah: a. dipertukarkan atau disewagunakan dengan tujuan mendapatkan keuntungan Tetapi dalam kegiatan bisnis itu sendiri dapat kita klasifikasikan menjadi 3 bagian yaitu : 1. Dealer. grosir toko dll.

dalam arti proses pendiriannya tercatat di Departemen kehakiman.(2) (3) (4) (5) (6) (7) Misi PT Politik Hukum yang berkembang Budaya Politik Teori Azas-azas Peraturan-peraturan (Normatif Menurut Undang-undang nomor I/1995 tentang PT yang mulai berlaku pada tanggal 7 Maret 1995. dimana modal berasal dari Daerah /atau Pusat 50 % Perseroan. 19 KUHD KUHD) e. melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham. PMDN (Pnanaman Modal dalam negeri) . manajemen. (b) Joint Intervrais. UD (Usaha Dagang) d. dimana modal berasal dari Daerah atau Pusat. Didirikan oleh 2 orang atau lebih dan dibuatkan dengan suatu Akta Notaris. PMA (Penanaman Modal Asing) berbentuk : (a) Joint Fentura adalah dimana modal . kerjasama dilakukan oleh asing dan RI. Dengan keluarnya UU No. modal bisa dari Individu/kolktif. dimana modal berasal dari Negara 100 % b. b. dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam undang-undang serta peraturan pelaksanaannya. suatu usaha yang dibentuk oleh beberapa orang dan mencari laba (Pasal 20 – 21 KUHD) c. 1/1995 pendirian PT adalah sbb: a. manajemen diatur asing 100 %. Koperasi Sedangkan Perseroan terbatas adalah suatu usaha yang Berbadan Hukum. Yayasan. dimana merupakan suatu usaha yang bersifat sosial b. tergantung kesepakatan. . RI hanya menerima pajak saja. Jenis Perusahaan Dalam Usaha yang bukan berbadan hukum adalah sbb: a. maka otomatis Pasal 26 s/d 56 KUHDagang tentang PT tidak berlaku lagi. swasta. Perusahaan Negara (BUMN) berbentuk : Perjan (Perusahaan Jawatan). disebutkan dengan jelas definisi PT yaitu :Badan Hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian. d. Perum (Perusahaan Umum). 1 Tahun 1995. Didaftarkan di Deperatemen Kehakiman (sekarang menkunham) Perseroan Terbatas Negara dalam bentuk : a. Sesuai dengan UU No. adalah modal . CV (Comanditaier Vennootschap) . 1320 BW & 16 . Perusahaan Daerah (Pemda) c. Firma (Pasal 1618.

atau Asean + Yuridiksi (Wilayah kekuasaann hukumnya) maupun Dunia dengan WTO (isu perdagangan dunia = HAM. tetapi perkembangan selanjutnya PT dapat saja didirikan oleh satu orang /satu kelompok. Dalam hal ini Asosiasi Modal = menghimpun modal yang sangat besar dari sejumlah orang yang banyak (lebih dari 1 orang).1/95. Ini semua merupakan sistem Perseroan terbatas yang Modern Sistem PT Klasik Sistem PT Modern Karakteristik PT Dalam PT modal dapat sejumlah orang atau satu orang . KUD. Maksudnya : Mengambil manfaat dari karakteristik PT di belanda . Buruh.Naarloze Vennoatschap (NV) ¨ Tanggung jawab terbatas ¨ Modal dapat dialihkan . UU No.Macam – macam PT : (a) Perseroan dengan sistem tertutup (b) Perseroan dengan sistem terbuka (TBK) (c) Perseroan dengan sistem Umum (d) Perseroan dengan sistem perseorangan Bentuk / atau sistem PT tersebut merupakan suatu sistem yang baku yang berlaku di dunia baik itu RI dengan dasar hukum KUHP. Lingkungan.Bescaten Venndorbach (BV) . dan Upah).

40.Tidak secara tegas menyebutkan jumlah pendirinya berapa . . 1 Tahun 1995 .Dengan akte Notaris . Terbatas pada pt menunjukkan bahwa tanggungjawab pesero atau pemgang saham adalah terbatas pada nilai nominal semua saham yang dimiliki.1/95 tentang PT sbb.Dibuat Dalam Bhs.1/95 Pengurus mengumumkan bila perseroan menderita kerugian sampai 50 % dari modal perseroan .Pengertian tentang PT secara tegas todak diketemukan dalam KUHD. Tugas Pengurus menurut UU No. 45 KUHD .Tidak menyebutkan dengan tegas harus dengan akte notaris.¨ Keperluan Join Venture ¨ Delication of Autrority Dengan berlakunya UU No. tetapi PT disimpulkan dalam pasal-pasalnya yaitu 36. pendaftarannya pada pengadilan negeri dan bila 75 % kerugiannya dilakukan penghentian kegiatan PT tsb. . Pasal 79 (1) UU No.Didaftarkan di Menkuham PT adalah Perseroan Terbatas yang berarti Persekutuan yang berbentuk badan hukum yang modalnya terdiri dari sero-sero atau saham-saham untuk itu tidak disebut persekutuan tetapi disebut perseroan.Pasal 1 meyebutkan dengan tegas pengertian PT yaitu Peseroan terbatas yang selanjutnya disebut perseroan adalah badan hukum yang didirikan berdasarkan perjanjian melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham dan memnuhi persyaratan yang ditetapkan dalam UU ini serta peraturan pelaksanaannya .1/1995 yang diberlakukan pada tanggal 7-3-1996 maka dinyatakan tidak berlaku bagi pasal 36-55 KUHD yang berkaitan dengan PT. tetapi dengan akte otentik UU No. Indonesia .1/95 Menerima /mengolah kegiatan mengurus kekayaan (saham) mewakili PT dalam dan di luar pengadailan (Pasal 82) Pasal 47 Kuh dagang & Pasal 86 UU No. 42. Perandingan antara KUHD dengan UU No. 1/1995 adalah KUHDagang .Pasal 36 (1) PT tidak mempunyai Firma (2) Menghendaki agar naskah PT dimintakan pengesahan dari Menkeh .Secara tegas menyebutkan pendirinya (Pasal 7) didirikan oleh 2 orang atau lebih.

pengambilalihan RUPS.1/95 Mengumumkan di 2 surat kabar. dll . Secara Normatif. 1/95 . maupun yang tidak tertulis b. baik mengenai kepengurusan (daden van beheron) maupun mengenai kepemilikan ( daden van Eigendom/Beschikkingen).1/95 . Alat penyelesaian masalah / kasus. Harus lebih dahulu mendapat persetujuan atau ikut serta satu/dua/tiga/ sekalian semua anggota dewan komisaris Pasal 94 UU No. baru ahli hukum dilibatkan untuk menyelesaikan masalah tersebut seperti : Arbitrase.Negeri. Pasal 44 Kuh Dagang Perseroan diurus oleh pengurus “ Anggota perseroan dan orang lain” Pasal 8. Hukum sbg. orang hukum tidaklah dilibatkan. Pengurus mewakili perseroan di luar perseroaan (dalam pengadilan/ di luar pengadilan). tetapi bila dalam bisnis tersebut timbul masalah.Batas Tugas dan wewenang pengurus. yaitu terdiri dari · Teori · Azas · Peraturan : ü Konstitusi (UUDD) ü Undang-undang ü Peraturan Pemerintah YURIDIS ü Keppres ü Kepmen ü Perda ü dll · Hasil Penelitian · Norma/kaidah baik itu yang bersifat tertulis. dimana pada biasanya saat timbulnya perjanjian bisnis.Pasal 55 Kuh dagang Pemberitahuan kepada pesero laba – rugi perseroan dalam tahun yang lampau. bila perseroan melakukan peleburan. Pasal 105 (2) UU No. kita harus mengetahui apa itu 5 W Hukum dibagi dalam tiga bagian yaitu : a. Secara Empiris · Kenyataan Lapangan (Hasil baru) · Kebiasaan · Tuntutan: Luar Negeri. 12 UU No. Perkembangan c. Pengadilan.Dlm.Tugas Komisaris BAB V pa itu Hukum : Dalam mempelajari Hukum.

yang dibuat oleh badan-badan resmi yang berwajib. Sudirman K. Pengertian Hukum itu sendiri bermacam-macam. Prof. karena hubungan-hubungan anggota masyarakat yang diatur oleh hukum ada 1001 macam. akan tetapi tidaklah salah bila kita mengetahui beberapa definisi para pakar hukum yaitu : J. van Apeldoen. Simorangkir. Dr. Tidak mungkin memberi satu definisi untuk hukum. · Larangan yang merupakan keharusan bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang tidak baik Oleh karena itu walaupun para pakar hukum memberikan beberapa definis yang belum memuaskan semua pihak. Kesimpulan dari definisi di atas adalah : . yang bertujuan memelihara ketertiban yang meliputi lembaga-lembaga dan proses guna berlakunya kaedah itu sebagai kenyataan dalam masyarakat. walaupun pada intinya berbentuk perintah maupun larangan.Untuk apa perlu Hukum Untuk memberikan perlindungan dan jaminan dalam pergaulan baik dalam masyarakat /internasional dan menjamin adanya kepastian hukum dalam masyarakat. yaitu dengan hukuman tertentu. Prof. Van Vollen Hoven Suatu gejala dalam pergaulan hidup yang bergerak terus menerus dalam keadaan bentur membentu tanpa henti-hentinya dengan gejala lain. Pikiran atau anggapan orang adil / tidak adil mengenai hubungan antara manusia Prof. yaitu azas keadilan dari masyarakat itu. SH. Dr. Utrech. dan hukum itu harus pula bersendikan pada keadilan. SH. SH da Woerjono Sastrropranoto. Mr. Dr.C. Hukum itu ialah peraturan-peraturan yang bersifat memaksa yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat. E.LLM. J. Pelanggaran terhadap aturan tersebut akan menimbulkan tindakan dari perintah. Prof. Dalam hal ini kedua hal tersebut mempunyai makna sbb: · Perintah adalah yang merupakan keharusan bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena akibat-akibatnya dipandang baik. Keseluruhan kaedah-kaedah serta asas-asas yang mengatur pergaulan hidup manusia dalam masyarakat. SH. SH. Himpunan petunjuk hidup (perintah) . Muchtar K. pelanggaran mana terhadap peraturan –peraturan tadi berakibatkan diambilnya tindakan. larangan yang mengatur tata tertib dalam suatu masyarakat dan seharusnya ditaati oleh masyarakat bersangkutan .T.

2. · Eksekutif (Presiden) yang menjalankan roda pemerintahan hasil kerja MPR/DPR yaitu menerapkan GBHN .1. 3. Sumber –sumber Hukum formil adalah : · Undang-undang · Kebiasaan · Keputusan2 Hakim (Yurisprudensi= Hukum baru) · Tratktat (perjanjian) Hukum Positip Indonesia terdiri dari 2 macam yaitu : · Hukum Tertulis yaitu hukum yang dicantumkan dalam pelbagai peraturan perundangan · Hukum Tak tetulis yaitu hukum yang masih hidup dalam keyakinan masyarakat. Aparat (Polisi) Jaksa. Ø Ketertiban Ø Ketentraman Ø Kesejahteraan Ø Kemakmuran . Cara apakah pelaksanaan Hukum · Tujuan Hukum. yaitu badan peradilan. dalam bidang ini Presiden dibantu oleh Menteri. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat. Peraturan itu bersifat memaksa 4. Peraturan tersebut dibuat oleh badan resmi yang berwajib. tetapi tidak tertulis (hukum kebiasaan) Bagaimana Operasional suatu Hukum Operasional hukum di negara kita dibagi dalam tiga bagian yaitu : · Legislatif (DPR) merupakan suatu badan perwakilan rakyat yang menggodok / membuat Undang-undang. Pengadilan Agama dan Pengadilan Umum (PN. dimana pengadilan terdiri dari Pengadilan Militer. alternatif penyelesaian kasus. Sanksi terhadap pelanggaran peraturan tersebut adalah tegas : · Hukuman penjara (hukuman badan) · Hukuman kerugian (hukuman denda) Ciri-ciri Hukum · Adanya perintah dan / atau larangan · Perintah dan/atau larangan itu harus patuh ditaati setiap orang. arbitrase. Sifat Hukum · Memaksa dan mengatur. · Yudikatif. Hakim dan pemda. PT dan MA).

Jam terbang kerja yang wajar (8 jam/perhari) . atau sebagainya menyebutkan bahwa dunia baru memasuki masa perdagangan bebas (era globalisasi) dengan indikasi banyaknya organisasi dunia yang muncul seperti ILO. bila ditentukan waktunya) · Tingkat kebutuhan (sejauh mana suatu uu diperlukan oleh suatu masayarakat) · Tuntutan dari WTO (LN). Perkembangan sejarah ketenagakerjaan Sistem Hukum perburuhan atau yang saat sekarang lebih dikenal dengan istilah ketenagakerjaan (untuk memperhalus istilah). hal ini dapat dilihat dengan adanya aksi mogok buruh di AS yang menuntut tiga hal : . maka pada tanggal 1 Mei merupakan hari buruh sedunia yang biasa dirayakan dengan aksi-aksi mogok kerja atau lain sebagainya di seluruh dunia. AFTA. · Jangka Waktu (merupakan keberlakuan suatu UU. seperti banyak para pakar baik itu pakar hukum. maka segala kegiatan ekonomi tidak akan berjalan dengan baik /lancar · Aspek Hukum Ø Aspek yuridis Ø Aspek Ekonomis Ø Aspek Politis Ø Aspek Sosiologis Ø Aspek Historis Ø Aspek Cultural/kebiasaan Ø Aspek Agama/Kepercayaan. Dalam bidang tenaga kerja. pembangunan nasional ditujukan pada terwujudnya kosntitusi indonesia yang di atur dalam pasal 27 (2) UUD 1945 “ Tiap-tiap warganegara berhak atas pekerjaan danpenghidupan yang layak bagi .· Fungsi Hukum Ø Stabilitas Negara merupakan satu-satunya fungsi hukum yang sangat penting . Regional atau Dalam negeri BAB VI UKUM PERBURUHAN/KETENAGAKERJAAN a.Perbaikan upah kerja . ü Natural Law (Hukum kebiasaan). Ø Aspek Phylosofis Sejauhmana aktualitas suatu hukum · Sistem Hukum : Dalam sistem hukum di dunia hanya ada 4 bentuk yaitu : ü Civil Law ü Common Law Islamic Law. ekonomi. karena tanpa ada stabilitas negara. GATT dan lainlain. sebenarnya sejak tahun 1819 sudah ada perdagangan bebas (WTO).Kebebasan mengikuti kegiatan organisasi (SPSI) Oleh karena itu perdagangan bebas bukanlah merupakan hal yang baru.

Tabrani dan Baihaqi) Makna dan adab Kerja dalam pemanfaatan waktu hal.kemanusiaan” Dalam pasal ini menghendaki agar tiap orang yang ingin bekerja dapat memperoleh penghasilan yang cukup dan layak bagi diri dan keluarganya. Buruh 2. Mintra dalam berproduksi/partner in production .pengusaha mempunyai kepentingan sama yaitu mensejahterakan buruh. 3. 2. diupayakan peranan pemerintah sekecil mungkin/tidak dominan. Oleh karena itu kata kerja mempunyai makna menurut hukum Islam adalah bekerja mencari nafkah yang halal adalah kewajiban pokok manusia setelah kewajiban beribadah sholat lima waktu. 152. buruh juga menikmati keuntungan. Campur tangan pemerintah tidak dibenarkan. Pengusaha 3. Mitra dalam mencapai keuntungan/partner in profit. Buruh menganggap pengusaha adalah orang yang menekan dan buruh orang yang ditekan. istri. Penggunaan hak-hak buruh/penguasaha dapat digunakan secara bebas dalam paham ini terjadi “BARGAIN POWER / KEKUASAAN TAWAR MENAWAR” Paham Marxisme menempatkan kepentingan masyarakat dari pada individu tidak mempunyai kebebasan mutlak individu. lebih tinggi meletakkan kepentingan individu dari pada masyarakat. buruh. dimana Dalam Hubungan kerja. Sesuai dengan Sabda Rosullah SAW sbb: Bekerja mencari yang halal itu suatu kewajiban sesudah ibadah (HR. tanggung jawab tidak . Hasil yang dicapai dari produksi semata-mata tidak untuk pengusaha. Kadang kala unjuk rasa dan pemogokan merupakan senjata untuk menekan pengusaha. Para Ulama Fiqh membuat tertib Urutan kewajiban ini : Kewajiban kepada Allah. Mitra dalam tanggung jawab / Partner in responsibility. anak dan kepada kerabat serta kepada masyarakat.153 Hubungan perburuhan mempunyai banyak paham/aliran tentang seperti : Paham Liberalisme : Lebih menitik beratkan pada kebebasan individu. diri sendiri. 1. sangat erat hubungan perburuhan yang di dalamnya ada 3 partied yaitu : 1. pertentangan kelas buruh/pengusaha sangat tajam oleh karena itu doktrinini selalu mempersoalkan konflik buruh dengan pengusaha. Pemerintah Dalam hubungan industrial pancasila 3 azas yang mempengaruhi yaitu . Dari kedua paham tersebut Indonesia mempunyai paham sendiri tentang perburuhan yaitu Hubungan Industrial Pancasil.

maka sering kali permasalahan upah menjadi hal yang rumit (seperti upah minimum di daerah bekasi yang ditetapkan oleh Pemerintah /UMR. sangatlah tidak mencukupi untuk membiayai kehidupannya. Neh Van Esveld Suatu pekerjaan dilakukan di bawah pimpinan yang meliputi pula pekerjaan yang dilakukan oleh Swa pekerja yang melakukan pekerjaan atas tanggung jawab dan resiko sendiri Mr. tapi juga masyarakat sekeliling dalam penyerapan tenaga kerja. agar dapat meneruskan kehidupan baik untuk dirinya maupun untuk keluarga yang menjadi tanggung jawabnya. bekerja pada orang lain. atau buruh dengan buruh.Upah yang cukup Bagi seorang tenaga kerja (buruh). hal ini berkaitan dengan tingginya biaya hidup di daerah bekasi yang sudah menjadi daerah berkembang). biasanya disebut majikan dengan memberi upah dengan mengeyampingkan pekerjaan bebas (diluar hubungan kerja) dan pekerjaan yang dilakukan di bawah pimpinan (bekerja pada orang lain yang mengeyampingkan pula persoalan antara pekerjaan (arbeit) dan pekerja (arbrider). Mr. Levenbach Suatu yang meliputi hukum yang berkenaan dengan pekerjaan yang dilakukan di bawah pimpinan dan dengan keadaan penghidupan yang langsung bersangkutan paut dengan hubungan kerja. Pengertian buruh/ tenaga kerja : Pengertian buruh/ tenaga kerja oleh banyak pakar didefinisikan sebagai berikut : Molennar : Adalah bagian dari hukum yang berlaku pada pokoknya mengatur hubungan buruh dengan majikan. .Harus ada peraturan yang mengatur hal tsb. S. Himpunan peraturan baik tertulis/ tidak tertulis yang berkenaan dengan kejadian dimana seseorang bekerja pada orang lain dengan menerima upah. Mok Hukum yang berkenaan dengan pekerjaan yang dilakukan di bawah pimpinan orang lain dan dengan keadaan penghidupan yang langsung bergandengan dengan pekerjaan itu. Inti dari pengertian definis di atas adalah : . yang menjadi tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan upah. Imam Soepomo.untuk kepentingan pengusaha dan buruh saja. b.Kebebasan melakukan pekerjaan sepanjang sesuai dengan peraturannya. Mr.Ada majikan . SH. Prof. . buruh dengan penguasa. “Kejadian atau kenyataan dimana seseorang biasanya disebut buruh. MG. Maka dalam hal ini para pakar memberikan beberapa definisi tentang upah yaitu : Oleh karena itu yang tidak termasuk dalam ruang lingkup Hukum Perburuhan adalah : .

memulihkan tenaga kerja yang habis dipakai. Teori upah hukum alam ( Imam Soepomo. agar tetap dapat dipakai terus menerus. Melakukan pekerjaan atas dasar resiko sendiri tanpa ada yang perintah (atasan) 2. maka dalam . dan sisanya 35 % diambil oleh perusahaan itu sendiri. Persediaan upah ( Stewart will Senior) Suatu pembayaran upah sudah tersedia sejumlah tertentu. Upah ditetapkan atas dasar bekerja yang perlukan untuk memelihara. Oleh karena itu dalam hal ini ada beberapa landasan hukumnya sbb: Secara Normatif (I) ü Pancasila ü Ketentuan/peraturan seperti (Konstitusi.1. yang bersifat uang muka dari pihak majikan. PP. Keppres. Melakukan pekerjaan karena melakukan suatu kewajiban atau sanksi (kerja paksa). yang menetapkan kedudukan berdasarkan jumlah keluarganya. yang belum atau tidak dilakukan oleh Indonesia. Perpu. Melakukan pekerjaan atas sukarela untuk kepentingan orang lain atau masyarakat 3. Teori Upah Hukum Besi ( Ricardo) Suatu pendekatan upah dipakai untuk menerima babakan kaum tenaga kerja. pemeliharaan lingkungan dll. keluarganya. SH). Perda. yaitu : mewajibkan kepada Perusahaan untuk menyerahkan keuntungan perusahaan kepada negara sebesar + 65 % untuk digunakan kegiatan sosial. agar tidak ada permasalahan (dieleminir seminimal mungkin permasalahan yang timbul). Teori Upah sbb: Teori Sewa wajib : Penyelesaian antara tenaga kerja dengan penguasa yang harus diberitahukan dengan surat ditujukan kepada pegawai depnaker untuk memberi peraturan dalam penyelesaian ini. pendidikan. Upah Etika Upah harus menjamin penghidupan yang baik tenaga kerja sendiri. UU.) ü Azas ü Kebiasaan ü Teori ü Traktat/Perjanjian ü Hasil penelitian Secara Normatif (II) Yaitu hal yang dilakukan di Amerika pada setiap perusahaan yang beroperasi di Amerika. Kepmen. GBHN. Upah Sosial Upah dibayar sesuai kecakapan dan kebutuhan tenaga kerja itu sendiri. Landasan Peraturan Perburuhan Dalam sistem hukum perburuhan sudah sewajarnya harus ada aturan-aturan yang dapat melandasi semua hal yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.

Pemerataan. kita bukanlah mempelajari bagaimana cara menghitung pajak. Undang-undang yang melandasi peraturan perburuhan sbb: (a) UUD (Konstitusi) (b) Pancasila (c) UU No. Lapangan kerja. Kemiskinan. atau olah raga. Tinggi. Oleh karena itu dalam sistem hukum pajak Indonesia mengenal dua landasan hukumnya yaitu secara : . tetapi kita mempelajari tentang bagaimana sistem hukum pajak itu dan untuk apa diambil pajak oleh negara dan apakah ada dasar hukumnya. 23/53 tentang Wajib lapor Perusahaan (d) UU No. pemerhati lingkungan. 5/86 tentang PTUN (h) UU No. 30/98. WTO. 21/96 tentang Keselamatan Kerja. Kemiskinan. ¨ Damai ¨ Bani (badan khusus di luar peradilan yang ada) ¨ Peradilan (Umum (UU No. 21/54 tentang perjanjian perburuhan (e) UU No. d. maka akan menghasilkan politik hukum dan budaya hukum buruh yang dikehendaki/ yang akan dilakukan (Politik will). 30/99) BAB VIII ISTEM HUKUM PAJAK Dalam pembahasan masalah pajak ini. 80/57 tentang pengupahan (f) UU No. MA) Luar Negeri :Damai (Mediasi. Penyelesaian Kasus Dalam penyelesaian kasus-kasus perburuhan . (g) UU No.hal ini banyak perusahaan asing yang lari dari AS dan mencari daerah berkembang yang belum/tidak menerapkan sistem tersebut.P). aturan normatif) Dari kedua hal (Normatif dan empiris). PTUN (UU No. negoisasi.K. 5/85). sudah ada lembaganya yaitu : Dalam Negeri : ¨ P-4/PD = Panitia Penyelesaian perselisihan perburuhan (daerah atau Pusat (D. 12/64 tentang Pemutusan Hub.14/70 Jo UU No.25/97 tentang Ketentuan Pokok T. Konsiliasi)Lembaga Arbitrase (UU No. GATT) yang masih memberikan perhatian terhadap masalah : (Buruh. HAM. AFTA. dll). Secara Empiris Berdasarkan hasil penelitian/ kenyataan yang ada baik itu di Dalam negeri yang berdasarkan ( Tuntutan hidup. Mupun yang berasal dari Luar Negeri (ILO. tetapi ada juga perusahaan yang dapat laba memanfaatkan labanya untuk memberikan bantuan beasiswa. 3/96 tentang Jamsostek (i) UU No. Kerja. Pemerataan. (j) UU No.

6/82 Yo UU No. 6/92 Ketentuan Pokok Pajak UU No. Dr. R. Soeparman Soemahamidjaya : Iuran wajib berupa uang/barang yang dipungut oleh pengusaha berdasarkan normanorma hukum guna menutup biaya barang-barang dan jasa kolektif dalam mencapai kesejahteraan umum.7/92 Ketentuan Pokok Pajak UU No.Peraturan /Perundang-undangan : UU No.Pengeluaran negara .GBHN .Luar Negeri Seperti Investor. dimana unsur pajak yaitu : . 8/82 Yo UU No.Konstitusi .Kebutuhan Negara. WTO.Tuntutan .12/92 Ketentuan Pokok Pajak UU No. 18/99 tentang Pajak Daerah & Restitusi Daerah . Pajak pertama kali dilakukan berdasarkan undang-undang yaitu mulai tahun 1982. Leroy Beanliev Bantuan baik secara langsung maupun tidak yang dipaksakan oleh kekuasaan dari penduduk/ dari barang untuk menutup belanja negara. Peralihan kekayaan dari rakyat kepada kas negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan untuk publik yang merupakan sumber utama untuk membiayai publik invesment. H.Normatif yang berisikan : . Rachmat Soemitro. Santosa Brotodihardjo. 22/99 tentang Otonomi daerah UU No. 25/99 tentang Perimbangan keuangan daerah UU No. 18/99 tentang Pajak Daerah & Restitusi Daerah UU No. Prof.Teori . 12/82 Yo UU No. 12/92 Pajak Bumi Bangunan Empirik : . GAAT.Azas . Prof. 25/99 tentang Perimbangan keuangan daerah UU No. SH. 7/82 Yo UU No. Apec Dalam Negeri Seperti UU No. 22/99 tentang Otonomi daerah UU No. Iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa tambah (kontra prestasi) yang langsung dapat ditujukan dan dipergunakan untuk membayar pengeluaran umum.Undang-undang .Lembaga negara (Budget-anggaran) . Globalisasi.Budaya Hukum . SH.Politik Hukum . Sesuai dengan kondisi Pengertian Hukum Pajak dari beberapa pakar adalah sbb: Dr.

PM. 5/86 tentang Peradilan Tata Usaha Negara . 33/99 tentang ketentuan pokok kehakiman ( PA. PTUN. bahwa pajak digunakan sebagai suatu alat untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang berada di luar bidang ekonomi dan banyak ditujukan pada sektor swasta. Teori atas Gaya Beli Penarikan pajak yang dilakukan para aparat pajak kepada wajib pajak dari segi . maka itu diperlukan orang berupa suatu premi dalam pajak inilah dianggap sebagai premi.Sedangkan dalam penyelesaian kasus pajak dapat dilakukan dengan didasari oleh UU sbb. Ciri-ciri pajak adalah sbb: (1) Pajak dipungut berdasarkan undang-undang serta aturan pelaksanaannya. : Teori kepentingan: Beban pembagian pajak yang harus dipungut dari penduduk yang harus di dasarkan atas kepentingan orang masing-masing dalam tugas pemerintahan (bermanfaat) baginya. (2) Pembayaran pajak tidak dapat ditunjukkan adanya kontra prestasi individual oleh pemerintah (3) Pajak dipungut oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. termasuk perlindungan atas jiwa atas orang berseta harta bendanya.UU No.Pasal 23 (2) UUD 1945 .UU No. tetapi fungsi budget terletak pada sektor publik merupakan suatu alat/ sumber untuk memasukan uang sebanyak-banyaknya pada kas negara dan dipergunakan untuk pembiayaan negara pada umumnya dipergunakan untuk pengeluaran rutin Sedangkan fungsi regulerend (mengatur). PU) . (Yang perlu diperhatikan bahwa dana yang masuk (pajak) tidak boleh dipergunakan untuk hal-hal lain seperti di Depositokan dan mendapatkan bunganya.) Fungsi Pajak adalah : Disamping sebagai Budgeting (anggaran) dan Regulered (mengatur). 17/99 tentang Badan Penyelesaian Sengketa Pajak (BPSP). 14/70 Yo UU No. kententraman jiwa dan harta. Teori Pemungutan Pajak ada bebarapa macam : Teori asuransi : Negara dalam hal ini melindungi orang dan segala kepentingannya menjaga keselamatan.UU No. . Teori Gaya Pikul Dasar pungutan pajak yang dirasa adil terletak pada jasa-jasa yang diberikan oleh negara kepada warganya yaitu perlindungan atas jiwa dan harta benda wajib pajak.

(2) Azas kebangsaan : dikenakan pada wni sebagai wajib pajak termasuk wajib pajak asing yang melakukan usaha yang sudah berbadan hukum di Indonesia. Azas Pemungutan pajak : (1) Azas tempat tinggal : didasarkan atas tempat tinggal para wajib pajak. kepentingan umum. Dari teori-teori di atas dapat kita simpulkan bahwa dalam pemungutan pajak harus mempunyai beberapa aspek yaitu Aspek Adil Aspek Efektif Aspek Kepentingan Pembangunan Aspek Manfaat. Falsafah Hukum. gaya pikul. Dalam Pembuatan harus memperhatikan teori-teori bakti. (3) Azas Sumber : penarikan pajak penghasilan. terlebih memperhatikan syarat-syarat keadilan bertugas. Tercapainya keadilan seperti : (1) Hak Fiksus (Dirjen Pajak) dalam pembuatan ketentuan perundang-undangan lancar diketahui oleh umum. yaitu syarat menentukan nasib rakyat secara final harus dipungut berdasarkan UU.efektifnya dengan guna efektifnya inilah sebagai kunci dasar keadilannya. Hal ini terletak dalam hubungan rakyat dengan negara yang memungut pajak dari padanya. asuransi. yaitu harus mengabdi kepada keadilan baik dalam UU dan pelaksanaanya. Azas Pembuatan UU Pajak 1. Yuridis. kepentingan. yaitu dapat memberikan jaminan hukum yang perlu untuk menyatakan . meyempurnakan UU Pajak lengkap dengan sanksisanksinya. gaya beli. dan melakukan tindakantindakan dalam perpajakan. Teori Kewajiban Pajak Mutlak (Bakti) Hak negara untuk memungut pajak kepada masyarakat. Asas Yuridis Pasal 23 (2) UUD 1945 yang berpengaruh sangat dalam. pendapatan berdasarkan atas sumber objek pajak berasal dari wilayah Indonesia. (2) Wajib pajak harus mendapat jaminan hukum supaya tidak diperlakukan sewenang-wenang oleh fiskus dengan aparaturnya. maka sudut tertentu biaya yang digunakan untuk pemungutan pajak harus sekecil-kecilnya dari perbandingan pendapatannya. (3) Jaminan terhadap tersimpan rahasia menjalani kebenaran mengenai diti / atau pemeriksaan wajib pajak yang telah ditentukan bagian institusi pajak dan tidak sisalahgunakan oleh aparat pajak Azas Financial Sesuai dengan fungsinya budgeting. 2.

Dalam hal ini pemungutan pajak diletakkan kepada aktivitas dari masyarakat sendiri. Ada kepastian hukum dibidang perpajakan 4. Sistem ini baik bila kualitas aparatur telah baik. Inisiatif dan kegiatan menghitung dan pemungutan pajak sepenuhnya ada pada aparatur pajak.keadilan bagi negara dan rakyatnya berdasarkan UU dan ada kepastian hukum 3. dimana aparatur perpajakan menentukan jumlah pajak yang terutang. Ekonimis.11/1957 huruf 1 tentang Peraturan Umum Pajak daerah. Finacial. Menghindari beragam objek pajak dan cukup satu pajak saja. Official Assessment Sistem pemungutan pajak. dengan pertimbangan : 1. 3. ordonansi vervending 1923. yaitu Kebijakan pemungutan pajak harus diusahakan jangan sampai menghambat lancarnya produksi dan perdagangan (dijaga keseimbangan roda ekonomi) 4. dan hasil mencukupi untuk menutupi pengeluaran negara serta pengenaan pajak harus sedekat mungkin dengan terjadinya perbuatan peristiwa. ordonansi pajak jalan 1942 Ps. keadaan yang menjadi dasar pengenaan pajak Sistem Pemungutan Pajak Dalam hal ini dikenal 2 cara yaitu : Self Assesment Sistem pemungutan pajak dimana Wajib Pajak menentukan sendiri jumlah pajak yang terutang sesuai dengan ketentuan uu perpajakan. k dan UU darurat No. Keseragaman penarikan potensi suatu daerah 2. maka biaya dalam pemungutan pajak harus seminimal mungkin. Demi untuk kepentingan anggaran negara dan pembiayaan pembangunan . 14 huruf j. SEJARAH PERKEMBANGAN PAJAK Bermula dengan ditetapkan Ordonansi Pajak Rumah Tangga tahun 1908. IPEDA (Iuran pembangunan Daerah) Tahun 1980 Adanya Kebijakan politik Pemerintah dalam perpajakan setelah era kemerdekaan yaitu pada tahun 1980. yaitu Sesuai dengan Budgeter. Ada kemudahan penarikan pajak 5.

maka terbukti mengeluarkan UU No.Pemerintah Indonesia berkeinginan memiliki /menguasai Badan usaha milik Belanda (asing).Banyaknya tanah terlantar yang ditinggalkan atau yang tidak jelas pemiliknya akibat dahulu merupakan tanah kerajaan. 5 tahun 1960 adalah : (1) Politik Pertanahan RI . tetapi setelah RI merdeka mereka tetap miskin. maka berdasarkan hal tersebut. Adat.Serta masih banyaknya para pejuang yang pada saat perjuanagan tidak memikirkan kondisi perekonomiannya. (2) Operasional Pertanahan berdasarkan . Tetapi setelah Tahun 1982 terjadi ketidak konsistenan Pemerintah.Dilakukannya pengusiran Bangsa Asing (belanda) di Indonesia seperti di IRJA (Papua) . BAB VIII STEM HUKUM AGRARIA (TANAH) Sistem Hukum Agraria di Indonesia telah mempunyai Undang-undang-nya yang merupakan landasan Hukum keagrariaan yaitu UU No. Pancasila.Tuntutan baik Dalam Negeri seperti H. tetapi masalah pertanahan masih dipegang oleh bangsa lain (belanda). maka tanah tersebut tidak bertuan. UU No. 5 /1960 tentang UUPA yang telah di umumkan dalam lembaran negara (LN) No. 104 Tahun 1960. . Ultrech berpendapat bahwa Hukum Agraria menguji hubungan hukum istimewa yang diadakan akan memungkinkan para pejabat yang ditugaskan mengurus soalsoal agraria/ melakukan tugas mereka. maka motivasi pembuatan UUPA No. 46/96 tentang kepemilikan tanah. 46/96 .Kebijakan Pemerintah RI . Oleh negara Repulik Indonesia. UU No. peraturan Lainnya seperti UU No. Azas. . dan kerajaan hapus. Sedangkan secara Hukum Pertanahan (1040-1959) melihat bahwa walaupun negara RI sudah merdeka. maka tidak ada lagi dualisme pengaturan Perpajakan. 5/60 tentang UUPA. UUD 1945 (Pasal 33) . 18/1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) dan masih banyak lagi pajakpajak yang lain. 12/1994 tentang Pajak Bumi dan Bangunan. kebutuhan Rakyat RI maupun Luar Negeri seperti Hipotik UU No. (3) Landasan Hukum Pertanahan Indonesia adalah. 12/1984 jo UU no.Dengan adanya kebijakan tersebut. Teori.

Memeberi kepastian hukum tentang kepemilikan tanah di RI.Hak Guna Usaha (Ps.Meletakkan dasar-dasar kesatuan dan kemerdekaan dalam sistem hukum pertanahan di RI. semua hak atas tanah mempunyai fungsi sosial dari tanah (ps. 41).6). 35/97 ) PTUN (UU No. . peternakan. Ps 50 . karena negara bukan pemilik tanah. Psl 53) yaitu Pemakaian tanah kepada warga negara RI manapun bukan warga negara Indonesia (WNA) yang ada hubungan dengan perdagangan. (b) Azas UUPA.Memberi dasar-dasar penyusunan Hukum Agraria di Indonesia. . UU No. Dengan diterbitkannya Undang-undang pertanahan tersebut (UUPA). . dimana UUPA mempunyai sbb: (a) Tujuan UUPA.Hak Sewa (Pasal 16 jo.46 (1). Dalam sistem pertanahan (agraria) di Indonesia diatur beberapa hak yaitu seperti : . maka pemerintah dapat mengambil tanah tersebut dengan ada pergantian kerugian yang memadai (sesuai peraturan yang ada). 11 (2)) (2) Azas Legalitas. maka ketiga aspek ini harus termaktum di dalam peraturan tersebut. .tentang Hopotik dan PP lainnya. (4) Penyelesaian kasus/ sengketa. Yaitu Segalan tindakan dalam perbuatan pemerintah maupun warga negara di bidang agraria harus berdasarkan hukum (Ps.15/4/70 . yaitu Pemakaian tanah yang dilakukan oleh Warga negara RI maupun Orang asing (WNA) dalam jangka waktu tertentu seperti Kedutaan. 26 (2). 51) (3) Azas Fungsi Sosial.Hak Guna Pakai (Pasa. 21 (1) dan Ps.Hak Guna Bangun (Pasal 35 ) yaitu Pemakaian tanah secara perorangan bebas menetukan dan meletakkan bangunan di atas tanah dengan berstatus tanah milik. Dapat diselsaikan melalui PN (UU No. Oleh karena itu dalam setiap peraturan-peraturan yang menyangkut pertanahan (agraria). 30 (2). dengan luas minimal 5 Hektar dan mempunyai batas waktu dan dapat diperpanjang. . Join venture dll. . . Ps.Hak Milik (Pasal 20) yaitu pemilikan tanah oleh warga negara yang bersifat terkuat dan terpenuhi dengan pengelolaan hak eigendom dengan fungsi sosial. Terdiri dari : (1) Azas Kebangsaan dan perlindungan. Dalam hal ini negara tidak dapat menyewakan tanah.5/86 ) dan Ombusman (badan yang baru pada sistempemerintahan Gusdur). dimana apabila negara memerlukan tanah tersebut untuk kepentingan orang banyak (umum) seperti ruang jalan atau lain sebagainya. hanya untuk hak sewa pertanian. 28) yaitu Pemakian tanah bukan miliknya sendiri yang digunakan dalam usaha pertanian.Pemerintah memberikan perlindungan hukum atas hak-hak tanah mereka (rakyat Indonesia0 tercantum dalam (Pasal 9. Ps. . .

.UU No. . Budaya Penanaman Modal (PM) Budaya penanaman modal ini berangkat dari sejarahperdagangan bahwa pada tahun 1025 dan 1275 Portugis dan VOC mencari rempah-rempah dan berhasil menemukan daerah penghasil rempah tersebut seperti di Tidore. Dalam Sistem penanaman modal di Indonesia di bagi dalam 2 bentuk yaitu Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal asing (PMA).Tanah yang dikuasai oleh negara ialah tanah yang sudah ada sesuatu hak di atasnya. seperti Hak yang disebutkan sebelumnya.Dalam pemilikan tanah.1972 terjadi Relokasi usaha AS dan Eropah dinegar-negara berkembang yang menghasilkan penjajahan bentuk baru yaitu penjajahan ekonomi. Operasional Penanaman Modal Sejarah perdagangan di Indonesia 1816 Perdagangan rempah yang berakibat dengan Penjajahan fisik dan perbudakan .PP No. . Politik Hukum Penanaman Modal. . b. Dalam hal ini Pemerintah melihat latar belakang sejarah perdagangan di Indonesia.Tanah yang dikuasai oleh negara.UU No. dimana peraturan-peraturan yang n\menjadi Landasan Hukumnya berbeda seperti tersebut di bawah ini : Dasar Hukum Penanaman Modal Asing (PMA) . 8/1995 tentang Pasar Modal (UUPM) pengganti UU No. penggunaan. BAB IX SISTEM PENANAMAN MODAL a. 1814 Pengaturan Belanda (BW) 1971. maka Indonesia melakukan terobosan agar sistem penanaman modal berjalan dengan baik. perbuatan hukum yang mengenai tanah. maka tanah negara menurut UUPA adalah : . 15/1952 tentang Penetapan UU Darurat Bursa. 11/1970 tentang PMA . malaka dll. 1/1967 kemudian diperbaiki dengan UU No. persediaan dan pemeliharaan tanah.Menentukan dan mengatur hubungan hukum atanar orang-orang. 20/1994 tentang Pemilikan Saham dalam Rangka PMA.Menetukan dan mengatur hubungan-hubungan hukum atara orang dengan tanah .Mengatur dan menyelenggarakan peruntukan. c. Sedangkan Penguasaan negara (Pasal 4 UUPA) mengenai wewenang negara yaitu : . 50/93 tentang Pemilikan Saham dalam rangka PMA dalam perusahaan Publik .PP No.

tetapi meliputi pula alat-alat perlengkapan tetap yang diperlukan untuk menjalankan perusahaan di Indonesia. termasuk hal-hal kebendaan yang dimiliki baik negara. (2) Sebagai alat-alat perusahaan termasuk penemuan-penemuan baru milik orang asing dan bahan-bahan yang dimasukkan dari luar negeri ke dalam wilayah Indonesia. Hak dan kewajiban Penanaman Modal adalah sbb: § Perusahaan pemilik modal dari perusahaan nasional mengabarkan pada presentasi modalnya adalah milik negara/ swasta nasional. UU No. kemudian dirubah dengan UU No. 1) . 12/1970 tentang PMDN Pengertian PMDN adalah menurut UU No. dan wajib lapor kepada instansi yang berwenang. § Perusahaan diperkenankan mengadakan usaha gabungan dengan modal asing (Ps. § PMA/PMDN. swasta nasional maupun swasta asing (PMA) (Ps.11/1970 (1) Sebagai alat pembayaran Luar negeri yang tidak merupakan bagian dari kekayaan devisa Indonesia dengan persetujuan pemerintah di gunakan untuk pembiayaan perusahaan negara indonesia. 12/1970 : . maka izin perusahaan tersebut dicabut (Ps.Alat-alat pembayaran luar negeri yang dimiliki oleh negara dan swasta nasional yang disahkan / disediakan untuk menjalankan usahanya di Indonesia termasuk pula sebagai modal dalam negeri. . (3) Bagian dari hasil perusahaan yang berdasarkan undang-undang diperkenankan di transper tetapi digunakan pembiayaan perusahaan Indonesia. 1/1967 Jo. 23) § Modal dalam negeri yang dimiliki orang asing yang berdomisili di luar Indonesia. 11/1970 tidak hanya berbentuk Valuta asing.Modal dalam negeri sebagai sumber produktif dari masyarakat Indonesia yang dapat dipergunakan bagi pembangunan ekonomi pada umumnya .UU No.Kekayaan masyarakat Indonesia. wajib memenuhi ketentuan perdagangan yang telah ditentukan/ berlaku. penemuan milik keuntungannya yang boleh ditransper ke luar negeri tetapi dipergunakan kembali di Indonesia.Pengertian PMA menurut Pasal 2 UU No. UU No. bila tidak dilaporkan dalam waktu 3 bulan. sepanjang alat-alat tersebut tidak dibiayai dari kekayaan bangsa Indonesia. 6/1968 tentang PMDN . sehingga perlu kesiapan aparatur negara yang ditugaskan untuk itu. § Pendaptaran Perusahaan merupakan bahan penting bagi berbagai aktivitas pemerintah antara lain untuk penyusunan rencana pembangunan. berlaku ketentuan /peraturan yang ada sebelum UU ini.3 (1)). Hak perusahaan Penanaman modal yang dulunya berstatus perusahaan asing . Dasar Hukum Penanaman Modal Dalam negeri (PMDN).

yang berkaitan dengan efek yang diterbitkan. § Memberi kesempatan investor menjual kembali surat berharga yang dimilikinya. Peranan Pasar Modal itu sendiri adalah : § Memberi Informasi secara lengkap tentang Surat berharga (SB). tetapi dalam hal ini kadangkala kita mengalami kesulitan untuk mendapatkan atau bagaimana mencari informasi tersebut. Direksi yang tidak berkenan bagi diri Soros (Contoh kecil dampak negatif dari sistem Pasar Modal di era Globalisasi ini) Penanaman Modal (UU No. . Transaksi Membeli Menjual Tujuan dari Pendirian Pasar Modal adalah : § Menciptakan Fasilitas bagi keperluan industri dan keseluruhan perusahaan dalam memenuhi permintaan dan penawaran modal. Akibat negatif dari Pasar Modal adalah bisa berakibat pada nilai tukar rupiah dengan mata uang asing. tentram dll).berdasarkan peraturan-peraturan berlaku diantaranya yang pernah dilunasi pemerintah (perusahaan yang diambil alih pemerintah). § Memberi kesempatan kepada investor untuk memperoleh hasil yang diharapkan. 12/ 1970 tentang PMA. § Memberi kesempatan kepada masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi dalam pembangunan industri.. PMDN).11. DalamPenanam Modal. Pengertian pasar modal adalah : Suatu pasar (tempat) pertemuan antara penawaran dan permintaan Surat Berharga (SB) dengan memakai Jasa para Pedagang Efek. sehingga nilai tukar kita kemungkinan besar merosot bila dibandingkan dengan Dolar ($) AS (kondisi negara yang terlihat tidak tertib. tetap dijamin hak-hak khusus berdasarkan peraturan-peraturan dan ketentuan yang berlaku bagi mereka. seperti Perusahaan Astra yang sudah dimiliki saham terbesarnya oleh (Soros) Pengusaha dari Amerika. § Kemudahan untuk menentukan harga saham. otomatis memrlukan Modal sebagai alat untuk berusaha. Oleh karena itu dalam penanaman modal perlu wadah yang mempermudah investor bertransaksi yaitu suatu PASAR MODAL Pengertian Pasar modal menurut Pasal 1 butir 13 UU No. serta lembaga profesi yang berkaitan dengan efek” Sedangkan menurut Keputusan Menteri keuangan Republik Indonesia Nomor 1548/KMK/90. sehingga keuntungan Astra yang Trilyunan otomatis akan lari keluar negeri dan mrekalah yang menikmati keuntungan terbesar dari pada negara kita karena saham terbesar dipegang oleh mereka dan dengan seenaknya mungkin ia akan mengganti para Komisaris. 8/1995 adalah: Kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek perusahaanpublik. maka Pengusaha Amerika bisa membeli saham di perusahaan yang ada di Indonesia.

52/1976 § Tahun 1977 Presiden Soeharto memberi keringanan untuk Pasar Modal sbb: § Fasilitas perpajakan § Paket Keringanan Fiskal § Bebas Bea Materai § Bebas Pajak Perseroan § Dll. 15/1952 “ BURSA” § Tahun 1966 Perdagangan Bursa mengalami kelesuan dan mati sendiri (III) Periode Orde Baru § Pemerintah RI Pada Tahun 1976 mengeluarkan KEPPRES No. Adapun hal tersebut adalah sbb: 1. (V) Periode Perkembangan dan Pertumbuhan § Tahun 1989 merupakan tahun yang sangat menakjubkan. maka perdagangan di bursa menurun dan berakhir dengan MATI SURI (IV) Periode Konsolidasi (1984-1988) § Paket 6 Mei 1986 pemberian status sama PMDN/PMA yang 51 % sahamnya dapat dijual di Pasar Modal dapat dimiliki swasta nasional. Indonesia (Hindia Belanda) dalam cengkraman penjajah Belanda. maka sudah sepatutnya kita juga harus tahu institusi yang terlibat dalam Pasar Modal tersebut. dimana . Emiten adalah perusahaan emisi yang melakukan penawaran umum. dan Penguasa Belanda pada saat itu mendirikan Bursa Efek (Vereniging Voor de Effect en handel) § Sebagai usaha penarikan modal untuk mendirikan perusahaan perkebunan di Hindia Belanda.Sejarah Pasar Modal di Indonesia Sejarah Pasar Modal di Indonesia terdiri dari 5 (lima ) Periode yaitu : (I) Periode Penjajahan Belanda (1912). (II) Periode Awal Kemerdekaan Indonesia § Tahun 1950 Pemerintah RI menerbitkan Obligasi Pemerintah § RI mengeluarkan UU Darurat No. karena pada tahun tersebut kondisi Pasar Modal mengalami “BOOMING” PELAKU PASAR MODAL Bila kita ingin mengetahui apa itu Pasar Modal. 13 /1951 tentang Bursa dan disempurnakan dengan UU No. § Tahun 1925 dibuka Bursa Efek Jakarta (11-01-1925) § Pada tahun yang sama di buka Bursa Efek di Semarang (01-08-1925) § Kegiatan Bursa Efek (Pasar Modal) terhenti karena terjadi perang dunia II. § Tahun 1983 Fasilitas Perpajakan dan Paket Keringanan Fiskal dihapuskan dengan adanya UU perpajakan § Tahun 1984 dengan hilangnya Fasilitas perpajakan. § Berkiblat pada Pasar Modal di Belanda § Efek yang diperdagangkan Saham dan Obligasi.

. dimana akuntan publik tersebut akan menyatakan pendapat : Wajar Tanpa Syarat (Unqualified opinion). Mempunyai tenaga Ahli dibidang tersebut. Modal disetor Rp. 25 Juta serta Izin Menteri keuangan.000. 100. Dengan Wewenang Membeli/menjual diluar harga yang ditentukan asal lebih menguntungkan dan mendapat keuntungan 1% dari nilai transaksi § Lembaga Kliring dan penjaminan yaitu pihak yang menyelenggarakan jasa kliring dan penjaminan penyelesaian transaksi bursa. Lembaga Penunjang seperti : § Penjamin Emisi (underwriter) Lembaga/perusahaan yang mengambil resiko untuk menjual sekuritas dengan mendapat imbalan.Pendapat tidak setuju (Adverse). terdaftar di BAPEPAM yang mempunyai fungsi mengaudit keuangan perusahaan yang akan go publik.000. § Penanggung /Guarantor adalah penengah antara yang memberikan kepercayaan dan yang membutuhkannya mirip seperti Bank garansi.000. 25. Menolak memberikan pendapat (Dicliner of Opinion) § § Konsultan Hukum § Notaris untuk mencatat kejadian di bursa saham.Modal disetor Rp.syarat suatu perusahaan untuk dapat dijual sahamnya di pasar modal harus telah memenuhi persyaratan UU No. BAB X . dimana berfungsi menjamin pembayaran tepat waktu atas bunga. § Akuntan Publik. 8 / 1995 sbb: § Berbadan Hukum (BH) § Berkedudukan di Indonesia § Modal dasar Rp. Investor adalah orang yang bertujuan untuk : § Memperoleh Deviden § Berdagang § Pemilikan Saham § Spekulasi (sekuritas Bursa) § Orang / Badan yang berkeinginan menanam modal di suatu perusahaan yang melakukan Go Publik 3.000. pengembalian pinjaman pokok § Wali Amanat (trusteq) adalah Pihak yang mewakili kepentingan pemegang efek yang bersifat hutang § Perantara Perdagangan Efek/Pialang/Broker adalah orang yang melakukan transaksi jual beli di lantai Bursa atas nama pemodal. § Laba bersih 10 % selama 2 tahun dari modal sendiri § Laporan keuangan diperiksa oleh Akuntan Publik dengan predikat WTS (Wajar Tanpa Syarat) § Mendaftarkan Perusahaannya ke BAPEPAM § Membuat Profektus dengan benar dan jelas (jujur) 2. Perusahaan yang bergerak di bidang ini harus dengan syarat Berbadan Hukum. Wajar tetapi tidak sesuai dengan akuntansi Indonesia (Qualified opinion).

DLL NORMATIF .Minuman .Tuntutan dari Dalam Negeri dan kebutuhan seperti : Pelaksanaan . Landasan Hukum YURIDIS .Perbankan .Pengawasan . Umum .Mediasi .Perumahan .Arbitrase . 8/99. Kepmen.Keseimbangan .Perad. 8 Tahun 1999). erlindungan Konsumen : adalah segala usaha yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi .Pemerintah (BPSKN) Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Indonesia . Laut) . Sepatu dll) .Elektronik. PTUN.Teori .Manfaat .Medis .Keamanan .UUD 1945 .Transportasi (Udara.Swasta (YLKI) Yayasan lembaga Konsumen Indonesia Penyelesaian Kasus .Keadilan .Kepastian Hukum Operasional Perlindungan Konsumen .Lembaga .Konsiliasi .GBHN . PP.Garmen (Tektil. Niaga.Musyawarah .UU No.ERLINDUNGAN ONSUMEN (UU No.Badan penyelesaian PK .Pancasila .Azas . Darat. Alat Rumah tangga .Damai .Makanan .Keselamatan Konsumen .Perad.

Dapat untuk diperdagangkan. dipergunakan atau dimanfaatkan oleh konsumen Jasa Setiap layanan yang berbentuk pekerjaan atau prestasi yang disediakan bagi masyarakat untuk dimanfaatkan oleh konsumen.Menumbuhkan kesadaran pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan konsumen.Menciptakan sistem perlidungan konsumen yang mengandung unsur kepastian hukum dan keterbukaan serta akses mendapatkan informasi. keseimbangan.perlindungan kepada konsumen. . baik berdiri sendiri maupun bersama-sama melalui perjanjian menyelenggarakan usaha dalam berbagai bidang ekonomi.Mengangkat harkat dan martabat konsumen dengan cara menghindarkannya dari dampak negatif pemakaian barang dan atau jasa. Azas Perlindungan konsumen Manfaat. dipakai. Pelaku Usaha : Setiap orang atau Badan Usaha. Promosi Kegiatan pengenalan/ penyebaran informasi suatu barang dan atau jasa untuk menarik minat beli konsumen terhadap barang dan atau jasa yang akan atau sedang diperdagangkan. keselamatan konsumen. Barang Setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud. Konsumen adalah : Setiap orang yang memakai barang dan /atau jasa yang tersedia dalam masyarakat. kemampuan dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri. .Meningkatkan kesadaran. dan menuntut hak-haknya sebagai konsumen. baik yang berbentuk Badan Hukum maupun bukan Badan Hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum Negara RI. keadilan. keyamanan. dapat dihabiskan maupun tidak dapat dihabiskan. jasa serta menjamin kelangsungan usaha barang. Tujuan Perlindungan Konsumen . keamanana dan keselamatan konsumen Hak Konsumen .Meningkatkan pemberdayaan konsumen dan pemilihan untuk menentukan. keamananan. . sehingga tumbuh sikap jujur dan bertanggung jawab dalam berusaha. keluarga atau orang lain maupun mahluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. baik bergerak maupun tidak bergerak. kepastian hukum.Meningkatkan kualitas barang. . . baik bagi kepentingan diri sendiri.

ganti rugi. penggantian apabila barang atau jasa tidak sesuai perjanjian atau kesepakatan. . . .Hak untuk memilih barang atau jasa serta mendapatkan barang sesuai dengan nilai tukar dan kondisi serta jaminan. .Hak untuk informasi yang benar. keamanan. jelas.Membayar sesuai dengan nilai yang disepakati. 500.000 (juta) .Penggantian Jasa yang sejenis atau setara nilainya.Pengembalian Uang. .Beritikad baik dalam melakukan transaksi pembelian barang atau jasa.Penjara paling lama 5 tahun .Sekelompok konsumen yang mempunyai kepentingan yang sama.. maka ahli warisnya . Ancaman Hukum Bagi Pelanggar UU No.Hanya ganti rugi paling banyak Rp.Seorang konsumen yang mengalami kerugian atau yang meninggal dunia.Hak untuk didengar pendapat dan keluhan atas barang yang digunakannnya. perlindungan dan upaya penyelesaian sengketa perlindungan konsumen secara patut. 8/1999 . . .Hak atas keyamanan. .Perdata (UUPK Pasal 19 ayat 2) . atau . Kewajiban Konsumen .Hak untuk mendapatkan konpensasi. . .LSM / YLKI yang mempunyai tujuan perlindungan konsumen yang tercantum dalam AD/ART LSM tersebut.Bukan (tidak ada pasal) yang mengatur mencabut izin usaha.Membaca dan mengikuti petunjuk informasi dan prosedur pemakaian atau pemanfaatan barang atau jasa demi keamanan dan keselamatan.000 (juta).Perawatan kesehatan . .Pidana dengan denda paling banyak Rp.Mengikuti upaya penyelesaian hukum sengketa perlindungan konsumen secara patut (benar). . atau . .Para Pihak yang dapat mengajukan gugatan ganti rugi adalah : . 200.000.000.Hak untuk mendapatkan advokasi.Pidana . keselamatan dalam mengkonsumsi barang atau jasa.Beban Pembuktian sesuai Pasal 19 UUPK merupakan Beban Pelaku Usaha untuk membuktikan benar atau tidak .Pemberian Santunan yang sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. jujur mengenai kondisi barang atau jasa. .

Musyawarah.Tindakan tertentu dari Pelaku Usaha untuk menjamin tidak akan terulang kembali Penyelesaian Sengketa Perlindungan Konsumen dapat diselesaikan melalui : . . . .Mencapai kesepakatan mengenai bentuk dan besarnya ganti rugi. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen § Pasal 65 UUPK tersebut mulai berlaku setelah 1 (satu) tahun sejak diundangkan yaitu baru berlaku efektif tanggal 20-4-2000. § Pertanggungjawaban produk (product liability) yaitu bahwa antara konsumen dengan pelaku usaha tidak ada perjanjian langsung/hubungan perjanjian (no privity of contrac). .Fungsi BPSKN memberikan saran dan pertimbangan kepada pemerintah. Esensi UU No. Lembaga PK Swadaya Masyarakat (YLKI) dan Tenaga Ahli. mediasi. Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSKN ) BPSKN berkedudukan di ibukota negara RI. Peradilan Niaga.Anggota BPSKN terdiri dari Pemerintah. .Penyelesaian melalui BPSKN tidak menghilangkan tanggungjawab Pidana Pelaku Usaha (Pasal 49 UUPK) . konsiliasi . § Sejarah manusia dalam kerugian yang dialami konsumen barang/ jasa acapkali merupakan akibat dari prilaku Pelaku Usaha. S TRUKTUR MATERI UU No.Masa Kerja BPSKN 21 hari untuk mengeluarkan putusan setelah pengajuan gugatan ganti rugi diterima. akademisi.Pemerintah/instansi terkait apabila kerugian materi yang besar atau ada korban yang tidak sedikit. .Peradilan UMUM. maka tanggungjawab pelaku usaha didasarkan pada Produk Liability bahwa setiap barang/jasa akan aman dipergunakan konsumen (ada jaminan bahwa barang/jasa tidak akan menimbulkan kerugian bagi pemakai/konsumen). Pelaku Usaha. arbitrase.. PTUN.Bertanggung jawab langsung ke Presiden. 8/ 1999 § Pertanggung jawaban kontrak (contractual Liability) yaitu tentang tanggungjawab perdata atas dasar perjanjian/kontrak dari pelaku usaha baik barang/jasa. § UU yang mengatur tentang Perlindungan Konsumen § Lebih banyak mengatur tentang prilaku Pelaku Usaha. . Pasal 18 UUPK juga memberlakukan hukum perjanjian sebagaimana termuat dalam Buku III Kuhperdata.

Modal dasar/awal perusahaan 5. Analogi hukum (pengertian Hukum secara Universal) 22. Operasional dan objek perusahaan 4. Bonafide para deviden 12. 2. Siapa penguasa perusahaan 14. dapatberbentukyang sederhana (s1) dan Modern (S-2 dan S3) hal ini dalam mencapai Law Invorcement. Posisi pimpinan Direktur 8. Nama Perusahaan 3. Bentruk Kontrak/Perjanjian ada 2 macam yaitu Sederhana dan Modern. Tingkat kepercayaan 17. Siapa penjamin perusahan 15. Posisi modal keseluruhan 6. Klausula – klausula dalamkotrak/perjanjian 16. Eksistensi pemegang saham 9. Kemampuan menghadai goncangan/transisi 18. Perubahan kontrak atas dasar kegentingan . Pembentukan AD/ART. Dalam hal ini antara Pelaku Usaha dengan konsumen ada perjanjian langsung (Privity of contrac). maka tanggungjawab Pelaku Usaha didasarkan pada Criminal Liability. Penyelesaian perselisihan (arbitrase dagang) 19. BAB XI Penegakan Hukum dalam Aspek Hukum Bisnis Internasional. Penetapanpenyerahan barang 21. Pemutus secara sepihak dalam kontrak 20. Cara Transper 7. 10. Cara-cara pertolongan kontrak 13. Dalam Sistem Kontrak Modern/Internasiona isi dari kontrak/perjanjian bisnis internasional mengandung 26 butir yang harus ada di dalam kontrak tersebut.§ Pertanggungjawaban Profesional (Frofesional Liability). Keuntungan dan peran acounting 11. Direksi penentu dalam setiap keputusan. yaitu sbb: 1. maka bila terjadi maka mempergunakan pertanggungjawaban perdata secara langsung (Strict liability) § Pertanggungjawaban Pidana (Criminal Liabiliy) yaitu Hubungan Pelaku Usaha dengan negara dalam memelihara keselamatan dan keamanan masyarakat umum (konsumen) .

Legalitas Nama pemilik/Pendiri Umur Pemilik/Pendiri Jenis Kelamin (Harus jelas. Peraturan yang di buat harus baik/benar. Penyerahan Kasus /perselisihan Musyawarah / kekeluaragaan Polisis / Jaksa Pengadilan Negeri. Politis. SDM. Aparat harus lebih baik dan terbina terus menerus Profesional. Format Transaksi Bisnis Internasional yang dipergunakan di Indonesia. Kelembagaan. dan Hostoris) 2. adalah sbb: 1. Tempat penyerahan kredit atas permintaan pimpinan penentu keputusan perusahaan. Peringatan/ pemberitahuan jatuh tempo kredit. agar setiap TP (tindak Pidana) dapat diidentivikasi sedini mungkin. 1. operasional . Ekonomis. Soerjono Soekanto. Pembayaran Dolar AS (US $) 24. ini semua masih sesuai dengan pola BW dan UU No. Keseriusan/ ketaatan kesepakatan/ perjanjian/ persetujuan secara sah/legitimit. Lembaga Peradilan lainnya. 3.23. Format sederhana. Perad./1995) 2. SH. 26. dalam menangani segala permasalahan Moral. . Kejujuran Aparat (Penegak Hukum) Gaji Aparat harus menciptakan hidup sejahtera. Kelengkapan Sarana Kecanggihan Teknologi. 25. Cara Transaksi (Hak dan kewajiban) Jenis Barang Jumlah Barang Cara pembayaran Jaminan 4. yang baik akibat dari 3 komponen di atas tercukupi. Nama Perusahaan (AD/ART. Niaga) BAB XII Hukum Sederhana (S-1) Menurut Prof. sehingga terhindar dari godaan materi.pemegang saham . agar tidak saru) Kewarganegaraan Alamat Perusahaan tersebut berdomisili 3. Memenuhi 5 aspek Hukum (Yuridis. yang jelas dan baik struktur organisasinya.MA. (PTUN. Sosiologi.

5/1979 tentang . Lawrence M. Terjadinya keganjilan neraca ekonomi negara termasuk sektor usaha lainnya. Aparatur/ Struktur Legislatif Eksekutif Yudikatif 3. Penguasa wajib ganti kerugian 2. Peraturan yang tidak memenuhi 5 aspek hukum di atas. 5/1974 tentang Pemerintahan daerah dan UU No. Prasaran pendukung lainnya.Lev.D 1. Maka Menurut Prof. Erman Rajagukguk. Ketaatan dari Masyarakat 4. ketiga komponen di atas harus menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan 4. masyarakat 3. maka yang dilakukan adalah sbb: 1. Phil. Terjadi kegoncangan stabilitas suatu negara 4. Direvisi/disempurnakan 2. BAB XIII Dengan terjadinya Repormasi yang digerakkan oleh para mahasiswa.Ph. Peranan Hukum oleh Negara 5. maka jatuhlah Pemerintahan Orde Baru menjadi Pemerintahan era Reformasi. Di tunda berlakunya 3. Terjadi kekotoran dalam tubuh manusia.Dan dan Modal untuk menjalankan roda penegakan hukum harus ada dan cukup. Ketaatan masyarakat atau komponen objeknya (jangan mencoba-coba untuk berkolusi dll) Penegakan Hukum Modern (S2 dan S3) Menurut Prof. Ph. SH dan Prof. dimana pada era tersebut mendendangkan lagu Otonomi Daerah hampir sama dengan Orde Baru ( UU No.D dan Prof. Dr. Friedman. Di batalkan 4. Perhatian Penguasa terhadap Hukum.LLM. SH. Bila Penegak Hukum tidak terwujud/ berjalan dengan baik. Tidak perlu ditaati bila tetap diberlakukan. Wirjono Prodjodikoro. Subtansi Undang-undang Peraturan pendukung Keputusan Pelengkap 2. Daniel S. maka akan menghadapi sbb: 1.

5/1979 tentang Pemerintahan Desa § Kedua UU tersebut direvisi dengan : § UU No. Canada.Pemerintahan Desa) Landasan Hukum Pemda adalah Yuridis Normatif yaitu § Pancasila (Pasal 3. 25/1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat Daerah § Yurisprudensi (Keputusan yang dilakukan oleh Hakim) § Keppres § Kepmen § Perda § SK. 22/1999 tentang PemDa (Otoda) § UU No.belanda. .Inggris. 5 ) § Konstitus (UUD 1945 Pasal 18) § TAP MPR/GBHN § Peraturan perundang-undangan § UU No. Eropah Distrik Partai Banyak India Sistem Pemerintahan Kerajaan Presidentil Parlemen Penyelesaian Kasus Politik Hukum Beberapa Pemikiran Otonomi daerah dari Para Pendiri Negara RI. 5/1974 tentang Pemerintahan Daerah § UU No.I) Tidak Langsung Distrik (Kabupaten/ Tk. Inggris) Agama (Roma) Sosialis (China. Kuba) Demokrasi Pemilu Proposional (Profinsi/ Tk. § Doktrin Trias Politika (Pemisahan kekuasaan) Operarional Sistem Kenegaraan Otoriter (Militer) Monarchi (Jepang.Gubernur Yuridis Empirif § Teori § Azas Integralistik (Pemerintahan yang jujuhr).II) Langsung Lebih Bagus 2 Partai seperti AS.

RT Kotif Walikotif Camat Desa Kampung Dusun BAB XIV . Mr. Dr.II Otonomi Distrik Kabupaten Bupati Camat Desa Kapung Desa Kodya Walikodya Camat Kelurahan RW. Dr. maka Pemerintahan daerah bergerak di KABUPATEN. menyediakan dan kesiapan mengurus rumah tangganya sendiri Tingkat I Sentralistik Gubernur Propsional Kanwil Menteri Tk. yang seharusnya pemberian wilayah hanya pada KABUPATEN DAN DESA. Prof. Hatta (1946) Untuk mendekati Demokrasi yang bertanggung jawab kepada rakyat. Pemerintah lebih sanggup dan nyata memperhatikan kepentingan rakyat dan rakyat lebih jelas merasakan adanya pemanfaatan pemerintahan. 2. Hazairin Adanya pembagian wilayah negara dalam tiga tingkatan sebenarnya sudah terlampau banyak dan memerlukan biaya banyak. Moh. Mr. Lebih sanggup nyata mengetahui.Prof. Wongsoneoro (1948 Surabaya) Menyetujui adanya satu macam pemerintahan daerah saja yaitu KABUPATEN yang langsung di bawah pengawasan pusat. Nasroen Pembentukan daerah aturan yang dapat dikenal yaitu Kabupaten dan Desa karena mempunyai kelebihan sbb: 1.

UU No.” Facus Arbitrase semata-mata ditujukan kepada Masalah Penyelesaian perselisihan yang timbul dari perjanjian dan tidak digantungkan pada suatu kejadian tertentu dimasa yang akan datang. 38/1999 tentang hal yang sama. Maka melihat isi dari penjelasan Pasal 3 tersebut. maka merupakan jalan keluar hukum untuk melakukan perjanjian arbitrase. tetapi dengan syarat : Ada Kata Sepakat (Mutual Consent) /Kesepakatan Bersama (1320 KUHperdata). Bersifat tertulis bila perjanjian Arbitrase bersifat lisan. Baik secara menangguhkan perikatan hingga terjadinya peristiwa semacam itu. 14/1970 memberikan kemungkinan dilakukan di luar pengadilan seperti : “ …Penyelesaian perkara di luar pengadilan atas dasar perdamaian atau melalui wasit (arbitrase0 tetap diperbolehkan”. maka dianggap tidak pernah ada (never existed) Pasal 618 Rv. Dan tidak termasuk pada pengertian Pasal 1253 (KUHPerdata/BW) “ “ Suatu perikatan adalah bersarat manakala ia digantungkan pada suatu peristiwa yang masih akan datang.PT. maka mereka wajib menuruti peraturan pengadilan perkara yang berlaku bagi bangsa eropah” Perjanjian Arbitrase bersifat asesor (tambahan) Perjanjian arbitrase bukan perjanjian “Bersyarat” (Voorwaardelijke Verbentenis).MA) Pasal 3 (2) UU No. dan yang belum tentu akan terjadi. . maupun secara membatalkan perikatan menurut terjadi atau tidak terjadinya peristiwa itu. Dalam UU tersebut menyebutkan bahwa pada prinsipnya TIDAK BOLEH setiap perkara/masalah diselesaikan di luar lembaga pengadilan resmi (PN. Landasan Hukum Arbitrase adalah Pasal 377 HIR atau 705 RBG yang berbunyi : “Jika orang Indonesia dan orang timur asing menghendaki perselisihan mereka diputuskan oleh juru pisah. 14/1970 tentang Undang-Undang Pokok kehakiman dan direvisi dengan UU No. 14/1970 : Hanya Badan peradilan Negara yang berwenang menetapkan dan menegakkan hukum dan peradilan di Negara Indodnesia” Tetapi penjelasan Pasal 3 UU No.

Cacat/batalnya perjanjian arbitrase tidak berakibat batal/cacatnya perjanjian pokok tersebut.Dengan terinci akan lebih menguntungkan.618 (2) Rv.Para Pihak yang terikat dengan perikatan tersebut sepakat bahwa dalam menyelesaikan sengketa yang timbul tidak diajukan kepada Badan-badan peradilan yang resmi.Terinci mengenai pokok-pokok saja. Secara Terinci Agar menghindari berbagai hambatan-hambatan dalam penerapan perjanjian arbitrase sebaiknya klausula memuat syarat-syarat yang dirumuskan secara terinci dalam bentuk : . Klausula Arbitrase pada prinsipnya tidak boleh melampau isi perjanjian Pokok. Secara Umum (Tidak terinci) . karena dua belah pihak lebih mudah memantau atau menentukan apakah suatu keadaan salah satu pihak termasuk atau tidak kedalam kerangka perjanjian arbitrase 3. Klausula Binding Opinion (Saran/pendapat) Landasan Hukum Pasal 1 ayat 3 AD Bani Kedua belah pihak setuju dengan lembaga arbitrase.Pasal II Ayat 1 Konvensi New York 1958 “ Segala perselisihan yang timbul antara para pihak.Terinci secara menyeluruh . (Bila perjanjian Pokoknya adalah mengatur tentang textil. Dalam hal ini haraus mengenai masalah penyelesaian perselisihan yang relevan dengan pokok perjanjian. bukan pada pelaksanaan perjanjiannya. tetapi hanya meminta ‘NASEHAT/PENDAPAT” .Pasal 615 ayat 3 Rv. tetapi melalui badan kuasa swasta yang bersifat netral yang lazim disebut wasit (Arbitrase) Jadi Jelas bahwa arbitrase terletak pada PENYELESAIAN SENGKETA. tetapi bukan untuk meminta pemeriksaan dan memutuskan perselisihan. . maka perjanjian arbitrase hanya mengatur tentang textil tidak lain. . Perjanjian arbitrase adalah merupakan tambahan yang diletakkan pada perjanjian pokok. Bentuk-bentuk Klausula Arbitrase 1. . sepakat diselesaikan dan diputuskan oleh arbitrase” 2.

Jakarta.LLM. SH.Klausula ini biasanya dimasukkan dalam perjanjian arbitrase untuk hal-hal yang bersifat penafsiran-penafsiran yang berkembang ATAU TIMBULNYA KEADAAN – KEADAAN BARU DILUAR DUGAAN PARA PIHAK. 2. Undang-undang Perseroan terbatas. C. SH. Perdagangan. 1996. Hukum Bisnis. Jakarta. Raja Grafika Persada. SH. Jakarta 1958 10. Penerbit Citra Aditya Bakti. Penerbit PT. Yahya Harahap. Jakarta 1996.MH. SH. 1991 . Konsumen dan Hukum. Penerbit Sinar Grafika. Dr. Aneka Konsep Surat perjanjian dan Kontrak. Penerbit Pustaka Setia . Bandung. Yose Rizal Sidi Marajo. Kansil. Drs. 1995. Penerbit Pustaka Kartini. M. 1998 9. Rozali Abdullah. Jakarta. R. Pancasila sebagai dasar negara dan Pandangan Hidup bangsa. 8. Az. Nasution. Pradnya Paramita. 7.T. Jakarta. Penerbit Pradnya Paramita. Arbitrase. 3. Penerbit Alumni. Muhamad Djumhana. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (BW). 1996. SH. 1986 6. Munir Fuady. Tjitrosudibio. Prof. Prof. Hukum Perusahaan Indonesia. __________________. Arbitrase Dagang Internasional. SH. Bandung. 1994. 1993 11. 1. Drs. Subekti. Mr. R. Jakarta.S. Penerbit PT. 1986 5. 4. perjanjian Hukum Perdata Internasional dan Hak Milik Intelektual. Bandung. Penerbit Citra Aditya Bakti. Penerbit Pustaka Sinar Harapan. SH. Penerbit Alumni. Hukum Perbankan di Indonesia. Sudargo Gautama. Bandung.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful