BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Upaya pemeliharaan kestabilan ekonomi makro berada di dalam lingkup tugas kebijakan ekonomi makro, yaitu kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan kebijakan nilai tukar. Sementara itu, upaya pengembangan infrastruktur ekonomi berada di dalam lingkup tugas kebijakan ekonomi mikro, seperti kebijakan di bidang industri, perdagangan, pasar modal, perbankan, dan sektor keuangan lainnya. Dalam rangka mencapai dan memelihara kestabilan ekonomi makro, terdapat empat kebijakan umum yang diambil selama periode sebelum krisis, yaitu: • • • Menerapkan kebijakan fiskal/anggaran berimbang untuk menghindari penggunaan hutang domestik dalam pembiayaan pengeluaran pemerintah. Menerapkan kebijakan moneter yang berhati-hati yang menjaga agar pertumbuhan likuiditas sesuai dengan pertumbuhan permintaan riil. Menjaga agar nilai tukar rupiah selalu berada pada posisi yang realistis. Pada awalnya ini dilakukan melalui kebijakan devaluasi setiap kali situasi ekonomi menuntut demikian. Kemudian, kemudian sejak tahun 1986 hal ini dilakukan melalui penyesuaian sasara nilai tukar rupiah secara harian yang ditujukan untuk memelihara daya saing industri-industri berorientasi ekspor dan sekaligus agar perkembangan nilai tukar rupiah sesuai dengan kondisi permintaan dan penawaran di pasar valuta asing. • Mempertahankan kebijakan lalu lintas modal (devisa) bebas sejak tahun 1971. Kebijakan ini telah membantu menarik investasi asing dan membuat perekonomian Indonesia dapat dengan relatif cepat menyesuaikan diri terhadap perubahan kondisi di pasar internasional. Dalam mengatur perekonomian, pemerintah membuat suatu daftar anggaran yang disebut APBN. Yang memuat sumber penerimaan dan jenis-jenis pengeluaran negara untuk pembayaran. Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah dalam memengaruhi perekonomian melalui pengeluaran dan penerimaan dalam APBN. Kebijakan fiskal dapat diartikan sebagai tindakan yang diambil oleh pemerintah dalam bidang anggaran belanja negara dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian, khususnya
1

Perekonomian Indonesia.

yaitu : • Mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 6% . pengeluaran pemerintah (G). • Mendukung sasaran Pembangunan tahun 2009. Salah satu pengaruh penerapan kebijakan fiskal adalah pada pendapatan nasional. Dirumuskan : Y = C + I + G Sebagai rencana kerja dan keuangan tahunan Pemerintah. Contoh pemberian beasiswa kepada mahasiswa. bantuan bencana alam dan sebagainya.Anggaran belanja negara terdiri dari penerimaan atas pajak pengeluaran pemerintah (goverment expenditure) transfer pemerintah (government transfer) government transfer Biaya transfer pemerintah merupakan pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang tidak menghasilkan balas jasa secara langsung. APBN mengemban fungsi : • Otorisasi negara • Perencanaan • : sebagai pedoman untuk merencanakan kegiatan Pengawasan : sebagai pedoman untuk menilai kesesuaian antara : sebagai dasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pelaksanaan dengan ketentuan. investasi (I). • • Fokus dari Alokasi Anggaran Negara 2009 Mendukung pelaksanaan tema pembangunan 2009 yaitu: KESEJAHTERAAN RAKYAT DAN PENGURANGAN PENINGKATAN KEMISKINAN. Pada sistem perekonomian yang tertutup (tidak ada perdagangan internasional) maka pendapatan nasional (Y) dapat tersusun atas konsumsi (C).

dan energi. dan PNPM Peningkatan kesejahteraan aparatur negara dan pensiunan Krisis ekonomi global telah mempengaruhi perekonomian Indonesia secara signifikan. dalam bentuk: • • Penurunan ekspor Penurunan tingkat produksi 3 . PPN BBM bersubsidi.0% . kesehatan.8. PPN impor (PDRI) dan bea masuk impor (PDRI). • Peningkatan upaya anti korupsi. antara lain : • • Peningkatan stimulus melalui pembangunan infrastruktur Pengalokasian anggaran subsidi yang lebih tepat sasaran untuk menjaga stabilitas harga dan perlindungan kesejahteraan masyarakat • • Perlindungan sosial. Percepatan pertumbuhan yang berkualitas dengan memperkuat daya tahan ekonomi yang didukung oleh pembangunan pertanian. Di bidang Pendapatan Negara. serta pemantapan demokrasi.• • • Menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 12% -14% Menurunkan tingkat pengangguran menjadi 7. • Amandemen UU PPN Di bidang Belanja Negara. infrastruktur. reformasi birokrasi.0% Mendukung Prioritas RKP 2009: • • Peningkatan pelayanan dasar dan pembangunan perdesaan. diantaranya melalui pendidikan. antara lain : • Pemberian pajak ditanggung pemerintah (DTP) : PPh panas bumi dan bunga obligasi internasional. pertahanan dan keamanan dalam negeri. PPN minyak goreng.

Pemerintah dan DPR sepakat untuk merumuskan langkah penyesuaian melalui program stimulus fiskal. dan second round effectnya akan mulai dirasakan meningkat intensitasnya pada tahun 2009. Krisis keuangan global yang mulai berpengaruh secara signifikan dalam triwulan III tahun 2008. neraca sektor riil dan APBN. Sebagai negara dengan perekonomian terbuka. untuk meminimalkan efek negatif dari krisis ekonomi global. selain menyebabkan volume perdagangan global pada tahun 2009 merosot tajam. Australia. terjadinya penurunan kapasitas produksi. Penurunan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai sekitar 50 persen. Bagi negara-negara berkembang dan emerging markets. Krisis finansial global yang menyebabkan menurunnya kinerja perekonomian dunia secara drastis pada tahun 2008 dan diperkirakan masih akan terus berlanjut. tidak akan terlepas dari dampak negatif pelemahan ekonomi dunia tersebut. dan memicu terjadinya krisis ekonomi. New zealand. Hongkong. Hal ini menyebabkan pasar valas di negara-negara maju maupun berkembang cenderung bergejolak di tengah ketidakpastian yang meningkat. telah memberikan tekanan pada mata uang seluruh dunia. dan terjadinya lonjakan jumlah pengangguran dunia. bahkan akan meningkat intensitasnya pada tahun 2009. diperkirakan akan berdampak negatif pada kinerja ekonomi makro Indonesia dalam tahun 2009 baik di sisi neraca pembayaran. nilai tukar rupiah telah terdepresiasi . Indonesia meskipun telah membangun momentum pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Dampak negatif yang paling cepat dirasakan sebagai akibat dari krisis perekonomian global adalah pada sektor keuangan melalui aspek sentimen psikologis maupun akibat merosotnya likuiditas global. Kekhawatiran atas dampak negatif pelemahan ekonomi global terhadap perekonomian di negara-negara emerging markets dan fenomena flight to quality dari investor global di tengah krisis keuangan dunia dewasa ini. Perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. juga akan berdampak pada banyaknya industri besar yang terancam bangkrut. Maka. negara-negara ASEAN juga terpengaruh krisis global.• • Penurunan pertumbuhan ekonomi Peningkatan pengangguran dan kemiskinan Negara-negara lainnya seperti China. dan depresiasi nilai tukar rupiah disertai dengan volatilitas yang meningkat. Sepanjang tahun 2008. situasi ini dapat merusak fundamental perekonomian. Jepang. termasuk Indonesia dan mengeringkan likuiditas dolar Amerika Serikat di pasar domestik banyak negara.

menyusul kemudian rencana PHK pada industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dan kertas. dan rencana merumahkan tenaga kerja pada industri perkayuan dan industry perkebunan.sebesar 17. Data tiga bulan terakhir menunjukkan ekspor melemah sangat cepat hingga pertumbuhan diperkirakan akan stagnan (nol persen) atau bahkan negatif (-3. Berbagai kondisi tersebut di atas diperkirakan akan berpengaruh signifikan terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi. fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) telah terjadi pada industri-industri yang berorientasi ekspor.7 persen (lebih rendah dari titik estimasi awal sebesar 5.0 persen). Mengetahui tujuan stimulus Fiskal 3. 1. peningkatan pengangguran tenaga kerja dan jumlah masyarakat miskin merupakan dampak berikutnya yang akan segera dialami oleh perekonomian nasional akibat krisis perekonomian global. lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sebesar 7.2 Tujuan Tujuan dari menulis makalah mengenai Kebijakan Fiskal terkait dengan Krisis Global adalah : 1. resesi global juga akan mengakibatkan PHK atas sebagian dari tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.1 persen .0 persen) terutama disebabkan (1) perlambatan2 investasi yang diperkirakan mencapai 5.0 persen dengan titik estimasi paling optimis pada 4.8 persen menjadi paling tinggi 5.9 persen. sehingga pada akhirnya rasionalisasi tenaga kerja sulit dihindari. dan pemulangan mereka ke Indonesia.5 persen. Mengetahui Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal yang dijadikan stimulus fiskal 5 .0 – 5. dan upaya pengurangan kemiskinan. Hal ini tidak saja akan menambah berat tekanan pada pasar tenaga kerja di Indonesia. antara lain berasal dari penanaman modal asing (PMA) dan investasi portofolio. 2. Dengan berbagai perkembangan tersebut. Selain itu. penyediaan kesempatan kerja. Kecenderungan volatilitas nilai tukar rupiah tersebut masih akan berlanjut hingga tahun 2009 dengan masih berlangsungnya upaya penurunan utangutang (deleveraging) dari lembaga keuangan global. Penurunan ekspor tersebut juga akan diikuti oleh penurunan produksi. Saat ini.5 persen. tetapi juga akan mengurangi pendapatan devisa dari penghasilan mereka di luar negeri (remittances). Mengetahui definisi instrument dan pokok-pokok Kebijakan Fiskal serta hubungan Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter. Kecenderungan penurunan pertumbuhan ekonomi berkisar antara 4. dan (2) kinerja ekspor yang melambat dari perkiraan sebelumnya 7.

Baiknya politik anggaran surplus dilaksanakan ketika perekonomian pada kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan tekanan permintaan. Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Fiskal Kontraktif Anggaran surplus adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya. namun kebijakan fiskal lebih mekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah.1 Definisi/ Pengertian Kebijakan Fiskal Serta penjelasannya Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. 3. Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output.4. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Anggaran Berimbang (Balanced Budget) . 2. Mengetahui Instrumen untuk mengatasi krisis global dengan stimulus fiskal BAB II PEMBAHASAN 2. Anggaran Defisit (Defisit Budget) / Kebijakan Fiskal Ekspansif Anggaran defisit adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar dari pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian. Umumnya sangat baik digunakan jika keaadaan ekonomi sedang resesif. Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Kebijakan Anggaran / Politik Anggaran : 1.

PKH dan berbagai subsidi lainnya) Melanjutkan stimulus fiskal melalui pembangunan infrastruktur. Pokok-pokok Kebijakan Fiskal Indonesia tahun 2010 Meneruskan/meningkatkan seluruh program kesejahteraan rakyat (PNPM. Raskin. Jamkesmas.Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan. serta proyek padat karya Mendorong pemulihan dunia usaha termasuk melalui pemberian insentif perpajakan dan bea masuk Meneruskan reformasi birokrasi Memperbaiki Alutsista Menjaga anggaran pendidikan 20% Kebijakan Transfer ke Daerah Tahun 2010 Mengurangi kesenjangan fiskal antara pusat dan daerah serta antar-daerah DAU tahun 2010 sebesar 26% dari PDN neto Mendukung kegiatan-kegiatan yang menjadi prioritas pembangunan nasional yang menjadi urusan daerah Mengalokasikan DBH Cukai Hasil Tembakau kepada daerah penghasil cukai hasil tembakau dan daerah penghasil tembakau Prioritas DAK untuk membantu daerah-daerah yang kemampuan keuangan daerahnya relatif rendah Dana Penyesuaian diprioritaskan untuk gaji guru PNS Daerah Hubungan kebijakan Fiskal dengan kebiijakan Moneter dan Desentralisasi Koordinasi KebijakanMoneter dan Fiskal – Pemantapan koordinasi untuk menjaga sasaran bersama 7 . Tujuan politik anggaran berimbang yakni terjadinya kepastian anggaran serta meningkatkan disiplin. BOS. pertanian dan energi.

5/1999 untuk membangun sistem pasar yang lebih sehat Koordinasi Kebijakan Fiskal dan Desentralisasi - 2.l. PMN dalam rangka KUR 3. Mempertahankan kesejahteraan masyarakat (daya beli) a. Memperbaiki daya saing dan daya tahan sektor usaha a. Sinkronisasi UU Penanaman Modal Tahun2007 dengan berbagai peraturan daerah & Juklak UU PenanamanModal Penyusunan rancangan perubahan UU No. melalui : penurunan tarif pajak PPh OP. belanja sosial dan subsidi 2. kenaikan PTKP.– –    Harmonisasi kebijakan moneter dan fiskal untuk mengoptimalkan pertumbuhan Mengendalikan likuiditas perekonomian dengan mengupayakan: Suku bunga yang secara riil mampu menjaga kepercayaan terhadap Rupiah Mengurangi tekanan inflasi Penyediaan insentif untuk mendukung percepatan sektor riil Meningkatkan efektifitas dan efisiensi belanja sebagai stimulus pembangunan Memperbaiki pelaksanaan anggaran di daerah-daerah untuk mendukung percepatan pembangunan Percepatan persetujuan APBD Pelaporan dan penggunaan belanja APBD Peningkatan kepastian hukum dan keserasian peraturan pusat dan daerah diprioritaskan Penegakan hukum persaingan usaha.3 Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal yang Dijadikan Stimulus fiskal . subsidi energi dan air bersih. kenaikan gaji PNS/TNI Polri/Guru/Dosen/ Pensiunan/Tunjangan Veteran.l. Melalui : penurunan tarif PPh Badan. peningkatan alokasi langsung ke RTS dalam APBN 2009 2. PPh pasal 21 dan 25. Menangani dampak PHK melalui peningkatan anggaran belanja infrastruktur (termasuk PNPM).2 Tujuan Stimulus Fiskal 1. dan PPN. pemberian fasilitas DTP untuk bea masuk.

17.Tambahan pinjaman program 2.0 T) 2. 56.5% PDB 3. b. dan kabupaten/ kota akan menjadi faktor pengurang 9 . Merupakan bagian dari Program/Kegiatan rencana strategis pembangunan 2009    Kegiatan sudah memiliki desain atau dapat menyiapkan desain secara cepat Kegiatan tersebut sudah tidak tersangkut dengan masalah tanah. Kenaikan defisit dibiayai dari: i. propinsi. Penalti Anggaran stimulus yang tidak berhasil direalisasikan oleh Kementerian negara/Lembaga. Defisit APBN 2009 meningkat dari 1% PDB menjadi 2.SILPA 2008 ii.Pembiayaan utang dari penarikan pinjaman siaga iii. Dipastikan dapat diserap pada tahun 2009.1. serta stimulus belanja negara dan pembiayaan (Rp. Hasilnya seketika dan dapat diselesaikan dalam tahun 2009.3 T. Stimulus fiskal sebesar Rp 73.4 T). terdiri dari stimulus keringanan perpajakan dan kepabeanan (Rp. Administratif a. Memenuhi sasaran Inpres Nomor 5 Tahun 2008 tentang Fokus Program Ekonomi 2008-2009   Harus melengkapi sistem jaringan infrastruktur agar lebih efisien. Anggaran 1. Penetapan Kriteria Program/kegiatan    Menciptakan lapangan kerja yang signifikan.

serta defisit dan pembiayaan anggaran.bagi alokasi anggaran tahun 2010. antara lain dengan memperluas program stimulus ekonomi melalui APBN 2009.4 Mengatasi dampak Krisis Global Melalui Program Stimulus Fiskal APBN 2009 Dalam rangka memperkecil dampak negatif dari krisis keuangan global. guru/dosen. c. Peningkatan daya saing dan daya tahan usaha dan ekspor ditempuh melalui penurunan tarif PPh Badan dan perusahaan terbuka. PPh pasal 21 dan 25 DTP. potongan tarif listrik untuk industri. Pemerintah perlu melakukan langkah-langkah penyesuaian darurat di bidang fiskal. Peningkatan daya beli masyarakat dilakukan melalui penurunan tarif PPh Orang Pribadi dan kenaikan penghasilan tidak kena pajak. guna menyelamatkan perekonomian nasional tahun 2009 dari krisis global. program dan kegiatan stimulus fiskal APBN 2009 dilaporkan dalam LKPP 2009 2. penurunan harga solar. Kebijakan stimulus fiskal dilakukan melalui tiga cara dan sekaligus untuk tiga tujuan: (a) mempertahankan dan/atau meningkatkan daya beli masyarakat untuk dapat menjaga laju pertumbuhan konsumsi di atas 4 persen atau mendekati 4. TNI. pemberian subsidi harga untuk obat generik dan minyak goreng. Polri dan pensiunan. Pelaporan :  Program stimulus fiskal disampaikan dalam laporan pelaksanaan APBN semester I 2009  Pelaksanaan kebijakan. pemberian fasilitas bea masuk DTP. (b) mencegah PHK dan meningkatkan daya tahan dan daya saing usaha menghadapi krisis ekonomi dunia. dan (c) menangani dampak PHK dan mengurangi tingkat pengangguran dengan belanja infrastruktur padat karya. penurunan harga BBM. melakukan perubahan terhadap beberapa asumsi ekonomi makro yang dirasakan sudah tidak lagi realistis. kenaikan gaji PNS. dan pemberian BLT. belanja negara. Penciptaan . dan PPN untuk produk akhir ditanggung Pemerintah (DTP). dan penyesuaian berbagai besaran pendapatan negara. dan penyertaan modal negara (PMN) dalam rangka kredit usaha rakyat dan penjaminan ekspor.7 persen. PPN DTP.

11 . b. dan/atau meningkatnya belanja negara secara signifikan. pelabuhan pasar. Langkah-langkah penyesuaian darurat di bidang fiskal tersebut diusulkan kepada Panitia Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk dibahas bersama dan disetujui. Selain ditujukan untuk meredam dampak krisis global. secara signifikan. 3 proyek tahun jamak. jaringan kereta api. dan/atau c. krisis sistemik dalam sistem keuangan dan perbankan nasional yang membutuhkan tambahan dana penjaminan perbankan dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). kenaikan biaya utang. serta meletakkan dasar-dasar yang lebih kuat dan memperkokoh sendi-sendi perekonomian nasional. penghematan belanja negara dalam rangka peningkatan efisiensi. penurunan pertumbuhan ekonomi di bawah asumsi dan deviasi asumsi ekonomi makro lainnya yang menyebabkan turunnya pendapatan negara. 3. langkah-langkah penyesuaian darurat di bidang fiskal tersebut juga dimaksudkan untuk mempersiapkan fondasi yang lebih kuat dalam rangka mempercepat laju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. antarkegiatan. perumahan rakyat. Hal ini dilakukan dengan meneruskan reformasi di seluruh instansi departemen. pengeluaran yang belum tersedia anggarannya dan/atau pengeluaran melebihi pagu yang ditetapkan dalam APBN Tahun Anggaran 2009. Pemerintah dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat dapat melakukan langkahlangkah: 1. yang menyatakan sebagai berikut: “Dalam keadaan darurat. apabila terjadi hal-hal sebagai berikut: a. instalasi pengolahan air minum.lapangan kerja dan pencegahan/pengamanan dampak PHK dilakukan melalui penambahan anggaran untuk infrastruktur yang terkait dengan bencana alam. pergeseran anggaran belanja antarprogram. 2. pembangkit dan transmisi listrik. guna memenuhi ketentuan dalam Pasal 23 Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2008 tentang APBN Tahun 2009. dengan tetap menjaga sasaran program/kegiatan prioritas yang tetap harus tercapai. dan/atau antarjenis belanja dalam satu kementerian negara/lembaga dan/atau antarkementerian negara/ lembaga. khususnya imbal hasil Surat Berharga Negara. serta pembangunan infrastruktur pergudangan pangan. rehabilitasi jalan usaha tani.

penarikan pinjaman siaga dari kreditur bilateral maupun multilateral. asumsi pertumbuhan ekonomi diperkirakan minimal 1.3 persen lebih rendah dari yang ditetapkan dalam APBN 2009 sebesar 6. Ketiga.400 per dolar Amerika Serikat seperti ditetapkan dalam APBN 2009 menjadi Rp11. dan/atau (b) terjadi kecenderungan peningkatan yield sekurang-kurangnya sebesar 300 basis points (bps) dalam 1 (satu) bulan. dapat disimpulkan bahwa beberapa asumsi ekonomi makro dan berbagai besaran. dan 5. penerbitan Surat Berharga Negara melebihi pagu yang ditetapkan dalam APBN tahun yang bersangkutan.000 per dolar Amerika Serikat. Berdasarkan penilaian (assessment) dan pemantauan yang dilakukan secara intensif terhadap dampak krisis keuangan global terhadap prospek perekonomian nasional. 3.7 persen. dan proyeksi APBN 2009 setelah ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2008. keadaan darurat tersebut terjadi apabila: 1. Pertama.0 persen.8 persen. tercermin dalam (a) tidak adanya yield penawaran yang dimenangkan dalam benchmark Pemerintah dalam 2 (dua) kali lelang berturut-turut. Kedua. deviasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang diperkirakan mencapai lebih dari 17. yaitu dari perkiraan semula sebesar US$80 per barel seperti ditetapkan dalam APBN 2009 menjadi sekitar US$45 per barel.” Sesuai dengan penjelasan Pasal 23 ayat (1) Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2008 tentang APBN Tahun 2009. Prognosa tersebut dihitung berdasarkan realisasi indikator ekonomi makro tahun 2008 2. serta pagu alokasi anggaran yang telah ditetapkan dalam APBN 2009 dipandang sudah tidak realistis lagi. asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) diperkirakan mengalami deviasi lebih dari 43. sasaran. . sedangkan prognosa indikator ekonomi makro lainnya mengalami deviasi paling rendah sebesar 10% (sepuluh persen) dari asumsinya. Kenaikan imbal hasil (yield) surat berharga negara (SBN) yang menyebabkan tambahan biaya penerbitan SBN secara signifikan.4. yaitu dari Rp9.0 persen menjadi maksimal 4. Posisi nominal dana pihak ketiga di perbankan nasional menurun secara drastis. Prognosa pertumbuhan ekonomi paling rendah 1% (satu persen) di bawah asumsi.

dan juga pada sisi belanja negara. baik pendapatan negara. khususnya subsidi energi. khususnya DBH migas diperkirakan juga mengalami perubahan yang cukup signifikan. seperti penerimaan pinjaman luar negeri. Selanjutnya. Di lain pihak. dan dana bagi hasil migas. penurunan harga minyak yang sangat drastis akan berpengaruh pada sisi pendapatan negara. Di samping sebagai dampak dari perubahan asumsi makro. baik di sisi pendapatan negara maupun belanja Negara tersebut maka defisit anggaran diperkirakan akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Oleh karena itu. perubahan belanja negara tersebut juga sebagai akibat dari perluasan program stimulus fiskal. pelemahan nilai tukar rupiah terhadap valuta asing akan berpengaruh pada komponen APBN. belanja negara. 13 . untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan anggaran yang lebih besar akibat meningkatnya defisit tersebut maka perlu dilakukan penyesuaian pembiayaan untuk menutup kenaikan defisit anggaran dalam tahun 2009. baik belanja pemerintah pusat. Di sisi lain. belanja negara maupun pembiayaan anggaran yang memiliki kandungan (content) valuta asing. terutama subsidi energi dan bunga utang maupun transfer ke daerah.Penurunan pertumbuhan ekonomi akan ditransmisikan ke dalam turunnya penerimaan pajak dan dividen BUMN dalam APBN. berupa penurunan beban subsidi. berupa penurunan penerimaan migas. serta pembayaran bunga dan cicilan pokok utang luar negeri. terutama penurunan harga minyak mentah Indonesia dan depresiasi nilai tukar rupiah. Sementara itu. mengacu pada ketentuan dalam ayat (2) Pasal 23 UU Nomor 41 Tahun 2008 tentang APBN tahun 2009 maka pelaksanaan dari langkah-langkah penyesuaian APBN tahun 2009 tersebut akan disampaikan Pemerintah ke DPR dalam Laporan Semester I pelaksanaan APBN dan/atau Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) tahun 2009. Dengan perubahan yang terjadi.

Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. terdiri dari stimulus keringanan perpajakan dan kepabeanan (Rp. Tujuan dari Stimulus Fiskal adalah : 1. kenaikan PTKP. Memperbaiki daya saing dan daya tahan sektor usaha a. Polri/Guru/Dosen/ peningkatan alokasi Pensiunan/Tunjangan 2009 2. Stimulus fiskal sebesar Rp 73.3 T. dan PPN. Mempertahankan kesejahteraan masyarakat (daya beli) a. melalui : penurunan tarif pajak PPh OP. . serta stimulus belanja negara dan pembiayaan (Rp. Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak 2. subsidi energi dan air bersih.4 T).l. Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal Anggaran 1.BAB III KESIMPULAN Kesimpulan yang didapat dari makalah ini adalah: 1.l. kenaikan gaji PNS/TNI Veteran. belanja sosial dan subsidi langsung ke RTS dalam APBN 3. PPh pasal 21 dan 25. PMN dalam rangka KUR 3. pemberian fasilitas DTP untuk bea masuk. Melalui : penurunan tarif PPh Badan. Menangani dampak PHK melalui peningkatan anggaran belanja infrastruktur (termasuk PNPM). 56.

Pelaporan : 15 . Dipastikan dapat diserap pada tahun 2009. c. Merupakan bagian dari Program/Kegiatan rencana strategis pembangunan 2009    Kegiatan sudah memiliki desain atau dapat menyiapkan desain secara cepat Kegiatan tersebut sudah tidak tersangkut dengan masalah tanah.SILPA 2008 ii. Penetapan Kriteria Program/kegiatan    Menciptakan lapangan kerja yang signifikan.5% PDB 3. dan kabupaten/ kota akan menjadi faktor pengurang bagi alokasi anggaran tahun 2010.17. Defisit APBN 2009 meningkat dari 1% PDB menjadi 2.Tambahan pinjaman program - Administratif a. Penalti Anggaran stimulus yang tidak berhasil direalisasikan oleh Kementerian negara/Lembaga. Kenaikan defisit dibiayai dari: i. b.0 T) 2. Memenuhi sasaran Inpres Nomor 5 Tahun 2008 tentang Fokus Program Ekonomi 2008-2009   Harus melengkapi sistem jaringan infrastruktur agar lebih efisien. Hasilnya seketika dan dapat diselesaikan dalam tahun 2009. propinsi.Pembiayaan utang dari penarikan pinjaman siaga iii.

Keberhasilan kebijakan stimulus fiskal akan memberikan pondasi bagi kondisi ekonomi tahun 2010. belanja negara. program dan kegiatan stimulus fiskal APBN 2009 dilaporkan dalam LKPP 2009 4. dan (c) menangani dampak PHK dan mengurangi tingkat pengangguran dengan belanja infrastruktur padat karya. . (b) mencegah PHK dan meningkatkan daya tahan dan daya saing usaha menghadapi krisis ekonomi dunia. Kebijakan stimulus fiskal harus dilaksanakan secara efektif dan efisien.7 persen. Instrumen untuk mengatasi krisis global dengan stimulus fiskal  Memperluas program stimulus ekonomi melalui APBN 2009  Melakukan perubahan terhadap beberapa asumsi ekonomi makro yang dirasakan sudah tidak lagi realistis  Penyesuaian berbagai besaran pendapatan negara. serta defisit dan pembiayaan anggaran. Program stimulus fiskal disampaikan dalam laporan pelaksanaan APBN semester I 2009  Pelaksanaan kebijakan. Kebijakan stimulus fiskal dilakukan melalui tiga cara dan sekaligus untuk tiga tujuan: (a) mempertahankan dan/atau meningkatkan daya beli masyarakat untuk dapat menjaga laju pertumbuhan konsumsi di atas 4 persen atau mendekati 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful