PENDAHULUAN

Coba kita perhatikan. Sewaktu 1apar pasti tubuh kita akan merasa lemas. Namun, setelah makan tubuh kembali segar. Kesegaran itu disebabkan tubuh mendapatkan energi yang dihasilkan dan pembakaran bahan makanan yang kita makan. Energi dalam tubuh disimpan dan dilepaskan dalam bentuk energi kimia dan ditambah sedikit energi panas. Energi tersebut diperlukan untuk melakukan aktivitas kehidupan, baik tingkat seluler seperti pembelahan sel dan transpor molekul ke luar dan ke dalam sel, maupun tingkat individu misalnya membaca, berlari, berjalan, atau berolah raga (Gambar 2.1).

Energi dihasilkan dan proses kimia yang terjadi di dalam sel. Selain proses kimia yang menghasilkan energi, di dalam sel juga terjadi beriburibu proses kimia. Proses tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan berhubungan satu sama lain dalam suatu rangkaian yang disebut metabolisme. Kumpulan reaksi kimia yang terjadi dalam metabolisme memerlukan enzim untuk mempercepat laju reaksi. Oleh karena itu, sebelum lebih jauh kita membahas metabolisme terlebih dahulu kita membahas enzim. ENZIM Apakah enzim itu? Enzim merupakan protein yang bertindak sebagai katalis di dalam tubuh makhluk hidup. Karena bekerja sebagai katalis di dalam tubuh makhluk hidup, enzim disebut juga biokatalisator. Enzim dapat bertindak sebagai katalis, yaitu dapat meningkatkan kecepatan reaksi kimia tetapi tidak berubah dalam reaksi kimia tersebut. Molekul yang bereaksi di dalam suatu reaksi yang dikatalisis oleh enzim disebut substrat, dan molekul yang dihasilkan disebut produk. Enzim dibuat di dalam sel-sel yang hidup. Sebagian besar enzim bekerja di dalam sel, disebut enzim intraseluler. Contoh enzim intraseluler adalah katalase. Katalase memecah senyawa berbahaya, seperti H202 (hidrogen peroksida) di dalam sel-sel hati. Beberapa enzim dibuat di dalam sel kemudian dikeluarkan dan dalam sel untuk

melakukan fungsinya, disebut enzim ekstraseluler. Contoh enzim ekstraseluler adalah enzim-enzim pencernaan, misalnya arnilase. Amilase memecah amilum menjadi maltosa. Amilase dihasilkan oleh kelenjar saliva (ludah) dan dikeluarkan ke rongga mulut untuk melakukan fungsinya. Komponen Enzim Enzim tersusun dan komponen protein yang disebut apoenzim. Beberapa enzim memerlukan komponen nonprotein untuk membantu aktivitas enzim, yang disebut kofaktor. Kofaktor beberapa enzim berupa ion anorganik. FAKTA BIO Makanan menjadi cepat basi disebabkan oleh aktivitas enzim. Bakteri di udara hinggap di makanan dan berkembang biak secara cepat sambil mengeluarkan enzim-enzim pencernaan di media makanan. Enzim-enzim pencernaan dan bakteri inilah yang menyebabkan makanan berubah menjadi basi. Aktivitas enzim dapat dihambat dengan cara pemanasan atau pendinginan.

Kofaktor yang berupa ion organik disebut koenzim. Beberapa kofaktor tidak berubah di akhir reaksi, tetapi kadang-kadang berubah dan terlibat dalam reaksi yang lain. Enzim yang terikat dengan kofaktor disebut holoenzim. Berikut beherapa jenis kofaktor yang membantu aktivitas enzim. Ion-ion Anorganik

Ion-ion anorganik sederhana merupakan salah satu kofaktor. Ionion ini terikat dengan enzim atau substrat kompleks dan dapat membuat fungsi enzirn lebih efektif. Sehagai contoh, amilase dalam saliva akan bekerja lebih baik dengan adanya ion kiorida dan kalsium. Gugus Prostetik Gugus prostetik merupakan tipe kofaktor yang lain. Gugus prostetik berperan memberi kekuatan tambahan terhadap kerja enzim. Gugus prostetik terdiri dan molekulmolekul organik yang terikat rapat dengan enzim (Gambar 2.2a). Contohnya adalah heme, yaitu suatu molekul berbentuk cincin pipih yang mengandung besi. Heme merupakan gugus prostetik sejumlah enzim, di antaranya katalase, peroksidase, dan sitokrom oksidase (terlibat dalam respirasi seluler). Koenzim Koenzim merupakan kofaktor yang terdiri dan molekul organik nonprotein kompleks yang terikat renggang dengan enzim. Koenzim berfungsi memindahkan gugus kimia, atom, atau elektron dan satu enzim ke enzim yang lain. Beberapa koenzim adalah vitamin atau turunan vitamin. Contohnya, NAD (Nicotinamide Aden inc Din ucico tide) merupakan koenzim yang sangat penting dalam respirasi seluler. Lihat Gambar 2.2b. Cara Kerja Enzim Enzim merupakan protein yang memiliki struktur tiga dimensi. Sisi aktif, yaitu bagian yang berfungsi sebagai katalis. Enzim mengkatalis reaksi dengan meningkatkan kecepatan reaksi. Meningkatkan kecepatan reaksi dilakukan dengan menurunkan energi aktivasi (energi yang diperlukan untuk reaksi), yaitu dan EA1 menjadi EA2. Lihat Gambar 2.3. Penurunan energi aktivasi dilakukan dengan membentuk kompleks dengan substrat. Secara sederhana kerja enzim digambarkan sebagai berikut. Substrat + Enzim → Kompleks Enzim-Substrat ↓ Enzim + Produk

Setelah produk dihasilkan dan reaksi, enzim kernudian dilepaskan. Enzim bebas untuk membentuk kompleks yang baru dengan substrat yang lain. Kerja enzim dapat diterangkan dengan dua teori, yaitu teori gembok dan kunci serta teori kecocokan yang terinduksi. Kedua teori mi menjelaskan spesifitas enzim dengan substratnya. Teori Gembok dan Kunci (Lock and Key Theory) Di dalam enzim terdapat sisi aktif yang tersusun dan sejumlah kecil asam amino. Bentuk sisi aktif sangat spesifik, sehingga hanya molekul dengan bentuk tertentu yang dapat menjadi substrat bagi enzim. Enzim dan substrat akan bergabung bersama membentuk kompleks, seperti kunci yang masuk ke dalam gembok. Di dalam kompleks, substrat dapat bereaksi dengan energi aktivasi yang rendah. Setelah bereaksi, kompleks lepas dan melepaskan produk serta membebaskan enzim. Lihat Gambar 2.4.

Teori Kecocokan yang Terinduksi (Induced fit Theory) Berdasarkan bukti dan kristalografi sinar X, analisis kimia sisi aktif enzim, serta teknik yang lain, diduga bahwa sisi aktif enzim bukan merupakan bentuk yang kaku.

Menurut teori kecocokan yang terinduksi. konsentrasi ion. namun tidak mengubah produk akhir yang dibentuk atau mempengaruhi keseimbangan reaksi. Sejumlah kecil enzim dapat meningkatkan kecepatan reaksi secara hebat. sisi aktif enzim merupakan bentuk yang fleksibel. pH. sehingga dapat bekerja bolak-balik. dan sebagainya) yang sesuai. Lihat Gambar 2. kerja enzim seperti sifat protein. bentuk sisi aktif termoditikasi melingkupinya membentuk kompleks. Ketika produk sudah terlepas dan kompleks. enzim hanya diperlukan dalam jumlah sedikit. Dengan kata lain. Enzim adalah Protein Karena enzim adalah protein. yaitu membutuhkan kondisi lingkungan (suhu. Sifat-Sifat Enzim sebagai Biokatalisator Sifat-sifat enzim sebagai biokatalisator adalah sebagai berikut. Enzim Bekerja secara Spesifik/Khusus Di dalam sel terdapat ribuan jenis enzim yang fungsinya masingmasing sangat spesifik. Enzim dapat Bekerja secara Bolak-balik Enzim tidak mempengaruhi arah reaksi. Enzim Hanya Diperlukan dalam Jumlah Sedikit Sesuai dengan fungsinya sebagai katalis. Enzim juga dapat menyusun senyawa-senyawa menjadi senyawa tertentu. Ketika substrat memasuki sisi aktif enzim. Tiap enzim hanya dapat bekerja untuk mengkatalis reaksi yang spesifik. hingga substrat yang lain kembali bereaksi dengan enzim tersebut. Enzim dapat menguraikan suatu senyawa menjadi senyawasenyawa lain. Enzim Berfungsi sebagai Katalis Katalis mengubah kecepatan reaksi. E + S → ES → E + P . Lingkungan enzim yang tidak cocok menyebabkan enzim rusak sehingga tidak mampu bekerja dengan baik.5. Reaksinya dapat digambarkan sebagai berikut. suatu enzim hanya dapat bekerja untuk substratnya yang cocok. enzirn kembali tidak aktif menjadi bentuk yang lepas.

kecepatan molekul substrat meningkat. hanya diperlukan dalam jumlah sedikit. energi molekul substrat berkurang. dan dipengaruhi oleh 6ubtra lingkungan.( E = enzim. berfungsi sebagai katalis. Hal ini memudahkan terikatnya molekul . S = substrat dan P = produk ) Konsep Penting Sitat-sifat enzim sebagai biokatalisator adalah enzim merupakan protein. yaitu sebagai berikut. sehingga pada saat bertumbukan dengan enzim. Bekerja secara spesifik. Faktor – 6ubtra yang Mempengaruhi Kerja Enzim Kerja enzim dipengaruhi oleh factor lingkungan. Suhu Pada suhu yang lebih tinggi. dapat bekerja secara bolak-balik.

Hal mi berhubungan dengan meningkatnya energi 7ubtrac pada molekul substrat dan enzim. serta konsentrasi enzim dan substrat. kecepatan enzim mengkatalis reaksi mencapai suatu puncaknya pada suhu tertentu. Sebagai contoh. enzim-enzim yang langka seperti RNAase dapat mengalami renaturasi setelah mengalami denaturasi. Seperti terlihat pada grafik. Q10 adalah sebagai berikut. pepsin (enzim yang bekerja di dalam lambung) memiliki pH optimum . jika dipilih sembarang suhu (T) misalnya sebesar 20° C pada suatu kecepatan reaksi enzim tertentu. 7ubtract7 dan inhibitor.6b). Peningkatan suhu di atas suhu optimum menyebabkan putusnya ikatan 7ubtract dan ikatan lain yang merangkai molekul enzirn. Aktivitas enzim meningkat dengan meningkatnya suhu sampai pada titik tertentu. FAKTA BIO Setap enzim memi(iki suhu optimum. Sebagian besar enzim tumbuhan memiliki suhu optimum sekitar 25° C. Renaturasi adalah kembalinya bentuk enzim yang rusak ke bentuk sebelum rusak. Berdasarkan grafik tersebut. Sebagian besar enzim manusia memiliki suhu optimum sekitar 370 C. Namun. Di atas suhu tersebut. Q10= Kecepatan reaksi pada suhu 30° C Koefisien suhu (Q10 = 2) di atas menunjukkan bahwa kecepatan reaksi enzim meningkat dua kalinya setiap peningkatan suhu 10°C.substrat pada sisi aktif enzim. Perubahan kondisi asam dan basa di sekitar molekul enzim mempengaruhi bentuk tiga dimensi enzim dan dapat menyebabkan denaturasi enzim. peningkatan suhu sampai 400o C diiringi dengan peningkatan kecepatan reaksi. pH. Denaturasi menyebabkan aktivitas enzim menurun atau hilang. Konsep Penting Faktor-faktor yang mompengaruhi kerja enzim adalah suhu. Denaturasi adalah rusaknya bentuk tiga dimensi enzim yang menyebabkan enzim tidak dapat lagi berikatan dengan substratnya (Gambar 2. pH Derajat keasaman (pH) juga mempengaruhi aktivitas enzim. Suhu ini disebut suhu optimum suatu reaksi. Namun. sehingga enzim mengalami denaturasi.6(a) menunjukkan hubungan suhu dan kecepatan reaksi enzim. Pada beberapa enzim. Setiap enzim memiliki pH optimum. Denaturasi umumnya bersifat irreversible (tidak dapat kembali). Pengaruh suhu (T) pada kecepatan reaksi dapat dijelaskan melalui suatu koefisien suhu (Q10). tidak berarti bahwa peningkatan kecepatan reaksi berlangsung tidak terbatas. Pada grafik dapat dilihat bahwa suhu optimum reaksi yang dikatalis enzim adalah 40° C. Q10=Kecepatan reaksi pada suhu T + 10° C Kecepatan reaksi pada suhu T Grafik pada Gambar 2. produk yang dihasilkan menurun.

Aktivator dan Inhibitor Aktivator merupakan molekul yang mempermudah ikatan antara enzim dengan substratnya. Lihat Gambar 2. Inhibitor kompetitif dapat diatasi dengan cara penambahan konsentrasi substrat. Sebaliknya.7. inhibitor merupakan suatu molekul yang menghambat ikatan enzim dengan substratnya. Contoh inhibitor adalah ion sianida. yaitu inhibitor kompetitif dan inhibitor non-kompetitif. Ion sianida menutupi sisi aktif enzim yang terlibat dalam respirasi. . sianida bersaing dengan oksigen untuk mendapatkan 8ubtract8in dalarn rantai respirasi terakhir. Ada dua macam inhibitor enzim.sekitar 2 (sangat asam). sedangkan 8ubtrac (enzim yang bekerja di mulut dan usus halus) memiliki pH optimum sekitar 7. Contohnya.5 (agak basa). Contoh 8ubtract8 adalah ion klorida yang berperan dalam aktivitas 8ubtrac dalam saliva. Inhibitor kompetitif Inhibitor kompetitif adalah molekul penghambat yang cara kerjanya bersaing dengan substrat untuk mendapatkan sisi aktif enzim. Lihat Gambar 2.8a.

konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi. Konsentrasi Enzirn Konsentrasi enzim juga mempengaruhi kecepatan reaksi. dan sisi aktif tidak dapat berfungsi. Inhibitor mi tidak dapat dipengaruhi oleh konsentrasi substrat. Lihat Gambar 2. Semakin besar konsentrasi enzim semakin cepat pula reaksi yang berlangsung.8b.Inhibitor non-kompetitif Inhibitor non-kompetitif adalah molekul penghambat enzim yang bekerja dengan cara melekatkan diri pada luar sisi aktif. sehingga bentuk enzim berubah. Dengan kata lain. Lihat Gambar 2.9. .

Banyaknya molekul substrat yang diubah menjadi produk oleh enzim sangat bervariasi. Oleh karenanya hanya dibutuhkan sejumlah kecil enzim untuk mengkatalis sejumlah besar substrat. Namun. Konsentrasi Substrat Bila jumlah enzim dalam keadaan tetap. Substrat yang berikatan dengan sisi aktif enzim akan membentuk produk. pada saat sisi aktif semua enzim bekerja. Tabel 2.Sisi aktif suatu enzim dapat digunakan berulang kali oleh banyak substrat. Kondisi ini disebut konsentrasi substrat pada titik jenuh atau disebut dengan kecepatan reaksi telah mencapai maksimum (Vmax) Lihat gambar 2. Pelepasan produk menyebabkan sisi aktif enzim bebas untuk berikatan dengan substrat Iainnya. penambahan substrat tidak dapat meningkatkan kecepatan reaksi enzim lebih lanjut.1 Jumlah pergantian substrat pada enzim Enzim Jumlah Pergantian 10ubtract . Lihat Tabel 2.1. kecepatan reaksi akan meningkat dengan adanya peningkatan konsentrasi substrat. Jumlah pergantian substrat adalah banyaknya molekul substrat yang dapat diubah menjadi produk oleh satu molekul enzim selama satu menit.10.

2H202 → 2H20 + O2 FAKTA BIO Reaksi pada makhluk hidup umumnya berlangsung pada keadaan konsentrasi substrat lebih besar dibandingkan konsentrasi enzim.( molekul ) Karbohidrat anhidrase 36.000 Lisosim 60 Sumber:Biochemical Society Guidance Notes 3.000. Pipet ukur 10 ml dengan penyedotnya 4. Alat dan Bahan 1. Mistar 3. Hidrogen peroksida ( H2O2) Cara Kerja .600. Tabung reaksi dan rak tabung reaksi 2. kemudian didegradasi oleh katalase. Substrat yang digunakan berupa hidrogen peroksida (H202). Hidrogen peroksida merupakan senyawa yang sangat reaktif dan dapat merusak sel. Kegiatan 2.000 β-Galaktosidase 12. misalnya pemecahan asam amino dan asam lemak. Namun. konsentrasi substratnya tidak ebih besar dan pada konsentrasi substrat pada Vmax hanya mendekati konsentrasi substrat pada Vmax.000 Katalase 5. Enzymes and their role in biotechnology Pengaruh konsentrasi substrat terhadap aktivitas enzim dapat diketahui langsung dengan nielakukan Kegiatan 2. Skalpel atau cutter 6. Hati sapi ( segar ) 8. Pena marker atau label 5. Oleh karenanya hidrogen peroksida dikumpulkan di dalam peroksisom. Hidrogen peroksida alami merupakan produk sampingan yang tidak diinginkari dan metabolisme aerob. Akuades 7.1.1 Pengaruh Konsentrasi Substrat terhadap Aktivitas Enzim Tujuan Mengetahui dan memahami pengaruh konsentrasi substrat terhadap aktivitas enzim katalase. Katalase mendegradasi hidrogen peroksida menjadi air (H20) dan oksigen (O2) dengan reaksi sebagai berikut.000 Kimotripsin 6.

0 5. Buatlah suatu grafik sebagai hubungan aktivitas enzim menggunakan ketinggian gelembung oksigen dengan konsentrasi hidrogen peroksida.5 5. Tabung reaksi 1 2 3 4 5 Volume (ml) H2O2 Akuades 0 10 2. Jika gelembung oksigen pada salah satu tabung reaksi sudah mencapai salah satu mulut tabung sebelum 5 menit. 7. Ambil hidrogen peroksida dan akuades ke dalam tabung reaksi dengan volume sebagai berikut.5 10 0 3. lebar 0. Lihat Gambar di bawah. ukur ketinggian gelembung pada semua tabung reaksi. Masukkan masing-masing potongan hati sapi ke dalam tabung reaksi. (Ketinggian gelembung oksigen diukur mulai dan batas awal tanda marker sampai batas teratas gelembung oksigen). Catat data yang kamu peroleh dalam bentuk tabel. 5. 6. Dan manakah sumber katalase pada percobaan mi? . Pertanyaan 1. praktikan yang lain menyiapkan 5 potong hati sapi berbentuk balok dengan panjang 6 cm.1. 8.0 7.5 cm dan tiriggi 0.5 7. Tandai ketinggian awal permukaan larutan dengan menggunakan pena marker. 2. 4. Aduk larutan pada tiap-tiap tabung reaksi.Siapkan lima tabung reaksi yang diberi 1abe 1 sampai 5. Sementara ada beberapa praktikan yang menyiapkan tabung reaksi. ukur ketinggian gelembung oksigen yang terbentuk di dalam tabung reaksi. Lihat Gambar di samping.5 2. Setelah 5 menit.5 cm.

Dengan kata lain. melainkan berjalan satu arah. FAKTA BIO Reaksi kimia merupakan peristiwa reaksi untuk mengubah reaktan menjadi produk dengan bantuan biokatalis enzim. metabolisme dibedakan menj adi katabolismedan anabolisme. Sedangkan anabolisme adalah rangkaian reaksi kimia yang substrat awalnya adalah molekul kecil dan produk akhirnya adalah molekul besar. Reaksi 1 Reaksi 2 Reaksi 3 Reaksi 4 A→B B→C C→D D→E Gambar 2. yang terjadi di dalam sel. Arah reaksi ditentukan oleh keseimbangan jumlah reaktan dengan produk. Suatu reaksi kimia biasanya bersifat bolak-balik. Lihat Gambar 2.11). yaitu mènyediakan bahan baku untuk sintesis molekul lain dan menyediakan energi kimia yang dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas.11 Rangkaian reaksi 1. reaksi kimia yang terjadi di dalam sel tidak bersifat bolak-balik.2. Dalam jalur ini A adalah substrat atau reaktan awal dan E adalah produk akhir.13. katabolisme adalah rangkaian reaksi yang bertujuan untuk pembongkaran atau penguraian suatu molekul. Lihat Gambar 2. Katabolisme memiliki dua fungsi. Dengan kata lain. anabolisme adalah rangkaian reaksi yang bertujuan untuk penyusunan atau sintesis molekul. . Berbeda dengan reaksi kimia pada umumnya. Konsep Penting Katabolisme memiliki dua fungsi. Katabolisme adalah rangkaian reaksi kimia yang substrat awalnya adalah molekul besar dan produk akhirnya adalah molekul kecil. Berdasarkan tujuannya. 3. yaitu menyediakan bahan baku untuk sintesis molekul lain dan menyediakan energi kimia yang dibutuhkan untuk melakukan berhagai aktivitas kehidupan baik tingkat seluler maupun tingkat individu. Setiap produk suatu reaksi akan menjadi reaktan bagi reaksi berikutnya.12. Biasanya katabolisme bersifat eksergonik (menghasilkan energi). 2. METABOLISME Metabolisme merupakan rangkaian reaksi kimia yang diawali oleh substrat awal dan diakhiri dengan produk akhir. sampai produk akhir dan suatu jalur metabolisme terbentuk (Gambar 2. Analisa data yang kamu peroleh dan percobaan dan buatlah suatu kesimpulan. dan 4 dalam suatu jalur metabolisme.

Enzim ini menghidrolisis pati menjadi maltosa yang merupakan disakarida dan glukosa. Pemecahan Polisakarida Menjadi Monosakarida Proses pemecahan polisakarida (pati) maupun disakarida menjadi monosakarida (gula sederhana) seperti glukosa. kerja ptialin akan dihambat oleh asam yang dikeluarkan oleh lambung karena ptialin merupakan enzirn yang tidak aktif saat pH medium turun di bawah 4. dan maltosa) dan polimer glukosa akan dipecah menjadi monosakarida oleh empat enzim. karbohidrat (polisakarida) harus diubah dahulu menjadi monosakarida (glukosa) dalam proses pencernaan. maltase. Dalarn makanan yang kita konsumsi. Enzim mi memiliki fungsi yang sama dengan enzirn ptialin. Selanjutnya. sekitar 3040% pati dihidrolisis menjadi maltosa. Selanjutnya disakarida (laktosa. Di lambung. makanan bercampur dengan getah pankreas yang mengandung c-amilase. makanan akan bercampur dengan saliva yang mengandung enzim ptialin. Lihat bagan pada Gambar 2.Salah satu contoh proses metabolisme adalah katabolisme dan anabolisme karbohidrat. Katabolisme Karbohidrat Katabolisme karbohidrat adalah pemecahan molekul karhobidrat menjadi unit-unit yang lebih kecil.14. sukrosa. dan dekstrinase yang disekresikan oleh sel epitel yang melapisi usus. Sukrosa dipecah menjadi satu molekul glukosa dan satu molekul fruktosa. lebih dan 80% hasil katabolisme pati adalah glukosa. Laktosa dipecah menjadi satu molekul glukosa dan satu molekul galaktosa. galaktosa. sehingga hanya 3-5% pati yang telah terhidrolisis pada saat makanan ditelan. kerja ptialin dapat terus berlangsung selama satu jam setelah makanan memasuki lambung. serta keterkaitan antara kedua proses tersebut. Ketika makanan dikunyah. Karbohidrat akan masuk dalam reaksi respirasi dalam bentuk glukosa. Di duodenum (usus dua belas jari). Walaupun makanan tidak cukup lama berada dalam mulut. Berikut mi akan diuraikan proses katabolisme dan anabolisme karbohidrat. sedangkan galaktosa dan fruktosa . sukrase. dan fruktosa terjadi di sepanjang saluran pencernaan dengan melibatkan berbagai enzim pencernaan. yaitu laktase. Maltosa dan polimer glukosa akan dipecah menjadi molekul-molekul glukosa. ATP inilah yang digunakan oleh seluruh makhluk hidup untuk melakukan seluruh aktivitas kehidupan. Oleh karena itu. Makanan berada di dalam mulut dalam waktu yang relatif singkat. Katabolisme karhohidrat meliputi proses pemecahan polisakarida menjadi monosakarida dan pemakaian glukosa (monosakarida) dalam proses respirasi untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP (adenosin trifosfat).

. dan sistem transpor elektron. Oksigen akan digunakan sebagai penerima elektron terakhir dalam pembentukan ATP. Sedangkan respirasi pada tingkat sel terjadi di dalam mitokondria. selanjutnya digunakan sebagai substrat dalam proses respirasi. yaitu respirasi aerob dan anaerob. sikius Krehs. FAKTA BIO Dalam makanan yang dikonsumsi manusia hanya ada tiga sumber karbohidrat. sebagian fruktosa dan hampir semua galaktosa dengan segera diubah menjadi glukosa. Respirasi pada tingkat organisme berupa pertukaran oksigen dengan karbon dioksida di dalam alveolus paru-paru.hanya mewakili 20% dan makanan tersebut. yaitu sukrosa yang merupakan disakarida yang dikenal sebagai gula tebu. yaitu suatu disakarida yang terdapat dalam susu. siklus Krebs.15. dan pati (kanji) yang merupakan polisakarida pada semua bahan makanan nabati. yaitu glikolisis. dan transpor elektron serta tempat terjadinya di dalam sel dapat dilihat pada Gambar 2. Hubungan antara glikolisis. Terdapat dua jenis respirasi. Setelah penyerapan oleh usus halus. terutama pada padi-padian. Respirasi merupakan cara sel untuk mendapatkan energi dalam bentuk ATP (adenosin trifosfat) dan energi elektron tinggi (NADH2-Nicotinamide Adenine Dinucleotide H2 dan FADH2 = Flavin Adenine Dinucleotide H2). laktosa. Respirasi aerob Respirasi aerob merupakan peristiwa pembakaran zat yang melihatkan oksigen dan pernapasan. Secara singkat reaksi yang terjadi pada respirasi aerob adalah sebagai berikut: C6H12O6 + 6O2 → → → 6C02 + 6H20 + 36 ATP Glukosa Oksigen Karbon Air Energi dioksida Respirasi aerob terjadi dalam tiga tahap. Dengan demikian sangat sedikit galaktosa dan fruktosa yang terdapat dalam sirkulasi darah. Pemakaian Glukosa (Monosakarida) pada Respirasi dalam Sel Glukosa (monosakarida) yang telah dipecah dalam saluran pencernaan.

. dapat disimpulkan bahwa glikolisis adalah reaksi pelepasan energi yang memecah 1 molekul glukosa (terdiri dan 6 atom karbon) atau monosakarida yang lain menjadi 2 molekul asam piruvat (terdiri dan 3 atom karbon). 2 molekul ATP diperlukan untuk mentransfer gugus fosfat ke glukosa sehingga glukosa memiliki simpanan energi yang lebih tinggi. yaitu langkah memerlukan energi dan langkah melepaskan energi. terjadi dua langkah reaksi. Pada tahap glikolisis. Lihat Gambar 2. Energi mi diperlukan untuk reaksi selanjutnya. Jadi. dan 2 ATP.Glikolisis Glikolisis terjadi di dalam sitoplasma sel. Saat langkah memerlukan energi.16. 2 NADH (Nicotinamide Adenine Dinucleotide H). yaitu reaksi pelepasan energi.

3-difosfogliserat. (f) Masing-masing PGAL kembali berikatan dengan fosfat anorganik membentuk 1. (C) Penggunaan ATP kembali menambah fosfat anorganik menjadi fruktosa-1.6-difosfat.16: (a) Penggunaan ATP menjadikan glukosa berikatan dengan tosfat anorganik menjadi glukosa-6-fosfat.Keterangan Gambar 2. (g) Fosfat anorganik pada 1.6-difosfat dipecah menjadi 2 molekul fosfogliseraldehid (PGAL). (e) Setiap PGAL member) 2 elektron dan 1 atom hidrogen kepada NAD untuk membentuk NADH.3-difosfogliserat menjadi 3-fosfogliserat. dan 1. (b) Glukosa-6-fosfat mengalami perubahan strukiur menjadi fruktosa-6fosfat. (d) Fruktosa-1. .3-difosfogliserat ditransfer ke ADP untuk membentuk ATP.

Siklus Krebs terjadi di dalam mitokondria. 1 FADH 2 (Flavin Adenine Dinucleotide H2). dan 1 ATP.(h) Kemudian 3-fosfogliserat memindahkan gugus fosfat ke karbon kedua membentuk 2-fosfogliserat. Siklus ini disebut juga siklus asam sitrat.17. Lihat Gambar 2. . 2 FADH2. siklus Krebs merupakan reaksi tahap kedua dalam respirasi aerob yang menghasilkan 8 NADH. 4 NADH. (i) Setiap PEP mentranster fosfat anorganiknya kepada ADP untuk menghasilkan ATP. glukosa dipecah menjadi 2 molekul asam piruvat. Narna siklus ini berasal dari orang yang menemukan secara rinci tahap kedua respirasi aerob in yaitu Hans Krebs (tahun 1930-an). Reaksi ini terjadi dua kali karena pada glikolisis. Jadi. Tahap awal siklus Krebs adalah 2 molekul asam piruvat yang dibentuk pada glikolisis meninggalkan sitoplasma dan memasuki mitokondria. sehingga PEP berubah menjadi asam piruvat. lalu diikuti pelepasan H20 menyebabkan 2-fosfogliserat berubah menjadi 3-fosfoenol piruvat (PEP). Selarna reaksi tersebut dilepaskan 3 molekul karbon dioksida. dan 2 ATP. Siklus Krebs Siklus Krebs merupakan tahap kedua respirasi aerob.

Keterangan Gambar 2.17: (a) Asam piruvat hasil glikolisis memasuki mitokondria. (b) Asam piruvat melepaskan gugus karboksil dalam bentuk CO2. (d) Asam isositrat melepaskan gugus karboksil dalam bentuk CO2 dan terbentuk asam α-ketoglutarat. Selanjutnya koenzim bergabung dengan sisa 2 atom karbon dan asam piruvat membentuk asetil-KoA. Asam piruvat juga memberikan hidrogen dan elektron kepada NAD+. membentuk suksinil-KoA. dan NADH terbentuk. membentuk NADH. Asam α-ketoglutarat berikatan dengan molekul koenzim A. (c) Asetil Ko-A mentranster 2 atom karbonnya ke oksaloasetat membentuk sitrat. Hidrogen dan elektron ditransfer kepada NAD. membentuk NADH. (e) Asam α-ketoglutarat melepaskan gugus karboksil dalam bentuk CO2. . Koenzim A dilepaskan dari Asetil KoA. Penambahan dan pelepasan H2O mengubah sitrat menjadi asam ositrat.

Suksinil-KoA berubah menjadi asam suksinat. Lihat Gambar 2. Oksigen akan bergabung dengan H+ membentuk air. yaitu dengan menerima elektron yang dilepaskan pada akhir sistem transpor elektron. Akibatnya. H+ dipompa ke luar dan membran dalam mitokondria. 1 molekul asam piruvat akan menghasilkan 4 molekul NADH. Oleh karena elektron bergerak rnelalui sistern transpor.(f) Koenzim A dilepaskan dan digantikan oleh fosfat (berasal dari GTP). NADH dan FADH2 yang dihasilkan dan siklus Krebs dan glikolisis memberikan elektron dan H ke sistem transpor elektron. Oksigen bebas menjaga pembentukan ATP terus berjalan. (g) Elektron dan hidrogen dan asam suksinat ditransfer ke FAD membentuk FADH2. .18. Sistem transpor elektron Transpor elektron terjadi di bagian membran dalam mitokondria. Asam suksinat berubah menjadi asam fumarat. Asam malat berubah menjadi asam oksaloasetat yang akan digunakan dalam siklus Krebs selanjutnya. Konsep Penting Dalam siklus krebs. ATP sintase merupakan protein yang menempel di membran dalam mitokondria. ATP yang dihasilkan pada tahap mi adalah 32 ATP. Aliran H+ melalui protein transpor ini memacu pembentukan ATP dan ADP dan fosfat (Pi). (h) Asam fumarat menggunakan H2O membentuk asam malat. Fosfat terikat pada ADP membentuk ATP. dan 1 molekul ATP. 1 molekul FHDH2. Konsentrasi H+ di luar membran dalam mitokondria menimbulkan gradien elektron antara bagian luar dan bagian dalam membran dalam mitokondria. Asam malat mentransfer hidrogen dan elektron ke NAD+ membentuk NADH. ion H+ kembali menuju bagian dalam membran dalam mitokondria melalui ATP sintase.

Lihat Gambar 2. Asetil koenzim A juga merupakan bahan dasar untuk sintesis asam lemak dan kolesterol.Jadi. dapat disimpulkan hahwa sistem transpor elektron adalah tahapan terakhir dari respirasi aerob ketika elektron dan reaksi intermediet (siklus Krebs) dialirkan berturut-turut pada enzirn dan kofaktor membran dalam mitokondria. dari 1 molekul glukosa yang dipecah menghasilkan 32 molekul ATP. Sintesis asam amino dilakukan dengan cara penambahan gugus amina (aminasi) terhadap bahan yang telah disebutkan di atas. dan rnenyebabkan terjadinya gradien elektron yang mendorong sintesis ATP. Konsep Penting Dalam sistem transpor elektron. dan asam oksaloasetat (pada hasil antara siklus Krebs) merupakan bahan dasar lain untuk asam amino yang berbeda. Demikian juga asetil koenzim A. asam piruvat yang merupakan basil akhir glikolisis merupakan hasil antara untuk bahan sintesis asam amino. FAKTA BIO Karbon monoksida (CO) merupakan racun yang menghalangi transfer elektron pada oksigen. Karbon monoksida juga . asam αketog1utarat. Pada glikolisis dan siklus Krebs terdapat senyawa-senyawa antara yang berguna untuk bahan baku sintesis asam amino dan asam lemak. Misalnya. serta senyawa lain yang diperlukan tubuh. ATP yang dihasilkan dari pemecahan glukosa menjadi karbon dioksida dan air dalam respirasi aerob adalah 2 ATP basil dari glikolisis + 2 ATP dari siklus Krebs + 32 ATP dari sistem transpor elektron (total 36 ATP).19.

Organisme seperti mi melakukan fermentasi jika lingkungannya miskin oksigen. sehingga terbentuk produk akhir alkohol. 2 NADH. Lihat Gambar 2.20. atau tempat-tempat lain yang tidak mengandung oksigen. dan terbentuk 2 ATP. Pada saat yang sama. asam piruvat diubah menjadi asam laktat menghasilkan 2 ATP. Seperti pada respirasi aerob. Beberapa organisme dapat menggunakan oksigen untuk respirasi. Keracunan karbon monoksida dapat menimbulkan kematian akibat kekurangan oksigen. .21. lumpur. sehingga ATP yang dihasilkan lebih sedikit dan jumlah ATP yang dihasilkan oleh glikolisis.menghalangi pengangkutan oksigen oleh hemoglobin pada sel darah merah. yaitu etanol. Karbon monoksida dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna pada kendaraan bermotor. makanan yang diawetkan. glukosa merupakan substrat pada tahap awal fermentasi. tetapi dapat juga melakukan fermentasi. Respirasi anaerob juga menggunakan glukosa sebagai substrat. Respirasi anaerob Respirasi anaerob merupakan respirasi yang tidak menggunakan oksigen sebagai penerima elektron akhir pada saat pembentukan ATP. Fermentasi alkohol dilakukan oleh jamur ragi (yeast) secara anaerob. Sel-sel otot juga dapat melakukan fermentasi jika sel-sel otot kekurangan oksigen. reaksi fermentasi tidak secara sempurna memecah glukosa menjadi karbon dioksida dan air. Pada fermentasi alkohol mi dihasilkan 2 ATP. Fermentasi asam laktat terjadi pada otot manusia saat melakukan kerja keras dan persediaan oksigen kurang mencukupi. Lihat Gambar 2. Pada fermentasi asam laktat molekul asam piruvat hasil glikolisis menerirna elektron dan hidrogen dan NADH. Glukosa dipecah menjadi 2 molekul asam piruvat. Molekul piruvat (hasil glikolisis) difermentasi menjadi asetaldehid. • Fermentasi Beberapa organisme yang melakukan fermentasi di antaranya adalah bakteri dan protista yang hidup di rawa. Sebagai substrat fermentasi adalah asam piruvat. Contoh fermentasi adalah fermentasi alkohol dan fermentasi asam Iaktat. Penimbunan asam laktat pada otot menyebabkan elastisitas otot menjadi berkurang dan menimbulkan gejala kram serta kelelahan. Transfer elektron dan hidrogen menghasilkan NAD+ kembali. Akan tetapi. Respirasi anaerob merupakan proses fermentasi. Kerja otot terus-menerus akan menimbulkan asam laktat dalam jumlah besar. NADH memberikan elektron dan hidrogen kepada asetaldehid. Konsep Penting Sistem transpor elektron memperlihatkan bagaimana elektron bergabung dengan enzim dan kofaktor membran dalam mitokondria.

.

pembakaran yang dihasilkan optimum. memasak). dan produk akhirnya adalah molekul besar. hasil fermentasi adalah karbon yang masih reduktif. ATP yang dihasilkan respirasi aerob adalah 36 ATP untuk oksidasi satu molekul glukosa. . Salah satu alasan mengapa hal tersebut terjadi. dengan fermentasi hanya akan diperoleh total energi sebesar 2 ATP Jadi energi respirasi aerob adalah 18 kali lipat lebih tinggi dibandingkan energi fermentasi. Fotosintesis adalah peristiwa penggunaan energi cahaya untuk membentuk senyawa dasar karbohidrat dari karbon dioksida dan air. misalnya etanol dan asam laktat. Sebaliknya. Fotosintesis Fotosintesis merupakan sintesis yang memerlukan cahaya (fotos = cahaya. Anabolisme Karbohidrat Anabolisme adalah rangkaian reaksi kimia yang substrat awalnya adalah molekul kecil. Contoh anabolisme karbohidrat adalah fotosintesis atau sintesis karbohidrat dengan bantuan energi cahaya matahari. karena respirasi aerob merupakan katabolisme sempurna yang menghasilkan CO2 dan H2O. etanol masih menyisakan energi terikat di dalamnya. Sebaliknya. yang sesungguhnya masih dapat dibakar untuk menghasilkan energi lanjutan. sin tesis = membuat bahan kimia. Perbandingan Energi antara Respirasi Aerob dan Fermentasi Jika dibandingkan energi yang diperoleh dan respirasi aerob dengan energi dan fermentasi. respirasi aerob menghasilkan energi yang lebih besar. Jadi.21 Tahapan fermentasi asam aktat. Oleh karena itu.Gambar 2. Dengan kata lain anabolisme adalah rangkaian reaksi yang bertujuan untuk penyusunan atau sintesis suatu molekul.

Kloroplas tersusun dan hagian-bagian sebagai berikut. Grana Grana merupakan satu tumpuk tilakoid. Stroma Stroma merupakan struktur kosong di dalam kloroplas. Stroma juga merupakan tempat glukosa terbentuk dan karbon dioksida dan air. .Tempat Terjadinya fotosintesis Fotosintesis terjadi di dalarn kloroplas.22. Lihat Gambar 2. Kloroplas merupakan organel plastida yang mengandung pigmen hijau daun (klorofil). yaitu sel-sel jaringan tiang (palisade) dan sel-sel jaringan bunga karang (spons). Sel yang mengandung kloroplas terdapat pada mesofil daun tanaman. Membran tilakoid menangkap energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia. Di dalarn kloroplas terdapat klorofil pada protein integral membran tilakoid. Tilakoid Tilakoid merupakan struktur cakram yang terbentuk dan pelipatan membran dalam kloroplas.

Energi cahaya 12H2O + 6CO2 →→ C6H12O6 + 6O2 + 6H2O Air Karbon Klorofil Glukosa Oksigen Air dioksida Jalannya Reaksi Fotosintesis Jalannva reaksi-reaksi fotosintesis terdiri dan reaksi terang dan reaksi gelap.23. dan oksigen dilepaskan. Jadi.green pigment) yang mampu menyerap cahaya merah dan biru-keunguan. 3. di dalam kloroplas juga terdapat pigmen karotenoid. Karotenoid memantulkan cahaya merah. Lihat Gambar 2. Kiorofil a ini sangat berperan dalam reaksi gelap fotosintesis yang akan dijelaskan kernudian. 2. trophic = makanan). yaitu organisme yang dapat membuat makanan sendiri. Reaksi terang (reaksi yang bergantung cahaya) Tahap awal fotosintesis adalah reaksi terang atau reaksi yang bergantung pada cahaya. khususnya di membran tilakoid. buah. Selain klorofil.Klorofil merupakan pigmen utama yang terdapat pada tumbuhan. . Klorofil a merupakan pigmen hijau rumput (grass. Karotenoid mampu rnenyerap cahaya biru kehijauan dan biru keunguan. Klorofil dapat dibedakan menjadi klorofil a dan klorofil b. Antosianin banyak ditemukan pada bunga. dan savuran. Fikobilin banyak ditemukan pada kelompok ganggang merah dan Cyanobacteria. ganggang hijau. Tumbuhan disebut juga organisme autotrof (auto = sendiri. Reaksi fotosintesis dapat disingkat sebagai berikut. Molekul air pecah. Pigmen fotosintesis menyerap energi cahava dan melepaskan elektron yang akan masuk ke sistern transpor elektron. dan beberapa bakteri fotoautotrof. Oleh karena itu. Pigmen fotosintesis yang melepaskan elektron menerima kembali elektron sebagai gantinya. ATP dan NADPH (Nicotinamide Adenine Dinucleotide phospate H) terbentuk. antosianin. dan kuning. hanya tumbuhan saja yang dapat melakukan fotosintesis karena mengandung kloroplas pada daunnya. Dalarn reaksi terang terjadi tiga proses yang berlangsung di dalam kloroplas. tumbuhan berperan sebagai organisme produsen makanan (karena dapat menghasilkan makanan dengan bantuan cahaya). dan fikobilin. Kiorofil b merupakan pigmen hijau kebiruan yang mampu menyerap cahaya biru dan merah kejinggaan. jingga. Kiorofil b banyak terdapat pada tumbuhan. 1. Karotenoid mi banyak ditemukan pada bunga. Antosianin dan fikobilin merupakan pigmen merah dan biru.

Energi cahaya yang diserap ini akan mendorong elektron dan pigmen fotosintesis sambil melepaskan energi eksitasi. ATP dan NADPH dapat terbentuk mealui jalur non siklik. Sebagian besar pigmen tersebut memperoleh energi dan energi cahaya (foton) yang diserap. Oksigen yang dibebaskan berguna untuk respirasi aerob.24). Aliran elektron melalui sistem transpor menghasilkan ATP dan NADPH. Elektron dan ion hidrogen akan membentuk NADPH dan ATP. Klorofil a merupakan pusat reaksi bagi fotosistem (Gambar 2. . Pusat reaksi yang telah teraktivasi ini memberikan elektron ke molekul penerima elektron dalam sistem transpor elektron. tetapi tidak mernbawanya ke pigmen lain.Konsep Penting Pada reaksi terang. energi cahaya memacu pelepasan elektron dan fotosistem di dalam membran tilakoid. Klorofil a hanya dapat menangkap panjang gelombang cahaya tertentu. Pusat reaksi menerima energi eksitasi. Penyerapan energi cahaya Beratus-ratus molekul pigmen fotosintesis terkumpul dalam suatu fotosistem yang melekat pada membran tilakoid. yaitu elektron mengalir dan molekul air kemudian melalui fotosistem II dan fotosistem I. Energi eksitasi akan dibawa oleh pigmen penerima energi cahaya ke molekul-molekul pigmen yang lain secara acak sarnpai ke klorofil a.

Lihat Gambar 2. dan protein yang terikat pada membran sel. yaitu fotosistem I dan fotosistem II. Ada dua tipe fotosistem.25. . Aliran elektron siklik dan non siklik Ada dua jalur aliran elektron dalam sistern transpor elektron. yaitu siklik dan non siklik. Energi tersebut sebagian besar digunakan untuk pembentukan ATP dan NADPH. koenzim.Sistem transpor elektron tersusun dan enzim. Baik jalur siklik maupun non siklik akan melewati suatu fotosistem. Elektron dipindahkan tahap demi tahap melalui sistem transpor elektron. Sedangkan fotosistem II memiliki pusat reaksi yang ditandai dengan P680. Fotosistem I memiliki pusat reaksi yang ditandai dengan P700. dan energi dilepaskan pada setiap tahap.

melalui suatu sistem transpor. menuju sistem transpor. Proses ini terjadi ketika fotosistem II yang ditandai dengan P680 sebagai pusat reaksi menverap cukup energi foton untuk melepaskan elektron. dan elektron-elektron. Kemudian. Pusat reaksi pada fotosistem II mengandung klorofil a yang disebut P680 karena dapat menyerap foton terbaik pada panjang getombang 680 nm. kemudian kembali ke fotosistem I. ion-ion hidrogen (H+). Pada saat masuknva energi ke dalam fotosistem II rnemacu terjadinya fotolisis. menuju ke fotosistem I. Bergeraknya ion . Pada jalur non-siklik terjadi aliran elektron dan air ke fotosistem II melalui sistem transpor. Fotolisis adalah reaksi pecahnva molekul air menjadi oksigen. Elektron yang dilepaskan oleh P680 digantikan oleh elektron yang dilepaskan oleh air. dalarn sistem transpor yang kedua. Pada jalur siklik memerlukan fotosistem I. Jadi. elektron akan diberikan ke NADP+. Energi cahaya digunakan untuk membawa elektron dan fotosistem I. dan juga terjadi pada semua organisme fotoautotrof.Konsep Penting Pusat reaksi pada fotosistem I mengandung klorofil a yang disebut sebagai P700 karena dapat menyerap foton terbaik pada panjang gelombang 700 nm. Jalur siklik terjadi pada beberapa bakteri. NADP+ akan menerima 2 elektron dan 1 ion hidrogen membentuk NADPH.

. Bagairnana terjadinya reaksi gelap? Reaksi gelap terjadi melalui tahapan berikut mi. dan seterusnya RuBP akan mengikat CO2 yang baru. 10 molekul kembali ke tahap awal menjadi RuBP. > Dari 12 PGAL.Sukrosa merupakan karbohidrat untuk pengangkutan menuju ke tempat penimbunan. > Karbon dioksida diikat oleh RuBP (Ribulosa hifosfat yang terdiri dan 5 atom karbon) menjadi senyawa 6 karhon yang labil. dan RuBP (ribulosa bifosfat). Reaksi gelap berlangsung dalam gelap dan hanya dapat berlngsung jika ada ATP dan NADPH. lihat Gambar 2. RuBP merupakan suatu senvawa yang memiliki 5 atom karbon. > Untuk tiap 6 molekul karbon dioksida yang diikat akan dihasilkan 12 PGAL. . Reaksi mi menghasilkan PGAL (fosfogliseraldehida). ATP dan NADPH dihasilkan dari reaksi terang. dan elektron dan NADPH. . karbon dan oksigen dan karbon dioksida. Reaksi gelap memerlukan ATP. • Dua PGAL lainnya akan berkondensasi menjadi glukosa 6 fosfat. Reaksi ini disebut reaksi gelap karena tidak bergantung secara langsung dengan cahaya.hidrogen berperan dalarn pembentukan ATP. Molekul mi merupakan prekursor (bahan baku) untuk produk akhir menjadi molekul berikut. > Masing-masing PGA menerima gugus fosfat dan ATP dan menerima hidrogen serta elektron dan NADPH. Reaksi gelap (reaksi yang tidak bergantung cahaya) Reaksi gelap disehut juga sikius Calvin-Benson. Pembentukan ATP terjadi pada protein yang disehut ATP sintase.26. Senyawa 6 karbon kemudian memecah menjadi 2 fosfogliserat (PGA).Tepung pati merupakan karbohidrat yang tersimpan sebagai cadangan makanan pada tempat penimbunan. Oksigen ini akan berperan dalam respirasi aerob. enzim yang mengakatalisis setiap reaksi. Sedangkan oksigen dilepaskan ke atmosfer. hidrogen.

.Hubungan antara reaksi terang dan reaksi gelap pada fotosintesis dapat dilihat pada Gambar 2.27.

Penjepit tabung reaksi 2. sukrosa paling mudah ditransportasikan. Pembakar bunsen 6. Larutan iod 10. Air 11. Satu jenis tanaman Geranium atau tanaman hias lain (dengan daun yang bercorak) di dalam pot disimpan selama 2 . Kertas hitam atau alluminium 12. dan akar. sel-sel fotosintesis mengubah pati menjadi sukrosa untuk diangkut ke sel-sel tumbuhan di daun. Kegiatan 2. Kaki tiga dan kasa pembakar 3. Satu pot tanaman Geranium atau tanaman hias lain (dengan daun yang bercorak dan tidak berdaging tebal) 9.Sel-sel fotosintesis mengubah glukosa terfosforilasi menjadi sukrosa atau pati pada siang hari (ada cahaya). Etanol Cara Kerja 1. Klip kertas 7. Gelas beker 4. sedangkan pati adalah sebagai cadangan atau penimbunan makanan.2 Pengaruh Cahaya terhadap Sintesis Amilum pada Geranium Tujuan Mengetahui dan memahami pengaruh cahaya terhadap sintesis amilum pada Geranium. batang. Alat dan Bahan 1. Dan semua karbohidrat pada tumbuhan.3 hari di tempat . Cawan petri 5. Pada saat malam hari atau tidak ada cahaya. Pinset 8.

Kemudian daun tersebut digulung dan diletakkan di dalam tabung reaksi yang berisi etanol. Uji daun tersebut dengan tes amilum seperti cara kerja nomor 2 sampai 5. Air dididihkan di dalarn gelas beker dengan menggunakan pembakar bunsen. Setelah beberapa hari (1 . Pertanyaan Apa perbedaan hasil fotosintesis di tempat gelap dan di tempat terang? Kegiatan 2. Pemastian tidak terjadinya fotosintesis dapat dilakukan dengan menguji salah satu daun pada tanarnan tersebut dengan tes amilum dengan iod sebagai berikut. Tabung reaksi beserta daun tersebut dimasukkan ke dalarn gelas beker yang berisi air mendidih selama 10 menit. 6. Cuci atau bilas daun dengan menggoyangkan daun dengan pinset di dalam gelas beker yang berisi air panas tadi. Presentasikan . Bila daun yang diuji tidak berwarna hitam berarti tidak terjadi sintesis amilum. Buatlah bagan sejelas mungkin. gelap agar tidak terjadi fotosintesis.3 Bagan Proses Metabolisme Buatlah sebuah bagan yang menjelaskan rangkuman proses respirasi dan fotosintesis. yang dilekatkan pada dua kaca ohjek dan dikaret. 5. Pembilasan herfungsi untuk melarutkan etanol. Etanol merupakan pelarut yang berfungsi untuk melarutkan dan meluruhkan klorofil daun. 4. Adanya warna hitam menunjukkan keberadaan amilum di dalam daun. Lihat gambar. petik daun yang ditutupi dengan kertas hitam. atau nama sebutan lainnya. Kemudian tutup sebagian daun Geranium dengan kertas hitam yang bersimbol huruf V. 3. Letakkan tanaman Geranium tersebut di tempat terang. 7. Setelah itu diuji lagi dengan tes amilum.2. Letakkan daun pada cawan petri lalu beri larutan iod.2 hari). 8. Petik satu helai daun dan rendam dalam air mendidih selama 10 detik. Daun direndarn dalam air mendidih dengan tujuan mematikan sel-sel tanaman dan rnelunakkan jaringan daun. Lalu pembakar bunsen dimatikan. Bila daun berwarna hitam sebaiknya tanaman disimpan di tempat gelap beberapa hari lagi.

Bakteri kemosintetik berperan penting pada daur biogeokimia. Sedangkan contoh anabolisme karbohidrat yaitu pembentukan glikogen dan glukosa. dan Protein Di dalam sel. di dalam tubuh manusia juga terjadi metabolisme lemak dan protein. yaitu katabolisme karbohidrat dan anabolisme karbohidrat. Kalaupun terjadi pemisahan jalur metabolisme. Kemosintesis Kemosintesis adalah sintesis (anabolisme) dengan menggunakan sumber energi berasal dan reaksi kimia eksergonik. misalnya ion amonium.29.28. . Selain terjadi metabolisme karbohidrat.di depan kelas secara berkelompok. yang kemudian dapat digunakan oleh tanaman untuk sintesis protein. melainkan membentuk jejaring yang saling berkaitan. lemak. atau belerang (S). reaksi-reaksi metabolisme tidak terpisah satu sama lain. dan protein? Perhatikan Gambar 2. Perhatikan bagan pada Gambar 2. Reaksi kimia eksergonik adalah oksidasi senyawa anorganik. Kegiatan pembuatan bagan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman kalian mengenai konsep katabolisme dan anabolisme. Hubungan antara Metabolisme Karbohidrat. Misalnya bakteri belerang mengubah belerang menjadi sulfat. Bagaimana hubungan atau keterkaitan antara metabolisme karbohidrat. Di dalarn tubuh manusia terjadi metabolisme karbohidrat. hal tersebut lebih disebabkan oleh perbedaan lokasi terjadinya reaksi metabolisme. ion besi (Fe3+). Contoh katabolisme karbohidrat yaitu proses respirasi sel. Lemak. Kemosintesis dapat dilakukan oleh beherapa bakteri kemosintetik.

mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak lebih memberikan rasa kenyang. Hal itu . Senyawa karbon yang tereduksi lebih banyak menyimpan energi dan jika dibakar sempurna akan membebaskan energi lebih banyak. Rasa kenyang tersebut disebabkan oleh kemampuan metabolisme lemak untuk menghasilkan energi yang lebih besar dibandingkan dengan metabolisme karbohidrat dan protein. Lemak. Lemak adalah senyawa karbon yang paling tereduksi. dan Protein Dibandingkan protein dan karbohidrat. sedangkan karbohidrat dan protein adalah senyawa yang lebih teroksidasi.Perbandingan Jumlah Energi yang Dihasilkan oleh Katabolisme Karbohidrat.

hormon. Lihat Gambar 2. protein. maupun lemak tergantung dan makanan yang dikonsumsi. bahan bakar sel dapat berasal dan karhohidrat. (a) (b) (c) Gambar 2.30 (a) Glukosa mewakili karbohidrat. yaitu 36 ATP. Kita lihat bahwa dengan jalur katabolisme yang berbeda. glukosa dan asam glutamat menghasilkan jumlah ATP yang sama. Glukosa mewakili karbohidrat. Jumlah elektron yang dibebaskan menyatakan jumlah energi yang dihasilkan. Katabolisme karbohidrat. dan lemak bertemu pada jalur siklus Krebs dengan masukan asetil koenzim A. hasil katabolisme karbohidrat. protein. dan asam glutamat mewakili protein.30. (a) Glukosa (karbohidrat) lebih banyak mengandung oksigen dan lebih sedikit hidrogen terikat ( lebih teroksidasi ) disbanding lemak. protein. dan (c) asam glutamat mewakili protein. Titik temu berbagai jalur metabolisme ini berguna untuk saling menggantikan ‘bahan bakar’ dalam sel. Asetil KoA yang menjadi bahan baku siklus Krebs untuk rnenghasilkan energi dapat berasal dan katabolisme karbohidrat. asam heksanoat mewakili lemak. dan lemak berguna rnenghasilkan senyawasenyawa antara yang dapat membentuk ATP. Sedangkan jumlah energi yang . glukosa (6 karbon) menghasilkan 44 ATP. Dengan demikian. komponen hemoglobin. dapat disimpulkan bahwa jurnlah energi yang dihasilkan lemak lebih besar dihandingkan dengan jumlah energi yang dihasilkan karhohidrat atau protein dalam berat yang sama. Selain itu. Sedangkan katabolisme asam heksanoat dengan jumlah karbon yang sama. maupun lemak.disebabkan oleh pembebasan elektron yang Iebih hanyak. Mari kita lihat pembandingan jalannya metabolisme senyawa karbon yang sama-sama memiliki 6 karbon. (b) asam heksanoat mewakili lemak. (b) Asam heksanoat ( lemak ) lebih banyak mengandung hidrogen terikat ( lebih tereduksi dibanding karbohidrat dan protein ) (c) Asam glutamat ( protein ) lebih banyak mengandung oksigen ( lebih teroksidasi ) disbanding lemak. protein. Di dalam sel. maupun komponen sel lainnya.

bagaimana pengaruh konsentrasi substrat terhadap aktivitas enzim? 4. Apa yang kamu ketahui tentang enzim? 2. dan paru-paru. jantung. jaringan penghubung di antara alat pencernaan. Dari hasil percobaan aktivitas katalase pada hati sapi. Kelebihan energi dan materi akan disimpan oleh tubuh sebagai lemak. Perkembangan teknologi telah mempengaruhi proses pengolahan makanan. Orang yang kelebihan makanan tetapi tidak diimbangi dengan gerak dan olah raga yang cukup seringkali menunjukkan gejala kelebihan herat badan (Gambar 2. lemak juga mengalami kesulitan pengangkutan karena sifat lemak yang hidrofobik memerlukan lebih banyak protein pengangkut. Teknologi Makanan Berkadar Gula Rendah Makanan berisi materi dan energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Di dalam sistem peredaran darah. lemak. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kerja enzim? 3.31). TEKNOLOGI PENGOLAHAN MAKANAN Metabolisme dalam tubuh memerlukan makanan sebagai sumber energi dan materi. Lemak tersimpan dalam jaringan lemak pada lapisan di bawah kulit. lemak yang tertimbun di jaringan kapiler darah menyebabkan penyumbatan pembuluh darah yang dapat diikuti dengan tekanan darah tinggi dan stroke. Di samping itu. dan protein pada Gambar 2. Keterkaitan antara metabolisme karhohidrat. 5.29 menjelaskan mengapa hal itu terjadi. .dihasilkan protein setara dengan karhohidrat dalam berat yang sama. Tuliskan dan jelaskan satu contoh anabolisme karbohidrat. jumlah energi yang dihasilkan KILAS BALIK 1. Tuliskan tahapan pada respirasi tingkat sel.

teknologi pengawetan dan pengemasan makanan yang dikembangkan dalam skala industri pada dasarnya tetap berbasis pada cara-cara tradisional yang lazim digunakan untuk memperpanjang masa konsumsi bahan makanan.3 kkal/gram. dan daya tank produk pengawetan makanan (rasa. keadaan bahan makanan. Oleh karena itu. yaitu makanan kaya lemak dan berkadar gula tinggi. sedangkan nilai kalori asam emak adalah 9. citra. Lihat Gambar 2. dan ban). Teknologi Pengawetan Makanan Berkualitas Tinggi Sejak manusia dapat melakukan budidaya tanaman dan hewan. kemakmuran menyebabkan meningkatnya orang yang merniliki obesitas dan penyakit kelebihan gizi berupa penyakit jantung. . Dengan demikian dapat dipahami bila dalam kegiatan ekonomi orang mencari produk teknologi makanan yang berkadar gula rendah. Kumpulkan artikel serta informasi yang menjelaskan: • komposisi makanan tersebut • proses pembuatan makanan tersebut • keuntungan mengkonsumsi makanan tersebut.4 Makanan Berkadar Gula Rendah Cari satu jenis makanan yang berkadar gula rendah. dan stroke. majalah. cara pengawetan. warna. Dengan alat mi diketahui bahwa nilai kalori karbohidrat dan protein adalah kirakira 4 kkal/gram. Bahan-bahan tersebut ada yang lekas busuk (seperti daging dan buahbuahan) dan terpaksa harus dibuang.32. FAKTA BIO Perlu diketahui bahwa tidak semua energi (kalori) yang dibebaskan dan oksidasi diikat menjadi ATP. manusia melakukan pengawetan pangan. Makanan yang mengandung energi rendah dicari orang-orang gemuk atau orang yang tidak ingin gemuk. cara efektif menjaga kesehatan adalah mengatur menu makanan yang sesuai dengan kebutuhan. maupun internet. Penyakit-penyakit tersebut ditimbulkan oleh meningkatnya konsumsi makanan berenergi tinggi. manusia rnenghadapi permasalahan melimpahnya hasil produksi panen. Kegiatan 2. Untuk menangani hal tersebut.Di negara yang maju. tekanan darah tinggi. Saah satu cara yang lebih akurat dalam mengukur kalori tiap senyawa adalah dengan kalorimeter. Dewasa mi. pengawetan makanan harus memperhatikan jenis bahan makanan yang diawetkan. baik dan buku.

Bahan pengawet tradisional yang tidak berbahaya adalah gararn (untuk ikan asin. pemasakan kering. Keadaan Bahan Makanan Keadaan bahan makanan yang berbeda tentu juga mempengaruhi cara pengawetan. telur asin) dan sirup (larutan gula kental yang mencegah pertumbuhan mikroba). Di antara bahan pengawet dan pewarna tersebut. FAKTA BIO Preservasi susu dengan teknik UHT (Ultra High Temperature) bertujuan untuk memanaskan susu pada suhu tinggi tanpa merusak . Karbohidrat diawetkan dengan cara pembuatan tepung. Minyak diawetkan dengan melakukan teknik pembuatan yang bersih dan pemberian hahan pengawet. pemanasan. Bahan Makanan yang Diawetkan Cara mengawetkan bahan protein tentu berheda dengan cara mengawetkan minyak atau karbohidrat. Demikian pula zat warna ditujukan agar produknya menjadi Iebih menarik konsumen. beberapa bahan makanan seperti susu dan buah diawetkan dengan pengeringan dingin (freezed drying) agar komponen organik yang labil dapat lebih awet. Adapun bahan padat dan kering lebih mudah ditangani dengan pengeringan dan pemanasan. dan sebagainya. pengeringan. dan pemanasan. Adakalanya pihak produsen memberi bahan pengawet ke dalam makanan sehingga keawetan makanan dapat berlangsung hingga periode waktu yang dikehendaki. Bahan-bahan mengandung zat organik seperti vitamin dan senyawa dengan gugus fungsional yang labil tidak dapat diawetkan dengan pemanasan. beberapa bersifat racun dan bahkan karsinogenik. Pengawetan bahan cair biasanya dilakukan dengan pengentalan (seperti sirup) dan pemberian bahan pengawet. Karena itu dalam industri makanan modern.32 Bahan pangan diawetkan dengan berbagai cara.Gambar 2. Pengawetan protein dapat dilakukan dengan cara pengeringan. Bahan Pengawet dan Pewarna Secara sederhana dapat dimengerti bahwa tujuan mengkonsumsi makanan adalah untuk mencukupi kebutuhan gizi. Bahan yang cair tentu lebih sulit ditangani dibanding bahan padat.

masakan tertentu. Tujuan pengawetan bahan makanan adalah sebagai berikut. cara pengawetan. pengawetan secara urnurn dilakukan dengan pemanasan. dan tujuan. Berdasarkan caranva. Padahal belum tentu bahan itu disarikan dan makanan aslinya. Ada batas kadaluwarsa bahan makanan yang harus diperhatikan. komposisi bahan pangan. sehingga makanan tersebut memiliki aroma dan citarasa buah-buahan. Untuk itu perlu diberi tambahan zat warna. produsen hahan makanan diharuskan mencantumkan informasi berkaitan dengan produk yang dipasarkannya (Gambar 2. dan permanisan. serta daya tarik produk pengawetan makanan tersebut. pendinginan. pengasinan. Hal ini tidak dapat sepenuhnya terpenuhi. • Supaya hahan-bahan yang tidak dikehendaki dalam bahan makanan (seperti racun alami dan lain sebagainya) dapat dinetralkan atau disingkirkan dan bahan makanan. Makanan awetan tersebut diberi bumbu untuk meningkatkan rasa lezat. Panas yang tinggi akan membunuh bakteri sehingga susu menjadi ebih tahan ama. dan sebagainya. • Supaya bahan makanan dapat dikonsumsi kapan saja dan dimana saja berdasarkan cara pengawetan dan aspek lainnya. Konsep Penting Pengawetan bahan makänan perlu memperhatikan jenis dan keadaan makanan yang akan diawetkan. Daya Tarik Produk Pengawetan Makanan Makanan yang diawetkan kadangkala berubah dan rasa aslinya. Cara Pengawetan Cara pengawetan bahan pangan disesuaikan dengan keadaan hahan makanan.33) . Demi kepentingan konsumen. • Supaya kandungan kimia dan bahan makanan dapat dipertahankan. kering dingin.protein dan vitamin di dalam susu. Produk makanan yang diawetkan seringkali juga kehilangan warna aslinya. Bau yang mendekati asli dicukupi dengan pemberian zat-zat esen (pemberi citarasa bau tertentu). Susu dilewatkan dalam pipa panas yang sangat kecil diameternya.

• Isi (ingredients) bahan makanan yang terdapat pada makanan kemasan memberi informasi apa saja yang terdapat pada bahan yang dikemas. Dalam membeli makanan kemasan. memberi informasi batas waktu makanan itu dikonsumsi. . • Cara pengawetan yang dilakukan. dan ada tidaknya bahan kimia tambahan seperti zat warna dan zat pengawet memberi intormasi mengenai kehati-hatian yang Layak di pertimbangkan saat rnengkonsumsi produk itu. Makanan yang melewati batas waktu boleh dikonsumsi dinamakan makanan kadaluwarsa. Tetapi adakalanya terdapat kelalaian pihak penjual. konsumen perlu mempertimbangkan pencegahan bahan yang tidak diinginkan dan penambahan bahan makanan yang diinginkannya sesuai kebutuhan. atau konsumen.. produsen. Beberapa informasi yang perlu diperhatikan oleh konsumen sebagai berikut. • Tanggal masa berlakunya makanan. Pihak toko dilarang menjual bahan makanan kadaluwarsa.

serta beberapa mineral tambahan. Mengapa lemak memberikan energi yang lebih besar bagi tubuh dibandingkan karbohidrat dan protein? 3. KILAS BALIK 1. Apa yang kamu ketahui tentang fermentasi? 2.• Alamat pabrik/produsen merupakan pertanggungjawahan produsen akan produk yang dihasilkannya jika mengalami masalah. asarn amino esensial dan non-esensial. • Kehalalan bahan pangan merupakan informasi yang berhak diketahui oleh konsumen agar konsumen aman rnengkonsumsi makanan kemasan tersebut berdasarkan keyakinan yang dianutnya. dan vitamin. yaitu melalui makanan tambahan. diperlukan untuk melengkapi kebutuhan akan vitamin A dan D. • Minyak ikan. Untuk itu kita perlu mengkombinasikan berhagai makanan sehingga diperoleh semua zat gizi yang dibutuhkan. Infus berisi karbohidrat (glukosa dan fruktosa). dikonsumsi untuk melengkapi unsur mineral mikro (dihutuhkan sedikit tetapi penting) dalam tubuh. asam nukleat. • Infus. . serta mineral. • Makanan tambahan yang bertujuan untuk menambah energi dan daya tahan tuhuh. Makanan tambahan adalah hahan makanan yang ditambahkan dalam makanan sehari-hari agar memenuhi gizi Iengkap yang diperlukan tubuh. Teknologi Substitusi Energi dan Produk Pengolahan Makanan Makanan sehari-hari harus mengandung gizi yang lengkap. dan mereka yang memerlukan pemulihan gizi yang cepat. • Garam ber-yodium. yaitu bahan makanan yang diberikan khusus rnelalui pembuluh vena. Pasien yang memerlukan bahan infus biasanya adalah mereka yang mengalami gangguan pencernaan. setelah operasi. Komposisi hahan infus juga disesuaikan dengan kebutuhan pasien yang memerlukannya. Apa saja yang perlu diperhatikan datam pengawetan makanan? 5. Perkembangan teknologi pengolahan makanan juga membantu kita dalam memenuhi kebutuhan gizi secara mudah. Apa yang pertu kita perhatikan saat membeli suatu makanan kemasan? Ikhtisar • Metabolisme adalah serangkaian reaksi kimia yang diawali dengan substrat awal dan diakhiri dengan menghasilkan produk akhir. yaitu karhohidrat. Beberapa macam makanan tambahan antara lain sebagai berikut. mineral. protein. vitamin. Adakalanva kita menemukan hahwa makanan yang kita konsumsi mengandung gizi yang tidak lengkap. Apa keuntungan mengkonsumsi makanan berkadar gula rendah? 4. Makanan tersebut haruslah siap beredar dalam serum darah. Iemak.

• Katabolisme karbohidrat meliputi proses pemecahan polisakarida menjadi monosakarida dan pemakaian glukosa (monosakarida) dalarn proses respirasi tingkat sel untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP. gugus prostetik. dibentuk molekul air serta dihasilkan 32 molekul ATP. Katabolisme adalah rangkaian reaksi yang bertujuan untuk pembongkaran atau penguraian suatu molekul. pH. Bagian protein disebut apoenzim. Jadi. enzim adalah protein 2. 1. • Sifat-sifat enzim sebagai biokatalisator yaitu: 1. dan sistem transpor elektron. Bagian non-protein disebut kofaktor. Siklus Krebs terjadi di mitokondria. • Secara sederhana kerja enzim dapat digambarkan sehagai berikut. serta konsentrasi enzim dan konsentrasi substrat. Sedangkan anabolisme adalah rangkaian reaksi yang bertujuan untuk penyusunan atau sintesis suatu molekul. sikius Krebs. Glikolisis terjadi di dalam sitoplasma. total ATP yang dihasilkan adalah 2 ATP dan glikolisis + 2 ATP dan siklus Krebs + 32 ATP dan sistem . 1 molekul glukosa dipecah menjadi 2 molekul asam piruvat dan dihasilkan 2 molekul NADH serta 2 molekul ATP. Kofaktor dapat berupa ion-ion anorganik. enzim hanya diperlukan dalam jumlah sedikit 5. reaksi antara asetil KoA dan asam oksaloasetat membentuk asam sitrat dan kembali terbentuk asam oksaloasetat. enzim juga disebut biokatalisator. Dalam tahap siklus Krebs. Dan sikius Krebs dihasilkan 8 molekul NADH. serta dilepaskannya 4 molekul CO2. Karena bekerja di dalarn tubuh makhluk hidup. Meningkatkan kecepatan dilakukan enzim dengan cara menurunkan energi aktivasi. Substrat + enzim → kompleks enzim dengan substrat → enzim + produk • Enzim mengkatalisis reaksi dengan meningkatkan kecepatan reaksi. aktivator dan inhibitor. Sistem transpor elektron terjadi di membran dalam mitokondria. enzim bersifat katalis 4. enzim dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. 3. Dalam tahap sistem transpor elektron. • Respirasi aerob terjadi dalam tiga tahap. enzim dapat bekerja secara bolak-balik 6. 2 molekul FADH2.• Metabolisme dapat dibedakan menjadi katabolisme dan anabolisme. enzim bekerja secara spesifik 3. yaitu glikolisis. 2. • Enzim tersusun dan bagian protein dan bagian non-protein. Dalam tahap glikolisis. • Respirasi aerob adalah peristiwa pembakaran zat makanan yang memerlukan oksigen. • Kerja enzim dipengaruhi oleh suhu. • Enzim adalah protein yang hertindak sebagai katalis di dalam tubuh makhluk hidup. dan koenzirn. • Cara kerja enzim dapat diterangkan dengan teori gembok dan kunci (lock and key theory) serta teori kecocokan yang terinduksi (induced fit theory). dan 2 molekul ATP.

transpor elektron = 36 ATP. metode pengawetan. lemak. Di antara glikolisis dan sikius Krebs dihasilkan senyawa-senyawa antara yang berguna untuk bahan baku sintetis senyawa-senyawa yang diperlukan tubuh. • Metabolisme karbohidrat. Metabolisme lemak rnenghasilkan energi lebih besar dibanding karbohidrat untuk berat yang sama. • Anabolisme karhohidrat contohnya adalah proses fotosintesis. • Makanan tambahan adalah hahan makanan yang ditambahkan dalam makanan sehari-hari agar memenuhi gizi Iengkap yang diperlukan tubuh. Pada fotosintesis terjadi dua tahap reaksi. • Dalam fermentasi. baik fermentasi alkohol maupun fermentasi asam laktat hanya dihasilkan masing-masing 2 ATP. sedangkan metabolisme protein menghasilkan energi yang setara dengan karbohidrat untuk berat yang sama. yaitu reaksi terang dan reaksi gelap. dan protein saling berkaitan satu sama lain. KATA • • • • • • • • • • • • • KUNCI anabolisme energi aktivasi enzim fermentasi fotolisis fotosintesis glikolisis kofaktor katabolisme kemosintesis metabolisme transpor elektron siklus Krebs . serta daya tarik produk pengawetan makanan. keadaan bahan makanan. • Pengawetan bahan makanan dipengaruhi oleh jenis makanan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful