MEMBUAT TRAFO

Satuan dan besaran Besaran Panjang Luas Volume Massa Waktu Arus Tegangan Daya (nyata) Daya (semu) Resistansi Kuat Medan Induksi Magnet Fluks Simbol l A V m t i (I) u (U) P N R H B  Satuan (SI) meter (m) m² m³ kg (kilogram) second (s) ampere (A) volt (volt) watt (W) volt-ampere (VA) ohm (   A/m weber/m weber (Wb) satuan gauss centi meter (cm) cm² cm³ gram (gr) s

erg/s

oerted gauss maxwell

Merancang Trafo

shingga voltasenya bisa turun. Demikian pula ketebalan dari inti besi tsb. kumparan yg pertama lebih besar dari yang kedua. Ada dua cara sederhana untuk membuat trafo. 2.lebih handal). digulung oleh kawat berisolasi (email).Gulungan menyatu antara Primer & Secundary (hubungan seri . Demikian. Apabila yang step up kebalikannya. sehingga menghasilkan listrik pada gulungan yg lainnya.lebih mahal . Keduanya bisa untuk Step Up atau Step down.Cara kerja trafo (Semua Trafo) dapat dijelaskan secara sederhana sbb : Inti Besi Lunak (Keren) yg berbentuk O atau segi empat atau dua huruf E yg di hadapkan sehingga menjadi tertutup. . Bila gulungan tsb diberi aliran listrik AC ber frequensi 50 Hz. tinggal membalik saja Input Output nya. maka inti besi itu akan menjadi maknit yg berfluktuasi sebanyak 50 kali dalam satu detik. Sebutan Primer atau Secunder hanya untuk membedakan besar/ukuran belitan saja. Trafo punya dua kumparan yg berbeda ukuran dalam satu magnet. menghasilkan output 12V AC(Secunder) Bila dibalik.Gulungan terpisah antara Primer & Secundary (foating . jumlah dan besar kawat tergantung kebutuhan. 1. Untuk trafo yg step down. Contoh sederhana sbb : Sebuah trafo pada Input nya diberi tegangan 220 V AC (Primer). maka pada Primer nya akan keluar tegangan 220 V AC. pada Secunder nya yg diberi tegangan 12 V AC.lebih murah-kurang handal). mudah2an cara penulisan ini mudah dimengerti.

kalau step up transformator lilitan sekundernya lebih banyak dari primer sehingga garis gaya magnetik yang memotong kumparan sekunder juga banyak. dan sebagainya. mudah dan aman untuk mengirimkan energi adalah melalui bentuk energi listrik. Melalui transformator penaik tegangan (step-up transformer).Ada dua jenis transformator yaitu step up dan step down. dan nuklir diubah menjadi energi listrik. melalui transformator penurun tegangan (step-down transformer). telah kita ketahui bahwa garis gaya magnetik yang memotong kumparan akan menghasilkan gaya gerak listrik seperti dalam percobaanya joseph henry. hidro. pemanas. sumberdaya energi primer seperti bahan baker fosil (minyak. panas bumi. kumparanyapun terbagi dua bagian yaitu kumparan primer dan sekunder . Di pusat-pusat beban yang terhubung dengan saluran distribusi.medan magnet dari kumparan pertama diterima kumparan kedua. pendingin. .menapa bisa begitu? Kumparan dalam magnet yang dialiri listrik memiliki medan magnet. Peningkatan tegangan dimaksudkan untuk mengurangi jumlah arus yang mengalir pada saluran transmisi yang dengan demikian berarti rugi-rugi panas (heat-loss) I2R dapat dikurangi. energi listrik ini kemudian dikirimkan melalui saluran transmisi bertegangan tinggi menuju pusat-pusat beban. Elemen Sistem Tenaga Salah satu cara yang paling ekonomis. tegangan tersebut kembali diturunkan menjadi tegangan menengah. Ketika saluran transmisi mencapai pusat beban. penerangan. kalau step down jumlah lilitan pada lilitan sekunder lebih sedikit daripada jumlah lilitan pada kumparan primer sehingga garis gaya magnetik yang dihasilkan oleh elektromagnet kumparan primer menghasilkan garis gaya magnetik yang memotong kumparan. energi listrik ini diubah menjadi bentuk-bentuk energi terpakai lainnya seperti energi mekanis (motor). Generator sinkron mengubah energi mekanis yang dihasilkan pada poros turbin menjadi energi listrik. Jika salah satu belum diketahui maka kaliakan dua angka lalu bagi dengan penyebutnya. rumus untuk membuat transformator adalah Np / Ns = Vp / Vs dimana : V=Tegangan N=Jumlah lilitan S=Sekunder P=Primer Secara matematis kamu tinggal kali silang. Bagian -bagian transformator terdiri dari dua bahan yaitu kumparan tembaga sebagai selenoid dan lempeng besi tipis. Pada pusat pembangkit. gas alam. dan batubara).

Satuan listrik : Arus listrik (I)  ampere Tegangan listrik (V) = beda potensial = volt Tahanan (R) = resistansi  ohm Reaktansi (X)  ohm Impedansi (Z)= R  jX ohm  Daya (S) = P  jQ  volt ampere Daya aktif (P)  watt Daya reaktif (Q)  volt ampere reaktif Energi (E)  watt-hour (watt-jam) Faktor daya (cos  tidak ada satuan ) .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful