FILSAFAT DAN HAKEKAT MANUSIA (sebuah pengantar

)
Posted on Juli 15, 2008 by zaldy munir Oleh : Zaldy Munir JIKA kita mendengar kata filsafat maka konotasi kita akan segera pada sesuatu yang besifat prinsip yang juga sering dikaitkan pada pandangan hidup yang mengandung nilai-nilai dasar (Zuhairini, 1991: 3). Pada hakekatnya semua yang ada di alam ini sudah sejak awal menjadi pemikiran dan teka-teki yang tak habis-habisnya diselidiki dan inilah yang menjadi fundamen timbulnya filsafat. Jadi, filsafat adalah hasil usaha manusia dengan kekuatan akal budinya untuk memahani secara radikal, integral dan universal tentang hakikat sarwa yang ada (hakekat Tuhan, alam dan hakekat manusia), serta sikap manusia termasuk sebagai konsekwensinya dari pemahamannya tersebut (Anshari, 19984: 12), dan manusia tentu mempersoalkan dirinya sendiri, bahkan boleh dikatakan ia adalah teka-teki bagai dirinya sendiri, siapakah sebenarnya “aku” ini ? (Salam, 1988:12) Kalau demikian maka jelaslah bahwa hal ini memerlukan perenungan yang mendalam dan meng-asas pada usaha akal dan pekerjaan pikiran manusia. Karenanya filsafat-lah yang bertugas untuk mencari jawaban dengan cara ilmiah, obyektif, memberikan pertanggungjawaban dengan berdasarkan pada akal budi manusia. Karenanya filsafat itu timbul dari kodrat manusia. Manusia mempunyai keistimewahan dari makhluk-makhluk yang lain, ia diciptakan oleh Allah SWT begitu sempurna dan kesempurnaan ini manusia dapat meningkatkan kehidupannya. Dengan berpikir atau bernalar, merupakan satu bentuk kegiatan akan manusia melalui pengetahuan yang kita terima melalui panca indra diolag dan ditunjukan untuk diri sendiri dengan manifestasinya, ialah mempertimbangkan, merenungkan, menganalisis, menunjukan alasan-asalan, membuktukan sesuatu, menggolong-golongkan, membanding-bandingkan, menarik kesimpulan, meneliti suatu jalan pemikiran, mencari kausalitasnya, membahas secara realitas dan lain-lain (Salam, 1988:1). Sesuai dengan makna filsafat, yaitu sebagai ilmu yang bertujuan untuk berusaha memahami semua yang timbul dalam keseluruhan lingkup pengalaman manusia, maka berfilosofis memerlukan suatu ilmu dalam mewujudkan pemahaman tersebut. PEMBAHASAN
ARTI KATA “FILSAFAT” Sebagai manusia yang dibekali akal untuk berpikir dan mencari ilmu pengetahuan. Makin banyak manusia tahu, makin banyak pertanyaan timbul, tentang dia sendiri,

tentang nasibnya, tentang kebebasannya dan kemungkinan-kemungkinannya. Sikap ini sudah menghasilkan pengetahuan yang sangat luas, yang secara metodis dan sistematis dibagi atas banyak jenis ilmu. Namun, dengan kemajuan ilmu pengetahuan, sejumlah pertanyaan masih tetap terbuka dan sama aktualnya seperti pada ribuan tahun yang lalu.

Pertanyaan-pertanyaan tentang asal dan tujuan, tentang hidup dan kematian, tentang hakekat manusia, tidak terjawab oleh ilmu pengetahuan pertanyaanpertanyaan ini mungkin juga tidak pernah terjawab oleh filsafat. Namun, berfilsafat adalah tempat di mana pertanyaan-pertanyaan ini dikumpulkan, diterangkan dan diteruskan. Berfilsafat adalah suatu ilmu tanpa batas. Filsafat tidak menyelidiki salah satu segi dari kenyataan saja, melainkan apa-apa yang menarik perhatian manusia. Selanjutnya mengenai arti kata filsafat itu sendiri : Kata “Filsafat” berasal dari bahasa Yunani dan berarti “cinta-akan hikmat” atau “cinta akan ilmu pengetahuan”. Seseorang “filsafat” adalah seorang “pecinta” , “pencari” (“philos”). Hikmat atau pengetahuan (“sophia”). Kata “philosophos” diciptakan untuk menekankan sesuatu. Pemikir-pemikir Yunani Pythagoras (582-496) dan Plato (428-348). (Harri Hamersma, 1992 : 10) ASAL FILSAFAT
Ada tiga hal yang mendorong manusia untuk “berfilsafat”: keheranan, kesangsian dan kesedaran keterbatasan. (Harri Hamersma, 1992 : 11)

Keheranan: Banyak filsafat menunjukan rasa heran (dalam bahasa Yunani: “Thaumasia”) sebagai asal filsafat. Plato umpamanya mengatakan : “Mata kita memberikan pengamatan bintang-bintang, matahari dan langit. Pengamatan ini memberi dorongan untuk menyelidiki dan dari penyelidikan ini berasal dari fisafat. Kesangsian : Filsafat-filsafat lain, seperti umpamanya Agustinus (354-430) dan Poscartes (1596-1650) menunjukan sebagai kesangsian sebagai sumber utama pemikiran. Manusia heran, tetapi kemudian ia ragu-ragu. Apakah ia ditipu oleh panca indranya lalu ia heran? Apakah kita tidak hanya melihat yang ingin kita lihat ? Di mana dapat menemuka kepastian ? Karena dunia ini penuh dengan macam-macam pendapat, keyakinan dan interpretasi. Sikap ini sikap skeptis (dari kata Yunani “Skepsis”, “penyelidikan”). Sangat berguna untuk mengemukakan satu titik pangkal yang tidak diragukan lagi titik pangkal ini dapat berfungsi sebagai dasar untuk semua pengetahuan lebih lanjut Kesadaran akan keterbatasan : Filsafat-filsafat lain juga mengatakan bahwa manusia mulai berfilsafat kalau ia menyadari betapa kecil dan lemah ia, dibandingka dengan alam semesta sekelilingnya. BEBERAPA TOKOH FILSAFAT
Socrates (469 – 399 SM)

Pandangan Socrates yang terpenting adalah pada diri setiap manusia terdapat jawaban mengenai beberapa persoalan dalam dunia nyata. Dan untuk diperlukan metode tanya jawab yang disebut metode sokratis (socratis mothod) yang akan menimbulkan pengertian yang disebut maieutics (menarik keluar seperti bidan). Hanya Tuhanlah yang tak terwujud. Dengan pandangannya ini Aritoteles sering disebut . tanpa matter. Hanya saja dari kebanyakan manusia tidak menyadari bahwa dalam dirinya terdapat jawaban dari berbagai persoalan yang dihadapinya. Dalam bukunya Republik. Karena itu. Plato mengatakan bahwa masyarakat terbagi atas tiga kelas. berfungsi bekerja untuk memenuhi keinginan-keinginan masyarakat akan pakaian. Psyche yang terdiri dari tiga bagian berhubungan dengan pembagian kelas dalam masyarakat. berpusat di dada. Selain itu. berpusat di perut. Ia berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang berbentuk kejiwaan (form) harus menempati wujud tertentu (matter). Pekerja. Aristoteles (384 –322 SM) Aristoteles adalah murid Plato yang terkenal dengan pemikiran yang berbeda dengan gurunya. orang dapat membedakan antara jiwa dan badan. Wujud ini pada hakikatnya merupakan ekspresi dari jiwa. Berkehendak (thumeticon). Ia menyatakan bahwa dunia kejiwaan berisi ideide yang berdiri sendiri dan terlepas dari pangalaman-pengalaman hidup sehari-hari. makanan. dengan demikian Plato dapat pula dikatakan sebagai tokoh pemula dari paham individual difference (manusia berbeda dengan manusia lainnya). namun pada anak-anak jiwa masih tercampur dengan badan belum dapat dipisahkan ide dari benda-benda konkret. yaitu: Berpikir (logistion). guna memenuhi kebutuhan seharihari. Plato juga berpaham determinisme dan nativisme dengan berkeyakinan bahwa setiap orang sudah ditetapkan status dan kedudukannya kelak dalam masyarakat sejak lahir. Serdadu. Berkeinginan (abdomen). Jiwa yang berisi ide-ide ini oleh Plato diberi nama Psyche yang terdiri dari tiga bagian (trichotomi). yaitu : Filsuf. berfungsi berperan untuk memenuhi berbagai dorongan dan kehendak masyarakat terhadap bangsa lain. Plato (427 – 347 SM) Plato adalah murid setia Socrates. Manusia mempunyai kekhususan tersendiri dan tidak sama. berfungsi berpikir dalam masyarakat. pada orang dewasa dan intelektual. Ia juga merupakan seorang rasionalis yang lebih mementingkan rasio (akal) daripada fungsi-fungsi jiwa lainnya. berpusat di otak. Tuhan adalah From saja. dan sebagainya. diperlukan orang lain yang membantu atau ikut mendorong menggunakan ide-ide atau jawaban yang masih terpendam itu.

atau filsafat ketuhanan yang bahasannya adalah Hakekat sesuatu. misalnya apakah bentuk dari suatu meja. benda mati.penganut empirisme ia juga disebut sebagai Bapak Psikologi karena berpendapat bahwa segala sesuatu harus tertitik tolak dari satu realita. baik di masyarakat maupun di sekolah selalu dihadapi relaita. (Abdul Rahmat Shaleh-Muhbib Abdul Wahab. tetapi jika ditanyakan bahannya pastilah meja itu subtansi dengan kualitas materi. . akhirat. prima atau Tuhan dengan segala sifatnya. relasi atau segala sesuatu yang ada dibumi dengan tenaga-tenaga yang di langit. sebagai contoh. keesaan. wahyu. sebab dan akibat. Kosmologi tentang realita. secara etimologi yang berarti di balik atau dibelakang fisika. Kosmos yakni tentang keseluruhan sistem semesta raya dan kosmologi terbatas pada realita yang lebih nyata dalam arti alam fisika yang material dalam memperkaya kepribadian manusia di dunia tidaklah di alam raya dan isinya. (kebenaran adalah kenyataan karena kenyataan mendekatkan pada kebenaran dan bisa ditangkap oleh panca indra) Jadi realitas yang dibahas pada ontologis ini dipergunakan untuk membedakan apa yang hanya nampak saja atau nyata. pandangan ontologi secara praktis akan menjadi masalah yang utama. persekutuan. realita. 2004 : 10) TEORI KEBENARAN MENURUT PANDANGAN FILSAFAT DALAM BIDANG ONTOLOGIS. realita fisi spiritual yang tetap dinamis. menurut perasaan kita masih lurus bila diceburkan ke air menurut penglihatan tongkat itu bengkok dan setelah diangkat tongaktnya itu kembali lurus. Sebab anak bergaul dengan lingkungannya dan mempunyai dorongan yang kuat untuk mengerti sesuatu. Bramel menjelaskan bahwa interpretasi tentang satu realitas itu dapat bervariasi. malaikat. pahala dan surga. obyek pengalaman. yaitu matter dan pengalaman empiris merupakan sumber utama dari pengetahuan. pasti setiap orang berbeda-beda pendapat menganai bentuknya. disini dibedakan antara metafisika dengan kosmologi: Ontologi. Di dalam pendidikan. Untuk mengetahui relitas semesta ini di dalam ruang lingkup ontologi secara jelas. Itulah yang dimaksud dari setiap orang bahwa meja itu suatu realitas yang konkrit. sebuah tongkat yang lurus. neraka. maka yang diselidiki adalah hakekat realita menjangkau sesuatu dibalik realita karena metafisika ingin mengerti sedalam-dalamnya. dosa. Anak-anak. EPISTIMOLOGIS DAN AKSIOLOGI Ontologi Ontologi sering diidentikkan dengan metafisika yang juga disebut dengan Protofilsafat atau filsafat yang pertama. benda hidup dan sebagainya. Dalam arti sebagai pangalaman sehari-hari akan tetapi suatu yang luas.

epistemologi ialah studi tentang pengetahuan. adalah tahap pertama. Tentu saja saya tahu ia sakit. kerena saya melihatnya. sebagai stimulasi untuk meyelami kebenaran itu. The Encyclopedia of Philosophi mendefinisikan epistemologi sebagai cabanga filsafat yang bersangkutan dengan sifat dasar dari ruang lingkup pengetahuan praanggapan-pra-anggapan dan dasar-dasarnya serta realitas umum. yang melahirkan estetika. Untuk lebih jelas pengertian tentang epistemologi ini ada beberapa contoh peryataan-peryataan. 1990:50) Aksiologi Aksiologi. yaitu: Moral Conduct.Membimbing dan membina kesadaran tentang kebenaran yang berpangkal atas realita itu. bidang ini melahirkan disiplin khusus yakni etika. seperti apakah panca indra dapat memberikan pengetahuan. yang menggunakan kata “tahu” dan mengandung pengertian yang berbeda-beda baik sumbernya maupun validitasnya. Kau tak dapat mempermainkan saya. karena baru kemarin kami menaikinya (Ali. Implikasi manusia yang harus memperkaya kepribadian bukanlah hanya alam raya dan isinya dalam arti sebagai pengalaman sehari-hari. (mengetahui sesuatu kerena ada penyebabnya atau alasannya). yaitu suatu bidang yang menyelidiki nilai-nilai (value). Secara sistematis anak-anak telah dibina potensi berpikir kritis untuk mengerti kebenaran itu. Artinya Epistemologi memberikan kepercayaan dan jaminan bagi guru bahwa ia memberikan kebenaran kepada muri-muridnya. 1986: 18). Kami tahu mobilnya baru. Epistemologi ini adalah nama lain dari logika meterial atau logika mayor yang membahas dari isi pikiran manusia yakni pengetahuan (Dardini. Bramedl mendefinisikan epistemologi “It is epistemologi that gives the teacher the assurance that he is conveying the truht to his student”. Ferier di abad 19 di dalam Institut of metaphisics (1854). ekspresi keindahan. malainkan sesuatu yang tak terbatas. dari tuntunan akan pengetahuan sebenarnya.F. Epistemologi Epistemologi pertama kali dipakai oleh J. Sementara itu. karena saya tahu siapa yang mempermainkan dan yang tidak mempermainkan. Percayalah saya tahu apa yang saya bicarakan. Esthetic Expression. Kewajiban pendidik melalui latar belakang ontologis ialah membina daya pikir yang tinggi dan kritis. Pencipta sesungguhnya adalah Plato sebab beliau telah berusaha membahas pertanyan dasar. dapatkah akal menyediakan pengetahuan. bagaimana kita mengetahui tentang benda-benda. Brameld membedakan tiga bagian di dalam aksiologi. Definisi lain. . tindakan moral.

yang mana betapapun kita mencintai seseorang jika ruhnya pisah dengan badannya. 1986:34-36). juga hakekat manusia adalah ruh. PANDANGAN FILSAFAT TENTANG HAKEKAT MANUSIA Ilmu yang mempelajari tentang hakekat mansia disebut Antropologi Filsafat. kehidupan sosial-politik. Nilai dan implikasi aksiologi ialah menguji dan mengintegrasikan semua nilai tersebut di dalam kehidupan manusia dan membinanya di dalam kepribadian manusia. yaitu jasmani dan rohani. 1992: 288). Dasar pikiran aliran ini ialah bahwa ruh itu lebih berharga. Hal ini mereka buktikan dalam kehidupan sehari-hari. aku akan mengamalkan ilmuku ! Dengan contoh-contoh di atas. yaitu: Baiklah. maka materi/jasadnya tidak ada artinya. Berikut ini beberapa contoh yang dapat kita pergunakan untuk menilai seseorang itu baik. aliran eksistensialisme. Jadi badan tidak bersal dari ruh . maka dari itu manusia adalah zat atau materi. bidang ini melahirkan ilmu filsafat sosiopolitik (Syam. Aliran Dualisme Aliran ini menggangap bahwa manusia itu pada hakekatnya terdiri dari dua subtansi.Socio-political Life. Hakikat berarti adanya berbicara menganai apa manusia itu. kita dapat memahami baik itu secara komprehensif. sedangkan badan ialah penjelmaan atau bayangan. aliran serba ruh. Saya akan selalu baik dan taat kepada ibu ! Nak. bukankah ini bacaan yang baik untukmu ? Baiklah Pak. alam ini adalah zat atau materi dan manusia adalah unsur dari alam. Bu. itu hanyalah zat materi. Aliran Serba Zat Aliran serba zat ini mengatakan yang sungguh-sungguh ada. Aliran Serba Ruh Aliran ini berpendapat bahwa segala hakikat sesuatu yang ada didunia ini ialah ruh. Keduanya subtansi ini masing-masing merupakan unsur asal. Fiche mengemukakan bahwa segala sesuatu yang lain (selain ruh) yang rupanya ada dan hidup hanyalah suatu jenis perumpamaan. adapun zat itu adalah manifestasi dari pada ruh di atas dunia ini. ada empat aliran yang dikemukakan yaitu: Aliran serba zat. Kerena untuk mengatakan sesuatu itu bernilai baik. Apa lagi menilai dalam arti yang mendalam untuk membina dalam kepribadian ideal. aliran dualisme. peubahan atau penjelmaan dari ruh (Gazalba. yang adanya tidak tergantung satu sama lain. Dengan demikian aliran ini menganggap ruh itu ialah hakikat. lebih tinggi nilainya daripada meteri. bukanlah suatu yang mudah. karena dimasyarakat kita nila-nilai itu sedemikain terintegrasi dan berintegrasi.

Rahmat Shaleh. Jakarta : PT Gaya Media Pratama. 1988. 1992. H. Pendirian Islam bahwa manusia terdiri dari subtansi. cet. Logika Formal. B. dan Ihsan. Aliran Eksistensialisme Aliran filsafatr modern berpikir tentang hakikat manusia merupakan eksistensi atau perwujudan sesungguhnya dari manusia. Antara badan dan ruh terjadi sebab akibat yang mana keduanya saling mempengaruhi.H. Jalaluddin. Wawasan Islam. Jakarta : CV. ke-2. ke-2. 1991. 1990. Rajawali. A. dijelaskan bahwa proses perkembangan dan pertumbuhan manusia menurut hukum alam material. tetapi memandangnya dari segi eksistensi itu sendiri didunia ini. Filsafat dan Pendidikan. Pintu Masuk Kedunia Filsafat. Hamersma. yaitu apa yang menguasai manusia secara menyeluruh. 1984. Harry. Filsafat Pendidikan Islam. Filsafat Manusia Antropologi Metafisika. Dardiri. Zuhairini. Cet. A Fuad. Jakarta : CV. 1986. Yogyakarta : Kanisius. Abdul – Abdul Wahab. 1990. 2002. Filsafat Pendidikan. S. Abdullah. Ihsan. Rajawali. H. Jakarta : PT. Jadi intinya hakikat manusia itu. Pengantar Kebudayaan Sebagai Ilmu. Bandung : Pustaka Setia. yaitu meteri dari ilmu dan ruh yang berasal dari Tuhan. Perwujudannya manusia tidak serba dua. sedangkan alam adalah makhluk dan keduanya diciptakan oleh Allah. Bina Aksara. Yogyakarta : Pustaka Filsafat. Filsafat dan Logika. Cet. Jakarta : PT. . Filsafat Pendidikan Islam. Anshari. Psikologi Suatu Pengantar Dalam Prespektif Islam. jasad dan ruh. Hamdani. Bina Aksara. Jakarta : Prenada Media.dan tidak bersal dari badan.S. tanpa kedua subtansi tersebut tidak dapat dikatakan manusia. 2004. Ke-1 Salam. ■ DAFTAR PUSTAKA Ali. Muhbib. Yogyakarta : Kota Kembang. Humanoria. E. H. Di sini manusia dipandang tidak dari sudut serba zat atau serba ruh atau dualisme dari dua aliran itu. Jakarta : PT. Islam secara tegas mengatakan bahwa badan dan ruh adalah subtansi alam. Filsafat Pendidikan Manusia. H. dan Idi. 2001. 1988. Filsafat berpandangan bahwa hakikat manusia ialah manusia itu merupakan berkaitan antara badan dan ruh. Bina Aksara. Cet. Ke-10. _______. maka hakikat pada manusia adalah ruh sedangkan jasadnya hanyalah alat yang dipergunakan oleh ruh saja. Gazalba.

Informasi. ← BATASAN PORNOGRAFI MENURUT PERSPEKTIF AL-QURAN DAN BIBLE KEHANCURAN MORALITAS POLITIK INDONESIA → http://zaldym. Budaya. Fokus Kajian.This entry was posted in Fokus Kajian and tagged Artikel. Opini. Berita.wordpress. Politik. Tips. Bookmark the permalink. Info.com/2008/07/15/filsafat-dan-hakekat-manusia-sebuahpengantar/ .

Manusia Menurut Pandangan Ilmiah dan Filsafat Dalam pandangan klasik dan rasional tentang manusia faktanya manusia adalah makhluk yang berakal. Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol untuk menyatakan pikiran sebagai milik manusia yang unik (animal rationale). Pandangan antropologi budaya manusia adalah organisme sosio budaya. Menjelaskan pandangan manusia sebagai makhluk keberagamaan. Hewan yang mempunyai kemampuan untuk menggunakan simbol-simbol untuk mengkomunikasikan pikirannya (animal sociale). 2. Menganalisis potensi manusia. makhluk sosial. Menurut Plato akal adalah alat untuk mengarahkan budi pekerti. Manusia menurut pandangan ilmu Antropologi adalah homo sapien. Menjelaskan pandangan manusia sebagai makhluk individu. . Pandangan ilmu psikologi manusia adalah individu yang belajar. 2. Menurut Aristoteles ilmu politika manusia sebagai animal politicon (binatang yang hidup berpolitik). Membandingkan perbedaan manusia sebagai makhluk individu. Menganalisis perbedaan manusia sebagai makhluk individu. Menjelaskan pandangan manusia sebagai makhluk sosial. Manusia menurut pandangan filsafat manusia adalah: 1. Merumuskan pengertian hakekat manusia. Aristoteles juga berpendapat bahwa akal manusia adalah kekuatan yang tertinggi dari jiwa dan merupakan kebanggaan dan keagungan manusia. 5. Manusia seutuhnya (animal symbolicum). 3. 3. A. 7. Menjelaskan pengertian manusia menurut pandangan ilmiah dan filsafat. makhluk susila dan makhluk keberagamaan 8. 6.BAB I HAKEKAT MANUSIA TUJUAN : Setelah mempelajari bab ini diharapkan mahasiswa dapat: 1. Pandangan ilmu sosiologi manusia adalah animal sociale (binatang yang bermasyarakat). makhluk susila dan makhluk keberagamaan. 4. makhluk sosial. 9. Menjelaskan pandangan manusia sebagai makhluk susila. Pandangan ilmu ekonomi manusia adalah animal econominicus (binatang yang terus berusaha memperoleh kemakmuran materiil).

semangat. perasaan. Kesanggupan untuk memikul tanggung jawab sendiri merupakan ciri yang sangat essensial dari adanya individualitas pada diri setiap insan. yaitu guru dapat menyikapi siswa dengan cara tertentu dalam proses pembelajaran. tingkat dan berat badan. Perbedaan kecakapan atau kepandaian Sifat-sifat keindividualitasan setiap insan perlu ditumbuhkembangkan melalui pendidikan agar bisa menjadi kenyataan. suku. Itulah uniknya manusia.1995). Karena dengan adanya individulitas itu setiap orang memiliki kehendak. 5. cita-cita.agama. Guru tidak bisa memperlakukan siswa secara seragam. penglihatan. berlangsung dalam suatu pergaulan timbal balik.keserasian. sekalipun sanak kembar. Keunikan siswa hendaknya dihadapi dengan cara-cara yang beragam guna mencapai efektifitas pembelajaran. 2. kebersamaan antara pendidik dan peserta didik untuk menumbuhkan rasa saling percaya dan ini merupakan dasar . disini pendidikan berfungsi membantu peserta didik untuk membentuk kepribadianya atau keindividualannya. kemampuan bertindak. Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol untuk menalar dan menyadari sebagai pribadi yang menalar.4. manusia memerlukan pola tingkah lak yang bukan merupakan tindakan instingtif. Artinya bahwa dalam proses pendidikan itu yang aktif bukan hanya pendidik tetapi juga peserta didik. daya tahan yang berbeda. Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol dapat menyadari diri sendiri sebagai pribadi. Menurut Oxendine dalam (Tim Dosen TEP. Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol maka dapat mengadakan perbedaan moral. jenis kelamin. Pendidik hanya menunjukan jalan dan memberikan motivasi bagaimana cara memperoleh sesuatu dalam mengembangkan dirinya. Pendidikan harus mengembangkan peserta didik agar mampu menolong dirinya sendiri. 4. kesefahaman. Perbedaan fisik: usia. 7. Mengenal perbedaan individual murid ini sangat penting bagi guru. minat dan sikap. B. 2005) bahwa perbedaan individualitas setiap insan nampak secara khusus pada aspek sebagai berikut 1. hubungan keluarga. yang juga memperhatikan kepribadian tiap peserta didik. 3. Sifat-sifat manusia yang demikian harus dipahami oleh para pelaku pendidikan sebagai dasar pengembangan proses pendidikan guna mencapai hasil sebagaimana diharapkan baik untuk masa depan peserta didik itu sendiri maupun untuk pembangunan secara luas. pendengaran. kecenderungan. motif. Proses pendidikan adalah tindakan bersama. 6. Perbedaan sosial: status ekonomi. Perbedaan kepribadian: watak. dan hal ini hanya bisa diperoleh melalui pendidikan dan pengalaman belajar (Tim Dosen FIP-UM. Manusia sebagai Makhluk Individu Setiap insan yang dilahirkan tentunya mempunyai pribadi yang berbeda atau menjadi dirinya sendiri. Hewan yang mempunyai kemampuan menggunakan simbol-simbol untuk mengkombinasikan unsur-unsur yang menghasilkan suatu yang kreatif. Sebagai makhluk individu.

Kerjasama sosial merupakan syarat untuk kehidupan yang baik dalam masyarakat yang saling membutuhkan. sosial. nampak pada kenyataan bahwa tidak pernah ada manusia yang mampu menjalani kehidupan ini tanpa bantuan orang lain. baik itu non formal (masyarakat) maupun dalam bentuk-bentuk formal (institusi. Manisfestasi manusia sebagai makhluk sosial. Sebab kemajuan manusia nampaknya akan bersandar kepada kemampuan manusia untuk kerjasama dalam kelompok yang lebih besar. Pendidikan adalah suatu hak fundamental. Manusia sebagai Makhluk Sosial Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi dengan sesamanya. C. 1988). D. serta bekerjasama dalam kelompok yang lebih besar. justru memberikan rasa tanggungjawab untuk mengayomi individu yang jauh lebih ”lemah” dari pada wujud sosial yang ”besar” dan ”kuat”. moral dan religi. kebersamaan. Kesadaran manusia sebagai makhluk sosial.36-39) nilai-nilai merupakan sesuatu yang dijunjung tinggi oleh manusia karena mengandung makna . Sebagai makhluk sosial karena manusia menjalankan peranannya dengan menggunakan simbol untuk mengkomunikasikan pemikiran dan perasaanya. Melalui pendidikan dapat dikembangkan suatu keadaan yang seimbang antara perkembangan aspek individual. spesialisasi dan integrasi atau organissai harus saling membantu. (Arbi. 1978. Dalam perkembangan ini. Manusia tidak dapat mencapai apa yang diinginkan dengan dirinya sendiri. agar menjadi manusia yang bisa menjalani kehidupan bersama.untuk menumbuhkan kewibawaan pendidik. Jasi kesusilaan selalu berhubungan dengan nilai-nilai. mendirikan kaidah perilaku. serta melaksanakannya sehingga dikatakan manusia itu adalah makhluk susila. pemerintah dan masyarakat. Esensi manusia sebagai makhluk sosial pada dasarnya adalah kesadaran manusia tentang status dan posisi dirinya adalah kehidupan bersama. Pada hakekatnya manusia memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan susila. maka masyarakat mempunyai kewajiban untuk memberikan kesempatan pendidikan yang diimplikasikan oleh hak itu. Pendidikan merupakan tanggungjawab bersama antara keluarga. (Dirjarkara. Manusia tidak dapat menyadari individualitas. Manusia sebagai Makhluk Susila Susila berasal dari kata su dan sila yang artinya kepantasan yang lebih tinggi. kecuali melalui medium kehidupan sosial. Dilain pihak dikatan bahwa pendidikan berhubungan untuk ”dapat membangun diri sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa”. Kehidupan sosial. Hakekat manusia sebagai makhluk sosial dan politik akan membentuk hukum. Dirjarkara mengartikan manusia susila sebagai manusia yang memiliki nilai-nilai tersebut dalam perbuatan. negara) dengan wibawanya wajib mengayomi individu. serta bagaimana tanggungjawab dan kewajibannya di dalam kebersamaan. Menurut bahasa ilmiah sering digunakan istilah etiket (persoalan kepantasan dan kesopanan) dan etika (persoalan kebaikan).

nilai dan kaidah sosial yang mengatur tingkah laku individu yang bergabung didalamya. dengan mengusahakan peserta didik menjadi manusia pendukung norma. artinya kesusilaan atau moralitas adalah fungsi sosial. Tiap hubungan sosial mengandung hubungan moral. Persoalan mengenai masalah apakah tindakannya baik dan tidak baik. agar individu tersebut merasa aman. Norma. Untuk kepentingan dirinya sendiri sebagai individu Setiap individu harus dapat menyesuaikan terhadap kehidupan dan bertingkah laku sesuai norma. keluhuran.nilai dan kaidah masyarakat dalam kehidupan sehari-hari mempunyai beberapa alasan. diterima dalam kelompok masyarakat tersebut. 1. persoalan moral atau susila. kemuliaan dan sebagainya. bersumber pada kepercayaan bahwa budi nurani manusia secara apriori adalah sadar nilai dan pengabdi norma-norma. Perbuatan yang selaras dengan nilai itulah yang menjadi inti dari perbuatan yang bertanggung jawab. berfungsinya nilai hanya ada di dalam kehidupan sosial. sebab adanya nilai. Oleh karena itu pendidikan harus mampu menciptakan manusia susila. Pentingnya mengetahui dan menerapkan secara nyata norma. adalah persoalan tentang nilai. dan kaidah yang berlaku pada masyarakat. Pendirian ini sesuai dengan analisa ilmu jiwa dalam tentang struktur jiwa (das Es. maka intervensi pendidikan bukan hanya sekedar penanaman kebiasaan atau latihan namun juga memerlukan motivasi dan pembinaan kata hati atau hati nurani yang kelak akan membentuk suatu keputusan. dan mengarahkan tindakannya. dapat tumbuh suatu sikap untuk berbuat dan mau berbuat selaras dengan nilai. Pandangan manusia sebagai makhluk susila atau bermoral. kaidah. Peran pendidikan disini membantu mengarahkan perbuatan anak dalam kehidupannya dimasa mendatang.kebaikan. sehingga dapat diyakini dan dijadikan pedoman dalam hidup. Struktur jiwa yang disebut das Uber Ich (super ego) yang sadar nilai esensial manusia sebagai makhluk susila. Kesadaran susila (sense of morality) tidak dapat dipisahkan dengan realitas sosial. Dengan pendidikan pula peserta didik dapat tumbuh kesadarannya terhadap nilai. sadar diri dan sadar lingkungan. melainkan mereka dapat mempertimbangkan. nilai. merancang. 1995). Kodrat manusia sebagai makhluk susila dapat hidup aktif-kreatif. dan nilai-nilai susila dan sosial yang dijunjung tinggi oleh masyarakatnya. das Ich dan das uber ich). antara lain: 1. Manusia bertindak. Hubungan dan kebersamaan dengan sesama manusialah manusia dapat hidup dan berkembang sebagai manusia. atau berbuat selaras dengan apa yang seharusnya diperbuat. demi untuk mencapai tujuan bersama (Tim Dosen FIP UM. dan tiada hubungan susila tanpa hubungan sosial” (Noorsyam. nilai dan kaidah sosial tersebut merupakan hasil persetujuan bersama demi untuk dilaksanakan dalam kehidupan bersama. efektifitas nilai. 1986). Untuk kepentingan stabilitas kehidupan masyarakat itu sendiri Dalam kehidupan bermasyarakat tentunya memiliki aturan yang berupa norma. tidak sembarang bertindak. . “Tiada hubungan sosial tanpa hubungan susila. persoalan norma.

penanaman sikap dan kebiasaan dalam beragama dimulai sedini mungkin. Suatu fenomena bahwa manusia menyembah. Dengan IQ. dan mengamalkan aspek-aspek religi dalam menjalani kehidupan seharihari. Dengan AQ. menghayati. Manusia memerlukan agama demi keselamatan hidupnya. Dengan adanya EQ maka muncul sikap sabar. lemah lembut ataupun sebaliknya.E. tanggung jawab. tangguh. memberdayakan dan menjaga kelestarian alam. proses alam. Potensi ini sangat terkait dengan etika atau nilai-nilai moral. F. walaupun kemudian ada yang menjadi agnostic (tidak mau tahu akan adanya Tuhan) atau atheis (mengingkari adanya Tuhan). manusia . Dengan EQ. menyesali diri dan minta ampun kepada sesuatu yang ghaib. ras. Dengan VQ. Mereka cenderung untuk mengganti Tuhan yang bersifat pribadi seperti negara. meskipun masih terbatas pada latihan kebiasaan (habit formation). karena hubungan ini lebih banyak melibatkan rohani pribadi manusia yang bersifat perseorangan. membuat konstruksi bangunan. Dari semua kelebihan tersebut bisa dikembangkan kedalam potensi-potensi yang bersumber dari cipta. manusia mampu mengendalikan amarah. mengelola. Manusia juga diberikan kelebihan yaitu rasa. Hubungan pribadi manusia dengan Tuhan lebih bersifat trasendental. melakukan ritual (ibadah) atau upacara-upacara. Dengan akal. yakni potensi emosional atau emosional quontien (EQ) dan potensi spiritual atau spiritual quontien (SQ). Tetapi sebagai pengembangan pengkajian lebih lanjut tentunya tidak dapat diserahkan hanya kepada satu pihak sekolah saja atau orang tua saja melainkan keduannya harus berperan. Manusia dapat menghayati agama melalui proses pendidikan agama. Oleh karena itu dimasukkannya kurikulum pendidikan agama di sekolah-sekolah. manusia mampu menghadapi berbagai hambatan dan tantangan hidup. Tugas pendidikan yaitu membina pribadi manusia untuk mengerti. dalam arti bahwa mereka percaya dan/atau menyembah Tuha. Manusia sebagai Makhluk Keberagamaan Manusia adalah makhluk beragama. memahami. pengabdian total untuk mencari kebenaran atau ideal-ideal yang lain. serta nilai-nilai keagamaan. memiliki daya juang dan kreatifitas. Potensi Manusia Manusia dikaruniai fasilitas istimewa dan tidak dimiliki makhluk lain yaitu berupa akal. cipta. Kita mampu menghitung. manusia membedakan mana yang baik dan yang buruk. karsa. karya. memiliki rasa iba. Dengan adanya agama maka manusia mulai menganutnya. Dengan adanya ini muncul sikap tabah. manusia mampu menyatakan benar dan salah berdasarkan intelektual. meyusun program. Sedangkan potensi yang bersumber dari karsa adalah potensi ketahanmalangan atau adversity quontien (AQ) dan potensi vokasional quontien (VQ). dan hati nurani. Tuhan memberi tugas untuk mengatur. berdoa. Dengan SQ. kasih sayang. Potensi dari rasa. yaitu potensi intelektual atau intelectual quontien (IQ). maka menggali nilai-nilai yang melandasi pendidikan itu hendaknya memperhatikan nilai-nilai yang bersumber pada Tuhan Yang Maha Esa dengan meyeimbangkan antara kehidupan dunia dan akherat. Selaras dengan pandangan manusia sebagai makhluk beragama. baik dan buruk. kerjasama dn kesenia (estetika). Beragama merupakan kebutuhan manusia karena manusia adalah makhluk yang lemah sehingga memerlukan tempat bertopang.

walaupun karya ciptanya bisa diterima orang lain. Kalau tidak. Inilah fungsi daripada potensi hati nurani dalam diri manusia. itu sangat terbatas. Dia punyai ide atau pikiran wujud benda yang mau dilukis. maka karya cipta manuisa itu harus mengandung nilai etika. Berikutnya muncul kehendak (rasa) untuk mewujudkan keinginan membuat lukisan wanita itu. Karena manusia adalah mahluk beretika. (Rulam Ahmadi) http://www. katakanlah gambar wanita. kedua potensi AQ dan VQ merupakan manisfestasi dari berbagai potensi diri yang direalisasikan dalam tindakan. yakni yang berupa lukisan wanita sebagaimana yang dibayangkannya. Selanjutnya. Berikut akan dideskripsikan bagaimana potensi-potensi itu berproses pada diri manusia. Tidak semaunya pelukis itu membuat lukisan apapun tanpa mempertimbangkan etika. yang berfungsi sebagai penyeleksi dan memberi penerangan pada setiap karya cipta manusia. Misalnya bidang olahraga.com/daspen1/ . daya cipta muncul bagaimana memulai dan menggambarkan model lukisan yang diinginkan. Potensi pikir. awal dari proses pengembangan diri manusia. termasuk pelukisnya juga mahluk etika. Tetapi jika etika sosial dan keagamaan menjadi dasar dari semua karya cipta manusia akan sangat memungkinkan untuk diterima oleh lebih banyak orang dan lebih abadi.infodiknas. selanjutnya dia menilai secara psikologis (rasa) bahwa model gambar wanita yang mau dilukis itu cocok. Kehendak akan muncul dan ingin diwujudkan apabila hasil penilaian psikologis (rasa) cocok dengan selera sang pelukis. ketika pada diri manusia sudah ada kehendak untuk mewujudkan lukisan wanita. Setelah ide itu muncul dan pikiran mulai berproses. seorang pelukis ingin membuat sebuah gambar yang menarik menurut pendiriannya. indah.mampu dan cenderung pada bidang-bidang ketrampilan atau kejuruan. dan menarik. Hasil dari daya cipta ditunjukkan dengan wujud nyata. dan teknik. kesenian. Contoh. Pada hakekatnya.

Dari paparan diatas dapat disimpulkanb bahaw prinsip-prinsip Essensislisme adalah : 1). essensislisme suatu aliran filsafat yang lebih merupakan perpaduan ide filsafat idealisme objektif di satu sisi dan realisme objektif di sisi lainnya. Kendatipun aliran ini kemunculan aliran ini di dasari oleh pemikiran filsafat idealisme Plato dan realisme Aristoteles. tetap dan stabil 3). Esensialisme berakar pada ungkapan realisme objektif dan idealisme objektif yang moderen. Pendidikan harus dibangun atas nilai-nilaiyang kukuh. Essemnsialisme memandang bahwa pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai yang memeiliki kejelasan dan tahan lama yang memberikan kestabilan dan nilai-nilai terpilih yang mempunyai tata yang jelas. dimana serba terbuka untuk perubahan. Perbedaan utama ialah dalam memberikan dasar berpijak pada pendidikan yang penuh fleksebelitas. 2). Sasaran pendidikan adalah mengenalkan siswa pada karakter alam dan warisan budaya.Esensialisme. Nilai (kebenaran bersifat korespondensi ). Filsafat ini menginginkan agar manusia kembali kepada kebudayaan lama karena kebudayaan lama telah banyak melakukan kebaikan untuk manusia. toleran dan tidak ada keterkaitan dengan doktrin tertentu. a. yaitu alam semesta diatur oleh hukum alam sehingga tugas manusia memahami hukum alam adalah dalam rangka penyesuaian diri dan pengelolaannya. . Hakikat dan prinsip esensialisme Filsafat Esensialisme adalah pendidikan yang didasarkan pada nialai-nilai kebudayaan yang telah ada sejak awal peradaban umat manusia. Ia muncul pada zaman renaissance dengan ciri utama yang berbeda dengan progresivisme. namun bukan berarti kedua aliran ini lebur kedalam paham esensialisme.berhubungan antara gagasan dengan fakta secara objekjtif. Oleh karena itu wajar jika ada yang mengatakan Platolah sebagai peletak asas-asas filosofis aliran ini. ataupun Aristoteles dan Democratos sebagai peletak dasardasarnya. Aliran filsafat essensialisme pertama kali muncul sebagai reaksi atas simbolisme mutlak dan dogmatisme abad pertengahan.

menjelajah aktif. pertimbangan dan pembuatan kesimpulan menuju pemelihan alternative yang paling memungkinkan untuk pemecahan masalah yang dihadapi. Sasaran pendidikan ialah meningkatkan kecerdasan praktis (kompetensi) dalam rangka efektivitas pemecahan masalah yang disajikan melalui pengalaman. terutama nilai duniawi. Dia disebut eksperimentalisme karena aliran tersebut mneyadari dan mempraktekkan asas eksperimen yang merupakan untuk menguji kebenaran suatu teori. bahwa pendidikan bukanlah sekedar pemberian sekumpulan pengetahuan kepada subjek didik tetapi hendaklah berisi aktivitasaktivitas yang mengarah pada pelatihan kemampuan berpikir mereka sedemikian rupa sehingga mereka dapat berpikir secara sistimatis melalui cara-cara ilmiah seperti memberikan analisis. 3). Pragmatisme. a.4). Bersifat konservatif (pelestarian budaya) dengan merefleksikan humanisme klasik yang berkembang pada zaman renaissance. Progresivisme disebut juga instrumentalisme. Ia juga dinamakan enviromentalisme karena aliran ini memnggap bahwa lingkungan hidup mempengaruhi pembinaan kepribadian . . karena aliran ini beranggapan bahwa kemampuan intelejensi manusia sebagai alat untuk hidup. untuk mengembangkan kepribadian manusia. Hakikat dan Ciri-ciri Pragmatisme . Adapun ciri-ciri filsafat progresivisme adalah : 1). Pengertian dan Ciri-ciri Progresivisme secara bahasa dapat diartikan sebagai aliran yang menginginkan kemajuan-kemajuan secara cepat. Dalam filsafat pendidikan progrevisme adalah suatu aliran yang menekankan. Progresivisme. 2). evolusioner dan konsekuensi perilaku. Nilai bersifat relative. a. Progresivisme berakar pada pragmatisme.

James mengatakan bahwa kebenaran tiada yang mutlak. Pengalaman-pengalaman pribadi.sementara itu Horne mengatakan bahwa pragmatis adalah satu aliran yang lebih mementingkan orientasinya kepada pandangan antriposentris (berpusat kepada manusia) kemampuan kreativitas dan pertumbuhan manusia kearah hal-hal yang bersifat praktis. Patokan pragmatis adalah manfaat bagi hidup praktis. yang berdiri sendiri dan terlepas dari segala akal yang mengenal. aliran ini menyetujui tiga patokan yaitu : (1)Menolak segala inteletualiasme (2)Obsolutisme (3) meremehkan logika formal. yang berlaku umum. yang bersifat tetap. karena didalam praktiknya apa yang kita anggap benar dapat dikorelasi oleh pengalaman berikutnya. Sebab pengalaman berjalan terus dan segala yang dianggap benar dalam perkembangan pengalaman itu senantiasa berubah.Pragmatisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar apa yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibat-akibatnya yang bermanfaat secara praktis. asal saja membawa akibat praktis. dengan demikian. Melalui proses pembahasan tersebut. Untuk itu . Untuk keluar dari pikiran yang abstrak ke dunia nyata digunakan metode ilmiah.c Schiller. Mempergunakan pengalaman sebagai usaha mencapai kebenaran yang hakiki. Di Amerika Serikat pragmatisme mendapat tempat tersendiri dengan melekatnya nama William James sebagai tokohnya. sebab manusia merupakan subjek yang mengalami dan membahas hasil pengalaman. mistik semua bisa diterima sebagai kebenaran dan dasar tindakan asal membawa akibat yang praktis yang bermanfaat. kemampuan kecerdasan dan individualita serta perbuatan dalam masyarakat. Hal ini berarti bahwa manusia akan mampu membuat hakikat bagi dirinya.Di InggrisF.Aliran ini bersedia menerima apa saja. di samping John Dewey. Aliran ini memandang realitas sebagai Sesuatu yang secara tetap mengalami perubahan terus menerus. pada gilirannya manusia kan menemukan nilai-nilai dan hakikat yang berguna dalam hidupnya. Oleh karena itu tidak ada kebenaran yang mutlak yang adalah kebenaran-kebenaran yaitu apa yang benar dalam pengalaman-pengalaman khusus yang setiap kali dapat berubah oleh pengalaman berikutnya. Filsafat pragmatis dalam perkembangannya selanjutnya..

h. 185 Muhmidayeli. Jakarta: Bumi aksara. 185. )p-Cit. Ahmad Tafsir. (Bandung: Rosdakarya. 1986). 21 Idealisme positif mempunyai pandanagan bahwa realitas adalah sama dengan substansi gagasan-gagasan atau ided-ide dibalik penomena ada jiwa yang tidak terbatas yaitu Tuhan yang merupakan pencipta adanya kosmos. Filsafat Pendidikan. Dengan demikian . Abdullah Idi. (Srabaya: usaha nasional. h. 81 Zuhairini. 2004).184 B. Sedangakan realisme positif titik berat tinjauannya adalah alam dan dunia pisik .Kebenaran ditegaskan dalam istilah-istilah penyelidikan. 1993). h. h. Op-Cit.h. Filsafata Pendidikan Non Formal. 1997).162 Jalaluddin. Sebelumnya nilai hanya merupakan pengetahuan sebelum teruji secara ilmiah dalam pengalaman. 27 Muhammd Nur Syam. (Yogyakarta : kota kembang... 1992. 2003). (Bandung : Pustaka setia.h.Hamdani Ali. h. 144 Djumransjah.Kebenaran sama sekali bukan yang sekali ditentukan kemudian tidak boleh diganggu gugat. 1991). h. 70 . 116 Muhmidayalei. h. Filsafat Pendidikan islam. 82 Muhmidayeli. h. (Jakarta: Bumi aksara. Filsafat pendidikan Islam. Pengantar Filsafat pendidikan. Filsafat Pendidikan dan dasar filsafat Pancasila.( Malang: Bayumedia. 2006). Zuhairini.( Yogyakarta:Aditya media. h. maka yang benar adalah apa yang pada akhirnya disewtujui oleh semua orang menyelidikinya. Ilmu pengetahuan diambil sifatnya dari dan dalam kerja. filsafat pendidikan Islam. Filsafat pendiikan.agar manusia sampai pada hakikat maka metode yang digunakan adalah metode induktif. sebab dalampraktiknya kebenaran itu mempunyai nilai fungsional tetap. Jallauddin h. 2005). Filsafat Umum Akal dan hati sejak Thales sampai Capra. Adullah Idi.Segala pernyataaan yang dianggap benar pada dasarnya bisa berubah. (Jakarta: Gramedia Pratama. 295 Oong Komar.158 Jalaluddin. Op-Cit.

Lihat Juhaya S. Filosof Amerika yang pertama kali menggunakan pragmatisme sebagai metode filsafat. 31-33. 172-174. Masyrakat menjadi wadah timbulnya nialai-nilai. bandingklan dengan Ahmad Tafsir. yang mengungkapkan diri di dalam kesadaran dengan cara yang berlainan. h. dengan demikian adanya pergaulan. perasaan kecerdasan dari individuindividu. Aristoteles. aliranaliranFilsafat dan etika h. James mengatakan bahwa gejala-gejala keagamaan itu berasal dari kebutuhan-kebutuhan perorangan yang tidak disadari. tetapi pengertian pragmatis telah terdapat juga pada Socrates. jikalau akibatnya sama-sama memberikan kepuasan kepada kebutuhan keagamaan. 189. Nilai agama memang tidak melebihi hal-hal subjektif. Berceley dan Hume. Bagi orang perorangan kepercayaan terhadap suatu realitas kosmis yang lebih tinggi merupakan nilai subjektif yang relative sepanjang kepercayaan itu memberikan kepercayaan penghiburan. Kata pragmatisme diambil dari darikata pragma (bahasa Yunani) yang berarti tindakan. Bernadib 1994. perbuatan. perasaan damai. Pragmatisme mula-mula diperkenalkan oleh Charles Sanders Peirce ( 1839-1914).I b I d. Lihat Jalaluddin.h. Oleh karena itu segala macam pengalaman keagamaan mempunyai nilai yang sama. penguatan keberanian hidup.Nilai itu benar atau salah baik atau buruk dapat dikatas ada bila menunjukkan kecocokaN dengan hasil pengujian yang dialami manusia dalam pergaulannya.198 . Bahasa adalah sarana ekspresi yang berasal dari dorongan. keamanan. 72 Nilai timbul karena manusia mempunyai bahasa. Pragmatis pada abad 20 lebih dikenal dengan prgamatis William James ia adalah tokoh yang paling bertanggung jawab yang membuat pragmatisme menjadi terkenal di seluruh dunia. Filsafat Umum. Praja. kehendak.

yang keduanya dapat berdiri sendirisendiri. Jiwa berada dalam tubuh seperti terkurung dalam penjara dan hanya kematian yang dapat melepaskan belenggu tersebut. Dalam hal ini manusia mulai tahu keberadaannya dan menyadari bahwa dirinya adalah penanya. psuke logike). Agar manusia dapat menerima daya kerja logos ia harus menjauhkan diri dari dunia dan dari segala nafsu. Kebajikan diungkapkan dalam tiga tingkatan. Manusia terdiri dari jiwa dan tubuh.Filsafat Manusia. Di lain pihak manusia memiliki daya pengamatan (aisthesis). Sebelum manusia dilahirkan jiwa ini sudah ada jiwa ini tidak dapat binasa. Kematian merupakan wujud suatu kebebasan. yaitu : . suatu daya intuitip. manusia sebagai idea. Karena itu hidup di dunia ini adalah kejahatan. jiwa dibedakan antara jiwa sebagai kekuatan hidup (psuke) dan jiwa sebagai kekuatan akali (nous. sebab logos merupakan sumber segala pengetahuan. Jiwa sebagai kekuatan hidup berada dalam darah dan tidak dapat binasa. Disatu pihak manusia memiliki daya untuk mengenal dunia rohani. Berdasarkan pandangan di atas tujuan hidup manusia ialah menjadi sama dengan ALLAH. Telah ada kekal sejak logos. dalam hal ini manusia sebagai makhluk yang mempertanyakan dirinya sendiri dan keberadaannya. Jiwa yang besifat akali ayau nous lebih tinggi tingkatannya karena merupakan jiwa yang bersifat ilahi. Supaya orang dapat mendapat pengetahuan diperlukan logos. yang nous. yaitu sebagai manusia yang tak bertubuh. Adapun yang menuju kepada ALLAH itu melalui pengetahuan. Tujuan kefilsafatan manusia diatas menitik beratkan pada dayanya. maka jelaslah manusia memiliki dua macam daya. dimana manusia orang dibangkitkan kepada hidup yang sejati dan kepada kebebasan. Di dalam tubuh jiwa itu dipenjara. Tinjauan kefilsafatan tentang manusia Menurut tinjauan kefilsafatan manusia adalah makhluk yang bertanya. yang kerena kerjasama dengan akal menjadikan manusia dapat memikirkan serta membicarakan hal-hal yang rohani. dianoia. Apabila ditinjau dari segi dayanya. yang karena pengamatan yang langsung yang disertai dengan daya penggambaran atau penggagasan menjadikan manusia memiliki pengetahuan yang berdasarkan pengamatan. Ia memasuki tubuh dari luar.

Menurut Plotinos jalan kembali manusia terdiri dari tiga tahap. pertama-tama yang penting bagi manusia adalah keadaannya sendiri atau eksistensinya sendiri. yaitu menenggelamkan diri kedalam yang ilahi. yang diarahkan kepada yang susila atau kesalahan Ekstase. Menurut Kierkegaard.Aphateia (tiada perasaan) di man orang melepaskan diri dari segala hawa nafsu dan dari segala yang bersifat badani Kebijaksanaan. Di dalam diri Plotinus pemikiran Yunani sampai kepada ajaran tentang mistik. yang mengandung di dalamnya suatu perpindahan. yaitu : bentuk esteti. Akan tetapi eksistensi manusia bukanlah suatu “ada” melainkan suatu “menjadi”. Kierkegaard membedakan adanya 3 bentuk eksistensi. Manusia Dalam Multi Dimensi Menurut Fichte manusia secara prinsipil adalah makhluk yang bersifat moral yang di dalamnya mengandung suatu usaha. berfilsafat dan mistik. yaitu perpindahan dari “kemungkinan” ke “kenyataan”. Pemikiran Philo besar sekali pengaruhnya terhadap pemikiran filsafat berikutnya terutama yang menyangkut masalah manusia. Beberapa Paham Tentang Manusia Pandangan tentang manusia di dalam pemikiran filsafat berkisar pada empat kelompok besar. bahwa bereksistensi berarti : Berani mengambil keputusan yang menentukan hidup. bentuk etis dan bentuk religius. Di sinilah manusia perlu menerima dunia di luar dirinya. Sikap seperti ini dapat menjadikan manusia menyadari dirinya sendiri dan usaha untuk membatasi dirinya sendiri dari masyarakat luas. Demikianlah jelas. Eksistensi manusia adalah suatu eksistensi yang dipilih dalam kebebasan. Hal ini dapat dilihat dalam pemikiran Plotinos yang menegaskan bahwa tujuan hidup manusia adalah dipersatukannya kembali manusia dengan “yang Ilahi“. yaitu : . Philo maupun Plotinus telah meletakkan dasar-dasar pemikiran tentang manusia secara kefilsafatan yang berdampingan daengan pandangan agama (theology). adalah suatu karunia Ilahi. Tiap eksistensi memiliki cirinya sendiri yang khas. Hakikat pemikiran para filsuf tentang manusia pada umumnya mengacau kepada hakikat manusia itu sendiri. yaitu melakukan kebajikan umum.

Seorang tokoh filsafat alam (Anaximandros) memberikan pandangan tentang manusia. bahwa manusia ada samanya juga dengan binatang jadi manusia pun mempunyai kebinatangan tetapi dalam pada itu adalah bedanya yang mengkhususkan dia. adapun yang disebut orang sebagai pikiran itupun merupakan sifat material. Dalam gerak-geriknya manusia itu sungguhsungguh seperti mesin. kemudian bilamana manusia-manusia pertama mampu memelihara hidupnya sendiri. idealisme estetik . melainkan mengenai jenisnya istimewa: kemanusiaannya. kemudian kaum Stoa dan Epikurisme. Anaximandros beranggapan bahwa manusia-manusia pertama tubuh di dalam badan seekor ikan. Kesimpulannya : bahan bergerak sendiri. Dalam pandangan ini semuanya membedakan manusia dari binatang . Kelainan ini bukanlah perbedaan tingkatan saja. malahan mengingkari adanya pendorong hidup. Adapun paham rasionalisme dan irrasionalisme bukanlah paham yang saling bertentangan seperti paham materalisme dan idealisme.Materialisme Idealisme Rasionalisme Irrasionalisme Materialisme telah diawali sejak filsafat Yunani yakni sejak munculnya filsuf alam Yunani. binatang tak berjiwa. Materialisme ekstrim memandang bahwa manusia terdiri dari materi belaka. Pelopor rasionalisme . Pandangan Lemettrie (1709-1751) sebagai pelopor materialisme menyebutkan bahwa manusia tidak lain adalah binatang. mereka dilemparkan di atas daratan. yaitu : idealisme etis. Meskipun diakui juga. jadi manusia pun material belaka. karena aliran ini mengingkari kerohanian dalam bentuk apapun juga. Anaximandros mengatakan tidak mungkin manusia pertama timbul dari air dalam rupa anak bayi. Paham ini mulai memuncak pada abad ke-19 di Eropa. material belaka. Ia mendasari anggapannya atas observasi (walaupun tidak tepat) pada seekor ikan hiu (gaelus levis) di laut Yunani. Materialisme ini dalam antropologia disebut materialisme ekstrim. Dalam idealisme terdapat beberapa corak. Kebalikan dari meterialisme adalah idealisme. yang sama sekali melainkan dia dari binatang. terutama kerja atau tindakan otak. bukanlah manusia itu material belaka. dan idealisme hegel.

Dengan demikian semua aliran materialisme harus dimasukkan kedalam aliran irrasionalisme.adalah Rene Descartes yang menyatakan bahwa manusia terdiri dari jasmaninya dengan keluasannya (extensio) serta budidan kesadarannya. kalau dapat dari keseluruhan pribadinya. . Sedangkan yang dimaksud dengan pandangan manusia yang irrasionalistis ialah pandanganpandangan : Yang mengingkari adanya rasio. Teranglah bahwa penggolongan filsafat manusia dalam rasionalismeirrasionalisme bukanlah penggolongannya yang lain sekali dari penggolongan : idealisme-materialisme : ini hanya pandangan dari sudut lain. Yang kurang menggunakan rasio walaupun tidak mengingkarinya Terutama pandangan yang mencoba mendekati manusia dari lain pihak serta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful