PENDAH UL UAN Lipid merupakan sekumpulan senyawa biomolekul yang dapat larut dalam pelarutpelarut organik nonpolar seperti

kloroform, eter, benzene, aseton, dan petroleum eter (Lehninger 1982). Lipid dapat digolongkan dalam beberapa kelompok berdasarkan komponen dasar pembentuk lipid, sumber penghasil lipid, kandungan asam lemak, dan sifat-sifat kimia dari lipid seperti sifat dapat tidaknya dilakukan penyabunan. Berdasarkan komponen dasarnya, lipid dikelompokkan menjadi lipid sederhana (simple lipid), lipid majemuk (compound lipid), dan lipid turunan (derived lipid). Lipid sederhana mengandung asam-asam lemak yang sama sebagai penyusunnya dan tidak dapat disabunkan, sedangkan lipid majemuk atau campuran mengandung dua atau tiga jenis asam lemak yang berbeda dan dapat disabunkan. Berdasarkan jumlah ikatan atom C, asam lemak dibedakan kedalam rantai asam lemak dengan ikatan atom C tunggal yang disebut asam lemak jenuh (saturated) dan rantai asam lemak dengan satu atau lebih ikatan rangkap yang disebut asam lemak tidak jenuh (unsaturated). Ikatan rangkap mempunyai sifat struktur yang tidak stabil dan kaku (rigit) sehingga di dalam larutan dapat membuat dua isomer, yaitu cis dan trans. Pada umumnya lipid yang mengandung asam lemak jenuh bersifat padat yang sering disebut lemak, sedangkan lipid yang mengandung asam lemak tidak jenuh bersifat cair pada suhu kamar dan disebut minyak. Lipid akan terhidrolisis jika dilarutkan dalam asam atau basa, air, dan enzim lipase. Hidrolisis lipid oleh asam akan menghasilkan gliserol dan asam-asam lemak penyusunnya. Hidrolisis lipid oleh basa kuat (KOH atau NaOH) akan menghasilkan campuran sabun K+ atau Na+ dan gliserol. Proses hidrolisis ini disebut penyabunan atau saponifikasi. Hidrolisis oleh air akan terjadi jika lemak/minyak dipanaskan dengan air pada suhu 180º C dan tekanan 10 atm, kemudian akan terhidrolisis menjadi gliserol dan asam-asam lemak. Gliserol larut dalam air, sedangkan asam lemak terapung di atas air (Lehninger 1982)

Hidrogenasi pada lipid akan terjadi jika minyak yang mengandung asam-asam lemak tidak jenuh dengan katalis serbuk Ni dapat mengadisi hidrogen sehingga berubah menjadi lemak padat. Proses ini digunakan untuk membuat mentega tiruan atau margarin. Lipid dengan bagian utama asam lemak tidak jenuh dapat diubah secara kimia menjadi lemak padat oleh proses hidrogenasi sebagian ikatan gandanya. Jika terkena udara bebas, lipid yang mengandung asam lemak tidak jenuh cenderung mengalami autooksidasi. Molekul oksigen dalam udara dapat bereaksi dengan asam lemak, sehingga memutuskan ikatan gandanya menjadi ikatan tunggal. Hal ini menyebabkan minyak mengalami ketengikan. Kelas lipid yang lain adalah steroid dan terpen. Steroid merupakan molekul kompleks yang larut di dalam lemak dengan empat cincin yang saling bergabung. Steroid yang paling banyak adalah sterol yang merupakan steroid alkohol. Kolesterol adalah sterol utama pada jaringan hewan. Kolesterol dan senyawa turunan esternya, dengan asam lemaknya yang berantai panjang adalah komponen penting dari plasma lipoprotein (Florkin 1962). T UJUAN Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari beberapa reaksi uji terhadap beberapa golongan lipid. Golongan tersebuat ialah lemak, minyak, dan kolesterol. AL AT dan BAH AN Alat yang dipakai yaitu tabung reaksi, pengaduk, bunsen, pipet tetes, pipet mohr,kertassaring, erlenmeyer dan sumbat karet. Tidak lupa penangas air juga diperlukan. Bahan yang dipakai pada percobaan yaitu akuades, eter, kloroform, alkohol, alkali, asam encer, minyak kelapa, lemak hewan, mentega, margarin, gliserol, asam palmitat, asam stearat, asam oleat, minyak kelapa tengik, kristal KHSO4, pereaksi iod Hubl, HCl pekat, serbuk CaCO3, kolesterol, kloroform anhidrat, asam sulfat pekat, asam asetat anhidrat dan floroglusinol. PROSEDUR PERCOBAAN

Percobaan uji kelarutan, sebanyak 2 ml pereaksi atau pelarut dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang bersih, kemudian dibubuhkan sedikit bahan percobaan lalu dikocok kuatkuat dan diamati kelarutannya. Pelarut yang digunakan yaitu akuades, eter, kloroform, alkohol panas, alkohol dingin, alkali dan asam encer. Percobaan uji akrolein, kristal KHSO4 dimasukkan ke dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan 3-4 tetes bahan percobaan. Selanjutnya dipanaskan diatas api kecil lalu api diperbesar, diperhatikan bau akrolein yang terbentuk dibandingkan bau SO2 yang berasal dari karbohidrat. Uji ini dilakukan terhadap minyak kelapa, lemak hewan, gliserol, asam palmitat dan asam stearat. Percobaan uji ketidakjenuhan, sebanyak 1 ml bahan percobaan dimasukkan dalam tabung bersih, lalu ditambahkan kloroform sama banyak, dikocok sampai semua bahan larut. Kemudian ditambahkan beberapa tetes pereaksi iod Hubl sambil dikocok dan diamati perubahan yang terjadi. Lakukan uji ini terhadap minyak kelapa tengik, minyak kelapa, lemak hewan, mentega, margarin, asam palmitat, asam oleat Percobaan uji ketengikan, erlenmeyer 100 ml diisi dengan 5 ml bahan percobaan, ditambahkan 5 ml HCl pekat, dan dicampurkan hati-hati. Selanjutnya dimasukkan serbuk CaCO3 dan segera ditutup dengan sumbat karet yang dijepitkan kertas floroglusinol sehingga kertasnya tergantung dan dibiarkan selama 10-20 menit. Kemudian warna yang timbul diamati pada kertas tersebut dan bila kertas berwarna merah muda berarti bahan tersebut tengik. Uji ini dilakukan terhadap minyak kelapa tengik, minyak kelapa, lemak hewan dan mentega. Percobaan uji Salkowski untuk kolesterol, beberapa miligram kolesterol dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang sudah berisi 3 ml kloroform anhidrat. Kemudian ditambahkan asam sulfat pekat dengan volume yang sama, tabung dikocok perlahan-lahan dan dibiarkan lapisan cairan terpisah, diamati warna pada lapisan tersebut.

dapat larut dalam eter dan kloroform. alkohol panas. alkohol dingin. kecuali gliserol. gliserol bebas atau gliserol yang terdapat dalam lipid dapat . Adanya ekor hidrokarbon panjang yang bersifat nonpolar menyebabkan lemak bersifat nonpolar. Hasil uji akrolein menunjukkan bahwa semua bahan yang diuji kecuali pati memberikan bau yang tajam yang diidentifikasi oleh praktikan sebagai bau akrolein. kelarutannya akan semakin berkurang (Lehninger 1982). melainkan dapat terdispersi membentuk misel. kemudian dikocok perlahan-lahan dan dibiarkan beberapa menit. Oleh karena itu. Semakin panjang rantai. mentega dapat larut dalam pelarut eter. Hal ini menunjukkan bahwa hampir semua lemak yang diujikan. lemak dapat larut dalam pelarut nonpolar seperti eter dan kloroform Secara umum. Hal ini ditandai dengan adanya asap putih ketika lipid dipanaskan diatas pembakar gas. Hal ini disebabkan adanya proses penyabunan. alkali. kloroform. P EM BAH AS AN Berdasarkan uji kelarutan dapat diketahui bahwa minyak kelapa. Senyawa pendehidrasi dalam uji ini adalah KHSO4 yang menarik molekul air dari gliserol. larutan kolesterol dan kloroform dari percobaan Salkowski ditambahkan 10 tetes asam asetat anhidrat dan 2 tetes asam sulfat pekat. dan asam encer. kelarutan lipid juga bergantung pada panjang rantai hidrokarbon yang dikandungnya. gliserol dalam bentuk bebas atau yang terdapat dalam lemak/minyak akan mengalami dehidrasi membentuk aldehid akrilat atau akrolein. sedangkan gliserol dapat larut dalam pelarut alkohol panas. Pada hasil uji akrolein. dan asam stearat hanya larut dalam pelarut eter dan kloroform. Sementara itu. Bila mengalami dehidrasi. timbul bau agak apek. margarin. gliserol juga dapat larut dalam alkali dan asam encer. Selain bergantung pada kepolaran pelarut. lipid tidak dapat larut dalam air yang bersifat polar.Percobaan uji Lieberman Buchard. lemak hewan. Alkali dan asam encer dapat mengubah asam lemak menjadi sabun yang berupa garam asam lemak. dan asam encer. Selain itu. Saat pembakaran.

asam lemak tak jenuh cenderung mengalami autooksidasi. pereaksi iod huble akan mengoksidasi asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap pada molekulnya menjadi berikatan tunggal. Ketengikan disebabkan oleh adanya reaksi antara molekul oksigen dengan asam lemak berikatan ganda.membentuk aldehid akrilat atau akrolein yang menimbulkan bau ketika dipanaskan (Girindra 1988). Berdasarkan tabel dapat diketahui minyak kelapa tengik. Bila terkena udara. Hal ini dibuktikan dengan adanya perubahan warna kertas saring menjad ungu. Sementara itu. Pada uji ketidakjenuhan. Ketengikan pada kebanyakan lemak atau minyak menunjukkan bahwa kebanyakan golongan trigliserida tersebut telah teroksidasi oleh oksigen dalam udara bebas. dan lemak hewan mengandung lemak jenuh. Oleh karena itu. Sementara itu mentega menghasilkan hasil negatif yang ditunjukkan dengan tidak adanya perubahan warna kertas saring. Karbonil dapat bereaksi dengan floroglusinol dan menyebabkan kertas berwarna merah muda (Winarno 1973). Senyawa ini dapat menentukan jumlah karbonil. Pada dasarnya minyak kelapa merupakan lemak tak jenuh. Ketengikan dapat terjadi bila triasilgliserol yang mengandung asam lemak tak jenuh mengalami proses oksidasi. minyak kelapa tengik. Pada uji ketengikan. Berdasarkan data dapat diketahui bahwa minyak kelapa. Molekul oksigen dapat bereaksi dengan asam lemak berikatan ganda dan menghasilkan produk . minyak kelapa dan lemak hewan menghasilkan hasil yang positif ketika diuji dengan uji ketengikan. Trigliserida yang mengandung asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap dapat diadisi oleh golongan halogen. warna merah muda menunjukkan bahwa bahan tersebut tengik. minyak kelapa tengik menghasilkan hasil negatif ketika diuji dengan uji ketengikan. mentega. Oleh karena itu. Perubahan warna dapat terjadi akibat penambahan floroglusinol. kuning oranye dan kemerahan. dan margarin mengandung lemak tak jenuh. dan lemak hewan menghasilkan hasil negatif. dapat diketahui bahwa terdapat gliserol di dalam lipid yang diuji. Warna merah muda yang hilang selama reaks menunjukkan bahwa asam lemak tak jenuh telah mereduksi pereaksi iod huble. dan margarin menghasilkan hasil positif ketika diuji dengan uji ketidakjenuhan. sedangkan minyak kelapa tengik. mentega. Berdasarkan hasil dalam tabel 3 diketahui minyak kelapa. Warna merah muda dihasilkan dari reaksi antara floroglusinol dengan molekul oksigen yang mengoksidasi lemak/minyak tersebut.

Berdasarkan uji kolesterol dengan uji Salkowski dan uji Lieberman-Buchard. etil asetat. Struktur kolesterol sesungguhnya ditentukan berdasarkan reaksi dehidrogenasi oleh selenium yang menghasilkan hidrokarbon Diels dan berdasarkan hasil analisis sinar X selanjutnya kolesterol telah disintesis pada tahun 1952 sebagai hasil karya Woodward dari Amerika Serikat dan pada tahun 1953 oleh Robinson dad Inggeris. berasal dari bahasa Yunani Chole "empedu" dan stereos "padat. Penyelidikan-penyelidikan menunjukkan bahwa kolesterol mempunyai rumus molekul C27H46O dan mengandung sebuah ikatan rangkap. sehingga berinteraksi dengan udara bebas yang menyebabkannya menjadi tengik. Penggunaan asetat anhidrat dapat diganti dengan asam asetat. Senyawa ini dapat merupakan campuran dari 3. Sementara itu dengan uji Lieberman-Buchard menghasilkan perubahan warna lapisan atas menjadi hijau dan lapisan bawah menjadi merah. yang mempunyai sistem .4-dienil (Cook 1958). steroid diubah menjadi hidrokarbon polimer tak jenuh. Dalam uji Salkowaki dan Lieberman-Buchard. atau butanol.3¶-biskolesta-3.Buchard seringkali digunakan bersamaan dengan uji Salkowski untuk uji kuantitatif kadar kolesterol.kompleks yang menyebabkan timbulnya rasa dan bau meyimpang pada lemak (Lehninger 1982). Molekul kosleterol terdiri atas tiga lingkar enam tersusun seperti dalarn fenantren dan terlebur dalam suatu lingkar lima. Penambahan asam asetat anhidrat pada uji Lieberman-Buchard dimaksudkan untuk mencairkan asam sulfat (Cook 1958). Hal ini dibuktikan dengan berubahnya warna lapisan atas menjadi merah dan lapisan bawah menjadi kehijauan pada uji Salkowski. Hal-hal yang mempengaruhi ketengikan ini adalah proses penyimpanan bahan uji yang cukup lama dan kurang tertutup. Hidrokarbon tetrasiklik jenuh.5dienil dan 3. Sejak lama orang telah mengetahui bahwa batu empedu terdiri sebagian besar alkohol yang berwujud kristal putih yang disebut kolesterol. diketahui menghasilkan hasil yang positif.3¶-biskolesta-2. Uji Lieberman. Perlakuan kolesterol dalam kloroform dengan penambahan asam sulfat dapat menambahkan substansi air membentuk bikolestadienil.

2009 at 2:00 pm 10 Comments Lipid atau trigliserida merupakan bahan bakar utama hampir semua organisme disamping karbohidrat. Trigliserida adalah triester yang terbentuk dari gliserol dan asam-asam lemak.com/doc/38354246/Laporan-Lipid Uji Lipid Submitted by rismaka on June 20. dengan mencerminkan pentingnya fungsi membran di dalam janingan-jaringan ini. Kolesterol berlimpah dalam otak dan jaringan saraf lainnya. http://www. Sebagai lipida membran kolesterol terdapat di dalam membran sel organisme tingkat tinggi.membran bakteri dan mitokondria. bukan saja karena merupakan komponen membran tetapi juga karena merupakan pelopor biosintetik umum untuk steroid lain termasuk hormon steroida dan garam empedu. kerangka ini sekalius merupakan ciri khusus yang membedakan steroid dengan senyawa organik bahan alam lainnya. Kolesterol merupakan steroida penting. disebut 1. yang mempunyai sistem lingkar demikian dan terdiri atas 17 atom karbon.lingkar lima.scribd. hidrokarbon tetrasiklik jenuh.2 siklopentenoperhidrofenantren. tetapi tidak terdapat di dalam membrane . .

Tujuan Percobaan Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari beberapa reaksi uji terhadap golongan lipid. Jika terkena udara bebas. Hal ini menyebabkan minyak mengalami ketengikan. yaitu trigliserida sederhana dan trigliserida campuran. gliserol. kolesterol. minyak kelapa tengik. kloroform. benzena. alkohol. Struktur Asam Lemak Asam-asam lemak jenuh ataupun tidak jenuh yang dijumpai pada trigliserida. asam palmitat. yaitu lemak. Pada umumnya. kristal KHSO4. sedangkan trigliserida yang mengandung asam lemak jenuh bersifat padat yang sering disebut lemak. mentega. dengan asam lemaknya yang berantai panjang adalah komponen penting dari plasma lipoprotein. pipet mohr. Steroid merupakan molekul kompleks yang larut di dalam lemak dengan empat cincin yang saling bergabung. kloroform anhidrat. Prosedur Percobaan . asam encer. kertas saring. atau eter. asam sulfat pekat. minyak. Hidrolisis trigliserida dengan asam akan menghasilkan gliserol dan asam-asam lemak penyusunnya. pipet tetes. Molekul oksigen dalam udara dapat bereaksi dengan asam lemak. pereaksi iod Hubl. sedangkan trigliserida campuran mengandung dua atau tiga jenis asam lemak yang berbeda. Kelas lipida yang lain adalah steroid dan terpen. dan kolesterol. lemak hewan. bunsen. Trigliserida sederhana mengandung asam-asam lemak yang sama sebagai penyusunnya. Steroid yang paling banyak adalah sterol yang merupakan steroid alkohol. serbuk CaCO3. Trigliserida dengan bagian utama asam lemak tidak jenuh dapat diubah secara kimia menjadi lemak padat oleh proses hidrogenasi sebagian ikatan gandanya. sehingga memutuskan ikatan gandanya menjadi ikatan tunggal. erlenmeyer dan sumbat karet. minyak kelapa. Hidrolisis trigliserida oleh basa kuat (KOH atau NaOH) akan menghasilkan suatu campuran sabun K+ atau Na+ dan gliserol. Bahan dan Alat Alat yang dipakai yaitu tabung reaksi. Trigliserida akan terhidrolisis jika dididihkan dengan asam atau basa. trigliserida yang mengandung asam lemak tidak jenuh cenderung mengalami autooksidasi. asam oleat. Kolesterol dan senyawa turunan esternya. alkali. eter. umumnya merupakan rantai tidak bercabang dan jumlah atom karbonnya selalu genap. namun mudah larut dalam pelarut nonpolar seperti kloroform. Trigliserida bersifat tidak larut dalam air. disebut minyak. Bahan yang dipakai pada percobaan yaitu akuades.Gambar 1. Kolesterol adalah sterol utama pada jaringan hewan. HCl pekat. margarin. pengaduk. trigliserida yang mengandung asam lemak tidak jenuh bersifat cairan pada suhu kamar. asam stearat. asam asetat anhidrat dan floroglusinol. Ada dua macam trigliserida.

gliserol. asam palmitat dan asam stearat. lemak hewan dan mentega. dan dicampurkan hati-hati. alkohol dingin. Pelarut yang digunakan yaitu akuades. Kemudian ditambahkan asam sulfat pekat dengan volume yang sama. Selanjutnya dipanaskan diatas api kecil lalu api diperbesar. kemudian dikocok perlahan-lahan dan dibiarkan beberapa menit. minyak kelapa. Percobaan uji ketengikan. sebanyak 1 ml bahan percobaan dimasukkan dalam tabung bersih. beberapa miligram kolesterol dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang sudah berisi 3 ml kloroform anhidrat. lemak hewan. . minyak kelapa. Selanjutnya dimasukkan serbuk CaCO3 dan segera ditutup dengan sumbat karet yang dijepitkan kertas floroglusinol sehingga kertasnya tergantung dan dibiarkan selama 10-20 menit. alkohol panas. larutan kolesterol dan kloroform dari percobaan Salkowski ditambahkan 10 tetes asam asetat anhidrat dan 2 tetes asam sulfat pekat. Uji ini dilakukan terhadap minyak kelapa. Data dan Hasil Pengamatan Tabel 1. kemudian ditambahkan 3-4 tetes bahan percobaan. ditambahkan 5 ml HCl pekat. sebanyak 2 ml pereaksi atau pelarut dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang bersih. kloroform. diamati warna pada lapisan tersebut. erlenmeyer 100 ml diisi dengan 5 ml bahan percobaan. Percobaan uji Lieberman Buchard. kemudian dibubuhkan sedikit bahan percobaan lalu dikocok kuat-kuat dan diamati kelarutannya. Kemudian ditambahkan beberapa tetes pereaksi iod Hubl sambil dikocok dan diamati perubahan yang terjadi. lalu ditambahkan kloroform sama banyak. alkali dan asam encer. lemak hewan. margarin. kristal KHSO4 dimasukkan ke dalam tabung reaksi. Percobaan uji akrolein. eter. Uji kelarutan lipid pada berbagai pelarut. Lakukan uji ini terhadap minyak kelapa tengik. mentega. Percobaan uji Salkowski untuk kolesterol. asam oleat.Percobaan uji kelarutan. dikocok sampai semua bahan larut. diperhatikan bau akrolein yang terbentuk dibandingkan bau SO2 yang berasal dari karbohidrat. Percobaan uji ketidakjenuhan. tabung dikocok perlahan-lahan dan dibiarkan lapisan cairan terpisah. Kemudian warna yang timbul diamati pada kertas tersebut dan bila kertas berwarna merah muda berarti bahan tersebut tengik. asam palmitat. Uji ini dilakukan terhadap minyak kelapa tengik.

Tabel 3. Hasil uji akrolein pada sampel. Data pengamatan uji ketidakjenuhan. Data pengamatan pada uji ketengikan. .Tabel 2. Tabel 4.

dan benzena. Hal ini disebabkan karena pada gliserol dan asam oleat mempunyai kepala polar berupa gugus -OH yang dapat berikatan hidrogen dengan molekul air ataupun alkohol. warna merah muda menunjukkan bahwa bahan tersebut tengik. gliserol dalam bentuk bebas atau yang terdapat dalam lemak/minyak akan mengalami dehidrasi membentuk aldehid akrilat atau akrolein. namun larut dalam pelarut non polar sepertio kloroform. yaitu lemak dan minyak tidak larut dalam pelarut polar seperti air. Lemak hewan dan minyak kelapa tengik dapat terdispersi menjadi misel yang megubah asam-asam lemak penyusunnya menjadi sabun. Data pengamatan uji Salkowski dan Lieberman-Buchard. sedangkan asam-asam lemak tidak. Warna merah muda yang hilang selama reaksi menunjukkan bahwa asam lemak tak jenuh telah mereduksi pereaksi iod huble. hampir semua jenis lipid. Hasil uji akrolein menunjukkan bahwa semua bahan yang diuji memberikan bau yang tajam yang diidentifikasi oleh praktikan sebagai bau akrolein. Asam oleat dan gliserol larut dalam air maupun alkohol. Senyawa pendehidrasi dalam uji ini adalah KHSO4 yang menarik molekul air dari gliserol. Dari hasil uji ketidakjenuhan. sedangkan bahan lain yang diujikan menunjukkan hasil positif. Trigliserida yang mengandung asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap dapat diadisi oleh golongan halogen. yaitu tidak adanya ikatan rangkap pada molekulnya. Pada teorinya. Penyebab kesalahan ini adalah kesalahan praktikan dalam mengidentifikasi bau akrolein. yaitu bahwa ia mempunya uikatan rangkap pada molekulnya. Pembahasan Pada uji kelarutan lipid. hanya gliserol dalam bentuk bebas atau yang terikat berupa senyawa yang akan membentuk akrolein.Tabel 5. pereaksi iod huble akan mengoksidasi asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap pada molekulnya menjadi berikatan tunggal. Dalam percobaan ini asam lemak seperti asam oleat dan stearat memberikan hasil uji positif untuk akrolein. Pada hasil uji akrolein. Pada uji ketengikan. eter. Pada uji ketidakjenuhan. asam oleat menunjukkan hasil negatif. Warna merah muda dihasilkan dari . Ketengikan pada kebanyakan lemak atau minyak menunjukkan bahwa kebanyakan golongan trigliserida tersebut telah teroksidasi oleh oksigen dalam udara bebas.

rismaka. titik didih Ditulis oleh Ratna dkk pada 16-04-2009 . Pada uji akrololein semua bahan mengandung gliserol yang membedakannya hanya intensitas bau yang ditimbulkan. Sifat Koligatif Larutan. sehingga berinteraksi dengan udara bebas yang menyebabkannya menjadi tengik. atau eter tetapi tidak larut dalam air. terbentuk cincin coklat yang menunjukkan terjadinya reaksi antara kolesterol dengan asam sulfat pekat. Uji salkowski dan lieberman-buchard digunakan untuk mengidentifikasi adanya kolesterol.net/2009/06/uji-lipid. Hal-hal yang mempengaruhi ketengikan ini adalah proses penyimpanan bahan uji yang cukup lama dan kurang tertutup. Kesimpulan Dari hasil pengamatan yang diperoleh. http://www.html Sifat Koligatif Larutan Kata Kunci: Penurunan Titik Beku. Pada uji salkowski. Tekanan Uap Jenuh. Kolesterol diuji secara kualitatif dengan uji Salkowski dan Lieberman Buchard. Hasil percobaan menunjukkan. Warna hijau pada uji lieberman-buchard menunjukkan reaksi antara kolesterol dengan asam asetat anhidrat. hanya minyak kelapa dan margarin yang tidak tengik. Kedua uji tersebut diatas dapat digunakan untuk mengukur kadar kolesterol secara kalorimetri. Pada uji ketidakjenuhan bahan yang jenuh memberikan perubahan warna menjadi merah muda sedangkan yang tidak jenuh tetap pada warna asalnya. dari semua bahan yang diuji. Minyak atau lemak yang tengik dapat dideteksi denga perubahan warna kertas menjadi merah muda.reaksi antara floroglusinol dengan molekul oksigen yang mengoksidasi lemak/minyak tersebut. Tekanan Osmosis. lipid larut dalam pelarut organik seperti kloroform.

Tekanan ini adalah tekanan uap jenuhnya pada suhu tertentu. 4. sedangkan larutan non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion. . Jumlah partikel dalam larutan non elektrolit tidak sama dengan jumlah partikel dalam larutan elektrolit. Hal ini dikarenakan larutan elektrolit terurai menjadi ion-ionnya. Penurunan Tekanan Uap Jenuh Pada setiap suhu. Apabila suatu pelarut ditambah dengan sedikit zat terlarut (Gambar 6. maka akan didapat suatu larutan yang mengalami: 1. Hal ini disebabkan karena zat terlarut itu mengurangi bagian atau fraksi dari pelarut.Gambaran umum sifat koligatif Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang tidak tergantung pada macamnya zat terlarut tetapi semata-mata hanya ditentukan oleh banyaknya zat terlarut (konsentrasi zat terlarut). zat cair selalu mempunyai tekanan tertentu. 2. Penambahan suatu zat ke dalam zat cair menyebabkan penurunan tekanan uapnya. Penurunan tekanan uap jenuh Kenaikan titik didih Penurunan titik beku Tekanan osmosis Banyaknya partikel dalam larutan ditentukan oleh konsentrasi larutan dan sifat Larutan itu sendiri. 3. walaupun konsentrasi keduanya sama. sehingga kecepatan penguapan berkurang.2). Dengan demikian sifat koligatif larutan dibedakan atas sifat koligatif larutan non elektrolit dan sifat koligatif larutan elektrolit.

XB keterangan: p : tekanan uap jenuh larutan po : tekanan uap jenuh pelarut murni XB : fraksi mol pelarut Karena XA + XB = 1. XA Sehingga : P = po . XA Po ± P = Po .Gambaran penurunan tekanan uap Menurut Roult : p = po . XA keterangan: P : penuruman tekanan uap jenuh pelarut po : tekanan uap pelarut murni . maka persamaan di atas dapat diperluas menjadi : P = Po (1 ± XA) P = Po ± Po .

Kenaikan Titik Didih Adanya penurunan tekanan uap jenuh mengakibatkan titik didih larutan lebih tinggi dari titik didih pelarut murni. Untuk larutan non elektrolit kenaikan titik didih dinyatakan dengan: Tb = m . maka titik didih larutan dinyatakan sebagai : .XA : fraksi mol zat terlarut Contoh : Hitunglah penurunan tekanan uap jenuh air. bila 45 gram glukosa (Mr = 180) dilarutkan dalam 90 gram air ! Diketahui tekanan uap jenuh air murni pada 20oC adalah 18 mmHg. Kb keterangan: Tb = kenaikan titik didih (oC) m = molalitas larutan Kb = tetapan kenaikan titik didihmolal (W menyatakan massa zat terlarut). maka kenaikan titik didih larutan dapat dinayatakan sebagai: Apabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm.

Menurut Van t hoff tekanan osmosis mengikuti hukum gas ideal: PV = nRT Karena tekanan osmosis = . maka titik beku larutannya dinyatakan sebagai: Tf = (O ± Tf)oC Tekanan Osmosis Tekanan osmosis adalah tekanan yang diberikan pada larutan yang dapat menghentikan perpindahan molekul-molekul pelarut ke dalam larutan melalui membran semi permeabel (proses osmosis) seperti ditunjukkan pada.atm/mol K T = suhu mutlak (K) .082 L. = 0.Tb = (100 + Tb) oC Penurunan Titik Beku Untuk penurunan titik beku persamaannya dinyatakan sebagai: Tf = penurunan titik beku m Kf W = molalitas larutan = tetapan penurunan titik beku molal = massa zat terlarut Mr = massa molekul relatif zat terlarut p = massa pelarut Apabila pelarutnya air dan tekanan udara 1 atm. maka : ° = tekanan osmosis (atmosfir) C = konsentrasi larutan (M) R = tetapan gas universal.

harganya berada di antara 0 dan 1 (0 < < 1). Larutan yang mempunyai tekanan osmosis sama disebut Isotonis. Untuk larutan garam dapur: NaCl(aq) Na+(aq) + Cl-(aq) karena terurai menjadi 2 ion. maka larutan elektrolit mempunyai pengembangan di dalam perumusan sifat koligatifnya.5 molal glukosa dibandingkan dengan iarutan 0. .0 molal. Larutan yang mempunyai tekanan lebih tinggi dari yang lain disebut larutan Hipertonis. y y Untuk larutan glukosa dalam air jumlah partikel (konsentrasinya) tetap. maka konsentrasi partikelnya menjadi 2 kali semula = 1.5 molal. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa larutan elektrolit di dalam pelarutnya mempunyai kemampuan untuk mengion. harga derajat ionisasinya mendekati 1. yaitu 0.5 molal garam dapur.Tekanan osmosis y y y Larutan yang mempunyai tekanan osmosis lebih rendah dari yang lain disebut larutan Hipotonis. Atas dasar kemampuan ini. Contoh : Larutan 0. Besarnya derajat ionisasi ini dinyatakan sebagai : ° = jumlah mol zat yang terionisasi/jumlah mol zat mula-mula Untuk larutan elektrolit kuat. Hal ini mengakibatkan larutan elektrolit mempunyai jumlah partikel yang lebih banyak daripada larutan non elektrolit pada konsentrasi yang sama. y Untuk Kenaikan Titik Didih dinyatakan sebagai : n menyatakan jumlah ion dari larutan elektrolitnya. Yang menjadi ukuran langsung dari keadaan (kemampuannya) untuk mengion adalah derajat ionisasi. sedangkan untuk elektrolit lemah.

52 dan Kf= 1.chem-is-try.5) dalam 250 gram air ! (untuk air. gugus karboksilat.85 gram garam dapur (Mr = 58. senyawa protein Ditulis oleh Zulfikar pada 21-11-2010 . Kb= 0. senyawa organik. maka harga derajat ionisasiny http://www.86) Jawab : Larutan garam dapur.y Untuk Penurunan Titik Beku dinyatakan sebagai : y Untuk Tekanan Osmosis dinyatakan sebagai : ° = C R T [1+ (n-1)] Contoh : Hitunglah kenaikan titik didih dan penurunan titik beku dari larutan5.org/materi_kimia/kimia-smk/kelas_x/sifat-koligatif-larutan/ Protein Kata Kunci: asam amino. Catatan: Jika di dalam soal tidak diberi keterangan mengenai harga derajat ionisasi. tetapi kita mengetahui bahwa larutannya tergolong elektrolit kuat.

keratin yang terdapat pada kulit. Protein juga merupakan sumber gizi. gugus penyusun serta bentuk ionnya . Molekul asam amino. Protein juga berfungsi sebagai pelindung. Asam amino adalah senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksilat (COOH) dan amina (NH2) yang terikat pada satu atom karbon (C ) yang sama. hidrogen. Sebagai alat transport.Protein merupakan komponen utama dalam sel hidup yang memegang peranan penting dalam proses kehidupan. Protein pembangun misalnya glikoprotein terdapat dalam dinding sel. nitrogen dan sulfur serta Posfor. gugus karboksilat (COOH).19. serta sebagai sistem kendali dalam bentuk hormon. gugus amina (NH2). Protein berperan dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus. protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino. seperti antibodi yang terbentuk jika tubuh kemasukan zat asing.19. kuku dan rambut. Gugus ini yang membedakan satu asam amino dengan asam amino lainnya. Gambar 14. atom hidrogen (H). Dalam tinjauan kimia protein adalah senyawa organik yang kompleks berbobot molekul tinggi berupa polimer dengan monomer asam amino yang dihubungkan oleh ikatan peptida. coba perhatikan Gambar 14. atom ini juga umumnya merupakan C asimetris. oksigen. Protein dalam bentuk enzim beperan sebagai katalis dalam bermacam-macam proses biokimia. Sebagai komponen penyimpanan dalam biji-bijian. Molekul protein mengandung karbon. Secara rinci struktur asam amino dibangun oleh sebuah atom C yang mengikat empat gugus yaitu. yaitu protein hemoglobin mengikat dan mengangkut oksigen dalam bentuk (Hb-O) ke seluruh bagian tubuh. Untuk pembahasan protein kita kaji terlebih dahulu monomer penyusun protein yaitu asam amino. dan satu gugus sisa R.

serta . leusin. Molekul Asam amino sebagai asam dan sebagai basa Keberadaan C asimetrik menjadi pusat kiral dan molekul asam amino memiliki isomer optik yang umumnya diberi notasi dextro (D) dan levo (L).20). sebagai asam pada media basa dan menjadi basa pada suasana asam. Gugus R dalam golongan asam amino merupakan senyawa hidrokarbon. Dalam larutan. ingat pembahasan isomer optik pada karbohidrat.21 Isomer optik asam amino dari senyawa alanin Penggolongan Asam amino didasari pada sifat dan struktur gugus sisa (R).21. asam amino bersifat amfoter. Golongan ini terdiri dari lima senyawa asam amino yang memilliki gugus R alifatik yaitu alanin. gugus amina menjadi ±[NH3+] dan gugus karboksilat menjadi ion ±[COO-]. Gambar 14. seperti gugus R yang bersifat asam. sehingga asam amino memiliki dua muatan dan disebut dengan zwitter-ion (Bagan 14. basa. Gambar 14. gugus R yang mengandung belerang atau hidroksil. R sebagai senyawa aromatik. alifatik dan yang siklik. Hal ini dikarenakan protonasi.Gugus karboksilat menyebabkan asam amino bersifat asam gugus amina bersifat basa. Asam amino dengan R yang bersifat non polar. dengan karakteristik hidrofobik. Namun penggolongan yang umum dipergunakan adalah sifat polaritas dari gugus R. struktur kedua isomer dapat ditunjukan oleh alanin. valin. sedangkan gugus R yang mempunyai struktur aromatik meliputi fenil alanin dan triptopan. perhatikan Gambar 14.20. isoleusin dan prolin. 1.

24. Beberapa asam amino yang masuk dalam golongan ini adalah.23. 3.22. Asam amino dengan gugus R yang bermuatan negatif. serin. asparagin dan glutamin. Asam amino dengan R polar tapi tidak bermuatan.satu molekul yang mengandung belerang yaitu methionin. pada halaman berikut. glisin. tirosin. 2. Kedua molekul ini memiliki gugus tambahan yang bermuatan negatif yaitu gugus karboksilat. yaitu asam aspartat dan asam glutamat. Asam amino dengan gugus R non-polar . Sedangkan arginin mengandung gugus guanidine yang bermuatan positif dan histidin mengandung gugus imidazol yang sedikit mengion. treonin. Asam amino ini disajakan pada Bagan 14.25. Golongan ini memiliki struktur seperti pada Bagan 14. dan hidrofilik atau lebih mudah larut dalam air dibandingkan dengan asam amino jenis pertama. sistein.22. akan memiliki muatan total positif pada pH 14. kelompok ini hanya terdiri dari dua asam amino yang memiliki gugus bermuatan total negatif. Lisin merupakan asam amino yang masuk dalam golongan ini. Bagan 14. Senyawa dalam kelompok ini ditampilkan oleh Bagan 14. Asam amino dengan gugus R bermuatan positif. Golongan ini memiliki gugus fungsional yang membentuk ikatan hidrogen dengan molekul air. asam amino ini bersifat polar. 4. Kelompok asam amino ini memiliki struktur seperti pada Gambar 14.

Triptofan (Trp) dan Valin (Val). Gugus R asam amino yang bersifat polar Bagan 14. Asam amino dengan gugus R yang bermuatan total negatif Gambar 14. Threonin (Thr). Isoleusin (Ile). Methionin (Met). Ada sepuluh macam amino esensial yaitu Arginin. Lisin (Lys).24. Leusin (Leu).23. Histidin (His). Asam amino dengan gugus R yang bermuatan total positif Dalam tubuh manusia terdapat beberapa asam amino yang tidak disintesa dalam tubuh yaitu asam amino esensial. Hampir seluruh protein tersedia dalam susu. (Arg). susu. Asam amino esensial dapat diperoleh dari makanan seperti telur.25.Bagan 14. daging. Kebutuhan akan asam amino ini di dapat dari makanan. Phenilalanin (Phe). beberapa biji-bijian dan sayuran mengandung protein yang tidak .

Jenis protein lain berperan dalam fungsi struktural atau mekanisme.3. Sebagai salah satu sumber gizi. TEORI DASAR Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. dan sebagai zat pengatur.chem-is-try.lengkap. seperti protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton.3. Kandungan asam amino esensial dalam sumber makanan http://www. Tabel 14. protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof). terdapat beberapa sumber protein yang dapat dijadikan rujukan. yaitu sebagai struktural pada sel maupun jaringan dan organ. sebagai pengemban atau pembawa senyawa atau zat ketika melalui biomembran sel.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/biomolekul/protein/ TUJUAN PERCOBAAN Dapat memahami metode identifikasi protein secara kualitatif. dalam Tabel 14. sistem kendali dalam bentuk hormon. . sebagai enzim suatu biokatalis. Protein merupakan biopolymer polipeptida yang tersusun dari sejumlah asam amino yang dihubungkan oleh ikatan peptida. 2. sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi. Protein merupakan biopolymer yang multifungsi. mengkombinasikan makanan sangat baik.

2 Bahan ¯ ¯ ¯ ¯ ¯ ¯ ¯ ¯ ¯ Natrium hidroksida 2. ALAT DAN BAHAN 3.2 M Larutan (NH4)2SO4 Reagen millon Reagen uji biuret Larutan albumin . dan memberi tenaga jika keperluannya tidak dapat dipenuhi oleh karbohidrat dan lemak. 3. antara lain menyediakan bahan-bahan yang penting peranannya untuk pertumbuhan dan memelihara jaringan tubuh.2 N Timbal asetat 0. Protein merupakan instrumen yang mengekspresikan informasi genetik. Protein mempunyai fungsi unik bagi tubuh. mengatur kelangsungan proses di dalam tubuh.5 N Larutan protein (gelatin dan albumin) Larutan tembaga sulfat (CuSO4)0.Selain itu protein juga merupakan makromolekul yang paling berlimpah di dalam sel dan menyusun lebih dari setengah berat kering pada hampir semua organisme.01 M Merkuri (II) klorida atau HgCl2 0.1 Alat ¯ ¯ ¯ ¯ ¯ ¯ ¯ ¯ Tabung reaksi Gelas ukur Pipet tetes Batang pengaduk Kertas saring Termometer Stopwatch pH meter 3.

1 M Natrium hidroksida 0. Tambahkan lagi sedikit ammonium sulfat aduk lagi. d. Jenuhkan 5 ml larutan protein (gelatin dan albumin) dengan ammonium sulfat.5 N. Tambahkan 5 tetes HgCl2 0.2 M. aduk hingga melarut. PROSEDUR PERCOBAAN 4. Tempatkan 3 ml larutan protein (gelatin dan albumin) pada tabung reaksi.1 Uji biuret a. Tambahkan 1 ml natrium hidroksida 2. 4. .1 M Etil alkohol 95% Asam asetat 1 M Air 4. 2. Ulangi percobaan dengan menggunakan Pb asetat 0. Untuk pekerjaan ini yang dilakukan : pertama tambahkan sedikit garam tersebut ke dalam larutan protein (gelatin dan albumin). c. b. Tambahkan pula setetes larutan tembaga sulfat 0. Apa hasil pengamatan anda ? Mengapa putih telur dapat digunakan sebagai penawar (antidotum) pada keracunan merkuri ? 4. lakukan sehingga sedikit garam tertinggal tidak larut.3 Pengendapan dengan garam a.02 M. Pengamatan : 1. b. tambahkan lagi setetes atau dua tetes larutan tembaga sulfat.01 M.¯ ¯ ¯ ¯ ¯ ¯ Buffer asetat 1 M Asam klorida 0. Tempatkan 3 ml larutan protein (gelatin dan albumin) pada tabung reaksi. aduk. Jika tidak timbul warna. aduk.2 Pengendapan dengan logam a. c.

Tuliskan hasil pengamatan anda ! Mengapa ditambahkan asam kedalam larutan protein ? Protein apa yang menggumpal dengan pendidihan ? 4.6 Denaturasi Protein . d. e. c. Setelah larutan jenuh.b. 2. Pengamatan : Terangkan hasil-hasil yang diperoleh ! 4. c.1 M NaOH 0.5 Uji Koagulasi a.1 M Etil alkohol 95% Pengamatan : Tabung. Uji pula endapan dengan dengan reagen million. 3.4 Pengendapan Dengan Alkohol Tabung Larutan albumin Buffer asetat pH 4. Uji kelarutan endapan di dalam air. Tambahkan 2 tetes asam asetan 1 M.7 (1M) Hcl 0. Pengamatan : 1. f. lalu disaring. Uji pula endapan dengan reagen million dan filtrat dengan uji biuret. Letakkan tabung dalam air mendidih selama 5 menit. d.tabung mana yang menunjukan protein yang tidak larut ? 1 5 ml 1 ml 6 ml 2 5 ml 1 ml 6 ml 3 5 ml 1 ml 6 ml 4. Uji kelarutan endapan di dalam air. Ambil endapan dengan batang pengaduk. Tempatkan 5 ml larutan protein (gelatin dan albumin) ke dalam tabung reaksi. b.

a. Siapkan 3 campuran pada tabung berikut ini : Tabung Larutan albumin Buffer asetat pH 4.5 N + CuSO4 Larutan ungu .1 M NaOH 0. DATA PENGAMATAN 5.7 tulis hasilnya ! Pengamatan : Perubahan kimia apa yang berhubungan dengan denaturasi albumin telur ? 5. d.7 (1M) Hcl 0. Dalam tabung mana terlihat adanya endapan ? Pada tabung 1 dan 2 tambahkan 10 ml buffer asetat ph 4. c.1 M 1 9 ml 1 ml 2 9 ml 1 ml 3 9 ml 1 ml - b.1 Uji Biuret   Gelatin + NoOH 2.5 N + CuSO4 Larutan ungu Albumin + NaOH 2. Tempatkan ketiga tabung dalam air mendidih selama 15 menit dan dinginkan pada temperatur kamar.

2 M Tidak terbentuk endapan Gelatin HgCl2 0.2 M endapan putih (++) Albumin + HgCl2 0.2 M endapan putih lebih cepat terbentuk (+++) Gelatin + Pb asetat 0.2 M Tidak terbentuk endapan Albumin terendapkan logam berat Gelatin tidak terendapkan logam berat 5.5.3 Pengendapan Dengan Garam Larutan Pegujian Endapan kelarutan dlm air Gelatin Larut / Terdispersi reagen millon Larutan orange Albumin Tidak larut Endapan orange kuning Larutan biru (+) Pengujian Filtrat Uji biuret kuning Larutan biru (+) .2 Pengendapan Dengan Logam     Albumin + Pb asetat 0.

5 Uji Koagulasi Larutan Pegujian Endapan kelarutan dlm air Gelatin Tidak terbentuk endapan reagen millon Tidak endapan terbentuk .4 Pengendapan Dengan Alkohol    Albumin + Hcl 0.1 M + etenol 95% endapan sedikit di dasar tabung Albumin + buffer asetat 1 M + etanol 95% endapan banyak (menggumpal) Albumin NaOH 0.Endapan Albumin dan Gelatin yang diidentifikasi oleh reagen milon 5.1 M + etanol 95% tidak ada endapan 5.

Ada tidaknya ikatan peptida pada sampel uji. Hal ini menunjukkan adanya ikatan peptida dalam gelatin dan albumin.Albumin Tidak larut dalam air endapan putih menjadi orange Albumin Gelatin 5. gelatin dan albumin menunjukkan warna ungu ketika penambahan tembaga sulfat dalam suasana basa. PEMBAHASAN 3 9 ml 1 ml (sangat ++ o Pada uji biuret. maka . bisa menunjukkan bahwa sampel uji tersebut termasuk ke dalam golongan protein atau bukan.7 (1M) Hcl 0.1 M NaOH 0. Jika pada sampel albumin dan gelatin menunjukkan hasil yang positif terhadap uji biuret.6 Denaturasi Protein Tabung Larutan albumin Buffer asetat pH 4.1 M Endapan yang terbentuk 1 9 ml 1 ml +++ 2 9 ml 1 ml + sedikit) *Tabung 1 dan 3 sebelum dipanaskan sudah terbentuk endapan 6.

Warna ungu yang terbentuk menunjukkan bahwa masih ada ikatan peptida dalam larutan. Pada saat ditambahkan ke dalam larutan sampel uji.dikatakan terdapat ikatan peptida dalam sampel yang juga berarti bahwa sampel tersebut merupakan protein. Hal ini terjadi karena tetapan disosiasi HgCl2 lebih besar daripada Pb-Asetat. Filtrat yang tersisa pada pengujian ini. sampel protein (albumin dan gelatin) mampu terendapkan setelah penambahan ammonium sulfat hingga larutan jenuh. Hal ini terjadi karena ammonium sulfat memiliki tingkat kelarutan yang lebih tinggi daripada protein. o Pada uji pengendapan dengan garam. Albumin yang ditambah larutan penyangga (buffer) pH 4. o Pengendapan sampel protein (albumin dan gelatin) oleh logam Hg berlangsung lebih cepat dan menghasilkan produk dalam jumlah yang lebih banyak. kemudian diuji kembali dengan cara uji biuret dan kembali menghasilkan warna ungu.dan gugus negatif yang ada pada . o Penambahan alkohol pada uji pengendapan dengan alkohol berfungsi untuk menurunkan konstanta dielektrik pada larutan sehingga gaya tarik-menarik antar molekul jadi semakin kuat. kembali dalam bentuk solidnya sehingga terbentuklah protein yang terendapkan. HgCl2 akan terionisasi dan lebih banyak dalam bentuk Hg2+ sehingga protein berlebih yang terdapat dalam sampel uji lebih cepat bereaksi dengan Hg2+ tersebut dan menghasilkan endapan dalam jumlah yang lebih banyak ketimbang pengendapan oleh logam Pb yang memiliki tetapan disosiasi lebih kecil dari Hg. Kemudian alkohol akan menkondisikan gugus positif pada asam amino untuk bereaksi dengan gugus negatif yang ada dalam larutan. ammounium sulfat akan melarut dalam air/pelarutnya dan mendesak protein keluar. Albumin yang ditambahkan HCl juga menghasilkan endapan. hal ini terjadi karena pH tersebut merupakan titik isoelektrik protein sehingga endapan yang terbentuk merupakan jumlah yang paling maksimal. sehingga pada suasana tertentu mampu membentuk endapan. ini terjadi karena gugus positif pada protein berikatan dengan gugus Cl. namun dengan kuantitas yang lebih sedikit. Sehingga pada saat penambahan ammonium sulfat.7 paling banyak menghasilkan endapan. ini berarti juga masih ada protein dalam larutan yang belum terendapkan sempurna dengan penambahan garam ammonium sulfat tersebut.

Kedua endapan tidak bisa larut kembali dalam air. semua jenis protein terkoagulasi oleh suhu yang tinggi. Hal ini juga berkaitan dengan titik isoelektrik protein. terlihat dari perubahan warna larutan menjadi bening berwarna ungu. Sebaliknya. o KESIMPULAN Gelatin dan albumin menunjukkan hasil yang positif terhadap uji biuret. hal ini terjadi karena pemanasan yang dilakukan mampu membuat protein terdenaturasi.7 menghasilkan endapan yang paling banyak setelah pemanasan.larutan sehingga terbentuk endapan pada suasana asam.7) dan pada pH tertentu yang mendekati titik isoelektriknya. o Semua jenis protein akan terkoagulasi oleh asam dan panas. o Albumin terkoagulasi setelah pemanasan sedang albumin tidak. 7. o Protein terendapkan oleh logam logam berat seperti Pd dan Hg. o Protein terendapkan oleh alkohol pada titik isoelektriknya (pH 4. Gelatin yang tidak terkoagulasi oleh panas ini kemungkinan terjadi karena sampel gelatin yang ada terlalu rendah konsentrasinya sehingga koagulan dari gelatin tidak tampak secara kasat mata. Uji biuret digunakan sebagai pengujian umum terhadap kandungan protein dalam sampel dengan melihat ada tidaknya ikatan peptida dalam sampel tersebut. Albumin dengan buffer pH 4. kendati albumin tidak terdenaturasi pada suasana basa namun endapan tetap terbentuk walaupun dalam jumlah yang sedikit. Laju pembentukan dan jumlah endapan ditentukan oleh tetapan disosiasi senya logam pengendapnya. Endapan yang terbentuk menunjukan hasil positif terhadap reagen milon dengan . Namun seharusnya. o Gelatin dan albumin terendapkan oleh penambahan garam. Albumin dengan NaOH menhasilkan endapan yang paling sedikit. protein tidak terendapkan oleh alkohol pada suasana basa karena pH nya terlampau jauh dari titik isoelektrik protein. hanya terpecah menjadi partikel yang lebih kecil saat pengadukan dan terdispersi di semua bagian air sehingga tampak larut pada percobaan ini.

Dalam bentuk . Asam amino adalah sembarang senyawaorganik yang memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa.com/2010/08/uji-identifikasi-protein.blogspot. Polipeptida yang menjadi bahan dasar membangun segala sesuatu dalam tubuh makhluk hidup disebut protein. terlihat dari pembentukan jumlah endapan yang lebih banyak pada tabung yang dikondisikan dalam suasana asam dan ditahan pada pH sesuai titik isoelektriknya. o o Protein akan terkoagulasi oleh pemanasan. http://andiscientist. Pengertian Asam Amino Sejumlah asam amino bergabung menjadi satu rantaiasam amino.berubahnya warna endapan menjadi oranye kecoklatan. Protein terdenaturasi oleh suasana asam dan panas. Dalam biokimia seringkali pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C "alfa" atau ). itu namanya polipeptida. hal ini menunjukan bahwa endapan yang terbentuk benar-benar merupakan endapan protein.html I.

atap. asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam. Sebagai contoh sederhana pengandaian : sebuah bangunan bisa diartikan sebagai protein. Struktur Asam Amino Struktur asam -amino. yaitu sebagai penyusun protein. dengan gugus amina di sebelah kiri dan gugus karboksil di sebelah kanan. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. atom hidrogen (H).larutan. sedangkan semen. dari residue) atau disebut juga gugus atau rantai samping yang membedakan satu asam amino dengan asam amino lainnya. Struktur asam amino secara umum adalah satu atom C yang mengikat empat gugus: gugus amina (NH2). . Asam amino adalah unsur2 yang membentuk protein. II. jendela. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme. Kumpulan asam amino di sebut sebagai protein. gugus karboksil (COOH). batu-bata. kayu dan bahan2 yang membentuk bangunan tersebut bisa diibaratkan sebagai asam amino. pintu. dan satu gugus sisa (R.

Struktur -.Z satu atom H danZ rantai samping (gugus R)Z Gugus R à rantai samping yang berbeda-beda pada setiap jenis asam amino Gugus R yang berbeda-beda tersebut menentukan: -.Atom C pusat tersebut dinamai atom C ("C-alfa") sesuai dengan penamaan senyawa bergugus karboksil. yaitu atom C yang berikatan langsung dengan gugus karboksil. senyawa tersebut merupakan asam -amino. Ukuran .Z gugus karboksil. Satu atom C sentral yang mengikat secara kovalent: gugus amino. Oleh karena gugus amina juga terikat pada atom C ini.

a spt Ile (I) à biasa terdapat di bagian dlm protein. Umum terdapat pada protein yang berinteraksi dengan lipid .-. Asam amino non polar Memiliki gugus R alifatik Glisin. alanin. Muatan elektrik -. Sifat kelarutan di dalam air III. leusin. ada/tidaknya gugus terionisasiZ 1. Klasifikasi Asam Amino Diklasifikasikan berdasar gugus R (rantai samping)Z Biasanya sifat-sifat seperti: hidrofobik/hidrofilik. Prolin berbeda dgn a. valin. Semakin hidrofobik suatu a. polar/non polar.a à siklis. isoleusin dan prolin Bersifat hidrofobik. Tapi mempunyai byk kesamaan sifat dgn kelompok alifatis ini.

sistein. karena ggs R terionisasi pada pH tinggi (pH = 8. Asam amino polar Memiliki gugus R yang tidak bermuatan Serin .a.3) sehingga dapat mengalami oksidasi dengan sistein membentuk ikatan disulfide (-S-S-) à sistin (tdk tmsk dlm a. asparagin. metionin. standar karena selalu tjd dari 2 buah molekul sistein dan tidak dikode oleh DNA) .2. glutamin Bersifat hidrofilik à mudah larut dalam air Cenderung terdapat di bagian luar protein Sistein berbeda dgn yg lain. threonin.

triptofan à cincin indol Sehingga mampu membentuk ikatan hidrogen à penting untuk menentukan struktur ensim Asam amino aromatik mampu menyerap sinar UV 280 nm à sering digunakan utk menentukan kadar protein 4.a plg hidrofobik Tirosin à gugus hidroksil .3. Asam amino dengan gugus R aromatik Fenilalanin. Asam amino dengan gugus R bermuatan positif Lisin. tirosin dan triptofan Bersifat relatif non polar à hidrofobik Fenilalanin bersama dgn V. L & I à a. dan histidin Mempunyai gugus yg bsft basa pd rantai sampingnya . arginin.

Histidin mempunyai muatan mendekati netral (pd gugus imidazol) dibanding lisin à gugus amino¾ arginin à gugus guanidino¾ Krn histidin dpt terionisasi pada pH mendekati pH fisioligis à sering berperan dlm reaksi ensimatis yg melibatkan pertukaran proton 5. Asam amino dengan gugus R bermuatan negatif Aspartat dan glutamat Mempunyai gugus karboksil pada rantai sampingnya à bermuatan (-) / acid pada pH 7 .Bersifat polar à terletak di permukaan protein dapat mengikat air.

Fenilalanin. Sebagian besar asam amino ini hanya dapat disintesis oleh sel tumbuhan. Ia disebut esensial bagi suatu spesies organisme apabila spesies tersebut memerlukannya tetapi tidak mampu memproduksi sendiri atau selalu kekurangan asam amino yang bersangkutan. sehingga memiliki prioritas konsumsi yang lebih rendah dibandingkan dengan asam amino esensial. seperti setelah latihan beban yang keras. ada delapan (ada yang menyebut sembilan) asam amino esensial yang harus dipenuhi dari diet sehari-hari. spesies itu harus memasoknya dari luar (lewat makanan). Treosin. Istilah "asam amino esensial" berlaku hanya bagi organisme heterotrof. . Valin dan Triptofan Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. leusin. produksi dalam tubuh tidak secepat dan tidak sebanyak yang diperlukan sehingga harus didapat dari makanan maupun suplemen protein. metionin. Asam amino essensial. Bagi manusia. namun pada saat tertentu. Lisin. Asam amino diperlukan oleh makhluk hidup sebagai penyusun protein atau sebagai kerangka molekul-molekul penting. Contoh : Isoleusin.Asam Amino sendiri di bagi menjadi 3 jenis : a. Asam amino non-esensial adalah asam amino yang bisa diprosuksi sendiri oleh tubuh. Leusin. sebab untuk sintesisnya memerlukan senyawa nitrat anorganik. Asam amino essensial adalah asam amino yang harus didatangkan dari luar tubuh manusia karena sel sel tubuh tidak dapat mensintesisnya. lisin. sehingga harus didapat dari konsumsi makanan. Asam amino esensial bersyarat adalah kelompok asam amino non-esensial. Untuk memenuhi kebutuhan ini. Metionin. yaitu isoleusin.

treonin. Leucine (BCAA = Branched-Chain Amino Acids = Asam amino dengan rantai bercabang) . Isoleucine (BCAA = Branched-Chain Amino Acids = Asam amino dengan rantai bercabang) . Jenis-jenis asam amino essensial : 1.Membantu mencegah penyusutan otot .Membantu dalam pembentukan sel darah merah .Membantu mencegah penyusutan otot . dan valin. Asam amino karnitin juga bersifat "setengah esensial" dan sering diberikan untuk kepentingan pengobatan.Membantu pemulihan pada kulit dan tulang 2.fenilalanin. triptofan. Histidin dan arginin disebut sebagai "setengah esensial" karena tubuh manusia dewasa sehat mampu memenuhi kebutuhannya.

3. dan lebih langsung diserap oleh otot .Tidak diproses di organ hati. Valine (BCAA = Branched-Chain Amino Acids = Asam amino dengan rantai bercabang) .Kekurangan lycine akan mempengaruhi pembuatan protein pada otot dan jaringan penghubugn lainnya .Membantu dalam pembentukan kolagen maupun jaringan penghubung tubuh lainnya (cartilage dan persendian) 5.Pemicu serotonin (hormon yang memiliki efek relaksasi) .Merangsang pelepasan hormon pertumbuhan . phenylalanine.Membantu dalam mengirimkan asam amino lain (tryptophan. Lycine . Tyyptophan . tyrosine) ke otak 4.Bersama dengan Vitamin C membentuk L-Carnitine .

Biasanya kekurangannya diderita oleh vegetarian 8.6. Threonine .Komponen penting dari kolagen .Prekusor dari cysteine dan creatine .Salah satu asam amino yang membantu detoksifikasi .Menurunkan kadar kolestrol darah .Membantu pencegahan penumpukan lemak pada organ hati .Membantu membuang zat racun pada organ hati dan membantuk regenerasi jaringan baru pada hati dan ginjal 7. Phenylalanine . Methionine .

. Asparagin. fokus mental . Asam amino nonessensial adalah asam amino yang dapat disintesis oleh tubuh manusia dengan bahan baku asam amino lainnya. Aspartic Acid -Membantu mengubah karbohidrat menjadi energy . Contoh : Alanin.Prekursor untuk tyrosine . Asam Glutamat.Digunakan dalam terapi depresi . Asam Aspartat.Meningkatkan daya ingat. Glutamin dan Prolin Jenis2 asam amino non-essensial : 1. Asam amino nonessendial. mood.Membantuk menekan nafsu makan b.Membangun daya tahan tubuh melalui immunoglobulin dan antibodi .

Merupakan bagian dari sel darah merah dan cytochrome (enzim yang terlibat dalam produksi energi) .Memproduksi glucagon yang mengaktifkan glikogen . Alanine .Meredakan tingkat ammonia dalam darah setelah latihan 2..Membantu tubuh mengembangkan daya tahan . Glyicine .Merupakan salah satu kunci dari siklus glukosa alanine yang memungkinkan otot dan jaringan lain untuk mendapatkan energi dari asam amino 4.Membantu tubuh membentuk asam amino lain .Berpotensi menghambat keinginan akan gula 3. Serine .

Diperlukan untuk memproduksi energi pada tingkat sel .. Jenis2 asam amino essensial bersyarat : 1. Histidine (asam amino essensial pada beberapa individu) . Arginine (asam amino essensial untuk anak2) .Salah satu zat yang menyerah ultraviolet dalam tubuh . Asam amino essensial bersyarat.Bersama glycine dan methionine membentuk creatine 2.Membantuk dalam fungsi otak (daya ingat) dan syaraf c.Diyakini sebagai pemicu Nitric Oxide (suatu senyawa yang melegakan pembuluhdarah untuk aliran darah dan pengantaran nutrisi yang lebih baik) dan GABA .Diyakini merangsang produksi hormon pertumbuhan .Diperlukan untuk pembentukan sel darah merah dan sel darah putih .

glutathine. ornithine.Siap diubah menjadi energy .Bersama L-Aspartic Acid dan L-Citruline menetralkan radikal bebas . Cystine . proline..Pemicu dasar untuk glutamine.Salah satu komponen yang membentuk otot jantung dan jaringan penyambung (persendian. dan GABA .Diperlukan untuk kinerja otak dan metabolisme asam amino lain 5. Glutamic Acid (Asam Glutamic .Mengurangi efek kerusakan dari alkohol dan asap rokok .Salah satu elemen besar dari kolagen4.Banyak digunakan untuk terapi rematik dan alergi 3. ligamen. Tyrosine .Merangsang aktivitas sel darah putih dalam peranannya meningkatkan daya tahan tubuh . arginine. dan lain-lain .

norepinephrine.Membantu dalam penyerapan dan pelepasan lemak .Pemicu hormon dopamine.Membantu dalam membentuk daya tahan tubuh . epinephrine.Sumber energi penting pada organ tubuh pada saat kekurangan kalori . Glutamine . Taurine .Meningkatkan mood dan fokus mental 6. melanin (pigmen kulit). hormon thyroid .Mengingkatkan volume sel otot 7..Asam amino yang paling banyak ditemukan dalam otot manusia .Salah satu nutrisi untuk otak dan kesehatan pencernaan .Dosis 2 gram cukup untuk memicu produksi hormon pertumbuhan .Membantu dalam meningkatkan volume sel otot .

Asam amino non standar Merupakan asam amino diluar 20 mcm as.Membantu daya tahan tubuh dan fungsi organ hati Asam amino standar Asam amino yang menyusun protein organisme ada 20 macam disebut sebagai asam amino standar Diketahui asam amino ke 21 disebut selenosistein (jarang ditemukan) Terdapat di beberapa enzim seperti gluthatione peroxidase Selenenosistein mempy kode genetik: UGA à biasa utk stop kodon à tjd pd mRNA dgn struktur 2nd yg banyak. Ornithine . Amino standar .Dalam dosis besar bisa membantu produksi hormon pertumbuhan .Membantu dalam penyembuhan dari penyakit .8.

Terdapat di kolagen dan miosin (protein kontraksi pd otot) dan . Kurang lebih 300 asam amino non standar dijumpai pada sel modifikasi serin yang mengalami fosforilasi oleh protein kinase modifikasi prolin à dlm proses modifikasi posttranslasi. Ditemukan pd protein protombin Modifikasi lisin. oleh prokolagen prolin hidroksilase Ditemukan pada kolagen untuk menstabilkan struktur Dari modifikasi Glu oleh vit K.Terjadi karena modifikasi yang terjadi setelah suatu asam amino standar menjadi protein. g karboksi glutamat mampu mengikat Ca à penting utk penjendalan darah.

suatu asam amino mempunyai banyak sifat garam. Suatu asam amino yang mengalami reaksi asam basa internal. Struktur sederhana dari asam amino adalah: NH2 R-CH-COOH Suatu asam amino mengandung gugus amina yang bersifat basa dan gugus karboksil yang bersifat asam dalam molekul yang sama. Oleh karena itu asam amino mempunyai sifat asam maupun basa. Karena terjadinya muatan ion. Sifat Asam Amino Amino merupakan senyawa organik yang merupakan satuan penyusun protein yang mempunyai gugus amino dan karboksilat. 1989) Asam amino tidak selalu bersifat seperti senyawa-senyawa organik. Pxa suatu asam amino bukanlah Pxa dari gugus -COOH melainkan dari gugus -NH3 dan sebaliknya(Fessenden. yang menghasilkan suatu ion dipolar yang disebut sebagai switter ion.berperan untuk sisi terikatnya polisakarida Beberapa ditemukan asam amino nonstandar yang tidak menyusun protein à merupakan senyawa antara metabolisme (biosintesis arginin dan urea) IV. misalnya titik .

lelehnya diatas 200*C, sedangkan kebanyakan senyawa organik dengan bobot molekul sekitar itu berupa cairan pada temperatur kamar. Asam amino larut dalam air dan pelarut polar lain, tetapi tidak larut dalam pelarut non-polar, seperti dietil eter atau benzena. Asam amino mempunyai momendipol yang besar dan juga mereka kurang bersifat asam dibandingkan sebagian besar asam karboksilat, dan kurang bisa dibandingkan dengan sebagian besar amina(Fessenden, 1990).

Asam amino bersifat antara asam lemah dan basa lemah, ia akan terionisasi diantara asam dan basa dalam larutan berair yang disebut amfoterik, sebagai contoh adalah glisin. Senyawa-senyawa amfoterik akan bereaksi dengan asam ataupun basa dan membentuk garam(Routh, 1969).

Dua asam amino berikatan melalui suatu ikatan peptida dengan melepas sebuah molekul air. Reaksi kesetimbangan ini cenderung untuk berjalan kehidrolisis daripada sintesis. Gugus karboksil suatu asam amino berikatan dengan gugus amino dari asam amino lain yang menghasilkan peptida dengan melepas molekul air(Winarno, 1992).

Suatu ikatan peptida mempunyai ikatan rangkaian yang disebabkan oleh tumpang tindih orbital p dari gugus karbonil dengan pasangan elektron yang terdiri dari nitrogen. Suatu peptida adalah suatu amida yang dibentuk dari dua asam amino atau lebih. Ikatan amida antara gugus alfa amino dari suatu asam amino dan gugus karboksil dari asam amino lain adalah ikatan peptida(Fessenden, 1989).

Asam amino dapat berperan sebagai asam atau basa, jika suatu kristal asam amino, misalnya alanin dilarutkan dalam air, molekul ini menjadi dipolar yang dapat berperan sebagai asam atau bersifat basa(Lehninger, 1993).

Asam amino tidak hanya berperan sebagai bahan bangunan dari protein, tapi juga merupakan pelopor kimia bagi banyak senyawa, misalnya glisin diperlukan untuk biosintesis gugus dari hemoglobin. Triptofan merupakan pelopor dan suatu famili zat-zat penting dalam biokimia sistem syaraf. Tirosin merupakan materi penghubung bagi biosintesa dari pigmen kulit. Melanin merupakan biosintesa penghubung yang mengandung nitrogen(Neal, 1971).

Kelarutan asam amino adalah larut dalam pelarut polar seperti air dan etanol, tetapi tidak larut dalam pelarut non-polar, seperti benzena, heksana dan eter. Titik leburnya yang relatif tinggi (diatas 200*C) menyatakan adanya gugus-gugus yang bermuatan yaitu energi tingi yang diperlukan untuk memecahkan ionik yang mempertahankan kisi-kisi kristal(Martin, 1987).

Asam amino yang sederhana, glisin dapat digunakan sebagai contoh asam amino atau protein sebagai buffer. Ketika glisin didalam larutan dititrasi dengan asam atau basa terjadi pertukaran molekul dari bentuk zwitter ke bentuk dissosiasi pada gugus asam amino atau karboksil(Routh, 1969).

H-CH(NH3)-COOH <====> H+ + H-CH(NH3)-COO- + -OH <====> H-CH(NH2)-COO- + H2O

lart.asam(pH=2,4) zwitter ion(pH=6,0) lart.basa

Dalam titrasi asam amino, asam amino bertindak sebagai buffer dalam daerah dan cairan tubuh lain yang mempunyai ion dipolar memberikan dua disosiasi ketika bereaksi dengan asam atau basa. Persamaan Hendersen Hassel Bakk, untuk buffer sederhana yang menunjukkan konstanta disosiasi atau Pka sebagai pH pada konsentrasi sama dari gambar dan bentuk buffer asam adalah dituliskan sebagai

berkut(Routh, 1969):

pH = Pka + Log garam/asam

= Pk + Log 1/1

= Pk

Sifat-sifat khusus asam amino antara lain, asam amino tidak menyerap cahaya tampah/visible. Dengan pengecualian asam amino aromatik triptofan, tyrosin, fenil alanin dan histidin, tidak menyerap sinar UV yang mempunyai panjang gelombang 240nm. Sebagian besar yang mempunyai panjang gelombang diatas 240nm penyerapan UV oleh protein disebabkan kandungan triptofannya(Martin, 1987)

Isomerisme pada asam amino

Karena atom C pusat mengikat empat gugus yang berbeda, maka asam amino kecuali glisin memiliki isomer optik: L dan D. Cara sederhana untuk mengidentifikasi isomeri ini dari gambaran dua dimensi adalah dengan "mendorong" atom H ke belakang pembaca (menjauhi pembaca). Jika searah putaran jarum jam (putaran ke kanan) terjadi urutan karboksil-residu-amina maka ini adalah tipe D. Jika urutan ini terjadi dengan arah putaran berlawanan jarum jam, maka itu adalah tipe L. (Aturan ini dikenal dalam bahasa Inggris dengan nama CORN, dari singkatan COOH - R - NH2).

Pada umumnya, asam amino alami yang dihasilkan eukariota merupakan tipe L

reaksi ini termasuk dalam reaksi dehidrasi. Reaksi kondensasi dua asam amino membentuk ikatan peptida Protein tersusun dari berbagai asam amino yang masing-masing dihubungkan dengan ikatan peptida. Meskipun demikian. Oleh sebab itu.meskipun beberapa siput laut menghasilkan tipe D. . Monomer-monomer ini tersambung dengan ikatan peptida. Dinding sel bakteribanyak mengandung asam amino tipe D. Pada polimerisasi asam amino. pada awal pembentukannya protein hanya tersusun dari 20 asam amino yang dikenal sebagai asam amino dasar atau asam amino baku atau asam amino penyusun protein (proteinogenik). Reaksi penyambungan ini (disebut translasi) secara alami terjadi di sitoplasma dengan bantuan ribosom dan tRNA. gugus -OH yang merupakan bagian gugus karboksil satu asam amino dan gugus -H yang merupakan bagian gugus amina asam amino lainnya akan terlepas dan membentuk air. Asam-asam amino inilah yang disandi oleh DNA/RNAsebagai kode genetik. Polimerisasi asam amino Protein merupakan polimer yang tersusun dari asam amino sebagai monomernya. yang mengikat gugus karboksil milik satu monomer dengan gugus amina milik monomer di sebelahnya. Molekul asam amino yang telah melepaskan molekul air dikatakan disebut dalam bentuk residu asam amino.

dikelompokkan menurut sifat atau struktur kimiawinya: Nama Abbr Nama Abbr alanin Ala leusin Leu arginin Arg lisin Lys asparagin Asn metionin Met asam aspartat Asp fenilalanin Phe sistein Cys prolin Pro glutamin Gln serin Ser asam glutamat Glu treonin Thr glisin Gly triptofan Trp histidin His tirosin Tyr isoleusin Ile valin Val .Berikut adalah ke-20 asam amino penyusun protein (singkatan dalam kurung menunjukkan singkatan tiga huruf dan satu huruf yang sering digunakan dalam kajian protein).

V. Titik isolistrik ini spesifik bergantung pada jenis asam aminonya. NH3+). Zwitterion dapat diekstrak dari larutan asam amino sebagai struktur kristal putih yang bertitik lebur tinggi karena sifat dipolarnya. zat ini dapat dianggap sebagai sekaligus asam dan basa (walaupun pH alaminya biasanya dipengaruhi oleh gugus-R yang dimiliki). sedangkan gugus karboksilnya menjadi bermuatan negatif (terdeprotonasi. Fungsi biologi asam amino 1. Kebanyakan asam amino bebas berada dalam bentuk zwitter-ion pada pH netral maupun pH fisiologis yang dekat netral. VI. Penyusun protein. asam amino tersebut dikatakan berbentuk zwitter-ion. Zwitter-ion Karena asam amino memiliki gugus aktif amina dan karboksil sekaligus. Asam amino dalam bentuk tidak terion (kiri) dan dalam bentuk zwitter-ion. . COO-). Pada pH tertentu yang disebut titik isolistrik. gugus amina pada asam amino menjadi bermuatan positif (terprotonasi. Dalam keadaan demikian. termasuk enzim.

karnitin dan beberapa asam amino yang memiliki . Pengikat ion logam penting yang diperlukan dalam dalam reaksi enzimatik (kofaktor). Kerangka dasar sejumlah senyawa penting dalam metabolisme (terutama vitamin. Demikian juga dengan asam amino karnitin yang dianggap mampu meningkatkan metabolisme tubuh dan meningkatkan pembakaran energi tubuh. hormon dan asam nukleat). Misalnya saja asam amino taurin yang dipercaya mampu memicu penggunaan energi dalam tubuh kita. Asam amino yang sering digunakan adalah taurin. Fungsi-fungsi yang dimiliki beberapa asam amino dalam metabolisme tubuh itulah yang dimanfaatkan oleh para produsen untuk menciptakan minuman yang mampu membangkitkan energi ekstra. 3. Asam amino ini ternyata juga memiliki fungsi biokimiawi dalam metabolisme tubuh. glisin.2. sehingga efeknya di dalam tubuh menjadi lebih segar. Asam amino glisin dan glutamin juga bisa menjadi katalisator reaksi penggunaan energi. glutamat.

fungsi dan kegunaan khusus lainnya. asam amnino tersebut saat ini jarang yang diekstrak dari organ hewan. serta kontinyuitas bahan baku yang susah dipertahankan. rambut manusia dan juga biji jagung. Proses pembuatan glutamat ini sama dengan proses . Kalaupun harus diperoleh dari ekstraksi. seperti bulu unggas. Secara alami asam-asam amino tersebut terdapat pada berbagai organ hewan. proses ekstraksi ini juga tidak praktis. Asam amino glutamat merupakan salah satu yang diproduksi melalui proses fermentasi. Bahan media utama yang digunakan adalah molases dan bahan-bahan lain yang mengandung gula. Namun demikian secara komersial. biasanya diambil dari bahan-bahan yang tidak sulit didapatkan. Di samping harganya yang lebih mahal. Para produsen asam amino saat ini lebih melirik pada proses fermentasi dan reaksi kimiawi dari bahan-bahan sintetis. seperti taurin yang banyak terdapat pada empedu sapi dan asam amino glutamat yang banyak terdapat di bagian otak.

metionin. Misalnya saja taurin yang dihasilkan dari reaksi amino etanol dan asam sulfat. Sebagian besar asam amino komersial lainnya.pembuatan MSG (mono sodium glutamat) yang banyak dikenal sebagai bumbu masakan. Bahan-bahan yang banyak digunakan dalam pembuatan asam amino secara sintetis ini adalah urotropin. Glutamat yang dihasilkan dari proses fermentasi tersebut direaksikan dengan sodium untuk menghasilkan MSG. Asam amino lain yang juga dihasilkan dari proses fermentasi adalah arginin. . Namun di Cina dilaporkan ada juga produsen yang memproduksi arginin dari biji jagung yang dihidrolisa dan dipisahkan asam amino argininnya melalui perbedaan titik iso elektrik. glisin. lisin dan carnitin banyak dihasilkan dari reaksi sintetis menggunakan bahan-bahan kimiawi. seperti taurin. Namun para produsen dari Jepang lebih cenderung menggunakan proses fermentasi untuk menghasilkan asam amino tersebut. urea.

. banyak menghasilkan asam amino tersebut dari ekstraksi bulu unggas dan juga rambut manusia. Jepang merupakan salah satu produsen sistin dan sistein yang dihasilkan dari proses fermentasi. seperti Cina. Sedangkan asam amino sistin dan sistein bisa dihasilkan dari proses fermentasi maupun ekstraksi dari bahan alami. Sedangkan beberapa negara lain.ammonia. asam sulfat dan berbagai asam kuat lainnya.

oksigen. hidrogen. Jenis protein lain .PROTEIN Protein (akar kata protos dari bahasa Yunani yang berarti "yang paling utama") adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Kebanyakan protein merupakan enzim atau subunit enzim. Molekul protein mengandungkarbon. nitrogen dan kadang kala sulfur serta fosfor. Protein berperan penting dalam struktur dan fungsi semua sel makhluk hidup dan virus.

Protein ditemukan oleh Jöns Jakob Berzeliuspada tahun 1838. Protein terlibat dalam sistem kekebalan (imun) sebagai antibodi. sekunder (tingkat dua). struktur sekunder protein adalah struktur tiga dimensi lokal dari berbagai rangkaian asam amino pada protein yang distabilkan oleh ikatan hidrogen. protein masih "mentah". Struktur primer protein merupakan urutan asam amino penyusun protein yang dihubungkan melalui ikatan peptida (amida). STRUKTUR Struktur protein dapat dilihat sebagai hirarki. lipid. yang merupakan penyusun utama makhluk hidup. terbentuklah protein yang memiliki fungsi penuh secara biologi. hanya tersusun dari asam amino proteinogenik. seperti misalnya protein yang membentuk batang dan sendi sitoskeleton. yang berperan sebagai cetakan bagi translasi yang dilakukan ribosom. Selain itu. Sementara itu. sebagai komponen penyimpanan (dalam biji) dan juga dalam transportasi hara. yaitu berupa struktur primer (tingkat satu). sistem kendali dalam bentukhormon. Protein merupakan salah satu dari biomolekul raksasa. Kode genetik yang dibawa DNA ditranskripsi menjadi RNA. selain polisakarida. Sebagai salah satu sumber gizi.berperan dalam fungsi struktural atau mekanis. dan kuartener (tingkat empat). Biosintesis protein alami sama dengan ekspresi genetik. tersier (tingkat tiga). protein berperan sebagai sumber asam amino bagi organisme yang tidak mampu membentuk asam amino tersebut (heterotrof). protein merupakan salah satu molekul yang paling banyak diteliti dalam biokimia. Melalui mekanisme pascatranslasi. dan polinukleotida. Sampai tahap ini. Berbagai bentuk struktur sekunder misalnya ialah sebagai berikut: .

"lekukan-gamma").i beta-sheet ( -sheet. Beberapa molekul protein dapat berinteraksi secara fisik tanpa ikatan kovalen membentuk oligomer yang stabil (misalnya dimer. dani gamma-turn. 6N HCl) dan kemudian komposisi asam amino ditentukan dengan instrumen amino acid analyzer. "puntiran-alfa"). "lempeng-beta"). Struktur sekunder bisa ditentukan dengan menggunakan spektroskopi circular dichroism (CD) dan Fourier Transform Infra Red (FTIR).i Gabungan dari aneka ragam dari struktur sekunder akan menghasilkan struktur tiga dimensi yang dinamakan struktur tersier. Struktur primer protein bisa ditentukan dengan beberapa metode: (1) hidrolisis protein dengan asam kuat (misalnya.alpha helix ( -helix. "lekukan-beta"). beta-turn. dan (4) penentuan massa molekular dengan spektrometri massa. ( -turn. ( -turn. trimer. (2) analisis sekuens dari ujung-N dengan menggunakan degradasi Edman. berupa pilinan rantai asam-asam amino berbentuk seperti spiral. Spektrum CD dari puntiranalfa menunjukkan dua absorbans negatif pada 208 dan 220 nm dan lempeng-beta . Contoh struktur kuartener yang terkenal adalah enzim Rubisco dan insulin. berupa lembaran-lembaran lebari yang tersusun dari sejumlah rantai asam amino yang saling terikat melalui ikatan hidrogen atau ikatan tiol (S-H). Struktur tersier biasanya berupa gumpalan. (3) kombinasi dari digesti dengan tripsin dan spektrometri massa. atau kuartomer) dan membentuk struktur kuartener.

Jadi. Hubungan rantai polipeptida yang berperan di dalamnya akan menimbulkan sebuah fungsi baru berbeda dengan komponen penyusunnya. Pada spektrum FTIR. Inilah yang membedakan struktur domain dengan struktur kuartener. Model dibuat dengan menggunakan koordinat dari Bank Data Protein (nomor 1EDH). Struktur protein lainnya yang juga dikenal adalah domain. Protein sederhana umumnya hanya memiliki satu domain. komposisi struktur sekunder dari protein juga bisa diestimasi dari spektrum inframerah. ada beberapa domain yang terlibat di dalamnya. setelah struktur kompleksnya berpisah. maka fungsi biologis masing-masing komponen domain penyusunnya tidak hilang. Protein ini memiliki banyak struktur sekunderbeta-sheet dan alpha-helix yang sangat pendek. protein tersebut tidak fungsional. Kekurangan Protein . Pada protein yang lebih kompleks. Pada struktur kuartener. Bila struktur domain pada struktur kompleks ini berpisah. Struktur ini terdiri dari 40350 asam amino. pita amida-I dari puntiran-alfa berbeda dibandingkan dengan pita amida-I dari lempeng-beta.menunjukkan satu puncak negatif sekitar 210-216 nm. Estimasi dari komposisi struktur sekunder dari protein bisa dikalkulasi dari spektrum CD. Struktur tersier protein.

Protein sendiri mempunyai banyak sekali fungsi di tubuh kita. Pada dasarnya protein menunjang keberadaan setiap sel tubuh, proses kekebalan tubuh. Setiap orang dewasa harus sedikitnya mengkonsumsi 1 g protein pro kg berat tubuhnya. Kebutuhan akan protein bertambah pada perempuan yang mengandung dan atlet.atlet.

Kekurangan Protein bisa berakibat fatal:

Kerontokan rambut (Rambut terdiri dari 97-100% dari Protein -Keratin)i

Yang paling buruk ada yang disebut dengan [[Kwasiorkor], penyakiti kekurangan protein. Biasanya pada anak-anak kecil yang menderitanya, dapat dilihat dari yang namanya busung lapar, yang disebabkan oleh filtrasi air di dalam pembuluh darah sehingga menimbulkan odem.Simptom yang lain dapat dikenali adalah:

hipotonusi

gangguan pertumbiuhan

hati lemaki

Sintese protein

Artikel utama: Proteinbiosynthese

Dari makanan kita memperoleh Protein. Di sistem pencernaan protein akan

diuraikan menjadi peptid peptid yang strukturnya lebih sederhana terdiri dari asam amino. Hal ini dilakukan dengan bantuan enzim. Tubuh manusia memerlukan 9 asam amino. Artinya kesembilan asam amino ini tidak dapat disintesa sendiri oleh tubuh esensiil, sedangkan sebagian asam amino dapat disintesa sendiri atau tidak esensiil oleh tubuh. Keseluruhan berjumlah 21 asam amino. Setelah penyerapan di usus maka akan diberikan ke darah. Darah membawa asam amino itu ke setiap sel tubuh. Kode untuk asam amino tidak esensiil dapat disintesa oleh DNA. Ini disebut dengan DNAtranskripsi. Kemudian mRNA hasil transkripsi di proses lebih lanjut di ribosomatau retikulum endoplasma, disebut sebagai

Sumber Protein

Dagingi

Ikani

Teluri

Susu, dan produk sejenis Quarki

Tumbuhan berbjii

Suku polong-polongani

Kentangi

Studi dari Biokimiawan USA Thomas Osborne Lafayete Mendel, Profesor untuk biokimia di Yale, 1914, mengujicobakan protein konsumsi dari daging dan tumbuhan kepada kelinci. Satu grup kelinci-kelinci tersebut diberikan makanan protein hewani, sedangkan grup yang lain diberikan protein nabati. Dari eksperimennya didapati bahwa kelinci yang memperoleh protein hewani lebih cepat bertambah beratnya dari kelinci yang memperoleh protein nabati. Kemudian studi selanjutnya, oleh McCay dari Universitas Berkeley menunjukkan bahwa kelinci yang memperoleh protein nabati, lebih sehat dan hidup dua kali lebih lama.

Methode Pembuktian Protein

Tes UV-Absorbsii

Reaksi Xanthoproteini

Reaksi Milloni

[[Reaksi Ninhydrin]i

Reaksi Biureti

Reaksi Bradfordi

Tes Protein berdasar Lowryi

Tes [[Asam Bicinchonini BCA-]

Bahan itu dibedakan atas bahan anorganik dan organik. Bahan organik ialah bahan yang dihasilkan oleh organisme atau makhluk hidup: protein. sebagian besar dibuang dari tubuh lewat paru lagi. dan masuk-keluar sel lewat pernapasan. Bahan anorganik ialah bahan yang terdapat di alam. O. lalu diakhiri dengan cara memasukkan molekul-molekul itu ke dalam sel serta peranan hormon di dalamnya. yaitu oksigen (O2). dan vitamin. O2 masuk tubuh lewat paru. O2 dan CO2 tidak diulas dalam seri ini. karbohidrat. asam nukleat. dan mineral. . O2 dan CO2 berasal dari udara. lemak. H. yaitu C. karbon dioksida (CO2). dan N. Semua bahan organik dibina atas empat macam unsur yaitu C. Bahan lain diulas satu per satu. Karbohidrat dan lemak mengandung tiga unsur. berguna untuk oksidasi atau membakar molekul organik untuk menghasilkan energi. CO2 ampas oksidasi. Mineral berasal dari tanah. Dimulai dengan protein.i DALAM beberapa seri tulisan berikut diuraikan komponen molekuler ataui bahan kimia sel. dan O. H.

prolin. Jumlah lengan berbagai atom bervariasi: H = 1. valin. dan mer= bulatan atau satuan. Asam amino yang umum dihasilkan oleh makhluk hidup. tirosin. Disini R = H atau hidrogen. Ada protein yang tidak lengkap mengandung segala macam asam amino. dan asam glutamat. asparagin. asam aspartat. Penggabungan berlangsung lewat perjabatan atau perikanan lengan. isoleusin. Dari yang 20 macam itu ada 10 macam yang bisa dibikin dalam sel. Asam amino mengandung dua macam gugus: 1) asam COOH. N = 1 sampai puluhan. hewan atau tumbuhan ada 20 macam: glisin. leusin. lisin. juga N. 2) amine NH2. P = 4. C = carbon (karbon. metionin. H. zat arang). Jadi asam amino adalah monomer protein (mono. Huruf-huruf besar ini singkatan nama atom unsur kimia: O = oksigen (zat asam). dan n artinya banyak. N = 3. dan O.Protein selain mengandung C. yang tersederhana dan terkecil ialah glisin. C = 4. histidin. O = 2. Protein adalah polimer asam amino. sesewaktu juga S dan P. R = gugus metil (CH3)n. Asam amino. ibarat bata yang menjadi bahan dasar yang membina suatu rumah. Atom-atom itu bergabung membentuk molekul. triptofan. fenilalamin. Lebih besar dari glisin ialah alanin. S = 2. Yang ke20 macam itu membina suatu molekul protein. di sini n = 1. Berasal dari kata poli = banyak. glutamin. diberi tanda dengan garis pendek -. H = hidrogen (zat air). dan P = phosphorus (fosfor). ada pula yang lengkap. berbahankan asam amino yang 10 macam. Banyak asam amino menentukan besar atau berat molekul (BM) suatu protein. Yang 10 macam lain tidak bisa dibikin sel . S = sulfur (zat belerang).= satu). serin. sistein. N = nitrogen (zat lemas). alanin. treonin. arginin.

000. isoleusin. Dua asam amino beruntai disebut dipeptida. histidin. tiga beruntai disebut tripeptida. karbohdirat dan lemak juga penyerta atau pelengkap zat pembangun. Peptida dibina atas beberapa asam amino. terbentuk suatu hasil antara yang disebut peptida. ada dalam bentuk peptida. Kulit dibina atas serat keratin. sehingga membentuk cabang. globulin untk membina antibodi. disebut asam amino penting atau esensil : valin. BM suatu protein belasan sampai ratusan ribu. lisin. Ada protein yang asam amino beruntai ke samping. klagen. Dalam plasma darah terdapat berpuluh macam protein. dan trombosit.hewan. Eristrosit. seperti albumin untuk mengangkut berbagai zat. Jika protein dipecah atau dicernakan. dan elastin. jumlahnya bisa ratusan sampai ribuan. fibrinogen untuk pembekuan darah jika terjadi luka atau darah berkontak dengan bagian pembuluh . fenilalamin. dibina atas protein. triptofan. dengan BM = 920. yang semua adalah protein. Darah adalah gabungan banyak macam protein. Hampir sebagian besar organel dan produk sel berbahan pokok protein. Sebetulnya selain protein. Protein yang tergolong paling besar ialah globulin. lekosit. arginin. treonin. Jika beruntaian banyak disebut polipeptida. dan metionin. Telah diajarkan kepada orang awam bahwa protein adalah zat pembangun. leusin. Ada bagian atau organel sel berupa protein. SUATU molekul protein terdiri dari untaian banyak asam amino.

globulin. dan otot rangka yang membuat anggota dapat digerakkan. kasein terkandung dalam susu. peptida. Glutein adalah protein yang terkandung dalam biji sereal (padi. Protein dibagi atas dua golongan: 1) sederhana. atau ubahan salah satu asam amino. kasein. gandum. otot polos yang membina berbagai saluran dalam tubuh. Yang gabungan terdiri dari gabungan protein dengan bahan organik lain. Tulang memiliki bahan dasar yang disebut osein. jelai. Tulang rawan memiliki bahan dasar khondrin. 2) gabungan. Otot jantung. jagung. mengandung serat yang dapat berkerut yang disebut miofibril. sorgum). suatu protein. Miofibril ini juga protein. . Enzim adalah biokatalisator dan itu adalah protein juga. histon adalah poros lilitan DNA dalam kromosom. Rambut dan bulu juga dibina atas keratin. histon. Yang sederhana seperti: albumin. seperti halnya yang membina kulit ari.darah yang kesat. dan vitelin adalah protein yang membina kuning telur. Yang sederhana jika diuraikan oleh suatu enzim akan pecah jadi asam amino saja. Hormon banyak yang protein. dan vitelin. dan globulin pembina bahan kekebalan atau antibodi. Albumin pengangkut zat dalam plasma darah. juga protein. glutein.

yang asalnya juga karena mangsa itu mendapat protein dari tumbuhan. Waktu embrio awal. semua . yaitu sampai tingkat morula. Pigmen ini mengandung unsur besi (Fe).lipoprotein.PROTEIN gabungan yang kompleks ialah seperti hemoglobin. Asam amino dalam sitoplasma itu dibawa darah dari usus. Glukosa dapat diubah jadi asam amino setelah dari tanah oleh akar diisap ion nitrat (NO3). Oleh karena punya kloroplas maka tumbuhan dapat berfotosintesa. dan glikoprotein. Asalnya protein makanan itu diproduksi oleh tumbuhan. Meski asam amino berasal dari tumbuhan. Dari sini dihasilkan glukosa. lalu gabung dengan glukosa itu. yang sewaktu akan bergabung membentuk untaian jika dari inti datang perintah untuk menyintesa sejenis protein. yang membuat eritrosit dan darah keseluruhan jadi berwarna merah. berguna untuk mengikat oksigen dalam paru. Dari sini tumbuhan pun memproduksi protein. Asam amino yang 20 macam itu tersimpan dalam sitoplasma. sebagai hasil pencernaan protein dalam bahan makanan. Hemoglobin (Hb) adalah pigmen pernapasan dalam eritrosit. tetapi protein yang disentesa hewan beda dengan tumbuhan. Karnivora mendapat protein dari tubuh mangsa. Dalam sel tubuh kita protein dibikin dari monomer asam amino. Protein dapat disintesa oleh semua sel makhluk.

jaringan epitel lendir usus. paru. Kromosom terpanjang atau terbesar mengandung gen paling banyak. dan kelamin. Kromosom yang 23 macam itu memiliki panjang bervariasi. Sel orang mengandung 23 pasang atau 46 kromosom.000-an. Sel tubuh orang mengandung hampir 100. ada pula oleh beberapa gen. Sekitar 60 persen gen itu menyintesa protein. lalu terbentuk berbagai jaringan. maka tiap sel dari setiap jaringan menyintesa protein khusus.000 gen. Cetak biru iitu ada pada gen. mungkin hanya ratusan. sekitar 2. Hemoglobin disintesa oleh dua gen. SETIAP macam protein disintesa menurut cetak biru. sedangkan gen antibodi disintesa empat gen. hanya menyintesa keratin. jaringan otot menyintesa protein miofibril. Dari hampir 100. Tiap macam ada sepasang. menghasilkan musin sebagai bahan dasar lendir yang digetahkan.000 gen dalam tiap sel tubuh seseorang terbentuk ribuan macam . Beda protein beda pula gennya. disebar pada 23 macam kromosom. Jaringan pengikat menghasilkan serat kolagen. yang jadi sisi jaringan bersangkutan. Jaringan epitel di kulit. dan jaringan saraf menghasilkan neurotransmitter (bahan perambat rangsang). Sedangkan gen berada dalam kromosom. Ada satu protein dihasilkan oleh satu gen saja. Sedangkan kromosom terpendek atau terkecil mengandung gen tersedikit. misalnya.sel membikin semua macam protein dan bahan organik lain. Ketika embrio telah mengalami diferensiasi.

yaitu yang menjadi selaput setiap sel dan juga menyelaputi banyak organel dalam sel. Karena sintesa zat organik lain. Meski macam protein sama pada semua individu suatu species. Banyak di antara protein membran itu yang bertindak sebagai penerima atau reseptor bagi berbagai zat untuk bisa dibawa masuk ke dalam sel. Jika bahan itu nonself berarti protein pengenal atau HLA-nya tidak cocok atau tidak sama dengan protein pengenal pada membran sel tuan rumah.protein. maka terbentuk ribuan macam kedua zat organik itu. diatur oleh enzim dan itu adalah protein. terutama karbohidrat dan lemak. Ada juga sebagai pengenal sel tetangga atau bahan yang datang dari luar tubuh. Karena itu beda individu beda pula struktur halus proteinnya. Protein pengenal kecocokan jaringan disebut HLA (human leukocyte antigen). dan yang bukan dari tubuh sendiri (nonself). namun antara berbagai individu species bersangkutan terdapat perbedaan kecil atau variasi ultrastruktur setiap macam protein. . dibina atas dua lapis lemak. dan terhadapnya lekosit tuan rumah terangsang untuk menghasilkan antibodi dan lekosit yang terangsang untuk meracun dan merusak bahan asing. Protein pengenal akan mengenal sel atau bahan yang berasal dari tubuh sendiri (self). Protein pengenal bahan asing itu dianggap sebagai antigen. dan ditunjang oleh banyak molekul protein. Sudah pernah dibicarakan bahwa membran sel. disebut protein pengenal. Itu terjadi karena kalau beda individu bervariasi pula susunan nukleotida DNA gen-gennya.

membantu lekosit melawan bahan asing itu. Orang Rh. Antibodi menggumpalkan antigen. Golongan B berantigen B dan beranti-A.SEL-sel peronda. dan penduduk yang bergol. karena gen-gen mereka sama susunan rinci DNA-nya. Rhhanya sekitar 10-15 persen dari suatu penduduk. Golongan darah kedua sistem ditentukan oleh hadirnya antigen dengan tanda sama pada membran eritrosit. Golongan darah yang sama akan cocok jika tranfusi. tubuh akan kalah lalu meninggal. AB. golongan AB berantigen A dan B tetapi tak berantibodi. khusus bagi sel darah merah (eritrosit) lebih banyak peluang kecocokan.pada plasma. berantigen A pada eritrosit. makrofoga. Golongan O tak berantigen tetapi ada kedua antibodi. Terlebih antara saudara kembar identik. dan berantibodi anti-B dalam plasma. Menurut sistem ABO ada empat golongan penduduk: A. Misalnya antara saudara kandung. Untuk keperluan tranfusi berlaku dua sistem: ABO dan faktor Rhesus.tak . yaitu makrofaga. tidak digumpalkan. sedangkan lekosit perusak menghancurkan jaringan. berarti dapat terjadi cangkok organ antara mereka. Secara umum jika tidak ada hubungan darah peluang keccocokan HLA hanya sekitar satu dalam sekian sejuta penduduk. dan antibodi tak mampu menghancurkan. sedangkan menurut sistem Rhesus dua golongan pula: Rh+ dan Rh-. Orang bergolongan A. Bisa juga terjadi HLA antara dua individu cocok. Tetapi. Jika bahan asing itu besar seperti organ cangkokan. lekosit. Makrofoga memakan bersihkan ampas hancuran. Orang Rh+ berantigen Rhesus tapi tak ada antibodi Rh. B. dan O.

Sebagai anti bodi. Secara umum kualitas protein tergantung pada dua karakteristik berikut: 1. Mereka telah membuat kita menjadi individu unik sebagaimana kita sekarang. pertahanan dan memperbaiki jaringan tubuh. Protein adalahi sumber utama dari nitrogen yang merupakan elemen yang sangat penting dari setiap mahluk hidup. Jika komponen yang tidak dapat dicerna mencegah proses ini asam amino yang penting hilang bersama feses). Protein berperan sebagai struktural yang membangun tubuh kita. Hormon peptida membawa pesan-pesan yang mengkoordinasi pelangsungan aktivitas tubuh dan protein melakukan lebih banyak lagi. Digestibilitas protein (untuk dapat digunakan oleh tubuh.berantigen dan antibodi. mereka melindugi kita dari penyakit. Protein sangat berbeda dari karbohidarat dan lemak. . Fungsi utamanya membentuk jaringan tubuh dengan kandungan asam aminonya. Protein membentuk kehidupan manusia. Enzim protein memecah makanan menjadi zat gizi yang dapat digunakan sel. protein selalu dihubungkan dengan mahluk hidup dan upaya untuk mengetahui bagaimana kehidupan bermula dipusatkan pada bagimana protein mulanya terbentuk. mereka memandu perkembangn kita dimasa kanak-kanak dan memperhatikan tubuh kita selama masa dewasa. Kualitas protein didasarkan pada kemampuannya untuk menyediakan nitrogen dan asam amino bagi pertumbuhan. asam amino harus dilepaskan dari komponen lain makanan dan dibuat agar dapat diabsorpsi.

Komposisi asam amino seluruh asam amino yang digunakan dalam sintesis protein tubuh harus tersedia pada saat yang sama agar jaringan yang baru dapat terbentuk.amino yang membentuk ikatan yang tidak dapat dicerna.Digestibilitas protein Ketersediaan as.aminonya. Panas menyebabkan ikatan kimia antara gula dan as. 3. dengan interval yang lebih panjang akan menurunkan persaingan dari enzim yang tersedia dan tempat absorpsi.amino lain yang dibutuhkan. 2. Tidak ada rekomendasi khusus untuk orang-orang yang mengonsumsi protein hewani bersama protein nabati. Digestibitas dan absorpsi dipengaruhi oleh jarak antara waktu makan.dengan demikian makanan harus menyediakan setiap asam amino dalam jumlah yang mencukupi untuk membentuk as.amin. Bagi mereka yang tidak mengosumsi protein hewani dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi pangan nabatinya untuk kebutuhan as. Perkembang jaringan Periode dimana perkembangn terjadi dengan cepat seperti pada masa janin dan kehamilan membutuhkan lebih banyak protein. Kualitas protein Kebutuhan protein dipengaruhi oleh kualitas protein makanan pola as. Faktor yang mempengaruhi kebutuhan protein 1. .amino dipengaruhi oleh persiapan makanan.

penyembuhan luka dan produksi faktor imunitas untuk melawan infeksi. Karbohidrat memiliki berbagai fungsi dalam tubuh makhluk hidup. hidrat arang) atau sakarida (dari bahasa Yunani .[2] . berarti "gula") adalah segolongan besar senyawa organik yang paling melimpah di bumi.4. dan materi pembangun (misalnya selulosa pada tumbuhan. Karbohidarat juga mendukung sintesis protein dengan merangsang pelepasan insulin. Kandungan energi dari makanan Jumlah yang mencukupi dari karbohidart harus tersedia untuk mencukupi kebutuhan energi sehingga protein dapat digunakan hanya untuk pembagunan jaringn. Setelah trauma atau operasi as. tetumbuhan hijaumengubah karbon dioksida menjadi karbohidrat.amino dibutuhkan untuk pembentukan jaringan.[1] Pada proses fotosintesis. terutama sebagai bahan bakar (misalnya glukosa). 5. Karbohidrat Karbohidrat ('hidrat dari karbon'. Status kesehatan Dapat meningkatkan kebutuhan energi karena meningkatnya katabolisme. cadangan makanan (misalnya pati pada tumbuhan dan glikogen pada hewan). kitin pada hewan dan jamur). atau senyawa yang menghasilkan senyawa-senyawa ini bila dihidrolisis. Secara biokimia. sákcharon. karbohidrat adalah polihidroksil-aldehida atau polihidroksil-keton.

misalnya glukosa. disebut polisakarida. baik secara langsung atau tidak langsung. dan fruktosa. dilihat denganmikroskop cahaya. Pada awalnya. hampir semua organisme heterotrof.galaktosa. salah satu jenis karbohidrat cadangan makanan pada tumbuhan. Organisme autotrof seperti tumbuhan hijau. Sementara itu. Peran biologis Peran dalam biosfer Fotosintesis menyediakan makanan bagi hampir seluruh kehidupan di bumi. dan algafotosintetik memanfaatkan hasil fotosintesis secara langsung. Banyak karbohidrat merupakan polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta dapat pula bercabang-cabang.[3] Namun demikian. yaitu senyawa-senyawa yang n atom karbonnya tampak terhidrasi oleh n molekul air. benar- . dan selulosa. terdapat pula disakarida (rangkaian dua monosakarida) dan oligosakarida (rangkaian beberapa monosakarida). Butir-butir pati. termasuk manusia.Karbohidrat mengandung gugus fungsi karbonil (sebagai aldehida atau keton) dan banyak gugus hidroksil. bakteri. misalnya pati. istilah karbohidrat digunakan untuk golongan senyawa yang mempunyai rumus (CH2O)n. kitin. terdapat pula karbohidrat yang tidak memiliki rumus demikian dan ada pula yang mengandung nitrogen. Selain monosakarida dan polisakarida.[2] Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana yang disebut monosakarida. fosforus. atau sulfur.

1 gram karbohidrat memiliki nilai energi 4 Kalori.[4] Pada proses fotosintesis. Misalnya. Bahan makanan sumber karbohidrat ini misalnya padi-padian atau serealia(gandum dan beras). merupakan nutrien utama sel. Peran sebagai bahan bakar dan nutrisi Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh makhluk hidup. dan pati. Selain itu. misalnya glukosa.[1] Sebagai nutrisi untuk manusia. pada vertebrata. selulosa. Senyawa ini merupakan bahan dasar senyawa-senyawa lain yang digunakan langsung oleh organisme autotrof. khususnya glukosa. glukosa mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh.[5] Dalam menu makanan orang Asia Tenggara termasuk Indonesia. dan gula. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan mengambil tenaga yang tersimpan di dalam molekul tersebut pada proses respirasi selular untuk menjalankan sel-sel tubuh.[6] . umbiumbian (kentang. singkong. termasuk asam amino dan asam lemak. Monosakarida. kerangka karbon monosakarida juga berfungsi sebagai bahan baku untuk sintesis jenis molekul organik kecil lainnya.benar bergantung pada organisme autotrof untuk mendapatkan makanan. karbon dioksida diubah menjadi karbohidrat yang kemudian dapat digunakan untuk mensintesis materi organik lainnya. umumnya kandungan karbohidrat cukup tinggi. yaitu antara 70 80%. ubi jalar). Karbohidrat yang dihasilkan oleh fotosintesis ialah gula berkarbon tiga yang dinamai gliseraldehida 3-fosfat.

karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh[rujukan?]. Pati merupakan suatu polisakarida simpanan pada tumbuhan.[7] Manusia tidak dapat mencerna selulosa sehingga serat selulosa yang dikonsumsi manusia hanya lewat melalui saluran pencernaan dan keluar bersama feses. dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak. Dengan mensintesis pati.Namun demikian.[8] Selain sebagai sumber energi. dan biji-bijian. yaitu bervariasi antara 90% 98%. daya cerna tubuh manusia terhadap karbohidrat bermacammacam bergantung pada sumbernya. Contoh makanan yang sangat kaya akan serat selulosa ialah buah-buahan segar. Glukosa . Kentang merupakan salah satu bahan makanan yang mengandung banyak karbohidrat. berperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh. termasuk kloroplas. yang nantinya akan dihidrolisis untuk menyediakan gula bagi sel ketika diperlukan.Serat menurunkan daya cerna karbohidrat menjadi 85%. sayur-sayuran. tumbuhan dapat menimbun kelebihan glukosa. Serat-serat selulosa mengikis dinding saluran pencernaan dan merangsangnya mengeluarkan lendir yang membantu makanan melewati saluran pencernaan dengan lancar sehingga selulosa disebut sebagai bagian penting dalam menu makanan yang sehat. Peran sebagai cadangan energi Beberapa jenis polisakarida berfungsi sebagai materi simpanan atau cadangan. Tumbuhan menumpuk pati sebagai granul atau butiran di dalam organel plastid.

batang. Misalnya. selulosa ialah komponen utama dinding sel tumbuhan. Kitin murni mirip seperti kulit. disebut peptidoglikan. liat.[9] Sementara itu. dahan.[10] Kayu terutama terbuat dari selulosa dan polisakarida lain. dan semua bagian berkayu dari jaringan tumbuhan.[8] Sementara itu. Selulosa bersifat seperti serabut. Polisakarida struktural penting lainnya ialah kitin. dinding sel bakteri terbuat dari struktur gabungan karbohidrat polisakarida dengan peptida. karbohidrat yang menyusun kerangka luar (eksoskeleton) arthropoda (serangga. Namun demikian. Sementara itu. Kitin juga ditemukan pada dinding sel berbagai jenis fungi. glikogen tidak dapat diandalkan sebagai sumber energi hewan untuk jangka waktu lama. dan hewan-hewan lain sejenis). sehingga pati merupakan energi cadangan. tetapi akan mengeras ketika dilapisi kalsium karbonat. hewan menyimpan polisakarida yang disebut glikogen.[9 Peran sebagai materi pembangun Organisme membangun materi-materi kuat dari polisakarida struktural. crustacea. Dinding sel ini membentuk . dan ditemukan terutama pada tangkai.merupakan bahan bakar sel yang utama. misalnyahemiselulosa dan pektin. Glikogen simpanan akan terkuras habis hanya dalam waktu sehari kecuali kalau dipulihkan kembali dengan mengonsumsi makanan. kapas terbuat hampir seluruhnya dari selulosa. Penguraian glikogen pada sel-sel ini akan melepaskan glukosa ketika kebutuhan gula meningkat. tidak larut di dalam air. laba-laba. Manusia dan vertebrata lainnya menyimpan glikogen terutama dalam sel hati dan otot.

glikoprotein. dan O) mencerminkan keragaman oligosakarida pada permukaan sel darah merah. tulang rawan. Monosakarida dibedakan menjadi aldosa dan ketosa. sedangkan glikoprotein terdiri terutama atas protein. Disakarida dan oligosakarida .suatu kulit kaku dan berpori membungkus sel yang memberi perlindungan fisik bagi membran sel yang lunak dan sitoplasma di dalam sel. AB. B. dan glikolipid. dan cairan sinovial yang melicinkan sendi otot. Sementara itu. empat golongan darah manusia pada sistem ABO (A. Contoh ketosa yaitu fruktosa. Misalnya. glikoprotein dan glikolipid (gabungan karbohidrat dan lipid) banyak ditemukan pada permukaan sel hewan.[12] Karbohidrat pada glikoprotein umumnya berupa oligosakarida dan dapat berfungsi sebagai penanda sel.[13] Klasifikasi karbohidrat Monosakarida Monosakarida merupakan karbohidrat paling sederhana karena molekulnya hanya terdiri atas beberapa atom C dan tidak dapat diuraikan dengan cara hidrolisis menjadi karbohidrat lain. Proteoglikan ditemukan misalnya pada perekat antarsel pada jaringan. Proteoglikan maupun glikoprotein terdiri atas karbohidrat dan protein. Contoh dari aldosa yaitu glukosa dan galaktosa. namun proteoglikan terdiri terutama atas karbohidrat.[11] Karbohidrat struktural lainnya yang juga merupakan molekul gabungan karbohidrat dengan molekul lain ialah proteoglikan.

Polisakarida Polisakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari banyak sakarida sebagai monomernya. Jenis-jenis karbohidrat sangat beragam dan mereka dibedakan satu dengan yang lain berdasarkan susunan atom-atomnya. Komponen ini disusun oleh 3 unsur utama. glikogen. panjang/pendeknya rantai serta jenis ikatan akan membedakan karbohidrat yang satu dengan lain.Disakarida merupakan karbohidrat yang terbentuk dari dua molekul monosakarida yang berikatan melalui gugus -OH dengan melepaskan molekul air. hidrogen (H) dan oksigen (O). dan amilum. . Rumus umum polisakarida yaitu C6(H10O5)n. dan maltosa. laktosa. glikogen. karbohidrat merupakan komponen pangan yang menjadi sumber energi utama dan sumber serat makanan. yaitu karbon (C). Contoh dari disakarida adalahsukrosa. Dari kompleksitas strukturnya dikenal kelompok karbohidrat sederhana (seperti monosakarida dan disakarida) dan karbohidrat dengan struktur yang kompleks atau polisakarida (seperti pati. Contoh polisakarida adalah selulosa.

. Contohnya adalah selulosa. fungsi penting karbohidrat dalam proses pengolahan pangan adalah sebagai bahan pengisi. Disamping sebagai sumber pemanis.amilase untuk menghasilkan energi. Monokasarida. rafinosa. Karbohidrat dari kelompok yang dapat dicerna. Berdasarkan nilai gizi dan kemampuan saluran pencernaan manusia untuk mencernanya. Karbohidrat yang tidak dapat dicerna (juga dikelompokkan sebagai serat makanan/dietary fiber) tidak bisa dipecah oleh enzim a-amilase.selulosa dan hemiselulosa). bisa dipecah oleh enzim a. dekstrin dan pati adalah kelompok karbohidrat yang dapat dicerna. fruktooligosakarida. lignin dan substansi pektat. pengental. galaktooligosakarida) dan dekstrin yang memiliki rantai monosakarida yang lebih pendek dari polisakarida. penstabil emulsi. terdapat oligosakarida (stakiosa. Di samping itu. hemiselulosa. karbohidrat dapat dikelompokkan menjadi karbohidrat yang dapat dicerna dan karbohidrat yang tidak dapat dicerna. disakarida.

monosakarida. senyawa ini pernah disangka sebagai hidrat karbon. yi terdiri atas 3-6 atom C dan zat ini tidak dapat lagi dihidrolisis oleh larutan asam dalam air menjadi karbohidrat yg lebih sederhana. contoh. Karena komposisi yang demikian. Komponen ini juga digunakan sebagai bahan baku proses fermentasi. glukosa C6H12O6. pembentuk flavor dan aroma. sellulosa (C6H10O5)n. berasal dari bahasa Arab "sakkar" artinya gula. sukrosa C12H22O11. . Melihat struktur molekulnya. Klasifikasi Karbohidrat terbagi menjadi 3 kelompok. Contoh glukosa. senyawa tersebut bukan hidrat dari karbon. Nama lain dari karbohidrat adalah sakarida. Rumus umum karbohidrat Cn(H2O)m. 1.pengikat air. karbohidrat lebih tepat didefinisikan sebagai suatu polihidroksialdehid ataupolihidroksiketon. adalah suatu polihidroksi aldehid karena mempunyai satu gugus aldehid da 5 gugus hidroksil (OH). hidrogen. pembentuk tekstur dan berperan dalam reaksi pencoklatan. Karbohidrat sederhana mempunyai rasa manis sehingga dikaitkan dengan gula. Pengertian Karbohidrat adalah senyawa organik terdiri dari unsur karbon. tetapi sejak 1880. dan oksigen.

3. Disakarida dpt dihidrolisis oleh larutan asam dalam air sehingga terurai menjadi 2 molekul monosakarida. Glukosa dihasilkan pada fotosintesis Beberapa monosakarida penting Glukosa Glukosa disebut juga gula anggur karena terdapat dalam buah anggur. Glukosa merupakan monomer dari polisakarida terpenting yaitu amilum. polisakarida. dan laktosa. Glukosa merupakan senyawa organik terbanyak. yi senyawanya terbentuk dari 2 molekul monosakarida yg sejenis atau tidak. senyawa ini bisa dihidrolisis menjadi banyak molekul monosakarida. terdapat pada hidrolisis amilum. sukrosa. gula darah karena terdapat dalam darah atau dekstrosa karena memutarkan bidang polarisasi kekanan. Fruktosa . sbg sumber energi. amilum sebagai cadangan makanan. maltosa. sellulosa sbg pembentuk kerangka bagi tumbuhan. disakarida. Fungsi Bagi manusia.2. yi senyawa yg terdiri dari gabungan molekul2 monosakarida yg banyak jumlahnya. selulosa dan glikogen. Tumbuhan mendapat amilum dan selulosa dari glukosa. Bagi tumbuhan.

kemudian H2SO4 pekat secukupnya sehingga . Bersama2 dengan glukosa merupakan komponen utama dari madu.Fruktosa terdapat dalam buah2an. Identifikasi monosakarida 1. larutan monosakarida yg baru dibuat mengalami perubahan sudut putaran disebut mutarrotasi. mudah larut dalam air. larutannya bersifat optis aktif. 5. 6.7`. merupakan gula yang paling manis. Larutannya merupakan pemutar kiri sehingga fruktosa disebut juga levulosa. 4. uji umum utk karbohidrat adalah uji Molisch. semua monosakarida merupakan reduktor sehingga disebut gula pereduksi. Ribosa dan 2-deoksiribosa Ribosa da 2-deoksiribosa adalah gula pentosa yg membentuk RNA dan DNA. semua monosakarida zat padat putih. 2. bila larutan karbohidrat diberi beberapa tetes larutan alfa-naftol. umumnya disakarida memperlihatkan mutarrotasi. 3. Sifat2 monosakarida 1. contoh larutan alfaglukosa yang baru dibuat mempunyai putaran jenis + 113` akhirnya tetap pada + 52. tetapi polisakarida tidak.

Akan tetapi pada akhirnya energi kinetik enzim melampaui rintangan energi untuk memutuskan ikatan hidrogen dan hidrofobik yang lemah. Aktivitas enzim dapat diamati dari sisa substrat. hal ini disebabkan oleh peningkatan energi kinetik pada molekul-molekul yang bereaksi. yaitu keadaan dalam tubuh yang selalu mempertahankan keadaan normalnya. gula pereduksi juga bereaksi positif dg pereaksi Tollens. Selain Pereaksi Benedict dan Fehling.blogspot. Sebagian besar enzim suhu optimalnya berada diatas suhu dimana enzim itu berada. Bila fruktosa diberi pereaksi seliwanoff dan dipanaskan dlm air mendidih selama 10 menit akan terjadi perubahan warna menjadi lebih tua. pada bidang batas kedua lapisan itu terbentuk cincin ungu. gula pereduksi yaitu monosakarida dan disakarida kecuali sukrosa dapat ditunjukkan dg pereaksi Fehling atau Bennedict. Adanya inhibitor non kompetitif irreversibel dan antiseptik dapat menurunkan aktivitas enzim. Aktivitas enzim meningkat bersamaan dengan peningkatan suhu. pH. 3. Bentuk kurva aktivitas pH ditentukan oleh denaturasi enzim (pada pH tinggi atau rendah) dan penambahan status bermuatan pada enzim dan atau substrat. Gula pereduksi bereaksi dg pereaksi Fehling atau Benedict menghasilkan endapan merah bata (Cu2O). laju berbagai proses metabolisme akan naik sampai batasan suhu maksimal. Pereaksi seliwanoff terdiri dari serbuk resorsinol + HCl encer. suhu. dan indikator. pH. mengalami perubahan selama reaksi. http://mutiarissa. 2. untuk saliva (enzim amilase) pHnya 7. Aktivitas katalis yang dimiliki enzim merupakan alat ukur yang selektif dan sensitif terhadap aktivitas enzim. Enzim merupakan biokatalisator yang bekerja spesifik. Prinsip biologis utama adalah homeostatis. tetapi berubah kembali kepada keadaan semula setelah reaksi-reaksi selesai.terbentuk 2 lapisan cairan. Faktor yang mempengaruhi pengukuran aktivitas enzim antara lain konsentrasi enzim dan substrat.com/2009/12/asam-amino-protein-dankarbohidrat. Perubahan relatif kecil saja dapat mempengaruhi aktivitas banyak enzim. Pada suhu ini terjadi denaturasi enzim menunjukkan suhu optimal. reaksi Seliwanoff (khusus menunjukkan adanya fruktosa). Aktivitas enzim maksimal diperoleh pada pH optimal. dan indikator. Aktivitas enzim dapat diamati dari sisa substrat atau produk yang terbentuk. yang mempertahankan struktur sekunder-tersiernya. Kecepatan reaksi mula-mula meningkat dengan menaiknya suhu. suhu. Enzim dapat pula mengalami .html LANDASAN TEORI Katalisator mempercepat reaksi kimia.

Larutan pati 3. Untuk menentukan kecepatan reaksi. C. Banyak racun yang bekerja sebagai inhibitor non kompetitif irreversibel terhadap aktivitas enzim. Tabung reaksi dan rak 3. iodosetamida.perubahan bentuk bila pH bervariasi. konsentrasi substrat yang menunjukkan kecepatan maksimal aktivitas enzim akan mencerminkan jumlah enzim aktif yang ada. Larutan Sublimat 7. 5. Pipet volume 6. Larutan dengan pH 1. 9 dan 11 6. PENGARUH SUHU TERHADAP AKTIVITAS ENZIM Bahan: Liur sebagai sumber amylase. antara lain ion logam berat. 3. Saliva 2. ada beberapa prosedur yang dikerjakan. dan zat-zat pengoksidatif. Erlenmeyer 5. Spektrofotometer 2. CARA KERJA DAN PEMBAHASAN Pada praktikum kali ini. Pereaksi: . Dengan perubahan muatan pada gugus ini maka protein dapat terbuka sehingga aktivitasnya berubah. Larutan Timbal Asetat D. Air Suling 5. sebenarnya pengaruh konsentrasi substratlah yang sangat berarti. yang antara lain adalah sebagai berikut. kecepatan awal suatu reaksi yang dikatalisis enzim harus sebanding dengan konsentrasi enzim. Termometer 7. Kecepatan awal suatu reaksi merupakan kecepatan yang diukur sebelum terbentuk produk yang cukup untuk memungkinkan suatu reaksi. Beaker glass 4. ALAT DAN BAHAN Alat: 1. Inhibitor non kompetitif irreversibel adalah suatu zat yang menghambat kerja enzim dengan cara berikatan dengan enzim tetapi bukan pada active sidenya. karena inhibitor tidak memiliki kesamaan dengan struktur substrat. Air es Bahan: 1. maka peningkatan konsentrasi substrat umumnya tidak menghilangkan inhibitor tersebut. 7. Gugus yang bermuatan yang jauh dari daerah terikat substrat diperlukan untuk mempertahankan struktur tersier-kuartener yang aktif. Tampunglah 2 ml liur dalam gelas kimia atau tabung reaksi yang kering. Penangas air 8. Larutan Iodium 4. 1. Pipet tetes 9. Namun.

Siapkan 6 pasang tabung reaksi yang bersih.137 0.136 0. keram pada tiap suhu paling sedikit 5 menit. kecepatan reaksi yang dikatalisis oleh enzim mula-mula meningkat karena adanya peningkatan suhu.111 0.130 0. peningkatan energi kinetik oleh peningkatan suhu mempunyai batas yang .115 60 0.017 0. Encerkan liur 10 kali dengan air suling.117 0.144 0.118 0.015 0. Energi kinetik akan meningkat pada kompleks enzim dan substrat yang bereaksi. keram tepat 1menit ‡ Larutan iodium ‡ Air suling 1 ml 1 ml 8 ml 1 ml 20 µl 1 ml 8 ml Segera baca densitas optik (DO) pada 680 nm. ‡ Pasangan pertama ditempatkan dalam bejana es (00C) ‡ Pasangan kedua ditempatkan di rak tabung (suhu ruang) ‡ Pasangan ketiga ditempatkan di penangas air (370C) ‡ Pasangan keempat ditempatkan dalam bejana berisi air 600C ‡ Pasangan kelima ditempatkan dalam bejana berisi air 1000C Tandai tabung satu dalam pasangan tabung dari tiap suhu tersebut dengan B (blanko).029 0. c. Namun.141 0.094 37 0.4 mg/ml) ‡ Larutan iodium Cara: a. tanbahkan berturut-turut: Larutan Tabung B Tabung U ‡ Larutan pati.023 Pembahasan: Pada perubahan suhu. Ke dalam tiap tabung. Campur baik-baik.108 100 0. Hitung DO antara tabung B (dianggap DO = DO reaksi enzimatik pada t = 0) dengan tabung U dari tiap suhu. b. ‡ Liur diencerkan (60X). Keenam tiap pasangan tabung dalam masing-masing suhu selama paling sedikit 5 menit. tabung dua dengan U (uji).‡ Larutan pati (0. Hasil Pengamatan: Suhu (oC) DO B DO U DO 0 0.099 Suhu ruang 0.027 25 0.037 0.

Seharusnya pada suhu 37 oC merupakan suhu dimana aktivitas enzim maksimal. Ke dalam tiap tabung. 2. 3. Sehingga kemungkinan besar temperatur yang diinginkan 0 oC tidak dapat tercapai. Pada suhu ini. pada suhu ini enzim dalam keadaan inaktif. paling sedikit 5 menit. dan 9 Cara: a. Siapkan 6 pasang tabung reaksi yang bersih. pada suhu 0 oC.4 mg/ml) ‡ Larutan iodium ‡ Larutan pH 1. 5. Pereaksi: ‡ Larutan pati (0. denaturasi yang disertai dengan penurunan aktivitas enzim sebagai katalis akan terjadi. maka kecepatan reaksi enzimatik kembali menurun. ada sedikit kesalahan yang mungkin disebabkan karena kurang cepatnya praktikan mengisolasi enzim sehingga enzim telah bereaksi pada suhu kamar dan akibatnya ada sedikit aktivitas enzim yang terjadi. Belum lagi suhu kulkas yang tidak stabil karena sering dibuka dan ditutup oleh praktikan lain selama pengeraman. Jika batas tersebut terlewati. Namun. 7. besarnya aktivitas enzim cukup signifikan besarnya. kecepatan reaksi enzimatik mengalami kenaikan. keram pada tiap suhu 370C. Tandai tiap tabung dengan B (blanko) dan U (uji) c. Hal ini mungkin disebabkan karena suhu di dalam ruangan lab lebih tinggi daripada suhu ruangan yang normal (28 oC) atau mungkin karena inkubasi pada suhu 37 oC kurang tepat atau tidak akurat. Suhu optimal enzim bergantung pada lamanya pengukuran kadar yang dipakai untuk menentukannya. Pada interval suhu 0 oC-37 oC.optimum. lakukan prosedur berikut: Larutan Tabung B Tabung U ‡ Larutan pati. Tetapi pada percobaan didapat kecepatan reaksi enzimatik tertinggi adalah pada suhu ruang. Hal ini terjadi karena temperatur ini merupakan temperatur normal tubuh manusia (suhu optimal enzim amilase salivarius adalah 37 oC). keram tepat 1menit ‡ Larutan iodium ‡ Air suling 1 ml 1 ml 8 ml 1 ml 20 µl . Seharusnya. Setelah melewati suhu optimum (37 oC). Campur baik-baik. maka semakin besar kemungkinan enzim tersebut mengalami denaturasi. Encerkan liur 10 kali dengan tiap larutan berbagai pH tadi b. PENGARUH pH TERHADAP AKTIVITAS ENZIM Bahan: Liur sebagai sumber amilase. maka energi tersebut dapat memutuskan ikatan hidrogen dan hidrofobik yang lemah yang mempertahankan struktur sekunder-tersiernya. ‡ Liur diencerkan 10x. Dari hasil percobaan. Tampunglah 2 ml liur dalam gelas kimia atau tabung reaksi yang bersih dan kering. Semakin lama suatu enzim dipertahankan pada suhu dimana strukturnya sedikit labil. Pada suhu ini seharusnya reaksi berlangsung paling cepat.

Umumnya.093 0. Hasil Pengamatan: pH DO B DO U DO 1 0. enzim bermuatan negatif (Enz-) bereaksi dengan substrat bermuatan positif (SH+) : Enz. 30x.072 0. Hal ini disebabkan pada pH kurang dari 4. Pada kurva yang diperoleh melalui percobaan.009 5 0. karena pada pH ini diperoleh aktivitas enzim yang tinggi (kecepatan reaksi enzimatik tinggi).019 7 0.127 -0. PENGARUH KADAR ENZIM TERHADAP AKTIVITAS ENZIM Bahan: Liur sebagai sumber amilase. Enz.113 -0. Pada pH 9 dan 11.081 -0.063 3 0.064 0. Siapkan 1 tabung reaksi yang bersih dan kering. kecepatan reaksi enzimatik meningkat hingga mencapai pH optimal dan menurun setelah pH lebih besar dari pH optimal. 3. enzim amilase saliva menjadi tidak aktif.4 mg/dl) ‡ Larutan iodium Cara: a. 3 dan 5.077 -0. nilai pH yang ekstrim (tinggi ataupun rendah) akan menurunkan kecepatan reaksi. Pereaksi: ‡ Larutan pati (0.036 0.065 Pembahasan: Kondisi pH dapat mempengaruhi aktivitas enzim melalui pengubahan stuktur atau pengubahan muatan pada residu yang berfungsi dalam pengikatan substrat atau katalis.086 11 0. aktivitas enzim masih ada.024 9 0. 40x dan 50x dengan aquadest. Tampunglah 2 ml liur dalam gelas kimia atau tabung reaksi yang bersih dan kering.mengalami protonasi dan kehilangan muatan negatifnya (enzim dinetralisir) : Enz. dapat dilihat bahwa enzim amilase saliva memiliki pH optimal pada pH 7.+ SH+ p EnzSH Pada pH yang rendah.048 0. Sebagai contoh. tetapi kecil (ditunjukkan oleh kecepatan reaksi enzimatik yang kecil pula). pada pH yang tinggi. Tandai dengan B (Blanko) . b. 20x.1 ml 8 ml Segera baca DO pada 680 nm.053 0. Encerkan saliva 10x. aktivitas enzim menurun karena telah terlewati pH optimal dari enzim tersebut.122 -0. Pada pH 1. SH+ mengalami ionisasi dan kehilangan muatan positifnya (substrat dinetralisir) : SH+ p S + H+ Karena (berdasarkan definisi) satu-satunya bentuk yang mengadakan interaksi adalah SH+ dan Enz-.112 -0. Hitung ¨ DO antara tabung B (dianggap DO = DO reaksi enzimatik pada t = 0) dengan tabung U dari tiap pengenceran enzim.+ H+ p EnzH Sedangkan.

Hal ini berarti semakin besar kadar enzim. Tandai tiap tabung dari setiap pasangan tabung dengan U (Uji). Pada percobaan kali ini dibuat larutan enzim dengan berbagai macam konsentrasi untuk dapat . Siapkan 6 tabung reaksi yang bersih dan kering. Perhatikan warna larutan.014 0. lakukan prosedur berikut: Larutan Tabung B Tabung U ‡ Larutan pati. semakin besar aktivitas enzim dan semakin cepat reaksi yang dikatalisis enzim. Ke dalam setiap tabung. kecepatan reaksi semakin meningkat dan semakin banyak kompleks enzim-substrat yang terbentuk. Maka produk yang terbentuk pun semakin banyak.196 40 x 0.346 10 x 0. lakukan terus pengenceran jika warna belum menyerupai blanko.193 Pembahasan: Aktivitas enzim dipengaruhi oleh kadar enzim.559 . f. d. Aktivitas enzim dan kadar enzim memiliki hubungan perbandingan yang lurus.026 0. 10x. 50x) campur baik-baik. keram pada suhu 370C paling sedikit 5 menit ‡ Liur (tidak diencerkan. Hitung DO antara tabung B (dianggap DO = DO reaksi enzimatik pada t = 0) dengan tabung U dari tiap pengenceran enzim.116 20 x 0.196 100 x 0.017 0.020 0.c. 20x. Segera baca DO pada 680 nm. keram tepat 1 menit ‡ Larutan iodium ‡ Aquadest 1 ml 1 ml 8 ml 1 ml 20 l 1 ml 8 ml e. Hasil Pengamatan: Pengenceran DO tb B DO tb U DO / menit (v) Tidak Diencerkan 0.0.199 80 x 0.036 0. 30x.097 0.187 50 x 0. maka kecepatan rekasi yang dikatalisis enzim akan menurun karena enzim yang tersedia tidak cukup banyak untuk bereaksi dengan substrat. 40x.177 30 x 0.017 0. Reaksi enzimatik yaitu: k1 k2 Enz + S Enz-S Enz + P Semakin banyak enzim yang berikatan dengan substrat. Apabila kadar substrat tetap dan kadar enzim turun.

Encerkan liur 10 x dengan air suling. Kadar enzim yang bervariasi dibuat dengan pengenceran dengan aquadest. b. Tampunglah 2 ml liur dalam gelas kimia atau tabung reaksi yang kering. semakin menurun pula aktivitas enzim (kecepatan reaksi menurun) Akan tetapi. 3.Kurang teliti dalam melakukan pengenceran . Selanjutnya pada pengenceran 10x seharusnya diperoleh kecepatan reaksi enzimatik yang lebih kecil daripada tanpa pengenceran. Terjadi penyimpangan-penyimpangan sehingga kecepatan reaksi enzimatik tidak berbanding lurus dengan kadar enzim melainkan kecepatan enzim bervariasi naik turun terhadap kadar enzim. aktivitas enzim seharusnya semakin menurun. Larutan tabung B tabung U 1.4 Mg / Ml ) ‡ Larutan Iodium ‡ Larutan Sublimat ( Hgcl2 ).Saliva sebagai sumber enzim telah dipengaruhi oleh zat warna atau kandungan dari permen karet yang digunakan untuk memicu pengeluaran saliva 4. Pada hasil percobaan. Siapkan 3 pasang tabung reaksi yang bersih. lakukan prosedur berikut : No. Tandai tiap tabung dengan b (blanko) dan u (uji). Begitupun pada pengenceran seterusnya. PENGARUH INHIBITOR NON-KOMPETITIF IREVERSIBEL (LOGAM BERAT) DAN ANTISEPTIK TERHHADAP AKTIVITAS ENZIM Bahan: Liur sebagai sumber amilase. percobaan yang dilakukan praktikan tidak sesuai dengan hasil yang seharusnya didapat. Ke dalam tiap tabung. Semakin menurun kadar enzim. Larutan pati. c. Hal ini disebabkan jumlah enzim yang bereaksi dengan substrat berkurang sehingga aktivitas enzim pun menurun.Kesalahan waktu atau suhu saat pengeraman .membandingkan kerja enzim pada berbagai konsentrasi. Penyimpangan tersebut dapat disebabkan oleh berbagai hal: . Peraksi: ‡ Larutan Pati ( 0. larutan timbal asetat. Dalam tabung yang lain encerkan pula 10x dengan sublimat. 2. 4. 1 gr/dl ‡ Larutan Timbal Asetat ( 1 gr/dl ) Cara: a. seharusnya diperoleh bahwa semakin tinggi pengenceran (semakin encer). aktivitas enzim tertinggi (kecepatan reaksi enzimatik tertinggi) seharusnya diperoleh pada kadar enzim terbesar. keram pada Suhu 37Ûc paling sedikit 5 menit . Hal ini disebabkan banyak enzim yang bereaksi dengan substrat sehingga kecepatan reaksi tinggi dan produk banyak yang dihasilkan. yaitu saat saliva tidak diencerkan.

Inhibitor kompetitif memiliki struktur kimia yang mirip dengan substrat dan mengikat enzim pada active site yang sama dengan substrat (tempat katalitik). Selain itu. keram tepat 1 menit Larutan iodium Air suling 1 ml 1 ml 8 ml 1 ml 0.014 0.003 -0.Liur diencerkan 10X dengan aquadest dan dengan berbagai inhibitor atau antiseptik Campur baik-baik.001 0. B DO tb.011 0. karena I dan S berikatan pada tempat yang berlainan.022 Pembahasan: Inhibitor adalah zat yang dapat menghambat kerja enzim.011 0. ada pula inhibitor kompetitif dan inhibitor non-kompetitif.033 0. Maka. Dalam kata lain inhibisi nonkompetitif tidak terdapat persaingan antara substrat dan inhibitor Inhibitor nonkompetitif yang reversible menurunkan percapatan reaksi maksimal yang diperoleh pada pemberiaan sejumlah tertentu enzim ( Vmaks yang lebih rendah ) tetapi biasanya tidak mempengaruhi Km. Penghambatan kerja enzim dibedakan menjadi penghambatan reversibel dan penghambatan ireversibel. Hitung ¨ DO antara tabung B ( dianggap DO = DO reaksi enzimatik pada t = 0 ) dengan tabung U dari tiap pengenceran enzim. reaksi dapat diperlambat tetapi tidak akan berhenti. .009 0. inhibitor dan substrat akan bersaing untuk memperebutkan tempat-tempat pengikatan yang sama pada permukaan enzim. Pembentukan kompleks EnzInhibitor maupun EnzSubstrat dapat terjadi. Hasil Pengamatan: Pengenceran DO tb..008 0.2 ml 1 ml 8 ml Segera baca DO ( Densitas Optik ) pada 680 nm. Inhibitor ini dapat bereaksi dengan kompleks enzim-substrat (karena tempat pengikatan enzim yang berbeda) untuk menghasilkan produk. Struktur inhibitor non-kompetitif berikatan dengan enzim pada domain yang berbeda dari tempat pengikatan enzim-substrat. karena EnzIS dapat terurai dan membentuk produk dengan kecepatan yang lebih lambat daripada penguraian EnzS. U DO/menit (v) Air suling Sublimat Timbal asetat 0.

Pada umumnya. Pada percobaan saliva diencerkan 80X dikarenakan saliva menunjukan aktifitas enzim substrat berlebih ( test dengan larutan iodium ) pada pengenceran 80X dengan aquadest. dapat mengurangi aktivitas enzim. aktivitas enzim menurun karena sublimat dan timbal asetat menghambat enzim dengan berikatan pada substrat dan dapat mendenaturasi enzim.Inhibitor non-kompetitif ireversibel yaitu inhibitor yang berikatan dengan enzim tidak pada active site-nya dan pengikatan inhibitor-enzim tidak dapat lepas lagi. Penurunan atau kenaikan pH akan mempengaruhi aktivitas enzim. E. Suhu optimum enzim amilase yang terdapat pada saliva adalah 37 oC. Kecepatan reaksi enzimatik akan meningkat seiring dengan peningkatan suhu sampai batas optimum. 2. KESIMPULAN Dari beberapa percobaan yang dilakukan. Suhu optimum enzim amilase salivarius adalah 37 oC. maka kecepatan reaksi enzimatik akan kembali menurun. 1. Setelah melewati suhu optimum. Aktivitas enzim tertinggi dicapai pada pengenceran dengan air suling. Setelah melewati suhu optimum. Ion-ion logam berat. pada pengenceran dengan larutan sublimat dan larutan timbal asetat. Enzim memiliki aktivitas maksimal pada pH optimumnya (pH optimum enzim amilase saliva adalah 9. Hal ini terlihat dari kecepatan reaksi enzimatik pada pengenceran dengan larutan timbal asetat paling kecil (aktivitas enzim sangat kecil). enzim akan mengalami denaturasi. 3.wordpress. 4. Jika ion logam berat ini berikatan dengan enzim. 2.com/2009/07/10/enzim-2/ TUJUAN Dapat memahami pengaruh pH dan inhibitor terhadap aktivitas enzim. Kecepatan reaksi enzimatik akan meningkat seiring dengan peningkatan suhu sampai batas optimum. sama dengan suhu normal tubuh. sama dengan suhu normal tubuh. http://filzahazny. Sedangkan. Inhibisi yang ditimbulkan oleh timbal asetat (Pb2+) lebih besar daripada yang ditimbulkan oleh sublima (Hg2+). seperti Ag+ dan Hg2+. Inhibitor logam berat dapat menyebabkan denaturasi enzim sehingga aktivitas enzim kecil sekali. terjadi pengikatan secara kovalen dengan gugusf ungsional dari enzim. maka kecepatan reaksi enzimatik akan kembali menurun. TEORI DASAR . maka dapat disimpulkan antara lain adalah sebagai berikut.

4. konsentrasi enzim. 8. Masing-masing faktor tersebut harus dikendalikan dengan sebaik-baiknya untuk menghasilkan hasilyang optimal. 10 ml Pipet tetes Pengaduk Bahan Larutan buffer pH 8. 6. . 3. konsentrasi substrat.4. 2 ml larutan natrium klorida 0. 2.Aktivitas enzim dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pH. 5ml. 3.1  Pengaruh pH terhadap aktivitas enzim Siapkan 10 ml larutan buffer dengan pH 8. aktivitor dan inhibitor. 6. 9.2 dalam tabung reaksi yang terpisah. 7. 7. 5. 1. NO. 7. 11.8. konsentrasi garam anorganik.  Tambahkan 5 ml larutan amilum 1 %. 10.4. ALAT DAN BAHAN Alat Stop watch Water bath 380 C Tabung reaksi Pipet ukur 1 ml. PROSEDUR PERCOBAAN 4. 6 dan 5. 6. tempratur.1 M dan 2 ml larutan saliva (1:9) pada tiap tabung reaksi. 12. 5.8. 6.1 M Larutan saliva (1:9) Aquadest Larutan iodine Larutan toluen Kloroform Larutan merkuri klorat 1% Larutan phenol 2% Natrium florida Pereaksi Benedict 4. kosentrasi produk reaksi.2 Larutan amilum 1% Larutan Natrium Klorida 0.

4.4 Pengaruh pH terhadap aktivitas enzim Larutan iodine () > 60 tetes Perubahan Larutan biru .     Tambahkan 5 ml larutan amilum 1% pada tiap tabung reaksi.  Pada tabung yang terpisah tambahkan 5 tetes larutan toluen. Tempatkan tiap-tiap tabung tersebut dalam water bath 380 C selama 15 menit. 5 tetes kloroform. campurkan dengan baik.  Taruh tabung tersebut pada rak tabung selama 10 menit sambil sesekali digojok perlahan-lahan. 5 tetes larutan phenol 2%. DATA PENGAMATAN 5.1 pH 7. 0.2   Pengaruh inhibitor terhadap aktivitas enzim Larutkan 2 ml saliva dengan 8 ml aquadest. 5 tetes larutan merkuri klorida 1%.    Tempatkan tabung reaksi dalam water bath 380 C selama 10 menit. Bagi masing-masing tabung menjadi dua bagian untuk dilakukan uji iodine dan Benedict. Tambahkan 1 ml larutan saliva yang telah diencerkan pada tiap tabung reaksi yang berbeda sejumlah 6 tabung. Tentukan tabung mana yang pertama kali mencapai titik akromik (tidak memberikan warna dengan iodine) !  Tabung dengan pH 8 dan 7.5 gram natrium florida dan 5 tetes aquadest. Tambahkan larutan iodine secukupnya pada tiap tabung reaksi sedikit demi sedikit.4 sebaiknya diasamkan dengan ditambahkan asam asetat sedikit demi sedikit sebelum ditambahkan iodine. Catat dan amati perubahan yang terjadi ! 5. Amati dan catat perubahan yang terjadi.

2  Pengaruh inhibitor terhadap aktivitas enzim Uji Iodine Perubahan Sampel Awal Saliva + toluen Tidak Berwarna Tidak Berwarna Tidak Berwarna Tidak Berwarna Tidak Berwarna Tidak Berwarna + Iodine Ungu Pucat (+) Ungu (++) Biru (+++) Tidak Berwarna (-) Tidak Berwarna (-) Ungu (++) + Pemanasan + - Saliva + kloroform Saliva + HgCl Saliiva + Phenol Saliva + aquadest Saliva + NaF  Uji Benedict Perubahan Sampel Awal Saliva + toluen Saliva + kloroform Saliva + HgCl Saliiva + Phenol Saliva + NaF Saliva + aquadest Tidak Berwarna Tidak Berwarna Tidak Berwarna Tidak Berwarna Tidak Berwarna Tidak Berwarna Biru Biru Biru + Benedict Biru Biru merah (+) merah (+) Biru (-) merah (+) merah (+) merah (+) + Pemanasan + ++ +++ + + 6.8 6 5. PEMBAHASAN .2 60 tetes 52 tetes > 60 tetes Larutan hijau Lautan hijau (paling cepat) Larutan hijau 5.6.

maka enzim akan semakin mudah beraktivitas dan menghidrolisis amilum. penambahan asam asetat tidak merubah tingkat aktivitas enzim secara signifikan. Penambahan sedikit asam asetat pada kedua larutan dengan pH tersebut dimaksudkan untuk mengamati apakah aktivitas enzimnya akan meningkat seiring dengan diturunkannya pH (penambahan asam akan menurunkan pH). aktivitas enzim paling baik bekerja. 5. Baik tidaknya enzim itu beraktivitas diindikasikan dengan cepat lambatnya proses hidrolisis amilum oleh enzim tersebut.1 o Pengaruh pH terhadap Aktivitas Enzim Penyiapan larutan buffer dengan pH yang bermacam-macam dimaksudkan untuk mengamati pada pH berapa enzim yang ada dalam larutan saliva tersebut paling baik beraktivitas. maka warna biru tua yang terbentuk akibat reaksi dengan iodine tersebut lama kelamaan akan berubah menjadi kekuningan dan hilang menjadi bening tak berwarna seiring dengan berkurang dan habisnya amilum dalam larutan (amilumnya habis terhidrolisis menjadi gula sederhana). o Enzim yang berada dalam larutan pada kondisi pH 8 dan pH 7.8. pH yang baik bagi aktivitas enzimatik ini kemudian disebut sebagai pH optimum enzim. Apabila enzim menghidrolisis amilum menjadi gula yang lebih sederhana.4 tidak menunjukkan adanya aktivitas enzimatik ketika dilakukan percobaan. apabila pHnya sudah turun dan mendekati angka pH optimum untuk aktivitas enzim tersebut. Warna larutan pada kedua tabung tersebut berubah menjadi hijau dalam waktu yang sangat lama dibandingkan dengan tabung-tabung lain yang dikondisikan pada pH 6. Namun pada percobaan ini. . Artinya pada tingkat keasaman ini. pH optimum bagi enzim yang terkandung pada larutan saliva berarti berada pada pH 6. o Larutan yang menunjukan perubahan warna paling cepat adalah larutan yang dikondisikan dengan pH 6. Dengan penambahan larutan iodine. amilum akan memberikan warna biru tua.6. dan 6. terlihat dari warna larutan biru tua yang terus bertahan. Dalam hal ini. Lama proses perubahan warna inilah yang kemudian menjadi parameter pH optimum untuk aktivitas enzim yang ada pada laruan saliva.2.

Apabila melalui uji ini larutan berubah warna menjadi biru / keunguan.2 o Pengaruh Inhibitor Terhadap Aktivitas Enzim Uji iodine digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya kandungan amilum dalam sampel. Kuntitas endapan yang terbentuk setelah proses pemanasan merupakan indikasi banyaknya jumlah gula pereduksi yang terbentuk akibat hidrolisis amilum oleh enzim yang terkandung dalam larutan saliva. Namun dengan adanya suatu zat inhibitor tertentu. amilum yang ditambahkan ke dalam tabung berisi enzim akan terhidrolisis menjadi gula yang lebih sederhana. itu berarti bahwa amilum tersebut belum terhidrolisis enzim karena terinhibisi oleh senyawa inhibitor. senyawa yang bekerja paling baik sebagai inhibitor adalah HgCl. Pada pengujian ini. Berdasarkan data pengamatan. tabung dengan zat inhibitor HgCl menunjukkan hasil positif dengan pengujian ini berdasarkan perubahan warna yang terjadi menjadi keunguan. Pada percobaan ini. o Uji Benedict digunakan untuk mendeteksi ada tidaknya kandungan gula pereduksi dalam sampel. maka dikatakan dalam sampel tersebut terkandung amilum. didapat bahwa HgCl merupakan inhibitor yang paling efektif dalam menghambat aktivitas enzim karena negatif terhadap pengujian benedict. proses hidrolisis ini menjadi terhambat. Semakin sedikit endapan yang terbentuk melalui uji ini menunjukkan bahwa inhibitor yang ditambahkan semakin baik dan bekerja secara efektif.6. Senyawa yang paling buruk dalam menghambat aktivitas enzimatik yaitu phenol karena menunjukkan hasil yang negatif pada pengujian iodine dan menghasilkan jumlah endapan paling banyak melalui pengujian Benedict. . Warna biru yang bertahan setelah pemanasan menunjukkan seberapa besar kemampuan HgCl menginhibisi enzim ketika hendak menghidrolisis substratnya. HgCl dikatakan merupakan inhibitor yang paling efektif dalam menghambat aktivitas enzim yang terkandung dalam larutan saliva tersebut. o Berdasarkan data pengaatan dan percobaan yang dilakukan. Dengan demikian. Apabila endapan yang terbentuk sedikit. artinya karbohidrat yang ada dalam tabung masih berada dalam bentuk polisakarida (amilum). Artinya tidak terjadi reaksi hidrolisis pada tabung yang berisi larutan saliva sebagai enzim dan amilum sebagai substrat.

. Dikembangkan oleh para ilmuwan di Stanford University dan Inggris John Innes Centre. "Kami percaya bahwa metode ini merupakan terobosan signifikan dalam kloning gen. sedang phenol merupaka inhibitor yang paling buruk. http://andiscientist. William C. o Berdasarkan percobaan pengaruh inhibitor terhadap aktivitas enzim. ditemukan bahwa HgCl merupakan inhibitor yang paling bai. Teknik. prosedur baru dapat memungkinkan para ilmuwan untuk mengidentifikasi gen tertentu dalam hitungan bulan. adalah bagian dari tim peneliti yang telah menemukan cara baru untuk merampingkan proses mengisolasi gen individu untuk menentukan mereka fungsi. bukan tahun. dan Sharon Long. Postdoctoral sesama Raka Mitra. yang dikenal sebagai kloning berbasis transkrip. Tim menggunakan teknik ini untuk mengidentifikasi gen dalam DNA tanaman medis barel:. kiri. Steere Jr-Pfizer Inc Profesor di Biological Sciences.blogspot. dijelaskan di edisi 30 Maret Risalah National Academy of Sciences (PNAS). Foto LA Cicero Sekarang tim peneliti internasional telah menemukan sebuah teknik yang secara dramatis arus proses ini bagi beberapa jenis gen." tulis penulis studi PNAS. masingmasing diprogram untuk menghasilkan protein spesifik penting untuk pertumbuhan atau kelangsungan hidup organisme.7.com/2010/08/percobaan-pengaruh-ph-daninhibitor. KESIMPULAN o pH optimum untuk aktivitas enzim melalui percobaan uji pengaruh pH terhadap aktivitas enzim didapat pada pH 6.sebuah proses melelahkan sering membutuhkan tahun trial laboratorium dan kesalahan. Tantangan bagi ahli genetika adalah untuk mengisolasi gen individu dan menentukan fungsi mereka .html Tim International menemukan metode baru untuk mengisolasi Para ilmuwan 'teknik gen radikal dapat memperpendek berburu genetik Sebuah untai tunggal DNA tumbuhan atau hewan mungkin berisi puluhan ribu gen.

dapat mengambil tiga sampai lima tahun." Reverse genetika Medicago DNA berisi ribuan gen. "Pendekatan standar yang digunakan oleh ahli genetika tanaman . Proses ini dimulai dengan kejutan listrik secara acak ribuan bibit tanaman dengan radiasi. William C. Salinan RNA. membawa petunjuk kesalahan yang menghasilkan salinan cacat RNA." kata Mitra. Jr . kemudian pindah ke bagian lain dari sel. memimpin penulis studi PNAS. di mana ia digunakan sebagai template untuk memproduksi protein. produksi protein dimulai dengan gen . gen bermutasi. Long.. Misalnya. "Selama enam bulan. Steere. dan menggunakan metode tradisional untuk mencari tahu apa yang masing-masing melakukan adalah suatu proses yang memakan waktu. sebagian karena memerlukan pembuahan-silang dua generasi tumbuhan. Mitra.yang dikenal sebagai kloning gen . kami telah menyelesaikan apa yang kelompok lain mengambil beberapa tahun untuk menyelesaikan. yang sel mencoba untuk menghilangkan secepat mungkin . "Kloning Gene di truncatula M.Pfizer Inc Profesor di Biological Sciences di Stanford dan co-penulis penelitian. bagaimanapun. Instruksi akan disalin dari sebuah molekul DNA ke RNA dalam proses yang disebut transkripsi. "Kami pikir teknologi ini akan berlaku untuk spesies lain dan berharap bahwa hal itu meningkatkan laju penelitian biologi secara keseluruhan.anggota dari keluarga Fabaceae yang terkait erat dengan alfalfa. atau transkrip.bentangan pendek DNA terdiri dari bahan kimia disusun dalam urutan tertentu yang berisi instruksi untuk membangun protein. termasuk spesies tanaman yang paling. "Saya bertanya-tanya apakah kita bisa menghindari ini berburu sulit untuk gen saya mulai dari premis bahwa bermutasi gen memproduksi protein bermutasi -. jika peneliti ingin menemukan gen yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan akar normal. Dan bahkan dapat mencegah produksi protein sepenuhnya" Dalam sel tanaman yang sehat dan hewan."Dampak terbesar dari teknologi ini adalah mungkin pada tanaman dengan genom yang besar dan kompleks. Tujuannya adalah untuk meningkatkan tanaman mutan dengan mutasi fisik yang jelas." tambah Sharon R. dan kemudian memburu apa yang rusak. buncis dan kacang polong. yang juga menjabat sebagai dekan dari Stanford School of Humaniora dan Ilmu Pengetahuan. atau medis barel ." jelas Mitra.melibatkan mendobrak sistem dalam cara yang sangat terkontrol. maka pencarian melalui DNA tanaman sampai mutasi gen kepentingan adalah diidentifikasi. mereka akan mencari tanaman mutan dengan akar yang cacat dan kemudian melakukan analisis lengkap dari DNA tanaman sampai mereka terletak gen cacat yang menyebabkan kerusakan. kemudian semaian terbuka di laboratorium. Long. adalah kewenangan pada biologi molekuler bakteri dan tanaman." kata Stanford postdoctoral sesama Raka M. Dia dan rekanrekannya menggunakan teknik kloning baru untuk mengisolasi dan mengidentifikasi gen di dalam DNA truncatula Medicago.suatu fakta yang mengarah . dan kami mengidentifikasi gen cukup keren untuk boot.

lalu perlahan-lahan drop down Proses . pada gilirannya. ia dan rekanrekannya telah mempelajari kimia yang kompleks sinyal yang terjadi antara bakteri pengikat nitrogen dan tanaman. peneliti bisa merampingkan proses identifikasi gen-seluruh dengan menggunakan reverse genetics.mengulangi berkali-kali. Semua makhluk hidup membutuhkan nitrogen untuk membuat protein." Dalam upaya untuk lebih memahami fenomena ini..spiking kalsium yang disebut . " Persis bagaimana legum dan bakteri berkomunikasi tetap sesuatu yang misteri." jelas Mitra. "Tingkat meningkat dengan cepat. Namun..untuk mengidentifikasi gen yang memungkinkan tanaman untuk membentuk simbiosis bermanfaat untuk fiksasi nitrogen. Tapi apakah sebaliknya juga benar? Jika sel menghasilkan jumlah yang rendah dari sebuah transkrip RNA. "Bakteri manfaat karena mereka tertutup di lingkungan pelindung . Pertama. ada tanah-tinggal bakteri yang mengubah nitrogen atmosfer menjadi senyawa bahwa tanaman dapat menyerap di akar mereka dan kemudian dikonversi menjadi protein . Para peneliti telah menemukan bahwa Medicago dan kacang lainnya memungkinkan bakteri untuk menyerang akar mereka dan mengambil tinggal di organ tumorseperti yang disebut nodul. mendapatkan sumber utama mereka nitrogen dari tanaman.suatu proses yang disebut fiksasi nitrogen. dengan laju sekitar satu osilasi per menit.di mana mereka makan gula dari pabrik Manfaat tanaman karena bakteri mengubah nitrogen dari udara menjadi amonia. Sebagai bagian dari upaya itu. gas nitrogen.hidup. yang membuat bakteri fiksasi nitrogen penting untuk hewan semua . Mitra dan rekan kerjanya menggunakan teknik kloning baru mereka transkrip berbasis mengidentifikasi gen tanaman yang memainkan peran penting dalam produksi nitrogen dapat digunakan untuk tanaman dan hewan. "Laboratorium kami memiliki tujuan tertentu . dan berlanjut selama berjam-jam. yang membuat naik hampir 80 persen dari atmosfer. kalsium tingkatan dalam sel akar tanaman mulai berosilasi.dan manusia . yang juga merupakan kunci untuk pertanian berkelanjutan. "Hubungan ini saling menguntungkan. tim peneliti dibandingkan tanaman biasa Medicago dengan versi mutan dibesarkan di laboratorium." kata Long. dalam beberapa menit mengenali sinyal kimia bakteri. Hewan. "Untuk alasan yang tidak diketahui. mereka akan mencari RNA yang terjadi dalam konsentrasi rendah dan menentukan urutan kimia dari molekul-molekul RNA.yang bintil . kemudian menggunakan informasi tersebut untuk mencari gen yang sesuai pada DNA tanaman.Mitra dan rekan-rekannya untuk memprediksi bahwa RNA yang cacat saja akan muncul dalam konsentrasi yang sangat rendah dalam bermutasi sel." kata Mitra. Sayangnya. yang tanaman digunakan untuk membuat protein. "Ini mutan tertentu yang menarik bagi . tidak dapat digunakan oleh tanaman dan hewan. apakah ini berarti bahwa RNA adalah produk cacat gen rusak? Jika demikian. Fiksasi nitrogen Pada percobaan PNAS.

" kata Long. para peneliti memantau tingkat RNA yang dihasilkan oleh 10. Bulan lalu. kelompok yang digunakan gen tradisional kloning metode untuk mengidentifikasi DMI3 . "Dalam proses bekerja pada fiksasi nitrogen. disebut DMI3. kami telah menemukan metode umum untuk mengidentifikasi dan kloning gen tanaman penting yang cepat dan mungkin berlaku untuk hampir semua jenis tanaman.news-medical. Mitra dan rekan-rekan mereka di John Innes Centre sangat yakin bahwa transkrip kloning berbasis akan memiliki aplikasi luas bahwa mereka telah mengajukan permohonan untuk hak paten.aspx ." kata Mitra. yang menghasilkan tingkat yang sangat rendah RNA." kata Mitra. kami menemukan satu gen.kami karena memperlihatkan perilaku kalsium spiking tetapi tidak mampu untuk membangun hubungan simbiosis dengan bakteri pengikat nitrogen.000 gen di kedua tanaman normal dan mutan. Namun.net/news/2004/03/31/5/Indonesian." Panjang. Menggunakan teknologi microarray gen-chip. "Intinya adalah ini.sebuah proses yang membawa setidaknya empat tahun untuk menyelesaikan. http://www." Temuan ini memimpin tim peneliti untuk menyimpulkan bahwa gen DMI3 mungkin memainkan peran penting dalam respon tanaman untuk osilasi kalsium. dibandingkan dengan enam bulan menggunakan transkrip kloning berbasis. "Dalam tanaman mutan. sebuah tim peneliti Belanda dan Perancis hasil yang sama diterbitkan di jurnal Science. "Versi normal gen DMI3 menghasilkan protein yang sangat mirip dengan protein tanaman tembakau yang diketahui untuk memodulasi perilaku mereka dalam menanggapi kalsium.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful