Konsep Ketuhanan Dalam Islam

Setelah Anda membaca tulisan ini, Anda dapat memahami poin-poin berikut ini: 1. Filsafat Ketuhanan dalam Islam.
• • • •

Siapakah Tuhan itu? Sejarah Pemikiran Manusia Tentang Tuhan. Tuhan Menurut Agama-agama Wahyu. Pembuktian Wujud Tuhan.

2. Keimanan dan Ketakwaan
• • • • •

Pengertian Iman Wujud Iman Proses Terbentuknya Iman Tanda Orang Beriman Korelasi Keimanan dan Ketakwaan

3. Implementasi Iman dan Takwa dalam Kehidupan Modern.
• •

Problematika, Tantangan, dan Resiko dalam Kehidupan Modern. Peran Iman dan Takwa dalam Menjawab Problema dan Tantangan Kehidupan Modern.

Istilah-istilah Penting:
• • • • •

Ibadah Mahdhah: ibadah yang sudah ditentukan macam, cara, waktu, dan bacaannya. Spiritualistis Islam: Ciri/kerohanian Islam Karakter Islam: Watak/sifat/tabiat Islam. Pola pikir teologis: pola pikir berkenaan dengan ilmu ke-Tuhanan. Bersifat azali: wujud yang terbentuk secara abadi tanpa adanya permulaan.

Sasaran Pembelajaran: 1. Menjelaskan perbedaan pandangan Max Muller, Andrew Lang, dan Agama Wahyu tentang monoteisme. 2. Berpikir dan bersikap sesuai dengan aliran teologis yang dapat menunjang perkembangan IPTEK dan peningkatan etos kerja. 3. Membuktikan adanya Tuhan melalui kajian ilmiah, sehingga dapat memantapkan iman. 4. Bersikap dengan benar sesuai dengan prinsip dalam proses pembentukan iman 5. Bersifat dengan benar sesuai dengan prinsip dalam proses pembentukan iman. 6. Mengimplementasikan iman dengan ibadah dan amal saleh dalam kehidupan seharihari. 7. Menerangkan peranan iman dan takwa dalam menghadapi tantangan kehidupan modern, sehingga meyakini benar perlunya beriman dan bertakwa. A. Pendahuluan

B. merupakan nilai keutamaan yang perlu diperhatikan dan diutamakandalam menyempurnakan cabang-cabang keimanan. Aspek ini belum mendapat perhatian seperti perhatian terhadap aspek lainnya. Ajaran tentang ibadah didasarkan atas kesucian hati yang dipenuhi dengan keikhlasan. ikhlas beramal hanya karena Allah. pandangan akal dan hatinya tajam. maka perlu segera diambil tindakan. Sesungguhnya amalah lahiriah berupa ibadah mahdhah dan muamalah tidak akan mencapai kesempurnaan. yaitu: “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya….?” Dalam QS 28 (Al-Qashash):38.Aspek keimanan yang akan dikaji dalam tulisan ini adalah aspek kejiwaan dan nilai. Mungkin mereka merasa ada yang kurang dalam sisi spiritualitasnya dan berusaha menyempurnakan dari sumber-sumber lain. Kecintaan kepada Allah. kecuali jika didasari dan diramu dengan nilai keutamaan tersebut. yaitu agama yang membangun kemurnian akidah atas dasar kejernihan akal dan membentuk pola pikir teologis yang menyerupai bidangbidang ilmu eksakta. Pendidikan modern telah mempengaruhi peserta didik dari berbagai arah dan pengaruhnya telah sedemikian rupa merasuki jiwa generasi penerus. “dengan menanamkan nilai-nilai keimanan dalam nalar. serta mengabdikan diridan tawakal sepenuhnya kepada-Nya. Islam hanya menerima hal-hal yang menurut ukuran akal sehat dapat diterima sebagai ajaran akidah yang benar dan lurus. Selain itu Islam adalah agama ibadah. Seorang muslim yang paripurna adalah yang nalar dan hatinya bersinar. cinta. akal pikir dan nuraninya berpadu dalam berinteraksi dengan Allah dan dengan sesama manusia. Filsafat Ketuhanan dalam Islam Siapakah Tuhan itu? Perkataan ilah. Jika tidak pandai membina jiwa generasi mendatang. egoisme. dalam Al-Quran dipakai untuk menyatakan berbagai obyek yang dibesarkan atau dipentingkan manusia. Pentingnya akal bagi iman ibarat pentingnya mata bagi orang yang sedang berjalan. Pilar akal dan rasionalitas dalam akidah Islam tecermin dalam aturan muamalat dan dalam memberikan solusi serta terapi bagi persoalan yang dihadapi. agar pintu spiritualitas yang terbuka tidak diisi oleh ajaran lain yang bukan berasal dari ajaran spiritualitas Islam. misalnya dalam QS 45 (AlJatsiiyah): 23. sehingga sulit diterka mana yang lebih dahulu berperan kejujuran jiwanya atau kebenaran akalnya. yang diterjemahkan “Tuhan”. Agama seseorang tidak sempurna. maka mereka tidak akan selamat dari pengaruh negatif pendidikan modern. jika kehangatan spiritualitas yang dimiliki tidak disertai dengan pengalaman ilmiah dan ketajaman nalar. dan sikap ingin menang sendiri. karena dalam segi akidah. serta dibersihkan dari dorongan hawa nafsu. Sifat kesempurnaan ini merupakan karakter Islam. perkataan ilah dipakai oleh Fir’aun untuk dirinya sendiri: . Sebab nilainilai tersebut senantiasa mengalir dalam hati dan tertuang dalam setiap gerak serta perilaku keseharian. pikir dan akal budi mereka”. Bila ini terjadi.

Untuk dapat mengerti dengan definisi Tuhan atau Ilah yang tepat. Bertuhan nol atau atheisme tidak mungkin. 1989:56) Atas dasar definisi ini. dan mengharapkannya. berdoa. diharap-harapkan dapat memberikan kemaslahatan atau kegembiraan. dan menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta kepadanya (M.” Contoh ayat-ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa perkataan ilah bisa mengandung arti berbagai benda. sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai oleh-Nya. dicintai. sehingga yang ada dalam hatinya hanya ada satu Tuhan. kemudian dikemukakan oleh EB Taylor. dikenal teori evolusionisme. dan banyak (jama’: aalihatun). Perkataan dipentingkan hendaklah diartikan secara luas. Dengan begitu. aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku. meminta perlindungan dari padanya. tunduk kepada-Nya. setiap manusia pasti ada sesuatu yang dipertuhankannya. merendahkan diri di hadapannya. yang dipentingkan manusia. Susunan kalimat tersebut dimulai dengan peniadaan. Adapun Tuhan mereka ialah ideologi atau anganangan (utopia) mereka. tidak mungkin tidak ber-Tuhan. Dalam literatur sejarah agama. manusia tidak mungkin ateis. diagungkan. kepadanya tempat berpasrah ketika berada dalam kesulitan. Sejarah Pemikiran Manusia tentang Tuhan 1. kemudian baru diikuti dengan penegasan “melainkan Allah”. yaitu Allah. orang-orang komunis pada hakikatnya ber-Tuhan juga. Teori tersebut mula-mula dikemukakan oleh Max Muller. Pemikiran Barat Yang dimaksud konsep Ketuhanan menurut pemikiran manusia adalah konsep yang didasarkan atas hasil pemikiran baik melalui pengalaman lahiriah maupun batiniah.Imaduddin. baik abstrak (nafsu atau keinginan pribadi maupun benda nyata (Fir’aun atau penguasa yang dipatuhi dan dipuja). takut. Ibnu Taimiyah memberikan definisi al-ilah sebagai berikut: Al-ilah ialah: yang dipuja dengan penuh kecintaan hati. berdasarkan logika Al-Quran sebagai berikut: Tuhan (ilah) ialah sesuatu yang dipentingkan (dianggap penting) oleh manusia sedemikian rupa. Hal itu berarti bahwa seorang muslim harus membersihkan diri dari segala macam Tuhan terlebih dahulu. Tercakup di dalamnya yang dipuja. Tuhan itu bisa berbentuk apa saja. dan termasuk pula sesuatu yang ditakuti akan mendatangkan bahaya atau kerugian. Dalam ajaran Islam diajarkan kalimat “la ilaaha illa Allah”. Berdasarkan logika AlQuran. Proses perkembangan pemikiran tentang Tuhan menurut teori evolusionisme adalah sebagai berikut: . lama kelamaan meningkat menjadi sempurna. baik yang bersifat penelitian rasional maupun pengalaman batin. Robertson Smith. dan bertawakal kepadanya untuk kemaslahatan diri. ganda (mutsanna:ilaahaini).“Dan Fir’aun berkata: Wahai pembesar kaumku. Perkataan ilah dalam Al-Quran juga dipakai dalam bentuk tunggal (mufrad: ilaahun). Yang pasti. yaitu “tidak ada Tuhan”. yaitu teori yang menyatakan adanya proses dari kepercayaan yang amat sederhana. Lubbock dan Javens.

ada yangmembidangi masalah air. Bentuk monoteisme ditinjau dari filsafat Ketuhanan terbagi dalam tiga paham. yaitu: deisme. • Politeisme Kepercayaan dinamisme dan animisme lama-lama tidak memberikan kepuasan.• Dinamisme Menurut paham ini. karena terlalu banyak yang menjadi sanjungan dan pujaan. Ada dewa yang bertanggung jawab terhadap cahaya. Oleh karena itu dianggap sebagai sesuatu yang misterius. Setiap benda mempunyai pengaruh pada manusia. rasa tidak senang apabila kebutuhannya dipenuhi. • Animisme Masyarakat primitif pun mempercayai adanya peran roh dalam hidupnya. Dewa mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dengan bidangnya. seperti mana (Melanesia). ada yang berpengaruh positif dan ada pula yang berpengaruh negatif. Setiap benda yang dianggap benda baik. Oleh karena itu. Satu bangsa hanya mengakui satu dewa yang disebut dengan Tuhan. roh dianggap sebagai sesuatu yang selalu hidup. karena tidak mungkin mempunyai kekuatan yang sama. Evolusionisme dalam kepercayaan terhadap Tuhan sebagaimana dinyatakan oleh Max Muller dan EB. Oleh karena itu dari dewa-dewa yang diakui diadakan seleksi. panteisme. roh dipercayai sebagai sesuatu yang aktif sekalipun bendanya telah mati. Meskipun nama tidak dapat diindera. tuah (Melayu). dan syakti (India). ada yang membidangi angin dan lain sebagainya. tetapi ia dapat dirasakan pengaruhnya. ditentang oleh Andrew Lang (1898) yang menekankan adanya monoteisme dalam masyarakat primitif. agar manusia tidak terkena efek negatif dari roh-roh tersebut. Saji-sajian yang sesuai dengan saran dukun adalah salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan roh. Taylor (1877). Mula-mula sesuatu yang berpengaruh tersebut ditujukan pada benda. Mana adalah kekuatan gaib yang tidak dapat dilihat atau diindera dengan pancaindera. Kekuatan yang ada pada benda disebut dengan nama yang berbeda-beda. manusia harus menyediakan kebutuhan roh. dan teisme. Dalam monoteisme hanya mengakui satu Tuhan untuk seluruh bangsa dan bersifat internasional. Menurut kepercayaan ini. mempunyai roh. mempunyai rasa senang. • Monoteisme Kepercayaan dalam bentuk henoteisme melangkah menjadi monoteisme. Mereka . Lama-kelamaan kepercayaan manusia meningkat menjadi lebih definitif (tertentu). namun manusia masih mengakui Tuhan (Ilah) bangsa lain. Oleh masyarakat primitif. Roh yang lebih dari yang lain kemudian disebut dewa. Kepercayaan satu Tuhan untuk satu bangsa disebut dengan henoteisme (Tuhan Tingkat Nasional). Dia mengemukakan bahwa orang-orang yang berbudaya rendah juga sama monoteismenya dengan orang-orang Kristen. manusia sejak zaman primitif telah mengakui adanya kekuatan yang berpengaruh dalam kehidupan. • Henoteisme Politeisme tidak memberikan kepuasan terutama terhadap kaum cendekiawan.

Mu’tazilah lahir sebagai pecahan dari kelompok Qadariah. Oleh karena itu umat Islam yang memilih aliran mana saja diantara aliranaliran tersebut sebagai teologi mana yang dianutnya. Ilmu Kalam. sedang Qadariah adalah pecahan dari Khawarij. tidak menyebabkan ia keluar dari islam. timbul sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW. maka berangsur-angsur golongan evolusionisme menjadi reda dan sebaliknya sarjana-sarjana agama terutama di Eropa Barat mulai menantang evolusionisme dan memperkenalkan teori baru untuk memahami sejarah agama. Semua tingkah laku manusia ditentukan dan dipaksa oleh Tuhan. Dalam menganalisis ketuhanan. Ia berada di antara posisi mukmin dan kafir (manzilah bainal manzilatain). tradisional. b. Ketiga corak pemikiran ini telah mewarnai sejarah pemikiran ilmu ketuhanan dalam Islam. Sedang sebagian umat Islam yang lain memahami dengan pendekatan antara kontektual dengan tektual sehingga lahir aliran yang bersifat antara liberal dengan tradisional. Pemikiran Umat Islam Pemikiran terhadap Tuhan yang melahirkan Ilmu Tauhid. dan ada pula yang bersifat di antara keduanya. Mereka menyatakan bahwa ide tentang Tuhan tidak datang secara evolusi. Aliran tersebut yaitu: a. Asy’ariyah dan Maturidiyah yang pendapatnya berada di antara Qadariah dan Jabariah Semua aliran itu mewarnai kehidupan pemikiran ketuhanan dalam kalangan umat islam periode masa lalu. atau Ilmu Ushuluddin di kalangan umat Islam. 2. d. Dalam penyelidikan didapatkan bukti-bukti bahwa asal-usul kepercayaan masyarakat primitif adalah monoteisme dan monoteisme adalah berasal dari ajaran wahyu Tuhan (Zaglul Yusuf. Jabariah yang merupakan pecahan dari Murji’ah berteori bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam berkehendak dan berbuat. c. 1993:26-27). tidak kafir dan tidak mukmin. Dengan lahirnya pendapat Andrew Lang. yang tidak mereka berikan kepada wujud yang lain. Sebab timbulnya aliran tersebut adalah karena adanya perbedaan metodologi dalam memahami Al-Quran dan Hadis dengan pendekatan kontekstual sehingga lahir aliran yang bersifat tradisional. Manusia sendiri yang menghendaki apakah ia akan kafir atau mukmin dan hal itu yang menyebabkan manusia harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Mu’tazilah yang merupakan kaum rasionalis di kalangan muslim. . tetapi dengan relevansi atau wahyu. Qodariah yang berpendapat bahwa manusia mempunyai kebebasan dalam berkehendak dan berbuat. Orang islam yang berbuat dosa besar. Secara garis besar. Hasil dari paham Mu’tazilah yang bercorak rasional ialah muncul abad kemajuan ilmu pengetahuan dalam Islam. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan pada penyelidikan bermacam-macam kepercayaan yang dimiliki oleh kebanyakan masyarakat primitif. ada aliran yang bersifat liberal.mempunyai kepercayaan pada wujud yang Agung dan sifat-sifat yang khas terhadap Tuhan mereka. satu sistem teologi untuk mempertahankan kedudukan keimanan. serta menekankan pemakaian akal pikiran dalam memahami semua ajaran dan keimanan dalam Islam. Namun kemajuan ilmu pengetahuan akhirnya menurun dengan kalahnya mereka dalam perselisihan dengan kaum Islam ortodoks. mereka memakai bantuan ilmu logika Yunani. Pada prinsipnya aliran-aliran tersebut di atas tidak bertentangan dengan ajaran dasar Islam.

Tuhan Menurut Agama-agama Wahyu Pengkajian manusia tentang Tuhan. tetapi mereka telah berpecah belah. Thaha ayat 98. Allah memperkenalkan dirinya melalui ajaran-Nya. maka menurut informasi al-Quran. Kata Allah adalah nama isim jumid atau personal name. surat Shad 35 dan 65. Tuhan Allah adalah esa sebagaimana dinyatakan dalam surat al-Ankabut ayat 46. Melalui Rasul-rasul-Nya. surat Muhammad ayat 19. Di antara aliran tersebut yang nampaknya lebih dapat menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan meningkatkan etos kerja adalah aliran Mu’tazilah dan Qadariah. karena dianggap sebagai isim musytaq. maka pasti mengharamkan kepadanya syurga. umat Islam perlu mengadakan koreksi ilmu berlandaskan al-Quran dan Sunnah Rasul. Ajaran yang tidak sama dengan konsep ajaran aslinya. Ayat tersebut di atas memberi petunjuk kepada manusia bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan konsep tentang ajaran ketuhanan sejak zaman dahulu hingga sekarang. Informasi tentang asal-usul kepercayaan terhadap Tuhan antara lain tertera dalam: 1. Hal ini dinyatakan antara lain dalam surat Ali Imran ayat 62. yang dibawa para Rasul. 3. Dia-lah Allah. yaitu agama Tauhid. Dengan mengemukakan alasan-alasan tersebut di atas. Mereka akan kembali kepada Allah dan Allah akan menghakimi mereka. dan tempat mereka adalah neraka. QS 21 (Al-Anbiya): 92. merupakan manipulasi dan kebohongan manusia yang teramat besar.” Dari ungkapan ayat-ayat tersebut. tidak akan pernah benar. tidak akan benar. jika nama Allah diterjemahkan dengan kata “Tuhan”. Jika terjadi perbedaan-perbedaan ajaran tentang ketuhanan di antara agama-agama adalah karena perbuatan manusia. tanpa dipengaruhi oleh kepentingan politik tertentu. Yang Maha Esa. “Al-Masih berkata: “Hai Bani Israil sembahlah Allah Tuhaku dan Tuhanmu. Dalam al-quran diberitahukan pula bahwa ajaran tentang Tuhan yang diberikan kepada Nabi sebelum Muhammad adalah Tuhan Allah juga. Sebab Tuhan merupakan sesuatu yang ghaib. sehingga informasi tentang Tuhan yang hanya berasal dari manusia biarpun dinyatakan sebagai hasil renungan maupun pemikiran rasional. Merupakan suatu pendapat yang keliru. “Katakanlah. sebutan yang benar bagi Tuhan yang benar-benar Tuhan adalah sebutan “Allah”. jelas bahwa Tuhan adalah Allah.Menghadapi situasi dan perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini. yang hanya didasarkan atas pengamatan dan pengalaman serta pemikiran manusia. 2. Adam sebagai Rasul pertama dan Muhammad sebagai terakhir. Tuhan yang haq dalam konsep al-Quran adalah Allah. QS 5 (Al-Maidah):72. Oleh karena itu seharusnya manusia menganut satu agama. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. Perhatikan antara lain surat Hud ayat 84 dan surat alMaidah ayat 72. Allah adalah Tuhan yang bergantung pada-Nya segala sesuatu. dan . Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah. dan Shad ayat 4. QS 112 (Al-Ikhlas): 1-4. “Sesungguhnya agama yang diturunkan Allah adalah satu.

“Energy”. Sebenarnya sebagian ilmu modern juga batal. Metode baru tidak mengingkari wujud sesuatu. sedang akidah agama berhubungan dengan alam di luar indera. yang tidak mungkin dilakukan percobaan (agama didasarkan pada analogi dan induksi). hanya karena dia analogi. sebab agama tidak mempunyai landasan ilmiah. yang mengikrarkan kalimat syahadat La ilaaha illa Allah harus menempatkan Allah sebagai prioritas utama dalam setiap tindakan dan ucapannya. Hal ini disebut dengan “analogi ilmiah” dan dianggap sama dengan percobaan empiris. Esa menurut al-Quran adalah esa yang sebenar-benarnya esa. dan “hukum alam”. alam. Hal inilah yang menyebabkan menurut metode ini agama batal. Pembuktian Wujud Tuhan 1. tidak hanya karena percobaan itu dapat diamati secara langsung. Suatu percobaan dipandang sebagai kenyataan ilmiah. Demikian pula suatu analogi tidak dapat dianggap salah. Metode Pembuktian Ilmiah Tantangan zaman modern terhadap agama terletak dalam masalah metode pembuktian. Sebagai umat Islam. Keesaan Allah adalah mutlak. yang tidak berasal dari bagianbagiandan tidak pula dapat dibagi menjadi bagian-bagian. walaupun belum diuji secara empiris. dan hukum alam”. “alam” (nature). Sarjana mana pun tidak mampu melangkah lebih jauh tanpa berpegang pada kata-kata seperti: “Gaya” (force). sebab juga tidak mempunyai landasan ilmiah. energi. baik agama maupun ilmu .kemahaesaan Allah tidak melalui teori evolusi melainkan melalui wahyu yang datang dari Allah. Di samping itu metode ini juga tidak menolak analogi antara sesuatu yang tidak terlihat dengan sesuatu yang telah diamati secara empiris. Orang yang mempelajari ilmu pengetahuan modern berpendapat bahwa kebanyakan pandangan pengetahuan modern. Sarjana tersebut tidak mampu memberikan penjelasan terhadap kata-kata tersebut secara sempurna. Metode ini mengenal hakikat melalui percobaan dan pengamatan. Dengan demikian tidak berarti bahwa agama adalah “iman kepada yang ghaib” dan ilmu pengetahuan adalah percaya kepada “pengamatan ilmiah”. Padahal tidak ada seorang sarjana pun yang mengenal apa itu: “Gaya. hanya merupakan interpretasi terhadap pengamatan dan pandangan tersebut belum dicoba secara empiris. Hal ini berarti konsep tauhid telah ada sejak datangnya Rasul Adam di muka bumi. Konsepsi kalimat La ilaaha illa Allah yang bersumber dari al-quran memberi petunjuk bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk mencari Tuhan yang lain selain Allah dan hal itu akan kelihatan dalam sikap dan praktik menjalani kehidupan. Teori yang disimpulkan dari pengamatan merupakan hal-hal yang tidak punya jalan untuk mengobservasi. Oleh karena itu banyak sarjana percaya padanya hakikat yang tidak dapat diindera secara langsung. Percobaan dan pengamatan bukanlah metode sains yang pasti. Kemungkinan benar dan salah dari keduanya berada pada tingkat yang sama. Ia tidak dapat didampingi atau disejajarkan dengan yang lain. sama seperti ahli teologi yang tidak mampu memberikan penjelasan tentang sifat Tuhan. karena ilmu pengetahuan tidak terbatas pada persoalan yang dapat diamati dengan hanya penelitian secara empiris saja. Sebab. Keduanya percaya sesuai dengan bidangnya pada sebab-sebab yang tidak diketahui.

Hukum tersebut yang dikenal dengan hukum keterbatasan energi atau teori pembatasan perubahan energi panas membuktikan bahwa adanya alam tidak mungkin bersifat azali. Dengan dasar itu dan dengan kepercayaan inilah dijalani setiap bentuk kegiatan ilmiah dan kehidupan. Tetapi setelah ditemukan “hukum kedua termodinamika” (Second law of Thermodynamics). serta kehidupan tetap berjalan. pernyataan ini telah kehilangan landasan berpijak. Sedang kebalikannya tidak mungkin. Pembuktian Adanya Tuhan dengan Pendekatan Fisika Sampai abad ke-19 pendapat yang mengatakan bahwa alam menciptakan dirinya sendiri (alam bersifat azali) masih banyak pengikutnya. Kalau ilmu pengtahuan memasuki bidang penentuan hakikat. yang sebenarnya adalah bidang agama. Seandainya alam ini azali. Bertitik tolak dari kenyataan bahwa proses kerja kimia dan fisika di alam terus berlangsung. Hal itu membuktikan secara pasti bahwa alam bukan bersifat azali. Segala sesuatu bagaimanapun ukurannya. Oleh sebab itu harus ditempuh bidang lain. suatu “Akal” yang tidak ada batasnya. Mereka tidak dapat mengatakan: Kenyataan yang diamati adalah satu-satunya “ilmu” dan semua hal yang berada di luar kenyataan bukan ilmu. berarti ilmu pengetahuan telah menempuh jalan iman kepada yang ghaib. Belum pernah diketahui adanya sesuatu yang berasal dari tidak ada tanpa diciptakan. sebab tidak dapat diamati. adalah iman kepada hakikat yang tidak dapat diamati. Oleh karena itu bagaimana akan percaya bahwa alam semesta yang demikian luasnya. maka secara logika harus percaya tentang adanya Pencipta Alam. tetapi justru merupakan interpretasi yang terbaik terhadap kenyataan yang tidak dapat diamati oleh para sarjana. sesuai dengan hukum tersebut dan tidak akan ada lagi kehidupan di alam ini. Sebenarnya apa yang disebut dengan iman kepada yang ghaib oleh orang mukmin. tetapi menolak adanya Khaliq>> adalah suatu pernyataan yang tidak benar. . 2. Hukum tersebut menerangkan bahwa energi panas selalu berpindah dari keadaan panas beralih menjadi tidak panas. Para sarjana masih menganggap bahwa hipotesis yang menafsirkan pengamatan tidak kurang nilainya dari hakikat yang diamati. Pernyataan yang mengatakan: <<Percaya adanya makhluk. yakni energi panas tidak mungkin berubah dari keadaan yang tidak panas menjadi panas. Hal ini tidak berarti satu kepercayaan buta. Keberadaan Alam Membuktikan Adanya Tuhan Adanya alam serta organisasinya yang menakjubkan dan rahasianya yang pelik.pengetahuan kedua-duanya berlandaskan pada keimanan pada yang ghaib. Oleh karena itu pasti ada yang menciptakan alam yaitu Tuhan. maka sejak dulu alam sudah kehilangan energinya. tidak boleh tidak memberikan penjelasan bahwa ada sesuatu kekuatan yang telah menciptakannya. Jika percaya tentang eksistensi alam. sedang ruang lingkup ilmu pengetahuan terbatas pada pembahasan ciri-ciri luar saja. Setiap manusia normal percaya bahwa dirinya “ada” dan percaya pula bahwa alam ini “ada”. Perubahan energi panas dikendalikan oleh keseimbangan antara “energi yang ada” dengan “energi yang tidak ada”. ada dengan sendirinya tanpa pencipta? 3. Hanya saja ruang lingkup agama yang sebenarnya adalah ruang lingkup “penentuan hakikat” terakhir dan asli. pasti ada penyebabnya.

Logika manusia dengan memperhatikan sistem yang luar biasa dan organisasi yang teliti. termasuk bumi. tetapi ia beredar bersama-sama dengan planet-planet dan asteroid mengelilingi garis edarnya dengan kecepatan 600.000 tahun cahaya.000.000 mil per jam.com/2008/07/24/konsep-ketuhanan-dalam-islam/ . yang jaraknya dari bumi sekitar 240. beredar pada sumbunya dan menyelesaikan edarannya sekali dalam 200. Galaxy-galaxy tersebut juga beredar pada garis edarnya. kekuatan maha besar tersebut adalah Tuhan. http://agungsukses.4.000 mil setiap setahun sekali. yang mengelilingi matahari dengan kecepatan luar biasa.000 mil. Metode pembuktian adanya Tuhan melalui pemahaman dan penghayatan keserasian alam tersebut oleh Ibnu Rusyd diberi istilah “dalil ikhtira”. Matahari tidak berhenti pada suatu tempat tertentu. Demikian pula bumi yang terletak 93. yang bergerak mengelilingi bumi dan menyelesaikan setiap edarannya selama dua puluh sembilan hari sekali.000. Di samping bumi terdapat gugus sembilan planet tata surya. Galaxy dimana terletak sistem matahari kita. Di samping itu masih ada ribuan sistem selain “sistem tata surya” kita dan setiap sistem mempunyai kumpulan atau galaxy sendiri-sendiri.000. bahkan akan menyimpulkan bahwa di balik semuanya itu ada kekuatan maha besar yang membuat dan mengendalikan sistem yang luar biasa tersebut.000 mil dari matahari berputar pada porosnya dengan kecepatan seribu mil per jam dan menempuh garis edarnya sepanjang 190. Pembuktian Adanya Tuhan dengan Pendekatan Astronomi Benda alam yang paling dekat dengan bumi adalah bulan.wordpress. akan berkesimpulan bahwa mustahil semuanya ini terjadi dengan sendirinya.000.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful